Issuu on Google+

Min Haitsu Laa Yahtasib

SUARA LINGKARAN KEBERSAMAAN

Catatan “Bersih Desa, Dapat Pahala” BLAENinDONESIA PEDULI Edisi:05052013* MINGGU (05/05/2013) PAGI, suasana komplek Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Tajinan kembali terlihat ramai dengan datangnya puluhan sahabat dari Lingkaran Kebersamaan BLAENinDONESIA. Seperti waktu dua Minggu sebelumnya, kecenderungan terlihat datang dengan membawa beragam peralatan kebersihan. Seperti; Cangkul, Arit, Sapu Lidi, Kering Pembersih Rumput, Sak Bekas dan lainnya. Pada edisi ke-dua ini, kegiatan BLAENinDONESIA PEDULI difokuskan pada pembersihan jalan makam dari arah timur ke barat. Alasannya, karena banyaknya rumput liar maka kondisi jalan tersebut sudah hampir tidak terlihat lagi. Selain itu - jika sesuai kesepakatan bahwa BLAENinDONESIA PEDULI ini dilaksanakan dengan apa adanya dan tanpa mengada-ada-, karena keterbatasan biaya, maka untuk sementara kami masih belum mampu meneruskan pembenahan atau pelapisan cat tembok pada bangunan penyimpanan keranda dan beragam perlatan kematian lain yang berada di dekat pintu masuk utama TPU Desa Tajinan. Terlepas dari semua itu, Alhamdulillah, ada sejumlah peningkatan tersendiri pada edisi 05052013 ini. Di antaranya, seperti semakin banyaknya sahabat-sahabat yang datang langsung mengikuti kegiatan, jam pelaksanaan yang semakin lama, hingga rezeki untuk keperluan konsumsi –Air Mineral, Es Teh, Kopi, Gorengan, Kue Kering, Buah Semangka, Rokok- yang di luar dugaan dan tanpa rencana membanjiri indahnya kebersamaan BLAENinDONESIA. Ya, meski sudah ada kesepakatan untuk berkumpul tepat pukul 07.30 di Jalan Klampok Desa Tajinan, -seperti normalnya orang Indonesianyatanya baru beberapa sahabat saja yang m e n a m p a k k a n b a t a n g h i d u n g n y a . Ta p i , Alhamdulillah, seiring merambatnya panas matahari, satu per satu puluhan sahabat BLAENinDONESIA pun mulai berdatangan dan langsung melakukan bersih-bersih bersama. Dibanding dua minggu sebelumnya, jumlahnya sahabat yang ikut kini dua kali lipat lebih banyak.-

Bahkan, karena indahnya kebersamaan, tanpa terasa kegiatan ini mampu kami kerjakan hingga sekitar pukul 12.00 WIB, tidak seperti sebelumnya yang hanya mulai pukul 08.00 hingga 10.00 WIB. Sementara itu, ada pelajaran nyata tersendiri bagi kami, kalau dalam Al-Qur'an disebut “Min Haitsu Laa Yahtasib”; Allah memberimu rizqi melalui jalan dan metode yang di luar perhitunganmu. Dan, itu adalah jaminan Allah kepada orang yang selalu meletakkan hatinya dekat dengan Dia. Ya, sebuah manajemen bagaimana BLAENinDONESIA yang dari awal tidak mempunyai rencana khusus untuk sengaja mempersiapkan kebutuhan konsumsi selama “Bersih Desa, Dapat Pahala”, namun nyata-nya sahabat-sahabat bisa menikmati beragam makanan dan minuman serta rokok yang tidak mampu kami habiskan hingga waktu pulang. Untuk itu, rasa syukur kami panjatkan kepada Tuhan YME. Dan, tak lupa kami ucapkan beribu terima kasih kepada sahabat atau siapa saja yang tak bisa disebutkan semua namanya disini, atas kebesaran hati dan keihklasannya membagi sebagian rezekinya untuk BLAENinDONESIA PEDULI. Khususnya, Muhammad Rofiq alias Mas Nanang yang meluangkan waktu dan berbagi rezekinya dengan datang langsung ke lokasi. Kami yakin, bahwa Allah SWT tidak akan lupa kepada siapa pun yang menjalankan perintahnya. Di lain sisi, melalui tulisan ini, sahabatsahabat BLAENinDONESIA mengucapkan permintaan ma'af secara terbuka kepada siapa saja yang merasa mempunyai lahan di sekitar area TPU Desa Tajinan. Sebab, kami telah “lancang” membuang sebagian potongan rumput dan lainnya di pinggir-pinggir lahan yang dekat dengan lokasi pembersihan, serta “lancang” menggunakan saluran air bersih yang entah siapa pemiliknya, untuk membersihkan diri dan berbagai peralatan yang kami bawa. Untuk itu, kami berharap dan berterima kasih atas adanya kebesaran hati serta kesadarannya, karena InsyAllah hanya Tuhan yang mampu membalas kebaikan Anda semua. Amin. (Red. SUARA-BLAENinDONESIA)

SUARA BLAENinDONESIA; merupakan salah satu media komunikasi dan informasi Lingkaran Kebersamaan Blaen Indonesia. Mengedepankan berbagi dan olah kreasi, kami berusaha mempercepat perubahan pada dunia, terlebih kampung halaman. Bagi kami, hidup bukan lah sekedar eksis menjadi sekrup dari mesin besar sosial. Lebih dari itu, bersama-sama kami ingin membuat kehidupan ini lebih menarik. Hingga, bersama-sama mampu menuju peradaban lain dari hari ini-yang lebih benar, baik dan indah bagi semua.

TERBIT PERIODIKAL 2 MINGGUAN / 16 MEI 2013

#3

GRATIS SEBAGAIMANA BULAN DAN BINTANG YANG TANPA PAMRIH MENEMANI GELAPNYA MALAM

(ilustrasi: NanangCahyono/BLAENinDONESIA)

EDITORIAL Hidup ini nikmat, terutama bagi siapa saja yang selalu bersyukur dan mendekatkan diri pada sang pencipta. “Min Haitsu Laa Yahtasib”; Allah memberimu rizqi melalui jalan dan metode yang di luar perhitunganmu. Sadar dan diakui atau tidak, tentu dalam hidup tak mungkin terhindar dari pelbagai macam perbedaan. Ya, pada edisi ke-tiga-nya, media ini pun berusaha memberi salam bagi semua yang masih mencoba untuk tetap menjadi manusia. Pun dengan segala kerendahan, berusaha mengajak sahabat-sahabat BLAENinDONESIA atau siapa saja yang mau untuk selalu belajar dan berprasangka baik -termasuk dalam menanggapi adanya perbedaan dan keyakinan pada penggunaan sebuah nama atau istilah-, hingga bersama-sama mampu menuju kehidupan yang lebih benar, baik dan indah bagi semua.

TIM REDAKSI: ImamTantowi, MuhammadZaini, NanangCahyono, ArifWidodo, HamzahMasykur 089660467083 I blaenindonesia@gmail.com I www.blaenindonesia.wordpress.com


Laporan Terbuka BLAENinDONESIA

SUARA BLAENinDONESIA, EDISI: #3 / 16 MEI 2013

Daftar Inventaris dan Keuangan BLAENinDONESIA, Edisi:02052013-16052013 A. DAFTAR INVENTARIS BLAENinDONESIA JENIS BARANG

JUMLAH

PENANGGUNG JAWAB

KETERANGAN

Heri Kuswanto - Ambon Amrul Muclison Imam Tantowi Imam Tantowi Imam Tantowi Hamzah Masykur M. Bagus Affandi M. Ircham Zakaria M. Ircham Zakaria M. Ircham Zakaria M. Ircham Zakaria M. Ircham Zakaria M. Ircham Zakaria

Posisi di Rumah N. Huda Kondisi Baik Sisa Pulsa Rp. 3.966,Kondisi Baik Kondisi Baik Kondisi Baik Kondisi Baik Kondisi Baik Kondisi Baik Kondisi Baik Kondisi Baik Kondisi Baik Kondisi Baik

Imam Tantowi

Support D.Net&Cell

Sajak Atasnama Oleh: A. Mustofa Bisri

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14.

Hambal / Karpet Kain Buku Yasin&Tahlil Kartu Call Center Balpoint Hitam Spidol Hitam Kecil Spidol Besar Permanent Kotak Cinta Arit Kering Pemotong Rumput Sapu Lidi Sapu Rumah Karung Besar Karung Kecil Soft&Hard Dokumentasi BLAENinDONESIA

4 40 1 1 1 1 1 2 2 2 1 5 4

Ada yang atasnama Tuhan melecehkan Tuhan Ada yang atasnama negara merampok negara Ada yang atasnama rakyat menindas rakyat Ada yang atasnama kemanusiaan memangsa manusia Ada yang atasnama keadilan meruntuhkan keadilan Ada yang atasnama persatuan merusak persatuan Ada yang atasnama perdamaian mengusik perdamaian Ada yang atasnama kemerdekaan memasung kemerdekaan Maka atasnama apa saja atau siapa saja kirimlah laknat kalian Atau atasnamaKu perangilah mereka Dengan kasihsayang!

NB: Satu Sapu Lidi tertinggal dan mungkin hilang saat kegiatan “Bersih Desa, Dapat Pahala” Edisi:05052013 di Area Tempat Pemakaman Umum Desa Tajinan.

Rembang, Agustus 1997

B. LAPORAN KEUANGAN BLAENinDONESIA

1. 2.

PEMASUKAN

JUMLAH

KETERANGAN

Rutinan Kotak Cinta Sisa Uang Kas

Rp. 33.000,Rp. 165.000,-

Hasil Kas RETAG Edisi:09052013 -

TOTAL UANG MASUK

Rp. 198.000,-

PENGELUARAN

JUMLAH

KETERANGAN

Foto Copy SBI Edisi #3 Konsumsi Retag 16052013

Rp. 15.000,Rp. 10.500,-

100 Lembar BW Bolak Balik x Rp.150,Beli Kopi, Teh, dan Gula

TOTAL UANG KELUAR

Rp. 25.500,-

_

1. 2.

SUBLANDO Rek, kenalno jenengku Sublando…???

“Perkenalan...” Jenengku Omplong…??? Dadi ojo kaget engko aku lek mek kakean omong…!!! Hahaha… Lha, jenengku Sopo Yooo…???

Mulai saiki awak’e melu ngisi nang media iki ya mbahas opo ae wes

Mataaaaapppp....!!!! Aku melok yo..??

_

TOTAL KAS BLAENinDONESIA Rp. 172.500,-

Up Date Info 15 Mei 2013

NB: Semua Uang Kas dan Nota Pengeluaran Disimpan Khusus Oleh Sahabat M. Bagus Affandi sebagai Penanggung Jawab Keuangan Lingkaran Kebersamaan BLAENinDONESIA.

Jare bolo-bolo iku singkatan Suara BLAeniNDOnesia…!!!

Red.BLAENinDONESIA/Muhammad Zaini, Ilustrasi: Nanang Cahyono

089660467083 I blaenindonesia@gmail.com I www.blaenindonesia.wordpress.com

Print Support By: D.NET&CELL Tajinan


Ojo Sak Gebrakan Tok Catatan Kegiatan RETAG BALENinDONESIA Edisi:02052013* BLAENinDONESIA yang sudah terbit dalam cetakan edisi ke-2). Namun, porsi kasih sayang lah sebenarnya yang menjadi benang emas lingkaran kebersamaan ini. Tak harus ada ucapan kasih ataupun sayang, melainkan perhatian dan dukungan terhadap sesama manusia. Antara yanglebih tua dan muda, keluarga, kakak adik, teman sebaya, juga sahabat dan sebaliknya.

"Ojo sak gebrakan tok," tegas Mas Nanang dan Cak Dono Parkir berkali-kali dengan bahasa khas-nya sebagai pesan singkat kepada sahabat-sahabat Lingkaran Kebersamaan BLAENinDONESIA. SELALU, ada hal menarik yang bisa dijadikan pelajaran dari kegiatan Lingkaran Kebersamaan BLAENinDONESIA. Ya, seperti dalam rutinan pembacaan Yasin dan Tahlil RETAG yang dilaksanakan di Rumah Sahabat Muhammad Zaini alias Cak Tukijo pada Kamis, 02 Mei 2013 ini. Sekilas, jelas ada suasana berbeda dari kegiatan sebelum-sebelumnya, terlebih dengan munculnya wajah-wajah lama -dulu aktif di Remaja Islam Boemi Sholawat (RISBOS)- yang kembali melebur dalam lingkaran kebersamaan ini. Seperti beberapa sahabat yang biasa bekerja di luar daerah dan kebetulan pulang ke kampung halaman, serta seolah ada penghormatan tersendiri dari Muhammad Rofiq alias Mas Nanang dan Syaifuddin Zuhri alias Cak Dono Parkir yang menyempatkan diri duduk bersama sahabatsahabat BLAENinDONESIA. "Wah, memang sudah banyak yang berubah," cetus Mas Nanang dan Cak Dono Parkir saat mengetahui banyaknya sahabat baru yang ternyata selama ini belum sempat dikenalnya, sembari tersenyum melihat kecenderungan datang menggunakan fasilitas sepeda motor yang sebenarnya baru beberapa tahun saja membanjiri desa ini. Bahkan, perubahan semakin terasa saat beliau-beliau menerima sejumlah informasi terkait keberadaan dan perkembangan Lingkaran Kebersamaan BLAENinDONESIA sekarang. Mulai dari penataan mental dan pemikiran yang lebih jelas, pengelolaan yang lebih mandiri dan terbuka, hingga pemanfaatan sejumlah media dan informasi terbaru (seperti adanya nomor kontak khusus, pemanfaatan websait gratis, media sosial facebook d a n t w i t t e r, h i n g g a m e d i a S U A R A -

Ya, DULU, sekitar awal Tahun 2000-an, pembacaan Yasin dan Tahlil seperti ini memang sudah biasa dilaksanakan beberapa sahabat saat masih aktif dalam RISBOS. Pun sama, kegiatan tersebut rutin dilaksanakan setiap malam Jum'at dan bertempat di rumah-rumah anggota secara bergiliran. Bahkan, waktu itu, selain secara kuantitas jumlah anggotanya lebih banyak, fasilitas yang digunakan pun lebih baik dengan adanya Sound System untuk pengeras suaranya. Meski sayang, akhirnya aktivitas tersebut berhenti total, bahkan semua fasilitas atau invetaris jama'ah menghilang tak tersisa. Kini, di saat yang sekarang oleh anakanak muda dikenal sebagai JAMAN GALAU, kegiatan yang sama itu pun kembali dilaksanakan dan coba selalu dipertahankan dengan wajah baru dalam Lingkaran Kebersamaan BLAENinDONESIA -yang sebelumnya sekitar tahun 2012 telah dirintis kembali oleh sahabatsahabat New BLAENZ-. Ya, BLAENinDONESIA hadir dengan wajah serta pemikiran yang berbeda sebagai bentuk peleburan dari RISBOS dan New BLAENZ-, tentunya dengan selalu berusaha menghargai dan menerima siapa saja dengan bentuk wajah atau pemikiran lainnya. Sementara itu, di lain sisi, permintaan ma'af juga datang dari sejumlah sahabat yang terpaksa belum sempat hadir langsung dan berkumpul bersama karena beragam kesibukan lain. Di antaranya, salam dari MH Ainul Yaqin alias Gus Inul dan Zainul Arifin alias Mas Inul Pamong yang dalam beberapa tahun lalu banyak membina sahabat-sahabat BLAENZ atau RISBOS. (Red.BLAENinDONESIA/Imam Tantowi, Foto: M. Farid Zunaidi)

089660467083 I blaenindonesia@gmail.com I www.blaenindonesia.wordpress.com

SUARA BLAENinDONESIA, EDISI: #3 / 16 MEI 2013

Kotak Cinta BLAENinDONESIA Catatan Kegiatan RETAG BLAENinDONESIA Edisi: 09052013*

MUNGKIN, kecenderungan siapa saja yang sempat membaca tulisan ini bertanya-tanya. Ya, apa itu Kotak Cinta BLAENinDONESIA? Kenapa Kotak Cinta? Dan, mungkin masih ada beberapa pertanyaan lainnya. Seperti diketahui, pada Kamis 09 Mei 2013, bertempat di rumah N. Huda alias Cak Mbeler di Jalan Nangka Desa Tajinan sahabat-sahabat kembali melaksanakan kegiatan pembacaan Yasin dan Tahlil. Dalam RETAG BLAENinDONESIA yang rutin digelar setiap malam Jum'at tersebut, Alhamdulillah, lagi-lagi berhasil merealisasikan ide dan rencana yang sempat tertunda. Yakni, dengan adanya kotak yang mulai pekan ini hadir di tengah-tengah Lingkaran Kebersamaan BLAENinDONESIA. “Bahannya dari kaleng bekas tempat kue,� ucap M. Bagus Affandi yang malam itu datang dengan hasil kreatifitasnya. Menurut sahabat yang akrab dipanggil Tole ini, agar sedikit rapi, sisi luar kotak itu ditutup skotlet atau sticker. Dan sesuai fungsinya, kotak pun diberi lubang dan penutup yang sewaktuwaktu mudah dibuka kembali. Dengan kata lain, meski terbuat dari bahan bekas dan tampak mata sederhana, di lain sisi kotak ini menawarkan banyak harapan dan manfaat yang besar. Memang, ada harapan ini menjadi jawaban nyata dari hasil pembacaan dan perenungan terkait pengalaman masa lalu yang dilakukan oleh sahabat-sahabat BLAENinDONESIA. Dengan semangat positif, pengalaman bisa menjadi pelajaran untuk menjalani hari ini dan hari depan yang lebih baik. Terlebih, dengan kesadaran di mana manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Disebut Kotak Cinta? Karena mulai sekarang siapa saja tak perlu canggung lagi untuk berbagi rezeki sebagai bukti cinta kepada BLAENinDONESIA melalui kotak tersebut. Berapa pun nominalnya, dan tidak ada paksaan untuk itu semua. Tentunya, jauh berbeda dengan beberapa tahun lalu di mana untuk alasan kebutuhan kas pada Lingkaran Kebersamaan ini mewajibkan sahabat-sahabat mengisi atau memberikan sebagian rezekinya dengan nominal yang sudah ditentukan. Sekarang, ada atau tidaknya uang kas BLAENinDONESIA, cukup digugah dengan kesadaran dan kebesaran hati dari sahabat-sahabat sendiri. Sehingga, diharapkan dengan cara ini tak ada lagi alasan malu dan terpaksa tidak bisa mengikuti agenda BLAENinDONESIA hanya karena belum mampu memberikan kewajiban isi kas seperti itu. Sebab, yang terpenting adalah kebersamaan untuk belajar kebaikan, dengan apa adanya dan tidak mengada-ada. Seperti RETAG ini, intinya adalah bagaimana bisa konsisten melingkar untuk membaca Yasin dan Tahlil serta do'a bersama, segala kesederhanaan dan keterbatasan fasilitas bukanlah alasan untuk mengorbankan harga diri kita sebagai manusia. Sementara itu, belajar pentingnya kejujuran dan keterbukaan, hasil sukarela pada kotak tersebut pun dibuka dan dilihat bersama-sama. Alhamdulillah, kali ini terkumpul recehan sebanyak Rp. 33.000,-. Selanjutnya, dicatat dan disimpan oleh Tole sebagai penanggung jawab keuangan BLAENinDONESIA. Lebih rincinya, bisa dilihat pada Laporan Terbuka yang mulai edisi #3 ini hingga seterusnya diumumkan melalui media SUARA BLAENinDONESIA. (Red.BLAENinDONESIA/Hamzah Masykur, Foto: Amir Fatah)

Print Support By: D.NET&CELL Tajinan


Di antara Tanda Tanya?

SUARA BLAENinDONESIA, EDISI: #3 / 16 MEI 2013

Catatan dari Kumpulan SMS dan Komentar Jejaring Sosial BALENinDONESIA “BLAENZ; Bocah LAnang Engkang Nurut Zantren adalah awal kbangkitan dari nama BLAEN yg sgt riskan untuk d pakai namanya kmbali. Krn dulunya nama ini d gadang2 oleh para sesepuh bakal mnjadi balak.BLAEN sndiri brmakna lain yakni Bocah LAnang EdaN ini yg mnjadi pro & kontra d masyarakat. Apakah tdk sbaiknya d musyawarahkan kmbali pmakaian nama BLAEN ini. Krn tau sndirilah makna EDAN itu sprti apa" .

Ya, SMS atau pesan singkat itu lah yang beberapa waktu lalu sempat dikirimkan sahabat Nanang Cahyono kepada nomor kontak Lingkaran Kebersamaan BLAENinDONESIA, yang selanjutnya dikirim ke semua kontak sahabatsahabat dan juga dipublikasikan di jejaring sosial Group Facebook BLAENinDONESIA. “Asslm wr wb.Salah satu cobaan utama dlm prjalanan hdup sseorang utk mncapai suatu tujuan adalah apakah qta mmpunyai kmampuan mnanggung pnderitaan & kkecewaan.Mmpu brtahan hdup dlm ksalahan & kgagalan tanpa merasa kesal & putus asa.Jka tdk adanya rintangan,pasti sdh bxk orang tlah sukses meraih cita2nya. Sbaliknya,bxk yg mengaku kalah d tengah jalan bila keadaan smakin sulit.Skiranya qta [anak BLAENZ] menghadapi masalah & tdk panik,menyesal atau kcewa maka ksulitan yg dtg utk mnenggelamkan qta biasanya mndatangkan manfaat & rahmat. Ingatlah bahwa kemaafan,keikhlasan,do'a,pujian,tindakan,ketaba han srta harapan adalah langkah cemerlang utk melangkah ke atas keluar dari telaga dimana qta brada.SUKSES datang dgn bxk ujian,MAKA jgn takut utk gagal sbelum qta mncobanya.Salam saya buat keluarga BLAENZ smuanya,” tegas sahabat Nanang Cahyono menambahi SMS-nya waktu itu. Mengetahui hal itu, sejumlah sahabat pun tertarik untuk menanggapinya baik dengan cara mengirim SMS balasan ke kontak BLAENinDONESIA maupun mengomentarinya melalui jejaring sosial di dunia maya. “Edan semangate sam iki duduk gnarone ya oyi.kyok minggu wingi ndk makom iku wes lumaya edaaan. Duduk MATAAP jes h a a a a... Satu lagi sam Be eL Aa eN titek apapun makananya, minumanya tetep kopi. mataap ben gk edan. BLAEN inDONESIA lingkaran kebersamaan MANTAP,” cetus sahabat Muhammad Zaini alias Cak Tukijo dengan bahasa khas Malangan-nya. Hampir bersamaan, sahabat Dedik Sulaiman dengan akunnya Pazukan Coblok juga-

langsung menanggapi hal tersebut, baik melalui SMS dan jejaring sosial. Menurutnya; “Apalah arti sebuah nama...wong hanya nama,,gak ada yg perlu di perdebatkan lagi...wong dah jelas ini nama yg dah beken dengan berbagai.aktifitas dan kegiatannya.,,gitu aja kok repot,,,hu,hu,,dan nama itu sudah identitas arek2 gak ada yg salah,baik dan buruknya terserah orang lain yg menilai dan kembali kita serahkan semua kpd TUHAN YME<ALLOH SWT. AMIN”. “Ganti gebles..artine.generasi blaen sekarang,” usul sahabat Indra Nugroho alias Mas Singkek melalui pesan singkatnya. Selain itu, komentar lain juga datang dari sahabat Hamzah Masykur. Menurutnya; “Yaa mungkin karena nama adalah doa, dan kata BLAEN itu sendiri bermakna BLAI atau BALAK yang menjadikan nama itu PRO dan KONTRA. Tapi jika kita mempunyai rasa kebersamaan yang kuat Insya Allah nama apapun yang kita pakai tidak akan berpengaruh untuk kelompok atau organisasi kita ini, karena kita SEKARANG punya SYSTEM yang kita bentuk dari NIAT dan berpusat di HATI. Dan menerut saya tetaplah kita memakai nama BLAEN karena yang saya rasakan ada POWER tersendiri, ada RASA tersendiri, ada ASA tersendiri, ada WARNA tersendiri, ada HISTORY tersendiri, ada MAGIS tersendiri, ada KEUNIKAN tersendiri, ada KEBANGGAAN tersendiri dari nama BLAEN itu sendiri yang semoga kita tidak berjuang sendiri karena KEBERSAMAAN jauh lebih indah dari pada KESENDIRIAN. Dan organisasi yang besar adalah yang tidak melupakan sejarahnya. Salam Kebersamaan, #BLAENinDONESIA”. Ya, tanggapan yang lebih banyak lagi ternyata justru terlihat pada laman www.facebook.com/groups/blaenindonesia. Di antaranya, seperti dari Mas Zainul Arifin yang cukup menanggapinya dengan komentar singkat “bocah lanang enovatif....hehehhe”, serta ada komentar “Bocah lanang eztimewa nanijat, gimana hayoo.....˙˙˙˙˙˙ooʎɐɥ ɐuɐɯıƃ !!!” yang dikirimkan oleh akun facebook Son Top. “Boleh jg namanya diganti.. Tpi menurutq, nama itu sudah melekat n msih enak didengar.. Yg penting qt tetep menjalankan perubahan n meningkatkan kreatifitas kebersamaan.. Mgkin dng itu pandangan masyarakat akan lain lgi.. Terimakasih..”, ucap sahabat Akhmad Farhan melalui akunnya A'an Youngeneky dengan foto profil kacamata dan senyum khas-nya. Komentar cukup panjang pun muncul dari sahabat Imam Tantowi melalui akun facebook-

089660467083 I blaenindonesia@gmail.com I www.blaenindonesia.wordpress.com

Wong Mbambong dengan catatan yang berjudul BLAEN = Biar Langgeng Ayo mEnjadi tuhaN. Namun, karena keterbatasan halaman, terpaksa isi catatan itu tidak bisa dituliskan semua di media ini. Beberapa potongan komentarnya adalah; “Jika dalam sepak bola; kita terus berusaha menendang dan nyatanya bola tidak pernah masuk ke gawang, sebenarnya yang perlu dibenahi itu cara menendangnya atau apa justru harus menggeser gawangnya? Bahwa, tidak ada jaminan sebuah nama selalu berbanding lurus dengan harapan dan kenyataannya. Misal, ada orang atau bidang usaha yang namanya Langgeng, tapi akhirnya mati juga. Tapi, jika BLAEN sekedar singkatan, mungkin bisa diartikan sebagai;"Biar Langgeng Ayo mEnjadi tuhaN", atau banyak lagi lainnya? Intinya; terserah semua memiliki penafsiran berbeda-beda. Lebih banyak lebih asyik, seperti permen nano-nano yang disukai karena banyak rasanya. Dengan catatan, sikap kita di antara berbagai pemaknaan BLAEN itu, adalah kesepakatan untuk saling menyetorkan kebaikan dan kemaslahatan untuk semua. Perbedaan cukup dijaga oleh prinsip; saling memperuntukkan diri bagi kebersamaan dan kebaikan yang bermanfaat. Klo nama BLAEN dianggap tidak baik, biarlah menjadi tantangan tersendiri untuk "belajar" mencari kebaikan dari sesuatu yang dianggap buruk atau jelek, daripada hanya sibuk melihat kejelekan atau kekurangan dari sesuatu yang sudah baik. Tuhan itu tidak "ndeso". Boleh lah manusia memakai busana dan nama serta status KTP yang terlihat Agamis, tapi jangan kira karena tampilan luar itu saja Tuhan tertipu dan sekonyong koder memberi jaminan surga. "La takhof wa la tahzan, innalloha ma'anaa". Jangan takut dan sedih, Allah ada menyertai kita.

“BLAEN=BUMI SHOLAWAT, Jeneng B/L/A/E/N iku ws kadong terkenal harreee ,,,, GO iNternasional harang maneh saiki . . .,” komentar sahabat Arif Widodo dalam akunnya Arr Wied, serta seolah semakin tegas dengan adanya komentar dari akun sahabat ZusDianto Blaen'zSejati yang mengatakan ”Ayas contoh e,,,,bangga dengan nama kebanggaan arek2 tajinan.....”. Hebatnya, perhatian ternyata tidak hanya muncul dari sahabat-sahabat lokal daerah Tajinan dan berbagai wilayah di Indonesia. Buktinya, ada saran menarik melalui facebook dari sahabat yang sementara ini masih merantau di Malaysia. “wkwkwkwk. Blaen es buyar gaiso gae acra, akhire ndebatno jeneng. Mending mkir ypo crane iso kompak maneh. Coba pikir lek ndebatno jeneng iso” pecah; klompok a wegal lek gak bocah lanang edan, klompok b wgah lek gak bocah enkang nurut zantren, klompok c wegah lekgak retag blaen. Malah ajor kan iso”. Pleng hhhh, ngopi+rokoan ae rek enk, bareng” laiso guyon kompak,” komentar sahabat Arjum Medzi dengan bahasa khas Tajinan-nya meski sudah lama berada di Negeri Ipin-Upin tersebut. Ya, itu lah kumpulan SMS dan komentar di jejaring sosial BLAENinDONESIA. Pastinya, sekarang semua kembali tergantung dari sahabatsahabat Lingkaran Kebersamaan BLAENinDONESIA sendiri. Apakah tidak sebaiknya dimusyawarahkan kembali pemakaian nama BLAEN ini? tentunya dengan pembahasan khusus yang lebih serius demi kebaikan bersama, atau mungkin dianggap sudah cukup dengan adanya sejumlah SMS dan komentar yang kesimpulannya kecenderungan masih bertahan dengan istilah BLAEN tersebut. (Red. SUARA-BLAENinDONESIA)

Dok. Remaja Islam Boemi Sholawat 07052005 (Foto: SumberRezekiPhotoStudio)

Print Support By: D.NET&CELL Tajinan


SUARA BLAENinDONESIA #3