Page 13

WASPADA Jumat 13 Juli 2012

Medan Metropolitan

B3

Kadis TRTB Akui Banyak Bangunan Langgar Roilen MEDAN ( Waspada): Kepala Dinas TRTB Kota Medan Syampurno Pohan mengakui banyak bangunan yang melanggar roilen (sempadan batas jalan-red), namun dia tidak mengetahui berapa persen jumlah bangunan yang melanggar tersebut. “Belum pernah kita data itu. Tapi sebenarnya begini, mereka yang melanggar roilen rata-rata sudah mengajukan dispensasi atas pemakaian roilen itu, hanya saja batas pemakaian maksimalnya sepertiga dari yang ada. Ketentuan di Perda sepertiga dari bangunan yang ada itu masih diperbolehkan dan itu belum melanggar tata ruang,” kata dia, Rabu (11/7). Menurut Pohan, warga yang mengajukan dispensasi roilen itu harus membayar retribusi izin khusus fasilitas roilen. “Inilah yang banyak ditempuh mereka. Mereka seperti beli tanah. Yang susahkan seperti ini, ada tanah warga 12 meter, maka dia mau membangun 12 meter, padahal ini melanggar roilen, tapi karena dia memiliki sertifikat dari BPN dan cuma memiliki tanah satusatunya disitu, mau bagaimana lagi, enggak mungkin kita hancurkan, kita masih punya hati nurani, tapi kalau dibangun pabrik kita tindak itu,” sebutnya. Kata dia, pihaknya sudah sering menyampaikan kepada BPN agar tidak mengeluarkan sertifikat jika tidak memenuhi persyaratan itudibangunan.“Seharusnyatanyadulukekami,tapimerekasepertinya tidak mau berkoordinasi, akibatnya masyarakat yang kecewa,” ujarnya. Dia mengakui banyak bangunan yang tidak mengurus SIMB, namun setelah diambil tindakan atau eksekusi baru mereka mengurus izin. “Semuanya mengurus izin, namun ada kalanya dia urus setelah kita ambil tindakan,” jelasnya. Dijelaskannya, tata ruang di Kota Medan belum bisa dikatakan baik. Ini disebabkan, rencana tata ruang kota yang dibuat tahun 1979 tidak pernah dievaluasi. “Akibatnya, pembangunan itu lebih cepat daripada perencanaan yang ada. Seperti di MedanTuntungan, dulu masih diperbolehkan membangun rumah-rumah besar di sana, sehingga pembangunan disana begitu cepat,” katanya. Disebutkannya, untuk pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB), pihak TRTB Kota Medan sudah menempati petugas di setiap kecamatan, namun petugas Dinas TRTB Kota Medan hanya menempati petugasnya khusus di kantor camat kawasan Medan Utara Yakni Kecamatan Medan Labuhan, Medan Deli, Medan Marelan, dan Medan Belawan. Hal ini mengingat kawasan Medan Utara sangat jauh dari Kantor TRTB Kota Medan. “Sudah ada kita tempatkan petugas untuk pengurusan IMB di kantor camat yang di mulai bulan Mei lalu, namun hanya kantor camat di wilayah Medan Utara saja, mengingat kawasannya jauh dari kantor kita,” tutur Pohan. (h02)

Diare, Tetanus Penyebab Terbesar Kematian Bayi Waspada/Surya Efendi

BELUM DIBONGKAR: Rumah toko (ruko) yang sedang dibangun di Jln. Yose Rizal Medan belum juga dibongkar hingga Kamis (12/7). Padahal ruko dibangun terlalu menjorok ke pinggir jalan dibanding ruko-ruko lainnya. Lemahnya kinerja Dinas TRTB berdampak semakin banyaknya ruko bermasalah di Kota Medan.

Masyarakat Pertanyakan Tujuan Plt Gubsu Angkat Pejabat MEDAN (Waspada): Kebijakan Plt. Gubsu Gatot Pujo Nugroho, mengangkat sejumlah pejabat eselon II di lingkungan Pemprovsu masih terus menimbulkan pertanyaan. Anggota DPRDSU mengaku sangat banyak menerima pertanyaan dari masyarakat tentang

tujuan Plt Gubsu mengangkat sejumlah pejabat tersebut. Dua anggota DPRDSU berbicara kepada Waspada di gedung dewan, Kamis (12/7). Yakni Ketua Fraksi Partai Golkar (FPG) Hardi Mulyono dan anggota Komisi A Alamsyah Ha m d a n i . Ka t a m e re k a ,

umumnya masyarakat meragukan Plt Gubsu mengangkat pejabat untuk meningkatkan kualitas pemerintahan. Hardi Mulyono dan Alamsyah Hamdani menyebutkan pertanyaan-pertanyaan yang diakomidir dewan sangat wajar. Karena mereka juga merasakan

BkkbN Sumut Bekali Ilmu KB Kepada Lurah Dan Kepala Desa MEDAN (Waspada): Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BkkbN) perwakilan Sumut membekali ilmu tentang orientasi Kependudukan Keluarga Berencana (KKB) kepada seluruh lurah dan kepala desa se Sumut di Medan, Rabu (12/7) malam. Dengan adanya pemahaman ini, diharapkan kepala desa dan lurah bisa lebih giat lagi mencari akseptor KB. Kepala Perwakilan BkkbN Sumut Drg. Widwiono, MKes menuturkan, kepala desa dan lurah merupakan barisan paling depan dalam menyampaikan informasi tentang Kependudukan dan Keluarga Berencana (KKB) kepada warganya. “Selama ini peran mereka sudah bagus dalam mencari akseptor, tapi saat ini kita bekali ilmu, sehingga tercapai tujuan pemerintah untuk menurunkan laju pertumbuhan penduduk yang

orientasinya semata-mata untuk masyarakat,” ujarnya. Berdasarkan sensus tahun 2010 jumlah penduduk Indonesia berjumlah 237,6 juta jiwa. Setiap tahunnya, jumlah penduduk bertambah sekitar 4 juta jiwa. Tahun 2012 ini, diperkirakan jumlah penduduk Indonesia 244 juta jiwa. “Maka setelah diberi pemahaman ini, kepala desa dan lurah semakin gencar membantu program KB di desa dan kelurahannya masingmasing,” ungkapnya. Saat ini, katanya, tingkat kepesertaan KB di Sumut masih 35 persen. Angka ini masih di bawah angka nasional yakni 61 persen. Artinya, masih banyak penduduk usia subur di Sumut yang tidak ikut KB.“Dengan cara seperti ini, bisa mencari akseptor baru. Secara riil, target kita di 2012 yakni 387 ribu peserta KB baru,” katanya seraya menambahkan, sejak reformasi

program KB melemah. Sementara itu, Kasubbid Advokasi dan KIE BkkbN Anthony, S.Sos dalam paparannya kepada 300-an kepala desa dan lurah mengatakan, jika KB gagal maka akan terjadi tragedi kependudukan yang bisa menyebabkan kelaparan dan kemiskinan, pemanasan global dan bencana alam. “Maka KB berupaya mengatur kelahiran anak, jarak, usia ideal melahirkan dan mengatur kehamilan,” katanya. Menurutnya, beban kelahiran yang tidak terkendali terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM), maka akan berpengaruh pada pendidikan, kesehatan dan pendapatan. “Karena itu, mari kita wujudkan penduduk tumbuh seimbang tahun 2015, serta mewujudkan pembangunan yang berwawasankependudukandanpelembagaan keluarga kecil bahagia sejahtera,” demikian Anthony. (h02)

Bina Marga Provsu Peringati Israk Mikraj MEDAN (Waspada): Keluarga besar Dinas Bina Marga Provsu mengadakan peringatan Israk Mikraj Nabi Muhammad SAW dan menyambut bulan suci Ramadhan 1433H/2012, di halaman kantor tersebut Jln. Sakti Lubis Medan, Kamis (12/7). Kadis Bina Marga Provsu Ir H Muhammad Armand Effendy Pohan M.Si, dalam sambutannya mengatakan, peristiwa Israk Mikraj bukanlah peristiwa logis yang mudah diterima oleh akal, apalagi bagi orang-orang yang tidak memiliki keimanan yang tangguh kepada Allah SWT dan Rasulnya. “Saya yakin dan percaya PNS muslim Dinas Bina Marga Provsu adalah termasuk yang memiliki keimanan yang tangguh kepada Allah SWT dan Rasulnya. Tapi yang terpenting bagi kita semua mampu mengambil hikmah dibalik peristiwa ini. Salah satu hikmah dan peristiwa Israk Mikraj ini adalah merupakan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqso,” ujar Pohan didampingi Sekretaris H Parlindungan Pane

SH, bendahara Yunus Hanis Siregar SE. Hikmah yang terkandung didalamnya adalah kita harus memuliakan masjid. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Alquran surah At-Taubah ayat 18 yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan tidak takut kecuali kepada Allah, maka mereka itulah yang diharapkan termasuk yang mendapatkan petunjuk. “Saya mengimbau kepada PNS muslim Bina Marga, mari kita memakmurkan mushola kita yaitu Mushola Baitussalam yang terletak di komplek kantor Dina Bina Marga Provsu,” ujar Pohan. Insya Allah pada 20 atau 21 Juli 2012 akan memasuki puasa Ramadhan, kata Pohan, diharapkan pada bulan suci Ramadhan tersebut untuk shalat berjamaah, shalat tarawih dan tadarus, memeriahkan buka puasa bersama dengan anak yatim (Minggu I Jumat, 27 Juli

2012), Minggu II Jumat (3/8), MingguIIIJumat(10/8)danMingguIVRabu(15/8).“Bagiyangtidak berpuasa dan non muslim mari kita hormati yang melaksanakan ibadah puasa,” sebutnya. Tausyiah disampaikan ustadz DR H Azhar Sitompul MA, yang mengajak agar selalu meminta ampun dengan mengucapkan astaghfirullah terutama pada tiap usai melaksanakan shalat fardhu. Kata, Sitompul, shalat adalah untuk membentuk karakter, inilah yang digalakkan pemerintah melalui karakter building. Peringatan Israk Mikraj berlangsung penuh kekeluargaan turut dihadiri Sekretaris H Parlindungan Pane SH, Kepala UPRPJJ Ir H Tobrani MM, Kasi Alat Berat Ir Sukarelawanto, Ir HAE Hasibuan, Ir H Ulam Raya Hutagalung, Kasubag Umum M Riduan S.Sos, MAP, bendahara Yunus Hanis Siregar SE, Ahmad Riduan Nasution, Ir H Kasto Siregar, serta Kabid, staf dan pegawai dan ketua Persatuan DharmaWanita Dinas Bina Marga Provsu.(m24)

hal yang sama dengan yang dipertanyakan masyarakat. Ka t a Ha rd i Mu l y o n o, banyak sekali hal yang menjadi pertanyaan dalam pengangkatan sejumlah pejabat eselon II beberapa waktu lalu itu. Kalau alasannya tentang peningkatan kinerja Pemprovsu, menurut Hardi, jelas tidak. Karena beberapa pejabat yang diangkat kualitasnya sangat buruk. ‘’Contoh paling konkret adalah Kadis Kesehatan Sumut,’’ katanya. Diberitakan sejumlah media massa, kinerja dr. Raden Roro Sri Hartati Suryantini saat menjabat sebagai Plt. Direktur RS Haji saja sangat buruk. Tidak ada prestasi dibuatnya. Malah pelayanan terhadap pasien di sana semakin buruk. “Apalagi menangani Dinas Kesehatan

yang cakupannya sangat luas,” kata Hardi. Di samping kualitas, menurut kedua anggota dewan ini, masyarakat juga meragukan Plt Gubsu ingin sungguh-sungguh menempatkan pejabat yang bersih di Pemprovsu. Buktinya, tidak semua pejabat yang terindikasi atau bahkan terlibat korupsi diganti. Hardi menyebutkan nama Sakira Zandi dan Asrim Naim. Kedua pejabat ini sudah menjadi tersangka dan saksi kasus korupsi di Pemprovsu, tapi masih dipertahankan. Sementara dua pejabat lainnya, yakni Darwinsyah dan Bangun Oloan diberhentikan. ‘’Belum lagi kalau kita bahas sejumlah pejabat yang kinerjanya buruk, tapi tetap di-

pertahankan,’’ kata Hardi Mulyono. Tidak difungsikan Anggota Komisi A yang salah satunya membidangi peraturan dan pemerintahan Alamsyah Hamdani mengatakan, melihat sinyalemen ini dia mensinyalir kalau pengangkatan pejabat di Pemprovsu tidak melalui proses yang benar. Yakni Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) tidak difungsikan dengan baik. Menurut Alamsyah, kalau prosesnya melalui Baperjakat, tentu sejumlah figur yang dilantik beberapa hari lalu itu tidak memenuhi persyaratan. ‘’Karena proses seleksi di Baperjakat itu sangat ketat,’’ kata Alamsyah. (m12)

PTPN IV Peringati Israk Mikraj

Shalat Cegah Perbuatan Keji Dan Munkar MEDAN (Waspada): Peringatan Israk Mikraj Nabi Besar Muhammad SAW sekaligus penyambutan bulan suci Ramadhan 1433 H, sangat penting dipahami dan dihayati karena keduanya mempunyai makna yang besar dalam hidup dan kehidupan kita. ‘’Mari kita mengambil iktibar pada peringatan yang rutin kita laksanakan setiap tahunnya,’’ kata Dirut PTPN-IV Erwin Nasution pada peringatan Israk Mikraj Nabi Besar Muhammad SAW di Masjid Al Muhajirin Kantor Pusat PTPN IV, Kamis (12/7). Hadir dalam acara itu, Direktur SDM dan Umum Andi Wibisono, Ketua Majelis Taklim & Syiar Islam (MTSI) PTPN IV Taufiqqurrachman, Kepala Bagian, Pengurus Pusat MTSI PTPN IV, Kenaziran Masjid Al Muhajirin Kanpus PTPN IV, dan

kaum muslimin dan muslimat serta undangan lainnya. Acara diawalidenganpembacaanayatsuci Alquran oleh H Ja’far Hasibuan dan sari tilawahTantri Larasati SE. Ketua Panitia Pelaksana Sigit Karyadi (Kabag Pengembangan Usaha) dalam laporannya mengucapkan terima kasih kepada manajemen perusahaan yang telah memberikan bantuan, sehingga dapat terselenggaranya acara ini, juga terimakasih kepada Al Ustadz dan Qori yang dapat meluangkan waktu untuk hadir memenuhi peringatan Israk Mikraj dan penyambutan bulan suci Ramadhan tahun ini. Dalam pandangan umumnya Prof Dr H Hasballah Thaeb mengatakan, peringatan ini bukanlah persoalan sejarah, tetapi persoalan iman. Memperingati berarti mengevaluasi iman. Hari ini kita evaluasi iman kita sudah sejauhmana, untuk ibadah yang

MEDAN (Waspada): Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara dr Raden Roro Sri Hatati Suryantini menegaskan diare dan tetanus merupakan dua dari empat penyakit penyebab terbesar kematian bayi. Hal itu disampaikan Kadis Kesehatan Sumut dalam sambutanya dibacakan drg.Wahid Husairi pada pelantikan empat dokter spesialis anak Fakultas Kedokteran USU di gedung Fakultas Farmasi universitas itu, Kamis (12/7). Selain diare dan tetanus, kata Kadis, penyakit gangguan perinatal dan radang saluran nafas bagian bawah juga termasuk penyebab terbesar kematian bayi. “Artinya, ada empat penyakit sebagai salah satu pembunuh bayi terbesar di negeri ini,” katanya seraya menambahkan bayi mudah terserang penyakit tersebut karena lemahnya daya tahan tubuh. Bayi rentan terserang keempat penyakit itu karena dipengaruhi buruknya status gizi, jaminan pelayanan kesehatan anak, perlindungan kesehatan anak, faktor sosial ekonomi dan pendidikan ibu. Status gizi buruk balita di Sumut sekitar 4,2 persen dan gizi kurang balita 16,2 persen. Bekerja secara profesional dengan mengutamakan pelayanan, kemanusian, etika dan kompetensi, maka para dokter spesialis yang dilantik bersama teman seprofesinya akan mampu menjawab tantangan ini. Bahkan diyakini bisa mengurangi angka kematian bayi di Indonesia dan terutama di Sumut. Menurut kadis, ada sejumlah isu global tengah dihadapi dunia ilmu kesehatan anak. Di mana dengan meratifikasi konvensi hak anak PBB lewat keputusan Presiden No 36 tahun 1990, maka Indonesia wajib memenuhi hak-hak anak.Seperti, memperoleh perlindungan, kesehatan, makanan bergizi, pendidikan, tempat bermain dan masa depan. Namun Indonesia masih dihadapkan berbagai persoalan regional, seperti masih banyak anak terlantar, korban kekerasan dan susila, gelandangan, pengemis dan kurangnya perhatian orangtua. “Ini menjadi tugas bangsa ini untuk membenahinya. Begitupun kita tetap optimis menuntaskan semua persoalan ini, “ tegasnya. Sementara itu, Dekan Fak Kedokteran USU, Prof dr Gontar A Siregar mengingatkan, pada dekade terakhir ini tidak sedikit persoalan praktik kedokteran yang muncul di masyarakat. Bukan hanya interaksi antara dokter dengan pasien, tapi lebih luas mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap sesuai standar profesi dokter. Dia mengatakan kepercayaan masyarakat terhadap praktik kedokteran semakin berkurang. Hal itu ditandai, semakin banyaknya tuntutan hukum dari masyarakat yang diidentikan dengan kegagalan dokter melakukan tugasnya.”Untuk itu, tingkatkan terus kemampuan dengan tidak berhenti belajar, sehingga tuntutan masyarakat dapat dipenuhi,” tegasnya. Sedangkan, empat dokter spesialis anak yang dilantik adalah, dr Ifo Faujiah Sihite, dr. Hafaz Zakky Abdillah, dr. Winra Pratita dan dr. Masyitah Sri Wahyuni.(m49)

Zikir Akbar Sambut HUT Ke-61 Adhyaksa

kita laksanakan. Kita harus punya target yakni shalat dapat mencegah perbuatan yang keji dan munkar serta tawaduk dan merendah diri. Kuatkanlah silaturahmi atau membangun jembatan hati, karena jembatan yang paling sulit untuk dibangun adalah jembatan hati, maka setelah peringatan hari ini, mari kita bangun jembatan hati di dalam keluarga besar PTPN IV, baik di kantor pusat maupun di unit usaha. “Bulan Ramadhan yang sudah di depan mata kita adalah bulan renungan bagi kita, renungan untuk kehidupan keluarga, kelangsungan perusahaan bagaimana perusahaan tempat kita bekerja agar lebih maju lagi. Semoga kita mampu menjadi muslim dan muslimat yang taat melaksanakan ajarannya dan menjauhi larangannya,” kata Prof HasballahThaeb. (m03)

Waspada/ist

ERWIN Nasution (dua kanan) bersama Ustadz Prof Dr H Hasballah Thaeb, Ketua Panitia Sigit Karyadi dan lainnya.

MEDAN (Waspada): Dalam rangka menyambut HUT ke-61 Adhyaksa, akan diadakan zikir akbar di kantor KejaksaanTinggi (Kejati) Sumatera Utara Jln. Abdul Haris Nasution, pada 18 Juli 2012 pukul 9:30 Wib. Zikir ini diprakarsai Kajatisu Dr H Noor Rachmad SH. Zikir akbar tersebut akan dipimpin oleh Buya KH Amiruddin MSi, Pimpinan Majelis Zikir Tazkira Sumut, Penceramah Drs HM Amhar Nasution MA, Qori Muhammad Syafii S.Sos. Kajati Sumut Dr H Noor Rachmad SH, MH menjelaskan, kegiatan ini spesial diwarnai berbeda dengan Kejati di wilayah lain dalam menyambut dan menyonsong hari ulang tahun kejaksaan. Tujuannya agar warga kejaksaan dalam menjalankan tugasnya sebagai aparat menegak hukum tetap memperhatikan nilai-nilai agama. Drs H Amhar Nasution MA menjelaskan, dengan adanya zikir akbar ini diharapkan insan kejaksaan memiliki iman dan takwa dalam menjalankan tugas sehari-hari, agar penegakan hukum itu dapat melahirkan keputusan yang adil dan berkeadilan. “Karena adil itu erat kaitannya dengan takwa, orang adil adalah orang yang bertakwa dan sebaliknya jika tidak adil itulah orang fasik,” ujarnya. Diharapkan umat muslim menghadiri kegiatan zikir dan syukur ini untuk bersatu dengan para jaksa dan diharapkan juga undangan pakaian seragam putih (terbuka untuk umum).(rel)

HIPSI Santuni Anak Yatim MEDAN (Waspada): Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Insan Pers Seluruh Indonesia Provinsi Sumatera Utara (DPD HIPSISU) akan melaksanakan kegiatan bakti sosial menyongsong Hari Jadi HIPSI ke-14 pada 14 Juli 2012 di kantor HIPSI Jalan Gunung Krakatau No 50-A Medan. Ketua DPD HIPSI Sumut Syarifuddin didampingi sekretaris Zulkarnain Edhy S, Rabu (11/7) menjelaskan, kegiatan bakti sosial berupa pembagian sembako kepada fakir miskin dan tali asih kepada anak yatim piatu. “Hari jadi HIPSI ke 14 tahun ini sengaja dirayakan bersama masyarakat kurang mampu dan anak yatim piatu, sebagai bentuk kepedulian insan pers terhadap masyarakat,” katanya. Menurut Syarifuddin, hari jadi HIPSI tahun ini mengambil tema ‘HIPSI Tetap Pro Aktif Melahirkan Insan Pers yang Profesional, Bertanggungjawab dan Bermartabat.’ Mudah-mudahan ke depan HIPSI dapat memberikan kontribusinya kepada pemerintah khususnya Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Sementara itu, Ketua Dewan Pembinan DPD HIPSI Tumpal SP Sianipar SE menyebutkan, rasa kepedulian yang dimiliki DPD HIPSI harus dipupuk terutama pada diri masing-masing, tingkat kepedulian saat ini menjadi modal utama pemersatu Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kata dia, HIPSI salah satu insan pers sama seperti organisasi lainnya di negeri ini. HIPSI ikut andil dalam mengisi pembangunan bangsa dan anggota HIPSI harus bisa menjadi insan pers yang profesional. (cwan)

Waspada, Jumat 13 Juli 2012  

waspada daily

Waspada, Jumat 13 Juli 2012  

waspada daily

Advertisement