Page 13

Medan Metropolitan B1 MUI: Generasi Muda Gunakan Hak Pilih WASPADA Senin 31 Maret 2014

MEDAN (Waspada): Ketua Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (DP-MUI) Sumatera Utara, mengingatkan kepada generasi muda untuk menggunakan hak pilihnya pada Pemilu Legislatif tanggal 9 April mendatang, karena Pemilu sangat menentukan arah kemajuan bangsa. “Generasi muda Islam harus mendukung dan mensukseskan pemilihan Caleg, DPR, DPR RI, DPD, dan Pilpres tahun

2014 yang akan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia,” kata Ketua MUI SU Prof Dr H Abdullah Syah MA, di Aula MUI, Sabtu (29/3), dalam kegiatan Silaturahim dan Dialog Pemilu dengan tema ‘Mempererat ukhuwah Islamiyah di tahun politik. Sebagai nara sumber Ketua Umum MUI SU Prof Dr H Abdullah Syah MA, Sekretaris Prof Dr H Hasan Bakti Nasution MA, Prof Dr H. Ramli Abdul Wahid MA, dan Prof Dr H Fachruddin Azmi MA. Dialog dihadiri tokoh pemuda Islam Sumut, maha-

siswa, dan undangan lainnya. Kata Abdulah Syah, Caleg pilihan harus sesuai dengan kriteria calon yang akan dipilih dengan syarat beriman dan bertaqwa, jujur (shiddiq), terpercaya (amanah), aspiratif (tabligh), cerdas (fathanah), dan peduli (care) terhadap kepentingan masyarakat sesuai dengan petuntujuk Alquran Surat AnNisa: 58-59. Sekretaris Umum MUI Sumut Prof Dr H Hasan Bakti Nasution mengharapkan generasi muda Islam untuk tidak memprovokasi orang lain menjadi

kelompok golput (tidak menggunakan hak suaranya). Karena memilih pemimpin dalam ajaran Islam adalah menegakkan imarah (pemerintahan) dan imamah (pemimpin). Hal ini merupakan kewajiban sehingga menggunakan hak pilih dalam Pemilu hukumnya wajib.“Di sinilah keterkaitan agama (din) dengan politik (siyasah) sebagai suatu kesatuan yanag tidak terpisahkan,” sebutnya. Dia meminta generasi muda Islam harus dapat menegakkan dan mengawal proses Pemi-

lu Legislatif dan Presiden tahun 2014 yang bersih, bermartabat dengan menghindari politik uang dan lainnya dalam membangun peradaban politik Islam masa depan. “Generasi muda Islam merupakan salah satu elemen penting dalam menginformasikan Pemilu kepada umat sebagaimana hasil penelitian/ survey MUI menunjukkan bahwa 19,70 persen adalah peran tokoh agama, di mana elit dari tokoh agama itu adalah generasi muda Islam, dan ini harus diperkuat. (m37)

Kenalan Melalui Jejaring Sosial

Gadaikan Sepedamotor Kekasih Dihajar Massa MEDAN (Waspada): Merasa ditipu oleh kekasih yang dikenalnya melalui jejaring sosial, seorang wanita pedagang buah meringkus kekasihnya berinisial A alias A Hok, 35, di Jln. Ismailiyah, Kec. Medan Area, Kamis (27/3) sekira pukul 17:00. Selanjutnya, dalam kondisi babak belur dihajar massa, A Hok diserahkan ke Polsek Medan Area. Informasi yang diperoleh di kepolisian, aksi penipuan A Hok, warga Jln. Kelambir 5, Deliserdang ini, berakhir di kantor polisi setelah dilaporkan oleh Heni, 30, pedagang yang membuka usaha di Jln. H Agus Salim, Kec. Medan Area. Korban yang sudah lama mencari keberadaan A Hok, mendapat laporan bahwa pria yang telah menipu dirinya itu berada di tempat persembunyiannya di satu salon kawasan Jln. Heni kemudian mendatangi salon itu dan menangkap A Hol

untuk diserahkan ke Polsek Medan Area. Ketika ditangkap, A Hok sempat dipukuli sejumlah warga yang merasa kesal dengan ulahnya. Akibat perbuatannya, tersangka kini mendekam di balik jeruji besi tahanan Polsek Medan Area untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Menurut Heni, perkenalannya dengan A Hok berawal di jejaring sosial Facebook, beberapa bulan lalu. Seringnya berkomunikasi di dunia maya, keduanya sepakat melakukan pertemuan di suatu tempat. Dari pertemuan tersebut, keduanya menjalin hubungan asmara hingga memutuskan akan menikah. “Keluargaku sudah percaya sama dia (A Hok). Dia juga berjanji akan masuk Islam. Setiap hari, dia mengantarku ketempat jualanku dengan menggunakan kereta Mioku,” ujar Heni.

Bunkasi Simbol Persahabatan Indonesia Dengan Jepang MEDAN (Waspada): Festival Kebudayaan Jepang (Bunkasi) digelar halaman Fakultas Budaya Universitas Sumatera Utara (USU), Kamis (27/3) disambut antusias kalangan mahasiswa dan pelajar dari berbagai perguruan tinggi dan sekolah di Medan. Pelaksana kegiatan Himpunan mahasiswa Sastra dan Bahasa Jepang USU atau yang dikenal AOTAKE-HINODE mengaku puas dengan sambutan pengunjung. Ketua panitia pelaksana Khairun Ar Rasyid mengatakan, tema kegiatan Bunkasai itu “Empat Musim, Tiga Hari, Dua Budaya dan Satu Semangat”. “Konsep acara Bunkasai yang berlangsung hingga 29 Maret 2014 menghadirkan empat musim di Jepada yang tidak dapat dirasakan di Indonesia,” kata dia. Kegiatan Bunkasai ini melibatkan banyak pihak, antara lain Konsulat Jenderal Jepang di Medan Kegiatan ini juga bagian dari upaya memperkenalkan budaya Jepang. “Acara berlangsung tiap tahun, merupakan penyelenggaraan ke enam dilaksanakan di Fakultas Ilmu Budaya,” sebut Ar Rasyid. Dia mengatakan, setiap tahun animo masyarakat cukup besar dalam memeriahkan acara Bunkasai. “Setidaknya dalam acara ini kita melibatkan semua kalangan, tak hanya pelajar namun juga generasi muda pada umumnya.” Humas USU, Bisru Hafi mengatakan, pimpinan universitas memberikan apresiasi kepada pelaksana kegiatan. “Kegiatan pesta budaya Jepang ini sangat positif mempererat silaturahmi antara masyarakat Indonesia dan Jepang,” ujarnya. Dalam festival itu diperkenalkan Foto Yukata (menggunakan pakaian Jepang), Motchitsuki (seni membuat kue motchitsuki), Shodou (seni kaligrafi Jepang), Bon Odori (tarian tradisional Jepang), Omikoshi (arak-arakan Jepang), Japanese Style (peragaan kostum Jepang) serta beragam kegiatan lain yang menggambarkan kebudayaan Jepang.(m49)

Namun, tersangka mulai memainkan sandiwaranya dengan membawa sepedamotor Heni dengan alasan pergi kerja. Saat itu, A Hok membujuknya agar menggadaikan BPKB sepedamotornya ke bank dengan alasan modal menikah. “Setelah uang Rp4 juta cair dari bank, langsung diambil tersangka bang dan dia bilang untuk membuka usaha. Anehnya aku percaya aja. Tapi bukan usaha yang dibukanya, melainkan uangku habis entah kemana dibuatnya,” sebutnya.

Korban yang mulai curiga, langsung menanyakan keberadaan uang tersebut. Namun, tersangka menjawab uang tersebut sudah habis digunakan untuk keperluan yang lain, sehingga pesta perkawinan yang sudah disepakti dibatalkan korban. “Dia pura-pura baik dengan keluargaku. Rupanya, sepedamotorku pun digadaikannya ke Tebingtinggi. Parahnya lagi, dia juga minta uangku untuk menebus sepedamotorku itu,” ujarnya. Dijelaskan korban, setelah

memberikan uang kepada A Hok, pelaku terus menghilang. “Sudah ku sms dan kutelepon, tapi tak tak pernah dijawabnya. Informasi yang kuterima, bukan aku saja yang menjadi korban penipuan, tapi banyak lagi yang menjadi korban sepertiku,” katanya. Sementara itu, Kapolsek Medan Area, Kompol Rama S Putra saat dikonfirmasi membenarkan ditangkapnya A Hok. “Pelaku sudah diamankan dan saat ini masih menjalani pemeriksaan,” tuturnya. (h04)

Dua Maling Grosir Diringkus Polisi Diminta Serius Usut MEDAN (Waspada): Dua pencuri yang beraksi di grosir milik Siti Roma Simanjuntak, 54, sehingga korban mengalami kerugian puluhan juta rupiah, diringkus petugas Reskrim Polsek Pancurbatu saat memakai narkoba dengan teman wanitanya di salah satu hotel kelas melati, Desa Bandar Baru, Sibolangit, Senin (24/3). Dari tersangka MDS alias Endok, 43, warga Jln. Pembangunan, Desa Baru, Kec. Pancurbatu, dan RS alias Oot, 34, warga Jln. Srikandi, Desa Tengah, Kec. Pancurbatu, petugas menyita barang bukti ribuan rokok berbagai merek dan satu paket kecil sabu-sabu beserta alat hisapnya. Saat dilakukan pengembangan kasus tersebut, petugas mengungkap keterlibatan tersangka melakukan pencurian

satu unit sepedamotor yang dijual kepada salah seorang oknum TNI di Pancurbatu. Informasi dihimpun wartawan menyebutkan, penangkapan kedua tersangka berawal dari laporan korban Siti Roma Simanjuntak, warga Jln. Sentosa, Kec. Petisah Tengah Medan, atas pencurian terhadap grosir miliknya di Jln. Pahlawan, Pasar Pancurbatu. Atas laporan itu, polisi menangkap tersangka MDS. Kepada petugas tersangka MDS mengakui, melakukan pencurian di grosir milik korban, Sabtu sekitar pukul 02:00 bersama tersangka RS dengan cara membobol jerjak besi di belakang bangunan grosir. Dari grosir itu kedua tersangka menggondol ribuan bungkus rokok yang dikemas didalam lima buah goni besar.Selain

mencuri rokok, mereka juga mengambil uang jutaan rupiah dari laci meja di grosir tersebut. Berdasarkan pengakuan MDS, petugas melakukan pengembangan sehingga berhasil menangkap tersangka RS saat memakai narkoba dengan teman wanitanya di salah satu hotel kelas melati di Desa Bandar Baru, Kec. Sibolangit. Kapolsek Pancurbatu Kompol Darwin Sitepu PB melalui Kanit Reskrim AKP P Samosir saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan kedua pencuri grosir tersebut. “Selain melakukan pencurian di grosir, tersangka RS juga terlibat pencurian sepedamotor,” tutur Samosir. Sementara itu, korban Siti Rohmah Simanjuntak mengaku, akibat pencurian itu dia mengalami kerugian lebih dari Rp30 juta.(m40)

Waspada/Mursal AI

KETUA YPGM H Yahya Sumardi (enam kiri) foto bersama para siswa dan guru pada acara bazar, perlombaan, dan pentas seni di lapangan sekolah Jln. Bunga Kenanga, Kec. Medan Selayang.

Kasus Penistaan Agama MEDAN (Waspada): Pengurus Aliansi Ormas Islam Sumatera Utara Pembela Masjid mendesak aparat penegak hukum serius mengusut kasus penistaan agama yang diduga dilakukan oleh seorang pemimpin tarikat pengajian Sa berinisial SM AA yang lokasi pengajian tariqatnya di kawasan Jln. Karya Bakti, Kec. Medan Johor. “Sejak 11 Desember 2013 pimpinan pengajian tersebut dilaporkan ke Polresta Medan namun hingga kini berkasnya belum juga disidangkan di Pengadilan Negeri Medan. Kami menilai aparat kepolisian sepertinya tidak serius mengusut kasus ini,” ujar Ketua Umum Aliansi Ormas Islam Sumatera Utara Pembela Masjid Drs H Leo Imsar Adnans didampingi Ketua FUI Sumut Ustadz Indra Suheiri MA, Ustadz Yahya, dan Direktur Lembaga Advokasi Umat Islam MUI Sumut H Hamdani Harahap SH, MHum, kepada Waspada di Masjid Raudhatul Islam Jln.Yos Sudarso Gang Peringatan, Medan, baru-baru ini. Dijelaskan Leo Imsar, penanganan kasus tersebut dilimpahkan dari penyidik Polresta Medan ke Poldasu. Setelah memeriksa dan memintai keterangan pihak pelapor Ustadz Indra Suheiri, selanjutnya penyidik Poldasu mengirim BAP tersebut ke Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Sumut. Namun, karena berkas-berkasnya

belum lengkap, JPU mengembalikan berkas tersebut ke penyidik Poldasu. “Meski sudah dikembalikan, namun hingga kini pihak penyidik belum juga melengkapi BAP tersebut. Kami menilai, sepertinya penyidik Poldasu tidak serius untuk mengusut kasus ini,” sebutnya. Dia menyarankan, seharusnya aparat penegak hukum di Sumatera Utara, melakukan tindakan seperti yang dilakukan oleh aparat penegak hukum di Sampang, Jawa Timur, saat mengusut kasus penistaan agama yang dilakukan oleh TM alias H Ali Murthada. Pengadilan Negeri Sampang pada 12 Mei 2012 menghukum oknum ustadz tersebut dua tahun penjara. Selanjutnya, ustadz TM alias H Ali Murthada mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Jawa Timur. Namun, oleh majelis hakim PT Jawa Timur, oknum ustadz TM alias H Ali Murthada hukumannya malah ditambah menjadi 4 tahun penjara. “Kasus penistaan agaam di Sampang, Jawa Timur itu sama seperti di Medan. Namun, aparat penegak hukum sepertinya tidak serius mengusut kasus ini. Jadi, kami berharap agar Muspida Sumut turun tangan untuk menyelesaikan masalah ini,” tambah Hamdani Harahap. (h04)

Razia Di Jln. Ringroad

Petugas Dishub Dianiaya Sopir Mobil Pick Up

YPGM Gelar Pentas Seni MEDAN (Waspada): Yayasan Perguruan Gajah Mada (YPGM) menggelar bazar, perlombaan dan pentas seni di lapangan sekolah Jln. Bunga Kenanga, Kec. Medan Selayang, Sabtu (29/3). Kegiatan yang bertemakan Gajah Mada Sport dan Competition 2014 menampilkan perlombaan gerak jalan santai dan beregu, voli, footsal, fashion show, mewarnai, dance dan kompetisi band dan lainnya. Para siswa juga menampilkan hasil kerajinan tangan dan makanan ringan untuk dijual kepada para tamu undangan. Sedangkan hadian lucky draw yang disediakan panitia berupa televisi, dispenser, beras, mi instant, alat tulis, dan hadiah lainnya. Ketua YPGM H Yahya Sumardi menuturkan, kegiatan ini bertujuan membina generasi muda dalam rangka persatuan dan kesatuan, serta mengasah kreatifitas siswa. “Di sekolah ini siswa akan terus diasah kemampuannya dalam berkreatifitas. Baik itu dalam olahraga maupun bernyanyi dan lainnya,” sebutnya. Selain perlombaan, YPGM juga memberikan pelayanan kesehatan atau pengobatan gratis pada acara pentas seni ini. “Kita ingin memberikan pelayanan kesehatan atau pengobatan gratis kepada masyarakat sekitar sekolah. Ini wujud kepedulian kita kepada kesehatan warga, makanya kita juga mengundang masyarakat untuk ikut gerak jalan. Selain dapat hadiah, juga membuat badan sehat,” katanya. Kegiatan ini rutin dilakukan, sehingga anak didik yang menuntut ilmu tidak hanya mendapatkan pelajaran dari guru semata, tetapi juga menunjukkan kebolehannya kepada guru maupun orangtua. “Kegiatan ini juga menampilkan tarian daerah, sehingga anakanak bisa lebih mengenal tarian daerah di Sumatera Utara maupun daerah lainnya,” ujarnya. Saat ini, kata dia, jumlah siswa dari tingkat TK hingga SMA/ SMK berkisar 2.000-an siswa. “Setiap tahunnya, siswa kita lulus seratus persen. Untuk itu kita mengajak para orangtua untuk menitipkan anaknya kepada kami untuk mendidiknya di Yayasan Gajah Mada 2014 - 2015, kita ingin mencerdaskan anak bangsa,” tutur Yahya Sumardi. (h02)

Waspada/Anum

SEKJEN MUI Prof Hasan Bakti Nasution menyampaikan paparanya dalam kegiatan kegiatan silaturahim dan dialog pemilu, di Aula MUI Sumut.

Waspada/Sahrizal

KAPOLSEK Pancurbatu Kompol Darwin Sitepu PB bersama Kanit Reskrim AKP P Samosir menginterogasi dua tersangka pencurian grosir bersama barang bukti ribuan bungkus rokok.

Penganiayaan

Mahasiswa USU Laporkan Tiga Oknum Polisi Ke Propam MEDAN (Waspada): Rizky Haian, 19, mahasiswa Fakultas Ekonomi USU mengadukan tiga oknum Sat Sabhara Polresta Medan ke Propam Polresta terkait penyetroman dan penganiayaan dialaminya, Rabu (26/3) malam. Kasi Propam Polresta Medan AKP Iskandar, Kamis (27/ 3) membenarkan korban sudah buat laporan ke Propam. Korban mengadukan tiga oknum Sat Sabhara Polresta Medan yang melakukan penganiayaan dan penyetroman sesuai STPL/ 03/III/2014/Si Propam, diterima Aiptu M Kembaren. “Tadi pihak korban datang bersama dua saksi untuk menjalani pemeriksaan, tapi karena alasan kuliah, pemeriksaan saksi tidak jadi,” kata Iskandar. Iskandar juga mempersilahkan korban membuat pengaduan ke Reskrim Polresta Medan. “Propam hanya melakukan proses disiplin terhadap anggota Polri yang menyalahi tugas,” sebutnya. Peristiwa penganiayaan dan penyetroman terjadi, Senin (24/ 3) malam sekira pukul 20:30. Malam itu korban mengendarai sepedamotor dari kawasan Pasar Peringgan bermaksud

pulang ke kos di simpang kampus. Saat di persimpangan lampu merah Jln. Jamin Ginting-Jln. Iskandar Muda, korban didatangi oknum polisi berpakaian dinas dan mencabut kunci sepedamotornya. Oknum polisi itu kemudian menyuruh korban meminggirkan sepedamotor, namun korban tidak bersedia dikarenakan kunci sepeda motor diambil oknum polisi itu. Saat dipaksa meminggirkan sepeda motornya dari tengah jalan, korban kesal dan mengatakan, “sekarang tidak bisa langsung main cabut kunci, semua kan ada prosedurnya.” Mendengar itu, oknum polisi menjawab, “kamu kok melawan, saya polisi saya punya hak.” Dijawab korban lagi, “bapak ngerti gak bagaimana prosedur yang bagus.” Karena korban terus menjawab, oknum polisi itu menjadi emosidanmenudingkorbanmelawan. Kemudian teman oknum polisi itu datang dan memiting leher korban dari belakang. Setelah itu kedua oknum polisi berpakain dinas memukul korban. Korban yang berusaha menelefon abangnya tidak diperbolehkan dan tetap dipukuli.

Tidak tahan dipukuli, korban menjerit minta tolong. Kemudian oknum polisi lainnya membawa alat strom, dan menyetrom korban.Warga yang ada di lokasi sempat mendatangi ketiga oknum polisi itu, namun mereka mengatakan korban tersangka narkoba dan kembali menyetrom korban. Setelah itu tangan korban diborgol dan dimasukkan ke mobil patroli. Di dalam mobil, korban digeledah. Uangnya Rp95 ribu dan HP kemudian diambil. Saat itu korban juga disiksa meski mengaku sudah minta ampun. Sekira pukul 23:30 korban dikelurkan dari mobil patroli dan dibawa ke warung tidak jauh dari lokasi itu. Dia dipaksa membuat pernyataan di atas materai 6.000 telah bersalah melawan polisi dan tidak menuntut ke pihak manapun. Ditanya wartawan siapa ketiga oknum tersebut, korban menyebutkan MPB Nababan, Ares, sedangkan satu lagi tidak diketahui namanya. KasatSabharaPolrestaMedan KompolTrisdikonfirmasimengatakan, akan mengecek kasus tersebut.“Nantikitacekdulusama anggota,” ujarnya.(m39)

MEDAN (Waspada): Petugas Dishub Medan Tandrianus Situmorang, 31, babak belur dianiaya sopir mobil pick up mengangkut bambu di depan Petronas Jln. Ringroad, Medan Sunggal, Rabu (26/3) siang. Informasi Waspada di lapangan, Dishub bekerjasama dengan petugas Dikyasa Sat Lantas Polresta Medan, sedang menggelar razia rutin di depan Petronas Jln. Ringroad. Korban Tandrianus Situmorang menyetop mobil pick up warna hitam karena mengangkut bambu diduga melebih tonase. Sopir mobil pick up kemudian berhenti dipinggirjalan,korbanterusmenanyakansuratkendaraan, sehingga terjadi perdebatan. Selanjutnya, sopir mobil turun dan langsung memukul korban yang sedang melaksanakan razia tersebut. Melihat korban tidak melakukan perlawanan, pelaku bersama mobilnya kabur. Akibat penganiyaan itu, korban mengalami luka pada mata kanan beram dan hidung bengkak. Korban telah melaporkan penganiayaan itu ke Polsek

Sunggal. Kapolsek Sunggal Kompol Eko Hartanto SIK mengatakan, pihaknya segera mengusut kasus penganiayaan petugas Dishub yang tengah menjalankan tugas razia. “Polisi sudah mengambil keterangan korban dan saksi. Bahkan, korban sudah melakukan visum terhadap luka yang dialaminya akibat penganiayaan sopir tersebut. “Nomor polisi (BKred) mobil pick up sudah kita kantongi dan akan dilakukan pengecekan di Samsat Poldasu untuk mengetahui BK itu asli atau palsu,” ujar Eko. Secara terpisah, Kadishub Kota Medan Renward Parapat ATD, MT mengatakan, sopir mobil pick up melakukan penganiayaan terhadap petugas sudah melanggar hukum. Petugas Dishub sedang melakukan razia resmi dengan melibatkan Sat Lantas Polresta Medan. “Kasus penganiayaan itu kita serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Sedangkan, korbannya sudah membuat pengaduan resmi ke Polsek Sunggal,” tuturnya. (m36)

Waspada/Ismanto Ismail

PETUGAS Dishub Kota Medan Ridwan, 29, menunjuk luka pada bagian mata dan hidung Tandrianus Situmorang, 31, korban penganiayaan sopir mobil pick up.

Waspada,senin 31 maret 2014  
Waspada,senin 31 maret 2014  
Advertisement