Page 5

Medan Metropolitan

WASPADA Selasa 16 Juli 2013

A3

UMA Bekali Peserta PKL MEDAN (Waspada): Fakultas Pertanian Universitas Medan Area (FP UMA) memberi pembekalan sekaligus melepas mahasiswa peserta Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Gedung Serbaguna FISIP UMA Jln. Kolam, Medan Estate, Senin (15/7). Pembekalan yang berlangsung hingga Selasa (16/7) itu, dibuka Dekan Fakultas Pertanian UMA Ir. Rizal Aziz, MP dan diikuti 44 mahasiswa dari program studi Agroteknologi dan Agribisnis. “Tujuan pembekalan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mahasiswa tentang perkebunan secara komprehensif serta mampu melaporkan semua aktivitas yang dikerjakannya, dalam bentuk buku laporan PKL,” ujar Koordinator Pembekalan, Dr. Ir. Syahbudin, MSi didampingi Kabag Humas UMA, Ir. Asmah Indrawati, MP di sela-sela acara tersebut. Dr. Syahbudin menjelaskan, pembekalan menitikberatkan pada pembahasan materi sejarah perkebunan, proses perubahan badan hukum, restrukturisasi yang terjadi sejak masa kolonial hingga saat ini. Selain itu, menjelaskan visi, misi dan strategi perusahaan perkebunan serta bentuk badan hukum, kelebihan dan kelemahan masing-masing badan hukum serta penerapan UU No. 18 tahun 204 tentang Perkebunan. Aspek lain yang dibahas adalah sistem budidaya dan sistem produksi perkebunan dengan mengedepankan konsep pembukaan lahan ramah lingkungan, manajemen dan sistem pembibitan, penanaman, pemeliharaan serta manajemen dan sistem produksi perkebunan. Disebutkannya, para pemateri yakni Manejer PT Perkebunan Paya Pinang Ir. Edi Santoso, Kabag Keuangan dan Akutansi PT Kereng Pangi Perdana Chairul Batubara, SE serta tiga dosen Pertanian UMA yakni Prof. Dr. Ir. Ahmad Rafigi Tantawi, MS; Ir. Gusmeizal, MP dan Dr. Syahbudin MSi. Dekan FP UMA, Ir Rizal Aziz MP meminta mahasiswa peserta PKL benar-benar memanfaatkan pembekalan tersebut sehingga bisa menselaraskan antara konsep dan teori. (m49)

Hanura Buka Puasa Bersama 100 Anak Yatim

Waspada/Surya Efendi

AKIBAT TEROBOS LAMPU MERAH: Kerumunan warga meihat seorang pemuda mengendarai sepedamotor Yamaha Jupiter BK 6884 ACI terkapar di persimpangan Jln. Letjen Suprapto – Jl. Pemuda Medan, Minggu (14/7) malam. Pemuda ini nekat menerobos lampu merah sehingga sepedamotor yang dikendarainya ditabrak mobil.

Waspadai Aksi Balas Dendam Teroris MEDAN (Waspada): Empat teroris penghuni Lapas Tanjung Gusta yang masih berkeliaran diduga akan melakukan aksi balas dendam terhadap pemerintah, aparat kepolisian, dan masyarakat. Hal ini harus menjadi perhatian serius oleh aparat kepolisian untuk segera menangkap para teroris secepatnya. “Waspadai aksi balas dendam. Ada kekhawatiran saya, para teroris yang lari tersebut membangun konsolidasi internal untuk kembali melakukan kegiatan terorisme, serta mela-

kukan aksi balas dendam kepada pemerintah, aparat kepolisian, dan sebagainya. Apalagi, para teroris ini selalu beranggapan bahwa negara ini berkiblat pada antek-antek asing dan kafir,” kata Dosen Sosiologi UISU Razman Arif Nasution kepada Waspada, Senin (15/7). Menurut dia, saat ini pemerintah melalui Densus 88 sangat ‘jago’ menangkap teroris, tetapi pemerintah belum mampu memberikan pencerahan untuk menyadarkan para teroris kembali ke jalan yang benar. “Para teroris yang keluar dari lapas itu seharusnya sudah mengerti ajaran Islam yang sebe-

narnya. Islam itu agama yang rahmatan lil alamin, tidak mengajarkan kekerasan apalagi membunuh. Dan saya rasa, hanya beberapa teroris saja yang bisa sadar dan mengikuti ajaran agama Islam yang benar, selebihnya tidak,” sebutnya. Sedangkan tahanan lain yang terlibat kriminal, kata Razman, tidak memberikan efek negatif pada keamanan nasional. “Yang berbahayakan teroris dan tersangka narkoba yang memiliki jaringan. Makanya kita sangat menyesalkan terjadinya hal ini,” ujar Razman yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Constitutional (Icon) Watch

Jakarta. Seharusnya, tahanan teroris dan narkoba diletakkan di satu pulau seperti Nusakambangan, sehingga jika pun lari, tahanan teroris itu tetap berada di pulau tersebut. “Selain itu, perbaikan atau perluasan lapas dari over kapasitas harus dibarengi dengan perbaikan mental dari petugas lapas itu sendiri, sehingga tidak terjadi budaya transaksional, oligarki, dan feodalisme di dalam lapas,” tuturnya. Razman mengakui, pemerintah gagal melakukan pembinaan terhadap pelaku-pelaku kriminal di dalam lapas. “Konsep dari pembinaan itu seharus-

nya, dari yang berprilaku tidak baik menjadi baik. Tapi apa yang terjadi, orang yang keluar bukan menjadi baik, melainkan bertambah jahat, karena bukan pembinaan yang mereka dapatkan, tetapi keberingasan,” katanya. Akibatnya, lapas tidak memberikan efek jera karena ketidakmampuan Kemenkumham menangani sumber daya manusia internal di lapas. “Sehingga muncul kecurigaan masyarakat, penjahat-penjahat kelas berat itu dipelihara di dalam lapas, tahanan-tahanan yang punya duit mendapat keistimewaan dan sebagainya,” sebutnya.

Gagal Nikah, Minum Racun Serangga

Waspada/Andi Aria Tirtayasa

KANIT Reskrim Polsek Percut Seituan AKP Faidir Chan dan Dr Leo Sitanggang sedang memeriksa kondisi L br S saat masih berada di ruang UGD RS Marthoni Medan, Senin (15/7), setelah menenggak cairan berupa racun serangga dan lotion anti serangga.

MEDAN (Waspada): Seorang janda beranak dua berinisial L br S, 35, warga Jln. Pahlawan, Kel. Pahlawan, Kec. Medan Perjuangan, nekad meminum racun serangga di rumah calon mertuanya di Jln. Denai, Kec. Medan Denai. Pasalnya, salah seorang kerabat calon suami menolak rencana pernikahan tersebut. Informasi yang diperoleh di Rumah Sakit Marthondi, korban L br S siang itu mendatangi kediaman FH, 29, calon suaminya di kawasan Jln. Denai, Kec. Medan Area, untuk mempertanyakan kesiapan pernikahan mereka yang direncanakan pada Senin (15/7) malam. Apalagi, calon suaminya FH sudah berada di Medan. Namun, bukan kabar baik yang diterima korban, karena

salah seorang yang disebutsebut sebagai kerabat keluarga calon suaminya ternyata menentang pernikahan mereka dengan alasan yang tidak jelas. Padahal, FH dan keluarganya sudah sepakat untuk melangsungkan pernikahannya. Begitu mendengar rencana pernikahannya gagal, apalagi surat undangan pesta perkawinan sudah disebar, L br S sontak kaget dan kecewa. Kekecewaan korban semakin memuncak setelah diketahui calon suaminya itu dibawa kabur oleh kerabat keluarganya. Setelah keluar dari rumah calon suaminya itu, L br S langsung pergi ke warung untuk membeli recun cair serangga dan lotion anti serangga. Di depan rumah tersebut, L br S menenggak cairan serangga dan

sebungkus lotion anti serangga, namun pihak keluarga FH tak memperdulikannya. Bahkan, L br S diusir oleh kepala lingkungan setempat dengan alasan membuat keributan. Merasa dikecewakan, L br S bermaksud membuat pengaduan ke Polsek Percut Seituan, namun sesampainnya di kantor polisi tersebut ternyata tubuh korban sempoyongan dan kemudian dilarikan ke RS Marthondi. Di rumah sakit tersebut, petugas medis segera memasang infus untuk mengeluarkan cairan serangga yang sudah terminum itu. Dr Leo Sitanggang yang menangani korban menjelaskan, saat masuk ke ruang UGD, korban dalam keadaan gelisah dan kemudian muntah dan mualmual karena telah meminum cairan serangga dan lotion anti serangga. “6 jam lagi baru akan terlihat reaksinya, sedangkan tekanan darahnya normal dan sudah diobservasi,” sebutnya. Korban L br S yang dikonfirmasi di UGD RS Marthondi mengatakan, rencananya malam ini mereka akan melangsungkan pernikahan dengan calon suaminya FH. Ternyata, pihak keluarga calon suaminya itu ada yang menentang pernikahan tersebut.“Ada sepupu calon suamiku yang menentang pernikahan kami, bahkan dia pula yang membawa lari calon suamiku itu. Mungkin karena calon suamiku membawa uang banyak dari Pekanbaru,” tuturnya. Dia mengatakan, perkenalannya dengan FH sejak 4 bulan lalu. Karena sudah ada kecocokan, keduanya sepakat menikah pada Senin (15/7) malam ini, sedangkan pesta pernikahan akan dilaksanakan pada 20 Agustus 2013. Namun, rencana untuk berumahtangga kembali akhirnya kandas tanpa alasan yang jelas. “Aku tak tahu apa penyebabnya, padahal surat undangan pesta perkawinan sudah disebar kepada kerabat dan handaitolan,” ujar L br S. (h04)

Hal serupa juga diungkapkan Kriminolog Nursariani Simatupang kepada Waspada, Senin (15/7). Menurutnya, para tahanan yang belum tertangkap bisa memberikan efek balas dendam kepada para aparat penegak hukum. “Kenapa? Karena di dalam lapas itu sendiri terjadinya kesenjangan sosial, pengabaian hak-hak mereka, perbedaan vonis hakim dalam kasus dan barang bukti yang sama. Ini sangat berbahaya, dan para tahanan bisa saja melakukan balas dendam,” ujar dosen kriminolog UMSU ini. Menurut Nursariani, kejadian kerusuhan dan pembakaran Lapas Tanjung Gusta tersebut merupakan klimaks dari kekalutan para narapidana saat berada di dalam lapas. “Saya kira perbaikan lapas juga harus dibarengi integritas moral dari aparat penegak hukumnya,” tuturnya. (h02)

MEDAN (Waspada): DPC Partai Hanura Kota Medan bersama DPD, PAC, dan para calon legislatif (caleg) buka puasa bersama 100 anak yatim piatu sekaligus Safari Ramadhan di sekretariat Jln. DI Panjaitan Medan, Minggu (14/7). Ketua Partai Hanura Kota Medan Harimantua Dibata Siregar mengatakan, tujuan dari kegiatan ini untuk menambah pengetahuan jasmani dan rohani para kader khususnya caleg yang dihantarkan Partai Hanura. “Dengan sehatnya jasmani dan rohani, maka terbukalah hari nurani ketika melihat kesulitan baik kepada partai apalagi kepada rakyat,” katanya. Menurut dia, Partai Hanura ini sangat berat untuk dipikul oleh seorang kader ataupun caleg yang tidak mempunyai hati nurani, jangankan untuk rakyat, untuk Partai Hanura saja tertutup. “Jika kita simak dengan baik bacaan Hati Nurani Rakyat, jangan kita berasumsi hati nurani rakyat kita ambil untuk mendukung kita, yang seharusnya hati nurani kitalah yang kita berikan kepada rakyat,” sebut Hariman. Dijelaskannya, ketika hati nurani berbicara, Dewan Pimpinan Cabang Hanura Medan telah berbuat dengan mengadakan event abang becak teladan dan melaksanakan Isra Mikraj serta gerebek fakir miskin dan malam ini dilaksanakan buka puasa dan Safari Ramadhan menghadirkan anak yatim piatu. “Semua ini dilakukan karena hati nurani untuk membantu fakir miskin serta anak yatim piatu,” ujarnya. Hariman berharap, mudah-mudahan seluruh kader khususnya para caleg apabila duduk di legislatif nantinya tetap mengedepankan hati nurani untuk rakyat, kapan saja dan dimana saja. Usai buka puasa bersama dilaksanakan shalat Maghrib berjamaah dilanjutkan makan malam dan pemberian tali asih kepada 100 anak yatim. (m39)

Waspada/Rudi Arman

KETUA Partai Hanura Kota Medan Harimantua Dibata Siregar bersama sekretaris Landen Marbun dan bendahara Bangkit Sitepu saat menyalami anak yatim piatu di sekretariat DPC Partai Hanura Jln. DI Panjaitan.

Waspada,selasa 16 juli 2013