Page 11

Sumatera Utara

WASPADA Sabtu 13 Oktober 2018

Kota Medan B. Aceh Binjai Bireuen B. Pidie G. Sitoli K. Jahe Kisaran Kutacane Langsa

Zhuhur 12:14 12:28 12:15 12:22 12:22 12:18 12:15 12:11 12:17 12:17

‘Ashar 15:29 15:44 15:30 15:38 15:37 15:31 15:29 15:25 15:32 15:32

Magrib 18:17 18:29 18:17 18:24 18:24 18:22 18:18 18:13 18:20 18:19

‘Isya

Imsak

Shubuh Syuruq

Kota

19:25 19:38 19:26 19:32 19:32 19:30 19:26 19:22 19:28 19:28

04:45 04:59 04:46 04:54 04:53 04:48 04:46 04:41 04:48 04:48

04:55 05:09 04:56 05:04 05:03 04:58 04:56 04:51 04:58 04:58

L.Seumawe 12:20 L. Pakam 12:14 Sei Rampah12:13 Meulaboh 12:24 P.Sidimpuan12:12 P. Siantar 12:13 Balige 12:13 R. Prapat 12:10 Sabang 12:27 Pandan 12:14

06:10 06:24 06:10 06:18 06:18 06:13 06:10 06:06 06:13 06:13

Zhuhur ‘Ashar 15:36 15:28 15:27 15:40 15:24 15:27 15:26 15:23 15:44 15:27

B3

Magrib

‘Isya

Imsak

Shubuh Syuruq

Kota

Zhuhur ‘Ashar

Magrib

‘Isya

Imsak

Shubuh Syuruq

Kota

18:22 18:16 18:15 18:27 18:15 18:15 18:16 18:13 18:29 18:17

19:31 19:24 19:24 19:35 19:24 19:24 19:24 19:21 19:38 19:26

04:52 04:44 04:43 04:55 04:42 04:43 04:43 04:40 05:59 04:44

05:02 04:54 04:53 05:05 04:52 04:53 04:53 04:50 05:09 04:54

Sibolga Sidikalang Sigli Singkil Stabat Takengon T.Balai Tapaktuan Tarutung T.Tinggi

12:14 12:15 12:25 12:18 12:15 12:22 12:10 12:20 12:13 12:12

18:17 18:18 18:27 18:21 18:17 18:24 18:13 18:23 18:16 18:15

19:25 19:27 19:35 19:29 19:26 19:32 19:21 19:31 19:25 19:23

04:44 04:46 04:57 04:48 04:46 04:53 04:40 04:51 04:43 04:43

04:54 04:56 05:07 04:58 04:56 05:03 04:50 05:01 04:53 04:53

Panyabungan 12:11 Teluk Dalam 12:18 Salak 12:16 Limapuluh 12:11 Parapat 12:13 Gunung Tua 12:10 Sibuhuan 12:10 Lhoksukon 12:20 D.Sanggul 12:14 Kotapinang 12:09 Aek Kanopan 12:10

06:17 06:09 06:08 06:20 06:06 06:08 06:08 06:04 06:24 06:08

15:27 15:29 15:41 15:31 15:30 15:37 15:24 15:34 15:26 15:27

06:08 06:10 06:21 06:13 06:10 06:17 06:05 06:15 06:08 06:08

Dihisab oleh: Tim Ahli Badan Hisab dan Rukyat (BHR) Sumut

Zhuhur ‘Ashar 15:22 15:29 15:29 15:26 15:27 15:23 15:22 15:36 15:27 15:21 15:24

Magrib

‘Isya

Imsak

Shubuh Syuruq

18:14 18:21 18:19 18:14 18:16 18:14 18:14 18:22 18:17 18:12 18:13

19:23 19:30 19:27 19:22 19:24 19:22 19:22 19:30 19:25 19:20 19:22

04:40 04:47 04:46 04:42 04:44 04:40 04:40 04:51 04:44 04:39 04:41

04:50 04:57 04:56 04:52 04:54 04:50 04:50 05:01 04:54 04:49 04:51

06:05 06:12 06:10 06:06 06:08 06:05 06:04 06:16 06:09 06:03 06:05

Sergai

Sasaran PKH

Waspada/Sori Parlah Harahap/B

RUMAH warga, jalan penghubung desa, Ponpes dan lahan pertanian di luat Siunggam, Paluta tergenang.

Waspada/Edi Saputra/B

PEMUKIMAN penduduk di Jl. Kancil Dusun II, Desa Sei Rampah, terendam banjir, Jumat (12/10).

Sudah Tiga Hari Terendam S TA B AT ( Wa s p a d a ) : Ba n j i r m e re n d a m pemukiman penduduk di Dusun X Pasar 7 Desa Ara Condong Kec. Stabat, Kab. Langkat sejak Rabu (10/10) hingga Jumat (12/10). Dengan demikian warga di dusun tersebut sudah tiga hari terpaksa bertahan di tengah genangan air.

Waspada/Abdul Hakim/B

Desa Ara Condong Kec. Stabat Kab. Langkat sudah tiga hari terendam banjir sejak Rabu (10/10).

Karang Taruna Bantu Pedagang Keliling kata Hendra Sahputra yang juga kader Partai Gerindra tersebut. Menurut Hendra, kelompok pedagang seperti ini perlu mendapat perhatian dan bantuan. Sebab, mereka menjajakan jualannya dengan berjalan keliling tidak untuk mencari kekayaan, tetapi hanya sekadar menutupi kebutuhan hidup. “Sesulit apapun kehidupan kita, tetap disyukuri. Semoga bantuan ini bermanfaat dan jualannya laris dan berkah,” harapnya. Erpiani Tanjung, pedagang yang menerima bantuan tersebut mengucapkan terimakasih atas kepedulian mantan Wakil Ketua DPRD Sibolga tersebut. Mereka berharap Hendra tetap diberikan rezeki dan kesehatan. Di tempat yang sama, Hendra juga memberi santunan kepada puluhan anak yatim serta melakukan doa bersama untuk para korban KM Mega Top III yang dinyatakan tenggelam beberapa bulan lalu. “Salah satu korban KM Mega Top III di rumah ini adalah kerabat dekat saya. Kita berdoa semoga Allah SWT menerima Waspada/Haris Sikumbang/B amal ibadahnya dan mengamHENDRA Sahputra memberi bantuan Nampan kepada kelompok puni segala dosa-dosa almarpedagang keliling di Sibolga. hum,” ucapnya. (cris/B) SIBOLGA (Waspada): Guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah, Ketua Karang Taruna Kota Sibolga Hendra Sahputra memberi bantuan Nampan (Talam) kepada kelompok pedagang keliling di Kelurahan Aek Parombunan, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga, Rabu (10/10). “Jangan dipandang dari nilainya, saya ikhlas memberikan agar ibu-ibu bisa berjualan untuk mencukupi kebutuhan keluarga sehari-hari,”

10.000 Pelamar CPNS Mendaftar LUBUKPAKAM (Waspada): Sudah lebih 10.000 pelamar mengajukan berkas kepada panitia pendaftaran penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 di lingkungan Pemkab Deliserdang. “Hingga Kamis (11/10), 10.000 pelamar CPNS 2018 mengajukan berkas lamarannya kepada panitia pendaftaran penerimaan CPNS di lingkungan Pemkab Deliserdang di kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Deliserdang di Lubuk Pakam,” kata Plt Kepala BKD Deliserdang Rustaman Sagala melalui Kabid Pengadaan dan Mutasi Pegawai BKD Deliserdang Syahrul, Kamis (11/10). Menurut Rustaman, jumlah pelamar yang mengajukan berkas pendaftaran CPNS di ling-

kungan Pemkab Deliserdang diperkirakan akan terus bertambah hingga batas hari terakhir penerimaan berkas, Rabu (17/10). Sementara, pada 2018 Pemkab Deliserdang hanya menerima 750 CPNS. 750 CPNS yang diterima dialokasikan untuk menempati formasi khusus eks Tenaga Honorer Katagori 2 (K2) sebanyak 26 orang. Formasi umum tenaga guru (SD-SMP) 413 orang. Tenaga kesehatan 251 orang dan tenaga teknis 60 orang. Pantauan Waspada, meski hujan turun sejak pagi hingga sore, namun tidak menyurutkan langkah pelamar datang ke kantor BKD. “Walauhujan,yangpentingberkasyangkitadaftarkan tidak basah,” ujar Dewi yang melamar formasi guru di Kecamatan Percut Seituan. (a06/B)

Waspada/HM Husni Siregar/B

PELAMAR CPNS di lingkungan Pemkab Deliserdang antri di depan pintu Gedung Serbaguna BKD untuk mengajukan berkas lamaran. Foto direkam, Rabu (10/10).

Hasil pantauan Waspada, Jumat (12/10) sore, sejumlah rumah penduduk di dusun lain juga terendam banjir. Sedangkan banjir di Dusun X, Pasar 7, Desa Ara Condong membuat wilayah tersebut terisolir. Sedikitnya 152 rumah warga terendam. Kades Ara Condong Hasan Basri yang dikonfirmasi Jumat (12/10) mengatakan, sejumlah korban banjir mulai terserang penyakit gatal-gatal dan demam. Kades bersama petugas Puskesmas telah mengunjungi sejumlah warga yang sakit ke rumah masing-masing, Kamis (11/10), guna memberikan obat. Mereka juga membuka posko layanan kesehatan. Hasan mengimbau warganya yang menderita sakit agar tidak ragu berkonsultasi kepada petugas kesehatan dan meminta obat di posko itu. Sebagian korban banjir telah menerima bantuan bahan makanan dari salah seorang anggota DPRD dan pihak kepolisian. Masyarakat di sana hanya bisa pasrah di tengah tingginya intensitas hujan hingga menyebabkan Sungai Keruk meluap. Hingga Jumat (11/10) sore, ketinggian air masih bertahan beberapa centimeter. Paluta Tingginya intensitas hujan di wilayah Kabupaten Padanglawas Utara sejak beberapa hari terakhir,menyebabkanSungaiPanantanan meluap, Jumat (12/10). Akibatnya, sejumlah rumah warga, pondok pesantren, jalan penghubung desa dan lahan

pertanian warga di tiga desa di Luat Siunggam, Kecamatan Padang Bolak Tenggara, terendam banjir. Ketiga desa dimaksud yakni Siunggam Jae, Siunggam Tonga dan Siunggam Julu. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian banjir itu. Namun kerusakan dan kerugian belum bisa dipastikan, karena air masih terus menggenangi wilayah Siunggam dan sekitarnya. Seorang warga setempat, AliYahya mengatakan, meluapnya Sungai Panantanan dikarenakan tingginya intensitas hujan selama beberapa hari terakhir di wilayah Paluta. “Sungai Panantanan ini meluap pukul 05:00. Air menggenagi sejumlah pemukiman warga dan jalan penghubung di Luat Siunggam dan sekitarnya. Hingga Jumat (12/10) sekitar pukul 10:00, hujan masih mengguyur daerah Siunggam dan ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa,” ungkapnya. Kepala Desa Siunggam Jae, Raja Amas Daulay menerangkan, luapan Sungai Panantanan saat ini telah menggenangi jalan penghubung dan pemukiman warga. Jika hujan tetap turun dalam beberapa hari ke depan, maka diperkirakan debit air semakin berbahaya. “Saat ini saja, sungai sudah kotor, sampah memenuhi sepanjangaliransungai,”terangnya. Dia juga menyebutkan, jika air yang menggenangi lahan tidak juga surut, dipastikan dalam waktu dekat lahan pertanian masyarakat akan rusak. “Saat

ini, para petani menunggu air surut untuk melakukan perbaikan sawah mereka yang sudah terendam banjir,” jelasnya. Kepala BPBD Kabupaten Paluta Ridwan Effendi Daulay melalui Kabid Kedaruratan Nuar Siregar menerangkan, luapan air itu telah menggenangi pemukiman warga, asrama santri di Ponpes Pintu Padang, jalan penghubung desa dan lahan pertanian masyarakat. Saat ini, kata Ridwan, pihaknya bersama personel BPBD telah turun ke lokasi untuk memantau perkembangan terkini tentang dampak dan bahaya yang diakibatkan luapan Sungai Panantanan itu. Batubara Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Batubara menyebabkan pemukiman penduduk Tanjung Putus, Kelurahan Labuhan Ruku, Kec. Talawi, Kab. Batubara terendam banjir, Jumat (12/10). “Saat pulas tidur, banjir masuk ke rumah menggenangi kasur,” kata Agus dan Hasyim, warga perumahan Tanjung Putus, Labuhan Ruku. Hujan deras mengguyur tempat tinggal mereka sejak dinihari. Kondisi drainase tidak berfungsi secara maksimal membuat air tidak mengalir ke parit pembuangan. “Ini salah satu faktor menyebabkan banjir jika terjadi hujan lebat, karena drainase tidak berfungsi maksimal,” ujarnya. Sergai Sekitar 2.470 rumah di Kab. Serdang Bedagai terendam banjir susulan dengan ketinggian air mencapai 50 centimeter di dalam rumah. Selain itu, banjir juga merendam bangunan SMKN I Sei Rampah di Desa Pematang

Labusel

Keluhkan Dokter

Ganjang dan SMP, SMA dan SMK Kartini Utama di Desa Sei Rampah. Akibatnya, sekitar 1.426 pelajar di empat sekolah tersebut dipulangkan lebih awal. Banjir yang melanda Kec. Sei Rampah menyebabkan 2.598 rumah di Desa Sei Rampah terendam, Desa Sei Rejo 340 rumah terendam, Desa Pematang Ganjang 375 rumah terendam serta di Desa Cempedak Lobang 107 rumah. Sedangkan di Dusun III Sindar Padang Desa Simalas, Kec. Sei Bamban, sebanyak 50 rumah terendam banjir. Kepala SMKN I Surianto yang dihubungi Waspada, Jumat (12/10) menuturkan, dalam tiga hari, 786 anak didiknya terpaksa dipulangkan lebih awal, karena seluruh halaman sekolah terendam bajir. Bahkan akses jalan masuk juga tergenang air. Kepala BPBD Sergai Hendri Suharto yang dikonfirmasi Waspada menyampaikan, data terakhir sekitar 2.470 rumah di empat desa Kec.Sei Rampah terendam banjir, akibat luapan Sungai Bedagai. Sekitar 50 rumah di Desa Simalas, Kec.Sipispis terendam akibat luapan Sungai Sibaro. Kendati demikian kondisi banjir cenderung surut. Bupati Sergai Soekirman mengimbau masyarakat agar waspada terhadap bencana banjir. Selain itu, waspadai bencana puting beliung, karena saat ini cuaca ekstrem. Atas nama Pemkab Sergai, Bupati juga menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Salsabila Nadhifa, balita 18 bulan, warga Dusun III, Desa Sei Rampah, Kec.Sei Rampah, Rabu(10/10)kemarin,akibattenggelam saat rumahnya kebanjiran. Bupati telah mengutus Kepala Dinas Sosial dan pihak BPBD untuk mengunjungi rumah duka. (a03/a35/a13/c03/I)

AUI Serahkan Bantuan Untuk Korban Bencana TANJUNGBALAI (Waspada) : Aliansi Umat Islam (AUI) Tanjungbalai menyerahkan bantuan untuk korban bencana gempa dan tsunami di Palu, Sigi, dan Donggala, Sulawesi Tengah, Kamis (11/10). Donasi berupa uang tunai sebesar Rp17.700.000 diserahkan langsung Koordinator AUI Indra Syah melalui organisasi Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kota Tanjungbalai di Sekretariat AUI di Baitul MalWat Tamwil (BMT)

Sejahtera Jl. Pahlawan, Kel. TB Kota II, Kota Tanjungbalai. Indra Syah mengatakan, bencana di Sulteng membangkitkan semangat kemanusiaan masyarakat Tanjungbalai. Indra berharap bantuan segera disalurkan kepada masyarakat korban bencana. Kepada para korban, Indra meminta agar tetap tabah dan berdoa supaya kondisi di lokasi musibah segera pulih. (a32/B)

SASARAN Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan keluarga miskin dan rentan yang terdaftar dalam data terpadu program penanganan fakir miskin dengan kriteria ibu hamil atau menyusui, anak berusia nol sampai enam tahun. “Harus bisa menilai dan harus bijak mengambil kebijakan demi kemajuan desa guna menanggulangi kemiskinan dan membantu program pemerintah dengan membenahi sistem kerja,” ujarWakil Bupati Serdang Bedagai Darma Wijaya pada rapat koordinasi program PKH di Sei Rampah, Senin (8/10) . Wabup menjelaskan, PKH merupakan program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang sudah ditetapkan dalam program kerjanya.(c03/B)

Waspada/Rasudin Sihotang/B

KOORDINATOR AUI Tanjungbalai, Indra Syah (tiga kanan) menyerahkan donasi untuk korban bencana Sulteng berasal dari masyarakat.

SEJUMLAH jamaah haji asal Kab. Labusel mengaku kecewa dengan kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan dokter pendamping haji selama di tanah suci. Salah seorang jamaah asal Kec. Kotapinang, Kamil Bakti Siregar dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (9/10) mengaku, tidak mendapat pelayanan baik ketika membutuhkan bantuan medis. Ketika berada di Mekkah, kata Kamil, sejumlah jamaah haji yang kelelahan minta disuntikkan neurobion, namun tidak diberikan. “Kami minta obat suntikan neurobion namun tidak diberikan. Alasannya persediaan yang ada untuk di Arafah. Padahal jamaah sewaktu di Makkah sangat membutuhkan, karena kelelahan,” katanya.(c18/B)

Binjai

Verifikasi Berkas PELAMAR CPNS masih hilir mudik di kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Binjai. Kesibukan para pelamar tersebut untuk mengantarkan berkas dan selanjutnya diverifikasi. Kepala BKD Kota Binjai Amir Hamzah, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (10/10), mengatakan, verifikasi berkas CPNS masih berlangsung dan berjalan dengan baik. “Verifikasi berkas ini akan berakhir pada 20 Oktober mendatang,” kata Amir. Amir menjelaskan, untuk proses ujian CPNS, rencananya akan diselenggarakan di lima sekolah. Yakni SMPN 1, 2, 5, 6, dan11.“Sekolahinikitapilihkarena sudahmelaksanakanUjianNasional Berbasis Komputer (UNBK),” ucapnya.(a05/crh/B)

Karo

Pemilik Sabu PERSONEL Unit Reskrim PolsekTigapanahberhasilmeringkus seorang pria diduga memiliki narkoba jenis sabu. Tersangka ditangkap di areal gudang tembakau Jl. Suka, Desa Suka, Selasa (9/10) sekira pukul 10:00. Penangkapan tersangka berinisialAIG,39,pendudukDesa Sukadame, Kec. Tigapanah ini, berawal dari laporan masyarakat sekitar yang mencurigai gerakgerik tersangka saat berada di areal pergudangan tembakau. Kapolsek Tigapanah AKP B. Manurung, SH saat dikonfirmasi Waspada mengatakan, selain menangkap tersangka, petugas berhasil menyita barang bukti sabu.(c10/cpan/a36/B)

Tunggu Keputusan Kementerian

Nelayan Asahan-Tanjungbalai Diminta Tahan Diri TANJUNGBALAI (Waspada): Para nelayan tradisional di Kota Tanjungbalai dan Kab. Asahan, terutama jenis tojok kerang dan rawe gurita, diminta menahan diri hingga turunnya Keputusan Kementerian Kelautan dan Perikanan terkait zona tangkap. “Hindari konflik dan jangan terprovokasi untuk berbuat anarkis terhadap sesama nelayan. Kita tunggu hasil studi lapangan yang akan dituangkan dalam bentuk keputusan oleh kementerian terkait,” kata Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Tanjungbalai Antoni Darwin alias Anton King, Jumat (12/10). Menurut Anton King, Pemkab Asahan dan Pemko Tanjungbalai serta Kementerian Kelautan dan Perikanan beserta

penegak hukum, telah turun ke lokasi guna menelaah zona tangkap antara nelayan tojok kerangdanraweguritadiperairan Selat Malaka, tepatnya kawasan Seisilau Baru, Kab. Asahan. “Kita sama-sama turun ke lokasi, dan kementerian berjanji akan merevisi zona tangkap untuk nelayan tradisional ini,” kata Anton King. Menurut dia, peraturan memang harus diubah. Zona A yang diperuntukkan kepada nelayan tojok kerang, tidak relevan. Pasalnya, kedalaman laut tidak sesuai dengan alat tangkap yang panjangnya hanya mencapai 4 meter. “Bagaimana nelayan tojok mendapatkan kerang di zona A dengan memanfaatkan tenaga tangan dan alat sepanjang 4 meter,” kata

Anton King. Jadi, lanjut dia, sebaiknya diubah. Nelayan tojok kerang di zona B, dan rawe gurita di zona A. “Alat tangkap rawe gurita mencapai ratusan meter, jadi idealnya mereka di zona A, bukan zona B. Apalagi alat tangkapnya itu ditebar di perairan hingga seminggu bahkan sebulan lebih,” ujar Anton King. Konflik antara nelayan tojok kerang dan rawe gurita disebabkan masalah zona tangkap. Sempat terjadi rencana balas dendam antara kedua kelompok nelayan itu. Apalagi ada satu kapal yang dilempar bom molotov. Kendatisituasimemanas,aksi itu digagalkan dan nelayan tojok kerang yang bergerak ke perairan Seisilau Baru, Kab. Asahan, diperintahkan pulang. (a14/B)

Waspada/Rahmad F Siregar/B

KETUA Fraksi Gerindra DPRD Kota Tanjungbalai Antoni Darwin alias Anton King bersama utusan Kementerian Kelautan dan Perikanan mendatangi nelayan tradisional di perairan Seisilau Baru, Kab. Asahan.

Waspada, Sabtu 13 Oktober 2018  

waspada daily

Waspada, Sabtu 13 Oktober 2018  

waspada daily

Advertisement