Page 25

Aceh

WASPADA Senin 24 Juni 2013

Panglima Laot Surati Presiden Minta Perhatikan Nelayan

Parlementaria DPR Kota Banda Aceh

BANDA ACEH (Waspada): Lembaga Hukum Adat Laot/Panglima Laot Aceh menyurati Presiden RI, meminta perhatian khusus terhadap nelayan Aceh yang berdampak akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). “Kita akan kirim surat kepada Presiden minta perhatian khusus kepada nelayan,” ujar HT Bustamam, ketua Lembaga Hukum Adat Laot/ Panglima Laot Aceh, Sabtu (22/6) di Banda Aceh. Bustamam didampingi Sekjen Lembaga Hukum Adat Laot/Panglima Laot Aceh, Umar Abdul Aziz mengatakan, BBM urat nadi pekerjaan nelayan dan tidak mungkin mereka mengayuh kapal mencari ikan di laut. Dikatakannya, nelayan Aceh saat ini sedang

Dewan Tetapkan Lima Anggota KIP Kota Banda Aceh Periode 2013-2018 Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Banda Aceh dalam sidang paripurna dewan, Jumat (21/6), akhirnya menetapkan lima anggota Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Banda Aceh periode 2013-2018, yang dinyatakan lulus fit and proper test atau uji kepatutan dan kelayakan, yang dilakukan komisi A DPRK Banda Aceh pada 13 Juni 2013. Surat Keputusan DPRK Banda Aceh atas penetapan lima anggota KIP Kota Banda Aceh itu dibacakan oleh Sekretaris Dewan (Sekwan) Ansharullah pada sidang paripurna yang dipimpin Ketua DPRK Yudi Kurnia yang dihadiri sejumlah anggota dewan, Sekdakot T Saifuddin, TA dan sejumlah kepala SKPK jajaran Pemko Banda Aceh. Lima anggota KIP Kota Banda Aceh yang dinyatakan lulus dan ditetapkan itu masing-masing Munawarsyah, Aidil Azhari, Ranisah, Indra Milwady dan M Dahlan. Dewan juga menetapkan lima orang cadangan, yaitu Basri Efendi, Said Yulizal, Azman, Fadly SY dan Yusri Hazmi. Sementara lima orang lagi dinyatakan tidak lulus, yakni Nova Rahayu Yusuf, Fauzi Yudha Fahruddin, Dien Azhari Chandra, Ani Darliani dan Teuku Juni Irawan. Sekretaris Komisi A DPRK Banda Aceh Muhammad Nasir Arfan dalam laporannya mengatakan, lima anggota KIP Kota Banda Aceh akan diusulkan ke KPU Pusat untuk di-SK-kan. Dan Insya Allah, tahapan berikutnya adalah pelantikan oleh wali kota yang direncanakan berlangsung pada 8 Juli 2013 mendatang. Muhammad Nasir Arfan yang juga politisi Partai Aceh itu mengharapkan para calon Komisioner KIP Kota Banda Aceh periode 2013-2018 yang baru lulus seleksi agar selalu menjalin koordinasi dan komunikasi yang baik dan harmonis dengan pihak DPR Kota Banda Aceh, Pemko serta mematuhi setiap peraturan perundang-undangan yang berlaku, baik yang bersifat nasional maupun yang berlaku secara khusus di Provinsi Aceh. Ketua DPR Kota Banda Aceh dalam pidatonya mengataka, beberapa waktu lalu komisi A DPRK Banda Aceh bersamasama dengan Tim Independen telah selesai melakukan pekerjaaannya melakukan penjaringan dan penyaringan bakal calon anggota KIP Kota Banda Aceh untuk periode 2013-2018. Tentunya, dalam proses pelaksanaan pekerjaan tersebut terakumulasi berbagai fenomena dan dinamika yang spesifik, yang hingga akhirnya telah benar-benar terjaring dan terpilih sosok-sosok komisioner KIP Banda Aceh yang cakap, cerdas, kredibel dan profesional.

Sepeda Motor Dibakar OTK NAGAN RAYA (Waspada) : Satu unit sepeda motor dengan nomor polisi BL 4885 VA pemilik kebun kelapa sawit Soefindo di Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya, Sabtu (22/6) dini hari dibakar orang tak dikenal. Sepeda motor Honda jenis Grand Special nomor mesin NFGE-1641360 itu milik Romi, warga centeng Afdleng II blok III, Desa Blang Baro, Kecamatan Kuala. Romi seorang pekerja sekaligus pemilik kebun sangat terpukul atas kejadian yang menimpanya, pasalnya motor tersebut hasil keringat delapan tahun untuk membeli motor roda dua tersebut. Menurut informasi yang dihimpun di lokasi kejadian Honda milik Romi diparkir dekat pos kebun, namun tanpa dia tahu beberapa orang tidak dikenal membakar dan sampai api menyebar di seluruh badan motor. (cb07)

Nagan Raya Canangkan Tanam Padi Serentak NAGAN RAYA (Waspada) : Pemerintah Kabupaten Nagan Raya untuk tahun 2013 mencanangkan tanam padi serentak untuk tahun ini. Untuk menyukseskan program tersebut, pada November ini akan dimulai penyemaian benih padi untuk seluruh wilayah kecamatan di Kabupaten Nagan Raya. Hal itu disampaikan Kadis Pertanian dan Peternakan, Sabtu (22/6) di tengah acara rapat pertemuan penentuan waktu penanaman serentak yang dilakukan di aula Dinas Pertanian dan Peternakan. “Kita akan lakukan tanam serentak untuk mendapatkan hasil panen yang lebih baik,” ujarnya. Menurutnya, penanaman padi yang rencananya akan dilakukan serentak itu, selain untuk meningkatkan hasil panen, juga untuk menekan terjangkitnya tanaman terhadap serangan hama. “Jika penanaman dilakukan secara serentak, tentu akan mengurangi serangan hama,” katanya.(cda)

BMPD Aceh Gelar Perbankan Peduli Thalassemia BANDA ACEH (Waspada): Darah Untuk Aceh bekerja sama dengan BMPD (Badan Musyawarah Perbankan Daerah) Aceh dan POPTI (Perhimpunan Orangtua Penderita Thalassemia) Aceh, Minggu (23/6), mengadakan acara bermain bersama anakanak penderita Thalassemia di lokasi permainan anak-anak Funland Banda Aceh. Acara yang sekaligus memperingati satu tahun peluncuran komunitas Darah Untuk Aceh, ini bertujuan untuk menyenangkan hati dan mengisi liburan anak-anak penderita Thalassemia, menjalin silaturahmi sesama penderita dan keluarga serta dengan Blooders (pendonor darah) dan pihak Perbankan Aceh. Kepala Bank Indonesia Perwakilan Aceh, Zulfan Nukman menyatakan, pihaknya siap mendukung program Darah Untuk Aceh karena melihat ada kebutuhan khusus untuk anak-anak penderita Thalassemia agar lebih banyak orang yang sadar dan peduli. Sementara founder Darah Untuk Aceh, Nurjannah Husein menyebutkan, melalui acara Perbankan Peduli Thalassemia ini kita diharapkan anak-anak menjadi senang, apalagi mereka jarang berkumpul ramai-ramai untuk bermain. (b04)

Kodim 0116 Nagan Raya Gelar Pengobatan Massal NAGAN RAYA (Waspada) : Kodim 0116 Nagan Raya bekerjama dengan Dinas Kesehatan Nagan Raya melaksanakan pengobatan missal di lokasi pasar Desa Kabu, Kecamatan Tripa Makmur dalam rangka Karya Bhakti Skala Besar Kodim 0116 Nagan Raya, Sabtu (22/6). Dandim 0116 Nagan Raya Letkol Inf. Yunardi menjelaskan, selain kegiatan pengobatan massal, di tempat yang sama dilaksanakan bazaar murah yang menjual sembako. (cb07)

Waspada/Muji Burrahman

TNI bersama Dinas Kesehatan melakukan pengobatan massal di Nagan Raya, Sabtu (22/6)

B11 mengalami masa penceklik akibat cuaca buruk. “Sudah hampir sebulan mereka tidak melaut, utang mereka sudah cukup banyak. Nasib mereka seperti pepatah, sudah jatuh tertimpa tangga pula,” katanya Menurutnya, kenaikan harga BBM akan memperbanyak utang nelayan kepada toketoke bangku dan sangat mungkin akan ada nelayan yang tidak mampu lagi mencari nafkah di laut. Nelayan di Aceh, tambahnya, sebagian besarnya kelompok miskin dan intervensi pemerintah untuk membantu nelayan sangat mendesak. “Kita imbau pemerintah segera salurkan bantuan BLSM atau apapun yang bisa membantu nelayan,” papar Bustamam. (b06)

Kafilah Pidie Sehat Waspada/Rasyid

SEORANG warga melewati jalan amblas di komplek perkantoran Kabupaten Aceh Barat Daya di depan Mapolres Abdya yang sudah sekian bulan terbengkalai dan tak kunjung diperbaiki. Foto direkam, Jumat (21/6)

Wagub Kukuhkan Dewan Hakim MTQ Aceh XXXI BANDA ACEH (Waspada): Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf mengukuhkan Dewan Hakim MTQ Aceh XXXI dan menziarahi makam Tuan Syeh Hamzah Fansyuri, salah seorang ulama dan penyair terkenal di dunia, sebelum membuka MTQ tersebut, Minggu (23/6) malam di Kota Subulussalam. Dewan Hakim MTQ yang dikukuhkan itu berjumlah 84 orang, dilaksanakan di Pendopo Wali Kota Subulussalam, Sabtu (22/6). Sementara Minggu (23/ 6) pagi, Wagub menziarahi makam Hamzah Fansyuri, lalu sele-

pas zuhur melepas peserta pawai taaruf. “Minggu sore Wagub Muzakkir Manaf membuka pameran di komplek perkantoran Pemko Subulussalam,” kata Nurdin F Joes, Kepala Biro Humas Setda Aceh, yang mendampingiWagub ke Kota Subulussalam untuk membuka MTQ Aceh XXXI tahun 2013. Dalam pernyataannya, Minggu (23/6), Nurdin mengatakan pembukaan MTQ dilakukanWagubMinggu(23/6)malam. Dalam ziarah ke makam Hamzah Fansyuri di Kampung Oboh, Kecamatan Rundeng, Wagub antara lain didampingi Wali Kota Subulussalam Meurah Sakti, Karo Humas Setda Aceh H Nurdin F Joes, Karo Isra Setda Aceh Syaiba Ibrahim, dan Kadishub Komintel Aceh Said

Rasul. Wagub mengatakan, makam ulama dan penyair terkenal di dunia itu akan dijadikan sebagai salah satu obyek wisata Islami. Dalam kapasitasnya sebagai pimpinan Pemerintah Aceh, Wagub mengatakan akan membantu memugar makam tersebut dengan menggelontorkan sejumlah dana. Wagub meminta Wali Kota Meurah Sakti untuk membebaskan lahan seputar makam yang diperlukan untuk dilakukan pembangunan untuk melengkapi berbagai fasilitas bagi wisatawan. Wagub meminta agar pihak pengelola makam menyampaikan proposal pembangunan sehingga kebutuhan dana yang disalurkan pembangunan menjadi terukur. (b06)

Lima Warga Asing Ikut KKN Di Unsyiah BANDA ACEH (Waspada): Sedikitnya 2.012 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri wilayah barat telah tiba di Unsyiah, Minggu (23/6) melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebangsaan di berbagai daerah di Aceh. Dari peserta tersebut, ada lima warga asing yang terdiri dari satu orang warga negara Amerika Latin yang tercatat sebagai mahasiswa reguler di ISI Padang Panjang. Empat dari Unsyiah, yaitu dua dari Turki, dan satu orang warga Kazakstan. Ketua Badan Pelaksana KKN Unsyiah Mustanir, Minggu (23/6) menjelaskan, pelaksa-

naan KKN ini diikuti 10 PTN wilayah Barat dan akan mulai Senin 24 Juni-Rabu 24 Juli 2013. “Minggu (23/6) malam, para peserta dibimbing oleh panitia penyelenggara untuk membekali mereka dengan budaya Aceh, khususnya budaya lokal tempat yang akan dituju,” papar Mustanir yang ikut dibenarkan Kepala Humas Unsyiah Ilham Maulana. Lokasi KKN yang telah direncanakan adalah di 308 gampong di Aceh Besar yang ada dalam sembilan kecamatan, yaitu Seulimeum, Montasik, Blangbintang, Kutabaro, Sukamakmur, Simpang Tiga, Darul Kamal, Darul Imarah, dan Ingin

Jaya. Mustanir menyebutkan, jika dirincikan, peserta KKN Kebangsaan yang berjumlah 2.012 orang itu yang terbanyak berasal dari Unsyiah 1.889 orang. Universitas Riau, Pekanbaru (30), Univ.Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau (10), Universitas Tirtayasa, Banten (8), Institut Pertanian Bogor (10), Universitas Andalas, Padang (16). Lalu, Institut Seni Indonesia, Padang Panjang (2), Universitas Sriwijaya Palembang (21), Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe (20) dan Univeritas Tanjung Pura, Pontianak mengirim enam peserta. (b07)

SIGLI (Waspada): Sebanyak 73 kafilah Pidie yang mengikuti Musabaqah Tilawatil -Quran Orovinsi Aceh ke-31 di Kota Subulussalanm, Minggu (23/6) dilaporkan dalam kondisi sehat. Kondisi itu terlihat dari kunjunganWakil Bupati PidieMIriawanbersertarombonganyanglangsung mendatangi tempat tinggal kafilah asal daerah PangUleeBuetIbadat,PangUleeHareukatMeugoe itu menginap di rumah milik Hamamah di Jl. Cut Nyak Dhien, Kota Subulussalam. Kabag Humas, Setdakab Pidie Muhammad Harris,melaporkan,WabupPidietibadiKotaSubu-

lussalam, Minggu (23/6) sekira pukul 12:00. Ia dan rombongan disambut Kepala Bank Aceh Subulussalam dan Bupati Aceh Selatan T Samaindra. Lalu Wabup M Iriawan, bersama rombongan dari Pidie beristirahat di pemondokan kafilah Pidie, untuk beberapa saat sebelum mengikuti pembukaan pameran pada pukul 16:00. “Kemudian, pada pukul 19:00, Wabup Pidie bersama seluruh perwakilan kabupaten/kota dijamu makan malam bersama di PendopoWali Kota Subulusalam dan dilanjutkan menghadiri acara pembukaan MTQ,” kata Harris. (b10)

Kas Bon Pemkab Abdya Amburadul BLANGPIDIE (Waspada) : Bupati Aceh Barat Daya Jufri Hasanuddin sangat menyayangkan masih ada kas bon pemerintah sebelumnya yang mencapai hingga Rp8 miliar lebih, anggaran daerah yang terkuras itu malah ada pada tahun 2003 lalu saat Kabupaten Abdya baru terbentuk. Pernyataan itu disampaikan Jufri Hasanuddin dalam acara panen jagung hibrida Program TNI yang bekerja sama dengan pemerintah setempat, Kamis (20/6) di Gampong Persiapan Delima Jaya, Kecamatan Susoh. Dalam kesempatan itu Jufri mengungkapkan, dua hari yang lalu dirinya ke Banda Aceh khusus bertemu BPK yang telah melakukan pemeriksaan selama 60 hari di Abdya. Dari laporan hasil pemeriksaan tersebut diketahui penggunaan anggaran di Abdya sangat amburadul. “Ternyata penggunaan anggaran pada tahun sebelum kami dilantik sangat amburadrul,” ungkapnya. Diakui Jufri, kas bon di Pemerintahan Abdya saat masih sangat tinggi, namun dirinya mengaku tidak menyalahkan pemimpin terdahulu, tetapi ini hasil pemeriksaan dan kelalaian para pejabat setempat. “Yang saya katakan adalah hasil pemeriksaan BPK,” kata Jufri di hadapan tamu undangan termasuk Danrem 012/Teuku Umar Kolonel Inf Daddy Estoe Widodo. Dari hasil laporan yang diterima, kata Jufri, ternyata pelanggaran dan temuan penggunaan anggaran di Abdya selama ini belum ditindaklanjuti, begitu juga dengan kas bon tahun 2003, juga belum diselesaikan. “Ini sangat merugikan daerah,” katanya. Terkait hal ini, dirinya mengaku akan me-

manggil seluruh kepala SKPK untuk rapat terkait laporan tersebut. “Saya akan panggil seluruh SKPK,” tegasnya. Selain kas bon, Jufri dalam panen jagung hibrida itu juga membeberkan kesalahan kebijakan yang dilakukan Dinas Pertanian dan Peternakan. Atas kesalahan itu, dua kecamatan pada tahun ini tidak kebagian bibit padi. “Ini adalah kesalahan besar karena saya sudah mengingatkan sebelumnya agar benih untuk petani harus terpenuhi,” katanya. Begitu juga mengenai luas lahan di Abdya yang mencapai 23 ribu hektare itu adalah palsu. Sebab dalam RTRW Aceh, luas persawahan di Abdya sekitar 8 ribu hectare, tetapi data persawahan di Abdya juga terdapat dua versi. Pertama sekitar 11 ribu hektare dan 8 hektare. “Apakah ini data dari pemerintah yang palsu atau statistic, tetapi data 23 ribu itu adalah data palsu,” ungkapnya. Di hadapan petani jagung dan tokoh masyarakat, Jufri Hasanuddin yang dilantik pada 13 Agustus 2012 lalu berjanji akan mencopot pejabat yang tidak becus terkait persoalan yang ada sekarang ini. “Saya akan ganti sejumlah pejabat eselon II dan eselon III yang tidak mampu bekerja selama enam bulan terakhir,” katanya. Janji itu mendapat sambutan hangat dari peserta yang hadir dengan memberi aplaus saat Jufri mengucapkan sejumlah pejabat yang akan dicopot. Kebijakan itu dilakukan karena selama enam bulan diberikan waktu, namun belum ada perubahan apalagi menyangkut data yang belum ada kebenarannya. (b08)

KAHMI Kutacane Tetapkan Presidium KUTACANE (Waspada) : Melalui Musyawarah Daerah I, Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kutacane yang berlangsung di Nirwana Kafe, Sabtu (22/6) akhirnya menetapkan lima presidium. Lima presidium yang dipilih dan ditetapkan untuk memimpin KAHMI Kutacane 2013-2018 yakni, Bukhari, Azanuddin Kurnia, Ramadhan, Masri Amin dan Ramdhan Ramud. Selain lima nama presidium terpilih, sebelumnya sempat muncul tiga nama kandidat presidium yang diusulkan 50 peserta, namun setelah diminta kesediaannya menjadi presidum, tiga nama yang muncul dan diusulkan

yakni Usman Safri Desky, Yusnarni dan M Radhi tak bersedia menjadi presidium. Karena hanya lima orang yang bersedia, peserta Muda I akhirnya secara musyawarah dan mufakat, menetapkan lima nama sebagai Presidium KAHMI Kutacane Periode 2013-2018 dan otomatis voting yang sebelumnya diprediksi bakal terjadi ditiadakan. Mandataris KAHMI Azanuddin Kurnia didampingi Ketua Panitia Musda –I, Sabtu (22/ 6) mengatakan, berdasarkan AD/ART lima presidium terpilih tersebut akan memimpin KAHMI Kutacane secara bergiliran dalam lima tahun. (b26)

Bupati Keluhkan Perjudian Di Abdya Kapolres : Itu Sudah Masuk Ranah WH BLANGPIDIE (Waspada) : Maraknya masalah perjudian yang melanda Aceh Barat Daya saat ini mulai mengkhawatirkan banyak kalangan. Selain semakin meluas hingga ke berbagai pelosok desa, judi di Abdya kini mulai merambah ke kalangan pelajar dan remaja sehingga dikhawatirkan dapat merusak moralitas generasi. Persoalan maraknya perjudian tersebut dikeluhkan Bupati Abdya Jufri Hasanudin, Minggu (23/6). Jufri mengungkapkan keluhan dan keresahannya terhadap kondisi perjudian yang kini dianggap telah semakin melebar dan terkesan tak terkendali. Selain itu praktik perjudian di Abdya juga dianggap sudah semakin canggih, selain memakai cara manual, namun juga telah memasuki sistem online dan

mobile, jika kondisi ini dibiarkan tanpa tindakan apapun, bukan mustahil ke depan kasus perjudian di daerah Abdya akan menjadi ‘virus’ besar yang dapat merusak mental dan mempengaruhi kondusifitas di daerah. “Saat kunjungan Kapolda Aceh Irjen Herman Effendi ke Abdya, saya sempat ungkapkan persoalan ini, di mana kasus dan masalah judi di daerah ini telah sangat mengkhawatirkan,” papar Jufri. Melalui para ulama serta instansi terkait, Jufri Hasanudin juga telah mencoba melakukan beberapa upaya, seperti penyuluhan dan kegiatan keagamaan, tapi sejauh ini kondisinya masih belum memberikan hasil yang memuaskan. Kapolres Abdya AKBP Eko Budi Susilo mengakui telah memonitor dan mengetahui ma-

raknya peredaran dan perkembangan kasus perjudian di Abdya, namun Kapolres tidak dapat melakukan tindakan karena kasus perjudian di luar kewenangan pihak kepolisian. Menurutnya, masalah judi kini menjadi kewenangan penuh Waliyatul Hisbah (WH) sebagaimana yang telah ditentukan dan diatur oleh Qanun (aturan daerah) yang kini berlaku di Aceh. “Ya, kita memang memonitor dan mengetahui masalah (judi) itu, tetapi kita belum bisa mengambil tindakan secara penuh, karena aturannya kita di luar kewenangan kita, ada qanun yang mengaturnya, dan itu kewenangan WH, jadi itu sudah masuk ranah WH, polisi hanya bisa memback-up,” ujar Kapolres AKBP Eko Budi Susilo. (cb05)

Mahasiswa Unigha Tak Puas Hasil Dialog SIGLI (Waspada) : Front Perjuangan Mahasiswa Unigha (FPMU) menyatakan tidak puas dengan proses dan hasil dialog antara mahasiswa, yayasan dan rektorat yang melibatkan kepolisian sebagai mediator dan moderator. “Kami juga mempertanyakan kapasitas pihak kepolisian, dalam hal ini Kasat Intelkam yang menjadi moderator dalam dialog mahasiwa dengan rektorat dan yayasan. Kami menduga ada ketidakjelasan keterlibatan kasat intel dalam dialog itu,” kata Faisal Rizal, juru bicara FPMU, Sabtu (22/6). Menurut dia, dalam dialog yang difasilitasi kepolisian digelar di gedung Le Guna tidak menghasilkan kesimpulan akhir yang memuaskan semua pihak.

Moderator atau pihak fasilitator dialog itu dinilainya hanya mengambil kesimpulan sepihak. “Karena itu, kami dari mahasiswa belum ada kesepakatan dengan pihak rektor dan yayasan Uniga hitam di atas putih,” ujar Faisal. Menurut dia, dalam dialog itu pihak yayasan berjanji akan membuat laporan keuangan dalam bulan Juni, 2013 dan akan menempel laporan itu pada kantor yayasan pembangunan kampus Jabal Ghafur. Tetapi sampai saat ini, kata Faisal Rizal, kantor yayasan saja tidak jelas keberadaannya. “Polisi juga berjanji akan mengusut dugaan penyelewengan dana yang dikelola yayasan dan universitas” jelas Faisal Rizal. Terkait polemik dugaan pe-

nyelewengan anggaran di Unigha, Sigli, Koordinator Pidie Transparansi Anggaran (PITA) Ismail Von H Sabi, meminta pihak yayasan dan Rektorat Unigha untuk merespon aspirasi mahasiswa agar terbuka terhadap penggunaan dan pengelolaan keuangan publik. Kasat Intelkam Polres Pidie AKP Apriadi, Sabtu (22/6) menjelaskan, kapasitas polisi dalam hal itu telah mendatangkan pihak yayasan dan rektorat Unigha untuk berdialog, dengan mahasiswa selain juga memberi pengamanan sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Menurut Apriadi, dalam dialog tersebut, pihak rektor dan yayasan telah memenuhi semua tuntutan mahasiswa. (b10)

Waspada/Ali Amran

LIMA Presidium KAHMI Kutacane terpilih foto bersama dari kiri ke kanan, Ramadhan Ramud, Ramadhan, Bukhari, Azanuddin Kurnia dan Masri Amin

Kanji Rumbidan, Rujak Aceh Laku Keras Di Yogyakarta YOGYAKARTA (Waspada) : Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKP Luh) Aceh sedang gencar menggelar promosi masakan dan makanan khas Aceh dari beberapa kabupaten dan kota di provinsi itu. Kegiatan itu digelar di arena Yogja Expo Center (JEC), yang berlangsung 20-23 Juni 2013. Tidak kurang, Kanji Rumbi dan Rujak Aceh (Sulincah) ikut diserbu pengunjung yang mencicipinya. Kedua kuliner Aceh itu mendapat sambutan luar biasa dari para penggunjung pameran bertajuk Pameran Kuliner Nusantara. Kuliner asal Bumi Serambi Mekkah yang dipamerkan di arena itu antara lain, Tabaha yang dimakan sebagai lauk dengan bahan utama Udang Lobster. Kuliner ini diracik langsung oleh ibu-ibu dari Kabupaten Simeulu yang didatangkan khusus dari daerahnya ke arena itu. Selain itu, ada juga Kanji Rumbi, Rujak Aceh (Seulincah), Ayam Masak Asam Pedas (Asam Keueung), Sie Reuboeh atau Daging Rebus yang juga sering disebut Daging Cuka, Puding Talas dari Nagan Raya, Kerupuk Tripang Raja Kubang dari Simeulu, Masak Janeng, Asinan Rumbia, Asinan Nipah, Tepung Sagu, Keumamah (Ikan Kayu), Halua dari Aceh Utara dan Leupat dari Aceh Tenggara. Moniq, karyawati sebuah bank diYogyakarta mengatakan, dirinya baru pertama kali menikmati kuliner Aceh yang namanya Kanji Rumbi. “Ternyata rasanya enak sekali,” ujar perempuan cantik asli Yogya itu yang diamini beberapa teman di sampingnya.

Karyawati berpenampilan menarik itu juga menyebutkan, makanan Aceh mulai mendapat tempat di masyarakat Yogyakarta. Selain aroma masakan Aceh yang menakjubkan, rasanya juga enak dan cepat melekat di lidah suku-suku lain di nusantara. “Bagi kami orangYogya, tidak asing lagi dengan masakan Aceh, karena diYogya sekarang juga banyak orang Aceh kuliah atau bekerja di Yogya,” imbuhnya. Hal senada juga diungkapkan Riska, mahasiswi asal Jakarta yang kuliah di sebuah perguruan tinggi negeri di Yogyakarta. Dia menyebutkan, Aceh harus banyak mempromosikan menu masakan khas daerah itu ke daerah-daerah lain di Indonesia agar masyarakat Indonesia tahu dan bisa belajar memasak masakan Aceh. “Jadi, tidak hanya mengikuti pameran saja, tetapi juga perlu diekspose dan diajari masyarakat luar Aceh agar bisa memasak masakan Aceh,” katanya. Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Aceh Hasanuddin Darjo yang memimpin langsung tim kuliner dari Aceh itu mengatakan, perlunya makanan khas Aceh dipamerkan ke tingkat nasional, bahkan ke mancanegara agar warga dunia tahu bahwa Aceh memiliki makanan berkelas dan sangat nikmat rasanya. “Untuk tahun ini kita menggelar acara ini di Yogyakarta, sedangkan tahun depan kita rencanakan di Malaysia,” kata Hasanuddin Darjo, didampingi Teuku Mirza, staf BKP Luh Aceh dan Tarmizi Age, pembina LSM ACDK. (b05)

Waspada, senin 24 juni 2013 revisi