Page 26

Aceh

WASPADA Selasa 16 Juli 2013

Saat Pembagian BLSM, Zainal Tadahkan Tangan Di Kantor Pos

BLSM Di Nagan Tak Tepat Sasaran NAGAN RAYA (Waspada) : Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) di Kabupaten Nagan Raya dinilai tidak tepat sasaran. Karenanya sejumlah warga di kabupaten tersebut sangat kecewa, sedangkan BLSM diperuntukkan bagi orang miskin dan kurang mampu. Seorang warga, Senin (15/7) mengungkapkan sangat kecewa dengan bantuan BLSM tersebut, kalau diperhatikan kebanyakan bukan dari orang miskin dan kurang mampu, melainkan untuk orang kaya seperti di Desa Blang Panyang Seunagan Timur ini rata-ratabantuaninisamasekalitidakdidapatkanoleh yangberhak. “Kalau kita selidiki masih banyak yang belum didapat warga miskin dan kurang mampu, bahkan sampai saat ini kami belum mendapatkan kupon tersebut, bahkan untuk mengisi nama pun belum ada sama kami,” kata warga tadi. (cb07)

SUBULUSSALAM (Waspada): Saat digelar pembagian Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM), Senin (15/7) bagi sejumlah warga penerima Kota Subulussalam di Kantor Pos setempat, ada sesosok warga yang menarik perhatian. Adalah Zainal Abidin, 32, yang terlihat mengadahkan tangan mohon bagian. Kepada Waspada di sela-sela penantiannya, Zainal mengaku sedang menjalankan ibadah puasa ini memastikan kalau ia hanya berharap bantuan sukarela dari penerima BLSM setempat. Diakuinya, Zainal bukan penduduk Subulussalam dan dia berdomisili dan masih tinggal serumah dengan orangtuanya di Kecamatan Kluet Selatan, Kab. Aceh Selatan. Zainal mengaku tidak kebagian BLSM. Punya istri dan seorang anak ini memastikan tidak kebagian bantuan kompensasi BBM itu karena keluarga muda ini masih tinggal serumah dengan orangtua.

Bupati Abdya Tarawih Bersama Di Pendopo BLANGPIDIE (Waspada) : Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Ir Jufri Hasanuddin, MM bersama sejumlah Kepala SKPK, Staf Ahli, para Asisten dan pejabat eselon II, III dan IV dalam lingkup Pemkab Abdya melaksanakan shalat tarawih bersama dipendopo Bupati setempat. Rabu (10/7) malam. Kabag Humas dan Protokol Setdakab Abdya, Usmadi S.Pd didampingi Kasubbag Pemberitaan, Komunikasi dan Informasi Mawardi, SH kepada Waspada, Jumat (12/7) menjelaskan, selain melaksanakan shalat tarawih bersama, kegiatan dilanjutkan dengan ceramah singkat dan tadarus Alquran. Menurut Usmadi, dalam sambutannya sebelum pelaksanaan shalat tarawih, Bupati Jufri Hasanuddin mengatakan, shalat tarawih bersama tersebut bertujuan untuk meningkatkan tali silahturahmi sesama aparatur Pemkab Abdya. (b08)

Tim Safari Ramadhan Pemkab Singkil Kunjungi 10 Masjid SINGKIL (Waspada) : Tim safari Ramadhan Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil akan mengunjungi 10 masjid di 11 Kecamatan di daerah itu yang dimulai pada Senin (15/7) malam. BupatiAcehSingkilmelaluiKabagHumasdanProtokolSetdakab Roswin Hakim kepada Waspada mengatakan, tim yang dibentuk melalui surat Bupati Aceh Singkil No :451.13/893/2013 Tanggal 03 Juli 2013 akan memulai safari pada malam ini Tim yang beranggotakan unsur FKPD, DPRK, SKPK , Kabag dan Camat , instansi vertikal dan oramas dibagi menjadi Empat tim yang masing-masing. Tim satu diketuai Bupati Aceh Singkil Safriadi, tim dua diketuai Wakil Bupati Dulmusrid, tim tiga diketua Sekdakab Aceh Singkil M.Yakub KS dan tim empat diketuai Dandim 0109/Singkil Letkol Inf Puguh B, sebutnya. (cdin)

Pembunuh Siswi SMA Di Abdya Tertangkap BLANGPIDIE (Waspada) : Polisi membutuhkan waktu singkat untuk mengungkap sekaligus menangkap pelaku pembunuhan sadis terhadap Sinta Silvia, seorang siswi kelas II sebuah SMA di Aceh Barat Daya. Pelaku yang berhasil diamankan polisi dikenal masih orang dekat dan bahkan memiliki hubungan keluarga dengan korban. Namun demikian sejauh ini belum diketahui secara detail motif dari pelaku sehingga melakukan perbuatan pembunuhan sadis yang berlangsung, Sabtu (13/7). Seperti diungkapkan Kapolres Aceh Barat Daya, AKBP Eko Budi Susilo, saat ditemui Waspada di bandara Kuala Batuu, Susoh, Senin (15/7), pelaku pembunuhan Silvia berhasil diamankan polisi dalam pelariannya ke Meulaboh, Aceh Barat. Saat ini disebutkan Kapolres pelaku sedang dibawa oleh personil Satreskrim ke Mapolres Abdya untuk diamankan dan digali lebih lanjut keterangannya. “Alhamdulilah pelaku berhasil kita tangkap di Meulaboh, sekarang personil kita sedang membawa yang bersangkutan dari meulaboh ke Abdya, nanti akan kita kembangkan lagi, sementara ini dulu yang dapat kita sampaikan, nanti kita lihat perkembangannya ke depan,” jelas Kapolres. Sinta Silvia, siswi salah satu SMA Negeri di Blangpidie, ditemukantewasbersimbahdarahpadaSabtu(13/7)dengan22tusukan di tubuhnya, kondisi pertama kali diketahui ibunda korban yang sempat pingsan saat melihat kondisi yang sangat sadis itu. Informasi yang diterima Waspada dari sejumlah sumber menyebutkan, korban selama ini memiliki talenta yang cukup aktif dan komunikatif. Hal itu terlihat dari pesan singkat dan update statusnya di Facebook dan BBM (Blackberry Messeger). Dalam statusnya korban memposting tentang kerinduannya terhadap sosok ayahnya. Selain itu korban juga disebut-sebut memiliki hubungan ‘khusus’ dengan beberapa orang, namun demikian hingga kini polisi menyatakan masih belum dapat memastikan motif utama pelaku yang menyebabkan melakukan pembunuhan sadis terhadap korban. “Kita masih mendalami dulu, jadi belum dapat kita berikan kepastian motif pembunuhan itu,” sebut Kasat Reskrim Polres Abdya, Iptu Fitriadi. (cb05)

Api Hanguskan 3 Ruko Di Ulee Kareng BANDAACEH (Waspada): Tiga unit Ruko berkontruksi papan yang berada di Pasar Ulee Kareng Banda Aceh, Senin (15/ 7) dini hari, ludes dilalap si jago merah. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran itu, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Warga setempat Aji mengatakan, sejumlah unit mobil pemadam dikerahkan untuk melakukan pemadaman, selama setengah jam setelah unit pemadam tiba api baru berhasil dipadamkan. Namun barang-barang di ruko hampir tidak tersisa. Polisi belum dapat memastikan penyebab kebakaran tersebut, namun demikian, dugaan sementara api berasal akibat konslet listrik dari sebuah toko mainan, karena ruko dindingnya terbuat dari papan sehingga api dengan cepat melahap seluruh ruko beserta isinya. Selain menghanguskan ruko penjual mainan, api juga membakar dua unit ruko yang bersebelahan, yakni ruko penjual pakan ayam dan bengkel. Seluruh isi dalam ruko tidak dapat diselamatkan karena api dengan cepat membesar melahap seluruh isinya. Peristiwakebakaranitusempatmengejutkanwargayangsedang terlelap tidur, mendengar adanya keriuhan dan teriakan minta tolong, warga yang tinggal di lokasi berhamburan keluar rumah dengan peralatan seadanya ikut membantu memadamkan titik api dan mencegah agar tidak merembet ke ruko yang lain dan pemukiman warga yang berada di belakang ruko yang terbakar. (cb01)

Tiba (flight, asal, waktu)

Garuda Indonesia

GA 0278 Medan GA 0142 Jakarta/Medan GA 0146 Jakarta/Medan

Lion Air

JT 304 Jakarta JT 306 Jakarta/Medan JT 396 Jakarta/Medan

Sriwijaya Air

SJ 010 Jakarta/Medan

Air Asia

QZ 8023 Medan AK 1305 Kuala Lumpur *

Fire Fly

FY 3401 Penang* * Setiap Senin, Rabu, Jumat dan Minggu.

Berangkat (flight, tujuan, waktu)

07:05 10:45 14:50

GA 0279 Medan GA 0143 Medan/Jakarta GA 0147 Medan/Jakarta

07:45 11:3 0 15:45

11:35 15:55 21:30

JT 397 Medan/Jakarta JT 307 Jakarta JT 305 Medan/Jakarta

06:00 12:15 16:35

12:50

SJ 011 Medan/Jakarta

13:35

12:00 11:20

QZ 8022 Medan AK 1306 Kuala Lumpur*

12:25 11:45

14:00

FY 3400 Penang*

14:20

B11

Waspada/Khairul Boangmanalu

ZAINAL ABIDIN (duduk), kondisi cacat kaki berharap bantuan dari penerima BLSM di halaman Kantor Pos Penanggalan, Subulussalam. Foto diambil, Senin (15/7)

4.500 TKB Hilang Sumber Hidup TAKENGEN (Waspada): Paska dilanda gempa beberapa waktu lalu, sekira 4.500 Tenaga Kerja Buruh (TKB) di Gayo, Aceh Tengah dan Bener Meriah dipastikan kehilangan sumber hidup. Hal itu terjadi akibat puluhan gudang eksportir kopi dinyatakan rusak. Dampaknya, para pekerja penyortir biji kopi arabika gayo kehilangan pekerjaan. “Paska gempa, ribuan penyortir kopi (ngedepe-lokal) kehilangan mata pencarian. Mereka kini mengeluhkan sulitnya menutupi tuntutan kebutuhan hidup. Kalaupun harus andalkan hasil alam seperti komoditi pertanian kopi, rasanya tak mungkin. Ini akibat murahnya harga jual. Seperti gabah kering

misalnya hanya Rp2.200 per kg. Nilai itu jauh lebih rendah jika dibanding sebelumnya. Dimana sempat bertahan di level Rp12.000 per Kg,” jelas Bardan Sahidi anggota DPRK Aceh Tengah kepada Waspada, Senin (15/7) di Takengen. Ditinjau dari kondisi ini, lanjutnya, selain masyarakat akan tertekan persoalan infrastruktur yang rusak akibat gempa, juga secara ekonomis bertambah terpuruk. Ekses lainnya, ke depan eksportir kopi akan menurun bagi pasar luar daerah, termasuk Medan yang merupakan tujuan utama pemasaran kopi Gayo. Sementara pengaruh lainnya, sumber pendapatan APBD Aceh Tengah 2013 diperkirakan akan menukik dibanding 2012 lalu. “Kopi merupakan komoditi utama penyokong penambah APBD. Namun bila produksi

atau pemasarannya berkurang akan berdampak langsung bagi perekonomian daerah dan masyarakatnya,” sebutnya. Menurut Bardan, untuk menghidupkan geliat ekonomi rakyat, selain dibutuhkan peran semua pihak, juga sangat diperlukan peran aktif para pengusaha, terutama keterlibatan para eksportir kopi lokal dan domestik. “Bila peran pihak terkait lamban dalam mengatasi persoalan harga, sarana pendukung maupun ketenaga kerjaan, bisa dipastikan setiap daerah yang selama ini jadi tujuan pemasaran akan terimbas langsung, kekurangan bahan baku kopi. Terutama konsumen atau eksportir asal Medan (Sumut) yang selama ini merupakan penampung terbesar pasaran kopi asal Gayo ini,” ringkasnya. (cb09)

Gubernur Aceh Lepas Tim Safari Ramadhan Ke Kabupaten/Kota BANDA ACEH (Waspada): Pemerintah Aceh mengirim Tim Safari Ramadhan untuk berkunjung ke seluruh kabupaten/kota di Aceh, mulai 17 Juli hingga 1 Agustus 2013, atau sejak enam sampai 18 Ramadhan 1434 Hijriah. Kabag Media Massa dan Penyiaran Biro Humas Setda Aceh,Yusmadi Musa menyebutkan, Safari Ramadhan merupakan kalender tetap Pemerintah Aceh tiap tahun. Tim Safari Ramadhan ini dilepas Sekda Aceh T Setia Budi, Senin (15/7), di Banda Aceh. MenurutYusmadi, kegiatan safari Ramadhan itu dalam rangka menyampaikan pesanpesan agama yang terkandung dalam bulan Ramadhan ini. Sehingga Syariat Islam semakin melekat dalam hati sanubari masyarakat Aceh. Selain itu, katanya, untuk membangun komunikasi dan silaturahmi antara pemerintah Aceh dengan masyarakat. Teru-

tama untuk bisa menyerap keinginan dan kehendak tentang proses pembangunan. Selanjutnya, sebutYusmadi, menyampaikan pesan dan informasi pembangunan seindah warna aslinya agar masyarakat mengetahui dengan baik dan benar dinamika pembangunan Aceh yang sedang berjalan dan yang direncanakan ke depan. “Momentum safari Ramadhan ini juga memberi ruang kepada masyarakat untuk menyampaikan pendapat dan aspirasi sehingga pemerintah Aceh mendapat respon dan kritikan tentang program pembangunan yang telah, sedang dan akan dilaksanakan,” katanya. Safari Ramadhan itu dibagi dalam delapan tim. Tim I di bawah koordinasi Kepala Badan Pembinaan Pendidikan Dayah Aceh akan berkunjung ke Aceh Taming, Kota Langsa dan Aceh Timur. Tim II dengan koordinator

Kadis Pendidikan Aceh akan mengunjungi Kota Lhokseumawe, Aceh Utara, Pidie Jaya dan Pidie. Tim III dengan koordinator Inspektur Aceh akan beranjangsana ke Bireuen, Bener Meriah dan Aceh Tengah. Tim IV dipimpin Kadis Syariat Islam akan menyambangi Aceh Barat, Nagan Raya dan Aceh Jaya. Sedangkan Banda Aceh, Aceh Besar dan Kota Sabang akan didatangi Tim V dipimpin Kepala Kanwil Kemenag Aceh. Tim VI yang dipimpin Kepala Bappeda berkunjung ke Abdya, Aceh Selatan, Aceh Singkil dan Kota Subulussalam. Tim VII dengan pimpinan rombongan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Aceh berkunjung ke Aceh Tenggara dan Gayo Lues.“Khusus TimVIII ke Kabupaten Simeulu juga akan dikunjungi tim safari Ramadhan pemerintah Aceh yang dipimpin Gubernur Aceh Zaini Abdullah didampingi Kasatpol PP dan WH Aceh. (b06)

“Aku masih tinggal sama orangtuaku, makanya nggak dapat BLSM,” aku Zainal, penderita cacat fisik pada kaki dan memakai tongkat seadanya. Diakui, tiga hari mangkal saat pembagian BLSM di sana, Zainal menerima sumbangan sekira Rp100 ribu.“Namanya pun meminta pak, sukarela orang ajalah,” tutur Zainal pasrah, mengaku belum bisa memastikan kapan pulang ke Aceh Selatan. Seperti sumber media ini, Rumah Tangga Sasaran (RTS) penerima BLSM Kota Subulussalam mencapai 4.595 orang, sementara pengajuan RT PPLS 2011 mencapai 8.590 orang. Salah seorang warga di sela-sela pembagian BLSM di sana mengaku gembira masuk dalam daftar penerima. Amatan Waspada, Senin, Kantor Pos itu juga tampak sepi dan tidak terjadi perubahan yang sangat berarti jika dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya. (b28)

Gubernur Bantu Korban Kebakaran Sinabang BANDAACEH (Waspada): Gubernur Aceh Zaini Abdullah merasa prihatin atas musibah yang dialami masyarakat Simeulue yang menjadi korban kebakaran, Jumat (12/7) lalu di Sinabang, Kabupaten Simeulu. Gubernur juga memahami permohonan Bupati Simeulue Riswan NS yang berharap adanya bantuan dari Pemerintah Aceh untuk menanggulangi bencana kebakaran itu. Atas musibah kebakaran yang menghanguskan 57 unit rumah dan 185 jiwa mengungsi itu, gubernur melalui Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) dan Dinas Sosial telah mengirimkan bantuan masa panik. Kepala Biro Humas Setda Aceh, Nurdin F Joes menyebutkan bantuan dari BPBA sudah tiba di Sinabang, ibukota Kabupaten Simeulue Minggu (14/7) yang diangkut dengan KM Sabuk Nusantara 35. Bantuan yang tiba Minggu antara lain 43 lembar tenda gulung, 43 paket peralatan dapur,

43 paket sandang, 43 paket kids ware, 43 paket familiy kids, 8 lembar selimut, 43 tikar, 43 paket tambahan lauk pauk, 41 lembar kelambu. Selain itu, melalui buffer stock gudang logistik Dinsos Aceh, Gubernur juga mengirimkan bantuan pangan dan sandang untuk korban kebakaran di Sinabang. Bantuan itu antara lain 43 paket lauk pauk, 100 matras, dan 100 tenda biru. Bantuan lainnya berupa 45 paket perlengkapan keluarga, 45 panci,45 wajan tambah tutup wajan, 45 pcs tempat nasi, 45 centong, 45 ceret, 45 lusin piring, 45 lusin gelas, 45 set sendok+garpu, 45 rantang 3 susun, 1 ton beras, 200 lembar kain sarung, 100 lembar baju daster, 100 baju kaos, 100 duz mie instan, 20 duz kecap, 20 dus sambal, 100 kg gula, 100 liter minyak goreng, dan 15 dus ikan kaleng. Menurut Zaini, sebagaimana disampaikan Nurdin, bantuan tersebut selain untuk membantu korban kebakaran, juga untuk mengisi buffer stock gudang logistik bencana di Simeulue. (b06)

Waspada/Bahtiar Gayo

KETUA PWI Aceh, Tarmilin Usman, saat menyerahkan bantuan untuk korban gempa, di kampung Simpang Juli, kecamatan Ketol, Aceh Tengah. Bantuan langsung diterima BPK Reje Simpang Juli, Syamsuddin.MT.

PWI Aceh Salurkan Bantuan Untuk Korban Gempa TAKENGEN (Waspada): Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh, salurkan bantuan bagi korban gempa di Kabupaten Aceh. Bantuan tersebut langsung diantarTarmilin Usman, Ketua PWI Aceh didampingi Wakil Ketua HT Anwar dan Sekretaris Aldin NL serta beberapa pengurus lainnya. “ Bantuan untuk korban gempa merupakan sumbangan dari kalangan wartawan dan masyarakat yang memberi kepercayaan pada PWI Aceh untuk disalurkan. Bantuan terkumpul, berupa beras, mi instan serta kebutuhan lainnya ,” sebutTarmilin Usman, ketua PWI Aceh, Minggu (14/7). Dalam penyaluran bantuan itu, PWI Aceh dibantu oleh pengurus dan anggota Balai PWI Aceh Tengah dan Bener Meriah menuju lokasi pendistribusian. Bantuan disalurkan ke Desa Simpang Juli, Kecamatan Silih Nara, Kab Aceh Tengah salah satu tempat yang juga parah terkena dampak gempa.

“ Kami PWI juga merasa berduka atas peristiwa ini, namun masyarakat kita harus bangkit ,” imbau Tarmilin, sembari mengatakan bantuan tidaklah seberapa, dibanding penderitaan saudara-saudaran kita yang menjadi korban. Sebelumnya, PWI Aceh membuka posko kemanusian Gempa Gayo dengan cara menggalang dana dan bantuan bagi para korban. Penggalangan dana dan bantuan ini dimulai sejak Kamis 4 Juli 2013. “ Ini bentuk rasa kepedulian kita terhadap musibah yang terjadi di Gayo. Semoga bisa sedikit meringankan beban mereka para korban ,” Tarmilin Usman. Sebagai insan pers, kata dia, tentunya rasa peduli itu tidak hanya diperlihatkan lewat tulisantulisan di media masing-masing. Namun, secara kelembagaan PWI ikut terpanggil dan merasa berempati akan bencana. (b32/b33)

Demi Serempah, Bekopun Terbang MEMBUKA Serempah tidaklah mudah. Titik longsor berserakan. Tanah labil berair dan dalam, membuat beko sulit bergerak mulus. Sudah tiga kali Erwin membuka jalan, namun belum juga bisa masuk ke Serempah. Asal dia paksa, senantiasa terperangkap kawasan berawa, kedalamannya lebih dari 3 meter. Batu yang disusun untuk jalan beko, ternyata juga tenggelam.“Bila dipaksa, bukan menolong korban, namun menambah korban. Beko akan tenggelam dan keselamatan saya diragukan,” sebut Erwin. Operator PU kembali naik. Kali ini sasarannya batu yang ada di sebelah tebing Kampung Serempah. Dia akan menerbangkan bekonya ke sebelah, tanpa harus melintasi lumpur rawa. Saat dia membuat jalan baru, agar jangkauan beko sampai ke tebing seberang, longsor dan gempa kembali terjadi. Gunung turun, pasukan Brimob, TNI dan Basarnas yang berada dekat Erwin, semuanya berlarian. Tidak ada pilihan lain, gempuran longsor batu bercampur tanah dari gunung ini harus dihadapi Erwin. Bersama dua keponakan yang pakciknya terbenam di kawah Serempah, Erwin mempergunakan bekonya sebagai tameng. Setiap batu yang turun menggelinding, ditangkisnya dengan beko. Suara dentuman keras terdengar ditengah gun-

cangan gempa itu. Batu beradu dengan besi. “Asal turun batu “menyerang”, beko secepatnya saya gerakkan untuk menangkis,’’ urainya. Sementara dua keponakan korban, setia menemani Erwin hanya terpana melihatnya. Ketika longsoran itu makin besar, Erwin sudah menyiapkan pantat beko kearah turunnya longsor. Sementara kepala beko ditujukkannya ke dasar sungai, yang kedalamannya mencapai 50 meter. “Saya sudah siap terjun bebas, biarlah pantat beko yang disambar longsor gunung ini, sementara kepalanya saya arahkan ke sungai,” sebut Erwin yang menyapu keringat dinginnya mengingat kembali tragedi itu. Ketika batu sebesar kulkas turun deras ke arah beko, Erwin kembali menunjukkan ketangkasannya, menangkis amukan alam itu dan membuang batu itu ke sungai. Gempa juga masih terjadi susul-menyusul. Gempuran batu itu mampu diatasinya. Operator itu ahirnya turun ke dasar, menuju sungai, tidak jadi terjun bebas. Dia kemudian membuat jalan menuju ke seberang, yang jaraknya sekitar dua puluh meter lagi. Dia susun batu ke sungai, agar bisa dilewati beko. Namun lumpurnya masih labil, kedalamannya tidak mungkin dilewati. Beko masih tetap belum bisa kesebarang. Nekad Mendengar pekikan tangis,

sekaligus cacian masyarakat yang berada di seberang di Kampung Serempah, Erwin ahirnya nekat. Dia berusaha beko yang dioperasikannya mampu menjangkau batu di tebing sebelah sungai. Melawati sungai secara normal dengan kedalaman yang tak bersahabat ini, bukanlah sebuah keputusan yang baik.Yang pasti akan tenggelam. Tetapi apapun ceritanya beko ini harus kesebelah. Ahirnya Erwin mengaitkan sendok bekonya ke batu karang yang berada dikampung seberang. “Saya tarik batu itu, kaitannya kuat. Pilihan saya bulat, beko ini saya terbangkan ke sebelah, apapun resikonya saya harus sampai di sebelah,” sebut Erwin yang mengenang kembali kisah nekadnya menerbangan beko demi menuju kampung Serempah. Dengan mengucap Bismillah, sungai selebar delapan meter itu dilalui beko tanpa menyentuh air. Tarikan kuku beko, disertai tenaga mesin, membuat beko ini benar-benar terbang. “kerkummmmmmm,” beko DPKU ini membentur batu di sebelah. Oleng nyaris terbalik kembali ke sungai. Namun berkat pengalamannya, Erwin mampu mengendalikannya. Kaitan beko dalam hitungan detik dilepaskannya, dialihkan untuk menahan badan beko agar tidak terbalik ke sungai. Kaki beko bengkok, namun masih bisa diopera-

Waspada/ Bahtiar Gayo

KERJA keras semua pihak mampu membebaskan Serempah, Ketol dari keterisoliran akibat gempa. sionalkan. Pekikan “Allahhuakbar! Allahuakbar. Allahuakbar” terdengar dari mulut puluhan manusia di kasawan tersisolasi ini. Erwin saat itu keringat dinginnya bercucuran. Namun tidak ditunjukannya kepada warga yang sedang panik itu. Dia lihat pe-nampang beko bengkok, namun masih bisa dioperasionalkan. Sambil melepaskan lelah, Erwin mengiring beko “sahabatnya” menuju titik 4 anak sekolah yang tertimbun longsor. Dengan

kepercayaan diri yang tinggi, longsor dibersihkan. Terlihat keempat murid SD itu semuanya tertelungkup ditimbun tanah. Kembali pekikan Allahhuakbar berkumandang. Erwin mampu mengobati kegundahan warga Serempah. Mayat yang terkubur longsor itu diangkat dengan baik dan hari itu juga dikebumikan. Sukses tugas besar, tidak membuat operator ini berhenti. Kali ini Erwin tidak sendiri lagi dengan bekonya. Di Serempah dan Bah

sudah ada beko lainnya yang siap membantu. Erwin siap mengorbankan nyawanya demi membuka isolasi Serempah dan Bah. Bagaimana kisah Munadi yang mengoperasi loader usai gempa? Kisah Munadi ternyata tak kalah tragisnya, bahkanya nyaris terkubur bersama alat beratnya, saat bebatuan yang turun dari gunung menghantamnya. Bagaimana kisahnya ikuti besok. Bahtiar Gayo

Waspada,selasa 16 juli 2013