Page 6

Ekonomi & Bisnis

A4 Buruh Makin Sulit Dapatkan Rumah JAKARTA (Antara): Para buruh di negeri ini akan semakin sulit mendapatkan rumah. Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz, mengatakan bahwa kebutuhan perumahan bagi para kaum buruh semakin sulit terpenuhi. Karena harga tanah dan rumah saat ini semakin melambung. Saat menandatangi Memorandum of Understanding (MoU) penyedia Rusunawa bagi pekerja buruh di Jakarta, Jumat (15/ 3), Menpera mengatakan rata-rata buruh hanya mampu mengalokasikan pengeluarannya untuk membiayai sewa rumah Rp300 ribu hingga Rp500 ribu per bulan. Jumlah tersebut, lanjutnya, juga di luar biaya transportasi dan beban pengeluaran lainnya yang kerap ditemui untuk menghidupi buruh dan anggota keluarganya. “Belum lagi bila dia (buruh) juga harus membayar cicilan motor. Penghasilan buruh sangat dapat dikatakan pas-pasan,” katanya. Ia juga mengingatkan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beberapa waktu lalu juga menginstruksikan agar segera dibangun perumahan bagi para pekerja dalam waktu sesingkatsingkatnya dan dengan jumlah yang sebesar-besarnya. Menpera mengemukakan, sebenarnya terdapat anggaran untuk membangun hingga 150 unit “twin block” di seluruh Indonesia. Tetapi terdapat sejumlah kendala yang dihadapi di lapangan. “Sayangnya tanah yang tersedia tidaklah sebanyak anggaran yang dipersiapkan. Tahun ini kita berencana membangun 35 ‘twin block’ dan diharapkan menyediakan 15 ribu tempat tidur,” katanya. Sebagaimana diberitakan, Menpera bersama-sama dengan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar bekerja sama dengan lima provinsi dalam rangka pembangunan Rusunawa bagi pekerja/buruh. Kelima provinsi itu Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Banten, dan Jawa Timur. Menakertrans Muhaimin Iskandar mengemukakan, penyediaan Rusunawa salah satu upaya dalam membangun kehidupan ekonomi yang produktif bagi hubungan industrial yang harmonis serta bertujuan meringankan beban para kaum pekerja/buruh. Sedangkan Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubowono X mewakili gubernur lainnya dalam memberikan sambutan mengemukakan bahwa para pemerintah provinsi yang terlibat bersedia menyediakan lahan untuk Rusunawa.

Warga Beuracan Sukses Kelola Kebun Rakyat BANDA ACEH (Waspada) : Warga Kemukiman Beuracan dan sekitarnya yang tergabung dalam beberapa kelompok Tani beranggotakan ratusan orang, di Beuracan dan Beuriweueh, Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya, sukses mengembangkan kebun rakyat untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Bahkan, kelompok tani di daerah itu berhasil mengajak beberapa warga yang sebelumnya menanam ganja dan melakukan penebangan liar di hutan, untuk mencari penghasilan tanpa terlihat tindak kriminal serta merusak hutan lindung. Kepala Mukim Beuracan, Tgk Hasballah kepada Waspada, Kamis (14/3) mengatakan, luas kebun rakyat yang dikembangkan sejak pasca MoU Helsinki itu mencapai 300 hektare, yang lokasinya berpencar di beberapa kawasan hutan rakyat tanpa mengganggu dengan Hutan Lindung. Para petani di Kemukiman Beuracan dan sekitarnya sudah beberapa kali melakukan pemanenan, seperti kacang kedelai, cabai, pisang barangan dan jenis tanaman palawija lainnya. Termasuk panen padi sawah di kawasan Alue Deumam, yang dikembangkan petani di kebun rakyat itu, katanya kemarin. Dia mengungkapkan, di samping untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat, pengembangan kebun rakyat ini juga bertujuan untuk mengawasi kegiatan illegal logging di Hutan Lindung. “Dengan adanya aktivitas warga di sekitar hutan lindung, kami berharap dapat mengawasi kegiatan penebangan liar. Pengembangan kebuh rakyat ini juga sebagai usaha alternatif bagi warga kami yang dulunya menggantungkan hidup dari menebang hutan, “ujarnya. Pola pengelolaan kebun rakyat yang dikembangkan yaitu, memberi hak pengelolaan lahan kepada anggota kelompok masing-masing dengan luas lahan bervariasi mulai 05 hingga 3 hektare per Kepala Keluarga (KK). Lahan itu kemudian ditanami dengan tanaman produktif, baik tanaman keras maupun hortikultura, yang didapat dari bantuan pemerintah dan swasta. Untuk tanaman hortikultura seperti kacang kedelai, kelompok tani tersebut menjalankan pola pengembalian bibit, untuk menjaga keberlangsungan pengelolaan kebun rakyat tersebut, ungkap Hasballah. Dia berharap upaya memanfaatkan lahan tidur di luar kawasan hutan lindung itu, dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat sambil melindungi hutan di kaki Bukit Barisan di daerah tersebut dari para perambah liar.(b09).

Daftar Harga Bahan Pokok Di Medan, Jumat (15/3) Beras Ramos 1 Beras Ramos 2 Beras KKB 1 Beras KKB 2 Beras Arias Beras Jongkong IR 64 Beras Jongkong Kasar Beras Jongkong IR 64/Kw3 Gula Pasir Minyak Goreng Curah Kuning Daging Sapi Murni Daging Ayam Broiler Daging Ayam Kampung Telur Ayam Broiler Telur Ayam Kampung Garam Kasar Garam Halus Terigu Segi Tiga Biru Cabai Merah Cabai Rawit Cabai Hijau Bawang Merah Bawang Putih Tomat Kol Kentang Ikan Asin Teri (no.2) Kacang Hijau Kacang Tanah Kacang Kedelai Minyak Tanah Susu KM Bendera 357 gr Susu KM Indomilk 390 gr Susu Bubuk Bendera 400 gr Susu Bubuk Indomilk 400 gr

: Rp9.400 per kg : Rp9.200 per kg : Rp9.700 per kg : Rp9.500 per kg : Rp9.500 per kg : Rp9.200 per kg : Rp8.500 per kg : Rp8.500 per kg : Rp12.000 per kg : Rp9.000 per kg : Rp85.000 per kg : Rp22.000 per kg : Rp50.000 per kg : Rp1.000 per butir : Rp3.000 per butir : Rp1.200 per kg : Rp2.000 per kg : Rp8.000 per kg : Rp18.000 per kg : Rp35.000 per kg : Rp12.000 per kg : Rp48.000 per kg : Rp45.000 per kg : Rp9.000 per kg : Rp3.000 per kg : Rp8.000 per kg : Rp75.000 per kg : Rp12.000 per kg : Rp23.000 per kg : Rp8.000 per kg : Rp9.000 per liter : Rp7.600 per kaleng : Rp8.200 per kaleng : Rp25.500 per kotak : Rp27.200 per kotak (m41)

Harga Emas London Murni (LM)

495.000

Perhiasan (97%)

485.000

Emas Perhiasan (70%)

351.000

Emas Putih (75%)

376.000

Suasa

252.000

(50 %)

WASPADA Sabtu, 16 Maret 2013

Harga Bawang Dan Cabai Melambung TEBINGTINGGI (Waspada): Harga bawang putih dan bawang merah serta cabai rawit melambung di kota Tebingtinggi. Kenaikan harga tersebut mencapai meningkat tiga kali lipat dari normalnya. Akibatnya konsumen resah. Komoditas bawang putih, kini dijual dengan harga Rp40.000 per kg. Sedangkan harga normalnya Rp23.000 per kg. Harga bawang merah juga naik dari Rp30.000 per kg, menjadi Rp38.000 per kg. Sementara harga cabai rawit melonjak Rp28.000 per kg dari Rp20.000 per kg. RM br Harianja, 57, pedagang di Pasar Gambir, mengaku mengalami omzet hingga 50 persen akibat naiknya harga sejumlah komoditas itu. “Daya beli konsumen sangat rendah,’’ katanya Kamis (14/3). Pedagang tradisional yang sudah 35 tahun bergelut di bidang itu, menuding pembatasan import pemerintah sebagai penyebab pasokan jadi terbatas. Normalnya, penjualan bawang bisa 10 kg per hari. Tapi saat ini hanya terjual dua hingga tiga kg saja. Hanim, 48, warga Dusun VI Desa Pabatu, Kec. T.Tinggi, Sergai, mengakui terpaksa juga membeli denga harga mahal, karena mau hajatan pernikahan. “Mau apa lagi, sudah kebutuhan. Terpaksalah dibeli juga,” katanya. Kepala Kantor Ketahanan Pangan Tebingtinggi Abdul Rohim, mengaku sedang melakukan pemantauan terhadap lonjakan harga-harga. ‘’ Jika harga terus melonjak, tidak tertututp kemungkinan akan dilakukan pasar murah,” katanya. (a09)

Waspada/Arianda Tanjung

HARGA BAWANG MELONJAK: Seorang pedagang menyortir bawang merah di Pasar Sukaramai, Medan, Jumat (15/3). Harga bawang merah dan putih melonjak tajam hampir menyentuh harga Rp 50 ribu per kilogram.

Bawang Merah Melonjak Capai Rp50 Ribu Per Kg MEDAN (Waspada): Harga bawang merah di pasar tradisional Medan terus melonjak tinggi, bahkan hampir mendekati angka Rp50.000 per kilogram. Tingginya harga bawang merah dalam sepekan terakhir ini membuat para pedagang di pasar tradisional Medan maupun konsumen merasa resah, karena kenaikannya cukup tinggi. Dari pantauan Waspada di beberapa pasar tradisional di Medan, Jumat (15/3), harga bawang merah dijual dengan harga bervariasi, mulai dari Rp40.000 per kilogram, hingga Rp48.000 per kilogram. Padahal harga satu hari sebelumnya, bawang merah masih dijual di kisaran harga Rp38.000-Rp40.000 per kilogram. Selain bawang merah, komoditas bawang putih juga

mengalami kenaikan cukup tinggi, yakni capai Rp40.000Rp45.000 per kilogram. “Harga bawang merah sekarang sudah mencekik leher. Hampir setiap hari harganya naik terus. Bahkan kenaikan ini sudah di atas 200 persen dari harga normal. Dulu bawang merah masih dijual Rp8.000 per kilogram, kini sudah hampir Rp50.00 per kilogram,” kata P Br Hutahean salah seorang pedagang di Pusat Pasar Medan, kemarin. Selain itu, katanya, bawang putih juga mengalami kenaikan cukup tinggi. Kalau bawang terus mengalami kenaikan, masyarakat pasti keberatan untuk membeli dengan harga yang mahal. “Pemerintah harus bertindak cepat, jangan sampai harga kebutuhan dapur masyarakat ini terus mengalami kenaikan. Masyarakat pasti berat membeli dengan harga yang sangat mahal tersebut,” ujarnya. Hal sama juga disampaikan pedagang di Pasar Sukaramai Medan yang biasa disapa

Opung, 65. Dalam setahun ini, katanya, harga bawang terus mengalami kenaikan, mulai dari harga Rp8.000 per kilogram, kini dijual dengan harga di atas Rp40.000 per kilogram. “Kalau harga mahal seperti ini, masyarakat hanya mampu membeli sedikit, seperempat kilogram,” ujarnya. Kenaikan harga bawang yang disebabkan berkurangnya pasokan akibat adanya pembatasan impor oleh pemerintah, serta ketidakmampuan produksi pertanian dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, tidak hanya meresahkan pedagang, tetapi juga masyarakat, terutama pedagang nasi. Bawang merah maupun bawang putih merupakan bahan dasar penting untuk segala jenis masakan, sehingga akibat mahalnya harga bawang putih saat ini, membuat pedagang nasi terpaksa mengurangi penggunaan bawang. “Agar tidak merugi, terpaksa kami mengurangi porsi penggunaan bawang merah mau-

pun bawang putih untuk masakannya,” ujar Yulia, salah seorang pedagang nasi di Medan. Dia berharap kepada pemerintah untuk segera mengatasi kekurangan pasokan bawang ini, sehingga harga bawang bisa turun normal kembali. Sebelumnya, Iskandar, pedagang di Pusat Pasar Medan mengatakan, naiknya harga bawang tersebut disebabkan karena pasokan bawang yang masuk ke pedagang sangat minimdan berkurang hingga lebih dari 60 persen. Minimnya pasokan bawang tersebut dipicu oleh berkurangnya stok bawang di tingkat distributor. Bahkan, harga di tingkat distributor juga telah naik lebih dari 40 persen dibanding keadaan normal, sehingga harga bawang di pasaran semakin mahal. Salah satu distibutor di Jalan Veteran Medan David mengatakan, sejak lama distributor maupun pedagang mengandalkan pasokan bawang impor dari India dan Thailand. (m41)

Pemerintah Kaji Kenaikan BBM Bersubsidi J A K A R TA ( A n t a r a ) : Pemerintah akan mengkaji kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi untuk mengatasi beban subsidi yang diperkirakan bakal mengancam postur APBN 2013. Sementara itu, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan kebijakan pemerintah menerapkan pembatasan BBM bersubsidi akan semakin melambungkan biaya logistik yang akan ditanggung pengusaha. Menteri ESDM Jero Wacik di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Jumat (15/3), mengatakan kenaikan harga BBM itu menjadi opsi terakhir, jika alternatif solusi penyelamatan anggaran subsidi BBM lainnya tidak tercapai. Opsi lain yang dimaksudkan Jero Wacik, adalah program penghematan dan rencana pembatasan BBM. Namun, ia enggan menjelaskan lebih detail rencana kenaikan harga BBM bersubsidi, baik waktu maupun

besarannya. ‘’Apapun keputusannya, pertimbangan pemerintah tetap menomersatukan rakyat yang belum mampu dan miskin,” ujarnya. Jero. juga mengatakan secara ekonomi, harga BBM subsidi memang semestinya mengalami kenaikan. Namun, kebijakan harga BBM bukan hanya soal ekonomi, tapi juga sosial dan efek terhadap kemiskinan. ‘’Inilah yang menjadi pertimbangan serius pemerintah. Kami tak bisa gegabah. Karenanya kenaikan harga BBM dijadikan sebagai opsi terakhir,” ucapnya. Pernyataan Jero, tersebut hanya berselang sehari dari penjelasannya yang mengatakan pemerintah belum berencana menaikkan harga BBM bersubsidi. Saat menghadiri peluncuran buku hemat energy untuk murid SD dan SMP di Museum Listrik, Taman Mini Indonesia Indah, Kamis (14/3), Jero Wacik, mengatakan pemerintah akan

melakukan upaya lain untuk menekan konsumsi BBM. Saat itu, Jero, juga mengatakan tahun 2012, DPR menolak usulan pemerintah menaikkan harga BBM dan membuat subsidi membengkak. “Sekarang ada wacana kenaikan harga lagi. Bisa-bisa nanti ribut lagi,” tukasnya. Sesuai APBN 2013, subsidi BBM ditetapkan Rp193,8 triliun dengan asumsi volume 46 juta kiloliter, harga minyak mentah Indonesia 100 dolar AS per barel, dan kurs Rp9.300 per dolar AS. Namun, asumsi-asumsi tersebut diperkirakan meleset hingga akhir tahun 2013, sehingga beban subsidi bakal membengkak. Biaya logistik Sementara itu, Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Logistik Carmelita Hartoto, mengatakan kebijakan pemerintah yang menerapkan pembatasan BBM bersubsidi akan semakin

melambungkan biaya logistik yang akan ditanggung pengusaha. Dia memaparkan, peraturan yang mulai berlaku pada tanggal 1 Maret 2013, itu dinilai berpotensi meningkatkan biaya logistik karena BBM nonsubsidi sulit didapatkan di daerahdaerah. “Infrastruktur SPBU yang menyediakan BBM nonsubsidi di daerah-daerah sulit ditemukan. Akibatnya, banyak operator truk membeli eceran dengan harga nonsubsidi. Ini menjadi tambahan biaya,” ucapnya. Untuk itu, Carmelita, meminta pemerintah menunda pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi untuk truk roda empat ke atas. Jika pemerintah ingin membatasi BBM bersubsidi untuk semua jenis truk, harus dibarengi dengan kompensasi. Antara lain penghapusan pajak kendaraan bermotor dan penghapusan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Pabrik Isuzu Dijadwalkan Beroperasi 2014 MEDAN (Waspada) : Produsen otomotif Isuzu saat ini tengah membangun pabrik di Karawang untuk memproduksi kendaraan. Direncanakan, pabrik tersebut mulai beroperasi pada tahun 2014. Regional Manager Sumatera PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Suwito mengatakan, kapasitas produksi pabrik tersebut diperkirakan mencapai 80.000 unit kendaraan per tahun. “Pabrik ini akan memproduksi commercial vehicle untuk Isuzu tipe N Series dengan kapasitas 80.000 unit per tahun. Selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, kendaraan produksi pabrik ini juga untuk ekspor ke negara-negara berkembang, khususnya yang masih menerapkan standar Euro 2,” jelasnya dalam konferensi pers yang berlangsung di sela-sela Pameran Otomotif Medan, Rabu (13/3). Turut hadir pada kesempatan itu, Division Head Marketing PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Edy Oekasah, Kanwil Sumatera PT Astra International Tbk-Isuzu FX Mardiono dan PT Isuzu Astra Motor Indonesia

Waspada/Hamzah

BANGUN PABRIK General Manager PT Isuzu Astra Motor Indonesia Daisuke Yamada memberikan penjelasan kepada wartawan di Medan, Rabu (13/3). Isuzu tengah membangun pabrik berkapasitas produksi 80.000 unit/tahun yang akan beroperasi pada tahun 2014. Sebagian besar produksi untuk ekspor ke negara-negara berkembang. Daisuke Yamada. Suwito mengatakan, pabrik tersebut direncanakan menjadi basis produksi untuk jenis commercial vehicle yang akan diekspor ke negara berkembang. Ketika ditanya rencana ekspansi bisnis tahun ini, Suwito mengatakan, pihaknya menargetkan dapat memiliki 120 outlet dari 89 outlet yang ada saat ini. “Sekitar 8 outlet baru tersebut akan dibangun di Sumatera, di mana dua diantaranya di

Sumut,” ujarnya. Sementara Division Head Marketing PT Isuzu Astra Motor, Edy Oekasah mengatakan, pihaknya menargetkan mampu menjual sekitar 38.000 unit kendaraan pada tahun ini. Pihaknya optimis target tersebut terpenuhi mengingat kondisi ekonomi Indonesia masih baik. “Pada tahun ini, pemerintah akan menggiatkan pembangunan infrastruktur, di mana kendaraan tipe komersial akan

sangat berperan di sini. Begitu juga industri seperti consumer goods yang diprediksi terus bertumbuh. Ini akan mendorong permintaan commersial vehicle khususnya untuk light truck dan medium truck,” jelasnya. Terkait dengan Pameran Otomotif Medan 2013, Edy Oekasah mengatakan, Isuzu Indonesia memperkenalkan beberapa teknologi kendaraan diesel pada segmen komersial yang memberikan efek efisiensi kepada para penggunanya. “Isuzu hadir dengan Isuzu GIGA FRR dan FTR, truk medium berteknologi heavy duty common rail yang menggunakan mesin 4 silinder pertama di Indonesia. Teknologi ini membuat kendaraan memiliki tenaga yang kuat namun tetap efisien,” tuturnya. Di samping itu, Isuzu juga menghadirkan Isuzu D-max Double Cabin, Isuzu Elf 71 HD dan Isuzu GIGA FVM. Hingga saat ini, Isuzu telah memiliki 89 outlet, 72 bengkel 3S, 34 bengkel resmi, 1643 part shop di 243 kota, 94 bengkel berjalan dan juga bengkel mitra Isuzu. (m38)

Pedagang Duku Musiman Menjamur Di Jalinsum Paluta GUNUNGTUA (Waspada) : Pedagang buah duku musiman menjamur di sepanjang jalan lintas Sumatera (Jalinsum) di Kabupaten Padanglawas Utara. Salah seorang pedagang Mardan (34) ditemui Waspada Kamis, (14/3) mengatakan, memasuki musim duku seperti bulan ini, dia selalu manfaatkannya dengan berjualan di pinggir Jalinsum. “Jalan raya ini selalu ramai dilalui. Banyak para pengendara yang singgah untuk berbelanja. Saya yakin tidak ada yang kecewa, karena duku di daerah ini manis dan segar,” katanya. Hasil yang diperolehnya cukup lumayan. Menurut dia, dalam satu hari pedagang dapat menjual rata-rata 70 kilogram (kg) dengan harga Rp13 ribu sampai Rp15 ribu per kg tergantung kondisi buah. Duku kualitas sedang Rp13 ribu per kg, sedangkan untuk kulitas super atau besar dijual Rp15 ribu. “Sasaran kami pengendara yang melintas. Mereka berbelanja untuk dinikmati sambil meneruskan perjalanan, disamping untuk oleh-oleh,” katanya. Kebanyakan pembeli, menurut dia adalah pengguna kendaraan pribadi dan para sopir mobil angkutan barang. Bapak Tiga ini mengaku kesehariannya bekerja sebagai petani karet “Kebetulan musim hujan saya tidak dapat menyadap karet dan memilih berjualan sebagai pedagang duku musiman di pinggir jalan,” katanya. Salah seorang pembeli, Buk Reni asal Pekanbaru yang singgah berbelanja mengakui harga duku di Paluta cukup mahal, namun dia tidak kecewa karena buahnya cukup bagus dan manis. “Saya beli duku ini untuk dimakan di mobil dan untuk anak di Pekanbaru,” katanya. (a35)

Direksi PDPA Dirombak BANDA ACEH (Waspada): Gubernur Zaini Abdullah kembali melakukan pergantian pejabat dijajaran direksi Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (PDPA). Jajaran direksi PDPA sebelumnya pernah dilantik dengan keputusan gubernur tanggal 3 September 2012 lalu. Pelantikan para direksi PDPA yang dihadiri Ketua DPRA Hasbi Abdullah dan Ketua MAA, Badruzzaman itu, dilakukan Gubernur Zaini Abdullah bersamaan dengan pelantikan jajaran Badan Pengawas PDPA, Rabu (13/3) sore di Anjong Monmata, Banda Aceh. Gubernur melantik Ir. Nasruddin Daud sebagai Direktur Utama PDPA, TB. Herman sebagai Direktur Administrasi dan Keuangan, Rudiyanto sebagai Direktur Minyak dan Gas Bumi serta Imran A. Hamid sebagai Direktur Industri dan Perdagangan. Pengangkatan dan pelantikan para direksi PDPA itu berdasarkan Keputusan Gubernur Aceh Nomor. 539/110/2013 tanggal 5 Februari 2013, tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Direksi Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh. SK gubernur itu juga memberhentikan dengan hormat Syukri Ibrahim sebagai Direktur Utama PDPA dan Saifullah M. Ali sebagai Direktur Umum PDPA yang diangkat dengan Keputusan Gubernur Aceh Nomor 539/531/2012 tanggal 3 September 2012. Sedangkan Badan Pengawas dilantik dengan Keputusan Gubernur Aceh Nomor 539/108/2013 tentang pengangkatan Badan Pengawas PDPA, yaitu Asisten Keistimewaan Aceh, Pembangunan dan Ekonomi Setda Aceh, Ir. T. Said Mustafa sebagai Ketua Badan Pengawas PDPA. Serta Kamaruddin Abubakar sebagai Ketua Pelaksana merangkap anggota, Nurdin Husin, SH, MH, Sulaiman Azis dan H. T. Zulkarnain Yusuf sebagai anggota. Gubernur Zaini Abdullah mengatakan penyegaran direksi PDPA itu bukan berarti jajaran direksi sebelumnya tidak berkualitas. “Perubahan ini semata-mata penyegaran, sehingga PDPA mutlak harus memiliki semangat baru dalam melakukan pencapaian target,” ujar Gubernur. “Semoga kinerja PDPA bisa lebih baik lagi sehingga lembaga ini mampu mendukung Pemerintah Aceh dalam menggali potensi sumber daya daerah kita untuk modal pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” Pesan Doto Zaini. (b06)

Gubernur Ingatkan Bendahara Bayar Pajak BANDA ACEH (Waspada): Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengingatkan kepada bendahara umum dipemerintahan baik di kabupaten/kota dan provinsi agar taat menyetorkan pajak ke kantor Direktorat Jendral Pajak (DJP) Wilayah Aceh. Zaini meminta kepada bendahara untuk segera membayar pajak, sehingga tidak harus berurusan dengan para penegak hukum. Ia berharap tidak ada lagi bendahara daerah di Aceh yang mangkir dari membayar pajak seperti terjadi sebelumnya. Menurutnya, para pejabat di provinsi Aceh harus bisa memberikan contoh kepada masyarakat agar taat membayar pajak, karena pajak penting untuk membangun Aceh. “Saya sangat mengapresiasi pencapaian target pajak provinsi Aceh tahun 2012 96 persen, ini salah satu kesadaran masayarakat kita,” terang gubernur usai penyerahan SPT tahunan di kantor pajak, Kamis (14/3). Selain gubernur, penyerahan SPT juga dilakukan secara bersamaan oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Hasbi Abdullah, Penglima Kodam Iskandar Muda Mayjen TNI Zahari Siregar, Kapolda Aceh Irjen Polisi Herman Efendi dan Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh TM Syahrizal serta unsur lainnya. Capai 96,61 Persen Realisasi pajak Aceh pada tahun 2012 mencapai 96,61 persen dari target yang direncanakan, angka tersebut mengalami penumbuhan 13 persen bila dibandingkan dengan tahun 2011 lalu. “Penerimaan pajak Aceh mencapai Rp. 2,96 T dari target Rp. 3,13 T, realisasi pajak terbesar dari jasa kontruksi, perkebunan, perdagangan, bendahara daerah dan pajak bumi dan bangunan (PBB),” ujar Kepala Direktorat Jendral Pajak (DJP) Wilayah Aceh Mukhtar seraya menyatakan untuk tahun 2013 ini Direktorat Jendral Pajak (DJP) Wilayah Aceh menargetkan penerimaan pajak Rp. 3,9 T atau naik hingga 30 persen. Bila tercapai maka perekonomian masyarakat Aceh bisa dikatakan semakin membaik. Ia menambahkan, kesadaran masyarakat Aceh dalam membayar pajak orang pribadi juga semakin meningkat, menurutnya saat ini wajib pajak pribadi di Aceh mencapai 374 ribu wajib pajak. “Ini sudah maksimal, dengan tumbuh sampai 13 persen itu sudah sangat bagus, meskipun kedepan kita berharap bisa tumbuh sampai 25 persen,” terangnya. Diakui Mukhtar, selain pajak orang pribadi, kesadaran bendahara umum daerah juga mulai tumbuh, meskipun ada juga bendahara yang mangkir pajak dan sedang di proses lebih lanjut. Pada tahun lalu peringkat kepatuhan pajak di Aceh berada pada rangking 22 dari 33 provinsi di Indonesia. (cb01)

Waspada, Sabtu 16 Maret 2013  

waspada daily

Waspada, Sabtu 16 Maret 2013  

waspada daily

Advertisement