Page 3

berkumpul dengan lansia yang seangkatan dengan saya, sebagian besar usia mareka adalah lebih muda dari saya. Syukur kepada Tuhan bahwa Tuhan memberkati saya dengan kondisi yang lebih mandiri dari mereka. Saya kira sangat penting untuk yang masih muda-muda untuk menghayati dan menjalankan kehidupan mengarah kepada lansia yang sehat, mandiri dan bermakna, bebas dari 3 kekuatiran : kesehatan, keluarga, dan finansil (3 worries). Mandiri dan tetap berguna untuk orang lain. Semoga Tuhan memberikan kegembiraan hidup kepada para lansia. Merayakan HUT ke-80 bersama lansia di PWK HANA adalah surprise untuk saya, terima kasih kepada sdr-sdr pengurus dan petugas yang mempersiapkan. Tuhan memberkati saudara-saudara sekalian. Terima kasih dan Syalom, Uwidjaja. From: Anne L. Ranti di Belanda Date: 07 Jun 2004 10:18:52 +0200 Bang, Saya terharu melihat photo Ibu Lydia Halim, Pak Uripto dan para lansia lainnya di PWK HANA. Pak Uripto benar-benar memenuhi janjinya kepada kita. Ingat saat kita ke Galva dan saya menceritakan kepada beliau mengenai Ibu Lydia, salah satu guru-staf BPK PENABUR Jakarta yang paling lama mengabdi (49 tahun), akan masuk PWK HANA? Langsung beliau menelpon Ibu Lydia ! saat itu juga beliau menjanjikan, bila saatnya tiba, seisi panti akan ditraktir makan - menyambut Ibu Lydia masuk panti tersebut. Hal ini benar-benar dilaksanakan, teguh kepada janjinya. "God does not comfort us just to make us comfortable, but to make us comforters" Suatu contoh sikap yang amat kristiani, semoga banyak yang menirunya. Saya dengar PWK HANA masih akan berkembang dengan bangunan berikutnya, saya doakan sukses - agar makin banyak lansia yang memerlukan dapat dibantu dengan memberikan tempat berteduh yang baik di hari tua. Salam, Anne.

hut-80-uw-di-pwk-hana  
hut-80-uw-di-pwk-hana  
Advertisement