Page 6

A4

Politik & Hukum

Kasunanan Karaton Surakarta Hadiri Syukuran Gelar KRH Gus Irawan MEDAN (Waspada): Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Panembahan Agung Tedjowulan dan rombongan dari Kasunanan Karaton Surakarta Hadiningrat Solo akan menghadiri kegiatan silaturahmi dan syukuran penganugerahan gelar Kanjeng Raden Haryo (KRH) Hartowinata H Gus Irawan Pasaribu SE, Ak, MM, (foto) di Lapangan Garuda PTPN II Tanjung Morawa, pada Minggu (15/7). Ketua Panitia Ruslan kepada wartawan di Medan, Kamis (12/ 7), mengatakan kegiatan tersebut dihadiri 5.000 warga, khususnya yang berasal dari kalangan etnis Jawa. “KGPH Panembahan Agung Tedjowulan dan rombongan dari Kasunanan Karaton Surakarta Hadiningrat, Solo, hadir pada acaratersebut.Kegiataninimerupakanwujudsyukur atas penganugerahan gelar Kanjeng Raden Haryo (KRH) Hartowinata kepada Gus Irawan Pasaribu SE, Ak, MM yang juga merupakan Ketua Dewan Kehormatan Pendawa Sumut,” jelasnya. Lebih lanjut dikatakan, Kasunanan Karaton Surakarta Hadiningrat menganugerahkan gelar tersebut karena melihat sosok calon gubernur Sumatera Utara Gus Irawan Pasaribu yang memiliki kepedulian tinggi dalam melestarikan budaya Jawa dan juga peduli dalam mengangkat harkat

hidup pelaku UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah). “Kepedulian terhadap pelaku UMKM ini terlihat saat Gus Irawan, ketika menjabat sebagai Dirut Bank Sumut, meluncurkan program Sumut Sejahtera, yang fokus memberdayakan pelaku usaha mikro, khususnya untuk kalangan ibu-ibu. Sampai saat ini, sebanyak 73.000 lebih pelaku usaha mikro telah mengikuti program Sumut Sejahtera tersebut,” ujarnya. Ruslan mengatakan puncak acara syukuran tersebut dimulai sekitar pk.19.00, pada Minggu (15/7). “Namun sejak pagi, berbagai macam kegiatan telah diadakan. Diantaranya bazar UKM dan kuliner khas Jawa, seperti bakso, pecal, lontong, rujak ulek, es dawet dan sebagainya. Tidak lupa juga ditampilkan pesta rakyat berupa kuda lumping, reok, keyboard dan penampilan artis campur sari Kota Medan yang berkolaborasi dengan artis ibu kota Didik Kempot,” jelasnya. Ruslan berharap masyarakat dapat menghadiri kegiatan tersebut.“Kami juga mengundang 36 paguyuban masyarakat etnis Jawa yang ada di Sumut dan paguyuban lintas etnis serta temanteman dari ormas yang ada di Sumut untuk hadir,” ujarnya.(m06)

Pasca Orde Baru, Indonesia Galau MEDAN (Waspada): Pasca Orde Baru Indonesia mengalami krisis dan kegalauan identitas kebangsaan. Reformasi dan desentralisasi menghasilkan kompleksitas yang sarat konflik dan menuntut pendefinisian ulang tentang identitas keindonesiaan. Hal ini terlihat dari fenomena seperti konflik sosial, gerakan politik kultural, dan ancaman disintegrasi. Demikian komentar antropolog Martin Ramstedt dari Max Planck Institute Jerman pada Forum Diskusi Budaya dan Bedah Buku “Kegalauan Identitas; Agama,Etnisitas, dan Kewarganegaraan di Masa Pasca Orde Baru”, di aula PBB IAIN-SU, Selasa (10/7). Kegiatan yang diselenggarakan Pusat Bahasa dan Budaya IAIN-SU bekerjasama dengan Grasindo ini dihadiri sekitar 120 peserta terdiri berbagai komponen masyarakat, mahasiswa dan dosen berbagai kampus, aktivis Ormas dan Parpol, praktisi hukum dan lain-lain. Kepala Kesbangpolinmas Sumut, Drs Eddy Sofyan, MAP dalam sambutannya mengatakan, fenomena berkembangnya politik identitas akhirakhir ini kerap melangkahi prinsip-prinsip kebangsaan. Ini telah menjadi perhatian pemerintah, karena itu diskusi semacam ini sangat penting dalam rangka pertukaran gagasan dan pencarian solusi yang pada gilirannya sangat membantu kerja-kerja pemerintah menyelesaikan persoalan kebangsaan. Dalam pengantar diskusi Rektor IAIN-SU Prof Dr Nur A. Fadhil Lubis, MA mengatakan, reformasi Indonesia belum usai dan masih me-

nyisakan beberapa persoalan kebangsaan. Karena itu, tugas akademisi khususnya para ilmuan yang ada di IAIN-SU harus proaktif terlibat dalam memberikan solusi atas permasalahan kebangsaan. Diskusi yang dipandu moderator Faisal Riza berlangsung hangat. Berbagai perspektif dan tanggapan mengemuka. Dua topik penting yang mengemuka adalah konstruksi kebudayaan masyarakat di daerah yang tidak teratur, sehingga mengacaukan sistem hukum di Indonesia. Martin menjelaskan, respons negara menghadapi berbagai bentuk permasalahan yang muncul di sejumlah daerah agak lambat. Seperti Perda syariah, Perda Injil di Manokwari, Perda adat di Bali. Tetapi Martin percaya pemerintah dapat menyelesaikan persoalan itu dengan baik dan masa depan Indonesia akan lebih cerah. Narasumber lain Benny Y. Martius, seorang praktisi bisnis Tionghoa dan pengusaha restoran di Medan menyoroti aspek praktis dalam masalah kebangsaan. Benny galau melihat persoalan moralitas bangsa yang semakin terpuruk saat ini. Sementara Kepala Pusat Bahasa dan Budaya IAIN-SU Dr Phil. Zainul Fuad menegaskan perlunya mengintensifkan pertemuan lintas kultural untuk memecahkan persoalan kebangsaan. “Kolaborasi dalam masyarakat majemuk di era kini telah menjadi tuntutan mutlak, karenanya pada ruang publik, kelompok-kelompok masyarakat hendaknya tidak memaksakan nilainilai yang eksklusif melainkan nilai-nilai inklusif universal,” katanya.(m07/rel)

Tiga Cagubsu Paling Berpeluang Gus Berpeluang Satu Putaran MEDAN (Waspada): Penentuan siapa Cagubsu dari masing-masing parpol besar pada umumnya terpulang ke pengurus pusat di Jakarta, termasuk pilihan Golkar Sumut ada di tangan Ical. Menurut anggota Dewan Pertimbangan DPD Partai Golkar Sumut H. Marzuki, MSc kepada Waspada, Kamis (12/7), persaingan ketat akan terjadi tidak hanya sesama kandidat kader Golkar, tetapi juga dari tokoh non-Golkar yang mendaftar di sekretariat parpol di Jl. KH Wahid Hasyim Medan itu. Ditanya peluang antara Gus Irawan Pasaribu dengan Chairuman Harahap, menurut Marzuki keduanya sama-sama memiliki peluang cukup besar. Namun begitu bisa saja pilihan dari DPP Partai Golkar nanti bukan keduanya, mengingat masih ada tokoh lain yang juga berpeluang, seperti Letjen TNI Purn. AY Nasution (mantan Pangkostrad), RE Nainggolan (mantan Sekdaprovsu), T. Erry Nuradi (Bupati Sergai) dll. Yang pasti, DPP Partai Golkar akan melihat sejumlah parameter yang harus dipenuhi masing-masing kandidat serius, termasuk Chairuman Harahap, kader Golkar paling senior. Selain itu biasanya, DPP Golkar juga melihat hasil perkembangan survei terbaru. Tujuannya agar Cagubsu dari Golkar nanti tidak sekadar meramaikan saja, tapi memiliki kans besar memenangkan Pilgubsu 2013. Setidaknya ada tiga nama sama-sama berpeluang di mata pengurus dan tim yang dibentuk menjaring balon Gubsu, hanya satu yang akan ditentukan Ical, sebutan buat Ketua Umum DPP Partai Golkar Ir Aburizal Bakrie. Dua nama teratas tentunya Gus dan Chairuman, ujar Marzuki. Sedangkan satu kandidat lagi Marzuki

belum mau mengungkapkannya. Itu masih rahasia, termasuk Cagubsu kuda hitam, bisa membuat kejutan. Menurut mantan anggota DPRD Sumut dan DPW Pemuda Pancasila itu, persaingan memperebutkan perahu untuk Pilgubsu mendatang sangat ketat. Tidak hanya di Golkar, tapi juga di partai lain, seperti Demokrat dengan masuknya nama Bupati Deliserdang Amri Tambunan, Cornel Simbolon, Sutan Batoegana, juga di PDIP. Hal itu bisa membuat pengurusnya pusing karena masingmasing figure memiliki kelebihan dan kekurangannya dalam hal popularitas, kompetensi, elektabilitas. Sedangkan PKS sudah hampir pasti Gatot Pujo Nugroho. Sebab, banyak keuntungan yang dimiliki incumbent. ‘’Gatot hanya mungkin gagal jika melakukan tindakan blunder sehingga ia bisa saja digantikan Tifatul Sembiring,’’ ungkapnya. Mengenai dana untuk mendapatkan parahu menurut Marzuki relatif di mata parpol. Bisa besar tapi bisa juga gratis melihat kapasitas, popularitas, dan elektabilitas figurnya. Yang pasti, masing-masing calon di belakangnya ada investor (pemodal) sehingga persaingan Pilgubsu 2013 bakal seru dan menarik, seperti Pilgub DKI Jakarta, besar kemungkinan dua putaran, kecuali Gus Irawan mampu mendapatkan perahu dua parpol besar dan tidak salah pilih wakil bisa-bisa satu putaran, demikian Marzuki. Gus Dan Gatot Sementara itu, hasil survei triwulan-II Lembaga Konsultan Komunikasi CITRA MEDIA menyangkut tingkat keterkenalan (popularitas) 18 kandidat Cagubsu oleh masyarakat, Gatot PN memimpin dengan perolehan 10,6 persen. Disusul oleh Irjen PolWisjnu AS (10,5 persen), Gus Irawan (10,2 persen), RE

Nainggolan (8,7 persen), Chairuman Harahap (7,6 persen), Sutan Batoegana (6,2 persen) dan AY Nasution (6,1 persen). Namun dari aspek kepercayaan masyarakat (elektabilitas), Gus Irawan unggul dengan perolehan 10,9 persen. Disusul oleh RE Nainggolan (10,5 persen), Gatot PN (10,1 persen), Chairuman Harahap (9,9 persen) dan AY Nasution (9,7 persen). “Gus berhasil mempertahankan posisinya, karena pada survei triwulan-I 2012 Gus juga memimpin dengan perolehan 17,1 persen dibanding 12 kandidat lainnya,” jelas Indra Gunawan dari CITRA MEDIA. Indra menambahkan, saat kelima nama kandidat tersebut ditawarkan kepada responden, Gus Irawan tetap memperoleh kepercayaan tertinggi yakni 22,3 persen. Disusul RE Nainggolan (21,1 persen), Gatot PN (20,8 persen), Chairuman Harahap (17,2 persen) dan AY Nasution (13,7 persen). Dari kategori pemilih perempuan, mayoritas memilih Gus Irawan sebanyak 22,7 persen, disusul RE Nainggolan dan Gatot PN masing-masing 21,9 persen, Chairuman Harahap 17,4 persen dan AY Nasution 12,6 persen. Pemilih mahasiswa serta sarjana, mayoritas juga memilih Gus Irawan (23,5 persen). Disusul Gatot PN (22,9 persen), RE Nainggolan (21,9 persen). Chairuman Harahap (12 persen) dan AY Nasution (7,7 persen). Yang menarik, pemilih etnis Jawa juga paling banyak memilih Gus Irawan (28,2 persen), diikuti Gatot PN (27,8 persen), Chairuman Harahap (22,3 persen), AY Nasution (13,7 persen) dan RE Nainggolan (4,2 persen). Posisi ini tidak jauh berbeda dibanding survei triwulan-I, Gus Irawan mendapat kepercayaan dari 37,7 persen pemilih etnis Jawa, disusul Gatot PN 29,9 persen.(m03)

WASPADA Jumat 13 Juli 2012

Gubernur Sumut Pilihan Pembaca Waspada Pemilihan Gubernur Sumut akan berlangsung 7 Maret 2013. Sejalan dengan itu bermunculanlah para peminat jabatan tersebut. Mereka al. Gatot Pujo Nugroho, Gus Irawan, Chairuman Harahap, AY Nasution, Amri Tambunan, Cornel Simbolon, RE Nainggolan, Benny Pasaribu, Wildan Tanjung, T. Milwan,Soetan Bhatoegana,Rosiana Sianipar,Anuar Shah, Kamaluddin Harahap, Bintatar Hutabarat, Erry Nuradi, Fadly Nurzal, Syah Afandin dan Kastorius Sinaga. Dari sekian banyak nama-nama tsb di atas, Anda tentu mempunyai pilihan. Tuliskan satu nama calon gubernur Sumut pilihan Anda di bawah ini. Nama Gubsu Pilihan Anda: ————————————————————— Nama pengirim : Alamat

:

KTP/SIM

:

� Kirim ke Harian Waspada Jl. Brigjen Katamso No. 1 Medan � Harian Waspada akan mengumumkan setiap hari hasil

pilihan pembaca mulai tanggal 10 Juli 2012.

� Hasil pilihan pembaca ditutup 15 Agustus 2012 dan pada

16 Agustus 2012 pengumuman bagi 10 pemenang yang berpartisipasi.

� 10 Pemenang masing-masing akan mendapat 1 (satu) buah BlackBerry Gemini. �

Keputusan panitia tidak dapat diganggu gugat. (tim)

Hasil Pilihan Pembaca Waspada 12 Juli 2012 Sampai Pkl 16:30 WIB

Dugaan Korupsi Rp80 M

Kejatisu Tahan Bendahara Dinas PU Deliserdang MEDAN (Waspada): Setelah ditetapkan menjadi tersangka, tim penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) resmi menahan Bendahara Pengeluaran Dinas PU Deliserdang Elfian atas kasus dugaan korupsi proyek pemeliharaan dan pembangunan jalan dan jembatan di Dinas PU Deliserdang senilai Rp80 miliar yang bersumber dari dana APBD 2010 sebesar Rp168 miliar. Kasipenkum Kejatisu Marcos Simaremare mengatakan, tersangka Elfian terbukti melakukan tindak pidana korupsi penyimpangan dana anggaran proyek tahun 2010. Tersangka mempunyai peranan memalsukan laporan dan bukti pengeluaran dana tersebut. Dengan begitu, Elfian disangkakan Pasal 2, 3, 8, 9 UU 31/1999 jo 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. “Tersangka menjalani pemeriksaan selama 5 jam yaitu dari pukul 10:00 Wib sampai dengan pukul 15:00 Wib dan langsung dilakukan penahanan. Dia terbukti melakukan tindak pidana korupsi. Tentunya sesuai tupoksi, tersangka berhubungan langsung dengan pengelolaan keuangan, pembuatan laporan dan bukti pengeluaran tersebut. Tersangka langsung diboyong ke Rutan Tanjung Gusta Medan,” ujar Marcos, Kamis (12/7). Menurut dia, tim Penyidik Kejatisu telah melakukan pemeriksaan sedikitnya terhadap 10 orang saksi dari Dinas PU Deliserdang. “Tersangka Elfian bersama dengan Kadis PU Deliserdang Ir Faisal yang lebih dahulu ditahan ikut memanipulasi berkas pengeluaran uang, pertanggungjawaban laporan maupun penggunaan

dokumen yang berkaitan dengan proyek tersebut,” jelasnya. Saat digiring petugas Kejatisu menuju bus tahanan, Bendahara Pengeluaran Dinas PU Deliserdang Elfian yang didampingi penasehat hukumnya mengaku tak terima dengan penahanan tersebut. Bahkan Elfian yang hari itu mengenakan seragam dinas lengkap, menyatakan tim penyidik tidak punya bukti kuat atas penahanan dirinya. “Saya tidak terima dengan penahanan ini. Tuduhan tersangka itu tidak jelas. Apa dasarnya, buktinya saja tidak ada. Ini hukum rimba, lihat saja nanti, saya pasti usir Kajati dari Sumatera Utara. Saya tidak punya uang. Tapi mungkin di kepala mereka (penyidik Kejatisu) jabatan Bendahara PU Deliserdang itu kaya raya. Pokoknya saya menolak dan mempertanyakan penahanan ini,” katanya. Seperti diketahui, sebelumnya, tim penyidik Kejatisu lebih dulu menetapkan tersangka dan melakukan penahanan terhadap Kadis PU Deli Serdang Ir Faisal pada Jumat, 1 Juni 2012. Selanjutnya Faisal mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Tanjung Gusta Medan. Berdasarkan hasil dari proses penyidikan, kerugian negara mencapai Rp80 miliar. Sebagian dana tersebut fiktif, tidak jelas penggunaannya dan ditemukan beberapa pemalsuan. Namun, tidak tertutup kemungkinan ditetapkannya tersangka lain dan semua yang berhubungan dengan kasus tersebut akan dipanggil untuk dimintai keterangannya. (m38)

Ditipu Agen Artis

Panitia Medan Andalas Fair Mengadu Ke Polresta Medan MEDAN( Waspada): Berniat mencari keuntungan dari acara Medan Andalas Fair yang digelar di arena Pekan Raya Sumatera Utara, Tapian Daya Jln. Gatot Subroto Medan, pihak panitia malah ditipu agen artis. Akibatnya, pihak panitia mengalami kerugian hingga Rp75 juta. Selanjutnya, pihak panitia Medan Andalas Fair 2012 melaporkan M. Ulya Faturrahman, warga Jakarta ke Polresta Medan, Rabu (11/7), dengan bukti laporan No 1868/K/VII/2012/Resta Medan. Ketua Panitia Medan Andalas Fair Zulham Effendi Parinduri didampingi kuasa hukum panitia Syahril, SH, SPn, mengatakan, dugaan penipuan ini bermula saat M. Ulya Faturrahman menawarkan diri untuk mencari tujuh artis ibukota untuk ditampilkan di panggung utama Medan Andalas Fair 2012 yang diselenggarakan PT Star Indonesia dan Starmedia Grup. Setelah dilakukan kesepakatan akhirnya pihak panitia mentransfer uang sebesar Rp75 Juta ke rekening Ulya. Jumlah tersebut merupakan panjar (uang muka) dari jumlah yang telah disepakati sebesar Rp150 juta. Uang panjar ini ditransfer pada Senin (25/6). Selebihnya dibayar setelah artis yang dijanjikan tiba di Medan. Kasus dugaan penipuan ini terbongkar Jumat (29/6), setelah salah satu grup band yang dijanjikan Ulya, menolak tampil di Medan Andalas Fair. Alasannya, mereka belum menerima uang panjar.

Setelah diberi penjelasan, akhirnya Grup Band tersebut bersedia tampil. Agar kasus tersebut tidak terulang lagi, pihak panitia menghubungi manajer artis-artis yang dijadwalkan tampil di Medan Andalas Fair. Akhirnya terungkap belum ada satupun artis menerima pembayaran panjar dari panitia yang dititipkan melalui Ulya. Melihat hal tersebut, pihak panitia langsung mengambil alih proses pembayaran honor artis tanpa perantara Ulya dan acara tersebut bisa berlangsung sukses. “Melihat hal tersebut, kami langsung mengambil alih pembayaran ke artisartis yang dijadwalkan tampil,” tambah Zulham. Melihat gelagat tidak baik, pihak panitia mencoba menghubungi Ulya melalui telefon selularnya, namun sudah tidak aktif lagi. “Kami coba hubungi telefonnya, tapi sudah tidak aktif. Karena itu, pihak panitia melaporkan Ulya ke Mapolresta Medan,” kata Zulham. Kuasa Hukum Panitia Medan Andalas Fair 2012 Syafril, SH mengatakan, pihaknya melaporkan Ulya dengan tuduhan penggelapan dan penipuan uang sebesar Rp75 juta milik panitia Medan Andalas Fair 2012. Syafril mengharapkan pihak kepolisian menindaklanjuti kasus ini. Jika dibiarkan maka akan banyak jatuh korban lagi dengan modus penipuan seperti ini. “Kita minta polisi segera menindaklanjuti laporan kami ini,” tegas Syafril.(h04)

WARGA melihat puing-puing rumah yang terbakar di Jalan Rawa Cangguk Gang Pembangunan, Kamis (12/7).

Waspada/Rudi Arman

Empat Rumah Musnah Terbakar MEDAN (Waspada): Empat rumah di Jalan Rawa Cangguk Gang Pembangunan musnah terbakar, Kamis (12/7). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sedangkan kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Ke empat rumah yang terbakar itu dihuni 9 kepala keluarga yakni Yot Priadi yang punya rumah, Hendrik, Buyung Kaling, Udin, Atik, Suryani, Buyung, Ita, dan Apni.

Informasi di lokasi menyebutkan, peristiwa kebakaran terjadi sekira pukul 10:30, api berasal dari rumah Yot Priadi diduga dari arus pendek listrik. Percikan api membesar dan membakar bagian atap. Dibantun warga, penghuni rumah berusaha memadamkan kobaran api yang terus membesar. Sedangkan sebagian penghuni rumah menyelamatkan barang-barangnya dengan mengeluarkan perabo-

tan rumah tangga dan lainnya ke luar rumah. Sementara warga yang berusaha memadamkan kobaran api yang terus merembet ke rumah yang ada di sebelahnya mengalami kesulitan. Apalagi siang itu cuacana panas dan hembusan angin cukup kencang. Petugas Pemadam Kebakaran Pemko Medan yang turun ke lokasi dan dibantu warga berhasil memadamkan api

sehingga tidak sempat merembet ke rumah lainnya yang terlihat cukup rapat. Tapi empat rumah yang dihuni 9 KK sudah musnah terbakar. Polsek Medan Area yang turun ke lokasi kemudian memasang police line di lokasi kebakaran tersebut. “Pemasangan police line ini dilakukan karena tim identifikasi Polresta Medan sedang melakukan olah TKP,” kata Kanit Reskrim Polsek Medan Area AKP J Banjarnahor.

Menurut Banjar, hasil pemeriksaan di lokasi dan keterangan saksi-saksi asal api berasal dari rumah Yot Priadi. “Dugaan kita api berasal dari arus pendek listrik di rumah Yot Priadi,” jelasnya. Polisi juga akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi korban. “Para penghuni rumah kita mintai keterangan untuk mengetahui kronologis kebakaran tersebut,” sebut Banjar. (m39)

Waspada, Jumat 13 Juli 2012  

waspada daily

Waspada, Jumat 13 Juli 2012  

waspada daily

Advertisement