Issuu on Google+

33

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

JUMAT 8 MARET TAHUN 2013

11 Maret Penyeberangan Ketapang Tutup Total Umat Hindu Bali Rayakan Nyepi KALIPURO - Setelah setahun beroperasi nonstop, pelabuhan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk akan berhenti beroperasi sehari, yakni 11 Maret 2013. Pelabuhan

penyeberangan Jawa-Bali tersebut akan berhenti beroperasi selama umat Hindu merayakan Hari Raya Nyepi tahun baru Saka 1935. Tahun ini, hari raya Nyepi umat Hindu jatuh pada Selasa 12 Maret 2013. Selama Nyepi berlangsung, semua aktivitas penyeberangan dihentikan. Kepala PT. ASDP

Indonesia Ferry (IF) Ketapang Waspada Heruwanto melalui Manajer Operasi Saharuddin Koto mengatakan, penghentian aktivitas penyeberangan dari Ketapang akan dimulai Senin 11 Maret 2013 pukul 23.00. Penghentian aktivitas dari Pelabuhan Gilimanuk akan dilakukan pada 12 Maret 2013 pukul 05.55 WITA.

Pada pukul 05.55 WITA, ungkap Saharuddin, adalah pelayaran terakhir dari Bali. Dari pelabuhan Ketapang, pelayaran terakhir pada pukul 23.00. “Setelah itu, semua kapal berhenti beroperasi,” ungkap Saharuddin. Pelabuhan akan beroperasi kembali pada 13 Maret 2013 n  Baca 11 Maret...Hal 43

PEMERINTAHAN

Anacleto Da Silva Jadi Plt Aspem BANYUWANGI- Kekosongan jabatan asisten administrasi pemerintah (aspem) kemarin (7/3) sudah terisi. Bupati Abdullah Azwar Anas menunjuk Kabag Pemerintahan, Anacleto Da Silva, sebagai pelaksana tugas (Plt) asisten pe me rintahan. Asisten pemerintahan kosong sejak 1 Maret 2013 karena Abdullah pensiun. Untuk mengisi ke kosongan itu, Bu pati Anas menun j uk Ana cle to DOK. RaBa se bagai Plt. hingAnacleto Da Silva ga ada pejabat definitif. “Bapperjakat mengusulkan kabag pemerintahan sebagai Plt. Usul Bapperjakat itu disetujui,” ungkap Sekkab Slamet Kariyono n  Baca Anacleto...Hal 43

POLITIK

MASIH RAMAI: Kendaraan roda empat berjalan pelan menuju kapal penyeberangan di ASDP Ketapang. GALIH COKRO/RaBa

Nodai Anak Tiri Kena 9 Tahun NIKLAAS ANDRIES/RaBa

PENGARAHAN: Pendaftar caleg Partai Demokrat mendengarkan brifing dari pengurus partai.

Dibuka Perdana, Pendaftar Caleg PD Membeludak BANYUWANGI - Prahara yang melanda Partai Demokrat (PD) di tingkat pusat rupanya tidak menyurutkan pamor partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu di daerah. Pada saat DPC Partai Demokrat Banyuwangi membuka pendaftaran calon anggota legislatif (caleg) pukul 07.00 kemarin, tidak kurang 70 pelamar langsung menyerbu. Kantor DPC Partai Demokrat Banyuwangi di Jalan S. Parman, Banyuwangi, sudah ramai sejak pagi. Mereka menunggu proses pembagian formulir oleh panitia penjaringan n

BANYUWANGI - Paimin, 52, harus membayar mahal perbuatannya, yaitu menggagahi Saritem (nama samaran), 18, anak tirinya. Warga Dusun Parastembok, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, itu divonis sembilan tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi kemarin. Majelis hakim yang dipimpin Widarti dan

hakim anggota Bawono Effendi dan I Wayan Gede Rumega itu dalam amar putusannya meminta tersangka membayar denda Rp 60 juta subsider tiga bulan kurungan. “Membayar biaya perkara Rp 2 ribu,” cetus Widarti saat membaca putusannya kemarin. Sidang lanjutan kasus pemerkosaan dengan agenda pembacaan putusan itu

Kisah Pilu Pengantin Baru

Halim berusaha merayu Saritem. Dia malah mencium, tapi korban menghindar. Halim terus memaksa Saritem melayani nafsu bejatnya. 3

phapha kerja dulu ya...

Saat situasi rumah sepi, datanglah Halim tetangga dekat Saritem 2

Suatu hari Saritem ditinggal bekerja suaminya. Pasangan ini baru saja melangsungkan pernikahan.

 Baca Dibuka...Hal 43

1

berlangsung singkat. Dalam amar putusannya, majelis hakim tidak membacakan seluruh isi amar putusan. Yang dibaca hanya pokok-pokok perkara. Majelis hakim menyebut, berdasar keterangan para saksi, termasuk Saritem, diperoleh fakta-fakta hukum bahwa kasus dugaan perkosaan yang dilakukan ter-

Di kamar itulah, Saritem diperlakukan tak senonoh. Mulutnya juga dibekap agar tak berteriak. Saritem akhirnya hanya bisa pasrah. 4 GRAFIS: ZAKARIA/RaBa

Residivis Perkosa Pengantin Baru SEMENTARA itu, perbuatan Halim, 37, warga Dusun Babakan, Desa Kedayunan, Kecamatan Kabat, ini sungguh terlalu. Pria yang tubuhnya penuh tato itu diduga telah memerkosa Saritem, 17 (nama samara), salah satu tetangganya yang baru saja menikah. Perbuatan Halim itu sungguh meresahkan warga. Sebelum ditangkap polisi, dia sempat digelandang warga ke kantor Desa Kedayunan. “Korban tidak langsung

LEGISLATIF

melapor. Tersangka kita tangkap saat dibawa warga ke kantor desa,” kata Kapolsek Kabat, Iptu A. Imron. Dugaan perkosaan yang dilakukan Halim terjadi Sabtu (2/3) lalu. Pada pukul 10.00, korban didatangi tersangka yang masih tetangganya itu. Saat kejadian, suaminya sedang bekerja. Setelah merayu, tersangka langsung mendekati korban yang kebetulan tengah sendirian n  Baca Residivis...Hal 43

dakwa tahun 2008 hingga 2012. “Juga memperhatikan hasil visum dari dokter,” kata Widarti. Melihat fakta hukum yang ada, lanjut dia, majelis hakim menyatakan sependapat dengan jaksa penuntut umum (JPU) Sugiharto yang menyebut terdakwa terbukti bersalah n  Baca Nodai...Hal 43

Ribuan Penambang Bercokol di Tumpang Pitu n Bakal Ditertibkan, Kapolres Ancam Usir BANYUWANGI - Aktivitas penambangan emas yang dilakukan secara ilegal di kawasan Gunung Tumpang Pitu, Kecamatan Pesanggaran, ternyata masih ramai. Saat ini, jumlah penambang yang memburu emas di pegunungan yang dikelola KPH Perhutani Banyuwangi Selatan itu berjumlah 1.000 orang lebih. Dari ribuan penambang emas liar itu, ternyata tidak sedikit yang berasal dari luar Kota Gandrung. Mereka akan segera ditertibkan aparat kepolisian. “Kita akan menggelar operasi secara besar-besaran terhadap penambang emas liar itu,” tegas Kapolres Banyuwangi AKBP Nanang Masbudi. Pernyataan itu disampaikan kapolres usai menggelar rapat

Kita akan menggelar operasi secara besarbesaran terhadap penambang emas liar Tumpang Pitu” AKBP NANANG MASBUDI Kapolres Banyuwangi

bersama Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Banyuwangi di ruang pertemuan Rupatama, Mapolres Banyuwangi, kemarin pagi. “Rapat bersama forpimda itu membahas penambangan di Gunung Tumpang Pitu,” imbuh kapolres n  Baca Ribuan...Hal 43

Uletnya Tukang Pijat yang Mangkal di Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk

Semalam Bisa Mijat Delapan Penumpang

GALIH COKRO/RaBa

LANGGANAN RAZIA: Polisi sedang memeriksa identitas seorang penghuni kos di Banyuwangi.

Pembahasan Raperda Kos-kosan Jalan Terus BANYUWANGI - Penolakan yang dilontarkan Paguyuban Rumah Kos Banyuwangi (Parukoba) tidak menyurutkan semangat dewan untuk membahas rancangan peraturan daerah (raperda) penyelenggaraan usaha rumah kos di Bumi Blambangan n  Baca Pembahasan...Hal 43

http://www.radarbanyuwangi.co.id

Banyaknya penumpang kapal yang menyeberang dari Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk menjadi lahan ekonomi tersendiri bagi para tukang pijat. Sebab, tak sedikit para penumpang kapal tersebut yang kelelahan setelah menempuh perjalanan panjang. ABDUL AZIZ, KALIPURO AKHIR pekan kemarin, saya bersama rombongan Banyuwangi Photography Club (BPC) tiba di Pelabuhan Gilimanuk setelah me nem puh perjalanan panjang dari Pantai Kuta, Bali. Sehari sebelumnya, saya bersama rombongan, sebanyak tiga mobil, mengikuti seminar photography di Hotel Harris, Denpasar.

Setelah pelatihan, saya dan rombongan menyempatkan diri keliling Pantai Kuta. Perjalanan dari Pantai Kuta menuju Pelabuhan Gilimanuk cukup melelahkan. Apalagi, mulai berangkat Jumat (1/3) pukul 02.00 dini hari sampai pulang, semua rombongan nyaris tak ada yang istirahat. Sehingga, semua benar-benar merasa lelah. Bahkan, ketika mobil yang kami tum pangi berada di atas kapal, rasanya malas keluar dan naik ke tempat duduk penumpang. Saya be nar-benar ngantuk dan capek! Na mun, karena ingin menikmati suasana dini hari di atas kapal, saya bersama rombongan akhirnya memutuskan keluar dari mobil dan naik ke tempat duduk para penumpang. Untuk menghilangkan rasa ngantuk, saya bersama beberapa teman BPC memesan kopi panas. Meski demikian,

Ribuan penambang emas liar masih bercokol di Tumpang Pitu Untuk para caleg silakan kampanye di sana!

Hermanto: Pembahasan raperda kos-kosan jalan terus Jangan dipaksakan, mereka pelanggan TV kabel lho.

ABDUL AZIZ/RaBa

AHLI PIJAT: Sulaiman saat memijat seorang penumpang kapal di penyeberangan Gilimanuk menuju Ketapang.

mulai hilangnya rasa ngantuk, ternyata tidak dibarengi dengan hilangnya rasa capek. Rupanya kondisi kami yang terlihat capek ini ditangkap Sulaiman,

27, seorang tukang pijat yang biasa mangkal di kapal penyeberangan Ketapang-Gilimanuk n  Baca Semalam...Hal 43

email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com


34

Jumat 8 Maret 2013

Melihat Potensi Desa Sepanjang, Kecamatan Glenmore

Banyak Melahirkan Atlet Kelas Nasional GLENMORE - Berbagai terobosan untuk membangun desa terus dilakukan oleh Kepala Desa (Kades) Sepanjang, Kecamatan Glenmore, Rojikin. Yang terbaru, adalah meratakan tanah lapangan sepak bola di Dusun Sepanjang Kulon. Selama ini lapangan sepak bola yang terletak di barat Pasar Glenmore atau selatan Stasian Glenmore itu terlihat tidak rata. Sisi utara tampak terlalu tinggi, dan sisi selatan terlalu rendah. Kondisi ini tentu kurang membuat nyaman bagi para pemain sepak bola yang sering latihan di tempat tersebut. Sebab, kesebelasan yang menempati sisi selatan dipastikan bakal ngoyo ketika bertanding. Untuk itu, sejak beberapa waktu lalu, melalui bantuan dana APBD Banyuwangi, satu-satunya lapangan favorit warga setempat tersebut diratakan oleh Pemerintah Desa Sepanjang. Selain diratakan, sisi selatan lapangan tersebut juga diberi pondasi

sebagai panahan tanah. Selain itu, juga ada sisa lahan pada bagian selatan lapangan untuk tempat parkir kendaraan roda empat. Kades Sepanjang, Rojikin menuturkan, langkah meratakan tanah lapangan tersebut merupakan bagian dari bentuk perhatiannya terhadap dunia olahraga, khususnya di Desa Sepanjang dan Kecamatan Glenmore. Sebab, di Kecamatan Glenmore telah banyak melahirkan para olahragawan di tingkat nasional. Seperti penjaga gawang senior tim sepak bola Nasional Hendro Kartiko, dan pemain bulutangkis Alven. “Mereka semua adalah atlet asal Glenmore, yang telah membawa nama baik Desa Sepanjang, bahkan Banyuwangi dan Jawa Timur,” tuturnya. Untuk itu, dirinya merasa tidak berlebihan jika dia memberikan perhatian lebih kepada dunia olahraga, dengan cara memperbaiki kondisi lapangan sepak bola yang selama ini terkesan kurang terawat. Bahkan ke depan, Wakil Ketua Aso-

siasi Kepala Desa Kabupaten (Askab) Banyuwangi, itu sangat berharap lapangan tersebut bisa dibangun menjadi ruang terbuka hijau. “Tepitepi lapangan maunya kita paving. Sehingga warga merasa nyaman untuk berolahraga di situ. Tentu kami sangat berharap dukungan dari DKP (Dinas Kebersihan dan Pertamanan) Banyuwangi,” tandasnya. Rojikin menuturkan, bahwa setelah beberapa waktu lalu dinobatkan sebagai pemenang lomba desa berseri tingkat Jawa Timur (Jatim) kategori madya, kali ini akan ditingkatkan menjadi kategori mandiri oleh Pemerintah Provinsi Jatim. Untuk itu, dia membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk Bupati Banyuwangi, H. Abdullah Azwar Anas, demi suksesnya Desa Sepanjang sebagai kategori desa mandiri tingkat Provinsi Jatim. “Semua elemen kami mohon dukungannya, dan khususnya kepada bapak bupati kami sangat berharap dukungannya,” pungkasnya. (azi/als)

ABDUL AZIZ/RaBa

DIRATAKAN: Kepala Desa Sepanjang, Rojikin, di lokasi lapangan sepak bola yang baru selesai diratakan.

Petani Galang Tanda Tangan Tolak Proyek Pipanisasi di Sumberarum

ALI NURFATONI/RaBa

SONGGON - Penolakan warga Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, terhadap rencana pembangunan pipa air bersih yang akan dimanfaatkan warga Desa Sragi bukan main-main. Kalangan petani sudah mulai menggalang tanda tangan kemarin. Tujuannya, agar proyek senilai Rp 2,8 miliar itu gagal. Tuntutan itu merupakan harga mati. Jika langkah tersebut tidak digubris, mereka mengancam akan menggelar unjuk rasa. “Kalau niat ini masih tidak dianggap, semua petani akan ngeluruk kantor desa,”

ujar Bagong, petani setempat, kemarin. Sepengetahuan dia, jika proyek tersebut benar-benar terealisasi, maka akan mematikan para petani. Betapa tidak, air yang selama ini mengaliri sawah petani akan berkurang. ’’Sudah tidak ada toleransi lagi. Kita tolak,’’ tegas bapak satu anak itu. Jadi, kata dia, penolakan petani tersebut harus menjadi bahan pertimbangan Pemkab Banyuwangi. Oleh karena itu, sebelum proyek tersebut benar-benar dilaksanakan, lebih baik dibatalkan saja. ’’Usaha petani ini untuk mencegah. Mu m p u n g b e l u m d i l a ksanakan,’’ tandasnya. Terkait hal itu, Camat Songgon Hardiono mengungkapkan, pihaknya sudah

menerima laporan tentang pe nolakan rencana proyek tersebut. Hanya saja, pihaknya masih belum mengetahui siapa warga yang menolak tersebut. ’’Saya belum tahu siapa orangnya yang menolak,’’ katanya. Menurut dia, dana proyek tersebut bukan gelontoran dari APBD Banyuwangi melainkan dari APBN. Tentu saja, proyek tersebut sudah direncanakan secara matang. ’’Perencanaan sudah, tinggal pelaksanaannya saja,’’ jelasnya kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (7/3). Oleh karena itu, proyek tersebut akan direalisasikan tahun ini juga. Bahkan, kata dia, proyek tersebut akan segera laksanakan dalam waktu dekat n  Baca Petani...Hal 43

TERTUNDUK: Rohman Efendi (tengah) di Mapolsek Genteng kemarin.

Tak Kembalikan Mobil Sewa, Disel GENTENG - Rohman Efendi, 38, harus rela menginap di balik jeruji besi. Garagaranya, warga Dusun Krajan, Desa Kebaman, Kecamatan Srono, itu tidak mengembalikan mobil yang dia sewa. Polisi menetapkan dia sebagai tersangka tindak pidana penggelapan. Ceritanya, pelaku menyewa mobil Isuzu Panther kepada Sri Saksono, 39, warga Perum PTP,

Desa/Kecamatan Sumbersari, Jember. Pelaku menyewa hanya empat hari. Namun, hingga tiga bulan mobil itu tak dikembalikan. Merasa tertipu, korban melapor ke Mapolsek Genteng. Menerima laporan, polisi di bawah komando Kompol Riamun itu langsung melacak pelaku. “Akhirnya kita tangkap saat berada di wilayah Kecamatan Cluring,” ungkap

Kanitreskrim Polsek Genteng, Iptu Abdur Jabar, di markasnya kemarin. Menurut Jabar, tersangka sengaja berbuat tidak baik. Betapa tidak, dia hanya berjanji membayar sewa usai mobil dikembalikan. “Sudah tidak bayar, mobil tidak dikembalikan,” terang perwira dengan dua balok di pundak itu. Ironisnya lagi, jelas dia, pelaku justru menggadai-

kan mobil bernopol B 1280 NVC itu kepada orang lain. Saat ini mobil tersebut masih dalam pencarian. “Kita sudah amankan barang bukti BPKB mobil itu. Mobil masih kita lacak,” terangnya. Atas perbuatannya, polisi menjerat tersangka dengan Pasal 372 KUHP tentang tindak pidana penggelapan. “Pelaku terancam 4 tahun penjara,” tandasnya. (ton/c1/als)

Pengecer dan Pengepul Togel Digaruk KABAT - Diduga terlibat perjudian jenis toto gelap (togel), Mukhlis, 55, warga Dusun Krajan, Desa Sukojati, Kecamatan Kabat, dan Muzaini, 42, asal Dusun Kemantren, Desa/Kecamatan Kabat, digaruk di tempat terpisah oleh anggota polsek setempat kemarin. Kedua tersangka yang ditangkap polisi itu diduga satu jaringan. Mukhlis yang ditangkap pertama diduga sebagai pengecer. Togel hasil jualannya diserahkan kepada Muzaini yang bertindak sebagai pengepul. “Tersangka pengecer dan pengepul,” terang Kapolsek Kabat, Iptu A Imron. Menurut kapolsek, Mukhlis ditangkap saat membuat batu bata di Dusun Kampung Lor, Desa Sukojati. Saat diringkus, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti (BB) berupa uang tunai Rp 102 ribu, sebuah hand phone (HP) merek Nokia, dua lembar kertas rekapan, dan satu buah bolpoin. Mukhlis dalam menjual nomor togel, jelas dia, tergolong cukup rapi. Sambil membuat batu-bata, pria paro baya itu

AGUS BAIHAQI/RaBa

SATU JARINGAN: Mukhlis (kiri) dan Muzaini meringkuk di tahanan Mapolsek Kabat kemarin.

ternyata juga jualan togel. Saat ditangkap di tempat kerjanya itu, tersangka baru melayani pelanggan. “Ada bukti jualan togel, langsung kita tangkap,” katanya. Dalam keterangannya kepada polisi, Mukhlis mengaku belum lama jualan togel. Semua hasil jualan togel disetorkan ke Muzaini, salah satu pengepul di Desa Kabat. “Atas keterangan tersangka, Muzaini kita tangkap,” terangnya. Polisi awalnya kecele saat hendak menangkap Muzaini. Sebab, saat didatangi ke rumahnya, orang yang dicari itu tidak ada. Berdasar keterangan warga, tersangka berada di selep padi tidak jauh dari rumahnya. “Muzaini kita tangkap di selep padi itu,” jelasnya. Saat diperiksa polisi, Muzaini menyebut semua setoran togel dari para pengecer itu dikirim ke Kadek Suadane, salah satu bandar di Bali. Hanya saja, tersangka mengaku tidak tahu alamatnya. “Alamat rumahnya tidak tahu. Kita kontak lewat HP,” dalihnya. (abi/c1/als)

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Benny Siswanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho, Mega Dwi P. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Windyah Sari. Pemasaran: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Samsuri (Situbondo). Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/ Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


27

Jumat 8 Maret 2013

Aparat Amankan Dua Pasangan Selingkuh Razia Tempat Kos dan Hotel di Rogojampi ROGOJAMPI - Aparat Gabungan Polsek Rogojampi, Satpol PP, dan Koramil Rogojampi, menggelar Operasi Pekat (Penyakit Masyarakat) di sejumlah tempat kos, hotel, dan lokalisasi, kemarin malam. Beberapa tempat yang menjadi sasaran operasi tersebut adalah tempat kos di dekat Terminal Bus Rogojampi, Lokalisasi Padang Pasir, Lokalisasi Blibis, penginapan, dan sebuah hotel di Desa Mangir. Operasi yang dimulai pukul 20.00 hingga 22.00 itu berhasil menjaring 14 orang, di antaranya dua pasangan selingkuh, enam orang tanpa membawa KTP, dan tiga pemabuk.

ABDUL AZIZ/RaBa

DIBINA: Belasan orang yang terjaring razia kos dan hotel dibawa ke Mapolsek Rogojampi kemarin.

Begitu terjaring, aparat gabungan langsung membawa 14 orang tersebut ke Mapolsek Rogojampi.

“Semua kita amankan di mapolsek semalam, dan tadi pagi kita kirim ke pengadilan negeri untuk

sidang tipiring (tindak pidana ringan),” kata Kapolsek Rogojampi Kompol Bagio SP. (azi/c1/aif)

Tukang Rongsokan Jadi Penadah Kabel

ALI NURFATONI/RaBa

SINDIKAT CURKABEL: Mustofa.

MUNCAR - Polisi bekerja keras dalam mengembangkan tertangkapnya sindikat pencurian kabel PLN. Setelah menangkap empat pelaku, kemarin polisi berhasil mencokok satu pelaku. Dia adalah Mustofa, 35, warga Dusun Krajan, Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi. Polisi menetapkan pelaku yang satu ini sebagai penadah. Dalam penyidikan, pelaku satu ini membeli barang curian dari Muniri, 35, penadah lain asal Dusun Kalimati, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar. “Pelaku tukang rongsokan. Dia membeli tembaga kepada Muniri sebanyak tiga kali,” ungkap Kapolsek Muncar Kompol Ary Murtini kemarin.

Kasi Humas Aiptu Putu Ardhana menambahkan, Mustofa membeli satu kilogram tembaga seharga Rp 64 ribu. Semua barang yang diterima Mustofa seberat 30 kilogram. ‘’Karena itu dia kami tahan,” tandasnya. Mustofa mengaku tidak mengetahui bahwa barang tersebut hasil curian. Dia pun hanya pasrah saat dibawa ke Mapolsek Muncar. ‘’Saya tidak tahu sama sekali barang yang saya beli itu curian,” akunya. Seperti diberitakan sebelumnya, polisi berhasil membongkar sindikat pencurian kabel PLN di wilayah Muncar. Tiga pelaku sebagai eksekutor, dan satu lagi sebagai penadah. Tiga pencuri

itu, antara lain Slamet Riyadi, 21; Moh Muslih, 28; dan Amin Santoso. Ketiga pelaku tinggal di Dusun Sampangan, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar. Penadahnya adalah Muniri, 35, warga Dusun Kalimati, Desa Kedungrejo. Dari komplotan itu, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain potongan kabel, gergaji besi, tas berisi peralatan, pipa kabel PLN, dan tali plastik sebagai pengikat. Kasus tersebut berhasil dibongkar saat Slamet Riyadi dan Amin Santoso beraksi di Dusun Mangunrejo, Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, Selasa sore lalu (5/3). Aksi dua pelaku itu tepergok warga. (ton/c1/aif)

Si Ratu Buah yang Multimanfaat Tak hanya manusia, buah-buahan pun punya ratu. Buah apa yang jadi ratunya itu? Entah kapan dan entah di mana para buah itu mengadakan konsensus, yang jelas yang dijuluki sebagai ratu mereka adalah buah manggis! Lalu, apa kriteria “juri” yang membuat manggis tampil sebagai pemenang? Bukan karena kecantikan, penampilan, atau bentuknya yang indah. Tapi karena di dalam buah manggis itu terkandung sangat banyak manfaat bagi kesehatan manusia. Dan dari semua zat yang dikandungnya itu, ternyata xanthone yang paling istimewa. Mengapa? Karena, hanya buah manggis yang memiliki senyawa ini. Selain itu, tak ada kandungan buah lain yang bisa menga lahakan sifat an ti ok sidan xan thone. Buah jeruk pun, yang dikatakan memi liki antioksidan tinggi, tak dapat mengalahkan kandu ngan antiok sidan dalam kulit mang gis. Xanthone ditemukan pertama kali oleh ilmuwan Jerman tahun 1855. Zat ini dikenal sebagai bahan aktif yang stabil dalam keadaan panas ataupun dingin, termasuk ketika di dalam tubuh manusia. Kulit manggis mengandung antioksidan 17.000 hingga 20.000 orac per 100 ounce. Padahal, wortel dan jeruk masing-masing hanya 300 dan 2.400 orac.Orac adalah singkatan dari oxygen radical absorbance capasity, yakni kemampuan antioksidan menetralkan radikal bebas penyebab penyakit. Sebagai negara yang banyak menyumbang ilmu di dunia kesehatan, Cina, merupakan pelopor penggunaan kulit manggis untuk menangkal penyakit. Negara Tirai Bambu ini sudah ribuan tahun menggunakan metode ini. Penelitian ini dilanjutkan hingga ke beberapa negara dan memiliki implikasi yang berbeda-beda. Seperti di Thailand dan Filipina digunakan untuk mengobati disentri dan infeksi kulit. Di Karbia dan Amerika Latin digunakan seb-

agai pembangkit stamina. Pada 1996-1997 dilakukan penelitian mengenai kulit manggis di Kaohsiung, Taipe, dan membuktikan xanthone sebagai antithrombotik yang sangat penting untuk mengatasi penyakit jantung dan stroke. Bersyukurlah kita yang tinggal di negara yang kaya dengan hayati ini. Untuk mendapatkan buah manggis di Indonesia sangatlah mudah. Ini karena buah manggis tumbuh di daerah tropis. Dan Indonesia, sebagai negara yang berada di daerah tropis, termasuk negara pengimpor manggis. Karena manfaatnya itu, orang Amerika suka mengolah buah manggis menjadi jus dan dijual de ngan harga mencapai 20 USD atau sama dengan 200 ribu rupiah per gelas. Sangat berbeda dengan di Indonesia. Di sini, kita dapat memperoleh buah manggis de ngan harga Rp 7.000-14.000 per kilo. Bila ingin tahu lebih banyak tentang khasiat manggis, Anda bisa membacanya di buku berjudul Kulit Manggis Berkhasiat Tinggi, yang tersedia di Toko Buku Gramedia di seluruh Indonesia. Tapi, apakah untuk men dapatkan xanthone itu kita perlu menggiling kulit manggis dulu untuk kemudian meminum airnya? Tidak. Sekarang, teknologinya sudah ada di Indonesia. Dan produk itu sudah beredar di apotek dan toko-toko obat terkemuka di kota Anda, dalam bentuk kapsul. Namanya Garcia. Sekali lagi, nama produk itu adalah Garcia, bukan xan thone, karena xanthone adalah nama zat yang dikandungnya. Bila ingin tahu lebih banyak tentang ekstrak kulit manggis pertama di Indonesia itu, Anda bisa menghubungi telepon bebas pulsa kami di 08001401430, email info@mang gisgarcia.com, atau website www.manggisgarcia.com. Produk ini bisa didapatkan di Apotek dan toko obat terkemuka di kota anda atau segera hubungi Banyuwangi : 0333-7703239 & 081336445358.

Klenteng Hoo Tong Bio Gelar Kirab Tolak Bala TampilkanAtraksi Budaya dari Berbagai Daerah

ATRAKTIF: Penampilan Liong dan barongsai naga doreng dari Yon Arhanudse Kodam IV Diponegoro Semarang (atas). Peserta kirab tolak bala memulai perjalanan mengelilingi Banyuwangi (bawah).

BANYUWANGI - Peringatan ulang tahun Klenteng Hoo Tong Bio ke-229 tahun ini bakal digelar dengan semarak. Ini setidaknya dengan rencana pihak klenteng untuk menggelar kirab tolak bala (cie swa) nasional pada Minggu (10/3) besok. Kirab yang diselenggarakan di klenteng bersejarah di Banyuwangi ini. Rencananya kirab tolak bala ini akan diikuti sejumah klenteng dari seluruh Madura, Jawa dan Bali. Kirab juga akan diwarnai sajian budaya dari berbagai daerah. Atraksi dan penampilan kebudayaan dan tradisi tanah air seperti gandrung, barong, gamelan bali, kuntulan, reog Ponorogo dan penampilan atraktif liong dan barongsai naga doreng dari Yon Arhanudse Kodam IV Diponegoro Semarang. Kordinator peringatan ulang tahun klenteng Hoo Tong Bio Alexander Martin menuturkan, kirab tolak bala ini untuk mendoakan supaya Banyuwangi khususnya dan

Indonesia terlepas dari segala petaka dan bencana. “Kami berharap lewat kegiatan ini masyarakat Banyuwangi menjadi lebih baik lagi dan sejahtera,” tuturnya. Kirab tolak bala ini sekaligus akan menjadi puncak perayaan ulang tahun kelenteng ke-229. Rangkaian acara sendiri sudah dilaksanakan sejak Jumat (8/3) dengan gelaran wayang kulit semalam suntuk. Pada hari Sabtu (9/3), kegiatan diisi dengan upacara persembahyangan. Puncaknya pada Minggu (10/3), atraksi liong dan barongsai menjadi pembukanya. Selanjutnya acar dilanjutkan dengan upacara sembahyang bersama untuk mengawali kirab tolak bala tahun 2564 atau 2013. Kirab akan dimulai pukul 15.00 dengan mengambil sejumlah rute jalan di Kota Banyuwangi. Rombongan akan start dan finish di Tempat Peribadatan Tri Dharma Jalan Ikan Gurami 54 Banyuwangi. Peserta kirab akan melalui Jalan DI Panjaitan, KH Wahid Hasyim, Panglima Sudirman, Susuit Tubun, Kartini, dan kembali ke tempat semula. (adv)

FOTO-FOTO: ISTIMEWA

EVENT NASIONAL: Kirab tolak bala diikuti peserta dari Jawa, Bali dan Madura.

“Di Empat Penjuru Lautan, Semua Bersaudara” BERHARAP BERKAH: Kirab ditujukan untuk membawa kesejahteraan bagi masyarakat Banyuwangi.

Acara ini Didukung:

PT Argopuro Maju Sukses UD Obor Dunia Jalan A Yani 112 Banyuwangi

UD Wisma Jaya UD Sumber Jaya Maha Sakti

Mutiara Motor

Koperasi Modern

Toko Mas Garuda

UD Banyuwangi Motor

Meubel Podo Seneng

Bintang Utama Elektronik


EKONOMI BISNIS

36

Jumat 8 Maret 2013

Fasilitasi 15 HKI Gratis

I LOVE BANYUWANGI

Disperindagtam Bantu Hak Cipta dan Merek

IRWAN/RaBa

BORONG: Bomba Sugiarto dkk mengenakan kaus I Love BWI di depan mobil Partai Nasdem.

Giliran Nasdem Borong Kaus PARTAI politik di Banyuwangi tampaknya berlomba menunjukkan kecintaannya kepada Bumi Blambangan. Salah satunya caranya dengan memborong kaus I Love BWI, lalu mengenakannya beramai-ramai. Sebelumnya pengurus Partai Gerindra datang ke kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi untuk memborong kaus I Love BWI. Kemarin (7/3), giliran tokoh Partai Nasdem yang memborong kaus. Sembari memamerkan mobil pikap berlampu rotary bantuan dari DPP Partai Nasdem, Bomba Sugiarto dkk mendatangi kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi, kemarin sore. Mereka membeli empat potong kaus I Love BWI, yang langsung dikenakan. “Ini sebagai bentuk kecintaan kami bersama Partai Nasdem kepada Banyuwangi,” tegas Bomba. Nah, Anda yang belum memiliki kaus I Love BWI bisa mendapatkannya di kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi. Silakan datang ke kantor di Jalan Yos Sudarso 89C Banyuwangi. Ada banyak pilihan desain dengan warna kaus hitam dan putih. Baik lengan pendek maupun panjang dengan berbagai ukuran. (*/irw)

BANYUWANGI-Ini kabar gembira bagi pencipta bidang seni, seperti lagu, tari, logo, dan terjemahan. Sebab, mereka akan mendapatkan kesempatan memperoleh hak kekayaan intelektual (HKI). Fasilitasi HKI itu juga diberikan Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Pertambangan (Disperindagtam) Banyuwangi kepada pencipta bidang kerajinan, yang meliputi batik, anyaman bambu, mebel, dan suvenir. Merek dagang tekstil, pangan, dan kerajinan juga diberi kesempatan sama. Kemarin (7/3), sosialisasi perolehan sertifikasi HKI itu dilakukan Disperindagtam bersama Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Jawa Timur. Acara di Restoran Mahkota Plengkung, itu mengundang seratus orang dari kalangan pencipta dan pemilik produk. “Fasilitasi perolehan hak kekayaan intelektual akan diberikan untuk 15 hak cipta dan 10 hak merek dengan biaya ditanggung pemerintah daerah,” ungkap Ir. Hary Cahyo Purnomo, MSi, kepala Disperindagtam Banyuwangi, kemarin pagi. Sosialisasi dibuka Bupati Abdullah Azwar Anas. Selain kepala Disperindagtam, hadir sebagai narasumber Tri Priyono, SH, staf pelaksana Subdin Pelayanan Hukum Umum Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Jawa Timur. Usai pembukaan, bupati, kepala Disperindagtam, dan Tri Priyono mewakili Kanwil Kementerian Hukum dan

IRWAN/RaBa

TEKEN MoU: Kepala Disperindagtam, Bupati Anas, dan Tri Priyono dari Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Jatim meneken kesepakatan kerja sama teknis, kemarin (7/3).

HAM Jawa Timur menandatangani kesepakatan kerja sama teknis. Ke depan pengurusan HKI bisa dilakukan melalui Disperindagtam dengan bantuan Kanwil Kementerian Hukum dan HAM.

Pengurusan HKI yang difasilitasi Disperindagtam bisa dilakukan mulai tanggal 8 hingga 30 Maret 2013. Pihakpihak yang termasuk dalam sasaran fasilitasi perolehan HKI bisa men-

gajukan permohonan lengkap dengan syarat-syaratnya. Sejak pukul 08.00 sampai 15.00, pemohon akan dilayani di kantor yang berada di Jalan Ahmad Yani No 96 Banyuwangi tersebut. (irw)

Yamaha Motor Show Sapa Muncar

ISTIMEWA

ANDALAN: Beli Mio-J bulan ini akan mendapat keuntungan berlipat. Berani menjajal akan mendapat door prize uang kaget.

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI—Yamaha Motor Show bakal digelar di Terminal Muncar, Sabtu (9/3) besok. Even yang dulunya bernama Yamaha Integrated, itu akan menyajikan bermacam hiburan dan display motor Yamaha terbaru. Branch Manager PT Rodasakti Suryaraya Jember Bambang Setiabudi mengatakan, Yamaha Motor Show merupakan salah satu upaya Yamaha untuk memperkenalkan produk-produk terbaru dan teknologi yang dipakai. Hal itu juga sebagai edukasi kepada masyarakat, agar konsumen tepat saat memilih motor. “Banyak jenis motor dan tipe, namun yang harus diketahui bahwa teknologi Yamaha sudah memakai fuel injection,” kata

ture JET-Fuel Injection (YMJET-FI) membuat Mio-J begitu sempurna. Ketangguhannya mesinnya ditambah pengaplikasian mesin juara Yamaha, Diasil Cylinder, dan Forged Piston. Penyatuan mesin juara Yamaha dan teknologi mutakhir YMJET-FI melahirkan motor matik performa tinggi. “Uniknya, Mio-J diambil dari teknologi FI Yamaha yang disebut Yamaha Mixture JET-Fuel Injection. Maknanya sangat dalam dan menjadi kesempurnaan Mio-J, dengan teknologi mutakhir Yamaha yang dapat meningkatkan performa mesin dan hemat bahan bakar sampai 30 persen. Ini pula mengapa Mio-J disebut It’s Magic,” pungkasnya. (*/irw)

SITUBONDO

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Honda City ‘01 •

• Toyota Innova ‘10 •

• Suzuki Aerio ‘03 •

• Toyota Avanza ‘07 •

Dijual Honda City 2001, MT, silver, PS/ PW/EM/AC dingin, audio, jris, plat DK, bisa atas nama pembeli (maaf TP) 085854304697

Dijual Innova pajak awal tahun 2010, hitam solar, istimewa, harga 211 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit atau tukar tambah, hub: 082142194111 - 081335897888

Dijual Suzuki Aerio DR MT tahun 2003, abu-abu metalik, harga 87,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Toyota Avanza 1.3G F60IRM tahun 2007, biru metalik, harga 127,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

• Toyota (Jeep) ‘77 •

• Suzuki Splash ‘10 •

• Daihatsu Terios ‘07 •

Dijual Toyota ( Jeep ) FJ 40RV Tahun 1977, Nebula Green hrg 85 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Suzuki YV4 1.2 RHD Splash GL tahun 2010, abu-abu metalik, harga 118,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Daihatsu Terios F700RG TS tahun 2007, silver metalik, harga 133,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Tanah & Rumah •

• STNK •

• Lovebird •

HlgSTNKNopolP2159VH,an.DiahMusfiroh,Jl. Gatot Subroto, Krajan 01/06 Ketapang, Kalipuro

Grosir / eceran Lovebird, Jl. Ciliwung 5 Banyuwangi, 085334845244

• Rumah Tengah Kota •

Hlg STNK Nopol P 6695 YG, an. Djumali, Jl. Yos Sudarso, Sukowidi 03/03 Klatak Kalipuro Hlg STNK Nopol P 4437 XL, an. Hariyono, SP. Gurit RT01/01 Pengantigan Rogojampi

cash back. Bahkan, konsumen akan berkesempatan mendapatkan grand prize lima mobil Avanza dan lima Mio-J. “Program ini berlaku tanggal 1 Februari hingga 31 Maret 2013. Jadi masih lama periodenya, sehingga kesempatan mendapat hadiah sangat tinggi,” ungkap Bambang. Sejak kehadirannya, Mio-J disambut pasar dan begitu populer. Penerimaan masyarakat atas pertimbangan kualitas tinggi teknologi Yamaha yang sudah dipercaya selama ini memimpin market otomotif roda dua nasional pun tinggi. Mio-J menjawab semua keinginan konsumen yang menginginkan skutik berteknologi tinggi. Teknologi FI Yamaha yang disebut Yamaha Mix-

BANYUWANGI

Djl tanah & rumah 355m2, Geladag Rgojampi, sblh Bimantara, tnp prntra 08133633898

Jual cepat murah rumah tengah kota Jl.letjen Sutoyo 087851295602

Bambang kemarin. Bambang menambahkan, dalam pergelaran Yamaha Motor Show ini, konsumen yang hadir akan diberikan door prize berupa uang kaget bagi pengunjung yang mau menjajal motor Yamaha. Selain itu, pengunjung yang membeli motor Mio-J series akan mendapat hadiah langsung dan hadiah utama. “Program ini berlaku mulai 1 Februari hingga 31 Maret 2013,” sebutnya. Kata Bambang, program kejutan itu dinamakan “Semarak Mio-J 3 in 1”. Setiap konsumen yang membeli motor Mio-J series akan mendapatkan hadiah langsung, seperti 15 Galaxy Tab, 25 TV LCD 32 inc, 50 kamera pocket, 75 HP Samsung Champ, 2000 voucher 100K, serta

• Pengepul Karet Alam • Dicari Petani/Pengepul karet alam. Hubungi 082338833778/0321 513700

Hlg STNK Nopol P 5502 X, an. Harsana Giamarta. Lingk. Krj RT 04/04 Lateng Bwi

SITUBONDO SITUBONDO • Ruko Jl. Sucipto 36 •

• STNK • Hlg STNK Nopol P 3983 EH, an. Abdul Hasim. Duwet RT02/01 Panarukan

BANYUWANGI • Adm & Marketing • Dibutuhkan ADM dan Marketing. Lowongan dikirim ke Banyuwangi Motor Benculuk, Jalan Raya Benculuk 136 atau Banyuwangi Motor Sumberayu Jl Pasar Sumberayu Muncar

SITUBONDO Djl Ruko Jl. Sucipto 36 Talkandang Timur Stb. LT 4400, full bangunan, fas lngkap, lokasi pinggir Jl. Raya, kond bgs, tnp prantara. H: Budianto 085234890808, 087857570577

BANYUWANGI • Toyota Starlet ‘94 • Dijual 1 unit Toyota Starlet ‘94 merah metalik Rp 53,5 Juta Hub: 085646477168

• Salesman •

• Kijang G ‘94 •

Bth tng Salesman utk wil Stb&sktrny. Syrt: L, min 19th,SMA,pnyspdmtr+SIMC,mnguasaiwil.Stb& sktr. Lgsg interview d Bhasa FM, 8/03/13 jam 3 sre.

Dijual Kijang G ‘94, nusa-long, abu2 metalik, PW, AC double, audio, aki baru, ban 90%, 65 jt nego. HP: 085204886116


41

OPINI

Jumat 8 Maret 2013

Unas dan Mental Siswa

KESEHATAN

EKO SAPUTRO/RADAR JEMBER/JPNN

BERDATANGAN: Pasien demam berdarah yang menjalani rawat inap di RSD dr Koesnadi, Bondowoso.

Pasien DB Sesaki Rawat Inap BONDOWOSO - Penyebaran penyakit demam berdarah (DB) di Bondowoso saat ini mengalami kenaikan. Hal itu bisa dilihat dari jumlah pasien yang menjalani rawat inap di RSD dr Koesnadi Bondowoso. Selama bulan Januari jumlah pasien 16 orang, sedangkan Februari sebanyak 27 pasien. “Selama satu minggu pada awal Maret ini pasien mencapai 4 orang,” ungkap Direktur RSD dr Koesnadi Bondowoso dr Agus Suwardjito kemarin (7/3). Banyaknya pasien DB yang menjalani rawat inap di RS dr Koesnadi, kata dia tak bisa dilepaskan dengan kondisi lingkungan yang basah karena hujan turun hampir setiap hari.” Biasanya kalau musim hujan, maka banyak nyamuk. Sebab, nyamuk cepat berkembangbiak ditempat yang ada genangan air,” katanya. Tentu saja, dengan banyaknya nyamuk, maka potensi penyakit demam berdarah yang ditularkan lewat gigitan nyamuk, juga besar. “Jadi, setiap kali musim hujan tiba, bisa dipastikan angka penyakit demam berdarah yang dialami warga juga mengalami kenaikan,” ujarnya. Namun begitu, kata jika ada warga yang sakit demam berdarah dengan ditandai suhu badan yang tinggi. Jumlah kandungan trombosit yang menurun (dibawah angka normal). “Maka harus segera diobati dan dikirim ke RSD dr Koesnadi Bondowoso,” katanya. Masyarakat yang tidak mampu bisa menggunakan jasa Jamkesmas atau Jamkesda sebab, masyarakat yang memiliki kartu Jamkesmas dan Jamkesda akan digratiskan. Selain itu, masyarakat bisa dirujuk ke RSD dr Koesnadi Bondowoso atau ke puskesmas terdekat.”Selain itu, masyarakat juga harus pandai-pandai membersihkan kondisi lingkungannya sehingga nyamuk penyebab demam berdarah bisa mati dan tidak bisa berkembang biak,” katanya. (eko/wah/jpnn)

KRIMINALITAS

RADAR JEMBER/JPNN

DIACAK-ACAK: Setelah menyekap korban dan keluarganya, perampok mengacak-acak isi lemari.

Calon Kades Dirampok JEMBER - Kawanan perampok menggarong rumah Suhenu, 54, warga Krajan Kulon, Desa Mlokorejo, Puger, kemarin (7/2) dinihari. Akibat perampokan itu, pria yang tengah mencalonkan diri sebagai calon kepala desa setempat itu menderita kerugian sekitar Rp 30 juta. Jumlah kawanan perampok yang menyatroni rumah Henu –panggilan akrabnya—itu berjumlah empat orang. Menurut Henu, malam itu dirinya baru pulang ke rumah sekitar pukul 00.30 setelah mengunjungi rumah warga. Setelah tiba di rumah, Suhenu memutar televisi di ruang belakang untuk menonton siaran pertandingan tinju. Saat Henu tengah menonton siaran tinju, dia mendengar suara mencurigakan di ruang tamu. Awalnya, korban menyangka itu suara tikus. Tetapi, tidak lama kemudian, terdengar lagi suara hentakan lebih keras. Korban lalu beranjak menuju ruang tamu. Alangkah terkejutnya saat korban mengetahui jendela ruang tamu sudah terbuka. Ketika korban memeriksa pintu depan, tiba-tiba empat pelaku perampokan langsung mengancam Suhenu. Pelaku mengenakan cadar dan bersenjata tajam. “Saya dikalungi celurit, termasuk leher dan badan saya. Åda empat celurit yang menempel di badan saya,” ungkap Henu. Setelah itu, empat kawanan perampok bercadar meminta kepada Henu untuk menyerahkan uang yang dimiliki. Karena takut terjadi apa-apa, korban memilih tidak melawan dan membiarkan para pelaku mengambil hartanya. “Kalau meminta uang saya kasih, namun jangan sakiti keluarga saya,” ujar Henu, menirukan ucapannya saat diminta pelaku menyerahkan hartanya. Henu lantas menyerahkan uang Rp 2 juta. Namun, kawanan perampok belum puas. Dia mendesak meminta uang lagi. Lantaran memikirkan keselamatan keluarganya, korban masuk ke dalam kamar untuk mengambil tas berisi uang Rp 10 juta. Masih belum puas, kawanan perampok tersebut mendobrak seluruh kamar yang ada. Saat itu di rumah korban terdapat delapan orang lain. Anak korban yang sedang tidur dengan keponakannya dibangunkan oleh pelaku dan meminta untuk mencopot seluruh perhiasannya. Setelah perhiasannya dilucuti, tangan dan kaki korban diikat dan mulut dilakban. Tidak hanya anak korban dan keponakannya yang disekap, isteri, dua orang mertua, dan Henu sendiri disekap dengan tangan terikat dan mulut dilakban. Anak Henu yang masih balita juga diikat dan dilakbam di atas kasur. Setelah semua korban berhasil dilumpuhkan, kawanan perampok tersebut pergi dengan membawa motor Yamaha Mio dan Honda Beat. “Lampu dimatikan semua, kemudian mereka berempat pergi dengan membawa kabur sepeda motor,” kata Henu. Setelah pagi datang, Henu melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Puger. Polisi lalu melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selanjutnya, Henu dan seluruh keluarganya dimintai keterangan oleh petugas Polsek Puger. (mg1/har/jpnn)

PENCAPAIAN angka-angka dalam pendidikan formal sering tidak beriring dengan kematangan karakter peserta didik. Ketakmatangan karakter tampak dalam berbagai fenomena : kasus SD yang melakukan simulasi nyontek agar nilai ujian nasional murid-muridnya bagus, DPRD di sebuah kota besar yang meminta ujian ulang dengan alasan banyaknya siswa yang tak lulus mencoreng nama baik kota tersebut, sejumlah kasus bunuh diri murid yang tak lulus unas, hingga ambisi orang tua yang sering membebani anak untuk mencapai nilai bagus atau menguasai berbagai hal yang belum tentu pas untuk usia perkembangan si anak. Sehingga, hanya demi ujian nasional, sekolah pun memberikan jam tambahan di luar jam sekolah. Semua itu memerlukan energi khusus, baik berupa uang, waktu, maupun tenaga. Intinya, semua tercurah demi lulus unas. Prosedur dalam menerapkan strategi agar semua siswa dapat lulus dengan nilai baik, terkadang pihak sekolah menerapkan gaya pembelajaran yang seolah ada agenda “kejar tayang”. Peserta didik dituntut menguasai materi-materi yang

diujikan agar bisa menjawab soal-soal unas dan lulus dengan nilai memuaskan, atau minimal lulus meskipun dengan predikat kurang memuaskan. Tidak cukup itu saja, wali murid juga rela mengeluarkan pembiayaan ekstra dengan memasukkan anaknya ke lembaga bimbingan belajar (bimbel). Otak dan pikiran mereka dijejali dengan latihan-latihan soal, dan menamakan pandangan mau lulus ataukah tidak. Setiap hari mereka dijejali bahasan soal yang memusingkan kepala. Terkait ilmu yang didapat siswa, itu urusan nantilah. Jika siswa ada yang gagal, siswa itu yang disalahkan. Tapi kalau siswa dapat nilai bagus, maka semua guru berbangga hati. Bukan berarti unas tidak penting. Namun, harus diperhatikan kesiapan psikis siswa. Guru dan orang tua harus mengondisikan mental anak dengan baik dan mendampingi dengan baik. Sebab, mental yang baik dalam menghadapi ujian sangatlah penting. Kita tidak perlu menuntut anak menjadi juara dengan tekanan-tekanan secara lisan. Memaksa siswa harus dapat NEM tinggi, harus ranging satu, dan harus-harus yang lain adalah sesuatu yang sangat berlebi-

O l e h

ABISEKA ANORAGA * han. Belajar saja sudah capek lahir batin, apalagi ditambahi tuntutan-tuntutan itu. Seolah-olah NEM tinggi adalah tujuan utama sekolah. Cukup sudah kita membebani mereka dengan tujuan kosong itu. Jangan ditambah lagi dengan hal remeh-temeh yang dapat berakibat fatal, hingga siswa benar-benar gagal menempuh unas karena mentalnya jatuh. Selama ini ada yang terlewatkan dalam sistem pendidikan kita, yaitu pendidikan karakter. Pendidikan karakter tak bisa dilepaskan dari budaya dan psikologi perkembangan siswa. Ki Hadjar Dewantara pernah menyusun sebuah konsep pendidikan yang memadukan pendidikan karakter dan pendidikan formal. Dalam konsep tersebut, peran nature dan kultur tak bisa dilepaskan dari pendidikan. Konsep pendidikan itu adalah among metode yang tumbuh menurut kodrat dan menggunakan keadaban budaya kita sendiri sebagai penunjuk bagi perkembangan individu.

Di beberapa negara, pendidik meyakini bahwa menerapkan pendidikan karakter di sekolah akan membantu siswa mengembangkan etis, sosial, dan (sekaligus) akademis. Dalam dunia pendidikan, sekolah berfungsi sebagai tempat aktivitas pembelajaran dilaksanakan. Nah, kalau kita bicara tentang sekolah, maka dalam bayangan kita adalah sebuah nostalgia betapa sekolah tidak lebih dari sebuah rutinitas manusia yang harus dilalui. Tidak peduli apakah seseorang menganggap bahwa bersekolah itu memiliki nilai guna ataukah hanya sebagai rutinitas belaka, tampaknya tidak ada bedanya dengan unas yang diadakan setiap tahun. Unas seakan-akan hanya sekadar rutinitas yang harus ditempuh bagi siswa didik guna mendapat predikat lulus. Jika pembelajaran hanya didesain dan dikondisikan untuk memburu angka-angka semu yang dijadikan sebagai tolok ukur keberhasilan, disadari atau tidak, anak-anak bangsa negeri ini akan mengalami proses degradasi, pembodohan dan pembebalan secara sistematis. Cara berpikir pragmatis akan menjadi pilihan gaya hidup, sehingga

gagal mengapresiasi budaya proses dalam menggapai cita-cita dan harapan. Yang lebih menyedihkan, faktafakta terkait nilai unas selama ini menunjukkan bahwa anak-anak berotak cemerlang sering merasa dikebiri oleh anak-anak berotak pas-pasan. Siswa yang dalam sehari-sehari (nyaris) tak menunjukkan prestasi mengagumkan, justru memperoleh nilai yang jauh lebih baik ketimbang siswa berprestasi. Dengan demikian, marilah kita ciptakan suasana yang kondusif agar siswa dapat menghadapi dan menjalani ujian nasional dengan hati yang tenang dan senang. Mereka harus bahagia dan semangat dalam menghadapi dan menjalani unas. Selain itu, tidak boleh ada beban, harus dibarengi doa dan usaha maksimal. Setelah itu, yakinlah kita akan melihat keberhasilan mereka. Ingat, ilmu itu lebih penting bagi siswa ketimbang angkaangka. Miris jika kita mencetak lulusan yang tak berilmu pengetahuan. Mari kita ubah gaya pendidikan kita selama ini dari Banyuwangi. *) Pemuda Banyuwangi.

Cegah Pelecehan Seksual di Sekolah PELECEHAN seksual merupakan salah satu bentuk penyimpangan, yaitu perilaku yang terkait dengan seks yang tidak diinginkan, termasuk permintaan untuk melakukan seks dan perilaku lain yang secara verbal maupun fisik menunjuk pada seks (dikutip dari Wikipedia). Sementara itu, perilaku menyimpang diartikan sebagai tindakan seseorang yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial. Perilaku menyimpang juga merupakan perilaku yang dianggap sebagai hal yang tercela dan di luar batas-batas toleransi oleh sejumlah besar orang. Pelecehan seksual bisa terjadi di mana saja, baik di tempat umum maupun di tempat pribadi. Bahkan, pelecehan seksual juga bisa terjadi di sekolah yang seharusnya steril dari tindakan penyimpangan. Seperti yang sedang ramai diperbincangkan masyarakat saat ini, yaitu pelecehan sek-

sual oleh wakil kepala sekolah kepada salah satu anak didiknya di SMA Negeri 22 Utan Kayu, Jakarta. Ulah oknum guru itu membuat dunia pendidikan benarbenar dipermalukan. Kejadian tersebut sangat memprihatinkan. Gubernur DKI Jakarta Jokowi pun memerintahkan kepala Dinas Pendidikan Jakarta memecatnya jika yang bersangkutan terbukti bersalah. Wajar bila masyarakat dibuat geram dengan perbuatan oknum guru yang menyimpang itu mengingat masyarakat sudah menaruh kepercayaan terhadap sekolah sebagai lembaga pendidikan yang mencetak manusia cerdas dan berakhlak mulia dengan guru sebagai sosok yang menjadi suri teladan. Sesuai UU No. 14 Tahun 2005 Pasal 1 ayat 1 tentang guru dan dosen: guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, meni-

O l e h

WIJAYANTI * lai, mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Kita sebagai masyarakat Banyuwangi patut waspada. Sebab, bisa jadi pelecehan seksual di lembaga sekolah tidak hanya terjadi di kota besar, seperti Jakarta. Tidak menutup kemungkinan hal serupa juga terjadi di kota lain, di sekolah-sekolah di sekitar kita. Bak gunung es, saat ini hanya puncaknya yang terlihat, sedangkan batangnya yang lebih besar belum terungkap. Kebanyakan korban atau yang pernah melihat dan mendengar pelecehan seksual merasa takut dan malu melapor. Mengantisipasi kejadian itu dan sekaligus sebagai tindakan preventif karena sering

kali perempuan yang menjadi korban, maka penting ditanamkan kepada anak didik sikap asertif, yaitu sikap yang menyangkut ekspresi emosi yang tepat, jujur, tegas, terus terang, dan tanpa perasaan cemas atau takut kepada orang lain. Keterlibatan para guru, khususnya guru perempuan, jadi penguat mereka. Tingkatkan perhatian dan kepedulian serta siap menjadi pendengar, tempat curhat, dan pelindung siswa perempuan yang menjadi korban, melihat atau mendengar kejadian pelecehan seksual yang mungkin dilakukan teman laki-lakinya, karyawan sekolah, atau bahkan gurunya. Imbau semua anak didik agar tidak segan menghindar, bahkan melaporkan tindakan warga sekolah yang menjurus ke tindakan pelecehan seksual. Guru harus siap setiap saat menampung segala keluhan siswa yang terkait pelecehan seksual, baik yang dilakukan

di dalam lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah. Selain itu, juga perlu ada kesepakatan bersama Solidaritas Guru Perempuan Peduli Perempuan, jika ada indikasi pelecehan seksual, maka segera tindak lanjuti dengan menyampaikan kepada guru BK dan kepala sekolah sebagai pengambil kebijakan di sekolah. Kini, sudah saatnya guru perempuan lebih peduli terhadap nasib siswanya, karena tindakan pelecehan seksual tidak bisa diremehkan. Mari kita terapkan kepada diri kita dan anak didik tentang nilai–nilai feminin sebagai identitas perempuan ke dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, tidak sedikit justru perempuan yang pemicu pelecehan seksual. Cegahlah dan cegahlah… *) Guru Sosiologi SMAN 1 Genteng.

Perempuan, Ayo Bergerak! TIDAK banyak orang, terutama kaum hawa, yang mengetahui bahwa pada setiap 8 Maret nyaris seluruh aktivis feminin atau gerakan perempuan di dunia ini memperingati Hari Perempuan Internasional (International Women’s Day). Pada setiap tanggal tersebut, beberapa layanan jasa dan produk kewanitaan di negaranegara Eropa dan Amerika memberikan potongan harga atau layanan khusus kepada perempuan. Hari perempuan internasional diperingati sebagai bentuk penghormatan atas keberhasilan gerakan perempuan dalam menempatkan kesetaraan perempuan di sektor ekonomi, politik, sosial, dan hukum. Di Indonesia terdapat beberapa nama penggagas dan penyebar semangat gerakan perempuan, seperti Dewi Sartika dan Kartini (pendidikan), Cut Nyak Dhien dan Martha Cristhina Tiahahu (militer), Siti Aisyah We Tenriolle (kesusastraan dan pemerintahan), Rohana Kudus (jurnalis). Selain itu, kini juga muncul nama-nama lain. Kehadiran perempuan di tengah kehidupan sosial masyarakat merupakan keniscayaan yang tidak bisa diabaikan. Sebagai keniscayaan, maka seharusnya ada perhatian, penghormatan, dan sikap-sikap yang menempatkan perempuan sebagai mitra sejajar laki-laki dalam berbagai urusan, mulai rumah tangga hingga negara. Akan tetapi, pada kenyataannya jauh panggang dari

api. Perempuan meski secara statistik jumlahnya lebih banyak daripada laki-laki, tapi dalam kehidupan sosial masyarakat dan negara tetap menyandang stereotip negatif, seperti diskriminasi, keterbelakangan (pendidikan), pelecehan, hingga kekerasan di dalam rumah tangga, dan tempat kerja. Lembaga-lembaga pemerintah yang bertugas menangani dan memberdayakan perempuan terkadang justru menguatkan kebijakan pemerintah yang terkadang tidak peka perempuan, terutama terkait perlindungan hak-hak dasar perempuan di bidang kesehatan, pendidikan, dan politik. Seiring peringatan Hari Perempuan Internasional tahun ini yang bertema “Raih Momentum”, organisasi Perempuan Indonesia Raya (PIRA) Kabupaten Banyuwangi menyelaraskan tema tersebut dengan momentum politik pada hajatan pemilihan umum kepala daerah dan legislatif, yakni “Perempuan, Ayo Bergerak!”. Bergerak dalam konteks sebagai gerakan politik. Kenapa politik? karena melalui mekanisme politik, perempuan dapat melakukan perubahan nyata terhadap kebijakan-kebijakan publik yang melindungi dan mengakomodasi kepentingan perempuan. Mulai agenda pengarusutamaan gender, memformulasikan anggaran responsif gender, hingga kebijakan untuk memberi ruang lebih besar pada perlindungan dan pemenuhan

O l e h

DIYAH WARDHANI, ST * hak-hak perempuan, utamanya kaum ibu. Sebagai perempuan, Anda boleh saja tidak memiliki minat bahkan membenci aktivitas politik, tapi Anda tidak dapat mengabaikan bahwa sebagai bagian masyarakat dan warga negara, kita semua diatur dalam dan oleh sistem politik, yakni politik nasional. Harus diakui hal terberat dan tersulit dalam memperjuangkan hak-hak perempuan justru lebih sering datang dari perempuan sendiri. Betapa sangat sulitnya memahamkan dan mengajak perempuan dalam aktivitas politik dan gerakan-gerakan perempuan. Bukan hanya faktor budaya patriarkat yang mendominasi mayoritas budaya masyarakat Indonesia, namun tajamnya gesekan dan kerasnya kehidupan politik turut menjadikan sebab perempuan enggan terlibat apalagi menjadi aktivis politik. Saat ini, di Kabupaten Banyuwangi jumlah anggota legislatif perempuan hanya 8 anggota atau 16% dari 50 anggota yang ada. Jumlah tersebut sangat jauh dari harapan minimal 30% affirmative action yang diamanatkan undangundang melalui alokasi 30% calon anggota legislatif (caleg) perempuan dari keseluruhan kuota yang tersedia di setiap daerah pemilihan. Selain faktor kemampuan politik caleg

perempuan yang harus diakui relatif masih sangat kurang, juga kesadaran dan semangat perempuan dalam menentukan pilihan politik kepada sesamanya cenderung tidak terkelola baik. Konflik-konflik lokal yang mengedepankan ego centris kewanitaan seorang perempuan dengan sesamanya sering kali menjadi penyebab utama kenapa seorang perempuan tidak memilih caleg perempuan. Menilik rasio potensi pemilih perempuan Kabupaten Banyuwangi untuk Pemilu 2014 yang berjumlah 612.375 atau 51,9% dari keseluruhan jumlah potensi pemilih pemilu sebanyak 1.177.956, dengan rentang usia caleg dan pemilih yang tidak terpaut banyak serta sebaran wilayah geografi yang relatif berdekatan, sejatinya perempuan memiliki peluang jauh lebih besar daripada laki-laki untuk memengaruhi kebijakan politik, setidaknya politik gender di Kabupaten Banyuwangi. Barang kali yang perlu lebih dimatangkan dalam gerakan politik perempuan Banyuwangi adalah memberikan pengetahuan politik dan cara kampanye yang memadai kepada para caleg perempuan, serta memberikan pemahaman yang reseptif kepada kaum perempuan, terutama menyangkut isu-isu yang membangun harapan bersama kaum perempuan dan dapat diterima oleh masyarakat. Adalah fitrah bahwa tidak ada yang lebih memahami dan dapat memperjuangkan kepentingan perempuan selain

perempuan sendiri. Melalui peringatan Hari Perempuan Internasional, PIRA Banyuwangi berharap sensitivitas politik kaum perempuan Banyuwangi tergugah dan bangkit untuk bergerak bersama mewujudkan pembangunan yang berpihak kepada kepentingan perempuan. Silakan Anda—wahai para perempuan Banyuwangi—memilih dan bergabung dengan organisasi-organisasi perempuan yang menurut Anda mampu mengakomodasi kepentingan Anda untuk memperjuangkan hak-hak perempuan. Setiap lembaga tentu memiliki strategi dan konsentrasi gerakan yang tidak sama, sebagaimana PIRA Banyuwangi memilih concern terhadap peningkatan ekonomi perempuan dan penempatan perempuan dalam ruang-ruang politik, baik di lembaga-lembaga suprastruktur maupun infrastruktur politik yang tersedia. Sebab, jika bukan kita—para perempuan—maka siapa lagi yang peduli kepada nasib perempuan? Perempuan, Ayo Bergerak! *) Ketua Pengurus Cabang PIRA Banyuwangi ANDA punya artikel? Penjaga gawang rubrik Opini Radar Banyuwangi siap menerima. Tulisan Anda akan dibaca seluruh masyarakat Banyuwangi dan Situbondo. Silakan kirim ke email: artikelradarbwi@gmail.com


42

Jumat 8 Maret 2013

SMP 1 Purwoharjo Jaga Peluang BANYUWANGI - SMP 1 Purwoharjo menjaga peluang lolos dari persaingan grup B babak delapan besar Liga Pendidikan Indonesia (LPI) 2013. Setelah kandas di laga perdana kontra SMP 3 Srono, tim asal Banyuwangi Selatan itu berusaha menjaga asa untuk lolos ke final four kompetisi sepak bola antar pelajar tersebut. Kepastian itu diperoleh setelah dalam laga kedua yang digelar di Stadion Diponegoro Banyuwangi kemarin (7/3), SMP 1 Purwoharjo memaksimalkan laga dengan kemenangan. Adalah MTs Wongsorejo yang menjadi korban sekolah dari Banyuwangi Selatan tersebut. Dalam laga itu, SMP 1 Purwoharjo menang tipis 1-0. Hasil itu membuat MTs Wongsorejo harus mengubur mimpi ke babak berikutnya. Meski masih menyisakan satu laga lagi, tapi itu tetap tidak akan mengubah keadaan. Praktis, wakil Kecamatan Wongsorejo itu hanya akan melakoni pertandingan hiburan di laga akhir nanti. Sebab, pasca kalah dua kali, MTs Wongsorejo dipastikan masuk kotak merah. Sementara itu, persaingan juga terjadi di level SMA. Diunggulkan meraih kemenangan atas SMA 1 Purwoharjo, SMAN 1 Banyuwangi justru keok. Dalam pertandingan itu, SMA 1 Banyuwangi harus mengakui keunggulan lawannya itu dengan skor tipis 1-0. (nic/c1/als)

Tahun ini, Persewangi berlaga di dua kompetisi Divisi Utama berbeda afiliasi. Satu tim berkompetisi di bawah PT Liga Indonesia (LI), satunya bernaung di PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS). Ayo beri dukungan, kritik, dan saran agar kedua tim tersebut mampu meraih prestasi maksimal. Kirim tulisan Anda melalui SMS ke nomor 087857488787. Tulisan dilarang menghujat, menyerang, dan menghina personal.

Buktikan Merahmu Ayo buktikan merahmu. Kamu pasti bisa binasakan musuh-musuhmu Persewangi pasti bisa maju terus pantang mundur. M Zaky Wongsorejo, 08331579066

Permainan Cantik Semangat Persewangi. Kami semua mendukungmu. Jangan kecewakan suportermu tetap semangat dan tunjukkan permainan cantikmu. Warda Cah Sempu – 087857386717

Dukungan Bonek Bonek berdiri mendukungmu. Ayo Persewangi, berjuang semangat. Kami bonek Banyuwangi siap mendukungmu. Aan B B B Sutri, 08981782762

Sejuta Damba Ayo Banyuwangi bisa! Di pentas nasional Ardhy Dwiki harum menari membawa nama Banyuwangi. Di Liga Indonesia, setulus doa dan sejuta damba Persewangi harum berlaga jadi jawara. RM Bu Jamilah Genteng, 081234632444

Pakai Gaya Menyerang Akurasi umpan, kecepatan, dan finishingnya dipotimalkan. Persewangi lebih cocok pakai gaya Brasil (menyerang). M Junaidi SDN 3 Margomulyo Glenmore, 081358890601

Seharum Putri Sritanjung I Love Banyuwangi, I Love Persewangi, ayo maju terus dan semangat. Harumkan nama Banyuwangi seharum putri Sritanjung.

HELMI FOR RaBa

KONI Pinjam Dana Cabor Biayai Kontingen Porprov ke Madiun BANYUWANGI - Teka-teki sumber pendanaan kontingen pekan olahraga provinsi (porprov) Banyuwangi akhirnya menemukan titik terang. Setelah melalui komunikasi dan konsultasi dengan berbagai elemen, KONI Banyuwangi akhirnya mendapat kejelasan terkait anggaran untuk kontingen Banyuwangi. Seperti banyak diprediksi, sumber dana itu bersumber dari pinjaman dana pembinaan cabang olahraga (cabor). Sekadar diketahui, dalam APBD

tahun 2013 ini anggaran pembinaan cabor dianggarkan Rp 3 miliar. Namun, dana untuk kontingen Porprov IV di Madiun mendatang tidak tercantum. Hal itu menjadikan keb e ra n g k at a n k o nt i n g e n Banyuwangi ke Porprov IV menjadi tanda tanya. Sejumlah persiapan yang seharusnya dilakukan KONI pun terhambat. Padahal, beberapa cabor yang turut serta dalam even itu sebagian besar sudah akan melaksanakan babak kualifikasi. Dikonfirmasi terkait pinjam dana cabor tersebut, Bendahara KONI

Mandiri Warang Agung menyatakan, itu merupakan kesepakatan bersama. Seluruh elemen, seperti pemerintah daerah, cabor, dan KONI, sepakat pinjam dana pembinaan cabor. “Ya, kita sudah komunikasi dengan semua elemen. Cabor tidak ada masalah dana pembinaannya dipinjam untuk kontingen porprov,” beber Agung. Solusi yang dipilih secara berjamaah tersebut mengingatkan kondisi yang sama di tahun 2009 lalu. Waktu itu, kontingen Banyuwangi meminjam dana dari cabor untuk berangkat ke Malang. Dana yang dipinjam

Majulah Persewangiku Yo ayo ayo Persewangi ku ingin kita harus menang. Majulah Persewangiku ku selalu mendukungmu. Putra Sempu, 085745055559

Lebih Tingkatkan Lagi Bangkitlah, cucuk Minak Jingo. Aku percaya dengan permainan cantik dan menawan tingkatkan lagi. Kamu pasti bisa. Bram Genteng, 081249615774

Tetap Jago Yo ayo ayo Persewangi ku, yakin hari ini pasti menang. Persewangi jago, Persewangi jago, lawannya KO. Salam satu jiwa. Songgon, 087755670942

Satu Kata, Semangat Ayo Zaenal Ichwan, buktikan Banyuwangi bisa menjadi yang terbaik. Semangat semangat semangat. Farul Genteng, 087806652493

Sekuat Minak Jinggo Ayo Persewangi, tunjukkan kamu bisa harumkan nama Banyuwangi seharum darah Sritanjung. Kuatkan tekad sekuat Minak Jinggo

HELMI FOR RaBa

RAMPUNG: Atlet futsal saat mengikuti seleksi terakhir tim porprov di lapangan futsal GDI malam kemarin (6/3).

Semangat Sambut Kejurprov TI BANYUWANGI - Kejuaraan Tingkat Provinsi (Kejurprov) Jatim bakal benar-benar dijadikan ajang pemanasan bagi kontingen taekwondo Banyuwangi. Dalam kejuaraan yang digelar 15-17 Maret tersebut, Pengkab Taekwondo Indonesia (TI) Banyuwangi berencana memboyong 13 atlet ke Surabaya. Mereka akan turun di kelas prajunior dan junior.

Ketua Umum TI Banyuwangi, Arif Supriyanto mengatakan, kejurprov yang akan digelar dalam waktu dekat tersebut akan menjadi ladang pemanasan bagi calon skuad porprov taekwondo Banyuwangi, khususnya di kelas junior. “Ya, lebih pasnya sparing atau pemanasan,” katanya.

itu pun kini masih dalam hitungan KONI. Namun Agung menuturkan, minimal untuk kontingen Porprov nanti dibutuhkan dana lebih kurang Rp 2,4 miliar. Praktis, bila itu sesuai dengan hitungan, dana pembinaan di tahun 2013 ini hanya tersisa Rp 600 juta saja. Itu pun akan dibagi untuk 26 cabor yang ada di bawah naungan KONI. S oal kemungkinan terganggunya kegiatan cabor akibat dananya dipinjam, Agung menyatakan hal itu sudah diantisipasi. Pemkab sudah berjanji akan mengganti dana tersebut lewat perubahan anggaran keuangan (PAK) di APBD 2013. “Anggaran penggantinya lewat PAK,” imbuhnya. (nic/c1/als)

Jaring 21 Pemain, Langsung TC

Fara Laros Rogojampi, 089613478880

Wahyu BFI Banyuwangi, 087857278009

BUKA PELUANG: Pemain SMP 1 Purwoharjo merayakan gol yang dicetaknya ke gawang MTs Wongsorejo kemarin.

Arif menambahkan, dalam menyongsong kejurprov, TI sudah melakukan seleksi. Tim bayangan yang akan diberangkatkan ke Madiun mendatang juga sudah dibentuk. Selain bisa menjadi arena uji tanding dan mengukur kemampuan atlet, kejurprov juga akan memberi pengalaman bertanding.

Terkait target, Arif tidak ingin membenani atlet. Hanya saja, dia tetap menginginkan para atlet berbicara banyak di even yang akan digelar di Surabaya pekan depan tersebut. “Target kami jelas, TI Banyuwangi ingin berprestasi. Kami juga ingin anak-anak mendapatkan lawan uji tanding yang sepadan,” tegasnya. (nic/c1/als)

BANYUWANGI - Seleksi pamungkas tim futsal Banyuwangi proyeksi Porprov 2013 akhirnya rampung digelar Rabu malam (6/3). Bertempat di lapangan futsal Griya Dadapan Indah (GDI), Kabat, tim pelatih akhirnya merangkum 21 pemain. Selanjutnya, mereka akan mengikuti serangkaian latihan. Dalam seleksi pamungkas tersebut, jajaran pengurus KONI Banyuwangi hadir. Mereka adalah Ketua Harian KONI Hendarto, Sekretaris KONI Budianto, dan jajaran pengurus lain. Kehadiran mereka didampingi Ketua BFD Banyuwangi Aliong dan asisten manajer tim futsal Ricky Reza Luika. Dalam seleksi tersebut, t e r p i l i h 2 1 p e ma i n ya n g akan menjadi calon skuad futsal Porprov Banyuwangi. Yang lolos, antara lain Gat oy ( g o l d e n F C ) Ma s n i n

(Predator FC), Jefry (Golden FC), Imam (RV ACC), Fikri (Scudetto), Candra (Scudetto FC), Oki (RV ACC), Rocki ( Predator FC), Rendi (RVACC), Ro’in (Porno FC), Anas (Cendekia), Pras (Predator FC), Nur (Golden FC), Aditya (Dinasty), Yusuf (Cendekia), Abdi (Predator) Fatur (RV ACC), Ilham (Aura FC), Doni (Predator FC), Herman (Andika FC), dan Hari (Golden FC). Ketua harian KONI, Hendarto mengatakan, cabang futsal merupakan salah satu andalan Banyuwangi dalam porprov mendatang. Dia berharap, seleksi tersebut dapat menemukan pemain yang layak dan mampu bersaing di porprov mendatang. Dia berharap, tim futsal bisa mengharumkan nama Banyuwangi dalam even yang digelar di Madiun mendatang itu. (nic/c1/als)


BERITA UTAMA

Jumat 8 Maret 2013

43

HALAMAN SAMBUNGAN

Terdakwa masih Nyatakan Pikir-pikir n NODAI... Sambungan dari Hal 33

Perbuatan terdakwa itu melanggar Pasal 81 ayat (1) UndangUndang (UU) Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak (PA). “Tidak ada alasan yang bisa digunakan untuk mengeluarkan terdakwa dari tahanan,” tegasnya. Sebelum memutus perkara, majelis hakim membacakan beberapa pertimbangan yang memberatkan dan meringankan. Pertimbangan yang memberatkan, seperti perbuatan terdakwa dianggap me ru sak

masa depan korban. Selain itu, perbuatan terdakwa itu telah membuat korban trauma. “Yang meringankan, terdakwa berlaku sopan dan belum pernah dihukum,” ungkap Widarti. Majelis hakim menganggap terdakwa harus diberi hukuman pidana. Hukumannya sembilan tahun penjara dan denda Rp 60 juta. “Bila tidak bisa membayar denda, maka diganti tiga bulan kurungan,” ungkapnya. Atas putusan majelis hakim ter sebut, terdakwa melalui pengacaranya, Tomi Yudianto, mengaku masih pikir-pikir. Hal

yang sama juga disampaikan jaksa Sugiharto. “Kita beri waktu satu minggu untuk menyatakan sikap,” terang Widarti. Putusan majelis hakim tersebut, tiga tahun lebih ringan daripada tuntutan yang disampaikan JPU Sugiharto. Saat menyampaikan tuntutannya, jaksa meminta majelis hakim menghukum terdakwa 12 tahun penjara dan denda Rp 60 juta subsider enam bulan kurungan. (abi/c1/aif) MENYESAL: Paimin me nyatakan pikir-pikir setelah divonis 9 tahun penjara.

Sambungan dari Hal 33

Dengan ganas, tersangka yang sudah dua kali masuk penjara ter kait kasus pencurian itu lang sung memaksa korban. “Tersangka berusaha mencium, tapi korban menghindar,” kata Imron. Merasa tidak nyaman dengan kehadiran tetangganya itu, korban segera keluar rumah.

Baru beberapa langkah keluar rumah, tersangka menarik tangan Saritem. Dengan kasar, residivis tersebut memaksa korban masuk ke dalam kamar. “Di kamar rumah itulah korban dipaksa melayani nafsu tersangka,” ungkapnya. Dalam keterangannya kepada polisi, korban mengaku tidak berani berteriak karena diancam. Sebelum perbuatan ter-

larang itu dilakukan, tersangka me ngancam akan menyihir Saritem bila Saritem tidak mau melayaninya. “Saya akan disihir bila tidak mau melayani. Mulut saya juga dibungkam tangannya,” aku Saritem. Usai kejadian, lantaran takut, korban pun tidak segera melapor ke polsek. Baru beberapa hari kemudian, pengantin baru itu mendatangi Mapolsek Kabat

Sambungan dari Hal 33

Dalam rapat forpimda itu hadir Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas; Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Syaiful Anwar; Ketua Pengadilan Negeri (PN) Made Sutrisna; Danlanal Letkol Laut (P) Edi Eka Susanto, dan perwakilan dari KPH Perhutani Banyuwangi Selatan. Menurut kapolres, operasi

yang akan dilakukan tersebut da lam rangka mendata para penambang emas liar. Dalam operasi tersebut, penambang asal luar kota akan ditangkap. “Bila penambang emas liar itu ada yang dari luar kota, akan kita proses hukum,” ancamnya. Khusus penambang emas lokal, masih kata dia, akan ditertibkan dengan model kaster. Setiap penambang emas hanya diperbolehkan menambang di

wilayah yang telah ditentukan. Dalam kaster itu tidak boleh ada penambang emas baru. “Bila emasnya di kaster yang telah ditentukan sudah habis, tidak boleh membuka lahan baru, dan mereka harus pulang,” ungkapnya. Kapolres menyebut, saat ini pe nambang yang mencari emas di sekitar Gunung Tum pang Pitu 1.000 orang le bih. Para pe nambang itu

Sambungan dari Hal 33

Sebaliknya, para wakil rak yat yang duduk di kursi DPRD Banyuwangi akan terus melakukan kajian untuk menyempurnakan raperda inisiatif anggota dewan tersebut. Ketua DPRD Banyuwangi, Her manto mengatakan, jika ada kalangan yang merasa dirugikan atas raperda tersebut, maka harus dilakukan kajian untuk mengetahui secara pasti klausul yang mengakibatkan warga dirugikan. “(Yang merasa dirugikan) tinggal ketemu (dengan kalangan DPRD) saja. Permasalahannya di mana, kerugiannya di mana. Toh nanti akan ada komunikasi publik yang dilakukan panitia khusus (pansus) terkait raperda penyelenggaraan rumah kos tersebut,” ujarnya kemarin (7/3). Hermanto menegaskan, pihaknya akan menampung se-

mua aspirasi yang disampaikan masyarakat. Semua aspirasi itu akan dipertimbangkan demi menyempurnakan draf raperda tersebut. Sehingga, raperda yang dilahirkan bisa menampung kepentingan semua masyarakat. “Jangan ha nya karena ada penolakan, pembahasan raperda hentikan,” tegasnya. Namun demikian, Hermanto tidak memungkiri adanya kemungkinan pembahasan raperda penyelenggaraan rumah kos itu dihentikan. “Semua akan kita gali. Dalam komunikasi publik akan kita lihat, termasuk asas manfaat dan mudarat yang ditimbulkan. Kalau lebih banyak manfaatnya, pembahasan raperda ini akan kita teruskan. Tetapi, jika lebih banyak mudaratnya, mungkin akan kita hentikan. Tetapi, ke wenangan (menghentikan pembahasan raperda rumah kos) ada di tangan pansus,”

pungkasnya. Seperti diberitakan kemarin, raperda penyelenggaraan usaha rumah kos yang sejak beberapa bulan terakhir dibahas di meja DPRD Banyuwangi membuat kalangan pemilik rumah kos kelabakan. Alasannya, jika raperda itu disahkan, maka akan memberatkan para pe mi lik rumah kos di Bumi Blambangan. Asosiasi pemilik rumah kos menilai beberapa klausul dalam raperda tersebut bertentangan dengan peraturan di atasnya. Di antaranya, Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2011 dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 44 Tahun 1994. Karena itu, para pemilik rumah kos di Banyuwangi meminta dilibatkan dalam pembahasan raperda inisiatif DPRD tersebut. Jika tidak, mereka mende sak raperda tentang penyelenggaraan rumah kos ditangguhkan hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

AGUS BAIHAQI/RaBa

diantar keluarganya. “Atas laporan tersebut, tersangka akhirnya ditangkap,” katanya. Kepada polisi, Halim membantah telah memerkosa tetangganya tersebut. Dia berdalih, perbuatan itu dilakukan atas dasar suka sama suka. “Baru sekali itu melakukan hubungan dan itu atas dasar suka sama suka,” aku Halim. (abi/ c1/aif)

beraktivitas di hutan yang di kelola KPH Per hutani Banyuwangi Selatan dengan luas sekitar 4,5 hektare. “Yang ditambang itu hutan produksi,” cetusnya. Hutan produksi itu kini kondisinya rusak parah. Hutan itu harus segera dikembalikan ke fungsinya semula. “Semua penambang emas pada akhirnya nanti harus keluar dari hutan,” tandasnya. (abi/c1/aif)

Sekretaris Parukoba Ipung Pur wadi Qutbi mengatakan, rumah kos akan lebih tepat jika ditertibkan dengan peraturan daerah (perda) sis tem keamanan lingkungan (siskamling). “Mestinya soal rumah kos ini ditertibkan dengan perda siskamling saja,” ujarnya Selasa (6/3). Ipung mengaku sudah tiga kali menggelar pertemuan dengan anggota Parukoba yang diklaim berjumlah ribuan orang seBanyuwangi. Inti pertemuan tersebut adalah, para anggota Parukoba keberatan dengan beberapa klausul dalam raperda rumah kos tersebut. “Kami meminta ketua panitia khusus (pansus) raperda rumah kos me ngundang pelaku usaha rumah kos untuk hearing di DPRD Banyuwangi. Jika tidak, tangguhkan dulu raperda tersebut sampai batas waktu y a n g t i d a k d i t e n t u k a n ,” desaknya. (sgt/c1/aif)

Diantar ke Kantor Kecamatan n MOTOR... Sambungan dari Hal 44

Ironisnya, pada sore hari, Syamsiadi diminta pihak bank pemerintah unit Mlandingan itu untuk menghadap kepala unit dan menyelesaikan kredit tersebut. Setelah dirinya datang ke kantor BRI Unit Mlandingan, dia ditemui seorang petugas berinisial F dan tiga petugas lain. Saat itulah terjadi perampasan

motor Supra X 125 miliknya. “Ke mudian, kunci dan surat mo tor saya diambil secara pak sa. Selanjutnya, saya diantar ke kantor kecamatan. Pa dahal, rumah saya masih jauh,” papar Syamsiadi. Karena merasa dirugikan, Syamsiadi akhirnya melaporkan kasus perampasan motor itu ke Mapolres Situbondo. Data yang berhasil di kumpulkan, sebelumnya, is tri

Syamsiadi memang me ngajukan kredit ke sebuah bank unit Mlandingan tersebut. Namun, karena tidak ba yar hingga jatuh tempo, akhirnya petugas melakukan perampasan motor. Padahal, kredit itu ada jaminan berupa sertifikat tanah seluas 700 meter persegi yang sampai saat ini masih berada di pihak bank. “Jaminan kredit itu sertifikat tanah seluas 700 meter persegi. Jadi, saya laporkan kasus ini ka-

rena mereka merampas motor saya. Sementara itu, sertifikat juga ada di tangan mereka,” kata Syamsiadi. Kasubag Humas Polres Situbondo AKP Wahyudi membenarkan adanya laporan perampasan motor tersebut. Dikatakan, setelah mendapat laporan, pihaknya langsung melakukan penyelidikan. “Kasus itu masih kita selidiki,” kata AKP Wahyudi. (rri/c1/als)

Pijatan Enak, Penumpang Kasih Rp 100 Ribu n SEMALAM... Sambungan dari Hal 33

Sulaiman mendekati kami dan menawarkan jasa pijat. Kontan, tawaran tersebut kami respons. Seorang teman dari BPC bernama Adam, asal Desa Taman Agung, Kecamatan Cluring, pijat di urutan pertama. Dia langsung menaikkan kedua kakinya ke kursi penumpang yang kosong. Sulaiman pun mengeluarkan minyak urut dan mengoleskannya ke kaki Adam. Pelan tapi pasti, tangan Adam dipijat-pijat dan sesekali diurut. Meski beberapa kali terlihat memejamkan kedua matanya karena menahan sakit, tapi Adam terlihat menikmati pijatan suami Vita, 30, tersebut. Selain memijat kedua tangan dan kaki, Sulaiman juga memijit pundak dan beberapa bagian tubuh lain. Tak butuh waktu lama, sekitar 20 menit

kemudian Adam sudah merasa lega. Capeknya hilang, dan dia terlihat bugar lagi. “Lumayan, pijatannya enak dan ongkosnya cukup Rp 20 ribu,” tutur Adam. Mendengar ucapan puas dari pasiennya, Sulaiman hanya tersenyum. Lelaki yang sudah lama menjadi tukang pijat di kapal penyeberangan Selat Bali itu seolah ikut lega melihat Adam puas. Awalnya, Sulaiman bukanlah tukang pijat. Sekitar empat tahun lalu dia masih menjadi penjual mainan di kapal penyeberangan tersebut. Profesinya sebagai tukang pijat dimulai tiga tahun lalu. Saat itu, ada seorang penumpang kapal dari Nusa Tenggara Barat tujuan Jawa yang terlihat kelelahan. Orang itu meminta Sulaiman memijatnya. Meski sudah bilang tidak bisa memijat, tapi si penumpang itu tetap minta dipijat. “Akhirnya ya saya turuti. Kebetulan malam

Pemberangkatan kapal pertama dari Ketapang akan dila kukan pukul 05.000, dan dari Bali menyesuaikan kedatangan kapal dari Pelabuhan Ketapang. Selama Nyepi, semua kapal akan stand by di Pelabuhan Ketapang. Artinya, setelah pelabuhan ditutup, pelayaran pertama dimulai dari Pelabuhan

Sambungan dari Hal 33

Jumlah Anggota Parukoba Ribuan Orang n PEMBAHASAN...

Sambungan dari Hal 33

n ANACLETO...

Tidak Boleh Ada Penambang Baru n RIBUAN...

n 11 MARET...

Ketapang. “Selama akti vitas penyeberangan tidak beroperasi, di Pelabuhan Gilimanuk tidak ada kapal,” katanya. Kepada semua pengguna jasa penyeberangan, Sa haruddin menyerukan agar menyesuaikan diri dengan jadwal pe nutupan dan pembukaan pelabuhan. Jadwal penutupan pelabuhan perlu diperhatikan. Warga yang hendak menyeberang ke Bali 12 Maret 2013 harus ditunda hingga Nyepi

se lesai. Untuk menghindari antrean panjang setelah penutupan, calon pengguna jasa diminta tidak datang ke pelabuhan secara bersamaan. Lima jam setelah penutupan, di pelabuhan kemungkinan besar terjadi antrean panjang. Ka rena itu, calon pengguna jasa hendaknya tidak langsung menuju pelabuhan begitu pelabuhan dibuka. “Kita akan kerja keras agar antrean tidak terlalu panjang,” katanya. (afi/c1/aif)

Suhartoyo Pensiun Bulan Agustus

Tersangka Mengaku Suka Sama Suka n RESIDIVIS...

Bakal Terjadi Antrean Panjang

itu pas tidak ada tukang pijat,” tuturnya. Usai memijat, ternyata si penumpang merasa puas. Sebagai bentuk terima kasih, penumpang itu merogoh kocek Rp 100 ribu. Usai memijat penumpang dari NTB dan menerima ongkos yang cukup setimpal tersebut, Sulaiman mulai berubah pikiran. Keesokan harinya dia alih profesi menjadi tukang pijat. Sejak itu, yang dia bawa adalah minyak pijat dan urut. “Sejak saat itu saya berhenti jualan dan memilih menjadi tukang pijat. Saya biasa berangkat sore dan pulang pagi hari,” ungkap Sulaiman. Selain Sulaiman, di penyeberangan Selat Bali ternyata banyak tukang pijat lain. Jumlahnya sekitar 20 orang. Para penumpang kapal yang merasa kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh tak perlu khawatir. Sebab, tukang pijat siap melayani Anda. (c1/aif)

Menurut Slamet, Anacleto akan memangku jabatan sebagai asisten pemerintahan selama pejabat definitif belum dilantik. Jabatan definitif Anacleto adalah kabag pemerintahan, sedangkan sebagai asisten pemerintahan hanya sebagai pelaksana tugas. Dengan ditunjuknya Anacleto sebagai Plt. asisten pemerintahan, maka sudah ada dua ja batan asisten yang dijabat Plt. Sebelumnya, Kabag Umum RR. Nanin Oktaviantie juga di tunjuk sebagai Plt. asisten

administrasi umum. Asisten ad ministrasi umum kosong sejak Slamet Kariyono dilantik sebagai sekkab menggantikan Sukandi. Saat ini tinggal satu jabatan asisten yang dipegang pejabat definitif, yakni asisten pembangunan dan kesra yang dijabat Suhartoyo. Dua lainnya dijabat pejabat pelaksana. Jabatan asisten pembangunan dan kesra tidak lama lagi juga akan kosong jika tidak langsung diisi pejabat definitif. Sebab, Suhartoyo masuk masa purna tugas Agustus mendatang. Jadi, Suhartoyo sebagai asisten pem-

bangunan dan kesra tinggal empat bulan. Dalam dua tahun terakhir, Pemkab Banyuwangi kesulitan me ngisi sejumlah jabatan ko song. Penyebabnya, Banyuwangi mendapat kebijakan moratorium pengangkatan calon pegawai negeri sipil (CPNS). Moratorium pengangkatan CPNS itu berdampak pada sejum lah kekosongan jabatan eselon, mulai eselon IV hingga II. Bupati Anas memilih tidak mengisi sejumlah jabatan karena khawatir mengganggu pelayanan karena krisis PNS. (afi/c1/aif)

Bebaskan Biaya Pendaftaran Caleg n DIBUKA... Sambungan dari Hal 33

Mereka berasal dari berbagai kalangan; ada pers, wiraswasta, to koh agama, seniman, dan budayawan. Diprediksi, jumlah pendaftar tidak sedikit. Pasalnya, di hari pertama saja sudah 70 berkas yang sampai ke meja panitia seleksi. Ketua DPC Partai Demokrat Mi chael Edi Hariyanto mengatakan, pendaftaran caleg merupakan bagian dari mekanisme partai dalam menjaring calon wakil rakyat di parlemen.

Rencananya, pendaftaran tersebut akan dibuka selama sepekan. “Kami membuka pintu seluas-luasnya bagi se mua masyarakat untuk mencalonkan diri lewat Partai Demokrat,” kata bos Alam Indah Lestari (AIL) itu. Antusiasme para pendaftar me nunjukkan bahwa Partai Demokrat masih memiliki pamor. Gonjang-ganjing di pusat rupanya tidak membuat kredibilitas Partai Demokrat jatuh, khususnya di mata mereka yang mendaftar melalui Partai Demokrat. Michael berharap antusiasme masyarakat mendaftar menjadi

caleg sejalan dengan visi dan misi partai. Caleg yang maju ha rus mampu mengemban misi utama partai, yakni sebagai organisasi kepartaian yang mengutamakan kepentingan rakyat. Di samping itu, DPC Partai Demokrat Banyuwangi memberikan garansi khusus kepada para mendaftar caleg, yak ni membebaskan biaya pendaftaran. “Kami bebaskan biaya pendaftaran agar caleg tidak terbebani. Kami ingin wakil rakyat yang terpilih langsung diamini dan tidak ada jarak dengan rakyat,” tegasnya. (*/nic/c1/aif)

Kades Menunggu Kepastian n PETANI... Sambungan dari Hal 34

’’Dekat-dekat ini sudah mau dilaksanakan,’’ terang Hardiono tanpa merinci tanggal pastinya. Dia menjelaskan, akan segera me nindaklanjuti persoalan tersebut. Dia meminta agar perwakilan petani yang menolak untuk bertemu. ’’Nanti biar tahu alasan-alasan kenapa sampai menolak. Nanti ada solusinya,’’ tuturnya. Bagaimana jika petani bersikukuh menolak, Camat Hardiono akan mempertimbangkan segala kemungkinan tersebut. Namun, dia mengindikasikan jika tetap menolak proyek bisa gagal. ’’Kalau masih menolak, bisa dibatalkan,’’ terangnya. Kepala desa (Kades) Sumberarum, Supriyono, mengaku sudah menerima kabar warga akan menolak rencana proyek ter sebut. Namun demikian, sampai hari ini masih belum ada keputusan apa pun. ’’Belum ada kabar sama sekali,’’ katanya

di ruang kerjanya kemarin. Jika sudah ada kepastian, jelas dia, pihaknya segera mengundang BPD dan para petani untuk duduk bersama. Apabila dalam musyawarah itu memutuskan menolak, maka pihaknya akan menyampaikan kepada Pemdes Sragi. ’’Kalau nolak ya nanti akan saya sampaikan,’’ janjinya. Apakah sudah ada komunikasi intensif dengan Kades Sragi? Kades Supriyono mengaku hanya sekali membahas masalah rencana proyek tersebut. Saat itu, pihaknya bersama dengan petugas PU meninjau ke lokasi sumber air. ’’Sampai sekarang belum ada pembicaraan lagi,’’ akunya. Dia mengaku bingung saat ter siar kabar warga galang tanda tangan untuk menolak proyek tersebut. Padahal belum ada kepastian terkait rencana proyek tersebut. ’’Belum apaapa sudah galang tanda tangan. Saya bingung. Banyak warga yang tanya, tapi saya bilang

masih belum,’’ terangnya. Di sisi lain, dia juga tidak mengetahui jika sudah ada petugas yang melakukan pengukuran terkait proyek tersebut. ’’Saya malah tidak tahu kalau sudah diukur. Seharusnya, petugas memberi tahu kami dulu,’’ kritiknya. Kades Sragi, Agus Priyono, mengakui proyek tersebut dapat menimbulkan gejolak warga. Meski begitu, nanti akan ada pembahasan untuk mencari solusi terbaik. ’’Kalau ada warga yang menolak, nanti ada duduk bersama,’’ terangnya. Dia mengaku sudah ada petugas yang mengukur sumber air hingga sampai di desa. Dari hulu sungai hingga pasar Sumberarum sepanjang 7 kilometer. ’’Yang mengukur itu konsultan,’’ katanya. Sampai saat ini, terang dia, pihaknya masih menunggu realisasi. Sebab, kini proyek tersebut masih dalam proses lelang. ’’Kabarnya masih proses lelang,’’ pungkasnya. (ton/c1/als)


44

Jumat 8 Maret 2013

Bobol Rumah, Gasak Revo SITUBONDO - Aksi maling membobol rumah warga kembali terjadi di Situbondo. Kali ini terjadi di rumah milik Akhmad Fauzi, 44, warga Jalan Irian Jaya, Kelurahan Mimbaan, Panji. Akibat pembobolan rumah tersebut, sepeda motor Honda Revo bernopol P 3456 EH raib dibawa kabur pencuri. Peristiwa Kamis (7/3) dini hari itu terjadi saat sang pemilik rumah tidur. Diperkirakan, sekitar pukul 02.00 pencuri masuk ke rumah korban dan menggasak motor Revo warna hitam. Aksi tersebut sepertinya berjalan lancar. Sebab, korban

baru mengetahui bahwa motornya hilang saat subuh. Begitu melihat motornya tidak ada, korban langsung melakukan pencarian. Namun, usahanya itu sia-sia. Korban pun langsung melaporkan pembobolan rumah tersebut ke Mapolres Situbondo. Menurut korban, sepeda motor kesayangannya itu sudah dimasukkan ke dalam rumah. Bahkan, dirinya tidak lupa mengunci setir motor tersebut. “Sepeda ada di dalam rumah. Padahal, sudah saya kunci setir,” kata Fauzi kepada polisi. Hasil olah TKP, diduga kuat sang pencuri masuk ke dalam

rumah dengan cara mencongkel pintu depan. Pencuri itu membawa kabur Honda Revo juga melewati pintu depan. “Hasil olah TKP, yang rusak hanya pintu depan,” kata AKP Wahyudi, Kasubag Humas Polres Situbondo. Selain motor, pencuri juga menggasak sebuah HP merek Nokia C1 warna hitam putih dan helm merek Ink warna abu-abu. Akibat insiden tersebut, diperkirakan kerugian korban mencapai Rp 9 juta. “Kasus ini masih dalam penyelidikan. Kerugian korban diperkirakan jutaan rupiah,” pungkas Wahyudi. (rri/c1/als)

Motor Dirampas Petugas Bank Tidak Terima, Lapor Polisi

NUR HARIRI/RaBa

HARUS TELATEN: Kusnoto menggendong kucing jenis persia di rumahnya kemarin (7/3).

Ternak Kucing Menjanjikan SITUBONDO - Ternak kucing ternyata cukup menjanjikan. Seperti yang dilakukan Kusnoto, 55, warga Jalan Argopuro, Situbondo, ini. Dia bisa meraup jutaan rupiah hanya dengan membudidayakan hewan tersebut. Menurut Kusnoto, memelihara kucing perlu ketelatenan dan kesabaran. Jika tidak biasa, maka kucing tidak akan gemuk dan tidak akan berkembang biak. Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, kucing milik Kusnoto ada beberapa macam. “Kucing ini ada

tiga macam, yakni anggora, persia, dan eksotik,” kata Kusnoto saat berada di rumahnya kemarin (7/3). Hal tersulit dalam merawat kucing, kata dia, pada saat masih kecil. Karena makanannya sering ganti sesuai selera, “Umur dua bulan sudah bisa dipisah. Tapi kadang-kadang umur satu bulan sudah ada yang ngambil. Jadi, cara makanannya langsung saya beri tahu,” jelas Kusnoto. Kusnoto mengaku beternak kucing sejak sepuluh tahun lalu. Awalnya, kuc-

ing miliknya hanya beberapa ekor. Kini, kucing tiga jenis itu sudah puluhan ekor. “Itu saya lakukan karena hobi,” katanya. Dalam mengembangbiakkan kucing tersebut, Kusnoto menggunakan sistem kawin silang. Dia juga mencari indukan unggul agar anak kucing yang lahir berkualitas. Kusnoto menjual kucing anakan seharga Rp 500 ribu hingga jutaan rupiah. “Paling kecil harganya Rp 500 ribu. Ada pula yang harganya Rp 3,5 juta,” pungkasnya. (rri/c1/als)

Operasi Lalin Dapat Senjata Tajam SITUBONDO - Operasi lalu lintas (lalin) yang digelar secara rutin di depan Mapolres Situbondo berhasil mengamankan senjata tajam (sajam) Rabu malam (6/3). Sajam tersebut dibawa Sujis, 31, warga Kampung Baru Tengah, Desa Curah Tatal, Kecamatan Arjasa, Situbondo, saat kena tilang di jalan depan mapolres. Karena tidak memiliki izin, membawa, dan menyimpan senjata tajam, akhirnya pria tersebut harus berurusan dengan polisi. Tertangkapnya Sujis berawal saat petugas kepolisian mengadakan operasi rutin di depan Mapolres Situbondo. Sekitar pukul 20.30 itu, polisi melihat ada seorang pengendara motor yang tidak memakai helm. Pengendara tersebut berusaha balik arah menuju asrama Bhayangkari. Lantaran curiga, petugas langsung mengejar pria tersebut. Beruntung, pria tersebut melewati jalan buntu, sehingga polisi mudah menangkapnya. Setelah digeledah, polisi menemukan senjata tajam jenis pisau yang diselipkan di balik pinggang sebelah kiri pria yang berprofesi sebagai petani tersebut. Selanjutnya, petugas mengamankan pisau itu dan membawa Sujis ke mapolres untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kepada polisi, Sujis mengaku, pisau yang dia bawa itu sudah lama berada di bawah sadel motornya. “Itu untuk jaga-jaga, karena rumah saya di pelosok desa,” kata Sujis saat berada di Mapolres Situbondo. Sementara itu, selain mengamankan Sujis dan pisaunya, petugas juga menilang pulu-

han pengendara motor yang kedapatan tidak memakai helm dan tidak membawa surat kendaraan. Kasubag Humas Polres Situbondo, AKP Wahyudi mengatakan, operasi tersebut rutin digelar jajarannya. “Pada saat operasi, ada pria yang membawa sajam. Oleh petugas langsung diamankan,” tegas AKP Wahyudi. (rri/c1/als)

NUR HARIRI/RaBa

OPERASI: Petugas saat menilang kendaraan di Polres Situbondo.

MLANDINGAN - Pegawai sebuah bank di Mlandingan berinisial F dilaporkan ke Mapolres Situbondo kemarin (7/3). Itu karena petugas bank tersebut merampas motor milik kreditor bernama Syamsiadi, 48, asal Desa Sumber Tengah, Kecamatan Bungatan, pada Rabu (6/3). Perampasan motor Supra X 125 tersebut berawal ketika dirinya didatangi dua pegawai bank berinisial Y dan K. Saat berada di rumah korban, kedua orang tersebut memberikan teguran terkait jatuh tempo kredit atas nama Mustariyah, istri Syamsiadi. Kemudian, dua pegawai tersebut menyarankan Syamsiyadi agar menyicil. Syamsiadi pun melaksanakan saran tersebut dan mencicil sebesar Rp 1,5 juta. “Saat didatangi,

NUR HARIRI/RaBa

LAPOR: Syamsiadi (kanan) saat menunjukkan bukti laporannya kepada polisi kemarin (7/3).

saya langsung membayar Rp 1,5 juta,” ujar Syamsiadi kemarin (7/3). Namun, keesokan harinya, yakni Rabu (6/3) lalu, ada petugas yang datang lagi dan meminta agar tanggungan kredit atas nama istrinya tersebut segera diselesaikan.

Sebab, kredit itu sudah jatuh t e m p o. “ Ka l i k e d u a i t u , petugas bank tersebut menyarankan saya mencicil Rp 400 ribu. Karena saya punya iktikad baik, saya pun memberikan uang Rp 400 ribu,” imbuh Syamsiadi n  Baca Motor...Hal 43

Mobil Rental Digadaikan, Lapor Polisi SITUBONDO - Aries Pratomo, 38, warga Sidoarjo, terpaksa melaporkan EB, 40, warga Desa Wringin, Kecamatan Asembagus, ke Mapolres Situbondo kemarin (7/3). Laporan tersebut dilakukan Aries setelah mobil yang dia sewa diduga digelapkan EB. Dugaan penipuan dan penggelapan tersebut berawal saat Aries menyewa mobil Toyota Avanza bernopol W 380 PF milik Tyaroi Nawantoko Agustinus, 40, warga Surakarta. Untuk penggunaan selama dua bulan, ongkos sewanya Rp 4 juta. Setelah mobil yang dia sewa

itu digunakan Aries, beberapa hari kemudian tiba-tiba Aries ada proyek yang harus diselesaikan di Surabaya. Aries pun menitipkan mobil sewaan tersebut kepada warga berinisial Y, 49, warga Kabupaten Jember. Ironisnya, sepulang dari Surabaya, ternyata mobil sewaan tersebut digadaikan Y kepada EB seharga Rp 27,5 juta. Itu terjadi pada Februari 2013 lalu. Setelah pelapor mengetahui bahwa mobil sewaannya yang dititipkan kepada Y digadaikan kepada EB, pelapor pun mencari EB untuk menebus mobil Avanza tersebut. Na-

mun, pada saat Aries hendak menebus mobil Avanza tersebut, ternyata EB selalu menghindar dan hingga kini tidak bisa dihubungi. Karena itulah, Aries merasa tertipu. Aries pun melaporkan kasus tersebut ke Mapolres Situbondo. Ka s u b a g Hu ma s Po l re s Situbondo, AKP Wahyudi, membenarkan adanya laporan tersebut. “Kasus mobil rental yang disewa kemudian digadaikan oleh orang lain itu masih dalam penyelidikan petugas. Kami juga masih memintai keterangan sejumlah saksi,” tegas AKP Wahyudi. (rri/c1/als)


Radar Banyuwangi 8 Maret 2013