Issuu on Google+

WASPADA Demi Kebenaran Dan Keadilan

Hari ini terbit

32

halaman

http://epaper.waspadamedan.com

SENIN, Wage, 11 Januari 2010/25 Muharram 1431 H

‘’63 Tahun Demi Kebenaran Dan Keadilan’’

WASPADA Mengemban Misi Suci Pers Bersama Rakyat HARI INI, Senin tanggal 11 Januari 2010 harian WASPADA genap berusia 63 tahun. Satu usia yang cukup dewasa bagi ukuran hidup manusia. Namun tidak demikian dalam sejarah panjang media massa di dunia. Itu sebabnya sudah menjadi tekad kami untuk tetap menghadirkan media massa yang berkualitas sejalan dengan tuntutan pasar dan kemajuan zaman. Tidak hanya dalam format perwajahan dan kualitas cetak (warna) saja, tetapi juga dalam hal content harus disesuaikan dengan aspirasi masyarakat yang semakin kritis dan cerdas. Sudah menjadi komitmen kami untuk tetap menjalankan fungsi pers sebagaimana motto WASPADA ‘’Demi Kebenaran dan Keadilan’’ yang digariskan pendiri-nya: Almarhum H. Moh Said dan Almarhumah Hjj. Ani Idrus. Jadi, meskipun zaman sudah berubah, peradaban semakin maju, teknologi semakin canggih, namun WASPADA akan tetap komit dalam mengemban dan menjalankan misi sucinya sebagai media massa yang mengedepankan idealisme dan kejuangan dengan tetap memperhatikan hak-hak rakyat kecil yang kurang beruntung di republik tercinta kita ini. Lanjut ke hal 2 kol. 3

H Rahudman Harahap, MM

Pendiri : H. Mohd. Said (1905 - 1995) Hj. Ani Idrus (1918 - 1999) ISSN: 0215-3017

Terbit 32 Halaman

Harga Eceran: Rp 2.500,-

1431 H Tahun Persaudaraan MUI Se-Sumatera Keluarkan 6 Rekomendasi Untuk Pemerintah MEDAN (Waspada) : Menteri Agama (Menag) mengatakan, Tahun Baru 1431 H sebagai tahun persaudaraan dan kesantunan bagi umat Islam. Hal itu dikatakan Menteri Agama Suryadharma Ali di tengah ribuan umat Islam

pada acara tabligh akbar dan deklarasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) se Sumatera di

Lapangan Merdeka Medan, Minggu(10/1). Menurut Menag, persaudaraan merupakan perintah agama agar umat Islam senantiasa menjalin persatuan dan kesatuan serta tetap mem-

pererat ukhuwah Islamiyah. Sedangkan kesantunan, imbuh Menag, merupakan misi Rasulullah SAW yang diutus Allah SWT ke permukaan bumi ini untuk memperbaiki akhlak manusia. Karena itu,

lanjutnya, tidak akan terjadi perubahan ke arah kemajuan jika umat Islam tidak menjalin persaudaraan dan kesantunan,’’ kata Menag Suryadharma Ali. “Persaudaraan di antara

sesama umat Islam, etnis, bangsa dan umat manusia di Indonesia saat ini dirasakan sangat renggang. Kita dihinggapi euporia yang tidak ada

Lanjut ke hal 2 kol. 3

Harian Waspada Harus Mampu Bersaing Dengan Kemajuan Teknologi

MEDAN (Waspada): Harian Waspada yang usianya sudah cukup dewasa jangan lengah, namun harus berbenah diri mengantisipasi kemajuan teknologi informasi yang kian canggih. Dengan hadirnya dunia maya saat ini dalam berbagai bentuk teknologi komunikasi seperti internet, facebook, friendster, dan sebagainya dalam hitungan detik dapat diakses berbagai informasi mengenai perkembangan dan peristiwa-peristiwa terbaru di belahan bumi. Demikian dikatakan Penjabat Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap, MM, Minggu (10/1). Dia mengungkapkan, harian nasionalis yang didirikan almarhum H Mohammad Said dan Hj Ani Idrus, 63 tahun silam harus tetap eksis di tengah-tengah masyarakat. “Bagi saya, Harian Waspada adalah harian nasional terbitan lokal terbesar di Sumatera Utara. Berita-beritanya sangat komunikatif dan terpercaya, informasi yang disajikan akurat, demikian juga sosial kontrolnya tajam,

Lanjut ke hal 2 kol. 1

BACA DI HALAMAN DALAM Nyamuk Penyebar Penyakit Utama Di Sumut Nyamuk merupakan jenis serangga yang termasuk dalam kelompok vektor (pembawa/penyebar) penyakit pada manusia. Di Sumut, nyamuk menjadi vektor penyakit paling utama yang banyak menyebabkan gangguan kesehatan di kalangan masyarakat. 10

Rumah Hanyut Diterjang Banjir, 9 Tahun Menumpang Di Musholla Selama hampir 9 tahun setelah rumah dan isinya hanyut dibawa arus banjir, Mustafa, warga Jl. Kapten Maulana Lubis, Gang Asal, Lingkungan 15, Kel. Petisah Tengah, Kec. Medan Petisah itu menumpang hidup di musholla Al Anshar. Istri Mustafa sejak 2007 hingga kini terbaring lemah di musholla tersebut. 28

Menelaah Peran Mendidik Waspada

Waspada Miliki Cirikhas Media Religius-Nasionalis Oleh M Ridwan Lubis

Opini - 12

No: 23025 Tahun Ke-64

Harian Umum Nasional Terbit Sejak 11 Januari 1947

Oleh Syawal Gultom

Opini - 13 Adv

Waspada/Surya Efendi

Menteri Agama Suryadharma Ali menyerahkan Tafsir Al Quran terbaru kepada Gubsu H Syamsul Arifin, SE disaksikan Ketua MUI Sumut KH Abdullah Syah, MA (kiri). Sementara foto kanan, ribuan umat Islam memanjatkan doa pada acara Tabligh Akbar sekaligus Silaturahim Umat Islam Se-Sumatera di lapangan Merdeka Medan, Minggu (10/1).

Boediono Bantah Menangis Saat Penyelamatan Century JAKARTA (Waspada): Mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono yang kini Wakil Presiden membantah dirinya pernah menangis saat membicarakan keberadaan Bank Century pada rapat tanggal 13 November 2008. “Yang saya tahu, secara kasat mata, berdasarkan apa yang disampaikan Pak Boediono dan juga notulen rapat pada 13 November dua tahun lalu, tidak ada yang menangis. Jika ada itu secara metafora, karena memang situasinya benar-benar krisis. Jadi, tidak ada yang menangis secara harafiah, “ tandas juru bicara Wapres yang juga Staf Khusus Bidang Media Massa Wapres, Yopie Hidayat saat dihubungi di Jakarta, Minggu (10/1). Yopie meminta, anggota Panitia Khusus DPR tentang Kasus Bank Century, untuk membaca notulensi rapat secara benar, jujur dan utuh.

“Memang rapat itu dipenuhi suasana yang cukup berat karena ancaman krisis ekonomi yang jangan sampai terjadi lagi seperti tahun-tahun sebelumnya. Konteks itulah yang harus dipahami oleh Pansus. Bukan

karena adanya tekanan dari Departemen Keuangan untuk mengubah Peraturan Bank Indonesia (PBI),” tambah Yopie.

Lanjut ke hal 2 kol. 1

Boat Jaring Tualeng Asal T. Balai Dirompak,Nahkoda Disandera TANJUNGBALAI (Waspada) : Satu boat penangkap ikan jenis jaring tualeng milik nelayan Kota Tanjungbalai, dirompak orang tak dikenal bersenjata laras panjang dan pistol di kawasan Beting Bawal, perairan Pulau Berhala, Kab Serdangbedagai, Sabtu (9/1) dinihari. Selain mengambil radio, komputer, satelit dan hasil tangkapan ikan, kawanan perompak juga menyandera

nakhoda kapal, RI Siregar, 35, warga Kota Tanjungbalai, dan meminta tebusan sebesar Rp 50 juta. Tetapi, satu hari satu malam disekap di dalam rumah, korban berhasil menyelamatkan diri dan kembali berkumpul bersama keluarganya, Minggu (10/1). Korban menuturkan kepada Waspada, Sabtu dinihari itu kapal jaring tualeng yang

Lanjut ke hal 2 kol. 1

Satgas Mafia Hukum Temukan Fasilitas Mewah Di Rutan Artalita JAKARTA (Waspada): Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum menemukan penyimpangan di Rumah Tahanan Wanita Pondok Bambu, Jakarta Timur, saat inspeksi mendadak Minggu (10/1) malam. Temuan itu di antaranya pemberian fasilitas berlebih pada para tahanan. “Kami menerima laporan dari publik mengenai penyimpangan yang terdapat di Rutan Pondok Bambu, kami berkoordinasi dengan Pak Patrialis Akbar (Menteri Hukum dan HAM) dan dia memberi izin sidak,” kata Sekretaris Satgas Denny Indrayana. Beberapa narapidana yang melanggar di antaranya terpidana kasus suap terhadap jaksa Urip Tri Gunawan, Artalita Suryani (Ayin). Artalita mendapat ruangan terpisah dengan tahanan lain dengan fasilitas mewah. Ruangan besar, televisi, kulkas, dan meja kantor. “Saat kami

datang, dia sedang mendapat perawatan gigi,” katanya. Kemudian, setelah di ruangan Artalita, di lantai 3, Satgas lalu menuju blok lain. Di lantai 2 Satgas menemukan kasus yang sama. Bahkan di ruangan

Aling, tahanan kasus narkotika, memiliki fasilitas karaoke, televisi, dan ruang lebih besar. Hal yang sama juga terjadi pada tahanan lain, Darmawati, Ines dan Ery. Lanjut ke hal 2 kol. 1

Menkum HAM Keluarkan Nenek Dari Penjara Tak Ada Untungnya Tahan Anak-anak BATAM (Waspada): Di selasela kongres III PAN, Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM) Patrialis Akbar yang juga politisi PAN menyempatkan diri mengunjungi beberapa Lapas di Batam. Patrialis iba melihat seoranng nenek yang sakit masih ditahan di penjara dan memindahkan nenek tua ke panti sosial. “Di Lapas Barelang, Batam,

ada seorang nenek umur 75 tahun yang tidak bisa lagi jalan dan menangis terus menerus karena sakit yang dihukum 4 tahun penjara karena ikut menjamin utang anaknya yang melarikan diri,” beber Patrialis di sela-sela kongres III PAN di Hotel Planet Holiday, Batam, Sabtu (9/1).

Lanjut ke hal 2 kol. 6

Bocah Gagal Bunuh Diri Dari Jembatan Ampera

Delapan WNI Gagal Dijadikan Istri Kontrak Di Malaysia

PALEMBANG (Waspada): Seorang anak laki-laki berusia sekitar 10 tahun (foto) nekat mau bunuh diri dari atas tiang jembatan Ampera, Palembang, Minggu (10/1) pagi sekitar pukul 05:00. Usaha itu dicegah petugas pemadam kebakaran. Menurut Samsul, 19, warga perumahan Amin Mulya, Jakabaring, Palembang, salah seorang saksi mata kejadian tersebut, sekitar pukul 03:00, ada seorang anak laki-laki yang memanjat tiang jembatan Ampera. “Aku suruh turun, dia tidak mau turun, malah semakin naik ke tiang jembatan Ampera lewat pinggiran tangga jembatan. Aku langsung melapor ke Poltabes Palembang,” kata Samsul. Tidak lama kemudian datang mobil polisi, mobil pemadam kebakaran dari pemerintah Palembang. Terjadi kemacetan di atas jembatan Ampera. Sebab mobil itu berada di atas badan jembatan tersebut. Orang-orang pun ramai naik ke atas jembatan Ampera. Sebagian berteriak anak itu jangan melompat. Anak itu duduk di pinggir penyanggah kedua jembatan Ampera. Seorang petugas pemadam kemudian naik menggunakan tangga pemadaman. Setelah beberapa menit melakukan rayuan, sekitar pukul 05:15, akhirnya anak itu mau dibawa turun. Si bocah mengenakan kaos berwarna putih dan bercelana panjang warna cokelat. Saat ditanyai identitas oleh petugas rumah sakit, dia hanya diam saja.

PONTIANAK (Waspada): Polisi berhasil menggagalkan pengiriman delapan wanita ke Malaysia sebagai istri kontrak dan pembantu rumah tangga ilegal. Dua tersangka dibekuk dalam penangkapan itu. Dua tersangka perdagangan manusia, Cin Lip Koi ,60, dan Fansiska mengelabui orang tua para korban. “Kedua tersangka berpurapura hendak mempekerjakan mereka (korban) di tokonya saat minta izin pada orangtua korban. Setelah berada di rumahnya, anak-anak tersebut

Waspada/Anum Saskia

SEMAKIN MEMBAIK: Kondisi Ferida Nduru semakin membaik, anggota DPD RI Parlindungan Purba, Ketua Komisi E Brilian Moktar saat menjenguk korban di RS Elisabeth Medan, Minggu (10/1).

Bocah Dianiaya Ibu Kandung Membaik DPD RI Fasilitasi Bawa Adiknya Ke Medan MEDAN (Waspada): Kesehatan Ferinda Nduru, 7, yang sedang dirawat di RS Elisabeth Medan semakin membaik pasca menjalani operasi tulang dan bedah plastik, Jumat (8/1). Pantauan Waspada di RS Elisabeth, Minggu (10/1), saat ini bocah itu sudah mulai mengenal orang yang datang dan menangis histeris jika ditinggalkan ayahnya. Ferinda satu dari dua

orang yang selamat dari pembantaian ibu kandungnya. Dia mengalami masalah di syaraf dan tulang lengannya. Tiga saudaranya tewas di tangan ibunya. Sedangkan adiknya, Foloo Nduru, yang juga selamat mengalami luka-luka. Sebelumnya kedua bocah itu sempat kritis. Lanjut ke hal 2 kol. 3

Lanjut ke hal 2 kol. 6

Seramp ang erampang - Kami ingin hidup 1.000 tahun lagi - He...he...he...


WASPADA Demi Kebenaran Dan Keadilan

Banda Aceh: Cuaca : Berawan dan hujan lokal/guntur Angin : Tenggara - Barat Laut Kec. antara 10 s/d 25 Km/jam

Provinsi NAD: Lereng Timur Pegunungan, Dataran Tinggi, Pesisir Timur, Pantai Barat: Berawan dan hujan ringan

Temperatur Maks/Min: 310C - 230C BMKG Polonia

EDISI ACEH

SENIN, Wage, 11 Januari 2010 /25 Muharram 1430 H � No: 23025A Tahun Ke-63

‘’63 Tahun Demi Kebenaran Dan Keadilan’’

WASPADA Mengemban Misi Suci Pers Bersama Rakyat Hari ini, Senin tanggal 11 Januari 2010 harian WASPADA genap berusia 63 tahun. Satu usia yang cukup dewasa bagi ukuran hidup manusia. Namun tidak demikian dalam sejarah panjang media massa di dunia. Itu sebabnya sudah menjadi tekad kami untuk tetap menghadirkan media massa yang berkualitas sejalan dengan tuntutan pasar dan kemajuan zaman. Tidak hanya dalam format perwajahan dan kualitas cetak (warna) saja, tetapi juga dalam hal content harus disesuaikan dengan aspirasi masyarakat yang semakin kritis dan cerdas. Sudah menjadi komitmen kami untuk tetap menjalankan fungsi pers sebagaimana mottoWASPADA ‘’Demi Kebenaran dan Keadilan’’ yang digariskan pendirinya: Almarhum H. Moh Said dan Almarhumah Hjj. Ani Idrus. Jadi, meskipun zaman sudah berubah, peradaban semakin maju, teknologi semakin canggih, namunWASPADA akan tetap komit dalam mengemban dan menjalankan misi sucinya sebagai media massa yang menge-depankan idealisme dan kejuangan dengan tetap memperhatikan hak-hak rakyat kecil yang kurang beruntung di republik tercinta kita ini. Kalau di awal berdirinya WASPADA harus berhadapan dengan trik-trik penjajah, kini tantangan kita adalah masalah kemiskinan yang semakin meluas. Itu dapat dilihat dari Lanjut ke hal 2 kol. 3

Baca Halaman Dalam Aceh Tanam 24 Ribu pohon Pemerintah Aceh yang disokong maskapai penerbangan nasional serta Yayasan Leuser Internasional melakukan program reforestasi. Untuk itu, sedikitnya 24 ribu bibit pohon akan ditanam di sekitar daerah aliran sungai Krueng Arakundo, Kecamatan Pantai Bidari, Aceh Utara.

Ultah Waspada Oleh H. Ameer Hamzah Harian Waspada punya jasa untuk mencerdaskan bangsa! Khusus Rakyat Aceh berutang budi kepada Waspada……. Waspada telah merekam semua peristiwa yang terjadi di Aceh. Sejak pertama terbit sampai hari ini. SEBELUM ada harian lokal yang terbit di Banda Aceh, puluhan tahun harian umum Waspada menjadi koran terbesar yang dibaca masyarakat. Setiap rumah dan kantor pemerintah, setiap warung kopi waspada hadir dengan logo merah yang tak pernah berubah. Waspada menyajikan berita-berita aktual. Berita yang paling menarik waktu itu tentu masalah politik, kedua tentang olahraga, ketiga hiburan Lanjut ke hal 2 kol. 1

Pendiri : H. Mohd. Said (1905 - 1995) Hj. Ani Idrus (1918 - 1999) ISSN: 0215-3017

Terbit 32 Halaman � Harga Eceran: Rp 2.500,- (belum termasuk ongkos kirim)

PIM Harus Beroperasi 100 Persen Cadangan Gas Aman Hingga Dua Tahun Ke Depan LHOKSEUMAWE (Waspada): Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Indonesia Mustafa Abubakar, Minggu (10/1) pagi, mengatakan, PT. Pupuk Iskandar Muda harus beroperasi 100 persen. Tentunya stok gas yang tersedia di tingkat lokal tak mencukupi. Untuk itu harus dibantu dengan gas sumber tangguh dan sumber total dari Kalimantan Timur, yang sudah terikat kontrak. Dipastikan cadangan gas aman hingga dua tahun ke depan. “Baru saja saya memberi arahan pada tiga BUMN di Lhokseumawe yaitu PT. PIM, PTPN1 dan KKA, dalam terminologi umum, kepada mereka saya berpesan untuk bekerja lebih keras dan lebih cerdas dalam

Warga Geumpang Diganggu Gajah SIGLI (Waspada) : Karena sering diganggu kawanan gajah liar, yang telah memasuki pemukiman penduduk di Kecamatan Geumpang, Kabupaten Pidie, warga setempat melalui camatnya meminta perhatian dari anggota DPR Aceh. Sejak kawanan gajah liar masuk ke perkampungan penduduk, warga setempat mulai apatis melakukan aktivitas di ladang dan kebun mereka. Pasalnya, banyak tanaman termasuk padi digasak hewan berbelalai tersebut. Camat Geumpang, Saiful Zuhri, kepada Waspada, Minggu (10/1) mengatakan, melihat kondisi dan nasib masyarakat Geumpang yang akhir-akhir ini kian tak menentu dan memprihatinkan itu, hendaknya semua pihak yang memiliki kewenangan dapat menaruh dan memberi perhatian penuh kepada warga pedalaman dan pegunungan di Pidie itu. Selama ini, warga di sana bagaikan tidak tahu lagi mau mengadu nasib-nya kepada siapa. Karena aksi gangguan gajah yang akhirakhir ini semakin menjadi-jadi. “Jika tidak cepat ditanggulangi, Lanjut ke hal 2 kol. 7

Harian Umum Nasional Terbit Sejak 11 Januari 1947

meningkatkan efesiensi menggalang sinergitas. Karena komponen ini sangat penting dalam sinergitas menjadi lima besar saya, dalam kabinet Indonesia Lanjut ke hal 2 kol. 1

Untuk Produksi Kembali Kertas Aceh

Pusat Jembatani Pertemuan Semen Gresik-PPA

Waspada/Zainal Abidin

Meneg BUMN, Mustafa Abubakar sedang menanyakan tentang kondisi pabrik kepada salah seorang karya PT.KKA di lokasi pabrik kertas itu, Minggu (10/1).

Lima Etnis Rohingya TO IDI (Waspada): Lima etnis Rohingya asal Myanmar yang kabur saat hendak dideportasi ke Medan, Sumatera Utara, Kamis (17/12) lalu, kini menjadi Target Operasi (TO) Polda Aceh. “Itu warga asing yang tidak memiliki dokumen sah di negara kita, karena itu kita tetap mencari mereka dan kita serahkan ke pihak imigrasi,” demikian dikatakan Dirpol Air Polda Aceh, Kombes Pol H. M. Zaini, melalui Dantim PAM Selat Malaka, Ipda Al-Mahdi, SH. Kepada Waspada Minggu

(10/1) Mahdi, meski Pemkab setempat tidak melaporkannya perihal kaburnya lima migran asing itu dari kamp penampungan di belakang Gedung Kantor Camat Idi Rayeuk, Aceh Timur, saat dideportasi, namun pihaknya sesuai denganTupoksi Polri tetap melakukan pencarian. “Apalagi menurut kabar kelima etnis Rohingya itu masih bersembunyi di rumah-rumah warga dalam Kota Idi dan sekitarnya. Karena itu kita minta masyarakat menyerahkan keli-

ma migran itu ke polisi, sebab warga Indonesia tidak berhak melindungi warga asing,” jelas Mahdi, seraya mengatakan, terlepas dari segala persoalan yang dihadapi di negara asalnya. Menurut dia, jika dalam operasi yang dilancarkan jajaran Polda Aceh didapati etnis Rohingya itu sengaja disembunyikan di rumah warga, maka polisi akan menindak tegas pelindung Warga Negara Asing (WNA) itu. “Negara kita punya Lanjut ke hal 2 kol. 7

LHOKSEUMAWE (Waspada): Untuk memproduksi kembali kertas di PT. KKA Lhokseumawe, pemerintah pusat segera menjembatani pertemuan antara PT. Semen Gresik (pendukung pemasaran) dan PPA sebagai pendukung finansial. Kali ini Pemerintah Aceh (PA) juga akan dilibatkan

dalam suplay raw material (pasokan bahan baku ). Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan segera menjembatani pertemuan antara PT. Semen Gresik dengan Panitia Penilaian Aset (PPA) Lanjut ke hal 2 kol. 7

Jelang Musdalub DPD Partai Demokrat Aceh

4 Calon Kandidat Saling Klaim Dukungan BANDA ACEH (Waspada): Menjelang pelaksanaan Musyawarah daerah luar biasa (Musdalub) Partai Demokrat Aceh 14 Januari 2010 di Meuligo Aceh, Banda Aceh, empat kandidat calon ketua DPD Partai Demokrat Aceh, Ibnu Rusdi anggota DPRA dari Partai Demokrat, Mawardy Nurdin, Walikota Banda Aceh, Miryadi Amir, wakil ketua Bidang Pariwisata, Seni dan Budaya, dan Teuku Nausa

MM, ketua DPD Indonesia Bisa saling klaim mendapat dukungan dari para pengurus DPC kabupaten/kota di Aceh. Keempatnya menyatakan telah mendapat dukungan. Mawardy bahkan mengklaim, untuk maju sebagai kandidat ketua dirinya mendapat dukungan penuh dari 25 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) seluruh Aceh. Begitu juga dengan Teuku Nausa yang mengaku telah

mendapat 13 dukungan DPC, Ibnu Rusdi hanya mengaku mendapat dukungan mayoritas DPC. Berbeda dengan Miryadi Amir, mantan anggota DPR Provinsi Aceh itu mengaku akan memenangkan pertarungan merebut kursi ketua DPD Partai Demokrat Aceh periode 2010 -2015 mendatang. Lanjut ke hal 2 kol. 3

Kapal Nelayan Dirompak OTK Di Pulau Berhala

Jadi Kurir SS, Mantan Santri Dibekuk

TANJUNGBALAI (Waspada): Kapal penangkap ikan jenis jaring tualeng milik nelayan Kota Tanjungbalai, dirompak orang tak dikenal )(OTK) bersenjata laras panjang dan pistol di kawasan Beting Bawal, perairan Pulau Berhala, Kab. Serdangbedagai, Sabtu (9/1) dinihari. Selain mengambil radio, komputer, satelit dan hasil tangkapan ikan, kawanan perompak juga menyandera nakhoda kapal, RI Siregar, 35, warga Kota Tanjungbalai, dan meminta tebusan sebesar Rp 50 juta. Akan tetapi, satu hari satu malam disekap di dalam rumah, korban berhasil menyelamatkan diri dan kembali berkumpul bersama keluarganya, Minggu (10/1). Berbicara kepada Waspada korban menuturkan, Sabtu dinihari itu kapal jaring tualeng yang dinakhodainya sedang melego

BIREUEN (Waspada): Seorang warga Aceh Timur yang mengaku pernah menjadi santri di beberapa pondok pesantren di Aceh, baru-baru ini ditangkap anggota Polres Bireuen, di SPBU Simpang Leubu karena diduga membawa dua sak sabu-sabu. Tersangka itu adalah Syarbaini Sulaiman, 45, seorang warga Meunasah Blang, Kecamatan Darul Aman Idi Cut, Aceh Timur. Kapolres Bireuen, AKBP T Saladin SH melalui Kasat Narkoba Iptu Raja Gunawan, dalam jumpa pers di Mapolres setempat, Minggu (10/1) mengungkapkan, akhir Desember lalu pihaknya mendapat informasi akan ada transaksi barang haram itu di Bireuen dalam waktu dekat ini. Kemudian pihaknya terus mengamati dan menyelidikinya tepatnya awal-awal Januari lalu, seorang penumpang angkutan umum L-300 turun di SPBU Leubu, Kecamatan Gandapura Bireuen, pria tersebut langsung ke toilet tingkah

jangkar di lokasi kejadian. Setahu bagaimana, tiba-tiba kapal ikan jaring tualeng lainnya juga milik nelayan Tanjungbalai, merapat ke kapal mereka. “Ternyata di dalam kapal jaring tualeng itu sudah ada 3 perompak dengan ciri-ciri kulit hitam dan berbahasa Aceh. Begitu kapal merapat, mereka langsung naik sambil membawa senjata api laras panjang dan pistol,” kata Siregar. Tanpa basa-basi, lanjut Siregar, kawanan perompak itu mencarinya selaku nakhoda kapal. Lalu, menurut Siregar, perompak itu menyuruh agar kapal menepi ke arah hutan bakau dan mengambil satelit, radio, komputer dan hasil tangkapan ikan. “ Rupanya kapal jaring tualeng yang merapat ke kapal Lanjut ke hal 2 kol. 3

Waspada/Bustami

Tersangka SS dipeluk Kasat Narkoba Ipda Raja Gunawan yang didampingi para anggota Polres Bireuen lainnya di Aula Mapolres setempat, Minggu (10/1).

Anggodo, Pintu Masuk Bongkar Mafia Peradilan JAKARTA (Waspada): Pemeriksaan terhadap AnggodoWidjojo bisa dijadikan pintu masuk untuk membongkar jaringan mafia peradilan di negeri ini. Semua pejabat penegak hukum yang terlibat dalam rekaman yang membuka tabir persekongkolan untuk merekayasa kasus terhadap pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga harus diperiksa. Pendapat itu disampaikan Sekretaris Jenderal Transparansi International (TI) Indonesia Teten Masduki dan peneliti hukum Indonesia Corruption Watch (ICW) Febri Diansyah secara terpisah, Minggu (10/1). Sebagaimana diberitakan, KPK sudah meminta keterangan Anggodo pada Jumat (8/1) lalu, dan berencana untuk memanggil Anggodo kembali, Senin (11/1) hari ini. Anggodo adalah adik dari Anggoro Widjojo, salah satu tersangka dugaan korupsi Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT), yang kini buron. Anggodo diminta keterangan terkait upaya penyuapan terhadap pimpinan KPK dan dugaan mencegah dan menghalang-halangi penyidikan korupsi terhadap

kasus SKRT. ”Kalau hanya menyelesaikan masalah Anggodo saya kira KPK bisa, tetapi, ada masalah lain yang lebih besar yang harus diungkap KPK, yaitu membongkar jaringan mafia peradilan. Untuk itu saya mengusulkan Anggodo kalau perlu dijadikan whistle blower untuk membuka mafia peradilan,” kata Teten. Febri mengatakan, ada dua poin penting yang perlu ditindaklanjuti dari rekaman yang diputar di Mahkamah Konstitusi (MK) beberapa waktu lalu. Pertama, adanya penyebutan honor pengacara dengan sistem ”paketan.” ”Istilah ini (paketan) sering digunakan untuk membayar paket perkara meliputi bayaran terhadap pengacara, hakim, sekaligus jaksanya,” kata dia. Poin kedua, menurut Febri, disebutnya mobil mercy, yang juga disinggung dalam rekomendasi Tim Delapan. ”Tentu saja penegak hukum lain yang disebut-sebut, yaitu pejabat tinggi di kejaksaan dan kepolisian, termasuk penyidik yang terlibat harus diusut,” kata dia. (kps)

Lanjut ke hal 2 kol. 1

erampang Seramp ang - Uroe nyoe kamoe ulang taon - He... he... he...


Berita Utama

2 Babi Hutan Mengamuk Pemburu Masuk RS

Tenggelamkan Trawl Asing

ACEH UTARA (Waspada): Salah seorang anggota kesatuan pemburu babi hutan Leumbeng Lipeh, Kec. Seunuddon, Aceh Utara, M. Ali, 25, terpaksa dilarikan dan dirawat di RSUD Cut Meutia Lhokseumawe akibat diserang babi hutan, Minggu (10/1). Peristiwa itu terjadi di Gampong Paya Lueng Jalo, Kec. Pirak Timu, Aceh Utara ketika kesatuan pemburu babi tersebut mengepung kawanan babi di kebun sawit warga. Menurut keterangan warga, salah satu induk babi mengamuk ketika mengetahui anaknya mati saat ditombak pemburu. Beberapa orang berhasil menyelamatkan diri dengan memanjat pohon, namun naas bagi M. Ali, korban tak sempat menyelamatkan diri sehingga bagian belakang tubuhnya diseruduk sehingga mengalami luka dan terpaksa dilarikan ke rumah sakit. Keterangan yang diperoleh, korban hingga kini masih menjalani perawatan di rumah sakit umum daerah (RSUD) Cut Meutia, Lhokseumawe.(b10)

IDI (Waspada): Terkait aksi trawl asing, baik dari Thailand maupun trawl Belawan, Sumatera Utara, di perairan Aceh, jajaran Polda Aceh perintahkan bawahannya menembak dan menenggelamkannya.

Jadi Kurir SS, Mantan ... dan gerak-geriknya mencurigakan. “Begitu keluar dari toilet SPBU, petugas mengeledah pria itu dan ternyata didapatkan dua sak sabu-sabu, beratnya belum kita timbang, namun lebih dari 5 gram senilai Rp10 juta,” kata Iptu Raja Gunawan. Lalu tersangka bersama seorang bukti digiring ke Mapolres untuk diminta pertanggungjawabannya. “Tersangka terancam hukuman seumur hidup, bahkan bisa hukuman mati berdasarakan pasal 112 ayat 2 undang-undang narkoba no 35 tahun 2009 karena tertangkap memiliki sabu-sabu dua sak, beratnya lebih dari 5 gram atau senilai Rp10 juta,” kata Kasat Narkoba Bireuen itu. Tersangka kepada wartawan mengaku SS yang dibawanya titipan seseorang yang disuruh antar ke orang lainnya di Peusangan, Bireuen. “Saya mendapat ongkos Rp500.000, baru diberi uang jalan Rp150.000. Rencana keluar dari toilet hendak buang, tapi tertangkap anggota,” katanya polos. Saat dibacakan ancaman hukuman oleh Kasat Narkoba, tersangka yang mengaku dua tahun lalu pernah merantau ke Malaysia, terlihat tertunduk lesu dan mengaku pasrah kalau bersalah. “Kasus ini ditetapkan dua orang lainnya sebagai DPO yaitu orang yang menyuruh antar benda itu dan orang yang akan menerima benda haram tersebut. “Mungkin saja lebih dari dua orang, karena sangat tergantung pengakuan tersangka dan berhasil menangkap dua DPO,” tambah Kasat Narkoba Raja Gunawan. (b03)

PIM Harus Beroperasi ... Bersatu ke dua,” jelas Mustafa Abubakar kemarin. Menurut Mustafa, peluang meningkatkan kapasitas efisiensi termasuk kualitas pelayanan kepada masyarakat begitu besar di industri strategis di Lhokseumawe. Karena itu, Menteri BUMN berpesan, supaya mereka memanfaatkan celah-celah yang masih ada, baik sinergitas internal, aliansi strategis dengan dunia usaha maupun dengan pemerintah daerah, benar-benar mendapat prioritas. Dia juga berharap, dalam rangka habisnya masa kerja produksi LPG PT. Arun NGL pada tahun 2014, dari sekarang PT. PIM harus mempersiapkan bisnis plant yang komprehensif untuk ketersediaan gas dalam jangka panjang. “Ada satu strategis yang bagus yaitu kalau PT. Arun tidak ada lagi penerusannya maka PIM 1 dan PIM 2 harus beroperasi penuh 100 persen. KKA harus mendapat suplai gas yang cukup, AAF yang sudah dilikuidasi dan pindah ke swasta juga harus tertunjang penyediaan gas, dan terakhir untuk PLN. Gas yang tidak cukup akan diambil dari Blok A yang akan mulai melakukan eksploitasi dan produksi oleh Medco,” sebutnya. Terkait masalah AAF yang telah beralih ke pihak swasta, kata Mustafa, selarang ini hanya terkendala pada status tanah. Hidupnya tiga BUMN di Lhokseumawe merupakan dambaan masyarakat Aceh, karena ketiga perusahaan itu mampu menampung jumlah pekerja yang sangat banyak. Ini berguna untuk menekan angka pengangguran yang jumlahnya amat tinggi di Indonesia. “Kita berharap, dalam waktu dekat ke tiga BUMN sudah dapat bekerja optimal syukur-syukur maksimal. Minimal pada tahun 2010, harus sudah nampak tahapan yang terukur dan pada 2011 semuanya sudah berjalan seperti yang kita harapkan,” harap menteri BUMN itu.(cmun)

Ultah Waspada ... dan seterusnya. Sejak 11 Januari 1947 harian ini telah memberi semangat kepada para pejuang yang baru menikmati hasil perjuangannya, yakni merdeka dari penjajahan konial. Tahun-tahun berikuitnya Waspada mencatat perjalanan bangsa ini. Perjalanan panjang yang bergelombang, kadang-kadang mulus, kadang-kadang terantuk batu sandungan. Di era 80-an, ketika Persiraja menjuarai kompetisi PSII tahun 1980, harian Waspada menjadi rebutan pembaca. Sampai saat ini orang masih terbayang, bagaimana Nasir Gurumud menggetarkan gawang Persipura Irian Jaya. Zaim Merdeka kipper yang cemerlang! Semua diolah Waspada seperti aslinya. Begitu juga ketika Aceh keluar sebagai juara umum MTQN ke-12 di Banda Aceh tahun 1981. Waspada menjadi dokumen yang bernilai sejarah. Kartun si Gumarapus oleh Agam Zafina juga sangat digemari masyarakat Aceh waktu itu. Para penyair muda menyalurkan bakatnya di ruang Abradakarba yang diasuh oleh AS Athmady. Berita-berita kriminal juga menjadi bacaan Jawaban Problem Catur, yang disukai masyarakat. TTS Dan Sudoku Hari Jumat tampil rubrik Dari Halaman Sport. agama. Kolom Mimbar Jumat yang baik sekali, juga ada opini agama yang berJawaban Problem Catur: kualitas. Itulah gambaran Waspada tahun 80-an sam1. Mg6+ Putih mengpai 2000-an. harap remis karena anJauh ke masa silam, Waspada memang korancaman Bc-h8+. Jika 1......, nya orang Aceh. Prof. A. HaBxM berarti remis. Jika sjmy, Prof. Ismuha, Syama1......., R-g8. un Gaharu, Ahmad Daudy, 2. Me6+ Putih malah Talsya, Araby Ahmad, AG. menang. Mutiara dan sejumlah pengarang lainnya selalu mengisi rubrik-rubrik yang Jawaban TTS: ada di Waspada. Pendiri H. TTS Topik HUT Waspada Muhammad Said dan Hj. Ani Idrus sangat peduli dengan berita-berita dari Aceh. Kini Waspada tetap istiqamah memberi perhatian penuh kepada Aceh. Memang Waspada tak dapat dipisahkan dengan Aceh, ibarat dua pencinta yang saling merindui. Dirgahayu! Selamat Ulang tahun Waspada yang ke 63. Semoga panjang umur dan tetap setia mengunjungi pembaca. Demi Kebenaran dan Keadilan, demi Jawaban Sudoku: mencerdaskan bangsa. De1 7 5 2 9 4 3 8 6 mi dakwah dan pembangunan, Waspada melangkah 9 6 3 1 5 8 2 7 4 pasti! Mencatat hari-hari 2 8 4 7 3 6 9 1 5 dalam kehidupan anak manusia, bukan hanya di Aceh 5 3 9 6 7 2 1 4 8 dan Sumatra Utara, tetapi 7 2 1 4 8 3 5 6 9 juga di dunia. Suka dan du8 4 6 9 1 5 7 2 3 ka silih berganti, perang dingin, perang panas, perda3 1 8 5 6 7 4 9 2 maian, pembantaian, eko4 5 7 8 2 9 6 3 1 nomi dan olahraga. Semua ada di Waspada. 6 9 2 3 4 1 8 5 7 1

W

A

S

A

Y

P

A

D

A

A

T

I

S

2

E

N

A

M

A

F

R

I

R T

9

A

5

A

N

I

I

D

R

U

Z W

I

H

A

L

A

S

A

R

O

R

T

S

S

M

18

O

A

N

R

I

Z

A

6

L

U

H

P

R

A

Y

T

I

G

B

U

D

A

H

U

D W

A

S I

N

M M

A

D

R

15

N

T

E

S

A

A

E

A

D

R

U

N

M

R

H

A

N

A

I

Z

E

N

E

A

L

A

D

T

H

I

A

H

I

N

E

A

S

T

K

29

T

A

W

A

R

K

O

R

R

T

R A

U

A

A W

A

N

L

A

N

I

T

35

S

37

S

I

H

A

K

J

A

M

U

K

E

39

D

D

A

E

A

36

20

H

25

27

U

I

33

I

N W

K

R

M

R

I

G

24

D

S

I

E

I

D

M

A

26

T

I

16

N

T

N

A

A

D

8

N

21

32

T

E

M

T

U

O

A

E

R

Y

U

A

A

S

31

H

7

L

R

28

A

38

U

D

23

I

I

34

F

E

U

12

E

19

A

M

M O

T

N

30

11

R

K

S

10

P

14

S

22

P

N

E

N

17

Y

R F

13

3

E

A

4

I

A W

A

B

40

S

“Kita telah diperintahkan, jika ada trawl asing yang melewati batas wilayah di jalur Selat Malaka untuk ditenggelamkan, karena itu ke depan kita tidak akan segan-segan mengambil sikap tegas,” ungkap Dirpol Air Polda Aceh, Kombes Pol H. M. Zaini. Melalui Dantim PAM Selat Malaka, Ipda Al-Mahdi kepada

Waspada, Minggu (10/1) di Idi mengatakan, aksi trawl asing di laut Aceh belakangan mulai kendur. Meski demikian, polisi terus melancarkan operasi rutin dengan maksud mempersempit ruang gerak aksi nelayan luar Aceh itu. Menurut Mahdi, setelah dilakukan penangkapan belum lama terhadap tiga trawl Belawan bersama puluhan Anak Buah Kapal (ABK) di perairan Aceh Timur, aksi trawl asing disana kini mulai tidak kelihatan. Bahkan, menurut pengakuan nelayan kapal-kapal asing itu sudah tidak beroperasi lagi di perairan Aceh. “Polda Aceh yang di-back-

up jajaran Polres setempat akan terus mengamankan wilayah perairan Indonesia dari segala gangguan ataupun aksi yang menganggu nelayan Aceh,” sebut Mahdi lagi seraya mengatakan, tujuan ditempatkannya 20 personel polisi di Dermaga Kuala Idi salah satu tujuannya adalah untuk mengamankan perairan Aceh yang notabenya belakangan banyak aksi yang meresahkan nelayan. Ketika disinggung bagaimana dengan transaksi narkoba jenis shabu dan ganja di perairan Aceh? Dengan tegas Mahdi mengatakan, hal tersebut juga menjadi target operasi

jajaran Polda Aceh. “Semua lini kita masuk, sehingga perairan Aceh nantinya benar-benar aman dan terkendali dari segala macam ancaman, baik yang meresahkan nelayan atau melanggar Undang-Undang,” tambah Mahdi lagi. Dia mengharapkan, jika nelayan ataupun masyarakat yang mengetahui aksi trawl asing di perairan Aceh atau melihat adanya gangguan keamanan, segera melaporkannya ke polisi terdekat, “sehingga Aceh benar-benar aman dan MoU Helsinki antara RI-GAM tetap terpelihara,” tandas Ipda Al Mahdi. (cmad)

Tiga Pelajar Dihajar Hingga Kritis IDI ( Waspada): Akibat dihajar tetangga hingga kritis, tiga pelajar yakni, Fauzal, 8, pelajar kelas I SD, Juliana, 14, pelajar kelas II SMK dan Muliana, 13, pelajar kelas I MTs, harus menjalani perawatan dari pihak medis di RS Graha Bunda, Idi Rayeuk. Ketiga pelajar itu tercatat warga Dusun Ujong Barat, Desa Gampong Beusa, Kecamatan Peureulak Barat, Aceh Timur. Korban dihajar tetangganya bernama Fatimah, 50, dan keponakannya Ida, 30. Korban bernama Muliana kini berbaring lemas di ruang

rawat di Rumah Sakit Graha Bunda. Rusli, paman Muliana memberikan keterangan, kejadian berawal, ketika itu Nek Fatimah menuduh Fauzal, 8, memotong tali sepatu anaknya pada Selasa (2/1) sekira pukul 17:00 Wib sore. Ketika itu Fauzal sedang melewati rumah Nek Fatimah yang hanya berjarak 30 meter dari rumah korban, tanpa basa-basi Nek Fatimah langsung bertanya kenapa memotong tali sepatu anak saya? Spontan dihajarnya Fauzal. Lalu Fauzal menjawab,

“saya tidak memotongnya nek,”. Setelah mendengar jawaban tersebut Nek Fatimah langsung memukul Fauzal dengan sepatu dibagian wajahnya. Lalu Fauzal pulang ke rumah sambil menangis, dan melaporkan pemukulan itu kepada kedua kakaknya Juliana, dan Muliana. Merasa ingin membela adiknya yang dihajar Nek Fatimah keduanya mendatangi rumah lokasi tadi untuk menanyakan permasalahan tersebut. Tetapi bukan jawaban juga yang mereka dapatkan, malah keduanya juga dihajar

Lima Etnis Rohingya ...

namun lima lainnya kabur sesaat sebelum dide-portasi, yakni M. Rofik, 20, Amir Hayat, 25, Johar, 20, dan Kobir Rahmad, 24, serta Abdul Aziz, 23. Selama hampir setahun, etnis Rohingya itu ditampung di belakang Gedung Kantor Camat Idi Rayeuk jumlah keseluruhannya mencapai 195 orang yang terdampar di Kuala Idi pada 2 Februari 2009 lalu setelah dibuang ke laut oleh keamanan Thailand. Tetapi jumlah etnis Ro-

hingya itu berangsur berkurang, karena selama dalam penampungan warga asing tersebut melarikan diri tanpa alasan yang jelas. “Jadi yang tersisa hanya 13 orang, namun yang kita sayangkan dari 13 itu hanya 8 orang yang dideportasi ke Medan menunggu proses pemulangan, sementara 5 lagi masih kabur dan hingga kini belum diketahu rimbanya,” kata Aiyub, A.Mk, mantan Koordinator Kamp Penampungan Etnis Rohingya Idi. (cmad)

oleh Nek Fatimah bersama keponakannya yang bernama Ida. “Kedua mereka di hajar nek Fatimah dengan cara sadis, rambut kedua gadis tanggung itu diikat kemudian dihajar dengan cara menginjakijak,” jelas Rusli seraya menambahkan, kejadian tersebut dilerai tetangga yang melintas dan salah satu dari korban yakni Muliana jatuh pingsan dan kemudian dilarikan ke Pukesmas Peureulak. Rusli melanjutkan, setelah dua hari dirawat dipukesmas Peurelak Barat, korban terpaksa dirujuk ke Rumah Sakit Graha Bunda karena leher ba-gian belakang korban menga-lami memar dan tidak bisa digerakkan. Pihak keluarga sangat khawatir saraf bagian leher belakang korban terganggu. Kapolres Aceh Timur AKBP Drs Ridwan Usman, ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut, dan kedua pelaku kini telah diamankan di Mapolsek setempat guna penyelidikan lebih lanjut, “ya benar, dan kasus itu telah kita tangani,” katanya. (cmad)

mai-ramai melakukan perlawanan atas sikap arogansi aparat penegak hukum dengan cara mengumpulkan koin buat membayar denda yang diputuskan Pengadilan Tangerang. Dalam menegakkan supremasi hukum peran serta masyarakat sangat diharapkan sekali. Dan lembaga pers sebagai institusi publik perlu menjalankan peranan dan fungsinya serta menjaga jati diri untuk berkomitmen sebagai pers pejuang dan menjunjung tinggi idealisme. Sebaliknya kami pun menyadari punya tanggung jawab sosial yang tidak boleh diabaikan begitu saja mengatasnamakan kebebasan pers. Pemahaman atas tanggung jawab sosial ini adalah pers tidak saja memiliki kebebasan dalam mencari dan membuat berita namun harus pula bertanggung jawab terhadap masyarakat (publik) mengenai apa yang diberitakannya. Justru itu, tidak tertutup kemungkinan kami juga mempunyai ‘’kesalahan’’ di mata masyarakat dan pembaca. Hal Simpangempat, Kab Asahan. “ Dari Simpangkawat ke rumah, aku naik becak,” ujar korban yang mengaku masih trauma sehingga enggan kembali bekerja di laut. Pemilik kapal ikan jaring tualeng, Acuan, mengatakan kepada Waspada, kejadian itu telah dilaporkan ke pihak TNI AL. “ Kapal kami juga sudah tiba di Tanjungbalai, kondisinya tidak ada yang rusak, kecuali peralatan komputer, radio dan satelit serta tangkapan ikan yang hilang,” ujar Acuan. Sementara, sumber di TNIAL, kejadian itu telah ditindaklanjuti dengan menyelidiki serta mengejar para perompak, di laut dan darat. (a37)

itu kami sadari betul. Sebagaimana halnya manusia biasa, insan pers pun perlu introspeksi diri. Antara lain, kami wajib berusaha dan bersungguh-sungguh meminimalisir kesalahan. Sekaitan dengan itu pula kami mengharapkan teguran dari masyarakat dan pembaca, berupa kritik dan saran-saran demi kemajuan pers khususnya WASPADA ke depannya. Berbagai kegiatan kami menjelang HUT ke-63 WASPADA 2010 ini hampir semuanya bermuatan pendidikan dan sosial guna menjaring masukan dan meningkatkan hubungan yang semakin harmonis dan dinamis dengan berbagai elemen masyarakat khususnya pembaca muda, seperti diskusi panel, menyelenggarakan berbagai event lomba penulisan cerita pendek (cerpen), puisi, artikel, lomba foto untuk kalangan pelajar dan mahasiswa maupun yang bersifat ilmiah untuk umum. Perjalanan panjang 63 tahun WASPADA tidak bisa disangkal berkat dukungan masyarakat/pembaca sehingga kami bisa tetap teguh menjalankan fungsi pers sebagai pilar keempat demokrasi. Harian WASPADA tentu tidak sendiri dalam upaya memberdayakan kehidupan masyarakat di Medan, Sumut, dan Aceh. Oleh karena itulah kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan pihak-pihak yang sudah mendukung kami sehingga WASPADA tetap optimis menghadapi berbagai tantangan di era globali-sasi sebagai jembatan dalam penyaluran informasi yang terjadi di berbagai belahan dunia kepada publik. Kapal WASPADA akan terus berlayar bersama masyarakat/rakyat dalam mengemban misi sucinya dalam menegakkan Kebenaran dan Keadilan. Seperti dikatakan tokoh pers H.

Rosihan Anwar bahwa ‘’wartawan tidak boleh lupa dengan komitmennya yakni menjadi pers pejuang dalam ‘mission sacre’ yakni membela golongan rakyat yang lemah terhadap penindasan, penjajahan, kezaliman, menuju masyarakat adil, makmur, dan berakhlak.’’ Nah, jika kita sama-sama berjuang menegakkan Kebenaran dan Keadilan maka perubahan yang kita dambakan akan segera terwujud. Perubahan menuju kondisi yang lebih baik di tahun 2010 ini dalam berbagai bidang seperti pendidikan, ekonomi, politik, hukum, demokrasi dll. Di sini kami menyadari betul bahwa perubahan itu mutlak sejalan semakin meningkatnya keinginan dan harapan dari masyarakat khususnya para pembaca setia WASPADA, baik cetak maupun internet. Oleh karenanya, kami sudah membuat jawaban berupa hipotesis bahwa WASPADA siap melakukan perubahan, terlebih dalam peningkatan kualitas SDM mengingat kompleksitas masalah yang dihadapi masyarakat dan bangsa, termasuk media massa, ke depan bukan lagi dalam konteks lokal, tetapi sudah semakin mengglobal. Kami bersyukur dapat melalui usia enam dasawarsa sebagai media massa yang mengedepankan fungsi pers sebagai media informasi, pendidikan, sosial kontrol dan hiburan, serta bagian dari pemberdayaan ekonomi rakyat. Ke depan WASPADA dengan misi dan mottonya memperjuangkan Kebenaran dan Keadilan akan tetap konsisten bersama masyarakat/pembaca membangun peradaban. Terima kasih buat pembaca setia WASPADA di mana saja Anda berada, atas kepercayaannya selama 63 tahun. Pemimpin Umum

nanti, namun Miryadi yang akrab disapa Edi yakin dirinya mampu memenangkan pemilihan nanti. Sementara Teuku Nausa menyebut dukungan yang ia raih di lakukan dalam 3 kali pertemuan. “Jadi saya yakin menang,” katanya kepada konferensi pers di Hermes Hotel, Minggu (10/1) sore. Sementara salah satu calon kandidat lainnya, H Ibnu Rusdi, SE yang Waspada hubungi terpisah mengatakan: “Hingga kini (sore kemarinred) kita masih tetap untuk maju, karena ini harapan kawan-kawan dan tentu saja ini juga atas dukungan DPC-DPC. Insya Allah, kita akan maju sampai saat pemilihan nanti,” sambungnya. Dalam konferensi pers yang digelar di Kantor DPD Partai Demokrat Aceh kemarin, Pelaksana Tugas Ketua DPD Partai Demokrat Aceh Ir Azhar Mahmud menyatakan, selain dua nama yang disebutsebut akan meramaikan bursa calon ketua partai bentukan SBY itu, ada dua nama lain yang juga memiliki kesempatan

yang sama untuk dicalonkan sebagai kandidat yakni H Ibnu Rusdi, SE, anggota DPRA yang juga wakil ketua DPD Partai Demokrat Aceh dan Muzakir Abdullah, salah satu wakil sekretaris DPD Partai Demokrat Aceh periode sekarang. “Untuk menjadi kandidat ketua menurut ketentuan, calon kandidat harus didukung paling sedikit delapan DPC. Apakah di antara calon nanti ada yang memenuhi ketentuan itu kita belum tahu. Yang jelas, siapapun mempunyai kesempatan untuk mencalonkan diri atau dicalonkan menjadi ketua partai ini,” kata Pelaksana Tugas Ketua DPD Partai Demokrat Aceh Ir Azhar Mahmud didampingi sejumlah pengurus DPD Partai Demokrat Aceh. Seperti diberitakan sebelumnya, Musdalub Partai Demokrat Aceh yang digelar untuk memilih kepengurusan partai itu periode 2010-2015 dijadwalkan berlangsung di Hermes Palace Hotel Banda Aceh pada tanggal 14 Januari mendatang. Musdalub yang berlangsung satu hari penuh

itu direncanakan secara resmi akan dibuka Ketua Umum DPP Partai Demokrat H Hadi Utomo yang juga dihadiri Anas Urbaningrum, ketua Fraksi Demokrat DPR-RI dan Agus Hermanto, anggota DPR-RI dari Fraksi Demokrat yang juga Wakil Ketua Komisi VI. Musdalub Partai Demokrat Aceh itu diikuti 25 peserta dari DPC-DPC seluruh Aceh, Dewan Pengurus Daerah dan Dewan Pengurus Pusat serta anggota DPRA dan DPRK dari Fraksi Demokrat seluruh Aceh. Rangkaian dari kegiatan Musdalub, panitia juga menggelar pameran seni dan bazaar buku di Gedung IT Learning Center Banda Aceh serta penanaman seribu pohon di lokasi Rusunawa, Keudah, Kecamatan Kuta Raja, Banda Aceh dihadiri Menteri Lingkungan Hidup Prof, DR, Ir, Gusti Muhammad Hatta, serta dialog politik bersama Anas Urbaningrum dan Saifuddin Bantasyam dengan tema Memotret Konstelasi Politi Aceh Lima Tahun Mendatang dalam Perspektif Lokal-Nasional. (b02/b09/b32)

UU, jadi yang namanya warga asing itu tidak boleh berada di negara ini tanpa izin pemerintah,” tambahnya lagi. Sebagaimana diwartakan Waspada sebelumnya, daftar nama-nama etnis Rohingya yang telah dipulangkan, Kamis (17/12) oleh pihak imig-rasi, Syarirawat, 30, Alamsyah, 30, , M. Ilyas, 18, Amir Hakim, 21, Ibrahim, 19, M.Yunus, 20, Abdul Hasim, 39, dan M. Yunus, 22.

WASPADA Mengemban ... penjelasan Menteri Sosial DR H Salim Segaf Al-Jufri (Desember 2009) yang menyatakan angka kemiskinan masih 76 juta kepala keluarga (KK). Yang hidup di bawah garis kemiskinan sekitar 20 juta KK. Itu berarti, kalau satu keluarga terdiri dari suami-istri dengan dua anak maka total penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan mencapai 80 juta jiwa. Jumlah yang terdaftar itu akan semakin besar bila ditambah dengan jumlah KK yang tidak terdata oleh BPS. Masalah pendidikan dan ketidakadilan menjadi keprihatinan kita bersama dengan banyaknya kasus warga miskin tidak dapat melanjutkan sekolah maupun kasus yang terjerat hukuman penjara, misalnya mengambil tiga buah kakao, sebuah semangka, sementara koruptor kelas kakap bisa bebas dari jeratan hukum. Rasa ketidakadilan itu tergambar dengan mencuatnya kasus Prita, -pidana maupun perdata- di mana masyarakat bera-

Kapal Nelayan ... kami terlebih dahulu dirompak OTK itu,” ujar korban. Setelah itu, korban bersama barang hasil jarahan dijeput boat kecil dan dibawa melintasi aliran sungai menuju rumah di kawasan hutan. “ Kapal kami dilepas dan 3 ABK disuruh membawanya kembali ke tengah laut,” jelas korban. Satu hari satu malam disekap di dalam rumah, korban berhasil kabur dengan cara mendobrak pintu belakang. Setelah berjam-jam keluar masuk hutan, korban menemukan jalan lintas hingga akhirnya menumpang truk sawit sampai di Simpangkawat, Kec

4 Calon Kandidat ... Berbicara kepada Waspada Mawardi Nurdin yakin akan memenangkan persaingan. “Ya, saya akan maju sebagai salah satu calon ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Aceh yang akan dipilih pada Musdalub 14 Januari mendatang,” kata Ir Mawardy Nurdin, M.Eng, Sc saat dihubungi Waspada, Minggu (10/1). Mawardy yang juga wakil sekretaris Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) partai tersebut mengungkapkan, meski seluruh DPC di Aceh telah menyatakan dukungan terhadap dirinya untuk maju, baik sebagai kandidat maupun menjadi Ketua DPD PD Aceh, namun hal itu sangat ditentukan pada hari ‘H’ pelaksanaan Musdalub nanti. “Kita lihat nanti realisasinya,” ujar Mawardy singkat. Hal senada juga diungkapkan Miryadi Amir, mantan anggota DPR Aceh yang juga ketua panitia pelaksana Musdalub DPD Partai Demokrat Aceh. Meski tidak menyebutkan jumlah DPC yang mendukungnya dalam pencalonan

WASPADA Senin 11 Januari 2010

Waspada/Musyawir

BEZUK: Kadiskes Aceh Timur H. Aiyub, SKM didampingi Direktur RSUD Idi, Jumat (8/1) membezuk Teungku Abdurrahman Hasyim, 57, guru ngaji penderita kanker, di Komplek Pesantren Darussa’dah Pulo Blang, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur.

Guru Ngaji Penderita Kanker Diboyong Ke RSUZA RANTO PEUREULAK, Aceh Timur (Waspada): Teungku (Tgk) Abdurrahman Hasyim, 57, guru ngaji sekaligus pimpinan pesantren Darussa’dah di Desa Pulo Blang, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, yang menderita kanker di hidung sejak enam tahun lalu, hari ini (Senin-red) diboyong ke Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin Banda Aceh (RSUZA). Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Aceh Timur H Aiyub SKM di dampingi Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Idi, Dr Edi Gunawan MARS seusai membezuk Tgk Abdurrahman Hasyim, di rumahnya dalam kawasan komplek pesantren Darussa’dah Pulo Blang, Jumat (8/1) petang. “Sesuai intruksi Bupati Aceh Timur, kami sengaja membezuk langsung Tgk Abdurrahman guna mengetahui kondisi kesehatannya secara pasti dan detail untuk selanjutnya diputuskan pola pengobatan yang tepat, apakah dioperasi atau kemoterapi (pengobatan dengan sistem penyinaran dan obat-obatan-red). Sedangkan menyangkut biaya pengobatan, ditanggung sepenuhnya oleh negara melalui program Jamkesmas,” kata Kadiskes Aceh Timur H Aiyub SKM. H Aiyub menambahkan, merujuk pada hasil koordinasi dengan dokter spesialis bedah tumor (oncologi), dipastikan Tgk Abdurrahman harus menjalani pengobatan dengan sistem kemoterapi. Sebab, secara teoritis kanker yang diderita Tgk Abdurrahman sudah sangat parah dan jika dipaksakan untuk operasi bisa mengakibatkan kondisinya kian memburuk, bahkan bisa mengancam keselamatan jiwa pasien. “Kemoterapi merupakan terapi terbaik bagi Tgk Abdurrahman. Metode pengobatan seperti ini mencegah sel kanker terus meluas dan secara perlahan mengurangi rasa sakit yang diderita pasien. Ini tentu saja harus dilakukan secara berulang, sesuai kebutuhan dan anjuran dokter ahli,” timpal Direktur RSUD Idi, Dr Edi Gunawan MARS. Berawal Dari Polips Sementara Tgk Yusbi, salah

seorang putra Tgk Abdurrahman, kepada Waspada mengisahkan, penderitaan ayahnya berawal pada 2003. Saat itu Tgk Abdurrahman dinyatakan menderita polips (benjolan dalam hidung-red) dan langsung dilakukan operasi pada tahun itu juga. Namun kala itu dokter yang mengoperasi polips Tgk Abdurrahman tidak menemukan indikasi tumor. “Mulai 2004 hidung ayah mulai membengkak dan terus membesar. Belakangan ini beliau juga sering mengeluh sakit kepala dan sesak nafas. Dari lubang hidungnya keluar cairan bening. Awal 2007, kami pernah membawa ayah ke RSP Adam Malik, Medan dan sempat dirawat inap satu bulan. Karena tidak ada kejelasan jadwal operasi serta dana yang terbatas, akhirnya ayah kami bawa pulang lagi ke kampung,” kata Yusbi. Selanjutnya, sambung Yusbi, awal 2008 pihak keluarga membawa Tgk Abdurrahman ke RSU Zainoell Abidin, Banda Aceh. Tujuannya untuk operasi dengan harapan bantuan dana dari Badan Reintegrasi Aceh (BRA). Namun ketika hendak dioperasi, tiba-tiba pihak BRA meminta operasi ditunda dengan dalih dana sudah habis. Padahal sebelumnya, BRA berencana menanggung semua biaya pengobatan Tgk Abdurrahman, bahkan jika tidak tertangani di Banda Aceh, akan dirujuk ke Jakarta atau Penang— Malaysia. Setelah itu, Yusbi mengaku sempat menanyakan kepada pihak RSUZA soal jumlah biaya yang diperlukan untuk operasi dan rencananya akan ditanggung dengan dana pribadi, namun biaya operasi tersebut terlalu besar serta mustahil dipenuhi pihak keluarga. Alhasil, lagi-lagi Yusbi harus membawa pulang ayahnya ke kampung dengan perasaan kecewa. “Sejak saat itu, ayah berobat secara tradisional. Kami tak mampu berbuat banyak meski kondisi kesehatannya terus memburuk dari hari kehari. Malahan, belakangan ini be-liau mulai mengeluh sesak nafas, sakit kepala dan cepat sekali capek. Nafasnya tersengal dan mesti dikeluarkan melalui mulut,” jelas Tgk Yusbi.(cmus)

Warga Geumpang ... ada harapan warga pegunungan itu bakal terancam kekurangan pangan (kelaparan-red), karena tidak bisa lagi bebas berusaha seperti berladang dan berkebun,” kata Saiful. Mengingat kondisi demikian, Camat Saiful Zuhri, juga telah melaporkan hal itu kepada para anggota DPR Aceh Daerah Pemilihan (Dapil) II, Pidie dan Pidie Jaya, yang dipimpin Ketua Pansus untuk Pidie, Dalimi, SE, dalam acara tatap muka di Oproom Bupati Pidie, dua hari lalu. Menurut dia, sejak kawanan gajah liar itu turun ke perkampungan penduduk dua bulan lalu, banyak tanaman masyarakat terutama padi hancur dan habis dimakan gajah. “Warga sekarang mengeluh bahkan mereka sudah malas bekerja di persawahan dikarenakan gangguan gajah,“ terangnya. Kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Camat Saiful Zuhri, berharap untuk memperjuangkan di daerahnya itu dapat dibangun Conservation Response Unit (CRU). Dikatakan, sebelumnya sudah ada pihak yang ingin membangun CRU di kawasan itu, namun pemerintah daerah tidak sanggup menyediakan lahan pembangunan. Sehingga sampai sekarang ini pihak donor itu belum dapat membangun. Untuk itu, dia berharap pihak DPRA dapat memperjuangkan anggaran pembebasan tanah dari provinsi karena kabupaten sudah jelas tidak memiliki dana. “Jika sayang kepada warga Geumpang yang kini dirundung musibah, mohon para wakil kami di DPRA memperjuangkan aspirasi kami,“ pinta Saiful Zuhri. Ketua Tim Pansus DPRA, Dalimi, SE mengaku, menampung aspirasi masyarakat Geumpang yang kini dilanda krisis akibat gangguan gajah. Namun, dia meminta kepada camat setempat untuk menentukan lokasi strategis CRU. “Itu harus kita pikirkan serius. Jangan sampai warga dilanda kelaparan akibat tidak bisa bekerja,“ ujar politisi Partai Demokrat ini.(b21)

Pusat Jembatani ... untuk membahas produksi kertas di PT. Kertas Kraf Aceh (KKA). Dengan melibatkan keduanya, dipastikan dalam waktu dekat kertas di Aceh akan berpoduksi kembali. “Kita perlu perencanaan yang baik sehingga sinkron, agar saat digerakkan tidak terkendala,” tegas Meneg BUMN, Mustafa Abubakar saat berkunjung ke pabrik KKA di Desa Jamuan, Minggu (10/1). Dari hasil tinjauannya ke pabrik kertas yang tidak beroperasi lagi sejak tahun 2008, menurut dia kondisinya masih bagus untuk berproduksi. Namun untuk menghasilkan kertas berkualitas tinggi masih berlu pergantian beberapa komponen pabrik. “Untuk pergantian ini tidak terlalu sulit karena bisa dibeli langsung dari Finlandia atau dari Jepang,” tambahnya. Dengan melengkapi kompenen itu, dapat menghasilkan kertas kualitas tinggi untuk kebutuhan kantong semen. Untuk produksi kembali KKA, menurut Meneg BUMN, perlu diperhatikan beberapa hal. Diantaranya, audit finansial baik keuangan yang telah digunakan, maupun kebutuhan dana dalam rangka pengembangan pabrik. Selain itu juga penting diperhatikan terhadap kualifikasi keahlian dan staf pendukung. Soal bahan baku yang menyebabkan pabrik tidak beroperasi dalam waktu lama, menurut dia telah dibicarakan dengan gubernur. Suplai raw material akan melibatkan pemerintah dengan menyediakan lahan untuk kebun pinus.(b17)


Berita Utama

2 Boediono Bantah... Menurut Yopie, keputusan Dewan Gubernur Bank akhirnya memang menyelamatkan Bank Century. “Tidak melakukan penutupan bank, karena BI memiliki Crisis Management Protocol (CMP), yaitu tidak ada penutupan bank,” lanjut Yopie. Sebelumnya, anggota Pansus DPR tentang Bank Century dari Fraksi Kebangkitan Bangsa Marwan Ja’far menyatakan Boediono, mantan Deputi Gubernur Senior BI dan mantan Deputi Gubernur BI bidang Pengawasan Siti Fadjriah terlihat menangis saat rapat genting tanggal 13 November 2008. Marwan menyatakan berdasarkan pengakuan Zainal Abidin dalam rapat tersebut. Pencopotan Zainal Tak Terkain Century Sementara Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Rohadi membantah pencopotan Zainal Abidin sebagai Direktur Pengawasan Bank menjadi Peneliti Senior BI, karena menolak permintaan Gubernur BI Boediono. Permintaan itu terkait dengan perubahan PBI yang mengatur ratio kecukupan modal (Capital Adequati Ratio/CAR) agar bisa menyuntik dana segar ke Bank Century dengan Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP). “Itu bukan dicopot, akan tetapi dipindahkan. Itu biasa di BI untuk penyegaran. Pemindahan itu juga bukan dia

Boat Jaring ... dinakhodainya sedang lego jangkar di lokasi kejadian. Tiba-tiba kapal ikan jaring tualeng lainnya juga milik nelayan Tanjungbalai, merapat ke kapal mereka. “ Ternyata di dalam kapal jaring tualeng itu sudah ada tiga perompak dengan ciri-ciri kulit hitam. Begitu kapal merapat, mereka langsung naik sambil membawa senjata api laras panjang dan pistol,” kata Siregar. Tanpa basa-basi, lanjut Siregar, kawanan perompak itu mencarinya selaku nakhoda kapal. Selanjutnya, menurut Siregar, perompak itu menyuruh agar kapal menepi ke arah hutan bakau dan mengambil satelit, radio, komputer dan

Satgas Mafia ... “Ke depannya kami akan berkoordinasi dengan Kementerian Hukum dan HAM untuk penertiban ini. Pelanggaranpelanggaran yang terjadi akan kami proses,” ujarnya. Sidak yang dilakukan Satgas Pemberantasan Mafia Hukum berlangsung selama tiga jam. Sidak berakhir pukul 22:00 WIB dan mengecek sel lima narapidana.”Kami datang pukul 19:00 dan sekarang baru keluar,” kata Denny Indrayana. Menurut Denny, kelima napi yang dicek dan ditemui Satgas adalah:

Harian Waspada ... tapi mengandung solusi, sehingga surat kabar tersebut dicintai khalayak. Ini yang saya lihat selama ini, sehingga Harian Waspada selalu ditunggu kehadirannya setiap hari oleh pembaca,” ujar Rahudman. Dijelaskannya, dengan perkembangan teknologi, bukan tidak mungkin akan mengurangi peran dan aktualitas surat kabar yang selama ini menjadi andalan masyarakat. Oleh karena itu, Harian

Jawaban Problem Catur, TTS Dan Sudoku Dari Halaman Sport. Jawaban Problem Catur: 1. Mg6+ Putih mengharap remis karena ancaman Bc-h8+. Jika 1......, BxM berarti remis. Jika 1......., R-g8. 2. Me6+ Putih malah menang.

Jawaban TTS: HUT Waspada

TTS Topik 1

W A

S

P

A

D

2

A

E

N

3

A M P

A 4

R

A

Y

T 9

A

T

I

S

Y

F

R

I

6

N

L

U

H

P

R

A

N

I

I

E D

R

U

F 13

A

Z W

I

14

R

S

A

L

A S

O R

S

T

O

F

Y

T

I

G

B

U

D

A

D W A

23

H

M U I

A

U M A

T

E

R O

S

A

T E

A

I

A

D

M

T

T

E

S

I

I

H

A

N

A

N W A

I

Z

E

N

L

A

I

D

R

U

N

H

A

H

E

T

16

A

K

R I

N

E

S

T

K

29

T

A

I W A

R K

O

R

R

T

S

R A

D

U M A

A W A

N 35

S 37

I

A

D A

E

A 36

20

H 25 27

U

33

I G

24

D

N

N

D

M R

I

M R

A 26

32

U

34

A

N

Y S

E D

U

K

L

A

N

S

I

T

E 39

H

A

K

J

I A W A

B

40

Jawaban Sudoku: 3 6 7 4 8 9 2 5 1

9 8 2 1 5 7 4 3 6

4 1 5 6 3 2 7 9 8

6 2 3 7 4 1 5 8 9

5 7 4 3 9 8 1 6 2

I N

21

A

N

T

8

A

L

R

28

15

N

S

R

U I

D

R

D E

I

31

A

7

E

A M M A

E

19

N

A 30

12

M O H

T 18

A M A K

22

11

S

R

S H

10

P

N 17

Z

A

R

A

38

U

E 5

1 9 8 5 2 6 3 7 4

7 4 9 8 1 3 6 2 5

8 3 1 2 6 5 9 4 7

2 5 6 9 7 4 8 1 3

sendiri, akan tetapi ada yang lainnya di bawah dia. Meskipun menjadi peneliti, akan jabatan itu selevel dengan jabatan sebelumnya,” kilah Budi yang dihubungi Minggu. Seperti diberitakan sebelumnya, Zainal-lah yang mengungkapkan dalam rapat pansus Bank Century bahwa Boediono menangis dalam rapat 13 November 2008. Hal ini kemudian diartikan sebagai beratnya tekanan yang dialami BI untuk memutuskan bailout terhadap bank milik Robert Tantular tersebut. Menurut Budi, Zainal Abidin tak berhak menyampaikan pandangan tentang tidak perlunya perubahan PBI tentang CAR yang terkait Bank Century. “Itu hanya pandangan dia secara pribadi dan secara teknis, tanpa mempertimbangkan kondisi dan aspek lainnya yang tidak luas seperti kondisi ekonomi dan krisis yang tengah berlangsung yang dilihat oleh jajaran Dewan Gubernur,” tambah Budi. Budi juga mengatakan, setelah Dewan Gubernur memutuskan perubahan PBI, Zainal-lah yang melaksanakan PBI itu untuk Bank Century sebelum dia pindah. Ditanya bahwa Zainal kini berada dalam perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LPSK) setelah memberikan kesaksian di Pansus DPR, Budi hanya berkomentar, “Terserah dia. BI tidak akan mengancam-ancam dia.” tandasnya.(kps) hasil tangkapan ikan. “ Rupanya kapal jaring tualeng yang merapat ke kapal kami terlebih dahulu dirompak OTK itu,” ujar korban. Setelah itu, korban bersama barang hasil jarahan dijeput boat kecil dan dibawa melintasi aliran sungai menuju rumah di kawasan hutan. “ Kapal kami dilepas dan tiga ABK disuruh membawanya kembali ke tengah laut,” jelas korban. Satu hari satu malam disekap di dalam rumah, korban berhasil melarikan diri dengan cara mendobrak pintu belakang. Dan, setelah berjam-jam keluar masuk hutan, korban menemukan jalan lintas hingga akhirnya menumpang truk sawit sampai di Simpangkawat, Kec Simpangempat, Kab Asahan. (a37) 1. Artalyta Suryani (kasus korupsi) 2. Aling (kasus narkoba) 3. Darmawati (kasus korupsi) 4. Ines Wulandari (kasus korupsi) 5. Eri (kasus korupsi) Denny mengatakan, Satgas meninjau sejumlah sel dan menemui lima napi itu. “Kami bertemu langsung dengan lima napi itu dan menanyakan sejumlah hal,” katanya. Tim Satgas yang melakukan sidak berjumlah tiga orang. Yaitu Mas Achmad Santosa, Denny Indrayana, dan Herman Effendi. (vivanews/dtc) Waspada perlu mengantisipasi dengan menata perangkat teknologi informasi yang lebih tinggi disamping menyiapkan sumber daya manusia yang lebih berkualitas. Kalau tidak seperti itu, lanjutnya, peran surat kabar akan tergeser oleh media-media yang tergabung dalam jaringan dunia maya berteknologi tinggi seperti facebook, friendster, twitter, my space, yahoo messengger dan lain sebagainya yang dapat diakses dengan mudah dan sangat cepat saat ini. “Untuk itu saya kira yang perlu diperhatikan adalah bagaimana peran media cetak untuk dapat membangun integritas bangsa sekaligus perannya membangun ketahanan budaya luhur bangsa, agar tidak tergeser oleh budaya asing yang kita ketahui tidak semuanya sejalan dengan budaya luhur bangsa yang kita kenal sebagai bangsa yang bermartabat, mempunyai peradaban tinggi dan tatakrama yang sangat berbudaya dan bermoral,” sebut Rahudman. Ditambahkannya, sudah barang tentu hal itu dapat dilakukan dengan pengajian informasi dan pemberitaan yang benar-benar menarik dan mengandung nilai-nilai edukatif. Jangan sampai informasi dari luar lebih banyak diterima masyarakat dibanding informasi dari dalam negeri, hanya karena penyajian informasi media cetak yang tidak menarik. “Saya yakin Harian Waspada telah melihat itu sebagai tantangan yang serius, sehingga dengan sungguh-sungguh telah memikirkan sekaligus berbuat sesuatu untuk menyikapi dengan langkah-langkah konkrit, sehingga Waspada akan tetap terbesar, terpercaya, dan dicintai masyarakat luas,” pungkasnya. Selain itu, Rahudman juga berharap agar Harian Waspada tetap menjadi mitra kerja Pemerintah Kota Medan dalam melanjutkan pembangunan Kota Medan menjadi kota metropolitan yang modren, madani dan religius. (h10)

1431 H Tahun ... batasnya. Saat ini banyak orang berkata dan berekspresi seenaknya. Karena itu, kita harus rajut kembali rasa prsaudaraan dan kesantunan itu,” ajaknya. Dia juga menyahuti tentang infotainment yang dilarang terutama tentang ghibah yang membuka aib orang lain, karena hal ini memang sangat dilarang oleh agama Juga masalah masalah pornografi serta tayangan-tayangan televisi yang tidak mendidik. Sementara itu deklarasi MUI se Sumatera mengeluarkan enam rekomendasi untuk pe-\merintah berisikan butirbutir kemaslahatan umat Islam saat ini dan masa datang. Kegiatan bersamaan dengan tabligh akbar dan silaturrahim umat Islam se Sumatera. Selain Menteri Agama Drs H Suryadharma Ali, hadir Gubsu H Syamsul Arifin, PangdamI/BB Mayjen TNI H Burhanuddin Amin, Ketua Umum MUI Sumut Prof Dr H Abdullah Syah MA, Ketua MUI Pusat KH Nazri Adlani, Pj Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap MM, Kadis Kominfo Drs H Eddy Syofyan, Kepala Kantor Kementerian Agama Provsu Drs H Mahya Bandar MAP, para tuan guru Babussalam Hasyim Syarawani sekaligus membacakan doa, anggota DPR-RI H Hasrul Azwar dan Yan Farid serta para Kakandepag kabupaten/kota dan Ketua MUI 10 provinsi se- Sumatera. Rekomendasi yang dibacakan Ketua MUI NAD diwakili Muslim Ibrahim memaparkan, dalam rangka menjaga keutuhan NKRI, dan setelah memperhatikan kondisi bangsa Indonesia dari berbagai aspirasi umat Islam, khususnya di Sumatera, maka dalam silaturahim umat Islam se Sumatera ini disampaikan pernyataan sikap : Pertama, umat Islam se Sumatera mengharapkan agar pihak eksekutif dan legislatif bersunguh-sungguh menjalankan pemerintahan yang bersih dan membuat produk perundang-udangan yang baik serta secara bersama-sama memberantas praktik korupsi, kolusi dan nepotisme, serta penegakan hukum dan membebaskan diri dari pengaruh asing. Kedua,umat Islam se Sumatera mendukung sepenuhnya sikap menteri agama dalam hal fatwa tentang pengharaman infotaiment yang bersifat ghibah/gosip. Ketiga, umat Islam se Sumatera mengharapkan pemerintah agar memberikan perlindungan kepada umat Islam dari makanan yang tidak jelas kehalalannya dengan mewajibkan adanya sertifikasi halal bagi setiap produk. Hal ini sekaligus dimaksudkan untuk melindungi

Bocah Dianiaya Ibu ... “Kini kesehatan Ferinda semakin membaik dan banyak perubahan,” kata pendampingnya, Emi dari Pusat Kajian Perlindungan Anak (PKPA) Sumut bersama Kepala Biro Pemberdayaan Perempuan Anak dan KB Pemprovsu Vita Lestari di RS Elisabeth Medan, Minggu (10/1). Emi menyebutkan, untuk mempermudah koordinasi pengawasan terhadap Ferida Nduru, pihaknya yang bekerjasama dengan Biro PPA dan KB yang sedang membuat program penjagaan berkala. Hal ini sangat penting mengingat orang tua anak tersebut tidak pandai berbahasa Indonesia. “Penjagaan terhadap Ferida akan dilakukan secara bergantian antara PKPA dan Biro PP.” DPD RI Jadi Penyantun Berkat pemberitaan media, anggota DPD RI asal Sumut Parlindungan Purba, Darmayanti Lubis, Rudolf M Pardede dan Rahmat Shah akan bertindak sebagai dewan penyantun bagi korban. Untuk itu, melalui Parlindungan Purba telah diserahkan uang Rp1 juta ke-

WASPADA Mengemban ... Kalau di awal berdirinya WASPADA harus berhadapan dengan trik-trik penjajah, kini tantangan kita adalah masalah kemiskinan yang semakin meluas. Itu dapat dilihat dari penjelasan Menteri Sosial DR H Salim Segaf Al-Jufri (Desember 2009) yang menyatakan angka kemiskinan masih 76 juta kepala keluarga (KK). Yang hidup di bawah garis kemiskinan sekitar 20 juta KK. Itu berarti, kalau satu keluarga terdiri dari suami-istri dengan dua anak maka total penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan mencapai 80 juta jiwa. Jumlah yang terdaftar itu akan semakin besar bila ditambah dengan jumlah KK yang tidak terdata oleh BPS. Masalah pendidikan dan ketidakadilan menjadi keprihatinan kita bersama dengan banyaknya kasus warga miskin tidak dapat melanjutkan sekolah maupun kasus yang terjerat hukuman penjara, misalnya mengambil tiga buah

produk dalam negeri dari ancaman produk luar yang masuk secara tidak terkendali, sebagai akibat berlakunya perdagangan bebas. Sejalan dengan itu diharapkan pemerintah bersama MUI segera memfinalkan RUU Jaminan Halal untuk menjamin kehalanan setiap produk. Keempat, umat Islam se Sumatera mengharapkan pemerintah agar melindungi rakyat Indonesia dari bahaya pornografi dan pornoaksi dengan menertibkan PP Penerapan Undang-undang Pornografi tersebut. Kelima, Umat Islam se Sumatera mengharapkan kepada pemerintah cq Kementerian Agama agar dapat memanfaatkan setoran haji dan Dana Abadi Umat Islam (DAU) yang berasal dari jamaah haji untuk kemaslahatan umat Islam terutama dalam bidang dakwah, sosial,ekonomi dan pendidikan serta penyetoran dan penyimpanannya dilaksanakan di bank syari’ah. Keenam, umat Islam se Sumatera mengharapkan kepada pemerintah cq Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) agar menghentikan siaran yang merusak generasi dan masyarakat umum, seperti tayangan film/sinetron yang berbau syirik, porno, kekerasan, pergaulan bebas dan sebagainya. Pada bagian lain, Menteri Agama menyahuti positif terkait deklarasi ini. Terutama keinginan untuk memanfaatkan Dana Abadi Umat (DAU) yang saat ini jumlahnya mencapai Rp1,7 triliun menyusul dana bersumber dari tabungan calon jamaah haji yang mencapai Rp17 triliun dan ada Rp1,1 triliun berasal dari calon jamaah haji yang sudah mendaftar sebanyak 55 ribu orang. “Presiden, sudah mengatakan kepada saya untuk memanfaatkan dana itu untuk kemaslahatan umat. Mekanismenya akan diatur demikian rupa agar pelaksanaannya tidak menyalahi prosedur. Untuk kemaslahatan umat akan diberlakukan juga wakaf uang yang potensinya cukup besar dari umat Islam karena ada kewajiban membayar zakat, infak dan sadakah. Semoga dengan upaya ini, umat Islam tidak akan terpuruk terutama soal ekonominya,” kata Menag. Bergandeng Tangan Sementara itu, Gubsu Dato’ Seri H Syamsul Arifin dalam sambutannya mengatakan, umat Islam jangan menjauhi ulama. Karena, jika tanpa ulama, maka tidak ada yang akan menjadi panutan umat. Dia juga mengatakan, ulama dan umaro’ harus saling “bergandengan tangan”. Sebab, ulama tanpa umaro, maka pembangunan tidak akan berjalan. Begitu juga jika umaro tanpa ulama, maka arah pembangu-

nan tidak akan jelas. “Jadi, melalui Peringatan Tahun Baru Islam 1431 H ini mari kita kuatkan persatuan dan kesatuan di antara kita. Sehingga, umat Islam akan menjadi jaya di masa mendatang,” katanya. Terkait tayangan televisi yang bisa merusak umat Islam, Gubsu mengingatkan para orang tua untuk sama menjaga dan memberikan pemahaman kepada anak-anaknya agar tidak ikut terbawa arus dari tontonan itu. Bagaimanapun larangan dilakukan oleh berbagai pihak, jika orang tua tidak memberikan perhatian, upaya itu akan sia-sia. Sedangkan Ketua Umum MUI Sumut Prof Dr H Abdullah Syah MA dalam sambutannya mengatakan, Silaturrahim Umat Islam se-Sumatera yang berlangsung 9-12 Januari akan membahas 3 masalah penting. Pertama, katanya, problematika dan format dakwah masa depan. Kedua, penguatan dan pemberdayaan perempuan serta ketiga, ekonomi dan sosial. “Tiga masalah ini sangat penting dibicarakan umat Islam, terutama dalam memasuki era globalisasi dan menghadapi pasar bebas antara Indonesia-China yang menjadi tantangan umat Islam,” ujarnya. Pluralisme Tauhid Haram Paham pluralisme theologi adalah hal yang diharamkan. Karena itu, umat Islam jangan latah-latahan untuk mengikuti paham pluralisme itu. Demikian antara lain disampaikan KH A Kholil Ridwan Lc dalam tausiyahnya. Sebagai pimpinan Pondok Pesanten Al-Husaini Jakarta mengakui jika paham itu diharamkan karena mendangkalkan aqidah bahkan mengikisnya sama sekali. Pluralisme theologi itu berpahaman semua pemeluk agama masuk surga dan hidup berdampingan dalam surga. Hal ini sangat bertentangan dengan Islam dan diharamkan mengikuti paham itu berdasarkan sejumlah dalil antara lain firman Allah SWT : “Sesungguhnya agama yang diridhoi adalah Islam” (QS.Ali Imran:19). Untuk ini, Kholil mengingatkan generasi Islam untuk menjaga akidah dengan kuat, karena hal ini sangat berbahaya. Penguatan dalam diri terkait akidah harus terus dikuatkan guna mencegah pahampaham lain menjadi sebuah keyakinan yang menjerumuskan. Misalnya, pemahaman tentang HAM yang membolehkan manusia sesama jenis melakukan perkawinan dan telah dibolehkan diberbagai negara terutama di Spanyol. (m36)

pada pihak PKPA untuk menjemput adik korban bernama Foloo Nduru yang masih sakit di kampungnya untuk segera diberangkatkan ke Medan. “Saya ingin adik korban dibawa serta agar bisa diselamatkan seperti kakaknya,” kata Parlidungan kepada Emi dari PKPA. Menyahuti santunan itu, Emi mengatakan akan berkordinasi dengan suster Klara di Nias yang sedang melakukan perawatan terhadap Foloo, adik korban yang sejak awal sudah dirawat. Selain memberikan uang, Parlindungan berharap kejadian ini tidak terulang kembali. Karena itu, perlu adanya sosialisasi lebih mendalam terkait keluarga dari sisi penguatan sebuah keluarga dan menelaah program pemerintah apakah sudah benar bahwa sedikit anak akan bahagia atau banyak anak akan susah serta menderita. Tegur Pemkab Nias Pada saat yang sama Ketua Komis E Brillian Moktar meminta Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin agar menegur Pj Walikota Gunung Sitoli tempat asal anak yang menjadi

korban kekerasan ibunya. Hal ini dikatakannya, mengingat sudah empat hari Ferida Nduru berbaring di RS Elisabeth belum ada pejabat dari sana yang memberikan perhatian, apalagi memberikan bantuan dana. “Anak korban penganiayaan ibu kandungnya adalah warga Gunung Sitoli. Kenapa tidak memberikan perhatian serius. Karena itu, kita meminta Gubsu menegur Pj Walikota Gunung Sitoli untuk mengambil tindakan. Apa tidak baca koran sehingga tidak tahu kalau kita di Medan sudah sibuk mengurus anak ini dari berbagai instansi,” katanya sembari menambahkan akan menjamin bahwa kordinasi yang kuat antar lembaga pemerintah maupun swasta lebih memudahkan pendanaan bagi korban. Kasus memilukan itu terjadi 25 Desember lalu di Desa Fatudano Kecamatan Ulugawo Nias. SN, ibu korban, menganiaya 5 orang anaknya. Tiga orang tewas, dua kritis. Sementara seorang anak selamat dari pembantaian itu. Kejadian tidak diketahui sang ayah. (m36)

kakao, sebuah semangka, sementara koruptor kelas kakap bisa bebas dari jeratan hukum. Rasa ketidakadilan itu tergambar dengan mencuatnya kasus Prita, -pidana maupun perdata- di mana masyarakat beramai-ramai melakukan perlawanan atas sikap arogansi aparat pengak hukum dengan cara mengumpulkan koin buat membayar denda yang diputuskan Pengadilan Tangerang. Dalam menegakkan supremasi hukum peran serta masyarakat sangat diharapkan sekali. Dan lembaga pers sebagai institusi publik perlu menjalankan peranan dan fungsinya serta menjaga jati diri untuk berkomitmen sebagai pers pejuang dan menjunjung tinggi idealisme. Sebaliknya kami pun menyadari punya tanggung jawab sosial yang tidak boleh diabaikan begitu saja mengatasnamakan kebebasan pers. Pemahaman atas tanggung jawab sosial ini adalah pers tidak saja memiliki kebebasan dalam mencari dan

membuat berita namun harus pula bertanggung jawab terhadap masyarakat (publik) mengenai apa yang diberitakannya. Justru itu, tidak tertutup kemungkinan kami juga mempunyai ‘’kesalahan’’ di mata masyarakat dan pembaca. Hal itu kami sadari betul. Sebagaimana halnya manusia biasa, insan pers pun perlu introspeksi diri. Antara lain, kami wajib berusaha dan bersungguh-sungguh meminimalisir kesalahan. Sekaitan dengan itu pula kami mengharapkan teguran dari masyarakat dan pembaca, berupa kritik dan saransaran demi kemajuan pers khususnya WASPADA ke depannya. Berbagai kegiatan kami menjelang HUT ke-63 WASPADA 2010 ini hampir semuanya bermuatan pendidikan dan sosial guna menjaring masukan dan meningkatkan hubungan yang semakin harmonis dan dinamis dengan berbagai elemen

WASPADA Senin 11 Januari 2010

Tewas Setelah Berpuasa Hanya Makan Nasi Putih Dan Air Selama 40 Hari JAKARTA (Waspada): Eni Juner, 24, tewas saat tengah menjalani ritual bertapa mutih (berpuasa hanya makan nasi putih dan air) selama 40 hari. Eni sengaja bertapa mutih untuk mendoakan bangsa Indonesia agar bebas dari segala cobaan. “Kami mendoakan bangsa Indonesia supaya terlepas dari berbagai bencana. Banyak korban meninggal sia-sia, karena itu dengan puasa itu bisa mengurangi bencana yang terjadi di Indonesia,” kata Elizabeth di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Kosambi Baru, Jl Kosambi Raya, Jakbar, Minggu (10/1). Elizabeth, Andri, 25, Ani Minarti, 46, warga Blitar ikut bersama Eni melakukan ritual bertapa mutih sejak 27 November lalu. Namun tepat di hari ke-34, Eni yang kondisi fisiknya tidak kuat akhirnya menghembuskan nafas terakhir. Dalam menjalankan ritual ini, Elizabeth juga mengaku sengaja untuk mengikuti ajaran

Alkitab. Dan yang terakhir, Elizabeth berharap pengurusan visa ke Inggris dapat berjalan lancar. “Saya ke Inggris dan beberapa negara Eropa untuk memperdalam ilmu mempelajari jemaat,” tambahnya. 4 Januari malam, Eni memang mengaku lemas dan tidak enak badan. Namun ia tetap terus melanjutkan pertapaannya. Lalu 5 Januari, akhirnya Eni menghembuskan nafasnya yang terakhir. Namun ketiga rekannya masih yakin jika Eni sedang menjalani proses. “Kami berkeyakinan Eni sedang dibawa oleh malaikat untuk melindungi atau memastikan adanya surga dan neraka. Nanti pada hari ke lima akan dibangkitkan lagi ke alam dunia,” jelas Elizabeth. Elizabeth dan kedua rekannya mengaku tidak mencium bau busuk meski jasad Eni berada di samping mereka. Mereka terus mendoakan Eni hingga hari kelima. “Kami mulai yakin mukjizat itu belum datang,” keluhnya. (dtc)

Mertua SBY Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional BANDUNG (Waspada): Aktivis angkatan ’66 mengusulkan almarhum Letnan Jenderal (Purn.) Sarwo Edhie Wibowo menjadi Pahlawan Nasional. Hal itu didasarkan pada kontribusi mertua Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu dalam memberantas PKI di tahun 1966. Ketua panitia Peringatan 44 tahun Tritura dan Silaturahmi Angkatan 1966 Sutopo Troenokromoro mengatakan, andil Sarwo Edhie dalam upaya memberangus G30 S-PKI saat itu sangat besar. “Andil beliau dalam Tritura besar sekali,” kata mantan Ketua Komisariat HMI Bandung saat ditemui di Graha Tirta Siliwangi, Jalan Lombok No 10, Bandung, Minggu (10/1). Berdasarkan catatan sejarah, Sarwo Edhie saat itu ikut menghadiri rapat umum mahasiswa saat mencetuskan Tritura pada 10 Maret 1966. Rapat digelar di depan Kampus UI Fakultas Kedokteran di Jalan Salemba. Pangkat Sarwo Edhie sendiri saat itu menjabat sebagai Koman-

dan RPKAD (Resimen Para Komando Angkatan Darat) dengan pangkat kolonel. Usulan Sarwo Edhie menjadi Pahlawan Nasional sendiri, diakui Sutopo, sudah terpikir sejak lama. Namun demikian, ia dan juga rekan aktivis lainnya belum membicarakan secara formil kepada sejarawan terkait usulannya itu. “Secara formil seperti seminar atau sarasehan belum pernah,” katanya, seraya menambahkan dirinya dan juga aktivis lainnya pernah membicarakan usulan itu kepada pakar sejarah Anhar Gongong. “Kalau ketemu, ya ngomong-ngomong (usulan),” paparnya. Selain itu, usulan tersebut juga sebagai bentuk mengenang jasa Sarwo Edhie dalam penumpasan Gestapu saat itu. “Supaya kaum muda sekarang tidak melupakan jasa beliau,” tandas Sutopo. Hadir pula dalam kesempatan itu, Hariman Siregar, Bagir Manan, dan mantan Panglima TNI Endriartono Sutarto. (dtc)

Meneg BUMN: PIM Harus Beroperasi 100 Persen LHOKSEUMAWE (Waspada): Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Indonesia Mustafa Abubakar, Minggu (10/1) pagi, mengatakan, PT. Pupuk Iskandar Muda harus beroperasi 100 persen. Tentunya stok gas yang tersedia di tingkat lokal tak mencukupi. Untuk itu harus dibantu dengan gas sumber tangguh dan sumber total dari Kalimantan Timur, yang sudah terikat kontrak. Dipastikan cadangan gas aman hingga dua tahun ke depan. “Baru saja saya memberi arahan pada tiga BUMN di Lhokseumawe yaitu PT. PIM, PTPN1 dan KKA, dalam terminologi umum, kepada mereka saya berpesan untuk bekerja lebih keras dan lebih cerdas dalam meningkatkan efesiensi menggalang sinergitas. Karena komponen ini sangat penting dalam sinergitas menjadi lima besar saya, dalam kabinet Indonesia Bersatu ke dua,” jelas Mustafa Abubakar kemarin. Menurut Mustafa, peluang meningkatkan kapasitas efisiensi termasuk kualitas pelayanan

kepada masyarakat begitu besar di industri strategis di Lhokseumawe. Karena itu, Menteri BUMN berpesan, supaya mereka memanfaatkan celah-celah yang masih ada, baik sinergitas internal, aliansi strategis dengan dunia usaha maupun dengan pemerintah daerah, benarbenar mendapat prioritas. Dia juga berharap, dalam rangka habisnya masa kerja produksi LPG PT. Arun NGL pada tahun 2014, dari sekarang PT. PIM harus mempersiapkan bisnis plant yang komprehensif untuk ketersediaan gas dalam jangka panjang. “Ada satu strategis yang bagus yaitu kalau PT. Arun tidak ada lagi penerusannya maka PIM 1 dan PIM 2 harus beroperasi penuh 100 persen. KKA harus mendapat suplai gas yang cukup, AAF yang sudah dilikuidasi dan pindah ke swasta juga harus tertunjang penyediaan gas, dan terakhir untuk PLN. Gas yang tidak cukup akan diambil dari Blok A yang akan mulai melakukan eksploitasi dan produksi oleh Medco,” sebutnya. (cmun)

tandatangan untuk apa,” lanjutnya. Patrialis juga mengunjungi Rutan di Baloy, Batam. Di Rutan ini penghuni melebihi kapasitas seharusnya. “Kapasitas melebihi 400 persen ini tidak manusiawi. Atas dasar kemanusiaan saya perintahkan sebagian dipindah ke Lapas Barelang,” ungkap Patrialis. Selain itu, mantan anggota Komisi III DPR ini juga akan membangun lapas wanita dan anak-anak di Batam. Patrialis juga mencanangkan agar kanwil diknas setempat membangun sekolah formal untuk para napi. Tak Ada Untungnya Tahan Anak-anak Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar Minggu (10/1) mengunjungi Lapas Paledang, Bogor. Patrialis menegaskan penegakan hukum di Indonesia harus lebih mempertimbangkan mo-

ral dan usia. Apalagi, kondisi masyarakat Indonesia sebagian besar berada di bawah kemiskinan, sehingga membuat beberapa orang terpaksa melakukan kejahatan. “Kami kira tidak ada untungnya menahan anak-anak di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas),” ujarnya. Karena itu, dia mengatakan, pertimbangan moral harus menjadi salah satu langkah yang harus dilakukan oleh pihak aparat kepolisian dan kejaksaan dalam menangani masalah hukum. Polisi dan jaksa mempunyai peran yang sentral dalam menangani masalah tersebut. Dia mengatakan, polisi dan jaksa harus mempertimbangkan suatu kasus sebelum kasus tersebut disidangkan. “Masa gara-gara mencuri susu bayi, atau mencuri hand phone harus ditahan,” katanya. (dtc/vivanews)

dibuatnya paspor dan dikirim ke luar negeri untuk bekerja, tanpa sepengetahuan orangtua mereka,” jelas Kanit Reskrim Pontianak Utara Ipda Sayuti di Mapolsek Pontianak Utara, Minggu (10/1). Calon tenaga kerja Indonesia ilegal tersebut berusia 1423 tahun. Mereka adalah Sebi, 14, Siti ,16, Veronika ,16, Endang ,15, Herlina ,17, Veronika ,21, Martini ,23, dan Lenai ,19. Mereka mengaku akan dipe-

kerjakan sebagai pembantu rumah tangga dan dijual pada pria Malaysia sebagai istri kontrak. “Kami tidak bisa menolak dia memaksa kami. Katanya untuk mengubah ekonomi keluarga,” ujar Sebi dengan wajah shock. Senada dengan Sebi, Veronika juga mengaku ditipu. “Orangtua kami dan kami pribadi dibohongin kak Siska (Fransiska) dan suaminya (Cin Lip Koi), katanya kami akan dikerjakan dirumahnya, namun

tidak. Kami akan dijualnya ke luar negeri,” ujar Veronika. Veronika menambahkan, mereka akan mendapatkan upah RM 1200 per bulan ketika dikawinkan dengan pria Malaysia secara kontrak. Sedangkan, untuk pembantu rumah tangga mereka akan di gaji RM 350 per bulan. Tersangka adalah Pemain lama Berdasarkan informasi di lapangan, Fransiska dan suaminya, Cin Lip Koi merupakan pemain lama dalam perdangangan manusia. (dtc)

masyarakat khususnya pembaca muda, seperti diskusi panel, menyelenggarakan berbagai event lomba penulisan cerita pendek (cerpen), puisi, artikel, lomba foto untuk kalangan pelajar dan mahasiswa maupun yang bersifat ilmiah untuk umum. Perjalanan panjang 63 tahun WASPADA tidak bisa disangkal berkat dukungan masyarakat/pembaca sehingga kami bisa tetap teguh menjalankan fungsi pers sebagai pilar keempat demokrasi. Harian WASPADA tentu tidak sendiri dalam upaya memberdayakan kehidupan masyarakat di Medan, Sumut, dan Aceh. Oleh karena itulah kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan pihakpihak yang sudah mendukung kami sehingga WASPADA tetap optimis menghadapi berbagai tantangan di era globalisasi sebagai jembatan dalam penyaluran informasi yang terjadi di berbagai belahan dunia kepada publik. Kapal WASPADA akan te-

rus berlayar bersama masyarakat/rakyat dalam mengemban misi sucinya dalam menegakkan Kebenaran dan Keadilan. Seperti dikatakan tokoh pers H. Rosihan Anwar bahwa ‘’wartawan tidak boleh lupa dengan komitmennya yakni menjadi pers pejuang dalam ‘mission sacre’ yakni membela golongan rakyat yang lemah terhadap penindasan, penjajahan, kezaliman, menuju masyarakat adil, makmur, dan berakhlak.’’ Nah, jika kita sama-sama berjuang menegakkan Kebenaran dan Keadilan maka perubahan yang kita dambakan akan segera terwujud. Perubahan menuju kondisi yang lebih baik di tahun 2010 ini dalam berbagai bidang seperti pendidikan, ekonomi, politik, hukum, demokrasi dll. Di sini kami menyadari betul bahwa perubahan itu mutlak sejalan semakin meningkatnya keinginan dan harapan dari masyarakat khususnya para pembaca setia WASPADA, baik cetak maupun internet.

Oleh karenanya, kami sudah membuat jawaban berupa hipotesis bahwa WASPADA siap melakukan perubahan, terlebih dalam peningkatan kualitas SDM mengingat kompleksitas masalah yang dihadapi masyarakat dan bangsa, termasuk media massa, ke depan bukan lagi dalam konteks lokal, tetapi sudah semakin mengglobal. Kami bersyukur dapat melalui usia enam dasawarsa sebagai media massa yang mengedepankan fungsi pers sebagai media informasi, pendidikan, sosial kontrol dan hiburan, serta bagian dari pemberdayaan ekonomi rakyat. Ke depan WASPADA dengan misi dan mottonya memperjuangkan Kebenaran dan Keadilan akan tetap konsisten bersama masyarakat/pembaca membangun peradaban. Terima kasih buat pembaca setia WASPADA di mana saja Anda berada, atas kepercayaannya selama 63 tahun.

Menkum HAM ... Melihat nenek itu, Patrialis pun iba. Patrialis meminta petugas terkait untuk mengatur pemindahan nenek tersebut ke tahanan luar di panti jompo. “Untuk itu saya perintahkan demi kemanusiaan di negara Pancasila ini untuk dibawa ke Rumah Sakit dan kemungkinan dibawa ke panti jompo atau panti sosial,” jelas Patrialis. Patrialis berjanji setelah sampai Jakarta akan menghadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk meminta agar Presiden mengeluarkan Amnesti terhadap nenek yang tidak bisa berjalan ini. “Saya memerintahkan dia dibawa ke rumah sakit untuk segera dibawa ke panti jompo, jangan dikembalikan ke Lapas lagi,” kata Patrialis. “Dia kan dianggap bersalah sedangkan dia tidak tahu

Delapan WNI ...

Pemimpin Umum


Nusantara 3 Mendiknas Nilai UN Masih Terbaik

WASPADA Senin 11 Januari 2010

MAGETAN (Antara): Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Mohammad Nuh menilai ujian nasional (UN) masih merupakan metode terbaik sebagai standarisasi kelulusan tingkat sekolah.

Antara

MENGAKTIFKAN OTAK TENGAH: Sejumlah anak mewarnai sebuah gambar dengan mata tertutup, pada work shop Aktivasi Otak Tengah (Mid-Brain), di sebuah resto kawasan Diponegoro Surabaya, Minggu (10/1). Work shop yang diadakan oleh biro konsultasi kecerdasaan tersebut, merupakan penerapan teori tentang pengaktivan otak tengah yang membantu anak untuk meningkatkan daya konsentrasi, kreatifitas serta daya ingat.

Mahasiswa Ingin Kapolri Diganti

Kesaksian Susno Bukti Polisi Tidak Profesional JAKARTA (Waspada): Kesaksian mantan Kepala Bareskrim Mabes Polri Susno Duadji dalam sidang kasus hukum Antasari Azhar yang membuka borok konstruksi kasus pembunuhan Direktur PT Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnain, seharusnya membuka mata para pengambil kebijakan atas buruknya kinerja kepolisian di bawah kepemimpinan Bambang Herdarso Danuri. “Presiden dan DPR jangan hanya melihat ini sebagai urusan internal kepolisian semata, melainkan persoalan serius di tubuh aparat penegak hukum,”

kata Sekjen Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Ton Abdillah Has, Minggu (10/1) di Jakarta. Menurut Has, kesaksian Susno merupakan bukti ketidakprofesionalan kepolisian, sehingga agenda reformasi lembaga hukum akan menjadi basa basi politik semata. Jika Kapolri tidak segera diganti, ketidakpercayaan publik atas lembaga kepolisian akan semakin kuat, terutama setelah skandal kriminalisasi Komisi Pemberantasan Korupsi yang menghentak kesadaran publik. “Apapun motif Susno,

kesak-siannya dalam sidang Antasari, Kamis lalu harus menjadi pintu masuk upaya reformasi serius di kepolisian,” katanya. Lemahnya pengawasan kepolisian setelah berpisah dari struktur TNI, menurut dia, telah menyebabkan Polri menjadi superbody dan bekerja untuk kepentingan kekuasaan. Bukan untuk kepentingan keadilan masyarakat. Karena itu, IMM mendukung upaya menempatkan Polri di bawah kementerian dalam negeri sebagaimana dipraktekkan di negara-negara demokrasi mapan lainnya.

Dalam kesaksiannya di PN Jakarta Selatan, Susno mengatakan, dalam kasus pembunuhan Nasrudin, Polri membentuk dua tim. Tim pertama merupakan tim pengawas penyidik yang dikatakannya dibentuk Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri. Kemudian tim kedua adalah tim pencari motivasi Antasari. Kedua tim itu kata Susno dalam sidang itu, dipimpin Hadiatmoko. Susno mengaku tidak pernah dilibatkan dalam kasus ini. Menurut dia kedua tim ini langsung memberikan laporan kepada Kapolri.

10.000 Mahasiswa Ancam Kepung Istana JAKARTA (Waspada): Aliansi Mahasiswa dari 30 kampus di Jakarta dan sekitarnya menganggap pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono telah gagal memenuhi janjinya menjalankan program kerja 100 hari Kabinet Indonesia Bersatu II. Mereka mengancam akan melakukan aksi unjukrasa besar-besaran menuntut SBY mundur. “Kami akan mengerahkan sepuluh ribu orang melakukan unjuk rasa menuntut SBY mundur,” kata juru bicara koalisi mahasiswa, Anton Cornelo dalam jumpa pers di Kampus STMIK Jayakarta Salemba,

Jakarta, Minggu (10/1). Aksi itu kata Anton, akan diawali dengan penyebaran selebaran dan panggung rakyat yang akan dilaksanakan 11 hingga 21 Januari. Kemudian dilanjutkan dengan aksi di tiaptiap kampus pada 22 hingga 24 Januari. Sedangkan aksi besarbesaran bersama jaringan kampus akan dilaksanakan 25 Januari,” katanya. Puncak dari gerakan ini kata Anton, akan dilaksanakan tepat pada habisnya masa program kerja 100 hari kabinet SBYBoediono pada 28 Januari. “Aksi pendudukan dan pengepungan

gedung DPR dan Istana Negara akan dilaksanakan tepat masa habisnya program kerja 100 hari kabinet SBY-Boediono pada 28 Januari 2010,” kata dia. Menurut Anton, aksi ini murni berasal dari kampus. Gerakan ini tidak memiliki afiliasi pada kepentingan politik tertentu. “Ini bukan pergerakan yang punya kepentingan politik. Ini murni gerakan dari kampus,” kata dia. Kasus Century Dalam pernyataannya, koalisi ini menyatakan tidak percaya bahwa SBY tidak tahu menahu kebijakan bailout Bank Century yang telah meng-

habiskan uang negara sebesar Rp. 6.7 triliun. “Kami para aktivis pergerakan ini yang menjadi benteng perlawanan rakyat menjadi sangat tidak yakin dan akhirnya 1.000 persen tidak percaya jika SBY tidak tahu menahu tentang hal kebijakan bailout Century,” kata dia. Koalisi ini berasal dari 30 kampus di Jakarta dan Banten. Kampus-kampus itu di antaranya Universitas Trisakti, Universitas Jayabaya, UIN Syarif Hidayatullah, Universitas Borobudur, Universitas Bung Karno, Universitas Sahid dan lainnya.(vivanews)

Menkominfo: RPP Penyadapan Selesai Mei DEPOK (Antara): Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo), Tifatul Sembiring mengatakan bahwa Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang tata cara penyadapan akan selesai April atau Mei mendatang. “Mudah-mudahan bulan April atau Mei RPP itu selesai,” kata Tiffatul, usai membuka kegiatan penanaman pohon dan penyebaran benih ikan di Situ Cilangkap Depok, Minggu (10/1). Dia mengatakan, sekarang RPP Penyadapan masih terus digodok untuk diselesaikan. Saat ini drafnya berada di Departe-

men Hukum dan Hak Azasi Manusia (Depkumham) untuk diharmonisasi supaya rancangan ini tidak bertentangan dengan aturan hukum yang lain yang sudah ada. Dikatakannya, RPP penyadapan tengah dipelajari departemen dan lembaga pemerintah seperti KPK, polisi, kejaksaan, BIN, Depkominfo, Dephan dan Depkumham. Sebelum RPP penyadapan disahkan, lembaga yang memiliki kewenangan dapat terus melakukan penyadapan yakni Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri. Sedangkan Ke-

jaksaan punya izin melakukan penyadapan, tetapi tak ada alatnya. Sementara Badan Intelejen Negara (BIN) mempunyai alat sadap tetapi tak punya hak melakukan penyadapan. Kata Tifatul, di luar negeri seperti Jepang, Australia dan Korea, penyadapan dilakukan hanya untuk mencari bukti pendukung, dan dibawah kendali Depkominfo kalau di Indonesia. Sementara, Kepala Pusat Informasi dan Humas Depkominfo, Gatot S. Dewa Broto mengatakan pihaknya akan

segera menggelar uji publik untuk Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) soal penyadapan. “Kami akan segera menggelar uji publik untuk RPP soal penyadapan,” katanya. Uji publik akan dilakukan setelah harmonisasi di Departemen Hukum dan HAM rampung. Mencuatnya kontroversi, mendorong pihaknya untuk melaksanakan uji publik. Sebelumnya pihaknya sempat menetapkan tenggat waktu uji publik pada Januari 2010. “Karena RPP ini menuai kontroversi maka akan ada uji publik dalam waktu dekat,” katanya.

2010 Pemerintah Bangun Lapas Baru BOGOR (Antara): Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar menyatakan bahwa 2010 ini pemerintah telah menganggarkan dana Rp1 triliun membangun lembaga pemasyarakatan (lapas ) baru di Indonesia. “Pemerintah sudah menyediakan dana 1 triliun, rencananya kita akan membangun 20 hingga 30 lapas baru untuk mening-

katkan layanan di lapas,” ujarnya kepada sejumlah wartawan saat mengujungi Lapas Paledang Bogor, Minggu (10/1) siang. Patrialis telah mengunjungi kebeberapa lapas di Indonesia, dan melihat kondisi tidak layak hampir di setiap lapas. “Seperti di Batam, 400 persen lapasnya tidak mengenakan baju, mereka semua berkipas-

kipas dalam lapas, dan satu ruangan diisi berjubel tahanan,” ungkapnya. Kondisi seperti ini menurut Patrialis tidak bisa dipertahankan, mengingat para tahanan juga manusia yang memiliki hak merasakan kenyamanan baik itu dalam lapas. “Ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Kondisi ini membuat sejumlah

Video ‘Pembaptisan’ Gus Dur Diputar Di Surabaya SURABAYA (Antara): Video ‘pembaptisan’ almarhum mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) diputar dalam sebuah kajian keagamaan di pusat kota Surabaya. “Video itu tidak benar, karena Gus Dur semasa hidup sudah membantah secara gamblang,” kata pengasuh Pesantren Mahasiswa An Nur, Wonocolo, Surabaya, KH Imam Ghozali Said, MA di Surabaya, Minggu (10/1). Dia mengemukakan hal itu menanggapi pengakuan aktivis masjid yang hampir mempercayai video itu karena ada Alkitab di atas kepala Gus Dur. Menurut Imam Gozali, yang juga dosen IAIN Sunan

Ampel Surabaya itu, acara yang disebut dengan pembaptisan itu terjadi di sebuah stadion olah raga. “Gus Dur saat itu dipanggil seorang pendeta untuk di doakan, tapi Gus Dur tidak melihat apa yang terjadi bila ada kegiatan yang mirip pembaptisan,” katanya. Bahkan, ketika kasus ‘pembaptisan‘ itu diprotes banyak kalangan, almarhum menegaskan bahwa dirinya adalah muslim yang tidak mungkin akan mengikuti pembaptisan. “Kalau Gus Dur dekat dengan kalangan non muslim memang begitu adanya, tapi Gus Dur membantah bila ada pembaptisan. Kalau ada kegiatan mirip pembaptisan, maka Gus Dur

tidak melihatnya,” katanya. Oleh karena itu, kasus pembaptisan itu tidak selayaknya dipersoalkan lagi ketika Gus Dur sudah meninggal dunia.“Apalagi imam Masjidil Haram Syaikh Dr H Abdurrahman Bin Abdul Aziz Al Sudais saat berada di Masjid Istiqlal, Jakarta pada Shalat Jumat (1/1/2010) pun memimpin doa dan Shalat Gaib untuk Gus Dur. Itu menunjukkan kadar keislaman almarhum yang tak patut diragukan,” katanya. Abdurrahman Sudais berada di Jakarta terkait penyelenggaraan Musabaqah Hafalan Al Quran dan Hadist “Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz Al Suud” Tingkat ASEAN pada 2009.

warga binaan tertekan tentunya. Makanya kita akan mengubah ini agar layanan di Lapas lebih baik dan mereka yang di dalam juga merasa nyaman, diperlakukan secara manusiawi,” terangnya. Menurut Patrialis, kondisi penuh sesak dan kurangnya pelayanan di dalam lapas menjadi pemicu beberapa tahanan kabur, karena buruknya kondisi di lapas. “Saya melihat di Batam, nenek usia 70 ditahan di Lapas, dan di Tanggerang, anak usia 14 tahun sudah ditahan. Kondisi ini tidak bisa dipertahankan terus menerus, kita perlu lapas baru,” terangnya. Karena itu, sejak kini pihaknya telah meminta Kakanwil Dep Hum HAM mendata jumlah warga binaan di dalam lapas dan mencari lahan yang luas untuk pembangunan lapas baru ini. Kenyataan di lapangan hampir seluruh lapas kapasitasnya sudah tidak layak, karena over kapasiti, kamar yang ukurannya 3 x 4 meter diisi 20 orang. Ini kata dia, tidak layak dan tidak baik untuk pembinaan warga lapas karena akan merasa teretekan dengan kondisi sumpek dan padat. Sebab itu pihaknya kini telah melakukan monitoring ke sejumlah lapas dan membangun lapas baru.

“Selama ini pemerintah melakukan analisis terhadap berbagai metode evaluasi pendidikan yang digunakan sebagai standarisasi kelulusan tingkat sekolah, mulai jenjang sekolah dasar, menengah hingga atas. UN masih dinilai paling banyak memiliki sisi positif,” katanya di Magetan, Minggu (10/1). Dalam tasyakuran HUT ke66 Pesantren Sabilil Mustaqim (PSM) di PSM Pusat Takeran, Magetan, Jatim, Mendiknas mengatakan, sisi positif UN antara lain terkait proses evaluasi sistem pembelajaran yang akan diterapkan kepada anak didik. Menurut mantan rektor ITS Surabaya itu, penilaian UN sebagai metode terbaik itu dibandingkan dengan metode lainnya mulai dari metode ujian negara yang berlangsung pada tahun 1971 hingga 1972. Setelah itu, metode berubah dengan dilakukannya ujian sekolah yang berlangsung dari 1972 hingga 1992. Dalam metode itu seluruh peserta ujian diketahui dapat berhasil lulus dengan nilai baik karena belum adanya standarisasi kelulusan. Metode akhirnya diganti dengan Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional (Ebtanas) yang merupakan kombinasi ujian negara dan ujian sekolah. “Metode itu berlangsung dari 1992 hingga 2002 yang masih memiliki kelemahan terkait nilai ujian dan nilai sekolah tiap mata pelajaran,” kata mantan Menkominfo itu. Hingga akhirnya muncul konsep ujian akhir nasional atau UAN yang saat itu memiliki standarisasi nilai ujian terhadap tiga mata pelajaran untuk masing-masing tingkat sekolah,

dan terus berkembang sampai sekarang. “Karena itu UN akan jalan terus, meski saat ini sedang menghadapi pro dan kontra. Jangan sampai hanya karena permasalahan satu pohon, namun seluruh hutan ikut menanggung akibatnya,” katanya. Apalagi katanya, berbagai persiapan untuk pelaksanaan UN tetap berlangsung hingga saat ini, di antaranya pembua-

tan soal, penggandaan soal, distribusi soal, hingga evaluasi. Meski demikian, Mendiknas menampik kemungkinkan UN sebagai satu-satunya persyaratan kelulusan siswa. Dia menambahkan, terdapat beberapa persyaratan lain yang bisa menjadi acuan bagi seorang siswa untuk dinyatakan lulus atau tidak. “Acuan itu antara lain siswa harus mengikuti seluruh pro-

gram yang diselenggarakan sekolah, memiliki budi pekerti dan ahlak yang baik, lulus ujian lokal yang diselenggarakan masing-masing sekolah, serta lulus UN dengan standar kelulusan tahun 2010 adalah minimal 5,50,” katanya. Hal terpenting bagi para pendidik saat ini membantu siswa menghadapi UN yang akan segera digelar pada beberapa bulan lagi.

NU Harus Fokuskan Pada Pelayanan Umat MEDAN (Waspada): Sudah waktunya Nahdlatul Ulama (NU) memfokuskan pelayanan umat. Selama 25 tahun, dari segi pemikiran NU mengalami lompatan luar biasa yang dibawa oleh almarhum Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid). Sejak 1975, Gus Dur telah memulai dobrakan, dan 1979 pada Muktamar NU di Semarang pada saat Gusdur secara struktural masuk di NU, langsung menyampaikan agar NU harus diubah. “Saat itu Gus Dur menyam-

paikan, NU bagian dari PPP, kemudia NU keluar dari gerakan politik menjadi sosial kemasyarakatan dan terkenal dengan khittahnya mereposisi dan reorientasi pemikiran NU,” kata Ketua Pengurus Besar Nhdlatul Ulama, KH Hasyim Muzadi, saat meresmikan gedung baru Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sumut, Rabu (6/1) di Jl. Sei Batanghari, Medan. Disebutkan Hasyim Muzadi, pada 1983 konsep pemikiran Gus Dur diuji para ulama di

Komnas HAM Sikapi Lumpur Lapindo April SURABAYA (Antara): Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas) HAM akan menyikapi potensi pelanggaran HAM dalam kasus lumpur di kawasan eksplorasi PT Lapindo Brantas, Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, pada April 2010. “Tim Adhoc Kasus Lumpur Lapindo Komnas HAM sudah melaporkan 13 temuan pelanggaran hak ekosob (ekonomi, sosial, budaya) di kawasan lumpur itu,” kata Wakil Ketua Komnas HAM, Hesti Armiwulan di Surabaya, Minggu (10/1). “Namun Komnas HAM belum sampai pada keputusan tentang

pelanggaran HAM di kawasan lumpur, karena laporan tim adhoc baru dikaji dalam rapat paripurna Komnas HAM 5-6 Januari 2010,” katanya. Bila nanti lumpur panas Lapindo ditetapkan sebagai kasus pelanggaran HAM berat, Komnas akan meneruskan ke Kejaksaan Agung. “Laporan ke Kejakgung itu tidak melihat surat perintah penghentian penyedikan (SP3) polisi, karena Komnas HAM menyikapi dalam ranah pelanggaran HAM, sedangkan polisi pada ranah pidana. Keduanya tidak ada kaitan sama sekali,” kata dia.

Situbondo, yakni konsep harus kembali ke khittah menjadi jam’iyah diniyah, yang gerakannya rahmatan lil alamin. Kemudian posisi Indonesianya harus diletakkan menyatu dengan Pancasila dan negara kesatuan Republik Indonesia. Menerima Pancasila Setelah melalui perdebatan panjang, pada Muktamar ke27 NU 1984 diputuskan pertama kali Ormas Islam di Indonesia menerima Pancasila sebagai satu-satunya azas untuk bangsa dan negara adalah Jam’iyah Nahdlatul Ulama. Pada saat itu juga diletakkan tiga landasan NU yakni, jati diri, kemandirian, dan kebebasan. Disebutkan Hasyim, di tengah-tengah Gus Dur mengembang NU dari wawasan kitab kuning digeser ke wawasan nasional, internasional dan lintas pemikiran, ada sesuatu yang belum dikerjakannya, yakni bagaimana mengajak dan memperkenalkan NU ke dunia Islam. Karenanya NU harus meningkatkan kualitas pengabdiannya. Apa yang diberikan kepada masyarakat harus di konkritkan. “Gedung baru PWNU ini diharapkan merupakan tempat pengembangan wawasan pemikiran ke-Islaman dan pemikiran kemanusiaan.”(m43)


Luar Negeri

4

Tiga Lagi Gereja Diserang Di Malaysia KUALA LUMPUR, Malaysia (AP): Sejumlah bom molotov dilemparkan ke dua gereja di Malaysia Minggu (10/1) dan gereja lainnya ditaburi dengan cat hitam dalam rangkaian terakhir serangan terhadap rumah ibadah Kristen menyusul satu keputusan pengadilan yang membenarkan warga non–Muslim menggunakan kata Allah untuk menyebutkan nama Tuhan mereka.

Ratusan jemaat dari salah satu gereja yang dirusak minggu lalu berkumpul di satu tempat ibadah darurat karena ruang ibadah mereka terbakar dalam satu serangan bom molotov pekan lalu dan menyerukan per-

satuan nasional serta diakhirinya aksi kekerasan. Minggu dinihari, satu bom Molotov dilemparkan ke gereja AllSaintsChurchdiTaiping,Perak. Aksi itu dilakukan beberapa saat sebelum tempat ibadah itu

dibuka, kata Kepala Kepolisian ZulkifliAbdullah.Diamengatakan kepada The Associated Press bahwa gedung itu tidak rusak namun polisi menemukan tandatanda kebakaran pada dindingnya. Satu botol minyak tanah dengan sumbu yang tidak menyala ditemukan Minggu dinihari di dalam kompleks gereja St. Louis Katholik, yang juga terletak di Taiping,katapendeta DavidLourdes.Diamengatakannampaknya itu suatu serangan gagal. Di negara bagian selatan, Malaka, dinding luar Gereja Baptis Malaka nampak dipercikkan cat hitam, kata polisi. Empat lagi gereja dilempar bom molotov Jumat dan Sabtu.

Semuanya, kecuali Metro Tabernacle, yang memindahkan kegiatan peribadatannya, hanya mengalami kerusakan kecil dan tidak ada korban cedera. Tiga gerejalainnyamenyelenggarakan misa gereja sebagaimana biasa Minggu. Perusakan ini diduga dipicu karena keputusan pengadilan yang mengizinkan warga non Muslim menggunakan kata Allah untuk menyebut Tuhan. Pemerintah Malaysia yang sangat tergantung kepada suara masyarakat Muslim Melayu, mengizinkan mereka melakukan demonstrasi ke gereja-gereja di Kuala Lumpur. Meskidemikian,PMMalaysia Najib Razak mengutuk serangan

itu dan mengatakan tindakan seperti itu “merusak keharmonisan Malaysia. Pemerintah akan melakukan langkah apapun utnuk mencegah kejadian seperti itu terulang,” tandas Najib Razak. Perbedaan kepercayaan Kontroversi ini bermula dari larangan bagi sebuah harian Katholik The Herald menggunakan kata Allah untuk menyebut Tuhan.Namun,PengadilanTinggi Kuala Lumpur mencabut larangan penggunaan kata Allah itu. Keputusanpengadilaninilahyang menjadi sumber aksi unjuk rasa. Beberapa organisasi massa Islam termasuk partai PAS yang berhaluan Islam sepakat dengan keputusan pengadilan. Mereka setuju semua agama Samawi

termasuk Kristen dan Yahudi berhak menggunakan kata Allah. Namun beberapa kelompok lain, termasuk Gerakan Pemuda Muslim Abim tetap bersikukuh bahwa penggunaan kata Allah oleh kelompok Kristen adalah upayaagamatersebutmembujuk warga Muslim untuk meninggalkan agama Islam. Para pejabat gereja mengatakan meskipun kata Allah berasal dari bahasa Arab, namun bahasa Melayu sudah menggunakan kata ini selama beratus tahun untuk menyebut Tuhan secara umum. (m07)

Petraeus: Tak Ada Pengerahan Pasukan AS Ke Yaman TAMPA, Florida (CNN/ Antara): Militer AS tidak berniat mengerahkan pasukan darat ke Yaman, negara di mana al-Qaida telah menjadi ancaman yang meningkat, kata Jenderal David Petraeus kepada CNN dalam satu wawancara Minggu (10/1). Begitupun, AS berencana menambah lebih dua kali lipat bantuan dana keamanan bagi Yaman, dari AS$70 juta menjadi lebih AS$150 juta, kata Petraeus, Ketua Komando Pusat AS, kepada Christiane Amanpour di Komando Pusat AS itu diTampa.

Petraeus, yang baru-baru ini kembali dari kunjungannya ke negara Arab itu, mengatakan MenluYaman telah menyatakan terus terang bahwa “Yaman tidak menginginkan pasukan darat Amerika di sana. Dan itu tanggapan yang bagus untuk kami dengar.” Ditanya tentang apakah sebelumnya ada rencana untuk mengirim pasukan ke sana, dia menjawab “Tentu tidak, kami selalu menginginkan negara tuan rumah mengatasi sendiri masalahnya. Kami ingin mem-

Wakil Menkes Thai Mundur B A N G KO K , T h a i l a n d (Antara/Reuters):Wakil Menteri Kesehatan Masyarakat Thailand, Minggu (10/1) mengundurkan diri setelah dituduh terlibat skandal korupsi sekitar AS$2,57 miliar menyangkut program pemeliharaan kesehatan. Manit Nopamornbodee adalah menteri kedua yang mengundurkan diri menyangkut skandal yang dilakukan pejabat tinggi, yang memalukan pemerintah koalisi yang bersiap-siap menghadapi aksi protes di jalan dan mosi tidak percaya di parlemen. Menteri Kesehatan Masyarakat Witthaya Kaewparadai , anggota Partai Demokrat yang berkuasa , mengundurkan diri 29 Desember tetapi penolakan wakilnyauntukmengikutjejaknya menimbulkanketegangan dalam pemerintah koalisi enam partai yang dilanda percekcokan. Dengan dukungan Partai Bhumujai Thai yang dipimpinnya, mitra koalisi terbesar kedua, ManitmengabaikanimbauanPM Abhisit Vejjajiva untuk mengundurkan diri dalam apa yang menurutparapengamatsatutan-

da percecokan yang mendalam dalam tubuh pemerintah. “Saya menegaskan bahwa saya tidak pernah terlibat apa yang disebut kasus korupsi itu, akan tetapi saya mengundurkan diri untuk menunjukkan tanggung jawab saya dan meredakan tekanan politik terhadap partai BhumjaiThai,”kataManitkepada wartawan. Empat menteri telah mengundurkandiri,tigamenyangkut skandalkorupsi,sejakpemerintah berkuasa setahun lalu , yang berikrar pemberantasan korupsi sebagai salah satu prioritasnya. Abhisit dalam dalam pidato televisi mingguannya , Ahad mengatakan ia akan merampungkan satu daftar perombakan kecil dalam kabinet akhir pekan ini. Satu tim pencari fakta bulan lalumerekomendasikanWitthaya, Manit dan sembilan pejabat lainnya agar ditertibkan karena mendukung rencana kementerian itu untuk membangun fasilitas dan membeli peralatan medis yang dianggap tidak perlu atau harganya terlalu tinggi oleh para pejabat kesehatan lokal.

Gempa Bumi 6,5 SR Goncang Pantai California CALIFORNIA, AS (CNN): Gempa bumi dengan kekuatan 6,5 skalarichtermenggoncanglepaspantaiCalifornaiUtara,menyebabkan ribuan rumah terputus dari aliran listrik. Gempayangterjadisekitar13,5mildikedalamanlaut,menghantam lepas pantai sekitar pukul 4:27 sore Sabtu (9/1), sekitar 33 mil dari kota pantai Eureka, demikian menurut Survei Geologi AS. Sekitar 28.000 pelanggan, kebanyakan mereka yang tinggal di Humboldt County, mengalami terputusnya aliran listrik Sabtu malam, kata Jeff Smith, jubir Perusahaan Listrik dan Gas Pasifik. Satu kebocoran gas dilaporkan terjadi di kawasan itu. Tidak ada laporan tentang korban cedera atau kerusakan akibat gempa itu, demikian menurut pihak berwenang lokal dan Petugas Penjaga Pantai AS di Humboldt County. Rumahsakit St. Joseph membenarkan satu orang dirawat karena patah tulang paha dan yang lainnya dirawat di rumahsakit karena luka-luka ringan akibat gempa itu. Hampir 12 gempa susulan terjadi setelahnya, dan yang paling keras 4,5 skala richter.(m18)

China Evakuasi 5.400 Orang Akibat Salju Tebal BEIJING, China (AP): Lebih 5.400 orang dievakuasi setelah bagian baratlaut China di Xinjiang dilanda hujan salju yang tebal yang menyebabkan satu orang tewas, demikian sejumlah laporan Minggu (10/1). Kementrian Urusan Sipil mengatakan, salju tebal telah menyebabkan sekitar 800 rumah rata dengan tanah dan merusak hampir 5.000 lainnya diTacheng, Xinjiang dan Altay beberapa minggu terakhir, demikian menurut kantor berita Xinhua. Salju tebal tersebut menyebabkan suhu bumi turun tajam dan mengakibatkan gangguan bagi pasokan dan penyaluran listrik, kata Xinhua, dalam laporan terakhir tentang masalah terkait dingin di utara China. Cuaca dingin saat ini telah menyebabkan badai salju tebal yang mengakibatkan terkendalanya ratusan penerbangan di Bandara Internasional Ibukota Beijing dan ditutupnya jalan raya dan kereta api. Jutaan pengguna angkutan umum juga menghadapi kesulitan untuk menuju tempat kerja selama beberapa hari. Cuaca sangat dingin ini menyebabkan pihak berkuasa mengeluarkan peraturan giliran pemadaman listrik bagi ratusan pabrik di China tengah guna memastikan pasokan listrik cukup untuk memanaskan rumah-rumah. Musim dingin lalu, beberapa daerah di China mengalami pemadaman listrik setelah perusahaan pembangkit listrik mengalami kekurangan cadangan batu-bara terkait tingginya biaya dan badai listrik mengacau usaha pasokan. China bergantung pada batu bara sekitar 70 persen untuk konsumsi listriknya. Kementrian tersebut telah mengalokasikan 5.000 tenda bagi mereka yang dievakuasi di Xinjiang, dan juga jaket serta selimut, kata Xinhua, di mana pemerintah regional Xinjiang mengalokasikan 15 juta yuan untuk usaha pertolongan.(m18)

bantu. Kami memberikan bantuan.” AS juga akan memberikan bantuan tambahan bagi ekonomi Yaman, daerah di Semenanjung Arab yang akhir-akhir ini dikatakan telah menjadi oase bagi kelompok teroris. Selain dana bantuan AS, Arab Saudi juga dilaporkan mengalokasikan AS$2 miliar dan Uni Emirat Arab sekitar AS$600 juta atau AS$700 juta, semuanya untuk membantu pemerintah memerangi teror dan meningkatkan pembangunan di kawasan perbatasan, demikian menurut Petraeus. Setelah terjadi rencana serangan di Hari Natal pada satu pesawat menuju AS, al-Qaida yang bermarkas di Yaman mengaku bertanggungjawab dan mengatakan serangan itu sebagai balasan atas serangan rudal jelajah AS atas kamp-kampnya. Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh mengatakan kepada AS bahwa Yaman lebih memilih menangani al-Qaida sendiri, dan AS berniat menghormati keputusan itu, kata Petraeus. “Pasukan itu mengancam kedutaan beberapa negara yang penting bagiYaman dan, kenyataannya telah membunuh beberapa pejabat pemerintah,” kata Petraeus, mengacu pada al-Qaida di Yaman. “Jadi ada insentif besar bagi Presiden Saleh dan pemerintah Yaman untuk memerangi al Qaida di Semenanjung Arab dan pertumbuhan yang telah kami lihat di kamp-kamp latihan dan infrastruktur lain yang telah mereka dirikan tahun-tahun terakhir.” Bersembunyi di Yaman Puluhan anggota al Qaida bersembunyi di satu daerah pegunungan Yaman, kata seorang pejabat senior dalam pernyataan, Minggu , sementara

Presiden Ali Abdullah Saleh mendesak mereka meletakkan senjata mereka. Para gerilyawan al Qaida, di antara mereka adalah warga Arab Saudi dan Mesir, datang dari Afghanistan dan bergabung dengan para anggota jaringan gerilyawan lokal di pangkalanpangkalan di gunung Kour, provinsi Shabwa,Yaman selatan , kata gubernur provinsi itu Ali Hasan al Ahmadi. “Ada puluhan gerilyawan al Qaida warga Arab Saudi dan Mesir datang ke provinsi itu,” kata Ahmadi kepada surat kabar Al-Sharq Al Awsat yang berpusat di London. Di antara mereka, tambahnya adalah pemimpin al Qaida di Jazirah Arab (AQAP) Nasser alWahishi, orang nomor duanya, Saeed Ali Sheri, seorang warga Arab Saudi dan ulama garis keras Yaman-AS Anwar al Awlaqi. Para gerilyawan asal Mesir dan Arab Saudi itu, kata Ahmad datang ke Yaman dari Afghanistan. Kelompok AQAP mengakui mereka berada dibelakang serangan bom yang gagal pada Hari Natal di sebuah pesawat maskapai penerbangan Amerika Serikat , sementara para pejabat Yaman mengatakan pembom yang gagal itu Umar Faruk Abdulmutallab telah dihubungi dengan Awlaqi. Amerika Serikat menuduh cabang Al Qaida di Yaman itu melatih Abdulmutallab , yang berusaha meledakkan pesawat maskapai penerbangan Northwest Airline sebelum mendarat di Detroit, tetapi diringkus oleh para penumpang. AS juga menuduh Awlaqi menghasut “ terorisme” dan mengatakan ia memiliki hubungan dengan orang yang dituduh menembak 13 orang di sebuah pangkalan militer Texas November lalu, Mayor Nidal

Hasan. Presiden Saleh mengatakan ia siap berunding dengan para gerilyawan jika mereka menghentikan aksi kekerasan mereka. “Jika gerilyawan Al Qaida meletakkan senjata mereka, menghentikan aksi kekerasan dan terorisme dan kembali pada kearipan, kami siap berunding dengan mereka,” kata Saleh dalam wawancara dengan stasiun TV Abu Dhabi yang disiarkan kantor berita Yaman, Saba, Minggu. Tetapi presiden itu, yang negaranya juga menghadapi perlawanan Syiah di utara dan gerakan menuntut otonomi di selatan , menegaskan pemerintah akan menghancurkan mereka yang melakukan aksi kekerasan.(m18)

Dari:

WASPADA

Senin 11 Januari 2010

Pengeboman Markas CIA, Aksi Balas Dendam KABUL, Afghanistan (BBC): Rekaman video yang diklaim dari seorang warga Jordania yang mengebom markasbesar CIA di Afghanistan menunjukkan dia membalas dendam atas kematian pemimpin Taliban Pakistan, Baitullah Mehsud. Dalam sebuah cuplikan video yang disiarkan televisi Al-Jazeera, seorang pria yang dikatakan calon pembom Humam Khalil AbuMulal al-Balawi mengatakan, kematian Mehsud harus dibalas “di dalam dan di luar Amerika”. Salah satu stasiun televisi Pakistan menunjukkan pengebom itu bersama dengan pengganti pemimpin Taliban, Hakimullah Mehsud. Keaslian cuplikan itu belum dapat dikonfirmasi. Delapan orang tewas dalam serangan bom itu. Tujuh di antaranya adalah agen intelijen CIA dan satu pejabat intelijen Jordania. Serangan terhadap Pangkalan Operasi Chapman di Provinsi Khost Afghanistan itu merupakan insiden yang terburuk bagi pejabat intelijen Amerika Serikat sejak pengeboman Kedubes AS di Beirut tahun 1983.


Dirgahayu 63 Tahun Waspada

WASPADA Senin 11Januari 2010

5

PEMERINTAH KAB. ACEH TENGAH

PEMERINTAH KAB. ACEH SINGKIL

Mengucapkan:

Mengucapkan:

Harian

Harian

WASPADA

WASPADA

Semoga semakin jaya dan eksis mengemban misinya.

Semoga semakin jaya dan eksis mengemban misinya.

Tertanda:

Tertanda:

H. Makmursyah Putra

H. Khazali

Ir. Nasaruddin, MM

Drs. H. Dajauhar Ali

Bupati

Wakil Bupati

Bupati

Wakil Bupati

Ridwan Hasan, SH, MM

Drs. Khairul Asmara, MM

Sekdakab

Sekdakab

Keluarga Besar

DIREKSI PT PERKEBUNAN NUSANTARA 1 ACEH

Ttd.

Ir. MUCH TAVIP, MM

WASPADA

Semoga tetap eksis berjuang membela kepentingan rakyat.

IDI (Waspada): Dalam rangka HUT Waspada Ke 63 banyak kalangan menjempolkan media harian pagi itu yang telah terbit sejak tahun 1947. Sebab, selain salah satu media profesional tingkat nasional, Waspada juga dinilai ikut berkiprah membangkitkan Aceh dari keterpurukan. “Waspada rujukan kami di kalangan birokrasi pe-merintahan, bahkan setiap pagi saya salah satu media yang pertama say abaca adalah Harian Waspada,” demikian dilontarkan Bupati Aceh Timur, Tungku Muslim Hasballah (foto) dalam wawancara singkat dengan Waspada pekan lalu di Idi. Menurutnya, Waspada adalah sosok media yang punya andil dalam membangun Aceh Timur pada khususnya. Bahasa Waspada yang menyejukkan dinilainya penuh kedamaian. Sehingga MoU Helsinki terus terpelihara sepanjang masa sebagaimana harapan semua pihak. Kata Bupati Aceh Timur, dengan umurnya yang telah mencapai 63 tahun diharapkan terus berperan aktif dalam semua lini pembangunan di Aceh. “Informasi yang disajikan benar-benar akurat dan berimbang, dan Waspada saya melihatnya sangat independen dalam sebuah pemberitaan,” tuturnya. Sebabnya, Muslim Hasballah mengharapkan, ke depan Waspada terus berpacu dalam membangun Indonesia dan membangkitkan Aceh dari sisi pembangunan dan keterpurukan. “Terus suarakan kedamaian, walaupun sulit, namun saya akui Waspada telah punya itu, dan ini patut dijempolkan,” sebut Muslim Hasballah seraya mengucapkan, dirgahayu Waspada Ke 63, semoga Waspada tetap jaya dan selalu melekat di hati pembacanya. (cmad)

Waspada Profesional, Proporsional dan Rasional SUBULUSSALAM (Waspada): Kehadiran surat kabar maupun media informasi lain di dunia ini diakui sangat penting. Di samping menyajikan berita-berita pembangunan maupun segala sesuatu yang terjadi di sebuah daerah, perannya amat besar dalam fungsinya sebagai kontrol sosial, hiburan dan sebagainya. Demikian antara lain Walikota Subulussalam Merah Sakti, SH didampingi Wakilnya H. Affan Alfian Bintang, SE di selasela istirahat dalam rutinitas olahraga badminton di gedung serba guna Subulussalam, Sabtu (9/1) yang sengaja ditemui Waspada. Mengomentari penyajian surat kabar harian Waspada dalam usianya yang ke-63, Sakti menyatakan kesalutannya. Pasalnya, berita-berita yang disajikan cukup positif, profesional, proporsional dan rasional serta dapat dipertanggungjawabkan. “Penyajian profesional, proporsional dan rasional. Kalaupun prestasi ini tidak bisa ditingkatkan, paling tidak dipertahankan,” saran Sakti sembari mengucapkan Dirgahayu ke-63 Surat Kabar Harian Waspada semoga prestasi ini dapat terus ditingkatkan. Di sisi lain Sakti mengaku kalau dirinya selaku orang nomor satu di Subulussalam sangat berkeinginan untuk beraudiensi dengan pimpinan surat kabar harian nasional ini. “Kita masih akan lihat situasi dan kondisi yang memungkinkan untuk itu,” terang Sakti.(b33)

WASPADA

Semoga tetap eksis berjuang membela kepentingan rakyat. Tertanda:

Tertanda:

Erwin Nasution

Sulaiman Sufi Komisaris Utama

Direktur Utama

Kadis

Waspada Ikut Bangkitkan Aceh

Harian

Harian

Harian

Semoga tetap eksis berjuang membela kepentingan rakyat.

Mengucapkan:

Mengucapkan:

Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Aceh Barat Daya

WASPADA

PT. GRESA MANDIRI

PEMERINTAH KABUPATEN PIDIE JAYA BESERTA SELURUH MASYARAKAT Mengucapkan:

Harian

WASPADA

Harian

WASPADA

Semoga tetap eksis berjuang membela kepentingan rakyat. Dari:

“Semoga Harian WASPADA tetap Jaya serta menjadi Pioner bagi media massa yang membawa kepedulian tinggi terhadap Harkat dan Martabat bangsa dengan terus memperjuangkan kehidupan masyarakat demi Kebenaran dan Keadilan Dan selalu sukses dalam berkiprah sebagai surat kabar nasional dan tetap komit sebagai pioner Pers yang bertanggungjawab dan professional”

PT KATEUKA SURYA BAHARI

CV. DOAMA DESIGN

Ttd:

Ir. H. Samsoel Bahri Ys

Mahila Shari, SE

Direktur Utama

Direktris

DRS. H. M. GADE SALAM

M. YUSUF IBRAHIM

Bupati Pidie Jaya

Wakil Bupati Pidie Jaya

PT. BENANG MAS

RAMLI DAUD, SH, MM

H. Abdullah Benny

Sekdakab Pidie Jaya

Direktur

DEWAM PERWAKILAN RAKYAT KABUPATEN PIDIE JAYA Mengucapkan:

PT PLN (Persero) Wilayah Aceh Cabang Langsa Mengucapkan:

Harian

WASPADA

“Semoga tetap amanah dalam bertugas dan komit menjunjung tinggi Kebenaran dan Keadilan Serta selalu sukses dalam berkiprah sebagai surat kabar nasional yang aktif dalam sosial kontrol sebagai pioner Pers yang bertanggungjawab dan professional”

Ttd:

Harian

WASPADA

“Semoga tetap amanah dalam bertugas dan komit menjunjung tinggi Kebenaran dan Keadilan Serta selalu sukses dalam berkiprah sebagai surat kabar nasional yang aktif dalam sosial kontrol sebagai pioner Pers yang bertanggungjawab dan professional”

SAIFUL BAHRI

DRS. ABDUL SYAKUR, M.Si

Ketua DPRK Pidie Jaya

Sekretaris DPRK

Ttd:

RAMLI, SH

IR. H. SULAIMAN ARY

Baharuddin, SE

Wakil Ketua

Wakil Ketua

Harian

Manager Cabang

Pengurus Cabang PSSI Kota Langsa Mengucapkan:

WASPADA

“Semoga tetap amanah dalam bertugas dan komit menjunjung tinggi Kebenaran dan Keadilan Serta selalu sukses dalam berkiprah sebagai surat kabar nasional yang aktif dalam sosial kontrol sebagai pioner Pers yang bertanggungjawab dan professional”

Harian

WASPADA

Dari: - Kepala SMA Negeri 1 Langsa - Kepala SMA Negeri 3 Langsa - Kepala SMP Negeri 3 Langsa - Kepala SMP Negeri 4 Langsa - Kepala SMP Negeri 4 Langsa - Kepala SD Negeri 1 Langsa - Kepala SD Negeri 13 Langsa - Kepala SD Negeri Langsa Lama - Kepala SD Negeri 11 Langsa - Kepala SDN 1 Matang Seulimenag - Kepala SDN Seuriget - Kepala SDN 1 Alur Dua

: : : : : : : : : : : :

Drs H. A. Samad Hasan, MBA Drs H. Jalaluddin Raden, MM Ir. H. M. Ali Usman, MBA Abdul Jabar, S.Pd Bukhari M, S.Pd Hj. Haliani Nurvi, S.Pd Hj. Afrida, A.Ma.Pd Abdul Aziz TM, S.Pd Ilyas, SPd Hj. Nuraina Karim Drs Ibrahim Bay Hj. Mursida

“Semoga tetap amanah dalam bertugas dan komit menjunjung tinggi Kebenaran dan Keadilan Serta selalu sukses dalam berkiprah sebagai surat kabar nasional yang aktif dalam sosial kontrol sebagai pioner Pers yang bertanggungjawab dan professional”

Ttd:

Syaifullah, SH, MH, MM

Jalaluddin, SE, MM

Ketua Umum

Sekretaris Umum


Sport

6

WASPADA Senin 11 Januari 2010

Bukti Mental Juara Inter ROMA (Waspada): Inter Milan membuktikan kekuatan mental juaranya ketika menang 4-3 atas Siena, kendati sempat tertinggal 2-3 hingga dua menit jelang bubaran laga.

AP

Gelandang Inter Wesley Sneijder melompat untuk menghindari tekel pemain Siena Cribari di San Siro Stadium, Milan, Sabtu (Minggu WIB).

“Yangbisasayakatakanuntuk para pemain saya, mereka telah menunjukkan karakter hebat untuk bangkit dari kekalahan dan memenangkan pertandingan,” ucap pelatih Inter Jose Mourinho dalam Sky Sports, Minggu (10/ 1). Massimo Maccarone dua kali mencetak gol untuk membawa Siena unggul di San Siro Milan, Sabtu (MingguWIB). Namun dua gol tendangan bebas Wesley Sneijder membuat kedudukan sama, selanjutnya kedua tim sama-sama menambah satu gol. GolWalter Samuel pada injury time memastikan keunggulan I Nerrazzurri, sekaligus memantapkan posisi sang juara bertahan di puncak klasemen Liga Seri A. “Saya cukup sedih, Siena mengaku tak pantas kalah dalam duel ini. Namun kejadian seperti inikerapterjadidalamsepakbola,” papar pelatih 46 tahun asal Portugal tersebut. Mourinho pun mengaku sangatbangga,apalagidiasempat berpikir timnya akan kalah dari skuad besutan pelatih Alberto Malesani itu. “Kami hanya memiliki sedikit pilihan, dan pada babakkeduasayamendapatkabar

buruk dengan cedera yang membekap Dejan Stankovic,” jelasnya. “Saya pikir, eksekusi tendanganbebasyangkamidapat di awal tidak begitu bagus. NamunWesley Sneijder berhasil melepaskan tembakan luar biasa,” puji mantan arsitek Chelsea dan FC Porto tersebut. Dia juga tak lupa memuji performa Siena yang menurutnya tampil cukup solid. “Secara keseluruhan, Siena bermain lebih baik dari kami. Mereka memperagakan skema serangan balik yang bagus dan menciptakan banyak kesulitan kepada kami,” tutur Mourinho. “Alberto Malesani dan saya sempat chatting setelah pertandingan. Dia mengaku senang, karena dia merasa telah memenangkan laga yang sebenarnya kalah dan senang karena timnya bermain luar biasa meski pulang tanpa poin,” katanya menambahkan. Siena unggul lebih dulu menit 18 ketika Maccarone mencetak gol dari jarak jauh. Inter menya-makan kedudukan ketika striker Diego Milito mencetak golnya yang ke-11 di liga musim ini dari sudut sempit. Tendangan bebas melengkung dari Sneijder membawa tuanrumahkembaliunggulmenit 36. Namun satu menit kemudian Albin Ekdal menyamakan kedudukan. Maccarone kembali membuat Siena unggul menit 65. Gelandang Belanda Sneijder juga kembali menyamakan kedudukan dan akhirnya Samuel memastikan kemenangan La Beneamata. (h01/vvn/sky)

Seri, MU Salahkan Wasit LONDON (Waspada): Manchester United gagal memanfaatkan keuntungan urungnya Chelsea bertanding gara-gara salju, setelah ditahan seri oleh Birmingham City, Sabtu (Minggu WIB). Hasil seri 1-1 di St Andrews itumembuatmanajerMUSirAlex Ferguson kembali menyalahkan kinerja wasit. Sasarannya soal pengusiran Darren Fletcher yang menerima kartu kuning kedua menit 84, karena dianggap mengasari pencetak gol Birmingham Cameron Jerome. “Saya tak pernah melihat pelanggaran ringan seperti itu diakhiri dengan pengusiran pemain. Saya telah mengamati wasit Mark Clattenburg musim ini,” sesal Ferguson. “Dia memimpin laga Arsenal versusTottenham.Seharusnya dia berpikir sebelum mengusir seorang pemain,” tambah Ferguson, seperti dilansir Reuters, Minggu (10/1). Hakim garis juga sempat menganulir gol balasan MU dengan mengangkat bendera offside untuk Wayne Rooney. “Banyak keputusan aneh di sini. Penjaga garis sempat menganulir gol kami, tapi ternyata akhirnya

Klasemen Liga Premier Chelsea 20 14 3 3 45-16 45 ManUnited 21 14 2 5 46-19 44 Arsenal 20 13 3 4 53-23 42 Tottenham 20 11 4 5 42-22 37 Man City 19 9 8 2 38-27 35 Aston Villa 20 10 5 5 29-18 35 Liverpool 20 10 3 7 37-25 33 Birmingham 21 9 6 6 21-19 33 Fulham 20 7 6 7 26-22 27 Stoke City 20 6 6 8 18-25 24 Sunderland20 6 5 9 28-31 23 Everton 20 5 8 7 28-34 23 Blackburn 20 5 6 9 20-35 21 Burnley 20 5 5 10 22-40 20 Wolves 20 5 4 11 17-36 19 Wigan 19 5 4 10 21-44 19 West Ham 20 4 6 10 28-37 18 Bolton 18 4 6 8 26-36 18 Hull City 20 4 6 10 20-42 18 Portsmouth 20 4 2 14 18-32 14 gol bunuh diri,” ujarnya lagi. Chelsea berarti masih kokoh di puncak klasemen Liga Premier dengan 45 poin dari 20 laga, United44poindari21lagadanArsenal 42 angka dari 20 kali bermain. The Red Devils yang dihentikan di Piala FA minggu lalu oleh klub divisi tiga Leeds United, tampakakanmengalamikekalahan berikutnya di Birmingham.

Tuan rumah memimpin lebih dulu lewat Cameron Jerome menit 39. Scott Dann kemudian membuat kesalahan dengan gol bunuh dirinya menit 63, saat tim tamu memberondong pertahanan Birmingham. “Kamiharuspuasdengansatu poin karena Birmingham berada dalam bentuk terbaiknya dan bermain sangat baik,” puji Ferguson kepada ESPN. Bos Birmingham Alex McLeish yang bermain di bawah asuhan Ferguson di Aberdeen pada awal 1980-an mengatakan, “Saya bangga pada pemain saya. Iniperjalananyangmengagumkan dari titik kritis dan saya berharap kami melangkah lebih jauh lagi.” “Kami tampil lebih bagus di babak kedua. Kami juga seharusnya mendapatkan respek dari MU di babak pertama. Kami sangat kompak di kamar ganti,” jelas McLeish. PelatihasalSkotlandiaitujuga mendapat pujian dari mantan gurunya. “Alex telah melakukan pekerjaanfantastis.Diamembuat pemainnya berlari 100 mil dan tentu kredit layak diberikan kepadanya,” papar Ferguson. (h01/rtr/espn/ap)

AP

Gelandang MU Darren Fletcher (kiri) memprotes wasit di St Andrews Stadium, Birmingham, Sabtu (Minggu WIB). Sabtu, 9 Januari: Arsenal vs Everton 2-2 Birmingham vs MU 1-1 Senin, 11 Januari: Man City vs Blackburn Pertandingan Ditunda: Hull City vs Chelsea Burnley vs Stoke City Fulham vs Portsmouth Sunderland vs Bolton Wigan vs Aston Villa West Ham vs Wolves Liverpool vs Tottenham

AP

Bintang kemenangan Santader Sergio Canales (kanan) merayakan golnya ke gawang Sevilla dengan Mehdi Lacen di Ramon Sanchez Pizjuan Stadium, Sabtu (Minggu WIB).

Santander Permalukan Sevilla MADRID (Waspada): Aksi menawan remaja Sergio Canales mengantarsuksesRacingSantander membuat kejutan dengan mempermalukan Sevilla 2-1 di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan, Sabtu (Minggu WIB). Kekalahan sekaligus membuatSevillagagalmenyodok ke tiga besar klasemen La Liga Primera.Santandernaikkeurutan 12 dengan mengemas 19. Canales membuka keunggulan tamu saat laga berjalan 25 menit. Lepas dari kawalan bek Sevilla, dia dengan dingin memperdaya kiper Andres Palop melalui tendangan lob.

Tujuh menit sebelum turun minum, Canales menggandakan keunggulan timnya setelah kembali berhadapan langsung denganPalop.Diamelakukanaksi individu melewati Palop sebelum menceploskan bola. Sevilla sempat menghidupkan peluang setelah gelandang jangkar Ndri Romaric mencetak gol balasan menit 62. Namun hingga peluit panjang berbunyi, tim tuan rumah gagal mengejar ketertinggalan satu gol. Di Stadion El Madrigal,Villarreal juga gagal memetik kemenangan saat menjamu UD Alme-

ria.TheYellow Submarines harus puas bermain imbang 1-1. Penyerang asal Brazil Nilmar membawa Villarreal menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0. Sayangnyakeunggulaninitak mampu dipertahankan, Almeria menyamakannya menit 67 lewat penaltti Corona. Pada pertandingan lainnya, Sabtu (Minggu WIB), Atletico Madrid pesta gol ke gawang Valladolid. Juando, Diego Forlan, Jose Antonio Reyes dan Sergio Aguero berturut-turut menjebol gawang tim tuan rumah. (h01/bb/uefa)

Klasemen Liga Primera Barcelona 16 12 4 0 37-10 40 RealMadrid 16 12 2 2 40-13 38 Valencia 16 9 5 2 28-16 32 Mallorca 16 9 3 4 30-18 30 Sevilla 17 9 3 5 28-17 30 Deportivo 16 8 4 4 19-16 28 Getafe 16 9 0 7 26-22 27 Ath Bilbao 16 8 2 6 21-20 26 Villarreal 17 6 5 6 26-21 23 S Gijon 16 5 6 5 17-17 21 Atl Madrid 17 5 5 7 27-28 20 Santander 17 5 4 8 21-26 19 Osasuna 16 4 5 7 14-19 17 Almeria 17 4 5 8 17-27 17 Valladolid 17 3 7 7 22-31 16 Espanyol 16 4 4 8 10-22 16 Tenerife 16 4 3 9 15-30 15 Malaga 16 2 7 7 19-23 13 Zaragoza 16 3 4 9 17-35 13 Xerez 16 1 4 11 6-29 7

AP

Bomber baru AS Roma Luca Toni dikeroyok beberapa pemain Chievo Verona di Olympic Stadium, Sabtu (Minggu WIB).

Debut Gemilang Toni ROMA (Waspada): Tempur dengan 10 pemain selama 80 menit, AS Roma masih mampu menekuk tamunya ChievoVerona 1-0 pada laga Liga Seri A, Sabtu (Minggu WIB) di Stadion Olimpico. Luca Toni menjalani debut perdananya sebagai starter dengan gemilang. Kendati tak mencetak gol, pemain pinjaman dari Bayern Munich ini sukses memberikan kontribusi besar. “Saya sangat senang dengan hasil ini. Sebab inimerupakanaksipertamasayatampildihadapan fans dan saya mencoba memberikan yang terbaik,” tuturToni, seperti dikutip dari Sky Sports, Minggu (10/1). Daniele De Rossi yang diplot sebagai kapten menggantikan posisi FrancescoTotti yang belum fit, tampil sebagai pahlawan I Giallorossi. Gol cepat yang dilesakkannya melalui sundulan saat duel belum genap satu menit membuat Il Lupo

mendapat poin penuh. “Penting bagi kami meraih poin penuh dalam duel ini. Sebab pertandingan tadi berjalan sulit, karena kami harus kehilangan satu pemain,” jelas Toni. “Kami telah menunjukkan sikap yang tepat usai hasil buruk di Cagliari (imbang 2-2). Kami menyimpan kemarahan dan kami sangat menginginkan kemenangan dalam laga tadi,” tambah mantan striker Fiorentina itu. Bermain di depan ribuan pendukungnya, Roma langsung tancap gas. Laga baru berjalan beberapa detik, tandukan De Rossi mulus menusuk gawang Chievo memanfaatkan sebuah umpan penjuru. Petaka menimpa tuan rumah selang 10 menit. Kiper Alexander Doni mendapat kartu merah akibat menghalau tendangan Simone Bentivoglio di luar kotak penalti dengan tangannya. (vvn/sky)


Sport

WASPADA Senin 11 Januari 2010

7

Togo Tetap Tampil Piala Afrika Malam Ini (GMT) Grup A: Malawi v Aljazair di Luanda (1345) Grup B Pantai Gading v Burkina Faso (1600) Ghana v Togo di Cabinda (1830)

CABINDA, Angola (Waspada): Togo tetap tampil pada Piala Nasional Afrika di Angola, kata pemainnya Thomas Dossevi kepada AFP, Minggu (10/1).

12 Tim Ramaikan Honda DBL Di Banda Aceh BANDA ACEH (Waspada): Sebanyak 12 tim basket pelajar di Aceh ikut ambil bagian dalam ajang Honda DetEksi Basketball League (DBL) yang bakal digelar di GOR KONI Aceh, 1216 Januari mendatang. Ke-12 tim basket pelajar tersebut mengikuti technical meeting di showroom PT Capella Dinamika Nusantara, Banda Aceh, yang dipandu langsung oleh Commissioner Honda DBL, Azrul Ananda. Para peserta terdiri dari SMAN 1 Banda Aceh, SMAN 3 Banda Aceh, SMAN 4 Banda Aceh, SMAN 7 Banda Aceh, SMAN 8 Banda Aceh, SMA 9 Tunas Bangsa Banda Aceh, SMA 10 Fajar Harapan Banda Aceh, SMAN 12 Banda Aceh, SMAN 1 Bireuen, SMA Modal Bangsa Aceh Besar, SMA Methodist Banda Aceh dan SMA Katholik Budi Dharma Banda Aceh. Usai technical meeting, keinginan peserta segera berkompetisi tampakjelas.Darimasing-masingwajahmerekaterlihatmemendam tekad dan percaya diri berlaga setelah menyaksikan beberapa video pagelaran di kota-kota lain. “Melihat ini, saya optimis setelah kompetisi Honda DBL di Aceh, akan banyak kompetisi-kompetisi lain yang akan bergulir,” ujar Azrul. Azrul menyebutkan, tahun 2010, ajang Honda DBL diikuti 25 ribu pelajar di seluruh Indonesia. Aceh sendiri baru hadir pertama tahun ini. Untuk Aceh, Honda DBL sebenarnya sudah direncanakan hadir dua tahun silam. Namun, untuk menghadirkannya memerlukan persiapan matang dan harus dilakukan secara bertahap-tahap. Selain itu, kompetisi di Aceh juga berbeda dengan kompetisi lain di Indonesia yang telah menerapkan nilai sebagai persyaratan. “Provinsi lain akan bertanya bagaimana kompetisi di Aceh, dan kalau ini sukses semua provinsi lain akan menyambutnya dengan tepuk tangan dan menjadi sebuah kompetisi terheboh diseluruh jagat negeri ini,” papar Azrul. Pada tahun lalu, para pemain All-Star yang terpilih dari berbagai provinsi langsung dilatih di Surabaya dan diboyong ke Australia untuk berkompetisi dengan tim basket setempat. “Untuk tahun ini, seluruh pemain terbaik yang terpilih nantinya juga dipastikan bertanding dengan tim basket kelas dunia di luar negeri dan akan diumumkan pada 14 Januari di Medan,” demikian Azrul. (b07)

Antara

PIALA KNPI: Kiper Persigos Aceh Singkil, Marone berusaha menangkap bola dari serangan pemain Persiba Aceh Selatan, James (biru) pada pertandingan final turnamen sepakbola Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) CUP-III di lapangan Kompas Bakongan Timur kabupaten Aceh Selatan, Sabtu (9/1). Persiba Aceh Selatan menang 4-0 dari Persigos Aceh Singkil.

“Untukmengenangkematian mereka, tim nasional telah memutuskan akan bermain di African Cup,” jelas Dossevi. Semula, para pemain Togo sempat tidak berminat lagi. Pemerintah Togo pun sudah memanggilmerekapulangakibat serangan dengan senapan mesin yang dilakukan kelompok separatisCabinda,Jumatlalu,sehingga menewaskan seorang asisten pelatih dan juru bicara tim. “Kami semua patah hati.Tapi kami ingin menunjukkan warna nasionalkami,nilai-nilaikamidan orang-orang kami,” tutur Dossevi. Gelandang Togo Alaixys Romao dalam L’Equipe, Minggu (10/1) menambahkan, “Kami membuat keputusan itu dengan suara bulat.” “Kami sudah melakukan pertemuan dengan seluruh delegasidankamiadadilapangan

AP

Emmanuel Adebayor cs tetap mentas di Angola kendati masih trauma. untukberhadapandenganGhana, Senin (11/1),” tegas gelandang klub Grenoble tersebut. “Orang-orang memang sudah ada yang menjadi korban menjelang Afrika Cup, yang lainnya mengalami cedera. Kami tidak akan mengecewakan mereka dan pergi seperti pengecut,” katanya lagi. PengurusKonfederasiSepakbola Afrika (CAF) mengatakan, “Kepala Komunikasi Stanislas Ocloo dan asisten pelatih Abalo Amnalete meninggal dunia pada pukul 04.00 pagi.” Dua pemain Togo lainnya

mengalami cedera akibat serangan tersebut. Beberapa ofisialLesEperviers(julukanTogo) juga ada yang mengalami cedera. “Kami masih trauma dengan peristiwa itu. Jika pihak keamanan tidak bisa mengamankan situasi ini, maka kami akan pergi. Saya rasa para pemain tidak siap menyerahkan nyawa mereka,” beber kapten Togo Emmanuel Adebayor. “Kami melihat sejumlah orangberpakaianmiliterdankami sedikit terkejut pada awalnya, tapi saya merasa itu merupakan pihak keamanan.

“Kami melewati perbatasan di Angola dan saya tidak tahu, sekira 5km setelah perbatasn, kami mendengar suara letusan tembakan dari bis tanpa alasan. Akhirnya, tim kami mengalami cedera,”tambahpenyerangManchester City berusia 25 tahun itu. Sembilan pemain dan ofisial Togo luka-luka, ketika bus mereka mendapatserangansaatmelintas masuk ke Cabinda dari Republik Kongo. Serangan tersebut diakui oleh Front Pembebasan Daerah Kantong Cabinda (FLEC), yang selama beberapa dasawarsa sedangmemperjuangkankemerdekaanwilayahyangkayaminyak tersebut. FLEC mengklaim, pengawal militer tim sebagai targetnya, seraya menambahkan bahwa “Operasi ini baru merupakan awal dari serangkaian tindakan yang akan dilanjutkan di semua wilayah Cabinda.” (h01/ant/afp/ sky)

PTPN 3 Kampiun Bulutangkis Beregu Piala Pangdam I/BB MEDAN (Waspada): PTPN 3 menjuarai Turnamen Bulutangkis Beregu memperebutkan Piala Bergilir Pangdam I/BB setelah menuai kemenangan atas Telkom 2-0 di GOR PLN, Jl KL Yos Sudarso Medan, Sabtu (9/ 1) malam. Di nomor tunggal putra, PTPN3yangmenurunkanAryadi menuai kemenangan fantastis atas A Hadi (Telkom) 21-6, 216. Gelar juara PTPN 3 ditentukan pasangan ganda putra Hilman Gea/Pistono setelah menghentikan perlawanan Warno/Idham 21-17, 21-7 dan memaksa partai ketiga tidak dimainkan. Posisi ketiga diduduki PT. Inalum usai menaklukkan PT. Pelindo I dengan skor 2-1. Selain

trofi, juara I-IV juga berhak atas danapembinaanmasing-masing Rp3 juta, Rp2 juta, Rp1 juta dan Rp500 ribu. Turnamen yang diadakan satuan Penerangan Kodam (Pendam) I/BB itu sebelumnya dibuka resmi Pangdam I/BB Mayjen Burhanuddin Amin. Kapendam I/BB Letkol CAJ Drs H Asren Nasution MA yang sekaligus sebagai penanggungjawab turnamen menjelaskan, event yang baru pertama kali digelar itu dalam rangka memeriahkan Hari Penerangan Angkatan Darat Ke-59 yang jatuh pada 13 Januari. Selain memperebutkan piala bergilir Pangdam 1/BB, panitia juga menyediakan piala tetap General Manager PT PLN Wilayah, Kadis Kominfo Provsu dan

piala tetap Kapendam I/BB. “Turnamen ini diikuti 32 regu yang pesertanya merupakan komunitas humas/penerangan dari berbagai instansi di Medan dan sekitarnya. Kegiatan ini diharapkanmampumembangun komunikasi dan koordinasi lintas sektoral khususnya sesama komunitas humas,” jelas Asren. Dikatakan, selama ini mungkin sesama kepala atau pejabat humas masing-masing instansi sudah saling kenal, tapi tentunya tidak kepada para bawahannya. “Nah, melalui kegiatan inilah seluruh komunitas humas dari mulai kepala hingga bawahan dapat saling berbaur dan mengenalsatusamalainsehingga terjalin hubungan yang semakin baik,” jelas Asren. (m42)

Waspada/Dediriono

Kapendam Kodam I/BB Letkol CAJ Drs H Asren Nasution MA menyerahkan trofi kepada tim PTPN 3 selaku juara Turnamen Bulutangkis Beregu Piala Bergilir Pangdam I/BB, Sabtu (9/1) malam.

PS Pidie Jaya Buka Peluang Divisi III Nasional

JAKARTA (Waspada): Ambisi PS Pidie Jaya mengamankan tiga poin sekaligus membuka peluang lolos ke Divisi II tercapai sudah, setelah pada hari pertama kompetisi Divisi III 16 Besar Nasional mencukur PS Batam 4-2 di Lapangan Bea Cukai, Jakarta, Minggu (10/1). PS Pidie Jaya terlebih dulu kecolongan dua gol yang tercipta pada menit 23 dan 31 hasil tendangan Jemidar dan Safruddin. Setelah kecolongan dua gol, secara spontan semangat anak-anak Pidie Jaya bangkit untuk mengejar ketertinggalan. Berselang satu menit, Pidie Jaya berhasil memperkecil kekalahannya lewat tendangan Mursal yang gagal diantisipasi penjaga gawang Batam, Andi G. Dengan gol balasan tersebut, permainan anak-anak Pidie Jaya semakin berkembang dan menggasak pertahanan lawan. Akhirnya Pidie Jaya berhasil mencetak gol kedua di menit ke 40 yang lagi-lagi dicetak Mursal. Di babak kedua, Mursal melengkapi hatrik ketika sontekan manisnya menaklukkan Andi G. Menjelang akhir permainan, gol keempat yang ditunggu-tunggu itu lahir juga. Kali ini gol keempat dicetak Angga. Usai pertandingan, Ketua PS Pidie Jaya sekaligus Manajer H Yusri Abdullah SH kepada Waspada mengatakan, dengan semangat ingin menang Mursal cs membuktikan kelas. “Terima kasih kami kepada semua pihak, pemain, media dan jugasuporter,sehinggatimbesutanMarwanberhasilmengamankan tiga poin di hari pertama,” kata Yusri. (b21)

Problem Catur

Putih melangkah, mungkinkah menang? Jawaban lihat halaman dua. Jawaban di halaman 2.

TTS Topik

HUT Waspada

MENDATAR 1. Nama koran kesayangan Anda 2. Usia Waspada pada 11 Januari ini 4. Nama pemimpin umum Waspada 6. Nama depan pemimpin redaksi Waspada 9. Tokoh wanita, nama pendiri Waspada yang meninggal tahun 1999 11. Tokoh pers tiga zaman, nama pendiri Waspada yang meninggal tahun 1995 13. Nama depan wakil pemred II Waspada 14. Nama depan wakil pemred Waspada bermarga Harahap 15. Nama depan wakil pemimpin umum yang juga wakil pemimpin redaksi I 17. Pagina 19. Nama redaktur Medan Waspada 21. Singkatan provinsi Aceh 22. Pilah 23. Kata populer Inggris untuk judul berita utama 25. Usia 63 tahun Waspada termasuk ... 28. Salah satu judul halaman Waspada berisi berita-berita daerah provinsi ini 30. Siar 33. Nyamuk pers 34. Wartawan tiga zaman, penulis Waspada setiap Senin 36. Biaya 37. Sumber pemasukan media massa 38. Nama redaktur Sumut Waspada 39. Pembaca menyanggah berita, dimuat sebagai....... 40. Singkatan izin penerbitan zaman Orba

MENURUN 1. Kabar 3. Alat tulis wartawan 5. Nama penulis bermarga Siregar yang acap menulis tentang kilafiyah 6. SIngkatan populer pemimpin redaksi 7. Hubungan antara tokoh pers H.Mohammad Said dengan pendiri harian Merdeka BM Diah 8. Daftar kata-kata dalam buku 10. Judul halaman olahraga Waspada 12. Nama depan redaktur Minggu Waspada yang juga tim manager PSMS 16. Nama depan redaktur ekonomi Waspada 17. Nama lengkap Prof Bachtiar, penulis ekonomi Waspada 18. Kelurahan kantor Waspada, bambu kecil 19. Nama belakang redaktur agama Waspada yang sering jadi khatib Jumat Masjid Raya 20. Nama depan walikota Medan 24. Tidak baru 26. Sarana komunikasi massa 27. Halaman khusus muda mudi Waspada 29. Oplah 31. Nama depan redaktur halaman Kreasi Waspada 32. Kata kerja kompetisi 35. Satuan 36. Kode Etik Jurnalistik

Sudoku Isi kotak kosong dengan angka 1 sampai 9. Tidak boleh ada pengulangan angka mendatar, menurun, maupun di dalam kotak 3x3 bergaris tebal. Tidak ada keterlibatan matematika, hanya perlu pertimbangan dan logika. Jawaban di kolom 8. halaman dua.

1 7 5 3 8 6 6 7 5 9 4 9 6 2 1 7 6 9 5 7 8 4 3 5 2 8 5 7 6 9 2


Sport

8

Sensasi Davydenko DOHA (Waspada): Nikolay Davydenko (foto) membuat kejutan pada final Turnamen Qatar Terbuka, Minggu (10/1). Menghadapi Rafael Nadal, unggulan ketiga asal Rusia itu bangkit dari ketertinggalan guna menjuarai turnamen pemanasan ini 0-6, 7-6, 6-4.

AP

Setelah gagal memenangi satu set pun pada game pertama dan terus tertinggal pada game kedua dan ketiga, Davydenko secara mengejutkan mampu bangkit dan menghabisi petenis nomor dua dunia itu. “Setelah kalah pada set pertama, saya mengira tidak memiliki peluang untuk menjadi juara. Pada awal pertandingan, Nadal dalam performa terbaik. Namun, dia kehilangan kosentrasi dan membuat banyak kesalahan,” katanya. “Jujur, saya tidak menyangka bisa menang sampai mendapatkan kesempatan tiga kali match points. Jika saya mampu membalikkan keadaan, maka itu berarti rasa percaya diri saya sangat tinggi,” lanjut petenis asal Rusia itu.

Praktis, kemenangan di partai final ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Davydenko menjadi sembilan pertandingan. Rekor itu sebelumnya diraih pada turnamen ATP World Tour Finals di London, November silam. Atas kekalahannya, Nadal gagal mewujudkan ekspektasinya untuk mengakhiri paceklik gelar ATP World Tour yang melanda sejak April 2009. Nadal mengaku sedikit kecewa, tapi masih terhibur karena performanya sepanjang turnamen ini semakin bagus. “Di turnamen ini saya kembali ke permainan terbaikku yang sempat lama hilang. Memang hari ini saya kalah, tapi Davydenko bermain lebih baik,” tambah Nadal. (m33/kez)

WASPADA

Senin 11 Januari 2010

Poin Ke-10 Juta Milik Gordon DETROIT, AS (Waspada): Detroit Pistons takluk dari Philadelphia 76ers 94-104 dalam lanjutan kompetisi NBA di Auburn Hills, Minggu (10/1). Meski begitu, Pistons boleh berbangga karena salah satu pemainnya menciptakan sejarah. Menjamu Sixers, Pistons tertinggal jauh 10-26 di kuarter pertama. Kondisi tak jauh berbeda terjadi di tiga kuarter se-lanjutnya. Meski takluk, Pistons bisa berbangga karena poin yang dicetak Ben Gordon (foto) di kuarter kedua merupakan poin ke-10 juta sepanjang sejarah NBA. Poin pertama di NBA dicetak pebasket New York Ossie Schechtman pada 1 November 1946 di Maple

Leaf Garden, markas Toronto. Di Orlando, Magic mengakhiri empat kekalahan beruntun setelah menumbangkan Atlanta Hawks 113-81. Matt Barnes tampil cukup

gemilang dengan mengumpulkan 18 poin. JJ Reddick yang ditugasi pelatih Van Gundy menggantikan peran Vince Carter, mencatat 17 poin buat Magic. (m33/ap)

Hasil lain Sacramento Kings vs Denver Nuggets Charlotte Bobcats vs Memphis Grizzlies Oklahoma City vs Indiana Pacers Chicago Bulls vs Minnesota T’wolves Utah Jazz vs Dallas Mavericks Houston Rockets vs New York Knicks

102-100 89-87 108-102 110-96 111-93 105-96

AP

Gelar Pertama Roddick BRISBANE, Australia (Waspada): Unggulan pertama Andy Roddick menjuarai turnamen Brisbane International, Minggu (10/1) dengan mengalahkan juara bertahan Radek Stepanek di final. Roddick menang dalam dua set 7-6 7-6. Ini merupakan gelar juara pertama buat petenis asal AS ini dalam tiga bulan terakhir, setelah ia harus beristirahat karena terkena cedera lutut. Sementara itu, petenis Belgia Justine Henin memutuskan mundur dari Turnamen Sydney International karena cedera kaki. Sebelumnya, mantan ratu tenis dunia ini dikalahkan rekan senegaranya Kim Clijsters di final Turnamen Brisbane. (m33/ap)

Hipertensi ...... Kecamatan Bojong Lowa Kidul, Kota Bandung, ini mengaku sudah bisa berjalan jauh, mencuci pakaian, menyeterika pakaian, dan lain-lain walaupun ayunan langkahnya belum begitu lancar. Tekanan darah menjadi tinggi bila saluran tempatnya mengalir tak lagi mulus di sana-sini, sehingga aliran darah tak bisa lancar. Penyebabnya bermacam-macam. Tapi, yang jelas, pada dinding pembuluh itu telah terjadi pengerasanpengerasan akibat menempelnya lemak, gula, dan sebagainya. Oleh sebab itu, kadar kolesterol yang tinggi, kadar gula yang tinggi, ataupun kadar asam urat yang tinggi dapat membuat tekanan darah jadi tinggi. Bila tekanan darah sudah tinggi, kerja jantung dalam memompa darah semakin berat. Dan akibat selanjutnya, bisa saja penderita tekanan darah tinggi atau hipertensi ini menderita gangguan jantung. Di Indonesia, penyakit jantung menjadi penyebab kematian nomor satu, dan stroke peringkat keduanya. Selain lesitin, zat gizi pada susu kedelai yang dapat membantu pencegahan penyakit jantung adalah vitamin E. Vitamin ini mampu meremajakan kembali arteri yang sudah tua sehingga lebih elastis dan tidak terjadi pengerasan. Ishwaral Jialal, seorang peneliti di Western Medical Center, University of Texas, di Dallas, Amerika Serikat, mengatakan, mengonsumsi 800 IU vitamin E setiap hari selama 3 bulan berturut-turut bisa memangkas terjadinya osksidasi kolesterol LDL, mencegah kerusakan pembuluh darah arteri, dan mencegah penyakit jantung sebanyak 40%. Kendati demikian, menjaga pola hidup sehat tetap dianjurkan

untuk dijadikan prioritas utama. Di antaranya adalah selalu berpikir positif, menghindari penyebabnya, menghindari stres, tidak merokok, menjauhi alkohol, berolahraga dengan teratur, beristirahat dengan cukup, dan meminum air putih dengan cukup. New Mandala 525 sangat laku di seluruh wilayah pemasaran karena manfaatnya yang nyata dan produknya yang diolah secara higienis. Ini amat ditunjang oleh mulai tumbuhnya kesadaran masyarakat masa kini untuk beralih ke bahan-bahan nabati dalam memelihara kesehatan. Produk ini bukan obat melainkan minuman kesehatan untuk keluarga. Dan bila ingin mendapatkannya, hubungi apotek/toko obat terkemuka di kota Anda, atau lewat telepon berikut ini di Apotik/T.O terkemuka di kota anda atau ingin tahu lebih jauh, segera hubungi telepon berikut (021) 70288540 dan Dist. Medan HP 085263329972, (061) 77063851 Sub. Dist. Deliserdang HP 081396900147 Sub. Dist. Binjai HP 08126387156 Sub. Dist. Kisaran HP 081378217743. Sub Dist. Tebing Tinggi HP 081361436377. Sub. Dist. Pematang Siantar HP 08127625076. Sub. Dist. Sibolga HP 081370508282. Sub. Dist. Kabanjahe HP 081361157347. Sub. Dist. Tarutung HP 081375296443. Sub. Distr. Balige HP. 08126305516. Sub. Distr. Labuhan Batu . HP 081361698623. Sub. Dist. Sidikalang HP 081362382639. Sub. Dist. Padang Sidimpuan HP 081396703377. Sub. Dist. Humbang Hasundutan Hp 081361096973. Sub. Dist. Madina HP 081361704659. Sub Dist. Nias Utara HP 081361683077 Sub. Dist. Nias Selatan HP 085275259266. DINKES : PIRT No. 815320503590


WASPADA Senin 11 Januari 2010

Medan Metropolitan

9

Tidak Mampu Tertibkan Pedagang Sutomo

Dua Camat Terancam Dicopot MEDAN (Waspada): Camat Medan Timur dan Medan Perjuangan terancam dicopot bila tidak mampu menertibkan dan menata atau melakukan pengawasan terhadap pedagang badan jalan (PBJ) di kawasan Jalan Sutomo. Demikian dikatakan Pj Walikota Medan Rahudman Harahap kepada wartawan saat meninjau gotong royong pembersihan Titi Gantung Medan, Jumat (8/1). Dia menyebutkan, bagi camat yang tidak mampu melaksanakan tugas, pihaknya akan mengevaluasi dan terancam dicopot. “Saya akan lihat apakah masih ada PBJ di Jalan Sutomo. Kalau masih ada, maka camat yang bersangkutan akan dico-

pot, karena dianggap tidak mampu melakukan pengawasan dan penataan,” tegasnya. Sebelumnya, puluhan PBJ eks Jalan Sutomo mendatangi Pj Walikota Medan saat meninjau pembersihan Titi Gantung tersebut. Ketika itu, Rahudman mendengarkan aspirasi yang disampaikan pedagang. “Kami para pedagang yang patuh meminta ketegasan walikota untuk menertibkan para pedagang yang kembali ber-

dagang di tempat semula di Jalan Sutomo. PBJ itu harus dikembalikan ke tempat penampungan yang telah disediakan Pemko Medan di halaman RRI lama,” ungkap pedagang. Dikatakannya, dagangan mereka tidak laku setelah pedagang kembali berjualan di Jalan Sutomo. Untuk itu, diminta ketegasan walikota terhadap pedagang yang kembali turun ke Jalan Sutomo. Gotong Royong Di tempat yang sama, Rahudman yang didampingi Kabag Humas Pemko Medan Hanas Hasibuan memaparkan, gotong royong tersebut dalam rangka memfungsikan kembali Titi Gantung menjadi taman

bacaan. Jadi, lokasi itu tidak terlihat kumuh dan semrawut. Dikatakannya, sudah banyak masyarakat Sumut khususnya Medan berhasil dari pedagang buku tempat tersebut. Titi Gantung yang memiliki nilai historis harus dilestarikan sebagai tempat bacaan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pengetahuan. “Titi Gantung ini harus kita kembalikan fungsinya. Jadi, kalau nantinya sudah selesai diperbaiki, maka kita perbolehkan lagi pedagang berjualan buku. Selain itu, kita akan membuat taman bacaan dengan memasang lampu penerangan dan akan dijaga oleh Sat Pol PP,” ujarnya. (h10)

Nominator Lomba Karya Tulis Diundang Hadiri HUT Ke-63 Waspada MEDAN (Waspada): Panitia lomba penulisan cerpen, puisi, karya tulis, dan artikel Waspada 2010 mengundang para nominator pemenang lomba untuk menghadiri acara Hari Ulang Tahun (HUT) Waspada ke-63 di Hotel Garuda Plaza, Senin (11/1) pukul 18.00 Wib. Para nominator pemenang nantinya akan diumumkan, sekaligus diberikan penghargaan berupa piagam dan uang tunai. Untuk itu, diharapkan para nominator pemenang agar dapat menghadiri acara tersebut. Panitia Lomba Penulisan Cerpen dan Puisi Waspada 2010, Hj Neneng KZ, menyatakan setelah dilakukan proses seleksi terhadap 250 karya cerita pendek (cerpen) yang masuk ke Redaksi Harian Waspada, Medan baik tema remaja maupun umum di dalam mengikuti lomba HUT Waspada ke-63, maka dewan juri memutuskan 16 yang masuk nominator. “Dari 16 nominator itu, kita bersama tim juri lainnya sangat hati-hati sekali didalam menentukan pemenang karena nilai dari karya-karya mereka sangat tipis perbedaannya,” ujarnya. Begitupun, lanjutnya, pi-

haknya tidak mungkin untuk memenangkan enam belas karya tersebut akan dipilih dua belas yang masuk dalam nominator. “Tiga untuk kategori juara remaja, dan tiga untuk kategori umum, sedangkan enam lainnya akan mendapat hadiah hiburan,” lanjutnya. Adapun yang masuk dalam nominator dengan judul, Seruling Bunga Teratai (M. Fadhil ; SMA Harapan Mandiri), Senja Terakhir Dua Ribu Sembilan (Rizqia Maulida ; Fak.Psikologi USU), Aku Belajar (Ika Yuliana ; SMA Dharmawangsa). Aku Jadi Sarjana Mak…!! (Fajrul Hadi Hasibuan, S.Hut), Cinta Sudah Terlambat (Vintarina Ritonga), Solu Ayah Di Tepi Tao ( Hasudungan Rudy Yanto Sitohang). Kemudian, Minah Dan Seekor Cicak (Rendy Erianda ; SMA Harapan Mandiri), Jalan Dari Tuhan ( Sakinah Annisa Mariz ; Unimed), Gadis Bintang ( Lysa Yovita Sari Siregar ), Demonstran ( Zainal Arifin, S.Pd), Dua Tahun ( M.Saufi Ginting), Bukan Sekedar Mimpi (Yulaika; Fak Sastra USU). Sementara untuk puisi yang masuk 371 karya, dan dari ma-

suk tersebut dipilih tiga nominator seperti, Medan Bukan Mesawang (Hidayat Banjar), Sungai Pengemis ( M. Raudah Jambak), Di Atas Rel Kereta Aku Berdiri (Arif SM). Rudy Faliskan, panitia lomba puisi dan cerpen menyatakan didalam melakukan penjurian, tim melakukan pencermatan terhadap karya yang masuk dengan melakukan enam kriteria. “Yang pertama adalah kriteria kebaruan (inovasi), kepaduan (koherensi), kompleksitas (kerumitan), orisinalitas (keaslian), kematangan (berwawasan atau intelektualitas), dan kedalaman (eksploratif). Karya tulis Adapun yang masuk nominator didalam perlombaan karya tulis dengan tema Perang Melawan Narkoba, atauWaspada Di Mata Generasi Muda sebagai berikut, Ivan Duna Husada dengan judul Waspada Sumber Pengetahuan Untuk Generasi Muda, Fadila Maharani dengan judul Bebas Gaul Tanpa Narkoba, Novrizal dengan judul Getir Narkoba Mewabah. Boy Afrizal dengan j u d u l Wa s p a d a d i Ma t a

Generasi Muda Sumut, Nedi Panjaitan dengan judul Buron Narkoba, Roswita Harahap dengan judul Bebas Narkoba Atau Mati. Sedangkan lomba penulisan artikel bertema Optimis Surat Kabar Tetap Eksis, yang masuk kategori adalah Peran Koran Lokal Agar Tetap Eksis Demi Kepuasan Masyarakat oleh Noni Soraya, Eksistensi Surat Kabar Kekuatan dan Kelemahan oleh Naurat Silalahi, Optimisme dan Tantangan Surat Kabar Waspada Agar Tetap Eksis oleh Rum Ahmad Yusuf. Kemudian Waspada Mewaspadai Zaman oleh Hidayat Banjar, Optimisme Masa Depan Media Cetak (Waspada) Di Tengah Perubahan Zaman Dan Kemajuan TI oleh Dicky Evans H, Setelah Ukuran, Apa Selanjutnya? Oleh Arfanda Siregar. Panitia lomba karya tulis, M Zeini Zen menyatakan untuk para nominator pemenang karya tulis yang telah diumumkan ini dapat untuk menghadiri acara HUT Waspada ke-63 di Hotel Garuda Plaza, Grand Ball Room pukul 18.00 Wib. (m38)


Medan Metropolitan

10 Nyamuk Penyebar Penyakit Utama Di Sumut MEDAN (Waspada): Nyamuk merupakan jenis serangga yang termasuk dalam kelompok vektor (pembawa/penyebar) penyakit pada manusia. Di Sumatera Utara, nyamuk menjadi vektor penyakit paling utama yang banyak menyebabkan gangguan kesehatan di kalangan masyarakat. Berdasarkan data yang diperoleh Waspada di Dinas Kesehatan Sumut, Jumat (8/1), sejumlah penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk di antaranya malaria, demam berdarah dengue (DBD), chikungunya, filariasis (kaki gajah) dan lain-lain. Selama tahun 2009, malaria dilaporkan sebagai penyakit yang paling banyak menyerang masyarakat Sumatera Utara dengan jumlah 12.446 jiwa. Sedangkan chikungunya tercatat 4.802 kasus dan DBD 3.726. Dari ketiga penyakit tersebut, hanya DBD yang merenggut korban jiwa sebanyak 49 kasus. Kadis Kesehatan Sumut dr.

Candra Syafei, SpOG menjelaskan, umumnya nyamuknyamuk penyebar penyakit itu berkembang biak di tempattempat yang memiliki genangan air terutama air yang jernih. Biasanya, genangan air yang jernih tersebut terdapat di dalam rumah dan sekitar lingkungan tempat tinggal penduduk. Terkadang, genangan di tempat penampungan air kulkas, AC dan vas bunga di dalam rumah luput dari perhatian pemiliknya. Akibatnya, genangan air yang tidak dikuras tersebut akan menjadi tempat perindukan nyamuk dan berpotensi munculnya penyakit-penyakit yang

Andi Mallarangeng Harus Minta Maaf MEDAN (Waspada): Sejumlah anggota DPRD Sumut mengecam pernyataan Andi Mallarangeng yang menyebutkan tindakan anggota DPR-RI asal Sumut, Ruhut Sitompul menyebutkan ‘bangsat’ dalam rapat Pansus Angket Bank Century merupakan kebiasaan orang Medan. Mereka meminta Ketua DPP Partai Demokrat itu meminta maaf kepada seluruh masyarakat Medan dan Sumut pada umumnya. “Ciri khas orang Medan itu keras dan terbuka. Bukannya kurang ajar dan tidak beretika. Jangan mentang-mentang Andi Mallarangeng itu pernah diulosi di sini, dia bisa ngomong sesuka hatinya tentang orang Medan,” kata Sekretaris Komisi A dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (FPPP) DPRD Sumut, Nurul Azhar Lubis kepada Waspada di gedung dewan Jumat (8/1). Nurul mengatakan, pernyataan Andi Mallarangeng tersebut sangat menyakiti perasaan masyarakat Medan dan Sumut. Karena tidak ada dasar untuk mengaitkan tindakan yang dilakukan Ruhut Sitompul dalam Rapat Pansus dengan tingkah laku orang Medan pada umumnya. Sebab menurutnya, selain Ruhut masih banyak tokoh dan politisi asal Medan di tingkat pusat. Namun tidak ada satupun yang menunjukkan tingkah laku kasar dan tidak beretika. Karena itu dia menilai tindakan yang dilakukan Ruhut memang kelemahan politisi Partai Demokrat itu secara pribadi. “Sumut punya budayawan seperti Muchtar Lubis yang sangat santun. Akbar Tanjung, Sudi Silalahi bahkan mantan preman seperti Anton Medan, semuanya juga santun. Jadi darimana dasarnya orang Medan itu tidak beretika. Bahkan Gubernur kita saja, Syamsul Arifin adalah gubernur terlucu kok,” ujarnya. Kecaman juga disampaikan Ketua Komisi E DPRD Sumut dari Fraksi PDI Perjuangan, Brilian Moktar. Dia meminta tindakan Ruhut Sitompul jangan sampai dikaitkan dengan masyarakat Medan. Sebagai anggota dewan, Brilian menilai ucapan yang dilontarkan Ruhut Sitompul sangat tidak pantas dalam sebuat rapat resmi lembaga DPR-RI. “Mungkin dia lupa kalau tindakan anggota dewan itu diatur dalam tata tertib,” katanya. (h11)

ditularkan melalui gigitan serangga tersebut. Untuk mencegah berjangkitnya penyakit malaria, DBD dan chikungunya, Candra meminta masyarakat agar melakukan tindakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara menguras tempat-tempat penampungan air dan tidak membiarkan adanya air yang tergenang di sekitar tempat

tinggalnya. “Dalam hal ini, pemerintah melakukan pengasapan (fogging) untuk membunuh nyamuk-nyamuk dewasa. Sedangkan larva dan jentik nyamuk dibasmi dengan cara menguras tempat penampungan air,” ujar Candra. Sementara itu, Kadis Kesehatan Kota Medan dr. Edwin Effendi, MSc mengatakan,

ngan terjamin dan terpeliharanya kehidupan yang harmonis di antara umat beragama. “Kita bersyukur karena tokoh agama di Medan terus menjaga agar kerukunan tetap terpelihara”, ungkap Syahrin. Karena itu pelaksanaan rapat kerja ini untuk mengevaluasi program yang telah dilaksanakan untuk menyusun langkah yang lebih baik demi terpeliharanya kerukunan kehidupan beragama di Medan. Kata Syahrin, gebrakan Pj Walikota Medan menertibkan ternak kaki empat, pedagang kaki lima yang terlaksana dengan baik dan tidak menimbulkan respon masalah SARA. Ini menunjukkan bahwa masyarakat telah amat dewasa melihat betapa pentingnya multikultulisme serta kerukunan dalam masa depan kerukunan. “Dengan demikian menunjukkan bahwa Walikota memiliki multikulturalisme

menawan di kalangan pemuka agama,” kata Rektor Univa ini. Keberhasilan FKUB Kota Medan tidak terlepas dari perhatian serius Pemko Medan. Sehingga Menteri Agama pada satu kesempatan menyampaikan, Medan menjadi contoh nasional dalam pembinaan kerukunan umat beragama. Pj Walikota Medan, Drs. H. Rahudman Harahap, MM menyampaikan, tanpa dukungan FKUB maka penataan Medan yang multi etnis dan agama akan sulit dilaksanakan. “Pemko tidak akan bisa berbuat apa-apa kalau kerukunan tidak terpelihara dengan baik”, ucap walikota. FKUB, lanjut Walikota, sangat diharapkan di tahun 2010 ini untuk mensosialisasikan budaya saling pengertian dan tenggang rasa untuk terpeliharanya kerukunan, ungkapnya seraya menyampaikan keseriusan pemerintah membantu terlaksananya program. (m14)

Puting Beliung Mengancam MEDAN (Waspada): Pada musim pancaroba dari suhu udara dingin ke udara panas berpeluang terjadi angin puting beliung di beberapa daerah di Sumatera Utara. Hal tersebut ditandai jika suhu udara meningkat beberapa hari bakal berpeluang angin puting beliung. Saat ini gejalanya belum begitu gencar seperti di Pulau Jawa dan Bali, namun masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan. Kepala Data dan Informasi BMKG Wilayah I Stasiun Bandara Polonia Medan, Firman, S.Com, mengungkapkan hal itu

kepada Waspada di Bandara Polonia, Jumat (8/1). Kata Firman, angin puting beliung muncul di Sumatera Utara biasanya pada Maret, April, Mei, Juni, September dan Oktober. Kalau saat ini, menurut dia, gejalanya belum begitu gencar. Kalaupun ada rumah warga yang diterjang angin seperti di Deliserdang, dua hari lalu, sifatnya hanya angin kencang atau angin vertikal naik turun, berlangsung mencapai 60 Km/jam, terjadi secara tiba-tiba dalam waktu cepat. Awan kencang itu seperti

angin Tornado yang terjadi di Amerika Serikat, menghantam rumah penduduk dalam waktu cepat. Kata Firman, ciri-ciri angin puting beliung antara lain awan yang berubah menjadi warna gelap bergerak dari barat ke timur. Pusaran awan-awan tersebut menimbulkan energi dan bersuara berdengung. Biasanya angin puting beliung terjadi pada kawasan daerah jarang ada perpohonan atau daerah datar seperti kawasan pantai, baik di daerah Deliserdang, Langkat, Medan dan pesisir Asahan. (m32)

Penyakit Ratih Tidak Bisa Disembuhkan PENYEBAB penyakit langka yang diderita Ratih Syafitri, 22, warga Pematangsiantar terjawab sudah. Penyakit ini ternyata dikarenakan adanya mutasi gen collagen di tubuh Ratih. Akibatnya terjadi pengeroposan tulang pada Ratih, sehingga tulangnya menjadi rawan patah. “Kalsiumnya cukup.Hanya saja gen collagen yang untuk menguatkan tulangnya tidak ada. Pada dasarnya penyakit ini dikarenakan mutasi collagen. Colagen itu untuk menguatkan tulang. Ini disebabkan karena adanya virus dan faktot lingkungan. Bukan faktor genetika sebab keturunan pasien tidak ada yang seperti ini,” kata ketua tim dokter yang menangani Ratih, dr. Darmalindarto, Sp.PD, KEMD dengan sejumlah wartawan di RSUP HAM, Jumat (8/1). Dharmalindarto mengatakan, penyakit ini adalah penyakit paling langka. Ibaratnya satu banding lima puluh ribu perkelahiran. Dari 50 ribu orang yang lahir, hanya satu seperti ini. Seluruh tulang Ratih, baik

itu, punggung, kaki, pinggul dan tangan semuanya sudah di foto. Dan darahnya sudah dikirim ke Jakarta, dan hasilnya itu tadi adanya mutasi gen collagen. Menurut Dharmalindarto, penyakit ini tak bisa disembuhkan, berdasarkan literatur yang dibaca hanya bisa meringankan rasa sakitnya saja dan merangsang pertumbuhan tulang. “Tak bisa dipasang pen pada tulangnya, karena tulangnya rapuh dan mudah patah.” Anggota DPD RI asal Sumut Parlindungan Purba, Jumat (8/ 1) sore mengunjungi Ratih untuk yang kedua kalinya di RSUP H. Adam Malik Medan. Parlindungan mengatakan, akan segera mengirim surat ke Menkes agar penyakit seperti ini termasuk dalam daftar penyakit yang langka dan mendapat perhatian khusus. Dan memberi perhatian khusus kepada Ratih. Parlindungan juga berpesan kepada Ratih dan orangtuanya Poniem, 43, untuk bersabar dengan apa yang saat dihadapi anaknya. “Ibu banyak berdoa, mudah-mudahan Ratih bisa sembuh. Karena tak ada mustahil bagi Tuhan,” katanya. Sebelumnya, Jumat (4/12)

lalu, Ratih dirujuk dari RS. Djasemen Saragih ke RSUP H. Adam Malik Medan ditemani ibu dan keluarganya. Penyakitnya itu menjadikan tubuhnya semakin mengecil. Yang semula tingginya 160 cm, kini

menjadi 110 cm. Penyakitnya ini diawali tahun 2008. Ratih jatuh saat mengambil kain yang ada di atas lemari dengan menggunakan kursi, jatuhnya ini menyebabkan kakinya terasa ngilu

Senin 11 Januari 2010

pihaknya sudah menurunkan petugas lapangan untuk melakukan fogging di wilayahwilayah yang dianggap endemis kasus DBD. “Agar tindakan pencegahan DBD ini mendapatkan hasil yang maksimal, maka diminta peran serta masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggalnya,” ujar Edwin.(m26)

Medan Zona Penting Kerukunan Umat Beragama MEDAN (Waspada): Kota Medan harus menjadi zona penting dalam mewujudkan kerukunan umat beragama di Indonesia, karena sebagai ibu kota provinsi di dalamnya berkumpul para umat dan tokoh lintas agama, budaya dan etnis. Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Medan, Prof. Dr. H Syahrin Harahap, MA menyampaikan itu pada rapat kerja FKUB Medan, di Uniland, Selasa (5/1) malam. Menurut Syahrin Harahap, Sumut merupakan zona penting dalam mewujudkan kerukunan umat beragama Indonesia. Mengingat Medan sebagai ibukota serta menjadi tempat berkumpulnya tokoh-tokoh penting pemuka agama, sehingga menjadi tolak ukur kerukunan beragama. Mengingat hal itu, Medan harus menjadi contoh nasional pembinaan kerukunan umat beragama dan dibuktikan de-

WASPADA

pada pinggul dan kakinya. Kaki terasa ngilu itu berlangsung sampai dirinya kelas 1 SMA. Dan semakin lama, kondisinya semakin parah. Kakinya menjadi mengecil seperti ini. (cmai)

Waspada/Mursal AI

KUNJUNGI: Anggota DPD RI asal Sumut Parlindungan Purba mengunjungi pasien tulang kropos Ratih Syafitri, 22, warga P. Siantar di Rindu A lantai I RSUP H. Adam Malik Medan, Jumat (8/1).

Waspada/David Swayana

Petugas Dinas Kesehatan Kota Medan melakukan fogging di kawasan Jln. Sido Rukun, Kecamatan Medan Timur, Kamis (7/1).

Pengajar PLB Harus Pahami Kondisi Kejiwaan Siswa MEDAN (Waspada): Semua manusia baik itu yang normal maupun cacat layak mendapatkan pendidikan yang baik dan bermutu. Hanya saja cara penyampaiannya yang berbeda. “Untuk itu, tenaga pengajar Pendidikan Luar Biasa (PLB) diharapkan mampu meningkatkan kompetensi dan pengenalan terhadap kondisi kejiwaan, bakat dan mental siswa,” tutur Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara, H. Bahrumsyah, MM dalam sambutannya saat melantik tiga pengawas PLB dan empat kepala sekolah PLB di Aula Disdiksu Medan, Kamis (7/1). Dijelaskannya, PLB adalah sekolah yang dikhususnya bagi masyarakat yang memiliki kekurangan atau cacat seperti tuna rungu, intelektual yang di bawah rata-rata dan lain sebagainya. “PLB ini adalah pendidikan dasar, jika dasarnya sudah salah maka ke depan akan salah juga dan siswa yang belajar di PLB berbeda dengan siswa lainnya. Jadi sangat dibutuhkan keahlian dan kesabaran untuk membimbing mereka (siswa PLB-red),” ujar Bahrumsyah. Dikatakannya, setiap manusia mempunyai kekurangan dan kelebihan dan siswa PLB

juga merupakan rahmat Allah yang mempunyai hak yang sama dengan manusia normal untuk mendapatkan pendidikan. “Kepsek, pengawas dan tenaga pengajar hendaknya mampu melakukan tugasnya dengan baik dan dibarengi dengan peningkatan kualitas, baik dalam metode pembelajaran dan pemahaman kondisi kejiwaan serta bakat siswa,” katanya. Bahrumsyah menekankan, Kepsek dan pengawas merupakan jabatan yang sangat diharapkan oleh pemerintah kontr ibusinya, sehingga ditempatkan dalam program kerja 100 hari Menteri Pendidikan Nasional sehingga mampu meningkatkan mutu pendidikan. “Kepsek dan pengawas tidak hanya berdiam diri namun harus membuat perencanaan, evaluasi terhadap kinerja tenaga pengajar sehingga mutu pendidikan dapat ditingkatkan,” tekannya. Kepala sekolah PLB Batubara, Cawir Rafinus Purba mengatakan, terdapat beberapa kendala yang dihadapi dalam menghadapi siswa PLB yakni pemahaman kondisi kejiwaan atau sifat serta bakat siswa. “Jika guru PLB tidak mampu mema-

haminya maka akan sulit untuk mengarahkan pendidikan siswa tersebut,” kata guru yang sudah mengajar di PLB selama sebelas tahun itu. Dikatakan Purba, saat ini sekolah PLB yang dipimpinnya memiliki 43 orang siswa berasal dari usia dan cacat yang berbeda-beda seperti tuna rungu, grahita (intelektual lemah), tuna daksa dan lain sebagainya. “Hal pertama yang saya lakukan adalah menata dan mempublikasikan sekolah tersebut agar seluruh anak cacat di Batubara bisa sekolah,” katanya. “Saat ini baru terdapat 13 orang guru dan hanya satu orang yang berstatus negeri,” terangnya. Pengangkatan tujuh orang tersebut berdasarkan SK Nomor 800/3532/2009 tertanggal 3 Desember 2009 dan SK Nomor 800/108/2010 tertanggal 5 Januari 2010. Mereka yang diangkat sebagai pengawas PLB adalah R Bastian, Robinhood, Tekad Muladi, Bahrizal sebagai Kepsek PLB Negeri Medan, Suripan (Kepsek PLB Negeri Serdang Bedagai), Ali Yusar (kepsek PLB Negeri Mandailing Natal) dan Cawir Rafinus Purba sebagai kepsek PLB Negeri Batubara.(m41)

Program Studi UMSU Ditargetkan Berakreditasi A MEDAN (Waspada): Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) H Bahdin Nur Tanjung, SE.MM mengharapkan kepada para wakil dekan I dan III se-fakultas di lingkungan UMSU periode 2009-2013 agar mengevaluasi kinerja yang telah dilakukan oleh pejabat yang lalu dan dapat mengembangkannya ke depan. “Target kita adalah semua program studi di UMSU nantinya berakreditasi ‘A’, jadi tidak lagi ‘B’ apalagi ‘C’. Tidak ada alasan lagi, sebab dari segi sumber daya manusia (SDM) tenaga dosen, UMSU sudah banyak memiliki dosen berjenjang S2 dan sudah ada beberapa guru besar. Dari segi fasilitas juga UMSU dinilai telah mencukupi sebagai sebuah PTS, bahkan melebihi fasilitas yang dimiliki salah satu PTN”, ujar Bahdin dalam kata bimbingannya usai upacara pelantikan yang digelar di Auditorium Kampus Utama UMSU, Jl Kapten Mukhtar Basri No. 3 Medan, Sabtu (9/1). Hadir pada kesempatan itu penasehat pengurus wilayah Muhamamdiyah (PWM) Sumut Drs H. Firdaus Naly, Ketua PWM Sumut Drs H Dalail Ahmad MA dan jajarannya, BPH UMSU H Ishak Jar, Rektor UMSU H

Bahdin Nur Tanjung SE.MM, wakil rektor I Drs. Armansyah MM, wakil rektor II H Suhrawardi K Lubis SH.SpN.MH dan wakil rektor III Drs Agussani MAP, Ka.Humas UMSU Anwar Bakti, mantan rektor Chairuman Pasaribu, mantan wakil rektor Mukhtar Abdullah, pengurus Ortom Muhammadiyah tingkat wilayah dan PDM Kota Medan. Lanjut Bahdin, agar para wakil dekan I dan III bekerjasama dalam kegiatan untuk mahasiswa, jangan bekerja sendiri-sendiri sebab semua kinerja adalah guna kemajuan UMSU sehingga diperlukan kekompakan dan keterbukaan. Dengan kekompakan, keterbukaan dan saling mendukung antara dekan dan para wakil dekan, Insya Allah semua program studi di UMSU dapat meraih nilai akreditasi “A” sehingga kepercayaan masyarakat kepada UMSU semakin bertambah. Sebelumnya BPH UMSU H Ishak Jar meminta para wakil dekan I dan III fakultas yang baru dilantik bekerja sebaikbaiknya berpegang kepada kejujuran, keadilan dan disiplin sesuai motto UMSU yang unggul, cerdas dan terpercaya. Sedangkan Ketua PWM

Sumut Drs H Dalail Ahmad MA memesankan para wakil dekan yang baru dilantik terus meningkatkan ilmunya agar tidak tertinggal di belakang, terlebih di era persaingan yang ketat sekarang ini di bidang pendidikan. Para wakil dekan I dan III fakultas di lingkungan UMSU periode 2009-2013 yang dilantik terdiri dari Shobrun SAg dan Gunawan SPdI masing-masing sebagai wakil dekan I dan III fakultas Agama Islam, Elfrianto SPd.MPd dan Habib Syukri Nasution SPd.MHum sebagai wakil dekan I dan III fakultas keguruan dan ilmu pendidikan, Drs Syafrizal MSi dan Drs Zulfahmi sebagai wakil dekan I dan III fakultas ilmu sosial dan ilmu politik. Kemudian Ir Asritanarni Munar MP dan Hadriman Khair SP.MSc sebagai wakil dekan I dan III fakultas pertanian, Januri SE.MM.MSi dan Sukma Lesmana SE.MSi sebagai wakil dekan I dan III fakultas ekonomi, Hj Ida Hanifah SH.MH dan Faisal SH.MHum sebagai wakil dekan I dan III fakultas hukum serta Munawar Alfansury Siregar ST.MT dan Randi Gunawan ST.MSi sebagai wakil dekan I dan III fakultas teknik UMSU. (m29)


Medan Metropolitan

WASPADA Senin 11 Januari 2010

Kasus Demo Protap

Anggota Polsekta Medan Barat Ditangkap Miliki Sabu

Tersangka Jhon Eron Dilimpahkan Pekan Ini

MEDAN (Waspada): Petugas Direktorat (Dit) Narkoba Polda Sumatera Utara menangkap oknum polisi berpangkat Ajun Inspektur Satu (Aiptu) TS, kepala tim Polsekta Medan Barat, karena memiliki sabu-sabu seberat 0,5 gram dari Jalan Glugur Medan, Minggu (10/1) pukul 01.30. Selain Aiptu TS, petugas juga menangkap At, penduduk Jalan Pertempuran Medan sekaligus menyita 4,3 gram sabu-sabu. Direktur Dit Narkoba Poldasu Kombes Pol. Jhon Turman Panjaitan kepada wartawan menyatakan, Aiptu TS memang sudah diintai saat akan masuk ke rumah tersangka At di Jalan Pertempuran sejak pukul 23.00. “Personel kita melihat mobil patroli Polsekta Medan Barat menjemput Aiptu TS sekira pukul 01.30, lalu dihentikan di lampu merah Jalan Glugur,” kata Panjaitan, Minggu (10/1) sore. Ketika digeledah di saku Aiptu TS ditemukan sabu-sabu seberat 0,5 gram. Dijelaskannya, tersangka Aiptu TS memerintahkan anggotanya menjemput Aiptu TS dari Jalan Pertempuran. “Anggota patroli itu hanya menjemput, sedangkan Aiptu TS sedang diperiksa di Poldasu,” sebutnya. Tertangkapnya Aiptu TS merupakan kali kedua anggota polisi ditangkap tersangkut kasus narkoba. Sebelumnya Briptu DTS, anggota Polsekta Medan Kota yang bertugas di Pos Pembantu Kampung Baru ditangkap Polsekta Medan Area karena mengonsumsi ganja. Bahkan sehari setelah tertangkapnya Briptu DTS, sempat juga mencuat berita Polsekta Medan Baru mengamankan Brigadir Zul, yang juga bertugas di Polsekta Medan Barat karena kasus narkoba. Peristiwa penangkapan Brigadir Zul sempat memanas karena ada dugaan telah terjadi ‘tangkap lepas’ dilakukan Polsekta Medan Baru. Namun belakangan, Kapolsekta Medan Baru AKP Adenan membantah ‘tangkap lepas’ tersebut.(m11)

Suami Aniaya Istri Diadukan MEDAN (Waspada): Lamsaria boru Harahap, 33, warga Jalan Gaharu Gang Sekolah, Medan Timur, dianiaya suaminya diduga gara-gara meminta uang belanja. Tak senang dianiaya dan dipermalukan di depan istri muda suaminya itu, Lamsaria br Harahap melaporkan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itu ke Polsekta Medan Timur, Jumat (8/1) pagi. Kepada polisi, boru Harahap menuturkan, perlakuan semena-mena dari suaminya itu berawal saat dia dan putranya Ari Fauzi mendatangi kediaman suaminya di Komplek Perumahan IAIN Jalan Sutomo Ujung Medan Timur, pada 1 Januari 2010 sekira pk 19:30. Begitu masuk rumah, dia melihat suaminya bersama istri mudanya langsung meminta uang belanja. Namun, bukan uang belanja yang diberikan, malah suaminya marah-marah. Tak hanya itu, suaminya memukuli dirinya hingga menderita luka memar, sedangkan istri muda suaminya melarikan diri. Awalnya boru Harahap tak berniat melaporkan kasus itu, namun karena tak ada itikad baik suaminya untuk minta maaf, dia melaporkan kasus itu ke polisi. Kapolsekta Medan Timur, AKPYatim Syahri Nasution, ketika dikonfirmasi mengaku telah menerima laporan tersebut dan masih melakukan pemeriksaan. “Kita masih mintai keterangan sejumlah saksi,” tandasnya. (cat)

Pimpinan Zikir Az Zikra Kunjungi Kapoltabes MEDAN (Waspada): Ketua Majelis Zikir Az Zikra Sumatera Utara, H. Rizal Mahaputra, mengunjungi Kapoltabes Medan, Kom-bes Pol Drs. Imam Margono, di ruang kerjanya, Mapoltabes Medan, Selasa (5/1). Kunjungan yang lebih bersifat meningkatkan hubungan itu, sekaligus saling tukar pikiran terkait dengan kegiatan zikir dan kelanaran serta ketertiban lalu lintas di Kota Medan. “Silaturahim degan berbagai pihak tetap diperluas oleh Majelis Zikir Az Zikra, termasuk dengan pihak kepolisian,” ucap Rizal Mahaputra kepada wartawasan usai kunjungan itu. Diungkapkannya, Kapoltabes sudah mengetahui aktivitas Az Zikra Sumut melalui media massa, yang dua kali dalam sebulan pada Minggu pertama dan ke tiga menyelenggarakan zikir bersama di Masjid Agung dan Masjid Raya Al Manshum Medan. Kapoltabes mengatakan, agar kegiatan tersebut dikembangkan dengan sebaik-baiknya. Khusus terkait ketertiban lalu lintas, diharapkan agar segenap lapisan masyarakat untuk taat pada rambu-rambu lalu lintas. Sedangkan patroli malam dengan sepeda motor akan terus ditambah personilnya yang untuk saat ini masih dirasakan jumlahnya masih terbatas. Pembicaran antara kedua pihak berlangsung penuh keakraban dan saling menyampaikan masukan untuk berbagai aktivitas yang terbaik, agar kota Medan tetap aman dan tertib, sehingga terasa kenyamanan setiap waktu. (cat)

18 Penjudi Masuk Sel MEDAN (Waspada): Polsekta Medan Sunggal dan Polsekta Medan Helvetia meringkus dan menjebloskan ke dalam tahanan 18 tersangka perjudian, Jumat (8/1). “Sembilan tersangka yang kita tangkap yakni Yd, RG, Rn, Jh, I. Kelimanya ditangkap di Jalan KlambirV simpang Kampung Lalang dan MI, Is, Ysf, Rdw ditangkap di Jalan Binjai simpang Pondok Kelapa. Dari para tersangka disita barang bukti 17 stik bilyar, uang ratusan ribu rupiah dan lainnya,” tutur Kapolsekta Medan Sunggal, AKP Faisal F Napitupulu, SH.SIK didampingi Kanit Reskrim Iptu Anthoni Simamora, SH kepada Waspada. Disebutkan Faisal, para tersangka masih dalam pemeriksaan dan diharapkan dalam waktu dekat berkasnya diajukan ke JPU. Sementara 9 tersangka lagi yang ditangkap Polsekta Medan Helvetia masing-masing Drs RB, 48, penduduk Jalan Kemuning Raya, TP, 58, penduduk Jalan Gereja Jaitun, JM, 50, penduduk Jalan Karo, Gang Sentosa, Desa Tanjung Gusta, Kec. Sunggal, Kab. Deli Serdang. Ketiganya ditangkap di salah satu warung Jalan Lembaga Pemasyarakatan kawasan T. Gusta. Drs JP, 52, peduduk Jalan Baru, Gang Setia, Dusun IV, Desa Tanjung Gusta, ES, 60, penduduk Jalan Bakti, Gang Banten, MMM, 32, penduduk Jalan Medan Batangkuis, Gang Kartoatmo, Dusun IV, Desa Bandar Khalipa ditangkap di Jalan Lembaga Pemasyarakatan Tanjung Gusta, AT, 39, penduduk Desa Tanjung Gusta, TS, 56, penduduk Jalan Lembaga Pemasyarakat. Sedangkan seorang lagi JS, 30, penduduk Jalan Gaperta, Gang Martabe, Tanjung Gusta, Kec. Medan Helvetia. Dari para tersangka disita barang bukti satu unit handpohone berisikan SMS angka togel, dua set kartu joker dan uang. Kapolsekta Medan Helvetia, AKP JC Simanjuntak SH,SIK mengatakan, personelnya kini sedang gencar-gencarnya melakukan razia khusus perjudian dan narkoba. “Guna pemeriksaan para tersangka dijebloskan ke dalam tahanan Mapolsekta Medan Helvetia,” ujarnya. (m31)

Waspada/Ismanto Ismail

Kapolsekta Medan Sunggal, AKP Faisal F Napitupulu, SH.SIK sedang menginterogasi tersangka perjudian sekaligus melihat barang bukti, Jumat (8/1) sore.

11

Waspada/Anum Saskia

KHUSYUK: Sebagian kaum muslimin yang hadir di Lapangan Merdeka Medan, Minggu (10/1), dalam Tabligh Akbar dan silaturrahim umat Islam se Sumatera khusyuk berdoa sebelum acara usai.

Ribuan Umat Islam Saksikan Deklarasi MUI Se Sumatera MEDAN (Waspada) : Ribuan umat Islam menyaksikan deklarasi MUI se Sumatera yang berisikan butir-butir kemaslahatan umat Islam saat ini dan masa datang. Kegiatan berlangsung di Lapangan Merdeka Medan Minggu (10/1), bersamaan dengan tabligh akbar dan silaturrahim umat Islam se Sumatera. Hadir Menteri Agama Drs H Surya Dharma Ali,Gubsu H Syamsul Arifin, Pangdam-I/BB Mayjen TNI H Burhanuddin Amin, Ketua Umum MUI Sumut Prof Dr H Abdullah Syah, MA, Ketua MUI Pusat KH Nazri Adlani, Pj Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap, MM, Kadis Kominfo Drs H Eddy Syofyan, Kepala Kantor Kementerian Agama Provsu Drs H Mahya Bandar, MAP, Guru Besar Babussalam Hasyim Syarawani yang sekaligus membacakan doa, anggota DPR-RI H Hasrul Azwar danYan Farid serta para Kakadepag kabupaten/kota dan Ketua MUI 10 provinsi di Pulau Sumatera. Deklarasi yang dibacakan Ketua MUI NAD diwakili Muslim Ibrahim itu memaparkan, dalam rangka menjaga keutuhan NKRI, dan setelah memperhatikan kondisi bangsa Indonesia dari berbagai aspirasi umat Islam, khususnya di Sumatera, maka dalam silaturahim umat Islam se Sumatera ini disampaikan pernyataan sikap: Pertama, umat Islam se Sumatera mengharapkan agar pihak eksekutif dan legislatif bersunguhsungguh menjalankan pemerintahan yang bersih dan membuat produk perundang-udangan yang baik serta secara bersama-sama memberantas praktik korupsi,kolusi dan nepotisme, serta penegakan hukum dan membebaskan diri dari pengaruh asing. Kedua, umat Islam se Sumatera mendukung sepenuhnya sikap menteri agama dalam hal fatwa tentang pengharaman infotainment yang bersifat ghibah/gosip. Ketiga, umat Islam se Sumatera mengharapkan pemerintah agar memberikan perlindungan kepada umat Islam dari makanan yang tidak jelas kehalalannya dengan mewajibkan adanya sertifikasi halal

bagi setiap produk. Hal ini sekaligus dimaksudkan untuk melindungi produk dalam negeri dari ancaman produk luar yang masuk secara tidak terkendali, sebagai akibat berlakunya perdagangan bebas. Sejalan dengan itu diharapkan pemerintah bersama MUI segera memfinalkan RUU Jaminan Halal untuk menjamin kehalanan setiap produk. Keempat, umat Islam se Sumatera mengharapkan pemerintah agar melindungi rakyat Indonesia dari bahaya pornografi dan pornoaksi dengan menerbitkan PP Penerapan Undang-undang Pornografi tersebut. Kelima, Umat Islam se Sumatera mengharapkan kepada pemerintah cq Kementerian Agama agar dapat memanfaatkan setoran haji dan Dana Abadi Umat Islam (DAU) yang berasal dari jamaah haji untuk kemaslahatan umat Islam terutama dalam bidang dakwah, sosial, ekonomi dan pendidikan serta penyetoran dan penyimpanannya dilaksanakan di bank syariah. Keenam, umat Islam se Sumatera mengharapkan kepada pemerintah cq Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) agar menghentikan siaran yang merusak generasi dan masyarakat umum, seperti tayangan film/sinetron yang berbau syirik, porno, kekerasan, pergaulan bebas dan sebagai. Positif Menteri Agama Surya Dharma Ali menyahuti positif terkait deklarasi ini. Terutama keinginan untuk memanfaatkan Dana Abadi Umat (DAU) yang saat ini jumlahnya mencapai Rp1,7 Triliun menyusul dana yang bersumber dari tabungan calon jamaah haji yang mencapai Rp17 Triliun dan ada Rp1,1 Triliun lagi berasal dari calon jamaah haji yang sudah mendaftar sebanyak 55 ribu orang. “Presiden sudah mengatakan kepada saya untuk memanfaatkan dana itu untuk kemas-

lahatan umat. Mekanismenya akan diatur demikian rupa agar pelaksanaannya tidak menyalahi prosedur. Untuk kemaslahatan umat akan diberlakukan juga wakaf uang yang potensinya cukup besar dari umat Islam karena ada kewajiban membayar zakat, infak dan sedekah. Semoga dengan upaya ini, umat Islam akan tidak akan terpuruk terutama soal ekonominya,” kata Suryadharma Ali. Lebih lanjut dia mengatakan, agar umat Islam mentekadkan Tahun Baru Hijriyah 1431 H sebagai tahun persaudaraan dan kesantunan bagi umat Islam. Menurutnya, persaudaraan merupakan perintah agama agar umat Islam senantiasa menjalin persatuan dan kesatuan serta tetap mempererat ukhuwah Islamiyah. Sedangkan kesantunan merupakan misi Rasulullah SAW yang diutus Allah SWT ke permukaan bumi ini untuk memperbaiki akhlak manusia. Karena itu, lanjutnya, tidak akan terjadi perubahan ke arah kemajuan jika umat Islam tidak menjalin persaudaraan dan kesantunan. “Persaudaraan di antara sesama umat Islam, etnis, bangsa dan umat manusia di Indonesia saat ini dirasakan sangat renggang. Kita dihinggapi euforia yang tidak ada batasnya. Saat ini banyak orang berkata dan berekspresi seenaknya. Karena itu, kita harus rajut kembali rasa persaudaraan dan kesantunan itu,” ajaknya. Bergandeng Tangan Sementara itu, Gubsu Dato’ Seri H Syamsul Arifin dalam sambutannyamengatakan,umat Islam jangan menjauhi ulama. Karena, jika tanpa ulama, maka tidak ada yang akan menjadi panutan umat. Dia juga mengatakan, ulama dan umaro harus saling bergandengan tangan sebab, ulama tanpa umaro, maka pembangunan tidak akan berjalan. Begitu juga jika umaro tanpa ulama, maka arah pembangunan tidak akan jelas. “Jadi, melalui Peringatan Tahun Baru Islam 1431 H ini mari kita kuatkan persatuan dan kesatuan di antara kita. Sehingga, umat Islam akan menjadi jaya di masa mendatang,”

katanya. Terkait tayangan televisi yang bisa merusak umat Islam, Gubsu mengingatkan para orang tua untuk sama menjaga dan memberikan pemahaman kepada anak-anaknya agar tidak ikut terbawa arus dari tontonan itu. Bagaimanapun larangan dilakukan oleh berbagai pihak, jika orang tua tidak memberikan perhatian, upaya itu akan sia-sia. Sedangkan Ketua Umum MUI Sumut Prof Dr H Abdullah Syah, MA dalam sambutannya mengatakan, Silaturahim Umat Islam se-Sumatera yang berlangsung 9-12 Januari akan membahas 3 masalah penting. Pertama, katanya, problematika dan format dakwah masa depan. Kedua, penguatan dan pemberdayaan perempuan serta ketiga, ekonomi dan sosial. Pluralisme Tauhid Haram Paham pluralisme theologi adalah hal yang diharamkan. Karena itu, umat Islam jangan latah-latahan untuk mengikuti paham pluralisme itu. Demikian antara lain disampaikan KH A Kholil Ridwan Lc dalam tausiyahnya. Sebagai pimpinan Pondok Pesanten Al-Husaini Jakarta mengakui jika paham itu diharamkan karena mendangkalkan aqidah bahkan mengikisnya sama sekali. Pluralisme theologi itu berpahaman semua pemeluk agama masuk surga dan hidup berdampingan dalam surga. Hal ini sangat bertentangan dengan Islam dan diharamkan mengikuti paham itu berdasarkan sejumlah dalil antara lain firman Allah SWT “Sesungguhnya agama yang diridhoi adalah Islam” (QS. Ali Imran: 19). Untuk ini, Kholil mengingatkan generasi Islam untuk menjaga akidah dengan kuat, karena hal ini sangat berbahaya. Penguatan dalam diri terkait akidah harus terus dikuatkan guna mencegah paham-paham lain menjadi sebuah keyakinan yang menjerumuskan. Misalnya, pemahaman tentang HAM yang membolehkan manusia sesama jenis melakukan perkawinan dan telah dibolehkan di berbagai negara terutama di Spanyol. (m36)

Gerakkan Cinta Produk Dalam Negeri MEDAN (Waspada): Gubsu Syamsul Arifin mengajak masyarakat memperkuat gerakan cinta produk dalam negeri dalam era perdagangan bebas yang semakin mengglobal, khususnya menghadapi pemberlakuan perdagangan bebas ASEAN-China tahun ini. “Bagaimanapun dalam kecenderungan era globalisasi, di mana batas-batas administrasi dan pergaulan antar bangsa, perdagangan bebas tidak bisa dihempang lagi. Karena itu kita harus mempersiapkan diri menghadapinya,” kata Gubsu pada Hari Kesatuan Gerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (HKG-PKK) ke-37 di Aula Martabe Kantor Gubsu di Medan, Jumat (8/1). Di hadapan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Sumut Ny Hj Fatimah Habibi Syamsul Arifin, para ketua TP PKK kabupaten/kota serta segenap keluarga besar PKK se-Sumut, Gubsu mengingatkan era perdagangan bebas (FTA) dimulai tahun ini harus disikapi secara arif dan

cermat. “Arus FTA ini harus kita hadapi dengan memperkuat ketahanan ekonomi internal kita masing-masing. Salah satu upaya ampuh untuk itu dengan memperkuat gerakan cinta produk dalam negeri, sehingga produk dalam negeri, termasuk produk Sumut mampu eksis menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ujarnya. Gubsu mengemukakan, kemungkinan akan mengalir derasnya produk luar, khususnya dari China, tidak perlu menjadi kerisauan berlebihan apabila gerakan cinta produk dalam negeri sudah menjadi budaya kuat bagi segenap anak bangsa. “Dengan ini, kita akan unggul dalam era perdagangan bebas termasuk FTA,” ujarnya. Agar gerakan produk cinta dalam negeri ini kokoh, Gubsu mengatakan, harus diimbangi dengan peningkatan kualitas dan persaingan harga yang lebih murah. Untuk itu dia juga mengimbau kalangan industri atau produsen agar terus berpa-

cu meningkatkan mutu serta melakukan efisiensi teknologi maupun sumberdaya agar harga produk dalam negeri mampu bersaing ketat dengan produk dari luar. Ketua Panitia Pelaksana HKG PKK ke-37 Sumut Ny Linda RE Nainggolan melaporkan, serangkaian HKG ini sebelumnya telah dilaksanakan berbagai perlombaan yang secara umum berlangsung sukses. Pada kesempatan ini diserahkan hadiah kepada para pemenang perlombaan, antara lain, Kelurahan Pelaksana 10 Program Pokok PKK tingkat Sumut terbaik I, II dan III masingmasing Keluarahan Pasar Gambir Tebingtinggi, Rengas Pulau Medan dan Sipinggol-pinggol Pematangsiantar. Sedangkan kategori Desa terbaik I - VI masing-masing Desa Bandar Setia (Deli Serdang), Rumbio (Mandailing Natal), Sei Balai (Batubara), Sihareo Siwili (Nias), Hutanamora (Samosir) dan Sionggang Utara (Tobasa). Pelaksana Program Terpadu

Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera Sumut terbaik I, II dan III kategori kota masing-masing Kelurahan Setia Negara (Pematangsiantar), Pasar Belakang (Sibolga) dan Timbang Deli (Medan) sedangkan kategori kabupaten terbaik I –VI masingmasing Desa Haunatas II (Tobasa), Namotongan (Langkat), Sugihen (Karo), Kendet Liang (Dairi), Pematang Ganjang (Serdang Bedagai) dan Morang (Padang Lawas Utara). Pelaksana Terbaik di sepanjang jalan protokol/menuju daerah wisata tingkat Sumut kategori kota terbaik I – III masing-masing Kelurahan Lubuk Baru Tebing Tinggi, Sei Sikambing D Medan dan Sijambi Tanjung Balai sedangkan kategori kabupaten terbaik I – VI masing-masing Desa Pandan Tapteng, Namosialang Langkat, Pertampilen Deli Serdang, Pantai Cermin Kanan Serdang Bedagai, Lintong Ni Huta Tobasa dan Aek Sorik Padang Lawas. (m19)

MEDAN (Waspada): Pelimpahan tersangka Jhon Eron Lumbangaol dalam kasus demo anarki pembentukan Provinsi Tapanuli akan dilakukan pekan ini. “Kalau tidak ada halangan pekan ini penyerahan tahap II kasus Jhon Eron segera digelar setelah sebelumnya tertunda akibat libur tahun baru,” kata Kasi Penkum/Humas Kejatisu Edi Irsan Kurniawan Tarigan menjawab Waspada, Sabtu (9/1). Kata Tarigan, pihaknya menerima informasi dari penyidik Polda Sumut, Senin (11/1) hari ini, akan melimpahkan tersangka dan barang bukti, setelah sebelumnya BAP Jhon Eron dinyatakan JPU P21. “Kita tunggu saja nanti ya,” tegas Tarigan. Menurut Tarigan, pelimpahan tahap dua berupa tersangka dan barang bukti dilakukan setelah penyidik Kejatisu pada pertengahan Desember 2009 menyatakan BAP sudah sempurna. “Setelah ini usai, maka tinggal menunggu penyempurnaan penyusunan dakwaan yang tengah dilakukan JPU. Ya, mungkin akhir Januari sudah bisa di mulai persidangannya,” pungkasnya. Sementara kepastian penyerahan tersangka yang merupakan politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu juga disampaikan Humas Poldasu Kombes Pol Baharuddin Djafar yang dihubungi secara terpisah. Dia menyatakan, pelimpahannya akan dilakukan pada Senin mendatang. “Hari Senin akan dilimpahkan. Karena kita kan juga menunggu permintaan jaksanya. Dan, katanya sudah bisa dilakukan pekan depan,” jelasnya. Menurutnya, pihaknya tidak ingin berlama-lama memproses tersangka terakhir yang dijerat dalam kasus demonstrasi yang menyebabkan kematian Ketua DPRD Sumut, Abdul Aziz Angkat. Untuk itu, dengan tahapan terakhir ini, tanggungjawab proses hukum sudah berada di pihak penuntutan. Terkait alasan sakit yang terus dilontarkan tersangka Jhon Eron seperti saat ditahan, pihaknya tidak akan menjadikan hal tersebut sebagai alasan. Dalam kondisi apa pun, pihaknya akan tetap melakukan penyerahan. Dengan diserahkan Jhon Eron ini, maka total tersangka Protap berjumlah 70 orang. Dan 69 diantaranya sudah divonis Pengadilan Negeri Medan dengan hukuman yang beragam. Sedangkan, dua tersangka lainnya, termasuk pelaku pemukulan yang terekam dalam gambar masih dalam perburuan Polda Sumut. (h05)

Tersangka Perambahan Hutan Langkat Bertambah MEDAN (Waspada): Polisi telah menetapkan empat tersangka kasus perambahan hutan (illegal logging) di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) seluas 4.000 hektar, di Dusun Sapo Padang, Desa Batu Jongjong, Kec. Bahorok, Langkat. Sebelumnya penyidik Satuan IV/Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Poldasu menetapkan satu orang tersangka, Setia Budi Perangin-angin (SBP), warga Desa Kaperas, Kec. Salapian, Langkat. Bertambahnya jumlah tersangka, setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap SBP dan saksi lainnya, warga Dusun Sapo Padang yang menjadi korban intimidasi tersangka perambah hutan, SUG alias Okor Ginting, yang hingga kini masih diburon polisi. “Jumlah tersangka kasus perambahan hutan itu sudah bertambah menjadi empat,” kata Kabid Humas Poldasu, Kombes Pol. Baharudin Djafar, melalui Pelaksana Harian Humas AKBP MP Nainggolan, Kamis (7/1). Ke empat tersangka merambah hutan di empat desa di Langkat, yakni, Marike, Kutambaru, Namoukur dan Sei Bingai. Mereka SBP, Susanta Karo-karo Ketaren, Setia Sembiring dan Rudi Suranta Sembiring. “Peran ke empat tersangka ini, ada yang menjadi penebang pohon, pemilik sawmill dan mandor pengangkut,” ujar Nainggolan. Kata dia, berita acara pemeriksaan (BAP) ke empat tersangka sudah dilimpahkan penyidik ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu). “Kita tinggal menunggu petunjuk dari kejaksaan,” jelasnya. Ditanya keberadaan Okor Ginting, Nainggolan mengatakan, belum diketahui. Namun jumlah yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kata dia, terus bertambah. “Sudah bertambah menjadi 10 orang, salah satunya Okor Ginting,” tandasnya. Kasus ini berawal laporan masyarakat sesuai bukti laporan No.Pol.P/343/XI/2009/Dit Reskrim, 18 November 2009. Tim gabungan Reskrim, Brimobdasu dan Samapta Polres Langkat kemudian melakukan penyisiran, dan ditangkap SBP, beserta barang bukti yang kini sudah diamankan, antara lain tiga buldozer, eskavator, truk, satu mobil double kabin BK 9893 PH, gergaji mesin, genset, kayu olahan dan kayu bulat 290 batang (50 ton) serta lainnya. Tersangka dipersalahkan UU No. 5/1990 tentang konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistem, UU No. 41/1999 tentang kehutanan dan Pasal 55 ayat (1) huruf (e) KUHPidana.(m11)

Jadwal Penerbangan Di Bandara Polonia No. Penerbangan Ke Flight

Pukul

Tiba Dari

Fliht

Pukul

GARUDA INDONESIA 1 Jakarta GA-181 2 Jakarta GA-183 3 Jakarta GA-185 4 Jakarta GA-187 5 Jakarta GA-189 6 Jakarta GA-191 7 Jakarta GA-193 8 Jakarta GA-147 9 Jakarta GA-195 10 Jakarta GA-146

06.25 09.05 10.55 12.25 13.45 15.45 17.10 18.10 19.10 14.45

Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta

GA-180 GA-182 GA-184 GA-186 GA-148 GA-188 GA-190 GA-192 GA-196 GA-147

06.10 08.00 09:30 10.50 11.50 12.50 14.10 16.15 19.35 16.30

AIR ASIA 1 Kuala Lumpur 2 Kuala Lumpur 3 Kuala Lumpur 4 Kuala Lumpur 5 Penang 6 Jakarta 7 Jakarta 8 Jakarta

08.50 09.40 18.00 20.10 16.05 12.20 13.30 18.40

Kuala Lumpur Kuala Lumpur Kuala Lumpur Kuala Lumpur Penang Jakarta Jakarta Jakarta

AK-936 QZ-8055 AK-456 AK-938 QZ-8075 QZ-7496 QZ-7502 QZ-7504

08.25 11.55 17.40 19.40 18.05 19.15 13.05 15.40

MANDALA AIRLINES 1 Padang RI 089

17.20

Padang

RI-088

15.45

LION AIR 1 Jakarta 2 Jakarta 3 Jakarta 4 Jakarta 5 Jakarta 6 Jakarta 7 Jakarta 8 Jakarta 9 Jakarta 10 Jakarta 11 Jakarta 12 Batam/S.baya 13 Banda Aceh 14 Penang 15 Penang

06.30 09.00 10.00 11.00 12.00 13.45 15.35 17.05 18.35 21.15 22.25 12.55 19.35 09.10 12.30

Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Batam/S.baya Banda Aceh Penang Penang

JT-380 JT-398 JT-394 JT-302 JT-398 JT-382 JT-384 JT-396 JT-306 JT-386 JT-308 JT-971 JT-397 JT- 8289 JT-8287

08.20 09.20 10.20 11.20 10.45 13.05 14.55 16.25 19.35 21.35 23.20 12.20 08.20 11.35 15.00

MALAYSIA 1 Kuala Lumpur MH-861 2 Kuala Lumpur MH-865

09.05 15.25

Kuala Lumpur MH-860 Kuala Lumpur MH-864

08.25 14.45

SILK AIR 1 Singapura 2 Singapura

MI-233 MI-237

08.40 20.35

Singapura Singapura

MI-232 MI-238

07.50 19.50

VALUAIR 1 Singapura (4,7) VF-582 2 Singapura (1,3,6) VF-584

08.30 20.45

Singapura (4.7) VF-581 Singapura (1,3,6) VF-583

07.50 20.00

BATAVIA AIR 1 Jakarta 2 Jakarta 3 Jakarta 4 Jakarta 5 Batam

7P-592 7P-598 7P-594 7P-596 7P-568

10.10 12.50 15.50 19.10 13.00

Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Batam

7P-591 7P-597 7P-593 7P-595 7P-567

09.35 12.15 15.15 18.25 11.05

SRIWIJAYA AIR 1 Jakarta 2 Jakarta 3 Jakarta 4 Batam 5 Pekanbaru 6 Banda Aceh 7 Penang 8 Padang

SJ-015 SJ-011 SJ-017 SJ-035 SJ-041 SJ-010 SJ-102 SJ-021

10.20 15.30 19.10 15.05 15.20 11.30 07.20 16.00

Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Pekanbaru Banda Aceh Penang Padang

SJ-010 SJ-016 SJ-014 SJ-034 SJ-140 SJ-140 SJ-103 SJ-020

11.50 18.35 20.15 14.30 15.25 14.20 09.35 14.45 (m32)

AK- 937 QZ- 8054 AK- 457 AK-939 QZ-8074 QZ-7497 QZ-7503 QZ-7505

JT- 381 JT- 397 JT- 301 JT- 395 JT- 303 JT- 399 JT- 383 JT- 385 JT- 387 JT- 305 JT-309 JT-972 JT-396 JT-8288 JT-8286


Opini

12

WASPADA Senin 11 Januari 2010

Waspada Miliki Cirikhas Media Religius-Nasionalis Oleh M. Ridwan Lubis

TAJUK RENCANA

Komitmen Dan Apresiasi Buat Pembaca WASPADA

T

erbitnya fajar Senin tanggal 11 Januari 2010 harianWASPADA genap berusia 63 tahun. Alhamdulillah.Tentu saja kami bersyukur karena harian yang terbit di masa perjuangan fisik, di mana para pejuang mati-matian mengusir penjajahanpadaerapemerintahankolonialBelandadapatmelewatiperjalanan panjangnya menemui masyarakat (pembaca) hingga saat ini kita memasuki era dunia tanpa batas. Usia 63 tahun bagi manusia merupakan masa yang cukup matang, telah melewati berbagai tantangan dan cobaan, sarat dengan pengalaman, sehingga ucapan terima kasihsepantasnyakamisampaikankepadamasyarakatkhususnyapembacasetiaWASPADA yang sudah begitu luar biasa memberikan kepercayaan kepada kami sebagai sumber informasi terpercaya dan menjadi bacaan keluarga. Berkat dukungan masyarakat pembaca yang tersebar di nusantara, khususnya di kota Medan, seluruh kabupaten-kota se-Sumut dan Aceh bahkan sampai Jakarta dan luar negeri lewat tampilanWASPADA Online, sehingga harianWASPADA bisa tetap eksis menemui masyarakat, meskipun dalam era reformasi dan persaingan yang semakin kompetitif; tidak hanya antarmedia cetak, tetapi juga dengan media elektronik dan online. Kini, sudah 63 tahunWASPADA menjadi bacaan semua elemen masyarakat. Sehingga ke depan harus lebih baik, terlebih dalam menjalin interaksi dengan masyarakat (publik), apalagi dalam menegakkan supremasi hukum yang masih di bawah harapan kita semua. Di sinilahWASPADA sebagai institusi publik perlu menjalankan peranan dan fungsinya serta menjaga jati diri untuk berkomitmen sebagai pers pejuang dan menjunjung tinggi idealisme. Hari ini, WASPADA merayakan hari ulang tahunnya yang ke-63 dengan komitmen semakin peduli pada masyarakat, khususnya di lapisan ’’grassroots’’.WASPADA dengan motto: ’’Demi Kebenaran Dan Keadilan’’ sejak awal berdirinya menginginkan terciptanya kemajuandalammasyarakatdanbangsa,khususnyadiSumut.Karenaitu, menyemarakkan HUT ke-63 kami melaksanakan berbagai kegiatan dengan menyentuh berbagai lapisan Intisari masyarakat dengan berbagai perlombaan menulis yang diikuti pelajar, mahasiswa, dan WASPADA,pers nasional umum, di samping panel diskusi, sosial dll. terbit di daerah menjunjung Semuaitukamilakukanuntukmenjalininteraksi dengan masyarakat/pembaca. tinggi idealisme pers seKami menyadari betul semakin meningbagaimanadigariskanpendiri katnyakeinginan danharapandarimasyarakat pembacayangkiancerdasdankritis.Olehkarena Waspada HM Said dan Hj itulahtekatdankomitmenkamiuntukmeningkatkan kualitas dan profesionalisme untuk bisa Ani Idrus. memenuhi harapan masyarakat (pembaca) secara terus-menerus. Meningkatkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan sebagai media cetak serius. Peningkatan sumber daya manusia (SDM) baik di jajaran redaksi, percetakan dll terus-menerus dilakukan. Sebab kami menyadari bahwa kompleksitas masalah yang dihadapi masyarakat, termasuk media ke depan bukan lagi dalam konteks lokal, tetapi sudah semakin luas dan mengglobal. Era globalisasi merupakan ujian berat yang mau tidak mau, suka tidak suka harus kita jalani bersama-sama. Sebagai contoh serbuan produk China sudah tidak bisa dihambat dengan diberlakukannya pasar bebas dengan pajak nol persen sehingga sangat mungkin mematikan usaha industri kecil dan menengah. Konsekuensinya, hanya mereka yang siap saja kelak dapat ’’survive’’, sementara yang tidak siap, atau kurang siap akan tereliminir atau tertatih-tatih karena kalah bersaing. Pada akhirnya menjadi beban masyarakat dan pemerintah. Apalagi dalam kondisi suhu politik dan perekonomian yang tidak menentu dewasa ini. Masa depan bangsa dan negara masih penuh dengan misteri, terlebih lagi bila dikaitkan dengan kasus-kasus yang membuat kita prihatin, seperti upaya mengkriminalisasi KPK, kasus Bank Century, kasus Prita dan rakyat kecil lainnya. Situasinya masih serba memprihatinkan. Hemat kita, meskipun permasalahan kita semakin kompleks, namun begitu tidak boleh pesimis, apalagi apatis dan frustrasi. Kita harus bisa menyikapinya dengan bijak dan kerja keras. Tentunya akan sangat tepat bila kita dapat mengubah tantangan dan ancamanmenjadipeluangsehinggakehidupanmasyarakatkedepannyasemakinkondusif. Oleh karena itu, sudah menjadi komitmen dan tekad kami untuk meningkatkan pelayanan pada publik dengan tetap mengedepankan pers yang kritis dan berpihak pada ‘’kebenaran dan keadilan’’ yaitu rakyat, meskipun hal itu terkadang menemui kendala dalam implementasinya di lapangan.Tapi yang pasti, dengan berbagai cara dan trik kami tetap mengedepankan menomorsatukan hak-hak publik. Sudah merupakan kewajiban kami tetap berupaya memberikan informasi-informasi yang aktual, mendidik, dan dapat dipercaya kebenarannya dengan mengacu pada konsep liputan yang berimbang sesuai perundangan dan etika jurnalistik. Sebagai harian nasional terbit di daerah yang teguh memperjuangkan aspirasi rakyat dan sebagai salah satu kekuatan demokrasi menyuarakan ‘’kebenaran dan keadilan’’ sudah pasti banyak suka duka yang harus dilalui. Semuanya kami jadikan bahan evaluasi, termasuk masukan dan kritikan dari masyarakat/pembaca.WASPADA akan terus menemui masyarakat pembaca, bagaikan air mengalir meneruskan panji-panji dan idealisme yang sudah ditanamkan pendiri WASPADA H. Moh. Said dan Hj. Ani Idrus.+

Hubungi kami KANTOR PUSAT Jalan Letjen Suprapto/Brigjen Katamso No. 1 Medan 20151 Tel: (061) 4150858, Faks Redaksi: (061) 4510025, Faks Tata Usaha: (061) 4531010. E-mail Redaksi: redaksiwaspada@gmail.com KANTOR PERWAKILAN � Bumi Warta Jaya Jalan Kebon Sirih Timur Dalam No. 3 Jakarta 10340 Tel: (021) 31922216, Faks: (021) 3140817. � Jalan Ratu Syafiatuddin No. 21 C Banda Aceh 23122 Tel & Faks: (0651) 22385 � Jalan Iskandar Muda No. 65 Lhokseumawe Tel: (0645) 42109 � Jalan Sutami No. 30 Kisaran. Tel: (0623) 41412

Penerbit: PT Penerbitan Harian Waspada Komisaris Utama: Tribuana Said Direktur Utama: dr. Hj. Rayati Syafrin, MBA, MM SIUPP: 065/SK/MENPEN/SIUPP/A.7/198 tanggal 25 Februari 1988 Anggota SPS No. 13/1947/02/A/2002 Percetakan: PT Prakarsa Abadi Press Jalan Letjen Suprapto/Brigjen Katamso No. 1 Medan 20151 Tel: (061) 6612681 Isi di luar tanggung jawab percetakan Harga iklan per mm kolom: BW Rp. 11.000,FC Rp. 30.000,Halaman depan BW Rp. 33.000,Halaman depan FC Rp. 90.000,Ukuran kolom: 40,5 mm

S

alah satu ciri khas surat kabar Waspada adalah kegigihannya menyuarakan hati nurani rakyat berdasarkan pada semangat religius-nasionalisme. Ide ini cukup dipandang penting. Sebagaimana diketahui bahwa pada awal proklamasi ditandai dengan adanya pertarungan paling tidak tiga aliran pemikiran besar sebagai grand design dari Indonesia yang akan diproklamirkan. Aliran pemikiran pertama yang bersumber dari eropah timur yaitu dari kalangan penganjur sosialisme karena terpesona dengan pemikiran kefilsafatan yang bersumber dari negerinegeri Eropa timur yang mengusung pemikiran sosialisme yang menyamaratakan setiap manusia (classless society) Logika pemikiran yang dibangun sosialisme adalah melihat kapitalisme sebagai sumber malapetaka bagi uma manusia. Aliran pemikiran kedua, adalah kalangan pemuka Islam yang sejak awal sebenarnya sadar bahwa wajah Indonesia adalah wajah kebangsaan yang dilandasi oleh nilai-nilai keislaman. Akan tetapi karena kuatnya penentangan baik dari kelompok sosialis maupun nasionalis sekuler, maka kelompok Islam terdorong mengambil sikap yang tegas sebagai resistansi terhadap sikap sosialis dan sekuler tersebut merendahkan martabat agama khususnya Islam. Aliran pemikiran ketiga, adalah

berasal dari pendukung paham nasionalis sekuler yang berpandangan bahwa agama baik nilai maupun ajarannya tidak selayaknya bersinggungan dengan Negara karena agama hanyalah cerita masa lalu kehidupan umat manusia ketika masih berada di alam primitif. Tentunya tidak semua pe-

madukan semangat keberagamaan dan kebangsaan dalam satu tarikan nafas perjuangan. Komitmen yang demikian masih terus menjadi kerangka acuan sampai sekarang ini. Latar belakang visi perjuangan yang demikian tidak terlalu sulit untuk dipahami. Agama memerlukan kebangsaan karena tanpa adanya kebangsaan yang menjadi wadah penyemaian nilai-nilai kebaikan maka dengan sendirinya tidak ada tempat bagi agama untuk

Topik-topik yang bersifat polemik perselisihan masa lalu (khilafiyah) tidak akan pernah selesai dan hal itu tidak perlu diperdebatkan secara terbuka kecuali pada ruang khusus dengan peserta yang terbatas. mikir nasionalis Indonesia ketika itu berpikiran sekular. Di antara kelompok minoritas itu adalah Ir. Soekarno yang mengajukan pemikiran lain yaitu nasionalis netral agama. Dan dalam kaitan itulah pemimpin Waspada mempunyai visi pemikiran yang selaras dengan pemikiran nasionalis-religius dari Ir. Soekarno. Seakan meniti di atas buih dalam merumuskan visi kehadiran perjuangan Waspada di tengah kancah perpolitikan nasional, maka ia memiliki coraknya tersendiri yaitu dengan merumuskan karakter Waspada yang religius-nasionalis. Apabila kalangan politisi ketika itu selalu terpengaruh garis dikhotomi antara agama dengan nasionalisme maka Waspada justru membawa pendekatan baru yaitu me-

mengembangkan risalahnya. Demikian pula kebangsaan memerlukan agama tanpa adanya landasan spiritual, moral dan etika agama maka kehidupan manusia menjadi kering. Dampaknya bisa diduga akan melahirkan berbagai pathologi sosial seperti kehidupan bebas, perjudian, perkosaan, korupsi, penyalahgunaan kekuasaan dan lain sebagainya. Oleh karena itu, sudah selayaknya manakala manusia harus dapat melihat agama dan kebangsaan dalam suatu bingkai konvergensi yang memadukan antara nilai-nilai yang abstrak yaitu agama sebagai pedoman hidup dengan nilai kebangsaan yang lebih kongkrit yaitu sebagai tatanan suatu masyarakat untuk mewujudkan citacita bersama. Waspada telah melaku-

kan hal itu antara lain dengan “dikorbankannya” sejumlah kolom pada hari Jumat untuk memuat berbagai artikel keagamaan dari kalangan penulis-penulis muda ditambah lagi dengan jadwal khatib Jumat yang kemudian dilengkapi dengan jadwal shalat untuk semua daerah di Sumatera Utara. Hal lain lagi, adalah artikel yang disusun secara berseri selama bulan Ramadan sebagai bagian dari syiar bulan yang suci itu. Kebijakan redaksi yang juga tidak kalah pentingnya adalah kesediannya memuat jadwal nama calon jamaah haji dalam setiap kloter sehingga menjadi informasi bagi calon jamaah dan keluarganya. Tentunya hal itu belum cukup karena akan lebih baik lagi manakala artikel keberagamaan yang tampil di harian ini lebih fokus kepada tulisan yang membawa suara moderasi (wasathiyah) dengan berbagai gagasan strategis sehingga umat Islam khususnya lebih terdorong untuk membangun agenda kebersamaan bukan perbedaan dalam merencanakan pembangunan kemanusiaan di masa depan. Topik-topik yang bersifat polemik perselisihan masa lalu (khilafiyah) tidak akan pernah selesai dan hal itu tidak perlu diperdebatkan secara terbuka kecuali pada ruang khusus dengan peserta yang terbatas. Iklim yang berkembang di tingkat nasional sekarang ini adalah semangat membangun sikap moderasi (wasathiyah) di kalangan warga NU dan Muhammadiyah. Penulis adalah Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

WASPADA; Pers Independen Dan Pilkada Oleh Kusmin, M.Pd

T

iada terasa waktu terus berlalu, dan tidak akan bisa mundur ataupun berhenti. Waktu terus berjalan tanpa memedulikan kesiapan dan ketidaksiapan setiap manusia. Dia akan terus berlalu, meninggalkan yang lainnya. Dan pada saat ini, tiada terasa pula Harian Waspada tercinta telah genap berusia 63 tahun. Dalam perjalanan panjangnya yang sampai ini, telah banyak liku-liku yang dilaluinya. Berbagai ideologi dunia juga telah hidup bersama Harian Waspada, sebagaimana yang selalu disajikan dalam setiap tampilannya. Ideologi dunia terus merangsek masuk ke setiap sendi, dan tentunya, media massa mempunyai filter tersendiri yang mampu menyaring mana yang terbaik untuk bangsa, negara, dan masyarakat Indonesia. Hal itulah yang telah ditunjukkan Harian Waspada sampai kini, tetap memegang suatu ideologi yang menitikberatkan kepentingan nasional dan membela kebenaran dan keadilan sebagaimana yang menjadi motto-nya. Liku-liku yang dilalui Harian Waspada juga telah direkam di dalam buku 60 Tahun Waspada. Di dalam memuat berbagai hal yang memengaruhi sepak terjang Waspada; mulai dari menyedihkan sampai berbagai prestasi yang telah dilakukan oleh insan Waspada. Mulai dari pembreidelan, peristiwa kebakaran kantor/percetakan, dan yang lainnya. Serta dengan berbagai prestasi yang diperuntukkan bagi kemajuan negeri Indonesia. Harian Waspada telah menjadi bagian dari pers nasional yang menjaga independensinya dengan baik dan benar. Berbagai persoalan yang diungkap selalu mengedepankan pembelaan terhadap kepentingan masyarakat banyak. Hal ini mengindikasilkan bahwa media ini mempunyai konsistensiyang kuat untuk terus mengutamakan kepentingan masyarakat secara umum. Tidak berpihak kepada golongan tertentu saja. Memasuki Tahun Pilkada Secara umum, pers berkontribusi secara signifikan terhadap proses Pemilu secara umum. Demikian juga dengan Pilgubsu dan pada tahun ini juga akan dilaksanakan Pilkada di Sumut. Pada momentum yang sedemikian pers sejatinya menempatkan diri pada psosi yang independen. Tidak memihak kepada golongan, kelompok, maupun elemen tertentu yang bisa merugikan khalayak ramai. Hal inilah yang menjadi filter utama untuk menyajikannya sebagai ”menu” pers. Apalagi tahun ini sangat hingar-

bingar dalam konteks Pilkada. Sebanyak 14 kabupaten/kota di Sumut direncanakan akan menggelar pemilihan kepala daerah secara serentak pada 12 Mei 2010. Rencana menggelar pemilihan kepala daerah secara serentak ini, membuat beberapa daerah di antaranya terpaksa membuat persiapan yang lebih matang. Hal ini juga sangat berpengaruh terhadap eksistensi pers. Pers harus mampu menyikapi kondisi yang dihadapi masyarakat Sumut. Menurut KPU Sumut, 14 kabupaten/kota akan menggelar pilkada pada 12 Mei 2009. Sedangkan 11 kabupaten/ kota lain yang juga akan menggelar pilkada yang waktunya akan ditentukan kemudian (September 2009). Ke-14 daerah yang menggelar pilkada secara serentak adalah Binjai, Medan, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, Asahan, Tanjung Balai, Labuhan Batu, Labuhan Batu Utara, Labuhan Batu Selatan, Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Samosir, Pakpak Bharat dan Sibolga. KPU Sumut meminta KPU kabupaten/kota menggelar pilkada secara serentak dalam dua gelombang. Pertama digelar bulan Mei dan tahap kedua bulan September. Untuk daerah yang direncanakan menggelar pilkada serentak bulan Mei, masa jabatan kepala daerahnya habis antara bulan Juni-Agustus 2010, sedangkan yang digelar bulan September, untuk daerah yang masa jabatan kepala daerahnya habis bulan Oktober-Desember 2010. Hal ini jika tidak ada aral melintang. Namun sampai kini telah terlihat aral tersebut. Pelaksanaan Pilkada lima kabupaten/kota di Sumatera Utara terancam mundur dari jadwal yang sudah ditetapkan. Kondisi ini terjadi karena pemerintah daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah setempat masih juga belum menyelesaikan pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2010, sedangkan kinerja Komisi Pemilihan Umum sangat bergantung pada tersedianya anggaran. Berdasarkan laporan KPU Sumut, Pilkada di lima kabupaten/kota yang terancam mundur dari jadwal adalah Kota Binjai, Pematang Siantar, Kabupaten Pakpak Bharat, Labuhan Batu Utara dan Labuhan Batu Selatan. Hingga minggu pertama Januari, DPRD dan Pemkot Pematang Siantar tak bisa membahas RAPBD 2010. Bupati Pakpak Bharat juga mengatakan, APBD 2010 paling cepat disahkan bulan Maret, padahal pilkadanya digelar bulan Mei. Selanjutnya, Labuhan Batu Utara dan Labuhan Batu Selatan juga begitu sebagaimana yang dikatakan penjabat bupatinya mengatakan

bahwa mereka tidak siap menggelar pilkada pada 12 Mei 2010. Hal itu dikarenakan anggarannya mungkin baru bisa selesai dibahas bulan April menunggu pembentukan DPRD-nya. Untuk Kota Binjai, persoalannya memang masih menyangkut belum selesainya pembahasan APBD 2010. Lebih dari itu, DPRD Binjai sampai sekarang masih belum dapat menentukan pimpinan definitif sehingga sulit membahas RAPBD 2010. Selanjutnya, sesuai jadwal yang ditetapkan KPU Sumut bersama KPU daerah yang menggelar pilkada tahun ini, Kota Binjai dan Kabupaten Pakpak Bharat dijadwalkan menggelar Pilkada 12 Mei, Kabupaten Labuhan Batu Utara dan Kabupaten Labuhan Batu Selatan menggelar pilkada 26 Mei, sementara Kota Pematang Siantar menggelar pilkada pada 9 Juni. Namun hal itu menunggu perkembangan terkini nantinya. Kemungkinan keterlambatan itu semakin tampak jelas. Pers Independen Menyikapi kondisi yang sedemikian, pers harus mampu memberikan yang terbaik bagi publik. Jangan malah memanas-manasi masyarakat sehingga situasi menjadi semakin kisruh. Realitasnya, memang pada beberapa daerah Pilkada akan tertunda, tidak dilaksanakan sebagaimana kesepakatan semula, yaitu pada 12 Mei 2010 (pada 14 kabupaten/kota). Seiring waktu berjalan, nantinya akan banyak kepentingan yang inklud di dalam Pilkada tersebut. Dan tidak jarang ada satu-dua pers yang terjebak dalam kepentingan politik Pilkada. Sungguh, pers yang sedemikian tidak memahami visi dan misinya dalam melaksanakan tugasnya. Pers adalah bagian dari tatanan demokratis yang harus ada pada semua golongan. Itulah yang dikatakan sebagai pers yang independen. Dengan pengalaman yang sudah lama, kiranya insan Harian Waspada dapat mengambil sikap yang positif untuk dapat menjalankan amanah sebagai pers perjuangan; pers yang dilandasi dengan nilai-nilai jurnalistik; dan pers yang membebaskan masyarakat yang lemah. Tampaknya, harapan yang sedemikian itu terlalu besar dan berat untuk dilaksanakan. Namun, setiap ada kemauan dan iktikad yang kuat dan didukung oleh segenap kemampuan juga dilandasi dengan semangat kebersamaan (jiwa korsa), maka akan bisa dilalui dengan mudah seluruh rangkaian Pilkada. Adanya kendala teknis yang dihadapi oleh setiap KPU kabupaten/kotya kiranya tidak dicurigai sebagai salah satu upaya untuk menggembosi kepercayaan publik terhadap instrumen pelaksana demokrasi. Kendala yang ada, justru, seharusnya dideskripsikan

secara jelas kepada publik duduk persoalannya. Dengan begitu, masyarakat luas dapat mengetahui dengan jelas kendala apa yang terjadi. Dan bukan tidak mungkin atas penjelasan terhadap realitas yang ada, seluruh elemen masyarakat dapat berkontribusi untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi. Namun kalau pers-nya justru yang mengompor-ngompori publik, maka akan semakin rentan terjadi kisruh Pilkada pada tahun ini. Sehingga, setahun ke depan, tugas yang harus diembas Harian Waspada menjadi sangat berat. Dengan perbedaan masyarakat dalam memahami suatu konteks (Pilkada), maka akan berbeda pula reaksi yang ditimbulkan. Sehingga, jalan yang harus dilakukan adalah tetap mengondusifkan realitas sosial-politik masyarakat Sumatra Utara. Itulah yang sangat diharapkan. Penutup Kiranya dengan pengalaman Harian Waspada selama ini dapat mengelola kepentingan besama dalam suasana politik Pilkada di Sumut. Menjadi yang independen dan memberikan gambaran yang berimbang pada setiap kontestan adalah sesuatu yang mutlak untuk dilakukan. Diharapkan pula, adanya kejelian keluarga besar Harian Waspada dalam memaknai setiap kepentingan politik dari kelompok/kontestan Pilkada. Akhirnya, semoga Pilkada pada tahun ini berjalan lancar. Dan hal itu akan menambah pengalaman yang luar biasa bagi Harian Waspada untuk menyajikannya secara berimbang. Semoga saja! Dirgahayu Harian Waspada! Penulis adalah Kasubag pada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkab Serdang Bedagai dan Mahasiswa S-3 IAIN Sumut; email : ks9372@gmail.com

SUDUT BATUAH * 11 Januari 2010, Waspada berusia 63 tahun - Doakan kami yo! * Dokter wajib resepkan obat generik - Generik dan murah * Rahudman: Medan butuh tenaga profesional - Nanti susah ngaturnya

oel

D Wak

WASPADA

Dewan Redaksi: H. Prabudi Said, H. Teruna Jasa Said, H. Azwir Thahir, H. Sofyan Harahap, H. Akmal Ali Zaini, H. Muhammad Joni, Edward Thahir, M. Zeini Zen, Hendra DS. Redaktur Berita: H. Akmal Ali Zaini. Redaktur Kota: Edward Thahir. Redaktur Sumatera Utara: M. Zeini Zen. Redaktur Aceh: Rizaldi Anwar. Redaktur Luar Negeri: H. Muhammad Joni. Redaktur Nusantara & Features: Gito Agus Pramono. Redaktur Opini: H. Sofyan Harahap. Redaktur Ekonomi: Armin Rahmansyah Nasution. Redaktur Olahraga: Johnny Ramadhan Silalahi. Redaktur Minggu/Humas: Hendra DS, Redaktur Agama: H. Syarifuddin Elhayat. Asisten Redaktur: Rudi Faliskan (Berita) Zulkifli Harahap, Muhammad Thariq (Kota Medan), Feirizal Purba (Sumatera Utara), T. Donny Paridi (Aceh), Syafriwani Harahap (Luar Negeri), Setia Budi Siregar (Olahraga), Hj. Hoyriah Siregar (Ekonomi), T. Junaidi (Hiburan), Hj. Erma Sujianti Tarigan (Agama), Hj. Neneng Khairiah Zein (Remaja), Austin Antariksa (Kreasi), Armansyah Thahir (Otomotif), Anum Purba (Wanita), Hj. Ayu Kesumaningtyas (Kesehatan), Denny Adil (Pelangi). Sekretaris Redaksi: Hj. Hartati Zein. Iklan: Hj. Hilda Mulina, Rumondang Siagian (Medan), Lulu (Jakarta). Pemasaran: Andi L. Said (Medan), H. Subagio PN (Sumut), S. Manik (NAD). Wartawan Kota Medan (Umum): H. Erwan Effendi, Muhammad Thariq, Zulkifli Harahap, David Swayana, Amir Syarifuddin, Ismanto Ismail, Rudi Arman, Feirizal Purba, Zulkifli Darwis, H. Abdullah Dadeh, H. Suyono, Ayu Kesumaningtyas, M. Ferdinan Sembiring, M. Edison Ginting, Surya Effendi, Anum Purba, Sahrizal, Sulaiman Hamzah, Sugiarto, Hasanul Hidayat, Aidi Yursal, Rustam Effendi. Wartawan Kota Medan (bidang khusus): H. Syahputra MS, Setia Budi Siregar, Austin Antariksa, Dedi Riono (Olahraga), Muhammad Faisal, Hang Tuah Jasa Said (Foto), Armansyah Thahir (Otomotif), Dedi Sahputra (Penugasan Khusus). Dedek Juliadi, Zulfan Efendi, Tetty Rosiana, Handaya Wirayuga (Koran Masuk Sekolah/KMS). Wartawan Jakarta: Hermanto, H. Ramadhan Usman, Hasriwal AS, Nurhilal, Edi Supardi Emon, Agus Sumariyadi, Dian W, Aji K. Wartawan Sumatera Utara: H. Riswan Rika, Nazelian Tanjung (Binjai), H.M. Husni Siregar, Hotma Darwis Pasaribu (Deli Serdang), Eddi Gultom (Serdang Bedagai), H. Ibnu Kasir, Abdul Hakim (Stabat), Chairil Rusli, Asri Rais (Pangkalan Brandan), Dickson Pelawi (Berastagi), Muhammad Idris, Abdul Khalik (Tebing Tinggi), Mulia Siregar, Edoard Sinaga (Pematang Siantar), Ali Bey, Hasuna Damanik, Balas Sirait (Simalungun), Helmy Hasibuan, Agus Diansyah Hasibuan, Sahril, Iwan Hasibuan (Batubara), H. Abu Bakar Nasution, Nurkarim Nehe, Bustami Chie Pit (Asahan), Rahmad Fansur Siregar (Tanjung Balai), Indra Muheri Simatupang (Aek Kanopan), H. Nazran Nazier, Armansyah Abdi, Neirul Nizam, Budi Surya Hasibuan (Rantau Prapat), Hasanuddin (Kota Pinang) Edison Samosir (Pangururan), Jimmy Sitinjak (Balige), Natar Manalu (Sidikalang), Arlius Tumanggor (Pakpak Bharat)Parlindungan Hutasoit, Marolop Panggabean (Tarutung), Zulfan Nasution, Alam Satriwal Tanjung (Sibolga/Tapanuli Tengah), H. Syarifuddin Nasution, Mohot Lubis, Sukri Falah Harahap, Balyan Kadir Nasution (Padang Sidimpuan), Idaham Butarbutar (Gunung Tua), Iskandar Hasibuan, Munir Lubis (Panyabungan), Bothaniman Jaya Telaumbanua (Gunung Sitoli). Wartawan Aceh: H. Adnan NS, Aldin Nainggolan, Muhammad Zairin, Munawardi Ismail, Zafrullah, T. Mansursyah, T. Ardiansyah (Banda Aceh), Iskandarsyah (Aceh Besar), Maimun (Lhoksukon) Bustami Saleh, M. Jakfar Ahmad, Jamali Sulaiman, Arafat Nur, M. Nasir Age, Fakhrurazi Araly, Zainal Abidin (Lhokseumawe), Muhammad Hanafiah (Kuala Simpang), H. Syahrul Karim, H. Ibnu Sa’dan, Agusni AH, H. Samsuar (Langsa), Amiruddin (Idi), HAR Djuli, Zainuddin Abdullah (Bireuen), Bahtiar Gayo (Takengon), Muhammad Riza, H. Rusli Ismail (Sigli), T. Zakaria Al-Bahri (Sabang), Khairul Boang Manalu (Subulussalam), Rusli Idham (Meulaboh), Jaka Rasyid (Blang Pidie), Zamzamy Surya (Tapak Tuan), Ali Amran, Mahadi Pinem (Kutacane), Bustanuddin , Wintoni (Blangkejeren), Khairul Akhyar (Bener Meriah), Tarmizi Ripan, Mansurdin (Singkil), Rahmad (Sinabang).

� Semua wartawan Waspada dilengkapi dengan kartu pers. Jangan layani dan segera laporkan ke pihak berwajib atau ke Sekretaris Redaksi bila ada oknum yang mengaku wartawan Waspada tetapi tidak bisa menunjukkan kartu pers yang sah, ditandatangani Pemimpin Redaksi �


Opini

WASPADA Senin 11 Januari 2010

Saudara Tiri Obama Oleh Rosihan Anwar

M

ENURUT rencananya, tatkala bulan November 2009 Presiden AS Barack Obama mengunjungi China, dia akan memperkenalkan istri Chinanya kepada saudara tirinya yaitu Barack Obama di Beijing. Yang dimaksud dengan dia itu ialah Mark Obeth Obama Mdesandjo (43) yang kini berdiam di Guangzhou. Tapi saya tidak membaca berita tentang pertemuan kedua orang tadi. Hanya melihat tayangan Barack Obama sedang mengunjungi Kota Terlarang di Beijing. Saya baca dalam The New York Times riwayat hidup Ndesandjo dan di sini saya kutip beberapa bagian, karena ceritanya menarik sekali. Wartawan Andrew Jacoba yang mewawancarai Ndesandjo di China mulai menulis tentang banyak bersamaan fisik antara Barack Obama dan Ndesandjo. Tapi badan, warna kulit dan cara berjalan, kemiripan sangat menonjol. Kedua orang itu punya ibu bule wanita Amerika yang diceraikan oleh suami mereka yaitu Obama Sr. asal dari Kenya Afrika, seorang laki-laki bersuara bariton dan cenderung meledak marah seracara arogan. Barack Obama hampir tak kenal ayahnya yang bercerai dan meninggalkan ibunya, ketika berusia dua tahun. Kebalikannya, Ndesandjo tumbuh jadi remaja dalam lingkungan bersama ayahnya yang kemudian dibencinya. “Ayahku memukul aku dan ibuku, dan ini adalah hal yang orang tidak harus lakukan” ujar Ndesandjo, yang dibesarkan di Kenya, tapi punya aksen Amerika bila bicara yang diperolehnya karena dia produk sekolah-sekolah internasional. “Ayahku seorang yang brilyan (cerdas sekali), tapi ibuku bisa mengatakan dia adalah suatu kegagalan sosial”. Selama dasawarsa belakangan seraya karier politik Barack Obama membawanya menjadi Presiden AS, kehidupan Ndasendjo berantakan, kemudian perlahan-lahan jadi satu utuh lagi. Setelah kehilangan pekerjaan di Lucent, perusahaan alat telekomunikasi, dia tinggalkan Amerika tahun 2002 untuk memulai suatu kehidupan baru di China. Dia mengajarkan bahasa Inggeris, memberi pelajaran main piano kepada anak-anak yaitu piatu dan membantu seorang teman membuka serangkaian restoran perempuan mengajikan berbagai masakan daging. Tahun 2008 dia kawin dengan seorang perempuan Tionghoa. Presiden Barack Obama secara signifikan dekat sekali dengan ahli keluarga di pihak ibunya yang bule. Teman-teman mengatakan dia kenal saudara tirinya Mark Ndasendjo yang datang ke Washington pada awal tahun 2009, tapi tidak mempunyai ikatan dekat dengan dia. Sampai sekarang di Ndasendjo sampai sekarang mengelakkan pers. Dia tinggal anonim atau tidak dikenal orang di Shenzhen, bekas kampung nelayan dekat Hong Kong yang kini berkembang jadi kota dengan penduduk delapan juta jiwa. Temanteman bilang Ndasendjo tidak pernah ngomong mengenai hubungannya dengan Presiden Obama. “Aku tidak mau melakukan suatu apa pun dengan nama Obama” kata Ndesandjo. Tapi kini Ndesandjo memutuskan untuk mempublikasikan dirinya, setelah menulis sebuah novel otobiografi berjudul “Nairobi to Shanzhen. A Nove of Lovel in the East”, yang melukiskan pengembaraannya, pergumulannya dengan jati diri rasnya, pencariannya menemukan penerimaan di China modern, dan sebagian besar, perjuangannya untuk memahami ayahnya. “Aku ingin menemukan sesuatu yang bersifat menebus, yang menguntungkan mengenai dia” ujar Ndesandjo akhir Oktober 2009, sebelum mengadakan suatu konperensi pers di Guangzhou. Perjalanan Ndesandjo mencerminkan perjalanan Presiden Barack Obama yang memoir otobiografinya “Dreams From My Father: A story of Race and Inheritance” merinci dorongannya sendiri untuk berdamai dengan ayahnya yaitu pengembala kambing di Kenya yang berjalan lanjut memperoleh gelar sarjana dri Universitas Harvard, tapi meninggalkan Barack Obama serta ibunya Anna di Hawaii. Seluruhnya Obama Sr. mempunyai delapan orang anak dari empat isteri, sebelum meninggal dunia dalam suatu kecelakaan mobil tahun 1982 dalam usia 46 tahun. Pada penutupnya memoarnya Barack Obama menangis di kuburan ayahnya dalam suatu saat katharsis atau pembasuhan jiwa. “Saya merasakan lingkaran akhirnya menutup. Rasa nyeri yang saya rasakan adalah nyeri ayah saya” tulis Barack Obama. Ndesandjo menemukan penutupannya sendiri dengan menemukan buku harian (diary) ayahnya yang memberikan kepada protagonist (pelaku utama buku wawasan mengenai sifat ayahnya yang pandai memikat dan merayu hati wanita, ledakan semburan dan kemorosotan yang bersifat menghancurkan diri sendiri yang sejajar dengan keterpurukan Kenya ke dalam korupsi dan seng kabilah (tribal conflict). Kedua bocah laki-laki itu lahir dari ibu-ibu orang Amerika, tapi terpisah separoh dunia satu sama lain, mengetahui sedikit sekali tentang masing-masing yang sedang tumbuh jadi remaja. Ndesandjo menolak menerangkan tentang kekosongan dalam hubungan mereka berdua Detil atau rincian-rinciannya akan harus menunggu sebuah otobiografi yang sejati yang menurut Ndesandjo sedang dituliskannya. Ndesandjo memang mengatakan bahwa terpilihnya Barack Obama sebagai presiden merupakan suatu saat yang mengkristalisasikan, mendorong diselesaikannya penulisan bukunya dan memaksa dia menghadapi dan berkonfrontasi dengan isu-isu yang telah berkeras kepala menatap dia. “Emosi-emodi dan sikap-sikap yang ada di sekitarnya selama bertahun-tahun telah dijungkirbalikkan dalam waktu beberapa minggu” kata Ndesandjo dengan airmata berlinang-linang. Kisah ini berlanjut. (+++)

Foliopini

Dedi Sahputra dedisahputra@yahoo.com

Toleransi Bukan Pluralisme 63 Tahun lalu, tepat di hari ini, Harian Waspada didirikan dengan semangat juang yang tinggi para pendirinya. Semangat itu melekat terus dalam perjalanannya hingga menjelang Generasi ke-3 (G3) sekarang ini. Izinkan saya mengajak Anda untuk menghadiahkan ”Al-Fatihah” di hari milad Waspada ini. Satu hal yang menjadi resep hingga harian ini bisa tetap eksis hingga puluhan tahun adalah karena secara internal Waspada memiliki kesolidan yang khas dan secara eksternal memiliki sikap tolerasi yang tinggi. Tolerasi berarti menjaga hubungan baik dengan berbagai pihak dan dengan tegas menempatkan siapa yang harus dibela dan siapa yang harus dikritisi. Semuanya dalam kerangka ’Demi Kebenaran dan Keadilan’. Sebuah kebenaran juga keadilan yang diyakini berdasarkan pengayaan pemahaman tentang kebenaran dan keadilan itu sendiri. Bukan kebenaran yang relatif seperti slogan faham relativisme ”All is relative” yang berakar dari kebencian terhadap agama itu. *** Kemarin, dalam pemakaman KH.Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan almarhum adalah tokoh nasional yang sejak awal mengedepankan pluralisme dan kemajemukan sehingga patut disebut Bapak Pluralisme Indonesia. Presiden tidak menyebut ”Pluralisme Agama” tetapi hanya ”Pluralisme”. Namun dalam konteks sikap Gus Dur selama hidup dan penyebutan ”Pluralisme Agama” yang biasa disingkat hanya ”Pluralisme” saja tentu tidak berlebihan jika diasumsikan maksud Presiden adalah ”Pluralisme Agama”. Pluralisme jenis ini telah diharamkan oleh MUI melalui fatwa Nomor 7/MUNAS VII/MUI/II tahun 2005. Pluralisme dinyatakan haram bersama dengan Sekulerisme dan Liberalisme (Sepilis). Pluralisme haram karena merupakan paham yang mengajarkan semua agama adalah sama dan karenanya kebenaran setiap agama adalah relatif; oleh sebab itu, setiap pemeluk agama tidak boleh mengkalim bahwa hanya agamanya saja yang benar sedangkan agama yang lain salah. Pluralisme juga mengajarkan bahwa semua pemeluk agama akan masuk dan hidup dan berdampingan di surga. John Hick yang sering dijadikan ru-

jukan orang-orang Pluralis berpendapat bahwa agama-agama hanyalah merupakan persepsi dan konsepsi manusia terhadap Tuhan. Ia bagaikan firman tanpa tuhan. Perbedaan agama, katanya, terjadi karena adanya perbedaan kultur di antara bangsa-bangsa manusia itu sendiri. Dia menegaskan “Pluralisme Agama”, yakni: “...the term refers to a particular theory of the relation between these traditions, with their different and competing claims. This is the theory that the great world religions constitute variant conceptions and perceptions of, and responses to, the one ultimate, mysterious divine reality.” Jelaslah bahwa “Pluralisme Agama” menurut John Hick bermaksud menyamakan semua agama, dalam arti memberikan penegasan bahwa semua agama adalah jalan berbeda menuju satu Tuhan yang sama. Memang ada perbedaan di antara agama-agama tersebut, namun pada hakikatnya semuanya sama. *** Persoalannya, dalam benak masyarakat pada umumnya Pluralisme itu adalah sama dengan toleransi. Padahal kedua istilah ini sungguh berbeda dan penggunaannya memiliki dampak yang berbeda pula. Kalau Pluralisme mengakui agama lain sebagai absah (valid and authentic), sedangkan toleransi hanya mengakui keberadaan agama-agama lain sebagai gejala kemajemukan, tanpa harus menghilangkan keyakinan dalam agama diri sendiri. Toleransi berarti menghargai perbedaan yang muncul dari adanya perbedaan itu sendiri. Agama, sejatinya adalah alat untuk mengetahui kebenaran, sesuai dengan yang masing-msing diyakini. Dengan kata lain agama adalah pembeda antara yang benar dengan yang tidak benar. Sebab tetap harus ada yang benar dan yang salah. Tidak pernah semua benar atau semua salah. Karena kalau semua benar maka kebenaran itu tidak ada. Kebenaran itu ada karena ada pembandingnya; yaitu yang salah. Sama seperti kalau semua warna hitam maka tidak ada warna hitam itu. Maka katakanlah; Toleransi yes, Pluralisme no. Sudah sepantasnya setiap pemeluk agama meyakini setiap agamanya-lah yang benar. Jangan terlalu minder gitu-lah.

13

Menelaah Peran Mendidik Waspada (Refleksi 63 Tahun Waspada) Oleh Syawal Gultom

S

aat muncul keinginan untuk merefleksi peran mendidik Harian Waspada di usianya yang ke 63 tahun, saya teringat Jhon Tafbu Ritonga, penulis senior Harian Waspada. Alasannya sederhana saja, beliau sangat intens mengikuti perkembangan Waspada. Ada sisi-sisi yang tak terlihat oleh orang lain tetapi tampak oleh naluri akademiknya. Bagi saya seorang Jhon Tafbu versus Waspada identik dengan dua orang yang bersahabat sejati. Layaknya sahabat sejati, mereka selalu ikhlas memberi dan menerima kritik betapapun harus menggores perasaan dalam kurun waktu tertentu. Sebagai sahabat sejati John Tafbu sangat menghargai karya-karya monumental Waspada selama ini untuk memberikan pendidikan politik, demokrasi, kesehatan dan sosial bagi pembacanya. Bahkan terselip dalam sinyalemen beliau, Waspada memiliki para pembaca “fanatis” atas konsistensi sikap Waspada selama 63 tahun. Tidak saja kalangan akademisi dan politisi tetapi juga kalangan remaja yang gemar mengikuti rubrik-rubrik tertentu. Jhon Tafbu sebagai sahabat sejati mengamati, rubrik pendidikan Waspada mencoba melakukan pergeseran. Pastilah pergeseran itu memiliki latar meski ada pembaca yang tidak setuju. Dahulu ada Waspada Taruna dengan segmen remaja, kemudian ada Universitaria yang mendorong kemunculan penulis-penulis kritis. Sayangnya, sikap kritis pemberitaan belum menemukan karakter yang spesifik dengan tema lokal, seperti kehidupan guru terpencil, perlakuan birokrasi terhadap mereka, kondisi sekolahsekolah swasta dan pesantren. Fenomena ini bukan hanya oleh Waspada tapi juga oleh media lokal lainnya. Bahkan belum ditemukan secara komprehensif kajian kritis yang dapat menampilkan keunggulan dan kelemahan PTN dan PTS atau lembaga lainnya secara lebih substantif dan operasional. Seluruh mass media, termasuk Waspada membutuhkan kehadiran karya akademik yang dapat membangkitkan gairah membaca semua kalangan. Ditulis dengan misi yang jelas oleh sosok-sosok akademisi yang mumpuni. Sangat langka karya hasil penelitian dan kegiatan ilmiah yang dapat membantu segenap institusi pendidikan untuk memperbaiki citra dan reputasinya. Idealnya, lewat karya-karya akademisi yang handal, Waspada dapat menyajikan kebutuhan dunia pendidikan secara holistik terkait dengan norma pendidikan, politik pendidikan, standarisasi mutu pendidikan, dan lain sebagainya. Tema-tema ini akan semakin menarik untuk dikaji jika saja dilakukan lewat kajian penelitian yang mendalam, holistik serta dengan fokus yang lebih jelas. Mencermati sumbangsih yang telah diberikan Waspada selama ini, amat pantas jika Waspada berbenah menata opini sejajar dengan koran-koran nasional bahkan internasional. Ada misi dan fokus yang teratur dan kemudian diukur dampaknya terhadap masyarakat, perilaku birokrasi, reformasi pelayanan publik, pendidikan masyarakat atau bahkan dampaknya terhadap Waspada sendiri. Dua tahun yang lalu, Bambang Sudibyo (Mendiknas saat itu) pernah mengkritisi peran media massa khususnya media cetak dalam mendidik anak bangsa. Paling tidak ada dua fokus yang disoroti. Pertama, mekanisme serta strategi pendidikan yang dilakukan media massa, dan kedua, frame of reference para jurnalis pendidikan. Pendekatan yang dipilih media massa tentu berbeda dengan lembaga pendidikan, meski keduanya beririsan pada substansi dan hakikat pesan pendidikan. Namun, pengungkapan yang dilakukan para jurnalis amat tergantung dengan keluasan wawasan yang dimilikinya untuk mengarahkan dan menggali seluruh potensi yang dimiliki para nara sumber. Karena pendidikan memerlukan proses yang panjang maka konsistensi sikap media massa akan menjadi ukuran signifikansi perannya. Tidak mudah bagi media massa termasuk Waspada untuk selalu konsisten bersikap dengan data yang objektif dan kadang-kadang harus provokatif apabila dihadapkan dengan kekuasaan birokrasi, kekuatan kompetitor serta keinginan

masyarakat yang sangat bervariasi ditengah arus persaingan bisnis yang tidak menentu. Ketika Waspada melakukan hal itu tentu telah siap dengan berbagai risiko. Tidak jarang opini Waspada menimbulkan polemik berkepanjangan bahkan mengancam eksistensinya ketika berhadapan dengan berbagai kepentingan. Berpihak pada rakyat dan kebenaran tetapi tetap akomodatif dengan para birokrat adalah pekerjaan yang sangat sulit diformulakan. Di hari ulang tahun Waspada ke 63 ini tampaknya dibutuhkan formula yang tahan uji dan dipahami segenap pemangku kepentingan internal dan eksternal Waspada. Hal ini akan merupakan kelebihan Waspada yang tidak dimiliki media lain. Persoalan krusial tentang peran mendidik media ada pada ketajaman analisis yang kontekstual (bukan tekstual) dan keakuratan sajian yang didukung data keteladanan yang mumpuni. Dalam hal ini dibutuhkan analisis yang kritis dan tetap independen untuk mengendalikan praktik pendidikan, politik dan lain sebagainya. Apakah pendidikan yang kita selenggarakan saat ini masih berpijak pada teori pendidikan? Apakah para pendidik yang keseharian bergumul dengan siswa memiliki bekal yang cukup sehingga seluruh tindakan, sikap dan pikirannya berlandaskan teori pendidikan? Apakah para pemegang mandat publik menempatkan pendidikan sebagai kebijakan publik ? Adakah media tetap kritis dan konsisten mengawal kebijakan pendidikan ? Adakah media yang mensinergikan para akademisi, politisi, dan birokrat untuk menghasilkan kajian multi perspektif? Apakah ada informasi yang cukup disajikan media untuk memahami kurikulum, baik isi maupun strukturnya? Dan masih banyak pertanyaan lain tentang politik, ekonomi, keshatan, budaya yang memerlukan kajian yang memadai. Mungkin para jurnalis pendidikan belum mengorganiser hal-hal yang secara berkesinambungan menyajikan solusi persoalan-persoalan pendidikan. Dalam memperkuat perannya, ke depan Waspada sangat memiliki peluang untuk melakukan kajian bersambung yang secara tematik dapat menjadi acuan segenap penggiat pendidikan untuk bersikap dan berperilaku. Dengan prestasi yang dimiliki Waspada selama ini, sepatutnya Waspada mampu mematahkan hegemoni penulis pusat-daerah. Waspada tidak akan kehabisan fenomena dan penulis kritis asal ditata secara holistik. Amatilah contoh konkrit tentang porsi opini yang ditampilkan Waspada. Secara umum opini itu banyak yang sangat konstruktif meski masih perlu lebih fokus dan mengintegrasikannya dengan perkembangan kondisi termutakhir dengan misi yang lebih jelas. Integrasi Tematik dan tuntas merupakan salah satu strategi mendidik media yang layak dipertimbangkan. Harmoni antara akademisi dengan jurnalis dapat dikatakan sebagai awal mula penyajian opini yang dapat menjawab berbagai persoalan. Tetapi keterbatasan frame of reference dapat mengakibatkan pengungkapan yang tidak mendalam dan mengakar menyelesaikan berbagai persoalan. Terkait dengan kemampuan jurnalis untuk melakukan pemetaan keahlian dan style para nara sumber, integrasi akademisi, praktisi maupun politisi menjadi sangat penting. Sinergi integrasi ini akan dapat membangun pengaruh bahkan memandu seluruh aktivitas pelayanan terhadap rakyat. Jika dilihat dari intensitas pengaruh, maka media massa atau Waspada memiliki porsi yang lebih besar untuk mendidik rakyat. Bahkan melebihi peran lembaga pendidikan khususnya pada jalur non formal dan informal sebab jangkauannya lebih luas dan kontinuitasnya lebih terjamin. Bagi masyarakat yang gemar membaca, mass media dapat dianalogikan dengan swalayan yang menyediakan segala kebutuhan. Ibarat berbelanja di mall yang menggabungkan pasar tradisional dengan pasar modern, kita dapat menjangkau seluruh kebutuhan pada satu lokasi yang terpusat. Itulah mass media yang jika diramu dengan bahasa yang sederhana dan akrab dengan keseharian masyarakat. Dia boleh mengolah

PDAM Tirtanadi Tak Terima Pegawai Baru Kepala Divisi Public Relations, Ir. H. Delviyandri memberikan informasi bahwa dalam Rapat Dewan Pengawas dengan Direksi PDAM Tirtanadi tanggal 6 Januari 2010 dipimpin oleh Ketua Dewan Pengawas PDAM Tirtanadi, DR. R.E. Nainggolan, telah diputuskan bahwa dalam rangka efisiensi, PDAM Tirtanadi tidak menerima pegawai baru untuk tahun 2010 dan 2011. Jumlah pegawai per 31 Desember 2009 adalah sebanyak 1.264 orang yang terdiri dari pegawai berpendidikan S-2 sebanyak 21 orang (1,7%), berpendidikan S-1 sebanyak 501 orang (39,7%), berpendidikan D-3 sebanyak 57 orang (4,5%), berpendidikan SLTA sebanyak 610 orang (48,3%), berpendidikan SLTP sebanyak 40 orang (3,2%) dan berpendidikan SD sebanyak 34 orang (2,7%). Disamping itu, PDAM Tirtanadi tidak mempunyai formasi tenaga honorer lagi, Delviyandri menjelaskan lagi bahwa pada tahun 2008 dan 2009 yang lalu, PDAM Tirtanadi juga telah menerima pegawai baru. Sesuai dengan sasaran mutu Sumber Daya Manusia seluruh pegawai setiap tahunnya harus

hasil riset yang rumit menjadi bahasa yang mudah dicerna oleh semua kalangan. Teori-teori pendidikan yang sangat kompleks dapat diubah kedalam aksi keseharian guru di sekolah dan dapat dipahami oleh orang tua siswa untuk menambah wawasanya tentang dunia sekolah. Bagi pembaca yang jeli, pastilah menaruh harapan besar terhadap Waspada agar memperoleh analisis yang memadai tentang seluruh fenomena pendidikan sampai keakar-akarnya. Bahkan bila diperlukan, dia tampil dengan jenaka melahirkan sindiran-sindirian atau jargon-jargon yang mendidik. Tidak terbayang bagaimana rumitnya menyampaikan informasi tentang pendidikan demokrasi dan memahami pendidikan politik negeri ini andai kehadiran media massa tidak rutin. Juga tidak terbayangkan bagaimana praktik-praktik penyimpangan oleh oknum jika tidak dikendalikan oleh media massa secara terbuka. Media massa memiliki peran yang sangat strategis bahkan dapat seimbang dengan peran lembaga resmi dalam melakukan pendidikan bagi rakyat. Kadang-kadang spontanitas respon sosial masyarakat lebih banyak dipengaruhi oleh pendidikan yang dilakukan oleh media massa. Mungkin yang dibutuhkan adalah mengintegrasikan misi yang dimiliki oleh jurnalis, akademisi, redaktur dan pemilik media. Oleh karenanya penataan sebuah media harus mampu mengintegrasikan komponen itu guna memahami misi yang tematik mengatasi berbagai masalah-masalah pendidikan. Fokus Salah satu kelemahan pengungkapan yang dilakukan media bukan karena tidak aktualnya kajian yang dipaparkan tetapi lebih pada analisis yang ditampilkan. Oleh karenanya media yang mapan bukan dikendalikan oleh penulisnya, tetapi seluruh opini ditata oleh redaktur sesuai misi yang telah ditetapkan. Dengan demikian para penulis akan berupaya melakukan kajian setuntas mungkin dalam perspektif yang berbeda-beda. Kendali mutu ada di tangan redaktur. Sejauh ini Waspada telah mencobanya secara tematik meski masih langka tulisan-tulisan yang berbasis hasil riset yang mendalam. Teori yang mengatakan, media bergerak berdasarkan pemetaan pembaca menjadi tidak relevan lagi. Yang benar adalah pembaca harus diformat sesuai misi dan arah yang diinginkan. Ketergantungan pembaca terhadap media bukanlah karena mengikuti selera pembaca tetapi lebih pada dampak yang dapat dirasakan atas informasi perkembangan termutakhir. Oleh karena itu paradigma yang dibangun media mestinya berpijak pada kepentingan masa depan bukan mengikuti trend perkembangan yang ada, sebab trend yang terjadi saat ini dapat saja telah menyimpang dari kebutuhan masa depan. Media harus selangkah lebih maju dari apa yang dipikirkan pembacanya. Bagaimanapun juga media yang hanya sekedar mengikuti selera pembacanya akan mengalami kejenuhan. Mestinya masyarakat harus diajak menyenangi hal-hal baru, bukan sekedar menjustifikasi keadaan saat ini yang cenderung hanya pemuasan rasa kecewa atas segala hal yang terjadi. Oleh karenanya tidak cukup hanya menyajikan fakta dan tafsir kuantitatif berdasarkan norma hukum atau teori yang berlaku. Tetapi penyajian fakta harus dibarengi dengan proses kelahirannya dan tidak menutupi kontribusi berbagai pihak. Cara ini akan memberikan peluang bagi pembaca untuk memformulasi cara-cara untuk mengatasi berbagai fakta penyimpangan. Mendidik Mendidik mengandung tiga unsur yang terdiri dari teori, praksis dan praktik. Makna yang hakiki pendidikan juga tiga, filosofis, strategis dan praktis. Pemahaman yang sempit terhadap ketiga unsur ini dapat mengakibatkan pekerjaan mendidik menjadi menyimpang. Kajian-kajian teoritik biasanya tidak menarik jika ditampilkan lepas dari konteks masalah garapannya. Komponen praksis dalam pendidikan berupa aturan (termasuk Undang-undang atau PP) sering tidak dipahami dengan baik apalagi dalam domain latar pemunculan dan ruhnya sebagai reperesentasi kebijakan, contohnya PP 19 sebagai standar nasional pendidikan. Akibatnya terjadi perbedaan penafsiran yang berujung pada perbe-

daan implementasi (praktik). Pada domain praksis, media seharusnya mengambil peran yang sangat strategis untuk menampilkan secara kontinu dan tuntas tentang tinjauan multi dimensi sebuah praksis pendidikan. Dalam hal ini diperlukan kemampuan media untuk memetakan, meranking dan membagi porsi akademisi dan praktisi sehingga menghasilkan kajian yang holistik. Bukankah perbedaan penafsiran tentang praksis pendidikan seperti UU Sisdiknas, UU BHP dan PP 19 telah menguras energi kita untuk berdemo, menempuh proses hukum dan lain sebagainya. Mungkin yang masih langka dilakukan media adalah mengevaluasi hasil pemberitaan yang dilakukan melalui mekanisme yang integratif antara penulis, jurnalis dan masyarakat pembaca. Mengamati kematangan dan pengalaman panjang yang dimiliki Waspada, ada satu peluang besar yang memerlukan penanganan yang fokus dan terintegrasi. Fakta menunjukkan bahwa landasan teori dan praksis pendidikan di negeri ini telah mengalami kemajuan yang pesat. Persoalannya, dalam tataran implementasi muncul masalah-masalah krusial bahkan sering berkepanjangan tidak terselesaikan. Fenomena ini dapat menjadi fokus utama media di masa mendatang sebab implementasi jauh dari wujud rancangan yang ada. Tantangannya ada pada individu, kekuatan leadership dan mismanagement. Kajian inilah yang paling penting mendapat perhatian media. Kajiannya dapat diramu dalam kerangka saling mengendalikan dan best practices sharing. Seperti diuraikan sebelumnya, pemaparan yang tuntas tentang kehidupan sekolah daerah terpencil baik guru maupun siswa dapat berfungsi sebagai motivasi bagi sekolah potensial dan membangkitkan partisipasi stakeholders. Waspada sangat potensial untuk menangkap peluang ini apalagi jika reperesentatif dapat menggambarkan seluruh daerah. Kajian-kajian kritis tentang fenomena empirik praktik pendidikan yang dikaitkan dengan teori dan praksis yang relevan jauh lebih powerful untuk mengubah perilaku segenap pemangku kepentingan pendidikan. Sustainability Tidak jarang rubrik media yang telah tertata dengan baik tidak berkelanjutan. Waspada juga pernah mengalami hal yang sama. Secara sederhana sustainability dibatasi sebagai nilai kebertahanan makna melalui proses inovasi. Dimensinya berupa konstruksi sosial, realitas kehidupan, ideologi dan juga domain politik, konteks yang negosiatif, visi dan arah pengembangan, dinamika kehidupan, kontroversi dan sumber konflik, norma, etika dan moral, serta inovasi atau katalis perubahan. Lewat dimensi inilah sustainability dapat diperjuangkan. Tak dapat dipungkiri bahwa selama 63 tahun Waspada telah menunjukkan perannya untuk mendidik rakyat. Meski berbagai kritik terus mengalir, pro dan kontra bermunculan, namun tidak dapat dinafikan, pendidikan dan pengendalian yang dilakukan Waspada telah berhasil membentuk opini dan mampu mengurangi laju bebagai penyimpangan akibat konsistensi keberpihakannya terhadap kebenaran. Namun demikian masih banyak peluang yang dapat dimanfaatkan Waspada untuk menyamai atau bahkan melibihi media skala nasional atau bahkan internasional. Sebagaimana diuraikan sebelumnya, kajian tematik yang dilakukan secara berkesinambungan dan diintegrasikan dengan misi yang jelas masih sangat mungkin dilakukan Waspada. Membangun motivasi guru di kota besar melalui pemaparan kehidupan guru di pedesaan pastilah sangat inspiratif. Memetakan karya-karya akademik untuk menjawab berbagai polemik merupakan peluang yang akan membawa Waspada pada lompatan-lompatan prestasi melebihi prestasi yang selama ini. Perimbangan informasi antara kehidupan rakyat miskin dan tidak miskin dengan analisis multi dimensional dapat menjadi ciri khas Waspada. Di hari ulang tahun yang 63 ini, seluruh pembaca Waspada akan tetap setia menunggu karya-karya yang mendorong perubahan kehidupan menuju keadilan yang maslahat dan kemaslahatan yang adil. Dirgahayu Waspada. Penulis adalah Rektor Unimed.

memperoleh pendidikan / pelatihan minimal satu kali dalam setahun dan sasaran mutu ini dapat dilaksanakan dengan baik dan hal itu sejalan dengan ISO 9001 : 2008 yang telah diperoleh. PDAM Tirtanadi saat ini memiliki net work 1 Kantor Pusat, 22 Kantor Cabang, 5 Instalasi Pengolahan Air, 2 Instalasi Pengolahan Air Limbah dan 3 Kantor Cabang Pembantu, demikian Delviyandri mengakhiri penjelasannya. Kadiv. Public Relations Ir. H. Delviyandri

UcapanTerima kasih kepadaTirtanadi Kami mewakili warga Veteran Tengah (Medan Marelan) mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak manajemen PDAM Tirtanadi khususnya kepada bapak pimpinan Cabang Sei Agul Medan, karena pada bulan Desember 2009 ketika ada gangguan air/air mati selama 10 hari dari pihak manajemen ada mengirimkan mobil tangki air kepada kami pelanggan. Oleh karenanya kami merasa sangat terbantu. Mudah-mudahan PDAM Tirtanadi ke depan tetap memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggannya. Warga Veteran Tengah


14 1 CM 2 CM

WASPADA

Rp. 12.000 Rp. 24.000

3 CM 4 CM

Bursa

Rp. 36.000 Rp. 48.000

5 CM 6 CM

Rp. 65.000 Rp. 78.000

MITSUBISHI BARU

7 CM 8 CM

Rp. 91.000 Rp. 104.000

L300. Angs. 3Jt-an. Pajero Sport (Ready Stock). T120 SS, Cold Diesel 110 PS, 125 PS, Triton. Serius Hub. (061) 76728071 / 0812 653 3319

TOYOTA SOLUNA GLI THN. 2000 Wrn. Merah met. No. pol. Pilih, Tanpa Seri. BK Asli Medan. BPKB 1 nama, Asli cat mulus 100%. Siap pakai. Khusus pemakai. Hrg. 76Jt Nego. Hub. 0812 6000 709

: Power Stearing : Power Window : Radio Tape : Velg Racing : Electric Window

MITSUBISHI Galant V6 ‘93 Merah Maroon, Velg Racing, TV Slaiding/Sound system. Siap pakai & Tidak kecewa. Rp. 52Jt Nego. Hub. 0812 600 63847

TOYOTA Kijang LGX Bensin Thn ‘97 W. Biru, BK Mdn asli Orisinil, Komplet, H. Nego Hub. (061) 7778.5933

DA I H AT S U Pick Up Hiline Dijual (BU) Thn. 96. Hub. 061-77521 868

* MERCY E230 NEW EYES ‘97 Hitam Mulus, AC, Tp, VS, Good coundition, DP 42 Jt, Angs. 3,4 Jt * TOYOTA KIJANG LGX ‘01 Diesel Hitam, Mulus, AC DB, TP, VR, Jok kulit, BR, DP 35 Jt, Angs. 3,6 Jt Hub. 0813.7588.7306

TOYOTA Land Cruiser VX Turbo ‘96 Diesel, Silver Gold, AC DB, VR, PS, PW, CL, Ban maxis, Mulus, DP 75 Jt, Angs. 8,8 Jt Hub. 0812.649.1011

CHEVROLET ZAFIRA 1.8 M/T

MERCY Boxer Tipe E230 Thn ‘90 Warna Hijau, Metalic, BK Medan asli, AC, Tape, BR, VR, P. Window, Mobil betul2 mulus, Buka harga 55 Jt/ nego Hub JL. Sun Yat Sen No. 18/6 Medan

* TOYOTA KIJANG LSX ‘01 EFI Biru Tua Met, AC, Tp, VR, BR, BK, DP 25 Jt, Angs. 3,2 Jt * ISUZU Panther Touring ‘01 Turbo Hitam Met, Ac DB, Tp, PW, PS, CL, BR, DP 35 Jt, Angs. 3,6 Jt Hub. (061) 7643.8771

XENIA Li ‘06 Gold Km 43.000, Ban baru KIA Carens ‘04 Silver, Pajak 1 Thn Full Mercy C180 Hijau 95 baru 1 Nama, Km 103.000 Dijual salah satu Hub. (061) 7769.8741 / 0812.637.8815

NISSAN READY STOCK SPESIAL

TOYOTA Kijang LSX Up Solar Model LGX Thn. 2002. Silver met, Cat asli 98%. BPKB 1 Nm, KLM Rendah, VR, BR, PS, PW, CL RMT, E. Miror. AC, DVD, MP3, USB. Hrg. 127Jt. BBN Nm. Pembeli. Hub. 061-9135 6484

DAIHATSU Feroza ‘96 Orisinil, W. Hitam, BK Medan, AC, Tape, VR, BR, Mesin, Body bagus, H. 22 Jt, Balik DP, Sisa 1.600.000 x 28 Hub. 0812.647.7946

OPEL BLAZER L.T. ‘97 Mulus, W. Biru, BK baru, AC, Tape, VR, BR, PS, PW, SL, Siap pakai, H. 52 Jt/nego Hub. 0812.647.7946

PROMO DAIHATSU NATAL MERIAH

SUZUKI ESTEEM 1.6 THN. 96 W. Hijau met. AC, Tape (Sound), VR, BR, P. Steering, Jok kulit, BK Medan, sangat mulus, original. jarang pakai. Pemakai. Hub. (061) 77731399. Harga 48Jt.

DAIHATSU 100% BARU..!

SUZUKI Katana Jimny Thn. 83 biru, BK Medan. Ban Baru. Velg 15. Hub. 0852 7517 4575

AUTOMOTIVE Informasi Pembaca

AC BR CL ND DB

Bursa Automotive

: Air Condition : Ban Radial : Central Lock : Nippon Denso : Double Blower

PS PW RT VR EW

Thn ‘03/04 Hitam, BK Mdn, Rp. 73 Jt Hub. 0813.9655.7102

Xenia DP 10Jt-an/angs. 2 Jt-an Terios DP 20Jt-an/angs. 3 Jt-an Luxio 4 Gran Max MB DP 9Jt-an Bunga 2,5 %, Diskon + Hadiah. Hub. Gery 0813 7694 1988 / 77722561

ˆ Xenia DP: 10 Jt Terios DP: 20 Jt ˆ Pick Up DP: 6 Jt Luxio DP: 12 Jt Proses cepat + Full Discount

Hub. Situmorang 0852.7041.9000 DAIHATSU BARU

Xenia.............DP 13 Jt-an Terios..............DP 17 Jt-an Gran Max......DP 10 Jt-an Serius !!! Hub. 0852 7003 9888 / 7630 4788 (Agustina)

DAIHATSU GTS ‘88 W. Merah Met, BK Medan, AC, Tape, VR, BR, Siap pakai, H. 37 Jt/nego (061) 7692.8865 - 847.3165

HYUNDAI ATOZ GLS ‘01 W. Coklat Met, 63 Jt/nego 0812.6001.5252

ISUZU Panther Total Assy Thn. 93. Silver met. Mulus. S. Pakai. VR, BR, PS, CL, AC DB, Hrg. 49Jt. Nego. Hub. 0812 64777 088 MITSUBISHI Lancer Dagan Thn ‘89 Dijual, Mobil mulus dan kalengkaleng, Warna Hitam Peminat serius hub. 0813.9665.5961 MITSUBISHI Lancer Thn ‘83/84 AC, Tape, V. Racing, Keadaan mulus, BK Mdn, Les Body lengkap !!!, Hrg 19,5 Jt/ damai Hub. 0813.7034.9566 MITSUBISHI Galant GLS ‘84. Hijau pupus, BK Medan luar dalam, mulus, original, cantik sprt mobil baru, mesin sangat bagus. ban baru, velg racing 16” Hrg. Rp. 18Jt Nego. Hub. 0813 6144 0003

MITSUBISHI Galant V6 Thn. 93. Merah maroon, tV Slaiding, CD, Remote, mobil siap pakai & tidak kecewa. Hub. 0812 6006 3847

All New Xtrail Autec, Frontier Double, cabin, Gren Livina, Xgear. Mau lebih lanjut. Hub. 0812 655 9429

SUZUKI Katana ‘88, AC, Tape, Mobil, Mulus, Terawat HP. 0812.654.8749 SUZUKI Carry Grand Realvan GRV Thn 2001, W. Biru Met, BK panjang, AC double tape, PR, BR, CL, Mulus, Original, M. Simpanan, Jarang pakai, Km Sedikit, Body kaleng, B.U Hub. 0813.7098.0535

SUZUKI Imminity Sport 2 Pintu Thn ‘90, Pelak Import, W. Kuning, Jok kulit, Mobil siap pakai Hub. 0813.9621.9928

TOYOTA Kijang Super Short Thn ‘96 W. Merah Metalic, BK Mdn asli Hub. 0812.6337.1119 T. KIJANG KAPSUL SSX Diesel Plat BK Panjang, W. biru Met, Pemakaian ‘98, AC, Tape, VR, PW, PS, CL, Remot, Original, Luas dalam, B.U Hub. 0812.6085.8594 Mdn

TOYOTA Kijang Commando Shot Super G Dijual Thn ‘94 asli, BK Warna Biru, Hrg 58 Jt/ nego Hub. 0813.9707.2562 #TOYOTA 100% BARU#

Ready: Innova Bensin/ Diesel, Yaris, Rush, Vios, Hilux Pick up, Double cabin, Altis Bunga murah/ Proses cepat !!! Hub. 0812.655.6962 / 7795.8206 (Tukar tambah..Oke!! Denny)

TOYOTA Kijang SSX Solar Thn. 97. Mulus, orisinil, BK Medan, Asli, VR, BR, PS, PW, CL, RMT. AC Dingin, VCD, DVD, Hrg. 89Jt. Nego. Hub. 0813 7550 1012

NEW TOYOTA

DP RINGAN

CALL:

0812.647.2000 0813.7056.2000 0813.6161.2000

Ingin Promosikan Produk Anda Harian

WASPADA Media yang Tepat untuk Iklan Anda

TOYOTA Avanza 05/06 Dijual. Warna hitam. Tipe G. 117/123 (Nego). Hub. 0812 6040 1977

# TOYOTA BARU #

Avanza, Innova, Fortuner, DP Ringan Dalam & Luar Kota. Hub. 061-91380009

9 CM Rp. 126.000 10 CM Rp. 140.000

Bursa

SERVICE/ASESORIS MOBIL

‘MULIA JAYA’ POWER STEERING

- Ganti Oli - Pasang Power Steering - Service Power Steering Jln. Sisingamangaraja No. 5 A.B. Medan Telp. (061) 7369224 (061) 7344954

Bursa

BUSANA / ASESORIS

PECI MAHKOTA MENJUAL PECI TEMPAHAN Berbagai Model Dan Warna Jl. Prof. H.M. Yamin SH. No. 340 / Jl. Serdang Depan Gg. Sadu Medan

Bursa

11 CM Rp. 165.000 12 CM Rp. 180.000

IKLAN KHUSUS 6x1,5 kolom Rp. 120.000

Bursa

Model Terbaru

KRISNA WATER

PELUANG BISNIS 1. Pemasangan Depot Air Minum Dengan Sistem Filtrasi & Ro Rp. 22 Jt s/d 38Jt 2. Air Pegunungan 6700 s/d 7000 Liter Rp. 230.000 / Tangki Menyediakan Mesin RO dan Yamaha Hubungi:

FAX.4561347

JUAL & BELI

TERSEDIA PAKET MURAH

TV, PS1, 2, 3, Handycam, Camera, LCD Projector, Laptop, Keyboard, Kulkas, M. Cuci, Tape compo, Sound, dll. Hub. MARKET ELEKTRONIK. Telp. 8210097 - 66900693 Jl. Setia Budi No. 424 B Dkt. Simp. Psr. III T. Sari.

1. UMROH REGULER 09 HARI USD - 1450 2. UMROH ZIARAH 14 HARI USD 1700 3. TOUR MESIR USD 1600 4. ZIARAH MASJIDIL AQSHO USD 1800 5. TOUR INDIA USD 1300 6. TOUR INDIA KASHMIR USD 1600

BARU “HARGA” SPECIAL -

PANASONIC - LG MITSUBISHI - AUX SAMSUNG - DAST GENERAL - FUJI CHANGHONG - DAIKIN SHARP PLASMA CLUSTER

SEWA FLOOR STANDING HUB: 3 Pk Jln. Sutomo No. 139 C & 5 Pk

TOKO SUPER ELECTRONIC

Simp. Gandhi

Tel.061-7347810 - 7360741 Tel. 77982281 MEDAN

CV. HYDRO UTAMA

Bursa

KOMUNIKASI

Bursa

OASIS REFILL

MURAH. TRANSAKSI CEPAT. DEPOSIT AMAN T-SEL I-SAT 5 = 5.075 5 = 5.250 10 = 9.750 10 = 10.250 20 = 19.350 20 = 20.025 25 = 24.700 25 = 24.725 50 = 48.100 50 = 49.000

ALAT PENGAMAN

WASPADA Media yang Tepat untuk Iklan Anda

JL. TITI PAPAN/ PERTAHANAN NO. 10 SEI SIKAMBING MEDAN TELP. 061-457.6116 0812.6566.807 - 0813.6137.2321

Jl. Kapt. Muslim No. 53-D Medan Jl. Serdang No. 368 B Medan Telp. (061) 453.2484 Telp. (061) 8457879 / (061) 77839790 HP. 0812 600 5410

PERCETAKAN

Ingin Promosikan Produk Anda Harian

MULTAZAM

INSTALASI & PEMASANGAN SERVICE, REPERASI AC - KULKAS

TIMOR DOHC ‘97 MERAH Pajak Panjang/BPKB a/n. Pembeli. Hrg. 44 Jt Nego. Hub. 0812 6473 940

TRANSAKSI 24 JAM. CS OPERATOR 24 JAM DEPOSIT MIN 50RB. BIAYA ADMINISTRASI GRATIIISSSS....!!!!

Bursa

PENGOBATAN

PENGOBATAN KUSUK TERAPI TRADISIONAL

Dapat mengobati segala macam penyakit: - Gula - Pinggang/ Ginjal - Angin duduk - Lemah syahwat/ - Belum mendapat Impoten keturunan

Hubungi: IBU TINI HP. 0852 7524 0184 Jl. Seser No. 65 dari Jl. Suluh depan Kantor Gubernur Pancing/ Willem Iskandar

HUB. 0852 8868 9977.cs1_stok_refil. Pendaftar an via SMS ketik: DAFTAR#NAMA#NO HP#ALAMAT Kirim ke 0852 - 8868 - 9977

Bursa

Daftar harga dan info lengkap di http: //oasisrefill.blogspot.com

BUTUH DANA

Alamat Pendaftaran dan Deposit langsung: Jl. Besar Tembung PSR IX (dari Medan sesudah pajak gambir sebelum lapangan sebelah kanan)

ANDA BUTUH DANA TUNAI

Cepat Proses, Jaminan BPKB Mobil dari Tahun 1993 Hub. Mr. Yan 0815.3447.0666 - (061) 7763.1725

MINI & EFEKTIF

DANA CEPAT !!!

IKLANKAN PRODUK ANDA

TERCECER

Spesialis Surat Tanah Proses cepat & Bisa Tanpa Usaha 1 HARI CLEAR (Khusus Kota Medan) PINJAMAN MAX ½ MILIAR Hub. 0812.6066.6574

TELAH TERCECER

Bursa

STNK dan Buku Speksi BK 8711 LK. Bagi yang menemukan harap hub. 0813 9628 2768 Akan diberi hadiah sepantasnya.

PENGOBATAN HYPNOTIS

TERCECER / HILANG

DANA CEPAT

Jaminan BPKB Semua Tahun. Proses Cepat, Syarat Ringan. Hub. (061) 77052032 0815 3476 7327 BUTUH DANA TUNAI BUNGA RENDAH 1 - 2 %, 1 Jam Cair. Jaminan, SHM, SK Camat, BPKB Mobil, Truk, Kreta dan Juga mobil yang masih kredit. Over Leasing dan Bantu Pelunasan BPKB. Hub. (061) 8445716, 0813 7044 6633 (Heny)

UMROH MULTAZAM

ELEKTRONIK

AC

Khusus Medan Deli, Marelan, Labuhan, Belawan Hub. 0812 6390 660 Iklan Anda Dijemput

HARGA BELUM TERMASUK PPN 10%

Bursa

PELUANG BISNIS

Harga Ter Murah

Senin, 11 Januari 2010

WASPADA

Ingin spt Romi Rafael/ Uya Kuya? Telah dibuka Kelas Pendidikan HYPNOTIS Pertama di Medan, manfaat mengubah sifat negatif menjadi Positif. Pengobatan Medis/ Kejiwaan, Fobia, trama, ketergantungan obat²an, dll. H u b . E S P Tr a i n i n g C e n t e r HP. 0813.6165.7799 Jl. Gn. Singgamata No. 26 Krakatau (dekat UMSU) NB. 10 Pendaftar pertama Disc. 50%. Pelatihan 1x seminggu, Sabtu 16.00-18.0 Wib, 8x Pertemuan, mulai belajar 16 Januari, izin terdaftar, Bersertifikat

Surat Tanah: SK Bupati No. 22872/A/III / 4. a/n. KARIM. Terletak di Kampung Pangkalan Mashur, Lor. 1. Kecamatan Deli Tua. Kabupaten Deli Serdang. Luas Tanah 930 M2. Provinsi: Sumatera Utara. Hilang disekitar Jl. AH. Nasution Medan. Bagi yang menemukan Hub. 0812 600 22211

xpress

PENGOBATAN NUR SHIFA

AC, KULKAS, M. CUCI, P. CLEANER, GENSET

AC, 1 Pk, 1,5 Pk, 2 Pk=1,5Jt s/d =1,9Jt, AC Air Cooler=975rb. Kulkas, 1 Pt=450rb s/d =900rb, 2 Pt=650rb s/d=1,3Jt, K. Mini=500rb, K, 2 Pt. Jumbo=2 Jt, M. Cuci, 2 Tb=600rb, 1 Tb=900rb s/d =1,4Jt. P. Cleaner=1,2Jt, Genset, 9000W. 7500W, 1200W=950rb s/d = 6000jt. TV, PS, DVD, HANDICAM, CAMERA, PROYEJTOR, LAPTOP, KEYBOARD TV 43” LCD LG=6Jt. 53”Sony= 8,5Jt 34” Sony= 2,5Jt - 32” M. Bishi =2Jt, 29” Baru/Bekas=900rb s/d =2,3Jt, 14/21”=300rb s/d 975rb. DVD=260rb, TV DVD Vortable=1,2Jt, PS 1=400rb, PS2=1 Jt, PSP=1,8Jt. Laptop Celeron: 3,5Jt. Handicam/Camera, Mini DV, DVD, HI8 =500rb s/d 2,3Jt. P.Yejtor 3,5jt, Keyboard KN-7000=27jt, Ampli, spk, power,Power, Mixer, BMB, Yamaha, Peavey, ADC dll.

BUTUH DANA TUNAI Jaminan BPKB Sepeda Motor / Betor. Proses Cepat. Syarat Mudah. Hubungi: 0813 6229 2488

Bursa

RENTAL MOBIL IKHLAS RENT CAR I N N O VA 3 0 0 r b , Av a n z a 2 7 5 r b . Termasuk Supir, diluar BBM, dlm kota. 061-9131 2308. 0852 6118 2406

Hub. Senang Hati: 4517509 - 7707 3637. Jl. Sekip 67 A

Pasang Iklan Mini

Insya Allah dapat mengatasi permasalahan medis/non medis. - GURAH HIDUNG, Sinusitis, bronchitis, polip, asma, migren, amandel, batuk, flu menahun, tenggorokan berlendir - GURAH VAGINA: Merapatkan, mengesatkan, mengatasi bau, gatal, berlendir, mencegah kanker rahim, keputihan - Diabetes, asam urat, rematik, asam lambung, rabun jauh. rabun dekat, sakit pinggang, jantung NON MEDIS - Buang sial badan, mendekatkan jodoh, pemikat daya pesona, disenangi orang banyak, kewibawaan penderas pukulan, penglaris. - Pagar badan menetralisir santet, teluh, sihir, pelet, hipnotis, gendam. - Keracunan kena santet, teluh, sihir, guna-guna, dapat dikembalikan pada si pengirim - Memisahkan tali kasih akibat guna-guna PIL/ WIL + anti selingkuh - Ajian penakluk sukma - Mengajari menguasai ilmu gurah Praktek Setiap Hari Jam Kerja: Jl. PWS No. 35 Medan (sebelah SD Mardi Lestari Jl. Gatsu) HP. 0812 643 6864 - IZIN DINKES

Bursa

KUSUK & LULUR

KAMI PRODUSEN BUMBU PECAL

Bersedia dipanggil di tempat

HUB. MBAK DINA

MAKANAN

0812.6499.1979

Dari Surabaya mencari Agen2 Untuk Sumut dan Aceh Hub. UD. Asia 0811.631.699

“WASPADA”

“H. MOHD. RAWAL”

Bursa

SPECIALIST AMBEYENT TANPA OPERASI PUTUS SAMPAI KE AKAR2NYA DIJAMIN TDK SEMBUH UANG KEMBALI GARANSI

ALAT PESTA

Telp: 061 - 4576602

1. Photo digital Rp. 150.000,- / roll 2. Video shooting Rp. 225.000,- / Cd 3. Tenda plafon balon Rp. 225.000,- / set Percayakan semua kebutuhan pesta per kawinan anda pada kami . 061-77384399

Ciri2 Ambeyen: Disekeliling Dubur Ada Benjolan Seperti Daging Tumbuh/Jerawat, Gatal, B.A.B Keras, Keluar Darah Segar. Susah Duduk Seperti Ada Yang Mengganjal. Duduk Serba Salah. Nyeri (Ngilu). Dubur Seperti Luka, Solusinya Datang dan Berobatlah ke

“H. MHD. RAWAL” PUSAT:

Jl. Prof. H.M. Yamin S.H (Serdang) No. 251 A Simpang Pahlawan Tel.(061) 4563067 Cabang I Jl. Bunga Harum (Benteng) No. 26 Suka Jadi belakang Brimob Pekan Baru Telp. (0761) 45368 HP. 0812.656.8700 Cabang II: Jl. Jend. A. Yani No. 105 Telp. (0641) 22457 HP. 0852.262010594 Langsa: 0852 6201 0594

SPECIALIST MATA TANPA OPERASI Dapat disembuhkan sampai tuntas Segala jenis mata seperti mata: - Katarak, Plus, Minus, Glaucoma - Mata Merah, Berair, Bengkak, dll

Khusus yg mau masuk angkatan minus jarak pandang +/- 7 Meter B/W (buta warna), juga dapat di sembuhkan sampai tuntas, Insya Allah Hub. IBU FARIDA AKRAM Jl. Prof. H.M. Yamin S.H (Serdang) No. 251 A Tel.(061) - 4563067 Mdn Izin Depkes R.I Terdaftar

Ingin Promosikan Produk Anda Harian

WASPADA Media yang Tepat untuk Iklan Anda

JL. KLAMBIR V NO. 152 KP. LALANG MEDAN

BALAI PENGOBATAN TRADISIONAL

KLINIK KECANTIKAN AURA Hj. AJENG IMAS ADAWIYAH HP. 081374195333 - 085275925588

DARI PELABUHAN RATU SUKABUMI JABAR

Terapi keperkasaan seksualitas Pria hasil permanen tanpa efek samping, alami, bebas pantangan, untuk semua usia Hasil langsung reaksi ditempat, cukup satu kali berobat

MENANGANI KELUHAN: MENAMBAH UKURAN Panjang: 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20 cm Besar: 3,5. 4,5. 5. 5,5. 6 diameter Memperkeras, Tahan lama Ejakulasi dini, Mani encer Impotensi, Lemah syahwat Diabetes, kencing manis/ batu

Juga melayani problem asmara, mempercepat jodoh, pengasihan, penglaris, buka aura, pasang susuk, dll

Mau Menjual Rumah, Tanah, Kendaraan, Barang Kerajinan Tangan atau Barang Dagangan Lain? Ya Tentu...Pasang Iklan di... Surat Kabar Tercinta:

Harian

WASPADA

Untuk informasi lebih lengkap hub

TEL. (061) 4576602 FAX. (061) 4561347

Call Center: 0818 090 73481

DITANGANI OLEH AHLINYA: M. SUHERDI

ALAT VITAL

-

Jangan Lewatkan Interaktif langsung dengan PASAK BUMI di DELI TV Setiap Sabtu Malam Pkl. 22.30 Wib (Live)

ALAMAT KELINIK TETAP: Jl. SM. Raja Masuk ke Jl. Utama No. 18 Medan Dari Toko Roti Majestik ±100meter Izin Kejaksaan: B/DSP.5/12/2008 Izin Dinkes: No. 448/0649/I/2008 HP. 0812.6388.7999 Buka setiap hari

PENGOBATAN ALTERNATIF

AHLI KECANTIKAN DARI KOTA BANDUNG

PERAWATAN WAJAH

GURAH KEWANITAAN

- Mengeluarkan Aura (Cahaya Wajah) - Merapatkan vagina - Memperindah Wajah untuk keharmonisan - Memutihkan Kulit Wajah suami-istri - Mengencangkan kulit - Mengatasi keputihan - Mengatasi jerawat/ flek-flek hitam - Mengobati infeksi rahim/ kanker - Mengatasi penyakit kulit rahim/ kista - Menggunakan Cream Sarang GURAH HIDUNG Burung Walet - Melancarkan saluran pernafasan PERAWATAN TUBUH m e m b u a n g l e n d i r- l e n d i r y a n g -Melangsingkan Badan mengandung virus dan membersihkan nicotin -Menaikkan Berat Badan -Mengencangkan Payudara - Sinusitis - Alergi / Asma MEMPERINDAH WAJAH BUKA SETIAP HARI - Memancungkan Hidung - Memerdukan suara DARI JAM 09.00 S/D - Penghasihan - Membentuk Dagu 20.00 WIB - Pelaris - Membentuk Bibir DENGAN IZIN ALLAH, KAMI INSYA ALLAH SIAP MENGOBATI?: Amandel, Polip tanpa operasi, Kanker payudara, Ginjal, Masalah keturunan, refleksi kaki / badan. Nomor Izin Dinkes: 448/3327/VI/2004 Buka Praktek di Medan: Jl. Puri Ujung No. 206 Simp. Ismaliyah

Banda Aceh: Jl. Kuta Alam No. 18 Dpn RS Kesdam

Bireun/ Aceh Jl. Asrama Putri No. 16 Kp. Baru (0644) 324922

KLINIK TRADISIONAL ALAT VITAL DARI PELABUHAN RATU CISOLOK BANTEN DITANGANI LANGSUNG

A. AMARUDIN

TERAPI KEJANTANAN DENGAN MENGGUNAKAN TOTOK SYARAF DAN DIBERIKAN RAMUAN/ JAMU HASILNYA PERMANEN. TANPA EFEK SAMPING BEBAS USIA, BEBAS PANTANGAN DAN AGAMA REAKSI LANGSUNG DI TEMPAT MEMILIH UKURAN YG SUDAH DI SIAPKAN DARI NO (1) S/D (3)

MENGOBATI PRIA + + -

BESAR : 3, 4, 4, 4, 4, 5, 5, 5, 6 CM PANJANG : 13-14-15-16-17-18-19-20 CM IMPOTENSI LEMAH SYAHWAT KURANG KERAS/ LOYO MANI ENCER/ EJAKULASI DINI DIABETES/ KENCING MANIS TDK PNYA KETURUNAN MENANGANI PROBLEM ASMARA, DSB

ALAMAT: JL. SM. RAJA DEPAN GARUDA PLAZA GG. KELUARGA SAMPING KLINIK BUNDA NO. 31A HP. 0812.6409.1777

Dpt Diperoleh di Sumatera - Aceh Hub: (061) 7365429 - 7362887


Agenda

WASPADA Senin 11 Januari 2010

Will Smith Lelang Barang Seni Aktor dan penyanyi rap Amerika,Will Smith, melelang sebuah barang seni yang ditandatangani sejumlah artis tampil pada konser HadiahNobelPerdamaiandiOslo, Norwegia, Desember 2009 lalu. Bekerja sama dengan sang isteri, Jada Pinkett-Smith,Will melelang barang seni berupa gambar itu dalam rangka mendukung Program Makanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk membantu anak-anak kelaparan di Haiti. Menurut informasi dikeluarkan di Markas Besar PBB, New York, Jumat, barang seni tersebut dilelang melalui eBay, salah satu situs lelang terbesar di dunia. Will dan Jada adalah pembawa acara pada konser di Oslo digelar untuk menghormati sang penerima Hadiah Nobel Perdamaian tahun 2009, yaitu Presiden

07.30 Kuis Status Palsu 09.00 Musik : Dahsyat 11.00 Silet 12.00 Seputar Indonesia 12.30 Sergap 13.00 Menuju Pentas Cilik 15.00 Kabar Kabari 15.30 Mata Mata 16.00 Minta Tolong 17.00 Seputar Indonesia 17.30 Rumah Hadiah 18.00 Kejora Dan Bintang 19.00 Safa & Marwah 20.30 Cinta Dan Anugerah 22.00 Rommy Rafael Master Hipnotis 23.00 Box Office Movie 01.00 Seputar Indonesia 01.30 Cahaya

CATATAN

AS Barack Obama. Barang seni akan dilelang ada-lah gambar peta kelaparan dunia,ditambahidengancoretancore-tan dan tanda tangan para artis, Will, Jada dan keluarga pasangan pesohor dunia itu. Artis yang membubuhkan coretan dan tanda tangan mereka di gambar tersebut adalah NatashaBedingfield,Westlife,Donna Summer,Wyclef Jean,Toby Keith, Esperanza Spalding, Alexander Rybak, Lang Lang, Luis Fonsi serta Amadou dan Mariam. Will Smith antara lain bermain dalam film The Pursuit ofHap-pynessdanTheIndependence Day memiliki alasan kuat yang membuatnya merasa harus membantu WFP. “Perdamaian sebenar-benarnya tidak akan terwujud di dunia ini kalau masih ada yang kelaparan,” katanya.

07.30 SCTV Musik Inbox 09.30 Halo Selebriti 10.00 SCTV FTV Pagi 12.00 Liputan 6 Siang 12.30 SCTV FTV Siang 14.30 Status Selebriti 15.00 Playlist 16.00 Lemon Tea 17.00 Liputan 6 Petang 17.30 Buku Harian Baim 18.30 Uya Emang Kuya 19.00 Hafizah 20.00 Bayu Cinta Luna 21.30 Kesetiaan Cinta 22.30 SCTV FTV 00.30 Liputan 6 Malam 01.30 Buser

Will Smith/wordpress.com

Menurut keterangan Markas Besar PBB, hasil penjualan dari gambar yang dilelang itu seluruhnya akan digunakan untuk memberikan makanan bergizi bagi anak-anak sekolah di Haiti. Hingga Jumat malam waktu setempat, baru dua tawaran diajukan di eBay untuk barang seni yang dilelangWill Smith dan kawan-kawan, dengan tawaran tertinggi sementara 202,50 dolar AS. (ant)

07.00 Masquerade 08.00 Ninja Warrior 09.00 Layar Pagi 10.30 Tawakadabra 11.00 Sidik 12.30 Layar Kemilau 13.30 1001 Cerita 14.30 Go Show 2 15.00 Upin & Ipin 15.30 Kera Sakti 17.00 Ninja Warrior 18.00 Si Mamat Anak Psr Jangkrik 19.00 Cerita Fantasi 20.30 Sinema Asyik 22.30 Aku Dan Bintang 01.00 Cerita Malam

07.00 Pororo The Little Penguin 07.30 Kartun Kimba 08.30 Espresso 09.30 Sinema Legenda 11.30 Topik Siang 12.00 Musik Klik 13.00 Transformer 14.30 Panji Sang Penakluk 15.00 Cinta Patut Diuji 16.00 Mantap 17.30 Topik Petang 18.30 Super Family 19.30 Segeerrr 20.30 Tawa Sutra 22.30 World Most Amazing Video 23.30 Topik Kita 00.00 Topik Malam 00.30 Lensa Olahraga Malam

The Sun Bermusik Dengan Filosofi “Kami ingin seperti Matahari. Energi dipancarkandisetiapterbit adalah semangat hidup untuk karya musik kami”. UNTAIAN kalimat penuh makna tersebut merupakan motto menyemangati personal TheSunbanduntukmeraihmimpi. ”Selah satu mimpi terbesar kami adalah berkarir, eksis dan berkibardiduniamusiklewatkarya-karya diminati sebanyak mungkinpenikmatmusik,”papar Agus, pentolanThe Sun band kepada Waspada di Jakarta, barubaru ini. Dan jalan untuk merealisasikan mimpi mereka pun kini terbuka melalui dua Single ”Izinkan” dan ”Bungaku”. Video klip Izinkan pun telah dirampungkan band bernaung di bawah panji rekaman PT Seven Stars Enterna-

07.30 FTV Pagi 09.30 FTV Drama 11.30 Patroli 12.00 Fokus Siang 12.30 Happy Siang 14.30 KiSS 15.30 FS Boys Before Flowers 16.30 FS The Great Queen Soen Doek 18.00 Seruni 19.00 Pengorbanan Anggun 20.00 Bahgdad 22.00 Gelar Film Indosiar 00.00 Fokus Malam 00.30 Sinema Malam

Jadwal acara TV di atas bisa diubah sewaktu-waktu oleh stasiun TV yang bersangkutan tanpa pemberitahuan

LOWONGAN KERJA

Sebuah perusahaan swasta bidang perkebunan membutuhkan karyawan yang kreatif dan memiliki skil yang handal untuk menempati posisi sebagai:

STAF PENELITI TANAH

Dengan syarat sebagai berikut: 1. Pendidikan S-1 Pertanian jurusan Ilmu Tanah (Fresh Graduate) 2. IPK 2,75 3. Diutamakan yang pernah menjadi asisten dosen mata kuliah ilmu tanah dan sudah melakukan survey/ penelitian 4. Pria CV. Lamaran harap lengkap dikirimkan ke:

PO BOX 1109, MEDAN 200001

Dengan mencantumkan kode GRC

Bursa

LOWONGAN KERJA

LOWONGAN KERJA

1. Tukang Bubut khusus bengkel umum berpengalaman 2. M e k a n i k s e p e d a m o t o r , berpengalaman Hub. Bpk. Fendy Telp. (061) 7366.885 DIBUTUHKAN

Tenaga kerja/ karyawan bergerak, dibidang perbengkelan bersedia ditempatkan, di Pondok Kelapa, Pasar Merah, Setia Budi, posisi sebagai: 1. Kasir (wanita) SMP/ SMA sederajat 2. Doorsmeer (cuci mobil) 3. Mekanik (yg berpengalaman) 4. Tukang bubut Lamaran diantar ke: BENGKEL STAR SERVIS Jl. Setia Budi Psr. V No. 88-S/ 435 Telp. 0813.6125.3678 (Bpk. Ronald Simanjuntak)

LOWONGAN KERJA

Perusahaan yg bergerak di bidang Consultant Technique LPG, membuka kesempatan kerja utk posisi: 1. Teknisi 2. Surveyor 3. Supervisor 4. Staf Gudang 5. Mekanik Syarat: Pria/ Wanita, Min. SMU, Usia max. 35 th, Tidak sedang kuliah/ kerja, sehat jasmani & rohani, pengalaman tdk diutamakan Bawa lamaran lengkap ke:

Jl. Tritura No. 15A

Simpang Titi Kuning Medan Selatan Gratis tidak dipungut biaya apapun

LOWONGAN KERJA COMPANY DI MALAYSIA

I. Peluang kerja Langsung (COMPANY) di Perusahaan Elektronik terkemuka di Selangor - Kuala Lumpur, Malaysia HIROSE ELECTRIC (M) SDN. BHD) Testing: Hari Senin Tanggal 11 Januari 2010 dimulai jam 08.00 pagi II. Peluang Kerja langsung (COMPANY) di Perusahaan Elektronik terkemuka di Bayan Lepas - Penang Malaysia: SMIED/ SUMITOMO METAL (SMI) ELECTRONICS DEVICES (M) SDN. BHD III.Peluang kerja langsung (COMPANY) di perusahaan Elektronik terkemuka di Penang, Malaysia: TPC (MALAYSIA) SDN. BHD DENGAN PERSYARATAN SEBAGAI BERIKUT: - Wanita, umur 19 s/d 30 tahun - Tamat SMA/ sederajat - Mendapat izin orang tua/ keluarga - Lulus test awal dan test kesehatan - Terbuka untuk mantan FASILITAS: - Pendapatan dengan gaji pokok, insentif, lembur, tunjangan shift dan lain-lain yang sangat menarik - Diberangkatkan dengan pesawat terbang Pendaftaran dilakukan setiap hari dengan membawa: Copy KTP, Pasphoto 3x4: 2 lembar, Copy Ijazah, Copy KTP Orang tua/ Yang memberi izin, Copy Kartu Rumah Tangga (Tidak dipungut biaya pendaftaran) Untuk pendaftaran datang langsung ke:

PT. AL WIHDAH JAYA SENTOSA Jl. Setia Budi No. 74 C (sebelah Showroom Yamaha, dekat Simpang Jl. Sei Serayu) Medan 20122 Telp. (061) 821.5444 (Hunting)

Ingin Promosikan Produk Anda Harian

WASPADA Media yang Tepat untuk Iklan Anda

DIBUTUHKAN PEGAWAI TOKO HP

Pria/ wanita, Pengalaman kerja & Prestasi diutamakan Kirim lamaran lengkap ke: PLAZA MEDAN FAIR Lt. 4 (ETC) No. 5A Medan (dekat Toilet), Toko Millionare Cellular

DIBUTUHKAN

3 Orang Tk. Pangkas/ Pengalaman (Pangkas Full AC/ Jaminan) Hub. 0882.6150.0067 DICARI GURU

Matematika, Fisika, Kimia, Biologi B. Inggris, B. Indonesia (061) 7779.9452 / 0813.6174.3323 Jl. Ibrahim Umar Lorong Mantri No. 20 Serdang

DIBUTUHKAN

Guru Bahasa Inggris, Pendidikan S1, D3 atau yang masih Kuliah di F. Sastra Inggris. Surat lamaran diantar langsung ke: VIDYA ENGLISH INSTITUTE Jl. Jend. Gatot Subroto No. 150 FG, Medan. Paling lambat tgl. 16 January 2010

MENCARI TENAGA PENGAJAR

PONDOK PESANTREN DI DAERAH TERPENCIL MEMBUTUHKAN TENAGA PENGAJAR SYARAT-SYARAT SEBAGAI BERIKUT: 1. LAKI-LAKI MUSLIM 2. UMUR MINIMAL 30 TAHUN 3. PENDIDIKAN S1 4. MEMAHAMI AL-QUR’AN DAN SUNNAH / MUHAMMADIYAH 5. J U J U R , A M A N A H D A N M A U BEKERJA KERAS 6. BERSEDIA DITEMPATKAN DI DAERAH TERPENCIL HUBUNGI KE 0812.631.4051

LOWONGAN KERJA RESMI KE >>> MALAYSIA <<<

Kijang Electronic terbesar di Malaysia: 1. HITACHI ELECTRONICS PRODUCT di Bangi, Selangor 2. ENPLAS PRECISION (M) SDN. BHD (Company) di Tebrau, Johor 3. FREESCALE SEMICONDUCTOR Di Sungai Way, Selangor 4. ON SEMICONDUCTOR SCG Di Seremban (Seleksi 18 jan)

LOWONGAN KERJA

KAMI PERUSAHAAN KONSULTAN TEKNIK MEMBUTUHKAN TENAGA KERJA ARSITEKTUR & JURU GAMBAR UNTUK DITEMPATKAN DI KANTOR DAN DILAPANGAN:

1. SARJANA TEKNIK ARSITEKTUR 2. STM/ SMK JURUSAN GAMBAR GEDUNG Persyaratan: 1. DIUTAMAKAN BERPENGALAMAN UNTUK BANGUNAN GEDUNG 2. MAMPU MENGOPERASIKAN PROGRAM AUTOCAD, MICROSOFT OFFICE DAN 3 DIMENSI 3. BERSEDIA DITEMPATKAN DI LUAR KOTA Surat Lamaran Diantar ke Kantor:

HARIAN WASPADA dengan kode GH ‘10

Bursa PROPERTY Informasi Pembaca Bursa Property

GR : Garasi KM : Kamar Mandi KP : Kamar Pembantu KT : Kamar Tidur SHM: Sertifikat Hak Milik

LB LT RM RT

: Luas Bangunan : Luas Tanah : Ruang Makan : Ruang Tamu

RUMAH & TANAH DIJUAL

Di Jl. Balam Sei Sikambing B Medan, Luas ± 530m Peminat hubungi Amri HP. 0811.647.434 - (061) 7782.2222 RUMAH Mewah Grand Algeria DP hanya 12 Jutaan ±4 Km Tol, ±10 Km dari Inti Kota, Fac: Swimming pool, Taman bermain, Paving block, Security 24 jam Hub. Lia 0813.6240.7444 / 7670.0975

RUMAH Dijual Uk. LT. 12x24m, SHM di Jl. Manggis 7A/ 13 0813.6107.4105 A/n. Aljajair DIJUAL/ B.U

- Tasbi Blok E 13 - Tanah Jl. Jermal XV 15x30 Hub. 0812.6552.4994 DIKONTRAKKAN Doorsmeer, Lok Luas dan bersih dan 3 pintu ruko lengkap, K. Tidur, K. Mandi, Dapur listrik dan Telp Jl. Medan - Percut Km 13,1 No. 139 ABC Hub Telp. 8211.901 HP. 0812.656.0737

RUMAH DIJUAL

Letda Sujono/ Titi Sewa Benteng Hilir/ Jl. Bejo depan Nazri Water Uk. 7,5x13m Keramik, SHM, Harga 135 jt/nego Hub. (061) 6991.8188, TP

RUMAH DIJUAL Jl. Sei Serayu SHM Kmr 4, KM 4, Garasi HP. 0812.6040.0082

RUMAH Dijual/ B.U di Komp. Rajawali Blok 4 No. 1 (dkt Ringroad), 3 K. Tidur, 2K. Mandi Peminat serius hub. 0812.7518.5789 DIKONTRAKAN

1 unit Rumah minimalis Type 70 (Full keramik), 2 Km Tidur, 1 R. Tamu, 1 Km Malam, PAM, PLN Jl. Karya Ujung Sei Agul Gg. Wonogiri dekat P. Brayan (khusus Muslim) 13,2 Jt/ 2 tahun Hub. 0898.482.5215

15

tinment. The Sun digawangi : Agus (vokal), Madinan (gitar), Dimas Hartoko (bas), Nanda Wijaya (Rhytm) dan Muhaji (drum). Mereka memang jebolan SMU yang sebelumnya bekerja serabutan. Mulai dari tukang Ojek, penjual pakaian keliling, sampai Clearing Service pada hotel kecil. Meski demikian, hal tersebut justru menjadi modal bagi mereka untuk lebih jujur dan sederhana dalammenghasilkankaryamusik. Perjalanan mereka menembusindustrimusikbermulaketika salah satu personel D.O.T band – Adam bertemu dengan Agus di pengajian Masjid Hidayatul Ikhwan – Petamburan, Jakarta Pusat. Agus dkk sebelumnya membentuk Sakta band dan cukup

07.05 Bedah Editorial Media Indonesia 09.05 Indonesia This Morning 09.30 Market Revie 10.05 The Interview 10.30 Metro Xin Wen 11.05 Ceritarasa William 11.30 Megapolitan 12.05 Metro Siang 14.05 Archipelago 14.40 Sport Club 15.30 Public Corner 16.05 Democrazy 19.05 Suara Anda 20.30 Prime Interview 21.05 Top Nine News 21.30 Secret Operation 22.05 Economic Challenge 23.05 Metro Realitas 23.30 Metro Sports 0.1.05 Oprah Winfrey

RUKO Dijual 3 Lt, Jl. Pelita 2D P. Brayan Medan, P.20m, L.4m, Hak Milik, Air, Listrik, Telp, Harga 800 Jt/nego, Cont. Person: Leli 0812.6036.3110 - Alex 0812.6036.2992 RUMAH Baru dijual Jl. Eka Warni KUD No. 88 Gedung Johor Mdn, KT 3, KM 2, Gerasi, Gipsum, Tanah 7,5x25m, Harga 350 Jt/nego, Khusus Muslim HP. 0813.7694.9191

RUMAH Dijual di Bumi Asri, LT. 180m, Bangunan 100m, 3 KT, Lingkungan tenang dan nyaman Blok F No. 13, Fas. Komplek, Kolam renang, Lap. Tenis, Rmh ibadah, Kabel underground, Harga 475 Jt/nego Hub. 0811.300.003 - 0812.656.7676

DIJUAL CEPAT

07.30 Bioskop Trans TV 09.30 Dering’s 11.00 Insert 12.00 Jelang Siang 12.30 Reportase Siang 13.30 Online 15.00 Missing Lyrics 16.00 Kejar Tayang 16.30 Orang Ketiga Series 17.00 Reportase 17.30 Insert Sore 18.00 Suami Suami Takut Istri 19.30 Gong Show 21.00 Realigi 22.00 Bioskop Trans TV 23.30 Bioskop Trans TV 01.00 Repotase

TANAH TANAH DIJUAL

Uk. 13x30m, Marelan Pasar 2 Gang Dame Hub. 0812.646.1076

TANAH DARAT JUAL PERKAPLING

Siap bangun & strategis ±4 Km ke Kualanamu/ Pgr jln alternatif berhadapan dgn kav. angkasa pura, 10x24 net Rp. 20 Jt SK Camat, Cepat mendapat hub. (061) 7641.5320/ 0812.6078.8884

TANAH Dijual murah 10x165m tepi Jln besar Medan - Sembahe Km 21 dari P. Batu ±2Km, Harga nego Bisa bayar 2x cocok utk rmh makan, Cafe Hub. 0812.6487.1965

DIJUAL CEPAT

1 unit Rumah Jl. Menteng Raya Komplek Menteng Indah Blok C No. 20 Medan, Harga 300 Jt Hub HP. 0811.630.864

Tanah siap bangun 10x18m, Andan Sari Marelan (16 Jt/nego) 0856.6054.813

RUMAH DIJUAL SIAP HUNI

Di Tembung Pasar 10 Jl. Amat Tirto Gg. Teratai 12, dekat Mesjid Uk. 10x20 Hrg 50 Jt/nego (Muslim) Berminat hub: (061) 7717.2752/ 0852.7083.4822

Type Villa 1. Somerset Regency Blok C-32 2. Piazza Residence Blok G-20 Type Romans Hub. (061) 7717.0099 / 0812.601.0099

DIJUAL CEPAT

TANAH KOSONG Jl. Sejahtera Uk. 10x15m Harga 225 Jt Hub. 0813.7014.1979

RUMAH SEWA 3 PINTU DIJUAL Jl. Karya Gg. Bidan No. 4A, 4B, 4C Ukuran Tanah 15x16m Bangunan 15x12m Hub. 0813.7014.1979

RUMAH DIKONTRAKKAN

Di Lalang Gren Land II Blok D No. 1 Jl. Sei Mencirim Kampung Lalang Fasilitas: Dua kamar tidur, Satu kamar mandi, Lengkap dgn perabotnya Hub. Ibu Rentha Sibarani HP. 0813.7015.8978 - (061) 9102.0056, TP

dikenal di antara komunitas petamburan sebagai band pengusung lagu-lagu religi. Penampilan mereka kemudian menarik perhatiandanmembuatkagumsang gitaris D.O.T band. ”Saya tersentuh pada kesederhanaan mereka. Dan kesederhanaan tersebut membuat pikiran mereka jadi jujur dalam bermusik. Karenanya saya terpanggil untuk mengantar mereka ke studio rekaman sekaligus menjadi produser mereka,” terang Adam yang atas kesepakatan bersama lima persnonel band mengibarkan panji The Sun. ”Dengan latar belakang kehidupan personelnya, filosofi nama The Sun pastinya sebuah energi untuk hidup dan berkarya. Semoga filosofi ini bisa tertanam di hati mereka semua,” harapnya. Sementara Agus – sang front

TANAH DIJUAL

TANAH DIJUAL

Berukuran 27,5x15m di daerah P. Brandan Desa T. Lagan Lokasi 50m dari jalan besar lintas Aceh. Bagi yang berminat hubungi langsung 0812.6393.7474 atau 0812.6396.6061

The Sun

man The Sun pun berharap dengan kesederhanaan dan kejujuran dalam bermusik, bandnya berharap bisa memberi sesuatu yang indah untuk pecinta musik Pop Indonesia. ”Apalagi, langkah The Sun menembus dunia reka-

08.30 Bang One Show 09.00 Kabar 9 09.30 Kabar Pasar 10.00 Documentary One 11.00 Opini 12.00 Kabar Siang 13.00 Kabar Keadilan 15.00 Kabar 15 15.30 Kabar Pasar 16.00 Nuansa 1000 Pulau 16.30 Mata Kamera 17.00 Telusur 17.30 Kabar Petang 19.30 Di Balik Langit Berita 21.00 Apa Kabar Indonesia Malam 23.30 Kabar Arena

Bursa

08.00 Avatar 09.00 Obsesi 10.00 Bukan Sinetron 11.30 Impianku 12.00 Abdel & Temon 13.00 Global Siang 13.30 Mata Angin 14.00 MTV Ampuh 15.00 Are You Smarter 16.00 Lifeel 16.30 Berita Global 18.00 Naruto 19.00 Momon 20.00 Big Movies 00.00 Special Series

MENJUAL MATERIAL ATAP

PERABOT TEMPAHAN MURAH - Lemari pakaian 3 pintu Sungkai asli Rp. 1.500.000 tempahan - 1 Set Sofa Kain/ Kulit Rp. 1 Jt-an Hub Telp. (061) 6616802 - 77015252 - 77919797

RANGKA BAJA RINGAN HARGA PABRIK HUB. 0812.6357.0703 (061) 7773.4707

Pendaftaran setiap hari kerja Informasi dan Pendaftaran:

PT. DHAFCO MANUNGGAL SEJATI

Jl. Halat Ujung/ Megawati No. 30 Medan Telp. (061) 732.5534 (061) 734.0570

AC

AC - KULKAS - MESIN CUCI

Hub: MADINA SERVICE 0812 6566 7521 061-77972065 Siap Ditempat & Bergaransi

Bursa

GROSIR DAN ECERAN MENJUAL SEGALA JENIS PARFUM NON ALKOHOL & BOTOL-BOTOL

JL. SM. RAJA NO. 174 MEDAN (DEPAN UISU) HUB. 0813 7521 8964 - (061) 9134 4210

Garansi Per 10 tahun Hub. 061- 6616802 - 77015252 - 77919797

Bursa HOTEL

Anda Butuh Perabot Jepara Asli?

BINTANG BINTANG LIMA LIMA HDTI MEDAN

MALIOBORO PERABOT

Hubungi: Jl. Bilal No. 90 P. Brayan Medan Telephone Toko : 661.6285 Rumah : 661.1540 Fax : 661.6285 (061) Jl. K.L. Yos Sudarso depan SMA Negeri 1 Tebing Tinggi Telp. (0621) 24243

MEMBERIKAN HARGA SPECIAL

Rp. 250.000 ++

Transfer Airport - Hotel Airport Breakfast 2 (dua) orang Free of Charge Firsk soft drink di Family Karaoke

Bursa

KURSUS KOMPUTER CEPAT

LPK PAULINE

Aplikasi Window XP/ Internet................ 200 Rb (2 minggu) Komputer Aplikasi Perkantoran Lengkap 350 Rb (1 bulan) Autocad 2D/ 3D/ 3D Max......................... 300 Rb (10 hari) SAP/ EBTAB (Tehnik Sipil)....................... 400 Rb (10 hari) Merakit Komputer/ Lengkap................... 400 Rb (6 hari) Autocad 2D + 3D + 3D Max/ SAP............. 1,2 Jt (4 bulan) Desain Grafis + iNTERNET....................... 600 Rb (1 bulan) Aplikasi kantor + Internet....................... 450 Rb (1 bulan)

APARTMENT HDTI MEDAN MEMBERIKAN HARGA SPESIAL

Daftar langsung belajar, Waktu Bebas, Tanpa batas usia Jl. Sei Batang Hari Ujung 170 Medan Telp. 844.2158 - 844.2159 Website: www.lkp-pauline.com

Rp. 390.000++

INGIN LULUS PTN? DI UMB - SPMB/ SNMPTN 2010

Untuk reservasi hubungi Telp: (061) 415 7000

IKUTI SEGERA.....!!!! PROGRAM INTENSIVE 2010 Untuk Alumni SMA/ SMK agar lulus testing ke PTN melalui USM ITB, SIMAK, UI, UM, UGM, UMB PTN, SNMPTN, STIS, STAN, STT TELKOM, dll Tahun 2010

Bursa

ALAT MUSIK

Mulai Belajar: Senin, 18 Januari 2010

4525462

Daftar sekarang juga -

Di BT/ BS MEDICA

Di Jl. Bantam No. 12 Medan Telp. (061) 457.8058 Jl. Iskandar Muda No. 19B Medan Telp. (061) 415.9280 Belajar pagi hari: Di Jl. Bantam No. 12 Medan Belajar pagi atau sore hari: Di Jl. Iskandar Muda No. 19 B Medan

MINI & EFEKTIF IKLANKAN PRODUK ANDA

Service

KONSTRUKSI WC TUMP AT, Sal. AIR, K. Mandi TUMPA Tel. 081361718158, 77008458 NARO SERVICE Jl. Sisingamangaraja

Bursa

MATERI BANGUNAN

Persyaratan: - Wanita umur 18 s/d 30 tahun - Pendidikan min. SLTA (sederajat) - Mendapat izin orang tua/ wali - Sanggup dikontrak 2 s/d 3 thn Fasilitas/ Gaji: - Transportasi, Perobatan, Asrama, TV, Kulkas, Kipas angin, Air, Listrik disediakan gratis - Minimal pendapatan RM 800 (Rp. 2.000.000) - LEVI SUBSIDI 100% (Gratis)

**m30/B REPARASI, BKR PSG, SPARE PARTS

ALBAROKAH PARFUM

Rp. 1.100.000 Rp. 1.075.000 Rp. 1.000.000 Rp. 900.000 Rp. 1.000.000

PENDIDIKAN -

07.30 I Gosip 08.00 Mancing Mania 09.00 Dunia Binatang 10.30 Dorce 11.30 Redaksi Siang 12.00 I Gosip Siang 13.00 Laptop Si Unyil 13.30 Jalan Sesama 15.30 Asal Usul Fauna 16.00 Jejak Petualang 17.00 I Gosip News 18.00 On The Spot 19.00 OKB 20.00 Opera Van Java 21.00 Mariam Mikrolet 22.00 Bukan Empat Mata 23.30 Dua Dunia 00.30 Sport 7 Malam

BUSANA / ASESORIS

SPRING BED DIJUAL MURAH Spring Bed 6 kaki 2 lapis Spring Bed 5 kaki 2 lapis Spring Bed 4 kaki 2 lapis Spring Bed 3 kaki 2 lapis Spring Bed 3 kaki Dorong

man dan berkiprah sebagai band profesional bisa jadi merupakan jawaban dari doa kami yang tulus dan tak pernah putus,” tandas Agus, pengojek yang aktif sebagai anggota pengajian di Masjid kawasan Petamburan. * (AgusT)

Service

ELEKTRONIK SERVICE / BERGARANSI CUCI - T. OBAT - BONGKAR PASANG

AC TOSHIBA TV

Telp. 77677220 HP. 0813 7536 4412

AHLI

Sony, LG, Samsung, Fuji Polytron, Sharp, Sanyo, Dll

Siap Di Tempat + Garansi RIDWAN

7862634-77621674 - 0812 6303 4400

MAJU TEKNIK

AC

7030118 76750084 KULKAS, M. CUCI DISPENSER (BERGARANSI)

MOBIL SEDO T : 77737996 SEDOT WC MAJU JJA AYA : 0852 7093 3649 0819 33 408099: MURAH : GRS. 1 THN.

WC

ANDA TUMPAT - SEDOT

Hub. 8219951 Jl. Setia Budi No. 2 Jl. Brayan Medan

8442246 WC 085232831265

Tumpat Sedot

Telp.:

ADI

WC

Ada Garansi

TUMPAT/ SAL. AIR

845.8996 0812.631.6631

Bergaransi/ Setia Luhur 160 F


16

Ekonomi & Bisnis KPK Didesak Jelaskan Fee Bank Daerah Permainan Thema

WASPADA Senin 11 Januari 2010

Inspirasi Bisnis

SELAMAT tahun baru para pembaca yang budiman. Semoga tahun baru ini kita diberkahi rahmat dan rejeki yang lebih banyak, yang lebih baik serta kedamaian hidup yang menenteramkan. Amin. Sudah berpuluh kali saya mengikuti pesta pergantian tahun. Dari yang sekadar bakar ikan di api unggun hingga pesta dihotel bintang. Tapi selalu menarik jika konsep pestanya bertema jelas. Contohnya begini; sekali waktu saya menghadiri sebuah pesta malam tahun baru dengan judul “Go West”, ternyata tema utamanya adalah tentang dunia cow-boy dan Suku Indian. Tamu-tamu dibawa memasuki suasana dunia film cow boy. Mulai dari lapangan parkir yang dipajang beberapa kuda betulan. Lalu dekorasi dipenuhi set bangunan persis seperti jaman-jaman cow boy di satu sisi dan tenda-tenda Kaum Indian di sisi yang lain. Para pelayan yang laki-laki mengenakan pakaian cowboy, lengkap dengan rompi berbintang dengan tulisan sherrif, pistol dan sepatu boot dan topi ala cow-boy. Yang perempuan mengenakan gaun dan atribut seperti layaknya gaya pakaian pada masa itu. Lalu beberapa yang lain mengenakan pakaian indian, lengkap dengan topi berbulu, kampak dan busur panahnya. Musik yang disajikan didominasi musik-musik country dan tap dance-nya. Hiburan yang disajikan lagi-lagi bernuansa suasana jaman cow-boy mirip di film-film. Makanan yang disajikan juga ada yang diset seperti makanan para penggembala itu. Secara detail tamu-tamu diarahkan untuk larut dalam tema tersebut. Mereka bahkan diberi atribut-atribut pesta yang sesuai tema. Bukan sekadar terompet dan topi kerucut seperti layaknya pesta malam tahun baru. Kejelasan tema sangat penting sehingga penikmatnya juga mudah menerima dan mengikuti kehendak penciptaan acara ataupun kegiatan yang dimaksud. Tidak sedikit pesta yang asal-asalan dengan tema yang tak bertema alias gadogado tidak jelas. Sekali waktu saya ikut dalam sebuah pesta yang tidak jelas itu. Undangannya berjudul “hallowin”, tetapi dekorasinya bergaya oriental, seragam petugasnya bergaya Eropa dengan dasi dan jas dan makanannya sangat Indonesia. Acaranya didominasi oleh karaoke dari pengunjung dan hanya sekadar membagi hadiah dengan MC yang bergaya petinju. Jelas sekali acara tersebut dibuat asal-asalan. Aplikasi tema juga berlaku untuk semua bentuk presentasi lain. Mulai dari bangunan, tata taman hingga bentuk promosi pemasaran. Taman yang dibuat tanpa tema, biasanya tidak memberikan kesan yang mendalam dan biasa-biasa saja. Coba bayangkan jika anda berada di taman dengan tema Rose Garden, suasananya sangat didominasi oleh berbagai bentuk mawar, dari mulai yang sewarna hingga yang multi warna. Taman yang bertema gurun, akan berisi bebatuan, pasir dan kaktus. Taman yang bertema air akan menampilkan bentuk-bentuk kolam, air mancur, tumbuhan air seperti teratai, penambahan angsa atau bebek air. Kemudian, ada juga contoh sebuah produk kecantikan yang tiap tahunnya memilih tema yang berbeda-beda untuk kepentingan promosi. Mulai dari tema kecantikan putri keraton jogja, keindahan alam kalimantan hingga eksotisnya kepulauan di timur Indonesia. Tema Promosi Penjualan Tentu saja tampilan yang begitu-begitu saja, monoton dan statis biasanya tidak memberikan efek pengaruh yang

Pengamat & Praktisi Manajemen

Cahyo Pramono

tajam. Harus ada perubahan-perubahan tampilan agar terhindar dari rasa bosan dan selalu tampil segar. Untuk sebagian bisnis saat ini sudah mulai menggunakan tema-tema umum yang sudah diterima publik untuk promosi penjualannya, seperti tema liburan hari besar agama, tema hari kemerdekaan, atau perayaan yang sudah memasyarakat seperti hari Valentine dll. Mereka menggunakan tema-tema tersebut diatas untuk alasan promosi. Mulai dari alasan untuk mengeluarkan diskon khusus, hingga alasan pemunculan produk baru. Biasanya mereka mengaplikasikan tema tersebut dalam bentuk dekorasi, seragam hingga produk-produk tambahannya. Tema-tema tersebut terbukti memberikan efek rasa senang dan ketertarikan yang lebih besar dari pelanggannya. Permainan tema tersebut memberikan variasi kesan yang berbeda-beda sehingga menghindarkan kesan monoton dan membosankan. Tentu saja, tema-tema diatas juga dikerjakan oleh pesaing-pesaing yang lain. Dan disinilah kemudian diperlukan satu upaya untuk menciptakan tema-tema yang berbeda tetapi mudah diterima publik dan mengantarkan pencitraan yang lebih baik. Pengolahan Tema Untuk kepentingan promosi dan pencitraan. Tema adalah hal penting yang harus ditetapkan terlebih dahulu. Dalam penetapan tema, seyogyanya dilakukan dengan teliti, cermat dan kreatif. Saya biasanya menentukan tema dengan mempertimbangkan kalender. Kapan-kapan saja hari besar yang akan jatuh pada saat tema kegiatan dilaksanakan. Kalau tema yang akan ditentukan adalah tema tahunan, mungkin bisa dipertimbangkan kejadian-kejadian besar yang akan terjadi di tahun tersebut. Untuk penentuan tema yang tidak mengacu kepada kejadian kalender, mungkin bisa dipertimbangan hal-hal umum yang mudah diterima khalayak ramai, terutama target pasar yang dituju. Pastikan tema-tema yang diusung menyentuh dan bersinggungan atau senyawa dengan produk yang akan kita pasarkan. Contoh untuk makanan kebab akan cocok dengan suasana timur tengah. untuk jasa travel agent, mungkin lokasi-lokasi tujuan wisata akan lebih tepat. Setelah acuan utama dari tema itu dipilih, pastikan objek pilihan tema bisa diterjemahkan kedalam berbagai bentuk tampilan. Misalnya dari sisi dekorasi, musik, makanan dan pakaian dll. Contohnya tema Pulau Bali, tema ini cukup kaya aplikasi. Dari musik, makanan, pakaian, dekorasi hingga tarian dan lain-lain. Selanjutnya, pada tahap aplikasi tema, pastikan penerapannya sedetail mungkin. Bukan saja sekadar judul, tetapi semua bidang sedetail mungkin. Aplikasikan disemua lini semaksimal mungkin. Mulai dari kemasan, warna, tulisan, penempatan pemajangan, hiasan, seragam hingga semua atribut yang terlihat seharusnya tetap bernuansa tema pilihan tersebut. Yang terakhir, saya ingin memastikan bahwa aplikasi tematis bisa diterapkan kepada hampir semua bisnis yang berpotensi dirasakan monoton, seperti pusat perbelanjaan, sekolah atau kursus, lokasi hiburan, bahkan pertemuanpertemuan rutin seperti klub, atau arisan keluarga sekalipun. Indikator sukses dari pengolahan tema adalah masuknya perasaan pelanggan dalam tema yang kita pilih. Bila merekamereka yang kita tuju benar-benar merasakan suasana yang benar-benar baru dari biasanya dan perasaan itu persis seperti suasana tema yang kita pilih. Selamat mencoba. Konsultasi & Pelatihan; tj@cahyopramono.com

Disbudpar Sumut Dukung Medan Fashion Trend 2010 MEDAN (Waspada) : Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Sumut Ir Hj Nurlisa Ginting MSc menyambut positif perhelatan Medan Fashion Trend 2010 bakal digelar di Hotel JW Marriot, Kamis (28/1). “Dukungan semua pihak untuk menjadikan Sumut sebagai destinasi wisata sangat dibutuhkan. Karenanya, kami sangat mendukung kegiatan bertujuan menambah daya tarik wisatawan berkunjung ke daerah ini,” ungkap Nurlisa menyatakan dukungannya saat menerima Panitia Pelaksana Medan Fashion Trend 2010 (MFT 10) dan Pengurus Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Sumut di ruang Kerjanya, kemarin. Dikatakan Nurlisa, Disbudpar Sumut telah menyusun agenda pariwisata tahun ini, yang akan menjadi acuan bagi berbagai pihak akan menjatuhkan pilihan tujuan wisatanya ke daerah ini. “Apa yang dilakukan panitia melalui kegiatan Medan Fashion Trend 2010 merupakan sebuah kegiatan yang akan menambah agenda pariwisata Sumut,” jelas Nurlisa turut didampingi Sekretaris Drs Sudarno, Kabid Seni dan Budaya Dra Hj Cut Ummi dan Kabid Bina Pemasaran Pariwisata Mukhlis. Sebelumnya, Ketua Panitia Sutardjo Sadeli didampingi

Dewan Kehormatan APPMI Sumut Saurma MGP Siahaan dan Ketua APPMI Sumut Nilawaty Iskandar, Wakil Ketua APPMI Sumut Hartono Gan menjelaskan mengenai kegiatan tersebut. Dalam acara itu nantinya, akan menampilkan karya tenun para penenun khas daerah se-Sumatera Utara, dan karya 5 perancang top fashion desainer dari ibukota, 9 fashion desainer Sumut. Jadi, sesuatu yang menarik bukan saja bagaimana anggota APPMI menampilkan fashion tendance yang menjadi acuan kecenderungan mode tahun 2010 ini. “Namun, juga bagaimana mereka mengemas tenunan khas daerah Sumut dalam karya rancang istimewa yang belum pernah ada sebelumnya. Ini akan menjadi sesuatu yang dinanti para penggemar fashion dengan bahan tenunan khas daerah,” beber Sutardjo. Acara yang digelar itu akan menyajikan tiga mata acara yang pertama pameran tenun Sumatera Utara hasil karya para penenun Sumut oleh Ketua Dekranasda Sumut Ny Hj Fatimah Habibie Syamsul Arifin, kemudian tajuk Gelar Cita Tenun Sumatera Utara yang akan menyajikan karya lima top fashion desainer Jakarta dan 9 fashion lokal akan menggunakan tenun tradisional Sumut pada kreasi gaun dipastikan akan membuat kagum

Gas 15 Kg Di Binjai Langka BINJAI (Waspada ) : Konsumen pemakai gas di Kota Binjai resah. Pasalnya penjualan gas isi 15 kg langka dan sulit diperoleh di berbagai tempat penjualan. Kelangkaan gas sudah terjadi sejak awal Januari 2010. Distributor gas di Binjai Nikko di Jalan Jend.Sudirman ketika dikonfirmasi Minggu (10/1) mengakui kelangkaan gas untuk isi ulang 15 kg. Akibat kelangkaan gas 15 kg, masyarakat terpaksa membeli dengan Rp100.000. Salah seorang penjual tak mau disebutkan namanya mengakui Jumat dan Sabtu ( 8-9/1) harganya hanya Rp80.000 ternyata kini mencapai Rp.100.000. Kelangkaan gas di Kota Binjai dikeluhkan masyarakat, walau gas isi ulang untuk 3kg masih diperoleh dengan wajar dan harganya tidak naik. Sebagian masyarakat menilai, kelangkaan gas dengan berat 15 kg, mungkin masyarakat agar membeli gas isi 3 kg. Dengan isi ulang 3 kg,bagi masyarakat sedikit memperoleh kesulitan, disebabkan harus berulang melakukan pembelian. Eksesnya merugikan waktu dan ongkos beca. (a03)

pengunjung. Acara terakhir digelar pukul 19.00 WIB dengan fashion tendance 2010 khusus digelar APPMI, dengan kreasi univer-

sal mengusung tema Exploration akan diperagakan model profesional ibukota dan mancanegara, juga lebih dari 20 model profesional Sumut. (m38)

MEDAN (Waspada): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak untuk menjelaskan maksud mereka tentang fee yang diserahkan bank daerah kepada pejabat pemerintah karena belum jelas kriterianya, kata pengamat. Vincent Wijaya, pengamat ekonomi di Medan, mengungkapkan hal itu kepada Waspada, Sabtu (9/1), menyinggung tentang temuan lembaga itu terhadap enam bank yang menyerahkan fee kepada sejumlah kepala daerah dengan total sekira Rp320 miliar. Vincent menguraikan tanpa memandang status bank, apakah itu bank umum, BUMN atau milik daerah merupakan hal yang wajar dan berlaku di seluruh dunia kalau lembaga keuangan memberikan sesuatu sebagai hadiah kepada nasabahnya. “Mi s a l m e m b e r i k a n

kalender, atau parsel atau hadiah lain kalau si penabung memiliki rekening dalam jumlah tertentu,” ungkapnya. Sistem bank sama dengan dunia perdagangan dalam merebut dana, jelasnya. Kalau kemudian nasabah pindah dari bank A ke B sudah pasti karena di bank pilihan ada sesuatu yang istimewa daripada tempat menyimpan terdahulu, ungkapnya. “Ini umum di dunia. Di bisnis pun kita sering kasi jasa atau hadiah,” jelasnya. Sekarang dengan mengabaikan status dana APBD yang di perbankan, kalau bank kemudian memberi pelayanan lebih atau bahkan semacam cindera mata atau memberi parsel kepada yang menempatkan dana itu sah-sah saja, tuturnya. “Kalau kemudian KPK menyatakan itu gratifikasi harusnya dijelaskan batasan. Apa

MEDAN (Waspada) : Industri pengapalan di Sumatera Utara tahun 2010 diprediksi kian menghadapi tantangan berat menyusul diberlakukannya China-Asean Free Trade Area (C-AFTA). Pasalnya, produk-produk Cina (finishing product) bakal membanjiri pasar lokal, sehingga dipastikan mengurangi intensitas ekspor. “Indonesia selama ini lebih dominan menghasilkan raw material daripada value edit product. Ini sangat bahaya, karena biasanya kita juga mengirim raw material ke negara Cina,” ucap Ketua DPD Indonesian National Shipping Association (INSA) Hendra W Kesuma, kemarin, di Medan.

Hendra menjelaskan, dominasi ekspor bahan baku ke Cina, seperti komoditi crude palm oil (CPO), dipastikan membuat negara tersebut akan membangun industri turunan bahan baku sebut saja pabrik fatty acid, gliserine, maupun oleochemical. “Celakanya, Cina sudah membuka industri oleochemical dan bukan tidak mungkin itu akan diekspor ke negara Asean lain yang selama ini menjadi negara tujuan ekspor kita,” tegas Hendra. Hal ini menjadi kekhawatiran para pelaku pengapalan, mengingat arus impor barang masuk bakal meningkat, namun sebaliknya volume ekspor semakin berkurang. Padahal, dalam industri shipping

line, sambung dia, harus terjadi keseimbangan antara arus ekspor dan impor. Meski diakuinya, pemberlakuan C-AFTA tak mungkin dihempang mengingat rencana tersebut sudah beberapa kali ditunda. Namun, tak bisa dipungkiri, pengusaha pengapalan berbendera “merah putih” terutama di Sumut masih menghadapi banyak persoalan dalam menghadapi C-AFTA. Salah satunya adalah, sebut dia, tingginya beban biaya pelabuhan ditanggung pengusaha pengapalan, namun tidak sesuai dengan pelayanan diberikan pengelola badan usaha pelabuhan. “C-AFTA tak bisa kita tolak, tapi apakah kita siap? Karna cost dibayarkan pengusaha

sangat tinggi,” tukas pria yang berniat mencalonkan diri kembali sebagai ketua DPC INSA periode 2010-2013 mendatang. Muscab Besarnya tantangan dihadapi perusahaan pengapalan Sumut di sepanjang tahun 2010, bagaimana menekan efisiensi biaya di pelabuhan tersebut, nantinya bakal menjadi salah satu isu hangat dalam musyawarah cabang INSA tanggal 21 Januari mendatang, bertempat di JW Marriot. Selain memilih ketua DPC INSA Medan-Belawan periode tiga tahun mendatang, dalam muscab rencananya dihadiri Gubsu Syamsul Arifin, DPP INSA Jhonson W Sucipto dan para pengusaha pengapalan di Sumut. (m38)

Bupati Batubara Minta Harga Minah Tak Melebihi HET LIMAPULUH ( Waspada): Sekdakab Batubara H Sofyan, MM mewakili Bupati Batubara dengan suratnya nomor: 503/ 745/2009 tanggal 28 Desember 2009 mengimbau pengusaha pangkalan minyak tanah (Minah) se Kab.Batubara tidak menjual Mi n a h m e l e b i h i Ha rg a Eceran Tertinggi (HET) telah ditetap-kan Tembusan. Surat disam-paikan ke Polsek dan Camat se Kab.Batubara

Dalam surat itu dijelaskan masa transisi peralihan program konvensi minyak tanah bersubsidi ke elpiji 3 kg di wilayah Kab.Batubara secara bertahap. Berkaitan hal itu diharapkan pengusaha pangkalan se Batubara tidak menjual Minah melebihi HET ditetapkan Pemkab Batubara Rp3.100 per liter Secara terpisah Matnur, salah seorang tokoh masyarakat Batubara, Minggu (10/1)

Produk Halal Bisnis Baru Dunia Barat

Waspada/ist

bedaan kehidupan tersebut tercermin orang yang tinggal di gunung mengkonsumsi sayur-sayuran memiliki sifat lembut, sopan dan santun. Sebaliknya mereka tinggal di kampung gemar makan daging dan lemak memiliki sifat kasar serta tutur bahasanya pun keras dan mudah marah. “Memang ada pengaruh besar sekali dalam pola makanan ini terhadap sifat manusia”, tuturnya sambil menambahkan dalam Al Quran juga disuruh seorang ibu menyusui anaknya sampai usia dua tahun agar nantinya membentuk keimanan anaknya. Prof Dr HM Hatta menambahkan, pemberian sertifikasi halal produk makanan di Garuda Plaza Hotel ini akan dievaluasi setiap tiga bulan sekali berlaku selama dua tahun. Tentunya kita mengharapkan

sebagian besar pengusaha pangkalan menyepelekan imbauan Bupati Batubara. Kenyataan di lapangan harga Minah di pangkalan seenaknya dijual dengan harga Rp4.000 bahkan ada menjual Rp6.000 per liter. “Kita masih toleransi kalau Minah dijual Rp3.500 per liter membantu biaya operasional walaupun melebihi HET. Disesalkan ada pengusaha pangkalan menjual Rp6. 000 per liter dengan alasan tidak ada lagi Minah bersubsidi sudah dicabut pemerintah, “ kata Matnur ditambah lagi Camat dan Kapolsek seba gai

pengawas kurang peduli. Setahunya, Pertamina sudah melakukan penarikan Minah bersubsidi secara bertahap di Kabupaten Batubara. Rincian November 2009 alokasi 1.685 KL disalurkan 1.520 KL, penarikan 10 persen , bulan Desember 2009 alokasi 1.770 KL disalurkan 1.055 KL, penarikan 40 persen, Januari 2010 alokasi 1.770 , disalurkan 535 KL, penarikan 70 persen, Febuari 2010 alokasi 1.645 KL disalurkan 170 KL, penarikan 90 persen dan Maret 2010 alokasi 1770 KL di salurkan 0 KL, penarikan 100 persen. (a30)

Ditjen Pajak Terima 8.390 Pengaduan Masyarakat 2009

Ketua MUI Medan Prof Dr HM Hatta (tengah) saat menyerahkan sertifikasi halal produk makanan di Garuda Plaza Hotel, diterima Dr Rosihan Arbie selaku Presdir Garuda Madju Cipta Group disaksikan Hendra Arbie, Kakandepag Medan Drs H. Abdul Rahim,M.Hum serta Al Ustadz KH Zulfikar Hajar. han sertifikasi halal terhadap produk makanan di Garuda Plaza Hotel juga merupakan terobosan baru buat dunia perhotelan di Medan, apalagi hotel ini pertama menerapkannya, walaupun dengan segala konsekuensinya terutama mungkin adanya penurunan omzet, tandasnya. Ketua MUI ini juga menyebutkan, dengan menerapkan produk makanan halal tentu akan mendapat ridho dari Allah SWT sesuai dengan hadis Rasulullah SAW dengan mengkonsumsi makanan serba halal akan tercipta sifat manusia yang lembut serta cerah hatinya. Dia juga mencontohkan eksperimen dilakukan seorang ilmuwan bernama Ibnu Khaldu di abad ke-13 terhadap orang Arab tinggal di gunung dan kampung. Dari dua per-

pasti ditangkap, ungkapnya. “Kesimpulan saya fee yang dikeluarkan bank sudah berbentuk hadiah. Di Amerika kalau kepala negara berkunjung kemudian mendapat cindera mata nilainya di atas 100 dolar AS sudah menjadi milik negara. Jadi harus jelas di sini,” kata Vincent. Pejabat, kata dia, pasti tak menerima fee tapi menerima layanan atau hadiah. “Perbankan di era transparansi sekarang pasti tak boleh memberi fee. Kalau bank memberikan uang tunai langsung ke pejabat maka dua-duanya bisa ditangkap,” tandasnya. Itu sebabnya Vincent menginginkan agar data tentang fee yang mengalir ke bank daerah diungkap secara terbuka tidak setengah-setengah. “Karena kalau hanya mengungkap tapi tidak secara jelas, yang timbul adalah kesimpangsiuran penafsiran,” ujarnya.(m13)

Pemberlakuan C-AFTA Industri Pengapalan Kian Berat

Sertifikasi Halal GPH

MEDAN (Waspada): Jihad For Halal bukan cuma menjadi perjuangan umat islam saja, tapi sekarang sudah membuka peluang bisnis baru produk makanan produksi dunia barat. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kodya Medan Prof HM Hatta menyebutkan hal tersebut saat menyerahkan sertifikasi halal makanan di Garuda Plaza Hotel Sabtu (9/1) siang diterima Presiden Komisaris PT Garuda Madju Cipta Dr Rosihan Arbie didampingi Managing Director Hendra Arbie disaksikan Kakandepag Medan Drs H. Abdul Rahim,M.Hum serta Al Ustadz KH Zulfikar Hajar. Menurutnya, dunia barat sekarang ini saling bersaing mencantumkan label halal di produk makanannya untuk dipasarkan ke negara-negara Islam termasuk di tempat berkumpulnya orangorang muslim di seluruh dunia, karena memang sekarang ini pencantuman label halal di setiap produk makanan tidak lagi dilihat dari masalah agama tertentu tapi telah menjadi kebutuhan masyarakat internasional. Salah satu contohnya, di Jerman sudah mulai dipasarkan produk-produk makanan dengan label halal. Bahkan di Singapura pun menyangkut pencantuman halal sudah dilindungi dengan Undang-Undang. “Kita di Indonesia mengharapkan adanya payung hukum untuk melindungi konsumen terutama umat islam agar timbul rasa nyaman dalam mengkonsumsi berbagai produk makanan”, ujarnya. Disebutkannya, penyera-

kalau dikasi kalender atau voucher belanja menyalahi. Atau mengundang makan si pejabat juga salah,” jelasnya. Vincent menyatakan harusnya di situ tidak terjadi kesalahan sehingga KPK tidak bisa begitu saja mengungkap fee bank daerah sebagai pelanggaran. “Kecuali kalau dana yang ditempatkan di bank tersebut bunganya tidak masuk ke kas daerah baru bisa disalahkan.” Menurut dia, data yang diungkap KPK masih merabaraba. “Saya yakin fee itu semacam servis. Bukan uang. Kalau si pejabat daerah terima uang sudah pasti ditangkap KPK. Biaya yang dikeluarkan bank itu saya yakini hadiah. Tapi bukan dalam bentuk uang.” Fee dikeluarkan bank memang sejumlah uang tapi sesampainya ke pejabat daerah bentuknya sudah barang sebab kalau benar-benar menerima dana tunai si penerima

akan menjadi pioner terhadap hotel lain dalam upaya menyebarkan jihad for halal di tengah kehidupan masyarakat. Sementara Dr Rosihan Arbie maupun Hendra Arbie menyebutkan, penyerahan sertifikasi halal ini menjadi kebanggaan buat usaha keluarga telah dirintis alm orang tua mereka H Arbie dan Hj Syamsinar selama 32 tahun. Disamping itu tentunya agar masyarakat terutama tamu-tamu mereka menginap disini tidak lagi ada perasaan cemas dan tentunya diharapkan akan mampu menjaring tamu-tamu asal negara Timur Tengah seperti telah dilakukan di Malaysia dengan mencantumkan label halal di semua jenis makanan.(m09)

JAKARTA (Waspada): Direktorat Jenderal Pajak menerima 8.390 pengaduan dari masyarakat terkait pajak selama Januari hingga Oktober 2009. Keluhan paling banyak diadukan oleh masyarakat adalah mengenai ketidakprofesionalan petugas pajak dan hambatan pelayanan pajak. Demikian hasil laporan pengaduan pajak sepanjang 2009 yang dikutip detikFinance , Sabtu (9/1). Pada laporan tersebut dikatakan, jumlah pengaduan yang diterima dari masyarakat paling banyak masuk pada bulan-bulan di awal tahun 2010. Hal tersebut terkait dengan batas waktu penyampaian SPT Tahunan PPh 2008 yang harus dimasukkan paling lambat tangga 31 Maret 2009, sehingga masyarakat dan Wajib Pajak banyak melakukan pengaduan, informasi dan saran terkait dengan pelayanan unit kerja di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak. Dari total jumlah pengaduan tersebut, tidak semua pengaduan yang diterima dapat ditindaklanjuti karena unsur identitas pelapor yang tidak jelas, tidak ada kontak yang dapat dihubungi, dan atau bukti/data pendukung tidak ada. Sebanyak 7.985 pengaduan dapat langsung diselesaikan atau dijawab oleh petugas Pusat Pengaduan Pajak tanpa harus ditindaklanjuti ke unit kerja bersangkutan karena sifatnya hanya informasi dan saran.(dtc)

Dana Asing Di SUN Capai Rp 109,37 T JAKARTA (Waspada): Aliran dana asing (capital inflow) sangat deras membuat kepemilikan asing di instrumen Surat Utang Negara (SUN) tembus Rp 109,37 triliun. Dana asing ini bertambah Rp 1,37 triliun dalam 7 hari pertama di 2010. Demikian data dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Depkeu yang dikutip detikFinance , Sabtu (9/1). Jumlah SUN yang diperdagangkan di pasar sampai 7 Januari 2010 adalah sebesar Rp 581,75 triliun, porsi terbesar dipegang oleh perbankan dengan jumlah sebesar Rp 254,96 triliun. Bank Indonesia (BI) juga memegang instrumen SUN sebesar Rp 20,68 triliun. Kemudian industri reksa dana memiliki SUN sebesar Rp 45,3 triliun, industri asuransi memiliki SUN Rp 72,43 triliun, dana pensiun memegang Rp 37,45 triliun.(dtc)


WASPADA Senin 11 Januari 2010

Dirgahayu 63 Tahun Waspada

Waspada Wujud Komitmen Keislaman Yang Tinggi RANTAUPRAPAT ( Waspada): Surat Kabar Harian Waspada sejak berdiri 11 Januari 1947 silam, telah menunjukkan wujud komitmennya yang tinggi terhadap Islam. Hal itu terbukti dengan rutinnya dan semakin bertambahnya halaman yang disediakan khusus mengenai keislaman. “Ini yang menjadikan umat Islam di Sumatera Utara khususnya Labuhanbatu tetap mencintai Waspada hingga saat ini,” ujar Kasubbag Tata Usaha Kantor Departemen Agama (Kandepag) Kabupaten L. Batu Drs H Hayatsyah, MPd (foto) kepada Waspada, Kamis (7/1). Menurutnya, dia sudah membaca Waspada sejak kecil sewaktu di Tanjungbalai. Saat itu ayahandanya, Drs Hasan Kalang (almahrum) adalah pegawai Kandepag Kab. Asahan dan merupakan ustadz kondang serta Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Al Washliyah Sumut adalah pelanggan setia Waspada. “Mendiang ayah saya berlangganan Waspada ketika itu, sehingga saya sebagai anaknya turut mengenal dan mengkonsumsi Waspada. Setelah dewasa, saya meneruskan jejak sang ayah dengan berlangganan surat kabar nasional tersebut,” ungkap mantan Ketua PW Himmah Sumut ini seraya menambahkan, ketika di Medan hingga bertugas di L.Batu saat ini, dia tetap dan hanya Waspada satu-satunya yang menjadi koran langganannya. Dekan FKIP Univa Al Washliyah L.Batu ini akhirnya berharap, di ulang tahunnya yang ke-63 ini Harian Waspada tetaplah koran garda depan masyarakat Sumut khususnya L.Batu dalam syiar Islam. (a26)

Keluarga Besar

17

UNIVERSITAS AL WASHLIYAH UNIVA MEDAN

Pengurus Daerah Institut Karate-Do Nasional Sumatera Utara (Pengda INKANAS Sumut) Mengucapkan:

Jl. Sisingamangaraja No. 10 Phone (061) 7868270 Fax. (061) 7868270 Sumatera Utara - Indonesia www.univamedan.ac.id

Mengucapkan:

Harian

WASPADA

Harian

WASPADA

Semoga tetap eksis mengemban misinya Demi Kebenaran dan Keadilan Ttd:

Ttd.

Ir. H. Umar Zunaidi Hasibuan, MM Ketua Umum

Ir. H. Tobrani, MM Ketua Bid. Organisasi

Kombes. Verdianto B.CACA Pembina

H. Hadismar M. Noor Kabid. Binpres

Sutrisno Ketua MSH

Waspada Mementingkan Bisnis Semata Tapi Juga Religius

HARIAN Waspada tidak hanya mementingkan bisnis semata, tapi juga peduli terhadap agama, pendidikan, budaya sosial, politik dan lainnya, kata tokoh masyarakat Kelurahan Sidorejo Hilir, Kec. Medan Tembung yang juga pembaca setia Harian Waspada H.Salamuddin Simatupang (foto) di kediamannya Jalan Tombak No. 27 Medan, Selasa (6/1), mengomentari peringatan HUT Ke-63 koran ini yang jatuh pada 11 Januari 2010. 11 Januari merupakan hari bersejarah bagi Waspada setiap tahunnya. Bagi Salamuddin, Waspada tidak hanya mementingkan bisnis tetapi juga bersifat religius dengan menyajikan empat halaman agama setiap hari Jumat. Ini membuktikan Waspada yang kini dipimpin oleh intelektualitas anak-anak alm. H.Mohd.Said dan almarhumah Bunda Hj. Ani Idrus sangat religius. Dan secara langsung telah melakukan siar agama Islam. Salamuddin mengakui kalau dirinya sebagai pembaca setia dan berlanggananan Waspada sejak tahun 60-an ketika masih duduk di bangku SD hingga SMEP negeri di P.Brandan bersama orangtuanya alm. Batara Simatupang membeli surat kabar Waspada melalui agen terkenal, yaitu H. Ismail (alm) di Jalan Kartini P.Brandan, hingga melanjutkan ke SMA Negeri di Medan dan hijrah ke Kota Medan hingga bekerja terus tetap berlangganan Waspada. “Waspada sudah menjadi kebutuhan sampai sekarang dan sebelum sarapan pagi, dia lebih dulu membaca Waspada yang diantar loper setiap pagi. Setelah membaca Waspada barulah dia sarapan kemudian berangkat ke kantor,” kata Salamuddin yang menjabat Kabag Pemasaran PD Aneka Industri dan Jasa (AIJ) Provsu Medan. “Sangking cintanya terhadap Waspada, bapak dari dua anak: Emma Novirsari dan Enny Febrisari ini sangat rajin mengkliping berbagai artikel maupun tulisan atau tajuk Waspada, antara lain dulu ada “Al Bayan”, Tajuk Rencana diganti dengan halaman Opini, Klik-Klik dan lain-lain. Namun sayang, Al Bayan saat ini hanya muncul sesekali. Padahal tulisan itu dinilai penting karena menyangkut keagamaan,” katanya. Salamuddin yang kini juga sebagai Ketua Umum Persatuan Artis dan Musisi Koordinator (Pamiko) Sumatera Utara pernah menerima “Buku Peristiwa 60 Tahun WASPADA” yang disusun oleh Pemred Waspada H. Prabudi Said berisi tentang kejadian sejak tahun 1945 hingga 2006. Begitu juga alm. Bapak H. Mohd. Said sebagai pendiri Waspada, dengan buku “Aceh Sepanjang Abad”. Pak Said telah menciptakan mahkota melalui karya-karyanya. Dengan motto “Demi Kebenaran dan Keadilan”, Waspada tetap memiliki eksistensi dengan menyajikan berita akurat dan berimbang, lengkap. Sehingga tetap diminati dan dicintai masyarakat sampai sekarang, tuturnya. Salamuddin mengharapkan, visi dan misi Waspada harus terus dipertahankan bahkan ditingkatkan sehingSemoga Waspada tetap jaya dan ga ikut mencerdaskan masyarakat dengan tidak lupa menselalu berpihak kepada rakyat sejahterakan pada karyawan/ ti, wartawan/ti yang merupakan ujung tombak di lapangTtd. an. Apalagi pimpinan Waspada telah memberikan perhatian cukup besar dengan memberangkatkan wartawan/ti, karyawan/ti menunaikan ibadah haji ke tanah suci Makkah yang dinilai sangat sacral. Dia juga berharap agar berita Sport-Olahraga Waspada juga dapat menyajikan berita lokal/daerah yang dinilai masih sangat kurang akhirakhir ini karena halaman itu lebih terfokus pada olahraga luar negeri (manca negarared). Salamuddin mengakui bangga Waspada terus berkembang. Waspada telah membe-rikan kontribusinya terhadap pendidikan bagi anak bangsa, dibuktikan dengan berdirinya sekolah yang dikola Yayasan Hj.Ani Idrus Perg.Eria serta STIK-P (Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi dan “Pembangunan”). Dirgahayu Waspada Semoga Tetap Jaya. � H. Suyono

Prof. Dr. Syahrin Harahap, MA Rektor Univa PUREK I PUREK II PUREK III PUREK IV BPH KETUA

: : : : :

SULTON TRIKUSUMA, MA Ir. RENA ARIFAH H.M. NURDIN AMIN, Lc, MA H.M. NASIR, Lc, MA DR. MASUN BB

UNIVERSITAS ISLAM SUMATERA UTARA

PEMERINTAH KABUPATEN LANGKAT BESERTA JAJARANNYA

KAMPUS VI UISU JL. KARYA BAKTI NO. 36 KEL. P. MASYHUR KEC. MEDAN JOHOR MEDAN - INDONESIA 20143 TELP. (061) 7866932

Mengucapkan:

Mengucapkan:

Harian

WASPADA

Ngogesa Sitepu Bupati Langkat

Harian

WASPADA

Semoga tetap eksis berjuang membela kepentingan rakyat. Dari:

YAYASAN

REKTORAT

1. Hj. SARIANI (KETUA PEMBINA) 2. Prof. Dr. USMAN PELLY, MA (KETUA UMUM) 3. Ir. SUSI CHAIRUNNISYA (WAKIL SEKUM)

1. H. USMAN, SE, M.Si (REKTOR) 2. Dr. Ir. ASSAD, M.Si (PR I) 3. Drs. MUSTAMAM, MAg (PR II) 4. Ir. ABDUL HARIS Nst, MT (PR III) 5. Drs. AZMIR PASARIBU, MA (PR IV)

PARA DEKAN SE-UISU


Dirgahayu 63 Tahun Waspada

18

WASPADA Senin 11 Januari 2010

Waspada Berperan jadikan Sumut Daerah Kondusif HARIAN Waspada sudah menjadi bacaan keluarga saya sejak puluhan tahun silam. Tanpa terasa usianya sudah mencapai 63 tahun. Saya ucapkan selamat, semoga dengan ulang tahun ini menjadikan Harian Waspada mampu mempertahankan penampilan-nya, sebagai harian yang memberitakan keberhasilan pembangunan dan memberiDrs. Abd. Rahim, M.Hum kan koreksi un(Kandepag Kota Medan) tuk perbaikan, di samping itu menjadi media yang mampu memberikan motivasi bagi masyarakat untuk berperan serta bagi pembangunan dan menjadikan Sumut menjadi daerah yang kondusif karena beragamnya pemeluk ajaran agama di dalamnya. Terutama sajian pemberitaan yang berkaitan dengan masalah ibadah haji. Harian Waspada selalu memberi ruang khusus yang sangat diharapkan pembaca terutama keluarga jamaah. Sebagai koran lokal isi nasional, saya berharap Harian Waspada bisa berkembang lebih baik dan isinya disajikan dengan desain menarik yakni setara dengan koran nasional. Semoga sajian beritanya sesuai fungsi media yang terus melakukan pengawasan dan kritik membangun di Sumatera Utara. (m36)

DINAS PENDIDIKAN PROVINSI SUMUT DAN JAJARANNYA Mengucapkan:

Waspada Berprestasi Dalam Berbagai Era Perjuangan

DIRGAHAYU ke 63 untuk Harian Waspada. Semoga semakin maju dan jaya sebagai bahan bacaan yang bisa memberikan pencerahan terhadap masyarakat terutama untuk generasi muda. Dalam pandangan saya, Harian Waspada sudah memberikan baktinya kepada masyarakat bangsa dan negara, apalagi usianya yang hampir sama dengan umur kemerdekaan bangsa Indonesia. Hal itu jelas menunjukkan partisipasi yang cukup besar dalam berba-gai era perjuangan bangsa. Sebagai masyarakat Drs. Syariful Mahya Bandar MAP pembaca, tentu saja saya (Kepala Kanwil Kementrian Agama Provsu) berharap peran Harian Waspada kedepan semakin penting seiring dengan kompleksnya permasalahan yang dialami oleh bangsa ini. Hal utama yang perlu tetap menjadi ikon Harian Waspada adalah sajian berita keagamaan dan tetap menjadi bacaan yang mengutamakan pengawasan sosial yang konstruktif dan tetap menjaga independensi serta memperluas misi amar maâ&#x20AC;&#x2122;ruf nahi munkar agar terus melekat di hati masyarakat.(m36)

Waspada Kebanggan Tersendiri Bagi Rakyat Sumut KEBERADAAN Harian Waspada di nuasantara ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Sumut. Tampilan khas dan berita Waspada umumnya tidak ada di koran lain. Teru-tama untuk kolom keagamaan yang memberi kesempatan kepada umat Islam yang poten-sial menjadi penulis handal. Bagi saya, HaDR. HM Hatta rian Waspada ada(Ketua MUI Kota Medan) lah sarana belajar dan kesempatan menjadi pintar dan maju karena mendapat kesempatan untuk menulis banyak hal. Namun begitu, sebagai masyarakat pembaca, tentu saya berharap agar para wartawannya terus meningkatkan prestasi seiring persaingan yang semakin tinggi. Upayakan untuk tidak memuat berita berbau pornografi dan pornoaksi dan diperlukan adanya kolom tentang sejarah ulama yang ada di Sumatera Utara. Selamat Ulang Tahun ke 63 semoga tetap jaya dan pejalanannya mendapat berkah dari Allah SWT. (m36)

Waspada Sangat Berarti Bagi Dunia Pendidikan

Drs Hasan Basri MM (Kadis Pendidikan Kota Medan)

KEHADIRAN Harian Waspada sangat berarti bagi dunia pendidikan. Bersamaan dengan HUT ke 63 ini, saya mengucapkan selamat. Di samping itu menjadi sebuah catatan bahwa media salah satu media yang memberikan ruang bagi para siswa sekolah untuk tampil dengan berbagai kreasi dan prestasi yang mereka dapatkan. Karenanya, saya harapkan agar tetap mempertahankan halaman

yang khusus untuk bisang edukasi. Terlebih saat era digitalisasi saat ini, dimana setiap orang harus mempersiapkan diri untuk berkompetisi. Lewat media seperti Harian Waspada ini, masyarakat terlebih generasi muda bisa membaca sejauh apa pentingnya mempersiapkan diri untuk bisa berkompetisi lewat sajian berita yang didapatkan. Sekali lagi saya ucapkan selamat ulang tahun semoga tetap jaya dan terdepan dalam mengemban misi sebagai media yang mencerdaskan masyarakat lewat kebiasaan dan kemauan membaca. (m36)

Harian

WASPADA Semoga tetap menyajikan berita-berita terkini, akurat untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat dan berguna bagi dunia pendidikan. Ttd.

Drs. H. Bahrumsyah, MM Kepala Dinas

WARGA KAMPUS IAIN SUMATERA UTARA Mengucapkan:

Harian

Harian

WASPADA Semoga tetap eksis mengemban misinya Demi Kebenaran dan Keadilan Ttd.

Prof. DR. H. Nur A. Fadhil Lubis, MA Rektor

WASPADA Semoga tetap bersama pembaca dalam menyampaikan informasi terkini dan aspirasi masyarakat. Dari:


WASPADA Senin 11 Januari 2010

Dirgahayu 63 Tahun Waspada

Bupati Deliserdang Drs. Amri Tambunan:

PROVINSI SUMATERA UTARA FORUM KERUKUNAN UMAT BERAGAMA (FKUB)

Waspada Banyak Beri Kontribusi

Assalamualaikum W.W, SEIRING ucapan syukur kehadirat Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa, atas nama Pemerintah serta mewakili Masyarakat Kabupaten Deliserdang, saya mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun Ke-63 kepada Pimpinan dan segenap Pengasuh Harian Waspada, dengan do’a dan harapan semoga Surat Kabar ini akan tetap mampu tampil sebagai salah satu penerbitan Pers Daerah yang ikut mengembangkan perjalanan pembangunan Pers di tanah air khususnya di Sumatera Utara. Harian Waspada yang lahir di tengah-tengah gejolak perjuangan mempertahankan Kemerdekaan bangsa enam puluh tiga tahun silam, telah banyak memberikan kontribusi bagi perjalanan perjuangan bangsa bahkan ikut dalam dinamika pasang surut situasi politik yang terjadi termasuk diantaranya pernah mengalami pahitnya pengekangan kebebasan Pers di Tanah Air di masa lalu. Sejalan dengan perkembangannya, dalam usianya yang semakin dewasa sekarang ini, Harian Waspada sebagai surat kabar yang diasuh oleh insan-insan pers berpengalaman, eksistensinya tentu tidak pernah diragukan lagi, tercermin dari mutu serta tampilan jurnalistiknya yang matang dan profesional, dalam menjalankan fungsinya sebagai penyebar informasi yang objektif dan edukatif, serta sosial kontrol yang konstruktif. Di era pembangunan bangsa sekarang ini, pers memang telah menjadi bagian penting yang akan selalu memberi warna dan kontribusi tersendiri bagi lahirnya berbagai kebijakan publik, karena Pers dengan segala perkembangannya telah diakui dapat mempengaruhi pendapat umum dengan motif pemberitaan yang ditampilkan maupun melalui ulasan-ulasan editorialnya yang terbuka dan demokratis. Dengan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi sekarang ini, maka pers telah menjadi salah satu kebutuhan masyarakat sebagai komunikasi massa yang paling cepat dan paling luas tersebar. Kesemuanya ini, menunjukkan betapa besar pengaruh pers kepada masyarakat, betapa kuat daya informasi yang dilahirkannya secara positif, meskipun pengaruh ini adakalanya juga dapat menimbulkan kesan yang sebaliknya. Karena itu, dalam tahap perkembangan bangsa kita dewasa ini, maka patokan-patokan dasar yang harus digunakan dalam mengembangkan kebebasan pers yang bertanggung jawab ialah dengan tetap konsekuen memegang teguh Kode Etik Pers yang ada bagi terpeliharanya stabilitas masyarakat yang dinamis, tetap kokohnya persatuan dan kesatuan bangsa demi kelancaran pembangunan secara nasional dan daerah. Secara khusus, Harian Waspada bagi Pemerintah Kabupaten Deliserdang, tentu memiliki arti yang tersendiri, karena sebagai surat kabar daerah yang mampu tampil dalam skala nasional, telah banyak memberi kontribusi yang sangat berarti, dalam penyebaran informasi pembangunan dan promosi daerah Kabupaten Deliserdang, baik di tingkat Sumatera Utara maupun Nasional. Melalui ekspose yang dilakukan harian ini berbagai program dan kebijakan pembangunan yang dilakukan di Kabupaten Deliserdang, sesungguhnya merupakan bagian dari proses sosialisasi dan promosi daerah yang tidak kecil artinya, sehingga telah dapat ikut mendorong laju percepatan pembangunan dan promosi daerah yang didukung melalui kekuatan tiga pilar pembangunan dalam kesinerjian antara pemerintah, partisipasi masyarakat dan dukungan potensi sektor swasta, yang telah teraplikasikan melalui program Gerakan Deliserdang Membangun (GDSM) maupun Konsep CERDAS di sektor Pendidikan. Karenanya kami berharap Harian Waspada ke depan, akan tetap konsisten terhadap misi yang diemban melalui mottonya “Demi Kebanaran dan Keadilan..” sehingga mampu memberikan kontribusi yang lebih besar lbagi bagi keberhasilan pelaksanaan pembangunan daerah tidak saja di Kabupaten Deliserdang dan Provinsi Sumatera Utara tapi juga pada tingkat Nasional, sebagai bagian dari upaya membangun kesejahteraan masyarakat dan ikut mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana amanah yang tertuang pada Pembukaan UUD 1945. Dengan demikian, Harian Waspada yang lahir enam puluh tiga tahun yang lalu melalui tangan-tangan tokoh Pers yang handal, kami yakin akan tetap dapat tampil beda dan berpengaruh di tengah-tengah kehidupan masyarakat, sekaligus mampu pula menjadi contoh bagi penerbitan pers daerah, yang semakin banyak tumbuh dewasa ini, terutama dalam menghindari pemberitaan-pemberitaan pers daerah, yang semakin banyak tumbuh dewasa ini, terutama dalam menghindari pemberitaan-pemberitaan yang terkesan sensasional dan tendensius. Selamat Hari Ulang Tahun, Maju Terus Pantang Mundur. Dirgahayu HARIAN WASPADA...!!!

Waspada Tetap Eksis Dan Survive Di Tengah Persaingan P. BRANDAN (Waspada): SKH Waspada tetap eksis dan survive di tengah persaingan media yang begitu ketat karena koran nomor satu di luar Pulau Jawa ini dianggap konsisten menyajikan berita-berita yang aktual, berimbang, akurat sehingga tetap mendapat kepercayaan dari publik pembacanya. Demikian dikemukakan Budi Hermanto Nasution (foto) dalam bincang-bincang bersama koresponden Waspada, Rabu (6/1) di kediamannya Jalan Kartini, P. Brandan. Menurut dia, kalangan pembaca yang cendrung semakin cerdas akan tetap memilih media ini sebagai bacaan yang bermutu. Di usia yang sudah memasuki 63 tahun, yakni suatu usia yang sudah tidak tergolong muda tentunya membuat Waspada semakin matang. Terbukti, lanjutnya, kepercayaan publik terhadap konten pemberiataan surat kabar kebanggaan warga Sumut ini semakin tinggi. Menurut dia, karena akurasi pemberitaannya tersebutlah, maka media yang memiliki oplah tertinggi dibanding media lainnya di Sumut ini tetap diminati publik, bahkan berita-berita yang ditampilkan tak sedikit dijadikan bahan referensi, baik masyarakat maupun para pejabat pemerintahan. Namun begitu, ia mengingatkan, di tengah kemajuan yang dicapai, jangan sampai membuat manajemen harian Wapada terbuai, sebab ancaman terus membuntuti di tengah kompetisi antar media yang begitu kencang. Dikatakan, jika ingin terus melangkah maju, inovasi mutlak terus dilakukan. Sebagai masukan, lanjutnya, Waspada perlu kembali menampilkan karikatur yang sudah lama tidak mencul menghiasi halaman. “Pembaca sangat menggandrungi karikatur dengan muatan pesan gambar yang kritis. Namun, disayangkan, karikatur tak pernah dimunculkan kembali,” tukasnya. Padahal, kata dia, selain mengandung unsur seni, peran karikatur sangat besar untuk mengajarkan masyarakat agar berpikir kritis. Meski terkadang pembaca harus mengerutkan kening untuk menangkap pesan-pesan abstrak bernada kritikan, namun tak sedikit pembaca menggemarinya. (a02)

19

MKKS SMA KOTA MEDAN Mengucapkan:

Sekretariat: Jl. Amal, Graha Kuswari No. 1 EE Telp: (061) 8459050, Fax: (061) 8475458 Medan 20128

Mengucapkan:

Harian

Harian

WASPADA

WASPADA

Semoga Waspada makin dekat di hati masyarakat sesuai dengan fungsinya sebagai pers yang menyuarakan pendidikan. Ttd:

“Semoga tetap jaya dan tetap mendukung kebenaran dan keadilan”

Dra. Hj. Rebekka Girsang

Drs. Ramli

Ttd:

Ketua

Sekretaris

DR. H. Maratua Simanjuntak

J.A. Ferdinandus

KETUA

SEKRETARIS

Drs. Ramzah Ram Bendahara

Keluarga Besar

Koperasi Pengangkutan Umum Medan KPUM Mengucapkan:

Harian

WASPADA

Harian

WASPADA

Semoga tetap bersama pembaca dalam menyampaikan informasi terkini dan aspirasi masyarakat. Dari:

Semoga Waspada makin dekat di hati masyarakat sesuai dengan fungsinya sebagai pers yang menyuarakan pendidikan. Dari:

Pengurus Koperasi Pengangkutan Umum Medan (KPUM)

Syaiful Alamsyah, SE

T. Ferdinand S

Kabid PNFI Dan PAUD Dinas Pendidikan Kota Medan

Ketua Umum

- Drs. Jabmar Siburian, MM Ketua I - D. Sembiring Ketua II - Ali Akram Ketua III

- Mhd. Thahir Ritonga, BBA Sekretaris I - Nimbang Purba Sekretaris II - Parlaungan Purba Bendahara

Pemerintah Kabupaten Deliserdang Mengucapkan:

- LKP RIYANTI Medan Johor - LKP Z.COM Medan Kota - LKP REYN Medan Kota

- LKP BERTHA Medan Baru - LKP LIDIA Medan Tuntungan - LKP FAMILY JOINT Medan Tuntungan

Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara Mengucapkan:

Harian

WASPADA Semoga Harian Waspada tetap jaya dan eksis menyuarakan pembangunan di Kabupaten Deliserdang Ttd:

Drs. Amri Tambunan

H. Zainuddin Mars

Bupati Deliserdang

Wakil Bupati Deliserdang

Drs. H. Azwar S, MSi Sekdakab Deliserdang

Harian

WASPADA

Semoga tetap bersama pembaca dalam menyampaikan informasi terkini dan aspirasi masyarakat. Ttd:

Aspan Sofian

M. Azhar Harahap

Kepala Dinas

Sekretaris

Dimar Sinaga

Herawati

Kabid Sarana Prasarana

Kabid Produksi

Lies Handayani

Suherman

Kabid Usaha Tani

Kabid Perlindungan

Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tanjung Sari Harian

Mengucapkan:

WASPADA

Semoga tetap bersama pembaca dalam menyampaikan informasi terkini dan aspirasi masyarakat.

Harian

WASPADA

Dari: Drs Sofyan Marpaung, MPd Kadisdikpora Deli Serdang

Ir H Irman Dj Oemar, MSi Ka.Bappeda Deli Serdang

Drs H Eddy Azwar Kaban Kesbang DS

H Abd Malik Dalimunthe, SH, MM Kadisdukcapil Deli Serdang

Drs Agus Ginting MSi Ka BPM Deli Serdang

Ir A r l i Kadis Kehutanan DS

Ir H Roniazir Hariadinata Kadis Kanla Deli Serdang

Ir H Wirdan Y Rangkuti Kadis Pertanian DS

Drs H Susmono Kadis Sosial DS

Ir H Marapinta Harahap, MM Kadis Perindag Deli Serdang

H Prayitno, SH Kakan.Penanaman Modal

Ir Faisal Kadis PU DS

“Semoga Harian Waspada dapat mewujudkan Good Media dan menjadi sumber penerang bagi pemerintah dan rakyat” Ttd:

Ermanto, S.Ag

Ir. Azwardi

Ketua

Sekretaris


20

Dirgahayu 63 Tahun Waspada

WASPADA

Senin 11 Januari 2010

Dra Ivan Elisabeth Purba M.Kes Ketua STIK Mutiara Indonesia SELAMAT dan sukses untuk Harian Waspada yang sudah berusia 63 tahun. Koran yang banyak memberikan kontribusi wawasan dan pengawasan terhadap laju pembangunan.Pembacanya dapat menjadikan Harian Waspada sebagai refrensi untuk beragam pengetahuan. Harapan saya, agar Harian Waspada tetap berani dan tajam dalam menampilkan berita yang sesuai dengan fakta. Semoga tetap memberikan berita atau opini yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat serta upaya menanggulangi permasalahan kesehatan yang sering muncul di tengah masyarakat. (m36)

Kalau Tidak Baca Waspada, Rasanya Masih Ada Yang Kurang SEBENARNYA sejak 31 Desember 1989 saya sudah mengenal dan dekat dengan Harian Waspada. Ketika itu saya dilantik menjadi pejabat Kabag Humas dan Protokol DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Rasanya kalau belum baca Harian Waspada, seperti kurang pas. Artinya kita merasa seperti ada saja yang kurang. Setelah dilantik, keesokan harinya prioritas pertama tugas saya selaku Kabag Humas di lembaga terhormat di Sumut, melakukan audensi ke pemimpin umum dan pemimpin redaksi Harian Waspada yaitu almarhumah Ibunda Hj Ani Idrus, yang ternyata Ibunda pada saat pertemuan kami menyambut serta sangat setuju adanya kerjasama DPRD Sumut dengan Harian Waspada yakni menyangkut pemberitaan dalam menunjang kemajuan pembangunan di daerah ini. Itulah sepenggal cerita masa lalu Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kab. Mandailing Natal H Mohammad Aswan Hasibuan, SH (foto), berkaitan dengan HUT Harian Waspada Medan ke-63 yang jatuh pada Senin, 11 Januari 2010. “Saya sangat suka membaca Waspada sampai sekarang karena berita yang dimuatnya selalu akurat, objektif dan menyentuh langsung kebutuhan imformasi semua lapisan masyarakat,” ujarnya kepada Waspada di kantornya Kel. Dalan Lidang Panyabungan, Jumat (8/1). Dalam masa lalunya, Aswan Hasibuan juga mengungkapkan bahwa setiap pagi harinya, media yang pertama dibacanya adalah Harian Waspada, utamanya menyangkut berita-berita mengenai DPRD Sumut seperti hasil rapat kerja komisi-komisi maupun kunjungan kerja anggota dewan ke lapangan. Bahkan kata dia, sewaktu almarhum H Raja Inal Siregar masih aktif bertugas selaku Gubernur Sumut, pada setiap hari Senin pagi, dianya dipanggil oleh almarhum untuk melaporkan informasi berkembang di tengah-tengah masyarakat dan Pemprovsu. Dihadapan Gubsu, Kabag Humas Aswan Hasibuan selalu melaporkan berbagai berita yang sengaja diambilnya dari Harian Waspada yang sudah dibacanya sebelumnya di kantornya, karena pada waktu itu belum ada jaringan internet, hanya kliping koran Harian Waspada yang disodorkan kepada almarhum dan dianya langsung manggut-manggut. Seringnya Aswan Hasibuan dipanggil oleh Gubsu, ternyata ditanggapi serius oleh Biro Humas Kantor Gubernur yakni almarhum Abadi Barus, yang mengatakan kalau sudah melapor ke Gubsu supaya melapor kepadanya, yang bertujuan agar koordinasi antara DPRD dan Pemprovsu tetap terlain baik ke depan. Jelasnya bagi kami di DPRD Sumut kala itu, kliping Harian Waspada tetap menjadi tolok ukur, utamanya di komisi A yang membidangi Pemerintahan, Ketertiban Umum dan Pertanahan, tuturnya. Saling dekatnya atau sudah lamanya bersahabat dengan kalangan wartawan di Medan khususnya dengan Harian Waspada, lanjut Aswan Hasibuan, pada waktu dia menunaikan ibadah haji tahun 2003, terutama selama berada di Asrama Haji, foto dan beritanya selalu muncul di media sehingga selalu menjadi bahan pertanyaan kepada rekan-rekan sesama di asrama itu. Sebagai media tertua yang didirikan alm H Mohammad Said dengan almarhumah Ibunda HjAni Idrus pada 11 Januari 1947, Harian Waspada yang bermotto Demi Keadilan dan Kebenaran harus tetap eksis dan profesional dalam menyuarakan aspirasi masyarakat di berbagai lapisan. Ke depan harapnya, Harian Waspada bisa lebih meningkatkan penyajian berita-berita dari daerah kabupaten/kota di Sumut, karena halaman yang tersedia selama ini sangat terbatas untuk mengcover berita-berita yang berasal dari daerah kabupaten/kota sangat banyak di daerah ini. Harian Waspada yang sudah berusia 63 tahun ini, sebagai media yang konsern terhadap pencerdasan masyarakat, maka keluarga besar Harian Waspada harus melakukan evaluasi, perenungan, instrospeksi sekaligus mawas diri sehingga langkah ke depan bisa semakin mendapatkan tempat dihati sanubari masyarakat pembaca. Tuntutan masyarakat ke depan lanjut kadis itu semakin berat sejalan dengan kemajuan zaman yang kian berkembang. Yang pasti, Harian Waspada yang sudah cukup lama mengenyam asam garamnya dunia politik, hukum, ekonomi, sosial kemasyarakat dan lainnya, harus dapat melakukan inovasi dalam segala hal serta mampu meningkatkan fungsi pers seperti yang telah dijalankan selama ini. Kemudian untuk menyahuti tantangan yang semakin berat ke depan ini, Harian Waspada harus tetap meningkatkan SDM karyawan/karyawatinya, khususnya kalangan wartawan, sehingga di lapangan benar-benar bisa bersaing dan mampu mengemban fungsi pers dalam melaporkan berita-berita bernilai tinggi, dapat memberikan dan menanamkan pendidikan, hiburan, sosial kontrol maupun memajukan perekonomian di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat. Saya pribadi sampai saat ini masih terus berlangganan dengan Harian Waspada melalui agen yang ada di Kota Panyabungan yakni Pak Amran Nasution, yang di antara dengan naik sepeda angin dalam setiap sore harinya ke rumah beralamat di Jalan Harapan No. 26 Kelurahan Sipolupolu Panyabungan. Uang pribadi yang berasal dari gaji murni, saya keluarkan sebanyak Rp90.000 setiap bulan untuk berlangganan dengan Harian Waspada. Mudah-mudahan sampai kini bayarannya tidak pernah menunggak, bahkan satu haripun terlambat pembayaran, agen di sana tidak mau pulang dari rumah, sebelum saya membayarnya. Saya sangat senang berlangganan Waspada dan sangkin suka membacanya, jika sewaktu kami pulang dari kantor ke rumah, pas di jalanan jumpa sama agen, si agen kami stop di jalanan, seterusnya ambil Waspada kemudian dibaca di kendaraan hingga ke rumah,” paparnya. Semoga ke depan Harian Waspada semakin jaya, maju dan eksis. Dalam usia ke-63 tahun akan semakin matang dalam membela kepentingan rakyat, dengan melaksanakan kontrol sosial yang sehat dan akurat, sehingga tetap dicintai masyarakat pembacanya maupun pelanggannya. � Munir Lubis

Harian

WASPADA

Semoga tetap eksis mengemban misinya Demi Kebenaran dan Keadilan Dari:

Direktur Eksekutif Biro Hukum “Citra Keadilan”

Presiden Perjuangan Hukum dan Politik (PHP)

Kepala Kantor Wilayah

Badan Pertanahan Nasional Provinsi Sumatera Utara

Mengucapkan:

PARLINDUNGAN PURBA, SH, MM Anggota DPD RI Asal Sumut

Keluarga Besar

Kepala Kantor Departemen Agama Kota Medan Jalan Sei Batu Gingging No. 12 Medan

Mengucapkan:

Harian

WASPADA

“Semoga tetap jaya dan tetap mendukung kebenaran dan keadilan”

Harian

WASPADA

Semoga Harian Waspada selalu terdepan dalam menjadikan berita aktual serta konsisten memperjuangkan Kebenaran dan Keadilan Ttd:

Ttd:

Drs. Moch. Setiaboedhi, MM

Drs. H. Abd. Rahim, M.Hum Kakandepag Beserta Seluruh Staf

NIP. 19541202 197703 1 002

Keluarga Besar

Kanwil Kementrian Agama Provinsi Sumatera Utara Jl. Gatot Subroto No. 26 Medan Telp. 061-8451724, Fax. 061-8468005

YAYASAN PENDIDIKAN DAN SOSIAL DWIWARNA MEDAN

INSTITUT TEKNOLOGI MEDAN (I.T.M)

Jalan Gedung Arca No. 52 Medan - 20217, Telp. (061) 7363771, Fax. (061) 7347954 Email: itm@itm.ac.id

Mengucapkan:

Mengucapkan:

Harian

WASPADA

Harian

WASPADA

Semoga Harian Waspada tetap jaya dan menjadi bacaan yang bermanfaat selalu memperjuangkan kebenaran dan keadilan

Semoga tetap eksis mengemban misinya Demi Kebenaran dan Keadilan Ttd:

Ttd:

Yayasan Dwiwarna

Drs. H. Syariful Mahya Bandar, MAP

Ketua

Rektor - ITM

Kepala

Drs. H. Syamsuddin Djamin, MM

Ir. Mahrizal Masri, MT

Beserta Seluruh Staf


WASPADA Senin 11 Januari 2010

Dirgahayu 63 Tahun Waspada

Mohammad Said Dan Aceh Sepanjang Abad

Direksi, Seluruh Staf

RSUP H. ADAM MALIK MEDAN

Oleh Suprayitno

Mengucapkan:

Harian

WASPADA

Semoga tetap eksis berjuang membela kepentingan rakyat.

21

Semoga Pimpinan, Staf, Karyawan/ti dan Wartawan Harian Waspada tetap sehat dan sukses dalam menjalankan tugas.

MOHAMMAD SAID (MS) Lahir di Labuhan Bilik pada tahun 1905. Meskipun pendidikannya hanya sampai Sekolah Rendah (Normal School), tetapi beliau mampu melahirkan karya sejarah yang sampai sekarang menjadi rujukan penting di kalangan akademisi. Di antara karya beliau adalah buku Aceh Sepanjang Abad. Beliau orang pertama yang menulis tentang sejarah Aceh secara lengkap dari sejak masa purbakala hingga Indonesia merdeka. Karena itu Aceh Sepanjang Abad merupakan karya historiografi terlengkap tentang Sejarah Aceh yang membahas tentang Sejarah Aceh (Perang Aceh) menurut kacamata orang Indonesia (Indonesiasentris). Dan yang penting adalah, karya sejarah itu justru lahir dari seorang yang belum pernah mendapatkan pelajaran tentang ilmu sejarah di perguruan tinggi (otodidak). Bagaimanakah pendapat dan pandangan beliau yang tertuang dalam buku Aceh Sepanjang Abad? Kosepsi Sejarah Mohammad Said (MS) Sejarah menurut MS adalah sebuah perkembangan peristiwa dari masa ke masa yang harus berubah-ubah dan tidak akan terjadi tanpa sebab dan latar belakang. Perkembangan yang berubah itu dengan sendirinya merupakan gumpalan sejarah. MS mengetahui benar bagaimana sebenarnya sejarah Aceh harus direkonstruksi ulang, mengingat begitu banyak buku tentang Aceh sangat tidak lengkap dan parsial. Bangsa Aceh sudah demikian tua. Orang-orang Arab sudah melihat pelaut Aceh pada abad X M berada di Madagaskar, dan sudah sampai ke Romawi menghadap Kaisar Claudius awal Masehi. Di Aceh kemudian berkembang sebagai sebuah kerajaan yang kuat sejak abad ke 16 dan hanya Belanda dengan cara pengecut menghancurkan kebesaran Kerajaan Aceh. Menurut MS sebuah perkembangan yang menjadi gumpalan sejarah ini menuntut rekontruksi ulang secara holistik dan analitis. Menulis sejarah, katanya bisa dilakukan dengan cara evolusi ataupun gerak cepat disamping paksaan/kekerasan-bahkan karena pengaruh kodrat Tuhan (Gempa, Taufan dll). Apa yang dikatakan MS ini memang benar, termasuk mungkin pendapat ini muncul karena alasan pribadi beliau menulis Aceh Sepanjang Abad untuk menentramkan hati rakyat aceh. Karya ini lahir karena adanya “tekanan terhadap kondisi psikologisnya” maupun jiwa nasionalisme yang kuat untuk menulis sejarah Aceh versi Indonesia, menolak tesis para sarjana Belanda yang lebih banyak mendiskriditkan rakyat Aceh. MS telah melahirkan sebuah karya besar tentang sejarah Aceh, yang mencerminkan semangat intelektualitas dan kepribadiannya yang kokoh tentang pentingnya bangsa Indonesia menulis sejarahnya sendiri untuk memperkuat jati diri bangsa (nasionalisme). Terlepas dari itu semua, karya sejarah memang dapat muncul berulang-ulang dengan topik atau tema yang sama. Bencana alam, seperti banjir, gempa dan tsunami bisa menyadarkan orang untuk menulis kembali masa lampaunya. Tsunami di Aceh telah menyadarkan para ilmuwan akan pentingnya mempelajari kearifan tradisional yang dimiliki oleh nenek moyang kita, juga mengilhami para peneliti untuk mencari hipotesis, bahwa Kerajaan Aru, Samudera Pasai, Perlak mungkin pernah dilanda gelombang pasang Tsunami sehingga tidak meninggalkan bekas sama sekali. Kalau disimak dengan benar, maka nampaklah bahwa sebenarnya Aceh Sepanjang Abad sebuah karya sejarah memiliki bobot ilmiah. MS menggunakan metode kritik sumber dan selalu menilai kritis semua sumber yang dipergunakannya. Misalnya ia tidak akan membuat kesimpulan tegas bila memang datanya tidak jelas (hikayat/ legenda) dan beliau merekomendasikan untuk dikaji ulang. Contohnya adalah tentang kasus Hamzah Fansuri dan Asal-Usul Sultan Aceh. Kedua kasus itu dianalisis dengan memanfaatkan berbagai sumber baik, arkeologis maupun histories (buku, hikayat dll). MS tampaknya lebih memilih data arkeologis untuk memastikan tarikh lahir dan wafatnya tokoh-tokoh sejarah.(bab vi). Membandingkan semua data/sumber ketika ia menganalisis sesuatu masalah berkaitan dengan tofik yang dibahasnya adalah cara kerja sejarawan akademik. Dalam metode sejarah dikenal dengan kritik intern dengan koroborasi. MS menganggap tugas sejarawan adalah melaporkan peristiwa yang ditulisnya. Lebih jelas dia katakan “penulis sejarah adalah seorang pelapor peristiwa, tapi beda dengan wartawan. Laporan sejarah harus yang terdahulu tetap di depan dan yang kemudian tetap di belakang. Sejarawan harus membuat periodesasi secara kronologis”. Namun MS ternyata lupa dengan nasehatnya. Dalam narasi sejarahnya ternyata, beliau tidak hanya melaporkan semua peristiwa yang ditulisnya, tetapi menganalisisnya terlebih dahulu. Simaklah hasil analisis HMS tentang mengapa Iskandar Tsani menjadi pewaris tahkta kerajaan Aceh setelah Iskandar Muda wafat. Dalam kasus ini, tampak benar MS memang bukan sekedar pelapor peristiwa, tetapi telah memberi tafsiran dan analisis terhadap peristiwa itu. (Jilid I: 278-291) Analisis memang diperlukan dalam menulis sejarah, tanpa analisis, sejarah itu seperti kronik, kering tanpa roh/jiwa. MS telah melakukan itu. Ia telah memberi roh pada narasi sejarahnya, Aceh Sepanjang Abad. Roh yang menggerakkan narasinya adalah nasionalisme (keIndonesiaannya). Tiadanya sumber pribumi untuk menjelaskan kuatnya pertahanan rakyat Aceh dalam menghadapi serbuan tentara Belanda, tidak membuat MS kehilangan nalar. MS mengutip kata-kata Gubernur Jendral van Lansberghe “ kita kini menghadapi suatu kenyataan bahwa sejak masa itu musuh memiliki persenjataan yang banyak, teratur bagus…yang mereka himpun dari segenap bagian Aceh Besar, mereka telah menyerbu daerah yang telah kita kuasai” (Jilid II: 96). Begitu juga dengan betapa dahsyatnya pertempuran yang terjadi di Mesjid Raya, MS menggunakan laporan dari Palang Merah Belanda yang menyatakan Mesjid Raya dan kubu di depannya telah dipertahankan oleh prajurit Aceh sejumlah kirakira 3000 orang…(Jilid II: 35). Kutipan ini sengaja dipilih untuk membuat narasi sejarah Aceh bernuansa lokal (Indonesia). Priodesasi menjadi dasar utama narasi MS. Itu jelas tampak dalam pengelompokkan bab dan sub-bab dalam bukunya. Penjelasan tentang tarikh wafat dan masa kehidupan tokoh-tokoh ulama Aceh, seperti Hamzah Fansuri, Samsuddin as Sumatrani, Abdul Rauf as Singkel membuktikan bahwa MS taat dengan kronologi. Pembahasan tentang waktu, selalu ditempatkan pada bagian awal tulisannya tentang subjeknya. Itulah dasar pembenaran MS menempatkan riwayat ulama Aceh pada bab-bab tertentu mengikuti masa pemerintahan Sultan-Sultan Aceh yang berkuasa. Tidak tanggungtanggung MS harus menganalis berbagai sumber sejarah, dari mulai disertasi, artikel, hikayat sampai data-data arkeologis. (Jilid I: 206-216; 343-350) Untuk sebagian besar sumber rujukannya adalah konsumsi kalangan akademis. Namun MS yang hanya tamatan Normal School melahapnya demikian kritis. Tesis Utama Buku Buku Aceh Sepanjang Abad disusun dalam dua jilid (jilid I 647 hlm, jilid II 430 hlm) dan dikelompokkan dalam 34 bab. Secara umum buku ini bertemakan tentang Perang Aceh yang dibalut dengan tema-tema kebesaran kerajaan Aceh secara politik, ekonomi dan tamadun Islam. Oleh karena itu saya berpendapat bahwa tesis utama buku ini adalah “keagungan dan kepahlawanan (glory and hero”). Keagungan rakyat Aceh membangun Tamaddun dan Kekuatan Politik dibuktikan dengan pembahasan Aceh sebagai tempat berpijaknya Islam pertama di Asia Tenggara hingga zaman Al-Khahar dan Iskandar Muda (bab IV, V, VIII dan X). Aceh sebagai Tamaddun Islam di Asia Tenggara dijelaskan melalui serangkaian pembahasan tentang ulama Aceh: Hamzah Fansur, Samsudin Pasai, Nuruddin Ar Raniri, dan Abdul Rauf berikut dengan semua hasil karya mereka. Menguasai hampir seluruh semenanjung Malaysia (Johor, Pahang, Kedah, dan Perak) serta Pantai Barat Sumatera dari mulai Bengkulu sampai Aceh Barat, dan Pantai Timur Sumatera mulai Jambi sampai Aceh. (Bab VIII-XI). Kepahlawanan serta kegigihan rakyat Aceh dijelaskannya melalui bukti-bukti sejarah yang meyakinkan dalam tema-tema kerajaan Aceh Mengusir Portugis dari Sumatera Utara; Pasai, Pidie, Aru, Deli dan Aceh Besar dalam bab VI-VII. Menggempur Portugis di Malaka (Bab VIIIXI). Menguasai hampir seluruh semenanjung Malaysia (Johor, Pahang, Kedah, dan Perak) serta Pantai Barat Sumatera dari mulai Bengkulu sampai Aceh Barat, dan Pantai Timur Sumatera mulai Jambi sampai Aceh. (Bab VIII-XI). Perjuangan Heroik menentang invasi Pasukan Belanda hingga tahun 1945 yang dipaparkanya dari bab XVI sampai bab XXXIV. Heroisme dan militansi para pejuang Aceh digambarkan justru melalui berbagai sumber kolonial baik dari pejabat sipil maupun militer yang dikutipnya dari beragam sumber (buku, surat kabar, majalah dll) Misalnya MS mengutip pendapat Jendral van Swieten “Kita berhadapan dengan suatu bangsa yang tidak saja berani dan mempunyai nafsu perang serta tidak pernah dijajah bangsa lain, tapi sejak dahulu kala mendapat nama harum sebagai bangsa yang tangguh tangkas berperang” (Jilid II: 80) Pemilihan sumber informasi seperti ini tentulah memerlukan keahlian dan ketelitian yang luar biasa, minimal mengenal betul semua tokoh-tokoh penting dalam Perang Aceh agar pilihan kata-katanya tepat, rasional dan membangkitkan jiwa nasionalisme dikalangan pembaca. Aceh Sepanjang Abad adalah sebuah warisan MS yang sangat berguna bagi bangsa Indonesia. Wilayah Aceh (NAD) dan Sumatera Utara telah menjadi saksi dari beragam peristiwa sejarah sejak awal abad Masehi hingga hari ini. Akumulasi peristiwa itu telah menjadi “gumpalan sejarah” dan harus kita teliti dan tulis kembali. � Penulis adalah Staf Pengajar Departemen Ilmu Sejarah Fak. Sastra USU


22

WASPADA, Senin 11 Januari 2010

Dirgahayu 63 Tahun Waspada

H. FADLY NURZAL, S.Ag

H. ALI JABBAR NAPITUPULU

KELUARGA BESAR PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN SUMATERA UTARA

Mengucapkan:

Harian

WASPADA Semoga Waspada tetap Waspada Menjaga Demokrasi

DEWAN PIMPINAN WILAYAH PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN SUMATERA UTARA KETUA

SEKRETARIS

H. FADLY NURZAL, S.Ag

H. ALI JABBAR NAPITUPULU

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) MENGUCAPKAN:

Harian

WASPADA

Semoga semakin proaktif dalam mendukung pelaksanaan pembangunan pendidikan di daerah Sumut. Ttd.

H. Bahdin Nur Tanjung, SE, MM Rektor UMSU


WASPADA, Senin 11 Januari 2010

Dirgahayu 63 Tahun Waspada

23


24

Dirgahayu 63 Tahun Waspada

WASPADA

Senin 11 Januari 2010

Nek Cut Hidup Sebatang Kara Di Usia Senja HIDUP memang tak selalu indah. Harapan dari bayangan 18 tahun lalu ketika pertama memijakkan kaki di Medan setelah tertimpa bencana banjir melanda Banda Aceh ternyata menyisakan kegetiran. Di usia senjanya, seorang nenek berusia 76 tahun harus berjuang sendiri di tengah kawasan yang jauh dari kampung halaman dan sanak saudara. Cut Nurhasanah (foto) asal Kampung Pie, Uleuleu, Banda Aceh harus bertahan hidup dari belas kasihan warga. Sebelas orang yang paling terkasih di dalam hidupnya kini tidak lagi berada disampingnya, delapan dari 10 anak hasil perkawinannya dengan alm Ahmad Yunus telah lebih dahulu meninggalkannya. Sementara itu dua anak yang diharapkan sebagai penopang hidup di hari tua ternyata sudah beberapa tahun tidak kunjung datang. “Mereka menderita penyakit lumpuh, satu dirawat di Kota Binjai dan seorang lagi tinggal di Jalan Pahlawan Medan, saya hanya pasrah kepadaNya,” kata Cut Nurhasanah, Jumat (8/1). Kepada Waspada, Nurhasanah mengaku tidak tahu harus bagaimana menjalani hidup di usia senja, tenaga jauh berkurang, ingatan tak lagi kuat untuk mencari nafkah. Hari demi hari dijalani dengan harapan belas kasihan dari tetangga yang memberi sepiring nasi, katanya. Menurutnya kesendirian itu dirasakan sejak 10 tahun lalu tepatnya ketika sang suami Ahmad Yunus lebih dahulu dipanggil yang kuasa, sejak itu Nurhasanah harus menjalani hidup sendiri dengan mencari nafkah seadanya. Hari demi hari dilalui sendiri di sebuah gubuk kecil yang hampir seluruh bangunannya terbuat dari kayu, bambu dan bahan bangunan seadanya. Tempat berlindung satu-satunya itu berdiri dia atas lahan milik orang lain dan agak jauh dari rumah warga sekitar. “Saya menumpang,” katanya. Kesendirian Nurhasanah sepertinya semakin klop, tak satupun program bantuan sosial seperti raskin, BLT dan jaminan kesehatan dari pemerintah dinikmatinya melalui desanya. “Saya pernah mendapat raskin, tetapi karena dituduh menjual beras lalu tidak menerima lagi, untuk apa saya jual sementara saya butuh. Sedangkan bantuan pemerintah lainnya saya tidak tahu,” katanya. Dalam kesempatan itu Nurhasanah menceritakan kisah hidupnya kepada wartawan, kedatangannya ke Medan bersama keluarga setelah terjadinya bencana banjir menimpa Kampung Pie, Ulheulheu, Banda Aceh. Dengan ingatan yang sudah samar-samar itu diceritaknnya merantau ke Medan bersama sanak saudara lainnya dengan harapan memulai hidup baru untuk merubah nasib di kota besar ketika 18 tahun lalu. Namun didalam perjalanan hidup ditengah kegetiran itu, delapan anaknya yang masih kecil ternyata dipanggil lebih dahulu oleh yang Maha kuasa. Nestapa itu ternyata tidak sampai disitu saja, suami sebagai penopang hidup juga dipanggil lebih dahulu. Sementara itu sanak famili seperti paman dan lainnya kini juga telah tiada, satu persatu kelurga tercerai berai hingga akhirnya Nurhasanah terkurung di dusun 15 Desa Marindal I, Kecamatan Patumbak, Deli Serdang, tersebut. Sampai kini Cut Nurhasanah hidup dalam kebimbangan dan masa depan yang tidak pasti, sementara itu beberapa warga sekitar mengatakan sangat prihatin dengan kondisinya. Warga mengakui selalu membantu Nek Cut dengan memberikan kebutuhan hidupnya ala kadarnya. Kepada Waspada Nek Cut mengatakan masih bersukur, karena banyak sekitar yang masih memperhatikannya.

CIVITAS AKADEMIKA UNIVERSITAS MUSLIM NUSANTARA (UMN) AL WASHLIYAH Mengucapkan:

Harian

WASPADA Semoga WASPADA tetap menjadi Pioner media masa yang membawa kepedulian tinggi terhadap harkat dan martabat manusia di bumi nusantara ini dan terus memperjuangkan kehidupan masyarakat Demi Kebenaran dan Keadilan. Dari:

Prof. Hj. Sri Sulistyawati, SH, M.Si, PhD Rektor Drs. Ridwanto, M.Si

Drs. Firmansyah, M.Si

Drs. H. Kondar Siregar, MA

Pembantu Rektor I

Pembantu Rektor II

Pembantu Rektor III

Ir. Zulkarnain Lubis, M.Si Humas


Sumatera Utara

WASPADA Senin 11 Januari 2010

Kota Medan B. Aceh Binjai Bireuen B. Pidie G. Sitoli K. Jahe Kisaran Kutacane

Zhuhur 12:29 12:43 12:30 12:37 12:37 12:34 12:30 12:26 12:33

‘Ashar 15:53 16:03 15:54 16:00 16:00 15:59 15:54 15:50 15:56

Magrib 18:28 18:38 18:28 18:33 18:33 18:36 18:29 18:25 18:31

‘Isya

Imsak

Shubuh Syuruq

Kota

19:42 20:52 19:42 19:47 19:47 19:50 19:43 19:39 19:45

04:59 05:16 05:00 05:10 05:08 04:59 04:59 04:54 05:02

05:09 05:26 05:10 05:20 05:18 05:09 05:09 05:04 05:12

Langsa 12:32 L.Seumawe 12:35 L. Pakam 12:29 Sei Rampah12:28 Meulaboh 12:39 P.Sidimpuan12:27 P. Siantar 12:28 Balige 12:28 R. Prapat 12:25

06:30 06:46 06:31 06:40 06:39 06:30 06:30 06:25 06:33

Zhuhur ‘Ashar 15:55 15:58 15:52 15:51 16:03 15:52 15:52 15:52 15:49

Magrib

‘Isya

Imsak

Shubuh Syuruq

Kota

18:29 18:31 18:27 18:26 18:37 18:29 18:27 18:28 18:25

19:43 19:45 19:41 19:40 19:51 19:43 19:41 19:42 19:39

05:03 05:08 04:58 04:58 05:10 04:53 04:56 04:55 04:52

05:13 05:18 05:08 05:08 05:20 05:03 05:06 05:05 05:02

Sabang 12:43 Pandan 12:29 Sibolga 12:29 Sidikalang 12:30 Sigli 12:40 Singkil 12:33 Stabat 12:30 Takengon 12:37 T.Balai 12:25 Tapaktuan 12:35

06:34 06:39 06:29 06:28 06:41 06:24 06:27 06:26 06:22

Dihisab oleh: Tim Ahli Badan Hisab dan Rukyat (BHR) Sumut

Zhuhur ‘Ashar 16:05 15:54 15:54 15:55 16:03 15:57 15:54 16:00 15:49 15:59

25

Magrib

‘Isya

Imsak

Shubuh Syuruq

Kota

18:37 18:30 18:30 18:30 18:35 18:33 18:28 18:33 18:24 18:34

19:51 19:44 19:44 19:44 19:49 19:47 19:42 19:47 19:38 19:48

04:16 04:55 04:55 04:59 05:13 05:00 05:00 05:08 04:54 05:04

05:26 04:05 05:05 05:09 05:23 05:10 05:10 05:18 04:04 05:14

Tarutung 12:28 T.Tinggi 12:27 Panyabungan 12:26 Teluk Dalam12:33 Salak 12:31 Limapuluh 12:26 Parapat 12:28 GunungTua 12:25 Sibuhuan 12:25 Lhoksukon 12:35

06:47 06:26 06:26 06:29 06:44 06:31 06:30 06:39 06:24 06:35

Zhuhur ‘Ashar 15:53 15:51 15:51 15:58 15:55 15:50 15:33 15:50 15:50 15:58

Magrib

‘Isya

Imsak

Shubuh Syuruq

18:29 18:26 18:29 18:36 18:31 18:25 18:28 18:27 18:28 18:31

19:43 19:40 19:43 19:50 19:45 19:39 19:42 19:41 19:42 19:45

04:55 04:57 04:50 04:57 04:58 04:55 04:56 04:51 04:50 05:07

05:05 05:07 05:00 05:07 05:08 05:08 05:06 05:01 05:00 05:12

06:26 06:27 06:21 06:28 06:28 06:29 06:27 06:22 06:21 06:38

Oknum Mengaku Wartawan Jual Nama Ketua PWI Sergai

48 Korban Laka Lantas Meninggal Dunia Selama 2009 Di DS

DOLOKMASIHUL (Waspada): Karena menjual nama Ketua PWI Serdang Bedagai seorang oknum mengaku wartawan bernisial YL alias I warga Pekan Dolok Masihul, Kab.Serdang Bedagai berhasil meraup uang Asisten Kepala (Askep) sebanyak Rp1 juta. Kejadian itu terjadi di kantor Askep Kebun Sarang Giting, Kec.Dolok Masihul Rabu (6/1) sekira pukul 13:00. Menurut keterangan yang Waspada peroleh, pada hari kejadian itu YL datang ke Afdeling V untuk menemui Asisten Kepala(Askep) H.JL.Tobing dengan mengatakan ada empat wartawan yang akan mengkomfirmasi seputar penanaman pohon karet. ‘’Jadi untuk menghempang hal itu saya disuruh Ketua PWI Serdang Bedagai Chairuddin agar menyelesaikan masalah ini. Sedangkan keempat wartawan yang akan komfirmasi itu,’’ kata YL adalah dari Harian Waspada, Portibi, Indosiar dan Mimbar Umum. Kedatangan YL menemui Askep H.JL.Tobing katanya suruhan Ketua PWI Serdang Bedagai untuk menyediakan uang Rp1 juta sebagai uang peredam kepada keempat wartawan. Karena merasa merasa segan saat itu juga Askep H.JL.Tobing langsung memberikan uang kepada oknum yang mengaku wartawan dan disaksikan dua asisten lainnya, yakni Parlan Asisten Afdeling IV dan Manurung Asisten Afdeling V. Ketua PWI Serdang Bedagai Chairuddin yang dikonfirmasi Waspada, Minggu (10/1) membenarkan. “Memang benar nama saya dan PWI sudah dijual salah seorang oknum mengaku warta-wan yang katanya suruhan saya. Padahal saya tidak ada mengetahui dan menyuruh oknum itu untuk melakukan hal seperti itu. Sehingga akibat menjual jual nama saya okunum itu telah meraup uang Askep sebanyak Rp. 1 juta. Bukan itu saja,selain menjual nama saya juga menjual nama empat wartawan yakni, wartawan Harian Waspada, Portibi, Indosiar dan Mimbar Umum. Hal itu saya ketahui, kata Chairuddin sesuai cacatan keempat nama wartawan yang ada di buku KPK kebun. Memang sebelumnya saya tidak percaya ketika mendapat informasi nama saya sudah digadaikan oknum mengaku wartawan. Tetapi setelah saya menghubungi Askep H JL Tobing, SP dia mengakui ada memberikan uang Rp1 juta kepada YL. Hal itu diberikannya,kata Askep karenaYL mengatakan disuruh Ketua PWI Serdang Bedagai, karena Ketua PWI tidak bisa datang disebab-kan sakit, kata Chairuddin menirukan keterangan Askep JL.Tobing. Saat ditanya Waspada apa sikap yang akan dilakukan Chairuddin karena nama baiknya telah dijual oknum, dia dengan tegas mengatakan akan melaporkan itukepada pihak kepolisian diusut. (a07)

LUBUKPAKAM (Waspada): Apel besar masyarakat pecintaTertib Lalu Lintas yang diselenggarakan Polres Deliserdang Sabtu (9/1) berlangsung di Lapangan Segi Tiga Lubuk Pakam diikuti sekira 500 orang peserta dengan Pembina UpacaraWakil Bupati Deliserdang H.Zainuddin Mars, dihadiri Kapolres Deliserdang AKBP Pranyoto, Sik dan Unsur Muspida Plus serta Ketua DPRD Deliserdang Hj. Fatmawati T. Apel Besar yang merupakan upaya pelaksanaan sosialisasi tertib lalu lintas di jalan pasca ditetapkannya Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan tersebut, diawali dengan pernyataan sikap mewakili seluruh peserta Apel yang terdiri dari pengendara sepeda motor, pengemudi becak bermotor dan kendaraan lainnya, yang dibacakan Bripka Iwan telah memberi dukungan dan kesiapan untuk melaksanakan tertib lalu lintas di jalan. Wakil Bupati Deliserdang yang menyampaikan sambutan tertulis Bupati Amri Tambunan, dalam kesempatan itu tmeminta kepada seluruh pengguna jalan agar selalu mengutamakan kedisiplinan dan patuh terhadap semua peraturan perundang undangan yang berlaku, untuk menciptakan berlalu lintas yang tertib, dalam rangka memberi kenyamanan bagi semua pengguna jalan. Berdasarkan data dari Kepolisian tahun 2009, menurut Bupati kasus kecelakaan lalu lintas dari yang telah terjadi sebanyak 91 kasus ternyata telah mengakibatkan korban jiwa sebanyak 48 orang meninggal dunia disamping luka berat dan ringan, bahkan disebutkan jika dilihatdarikasuskecelakaan,makahalyangsangatmemprihatinkan adalah para korban kecelakaan justru mayoritas atau sekira 70 persen adalah merupakan pengendara roda dua yang rata-rata meninggal dunia masih dalam usia tingkat pelajar. Bupati mengajak kepada seluruh jajaran aparatur pemerintah dan seluruh warga di daerah ini untuk benar-benar berperan aktif guna mendukung dan mensukseskan program tertib berlalu lintas, yang diharapkan dapat dimulai dari lingkungan yang kecil yaitu keluarga masing-masing, dengan memberikan pamahaman khususnya kepada anak-anak yang rentan terhadap kecelakaan lalu lintas di jalan. Para peserta apel besar masyarakat pecinta tertib lalu lintas yang telah mendapat perhatian luas dari masyarakat di sekitar Lubuk Pakam, selanjutnya dilepas oleh Wakil Bupati H Zainuddin Mars untuk melaksanakan pawai kenderaan mengelilingi kota Lubuk Pakam. (a05)

Waspada/Abdul Hakim

DISITA: Kapolres Langkat AKBP Mardiyono memperhatikan kayu-kayu hutan sitaan yang telah diolah hasil penebangan liar di kawasan Mekar Makmur Sei Lepan Kab. Langkat, Jumat (8/1) sore. Polisi mengamankan puluhan ton kepingan dalam hutan.

Puluhan Ton Kayu Illegal Logging Disita Polres Langkat STABAT (Waspada): Puluhan ton kayu hutan hasil illegal logging disita Polres Langkat dari kawasan Sei Lepan tidak jauh dari kawasan TNGL, Jumat (8/1) sore.

Hingga Minggu (10/1) belum sepenuhnya barang bukti diangkut karena lokasi penemuan tidak terjangkau mobil dan berada di perbukitan kawasan hutan, bahkan modus lain para pelaku untuk mengeluarkan kayu-kayu dari belantara itu, dengan cara menghanyutkannya di aliran sungai. Hal itu terbukti setelah polisi

SKPD Langkat Masih Menghitung Hari…. TERKAIT Ulang Tahun Waspada yang ke 63 tahun ini, tentunya banyak pembaca khususnya yang berada di Langkat teringat tentang beberapa berita yang pernah menjadi bahan pembahasan dan kenangan terutama bagi yang terlibat dalam pemberitaan tersebut. Ada fihak yang mengacungkan jempol dan ada pula diantaranya yang tertunduk lesu, semuanya gara-gara berita. Salah berita di antaranya berjudul “ Si Tongat Dari Sei Limbat “ dimuat pada halaman satu Waspada, 7 Desember 2008. berita itu rupa-rupanya begitu mengena di hati masyarakat, karenanya Bang Tongat yang merupakan panggilan akrab Ngogesa Sitepu itu , popularitasnya terus melejit dan akhirnya setelah unggul dalam Pilkada , beliau terpilih dan dilantik pada hari Jumat 2 Februari 2009 menjadi Bupati Langkat priode 2009-2014. Pasca ditetapkannya pasangan Ngogesa Sitepu-Budiono, SE sebagai pemenang Pilkada Langkat oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Langkat, sejumlah isu negatif kembali merebak. Kali ini sejumlah nama beberapa pejabat disebut-sebut akan disingkirkan dari jabatannya. Bahkan sejumlah pejabat ada yang mengaku pasrah dan ada pula yang dikabarkan sudah mengusul untuk pindah. Menanggapi isu negatif itu, Bupati terpilih Ngogesa Sitepu

mengemukakan visi dan misi mereka untuk menyelenggarakan reformasi penyelenggaraan pemerintahanyangbersih,bukan berarti menggusur atau menyingkirkan pejabat yang tidak sehaluan. ‘’Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang tidak kompeten di bidangnyaakantersingkirdengan sendirinya,’’ tegas Ngogesa seraya menambahkan demikian pula sebaliknya terhadap PNS yang memiliki motivasi kerja serta profesional menjalankan tugas pokok dan fungsi sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku , menuju aparatur yang bersih, berwibawa dan disiplin, karirnya tentu akan diperhatikan. Ingat, lanjut Ngogesa sambil menyebutkan semboyannya “Bersama Masyarakat MembawaPerubahan LangkatMenjadi Kabupaten Terdepan “ akan terwujud bila didukung seluruh komponen masyarakat termasuk aparat pemerintahan dalam segala lini. ‘’Kita butuh dukungan masyarakat tanpa membedabedakan etnis dan sebagainya,’’ tegasnya. Walau ada penegasan demikian , sejumlah SKPD di Langkat masih tetap was-was, mereka bagaikan menghitung hari. Hal itu dapat dimaklumi mengingat jabatan yang mereka emban sudah terlampau lama, ada yang sudah di atas lima tahun , bahkan diantaranya ada yang sudah menjabat di satu instansi lebih dari 10 tahun. Beberapa kalangan di daerah ini menyebutnya sebagai raja-raja kecil di lingkungan instansinya. Nyatanya, sepanjang perjalanan pemerintahan di Langkat selama tahun 2009, setelah Ngogesa Sitepu menjadi Bupati Langkatselamasepuluh bulansepuluh hari , belum ada satupun SKPD

Waspada/Ibnu Kasir

Bupati Langkat Ngogesa Sitepu disambut sejumlah Kades ketika melakukan kunjungan kerja ke wilayah Teluk Haru belum lama ini. yang diganti. Kecuali pada dua instansi , yang satu karena pejabatnya masih pelaksana dan satu lagi karena pejabat yang bersangkutan tersandung kasus korupsi dan telah di vonis oleh PN Stabat. Walau demikian sejumlah SKPD masih tetap was-was sambil menghitung hari, betapa tidak, kalaupun belum terkena mutasi mereka dihantui dengan sejumlah kasus-kasus lama yang sewaktu-waktu meledak lagi. Perkembangan selanjutnya tentu akan menghiasi kalender 2010. Menjelang akhir tahun kemarin, Bupati Langkat Ngogesa Sitepu kembali mengingatkan sejumlah SKPD yang masih lalai, untuk menyelesaikan pertanggungjawaban,keuanganmaupun fisik dalam satu bentuk laporan pertanggung-jawabanpelaksanaan APBD dari masing-masing SKPD. Seyogyanya hal itu tidak perlu dilakukan bupati, seandainya SKPD tersebut mampu mengelola pekerjaannya secara

tepat waktu. Karenanya dalam kesempatan tersebut, lagi-lagi bupati mengingatkan aparatnya untuk mentaati hukum dalam pengelolaananggaransesuaiprosedur, transparan dan akuntable sehingga selain mengoptimalkan kinerja para SKPD juga tidak terkait dengan masalah hukum dibelakang hari. Melihat perkembangan dipemerintahan di daerah ini, sejumlah masyarakat Langkat meyakini , Ngogesa Sitepu yang baru 317 hari menjadi Bupati Langkat itu, mampu menjalankan roda pemerintahan yang baik guna mewujudkan aspirasi dan harapan masyarakat . Hal senada juga diungkapkan oleh tokoh ulama H Anwar Lufthi Kalimantan yang mengaku dulu berseberangan karena tidak mengenal sepak terjang yang bersangkutan. Sekarang kepada beliau kita berharap agar daerah ini mampu menjadi kabupaten terdepan di Sumatera Utara, ujarnya. Ibnu Kasir

juga menyita sembilan jerigen besar di kawasan Desa Mekar Makmur Sei Lepan yang berfungsi sebagai alat pengapung kayu-kayu dihanyutkan. Sebagian barang bukti masih berada di Polsek Padangtualang dan sebagian lain telah diangkut ke Mapolres Langkat untuk pengembangan. Kapolres Langkat AKBP Mardiyono yang langsung meninjau lokasi penemuan belum dapat memastikan jenis kayu yang disita, tetapi dia akui bernilai tinggi dan dilindungi. Kapolres juga menambahkan kuat dugaan mereka kayu-kayu itu diolah menjadi kepingan di dalam hutan TNGL kemudian dihanyutkan hingga lokasi tertentu dan selanjutnya diangkut menggunakan kendaraan bermotor. Sementara lokasi penemuan kemarin, merupakan lokasi ketiga yang digunakan pelaku sebelum mengangkut kayu menggunakan truk ke jalan raya. Sedangkan lokasi penebangan dan tempat menghanyutkannya belum diketahui petugas. Hal itu dibenarkan Kabag Binamitra Polres Langkat Kompol Edi Sudarsono. Meski meyakini kayu-kayu yang disita

berasal dari TNGL, lanjut Edi, mereka tidak gegabah mengambil sikap didasari medannya di belantara serta keterbatasan personil. Karena itu tidak tertutup kemungkinan Polres Langkat akan berkordinasi dengan Poldasu untuk pengembangan sejauhmana adanya aktivitas penebangan liar lain, sebab sebelumnya Tim Poldasu pernah menyita ratusan ton kayu hutan di kawasan Sapo Padang Bahorok Kab. Langkat. Meski dalam penggrebekan kemarin tidak seorang pun pelaku ditangkap, petugas mengamankan satu mobil Hardtop tanpa plat pengangkut 267 keping kayu yang ditinggal pelaku. Para ‘pemain’ hutan itu diduga mengetahui kedatangan petugas hingga buru-buru meninggalkan mobil dan berhenti beraktivitas untuk menyelematkan diri. Terlepas, saat disinggung belum adanya pelaku yang ditangkap dalam penyitaan kayu kemarin apakah terkait jaringan OG yang merupakan buronan Poldasu kasus illegal logging, Kabag Binamitra belum dapat memastikannya. (a38)

Eksekusi PTPN 2 Kangkangi PN Lubuk Pakam MEDAN (Waspada): Eksekusi yang dilakukan petugas PTPN II terhadap rumah asisten Kebun Tandem Hilir di Jalan Kebun Bary, DusunXVIII,DesaMuliorejo,Kec.Sunggal,Kab.Deliserdangkangkangi PN Lubuk Pakam. “Eksekusi yang dilakukan PTPN II hanya sepihak karena pihaknya sudah mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Negeri Lubuk Pakam sesuai Daft. Reg: 02/PDT.6/2010/PNLP tertanggal 4 Januari 2010,” jelas Ir MaludinTarigan yang menjadi korban kesewenang-wenangan PTPN II kepada wartawan, Jumat (8/1). Seharusnya kata Maludin Tarigan, kalau mau dilakukan eksekusi pihak PTNP II harus menunggu putusan PN Lubuk Pakam. Kalau sudah berkekuatan hukum tetap silahkan dilakukan eksekusi.“Apalagi saatiniPresidenSBYsedanggencar-gencarnyamenegakkansupremasi hukum, sepertinya tidak direspon PTPN II dalam hal ini Direktur SDM Tambah Karo-karo melalui Manajer Kebun Sei Semayang Jhon Ismet yang terang-terangan telah mencemarkan instruksi presiden,” jelas Tarigan. Akibat tindakan sewenang-wenang tersebut lanjutTarigan, telah menimbulkan efek terhadap anak dan isterinya yang sekarang ini terlantar akibat eksekusi yang dilakukan PTPN II. “Dimana rasa kemanusian dari PTPN II yang seharusnya melindungi karyawannya malah sebaliknya. Ada apa ini. Eksekusi seperti dipaksakan,” tanya Tarigan. “Alasan eksekusi yang dilakukan PTPN II itu hanya karena saya sudah pindah tugas ke Kwala Madu dan dimutasi lagi ke Kebun Tandem Hilir,” katanya. Mengenai alasan mereka mengajukan gugatan ke PN Lubuk Pakamkarenarumahpermanenituberdiridiatastanahseluas4.880m2 sudah diluar HGU PTPN II dan tidak diperpanjang sejak 7 Juni 2000. (m39)

Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai Beserta Jajarannya Mengucapkan

Jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Serdang Bedagai Mengucapkan

HARIAN WASPADA HARIAN WASPADA “Semoga Harian Waspada dapat mewujudkan Good Media dan menjadi sumber penerang bagi pemerintah dan rakyat” Dari:

Dr s. H. Rif ai Bakri Tanjung Drs Rifai anjung,, MAP Kepala Dinas

“Semoga Harian Waspada dapat mewujudkan Good Media dan menjadi sumber penerang bagi pemerintah dan rakyat”

Dari:

Ir adi, MSi Ir.. HT HT.. Er Errr y Nur Nuradi, Bupati

Ir man Ir.. H. Soekir Soekirman Wakil Bupati

Dr s. H. Haris F adillah, MSi Drs Fadillah, Sekdakab


Sumatera Utara

26 Ketua PG Sumut Restui Zainuddin Purba BINJAI (Waspada): Ketua Partai Golkar Sumatera Utara H Syamsul Arifin, SE mempersilakan kader PG di DPD II se Sumatera Utara menjadi kandidat Ketua PG. Apabila sesuai syarat ditentukan partai. Hal itu dikemukakan Zainuddin Purba, SH usai bertemu dengan ketua terpilih DPD Partai Golkar Sumut H Syamsul Arifin di rumah dinas gubernur Jalan Jenderal Sudirman Medan Jumat malam (8/ 1). MenurutZainuddinPurbayangjugaanggotaDPRDBinjai,Syamsul selaku Ketua PG Sumut tidak dapat melarang dan menyuruh caloncalon untuk mau menjadi Ketua DPD PG di daerah. Ketua DPD PG Sumut H Syamsul Arifin juga merestui Zainuddin Purba untuk calon Ketua DPD PG Kota Binjai. Zainuddin Purba, SH yang akrab dipanggil dengan Ucok Zahar Minggu (10/1) mengucapkan syukur adanya dukungan dari H Syamsul Arifin selaku ketua terpilih PG Sumut dan H Akbar Tanjung selaku Ketua Dewan Pertimbangan DPP PG. Zainuddin Purba mengemukakan, Partai Golkar Binjai harus dipimpin kader potensil, yang dapat mempersatukan gejolak agar tidak berkepanjangan. Zainuddin mengakui PG Binjai punya beban dan tanggungjawab yang besar saat ini dan terimbas kepada aparat pemerintahan dan masyarakat. (a03)

Rapat PAC PDI-P Tertunda Dua Kali Anggota Partai Terlantar KISARAN (Waspada): Rapat Pimpinan Anak Cabang Partai Demokrasi Perjuangan (PDI-P) untuk memilih kandidat Ketua DPC, DPD dan DPP tertunda sebanyak dua kali, sehingga anggota rapat terlantar, Minggu (10/1). “Rapat ditunda dua kali, akibat utusan dari DPD tidak hadir,” ujar Ketua PAC Kec Airjoman, Sukri dikonfirmasi Waspada di Kantor DPC PDIP Jalan Akasia, Kisaran. Menurutnya, rapat tersebut dimulai sejak Sabtu (9/1), namun tertunda, karena salah satu anggota DPD datang terlambat dan menyatakan rapat tersebut tidak melalui mekanisme yang berlaku. “Rapat tidak melanggar peraturan, karena semua anggota PAC sudah datang dan salah satu pimpinan sidang dari DPD Efendi Napitupulu sudah hadir, maka rapat itu kami mulai,” kata Sukri. Meskipun tertunda, lanjut Sukri, rapat itu telah memutuskan suaradelapanPACuntukmengusungcalonkandidatuntukmenduduki jabatan ketua DPC Kab Asahan, dan lima PAC sisanya ditunda hingga Minggu (10/1). “Namun saat rapat yang kedua, tidak seorangpun utusan dari DPD yang hadir untuk memimpin rapat, sehingga rapat kembali tertunda, dan kami di sini terlantar bagaikan anak kehilangan induk,” ujar Sukri. Senada dengan Ketua PAC Kec. Buntupane, Rasiman menyatakan, kekecewaannya kepada anggota DPD yang tidak hadir dalam acara tersebut, padahal mereka mempunyai peran penting untuk menuntun partai ini dalam mengisi pembangunan, tapi mereka sendiri yang tidak konsisten. “Pada rapat kedua, tanpa alasan tidak satupun di antara mereka hadir untuk memimpin rapat, padahal DPD itu besar karena ada DPC dan PAC yang terus perjuangkan mereka,” kata Rasiman. Tiga Kandidat Rasiman menjelaskan, pada rapat Sabtu (9/1) ada tiga kandidat yang terpilih dicalon menjadi Ketua DPC PDI-P Kab. Asahan dari lima nama yang terdaftar, tiga kandidat itu diputuskan oleh delapan dari 13 PAC yang ikut rapat tersebut dan selebihnya akan diputusakan pada rapat lanjutan Minggu (10/1), namun rapat itu juga tertunda, sehingga lima suara PAC masih ngambang, karena belum diputuskan. “Calonyangdiputuskan,WinarniSupraningsimendapatdukungan empat PAC, kemudian disusul Armen Margolang dan Symsuddin Lubis masing-masing mendapat dua dukungan PAC,” jelas Rasiman. Sementara calon kandidat ketua DPC PDI-P Kab Asahan Winarni Supraningsi dikonfirmasi Waspada menyatakan, keke-cewaannya, karena utusan DPD tidak konsisten pada rapat. “Peserta rapat sudah hadir semua, dan berjalan dengan lancar dibawah pimpinan rapat Efendi Napitupulu, karena pengurus DPD, Syamsul Hilal datang terlambat, dan menuduh rapat menyalai mekanismen, sehingga rapat itu tertunda,” jelas Winarni. Pantauan Waspada, sejumlah utusan PAC terlantar menunggu pimpinan sidang yang tidak kunjung datang, sehingga mereka beranggapan DPD kurang bertanggung jawab atas berjalannya rapat tersebut, dan PAC yang belum memutuskan suaranya Kec Meranti, Buntupane, Tanjungbalai, Airjoman dan Sikepayang masih mengambang. (csap)

Waspada/Ist

Pelantikan PKC Hikmah Kec. Sunggal Sukses

Senin 11 Januari 2010

Selamatkan Hutan Di Asahan KISARAN (Waspada): Aktivis Lingkungan Zasnis Sulungs mengharapkan adanya gerakan dan political will pemerintah dalam menyelamatkan hutan di Kab. Asahan. Hal ini disampaikannya menanggapi visi dan misi kandidat bakal calon Bupati Asahan 20102015 Partai Demokrat di Hotel Bumi Asahan, Sabtu (9/1). “Saya heran mengapa keempat bakal calon Bupati tidak mencantumkan program pelestarian lingkungan di dalam visi dan misinya,” cetus Zasnis Sulungs yang juga mengkritisi tidak adanya pointer kebudayaan di dalam visi dan misi itu. Keempat kandidat bakal calon Bupati Asahan 2010-2015 yang menyampaikan visi dan misi di Partai Demokrat terdiri dari H Taufan Gama Simatupang, H Sahlan Idris, Hj Helmiati dan H Irwan Zaini. Panelis Zasnis Sulungs dari unsur LSM, Mustafowiyah unsur DPW Partai Demokrat Sumut dan Anshoruddin Harahap unsur akademisi. Mustafowiyah menekankan isi visi dan misi kandidat bakal calon dimaksud nyaris sama. “Artinya semua ingin membangun Asahan. Apa yang dilihat dan digambarkan ke empat kandidat sama seperti yang saya lihat kondisi Asahan saat saya kampanye sebagai caleg pemilu 2009,” tandas Mustafowiyah. Berjuang Kandidat Hj Helmiati yang juga Ketua TP-PKK Asahan dan anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Sumut menyatakan tidak memasukkan pointer lingkungan dan kebudayaan ke dalam visi dan misinya tetapi sudah melakukan kegiatan nyata berkaitan dengan hal itu dan akan terus memperjuangkan kelestarian lingkungan serta kebudayaan. “Saya tahu persis apa yang diperjuangkan suami saya yang arif dan bijaksana dalam gera-

kan sejuta pohon yang juga didukung langsung di lapangan oleh TP-PKK Asahan. Bahkan di kawasan Taman Wisata Budaya Sei Rengas bakal diwujudkan Miniatur Asahan terdiri dari rumah adat berbagai etnis. Sampai penghujung masa jabatannya Risuddin tetap berjuang untuk kemajuan Asahan, seperti kerjasama dengan Malaysia mewujudkan lembaga pendidikan tinggi internasional dan rumah sakit Islam internasional di Asahan, pembangunan Masjid Agung yang didukung H Aburizal Bakrie, dan lain-lain kepentingan publik. Ini akan saya lanjutkan jika diberi kepercayaan memimpin Asahan,” tandas Hj Helmiati. Disebutkan Pemkab Asahan sedang mengupayakan lahan 200 hektar untuk kerjasama pendidikan dan kesehatan dengan Malaysia. “Saya sudah perjuangkan berdirinya SMK Kelautan di Asahan, dan itu membutuhkan lahan dua hektar saja,” tandasnya. Hj Helmiati mengajak semua pihak tidak memvonis satu sama lain masing-masing kandidat, termasuk mencari kelemahan kepemimpinan dan pembangunan yang telah dilakukan Bupati Asahan. “Siapa yang tidak menginginkan semua jalan mulus di Asahan? Tetapi masalahnya tidak sesederhana itu,” cetus Hj Helmiati. Sebagai anggota DPRD Sumut Hj Helmiati mengaku sudah berjuang mengajukan berbagai usulan ke Pemprovsu untuk kemajuan pembangunan Kabupaten Asahan, tahun 2010 ini sejumlah ruas jalan di Asahan akan ditingkatkan kualitasnya oleh Pemprovsu. Sebagai kandidat bakal calon Bupati Asahan 2010-2015 Hj Helmiati mengusung visi “Mewujudkan Masyarakat Asahan yang Maju, Bermartabat, Demokratis, Merakyat, Mandiri dan Sejahtera”. Misinya terdiri dari bersama rakyat melanjutkan tata pemerintahan, pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan

yang lebih maju, lebih bersih, lebih cepat, lebih baik dan lebih sejahtera. Peningkatan dan pemberdayaan kualitas sumberdaya IPTEK dan IMTAQ masyarakat kabupaten Asahan, penguatan dan pemberdayaan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat berbasis kerakyatan dengan memprioritaskan sektor pertanian dan kelautan, terwujudnya pemerintah yang baik, bersih, jujur, adil dan profesional, meningkatkan pelayanan dan pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan dengan memprioritaskan pendidikan dan kesehatan., peningkatan kualitas sumberdaya perempuan dan keluarga, meningkatkan kemampuan dan pemberdayaan desa/kelurahan melalui peran aktif pemerintah desa/ kelurahan, BPD, LPM, PKK, Karang Taruna dan RT/RW, meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan membuka lapangan pekerjaan seluasnya. Total Kandidat bakal calon Bupati Asahan H Irwan Zaini menegaskan dirinya masih punya 13 tahun lagi masa dinas di militer tetapi meminta pensiun dini agar dapat ikut sebagai peserta Pilkada Asahan. “Saya ingin perubahan total di Kabupaten Asahan,” tegasnya. Sedangkan H Sahlan Idris Brigjen (Purn) TNI mengaku terpanggil untuk membangun Kabupaten Asahan. “Apa yang sudah baik kita tingkatkan, sedangkan yang belum baik akan kita perbaiki. Mari kita lanjutkan yang tertunda,” ujar kandidat bakal calon Bupati H Taufan Gama Simatupang. Usai penyampaian visi dan misi yang dihadiri Bupati Asahan Drs H Risuddin, MSi dan dibuka Ketua DPC Partai Demokrat Asahan Arif Fansuri Nasution, Hj Helmiati menghadiri Syukuran Menyambut Tahun 2010 Masyarakat Batak Sei Lobah kecamatan Sei Kepayang. Masyarakat di sini menyampaikan dukungan penuh kepada Hj Helmiati. (a10)

Waspada/Iwan Has

DIHOTMIX: Ini salah satu ruas jalan lintas pantai Desa Suka Maju, Kec. Tanjungtiram termasuk yang ditingkatkan menjadi hotmix dalam APBD 2009 oleh Pemkab Batubara. Dari jalan ini bisa terus ke Desa Bagan Dalam, Limalaras dan Ujung Kubu dan keluar ke Jalinsum Sei Balai maupun jalan lintas pantai Air Joman dan Bagan Asahan Tanjungbalai.

Jalan Lintas Pantai Di Batubara Mulai Terbenahi “SEKARANG jalan di kampung sudah hotmix setelah mendapat peningkatan ruas jalan dalam APBD 2009,’’ sebut Mawardi, seorang warga Desa Simpangsianam, Desa Guntung, Kec.Limapuluh, Kab Batubara kepada Waspada, Sabtu (9/1). Ruas jalan desa itu sebelumnya mengalami kondisi kerusakan parah sulit dilalui karena ratarata berlubang dan sudah terbilang tahunan dirasakan masyarakat. ‘’Saya saja sering mendorong kereta (sepeda motor) karena mengalami bocor ban akibat melindasi serpihan batu jalan yang rusak. Belum lagi musim panas badan jalan menebarkan abu yang dapat menimbulkan batuk maupun penyakit saluran pernapasan. Sedangkan di musim penghujan jalan berair dan becek sulit dilalui. Namun fenomena ini sudah berlalu dan arus transportasi kini mulai lancar karena ruas jalan sudah diperbaiki dan ditingkatkan dari aspal biasa menjadi hotmix sepanjang hampir 1 km menuju Desa Pematangpanjang,’’ ujar Mawardi yang sehari-harinya bekerja sebagai penarik ojek (RBT). Masyarakat menyambut gembira dengan dilakukannya peningkatan ruas jalan oleh Pemkab Batubara sebagai langkah mendukung roda

perekonomian masyarakat. Ruas Jalan Simpangsianam Desa Guntung merupakan salah satu dibenahi dalam APBD 2009 karena dapat menghubungkan jalan lintas pantai Desa Perupuk dan Gambus Laut, Kec. Limapuluh yang direncanakan sebagai pusat pemerintahan Kab. Batubara menghubungkan ke Jalinsum lewat dari Simpang Gambus. Begitu juga ruas jalan Desa Perupuk sebagian telah dihotmix dan dibenahi bersamaan dengan Jalan Manunggal Desa Padang Genting dan Ujung Kubu, Suka Maju Kec. Talawi dan Tanjungtiram yang bisa terus keluar ke Jalinsum Sei Balai dan Sei Bejangkar maupun ke jalan lintas pantai Air Joman dan Bagan Asahan Tanjungbalai. Pembenahanjalandaratpadakabupatenpemekaran dari Asahan itu sudah mulai menunjukan kemajuan dalam satu tahun kepemimpinan OK Arya Zulkarnain, SH. MM sebagai Bupati Batubara yang berhasil dipilih rakyat melalui jalur independen pada Pilkada 2008 lalu dan masih mempunyai waktu panjang untuk mengisi berbagai sektor pembangunandiBatubaraagardapatsejajardengan kabupaten lain di Sumut sebagaimana harapan bersama. Semoga. Iwan Has

Pemerintah K abupa ten Ka upaten Ba tubar a Batubar tubara Mengucapkan

Transparansi PDAM TSP Dituntut Konsumen KISARAN ( Waspada): Transparansi atau keterbukaan PDAM Tirta Silau Piasa (TSP) Kisaran dituntut konsumen, terkait hingga saat ini pendistribusian air masih tergendala. “Kita tidak tahu mengapa PDAM tertutup, sehingga terkesan tidak peduli dengan keadaan,” ujar Ilham Tanjung, 45, warga Jalan Malik Ibrahim, Kisaran kepada Waspada, Minggu (10/1). Oleh sebab itu, katanya, dia

dan warga lainnya meminta PDAM untuk terbuka, agar masyarakat tahu penyabab tergendalanya pendistribusian air kepada konsumen. “Keterbukaan itu sangat penting, karena kami mempunyai hak untuk menuntut itu,” kata Tanjung. Senada dengan hal itu, Suheri, 35, warga Jalan Diponegoro, Kisaran menyatakan, air di wilayahnya sering padam, sehingga keluarganya kerepotan mendapatkan air. “Setiap hari

kami membeli air, karena air dari PDAM sering padam, dan bila hidup, airnya berkarat sehingga tidak bagus digunakan,” kata Suheri. Pantauan Waspada, hingga saat ini hampir seluruh Kota Kisaran tidak mendapatkan air bersih yang disalurkan PDAM TSP, dan penyebab kendala itu masih misteri. Ditambah lagi pihak PDAM terkesan tertutup dan tidak peduli dalam memberikan informasi. (csap)

Honor TKS Dinkes Labura Disunat Zulyaden Lubis (kanan) saat menerima bendera pataka dari pengurus PD HIKMA Kab. Deliserdang Drs H Jafar Nasution.

WASPADA

AEKKANOPAN (Waspada): Oknum staf kepegawaian Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) Har diduga memotong honor tenaga kerja sukarela (TKS) yang bertugas di dinas itu. Menurut beberapa TKS kepada Waspada, Kamis (7/1), beberapa hari sebelumnya Pemkab Labura memberikan honor TKS sebesar Rp400.000 perbulan selama tujuh bulan. Namun, katanya, honor selama tujuh bulan itu tidak penuh mereka terima melainkan hanya Rp1.800.000. “Seharusnya kami menerima honor Rp2.800.000 tetapi yang diberikan hanya Rp1. 800.000,” kata salah seorang TKS yang tidak ingin disebutkan namanya dan menambahkan, mereka tidak berani melakukan protes karena takut diberhentikan. Dikatakannya, honor yang

kecil itu sangat bermanfaat bagi mereka yang memiliki pekerjaan sama seperti pegawai negeri sipil, tetapi itupun dipotong hampir setengah. “Untuk menghemat biaya hidup saja, setiap hari kami harus membawa makanan dari rumah karena kalau makan siang di warung biayanya besar,” ujarnya dan meminta Bupati Labura menindak tegas oknum yang tega memotong honor mereka. Sementara informasi lain yang diterima Waspada, tenaga TKS di Dinas Kesehatan Labura berjumlah sekira 60 orang namun yang mendapatkan honor sekira 20 orang. Di tengah masyarakat berkembang informasi, TKS yang akan mendapatkan honor itu harus mengeluarkan uang jika tidak maka TKS tidak mendapatkan honor. Pejabat berwenang di Kabupaten Labura diminta mengusut dugaan pengutipan uang

SUNGGAL (Waspada): Untuk mempererat tali persaudaraan sesama warga Mandailing di Sumatera Utara, khususnya di Kec. Sunggal,Deliserdang,HimpunanKeluargaBesarMandailing (HIKMA) menggelar pelantikan HIKMA PKC Kec. Sunggal di lapangan Jl. Sei Mencirim, Desa Payageli, Kec. Sunggal, Deliserdang, Minggu (10/ 1) sekira pukul 10:00. Hadir dalam pelantikan itu Pimpinan Daerah (PD) HIKMA Sumut, PD HIKMA Kota Medan, PD HIKMA Kab. Deliserdang, PD HIKMA Kota Binjai, PD HIKMA Medan Johor, PD HIKMA Medan Tembung, Camat Sunggal, Muspika dan utusan Bupati Deliserdang. Pelantikan itu berdasarkan surat keputusan No. 02/SKEP/HIKMA DS/VII/2009, duduk sebagai pengurus HIKMA Kec. Sunggal periode 2009-20011, Ketua Zulyaden Lubis, SH,Wakil Ketua Simin Saparuddin, M. Ruslan Ritonga, Musli Lubis, Bendahara Abdul Hadi Nasution, Sekretaris Sorian Nauli Nasution, Seksi Keagamaan Ja’far Hasibuan, Seksi Organisasi/Kaderisasi Rabiah Lubis, Seksi Humas Syam-sul Harahap, Seksi Olahraga ThantawiHarahap,SeksiBantuan Hukum Edy Setiawan Lubis serta Seksi Keamanan Nazaruddin Rangkuti. Selain itu, H. Marasonang Siregar dan Syamsir Alam NasuMengucapkan tionditetapkanjugasebagaiKetua Dewan Pembina, Wakil Apitu Syarul Effendi, Ridwan Hasibuan, SekretarisTurman Nasution serta M. Ali Aman Lubis. Zulyaden Lubis dalam sambutannya mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat yang ikutmendukungacarapelantikan itu. Zulyaden juga mengajak seluruh anggotanya untuk saling menopang agar HIKMA di Kec. Sunggal semakin berkembang “Semoga Harian Waspada dapat mewujudkan Good Media dan tertap terbina. Disampingitu,Zulyadenjuga dan menjadi sumber penerang bagi pemerintah dan rakyat” mengimbau seluruh pengurus serta anggotanya untuk menjaga situasiKamtibmas,salingbekerjasama dengan masyarakat di sekitarnya agar tetap aman sesuai memahami AD/ART HIKMA Kepala Dinas yang sudah ada. (m43)

Dinas Pekerjaaan Umum Kabupaten Nias Beserta Seluruh Staf

HARIAN WASPADA Ir o Ze bua Ir.. Lakhomizar Lakhomizaro Zeb

agar TKS bisa mendapatkan honor dan oknum yang melakukan pemotongan honor TKS serta melakukan tindakan tegas agar permainan seperti itu tidak terulang kembali. Staf kepegawaian Dinas Kesehatan Har, ketika ditanyakan melalui pesan singkat (SMS) mengenai pemotongan honor TKS tersebut, tidak memberikan jawaban. (a29)

HARIAN WASPADA “Semoga Harian Waspada dapat mewujudkan Good Media dan menjadi sumber penerang bagi pemerintah dan rakyat” Dari OK Ar y a Zulkar nain, SH, MM Bupati

PEMERINTAH KABUPATEN NIAS Mengucapkan

HARIAN WASPADA “Semoga Harian Waspada dapat mewujudkan Good Media dan menjadi sumber penerang bagi pemerintah dan rakyat” Dari Binahati B Baeha, SH Bupati Nias

Rasali Zalukhu, SAg Ketua DPRD Nias

Dade Ruskandar, SH,MH Kajari Gunungsitoli

Letkol Inf. Drs. H. Sinaga Dandim 0213 Nias

AKBP Wawan Munawar, S.Ik, M.Si Kapolres Nias

Togar Simamora, SH, MH Ketua PN Gunungsitoli

Temazaro Harefa Wakil Bupati Nias

Marthinus Lase, SH Sekda Kab. Nias

Ny. Lenny Baeha Ketua TPP PKK Kab. Nias

Ny. Anna T.Harefa Wakil Ketua TP PKK Kab.Nias

Ny.Fati M. Lase Ketua DWP Kab. Nias


27

Sumatera Utara

WASPADA Senin 11 Januari 2010

Bupati Madina Tinjau Kantor Bank Sumut Panyaloting

Mantan Anggota DPRD Paluta Pertanyakan Perubahan P-APBD 2009

PANYABUNGAN (Waspada): Bupati Madina H Amru Daulay, SH meninjau pelayanan kantor kas PT Bank Sumut di kompleks perkantoran Pemkab Madina, Selasa (5/1). Peninjauan itu menyusul diresmikannya pembukaan kantor layanan kas itu oleh Asisten Tata Praja Drs Amru Rangkuti, Senin (28/12) lalu. Bupati Amru Daulay ketika itu sedang tugas di luar Madina, sehingga dia berkeinginan kantor layanan kas ini benarbenar bisa meningkatkan pelayanan kepada ribuan pengawai di lingkungan Pemkab Madina ini,” ujar Kabag Humasy Pemkab Madina Ansor Nasution kepada Waspada yang ikut dalam peninjauan itu. Amru Daulay didampingi Pemimpin Cabang Bank Sumut Panyabungan H Hifsan Lubis berharap, agar kantor layanan kas yangadadiperkantoranPemkabMadinaitubenar-benarmemberikan kontribusioptimalkepadapengawaisesuaifungsinyadenganbeberapa produk dana dan jasa perbankan. Menurutnya, Bank Sumut Panyabungan harus tetap hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan jasa perbankan,sehingga menjadi perusahaan jasa perbankan yang memiliki kinerja terbaik di daerah itu. Pemimpin Cabang Bank Sumut Panyabungan Hifsan Lubis kepada Waspada mengatakan, kantor kas ini hadir untuk meningkatkan peran pembangunan ekonomi masyarakat dan kebutuhan transaksi keuangan utamanya pada lingkungan kantor bupati.(a24)

GUNUNG TUA (Waspada): Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (P-APBD) Kab. Padanglawas Utara tahun anggaran 2009 yang naik berkisar Rp2 miliar, dipertanyakan anggota DPRD yanglamakarenatidakmelaluirapatparipurnasebagaimanamestinya. “Kita tidak mengetahui adanya perubahan P-APBD itu, yang kita ketahui hanya berjumlah Rp12.183.047.267, karena itu perubahan yangdilakukantidaksahdanmerupakanperbuatanmelawanhukum,” kata Ismail Hasibuan, SPdI, mantan anggota DPRD Paluta periode 2008-2009 kepada Waspada, di Gunung Tua, Senin (4/1). Dijelaskan, segala perubahan harus melalui persetujuan anggota DPRD yang lama, karena pertanggungjawaban hukumnya. Masa perubahan sebanyak Rp2 miliar kita tidak mengetahuinya, tanggung jawabnya kepada siapa dong,’’ ujar Ismail Sekretaris DPD Golkar Paluta itu. Di samping itu, Abul Keyis, mantan anggota Panggar DPRD sebelumnya mengutarakan, kita keberatan dengan hal itu karena menyalahi ketentuan, sebab perubahan dilakukan tanpa melalui persetujuan rapat paripurna, katanya. Pasalnya, ujar Abul Keyis, bila mengacu pada Permendagri No. 13 tahun 2006 tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah, di mana dalam salah satu pasalnya disebutkan bahwa pengesahan P-APBD harus ditandatangani oleh unsur pimpinan DPRD. Padahal, yang kita ketahui saat penandatanganan dilakukan jumlahnya hanya berkisar Rp12 miliar, kenapa tiba-tiba berubah menjadi Rp14 miliar,” ungkap Keyis. Sedangkan, Erwin Siregar, SH, yang juga mantan anggota DPRD menambahkan, jika ada yang mau diubah harus melalui persetujuan paripurna DPRD, itu cacat hukum dan merupakan tindak pidana,” sebutnya. Di tempat lain, Khoiruddin Siregar, mantan Ketua DPRD Paluta periode 2008-2009, dimintai tanggapannya akan hal itu mengungkapkan, terjadinya perubahan karena adanya beberapa kesalahan sehingga harus dikoreksi dan mendapat perbaikan dan itu bukan kesalahan prosedural,” ujarnya. Menurutnya, hal itu lumrah terjadi, karena setelah adanya ketetapan P-APBD di tingkat kabupaten, selanjutnya akan di bawa ke gubernur, namun ternyata harus kita verifikasi. Dia mene-gaskan, itu bukanlah merupakan suatu pelanggaran hukum,” ungkap Khoiruddin. Jamil Harahap Kepala PPKAD Kab. Paluta mengomentari hal ini mengatakan, perubahan itu disebabkan adanya perbedaan perhitungan yang dilakukan, makanya ada perubahan P-APBD tahun 2009, tegasnya. (csp)

Peningkatan Perekonomian Di Madina Terkendala Insfrastruktur Jalan PANYABUNGAN (Waspada): Masalah infrastruktur jalan merupakan kendala utama dalam peningkatan sektor perekonomian di Kab. Mandailing Natal, karena sebagian akses menuju desadesa belum optimal bahkan ada yang belum terjangkau kendaraan. Demikian tokoh pengusaha muda H Aswin Parinduri kepada Waspada, Rabu ( 6/1). Dia mengaku prihatin sampai sekarang masih ada beberapa desa yang belum dapat dilalui kendaraan. Padahal dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat Madina serta mendorong pembangunan ekonomi jangka panjang yang berkeadilan juga berkelanjutan, tidak lepas dari prasarana jalan. Aswin Parinduri menjelaskan, infrastruktur jalan sudah sepantasnya menjadi perhatian serius dari pemerintah daerah, terutama di daerah-daerah tertinggal di Madina. Sebab, tanpa dibangunnya prasarana jalan, perekonomian masyarakat pasti tidak akan meningkat. Lebih lanjut Bang Win ( sapaan akrabnya ) mengungkapkan, di sejumlah kecamatan Pantai Barat Madina masih banyak desa terisolir. “Saya prihatin melihat masyarakatnya, karena masih ada desa yang transportasinya melalui sungai,’’ ujarnya. (a24)

Anggota DPRD Taput Jarang Masuk Kantor TARUTUNG (Waspada): Sebanyak 35 anggota DPRD Taput periode 2009 - 2014, pantauan Waspada, beberapa bulan terakhir setelah dilantik terkesan malas dan jarang masuk kantor. Mereka baru menampakkan wajah bila ada rapat paripurna dewan, itupun tidak seratus persen. Alasan ketidakhadiran wakil rakyat itu masuk kantor kurang jelas diketahui. Sebab badan kelengkapan dewan yaitu Badan Kehormatan Dewan (BKD) yang berwenang untuk displin anggota dewan hingga saat ini belum juga ditetapkan. “Bagaimana wakil rakyat kita dapat menampung aspirasi masyarakat, masuk kantor saja tidak. Itu namanya bohong dan bukan wakil yang setia,” ujar Harapan Silalahi anggota masyarakat di Tarutung. PantauanWaspada,dari35anggotaDPRDTaputhanyasebahagian kecil yang datang dan displin melaksanakan tugasnya di kantor. Salah satu anggota dewan, Jasa Sitompul yang taat pada displin dan penuhi janji kepada masyarakat selaku penampung aspirasi dan wakil rakyat yang setia selama empat bulan terlihat ulet masuk dan keluar kantor sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan. Jasa dalam komentarnya kepada Waspada mengatakan, kedisplinan anggota dewan masuk dan keluar kantor tergantung pada mental dan karakter. Sebab tugas ini adalah amanah dariTuhan, bukan unsur paksaan. “Yang jelas kita harus sinkronkan antara hak dan kewajiban kita sebagai anggota dewan. Tentang rekan rekan saya yang jarang masuk kantor, jawabnya tergantung hati nurani masing-masing,” ucap Jasa singkat. (c12)

Kadis PUK Taput Kuasai Beberapa Paket Proyek TARUTUNG (Waspada): Kadis PUK Tapanuli Utara Ir Tanjung Purba dikabarkan kuasai beberapa paket proyek fisik di dinas tersebut pada APBD tahun 2009. Proyek fisik dimaksud adalah beberapa paket pengaspalan jalan antar kecamatan dengan klasifikasi K-3 (PL) dengan pagu proyek Rp100.000.000 ke bawah. Upaya pengusaan paket dilakukan Kadis PUK dengan cara mengarahkan bola terhadap orang dekatnya atau yang dapat dipercaya untuk melaksanakan pekerjaan di lapangan. Cara itu dilaksanakan melalui akte perubahan di notaris oleh nama seseorang. Dan dikabarkan juga, yang melakukan pengawasan pelaksanaan proyek di lapangan adalah oknum PNS PUK Taput, tanpa ada SK yang jelas. Namun si oknum yang berinisial HT, sering muncul di lokasi proyek. Kehadiran HT seolah-olah jadi kontraktor yang seharian mengatur dan bahkan merekrut tenaga kerja pada proyek dimaksud. Hasil monitoring Waspada, beberapa bulan terakhir beberapa paket proyek yang diduga kuat dikuasai oleh Kadis PUK Taput Ir Tanjung Purba di antaranya pengaspalan jalan Panganan LomboPajak Tarutung sepanjang 100 meter. Pengaspalan jalan HutagurgurPartangga Kec. Sipoholon, pengaspalan Jalan Siarang arang- Sipahutar, Kec. Tarutung dan beberapa paket lain seperti di Parmonangan dan Siborongborong. Sebahagian besar lagi dari paket yang dikerjakan oleh orang dekat Kadis PUK itu sudah rusak parah, padahal pekerjaanya hanya baru selesai dua bulan. Terlihat badan jalan sudah ada yang bunting dan ada yang bluding, seperti Jalan Hutagurgur Sipoholon. Selain paket proyek dengan klasifikasi PL itu, Kadis PUK juga menguasai proyek swakelola yang jumlahnya Rp600 juta untuk penutupan/penyisipan jalan berlobang di Taput. Pekerja proyek tersebut juga dikerjakan orang dekat Kadis/Kruu. Namun hingga sat ini pelaksanaan paket proyek swakelola itu masih misterius. Sebab lokasi kerjanya tidak jelas diketahui. Kadis Ir Tanjung Purba beberapa kali saat dijumpai di kantornya selalu mengelak dari pertanyaan Waspada. Menyikapi hal itu, anggota DPRDTaput Jasa Sitompul dalam kritikanya menyebut, pelaksanaan proyek fisik khususnya pengaspalan jalan di Dinas PUK Taput sangat memprihatinkan. Kalau benar Kadis PUK Taput menguasai beberapa paket proyek dengan mengarahkan kepada orang dekatnya itu sudah melanggar ketentuan dan diduga kuat ada unsur “persekongkolan” dan modus itu harus ditelusuri, ujarnya. (c12)

Waspada/Eddi Gultom

BERBAHAYA: Satu unit truk colt diesel yang sarat bermuatan TBS (tandan buah segar) kelapa sawit milik PKS Adolina Perbaungan di Jl. Mayjen. T. Rizal Nurdin Perbaungan yang setiap hari melintas dapat membahayakan pengguna lalu lintas karena TBS yang dimuat di truk tanpa menggunakan jaring pengaman. Gambar ini direkam Jumat (8/1).

Warga Protes Pembangunan PLTD Telukdalam GUNUNGSITOLI (Waspada): Puluhan kepala keluarga di Jalan Lagunri Desa Orahili Fau, Kecamartan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan merasa keberatan dan protes atas pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLT) milik PT PLN. Ranting Telukdalam Cabang Nias. Mereka keberatan karena lokasi pembangunan PLTD berdekatan dengan pemukiman warga sehingga dapat mengganggu ketentraman dan gangguan polusi udara. Marthalena Duha mewakili puluhan warga kepada Waspada, Sabtu (9/1) mengungkapkan keberatan dan protes pulu-

han kepala keluarga yang berdomisili di sekitar lokasi pembangunan PLTD sudah berulangkali disampaikan baik melalui surat kepada PT PLN Cabang Nias Ranting Telukdalam maupun ke pengembang PT Bona Perkasa Sejahtera termasuk kepada DPRD Nias Selatan. Namun warga kecewa karena hingga sekarang belum ada tanggapan dari PT PLN Cabang Nias maupun dari PT Bona Perkasa Sejahtera sebagai kontraktor pelaksana dan justru tetap dilangsungkan pengerjaannya. Menurut Marthalena, mereka belum lama ini pernah berdelegasi kepada DPRD Nias Selatan untuk menyampaikan keluhan mereka. Pada delegasi yang turut dihadiri Kepala Ranting PLN Telukdalam disimpulkan pekerjaan lanjutan PLTD Telukdalam dihentikan sementara sebelum masalah dituntaskan. Kepala Ranting PLN Telukdalam bersama instansi

Kontraktor Medan Bikin Ulah Di P. Sidimpuan P. SIDIMPUAN (Waspada): PT Dipa Panalasa telah membuat ulah buruk di Kota Padangsidimpuan. Perusahaan jasa konstruksi asal Medan itu tidak menyelesaikan pekerjaan hotmix senilai Rp1.489.100.000 yang dimenangkannya pada tender lelang proyek tahun anggaran 2009. HotmixjalanjurusanBatunadua -Lopo Ujung sepanjang 1.800 meter ruas Desa Siloting tidak dikerjakannya dengan baik. Akibatnya Dinas Pembangunan UmumDaerah(PUD)menghentikan pencairan dana sampai 20 persen saja. Kadis PU Kota Padangsidimpuan Ir H Hamid Syarifuddin Lubis CES, melalui Kabid Jalan Jembatan H Kali Maulana, Jumat (8/1) membenarkan hal tersebut kepada Waspada. “Kita sudah menghentikan pencairan dana sampai 20 persen saja. Tapi Selasa (5/1) malam kemarin, pihak kontraktor mengerjakanpembangunanjalanhotmix itu lagi, padahal tahun anggaran 2009 sudah berakhir. Kita pun heran dan tidak tahu, makanya tidak mengirim pengawas lapangan ke sana,” katanya. Menurut analisa Dinas PUD di lapangan, perusahaan jasa konstruksiitusudahtidakmampu menyelesaikan pekerjaannya sesuai dengan kontrak kerja. Hingga akhir tahun anggaranpun diperkirakan tidak bisa tuntas sampai 100 persen. Makanya pencairan dana dihentikan sampai 20 persen saja. Di tempat terpisah, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota P. Sidimpuan yang membidangi pembangunan, Khoiruddin Nasution menyesalkan sikap

kontraktor luar daerah yang tidak profesional dalam pekerjaan. Ketua Fraksi Demokrat itu memperingatkan Dinas PUD agar ke depan lebih berhati-hati terhadap kontraktor luar daerah. Sehingga kejadian memalukan sekaligus menyedihkan ini tidak terulang ke depan. Walau tidak ada larangan terhadap kontraktor luar daerah untukturutbersaingdalamproses tender di mana saja. Tapi demi kemajuankotainikedepan,Dinas PUD diharap mengutamakan kontraktor dalam daerah. Itupun harus yang benar-benar mampu untuk bekerja secara profesional dan bukan asal-asalan. Jika terjadi masalah, akan lebih mudah penyelesaiannya. Sekretaris Komisi II Sopyan Harahap menyebutkan, secara langsung dia menyaksikan lanjutan pembangunan jalan itu hinggatengahmalamdansetelah berakhirnyatahunanggaran2009. Pada saat kejadian, tidak dilihatnyapihakkontraktordanpegawai Dinas PUD di lokasi, sehingga menimbulkan kecurigaan. “Pekerjaannyaasaljadi,badan jalan langsung disiram hotmix tanpa dibersihkan terlebih dahulu.Genanganairdilobangjalan langsung ditutupi dengan hotmix dan kemudian digilas. Panjang jalan yang dihotmix malam itu sekitar 200 meter,” sebut Sopyan. Dia tidak menegur para pekerja yang sibuk menghotmix jalan di wilayah daerah pemilihannya (Dapil) itu, karena dilihatnyapuntidakadadiantarapekerja itu yang patut ditanyai seputar kenapa dikerjakan malam hari, tergesa-gesa dan malah sudah lewat tahun anggaran. (a20)

Gus Dur Memiliki Kapasitas Keilmuan Terasah KIAI HAJI Abdurrahman Wahid akrab disapa Gus Dur merupakan tokoh besar yang memberikan sumbangan besar dalam dinamika perkembangan dan kemajuan umat serta bangsa Indonesia . “ Gus Dur merupakan deklarator serta teladan bagi PKB, karena dia adalah pribadi yang memiliki kapasitas keilmuan terasah dengan baik,” ujar Ketua DPC PKB Madina Khoiruddin Faslah Siregar di Panyabungan, baru-baru ini. Dia menyampaikan hal itu seusai tahlilan dan doa bersama

untuk almarhum Gus Dur, yang dilaksanakan para pengurus, kader dan simpatisan PKB Kabupaten Mandailing Natal, tiga malam berturut-turut di kantor Desa Sigalapang, Kecamatan Panyabungan. Menurutnya, kegiatan tahlilan dan doa bersama itu merupakan salah satu bukti kecintaan PKB Madina terhadap Gus Dur.” Di mata PKB Gus Dur adalah sosok yang sangat menarik walaupun terkadang sangat kontroversi. Di jiwa PKB selalu terdapat Gus Dur dan di jiwa Gus Dur terdapat PKB, sehingga antara Gus Dur dan PKB tidak dapat dipisahkan,” ungkapnya. Fa s l a h m e n j e l a s k a n , almarhum dikenal sebagai figur pembela kaum lemah, tertindas

dan minoritas, sehingga dianya disebut sebagai Bapak Pluralisme. Luasnya wawasan dan pergaulan beliau, telah membuatnya menjadi pribadi yang sangat akrab dengan berbagai perbedaan. “ KH Abdurrahman Wahid merupakan salah satu sosok langka di negeri ini, selain memiliki daya kritis juga tokoh pluralis yang menginginkan Indonesia ini benar-benar menghargai dan menjunjung tinggi kehidupan keagamaan,” tuturnya. Sementara, Jakfar Suheri Nasution selaku anggota dan Ketua Fraksi PKB di DPRD Madina dalam kesempatan itu mengatakan, Gus Dur merupakan salah seorang tokoh yang patut

kita tauladani dan jarang kita jumpai di negara ini, karena sudah banyak pemikiran-pemikiran beliau dan terobosanterobosan beliau untuk kemajuan negara dan bangsa ini. Beliau merupakan tokoh fenomenal, pluralis, humanis dan demokratis karena banyak pemikiran yang sudah diberikan kepada negara ini, kemudian tak ada yang meragukan pemikirannya, gagasannya, ke Islamannya dan pluralismenya. Banyak memori maupun jasa beliau terhadap bangsa dan negara ini termasuk di antaranya di bidang media, selain itu juga beliau selalu aktif di bidang keagamaan di Nahdatul Ulama (NU).(cpin)

terkait dan delegasi untuk duduk bersama membahas dan menyelesaikan permasalahan yang timbul akibat pembangunan PLTD Telukdalam. Selain itu Kepala Ranting PLN Telukdalam segera menyampaikan surat kepada PT Bona Perkasa Sejahtera untuk menghentikan kegiatan pekerjaan sebelum masalah diselesaikan. Merthalena mengungkapkan sebelum dilakukan pembangunan tempat mesin PLTD oleh PLN Ranting Telukdalam melalui pihak ketiga PT Bona Perkasa Sejahtera, sebelumnya warga sudah pernah menawarkan lahan tanah pertapakan tempat pembangunan PLTD di Desa Lagundri Kecamatan Fanayama dan telah di survey oleh salah seorang pejabat PT PLN Cabang Nias. Pada saat itu sudah disepakati lokasi pembangunan PLTD di atas lahan yang diberikan warga yang tidak pernah menuntut ganti rugi ditandai dengan menandatangani surat pernyataan di atas meterai. Namun belakangan ternyata PT PLN Cabang Nias melalui Ranting Telukdalam membeli lahan di tempat lain yang

berdekatan dengan permukiman warga untuk membangun tempat mesin PLTD. Mereka mempertanyakan kebijakan PT PLN Cabang Nias melalui RantingTelukdalam atas pemindahan lokasi yang dekat permukiman penduduk dengan membeli lain dan justru tidak membangun di tempat lahan yang disediakan warga dan tanpa ganti rugi. Masyarakat tidak menghalangi pembangunan PLTD ini karena merupakan kebutuhan seluruh masyarakat hanya saja PT PLN Cabang Nias harus memberikan jaminan tertulis bahwa PLTD yang akan ditempatkan di lokasi tidak menimbulkan kebisingan sehingga mengganggu ketentraman warga serta tidak mencemarkan lingkungan. Jika hal itu sudah dipenuhi maka masyarakat tidak akan menghalangi pembangunan PLTD dimaksud. Namun jika hal itu tidak pernah dipenuhi PT PLN Cabang Nias melalui Ranting Telukdalam maka apapun caranya masyarakat di sekitar lokasi terus memperjuangkan keberatan mereka, tandas Marthalena. (a35)

Warga Paluta Mengeluh Akibat Pemadaman Listrik GUNUNG TUA (Waspada): Sejumlah warga Gunung Tua, Kec. Padang Bolak, Kab. Padanglawas Utara (Paluta) dan sekitarnya mengeluhkan pemadaman listrik berkelanjutan dalam sepekan terakhir ini, ironisnya pemadaman selalu menjelang sore hingga malam. Akibatnya, hampir semua kegiatan terhenti dan sangat mengganggu aktivitas para warga. Salah seorang warga, Sarwedi, 27, kepada Waspada, Rabu (6/ 1) di Simpang Portibi, Gunung tua, mengakui padamnya listrik sepekan terakhir yang tidak beraturan sangat mengganggu aktivitasnya sebagai pengusaha. “Aktivitas saya sangat terganggu dengan pemadaman listrik sepekan terakhir di wilayah Gunung Tua ini, di mana pemadamannya tidak beraturan sehingga menggangu omset dan pekerjaan saya,” tukasnya. Keluhan yang sama juga datang dari beberapa wartawan di GunungTua mengaku sangat terganggu akibat adanya pemadaman listrik sepekan terakhir ini. Apalagi pemadamannya saat menjelang sore hingga malam sehingga saat bekerja membuat berita dan mengirim berita terganggu, ucap beberapa wartawan di Gunung Tua. Manajer PT PLN (Persero) Ranting Gunung tua, Ir Abdul Kholik Nasution, yang dikonfirmasi mengakui adanya pemadaman tersebut. “Masyarakat diminta bersabar, pemadaman listrik di Gunung Tua dansekitarnyatidakbisadihindarikarena masihadadefisitdariMedan, serta gangguan daya dari PLTU Labuhan Angin,” jelasnya. (csp)


28

Dirgahayu 63 Tahun Waspada

Parlindungan Purba, SH, MM

Harian Waspada Jadi Referensi Surat kabar Harian Waspada memang tidak asing lagi bagi Parlindungan Purba, SH, MM. Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Sumatera Utara itu merasa ada yang kurang jika belum membaca Waspada. “Setiap hari saya membaca Waspada. Dari surat kabar ini, saya mengetahui berbagai permasalahan masyarakat terutama yang terkait dengan ekonomi, kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan,” ujar Parlindungan kepada Was-

pada, Sabtu (9/1) malam. Parlindungan mengakui bahwa informasi yang diperolehnya dari Waspada selalu dijadikan referensi untuk menentukan sikap terkait dengan kepentingan masyarakat luas. Ini membuktikan bahwa Waspada selalu memberitakan apa adanya sesuai fakta dengan gaya yang lugas. Selama menjadi anggota DPD RI yang membidangi Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) pada periode sebelumnya, Parlindungan banyak mendapat informasi dan masukan dari Waspada terutama terkait dengan kesehatan dan pendidikan. “Lihat saja masalah HIV/AIDS yang jumlah penderitanya terus bertambah. Kita selalu mendapatkan informasi yang akurat disertai data-data resmi tentang perkembangan kasusnya. Dengan demikian, kita akan bisa melakukan evaluasi terhadap kinerja pemerintah dan memberi pemahaman kepada masyarakat tentang HIV/AIDS,” ujar Parlindungan. Sesuai dengan motto “Demi Kebenaran dan Keadilan”, Parlindungan menangkap adanya pesan moral dibalik motto Harian Waspada tersebut. Dengan motto ini, masyarakat diajarkan tentang pentingnya sebuah informasi yang benar sehingga tercipta suatu keadilan. “Informasi memang penting, tapi yang paling penting informasi yang diterima masyarakat adalah benar,” ujarnya. Nilai lebih lainnya, Waspada memiliki wartawan yang tersebar di berbagai daerah. “Pengalaman saya, setiap kali melakukan kunjungan ke berbagai daerah di Sumatera Utara, selalu bertemu dengan wartawan Waspada. Jadi, Waspada benarbenar sangat membantu penyampaian informasi kepada masyarakat,” tambahnya. Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 Harian Waspada 11 Januari 2010, Parlindungan berharap kiranya salah satu suratkabar tertua di Indonesia ini dapat lebih berperan dalam penyampaian informasi yang benar kepada masyarakat.(m26)

Waspada/Sahrizal

Mustafa saat mendampingi istrinya Jaemah saat terbaring di mushalla yang mereka tinggali.

Rumah Hanyut Diterjang Banjir, 9 Tahun Terpaksa Menumpang Di Musholla UNGKAPAN untung tak dapat diraih, malang tak mampu ditolakt sepertinya belum cukup menggambarkan penderitaan yang diraskan pasangan suami istri Mustafa,60 dan Jaemah,58. Ditengah hidup terpaksa menumpang di sebuah musholla selama hampir sembilan tahun lamanya setelah rumah dan isinya hanyut dibawa arus banjir, istri Mustafa sejak 2007 hingga kini terbaring lemah di musholla tersebut akibat terserang penyakit. Warga Jalan Kapten Maulana Lubis, Gang Asal, Lingkungan 15, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah itu sebenarnya sudah tidak sanggup lagi menumpang hidup di rumah ibadah tersebut, namun akibat keterbatasan ekonomi terpaksa dijalani. Menurut Mustafa, Minggu (10/1), berbagai upaya telah dilakukan agar lepas dari kesengsaraan sehingga dapat pergi dari Musholla Al Anshar di Gang Asal tersebut, namun cobaan selalu datang bertubi diantaranya isteri terserang penyakit hingga nyaris lumpuh sejak 2007. Sebagai pekerja serabutan dengan penghasilan tidak tetap, Mustafa masih harus membiayai sekolah seorang anaknya yang saat ini duduk di kelas I sebuah SMK di Medan, sementara dua dari tiga orang anak lainnya telah berkeluarga dan belum mampu membantu. Hidup Mustafa yang telah berusia 60 tahun tersebut saat ini lebih banyak diabntu oleh seorang anaknya yang juga bekerja serabutan, namun dari berbagai kebutuhan hidup hanya sebagian yang dapat dipenuhi sehingga setiap harinya mengalami kekurangan, sebutnya. Dalam kesempatn tersebut Mustafa didampingi istrinya Jaemah mengatakan awal kisah hidup menumpang di musholla tersebut terjadi ketika banjir besar akibat meluapnya Sei Deli di tahun 2001, ditengah subuh mereka mendengar jeritan tetangga sekitar meneriakkan banjir. Saat itu mereka mendiami rumah gubuk di sekitar musholla Gang Asal tersebut, dalam kondisi tergesa ditengah derasnya arus sungai Deli yang mengalir, hanya sebagian kecil barang-barang yang dapat diselamatkan sehingga seluruh bangunan rumah dan isinya termasuk televise dan lainnya hilang dibawa air. Dalam kondisi tersebut banyak warga sekitar prihatin, namun adalah daya setelah beberapa hari bantuan juga berkurang karena kondisi ekonomi warga sekitar juga tidak jauh berbeda dengan Mustafa. Bantuan tersebut tidak berupa makanan saja, namun banyak yang mengantarkan perabotan bekas dan lainnya, bantuan seperti itu hingga kini masih ada yang dilakukan warga sehingga satu persatu alat rumah tangga seperti lemari dan lainnya dimiliki walau Cuma barang bekas, katanya. Sementara itu dari pihak pemerintah tidak begitu memberi perhatian serius kecuali janji-janji yang hilang setelah beberapa bulan berlalu walaupun rumah Mustafa persis berada dibelakang Wisma Benteng yang sangat dekat dengan kantor Walikota Medan, katanya. “Namun kami tidak mengeluh kecuali cuma pasrah, karena masih banyak warga sekitar yang cukup prihatin dan selalu memberi bantuan seadanya, diantaranya kerendahan hati warga sekitar belum mengusir kami dari Musholla tersebut,” katanya. Permohonan bantuan kepada pemerintah sudah beberapa kali dilakukan tetapi hanya lewat lisan melalui kepala lingkungan, karena kami tidak mengerti kemana lagi harus mengadu, kata Mustafa. * Sahrizal

WASPADA

Senin 11 Januari 2010


WASPADA Senin 11 Januari 2010

Dirgahayu 63 Tahun Waspada

29

Kisah Hidup Kaum Wanita Penerima Bantuan Kaum Dhuafa Dari Harian Waspada PADA usia 70 tahun yang boleh disebut usia senja bagi wanita wanita sebayanya, Ny. Raini mengaku tidak mau menyerah dengan keadaan. Dia mengerjakan apa saja yang bisa dilakukan untuk menopang hidupnya asalkan halal, terakhir membantu usaha anak-anak dalam dagang jual makanan ringan.

“Sebenarnya saya ini sudah mesti pensiun, kalau dalam istilah pengawai negeri, namun saya tidak sampai hati membiarkan anakanak saya menjadi repot,” kata Ny.Raini, wanita kelahiran Padang Pariaman 70 tahun lalu ketika ditemuai di kediaman anaknya Jl. Syahbandar, Kelurahan Aur, Ke-

camatan Medan Maimun Minggu (10/1). Menurut Raini, pekerjaan yang lakukan juga sesuai dengan kemampuan dan kondisi tubuhnya yang sudah dhuafa ini. Dengan adanya kegiatan, dia tidak merasa jenuh dalam menjalani masa tuanya. Malah semakin membuat

dia khusuk dalam melaksanakan ibadah shalat. “Buktinya saya lebih banyak shalat berjamaah di masjid, dan shalat sendirian di rumah apabila dalam keadaan badan sakit sakitanm,” katanya. Sebagai wanita yang hanya mendapatkan uang dari bantuan anak-anaknya, Ny.Raini sangat terharu

berbaur gembira ketika menerima bantuan dari Harian Waspada yang meraya-kan Hari Ulang Tahun Ke-63 pada 11 Januari 2010. “Semoga bantuan Waspada dilipatgandakan oleh Allah SWT, baik kepada yang memberikan ataupun yang menerima seperti saya ini,” ujarnya.

Lain lagi dengan Rosmanidar, wanita berusia 68 tahun, warga Kampung Aur, Kecamatan Medan Maimun. Walau dalam kondisi tubuh yang mulai sakit-sakitan. wanita tua itu tetap melakukan pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga. “Hasil kerja saya itu bukan hanya untuk saya semata,

Harian

WASPADA

Semoga Harian Waspada tetap jaya dan eksis menyuarakan pembangunan di Kabupaten Deliserdang Dari: Drs. H.M. Ali Yusuf Siregar Camat Sunggal

Rahmad Sejati, S.Sos Camat Hamparan Perak

Darwin Zein, S.Sos Camat Labuhan Deli

Drs. Sariguna Tanjung, MSi Camat Lubuk Pakam

Drs H Hasbi Camat Tanjung Morawa

Dedy Maswardi, S.Sos. M.Si Camat Batang Kuis

Drs Damar Wulan Camat Pagar Merbau

M. Thahir Siagian, SE Camat Pantai Labu

Drs. Kamaruddin Camat Beringin

Tuah Malem Tarigan, SH Camat STM Hilir

Drs. Binsar TH. Sitanggang Camat STM Hulu

H Hadisyam Hamzah, SH Camat Galang

Jhonas Damanik SH Camat Bangun Purba

Drs. Zainal Abidin Hutagalung Camat Kutalimbaru

Bronsyah Girsang, SE Camat Gunung Meriah

Drs. Haris Binar Ginting Camat Pancur Batu

Drs Neken Ketaren Camat Sibolangit

Drs. Josia Gurusinga Camat Namorambe

Suryadi Aritonang, S.Sos, MSi Camat Biru-Biru

Faisal Arif Nasution,S.Sos,MSi Camat Patumbak

Drs. Citra Efendi Capah, MSi Camat Delitua

H. Syafrullah, S.Sos, MAP Camat Percut Sei Tuan

tetapi ada empat lagi cucu saya yang mesti dibiayai setelah ibunya meninggal dunia beberapa tahun lalu, dan ayahnya sudah menikah lagi,” katanya saat dijumpai terbaring di tempat tidur di rumah tetangga turunan yang baik hati menerima karena rumahnya lagi dalam kondisi tidak bagus. Sebagai wanita dari kaum dhuafa , Ny. Rosmanidar, 68, juga asal Padang Pariaman, Sumbar itu, mengaku bukan tidak mau lagi untuk beristirahat dengan menyerahkan empat orang cucu piatu itu kepada anak-anaknya, namun semua mereka juga berada dalam kesulitan ekonomi. Dia terbaring sejak tiga hari lalu, dan mengaku akan kembali pekerja seperti semula bila sudah mulai sehat. Ada suatu yang terganjal dalam pikiran wanita yang sudah ditinggal suami sejak 20 tahun lalu, yaitu apabila ajalnya pendek selagi cucucucunya itu masih dalam pendidikan dan belum bisa hidup mandiri. “Kalau itu terjadi, biarlah Allah SWT yang tahu, dan semoga umur saya panjang hingga cucucucu piatu itu tamat pendidikan dan punya masa depan,” katanya sedih dengan linangan air mata. Ketika menerima sumbangan Harian Waspada dalam memperingati HUT Ke-63, Ny.Rosmanidar yang masih terbaring di tempat tidur mengucapkan terima kasih atas perhatian pihak pimpinan Waspada dalam bentuk sumbangan diberikan kepadanya. “Uang ini akan saya bayarkan untuk biaya sekolah cucu-cucu saya yang piatu itu,” kata dengan nada yang agak terpatah-patah. Demikian pula dengan Ny. Bolawati, 75 tahun, yang tinggal di Jl.SM.Raja Gg. SM. Raja 3 Binjai Utara. Dia mengaku masa usia tuanya yang bagaikan tidak habis habis dengan penderitaan. “Saya ini disebut beruntung ya beruntung karena

Ny. Raini, kaum dhuafa sipenerima bantun HUT Ke-63 Harian Waspada tidak punya anak tanpa banyak tanggungjawab, tetapi disebut malang ya malang karena harus hidup sendirian tanpa anak dan tanpa suami yang sudah duluan meninggal,” katanya ketika dijumpai di rumah anak sepupuh di kawasan Medan Maimum Minggu (10/1). Jadi, katanya, dalam kondisi badan yang sudah sakitsakitan itu dia sering tertanyatanya dalam hati kemana dirinya mesti ditumpangkan. Bagi wanita asal Sumbar yang mengaku merantau ke Medan dibawah keluarga, dia merasa tidak betah tinggah di rumah seharian walaupun dalam kondisi tubuh yang sakit-sakitan. “Alhamdulillah, selain bisa melaksanakan ibadah shalat tetapi masih ada anak sepupuh yang juga sebagai anak angkat bisa dijadikan obat karena bisa merawat diri saya yang dalam kondisi seperti ini,”kata Ny. Bolawati yang mengaku cukup panjang kisah perjalanan hidupnya mulai dari daerah asal sampai ke daerah rantau. Dia sangat berterima kasih dengan mengucapkan rasa syukur kehadhirat Allah SWT saat menerima bantuan sebagai kaum dhuafa dari Harian Waspada yang memperingati HUT Ke-63 pada Senin 11 Januari 2010. “Semoga Harian Waspada tetap maju dan para pimpinannya diberikan kesehatan dan kekuatan,”kata Ny. Bolawati saat menerima sum-bangan dari Harian Waspada Minggu (10/1).

Dr.Aidi Yursal, SS.Ing mewakili pimpinan Harian Waspada dan Ketua Panitia HUT Ke-63 HUT Harian Waspada, menyerahkan bantuan Minggu (10/1) kepada Ny.Rosmanidara, salah seorang kaum dhuafa, saat terbaring di tempat tidur karena sudah beberapa hari sakit walau pun ingatan masih pada empat cucu piatu yang menjadi tanggungjawabnya.

Dr. Aidi Yursal, SS.Ing mewakili pimpinan Harian Waspada dan Ketua Panitia HUT Ke-63 Harian Waspada, menyerahkan bantuan kepada Ny. Bolawati sebagai kaum dhuafa di kediaman anak sepupuh di kelurahan Aur, Medan Maimun Minggu (10/1).

H. Erwis Ei Pauja Lubis, SH. MAP Waspada Tingkatkan Wawasan

H. Sjafaruddin, SH Kadis

MEMBACA Waspada ada sesuatu yang tak terkatakan, kemudian rasa itu mengikat minat sehingga kita merasa de-kat dan setiap hari harus me-nemukannya. Kadis Tenaga Kerja Kabupaten Asahan H. Erwis Edi Pauja Lubis, SH. MAP (foto) menyatakan hal itu kepada Waspada, Minggu (10/1) di Ki-saran. “Membaca Waspada tidak saja mampu meningkatkan wawasan, tapi juga membuka cakrawala berpikir dan bekerja,” tutur Erwis sembari mengakui Waspada merupakan salah satu bacaan referensi wajib baginya. Sajian koran ini, kata Erwis, memiliki spesifikasi atau ciri khas tersendiri, khususnya edisi Minggu yang memuat banyak inovasi sehingga enak dan perlu dibaca oleh seluruh unsur sebuah keluarga. Sudut pandang tajuk Waspada, menurut Erwis acapkali mengarah pada titik target permasalahan sehingga wayout yang muncul terasa mengena dan memang sangat relevantif sekali, membuat betah membacanya berulang-ulang. Erwis yang juga mantan Ketua PPM Kabupaten Asahan itu berpesan, untuk HUT ke-63 Waspada adalah kewaspadaan terhadap eksistensi antar internal Waspada maupun regenerasi pembacanya. Ketua Pengcab PSSI Asahan yang sukses sebagai menejer PSSA Asahan masuk ke Divisi I Liga Indonesia tahun lalu itu mengaku tidak pernah melewatkan membaca Waspada, khususnya halaman olahraga. � Nurkarim Nehe


Dirgahayu 63 Tahun Waspada

30

WASPADA

Senin 11 Januari 2010

PEMERINTAH KOTA LANGSA Mengucapkan:

Harian

WASPADA

Harian

WASPADA

Semoga semakin jaya dan eksis mengemban misinya.

Dari:

Tertanda:

Dra Hj. Asmidiana, MPd

Drs H. Syafrizal

Cut Yusminar, A.Pi

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan & Keluarga Berencana (BPP-KB) Kota Langsa

Kepala Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kota Langsa

Kepala Dinas Kelautan, Perikanan Pertanian Kota Langsa

Drs H. M. Yunus Ibrahim, M.Pd

Ir. H.T.M. Tarkun, MM

Syahrul Thaib SH, MAP

Kepala Kantor Departemen Agama Kota Langsa

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Langsa

Kepala Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan Kota Langsa

Wabup Aceh Utara:

Semangat Pendiri Waspada Melekat Di Generasi Penerus HARIAN Waspada cepat tanggap terhadap persoalan Aceh, kata Wakil Bupati (Wabup) Aceh Utara, Syarifuddin, SE (foto). Ditemui di Pendopo Aceh Utara, Jl. Merdeka Lhokseumawe, baru-baru ini, Syarifuddin yakin, hati masyarakat Aceh tetap melekat terhadap surat kabar tertua di Sumatera ini. Ia mengaku sejak kecil mengikuti sejarah Waspada, lewat tulisantulisan (artikel) yang disajikan. Wabup Aceh Utara, juga mengakui mengenal banyak tentang pendirinya, berikut eksistensi H. Mohammad Said (alm), seiring buku karangannya ‘Aceh Sepanjang Abad’. Pada masa perjuangan pendirinya, H. Mohammad Said, bersama isterinya Hj. Ani Idrus (almarhumah) sangat gesit membela Aceh, baik lewat surat kabar yang dipimpinnya maupun lewat forum-forum resmi. Hal tersebut berlanjut ke zaman orde baru, ketika Aceh tertekan. Pada masa konflik tahun 90 an, Hj. Ani Idrus dalam pertemuan pemerintah pusat dengan para pemimpin redaksi suratkabar di Jakarta, pernah bersuara vocal dalam forum. Ia membeberkan jasa Aceh, yaitu sejarah pembelian pesawat terbang ketika Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) masih miskin. Konflik, membuat suasana Aceh membara. Banyak tokoh-tokoh mengatakan, sebagai akumulasi dari rasa kecewa yang telah mengkristal. Karena itu alangkah tidak etis kalau orang Aceh dibenci, seakan tidak pernah berjasa terhadap republik ini. “Ingat jasa orang Aceh tempo dulu, jangan hanya melihat Aceh sepenggal-sepenggal. Kondisi Aceh yang panas, bukan hanya rakyat yang ketakutan. Tapi termasuk wartawan saya harus meninggalkan pos tugasnya,” demikian kata Hj. Ani Idrus, yang dikutip dan dikenang kembali oleh Wabup Aceh Utara. “Reaksi keras Hj. Ani Idrus kala itu, membuat tensi penanganan Aceh lebih bermartabat. Setiap pribadi orang Aceh patut mengenang eksistensi beliau dan suratkabar Waspada yang dipimpinnya, konon generasi sesudahnya masih berkesinambungan membela Aceh,” tandas adik kandung Jafar Siddiq itu, salah seorang aktivis yang ikut menjadi korban penculikan di Medan pada masa konflik. Mengenai pandangannya terhadap eksistensi Waspada di tangan generasi sekarang, menurutnya belum memudar. “Belum pudar, semangat Mohammad Said dan Ani Idrus masih aktual, walau dalam format dan gaya yang lain,” katanya. 10 Desember 2009, kata dia, sampai tanggal 2 Januari 2010, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara menggelar sebuah even promosi budaya dan penguatan ekonomi yang diberi nama North Aceh Expo (NAE) III/2009. Pameran ini merupakan ajang untuk memperkenalkan budaya dan potensi ekonomi Aceh ke seluruh khalayak, bukan hanya untuk tingkat lokal dan nasional, tapi juga hingga ke tingkat internasional. “Saya tidak menyangka, Harian Waspada begitu spesial berperan menyajikan informasi pameran bergengsi ini sesuai warna aslinya,” lanjut Syarifuddin seraya menambahkan, lewat even ini kita ingin menyerukan kepada pihak luar, bahwa Aceh Utara khususnya dan Provinsi Aceh umumnya sudah jauh berbeda dibanding masa lalu. “Kita punya potensi besar untuk dikembangkan, kita punya sarana lengkap untuk bisa lebih maju, kita juga punya budaya, punya tradisi dan punya keinginan besar untuk bisa berkembang di masa mendatang.” ujarnya. “Wilayah Aceh Utara yang dulu dikenal sebagai kawasan konflik, sejak tiga tahun terakhir sudah berbenah diri menyambut datangnya era baru, era kemajuan ekonomi dan penguatan budaya lokal. Inilah era di mana rakyat Aceh Utara tidak lagi hanya berpikir di tingkat lokal, tapi harus mampu membuka diri hingga ke tingkat dunia,” papar Syarifuddin. “Meski pun masalah kemiskinan merupakan masalah yang dialami oleh pemerintah daerah seluruh Indonesia, termasuk juga Aceh Utara, kita sebenarnya punya potensi besar untuk bangkit dari kemiskinan itu. Aceh Utara memiliki perkebunan, hasil laut, tambang, pertanian dan jasa perdagangan. Dengan semua potensi itu sebenarnya tidak sulit untuk bangkit dari jurang kemiskinan,” lanjutnya. Namun, untuk mencapai semua itu tentu butuh kerjasama berbagai pihak, termasuk media penyebar informasi dalam rangka menyemangati rakyat. Di sisi lain rakyat tentunya juga menuntut hadirnya pemerintah yang bersih. Jika memang ada bukti ketidakberesan di jajaran pemerintahan, rakyat menuntut untuk segera dibereskan, agar pembangunan dapat mencapai sasaran sebagaimana diharapkan. Beranjaknya Aceh dari wilayah konflik menjadi suasana damai seperti sekarang, bukanlah dicapai lewat cara sederhana. Ada ribuan nyawa melayang. Karena itu dalam memimpin Aceh perlu cara-cara kreatif. Para pemimpin seharusnya tahu apa yang menjadi potensi daerahnya kemudian bagaimana mengembangkannya. Para pemimpin juga harus bisa merasakan persoalan yang dialami masyarakat bawah, kata Wabup Aceh Utara. Semua fenomena itu harus dilihat secara langsung, karena rakyat sekarang sangat peka dan cerdas. Itu sebabnya menjadi pemimpin di Aceh harus menanggung resiko yang berat. Sikap kepemimpinan yang bijaksana inilah yang sekarang dituntut rakyat Aceh, agar para pemimpinnya bisa menjadi juru kemudi untuk mengajak rakyat mengarungi lautan globalisasi yang penuh tantangan. Kami berharap, kepemimpinan yang bijak ini dapat terus dipertahankan di tengah-tengah rakyat Aceh Utara, sebab kawasan ini merupakan salah satu jantung pemerintahan di Provinsi Aceh. Bukan mustahil kelak Kabupaten Aceh Utara akan menjelma sebagai pusat bisnis bagi transaksi komoditi Aceh ke tingkat dunia. Karena itu NAEIII/2009 digagas dalam format yang beda, dibanding NAE-II/2008 dan NAE-I/2007, ungkap Syarifuddin Acara NAE-III/2009 sengaja diadakan di kawasan Pelabuhan Umum Krueng Geukueh, salah satu pelabuhan terbesar di Aceh. Kelak kita harapkan tidak hanya kapal ukuran kecil saja yang singgah di pelabuhan ini, tapi juga kapal berbobot besar dengan kapasitas lambung mencapai ribuan container. Dengan dibukanya jalur pelabuhan yang besar, maka pintu gerbang Aceh untuk bersaing di pasar global semakin nyata. Hal itu pastilah akan memberi ruang ekonomi yang lebih besar kepada rakyat Aceh Utara, serta seluruh rakyat Aceh pada umumnya. Terkait dengan agenda tersebut, saatnya kita menyampaikan kepada publik nasional dan internasional, bahwa North Aceh Expo ke tiga ini merupakan salah satu cara untuk mencapai harapan yang dicita-citakan rakyat di Aceh Utara. Lewat North Aceh Expo, Pemerintah Aceh Utara bersama kalangan dunia usaha ingin melakukan promosi jaringan bisnis, sehingga semua pihak lebih mengenal potensi yang ada di wilayah kita ini. Lewat even ini, kita bisa mempromosikan produk-produk unggulan daerah, seperti hasil pertanian, kerajinan rakyat, potensi pertambangan, industri dan pariwisata serta peluang investasi lainnya. Tidak kalah pentingnya adanya upaya memperkenalkan sekaligus mempertahankan budaya lokal. Diajang NAE-III/2009, para peserta pameran bisa melakukan kontak langsung dengan buyer potensial untuk bisa menjalin kerjasama lebih konkrit. Bisa pula dijadikan momen untuk mendapat pemasukan perubahan selera konsumen di tengah-tengah pasar global, serta memperluas perspektif pada peluang bisnis dan membangun berbagai kemungkinan kemitraan. Sebagai salah satu jantung ekonomi di Provinsi Aceh, Aceh Utara adalah kawasan sangat strategis untuk memulai sebuah bisnis. Di masa mendatang Aceh Utara akan menjadi salah satu pintu gerbang bagi ekspor-impor seluruh komoditi yang ada di Aceh. Sudah menjadi program yang dicanangkan Pemerintah Aceh, bahwa Provinsi Aceh harus bisa memiliki pintu gerbang ekonomi berkelas dunia. Dan potensi itu salah satunya ada di Aceh Utara, demikian Wabup Aceh Utara. � M. Jakfar Achmad

Semoga semakin jaya dan eksis mengemban misinya.

Drs. Zulkifli Zainon, MM Walikota

Drs H. Saifuddin Razali, MM, MPd Wakil Walikota

Saifullah SH, MM, MH Sekretaris Daerah

Badan Pelayanan Kesehatan

Pengurus Daerah

Rumah Sakit Umum (BPK-RSU)

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI)

Mengucapkan:

Mengucapkan:

Kota Langsa

Harian

WASPADA

Kabupaten Aceh Timur

Harian

WASPADA

“Semoga WASPADA tetap jaya tetap setia memberitakan tentang pelayanan kesehatan”

Semoga WASPADA makin dekat di hati masyarakat sesuai dengan fungsinya sebagai Pers “Pendidikan dan Pembinaan Ummat”

Tertanda:

Tertanda:

Dr. H. T. Razif, SDA

H. Agussalim, SH, MH

Kepala Badan

Ketua

Harian

Harian

WASPADA

Semoga WASPADA tetap sukses dalam menjalankan visi dan misi sebagai surat kabar yang aktif dalam sosial kontrol. Dari:

WASPADA

Semoga sukses dan terus menyuarakan kebenaran dan keadilan. Dari:

Drs H. Ibnu Sa’dan, M.Pd

Drs Jalaluddin, M.Pd

Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Aceh Timur

Kepala SKB Kabupaten Aceh Timur

Umar, SH

H. Usman A. Rachman, SH, SP

Kepala Bagian Umum Pemko Langsa

Kepala Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan Aceh Timur

Harian

WASPADA

Semoga WASPADA tetap sukses menjalankan visi dan misi sebagai surat kabar yang aktif dalam sosial kontrol. Dari:

Hasballah A. Rani, S.Ag

Ishak, S.Pd

Kepala SMP Negeri-I Idi

Kepala SMP Negeri-I Peureulak

Dra Hamidah Ruqaiyah Kepala Negeri-I Simpang Ulim

Harian

WASPADA

Harian

WASPADA

Semoga WASPADA makin dekat di hati masyarakat sesuai dengan fungsinya sebagai Pers “Pendidikan dan Pembinaan Ummat” Dari:

Drs Abdullah Gade, M.Pd Kepala Dinas Pendidikan Kota Langsa

Harian

WASPADA

Semoga WASPADA tetap sukses menjalankan visi dan misi sebagai surat kabar yang aktif dalam sosial kontrol.

Semoga WASPADA tetap sukses menjalankan visi dan misi sebagai surat kabar yang aktif dalam sosial kontrol.

Dari:

Dari:

Drs Husaini, S.Pd, M.Pd

Makmur Lingga, SPd, M.Pd

Kepala SMA Negeri-I Peureulak

Kepala SMK Negeri 2 Langsa


Aceh

WASPADA Senin 11 Januari 2010

31

Tim Pansus DPR Temukan Proyek Tak Sesuai Data KUTACANE (Waspada): Tim Pansus DPR Provinsi Aceh yang turun ke daerah pemilihan Aceh tujuh mensinyalir ada permainan kotor antara sejumlah kuasa pengguna anggaran dengan PPTK dan rekanan untuk menyulap laporan realisasi fisik dan keuangan beberapa proyek. Pasalnya, ketika tim Pansus turun ke lapangan, banyak laporan mau pun data yang diberikan sejumlah kuasa pengguna anggaran dan pemimpin kegiatan tak sesuai fakta.

“Dalam laporan dan data yang kami pegang, dilaporkan realisasi fisik mencapai 60 yang baru mencapai sepuluh persen, ini jelas rekayasa antara beberapa oknum,” tandas Drs. Aminuddin, M.Kes Ketua tim Pansus didampingi Sekretaris Tim Adnan Beuransyah serta anggota tim pansus lainnya, di Kutacane, Minggu (10/1). Di Gayo Lues, tim Pansus yang turun ke Kecamatan Pinding, menemukan pembangunan Laboratorium SMAN 1 Pinding dengan nilai proyek Rp1,8 miliar yang laporannya diduga telah direkayasa pihak kuasa pengguna anggaran, PPTK dan rekanan.

Berdasarkan data yang disampaikan pada tim Pansus, realisasi fisik dilaporkan 60 persen, realisasi keuangan juga 60 persen, namun setelah dilihat langsung ke lapangan, tim memprediksi realisasi fisik pembangunan Lab di SMAN Pinding itu, tak lebih dari 10 persen. Faktanya, yang didirikan pada proyek pembangunan laboratorium sumber dana APBA 2008 itu, hanya pondasi, selop bangunan dan beberapa tiang yang telah dicor, selebihnya kosong melompong dan jadi pajangan saja, namun anehnya realisasi fisik dan keuangan disebutkan 60 persen. Diakui, Amin, Adnan, Irma-

wan dan Jemarin, penyulapan laporan realisasi fisik dan realisasi keuangan yang faktanya jauh berbeda antara data yang diberikan dengan kenyataan di lapangan, bukan hanya pada proyek bidang pendidikan saja, melainkan juga ada pada bidang jalan,jembatan, irigasi dan beberapa proyek lainnya di Agara dan Gayo Lues, hanya saja persentasenya bervariasi dan terbilang kecil. Di Aceh Tenggara (Agara), tim Pansus mensinyalir pembangunan ratusan unit rumah duafa, sebagian besar peruntukkannya tak tepat sasaran dan perlu terus ditelusuri, bahkan disebut-sebut ada beberapa

Waspada Punya Andil Besar Membangun Simeulue

rumah duafa diperjualbelikan. “Kelayakan penerima perlu ditelusuri agar azas manfaat program betul-betul dirasakan kamu duafa yang membutuhkan rumah bantuan,” tandas Aminuddin. Kepada Waspada, Aminuddin, Adnan Beuransyah, Jemarin dan Irmawan berharap agar temuan tim yang ditengarai telah merugikan keuangan negara akibat penyulapan laporan realisasi kegiatan ditindaklanjuti pihak berkompeten dan diproses secara hukum, terutama Kuasa Pengguna Anggaran, Pemimpin Kegiatan maupun Rekanan yang diduga telah main mata tersebut.(b27)

Memperkosa, Oknum Sopir Diamankan SUBULUSSALAM (Waspada): Oknum sopir salah satu angkutan umum jurusan Subulussalam – Medan , CS, 31, penduduk Kec. Sidikalang Kab. Dairi diamankan di Mapolsek Simpang Kiri, Subulussalam, Jumat (8/1). Saat diinterogasi petugas di sana, CS mengaku telah membawa Bunga dari Subulussalam menuju Medan belum lama ini. Namun di salah satu bengkel di Sidikalang, dia memperkosa CS menjelang pagi. “Sekali aja, pak,” terang CS menjawab pemerkosaan yang dilakukan terhadap Bunga. Ia pun mengaku kalau melalui salah satu stasiun armada “P” jurusan Medan, dia mengantarkan Bunga menuju Medan. Akibat kejahatannya, CS yang mengaku mempunyai seorang istri dan tiga orang anak di Sidikalang itu terpaksa diamankan di Mapolsek Simpang Kiri. Sumber Mapolsek Simpang Kiri kepada wartawan, Jumat menyebutkan, CS dijemput dari kediamannya di Sidikalang setelah mendapat informasi kalau CS diduga telah membawa kabur Bunga. Korban penculikan lalu di-

perkosa, disekap sekira sebulan dan diperkosa lagi pelaku lain ditambah sejumlah penyiksaan berat yang dialami, sebut saja Bunga, 13, warga Desa Pasar Panjang Kec. Simpang Kiri Pemko Subulussalam berharap hukuman berat dan setimpal diberikan kepada penculik. Bukan hanya penculik, tetapi semua orang yang ikut berperan untuk merenggut kehormatannya, bahkan merusak masa depan diri dan keluarga. Pasalnya, peristiwa memilukan dan menyakitkan itu dinilai tak manusiawi dan menyisakan trauma berat terhadap korban. Demikian antara lain Bunga, didampingi ayah, ibu dan sejumlah keluarga mengawali ceritanya kepada wartawan, Jumat (8/1) petang di kediamannya, Desa Pasar Panjang. Menceritakan kronologis kejadian yang menimpanya, Bunga dengan mata berkacakaca menyebutkan berawal dari sebuah angkutan umum “H” jurusan Subulussalam - Medan. Dikatakan, 2 Desember 2009 dia bercencana menemui pamannya marga Berutu di Medan. Sekira pukul 10.00, Rabu (2/

12), korban menumpang angkutan umum H hendak ke Medan. Namun dari terminal terpadu Subulussalam, selain dia ada seorang penumpang tujuan Sidikalang dan sopir (tersangkared). Menirukan keterangan sopir kalau armada yang ditumpangi rusak dan harus masuk bengkel C di Sidiangkat, Sidikalang, Bunga tidak protes. Namun menjelang malam, lanjut Bunga, dia disuguhi air mineral dan mi instan oleh sang sopir, dengan posisi tetap di dalam armada. Diduga minuman telah bercampur obat yang bisa menghilangkan kesadaran, Bunga pun tertidur pulas. Herannya, esoknya Bunga terbangun melihat sang sopir dalam keadaan tidak berbusana. “Pagi-pagi aku bangun masih di dalam motor (baca: armada H) tapi kutengok Gelleng (baca: panggilan sopir) tak berpakaian,” terang Bunga yang mengaku sangat trauma dengan peristiwa itu. Tak berselang lama, Bunga mengaku diantar sang sopir ke stasiun “P” di Kota Sidikalang tujuan ke Medan. Begitu naik

ke armada P, seseorang telah menunggu, seolah-olah sudah diatur meski wanita itu sempat bertanya ke mana tujuan Bunga. “Di angkutan PAS itu ada seorang ibu, katanya boru Tanggang, menanyakan ke mana tujuanku, ke Medan kubilang,” terang Bunga. Di Medan, korban diajak boru Tanggang belanja ke Mall Medan. Sore itu juga mereka kembali ke Sidikalang, selanjutnya tinggal di rumah boruTanggang. “Dua minggu aku di situ enggak diapa-apakan,” aku Bunga. Namun setelah itu, bencana kembali menimpa. Ia mengaku diperkosa suami boru Tanggang. Bukan hanya itu, Bunga pun mengaku sempat disetrum dan disuntik berkali-kali, disiksa hingga dibawa ke seorang dukun untuk diobati. Menjawab alasan untuk diobati, Bunga menirukan perbincangan boru Tanggang kalau dirinya disebutkan gila. “Kudengar pembicaraan mereka, katanya aku gila,

maka dibawa ke dukun untuk dibunuh,” imbuh Bunga. Dugaan lelaki lain ikut mencicipi tubuhnya, Bunga mengaku tidak tahu karena ia nyaris sering tak sadarkan diri. Pasalnya, ia mengaku sempat disetrum dua hari dua malam dan sejumlah suntikan ke tubuhnya. “Dua hari dua malam aku disetrum,” jelas Bunga menambahkan kalau di rumah boru Tanggang berkumpul sejumlah laki-laki karena di sana ada bilyar. Mengawali kisah terlepas dari sekapan boru Tanggang, Bunga mengaku karena ditemui seorang tetangga. Dasarnya, dari kamar tempatnya disekap dan disiksa, Bunga sering menangis dan menjerit histeris. Kebetulan sang tetangga menurutnya mengenal salah seorang kerabat Bunga di Subulussalam. Tabir ini menjadi awal terbebasnya Bunga dari sana sepekan silam, Sabtu, 2 Januari 2010.(b33)

jang badai, dikerjakan CV. Tia Rika Lestari, dari APBA 2009. Sedangkan Yatim, Direktur CV. Tia Rika Lestari yang menghubungi wartawan melalui ponsel mengatakan runtuhnya atap rumah tersebut bukan kare-na mutu proyeknya rendah, tetapi murni karena bencana alam yang ditimbulkan akibat badai. “Ini bukan

masalah tinggi-rendahnya mutu proyek, tapi ini merupakan bencana alam,” katanya. Pihaknya berjanji memperbaiki atap rumah yang sudah hancur tersebut sesegera mungkin. “Yang rusak akan segera kita rehabilitasi agar segera ditempati,” ujar Yatim yang mengaku sedang berada di Banda Aceh.(b19)

Petani Tewas Tersengat Listrik SUNGAI RAYA, AcehTimur (Waspada): Seorang warga yang berprofesi sebagai petani dikabarkan tewas akibat tersengat kabel listrik di Desa Labuiha Keude, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, Sabtu (9/1) sore. Korban bernama Saiful bin Ibrahim, 29, warga setempat. Korban meninggal tersengat arus listrik bertegangan tinggi persis di depan rumahnya di desa setempat. Musibah itu terjadi ketika korban sedang memetik buah pinang dengan menggunakan galah terbuat dari bambu. Keterangan yang dihimpun menyebutkan, korban meregang nyawa saat memetik buah pinang yang hanya terpaut dua meter dari kabel arus listrik. Ketika asyik memetik buah pinang itu, tiba-tiba galah yang dipegang korban tersangkut pada kabel. Ketika itu galah bambunya itu hendak menyingkirkan cabang pohon jambu agar memudahkan korban memetik buah pinang. Ketika

Waspada/Khairul Boangmanalu

Tersangka CS saat di Mapolsek Simpang Kiri, Jumat (8/1)

Fraksi Demokrat DPR Aceh

BLANGPIDIE (Waspada): Sejumlah tenaga guru dan penjaga sekolah (PS) kontrak honor daerah (honda) Kabupaten Aceh Barat Daya mengeluh. Pasalnya, sejak tiga bulan terakhir gaji mereka ditahan alias tidak dibayar pihak Dinas Pendidikan tanpa alasan yang jelas. Gaji tersebut belum dibayar sejak Oktober hingga Desember 2009. Seharusnya mereka sudah menerima gaji awal Desember. “Tapi sampai sekarang kami belum menerima gaji tanpa penjelasan pihak dinas,” sebut seorang guru kontrak. Didampingi belasan rekannya sesama guru kontrak dari berbagai Kecamatan dalam Kabupaten Abdya yang sengaja menghubungi wartawan, Jumat (8/1), ia mengaku sudah menanyakan kejelasan gaji tersebut ke Dinas Pendidikan Abdya,

HARIAN WASPADA “Semoga Harian Waspada dapat mewujudkan Good Media dan menjadi sumber penerang bagi pemerintah dan rakyat” Dari: H.M. Yun us Il yas unus Ily Sekretaris Fraksi

Jajaran Dinas Kesehatan Provinsi Aceh Mengucapkan

tapi tidak didapati keterangan pasti. “Bapak-bapak di dinas hanya bisa mengatakan kami harus bersabar, karena gaji kami sedang diusahakan,” ujar seorang guru kontrak dari Kecamatan Kuala Batee. Hal serupa juga diakui tenaga penjaga sekolah dari Kecamatan Blangpidie. Menurutnya sudah beberapa kali menanyakan kejelasan gaji mereka ke dinas, akan tetapi pihak dinas tidak pernah menanggapinya. “Kalau memang gaji kami tidak ada lagi,tolongberikanpenjelasanyangpasti,”harapnya. Sekretaris Dinas Pendidikan Abdya, Maiyuli, S.Pd yang dihubungi terpisah, Jumat (8/1), mengelak memberi keterangan. Pihaknya beralasan sedang berkumpul dengan kawan-kawannya, jadi tidak bisa diganggu. “Nanti saja ya,” ujarnya singkat.(b19)

Pimpinan DPRK Dan Sekretariat Dewan Kota Langsa Mengucapkan

Mengucapkan

Dalimi, SE. Ak Ketua Fraksi

itulah galah mendekati dan menempel di kabel dan spontan membuat tubuh korban terjadi gemetaran hebat, sebab galah bambu yang digunakan bukan bambu kering. Selang 15 menit, salah seorang perempuan yang juga tetangga korban, Nurhayati, menemukan Saiful yang telah kaku. Pada tangan Saiful masih ada galah bambu. Seketika perempuan itu mengambil kayu kering dan memukul pada galah yang dipegang korban, sehingga badan Saiful terlempar beberapa meter dari lokasi awal. Keluarga Saiful mencoba membawa korban ke Puskesmas setempat guna mendapatkan perawatan dari pihak medis, namun menurut pengakuan beberapa warga disana korban tidak jadi diboyong ke medis, sebab korban telah terlebih dahulu meninggal saat tegangan listrik yang tinggi itu menyengat tubuh korban. (cmad)

Guru Dan PS Kontrak Abdya Tiga Bulan Tak Gajian

Atap Rumah Kaum Duafa Hancur Diterpa Badai MANGGENG, Abdya (Waspada): Diduga dibangun asal jadi, atap seng dan rangka baja rumah kaum duafa siap huni di Desa Padang, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya hancur diterjang badai, Rabu malam (6/1) sekira pukul 22.30. Keterangan yang dihimpun Waspada, Kamis (7/1), rumah tersebut diperuntukkan untuk Marwati, 38, janda beranak tiga warga Desa Padang, Kecamatan Manggeng dan belum diserahkan rekanan meski bangunannya siap pakai. “Rumah ini diperuntukkan buat bu Marwati,” kata warga. Camat Kecamatan Manggeng, Eddy Sumarjan, SE yang ditemui di ruang kerjanya membenarkan rumah bakal milik janda itu diterjang badai. Pihaknya mengaku sudah turun ke lokasi mengecek kondisi rumah tersebut. “Kita sudah melihat langsung kondisinya dan telah laporkan kejadian ini ke Dinas PU,” ujarnya. Eddy juga mengaku tidak pernah mendapat laporan dari pihak rekanan tentang keberadaan proyek tersebut, sehingga pihaknya tidak bisa mengetahui siapa kontraktor dan bagaimana bestek bangunannya. “Kita sangat sesali ini dan Muspika dianggap tidak ada, sebaiknya saudara konfirmasi ke dinas saja,” sarannya. Pantauan Waspada di lokasi, atap rumah dan kerangka baja sudah terpisah dari badan rumah dan terlempar ke sawah penduduk, berjarak sekira sepuluh meter. Hal itu tejadi akibat ikatan dari tiang rumah tidak kuat, terlebih lagi besi pengikat dari dalam tiang terlalu pendek sehingga tidak kuat untuk menahan terjangan angin. Azhar Anis, ST, Kepala Bidang Cipta Karya, Dinas PU Abdya yang dihubungi menolak memberi keterangan, karena proyek tersebut dikelola pihak provinsi dan bukan tanggungjawabnya. “Itu proyek APBA, sebaiknya tolong dihubungi PPTK Dinas Bina Marga Provinsi saja,” elaknya. Sementara Rahman, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) rumah kaum duafa Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Aceh yang dihubungi melalui ponselnya menjelaskan, pembangunan rumah kaum duafa yang hancur diter-

PEMBANGUNAN infrastruktur di Simeulue dalam kurun waktu 6 tahun belakangan maju pesat. Hal ini tak bisa dibantah. Nah, banyak pihak yang berperan dalam mewujudkan sukses ini. Playmaker utama pembangunan pulau penghasil cengkeh itu dari pemerintahaan setempat adalah Bupati Simeulue, Drs. Darmili. Sementara dari barisan luar, khususnya kalangan media masa, Waspada merupakan koran ternama yang menaruh andil besar dalam mencapai semua apa yang terlihat kini di sana. Demikian disampaikan ‘corong’ Pemerintah Kabupaten Simeulue—Kabag Humas Setdakab, Abdul Karim, S.Pd beberapa hari lalu saat diwawancara sekaitan hari jadi Waspada ke 63. Realita yang berkembang di Simeulue Abdul Karim, S.Pd menyatakan memang ada juga ok-

num yang menganggap kehadiran media, khususnya Waspada yang selalu tampil dengan gaya lugas dan tegas kurang cocok buat sebuah daerah berkembang seperti halnya Simeulue. Namun bahasaitukalaumenurutAbdulKarim,S.Pd,“keliru.” Justru dengan hadirnya media, khususnya Waspada yang sering dan banyak memuat beritaberita sosial—kemasyarakatan di Simeulue, diyakini Abdul Karim telah menggugah/memanggil pihak-pihak yang di provinisi dan pemerintah pusat. “Selama ini yang kurang mengenal kehidupan Simeulue secara umum. Menjadi tahu dan menaruh empati,” jelas dia. Menurut dia individu yang berkata subjektif tetang media hanya kalangan-kalangan, awam. “Kalau intelektual dan masyarakat yang berwawasan saya pikir semua memberi aplaus terhadap tampilan Waspada yang selalu mengedepankan aktualitas, berpihak kepada rakyat banyak, kritis, sportif serta independent dan memuat berita secara berimbang,” tuturnya. Menjelang akhiri perbincangan, Abdul Karim, S.Pd bahkan berharap oplah harian Waspada di Simeulue yang selama ini sangat terbatas menurut penilaiannya, pada 2010 ditingkatkan. Sehingga Waspadayangsatu-satunyamediahadirtepatwaktu, beredar pada hari itu juga lebih mudah didapat serta dibaca lebih banyak masyarakat Simeulue untuk menambah hasanah ilmu pengetahuan. Abdul Karim, S.Pd, mengucapkan, “Selamat HUT ke 63 Waspada, 11-Januari-2010. Semoga sukses selalu. Eksis sepanjang masa, mampu mempertahankan jati diri yang sudah terbangun dan mengakar. Profesionalitas, Aktualitas dan AkuntabilitasWaspadayangtaklagidiragukanpublik, hendaknya terus terpatri dan membumi di dada semua komponen harian Waspada. Amiin.” - Muhammad Rapyan

HARIAN WASPADA “Semoga Harian Waspada dapat mewujudkan Good Media dan menjadi sumber penerang bagi pemerintah dan rakyat” Dari: Muhammad Zulfri, ST Ketua DPRK Razi Sekretaris Dewan

Sy ah yuzar AKA Syah ahyuzar Wakil Ketua Ir yat Ir.. T. Hida Hiday Wakil Ketua

Pimpinan, Karyawan/i Bank BPD Aceh Cabang Medan Mengucapkan

HARIAN WASPADA

HARIAN WASPADA

“Semoga Harian Waspada dapat mewujudkan Good Media dan menjadi sumber penerang bagi pemerintah dan rakyat” Dari:

“Semoga Harian Waspada dapat mewujudkan Good Media dan menjadi sumber penerang bagi pemerintah dan rakyat” Dari:

dr. M Yani M.Kes, PKK Pj. Kadis Kesehatan

Amal Hasan, SE, MSi Pemimpin


Aceh

32

WASPADA Senin 11 Januari 2010

Latih Guru Dan Try-Out UAN Gratis

Ruko Kelontong Dibobol Maling

Dispenpora Lhokseumawe Rangkul LSM

BIREUEN (Waspada): Satu unit rumah toko kelontong Milik Mahdi M Yusuf, 43, di Jalan Kolonel Husen Yusuf, tepatnya depan tugu Kota Bireuen, Sabtu (9/1), sekira pukul 03.30 WIB, dibobol maling. Akibatnya, pemilik toko mengalami kerugian diperkirakan senilai Rp40 juta. Menurut informasi yang diperoleh Waspada kemarin, maling diduga mengambil sejumlah barang berharga milik Mahdi M Yusuf, setelah membobol dinding beton toko dekat pintu belakang yang disebut-sebut dengan palu. Namun, pembobol toko kelontong itu dilaporkan belum diketahui identitasnya. Sejumlah aparat Kepolisian Sektor Jeumpa, pasca kejadian telah mengambil sidik jari di sejumlah sudut toko tersebut, untuk mengetahui identitas pelaku. Mahdi M Yusuf pemilik toko itu, mengatakan, toko yang juga dijadikan tempat tinggal bersama keluarganya memperkirakan dibobol sekitar pukul 03.30-04.00 WIB malam, saat dia dan istri serta empat anaknya terlelap di kamar lantai dua. “Usai shalat subuh, saya terkejut melihat sejumlah barang dagangannya yang terdiri dari berbagai jenis rokok dan sejumlah barang lainnya hilang. Saya langsung menuju pintu belakang, dan tersentak ketika melihat dinding dekat pintu belakang telah jebol,” ucap Mahdi, seraya menambahkan setelah kejadian itu, dia langsung melaporkan ke Polsek Jeumpa. (b03)

SDN Peusangan Perintis SBI BIREUEN (Waspada): SD Negeri 3 Peusangan Bireuen baru-baru ini dinobatkan sebagai perintis Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) Departemen bersama SD Negeri 8 Meulaboh, Aceh Barat, baru-baru ini. Atas predikat itu, Depdiknas Pusat memberikan bantuan dana dengan tiga tahap berupa bantuan peralatan 28 unit komputer lengkap dengan meja serta peralatan pendukung lainnya. Bantuan bertahap itu direncanakan akan digunakan untuk Leborotarium Bahasa Indonesia dan dilanjutkan dengan Lab IPA serta Lab Ketrampilan dan Kesenian. Kepala SD 3 Peusangan, Abdulllah S.Pd, kemarin mengatakan, sebelum dinobatkan sekolah bertaraf Internasional, SD Negeri 3 Peusangan telah pernah menyandang sekolah percontohan nasional. “Dengan dinobatkan sekolah ini sebagai sekolah bertaraf Internasional, kita harapkan ke depan, SD ini mampu bersaing, tentu dengan dukungan guru serta wali muridnya,” ujarnya. Abdullah menyebutkan, saat ini di sekolah SD yang ia pimpin, memiliki 503 murid dibantu 22 guru negeri serta honorer dengan 17 ruang kelas, dan rata-rata murid di sekolahnya itu warga pedalaman serta dari kecamatan lain di seputaran Peusangan.(b03)

SILFA Tagih Janji Gubernur Panggil Pengelola Dana AFEP BANDA ACEH (Waspada): LSM Selamatkan Isi Alam dan Flora-Fauna (SILFA) menagih janji Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, yang katanya akan memanggil YLI dan pengelola AFEP serta mengungkap kasus proyek anggrek yang dilaksanakan YLI di Aceh Selatan, yang disampaikan melalui Kepala BP-KEL ketika akan berangkat haji, beberapa waktu lalu. “Mana janji gubernur Aceh itu. Kenapa sampai sekarang mereka belum dipanggil juga. Apa Gubernur sudah diimingkan sesuatu. Ini menjadi pertanyaan besar kami yang tergabung dalam komunitas Multi Pihak Pegiat LingkungandanPecintaAlamAceh,”ungkapHafriHusaini,AMKL, salah seorang pengurus LSM SILFA, Sabtu (9/1). Bahkan, Hafri menilai ada pembohongan publik dari pernyataan gubernur tersebut. Begitupun, dia tetap berharap hal itu bukan sekadar tipuan belaka karena banyak terjadi kejanggalan dalam pengelolaan dana AFEP, khususnya di Kawasan Ekosistem leuser (KEL) yang dikelola YLI. Pasalnya, sebut dia, dalam kondisi dana AFEP yang bermasalah, pengelola masih minta tambahan dana sebesar 6 juta USD ke Bappenas. “Kami berharap Bappenas tidak menyetujui permintaan dana tersebut, sebelum dana AFEP diaudit dan di pertanggungjawabkan. Bila ini tidak dilakukan, SILFA dan kawan multi pihak lainnya akan melakukan investigasi sendiri di lapangan,” tegas Hafri yang didamping pengurus LS SILFA lainnya, Nasrullah, SE. Selain itu, SILFA juga meminta Gubernur IrwandiYusuf mempertanggungjawabkan ucapan yang sudah dikeluarkannya. Pasalnya, masyarakat sudah mulai curiga kalau gubernur tidak mungkin memanggil AFEP, karena beliau juga mantan FFI. “Jadi untuk mengklarifikasi ini, kami berharap gubernur tidak sekedar omong kosong dalam penyelamatan hutan Aceh,” katanya.(b07)

Petambak Aceh Jaya Ujicoba Udang Lambo BANDA ACEH (Waspada): Mengawali progam kerjanya, di awal 2010 ini Badan Musyawarah Petani Tambak Kecamatan Jaya akan melakukan uji coba penaburan udang lambo sebanyak 25.000 ekor di lahan seluas 1 hektar. Kegiatan uji coba pembudidayaan udang lambo ini dimaksudkan untuk menggantikan posisi udang windu yang saat ini sulit didapati di pasaran, selain menambah diversikasi usaha bagi petani tambak. Kegiatan uji coba udang lambo ini yang diprakarsai oleh Caritas Czech Republic bersama Balai Budidaya Ujung Batee adalah untuk memanfaatkan potensi tambak yang sudah ada seluas 215 hektar di Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya, serta mendorong kembali minat masyarakat untuk membudidayakan udang yang selama ini terpuruk akibat selalu gagal panen akibat sering terserang penyakit. Dalam acara Lokakarya Badan Musyawarah Petani Tambak Se Kecamatan Jaya, Sabtu (9/1), Program Manajer Caritas Czech Republik, Rebecca Domondon, mengatakan, adanya Badan Musyawarah Petani Tambak bertujuan untuk mendorong peningkatan ekonomi petani tambak dengan mengedepankan upaya partisipasi dalam pengelolaan usaha mereka.(b07)

Korban Konflik Mengadu Ke Dewan BIREUEN (Waspada): Tiga warga Desa Alue Dua, Kecamatan Makmur, Bireuen, Jumat (8/1) yang mengaku rumahnya dibakar saat Aceh dilanda konflik masa lalu, mengadu kepada Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK), karena belum mendapat rumah bantuan. Ke tiga korban konflik itu Rasiah, Syukri Ahmad dan Muhammad Puteh. Bersama mereka juga hadir sejumlah aparatur Desa Alue Dua, serta beberapa masyarakat. Kedatangan mereka disambut Ketua DPRK Bireuen Ridwan Muhammad, serta dua Wakil Ketua masing-masing Aminullah Amin dan Husaini serta sejumlah anggota dewan di ruangan lantai dua gedung DPRK. Koordinator Gabungan Solidaritas Anti Korupsi (GaSAK) Bireuen, Mukhlis Munir yang ikut memfasilitasi mereka kemarin mengatakan, ke tiga warga Desa Alue Dua tersebut sudah terdata sebelumnya dan benar sebagai korban konflik yang rumahnya terbakar. “Hingga kini rumah yang mereka nanti-nantikan belum terealisasi, sehingga mereka mendatangi dewan untuk mengadukan nasib,” katanya. Sementara Ridwan Muhammad mengatakan, pihaknya akan berkonsultasi dengan lembaga terkait, perangkat desa dan sejumlah sumber lainnya, tentang keluh kesah tiga warga korban konflik tersebut. (b03)

Waspada/Munawardi Ismail

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf menyiram seusai menanam pohon di kompleks Masjid Jami’ Unsyiah, Kopelma Darussalam, Sabtu (9/1).

Aceh Tanam 24 Ribu pohon BANDA ACEH (Waspada): Pemerintah Aceh yang disokong maskapai penerbangan nasional serta Yayasan Leuser Internasional melakukan program reforestasi. Untuk itu, sedikitnya 24 ribu bibit pohon akan ditanam di sekitar daerah aliran sungai Krueng Arakundo, Kecamatan Pantai Bidari, Aceh Utara. Program kepedulian lingkungan itu merupakan kerjasama Garuda Indonesia, Pemerintah Aceh, dan YLI. “Program reforestasi ini merupakan kelanjutan program One Passanger One Tree Garuda Indonesia,” kata Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, Sabtu (9/1) di Banda Aceh. Perusahaan maskapai penerbangan

nasional itu menyerahkan 24 ribu bibit pohon yang diterima Direktur ProgramYLI,YuswarYunus. “Kami berharap program ini dapat mengembalikan plasma nuftah hutan dan meningkatan kualitas hidup masyarakat di sekitarnya,” kata Emirsyah. Dia menyebutkan, program itu adalah kepedulian Garuda Indonesia melalui CSR Garuda untuk pelestarian alam. Kata dia, pada 2007 lalu program serupa juga dilakukan di Kalimantan Tengah danYogyakarta dengan menanaman 150 ribu pohon jenis Punai, Jelutung dan Blangiran. Kata Emirsyah, CSR Garuda akan dilaksanakan selama enam bulan di desa sekitar hutan lindung di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL). Lahan itu meliputi lahan hutan negara terdegradasi seluas 100 hektar dan lahan kritis milik masyarakat seluas 150 hektar. Selain rehabilitasi lahan terdegra-

dasi proyek ini juga melibatkan kaum perempuan dan kelompok masyarakat dengan pendirian pusat nursery. “Dengan pendirian nursery (pembibitan) ini kita harap menjadi peluang bisnis bagi masyarakat,” ujar Emir. Sementara Menneg BUMN, Mustafa Abubakar menyambut baik program CSR Garuda di Aceh. Leuser seluas 2,6 juta hektar merupakan satusatunya hutan hujan tropis yang tersisa di Sumatera, dan merupakan paruparu dunia yang memiliki flora dan fauna terlengkap dan terunik di kawasan Asia dengan berbagai spesies. Menteri BUMN, Gubernur Aceh IrwandiYusuf, Direktur Garuda Indonesia,sertaparapegiatlingkunganmelakukan penanaman pohon secara simbolis dihalamanMasjidJami’KopelmaDarussalam. Irwandi sendiri berharap penghijauan Aceh bisa tumbuh menjadi budaya di masyarakat. (b05)

LHOKSEUMAWE (Waspada): Untuk menggelar kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas dan Sumber Daya Manusia (SDM) guru dan tryout sederajat Ujian Akhir Nasional (UAN) gratis, Minggu (10/1), Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kota Lhokseumawe merangkul dua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) profesional di Aceh. Dua LSM tersebut adalah Aceh General Study (AGE) dan Center For Aceh Justice And Peace (CAJP) dari Banda Aceh, sepakat membuat MoU dalam rangka meningkatkan prestasi pendidikan untuk kelulusan UAN siswa-siswi di Lhokseumawe. Kepala Dispenpora Lhokseumawe Ramli kepada Waspada membenarkan, pihaknya telah merangkul dua LSM yang siap memberi pelatihan SDM guru dan try-out sederajat UAN secara cuma-cuma. Ramli mengatakan, selama ini berbagai NGO atau LSM banyak yang datang mengatasnamakan kualitas pendidikan jempolan mengajak bekerjasama untuk meningkatkan angka kelulusan UAN siswa-siswi. Tapi, sambung Ramli, hanya CAJP dan AGE yang menawarkan kerjasama dalam visi dan misi sama tanpa harus mempersoalkan biaya atau secara cuma-cuma. “Kita sangat selektif untuk merangkul berbagai kalangan untuk meningkatkan mutu kualitas dan kuantitas dunia pendidikan Lhokseumawe. Kalau tujuan karena materi tentunya program pendidikan tidak menjadi hal yang utama. Maka kita merangkul CAJP dan AGE yang tidak memikirkan finansial semata,” ujar Ramli. Berpijak dari hasil UAN tahun lalu, Kota Lhokseumawe benar-benar menjadi barometer Aceh karena sukses dengan prestasinya teratas dibandingkan kelulusan daerah lainnya. Karena itu, sambung Ramli, pihak Dispenpora Lhokseumawe perlu meningkatkan pengembangan pendidikan bukan hanya untuk mempertahankan tapi juga perlu mengejar target angka kelulusan tinggi. Ramli menambahkan merangkul LSM merupakan salah satu upaya Dispenpora Lhokseumawe untuk

Walikota Lhokseumawe:

Rakyat Itu Raja, PNS Pelayan

Tekad IAIN Ar Raniry Jadi UIN BANDA ACEH (Waspada): Rektor Institut Agama Islam Negeri Ar Raniry, Prof Dr H Farid Wajdi Ibrahim MA mengatakan rencana perubahan status IAIN menuju universitas ini sudah menjadi tekad seluruh civitas akademika di kampus itu. Katanya, hal itu sudah diwacanakan sejak Prof Dr H Safwan Idris, MA menjadi rektor. “Dalam waktu satu atau dua tahun ke depan, status IAIN berubah menjadi UIN. Ini sudah menjadi tekad kita, kemudian menyusul IAIN lainnya di tanah air,” katanya di Banda Aceh. Katanya, perubahan IAIN ke UIN tuntutan zaman. Menurut dia, dengan adanya integrasi antara ilmu dan agama sekaligus menghindari dikotomi ilmu pengetahuan antara ilmu umum dengan ilmu-ilmu keislaman. “Inilah yang dilakukan Ibnu Sina Al Farabi dan Ibnu Rusyd yang menguasai ilmu syariah, filsafat, dan kedokteran. Kita merasa yang diperlukan umat di zaman sekarang ini bukan hanya sarjanasarjana yang mengetahui ilmu agama saja, tetapi ilmu umum,” ungkap dia. Karenanya, lanjut dia, dengan mengubah institut menjadi universitas,

memungkinkan dibukanya juru-san umum, seperti Ekonomi di Fakul-tas Syariah, jurusan Psikologi di Fakultas Tarbiyah, jurusan Politik di Fakultas Ushuluddin, dan lain-lain. Farid menyebutkan, saat ini baru ada enam dari 18 IAIN di Indonesia yang sudah berubah statusnya menjadi universitas.Walau masih terjadi pro dan kontra terkait dengan perubahan itu. Namun, dalam rangka pengembangan pada lembaga ini, pihaknya berharap ada dukungan dari semua pihak. Menurut Rektor IAIN Ar-Raniry ini, kampus yang dipimpinnya, sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam sudah menunjukkan peran yang signifikan dan strategis dalam pembangunan di masyarakat. Ini bisa dilihat dari meratanya sebaran alumnus IAIN di hampir seluruh instansi pemerintah dan swasta. Bukan hanya di Aceh, di luar Aceh, bahkan di luar negeri, alumus IAIN bersaing dalam pasaran kerja. Masih terkait langkah perubahan status, IAIN Ar Raniry Sabtu akhir pekan kemarin, mereka mengadakan seminar Internasional dengan tema “Rancangan

Perubahan dan Pengembangan IAIN Ar-Raniry menuju Universitas bertaraf internasional”. Kata Farid, ada tiga sasaran yang ingin dicapai melalui seminar tersebut, pertama ingin menemukan format pendidikan bertaraf internasional dan memposisikan IAIN setara dengan universitas lain baik di level nasional maupun internasional. Kedua, memperkuat posisi IAIN sebagai salah satu Lembaga Pendidikan Tinggi Islam, dan ketiga, meningkatkan kualitas dosen dan mahasiswa dalam rangka menghadapi persaingan global. Seminar yang diikuti sekitar 300 orang peserta dalam dan luar negeri itu menampilkan pemakalah dari luar negeri, seperti Prof. Tan Sri Dzulkifli Abdul Razak, (Rektor USM Malaysia) Prof. Dr. Ibrahim Narongraksakhet dari Songkla University Thailand, Prof. Dr. Muhammad Ahmad (University Utara Malaysia). Lalu, Prof. Dr. Syahrizal Abbas,MA (IAIN Ar-Raniry), Dr.Ade Novli Elsutani (Rektor College Islam Muhammadyah Singapore danTuan Chekgu Kamis dari University Brunei Darussalam. (b05)

meningkatkan atau menyelamatkan siswa-siswi agar dapat lulus dari UAN. Ramli berharap peran wali murid atau orangtua siswa-siswi juga sa-ngat menentukan maka perlu ketat memberikan motivasi untuk anaknya dalam menghadapi UAN nantinya. Direktur CAJP Banda Aceh Rahmat, St mengaku telah siap menggelar kegiatan try-out sederajat UAN untuk 3500 lebih siswa di Kota Lhokseumawe, bekerjasama dengan LSM AGE. Selain itu, tutur Rahmat, ada juga kegiatan gratis atau cuma-cuma dengan pelatihan peningkatan kapasitas guru terkait SDM para guru pada April mendatang. “Kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari langkah yang akan kami lakukan untuk menghasilkan angka kelulusan Ujian Nasional tinggi bagi siswa. Kita punya donator tersendiri yang siap mengimplementasikan kebutuhan ilmu pengetahuan secara gratis,” ujar Rahmat. Direktur LSM Aceh General Study Syahroen menjelaskan try out sederajat UAN akan dilaksanakan disetiap sekolah masing-masing dan simulasi ini akan digelar persis dan sama dengan aslinya. Kecuali dari segi soal yang memang tidak mungkin bisa tebak tersedia sebanyak 152 soal, lanjut Syahroen, namun tetap berpedoman pada soal yang sudah sesuai Standar kelulusan (SKL). Menurut Syahroen, hal utama yang paling penting diperhatikan pada siswa-siswi dalam menghadapi UN adalah melatih cara benar dan mudah mengisi jawaban pada lembaran soal agar tidak sia-sia. Syahroen mengaku masih banyak metode yang akan digelar di Kota Lhokseumawe untuk meningkatkan angka kelulusan maksimal pada UAN mendatang. “Kami sangat optimis dan yakin kegiatan serta metode yang akan kami lakukan bisa bermanfaat untuk menunjang hasil prestasi UN yang memuaskan. Kami ini bukan kegiatan perdana bagi CAJP dan AGE yang sudah pernah membantu berbagai daerah lain seperti Sigli, Aceh Besar dan sekitarnya,” tandas Syahroen.(b15)

RAKYAT itu raja, sedang Pegawai Negeri Sipil (PNS) statusnya tidak lebih sebagai abdi (pelayan).“Semua kita PNS harus menyadari, sehingga jangan salah kaprah,” tandasWalikota Lhokseumawe, Munir Usman (foto). “Hal itu berulangkali kami sampaikan dalam setiap pertemuan di jajaran Pemko Lhokseumawe, karena melihat fenomena masih banyak PNS yang merasa sosok dirinya penting. Dalam suatu urusan sederhana, terkadang rakyat harus berjam-jam menunggu pelayanan dari abdinya. Terakhir saya sampaikan dalam pidato sambutan, penyerahan Satya Lencana Karya Setia, untuk 125 PNS di halaman kantorWalikota Lhokseumawe, Kamis (7/1) pekan lalu,” kata Munir Usman, Minggu (10/1). Dalam bagian-bagian sambutannya pada acara penyerahan penghargaan Presiden RI tersebut, Munir Usman menitikberatkan para PNS di bawah binaannya meningkat-

kan disiplin pada tahun kerja 2010. Maksudnya, disiplin pegawai dalam artian yang luas, jangan diartikan sempit. “PNS yang hadir lebih cepat dan pulang terlambat di kantor, dalam penilaian saya belum tentu disiplin. Sebab, disiplin dalam arti yang luas itu harus mencakup pengabdian yang tinggi terhadap kepentingan masyarakat, setia, jujur, cakap, berprestasi, mampu mengelola keuangan dan mampu memberikan keteladanan,” tandasWalikota Lhokseumawe. Karena rakyat berstatus sebagai raja, Munir Usman mengaku sedih kalau volume Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota (APBK) Lhokseumawe, terformat lebih besar bagi pengelola Pemerintahan, ketimbang kepentingan rakyat. “Memang dalam APBK ada bagian untuk pengelola Pemerintahan, tapi bagian itu jangankan lebih besar dari bagian yang akan kita berikan kepada rakyat, berimbang saja sebaiknya jangan. Artinya, harus jauh lebih besar untuk biaya pembangunan proyek-proyek kebutuhan rakyat,” papar Munir Usman. “Pada tahun 2010 ini dan selanjutnya, kita harus dapat menggunakan biaya rutin pegawai lebih efisien. Artinya jangan menghambur-hamburkan uang rakyat untuk menunjang honor pegawai honorer yang memang belum dibutuhkan pada unit-unit kerja tertentu. Kalau dibutuhkan, tak soal,” pintanya. M Jakfar Achmad

Wisata Di Aceh Utara-Lhokseumawe Berhadapan Dengan Santri KOTA LHOKSEUMAWE (Waspda): Kecuali wisata sejarah dan Islami. Wisata lainnya (wisata bahari/laut dan alam) di Aceh, akan berhadapan dengan santri. “Maka, saya harapkan pihak manapun jangan menggalakkan pembangunan wisata bahari/laut dan alam. Sebab, secara umum lokasi dua jenis wisata itu di Provinsi Aceh, masih akrab dengan kemaksiatan,” kata ketua Rabithah Silaturrahmi Santri Se Aceh (RASSA), Tgk H Zulkifli Djuned (foto). Ia ditemui Waspada di tepi pantai wisata Rancong, Batuphat, Kec Muara Satu, Pemko Lhokseumawe, Kamis (7/1). “Tiga bulan terakhir, dua pelaku perzinahan di pantai ini yang ditangkap dan dibabak belur oleh masyarakat,” ujar ketua RASSA. Dia mengakui, Aceh Utara dan daerah Pemko Lhokseumawe, begitu banyak menyimpan tempat-tempat wisata. Apakah dia wisata laut (bahari), alam dan wisata sejarah. Namun, dari semua itu hanya objek wisata sejarah (Islami) yang baru mungkin untuk dikembangkan dan ditolerir oleh ulama serta santri dayah/ pesantren di seluruh Aceh. “Ulama dan santri tahu kalau usaha wisata itu bisa mendatangkan multiplayer efek. Contohnya, bisa terbuka berbagai peluang ekonomi dari orang berjualan makanan-makanan ringan di lokasi wisata. Namun, akibat kesadaran dari para pengunjung yang belum solid,

sehingga lokasi wisata acap dijadikan sebagai sarana pertemuan bagi oknum-oknum yang moral agamanya masih tipis,” sebut Tgk H Zulkifli Djuned. Kata dia, Aceh Utara, begitu banyak menyimpan potensi wisata yang menakjubkan. Antaranya keindahan wisata alam air terjun Blang Kolam, di Gampong (Desa) Sidomulyo, Kec. Kuta Makmur, banyak lokasi lainnya yang tidak kurang daya tarik. Objek wisata sejarah (Islami), misalnya makam raja Islam pertama di nusantara, Malikussaleh di Kec Samudera (Geudong), 17 km arah timur kota Lhokseumawe, apa kurangnya.“Kenapa itu tidak dihidupkan dengan pengelolaan manajemen yang rapi, pembangunan sarana dan prasarana, sehingga menjadi mesin uang bagi kocek daerah Aceh Utara,” kata ketua RASSA. Banyak wisatawan lokal (wislok), wisatawan nusantara (wisnus) maupun wisatawan mancanegara (wisman) yang selalu berkunjung ke tempat ini, walaupun kondisi lokasinya masih sangat alamiah. “Kita tinggal memoles karena potensi itu sendiri sudah mendukung. Selain memoles objek wisata, kita juga dituntut membina keramahan lingkungan dari objek itu tadi. Artinya sebelum objek wi-

sata itu kita jual, warga lingkungan harus mampu menjual akhlaqul karimah dan murah seyum kepada para tamu yang datang,” ujarnya. Senyum adalah ibadah yang mendatangkan fahala dan senyum juga dapat memperluas pergaulan, menyuburkan rezki dan menjauhkan malapetaka. Karena itu agama menganjurkan para pemeluknya, agar menebarkan salam dan murah senyum. “Kalau kita mau mendongkrak sektor pariwisata demi kemajuan daerah, senyum termasuk modal yang mendampingi objek wisata di lokasi wisata makam Malikussaleh,” tandas Tgk H Zulkifli Djuned. Wajah sangar, kata dia, merupakan musuh dunia wisata yang juga tidak dianjurkan dalam agama Islam. Sebab, dari wajah sangar itu terbias hati yang keruh, kepribadian yang tidak menarik dalam kontekstual hablum minannas dan menjadi penyebab kita gagal yang berhablum minallah. Orang jangan lagi bercerita tentang panorama alam air terjun Blang Kolam dapat menyeret pengunjung kea lam ‘asing’, tersembunyi di balik kegaduhan kehidupan manusia. Betapa tidak, lokasi ini terletak di pedalaman Aceh Utara, 21 kilometer arah selatan kota Lhokseumawe, dengan lokasinya seluas 112 hektar.

Infrastruktur (jalan/jembatan) menuju lokasi ini sudah sangat mendukung, karena Pemerintah kabupaten (Pemkab) Aceh Utara, dalam beberapa tahun terakhir sudah mengalokasikan dana besar untuk meningkatkan jalan kearah pedalaman ini. Sebagian jalan ke poros ini sudah kontruksi aspal hotmix, sebagian sudah dikeraskan dengan bahan material agregat, tinggal lapisan hotmix saja. “Ulama dan santri tahu daya dukung ini, cuma satu hal yang membuat lokasi air terjun Blang Kolam ini belum waktunya dioperasikan, karena kesadaran pengunjung yang masih belum matang. Keimanan anak-anak muda yang masih rapuh terhadap godaan, sehingga wajarlah kalau ulama minta Bupati Aceh Utara, untuk menutup lokasi wisata tersebut,” paparnya. Menariknya air terjun Blang Kolam, dengan indikasi dulu pernah diminati para pengunjung. Puncak kunjungan wisatawan nusantara pernah tercapai pada masa sebelum konflik Aceh, sekitar 2.065 orang wisnus. Padahal pengelolaannya saat itu baru sebatas pembangunan pintu gerbang, pembangunan jalan ukuran 2 meter x 50 meter yang melintasi pondok jualan minuman ringan dan makanan. Tangga beton saat itu juga sudah ada dan sampai sekarang masih utuh, wa-

laupun besi pengamannya sudah tidak ada lagi. 1 unit MCK juga sudah pernah dibangun pada dasar lembah, dekat sungai kecil yang mengalir dengan sumber air dari air terjun yang sejuk. Pengunjung terpikat, karena lokasi ini bebas polusi dan jauh dari kebisingan, sehingga cocok untuk tempat refresing. “Semua itu tak terbantahkan, tapi saya tidak pernah mengatakan jangan dibangun. Namun yang saya katakan, belum waktunya. Sementara makam Malikussaleh yang sudah waktunya, kenapa Pemerintah tidak menganggarkan biaya besar untuk menggebrak pembangunannya secara lebih spektakuler,” tandas ketua RASSA.(b10)


Waspada, Senin 11 Januari 2010