Page 24

Ekonomi & Bisnis

WASPADA Selasa, 16 Juli 2013

18 Juli, PNS & Pejabat Terima Gaji Ke-13

Pelayanan Pelabuhan Merak Ditingkatkan Jelang Lebaran

JAKARTA (Waspada): Pemerintah akan membayarkan gaji ke-13 pada 18 Juli 2013. Gaji ke-13 ini termasuk Pensiun bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS), TNI dan Polri, Pejabat dan Penerima Pensiun atau Tunjangan Serentak di kantor bayar Pensiun di seluruh Indonesia. “Pembayaran pensiun bulan ke-13 ini sebagai tindak lanjut dari Peraturan Pemerintah nomor 48 tahun 2013,” ujar Sekretaris Perusahaan Taspen Sudiyatmoko Sentot Sudiro pada keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (15/7). Sudiyatmoko mengatakan, peraturan tersebut mengenai pemberian Gaji, Pensiunan, Tunjangan ke-13 dalam Tahun Anggaran 2013 kepada PNS, Pejabat Negara dan Penerima Pensiun atau Tunjangan. Serta Peraturan Menteri Keuangan (PMK) RI No 92/PMK.05/ 2013 tanggal 25 Juni 2013 tentang petunjuk teknis pelaksnaan pemberian Gaji, pensiun, tunjangan bulan 13 dalam Tahun Anggaran 2013 kepada PNS, Pejabat Negara dan Penerima Pensiun atau Tunjangan. Sedangkan perhitungan Gaji bulan ke-13, meliputi pensiun pokok, ditambah tunjangan keluarga, tambahan penghasilan (TP), tunjangan cacat dan pembulatan dan tidak dikenakan potongan asuransi kesehatan. Bagi penerima pensiun yang menerima lebih dari satu penghasilan gaji atau tunjangan bulan ke-13 hanya diberikan salah satu yang jumlahnya lebih menguntungkan. Bagi penerima pensiun janda atau duda yang sekaligus sebagai PNS, pejabat Negara, Penerima Pensiun, tunjangan diberikan pensiun bulan ke-13. Untuk pembayaran pensiun bulan ke-13 Taspen menyiapkan dana sebesar Rp1,6 triliun yang dibayarkan kepada 2,3 juta orang pensiunan. (okz)

CPO Dan Karet Gagal Jadi Produk Ramah Lingkungan JAKARTA (Waspada): Dirjen Kerjasama Perdagangan Internasional, Iman Pambagyo, Senin (15/7), menyatakan Indonesia terpaksa gigit jari karena gagal menjadikan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan karet menjadi produk ramah lingkungan di APEC 2013. “Proses panjang perundingan sempat terhenti tiga jam, tetapi disepakati 54 produk yang masuk environmental goods tanpa CPO dan karet,” kata Iman di Kementerian Perdagangan Jakarta. Iman mengungkapkan, proses pemasukan kedua komoditas ini ke dalam environmental goods sangat lama, yaitu dari tahun 2012. Bahkan, pertemuan APEC di Surabaya juga belum bisa mengamini kedua produk itu masuk ke dalam environment goods. “APEC belum mau membicarakan tahun ini. Tahun ini, keberhasilan APEC tidak diukur dari CPO dan karet,” ujar Imam. Kini, Kementerian Perdagangan mengganti langkahlangkahnya. Pemerintah mengajukan materi baru pembahasan APEC itu. “Kami berganti strategi. Kalau sekarang, kami tidak hanya berbicara produk yang tidak ramah lingkungan tapi juga renewable energy dan masuk pada kontribusi pembangunan desa dan pengentasan kemiskinan,” kata dia. (vvn)

Ekonomi China Merosot BEIJING (Waspada): Pertumbuhan ekonomi China tercatat mengalami pelambatan pada kuartal II-2013 ini. Ekonomi China, tumbuh hanya 7,5 persen atau turun dari 7,7 persen pada kuartal I-2013. Penurunan ini mencerminkan pertumbuhan ekonomi kuartalan secara berturut-turut. Penurunan ini lantaran turunnya permintaan luar negeri membebani output dan investasi. Data lainnya menunjukkan produksi industri pada Juni naik tipis, namun masih di bawah prediksi tahun sebelumnya, sedangkan penjualan ritel meningkat lebih dari diperkirakan. “Angka-angka ini tidak mengherankan, dan menambah tandatanda tekanan pada perekonomian China,” kata seorang ekonom di ANZ Bank Shanghai, Zhou Hao, seperti dilansir dari Reuters, Senin (15/7). Biro statistik China mengatakan, kinerja perekonomian pada semester I-2013 stabil secara keseluruhan, dan indikator berada dalam kisaran yang wajar. Namun dengan data Gross Domestik Product (GDP) terbaru, pertumbuhan China telah melambat dalam sembilan dari 10 kuartal terakhir. Target pertumbuhan resmi pemerintah untuk 2013 adalah 7,5 persen, sesuai apa diperkirakan ekonom dunia. Akan tetapi, angka ini akan menjadi pertumbuhan paling lambat dalam 23 tahun terakhir. Pekan lalu, data pabean China menunjukkan kinerja ekspor menurun 3,1 persen pada Juni atau di bawah estimasi 4 persen. Sementara impor turun 0,7 persen dari yang diharapkan naik 8 persen. Pabean China juga memberikan sinyal, prospek masa Juli sampai September masih suram. (okz)

B9

Antara

KUE KERING RAMADHAN : Pekerja melakukan proses pembuatan kue kering khas Ramadan di Solo, jateng, Senin (15/7). Pemesanan kue kering yang dijual seharga Rp 7500, - Rp 38.000,- tergantung jenis dan besar toples tersebut mengalami lonjakan hingga 14 kali lipat pada Bulan Ramadan.

Apindo Protes, PLN Kontrak Dengan Perusahaan Baru MEDAN (Waspada): Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumatera Utara memprotes tindakan PT. PLN. Perusahaan listrik itu melakukan kontrak kerja sama pasokan ke perusahaan baru dan besar, termasuk perusahaan iklan. Sekretaris Apindo Sumut Laksamana Adiyaksa, di Medan, Senin (15/7), mengatakan alasannya memprotes PLN sangat kuat. Yakni karena PLN selama ini belum mampu memenuhi kebutuhan pelanggan lama. Hal itu membuat membuat pengusaha tetap saja kesulitan meningkatkan produksi. Apalagi, kata dia, pada tahun 2007 ada kesepakatan

antara PLN dan Apindo. Isinya menyebutkan bahwa perusahaan BUMN itu akan mengutamakan pemenuhan kebutuhan industri pelanggan lama. Mereka juga berjanji tidak akan memberikan aliran listrik kepada pelanggan baru, sepanjang PLN belum bisa memenuhi kebutuhan pelanggan lama. “Nyatanya, PLN malah membuat kontrak kerja sama dengan industri baru dan besar. Padahal kebutuhan pelanggan lama belum terpenuhi,” katanya. Tindakan PLN yang cenderung menjual listrik ke industri baru dan dengan kebutuhan besar itu diduga untuk mencari keuntungan tersendiri. Baik bagi pribadi pejabatnya hingga perusahaan BUMN itu. “Apindo akan mempertanyakan masalah itu ke manajemen PLN. Krisis listrik dan diikuti semakin minimnya pasokan gas dewasa

ini benar-benar membuat pengusaha kesulitan berusaha,” katanya. Tidak tertutup kemungkinan, kalau terus terjadi kesulitan berusaha, pengusaha mengalihkan secara perlahan investasinya ke daerah atau bahkan ke negara lain. Menurut Laksamana, krisis listrik bisa diatasi PLN, kalau manajemen perusahaan itu benar-benar serius menanganinya. Mulai meningkatkan produksi, hingga melakukan efisiensi di berbagai bidang. Peningkatan produksi bisa dilakukan antara lain dengan membeli energi yang dihasilkan perusahaan-perusahaan skala kecil. ‘’Kalau PLN serius dan benar-benar membeli dengan harga bersaing, pasti bisnis produksi energi dari berbagai bahan, termasuk biomassa semakin diminati industri,” katanya.

Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Sumut H Mukhyir Hasan Hasibuan, menyebutkan, pihaknya terus mengawal agar jangan sampai terjadi PHK di perusahaan yang diakui semakin sulit berusaha, sebagai dampak dari berbagai faktor seperti krisis energi. Pengawalan dilakukan KSPSI Sumut dengan sering melakukan dialog kepada para pengusaha, khususnya di bawah Apindo Sumut. Dengan dialog, kata dia, segala masalah yang terjadi bisa segera diketahui dan dibicarakan langsung. K-SPSI sendiri berharap PT.PLN dan PT.Perusahaan Gas Negara (PGN) berupaya semaksimal mungkin memenuhi kebutuhan energi perusahaan industri, agar aktivitas perusahaan berjalan lancar yang otomatis kelangsungan pekerja bekerja terjamin. (ant)

Emas Antam Kini Dipatok Rp496 Ribu JAKARTA (Waspada): Harga emas dijual PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari ini kembali mengalami stagnasi penguatan. Senada, harga pembelian

kembali (buy back price) juga bergerak flat di Rp412.000. Harga emas Antam telah mengalami stagnasi selama tiga hari berturut-turut. Melansir logammulia.com, Senin (15/7), harga emas ukuran 1 gram tetap Rp496 ribu. Namun, Antam membatasi transaksi pembelian emas batangan ini. “Pembelian bisa datang langsung ke Antam Jakarta, setiap harinya kami batasi hingga maksimal 150 nomor antrean saja,” kata keterangan tersebut.

Selanjutnya, harga jual emas 2 gram dihargai Rp952.000, dengan harga per gramnya senilai Rp476 ribu, emas 2,5 gram dijual Rp1,180 juta dengan harga per gram Rp472 ribu. Lalu, harga emas 3 gram dipatok Rp1,410 juta dengan harga Rp470 ribu per gramnya. Harga emas 4 gram senilai Rp1,868 juta, dengan harga per gram Rp467 ribu. Selain itu, harga emas 5 gram ditetapkan Rp2,335 juta dengan harga per gramnya Rp467 ribu. Harga emas 10 gram dipatok Rp4,62 juta, dengan

harga per gram Rp462 ribu. Sementara, harga emas 25 gram dijual Rp11,475 juta, dengan harga per gram Rp459 ribu. Harga emas 50 gram sebesar Rp22,9 juta, dengan harga per gram Rp458 ribu. Sedangkan, harga emas 100 gram sebesar Rp45,75 juta, dengan harga per gram Rp457.500 dan harga 250 gram mencapai Rp114,25 juta, dengan harga per gramnya dihargai Rp457 ribu. Harga emas 500 gram Rp228,3 juta, dengan harga per gramnya Rp456.600 per gram. (okz)

MERAK (Waspada): PT Angkutan Sungai Danau Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry, berkomitmen meningkatkan pelayanan di Pelabuhan Merak, Cilegon, Provinsi Banten, menjelang mudik lebaran Idul Fitri 1434 H. “Kami menargetkan pembangunan parkir dermaga empat dan kantong parkir penampungan kendaraan di bekas lahan PT Kereta Api Indonesia seminggu sebelum lebaran sudah dioperasikan,” kata Manager Usaha Pelabuhan Merak PTASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak Nana Sutisna, Senin (15/7). Dia mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat pengguna jasa angkutan penyeberangan. Saat ini, pelabuhan Merak terus membenahi sarana dan prasarana guna menunjang kelancaran angkutan mudik lebaran. Apabila lokasi parkir itu sudah selesai, kemungkinan bisa menampung ribuan kendaraan, sehingga tidak terjadi penumpukan angkutan. Selain itu juga mengoptimalkan 11 loket tiket untuk mengatasi antrean penumpang pejalan kaki. Di samping itu, petugas bekerja keras untuk mengatur lalulintas agar tidak terjadi antrean kendaraan. “Kami optimistis, angkutan mudik tahun ini relatif baik dibandingkan tahun sebelumnya,” katanya. Menurut Nana Sutisna, ASDP Merak juga memberikan kemudahan bagi penumpang cacat fisik maupun usia lanjut, dengan menyediakan peralatan kursi roda. 11 unit kursi roda telah disediakan untuk mengantar penumpang ke atas kapal “roll on roll of” (Roro). Juga disediakan ruangan ibu untuk menyusui bayi di delapan titik pos kesehatan. “Kami berharap pelayanan ini dapat menjadikan kenyamanan dan ketertiban bagi masyarakat,” katanya. Nana, mengimbau masyarakat pengguna jasa angkutan penyeberangan jika berpergian sebaiknya siang hari. Karena, selain bisa mengurai kemacetan, juga angkutan berjalan lancar. Selama ini, kata dia, perjalanan penumpang kebanyakan malam hari sehingga terjadi penumpukan kendaraan. Selain itu pihaknya meminta pengemudi angkutan tidak menghidupkan mesin di atas kapal, serta penumpang tidak membuang puntung rokok sembarangan. ‘’Kami berharap imbauan ini bisa ditaati masyarakat untuk keselamatan dan kenyamanan penumpang,” katanya. (ant)

Waspada / Rusli Ismail

DOYAN PANGANAN TIONGHOA : Sejumlah warga muslim yang melaksanakan ibadah puasa Ramadhan 1434 H di Banda Aceh, masih menyukai (doyan) panganan Tionghoa, sebagai menu berbuka. Tampak remaja Tionghoa di Jln. Teuku Umar, Kawasan Seutui, Banda Aceh melayani pembeli penganan berbuka puasa, Minggu (14/7).

Pedagang Mulai Jual Kurma BANDA ACEH (Waspada) : Para pedagang buah kurma, kini mulai terlihat berjualan di sejumlah pasar di Kota Banda Aceh. Pantauan Waspada, Senin (15/7), para pedagang kurma sudah terlihat menggelar dagangannya di Pusat Pasar, Pasar Peunayong, Pasar Kampong Baro, Pasar Aceh, dan beberapa pasar lainnya. Saat ditemui, Ridwan, pedagang kurma di Pusat Pasar Banda Aceh, mengatakan dirinya berjualan kurma hanya pada bulan Ramadhan saja. Karena saat puasa kurma pasti dicari. Dalam sehari, dia bisa menjual kurma sampai Rp100.000. Harga kurma yang dia jual berfariasi. mulai dengan harga Rp20.000 hingga Rp30.000 per kg. “Saat ini harganya memang masih murah. Biasanya saat pertengahan bulan puasa harga baru naik. Rata-rata Rp25.000 per kg,’’ katanya. Buah kurma juga banyak dijual di mall dan Plaza di Kota Banda Aceh. Contohnya di Hermes palance Mall, buah kurma dijual dengan bentuk paketan dan kiloan. Satu paket kecil harganya sekira Rp20.000 sampai puluhan ribu rupiah, tergantung dengan jenis buah kurma tersebut. Kalau kurma yang biasa, harganya pun masih bisa terjangkau bagi masyarakat kelas ekonomi menengah.(b09).

Nelayan Seunuddon Terpuruk

Waspada / Rusli Ismail

HARGA NAIK: Seorang ibu sedang membeli sayuran di Pasar Kartini, Kota Banda Aceh, Senin (15/ 7) siang. Kenaikan harga bahan pokok membuat kaum ibu mengeluh. Mereka harus mengelola uang belanja seefektif mungkin.

Harga Bahan Pokok Tak Terkendali BANDA ACEH (Waspada) : Pemerintah dinilai gagal dalam meredam gejolak harga barang kebutuhan di pasaran, khususnya harga bahan pokok yang melambung tak terkendali sejak beberapa hari menjelang hingga memasuki hari keenam puasa Ramadhan . Pantauan Waspada di sejumlah pasar tradisional di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar, Senin (15/7), sebagian besar harga bahan pokok mengalami kenaikan. Mulai dari beras hingga komoditas sayuran. Harga beras misalnya, saat ini dijual paling rendah Rp10.000 per kg, padahal sepekan sebelum harganya masih di level Rp8.900 per kg. Begitu juga minyak goreng dan gula pasir masing-masing dijual Rp13.000 dan Rp14.000 per

liter,naik Rp1.000 hingga Rp.2.000 dari sebelumnya. Daging sapi bertahan di Rp110.000 per kg. Sedangkan daging ayam ras masih bermain di kisaran Rp35.000 per kg. Dalam keadaan normal harga daging ayam dipatok paling tinggi Rp25.000 per kg. Cabai merah masih dijual Rp40.000 per kg, setelah naik dari Rp23.000 per kg beberapa hari lalu. Cabai hijau naik dari Rp20.000 menjadi Rp25.000 per kg, cabai rawit Rp38.000 dari sebelumnya Rp20.000 per kg, sawi putih naik dari Rp3.000 menjadi Rp5.000 per kg. Bawang merah Rp50.000, sebelumnya Rp35.000 per kg, kentang Rp10.000 dari Rp6.000 per kg. Sedangkan harga tomat, kol, buncis, wortel dan sejumlah komoditas sayuran lainnya juga

mengalami kenaikan rata-rata 10 hingga 20 persen dari harga sebelumnya. Staf Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Banda Aceh mengatakan, sejauh ini pihaknya telah melalukan pengawasan terhadap perkembangan harga barang di pasar. “Jika terjadi gejolak harga yang tak wajar, kami mengimbau agar hal tersebut segera diperbaiki, “katanya. Selain itu, kata dia, upaya yang dilakukan pihaknya untuk mengendalikan harga tersebut adalah memastikan ketersediaan stok barang dari tingkat distributor hingga ke pasarpasar. Hal tersebut diharapkan bisa memberi gembaran seberapa besar harga barang di pasaran akan naik atau turun. (b09).

SEUNUDDON (Waspada): Perekonomian ribuan nelayan di pesisir Seunuddon, Kab. Aceh Utara, sangat terpuruk dalam sebulan terakhir. Mereka kesulitan mendapatkan ikan karena cuaca buruk. Sementara biaya operasional malah semakin mahal, menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Panglima Laot Seunuddon Amir Yusuf, belum lama ini mengatakan, sekali melaut, setiap nelayan harus mengarungi sekitar 6 mil untuk mendapatkan ikan. Setiap boat membutuhkan BBM 45 liter pulang pergi. ‘’Tapi, ikan yang mareka dapat, rata-rata tak cukup membeli minyak 5 liter,” katanya. Menurut Amir, tangkapan

nelayan Seunuddon turun drastis karena saat ini tengah musim barat. Pada musim seperti ini, cuaca di laut tidak bersahabat. Kebanyakan nelayan terpaksa pulang sebelum waktunya. Bahkan, ada nelayan harus pulang dengan boat kosong. “Pokoknya, nasib mereka sangat menyedihkan. Biasanya, suasana paceklik itu baru berakhir setelah tiga bulan. Selama itu, sebagian besar nelayan harus ngutang sana sini agar dapurnya tetap berasap,” katanya. Dulu, sambung Amir, sebelum rumpon digantirugi oleh perusahaan ekplorasi minyak, Zaratex, para nelayan tradisional di Seunuddon tidak terlalu susah. Saat musim barat

seperti sekarang, mereka bisa memanfaatkan rumpon untuk memancing ikan. Meski hasilnya tidak berlimpah, tapi kebutuhan sehari-hari terpenuhi. Amatan Waspada, minimnya hasil tangkapan nelayan Seunuddon dalam sebulan terakhir, mempengaruhi stok ikan di wilayah timur Aceh Utara, termasuk di Pantonlabu, Kec. Tanah Jambo Aye. Stok ikan di pasar kecamatan ini menipis, sehingga harganya melambung tinggi hingga 100 persen. “Teri basah saja dijual Rp20.000 per kg. Padahal, sebelumnya paling tinggi hanya Rp10.000 per kg,” keluh Syarifah, 35, ibu rumah tangga asal Desa Samakurok, Kec. Tanah Jambo Aye, kemarin.(b19)

Stok Beras Cukup Untuk Enam Bulan BLANGPIDIE (Waspada) : Stok beras di Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divisi Regional (Subdivre) IV Blangpidie cukup untuk enam bulan ke depan. Karenanya masyarakat diimbau tidak perlu khawatir akan kekurangan beras. Kepala Bulog Subdivre IV Blangpidie H.Basir, kepadaWaspada Kamis (11/7), mengatakan selama enam bulan ke depan, stok beras ada di gudang Bulog Subdivre IV Blangpidie. Karenanya masyarakat tidak terpengaruh dengan isu-isu yang menga-

takan beras langka. Katanya, Bulog Subdivre IV Blangpidie juga akan melaksanakan operasi pasar (OP) beras di sejumlah lokasi di kawasan Abdya dengan harga Rp 7.500 per kg. Itu dilakukan sebagai upaya menekan kenaikan harga beras di pasaran. Basir menjelaskan, penetapan harga OP beras Bulog Rp 7.500 per kg sudah cukup murah. Sebab berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan di pasar Blangpidie, harga beras Rp 9.000 per kg.”Kita juga menekankan pengecer yang melaku-

kan kerja sama dengan Bulog harus menjual beras sesuai dengan harga eceran tertinggi menurut Bulog,”katanya. Disebutkannya, operasi pasar beras yang direncanakan dilaksanakan pada bulan Ramadhan 2013 itu tidak terbatas. Tapi disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Kab. Abdya. “Tentang persediaan beras, masyarakat tidak perlu mengkhawatirkannya, sebab Bulog Blangpidie masih memiliki stok beras hingga enam bulan kedepan,” ulang Basir.(b08)

Jongkong Pilihan Tepat Berbuka Puasa BERBUKA puasa dengan yang manis, demikian anjurannya. Untuk yang ingin variasi menu berbuka puasa, khususnya takjil, jongkong bisa menjadi pilihan tepat. Di Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, tepatnya di Lingkungan 18, jongkong menjadi makanan manis untuk berbuka puasa. Bahan pembuatnya sederhana, juga proses pembuatannya. Umi Kalsum, mengaku membuat jongkong pada bulan Ramadhan sudah menjadi rutinitasnya. Namun, jongkong yang dibuatnya ini bukan hanya untuk berbuka keluarganya. Dia juga memasak jongkong untuk dijual ke pasar. “Saya menjual jongkong dengan harga Rp5.000 per bungkus. Dalam sehari, saya bisa membuat 50 bungkus jongkong, dengan keuntungan Rp1.000 per bungkus,” kata Umi Kalsum. Jongkong yang manis ini terdiri dari dua bagian. Bagian pertama adalah sum-sumnya, yang dibuat dari tepung beras, air pandan, garam, dan gula putih secukupnya yang kemudian dicampur dan diaduk hingga merata. Sementara, bagian kedua adalah kuah, yang dibuat dari santan kelapa yang sudah dimasak, gula aren yang sudah mencair, daun pandan sebagai pengharum, garam secukupnya, dan gula putih untuk memaniskan kuahnya. Sum-sum yang sudah jadi kemudian dimasukkan ke air mendidih berisikan daun pandan lalu didinginkan. Setelah dingin, sum-sum dibungkus dengan daun pisang dan disiram dengan kuah jongkong. Proses selanjutnya, sum-sum yang sudah dibungkus dikukus di dalam dandang. “Setelah semua proses selesai, jongkong diangkat dan siap dimakan untuk berbuka puasa,” ucap Umi Kalsum. (okz)

Waspada,selasa 16 juli 2013