Page 16

Sumatera Utara

WASPADA Selasa 16 Juli 2013

Kota

Zhuhur ‘Ashar

Medan B. Aceh Binjai Bireuen B. Pidie G. Sitoli K. Jahe Kisaran Kutacane Langsa

12:33 12:46 12:34 12:41 12:40 12:37 12:33 12:29 12:36 12:35

15:58 16:12 15:59 16:06 16:06 16:02 15:59 15:55 16:01 16:01

Magrib 18:43 18:59 18:44 18:53 18:52 18:43 18:43 18:38 18:46 18:47

‘Isya

Imsak

Shubuh Syuruq

Kota

19:57 20:14 19:58 20:08 20:06 19:57 19:57 19:52 20:00 20:01

04:50 05:00 04:51 04:55 04:56 04:59 04:52 04:48 04:54 04:51

05:00 05:10 05:01 05:05 05:06 05:09 05:02 04:58 05:04 05:01

L.Seumawe 12:39 L. Pakam 12:32 Sei Rampah12:31 Meulaboh 12:43 P.Sidimpuan12:30 P. Siantar 12:31 Balige 12:31 R. Prapat 12:28 Sabang 12:46 Pandan 12:32

06:21 06:31 06:22 06:26 06:27 06:29 06:22 06:18 06:24 06:22

Zhuhur ‘Ashar 16:04 15:58 15:57 16:08 15:56 15:57 15:57 15:53 16:11 15:58

B1

Magrib

‘Isya

Imsak

Shubuh Syuruq

Kota

Zhuhur ‘Ashar

Magrib

‘Isya

Imsak

Shubuh Syuruq

Kota

Zhuhur

‘Ashar

Magrib

‘Isya

Imsak

Shubuh Syuruq

18:52 18:42 18:41 18:54 18:37 18:40 18:39 18:36 19:00 18:40

20:06 19:56 19:55 20:08 19:51 19:54 19:53 19:49 20:14 19:53

04:53 04:50 04:48 04:59 04:52 04:50 04:51 04:48 04:59 04:53

05:03 05:00 04:58 05:09 05:02 05:00 05:01 04:58 05:09 04:03

Sibolga Sidikalang Sigli Singkil Stabat Takengon T.Balai Tapaktuan Tarutung T.Tinggi

12:32 12:34 12:44 12:36 12:33 12:40 12:28 12:39 12:32 12:31

18:39 18:43 18:56 18:44 18:44 18:52 18:37 18:48 18:39 18:41

19:53 19:56 20:11 19:58 19:58 20:06 19:51 20:02 19:53 19:54

04:53 04:53 04:58 04:56 04:51 04:56 04:47 04:57 04:52 04:49

05:03 05:03 05:08 05:06 05:01 05:06 04:57 05:07 05:02 04:59

Panyabungan Teluk Dalam Salak Limapuluh Parapat GunungTua Sibuhuan Lhoksukon D.Sanggul Kotapinang AekKanopan

12:29 12:36 12:34 12:30 12:32 12:29 12:29 12:38 12:32 12:27 12:29

15:54 16:01 16:00 15:55 15:57 15:54 15:54 16:04 15:58 15:52 15:54

18:35 18:41 18:42 18:39 18:40 18:36 18:35 18:51 18:40 18:34 18:37

19:48 19:55 19:56 19:53 19:54 19:49 19:48 20:05 19:54 19:48 19:51

04:52 04:59 04:54 04:48 04:51 04:50 04:51 04:53 04:52 04:48 04:48

05:02 05:09 05:04 04:58 05:01 05:00 05:01 05:03 05:02 04:58 04:58

06:24 06:20 06:19 06:30 06:22 06:20 06:21 06:18 06:30 06:23

15:58 15:59 16:09 16:02 15:59 16:06 15:54 16:04 15:57 15:56

Dihisab oleh: Tim Ahli Badan Hisab dan Rukyat (BHR) Sumut

06:23 06:23 06:29 06:27 06:21 06:27 06:18 06:27 06:22 06:19

06:22 06:29 06:24 06:18 06:21 06:20 06:21 06:24 06:23 06:18 06:19

DPRD Nilai ‘Kampung Ramadhan’ Sebagai ‘Kampung Setan’ TEBINGTINGGI (Waspada): DPRD kota Tebing-tinggi menilai kegiatan‘Kampung Ramadhan’yang dilaksanakan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) dan Diskouperindag, sebagai kegiatan ‘Kampung Setan’. Alasannya, kegiatan mirip pasar malam itu selain merugikan usaha kecil, juga menyebabkan terganggunya kegiatan ibadah Ramadhan umat Islam.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua DPRD H. Amril Harahap(foto) sertasejumlahanggota Dewan lainnya, Senin (15/7), di ruangkerjaKetuaDPRD,menyusul banyaknya laporan diterima DPRD tentang dampak negatif ‘Kampung Ramadhan’ berlokasi di lapangan Merdeka itu. “Saya menilai bukannya

‘KampungRamadhan’,tapi‘Kampung Setan’,” tegas H. Amril Harahap, mengetahui beroperasinya pertunjukan‘tong setan’ yang hingar bingar serta kegiatan ala pasar malam lainnya di arena. Anggota Dewan Agustami, SH yang Minggu (14/7) malam sengaja datang ke lokasi ‘KampungRamadhan,’membenarkan

kegiatanitusudahmelencengdan merusak suasana Ramadhan. Menurut Agustami, tidak biasanya masjid-masjid sunyi di awal Ramadhan, tapi kali ini baru tiga malam, shaf-shaf sholat langsung menciut. “Keadaan tak biasa ini memaksa saya ke ‘Kampung Ramadhan’ dan ternyata memang kegiatan itu merusak suasana khidmat bulan Ramadhan,” tegasnya. Agustami juga menyampai-

kan keluhan sejumlah tokoh agama kepadanya,yangmenyayangkankegiatanitudilaksanakan.“KemarindiMasjidAlHaq,adaustadz dalamceramahtarawihmenyesalkankegiatanitu.Diabilangselama empat tahun baru ini terjadi, jamaah sunyi,” terang Agustami. Hal senada disampaikan Zulfikar yang memandang kegiatandiprakarsaiHipmidanDiskouperindag itu tak bisa dipertahankan. Apalagi ternyata menimbulkan kerugian bagi pedagang mikro dan kecil di kota Tebingtinggi. Seharusnya, kata politisi PKS itu, PemkoTebingtinggi concern dengan visi dan misi ketiga mendukung pengembangan pedagang mikro dan kecil. Tapi di kegiatan ‘Kampung Ramadhan’ yanguntungjustrupedagangluar. “InimenunjukkanPemkoTebingtinggi melakukan kegiatan yang bertolakbelakangdenganvisidan

misinya sendiri,” ujar Zulfikar. Berbeda dengan ketiganya, anggota Dewan Edi Syahputra dan Ir. Alensudin Purba menuding PKK melakukan pungutan liar (pungli) sistematis terhadap SKPD. Tudingan itu dilancarkan, terkait beredarnya kupon ‘KampungRamadhan’bernilaiRp10ribu, Rp20ribudanRp50ribukeberbagai SKPD yang wajib membeli. Dari berbagai keterangan, PKK membuat kupon itu dan mewajibkan SKPD membayar, bisa ditukarkan di stand PKK di arena. Terkait itu, DPRD kota Tebingtinggi mengundang Diskouperindag, Dishub, Dispenda danDKPuntukrapatlintaskomisi. “Kitabanyakmendapatmasukan dan keluhan dari masyarakat soal ini. Besok (Selasa, 16/7) kita undang SKPD membicarakan masalah ini,” tegas H. Amril Harahap.(a09)

Tagihan Mahal, Air PDAM Tirta Wampu Berlumpur

Waspada/Ist.

PASANGAN Cabup/Cawabup Langkat Haji Ngogesa Sitepu (kiri) dan Haji Sulistianto.

Milik Semua Agama Dan Suku:

Kepemimpinan Ngogesa Sitepu Agar Diteruskan MEDAN (Waspada): Haji Ngogesa Sitepu, SH yang saat ini menjabat Bupati Kabupaten Langkat periode 2009-2014, Jumat kemarin mendaftar untuk maju kembali sebagai Bupati periode 2014-2019 dengan menggandeng Drs H. Sulistianto, M.Si seorang birokrat tulen sebagai calon wakilnya di Pemkab Langkat. Seperti yang dikatakan Ibrahim, Ketua Karang Taruna Kab. Langkat,Minggu(14/7),kepemimpinanNgogesayangbelatarbelakang pengusaha sangat banyak memberi perubahan mencolok di Langkat khususnya dalam pembenahan insfrastruktur yaitu perbaikan jalan,membangun jalan setapak, meningkatkan kualitas pendidikan dengan berbagai penghargaan yang didapat dari pemerintah pusat. Begitu juga dalam memperhatikan kesehatan masyarakat, beliau sangat peduli, dengan membuka pelayanan Puskesmas 24 jam di setiap kecamatan, yang tujuannya memberi pelayan masimal dan cepat kepada warganya. Sedangkan Ketua Himpunan Mahasiswa Langkat (HIMALA) Ahmad Senang mengatakan pasangan Ngogesa Sitepu - Sulistianto perpaduan pasangan yang serasi, seperti pinang dibelah dua. Ini didasari latar belakang mereka yang berbeda, Ngogesa pengusaha yang berhasil memimpin manajemen namun sebagai bupati sangat mengerti dalam memimpin birokrat di pemerintahan, sedangkan Sulistianto birokrat yang tak diragukan lagi. Pasangan ini dinilai masyarakat pasangan luar biasa, tinggal bagaimana mereka mendapat dukungan masyarakat, berbagai elemen dan lembaga swadaya masyarakat. Ketua Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kab. Langkat, M.Kurnia Amir, S.Sosi, Pdi, MM dengan nada memuji mengatakan kepemimpinan Ngogesa Sitepu perlu diteruskan lima tahun lagi melihat sosoknya memimpin memberi keteduhan, kesejukan dan kenyamanan. Ini terlihat dalam pembangunan yang penuh prestasi yang diraih Pemkab Langkat.(m14)

Tarawih, Listrik Padam

P. BRANDAN (Waspada): Tagihan rekening air PDAMTirta Wampu Kab. Langkat Cabang Pangkalanberandan dua bulan terakhir sejak Mei - Juni mengalami lonjakan sangat signifikan. Pantauan Waspada, di loket pembayaran rekening air PDAM Cabang Pangkalanberandan, Jalan Kalimantan, Senin (15/7), beberapa konsumen yang hadir tampak mengeluh dengan tarif yang tak sesuai pemakaian dan peruntukannya disertai kualitas air yang buruk. Salah seorang warga Jl. Besitang Kel. Alurdua, Nursiah menyatakan, warna air yang setiap hari mengalir ke rumahnya coklat agak kehitaman disertailumpur.Diamengungkapkan, penyaluran air dari PDAM terkadang juga tersendat. Petugas pencatat meteran air PDAM Cabang Pangkalanberandan pun, dalam tugasnya dinilai asal jadi.”Terbukti, pembayaran rekening air terhitung di bulan April seperti biasa tidak melebihi Rp40.000 setiap bulan. Tiba-tiba memasukipembayaranrekening Mei melonjak jadi Rp85.920 dan pembayaran bulan Juni menjadi Rp150.000,” ungkap Nursiah seraya menambahkan, dia hanya tinggal berdua bersama suami di rumahnya. Menanggapi hal itu, tokoh

pemuda dan pemerhati sosial ekonomi Kab. Langkat, Budi Hermanto Nasution minta Direktur PDAM TirtaWampu segera ber-

tindak dan meningkatkan kinerja pegawai dan pencatat meter. “Bersikap baiklah di bulan suci Ramadhan ini,” ujar Budi.(c01)

2.000 Pelajar Binjai Ikuti Pesantren Kilat BINJAI (Waspada): Wali Kota Binjai HM Idaham, SH, M.Si membuka pesantren kilat pelajar di GOR Jalan jambi, Senin (15/ 7). Wali Kota Idaham mengemukakan, pesantren kilat dengan menggabungkan pelajar madrasah Tsnawiyah dan Aliyah dari negeri dan swasta pertama dilaksanakan di kota Binjai. Pelaksanaannya sangat bermanfaat, dengan memperoleh manfaat ganda. Pertama terjalinnya hubungan kekeluargaan antar siswa dari berbeda tingkatan ataupun sederjat. Dengan adanya silaturahmi dan saling kenal akan menghindari tawuran. Kedua, dengan mengikuti pesantren kilat, para siswa yang sedang menunaikan ibadah puasa, memperoleh amal berlipat ganda. Idaham mengingatkan guru dan siswa, agar pelaksanaan pesantren kilat yang diselenggarakan selama lima hari harus diperoleh manfaat. “Tuntut ilmu sampai ke negeri China,” itu pepatah lama, harus menjadi panutan, bagaimana ilmu itu harus peroleh sampai kemana pun. Pembukaan pesantren kilat pelajar dihadiri unsur Muspida, Ketua DPRD Zainuddin Purba, SH, mewakili Ka. Kanwil Kemenag Prov. Sumatera Utara, pengurus MUI Binjai, serta dewa guru dari berbagai sekolah Madrasah Tsnawiyah dan Aliyah se kota Binjai. Ka. Kan.Kemenag Kota Binjai H. Al Ahyu, MA menjelaskan, pesantren kilat diikuti 2000 orang dari pelajar Madrasah Tsnawiyah dan Aliyah, baik negeri dan swasta di kota Binjai, merupakan wujud kebersamaan antar pelajar memupuk silaturahmi dan memperoleh ilmu agama dan lainnya. Pelaksanaan pesantren kilat 15 sampai 20 Juli 2013 di GOR, diisi ceramah dari Kapolres Binjai, Dan Dim 0203 Langkat, Ka. Kemenag Binjai, Ka. Kanwil Kemenag Prov. Sumatera Utara. Menurut H. Al Ahyu, MA.(a04)

Ke Depan Laporan Keuangan Pemkab Batubara Lebih Baik LIMAPULUH(Waspada): Bupati Batubara H. OK Arya Zulkarnain, SH, MMmenyampaikan rancangan peraturan daerah (Ranperda)tentangpertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun 2012 guna dibahas bersama menjadi Perda dalam rapat paripurna DPRD Kab. Batubara di Limapuluh. “Ini sesuai peraturan MendagriNo:13Tahun2006yangtelah diubah menjadi Permendagri No: 59 Tahun 2007 tertuang di dalam lampiran E.29,” jelasnya dalam rapat dipimpin Ketua DPRD, Selamat Arifin, SE, M.Si dihadiri anggota dewan, Sekdakab T. Erwin, SE, Muspida, asisten, SKPD dan

camat. Peraturan itu secara tegas menyatakan penyampaian rancangan peraturan daerah tentang pertanggungjawabanpelaksanaan APBD disampaikan kepala daerah kepada DPRD 6 (enam) bulan setelah tahun anggaran berakhir. Laporan keuangan Pemkab Batubara, katanya, telah diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI perwakilan Sumatera Utara, sesuai hasil pemeriksaan atas laporan keuangan no: 84. A/ LHP/XVIII.MDN/05/2013 tanggal 7 Mei 2013 sebagai acuan penyusunan rancangan peraturan daerah tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2013,

yang disampaikan dengan hasil membanggakan. “DisiniLHPBPKRImenyatakan opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP),” ujarnya, kemarin. Pengelolaan laporan keuangan daerah ini berjalan baik tak terlepas dukungan semua pihak yang proaktif terhadap pemeriksaanyangtelahdilakukan. Meski begitu Pemkab Batubara membenahi terus dan mengkoreksi kembali laporan pengelolaan keuangan, sehingga penilaiannya terhadap laporan keuangan di tahun mendatang dapat lebih baik lagi sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.(a13)

BATANGKUIS (Waspada): Jamaah Masjid Jamik Al Rasyid Kec. Batangkuis kecewa dengan sikap PLN yang mematikan lampu pada malam ke 3 bulan suci Ramadhan, saat para jamaah melaksanakan shalat tarawih. Kekecewaan itu disampaikan para jamaah kepada Waspada usai shalat tarawih di Masjid tersebut, kemarin malam. Matinya lampu dimulai beberapa saat setelah berbuka puasa, dan ini berlangsung 4 hingga 6 jam, bahkan hingga tiba makan sahur. Hal ini sangat mengganggu ibadah warga. “Kami kecewa dengan PLN yang mematikan lampu pada malam hari. Saat kami hendak shalat tarawih di situ pula PLN padam. Harusnya kalau hendak mematikan lampu siang hari,” kata seorang jamaah, kesal.(crul)

Dishutbun Langkat Endapkan Kasus Perusakan Ekosistem Pulau Sadapan BESITANG (Waspada): Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Langkat endapkan kasus perusakan ekosistem mangrove di kawasan Pulau Sadapan, Kec. Besitang. Terbukti, sejak tahun 2011 hingga kini tidak ada tindak lanjut proses hukum terhadap pelaku perusak lingkungan pesisir ini. Oknum pengusaha termasuk sejumlah makelar tanah yang diduga ingin mencari keuntungan pribadi dan kelompok tidak ada yang terjerat hukum. Malah, satu unit alat berat excavator yang disita Dishutbun bersama Satpol PP pada saat eksekusi lapangan, kabarnya sudah sejak lama dilepas. Padahal,danayangdigunakanuntukmengeluarkan excavator dari kawasan pulau yang tak berpenghuni itu tidaklah sedikit. Bahkan, perusahaan Migas PT Pertamina EP ketika itu turut berkontribusi menurunkan kapal carteran pendarat LC Niaga Jaya untuk mengeluarkan excavator dari pulau tersebut. “Dilepasnya alat berat yang dijadikan sarana untuk merusak ekosistem kawasan Pulau Sadapan, membuktikan Kadishutbun Langkat tidak sepenuh hati menegakkan peraturan dan perundangan untuk penyelematan lingkungan,” ujar pemuka nelayan, Bahtiar Nasution kepada Waspada, Minggu (14/7) malam. Padahal, lanjutnya, pengusaha, korporasi

atau siapa pun individu yang merusak ekosistem dapat dijerat UU RI No.26/2007 tentang Penataan Ruang,UUNo.27/2007tentangPengelolaanPesisir danPulau-pulauKecil,danUUNo.32/2009tentang PerlindungandanPengelolaanLingkunganHidup. Pulau seluas kurang lebih 70 ha persegi ini sebelumnya sempat dibendung keliling oleh pengusaha dengan penutup paluh-paluh yang ada. Upaya pencaplokan kawasan pulau ini mendapat reaksi perlawanan komunitas nelayan. Aksi penentangan nelayan terus bergelora sampai akhirnya pengusaha angkat kaki dari pulau itu. Untuk merehabilitasi kawasan pulau, warga pesisir melakukan gerakan penanaman pohon bakau. Namun upaya untuk menyelamatkan ekosistem lagi-lagi mendapat tantangan. 10.000Pohon bakauyangsudah ditanamhabis ditebang orang tak dikenal. “Hingga kini kami tidak tahu siapa orang yang memusnahkan tanaman mangroveyangsudahkamitanam.Inijelasperbuatan orang yang anti konservasi,” ujar Nasution seraya meminta hukum benar-benar ditegakkan. Kadis Hutbun Langkat, Supandi Tarigan, dikonfirmasi Waspada sebelumnya terkait praktik alih fungsi hutan mangrove di wilayah Pangkalansusu, Brandan Barat dan Besitang, yang terus terjadi, tidak memberi penjelasan dengan alasan gangguan signal. “Nanti saya hubungi kembali,” ujarnya singkat.(a02)

Kadisdik: Jajaran Dinas Pendidikan Harus Loyal Dan Bertanggungjawab PERBAUNGAN (Waspada): Kadisdik Serdang Bedagai Drs H. Rifai Bakri Tanjung, MAP yang juga Ketua PGRI Sergai mengatakan, semua PNS jajaran Dinas Pendidikan Kab. Sergai harus loyal kepada pimpinan yaitu Bupati Serdang Bedagai Ir.H.Soekirman,yangsangatpedulidengankaum lemah dan merakyat dengan masyarakat bawah. “Sebab apa pun tantangan dan resikonya semua program yang telah dicanangkan Bupati harus kita laksanakan demi terlaksananya pembangunan dengan baik di kabupaten tanah bertuah negeri beradat ini,” kata Kadisdik, saat memimpin apel pagi gabungan di hadapan lebih kurang 500 PNS jajaran Disdik di Kec. Perbaungan di halaman SDN 101936 Batang Terap, Kec. Perbaungan, kemarin, dihadiri seluruh Ka.SD, SMP, SMA, SMK, PS, KCD dan para guru. Saat itu Kadisdik berulang-ulang menyampaikan bahwa, siapa pun pemimpin kita, kita harus loyal. Kita tidak boleh membeda-bedakan, siapa pun yang menjadi pimpinan harus kita hargai, kita hormati dan patuh kepada semua program yang ditentukannya.“Apalagi kita ketahui, pak Bupati Ir. H. Soekirman pimpinan merakyat dan peduli terhadap kaum lemah sebagaimana slogan yang dicanangkannya, yaitu Sergai Bangkit. Apa arti slogan itu sudah dapat kita pahami maknanya, bahwa pak Bupati ingin Sergai bangkit lebih maju lagi walau pun sebelumnya juga telah banyak perubahan kemajuan tentang pembangunan.” Bukan sekedar bangkit, tapi Bupati H. Soekirman yang juga Ketua Partai PAN Sergai rindu dengan Raih Prestasi dan Bantu Kaum Lemah. Justru itu saya harapkan semua kepala sekolah harus suka membantu kaum lemah. Contohnya kalau ada wali murid melakukan urusan tentang anak-anak mereka, selagi bisa dibantu tolong jangan dipersulit. Untuk apa dipersulit kalau bisa dipermudah. Begitu juga bila ada masyarakat minta tolong, bantu mereka. Selain itu saya berharap kepala sekolah jangan sombong, tiru sikap pak Soekirman yang tetap merakyat ke manamana, kata Kadisdik. Demikian juga ibu Hj. Marliah Soekirman yang mencerminkan seorang ibu yang sangat

Waspada/Ist

BUPATI Sergai Ir. H. Soekirman didampingi Ketua TP PKK Hj. Marliah Soekirman. rendah hati dan berprilaku keibuan yang saat ini telah menjadi ibu Bupati, harus kita hargai. Menyangkut pembenahan lingkungan sebagaimana diingatkan pak Bupati, harus segera kita laksanakandenganserius.Sebablingkungansangat bermakna untuk kita semua dan anak cucu di masa sekarang dan masa datang. Kita menyadari lingkungan hidup sangat perlu dipertahankan dari kelestariannya. Justru itu kita ketahui, pak Bupati H. Soekirman sebagai seorang yang telah memperoleh pengghargaan Perintis Lingkungan Hidup KALPATARU, semua programnya termasuk program lingkungan hidup perlu kita dukung bersama untuk memperbaiki semua lingkungan yang telah rusak. Kadisdik mengharapkan semua jajaran Dinas Pendidikan Sergai baik yang beragama Islam mau punNasrani,mendoakanBupatiH.Soekirmandan keluarganyatetapsehatdalamlindunganAllahSWT dansiapmendukungsemuaprogramBupatihingga 2015 dan seterusnya. Karena, katanya, mendukung semuaprogrampimpinanadalahamalibadahyang harus dilaksanakan sehingga Sergai dapat menjadi salah satu kabupaten terbaik di Indonesia dengan masyarakat Pancasilais, relegius, modern, kompetitif dan berwawasan lingkungan, sebagaimana kita harapkan,” harap Kadisdik.(a08)

Warga Temukan Bayi Di Teras Rumah

Pasutri Diamankan Kasus Sabu TEBINGTINGGI (Waspada): Pasangan suami istri (pasutri) diamankan petugas Sat. Narkoba Polres Tebingtinggi dari rumahnya di Jalan Titi Rambe, Aek Mation, Sirandorung, Rantauprapat terkait kasus kepemilikan sabu seberat 2 ons. Namun kini sang istri telah dibebaskan karena hasil tes urinenya negatif. N. Sutri, 24, diamankan petugas bersama suaminya, AR, 30. N.Sutritelahmenjalanipemeriksaan2x24jamolehpenyidikkepolisian, setelahitudibebaskan.SedangkanARdinyatakanpositif,sehinggaharus meringkuk di tahanan Polres Tebingtinggi. Selain urinenya positif, ia puntakbisamenyangkaldisebutsebagaipemilik2onssabuyangditemukan di blower AC mobil tersangka MI. Tersangka MI, sopir rental yang ditumpangi AR ketika itu menyebut 2 ons sabu itu milik AR. Terkait pembebasan N. Sutri menimbulkan isu miring, sehingga kenapa ia tak ditahan. Ketika dikonfirmasi Kasat Narkoba Polres Tebingtinggi, AKPVictor Ziliwu membantah rumor tersebut. “Sutri tak ditahan karena urinenya negatif, tapi suaminya ditahan karena tes urinenya positif. Kalau soal beredarnya rumor itu enggak perlu ditanggapi, itu tak benar,” jelas mantan Kanit Reskrim Polsekta Medan Sunggal itu.(a11)

Waspada/Asrirrais

SALAH satu kawasan pesisir di luar Pulau Sadapan, tepatnya di Desa Bukitselamat, Besitang, telah dibendung dan ditanami pohon kelapa sawit.

Waspada/Iwan Has

BUPATI Batubara H. OK Arya Zulkarnain, SH, MM didampingi Ketua DPRD, Selamat Arifin, SE, M.Si ketika menandatangani Laporan Keuangan Daerah (LKPD) di mana hasil pemeriksaan BPK opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP).

TELUKMENGKUDU (Waspada): Warga Dusun III, Desa Liberia, Kec. Teluk Mengkudu, Kab. Serang Bedagai menemukan sesosok bayi laki-laki dengan tali pusat belum lepas diperkiraan usia 7 hari tengah menangis di teras rumah milik pensiunan PT. Pertamina, H. Adnan Nasution, Senin (15/7) dinihari. Saat ditemukan sang bayi yang dibungkus pakaian diduga sengaja dibuang (diletakkan) orangtuanya di dalam kardus dibungkus kain panjang bercorak batik merah dan di sebelahnya terletak tas dari kertas warna hijau berisi perlengkapan bayi seperti popok, baju, bedak, susu formula, minyak kayu putih, serta obat luka. Warga menghubungi pihak desa selanjutnya melaporkannya ke Mapolsek Teluk Mengkudu. Pihak Polsek menghubungi Dinas Sosnakerkop Sergai dan Badan Pemberdayaan, Perempuan, Anak dan Keluarga Berencana (PPAKB) Sergai. Pemilik rumah, H.Adnan Nasution, 66, didampingi istrinya, Hj. Heriani, 46, ketika disam-

bangi Waspada menuturkan suara bayi menangis mulai terdengar sekira pukul 02:00. “ Meski curiga namun kami belumberanike luar rumah,khawatir bayimilikorangyangmobilnyarusak,karenasering kali ada mobil rusak di depan rumah dan penumpangnya kerap menumpang duduk dan istirahat di teras kami, terlebih siang hari,” tutur Hj. Heriani. Kapolsek Teluk Mengkudu, AKP Maimun melalui Kanit Reskrim, Aiptu EriYuzalman didampingi Sekretaris Badan PPAKB, Drs Abdul Razaq, Kabid PPA, Salmiah dan perwakilan Dinsosnakerkop Sergai membenarkan penemuan bayi laki-laki yang diduga dibuang orangtuanya. Bayi tersebut diserahkan ke Dinsosnakerkop Sergai dan Kantor Badan PPAKB Sergai, selanjutnya dibawakeRSUDSultanSulaiman.PantauanWaspada penemuan bayi mungil tersebut juga menyita perhatian istri Bupati Sergai, Hj.Marliah Soekirman yangjugaKetuaTPPKKSergaibersamaistriSekdakab Sergai,Ny.Hj.ImasHarisFadillahdenganmengunjungi bayi tersebut ke RSUD Sultan Sulaiman.(c03)

Waspada,selasa 16 juli 2013