Page 19

Aceh

WASPADA Selasa 14 Januari 2014

Tugas Pengawasan Anggaran Tak Berfungsi

Azwar Abubakar Disambut Peusueon ‘Ija Pray’ BIREUEN (Waspada) : Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara–Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar dan istri disambut kedatangannya oleh Bupati Bireuen, unsur Muspida plus, Majelis Adat, ulamaa di Kota Bireuen, Minggu (12/1). Bupati Bireuen Ruslan M Daud didampingi istri, ulama kharismatik Abu Tumin Blang Bladeh, majelis adat Kabupaten Bireuen melakukan penyambutan secara adat Aceh, MenPAN Azwar Abubakar di Peuseuon Ija Pray oleh Bupati. Majelis adat Ramadhan sebagai pembawa acara penyambutan menyampaikan selamat datang kepada MenPAN di Kota Juang Bireuen. Petang itu juga MenPAN dipeusijuek secara adat di pelaminan Aceh dilaksanakan Abu Tumin Blang Bladeh. Malam harinya MenPAN menghadiri jamuan makan malam bersama unsur Muspida dan mengadakan acara temu rumah dengan masyarakat Kota Juang Bireuen. (b12)

LHOKSEUMAWE (Waspada) : Kinerja anggota DPR Kota Lhokseumawe selama tahun 2013 dinilai bobrok dan terkesan tidak mengerti fungsi tugas pokoknya, lantaran tidak melakukan pengawasan terhadap penggunaan anggaran publik oleh eksekutif. Hal itu diungkapkan Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) Alfian terkait menanggapi pernyataan Wakil Ketua DPR Kota Lhokseumawe yang tidak melakukan pengawasan anggaran publik dengan alasan tidak pernah dilibatkan oleh Pemko Lhokseumawe. “Aneh sekali kalau anggota DPR tidak mengerti fungsi tugas pokoknya. Padahal pengawasan anggaran publik itu adalah tugas pokok anggota legislatif. Tidak perlu menunggu undangan atau ajakan dari pihak eksekutif,” tegasnya. Alfian menyebutkan, seharusnya selaku wakil rakyat, mereka wajib melakukan pengawasan terhadap penggunaan anggaran publik oleh Pemko Lhokseumawe tanpa perlu menunggu undangan resmi. Karena tindakan tersebut adalah upaya untuk mencegah terjadinya korupsi atau penyimpangan dalam penggunaan anggaran oleh pemerintah. Selain itu dengan adanya pengawasan anggaran juga bisa membantu implementasi

Petani Raya Dagang Mengairi Sawah Dengan Pompanisasi BIREUEN (Waspada): Petani sawah di Gampong Raya Dagang, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen hingga kini masih mengandalkan sistem pompanisasi untuk mengairi sawah mereka. Menurut petani setempat, Muhammad Nur, Senin (13/ 1), untuk kebutuhan air sawah mereka harus menggali sumur dan mengairinya dengan menggunakan mesin pompa air. “Kalau berharap dari air hujan saja tidak cukup, apalagi pada masa tanam bukan pada musim hujan,” terang M Nur. Dia menyebutkan,kondisitersebutterjadimenyusuladanyaperubahan saluran air irigasi di kawasan itu sejak beberapa tahun lalu. Dengan demikian, menurut Nur, para petani di Gampong Raya Dagang sangat kewalahan untuk memenuhi kebutuhan air sawah. “Apalagi kondisi sekarang harga bensin mencapai Rp8.000 bila kita beli di kios-kios pengecer,” katanya. Mengingat mahalnya biaya yang harus dikeluarkan, ada petani yang membiarkan sawahnya kekeringan kendati benih sudah ditanam. “Kalau tidak ada uang ya mau tak mau hanya menunggu hujan saja,” ucap Nur. Kendati jumlah areal sawah yang masih tadah hujan itu jumlahnya relatif sedikit, namun itu merupakan sumber penghasilan bagi sebagian masyarakat di sana. Karenanya, Nur dan petani lainnya di Gampong Raya Dagang mengharapkan Pemerintah Kabupaten Bireuen membuat saluran irigasi untuk mengairi sawah mereka. (b17)

Ketua KNPI Aceh Timur, Waspada Penyambung Aspirasi PEUREULAK (Waspada): Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Aceh Timur Iskandar Usman menegaskan bahwa harian Waspada merupakan corong penyambung aspirasi masyarakat. Hal tersebut dapat dilihat dari pemberitaan yang disajikan lebih terfokus pada sisi-sisi kehidupan masyarakat, baik sektor perekonomian maupun pembangunan publik yang dilakukan pemerintah dalam mewujudkan pemenuhan sarana dan prasarana umum. “Kita berharap di usianya ke-67, harian Waspada dapat terus meningkatkan kualitas dan kuantitasnya, meskipun persaingan media sekarang ini terus meningkat,” ungkap Iskandar Usman, tokoh muda Aceh Timur, Senin (13/1). Menurutnya, harian Waspada merupakan salah satu media yang kini mulai akrab dibaca masyarakat dan keberadaan media tersebut sudah tidak asing lagi kehadirannya di Aceh Timur sejak puluhan tahun lalu hingga saat ini. “Saya mengenal harian Waspada ketika itu masih menduduki bangku sekolah Madrasah Tsanawiyah, bahkan pada saat menjadi mahasiswa menjadi bacaan utama sehari-hari setiap paginya,” ujar Iskandar Usman seraya mengatakan, bahkan eksistensi Waspada di Aceh dirasakan sangat baik terlebih dengan berita–berita bernuansa Islami yang selalu dihadirkan, hal ini sesuai dengan karakteristik daerah Aceh yang menjunjung tinggi Syariat Islam. Iskandar Usman menambah, Waspada agar dapat terus memberikan kontribusinya sebagai penyambung aspirasi masyarakat, Pemprov Aceh umumnya dan khususnya Pemkab Aceh Timur. “Kami berharap harian Waspada tetap eksis ke depan dengan berbagai program yang disajikan sehingga media ini bisa semakin dekat serta tidak terlepas di hati pembacanya,” papar Iskandar Usman. (cri)

Camat Darul Aman: Kerja Ikhlas Jadi Ibadah IDI CUT (Waspada): Keikhlasan dalam bekerja menjadi modal utama membangkitkan semangat sehari-sehari. Meskipun sebagian besar SK Pegawai Negeri Sipil (PNS), namun jika diawali niat ikhlas, maka semua pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu tanpa menyisakan masalah. “Mari kita bersama melaksanakan pekerja kita sebagai abdi negara dengan target melayani masyarakat di kecamatan sesuai tugas dan fungsi kita sebagai pelayan masyarakat,” kata Camat Darul Aman, Zulfadli ketika rapat perdana dengan para staf di aula kantor Camat Darul Aman, Senin (13/1). Dia mengingatkan, gaji yang diberikan pemerintah merupakan uang rakyat yang digaji dengan tujuan agar aparatur negara melaksanakan tugas dengan benar tanpa harus melakukan pemotongan waktu. “Perlu kami ingatkan juga, bahwa gaji yang kita ambil dan kita makan harus mampu kita pertanggungjawabkan dengan Allah SWT. Oleh karenanya, mari kita melaksanakan laksanakan pekerjaan mulia ini dengan baik,” tutur Zulfadli. (b24)

IRT Tenggak Racun IDI (Waspada): Nu, 20, seorang ibu rumah tangga (IRT), asal Desa Meunasah Krueng, Kecamatan Peudawa, Kabupaten Aceh Timur ditemukan dalam kondisi pingsan di halamannya di desa dan kecamatan setempat. Kuat dugaan, IRT tersebut menenggak racun. Informasi yang diperoleh menyebutkan, Nu tiba-tiba terjatuh di halaman rumahnya, Minggu (12/1) sekira pukul 18:30. Warga yang kebetulan melintasi dan melihat Nurul langsung menginformasikan ke aparatur desa dan seterusnya dilaporkan ke pihak Polsek Peudawa. “Iya benar, setelah diinformasikan ke kita, petugas langsung membantu mengevakuasi korban ke RSUD Idi guna memberikan pertolongan,” kata Kapolres Aceh Timur AKBP Muhajir melalui Kapolsek Peudawa Iptu Dasril. Dia menyebutkan, korban belum dapat dimintai keterangan, karena korban masih di ruang ICU. (b24)

Tiba (light, asal, waktu)

Berangkat (light, tujuan, waktu)

Garuda Indonesia GA 0278 Medan GA 0142 Jakarta/Medan GA 0146 Jakarta/Medan

07:05 10:45 14:50

GA 0279 Medan GA 0143 Medan/Jakarta GA 0147 Medan/Jakarta

07:45 11:3 0 15:45

11:35 15:55 21:30

JT 397 Medan/Jakarta JT 307 Jakarta JT 305 Medan/Jakarta

06:00 12:15 16:35

12:50

SJ 011 Medan/Jakarta

13:35

12:00 11:20

QZ 8022 Medan AK 1306 Kuala Lumpur*

12:25 11:45

14:00

FY 3400 Penang*

14:20

Lion Air JT 304 Jakarta JT 306 Jakarta/Medan JT 396 Jakarta/Medan

Sriwijaya Air SJ 010 Jakarta/Medan

Air Asia QZ 8023 Medan AK 1305 Kuala Lumpur *

Fire Fly FY 3401 Penang* * Setiap Senin, Rabu, Jumat dan Minggu.

B7

Waspada/Amiruddin

MENTERI Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Azwar Abubakar memberikan kuliah umum di aula H MA Jangka Universitas Almuslim Peusangan, Kabupaten Bireuen, Senin (13/1)

Lulusan Universitas Harus Buka Lapangan Kerja BIREUEN (Waspada): Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Republik Indonesia, Abzwar Abubakar mengatakan, setelah di universitas tidak mesti harus menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Hal ini sebagaimana disampaikannya saat memberi kuliah umum yang bertema “Reformasi Birokrasi” di Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, Senin (13/1).

Karenanya, Azwar mengajak mahasiswa Umuslim juga harus memiliki semangat untuk menciptakan lapangan kerja sendiri dengan bekal ilmu pengetahuan yang dipelajarinya semasa kuliah. “Gaji PNS kecil, banyak orang sukses bukan dari kalangan PNS, ilmu yang dimiliki mahasiswa dapat menjadi modal membuka usaha,” ucapnya. Apalagi pemerintah saat ini sedang melakukan terobosan dalam upaya reformasi birokrasi, antara lain dalam efisiensi aparatur dan pemangkasan tahapan birokrasi sehingga jumlah PNS terus menurun sebab adanya pembatasan jumlah

perekrutan pegawai negeri baru. Menurutnya, dengan penurunan jumlah Pegawai Negeri Sipil memiliki peran penting untuk mempercapat pembangunan. “Ini penting, supaya lebih banyak dana yang tersedia untuk program pembangunan,” jelas Azwar. Kendati demikian, katanya, perbaikan pelayanan publik terus juga terus diupayakan. Karenanya, Indonesia perlu terus melakukan persiapan generasi ke depan dengan lebih baik, salah satu pembinaan itu adalah melalui universitas. Azwar juga berharap agar Unimus Peusangan segera dinegerikan. (b17)

pembangunan tepat sasaran dan sesuai keinginan masyarakat serta mencegah adanya pihak yang ingin mengambil keuntungan secara pribadi. Bahkan tugas pokok pengawasan anggaran itu memiliki mandat sebagaimana diatur dalam undang – undang bahwa salah satu fungsi anggota dewan adalah melakukan pengawasan anggaran. Sehingga sebagai wakil rakyat dalam memuluskan tugas pokok pengawasan anggaran, anggota legislatif berhak dan memiliki wewenang penuh untuk melakukan pemanggilan terhadap pihak eksekutif baik, pejabat maupun kepala daerah. Untuk itu, pihak DPR tidak boleh buang badan dalam melakukan pengawasan anggaran, juga tidak perlu menunggu undangan resmi dari pihak eksekutif. Alfian meminta untuk masa mendatang, harus dilakukan evaluasi kinerja anggota DPR agar mereka memahami dan mengerti fungsi tugas pokoknya masing – masing. Apalagi di tahun 2014 sebagai tahun politik, di mana legislatif memiliki kepentingan besar dalam persoalan penggunaan anggaran dan berpeluang terjadinya persekongkolan yang bernuansa korupsi. (b16)

Akibat Jalan Berlubang, Rosmiati Kritis LHOKSEUMAWE (Waspada): Setelah rampung dibangun beberapa bulan lalu, kini jalan nasional Banda Aceh - Medan di kawasan Lancang, Desa Meunasah Mee, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, kian rusak. Kondisi ini, banyak pengendara menjadi korban, akibat terjatuh ke dalam lubang. Pantauan Waspada, Senin (13/1), jalan berlokasi lewat jembatan Sawang Kupula dari arah kota, kupak kapik, akibat terkelupas bagian atas. Tak hanya itu, sebagiannya lagi menjadi lubang dengan kedalaman mencapai 10 cm. Kondisi seperti ini menurut pengakuan warga di lokasi itu sudah empat bulan lamanya. Hendra, 33, warga di kawasan tersebut sangat menyesalkan sikap pemerintah kota atau provinsi dan kontraktor yang mengerjakan proyek jalan lintas Sumatera ini. Jalan ini telah setahun dibangun, namun tidak siap-siap sampai tahun ini, malah menjadi rusak lagi.

Disayangkan kata Hendra, pengguna jalan, terutama dari perempuan seperti pekerja kantor, mahasiswa dan anak-anak sekolah kerap menjadi korban akibat terperosok ke dalam lubang. Apalagi pada malam hari, di lokasi ini tidak dipasang lampu khusus agar pengguna jalan lebih berhatihati. Diakui Hendra dan beberapa temannya, hampir 20 pengguna jalan menjadi korban akibat terperosok ke dalam lubang ini. Pagi kemarin, sebuah truk colt menabrak pulau jalan akibat menjauhi penggendara lain saat mengelak lubang di kawasan ini. Informasi dihimpun lain, Rosmiati, seorang pengguna jalan dari Kecamatan Samudera, Aceh Utara, terpaksa terbaring di Rumah Sakit Bunda Lhokseumawe pada Rabu (8/1) dini hari kemarin. Rosmiati mengalami koma setelah terperosok jatuh ke lubang saat melintasi jalan tersebut. (cmk)

Menjadi PNS Bukan Jaminan Hidup BIREUEN ( Waspada) : Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi dan Birokrasi Azwar Abubakar mengatakan, menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) bukanlah sebuah jaminan untuk hidup layak. Karena tidak ada yang bisa menjamin kehidupan masyarakat kecuali Allah SWT. Hal itu dikatakan MenPANRB Azwar Abubakar dalam sambutannya pada acara temu-ramah dengan tokoh dan masyarakat Bireuen, di Pendopo Bupati Bireuen, Minggu (12/1) malam. Dikatakan, PNS bukanlah sebuah jaminan hidup, yang ingin menjadi PNS silakan, tapi jangan sekali-sekali mengharapkan jadi PNS atau pegawai honor, kecuali tidak ada kerja lain,” papar Azwar Abubakar. Mantan Pj Guberbur Aceh itu mengemukakan, tugasnya selaku birokrat membina anak bangsa dan masyarakat menjadi anak yang mandiri dan berusaha bukan hanya berharap menjadi PNS. MenPAN-RB meminta ke-

pada kepala daerah selaku pimpinan birokrasi untuk membuka lapangan kerja atau mempermudah izin kepada masyarakat yang membuka lapangan kerja atau lapangan berusaha menjadi masyarakat yang mandiri. Bupati Bireuen Ruslan M Daud menyampaikan kepada MenPAN-RB bahwa 2008 pegawai honorer K2 Kabupaten Bireuen sudah mengikuti ujian CPNS, saat ini belum ada pengumuman kelulusan. Mereka honorer K-2 masih dibalut kecemasan apakah mereka lulus atau tidak. Semua pegawai honorer K2 Kabupaten Bireuen rata-rata sudah cukup lama memberikan pengabdian di bidang tugas masing-masing dengan baik masih harap-harap cemas. Selain itu bupati meminta kepada MenPAN-RB agar Kabupaten Bireuen tahun 2014 mendapat formasi penerimaan CP NS jalur umum, mengingat ABPK Bireuen sudah berimbang dan sudah mampu membayar gaji pegawainya. Bupati juga mengemuka-

kan, saat ini meningkatkan kualitas pelayanan publik menjadi prioritas utama Pemkab Bireuen dan sangat berterima kasih kepada Logika-2 yang telah memberiandukunganprogrampendampingan pelayanan publik di Bireuen sudah berjalan baik. Sofyan Ali, tokoh pendiri Kabupaten Bireuen dalam sambutannya mengatakan, masyarakat Kabupaten Bireuen merasa bangga dan bahagia putra terbaik Aceh, warga Juli Bireuen mendapat kepercayaan sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi. “Masyarakat Bireuen selalu berdoa semoga Pak Azwar Abubakar selalu mendapat petunjuk dari Allah SWT agar berhasil mengemban tugas dengan baik,” katanya. Dalam kesempatan itu tidak ketinggalan seniman tutur, Tgk Usman Buket menyajikan syair bahasa Aceh “ Seumapa” dengan tradisi keAcehan yang sangat menarik dalam “Seumapa” menyambut kedatangan MenPAN-RB di Bireuen. (b12)

Tak Ada Diskriminatif Dalam Meluluskan CPNS -K1 KUALASIMPANG (Waspada): Tidak ada diskriminatif dalam hal meluluskan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kategori I untuk Kabupaten Aceh Tamiang dan semuanya sudah dilaksanakan sesuai mekanisme yang berlaku. Pemerintah juga merencanakan akan membangun rel kereta api dari Aceh Tamiang menuju Medan, Sumut. Hal itu dijelaskan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara, Birokrasi dan Reformasi RI, Azwar Abu Bakar menjawab pertanyaan Waspada tentang adanya kasus diskriminatif penerimaan CPNS (K-1) di Pemkab Aceh Tamiang seusai menggelar pertemuan yang berlangsung di Rumah Dinas Bupati Aceh Tamiang, Hamdan Sati, Jumat (10/1). Waspada menanyakan tentang adanya tujuh tenaga honorer yang lulus CPNS K-1, sedangkan 70 orang lagi dinyatakan tidak lulus dan dari jumlah 70 orang tersebut ada 60 orang telah dilaksanakan Hasil Audit Tujuan Tertentu ( ATT) oleh Badan Kepegawaian Negara ( BKN) Pusat sesuai dengan data diperoleh hasil audit tersebut disampaikan melalui Surat BKN Pusat tanggal 24 April 2013. Dalam surat tersebut dinya-

takan, berdasarkan surat Sekretaris Kementerian PAN dan RB Nomor :R/25/S.PAN-RB/4/2013 Tanggal 4 April 2013 tentang Hasil Audit Tujuan Tertentu ( ATT) Tenaga Honorer Kategori I pada 32 Daerah di Indonesia setelah diverifikasi, ternyata untuk Aceh Tamiang jumlah tenaga honorer kategori I hasil verifikasi dan validasi oleh Tim Nasional yang memenuhi kriteria (MK) sejumlah 77 orang serta telah dilakukan uji publik. Terhadap data hasil uji publik sejumlah 77 orang tersebut telah dilakukan Audit Tujuan Tertentu oleh Tim ATT dengan hasilnya yaitu tenaga honorer kategori I yang memenuhi kriteria (MK) sejumlah tujuh orang, tenaga honorer kategori I diangkat bukan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) sejumlah 60 orang dantenagahonorerkategoriIyang tidak memenuhi kriteria (TMK) sejumlah 10 orang. Ketika kasus tersebut Waspada menanyakan langsung kepada Azwar Abubakar, MenPAN dan RB itu menyatakan semuanya sudah sesuai prosedural dan mekanisme yang berlaku dalam rekrutmen tenaga honorer menjadi cpns K-1. Waspada juga menyampaikan kepada Men-PAN dan

RB bahwa dari tujuh orang yang disebutkan lulus itu ada empat orang yang statusnya sama dengan yang 60 orang itu, namun mengapa bisa lulus juga sebagai CPNS K-1 ? Azwar Abubakar menyatakan kalau menyangkut hal itu dirinya tidak mengetahui secara pasti, namun kemungkinan ketika administrasinya diproses di BKN dan diaudit tim ATT yang tujuh orang itu punya buktidokumenyangsahsehingga mereka layak lulus. Muhammad Dewi yang mewakili rekan-rekannya sebagai tenaga kontrak/honorer K1 yang bertugas sebagai tenaga kebersihan pengangkut sampah di Aceh Tamiang juga menanyakan langsung kepada Azwar Abubakar tentang nasib mereka yang tidak lulus sebagai CPNS K-1. “Padahal SK yang kami kantongi sama juga Sk-nya dengan yang dinyatakan lulus. Tetapi mengapa mereka bisa lulus, sedangkan kami tidak lulus,” ungkap Muhammad Dewi . MenPAN-RB menjawab kemungkinan mereka yang lulus punya bukti administrasi yang sah ketika berkasnya diperiksa, sedangkan yang tidak lulus mungkin bukti-bukti administrasi yang dibutuhkan tidak lengkap. (b23)

Waspada/Mustafa Kamal

PENGENDARA melintasi jalan berlubang di kawasan Meunasah Mee, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, Senin (13/1)

Koordinasi Lintas Sektoral Dukung Program Pemkab Aceh Timur IDI (Waspada): Kepala Kantor (Kakan) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) dan Wilayatul Hisbah (WH) Kabupaten Aceh Timur Zulbahri MAP yang kini menjabat sebagai Kakan Satpol-WH tersebut dalam menjalankan roda instansi yang dipimpinnya akan terus membangun koordinasi lintas sektoral dengan SKPK guna mendukung kesuksesan program kerja Pemkab Aceh Timur ke depannya. “Langkah berikutnya, kami akan terus memohon dukungan dan partisipasi guna meningkatkan kinerja kami melalui Komisi A DPRK Aceh Timur, mengingat komisi A merupakan mitra kerja yang strategis dengan Satpol PP-WH,” ungkap Zulbahri yang sebelumnya menjabat Camat Ranto Peureulak. Menurutnya, Satpol PP-WH Kabupeten Aceh Timur akan melakukan pendekatan-pendekatan secara bijaksana dengan semua elemen masyarakat kabupaten ini terutama masyarakat di ibu kota kabupaten atau kecamatan di wilayah Aceh Timur, karena di sana terdapat usaha masyarakat baik itu pedagang atau pemilik toko serta pedagang kali lima. “Kami berharap bisa memberi informasi maupun sosialisasi guna terwujudnya ibu kota kabupaten dan kecamatan bersih, rapi serta bernuansa Islami.

Misalnya seperti pada hari Jumat, hendaknya semua toko, warung, ataupun kios untuk dapat tutup sementara ketika menjelang waktu shalat hingga selesai shalat, begitu juga pada saat shalat Maghrib harus seperti itu pula. “Aceh merupakan salah satu provinsi yang menerapkan hukum syariat, maka saya mendukung dan akan berupaya semaksimal mungkin bersama seluruh anggota Satpol PP-WH Aceh Timur demi tegaknya syi’ar dan Syariat Islam di Aceh Timur,” papar Zulbahri. Lanjutnya, kemudian akan melaksanakan bakti sosial secara rutin dalam bentuk gotong royong terutama di pusat kota Idi yang merupakan ibu kota Kabupaten Aceh Timur, bahkan sebagai prioritas pihaknya adalah tempat-tempat ibadah. “Mengingat Aceh Timur akan menjadi tuan rumah PORA pada Juni 2014 mendatang yang sebelumnya kita juga akan menyelenggarakan pesta demokrasi Pemilihan Umum Legislatif di April 2014 ini,” katanya seraya menambahkan, Satpol PP-WH Aceh Timur mendukung sepenuhnya program dari pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten, bahkan pihaknya siap mengawal dan membantu program-program dimaksud untuk kemajuan daerah. (cri)

Rocky: ‘Jangan Perjualbelikan Bantuan’ IDI (Waspada): Bupati Aceh Timur menegaskan, para penerima bantuan dalam bentuk apapun untuk tidak memperjualbelikan bantuan yang disalurkan pemerintah, baik bantuan bersumber dari APBK, APBA ataupun APBN. Pasalnya, seluruh bantuan tersebut milik rakyat dan harus dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat. “Manfaatkan bantuan ini dengan baik dan jangan pernah memperjualbelikan,” kata Bupati Aceh Timur Hasballah M Thaib atau Rocky dalam sambutan penyerahan bantuan kelautan dan perikanan di Kantor DKP Aceh Timur di Idi, Senin (13/1). Dia menambahkan, semua program kelautan dan perikanan harus berjalan dengan baik sesuai keinginan masyarakat. “Tujuan dari bantuan ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan bantuan yang kita salurkan baik bantuan bersumber dari Otsus, APBK dan APBN semata-semata untuk membantu para nelayan yang membutuhkan, apalagi sebagian besar kecamatan di wilayah Aceh Timur berada di kawasan pesisir,” kata Rocky. Kepala DKP Aceh Timur Ahmad secara

terpisah menambahkan, jenis bantuan yang diserahkan antara lain jaring udang, sampan bermesin, jaring insang, racun api, kompas laut dan baju pelampung. Selanjutnya, bubu kepiting, rampun balabar, peralatan panen Cro, kereta sorong dan cool box. Kelompok penerima antara lain KUB Rezeki Bacut (Kuala Simpang Ulim), KUB Harapan Bersama (Alue Itam Peudawa), KUB Harapan Indah (Birem Rayeuk), KUB Udep Beumakmu (Keude Birem) dan Udep Lam Saba (Sungai Raya). Seterusnya, sambung Ahmad, bantuan juga diterima KUB Aneuk Laot (Alu Bu Jalan Peureulak Barat), Alue Musang (Seuneubok Rawang), Usaha Saban (Seumatang Keude), Banjeut (Babah Kueung), Makmu Beurata (Madat), Aneuk Nanggroe (Matang Kupula Lhee), Jaya Indah (Matang Kupula Dua), Bangkit Tambak (Kuala Peudawa Puntong), Kuala Jaya (Kuala Simpang Ulim), Nabuet (Darul Aman), Laou Indah dan Laot Hijoe (Keude Birem). “Kita harapkan bantuan ini benar-benar dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan masingmasing kelompok,” kata Ahmad. (b24)

Waspada,selasa 14 januari 2014  
Waspada,selasa 14 januari 2014  
Advertisement