Page 20

Aceh

B8

WASPADA Selasa 14 Januari 2014

Jembatan Krueng Baru Perlu Uji Teknis MANGGENG RAYA (Waspada) : Satu-satunya jembatan lintasan pantai Barat-Selatan di Krueng Baru perbatasan Kabupaten Aceh Barat Daya dengan Kabupaten Aceh Selatan terancam ambruk, untuk itu pemerintah diminta segera melakukan uji teknis guna memperbaiki jembatan dimaksud. Camat Lembah Sabil Darmi, Minggu (12/ 1) mengungkapkan kekhawatirannya akan nasib jembatan Krueng Baru yang diperkirakan sudah berusia kurang lebih 32 tahun. “Kita jelas khawatir. Jembatan yang sudah berusia lebih dari seperempat abad itu belum pernah direnovasi, demikian juga tidak pernah dilakukan uji teknis,” ungkapnya. Dikatakan Darmi, jembatan andalan yang merupakan satu-satunya jalur lintasan baratselatan itu separuhnya dulu dikerjakan kontraktor PT HK, sementara setengahnya lagi diselesaikan kontraktor Jerman pada 1982. “Saat itulah muncul statemen, dalam ilmu teknik konstruksi jembatan itu diprediksi hanya bisa bertahan

selama 25 tahun, selebihnya perlu dilakukan rehabilitasi atau dicek kembali uji kelayakannya, sekarang jembatan itu sudah berusia lebih dari 30 tahun,” kata Darmi. Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Blangpidie Abdurrahman Ubiet, Minggu (12/ 1) mengakui selama ini pihaknya sudah banyak menerima laporan dan keluhan dari masyarakat setempat terkait kondisi jembatan Krueng Baru yang memprihatinkan itu. “Kondisi jembatan yang melintasi sungai Krueng Baru sepanjang 300 meter ini memang sudah cukup memprihatinkan, “katanya. Dia meminta Pemerintah Provinsi Aceh agar segera melakukan uji kelayakan teknis terhadap jembatan tersebut serta segera melakukan langkah-langkah perbaikan. Kadis Pekerjaan Umum Aceh Rahwadi AR mengaku, pemeliharaan dan perawatan jembatan tersebut merupakan tanggungjawab Pemprov Aceh. (cza)

JEMBATAN Krueng Baru di perbatasan Aceh Barat Daya dan Aceh Selatan sudah 32 tahun dikhawatirkan ambruk di makan usia jika tidak segera diperbaiki. Foto direkam, Minggu (12/1) Waspada/Syafrizal

Wali Kota Langsa Ajak Gotong Royong Sebagai Budaya LANGSA (Waspada) : Wali Kota Langsa Tgk Usman Abdullah mengajak semua pihak untuk terus membina rasa persaudaraan, saling tolong menolong dan terus menjadikan gotong royong sebagai budaya dalam kehidupan sehari-hari. “Tanpa kebersamaan dan kerjasama, sulit bagi kita untuk membangun kota ini,” ungkap wali kota di sela-sela kegiatan gotong royong yang merupakan program rutin Pemerintah Kota Langsa setiap awal bulan di Gampong Jawa, Kecamatan Langsa Kota, Minggu (12/1). Wali kota mengajak semua pihak untuk terus bahu membahu dalam membangun Kota Langsa. “Ibarat lidi, semakin banyak maka akan semakin kokoh dia”, ujar Usman Abdullah sembari melanjutkan, kegiatan gotong royong ini diarahkan untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan masyarakat serta mengajak masyarakat untuk ikut aktif dalam pembangunan. (m43)

Kadis SI Langsa Diundang Ke UIN Ar Raniry LANGSA (Waspada): Dewan Mahasiswa Fakultas Syariah UIN AR Raniry Darussalam Banda Aceh dalam suratnya bernomor 09/ Sek-Pan/ I/ 2014 Tanggal 5 Januari 2014 mengundang Kadis Syariat Islam Kota Langsa H Ibrahim Latif sebagai pemateri dalam diskusi panel ‘Eksistensi Syariat Islam Di Bumi Serambi Mekkah’, Selasa (14/1) besok. Ibrahim Latif akan tampil dalam diskusi tersebut sebagai pemateri dengan judul ‘Tantangan Dan Kiat Sukses Mewujudkan Syariat Islam Di Kota Langsa. Acara akan berlangsung di Gedung Auditorium Ali Hasjymi. Ibrahim Latif diundang ke acara tersebut karena dinilai Kota Langsa sangat gencar dan giat melaksanakan penegakan Syariat Islam. Ibrahim Latif, Minggu (13/1) mengatakan, pihaknya menyambut baik atas undangan yang disampaikan pihak UIN AR Raniry kepadanya. “Saya, Insya Allah memenuhi undangan pihak Dewan Mahasiswa AR Raniry dan saya paparkan bagainana tantangan dan kiat sukses mewujudkan Syariat Islam di Langsa,” ujar Ibrahim Latif. Ibrahim menambakan, kalau semua daerah kabupaten/ kota komit mengoptimalkan tugas dan fungsi Wilayatul Hisbah (WH) InsyaAllah penegakan Syariat Islam di seluruh akan terwujud. Apalagi bupati/wali kota plus muspida memberi dukungan penuh, pasti Syariat Islam dapat terwujud. “Sebenarnya seluruh personel PolisiWilayatul Hisbah (WH) di Aceh siap melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai tenaga pengawas penegakan dan pembinaan pelaksanaan Syariat Islam. Namun sekarang regulasi dan motivasi terhadap petugas yang perlu dipikirkan,” katanya. (m43)

Siswa SMA Langsa Tes Kecerdasan Ganda LANGSA (Waspada): Untuk mempersiapkan diri menghadapi UN 2014 para siswa kelas terakhir tingkat SMA se-Kota Langsa mengikuti tes kecerdasan ganda, Minggu (12/1). Kegiatan yang disponsori LP3I Kota Langsa ini diadakan secara bertahap agar semua siswa mempunyai kesempatan menguji kemampuannya sebelum UN berlangsung. Branch Manager LP3I Langsa, M Ridwansyah mengakatakan, LP3I Langsa sebagai cabang LP3I pertama di Pulau Sumatera terpanggil mengadakan kegiatan tersebut untuk membantu para siswa agar semuanya bisa lulus ketika UN berlangsung. Menurutnya, kegiatan tes kecerdasan ganda ini meliputi tes otak kiri dan otak kanan serta tes uji komputer dengan materi microsoft word dilaksanakan di kampus LP3I Langsa, gelombang pertama sudah berlangsung pada 8-9 Januari lalu yang diikuti 112 peserta. Dengan kegiatan tersebut, kata dia, diharapkan para peserta bisa mengetahui tingkat kecerdasan serta mengasah kemampuan berpikirnya menjadi lebih baik. Melihat antusiasnya para peserta pada gelombang pertama, maka gelombang selanjutnya akan dibuka pada 19 Januari mendatang. (b20)

Dedek Juliadi Rendra,Wartawan Produktif Aceh LANGSA (Waspada): Wartawan Waspada yang bertugas Langsa, Ir Dedek Juliadi Rendra (foto) mendapat penghargaan sebagai wartawan terproduktif sewilayah Aceh dari Pemimpin Umum Harian Waspada karena dinilai secara berkesinambungan melakukan peliputan berita di wilayah kerja Kota Langsa pada acara syukuran HUT Harian Waspada di Novotel Soechi Jalan Cerbon Medan, Sabtu (11/1). Penyerahan penghargaan langsung diberikan Pemimpin Redaksi H Prabudi Said. “Semoga melalui penghargaan ini menjadi motivasi agar dapat terus meningkatkan prestasi kerja di masa yang akan datang,” katanya. Sementara Redaktur Aceh, M Zeini Zen yang ditemui mengatakan, penghargaan ini diberikan kepada wartawan yang secara terus menerus dan berkesinambungan melakukan peliputan berita di wilayah kerjanya masing-masing dalam Provinsi Aceh. Kriteria yang dinilai tidak saja dalam kuantitas berita saja, tapi dari segi kualitas berita yang disajikan berupa berita investigasi, kritikan-kritikan terhadap kebijakan pemerintahan, human interest dan berita-berita lainnya. (cms)

Perangkat Gampong Harus Di Depan Laksanakan SI LANGSA (Waspada): Wali Kota Langsa Tgk Usman Abdullah meminta seluruh perangkat gampong di wilayah Langsa supaya berada di barisan depan dalam pelaksanaan Syariat Islam. Hal itu disampaikan Usman Abdullah di hadapan ratusan jamaah shalat subuh di Masjid Al Falah Geudubang Aceh, Kecamatan Langsa Baroe, Sabtu (11/1). “Perangkat gampong plus keluarganya harus menjadi contoh dalam pelaksanaan Syariat Islam.Tidak ada perangkat gampong yang main judi, main batu domino yang melanggar syariat. Tidak ada perangkat gampong yang tidak shalat. Tidak istri dan keluarganya yang membuka aurat, berpakaian soronok, tidak pakai jilbab, pakai pakaian ketat dan sebagainya,” katanya. Menurutnya, kalau perangkat gampong dan keluarganya serta tokoh masyarakat telah menjadi contoh dalam pelaksanaan Syariat Islam, maka sangatlah mudah kita ajak masyarakat lain. Di setiap gampong harus ada qanun yang mengatur tentang pelaksanaan Syariat Islam dan qanun lainnya yang mengatur tentang tata cara kemuslihatan kehidupan sosial

kemasyaratan. Perangkat gampong dan tokoh masyarakat wajib mencegah setiap kemungkaran yang terjadi. “Keuchik, Pak Imam dan perangkat gampong harus menegur bila perlu mengambil tindakan tegas terhadap orang-orang melanggar syariat. Saya telah perintahkan Kadis Syariat Islam untuk berkoordinasi dengan pihak terkait, dan pihak gampong untuk menumpas habis preman anti syariat,” tandasnya.

Kadis Syariat Islam Lansga Ibrahim Latif mengatakan, kita terus berkoordinasi pihak Polres Langsa dalam menegakkan syariat di kota ini. “Pada acara safari subuh tadi, kita undang Kapolres Langsa menyampaikan tausiah kepada masyarakat menyangkut Kantibmas. Polres Langsa memberi dukungan penuh kepada Dinas Syariat Islam dan petugas PolisiWilayatul Hisbah (WH) dalam melaksanakan tugas di lapangan. (m43)

Penertiban Program Prioritas IDI (Waspada): Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, penertiban personel di bawah Badan Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP-WH) merupakan program prioritas di tahun 2014. Hal tersebut dinilai penting guna merubah pola pikir untuk memajukan daerah pasca perpindahan pusat ibu kota Pemkab Aceh Timur dari Langsa ke Idi. “Kita akan lakukan berbagai aspek penertiban, terutama personel dan selanjutnya para pedagang kaki lima (PKL) di sejumlah titik,” kata Kepala Badan Satpol PP-WH Aceh Timur Zulbahri, Minggu (12/1). Pasca pelantikan, Jumat (10/1) lalu dari eselon tiga menjadi eselon dua Zulbhari memiliki niat dan keinginan untuk meneruskan berbagai program sebelumnya dan mencoba mengabdi kepada masyarakat dengan berbagai program yang diusul ke depan. Zulbahri menambahkan, selama ini dia melihat personel Satpol PP dan WH sudah melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai pelayan dan pengayom masyarakat, namun beberapa titik kelemahan juga masih menyelimuti tubuh Satpol PP danWH sehingga perlu diasah dan diberikan motivasi khususnya para polisi syariat yakni WH sehingga dalam setiap gerak di lapangan benar-benar menampakkan hasil yang dapat dirasakan masyarakat. “Minimal razia dan patroli harus kerap dilakukan sehingga masyarakat menilai bahwa polisi syariat benar-benar melaksanakan tupoksinya,” ujar mantan Camat Ranto Peureulak itu. (b24)

Iskandar Usman Al-Farlaky

UUPA Ruh Perjanjian Helsinky Dan Pusat Jangan Setengah Hati PEUREULAK (Waspada): Undang-undang Pemerintah Aceh (UUPA) Nomor 11 tahun 2006 merupakan ruh dari perjanjian Helsinky yang telah ditandatangani Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), maka tidak ada alasan apapun oleh pusat (Jakarta) untuk tidak mengimplementasikan seluruh butir perjanjian itu serta turunan dari UUPA itu sendiri. Demikian dikatakan Iskandar Usman Al-Farlaky, tokoh muda Aceh Timur yang juga Ketua Kongres Advokat Indonesia (KAI) setempat, dalam pertemuan silaturahmi dengan masyarakat Matang Nibong, Kecamatan Rantau Selamat, Jumat (10/1). Dalam pertemuan yang dihadiri seratusan warga itu, Iskandar yang juga kader Partai Aceh (PA) itu, juga banyak menekankan betapa pentingnya untuk menjaga dan mengisi perdamaian sehingga Aceh akan lebih baik ke depan. Namun, yang perlu digarisbawahi bahwa pemerintah pusat jangan setengah hati dalam menjalankan MoU Helsinky dan UUPA. “Inisiator perundingan damai agar bisa menekan para pihak bila ada butir- butir yang telah disepakati, tapi tidak dilaksanakan, kita harap Aceh tidak ditipu lagi oleh pusat dengan berbagai retorika politiknya,” ungkap mantan aktivis mahasiswa Aceh ini. Karena itu, untuk mengawal proses itu semua dan mewujudkan seluruh turunan UUPA, semua pihak harus mendukung Pemprov Aceh yang telah berusaha keras mewujudkan seluruh isi yang terdapat dalam MoU dan UUPA. Bahkan, masyarakat, kata dia, harus pula mendukung parlemen Aceh untuk me-

Waspada/Yusri

ISKANDAR Usman Al-Farlaky saat melakukan pertemuan dengan masyarakat gampong Matang Nibong, Kecamatan Rantau Seulamat, Aceh Timur, Jumat (10/1) nggodok seluruh qanun yang menyangkut dengan itu. “Kita juga mengapresiasi parlemen Aceh yang telah menggodok sejumlah qanun termasuk qanun nomor 8 tahun 2012 tentang Wali Nanggroe,” ujarnya. Menurutnya, pemerintah pusat harus segera menuntaskan seluruh turunan UUPA termasuk menyangkut kewenangan pengelolaan pertanahan, hutan, bagi hasil migas, dan laut Aceh. “Jakarta tidak perlu takut untuk mewujudkan seluruh butir MoU dan turunan UUPA, karena itu bagian dari menjaga perdamaian Aceh juga, semoga dengan terwujudnya ini semua, kegemilangan akan mengantarkan Aceh yang lebih bermartabat,” papar Iskandar Usman. Iskandar juga menyebutkan, setelah Memorandum of Understanding (MoU) Helsinky, Aceh menjadi satu- satunya daerah yang mereduksi sebagian kewenangan pusat. Dari enam kewenangan pusat, yakni politik luar negeri, pertahanan,

keamanan, yustisi, moneter, dan fiscal kecuali agama, sebagiannya menjadi kewenangan Pemerintah Aceh. Selain itu, Aceh juga diberi kewenangan dengan lembaga luar negeri dan dapat ikut secara langsung dalam kegiatan seni, budaya, dan olahraga internasional yang tertuang dalam pasal 9, membentuk partai politik lokal pasal 75-95, pembentukan Wali Nanggroe pasal 96, pengelolaan bersama minyak dan gas yang terletak di darat dan laut Aceh pasal 160. “Ada sejumlah pasal lain, saya berpendapat bahwa seluruh pasal tersebut dapat segera dijabarkan dalam turunan UUPA, jangan malah pusat membenturkannya dengan berbagai argumen regulasi lain, termasuk lambang daerah dan bendera ini merupakan perwujudan dalam rangkaian aturan yang telah disepakati bersama,” tutur mantan Sekjend BEMA UIN Ar-Raniry ini. (cri)

Waspada/Diurna Wantana

WAKIL Bupati Aceh Tenggara H Ali Basrah (tiga dari kiri), sesepuh SKKAT Medan-Sumut H Armen Desky (tengah) saat foto bersama dengan jajaran dewan penasihat serta pengurus SKKAT MedanSumut periode 2014-2017 usai pelantikan di Hotel Kanaya Medan, Minggu (12/1)

Wabup Agara: SKKAT Harus Jadi Pemersatu MEDAN (Waspada): Wakil Bupati Aceh Tenggara H Ali Basrah mengapresiasi terbentuknya Sepakat Segenep Keluarga Kutacane Aceh Tenggara (SKKAT) di Kota Medan sebagai wadah berhimpunnya masyarakat Kutacane, Aceh Tenggara yang bermukim di Kota Medan khususnya, dan Sumut umumnya. Karena, baginya, SKKAT bisa mempersatukan warga Agara di Sumut ini tanpa melihat perbedaan etnis dan suku. Demikian dikatakan Ali Basrah saat melantik pengurus Sepakat Segenep Keluarga Kutacane Aceh Tenggara (SKKAT) Medan-Sumut periode 2014-2017 di Hotel Kanaya, Jalan Darussalam Medan, Minggu (12/1). Hadir pada acara tersebut, sesepuh SKKAT Medan-Sumut Drs H Armen Desky, para dewan penasihat, pengurus dan anggota SKKAT Medan-Sumut, sejumlah warga Agara yang bermukim di Medan dan kalangan mahasiswa asal Kutacane, yang menuntut ilmu di Medan. Wabup Agara menilai SKKAT bisa menjadi ajang silaturahim dan saling berkomunikasi dalam membangun kerjasama yang penuh kekeluargaan, keakraban untuk menyatukan pengurus dan anggota SKKAT di daerah ini. Apalagi warga Agara di Kabupaten Sepakat Segenep terdiri dari 9 etnis yang 70 persen di dalamnya merupakan warga muslim. Untuk itulah, SKKAT diharapkan bisa menjadi garda terdepan dalam menyatukan warga Agara yang berdiam di wilayah Sumut agar tetap kompak tanpa membedakan suku dan latar belakang sosial. Ali Basrah juga mengharapkan pengurus SKKAT ini dapat bekerja sama dengan jajaran Pemkab Aceh Tenggara dalam segala bentuk kegiatan apapun dan Pemkab Agara senantiasa membantu SKKAT untuk menghidupkan wadah ini dalam menjalankan organisasi. Wabup mengatakan bahwa saat ini populasi penduduk Agara tercatat sebanyak 230 ribu, terdiri dari 16 kecamatan dan 385 desa, serta 51 kemukiman. Ketua DPRD Aceh Tenggara M Salim Fakhri mengharapkan pengurus SKKAT yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dan kepercayaan serta mampu terus bersatu hingga tidak ada putus-putusnya dalam meningkatkan silaturahim satu sama lain sehingga warga Agara yang bernaung dalam organisasi tersebut bisa mempertahankan semangat kekeluargaannya. “Jadikan organisasi SKKAT di Medan ini

sebagai tempat bersatu dan tetap bergandengan tangan dengan DPRK dan Pemkab Agara, dan menjaga keutuhan dalam mempertahakankan tali silaturahim,” katanya seraya menambahkan DPRK Agara siap mendorong dan membantu SKKAT Medan-Sumut ini dalam semua kegiatannya. Ketua DPRK Agara itu juga meminta warga Agara yang bernaung di SKKAT dan di Sumut untuk mendukung caleg DPRD Medan Melanie Armelia Desky dari Partai Golkar Dapil V nomor urut 9 dan Akbar Buchari untuk DPR-RI no.9 dari Golkar pada Pemilu Legislatif mendatang. Ketua Umum SKKAT Kota Medan-Sumut Dra Hj Siti Nurhaida Pelis menjelaskan, seluruh pengurus dan anggota dan didukung para dewan penasihat dan sesepuh SKKAT menjadikan SKKAT ini semakin kuat dalam menjalin silaturahimnya. Pihaknya juga siap menampung ideide, saran dan kritik yang membangun dari siapapun agar persatuan SKKAT menjadi semakin kokoh dan kuat. “Mudah-mudahan dengan dukungan sesepuh, dewan penasihat, jajaran Pemkab Agara dan DPRK Agara serta warga Agara di Sumut, SKKAT bisa terus komit untuk bersatu,” ujar Nurhaida. Dia juga menjelaskan bahwa SKKAT dalam programnya rutin menggelar berbagai kegiatan seperti arisan dari rumah ke rumah dan berbagai kegiatan sosial. Jamudin Keruas, anggota dewan penasihat SKKAT Medan-Sumut mengatakan, SKKAT harus menjadi pendorong bagi warga Agara baik di Kutacane sendiri dan di Sumut untuk terus mempertahanjan marwah istilah Sepakat Segenep. Karena, menurutnya, istilah tersebut mulai pudar terutama di kalangan generasi muda. Menurutnya, istilah Sepakat Segenep, merupakan bagian dari keluarga dan warga Agara yang bermukim di Medan ini. Untuk itulah, dia mengharapkan istilah terebut dipertahankan di masa mendatang. Dewan Penasihat SKKAT Medan-Sumut periode 2014-2017 terdiri dari Drs H Jamudin Keruas, Seh Ramli, H Zainal Abidin Desky, Sudirman Desky, Bahtiar Harahap, Natsir Desky, dan Muhammad Syafri Sati T. Ketua Umum Hj Siti Nurhaida Pelis, Kabarsyah Selian, Junaidi Ramut, Zenal Abidin Pagan, sekretaris; Muslim Wijaya, Saparuddin, Abu Hanafiah Pagan, bendahara; Dharmawaty (Hj Lela), Faujiah Idris dan Hafisah dan dibantu seksi-seksi. (cdiu)

Waspada/H AR Djuli

Wakil Bupati Bireuen Mukhtar Abda diapit Dandim-0111/Bireuen Letkol Kav Asep Solihin dan Rektor III Unsyiah Rusli Yusuf (berdiri tengah) foto bersama unsur Muspida, Kadinkes Bireuen Yurizal, Direktur RSUD dr Fauziah Mukhtar Mars, Kadis P dan K Nasrul Yuliansyah dan sejumlah pejabat, mahasiswa Baksos Unsyiah usai membuka bakti sosial Gempar Keperawatan Unsyiah Banda Aceh di Meunasah Batee Raya, Kecamatan Juli, Jumat (10/1)

Waspada,selasa 14 januari 2014  
Waspada,selasa 14 januari 2014  
Advertisement