Page 26

Aceh

B12 Jalinsum Terancam Longsor LANGSA (Waspada): Jembatan pada jalan lintas Sumatera di kawasan Gampong Buket Meutuah, Kec. Langsa Timur, Kota Langsa, kini kondisinya terancam longsor mengikuti tebing bendungan air yang ambruk. Pantauan Waspada, Sabtu (14/4), keberadaan jembatan di lintasan jalan tersebut hanya beberapa meter dengan bendungan penahan air yang rusak parah. Benteng penahan pada bagian bawah jembatan jalan negara kini mulai roboh, akibat air yang mengalir di bawah jembatan itu sangat deras. Dedi, 33, warga setempat mengatakan, bendungan yang dibangun sekitar tahun 1980-an itu roboh sejak beberapa minggu lalu. Hal itu disebabkan karena terjangan air banjir saat hujan lebat melanda kawasan Kota Langsa dan sekitarnya beberapa waktu lalu. Akibat rusaknya bendungan air itu, gerusan air yang deras mulai mengikis bagian bawah benteng penyangga jembatan jalan yang berjarak beberapa meter dari bendungan dimaksud. “Sehingga kikisan air deras alur bendungan irigasi itu membuat benteng penahan jembatan mulai roboh ke alur irigasi,” ujar Dedi. Menurutnya, bila hal ini tidak segera ditangani oleh pihak terkait, maka dikhawatirkan kerusakannya bisa semakin parah dan nantinya menyebabkan jembatan lintasan jalan negara ambruk dalam alur irigasi. (b20)

Rp 2,6 M Untuk Putaran Kedua Pilkada Langsa LANGSA (Waspada): KIP Kota Langsa telah mengajukan anggaran untuk keperluan Pemilukada putaran dua senilai Rp 2,6 miliar. Nilai sebesar itu sesuai perkiraan yang dibuat sejak awal sebelum APBK Kota Langsa disahkan, demikian kata Ketua KIP Langsa, Agusni AH kepada Waspada di Langsa, Jumat (13/4). Pengajuan anggaran tersebut, kata dia, sudah dilakukan sejak awal sebelum putaran pertama pemilukada dimulai. Karena dalam perhitungan KIP waktu itu, tambah Agusni, jika terjadi putaran kedua perhitungan anggarannya tidak perlu dilakukan lagi, mengingat waktu pelaksaaan putaran dua sangat dekat. Sesuai dengan aturan, putaran kedua harus telah dilakukan selambat-lambatnya dua bulan setelah penetapan hasil perolehan suara pada putaran pertama. Penetepan hasil suara pemilukada Kota Langsa putaran pertama dilkukan, Sabtu (14/ 4).(b20)

376 KK Pengungsi Gempa Dapat Bantuan LANGSA (Waspada) : 376 Kepala Keluarga (KK) warga dua desa pesisir, Kuala Bugak dan Seumatang Guda Itam, Kec.Peuruelak Kota, Kab.Aceh Timur yang mengungsi ke Masjid Al Istiqomah Tjot Keh akibat gempa, Rabu (11/4), sudah pulang ke desa mereka. Sebelum pulang, kepada mereka juga diberikan bantuan untuk menghadapi masa panik berupa beras dan bahan sembako. Bantuan tersebut antara lain 1,5 ton beras untuk tiga desa yang warganya mengungsi yakni dua desa di Peureulak dan satu lagi di kawasan Idi. Kepulangan pengungsi itu dilepas Penjabat Bupati Aceh Timur Nasrullah Muhammad, Sekda Syaifannur. Penjabat bupati saat melepas kepulangan pengungsi ini mengharapkan agar mereka tetap tabah dan selalu dalam waspada terhadap bencana. (b20)

Waspada /Ibnu Sadan

Bantuan masa panik bagi pengungsi gempa Aceh Timur.

gungjawab yang besar, terutama dalam menyiapkan sumber daya manusia yang tangguh sehingga mampu hidup selaras di dalam perubahan itu sendiri. “Pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya tidak dapat dilihat dan dirasakan secara instan sehingga sekolah sebagai ujung tombak di lapangan harus memiliki arah pengembangan jangka panjang dengan tahapan pencapaian yang jelas dan tetap mengakomodir tuntutan permasalahan faktual kekinian di masyarakat,” kata Samad baru-baru ini. Lantas, tidak perlu diragukan lagi, bahwa setiap guru pun harus mengerti makna perubahan. Sebab, tuntutan menjadi agen perubahan, bagi guru bagaikan permintaan menghapalkan materi pembelajaran yang tak akan pernah terlupa ketika disampaikan di ruang kelas. Hanya saja mereka masih dituntut untuk tetap mengingat, bahwa setiap perubahan selalu terkait dengan usaha membentuk keterampilan yang mula-mula akan terasa asing. Perasaan asing menghadapi perubahan dengan tuntutan menguasai kecakapan baru itu tidak membedakan guru senior maupun yunior. Kebiasaan lama yang sudah mereka yakini kegunaannya jadi terguncang, karena mau tidak mau mesti ditinggalkan. Dan kalau perubahan itu adalah sebuah pergantian status dari SSN menjadi rintisan menuju sekolah bertaraf internasional, RSMABI, maka ini jelas membutuhkan kesadaran, pengorbanan, pengabdian dan latihan tersendiri sampai semua guru mencapai tingkat kompetensi yang diharapkan. Di samping itu, dalam menghadapi perubahan yang bernama RSMABI, bukan guru yang terhebat yang mampu sur-

Senin 16 April 2012

Massa Tunggu Keputusan KIP Aceh Tengah Dandim 0106: Keputusan Pilkada Diamankan Sesuai Hukum TAKENGEN (Waspada) : Persoalan Pilkada untuk Bupati Aceh Tengah semakin panjang dan belum ada kepastian. Panwaslu dan DPRK setempat sudah mengeluarkan rekomendasi untuk menghentikan sementara tahapan Pilkada. Surat yang ditujukan kepada KIP itu, kelanjutannya diburu 10 pasang calon pemimpin disana yang meminta Pilkada ulang serta diskualifikasi kandidat nomor urut 10. “Kita tunggu sikap KIP dalam pilkada ini. Semoga KIP punya hati nurani dan berani bersikap,” ujar Muslim, salah seorang kandidat bupati di daerah itu. “Dua lembaga ini sudah mengeluarkan rekom. KIP kami minta juga mengeluarkan rekom untuk pengulangan pilkada, yang suratnya ditujukan ke gubernur, baru gubernur akan meneruskan ke Mendagri,” kata Muslim, usai pertemuan 10 kandidat ini dengan muspida Aceh Tengah, Sabtu (1/4) malam. “Kami berupaya mengamankan massa agar tidak bertindak anarkis. Massa saat sekarang ini menunggu sikap dan keputusan KIP. Bila KIP bersikap dan bijaksana menampung aspirasi rakyat, buat apa lagi rakyat berdemo,” ujar Arzuwa, tokoh penggerak massa dari 10 kandidat ini, Minggu (15/4) di Takengen. Mursyid, kandidat bupati lainnya, menyebutkan, 10 kandidat ini akan menempuh jalur hukum. “Mantan Bupati Aceh Tengah yang menjadi incumbent dalam pilkada ini telah melanggar instruksi Gubernur Aceh dan surat Mendagri tentang moratorium pemekaran kampung,” katanya. Dalam surat gubernur dan Mendagri disebutkan moratorium pemekaran kampung menjelang pilkada tidak boleh dilakukan. Namun Bupati Aceh Tengah Nasaruddin melanggar aturan itu melalui peraturan bupati no.141/BPMK/2012. Bupati, kata Mursyid, sudah mengeluarkan 37 SK kepala kampung pemekaran dan 15 kampung lagi, SK-nya tidak sempat diserahkan, karena memasuki massa kampanye. Selain itu, ada 7 kepala kampung yang pengangkatannya tidak ada SK Perbup. Kampung-kampung yang dimekarkan itu, pemilihnya sangat menguntungkan incumbent. Perbuatan bupati yang telah melanggar moratorium pemekaran ini akan menjadi ba-

han gugatan ke MK Nasarudin, Bupati Aceh Tengah yang sudah berulang kali dihubungi via selularnya, masih sulit mendapatkan jawaban. Bahkan Waspada sudah menyampaikan kepada Khairul Asrmara, calon wakil bupati Nasaruddin, sehubungan dengan berimbangnya berita atas statemen 10 kandidat, Khairul Asmara tetap memberikan jawaban seperti sebelumnya. “Saya akan sampaikan ke Pak Nas. Jangan saya memberikan komentar. Saya tidak punya wewenang,” ujar Khairul Asmara. Bagaimana sikap KIP sehubungan dengan tuntutan 10 kandidat ini? “Benar, kami sudah menerima surat dari DPRK dan panwas Aceh Tengah. Namun kami juga sudah menerima surat dari KIP provinsi yang menyatakan tahapan Pilkada Aceh Tengah harus dilanjutkan,” kata Hamidah, Ketua KIP Aceh Tengah. “Bagaimana keputusannya, saat sekarang ini kami belum berani memberikan jawaban,” papar Hamidah. Diamankan Sesuai Hukum Sementara, Dandim 0106 Aceh Tengah Letkol Sarwoyadi saat sekarang ini dipercayai masyarakat Aceh Tengah sebagai pihak yang netral dalam membantu polisi mengamankan pelaksanaan Pilkada di daerah itu. “Saya tidak ada kepentingan dalam pilkada ini. Apa yang dikatakan hukum, itulah yang harus kami jalankan. Saya membantu polisi dalam menyukseskan terwujudnya Pilkada Damai di negeri Gayo ini,” ucap Sarwoyadi, Minggu (15/4) di Takengen, menanggapi adanya pemberitaan di salah satu media lokal yang memuat statemen Dandim.

“Saya tidak pernah mengatakan KIP dan Panwas itu tidak dipercayai masyarakat. Yang menyatakan KIP dan Panwas tidak dipercayai mayarakat adalah pendemo 10 kandidat yang menyampaikan aspirasinya ke DPRK,” papar Sarwoyadi yang merasa terkejut sehubungan dengan adanya media lokal yang menyatakan dirinya memberikan statemen. “Anda tahu, karena Anda di lapangan, yang berhadapan langsung dengan pendemo adalah aparat kepolisian dan kami bantu tugas polisi. Ketika itu massa mulai tidak mempercayai KIP dan Panwas. Massa berteriak mereka tidak percaya pada penyelenggara pilkada. Ketika akan dilakukan penghitungan suara, massa kembali protes,” jelas Sarwoyadi. Saat massa melakukan protes tentang penghitungan suara untuk gubernur, di mana tong suara atas kesepakatan KIP dan pihak Polres, diamankan di Mapolres, Dandim 0106 Aceh Tengah kepada massa menyebutkan, KIP sudah mempercayakan pihak kepolisian mengamankan tong suara. Kalau ada yang mau membuka kotak suara untuk bupati, saya akan berdiri di depan menghentikannya. Karena telah disepakati KIP dan massa hanya kotak suara gubernur yang dihitung,” jelas Dandim di hadapan massa. Namun di media lokal disebutkan, Dandim menyatakan KIP dan Panwas tidak dipercayai rakyat. “Kalau massa yang berteriak seperti itu benar, saya juga mendengarnya. Namun saya selaku aparat penegak hukum yang membantu polisi, apapun keputusan hukum dalam pilkada ini wajib diamankan. Kapan saya ngomong Panwas dan KIP sudah tidak dipercaya rakyat. Itu statemen massa, bukan saya,” tutur mantan Kasi Ops Korem 011 LW ini. (b32)

vive melainkan guru yang paling adaptif.Yaitu mereka yang selalu berhasil menyesuaikan diri terhadap berbagai perubahan. Oleh karena itu, guru harus mau membuka diri menghadapi berbagai kemungkinan baru dan cara baru untuk berubah. Perubahan tidak akan terjadi dengan mudah. Tidak ada yang namanya perubahan kilat dan instan dalam dunia pendidikan. Jadi, guru mesti bersiap meninggalkan kebiasaan lama, tabiat masa lalu. Sama halnya dengan memakai sepatu lama, meski terasa nyaman, sudah terbiasa, menyenangkan, harus dilepas saat diharuskan memakai yang baru, walau menahan sakit ketika terpaksa mengalami lecet di kaki. “Jika dari semua proses sudah bagus, orang-orangnya yang di dalam sudah bagus, output-nya pun juga akan bagus pula. Bahkan, kita juga telah melakukan studi banding ke SMA Negeri 1 Medan dan Perguruan Sutomo untuk menunjang proses pembelajaran itu,” katanya. Begitu juga halnya dengan perubahan status SMA Negeri 1 Langsa menjadi RSMABI Negeri 1 Langsa. Banyak pembenahan dan perubahan yang perlu dilakukan, baik itu fasilitas dan sarana, guru-guru profesional maupun kurikulum pembelajarannya. Di antaranya fasilitas dan sarana itu yakni; ruang pembelajaran (laptop, infocus dan lain-lain), laboratorium komputer, bahasa, fisika, biologi, kimia, multimedia, perpustakaan, ruang bimbingan dan konseling, koperasi sekolah, ruang OSIS, mushalla sekolah, gedung aula, lapangan olahraga (basket, voli, futsal, badminton dan lain-lain), kantin/café, dan internet area (LAN/WiFi Hotspot). Kini, setelah tahun ketiga status itu disandang, mulai Ta-

Waspada/ Arman Konadi

TUNTUT PILKADA ULANG:Ratusan massa 11 pasangan calon bupati Aceh Barat yang tergabung dalam Forum Koalisi Pasangan Calon Pencari Keadilan (FKP2K) berjalan kaki menuju kantor DPRK Aceh Barat, Sabtu (14/4). Massa menuntut pemilukada di wilayah itu diulang karena sarat kecurangan.

Pasca Gempa, KRI Kapitan Patimura Stand By Di Perairan Aceh SABANG (Waspada) : Komandan kapal (Dankal) KRI Kapitan Pattimura 371 Letkol laut (P) Anang Nurjatmiko mengatakan, pascagempa bumi yang menimpa Aceh khususnya di Kabupaten Simeulue, 11 April lalu, Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Pattimura 371 dikerahkan untuk melaksanakan tugas tanggap bencana di perairan Simeulue, Minggu (15/ 4). Tugas tersebut merupakan perintah langsung dari pimpinanTNI AL yang berada di perairan Aceh terdekat untuk melaksanakan tugas Satgas tanggap bencana. “Waktu itu kita sedang melakukan, patroli kerjasama rutin di perbatasan Thailand dalam program Indothai, kebetulan dari sejumlah KRI kita yang terdekat dengan perairan Aceh, dan untuk sementara kita stanby dulu di perairan Sabang sambil menunggu mengisi bahan bakar untuk selanjutnya menunggu informasi lebih lanjut,” kata Dankal KRI Kapitan Pattimura 371 Letkol laut

(P) Anang Nurjatmiko, Jumat (13/4) di ruang dek perwira kapal. Secara bersamaan sebelumnya KRI Patimura juga menerima perintah untuk mengamankan VVIP kunjungan Wakil Presiden Boediono yang melaksanakan peninjauan situasi kondisi Aceh pascagempa. Kapal buatan Jerman tahun 1983 ini memiliki panjang 75 meter dengan bobot 820 ton merupakan jenis kapal Eskorta atau jenis kapal pengawal yang memiliki keahlian untuk memburu kapal selam (buru selam). Sesuai tugas awal kapal yang berlayar sejak Januari 2012 ini, telah melakukan kesepakatan kerjasama sejak 1 April 2012 dengan angkatan laut Thailand selama 30 hari dan diberi nama kerjasama (Indothai). Pasops Lanal Sabang Mayor Laut (P) Ali Setiady, KRI Kapitan Pattimura sudah berada di Sabang dan dijadwalkan berangkat ke Simeulue pada 15 April. (b31)

Mobil STIKes Helvetia Terbalik Di Aceh Utara, Satu Tewas LHOKSUKON (Waspada) : Mobil minibus milik Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Helvetia Medan terbalik di Jl. Banda Aceh-Medan, Desa Teupin Peraho, Kec. Tanah Luas, Aceh Utara, Minggu (15/4) sekitar pukul 05:00. Seorang penumpang, Iskandar Muda Lubis, 30, warga Jl. SM.Raja Medan, tewas di lokasi kejadian. Sementara sopirnya, Handoyo, 18, warga Jl. Sumarsono Karya I Helvetia, Medan, luka ringan. Kapolres Aceh Utara AKBP Farid BE melalui Kasat Lantas Ipda Mega Tetuko, menjelaskan, minibus BK 7073 DN itu melaju kencang dari arah Banda Aceh. Setiba di lokasi kejadian, sopir kehilangan kendali hingga akhirnya mobil terbalik ke beram kanan jalan. “Mobil sekarang kita amankan di Pos Polantas Lhoksukon. Sementara korban tewas sudah dipulangkan ke Medan. Begitu juga korban luka ringan,” kata Ipda Mega Tetuko. (b19)

RSMA-BI Negeri 1 Langsa Buka Internasional KOTA Langsa, kota indah lagi asri dan selalu menjadi incaran banyak orang untuk berinvestasi di daerah ini. Namun, bagi orang yang pernah tinggal akan merasakan kehangatan dan keramahan warganya. Lebih kurang 3 km dari pusat kota arah barat menuju Banda Aceh, di sisi kiri terlihat bangunan tua yang terlihat asri dengan pepohonan yang rindang. Ya... bangunan itu adalah SMA Negeri 1 Langsa di Jalan Jenderal Ahmad Yani. Mendengar nama itu pasti semua orang yang pernah bersekolah di tempat ini mempunyai kenangan yang indah. Penulis yakin dari berdirinya sekolah sampai sekarang orang-orang yang menuntut ilmu di SMA Negeri 1 Langsa tidak pernah lupa dan melupakan‘kenangan terindah’ yang tercipta semasa SMA dulu. Sebut saja mantan Gubernur Aceh DR H Abdullah Puteh, mantan Wali Kota Langsa Zulkifli Zainon dan hampir semua pejabat penting Aceh pernah bersekolah di tempat ini. Entahlah, kenyataan berbicara demikian, masa-masa SMA adalah masa paling indah dalam hidup. Berangkat dari memori itu, kini SMA Negeri 1 Langsa semakin berbenah dan kini sekolah favorit di Kota Langsa ini telah menyandang sebagai Rintisan Sekolah Menengah Atas Bertaraf Internasional (RSMA-BI) Negeri 1 Langsa. Sebuah predikat terbaik yang patut dijaga. Menurut Kepala RSMA-BI Negeri 1 H A Samad Hasan (foto) era globalisasi dengan segala implikasinya menjadi pemicu cepatnya perubahan yang terjadi pada berbagai aspek kehidupan masyarakat dan bila tidak ada upaya sungguh-sungguh untuk mengantisipasinya, maka hal tersebut akan menjadi masalah serius. Dalam hal ini dunia pendidikan mempunyai tang-

WASPADA

Pemuda Dirampok Tiga OTK Bersenpi AK-47

Waspada/Syahrul Karim

BARISAN siswa Paskibra RSMA-BI Negeri 1 Langsa saat menerima studi banding siswa SMAN Lhokseumawe, belum lama ini. hun Ajaran 2012-2013, RSMABI Negeri 1 Langsa secara menyeluruh telah menyandang sekolah RSBI dan siap menerima siswa yang ingin memiliki wawasan menglobal itu. Dikatakan Samad Hasan, tahun ini kita akan membuka 14 kelas untuk masuk kelas RSMA BI tersebut dengan daya tampung 448 siswa. Di mana setiap kelasnya diisi 32 siswa, proses pendaftaran pun dibagi dalam dua tahap. Untuk syarat pendaftaran tahap pertama, di antaranya; tiap peserta melampirkan surat keterangan masih aktif menduduki bangku kelas IX SMP/ MTs yang dikeluarkan pihak sekolah. Memiliki fotocopy rapor semester 3 s/d 4 yang telah dilegalisir (nilai rata-rata tiap semester minimal 70.00). Pasfoto hitam putih terbaru ukuran 3 x 4 sebanyak 3 lembar, mengisi formulir yang disediakan sekolah, melampirkan fotocopy dan menunjukan sertifikat asli prestasi akademik/non akademik tingkat kabupaten/kota/pro-

Waspada/Muhammad H. Ishak

A RAHMAN terbaring lemas di RSUD Idi setelah mengalami perampokan di Buket Phep, Desa Keudondong, Kec.Darul Falah, Kab. Aceh Timur, Jumat (13/4).

vinsi/nasional (jika ada). Untuk pendaftaran kelas RSMA BI ini, tahap pertama akan dibuka 10-14 April 2012, pengumuman seleksi administrasi tahap I tanggal 21 April 2012, pengumuman hasil test tahap I, 3 Mei 2012. Kemudian disusul test lisan, 3 Mei 2012 meliputi; test baca Alquran (khusus muslim), wawancara (akhlak dan budi pekerti), test IQ dan akademik. Pengumuman akhir test tahap I dilakukan pada tanggal 6 Mei 2012. “Bagi siswa yang telah mengikuti ujian tahap pertama dan dinyatakan tidak lulus, maka dapat mengikuti ujian tahap kedua dengan mendaftar kembali dan membawa bukti nomor ujian asli tahap pertama. Bagi siswa yang belum mendaftar pada tahap pertama, maka diberikan kesempatan untuk mendaftar pada tahap kedua dengan persyaratan sama,” kata Samad Hasan lagi. Dede Juliadi Rendra

IDI (Waspada) : Seorang pemuda mengaku dirampok tiga orang tak dikenal (OTK) bersenjata api jenis AK-47 di Buket Phep, Desa Keudondong, Kec.Darul Falah, Kab. Aceh Timur, Jumat (13/4) sekira pukul 19:45. Kala itu, korban dalam perjalanan pulang dari rumah calon istrinya di Indra Makmur menuju Idi Rayeuk. Korban A Rahman, 32, warga Kuala Peudawa Puntong, Kecamatan Idi Rayeuk. Akibat mengalami perampokan, harus mendapat perawatan serius di RSUD Idi. Sementara uang miliknya Rp2.100.000 bersama perhiasan cincin seberat dua manyam dibawa kabur pelaku. Menurut pengakuan korban, kejadian berawal ketika korban menggunakan sepeda motor dihadang tiga pemuda tidak dikenalinya di kawasan Bukit Phep (Darul Falah). Kondisi jalan perkampungan itu gelap. Setelah korban berhenti, salah satu dari ketiga tersangka sempat dilihat oleh korban memegang seutas tali. Merasa curiga, lalu korban berusaha kabur, namun niat korban menghindari gerobolan itu gagal, karena korban

langsung dicegat dan mengaku sempat disekap beberapa saat sambil dijarah seluruh uang korban dan juga emas milik korban. Padahal renacannya, emas tersebut ingin dijadikan sebagai tanda pertunangan korban dengan calon istrinya di Indra Makmur. Korban juga mengaku, saat dirampok sempat dipukuli popor dengan senjata api sehingga korban mengalami memar di bagian dada. Petugas keamanan yang mengetahui kejadian itu ke lokasi guna melakukan pengejaran dan penyisiran, namun hingga kini belum diketahui identitas pelaku. Kapolres Aceh Timur Aceh Timur AKBP Iwan Eka Putra belum bisa memastikan kejadian itu, apalagi motif di balik aksi perampokan itu karena petugas mendapatkan kejanggalan dalam peristiwa yang dilaporkan korban. “Petugas melihat ada kejanggalan seperti yang diambil uang dan emas, sementara kendaraan korban tidak diambil. Jangan-jangan ini hanya sebatas rekayasa dan di balik ini semua ada hal yang tersembunyi lagi,” kata Kapolres Iwan Eka Putra. (b24)

Negeri Akan Damai Dan Makmur Jika Ulama Dijadikan ‘Pasehat’ Umara PEUREULAK (Waspada): Sebuah negeri akan damai dan makmur jika para pemimpin negeri menjadikan ulama sebagai penasehatnya dalam menjalankan roda pemerintahan dan memimpin rakyatnya. Demikian antara lain disampaikan Tgk Muhammad saat bertindak sebagai khatib di Masjid Istiqamah Cot Keh, Kecamatan Peureulak Kota, Aceh Timur, Jumat (13/4). Menurutnya, umara adalah bukan pihak yang ikut campur dalam politik, tetapi ulama adalah mengetahui seluk beluk politik sebagaimana rasulullah SWA adalah sosok politisi yang berhasil. Tgk. Muhammad menambahkan, dalam setiap kebijakan seorang umara harus berdasarkan musyawarah untuk mencapai mufakat dalam menerapkannya untuk rakyat ataupun umatnya. “Pemimpin kita ke depan yang sudah terpilih agar menjadikan ulama sebagai penasehatnya dalam segala kebijakan, sehingga Aceh

ke depan semakin bermartabat di mata rakyat dan ulama,” katanya. Dalam kesempatan itu juga, khatib sempat berpesan umat Islam harus taat kepada pemimpin yang baik, karena Allah SWT telah menganjurkan untuk mentaatinya. “Jika pemimpin itu zalim maka harus dilawan, tapi jika pemimpin itu baik dan selalu mengedepankan kepentingan rakyat maka wajib ditaati,” sebut Tgk. Muhammad. Dia juga mengajak jamaah jumat untuk menjaga diri dan anak istri yang menjadi tanggungjbawabnya. “Kita semuanya adalah pemimpin, semakin besar jabatan yang kita pimpin semakin besar tanggungjawab kita di hadapan Allah nantinya,” katanya seraya menadaskan, diharapkan muslimin dan muslimat untuk mendekatkan diri kepada Allah, apalagi tanda-tanda kiamat sudah banyak terlihat sebagaimana gambaran yang pernah disabdakan Rasulullah SAW. (b24)

Waspada, Senin 16 April 2012  

waspada daily

Waspada, Senin 16 April 2012  

waspada daily

Advertisement