Issuu on Google+

Edisi 47 - tahun VI / 24 Maret 2013

Senyum

Paus Fransiskus

Senyum untuk Gereja dan Dunia


yang baru yang diberikan oleh Kristus kepadanya (Mat 16:13- 20). Walaupun kita melihat kelemahan rasul Petrus atas pengertiannya yang keliru tentang Mesias (lih. Mat 16:23), dan yang menyangkal Yesus tiga kali dan bertobat (Mat 26:35; Luk 22:57-62), n a m u n k e le m a h a n n y a i n i t i d a k mengubah kenyataan bahwa Petrus tetaplah terhitung sebagai "yang pertama" di antara para rasul. Petrus disebut pertama kali di antara para rasul yang dipilih Yesus untuk melihat-Nya dimuliakan di atas gunung (Mrk 9:2-9, 2 Pet 1:18); untuk mempersiapkan Perjamuan Terakhir (Luk 22:8); dan untuk melihat Yesus setelah kebangkitan-Nya (Luk 24:34; 1 Kor 15:5). Petruslah yang secara khusus didoakan oleh Yesus dan diberi tugas untuk menguatkan saudarasaudaranya yang lain (lih. Luk 22:32; Yoh 21:15-17). Segera setelah Yesus naik ke s u rg a , Pe t r u s m e n g a m b i l a l i h kepemimpinan para rasul dengan mengambil inisiatif untuk memilih pengganti Yudas yang mengkhianati Yesus (Kis 1:15-26). Setelah Pentakosta, Petrus tampil mewakili para rasul mengkhotbahkan pesan Injil (Kis 1:14-40) yang mengakibatkan 3000 orang untuk dibaptis pada hari itu juga. Setelah Pentakosta, peran kepemimpinan Petrus-pun jelas terlihat: Petrus mengubah kebiasaan Gereja yang hanya membaptis umat Yahudi, dengan membaptis Kornelius, umat non-Yahudi, beserta seisi rumahnya (Kis 10 dan 11). Paulus pun menemui Petrus (Kefas) dan tinggal bersamanya selama 15 hari (Gal 1:18), selanjutnya Paulus mendatangi Petrus lagi di Yerusalem dengan l Petrus

menjabarkan Injil yang diberitakannya (Gal 2:2) agar usahanya tidak percuma. Rasul Petrus juga membuat keputusan otoritatif di Konsili Yerusalem mengenai sunat (Kis 15). Sesudah Konsili Yerusalem, Rasul Petrus mengadakan perjalanan ke banyak daerah untuk mendirikan Gereja-gereja pada daerah kekuasaan Kaisar Roma, untuk menyebarkan Injil ke ujung bumi, sesuai dengan pesan Kristus (lih. Kis 1:8). Rasul Petrus juga menuju Roma (yang disebut Babilon 1 Pet 5:12-13) yang dianggap sebagai pusat dunia pada saat itu, untuk mendirikan Gereja di sana, dan akhirnya wafat sebagai martir, bersama dengan Rasul Paulus. Kepemimpinan Rasul Petrus tidak berhenti dengan kematiannya di sekitar tahun 68 AD. Oleh pimpinan Roh Kudus, G e re j a s e n a n t i a s a m e le s t a r i k a n kepemimpinan Petrus ini yang atas kuasa Yesus bertugas untuk mengajar dan memimpin Gereja sesuai dengan kehendak Kristus. Tulisan-tulisan para Bapa Gereja tentang suksesi kepemimpinan Paus (yaitu uskup Gereja di Roma) menjadi saksi yang otentik tentang kesinambungan kepemimpinan sejak zaman Rasul Petrus sampai dengan para Paus pada masa itu. Kepemimpinan Paus tersebut terus berlanjut sampai sekarang, dan menjadi salah satu simbol penting bagi kesatuan Gereja Katolik. Habemus Papam! Syukur kepada Allah, kita telah mempunyai seorang Paus yang baru. Mari kita mendoakan Paus Fransiskus, agar beliau dapat menjalankan tugas panggilannya sebagai penerus Rasul Petrus, untuk memimpin seluruh umat Allah di muka bumi ini.

*Di abad ke 8, setelah terpilih, Paus Stefanus II wafat sebelum dikonsekrasikan. Maka daftar Paus yang memasukkan Paus Stefanus II, menempatkan Paus Fransiskus di urutan Paus ke 267 (ke 266 setelah Rasul Petrus), sedangkan daftar yang tidak memasukkannya, menempatkan Paus Fransiskus di urutan ke 266 (ke-265 setelah Rasul Petrus).



Tahun VI - Edisi 47