Issuu on Google+

44

33

SABTU 7 SEPTEMBER 2013

Warganya Ramah-ramah Pulang Kampung Lebih Cepat Aksesbilitasnya Sudah Baik Lakukan Sesuatu yang Simpel “BANYUWANGI, warganya ramah-ramah, even-evennya terus menasional, ekonomi terus tumbuh, tokohtokoh nasional pasti akan bertaburan datang ke Banyuwangi. Sukses untuk Banyuwangi.” JP-PHOTO

“BANGGA kampung halaman saya memiliki even kebudayaan yang cukup bagus seperti BEC. Saya pulang untuk menyaksikan BEC, apalagi sekarang sudah ada bandara lebih mudah dan lebih cepat untuk pulang kampung.”

Rizal Mallarangeng Politisi

JP-PHOTO

Denada Tambunan Artis

“BANYUWANGI Festival harus terus digalakkan. Apa yang dilakukan Pemkab Banyuwangi harus di dukung. Karena event ini bisa menarik wisatawan. Apalagi aksesbilitasnya sudah baik, ada airport sehingga investor bisa berinvestasi di Banyuwangi.” Erwin Aksa, CEO Bosowa Group

“BANYUWANGI sangat kuat, bersejarah, dan sangat Jatim. Ini tak lepas dari peran bupati yang berpendapat, “Jika kamu tak melindungi budayamu, berarti kamu tidak punya kebanggaan”. Banyuwangi terkenal karena bupatinya berhasil mengajak rakyatnya melakukan sesuatu yang simple tapi dapat menarik investor.”

IST

Joaquin Monserrate, Konjen AS di Surabaya

Membangun dengan Sentuhan Seni Budaya BANYUWANGI kini sedang berdiri dan siap berlari. Ka bupaten ini tak ingin lagi menjadi yang nomor kesekian dalam usahanya mengembangkan pariwisata. Buktinya adalah dimulainya Banyuwangi Festival pada hari ini dengan penyelenggaraan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC). Tahun ini, dengan tema The Legend of Kebo-keboan Blam ba ngan, BEC hendak memperkenalkan khazanah budaya lokal yang telah lama hadir dalam hidup dan kehidupan

masyarakat. Tradisi ini berkembang di daerah Aliyan dan Alas Malang, terinternalisasi menjadi bagian dari tradisi dan kearifan lokal untuk menjaga keseimbangan hidup. Ritual Kebo-keboan dilakukan sebagai wujud syukur atas nik mat yang telah didapatkan sekaligus permohonan agar sawah semakin subur. Robert Wessing dari Leiden University da lam artikelnya, Symbolic Animals in the Land between the Waters Markers of Place and Transition, membahas hal ini. Kerbau (water

buffalo) merupakan rekan kerja dan harapan bagi petani. Tidak seperti ternak (livestock) lain seperti sapi yang dikonsumsi dagingnya, kerbau selalu dianggap hewan yang membantu kemakmuran dan ketahanan pangan. Sehingga kerbau memperoleh status penting dan perlakuan khusus ketika masa tanam. Tahun ini BEC mengangkat spirit itu sebagai sebuah potensi kreatif. BEC boleh jadi adalah perekat dan juga perayaan kebanggaan atas kebudayaan yang kita miliki bersama.

BEC dan sejumlah acara lain dalam rangka Banyuwangi Festival selama September-Desember 2013 adalah ikhtiar untuk terus menumbuhkan iklim berkesenian di Banyuwangi. BEC telah menjadi stimulan yang mendorong ruang kreatif Banyuwangi untuk berkembang. Saya terharu dan bangga melihat antusiasme masyarakat. Sanggar-sanggar seni bergeliat. Para pelajar bersemangat mempelajari kesenian lokal n

Abdullah Azwar Anas Bupati Banyuwangi

Baca Membangun...Hal 43

The Legend of Kebo-keboan Blambangan

Ritual rtama Pagelaran BEC edisi pe GO INTERNATIONAL:

Mengusir

g. menampilkan gandrun

Sempat Ditolak Masyarakat PELAKSANAAN event tahunan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) memasuki tahun ketiga sejak digelar kali pertama pada 2011. Awalnya, event kebudayaan lokal yang di-pecking dengan kemasan modern ini mendapat penolakan dari beberapa elemen masyarakat. Ide dan gagasan dari Bupati Abdullah Azwar Anas yang belum genap setahun menjabat ketika itu, dianggap akan menghilangkan budaya lokal Banyuwangi. Namun, setelah mendapat penjelasan konkret mengenai BEC itu, akhirnya beberapa elemen itu balik mendukung pergelaran yang sarat budaya khas Banyuwangi itu. Pergelaran BEC berbeda jauh dengan acara sejenis di tempat lain. Walau kemasan yang ditampilkan sarat dengan nuansa modern, namun tema yang diangkat menggunakan tema kebudayaan dan adatistiadat khas lokal Banyuwangi yang tidak dimiliki daerah lain. Pada BEC pertama tahun 2011 lalu mengusung tiga ikon budaya lokal, yaitu gandrung, damarwulan dan kundaran, yang diperagakan dalam tiga defile oleh 300 orang peserta. Walau baru pertama kali digelar, namun gaung acara itu tak hanya terasa di Banyuwangi tetapi terdengar hingga seantero Indonesia bahkan hingga mancanegara. Melalui kegiatan kebudayaan itu, nama Banyuwangi semakin familiar di mata masyarakat Indonesia dan internasional. Sukses pergelaran BEC pertama, tahun 2012 lalu BEC-2 kembali digelar. Pada event tahun kedua mengangkat tema re_Barong yang berarti bahwa Barong yang ditampilkan berbeda dari aslinya. Namun, kostum yang dibuat peserta terinspirasi dari Barong. Pada tahun 2012 lalu, kegiatan BEC dengan tema re-Barong ini terbagi dalam tiga defile yakni re_Barong 1 bernuansa merah, re_ Barong 2 bernuansa warna hijau dan Re_ bernuansa 3 bernuansa kuning. Masing-masing peserta memiliki kreativitas berbeda dengan mengeksplorasi seluruh bagian barong menjadi desain kostum yang unik dan megah. Pada tahun 2013 ini, BEC mengangkat tema The Legend of Kebokeboan Blambangan. Tema ini mengangkat spirit kebudayaan sebagai perekat dan juga perayaan kebanggaan atas kebudayaan yang miliki Banyuwangi. “Melalui potensi budaya dan seni lokal, kita ingin memaksimalkan sektor pariwisata agar memberi kontribusi optimal bagi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan rakyat,” ungkap Bupati Anas. (afi/ c1/als)

Kebo Bumi

Wabah Kebo Geni FOTO-FOTO: GALIH COKRO/RaBa

Panen Melimpah Usai Diinjak-injak ”Kerbau” TRADISI Keboan yang dilestarikan masyarakat Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, juga dilatarbelakangi gagal panen yang menimpa tanaman pertanian di desa tersebut. Lantaran mayoritas warga Desa Aliyan hidup di sektor pertanian, fenomena tersebut menyebabkan penduduk setempat menderita. Pada Buku Tradisi Keboan Aliyan dan kebo-keboan Alasmalang karya Siswanto dan Eko Prasetyo disebutkan, pemimpin Desa Aliyan, Wongso Kenongon, prihatin dengan kondisi masyarakatnya mulai berupaya mencari solusi. Wongso Kenongon lantas memanggil kedua putranya, Raden Pekik dan Raden Rangga. Mereka bermusyawarah guna mencari solusi mengatasi kekeringan dan serangan hama yang melanda desa tersebut. Namun sayang, musyawarah itu gagal menemukan jalan keluar permasalahan yang dihadapi warga. Raden Pekik dan Raden Rangga kemudian melakukan semedi. Raden Pekik bersemedi di selatan desa (Dusun Krajan), sedangkan Raden Rangga bersemedi di bagian barat desa (Dusun Sukodono). Suatu

malam, penduduk desa dikejutkan suara yang menyerupai langkah kaki mahluk besar. Kejadian tersebut selalu berulang setiap menjelang tengah malam. Awalnya masyarakat takut. Namun pada akhirnya seorang warga berani mengintip dari dalam rumah. Benar saja, suara tersebut berasal dari sesosok makhluk besar menyerupai manusia namun kepalanya menyerupai kepala kerbau dan badannya penuh lumpur. Pada perkembangan selanjutnya, warga beramai-ramai mengikuti jejak makhluk aneh tersebut. Tanpa disadari, makhluk itu “mengantarkan” warga sekitar ke tempat semedi Raden Pekik dan Raden Rangga. Anehnya lagi, sesampai di tempat semedi Raden Pekik dan Raden Rangga, mahluk tersebut tiba-tiba menghilang. Keesokan harinya, masyarakat Sukodono kembali ke tempat semedi Raden Rangga, sedangkan warga Krajan mendatangi lokasi semedi Raden Pekik. Sebelum sampai di tujuan masing-masing, masyarakat mendapati persemaian padi berantakan seperti bekas diinjak-injak kerbau n Baca Panen...Hal 43

Unsur Lokal jadi Nilai Plus

Kebo Bayu Tirta

Kebo Bumi

DIAKUI atau tidak, sejak kali pertama digelar tahun 2011, pergelaran budaya akbar bertajuk Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) selalu sukses menyedot animo ribuan pengunjung. Bukan hanya warga dari seantero Bumi Blambangan, tidak sedikit wisatawan asal berbagai daerah di tanah air rela menempuh perjalanan ribuan kilometer menuju kabupaten berjuluk “Sunrise of Java” ini untuk sekadar menyaksikan kemegahan karnaval budaya tahunan tersebut. Bahkan, tak sedikit pula turis mancanegara yang menyaksikan BEC. Hebatnya, para penonton tersebut selalu dibuat berdecak kagum. Lantas, apa sebenarnya yang menjadi daya tarik lebih BEC dibandingkan karnaval yang diselenggarakan di kota-kota lain di Indonesia maupun di seantero dunia? Padahal, seperti di ketahui, sebelum

BEC diselenggarakan kali pertama pada tahun 2011, karnaval serupa sudah lebih dulu digelar di kota-kota lain. Salah satunya di kabupaten tetangga, Jember dengan Jember Fashion Carnival (JFC)-nya. Salah satu budayawan Banyuwangi, Samsudin Adlawi mengatakan, ada hal mendasar yang menjadi pembeda antara BEC dengan karnaval lain. Salah satu poin plus BEC adalah kentalnya “aroma” budaya lokal Banyuwangi. Mulai tema, kostum, musik pengiring, hingga karakter, dan ekspresi setiap talent disesuaikan dengan tema yang diangkat dari budaya lokal tersebut. Seperti pada pelaksanaan BEC3 tahun ini. Tema yang diangkat adalah ”The Legend of Kebo-keboan Blambangan” yang diinspirasi dari ritual Kebo-keboan yang digelar masyarakat Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh; dan ritual Keboan di Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi. Menusut Samsudin, lantaran tahun ini mengangkat tema Kebo-keboan, maka kostum dan pernik-pernik yang digunakan para peserta karnaval budaya tersebut harus disesuaikan dengan sosok kebo-keboan n

BANYUWANGI memiliki kekayaan seni budaya tradisional yang luar biasa besar. Di era serba modern seperti saat ini, beragam tradisi dan ritual tetap lestari di tengah masyarakat kabupaten bertajuk “Sunrise of Java” ini. Dua di antaranya adalah tradisi Kebokeboan di Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh; dan tradisi Keboan yang setiap tahun diselenggarakan masyarakat Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi. Nah, berangkat dari kekayaan khazanah seni budaya lokal tersebut, karnaval bertajuk Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) ini digelar. Pada pelaksanaan BEC edisi ke-3 tahun ini, tema yang dipilih adalah “The Legend of Kebo-keboan Blambangan”. Even budaya yang satu ini diharapkan mampu menjembatani modernisasi seni budaya lokal menjadi

sebuah parade berskala internasional tanpa mengubah nilai dan makna filosofis budaya tersebut. Lantas, bagaimana sebenarnya prosesi adat Kebokeboan di Desa Alasmalang dan tradisi Keboan di Desa Alian? Upacara adat Kebo-keboan di Desa Alasmalang diyakini mulai berlangsung sejak abad XVIII. Yakni, saat musim paceklik yang melanda desa tersebut. Kala itu, kemarau berkepanjangan melanda Desa Alasmalang dan sekitarnya. Akibatnya, tanaman pertanian warga gagal panen n Baca Ritual...Hal 43

Visualisasi Kreativitas Kalangan Anak Muda KARNAVAL budaya Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) tahun 2013 ini mengangkat tema “The Legend of Lebo-keboan”. Tema yang menginspirasi perhelatan BEC kali ketiga setelah sebelumnya digelar tahun 2011 dan 2012, akan menjadi tiga sub tema. Yakni Kebo Geni, Kebo Bayu Tirta, dan Kebo Bumi. Kostum peserta kategori Kebo Geni didominasi warna merah. Sedangkan peserta kategori Kebo Bayu Tirta mengenakan kostum yang didominasi warna biru dan silver. Kategori Kebo Bumi akan menampilkan kostum yang

didominasi warna cokelat dan emas. Pelaksana tugas (Plt) kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, M Yanuarto Bramuda mengatakan, Kebo Geni menggambarkan jiwa yang bersemangat dan pemberani. Kebo Bayu Tirta menggambarkan ketenteraman dan kedamaian. Sementara, Kebo Bumi menggambarkan kesuburan n

Baca Unsur...Hal 43

Kebo Bayu Tirta

Baca Visualisasi...Hal 43


34

Sabtu 7 September 2013


35

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

SABTU 7 SEPTEMBER TAHUN 2013

Tidak Mabuk Sanjungan, Tidak Alergi Kritik Oleh: A. CHOLIQ BAYA

HARI ini Pemkab Banyuwangi kembali menggelar even spektakuler bertaraf internasional: Banyuwangi Ethno Carnival (BEC). Agenda ini sudah berlangsung untuk kali ketiga dengan membawa tema yang selalu berbeda setiap tahunnya. Tema yang ditampilkan pada BEC 2013 kali ini adalah The Legend of Kebo-keboan Blambangan dengan

mengusung tiga sub tema, masing-masing kebo geni, kebo bayu tirto, dan kebo bumi. Ketiga sub tema di atas menggambarkan kondisi masyarakat dan wilayah Banyuwangi. Kebo geni misalnya, menggambarkan semangat pemberani. Sementara kebo bayu tirto menggambarkan ketenteraman dan kedamaian. Sedangkan kebo bumi

menggambarkan kesuburan. Tradisi Kebo-keboan yang sudah berlangsung sejak abad 18 Masehi itu biasanya dilakukan oleh masyarakat Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, dan Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi. Dalam even BEC kali ini, tradisi Kebo-keboan akan divisualisasikan dalam bentuk tari dan fas-

hion dengan desain kostum yang unik. Tak kurang dari 300 peserta akan mengeksplorasi tradisi ini menjadi sebuah pertunjukan seni yang spektakuler. Pertunjukan itu akan disaksikan tiga ribu undangan dari berbagai kalangan yang menjadi tamu kehormatan Pemkab Banyuwangi n  Baca Tidak Mabuk...Hal 43

Sehari Tiga Kejadian Pecah Kaca ALI NURFATONI/RaBa

DIAMANKAN: Petugas PMK menyemprotkan air untuk memadamkan api yang membakar mobil tangki Pertamina di Jalan Gajah Mada, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, kemarin (atas). Dua petugas mengevakuasi bangkai sepeda motor setelah terbakar di lokasi yang sama (bawah).

Lindas Motor, Truk Pertamina Terbakar Angkut 32.000 Liter BBM Nyaris Meledak GENTENG - Ada kejadian mengejutkan di Jalan Gajah Mada, tepatnya depan Toko Bares, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, kemarin siang. Truk tangki Pertamina bernopol L 9407 US mendadak terbakar. Beruntung, meski terbakar, truk tangki yang mengangkut 32.000 liter bahan bakar minyak (BBM) tersebut tidak sampai meledak. Informasi yang dihimpun koran ini di lokasi kejadian menyebutkan, petaka bermula saat truk Pertamina melaju dari arah timur. Dalam perjalanan, ada dua sepeda motor sama-sama hendak

mendahului truk Pertamina yang disopiri Tasmian, 43, warga Dusun Selogiri, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, itu. Salah seorang pengendara motor itu adalah Mursodo, 45, warga Dusun Warengan, Desa Bubuk, Kecamatan Rogojampi. Motor lain belum diketahui identitasnya. Kedua kendaraan tersebut bersinggungan saat berada di sisi kanan truk tangki yang dikerneti oleh Herman, 25, warga Galekan, Kecamatan Wongsorejo. Tak pelak, motor Yamaha Mio itu langsung terjatuh ke kiri. Lantas, sepeda motor tersebut dilindas roda truk tangki bagian belakang. Motor tersebut sempat terseret hingga beberapa meter n  Baca Lindas...Hal 43 ALI NURFATONI/RaBa

Jelang Pemilu, Peredaran Upal Meningkat

ADA APA LAGI

Buang Sampah di Sungai Bisa Dipenjara BANYUWANGI - Ini bisa menjadi peringatan bagi masyarakat yang suka membuang sampah sembarangan. Sebentar lagi, membuang sampah sembarangan bisa diproses hukum dan masuk penjara. Aturan baru tersebut, kini sedang digodok oleh panitia khusus (pansus) DPRD Banyuwangi yang membahas rancangan peraturan daerah (raperda) tentang pengelolaan sampah. Raperda yang akan mengatur masalah sampah di Kota Gandrung itu mulai dibahas oleh Pansus DPRD Banyuwangi kemarin (6/9). Rapat kali kedua ini, dinyatakan tertutup bagi wartawan. “Dalam raperda ini akan banyak yang diatur,” cetus ketua Pansus Raperda tentang Pengelolaan Sampah DPRD Banyuwangi, Muhamad Ridwan n  Baca Buang Sampah...Hal 43

BANYUWANGI - Peredaran uang palsu (upal) di Banyuwangi, tidak hanya terjadi di pelabuhan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk. Di beberapa lokasi lainnya, juga jadi sasaran pengedaran upal meski nominalnya jauh lebih kecil daripada temuan di pelabuhan. Secara umum pada tahun 2013, tren pengedaran upal meningkat dibanding tahun 2012 lalu. Ada dua even politik yang memicu meningkatnya peredaran upal, yakni even lima tahunan pemilu gubernur dan pemilu anggota legislatif. “Pemilu bupati dan pilkades juga jadi ajang penyebaran upal, tapi tidak sebesar pemilu gubernur dan pemilu legislatif,” jelas Deputi Kepala Perwa-

Dwi Suslamanto Deputi Kepala BI Jember

 Baca Jelang...Hal 43

Kejadian Pecah Kaca Mobil Kemarin KEJADIAN 1: Mobil:

Toyota Avanza nopol P 1149 VM Korban: Syamsul Arif, 23 th Alamat : Desa Jetak, Kaliwungu, Kudus, Jawa Tengah TKP: Jalan KH Agus Salim Banyuwangi Pukul: 12.00 Kerugian: tidak ada barang berharga KEJADIAN 2: Mobil:

Honda CRV nopol P 1192 VL Korban: Yogata Anugerah DS, 30 th Alamat: Jalan Kopral Talap 25 Banyuwangi TKP: Jalan Kopral Talap Banyuwangi Pukul: 13.00 Kerugian: Uang Rp 3,5 juta, 5 buku tabungan KEJADIAN 3: Mobil:

Toyota Kijang Innova L 1574 BA Korban: O Ping San, 47 th Alamat: asal Karangasem, Ploso Tambaksari, Surabaya TKP: depan warung Semanggi, Dadapan, Kabat, Banyuwangi Pukul: 14.00 Kerugian: Uang Rp 5 juta

 Baca Sehari...Hal 43

AGUS BAIHAQI/RaBa

SELIDIKI: Polisi melakukan identifikasi jendela kaca mobil yang pecah di halaman Polres Banyuwangi kemarin.

Samsul Arifin, Mantan Kiper Andalan Persewangi

Cari Penghasilan Tetap, Banting Setir Jadi Security Usia 30 tahun, bagi seorang pesepak bola belum dianggap terlalu senja. Tapi hal itu tidak berlaku bagi Samsul Arifin. Mantan kiper Persewangi Banyuwangi ini memutuskan gantung sepatu dari lapangan hijau. Kini, dia memilih bekerja sebagai security sebuah bank syariah di Kecamatan Genteng. NIKLAAS ANDRIES, Banyuwangi POSTUR tinggi menjadi cirri khas dari sosok Samsul Arifin. Pria kelahiran 22 Desember 1983 ini cukup familiar di kalangan pencinta dan penggemar sepak bola di Banyuwangi. Meniti karir

http://www.radarbanyuwangi.co.id

Pemilihan bupati dan pilkades juga jadi ajang penyebaran upal, namun tidak sebesar pemilu gubernur dan pemilu legislatif.”

kilan Bank Indonesia (BI) Jember, Dwi Suslamanto. Dua even politik itu, kata Dwi, sudah beberapa tahun sering dimanfaatkan untuk menyebarkan upal. Even politik Pemilu Gubernur Jatim sudah berlalu. Tahun 2014 mendatang, warga akan menghadapi pemilu legislatif. Menghadapi even pemilu legislatif, warga diminta waspada terhadap peredaran upal. Setiap kali melakukan transaksi, warga diminta cermat dan mengecek keaslian uang rupiah. Pada eveneven politik peredaran upal meningkat tajam. Peningkatan peredaran upal pada even-even politik naik sekitar Rp 2 hingga Rp juta n

BANYUWANGI - Kawanan pencuri spesialis pecah kaca mobil, tampaknya kembali merajalela di Banyuwangi. Hanya dalam waktu sehari, para penjahat ini telah beraksi dengan menjarah tiga mobil di tempat yakni berbeda kemarin (6/9). Mobil yang menjadi korban pecah kaca kali ini, yang pertama adalah Toyota Avanza milik rombongan dari CV. Indonesia 100 Publishing, Solo, Jawa Tengah. Korban kedua adalah mobil Honda CRV milik Yogata Anugerah De Sastra, 30, warga Jalan Kopral Talap, Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi. kejadian ketiga menimpa mobil Toyota Kijang Innova milik O Ping San, 47, asal Karangasem, Ploso Tambaksari, Surabaya. Sementara itu, kejadian pecah kaca Avanza bernopol P 1149 VM terjadi di masjid Lingkungan Krasak, Kelurahan Taman Baru, Kecamatan Banyuwangi. Mobil yang disopiri Syamsul Arif, 23, warga Desa Jetak, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, itu dipecah kaca jendela tengah bagian kiri saat ditinggal salat Jumat siang kemarin. Saat itu, Syamsul beserta tiga temannya memarkir Avanza di tepi Jalan KH. Agus Salim, Banyuwangi, dengan posisi menghadap ke arah timur. “Saya baru tahu kalau kaca mobil dipecah oleh maling saat pulang dari masjid, warga sudah banyak yang mengerumuni,” katanya pada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin n

sebagai anggota Persewangi Junior, suami Suci Eka Ningtyas itu seakan sudah kenyang dengan asam garam persepakbolaan di Indonesia. Karir sepak bolanya terakhirnya tercatat sebagai punggawa Persewangi Banyuwangi di musim perdananya di kompetisi Divisi Utama dua tahun lalu. Kini, bapak dua anak ini pun sudah pensiun dari hingar-bingar kompetisi sepak bola. Dia memutuskan untuk gantung sepatu, dan mempergunakan tenaganya untuk bekerja sebagai security di sebuah bank syariah di Kecamatan Genteng. Saat ditemui Jawa Pos Radar Banyuwangi di lapangan sepak bola di Dusun Maron, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, beberapa waktu lalu, Samsul tampil beda. Balutan seragam putih dan celana biru tua, sedikit tertutupi dengan jaket doreng yang dikenakannya n  Baca Cari...Hal 43

Membuang sampah di sungai bisa dipenjara Apalagi membuangbuang uang negara

Sehari tiga kejadian pecah kaca mobil Pelakunya diduga keturunan kuda lumping

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

ALIH PROFESI: Samsul Arifin kini (kanan) dan saat memperkuat Persewangi (kiri). email: radarbwi@gmail.com/beritaraba@gmail.com


36

Sabtu 7 September 2013

Konjen Amerika Dielu-elukan Santri TEGALSARI - Konsulat Jenderal Amerika Serikat (AS) untuk Jawa Timur, Joaquin Monserrate, ternyata sangat akrab dengan lingkungan pesantren. Bahkan dia terkesan sangat akrab dengan kalangan santri. Setidaknya hal itu tergambar ketika Wakin-sapaan akrab Joaquin—mengunjungi Pondok Pesantren Darussalam, Blokagung, Kecamatan Tegalsari, kemarin siang. Selama kunjungan, Wakin tak segan-segan membaur bersama kiai dan santri di dalam masjid Ponpes Darussalam. Dia terlihat telaten melayani para santri yang mengajaknya untuk foto bersama dan meminta tanda tangan. Bukan hanya itu, dalam sesi dialog yang dilangsungkan di dalam masjid, Wakin juga memberi

waktu seluas-luasnya kepada para santri untuk menyampaikan pertanyaan, masukan dan saran seputar tugasnya sebagai konjen AS. Pada kesempatan tersebut, Wakin menyampaikan kebanggaannya dengan pendidikan di lingkungan pesantren, karena mampu memberikan pendidikan karakter dan nilai-nilai moderat dalam kehidupan sehari-hari. Dia menegaskan, bahwa Amerika Serikat menaruh perhatian dengan lingkungan Nahdlatul Ulama (NU). “Ada tokoh yang cukup disegani dan dihormati oleh Amerika, yaitu Gus Dur. Beliau orangnya sangat moderat, dan tidak pernah berbenturan dengan kelompok mana pun,” ungkap Wakin. (azi/c1/aif)

ABDUL AZIZ/RaBa

MEMBAUR: Konjen AS Joaquin Monserrate bersama Gus Hisyam dan santri Ponpes Darussalam, Blokagung, Kecamatan Tegalsari.

Jagonya Kalah, Pendukung Mengamuk Kisruh Pilkades di Desa Bedewang ABDUL AZIZ/RABA

KELILING KAMPUNG: Hamzah mengenakan pakaian janger dan diarak keliling kampung oleh para pendukungnya.

Menangi Pilkades, Hamzah Diarak Keliling Kampung SEMENTARA itu, berbagai cara dilakukan oleh para calon kepala desa dan para pendukungnya dalam memeriahkan kemenangannya. Salah satunya seperti dilakukan calon kepala desa (cakades) Gitik, Kecamatan Rogojampi, Hamzah. Cakades nomor urut satu tersebut memenangi pemilihan kepala desa (pilkades) yang diselenggarakan Kamis kemarin

(5/9). Mendengar kabar kemenangan itu, Hamzah yang juga mantan Kepala Dusun Gitik, langsung diarak keliling kampung oleh pendukungnya. Uniknya, ketika diarak keliling kampung, Hamzah didandani pakaian janger lengkap dengan iringan musik hadrah kuntulan. “Ini adalah kemenangan masyarakat Gitik,” kata Hamzah. (azi/c1/aif)

AGENDA KOTA

Rogojampi Berdonor Jilid Empat RSIA PKU Muhammadiyah Rogojampi kembali melaksanakan kegiatan donor darah, Rabu besok (11/9). Bagi masyarakat Rogojampi dan sekitarnya bisa mengikuti kegiatan sosial ini di RSIA PKU Muhammadiyah Jalan Diponegoro 100 Rogojampi. Acara dimulai pukul 08.00 diawali dengan pengenalan dan demo fisioterapy GRATIS, hiburan elektone tunggal hingga pembagian puluhan door prize. Di waktu yang sama RSIA PKU Muhammadiyah Rogojampi juga memberikan diskon 50 persen untuk melaksanakan check up darah. (adv)

Pelatihan Psycho Transmitter Seratus Persen Ilmiah BANGKITKAN potensi diri mendayakan otak dan hati nurani, mampu mempengaruhi orang lain jarak jauh, memenangkan tender, meningkatkan omzet bisnis, menangkan Pilpres/Pileg, mengembalikan orang atau barang hilang, pengobatan diri dan orang lain. Hubungi kata hati 081358110511, 03314166601. Situbondo (7/9) pukul 19.00. Jember (8/9) pukul 08.00. (adv)

SONGGON - Kerusuhan kembali terjadi dalam pemilihan kepala desa (pilkades) yang dilaksanakan secara masal di Banyuwangi. Kali ini, aksi anarkis pecah di Desa Bedewang, Kecamatan Songgon, Jumat malam kemarin (6/7). Sebuah mobil bernopol P 625 VH rusak akibat diamuk masa. Kaca bagian belakang mobil warna abu metallic milik Muslim, 47, itu tampak pecah. Selain itu, beberapa rumah warga juga rusak setelah diobrak-abrik massa. Kisruh pilkades tersebut bermula saat beberapa orang panitia mengambil logistik berupa konsumsi setelah rekapitulasi perolehan suara para calon kepala desa (cakades) yang dipusatkan di lapangan desa setempat tuntas menjelang magrib. Hasil rekapitulasi itu menyimpulkan, bahwa perole-

han suara terbanyak diperoleh Bambang Sudarsono. Beberapa panitia tersebut mengambil logistik di Dusun Tegalwudi menggunakan kendaraan roda empat. Kebetulan, konsumsi tersebut sudah dipesan kepada Sriwati, yang notabene rumahnya tak jauh dari calon kandidat yang kalah, yaitu Imron Rosadi dengan hanya selisih 108 suara. Belum sampai tiba di lokasi, ternyata di rumah Rosadi sudah berkumpul banyak orang. Tiba-tiba warga pendukung Imam Rosadi menghampiri panitia yang hendak mengambil logistik tersebut. Tanpa dasar yang jelas, mereka menuding, jika kekalahan Imam Rosadi disebabkan ulah panitia yang dianggap memihak kepada calon yang menang. Seketika itu, sebagian pendukung memukul salah satu panitia tersebut. Namun, sejumlah panitia memilih tidak melawan. Tetapi, sikap tak terpuji tersebut mengundang

ALI NURFATONI/RaBa

BELUM DIPERBAIKI: Warung milik Poniyah ambruk setelah diamuk masa.

para pendukung lain berdatangan. Puluhan bungkus makanan yang hendak diambil pun diobrak-obrik. Bahkan, para pendukung tersebut justru bertindak brutal. Mereka melempari rumah warga yang dianggap mendukung salah satu cakades yang menang. Beberapa rumah warga yang rusak antara lain milik Ashadi, Nuri, dan Sriwati. ‘’Rumah saya juga dilempari batu,’’ kata Sution Efendi, salah satu panitia yang tinggal tak jauh dari

rumah Imam Rosadi. Selain itu, satu warung sederhana juga dirusak. Bangunan warung milik Poniyah, 40,

tersebut hingga kemarin masih dibiarkan ambruk. Melihat situasi Bedewang mencekam, puluhan personel dari Polsek Songgon langsung diterjunkan. Melihat kedatangan polisi, warga tak kunjung membubarkan diri. Tapi, begitu Bimob dan Dalmas Polres Banyuwangi datang, mereka langsung membubarkan diri. Sekadar diketahui, ada tiga cakades yang bertarung di Desa Bedewang. Mereka adalah Muhammad Iskandar (nomor urut 1), Bambang Sudarsono (nomor urut 2), dan terakhir Imam Rosadi dengan nomor urut 3. (ton/c1/aif)

Cukup UM Rp 500 Ribu, Anda Bisa Punya Rumah Baru BANYUWANGI – Tingginya permintaan rumah di PT Sobo Asri- Bumi Arum Grup (BAG) merupakan salah satu indikasi jika strategi pemasaran yang dilakukan oleh pengembang BAG mendapat sambutan positif dari masyarakat. Program subsidi dengan uang muka Rp 500 ribu, sudah bisa memilih tiga lokasi rumah yang ditawarkan BAG. Selain subsidi, pengembang juga memberikan hadiah langsung berupa satu televisi 21 inci, serta hadiah Xenia, Yamaha Jupiter, kulkas. “Kami memberikan program ini khusus untuk Anda yang ingin tinggal di lokasi Bumi Arum Grup,” ujar Manager Marketing PT Sobo Asri, Riyo. Lebih lanjut Riyo menjelaskan, tiga lokasi perumahan yang ditawarkan ternyata dinilai memiliki nilai yang sangat prospek. Adalah Perumahan Alam Pesona Asri Kertosari, Griya Pesona Karan-

TOHA/RaBa

MODERN: Untuk memiliki rumah di PT Sobo Asri, Anda cukup datang ke Roxy Supermarket atau kantor pemasaran. grejo dan Perumahan Pancoran Mas Griya Indah Rogojampi. Ketiga lokasi ini telah penuh dengan penghuni. Artinya, Anda pun tidak perlu khawatir dengan lingkungannya, sebab banyaknya penghuni secara otomatis akan

membentuk sebuah lingkungan yang rasa sosialnya sangat tinggi. “Yang jelas, secara lingkungan, ketiga lokasi itu sudah terbentuk,” ungkapnya. Informasi lengkap hubungi Tanto 082143955993, 085236058438. (adv)

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pemasaran & Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Administrasi Iklan: Widi Ukiyanti . Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


41

Sabtu 7 September 2013

PROMOSI WISATA: Sedikitnya 25 tim dari dalam dan luar negeri akan tampil dalam Banyuwangi Tour de Ijen edisi kedua 2-5 November mendatang.

Persewangi Mulai Gerilya Sponsor BANYUWANGI - Pengurus Persewangi terus bergerak cepat mempersiapkan timnya untuk keikutsertaannya dalam turnamen Piala Gubernur dan Divisi Utama mendatang. Selain mencoba memaksimalkan penjaringan pemain lewat seleksi yang digelar 5-6 September kemarin, pentolan pengurus juga mulai gerilya untuk mendapatkan mitra kerja (sponsor). Rencana strategis itu diungkapkan ketua Persewangi, Hari Wijaya, di sela-sela menyaksikan seleksi pemain Persewangi di Stadion Diponegoro kemarin (69). Dia menyatakan pihaknya akan terbuka untuk menjalin kemitraan dengan pelaku bisnis yang ada di Banyuwangi. Dukungan dari semua pihak termasuk pelaku usaha menjadi kunci dalam eksistensi Persewangi ke depan. Untuk merealisasikan kerja sama itu, Hari menyatakan

siap membuka keran kemitraan seluas-luasnya. Dia berencana akan melakukan pendekatan ke beberapa instansi dan badan usaha yang ada di Banyuwangi. Semua segmentasi bisa menjadi bagian dari tim berjuluk Laskar Blambangan ini. “Kami terbuka dan siap menjadi mitra kerja,” tegasnya. Hari mengungkapkan, sejauh ini pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan beberapa calon mitra. Diharapkan bila terwujud, meski tidak besar bisa mendukung bagi perjalanan Persewangi di musim ini. Apalagi kompetisi regular Divisi Utama akan dilaksanakan pada bulan Januari mendatang. Dan, pertandingan turnamen Piala Gubernur di laksanakan pada bulan November nanti. “Semua biaya yang dibutuhkan akan digunakan untuk membiayai seleksi, pemusatan latihan, hingga pertandingan resmi nanti,” ujarnya. (nic/c1/als)

GALIH COKRO/RaBa

Pembalap Asing Dominasi Tour de Ijen BANYUWANGI - Pamor balap sepeda internasional Banyuwangi Tour de Ijen (BTDI) kian mengilap saja. Meski pelaksanaan kejuaraan yang masuk dalam Banyuwangi Festival 2013 baru akan digelar 2-5 November mendatang, namun sejumlah peserta lokal dan mancanegara sudah memastikan turut ambil bagian dalam ajang tersebut. Penyelenggaraan BTDI yang memasuki tahun kedua ini akan diikuti 25 tim, baik lokal maupun mancanegara. Rinciannya, dari 25 tim itu, 20 tim berasal dari luar negeri. Peserta asing ini terdiri dari tiga klub pro-kontinental, 12 klub kontinental, dan lima klub luar negeri.

Sedangkan untuk peserta dari dalam negeri ada lima tim. Terdiri dari satu tim nasional dan empat klub terbaik. Untuk tim nasional merupakan gabungan dari beberapa klub. Tidak semua tim bisa turut serta dalam ajang ini. Selain bertaraf internasional, untuk bisa masuk menjadi peserta harus diseleksi secara ketat. Di samping itu ada sisi yang berbeda dalam penyelenggaraan BTDI kali ini. Ajang adu cepat balap sepeda ini akan menjadi bagian dari empat rangkaian Indonesia Grad Prix 2013 atau turnamen resmi seri persatuan balap sepeda internasional (UCI). Selain BTDI, ada pula

Tour de Indonesia (TDI), Tour de Bali (TDB), dan Tour de Jawa Barat. “Ini momentum bagus untuk mengangkat prestasi olahraga balap sepeda di Banyuwangi. Sekaligus mempromosikan Banyuwangi sebagai tujuan kota wisata,” ujar Guntur Priambodo, Ketua BTDI 2013. BTDI kali ini akan memakan rute sejauh 600 km. Perlombaan sendiri terbagi dalam empat etape. Ragam karakteristik jalan dan wilayah Banyuwangi akan menjadi suguhan bagi para pembalap. Setiap stage, peserta akan melalui jalan pedesaan dengan pemandangan persawahan, perbukitan, laut, sungai, hingga pegunungan. (nic/c1/als)

Tempuh Rute 600 Kilometer SEMENTARA itu, dibandingkan BTDI edisi pertama di tahun 2012 lalu. Ajang yang sama tahun ini bisa dipastikan berbeda. Peserta akan menempuh jarak lomba sepanjang 600 kilometer yang terbagi ke dalam empat etape. Etape pertama sejauh 180 kilometer dimulai dari depan kantor Pemkab Banyuwangi menuju Pantai Pulau Merah. Etape kedua dimulai dari Desa Jajag menuju Lapangan Maron sejauh 120 kilometer. Sedangkan etape ketiga, para pembalap menempuh jarak sejauh 190 kilometer dengan start dari Kalibaru menuju Paltuding, Kawah Ijen. Sedangkan etape terakhir akan menempuh sejauh 120 kilometer dengan mengitari kota Banyuwangi sebanyak 12 lap untuk memperebutkan total hadiah sebesar Rp 700 juta. Ketua Panitia BTDI, yang juga Ketua Ikatan Sepeda Sport Indonesia Guntur Priambodo menjelaskan, dengan melewati rute-rute tersebut, bertujuan untuk mempromosikan dan menunjukkan pada dunia internasional bahwa Kabupaten Banyuwangi merupakan daerah yang mempunyai potensi luar biasa. (nic/c1/als)

Jadikan Kejurkab Pemanasan BOY

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

BUTUH DUKUNGAN: Sejumlah calon pemain Persewangi mengikuti seleksi di Stadion Diponegoro kemarin.

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI - Pengkab Pelti Banyuwangi punya gawe besar dalam waktu dekat. Bertajuk kejuaraan tenis tingkat kabupaten (kejurkab), induk olahraga tenis lapangan di Banyuwangi itu menggelar even pertandingan yang digelar di lapangan tenis GOR Tawang Alun. Dua kategori utama, yakni beregu dan umum, akan menjadi spesialis dalam kejuaraan yang memperebutkan Piala Bupati Banyuwangi ini. Pengurus Pelti Banyuwangi Edi Santoso

SITUBONDO

mengatakan, untuk kejurkab ini akan dilaksanakan pada 15-21 September mendatang. Peserta dalam even ini dikhususkan untuk kalangan petenis yang ada di dalam Banyuwangi. “Jadi ini persiapan kami untuk mempersiapkan atlet di even berikutnya,” katanya. Kejurkab ini, menurut Edi, merupakan salah satu bagian dari pemanasan jelang pelaksanaan Banyuwangi Open Yunior (BOY) yang digelar dua bulan lagi. Dia berharap petenis muda Banyuwangi bisa

BANYUWANGI

turut ambil bagian dalam kejurkab kali ini. Selain saran menambah pengalaman ajang ini juga bisa menjadi ukuran kesiapan mereka sebelum turun di BOY mendatang. Apalagi, BOY nanti merupakan kejuaraan cukup prestisius. Peserta dapat menjadikan ajang ini sebagai pengatrol grade atlet. Dengan status kejuaraan yang diakui Pelti (TDP) maka sangat disayangkan bisa BOY nanti dilewatkan. “Dengan kejurkab diharapkan bisa sebagai ajang pemanasan,” ujarnya. (nic/c1/als)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Daihatsu Xenia ‘10 •

• Toyota Avanza ‘07 •

Dijual Daihatsu Xenia F60IRV-GMDFJJ tahun 2010 silver metalikXI deluxe, harga 116 juta nego brg istmw, bisa cash /kredit, hub (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Toyota Avanza 1.3G F60 IRM GMMFJJ tahun 2007, biru metalik, harga 116 juta nego brg istmwa, bisa cash /kredit, hub (0333) 631526, 635176, 0811351148

• Honda Jazz ‘10 •

• Suzuki Splash ‘10 •

Bth uang cpt avanza S.1.5 T 2011 Istimewa, Putih, Silver 147 jt. Hub. 087822043316

Dijual Honda Jazz GD3 1.5 IDSI AT tahun 2004 coklat muda metalik, harga 110 juta nego barang istimewa, bisa cash /kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Suzuki Splash YV4 1.2 RHD MT tahun 2010 coklat metalik, harga 122,5 juta nego barang istimewa, bisa cash /kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

• Panther New Royal ‘00 •

• Nissan Xtrail ‘05 •

• APV ‘05 •

Dijual Isuzu Panther New Royal merah tahun 2000 istimewa dan antik , harga89,5 juta nego. Hubungi 085 859 015 720 atau 085 259 203 299

Dijual Nissan Xtrail 2.5 ST AT tahun 2005 abu-abu metalik, harga 136,5 juta nego barang istimewa, bisa cash /kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual APV type-X 2005,Plat DK, Hitam mulus, mesin ok, body list, sarung jok kulit, aki baru, pajak panjang, bemper, 104juta. hubungi 081357504037.

• Grand Livina ‘08 •

• Honda Odysey ‘03 •

• Nissan •

Dijual Grand Livina XV manual th 2008 (plat P) Pajak Baru, silver, istimewa H:139 juta NEGO, bisa bantu kredit. Hubungi: 0852 5920 3299

Dijual Honda Odysey Absolute Japan 2003 silver. Pajak panjang mobil sangat nyaman terrawat. Hrp 170 jt nego. Khsus yg cari mobil bagus & nyaman, Hub 081234587000

Gebyar promo Nissan Grand Livina DP 40 jt, Evalia DP 25jt, March DP 25jt, Juke DP 40 jt dan dapatkan bonus lainnya. Hub. Adwar Nissan Bwi 081259550876.

• Lemahbang Kulon •

• Kebun Gintangan •

• Jl. Anggrek •

• G. Vitara ‘07 & H. City ‘07 •

• Honda Jazz rs ‘09 •

Dijual rumah Lemahbang Kulon no,or 51, Luas Tanah 700m2, Luas bangunan 180m2. Hub: 081217106757 Boentoyo

Jual kebun di Gintangan RGJ L 3,3 Ha harga Rp 30 rb/m pas (murah sekali siapa cepat dapat hub 081333678910

Dijual tnah Jl.Anggrek Gg 1 RT 1/04 Stb Luas 180 m2 hub 081336751668

Djl G.Vitara 2007 samsat baru, Honda New City 2007 Silver stone. H. 081558101028.

Djl Jazz RS 09 hitam pjk bru 182 jt nego cash/ krdt,tkrtmbh.H.082142194111-081335897888

• Tanah Sangat Murah •

• Bodi Kijang LGX •

• Great Corolla ‘93 •

Djl Cpt tnh Jl. Yos Sudarso no 5-9 Bwi SHM LT. 1082 m2 HUB : 081330053988

Dijual sangat murah tnh Luas 4,5 Ha, lok Ds. Ketowan Arjasa, mobil bs langsung k lokasi. Per Ha 65 jt. Hub: 08179622454

Dijual body kijang kapsul Lgx Hrg 25 jt nego Hub 082142194111

Dijual toyota great corolla 93, abu2, Nopol P Bwi, Ex. Dokter nego+bonus. 0817264615.

• Tanah Kapling Dadapan •

PROBOLINGGO

Dijual tanah kapling (SHM) 1040M ada bangunan rumh lok.Secawan Dadapanbwi, hub 08123669969, 085335115873

• Tanah L2300m2 •

• Jl. Yos Sudarso •

BANYUWANGI • KIA Motor • Bth tng u/ otomotif R-4.Syrt Min SMAN, diutmkn prnh kuliah. Max P 35th, W 30th, pny kndraan sdr, SIM A/C. Diutmkn Dmisili Bwi. Krm ke CV Al Amin Semesta. d/a Prima Mobil Jl. Yos Sudarso 60 Bwi.Email: sdmtrijaya@gmail.com

• Akeno Digital Printing • Akeno Digital Dibutuhkan cepat Desainer, Operator, Lamaran kirim ke Sudirman nomor 21.

Printing. Counter, Finishing. J l . P. B .

JEMBER • Supervisor • Dibthkan sgr 3SPV (Jbr,Stb&Bwi) kirim CV lgkp ke yos sudarso 40 Wirolegi Jmbr.

• Lingkar Ketapang • Djl tanah 2530 M2, Jl. Lingkar Ketapang Bwi, blh diambil sbagian. H. 082141046676.

• Tanah 2 Kapling • Dijual 2 tanah Kapling msg2 uk: 10x20 M2, Lokasi Kebalenan, SHM Harga : 75 Juta Hub: 082141060580/083847407631

• Kebun + Sawah 9780m2 • Kebun+sawah Simbar Cluring 9780m2 hrg 1,25M nego.T.085859713332, 085257089996

Djl L300 2009 hrg 112juta nego cash&kredit, tukar tambah 082142194111.

SITUBONDO

BANYUWANGI

Dikontrakkan rumah +toko L:497m2, tmpt strtgis, dpn toko Mitra Rgjampi. Hub: 081913935209

• STNK •

• Rumah+Toko Bangunan •

Hlg STNK P 8113 VE, an. Lita Setiastuti Permaiwati, Jl.Brito No.54 Penganjuran

Dijual cpt rumah+toko bangunan sdh berjalan. L 338M2, lokasi muncar. Harga Rp. 1 M nego. minat hub 081249679585

Hlng STNK P 3696 ZH, an. Fatmiyati, Dusun Krajan RT5/01 Wongsorejo Hlg STNK P 3959 ZM, an. Namalda Hairum, Krajan 02/03 Dadapan, Kabat

BANYUWANGI

1. SALES SUPERVISOR Syarat: Minimal SLTA; Usia Max. 30 Thn; Pengalaman di bid. Pemasaran produk makanan, min. 2thn; Menguasai outlet & wilayah pasar Bwi dan sekitarnya; Menguasai system distribusi; Menguasai computer. Memiliki kendaraan sendiri dan SIM C. Fasilitas yang diberikan: Gaji + Tunjangan + Transport; Bonus terhadap Pencapaian target

• L300 ‘09 •

• Dikontrakkan •

LOWONGAN DIBUTUHKAN

• L300 PU ‘10 • Jual L300 PU 2010 Colt Diesel FE71 Th 2008 4RD,TaftGT4X4th93ban33hub08123353223

BANYUWANGI

• Tanah di Bbrapa Lokasi • Dijual rmh L.1485m2 dpn Bank R a n i Rgj; Tnh L.9600 m2; Kebalen L.23500m2; Pancoran L1150m2; Mendut, L.5000m2; Meneng, L.10650m2 Utara Meneng. Hub. 0811301322/0818341688

• Innova ‘10 & Accord ‘01 • Djl Innova 010 tpe V,abu2 mtl, istw, 225jt ngo. New Accord01,bru,95jt,cash&credit.Tkrtmbh.082142194111

Dijual tanah Lt2300 m2 Jl. Raya Pajarakan dpn pabrik sasa gending probolinggo hub 087791344411 / 0333420858/ 081336618649

DOK.RaBa

Edi Santoso

• Facial Murah• APK Bwi Sehat Jl.P.Tendean 35. Facial murah pukul 14.30 - 15.00. Finda 081335368618.

• Investasi Jati & Sengon • Peluang emas investasi pohon jati & sengon 1 Ha 3000 pohon, RP. 88 jt langsung sertifikat SHM. Hub 085204556344

• Grand Livina SV • Djl. G.LIvina SV”10" MT. Grey MTL. H.142,5 NG. tgn 1. Brg Istw. H. 087857628108

• Chev PU & Suzuki Carry • DjlchevPU’84,SzkCary’88alexander.Tnh9000m2 @750Rbm.Argopuro15082333008871

• Avanza ‘11 •

PEMBERITAHUAN Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhati-hati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak bertanggungjawab atas semua transaksi yang terjadi selain pemasangan iklan secara resmi di Radar Banyuwangi.

2. SALESMAN Syarat: Min SLTA; Usia Max. 30 Thn; Menguasai outlet & wilayah pasar Bwi dst. Pengalaman di bid. Pemasaran produk makanan min 2 th. Mmiliki kndaraan sndiri & SIM C. 3. TEKNIK SUPERVISOR Pend. Min. D3 Jursn mesin diutamakn pengalaman min 2 thun di bidangnya. Lamaranditutup tgl. 14 September 2013 pkl. 12.00. Berkas Surat Lamaran diantar sendiri ke alamat : HRD PT. Blambangan Foodpacker Indonesia, Jl. Sampangan No. 1 MUNCAR, Telp. 0333 – 593479

Mobil Anda belum laku? Hubungi: (0333) 412224


42

Sabtu 7 September 2013

SUZUKI DIAN PRATAMA MANDIRI

Beli Satria Tanpa Uang Muka Program Hanya Berlaku di Suzuki DPM Grup

GAYENG: Bupati Dadang (tengah) berdialog dengan para kaum waria saat meninjau pelayanan inovasi unggulan di Puskesmas Kendit. EDY SUPRIYONO/RaBa

Curhat Bantuan Pemkab

KENDIT - Apa jadinya kalau para waria memiliki kesempatan bertemu dengan Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto? Tak ubahnya warga kebanyakan, mereka pun melakukan curhat atas keberadaan dirinya yang menilai juga butuh perhatian pemkab.

Itu terjadi saat Bupati Dadang hadir ke Puskesmas Kendit kemarin (6/9). Dia sedang melakukan peninjauan terkait ke tiap-tiap puskesmas yang memiliki karakteristik pelayanan atau inovasi pelayanan unggulan. Di Puskesmas Kendit dijadikan puskesmas yang

peduli terhadap kegiatan waria. Yang menarik, saat melakukan curhat itu, salah seorang di antaranya mengungkapkan jika bantuan pemkab yang ditujukan kepada kaum waria selama ini tidak tepat sasaran n  Baca Curhat...Hal 43

Ditinggal Mandi, Taksi Hilang BUNGATAN - Aksi pencurian kendaraan di Kabupaten Situbondo semakin menggila. Kemarin (6/9), sebuah mobil taksi Expres milik Koko Setiyo, asal Grenggeng, Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, Jombang, hilang di pinggir jalan raya Pasir Putih, Kecamatan Bungatan. Insiden hilangnya taksi bernopol L 1615 UG yang berwarna putih itu terjadi sekitar pukul 08.00 pagi. Akibatnya, korban yang tinggal di RT 3/2 ini mengalami kerugian yang mencapai Rp 140 juta. Sebelum hilang, Koko Setiyo memarkir mobilnya di depan salah satu warung yang ada di sekitar jalan raya Pasir Putih. Selanjutnya, korban meninggalkan mobil taksinya dan bergegas mandi.

Diduga kuat, saat korban memarkir kendaraannya, sudah ada kawanan pencuri yang mengikutinya. Sehingga pada saat korban meninggalkan taksi dan lengah, pencuri pun melakukan aksinya dan membawa kabur mobil korban yang konon dibawa lari ke arah barat. Usai mandi, korban bermaksud kembali ke mobilnya. Namun, korban sangat terkejut melihat mobilnya yang sudah tidak ada di tempatnya diparkir. Korban langsung menanyakan kepada pemilik warung dan sejumlah warga yang saat itu berada di lokasi kejadian. Namun, usaha pria 50 tahun itu tidak mendapatkan hasil. Tanpa banyak bicara, korban pun langsung melaporkan kasus pencurian tersebut ke polisi.

Kepada petugas, korban hanya membawa surat-surat kendaraannya yang hilang. Korban melaporkan mobil taksi dengan nomor rangka kl1sf6971dii200028 dan nomor mesin f14d38748941 sebagai bukti bahwa mobilnya telah dicuri seseorang. Kasubag Humas Polres Situbondo AKP Wahyudi membenarkan adanya pencurian mobil yang terjadi di depan warung di jalan raya Pasir Putih tersebut. Dikatakan, pihaknya masih melakukan pengejaran dan sampai saat ini terus dalam penyelidikannya. “Ada yang lapor mobilnya hilang. Petugas langsung melakukan pengejaran. Meski sampai saat ini pelakunya belum tertangkap, tetapi kasus itu terus diselidiki,” kata AKP Wahyudi. (rri/c1/als)

NEW SURYA HOTEL, JAJAG

Akses Mudah Menuju Destinasi Wisata GAMBIRAN - New Surya Hotel sudah dikenal oleh wisatawan lokal (domestik) dan asing sebagai salah satu hotel paling nyaman yang ada di Kota Jajag, Banyuwangi. New Surya Hotel memiliki akses mudah menuju ke sejumlah tempat objek wisata. Seperti Sukamade, Plengkung, G-Land, Kawah Ijen, Pantai Grajagan, Pantai Ngagelan, Bedul, dan wisata lain-lain yang ada di Banyuwangi. Selain itu, akses dari dan menuju Bandara Belimbingsari dan Stasiun Kereta Api yang menuju ke arah Jember, Surabaya, serta tujuan penting lainnya, juga mudah dari New Surya Hotel. Hotel ini memang menawarkan lokasi yang sempurna untuk bersantai dan perjalanan bisnis. Ditunjang beberapa type kamar executive, kamar suite, kamar superior, dan kamar standar. Fasilitas kamar dilengkapi televisi flat, AC, kulkas, juga kamar mandi dengan air panas dan dingin. Dengan harga yang relatif terjangkau, semua tamu di New Surya Hotel juga bisa menikmati fasilitas penunjang lainnya. Seperti kolam renang, la-

NYAMAN: Kamar yang tersedia di New Surya Hotel didesain untuk kenyamanan para tamu.

THOMY SILA/RaBa

pangan tenis indoor, tempat parkir yang luas, serta restoran dan café yang buka hingga pukul 24.00 General Manager New Surya Hotel, Suharto mengatakan, hotel yang dikelolanya sangat cocok untuk bersantai bagi kalangan muda, profesional, maupun keluarga. “Café kami juga menyedikan aneka macam makan seperti bakso, bakwan, lumpia, dan lainnya,” jelas Suharto. (adv/als)

BANYUWANGI - Sales Suzuki Satria melonjak cukup tajam tahun ini. Bahkan, target tahun lalu sebesar 35 persen terlampaui. Tingginya permintaan terhadap motor yang memiliki mesin 150cc itu memang luar biasa. Sebagai salah satu diler Suzuki ternama di Banyuwangi, Suzuki Dian Pratama Mandiri (DPM) Grup masih memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memiliki motor Satria tanpa uang muka. Program yang diluncurkan mulai bulan Agustus hingga September 2013 ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. “Program kepemilikan Suzuki Satria tanpa uang muka ini akan habis pada September 2013. Jadi, jika Anda berminat, silakan saja langsung datang ke DPM Grup. Jangan keliru ke diler lain. Sebab, program ini hanya ada di DPM Grup. Dan, yang jelas selama proses kredit BPKB dijamin aman,” jelas Jemmy Sundoyo, Direktur Marketing PT DPM Grup. Jemmy menjelaskan, mengapa masyarakat menyukai Suzuki Satria? Siapa pun tahu, performa kencang Satria yang dibekali mesin berkapasitas 150cc, DOHC, 6-Speed dan

ISTIMEWA

BERUNTUNG: Jemmy Sundoyo (kiri) memberikan hadiah cash back kepada pembeli Suzuki Satria.

Suzuki Advance Cooling System. “Satria ini memang galak. Suzuki memahami keinginan para Satria mania yang mendambakan performa mesin kencang, desain body sporty dan ramping. Kini, Satria tampil dengan desain cover body berkarakter sporty and slim dipadu dengan new head light dengan body line agresif,” kata Jemmy.

Selain itu, saat diajak meliukliuk dan menikung, bisa dikendalikan dengan mudah dan tetap stabil. Dengan rangka dua tabung dan pipa lengan ayun besar, membuat Satria mampu bermanuver dengan mantap. Jadi tunggu apalagi, mumpung masih ada kesempatan mendapatkan Suzuki Satria tanpa uang muka, hanya di DPM Grup. (adv/als)

Kolesterol Tinggi Bisa Menurunkan Kemampuan Seksual Selain bermanfaat untuk perkembangan otak dan kelancaraan kerja usus, kolesterol juga merupakan substrat penting untuk mensintesis hormon steroid, seperti estrogen, androgen, progesteron, testosteron, dan kortison. Hormon-hormon ini berfungsi untuk mengatur fungsi dan aktivitas tubuh. Bila kadarnya rendah di dalam tubuh, proses menstruasi dan kesuburan akan terganggu. Bahkan, terkadang ia dapat menyebabkan kemandulan, baik bagi pria maupun wanita. Tubuh kita menggunakan kolesterol untuk menghasilkan hormon seks, yang sangat penting bagiperkembangan dan fungsi organ seksual. Bahkan, vitamin D pun dihasilkan dari turunan kolesterol karena kolesterol merupakan prekursor utama pembentukan vitamin D serta hormon reproduksi, seperti estrogen dan testosteron. Vitamin D dan hormon tersebut penting guna menjaga keseimbangan pembentukan dan perusakan tulang. Dengan demikian, ia dapat mencegah terjadinya osteoporosis. Vitamin D juga berfungsi untuk membantu penyerapan kalsium ke dalam tubuh. Kolesterol itu banyak jenisnya. Tiga di antaranya adalah LDL (kolesterol jahat), trigilserida, dan HDL (kolesterol baik). Bila kadar ketiganya normal, tak ada masalah yang timbul. Namun, bila kadar LDL dan trigliserida berlebih, barulah timbul masalah. Dan itu merupakan faktor risiko yang dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah jantung serta pembuluh darah otak yang dapat memicu stroke. Penyakit lain pun dapat ditimbulkan oleh LDL yang tinggi, seperti hipertensi, diabetes, aterosklerosis, dan disfungsi ereksi pada pria. Untuk itu, yang perlu dilakukan adalah meningkatkan HDL karena ia mempunyai fungsi membersihkan pembuluh darah dari LDL yang berlebih. Kadar HDL yang tinggi merupakan tanda yang baik sepanjang LDL kurang dari 150 mg/dl. Lalu, bagaimana

caranya mengurangi LDL? Tentu banyak cara yang bisa dilakukan. Namun, salah satunya, yang tak memiliki efek samping, adalah dengan rutin mengonsumsi xanthone, senyawa yang terdapat dalam kulit buah manggis. Senyawa itu bisa menjadi pelindung sel pada proses penuaan atau perusakan oleh radikal bebas. Sifat antioksidannya melebihi vitamin E dan C. Karena itu, ia berperan sebagai anti-inflamasi, anti-penuaan, antialergi, dan membantu tubuh menurunkan gula, tekanan, serta kolesterol darah. Berkaitan dengan penurunan kadar kolesterol darah, hasil pengujian dr. Purwati, seorang dokter di Jakarta, menunjukkan angka sebagai berikut. Kolesterol rata-rata 7 pasiennya 201,85 mg/dl sebelum mengonsumsi ekstrak kulit buah manggis. Tapi, setelahnya turun menjadi 176,86. Normalnya <200. Itulah buktinya b a h w a xanthone berhasil menormalkan k a d a r kolesterol pasien. B i l a i n g i n t a h u l e b i h banyak tentang khasiat manggis itu, Anda bisa membacanya di buku berjudul Kulit Manggis Berkhasiat Tinggi, yang tersedia di Toko Buku Gramedia di seluruh Indonesia. Tapi, apakah untuk mendapatkan xanthone itu kita perlu menggiling kulit manggis dulu untuk kemudian meminum airnya? Tidak. Sekarang, teknologinya sudah ada di Indonesia. Dan produk itu sudah beredar di apotek dan toko-toko obat terkemuka di kota Anda, dalam bentuk kapsul. Namanya Garcia. Sedangkan xanthone adalah nama zat yang dikandungnya. Bila ingin tahu lebih banyak tentang ekstrak kulit manggis pertama di Indonesia itu, Anda bisa menghubungi telepon bebas pulsa kami di 08001401430, email info@manggisgarcia.com, atau website www.manggisgarcia.com. .Produk ini bisa didapatkan di Apotek dan toko obat terkemuka di kota anda atau segera Banyuwangi : 0333-7703239 & 081336445358


Sabtu 7 September 2013

43

HALAMAN SAMBUNGAN

Tas CRV Isi Rp 3,5 Juta, Tas Innova Isi Rp 5 Juta n SEHARI... Sambungan dari Hal 35

Dalam aksinya yang diperkirakan pada pukul 12.00 ini, kawanan maling ini tidak mendapatkan barang yang berharga. Sebab, semua barang termasuk tas yang berisi uang oleh korban dibawa ke masjid. “Yang ada di mobil hanya buku paket, tapi juga tidak ada yang diambil,” katanya pada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin. Berselang sekitar satu jam kemudian, aksi pecah kaca mobil

ini kembali terjadi di Jalan Kopral Talap 25, Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi. Mobil Honda CRV bernopol P 1192 VL milik Yogata Anugerah De Sastra yang sedang diparkir di samping rumahnya, dipecah kaca depan bagian kanan. “Memecah diperkirakan pakai palu,” terang Yogata. Korban mengaku berada di rumah bersama keluarga saat kawanan maling itu beraksi. Begitu mendengar ada suara keras dari arah mobil, Yogata langsung keluar. “Pelaku dua

orang dengan naik motor Yamaha Mio, pelat nomor motor tidak ada, kabur ke utara dan belok ke barat,” jelasnya. Dua pelaku yang telah memecah kaca mobil itu, jelas dia, mengambil tas warna hitam yang ditaruh di jok depan. Dalam tas itu, berisi sejumlah dokumen penting. “Dalam tas yang dibawa maling itu ada uang sekitar Rp 3,5 juta dan lima buku tabungan,” jelasnya. Hanya satu jam setelah kejadian di Jalan Kopral Talap, kawanan maling spesialis pecah kaca

mobil juga beraksi di warung semanggi di Desa Dadapan, Kecamatan Kabat. Di tempat ini, dua pelaku memecah kaca mobil Kijang Innova yang sedang makan. Pelaku yang telah memecah kaca mobil Kijang Innova bernopol L 1574 BA ini diketahui berjumlah dua orang. Kedua pelaku itu kabur ke arah selatan jurusan Kecamatan Rogojampi dengan mengendarai motor sport. “Pelakunya itu dua orang,” cetus Kapolsek Kabat Iptu A. Imron. Menurut Kapolsek Imron,

Selamat Datang di Bumi Blambangan n MEMBANGUN... Sambungan dari Hal 33

Panitia, yang merupakan gabungan dari Pemkab Banyuwangi dan masyarakat, bekerja tanpa kenal lelah, membuat saya semakin yakin bahwa dengan kebersamaan tak ada hal yang tak bisa kita lakukan. Kita patut bangga dan berucap terima kasih kepada panitia dan masyarakat luas yang menyukseskan event ini. Para peserta BEC juga dipastikan akan tampil maksimal. Selain dibimbing oleh banyak sanggar dan seniman kreatif, peserta karnaval juga dibekali workshop mendesain kostum, seni merias diri, dan pendalaman terhadap karakter tokoh da lam defile yang masing-masing mempunyai filosofi khusus. Kita patut mengapresiasi kerja para budayawan, seniman, dan aparatur pemerintah dalam mengembangkan paradigma pembangunan yang berbasis kearifan lokal. Di tengah arus global yang memaksa orang untuk terus tampil dengan wacana-wacana yang melangit, Banyuwangi turun kembali mencari, mengadopsi, dan menegakkan identitas kultural sebagai ikon pariwisata. Melalui pendekatan ini, jelas

Banyuwangi tak perlu ragu atau khawatir apabila identitas sosialnya akan tergerus zaman. Pemilihan tema The Legend of Kebo-keboan Blambangan dalam BEC tahun ini juga menjadi pembeda dengan karnaval di kota lain. Ketika yang lain sibuk menarik tema dari ”luar” ke ”dalam”, Banyuwangi malah sebaliknya, yaitu menggali apa yang dimiliki di ”dalam” untuk diperkenalkan ke ”luar”. Kita membagi kebudayaan lokal untuk masyarakat global. Umar Kayam menyebut proses tersebut sebagai sebuah transformasi kebudayaan yang berdasar pada ”perintah historis”. Terminologi tersebut adalah strategi budaya untuk menjawab tantangan zaman serta mempertahankan kelangsungan hidup. Ini bukan berarti kolot, tapi kemampuan untuk berkreasi menjalin kesepahaman dengan peradaban global. Sisi lain BEC dibanding karnaval lainnya adalah lebih mengeksplorasi konsep dan kekuatan tema ketimbang terjebak pada karnaval yang mengeksploitasi tubuh. Banyuwangi Festival adalah kebijakan pariwisata yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat lokal (endogenous development policies). Sektor

ini kita kembangkan dengan mendorong keterlibatan komunitas lokal (community involvement). Jika selama ini penduduk lokal hanya ditempatkan sebagai objek, kini mereka adalah pemeran aktif dalam pengembangan pariwisata. Sanggar seni hingga pelaku industri kreatif seperti produsen kaus hingga kuliner aktif dan bergeliat. Saya perlu menggarisbawahi bahwa khazanah seni-budaya kita yang sangat kaya harus didesain sebagai perekat harmoni sosial sekaligus hiburan rakyat yang mampu menimbulkan kebanggaan dan kecintaan kepada daerah. Festival ini menandakan harapan Banyuwangi untuk go global, berdaya saing tinggi, dan menjadi kota dengan ekonomi maju, namun tetap mempunyai akar budaya yang membumi. Itu merupakan paradigma yang melambari pembangunan di kota tercinta ini. Pengembangan konsep pariwisata event di Banyuwangi tentu saja juga dilambari dengan spirit peduli dan berbagi lewat Festival Anak Yatim. Para anak yatim didorong berkreasi untuk terus mengejar cita-citanya. Yayasan-yayasan pengelola panti asuhan ditingkatkan kualitasnya agar bisa

mendukung peningkatan daya saing anak yatim. Secara umum, Banyuwangi Festival didesain sebagai alat pemasaran pariwisata daerah. Konsep pariwisata event yang kita kembangkan seperti BEC, Banyuwangi Beach Jazz Festival, sport-tourism Tour de Ijen, Paju Gandrung Sewu, dan Festival Kuwung, diharapkan bisa menjadi stimulus untuk membawa wisatawan berkunjung ke destinasi wisata di daerah ini. Karena itu, mari bergandengan tangan, menyapa wisatawan dengan ramah, dan menjaga lingkungan agar selalu baik. Kita satukan frekuensi untuk mewujudkan Banyuwangi sebagai kota yang selalu membawa kenangan manis bagi wisatawan. Mari berupaya memaksimalkan sektor pariwisata agar memberi kontribusi optimal bagi pembangunan ekonomi, terutama untuk menciptakan lapangan kerja baru dan mengentaskan kemiskinan. Ekonomi harus terus tumbuh dengan tetap menjaga kearifan dan kebudayaan lokal. Selamat datang di Banyuwangi. Selamat dan sukses Banyuwangi Festival 2013. Nikmatilah beragam acara sejuta pesona di Bumi Blambangan. (*)

Manusiawi bila Ada Sudut Pandang Beda n TIDAK MABUK... Sambungan dari Hal 35

Termasuk ribuan warga dari dalam maupun luar Banyuwangi juga ikut menonton di sepanjang jalan yang akan dilalui peserta BEC. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, kostum yang ditampilkan oleh para peserta BEC kali ini juga cukup ekstrem, glamour, fantastik dan spektakuler. Kekayaan etnik tradisional Banyuwangi ini dikemas secara modern tanpa mengubah nilai-nilai yang berkembang di masyarakat, baik spirit maupun filosofinya. Sehingga, menjadi tontonan menarik dan memiliki cita rasa seni yang tinggi karena para peserta mampu menunjukkan inovasi dan kreativitasnya. Saya sudah melihat penampilan para peserta lengkap dengan kostum kebanggaannya saat dinilai tim juri di kampus Uniba Selasa lalu. Performance dan kostum spektakuler seperti itulah yang hari ini mereka pertontonkan ke khalayak. Untuk membuat satu kostum saja biayanya rata-rata mencapai jutaan rupiah. Seorang peserta mengakui untuk membeli bahan kostumnya saja ada yang merogoh kocek Rp 2,5 juta. Itu belum termasuk ongkos membuatnya serta biaya make-up ke salon. Beberapa peserta dari kalangan pelajar, ada yang ditunjang pembiayaan oleh sekolahnya hingga Rp 1 juta per orang. Tapi, banyak juga yang berasal dari kocek pribadi. Salah satu juara BEC tahun 2012 lalu ada yang sampai mengeluarkan anggaran Rp 7,5 juta untuk pembuatan kostumnya. Padahal, hadiah yang dia terima dari panitia tak sampai sebesar itu. Bayangkan, kalau acara ini pesertanya 300 orang dengan memakai kostum yang biaya pembuatannya sebesar itu, pasti cukup besar anggaran yang dikeluarkan. Ini baru kostumnya saja. Belum lagi biaya lain seperti make-up dan transportasi, yang sebagian di antaranya harus memakai truk untuk mengangkut konstumnya. Demikian pula dengan biaya operasional penyelenggaraan dan promosi, pasti juga besar. Tentu sangat wajar kalau acara ini disebut sebagai even akbar bertaraf internasional. Sebab, agenda ini juga ditonton oleh para turis

dari mancanegara dan undangan dari luar Banyuwangi. Sejatinya, even BEC ini baru mengawali rangkaian kegiatan hari jadi Banyuwangi (Harjaba) yang ke-242 dikemas dalam agenda Banyuwangi Festival 2013. Selain BEC, masih banyak even akbar lainnya yang bakal digelar Pemkab Banyuwangi. Seperti Banyuwangi Batik Festival, Pergelaran Kiai Kanjeng, International Banyuwangi Tour de Ijen, Pergelaran Wayang Kulit, Banyuwangi Jazz Beach Festival, Paju Gandrung Sewu, International Power Cross Championship, Festival Kuwung, dan masih banyak lagi. Untuk memaksimalkan even akbar itu, berbagai upaya telah disiapkan sejak beberapa waktu lalu. Baik menyangkut lokasi, peserta, anggaran, koordinasi dengan pihak terkait maupun hal-hal teknis lainnya. Bahkan, secara khusus Bupati Banyuwangi bersama jajarannya awal pekan lalu datang ke Jakarta untuk menggelar konferensi pers. Tujuannya, agar gaung dari acara yang digelar Pemkab Banyuwangi ini bisa diketahui oleh masyarakat luas hingga ke dunia internasional. Harapannya ke depan, ada peningkatan arus kunjungan wisata dan masuknya investor ke Banyuwangi. Dari segi gebyarnya, model promosi melalui even-even besar yang cukup gencar dilakukan Pemkab Banyuwangi, termasuk ditunjang oleh keaktifan Bupati Abdullah Azwar Anas dalam berpromosi ke berbagai pihak, memang cukup membawa dampak positif. Salah satunya, Banyuwangi semakin banyak dikenal dan diperhitungkan oleh berbagai kalangan. Kenyataan ini memang tidak bisa dimungkiri. Saat saya bersilaturahmi Lebaran Idul Fitri ke luar Banyuwangi, beberapa kerabat cukup antusias memperbincangkan kemajuan daerah dan sepak terjang Bupati Banyuwangi. Mereka rata-rata mengakui kemajuan pesat yang dialami kota berjuluk The Sunrise of Java. Hal itu karena seringnya media cetak maupun elektronik menampilkan liputanliputan tentang Banyuwangi. Termasuk, bupatinya juga cukup sering tampil di media massa, terutama dalam mempromosikan daerahnya melalui beberapa even akbar. Bahkan, beberapa kali juga mengundang

wartawan dari Jakarta, Surabaya dan luar negeri ke Banyuwangi. Meski banyak yang memuji dengan perkembangan pesat Banyuwangi, tapi ada pula yang mempertanyakan dan mengkritiknya. Terutama terkait dengan sering digelarnya even-even akbar di Bumi Blambangan. Salah satunya dari sejawat kerja saya yang ada di kantor pusat Surabaya. Dia mempertanyakan, apakah even-even besar yang diselenggarakan Pemkab Banyuwangi selama ini mampu memberikan peningkatan kontribusi riil terhadap kesejahteraan warganya? Menurut rekan saya itu, program riil meningkatkan kesejahteraan rakyat jauh lebih penting dibanding menggelar even-even besar dengan anggaran hingga miliaran rupiah. ‘’Paling-paling even besar itu pengaruhnya pada peningkatan kesejahteraan rakyat hanya sesaat, seharusnya bikin program peningkatan kesejahteraan rakyat yang hasilnya lebih bisa dirasakan warga secara permanen,’’ ujarnya. Pendapat dan kritik seperti itu tentu harus dihargai, meski tak sepenuhnya beberapa even akbar yang digelar Pemkab Banyuwangi ini dianggap muspro (mubazir) dan tidak menyejahterakan rakyat. Pasalnya, yang namanya kesejahteraan itu tidak bisa langsung datang secara tiba-tiba tapi melalui proses. Beberapa even akbar itu merupakan bagian dari proses dalam rangka berupaya meningkatkan kesejahteraan rakyat. Yang juga perlu disadari, setiap program kerja atau program pembangunan pasti ada plus minusnya. Ada rakyat yang suka dan tidak suka, ada yang setuju dan tidak setuju, ada yang mendukung dan tidak mendukung. Termasuk, ada juga yang melihatnya dari sudut pandang dan kacamata berbeda. Itu adalah wajar dan manusiawi. Yang terpenting dan perlu jadi perhatian bagi para pemimpin atau pembuat dan pelaksana kebijakan, jangan mudah terlena oleh sanjungan dan jangan pula alergi terhadap kritik. Mari dibiasakan sanjungan atau kritik itu sebagai bahan evaluasi untuk memotivasi kinerja agar bisa memberikan pelayanan yang lebih baik. Wallahu’alam bissawab. (@ cho_baya)

Melatih Anak-anak saat Libur Kerja n CARI... Sambungan dari Hal 35

Di punggungnya, sebuah tas berwarna biru menjadi teman setia saat beraktivitas. Sudah hampir dua tahun, Samsul mengabdikan diri sebagai security. Dunia yang tentu saja cukup berbeda dengan rintisan karirnya sebagai seorang pemain sepak bola. Namun hal itu tidak lantas kikuk dalam menjalani aktivitas baru tersebut. Ayah Chelsea Putri dan Cladio Tafarel ini pun cukup enjoy dengan pekerjaan barunya. Kondisi sepak bola yang ada saat ini membuatnya mantap untuk meninggalkan pijakan hidup yang turut mengorbitkan

namanya. Pengalaman itu dirasakannya saat menjadi bagian skuad Persewangi Banyuwangi di musim perdana berlaga di Divisi Utama. Gajinya nyaris tidak pernah diterima olehnya. Selama satu musim, dia praktis tidak bisa menikmati gajinya secara penuh. Beruntung, saat teman-temannya bingung haknya tersendat di Persewangi, Samsul masih bisa bernapas. Kepiawaiannya dalam mengais rezeki, membuatnya mengalihkan aktivitasnya dengan bertani. Keputusan pensiun tentu saja mendapat respons beragam. Bagi teman seprofesinya, keputusan itu pun sempat membuat banyak pihak terkejut. Selain usia masih produktif, karir Samsul

juga masih cemerlang. Inilah yang membuatnya sempat dibuat perang batin. Di sisi lain, keputusan itu mendapat dukungan penuh dari keluarga. Demi mendapat penghasilan yang layak dan terjamin kepastiannya, dia memutuskan untuk mencari pekerjaan tetap. “Memang tidak sebesar sepak bola, tetapi lumayan dan terjamin dari sisi penghasilan,” katanya. Inilah yang menjadi alasan utamanya dia mundur dari karir sepak bola. Padahal, saat menimbang keputusannya tersebut, sejumlah tawaran dari beberapa klub tanah air diterimanya. Namun semua tawaran itu ditolak. Selain soal kesejahteraan, faktor keluarga juga menjadi pertimbangan.

Meski memilih pensiun, Samsul sepenuhnya tidak lepas dari sepak bola. Di masa lepas dinasnya, dia masih menyempatkan diri untuk memberikan ilmu mengolah bola untuk para siswa sekolah sepak bola yang didirikannya. “Kalau pas off kerja, ya melatih anak-anak kecil,” bebernya. Ke depan, Samsul ingin persepakbolaan Banyuwangi lebih bisa berkembang. Apalagi potensi sepak bola di Banyuwangi cukup besar. Selain memperhatikan kelangsungan pemain, ada saatnya mulai memikirkan kesejahteraan pemain. Salah satunya dengan memberikan pekerjaan sebagai penerus kehidupan di kemudian hari. (c1/bay)

kedua pelaku dalam aksinya memecah kaca jendela depan bagian kiri. Selanjutnya, pelaku

mengambil tas warna hitam yang ada di jok depan. Dalam tas itu berisi uang sebesar Rp

5 juta. “Korban sedang makan, mobilnya dijarah maling,” katanya. (abi/c1/bay)

Berkomunikasi dengan Roh Halus n RITUAL... Sambungan dari Hal 33

Di saat yang nyaris bersamaan, wabah pagebluk melanda. Penyakit ganas tersebut menyebabkan warga yang di pagi hari masih bugar, sore atau malamnya mendadak meninggal dunia. Tidak hanya menyerang manusia, pagebluk juga menyerang ternak warga, salah satunya kerbau (kebo). Pada masa itu, masyarakat Desa Alasmalang menggunakan kerbau untuk membajak sawah. Kubangan air yang digunakan sebagai tempat berendam kerbau pun banyak dijumpai di desa tersebut. Setelah pagebluk melanda, kerbau yang biasa digunakan untuk membajak sawah menjadi langka. Di satu sisi, harus membajak sawah agar lahan pertanian mereka bisa digarap. Cara yang ditempuh adalah den-

gan membajak sawah dengan menggunakan tenaga manusia. Menyikapi fenomena tersebut, sesepuh warga setempat, yakni Buyut Karti melakukan semedi untuk dapat berkomunikasi dengan roh halus yang menjaga Desa Alasmalang. Setelah bersemedi, Buyut Karti menemukan cara untuk mengatasi musibah yang menimpa warga setempat. Singkat cerita, Buyut Karti mengajarkan upacara ritual kepada penduduk Dusun Krajan, Desa Alasmalang. Sebelum upacara dimulai, seluruh penduduk dikumpulkan di perempatan jalan desa setempat untuk melakukan doa bersama dan menggelar selamatan hasil bumi dan nasi tumpeng. Pumpeng bisa berjumlah 12 atau enam. Angka 12 melambangkan jumlah bulan dalam satu tahun kalender, sedangkan angka enam menggambarkan arah, yakni barat, utara, timur, selatan, atas,

dan bawah. Tumpeng-tumpeng tersebut lantas diletakkan tepat di tengah-tengah Desa Alasmalang, tepatnya di perempatan jalan desa tersebut. Buyut Karti memimpin langsung prosesi yang diawali kegiatan mengairi sawah, membajak sawah, serta menggelar pawai ider bumi oleh sejumlah laki-laki yang berdandan layaknya kerbau. Ritual inilah yang kemudian disebut dengan istilah Kebo-keboan. Uniknya, para laki-laki yang berdandan menyerupai kerbau tersebut berada dalam kondisi trance alias kesurupan. Tak heran, setelah berkeliling desa, para pria yang berperan sebagai kebo itu mampu membajak sawah layaknya seekor kerbau. Ritual Keboa-Keboan tersebut hingga kini masih tetap dijalankan oleh masyarakat Desa Alasmalang. (sgt/als)

Wadah Menuangkan Gagasan n VISUALISASI... Sambungan dari Hal 33

Menurut pria yang karib disapa Bram tersebut, BEC merupakan wadah pemacu kreativitas generasi muda untuk menu-

angkan gagasan berlatar etnik dan tradisi serta memvisualisasi gagasan tersebut ke dalam bentuk dan kemasan artistik yang spektakuler. “Ini sebagai apresiasi terhadap nilai budaya lokal. sehingga memiliki daya

tarik tersendiri dan meningkatkan kecintaan warga terhadap budaya lokal tersebut. BEC sekaligus menjadi sajian yang sangat menarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi,” ujarnya. (sgt/als)

Beda dengan Kota Lain n UNSUR... Sambungan dari Hal 33

Misalnya menggunakan tanduk, kluntung (kalung kerbau), dan pecut. Daya tarik BEC yang lain terletak pada musik pengiringnya. Jika karnaval yang diselenggarakan di kota-kota lain

menggunakan musik modern, musik pengiring BEC merupakan kolaborasi musik modern dengan musik etnik. Kolaborasi musik tradisional dan modern itu dibawakan secara langsung di lokasi pertunjukan. Nah, nuansa lokal yang begitu kental tersebut membuat BEC memiliki daya tarik lebih

dibanding karnaval lain. “Pada BEC tahun lalu, saya mendengar pengakuan penonton asing yang mengaku sangat terpukau. Dan rata-rata penonton menyaksikan pertunjukan hingga akhir. Mereka tidak jenuh karena BEC benar-benar berbeda dengan karnaval di kota lain,” pungkas Samsudin. (sgt/als)

Tanah Subur Panen Melimpah n PANEN... Sambungan dari Hal 33

Singkat kata, beberapa saat berselang, terjadi sebuah keajaiban. Tanah di Desa Aliyan kembali subur, hama sirna, dan hasil panen kembali melimpah. Warga percaya makhluk aneh yang mereka ikuti beberapa

hari sebelumnya itulah yang menginjak lahan persemaian padi tersebut. Nah, sejak saat itu, penduduk desa setempat melakukan ritual Keboan yang masih lestari hingga saat ini. Bedanya dengan ritual Kebo-keboan di Desa Alasmalang, masyarakat Desa Aliyan menggelar upacara Keboan pada hari Sabtu atau

Minggu bulan Syuro. Pemilihan hari pelaksanaan didasari kesepakatan masyarakat desa. Ritual adat tersebut bisa dilakukan pada pekan pertama, kedua, ketiga, atau pekan terakhir. “Pada prinsipnya, tradisi keboan Aliyan sama dengan Kebo-keboan di Desa Alasmalang,” cetus budayawan Andang CY. (sgt/als)

Banyuwangi Sasaran Terbesar Kedua n JELANG... Sambungan dari Hal 35

Untuk wilayah kerja BI Jember, ungkap Dwi, Jember dan Banyuwangi menjadi pilihan favorit para pengedar upal.

Saat peringat pertama peredaran upal ditempati Jember. Posisi peringkat kedua peredaran upal terbesar berada di Banyuwangi. Peredaran upal di Bondowoso dan Situbondo hampir sama.

Karena peringkat penyebaran upal terbesar di Jember dan Banyuwangi, kata Dwi, maka target sosialisasi keaslian uang rupiah digenjot pada kedua daerah ini. (afi/ c1/bay)

Truk Berhenti setelah Distop Warga n LINDAS... Sambungan dari Hal 35

Nah, terseretnya sepeda motor warna biru tersebut menimbulkan percikan api. Percikan api itulah yang menimbulkan kobaran api. Kobaran api semakin membesar dan membakar bodi tangki bagian belakang sebelah kanan. Selain itu, sepeda motor tersebut juga hangus terbakar. Saat kejadian, tidak ada warga yang berani mendekat. Warga khawatir jika truk tangki tersebut meledak. Bahkan, sejumlah toko besar tak jauh di lokasi kejadian memilih langsung tutup untuk menghindari ancaman ledakan.

Pengemudi Yamaha Mio, Mursodo, berhasil lolos dari maut. Sebab, dia terjatuh ke kanan setelah terlibat senggolan dengan motor lain. Mursodo hanya mengalami luka lecet di beberapa bagian tubuhnya. Motor lain yang terlibat senggolan langsung melarikan diri. Beberapa menit pasca kejadian, satu unit mobil kebakaran (PMK) yang stan by di kantor Kecamatan Genteng langsung meluncur ke lokasi kejadian. Meski sempat dilanda kecemasan, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan oleh petugas PMK. Satu unit PMK dari Banyuwangi juga turut membantu untuk memadamkan api

tersebut. Menurut keterangan saksi mata, pada saat melindas sepeda motor, truk tangki tetap melaju. Kendaraan dengan 18 roda tersebut akhirnya dihentikan warga. ‘’Saya stop truk tangki itu, mungkin sopirnya tidak tahu kalau habis menabrak,’’ ujar Boirin, 55, warga Dusun Kaliputih, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng. Diungkapkan, api mulai membesar setelah sepeda motor tersebut terbakar. Seketika itu, api merembet dan membakar ban truk tangki tersebut. ‘’Untungnya, tidak sampai meledak. Kalau meledak, sudah habis toko-toko di sekitar sini,” kata Boirin.(ton/ c1/aif)

Masuk Perbuatan Pidana n BUANG SAMPAH... Sambungan dari Hal 35

Dalam raperda yang akan dibahas ini, jelas Ridwan, di antaranya berisi perencanaan dan pengurangan sampah. Selain itu, raperda hasil inisiatif DPRD ini juga akan dipasang hukuman bagi warga yang melanggar pem-

buangan sampah. “Membuang sampah sembarangan itu perbuatan pidana,” katanya. Dalam draf raperda ini, ada sekitar sepuluh bentuk membuang sampah yang dianggap melanggar dan masuk perbuatan pidana. Bila itu sampai dilanggar, maka pelaku bisa

diproses hukum dengan ancaman maksimal enam bulan kurungan. “Maksimal hukumannya enam bulan kurungan,” katanya. Di antara yang disebut membuang sampah masuk pelanggaran itu, jelas dia, membuang sampah di sungai dan parit. (abi/c1/bay)

Barang Bantuan Dijual Yayasan n CURHAT... Sambungan dari Hal 42

Sebab, mereka hanya menerima pelatihannya. Bantuan barangbarangnya diserahkan ke yayasan. Ironisnya, setelah pelatihan,

barang-barang atau peralatan bantuan tersebut tidak digunakan oleh yayasan yang menerimanya, bahkan dijual. “Kok saya tahu (kalau dijual) Pak? Karena yang beli barangnya itu saya. Ditawarkan ke saya.

Padahal, ini barang bantuan,” ungkap salah seorang waria. Sehingga, dia ingin bantuan sosial tersebut diberikan langsung kepada komunitas waria. Sehingga, benar-benar berdaya guna dan berhasil guna. (pri/c1/als)


Radar Banyuwangi 7 September 2013