Page 7

Agenda

WASPADA Sabtu 16 Maret 2013

07.00 Dahsyat 09.00 Sinema Pagi 11:00 Infotainment : INTENS 12:00 Seputar Indonesia Siang 12:30 X Factor Indonesia 14.00 Cek & Ricek 14.30 Silet 15.30 Layar Drama : Hanya Kamu 16.30 Seputar Indonesia 17.00 Yang Muda Yang Bercinta 18.30 Cinta 7 Susun 19.30 Layar Drama Indonesia Tukang Bubur Naik Haji 21.00 Berkah 22.30 Mega Sinema RCTI

CATATAN

07:00 Inbox 09:00 Liputan 6 Terkini 09:03 Halo Selebriti 10.00 SCTV FTV 12.00 Liputan 6 Siang 12.30 SCTV FTV 14.30 Eat Bulaga Indonesia 16.00 Liputan 6 Terkini 16.03 Eat Bulaga 16.30 Liputan 6 Petang 17.00 Love In Paris 18.00 Si Biang Kerok Cilik 19.30 Cinta Rock Star 21.30 Ustad Fotocopy 22.30 Liputan 6 Terkini 22.33 SCTV FTV Utama

07.30 - Serial Pilihan 09.00 - Serial Pilihan 10:00 - Kisah Unggulan 11:30 - Lintas Siang 12:00 - Layar Kemilau 13.30 - I Drama 15:00 - Diantara Kita 15:30 - Lintas Petang 16:00 - Animasi Spesial 18:00 – Somad 21.00 - Raden Kian Santang 22:00 - Berbagi Cinta 23:00 - Intermezzo 00:00 - Sidik 00:30 - Lintas Malam

07:30 Perempuan Hebat 08:00 Selebrity Punya Cerita 08.30 Seleb On Seleb 10:00 Drama Korea 11:30 Topik Siang 12:00 Klik ! 13.30 Bulepotan 14:00 Tom & Jerry 14:30 Chotta Bheem 15.00 Tom & Jerry 15.30 Chotta Bheem 16.00 Mr Bean 16:30 Suka Sama Nizam 17:30 Topik Petang 18.00 Pesbukers 19:30 Catatan Si Olga 20.30 Drama Korea 21:30 Mel’s Update 22.30 Mata Lensa 23:30 Cakrawala

07:00 KISS Pagi 08:00 FTV Pagi 10:00 FTV Siang 12:00 Patroli 12:30 Sinema Drama Indonesia 14:30 Kiss Sore 16.00 Kata Hati 16:30 Fokus 17.00 Kapten Ali 18:00 Sinetron 19.00 Hati Hati Dengan Hati 20:00 Sinema Unggulan 22:00 Sinema Unggulan

07:30 Ranking 1 08:30 Sinema Pagi Indonesia 10:30 Moccachino 11:00 Insert Siang 12:00 Bioskop Indonesia 14:00 Reportase Siang 14:30 Sketsa 15:45 Show Imah 16:45 Reportase Sore 17:15 Insert Investigasi 18:00 Ethnic Runaway 19:00 Tahan Tawa 20:00 Bioskop Trans TV 22:00 Bioskop Trans TV

Jadwal acara TV di atas bisa diubah sewaktu-waktu oleh stasiun TV yang bersangkutan tanpa pemberitahuan

A5 07:30 Ranking 1 08.30 Sinema Pagi 10:00 Moccachino 11.00 Insert Siang 12:00 Bioskop Indonesia 14:00 Reportase Siang 14.30 Sketsa 15.45 Show Imah 16:45 Reportase Sore 17:15 Insert Investigasi 18:15 Comedy Project 19:00 Tahan Tawa 20:00 Bioskop Trans TV Spesial 22.00 Bioskop Trans TV 00.00 Reportase Malam 00.30 Bioskop Trans TV

06:30 Apa Kabar Indonesia Pagi 09:30 Live News Kabar Pasar Pagi 10:00 Coffee Break 11:30 Live News Kabar Siang 13:30 Apa Kabar Indonesia Siang 15:30 Live News Kabar Pasar 16:00 Live News Kabar Petang 19:00 Kabar Utama 20:00 Apa Kabar Indonesia Malam 21:00 Live News Kabar Malam 22:00 Menyingkap Tabir 22:30 Kabar Arena 23:00 Radio Show

08:00 The Penguins Of Madagascar 08:30 Sketsa Tawa 09:00 Dapoer Cobek 10:00 Obsesi 11:00 Buletin Indonesia Siang 12:00 Untung Ada Sule 13.00 Kungfu Panda 13:30 Avatar 14:30 100% Ampuh 16:00 Fokus Selebriti 16.30 Naruto 17.30 Iron Man 18:00 Otomatis Ngartis 19:00 Raja Dan Aku 20.00 Kinara 21:00 Big Movies 23.30 Big Movies

07:30 Selebrita Pagi 08:00 Makan Besar 08:30 Ga Nyangka 09:00 Ups Salah 09:30 Spotlite 10:30 Warna 11:30 Redaksi Siang 12:00 Selebrita Siang 12:30 Si Bolang 13:00 Laptop Si Unyil 13:30 Dunia Binatang 14:00 Koki Pintar 14:30 Browniess 15:00 Tau Gak Sih? 16:00 Jejak Petualang 16:30 Redaksi Sore 17:00 Indonesiaku 17.30 Orang Pinggiran 18:00 Hitam Putih 19:00 On The Spot 20:00 Opera Van Java 22:00 Bukan Empat Mata **m31/G

Diguna-guna Dukun, Adi Bing Slamet Jadi Sesat Adi Bing Slamet mantan bintang cilik ini mengaku tertipu dukun berinisial S, hingga prilakunya mendadak berubah serta jauh dari ibadah. “Dia tidak suka saya mendekatkan diri kepada Allah, serta melakukan shalat, menyantuni anak yatim, dekat dengan ulama. Makanya kalau ada ulama lewat saya benci banget,” aku Adi. Adi pun mengaku selalu diajak berbuat maksiat dan perbuatan dosa lainnya. Adi pun menjadi sempat kesal karena perilaku sang dukun karena mengajarkan dirinya pada kesesatan. “Dia mendoktrin saya jauh dari Allah. Saya dibuat sesat sama dia. Saya tantang ayo kita shalat, saya bersedia jadi makmum dia imamnya. Saya mau tahu kalau dia jadi imam bacaan salatnya apa,” tandasnya. Adi Bing Slamet merasa bersyukur karena di usianya ya-

ng sudah tidak muda lagi kariernya masih tetap stabil. “Bisa eksis sampai disini sudah Alhamdulillah,” ungkap Adi saat ditemui di lokasi syuting sinetron Si Mamat Anak Metropolitan, di kawasan Cibubur, Jakarta, belum lama ini. Menurutnya, Tuhan selalu memberikan pekerjaan yang membuatnya selalu nyaman. Mantan penyanyi cilik ini merasa dunianya telah kembali lagi. “Mungkin Allah tahu peran yang nyaman dan pas buat saya. Dunia saya yang dulu telah kem-bali lagi,” tukasnya. Ingin Adi Meninggal Adi Bing Slamet mengaku sempat divonis menderita sakit jantung oleh sang dukun sesat. Namun, saat diperiksa ke dokter, dirinya tidak menderita sakit jan-tung. Justru Adi baru sadar telah diguna-guna setelah melaku-

kan pengobatan alternatif. “Saya katanya sakit jantung, pada hal saat diperiksa tidak ada. Maka saya konsultasi kepada ahli alternatif. Ternyata dideteksi saya diguna-guna,” ujar Adi kepada wartawan saat dihubungi melalui telefon, Selasa (12/3). Bahkan yang parahnya lagi, Adi sudah mengetahui niat buruk sang dukun yang mengharapkan dirinya meninggal dunia. Dengan begitu, sang dukun bisa mengambil istrinya. “Yang intinya dia (dukun) ingin saya meninggal dan mengambil istri saya,” ungkap Adi. Hampir 20 tahun lamanya, artis serba bisa Adi Bing Slamet dan keluarganya menjadi korban aliran sesat. Ini bermula pada 1995, ketika itu Adi Bing Slamet diajak seorang kenalannya menyambangi seorang dukun berinisial “S” di bilangan Tanjungduren, Jakarta Barat. Dan, sejak itulah pria kela-

hiran 6 Maret 1967 itu mulai percaya dengan sang dukun. Bahkan beberapa petuah “S” pun didengarkan mantan penyanyi cilik era 70-an tersebut. Kepatuhan terhadap perintah sang dukun mengalir begitu saja. Diduga lantaran pengaruh gendam atau hipnotis, Adi Bing Slamet seakan dicucuk hidungnya. Namun motivasi Adi Bing Slamet ketika itu lantaran menghormati dukun tua tersebut sebagai figur orangtua yang dapat dimintai nasihat. Alih-alih mendapat nasihat, bintang Jendral Kancil ini justru mendapat ancaman dan intimidasi. Itu dialami Adi Bing Slamet dan putrinya, Ratna Kharisma Adzana yang juga seorang artis. “Nanti mati, nanti celaka, itu senjata dia (dukun “S”),” ungkap Adi saat ditemui tim Hot Shot ditayangkan di SCTV, Jumat (15/ 3).

Sampek Engtay Dengan Sentuhan Kekinian Sampek Engtay, lakon cinta klasik dari China yang berujung tragis dibalut dengan sentuhan komedi dan dialog kekinian oleh Teater Koma. Kisah yang disadur dari 12 versi sutradara Nano Riantiarno itu dibuat dalam latar Indonesia, digelar 13-23 Maret, pukul 20.00 di Gedung Kesenian Jakarta, Pasar Baru. Sampek adalah pemuda asal Pandeglang, sementara Engtay seorang gadis asal Serang, Banten. Keduanya saling mengangkat satu sama lain sebagai saudara angkat saat menuntut ilmu di Betawi. Engtay menyamar jadi lelaki demi bisa bersekolah lama kelamaan menyimpan rasa cinta pada Sampek. Saat Engtay gemas karena Sampek tidak kunjung sadar dirinya perempuan meski mereka sudah tinggal sekamar selama setahun, Engtay pun tergoda untuk mengaku. “Apa kakak tidak mau mencintaiku?” tanya Engtay yang disambut gestur ngeri dari Sampek. “Kamu kerasukan setan banci apa? Kita ini sama-sama lelaki!” teriak Sampek frustrasi yang disambut gelak tawa para penonton di Gedung Kesenian Jakarta. Namun, saat cinta keduanya nyaris bersatu, Engtay harus pulang untuk dinikahkan dengan pria pilihan orangtuanya. Lakon yang merupakan produksi ke-127 itu berisi kumpulan para pemain lama dan baru, seperti Dorias Pribadi, Rita Matu Mona, Emmanuel Handoyo, Dudung Hadi, Rangga Riantiarno, Alex Fatahillah, Anneke Sihombing, Andhini Puteri, dan Pandoyo Adinugroho. Pemeran Sampek yang dimainkan Ade Firman Hakim adalah anggota Teater Koma yang baru bergabung tahun lalu. Sementara itu, Tuti Hartati bergabung dengan Teater Koma sejak 1999 didaulat menjadi Engtay. Kisah Sampek Engtay sudah dimainkan Teater Koma selama 25 tahun sebanyak 85 kali pertunjukan. Pada 2004, lakon tersebut mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia sebagai pentas teater yang sudah ditampilkan sebanyak 80 kali selama 16 tahun dengan tujuh pemain dan empat pemusik yang sama. Tidak heran persiapan lakon Sampek Engtay, Bukan Cinta Yang Biasa memakan waktu yang lebih singkat, yaitu 2,5 bulan. “Biasanya untuk satu lakon persiapan sampai empat bulan,

Dua pemain tokoh Sampek dan Engtay saat konferensi pers jelang pementasan Sampek Engtay Bukan Cinta Biasa di Jakarta, Rabu (6/3). tapi ini kan produksi lama yang sering dimainkan,” tukas Nano saat jumpa media. Idries Pulungan, pemeran Sampek periode 1988-2004 sekaligus co- sutradara mengatakan, dibanding lakon Sampek Engtay sebelumnya, tidak banyak perubahan kecuali dari sisi kostum dan artistik.

“Yang ada perkembangan, bukan perubahan,” tambah Sari Madjid, manajer panggung yang juga pemeran Engtay dari 1988-2004. Perpaduan budaya China dan Indonesia terlihat dari kostum-kostum para pemeran lakon yang melibatkan sekitar 50 orang itu. Misalnya orang tua

Engtay, Ciok (Budi Ros) dan Nyonya Ciok (Ratna Riantiarno) yang mengenakan pakaian model tradisional China yang bahannya dipadu batik Indonesia. Musik yang dilantunkan pun tidak melulu bernuansa China, terkadang hentakan gendangnya seperti lagu Sunda atau Betawi, menyesuaikan tingkah laku pelakon. Nuansa komedi mewarnai adegan-adegan sendu, seperti kala Sampek menjemput ajal. Sampek yang sakit karena memikirkan Engtay tak henti-henti menyebut nama sang kekasih. Setelah meraung-raung menyebut nama Engtay, Sampek yang sekarat mendadak terduduk di tempat tidurnya. Tangannya mengepal ke atas, “Merdeka!”. Lalu mati. Berbagai kata-kata kekinian diselipkan dalam dialog lakon yang mengisahkan nasib perempuan masa lalu yang diang-gap tidak pantas menuntut ilmu. Saat Engtay memohon pada ayahnya agar diizinkan bersekolah, Engtay pun berlutut sambil merengek, “Pleaaaseee....” (ant)

Pengaruh sang dukun juga dialami putri Adi Bing Slamet, Ratna Kharisma. “Dulu sama sekarang jauh perbedaannya...Dulu aku orangnya nggak pede, malu, ketutup banget. Ngomong kayak begini aja takut. Bawaannya pengen sendiri aja, takut,” tutur Ratna, pemeran Angel Malaika di sinetron Putih Abu-abu. “Kayak digendam, dihipnotis. Kita tak bisa berbuat apaapa meski kita tahu itu salah,” imbuh cewek kelahiran Jakarta, 16 Feb-ruari 1994 itu. Adi Bing Slamet dan beberapa orang lainnya pun tak berdaya menghadapi pengaruh sang dukun. Menurut Ratna Kharisma yang saat kecil pernah diajak menemui mbah dukun, ia sempat merasa ada keanehan dengan gaya hidup “S”. Selain diajarkan tak wajib shalat, mbah dukun juga memperistri adik

Adi Bing Slamet.wordpress.com dan kakaknya sendiri, bahkan mempunyai sembilan istri. “Tapi waktu saya masih di sana (rumah dukun “S”), kitakita ini, semuanya mau ngapangapain nggak bisa...Belakangan dia (dukun “S”) banyak nggak nurut dengan aturan. Dia mau bawa nafsu manusianya nih,” urai Adi. Dan, salah satu yang diincar dari keluarga Adi Bing Slamet adalah uang. “Saya nggak hitung

kerugian materialnya, pokoknya kelas berat juga saya dikelecehin (diperdaya) sama dia. `Pokoknya kalau mau maju, hajar, beli,` dia bilang,” kata Adi. Adi Bing Slamet pun menduga dirinya sakit akibat perbuatan dukun tersebut. Dia menuding dukun itu membuatnya sakit karena ia ingin mengambil istrinya. Beruntung, keluarga Adi Bing Slamet tersadar dari

pengaruh mbah dukun tersebut. Namun diduga ada beberapa orang yang masih terpengaruh oleh mbah dukun. Konon beberapa artis juga dalam pengaruh mbah dukun. “Saya sangat mengharapkan sekali bahwa teman-teman yang masih jadi pengikut setianya...Bertobatlah dan dekatkan diri kepada Allah,” pungkas AdiBing Slamet.(okz/Liputan6.com)

Waspada, Sabtu 16 Maret 2013  

waspada daily

Waspada, Sabtu 16 Maret 2013  

waspada daily

Advertisement