Issuu on Google+

Jessica Iskandar

Diam-diam Berbadan Dua Edisi XII/Thn. II/28 - 11 Juni 2014

Rp. 2.500

Inspiratif dan Informatif

DOK

Rano Karno

Ingin Banten Bersih SETELAH resmi ditunjuk menjadi Plt Gubernur Banten menggantikan Ratu Atut , Rano Karno ingin menjadikan Banten sebagai provinsi yang bersih dan transparan. Salah satu caranya, adalah dengan membuka pintu selebarlebarnya bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Selaras dengan itikad mempersembahkan pengabdian kami untuk warga Banten, saya bersama seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Banten telah membuka pintu yang selebar-lebarnya bagi KPK untuk melakukan koordinasi dan memberikan supervisi dalam tata kelola pemerintahan di Provinsi Banten yang bersih, transparan, akuntabel dan bertanggung jawab,” kata Rano dalam pernyataan tertulis yang dilansir sejumlah media. Dalam pernyataan tersebut, Rano juga mengucapkan terima kasih kepada KPK ,karena ikut berperan aktif dalam usaha pembenahan yang dilakukan ProBERSAMBUNG KE HALAMAN 11

VISIMEDIA, SERANG-Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten didesak untuk melakukan pengusutan dugaan penggelapan pajak yang dilakukan oleh PT Anugrah Tirta Bumi (ATB) dalam kegiatan penambangan pasir di Pulau Tunda. Sebab, perusahaan tersebut hanya melakukan pembayaran pajak sebesar Rp4 miliar, dari jumlah semestinya yang mencapai Rp7.077.244.000. Dikatakan Ketua Paguyuban As Salam (PAS) Provinsi Banten, Suryanto, PT ATB telah melakukan rekayasa dalam pelaporan pendapatan, hingga hanya terkena pajak lebih rendah dari seharusnya. Padahal kata dia, pada laporan laba rugi komprehensif periode 1 januari 2013 s/d 31 desember 2013 yang ada pada PT ATB, seharusnya perusahaan ini menyetorkan pajak ke daerah hingga Rp7 miliar lebih. “Tapi ternyata yang disetor hanya Rp4 miliar, dengan cara dicicil. Ini mengakibatkan Pemerintah Kabupaten Serang kehilangan potensi pajaknya,” papar Yanto Gondrong,

demikian dia kerap dipanggil. Menurutnya, pajak perusahaan adalah hak konstitusional rakyat, dalam hal ini pemerintah terhadap jasa yang telah diberikan kepada perusahaan dalam bentuk fasilitas dan infrastruktur, serta perlindungan hukum bagi usaha yang dilakukan. Dengan melakukan penggelapan pajak, kata Yanto, maka ATB dapat dianggap telah melakukan pembangkangan terhadap pemerintah. “ATB mengkhianati segala fasilitas yang diberikan pemerintah kepada perusahaan tersebut,” ujarnya. Kata dia, hilangnya potensi pajak tersebut, tidak menutup kemungkinan juga karena disebabkan adanya kerjasama hitam antara perusahaan dengan pemerintah daerah. Indikasi ini, tambahnya, terlihat dari tidak adanya upaya dari Pemkab Serang untuk melakukan audit langsung atas penghasilan perusahaan tersebut. “Jika pemerintah tidak mampu, maka Kejaksaan harus mengambil alih dan melakukan supervisi permasalahan ini.

Kapus Pontang

“Tidak Ada Penggelapan Dana Pegawai” VISIMEDIA, SERANG - Kepala Puskesmas (Kapus) Pontang, Kabupaten Serang, Sruwi (bukan Sriwi-sebagaimana diberitakan sebelumnya) membantah tudingan penggelapan dana tabungan pegawai, yang dituduhkan oleh sejumlah bawahannya. Hal ini disampaikannya, saat yang bersangkutan menyambangi kantor VISIMEDIA, di Jalan Raya Serang-Pandeglang kemarin (26/05). Kata Sruwi, tudingan tersebut sangatlah tendensius dan tidak berasalan. Sebab, menurutnya, selama ini di Puskesmas Pontang tidak pernah ada yang namanya dana tabungan pegawai. “Bagaimana mungkin saya melakukan penggelapan, jika dana yang dimaksud itu memang tidak ada,” ucapnya.

Gedung Puskesmas Pontang yang baru dibangun belum lama ini.

Bahkan, tambahnya, selama dia menjabat sebagai Kapus Pontang, dirinya kerap mengeluarkan dana pribadi untuk menang-

Dengan begitu maka akan jelas kerugian negara yang diakibatkan penggelapan pajak ATB ini,” jelasnya. Lebih lanjut, dia memaparkan, Kejati juga harus melakukan penyelidikan terhadap keberadaan dua perusahaan yang mendompleng ATB dalam melakukan penambangan pasir, yakni Banten Global Property (BGP), dan PT. QPH Interasi. Sebab, katanya lagi, dalam data PT ATB, kedua perusahaan tersebut telah melakukan penjualan pasir. “Padahal perusahaan ini belum memiliki izin untuk melakukan pengerukan. Namun ternyata dalam laporan laba rugi komprehensif PT ATB, ternyata kedua perusahaan itu sudah melakukan kegiatan. Artinya BGP dan QPH telah melakukan pencurian pasir,” tuturnya. Sementara itu, Ketua LSM Pusat Informasi Jaringan Rakyat (Pijar), Rusli M Noor, meminta BERSAMBUNG KE HALAMAN 11

Ketika Beringin Terbelah KETUM Golkar Aburizal Bakrie alias Ical sudah menjatuhkan pilihan untuk mendukung pasangan Prabowo Hatta dalam Pilpres mendatang. Namun tak sedikit elite partai pohon beringin ini yang 'membelot' dengan mendukung Jokowi - JK dan sanksi pun tengah mengincar mereka. Sejumlah elit di tubuh partai berBERSAMBUNG KE HALAMAN 11

BERSAMBUNG KE HALAMAN 11


Edisi XII Thn. II

OPINI

2

Inspiratif dan Informatif

28 - 11 Juni 2014

BLACK CAMPAIGN VS REAL CAMPAIGN

Oleh : Agus Sjafari *) SEMAKIN mendekati pelaksanaan Pemilu Presiden (Pilpres), suasana perpolitikan kita semakin seru dan menegangkan. Diantara para Capres dan timses sudah saling melakukan serangan – serangan politiknya baik dalam bentuk black campaign maupun dalam bentuk negative campaign. Fenomena ini sangatlah lumrah dalam konteks pembelajaran politik bagi rakyat. Maksudnya adalah bahwa pada akhirnya rakyat kita sudah bisa memahami mana yang termasuk kepada black campaign, negative campaign, atau bahkan real campaign. Di jaman keterbukaan informasi saat ini memaksa rakyat untuk mencaritahu informasi yang sebenar – benarnya terkait dengan capresnya tersebut. Dengan demikian rakyat akan menjadi semakin kritis dalam menyikapi setiap isyu yang terkait dengan setiap capres yang bertarung. Kita tidak boleh selalu mendudukkan rakyat sebagai orang yang bodoh dan tidak melek informasi, karena pada akhirnya rakyat akan mencari sendiri informasi tersebut dan akan memberikan sikap siapa capres yang akan dipilih. Capres dalam konteks personality dan sosiokultural diposisikan sebagai orang – orang pilihan,

public figure, idola, bahkan – meminjam istilah penyanyi legendaris Iwan Fals – bahwa capres adalah manusia “setengah dewa”. Dalam konteks tersebut, rakyat tidak dapat dipersalahkan, karena rakyat saat ini memiliki ekspektasi yang sangat tinggi terhadap pemimpin baru negeri ini yang akan menjadi nahkoda dalam kurun waktu 5 (lima) tahun yang akan datang. Dalam konteks politik rakyat memiliki hak untuk mengetahui seluk beluk dan sepak terjang capres tersebut, sehingga rakyat benar – benar tidak memilih pemimpin ibarat “kucing dalam karung” yang sama sekali tidak dikenal asal usul dan sepak terjang selama ini. Dengan demikian, setiap capres yang akan bertarung harus siap lahir batin untuk ditelisik asal usulnya dan sepakterjangnya, bahkan kalau perlu setiap capres harus siap untuk “dikuliti” oleh lawan politik dan rakyatnya sendiri. Agar tidak terjadi penghakiman yang subyektif dan tendensius dari lawan politik, media, dan rakyatnya sendiri tersebut, idealnya seorang capres harus secara jujur dan gentlemen mensosialisasikan dirinya kepada publik terkait dengan asal usulnya, sepak terjangnya, dan bahkan kalau perlu harta kekayaannya sekaligus. Publik akan sangat mengapresiasi kepada capres yang secara jujur dan gamblang menceritakan kesemuanya itu. Namun, ketika capres tidak mampu menjelaskan kesemuanya itu, maka rakyat hanya akan memperoleh informasi yang sepihak dan tendensius. Bisa jadi informasi sepihak tersebut bersifat menyudutkan capres tersebut, sehingga pada akhirnya rakyat akan terprovokasi untuk tidak memilih capres tersebut. Fenomena terkait dengan kejelasan asal usul dan sepak terjang capres tersebut sudah sangat biasa terjadi di dalam alam demokrasi saat ini, misalnya saja hal ini terjadi di negeri Paman Sam Amerika Serikat ketika pencalonan Obama sebagai Presiden terkait dengan kejelasan keluarga dan agama Obama. Ketika tim sukses Obama mampu menjelaskan secara gamblang mengenai asal usul keluarga dan sepak terjang Obama tersebut, maka rakyat Amerika sangat mempercayainya dengan terbukti Obama terpilih secara

meyakinkan selama dua periode kepemimpinannya sebagai Presiden AS. Kita sangat bermimpi para capres kita mampu menjelaskan seperti itu, supaya semuanya clear. Black Campaign Fenomena black campaign (kampanye hitam) dan negative campaign (kampanye negatif) merupakan sesuatu yang marak dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun terakhir khususnya di era demokratisasi yang kita anut selama ini. Secara definitif kampanye hitam merupakan aktivitas menjatuhkan lawan politiknya dengan menyebarkan informasi terkait dengan sepak terjang lawan politiknya tersebut meskipun isyu atau informasi yang disampaikan tersebut belum tentu memiliki nilai kebenaran. Isyu yang ada dikembangkan isyu – isyu yang belum jelas kebenarannya. Dengan demikian kampanye hitam ini tentunya sangat menyesatkan bahkan cenderung mengarah kepada fitnah dari salah satu tokoh tertentu. Sedangkan kampanye negatif merupakan aktivitas menyebarkan isyu atau informasi terkait dengan tokoh politik tertentu mengenai aktivitas dan sepak terjang negatif yang pernah dilakukan oleh seorang tokoh politik. Secara fakta, kampanye negatif tersebut memiliki nilai kebenaran atau mengandung realitas yang dapat dipertanggungjawabkan kebenaranya. Dilihat dari motivasi dari kegiatan kampanye hitam ataupun kempanye negatif tersebut tentunya

bertujuan untuk menjatuhkan lawan politik di mata publik atau rakyatnya. Media memegang peranan penting dalam melakukan kedua kegiatan tersebut, baik media cetak dan elektronik, khususnya saat ini yang sangat efektif melalui media social yang langsung tertuju kepada person to person. Undang – Undang kita saat ini hanya bisa memberikan sanksa khususnya bagi seseorang atau sekelompok orang yang melakukan black campaign di media konvensional melalui pasal pencemaran nama baik, tetapi tidak bisa menjerat kegiatan yang masuk kategori kampanye negatif. Untuk kegiatan kampenye negatif yang terjadi di sosial media juga sudah ada Undang – Undang IT. Namun sebaran insyu atau informasi yang sifatnya massif tersebut, undang – undang kita tidak akan mampu mendeteksi secara detail. Hal ini yang justru sangat efektif untuk menjatuhkan citra dari seorang tokoh politik. Secara politis keberadaan dari media center dari seorang tokoh politik yang akan bersaing menjadi sebuah keniscayaan di era keterbukaan informasi dan kemajuan tehnologi yang sangat canggih saat ini. Fungsi dari media center tersebut tentunya mencounter informasi dan isyu – isyu yang mengarah kepada black campaign dari tokoh yang diusung, artinya bahwa timses atau media center tersebut berfungsi selain menyampaikan visi dan misi calon, sosialisasi calon, bahkan juga perlu membuat real campaign mengenai tokoh politik yang bersaing dalam

pilpres. Aktivitas real campaign ini bisa dalam bentuk buku, berita yang disampaikan melalui media cetak dan elektronik kepada publik. Tentunya informasi yang disampaikan secara jujur dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Di akhir tulisan ini yang justru menjadi point utamanya adalah kejujuran dari tokoh politik untuk menyampaikan asal usul keluarganya, serta sepak terjangnya sebagai tokoh politik selama ini. Publik sangat tidak berharap terdapat “dusta diantara kita” antara tokoh dan rakyatnya. Idealnya kesemua informasi tersebut diperoleh sebelum perhelatan pilpres digelar. Media saat ini banyak menawarkan informasi yang menyesatkan, khususnya media yang berafiliasi dan berada di bawah kepemilikan dari kekuatan politik tertentu. Pada akhirnya rakyatnya yang harus menyaring informasi tersebut, namun janganlah rakyat selalu dicekokin dengan informasi yang menyesatkan. Dampaknya adalah pilihan rakyat juga akan menyesatkan negeri ini minimal dalam waktu 5 (lima) tahun ke depan. Kalau semua elit politik sudah terbiasa untuk melakukan kebohongan publik, maka negara ini akan berkubang dengan kebohongan. Dengan demikian tunggu saja kehancurannya…

*Dr. Agus Sjafari, M.Si Adalah Pengamat Sosial dan Pemerintahan; Peneliti di The Community Development Institute (CDI); dan Dosen FISIP Untirta Serang Banten

DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROVINSI BANTEN Mengucapkan

HARI LAHIRNYA PANCASILA 1 Juni 2014

“Perkuat Pancasila Perkuat RI!” Ttd DRS. H RANTA SUHARTA Kepala Dinas

Pemimpin Perusahaan/ Pemimpin Redaksi : Suryanto/Yanto Gondrong Manager Keuangan : H Ato Ulloh. Manager Pemasaran/ Sirkulasi : Nunu Manager Iklan : Iman Esa F. Redaktur Pelaksana : Stefano. Sekretaris Redaksi : Yayan Heryana. Diterbitkan Oleh : PT Visi Media Pratama (Berdasarkan UU 40 Tahun 1999 Tentang Pers). Dewan Pendiri : H. A Syaifuddin, Suryanto, Stefano. Pembina/Penasehat : H. Suyadi Wiraatmadja. Konsultan Hukum : Prof. Dr.H. Cecep Achmad Surkarti, SH. MH. Pemimpin Umum : H.A Syaifuddin.

Wartawan Provinsi Banten : Yanti, Novi. Wartawan Kota Serang : AM. Ely Zaenudin Agustian. Didi Rosadi, Robi, Iyan Wartawan Kabupaten Serang : Tb. Amin Ajiadi, Dayat, Dodo, Rully TIS. Wartawan Kota Cilegon : Tb. Nomi, Ali Rohman. Wartawan Kabupaten Lebak : M Rizky Baihaki, Sutisna. Wartawan Kabupaten Pandeglang : Dadang, Apip, Rudi. Wartawan Tangerang : Deni Saputra. Alamat Redaksi & Tata Usaha : Jalan Raya Pandeglang Km 1 Sempu, Banten Girang Kota Serang - Banten. Telp/Fax (0254) 209 245 E-mail : koran_visimedia@yahoo.co.id Website: www.onlinevisimedia.com Percetakan: PT. Mutiara Grafika (Isi diluar tanggung jawab percetakan).

Wartawan VISIMEDIA selalu dibekali tanda pengenal dan tercantum dalam boks redaksi


RUMAH RAKYAT

Inspiratif dan Informatif

3

Edisi XII Thn. II

28 - 11 Juni 2014

Komisi I Minta Rano Benahi Birokrasi DENGAN disahkannnya Rano Karno sebagai Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Banten, Ketua Komisi I DPRD Provinsi Banten Agus R Wisas menaruh harapan besar. Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu berharap Rano dapat segera menyelesaikan tugas Gubernur Banten yang selama ini terkendala karena persoalan hukum yang menjerat Gubernur Banten non-aktif Ratu Atut Chosiyah. “Saat ini di pundaknya Plt Gubernur Banten semua harapan kita sandarkan, khususnya recovery nama baik Banten,” ungkapnya, Rabu (14/5). Agus juga berharap harus ada komitmen yang berubah dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Pemprov Banten. “Paling tidak komitmennya harus berubah, kinerjanya juga harus berubah. Kalau dulu SKPD itu loyalnya kepada pimpinan, ke depan mereka harus loyal kepada bangsa dan negara,” ujar anggota DPRD asal Kabupaten Lebak itu. Agus menambahkan, bahwa Rano juga harus jeli dengan pegawai. “Penunjukkan pejabat harus sesuai dengan kompetensinya,” jelasnya.(ILM)

Ketua Komisi III DPRD Provinsi Banten, Budi Prajogo.

DPRD Pertanyakan Deviden BJB Syariah KOMISI III DPRD Provinsi Banten awal pekan ini melakukan kunjungan kerja ke Bank Jabar Banten (BJB) Syariah, di Bandung, Jawa Barat. Rombongan Komisi III DPRD Banten yang dipimpin Ketua Komisi III Budi Prajogo diterima oleh Direktur Kepatuhan Bank Jabar Banten Syariah Ali Nuridin. Kepada wartawan, Budi Prajogo menjelaskan bahwa maksud kedatangan rombongan Komisi III ke Bank Jabar Banten Syariah tersebut untuk menanyakan soal deviden dan laporan keuangan 2013. DPRD Banten punya hak menanyakan persoalan itu lantaran Pemprov Banten melalui PT

Ketua DPRD Dukung Lelang Sekda

Banten Global Development (BGD) memiliki saham di Bank Jabar Banten Syariah sebesar 9 persen. “Tahun 2013, mereka memberikan deviden ke Pemprov Banten sebesar Rp217 juta. Deviden itu masuknya melalui PT BGD, karena sahamnya atas nama PT BGD,” ujar Budi, Rabu (21/5). Menurut Budi, dalma pertemuan tersebut Komisi III DPRD Banten melakukan evaluasi kinerja serta mendorong supaya pendapatan BJB Syariah ini bisa tumbuh lebih baik. “Kita ingin ada pengembangan soal struktur permodalan, serta pengembangannya kredit mik-

LELANG jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Banten yang digagas Plt Gubernur Banten, Rano Karno didukung oleh Ketua DPRD Banten, Aeng Haerudin. Politisi Partai Demokrat itu berharap gagasan itu dalam rangka mendukung profesionalisme aparatur di lingkungan Pemprov Banten. “Kami mendukung langkah Plt gubernur untuk melakukan lelang jabatan Sekda Banten. Namun tentunya ini harus dikoordinasikan dengan Kemendagri,” kata Aeng Haerudin di Serang. Ia mengatakan, lelang jabatan

ro karena lebih aman dan jangka panjang lebih menguntungkan,” katanya. Budi mengungkapkan, Komisi III berharap Pemprov Banten dapat mengover saham atau membeli saham BJB Syariah, mengingat Pemprov Banten saat ini sedang mencari bank untuk dibeli sebagai salah satu persyaratan membentuk Bank Banten. Namun, hal ini tergantung pemegang saham BJB Syariah. “Ini masukan baik buat kita. Artinya, kalau ada bank yang sehat untuk dibeli, kenapa harus cari yang mau bangkrut. Apalagi kita sudah punya saham di situ, meskipun nilainya kecil,” ujar Budi.(ILM)

ataupun istilah lain dalam upaya mencari pejabat yang benar-benar profesional, perlu dilakukan untuk menghasilkan SDM yang berkualitas dan sesuai denghan kualifikasinya. Oleh karena itu, pihaknya mendorong Pemprov Banten segera membentuk tim seleksi dalam upaya pelaksanaan lelang jabatan sekda tersebut. “Jabatan sekda Banten yang sekarang kan tingga tiga bulan lagi. Sebaiknya segera dipersiapkan dari sekarang prosesnya,” kata Aeng. Menurut Aeng, Plt Bubernur Banten

DINAS SOSIAL PROVINSI BANTEN

Agus R Wisas

sebaiknya segera melakukan langkahlangkah dalam upaya memperlancar pelaksnaan program pembangunan di Banten, salah satunya melakukan pengisian beberapa SKPD yang belum ada pejabatnya yakni Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Kesehatan. Pihaknya pengisian jabatan tersebut juga dilakukan secara terbuka dan profesional. Plt Gubernur Banten Rano Karno segera melakukan perombakan para pejabat di lingkungan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Provinsi Banten, mengingat ada sejumlah ja-

batan yang kosong di eselon dua, tiga dan empat. Sekretaris Daerah (Sekda) Banten Muhadi mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten telah mengirimkan surat usulan pengisian jabatan di satuan kerja perangkat daerah (SKPD) ke Kemendagri. “Ya memang surat usulan sudah dikirim ke Kemendagri, Rabu (14/5). Sesuai aturan Plt Gubernur bisa melakukan mutasi atas persetujuan mendagri,” kata Muhadi di Serang, Jumat (16/5).(ILM)

SEKRETARIAT DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI BANTEN

Mengucapkan

Mengucapkan

HARI LAHIRNYA PANCASILA

Hari Anak-Anak Sedunia

1 Juni 2014

1 Juni 2014

“Perkuat Pancasila Perkuat RI!”

“Bersatu Wujudkan Indonesia Ramah Anak”

Ttd

Ttd

DRS. NANDI S MULYA, MM Kepala Dinas

DRS. H. IMAN SULAIMAN, A.MM Sekretaris Dewan


Edisi XII Thn. II

METRO

4

Inspiratif dan Informatif

28 - 11 Juni 2014

Tanggulangi Kekeringan

PDAM Tirta Albantani Kerahkan Armada Tangki

Wagub Banten, Rano Karno, didampingi Sekda Banten, Muhadi dan Plt. Kepala Dinkes Banten, M Yanuar mengikuti senam bersama, di lapangan KP3B. Kegiatan senam bersama ini merupakan salah satu rangkaian peringatan HKS se-Dunia 2014.

Enam Wilayah di Banten Bebas Malaria VISIMEDIA, SERANG – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan (HKS) se-dunia Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memberikan Sertifikat Eliminasi Malaria (SEM) bagi 6 kabupaten/kota di Banten, yakni Kabupaten Serang, Kota Serang, Kota Cilegon, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan. Pemberian sertifikat ini diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Banten, Rano Karno, kepada wakil masing-masing kabupaten/kota dalam peringatan HKS Tingkat Provinsi Banten. Penyerahan sertifikat, yang dilaksanakan berbarengan dengan senam bersama ini, digelar di Lapangan Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang pada 13 Mei lalu. Wagub melalui sambutannya menyampaikan, saat ini Banten sedang mengupayakan dua kabupaten lagi yang tersisa, yang belum mendapat sertifikat eliminasi karena dianggap belum terbebas dari kasus malaria indigenous selama 3 tahun berturut-turut. Kedua kabupaten itu,

terangnya, adalah Kabupaten Pandeglang dan Lebak. “Secara nasional sesuai dengan keputusan Menteri Kesehatan no. 293/menkes/sk/iv/2009, Indonesia ditargetkan bebas malaria 2030, sedangkan untuk provinsi Banten telah diprogramkan target eliminasi terbebas dari malaria sampai tahun 2015, begitupun dengan provinsi lainnya di Jawa dan Bali,” jelas Rano. Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Banten, M Yanuar, mengatakan bahwa Eliminasi Malaria adalah komitmen global, yang disepakati pada Sidang Majelis Kesehatan Sedunia atau World Health Assembly (WHA) 2007. Untuk itu, lanjutnya, dalam mendukung komitmen tersebut, Pemprov Banten terus melakukan gerakan intensifikasi pengendaian malaria. “Kita juga mengembangkan kemitraan dengan komponen masyarakat dalam hal tersebut,” ucapnya. Ditambahkannya, untuk dua wilayah Banten yang belum mencapai eliminasi malaria, Pemprov terus mengupayakan peningkatan sumber daya manusia (SDM)

bidang kesehatan dan, pembentukan Pos Malaria Desa (POSMALDES). “Kita juga telah melakukan pengobatan penderita malaria serta melakukan follow up untuk memantau keberhasilan pengobatan, mengacu pada rumusan pengobatan WHO menggunakan pengobatan kepada penderita dengan terapi kombinasi artesunate yang lebih memungkinkan penderita malaria untuk sembuh secara total,” imbuhnya. Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Pencegahan Lingkungan (P2PL) pada Dinkes Banten, Didin Aliyudin mengungkapkan, selain melakukan peningkatan kapasitas SDM kesehatan, pemerintah juga telah memberikan berbagai sarana pencegahan penyakit Malaria. Disebutkannya, belum lama ini pihaknya telah menyalurkan ribuan kelambu bagi masyarakat di daerah yang belum eleminasi malaria. “Kita dapat 42 ribu unit kelambu dari Kementerian Kesehatan RI, jika ada yang membutuhkannya kami akan segera menyalurkan,” imbuhnya. (advertorial)

SERANG – Pengeringan air pada Bendung Pamarayan Desa Panyabrangan, Kecamatan Cikeusal, atas permintaan Kejaksaan Tinggi Banten guna melakukan penyelidikan proyek pembangunan badan tanggul saluran irigasi Pamarayan berdampak pada terganggunya pasokan air pelanggan PDAM Tirta Al Bantani Kabupaten Serang di Kecamatan Ciruas. Guna menanggulangi hal tersebut perusahaan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang ini mengerahkan armada mobil tangkinya, guna memenuhi kebutuhan masyarakat pelanggannya. Menurut Arif, Humas Tirta Albantani, pihaknya telah mengirimkan unit mobil tangki ke sejumlah wilayah yang terkena dampak pengeringan tersebut. Diantaranya, paparnya, pelanggan diwilayah Unit Pelayanan Air Minum (UPAM) Kragilan, Ciruas, Kenari, Kasemen, Bojonegara dan UPAM-UPAM lainnya. “Ada sekitar 7 UPAM yang terganggu pasokannya akibat pengeringan ini. UPAM-UPAM tersebut melayani sedikitnya 20 ribu pelanggan. Kita sudah kirim tangki kesana,” ucapnya. Kata dia, Tim PDAM tiap hari secara darurat membagikan air dengan 5 mobil tangki ke tiap desa/kecamatan. Namun, ia mengakui, jumlah tersebut tidak sebanding dan tidak dapat maksimal dengan luasnya daerah pelayanan yang harus ditangani. “Mungkin belum semuanya tertangani oleh armada kami. Tapi kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk melayani semuanya,” ujarnya, seraya menambahkan, kepada masyarakat yang belum tertangani, dapat langsung menghubungi unit pelayanan PDAM Tirta Albantani terdekat. “Bila ada permintaan, kita akan langsung kirimkan,” imbuhnya. Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Al Bantani Kabupaten Serang Achmad Rifai meminta maaf kepada masyarakat atas terganggunya aliran air tersebut. Kata dia, PDAM tidak bisa berbuat banyak karena sumber air baku dari irigasi induk disetop dari Bendungan Pamarayan. “Sumber air baku kita distop dari induknya di bendung Pamarayan. Untuk sementara kami hanya bisa melayani dengan tangki dulu,” ungkapnya. Untuk kedepan, lanjut Rifai, pihaknya terus berupaya membangun instalasi pengolahan air yang sumber air bakunya tidak dari irigasi. Dengan demikian, katanya, ketika terjadi hal-hal seperti ini, pasokan tidak terganggu. “Pembangunan ini, merupakan salah satu target jangka panjang kami depan. Mudah-mudahan bisa segera terealisasi,” kata Rifai. Berdasarkan catatan VISIMEDIA, akibat pengeringan ini, total pelanggan yang tidak teraliri PDAM berjumlah 18.819 pelanggan. Sebanyak 1.404 unit di Kecamatan Kragilan, 3.295 unit di Kecamatan Ciruas, 2.928 unit di Pontang dan Tirtayasa, 3.705 unit di Kasemen-Serang Kota, 2.553 unit di Kramatwatu, 3.921 unit di BojonegaraPuloampel, dan 1.024 unit di Waringinkurung/PCI. (yanti)

Distanak Banten

Waspada Daging Oplosan VISIMEDIA, SERANG – Masyarakat diminta untuk berhati-hati dalam membeli daging di pasar, karena tidak menutup kemungkinan daging yang dijual tersebut

H. Asep Mulya Hidayat

telah dicampur dengan daging celeng. Untuk itu, diperlukan ketelitian dan kewaspadaan pada saat membeli daging. Demikian disampaikan oleh Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten, H. Asep Mulya Hidayat. Menurutnya, terbongkarnya penjualan daging sapi yang dicampur dengan daging, di Pasar Ciruas pada awal tahun kemarin, mencerminkan bahwa pasar daging di Banten tidak bebas dari peredaran daging oplosan tersebut. Kata dia, dilokasi tersebut polisi menemukan barang bukti tiga bungkus daging bagi, yang dicampur dengan daging sapi. “Totalnya mencapai sekitar 25 kilogram,” ucapnya. Ditambahkannya, ketika kedua jenis daging tersebut (sapi dan babi) telah dicampurkan, apalagi setelah dikamuflase dengan darah sapi, keduanya menjadi sangat sulit untuk dibedakan. Meski begitu, lanjutnya, penjualan daging babi oplosan merupakan kegiatan yang ilegal, sehingga biasanya daging ini tidak didisplay/dipajang di meja penjualan, daging ini biasanya dikeluarkan ketika ada pembeli yang menanyakan daging yang murah.. “Kita pantas menaruh curiga bila ada penjual yang menjual daging dengan harga “miring”. Sifat yang lain

juga adalah lokasi penjualan yang biasanya ditempat yang gelap dan cukup terpisah dari yang lainnya supaya daging tidak menjadi pusat perhatian orang banyak,” jelasnya. Untuk menghindari hal itu, dia meminta bagi masyarakat yang hendak membeli daging di pasar, untuk memilih lapak yang sudah dikenal dan terpercaya. Meski harganya terkadang sedikit lebih mahal, menurutnya, hal itu jangan dijadikan masalah, mengingat pentingnya kesehatan dan keamanan daging yang dibeli. “Hindari lapak-lapak daging yang baru, karena belum terjamin kualitas dan keamanannya. Selain itu juga, jangan tergiur harga murah, itu patut dicurigai oplosan atau mungkin juga daging ilegal, seperti pada kasus daging sapi India beberapa waktu lalu,” paparnya. Meski secara sulit dibedakan, lanjut, sebenarnya secara karakteristik banyak terdapat perbedaan antara daging sapi dengan celeng. Antara lain, daging babi lebih pucat warnanya dari sapi, begitupun dengan serat dan lemaknya yang tampak lebih renggang dari daging sapi. “Selain itu daging sapi lebih kaku ketimbang dagi celeng. Yang terpenting adalah sifat kritis dari masyarakat yang berani menanyakan langsung ke pedagang ketika menemukan tanda-tanda tersebut, bila jawabannya tidak meyakinkan, tinggalkan saja,” imbuhnya. (yan)

BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH Mengucapkan

HARI LAHIRNYA PANCASILA 1 Juni 2014

“Perkuat Pancasila Perkuat RI!” Ttd INO S RAWITA Kepala Badan


SELATAN

Inspiratif dan Informatif

5

Edisi XII Thn. II

28 - 11 Juni 2014

4 Lokasi jadi Calon Kantor Samsat Malingping LEBAK, VISIMEDIA - Untuk mendirikan kantor Sistem Adminstrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Malingping, Biro Perlengkapan dan Aset Provinsi Banten, tengah menyiapkan lahannya. Berdasar survey, ada empat titik yang dianggap representatif untuk pembangunan kantor yang akan didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten sebesar Rp 4 miliaran. “Untuk pembangunan kantor Samsat Malingping saat ini baru pada tahap persiapan yakni persiapan penentuan lahan,” ujar kepala Biro Perlengkapan dan Aset Daerah Provinsi Banten Wira Hadi kepada wartawan.. Wira menjelaskan, dari hasil survey yang dilakukan, pihaknya telah menemukan sejumlah lokasi yang masuk dalam kategori strate-

gis yaitu di empat titik. “Ke empat titik yang masuk kategori strategis dan masuk dalam alternative pilihan yakni satu titik di Desa kadujajar, dua titik di Desa Sukamanah dan sati titik di Desa Cilangkhan yang kesemuanya berada di wilayah Kecamatan Malingping,” jelasnya. Dikatakan Wira, saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan steakholders yang ada diwilayah Kecamatan Malingping. Langkah ini dilakukan agar pelaksanaannya selain sesuai dengan harapan masyarakat juga dapat berjalan lancar. “Pembangunan kantor Samsat Malingping juga sebagai upaya Pemprov mempersiapkan infrastruktur menyongsong terbentuknya Daerah Otonomi Baru (DOB) Cilangkahan yang saat ini dalam proses pembentukan, dimana

Malingping sesuai dengan kajian yang telah dilakukan merupakan calon pusat pemerintahan Ibukota Kabupaten Cilangkahan,” katanya. Wira mengemukakan, luas lahan untuk pembangunan kantor Samsat Malingping, sekitar 5000 meter hingga 9500 meter harus berada dilokasi bebas banjir banjir, akses ke jalan raya lebih dekat, jauh dari tempat pembungan sampah dan tidak terlewati oleh saluran tegangan tinggi (Sutet), “Beberapa hal itu merupakan katagori yang akan dijadikan bahan pertimbangan untuk menentukan lokasi mana yang paling layak dari ke empat lokasi yang sudah disurvey. Mudah-mudahan pada tahun 2015 pembangunan kantor tersebut dapat terlealisai dengan baik,” imbuhnya.(M.Rizky)

tinggalan, ketidakadilan, dan bangkit dari kemiskinan dan kebodohan,”katanya. Bupati juga mengatakan, kebangkitan nasional adalah hari lahirnya semangat kebangsaan dan kesatuan Indonesia, “Dengan semangat pembangunan nasional mari kita rubah pandeglang kearah yang lebih bagus lagi, perubahan itu bisa kita lakukan secara bersama – sama antara Pemerintah, swasta dan masyarakat,” jelasnya. Usai pelaksanaan acara tersebut, Bupati Pandeglang Erwan Kurtubi didampingi Wakil Bupati Heryani memberikan Pasport dan pema-

sangan jas secara simbolis kepada para Siswa yang akan diberangkatkan ke Malaysia melalui program LK2S (Lulus, Kerja, Kuliah dan Sarjana). Adapun siswa yang diberangkatkan ke Malaysia sebanyak 30 orang diataranya Elsa dari SMAN 3 Pandeglang, Elsi SMAN 3 Pandeglang, Asmirah SMKN 3 Pandeglang, Nani SMKN 3 Pandeglang dan Hayanti SMKN 3 Pandeglang. Hadir dalam acara ini Muspida Kabupaten Pandeglang, Kepala Rutan Pandeglang Akbar Amnur, Sekda Pandeglang Dodo Juanda, Para Assisten dan Para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).(Rudi)

Erwan: Pandeglang Sudah Tak Tertinggal PANDEGLANG, VISIMEDIA - Bupati Pandeglang Erwan Kurtubi menyatakan saat ini Kabupaten Pandeglang secara fisik sudah tidak bisa disebut sebagai daerah tertinggal. Itu semua dilihat dari progres pembangunan infrastruktur yang dilakukan di beberapa wilayah yang ada di wilayah yang dikenal dengan seutan Kota Santri itu. “Kami sadar bahwa pembangunan dalam bidang infrastruktur belum memenuhi persyaratan , tapi sedikitnya sudah cukup memadai tinggal kita terus tingkatkan lagi ke arah yang lebih baik lagi,” demikian disampaikan Bupati Erwan usai pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasioanal tingkat Kabupaten Pandeglang tahun 2014 di Alun – alun Pandeglang, Selasa (20/5). Dikatakannya, banyak hal yang dapat dilakukan dalam memaknai hari kebangkitan Nasional yang salah satunya menumbuhkan rasa kebangsaan dalam diri kita masing – masing, “Menumbuhkan rasa kebangsaan dalam diri kita merupakan kebangkitan nasional. Oleh karena itu saya mengajak kepada seluruh masyarakat Pandeglang mari kita bangkit dari suatu keterpurukan, dari keter-

Dinkes Lebak Segera Tangani Makri VISIMEDIA, LEBAK – Warga Makri, 40,warga Kampung Sempur, Desa Padasuka Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak menderita penyakit aneh. Sejak 20 tahun lalu, sekujur tubuhnya dipenuhi benjolanbenjolan. Namun, sepertinya penderitaan pria ini tidak lama lagi akan berakhir. Dinas Kesehatan (DInkes) Kabupaten Lebak, akan menurunkan timnya guna melakukan pengecekan terhadap penyakit yang diderita Makri. Hal ini dibenarkan Sarkali, tokoh masyarakat Kecamatan Maja. Kata dia, beberapa orang dari Puskesmas Maja, telah mendatangi kediaman Makri. Menurut Sarkali, penyakit yang diderita Makri ini menjadi perhatian pemerintah, setelah Badan Kesehatan Indonesia Raya (Kesira) menyampaikannya langsung ke pemerintah. “Berkat Kesira, Makri akan segera mendapat pena-

nganan yang layak,” ucapnya. Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat (Yankesmas) pada Dinkes Lebak, Heru Haerudin, menyatakan bahwa pihaknya akan segera menurunkan tim, guna menyelidiki penyakit Makri. Menurutnya, berdasarkan foto-foto Makri yang didapat pihaknya, dugaan sementara Makri menderita penyakit kulit yang langka, Neuro Fibroma. “Penyakit ini memang terlihat mengerikan, tapi masyarakat jangan takut, penyakit ini tidak menular,” ungkapnya. Namun, katanya lagi, itu baru merupakan dugaan awal saja, karena baru berdasarkan gambar foto saja. Nanti , lanjutnya, setelah tim melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, barulah dapay disimpulkan penyakit yang di deritai Makri tersebut. “Yang jelas, penanganannya akan memakan waktu yang lama,” imbuhnya. (Bhai)

P3A Mitra Cai Dapat Pelatihan SEJUMLAH Kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) mitra Cai mengikuti pelatihan soal pengairan di Hotel Wira Carita Senin (19/5). Kegiatan ini merupakan kegiatan tahap pertama di tahun ini dan merupakan upaya Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bidang Pengairan dalam memberikan pembinaan kepada P3A di wilayahnya. Bupati Pandeglang Erwan Kurtubi dalam sambutannya mengatakan Kelompok P3A Mitra Cai merupakan salah satu bentuk perkumpulan petani dengan kegiatan yang dikhususkan pada pengelolaan dan pembagian air irigasi. Dengan adanya kelompok P3A Mitra Cai ini, penggunaan air irigasi menjadi lebih efisien sehingga sangat membantu petani pemakai air. “Dengan diadakannya pelatihan ini bisa menambah wawasan dan pengetahuan bagi para anggota P3A Mitra cai yang ada di Kabupaten Pandeglang,”,katanya. Dikatakannya, guna mewujudkan suatu kelompok P3A Mitra Cai yang kuat dan mandiri, maka perlu dilakukan suatu upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia kelompok P3A Mitra Cai khususnya aspek pengetahuan, sehingga dapat mengelola kelompok P3A Mitra Cai secara lebih baik. “Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melakukan pelatihan pada kelompok P3A Mitra Cai yang saat ini dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum bidang Pengairan,”lanjutnya. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Pandeglang Enantosin mengatakan, kegiatan ini rutin dilaksanakan tiap tahun nya guna meningkatkan pemaNET haman dan pengetahuan para peserta P3A Mitra Cai tentang irigasi sehingga dapat diterapkan pada kehidupan sehari – hari, “Ini merupakan salah satu upaya Pemerintah untuk peningkatan pengetahuan masyarakat dan para petugas dari UPT Dinas Pekerjaan Umum. Dengan kegiatan inipula diharapkan dapat menambah pengetahuan yang cukup bagi para peserta tentang irigasi dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari - hari,” katanya. Sementara ketua pelaksana kegiatan dan juga Kepala Bidang (Kabid) Pengairan Pada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Wahyudi mengatakan, acara ini akan diselenggarakan selama 4 (empat) hari dimulai dari tanggal 19 – 23 Mei di Hotel Wira Carita, “Untuk peserta sebanyak 40 orang, dan masing – masing kelompok mitra cai mengirimkan perwakilan sebanyak satu orang,” lanjutnya. Usai acara pembukaan, Bupati Pandeglang menyematkan tanda peserta kepada 2 orang P3A Mitra Cai secara simbolis diantaranya Dede dari kelompok Mitra Cai Cisuwuk dan Ustd Asik dari kelompok Mitra Cai Cisurog.(Rudi)

DINAS PENDAPATAN DAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH PROVINSI BANTEN Mengucapkan

HARI LAHIRNYA PANCASILA 1 Juni 2014

“Perkuat Pancasila Perkuat RI!” Ttd H. ZAEN AL MUTT A QIEN, SP ZAENAL MUTTA SP,, MM

DRS. H. TOTON SURYAWINATA


Edisi XII Thn. II

6

INVESTIGASI

Inspiratif dan Informatif

28 - 11 Juni 2014

Ketika Investasi Mayora Berujung Penolakan Warga

NET

VISIMEDIA, SERANG - Pemerintah agaknya terlalu memikirkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) saja, tanpa menghiraukan aspirasi dari masyarakatnya. Ini tercermin dari kerapnya muncul penolakan di masyarakat terhadap kehadiran investor yang hendak melakukan eksploitasi di disuatu kawasan. Masih kental diingatan kita bagaimana rusuhnya demo penolakan warga Kecamatan Padarincang terhadap kehadiran pabrik air minum dalam kemasan, yang dibiayai oleh Danone pada akhir 2010 lalu. Ketika itu, masyarakat bukan hanya melakukan perusakan pada pabrik tersebut, tetapi juga membakar sejumlah bangunan yang ada di lokasi. Begitupun dengan penambangan pasir di perairan laut Lontar, Tirtayasa,

Kabupaten Serang, pada 2013 kemarin. Sekitar seribuan massa dari dari warga, nelayan Lontar, Front Aksi Mahasiswa (FAM) Banten, HAMAS, FKPN,GMNI, WALHI, KIARA, AGRA, dll, yang tergabung Aliansi Rakyat Gugat Penambangan Pasir Laut (Argapalut) berunjukrasa di halaman kantor Pemkab Serang. Dalam aksi tersebut, selain meminta pencabutan Surat Keputusan (SK) izin penambangan pasir di perairan laut Lontar, massa juga meminta pengusutan kekerasan terhadap nelayan, yang diduga dilakukan oleh oknum aparat kepolisian. “Ada yang salah dalam penerapan sistem perizinan yang dilakukan oleh Pemkab Serang terkait eksploitasi sumber daya alam,” ujar Yulfris Koto,

rintah, menurutnya, Pemkab Serang justru kerap mengeluarkan izin untuk perusahaan-perusahaan yang mengeksploitasi sumber daya alam. “Penambangan pasir kerap dituding sebagai biang kerusakan lingkungan, begitupun dengan pengelolaan air minum, tapi nyatanya pemerintah malah mengizinkannya. Ini harus jadi pertimbangan kedepan,” tuturnya. Sementara itu, Sekjen Paguyuban As Salam, Hasanudin Walet, mengatakan tingginya penolakan masyarakat terhadap investor tidak terlepas dari kebijakan pemerintah yang selalu kucingkucingan dalam mengeluarkan izin. Selain itu, tambahnya, pemerintah juga selalu tidak transparan dalam mengelola Corporate Social Responsibility (CSR). “Pemerintah tidak pernah melibatkan masyarakat sekitar perusahaan dalam mengelola dana CSR. Ini yang kerap memicu kemarahan warga,” ujarnya. Dia mencontohkan, kasus yang terjadi baru-baru ini, yaitu aksi unjuk rasa masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Pantai Utara (Ampera) Kabupaten Serang. Kata

Walet, mereka menuntut pemberian program CSR dari rencana penambangan pasir laut di perairan Pulau Tunda, tidak dikelola pihak lain, selain dari pihak desa dan warga. “Warga beralasan, dana CSR dari perusahaan sebelumnya, yang dikelola pihak lain tidak diterima sepenuhnya oleh warga. Menurut warga, dana yang tidak diterima tersebut mencapai hingga Rp1 miliar, dari total Rp14 miliar yang harusnya diterima. Wajar jika warga kecewa dan emosinya tersulut,” paparnya. Dia berharap, Pemkab Serang tidak mengulangi hal serupa pada rencana pembangunan pabrik Mayora yang sedang berjalan saat ini. Menurutnya, Bupati harus turun langsung menemui warga, guna mendengarkan keluhan dari masyarakatnya. “Jangan mentangmentang sudah pegang tokoh disana, lalu masyarakat diabaikan. Jika ini terjadi, bukan tidak mungkin kasus Danone terulang lagi dan tentunya ini akan mencoreng Pemkab Serang dalam dunia investasi, karena dianggap tidak dapat memberikan jaminan keamanan bagi investor,” pungkasnya. (Tim)

pengamat kebijakan publik Provinsi Banten, menanggapi banyaknya aksi penolakan warga terhadap investor. Kata dia, seharusnya investasi dapat memberikan kesempatan dan peluang kerja yang luas bagi rakyat, bukan hanya dikuasai oleh segelintir orang. Selain itu itu, lanjutnya, investasi juga harus mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. “Tapi kenyataannya mau masuk kerja, mereka harus bayar ke sejumlah oknum calo tenaga kerja. Jangan hanya berpikir pendapatan asli daerah saja, tapi juga pikirkan pendapatan masyarakat,” ucapnya. Selain itu, katanya lagi, investasi juga tidak boleh menimbulkan masalah bagi lingkungan dan tidak boleh menguasai sektor publik, seperti air. Namun ini justru diabaikan oleh pemeNET

Pemerintah Harus Bertanggungjawab VISIMEDIA, SERANG – Kerapnya timbul penolakan di masyarakat terhadap investasi atau perusahaan besar sepenuhnya merupakan tanggungjawab Pemerintah. Pemerintah harus bisa memberikan pema-

Dr. Agus Sjafari,M.Si

haman tentang berbagai manfaat atas keberadaan perusahaan tersebut. Dikatakan Dr. Agus Sjafari,M.Si, Pengamat Sosial dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), timbulnya gejolak di masyarakat atas kehadiran investor, mencerminkan lemahnya sosialisasi dari pemerintah kepada masyarakat. Seharusnya, kata dia, pemerintah jauh-jauh hari melakukan pendekatan dan mensosialisasikan rencana pembangunan industri disuatu wilayah. “Sosialisasi ini memerlukan waktu yang lama, bukan hanya sehari-dua hari. Jika dilakukan terburu-buru, justru akan menimbulkan antipati di masyarakat, seperti yang kerap terjadi,” ucap Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Untirta ini. Menurutnya, Pemerintah dengan mengandeng investor harus bersama-sama turun langsung ke masyarakat guna menyerap aspirasi dan keluhan dari masyarakat. Jika itu dilakukan, ia yakin, investasi macam apapun akan mendapat respon yang positif dari masyarakat. “Ketika menemukan keluhan di masyarakat segera carikan

solusinya, jangan lantas dibiarkan dan terus berlarut-larut. Ini yang kerap terjadi,” ujarnya. Lebih lanjut, Agus mengatakan, perusahaan pun harus mau berkomitmen mensejahterakan masyarakat, dalam artian melakukan perekrutan tenaga kerja lokal, yang sesuai dengan jenjang pendidikannya. Selain itu, urainya, perusahaan juga harus dapat membangun infrastruktur yang menjadi kebutuhan warga sekitar. “Saya rasa jika itu dilakukan, tidak akan ada penolakan dari masyarakat,” katanya. Namun, Agus mengingatkan, ketika sudah berjanji ke masyarakat, komitmen tersebut harus ditepati. Jika komitmen itu tidak ditepati, lanjut dia, tentunya akan menimbulkan kekecewaan di masyarakat, dan dapat berujung pada penolakan yang lebih keras dari masyarakat. “Jangan ketika pabriknya sudah berjalan, masyarakat sekitar justru ditinggalkan dan hanya jadi penonton. Ini akan jadi bom waktu bagi perusahaan,” paparnya. Hal ini pernah terjadi pada salah satu perusahaan di Balaraja, kata dia, alih-alih mempekerjakan tenaga lokal, perusahaan tersebut justru mematok sejumlah harga bagi masyarakat yang hendak bekerja disana. Akibatnya, kata dia, warga sekitar, yang notabene berprofesi sebagai petani, justru tidak dapat bekerja disana karena tidak dapat menyanggupi persyaratan

keuangan yang diminta perusahaan. “Akhirnya yang dapat bekerja disitu hanya orang luar saja, warganya hanya jadi penonton. Ini jangan sampai terjadi disini,” ucapnya, seraya menambahkan bahwa hal tersebut telah menjadi bahan penelitian dari salah seorang mahasiswanya. Selain itu, dia juga meminta, kepada pemerintah untuk konsekuen pada peraturan dalam menentukan lokasi suatu pabrik. Kata dia, ketika memang dilokasi tersebut peruntukannya hanya pertanian dan perikanan, maka jangan lantas mengeluarkan izin mendirikan pabrik disana. “Ketika pemerintah mengeluarkan izin yang menyalahi aturan, tentunya akan timbul kecurigaan di masyarakat bahwa pemerintahnya ada “main” dengan perusahaan tersebut,” jelasnya. Dia berharap, pemerintah dapat selalu transparan dalam setiap kebijakan yang dikeluarkannya, terlebih bila bersangkutan langsung dengan masyarakat. Sebab, tambahnya, dengan adanya transparansi tersebut, masyarakat bisa menimbang segala baik buruk dari keberadaan suatu perusahaan diwilayahnya. “Investasi itu sangat baik bagi perkembangan daerah, tetapi akan lebih baik lagi bila investasi ini mendatangkan manfaat bagi masyarakat. Jangan hanya karena alasan ekonomi daerah, kepentingan masyarakat lantas diabaikan,” pungkasnya.(Yan)


Inspiratif dan Informatif

INVESTIGASI

7

Edisi XII Thn. II

28 - 11 Juni 2014

Mayora Harus Angkat Kaki Rencana pembangunan pabrik air minum kemasan yang akan dilakukan oleh PT Mayora menuai kecaman dari masyarakat. Lokasi pabrik yang berada di dua wilayah, Kabupaten Serang dan Pandeglang ini, diyakini warga akan berdampak negatif bagi masyarakat ke depannya.

DOK

TIDAK tangung-tanggung, sejumlah tokoh masyarakat dan pimpinan pondok pesantren (Ponpes) di sekitar lokasi bakal pabrik tersebut menyatakan menolak keras keberadaan pabrik itu. Mereka menilai, keberadaan pabrik, yang kabarnya akan membutuhkan puluhan ribu karyawan ini, akan mengkontaminasi budaya lokal yang islami. Seperti dikatakan, Ustad Udi Machmudi, warga Kampung Pasirawi, Desa/Kecamatan Cidahu. Menurutnya, selama berabad-abad Cidahu sudah dikenal dengan julukan Seribu Santri, mengingat banyaknya pondok pesantren diwilayah tersebut. “Hampir setiap RT di Cidahu terdapat pondok pesantren. Bukan hanya dikenal di Indonesia saja, tapi juga sampai ke mancanegara Cidahu dikenal sebagai wilayah santri,” ucapnya. Dengan keberadaan pabrik ini, menurut Udi, akan berdampak pada berbondong-bondongnya masyarakat dari berbagai kalangan berusaha mencari peruntungan disini. Hal ini, kata dia, akan mebuka celah bagi masuknya budaya-budaya yang tidak sesuai dengan masyarakat Cidahu, yang agamis. “Dan ini akan berimbas pada merosotnya moral generasi muda disini,” ujarnya. Pada dasarnya, Udi mengaku, tidak menolak adanya pembangunan di daerahnya, namun seharusnya pemerintah juga memperhatikan kearifan lokal yang telah dijalankan masyarakat selama ini. Kata dia, alangkah baiknya jika pemerintah mengembangkan berbagai industri rumahan yang sudah ada disini, ketimbang memberikan izin pendirian pabrik. “Seharusnya pemerintah berkomunikasi dahulu dengan kami, para pemilik Ponpes disini. Jangan ujug-ujug (tiba-tiba) keluarkan izin begitu saja,” ujarnya menyayangkan sikap pemerintah tersebut. Kekhawatiran Udi Machmudi ini bukan tanpa alasan, berdasarkan pantauan VISIMEDIA dilokasi, semenjak adanya pembangunan pabrik yang dilakukan PT Mayora tersebut, sejumlah Ponpes yang ada terpaksa menghentikan kegiatannya. Hal ini dikarenakan, akses jalan menuju Ponpes mereka telah ditutup oleh perusahaan tersebut. Hal ini dibenarkan oleh Ustad Gojali, Pimpinan Ponpes Kampung Nyomplong, Cadasari. Kata dia, setelah adanya pembangunan pabrik tersebut, setidaknya sudah ada sekitar 5 Ponpes yang terpaksa menghentikan kegiatan belajar dan mengajarnya. “Jalan menuju ke kobo-

ng (Ponpes) mereka ditutup oleh PT Mayora. Akibatnya santri kesulitan untuk kesana, dan memilih pindah ke kobong yang lain,” ungkapnya. Bukan hanya itu saja, masyarakat juga mengeluhkan sikap arogan yang ditunjukan oleh perusahaan multinasional tersebut. Seperti dikeluhkan oleh Jahidi, warga Kampung Karamat, Desa/Kecamatan Cadasari, yang mengeluhkan tanahnya dipagar oleh Mayora, sehingga tidak dapat dimanfaatkan untuk bercocok tanam. “Tanah saya lokasinya ada dibagian dalam pabrik, sekarang sudah dipagar jadi tidak bisa dipakai. Padahal tanah itu belum saya jual ke Mayora,” keluhnya Diceritakan Jahidi, pada awalnya utusan dari Mayora mendatangi kediamannya untuk membeli tanah miliknya tersebut. Namun, kata dia, karena harga yang ditawarkan Mayora tidak sesuai dengan keinginannya, maka ia memutuskan untuk tidak menjualnya. “Tapi tiba-tiba tanah saya sudah ditembok oleh Mayora, akhirnya saya tidak dapat memanen sawah tersebut,” ujarnya sedih. Jahidi menambahkan, keengganannya untuk menjual tanah miliknya ini kepada Mayora dikarenakan perusahaan tersebut hanya menawarkan harga dibawah pasarnya. Padahal kata dia, untuk tanah produktif, dalam pembebasannya harus diganti tiga kali lipat dari harga pasaran karena telah menghilangkan mata pencaharian masyarakat, bila pun tidak perusahaan harus menyediakan lahan pengganti tiga kali lebih luas dari lahan yang dibebaskan. “Lahan penggantinya kan tidak ada, berarti pembayarannya yang harus tiga kali lipat. Ini jelas diamanatkan dalam undang-undang 41 Tahun 2009,” paparnya. Sementara itu Ustad Ojang, warga Desa Salakanagara, Kecamatan Cidahu, mengungkapkan bahwa masyarakat tidak pernah menyatakan persetujuannya atas keberadaan pabrik tersebut. Dia mengungkapkan, warga pernah diperdaya oleh pihak Mayora, yang mengklaim bahwa telah mendapatkan tandatangan persetujuan dari masyarakat. “Padahal dulu itu kami hanya tanda tangan untuk daftar hadir saja, tapi itu ternyata dirubah menjadi bukti persetujuan kami. Tentunya kami menolak hal tersebut,” terangnya. Akibat adanya protes dari masyarakat atas pemalsuan tanda tangan ini, Mayora menawar-

kan sejumlah pembangunan infrastruktur bagi warga, guna meredam emosi warga. Ketika itu, kata Ojang lagi, Mayora setuju untuk membangunkan tempat ibadah, jalan, dan penyediaan air bersih bagi warga. “Tapi janji hanya tinggal janji saja, Mayora hanya memperbaiki Mushola saja, bukan membangun yang baru. Sedangkan janji lainnya tidak pernah direalisasikan,” paparnya. Untuk itu dia meminta, kepada Pemerintah Kabupaten Pandeglang agar membatalkan izin pendirian pabrik Mayora tersebut. Menurutnya, ada beberapa aturan yang telah dilabrak dalam pendirian pabrik tersebut, antara lain perda tentang izin usaha serta undang-undang 41 Tahun 2009 tentang perlindungan lahan pertanian dan ketahanan pangan berkelanjutan, yang mengharuskan pengantian tiga kali lipat atas hilangnya lahan produktif. “Lokasi yang dibangun ini merupakan lahan produktif. Apalagi luasannya mencapai belasan hektar. Kemudian dimana lahan pengganti yang sudah disiapkan. Bagaimana dengan dampak yang muncul di masyarakat akibat pembangunan perusahaan tersebut,” katanya. Selain itu, tambahnya, keberadaan Mayora ini dipastikan juga akan mengurangi pasokan air bagi masyarakat. “Dalam produksinya, pabrik ini akan menyedot air secara besar-besaran. Ini terbukti dari jumlah sumurnya yang puluhan titik, dengan kedalaman hingga 150 meter. Masyarakat pasti akan kehabisan air, jika ini dibiarkan,” ujarnya. Begitupun dengan bak penampung air yang saat ini sedang dibuat oleh Mayora, kata dia, bak penampung tersebut memiliki kedalaman hingga 16 meter. Padahal, tambah Ojang, sumur warga disini hanya memiliki kedalam sekitar 6 meter saja. “Saya sempat tanya ke pekerja disana, memang dalamnya hingga 16 meter. Ini akan menganggu ketersediaan air di masyarakat,” imbuhnya. Penolakan yang sama juga dilontarkan oleh KH. Izudin, Tokoh Masyarakat Cidahu. Kata dia, dengan tingginya ekploitasi air tanah, dikhawatirkan dapat mengakibatkan penurunan muka tanah. “Hal ini sudah terjadi di Jakarta, yang 75 persen kebutuhan air baku rumah tangganya menggunakan air tanah. Akibat hal tersebut, kawasan Monas mengalami penurunan muka tanah hingga 7 centimeter tiap tahunnya,” paparnya. Hal yang sama pun, kata dia, dapat terjadi di

Cidahu ini. Jika sudah begitu, lanjutnya, masyarakatlah yang paling dirugikan. “Apalagi ini daerah yang banyak tebingnya, jika airnya disedot terus tidak menutup kemungkinan akan menyebabkan bencana longsor. Jika tetap dibiarkan, artinya pemerintah telah mengabaikan keselamatan warganya. Pemerintah lebih mementingkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) ketimbang nyawa warganya. Mayora harus ditutup,” pungkasnya. Ditemui terpisah, Apip, warga Kampung Honje, Desa Suka Indah Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, juga menyampaikan penolakannya atas keberadaan PT Mayora tersebut. Kata dia, meski di Baros hanya untuk pergudangan saja, namun keberadaannya telah menutup sejumlah mata air disana. “Sekurangnya ada 3 mata air yang tertutup akibat keberadaan Mayora itu, yakni sumber air Cigintung, Cikandondong dan Kadusampang,” ungkapnya. Lagipula, katanya lagi, berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Serang Tahun 2011-2031, Kecamatan Baros peruntukannya hanya untuk pertanian dan perikanan, bukan industri. Selain itu, tambahnya, masih berdasarkan Perda tersebut, Baros diploting sebagai salah daerah untuk resapan air dan cekungan air tanah. “Artinya tidak boleh ada eksploitasi air besar-besaran di Baros ini. Tapi Mayora malah membuat sumur bor yang sangat dalam disini,” ujarnya. Dia berharap, Pemkab Serang untuk terus konsisten tidak mengeluarkan izin bagi PT Mayora ini. Jika ternyata Pemkab mengeluarkan izinnya, kata dia, maka patut diduga ada oknum pemerintah yang bermain dalam prosesnya. “Bupati harus menindak tegas mereka yang bermain itu. Kalau perlu penjarakan saja, karena sudah menyalahi aturan yang ada,” tegasnya. Abu Hasim, warga lainnya mengatakan, dia tidak mau mewariskan daerah yang kering kerontang bagi anak cucunya kelak. Karena itu, dia secara tegas menolak keberadaan perusahaan apapun yang bermaksud melakukan eksploitasi diwilayahnya. “Jangan sampai alam yang subur dan air melimpah hanya menjadi dongeng sebelum tidur bagi anak cucu kita. Eksploitasi alam hanya akan menyengsarakan kita dan keturunan kita kelak,” tegasnya. (Tim)


Edisi XII Thn. II

KELILING JAGAT

8

Inspiratif dan Informatif

28 - 11 Juni 2014

Pemerintah Iran Blokir Instagram

Pohon Dicaci-maki Sampai Tumbang

NET

SATU lagi layanan sosial media yang harus diblokir oleh pemerintah Iran. Setelah sebelumnya memblokir aplikasi messenger WhatsApp karena dianggap sebagai bagian dari zionis, kini mereka melakukan pemblokiran serupa untuk aplikasi Instagram. Seperti halnya WhatsApp, Instagram merupakan sebuah layanan yang dipunyai oleh Facebook, jejaring sosial terbesar dunia yang didirikan oleh Mark Zuckerberg. Namun alasan pemblokiran Instagram kali ini bukan karena layanan tersebut dipunyai oleh Zuckerberg yang zionis. Mereka pun mengatakan kalau aplikasi Instagram telah melanggar hak-hak privasi para penggunanya yang ada di Iran. Pemerintah Iran pun telah menerima laporan adanya pelanggaran tersebut. Terkait banyaknya laporan tersebut, Kementerian Telekomunikasi Iran pun memutuskan untuk memblokir layanan Instagram. Beberapa media lokal Iran pun telah mengkonfirmasi adanya pemblokiran trsebut. Namun terdapat beberapa pengguna Instagram di Iran yang ternyata masih bisa mengakses akunnya. Kemungkinan besar kebijakan tersebut belum secara efektif diberlakukan oleh Iran. Menurut laporan dari Softpedia, Instagram menjadi layanan sosial media keempat yang diblokir oleh pemerintah Iran. Sebelumnya, mereka telah memblokir aplikasi sosial media seperti Facebook, Twitter serta WhatsApp.(NET)

Ada salah satu kebiasaan yang ditemui pada penduduk yang tinggal di sekitar kepulauan Solomon, yang letaknya di Pasifik Selatan, yakni meneriaki pohon. Untuk apa ? Kebisaan ini ternyata mereka lakukan apabila terdapat pohon dengan akar-akar yang sangat kuat dan sulit untuk dipotong dengan kapak. INILAH yang mereka lakukan, jadi tujuannya supaya pohon itu mati. Caranya adalah, beberapa penduduk yang lebih kuat dan berani akan memanjat hingga ke atas pohon itu. Lalu, ketika sampai di atas pohon itu bersama dengan penduduk yang ada di bawah pohon, mereka akan berteriak sekuat-kuatnya kepada pohon itu. Mereka lakukan teriakan berjam-jam, selama kurang lebih empat puluh hari. Dan, apa yang terjadi sungguh menakjubkan. Pohon yang diteriaki itu perlahan-lahan daunnya akan mulai mengering. Setelah itu dahan-dahannya juga mulai akan rontok dan perlahan-lahan pohon itu akan mati dan dengan demikian, mudahlah ditumbangkan. Kalau kita perhatikan apa yang dilakukan oleh penduduk primitif ini sungguhlah aneh. Namun kita bisa belajar satu hal dari mereka. Mereka telah membuktikan bahwa teriakanteriakan yang dilakukan terhadap mahkluk hidup tertentu seperti pohon akan menyebabkan benda tersebut kehilangan rohnya. Akibatnya, dalam waktu panjang, makhluk hidup itu akan mati. Nah, sekarang, apakah yang bisa kita pelajari dari kebiasaan penduduk primitif di kepulauan Solomon ini ? O, sangat berharga sekali! Yang jelas, ingatlah baik-baik bahwa setiap kali Anda berteriak kepada mahkluk hidup tertentu maka berarti Anda sedang mematikan rohnya. Pernahkah Anda berteriak pada anak Anda ? Ayo cepat ! Dasar lelet! Bego banget sih. Hitungan mudah begitu aja nggak bisa

dikerjakan? Jangan main-main disini! Berisik ! Bising ! Atau, pernahkah Anda berteriak kepada orang tua Anda karena merasa mereka membuat Anda jengkel ? Kenapa sih makan aja berceceran ? Kenapa sih sakit sedikit aja mengeluh begitu? Kenapa sih jarak dekat aja minta diantar ? Mama, tolong nggak usah cerewet, boleh nggak? Atau, mungkin Anda pun berteriak balik kepada pasangan hidup Anda karena Anda merasa sakit hati? Saya nyesal kawin dengan orang seperti kamu tahu nggak! Bodoh banget jadi laki nggak bisa apaapa ! Aduh. Perempuan kampungan banget sih !? Atau, bisa seorang guru berteriak pada anak didiknya? E, tolol. Soal mudah begitu aja nggak bisa. Kapan kamu jadi pinter? Atau seorang atasan berteriak pada bawahannya saat merasa kesel? Karyawan kayak kamu tuh kalo pergi aku kagak bakal nyesel. Kerja gini nggak becus ? Ngapain gue gaji elu ? Ingatlah ! Setiapkali Anda berteriak pada seseorang karena merasa jengkel, marah, terhina, terluka ingatlah dengan apa yang diajarkan oleh penduduk kepulauan Solomon ini. Mereka mengajari kita bahwa setiap kali kita mulai berteriak, kita mulai mematikan roh pada orang yang kita cintai. Kita juga mematikan roh yang mempertautkan hubungan kita. Teriakan-teriakan, yang kita keluarkan karena emosi-emosi kita perlahanlahan, pada akhirnya akan membunuh roh yang telah melekatkan hubungan kita. Jadi, ketika masih ada kesempatan untuk

berbicara baik-baik, cobalah untuk mendiskusikan mengenai apa yang Anda harapkan. Coba kita perhatikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Teriakan, hanya kita berikan tatkala kita bicara dengan orang yang jauh jaraknya, bukan? Nah, tahukah Anda mengapa orang yang marah dan emosional, mengunakan teriakan-teriakan padahal jarak mereka hanya beberapa belas centimeter. Mudah menjelaskannya. Pada realitanya, meskipun secara fisik mereka dekat tapi sebenarnya hati mereka begituuuu jauhnya. Itulah sebabnya mereka harus saling berteriak ! Selain itu, dengan berteriak, tanpa sadar mereka pun mulai berusaha melukai serta mematikan roh pada orang yang dimarahi kerena perasaan-perasaan dendam, benci atau kemarahan yang dimiliki. Kita berteriak karena kita ingin melukai, kita ingin membalas. Jadi mulai sekarang ingatlah selalu. Jika kita tetap ingin roh pada orang yang kita sayangi tetap tumbuh, berkembang dan tidak mati, janganlah menggunakan teriakanteriakan. Tapi, sebaliknya apabila Anda ingin segera membunuh roh pada orang lain ataupun roh pada hubungan Anda, selalulah berteriak. Hanya ada 2 kemungkinan balasan yang Anda akan terima. Anda akan semakin dijauhi. Ataupun Anda akan mendapatkan teriakan balik, sebagai balasannya. Saatnya sekarang, kita coba ciptakan kehidupan yang damai, tanpa harus berteriakteriak untuk mencapai tujuan kita.(NET)

NET

Adu Angsa Ala Rusia PERMAINAN adu binatang ada di mana-mana. Kalau di Indonesia dikenal adu ayam atau adu domba, maka di Rusia ada adu angsa. Setiap tahun, rakyat Suzdal, sebuah kota kecil di sebelah timur laut Moskow, Rusia, berkumpul di Museum Arsitektur Kayu untuk menonton adu angsa tradisional. Penduduk setempat langsung mengelilingi lingkaran yang juga berfungsi sebagai ring pertandingan, menyaksikan angsa-angsa yang akan diadu. Tampaknya, musim dingin yang semakin dingin semakin membuat unggas besar itu lebih agresif. Tahun ini suhu berada jauh di bawah nol, sehingga angsa itu mulai bertempur dengan seketika begitu dilepaskan. Dari dua kelompok angsa yang dilepaskan ke dalam ring, tetapi hanya dua ekor yang ambil bagian dalam konfrontasi saat ini. Sementara seluruh penonton bersorak-sorai. Tapi ini bukan pertarungan yang penuh darah. Tidak seperti adu ayam jantan yang berdarahdarah, adu angsa jauh lebih lembut. Paling-paling hanya beberapa bulu lawan yang tercerabut akibat gigitan paruh angsa.(NET)

Merpati pun Bisa Modis TERNYATA tidak hanya manusia yang ingin tampil modis. Seekor burung merpati Jacobin yang diperkirakan asal Asia Selatan ini tidak mau kalah. Dengan bulu di lehernya yang seakan memakai “jaket bulu�, membuat burung ini tampak cantik dan “modis�. Sebenarnya burung ini adalah jenis merpati yang paling tua di dunia yang nyaris tidak diketahui dimana asal usul pengembang biakannya. Beberapa ahli percaya asal burung ini dari India. Tetapi para ahli lain menyatakan burung ini berasal dari Siprus. Jenis burung

ini berkembang biak di Eropa sekitar abad ke 16. Meski telah berkembang biak selama berabad-abad, merpati Jacobin mengalami perubahan yang luar biasa dalam 80 tahun ini. Tubuhnya agak kecil, ramping dan berukuran sedang. Bulu dan kakinya panjang, sedangkan ekornya ramping. Dengan bulu lebat dan tegak di lehernya, membuat kepala burung ini hanya terlihat dari depan. Posturnya yang tegap, membuat burung ini nampak lebih menawan.

Nama Jacobin diambil karena mirip dengan para biarawan Jacobin, yang selalu memakai tudung kepala berbulu. Ternyata burung ini juga merupakan kesayangan Ratu Victoria Inggris. Pada saat itu ia mengupayakan spesimen yang luar biasa agar koleksi burung ini meningkat. Meski burung ini tampak halus dan mewah, tetapi sebenarnya jenis ini sangat rapuh. Selain karena makannya yang sedikit, bulu lebat di lehernya membuat dia tidak bisa terbang terlalu jauh. (wk/de) NET


GARIS HUKUM

Inspiratif dan Informatif

9

Edisi XII Thn. II

28 - 11 Juni 2014

Pejabat Pemkot Didakwa Menganiaya

SERANG, VISIMEDIA - Sidang perdana kasus penculikan dan penganiayaan terhadap Miftah akhirnya digelar di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Kamis (22/5). Terdakwa Ferry Mulyadi dan Wahyu Nurjamil yang juga pejabat pada Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPTPM) mendapat dukungan dari ratusan massa dari perkumpulan Tjimande Tari Kolot Kebon Djeruk Hilir (TTKKDH) yang memadati halaman PN Serang. Dalam sidang yang dipimpin hakim Lian Henry S didamingi dua anggotanya Dio Suhada dan Luthi dengan Jaksa Penuntut

Umum (JPU) Teguh, dua terdakwa didampingi penasehat hukumnya dari Kantor hukum Julianto dan rekan. Kedua terdakwa dijerat dengan pasal berlapis, Pasal 328 dan 170 KUHP. Dalam dakwaan JPU, perbuatan kedua terdakwa bermula pada 13 Februari 2014 sekitar pukul 17.00, di tukang bakso di kawasan Kaujon, Kota Serang. Saat itu saksi korban Miftah sedang makan bakso bersama teman perempuan. Tiba-tiba didatangi terdakwa FM yang langsung menghampiri korban dan mengajak paksa korban ikut dengannya menggunakan mobil Kijang A 1250 KD ke sebuah

Cafe di kawasan Ciracas, Kota Serang. Setibanya di Cafe tersebut, korban dipukul oleh kedua terdakwa dengan tangan kosong dan gagang golok. Bahkan korban diancam dibunuh jika sampai melaporkan ke pihak keluarga atau berwajib. Akibat kejadian tersebut berdasarkan visum dokter, terdakwa mengalami luka memar di wajah, bawah telinga dan tengkuk, serta luka lecet di lengan dan punggung. “Perbuatan terdakwa tersebut melanggar sebagaimana diatur dan diancam pasal 328 dan 170 KUHP,” kata JPU. Sementara itu, sebelum sidang ditutup majelis hakim, KH Muhtadi Dimyati dan saksi Fahmi dihadirkan hakim untuk mengklarifikasi surat perdamaian antara pelaku dan korban yang ditandatangani KH Muhtadi Dimyati dari Cidahu, Pangelang, Banten. Dalam kesempatan tersebut, KH Muhtadi membenarkan, dia telah menandatangani surat perdamaian antara pihak korban dan pelaku. “Benar pak hakim, saya yang membuat pernyataan tersebut. Karena antara korban dan terdakwa masih saudara,” kata Abuya Muhtadi. Hal itu dibantah oleh korban, bahwa dia tidak sedarah dengan Abuya Muhtadi. “Saya kenal dengan beliau (Abuya Muhtadi) sebagai tokoh masyarakat, bukan saudara sedarah,” kata Miftah, seraya mengatakan dia tidak merasa membuat surat pernyataan perdamaian dengan terdakwa. Meski demikian, korban di persidangan secara pribadi memaafkan dua terdakwa. “Secara pribadi saya sudah memaafkan perbuatan terdakwa. Namun masalah hukum tetap berlanjut,” terang Miftah. (Yanti)

Wanita Ditemukan Tewas dengan Luka Tusuk

SERANG, VISIMEDIA - Sesosok mayat wanita muda yang diduga korban pembunuhan membuat geger warga Kelurahan Tembong, Kecamatan Cipocokjaya, Kota Serang. Wanita yang diperkirakan berusia 23 tahun itu ditemukan dengan sejumlah luka tusukan pada bagian perut dan pinggang belakang. Untuk proses penyidikan, jenazah dilarikan ke RSUD Serang. Kapolsek Cipocok Jaya, Kompol Agus Purwa mengatakan mayat wanita tanpa identitas ini ditemukan oleh anak-anak sekolah yang akan bermain sepakbola di lapangan bola Kampung Pule, Kelurahan Tembong, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Sabtu (24/5) sekitar pukul 07.00 WIB. Tubuh wanita naas berpakaian tang top biru dan rok span warna hitam ditemukan tergolek di pinggir lapangan. Penemuan mayat ini mengundang warga setempat untuk berbondong-bondong melihat kondisi mayat. Meski demikian, kata Kapolsek, tidak ada satupun warga yang mengenali wajah korban. “Diduga korban bukan warga setempat karena tak ada satupun warga yang mengenali wajah korban,” tutur Kapolsek. Berdasarkan hasil identifikasi, ciri-ciri korban berusia sekitar 23 tahun, berwajah cantik dan berambut ikal sebahu, serta tinggi sekitar 150 cm. Dikatakan Kapolsek, ada luka tusuk pada bagian perut dan pinggang belakang. “Bagi warga yang merasa kehilangan salah satu anggota keluarganya atau mengenali ciriciri korban, segera lapor ke kantor polisi terdekat atau langsung ke RSUD Serang,” kata Kapolsek.(Yanti)

Penyelundupan 1,2 Ton Daging Celeng Digagalkan

Siswa SMPN 4 Leuwi damar bersama anak-anak Baduy tengah serius mengikuti sosialisasi Narkoba

Masyarakat Baduy usai ikut sosialisasi Narkoba di Kampung Ciboleger

Sugiona, Kepala Bidang Pencegahan BNN Provinsi Banten

BNNP Banten Sosialisasikan Bahaya Narkoba Ke Baduy BADAN Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Banten belum lama ini bertandang ke Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak. Dalam kunjungannya ini, BNNP menyempatkan untuk mensosialisasikan tentang bahaya penyalahgunaan Narkoba bagi murid-murid di SMPN 4 Leuwi Damar, yang belokasi di Kampung Ciboleger dan termasuk ke dalam lingkungan Baduy. Kepala Sekolah SMPN 4 Leuwidamar, Asep, M.Pd sengaja mengundang Badan Narkotika Nasional Provinsi Banten agar pelajar di sekolah yang dipimpinnya tersebut dapat lebih paham tentang bahaya narkoba. Dari kegiatan sosialisasi, yang diikuti 200 peserta ini, diharapkan pelajar dan masyarakat Kampung Ciboleger bisa bebas dari narkoba. “Kami sengaja mengundang BNNP Banten untuk memberikan pemahaman bahaya narkoba ke masyarakat disini,khususnya siswa kami. Dengan begitu, mereka dapat menjauhi segala bentuk Narkoba,” papar Asep Kepala Bidang Pencegahan pada BNNP Banten, Sugino, SE, menyatakan bahwa pi-

haknya sangat menyambut baik permintaan dari masyarakat di lingkungan Baduy ini. Sugino, yang juga menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut, mengungkapkan bahwa peredaran Narkoba saat ini bukan hanya didominasi daerah perkotaan saja, tetapi juga sudah merambah ke daerah-daerah pedesaan. “Oleh Karena itu, di Tahun 2014 ini dalam rangka Tahun Penyelamatan Penyalahguna Narkoba BNNP Banten siap memberikan penyuluhan bahaya narkoba kepada seluruh masyarakat di Provinsi Banten,” ucapnya. Ditambahkannya, penyalahguna dan pecandu Narkoba itu seharusnya direhabilitasi bukan dipenjara. Oleh karena itu, tambahnya, masyarakat tidak perlu takut untuk mengkomunikasikannya kepada BNNP Banten jika menemui ada anggota keluarganya yang menjadi pecandu. “Karena pecandu narkotika itu sama seperti orang sakit yang harus disembuhkan. Kami tidak memenjarakan mereka, tapi akan direhabilitasi, hingga kecanduannya hilang,” imbuhnya. Sementara itu, Sudaryan, S.Sos, M.Si,

narasumber lainnya, mengatakan Narkoba sangat merugikan, karena dampak narkoba itu sangat kompleks, tidak hanya merugikan diri sendiri saja, tapi juga membahayakan orangorang yang ada di sekitarnya. Penyalahgunaan Narkoba, katanya, juga dapat menimbulkan kejahatan ikutan lainnya seperti pencurian, perampokan, pemerkosaan, kecelakaan lalu lintas, dan kejahatan lainnya yang meresahkan masyarakat. “kalau kita saying diri kita sendiri dan juga keluarga, maka sudah selayaknya kita menjauhi Narkoba,” pungkas pria yang juga menjabat Kasi Diseminasi Informasi pada BNNP Banten ini. Setelah diminta memberikan penyuluhan bahaya Narkoba di SMPN 4 Leuwidamar, warga desa Bojong Menteng Kecamatan Leuwidamar juga meminta BNNP Banten memberikan penyuluhan bahaya Narkoba kepada aparatur desa. Mereka berharap dengan adanya penyuluhan bahaya narkoba mereka menjadi semakin paham tentang narkoba, dan dapat menyebarluaskan ke seluruh lapisan masyarakat di wilayah Desa Bojong Menteng. (yan)

MERAK, VISIMEDIA - Petugas gabungan Balai Karantina Merak dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat kembali menggagakan upaya penyelundupan daging celeng (babi, red) ke Tangerang, Rabu (14/5) siang. Kali ini sebanyak 1,2 ton daging celeng ditemukan dalam bus PO Lantra Jaya BG 7023 E jurusan Bengkulu - Jakarta. Ke 1,2 ton daging babi yang dikemas kedalam 12 karung itu disembunyikan dalam ruang bagasi. Untuk proses penyidikan, kendaraan dan daging haram yang berasal dari Lahat tersebut kini diamankan di Kantor Balai Karantina Kelas II Merak. Kepala Bagian Pengawasan Peredaran Tumbuhan Dan Satwa liar Dalam Negeri Kantor BBKSDA Jawa Barat Merak, Uday Hudaya mengatakan bus yang dikemudikan Ramlan, 48, dihadang petugas dijalur alternative Cikuasa, Kota Cilegon. “Awalnya kita mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa akan ada pengiriman daging celeng menggunakan kendaraan bus melalui Pelabuhan Merak,” tutur Uday Hudaya menghubungi poskotanews.com. Berbekal dari informasi itu, pihaknya bersama dengan petugas dari Kantor Karantina segera bergerak untuk melalukan penghadangan. Bus yang dicurigaipun melintas dan petugaspun langsung menghentikan dan dilakukan pemeriksaan. “Saat kami geledah ada sebanyak 12 karung berisi daging yang disembunyikan dalam bagasi,” ungkap Uday. Setelah dicek, ternyata daging seberat 1,2 ton tersebut adalah daging celeng. Karena supir tidak menyertai dokumen dari daerah asal, daging berikut supir dan kendaraan itupun langsung diamankan ke Kantor Karantina untuk diminta keterangan. Kepada petugas Ramlan mengakui 12 karung daging celeng tersebut didapat dari seseorang di dari Lahat. Rencananya paket kiriman daging itu akan diantar ke daerah Tangerang. “Daging itu akan kita bawa ke Tangerang, tapi tidak tahu siapa nama penerimanya,” kata Ramlan.(Yanti)


RAGAM 10 Tak Ada Mers di Indonesia Edisi XII Thn. II

Inspiratif dan Informatif

28 - 11 Juni 2014

MENTERI Kesehatan Nafsiah Mboi hari Kamis (8/5) menegaskan bahwa sampai saat ini tidak ada penderita Sindrom pernafasan Timur Tengah (MERS CoV) di Indonesia. Menurutnya pihaknya telah memeriksa 31 orang yang diduga terkena Sindrom Pernafasan Timur Tengah ini. Hasilnya lanjut Nafsiah semuanya negatif termasuk kasus yang terjadi di medan dan juga Bali. Pemerintah lanjutnya sudah meningkatkan kewaspadaan, termasuk melakukan pemeriksaan terhadap tenaga kesehatan yang menangani pasien yang diduga terkena MERS. Nafsiah Mboi mengatakan, “Semua negatif Mers-Cov virus. Untuk pemeriksaan laboratorium untuk menyatakan negative cukup sekitar 12 jam akan tetapi untuk menyatakan positif biasanya kita membutuhkan 2 hari.” Nafsiah menambahkan, kementeriannya telah meningkatkan kesiapsiagaan di point of entry untuk mendeteksi kesehatan para jemaah baik haji maupun umroh saat kembali ke Tanah Air, melalui penyebaran Health Alert Card (HAC), pemasangan leaflet dan banner di 49 Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), termasuk 13 KKP (kantor kesehatan pelabu-

han) Embarkasi. Pemerintah Indonesia tambahnya memperhatikan secara serius masalah MERS CoV karena banyaknya warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Arab Saudi sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI), atau menjalankan ibadah haji dan umroh. Dia menyatakan kementeriannya juga telah memberikan sosialisasi kepada masyarakat yang hendak pergi umroh maupun bekerja atau berkunjung ke negara-negara Arab perihal wabah Mers ini dan langkah-langkah pencegahan yang bisa dilakukan seperti dengan tidak berdekatan dengan seseorang yang mengidap gejala-gejala flu dan batuk karena virus korona juga menyebabkan gejala serupa. Jika harus berada di keramaian kata Nafsiah diharapkan untuk mengambil langkah pengamanan tambahan seperti mengenakan masker karena virus tersebut menular lewat udara. “Sikap kita adalah melindungi warga negara kita baik yang masih berada di Indonesia yang mau melakukan perjalanan maupun warga negara Indonesia yang sudah berada di luar negeri baik sebagai TKI maupun sebagai jemaah haji ataupun umroh,” pa-

par Nafsiah. Sementara itu, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengatakan pemerintah Indonesia setiap tahunnya mengirim 700 ribu jamaah haji dan umroh. Selain itu 1,2 juta warga negara Indonesia bekerja di Timur Tengah, 858 ribu di antaranya bekerja di Arab Saudi. Saat ini menurut Agung telah disiapkan alat pemindai suhu tubuh (thermal scanner) di pintu-pintu masuk perjalanan internasional seperti Bandara dan Pelabuhan laut internasional. Pemerintah tambahnya sangat serius mengatasi hal tersebut. Agung Laksono menjelaskan, “Maka upaya-upaya maupun tindakan-tindakan promotif dan tindakan preventif menjadi penting. Dengan perilaku hidup yang sehat, sanitasi lingkungan higienis diperlukan untuk mencegah tertularnya Mers Cov, sering cuci tangan lalu kalau batuk harus ada etikanya.” Pemerintah Arab Saudi mengatakan lebih dari 100 pasien yang terinfeksi virus korona MERS meninggal dunia sejak kasus sindrom pernafasan ini mulai muncul pada tahun 2012 lalu.(net)

NET

Tahun Ini, Lenovo Rilis WP MICROSOFT saat ini telah mempunyai sebanyak 17 partner perusahaan produsen smartphone Windows Phone. Sebagian besar dari perusahaanperusahaan tersebut hingga kini memang belum secara resmi meluncurkan produk Windows Phone miliknya. Salah satu di antaranya adalah raksasa produsen PC dari Cina, Lenovo. Dan kini, menurut rumor yang diungkapkan oleh situs Jerman Mobile Geeks, Lenovo siap meluncurkan smartphone Windows Phone 8.1 pertamanya pada tahun ini. Mereka pun mengatakan kalau Presiden Lenovo Mobile Business Gropu, Liu Jun memastikan kedatangan smartphone Windows Phone tersebut. Sayangnya, tidak ada informasi secara mendetail mengenai keberadaan dari smartphone itu. Pengumuman Lenovo sebagai salah satu partner Windows Phone Microsoft sebenarnya sudah dilakukan pada awal tahun lalu. Pada saat itu, Microsoft mengungkapkan nama Lenovo di bulan Februari bersama dengan beberapa perusahaan teknologi lainnya. Saat ini, bisnis smartphone Lenovo memang tidak sebesar bisnis PC miliknya. Namun mereka terus berusaha untuk meningkatkan daya saingnya dari waktu ke waktu. Terlebih beberapa waktu lalu, Lenovo pun telah melakukan akuisisi besar dengan membeli Motorola Mobility dari tangan Google.(NET)

Twitter Didominasi Perangkat Mobile PADA kuartal pertama 2014 ini, jejaring sosial Twitter baru saja mengungkapkan pencapaian mereka hingga saat ini. Aplikasi jejaring sosial yang membatasi penggunaan 140 karakter tersebut kini telah mempunyai sebanyak 255 juta orang pengguna aktif per bulan. Angka ini sangat jauh jika dibandingkan dari Facebook. Namun kabar baiknya, tingkat penggunaan Twitter di perangkat mobile ternyata sangat tinggi. Pihak perusahaan pun mencatat bahwa saat ini hampir 198 juta pengguna Twitter mengakses akun miliknya dari perangkat mobile, baik itu berupa smartphone ataupun tablet.Tingginya angka pengguna perangkat mobile itu ternyata tak membuat Twitter berpuas diri. Memang secara keseluruhan, tingkat perkembangan pengguna mobile Twitter terus mengalami penurunan. Bandingkan saja pada kuartal kedua di tahun 2010, di mana mereka berhasil meraih peningkatan pengguna mobile hingga 33 persen. Sedangkan pada kuartal pertama 2014, hanya terdapat peningkatan angka pengguna mobile sebesar 5,8 persen. Pihak perusahaan pun nampaknya kini mulai menyadari adanya tren negatif ini. Untuk itu, mereka pun mulai meluncurkan beberapa fitur baru yang dimunculkan untuk menarik perhatian para pengguna mobile.(Net)

Manusia Kini Hidup Lebih Lama SEBUAH laporan baru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa orang sekarang hidup lebih lama. Laporan statistik tahunan organisasi itu menunjukkan bahhwa orang rata-rata hidup lebih lama enam tahun dibandingkan pada 1990. Laporan WHO itu menunjukkan negara-negara berpenghasilan rendah telah mengalami kemajuan besar, dengan angka harapan hidup yang naik sembilan tahun antara 1990 dan 2012. Direktur Sistem Statistik dan Informasi Kesehatan WHO Ties Boerma mengatakan kemajuan dalam keberhasilan besar itu adalah berkat Tujuan Pembangunan Milenium terkait kesehatan. “Kematian anak turun 47 persen sejak 1990. Kematian ibu melahirkan turun 45 persen sejak 1990. HIV, TB, malaria semua mengalami penurunan dalam jumlah infeksi baru

dan kematian,” ujar Boerma. “Tapi kita juga harus menyadari bahwa banyak negara tidak mencapai Tujuan Pembangunan Milenium...begitu banyak tindakan yang harus diambil.” Statistik Kesehatan Dunia 2014 adalah hasil survei di 194 negara. Data menunjukkan bahwa perempuan dari seluruh dunia hidup lebih lama dibandingkan pria dan kesenjangan dalam angka harapan hidup antara yang kaya dan yang miskin terus ada. Statistik ini mengatakan penurunan konsumsi rokok adalah faktor kunci dalam membantu orangorang hidup lebih lama di beberapa negara. Enam negara teratas dengan peningkatan angka harapan hidup sejak kelahiran yang tertinggi adalah Liberia, Ethiopia, Maladewa, Kamboja, Timor-Leste, dan Rwanda. Laporan itu mengutip Islandia sebagai

negara dengan angka harapan hidup teratas untuk pria, yaitu 81 tahun lebih sedikit. Jepang memiliki angka harapan hidup tertinggi untuk perempuan, yang hidup sampai usia 87 tahun. Di daftar terbawah, angka harapan hidup masih lebih muda dari 55 tahun untuk sembilan negara sub-Sahara. Penyebab utama kematian adalah penyakit jantung, pneumonia dan stroke, diikuti dengan komplikasi sebelum kelahiran, penyakit terkait diare dan HIV/ AIDS. Laporan tersebut mengatakan bahwa penyakit-penyakit menular dan kondisi terkait adalah sebab utama lebih dari 70 persen kematian dini di 22 negara Afrika. Sementara itu, penyakit tidak menular dan cedera adalah sebab kematian lebih dari 90 persen di 47 negara kaya.(VoA)


SAMBUNGAN

Inspiratif dan Informatif

11

Edisi XII Thn. II

28 - 11 Juni 2014

Usut Tuntas Indikasi Penggelapan Pajak Pasir

Ketika Beringin Terbelah

Sambungan dari Halaman 1

Sambungan dari Halaman 1

Kejati untuk menyelidiki dugaan praktek monopoli dalam kegiatan penambangan pasir Pulau Tunda. Menurutnya, tahun ini Pemkab Serang hanya mengeluarkan izin untuk tiga perusahaan saja, yaitu PT Anugrah Tirta Bumi (ATB), PT Hamparan Laut Sejahtera (HPS), dan PT Pandu Katulistiwa (PK). “Padahal banyak perusahaan lainnya yang juga mengurus perizinan untuk melakukan eksploitasi di lokasi Pulau Tunda ini,” terangnya. Diungkapkannya, bukti terjadinya praktek monopoli tersebut dapat dilihat dari kepemilikan ketiga perusahaan ini. Kata dia, Direksi ketiga perusahaan ini ternyata hanya satu orang saja, yakni Ignatius Suharyanto. “Berati Pemkab Serang telah melegalkan praktek monopoli. Ini jelas hal bertentangan dengan UU Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat,” ujarnya. Dia juga mempertanyakan penggunaan kapal keruk, yang dipakai oleh HLS untuk melakukan kegiatan penambangan di Pulau Tunda. Dalam melakukan kegiatan penambangan pasirnya, HLS patut diduga menggunakan kapal illegal. “Berdasarkan investigasi kami, kapal dengan nomor lambung HAM 318 merupakan jenis kapal TSHD (Trailing Section Hoper Dredging) berkapasitas angkut kurang lebih mencapai kapasitas 100.00 M3. Kapal ini diduga milik perusahaan Van Oord dari Belanda, yang dipergunakan oleh HLS untuk melakukan pengerukan, diduga hanya memiliki izin survey

DOK

Kapal Trailing Section Hoper Dregding (TSHD) dengan nomor lambung HAM 318 yang digunakan oleh salah satu perusaan penambang pasir di Pulau Tunda, Kabupaten Serang ditenggarai tidak mengantongi surat izin kerja keruk. Kapal asal Belanda ini konon hanya mengantongi izin survey.

saja,” ungkapnya. Selain itu, dia juga mempertanyakan penggunaan kapal keruk untuk melakukan survey. Menurutnya, penggunaan kapal keruk untuk melakukan survey adalah hal berlebihan, mengingat kegiatan survey dapat dilakukan cukup dengan menggunakan kapal kecil saja. “Berarti memang ada niatan untuk mencurangi perizinan, karena perbedaan biaya untuk mengurus izin survey dengan izin pengerukan mencapai puluhan kali lipat,” ungkapnya, seraya menambahkan Pemkab Serang harus mencabut izin eksploitasi HLS, jika terbukti menggunakan kapal illegal. Sementara itu, Rini Angraeni,yang juga salah seorang dari jajaran Direksi dari PT HLS, ATB dan PK, ketika hendak dikonfimasikan terkait perihal tersebut melalui ponselnya yang bernomor 087886768xxx, tidak mau

menjawab. Begitupun dengan pesan singkat yang dikirimkan VISIMEDIA, wanita yang juga merupakan istri dari Ignatius Suharyanto (Direksi PT ATB, PT HPS, PT PK ini, hingga berita ini diturunkan tidak juga dibalas. Diberitakan sebelumya, sejumlah intansi dilingkungan Pemkab Serang, terkesan menutup-nutupi dugaan penggelapan pajak yang dilakukan ATB. Dispenda Kabupaten Serang, meski mengaku telah menerima setoran pajak dari ATB sebesar Rp4 miliar, namun tidak dapat menjelaskan dasar yang menjadi penghitungan besaran pajak perusahaan tersebut. Begitupun dengan Dinas Kelautan Perikanan Energi dan Sumber Daya Mineral (DKPESDM) Kabupaten Serang. Pihak DKPESDM, melalui Kepala Bidang Pertambangan, Oke Oktaviana, mengaku belum pernah menerima laporan hasil produksi dari PTATB. (Tim)

PEMERINTAH KABUPATEN SERANG Mengucapkan

Hari Lahirnya Pancasila “Perkuat Pancasila Perkuat RI!”

Bupati

Kapus Pontang, “Tidak Ada Penggelapan Dana Pegawai” Sambungan dari Halaman 1 gulangi berbagai keperluan Puskesmas. Begitupun dengan pembangunan fisik Puskesmas, lanjutnya, selain berasal dari bantuan Pemda, saya juga mengeluarkan dana pribadi untuk itu. “Jadi yang dituduhkan selama ini tidaklah benar. Semua pengeluaran, kebanyakan justru menggunakan uang saya pribadi,” ungkapnya. Dirinya menilai, munculnya surat pernyataan tidak percaya pada dirinya, kemungkinan besar telah ditunggangi sejumlah oknum yang tidak menyukai kepemimpinannya. Dia mengakui, dirinya memang sangat tegas jika mendapatkan ada pegawainya yang tidak disiplin. “Mungkin mereka terbiasa kerja santai, ketika dibawah ke-

pemimpinan saya semua harus disiplin dan bekerja sesuai aturan. Ini mungkin yang jadi pemicu mengapa saya tidak disukai,” pungkasnya. Diberitakan sebelumnya, sejumlah pegawai di Puskesmas Pontang melayangkan surat pernyataan tidak percaya atas kepemimpinan Sruwi. Selain dituding arogan, pegawai juga menaruh curiga bahwa yang bersangkutan telah menggunakan dana tabungan pegawai untuk kepentingannya pribadi. Buntut dari hal tersebut, sebanyak empat pegawai Puskesmas Pontang dipindahtugaskan ke Puskesmas Tirtayasa. Kuat dugaan, keempat orang tersebut dipindahkan karena dianggap sebagai aktor intelektual dari munculnya surat pernyataan tidak percaya tersebut. (Tim)

Rano Karno : Ingin Banten Bersih

1 Juni 2014

DRS. HA TAUFIK NURIMAN, MM, MBA

tidak keluar dari partai yang menaunginya walaupun berbeda memberikan dukungan kepada capres dan cawapres. Meski demikian, Indra memastikan mundur dari posisi Ketua Departemen Kajian dan Kebijakan DPP Golkar. "Kalau pindah partai atau buat partai baru makin kacau, mana yang salah dan benar biar sejarah yang menilai," kata Indra di Hotel Sahid, Jakarta, Sabtu (24/5). Wasekjen Golkar Lalu Mara mengatakan, pihaknya sudah membahas ihwal sanksi yang bakal diberikan kepada kader-kadernya yang mendukung Jokowi - JK. Sanksi tersebut bukan pemecatan, melainkan pencopotan jabatan struktural. Termasuk nama Yusron Wahid dan Indra J Piliang yang mendukung Jokowi - JK, dia menegaskan, mereka akan dicopot dari jabatan. "Yang pasti keputusan semalam, menanggalkan jabatan struktural. Dia (Yusron) di bidang kajian strategis sama Indra J Piliang, Rizal Mallara-

ngeng (bidang pemikiran dan kajian kebijakan partai)," ujar Lalu saat dihubungi. Menurut dia, keputusan mendukung Prabowo - Hatta sudah final dan mengikat. Sehingga seluruh jajaran Golkar harus memenangkan pasangan tersebut, bukan malah mendukung pasangan dari parpol lain. "Kita sebagai kader Golkar sudah memberikan mandat kepada ketua umum untuk mengambil keputusan politik. Karena itu sebagai anggota partai kita harus taat," tegas dia. Kendati demikian, dia yakin bergabungnya sejumlah elite ke Jokowi JK tidak terlalu besar dampaknya. "Saya kira pengaruhnya di pemberitaan saja," pungkasnya. Terpisah, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono jusru berharap tidak ada sanksi bagi kader yang mendukung pasangan selain Prabowo-Hatta. Menurutnya, dukungan itu adalah hak pribadi. "Citra partai akan memburuk dengan pemberhentian dan pemecatan," ujarnya.(MRDK)

Sambungan dari Halaman 1

HJ RATU TATU CHASANAH, SE DRS. LALU ATHARUSSALAM R M,SI

Wakil Bupati

Sekretaris Daerah

SEKRETARIAT DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI BANTEN

vinsi Banten. Kata dia, hasil Musrembang tingkat provinsi juga telah diserahkan ke KPK agar bisa dijadikan pedoman dalam memberikan supervisi, pengawasan, arahan, dan pencegahan korupsi. “Bagi kami sendiri, kehadiran KPK di Provinsi Banten ikut mengukuhkan niat kami untuk menekan potensi terjadinya penyelewengan hingga ke titik terendah. Saya telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran Pemerintah Provinsi

Banten untuk tidak sekali-kali lagi bermain api,” ucap Rano. Dia juga menyatakan bahwa dirinya bertekad untuk melayani masyarakat. Rano juga berjanji akan meletakan pendidikan sebagai hak dasar dan investasi jangka panjang untuk memastikan warga Banten kian berdaya secara ekonomi, politik dan budaya. “Harapan rakyat Banten atas kualitas hidup dan tingkat kesejahteraan yang lebih baik akan saya perjuangkan hingga ke batas terjauh,” kata Rano. (***)

DINAS KESEHATAN PROVINSI BANTEN

Mengucapkan

Mengucapkan

HARI LAHIRNYA PANCASILA

HARI LAHIRNYA PANCASILA

1 Juni 2014

1 Juni 2014

“Perkuat Pancasila Perkuat RI!”

“Perkuat Pancasila Perkuat RI!”

Ttd

Ttd

DRS. H. IMAN SULAIMAN, A.MM Sekretaris Dewan

EDEN Plt. Kepala Dinas


Inspiratif dan Informatif

Edisi XII/Thn. II/28 - 11 Mei 2014

OGAH KE MU

Jessica Iskandar

Diam-diam Berbadan Dua

ROBBEN menegaskan, kemungkinannya pindah dari Bayern adalah nol persen. Winger Bayern Munich Arjen Robben mengungkapkan, kepindahan ke Manchester United bukanlah sebuah pilihan baginya. Robben memang menjadi target utama Louis van Gaal yang ingin meningkatkan performa United musim depan. Namun, eks pemain Chelsea ini tak ingin meninggalkan Jerman. “[Transfer ke United] bukanlah pilihan. Saya tetap bersama Bayern Munich. Saya juga tak bisa membayangkan alasan Bayern untuk melepas saya. Saya baru saja memperbarui kontrak dan kami sama-sama bahagia,” ujarnya sebagaimana dikutip oleh De Telegraaf. “Lain halnya kalau Anda tidak bahagia. Saya melakoni saat-saat fantastis bersama Van Gaal di Bayern dan saya mengenal dirinya. Van Gaal dan Guardiola adalah pelatih terbaik yang pernah melatih saya. Saya merasa nyaman jadi saya akan tinggal. Kemungkinan saya pindah adalah nol persen,” tandas winger Belanda ini. Robben tetap akan bekerja bersama Van Gaal, namun sebagai pemain Belanda, di Piala Dunia musim panas nanti.(GOAL)

TERNYATA kabar pernikahan Jessica Iskandar yang ramai beberapa waktu lalu bukan hanya isapan jempol. Meski secara resmi Jessica belum mengumumkan kepada media, tetapi pihak catatan sipil sudah mengonfirmasi kebenarannya.“Iya, itu (pernikahan) sudah dicatatkan tahun ini, dengan nomor Akta, nomor: 05/ AI/2014,” ujar Eric Polim, Pegawai Bidang Pencatatan Sipil Dispenduk DKI Jakarta. Dalam akta tersebut, tercatat bahwa suami Jessica adalah seorang pria berkebangsaan Jerman, bernama Ludwig Erbgraf Von Waldburg Wolfegg Waldse. Pernikahan itu digelar di Gereja Yesus Sejati, Jl. Samanhudi no. 23 Jakarta pada 11 Desember 2013. Selang tiga minggu pasca pemberkatan, tepatnya pada 8 Januari 2014, Jessica datang ke kantor catatan sipil untuk mencatatkan pernikahannya. Menurut Eric, saat mencatatkan pernikahan, ia hanya ditemani kakaknya. “Setelah pemberkatan, dia datang sama kakaknya. 8 Januari 2014,” ujarnya. Semakin marak kabar yang beredar soal kehamilan Jessica Iskandar. Dia sendiri sempat mengunggah gambar sebuah tabloid berisi berita serupa, dua minggu yang lalu.Dipastikan telah resmi menikah pada akhir tahun 2013 lalu, diperkirakan bulan ini usia kandungannya menginjak 5 bulan. Dalam foto yang diunggahnya ini, Jess mengucapkan terima kasih.“Terima kasih ya atas perhatiannya,” tulis wanita yang pernah diisukan menjalin hubungan dengan Olga Syahputra ini, dalam akun Instagram @lovejedar miliknya. Kehamilan dan pernikahan Jessica memang menjadi tanda tanya besar bagi para penggemar dan orang-orang lainnya. Hingga saat ini, ia sendiri masih belum memberi kabar pasti tentang dua hal itu.(net)

Pengembangan Air Baku SNV elaksana PPemanf emanf aat an Jaringan Air SNVTT PPelaksana emanfaat aatan Cidanau-Ciujung-Cidurian Mengucapkan

Hari Lahirnya Pancasila 1 Juni 2014

“Perkuat Pancasila Perkuat RI!” Ttd

SARTONO SARTONO,, ST PPK

Satuan Kerja Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum Pr en Proovinsi Bant Banten Mengucapkan

Hari Lahirnya Pancasila 1 Juni 2014

“Perkuat Pancasila Perkuat RI!” Ttd

Ir Ir.. YUDDI ADRIYANA Kepala Satker


Visimedia 12