Issuu on Google+

KAMIS 7 MARET

25

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2013

SELEKSI PPK

Syahdunya Kolaborasi Musik Klasik

HELMI for RaBa

TES TULIS: Peserta seleksi mengerjakan soal di GOR Tawang Alun, Banyuwangi.

4 Pendaftar Absen Tes Tulis BANYUWANGI - Sebanyak 358 pendaftar anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) menjalani tes tulis di Gedung Olah Raga (GOR) Tawang Alun, Banyuwangi, kemarin (6/3). Orang-orang yang berasal dari berbagai latar belakang profesi itu berjuang memperebutkan 240 tiket untuk seleksi selanjutnya, yakni fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan), yang akan digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi Sabtu (9/3) hingga Senin (11/3) mendatang. Ketua KPU Banyuwangi, Syamsul Arifin mengatakan, dari 381 pendaftar yang menyerahkan berkas kelengkapan administrasi kepada pihaknya, jumlah peserta yang berhak mengikuti tes tulis 362 orang. Namun, dalam ujian tulis yang berlangsung sejak pukul 09.00 kemarin, ternyata jumlah peserta yang hadir hanya 358 orang. “Empat orang tidak hadir,” ujarnya n  Baca 4 Pendaftar...Hal 35

F

emal

E

Belajar Jiwa Kepemimpinan INTAN Kharisma Putri. Itu nama asli dara berusia 13 tahun tersebut. Oleh rekanrekannya sesama anggota grup drum band Association Band Coach (ABC) Banyuwangi, gadis yang tinggal di Lingkungan Sukowidi, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, tersebut ebagai gitapati ((field didaulat sebagai er atau komandan commander lapangan). Sebagai field commander, a bersaudara putri sulung dua pasangan KGS Moh. Syamsudin dan Mariani itu tentu ung konsekuensi menanggung Pasalnyyaa,, yang tidak ringan. Pasalnya, dia harus mampu menh positif bagi jadi contoh annya. “Karekan-rekannya. aya harus rena itu, saya an berdisiplin dan tanggung jaawab,” ujar cewekk yang hobi gowess tersebut. ang Remaja yang atat kini tercatat issebagai siswa kelas VII SMPN u 1 Gir i itu mengaku mendapat osimanfaat posiasnya tif dari tugasnya itapati. sebagai gitapati. nya, dia Di antaranya, asah jiwa bisa mengasah pinan n kepemimpinan  Baca Belajar...Hal 35

GALIH COKRO/RaBa

BANYUWANGI - Para pencinta seni di Banyuwangi mendapat suguhan berkelas Selasa malam (5/3). Bagaimana tidak, sejumlah seniman papan atas tanah air tampil menghibur penikmat seni melalui pentas musik klasik bertajuk “Memeluk Indonesia” di Gedung Juang ’45 Banyuwangi. Mereka adalah Ari Suteja, Asep Hidayat, dan Mikhail David. Hebatnya lagi, Banyuwangi merupakan kota pertama yang disinggahi dalam rangkaian Asah Tour 100 Kota di Indonesia 2013 ini n  Baca Syahdunya...Hal 35 SPEKTAKULER: Asep Hidayat (kiri) dan Ari Sutejo dalam pentas musik klasik bertajuk ”Memeluk Indonesia” di Gedung Juang kemarin malam.

HELMI for RaBa

Parukoba Tolak Raperda Kos-kosan Minta Ditangguhkan, Tantang Hearing di DPRD BANYUWANGI - Rancangan peraturan daerah (raperda) tentang penyelenggaraan usaha rumah kos di Banyuwangi mulai membuat kalangan pemilik rumah kos kelabakan. Alasannya, jika raperda itu disahkan, maka akan sangat memberatkan para pemilik rumah kos di Bumi Blambangan. Tidak hanya itu, asosiasi pemilik rumah kos menilai beberapa klausul dalam raperda tersebut bertentangan dengan peraturan di atasnya. Di antaranya, Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2011 dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 44 Tahun 1994. Karena itu, para pemilik rumah kos di Banyuwangi meminta dilibatkan dalam pembahasan raperda

inisiatif DPRD tersebut. Jika tidak, mereka mendesak raperda tentang penyelenggaraan rumah kos itu ditangguhkan hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Seperti diungkapkan Sekretaris Paguyuban Rumah Kos Banyuwangi (Parukoba) Ipung Purwadi Qutbi kemarin (6/3). Menurut dia, rumah kos akan lebih tepat jika ditertibkan dengan peraturan daerah (perda) sistem keamanan lingkungan (siskamling). “Mestinya korelasi soal rumah kos ini ditertibkan dengan perda soal siskamling saja,” usul Ipung. Menurut Ipung, keberadaan rumah kos sudah diatur dalam UU Nomor 1 Tahun 2011 tentang perumahan dan kawasan permukiman dan PP Nomor 44 Tahun 1994 tentang penghunian rumah oleh bukan pemilik n

PERLU DITERTIBKAN: Polisi memeriksa KTP penghuni kos-kosan di jantung kota Banyuwangi beberapa waktu lalu.

 Baca Parukoba...Hal 35 GALIH/RaBa

Kronologi Hilangnya L-300 Pukul 02.00, Abdul Hamid pulang dari Genteng. Dia memarkir mobilnya di depan toko.

Tahun Ini Jatah Raskin Menyusut 1.958 Ton

Mobilku mana...??? *#>..,!!!

TB. citra rizky jaya

1 Setelah mengunci mobil, dia masuk ke rumah untuk melepas istirahat.

2

Pagi harinya, dia mendapati mobil bernopol P 8464 VO itu hilang termasuk STNKnya. Hamid pun lapor polisi. Dia mengklaim rugi Rp 140 juta.

3

ZAKARIA/RaBa

Parkir Depan Toko, L-300 Raib SEMPU - Aksi pencurian mobil niaga kambuh lagi di Banyuwangi. Seperti yang terjadi di Dusun Krajan, Desa Tegalarum, Kecamatan Sempu. Kawanan penjahat menggondol mobil Daihatsu L-300 yang diparkir di depan toko bangunan. Informasi yang dihimpun Jawa Pos

Radar Banyuwangi menyebutkan, awalnya pengendara mobil, Abdul Hamid, 27, pulang dari Genteng. Pukul 02.00, dia memarkir mobil bernopol P 8464 VO itu di depan toko. Setelah mengunci mobil, pemilik toko bangunan TB Citra Rizki Jaya itu masuk ke rumah untuk istirahat.

Setelah bangun, pemuda tersebut kaget bukan kepalang. Sebab, mobil warna hitam itu sudah tidak ada di tempat. ‘’Saya baru tahu mobil hilang saat akan buka toko sekitar pukul 07.00,” ungkap Hamid saat ditemui di rumahnya kemarin n  Baca Parkir...Hal 35

Distribusi Beras untuk Warga Miskin 2013

2012 Jatah 28.800 ton Penurunan 2.400 ton Harga per Rp 1.600 kg Penerima 156.215 orang RTS-PM

23.496 ton 1.958 ton Rp 1.600 130.596 orang

Persentase penurunan: 16 persen Penyebab jumlah keluarga miskin menurun. Data penerima dikeluarkan oleh Menkokesra Data mengacu warga miskin Badan Pusat Statistik (BPS) Sumber: Sub Bulog Banyuwangi ZAKARIA/RaBa

ma manfaat (RTS-PM) raskin mencapai 156.215. Tahun ini jumlahnya menyusut menjadi 130.596 RTS-PM n  Baca Tahun Ini...Hal 35

Mengintip Temuan Potensi Buah Eksotis Banyuwangi

Ada Buah Sirsak Warna Merah dan Kuning Jatah raskin untuk Banyuwangi menyusut 1. 958 ton

Banyuwangi memiliki banyak potensi Bany tanaman hortikultura yang tidak dim dimiliki daerah lain. Beberapa buah eksotis ditemukan dalam kurun wa waktu empat tahun ini. Penemunya d l Forum Pemerhati Hortikultura adalah Banyuwangi (FPHB). Buah apa saja yang memiliki nilai eksotis itu?

Yang pasti susutnya bukan dikrikiti ”tikus” Bulog!

Polisi gagalkan penyelundupan dua ton solar

AF. ICHSAN RASYID, Banyuwangi UNTUK menemukan beberapa buah eksotis itu, FPHB tidak diam begitu saja. Sejak didirikan 2009 lalu, FPHB melakukan eksplorasi dan hunting untuk menggali sejumlah tanaman hortikultra untuk tujuan pengembangan. Dalam kurun waktu empat tahun eksplorasi, FPHB setidaknya menemukan 12 buah eksotis. Beberapa buah eksotis itu adalah durian merah, durian pelangi, dan durian oranye. Awalnya, tim http://www.radarbanyuwangi.co.id

BANYUWANGI - Jatah beras warga miskin (raskin) tahun 2013 menyusut tajam dibanding tahun 2012 lalu. Tahun ini, jatah bulanan raskin menyusut menjadi 1.958 ton dari jatah tahun lalu 2.400 ton. Oleh karena itu, dalam setahun, Banyuwangi hanya mendapat raskin 23.496 ton. Padahal, pada tahun 2012, raskin yang mengucur ke Kota Gandrung mencapai 28.800 ton. “Ada penurunan sekitar 16 persen dari tahun sebelumnya,” ungkap Kepala Sub Bulog Banyuwangi, Raswan Setiawan. Menurut Raswan, berkurangnya jatah raskin itu karena jumlah penerima berkurang drastis. Tahun lalu, jumlah rumah tangga sasaran peneri-

ISTIMEWA

WARNA-WARNI: Sirsak warna merah temuan FPHB. Eko Mulyanto menunjukkan buah sirsak warna kuning.

research FPHB hanya menemukan durian merah. Namun, setelah pencarian dikembangkan, akhirnya menemukan durian warna pelangi dan oranye. Pohon durian tersebut sangat terbatas dan hampir punah n  Baca Ada Buah...Hal 35

Kawal terus Bro, jangan sampai di-86!


26

Kamis 7 Maret 2013

Persewangi Terancam Pincang BANYUWANGI - Scorless Persewangi ISL dalam laga ketiga ke kadang Macan Putih, Persik Kediri, dipastikan berdampak panjang bagi tim. Selain gagal mencuri poin, Laskar Blambangan dipastikan bakal kehilangan sejumlah pilar dalam pertandingan lanjutan kompetisi Divisi Utama Indonesia Super League (ISL) berikutnya. Sekadar diketahui, Persewangi ISL akan menutup rangkaian pertandin-t gan di putaran pertama dengan menggelar tiga partai home. Pertandingan pertama di bulan Maret ini adalah menjamu PPSM Magelang Sakti di Stadion Diponegoro pada 18 Maret. Empat hari berikutnya, Persewangi kembali kedatangan tamu, yaitu PSIM Jogjakarta. Setelahitu, PSMP M o j o k e rto akan datang ke Banyu- wangi pada 27 Maret. “Pertandingan lawan Persik Kediri, kita memang scorless. Tapi tiga partai home kita wajib menang semua,” tegas Agung Setyo Wibowo, asisten manajer Persewangi ISL. Diakui, kalah dari Persik membuat posisi Persewangi turun satu tingkat ke peringkat kelima. Di samping itu, hasil

Tahun ini, Persewangi berlaga di dua kompetisi Divisi Utama berbeda afiliasi. Satu tim berkompetisi di bawah PT Liga Indonesia (LI), satunya bernaung di PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS). Ayo beri dukungan, kritik, dan saran agar kedua tim tersebut mampu meraih prestasi maksimal. Kirim tulisan Anda melalui SMS ke nomor 087857488787. Tulisan dilarang menghujat, menyerang, dan menghina personal.

Kami Selalu Berdoa I love Banyuwangi, I love Persewangi, maju terus Persewangiku kami selalu berdoa dan terus mendukungmu. Siswanto, PT Perkebunan Nusantara 12 Sumber Jambe, 095230499367

Kurang Jam Terbang Permainan Persewangi sudah luar biasa. Cuma kurang jam terbang. Tapi aku percaya suatu saat pasti bisa jadi juara. Terus semangat. Hardi Wong Sanggar, 087857348828

Lebih Ganas Lagi Persewangi harus jadi nomor satu. Seganaz apapun lawanmu pasti Persewangi lebih ganaz lagi. Kita semua mendukungmu. Jangan kecewakan suportermu. Cah Bagoez Argaz Wetan, 081934896686

Asah Finishing-nya Ayo donk coach, asah striker dalam finishingnya. Biar tambah garang di depan gawang lawan. Babat habis semua lawan-lawan, dan jadikan Persewangi the winner. Laros Asembagus, 085336250582

Menunggu Gol

Sisa Laga Persewangi

Kalah menang biasa. Saya tetap mendukung penuh Laskar Blambangan. Ku tunggu gol-golmu ke gawang lawan. Persewangi terus berjuang.

Putaran Pertama

Sofia IPNU Songgon – 082337500676

Tetap Semangat Meski kalah dengan tuan rumah, tapi main kalian semangat. Terus semangat ya.

Mainnya Bagus Joe Bulusan, 087755884123

18/3

v

PPSM Magelang

Home

22/3

v

PSIM Jogja

Home

27/3

v

PSMP Mojokerto

Home

1/4

v

PSMP Mojokerto

Away

7/4

v

PPSM Magelang

Away

11/4

v

PSIM Jogja

Away

21/4

v

Madiun Putra

Home

27/4

v

Persik Kediri

Home

Putaran Kedua

087755871299

Aku salut dengan permainan Persewangi. Meski pun kalah lawan Persik, tapi mainnya bagus. Bravo Persewangi.

itu juga membawa kerugian lain. Sebab, sejumlah pilar Laskar Blambangan kemungkinan absen dalam pertandingan home kontra PPSM Magelang Sakti. Pemain bertahan Mohamed Lamine Fofana sudah dipastikan absen dalam pertandingan mendatang. Dua akumulasi kartu kuning yang dia terima membuatnya harus duduk di bangku penonton hingga dua laga. Obral kartu kuning yang diberikan wasit d dalam laga melawan P ik kemarin juga dipastiPersik kan membuat sejumlah pilar lain absen. Nelson Chapparo Aguero termasuk pemain yang besar kemungkinan absen akibat akumulasi kar tu kuning. Sementara itu, Decky Rolias Sandra dipastikan tidak bisa m e r u m p u t k a re n a k a r t u kuning. Namun, kabar baiknya, Persewangi sudah bisa memainkan kembali Heru Santoso. Striker kawakan Persewangi itu hampir dipastikan sudah pulih saat Laskar Blambangan menjalani laga home kontra PPSM Magelang 18 Maret mendatang. “Hasil di Kediri memang tidak mengenakkan. Jadi, kita akan mengamankan semua poin di semua pertandingan kandang,” tekadnya. (nic/c1/als)

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

ABSEN: Pilar Persewangi, Mohamed Lamine Fofana (kanan), dipastikan absen saat melawan PPSM akibat kartu merah saat melawan Persik Kediri.

Percasi Mantapkan TC Berjenjang

FUTSAL

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

PENGERUCUTAN: Suasana seleksi pemain futsal proyeksi Porprov di Dadapan akhir pekan lalu.

Gelar Seleksi Pamungkas BANYUWANGI - Tim futsal proyeksi Porprov IV Madiun terus dimatangkan. Itu merujuk rencana manajer tim futsal menggelar seleksi pamungkas untuk menentukan komposisi inti tim futsal Banyuwangi. Rencananya, selama dua hari seleksi akan digelar dan dipusatkan di Griya Dadapan Indah (GDI), Kabat, Banyuwangi. Ketua Badan Futsal Daerah (BFC) Banyuwangi, Aliong mengatakan, seleksi pamungkas tersebut akan diikuti 21 pemain. Seleksi tersebut merupakan hasil penjaringan yang digelar di tempat yang sama beberapa waktu lalu. “Ini bisa dibilang final pamungkas,” katanya. Para pemain tersebut berasal dari sejumlah tim futsal di Banyuwangi, antara lain Predator FC, Golden FC, Porno FC, Aura FC, Sucdetto FC, dan Andika FC. Nanti pihak manajemen akan memilih lebih-kurang 15 pemain sebagai tim inti. Mereka inilah yang akan menjadi skuad futsal Banyuwangi di ajang porprov mendatang. Tim ini juga yang akan menjalani pemusatan latihan untuk menghadapi praporprov. (nic/c1/als)

BANYUWANGI - Pengkab Percasi Banyuwangi terus mempersiapkan tim catur demi menyongsong praporprov. Menurunkan pecatur muda, induk organisasi catur tersebut menargetkan lolos ke babak utama ajang dua tahunan tersebut. Tidak hanya itu, Percasi juga menargetkan bisa mencuri media di porprov yang akan digelar di Madiun mendatang itu. Ketua Percasi Banyuwangi, Pebdi Arisdiawan mengatakan, komposisi tim catur porprov sudah terbentuk. Sejauh ini, mereka sudah menjalani pemusatan latihan yang dilakukan secara berkala. Latihan

DOK.RaBa

Pebdi Arisdiawan

dilaksanakan terpadu setiap akhir pekan. “Pemusatan latihan digelar secara berjenjang setiap akhir pekan,” kata Pebdi.

Di ajang porprov mendatang, Pebdi optimistis pecatur Banyuwangi bisa mendulang medali. Kenangan di Porprov I di Surabaya 2007 silam bisa menjadi spirit bagi kontingen catur Banyuwangi di Madiun mendatang. Meski menurunkan pecatur yang berusia muda, kemampuan mereka tidak bisa dianggap enteng. Bahkan, beberapa pecatur pernah menyabet predikat sebagai juara daerah dan nasional. Setidaknya track record tersebut bisa menjadi modal bagi Banyuwangi lolos dari prakualifikasi porprov yang akan digelar tidak lama lagi. “Target kita lolos dan meraih medali,” tegasnya. (nic/c1/als)

Masuk di Grup Neraka Tim Sepak Bola Porprov Banyuwangi BANYUWANGI - Perjuangan tim sepak bola Banyuwangi menembus babak utama Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2013 dipastikan berat. Selain dipastikan tidak bisa menjadi tuan rumah, tim asuhan Ribut Santoso itu juga bakal menghadapi sejumlah tim raksasa di babak kualifikasi kedua ajang dua tahunan

tersebut. Praporprov babak kedua dijadwalkan digelar di Gresik 17 Maret mendatang. Tim yang tergabung bersama Banyuwangi adalah Surabaya, Gresik, dan Nganjuk. Seperti ketentuan sebelumnya, dua tim terbaik di setiap grup berhak tampil di babak utama Porprov IV Madiun mendatang. Asisten pelatih porprov Banyuwangi, Ahmad Mustain mengatakan, bergabungnya Banyuwangi bersama tiga tim tersebut menjadi tantangan tersendiri. Dipastikan,

persaingan semakin sengit dengan hadirnya sejumlah tim besar, seperti Surabaya, Gresik, dan Nganjuk. Meski demikian, Mustain optimistis anak asuhnya bisa bersaing. Apalagi, dalam kualifikasi pertama yang digelar di Banyuwangi, timnya mampu menunjukkan permainan yang cukup baik. Itu bisa menjadi modal dalam bersaing dengan kontestan lain di grup ini. “Lawannya memang berat, tapi kita yakin bisa meraih hasil terbaik di Gresik nanti,“ ujar Mustain kemarin. (nic/c1/als)

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

MELAJU: Pemain SMP 2 Siliragung (kiri) berebut bola dengan pemain SMP 3 Srono (kanan) di Stadion Diponegoro kemarin.

SMP 2 Siliragung Lolos Final Four BANYUWANGI - Persaingan panas menuju babak semifinal Liga Pendidikan Indonesia (LPI) 2013 Zona Banyuwangi semakin panas. Di grup A kategori SMP, praktis tinggal satu tiket yang tersisa. Sebab, satu tiket lagi sudah dipastikan menjadi milik SMP 2 Siliragung. Tim asuhan Makrupin itu memastikan lolos ke semifinal setelah meraih kemenangan kedua dalam babak delapan besar LPI. Bertanding di Stadion Diponegoro kemarin (6/3), SMP 2 Siliragung menenggelamkan perlawanan SMP 3 Banyuwangi dengan skor mencolok 5-0. Hasil itu membuat wakil Banyuwangi Selatan itu mengemas poin enam dari dua kali main.

Sebelumnya, di laga pembuka, SMP 2 Siliragung juga menang melawan SMP 3 Srono dengan skor 3-0. Meski demikian, bagi tim yang kalah, peluang merebut satu tiket ke babak berikutnya belum tertutup. Tiga tim, yakni SMP 3 Banyuwangi, SMP 2 Genteng, dan SMP 3 Srono, masih memiliki peluang. Syaratnya, pada pertandingan yang tersisa, semua tim wajib mengalahkan lawannya. Sementara itu, laga hari ini akan saling bertemu MTS Wongsorejo melawan SMP 1 Purwoharjo. Di tingkat SMA, SMK Gajah Mada akan bertemu SMA 1 Tegaldimo. Pertandingan digelar di Stadion Diponegoro. (nic/c1/als)

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Benny Siswanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho, Mega Dwi P. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Windyah Sari. Pemasaran: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Samsuri (Situbondo). Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/ Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


27

Kamis 7 Maret 2013

ADA APA LAGI

ABDUL AZIZ/RABA

SISAKAN LUKA: Wajah Mat Roni menghitam setelah dihajar massa kemarin.

Maling Jeruk Babak Belur BANGOREJO - Maling jeruk yang satu ini benar-benar ketiban apes. Betapa tidak, dia ditangkap warga lalu dihajar hingga sekujur tubuh dan wajahnya babak belur. Maling apes yang kini mendekam di ruang tahanan Mapolsek Bangorejo, itu adalah Mat Roni, 46, warga Dusun Kedungringin, Desa Temurejo, Kecamatan Bangorejo. Dia mencuri jeruk manis milik Wahyu Santoso, warga Dusun Kedungrejo, Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo, pukul 18.00 kemarin. Ceritanya, sejak sore Wahyu Santoso sebenarnya sudah menyanggong pelaku di kebun jeruk miliknya. Sebab, beberapa hari belakangan, jeruknya sering hilang. Namun, hingga sore yang disanggong tidak ada, sehingga sekitar jam 17.00 Wahyu memilih pulang. Tapi baru sampai di rumah, dia mendapat kabar dari rekannya bahwa ada pencuri jeruk di kebunnya dan sudah ditangkap warga. Mendapat kabar tersebut, Wahyu langsung balik lagi ke tempat kejadian perkara (TKP). “Ketika sampai di kebun, ternyata sudah banyak warga dan pencurinya sudah dihajar, bahkan sempat pingsan,” kata Wahyu. Merasa iba dengan kondisi si pencuri, Wahyu dan warga sekitar akhirnya membawanya ke rumah ketua rukun tetangga (RT) setempat bernama Gino. Tak lama setelah itu, Gino menghubungi Polsek Bangorejo. Beberapa menit kemudian, polisi pun datang dan mengamankan pelaku ke Mapolsek Bangorejo. Kapolsek Bangorejo AKP Hery Purnomo mengatakan, berdasar keterangan sementara, pelaku mengaku sudah beberapa kali mencuri jeruk. “Sekarang pelaku dan barang bukti berupa satu tas jeruk kita amankan,” tandasnya. (azi/c1/aif)

TNI AL

ALI NURFATONI/RaBa

EKSPOSE: Empat anggota sindikat pencurian kabel PLN ditunjukkan kepada wartawan di Mapolsek Muncar kemarin.

Gulung Sindikat Pencuri Kabel MUNCAR - Sindikat pencurian kabel PLN yang kerap beraksi di wilayah Muncar digulung polisi kemarin. Ada empat orang yang terlibat aksi pencurian tersebut. Tiga orang berperan sebagai eksekutor, dan seorang lagi sebagai penadah. Untuk kepentingan penyidikan, keempatnya kini meringkuk di ruang tahanan Mapolsek Muncar. Mereka adalah Slamet Riyadi, 21, Moh. Muslih, 28, dan Amin Santoso. Ketiga pelaku tinggal di Dusun Sampangan, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar. Penadahnya bernama Muniri, 35, warga

Dusun Kalimati, Desa Kedungrejo. Dari tangan spesialis pencuri kabel itu, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain potongan kabel, gergaji besi, tas berisi peralatan, pipa kabel PLN, dan tali plastik sebagai pengikat. Kasus tersebut dibongkar saat Slamet Riyadi dan Amin Santoso beraksi di Dusun Mangunrejo, Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, Selasa sore kemarin (5/3). Aksi keduanya tepergok warga yang melintas di tempat tersebut. Salah satu pelaku, Slamet Riyadi, pun babak belur. Sebab, warga menghakiminya gara-gara berusaha melari-

kan diri. Hingga kemarin, luka di wajah dan kepala pria bertato itu masih terlihat. Atas kasus tersebut, polisi langsung melakukan pengembangan. Dua orang lagi pun berhasil ditangkap, yakni Muslih dan Muniri. Berdasar hasil penyidikan, ternyata komplotan tersebut pernah beraksi di berbagai tempat. Pertama, tiga pencuri berhasil mengembat 11 kilogram kabel PLN di depan SDN Desa Kumendung, Kecamatan Muncar, 19 Februari 2013. Barang curian itu dijual kepada Muniri seharga Rp 600 ribu. Aksi itu berlanjut di kawasan Gumuk

Kantong, Dusun Palurejo, Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar, tanggal 26 Februari 2013. Slamet dan Muslih yang beraksi di tempat tersebut. Keduanya berhasil membawa kabel seberat 10 kilogram dan dijual seharga Rp 500 ribu. Tidak berhenti di situ, di hari yang sama komplotan spesialis pencuri kabel tersebut beraksi di depan Puskesmas Sumberberas, Kecamatan Muncar. Hasil yang didapat lebih banyak, yakni 18 kilogram dan dijual seharga Rp 2,6 juta. Kali ini yang beraksi Slamet dan Amin n Baca Gulung...Hal 35

Empat Kendaraan Tabrakan Beruntun Gara-gara Mengemudi sambil Telepon ALI NURFATONI/RaBa

LARAS PANJANG: Sejumlah anggotaTNI AL sedang menembak di lapangan tembak Desa Kemendung, Kecamatan Muncar.

Adu Ketangkasan Nembak MUNCAR – Puluhan anggota TNI-AL Banyuwangi adu ketangkasan dalam menembak kemarin. Adu kepiawaian membidik sasaran itu dilakukan di lapangan Tembak, Desa Kemendung, Kecamatan Muncar. Palaksa Wakil Danlanal Banyuwangi, Mayor Agus Sariyanto mengungkapkan, kegiatan tersebut dalam rangka untuk meningkatkan kualitas menembak. Sebab itulah, kegiatan itu rutin dilakukan setiap pekan. ‘’Kita rutin latihan,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. Dia menjelaskan, hari ini sedianya Danlanal Banyuwangi akan turun langsung dalam latihan menembak. ‘’Besok (hari ini, red), insya-Allah Danlanal memimpin latihan,’’ terangnya. Latihan menempak kemarin juga dihadiri sejumlah anggota kepolisian dari Polres Banyuwangi. Wakapolres Banyuwangi, Kompol Agus Widodo ikut menjajal senjata larang panjang. Tak ketinggalan, sejumlah wartawan juga dipersilakan untuk mencoba senjata tersebut. (ton/aif)

SIGIT HARIYADI/RaBa

PENGEDAR: Habibi dan Maksum usai diperiksa penyidik Satnarkoba Polres Banyuwangi kemarin.

Edarkan Pil Trex di Halaman Sekolah Tersangka Pemuda Pengangguran dan Pelajar SMK Swasta ROGOJAMPI - Peredaran pil trex di kalangan pelajar makin memprihatinkan. Bahkan, penjualnya terang-terangan datang ke sekolah. Kemarin (5/2), dua pengedar pil trex berhasil ditangkap polisi ketika menjual 53 butir trex di halaman sebuah SMK swasta di Kecamatan Rogojampi. Dua pelaku kini diserahkan ke Satnarkoba Polres Banyuwangi. Mereka adalah Habibi, 23, dan Maksum, 26, warga Dusun/ Desa Badean, Kecamatan Kabat. Selain menangkap kedua penge-

dar, aparat Reskrim Polsek Rogojampi juga menangkap seorang pelajar SMK swasta berinisial P, 17, yang diduga kuat sebagai pembeli. Kapolsek Rogojampi Kompol Bagio SP mengatakan, kasus jual-beli barang haram tersebut sebenarnya sudah lama diendus petugas. Hanya saja, setiap kali disanggong, para pelaku selalu luput dari intaian. Kemarin pagi pukul 09.30—tepatnya pada saat istirahat sekolah—polisi menemukan bukti kuat untuk menangkap kedua penjual dan satu pembeli tersebut. Saat itu Habibi dan Maksum masuk ke halaman sekolah. Tak lama kemudian, P dan seorang temannya sesama pelajar berinisial F, 16, datang.

Begitu bertemu, P langsung melakukan transaksi dengan Habibi dan Maksum. “Saat transaksi itu mereka kita gerebek,” kata Bagio. Begitu berhasil ditangkap, ketiga pelaku, termasuk F, langsung dibawa ke Mapolsek Rogojampi. Barang bukti berupa 53 pil trex dan uang Rp 25 ribu juga diamankan. Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata kedatangan F ke lokasi transaksi hanya sebatas menemani P. Dia tidak tahu akan ada transaksi barang haram tersebut. “Sehingga tersangkanya hanya tiga, yaitu Habibi, Maksum, dan P. Ketiganya langsung kita limpahkan ke Satnarkoba Polres Banyuwangi,” tandas Bagio. (azi/c1/aif)

GLENMORE - Ini peringatan bagi siapa saja agar berhatihati menerima telepon ketika mengemudikan kendaraan. Jika kurang hati-hati, akibatnya bisa fatal. Seperti yang terjadi di Jalan Raya Jember, masuk Dusun Krajan, Desa Tegalharjo, Kecamatan Glenmore, kemarin pagi. Gara-gara pengemudi mobil boks Carry bernopol P 8761 SY bernama Junaidi, 60, menerima telepon dari seseorang ketika mengemudi, tiga mobil di belakangnya mengalami tabrakan beruntun. Ceritanya, pukul 10.20 Junaidi mengemudikan kendaraan dari arah barat. Ketika sampai di tempat kejadian perkara (TKP), dia menerima telepon dari seseorang. Saat menerima telepon tersebut, spontan dia mengurangi

laju kendaraannya hingga sangat lamban, lalu menepi ke kiri jalan. Padahal, persis di belakangnya ada mobil Innova bernopol P 867 PO yang dikemudikan Abu Mulut, 32, warga Desa/Kecamatan Tegaldlimo. Dia pun ikut mengurangi kecepatan. Bahkan, dia berhenti untuk menunggu Junaidi menepikan mobilnya. Sebagaimana juga yang dilakukan Abu Mulut, pengemudi mobil Panther bernopol P 1943 PW, Wahyu Prasetyo, 35, warga Sumbersari, Kabupaten, Jember, yang kala itu posisinya berada di belakang mobil Innova juga berhenti. Namun, tak lama kemudian, ada mobil boks L 300 bernopol L 8130 PF yang dikemudikan Joko, 33, warga Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, meluncur dengan kecepatan tinggi dari arah belakang. Rupanya dia tidak tahu di depannya ada tiga mobil yang sedang berhenti n Baca Empat...Hal 35

ABDUL AZIZ/RaBa

PENYOK: Mobil boks L 300 nopol L 8130 VF yang dikemudikan Joko ikut ringsek setelah menabrak Panther di depannya.


28

KOMUNIKASI BISNIS

Kunjungi Singapura-Malaysia

DHC 45

IRWAN/RaBa

DIALOG: Dandim 0825 Letkol Muslimin FR. berbincang dengan Sugihartoyo.

Danramil Wajib Safari Sekolah BANYUWANGI-Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0825 Banyuwangi Letkol Muslimin FR. menugaskan para Komandan Komando Rayon Militer (Danramil) bersafari ke sekolah-sekolah. Setiap minggu Danramil diperintahkan untuk mengunjungi sekolah, mulai tingkat SD, SMP, hingga SMA. Dandim Muslimin menegaskan, setiap minggu para Danramil diwajibkan masuk ke sekolah-sekolah. Tujuannya untuk menanamkan rasa kebangsaan di kalangan siswa. “Saya sudah meminta para kasek (kepala sekolah, Red) untuk memberikan kesempatan kepada para Danramil maupun Babinsa memberikan pembinaan kepada siswa,” terang Muslimin saat menerima kunjungan pengurus Dewan Harian Cabang (DHC) 45 Banyuwangi di ruang kerjanya, kemarin pagi (6/3). Perwira TNI AD asal Makassar itu mengaku prihatin terhadap rasa kebangsaan yang dinilai sudah turun. Khususnya di kalangan anak-anak sekolah. Tentara yang pernah bertugas di Aceh selama tiga tahun itu khawatir terhadap paham komunis yang disusupkan kepada siswa. Sebab, ada temuan bahwa doktrin ideologi komunis ditanamkan kepada siswa sejak SMP. “Anak-anak gampang dimasuki dengan kurikulum yang menyusupkan paham-paham komunis,” ungkap Muslimin. Kemarin pagi, pengurus DHC 45 yang terdiri dari Ny Moenaris, Chasiastoeti Soeherman, Sugihartoyo, dan Akhmad Tauwil Firdaus beraudiensi dengan Dandim. Mereka menjelaskan rencana musyawarah cabang pada 27 Maret 2013 dan peringatan hari jadi DHC 45. Setelah bertemu Dandim, rombongan menemui Sekkab Selamet Kariyono dan Asisten Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Banyuwangi Suhartoyo di ruang kerja sekkab, kemarin siang.(irw)

BANYUWANGI

Kamis 7 Maret 2013

BANYUWANGI

GENTENG-Rombongan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) I Genteng berkunjung ke Singapura dan Malaysia, pada 21- 25 Januari 2013 lalu. Sebanyak 16 siswa, tiga guru, dan satu pengurus komite sekolah mengikuti kunjungan dalam rangka program Sister School tahun pelajaran 2010-2013 itu. Tujuan kegiatan tersebut adalah menggalang kerjasama dengan sekolah terbaik luar negeri, studi banding, pembelajaran langsung untuk siswa dan guru, serta adopsi adaptasi pembiasaan dan pembelajaran. Kepala Sekolah (Kasek) SMPN I Genteng H. Saroni, SPd, MM mengatakan, kegiatan kunjungan ke sekolah-sekolah yang ada di Singapura dan Malaysia diusahakan dilakukan tiap tahun. Jadi bisa menjadi program tahunan SMPN I Genteng. “Nantinya tidak hanya ke negara itu-itu saja yang kita kunjungi dan menjalin kerja sama, tapi juga mengembangkan kerja sama dengan beberapa negara lain, seperti Jepang,” terangnya kemarin. Saroni mengungkapkan, visi sekolah adalah cakap berprestasi, berkepribadian nasional, dan berwawasan global. Nah, kegiatan keluar negeri itu juga untuk kepentingan kemajuan sekolah. “Termasuk para siswa dan para guru yang membimbing,” imbuhnya. Sishum SMPN I Genteng Hj. Chusnul

ISTIMEWA

KELUAR NEGERI: Rombongan SMPN I Genteng berfoto di depan patung Merlion di Singapura.

Hayati, SPd menambahkan, kegiatan itu untuk capaian tujuan menjalin hubungan dengan tiga sekolah terbaik di luar negeri. Yakni, Sekolah Indonesia–Singapore, SAS (Sekolah Alam Syah, Putra Jaya), dan KMS (Khalifah Model School). Bagi siswa, kegiatan itu juga bisa menjalin pertemanan dengan siswa di tiga sekolah tersebut. “Dan

juga bisa saling mengakses internet, baik melalui jejaring sosial, saling buka web dan juga tawaran bagi siswa untuk sekolah ke luar negeri,” tuturnya. Chusnul mengatakan, siswa bisa melihat langsung kegiatan kurikulum sekolah yang diterapkan di tiga sekolah tersebut. Para siswa juga diberi tugas merekam perjalanan, baik melalui pencatatan dan audio

visual, pelaporan presentasi, serta pembangunan diri. Harapannya, kata dia, para siswa dapat menerapkan itu semua pada dirinya. “Sekaligus sebagai hasil oleh-oleh yang didapat dalam berkunjung keluar negeri,” pungkasnya. Sementara itu, kesenian karawitan SMPN 1 GentengakantampildiTVRISurabaya.Siarannya ditayangkannantisorepukul17.00.(adv/irw)

Dispora Bina Organisasi Kepemudaan

NUGROHO/RaBa

PIDATO: Suhartoyo memberikan membuka pembinaan organisasi kepemudaan kemarin (6/3).

GAMBIRAN–Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Banyuwangi mengadakan kegiatan pembinaan organisasi kepemudaan jalur kemasyarakatan dan jalur kemahasiswaan. Kegiatan di Hotel New Surya Jajag, Kecamatan Gambiran, itu digelar sejak kemarin (6/3) hingga hari ini. Sebanyak 400 peserta mengikuti kegiatan pembinaan yang dibuka Asisten Pemerintahan Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Ir. Suhartoyo itu. Ketua panitia Sujatmiko, SS, MPd menuturkan, kegiatan pembinaan

organisasi kepemudaan itu bertujuan membentuk pemuda yang berakhlak mulia, sehat, berdaya saing, berjiwa pemimpin, kewirausahaan, kepeloporan, dan berjiwa kebangsaan yang dilandasi iman takwa. “Kegiatan kali ini menitikberatkan pada pembinaan karakter dan kemandirian organisasi bagi pemuda,” tuturnya kemarin. Ditambahkan, seluruh elemen kepemudaan dari jalur kemasyarakatan dan kemahasiswaan yang terlibat dalam kegiatan itu akan menerima materi tentang teknik penguatan dan efektivitas

kelompok kerja organisasi. Selain itu, pentingnya kemandirian dalam pengembangan organisasi. Narasumber dari Dispora. Sedangkan materi penanggulangan HIV/ AIDS disampaikan narasumber dari KPA Banyuwangi. Ada juga kuesioner untuk mengetahui keinginan peserta kegiatan. Rata-rata peserta menginginkan adanya pendidikan teknologi dan kurangnya dana pembinaan. “Untuk dana yang bersifat pendampingan, baru dianggarkan pada tahun 2014,” jelas Kasi Pemberdayaan Pemuda Dispora itu.(adv/irw)

BANYUWANGI

SITUBONDO

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Honda City ‘01 •

• Toyota Wish ‘05 •

• Suzuki Aerio ‘03 •

• Toyota Avanza ‘07 •

Dijual Honda City 2001, MT, silver, PS/ PW/EM/AC dingin, audio, jris, plat DK, bisa atas nama pembeli (maaf TP) 085854304697

Dijual Toyota Wish 2005 Silver. Kondisi Istimewa. Harga Rp 180 Juta Nego. Hubungi: 087857431121

Dijual Suzuki Aerio DR MT tahun 2003, abu-abu metalik, harga 87,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Toyota Avanza 1.3G F60IRM tahun 2007, biru metalik, harga 127,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

• Toyota Innova ‘10 •

• Toyota (Jeep) ‘77 •

• Suzuki Splash ‘10 •

• Daihatsu Terios ‘07 •

Dijual Innova pajak awal tahun 2010, hitam solar, istimewa, harga 211 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit atau tukar tambah, hub: 082142194111 - 081335897888

Dijual Toyota ( Jeep ) FJ 40RV Tahun 1977, Nebula Green hrg 85 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Suzuki YV4 1.2 RHD Splash GL tahun 2010, abu-abu metalik, harga 118,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Daihatsu Terios F700RG TS tahun 2007, silver metalik, harga 133,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Rumah Tengah Kota •

• STNK •

• Toyota Starlet ‘94 •

Jual cepat murah rumah tengah kota Jl.letjen Sutoyo 087851295602

Hlg STNK Nopol P 2995 YD, an. Fibe Surati. Tirtopuro RW01/03 Kalipuro Kalipuro

Dijual 1 unit Toyota Starlet ‘94 merah metalik Rp 53,5 Juta Hub: 085646477168

• Rumah Kebalenan •

Hlg STNK Nopol P 4437 XL, an. Hariyono, SP. Gurit RT01/01 Pengantigan Rogojampi Hlg STNK Nopol P 5853 VC, an. Nasriya. Dsn Pancoran RT 01/VI Kalipuro, Kalipuro Hlg STNK Nopol P 5502 X, an. Harsana Giamarta. Lingk. Krj RT 04/04 Lateng Bwi

BANYUWANGI • Adm & Marketing •

Djl rumah lok Kebalenan di Jl. Raya Rogojampi/ Genteng, L10 x15=150m2, SHM, bs dibeli dg cash atau kredit & jga bsa disewa, hrg nego. Hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

SITUBONDO

Dibutuhkan ADM dan Marketing. Lowongan dikirim ke Banyuwangi Motor Benculuk, Jalan Raya Benculuk 136 atau Banyuwangi Motor Sumberayu Jl Pasar Sumberayu Muncar

• Ruko Jl. Sucipto 36 • • Rumah Desa Balak •

BANYUWANGI • Lovebird • Grosir / eceran Lovebird, Jl. Ciliwung 5 Banyuwangi, 085334845244 No SMS Djl tanah + bangunan L 4x8=32m2 + 10 x 15 = 150m2, bisa dibeli dgn cash/kredit & juga bs disewa, SHM, Lok Ds Balak, hrg nego,H:(0333)631526–635176,0811351148

• Rumah Banyuwangi •

Djl rumah L 10X15 = 150M2 lok Banyuwangi, utara pbrik ES, bs dibeli dg cash/kredit dan juga bisa di sewa hrg nego hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Djl Ruko Jl. Sucipto 36 Talkandang Timur Stb. LT 4400, full bangunan, fas lngkap, lokasi pinggir Jl. Raya, kond bgs, tnp prantara. H: Budianto 085234890808, 087857570577

• Pengepul Karet Alam • Dicari Petani/Pengepul karet alam. Hubungi 082338833778/0321 513700

PEMBERITAHUAN Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhati-hati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak bertanggungjawab atas semua


BALJEBOL

Kamis 7 Maret 2013

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

33

LUMAJANG

Gugatan Ahli Waris Ditolak Lanjutan Sidang Class Action Pasar Kencong JEMBER - Sidang lanjutan class action pedagang Pasar Kencong kemarin pagi (6/3) dilanjutkan dengan putusan sela oleh majelis hakim. Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jember menolak gugatan intervensi yang dilayangkan Agus Susanto, warga Dusun Ponjen Desa/Kecamatan yang merupakan ahli waris Karto Wijoyo

Paimin di Kecamatan Kencong. Ahli waris Karto Wijoyo Paimin ini mengklaim sebagai pemilik lahan Pasar Kencong lama. Putusan sela ini memang bukan pada pokok perkara gugatan class action, melainkan gugatan intervensi yang dilakukan oleh pihak yang mengklaim sebagai ahli waris tanah Pasar Kencong lama. Dalam persidangan yang dipimpin Majelis Hakim Adi Hernomo Yulianto kemarin, dibacakan putusan sela dengan menolak gugatan intervensi yang diajukan.

“Karena ada gugatan pihak ketiga di tengah perjalanan sebuah gugatan atau yang disebut gugatan intervensi, maka kami majelis hakim harus membuat putusan sela,” ujar Adi Hernomo Yulianto, Ketua Majelis Hakim. Dalam gugatannya, Ahli waris mengaku kalau tanah bekas Pasar Kencong yang terbakar adalah tanah milik Karto Wijoyo. Tanah yang berada di depan Masjid Jami’ AlFalah Kencong itu diakui sebagai tanah Karto Wijoyo yang belum

dibagikan ke ahli warisnya. Namun ternyata dalam gugatan class action, pihak pedagang yang melakukan tuntutan class action meminta kepada Pemkab Jember untuk membangun kembali Pasar Kencong di tanah lama yang sekarang menjadi taman Kencong itu. Karena itulah, ahli waris ini melakukan gugatan intervensi karena dianggap melibatkan tanah waris miliknya yang masih disengketakan dengan Pemkab Jember itu. (ram/wnp/jpnn)

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

BERBAHAYA: Siswa kelas IV SDN Badean 2, Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari, belajar dalam ruangan kelas yang diberi penyangga bambu dan kayu.

Mrotoli, Gedung SD Disangga Bambu

BANGSALSARI - Di tengah banyaknya kucuran bantuan rehabilitasi sekolah saat ini, ternyata masih ada bangunan SD yang tidak layak untuk ditempati KBM (Kegiatan Belajar Mengajar). Seperti yang terjadi di SDN Badean 02, Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari. Dari 6 ruang kelas yang digunakan untuk kegiatan belajar, ada dua ruang kelas yang sangat tidak layak untuk dijadikan ruang kelas. Seperti ruang keas IV yang ditempati 25 siswa untuk KBM. Ruangan yang

hanya berukuran 5 x 6 meter itu sudah tidak ada lagi internetnya. Bagian atas hanya tinggal plafon yang terpasang dari bambu. Demikian juga dengan usuk yang seharusnya menggunakan kayu, diganti dengan mengunakan usuk dari bambu. Sementara, bagian kusen pintu sudah diberi penguat dari kayu ukuran 30 sentimeter agar kusen tidak ambrol. Bukan hanya ruang kelas IV yang kondisinya memprihatinkan. Ruang guru dan kepala sekolah juga sangat tidak layak. Ruang guru berukuran

5 x 6 meter ini, atap internetnya dari sesek bambu. Itupun terlihat sudah banyak yang berlobang akibat atap bojor terkena tetesan air hujan. “Ruangan ini ditempati beberapa guru dan masih ada meja dan tumpukan bukunya. Sangat tidak nyaman untuk ditempati guru,” kata Sukarman, Kepala SDN Badean 02. Meskipun kondisinya serba mengenaskan, kata dia, proses KBM dan semangat siswa dan guru tetap tinggi untuk memajukan pendidikan. (jum/ram/wnp/jpnn)

Angkat Kuliner Tradisional BONDOWOSO - Aneka kuliner tradisional khas Bondowoso bisa jadi sudah banyak yang dilupakan oleh masyarakatnya. Karena itulah, melalui festival makanan khas yang digelar di Gedung SKB kemarin (6/3), beragam kuliner khas tersebut kembali diperkenalkan kepada masyarakat luas. Dalam festival yang digelar Disparporahub Bondowoso tersebut, puluhan jenis makan khas Bondowoso dilombakan. Mulai dari makanan ringan dari tape

hingga aneka jenis nasi dan lauk-pauknya. Sebanyak 40 kelompok menjadi peserta dalam festival tersebut. Bambang Sukwanto, kepala Disparporahub Bondowoso mengungkapkan, berbagai makanan tradisional tersebut tentunya menjadi kekayaan daerah. Apalagi, sejumlah makanan memang menjadi ciri khas Bondowoso, khususnya yang berbahan baku utama tape. Untuk itulah, kekayaan lokal itu harus terus dijaga keberadaanya. Apalagi, makanan

tradisional tersebut bisa mendorong sektor wisata Bondowoso, khususnya wisata kuliner. ”Kegiatan-kegiatan seperti ini menjadi salah satu upaya untuk melestarikan makanan tradisional kita,” jelasnya. Dalam festival kemarin, banyak warga Bondowoso yang datang ke lokasi. Mereka pun takjub saat menyaksikan kembali makana-makanan yang sudah lama tidak terlihat. Warga yang datang pun dipersilahkan oleh penyelenggara untuk menyicipi aneka makanan tersebut.(esb/wah/jpnn)

EKO SETIA BUDI/RADAR JEMBER/JPNN

KHAS BONDOWOSO: Aneka makanan yang disajikan dalam festival makanan kemarin. Selain makanan ringan, juga disajikan aneka makanan berat plus lauk pauknya.

Melihat Kreativitas Grup Dance Siswa SMA Lumajang

Kenakan Kostum Zombi, Buat Gerakan Gotik Beberapa siswa SMAN 2 Lumajang punya cara kreatif dalam mengekpresikan diri melihat fenomena budaya yang mulai terkikis pengaruh budaya luar. Melalui kreasi gerak yang dibawakan dalam ajang dance competition, mereka berusaha menggungah kesadaran banyak pihak. RULLY EFENDI, Jember

KEMERIAHAN ajang Honda Jember Basketball League (JBL) 2013 yang digelar Radar Jember di GOR Garuda Jember, menyeruak malam kemarin. Ini setelah sekelompok pelajar dari SMAN 2 Lumajang berhasil menyuguhkan penampilan kreasi gerak terbaiknya yang sarat makna. Mereka tampil dalam ajang dance competition dalam rangkaian Honda JBL. Emox Pinasti. Itulah nama yang diambil kelompok dance dari SMAN 2 Lumajang tersebut. Beranggotakan tujuh orang, enam wanita dan satu

pria, Emox Pinasti mampu menghipnotis ratusan penonton JBL dengan kostum ala Zombi yang dipakainya. Diawali dengan tarian Jaipong, dua penari dance tampak lihai dengan gerak yang lentur. Ditambah lagi kelincahan gerak tubuh yang begitu lemah gemulai, seolah mereka telah mampu menyerupai layaknya maestro Jaipong, yang berhasil menari di hadapan ribuan penonton. Apresiasi penonton pun tak kalah ramai mengiringi musik khas Jawa Barat tersebut. Tidak berhenti di situ saja. Belum usai sang penari Jaipong menunjukan kebolehannya, keempat Zombi yang menyamar menjadi penari Jaipong, mulai berbaur dan berusaha menyebarkan `virus malapetaka`, kepada dua penari Jaipong tersebut. Merasa senang karena memiliki pengikut baru, kedua penari Jaipong tersebut, semakin semangat menarikan tarian legendaris tersebut. Kedua penari Jaipong pun mulai mengerti ternyata keempat pengikut barunya tersebut merupakan sekelompok Zombi, yang bermaksud merusak budaya asli Nusantara, dengan virus yang sangat berba-

KOMPAK: Mengenakan kostum zombi, anggota Emoz Pinasti dari SMAN2 Lumajang dalam dalam ajang JBL, malam kemarin.

Rully Efendi/RADAR JEMBER/JPNN

haya itu. Mengetahui jika keempat pengikutnya tersebut Zombi, kedua penari Jaipong tersebut, bermaksud melawan keempat Zombi tersebut. Namun sayang, kedua penari Jaipong yang bermaksud melawan sekelompok Zombi itu, malah terjebak pada pusaran virus yang begitu kuat tertanam di keempat Zombi tersebut. Merasa kedua penari Jaipong, yang berdalih akan menjaga dan

melestarikan warisan kebudayaan leluhurnya mulai terkikis oleh virus Zombi tersebut, akhirnya raja Zombi keluar dan merayakan pesta kemenangannya. Ketujuh Zombi pun mulai berpesta dengan berbagai tarian, yang sejatinya tidak memiliki riwayat sejarah sedikitpun, yang dimiliki bumi nusantara Indonesia. Goyangan penuh eksotika tanpa makna pun, mereka tarikan seolah puas telah menenggelamkan bu-

daya asli nusantara. Tarian Emox yang hanya mampu menonjolkan keseksian dari pinggul penarinya, yang dia sebut gotik (goyang itik), tersuguhkan. Meski sebenarnya, mereka tidak mampu mengartikulasikan makna dari gerak tubuhnya tersebut. Sesekali mereka berteriak penuh bangga, meski sebenarnya hanya kebodohan yang sangat tampak diraup wajahnya. Seulas cerita penuh dengan kri-

tikan tersebut, ingin disampaikan oleh para pelajar SMAN 2 Lumajang sebagai cerminan problematika lemahnya budaya asli Indonesia, yang telah ditelan oleh budaya asing, yang sejatinya tidak memiliki relevansi dengan dinamika kehidupan warga negara Indonesia. Tidak ada larangan bagi seseorang yang hendak mempelajari budaya asing. Namun bukan berarti harus lupa dan mengkesampingkan budaya asli Indonesia. Bagi Iqbal Pamungkas, salah seorang penari Emox Pinasti, budaya Indonesia yang telah keropos, perlu suatu penyegaran originalitas kultural, yang dilakukan pemudanya. “Tidak dilarang jika kita ingin mempelajari budaya asing. Tapi harus cinta budaya asli Indonesia,” ujarnya. Sementara itu, Eka Yunita, guru seni tari di SMAN 2 Lumajang, mengaku prihatin dengan budaya Indonesia, yang mulai punah tergantikan dengan budaya internasional. Untuk itu, sebagai bahan renungan bersama, Eka sengaja menciptakan tarian teatrikal tersebut. “Kami sengaja memilih tema ini sebagai renungan atas terdegradasinya budaya Indonesia,” tuturnya. (*/wnp/jpnn)


Ingin Tampil di Koran?

34

MLAKU

MANGAN

MEJENG

Caranya gampang! Cukup kirim ke ir_radarbwi@yahoo.com tentang pengalaman Anda pergi ke tempat-tempat wisata bersama keluarga, teman, atau si Dia. Anda juga bisa mengirim tips masakan, kue, maupun minuman. Maksimal tulisan satu halaman kuarto. Jangan lupa, sertakan juga foto-foto plus keterangannya. Maaf, kami tidak menyediakan imbalan apapun bagi tulisan yang dimuat.

Kamis 7 Maret 2013

FOTO-FOTO: AISYAH FIRIANI For RaBa

TREKKING MENANTANG: Rombongan harus bergiliran saat untuk menuruni tebing curam.

Kebersamaan Menyusuri Air Terjun Lider SUBHANALLAH..itulah kata yang pertama kali terucap saat saya dan temanteman sampai di lokasi air terjun Lider. Air terjun yang memiliki tinggi kira-kira 70 meter ini dikelilingi oleh hutan dengan air yang sangat jernih. Lokasi air terjun Lider berada di Desa Sempu sekitar 70 km dari pusat Kota Banyuwangi. Butuh perjuangan bagi orang seperti saya yang tergolong “bau kencur” terhadap masalah trekking untuk mencapai lokasi. Pukul 08.00 WIB, saya dan sekitar 30 teman berangkat dari tempat kami berkumpul menuju lokasi air terjun Lider. Awalnya, saya berpikir kami akan langsung menuju lokasi dengan sepeda motor. Tetapi saya salah. Sepeda motor dititipkan di sebuah bangunan milik warga. Kemudian kami harus berjalan sejauh 3 km menuju air terjun. Perjalanan sejauh 1 km masih aman, berjalan 1,5 km keringat mulai keluar, muka saya memerah karena panas yang menyengat. Sepanjang perjalanan kami disuguhi hamparan sawah luas serta perkebunan. Setelah 2 km, kami berhenti untuk menunggu beberapa teman yang masih di

Oleh:Aisyah Firiani Penyuka travelling adventure di Banyuwangi

belakang dan beristirahat tentunya. Nah, 1 km terakhir inilah petualangan dimulai. Baru awal saja kami harus menyusuri jalan setapak melingkar yang sangat kecil. Salah langkah sedikit akan terpeleset sekitar beberapa meter ke bawah. Bayangkan saja, setelah itu kami harus menuruni tebing yang cukup curam, lalu melewati sungai dengan arus yang lumayan deras. Di sinilah kebersamaan terasa, beberapa teman laki-laki berjejer agar semua rombongan, terutama kami para perempuan, bisa melewati sungai tanpa terseret arus. Udara yang tadinya panas berubah menjadi mendung dan turun hujan. Namun kami tetap semangat melanjutkan petualangan kami. Menyusuri jalan setapak, menerobos rimbunnya pohon, naik dan turun tebing (meskipun tidak securam yang pertama tadi), serta menyeberang sungai itulah yang berulang kali kami lalui. Sekitar pukul 11.30, kami berhenti sebentar di bantaran sungai guna beristirahat

serta mengisi perut. Dengan lauk yang sederhana, kami semua makan di bawah guyuran rintik hujan. Meski begitu, semua terasa nikmat. Semua sama tanpa beda. Inilah kebersamaan! Kami harus bergegas melanjutkan perjalanan agar nanti sewaktu pulang tidak terlalu sore. Dengan semangat kami kembali menyusur jalan dan menyeberang beberapa sungai. Setelah menyeberang salah satu sungai, saya bertanya,“Itu air terjunnya?”. Salah seorang teman menjawab,”Bukan itu baru anaknya, tujuan kita (air terjun Lider) lebih bagus dan lebih tinggi dari itu”. Saya hanya manggut-mangut saja. Akhirnya tidak lama kemudian kami mendengar derasnya air dan melihat air terjun yang sangat tinggi. Yang kali pertama terucap dari bibir saya adalah “subhanallah” dan “wow” berulang kali. Rasa lelah berganti menjadi rasa puas. Semua begitu alami, indah dan menakjubkan. Petualangan trekking pertama saya dengan rasa kebersamaan di dalamnya menjadi pengalaman yang sangat indah dan tidak akan pernah saya lupakan. So, lets go traveling and find your new experience. (*/irw)

ISTIRAHAT: Rombongan melepas lelah setelah jalan 2 km.

ISI PERUT: Rombongan makan bersama di bantaran sungai menuju air terjun Lider.

SUSURI SUNGAI: Sungai kesekian yang harus kami lewati.

NARSIS: Gambar ini bukti kami pernah ke Lider.

EKSOTIS : Pemandangan air terjun Lider sangat mengagumkan.


Kamis 7 Maret 2013

35

HALAMAN SAMBUNGAN

Tidak Diatur Bisa Seenaknya Sendiri n PARUKOBA... Sambungan dari Hal 25

“Dalam raperda banyak klausul yang bertentangan dengan peraturan di atasnya,” kata pria yang karib disapa Ipung tersebut. Ipung menjelaskan, dalam

raperda rumah kos itu disebutkan, rumah kos yang terdiri atas lima sampai sepuluh kamar wajib memiliki surat izin pemondokan selain IMB (izin mendirikan bangunan) dan HO (hak operasional). Poin tersebut lantas ditanggapi bupati menjadi sepuluh

kamar. “Artinya apa? Manakala ada pengusaha yang m e m i l i k i s e p u l u h k a ma r kos atau lebih, harus ada izin tambahan dari Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Itu tentu memberatkan,” sergah pria yang tinggal di perumahan

Sutri, Banyuwangi, itu. Lebih lanjut Ipung mengatakan, menurut UU Nomor 28 Tahun 2009, arti hotel adalah penyedia jasa penginapan atau peristirahatan, termasuk jasa terkait lain yang dipungut bayaran. Misalnya, motel, losmen, gubuk pariwisata, wisma

Kerugian Ditaksir Rp 140 Juta n PARKIR... Sambungan dari Hal 25

Dia menceritakan, mobil itu bukan miliknya melainkan milik saudaranya yang tinggal di Dusun Pedotan, Desa Kebundalem, Kecamatan Bangorejo. “Itu mobil punya Mas Tukiran, kakak saya. Saya pinjam sudah enam bulan ini,” kata Hamid. Selain mobil, dokumen penting mobil tersebut juga raib digondol pencuri. Sebab, STNK kendaraan tersebut ditaruh di dalam mobil. “STNK-nya juga hilang,” tandasnya. Terkait hilangnya mobil itu, dia langsung melapor kepada polisi. Namun, sampai ke-

marin mobil dengan harga ratusan juta itu belum berhasil ditemukan. ‘’Mobil itu harganya Rp 140 juta,” ungkapnya. Selama ini, dia selalu memarkir mobil tersebut di depan toko bangunan di sebelah timur pertigaan Dam Sari itu. Dirinya kini masih menunggu kabar dari polisi. “Sampai sekarang belum ketemu,” jelasnya. Kapolsek Sempu AKP Toha Choiri mengaku sudah menerima laporan terkait hilangnya mobil tersebut. Kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan. “Kita masih lidik,” ujar Toha Choiri melalui ponselnya kemarin. (ton/c1/aif)

pariwisata, pesanggrahan, rumah penginapan dan sejenisnya, serta rumah kos yang memiliki jumlah kamar lebih dari sepuluh. “Lucunya, di Banyuwangi justru dicanangkan hanya hotel bintang empat dan bintang lima yang bisa diterbitkan izinnya. Otomatis hanya investor luar daerah yang mampu menanam investasi sebesar itu. Warga lokal Banyuwangi hanya mampu membangun losmen dan sejenisnya. Tentu pendirian losmen itu bisa terbentur dengan izin,” sesal pria yang juga anggota Persatuan Advokat Indonesia (Peradi) tersebut. Ipung mengaku sudah tiga kali menggelar pertemuan dengan anggota Parukoba yang diklaim berjumlah ribuan orang se-Banyuwangi. Inti pertemuan tersebut adalah,

para anggota Parukoba keberatan dengan beberapa klausul dalam raperda rumah kos tersebut. “Kami meminta ketua panitia khusus (pansus) raperda rumah kos mengundang pelaku usaha rumah kos untuk hearing di DPRD Banyuwangi. Jika tidak, tangguhkan dulu raperda tersebut sampai batas waktu yang tidak ditentukan,” desaknya. Dikonfirmasi terpisah, ketua pansus usaha rumah kos, Ismoko menjelaskan, inti raperda tersebut bukan untuk memberatkan para pemilik rumah kos. Menurut dia, raperda itu diperlukan untuk menanggulangi penyalahgunaan rumah kos. “Sebab, selama ini banyak indikasi penyalahgunaan rumah kos di Banyuwangi,” tegasnya. Ismoko menuturkan, UU merupakan petunjuk pelaksanaan

sebuah peraturan. Karena itu, Pemkab Banyuwangi perlu menyusun petunjuk teknis. “Kalau tidak diatur, pemilik rumah kos bisa seenaknya sendiri. Sekali lagi kami tegaskan raperda ini tidak untuk memberatkan, tapi menanggulangi penyalahgunaan rumah kos,” tuturnya. Politikus asal Partai Golkar itu menambahkan, pihaknya akan mengundang seluruh stake holder untuk didengar masukannya, meski Parukoba tidak meminta dilibatkan dalam pembahasan raperda tersebut. “Draf raperda ini akan kami sempurnakan dulu. Kalau sudah sempurna, baru kita gelar konsultasi publik dan mengundang stake holder, termasuk pemilik rumah kos, camat, dan lurah atau kepala desa (kades),” pungkasnya. (sgt/c1/aif)

ALI NURFATONI/RaBa

LOKASI KEJADIAN: Di depan toko bangunan inilah mobil Mitsubishi L-300 hilang dibawa kabur penjahat.

Banyuwangi Kaya Musik Tradisi n SYAHDUNYA... Sambungan dari Hal 25

“Ini sejalan dengan semangat Sunrise of Java. Banyuwangi adalah kota pertama di Pulau Jawa yang dapat menikmati matahari terbit,” ujar Ari Suteja, pianis yang berhasil mendapat gelar master of music di bidang seni pertunjukan piano di Universitas Towson di Baltimore, Maryland, AS, pada 1992 tersebut. Dalam pentas musik tersebut, Ari Suteja berkolaborasi dengan seorang pemain alat musik cello (cellis), Asep Hidayat. Hebatnya, selain dikenal aktif menggelar konser di tanah air, Asep juga pernah tampil spektakuler bersama seribu

cellis dari seluruh dunia di Kobe, Jepang. Tidak seperti pertunjukan musik pada umumnya, para penonton pentas musik klasik dilarang bersuara saat pertunjukan berlangsung. Bahkan, tepuk tangan di tengah performance para pemain pun dilarang. Tepuk tangan hanya bisa dilakukan saat pergantian musik. Merokok dan membunyikan HP juga dilarang. Hal itu membuat penonton semakin menikmati musik yang mereka dengarkan. Saat Ari Suteja dan Asep Hidayat berduet dengan masing-masing alat musiknya, tiba-tiba muncul guratan warna-warni dari balik kain putih

yang membentang di belakang panggung. Belakangan diketahui, guratan tersebut merupakan awal proses visual art yang dilakukan Mikhail David untuk menggambarkan atmosfer pertunjukan malam itu secara spontan. Menurt Ari, konser musik klasik tersebut diharapkan dapat memberikan wacana baru dalam mengajak masyarakat berekspresi dan melakukan proses kreatif. Konser tersebut juga diharapkan dapat menjadi awal dari kebangkitan masyarakat untuk belajar dan memahami demonstrasi yang konstruktif dari berbagai manifestasi seni. Sementara itu, Kepala Dinas

Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Suprayogi mengatakan, pentas seni berkelas itu merupakan inspirasi penting untuk mengembangkan industri musik di Banyuwangi. “Banyuwangi kaya musik tradisi,” kata dia saat diminta menyampaikan sambutan sesaat sebelum penampilan para seniman papan atas tersebut dimulai. Sementara itu, pertunjukan musik gratis itu dibuka dengan penampilan para pesilat cilik yang berasal dari perguruan Suaka Pasung Laksa (SPL) Banyuwangi, seniman sanggar Merah Putih 45, dan para seniman Sanggar Alang-Alang Kumitir. (sgt/c1/aif)

Satu Orang Berperan Sebagai Penadah n GULUNG... Sambungan dari Hal 27

Aksi mereka tidak sepenuhnya mulus. Pasalnya, dua pelaku akhirnya berhasil dilum-

puhkan warga. “Kita tetapkan satu orang sebagai penadah, dan tiga orang sebagai pencuri,” ungkap Kapolsek Muncar, Kompol Ary Murtini, kemarin. Kasi Humas Aiptu Putu Ard-

hana menambahkan, pihaknya masih mengembangkan kasus tersebut. Sebab, bukan tidak mungkin mereka melibatkan jaringan lain. “Kita akan kembangkan terus,” kata Putu.

Slamet Riyadi mengaku belum lama bergabung dengan teman-temanya mencuri kabel. Kini dia hanya pasrah. “Saya belum lama kok mencuri,” akunya. (ton/c1/aif)

Pengemudi Sepakat Damai n EMPAT...

Sambungan dari Hal 25

Selain durian, FPHB juga menemukan buah sawo cukup besar hingga berat satu buah bisa mencapai seperempat kilogram. Buah sawo besar tersebut ada lima jenis, yakni sawo Ijen, sawo Blambangan, sawo Karangasem, dan sawo apel. Pohon sawo eksotis itu tidak ditemukan di sembarang tempat, dan hanya ada di beberapa tempat. Pohonnya tidak banyak, bahkan cuma satu pohon saja untuk satu jenis buah sawo yang ditemukan. “Satu kilogram hanya berisi empat buah. Rasanya sangat manis,” ujar peneliti FPHB, Eko Mulyanto. FPHB juga menemukan buah avokad jumbo seberat 1,3 kilogram. Avokad jumbo itu hanya ditemukan di Kecamatan Kalipuro dan hanya satu pohon. Bukan hanya avokad, tim FPHB juga menemukan mangga jumbo seberat dua ki-

n TAHUN INI... Sambungan dari Hal 25

Raswan mengaku tidak tahu terkait menurunnya jumlah RTS PM itu. Sebab, Bulog hanya menyalurkan raskin berdasar data yang diserahkan pemerintah. Secara umum, kata dia, penurunan jatah raskin berarti jumlah keluarga miskin di Banyuwangi juga menurun. Sebab, beras bersubsidi itu hanya diberikan kepada keluarga miskin. “Data itu dikeluarkan Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat. Data itu mengacu data

n 4 PENDAFTAR... Sambungan dari Hal 25

Pasca pelaksanaan tes tulis kemarin, KPU memiliki waktu dua hari untuk mengoreksi jawaban masing-masing peserta. Sepuluh peserta terbaik asal masing-masing kecamatan berhak mengikuti uji kelayakan dan kepatutan. Syamsul mengaku akan

warga miskin yang dikeluarkan BPS,” katanya. Pendistribusian raskin, jelas dia, mengacu data yang dikeluarkan Menkokesra kepada penerima di masing-masing desa dan kelurahan. Harga raskin tidak mengalami perubahan dari tahun sebelumnya, yakni Rp 1.600 per kilogram (kg). Dalam penagihan pembelian raskin itu, pihaknya tidak ikut melakukan. Penagihan dilakukan Bulog pusat kepada Kementerian Keuangan RI. “Kita hanya mengirimkan berita acara pendistribusian raskin kepada RTS-PM,” jelas

Raswan. Terkait uang hasil penjualan raskin, pihaknya tidak ikut mengelola. Setelah menerima uang penjualan dari pihak desa/kelurahan, pihaknya langsung mengirimkan uang itu ke pusat. “Aturannya, uang hasil penjualan raskin itu tidak boleh mengendap di daerah walaupun hanya satu hari,” katanya. Kalau uang hasil penjualan raskin sampai mengendap di daerah, maka akan muncul dalam pemeriksaan BPK. Karena itu, hasil penjualan raskin langsung ditransfer ke pusat. (afi/c1/aif)

menggelar rapat pleno untuk menentukan para peserta yang berhak mengikuti fit and proper test. Pengumuman peserta tes tulis yang berhak melaju ke tahap uji kelayakan dan kepatutan akan dilakukan Jumat (8/3). “Fit and proper test akan kita laksanakan mulai Sabtu (9/3) hingga Senin (11/3),” paparnya. Syamsul mengungkapkan,

para pendaftar anggota PPK tersebut terdiri atas berbagai macam latar belakang profesi, mulai wartawan, anggota lembaga swadaya masyarakat, anggota organisasi kepemudanaan, hingga organisasi massa. “Prinsipnya kan tidak melanggar undang-undang (UU). Keabsahan mereka mengikuti tes PPK dijamin UU,” tegasnya. (sgt/c1/aif)

Bisa Kendalikan Diri Sendiri ABDUL AZIZ/RaBa

RUSAK RINGAN: Mobil Panther milik Wahyu Prasetyo ringsek setelah diseruduk L 300 dari belakang.

Riset Durian Merah Habiskan Rp 30 Juta n ADA BUAH...

Harga per Kilogram Raskin Rp 1.600

Berasal dari Banyak Profesi

Sambungan dari Hal 27

Kecelakaan beruntun pun tak dapat dihindari. Mobil boks L 300 tersebut langsung menabrak Panther milik Wahyu Prasetyo. Mendapat dorongan cukup keras dari belakang, mobil Panther tersebut langsung meluncur menabrak Innova. “Nah, mobil Innova yang terdorong dari belakang juga menabrak mobil pikap di depannya meski tidak begitu keras,” kata Kanitlantas Kalibaru yang juga membawahi Glenmore, Ipda Yulianto. Meski tak menyebabkan korban jiwa, tapi akibat tabrakan beruntun tersebut, bagian belakang dan depan mobil Panther yang dikemudikan Wahyu ringsek. Begitu juga dengan mobil boks L 300 yang dikemudikan Joko. Bagian depan dan belakang mobil Innova hanya lecet, dan pikap tak mengalami kerusakan berarti. Beberapa menit setelah kejadian, keempat mobil itu dibawa ke Mapolsek Kalibaru. “Sudah kita bawa ke Kalibaru, dan semua pengemudi ikut. Mereka semua sepakat damai dan tidak mau diproses secara hukum,” kata Yuli. (azi/c1/aif)

GALIH COKRO/RaBa

TURUN 16 PERSEN: Warga sedang mengambil raskin yang didistribusikan Sub Bulog Banyuwangi.

logram. Mangga dengan aroma sangat harus itu ditemukan hanya satu pohon di Banyuwangi. Tidak hanya itu, FPHB juga menemukan jambu biji yang tahan lalat buah. Selama ini, buah jambu biji rentan dimakan lalat buah, tapi jambu biji yang ditemukan FPHB tidak disukai lalat buah walaupun sudah matang. Buah eksotis lainnya yang ditemukan adalah jeruk. Selama ini, jeruk dikenal memiliki rasa kecut sangat ekstrem saat masih muda. Namun, peneliti FPHB menemukan jeruk yang sangat berbeda. Meski masih muda, jeruk temuan FPHB yang kemudian diberi nama jeruk licin itu sangat manis. “Saat masih muda dan saat matang, rasanya tidak ada bedanya. Samasama manis. Pohon jeruk ini hanya ada satu pohon,” timpal humas FPHB, Arief Setiawan. Tidak hanya buah durian yang ditemukan berwarna warni, eksplorasi tim FPHB juga menemukan buah sirsak

berwarna merah dan kuning. Selama ini, buah sirsak warnanya putih. Pohon sirsak warna merah dan kuning cukup banyak, yakni tiga pohon di tempat yang berbeda. Pohon nangka celeng juga ditemukan dalam eksplorasi tim FPHB. Pohon nangka jenis ini berbeda dengan pohon nangka umumnya. Pohon nangka ini berbuah bukan di atas pohon, melainkan di dalam tanah bersama akar. Pohon nangka celeng ini hanya ditemukan satu pohon dan sampai saat ini belum ditemukan lagi. Yang terbaru, FPHB juga menemukan kopi berbuah hitam. Selama ini, buah kopi menghitam manakala sudah tua. Tapi, yang ditemukan FPHB, sejak masih muda, buah kopi tersebut sudah berwarna hitam. “Semua temuan eksotis itu akan kita kembangkan menjadi buah rakyat,” ujar Eko. Selama ini, beberapa buah eksotis tersebut sangat langkah. Dalam beberapa tahun

ke depan, beberapa buah eksotis itu akan dikembangkan menjadi tanaman yang mudah didapatkan. Untuk sementara, FPHB masih berkonsentrasi mengembangkan buah durian saja. Buah durian merah menjadi prioritas karena hampir punah. “Umur pohon induk durian merah sudah ratusan tahun, dan buah yang lain masih relatif muda,” kata Eko. Karena itu, pihaknya memutuskan mengembangkan durian merah. “Untuk mengembangkan semua jenis buah eksotis itu butuh penelitian. Pengembangan durian merah baru berhasil setelah dilakukan beberapa kali uji coba,” tutur Arief Setiawan. Untuk mengembangkan buah eksotis itu, dibutuhkan anggaran cukup besar. Satu jenis durian merah saja, penelitiannya membutuhkan anggaran Rp 30 juta. “Anggaran Rp 30 juta itu baru untuk riset. Belum yang lain,” tuturnya. (c1/aif)

n BELAJAR... Sambungan dari Hal 25

“Sebab, saat di lapangan, seorang field commander menjadi pemimpin anggota grup drum

band,” terangnya. Dikatakan, jiwa kepemimpinan perlu dimiliki setiap individu. “Bagi saya, jiwa kepemimpinan itu sangat penting. Seti-

daknya, kita akan tegas bersikap dan bisa mengendalikan diri kita sendiri,” pungkas perempuan yang hobi menyantap nasi goreng pedas tersebut. (sgt/c1/aif)

Terbongkar Berkat Sang Anak n KALAH... Sambungan dari Hal 36

Setelah menerima uang Rp 500 ribu dan dua cincin korban, tersangka berpura-pura menjalankan ritual. Pria yang hobi berjudi itu langsung memasukkan uang dan cincin tersebut ke bungkus rokok yang konon telah diisi doa-doa. Selanjutnya, bungkus rokok tersebut dibalut kapas dan kain putih. Ternyata tersangka tidak ber-

hasil memperdayai anak korban. Pada malam hari, anak Hamdun yang penasaran langsung membuka bungkus rokok berbalut kain putih tersebut. Saat dibuka, anak Hamdun terkejut karena uang Rp 500 ribu dan dua cincin yang dijadikan syarat ritual itu tidak ada. Kontan, Hamdun bersama anaknya langsung melaporkan kasus tersebut kepada polisi. Mendapat laporan, polisi langsung melakukan penge-

jaran dan berhasil menangkap tersangka. Kepada polisi, tersangka mengaku bahwa dirinya terpaksa melakukan penipuan berkedok dukun tersebut lantaran terlilit utang. Kasubag Humas Polres Situbondo, AKP Wahyudi, membenarkan kabar penangkapan pelaku penipuan tersebut. “Setelah ditangkap, tersangka diperiksa dan sampai saat itu masih dalam penyelidikan petugas,” ujar AKP Wahyudi. (rri/c1/als)

Minta Ganti Rugi Rp 30 M n DUA... Sambungan dari Hal 36

Gugatan kepemilikan tanah di Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, yang sebagian dijadikan Jalan Raya Pantura juga sudah dilakukan mediasi. Namun, karena permintaan

ganti rugi sebesar Rp 30 miliar, itu dinilai tidak wajar. “Terkait tanah pasar di Desa Olean, sejak lama Pemkab Situbondo sudah tahu. Namun, pemkab tak mungkin melepas tanah itu karena lahan itu sudah masuk daftar aset pemkab. Harus ada putusan pengadilan

dulu untuk melepas tanah itu,” terang Syaiful. Kata dia, apa yang dilakukan Komisi I sebenarnya sebagai salah satu bentuk mediasi. Sebab, hingga kini belum ada titik temu. Jika dibiarkan, maka berpotensi merembet ke masalah lain. (pri/c1/als)


36

Kamis 7 Maret 2013

Kalah Judi, Banyak Utang, Jadi Dukun SITUBONDO - Gara-gara hobi main judi, Suyono, 52, warga Kelurahan Dawuhan, Kecamatan kota, terpaksa digelandang ke Mapolres Situbondo setelah dirinya ketahuan menipu Hamdun, warga Desa Landangan, Kecamatan Kapongan, Situbondo, karena berpura-pura menjadi dukun. Niat jahat Suyono muncul saat dirinya terlilit utang. Dia banyak utang karena suka berjudi dan terus-menerus kalah. Setelah itu, Suyono berpura-pura menjadi dukun demi memperdayai Hamdun yang tak lain mantan majikannya. Sebelum ditangkap, Suyono mendatangi rumah Hamdun dengan tujuan mengobati Sri Astuti, istri Hamdun, yang sudah lama terserang stroke. Demi meyakinkan korban, Suyono

NUR HARIRI/RaBa

DIPERIKSA: Suyono (kanan) di Mapolres Situbondo kemarin (6/3).

mengatakan bahwa dirinya telah berguru kepada orang pintar di daerah Banten. Mendengar cerita Suyono, Hamdun pun percaya dan mempersilakan Suyono mengobati istrinya. Namun, sebelum pengoba-

tan dilakukan, Suyono meminta uang sebesar Rp 500 ribu untuk kelengkapan ritual. Selain meminta uang, tersangka juga meminta dua cincin emas yang dipakai Sri Astuti n

 Baca Kalah...Hal 35

NUR HARIRI/RaBa

TANPA DISERTAI IZIN: Sebanyak 114 jeriken berisi solar diamankan di Mapolres Situbondo kemarin (6/3).

Penyelundupan Dua Ton Solar Digagalkan PANARUKAN - Pengiriman 114 jeriken bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang tidak disertai izin dengan tujuan Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil digagalkan Satuan Sabhara Polres Situbondo di Pelabuhan Panarukan dini hari kemarin (6/3). Terungkapnya pengiriman BBM tanpa izin tersebut berawal dari kecurigaan polisi saat melakukan patroli sekitar pukul 03.00. Petugas melihat ada aktivitas bongkar-muat jeriken yang mencurigakan di kapal motor Gajah Satria yang sandar di Pelabuhan Panarukan. Lantaran curiga, polisi melakukan pemeriksaan. Ternyata jeriken itu berisi BBM jenis solar. Karena tidak memiliki izin resmi, akhirnya barang bukti sebanyak 114 jeriken itu langsung disita dan dibawa ke Mapolres Situbondo. Selain menyita 114 jeriken yang berisi masing-masing be-

risi 30 liter solar, polisi juga mengamankan sang pemilik BBM dan nakhoda kapal ke Mapolres Situbondo. Keduanya adalah Ferdi Azror alias Pepeng, 36, warga Gang IV, Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan; dan Bambang, 38, warga Desa Pemana, Momere, Kabupaten Sika, Flores, Nusa Tenggara Timur. Saat berada di ruang reskrim, pemilik BBM, Ferdi Azsror, memilih diam tanpa memberikan jawaban terkait 114 jeriken yang berisi solar tersebut. Sementara itu, nakhoda kapal, Bambang, mengaku dirinya ditawari BBM oleh Ferdi. Dirinya pun membeli solar tersebut dalam jumlah banyak sebagai bahan bakar pulang ke NTT. “Pelayaran ke NTT selama 24 jam. Kapal kami menghabiskan 1 ton BBM. Jadi, kalau lima hari tiba di NTT, maka kapal saya membutuhkan lima ton BBM,” ujar Bambang saat di-

periksa penyidik. Menurutnya, solar tersebut dibeli seharga Rp 4.700 per liter. “Tidak banyak, saya hanya membeli dua ton,” imbuhnya. Data yang berhasil dikumpulkan Jawa Pos Radar Banyuwangi, dari 114 jeriken yang berhasil disita, 20 jeriken disita di rumah Ferdi. Sisanya, sebanyak 89 jeriken, disita di kapal motor Gajah Satria milik Bambang. “Pada saat anggota melakukan patroli rutin, diamankan 114 jeriken berisi BBM jenis solar. Dari 114 jeriken itu, 20 jeriken disita di rumahnya dan 89 jeriken disita di kapal,” ujar AKP Haryono, Kasatsabhara Polres Situbondo. Hasil pemeriksaan, rencananya BBM itu akan di kirim ke Nusa Tenggara Timur. “Barang bukti sudah kita amankan. Nakhoda kapal dan pemilik BBM kami serahkan ke reskrim untuk diproses hukum,” imbuh AKP Haryono.

Plt-kan Sekda, Bupati Disorot SITUBONDO - Desakan dan tanggapan miring sejumlah pihak tentang tak baiknya kursi jabatan strategis yang dibiarkan kosong tampaknya tak digubris Bupati Situbondo Dadang Wigiarto. Terbukti, orang nomor satu di lingkungan Pemkab Situbondo itu tetap mengisi kursi sekretaris daerah (sekda) dengan pelaksana tugas (Plt). Pejabat yang ditunjuk mengisi kursi penting itu adalah Syaifullah. Dia menggantikan Eko Triwarso KDW yang telah memasuki masa pensiun. Syaifullah adalah kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten (Bapekab). Selain kursi sekda, kursi jabatan strategis yang hingga kini dibiarkan kosong adalah kursi kepala Dinas Pendidikan. Keadaan itu menuai sorotan sejumlah pihak, salah satunya Direktur Situbondo Policy Watch (SPW), Supriyono. “Siapa pun akan berpendapat keadaan itu sangat berpengaruh dan mengganggu efektivitas kerja dan kelancaran roda pemerintahan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin. Kata pemilik kantor pengacara Supriyono Low Office itu mengungkapkan, sangat lucu jika pengisian sejumlah jabatan strategis itu menunggu orang yang telah dipersiapkan. Namun, orang yang telah dipersiapkan tersebut belum bisa menjabat sekarang karena belum memenuhi sejumlah persyaratan. “Ini seharusnya tak perlu dan jangan sampai terjadi. Siapa pun jika memang sudah memenuhi persyaratan, harus punya kesempatan yang sama untuk menduduki kursi jabatan strategis tersebut,” tandasnya.

Jika Bupati Dadang terus melakukan kebijakan-kebijakan semacam itu, kata Supriyono, maka tidak ada bedanya dengan pemerintahan sebelumnya yang semua bisa diatur. Meski demikian, dia mengaku tidak tahu pasti apa motivasi bupati membi-

arkan jabatan kosong itu berlarut-larut. “Saya selaku tim sukses beliau juga terpaksa ngomong karena banyak sorotan tentang keadaan ini. Saya kira ini tak bisa dibiarkan berlama-lama,” pungkas pria asal Panarukan itu. (pri/c1/als)

Polisi juga mengamankan sepeda motor roda tiga bernopol P 8802 QW yang pada saat itu digunakan mengangkut ratusan jeriken tersebut. Atas perbuatan tersebut, tersangka dijerat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang migas dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. (rri/c1/als)

EDY SUPRIYONO/RaBa

HEARING: Komisi I DPRD bersama DPKD dan Bagian Hukum bahsa aset bermasalah kemarin (6/3).

Dua Penggugat Aset Menang Kasasi SITUBONDO - Tiga aset Pemkab Situbondo yang bermasalah kemarin dibicarakan secara khusus oleh Komisi I DPRD Situbondo bersama Bagian Aset Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD) dan Bagian Hukum Pemkab Situbondo. Tiga aset yang digugat sang pemilik itu adalah Rumah Potong Hewan (RPH) Keca-

matan Asembagus, tanah Pasar Desa Olean, dan tanah di Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan. “Ini sebenarnya masalah klasik. Hanya saja berlarut-larut,” ungkap Ketua Komisi I DPRD Situbondo, Syaiful Bahri. Bahkan, gugatan tanah RPH Asembagus dan tanah di Desa Kilensari, kata dia, sebenarnya sudah memiliki kekuatan hu-

kum tetap. Sebab, mereka sudah menang di tingkat kasasi. Hanya saja ada kendala dalam melaksanakan eksekusi. “Salah satunya, karena objek yang akan dieksekusi masih tercatat sebagai aset pemkab. RPH Asembagus, misalnya, pemkab sudah memiliki sertifikat atas nama Pemkab Situbondo,” terang Syaiful n  Baca Dua...Hal 35

FOTO-FOTO: EDY SUPRIYONO/RaBa

BERDOA: (Dari kiri) KHR Mohammad Kholil, Pak De Karwo, Gus Ipul, dan Bupati Dadang Wigiarto di Ponpes Wali Songo kemarin.

Dari Kedatangan Pak De Karwo dan Gus Ipul ke Kota Santri

Tanyakan PR Utama Bangun Situbondo SITUBONDO - Gubernur Jawa Timur, H Soekarwo dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf, datang ke Kabupaten Situbondo kemarin (6/3). Kedatangan pejabat yang saat pencalonan dikenal dengan pasangan Kar-Sa ini disambut Bupati Dadang Wigiarto, Wabup Rachmad, dan jajaran muspida Kabupaten Situbondo. Pak De Karwo, sapaan akrab Soekarwo, dan Gus Ipul, sapaan Syaifullah Yusuf, datang ke Kota Santri melakukan kunjungan kerja dan silaturahim ke Pengasuh Pondok Pesantren Wali Songo di Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, KHR Muhammad Kholil As’ad Syamsul Arifin. “Kunjungan seperti ini merupakan acara rutin bagi kita,” terang Pak De Karwo. Kata dia, bersama Gus Ipul dirinya aktif bersilaturahmi kepada kiai dan ulama serta tokoh masyarakat. Tak terkecuali di Kabupaten Situbondo. Sebab, mereka merupakan salah satu ujung tombak dalam pembangunan Jawa Timur. Utamanya dalam penciptaan suasana kondusif. “Kita menyadari benar peranan besar para kiai, ulama, dan tokohtokoh NU. Mereka terus menjaga kondusivitas agar tercipta rahmatan lil‘alamin di Indonesia, khususnya di Jawa Timur,” terang pria yang akan maju lagi sebagai calon Gubernur Jawa Timur bersama Gus Ipul sebagai wakilnya tersebut. Dalam kesempatan tersebut, gubernur maupun wagub sempat menanyakan kepada Bupati Dadang terkait masalah apa saja yang menjadi pekerjaan rumah (PR) utama di Kabupaten Situbondo saat ini? “Masalah penanggulangan bencana, khususnya banjir, Pak,” jawab Bupati Dadang Wigiarto, spontan.

MENUNJUK: Bupati Dadang menjelaskan sejumlah bangunan di Pesantren Wali Songo.

BERSALAMAN: Jajaran Muspida Situbondo ikut menyambut kedatangan Gubernur Jatim dan Wagub Jatim di Stadion Gelora Mohammad Saleh (GMS).

Mereka juga sempat membahas secara singkat sejumlah kendala maupun prospek pembangunan di Kota Santri. Dengan ciri khasnya, Pak Dek Karwo bersama Gus Iful seringkali menimpali dengan guyonan segar. Sehingga, sejumlah orang yang hadir langsung tertawa.

“Mudah-mudahan apa yang menjadi kebutuhan dan permintaan Bupati Situbondo dapat kita atasi. Sehingga, masyarakat di sini bisa merasa aman. Semua kebutuhan tentu akan kita usahakan dapat terpenuhi, walaupun secara bertahap,” tegas Wagub Jatim, Syaifullah Yusuf. (pri/adv/als)


Radar Banyuwangi 7 Maret 2013