Page 1

Wissyarfi Photography

Ketoprak Retno

Vol 1 Issue 2

Dumilah


Wissyarfi Photography

mempersembahkan liputan pagelaran Ketoprak Retno Dumilah

Pagelaran diadakan di gedung Sasono Langen Budoyo, TMII pada tanggal 30 Agustus 2013. Ketoprak ini merupakan pagelaran ke-60 Rumah Puspo Budoyo yang dipersembahkan untuk acara halal bihalal paguyuban PAWITANDIROGO. Kehadiran bapak Presiden pada acara halal bihalal ini menyebabkan berbagai penyesuaian acara seperti lama pagelaran yang dipersingkat 1 jam; kondisi ini menuntut semua pemain untuk berimprovisasi agar mampu beradaptasi dengan waktu yang tersedia. Urusan protokoler kepresidenan pun harus dituruti; kejelasan identitas para panitia yang terlibat dan beberapa keterbatasan ruang gerak para fotografer dari KelasFoto Rumah Puspo, yang merupakan bagian dari tim dokumentasi Rumah Puspo Budoyo. Sebelum acara halal bihalal dimulai, pertunjukan Reog diadakan di area depan gedung. Pertunjukan Reog ini menarik perhatian para pengunjung TMII yang berada di sekitar gedung.


Sinopsis Ketoprak Retno Dumilah*

Perseteruan antara Mataram dan Madiun dimulai ketika runtuhnya Kasultanan Pajang. Mataram bersikukuh bahwa Kadipaten Brang Wetan harus tunduk kepada Mataram, karena Mataram menggantikan Kasultanan Pajang. Penembahan Madiun tidak mau tunduk dengan Mataram karena merasa bahwa secara garis keturunan lebih tua ketimbang orang-orang Mataram. Berawal dari situlah perseteruan terus bergolak, peperangan sering terjadi, dan korban berjatuhan, hingga didamaikan oleh Kanjeng Sunan Giri. Damai sesaat, api permusuhan tersulut kembali. Penembahan Senopati tetap bersikukuh bahwa Madiun harus tunduk kepada Mataram. Segala cara dilakukan oleh Penembahan Senopati, termasuk mengirimkan utusan wanita cantik bernama Nyi Adisara. Dan terbukti kecantikan Nyi Adisara meluluhlantakkan benteng pertahanan jiwa Penembahan Madiun. Madiun terdesak karena lupa sesaat bahwa wanita mempunyai kekuatan yang menghancurkan lebih. Dalam kekalutan, muncullah sosok perempuan cantik tangkas berwibawa, dialah Retno Dumilah yang membentengi Madiun dari amukan Penembahan Senopati. Sempat para prajurit Mataram dibuat kocar kacir oleh sepak terjang Retno Dumilah, namun Penembahan Senopati tidak tinggal diam, dihadapinya Retno Dumilah dengan senyum dan kesabaran, hingga akhirnya bukan sebuah kata menyerah yang ada, tapi sebuah kesepakatan untuk lebih memberikan rasa tentram kepada Madiun dan Mataram. *disadur dari grup FB KelasFoto Rumah Puspo dalam album Retno Dumilah


Persiapan dan Pengarahan sebelum pagelaran dimulai


Bapak Presiden beserta Ibu memasuki ruangan Sasono Langen Budoyo


Pembukaan Acara Halal bihalal


Para Pengrawit mulai menempati tempatnya masing-masing


Ketoprak Retno Dumilah


Penutupan

Seluruh pemain naik ke atas panggung


Wissyarfi Photography w.rusyda@gmail.com Š2013


Ketoprak Retno Dumilah  
Advertisement
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you