Issuu on Google+

Berastagi 23-31 C 0

R. Prapat 25-330C

Parapat 23-32 0C

P. Siantar 18-270C

Sibolga 22-32 0C

Berawan

Hujan guntur

WASPADA Demi Kebenaran Dan Keadilan

Prakiraan Cuaca Rabu Medan 24-340C

BMKG Polonia

http://epaper.waspadamedan.com

RABU, Legi, 20 Oktober 2010/12 Zulqaidah 1431 H

No: 23302 Tahun Ke-64

Harian Umum Nasional Terbit Sejak 11 Januari 1947 Pendiri : H. Mohd. Said (1905 - 1995) Hj. Ani Idrus (1918 - 1999) ISSN: 0215-3017

Terbit 24 Halaman (A1-8, B1-8, C1-8)

Api Sisakan Hutang Bank Dan Besi Tua

Harga Eceran: Rp2.500,-

Pasar Sukaramai Jangan Jadi Mal

SI JAGO merah dengan perkasa memberangus kios mereka dalam tempo sekejap. Padahal, usaha itu dibina sejak orang tua mereka masih membujang pada puluhan tahun lampau menjadi sumber penghasilan keluarga, menjadi hitam sisa jilatan api. Terbayang kini masa depan yang meredup, sesekali di antara para pedagang yang duduk termenung di halaman Pasar Sukaramai yang telah terbakar meneteskan air mata di tengah ramainya para pejabat yang datang hanya untuk melihat saja. Harapan meredup, ratusan juta rupiah modal yang ditanamkan untuk persiapan menyambut perayaan Tahun Baru hilang menjadi sampah tak berguna, peristiwa kebakaran Pasar Sukaramai, Minggu (17/10) pukul 19:30 hanya menyisakan hutang dan besi tua. “Saya dan keluarga harus memulai usaha dari bawah lagi, empat pintu kios peninggalan almarhum Munir, orang tua saya yang dibinanya sejak masih lajang pada 1950an, habis dalam sekejab,” kata Nila pedagang korban kebakaran Pasar Sukaramai, Selasa (19/10). Nila yang kini berusia 44 tahun merupakan warga Jalan Gedung Arca tersebut berkeluh kesah. Lanjut ke hal A2 kol. 6

Waspada/Hamdani

SEJUMLAH pedagang, Selasa (19/10), mulai berjualan setelah mengalami duka akibat kebakaran kios di Pasar Sukaramai. Mereka kini harus berjualan di badan Jl. AR Hakim yang diizinkan Pemko Medan yang lokasinya tidak layak karena terlalu padat dan juga tidak seluruh pedagang mendapatkan tempat.

MEDAN (Waspada): Menyusul terbakarnya Pasar Surakamai beberapa hari lalu, kini berkembang isu seputar perubahan peruntukkan lokasi pasar tradisional tersebut menjadi pusat perbelanjaan modern. Spontan para pedagang tradisional yang menjadi korban kebakaran menjadi resah. Isu perubahan peruntukan lokasi Pasar Sukaramai menjadi pusat perbelanjaan modern itu mencuat ketika anggota DPD RI asal Sumut Parlindungan Purba, SH, MM di dampingi pengurus Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Medan (P3TM) meninjau lokasi kebakaran, Selasa (19/10). Parlindungan melihat adanya keresahan di kalangan pedagang korban kebakaran akibat isu tentang pembangunan pusat perbelanjaan modern di lokasi Pasar Sukaramai. “Jangan sampai Pasar Sukaramai ini dijadikan mal,” tegasnya. Parlindungan juga mengingatkan Pemko Medan agar lebih memprioritaskan pedagang lama jika gedung pasar tradisional tersebut tersebut direhab kembali. “Jangan sampai ada pedagang yang sudah lama berjualan di Pasar Sukaramai tersebut tidak mendapatkan kios,” tambahnya. Tidak layak Sementara itu, tempat relokasi pedagang Pasar Sukaramai yang disediakan Pemerintah Kota Medan tidak layak

Lanjut ke hal A2 kol. 1

BRI Lhoknibong Dirampok Kejatisu Selidiki

Dugaan Korupsi Dinas PU Simalungun Rp14 M MEDAN (Waspada): Kejatisu menyelidiki kasus dugaan korupsi sejumlah proyek pembangunan jalan senilai Rp14 miliar di Dinas PU Bina Marga Pemkab Simalungun. Beberapa tersangka segera ditetapkan. “Kasus ini masuk ke Kejatisu sekitar Agustus 2010. Saat ini sudah dua tahap penyidikan (Dik) menyusul penetapan tersangka,” Kata Asintel Kejatisu Andar PW kepada wartawan, Selasa (19/10). Menurutnya, dugaan korupsi itu terjadi di tiga kegiatan dengan nilai kontrak Rp14 miliar lebih, yaitu peningkatan jalan menuju perkantoran baru Pemkab Simalungun di Sondiraya dengan nilai kontrak Rp 4,9 miliar lebih, penanganan jalan

Lanjut ke hal A2 kol. 6

Dua Pelaku Tewas Ditembak, Dua Lolos LHOKNIBONG, Aceh Timur (Waspada): Empat pria bersenjata sepucuk AK-47, merampok bank BRI unit Pantee Bidari yang kantornya berada persis di pinggiran jalan nasional, Lhoknibong, ibukota Kec. Pantee Bidari, Aceh Timur, Selasa (19/10) sekira pukul 10:00. Pelaku sempat merampas uang senilai Rp20.800.000 dari kasir. Beruntung, hasil rampokan itu tidak sempat dibawa lari karena aparat keamanan bank berhasil menembak pelaku hingga tewas saat hendak kabur. Mayat keduanya tergeletak bersama tas berisi uang ram-

pokan, persis depan pintu masuk bank. Sementara dua pelaku lagi yang dikabarkan memegang sepucuk AK-47 berhasil lolos. Keterangan dihimpun Waspada di lokasi kejadian, keempat pelaku menutup kepala dengan helm dan mareka datang dengan menggunakan

dua unit sepeda motor, masing-masing jenis Yamaha Mio warna hijau dan Yamaha Jupiter MX merah. Dua pelaku yang mengendarai Mio dilaporkan bersenjata sepucuk senjata laras panjang jenis AK-47. Mereka menunggu di luar, depan pintu masuk. Sedangkan dua pelaku lagi yang mengendarai Jupiter MX, masuk ke dalam bank untuk merampas uang. “Kejadiannya sangat cepat. Begitu sampai yang bersenjata jongkok di luar pintu masuk sembari mengeker moncong senjata ke arah dalam. Sementara dua pelaku lain masuk

sambil membawa tas jinjing hitam dan langsung merampas uang yang ada di meja kasir. Uang itu dimasukkan dalam tas tadi. Tak lama kemudian, mereka keluar dan bermaksud kabur. Namun sesampai di teras luar, langsung kita tembak,” kata Hadi S, aparat Polsek Pantee Bidari yang saat kejadian bertugas mengamankan bank. Hadi menambahkan, saat dua pelaku masuk, dia bersama seorang petugas keamanan lainnya kebetulan berada di bagian belakang ruang

Lanjut ke hal A2 kol. 1

Hari Ini, PDT 2010 Dibuka

“Ini Bukan Pesta Menteri Pariwisata” MEDAN (Waspada): Pesta Danau Toba 2010, resmi dibuka hari ini (20/10). Namun pihak panitia prihatin karena Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI Jero Wacik yang dijadwalkan membuka pesta rakyat Sumatera Utara tersebut, batal hadir. “Secara pribadi kita kecewa karena ketidakhadiran Menteri Pariwisata Pak Jero Wacik ke PDT nantinya. Sebenarnya, kita sangat berharap

di jauh-jauh hari Pak Jero Wacik berkenan hadir ke Medan dan bergabung dalam PDT di Danau Toba,” kata Ketua Umum Panitia PDT 2010 Parlindungan Purba kepada wartawan, di Grand Aston City Hall Medan, Selasa (19/10). Namun, kata Parlindungan, walaupun Menteri Pariwisata tidak hadir dalam memeriahkan Pesta Danau Toba

Lanjut ke hal A2 kol. 3

Antisipasi Kriminal Terhadap Calhaj

Aparat TNI Dan Polri Disebar Di Tanah Suci

Antara

UJI COBA KERETA API: Sebuah kereta api yang nantinya digunakan untuk mengangkut jamaah haji dari Makkah-Arafah dan sebaliknya melakukan uji coba jalan di sekitar Muzdalifah, Makkah, Arab Saudi, Selasa (19/10). Pada musim haji ini kereta api sudah dapat dioperasikan untuk mengangkut jamaah haji khususnya para jamaah dari timur tengah.

JAKARTA (Waspada): Tindak kriminalitas membayangi jamaah haji Indonesia di Arab Saudi. Untuk meminimalisir hal itu, Kementerian Agama (Kemenag) menyebar 45 aparat kepolisian dan TNI bersama para jamaah, termasuk untuk proses wukuf di Arafah. “Aparat kami sebar untuk mengawasi jangan sampai jamaah kita kena tindak kejahatan. Kami akan tindak tegas,” kata Direktur Jenderal Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh Kemenag, Slamet Riyanto di Jakarta, Selasa (19/10). Dari hasil penyelidikan, ada semacam sindikat keja-

hatan yang terorganisir dan bersifat musiman selama pelaksanaan ibadah haji. Yang sangat memprihatinkan, kata Slamet, yang jadi korban dan yang melakukan kejahatan adalah sesama orang Indonesia. Bentuk kriminalitasnya beragam, mulai dari berpurapura menjadi penunjuk jalan lantas membawa kabur barang-barang, mencopet, mencuri di pemondokan sampai menjambret di jalan. “Mereka sangat rapi. Kalau mau menipu orang Jawa, misalnya, mereka akan pakai orang Jawa juga,” imbuh Slamet. (dianw)

Si Mualaf Itu Ke Tanah Suci

Isu Begu Ganjang Hebohkan Humbahas

Psikologi Haji IBADAH haji memang suatu rangkaian ibadah yang ‘berat’, hingga kewajiban ini hanya ditujukan kepada mereka yang mampu (istatha’a). Rukun Islam yang kelima ini juga hanya diwajibkan sekali seumur hidup seorang Muslim. Perbincangan tentang kemampuan seseorang Muslim umumnya dikaitkan dengan kemampuan ekonomifinansial, dalam artian memiliki harta yang cukup untuk membiayai keperluan haji, termasuk biaya hidup yang anak keluarga yang menjadi tanggungjawabnya. Kemampuan lain yang menjadi perhatian biasanya kepada kemampuan fisik. Perjalanan yang jauh dan rangkaian kegiatan yang cukup melelahkan menuntut Lanjut ke hal A4 kol. 1

DOLOKSANGGUL (Waspada): Ratusan warga Dusun Sidulang Dalan, Desa Rura Aek Sopang, Kec. Pakkat, Kab. Humbang Hasundutan membakar gubuk (sopo) milik pasangan M. Purba, 62, Uli Br. Simanullang, 60, gelar Op Dohar dan mengusirnya dari pemukiman, Jumat (15/10) dengan alasan memelihara begu ganjang yang bisa disuruh membunuh maupun membuat manusia sakit. Untungnya, aksi warga yang hendak mengusir keluarga Op Dohar itu langsung diantisipasi Kepala Desa Rura Aek Sopang B Sihotang dan aparat keamanan setempat. Pasangan suami isteri itu diamankan di rumah kepala desa. Beberapa warga yang belum dikenal identitasnya sempat membakar sopo yang jaraknya sekitar 2 km dari

Lanjut ke hal A2 kol. 1

Waspada/Parlindungan Hutasoit

Rumah Op Dohar di dusun Sidulang Dalan, Desa Rura Aek Sopang, Kec. Pakkat, Kab.Humbang Hasundutan.

Waspada/Muhammad H. Ishak

DUA pelaku yang tewas ditembak polisi saat beraksi, Selasa (19/10) sekira pukul 10:30, dan barang bukti berupa helm dan tas yang berisi uang Rp20.050.000.

Waspada/Anum Saskia

Ibadah Haji Jadi Filter MEDAN (Waspada) : Menunaikan ibadah haji diusia muda ternyata tidak menjadi beban bagi seorang remaja bernama Rizqi Nurul Ashri, 20 (foto), p e n d u d u k Ko m p l e k s Menteng Indah Medan ini. Me n u r u t n y a , u s i a muda inilah yang seharusnya menjadi kesempatan bagi generasi Islam untuk menunaikan rukun Islam kelima. Dia mengakui jika ada ungkapan yang menyebutkan menyandang gelar haji saat usia muda akan mendatangkan

Lanjut ke hal A2 kol. 6

KEBANYAKAN orang terlena dengan indah cinta, sehingga melakukan apapun hanya untuk sesuatu yang dikasihinya. Berbeda dengan Erwin Syah, karena cinta menariknya untuk berpindah keyakinan dan akhirnya menunaikan niat untuk menginjakkan kaki di Tanah Suci Makkah. Pria yang tinggal di Jl. Imam Bonjol, Kisaran, bermula bernama Gandi Tio Dinatan alias Akang suku Tionghoa, 65 tahun lalu dilahirkan bukan seorang muslim, namun ketika berusia 37 tahun dia memeluk agama Islam, karena mencintai Rodiah dan menyuntingnya menjadi istri. Ayah empat anak ini kini terdaftar sebagai calon jamaah haji kloter 9 dari Kabupaten Asahan. “Saya masuk Islam, karena rasa cinta dengan istri. Namun rasa itu membawa saya untuk mencintai Allah sepenuh hati, dan menjadi muslim yang selalu berusaha memenuhi perintah-Nya. Alhamdulillah dengan Lanjut ke hal A2 kol. 1

Seputar Pengungsi Sinabung Mengadu Ke Poldasu STABAT (Waspada): Kasus sejumlah pengungsi Sinabung mengadu ke Poldasu seputarnya adanya permainan oknum Camat sei Bingai Kab.Langkat dalam penyaluran bantuan, oleh sementara kalangan di Langkat merupakan hal yang sangat mengejutkan dan mempermalukan masyarakat Langkat. ‘’Kalau benar seperti apa yang dikemukakan perwakilan pengungsi, Poldasu perlu melakukan penyidikan secara intensif,’’ ujar sejumlah kalangan pemuka, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda mengomentari

Lanjut ke hal A2 kol. 6

erampang Seramp ang

EDWIN Syah beserta istrinya, Rodiah.

Waspada/Sapriadi

- Siapa ya yang bakar Sukaramai? - He...he...he...

Waspada, Rabu 20 Oktober 2010