Page 6

Medan Metropolitan

A6

WASPADA Selasa 14 Januari 2014

Polisi Tangkap Bandar Besar Togel Omset Rp700 Juta Per Hari

Waspada/Andi Aria Tirtayasa

ANGGOTA DPRD Sumut Brilian Moktar mendengar penjelasan dari Kapolsek Medan Area Kompol Rama Samtama Putra terkait perkembangan penyelidikan kasus perampokan yang menewaskan korban di Jln. Kakap, di Polsek Medan Area, Senin (13/1).

Polisi Temui Titik Terang Ungkap Kasus Perampokan MEDAN (Waspada): Kasus perampokan yang menewaskan korbannya Ng Tje Sun, 49, di Jln. Kakap simpang Jln. Sampali, Kel. Pandau Hulu, Kec. Medan Area, Senin (13/1), menemui titik terang berdasarkan keterangan sejumlah saksi dan beberapa kamera CCTV milik warga. “Sudah ada titik terang untuk mengungkap kasus ini, namun saya memohon dukungan dan doa agar pelakunya segera tertangkap,” ujar Kapolsek Medan Area Kompol Rama Samtama Putra saat menerima kedatangan Anggota DPRD Sumut Brilian Moktar ke markas Polsek Medan Area, Senin (13/1). Menurut Kapolsek, saat ini pihaknya terus melacak keberadaan para pelaku yang diperkirakan empat orang, sesuai dengan rekaman enam kamera CCTV milik warga sekitar lokasi kejadian serta sejumlah saksi. Dari enam rekaman CCTV, ada dua rekaman yang terlihat jelas dan pelakunya empat orang. “Ada tiga saksi yang diperiksa dan didukung rekaman kamera CCTV,” katanya. Sementara itu, anggota Komisi E DPRD Sumut Brilian Moktar mendukung kinerja Reskrim Polsek Medan Area untuk mengungkap sekaligus menangkap para pelaku perampokan tersebut. Setelah mendengar kronologis kejadian dan upaya-upaya yang dilakukan Kapolsek Medan Area, politisi dari partai PDI P tersebut memberikan apresiasi dan berharap pelakunya segera tertangkap. “Saya berharap, pelaku segera terungkap dan tertangkap,” sebutnya. Brilian Moktar mengimbau agar warga etnis Tionghoa jangan takut untuk memberikan informasi atau menjadi saksi karena sedikit apapun informasi yang diberikan sangat bermanfaat untuk mengungkapkan suatu kasus. “Warga etnis Tionghoa jangan takut untuk memberikan informasi ataupun menjadi saksi dalam suatu kasus demi mempercepat proses penyelidikan. Kita juga harus kooperatif demi kelancaran tugas-tugas penyidik kepolisian,” tuturnya. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, korban Ng Tje Sun, warga Jln. AH Hakim Medan, tewas ditikam perampok saat hendak mengantar putrinya ke sekolah, Sabtu (11/1) sekira pukul 07:00, di Jln. Kakap simpang Jln. Sampali, Kel. Pandau Hulu, Medan Area. Empat pelaku membawa kabur sepedamotor Jupiter Z BK 3659 AAW milik korban. (h04)

MEDAN (Waspada): Polda Sumut menangkap salah seorang bandar besar perjudian toto gelap (togel) di Medan. Tersangka D alias Gopek, 51, ditangkap saat baru keluar dari lokasi hiburan malam di Thamrin Plaza Jln. Thamrin Medan, Minggu (12/1) sekira pukul 03:00. Kasubdit III Dit Reskrimum Poldasu AKBP Jidin Siagian didampingi Kanit Judi AKP Harry Azhar kepada wartawan di Mapoldasu, Senin (13/1) mengata-

kan, Gopek, warga Jln. Thamrin Dalam Medan, sudah diintai dalam beberapa hari. “Saat keluar dari lokasi hiburan malam itu petugas segera melakukan penangkapan,” katanya. Petugas juga menemukan slip setoran delapan agen kepada bandar Gopek yang nilainya ratusan juta rupiah. Setoran yang dikirim oleh delapan agen melalui rekening itu bervariasi setiap harinya, antara Rp50 juta hingga Rp112 juta per hari. “Kalau dihitung-hitung setiap harinya mereka menghasilkan sekira Rp700 juta per hari,” kata

Jidin Siagian. Selain Gopek, petugas unit Judi Poldasu juga menyelidiki bandar besar togel lainnya di Medan. “Kita mendapat informasi masih ada bandar besar lainnya, dan ini masih disidik,” sebut dia. Sementara, sejak Sabtu (11/ 1) hingga Minggu (12/1), tim unit Judi Subdit III Poldasu juga mengamankan delapan tersangka agen dan pemain judi togel serta pemain kartu joker. Mereka ditangkap dari berbagai lokasi. Para tersangka togel yaitu,

Dompet Dhuafa Waspada Serahkan Kotak Amal MEDAN (Waspada): Mengajarkan anak untuk melakukan sedekah, hendaknya dilakukan sejak dini, sehingga nantinya bisa tertanam dalam jiwa masing-masing anak. “Mengajarkan sedekah kepada anak tidak hanya sekadar teori saja, namun harus dipraktikkan secara langsung. Guna mendidik anak-anak supaya memiliki jiwa sosial terhadap sesama, salah satunya dengan mengajak anak-anak untuk bersedekah dan berinfak sejak dini,” kata Kepala Sekolah SMK Kesehatan Galang Insan Mandiri Binjai Utara Iriadi SKes, MKes, baru-baru ini. Untuk itu, Iriadi mengajak Lembaga Amil Zakat yang dipercayai Dompet Dhuafa Waspada (DDW ), untuk meletakkan kotak amal di sekolahnya, Kamis (9/1).“Alhamdullilah, Dompet Dhuafa Waspada menyambut baik, niat yang sudah lama ingin saya laksanakan. Ditambah MANAGER Fundraising dan Marketing Comunication Dompet Dhuafa Waspada Sulaiman (tiga kiri) menyerahkan kotak amal Dompet Dhuafa Waspada kepada Kepala Sekolah SMK Kesehatan Galang Insan Mandiri Iriadi SKes, MKes (kanan). -Waspada/Ist-

DDW ini juga memiliki program-program yang bagus dan transparan memberikan informasi zakat dan infak,” sebutnya. Dia berharap, kegiatan seperti ini mampu menanamkan jiwa sosial dan peduli kepada sesama, yang memiliki kondisi kekurangan. “Kegiatan seperti ini, sesuai dengan yang diajarkan di kelas. Dimana anak-anak dikenalkan dengan beragam amalan sholeh yang dianjurkan oleh agama,” ujarnya. Manager Fundrising dan Marcom Dompet Dhuafa Waspada Sulaiman berterima kasih telah mempercayakan lembaga Dompet Dhuafa Waspada untuk menyalurkan zakat, infak dan sedekah. “Untuk itu, kami menyerahkan langsung dua buah kotak amal untuk diletakkan di sekolah. Semoga amal dan niat baik seluruh sekolah diterima Alla SWT,” tuturnya. (cwan)

P alias A Hok, 68, warga Jln. Sunggal. Dia ditangkap dari kediamannya karena kedapatan menulis judi togel. Berdasarkan pengakuannya, omset per hari antara Rp1 juta sampai Rp1,5 juta per putaran. Kemudian Sa, 40, warga Jln. Sunggal Gg Budi Luhur, A, 40, warga Kompleks Bakul Indah, Medan Sunggal, Ki, 50, warga Jln. Jawa, Medan Sunggal, serta seorang bandar J alias A Cu, 44, yang juga pengusaha game online, warga Pasar I Indah, Medan Sunggal. Sedangkan lima tersangka pemain judi kartu joker, SH, 48, warga Jln. Pekong, Medan Sunggal, LSL alias Ali, 55, warga Jln. S Parman, Medan Baru, A alias Wijaya, 46, warga Jln. Pembangunan, Sunggal, dan seorang ibu rumah tangga TTL alias Lian, 55, warga Jln. Mawar, Medan Sunggal, dan TKSK alias Aba, 58, warga Jln. Sentosa, Medan Sunggal. Dari mereka diamankan barang bukti uang tunai Rp675. 000, lima set kartu joker, 5 HP, blok rekap togel, serta kertas

rekap perhitungan omset. Para tersangka, kata Jidin, dikenakan Pasal 303 KUHPidana tentang perjudian dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.“Mereka melanggar pasal 303 dengan ancaman 10 tahun penjara, tanpa ada tolerir,” sebutnya. Terpisah, Kasubbid Penge-

lola Informasi dan Dokumentasi (PID) Bid Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan mengatakan, para tersangka itu masih menjalani pemeriksaan. “Untuk pengembangan kasus mereka semua ditahan. Penyidik masih melengkapi berkas untuk diajukan ke jaksa,” katanya. (m27)

Waspada/gito ap

KASUBDIT III Dit Reskrimum Poldasu AKBP Jidin Siagian memperlihatkan barang bukti perjudian togel dan kartu joker, termasuk para tersangkanya, di Mapoldasu, Senin (13/1).

Pengemudi Betor Larikan Tas Penumpang Ditangkap MEDAN (Waspada): Tim Khusus Sat Reskrim Polresta Medan menangkap pengemudi betor yang melarikan empat tas dan satu kopor milik penumpangnya anggota Polisi Kehutanan (Polhut) Aceh Hendra Gunawan SP, 40. “Dari tersangka Ko yang ditangkap dari kawasan rumahnya di Amplas Medan, polisi menyita barang bukti betor dan lainnya,” kata sumber Waspada di Mapolresta Medan, Minggu (12/1). Kapolsek Medan Baru Kompol Nasrun Pasaribu melalui Kanit Reskrim Iptu Alexander P ketika dikonfirmasi mengakui, tersangka Ko yang melarikan tas milik penumpangnya anggota Polisi Kehutanan (Polhut) Aceh sudah ditangkap Sat Reskrim Polresta Medan. Kejahatan yang dilakukan tersangka Ko terjadi pada Sabtu (30/11) pukul 22:45. Awalnya, korban Hendra Gunawan, penduduk Jln. Merpati, Komplek Tgk. Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, dari Bandara Internasional Kuala Namu naik bus

Damri turun di halaman Carefour Plaza Medan Fair Jln. Gatot Subroto Medan. Korban kemudian menumpang betor tersangka Ko dan minta diantar ke stasiun bus Bintang Simpati di Jln. Gajah Mada Medan, karena dia akan pulang ke Aceh. Setiba di stasiun bus, korban menuju ke loket sedangkan tasnya ditinggalkan di betor, dimana sebelumnya meminta tersangka Ko menunggu dan menjaga tasnya. Namun, usai mengurus tiket di loket, korban kembali ke betor, ternyata betor yang ditumpangi itu tidak kelihatan lagi. Selanjutnya, korban minta bantuan kepada warga di lokasi itu melakukan pencarian. Tas milik korban yang dibawa kabur itu berisikan pakaian, tas diklat berlogo Pusdik Reskrim Mega Mendung, sertifikat pendidikan atas namaHendraGunawanSP,topi dinas atribut Polhut, ijazah asli S1, tas untuk istri, mainan anak-anak, laptop, semuanya senilai Rp15 juta lebih. (m36)

Waspada,selasa 14 januari 2014  
Waspada,selasa 14 januari 2014  
Advertisement