Page 20

Aceh

B10

Pustu Sijudo Tergembok

Tidak Ada Pengutipan Restribusi Di RTH Langsa LANGSA (Waspada): Tidak boleh ada pengutipan restribusi parkir di dalam Lapangan Merdeka atau Ruang Terbuka Hijau (RTH) Langsa. Keputusan itu tertuang pada hasil rapat koordinasi Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Langsa, dengan sejumlah Satuan Perangkat Kerja Kota (SKPK) Pemko, Kamis (14/3). Hadir pada rapat itu, mewakili DPRK dari Komisi D dan Komisi C. Sedangkan, SKPK yakni Dinas Perhubungan, Dinas Pengelolaan Keuangan dan Asset (DPKA), Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (BLHKP), Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) serta Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat. Menurut Ketua Komisi D DPRK Langsa, Ir Joni kepada wartawan, Jumat (15/3), pada rapat koordinasi dengan sejumlah SKPK ini, intinya kita setuju di dalam RTH tidak boleh dilakukan pengutipan restribusi parkir. Dijelaskan Joni, mengenai karcis restribusi parkir palsu, diminta kepada Dishub segera menertibkan karcis palsu tersebut karena yang namanya karcis resmi hanya di keluarkan oleh DPKA setempat.(m43) Waspada/M.Ishak

Tiga Bandar Narkoba Diringkus

SEORANG warga melintas di depan Pustu Sijudo, Desa Blang Seunong, Kecamatan Pante Bidari, Kab. Aceh Timur, Kamis (14/3).

IDI (Waspada): Tiga bandar narkoba baik sabu atau ganja diringkus jajaran Polres Aceh Timur dan Polsek Madat, Kamis (15/3) sekira pukul 22:30. Alhasil, polisi berhasil juga menyita 0,10 gram sabu dan 1 ons ganja kering. Kapolres Aceh Timur AKBP Muhajir melalui Kapolsek Madat, Ipda Zainir kepada Waspada menyebutkan, dua tersangka yang ditangkap petugas Polsek Madat berinisial F, 30, warga Paya Naden, Madat dan tersangka lain S, 22, warga yang sama. Menurut Ipda Zainir, personil Polsek Madat menangkap dua tersangka di Desa Seuneubok Pidie, Madat. Penangkapan berawal dari informasi masyarakat, lalu setelah diintai petugas berhasil menangkap keduanya yang sedang mengenderai Sepmor Revo Revo BL 3408 QI. Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap kedua tersangka polisi berhasil menangkap 1 paket sabu yang dibungkus plastik bening yang diperkirakan berat lebih kurang 0,10 gram dari tangan tersangka F. Sementara AKBP Muhajir secara terpisah juga menyebutkan pihaknya menangkap 1 orang pengedar narkotika jenis ganja berinisial FD bin NR, 31, warga Pante Bayam, Madat. Tersangka FD yang ditangkap anggota Resnarkoba berhasil menemukan 1 ons daun ganja kering yang dibungkus dalam plastik hitam di tempat transaksi. “Kemudian anggota melakukan pemeriksaan/penggeledahan di rumah orang tua FD dan berhasil ditemukan kembali barang bukti berupa ranting batang ganja yg buangdibelakangrumah,”kataAKBPMuhajirserayamenan-daskan kini tersangka dan barang bukti telah diamankan petugas. (b24)

Suhu Kota Lhokseumawe Lebih Panas

Sosialisasi Standar Pelayanan Minimal Bagi PNS Di Langsa LANGSA (Waspada): Pemko Langsa melalui bagian organisasi melaksanakan Sosialisasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di wilayah kerjanya di Aula Hotel Ridho Langsa, Kamis (14/3). Kabag Organisasi Pemko Langsa Raja Angkasah, SH dalam laporannya mengatakan, tujuan sosialisasi ini adalah menindaklanjuti surat edaran Mendagri Nomor 100/1023/SJ tentang laporan perkembangan penerapan dan pencapaian SPM, yang mencakup jenis pelayanan, indikator, integrasi dalam dokumen perencanaan, kegiatan target SPM, output capaian SPM anggaran dan permasalahan yang dihadapi. Lanjutnya, adapun peserta sosialisasi ini berjumlag 17 orang yang berasal dari Satuan Kerja Perangkat Kota (SKPK) yang membidangi SPM yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Sementara itu, T. Sabena Selaku Asisten III yang mewakili Wali Kota Langsa dalam sambutannya mengatakan, SPM adalah ketentuan mengenai jenis dan mutu pelayanan dasar yang merupakan urusan wajib daerah. Oleh karena itu Pemerintah Pusat menyusun SPM sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal.(m43)

Ketua DPRK : Rampingkan Jumlah Satpam Di Setwan LANGSA (Waspada): Ketua DPRK Langsa Muhammad Zulfri meminta kepada Wali Kota Langsa Usman Abdullah supaya dapat merampingkan jumlah anggota pengamanan kantor di sektariat DPRK setempat. Karena anggota Satpam yang ditugaskan di kantor setwan sekarang berjumlah 32 orang dinilai terlalu banyak, sudah melebihi dari anggota dewan yang hanya berjumlah 25 orang. Bahkan dalam konsultasi anggaran ke DPKA Aceh di Banda Aceh, kata Zulfri, masalah itu juga pernah dipertanyakan karena jumlahnya dinilai sudah tidak rasional. Pihak DPKA menanyakan apakah masing-masing anggota dewan Kota Langsa didampingi seorang anggota Satuan Pengamanan (Satpam), dan sisanya tujuh orang yang ditugaskan untuk menjaga sekretariat dewan. Bertitik tolak dari alas an itu, tambah Zulfri, makanya dia meminta kepada Wali Kota Langsa untuk dapat merasionalisasikan jumlah mereka. Dan permintaan itu sudah disampaikan secara resmi melalui surat usulan yang dikirim ke wali kota tertanggal 13 Maret lalu. Berdasarkan copy surat usulan yang diperlihatkan kepada Waspada di kantornya, Kamis (14/3), Zulfri disitu juga menyebutkan selain alasan untuk efisiensi APBK, termasuk juga ada alasan moral sehingga dia menyampaikan usulan itu. Karena pada sekitar November tahun lalu, sejumlah anggota Satpam di Setwan Kota Langsa ada yang tertangkap tangan oleh masyarakat ketika sedang bermain judi. Dan laporan dari masyarakat itu telah disampaikan secara lisan kepada Pimpinan Dewan dan Sekretaris Dewan, demikian tulis Zulfri dalam surat usulannya ke Wali Kota. (b20)

Tiga Kandidat Bertarung Dalam Pilkades Geulanggang Teungoh BIREUEN (Waspada) : Tiga kandidat calon Geuchiek akan bertarung dalam Pilkades Gampong GeulanggangTengoh, Kecamatan Kota Juang digelar di meunasah setempat Minggu (17/3). Ketua Panitia Pilkades, Drs Razali didampingi Yusriadi,SH kepada Waspada, Kamis (14/3) menjelaskan, Pilkades yang akan digelar Minggu (17/3) untuk memilih kembali Geuchiek Geulanggang Teungoh yang baru menggantikan Geuchiek lama M Husin, SH yang sudah mengakhiri masa jabatan. Dikatakan, ketiga kandidat yang maju dalam Pilkades Geulanggang Teungoh, M Husin,SH, mantan Geuchiek, Dahlan M Yakob dan Drs M Isa. Pilkades akan berlangsung di Meunasah Geulanggang Teungoh minggu (17/3) dibuka mulai pukul 08:00 dan berakhir pukul pukul 14:00. Jika pemilih hingga pukul 14:00 belum mencapai 50 persen dari daftar pemilih tetap (DPT) waktu pemilihan diperpanjang hingga pukul 16:00 – 22:30, ujar Yusriadi, SH. (b12)

Pemkab Bireuen Tahun ini Tidak Terima PNS Formasi Umum BIREUEN (Waspada) : Tahun ini Pemerintah Kabupaten Bireuen tidak menerima Calon Pegawai Negeri Sipil dari formasi umum. Pasalnya, jumlah pegawai baik PNS, honorer maupun pegawai kontrak di Kabupoaten Bireuen sudah membludak melebihi kapasitas kebutuhan. Kepala Badan Kepegawaian dan Pelatihan (BKPP) Setdakab Bireuen Drs M Isa menjelaskan itu menjawab Waspada Jumat (15/3). Dikatakan, jumlah PNS di jajaran Pemkab Bireuen saat ini sudah mencapai 9.183 orang sementara tenaga honorer yang terdata hingga saat ini sebanyak 1.921 orang. Disinggung tentang adanya penerimaan tenaga di SKPK, kantor Camat, Puskesmas baru-baru ini, M Isa membenarkan ada sekitar 400 tenaga magang lulusan Kebidanan, Kesehatan dan beberapa lulusan pendidikan lainnya ditempatkan di SKPK, Puskesmas, Rumah Sakit mereka hanya mengabdi melaksanakan praktik kerja sebagai tenaga magang. (b12)

WASPADA Sabtu 16 Maret 2013

LHOKSEUMAWE ( Waspada) : Memasuki musim kemarau yang melanda sebagian daerah bumi Serambi Mekkah, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Aceh menyatakan kali ini suhu di Kota Lhokseumawe akan terasa lebih panas dari pada kota/ kabupaten lainnya.

Prakirawan BMKG Aceh Nasrul, Jumat (15/3) mengatakan, kondisi suhu untuk Kota Lhokseumawe akan terasa lebih panas bukan hanya karena alam atau terjadinya perubahan cuaca. Akan tetapi suhu panasnya menjadi semakin tinggi lantaran daerah setempat merupakan zona industry. Sehingga dengan banyaknya aktifitas pabrik raksasa pada setiap harinya juga mempengaruhi peningkatan

suhu. Apalagi saat ini, sambungnya, banyak tanaman-tanaman di Kota Lhokseumawe yang sudah beralih ke lahan industry. Sehingga mempengaruhi peningkatan suhu udara. Faktor lain yang membuat suhu Kota Lhokseumawe lebih tinggi adalah lantaran masih terdapat beberapa sumur gas yang masih aktif dan rentan menimbulkan banyak api. Nasrul menyebutkan, temperatur suhu menurut pantauan BMKG berkisar 23 sampai 33 derjat celcius. Untuk suhu yang paling tinggi yaitu hanya berkisar 34,6 derjat celcius. “Untuk malam hari suhu menjadi 23 derjat celcius,” tutur Nasrul. Saat ini matahari tepat berada di posisi ekuator atau tepat berada di khatulistiwa. Kondisi seperti ini diperkirakan akan berlangsung selama bulan Maret sampai April 2013. Sementara itu, pada bulan Juni sampai Juli, posisi matahari diperkirakan akan bergerak ke

Utara. Maka pada bulan tersebut, mengakibatkan intensitas hujan sangat rendah, hanya terjadi hujan ringan saja. “Kalau memang terjadi hujan, hanya berkisar 50mm / 10 hari, Ujar Nasrul. Selain itu, pemanasan di wilayah laut juga sangat dipengaruhi. Kalau di Aceh terjadinya pemanasan di wilayah Samudera Hindia, sehingga nantinya bisa menyebabkan hujan yang tidak merata. Nasrul menambahkan pihak BMKG pun mengimbau kepada masyarakat untuk saat ini harus serius memperhatikan kondisi kesehatan, mengingat rentan terjadinya perubahan cuaca tentu mempengaruhi kondisi tubuh. Demikian juga diingatkan berhati – hati untuk wilayah yang banyak terdapat alang – alang, dengan kondisi cuaca sekarang mudah memicu api dan dikhawatirkan terjadi kebakaran. (b16)

Tgk M Sali Ismail Pemimpin Dua Dayah Yang Bisa Mengeluarkan Ijazah BIREUEN (Waspada): Sekretaris Partai Aceh (PA) Kabupaten Bireuen, Muzakkir dan Ketua PA Kecamatan Peudada, Tgk Basri Abdullah, mengatakan Tgk M Sali Ismail yang dilantik menjadi anggota DPRA Pengganti Antar Waktu-Partai Aceh (PAW-PA) 25 Mei 2012 lalu, menggantikan Tgk Muhammad Wali Alkhalidy yang diberhentikan oleh partainya, merupakan seorang tokoh agama pimpinan dayah yang memiliki dua dayah dan diperbolehkan mengeluarkan ijazah kepada santrinya sesuai ketentuan dan peraturan dayah yang berlaku. “Beliau sebagai anggota DPRA PAW PA menggantikan Tgk Muhammad Waly Alkhalidy, merupakan keputusan pengurus PA Pusat,” kata Muzakkir ketika dijumpai Waspada, Jumat (15/3) di kantor DPRK Bireuen bersama Tgk Basri Abdullah. Namun, sambungnya, walaupun dirinya tidak mengetahui pasti tentang dia ada dan tidaknya dia sekolah PGA di Aceh

Tengah atau tamat atau tidaknya sekolah. Namun yang diketahuinya, pada saat hendak dilantik menjadi PAW anggota DPRA fraksi PA dia memimpin dua dayah yang bisa mengeluarkan ijzah setingkat SLTA dan juga keputusan pimpinan PA Pusat. “Saya tidak mengetahui pasti, namun yang jelasnya beliau itu adalah pimpinan dua dayah yang bisa mengeluarkan ijazah kepada santrinya yang dinilai sudah layak diberikan, logikanya begini, untuk orang lain saja bisa beliau mengeluarkan ijazah, apakah dirinya tidak bisa memiliki juga ijazah dayah juga,” tanya Muzakkir menanggapi kabar,Tgk M Sali Ismail menggunakan ijazah palsu atau orang lain saat hendak dilantik menjadi anggota DPRA Fraksi PA beberapa waktu lalu. Adapun mengenai namanya tambah Muzakkir, ada yang mengatakan nama aslinya adalah Ismail Mahyiddin bukan M Sali Ismail, Muzakkir merasa hal

itu juga aneh. Pasalnya, seingat dirinya dari sejak lama telah disebut Tgk M Sali Ismail. “Seingat saya dari dulu memang disebut namanya Tgk M Sali Ismail bukan Ismail Mahyiddin,” jelasnya. Ketua PA Kecamatan Peudada, Tgk Basri Abdullah, menambahkan, dirinya mengetahui Tgk M Sali Ismail pada saat dilantik menjadi anggota DPRA beberapa waktu lalu merupakan tuha peut di desanya, Gampong Pulo Ara, Kec. Peudada, Bireuen. “Saya memang tahu beliau ada sekolah PGA di Aceh Tengah, namun saya tidak mengetahui tamat atau tidaknya, karena beliau pada saat itu langusng masuk dayah sehingga sekarang beliau memiliki dua dayah yang bisa mengeluarkan ijazahnya, bahkan ijazah untuk saya sendiri dikeluarkan oleh dayah yang beliau pimpinnya di Peudada,” jelas imum sebuah masjid di Peudada yang pernah mondok di beberapa dayah yang baru-baruinidilantiksebagaianggota PAW DPRK Bireuen. (cb02)

IDI (Waspada): Puskesmas Pembantu (Pustu) di Dusun Sijudo, Desa Blang Seunong, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur tergembok. Tidak ada aktifitas pegawai disana, bahkan kabarnya hampir setiap hari Pustu dipedalaman Aceh Timur terkunci rapat, Kamis (14/3) sekira pukul 10:20. Amatan Waspada, Pustu yang terletak sekitar 45 kilometer ke arah selatan jalan negara itu sepi. Seluruh jendela dan pintu tertutup, bahkan pintu bagian depan terkunci rapat. Dikhawatirkan, jika warga setempat membutuhkan pelayanan seperti bersalin gagal dan kecewa, karena tak seorangpun Bidan Desa (Bides) ataupun pegawai yang berkantor disana, termasuk hari kerja. Bahkan, saat Waspada nelintas sejak pukul 10:20 sampai pukul 14:05 hari itu belum dibuka Pustu dimaksud. Direktur Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Safaruddin, SH saat dimintai keterangan kepada Waspada Jumat (15/3) merasa geram

dengan kondisi Pustu yang tutup pada hari kerja. Padahal seharusnya siang malam Pustu harus diaktifkan, apalagi dipedalaman yang jauh dari Puskesmas ataupun RSUD atau RSU Swasta di Idi. “Ini sangat buruk, kita meminta Kepala Dinas Kesehatan Aceh Timur untuk mengevaluasi kinerja Kepala Pustu dan pegawainya disana,” ujar Safaruddin. Selaku lembaga yang ikut peduli kesehatan, Safaruddin berpendapat tak seharusnya Pustu tutup ataupun tergembok pintunya, karena pelayanan sewaktu-waktu yang harus diberikan adalah tak mengenal waktu dan tempat, apalagi warga yang mengalami kecelakaan yang membutuhkan pertolongan pertama secepatnya. “Kita meragukan keaktifan Pustu ataupun Puskesmas di pedalaman, untuk itu Kadinkes Aceh Timur harus mengecek seluruh Pustu di pedalaman atau jangan-jangan selama ini kosong semua Pustu di kawasan pinggiran,” ujar Safaruddin. (b24)

Seminar Internasional Samudera Pase Warga Diimbau Tak Berpakaian Ketat LHOKSEUMAWE (Waspada): Hari ini, Sabtu (16/3), Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe menggelar Seminar Islam Internasional Samudera Pase. Untuk itu, Dinas Syariat Islam setempat mengimbau warga tidak mengenakan pakaian ketat, serta selalu berperilaku sopan. Kepala Dinas Syariat Islam Lhokseumawe, Zulkifli, SAg.MPd, Jumat (15/3) mengeluarkan Imbauan tertangal 13 Maret 2013, kemudian ditempel serta membagi-bagikan kepada masyarakat termasuk di masjid-masjid. Tujuannya memperlancar jalannya Seminar Islam Samudera Pase yang dihadiri tamu dari Mesir dan Malaysia. Sedangkan dari Jakarta, hadir Ketua DPR RI Marzuki Ali, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negera dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB),

Azwar Abubakar, dan Dirjen Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kemendagri, Tarmizi A Karim, serta tokoh agama dan pemerhati sejarah, termasuk dari Jawa Barat. Inti imbauan yang diringkas Waspada meliputi, bersikap sopan dan ramah serta menjunjung tinggi adat istiadat Aceh, terutama bagi peserta dan pelaksana. Kemudian diwajibkan berpakaian sesuai dengan tuntutan Syariat Islam. Orang tua selalu mengawasi anaknya agar terhindar dari pergaulan bebas, khalwat, dan balapan liar. Masyarakat diwajibkan mengikuti pengajian di masjid, meunasah, dayah dan balai pengajian setelah shalat Isya, dan bagi pelajar dilarang berkeliaran atau berada di warnet/ warung kopi selama pengajian berlangsung mulai pukul 19:00-21:00. (cmk)

Pemerintah Aceh Umumkan Pengadaan Lelang Kolektif II Tanda Tangan Kontrak Pengadaan Kolektif I Mulai 15 April 2013 BANDA ACEH (Waspada): Pemerintah Aceh mengumumkan pengadaan Lelang Kolektif II sebanyak 925 paket/Rp 816,74 miliar (paket baru dan ulangan), yang terdiri dari kegiatan pengadaan konstruksi 401 paket /Rp 476,29 M, barang sejumlah 373 paket/ Rp 308,19 M, konsultasi 142 paket/Rp 24,83M dan jasa lainnya 9 paket/Rp 7,42 M. Semua paket lelang, sebanyak 381paket dikelola KPA Aceh dan 544paket dikelola oleh KPA Kabupaten/Kota. Dijadwalkan proses tanda tangan kontrak pasca kualifikasi tanggal 1 Mei 2013 dan pra kualifikasi 15 Mei 2013. Gubernur Aceh menjelaskan paket lelang kolektif tahap II melalui Kepala Biro Humas Setda Aceh, Drs Nurdin F Joes dalam relis yang diterima Waspada, Jumat (15/3). Rincian kegiatan SKPA itu, tulis Nurdin F Joes meliputi Dinas Pendidikan 216 paket, Dinas Perkebunan 199 paket, DinasBinaMarga 159paket, Dinas Perhubungan Komunikasi, Informasi dan Telematika 62 paket, Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk 41 paket, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah 36 paket, Rumah Sakit dr ZainoelAbidin 26 paket, DinasKesehatan 24 paket, Dinas Kebudayaan danPariwisata 24 paket, Badan Penunggulangan Bencana 26paket. Selain itu, Dinas Pengairan 22 paket, Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan 16 paket, Dinas Sosial 15 paket, Badan Pengendalian Dampak Lingkungan 10 paket, Dinas Kelautan dan Perikanan 10 paket, Dinas Syariat Islam 7paket, Badan Kepegawaian, Pendidikandan Pelatihan 5 paket, Dinas Pemuda dan Olah Raga 4 paket, Dinas Pendapatan dan Kekayaan Aceh 4 paket, Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayahtul Hisbah 3 paket. Selanjutnya, Dinas Koperasi dan UKM 2 paket, Dinas Keuangan Aceh 2 paket, Biro Umum dan Protokol Setda 2 paket, Rumah Sakit Jiwa 2 paket, Sekretariat DPRA 2 paket, Dinas Pertanian Tanaman Pangan1 paket, Badan Pembinaan Pendidikan Dayah 1 paket, Baitul Mal 1 paket, Dinas Perindustrian dan Perdagangan 1 paket, KORPRI 1 paket dan Majelis PermusyawaratanUlama 1 paket. Dikatakan, rincian paket menurut lokasi

kegiatan tersebar di Aceh 130 paket, Sabang 19 paket , Banda Aceh 19 paket, Aceh Besar 50 paket, pidie 47 paket, Pidiejaya 31 paket, Bireuen 24 paket, Lhokseumawe 8 paket, Aceh Utara 51 paket, Aceh Timur 84 paket, langsa 12 paket, Aceh Tamiang 16 paket, Bener Meriah 18 paket, Aceh Tengah 18 paket, GayoLues 36 paket, Aceh Tenggara 48 paket, Aceh Jaya 34 paket, Aceh Barat 39 paket, Nagan Raya 51 paket, Aceh Barat Daya 22 paket, Aceh Selatan 91 paket, Singkil 28 paket, Subulussalam 26 paketdanSimeulue 25 paket. Dalam rilis juga ditegaskan, 4 paket konstruksi dan pengawasan yang dibatalkan atau ditunda 2014 karena tidak siap lahan dan DED, pembangunan terminal barang Aceh Tamiang, pembangunan kantor Samsat Aceh Timur, pembangunan Rumdis samsat Lhokseumawe, pembangunan kantor Samsat Lhoksukon, Aceh Utara. Rincian nama paket kegiatan yang dilelang, lanjut Nurdin F Joes, dapat diakses melalui situs web: http://lpse.acehprov.go.id sedangkan pendaftaran dan download dokumen mulai tanggal 18 Maret 2013 sesuai alamat web masing-masing pokja Aceh dan Kabupaten/Kota. Untuk pengadaan lelang kolektif I sebanyak 3.062 paket /Rp2,91 T, yang sudah diumumkan sejak 28 Februari 2013 dengan sudah ditetapkannnya APBA 2013 tandatangan kontrak dimulai tanggal 15 April 2013, agar pelaksanaan penandatanganan kontrak setiap paket dilakukan secara kolektif yang diikuti oleh tim SKPA, KPA, rekanan, penerima manfaat dan undangan terkait serta setiap paket pelaksanaan konstruksi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dipasang papan proyek dan papan arah/petunjuk, serta menyiapkan format pantau. Tim Percepatan dan Pengendalian kegiatan (P2K–APBA) akan melaksanakan kunjungan lapangan tanggal 22 s.d 29April 2013, guna memastikan telah dimulai aktifitas kegiatan lapangan, diharapkan sudah terpasang plang proyek dan papan arah, sesuai dengan surat gubernur Aceh No: 903/14856 tanggal 13 Maret 2013 yang diedarkan kepada seluruh SKPA dan para Bupati/Wali Kota se Aceh. Demikian juru bicara Pemerintah Aceh, Nurdin F Joes. (b01/rel)

Nasruddin, Kabur Saat Perompak Tidur Nyaris Dibacok Karena Dituduh Maling NASRUDDIN merupakan salah satu dari tiga nelayan asal Sumatera Utara yang dirompak diperairan Aceh Timur oleh kawanan komplotan bersenjata api laras panjang, Jumat (8/3) lalu. Dia sempat disekap bersama dua anak buah kapal (ABK) dikawasan tampak dengan penjagaan ketat pasukan bersenjata api. Nasruddin adalah tekong atau nahkoda KM Husna. Dia tercatat warga di Jalan Pembangunan, Kecamatan Pangkalan Beulandan, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumut. Awalnya, KM Husna dirompak sekitar 12 mil dari daratan persisnya diperbatasan perairan Langsa dengan Aceh Timur, Jumat (8/3) sekira pukul 10:00. Seterusnya, perompak membawa Nasrddin dkk ke salah satu kuala tikus di Aceh Timur. Belakangan diketahui, ketiganya didaratkan melalui Kuala Gampong Seuneubok Rawang, Kecamatan Peureulak Timur, Aceh Timur. Setelah berjalan selama 1 jam di laut dan 5 jam di darat, akhirnya dua ABK dan nahkoda KM Husna disinggahi disebuah pondok (gubuk—red) dikawasan tambak milik warga, sekira pukul 16:00, namun Nasruddin tak mengetahui lokasi pondok tersebut, namun polisi menduga masih berada dikawasan Peureulak Timur. Setelah diberi makan malam berupa nasi

bungkus, lalu ketiga warga Sumut yang menjadi kirban perompak ini lalu tertidur, termasuk komplotan perompak yang menenteng senjata api laras panjang jenis AK-46. Narsuddin saat diperiksa polisi mengaku berhasil kabur Sabtu (9/3) sekira pukul 00:30 dinihari. Dia mengaku malam itu tidak bisa tidur meskipun lelah karena telah berjalan kaki selama lima jam bersama kawan-kawan. “Saat itu dalam kegelapan malam saya perkirakan seluruh orang ini (perompak— red) tertidur, karena lelah. Sehingga secara perlahan saya membuka pintu pondok dan berlari selama 1 jam hingga menemukan perkampungan,” kata Nasruddin saat diperiksa polisi, Senin (11/3) lalu. Nasruddin melanjutnya, setelah menemukan perkampungan lalu dia mencoba mengetuk pintu salah seorang rumah penduduk, tapi 15 menit diketuk tak dibukanya. Tak lama kemudian dia kembali berjalan menemukan sebuah rumah penduduk lagi, tapi saat diketuk pemilik rumah terjaga, namun tak membuka pintunya dengan alasan tak jelas, “mungkin karena saya tak bisa bahasa Aceh, jadi pemilik rumah tak berani membuka pintu,” kata Nasruddin. Meskipun pintu tak dibuka, Nasruddin yang sedang dibalut

rasa takut itu lalu berjalan di lorong-lorong dan berjumpa dengan seorang warga sedang mengenderai sepedamotor. Namun di saat Nasruddin meminta dirinya diantar ke Mapolsek terdekat warga itupun malah kabur dan tak menghiraukan permintaan Nasruddin. Lalu dia kembali berjalan dan menemukan lagi dua pemuda sekira pukulk 03:00. Saat itu Nasruddin kembali memohon agar dirinya diantar ke Mapolsek terdekat, namun dua pemuda itu tidak bersedia juga karena sudah sangat larut malam, namun kedua pemuda tersebut menunjukkan jalan dan arah menuju Polsek. Sekitar 30 menit berjalan, Nasruddin melihat adanya 3 unit sepeda dayung di depan rumah warga. Lalu Nasruddin berkesimpulan mengambilnya dan mendayung dengan tujuan Mapolsek sesusai petunjuk dan arahan dua pemuda yang dijumpai sebelumnya. Ternyata, aksi Nasruddin mengambil sepeda dayung tanpa meminta kepada pemilik rumah diketahui pemilik rumah. Lalu pemilik rumah berteriak maling. Dalam hitungan menit, warga sekitarpun keluar dan mengejar Nasruddin. Nyaris saja digebukin oleh warga sekitar, namun setelah Nasruddin menceritakan seluruh kejadian yang menimpa

Waspada/M.Ishak

NASRUDDIN, warga Langkat, Sumut yang dirompak dan disandera di Aceh Timur, Jumat (8/3) lalu. dirinya lalu wargapun memahami dan langsung diantar Nasruddin ke Mapolsek Paureulak Timur sekira pukul 04:30. Tiba di Mapolsek, informasi perompak dan salah seorang sandera selamat karena kabur langsung merebak. Kapolres Aceh Timur AKB Muhajir dan Kabag Ops Kompol Warosidi ikut melacak dan mengejar lokasi penyanderaa, tetapi tak berhasil ditemukan, kecuali KM Husna yang ditemukan dikawasan Kuala Beukah, Kecamatan Peureulak, Minggu

(10/3). Kini KM Husna sudah diamankan di PPI Idi dibawah pengawasan Sapol Air. Setelah Nasruddin bersama polisi selama hari, lalu keluarga dua ABK yang ditangan perompak lalu menginformasikan ke petugas bahwa dua ABK yang disandera kini telah bebas, Senin (11/3) sekira pukul 19:30. Dibebaskannya dua sandera karena pihak keluarga telah mengirimkan uang tunai Rp15 juta ke rekening salah seorang nasabah di Bireun. Sementara permintaan sebelumnya Rp200

juta. Kini, Nasruddin juga telah kembali ke keluarganya. Kapolres Aceh Timur, AKBP Muhajir, S.Ik saat dimintai keterangan kepada Waspada mengaku kasus perompak masih terus dikembangkan, karena sejumlah nama pelaku yang dicurigai telah dikantongi identitas dan alamatnya. “Kita sudah kantongi identitas pelaku, namun masih kita rahasiakan karena pertimbangan proses penyelidikan dan pengembangan,” ujarnya. M.Ishak

Waspada, Sabtu 16 Maret 2013  

waspada daily

Waspada, Sabtu 16 Maret 2013  

waspada daily

Advertisement