Issuu on Google+

seri memotret landscape edisi kedua

Mengabadikan Matahari Terbit di Gunung


f/11 | 0.5 detik | iso 200 | FL 70 mm | canon 450D | canon 70-200 f/4 L

DARI REDAKSI Kembali kami menyapa di edisi kedua seri Memotret Landscape ini dengan tema Mengabadikan Matahari Terbit di Gunung. Tema yang muncul setelah kembali dari perjalanan ke Gunung Gede 23-24 Juni lalu. Mengabadikan keindahan matahari yang muncul dari ufuk timur dari batas vegetasi Puncak Gunung Gede. Indah..

dari kehangatan sleeping bag, tubuh yang menggigil kedinginan di luar tenda, perjalanan ke puncak gunung yang butuh pengorbanan dengan memanggul ransel berat berisi peralatan mendaki ditambah perlengkapan memotret yang juga tidak kalah sedikitnya.

Memang kamera mempunyai kelemahan dibanding sensor mata kita yang selalu berusaha menyesuaikan dengan kondisi cahaya yg ada. Untuk itu kita perlu mempelajari beberapa dasar fotografi dan pengenalan alat untuk bisa memperoleh hasil yang cukup baik.

Langit berwarna oranye memenuhi cakrawala, awan bergelombang Semoga beberapa tips ringan ini bisa bermanfaat buat rekan rekan bak kapas menutupi lembah, siluet pegunungan bak raksasa tertidur landscaper yang juga mungkin pengiat aktivitas di luar ruangan ini . Memotret matahari terbit memang merupakan satu kepuasan seakan mengajak kita untuk segera mengeluarkan peralatan dan tersendiri, butuh banyak pengorbanan dibanding dengan memotret mengabadikan keindahannya. Tapi ingat Safety First.. dan Enjoy Your Moment pemandangan di siang hari. Waktu tidur yang otomatis terpotong untuk bangun lebih awal dan mencari lokasi yang tepat, beraktivitas Tapi seringkali kita kecewa ketika melihat hasil foto kita tidak seindah Widhibek dalam kegelapan sembari mempersiapkan beberapa peralatan. apa yg ktia saksikan di depan kita. Datar dan terkadang membosankan. www.LandscapeIndonesia.com Terlebih lagi apabila mengabadikan sunrise tersebut dari pegunungan. Kemana larinya warna warni di langit ? bek@LandscapeIndonesia.com Hawa dingin menusuk tubuh, keenganan untuk melepaskan diri


RISET AWAL Trying to tell a story with pictures is basically a hunting expedition. Before I leave for an assignment, I do my homework, research what I want to shoot, make up my shoot list and then head out for the hunt. ~ Michael Yamashita

Peralatan Navigasi GPS juga sekarang bukan merupakan peralatan mewah yang tidak terjangkau lagi. Kita bisa memasukan jalur perjalanan ke GPS kita sehingga kita nanti bisa mengira kondisi di lapangan seperti apa. Untuk data peta dan trek GPS bisa dicoba melipir ke Navigasi.net (http://navigasi.net/)

Perjalanan ke gunung butuh persiapan. Baik persiapan fisik maupun peralatan. Jadi kerjakan PR dengan mencari data Beberapa komunitas online para penggemar kegiatan alam sebanyak-banyaknya mengenai gunung yang akan kita bebas biasanya punya media untuk berkomunikasi. salah datangi. satunya milis. Beberapa milis yang saya rutin pantengin antara lain HighCamp (http://groups.yahoo.com/group/ Apabila sudah pernah ke sana ada keuntungan kita sudah highcamp), Jejak Petualang (http://groups.yahoo.com/ lebih tahu bagaimana kondisi medan yang akan kita hadapi. group/jejakpetualang), Indobackpacker (http://groups. Di posisi mana kira kira matahari nanti akan terbit, akan yahoo.com/group/indobackpacker). Di milis tersebut mendirikan tenda di lokasi mana supaya nantinya lebih kita bisa mencari dari arsip arsip pertanyaan dan jawaban mudah melakukan pemotretan. Peralatan apa saja yang mengenai lokasi yang akan kita datangi. Kalau pun lokasi perlu kita siapkan untuk pendakian nanti. yang akan kita datangi masih terpencil kita bisa menanyakan kepada member lain siapa tahu ada yang bisa membantu Tapi apabila belum pernah ke sana, kita bisa juga mengajak kita. rekan lain yang sudah pernah mendaki ke Gunung tersebut. Sebelumnya jangan lupa untuk menanyakan kondisi medan, Beberapa buku panduan gunung sekarang juga sudah bisa kesulitan yang nantinya akan ditemui di lokasi, dan kira kira kita dapatkan di toko buku terdekat. Antara lain buku hasil lokasi yang paling menarik untuk mengabadikan keindahan tulisan bang Harley Bayu Sastha - MOUNTAIN CLIMBING matahari terbit. FOR EVERYBODY, Buku Panduan Teknis Pendakian Gunung tulisan bang Hendri Agustin. Saya bahkan masih Selain itu kita juga bisa melakukan riset melalui media ada buku panduan pendakian pertama saya, karangan lain, baik online maupun offline. Saat ini banyak informasi Norman Edwin : Mendaki Gunung - Sebuah Tantangan seputar kegiatan naik gunung ini yang di share oleh Petualangan yang sudah lecek dan di selotip bukunya. komunitas maupun personal yang bisa kita manfaatkan untuk mendapatkan data awal. Baik juga apabila kita Jangan lupa juga mencari informasi mengenai perijinan bisa mendapatkan peta topografi gunung yang akan kita masuk ke lokasi. Kalau lokasi yang akan kita kunjungi naiki. Tahun 2000 dulu, saya sempat membuat website merupakan daerah taman nasional dibutuhkan ijin SIMAKSi untuk pencinta alam SMA, PLASMA 4 Solo, dan sempat yang harus diurus jauh jauh hari. mengupload beberapa hasil scan peta topo gunung gunung di Jawa. tapi karena sudah tidak pernah di maintenance Informasi berikutnya yang perlu kita cari adalah cuaca. sekarang sudah hilang hahahaha Kondisi cuaca seperti apa yang akan kita hadapi nanti menjadi salah satu kunci untuk kita mempersiapkan peralatan yang akan kita bawa.


PERALATAN

PENDAKIAN 

“In conditions of adverse weather, such as those of low cloud, mist and heavy thunderstorms we have been experiencing lately, this equipment is mission critical.� ~ John Neville Peralatan yang harus kita bawa untuk kegiatan pendakian tergantung dari medan yang nantinya akan kita hadapi. Berikut ini perlengkapan dasar pendakian gunung yang harus kita persiapkan : Ransel Pilih ransel yang cukup ringan tapi kuat. Masing masing merk terkadang mempunyai karakteristik yang berbeda. sebelum membeli bisa dengan mencoba mendatangi beberapa toko outdoor untuk mencari yang paling nyaman di punggung kita. Cari ransel dengan rangka internal dan juga sabuk pinggang yang nyaman. Ransel dengan material tahan air sangat bagus, tapi bisa juga dengan menambahkan rain coat penutup tas apabila dalam perjalananan nanti turun hujan Tenda Fungsi tenda untuk berlindung dari angin, hujan dan udara dingin. Usahakan membawa tenda sesuai dengan kebutuhan. Apabila kita berjalan dalam satu kelompok kita bisa memilih yang sesuai dengan jumlah rombongan kita. . Pilih tenda yang ringan, kuat dan juga tahan air. Perlengkapan memasak dan makan Perlengkapan tidur Makanan yang berkalori tinggi merupakan salah satu aspek Di gunung yang dingin kita butuh beberapa peralatan pendukung keberhasilan kegiatan kita. Memasak di gunung pendukung sehingga tidur kita bisa lebih nyaman. Sleeping diusahakan cukup simple dan menyenangkan. Ada beberapa bag yang hangat, matras untuk alas dan juga bantal tiup. alternative perlengkapan memasak yang favorit digunakan pakaian tidur yang hangat juga menambah kenikmatan oleh rekan2. Antara lain trangia yang menggunakan bahan tidur. bakar spirtus, atau kompor gas dengan gas portable. Trangia sudah menyertakan panci dan penggorengan jadi lebih simple. Nesting seperti yang dipake tentara juga favorit untuk dibawa.

Cek juga kondisi sumber air di perjalanan. Apabila terdapat sumber air di jalur perjalanan kita bisa memanfaatkan dengan mengisi ulang di sana. Tapi apabila minim kita terpaksa harus membawa bekal yang cukup dari bawah. Peralatan Navigasi Peta, kompas, dan juga gps merupakan peralatan pendukung yang perlu kita bawa.


Pakaian keringat, dan bahan yang ringan, kuat, menyerap Pakaian lapangan diusahakan dari sering tidak ukan perjalanan siang, maka jaket juga mudah kering. Apabila melak uk menahan jalanan malam, jaket berfungsi unt efektif untuk dipakai. Tapi dalam per bila berkemah. sangat berguna apabila kita pakai udara dingin. Selain itu juga Jaket juga pakaian pakaian ganti / cadangan. Pisahkan Jangan lupa juga untuk membawa ungi kepala r. Topi juga bermanfaat untuk melind untuk jalan dengan pakaian untuk tidu dan mudah an yang cukup kuat tapi tidak berat dari sengatan matahari. Celana lapang t tapi akan at. Celana Jeans walau terkesan kua kering juga menjadi pilihan yang tep dan susah kering membebani bila basah, karena berat

Sepatu Sepatu berfungsi sebagai pelindung kaki agar tak terluka. sepatu juga memberi dukungan untuk seluruh kaki terutama apabila kita memb awa beban berat. Usahakan memilih sepatu yang waterproof karena kondis i jalur pendakian yang terkadang basah. Sepatu juga harus mempunyai sol yang kuat sehingga tidak gampang lepas bila digunakan berjalan di medan yang berat. Pilih sepatu dengan ukuran 1 - 2 nomer lebih besar dari ukuran yang biasa kita pakai. dengan pertimbangan ketebalan kaos kaki yang kita pakai di udara dingin biasanya tebal. Geiter juga bisa kita pakai untuk melindungisu paya sepatu tidak kemasukan pasir. Kaos Kaki selalu membawa kaos kaki cadangan. selain itu kaos kaki yang bersih bisa kita pakai di waktu bermalam di dalam tenda untuk menjaga kehangatan kaki

Perlengkapan Lain obat-obatan pribadi , lampu badai) penerangan (senter, head lamp, lilin kantung plastik jas hujan sarung tangan


PERALATAN

MEMOTRET

After a six-month period, I realized that I shot less than 20 images and that almost all of them were captured at less than a hundred meters from my home or my hotel. Sadly, I then sold all of my large format equipment. ~ Alexandre Buisse

seperti itu :p. Jangan sampai karena kita ingin hasil yang terbaik kita nekat membawa tripod kokoh seberat 3 kg naik gunung.. dijamin bisa gempor :D Saya sendiri membawa tripod ringan Velbon ultra luxi M dan gorila pod abal abal untuk mengabadikan momen indah di gunung.

Karena tujuan kita melakukan perjalanan ke gunung salah satunya adalah untuk memotret maka kita juga perlu menyiapkan peralatan memotret yang mencukupi. Dalam arti tidak harus perlengkapan terbaik, tapi “cukup” untuk mengabadikan keindahan alam dengan lebih efektif. Kamera kita bisa membawa kamera poket atau juga DSLR. Kalau dengan kamera poket peralatan yang akan kita bawa lebih sedikit dibanding kita membawa DSLR ke gunung. Kamera poket cukup membawa baterai cadangan dan juga memori card cadangan. Tapi kalau kita memutuskan membawa DSLR maka kita “terpaksa” juga harus membawa beberapa peralatan pendukung untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Kamera yang saya bawa adalah canon 450D dan canon powershot S95 Lensa untuk bisa mendapatkan foto matahari terbit yang bagus kita bisa memakai lensa apapun juga. Dengan lensa wide kita bisa mendapatkan suasana matahari terbit sebagai latar belakang dengan latar depan yang juga tidak kalah menarik. Dengan lensa tele kita bisa mendapatkan bulatan sempurna matahari yang keluar dari horizon. Pilihan ada di tangan Anda. Apakah mau membawa beberapa lensa dari wide - tele, atau cukup dengan lensa kits, atau bisa juga dengan lensa all round. Lensa yang biasanya saya bawa adalah canon 10-22 dan canon 70-200 f/4L (karena cuma punya nya ini hahahaha)

Filter filter merupakan peralatan pendukung yang bisa berguna di lapangan. beberapa filter yang saya rekomendasikan untuk menemani perjalanan ke atas gunung adalah : • Filter CPL Berfungsi untuk meningkatkan saturasi dan juga membirukan langit serta mengatur pantulan pada suatu obyek. Cocok untuk dipergunakan ketika memotret langit yang dipenuhi cahaya berwarna warni. Tapi ingat filter CPL ini juga menurunkan exposure 1 - 2 stop (tergantung merk) sehingga kadang conter produktif bila kita tidak menggunakan tripod • Filter UV Saya lebih mengandalkan filter UV untuk melindungi lensa. biasanya saya pergunakan untuk memotret di waktu malam. • Filter GND Berfungsi untuk membantu perbedaan exposure antara langit dan permukaan di bawahnya. Biasanya ada pilihan untuk 1, 2 dan 3 stop GND. ada juga yg Hard Edge dan Soft Edge. Saya memilih yang soft edge karena biasanya di pegunungan jarang kita temukan horizon yang rata seperti kalau kita di pantai. Yang ada di pegunungan biasanya kalau tidak pucuk gunung yang naik turun tidak rata atau juga pohon pohon yang menjulang ke langit. • Filter ND Berfungsi untuk mengurangi intensitas cahaya yang masuk. Saya jarang menggunakan filter ND ini waktu memotret sunrise, karena biasanya speed yang didapat sudah cukup lambat. Tapi filter ini selalu saya bawa, buat jaga jaga kalau suatu saat dibutuhkan.

yang dihasilkan apabila kita menekan shutter secara langsung. Selain itu juga berfungsi untuk memotret BULB. yang saya punya saat ini masih yang abal abal.. nabung buat beli yang sudah bisa untuk timer :D Baterai Peralatan yang satu ini sangat vital tapi juga sangat rentan dengan suhu dingin pegunungan. Apalagi tidak ada sumber tenaga yang bisa dipakai untuk mengisi ulang baterai bila kita sedang di alam bebas. Sebenarnya ada beberapa Solar panel portable yang bisa dibeli.. cuma saya belum nemu yang sesuai dengan budget :D.. Alternatif nya adalah dengan membawa beberapa baterai cadangan yang bisa mengkover sampai perjalanan kita selesai. Usahakan menyimpan baterai cadangan tersebut dalam tempat yang hangat. Saya biasanya membungkus dalam dua kaos kaki. Jumlah baterai yang saya bawa untuk perjalanan = 5 baterai.

otomatis pandangan kita ke bawah akan sedikit terbatas, apalagi kalau perjalanan turun. Sampai sekarang belum nemu yang benar benar sempurna untuk di bawa ke gunung. (mungkin pilihan terbaik dengan menyewa porter jadi ransel kita ada yang membawakan, dan kita cuma perlu membawa daypack berisi peralatan kamera hihihihi) Flash external Flash diperlukan bila kita berencana untuk membuat obyek terang dengan latar belakang matahari terbit. Biasanya dipergunakan untuk foto personal. Saya menyiapkan satu flash external yang ringan di dalam tas, tapi sering terlupakan apabila sudah memotret :D Raincoat Kamera Mantol untuk pelindung dari air hujan (rintik rintik tentunya) untuk berjaga jaga bila terpaksa harus mengabadikan keindahan alam dalam cuaca yang kurang baik

Memory Card Apabila Anda memotret dalam format RAW perlu Peralatan Pembersih dipersiapkan untuk membawa memory card yang cukup. Dari Kain pembersih, tisu, kuas, blower juga perlu kita masukan pengalaman “perjalanan biasa”, saya bisa menghabiskan 4 ke dalam perlengkapan yang perlu kita bawa GB / hari. Kalau perjalanan hanya 2 - 3 hari, menggunakan memori card sudah cukup. Tapi apabila perjalanan lebih lama kita perlu memikirkan media penyimpanan yang lebih besar dan lebih aman.

Tas Kamera Berfungsi untuk membawa peralatan memotret kita. Ada beberapa alternatif mulai dari backpack hingga model slempang. Dari pengalaman karena kita sudah membawa ransel di punggung sehingga model backpack tidak akan cocok kita pakai. Pernah mencoba menggunakan yang model slempang tapi lama kelamaan bahu akan terasa pegal. Tas dengan model diikat di pinggang juga kurang pas, karena ransel yang berat mengandalkan sabuk pinggang Tripod untuk membagi beban nya. Akhirnya pilihan jatuh ke model Tripod yang kuat dan ringan merupakan tripod impian untuk Cable Release top loader yang ditaruh di depan dada dan diberi karabiner kita bawa ke atas gunung. Kendala memang kita butuh Tak lengkap bila membawa tripod tanpa membawa kecil yang bisa dicantolkan di ransel sehingga beban lebih mengeluarkan budget lebih tinggi untuk meminang tripod peralatan kecil ini. Berfungsi untuk mengurangi goyangan merata. Tapi model ini juga belum sempurna, karena


REFERENSI Tidak jauh beda dengan riset yang kita lakukan di awal. Tapi ini lebih terfokus kepada referensi foto dari beberapa orang yang pernah berkunjung ke lokasi tersebut. Disini tujuan kita bukan bermaksud untuk meniru fotonya, tapi untuk memberikan gambaran awal seperti apa nanti kondisi pemotretan yang akan kita hadapi, sudut pengambilan seperti apa yang terbaik, obyek apa yang bisa kita explorasi lebih dalam. Be Inspire but don’t be duplicator Sumber yang paling mudah melalui internet. Dengan mengetikan kata kunci pada search enggine dan memilih option Images kita akan bisa melihat beberapa hasil foto dari lokasi yang kita inigin cari. Sumber referensi online lain adalah flickr (www.flickr. com). yang tidak bisa dipungkiri sekarang merupakan salah satu katalog foto yang lengkap di internet. Kalauuntukbeberapa lokasi di Indonesia mungkinjugabisa mencari dari website www.LandscapeIndonesia.com (promosi mode ON :p). Galeri foto dan juga artikel perjalanan vakan diusahakan untuk selalu diupdate berkala Beberapa komunitas fotografi anak negeri juga patut kita jadikan referensi, beberapa di antaranya adalah Fotokita (www.fotokita.net), Fotografer.net (www. fotografer.net) Apabila dari internet kita belum menemukan yang kita cari, bisa juga dengan melihat dari buku dan majalah yang sesuai dengan tema yang kita cari.


SIAPKAN PERALATAN

Usahakan untuk menyiapkan peralatan memotret sunrise, Letakan juga lampu senter di tempat yang gampang malam sebelum Anda mulai tidur. Bersiap siap lebih baik dijangkau sehingga bisa dengan mudah kita pergunakan daripada besok bangun pagi sedikit terlambat dan terburu ketika bangun. buru sehingga ada yang tertinggal. Cek ulang baterai dan memory card. Jangan sampai besok Masukan kamera, lensa, baterai cadangan, memory card, ke waktu memotret ternyata baterai nya kosong, atau memory dalam 1 tas. Letakkan tripod di dekat tas kamera. Kumpulkan cardnya penuh dalam satu area yang sama dan mudah dijangkau. Sehingga besok pagi bangun kita bisa langsung membawanya ke luar. Selamat beristirahat !

f/3.5 | 241 detik | iso 800 | FL 10 mm | canon 450D | canon 10-22


BANGUN [LEBIH] PAGI Nyalakan weker, baik di jam maupun handphone Anda. Pukul 4 pagi biasanya waktu yang tepat untuk bangun dan mulai berburu matahari terbit. Ingat juga terkadang karena hawa dingin, jadi ketika weker berbunyi kita pun masih enggan beranjak keluar dari sleeping bag. Jadi dengan menyalakan weker lebih pagi kita punya persiapan untuk mengantisipasi “kemalasan� yang timbul :p Dengan bangun lebih pagi kita berksempatan untuk mencari lokasi yang paling tepat untuk mengabadikan matahari terbit nanti. 30 menit sebelum matahari keluar biasanya juga langit akan mengeluarkan keindahan tersembunyinya, kalau beruntung bisa mendapatkan lintasan bintang dengan semburat kemerahan di horizon

f/8 | 600 detik | iso 400 | FL 11 mm | canon 450D | canon 10-22


TRIPOD & CABLE RELEASE Seperti yang disebutkan di bagian peralatan, Tripod dan cable release akan membantu kita mendapatkan gambar yang tajam dan bebas goyang. Apalagi pemotretan akan dimulai pada saat kondisi masih gelap sehingga kecepatan yang dipergunakan akan lambat. Bisa sih kita menggunakan iso yang tinggi, tapi ujung ujungnya nanti gambar yang kita dapat akan menghasilkan noise. Dengan tripod dan cable release kita bisa menggunakan iso terendah, bukaan yang kita inginkan dan kecepatan yang sesuai tanpa takut goyang maupun noise.

Selain itu, tripod + calbe release + live view merupakan gabungan yang tepat untuk mengatur komposisi yang sesuai. Kita bisa menempatkan tripod di tempat yang kita inginkan, mengatur kemiringan horizon melalui live view dan kemudian tinggal menekan cable release sembari menunggu hasilnya. Kalau terpaksa dalam perjalanan tersebut kita tidak membawa tripod, kita bisa mengakali dengan menggunakan tripod alam berupa batu, pohon dll. Tapi kita akan terbatas dalam mengatur komposisinya Jadi tidak ada salahnya berberat berat membawa tripod ke gunung demi mendapatkan hasil gambar yang berkualitas. No Pain No Gain

f/8 | 0.3 detik | iso 200 | FL 10 mm | canon 450D | canon 10-22


RAW / JPG Pergunakan format RAW bila Anda ingin mendapatkan hasil yang lebih flexible. RAW menyimpan data mentah dari kamera, belum melewati proses editing sensor kamera. Kondisi pemotretan pagi hari akan banyak mengalami perubahan warna yang cukup dinamis. Dengan menggunakan format RAW kita bisa merubah white balance yang paling sesuai pada saat proses editingnya. Selain itu dengan RAW kita bisa lebih leluasa untuk mengatur saturasi, kontras, dan ketajaman. RAW juga mempunyai dinamic range yang lebih lebar dibanding file JPG yang sudah terkompresi. Tapi apabila karena memang keterbatasan fasiltas di kamera yang hanya bisa untuk format JPG, coba bermain dengan setingan white balance shade atau cloudy untuk mendapatkan warna yang lebih “hangat�. Dengan setingan auto white balance pada format JPG ada kecenderungan sensor kamera untuk menghasilkan warna yang lebih kebiruan. File RAW punya kelemahannya juga, yaitu ukuran file yang cukup besar sehingga butuh media penyimpanan yang besar, dan waktu tambahan untuk pemrosesan supaya mendapatkan hasil foto yang lebih maksimal.

f/8 | 0.3 detik | iso 200 | FL 10 mm | canon 450D | canon 10-22


Dengan menggunakan aturan 1/3 kita bisa menghasilkan gambar yang lebih dinamis dimana perhatian orang yang menikmati foto kita nanti tidak akan terpaku di satu sisi yang statis di tengah. Dengan meletakan subyek utama yaitu matahari tidak di tengah gambar membuat orang yang melihat foto akan lebih berkesempatan untuk mengekspolasi seluruh frame.

KOMPOSISI - ATURAN 1/3 f/8 | 1/10 detik | iso 200 | FL 11 mm | canon 450D | canon 10-22

Kita juga bisa mengatur bagian utama dari foto pemandangan kita diantara garis hayalan tadi. Seperti contoh kita bisa meletakan horizon langit di antara garis hayalan di 1/3 bagian bawah apabila di kita melihat bagian atas mempunyai obyek yang lebih menarik. Atau meletakan horizon di 1/3 bagian atas bila dibagian bawah mempunyai obyek yang lebih menarik Untuk mempermudah penempatan komposisi menggunakan aturan 1/3 ini di beberapa kamera keluaran terbaru sudah dilengkapi fasilitas garis pembagi di Live view nya. Sehingga kita bisa lebih mudah meletakan subyek utama melalui garis panduan tadi.


KOMPOSISI - LAYER Pagi hari di pegunungan identik dengan kabut yang menyelimuti punggungan bukit. Dengan peralatan yang tepat kita bisa mendapatkan komposisi yang menarik. Susunan bukit yang bertumpuk tumpuk dengan kabut di sekelilingnya seakan seperti lapisan bukit yang disusun. Dengan tehnik layer ini kita seakan menambahkan efek dimensi ke foto kita. Tehnik layer ini membutuhkan lensa tele untuk bisa mengisolasi area, karena biasanya jarak yang cukup jauh. Selain itu juga butuh kejelian fotografer untuk mencari sudut yang tepat sehingga bisa mengekspos keindahannya.

f/11 | 1/180 detik | iso 100 | FL 81 mm | canon 450D | canon 70-200 f/4L


KOMPOSISI - NATURAL FRAME Untuk lebih memfokuskan perhatian penonton terhadap obyek yang kita inginkan, kita juga bisa memanfaatkan obyek yang ada di alam untuk menjadi frame alami. Frame bisa berupa tebing, dahan pohon, dedaunan, jendela dan banyak obyek lain. Apabila pemilihan frame tepat, kita bisa mengarahkan kepada perhatian penonton bahwa subyek di balik frame tersebut lebih penting.

Tapi apabila pemilihan frame yang tidak tepat akan mengalihkan perhatian dari obyek yang lebih penting di belakangnya. Frame yang lebih terang dibanding subyeknya akan membuat perhatian lebih terfoukus ke framenya sendiri, begitu juga dengan frame yang lebih jelas daripada subyeknya akan mengalihkan perhatian dari subyek yg dibelakangnya

f/8 | 0.3 detik | iso 200 | FL 10 mm | canon 450D | canon 10-22


SILUET Karena perbedaan kontras yang cukup tinggi sehingga menghasilkan foto siluet bisa dibilang tidak terlalu sulit. Tinggal cari komposisi yang punggungan dengan beberapa pohon dan langit yang merekah.. jadi deh

f/8 | 1/45 detik | iso 200 | FL 131 mm | canon 450D | canon 70-200 f/4L


Bereksperimen dengan format Landscape (horisontal) dan Postcape (vertikal) Kita terbiasa mengambil foto dalam posisi landscape (horisontal). Dengan format horisontal memang kita akan mendapatkan pemandangan yang lebar yang bisa mencangkup banyak detail. Format ini cocok sekali dipergunakan untuk pemandangan yang mempunyai view yang luas. Sedangkan untuk landscape yang lebih mementingkan detail, pengambilan dengan format postcard (disebut Postcape), akan membantu kita mengeksplorasi dimensi kedalaman foto dengan lebih leluasa. Foreground yang kuat dan obyek yang mempunyai detail menarik akan semakin menambah kekuatan komposisi foto landscape berformat portrait ini.

POSTCAPE

LANDSCAPE

f/22 | 1/6 detik | iso 100 | FL 10 mm | canon 450D | canon 10-22 f/8 | 0.3 detik | iso 400 | FL 10 mm | canon 450D | canon 10-22

17


LENSA WIDE

beberapa tips untuk hasil maksimal

n

tar a L •

ya n a p de

ik

nar e m g

• dekat d engan • Jangan ta

kut meng

f/22 | 0.5 detik | iso 100 | FL 10 mm | canon 450D | canon 10-22

ambil sud

ut rendah

obyek


f/8 | 1/10 detik | iso 100 | FL 180 mm | canon 450D | canon 70-200 f/4L

LENSA TELE

beberapa tips untuk hasil maksimal.

> berkonsentrasi pada detail.

> tehnik komposisi layer

> mencari obyek yang terlewatkan


BULAT SEMPURNA Matahari terbit identik dengan matahari berbentuk bulat sempurna yang keluar dari horizon. Untuk mendapatkan gambar yang seperti itu dibutuhkan lensa tele dan juga speed yang tinggi. Gunakan juga fasilitas live view, tripod dan cable release sehingga Anda juga bisa sembari menikmati keindahan matahari terbit, tidak harus siap siaga di belakang view finder :p

f/11 | 1/1500 detik | iso 100 | FL 200 mm | canon 450D | canon 70-200 f/4L


Mengabadikan matahari terbit tidak berarti melulu kita harus memotret bulatan mataharinya saja. Cobalah melihat sekeliling. Tengok lagi di bagian barat, mungkin semburat sinar mataharinya membuat langit berwarna oranye. atau coba lihat di punggungan bukit di seberang, mungkin sinar matahari pagi membuat lereng gunung berwarna kemerahan. f/8 | 0.3 detik | iso 100 | FL 70 mm } canon 450D | canon 70-200 f/4L

JANGAN FOKUS HANYA MATAHARI

Selalu mencoba mencari detail yang terlewatkan.. jangan takut asal kita sering memotret di alam, ilmu ini akan terasah sendiri kok


f/11 | 1/8 detik | iso 100 | FL 10 mm | canon 450D | canon 10-22

f/11 | 1/20 detik | iso 100 | FL 10 mm | canon 450D | canon 10-22

f/11 | 1/60 detik | iso 100 | FL 10 mm | canon 450D | canon 10-22

BRAKETING

Perbedaan kontras yang cukup tinggi antara langit dan permukaan selain bisa “dijinakan� dengan Filter GND juga bisa diakali dengan memanfaatkan fasilitas braketing pada kamera kita.

Dari (misalnya) 3 jepretan yang mempunyai range exposure yang berbeda itu nantinya bisa diproses lagi sehingga menghasilkan 1 file utama yang bisa menangkap perbedaan kontras yang lebih lebar.

Beberapa software yang ada sekarang sudah memasukan Selain itu biasanya juga kalau kurang berhati hati akan fasilitas HDR ini. Salah satunya Photoshop CS 4 ke atas. muncul semacam “ghosting� pada beberapa proses HDR Photomatix dan HDR Photo Studio adalah software yang yang berlebihan. khusus untuk mengolah HDR. Tapi tidak ada salahnya mencoba tehnologi HDR ini Braketing pada intinya adalah mengambil beberapa Istilah yang sering dipakai untuk proses pengolahan 3 file Tapi perlu diingat terkadang proses HDR yang berlebihan karena merupakan salah satu alternatif untuk menyiasati jepretan (umumnya 3 kali) yang berbeda exposurenya. Kita berbeda exposure tadi adalah proses HDR (high dynamic membuat hasil foto menjadi kurang natural, terkadang kekurangan sensor kamer a dibandingkan dengan sensor bisa mengatur berapa stop (mulai dari 1/2 - 2 stop) beda range). terlalu over sehingga lebih terkesan seperti poster. mata kita. antar tiap jepretan.


NARSISISME

andangan lagi bagus Masak foto kita ndak ada sih ? kan pem u ikutan “nampang� di bagusnya ? Boleh kok kalau kita ma larang kan ? dalam kamera kita, ndak ada yang nge h ngebet minta “jatah� Atau mungkin juga rekan kita yang uda kang matahari terbit. di foto untuk profile dengan latar bela latar belakang matahari Untuk menghasilkan foto personal ber exposure background terbit kita harus bisa mengetahui lebih terang) dan juga matahari terbit (yang biasanya selalu h gelap). Karena kalau exposure personal (yg biasanya lebi a terlihat sempurna tapi tidak klop, bisa jadi matahari terbitny orangnya sempurna tapi foto orangnya jadi siluet, atau foto belakangnya cm putih. g exposure yang cukup untuk mengakali perbedaan rentan kita coba. tinggi ada beberapa alternatif yang bisa 1. menggunakan flash external. 2. menggunakan cahaya lampu


TIME LAPSE

Kita juga bisa mencoba berkesperimen dengan Anggap saja proses matahari dari sebelum muncul hingga mengabadikan momen matahari terbit dengan selisih sedikit naik di atas horizon sekitar 10 menit. Maka dalam waktu. bahasa kerennya time lapse. jangka waktu 10 menit itu kita mengabadikan momen nya secara terus menerus dengan jeda waktu yang kita tentukan Disini kita membutuhkan peralatan cable release yang (misalnya 2 detik). mempunyai fasilitas timer. Tapi kalau pun hanya punya cable release biasa kita juga bisa melakukan dengan cara manual.

Kalau punya waktu luang, kita bisa memasukan dalam software penyunting video dan menjadikan file tersebut video time lapse yang menarik untuk kita jadikan kenang kenangan atas momen matahari terbit yang indah di atas gunung.


BE THERE Terkadang ketika semua persiapan sudah matang, tapi ternyata alam berkehendak lain. Kabut menutupi bukit, menghalangi matahari yang akan terbit. Atau mendung pekat menutupi langit. Bahkan mungkin hujan badai membuat kita hanya bisa meringkuk di dalam tenda. Jangan sedih.. pengalaman kita pergi ke tempat tempat yang tidak semua orang berkesempatan mengunjunginya adalah suatu momen yang perlu kita syukuri. Berada di dalam pelukan alam dan merasakan kedamaian yang diberikan lebih penting daripada kita murung dan kecewa karena gagal mendapatkan momen matahari terbit. Selalu ada kesempatan lain untuk itu

f/8 | 4 detik | iso 100 | FL 10 mm | canon 450D | canon 10-22


Tidak ada yang lebih menyenangkan daripada menghabiskan waktu bersama sahabat sahabat terbaik

menikmati salah satu berkat terindah terbitnya matahari pagi di Gunung.

so..

f/3.5 | 1/60 detik | iso 400 | FL 10 mm | canon 450D | canon 10-22 | flash external yongnuo

ENJOY THAT MOMENT


DIREKTORI GUNUNG DAN PUNCAK SELURUH INDONESIA ACEH 1. Gn. Leuser 3,445 mdpl Kab. Aceh Selatan/Aceh Tenggara 2. Gn. Bandahara 3,030 mdpl Kab. Aceh Tenggara 3. Gn. Abong-Abong 2,885 mdpl Kab. Aceh Barat/Aceh Tenggara 4. Gn. Geureudong 2,855 mdpl Kab. Aceh Utara 5. Gn. Batee Keubele 2,840 mdpl Kab. Aceh Pidie 6. Gn. Tangga 2,500 mdpl Kab. Aceh Barat 7. Gn. Ulumasen 2,390 mdpl Kab. Aceh Barat 8. Gn. Peutsago 2,380 mdpl Kab. Aceh Pidie 9. Gn. Bateemiucica 2,140 mdpl Kab. Aceh Barat 10. Gn. Sulawah Agam 1,808 mdpl Kab. Aceh Besar 11. Gn. Sembuang 1,615 mdpl Kab. Aceh Timur SUMATERA UTARA 1. Gn. Sinabung 2,457 mdpl Kab. Karo 2. Dk. Sibuatan 2,457 mdpl Kab. Karo 3. Gn. Sihabuhabu 2,300 mdpl Kab. Tapanuli Selatan 4. Gn. Sorik Marapi 2,145 mdpl Kab. Mandailing Natal 5. Gn. Sibayak 2,094 mdpl Kab. Karo 6. Gn. Pinapan 2,037 mdpl Kab. Tapanuli Utara 7. Gn. Tampulon Anjing 2,009 mdpl Kab. Tapanuli Selatan SUMATERA BARAT 1. Gn. Talakmau (Ophir) 2,912 mdpl Kab. Pasaman 2. Gn. Pasaman 2,900 mdpl Kab. Pasaman 3. Gn. Marapi 2,891 mdpl Kab. Agam 4. Gn. Singgalang 2,877 mdpl Kab. Agam 5. Gn. Talang 2,690 mdpl Kab. Solok 6. Gn. Pantai Cermin 2,690 mdpl Kab. Solok/Kab. Pesisir Selatan 7. Gn. Kulabu 2,172 mdpl Kab. Pasaman 8. Gn. Tandike 2,172 mdpl Kab. Padang Pariaman 9. Gn. Sago 1,597 mdpl Kab. Limapuluh Kota RIAU KEPULAUAN 1. Gn. Jadi 1,891 mdpl Kab. Sampas 2. Gn. Daik 1,165 mdpl Kab. Pulau Siantan

JAMBI 1. Gn. Kerinci 3,800 mdpl Kab. Kerinci 2. Gn. Masurai 2,935 mdpl Kab. Merangin 3. Gn. Sumbing 2,507 mdpl Kab. Merangin 4. Gn. Patah Sembilan 1,817 mdpl Kab. Bungo 5. Bt. Gadang 1,325 mdpl Kab. Merangin BENGKULU 1. Bt. Patah 2,817 mdpl Kab. Bengkulu Selatan 2. Gn. Berpagut 2,732 mdpl Kab. Bengkulu Selatan 3. Gn. Ulupalik 2,492 mdpl Kab. Rejang Lebong 4. Bt. Gadang 2,456 mdpl Kab. Rejang Lebong 5. Gn. Seblat 2,383 mdpl Kab. Rejang Lebong 6. Bt. Dingin 2,020 mdpl Kab. Bengkulu Selatan 7. Bt. Hulu Sulup 1,999 mdpl Kab. Rejang Lebong 8. Bt. Bering 1,987 mdpl Kab. Rejang Lebong 9. Gn. Kayo Aro 1,982 mdpl Kab. Rejang Lebong 10. Gn. Kaba 1,961 mdpl Kab. Rejang Lebong 11. Bt. Hulua air putih 1,856 mdpl Kab. Rejang Lebong 12. Bt. Besar 1,844 mdpl Kab. Bengkulu Utara 13. Bt. Pandan 1,687 mdpl Kab. Bengkulu Selatan 14. Bt. Payung 1,570 mdpl Kab. Bengkulu Selatan 15. Bt. Hitam 1,270 mdpl Kab. Bengkulu Selatan SUMATERA SELATAN 1. Gn. Dempo 3,159 mdpl Kab. Lahat 2. Gn. Patuh 2,617 mdpl Kab. Muara Enim LAMPUNG 1. Gn. Pesagi 2,232 mdpl Kab. Lampung Barat 2. Gn. Tebak 2,115 mdpl Kab. Lampung Utara 3. Gn. Tanggamus 2,102 mdpl Kab. Tanggamus 4. Gn. Pugung 1,964 mdpl Kab. Lampung Barat 5. Gn. Rantai 1,882 mdpl Kab. Lampung Selatan 6. Bt. Hulumayus 1,789 mdpl Kab. Lampung Utara 7. Gn. Sekincau 1,718 mdpl Kab. Tanggamus 8. Bt. Rindingan 1,508 mdpl Kab. Tanggamus 9. Gn. Rajabasa 1,281 mdpl Kab. Lampung Selatan. 10. Gn. Tanggang 1,162 mdpl Kab. Lampung Selatan 11. Bt. Panetoh 1,150 mdpl Kab. Lampung Barat

BANTEN 1. Gn. Halimun 1,929 mdpl Kab. Lebak 2. Gn. Aseupan 1,779 mdpl Kab. Pandeglang 3. Gn. Pulosari 1,346 mdpl Kab. Pandeglang 4. Gn. Karang 1,278 mdpl Kab. Pandeglang 5. Gn. Endut 1,207 mdpl Kab. Lebak 6. Gn. Nyuncung 1,045 mdpl Kab. Lebak JAWA BARAT 1. Gn. Ciremay 3,078 mdpl Kab. Majalengka 2. Gn. Pangrango 3,019 mdpl Kab. Cianjur 3. Gn. Gede 2,958 mdpl Kab. Cianjur 4. Gn. Cikuray 2,841 mdpl Kab. Garut 5. Gn. Papandayan 2,622 mdpl Kab. Garut 6. Gn. Kendang 2,608 mdpl Kab. Bandung 7. Gn. Patuha 2,434 mdpl Kab. Bandung 8. Gn. Malabar 2,321 mdpl Kab. Bandung 9. Gn. Guntur 2,249 mdpl Kab. Garut 10. Gn. Talaga Bodas 2,241 mdpl Kab. Tasikmalaya 11. Gn. Salak 2,211 mdpl Kab. Bogor 12. Gn. Bukit Tunggul 2,209 mdpl Kab. Bandung 13. Gn. Wayang 2,182 mdpl Kab. Bandung 14. Gn. Kencana 2,182 mdpl Kab. Bandung 15. Gn. Galunggung 2,168 mdpl Kab. Tasikmalaya 16. Gn. Waringin 2,140 mdpl Kab. Bandung 17. Gn. Masigit 2,078 mdpl Kab. Bandung 18. Gn. Tangkuban Perahu 2,076 mdpl Kab. Bandung 19. Gn. Tilu 2,040 mdpl Kab. Bandung 20. Gn. Mandalagiri 1,813 mdpl Kab. Garut 21. Gn. Sawal 1,784 mdpl Kab. Ciamis 22. Gn. Cakrabuana 1,721 mdpl Kab. Garut/Kab. Bandung 23. Gn. Tampomas 1,684 mdpl Kab. Sumedang 24. Gn. Sedakeling 1,676 mdpl Kab.Garut 25. Gn. Calancang 1,667 mdpl Kab. Bandung 26. Gn. Mandalayang 1,663 mdpl Kab. Garut/Kab. Bandung 27. Gn. Karacak 1,638 mdpl Kab. Garut/Kab. Tasikmalaya 28. Gn. Endut 1,474 mdpl Kab. Bogor 29. Gn. Cuku 1,467 mdpl Kab. Garut 30. Gn. Malang 1,308 mdpl Kab. Cianjur 31. Gn. Limbung 1,250 mdpl Kab. Garut


DIREKTORI GUNUNG DAN PUNCAK SELURUH INDONESIA 32. Gn. Kancana 1,233 mdpl Kab. Cianjur 33. Gn. Bangkok 1,144 mdpl Kab. Tasikmalaya 34. Gn. Halimun 1,089 mdpl Kab. Garut JAWA TENGAH 1. Gn. Slamet 3,428 mdpl Kab. Banyumas 2. Gn. Sumbing 3,371 mdpl Kab. Wonosobo 3. Gn. Sundoro 3,195 mdpl Kab. Wonosobo 4. Gn. Merbabu 3,142 mdpl Kab. Boyolali 5. Gn. Merapi 2,911 mdpl Kab. Klaten 6. Gn. Perahu 2,565 mdpl Kab. Wonosobo 7. Gn. Rogojembangan 2,177 mdpl Kab. Banjarnegara 8. Gn. Ungaran 2,050 mdpl Kab. Semarang 9. Gn. Muria 1,602 mdpl Kab. Jepara 10. Gn. Rahtawu 1,522 mdpl Kab. Jepara 11. Gn. Simembut 1,308 mdpl Kab. Purbalingga 12. Gn. Joho 1,303 mdpl Kab. Purbalingga 13. Gn. Kumbang 1,216 mdpl Kab. Brebes 14. Gn. Kadaka 1,078 mdpl Kab. Brebes JAWA TIMUR 1. Gn. Mahameru 3,676 mdpl Kab. Lumajang 2. Gn. Raung 3,332 mdpl Kab. Bondowoso 3. Gn. Arjuno 3,329 mdpl Kab. Malang 4. Gn. Lawu 3,265 mdpl Kab. Ngawi 5. Gn. Welirang 3,156 mdpl Kab. Malang 6. Gn. Argopuro 3,088 mdpl Kab. Jember 7. Gn. Kepolo 3,035 mdpl Kab. Lumajang 8. Gn. Suket 2,950 mdpl Kab. Bondowoso 9. Gn. Butak 2,869 mdpl Kab. Kediri 10. Gn. Merapi 2,800 mdpl Kab. Banyuwangi 11. Gn. Krincing 2,773 mdpl Kab. Jember 12. Gn. Kawi 2,651 mdpl Kab. Blitar/Kab. Malang 13. Gn. Liman 2,563 mdpl Kab. Kediri 14. Gn. Dorowati 2,556 mdpl Kab. Kediri 15. Gn. Jambangan 2,492 mdpl Kab. Jember 16. Gn. Bromo 2,393 mdpl Kab. Probolinggo 17. Gn. Pendil 2,338 mdpl Kab. Bondowoso 18. Gn. Anjasmoro 2,277 mdpl Kab. Malang 19. Gn. Argowayang 2,198 mdpl Kab. Malang

20. Gn. Limas 2,162 mdpl Kab. Kediri 21. Gn. Willis 2,069 mdpl Kab. Kediri 22. Gn. Kelud 1,781 mdpl Kab. Kediri/Kab. Blitar 23. Gn. Lamongan 1,671 mdpl Kab. Probolinggo 24. Gn. Baluran 1,247 mdpl Kab. Situbondo 25. Gn. Gondanglegi 1,095 mdpl Kab. Pacitan BALI 1. Gn. Agung 3,142 mdpl Kab. Karang Asem 2. Gn. Bataukau 2,276 mdpl Kab. Tabanan 3. Gn. Abang 2,152 mdpl Kab. Bangli 4. Gn. Ponen 2,059 mdpl Kab. Tabanan 5. Gn. Sangiang 2,023 mdpl Kab. Tabanan 6. Gn. Lesong 1,860 mdpl Kab. Bangli 7. Gn. Panulisan 1,717 mdpl Kab. Bangli 8. Gn. Batur 1,717 mdpl Kab. Bangli 9. Gn. Patas 1,414 mdpl Kab. Buleleng 10. Gn. Mesehe 1,300 mdpl Kab. Jembarana 11. Gn. Musi 1,215 mdpl Kab. Jembarana 12. Gn. Seraya 1,174 mdpl Kab. Karang Asem NTB 1. Gn. Rinjani 3,726 mdpl Kab. Lombok Timur 2. Gn. Kondo 2,947 mdpl Kab. Lombok Timur 3. Gn. Tambora 2,850 mdpl Kab. Dompu 4. Gn. Batu Lanteh 1,730 mdpl Kab. Sumbawa 5. Gn. Aromboha 1,576 mdpl Kab. Bima 6. Gn. Punikan 1,490 mdpl Kab. Lombok Barat 7. Gn. Kuta 1,340 mdpl Kab. Bima 8. Gn. Jaran Pusang 1,283 mdpl Kab. Sumbawa 9. Gn. Wonotokodono 1,254 mdpl Kab. Bima 10. Gn. Dorombolo 1,180 mdpl Kab. Dompu 11. Gn. Dado 1,147 mdpl Kab. Sumbawa 12. Gn. Bersanak 1,132 mdpl Kab. Sumbawa NTT 1. Gn. Mutis 2,417 mdpl Kab. Kupang 2. Gn. Ranakah 2,400 mdpl Kab. Manggarai 3. Gn. Ineria 2,245 mdpl Kab. Ngada 4. Gn. Timau 1,774 mdpl Kab. Kupang

5. Gn. Kelimutu 1,770 mdpl Kab. Ende 6. Gn. Curunumbeng 1,759 mdpl Kab. Manggarai 7. Gn. Lewotobi 1,704 mdpl Kab. Sikka 8. Gn. Molo 1,636 mdpl Kab. Kupang 9. Gn. Lakaan 1,580 mdpl Kab. Belu 10. Gn. Munde 1,448 mdpl Kab. Manggarai 11. Gn. Muna 1,423 mdpl Kab. Alor 12. Gn. Iya 1,362 mdpl Kab. Manggarai 13. Gn. Beliling 1,300 mdpl Kab. Manggarai 14. Gn. Manggaweti 1,225 mdpl Kab. Sumba Timur KALIMANTAN BARAT 1. Gn. Bukit Raya 2,278 mdpl Kab. Sintang 2. Bt. Baka 2,228 mdpl Kab. Sintang 3. Gn. Lawit 1,767 mdpl Kab. Kapuas Hulu 4. Gn. Saran 1,758 mdpl Kab. Sintang 5. Gn. Niut 1,701 mdpl Kab. Sambas 6. Gn. Cermaru 1,681 mdpl Kab. Kapuas Hulu 7. Bt. Baluran 1,556 mdpl Kab. Sintang 8. Gn. Bawang 1,442 mdpl Kab. Sambas 9. Gn. Harung 1,359 mdpl Kab. Kapuas Hulu 10. Bt. Tukung 1,175 mdpl Kab. Sintang 11. Gn. Batuesambang 1,170 mdpl Kab. Kapuas Hulu 12. Gn. Butung 1,151 mdpl Kab. Kapuas Hulu 13. Gn. Piyabung 1,130 mdpl Kab. Kapuas Hulu 14. Bt. Tetudung 1,122 mdpl Kab. Sintang KALIMATAN SELATAN 1. Gn. Besar 1,892 mdpl Kab. Hulu sungai selatan 2. Gn. Bayutawar 1,587 mdpl Kab. Hulu sunga utara 3. Gn. Batu Sungkur 1,200 mdpl Kab. Kota Baru 4. Gn. Aurbunak 1,150 mdpl Kab. Tanah Laut 5. Gn. Pangilingin 1,101 mdpl Kab. Tanah laut 6. Gn. Haung 1,038 mdpl Kab. Hulu sungai utara 7. Gn. Lumut 1,034 mdpl Kab. Tabalong KALIMANTAN TENGAH 1. Bt. Sepathawung 1,728 Kab. Kapuas 2. Bt. Karung 1,100 Kab. Barito Utara


DIREKTORI GUNUNG DAN PUNCAK SELURUH INDONESIA KALIMANTAN TIMUR 1. Gn. Liang Pran 2,240 mdpl Kab. Kutai Barat 2. Bt. Harun 2,160 mdpl Kab. Nunukan 3. Gn. Menyapa 2,000 mdpl Kab. Kutai Timur 4. Gn. Latuk 1,850 mdpl Kab. Melinau 5. Bt. Batu Tiban 1,740 mdpl Kab. Melinau 6. Bt. Pancungapang 1,728 mdpl Kab. Kutai Barat 7. Bt. Kalung 1,724 mdpl Kab. Malinau 8. Bt. Batuliangmebang 1,724 mdpl Kab. Kutai Barat 9. Bt. Kiung 1,665 mdpl Kab. Malinau 10. Gn. Baayan 1,599 mdpl Kab. Bulungan 11. Bt. Batubrok 1,546 mdpl Kab. Kutai Barat 12. Gn. Sombang 1,450 mdpl Kab. Bulungan 13. Bt. Payang 1,375 mdpl Kab. Kutai Barat 14. Gn. Kaba 1,329 mdpl Kab. Nunukan 15. Gn. Bulu 1,252 mdpl Kab. Malinau 16. Gn. Beratus 1,233 mdpl Kab. Pasir 17. Gn. Lumut 1,233 mdpl Kab. Pasir 18. Gn. Suwaran 1,230 mdpl Kab. Berau 19. Bt. Dindang 1,051 mdpl Kab. Kutai Barat SULAWESI UTARA 1. Gn Klabat 2,022 mdpl Kab. Minahasa 2. Gn. Gambuta 1,954 mdpl Kab. Bolaang Mangondow 3. Gn. Soputan 1,827 mdpl Kab. Minahasa 4. Gn. Poniki 1,817 mdpl Kab. Bolaang Mangondow 5. Gn. Sinandaka 1,790 mdpl Kab. Bolaang Mangondow GORONTALO 1. Gn. Rabana 2,500 mdpl Kab. Boalemo 2. Gn. Boliohutu 2,070 mdpl Kab. Gorontalo SULAWESI TENGAH 1. Gn. Sonjol 3,225 mdpl Kab. Donggala 2. Bt. Waukara 3,127 mdpl Kab. Donggala 3. Gn. Tokala 2,639 mdpl Kab. Morowali 4. Gn. Katopasa 2,636 mdpl Kab. Poso/Kab. Morowali 5. Gn. Ogoamas 2,565 mdpl Kab. Donggala 6. Gn. Tenamatua 2,563 mdpl Kab. Poso 7. Gn. Lompopana 2,480 mdpl Kab. Donggala

8. Bt. Malino 2,443 mdpl Kab. Toli-Toli 9. Gn. Tambusisi 2,422 mdpl Kab. Morowali 10. Gn. Bulutumbu 2,400 mdpl Kab. Banggai 11. Gn. Tumpu 2,400 mdpl Kab. Banggai 12. Gn. Nokilalaki 2,355 mdpl Kab. Donggala/Kab. Poso 13. Gn. Dako 2,304 mdpl Kab. ToliToli 14. Gn. Tentolomantinan 2,300 mdpl Kab. Buol 15. Gn. Watipondo 2,295 mdpl Kab. Poso 16. Gn. Lumut 2,284 mdpl Kab. Poso 17. Gn Tilu 2,226 mdpl Kab. Poso 18. Gn. Tinombala 2,183 mdpl Kab. Toli-Toli 19. Gn. Tinolawe 2,100 mdpl Kab. Donggala 20. Bt. Sidole 2,099 mdpl Kab. Donggala 21. Gn. Salat 2,040 mdpl Kab. Donggala 22. Gn. Gawalisi 2,023 mdpl Kab. Donggala 23. Gn. Air Terang 1,700 mdpl Kab. Toli-Toli 24. Gn. Tumputiga 1,590 mdpl Kab. Banggai 25. Gn. Balantak 1,512 mdpl Kab. Banggai 26. Gn. Karoni 1,422 mdpl Kab. Morowali

6. Gn. Wani 1,190 mdpl Kab. Muna 7. Gn. Baitu 1,122 mdpl Kab. Kendari 8. Bt. Anggowala 1,000 mdpl Kab. Kolaka

SULAWESI SELATAN 1. Bt. Rante Mario 3,430 mdpl Kab. Enrekang 2. Bt. Balease 3,016 mdpl Kab. Luwu Utara 3. Gn. Kambuno 2,950 mdpl Kab. Luwu Utara 4. Gn. Lompobatang 2,870 mdpl Kab. Gowa 5. Gn. Bawakaraeng 2,830 mdpl Kab. Gowa

PAPUA 1. Pc. Carstensz 4,884 mdpl Kab. Paniai 2. Pc. Mandala 4,760 mdpl Kab. Jaya Wijaya 3. Pc.Trikora 4,750 mdpl Kab. Jaya Wijaya 4. Pc. Yamin 4,595 mdpl Kab. Jaya Wijaya 5. Gn. Yaramniapuka 3,376 mdpl Kab. Mimika 6. Gn. Dom 1,340 mdpl Kab. Yapen Waropen

SULAWESI BARAT 1. Bt. Gandadewata 3,074 mdpl Kab. Mamuju 2. Bt. Tolondokalondo 2,884 mdpl Kab. Mamuju 3. Bt. Kabinturu 2,655 mdpl Kab. Mamuju 4. Bt. Paroreang 2,619 mdpl Kab. Polewali Mamasa 5. Gn. Tirowale 2,106 mdpl Kab. Mamuju SULAWESI TENGGARA 1. Gn Mengkoka 2,790 mdpl Kab. Kolaka 2. Gn. Watumte 2,499 mdpl Kab. Kolaka 3. Gn. Tangkelemboke 1,782 mdpl Kab. Kolaka 4. Gn. Sambapolulu 1,570 mdpl Kab. Buton 5. Gn Tangkesawua 1,500 mdpl Kab. Kendari

MALUKU 1. Gn. Binaiya 3,019 mdpl Kab. Maluku Tengah 2. Gn. Kaupalatmada 2,429 mdpl Kab. Buru 3. Gn. Sahuai 1,006 mdpl Kab. Maluku Tengah MALUKU UTARA 1. Gn. Ternate 1,715 mdpl Kab. Maluku Utara 2. Gn. Gamkonora 1,515 mdpl Kab. Maluku Utara 3. Bt. Watowato 1,442 mdpl Kab. Halmahera Tengah 4. Gn. Ibu 1,325 mdpl Kab. Maluku Utara PAPUA BARAT 1. Gn. Kwoka 3,000 mdpl Kab. Sorong 2. Gn. Umsini 2,950 mdpl Kab. Manokwari 3. Gn. Wasada 1,070 mdpl Kab. Manokwari

sumber : Hendri Agustin - My home in the wild http://hendriagustin.wordpress.com/2011/03/15/ direktori-gunung-dan-puncak-seluruh-indonesia/


PENUTUP

rapa gunung di Indonesia ]

badi perjalanan ke bebe a foto merupakan koleksi pri

[Semu

Kami berharap beberapa tips dasar memotret di alam bebas ini bisa bermanfaat bagi pembaca. Tak lupa kami mohon maaf bila banyak kekurangan dan kesalahan dalam penyampaian informasi. Dengan rendah hati kami mohon rekan rekan bersedia meluangkan waktunya untuk sekedar memberikan komentar, kritik dan saran untuk perbaikan edisi edisi berikutnya. Silakan tinggalkan pesan melalui salah satu media ini : email : bek@LandscapeIndonesia.com twitter : @lndscpindonesia @widhibek facebook : www.facebook.com/pages/LandscapeIndonesia/114876005232224 scribd : www.scribd.com/wwidhi_1/shelf issuu : www.issuu.com/widhibek

pendakian Gunung Semeru bersama rombongan

LANDSCAPE INDONESIA.com Kami hanya sekumpulan orang yang mencintai keindahan dan keanekaragamanan kekayaan Indonesia. Tanpa bermaksud untuk pamer, sekedar meracuni.. eh menginspirasi untuk lebih mencintai negeri kita Indonesia.

website www.LandscapeIndonesia.com

dapatkan update terbaru melalui website

Keep Traveling & Sharing !

twitter : @lndscpindonesia

www.landscapeindonesia.com/review/book/292-koleksi-ebook-keindahan-indonesia

Khyberpass - juni 2010


33


Mengabadikan Matahari Terbit di Gunung Seri Memotret Landscape edisi kedua

Matahari terbit adalah salah satu berkat indah di pagi hari. Terlebih lagi apabila kita bisa menyaksikan terbitnya matahari dari gunung. Kitapun terkadang ingin membagikan keindahan tersebut kepada teman teman kita yang lain. Tapi sayang terkadang hasil foto matahari terbit yang kita dapatkan tidak seindah dengan aslinya. Oleh karena itu dalam seri memotret landscape edisi kedua ini kami mencoba membagikan beberapa tips praktis berdasarkan pengalaman kami. Semoga tips ringan di dalam ebook ini bisa memberikan manfaat untuk Anda dalam menikmati keindahan matahari terbit di gunung

LANDSCAPEINDONESIA.com


Tips Memotret Landscape : Mengabadikan Sunrise Di Gunung