Page 17

B9 Remaja Pasca Ujian Siswa Dibekali Pendidikan Karakter

WASPADA Minggu 5 Januari 2014

Waspada/Ist

TRI Intan Syahfiri (tengah) menunjukkan medali yang diperolehnya di Batam, dia diapit Supriadi, HM Yusuf, ibundanya, dan Hj Sudarsini (wali kelas).

Guru Motivator Siswa Berprestasi YAYASAN pendidikan Sinar Husni meneruskan cita-cita yang sudah dirintis dan dipelopori pendirinya almarhum DR H Husin Abdul Azis lewat program soft skills guna memotivasi para siswa meningkatkan kemampuan dirinya, termasuk berprestasi di olahraga dan seni budaya. HMYusuf, SPd selaku Kasek SMP Sinar Husni bersama Wakasek Supriadi, ST merasa bangga dengan kemampuan siswanya menyerap pembelajaran soft skills, bahkan berprestasi dengan menjuarai berbagai event olahraga, pentas seni, drumband dll. Intinya kemampuan guru tidak hanya terkait pembelajaran hard skills tapi juga memotivasi siswa berprestasi dan berkontribusi signifikandalammembentukkepribadiandanbakat siswa.Tidaksajameningkatkanpembela-jarannya di dalam kelas tapi juga di luar kelas, seperti diperlihatkanTri Intan Syahfitri, pelajar SMP kelas VIImenjuaraiberbagaieventdaerahhingganasional, antaralainkejuaraanLiningBandaBaruOpenCham-

pionship di Batam Desember 2013. Pihak sekolahmerasa bangga dengan prestasi yang dicetak anak-anak didiknya. PrestasiTri Intan Syahfitri diharapkan dapat memotivasi siswasiswa Sinar Husni lainnya, mengingat berprestasi di luar sekolah juga bagian dari cita-cita almarhum HusinAbdulAzisyangkiniditeruskananak-anaknya Mu-hammad H. Arief, MPd, H. Agus Husni. MPd, H. dr Syoufi Rizal Husni, MKes dan dr H Jamal Natsir Husni. ‘’Ke depan pembelajaran soft skill dan program ekstra kurikuler di berbagai cabang olahraga dan seni budaya, serta keagamaan akan semakin ditingkatkan. Sebab, secara konsisten program tersebut berperan aktif memajukan pendidikan melalui pemberdayaan siswa berprestasi tinggi untukmembentukmanusiaIndonesiayangdisiplin, mandiri dan berwawasan masa depan serta menjadi pemimpin yang cakap intelektual dan emosional,’’ ujar guru Sinar Husni.(m03)

SEBAGAI upaya menciptakan generasi muda yang cerdas dan berakhalakul karimah siswa tidak hanya dididik dalam bidang akademik. Namun juga harus dibekali dengan pendidikan karakter yang mumpuni. Untuk mewujudkan pendidikan karakter ini SMP Al-Azhar Medan menerapkan budaya sekolah sebagai sarana menanamkan pendidikan tak pernah ada waktu libur, setiap saat selalu saja ada kegiatan-kegiatan yang mendidik serta membentuk karakter siswa kearah yang lebih baik sesuai nilai-nilai moral terutama agama. Sepertiyangterlihatbeberapa waktulalu,meskitelahselesaiujian semester, namun kegiatan menanamkan karakter tersebut tidak pernahberhentidigelardisekolah itu, ada saja kegiatan siswanya melalui program sekolah yang dilaksanakan oleh OSIS, baik kegiatan keagamaan seperti menghafal juz amma, menghafal ayatayat pendek, melaksanakan shalat dhuha yang memang telah menjadi rutinitas bagi siswa, serta kegiatanlainnyasepertiPensi,olah

Waspada/Erzilmarkos

PASCA Ujian semestar siswa Al-Azhar menggelar berbagai kegiatan keagamaan di sekolah tersebut. raga dan lain sebagainya. Selama hampir satu minggu kegiatanpascaujiandilaksanakan secara reguler baik itu kegiatan keagamaan, kesenian, maupun olah raga, semua siswa wajib mengikuti kegiatan itu sehingga pasca ujian tersebut tidak ada alasan bagi siswa untuk tidak datang ke sekolah walaupun sudah melaksanakan ujian semester.

Menurut Kepala SMP AlAzhar Agustono, MA menanamkan karakter terhadap siswa tidak pernah ada kata libur, guru dapat memberikan teladan dengan memberikan pendidikan kepada anak di manapun dia berada sapaan yang ramah kepada siswa di manapun berjumpa dan menegur bila ada baju atau dandanan siswa seperti rambut, ikat

pinggang, sepatu bila kurang rapi atau kurang lengkap. Sebagai sebuah sekolah berbasis Islam, Al-Azhar Medan sangat menitik beratkan pendidikan karakter anak pada kegiatankeagamaandemimenciptakan generasi muda yang berakhlak dan bermoral sehingga dalam kegiatan pasca ujian tersebut banyakkegiatankeagamaanyang

digelar di sekolah. Seperti dimulai sejak pukul 08:00 kegiatan diawali dengan hafalan juz amma, surat pendek, yasin, tadarusan dan dilanjutkan dengan shalat dhuha dan shalat zuhurberjama’ahyangdibimbing beberapa tenaga guru dilakukan sesuai jadwal sehingga dapat membudayakan meramaikan tempatibadahataumasjiddisekolah untuk digunakan sebagaimana mestinya, “Disini, menurut Agustono, masjid tidak pernah kosong dari kegiatanibadahanak-anak.Mulai dari jam 10 hingga masuk waktu shalat Zuhur siswa secara bergantian mulai dari SMP, SMA Reguler maupunSMAPlusmelaksanakan ibadah shalat dhuha sampai nantinya masuk waktu shalat zuhur mereka semua melaksanakan shalat zuhur secara bermamaah,” ungkap Agustono. Sedangkan setiap hari Jumat siswa kegiatan yang wajib dilakukan peserta didik adalah untuk peserta didik putra mengikuti shalat Jumat di Masjid sekolah sedang peserta didik putri wajib mengikuti kegiatan ekstra kurikuler “keputrian” sehingga segenappesertadidikpulangnyadapat bersama-samaan setiap harinya. Erzilmarkos

SMAN 18 Gelar IHT Kurikulum 2013 SMAN 18 Medan menjadi tuan rumah kegiatan In House Training (IHT) kurikulum 2013. Kegiatan berlangsung selama tiga hari dan diikuti seluruh guru bertempat di aula sekolah tersebut selama tiga hari. Tujuan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuandanpemahamangurutentang pelaksanaan kurikulum 2013. Pelatihan dilaksanakan selama tiga hari dan diikuti seluruh guru bertempat di aula sekolah itu. Sebagai Nara sumber adalah Drs.H.Syahrul,M.Pd kasi kurikulum SMA Dinas Pendidikan Kota Medan menyampaikan kebijakanDinasPendidikantentangimplementasi kurikulum 2013. Dan

fasilitator dalam kegiatan IHT tersebut adalah instruktur nasional kurikulum 2013 antara lain, Hardo Pamuko,S.Pd,M.Si, Drs.Buang Agus.S, Dan Drs.Marsito,M.Si, Sedangkan materi selama tiga hari tersebut adalah pembelajaran saintifik dan model pembelajaran , penilaian autentik dan laporan capaian kompeten-si, pengembangan RPP dan analisi kompetensi , bahan ajar serta presentasi kerja mandiri. “Guru yang mengikuti IHT cukupantusias.Banyakpertanyaan yang diajukan yang berkaitan dengan pembelajaran dan implementasi kurikulum 2013.” kata narasumber Buang Agus.

Kepala SMA Negeri 18 Drs. Arsad Sembering M.Ed, sangat mendukung kegiatan IHT ini untukmenambahpengetahuandan pemahaman tentang kurikulum 2013.Beliaumenekankankepada guru agar selalu belajar untuk memperbaiki kualitas pembelajaran di kelas sehingga pembelajaran menarik dan menyenangkanbagisiswa.“Semuaguruharus mengikuti perubahan dan perkembangan pembelajaran abad 21, dalam pembelajaran era abad 21 ditandai dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi,” ujar Arsad yang menyebutkan empat elemen penting dalam perubahan Kurikulum

2013 yang harus diketahui dan difahami oleh guru yakni perubahan. Standardkompetensilulusan (SKL),Standard Isi (Kompetensi Intidankompetensida-sar),pembelajaran (pendekatan Saintifik),dan Penilaian (pendekatan Autentik). Langkah pengembangankurikulumberbasis kompetensidirilistahun2004danKTSP 2006, mencakup kompetensi sikap,pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu, dan mulai tahun pelajaran 2013 / 2014 dan dimplementasikan dikelas X untuk jenjang SMA. Anum Saskia

Anum Saskia

Kepala SMA Negeri 18 Medan Drs. Arsad Sembiring, M.Ed bersama Fasilitator Hardo Pamuko, S.Pd, M.Si dan Peserta In House Training (IHT)

Waspada, minggu 5 januari 2013  
Waspada, minggu 5 januari 2013  
Advertisement