Page 3

Medan Metropolitan

WASPADA Sabtu 13 Oktober 2018

A3

Benteng Parit AMD Jebol

Rumah Dan Sawah Terendam MEDAN (Waspada): Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution, meninjau benteng parit AMD, Jl. Marelan I, Pasar IV, Kel. Rengas Pulau, Kec. Medan Marelan, Jumat (12/10). Benteng ini jebol sekitar 4 meter akibat hujan deras yang terus mengguyur. Selain menggenangi rumah warga sekitar, air juga merendam sawah milik yang hendak panen. Akhyar Nasution, melakukan peninjauan Kadis PU Khairul Syahnan, Camat Medan Marelan Yudi Chairuniza, beserta Lurah Rengas Pulau. Ketika rombongan tiba di lokasi, rumah dan sawah milik warga sekitar masih terendam air. Informasi diperoleh, benteng parit AMD jebol, Rabu (10/10). Hal itu terjadi karena dinding parit tidak kuat menampung debit air, menyusul tingginya intensitas hujan. Oleh karenanya Akhyar Nasution, mengistruksikan segera dilakukan penanggulangan sementara, agar air tidak terus mengalir merendam rumah dan sawah milik warga. Itu sebabnya puluhan petugas Dinas PU, bekerjasama dengan personel Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (P3SU) Kec. Medan Marelan bahu membahu untuk menutup dinding parit AMD yang jebol. Mereka menggunakan tanah bercampur pecahan bongkaran median jalan. Proses perbaikan dipimpin langsung Wakil

Wali Kota. Tanah bercampur pecahan median jalan dimasukkan dalam karung. Setelah itu disusun untuk menutupi benteng parit AMD yang jebol. Untuk mencegah agar goni tidak terseret air, pekerja Dinas PU dan P3SU memasang patok kayu untuk menahan goni tersebut. “Untuk sementara kita tutup dulu dinding parit AMD yang jebol, sebab tidak mungkin dilakukan perbaikan permanen karena air masih tinggi. Di samping itu cuaca juga tidak mendukung, sebab hujan diprediksi akan terus turun. Mencegah rumah dan sawah warga kembali terendam, maka kita lakukan penutupan sementara,” kata Akhyar Nasution. Proses penutupan sementara dinding parit AMD yang jebol terus dilakukan hingga petang. Hanya saja para pekerja agak terkendala untuk membawa material tanah dan pecahan median jalan, sebab jalan yang dilalui sempit dan licin. Sedangkan alat yang digunakan untuk membawa material hanya bisa dilalui beko sorong. “Saya minta hari ini juga penutupan dinding parit AMD yang jebol selesai dilakukan. Kita khawatir hujan deras kembali mengguyur, sebab cuaca hari ini sangat mendukung. Dengan demikian jika hujan deras kembali turun, penutupan sementara yang kita lakukan,” katanya. (m50/C)

Perindo Sampaikan Apresiasi Pada Jurnalis Waspada/ME Ginting

WAKIL Wali Kota Akhyar Nasutio,n saat meninjau parit yang jebol.

Plt Ketua Golkar Dituding Buat Perpecahan Ahmad Doli Sudah Selesaikan Persoalan MEDAN (Waspada): Sejumlah kader yang terbuang dalam perombakan pengurus Golkar Sumut menuding Plt. Ketua Golkar Sumut Ahmad Doli Kurnia Tandjung, dituding telah membuat perpecahan di tubuh parati itu. Seorang kader senior Partai Golkar Sumut Sahlul Umur Situmeang, Jumat (12/10), menilai revitalisasi itu justru menjadikan partai berlambang beringin makin tidak solid. Katanya, Ahmad Doli Kurnia, telah membuat perpecahan yang nyata di tubuh Golkar. ‘’ Ini preseden buruk bagi Golkar menjelang Pemilu 2019,’’ katanya. Sahlul, mengutarakan proses revitalisasi seharusnya dibahas dalam struktur yang melibatkan unsur internal. Tapi pada revitalisasi, Rabu (10/10), tidak ada pembahasan yang melibatkan unsur pimpinan Golkar Sumut. “Saya sebelumnya Ketua Kordinator Bidang Kajian Strategia dan SDM Golkar Sumut.

Saya tak pernah mendapat kabar ataupun diundang soal revitalisasi. Setelah revitalisasi, nama saya terbuang, dan tak masuk dalam pengurusan,” tegas Sahlul. Selain Sahlul, ada beberapa nama lain yang sebelumnya menjadi pengurus namun saat ini tak lagi masuk. Di antaranya Syahrul Pasaribu, yang merupakan Bupati Tapanuli Selatan, dan Akbar Himawan Buchari, yang sebelumnya Bendahara Golkar Sumut. Dengan kondisi itu, Sahlul menilai Ahmad Doli Kurnia, justru membuat perpecahan di tubuh Golkar Sumut. “Revitalisasi itu penyegaran, bukan malah menimbulkan perpecahan dan kehancuran. Doli Kurnia malah buat Golkar Sumut hancur. Ingat, ini menjelang Pemilu. Situasi ini akan merugikan Partai Golkar hanya karena kepentingan dua tiga orang,” kata Sahlul. Dia menilai ada kondisi paradoks dengan apa yang dilakukan Ahmad Doli Kurnia, selama ini. “Selama ini Doli Kurnia, cuap-cuap soal Golkar Bersih. Tapi kenyataan sebalik-

nya karena tidak transparan dan terkesan menutup-nutupi proses revitalisasi,” tandasnya. Dengan revitalisasi yang tak pernah dibahas unsur pimpinan itu pula, Sahlul, menilai DPP Partai Golkar kecolongan karena telah menyetujuinya. “Ini kerugian Partai Golkar. Yang anehnya malah disetujui DPP. Maka dari itu, DPP Partai Golkar harus membatalkan SK Revitalisasi tersebut. Saya tegaskan sekali lagi, ini kerugian bagi Partai Golkar karena berpengaruh bagi suara,” kata Sahlul. Revitalisasi Partai Golkar Sumut pada Rabu (10/10), menghasilkan Ahmad Doli Kurnia Tandjung (Plt ketua), HA Yasyir Ridho Loebis (ketua harian), Riza Fakhrumi Thahir (sekretaris) dan Viktor Silaen (bendahara). Amanah kepada Plt Menanggapai tudingan itu, Ketua Harian DPD Golkar Sumut HA Yasyir Ridho Loebis, mengatakan hasil rapat pleno DPD Golkar Sumut sudah memberikan amanah kepada Plt Ketua untuk mengambil kebijakan internal, termasuk

revitalisasi. “Sahlul Situmeang, menilai Ahmad Doli Kurnia, membuat perpecahan di tubuh Golkar Sumut hanya pendapat pribadinya saja,” kata Yasyir Ridho. Dia menilai Golkar Sumut dipimpin Doli, tidak seperti yang dikatakan Sahlul. Ahmad Doli Kurnia, belum sampai tiga bulan memimpin tapi sudah menyelesaikan persoalan yang diperintahkan DPP, seperti melakukan rapat koordinasi di kab/ kota. “Begitu juga di lima kab/ kota Kepulauan Nias, sudah didatangai beliau dan melaksanakan rapat pimpinan daerah. Perlu diingat, beliau telah memberikan tenaga, pikiran, dan waktunya untuk mensolidkan Pa r t a i G o l k a r Su m u t ,” ungkapnya. Saat disinggung sejumlah kader senior terbuang dalam perombakan tersebut. Anggota DPRD Sumut ini mengaku bingung melihat pola pikir rekan-rekannya. “Kenapa harus nama Syahrul Pasaribu, yang dibawa-bawa. Kenapa nama Bachrum Harahap (Bupati Pa-

Syarat Pindah Memilih Dipermudah MEDAN (Waspada): Syarat untuk pindah memilih untuk Pemilu 2019 sudah dipermudah. Warga yang ingin pindah memilih pada Pemilu tidak perlu lagi membawa surat pindah memilih dari daerah asal tempanya tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Hal itu dikatakan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut Yulhasni, Jumat (12/10). Dia mengatakan, saat ini syarat untuk pindah memilih untuk Pemilu 2019 sudah berbeda dengan Pemilu-pemilu sebelumnya. Bagi warga yang ingin

pindah memilih tidak perlu lagi membawa surat pindah memilih dari daerah asal tempanya tercatat dalam DPT. “Kini, calon pemilih yang hendak pindah memilih cukup memastikan bahwa dirinya tercatat dalam DPT dengan mengecek pada laman www. lindungihak-pilihmu.kpu.go.id, lalu mengajukan untuk pindah memilih pada daerah tempat ia akan memberikan hak suaranya. Katanya, jadi tidak perlu repot pulang kampung meminta surat pindah memilih. Sekarang cukup pastikan diri terca-

tat dalam DPT dan langsung datangi KPU setempat dimana pemilih akan mencoblos. Akan langsung diberikan formulir A5. Meski syarat pindah memilih dipermudah, namunYulhasni, mengatakan pengurusan pindah memilih tersebut juga berbeda dengan Pemilu sebelumnya. Jika pada Pemilu sebelumnya batas akhir mengurus pindah memilih adalah tiga hari sebelum hari pencoblosan, maka kali ini batas akhir pengurusan pindah memilih adalah 30 hari sebelum masa pencoblosan berlangsung.

Yulhasni, menambahkan lamanya batas akhir pengurusan pindah memilih dengan hari pencoblosan ini menjadi kebijakan yang dibuat agar koordinasi antar sesama KPU daerah dapat berjalan dengan baik terkait dengan data pemilih yang pindah memilih. Begitu seorang pemilih pindah memilih, maka KPU tempat dia bermohon pindah memilih akan berkoordinasi dengan KPU daerah asal agar datanya dihapus dari sana. Koordinasi ini kan membutuhkan waktu,” tandasnya. (crds/C)

Pokjaluh Agama Islam Deklarasi Lawan Hoax MEDAN(Waspada): Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Agama Islam Sumut menggelar pembinaan dan dirangkai dengan deklarasi bersama lawan hoax dan ujaran kebencian, di Asrama Haji Medan Jumat, (12/10). Acara tersebut di hadiri Kakanwil Kemenag Sumut H. Tengku Darmansah, Kabid Penais H Abd Manan, Kasubdid kepenyuluhan Kemenag Pusat, Kasi penyuluh kanwil kemenagsu, dan beberapa kasi penyuluh agama islam kemenag kab/ kota.

Menurut Ketua Pokjaluh Agama Islam Sumut Marasakti Bangunan, dalam deklarasi tersebut ada lima poin penting yang menjadi komitmen bersama para penyuluh agama Islam. Yakni berkomitmen untuk membangun suasana damai dan kondusif ditengahtengah kehidupan masyarakat, berkomitmen dalam bimbingan dan penyuluhan agama melalui media sosial dilaksanakan secara cerdas, positif dan edukatif. Kemudian menolak segala bentuk penyebaran informasi

hoax dan ujaran kebencian di media sosial yang dinilai menimbulkan keresahan dan permusuhan serta infornasi yang dapat memecah belah kehidupan berbangsa dan bernegara. Selanjutnya mengembangkan sikap tabayyun, cek dan ricek terhadap segala bentuk informasi yang diterima sebelum dibagikan dan bertekad menjadi teladan yang baik dalam bernedia sosial, serta berupaya mensosialisasikan fatma MUI No. 24 tahun

2017 tentang hukum dan pedoman bermuamalah melalui media sosial. Plt Kakanwil Kemenagsu T. Darmansah, menyambut baik dan memberi apresiasi pada Pokjaluh atas terlaksananya deklarasi tersebut dan berharap pada semua penyuluh agar selektif dan berhati-hati dalam bermedsos. “ Penyuluh harus cerdas dan bijak serta selektif dalam menerima suatu informasi dari berbagai sumber. Cek dulu kebenarannya,” katanya. (m37/B)

luta) gak dibawa-bawa juga. Kan kedua beliau ini sama-sama kader senior di Golkar,” tanyanya. Kata Ridho, Bachrum Harahap dan Syahrul Pasaribu, diangkat menjadi Dewan Pertimbangan DPD Golkar Sumut. “Jangan dibilang membuang kader senior. Bingung saya dengan statmen pribadi yang bersangkutan. Mungkin saja yang bersangkutan mengatakan Syahrul, dibuang dalam pengurus DPD Golkar Sumut, karena tidak tau dan lagi emosi,” ketusnya. (Crds)

MEDAN (Waspada): Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Sumut kembali merajut tali silaturahmi dengan awak media, Kamis (11/10). Pertemuan rutin bertajuk ‘Kamis Optimis Bersama Jurnalis’ ini dihadiri Ketua Partai Perindo Sumut Rudi Zulham Nasution, dan Wakil Ketua Palacheta Subies Subianto, di satu café, di Jl. Gagak Hitam. Rudi Zulham, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada seluruh jurnalis yang telah ikut membantu membesarkan Partai Perindo di Sumut. Tanpa bantuan dari jurnalis, Perindo yang baru berusia empat tahun tentunya tidak akan dikenal masyarakat luas dan tidak mungkin sebesar seperti sekarang ini. “Hasil liputan rekan-rekan media pada akhirnya membuat sejumlah program yang diusung bisa diketahui oleh seluruh masyarakat Indonesia. Kami tidak akan pernah melupakan jasa-jasa yang diberikan oleh rekan rekan jurnalis kepada Partai Perindo khususnya DPW Sumatera Utara selama ini,” jelas Rudi. Rudi Zulham, juga sangat meng-apresiasi pertemuan itu. Di mana para jurnalis Medan cukup kompak dan tetap solid. Terutama dalam hal menyiarkan berita-berita yang benar alias bukan hoax di tengah gejolak tahun politik ini. Warga Sumut juga mengetahui keberadaan Perindo berikut program-programnya berkat usaha dari para jurnalis. “Kami tak akan pernah melupakan jasa rekan-rekan jurnalis. Karena DPW Perindo Sumut juga besar berkat pemberitaan rekan-rekan sekalian. Tak terasa, tahun ini Partai Perindo telah memasuki usia yang ke empat,” ujar Rudi Zulham. Pihaknya juga berharap dukungan para wartawan agar misi mereka untuk bisa berjuang

mewujudkan Indonesia Sejahtera sebagai mana tagline dari Partai Perindo dapat kami wujudkan. Kegiatan “Kamis Optimis” bersama jurnalis ini sendiri merupakan pertemuan diskusi Rutin antara Perindo Sumut dan Jurnalis se-Kota Medan. Setidaknya pertemuan serupa sudah digelar lebih dar lima kali dalam kurun waktu setahun terakhir. Dalam pertemuan itu, pengurus Perindo biasanya menyerap aspirasi dari para jurnalis, yang sehari-hari membantu Perindo mensosialisasikan program-program mereka ke masyarakat.(rel)

Waspada/Ist

SUASANA saat pertemuan ‘Kamis Optimis’ pengurus Perindo Sumut dengan awak media.

Waspada, Sabtu 13 Oktober 2018  

waspada daily

Waspada, Sabtu 13 Oktober 2018  

waspada daily

Advertisement