Page 6

Medan Metropolitan

A4

WASPADA Selasa 16 Juli 2013

“Sudah Cukup Nyawa Melayang Akibat Pemadaman Listrik” Sapma PP Sumut Unjukrasa Di Kantor PLN MEDAN (Waspada): Satuan Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila Sumatera Utara (Sapma PP Sumut) mengecam Perusahaan Listrik Negara (PLN) atas pemadaman bergilir yang kian menjadi-jadi di saat umat Islam menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1434 H. Kecaman itu dilontarkan Sapma PP Sumut dalam aksi unjukrasa damai di kantor PLN Jln. Yos Sudarso Medan, Senin (15/7). Ratusan kader berseragam loreng Pemuda Pancasila ini menuntut pihak PLN agar tidak mengusik umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa. Ketua Sapma PP Sumut Iqbal Hasibuan dalam orasinya mengatakan, pemadaman listrik bergilir di bulan Ramadhan ini sangat mengganggu kekhusyukkan umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa. Apalagi jika pemadaman Waspada/ist

MASSA Sapma PP Sumut berunjukrasa di Kantor PLN Jln. Yos Sudarso Medan, Senin (15/7).

listrik berlangsung menjelang waktu berbuka puasa, shalat Magrib, shalat Tarawih sampai sahur dan shalat subuh. Karena itu, massa Sapma PP mendesak PLN menghentikan pemadaman listrik bergilir terutama pada bulan suci Ramadhan. “Sudah cukup nyawa melayang sia-sia akibat pemadaman listrik yang dilakukan pihak PLN di Sumatera Utara selama ini. Mulai dari kebakaran rumah yang menimbulkan kerugian materi dan korban jiwa, hingga kerusuhan di Lapas Kelas I Tanjunggusta yang menewaskan lima orang,“ teriak Iqbal dalam orasinya. Sapma PP Sumut berharap, pihak PLN dapat menemukan formulasi pelayanan serta meningkatkan sarana dan prasarana agar tidak ada lagi pemadaman listrik bergilir, terutama selama bulan suci Ramadhan. Sementara itu, pihak PLN berjanji tidak akan lagi pemadaman listrik jika tidak terjadi gangguan teknis seperti kerusakan di sarana dan prasarana. Menurut PLN, pemadaman listrik terjadi karena ada kerusakan atau kesalahan teknis. Sebelum membubarkan diri, massa mengancam akan melakukan aksi yang lebih besar lagi jika tuntutan mereka tidak ditindaklanjuti pihak PLN.(m08)

Listrik Padam Bukan Karena Defisit DPRDSU: Buruknya Kinerja Manajemen PLN Jadi Penyebab Pemadaman MEDAN (Waspada): DPRDSU melalui Panitia Khusus (Pansus) Kelistrikan masih memberi penilaian buruk terhadap kinerja manajemen PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sumut. Hal inilah penyebab kondisi ketenagalistrikan di Sumut seburuk yang terjadi sekarang ini. Ketua Pansus Kelistrikan DPRDSU H. Ajib Shah, Senin (15/7), mengatakan, pihaknya sampai saat ini berkeyakinan kalau pemadaman listrik yang terjadi sekarang ini akibat buruknya kinerja manajemen PLN. Bukan karena defisit daya listrik, seperti yang selalu dijadikan alasan oleh pihak PLN. Menurut Ajib Shah, DPRDSU terpaksa harus membentuk

Pansus Kelistrikan guna menelusuri dan mencari tahu penyebab pasti dari permasalahan listrik di Sumut. Sebab, pemadaman aliran listrik masih terus terjadi di daerah ini. “Masalah paling parah muncul pada saat bulan suci Ramadhan. Itu terjadi berulang-ulang setiap tahun,” katanya. Ajib menegaskan, masalah kelistrikan sepertinya tidak bisa hanya diselesaikan lewat rapat dengar pendapat dengan Komisi D DPRDSU saja. Terbukti, sudah beberapa kali digelar rapat dengar pendapat, tapi masalah listrik tidak juga selesai. Sebab, Komisi D tidak bisa menelusuri satu masalah dengan sangat mendalam. “Kalau Pansus memang punya hak untuk mendalami satu masalah sampai tuntas,’’ katanya.

Berbohong Sementara itu, anggota Pansus Kelistrikan Maratua Siregar menilai PT PLN sudah terlalu banyak berbohong. Yang terakhir adalah keterangan mereka tentang keberadaan proyek PLTA Asahan III. Dalam pertemuan dengan Pansus Kelistrikan DPRDSU, pihak PLN menyebutkan, untuk proyek PLTA Asahan III, prosesnya dikembalikan lagi dari awal.

Yakni mengikuti mekanisme dalam hal memperoleh izin pinjam pakai kawasan hutan lindung. Pihak PLN mengaku telah terjadi kesalahan saat memulai pekerjaan proyek PLTA Asahan III ini.Yakni tentang letak proyek tersebut yang ternyata berada pada kawasan hutan lindung, sementara proses izinnya sangat rumit. Birokrasi yang harus dilalui sangat panjang.

Mendengar penjelasan ini, Maratua Siregar bereaksi. Katanya, itulah prilaku buruk PLN. Dulu, kata Maratua, PLN dengan gagahnya menyebutkan kalau program Asahan III sudah tidak ada masalah. Bahkan dengan gagahnya pejabat PLN waktu itu menyebutkan persoalan hutan lindung dan lain-lain sudah dapat diselesaikan. ‘’Nyatanya keterangan itu berubah lagi sekarang. Hal se-

perti inilah yang terus menerus dilakukan PLN,’’ kata Maratua Siregar. Sangat prihatin Anggota Pansus Kelistrikan lainnya Sudirman Halawa mengungkapkan keyakinannya bahwa masalah listrik di Sumut disebabkan oleh lemahnya manajemen PLN. Dia mengaku sangat prihatin melihat kinerja manajemen PLN Sumut. Mengikuti peristiwa pe-

madaman listrik akhir-akhir ini, Sudirman Halawa mengaku sedih membaca berbagai pernyataan pihak PLN di media massa. Keterangan yang disampaikan sangat berlainan dengan kenyataan yang terjadi. “Sepertinya pihak PLN tidak tahu harus ngomongapalagi.Karenaitu,pernyataan yang disampaikannya menjadi salah,’’ kata Sudirman. Contoh paling mudah, lanjut Sudirman, adalah tentang

keluhan pemadaman listrik pada saat pelaksanaan shalat Tarawih. Sementara pihak PLN menyebutkan bahwa pemadaman bergilir hanya terjadi sampai pukul 15:00. Artinya, pukul 17:00 ke atas tidak ada lagi pemadaman listrik. ‘’Tapi ternyata, pada saat shalat Tarawih, masih ada pemadaman listrik. Itu membuktikan pihak PLN sudah panik. Tidak tahu lagi menjawab apa,’’ ujarnya. (m12)

Tim Patroli Pemko Belum Bekerja Maksimal MEDAN (Waspada): Memasuki pekan kedua bulan suci Ramadhan 1434 H, Tim Patroli yang dibentuk Pemko Medan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) belum bekerja secara maksimal. Buktinya, sampai saat ini perang petasan dan balap liar masih berlangsung di Kota Meda sehingga mengganggu umat Islam yang sedang melaksanakan ibadah. Sementara,

para camat dan lurah terkesan membiarkan aksi perang petasan tersebut. Saat dikonfirmasi Waspada, Senin (15/7), Plt Wali Kota Medan Dzulmi Eldin mengatakan, pihaknya telah turun ke lapangan guna melakukan penertiban. “Tim kita sudah turun ke lapangan pada Sabtu dan Minggu kemarin. Kita akan terus melakukan razia dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian,”

katanya. Selain tim yang melakukan razia, lanjut Eldin, peran orangtua juga sangat diharapkan guna mengawasi putra-putrinya sehingga tidak ikut-ikutan terlibat dalam aktivitas asmara subuh. “Saya mengimbau orangtua secara tegas melarang anakanaknya agar tidak keluar pada malam dan subuh selama bulan Ramadhan. Alangkah baiknya

UMA Gelar Pelatihan Fasilitator Lingkungan Hidup Berbasis Warga

jika umat Islam memanfaatkan waktu yang ada untuk meningkatkan amal ibadah atau beristirahat usai shalat Tarawih,” ujar Eldin. Di tempat terpisah, Kabag Tapem Fahri Matondang mengatakan, SK Tim Patroli Bersama memang sudah ditandatangani Plt Wali Kota Medan Dzulmi Eldin. Saat ini, tim sudah turun ke lapangan. “SK-nya sudah ditandatangani dan tim sudah turun pada Sabtu-Minggu. Kalau di kawasan ringroad, kami tidak ada menemukan warga yang bermain petasan,” kata Fahri.

Kendati demikian, lanjut Fahri, pihaknya meminta kepada lurah dan camat agar mengimbau masyarakat di wilayah masing-masing agar tidak bermain petasan karena membahayakan diri sendiri dan orang lain, serta mengganggu umat Islam yang beribadah. “Kita minta camat dan lurah mengimbau warganya masing-masing agar tetap menjaga kekondusifan Kota Medan,” kata Fahri. Disinggung soal anggaran yang dikeluarkan Pemko Medan untuk membiayai Tim Patroli Bersama ini, Fahri enggan menyebutkannya. “Saya lupa jum-

lahnya,” kata Fahri. Sementara itu, Megawati warga Kec. Medan Sunggal mengatakan, pihaknya sangat terganggu dengan aktivitas balap liar dan perang petasan. Dia juga heran kenapa pihak kecamatan tetap santai pada bulan suci Ramadhan. Padahal warga sangat resah. Dia juga menilai tim yang dibentuk Pemko Medan sangat tidak efektif. “Aktivitas bermain petasan berlangsung mulai dari waktu shalat Tarawih hingga menjelang sahur. Warga berharap Pemko Medan segera melakukan penertiban,” ujarnya.(m50)

Waspada/Ist

KETUA Umum Majelis Zikir Tazkira Sumut Buya KH Amiruddin MS memberi tausiyah pada zikir dan doa di Masjid Agung Medan.

Lima Golongan Manusia Dekat Kepada Allah MEDAN (Waspada): Ketua Umum Majelis Zikir Tazkira Sumut Buya KH Amiruddin MS mengatakan, ada lima golongan manusia yang dekat kepada Allah SWT. Mereka kelak akan mendapatkan ‘naungan Allah SWT’ di hari akhirat. “Pertama, orang-orang yang bersih, yakni membersihkan harta kekayaan dengan menyantuni fakir miskin dan anak-anak yatimpiatu, berpikiran yang jernih/bersih dan perasaan (hati) yang bersih dengan senantiasa berzikir kepada Allah SWT,” ujar KH Amiruddin dalam tausiyahnya pada zikir dan doa bulanan Majelis Zikir Tazkira Sumut, Di Masjid Agung Medan, Minggu (14/7). Kedua, menurut dia, orang-orang yang sedang berada di ‘rumah Allah’ melaksanakan ibadah, shalat dan membaca Alquran. Ketiga, orang-orang yang senantiasa berkomunikasi kepada Allah melalui bacaan ayat-ayat suci Alquran. Keempat, suka memberi dengan sifat pemurah dan penyayang. Sedangkan kelima, orang-orang berpuasa. Acara tersebut diawali pembacaan ayat-ayat suci Alquranulkarim oleh Qari H Mat Kasat Lubis Sag, dilanjutkan shalat Ghaib dan shalat Tasbih. Kemudian, zikir dan doa dipimpin langsung Buya KH Amirudddin MS. Dalam kesempatan itu, KH Amiruddin menjelaskan, untuk kegiatan zikir dan doa yang digelar Majelis Zikir Angkatan Muda Tazkira Sumut, di Masjid Raya Al-Mashun Medan, Minggu (21/ 7) pukul 08:00 WIB, akan menghadirkan pentausiyah Prof Dr H Fauzi Amat bin Amat dari University of Malaka, Malaysia. Sedangkan pembaca ayat-ayat suci Alquran adalah Qari Internasional Drs H Fadhlan Zainuddin. (cwan)

Kajatisu Ditabalkan Warga Kehormatan Melayu MEDAN (Waspada): Balai dalam adat Melayu digunakan untuk menyampaikan ungkapan syukur seseorang atas keberhasilan dan kegembiraan. Misalnya hari kelahiran, pernikahan, keberuntungan, dan juga untuk ‘mengupah-upah’ orang yang sembuh dari sakit. “Tidak jarang pula balai digunakan untuk menabalkan nama dan gelar termasuk menyambut tamu-tamu terhormat yang diterima menjadi ‘keluarga kehormatan’di kalangan masyarakat Melayu,” kata Ketua MABMI Drs Safwan Khayat Mhum, pada acara syukuran dan silaturahmi MABMI Kota Medan dalam menyambut dan menerima sebagai warga kehormatan Melayu Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajatisu) Bambang Setyo Wahyudi, baru-baru ini. Dalam kesempatan itu, Safwan Khayat menyampaikan salam silaturahmi dan mendukung Kajatisu untuk mengemban tugas dan amanah negara di daerah Sumut, yakni menegakkan keadilan dan kebenaran dalam bingkai berbangsa dan bernegara. “Hal ini sejalan dengan asas-asas budaya Melayu yang sangat menghormati ketaatan kepada hukum dan menjunjung kebenaran,” tuturnya. Sementara itu, Kajatisu Bambang Setyo Wahyudi didampingi istri dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas penabalan dan pemberian balai Melayu yang mencerminkan, bahwa beliau beserta istri diterima sebagai warga kehormatan Melayu di daerah ini. Bambang mendukung upaya pelestarian budaya Melayu serta resam berpantun, seni tari dan musik Melayu yang terkucil di tengah budaya modern dan kosmopolitan. “Kita perlu mengembangkan budaya Melayu ini sehingga menjadi seni budaya yang dicintai serta dihargai oleh masyarakat masa ini. Para pendukung budaya Melayu sebagian besar telah berusia tua, dan perlu pelapisan dari para generasi muda untuk memeliharanya,” sebutnya. (cwan)

MEDAN (Waspada): Universitas Medan Area (UMA) menggelar pelatihan fasilitator pengelolaan lingkungan hidup berbasis warga melalui pembentukan bank sampah, penghematan air, biopori, dan penanaman pohon. “Pelatihan yang diikuti 100 peserta dari seluruh kelurahan se-Kota Medan, akan digelar Sabtu, 29 Juni 2013, di Gedung Serbaguna II, Kampus UMA,” kata Ketua Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) UMA Medan Ahmad Hambali Batu Bara, di kampus UMA, Senin (15/7). Menurut dia, pelatihan ini bertujuan agar masyarakat lebih memahami tentang sampah khususnya sampah dari limbah rumah tangga. Pada mulanya sampah yang dibuang bisa dikelola menghasilkan uang, dengan kata lain diharapkan melalui pelatihan masyarakat mampu “mengubah limbah menjadi emas” dan masyarakat

menjadi lebih sadar lingkungan dan berperan aktif dalam menjaganya. Kata Hambali, manusia sekarang bisa hidup dengan baik karena nenek moyang kita menjaga alam dengan baik. “Sampah menumpuk di sungai karena kesadaran masyarakat masih kurang, sampah dianggap sepele,” ujarnya. Jika jumlah penduduk Kota Medan sebanyak 2 juta orang, maka dalam sehari satu orang mengumpulkan satu kilo sampah. “Maka jika dijumlah satu hari terkumpul 2000 ton sampah,” sebut Direktur COME Jenny Riany Lucia Berutu SH, yang turut ambil bagian dalam pelatihan “Pengelolaan Lingkungan Hidup Berbasis Warga melalui Pembentukan Bank Sampah dan Penghematan Air Skala Rumah Tangga di Kota Medan” di Gedung Serba Guna FISIP UMA Medan. Jenny menyatakan, pihak-

nya menargetkan membangun 50 bank sampah aktif di Kota Medan, melakukan program kampanye penghematan air, dan pembuatan pertanian pekarangan bagi wilayah-wilayah di Medan, dalam usaha mendukung Medan menuju kota bersih, sehat, lestari yang layak bagi warganya. “COME berkomitmen melakukan pendampingan pada setiap aktivitas pengiat lingkungan untuk memproses pengolahan lingkungan yang lebih baik. Adapun produk-produk yang dihasilkan mengelola sampah seperti tas, dompet, dan lain-lain, bisa dijual dengan modal sedikit tapi keuntangan yang besar,” tuturnya. Sementara Ketua Pelaksana Kegiatan Sonita Simangunsong SH, MSi, mengajak masyarakat untuk peduli lingkungan yang dimulai dari diri sendiri dan menyampaikannya kepada orang lain. (m49)

MEDAN (Waspada): Unit Lantas Polsek Delitua yang menggelar Operasi Patuh 2013 sejak 4 Juli hingga 17 Juli telah menilang 360 pengendara bermotor yang melanggar aturan lalulintas. Kapolsek Delitua AKP Wahyudi SIk melalui Kanit Lantas Polsek Delitua AKP HM Syafii disela-sela pelaksanaan Operasi Patuh 2013 di persimpangan Jln. Brigjen Hamid-Jln. Brigjen Katamso, Senin (15/7) mengatakan, Ops Patuh digelar guna mengurangi tingkat kecelakaan lalulintas dan meningkatkan disiplin pengendara berlalulintas. “Kita menggelar Operasi Patuh 2013 di berbagai titik rawan kecelakaan dan kemacatan arus lalulintas untuk meminimalisir kecelakaan sekaligus melancarkan arus kendaraan,” kata AKP Syafii. Di antaranya dilaksanakan di persimpangan Jln. Brigjen Hamid-Jln. Brigjen Katamso, persimpangan Jln. AH Nasution-Jln. Karya Jaya, persimpangan Jln. Jamin Ginting-Jln. AH Nasution, Jln. Setia Budi Ujung/Simpang Selayang dan lainnya. Menurut Syafii, selama berlangsung razia hingga Senin, Unit Lantas Polsek Delitua telah menindak dengan memberikan

tilang 360 pengendara bermotor. “Penindakan dilakukan terhadap pengendara yang melanggar aturan seperti menerobos lampu merah, tidak memakai helm, dan berkendaraaan tanpa dilengkapi surat-surat seperti tidak membawa STNK dan SIM,” ujarnya. Kata dia, penindakan dilakukan terhadap seluruh kendaraan bermotor baik pengendara

roda dua, mobil pribadi, angkutan umum, dan lainnya. “Kita akan menggelar Operasi Patuh hingga 17 Juli, dengan tujuan mengurangi tingkat kecelakaan, meningkatkan disiplin pengendara berlalulintas, menertibkan para pengguna jalan guna terciptanya ketertiban lalulintas dalam menyambut bulan suci Ramadhan dan menghadapi Idul Fitri,” sebutnya. (m40)

Waspada/Amir Syarifuddin

SEKDAPROVSU H Nurdin Lubis SH, MM yang kader alumni HMI (tengah) berbincang akrab dengan tokoh senior HMI Drs H Amrun Daulay MM, yang juga mantan Sekdaprovsu dan mantan anggota Komisi II DPR RI (kanan) pada Safari Ramadhan keluarga KAHMI Sumut di Jln. Hang Lekiu Medan.

Peran Alumni HMI Diharapkan Lantas Polsek Delitua Tilang 360 Pengendara Dalam Pembangunan Sumut

Waspada/Sahrizal

KAPOLSEK Delitua AKP Wahyudi SIk, bersama personelnya saat menggelar Operasi Patuh 2013 di Jln. Brigjen Katamso Medan.

MEDAN (Waspada): Sekdaprovsu H Nurdin Lubis SH, MM, menaruh harapan besar terhadap peran alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di berbagai lini profesi dan kemasyarakatan untuk lebih signifikan memberikan pengabdian terbaiknya bagi keberhasilan pembangunan Sumatera Utara (Sumut). “Selama ini peran dan kontribusi alumni HMI memang cukup besar, khususnya di jajaran pemerintah provinsi maupun kabupaten dan kota se Sumut, namun ke depan Bapak Gubsu berharap terus ditingkatkan secara lebih aktif dan dinamis,” ujar Nurdin Lubis pada Safari Ramadhan Korps Almuni HMI (KAHMI) Sumut di Jln. Hang Lekiu Medan, Jumat (12/7) malam. Safari Ramadhan di kediaman keluarga almarhum Prof H Hasnil Basri Siregar SH, diterima dengan penuh kekeluargaan istri almarhun Hj Rr Sukmadiah yang juga aktivis alumni HMI serta anak dan menantunya di antaranya Ir H Muhammad Armand Effendy Pohan MSi, yang kini Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Sumut. Suasana Safari Ramadhan diisi berbuka puasa bersama, shalat Maghrib, Isa, Tarawih dan Witir berjamaah serta tausiyah Ramadhan, dilanjutkan silaturahim yang penuh akrab dan kekeluargaan. Sejumlah alumni senior HMI hadir di antaranya mantan Sekdaprovsu Drs H Amrun Daulay MM, yang juga mantan anggota Komisi II DPR RI, mantan Pj Wali Kota Medan Drs H Afiffuddin Lubis SH, MM, Ketua Umum KAHMI Sumut H RadenMuhammadSyafii,KetuaHarianHHusniNasution dan sejumlah fungsionaris seperti Chairil Siregar SH, Ir Murlan Tamba, Ansari Siregar serta sejumlah pejabat teras di antaranya Kepala Biro Keuangan Pemprovsu H Baharuddin Siagian SH, MSP. Sembari menyampaikan salam Gubsu H Gatot Pujo Nugroho ST, dan Wagubsu Ir H T Erry

Nuradi MSi, Sekdaprovsu memberikan apresiasi atas terselenggaranya Safari Ramadhan KAHMI Sumut yang dijadwalkan digelar di beberapa kediaman tokoh senior alumni HMI. Sekda menilai kegiatan ini efektif sebagai media saling komunikasi, membangun ukhuwah dan juga bernostalgia. “HMI ibarat satu kamar siap diisi oleh berbagai bunga yang juga siap mengharumkan bangsa dan negara. Kini kader HMI di pemerintahan, bisnis, politik, dan lainnya memberikan pengabdian terbaiknya dan hampir di setiap partai ada alumni HMI sehingga mudah berkomunikasi dan marilah kita bangun terus hubungan kekerabatan ini,” ujarnya. Sekdaprovsu juga mengajak para alumni HMI menjadikan momentum ini sebagai sarana refleksi terhadap perjalanan dan aktivitas para kader HMI, serta melakukan pergerakan dengan akselerasi yang semakin cepat, tepat, dan akurat untuk kemajuan bangsa. Para kader HMI telah menunjukkan jati dirinya sebagai kelompok intelektual Islam yang peduli terhadap kemajuan Islam dan kemajuan bangsa Indonesia, serta saat ini masyarakat dapat menyaksikan kiprah dan perjuangan alumni HMI melalui kader-kader terbaiknya. ”Kader HMI banyak memainkan peran penting hampir di semua bidang, baik sosial, politik, ekonomi, pendidikan, birokrasi, maupun di berbagai bidang kehidupan lainnya,” tuturnya. Sekdaprovsu mengajak keluarga besar kader HMI untuk terus melanjutkan partisipasi aktifnya dalam penyelenggaraan pembangunan dan menghindari keterlibatan pada berbagai permasalahan yang tidak produktif. “Mari kita wujudkan Indonesia yang lebih aman, adil, demokratis dan sejahtera,” ujarnya.(m28)

Waspada,selasa 16 juli 2013