Page 1

SABTU 6 OKTOBER

Upacara tanpa Atraksi

33

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2012

BANYUWANGI - Upacara peringatan HUT TNI ke-67 berlangsung sangat sederhana di Lapangan Taman Blambangan kemarin (5/10). Dalam peringatan tahun ini, tidak ada atraksi apa pun yang dilakukan prajurit TNI. Tahun lalu, dalam peringatan HUT TNI ada atraksi prajurit TNI AD dan AL. Kemarin hanya upacara bendera yang melibatkan prajurit TNI, Polri, Satpol PP,

Pramuka, dan beberapa ormas lain. Bertindak sebagai inspektur upacara (irup) Komandan Dandim 0825 Letkol (Kav) Muslimin Fahsyah. Yang bertindak sebagai komandan upacara adalah Danramil Tegaldlimo, Kapten I Wayan Sudana. Tidak hanya itu, dalam peringatan HUT TNI kemarin juga tidak digelar resepsi. Biasanya, usai menggelar upacara ben-

dera, digelar resepsi yang melibatkan keluarga besar TNI. Resepsi HUT TNI ke-67 akan tetap digelar, tapi tidak 5 Oktober melainkan 10 Oktober mendatang. Resepsi HUT akan digelar bersama Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono. Rencananya, panglima TNI akan menggelar resepsi bersama prajurit TNI di Banyuwangi ■  Baca Upacara...Hal 43

GALIH COKRO/RaBa

KOMANDAN UPACARA: Kapten I Wayan Sudana memberi aba-aba dalam upacara peringatan HUT TNI di Lapangan Taman Blambangan, Banyuwangi, kemarin.

Dewan Boyongan ke Malang Masih Utang 18 Raperda

Gelar Bimtek hingga Minggu Sore BANYUWANGI - Menjadi anggota DPRD periode kali ini memang sering ke luar daerah. Baru sepekan pulang dari kunjungan kerja (kunker) ke-19 tahun ini di Palangkaraya, Kalimantan Selatan, dan Manado, Sulawesi, mereka sudah kembali angkat koper ke luar kota kemarin (5/10). Semua anggota dewan sebanyak 50 orang berangkat ke Malang untuk mengikuti bimbingan dan teknik (bimtek). Rencananya, kegiatan bimtek tersebut akan dilaksanakan di salah satu hotel di Kota Apel itu selama tiga hari. “Mulai nanti malam (kemarin malam) sampai Minggu Sore,” cetus salah satu anggota DPRD Banyuwangi, Suminto ■  Baca Dewan...Hal 43

AGUS BAIHAQI/RaBa

SEPI: Pekerja merehab ruangan pimpinan DPRD Banyuwangi kemarin.

SEMENTARA itu, anggota DPRD Banyuwangi terancam gagal mengerjakan Program Legislasi Daerah (Prolegda) 2012 yang sudah diputuskan. Dari 26 raperda yang akan dibahas dan disahkan, ternyata yang disahkan baru delapan perda. Padahal saat ini sudah bulan Oktober, dan tahun anggaran 2012 tinggal sekitar dua bulan lagi berakhir. Sampai bulan ke sepuluh tahun anggaran ini, para anggota dewan masih memiliki tanggungan sebanyak 18 raperda. Dari 18 raperda yang belum dibahas dan disahkan itu, 11 raperda berupa inisiatif DPRD dan tujuh ra-

Prolegda DPRD Banyuwangi 2012 Jumlah raperda Sudah disahkan Sedang dibahas Belum dibahas

: : : :

26 8 1 17

Raperda Perda Raperda Raperda

perda lain pengajuan Bupati Banyuwangi. “Prolegda 2012 ada 26 raperda,” cetus Wakil Ketua Badan Legislasi (Banleg) DPRD Banyuwangi, Ahmad Munib Syafaat ■  Baca Masih...Hal 43

MAB Ajukan Permohonan Hibah Lagi Pentas Seni Digelar

Kembali Tiap Pekan

Berjanji Patuhi Apa pun Keputusan Pemerintah Pusat

ADA APA LAGI

Setrum Tikus Kena Manusia GLENMORE - Sungguh malang nasib Jaelani, 34, warga Dusun Gunungsari, Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, ini. Lelaki tersebut meninggal dunia setelah tersetrum kabel listrik di lahan persawahan Kamis malam lalu (4/10). Padahal, setrum tersebut sedianya dipasang untuk membunuh tikus. Waktu itu sekitar pukul 20.00, korban pamit berangkat mencari ikan dengan cara menyetrum di sungai. Sampai pagi hari, ternyata Jaelani belum pulang. Pihak keluarga pun kebingungan ■

BANYUWANGI - Konflik yayasan pengurus Masjid Agung Baiturrahman (MAB) dengan pemerintah tidak kunjung tuntas. Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Banyuwangi menggelar pertemuan bersama pengurus MAB untuk mencari solusi terkait konflik rebutan jalan nasional itu Kamis lalu (4/10). Dalam pertemuan yang berlangsung di Mapolres Banyuwangi itu hadir beberapa pengurus ormas Islam. Pertemuan itu digelar untuk mencari solusi terkait konflik yang sudah berlangsung lama. Sayang, pertemuan itu belum menghasilkan solusi. Pada kesempatan itu, pemkab memberikan solusi. Salah satu solusinya, jalan nasional di depan masjid itu segera dibuka demi kepentingan umum. Namun, semua ruas jalan tidak dibuka sepenuhnya. Agar kepentingan umum dan kepentingan masjid sama-sama terpenuhi, pemkab menawarkan solusi agar jalan nasional itu dibagi dua. Satu ruas difungsikan sebagai lahan parkir masjid, dan satu ruas lagi digunakan sebagai jalan nasional. Kompensasinya, pemkab siap mengucurkan anggaran untuk memisahkan dua jalur tersebut. Pemkab menyatakan sanggup pembangunan pagar pembatas. Sayang, solusi yang disampaikan pemkab itu ditolak mentah-mentah pihak pengurus MAB. Pengurus MAB tetap meminta agar jalan nasional itu dihibahkan kepada MAB ■  Baca MAB...Hal 43

GALIH COKRO/RaBa

OBJEK SENGKETA: Petugas Satpol PP memasang kembali baliho di depan MAB Banyuwangi Selasa malam bulan lalu (25/9).

BANYUWANGI - Pengesahan Perda Anggaran Pendapatan dan Belanja Perubahan (APBDP) 2012 berdampak langsung terhadap kegiatan Aktualisasi Seni Budaya (ASB) di Taman Blambangan. Bersamaan telah diundangkan Perda APBD-P itu, ASB akan digelar kembali mulai nanti malam. Sebelum bulan Ramadan lalu, kegiatan yang berlangsung dua mingguan itu dihentikan sementara. Selain karena untuk menghormati puasa Ramadan, program itu memang sudah habis sebelum bulan Ramadan. Dalam APBD 2012, ASB hanya berlangsung sampai Juli. Kegiatan di bulan Oktober hingga Desember masuk dalam APBDP 2012 yang baru saja disahkan Gubernur Jatim Soekarwo. Hanya, pelaksanaan ASB dalam APBD-P berbeda dengan program APBD. Sebelumnya, kegiatan seni malam mingguan itu hanya digelar dua minggu sekali. Dalam APBD-P, kegiatan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata tersebut digelar setiap pekan. “Oktober ini kita gelar penuh empat kali mulai besok malam (nanti malam, Red),”

DOK. RaBa

Kali ini, pentas aktualisasi seni budaya digelar setiap pekan. Bulan Oktober ini, kita gelar penuh empat kali.” SUPRAYOGI Kepala Disbudpar Banyuwangi

ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Suprayogi ■

 Baca Pentas...Hal 43

 Baca Setrum...Hal 43

KESEHATAN

Mengenal Olahraga Dirgantara Paralayang

Sensasi Nikmatnya Melebihi Naik Pesawat GALIH COKRO/RaBa

Melawan Stroke dengan Pasir Panas KAWASAN Boom Banyuwangi tak hanya dikunjungi para pelancong yang menikmati suasana pantai. Warga yang sedang sakit pun semakin banyak yang berkunjung ke lokasi tersebut. Rupanya, para pasien tersebut menjalani terapi berendam di pasir sambil berjemur di pantai tersebut. Sebagian besar adalah pasien stroke yang melakukan pemulihan dengan terapi pasir panas. (gal/c1/bay) http://www.radarbanyuwangi.co.id

Paralayang termasuk olahraga yang masih asing di Banyuwangi. Dengan alat sendiri, Haris Effendi, warga Kelurahan Kepatihan, ini mengenalkan olahraga dirgantara di tanah kelahirannya. NIKLAAS ANDRIES, Banyuwangi PENGUNJUNG Pantai Boom, Banyuwangi, mendapat tontonan langka Minggu lalu (30/9). Sembari menikmati hangatnya mentari pagi, sebuah parasut raksasa berwarna kuning tiba-tiba membumbung tinggi ke angkasa. Sembari parasut mengangkasa, di hamparan pasir pantai Boom tampak seorang

Ke Malang semoga dapat ilmu, bukan dapat kemalangan

pria tengah sibuk mengendalikan payung berukuran raksasa itu. Mengenakan sebuah alat yang terpasang di punggung hingga pantat (harness), dia sangat sibuk memeriksa satu demi satu bagian parasut yang akan membawanya terbang. Namun, beberapa kali dicoba, parasut itu tidak sampai mengangkasa lebih tinggi. Paling banter payung kuning gede itu mampu mengangkat pria tersebut hingga ketinggian satu meter dari permukaan pasir. Ada sejumlah alasan, kenapa pria itu gagal terbang pagi itu, salah satunya tiada ketersediaan alat bantu terbang (towing) yang cukup untuk membuatnya terbang. Setelah beberapa lama bergelut dengan payung raksasanya, pria tersebut mengambil jeda sejenak ■  Baca Sensasi...Hal 43 TERBANG: Haris ditarik dua orang sebelum take off di Pantai Boom Banyuwangi.

Dewan boyongan bimtek ke Malang

DPRD masih utang pembahasan 18 raperda

Dalam bisnis, utang itu hal biasa. Apalagi di dunia politik…

GALIH COKRO/RaBa

email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@yahoo.com


34

Sabtu 6 Oktober 2012

CERMIN DIRI Anggaran Kunker kok Ngutang? JADI, anggota DPRD memang enak. Selain kerap “pelesir” keluar kota, sangu untuk kunjungan kerja juga cukup besar. Praktis, di saat rajin kunker, kantong wakil rakyat yang terhormat itu semakin tebal. Iya, itulah fakta yang kita lihat selama ini. Simak saja, baru saja kunker ke Palangkaraya, Kalimantan Selatan, Manado, dan Sulawesi, kini anggota DPRD Banyuwangi kembali “dimanja” dengan kegiatan keluar kota. Terbaru, semua anggota dewan sebanyak 50 orang berangkat ke Malang untuk mengikuti bimbingan dan teknik (bimtek). Sah-sah saja melakukan kunker. Toh hasilnya juga untuk kemaslahatan rakyat. Namun, yang patut kita awasi adalah terkait anggaran kunker tersebut. Setidaknya, rakyat perlu tahu berapa besar anggaran untuk “pelesir” tersebut. Ini semata untuk transparansi anggaran. Jangan sampai anggota DPRD rajin kunker, tapi hasilnya tidak sepadan dengan biaya yang dikeluarkan. Kalau itu yang terjadi, itu sama halnya dengan menghambur-hamburkan uang negara. Entah itu namanya kunker, studi banding, ataukah bimtek, harus ada pertanggungjawaban anggaran. Asal-usul anggaran juga harus jelas. Jangan-jangan semua kegiatan yang dilakukan merupakan talangan dari pihak ketiga. Sempat terpetik kabar, salah seorang wakil rakyat dari Partai Gerindra melaporkan personel sekretaris dewan (sekwan) ke Mapolres Banyuwangi. Isi laporannya, uang Rp 500 juta milik si wakil rakyat tersebut dipinjam sekwan untuk talangan kegiatan di DPRD. Sampai laporan itu masuk ke polres, uang Rp 500 juta tak kunjung dikembalikan. Kalau laporan itu benar, itu sungguh ironis. Kenapa untuk kegiatan semacam kunker, DPRD harus ngutang kepada pihak ketiga. Ironisnya lagi, uang talangan itu tak kunjung dikembalikan. Sejatinya, kasus ini menarik dicermati sampai tuntas. Kami berharap, teman-teman LSM atau siapa saja yang vokal menyoroti kinerja DPRD agar merapatkan barisan untuk memantau kasus ini. Memang, kalau melihat substansi kasusnya, persoalan ini hanya seputar utang-piutang si wakil rakyat dan pihak sekwan. Tetapi, kalau mau diungkap habis-habisan, ada yang janggal dalam proses pengangaran di semua kegiatan. Kita masih ingat, ketika kasus makan minum (mamin) DPRD mencuat ke ranah hukum, ternyata anggarannya juga ditalangi oleh pihak ketiga. Kasus mamin akhirnya masuk kejaksaan. Sayang sampai sekarang, kelanjutannya tidak jelas. Harapan kami, aparat penegak hukum –khususnya kejaksaan negeri—bisa melakukan pengumpulan data (puldata) di lapangan terkait kasus dana talangan kunker tersebut. Kejaksaan tak usah ewuh-pakewuh meski kasus ini melibatkan wakil rakyat. Sekali-kali memberi pekerjaan rumah (PR) kepada kejaksaan setelah lama tidak menangani kasus korupsi yang menyeret pejabat penting di kota ini. (*)

Kirim tulisan Anda ke alamat di bawah ini: SUARA PEMBACA Tulis permasalahan yang Anda hadapi terkait layanan publik. Baik terhadap intansi swasta maupun pemerintah. Sertakan alamat yang lengkap disertai fotokopi identitas dan nomor telepon Anda. Kirim ke artikelradarbwi@gmail.com Atau kirim langsung ke kantor Radar Banyuwangi Jalan Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Biro Genteng: Jalan Raya Jember 47 Genteng, Biro Situbondo: Jalan Wijaya Kusuma 60 Situbondo.

LINGKUNGAN

DISKUSI: Para budayawan berdialog dengan kepala Disbudpar Banyuwangi, Suprayogi (kanan), kemarin.

AGUS BAIHAQI/RaBa

Seniman Protes Barong BEC

BANYUWANGI - Sejumlah seniman dan budayawan Kota Gandrung mendatangi kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi kemarin (5/10). Mereka memprotes barong yang akan digunakan dalam Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) jilid II. Para seniman dan budayawan itu diterima langsung Kepala Disbudpar Suprayogi. Mereka mempertanyakan makna re dalam barong yang akan dipakai

dalam perhelatan BEC tersebut. “Re ini rebonding atau apa?” ujar Agus “John” Rohmatullah, juru bicara para seniman. Kepada Disbudpar yang juga panitia pelaksana BEC jilid II, John juga mempertanyakan bentuk barong yang tidak sesuai aslinya. Warna yang menonjol dianggap juga tidak pas. “Bentuk dan warna itu sudah menjadi identitas, tidak boleh diubah,” katanya. Barong asli Banyuwangi, lanjut John,

Tak Bisa Menggarap Lahan, Lapor Polisi SITUBONDO - Hati-hati jika ingin membeli tanah yang masih dalam sengketa. Seperti yang menimpa Sugiyanto, 35. Pria asal Desa Jetis, Kecamatan Besuki, Situbondo. Keinginannya memiliki sebidang lahan pertanian terancam gagal. Bahkan, uang Rp 25 juta miliknya juga terancam raib. Ceritanya berawal saat NM, 35, warga Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, menjual sebidang tanah yang masih dalam sengketa kepada Sugiyanto. Saat terjadi transaksi di Desa Jetis, Kecamatan Panarukan, sekitar pukul 12.00 pada 24 Mei 2012 lalu, NM berjanji akan membantu menyelesaikan perkara sengketa tanah yang dibeli Sugiyanto tersebut. Keduanya

NUR HARIRI/RaBa

AKP Wahyudi

pun sepakat. Terjadilah transaksi jual-beli tanah tersebut seharga Rp 25 juta. Namun, hingga kini Sugiyanto tidak bisa menggarap lahan

tersebut lantaran sebidang tanah tersebut masih dalam sengketa dengan pihak ketiga. “Saya membeli tanah itu seharga Rp 25 juta. Namun, sampai sekarang saya tidak bisa menggarap lahan yang saya beli itu karena masih sengketa. Makanya saya lapor ke sini,” ujar Sugiyanto, saat melapor kepada polisi. Kasubag Humas Polres Situbondo AKP Wahyudi membenarkan adanya laporan terkait dugaan penipuan pada jual beli lahan yang masih sengketa tersebut. “Setelah ada laporan terkait kasus penipuan itu kami langsung melakukan penyelidikan. Selain itu kami juga memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan,” tegas AKP Wahyudi. (mg1/c1/als)

Wahyudi Siap Galang Donatur Terkait Rencana Pemkab Bangun Masjid Baru

GALIH COKRO/RaBa

Bersihkan Kalilo dengan Galah KONDISI aliran sungai Kalilo di Jalan dr. Sutomo, Banyuwangi, berangsur bersih kembali. Warga dan petugas secara berkala melakukan pembersihan aliran sungai yang membelah Kota Gandrung tersebut. Untuk mengambil kotoran yang berada di lokasi yang sulit dijangkau, petugas kebersihan menggunakan kait dan galah bambu. (gal/c1/bay)

KALIBARU - Rencana Pemkab Banyuwangi membangun masjid baru menuai dukungan banyak pihak. Salah satunya dari tokoh sentral Majelis Pengajian Khotmil Qur’an Adzikri Banyuwangi, H. Achmad Wahyudi. Sebagai wujud dukungannya, mantan Ketua DPRD Banyuwangi tersebut langsung melakukan kontak telepon dengan Sekda Banyuwangi, Slamet Karyono. Kepada Slamet, Wahyudi mengaku sangat mendukung

rencana Pemkab Banyuwangi tersebut. “Saya juga siap menggalang donatur untuk pembangunan masjid yang nanti dijadikan aset Pemkab Banyuwangi tersebut,” kata Wahyudi. Dia menuturkan, rencana pemkab itu sebenarnya sejalan dengan rencana anggota majelis Ad-Dzikri Banyuwangi, yaitu membangun masjid besar di pusat kota. Hanya saja, ketika dia dan sejumlah pihak berniat membangun masjid besar di Banyuwangi, ternyata ada kendala, yaitu ketersediaan lahan. “Nah, barusan saya kontak Pak Sekda. Katanya sudah ada lahan se-

warna yang menonjol itu merah, hitam, kuning, dan hijau botol. Warna yang ada ini sebagai simbol dari sifat dan lambang kegagahan dan keberanian orang Using. “Kalau diubah, bisa kehilangan roh,” cetusnya. Dari beberapa contoh barong yang akan dipakai dalam BEC jilid II nanti, terang John, ternyata warna merah kurang menonjol. Bahkan, ada yang mencolok itu justru warna hijau dan kuning ■  Baca Seniman...Hal 43

Trio Jagal Pandan Segera Disidang BANYUWANGI - Masih ingat dengan kasus pembunuhan ibu-anak di Dusun Pandan, Desa Kembiritan akhir Mei 2012 lalu? Tiga tersangka pembunuhan dengan korban Jane Ariswati alias Yeni, 57, dan putrinya yang bernama Sherly Kurniawati, 28, itu akan segera disidangkan pekan depan. Tiga tersangka, yakni Dimas Yudo Pranoto, 25, dan Muhamad Yazid, keduanya warga Dusun Sawahan, Desa Genteng Kulon; dan Bayu Trilakasana Putra, 21, asal Dusun Cangaan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, kini dititipkan di Lapas Banyuwangi. Aparat penegak hukum sudah memilah perbuatan masingmasing tersangka. Artinya, berkas kasus pembunuhan yang cukup sadis ini di-split (dipi-

sah). “Jaksa yang menangani ada tiga orang,” cetus Gusti Putu Karmawan, salah satu jaksa dari Kejari Banyuwangi yang ditunjuk menangani perkara ini. Dalam menangani kasus pembunuhan ini, Karmawan mengaku menjadi jaksa untuk tersangka Muhamad Yazid. Dua tersangka lain akan ditangani Amir Nur Rahmat dan Agus Suraharta. “Pak Amir menangani tersangka Bayu. Pak Agus menangani tersangka Dimas,” katanya. Dari ketiga tersangka ini, jelas Karmawan, semua akan diajukan ke Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi untuk sidang perdana pada Rabu (10/10) depan. Dalam sidang perdana ini, agendanya pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum (JPU) ■  Baca Trio...Hal 43

kitar 1,5 hektare untuk pembangunan masjid baru tersebut,” tandasnya. Bila lahan tersebut memang sudah tersedia, Wahyudi berharap pembangunannya segera dimulai. Meski nanti masjid itu adalah aset Pemkab Banyuwangi, dia akan tetap menggalang donatur. “Kan nggak masalah kalau mau ikut andil terhadap pembangunan masjid,” tandasnya Selain siap mendukung dengan cara menggalang dana, Wahyudi juga usul nama masjid kepada Pemkab Banyuwangi. “Saya sampaikan ke Pak Sekda agar nama masjidnya Al-Akbar,” pungkasnya. (azi/c1/aif)

Hi – Tech Mall

Festival Tablet Android HINGGA 14 Oktober mendatang, dapatkan harga termurah mulai Rp 600ribuan dari berbagai merk terkenal tablet Android. Penawaran termurah dimulai dari Vandroid T2i dari Rp 999ribu jadi Rp 699ribu gratis screen guard. Kemudian Treq A10 Basic 2+ dari Rp 999ribu jadi Rp 935ribu. Axioo PicoPad bahkan memberikan harga khusus dari Rp 1.2juta jadi hanya Rp 999 ribu. Sedangkan RealPad Nias memberikan harga spesial hanya Rp 975ribu. Cashback hingga ratusan ribu juga diberikan oleh tablet android A Note untuk seri CP706 dari Rp 1.799juta jadi hanya Rp 999ribu. Samsung Galaxy Tab 2 7” memberikan harga spesial dari Rp 3.999juta jadi hanya Rp 3.1juta (syarat & ketentuan berlaku). Sedangkan Efioo e3 memberikan harga sale dari Rp 1.599juta jadi Rp 1.399juta. Tablet android Cyrus seri terbaru Honey ditawarkan hanya Rp 1.499juta. Harga termurah juga ditawarkan oleh berbagai merk printer seperti

Canon, Epson dan Brother mulai harga Rp 500 ribuan. Kunjungi juga pameran broadband internet terlengkap dengan berbagai paket

hemat mulai Rp 50ribuan. Dapatkan juga konsultasi gratis tentang android dan juga pembuatan email Gmail gratis hanya

di Android Corner. Ikuti juga lomba game Android setiap harinya berhadiah aksesories dan satu unit tablet android. Anda juga bisa mengikuti seminar dan workshop gratis tentang android. Dapatkan juga berbagai bonus menarik mulai screen guard, leather case hingga microSD. Ditambah dengan hadiah langsung tambahan mulai mouse, earphone hingga headset dan juga mug eksklusif bergambar foto diri. Ditambah lagi dengan hadiah berupa motor dan dan Grand Prize berupa 2 buah mobil. Jadi segera kunjungi pameran Festival Tablet Android hanya di Hi – Tech Mall. Beli tablet android di Hi – tech Mall, anda bisa mendapatkan banyak hadiah – hadiah menarik. Jadi Ingat IT ingat Hi – tech Mall dong. (*)

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Benny Siswanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Pemasaran: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Samsuri (Situbondo). Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/ Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. 

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.



Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.



Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


35

Sabtu 6 Oktober 2012

Partai Demokrat Janji Sumbang Rp 100 Juta

ALI NURFATONI/RaBa

TRADISI TAHUNAN: Pengunjung berebut apem yang dilempar dari perahu karet di Sungai Kalibaru, Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, kemarin.

SEMENTARA itu, Partai Demokrat (PD) Banyuwangi merupakan satu-satunya partai yang ikut andil dalam kemeriahan dan kesuksesan acara Arung Kanal. Selain hadir langsung, rombongan partai berlambang mercy itu juga memberikan suntikan dana. Partai yang dikomandani Michael Edy Hariyanto itu memberikan sumbangan kepada panitia senilai Rp 15 juta. “Ini semata-mata bentuk kepedulian lingkungan dan ikut menjaga tradisi yang sudah turun temurun ini,” ujar ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi itu. Bahkan, Bos AIL Rogojampi itu berjanji bakal mengucurkan dana lebih besar lagi pada kegiatan selanjutnya. Sebab, tradisi itu merupakan pesta rakyat yang perlu dilestarikan. “Tahun 2014 nanti kami siap menyumbang Rp 100 juta,” janji Michael. Dia juga mengajak sejumlah fungsionaris PD Banyuwangi, antara lain Sekretaris PD Yulies Setyo Puji Rahayu dan penasihat partai Ir. Achmad Wahyudi. Di lain pihak, untuk memoles perahu hias dibutuhkan dana cukup besar. Satu perahu dibutuhkan dana senilai Rp 20 juta. “Ini sudah habis 20 juta. Perahu ini dibuat sebulan lalu,” ungkap Agus Epang di sela-sela penyempurnaan perahu Dewa Ruci kemarin. Perahu hias itu mampu menampung 20 hingga 30 orang. Perahu hias tersebut dirangkai dari berbagai bahan. Pelampung dibuat dari batang pohon pisang dan drum. (ton/c1/aif)

Rebutan Apem di Tepi Sungai Pesta Rakyat Arung Kanal di Kebondalem BANGOREJO - Meski belum memasuki puncak acara, pesta rakyat Arung Kanal di Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, berlangsung meriah kemarin. Betapa tidak, ribuan pengunjung tampak memadati sepanjang Sungai Kalibaru itu. Tradisi Arung Kanal tersebut dimulai sejak Rabu lalu (3/10) dan bakal berakhir hari ini. Kegiatan kemarin meliputi selamatan yang kemudian diakhiri aksi lempar apem (jajan). Sebelum aksi lempar apem, warga di-

hibur aksi drum band di sepanjang jalan tepi sungai tersebut. Hiburan lain adalah aksi puluhan anak-anak yang berlomba menggunakan ban bekas mengambil rute sepanjang satu kilometer. Sesepuh adat, Sukiran, 72, mengatakan, aksi lembar apem tersebut merupakan salah satu bentuk doa kepada Tuhan. Artinya, apa yang diterima warga patut disyukuri bersama. ’’Perayaan ini sebagai ungkapan rasa syukur,” kata Sukiran. Menurut dia, tradisi tersebut sudah berlangsung sejak tahun 1967. Tradisi tersebut rutin digelar setiap dua tahun, tepatnya pada tahun genap. “Tahun ini digelar, besok tahun 2014

IKUT ANDIL: Michael Edy Hariyanto bersama rombongan melambaikan tangan di atas speed boat di Sungai Kalibaru, Desa Kebundalem.

lagi juga sama seperti ini,” jelasnya. Ketua panitia, Saman mengatakan, pesta rakyat itu membutuhkan dana yang tidak sedikit. Meski dana pas-pasan, tapi tidak menyurutkan semangat agar perayaan itu sukses. “Kami juga berterima kasih kepada Partai Demokrat yang menyumbang Rp 15 juta,” ungkap Saman dalam kata sambutannya. Kepala Desa setempat, Iksan, menambahkan bahwa rangkaian kegiatan tersebut menghabiskan dana Rp 50 juta. Untuk menyukseskan acara itu, pihaknya memberikan bantuan kepada sejumlah perahu hias. ’’Rp 45 juta kita bagikan kepada 11 perahu hias,’’ tandasnyan Baca Rebutan...Hal 43

Kontraktor Siap Tanggung Jawab

ADA APA LAGI

ALI NURFATONI/RaBa

IMBUAN: Baliho larangan berdagang bagi PKL di perempatan lampu merah, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran.

PKL Jajag Ditertibkan

SRONO - Amblesnya jembatan penghubung Desa Bagorejo, Kecamatan Srono, dan Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, segera diperbaiki pihak pelaksana karena memang masih dalam proses pengerjaan. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), Mujiono, kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin. Menurut Mujiono, pihaknya sudah banyak menerima laporan mengenai amblesnya konstruksi jembatan tersebut meski masih dalam tahap pengerjaan. “Saya sudah cek lokasinya dan saya sudah tahu,” ujarnya.

Begitu tahu kondisi jembatan tersebut, Mujiono langsung memanggil pihak pelaksana. Hasilnya, kontraktor bersedia bertanggung jawab terkait amblesnya konstruksi jembatan tersebut. ‘’Sebab, memang masih dalam tahap pengerjaan, sehingga akan dibenahi lagi,” ungkap Mujiono. Untuk itu, pihaknya berharap semua pihak, termasuk warga Desa Bagorejo dan Blambangan, tidak khawatir terlebih dahulu. Sebab, pihak pelaksana sudah siap bertanggung jawab. “Belum lagi nanti masih ada masa perawatan. Jadi, diikuti saja sampai pembangunan jembatan itu

selesai,” tandasnya. Sekadar diketahui, diduga akibat kesalahan konstruksi, jembatan Bagorejo-Blambangan melengkung. Proyek bangunan yang menelan biaya senilai Rp 565 juta itu belum rampung 100 persen. Sebagai tanda belum selesai, dua bambu terpasang melintang di jembatan tersebut. Di atas jembatan tersebut juga masih belum diaspal. Terkait amblesnya jembatan ini, warga menghendaki jembatan tersebut dibongkar lagi. Jika tidak dibongkar, bisa berakibat fatal bagi kendaraan yang melintas. (azi/c1/aif)

ALI NURFATONI/RaBa

ASAL-ASALAN: Inilah bangunan jembatan yang disoal warga Bagorejo.

GAMBIRAN – Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang mangkal di jalur terlarang di Desa Jajag, Kecamatan Gambiran menyusut drastis. Bayangkan, dari total 55 PKL, kini hanya tersisa enam. Larangan berjualan bagi PKL itu berada di jalur perkotaan, yakni Jalan Yos Sudarso dan Jalan PB Sudirman. Meski begitu, dua jalur tersebut hanya berlaku mulai pukul 08.00 hingga 16.00. Meski dilarang, para PKL tersebut masih diberikan toleransi agar berjualan di lokasi lain. Jalur alternatif itu antara lain, Jalan Ahmad Yani, Jalan Juanda, dan Jalan Wahid Hasyim. Camat Gambiran, A. Khalid Askandar menjelaskan, larangan tersebut sebagai wujud agar tata kota lebih bersih. Sehingga, dengan tertibnya PKL itu membuat suasana kota semakin indah.’’Jika kota kumuh, nanti merembet ke yang lain,’’ katanya. Menurut dia, untuk menertibkan PKL itu tidak gampang dan butuh waktu yang cukup lama. Meski begitu, usaha demi usaha tentu bakal terwujud. ’’100 Persen bersih dari PKL, memang sulit, tapi dengan cara-cara tertentu pasti bisa,’’ ungkapnya. (ton/aif)

ADA APA LAGI

Ringkus Pencuri Emas SONGGON - Jelang pemilihan kepala desa, salah satu calon bernama Sugiyo ketiban sial. Sebab, kandidat Kades Bangunsari, Kecamatan Songgon, itu menjadi korban pencurian. Barang-barang yang raib digondol pencuri adalah kalung emas seberat 10 gram plus bandul kalung dengan bobot bersih 5 gram. Selain itu, pria berusia 35 tahun itu juga kehilangan sebuah laptop dan sebuah ponsel. Beruntung, kasus pencurian yang terjadi Agustus 2012 itu berhasil diungkap polisi. Pelakunya adalah Dedy Nur Afianto, 25, yang masih satu dusun dengan korban. ‘’Usai pemilihan kades, pelaku kita tangkap sekitar dua hari lalu,” ungkap Kapolsek Songgon, AKP Ali Ashari, melalui Kasi Humas Bripka Abdurrachman kemarin. Dedy ditangkap di rumahnya sepulang kerja. Hasil pemeriksaan terungkap bahwa tersangka juga beraksi di daerah lain. “Tersangka juga mencuri di kawasan Glagah,” ungkap Abdurachman. Dari tangan tersangka, polisi menyita salah satu barang bukti, yakni sebuah laptop. Barang yang lain belum berhasil ditemukan. “Laptop itu ditaruh di ruang tamu,” jelasnya. Sampai saat ini, kata dia, tersangka dan barang bukti sudah diamankan. Pihaknya menjerat tersangka dengan Pasal 362 KUHP. ”Ancaman hukumannya 5 tahun penjara,” tandasnya. (ton/c1/aif)

Pramuka se-Jatim Kemah di Glenmore

Abdul Aziz/RaBa

LAMBAIKAN TANGAN: Bupati Abdullah Azwar Anas dan Wabup Yusuf Widyatmoko saat menghadiri pembukaan kemah kemerdekaan Pramuka se-Jatim kemarin.

GLENMORE - Perwakilan Kwarcab Pramuka Sewilayah Tapal Kuda menggelar Kemah Kemerdekaan di bumi perkemahan Perkebunan Glenmore, masuk Desa Margomulyo, Glenmore. Kemarin pagi, kemah kemerdekaan yang diikuti para pelajar dari Kabupaten Probolinggo, Lumajang, Jember, Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso, tersebut dibuka Pembina Pramuka yang juga Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas. Bupati menyambut baik kegiatan yang dipusatkan di Perkebunan Glenmore tersebut. Dia berharap, kegiatan itu bisa memberi bekal mental kepada para peserta. “Me-

lalui acara ini, saya harap ada pembekalan mental kepada adik-adik Pramuka dan pemberian materimateri tentang pembentukan karakter anak,” harapnya. Sekadar tahu, selain bupati, pembukaan kemah kemerdekaan kemarin juga dihadiri Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko, Kepala Dinas Pendidikan Sulihtiyono, dan perwakilan 12 camat. Ketua panitia, Budianto mengatakan, kegiatan tersebut akan digelar mulai tanggal 5 sampai 7 November. “Selama kemah, kegiatan yang akan diselenggarakan cukup banyak. Mulai pemberian materi kebangsaan dan penanaman mental,” tandasnya. (azi/c1/aif)


KOMUNIKASI BISNIS

36 AGENDA KOTA

Fun Bike Wisata HUT TNI FUN Bike Wisata 2012 akan digelar dalam rangka HUT TNI ke-67, pada Minggu pagi (7/10). Start-finish di depan Markas Kodim Jalan RA. Kartini No. 02, Banyuwangi. Disediakan bermacam door prize. Grand prize berupa Yamaha Mio. Biaya pendaftaran hanya Rp 10.000. (*)

Pelatihan MC dan Protokol PELATIHAN master of ceremony (MC) dan protokol digelar oleh Pemuda Panca Marga (PPM) Banyuwangi dan Rumah Kreasi Senyum Madina, pada 27-28 Oktober 2012. Acara yang dipusatkan di Gedung Djuang’45, itu dalam rangka memaknai Hari Sumpah Pemuda. Narasumbernya adalah Hj. Chasiastoeti Suherman, Bang Jaka, Mbok Ambar, Mbak Win, dan Bung Aguk. (*)

Mimbar Bebas Sastra BAGI siswa-siswi yang berminat dan ingin memperdalam ilmu sastra, silakan datang ke Mimbar Bebas Sastra di arena Car Free Day pada Minggu tanggal 14 Oktober pukul 07.00 pagi (bukan 7 Oktober seperti yang pernah diberitakan). Beberapa sastrawan Banyuwangi akan berbagi ilmu, di antaranya Samsudin Adlawi, Rosdi Bachtiar Martadi, Fatah Yasin Noor. (*)

Hadrah di Blambangan MALAM aktualisasi seni budaya daerah di Taman Blambangan mulai pukul 19.00-22.00 besok. Kesenian yang tampil adalah hadrah Al Banjari dan orkes Gambus Mayami. (*)

BANYUWANGI

Sabtu 6 Oktober 2012

Finalis Jebeng Thulik Kunjungi Stikes Tertarik Dunia Kesehatan, Difasilitasi Masuk Kuliah BANYUWANGI—Sebanyak 20 finalis Jebeng Thulik 2012, pada Kamis (4/10) bertandang ke Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi. Kedatangan mereka disambut Ketua Stikes Drs. H. Soekardjo. Di kampus Stikes itu, mereka mendapat pengarahan dari tentang visi dan misi Stikes Banyuwangi. Menurut Soekardjo, Stikes adalah institusi pendidikan tinggi kesehatan, untuk menghasilkan tenaga kesehatan terampil dan religius. Selain itu juga memiliki solidaritas tinggi dalam memberikan pelayanan kesehatan. Berdasarkan visi tersebut, maka dirumuskan misi Stikes adalah menyelenggarakan pendidikan kesehatan untuk menghasilkan tenaga kesehatan yang mempunyai kemampuan intelektual dan teknikal. Selain itu juga interpersonal dalam melaksanakan perannya sebagai tenaga kesehatan dan melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat di bidang kesehatan. Tentunya berorientasi kepada kebutuhan masyarakat, baik kesehatan klinik maupun komunitas. “Para finalis Jebeng Thulik juga kami ajak keliling melihat fasilitas kampus Stikes, termasuk asrama yang baru diresmikan,” tutur mantan ketua PPNI Banyuwangi itu, kemarin. Selain menerima penjelasan tentang

BANYUWANGI

BANYUWANGI

adanya asrama ini, mahasisw i m e n ja d i i n s a n yang beriman dan bertakwa. Selain itu, meningkatkan wawasan kebangsaan, sehingga diharapkan memiliki intelektualitas dan integritas kepribadian. Ditambah lagi, membangun keterampilan sosial dalam kehidupan sosial dan bermasyarakat. “Di Asrama ini, kehidupan para mahasiswi akan lebih terinISTIMEWA tregitas,” cetusnya. POSE BERSAMA: Soekardjo bersama tim Stikes dan finalis Jebeng Thulik di Kampus Stikes, Kamis (4/10) lalu. Pria yang akrab dengan olahraga Stikes, 20 finalis Jebeng Thulik juga me- mengikuti paparan tentang penanggu- tenis lapangan itu menambahkan, saat nerima kado istimewa dari Stikes. Para langan bencana oleh Ketua Forum Peduli ini BSM (Brigade Siaga Mahasiswa), finalis itu mendapat prioritas masuk Bencana Indonesia (FPBI) Banyuwangi yang hampir identik dengan Resimen Stikes. Kesempatan itu menunjukkan Zainal Aris Masruchi di Disbudpar. Ren- Mahasiswa (Menwa) di bawah binaan kepedulian Stikes terhadap perkemba- cananya, hari ini mereka akan berkunjung Kodim 0825 Banyuwangi terus menunngan Jebeng Thulik. ke Pondok Pesantren Bustanul Makmur jukkan pengabdiannya. Salah satunya adalah keikutsertaannya pada upacara Selain berkunjung ke Stikes, para finalis di Kecamatan Genteng. juga mengunjungi Pemkab Banyuwangi, Sementara itu, penghuni asrama putri HUT TNI ke-67, kemarin (5/10). “BSM Kantor Kemenag, Stikes kini mulai menghadapi masa Stikes melambangkan keselarasan antara ASDP, Lanal, Lapas, dan Yayasan Penyu orientasi antarsesama penghuni asrama. ilmu pengetahuan dan ilmu keprajuritan. Banyuwangi di Ketapang. Kemarin (5/10), Tujuannya agar saling mengenal satu Insya Allah mulia, berpengetahuan, dan 20 calon Jebeng Thulik 2012 itu juga sama lain. Soekardjo berharap, dengan terpelajar,” tandasnya. (adv/irw)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

SITUBONDO

• Arya Agen Properti •

• Jajag 1500m2 •

• Marketing •

• Salesman •

• Avanza ‘10 •

• Mercy C180 ‘97 •

• Colt Diesel PS120 ‘97 •

Anda ingin jual/beli rumah seken atau baru di Banyuwangi? arya Agen Properti 081336659258

Tanah dijual daerah Jajag, L 1500m2 (30x50m), bisa untuk ternak ayam, sebelah sudah ada kandang, harga 80 juta nego. Hubungi: Edy 085 258 751 525

Dcr Marketing wnta, pnmpilan mnarik, ckap brkmnkasi. H: 081236550459 (tdk SMS)

Djl Avanza ‘10 G, silver, no. msh panjang & P asli, istimewa sekali, hubungi 081336666171

Mercy C180 ‘97 terawat, htm metlik, plat L. Hub: 081237451527 / 085792151827

• Avanza ‘11 •

• Innova G ‘08 •

Djl cpt Clot Diesel PS120 th ‘97, kondisi mulus, terawat, istimewa, plat P. H:08123255611 / 081357301066

• Jl. Raya Kalipuro •

Proses Cpt Tenaga Krja utk GALANGAN Kapal di Jepang : Gj. USD 1800-USD 2500, Australia: Gj. USD 1800USD2500, Non Peng. Umur Max.45thn Biaya bs ptng Gaji. Hub. 021-4208223. 08112427889 PT. B.J.P

Dbthkn Salesman untuk penempatan di Banyuwangi, Jember, Situbondo dan Bali pria, Min SMU, sim C dan motor sendiri lamaran ke UD. Jaya Subur Jl. Raya 14-16 Rogojampi-Bwi up Yani 0333-635888

Avanza G ‘11, htm, plat P (Bdws), 146jt, DP 46,3 @3.252.000x47bln. 087806514066, 082330510859

• PT BFI Finance Indonesia •

• Daihatsu Promo •

Dijual Innova G tahun ‘08 bln 12, hitam, ban ring 18, Astra Recd, P Bwi, tangan 1, orisinil cat, harga 215 jt. 08123256347

PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk, mmbuka low utk posisi krywn di BFI Cab. Banyuwangi. (1) Marketing, (2) Surveyor, (3) Collector, (4) Admin. Kua lifikasi: Pria&Wanita (1&4), Pria (2&3), Usia max 30th, min SMA (1), min D3 (2,3&4), Brpnglmn lbh dsukai (1&3), Pny spd mtr (1,2,3), mnguasai MS Office (4), Jujur & brtgung jwb, domisili di Bwi & sktrny. Lam ke: BFI Finance Cab. Denpasar. Jl Cokroaminoto 43 Denpasar Bali. CP: Fera 0361-427676 (maks 14 Okt 12)

Miliki All new Xenia DP mulai 25 jutaan, Terios, Sirion, Luxio, Gran max DP mulai 15 jutaan. Info Daihatsu terbaru hubungi: Hadi 081 233 432 555 / 0815 5970 5555

• Persada Regency• Pahe dijual tanah dpn Perum persada regency kertosari, jl ikan wader pari, hub 081217908788.

• Karangrejo 850m2 • BU Tanah dijual, lok Karangrejo Bwi, LT 850m2, hrg 230jt. Rmh Dkontrakkn d Kertosari Bwi, 2,5jt/thn. Hub.08813606165, 081353581017

• Rogojampi 740m2 • Dijual tanah LT 740m2 sebelah terminal Rogojampi harga 250 juta (nego) Hub. 081338333153, strtegis, mobil bs msuk

Jual tanah cepat butuh uang, sblh Jl. Raya Kalipuro 1265m2, Jl. Kec. Kalipuro 5345m2, tanah kebun Jati 5975m2, tanah kebun Jati 8610m2. Harga nego murah. Hub: ADE, 081334223999

SITUBONDO • Beli Tanah Hadiah Mobil• Tnh 9408m2 Jl. Argopuro 11 Stb 900Rb/ m2, 8985m2 Jl. Argopuro 9B Stb 600Rb/m2, 9598m2 Jl. Ry Pantura KM214 Sby 150Rb/ m2. H: 082333008871.

• Galangan Kapal •

• Administrasi • Dbthkn administrasi utk penempatan di Banyuwangi, Jember, Situbondo & Bali, Wanita / Pria, computer, llsn S1/D1/SMU lamaran ke UD. Jaya Subur Jl. Raya 1416 Rogojampi-Bwi up Yani 0333-635888

• Honda Stream ‘02 • Djl Honda Stream ‘02 istimewa, 1700cc, hitam, plat N Problg, bln 6, Hub: 08124987000

• Kijang Grand Extra ‘93 •

• KIA Picanto ‘07 •

Kijang Grand Extra ‘93 1,5CC, abu2, a/n sndiri, terawat mulus, H. 68jt. 081336351669

Djual mobil Kia Picanto 2007 (P) srba bru,pjk mei,91jt,nego,tnp prntra hub:085259967973.

• Toyota Innova G ‘10 •

• Grand Vitara JLX ‘07 •

• Panther Turbo ‘07 •

Dijual Innova G 2010 Silver, solar, pajak atas nama pembeli, harga 235 juta nego, cash/kredit, atau tukar tambah, hubungi: 08214294111, 081335897888

Dijual Grand Vitara 07 JLX, harga Rp. 169 juta nego, bisa cash/kredit, tukar tambah. Hubungi: 082142194111, 081335897888

Dijual Panther is 07 Turbo, hitam, harga Rp.170 juta nego, bisa cash/kredit, tukar tambah. Hubungi: 082142194111, 081335897888

• KIA Picanto ‘05 •

• Nissan Grand Livin ‘07 •

• Chery Tiggo ‘08 •

Dijual KIA Picanto MT tahun 2005 abu-abu metalik, harga 90,5 juta, nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Nissan Grand Livina XV 1.5 MT tahun 2007 abu-abu metalik, harga 148,5 juta, nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hub: (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Chery Tiggo 2.0L MT tahun 2008 hitam, harga 107,5 juta, nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

• Daihatsu Luxio ‘10 •

• Mits. T120ss PU ‘10 •

• Honda Jazz RS ‘09 •

Dijual Daihatsu Luxio 1.50 MT.PS tahun 2010 hitam metalik, harga 105 juta, nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Dijual Mitsubishi T120ss PU 1.5FD (pick-up) tahun 2010, hitam, harga 71,5 juta, nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Dijual Honda Jazz RS 2009, manual,abuabu metalik, harga 196,5 juta nego, cash&kredit, tukar tambah, hubungi: 082142194111 atau 081335897888

• Vios & Daihatsu Zebra • Djl Vios 2005 hitam plat P Bwi, Daihatsu Zebra, box 2002, barang istimewa. Hubungi: 08179671110, 082334662339

BANYUWANGI BANYUWANGI • Jl. Raya Muncar •

BANYUWANGI • Showroom & Rumah •

• LBB Paedagogia • LBB “Paedagogia”, terima les privat - Terapi Anak Berkebutuhan Khusus. Hubungi: 085258688175

BANYUWANGI • Ijazah & Seritifikat • Hlg ijazah SD,SMP,SMK&Serttifikat kelautan, BST SCRB, AFF, ATT DSR,BK PLAUT, Pasport a/n Joko Dwi Hartono. Hub 081237924932 imbalan sepantasnya sbg ucpan terima kasih.

BANYUWANGI • Modal Kerja •

Hlg STNK Nopol P 5671 WJ, an. Ngadimin. Sumbergroto RT1/I Rejoagung

• Rumah Jl. Let. Sulaiman•

• Warnet •

Hlg STNK Nopol P 6214 VR, an. Maskanah. Krontang RT 02/03 Gendoh Sempu

Dijual rmh Jl. Letnan Sulaiman 57 Bwi, luas tanah 233 M2, Luas bangunan 133 M2, sertifikat SHM IMB,garasi ada, hub: 0333-424720 atau 0331-422772.

Dijual Warnet siap pakai 14 PC dual core/ AMD Athlon, 40jt nego, hub 081336641321.

• Rumah Pajajaran •

Ingin rumah Anda dipantau dari luar kota melalui handphone? Global CCTV menerima service dan pemasangan CCTV. Hubungi: 08121626627 (call/SMS)

Dijual tanpa perantara LT –LB 455M2. SHM, Jl. Raya Asembagus, Situbondo. Hubungi: 0811357345.

• Rumah + Tanah• Djl Rmh+tnh SHM,Lt300,LB200,Jl Ciliwung 29.Tnh SHM500m, Jl.Tangkuban Perahu. Hrg 450 jt nego. 08124900784

Jual rmh SHM siap huni, LT 235m2, LB 115m2. Jl. Pajajaran II no.47 Tamanbaru, 085732321000

• Ruko Rogojampi •

Hlg STNK Nopol P 4810 XF, an. Moh Nor. Talunrejo RT03/03 Sembulung, Cluring

Ingin mendapat kredit modal kerja? Jaminan tabungan anda. Tabungan bertambah, mendpt kredit modal kerja hub.Permata Saving,Ruko Stendo kol. sugiono 3. 8926109

Dijual cepat rumah, lokasi Jl. Raya Muncar, 4KT, 2KM, garasi, mushola, taman belakang, SHM, harga nego. Hubungi: 081233101974

BANYUWANGI

• STNK •

• Rumah 2 Lantai • Djl rmh 2Lantai Jl. Adi Sucipto LT 1742m2 LB 600m2 Strategis Hub. 08123461944

Djl/dkntrakkn min 3th Ruko 3KT, 2km Jl. Raya Gtg-Bwi 217 Rgojampi (sltan Ktr Pos) hrg nego. H: 081324084036, 081234774984

• Mutiara Blambangan • Djl 2 Ruko gandeng di Mutiara Blambangan (Brt Bank Mandiri) Hub.03337751000

BANYUWANGI

• Jl. Agus Salim •

• Hotel Dikontrakkan •

Dijual Ruko 2Lt, lok Jl. KH. Agus Salim blkg Untag, Bwi. Hub: 081233669969

Dikontrakkn HOTEL ANDA, Jl. Basuki Rahmat 34, cck utk usaha. H: 081233034703

• Global CCTV •

Hlg STNK Nopol P 3102 YL, an. Idrus Salam. Pancoran, Ketapang RT 01/I Kalipuro

Hlg STNK Nopol P 6088 VF, an. Basri. Dsn Mulyosari RT02/02 Ds Bunder, Kabat

SITUBONDO • STNK • Hlg STNK Nopol P 5884 EW, an. Nurul Ikwan, Kp. Gumuk Selatan Panarukan

PEMBERITAHUAN Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhati-hati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak ber tanggungjawab atas semua transaksi yang terjadi selain pemasangan iklan baris secara resmi di Radar Banyuwangi.


BALJEBOL

Sabtu 6 Oktober 2012

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

41

LUMAJANG

Djalal-Saptono Tembakkan Meriam

RADAR JEMBER

PELURU HAMPA: Bupati Jember MZA. Djalal melepaskan tembakan meriam dalam peringatan HUT TNI ke 67 di Alun-Alun Jember kemarin.

ADA APA LAGI

Kakek Tewas Terbakar BONDOWOSO – Bunami, kakek berusia 70 tahun warga Desa Kupang, Kecamatan Curahdami ini tentu tak pernah menyangka hidupnya berakhir tragis. Dia ditemukan tewas di areal hutan pinus milik perhutani tak jauh dari rumahnya, kemarin lusa sekitar pukul 19.00 WIB saat mencari rumput. Diduga, korban tewas saat berusaha memadamkan api yang membakar hutan pinus tersebut. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, korban pamita untuk mencari rumput sore harinya sekitar pukul 14.00. hal itu sudah biasa dilakukan korban untuk memberi makan sapi miliknya. Namun, hingga malam hari ternyata korban tak ada pulang ke rumahnya sehingga membuat beberapa keluarganya bingung. Keluarga korban dibantu para tetangganya kemudian mencari korban di sekitar rumahnya. Tak berselang lama, korban ditemukan tewas dengan luka bakar di tubuhnya. Teriakan histeris pun langsung terdengar mengiringi kepergian korban. Beberapa warga berdatangan ke lokasi, termasuk aparat kepolisian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selanjutnya, mayat korban dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan. Sementara menurut informasi di lokasi, hutan pinus itu seringkali terbakar karen kekeringan. Korban yang datang mencari rumput itu diduga berusaha memadamkan api yang membakar hutan pinus milik perhutani akibat kekeringan  tersebut. (esb/hdi/jpnn)

KECELAKAAN

JEMBER – Bupati Jember M.Z.A Djalal dan Ketua DPRD Jember Saptono Yusuf kemarin (5/10) unjuk kebolehan dalam peringatan HUT ke-67 TNI di Alun-Alun Jember. Bupati Djalal dan Saptono Yusuf beradu cepat melepaskan tembakan di meriam milik TNI. Bupati Djalal dan Saptono Yusuf diminta panitia untuk melepaskan tembakan meriam dengan peluru hampa di Alun-Alun Jember. Kedua pucuk pimpinan pemerintahan Jember itu didampingi Komandan Brigif 9/2/Kostrad Kolonel Inf Suparlan Purwo Utomo dan Dandim 0824 Jember Letkol Inf Tri Rana Subekti. Hampir bersamaan, keduanya melepaskan tembakan meriam ke udara. Dentuman keras keluar dari moncong dua meriam yang ditempatkan di dekat podium inspektur upacara. Tembakan meriam itu disertai keluarnya bunga api dari moncong meriam. Sejurus kemudian, tepuk tangan ribuan pengunjung Alun-Alun Jember membahana menyambut dentuman dua meriam buatan Yugoslavia yang dirakit pada 1942 tersebut. Sebelumnya, pasukan Yon Armed 8 Jember menunjukkan ketangkasan dalam menumpas

ganguan keamanan. Pasukan Yon Armed 8 Jember terlibat baku tembak dengan pengacau keamanan. Untuk menumpas pengacau keamanan, akhirnya pasukan artileri dikerahkan. Dua artileri yang sebelumnya dibongkar, dipasang dengan cekatan oleh sejumlah pasukan. Meriam itu bisa dirakit dengan cepat untuk memberikan tembakan bantuan kepada pasukan yang berada di garis depan. Sejumlah tembakan meriam

berhasil memukul mundur dan melumpuhkan gerakan pengacau keamanaan. Tak hanya itu, usai upacara bendara, pasukan Yonif 509 Sukorejo dan Yon Armed 8 Jember unjuk kebolehan. Salah satunya dengan aksi pencak silat yang diperagakan pasukan Yonif 509 Jember. Selain itu, pasukan Yon Armed 8 Jember menunjukkan ketangkasan membekuk penjambret terhadap anggota TNI. (aro/har/jpnn)

Hanyut, Herlin IV Nyangkut 4 Jam GILIMANUK - Cuaca buruk yang terjadi di Selat Bali, kemarin malam membuat kapal Landing Craft Tank (LCT) atau kapal barang Herlin IV, ketiban sial. Kapal milik PT Herlin Samudra Line tersebut hanyut dan nyangkut empat jam di perairan dangkal belakang Pura Segara, Gilimanuk. Kapal LCT yang dinakhodai Kapten Agung itu berangkat dari Pelabuhan Landing Craft Macine(LCM) Ketapang, Banyuwangi sekitar pukul 18.35. Selama pelayaran menyeberangi Selat Bali kapal yang memuat 3 truk tronton, 6 truk besar,dan 2 truk sedang itu tidak mengalami masalah. Bahkan, sampai mendekati dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk, kapal yang beberapa waktu lalu pernah dihantam ombak hingga salahsatu truk yang dimuatnya terguling itu masih bisa berlayar dengan lancar. Tetapi ketika kapal akan olah gerak untuk menuju dermaga sekitar pukul19.40, tiba-tiba angin kencang datang dan

membuat arah kapal berubah. Derasnya arus laut menambah nakhoda kesulitan mengarahkan kapal. Justru kapal malah terseret arus ke utara. “Kapal sempat bertahan di barat Pura Segara. Namun, tidak lama lalu hanyut dan baru berhenti setelah kandas di perairan dangkal sebelah utara Pura Segara atau sekitar seratus meter dari dermaga LCM,” ujar seorang petugas pelabuhan. Lantaran air surut, kapal yang semestinya sudah sandar di dermaga LCM pukul 19.45 itu tidak bisa melakukan olah gerak untuk kembali ke dermaga. Sampai pukul 21.00 LCT Herlin IV masih nyangkut dan tidak ada upaya dari syahbandar atau ASDP untuk mendatangi kapal di tengah laut. “Sambil menunggu air pasang dan kapal bisa lepas dari kandas, kita lakukan pengawasan untuk mengantisipasi berbagai kemungkin termasuk jika harus dilakukan evakuasi,” ujar Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk Kompol, Made Prihenjagat. Menjelang tengah malam, air mulai pa-

ANOM SUARDANA/RADAR BALI/JPNN

TIDAK BISA BERLAYAR: Kapal Herlin IV kandas di perairan dangkal belakang Pura Segara, Gilimanuk, kemarin malam.

sang sempurna. Sekitar pukul 00.15 atau sekitar empat jam nyangkut kapal bisa lepas dari perarian dangkal. Syahbandar

Gilimanuk Made Rai Ardana,mengatakan, kapal tidak mengalami masalah dan masih layak jalan. (nom/yes/jpnn)

Nyabu, Kades Labruk Lor Disel Digerebek Saat Pesta, Hasil Tes Urin Positif

Mahasis

JUMAI/RADAR JEMBER

BERANTAKAN: Ruang kelas IV SDN Sukoreno 03 Kalisat ambruk pada Kamis (4/1) sekitar pukul 19.30. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

TERJEREMBAB: Titin, mahasiswi STAIN harus digendong anggota Polsek Kaliwates setelah tertabrak motor.

SD Negeri Sukoreno 03 Ambruk

Mahasiwi STAIN Jember Ditabrak Sepeda Motor

KALISAT – Satu lokal bangunan kelas IV SDN Sukoreno 03, Kalisat, ambruk pada Kamis (4/10) pukul 19.30. Karena terjadi pada malam hari, tidak ada korban jiwa maupun luka pada peristiwa tersebut. Di sekolah tersebut ada dua lokal bangunan, yakni ruang kelas IV dan V, yang rusak parah. Tembok bangunan sudah terlihat miring sejak tahun ajaran baru lalu. Karena itu, kedua kelas itu sudah tidak ditempati untuk kegiatan belajar mengajar.

KALIWATES – Titin, 18, mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) Jember ditabrak sepeda motor saat menyeberang di depan Mapolsek Kaliwates sekitar pukul 10.30. Saat itu, perempuan asli Madura ini baru keluar dari Kampus STAIN dan rencananya mau menuju Kampus Unej. Saat menyeberang di depan Mapolsek Kaliwates itulah, dia ditabrak sepeda motor Honda Bead Nopol P 4961 RK yang dikendarai Ayu, 29, berboncengan dengan Lely, 46, ibunya dari arah barat. “Saat menyeberang, korban agak ragu ragu, sehingga pengendara sepeda motor dari arah barat gugup,” kata Irman, salah seorang saksi mata. Padahal pengendara sepeda motor dari arah barat posisinya sudah berada di pinggir. Saat menyeberang jalan, korban sambil berlari, sehingga membuat pengendara motor panik. Lantaan jarak terlalu dekat, tabrakan tak bisa dihindari. Untungnya, saat terjadi benturan, korban dan pengendara masih selamat dari tabrakan dengan angkot yang sedang melintas di sampingnya. Yang pasti, setelah tertabrak, korban terjatuh bersama pengendara sepeda motor ke jalan aspal. Korban dan pengendara sepeda motor hanya mengalami luka lecet. Lantaran korban yang tertabrak tidak bisa berjalan, salah seorang anggota Polsek Kaliwates harus menggendong korban dan membawa ke Mapolsek untuk diberikan pengobatan. Sementara, Ayu dan Lely, warga Perumahan Bumi Mangli Permai Blok E/12 A juga juga mengalami luka lecet. (jum/wnp/jpnn)

RADAR JEMBER

BAKU TEMBAK: Drama kolosal mengisahkan perang antara pemberontak dengan pasukan TNI.

Kuda-kuda di atas tembok bangunan yang terlihat miring diberi penyangga. Bahkan, kedua kelas itu diberi pagar oleh pihak sekolah, agar para murid tidak bermain-main dekat kelas yang rusak itu. Dikhawatirkan, kelas tersebut bisa ambruk sewaktu-waktu. Sejak tahun ajaran baru, murid kelas IV dan kelas V menumpang di ruang kelas I dan II. “Jumlah murid SDN Sukoreno 03 Kalisat ini hanya 71 orang. Itu sudah dari kelas

I hingga kelas VI,” kata Ngespoyo, guru kelas I di SDN Sukoreno 03. Jumlah murid di SD tersebut tidak terlalu banyak karena di sekitarnya banyak sekolah yang lain. Dia mengatakan, SDN Sukoreno 03 merupakan bangunan SD Inpres yang dibangun sejak 1977. Sejak itu pula, dua ruang kelas itu belum pernah direhab. “Kalau tiga ruang kelas, masing-masing kelas I, II dan III sudah direhab pada tahun 2005,” ujarnya. (jum/har/jpnn)

LUMAJANG – Dua orang yang tengah menggelar pesta sabu-sabu digerebak Satreskoba Polres Lumajang. Yang mengejutkan, satu diantara dua terduga itu adalah Kades Labruk Lor, Erik Ariyanto. Akibatnya, keduanya ditahan di Mapolres Lumajang untuk menjalani proses lebih lanjut. Dari sumber kepolisian, Erik Ariyanto ditangkap bersama seorang temannya, Irwan Abdillah, 44, warga setempat. Berawal dari informasi warga, polisi langsung menggerebek sebuah tempat di kawasan kantor pengairan Labruk Lor Kecamatan Lumajang. Saat polisi datang, keduanya tak bisa berkutik, termasuk saat diangkut ke mapolres Kamis (04/10) malam untuk menjalani pemeriksaan. Wakapolres Lumajang, Kompol Andy Arisandi mengatakan anggotanya langsung bertindak setelah mendapat informasi dua orang yang diduga menggunakan sabu-sabu.

Dari hasil pemeriksaan sementara, petugas berani menangkap karena bukti-bukti sudah akurat. “Saat kami geledah, didapati alat hisap bekas digunakan pesta sabu. Termasuk pada kades tersebut,” kata Wakapolres kepada wartawan, kemarin. Dia menambahkan, setelah dilakukan penyidikan, keduanya diduga kuat menggunakan sabu-sabu. Selain dari alat hisap yang baru digunakan pesta sabu, hasil tes urine keduanya juga positif. “Hasil tes urine positif, itu yang menjadi salah satu dasar,” tambah mantan Kabagops Polres Sidoarjo ini. Dengan kejadian ini, kedua terduga pengguna sabu itu langsung ditahan. Mereka terus dimintai keterangan untuk mengetahui asal usul sabu-sabu tersebut. Termasuk satuan reskoba terus melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. Tujuannya adalah untuk membongkar peredaran sabu-sabu di Lumajang. Atas bukti-bukti yang didapat, dan dari aksi penangkapan ini,Wakapolres mengatakan bahwa keduanya bisa jerat Undang-Undang tentang narkotika. (fid/wah/jpnn)

Dua Pelaku Gendam Terekam CCTV KALIWATES – Dua pelaku gendam terekam kamera CCTV di Roxy Mall di jalan Hayam Wuruk, Kaliwates. Dua dari empat pelaku gendam yang sempat terekam CCTV ini berpenampilan sangat rapi. Tak heran bila korban tidak menyangka kalau yang diajak ngobrol adalah pelaku kejahatan. Ini pula yang menimpa Marwiyah, 53, warga Jalan Brawijaya RT. 01/RW.II Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates. Tanpa disadari, korban merelakan seluruh perhiasan emas yang dipakai dan uang di ATM diserahkan kepada pelaku gendam yang diajak ngoJUMAI/RADAR JEMBER/JPNN MASIH DIBURU POLISI: Dua pelaku gendam di pertokoan Roxy brol di dalam area Roxy Mall. Mall saat mengajak bicara korban yang terekam CCTV. Kejadian ini berawal saat korban

berangkat ke Roxy Mall untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari sekitar pukul 15.30. Setelah selesai berbelanja, korban didekati satu pelaku yang menanyakan lokasi musium batu di Jember. Saat itu, korban memberitahukan jika Jember tidak memiliki musium batu. Pelaku masih tetap saja mengajak ngobrol korban yang sambil mendorong bawaan belanja yang baru saja dibeli. Korban masih belum sadar kalau yang diajak bicara hingga keluar area Roxy Mall tersebut adalah pelaku gendam. Sampai kemudian, dua pelaku mengajak korban menuju salah satu warung nasi di depan SMPN 6 Jember.

Saat itulah pelaku meminta ATM Bank BRI milik korban. Korban dengan mudahnya menyerahkan ATM miliknya kepada pelaku. Termasuk memberitahukan No PIN ATM kepada pelaku. “Dengan gampang korban langsung menyebutkan Nomor PIN ATM Bank BRI,” kata Kapolsek Kaliwates Kompol Yusup melalui Kanitreskrim Aiptu Iwan Sugianto, kemarin. Masih menurut Iwan, setelah memberikan ATM berikut nomor PIN ATM, korban masih diminta melepas seluruh perhiasan yang dikenakan saat itu. Agar tidak curiga, pelaku langsung membungkus perhiasan dengan menggunakan tisu warna putih. (jum/wmp/jpnn)


42

Sabtu 6 Oktober 2012

Adu Gengsi Mekanik dan Pembalap BANYUWANGI - Adu nyali dalam kejuaraan Banyuwangi Sunrise of Java Drag Bike 2012 bakal dilaksanakan Minggu besok (7/10). Kegiatan yang dipusatkan di sepanjang Jalan Ahmad Yani itu akan diikuti ratusan dragger dari Banyuwangi dan luar daerah. Mereka unjuk kebolehan di sejumlah nomor yang dipertandingkan. Di kategori khusus dragger Banyuwangi, penyelenggara membagi menjadi tiga kelas utama. Tiga kelas itu adalah bebek tune up 4 tak 115 cc, 4 tak 125 cc, dan 4 tak 200 cc. Sedangkan untuk dragger wilayah eks Karisidenan Besuki, panitia mempertandingkan empat kategori, yakni standar 2 tak 116 cc, 4 tak 125 cc, 4 tak 200 cc, dan 4 tak 150 cc. Sedangkan kategori umum atau open, akan dilombakan standar 2 tak 116 cc, tune up 200 cc, tune up 4 tak 200 cc, tune up 4 tak 125 cc, dan 2 tak 155 open. Perlombaan sendiri dimulai pukul 12.00 siang besok. Lomba ini akan memperebutkan piala Muspida Banyuwangi yang akan dibagi dalam beberapa kategori lomba yang dipertandingkan. Ketua panitia, Sugeng Eko Harto mengatakan, penyelenggara menargetkan jumlah peserta yang meramaikan drag bike 2012 sekitar 200 pembalap. Namun, melihat animo peserta dalam even yang pernah digelar sebelumnya, pihaknya memperkirakan jumlah peserta bisa melebihi target yang dipatok panitia. “Malah bukan mustahil peserta bisa menembus hingga 400 orang,” katanya. Sugeng menambahkan, selain akan menguji adrenalin para dragger, kegiatan ini juga akan menjadi penampilan bagi para mekanik. Gengsi dan prestisius bagi pembalap tidak akan kalah bagi para juru mesin ini untuk mampu menampilkan performa mesin terbaiknya di lintasan balap. (nic/c1/als)

DOK/RaBa

BUTUH NYALI BESAR: Seorang dragger terpelanting dalam ajang Drag Bike tahun lalu. Drag Bike 2012 yang digelar besok (7/10) butuh keberanian para pembalap.

Target Masuk 10 Besar

3 Pilar Gabung Indonesia Selection

BANYUWANGI - Ketangguhan perenang Banyuwangi kembali mendapat ujian. Kali ini kejuaraan renang Dewa Ruci Cup yang akan digelar di Jombang 7 Oktober besok akan menjadi ladang pembuktian. Sembilan sprinter air dipersiapkan Satria Blambangan Swimming Club (SBSC) untuk tampil di ajang tersebut. Tidak muluk-muluk, klub renang di bawah bendera PRSI Banyuwangi itu menargetkan mampu menembus 10 besar peroleh medali terbanyak. Target yang tentunya sangat tergantung di pundak sembilan perenang yang akan tampil di kolam renang Ploso Seneng, JomDOK.RaBa bang, besok. “Kami tidak Joko Triyadni ingin jumawa, targetnya hanya masuk 10 besar,” ujar Joko Triyadni, pelatih SBSC. Joko menuturkan, dari sembilan perenang yang akan disertakan mereka rata-rata berusia belia. Mereka akan dipersiapkan di sejumlah nomor yang akan dipertandingkan yakni gaya bebas, kupu-kupu, punggung, dan dada. Adapun perenang yang dipersiapkan tampil di semua nomor tersebut berada di pundak Jeremy Evando Immanuel. Selanjutnya, di kelas bebas, kupu-kupu, dan dada akan diisi Kunia Yusril. Selanjutnya ada Benedikta Tania yang akan tampil di nomor bebas, punggung, dan dada. Berikutnya ada Marieca Regina yang akan tampil di nomor bebas, punggung , dan dada. Sedangkan andalan Banyuwangi, Anggun Cahyani, akan tampil di nomor bebas, kupu-kupu, punggung, dan dada. Jejaknya akan diikuti Jane Gwenogja Jandokoyang juga akan turun di empat nomor tersebut. Selebihnya Innocentia Ade, Fadil Gibran, dan Osfredo Theodore akan tampil di nomor bebas dan dada. “Mohon doa restu masyarakat Banyuwangi agar kami bisa mempersembahkan yang terbaik,” harap Joko. (nic/c1/als)

BANYUWANGI - Prestasi Persewangi di musim perdana di pentas Divisi Utama PSSI memang belum mengilap. Selain hanya finish di posisi delapan dari sembilan kontestan di grup III, Laskar Blambangan juga dihadapkan pada kenyataan pahit tidak bisa melunasi gaji dan kontrak pemain. Namun, hal itu rupanya tidak menghalangi antusiasme PSSI melirik talenta sepak bola Banyuwangi. Bahkan, tiga pemain Persewangi, yakni Raul Setiawan, Yusuf Efendi, dan Anis Mujiono, berkesempatan mencicipi atmosfer pertandingan berkelas tim nasional. Mereka dijadwalkan akan bergabung dengan tim Indonesia selection guna menghadapi timnas Indonesia under 23 dalam uji coba di waktu dekat. Pemanggilan ketiga pemain itu merupakan hasil koordinasi antara pihak PSSI dengan jajaran pengurus Persewangi. Dari tiga jatah nama yang diminta PSSI, pengurus akhirnya menentukan ketiga nama tersebut untuk masuk dalam tim Indonesia selection. “Mereka akan tanding dalam pertandingan persahabatan lawan timnas Indonesia under 23,” beber Imam Hambali, mantan asisten pelatih

RENANG

Persewangi. Ketiga nama itu diusulkan untuk bergabung dengan tim Indonesia selection dengan sejumlah pertimbangan. Selain masih berusia relatif muda, ketiganya juga bisa menjadikan ajang ini sebagai show of force atas kemampuannya mengolah bola di lapangan hijau nanti. Imam menambahkan, pertandingan sendiri dijadwalkan berlangsung pada 11 Oktober mendatang. Lokasi pertandingan sejauh ini masih belum ditentukan. Hanya saja, ada tiga alternatif tempat yang bisa menjadi pilihan. Yaitu

FOTO-FOTO: DOK.RaBa

M. Raul Setiawan

Yusuf Efendi

Anis Mujiono

Jakarta, Solo, dan Jogjakarta. Menilik kalender sepak bola yang biasa dijalankan PSSI,

besar kemungkinan Solo akan menjadi pertandingan tersebut. “Sejauh ini belum diten-

tukan. Tapi kalau bisa tidak terlalu jauhlah,” ujar Imam. (nic/c1/als)


BERITA UTAMA

Sabtu 6 Oktober 2012

43

HALAMAN SAMBUNGAN

Tiga Bulan tak Mampu Bahas Semua n MASIH... Sambungan dari Hal 33

Menurut Gus Munib—sapaan Ah mad Munib Syafaat—, 26 raperda dalam Prolegda 2012 ini, sebelas raperda hasil inisiatif DPRD. Sisanya, sebanyak 15 raperda merupakan pengajuan Bupati Banyuwangi. “Sebelas

raperda inisiatif DPRD belum ada satu pun yang dibahas dan disahkan,” katanya. Dari 18 raperda yang kini menjadi tanggungan itu, satu raperda yakni tentang penyelenggaraan reklame sedang dalam proses pembahasan. Tetapi, hingga kini satu raperda itu belum tuntas pembahasannya

sehingga tidak bisa disahkan. “Yang 17 raperda belum dibahas,” ungkapnya. Gus Munib menyebut, beberapa bulan lalu banleg sudah mengajukan satu raperda inisiatif DPRD, yakni tentang badan penyuluhan pertanian. Tetapi, pembahasan ini mentok dan tidak bisa disahkan karena

akan ada aturan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. “Jadi, selama ini yang dibahas raperda pengajuan dari bupati,” ujarnya. Untuk waktu tiga bulan dalam tahun anggaran 2012 ini, lanjut dia, banleg sudah mengajukan 13 raperda kepada pimpinan DPRD. Diharapkan, 13 raperda yang

Dengarkan Tujuh Pesan Panglima n UPACARA... Sambungan dari Hal 33

Acara itu akan digelar setelah panglima TNI membuka TMMD tahun 2012 di Situbondo. Sebelum bertolak ke Jakarta, panglima TNI dijadwalkan berkunjung ke Banyuwangi untuk merayakan resepsi bersama prajurit TNI AD dan AL Banyuwangi. Letkol Muslimin menjelaskan, upacara HUT TNI ke-67 sengaja di gelar secara sederhana. Beberapa waktu lalu, Mabes TNI me ngeluarkan seruan agar HUT TNI 5 Oktober dilakukan secara sederhana. Walau sederhana, lanjut Muslimin, tapi beberapa rangkaian kegiatan HUT TNI tetap digelar bersama rakyat dan masyarakat umum. Sebelumnya, pihaknya sudah menggelar kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat langsung. Selain itu, juga menggelar kegiatan olahraga bersama rakyat. Saat menjadi irup upacara, Muslimin membacakan sambutan panglima TNI. Dalam sambutannya, Panglima TNI Agus Suhartono menyampaikan tujuh pesan kepada prajurit TNI di Banyuwangi.

Sambungan dari Hal 33

“Solusi yang kita tawarkan tidak disepakati,” ujar Sekkab Slamet Kariyono. Meski gagal menghasilkan kesepakatan, lanjut Sekkab Slamet, pertemuan itu berhasil mencapai kesepakatan lain. Namun, kesepakatan itu belum bisa memberikan penyelesaian cepat atas problem jalan nasional itu. Beberapa kesepakatan itu adalah mengirimkan surat permo honan permintaan hibah lahan kembali kepada Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI. Permohonan itu akan dikirim lagi oleh yayasan MAB dan akan mendapat rekomendasi forpimda dan beberapa ormas.

Sambungan dari Hal 33

Menurut Suminto, ada tiga materi yang dianggap sangat penting dipelajari dalam bimtek kali ini. Ketiga materi itu adalah perencanaan dan penganggaran daerah, evaluasi rencana kegiatan pemerintah daerah (RKPD), dan sistem pengelolaan keuangan akuntabel. “Tiga materi ini sangat penting,” katanya.

Sambungan dari Hal 34

“Dakwaan sudah selesai, Rabu depan akan kita bacakan dalam sidang perdana,” katanya. Meski pelaksanaan sidang perdana akan dilakukan bersamaan, tidak mesti para terdakwa ini akan menjalani persi dangan dalam satu ruang. Sebab, majelis hakim yang akan menyidang perkara ini ternyata tidak sama. “Majelis hakim yang akan menyidangkan tidak sama,” sebutnya. Seperti diberitakan sebelumnya, pembunuhan ibu-anak Jane Ariswati alias Yeni, dan Sherly Kurniawati, membuat heboh warga Dusun Pandan,

dikonfirmasi melalui ponselnya. Ditanya 13 raperda yang sedang diajukan oleh banleg untuk dibahas, politisi dari Partai Golkar ini mengaku belum tahu. Tapi yang pasti, sebut dia, untuk membahas 13 raperda dalam waktu tiga bulan ini rasanya juga tidak mampu. “Kalau raperda hanya perubahan itu bisa cepat, tapi kalau raperda baru ya lama pembahasannya,” cetusnya. (abi/c1/bay)

Sebagai anggota dewan, jelas Su minto, sebenarnya sudah biasa melakukan perencanaan, dan penganggaran, serta evaluasi terhadap RKPD. Tetapi, sebut dia, regulasi yang digunakan selama ini sering berubah dan baru. “Regulasi yang baru itu kita perlu pelajari,” ujarnya. Untuk materi sistem pengelolaan keuangan akuntabel, masih kata dia, ini masih baru. Selama ini, para anggota DPRD

Banyuwangi belum pernah mempelajari. “Dalam bimtek ini semua anggota dewan akan belajar sistem keuangan akuntabel,” katanya. Ditanya siapa narasumber yang akan mendampingi para anggota dewan dalam bimtek, politisi Partai Hanuraitumenyebutbahwasemua pemateri berasal dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. (abi/c1/bay)

Giliran Orkes Gambus Pekan Ini n PENTAS... Sambungan dari Hal 33

ICHSAN RASYID/RaBa

ZIARAH: Ny Ipuk Festiandhani Anas menaburkan bunga di TMP Wisma Raga Satria pagi kemarin.

Tu juh pesan panglima itu, an tara lain tingkatkan iman kepada Tuhan Yang Mahaesa, tempatkan tugas negara di atas segala-galanya, dan junjung tinggi semangat kebangsaan. Selain itu, panglima TNI berpe san agar semua personel

me ningkatkan kewaspadaan terhadap segala ancaman. Terakhir, panglima TNI berpesan agar prajurit TNI terus belajar dan berlatih demi me ningkatkan profesionalisme. Dalam upacara itu, hadir Bupati Abdullah Azwar

Anas, Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko, Kapolres AKBP Nanang Masbudi, Danlanal Letkol Muhammad Nazif, dan Kajari Syaiful Anwar. Sejumlah pejabat teras Pemkab Banyuwangi dan beberapa veteran hadir dalam acara itu. (afi/c1/bay)

Sekkab Slamet menambahkan, dalam pertemuan itu berhasil dicapai kesepakatan bahwa apa pun keputusan yang diambil pemerintah pusat, semua harus patuh. Apakah permohonan itu diterima ataukah ditolak pemerintah pusat, forum sepakat tunduk pada keputusan itu. Jika pemerintah pusat mengabulkan surat permohonan pengurus MAB, maka secara otomatis jalan di depan masjid itu akan difungsikan sebagai lahan parkir masjid. Sebaliknya, jika pemerintah pusat menolak, maka secara otomatis jalan itu harus dibuka dan difungsikan lagi sebagai jalan umum. “Kesepakatan itu sudah dituangkan dalam berita acara rapat,” ungkap Slamet.

Kapolres AKBP Nanang Masbudi menambahkan, bagi yang tidak puas dengan keputusan yang diambil pemerintah pusat, peserta rapat bersepakat me nempuh jalur hukum di pengadilan. Seandainya pemerintah pusat mengabulkan surat permohonan itu tapi masih ada pihak-pihak yang tidak puas, maka penyelesaian harus melalui proses hukum. Sebaliknya, lanjut Nanang, jika pemerintah pusat menolak per mohonan dan masih ada yang tidak bisa menerima, maka penyelesaian akhir disepakati lewat proses hukum. Kesepakatan terakhir, selama proses permohonan ke pemerintah pusat berlangsung, semua peserta rapat sepakat menjaga

kondisi Banyuwangi tetap aman dan tertib. “Semua yang hadir dalam pertemuan itu bertekad menjaga stabilitas Banyuwangi,” kata Kapolres Nanang. Dalam pertemuan itu, anggota forpimda kompak hadir, yaitu Bupati Abdullah Azwar Anas, Ketua DPRD Hermanto, Kapolres AKBP Nanang Masbudi, Dandim 0825 Letkol (Kav) Muslimin Fahsyah, Danlanal Letkol Laut (P) Muhammad Nazif, Ketua Pengadilan Negeri I Made Sutrisna. Kajari Syaiful Anwar diwakilkan kepada Kasi Intel Yudi Istono. Ormas yang hadir adalah MUI, PCNU, PD Muhammadiyah, dan pengurus LDII. Pengurus MAB langsung dipimpin Habib Mahdi Hasan. (afi/c1/bay)

Dijadwalkan Mulai Hari Rabu n TRIO...

Ba nyuwangi. “Kita berharap 13 raperda ini bisa dibahas dan di sahkan selama tiga bulan mendatang,” ungkapnya. Sementara wakil ketua DPRD Ruliyono, ternyata ragu dalam waktu tiga bulan ke depan, bisa menuntaskan 18 raperda yang kini menjadi tanggungan DPRD untuk dibahas dan disahkan. “Kayaknya tidak bisa membahas semuanya,” katanya saat

Menghadirkan Narasumber dari BPK n DEWAN...

Sepakat Menjaga Banyuwangi Kondusif n MAB...

sudah diusulkan itu bisa dibahas pada sisa-sisa tahun anggaran 2012 ini. “Kayaknya tidak mungkin bisa membahas 26 raperda dalam 2012 ini, kita mengajukan yang urgen,” sebutnya. Dari 13 raperda yang telah diajukan pada pimpinan dewan ini, imbuh dia, enam raperda be rupa inisiatif dari DPRD. Sedang tujuh raperda lainnya, berupa pengajuan dari Bupati

Desa Kembiritan, akhir Mei lalu. Saat ditemukan, ibu dan anak tersebut tewas dengan kondisi tergantung dan leher dijerat tali tampar warna biru. Selain itu, Sherly ditemukan dengan kondisi kedua kaki dan tangan terikat tali rafia. Bahkan, mulut korban juga dijerat dengan tali serupa. Untuk si ibu hanya lehernya yang dijerat tali tampar. Pada dubur janda Endro Sasmito tersebut mengeluarkan darah. Sebab, diketahui Yeni mengidap penyakit ambeien. Beberapa hari sebelum kejadian itu, tampak tidak ada aktivitas di distributor kerupuk tersebut. Sejak sekitar pukul 18.00 Senin lalu (21/5), gudang dan pintu gerbang rumah ter-

sebut tertutup. Padahal setelah itu, ada mobil boks yang mendatangi rumah tersebut. Tujuannya, seperti biasa sopir tersebut minta nota penjualan barang yang akan disetorkan ke Bali. Namun, setelah sang sopir berulang kali mengetuk gerbang pintu, pemilik rumah tidak kunjung keluar. Saat itu pula, sopir menduga kedua korban tersebut sudah tidur atau sedang keluar rumah. Esok harinya, lagi-lagi sang sopir tersebut mendatangi rumah korban. Tetapi, rumah tersebut masih belum buka. Lagi-lagi, panggilan serupa juga tidak digubris oleh juragan kerupuk tersebut. Bahkan, sopir tersebut sempat melemparkan kerikil ke

pintu rumah. Namun, usaha maksimal tersebut belum membuahkan hasil. Karena curiga, sopir boks tersebut melaporkan masalah tersebut ke ketua RT setempat. Selanjutnya, ketua RT tersebut menghubungi polisi untuk mendatangi lokasi. Setelah berhasil merusak gembok, Ketua RT dan beberapa polisi dibantu warga langsung mendobrak pintu gudang krupuk yang berimpitan dengan rumah tersebut. Hasilnya, kecurigaan ada kejadian aneh tersebut benarbenar terjadi. Saat itu, dua sosok perempuan menggantung dengan posisi tubuh saling berimpitan dengan kondisi mengenaskan. (abi/c1/bay)

Wajib Kuasai Teknik sebelum Take Off n SENSASI... Sambungan dari Hal 33

Setelah menyeka keringat, dia mengemasi alat penerbangannya tersebut. Selanjutnya, sambil bersantai di bawah rindang pepohonan tidak jauh dari pantai, dia menceritakan banyak tentang aktivitasnya yang baru dijalani itu. “Itu tadi paralayang. Olahraga ini merupakan salah satu olahraga khusus. Pokoknya mengasyikkan bisa terbang di angkasa. Nikmatnya bahkan melebihi naik pesawat terbang,” beber pria yang memperkenalkan diri bernama Harris Effendi tersebut. Harris menjelaskan, untuk bisa melakukan olahraga ini dibutuhkan beberapa peralatan pendukung. Yang pertama adalah parasut, harness, helm, radio, payung cadangan, dan towing. Agar bisa mengangkasa, atlet membutuhkan skill layaknya seorang pilot yang mengendarai pesawat terbang. Namun untuk pemula, Harris menyarankan harus menguasai teknik dasar, yakni ground handling. Sebab, itulah elemen

utama pilot paralayang dalam menentukan kesuksesan take off. Di sini, pilot dituntut mampu mengendalikan dan menstabilkan posisi parasut sebelum mengangkasa. Yang tidak kalah penting, calon penerbang dituntut mampu membaca kecepatan angin. Ada standar kecepatan angin yang bisa menerbangkan paralayang ini. Embusan angin diukur dengan alat pencatat kecepatan angin mini dengan batasan kecepatan tidak lebih dari 18 Kilometer per jam. Terbang sendiri atau berdua bahkan lebih mengasyikkan. Yang ingin belajar terbang menggunakan paralayang, Harris mematok tarif tidak terlalu mahal. Satu bulan kursus mengemudi parasut tersebut, dia mematok tarif Rp 6 juta. Sepintas bagi sebagian orang memang terkesan mahal. Namun, menilik peralatan yang digunakan, harga segitu tidaklah terlalu membenani kantong. Harga parasutnya saja Rp 30 hingga Rp 40 juta. Itu belum termasuk peralatan pendukung lain, seperti helm, radio, dan payung cadangan. “Saya rasa tidak mahal. Kalau tahu sensasi terbang di angkasa, pasti tidak akan ragu lagi,” katanya.

Bagi yang ingin hanya sekadar menikmati keindahan Banyuwangi dari atas langit, Harris juga tidak menentukan biasa sewa tinggi. Sekali terbang dengan durasi 15 menit, dia memberikan patokan harga Rp 350 ribu. Dipastikan tidak kalah dengan sensasi terbang menggunakan pesawat terbang. Selain itu, Harris mengakui potensi olahraga paralayang di Banyuwangi cukup potensial. Dengan lahan yang berbukit dan memiliki pantai yang luas adalah modal baik untuk olahraga tersebut. Kini dia tengah melakukan survei tempat-tempat yang dianggap layak digunakan sebagai landasan take of bagi parasutnya. Sejauh ini baru tiga tempat yang dianggap layak digunakan sebagai lokasi olahraga ini. Pertama adalah Watudodol, kedua bukit di Kluncing, dan ketiga adalah Pantai Boom, Banyuwangi. Khusus Watudodol, lokasinya masih fifty-fifty lantaran ada kabel listrik saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) di sana. “Kami akan survei lahan lain. Sebab, olahraga ini dasar bagi olahraga lain, yakni paramotor,” ujarnya. (c1/bay)

Kegiatan di bulan November, kata Suprayogi, juga akan dige lar empat kali. Sementara itu, di bulan Desember, tiga kegiatan di gelar di panggung seni Taman Blambangan dan satu kegiatan digelar di depan kantor Bupati Banyuwangi. “Festival Kuwung Banyuwangi menjadi pemungkas acara ASB

tahun 2012,” katanya. Dalam pentas perdana setelah libur Ramadan, ASB akan menampilkan orkes gambus (OG) Mayami dari Kecamatan Kalibaru. Musik yang berasal dari Timur Tengah itu akan disuguhkan dengan khas lokal Banyuwangi. Musik itu dominan nasihatnasihat moral. Selain OG Mayami, juga akan ditampilkan grup hadrah Al-Banjari Mifta-

hul Jannah dari Kelurahan Penataban, Kecamatan Giri. Selama ini, hadrah Al-Banjari Miftahul Jannah sudah banyak mengukir prestasi di tingkat kabupaten. Di tahun 2011, grup hadrah tersebut berhasil menjadi juara I pada Festival Hadrah dan Dzikir Maulid. “Grup ini sering pentas di beberapa tempat. Bahkan, sering di undang ke luar daerah,” katanya. (afi/c1/bay)

Luka pada Paha dan Jari n SETRUM... Sambungan dari Hal 33

Pagi hari sekitar pukul 09.00, Jaelani ditemukan sudah meninggal dunia di sawah milik Misdi, Desa Sumbergondo. Saat ditemukan si pemilik sawah,

korban menderita luka bakar di bagian paha dan kelima jari kirinya. Hidung dan mulutnya mengeluarkan darah. Diduga kuat, Jaelani meninggal akibat tersengat kabel listrik yang dipasang mengitari sawah seluas 7.500 meter per segi

tersebut. “Kabel listrik tersebut sebenarnya dipasang un tuk menyengat tikus, tapi diduga mengenai korban,” kata Kapolsek Glenmore, AKP Subardi, melalui Kanitreskrim Aiptu Abdul Karim. (azi/c1/bay)

Takut Mengaburkan Filosofi Barong n SENIMAN... Sambungan dari Hal 34

“Kalau diubah, nanti bisa mengaburkan filosofi dari barong,” ujarnya. Kadisbudpar Suprayogi kepada para seniman dan budayawan

itu mengaku, pihaknya tidak tahu-menahu dengan model dan warna dalam barong yang akan dipakai untuk BEC jilid II. “Saya ini hanya pelaksana teknis, jadi tidak tahu soal barong,” ujarnya. Menurut Suprayogi, terkait barong dan kombinasi warna, se-

mua digarap Dynand Paris selaku penanggung jawab acara tersebut. Disbudpar hanya melaksanakan kegiatan ini. “Pada 13 Oktober ada kegiatan tentang BEC. Dynand Paris datang. Semua kita undang dan silakan tanya sendiri,” katanya. (abi/c1/bay)

Dihadiri Tokoh Penting n REBUTAN... Sambungan dari Hal 35

Camat Bangorejo, Nuril Falah meng ungkapkan, rangkaian kegiatan itu dimulai dengan beragam perlombaan, mulai lomba tangkap ikan lele, lomba melukis dan mewarnai, lomba

drum band, hingga renang gembira. “Alhamdulillah sampai hari ini acara sukses,” ujarnya bangga. Acara itu juga dihadiri sejumlah tokoh penting Ba nyu wangi. Salah satunya ketua DPC Partai Demokrat, Michael Edi Hariyanto. Bos AIL Rogojampi itu hadir

bersama keluarga besar partai. Mantan Ketua DPRD Banyuwangi, H. Achmad Wahyudi, juga ikut memberikan tausiyah tentang hikmah dalam tradisi tersebut. Sementara itu, untuk bisa menyaksikan rangkaian hiburan itu, parapengunjungditariktiketmasuk sebesar Rp 5 ribu. (ton/c1/aif)

Dewan Minta Analisis Peningkatan PAD n TARGET... Sambungan dari Hal 44

Alumnus Pesantren Sa lafiyah Syafi’iyah Sukorejo itu membocorkan sejumlah catatan dan analisis yang diserahkan kepada eksekutif. Di antaranya, meminta program kuota kecamatan memiliki indikator yang jelas. Misalnya, program-program apa yang bisa

di usulkan menjadi prioritas pembangunan. “Musrenbang yang berdasar usul desa itu bisa saja ikut me nentukan. Jadi perlu ada evaluasi khusus dan indikator khusus untuk menetapkan usul prioritas ini masuk ke dalam kuota kecamatan. Kita minta program ini diatensi kembali oleh tim anggaran,” imbuh Zeiniye.

Selain itu, DPRD memberikan analisis tentang posisi peningkatan PAD yang belum mencapai sepuluh persen. Itu kalau dilihat dari realisasi tahun ini dibandingkan realisasi estimasi tahun mendatang. Padahal Pemkab Situbondo dengan perusda yang memiliki nakhoda baru sudah optimistis mampu meningkatkan PAD hingga mencapai sepuluh persen. (pri/c1/als)


44

Sabtu 6 Oktober 2012

KAKANG SYAIFUL BAHRI

MIKE CHIQUITA

Mengalir Jalani Hidup BERUSAHA, mengalir, dan bersyukur. Tiga hal itulah yang menjadi prinsip Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Situbondo, Syaiful Bahri, dalam menjalani hidup. Dia mengaku merasa lebih nyaman dan tenteram dengan berperilaku seperti itu. Ya, tekanan dan keadaan politik beberapa bulan terakhir ini memang cukup mengganggu ketenangan Syaiful sebagai ketua DPC. Meski demikian, dia mengaku tak terlalu risau dengan keadaan tersebut. “Sesungguhnya kita tinggal menjalani takdir saja dalam kehidupan ini,” terangnya. Kata dia, tak ada yang benar-benar dimiliki manusia. Jangankan jabatan

& EMBUG

Lebih Utamakan Skill

dan harta benda yang sering dibangga-banggakan, diri sendiri pun pada hakikatnya bukan milik manusia. “Lalu, kenapa harus dibawa berat menjalani kehidupan ini. Mengalir sajalah. Insya Allah semua akan terasa lebih indah,” ungkapnya. Meski demikian, kata dia, berusaha sekuat tenaga tetap harus dilakukan. Bahkan, sampai titik darah penghabisan sekalipun. Sebab, hanya itulah yang dimiliki manusia. “Hasil dari usaha itu kita syukuri, itu konsep jika dengan Tuhan. Kalau konsep syukur dengan sesama manusia ya saling menghormati atau saling menghargai,” imbuh Syaiful. (pri/c1/als)

DUNIA fotografi menjadi bagian dari hidup Mike Chiquita yang sulit terpisahkan. Kecintaannya pada dunia jeprat-jepret itu diwujudkan dengan terus mengasah skill dan memperbarui peralatan fotografinya agar menghasilkan karya-karya yang berkualitas. Mike mengakui, dirinya terus mengikuti perkembangan dunia fotografi, mulai masalah teknik hingga kamera-kamera keluaran terbaru. “Kalau saya lihat budgetnya dulu. Kalau mampu ya beli kamera keluaran terbaru. Sebab, peralatan baru juga menjadi ke-

butuhan bagi saya,” ungkap istri Bambang Adi Wibowo itu. Meski demikian, Mike tidak sependapat kalau harus menjadikan peralatan kamera sebagai satusatunya penentu untuk menghasilkan karya yang baik. Dia lebih mengutamakan, para pemula terus mengasah kemampuan fotografi. “Kalau kamera mahal memang sudah canggih, kameranya sudah pinter, jadi hasilnya bagus. Cuma kalau dipegang oleh orang yang memiliki skill bagus, hasilnya jauh lebih bagus lagi. Idealnya ya skill bagus, peralatan juga canggih,” terang Mike. (pri/c1/als)

DOK.RaBa

ISTIMEWA

Kakek Hamili Cucu Tiri YUSROH/RaBa

SIMBOLIS: Bupati Dadang Wigiarto (tengah) memotong tali tanda dibukannya Situbondo Fair 2012 di Stadion GMS malam kemarin (4/10).

Jadi Penggerak Ekonomi Kota Santri Situbondo Fair 2012 SITUBONDO - Situbondo Fair 2012 resmi dibuka Bupati Dadang Wigiarto kemarin malam (4/10). Ajang pameran yang dipusatkan di Stadion Gelora Mohammad Saleh (GMS) Situbondo itu, juga dihadiri Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Situbondo Drs Hadi Wijono beserta seluruh jajaran Muspida Kabupaten Situbondo dan seluruh SKPD Kabupaten SItubondo. Dalam sambutan di acara pembukaan ter-

sebut, Bupati Dadang berharap agar momentum pameran yang bertepatan dengan Hari Jadi Situbondo (Harjakasi) ke-40 dapat dijadikan penggerak untuk dapat memajukan bidang perekonomian di Situbondo. “Sekaligus, penyelenggaraan pameran ini adalah sebuah strategi dalam pemasaran produk lokal Situbondo secara lebih luas,” kata Dadang. Penyelanggara pameran, Harry M.A dari Liwa Pratama Event Organizer berharap, agar pelaksanaan Situbondo Fair 2012 dapat diseleng-

garakan secara berkala. “Jika kami diizinkan, pada kesempatan berikutnya, kami berusaha membuat pameran yang lebih besar, dan lebih berbobot. Sekaligus mewakili panitia, kami mohon maaf apabila dalam pelaksanaan pameran kali ini ada kekurangan,” terang Harry dalam sambutannya. Setelah seremonial peresmian dilangsungkan, bupati dan seluruh undangan dengan didampingi pihak panitia melihat langsung stan dan aneka produk-produk yang dipamerkan. (adv/*/als)

APA POLEH

SITUBONDO - Jangan tiru ulah kakek yang satu ini. Nagud (nama samaran) tega mencabuli cucu tirinya, Saritem, 15, hingga hamil. Akibat pencabulan yang dilakukan kakek 50 tahun itu, Saritem yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) itu mengandung jabang bayi lima bulan. Perbuatan bejat itu baru diketahui pihak keluarga setelah Saritem menikah dengan pria lain. Akhirnya, keluarga Saritem melaporkan kasus pencabulan tersebut ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) di Mapolres Situbondo. Ceritanya, sejak Saritem ditinggal mati ibunya beberapa tahun lalu, korban tinggal bersama kakek dan nenek tirinya. Ayah kandung Saritem sudah menikah lagi dan tinggal di rumah istrinya yang baru. Sekitar April 2012 lalu, ternyata sang kakek tertarik pada tubuh molek cucu tirinya itu. Saat itulah, mungkin karena nafsu bejatnya sedang memuncak, sang kakek mencari cara untuk menggagahi sang cucu. Suatu malam, ketika Saritem hendak tidur, Nagud memberinya minuman yang diduga sudah dicampuri obat tidur. Saat itulah sang kakek mencabuli cucu tirinya yang sedang tidur. Korban sangat terkejut saat dirinya terbangun di pagi hari dan melihat pakaiannya acakacakan. Saat itulah korban sadar bahwa dirinya telah digagahi oleh seseorang. Saat korban hendak buang air kecil, di

kemaluannya juga merasa sakit. Ironisnya, pencabulan yang dilakukan Nagud dilakukan di dekat istrinya yang juga sedang tidur. Konon, saat akan mencabuli cucu tirinya, Nagud juga memberi obat tidur istrinya. Selanjutnya, karena khawatir aksi bejatnya terbongkar, sang kakek mengancam Saritem agar tidak bercerita kepada orang lain. Namun, sekitar lima bulan berlalu, perbuatan bejat Nagud akhirnya terbongkar. Itu setelah Saritem menikah dengan seorang pria pada Agustus 2012 lalu. Atas kejadian itu, pihak keluarga langsung melaporkan kasus tersebut kepada polisi. “Dia baru mengaku setelah suaminya mengetahui Saritem hamil lima bulan. Mungkin, selama ini dia takut mau ngaku. Bisa saja diancam sama kakek tirinya,” kata salah seorang kerabat korban kepada wartawan. Dugaan sementara, perbuatan mesum sang kakek tidak hanya dilakukan sekali kepada cucu tirinya. Kasatreskrim Polres Situbondo, AKP Sunarto mengatakan, berdasar laporan tersebut, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan masih memintakan visum ke RSUD Abdoer Rahem, Situbondo. “Kasusnya ditangani Unit PPA. Saat ini korban masih kami memintakan visum ke dokter untuk membuktikan benar dan tidaknya. Selain itu kami juga mulai memeriksa sejumlah saksi-saksi,” tegas AKP Sunarto. (mg1/c1/als)

Target Sepakati KUAPPAS 2013 Bulan Ini EDY SUPRIYONO/RaBa

PEMOTRETAN: Pemegang Karta-NU diusahakan mendapatkan fasilitas di sejumlah tempat.

Pemegang Karta-NU Dapat Fasilitas SITUBONDO - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Situbondo mencoba melakukan terobosan terkait terbitnya Karta-NU (kartu tanda anggota Nahdlatul Ulama) hasil pemotretan 2012. Salah satunya, mengusahakan pemberian fasilitas bagi para pemegangnya. Fasilitas yang dimaksud, di antaranya kemudahan-kemudahan yang bisa diakses pemegang Karta-NU. “Misalnya jika datang ke tempat wisata tertentu ada potongan tiket masuk sekian persen, atau saat berada di pusat-pusat perbelanjaan,” terang Bendahara PCNU Situbondo, Hamid Jauharul Fardhi kemarin. Dia mengungkapkan, salah satu pusat perbelanjaan di Situbondo sudah menyanggupi tawaran kerja sama semacam itu. PCNU kini masih terus memperlebar jaringan semacam itu. Sehingga, warga NU bisa kian luas mendapatkan fasilitas yang cukup menggiurkan tersebut. “Kita sudah melakukan koordinasi dengan jajaran pengurus PCNU Situbondo. Tawaran ini sangat disetujui, bahkan didukung agar bagaimana kian banyak tempat memberikan fasilitas khusus kepada pemegang Karta-NU,” ungkap pria yang bekerja di lembaga perbankan itu. (pri/c1/als)

NUR HARIRI/RaBa

TERPAKSA PINJAM: Sejak lurah pensiun, para staf Kelurahan Adirejo, hingga kini belum menerima gaji.

Lurah Pensiun, Staf Belum Gajian SITUBONDO - Staf Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Situbondo, resah karena gajinya sebagai abdi negara belum diterima. Akibatnya, mereka terpaksa mencari dana talangan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. “Kami pinjam untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar salah seorang perangkat kelurahan kemarin (5/10). Menurut mantan Lurah Ardirejo, Agusman, seluruh staf memang belum terima gaji September lalu. Padahal, saat ini sudah tanggal 5 Oktober. “Gaji mereka belum dicairkan, karena lurah saat ini sedang kosong. Saya per 1 September lalu pensiun,” ujar Aguman.

Tidak hanya gaji pegawai yang belum cair, sejumlah dana operasional untuk kelurahan juga tidak cair sejak September lalu. Sebagai mantan lurah, Aguman, terpaksa memberi pinjaman dana operasional kelurahan. Termasuk, dana untuk membayar listrik. “Kalau tidak dibayar, maka listrik akan dicabut. Jadi, saya terpaksa membayarnya,” katanya. Kepala Dinas Pengelola Keuangan Daerah (DPKD) Kabupaten Situbondo, Tri Cahya mengatakan, realisasi gaji untuk Kelurahan Ardirejo berjalan hingga Agustus lalu. Sehingga untuk September memang belum diajukan pencairannya.

“Gaji untuk bulan ini memang belum diajukan. Kita masih menunggu proses. Kalau sudah ada pengguna anggarannya dan penandatanganan SPM, maka akan kita proses,” kata Tri Cahya kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi usai mengikuti rapat di kantor Pemkab Situbondo kemarin. Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Situbondo, Lutfi mengatakan, pihaknya masih memproses Plh. Lurah yang akan menggantikan Agusman yang pensiun. “Saat ini sudah kami proses. Jadi tinggal nunggu saja untuk Plh. Lurah Ardirejo,” tegas Lutfi. (mg1/c1/als)

SITUBONDO - Tahapan untuk pengesahan APBD Situbondo 2013 agar bisa tepat waktu terus dilakukan. Yang terbaru, DPRD sudah menyerahkan sejumlah analisis dan catatan untuk kepentingan revisi kedua dokumen KUA PPAS (kebijakan umum anggaran dan perhitungan plafon anggaran sementara) kepada eksekutif. Ketua DPRD Situbondo, Zeiniye mengungkapkan, pemkab memasukkan dokumen KUA PPAS pada posisi awal September. Setelah melakukan asistensi dengan SKPD yang menjadi mitra kerja, akhir September lalu, DPRD menyerahkan catatan komisi maupun Badan Anggaran (banggar) ke eksekutif sebagai bahan revisi KUA PPAS yang sudah masuk di tahap pertama. “Jadi saat ini kita masih posisi menunggu revisi KUA PPAS yang kedua dari Pemkab Situbondo. Kita akan mengupayakan bagaimana penandatanganan nota kesepakatan KUA PPAS untuk APBD 2013 bisa disahkan bulan ini. Ini sudah

EDY SUPRIYONO/RaBa

Zeiniye

kita rapatkan di internal Banmus DPRD,” ungkap Zeiniye. Saat nota kesepakatan KUA PPAS disahkan pada bulan ini, lanjut politisi PPP itu, maka pada posisi Bulan November eksekutif sudah dalam tahapan pembuatan RKA (rencana kerja dan anggaran) dan memasukkan Rancangan APBD 2013. “Sehingga, target kita bagaimana Desember APBD 2013 bisa disahkan, benar terwujud. Artinya, kita bisa melakukannya dengan tepat waktu,” terangnya n  Baca Target...Hal 43


Radar Banyuwangi 6 Oktober 2012  

Radar Banyuwangi

Advertisement
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you