Issuu on Google+

29

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

SENIN 8 APRIL TAHUN 2013

Jalan Sehat di Dua Tempat BANYUWANGI – Pada saat hampir bersamaan, ada dua acara jalan sehat masal di Kota Gandrung pagi kemarin (7/4). Lokasi pertama di Pelabuhan Ketapang, digelar ja lan sehat dalam rangka ultah ke 40 PT PT ASDP Indonesia Ferry (IF) Ketapang. Lo kasi kedua adalah Jalan KH Agus Salin di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi. Acara jalan sehat di Pelabuhan Ketapang yang akan dilepas pada pukul 06.00 itu, ternyata molor sekitar 30 menit. Tapi ini tidak berpengaruh bagi

para peserta yang sudah berdatangan sejak pukul 05.00. Bupati Abdullah Azwar Anas didampingi Kepala Cabang (Kacab) PT ASDP IF Ketapang, Waspada Heruwanto bersamasama memberangkatkan ribuan peserta jalan sehat. “Rute jalan sehat ini berjarak sekitar lima kilometer,” ujar Waspada Heruwanto. Menurut Waspada, jalan sehat yang dilaksanakan ini start dan finis di pelabuhan penyeberangan Ketapang, dengan rute melewati Jalur Lingkar Ketapang (JLK) n  Baca Jalan...Hal 39

GALIH COKRO/RaBa

PENUH: Ribuan warga memadati halaman parkir PT ASDP IF Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi pagi kemarin (atas). Ketua KPU Banyuwangi Syamsul Arifin dan Bupati Anas ikut jalan sehat di Jalan KH Agus Salim Banyuwangi kemarin (kanan). SIGIT HARIYADI/RaBa

BWI PEDULI Sumbangan yang Masuk - Kantor Kec. Banyuwangi - Dispenda - Dinas PU Bina Marga - H Zainuri Simpang Lima

: 100 pendonor : 25 pendonor + Rp 15 juta : 20 pendonor + Rp 15 juta : Rp 5 juta

Kecamatan Banyuwangi Kerahkan 100 Pendonor BANYUWANGI - Dukungan terhadap pelaksanaan program ‘Banyuwangi Peduli’, terus mengalir. Kantor Kecamatan Banyuwangi sudah mendaftarkan 100 orang pegawai untuk ikut serta dalam kegiatan donor darah. Selain itu, Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) akan mengikutsertakan 25 pegawai untuk mengikuti aksi donor n  Baca Kecamatan...Hal 39

POLITIK POL LITIK K

AGUS BAIHAQI/RaBa

CAGUB: Khofifah disalami anggota Muslimat NU di Gesibu Blambangan Banyuwangi kemarin.

Khofifah Siap Pimpin Jatim BANYUWANGI - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), Hj Khofifah Indar Parawansa, mengaku optimistis bisa maju sebagai calon gubernur (cagub) dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) 29 Agustus 2014 mendatang. Untuk maju dalam Pilgub Jatim itu, Khofifah mengklaim sudah mengantongi dukungan dari partai politik (parpol) sebanyak 16,48 persen. Padahal, persyaratan untuk maju sebagai cagub hanya dibutuhkan dukungan 15 persen n  Baca Khofifah...Hal 39

Aktor dan Penyebar Ditahan Durasi 18 Menit, Cewek Masih Pakai Seragam BANYUWANGI – Penyidik Reskrim Polres Banyuwangi bergerak cepat mengusut kasus video mesum yang beredar di Rogojampi dan sekitarnya. Setelah menjalani penyidikan maraton, dua orang

Mapolres Banyuwangi. ”Dari keterangan saksi-saksi, keduanya memang layak ditetapkan sebagai tersangka. Tersangka langsung kita tahan,’’ kata Kasat Reskrim Polres Banyuwangi AKP Bagus Ikhwan Christian, kemarin. Dikatakan Bagus, untuk tersangka Heri

dijerat pasal 27 dan 29 Undang-Undang Pornografi nomor 4 tahun 2008 tentang persetubuhan anak di bawah umur. Dalam video berdurasi 18 menit itu, tersangka Heri telah melakukan persetubuhan dengan seorang perempuan berusia 16 tahun sebuat saja namanya Saritem (nama samaran) n  Baca Aktor...Hal 39

Harga Bumbu Mulai Turun

Forpimka Tutup Lokalisasi Sumberkembang TEGALSARI – Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Tegalsari menghentikan aktivitas prostitusi di lokalisasi Sumber Kembang, Dusun Sumber Kembang Timur, Desa Karang Mulyo, Kecamatan Tegalsari, kemarin (6/3). Saat melakukan penutupan lokalisasi tersebut, jajaran Forpimka di-back up penuh oleh sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama. Mereka memasang spanduk bertuliskan penghentian aktivitas prostitusi di jalan masuk menuju lokalisasi. Tak ada kendala selama Forpimka dan tokoh masyarakat menutup tempat pelacuran tersebut. Mereka dengan mudah memasang spanduk. Camat Tegalsari Abin Hidayat mengatakan, sebelum menghentikan aktivitas lokalisasi tersebut, pihaknya bersama Kapolsek dan Danramil Tegalsari, sudah melakukan sosialisasi kepada mucikari serta pekerja sek komersil (PSK) di tempat tersebut. Selain itu, para PSK dari luar kota juga telah dikembalikan ke tempat asalnya. “Ada empat kali pertemuan yang kita laksanakan di lokalisasi untuk menyadarkan mereka (para PSK) agar mau kembali ke jalan yang benar,” tuturnya n  Baca Forpimda...Hal 39

ABDUL AZIZ/RABA

PASANG SPANDUK: Forpimka bersama para tokoh masyarakat menghentikan aktivitas PSK di lokalisasi Sumberkembang, Tegalsari kemarin siang.

B A N Y U WA N G I - K a b a r baik yang dinanti kalangan konsumen akhirnya datang juga. Betapa tidak, harga beberapa jenis bumbu masakan yang sempat membumbung tinggi beberapa hari lalu, kini mulai turun. Pantauan di Pasar Banyuwangi kemarin (7/4) menyebutkan, beberapa jenis bumbu yang turun harga adalah pasangan duo bawang merah dan bawang putih. Kecenderungan serupa juga terjadi pada harga cabai rawit. Bawang merah misalnya. Sepekan yang lalu, para pedagang di pasar tradisional tersebut menjual bawang merah Rp 60 ribu per Kilogram (Kg). Namun belakangan, harga bawang merah turun menjadi Rp 55 ribu per Kg. Begitu juga dengan harga bawang putih. Setelah terus melonjak dari Rp 15 ribu per Kg pada akhir 2012 menjadi Rp 85 ribu pada pertengahan Maret, harga bawang putih “hanya” sebesar Rp 20 ribu per Kg kemarin. “Penurunan harga bawang putih yang terbaru terjadi sekitar sepekan yang

GALIH COKRO/RaBa

NORMAL:Tumpukan cabai rawit di salah satu lapak pedagang di Pasar Banyuwangi kemarin.

lalu, yakni dari Rp 24 ribu per Kg menjadi Rp 20 ribu per Kg,” ujar Tia, 24, seorang pedagang di Pasar Banyuwangi n  Baca Harga...Hal 39

Pekerjaan Langka Penggembala Lebah Madu di Lereng Gunung Ijen

Sering Disengat, Merasa Lebih Kebal Penyakit Pada musim di mana tidak banyak tumbuhan berbunga, itulah saat paling sulit yang harus dilalui para peternak lebah madu. Selain lebah tidak mampu menghasilkan madu, para peternak juga harus memberi asupan makanan tambahan untuk kumpulan tawon tersebut. SIGIT HARIYADI, Licin SUHU di pusat Kota Banyuwangi begitu panas siang itu (6/4). Terik sinar matahari membuat saya yang tengah berkeliling pusat Kota Gandrung harus rela mandi peluh. Setelah meneguk dua mangkuk es

http://www.radarbanyuwangi.co.id

ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah Heri Kartono, 22 dan Virnas Harivi Hakim, 21. Heri tercatat sebagai warga Desa Bunder, Kecamatan Ka bat. Sedangkan Virnas penduduk Dusun Lugjak, Desa Pengatigan, Kecamatan Rogojampi. Keduanya kini meringkuk di tahanan

Manado, pikiran pun langsung sudah fresh. Agar lebih fresh, kami ingin mendapatkan udara yang lebih fresh dengan perjalanan menuju kawasan Gunung Ijen.Sesampai di simpang tiga yang hanya berjarak sekitar 20 meter menuju pintu gerbang Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Ijen, Desa Tamansari, Kecamatan Licin, saya memGALIH COKRO/RaBa buka kaca helm dan KOTAK: Peternak mengecek lebah madu di hutan lereng Gunung Ijen. langsung mengarahkan pandangan ke langit. Ter- pekat. “Kalau di sekitar lereng gu- dari tadi saya rasakan, baru hilang nyata, langit yang dari pusat Kota nung seperti ini, memang sering setelah menyadari bahwa di lokasi Banyuwangi beberapa menit mendung. Bahkan nyaris setiap tersebut cuaca tidak sepanas di jantung kota Banyuwangi n sebelumnya tampak sangat ce- hari,” kata rekan saya. Entah kenapa, rasa panas yang  Baca Sering...Hal 39 rah, kini sudah diliputi mendung

Forpimka Tegalsari tutup lokalisasi Sumberkembang Kembang-kembang yang jadi sumber kekisruhan rumah tangga

Harga bumbu mulai turun Terkecuali harga bumbu kehidupan berumah tangga

email: radarbwi@gmail.com/beritaraba@gmail.com


30

Senin 8 April 2013

CERMIN DIRI

Berita Cuaca Tetaplah Penting KITA tidak bisa meremehkan berita cuaca alias prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Sebelumnya diberitakan, BMKG memprediksi hujan deras berpotensi melanda sebagian wilayah Banyuwangi dan sekitarnya sepekan terakhir. Bahkan, hujan deras yang turun itu diprediksi berpeluang disertai petir. Berita cuaca tersebut tak sekadar berisi informasi tentang kondisi cuaca harian di Bumi Blambangan dan sekitarnya. Lebih dari itu, BMKG biasanya juga menyertakan seruan, imbauan, maupun ajakan agar masyarakat selalu waspada di masa peralihan musim yang tak menentu seperti ini. Nah, baru sehari diberitakan, sudah muncul berita fenomena cuaca yang merenggut korban jiwa. Seperti yang terjadi di Dusun Sumberkembang Barat, Desa Karangmulyo, Kecamatan Tegalsari. Ramah warga dusun tersebut, Waris Andrianto rusak akibat sambaran petir. Bukan hanya itu, aliran listrik di rumahnya juga langsung padam. Televisi dan kaca rumah rusak. Nah, bukan mustahil musibah serupa juga dialami warga Banyuwangi lainnya. Karena itu, jangan menyepelekan berita cuaca yang dimuat di media cetak maupun elektronik. Dengan mengetahui prediksi cuaca harian, langkah antisipasi memang bisa dilakukan. Memang, masalah cuaca ini merupakan persoalan yang cepat sekali berubah. Namun dengan kemajuan teknologi, data cuaca seperti itu bisa diakses banyak orang setiap hari. Dari ini, ada satu pelajaran cukup penting yang bisa kita petik, yakni informasi cuaca itu sangat penting. Karena itu, tidak ada salahnya bila kita semua mulai membiasakan diri untuk memantau info cuaca sebelum memulai aktivitas kerja di pagiu hari. Karena dengan bekal info cuaca semacam itu, kita semua bisa menyiapkan antisipasi dan tanggap apa yang harus dilakukan. (*)

SDN 4 PENGANJURAN

TOHA/RaBa

UJI COBA: Siswa dari 21 SD di Kecamatan Banyuwangi dan Kalipuro mengikuti try out unas di SD Al Irsyad Banyuwangi Sabtu lalu (6/4).

Al Irsyad Gelar Try Out, Soal Sesuai SKL BANYUWANGI - Untuk mempersiapkan siswa kelas enam agar mencapai hasil maksimal dalam pelaksanaan ujian nasional (unas) mendatang, SD Al Irsyad menggelar try out Sabtu lalu (6/4). Try out ini diikuti sekitar 200 siswa dari 21 SD se-Kecamatan Banyuwangi dan Kalipuro itu dibuka Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Banyuwangi Drs Nurhamim. Ketua Panitia try out SD Al Irsyad, Iqbal Attamimi, S.PdI., mengatakan try out gratis tanpa dipungut biaya itu bertujuan untuk mempersiapkan siswa

secara akademik dalam menghadapi unas mendatang. Ada tiga mata pelajaran yang diujikan dalam try out ini, yaitu Matematika, IPA, Bahasa Indonesia. Kejuaraan dalam try out ini adalah juara 1, 2, 3 yang menyediakan uang pembinaan total Rp 2 juta. Sedangkan sepuluh peserta terbaik lainnya akan mendapat sertifikat. “Sementara untuk tingkat kesulitan soal ini adalah standar kelulusan (SKL). Jadi memang try out ini kita desain seperti layaknya unas sungguhan,” jelas Iqbal.

Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Banyuwangi, Nurhamim menyambut baik digelarnya try out SD tersebut. Menurutnya, try out ini adalah salah satu upaya untuk membiasakan siswa agar lebih rajin dalam belajar serta mengenalkan siswa pada jenis soal evaluasi yang sesungguhnya, agar terbiasa dan tidak grogi. Sementara itu, LPP Al Irsyad Banyuwangi, Salim Thohir, S,Pd menambahkan memperhatikan standar kelulusan yang ditentukan Badan Standardisasi Nasional Pendidikan pada unas setiap

tahun terus meningkat. Hal ini dirasa cukup berat. Karena itu, sekolah selaku pengemban tugas untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melakukan berbagai upaya agar siswanya mampu mencapai kriteria kelulusan tersebut. Selain itu, Salim berjanji peserta akan memberikan reward kepada peserta try out terbaik, di mana sepuluh besar terbaik akan mendapat beasiswa selama setahun. “Saat ini pun, Al Isryad sudah membuka pendaftaran siswa baru untuk tingkat SMP. Jadi silakan yang akan mendaftar,” jelas Salim. (adv)

Satu Peserta Satu Soal IWAN SETIONO/RaBa

MENINJAU: Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Banyuwangi Nurhamim bersama kepala SDN 4 Penganjuran, Lusiana Sri Hariyani kemarin.

Dukung Program Pemkab BANYUWANGI - SDN 4 Penganjuran Banyuwangi mendukung program dari Pemkab Banyuwangi. Sekolah itu siap mendukung program Banyuwangi Cerdas, Banyuwangi Green & Clean, I Love BWI, dan program-program lainnya. Beberapa dukungan di antaranya dengan menciptakan suasana yang nyaman, sejuk, bersih, dan hijau di sekolah. ”Dengan suasana yang nyaman ini membuat siswa semakin semangat dalam menuntut ilmu sekaligus memacu prestasi di bidang akademik dan non akademik,’’ kata kepala SDN 4 Penganjuran, Lusiana Sri Hariyani. (*/bay)

Unas 2013 Gunakan Sistem Acak BANYUWANGI - Peserta ujian nasional (unas) tahun 2013, tampaknya harus lebih keras belajar sebelum menghadapi ujian. Sebab, sejumlah aturan baru akan diberlakukan dalam pelaksanaan unas untuk mempersempit gerak kecurangan yang dilakukan peserta. Pada unas 2012 lalu, soal yang diberikan kepada peserta dilakukan berdasarkan paket untuk beberapa orang. “Tahun lalu, untuk setiap 20 orang peserta unas diberi lima paket soal yang sama,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Sulihtiyono.

DOK.RaBa

Sulihtiyono

Untuk pelaksanaan unas 2013, kata Sulihtiyono, sistem paket itu tidak diberlakukan lagi. Untuk soal Unas 2013 tidak menggunakan sistem paket lagi, melainkan menggunakan sistem baru. Pada pelaksanaan Unas 2013 ini, jelas Sulihtiyono, setiap satu peserta akan disediakan satu soal. Sehingga, soal yang diterima peserta dalam satu ruangan tidak sama. “Jika dalam satu ruangan ada 20 peserta unas, maka akan diberikan 20 soal yang berbeda,” jelas Sulihtiyono. Dengan sistem ini, lanjut Sulihtiyono, maka potensi kecurangan dalam unas dapat diminimalkan. Peserta unas tidak lagi ada kesempatan untuk bekerja sama dalam mengerjakan soal-soal unas. Selain soal, lanjut Sulihtiyono, dalam

pelaksanaan unas tahun ini lembaran jawaban soal juga berbeda dengan unas tahun lalu. Kalau tahun lalu, Lebaran soal diberikan secara terpisah dengan jawaban soal. Sedangkan pada unas tahun ini, kata Sulihtiyono, lembar jawaban akan diberikan melekat bersama dengan soal unas. Lembaran soal unas yang diterima peserta, secara otomatis akan mendapatkan lembaran jawaban. Tahun sebelumnya, peserta unas terlebih dahulu menerima lembaran jawaban. Setelah menerima lembaran jawaban, soal-soal ujian baru diberikan. “Lembaran jawaban melekat dengan lembaran soal yang diberikan,” jelas Sulihtiyono. (afi/bay)

Pendaftaran Ditutup Besok Siang BANYUWANGI – Try out tingkat SMP/MTs yang dihelat Jawa Pos Radar Banyuwangi akan dilaksanakan serentak pada Kamis mendatang (11/4). Ribuan siswa asal seantero Bumi Blambangan pun sudah mendaftarkan diri mengikuti ajang yang didukung Dinas Pendidikan Banyuwangi, MKKS SMP se-Banyuwangi, Bimbel Sony Sugema College (SSC), Murahkom, Treq, PT BRI Banyuwangi, dan PT Temprina Media Grafika tersebut. Koordinator try out SMP Jawa Pos Radar Banyuwangi, Benny Siswanto mengatakan, para siswa tingkat SMP/sederajat, baik negeri maupun swasta yang tidak ingin me-

nyia-nyiakan kesempatan mengukur kesiapan menghadapi ujian nasional (unas) tersebut, masih berkesempatan mengikuti try out kali ini. “Pendaftaran akan kami tutup tepat pukul 12.00 Selasa besok (9/4),” ujarnya kemarin (7/4). Benny menjelaskan, seluruh siswa tingkat SMP/sederajat bisa ambil bagian dalam try out tersebut. Pasalnya, selain untuk selain berfungsi sebagai media pengukur kesiapan siswa menghadapi unas, try out kali ini juga bisa digunakan sebagai media evaluasi dan mengukur kemampuan siswa.

“Bagi siswa maupun pihak sekolah yang ingin mendaftarkan siswanya secara kolektif, bisa menghubungi ketua wilayah kerja (wilker) masing-masing. Bisa juga bisa menghubungi kontak person Benny (082331102936) atau Sahroni (082140326996),” paparnya. Sementara itu, jumlah siswa yang siap ikut ambil bagian dalam try out tersebut mencapai 4.506 orang. Mereka berasal dari seantero Bumi Blambangan. Rinciannya, sebanyak 697 pendaftar berasal dari wilker Banyuwangi, 451 calon

pendaftar asal wilker Rogojampi, 571 siswa asal wilker Bangorejo, 1.166 peserta asal wilker Blambangan, dan 162 peserta asal wilker Genteng. Benny kembali mengingatkan para calon peserta try out agar mempersiapkan diri dengan baik. Tidak hanya mempelajari materi yang telah diterima di sekolah, para calon peserta try out tersebut juga diimbau menyiapkan peralatan, seperti pensil 2B asli dan karet penghapus baru. “Jangan lupa menuliskan nama lengkap, tanggal dan bulan lahir, kelas, kode sekolah, nomor soal, jenis kelamin pada lembar jawaban,” pungkasnya. (sgt/bay)

Guslah 01 Biasakan Makan Ikan Laut

IWAN SETIONO/RaBa

KOMPAK: Guru dan siswa dari Guslah 01 berama makan ikan laut di Gesibu Blambangan kemarin.

BANYUWANGI - Gugus Sekolah ( Guslah) 01 Kecamatan Banyuwangi yang terdiri dari SDN 1 Lateng, SDN 3 Lateng, SDN 5 Lateng, SDN Temenggungan, dan SDN Kampung Mandar melaksanakan kegiatan Gerakan Gemar Makan Ikan Laut di arena car free day Gesibu Blambangan kemarin (7/4). Acara tersebut diawali dengan kegiatan senam bersama. Selanjutnya, ratusan siswa itu menggambar dan mewarnai yang mengambil tema ‘’ Gemar Makan Ikan Laut ‘’.Setelah selesai menggambar dan mewarnai, ribuan siswa SD dari Guslah 01 makan bersama dengan menu ikan laut. Makan ikan laut tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, agar dapat tumbuh cerdas dan optimal sekaligus menghindari stunting (pertumbuhan badan lambat, Red). ”Ikan laut tinggi kandungan proteinnya, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan kecerdasan anak dan berharap tidak ada anak yang Stunting,’’ kata Ketua Guslah 01 Banyuwangi, Suci Nuryanti, Spd, MPd. (adv/bay)

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Benny Siswanto. Pemasaran: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Samsuri (Situbondo). Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, Mega Dwi P. Administrasi Iklan: Widi PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Ukiyanti. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/ mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


31

Senin 8 April 2013

ADA APA LAGI

Petani Tolak Proyek Air Bersih Jika Sumber Air Diambil dari Sungai Kumbo

ABDUL AZIZ/RABA

GENTING RONTOK: Atap ruang tengah rumah Waris setelah disambar petir, kemarin.

Atap Rumah Disambar Petir TEGASARI - Hujan deras disertai petir meninggalkan masalah bagi Kepala Dusun Sumberkembang Barat, Desa Karangmulyo, Kecamatan Tegalsari, Waris Andrianto. Kamar tengah rumahnya hancur karena terkena sambaran petir. Bukan hanya itu, aliran listrik di rumahnya juga langsung padam. Televisi dan kaca rumah rusak. Waris menuturkan, peristiwa itu bermula ketika dia diminta istrinya untuk mematikan televisi. Saat itu sedang turun hujan disertai suara petir menggelegar. Mendengar permintaan sang istri, Waris langsung berdiri dan mematikan televisi. Bukan hanya itu, dia juga menutup semua jendela dan pintu rumahnya agar air hujan tak masuk. Celakanya, selang beberapa menit kemudian, kilatan petir menyambar atap rumahnya. “Lampu juga langsung padam,” tuturnya. Saking kerasnya suara petir tersebut membuat seorang anak Waris, bernama Ratna langsung pingsan. “Kondisi atap rumah yang rusak sekarang kita benahi, Mas,” kata Waris. (azi/aif)

PILKADES

Tim Sukses Rini Pertanyakan Hilangnya 12 Surat Suara TEGALSARI – Tim sukses mantan calon kepala desa (caka des) Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Mey Setyorini, mengaku tidak mempersoalkan hasil final penghitungan perolehan suara pemilihan kepala desa yang memenangkan nomor urut satu, Supriyadi. Pernyataan tersebut disampaikan oleh ketua tim sukses Mey Setyorini, Muslih Jauhari. Menurut Muslih, pihaknya bukan mempersoalkan mempersoalkan perolehan suara masingmasing kandidat. Namun, tuntutan tersebut ABDUL AZIZ/RABA dilakukan tim sukses Muslih R i n i , k a re na m e re k a menduga ada yang janggal dalam proses pelaksanaan pemungutan suara  Baca Pertanyakan...Hal 39

SONGGON – Protes warga Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon terhadap rencana proyek air bersih terus berlanjut. Sejumlah petani menolak jika proyek yang menelan anggaran Rp 2,8 miliar tersebut tetap mengambil mata air di Sungai Kumbo. Sebagai bentuk protes, mereka menggelar aksi demo di Dam Sungai Kumbo, kemarin. Aksi protes ini juga diikuti pengurus Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sumberarum dan sebagian kepala dusun. Sebenarnya warga sudah sepakat agar rencana proyek tersebut airnya diambilkan dari sumber mata air Sungai Badeng yang berlokasi di Dusun Sumberasih, desa setempat. Tapi, warga menerima informasi jika rencana pengalihan itu gagal dengan alasan medan berat plus anggaran tidak mencukupi. ‘’Kita datang ke sini dengan hati nurani untuk menolak proyek tersebut,’’ tegas Fahrur Rozi, salah seorang petani dalam orasinya, kemarin. Dia menjelaskan, informasi yang mereka terima dari pihak kecamatan menyebutkan, proyek air bersih itu tetap mengambil dari mat air di Sungai Kumbo.Tentu saja, hal itu membuat kalanan petani tidak terima. ‘’Kita tidak akan berhenti di sini, masalah ini akan

ALI NURFATONI/RaBa

AKSI DAMAI: Petani membentangkan tulisan sebagai bentuk protes menolak pengambilan air bersih dari Sungai Kumbo, kemarin.

sampaikan kepada pak bupati dan DPR. Tolong pak bupati dengarkan aspirasi kami semua,’’ teriak Fahrur Rozi. Di hadapan puluhan petani, Fahrur

Rozi mengatakan, bahwa debit air akan menyusut pada musim-musim tertentu. Dengan fenomena itulah, maka para petani terancam kekurangan air untuk

mengaliri sawah. ‘’Kita semua tahu, bulan ke sembilan (September) sampai bulan ke sebelas (November) air kecil  Baca Petani...Hal 39

Untuk Mengairi 4.422 Ha Sawah Pengerukan Sedimen di Dam K Plampangrejo CLURING – Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Banyuwangi, Guntur Priambodo, akhirnya angkat bicara terkait pengerukan sedimen di kawasan Dam K, di Desa Plampangrejo, Kecamatan Cluring. Menurut Guntur, aktivitas di Dam K Desa Plampangrejo itu merupakan pengerukan sedimen yang dilakukan oleh kelompok karang taruna setempat. “Aktivitas di sana bukan penambangan pasir, tapi pengerukan sedimen. Lokasi yang dikeruk juga di lokasi milik dinas pengairan. Ini yang harus diperjelas dulu,” kata Guntur ditemui di selasela meninjau lokasi Dam Kalisetail di Dusun Maron,

Kecamatan Genteng, kemarin pagi. Seperti diberitakan sebelumnya, pengelola yang mengeruk sedimen Sungai Setail --tepatnya di sekitar kawasan Dam K, Desa Plampangrejo-- tampaknya bergeming tentang penolakan warga. Buktinya, aktivitas menggunakan mesin backhoe kembali dilanjutkan. Padahal, puluhan warga yang tinggal di Dusun Perangan, Desa Keradenan, Kecamatan Purwoharjo menyatakan agar tidak ada aktivitas penambangan. Kesepakatan itu terjadi dalam pembahasan dengan muspika dan dinas PU Pengairan Banyuwangi di kantor Desa Keradenan, Kamis lalu (4/4). Guntur menjelaskan, pengerukan tersebut penting dilakukan karena endapan sedimen yang merupakan kiriman dari aliran sungai Kalisetail dan Sungai Simbar di lokasi terse-

but terus menumpuk. Pengerukan terhadap sedimen yang terus menumpuk tersebut belum pernah dilakukan sejak 11 tahun lalu. “Terakhir kali dilakukan pengerukan pada tahun 2002 dengan dana APBD waktu itu Rp 400 juta,” jelas Guntur. Karena lama tak dikeruk, dinas PU Pengairan berinisiatif untuk mengangkat endapan tersebut. Tujuannya untuk memperlancar aliran air dan optimalisasi operasi serta pemeliharaan Dam K  Baca Untuk...Hal 39

ABDUL AZIZ/RABA

PAKAI SERAGAM BALAP: Guntur Priambodo saat meninjau lokasi Dam Kalisetail, Kecamatan Cluring, pagi kemarin.

PNM Perluas Jaringan Potensi UMK Banyuwangi Prospektif BANYUWANGI—PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Persero, lembaga keuangan nonbank milik negara, khusus bagi pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) memperluas layanan bagi usaha mikro di Banyuwangi. Ini menyusul semakin meningkatnya potensi bisnis usaha mikro kecil (UMK) di Banyuwangi. Pemimpin PNM Cabang Jember Suryaddin mengatakan, besarnya potensi bisnis mikro itu tecermin dari pertumbuhan pembiayaan mikro PNM yang cukup signifikan. Per Februari 2013, PNM Cabang Jember mencatat total outstanding pembiayaan mikro sebesar Rp 113,78 miliar kepada total nasabah (NOA) sebanyak 7.971 nasabah. “Nilai pembiayaan ini tumbuh pesat sekitar 52,7 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp74 miliar kepada sebanyak 2.056 nasabah,” katanya dalam pembukaan Gathering dan Pelatihan Pengembangan Kapasitas Usaha di Hotel Baru Beach Banyuwangi, Sabtu pagi (6/4). Dengan kinerja yang positif ini, PNM memperluas jaringan layanan mikro di daerah tersebut. Pada tahun ini, perseroan membuka satu kantor klaster dan lima kantor unit layanan modal mikro (ULaMM). Sehingga, PNM Cabang Jember kini memiliki empat kantor klaster yang

IRWAN/RaBa

GATHERING: Arief Mulyadi, Kepala Divisi PKU PNM Pusat memberikan sambutan pembukaan di Hotel Baru Beach Banyuwangi, Sabtu (6/4) lalu. membawahi 25 kantor ULaMM. Kelima kantor unit baru tersebut adalah ULaMM Seduro, ULaMM Maesan, ULaMM Besuki, ULaMM Banyuwangi Kota, dan ULaMM Leces. Ditambah klaster Besuki, yang melengkapi tiga klaster yang ada selama ini, yaitu Jember, Tanggul, dan Banyuwangi. “Selama ini banyak pelaku usaha mikro yang masih belum bisa dijangkau dengan unit yang ada, sehingga perlu dilakukan penambahan kantor ULaMM. Dengan penambahan jaringan, kami yakin hal ini akan meningkatkan kualitas layanan kepada para pengusaha mikro,” ujarnya. Dijelaskan, penambahan ini dilakukan karena ada beberapa unit yang tidak bisa lagi melayani satu daerah, sehingga perlu diperluas. Di Situbondo ditambah dengan ULaMM Besuki. “Kelima ULaMM tersebut memiliki potensi usaha mikro di sektor perdagangan, khususnya pengumpul hasil bumi, serta industri rumah tangga ma-

kanan olahan,” ujarnya. Arief Mulyadi, Kepala Divisi Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) mengatakan, untuk membantu bisnis pembiayaan di Jember, pihaknya memberikan program capacity building melalui pelatihan dan pendampingan usaha kepada para nasabah UMK. Sehingga, para nasabah UMK bisa menciptakan nilai tambah dan daya saing bagi bisnisnya. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan para nasabah juga bisa lebih optimal dalam memanfaatkan jasa pembiayaan dari PNM dan sekaligus mampu meningkatkan kapasitas usahanya. PNM Cabang Jember menggelar pelatihan reguler program PKU kepada sekitar 125 nasabah UMK dari berbagai sektor usaha. Untuk memberikan pelatihan UMK ini, PNM menghadirkan Cucuk Rustandi, trainer UMKM terkemuka. Sepanjang tahun 2012, PNM telah memberikan pelatihan sebanyak 132 kali kepada 7.425 UMK di 27 provinsi di Indonesia. (adv)


32

KOMUNIKASI BISNIS

Senin 8 April 2013

Puncak Harlah Muslimat Meriah

ISTIMEWA

BERGEMBIRA: Siswa SMPN 2 Banyuwangi saat mengikuti NSSC 2013 di Puslatpur Karangtekok, Situbondo.

BANYUWANGI - Puncak Harlah Muslimat NU ke-67 yang dilakukan Minggu (7/4) kemarin mencapai puncaknya. Selain dihadiri Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, juga dihadiri oleh Bupati Abdullah Azwar Anas, Ketua Pengurus Wilayah Muslimat Jatim; Masruroh Wahid, Ketua PC NU Banyuwangi KH Masykur Aly, serta anggota muslimat NU se-Kabupaten Banyuwangi. Ketua Muslimat Banyuwangi, Dra Hj Ma’mulah Harun mengatakan, rangkaian harlah muslimat NU ke-67 ini merupakan puncak dari rangkaian harlah yang sudah digelar sejak bulan lalu. Ada beberapa lomba-lomba untuk memeriahkannya. Di antaranya, menyanyikan Mars Muslimat NU, lomba pidato dengan tema Revitaslisasi Peran Muslimat NU di Masyarakat, dan lomba cerdas cermat. Selain lomba, rangkaian kegiatan yang lainnya adalah ziarah makam dan silaturahmi kepada tokoh-tokoh NU dan muslimat NU Banyuwangi. “Nah, hari ini semua pemenang lomba diumumkan sekarang. Sekalian disaksikan oleh Bu Khofifah,” jelas politisi PKB itu. Ketua PC NU Banyuwangi, KH Masykur Aly mengatakan, peringatan harlah adalah saat yang tepat untuk melakukan evaluasi dan penyegaran kembali, penguatan

TOHA/RaBa

SELAMAT: Pemenang lomba dalam rangkaian harlah muslimat NU ke-67 berfoto bersama Bupati Anas, Khofifah Indar Parawansa, Masruroh Wahid, serta Ma’mulah Harun di Gesibu Blambangan kemarin.

ideologi, dan program-program ke depan. Untuk terus dikembangkan dengan tidak meninggalkan keutuhan dan kemurnian identitas diri muslimat NU sebenarnya. “Kegiatan hari ini salah satu bukti jika muslimat NU di Banyuwangi sangat kompak dalam gerak dan langkah,” ujarnya. Bupati Abdullah Azwar Anas dalam sambutannya memberikan apresiasi yang besar terhadap peran serta muslimat NU dalam mendukung kelancaran pembangunan di Banyuwangi. Menurut

Anas, muslimat NU turut memberikan konstribusi besar terhadap keberhasilan pembangunan. “Oleh karena itu, saya mengucapkan selamat harlah,” tegasnya. Sementara itu, Khofifah Indar Parawansa dalam orasi kebangsaan berpesan agar kiprah muslimat NU yang selama ini sudah dilakukan di berbagai bidang terus dijaga dengan baik. Di era keterbukaan dewasa ini, diharapkan peran serta muslimat harus lebih pesat lagi. Mengingat tantangannya juga tidak kalah hebat. (adv/als)

SMPN 2 Banyuwangi

Siswa Bangga Ikut Kemah NSSC Yusuf Widyatmoko Terpilih Aklamasi BANYUWANGI - Tio, itulah nama panggilan pelajar SMPN 2 Banyuwangi, yang ikut serta merasakan kekaguman yang berkesan mendalam dari kegiatan perkemahan Nationality Super Scout Camp ( NSSC) 2013 beberapa hari lalu di Puslatpur Marinir Karangtekok, Situbondo. Pelajar yang memiliki nama lengkap Tio Adityatama itu merupakan putra pertama dari Agus Ardianto dan Sriminartin yang tinggal di Jalan Ikan Mujahir No. 54 Tukang Kayu, Banyuwangi. Tio mengatakan, sejak awal dia tahu bahwa sekolahnya akan menggelar NSSC 2013. Dia pun langsung menyatakan minatnya untuk mengikuti. Namun, keinginannya untuk ikut tidak mudah. Sebab, dia harus lolos seleksi sebagai peserta NSSC 2013 yang dilaksanakan oleh sekolahnya. Dia juga harus mendapat restu dari kedua orang tuanya. Untungnya, dia merasa bersyukur kedua orang tuanya sangat mendukung kegiatan tersebut. Tio Adityatama yang sekarang masih duduk di kelas 7A SMPN 2 Banyuwangi itu

Jabat Ketua PMI Periode Kedua

menyampaikan, awal ikut kegiatan ini, dia sempat khawatir. Kegiatan perpeloncoan ataupun latihan ala militer, kata dia, dirasakan amat berbahaya. Apalagi lokasi perkemahannya di Puslatpur Marinir. Tapi, setelah dijalani ternyata sangat menyenangkan dan mengesankan. Bahkan jauh dari perpeloncoan ala militer seperti yang dia bayangkan sebelumnya. “Saya sangat senang dan bangga bisa mengikuti kegiatan tersebut. Karena banyak hal baru yang saya dapatkan.

Seperti jelajah alam di areal perbukitan, arung jeram, dan pengenalan senjata yang disampaikan Bapak-bapak Marinir,” katanya. Sriminatin, ibunda Tio, yang sempat mengunjungi putranya di lokasi perkemahan juga mengaku terkesan. Dia sangat puas dengan kegiatan yang digagas SMPN 2 Banyuwangi tersebut. Dia yakin, anaknya aman selama berada di sana. Sebab, selain diawasi para pembina pramuka dan marinir, di lokasi juga ditunjang dengan fasilitas yang memadai. Seperti balai pengobatan, pusat informasi, Aula (balai prajurit), masjid, kamar mandi yang luas, dan perlengkapan arung jeram, serta rafling yang memadai. Dia berpendapat, kegiatan tersebut sangat positif bagi putranya. Karena dapat melatih kedisiplinan dan kemandirian. “Yang paling penting, kegiatan ini bisa bermanfaat untuk kedisiplinan, persahabatan, dan kerjasama tim dalam meraih kesuksesan,” kata ibu yang akrab dipanggil Mimin itu. (adv/als)

BANYUWANG I - Mu s y awarah Kabupaten (Muskab) Palang Merah Indonesia (PMI) Banyuwangi menghasilkan suara aklamasi bagi Ke t u a P M I Ba n y u w a n g i , Yusuf Widyatmoko, untuk memimpin PMI untuk periode keduanya. Muskab juga menyetujui hasil laporan pertanggungjawaban kepengurusan Yusuf Widyatmoko periode 2008-2013. Muskab yang digelar Sabtu (6/4) lalu di Aula PMI Banyuwangi itu juga dihadiri oleh Wakil Ketua PMI Jatim, H. Hindarto. Ketua panitia Muskab, H Hariadji Soegito mengatakan, muskab ini sesuai amanah AD/ART PMI Banyuwangi. Peserta muskab berjumlah 81 orang. Mereka berasal dari utusan PMI Jatim, pengurus PMI, unit donor darah, utusan PMI kecamatan seBanyuwangi, dinas, perguruan tinggi, BUMD. “Acara pokok muskab ini adalah untuk melaporkan hasil program kerja kepengurusan 2008-2013 serta

rencana program kerja 2013 dan pemilihan kepengurusan baru 2013-2018,” kata mantan Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi itu. Wakil Ketua PMI Jatim, H. Hindarto dalam sambutannya mengatakan, PMI sebagai organisasi sosial, di mana pengurusnya dalam menjalankan tugas-tugasnya tidak mementingkan bisnis. Oleh karena itu, dia berharap agar pengurus PMI Banyuwangi harus tetap militan di garis depan untuk

membantu masyarakat yang terkena musibah alam. “PMI Banyuwangi sangat militan. Untuk itu saya mengucapkan selamat muskab,” kata mantan Bupati Tuban itu. Sementara itu, Wakil Ketua PMI Banyuwangi, Dr H Nu r ha d i m e na m b a h k a n , program kepengurusan PMI Banyuwangi periode 20132018 di antaranya adalah memperkuat pembina PMR di setiap sekolah-sekolah. Hal ini sangat penting. Karena

para siswa adalah orangorang muda yang diharapkan dapat menjadi penyelamat warganya. Untuk mendukung misi ini, PMI membentuk struktur baru. Yaitu membentuk dewan kehormatan yang dikomandani Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Drs. Sulihtiyono. “Diharapan, beliau menjadi jembatan antara pihak sekolah dengan PMI untuk membentuk pembina PMR di setiap sekolah,” pungkas Nurhadi. (adv/als)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Mercy E200K'05 •

• Chevrolet Aveo ‘04 •

• Chery Tiggo ‘08 •

• Puri Mendut •

• Ruko Gandeng •

Mercy E200K'05 full moduf AMG,velg+ban baru, asuransi sd 2015. Pajak baru, ist,dijamin puas, jual cepat.Peminat serius diskon khusus lumayan. Hub 081234587000

Dijual Chevrolet Aveo 1.5L MT tahun 2004 hitam metalik, harga 87,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Chery Tiggo 2.0L Mt tahun 2008 hitam harga 115 juta nego, barang istimewa , bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Mitsubishi Kuda ‘99 •

• Toyota Kijang ‘97 •

• Nissan Livina ‘08 •

Dijual Mits Kuda VB5W GLS (solar) tahun 1999 hijau muda metalik harga 77,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hub: (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Dijual Toyota Kijang LF80 SPR (solar) tahun 1997 hijau metalik harga 87,5 juta nego, barang istimewa, bisa kash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Dijual Nissan Livina 1.5 4x2 MT XR tahun 2008, abu-abu tua metalik, harga 132,5 juta nego, barang istimewa, bisa kash/kredit, hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

• Kijang LGX ‘04 •

• Honda Jazz ‘08 •

• Bus Mitsubishi ‘87 •

Dijual Toyota Kijang LGX bensin tahun 2004 silver stone, harga 135 juta nego, bisa cash/ kredit atau tukar tambah, hubungi 081336666171

Dijual Honda Jazz tahun 2008, warna hitam, manual, mulus, harga 157 juta nego, Toko Kurnia Sumberayu, hubungi 0811354594

Dijual Bus Mitsubishi Tahun1987 barang istimewa, AC, 40 kursi, harga 95 juta nego/ kredit, hubungi 081216866602/ 087857311088

• Minibus Isuzu ELF ‘08 •

• Minibus KIA Pregio ‘08 •

• Honda Jazz ‘08 •

Dijual Mini Bus Izusu ELF Tahun 2008, body baru/AC/TV audio, harga 195 juta, harga nego/kredit hubungi 081216866602/ 087857311088

Dijual Mini Bus KIA Pregio Tahun 2008 body baru, harga 145 juta, bisa nego, hubungi 081216866602/087857311088

Dijual Honda Jazz GD 3 1,5 IDSI AT’ 2008, warna putih, barang siap pakai. Harga 150 juta nego (085859445277)

Tio Adityama

• Peluang Usaha •

• Toyota Soluna •

Ingin punya usaha tanpa ganggu pekerjaan? Modal minimal 10 juta, tidak perlu bayar pegawai, keuntungan pasti 100% dalam 24 bulan. Hubungi: 03337611387

Dijual Toyota Soluna 2003 hitam, metalik, hub: 082141268922 / 087857370701

LAPORAN DITERIMA: Yusuf Widyatmoko didampingi Nurhadi sesaat setelah muskab selesai yang digelar di Aula PMI Banyuwangi, Sabtu (6/4) lalu.

TOHA/RaBa

• Rajah Kijang Kencono • Ush rajah Kijang Kencono mdl sdkit Insya Allah hsilny mmuaskan yg pnting ush; 085236824224 Rumah siap huni di Puri Mendut, Jl. Mendut 88 Banyuwangi (100m dari Kantor Pemda), cash/kredit, bunga ringan. 081336143490, cepetan sisa hanya 5 unit.

• STNK •

Dijual ruko gandeng. L42m2 & 45m2. Lokasi Tengahkota,strtgis.(dpnalun-alun,dekatBank Mandiri, Telkom, Kantor Pos). Hub 081336119000,03337751000.TanpaPerantara.

• Rumah+Tanah+Toko •

SITUBONDO

Djl cpt Perum Griya Giri Mulya WX-01/ WX-02 hrg nego. Hub: 085353574360 SHM

• Jl. Ahmad Yani •

Djl rmh di Bwi L+330, 130 jt & djl tnh+Toko L1200 Sembulung Cluring 300jt. 087755630534

Djl Ruko pusat kota + 400m2, Jl. Ahmad Yani 106 A, 081336436864 / 0338671304

BANYUWANGI

Hlg STNK P 5319 ZK, an. Gatot Santoso. Perum Mendut Regency Blok M 11 03/04Tamanbaru

BANYUWANGI

Hlg STNK P 5298YK, an.B Wulan Hidayatsih. Jagung Suprapto 25 02/04 Penganjuran

• Marketing •

Hlg STNK Nopol P 2218 ZG, an. Siti Fatwa. Krajan RT03/02 Segobang, Licin

Lowongan Marketing, Pria, min SMA, mempunyai pengalaman Marketing, pekerja keras, mampu kerja ditarget. Lam krm ke: KSU Syirkatul Muamalat Syari’ah, Tegalmojo, Singojuruh, T: 635900

Hlg STNK Nopol P 4109 XT, an. Luluk Khodiyah, Krajan 01/03 Cluring

BANYUWANGI • Tepi Jalan Raya • Djl tanah tepi jalan raya, sblh showroom mobil Sraten, L4000m2. Hub:082336199061

PEMBERITAHUAN Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhatihati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak bertanggungjawab atas semua


BALJEBOL

Senin 8 April 2013

BALI

BANJIR

Hujan Genangi Persawahan BONDOWOSO - Hujan yang setiap hari mengguyur Bondowoso membikin repot petani. Limpahan air hujan itu menggenangi areal persawahan hingga membuat bibit tanaman padi yang akan ditanam berpotensi rusak. “Kalau air terlalu banyak, petani juga ikut repot sebab bibit padi atau tanaman padi akan rusak,” kata Muasin, 56, seorang petani di Desa/Kecamatan Tenggarang kemarin (7/4). Sebab, buliran padi tidak bisa berkembang dengan baik karena terlalu banyak mengandung air. Sementara itu, Ketua Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Bondowoso Nimanto menyatakan jika petani saat ini mengalami penurunan volume produksi panenan.”Kalau biasanya bisa panen 5 ton per hektare, saat ini petani rata-rata memanen sebanyak 4 ton saja per haktarenya,” jelasnya. Karena banyak petani yang mengalami gagal panen. Menurut dia, padi banyak yang rusak dengan kondisi gabahnya menghitam. ‘’Air hujan yang turun pada malam hari, menyebabkan kerusakan pada gabah atau padi. Sebab, saat itu buah padi tidak bisa berkembang dengan baik,” katanya. Namun, jika hujan turun pada pagi atau siang hari, tidak akan menyebabkan padi rusak.”Sebab, saat pagi atau siang, air hujan cepat terserap atau menguap karena nantinya akan ada panas matahari,” ujarnya.(eko/wah)

JEMBER

BONDOWOSO

37

LUMAJANG

Tolak HGU Diperpanjang, Petani Demo LUMAJANG—Masyarakat petani penggarap lahan milik PT Aneka Usaha Perkebuan (UAP) menolak perpanjangan hak guna usaha (HGU) atas lahan seluas 261.459 ha yang dikelola perusahaan tersebut. Bahkan, petani penggarap menyegel kantor perusahaan tersebut. Informasi yang berhasil dihimpun koran ini menyebutkan, puluhan orang mendatangi kantor PT UAP yang terletak di Desa Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian, kemarin. Mereka menolak rencana

perusahaan tersebut yang ingin memperpanjang HGU lahan yang sebentar lagi habis izinnya. Bahkan, warga melakukan penyegelan terhadap kantor tersebut sebagai bentuk penolakan warga. Abdurahman Supini, salah satu petani penggarap kepada sejumlah wartawan mengatakan, petani penggarap sudah tidak mau lagi perusahaan memperpanjang HGU tersebut. Alasannya, selama ini petani banyak dirugikan oleh perusahaan tersebut.(wan/sh/jpnn)

SAMSAT

Ridwan/Radar jember/jpnn

KOMPAK: Warga Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang tak ingin PT UAP memperpanjang HGU karena dianggap merugikan.

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

HABIS - Petugas Kantor Satlantas Polres Jember saat melalukan sosialisai di salah satu diler sepeda motor di Jember.

Stok BPKB-STNK Habis SUMBERSARI – Masyarakat yang membeli motor baru sementara waktu tak bisa langsung mendapatkan BPKB maupun STNK. Pasalnya, stok BPKB dan STNK di Kantor Satlantas Polres Jember saat ini sedang habis. Kekosongan terutama untuk kendaraan sepeda motor. Kasat Lantas AKP Purbaya, mengakui akan kekosongan buku BPKB tersebut. “Karena belum ada pengiriman lebih lanjut dari Korlantas Polri,” jelasnya. Hal itulah yang membuat pihaknya tidak bisa memberikan pelayanan penerbitan buku BPKB tersebut untuk sementara waktu. Bahkan, secara khusus, dia meminta maaf kepada seluruh masyarakat Jember atas ketidaknyamanan karena pelayanan yang sedikit terganggu tersebut. Bahkan, pihaknya memprediksi jika keterlambatan itu akan berlangsung cukup lama, yakni bisa saja baru bisa dilayanan sekitar enam bulan kedepan. Namun, pihaknya berharap agar masyarakat tidak perlu khawatir, pasalnya pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan kekosongan bahan materiil Buku BPKB dan STNK itu. Antara lain telah melalukan sosialisasi kepada beberapa diler motor yang ada di Jember. Untuk menutupi keterlambatan penerbitan BPKB di kantor Satlantas Polres Jember dikarenakan telah terjadi kekosongan material (buku) BPKB itu, warga diberikan Surat Keterangan Sementara untuk kepemilikan sepeda motor. Ini berdasarkan UU RI no 22 tahun 2009 tentang lalu Lintas dan angkutan jalan. Sehingga pemilik kendaraan akan mendapatkan Surat Keterangan Pengganti Sementara yang fungsinya sama dengan BPKB asli. “Surat keterangan ini berlaku selama 6 bulan ke depan,” jelasnya. Surat itu dapat diganti dengan BPKB yang asli jika nantinya bahan materialnya sudah ada lagi di Satlantas Polres Jember. (jum/ram/wah/jpnn).

ADA APA LAGI

Salip Jeep, Dua Pengendara Tewas Ngebut, Motor tanpa Lampu Penerangan JENGGAWAH – Kecelakaan membawa korban terjadi di Jalan Raya Dusun Pondoklalang Desa Wonojati Kecamatan Jenggawah Minggu dinihari kemarin (7/4). Dua pengendara yang ngebut tanpa lampu penerangan menyenggol kendaraan lain dan terjatuh di aspal. Nahasnya, dari arah berlawanan muncul truk TNI milik Yon Armed yang sedang melaju. Akibatnya, Herman, 20 warga Dusun Patemon Desa Mangaran Ajung yang berboncengan Zaenuri, 20, temannya terlindas truk dan meninggal di lokasi kejadian. Saat itu, motornya yang kendarai korban tak dilengkapi lampu penerangan. Ketika melaju di jalan menikung tepatnya di depan SDN Wonojati 2, korban berusaha mendahului mobil Jeep yang tidak diketahui identitasnya yang samasama melaju dari arah selatan. Saat berusaha mendahului itulah, motor korban menyenggol kendaraan di depannya hingga oleng dan menyebabkan pengendara motor bersama motornya terjatuh. Saat motor dan korban terjatuh kearah kanan, bersamaan muncul truk TNI milik Yon Armed 8 Nopol 8780-01 yang melaju dari arah Jember. Brakkkk, dua korban bersama motornya yang dikendari masuk di bawah truk TNI dan korban terlindas. Demikian juga dengan motor korban yang tidak dilengkappi dengan lampu penerangan masuk di bawah kolong truk hingga terlindas dan tak berbentuk lagi.

RADAR JEMBER/JPNN

RADAR JEMBER /JPNN

MROTOLI: Sepeda motor yang dikendarai herman rusak parah setelah ditabrak jeep.

Kedua korban yang tewas mengalami luka-luka di bagian kepala dan meninggal di TKP. Menurut sumber di lokasi kejadian , saat itu korban mengendarai kendaraan dari arah selatan dengan kecepatan tinggi. Sebelum terjadi kecelakaan, korban berusaha mendahaui kendaraan yang berada di depanya. Karena terjadi benturan motor korban oleng dan jatuh kearah kanan. Karena jarak yang terlalu dekat dan tanpa penerangan, sopir truk Praka Tulub Sugianto bersamatemannya tak bisa mengurangi laju kendaraan. Akhirnya motor yang sudah dalam posisi jatuh kejalan aspal dan berada di tengah

jalan akhirnya tertabrak truk milik Yon Armed 8. Warga yang mengetahui terjadinya kecelakaan tersebut langsung melaporkan ke Polsek Jenggawah. Tak lama kemudian petugas polsek langsung mendatangi TKP dan mengamankan barang bukti. Selanjutnya korban sempat dilarikan ke Puskesmas Jenggawah. Sementara motor korban yang mengalami rusak berat langsung diamankan di unit Laka lantas Polres Jember di Sumbersari. Demikian juga dengan truk TNI milik Armed 8 Ambulu sementara di amankan di Sumbersari (jum/ram/wah/jpnn)

Klaim Ketua PCNU Diprotes BONDOWOSO – Pernyataan ketua PC NU Bondowoso, KH Abdul Qodir Syam yang menyatakan bahwa NU melahirkan PKB berbuntut panjang. Hal itu setelah DPC PPP Bondowoso menganggap bahwa pernyataan tersebut tidak sesuai dengan fakta yang ada. KH. Imam Thahir, Sekretaris PPP Bondowoso mengungkapkan, pihaknya menyayangkan pernyataan ketua PCNU dalam kegiatan konsolidasi PKB dan NU di kantor DPC PKB beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan tersebut, ketua PCNU menyatakan bahwa PKB dilahirkan oleh NU. Pernyataan itulah yang menurutnya perlu diluruskan. Karena sejak muktamar tahun 1984, NU telah menyatakan kembali ke khittah. Hal itu diperkuat dalam Muktamar di Lirboyo, Kediri yang menguatkan bahwa NU tidak lagi berorientasi pada politik praktis. Sehingga pasca muktamar tersebut, kata Thahir, secara institusional dan jami’iyah, NU tidak lagi pernah melahirkan partai apa pun, termasuk PKB. “Pasca melahirkan PPP, tahun 1973, secara Jami’iyah tidak pernah ada lagi partai yang dilahirkan oleh NU secara institusional dan jami’iyah,” ujar politisi yang juga wakil ketua DPRD Bondowoso ini. Untuk itulah, saat ada bahasa bahwa NU melahirkan PKB, menurutnya itu adalah penghianatan terhadap khittah itu sendiri. Dia mencurigai, jika statement tersebut hanya untuk memenuhi kepentingan sesaat saja. Thahir menambahkan, terkait lahirnya PKB pasca reformasi, tokoh-tokoh NU waktu itu yang membentuk PKB. Melihat kondisi riil dan terjadi pergulatan politik secara nasional waktu itu, maka muncullah gagasan dari beberapa pengurus dan individu PB NU untuk membentuk partai islam bernama PKB. “Namun dia menggaris bawahi bahwa itu bukanlah NU secara institusional. Sama halnya ketika sejumlah tokoh NU mendirikan PKNU,” ungkapnya. Kendati demikian, pihaknya yakin bahwa warga nahdliyin saat ini sudah lebih kritis dan tidak mudah diombang-ambingkan oleh pernyataanpernyataan politik yang tidak berdasar. Seperti diberitakan sebelumnya (3/4), Ketua PC NU Bondowoso, KH. Abdul Qadir Syam kepada wartawan usai melakukan pertemuan dengan pengurus DPC PKB menjelaskan bahwa PKB dan NU tidak bisa dipisahkan. PKB yang lahir dari rahim NU adalah alat perjuangan.(esb/wah)

TINGGAL RANGKA: Sepeda motor milik Ahmad Zaeni setelah dibakar massa.

Motor Selingkuhan Dibakar

Ketika Pasien Bibir Sumbing Latihan Fashion

SUMBERBARU – Ini peringatan bagi masyarakat agar selalu setia dengan pasangannya. Ahmad Zaeni, 37, warga Dusun Kebonan, Desa/Kecamatan Gumukmas, kemarin (7/4) nyaris tewas di hajar massa. Pasalnya, korban ketahuan berada di rumah selingkuhannya Marwiyah, 33, di Dusun Tampingan, Desa Gelang, Sumberbaru. Warga yang kesal dengan ulah pelaku langsung menelanjangi dan menghakimi pelaku hingga nyaris tewas. Tidak hanya dihajar beramai-ramai, tetapi kaki dan tangan Zaeni diikat ke belakang di depan rumah Marwiyah, sehingga menjadi tontonan warga. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Jember, aksi nekat pasangan haram ini bermula saat Mahdi, 35, suami Marwiyah, hendak pergi ke Batu Ampar, Madura. “Suaminya sejak sore pamit ke Madura untuk menghadiri undangan pernikahan,” kata seorang warga yang enggan menyebutkan namanya. Kesempatan ini digunakan Zaeni dan Marwiyah untuk memadu kasih. Zaeni sudah tibu di rumah selingkuhannya itu Sabtu, sekitar pukul 22.00. Apesnya, saat Zaeni masuk ke rumah Marwiyah, ada warga yang mengetahui. Warga tersebut langsung mengabari Mahdi. “Ada yang menelepon Mahdi yang sudah di Terminal Bungurasih dan memberikan tahunya bahwa istrinya memasukkan laki-laki lain,” ujar sumber tersebut. Mendengar kabar itu, Mahdi membatalkan perjalanannya ke Madura. Mahdi langsung pulang ke Jember menggunakan bus. Sembari menunggu Mahdi datang, warga telah mengepung rumah Marwiyah. (jum/ram/har/jpnn)

Tetap Pede Meski Berlenggok di Depan Tentara Bila ada pasien bibir sumbing dilatih khusus fashion, itulah yang terlihat di gedung BSTC (Bina Sehat Training Centre) Jember, kemarin. Anak-anak yang digembleng khusus oleh pakar fashion ini adalah peserta operasi bibir sumbing yang baru saja menjalani operasi gratis di Rumah Sakit Bina Sehat Jember. RULY EFENDI, Jember SIANG itu suasana gedung BSTC Jember agak lain dari hari biasanya. Anak-anak sumbing berlenggak-lenggok

di lantai. Mereka tetap percaya diri (pede) meski ditonton banyak orang. Sesekali anakanak itu berjalan di depan para tamu undangan untuk mempertontonkan kebolehanya. Acara seperti ini jarang dilakukan oleh instansi manapun. Baru kali ini fashion yang melibatkan anak sumbing digelar di Jember. Acara ini bekerja sama dengan 5 kodim dilimakabupatenmeliputi,Jember, Bondowoso,Lumajang,Situbondo, dan Banyuwangi, serta TP PKK Kabupaten Jember. Menurut dr Faida, direktur Rumah Sakit Bina Sehat Jember, apa yang dilakukan tersebut, sebagai upaya menumbuhkan rasa kepercayaan pada diri setiap mantan pasien bibir sumbing. Selain itu, dirinya juga ingin mengajak mantan pasien bibir sumbing, mengukir sejarah di kehidupan

ARIMAC WILANDER/RADAR JEMBER/JPNN

MILIKI SENYUM BARU: Pasien bibir sumbing yang telah berhasil menjalani operasi gratis dilatih fashion agar semakin percaya diri.

mereka masing-masing. “Kami ingin mereka memiliki rasa percaya diri, karena kami yakin mereka memiliki talenta yang sebenarnya begitu luar biasa,” ujarnya. Masih kata dr Faida, para mantan pasien operasi bibir sumbing tersebut, akan ditampilkan di hadapan ribuan undangan saat acara penutupan

‘Sinergi Aksi Kemanusiaan’, yang akan diselenggarakan di halaman RS Bina Sehat Jember 10 April mendatang. Saat acara penutupan tersebut akan hadir Pangdam V Brawijaya dan bupati di lima kabupaten yang menjadi cakupan aksi sosial. Bahkan kata Faida, mereka nantinya anak-anak mantan pasien

bibir sumbing akan berjalan di atas catwalk sepanjang 16 meter, tak ubahnya peragawan dan peragawati profesional. “Mereka nanti akan jalan di atas catwalk sepanjang 16 meter. Agar lebih tampak bagus, kami sudah siapkan mereka pelatih fashion show profesional. Bahkan, kostum mereka pun nantinya dirancang khusus oleh desainer ternama,” ungkapnya. Sementara itu, Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Infantri Tri Rana Subekti, yang ikut menyaksikan latihan fashion show mengaku lega bisa berkontribusi dalam `Sinergi Aksi Kemanusiaan` operasi gratis bagi 1.000 kaum duafa ini. Menurut dia, aksi sosial yang mereka lakukan itu, bisa membuat putra bangsa kembali hidup normal dan kembali bisa menatap masa depannya lagi.(jpnn)


38

Senin 8 April 2013

LIGA PELAJAR

PBSI Masukkan Tim Porprov Jadi Peserta di Ajang Banyuwangi Open NIKLAAS ANDRIES/RaBa

BANGGA:Tim SMA 1 Rogojampi berpose bersama tropi Bupati Banyuwangi setelah memastikan juara tingkat kabupaten.

LPI Jatim Digelar Juni

BANYUWANGI - Kejuaraan Banyuwangi Open rupanya juga membawa berkah bagi tim bulu tangkis proyeksi Porprov Jatim mendatang. Kegiatan yang digagas PBSI Banyuwangi mulai 10 hingga 14 April itu bakal menjadi arena pemanasan dan pematangan skuad bulu tangkis Banyuwangi mengghadapi even dua tahunan yang akan

digeber di Madiun tersebut. Untuk itu, induk olahraga bulu tangkis di Banyuwangi itu pun menyertakan tim putra dan putri dalam kejuaraan yang memperebutkan Piala Bupati Banyuwangi itu. Tidak kurang dari 13 pemain putra maupun putri yang merupakan skuad Porprov Banyuwangi dipastikan turun dalam kejuaraan yang dipusatkan di GOR Tawang Alun Banyuwangi ini. Ofisial sekaligus pelatih tim Porprov Banyuwangi, Aditya Wahyono men-

gatakan, untuk kepentingan pematangan dan evaluasi akhir jelang Porprov nanti, seluruh pemain akan diikutsertakan dalam Banyuwangi Open. Mereka akan turun di sejumlah kelas yang akan dipertandingkan. Para pemain proyeksi Porprov yang akan tampil adalah, untuk tim putra akan diisi Bramantya Wahyono, Zacky, Sugeng, Bobit, Canggih, Faisol, dan Rifki. Sedangkan pebulutangkis putri, tuan rumah akan menyertakan Firda, Emil, Nelly, Rohma, dan Icha. “Yang

BANYUWANGI - Jawara Liga Pendidikan Indonesia (LPI) regional Banyuwangi rupanya harus tetap fokus untuk tampil di ajang tingkat provinsi. Sebab, LPI tingkat Jawa Timur (Timur) itu akan diputar Juni mendatang. Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Ahmad Khairullah menuturkan, sampai saat ini memang belum diputuskan jadwal resmi LPI tingkat provinsi. Hanya saja, merunut manual LPI, kompetisi antar pelajar se-Jatim itu diprediksi dilaksanakan paling cepat Juni mendatang. “Ya kalau tidak salah bulan Juni atau dua bulan lagi,” tuturnya. Sekadar diketahui, dalam kompetisi LPI tingkat provinsi mendatang, Banyuwangi akan diwakili dua sekolah. Di tingkat SMP, ada SMP 1 Srono sebagai jawara LPI regional Banyuwangi. Sedangkan di tingkat SMA, ada SMA 1 Rogojampi yang akan menjadi wakil di kejuaraan antar sekolah di Jawa Timur tersebut. Menilik pengalaman musim lalu, SMA 1 Rogojampi menorehkan prestasi yang cukup fenomenal. Sebagai debutan, tim asal Rogojampi itu mampu finish di posisi runner up. Prestasi itulah yang coba diulangi oleh tim asuhan Nursamsi itu di ajang yang sama tahun ini. Kepala sekolah sekaligus manajer tim, Rodiwanto menargetkan, timnya dapat menebus kegagalan di final LPI Jawa Timur tahun lalu. Dia ingin anak asuhnya kembali menembus final dan meraih juara dalam kompetisi antar pelajar tingkat provinsi tersebut. “Kami targetkan bisa juara di tingkat provinsi. Dan, secara otomatis akan menjadi wakil Banyuwangi dan Jatim di pentas LPI tingkat nasional,” tegasnya. (nic/als)

pasti mereka akan turut ambil bagian di even ini,” tegasnya. Banyuwangi Open sendiri menandingkan enam dan satu nomor tambahan. Nomor yang dipertandingkan itu adalah usia dini putra-putri, tunggal anak putraputri, tunggal remaja putra-putri, tunggal taruna putra-putri, tunggal dewasa putra, dan ganda dewasa putra. Sedangkan satu nomor tambahan adalah nomor veteran. Nomor ini akan menandingkan para pemain senior alias jago kapuk. (nic/als)

GALIH COKRO/RaBa

BELUM MAKSIMAL: Atlet basket saat berlatih di GOR Sahabat beberapa waktu lalu.

Gawat, Empat Pilar Basket Terkapar Gara-gara Uji Coba Lawan Tri Dharma

FOTO-FOTO: NIKLAAS ANDRIES/RaBa

SABET EMAS: Dedi Irawan

Persewangi kembali berlaga di Divisi Utama PSSI. Ayo beri dukungan, kritik, dan saran agar kedua tim tersebut mampu meraih prestasi maksimal. Kirim tulisan Anda melalui SMS ke nomor 087857488787. Tulisan dilarang menghujat, menyerang, dan menghina personal.

Selalu di Belakangmu Semangat, jangan menyerah arek-arek Persewangi karena di belakangmu selalu ada qta, pendukung setiamu Laskar Blambangan Nu Rally, 085745888861

Bangga dengan Prestasimu Ayo Persewangi, semangat kalahkan lawanmu. Tunjukkan bahwa Persewangi club yang hebat. Banggakan rakyat Banyuwangi dengan prestasimu, Laros kan selalu mendukungmu. 087806653005

Satu Asing Ganti Saja Saya Laros Kumendung, Muncar, mohon kepada pelatih untuk mengganti satu pemain asing yang gak bisa main bagus. Bagus K’Cret’s, 087755518697

DUA MEDALI: Rendiyana Putra

Atlet Banyuwangi Sabet 5 Medali Kejurnas Atletik di Jakarta BANYUWANGI - Ambisi sprinter Banyuwangi mempersembahkan medali untuk Jawa Timur dalam dalam kejuaraan nasional (kejurnas) atletik junior dan remaja akhirnya kesampaian. Dalam even yang digelar di Jakarta 3-7 April kemarin, para pelari Banyuwangi berhasil menyumbangkan lima medali dari total 14 medali yang diraih kontingen Jawa Timur. Lima medali yang dihasilkan tersebut tiga di antaranya merupakan medali emas, satu perak, dan satu perunggu. Hasil itu sekaligus mengantarkan Jawa Timur sebagai peraih gelar juara umum dalam kejuaraan yang dipusatkan di lintasan atletik Madya Senayan, Jakarta, ini. “Alhamdulillah target medali tercapai dan Jawa Timur juara umum,” ujar Agus Sujiono, pelatih

atletik Banyuwangi. Dulangan medali emas diawali lewat aksi Nikmatul Nafiah dkk. yang tampil di 4x200 meter estafet. Catatan ini dilengkapi dengan Slamet Rizki dkk. yang juga berjaya di nomor 4x400 meter estafet. Terakhir, medali emas berhasil dikalungkan Dedi Irawan yang tampil di nomor lompat galah. Sedangkan medali perak dan perunggu disumbangkan oleh Rendiyana Putra. Tampil di final 100 meter putra, Rendiyana harus puas finish di posisi

kedua sekaligus berhak dengan medali perak. Sedangkan medali perunggu disumbangkannya saat berlaga di nomor 4x200 meter putra. Hasil ini sekaligus menjadi modal berharga bagi skuad atletik Banyuwangi. Setidaknya, menghadapi beberapa agenda kejuaraan mendatang, tim asuhan Agus Sujiono itu memiliki kerangka target prestasi yang bisa diandalkan. “Ini modal bagus untuk menatap even berikutnya di tahun 2013 ini,” ujarnya. (nic/als)

BANYUWANGI - Ujian berat membayangi tim bola basket Banyuwangi menghadapi babak kualifikasi Porprov akhir bulan April ini. Serangkaian laga uji coba yang dimainkan ternyata membawa tumbal. Sederet pemain kunci mengalami cidera serius saat melakoni pertandingan uji coba kemarin. Di tim putri misalnya, tiga pemain intinya harus mendapat perhatian serius medis. Ketiganya adalah Marshil, Fidi, dan Sherly. Mereka terpaksa harus berurusan dengan petugas medis usai mengalami masalah kesehatan usai beruji coba melawan tim Tri Dharma Sidoarjo kemarin (7/4). “Ya, kondisi mereka masih tanda tanya. Marshil, Fidi, dan Sherly mengalami cidera saat uji coba di Sidoarjo kemarin,” beber Edi Lukisanto, Ketua Perbasi Banyuwangi. Edi menambahkan, cidera

yang dialami ketiga pilar tim putri itu membuat kondisi mereka menjadi tanya tanya untuk menghadapi babak kualifikasi Porprov mendatang. Marshil sendiri harus ditandu keluar setelah mengalami masalah pada tulang rusuknya usai berbenturan dengan pemain lawan. Kondisi serupa juga dialami Fidi yang juga mengalami hal yang sama. Masalah juga dialami Sherly. Pemain bertubuh mungil ini juga berurusan dengan tim medis. Cidera di bagian lututnya membuatnya menjadi tanda tanya untuk bisa diturunkan dalam ajang kualifikasi Porprov mendatang. Dalam laga uji coba itu sendiri, tim putri dipaksa mengakui keunggulan lawannya dengan skor 57-52. Ini adalah kekalahan kedua setelah sebelumnya takluk dari IPH Surabaya dengan skor 80-71. Sementara, tim putra kembali keok saat menantang IPH Surabaya dengan kedudukan 55-36. (nic/als)

ISTIMEWA

ANTUSIAS: Peserta dari PAUD tampil bersama membentuk 12 grup.

Festival Persahabatan di KB/TK Aisyiyah I Peringati Milad ke-53 BANYUWANGI - KB/TK Aisyiyah I Banyuwangi merayakan milad (ulang tahun) ke-53, Sabtu (6/4 ) lalu.Kegiatan milad ke-53 itu dimulai dengan kirab drum band. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan mewarnai dan permainan siswa dari PAUD se-Kecamatan Banyuwangi. Dalam ulang tahun kali ini, panitia sengaja meniadakan lomba. Karena sesuai pesan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, agar tidak melaksanakn lomba untuk kompetisi. “Dalam milad ini kita utamakan persahabatan untuk siswa PAUD dan TK,’’ kata Laili, salah satu panitia. Sementara itu, Kepala Sekolah KB/TK Aisyiyah I Asri Nursalamah SPd mengatakan, di usianya ke53 ini pihaknya berharap agar sekolah bisa menjadi tempat belajar yang terbaik bagi anak-anak yang berbasis Islami dan sekaligus menyiapkan generasi Qur’ani, berakhlakul karimah, berilmu, dan kreatif. ”Semoga dengan peringatan milad ke-53 ini membuat KB/TK Aisyiyah I Banyuwangi bisa semakin maju dan mendukung program Banyuwangi Cerdas,’’ harapnya. (adv/als)

KIRAB: Drum band TK Aisyiyah I melaksanakan kirab memeriahkan milad ke-53 kemarin.

KOMPAK: Panitia milad ke-53 foto bersama di TK Aisyiyah I Banyuwangi.


Senin 8 April 2013

39

HALAMAN SAMBUNGAN

Adegan Mesum Berlangsung di Gudang n AKTOR... Sambungan dari Hal 29

”Tersangka Heri memang mengakui telah merekam gambar sewaktu melakukan persetubuhan. Motifnya agar si cewek tidak berpaling ke lelaki lain,’’ jelas Bagus. Bagaimana dengan tersangka Virna? Pria tersebut dijerat dijerat UU pornografi pasal 20. Dia nyata-nyata telah menyebarkan rekaman video mesum tersebut. Motif penyebaran sebatas ingin tahu adegan mesum yang ada dalam video tersebut. ”Awalnya hanya ingin tahu untuk dikoleksi. Tidak ada motif lain untuk menyebarkan

rekaman video tersebut,’’ tandas Bagus. Diberitakan sebelumnya, sebuah video mesum pasangan muda beredar secara terbatas di Bumi Blambangan. Salah satu lakonnya ternyata masih berstatus pelajar di sebuah sekolah menengah lanjutan tingkat atas di Kecamatan Rogojampi. Untungnya, sebelum video itu menyebar semakin luas di masyarakat, polisi sudah berhasil mengendusnya. Pasangan muda yang melakukan adegan syur dan direkam telepon seluler (ponsel) itu akhirnya ditangkap. Pasangan itu sempat dibawa ke Mapolres Banyuwangi Minggu malam

kemarin (31/3). Pasangan muda yang kini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Banyuwangi itu adalah Heri Kartono, 22, warga Desa Bunder, Kecamatan Kabat, dan Saritem (nama samaran), 16, salah satu pelajar di Kecamatan Rogojampi. Hasil investigasi koran ini menyebutkan, video mesum berdurasi 18 menit memang sudah beredar dari ponsel ke ponsel. Dalam video itu, si cewek berambut panjang masih mengenakan seragam sekolah. Sedangkan lelakinya mengenakan kaus warna merah kombinasi putih. Tersangka Heri terlihat begitu mahir

melakukan adegan seks yang dilakukan di lantai beralas karpet warna hijau tersebut. Adegan yang tidak layak ditiru dilakukan di sebuah gudang warnet di Rogojampi tersebut. Tidak banyak yang tahu jika di dalam gudang itu Heri dan Saritem melakukan adegan mesum. Di bagian akhir adegan ini, kedua pasangan yang bukan muhrimnya itu melepas semua pakaian yang dikenakan. Kecuali kaus kaki Saritem yang berwarna putih tetap dikenakan hingga adegan selesai. ”Barang bukti ponsel berisi rekaman sudah kita amankan. Setelah kita kroscek, tersangka Heri mengakui,’’ ujar

Berharap Pemilu Berjalan Lancar n JALAN... Sambungan dari Hal 29

“jalan sehat ini merupakan kegiatan rutin yang selalu dilaksanakan tiap tahun,” katanya. Waspada menyebut, pihaknya menyediakan hadiah dua motor, sejumlah lemari es, TV berwarna, sepeda dayung dan seabreg hadiah lainnya. “Hadiah ini untuk bukti PT ASDP Indonesia Ferry peduli pada warga sekitar,” katanya.

Setelah jalan sehat, acara dilanjutkan dengan pemberian santunan pada anak yatim dan pengobatan secara gratis. Sementara itu, jalan sehat KPU Banyuwangi diikuti ratusan kader dan pengurus partai politik (parpol) peserta Pemilu Legislatif 2014. Ketua KPU Banyuwangi, Syamsul Arifin mengatakan, jalan sehat yang menempuh rute jalan Agus Salim (– Jalan Adi Sucipto – Jalan A Yani, dan kembali ke kantor KPU melalui jalan

Penataran itu dalam rangka menyongsong pelaksanaan Pemilu Legislatif 2014. Syamsul berharap, pelaksanaan Pemilu di Banyuwangi, terutama Pemilu Legislatif 2014 berjalan lancar dan aman. “Peserta boleh meneriakkan yel-yel masing-masing. Kami juga mengundang pihak Panwaslu (Panitia Pengawas Pemilu),” ujarnya. Sementara itu, Bupati Anas yang ikut jalan sehat mengatakan, kegiatan itu diharapkan

menjadi iktikad baik KPU untuk menggelorakan semangat kebersamaan menyongsong Pemilu 2014. “Pemkab siap menjadi supporting system agar pelaksanaan pemilu berjalan baik dan lancar,” cetusnya. Pada kesempatan yang sama, Bupati juga mengucapkan selamat kepada seluruh perwakilan parpol yang siap mengikuti jalan sehat sekaligus siap mengikuti Pemilu 2014 mendatang. (abi/sgt/bay)

Klaim Didukung 16 Persen Parpol n KHOFIFAH... Sambungan dari Hal 29

“Insyaallah, saya siap maju lagi,” katanya usai menghadiri ulang tahun Muslimat NU di Gesibu Blambangan Banyuwangi kemarin (7/4). Menurut Khofifah, dukungan 16,48 persen itu berasal dari PKB yang jumlahnya mencapai 12 persen. Sedang sisanya, berasal dari sejumlah partai nonparlemen yang sudah resmi menyatakan dukungan pada dirinya. “Suara dari PKB dan partai nonparlemen ini, bila dijumlahkan 16,48 persen,” cetus mantan Menteri Urusan Peranan Wanita pada era Presiden KH Abdurrahman Wahid itu. Dukungan 16,48 persen untuk Pilgub 2014 mendatang

ini, terang dia, bukan sekadar klaim. Hal itu merupakan keputusan resmi dari semua pimpinan parpol. “Ini sudah menjadi keputusan pimpinan parpol tingkat pusat dan wilayah,” katanya. Ditanya sejumlah partai nonparlemen yang tergabung dalam Aliansi Partai Non-parlemen (APNP) telah mendukung calon lain, Khofifah mengaku tidak akan mempersoalkan. Sebab, itu hanya klaim dan bukan keputusan resmi dari parpol tersebut. “Saya ini tidak punya model tukang klaim, yang pasti saya juga didukung oleh partai nonparlemen,” ujarnya tanpa mau menyebut parpol nonparlemen yang telah mendukung. Meski mengaku sudah mendapat dukungan 16,48 persen,

Khofifah menyebut pihaknya masih melakukan komunikasi politik dengan DPD PDIP Jawa Timur. Dalam komunikasi yang dibangun ini, tentunya untuk membahas pencalonan dirinya sebagai Cagub Jatim. “Kita masih komunikasi dengan pengurus PDIP tingkat Jawa Timur dan pusat,” katanya. Soal Calon Wakil Gubernur (Cawagub) yang akan mendampingi, mantan anggota FKB DPR RI ini menyebut masih diproses. “Calon wakil (cawagub) masih dibahas oleh para senior,” sebutnya. Sementara saat menyampaikan pidato kebangsaan dalam rangka hari ulang tahun Muslimat NU ke 67, yang dilaksanakan oleh Pengurus Cabang (PC) Muslimat NU Banyuwangi di Gesibu Blambangan kemarin,

Khofifah minta pada anggota Muslimat NU bisa mandiri. “Kalau ingin harga dirinya naik, kurangi buat proposal minta bantuan,” cetusnya. Meski demikian, sebut dia, Muslimat NU yang membuat proposal pada pemerintah untuk minta bantuan dana itu juga tidak disalahkan. Karena itu merupakan bentuk kemitraan. “Ibu-ibu kan bayar pajak, tidak salah kalau mengajukan proposal,” ujarnya. Khofifah menyebut yang diperjuangkan oleh PP Muslimat NU itu adalah pembangunan dengan melakukan pendekatan pada kesejahteraan. Dan kesejahteraan itu akan tercapai bila ekonomi bisa terpenuhi. “Membangun ekonomi itu harus memutus hubungan dengan rentenir,” katanya.(abi/bay)

25 Persen Hasil Pengerukan Masuk PAD n UNTUK... Sambungan dari Hal 31

Sebab, lokasi tersebut dijadukan embung lapangan yang berfungsi menampung cadangan air sebesar 50.000 meter kubik yang digunakan untuk mengaliri sawah seluas 4.422 hektare di Kecamatan Purwoharjo dan Kecamatan Tegaldlimo. “Cadangan air tersebut biasa digunakan terutama pada saat musim kemarau,” sebutnya. Selain itu, pengerukan sedimen tersebut dilakukan sebagai pengendali apabila sewaktuwaktu terjadi banjir di daerah

aliran sungai (DAS) Setail dan Sungai Simbar, Kecamatan Cluring. Pejabat yang baru saja meraih gelar doktor dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) tersebut juga menjelaskan, keberadan embung lapangan bukan hanya bisa memperbaiki vegetasi di sekitar dan hilir embung Dam K, namun juga memperbaiki kesuburan tanahnya. Yang terpenting semuanya dilakukan dengan pengendalian dan pengawasan sesuai kaidah teknis pemeliharaan bendungan. Sehingga kekhawatiran terhadap kerusakan lingkungan tidak akan terja-

di. Pelaksanaan pengerukan sedimen yang dilakukan oleh kelompok Karang Taruna itu sendiri dilakukan tanpa menggunakan APBD. Bahkan, pihak yang mengajukan izin justru menyetorkan dana 25 persen ke dinas pengairan yang nantinya dijadikan sebagai pendapatan asli daerah (PAD). “Pemerintah dapat PAD, Karang Taruna dan masyarakat sekitar juga dapat keuntungan ekonomi. Hal ini berbeda dengan pengerukan yang dilakukan pada tahun 2002, yang saat menggunakan dana APBD sebesar Rp 400 juta,” paparnya.

Guntur mengajak kepada semua masyarakat yang pro maupun kontra pengerukan untuk bersama-sama mewujudkan embung lapangan demi kemaslahatan yang lebih besar. “Dengan niat yang baik dan mulia, Insya-Allah akan menghasilkan nilai tambah yang lebih besar untuk Dam K,” jelasnya. Pengerukan sedimen direncanakan bukan hanya dilakukan di Dam K, Desa Plampangrejo, Kecamatan Cluring. Beberapa tempat lain juga akan dilakukan pengerukan serupa, seperti di Dam Karangdoro, Kecamatan Tegalsari. (azi/aif)

Lebah Diberi Ransum Air Gula n SERING... Sambungan dari Hal 29

Sebaliknya, begitu tahu cuaca di sekitar lereng Gunug Ijen mendung, suhu udara yang saya rasakan seketika berubah menjadi dingin. Kami pun meneruskan perjalanan ke puncak seraya menikmati jalanan yang begitu sejuk plus hijau pemandangan kebun kopi dan cengkih di lokasi tersebut. Tak lama kemudian, kami mendapati ratusan kotak kayu tertata rapi di sebelah kiri jalan. Namun sayang, tidak ada satu orang pun kami temukan di sekitar kotak yang di sekelilingnya banyak lebah beterbangan, itu. Kami terus melanjutkan perjalanan menuju ke arah tanjakan Erek-erek. Ternyata, ratusan kotak kayu yang lain kami dapati dalam jarak sekitar 200 meter dari lokasi pertama. Semakin ke atas, kami tetap disuguhi pemandangan yang tidak jauh berbeda. Hingga akhirnya, kami mendapati dua pemuda yang tengah beraktivitas di sekitar ratusan kotak kayu yang berlokasi di sebelah kanan jalan sekitar satu kilometer (Km) sebelum tanjakan Erek-erek tersebut. “Kotak-kotak ini adalah rumah tawon (lebah). Kami se-

dang membudidayakan tawon madu,” ujar seorang pemuda yang belakangan diketahui bernama Ahmad Romadhon, 21, tersebut. Pemuda asal Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo, itu mengungkapkan, ketika tidak banyak pohon yang berbunga seperti saat ini, lebah-lebah tersebut tidak menghasilkan madu. “Kami di sini hanya membudidayakan tawon, supaya anakannya lebih banyak. Kami bawa ke sini karena di sini termasuk hutan. Jadi walau tidak sedang musim bunga, di sekitar sini ada saja satu atau dua tanaman yang berbunga,” kata dia. Dijelaskan, para peternak lebah biasa menjelajah dari satu wilayah ke wilayah lain, sekadar untuk mencari pohon yang tengah berbunga. Bahkan tak jarang perburuan bunga itu dilakukan hingga ke luar provinsi. Pada Juni misalnya, Romadhon membawa ratusan kotak sarang lebah madu, itu ke Pasuruan. Tujuannya adalah menggembala lebah tersebut agar mengisap nektar (sari bunga) pohon randu. Lain lagi lokasi yang disatroni pada Juli. Kali ini giliran Kecamatan Wongsorejo jadi jujugan. Maklum, pada bulan ketujuh kalender Masehi itu,

banyak pohon randu yang berbunga di wilayah kecamatan yang berbatasan langsung dengan Situbondo tersebut. Selain Wongsorejo, lokasi favorit lain para peternak lebah pada bulan Juli adalah Situbondo, yakni agar lebah mengisap sari bunga mangga. Pada bulan Agustus, Romadhon membawa kotak sarang tawon itu ke Semarang, Jawa Tengah (Jateng), lantaran saat itu banyak pohon karet yang berbunga di wilayah tersebut. Sedangkan di bulan September, lokasi beternak dipindah ke Subang, Jawa Barat (Jabar). Tujuannya agar lebah-lebah mendapat asupan makanan dari bunga rambutan. “Jenis bunga yang dikonsumsi lebah, akan berpengaruh terhadap rasa dan aroma madu yang dihasilkan,” kata pemuda berkulit sawo matang tersebut. Lantas, lantaran stok makanan sedikit seperti saat ini, imbuh Romadhon, tawon tidak lagi menghasilkan madu. Karena itu, pilihan satu-satunya adalah mengembangbiakkan lebah-lebah tersebut. “Lebah yang saya budi daya mencapai 295 kotak. Satu kotak bisa berisi ratusan atau bahkan ribuan ekor lebah. Nah, karena tidak banyak pohon yang berbunga, tentu lebah-lebah itu butuh ma-

kanan tambahan,” terangnya. Lebih jauh dikatakan, makanan tambahan yang diberikan kepada lebah biasanya terbuat dari gula yang sudah dilarutkan dengan air. Air gula, itu dituang ke setiap “sisir” (julukan untuk sarang tawon yang terbuat dari malam yang dihasilkan oleh lebah pekerja di koloni lebah madu) sarang tawon. Satu kotak biasanya berisi empat sampai delapan sisir. “Makanan tambahan kami berikan empat hari sekali. Setiap kali memberi makan 295 kotak tawon, ini rata-rata membutuhkan satu kuintal gula,” beber Romadhon diiyakan rekannya, Lutfi, 20. Belakangan diketahui, Romadhon dan Lutfi adalah pekerja yang bertugas mengawasi, memberi makan, dan membersihkan kotak lebah tersebut. “Enaknya kerja seperti ini, bisa jalan-jalan ke mana-mana. Kan cari bunga tidak hanya di Banyuwangi, tetapi sampai ke Jawa Barat. Kalau tidak enaknya, harus rela tubuh bentol karena dientup (disengat) lebah. Tapi ada sisi positifnya kok. Karena sering disengat lebah, tubuh saya jadi lebih kebal serangan penyakit. Mungkin karena sering menjalani terapi alami sengatan lebah tersebut,” pungkas Lutfi. (bay)

Kasat Reskrim Bagus. Heri mengaku tidak tahu kalau video yang berisi hubungan intim yang dilakukan

bersama pacarnya itu bisa menyebar. Video yang direkam mengunakan ponsel hanya untuk koleksi sendiri.

Teknik pengambilan gambar dilakukan dengan cara menaruh ponsel di salah satu tempat. (aif)

Penghuni Lokalisasi Tinggal 6 Orang n FORPIMDA... Sambungan dari Hal 29

Selain itu, Forpimka Tegasari juga mengadakan pendekatan kepada mucikari untuk menghentikan bisnis haram tersebut. “Awalnya ada sepuluh mucikari dan 34 orang penghuni, sekarang tinggal enam perempuan penghuni lokalisasi,” ungkap Abin Hidayat. Seperti diketahui, Pemkab Banyuwangi berusaha sekuat tenaga untuk menutup lokalisasi PSK di Banyuwangi. Dua lokalisasi yang sudah tutup adalah Padang Pasir, Kecamatan Rogojampi dan Blibis, Rogojampi. Penutupan

ini sempat memicu pro kontra. Gerakan Pejuang Rakyat Banyuwangi (GPRB) menolak kebijakan pemkab tersebut. Penolakan itu diwujudkan dengan berunjukrasa di kantor DPRD Banyuwangi beberapa waktu lalu. Dalam aksi demo itu GPRB mengerahkan PSK dan Mucikari. Mereka menagih dana kompensasi alih profesi bagi para pekerja seks komersial (PSK) terkait kompensasi sebesar Rp 3 juta rupiah per orang. Nyatanya, hingga kini belum satu pun PSK yang menerima dana kompensasi dari Dinsos Jatim tersebut. Aksi GPRB langsung mengundang reaksi

dari kalangan Ormas Islam. Masyarakat yang mengatasnamakan diri sebagai Forum Banyuwangi Bermartabat (FBB) turun ke jalan. Demo tandingan yang diikuti sekitar seribu orang itu terangterangan mendukung rencana Pemkab Banyuwangi menutup seluruh lokalisasi pelacuran di Bumi Blambangan. Ribuan orang itu berasal dari berbagai elemen. Ada ormas Islam, seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Fatayat NU, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), dan tokoh lintas agama. Demi menyuarakan aspirasinya, mereka mendatangi kantor DPRD Banyuwangi. (azi/aif)

Bawang Putih-Cabai Mendekati Normal n HARGA... Sambungan dari Hal 29

Tidak hanya duo bawang, harga cabai rawit di pasaran kemarin juga lebih murah dibandingkan sebelumnya. Jika pada akhir Maret lalu para pedagang menjual cabai

rawit seharga Rp 60 ribu per Kg, harga bumbu berasa pedas tersebut turun menjadi Rp 46 ribu per Kg kemarin. Namun demikian, Tia mengaku waswas harga cabai rawit kembali naik. “Sejak beberapa hari terakhir harga cabai rawit fluktuatif. Itu terjadi lantaran pasokan tidak

stabil,” paparnya. Sementara itu, Nita, 27, seorang pembeli mengaku cukup lega dengan tren penurunan harga yang terjadi pada beberapa jenis bumbu tersebut. “Kalau bisa harga bumbu jangan terlalu mahal seperti beberapa hari yang lalu,” ujarnya. (sgt/bay)

Masyarakat Bisa Berpartisipasi n KECAMATAN... Sambungan dari Hal 29

Selain mengirim perwakilannya, Dispenda juga menyumbang Rp 15 juta untuk kegiatan santunan anak yatim dan warga miskin. Berikutnya, Dinas PU Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang juga turut memberikan partisipasi. Satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang dipimpin Mujiono itu memberikan dana cash untuk santunan anak yatim dan fakir miskin sebesar Rp 15 juta. Sebanyak 20 orang karyawan PU juga akan ikut berpartisipasi

sebagai pendonor. Tidak hanya instansi, masyarakat umum juga tidak mau ketinggalan untuk berpartisipasi. H Zainuri dari Simpang Lima juga ikut berpartisipasi untuk menyediakan santunan pada 50 orang anak yatim. Zainuri merogoh kocek pribadinya Rp 5 juta untuk memberikan santunan anak yatim. Untuk diketahui, pada 24 April 2013 mendatang Pemkab Banyuwangi bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI), didukung Jawa Pos Radar Banyuwangi akan menggelar kegiatan sosial ‘Banyuwangi Peduli’. Dalam kegia-

tan tersebut akan dilaksanakan tiga kegiatan sosial, donor darah, pemberian santunan anak yatim dan pembagian sembako kepada warga tidak mampu. Kegiatan itu menargetkan 3000 kantong darah dari kegiatan itu. Untuk menghasilkan banyak kantong darah dan masuk catatan Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) itu, panitia menargetkan peserta donor 3.500 orang. “Kami mengundang semua elemen masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan Banyuwangi Peduli,” kata salah seorang panitia, Choiril Ustadi Yudawanto. (afi/bay)

Ada Unsur Keteledoran Panitia n PERTANYAKAN... Sambungan dari Hal 31

“Kami menemukan ada 12 surat suara yang hilang yang tidak bisa dipertanggungjawabkan oleh penitia,” tandas Muslih saat berkunjung ke kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi Biro Genteng yang

berlamat di jalan raya Jember Nomor 36, Setail, Kecamatan Genteng, sore kemarin. 12 suara tersebut memang belum jelas milik siapa. Muslih menduga, hilangnya surat suara tersebut ada unsur keteledoran panitia pelaksana pilkades. Karena itu begitu tahu ada 12 surat suara yang

hilang, tim sukses Rini langsung mengajukan pengaduan kepada Badan Permusyaratan Desa (BPD) Karangdoro agar dilakukan pengecekan ulang. Hal itu kemudian ditindaklanjuti oleh BPD yang pada akhirnya dilakukan pembongkaran kotak suara di pendapa Kecamatan Tegalsari. (azi/aif)

Petani Bisa Kekurangan Air n PETANI... Sambungan dari Hal 31

Kalau mau diambil, bagaimana jadinya,’’ kata Fahrur penuh kekhawatiran. Ketua Himpunan Pemakai Air Minum (Hipam) Desa Sumbe-

rarum, Supardi terang-terangan menolak jika air diambil dari Sungai Kumbo. ‘’Kalau air yang diambil dari Sragi, saya tidak setuju. Banyak petani akan kekurangan air sawah, jadi parah semua,’’ terang pria yang biasa disapa Pak In itu.

Dia menerangkan, bahwa luas lahan persawahan di Desa Sumberarum 270 hektare. Tapi, khusus air berasal dari sumber Sungai Kumbo mencapai 225 hektare . ‘’Kalau diambil, petani Sumberarum akan menjerit,’’ tandasnya. (ton/aif)


40

Senin 8 April 2013

Satu Tewas, Tiga Orang Luka Berat Tabrakan Libatkan Tiga Motor di Desa Kotakan

NUR HARIRI/RaBa

SEDIH: Putra korban, Ibnu Ibbas, menunjukkan foto ibunya, Nurhaeni, yang meninggal di Malaysia.

TKW Asal Kapongan Tewas di Malaysia SITUBONDO - Kabar duka kembali dialami salah seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Malaysia. Kali ini, seorang janda asal Dusun Rokem, Desa Kandang, Kecamatan Kapongan, bernama Nurhaeni, 37, meninggal dunia Jumat sore (5/4). Informasi adanya TKW yang meninggal tersebut datang dari kakak korban bernama Bakri, dan salah seorang temannya, Purniati, yang juga kerja di Negeri Jiran. Kepada orang tua korban, Ma’awi dan Juhatim, Bakri mengabarkan bahwa Nurhaeni telah meninggal dunia Jumat sore. “Katanya Murhaeni itu sakit darah tinggi, kemudian meninggal,” kata Ma’awi, orang tua korban. Setelah mendapat kabar bahwa anaknya yang sudah menjanda tersebut meninggal, pihak keluarga langsung menghubungi sejumlah instansi terkait

untuk menjemput jenazah korban. “Saya dan keluarga menginginkannya dibawa pulang,” imbuhnya. Sampai berita ini ditulis, keluarga korban sudah berangkat ke Surabaya untuk menjemput mayat korban dengan menggunakan mobil Ambulans Puskesmas. “Katanya jam 8 malam nanti (tadi malam) akan datang. Yang menjemput adalah anak pertama, Saifuddin Saleh, dan beberapa saudaranya,” kata Ma’awi kemarin (7/4). Data yang berhasil dikumpulkan, pada 2009 lalu, korban sebenarnya sudah pulang ke Situbondo. Namun, setelah korban bercerai dengan suaminya pada 2010 lalu, korban kemudian berangkat lagi ke Malaysia. Dikatakan, Nurhaeni sempat menghubungi pihak keluarga sebelum meninggal pada Jumat siang. “Dia

sempat minta maaf dan bercanda dengan keluarga,” kata Ma’awi. Menurut keluarganya, selama berada di rumah korban tidak pernah mengeluhkan kondisi penyakitnya. Karena itu, pihak keluarga terpukul mendengar kabar kematian korban karena darah tinggi. Konon, tewasnya ibu dua putra, Ibnu Abbas, 9, dan Saifuddin Saleh, 19, itu diduga karena penyebab lain. Sebab, berdasarkan informasi yang berkembang, korban meninggal lantaran keracunan. Namun, untuk memastikan hal tersebut, pihak keluarga masih menunggu kedatangan jenazah korban. “Kata kakak korban Bakri, korban sempat dibawa ke rumah sakit. Tetapi Bakri sudah tidak nutut karena jaraknya jauh,” kata Pak Tayeb, Kepala Dusun Rokem, Desa Kandang. (rri/als)

Jalan Sehat demi Pemilu Jurdil

EDY SUPRIYONO/RaBa

SUKSESKAN PEMILU: Ketua KPU Situbondo, Baino Ali Imron diapit Bupati Dadang Wigiarto (kiri) dan Wabup Rachmad, pagi kemarin.

Baru Diketahui Tanggal 9-22 April Kepastian Legislator yang Loncat Partai SITUBONDO - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Situbondo menegaskan akan konsisten mengimplementasikan peraturan KPU (PKPU) no 07/ 2013 tentang persyaratan pencalonan. Salah satu yang akan diseriusi adalah keharusan pengunduran diri anggota DPRD yang mencalonkan dari partai lain pada pemilihan legislatif (pileg) 2014. Ketua KPU Situbondo, Baino Ali Imron menyebutkan, hingga kini KPU belum bisa memastikan anggota DPRD Situbondo yang meloncat partai pada pencalonan 2014 nanti. “Kita baru bisa memastikan pada 9-22 April di masa penyerahan persyaratan bakal calon. Jadi kita sekarang menunggu,” ungkap Baino kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin. Pada masa-masa tersebut, dalam dokumen persyaratan bakal calon legislatif seharusnya ada surat pernyataan pengunduran diri dari parpol lama. KPU kemudian akan

memverifikasi. “Disetujui atau tidak disetujui oleh parpol, ini bukan suatu alasan yang mendasar bagi KPU untuk tidak mengajukan PAW. Di DPRD ada mekanisme tersendiri juga,” tandas Baino. Dalam pelaksanaan PAW anggota DPRD, kata dia, pihaknya tidak hanya melihat dari terbitnya PKPU no 03/2013. Namun, juga ada regulasi lain yang mengatur tentang PAW. “Anggota DPRD itu bisa di-PAW karena tiga hal. Yang pertama karena meninggal dunia, kedua mengundurkan diri, dan ketiga pindah partai,” papar Baino. Karena itulah, kata dia, jika memang nanti pada saat penyerahan persyaratan, setelah diverifikasi diketahui ada salah satu anggota DPRD pindah ke partai lain atau mencalonkan dari partai lain, maka dia harus mengundurkan diri. Selanjutnya, PAW-nya akan diproses. Baino menegaskan, dalam bertindak KPU tidak lepas dari implentasi peraturan yang ada. Terkait dengan PKPU no 03/ 2013 KPU Situbondo hingga saat ini baru sebatas mensosialisasikan. (pri/als)

SITUBONDO - Banyak jalan untuk mengajak masyarakat menuju pemilihan umum (pemilu) yang jujur dan adil. Salah satunya adalah menggelar jalan sehat. Seperti yang dilakukan Komisi Pemiliham Umum (KPU) Situbondo, pagi kemarin (7/4). Selain diiikuti masyarakat umum, kegiatan yang dibuka Bupati Dadang Wigiarto itu juga diikuti partai politik peserta pemilu 2014. Ikut juga, jajaran kepala SKPD pemkab, camat, serta penyelengara pemilu, mulai PPK dan PPS. “Kenapa KPU melibatkan semua unsur? Karena kita sadar tanpa dukungan dari mereka, utamanya masyarakat sebagai konstituen parpol, pemilu sulit sekali berjalan sukses,” terang Welly Kurniawan, anggota KPU

Situbondo. Kata dia, diikutkannya Forpimda (Forum Pimpinan Daerah) dalam acara kemarin juga jangan diartikan sebagai upaya intervensi dalam penyelenggaraan pemilu. Sebab, KPU bersifat independen. “Dengan pihak manapun hubungan hanya bersifat koordinatif,” ungkapnya. Diungkapkan, gerak jalan sehat menuju pemilu yang jujur dan adil yang digelar KPU Situbondo sejalan dengan motto dalam tubuh yang sehat ada jiwa yang sehat. “Artinya pelaksanaan pemilu harus sehat. Sehat dari segala persoalan negatif, sehat dari keberpihakan, intinya harus jujur dan adil. Ayo, Sehatkan jiwa dan raga untuk menyongsong pemilu 2014,” pungkasnya. (pri/als)

SITUBONDO - Kecelakaan maut yang melibatkan tiga motor sekaligus terjadi di Jalan Raya Desa Kotakan, Kecamatan Kota, Situbondo, kemarin (7/4). Akibat tabrakan beruntun tersebut, satu korban tewas seketika. Korban tewas bernama Retnani Dyah Ikmalasari, 21, mahasiswi di sebuah perguruan tinggi di Situbondo. Selain menewaskan mahasiswai asal Desa Gudang, Kecamatan Asembagus tersebut, kecelakaan tersebut juga menyebabkan tiga orang luka besar, dan dua orang luka ringan. Tiga korban yang mengalami luka berat itu adalah Satriyo Rahman Septiyanto, 18, warga perumahan Panji Permai, pengendara motor Vario nopol P 4301 EV, serta pasangan suami istri (Pasutri) asal Desa Gadingan, Kecamatan Binakal, Bondowoso, yakni Ahmad Muhaimin, 32, dan Qurratul Aini, 30, yang mengendarai motor Supra bernopol P 6458 DB. Sedangkan dua korban luka ringan adalah Moh Ilham, 21, warga Kabupaten Badung, Bali, pengendara sepada motor Yamaha Bison DK 2344 DG; dan Zainul Rahman, 18, warga Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi. Data yang dikumpulkan Jawa Pos Radar Banyuwangi, insiden tersebut berawal saat motor Honda Supra yang dikendarai Muhaimin dan Qurratul Aini melaju dari arah selatan menuju utara dengan kecepatan tinggi. Diduga, dia tidak memperhatikan arus lalu lintas dari arah berlawanan. Saat melintas di lokasi kejadian, di Jalan Raya Desa Kotakan, Muhaimin, berusaha mendahului sebuah mobil pikap yang ada di depannya. Namun, saat hendak mendahului pikap yang tidak diketahui identitasnya, tiba-tiba

NUR HARIRI/RaBa

LUKA BERAT: Salah seorang pengendara motor yang terlibat kecelakaan dirawat di RSUD Abdoer Rahem kemarin (7/4).

DIAMANKAN: Tiga motor yang terlibat kecelakaan maut diamankan di Mapolres Situbondo.

NUR HARIRI/RaBa

dari arah berlawanan muncul Honda Vario yang dikendarai Satrio yang membonceng Retnani Dyah Ikmalasari, melaju kecepatan tinggi. Karena jarak yang sangat dekat, kedua pengemudi motor tersebut tidak bisa menguasai kendaraannya hingga bertabrakan. Saat itu, keempat penumpang di dua kendaraan tersebut langsung terjatuh di lokasi kejadian. Ironisnya, saat tabrakan terjadi, tepat berada di belakang motor Satrio, terdapat Yamaha Bison yang dikendarai M Ilham. Karena posisinya terlalu dekat, Ilham pun terlibat kecelakaan. Akibatnya kecelakaan ter-

sebut, Retnani Dyah Ikmalasari mengalami luka parah pada bagian kepalanya. Bersama tiga korban luka berat dan dua luka ringan, petugas langsung mengevakuasi korban ke RSUD Abdoer Rahem Situbondo. Nahas, dalam perjalanan menuju rumah sakit, Retnani keburu menghembuskan nafas terakhir. Petugas lantas Polres Situbondo juga langsung mengamankan tiga motor yang terlibat dalam kecelakaan. “Setelah semua korban dibawa ke RSUD, kami langsung mengamankan tiga sepeda motor tersebut,” ujar Briptu Iwan, salah seorang petugas. (rri/als)


Radar Banyuwangi 8 April 2013