Page 20

Nusantara

B8

WASPADA Senin 31 Maret 2014

Menag: Kerukunan Antarumat Pilar Kelima PRAMBANAN, Klaten(Waspada): Menteri Agama Suryadharma Ali menginginkan adanya pilar kelima yakni Pilar Kerukunan Antar Umat setelah MPR RI mempunya empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara, UUD 45, Pancasila, NKRI dan Bhineka Tungga Ika. Terkait dengan kerukunan antar-umat, Menag menjelaskan kementerian yang dipim-

pinnya mempunyai perhatian besar. “Jika di MPR RI ada empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara saya ingin menambahkan pilar kelima, yaitu kerukunan antarumat,”ungkap Menag Suryadharma Ali saat memberi sambutan pada acara tawur agung Kesanga Hari Nyepi tahun baru saka 1936 di Pelataran Candi Prambanan, Klaten Minggu (30/3). Menurut Menag, kerukunan antarumat menjadi penting. Karena itu pihaknya pernah me-

wacanakan agar hari kelahiran Kementerian Agama dirayakan setiap tanggal 3 Januari bukan lagi sebagai Hari Amal Bakti (HAB) tetapi hari kerukunan nasional. Agama, menurut dia, bukan sekedar menjadi tuntunan belaka, tetapi perekat dan penenang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun Menag menyayangkan ada pihak yang mengatasnamakan hak asasi, kesetaraan jender berlebihan dengan mengu-

Penghafal Alquran Bebas Biaya Sekolah YOGYAKARTA (Waspada): Menteri Agama Suryadharma Ali meminta Dijen Pendidikan Islam Profesor Kamaruddin mengkaji anggaran bagi siswa, siswi, mahasiswa dan mahasiswi penghafal Alquran untuk dibebaskan semua biaya pendidikannya. Menag menyampaikan usulan itu dalam konteks berbangsa dan bernegara karena para tahfidz (penghafal) Alquran berperan menyampaikan, kebenaran, kejujuran, keadilan dan, harmoni dalam kehidupan berbangsa. “Kepada Dirjen Pendis Kemenag, saya minta dikaji dari sisi keuangan dan dari sisi pendorong agar para penghafal Alquran dibebaskan dari segala biaya pendidikannya,”ujar Menag Suryadharma Ali dalam acara Deklarasi Madrasah Tahfidz se Daerah Istimewa Yogyakarta di GOR Sasana Amongraga Yogyakarta,Minggu (30/3). Deklarasi Madrasah Tahfidz yang diselenggarakan oleh Kanwil Kemenag Daerah Istimewa Yogyakarta, dihadiri oleh semua siswi dan siswa

madrasah tahfidz dan para guruguru madrasah seluruh Yogyakarta. Turut hadir dalam acara deklarasi madrasah tahfidz itu Dirjen Bimas Islam Abdul Djamil, Dirjen Bimas Hindu Ida BagusYudha Tri Guna, Sesditjen Pendis Kamaruddin Amin, Kakanwil Kemenag DI Yogyakarta Maskul Haji, Kakanwil Kemenag Jateng Haeruddin. Deklarasi Madrasah Tahfidz dibacakan oleh salah santri, intinya menyatakan, ‘Kami warga Daerah Istimewa Yogyakarta bertekad mewujudkan madrasah sebagai penegak masyarakat yang ahklaqul qorimah melalui tahfidz Alquran. Para santri tahfidz bertekad mewujudkan madrasah sebagai benteng kemaslahatan bangsa’. “Saya menyatakan hormat kepada siswi dan siswa penghafal Alquran,”ujar Menag. Menurut dia, deklarasi merupakan bagian dari program Kemenag yang diawali keprihatinan kita dan masyarakat mulai memudarnya apresiasi anak didik yang muslim terutama remaja di perkotaan terhadap kitab suci Alquran. Padahal membaca Alquran

dulu menjadi tradisi orang tua mengajarkan anaknya. “Kini mulai ditinggalkan. Ini sangat memprihatikan kita semua. Oleh karena itu Kemenang mencanangkan magrib mengaji,” ungkap Menag. Gerakan magrib mengaji merupakan betapa pentingnya alquran. “Hari ini bagi saya acara yang luar biasa. Ini kejutan yang luar biasa. Saya harap dari peristiwa di Yogyakarta ini muncul di daerah lain madrasah tahfidz,”tandas Menag. Pada akhir sambutannya Menag Suryadharma Ali minta kepada jajaran Pendis agar dapat mengkaji dari sisi anggaran bagaimana ke depan para penghafal Alquran di seluruh Tanah Air dapat dibebaskan dari seluruh biaya pendidikan. Bukan hanya pada lapisan sekolah dasar, tetapi juga sampai perguruan tinggi. Jika yang bersangkutan sudah mahasiswa, biaya pendidikannya pun diperhatikan hingga dapat menyelesaikan kuliahnya, kata Suryadharma Ali yang mendapat sambutan ribuan santri dan para guru di daerah tersebut.(J07)

Modus Telan Sabu Ala China KISARAN (Waspada): Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil mengamankan T di sebuah rumah kos di Jl. Cikutra Baru, Bandung, Selasa (18/3). Dari penangkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan paket berisi alat tulis yang di dalamnya terdapat sabu seberat 834 gram. BNN dalam siaran pers diterima Waspada, Kamis (27) menjelaskan, paket tersebut dikirim dari Malaysia. Cara sindikat ini memasukkan barang ke Indonesia tergolong baru. Mereka menggunakan alat tulis untuk mengelabui petugas dan mengirimkannya ke beberapa alamat rumah kos yang berbeda. Menurut Kabag Humas BNN Drs.Sumirat Dwiyanto MSi, T mengaku akan menyerahkan paket tersebut kepada pria berinisial AM. Control Delivery dilakukan dan petugas berhasil mengamankan AM (tukang ojek) di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (20/3). T mengaku melakukan hal tersebut atas perintah R, tetangganya yang mendekam di LP Nusakambangan. Sedangkan R sendiri diperintah rekan satu selnya (WN Nigeria) untuk mencari seseorang yang mau bekerja sebagai penerima paket narkoba. Kepada T, R memerintahkan untuk mencari rumah kos di kawasan Bandung sebagai alamat tujuan pengiriman paket. Setelah T mendapatkan alamat rumah kos dan menyerahkannya kepada R, alamat tersebut dikirim ke sebuah nomor telepon Nigeria, kemudian dilakukan pengiriman barang dari Malaysia. Dari hasil penelusuran petugas, diketahui sindikat ini telah melakukan transaksi serupa sebanyak tiga kali dalam kurun waktu dua bulan. Setiap melakukan transaksi, T mengaku mendapat upah Rp 4 hingga Rp 6 juta. Sebelumnya, sindikat ini berhasil menyelundupkan

dua paket (alat tulis dan makanan kaleng) dengan modus yang sama dan mengirimkannya ke alamat rumah kos yang berbeda. Tersangka sengaja berpindah-pindah tempat kos untuk menyamarkan alamat pengiriman dan menghindari kecurigaan petugas. Sialnya, aksinya kali ini berhasil digagalkan. Kemudian seluruh tersangka dan barang bukti diamankan di kantor BNN Cawang guna dilakukan pengembangan lebih lanjut. Diungkapkan pula tersangka lainnya, Kus ,29, dan Mah ,29, mengira kapsul yang ditelan untuk diselundupkan itu berlian. Namun mereka salah, karena apa yang mereka selundupkan dalam tubuhnya adalah sabu seberat 876,3 gram. Keduanya berhasil lolos dari pemeriksaan di bandara, tapi saat tiba di Bekasi, mereka berhasil diringkus tim Badan Narkotika Nasional (BNN), pada 17 Maret 2014. Keterlibatan kedua tersangka diawali dengan penawaran pekerjaan oleh seorang pria berinisial Tgn (DPO) pada Februari 2014. Pada saat itu, Tgn menawarkan pekerjaan yang mengiurkan kepada Kus, yaitu menyelundupkan berlian dari China. Tgn menawarkan upah Rp 50 ribu per gramnya. Karena alasan upahnya yang menarik, Kus setuju dan ia berangkat ke Bekasi untuk menemui atasan Tgn yaitu Ang. Setelah sepakat, Kus mengajak seorang temannya yaitu Mah untuk melakukan pekerjaan tersebut. Kus dan Mah akhirnya sepakat untuk berangkat ke China. Paspor dan segala keperluan lainnya diatur oleh Ang. Ang sendiri merupa-kan seorang mantan TKW yang berperan sebagai pengendali para kurir narkoba. Hingga saat ini ia masih berstatus buron. Pada 3 Maret 2014, Kus dan Mah ditemani orang suruhan Ang lainnya berinisial Rev (pe-

rempuan) berangkat ke China. Setelah tiba di China, ketiganya bertemu dengan Ev, seorang perempuan mantan TKW (kekasih dari Rev, ,29). Mereka tinggal bersama di sebuah apartemen. Ev yang pada awalnya diminta untuk menyelundupkan sabu dengan cara ‘menelan’ namun ia menolak sehingga Ev difungsikan untuk menemani dan mengawasi dua kurir yang menelan sabu dari China ke Indonesia. Sementara, Rev menemani dan mengawasi kurir dari Jakarta ke China. Pada 15 Maret, Kus dan Mah diminta untuk bersiap-siap, karena esok harinya harus menelan kapsul berisi berlian. Pada 16 Maret, Kus dan kawan-kawan pindah apartemen. Di apartemen yang baru, Kus dan Mah bertemu seorang pria berkulit hitam berinisial OZ. Kus dan Mah diminta untuk menelan kapsul, karena jika menolak mereka diancam tidak bisa pulang ke Indonesia. Keduanya memasukkan 45 kapsul dalam tubuh (40 lewat mulut, dan 5 lewat anus). Setelah itu mereka bertolak dari China menuju Jakarta. Pada 17 Maret, Kus dan Mah serta Ev tiba di Jakarta. Setibanya di Jakarta, Ev terpisah dari Kus dan Mah. Ketika Kus dan Mah sudah berada di sebuah hotel di Bekasi, Ev diperintahkan untuk merapat ke hotel tersebut dan mengambil kapsul dari Kus dan Mah. Setelah Ev menerima 40 kapsul seberat 395,2 gram dari Kus, petugas BNN menyergapnya. Tim BNN selanjutnya mengamankan Kus dan Mah dan menggiring keduanya Rumah Sakit Polri untuk mengeluarkan sisa kapsulnya. Pada 18 Maret, Kus mengeluarkan 5 kapsul berisi sabu seberat 43,5 gram. Sementara itu, total 45 kapsul yang disita dari Mah seberat 437,6 (16 kapsul dikeluarkan di hotel, 29 kapsul di Rumah Sakit Polri). (a10)

Waspada/ist

PEJABAT tinggi BNN dalam konperensi pers di gedung BNN Jakarta, Kamis (27/3) memperlihatkan barang bukti dan para tersangka.

sung demokrasi. Sejatinya demokrasi yang dipagari dengan pemahaman agama, tentu dengan pemahaman yang tepat dan benar, akan membawa negara dan bangsa ini lebih sejahtera. Di awal sambutannya, Menag mengatakan saat ini Indonsia memerlukan contoh teladan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Utamanya keteladanan dalam memperkuat soliditas dan solidaritas kebangsaan dalam kehidupan masyarakat yang majemuk. “Untuk itu saya mengajak kepada pemuka agama Hindu dapat membe-rikan contoh keteladanan itu,” kata Menag, dan mengimbau kepada umat Hindu agar meningkatkan kualitas penghayatan, pemaknaan dan penera-pan makna Hari Raya Nyepi dalam kehidupan sehari-hari. Hadir pada acara tersebut,Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, Ketua Pengurus Harian Parisada (PHDI) Pusat Mayjen TNI (Purn) S.N. Suwisma, para pemuka agama Hindu,Dirjen Bimas Hindu Ida Bagus Yudha Tri Guna. Pada kesempatan itu Menag menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada Parisada Hindu Dharma Indonesia, yang telah menunjukkan darma bakti dan pengabdiannya dalam membimbing dan membina umat Hindu. (J07)

Waspada/dianw

MENTERI Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amaliasari Gumelar (empat dari kiri) saat senam pagi bersama sejumlah caleg perempuan di acara bhakti sosial caleg perempuan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (30/3).

Caleg Perempuan Harus Aktif Perjuangkan Hak JAKARTA (Waspada): Kesadaran masyarakat pemilih untuk menggunakan hak pilihnya sangat penting. Karena itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP dan PA) bekerja sama dengan United Nation and Development Programe (UNDP) mengadakan Bhakti Sosial Caleg Perempuan melalui senam sehat, jalan gembira bersama serta donor darah. Acara dilepas oleh Menteri PP dan PA, Linda Amalia Sari di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta. Dalam sambutannya, Linda Amaliasari mengajak masyarakat untuk mendukung keterpilihan perempuan guna meningkatkan keterwakilan perempuan 30% di legislatif pusat dan daerah. Dalam pesannya kepa-

da calon legislatif yang terpilih, agar nantinya aktif memperjuangkan hak-hak perempuan dan anak. Selain itu, berperan aktif dalam mengambil keputusan serta menjadi mitra pemerintah yang kooperatif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Jangan melakukan perbuatan tercela, menjaga nama baik perempuan yang santun, ramah, bersih, jujur dan bermoral tinggi untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik-praktif koruptif,” tegas Linda. Selain itu, perempuan di legislatif juga harus meningkatkan kualitas demokrasi yang partisipatif. Kualitas ini akan menghasilkan kebijakan publik yang responsif gender guna mendorong terwujudnya ke-

adilan dan kesetaraan gender di berbagai aspek pembangunan nasional. Caleg perempuan juga harus aktif mengawal UndangUndang Pemilu, melaksanakan pendidikan politik perempuan, meningkatkan kapasitas caleg perempuan, hingga melaksanakan promosi calon legislatif perempuan melalui Iklan Layanan masyarakat, maupun bhakti sosial caleg seperti yang pernah dilakukan di beberapa daerah lain seperti Bali, Yogyakarta, Palangkaraya, Gorontalo, dan Lampung. Dikatakan Menneg PP dan PA, kegiatan bhakti sosial merupakan wahana kreatif dan inovatif bagi para calon legislatif perempuan untuk menunjukan kemampuannya, menepis isuisu negatif terhadap perempuan

dan juga menjadi bukti bahwa perempuan siap menduduki DPR, DPD, DPRD Provinsi dan kabupaten/kota. “Apalagi masih banyak permasalahan bangsa yang memerlukan andil perempuan untuk menyelesaikannya,” kata Linda. Belum lama, KPP dan PA merilis iklan layanan masyarakat yang menyertakan mantan Presiden RI, B.J. Habibie dalam Iklan Layanan Masyarakat. Menurut Habibie dalam iklan tersebut, perempuan penting duduk di DPR, DPD, dan DPRD untuk menyelesaikan permasalahan bangsa. Perempuan Politik harus diberikan peluang dan akses politik untuk turut serta mengambil keputusan politik di legislatif yang lebih bermanfaat.(dianw)

Pelayanan KB Di Era JKN Siap Ditingkatkan JAKARTA (Waspada): Pelayanan Keluarga Berencana (KB) di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) akan terus ditingkatkan. Untuk itu, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Fasli Jalal melakukan penandatanganan kerjasama dengan Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Fahmi Idris. Penandatanganan dilakukan di sela kegiatan Seminar Nasional BPJS Kesehatan ‘Jaminan Kesehatan Nasional Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat ‘ yang diselenggarakan Forum Wartawan bidang Kesejahteraan Rakyat (Forwara) di Jakarta, Jumat (28/3). Penandatangan disaksikan Menkokesra Agung Laksono, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi dan Ketua Yayasan Damandiri, Haryono Suyono. Dikatakan Fasli Jalal, kerjasama dimaksudkan sebagai upaya peningkatan pelayanan KB di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Karena menurut dia, keberadaan program JKN adalah peluang emas bagi program KB. “Kepastian cakupan kepesertaan KB yang lebih besar lagi bagi masyarakat miskin, dimungkinkan dengan ada-

nya JKN,” kata Fasli. Selain peningkatan cakupan, kerjasama dengan BPJS juga dimaksudkan sebagai jaminan bagi peningkatan layanan KB, khususnya bagi masyarakat miskin.Seperti diketahui, BPJS memberi bantuan iuran kepada 86,4 juta masyarakat miskin. Besaran premi dalam program JKN bagi Penerima Bantuan Iuran (PBI) sebesar Rp 19.500,untuk layanan kelas III. “Dalam pendataan ini diharapkan ada kecocokan antara data yang ditetapkan BPJS dan data yang ada di BKKBN,” imbuh dia. Disamping itu, fasilitas kesehatan milik pemerintah maupun swasta, baik tingkat pratama maupun rujukan tingkat lanjutan yang memberikan pelayanan KB bagi peserta, diharapkan juga telah terdaftar semua. Saat ini, terdapat sekitar 26 ribu klinik kesehatan yang terdapat layanan KB. Dari jumlah itu, baru 17 ribu diantaranya yang terdaftar di BPJS. “Tiga bulan ke depan kita harapkan sudah ada peningkatan jumlah klinik kesehatan yang terdaftar di BPJS,” kata Fasli. Kerjasama lainnya meliputi pengadaan konseling, kontrasepsi dasar, kontrasepsi jangka panjang (vasektomi dan tubektomi), mekanisme pemberian

Waspada/Dianw

KEPALA BKKBN Fasli Jalal dan Dirut BPJS Kesehatan, Fahmi Idris melakukan penandatangan kerjasama bidang layanan KB di era JKN di Jakarta, Jumat (28/3). Turut menyaksikan, Menteri Kesehatan Nafsiah Moi, Menkokesra Agung Laksono dan Ketua Yayasan Damandiri, Agung Laksono. pelayanan KB bagi peserta yang telah terdaftar pada BPJS kesehatan, peningkatan kompetensi dokter dan bidan dalam pelayanan KB, sosialisasi pelayanan KB dalam JKN, pencatatan dan pelaporan pelayanan KB, monitoring dan evaluasi serta pelayanan KB pada daerah yang tidak ada fasilitas kesehatan yang memenuhi syarat.”Kita semua berharap penandatangan kerjasama dengan BPJS ini mampu membuat jajaran BKKBN dari pusat sampai daerah memahami perannya di

era JKN,” tandas Fasli. Menkokesra Agung Laksono dalam sambutannya mengatakan, dukungan berbagai elemen dalam pelaksanaan program JKN menjadi faktor penting keberhasilan. Karena itu, dia menghargai sejumlah kerjasama yang dilakukan BPJS Kesehatan dengan berbagai lembaga dan organisasi masyarakat terkait operasionalnya. Sedangkan Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi bertekad akan terus bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, kaitannya de-

ngan masalah pembiayaan dan pelayanan bermutu.”Kita tidak berkeinginan JKN ini malah menambah kebingungan masyarakat.Kalauadamasalah,akandicarikan solusinya,” ujar Nafsiah. Dirut BPJS, Fahmi Idris mengakui masih banyak yang harus dikerjakan dalam program JKN. Karena itu akan ada evaluasi setiap 6 bulan sekali. Sampai Maret 2013 sudah ada lebih dari 10 juta jiwa masyarakat umum di luar PBI yang mendaftar sebagai anggota JKN. (dianw)

Menahan Rob Teluk Jakarta Dengan Tanggul Raksasa, Biaya Rp600 Triliun Dibangun 2014 Target Rampung 2022 JAKARTA bakal memiliki tanggul raksasa atau giant sea wall yang membentang di Teluk Jakarta sepanjang 30 Km. Proyek Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan pemerintah Belanda ini akan berada sejauh 6-8 Km dari garis pantai. Jika tidak ada rintangan pertengahan 2014, mega proyek senilai Rp 600 triliun ini akan segera dimulai. Dan jika berjalan mulus diperkirakan tahun 2022 selesai. Tanggul raksasa ini diprediksi mampu melindungi Jakarta dari banjir dan rob hingga 1.000 tahun ke depan. Tembok raksasa penghalang ombak laut di Pantai Utara Jakarta ini sebagaimana pernah diutarakan Deputi Sarana dan Prasarana Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Deddy S. Priatna, bertujuan antara lain untuk mengatasi banjir, penyediaan air tawar bersih, dan pembangunan daerah pesisir. Adapun kapasitas tanggul mencapai 1,2 miliar kubik, lebih besar dari Waduk Jatiluhur di Purwakarta, Jawa Barat. Yang menarik, tanggul raksasa ini pun dirancang sebagai kota baru berbentuk burung Garuda, berikut fasilitas lengkap dan modern. Nantinya kawasan tersebut juga akan dilengkapi sarana transportasi darat, baik kereta api maupun TransJakarta serta terhubung dengan jalan tol dari Tanjung Priok. Kota baru ini diperkirakan berdaya tampung 1,8 juta penduduk. Bukan cuma itu juga akan memberikan lapangan pekerjaan bagi 2,6 juta pekerja setiap harinya. Deddy mengatakan proyek ini akan memakan anggaran sebesar Rp 600 triliun. Dijadwalkan ground breaking atau peletakan batu pertamanya akan dilakukan pertengahan tahun ini. Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Muhammad Hasan mengatakan pihaknya telah membahas perencanaan pembangunam giant sea wall ini dengan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo. Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo menambahkan, dia telah mendesak agar pembangunan giant sea wall dipercepat mengingat tingkatan air laut di Teluk Jakarta semakin tinggi sementara persediaan air baku di bawah tanah semakin berkurang atau menurun setiap tahun. Dengan pembangunan tanggul raksasa diharapkan bisa menambah pasokan air baku untuk wilayah ibu kota. Jokowi mengakui pembangunan mega proyek tanggul raksasa yang digagas oleh mantan Gubernur DKI Fauzi Bowo ini terkendala sejumlah hal. Pertama, belum rampungnya rancangan besar tanggul, Pemprov DKI juga belum membebaskan sejengkal tanah sekalipun untuk lahan pembangunan tanggul itu, dan pelaksana proyek tersebut juga belum diatur. Namun Jokowi optimistis proyek yang digadang-gadang bisa menjaga Jakarta dari bahaya banjir rob tersebut dapat mulai dikerjakan pada pertengahan tahun 2014. Ketua Kelompok Keahlian Teknik Kelautan ITB, Muslim Muin, Ph.D. mengatakan tanggul raksasa ini bukan merupakan solusi permasalahan banjir dan penurunan tanah yang terjadi di Jakarta. Menurutnya biaya pembangunan proyek ini mahal, termasuk biaya operasionalnya nanti. Giant Sea Wall ini, menurutnya justru akan merusak lingkungan laut Teluk Jakarta, mempercepat pendangkalan sungai, dan mengancam sektor perikanan lokal serta menyebabkan permasalahan sosial. Jokowi meyakinkan giant sea wall tetap diperlukan mengingat Kanal Banjir Barat (KBB) dan Kanal Banjir Timur (KBT) tidak cukup untuk melindungi ibu kota dari bencana banjir, terutama diperlukan dalam mengatasi banjir rob.

Waspada/adji k.

LOKASI pembangunan tanggul raksasa di Teluk Jakarta, sekitar Muara Karang dan Muara Angke, Jakarta Utara. Muslim Muin berpendapat lain. Katanya rob adalah fenoma alam biasa dimana muka air laut tinggi. Rob akan menjadi banjir rob karena terjadinya subsidence atau penurunan tanah. Untuk mengkaji dan mendiskusikan lebih lanjut proyek pembangunan bendungan raksasa ini, Wakil Presiden Boediono bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dan UKP-4 akan bertolak ke Rotterdam, Belanda. Ahok, seusai meresmikan Taman Semanggi, Jakarta, beberapa hari lalu berharap keberadaan giant sea wall ini nantinya dapat menjadikan perairan di sekitarnya lebih bersih. Menurutnya selama ini Teluk Jakarta rusak karena umumnya air dari sungai mengalir langsung ke laut tanpa adanya proses penyaringan. Padahal, sungai-sungai di Jakarta itu kebanyakan tercemar. Di lokasi giant sea wall nantinya juga akan ditanami mangrove atau tanaman bakau yang berfungsi menyerap zat-zat beracun agar laut terhindar dari pencemaran. Berdasarkan pantauan Waspada ke lokasi yang rencananya akan dibangun tanggul raksasa ini yakni di Muara Karang dan Muara Angke, Jakarta Utara, Minggu (23/3), belum ada tanda-tanda adanya pembangunan mega proyek tersebut. Dan sejumlah nelayan dan pemilik kapal yang ada di sana pun banyak yang belum tahu mengenai rencana besar itu. Di kedua pelabuhan tradisional itu, aktivitas nelayan masih terlihat seperti biasa. Sejumlah kapal kayu berderet terutama di sepanjang Muara Angke. Tak jauh dari situ ada Tempat Pelelangan Ikan (TPI), pusat kuliner serba ikan, sejumlah pedagang panganan otak-otak, serta para pedagang beragam ikan, cumi, kepiting, dan kerang-kerangan. (adji k)

Waspada,senin 31 maret 2014  
Waspada,senin 31 maret 2014  
Advertisement