Issuu on Google+

RABU 5 SEPTEMBER

ADA APA LAGI

Pecah Kaca Mobil, Gondol Tas Kosong BANYUWANGI - Kawanan maling pemecah kaca mobil kembali beraksi di Kota Gandrung Senin sore (3/9). Kali ini, penjahat beraksi di Jalan raya Jaksa Agung Suprapto, Kelurahan Penganjuran, Kecamatan Banyuwangi. Namun sial, meski sudah menggondol tas di dalam mobil, ternyata pelaku tidak mendapatkan barang berharga. Korban yang menjadi sasaran kawanan maling itu adalah Lukman Hadi, pegawai negeri sipil (PNS) warga Lingkungan Krajan, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Glagah. “Pelaku memecah kaca mobil samping bagian depan,” ujar Kapolsek Blambangan, AKP Ketut Redana, melalui Kasi Humas Aiptu Monip ■

25

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2012

Parpol Wajib Setor Seribu KTA Agar Bisa Ikut Pemilu 2014 di Banyuwangi BANYUWANGI - Belum semua partai politik (parpol) calon peserta Pemilu 2014 di Banyuwangi menyerahkan berkas verifikasi. Hingga kemarin (4/9), baru dua parpol yang memasukkan berkas ke Komisi Pemi-

lihan Umum (KPU) Banyuwangi. Dua parpol yang sudah memasukkan berkas tersebut adalah Partai Nasional Demokrat (Nasdem) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Dari dua parpol tersebut, hanya Partai Nasdem yang siap diverifikasi. Ketua KPU Banyuwangi, Syamsul Arifin mengatakan, DPC dua parpol tersebut sudah mendatangi KPU untuk menyerahkan berkas

verifikasi. Namun, berkas yang diserahkan itu bukan berkas yang diminta seperti yang disyaratkan perundangan-undangan. Syamsul menjelaskan, untuk parpol tingkat kabupaten/kota, pengurus cukup menyerahkan berkas kartu tanda anggota (KTA). Berkas kelengkapan lain tidak perlu diserahkan, karena sudah diserahkan kepada KPU pusat. “Yang diserahkan ke KPU kabupaten

bukan KTP anggota, melainkan KTA,” jelasnya. Syamsul mengungkapkan, sesuai Peraturan KPU Nomor 8 Tahun 2012, jumlah KTA yang akan diverifikasi adalah seperseribu dari jumlah penduduk, atau minimal 1.000 KTA. Kalau misalnya penduduk Banyuwangi 1,6 juta jiwa, maka parpol berkewajiban menyerahkan 1.600 lembar KTA ■

 Baca Parpol...Hal 35

 Baca Pecah...Hal 35

BANYUWANGI - Peserta Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) tahun 2012 meningkat tiga kali lipat dibanding tahun 2011 lalu. Peserta tahun lalu hanya sekitar 60 orang, dan tahun ini meningkat menjadi 165 orang. Jumlah itu merupakan peserta yang lolos audisi. Tahun ini, peserta yang mengikuti audisi mencapai 250 orang ■

E-KTP

 Baca Jumlah...Hal 35

Satu Kecamatan Rekam 350 Data setiap Hari BANYUWANGI - Komisi I DPRD Banyuwangi tampaknya pesimistis perekaman data kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) di Banyuwangi akan tuntas sesuai jadwal. Sebab, tenggat waktu tinggal 1,5 bulan lagi, dan jumlah warga yang sudah melakukan perekaman data e-KTP baru mencapai 63 persen. Seperti dikatakan Wakil Ketua Komisi I DPRD Banyuwangi, DOK. RaBa Khusnan Abadi, keKhusnan Abadi marin (4/9). Menurutnya, jika dikalkulasi dengan produktivitas pencatatan data e-KTP di 24 kecamatan yang ratarata merampungkan pencatatan 350 data per hari, pihaknya pesimistis perekaman data e-KTP tersebut akan rampung sesuai deadline. Dikatakannya, jumlah warga yang sudah melakukan perekaman data e-KTP baru mencapai 940-an ribu orang hingga kemarin. Padahal, berdasar database sistem administrasi kependudukan (siak), jumlah penduduk wajib KTP di Banyuwangi mencapai 1,5 juta jiwa ■  Baca Satu...Hal 35

FemalE

Ngidam Kawah Ijen BEREKREASI adalah sesuatu yang jarang di-

KUMPUL: Peserta lolos audisi BEC menyimak pembekalan di Pelinggihan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi kemarin.

PESERTA: ■ Lolos audisi : 150 orang ■ Peserta terbaik 2011 : 10 orang ■ Total: 165 orang DIKLAT: Lokasi: BPPP Bangsring Waktu: 12 – 28 September 2012 Fasilitas:asrama,ruangAC,makanprasmanan KOSTUM:  biaya sendiri  bantuan pemerintah: Rp 350.000/peserta

ICHSAN RASYID/RaBa

Sepekan 351 Warga Daftar Cerai B ANYUWANGI - Angka perceraian di wilayah Kabupaten Banyuwangi tampaknya meninggi lagi. Hanya dalam waktu sepekan, jumlah warga yang datang ke Pengadilan Agama (PA) untuk mendaftarkan perceraian sudah mencapai ratusan orang. Bila dihitung rata-rata, warga yang daftar cerai dalam sepekan setelah Idul Fitri sekitar 50 orang per hari. Dari jumlah pengajuan cerai tersebut, sebagian besar merupakan cerai-gugat yang diajukan pihak perempuan. “Selama sepekan setelah Lebaran, warga yang daftar cerai berjumlah 351

orang,” cetus panitera muda (Panmud) hukum PA Banyuwangi, Ardi Kuntoro SH, kemarin (4/9). Satu pekan yang disebut tersebut, jelas Ardi, terhitung sejak dibukanya pendaftaran perceraian pada 27 Agustus 2012 lalu. Pada hari pertama jam kerja itu, yang datang ke PA untuk mendaftar cerai jumlahnya mencapai 83 orang. “Kita (PA) mulai masuk Senin (27/8). Sehari itu yang daftar cerai 83 orang,” katanya. Dia menambahkan, pada harihari selanjutnya, warga yang daftar cerai juga masih tinggi. Setiap hari, warga yang ingin cerai di atas 40

hingga 60 orang. “Habis Lebaran ini yang mendaftar cerai tergolong sangat tinggi,” ujarnya. Menurut Ardi, pada hari biasa, warga yang daftar cerai di PA Banyuwangi hanya sekitar 30 orang per hari. Tetapi, setelah Lebaran yang mendaftar cerai naik menjadi sekitar 50 orang per hari. “Yang paling rendah hari ini (kemarin), sampai pukul 11.30 hanya 32 orang yang daftar cerai,” bebernya. Ardi mengaku tidak tahu penyebab melonjaknya angka perceraian setelah Lebaran ■  Baca Sepekan...Hal 35

lakukan Imelly Putri Febrianti. Perempuan yang tinggal di Perum Griya Giri Mulya S-10 ini mengaku tidak memiliki waktu untuk mengunjungi objek wisata di Bumi Blambangan. Padatnya rutinitas pekerjaan membuat jadwal pelesir yang sudah direncanakan sering gagal ■

RAMAI LAGI: Suasana pendaftaran sidang di Pengadilan Agama Banyuwangi kemarin.

 Baca Ngidam...Hal 35

AGUS BAIHAQI/RaBa

Gempa Laut Selatan Banyuwangi Gempa I

Kekuatan: 6,5 SR Pukul: 01.23 dini hari Pusat gempa: 301 Km barat daya Banyuwangi Posisi koordinat: 11,070 LS 114,000 BT Kedalaman episentrum: 10 Km

Gempa II

Kekuatan: 5,4 SR Pukul: 11.27 siang hari Pusat gempa: 282 Km barat daya Banyuwangi Posisi koordinat: 10,910 LS dan 114,000 BT Kedalaman episentrum: 18Km SUMBER: BMKG BANYUWANGI

Sehari Dua Kali Digoyang Gempa BANYUWANGI - Wilayah Banyuwangi dan sekitarnya diguncang gempa dua kali kemarin (4/9). Gempa pertama terjadi pukul 01.23 Selasa dini hari kemarin dengan kekuatan 6,5 skala Richter (SR). Gempa tersebut berpusat di 301 Kilometer arah barat daya Banyuwangi dengan kedalaman episentrum 10 Kilometer. Gempa susulan terjadi selang sepuluh jam kemudian. Gempa kedua yang terjadi pukul 11.27 kemarin memiliki kekuatan lebih rendah dibanding gempa pertama, yakni hanya 5,4 SR. Gempa

ini berpusat tidak jauh dari gempa pertama, yakni 282 Kilometer arah barat daya Banyuwangi, dengan kedalaman 18 Kilometer. Petugas stasiun Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi, Anjar Triyono Hadi mengatakan, gempa kedua memiliki skala lebih rendah dibanding gempa pertama. Gempa pertama dengan kekuatan 6,5 SR dirasakan hingga radius ratusan kilometer. “Bali dan Malang juga merasakan getaran yang pertama pada Selasa dini hari,” katanya ■  Baca Sehari...Hal 35

Tren Mainan Truk Mini Made in Desa Kumendung

Bentuk Mirip Asli, Dilengkapi Power Steering Warga Desa Kumendung, Kecamatan Muncar, memiliki hobi menarik. Setahun terakhir ini beberapa warga desa itu gandrung bermain truk mini.

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

AGUS BAIHAQI, Muncar

P ENAMPILAN truk dengan ukuran relatif kecil itu sangat menarik. Bentuknya mirip truk yang sebenarnya. Mulai kabin depan (kepala) hingga bak belakang, semua mirip aslinya. Roda yang dipasang pun roda karet asli. Bahkan, agar lebih nyaman saat mehttp://www.radarbanyuwangi.co.id

ngendarai, truk mungil tersebut juga dipasangi power steering. Ukuran truk karya warga Desa Kumendung itu cukup beragam. Paling kecil panjangnya sekitar 1,5 meter dengan lebar 60 centimeter dan tinggi sekitar satu meter. Truk yang paling besar memiliki dimensi panjang 2,4 meter, lebar 90 centimeter, dan tinggi 1,5 meter. “Milik saya ini kayaknya yang paling besar,” cetus Samsul Hadi Irawan, 40, warga Desa Kumendung. Miniatur truk tersebut digandrungi warga Desa Kumendung setahun terakhir. Bahkan, tidak jarang warga desa tetangga ikut membuat truk, seperti warga Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar; Desa Bomo, Kecamatan Rogojampi; serta Desa Rejoagung,

Desa Bagorejo, dan Desa Wonosobo, Kecamatan Srono. “Yang pertama membuat truk mini ini dari Kumendung,” tegas Samsul. Awal keberadaan komunitas truk mini tersebut ternyata terinspirasi mobil-mobilan anak-anak di Desa Kumendung. Lantaran dianggap bagus, para pemuda dan orang tua akhirnya ikutikutan membuat mobil-mobilan dengan ukuran agak besar. “Di Desa Kumendung, sekarang ada sekitar 40 unit truk mini,” katanya. Banyaknya warga yang membuat truk mini tersebut akhirnya melahirkan sebuah komunitas miniatur truk. Anggota komunitas itu bukan hanya berasal dari Desa Kumendung, tapi juga dari desa tetangga ■  Baca Bentuk...Hal 35

Ikut pemilu, parpol wajib setor seribu KTA

Ah, enteng… cukup merekrut lima orang per desa

Banyuwangi diguncang gempa dua kali

Kalau gempa lokal sepertinya sudah berkali-kali

AGUS BAIHAQI/RaBa

UNIK:Truk mini mengikuti gerak jalan Trajaba. email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@yahoo.com


26

Rabu 5 September 2012

CERMIN DIRI

Waspadai Penumpang Gelap Penutupan Lokalisasi PEMKAB Banyuwangi kini lagi gencar-gencarnya menutup lokalisasi pekerja seks komersial (PSK). Terbaru adalah penutupan lokalisasi Dusun Ringin Mulyo, Desa Ringin Telu, Kecamatan Bangorejo, dan Lokalisasi Klopoan, Desa Gendoh, Kecamatan Sempu. Tidak ada gejolak dalam penutupan tempat maksiat tersebut. Pemilik wisma dan mucikari hanya bisa pasrah. Apalagi, penutupan tersebut mendapat dukungan penuh sejumlah elemen masyarakat. Ormas Islam terbesar di Banyuwangi (Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah) terang-terangan pasang badan jika pemkab menutup tempat mesum tersebut. Malahan, terkait penutupan tersebut, ormas Islam sepakat membentuk Forum Banyuwangi Bermartabat (FBB). Forum itu mendukung Pemkab Banyuwangi dalam menutup lokalisasi. Berdasar kacamata FBB, persoalan lokalisasi bukan hanya masalah agama, tapi juga menyangkut problem sosial. Karena itu, penutupan tersebut harus disertai solusi yang terbaik. Meski tidak menimbulkan gejolak, penutupan lokalisasi jelas berimbas terhadap masyarakat yang menggantungkan hidup dari geliatnya praktik prostitusi. Tukang ojek, tukang cuci, penjual makanan, dan tukang kredit, sangat berhubungan erat dengan penghuni lokalisasi. Karena itu, jika lokalisasi ditutup, mereka juga kehilangan lapangan pekerjaan. Persoalan tersebut seyogianya dipikirkan pemerintah daerah. Harapan kami, penutupan lokalisasi bisa menjadikan Banyuwangi bersih dari praktik maksiat. Karena itu, semua pihak yang merasa dirugikan oleh langkah pemkab tersebut, sebaiknya menempuh jalan damai. Jangan sampai penutupan tersebut ditunggangi kepentingan politik. Biasanya, para penumpang gelap akan memanfaatkan penutupan lokalisasi demi kepentingan politik. (*)

Kirim tulisan Anda ke alamat di bawah ini: OPINI DAN REMBUGAN Naskah Opini panjang tulisan sekitar 850 kata. Sedangkan Rembugan maksimal 250 kata. Kirim ke artikelradarbwi@gmail.com. Sertakan nama dan identitas penulis. Naskah yang sudah dua minggu berada di redaksi dan tidak termuat otomatis dianggap kembali ke pengirim.

Ketika Uang Justru Menjadi Penghalang HIRUK-pikuk dan hebohnya Idul Fitri 2012 beserta segala pernakperniknya berakhir sudah. Beberapa orang melewatinya dengan senyum puas. Sementara beberapa yang lain menjejalnya dengan lemas. Sudah bukan rahasia lagi, jika Idul Fitri bukan saja tentang bermaaf-maafan atas segala kesalahan. Namun juga sekaligus ajang untuk unjuk gigi tentang seberapa tinggi seseorang berprestasi atau seberapa dalam uang telah digali. Maka, tidak heran rasanya jika Lebaran tidak akan terasa afdol tanpa setumpuk pakaian baru, sederet jajanan ringan, dan berjubel pernak-pernik lainnya yang pastinya serba baru. Kantor pegadaian pun ‘terpaksa’ membuka pintu mereka lebar-lebar, terlalu banyak barang-barang rumah tangga

berjajar yang akan Adalah pertemuan ditukar dengan uang penulis dengan seobeberapa lembar. rang penjaga palang Namun, apakah mepintu di lintasan kereta mang uang adalah ‘tuan’ api di Desa Tegal Mojo, untuk pesta tahunan ini? Singojuruh, bernama Bisakah Lebaran dinikAgus Rahmadi (49). mati tanpa sederet barang Pria paruh baya yang baru dan senyum mamengaku seniman tranyun yang hanya akan disional itu telah bermuncul saat banyak orasedia ‘menggadaikan’ ng berdecak kagum dewaktu pribadinya demi ngan kekayaan yang telah membahagiakan oraOLEH: kita timbun? Tulisan ini ng lain. Alasan kemaKhoirul Anam merupakan refleksi prinusiaan nyaris menbadi dari penulis yang berusaha memotret jadi satu-satunya pendorong bagi esensi dan arti penting lebaran dalam bapak 6 anak ini untuk terus menokonteks kehidupan saat ini. Tentu tanpa long. Dengan hanya berbekal buku ada maksud untuk menggurui apalagi tulis kusut dan sebuah pena tua, pria menghakimi. yang berperawakan tegap ini mencatat

semua jadwal kereta yang akan melintas di hadapannya. Tak sedikit memang orang yang mencibir pekerjaan yang dipilih Agus. Meski tak sedikit pula orang meyakini pekerjaan yang dipilihnya sebagai sebuah tindakan berjasa nan mulia n Baca Ketika...Hal 35

Radar Banyuwangi mengundang warga Banyuwangi dan Situbondo yang berada di perantauan untuk menulis pengalamannya. Tulisan kirim ke radarbwi@gmail.com. Sertakan juga foto diri. Maaf, kami tidak menyediakan imbalan apapun bagi tulisan yang dimuat.

Kejar Target 800 Ribu Ton BANYUWANGI - Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan (Dispertahutbun) Banyuwangi, Ikrori Hudanto, merasa optimistis target produksi gabah sebesar 800 ribu ton pada 2012 ini terpenuhi. Meski dalam hitungannya, produksi gabah hingga kini baru mencapai 360 ribu ton. Kepada wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, Ikrori menyebut bahwa produksi gabah para petani selama 2012 cukup baik. Meski ada serangan hama, tapi serangan hama itu tidak sampai merugikan para petani dalam jumlah yang besar. “Cuaca kurang baik, produksi gabah tetap baik,” katanya. Pada tahun anggaran 2012 ini, jelas dia, target produksi gabah yang telah ditetapkan Dispertahutbun Banyuwangi

sebesar 800 ribu ton. Produksi gabah sampai April 2012 lalu sudah mencapai 360 ribu ton. “Laporan produksi gabah paling akhir April 2012, lalu September 2012 ini, cuma laporannya belum masuk,” ujarnya. Menurut Ikrori, dengan pencapaian produksi gabah sebanyak 360 ribu ton itu sebenarnya sudah hampir memenuhi kebutuhan masyarakat Banyuwangi. Sebab, kebutuhan pangan warga Bumi Blambangan hanya 400 ribu ton per tahun. “Kebutuhan warga rata-rata tiga ons per hari,” cetusnya. Bila target gabah 800 ribu ton itu terpenuhi, jelas dia, maka Kabupaten Banyuwangi akan mampu mempertahankan eksistensi sebagai daerah lumbung pangan. Selain itu, Ba-

nyuwangi juga masih mampu menjadi daerah penyangga pangan tingkat Provinsi Jawa Timur dan nasional. “Gabah hasil produksi petani Banyuwangi juga akan kita distribusikan ke daerah lain,” ujarnya. Untuk mempertahankan Banyuwangi sebagai daerah lumbung pangan, Ikrori akan berupaya menolak pengalihan fungsi lahan pertanian menjadi perumahan atau proyek apa pun. Kecuali alih fungsi lahan pertanian itu sudah ditetapkan dalam tata ruang wilayah. “Sebab, luas lahan pertanian terus menyusut,” katanya. Selain memperketat pengalihan fungsi lahan pertanian, masih kata dia, Dispertahutbun juga akan membantu para petani meningkatkan hasil pertanian. (abi/c1/bay)

GALIH COKRO/RaBa

GABAH: Petani memanen padi di persawahan di wilayah Kecamatan Giri, Banyuwangi, kemarin.

LASUTLAY & PANE Wisma Keiai, 2nd Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav 3, Jakarta 10220

PENGUMUMAN Kepada semua pihak yang berkepentingan Kami bertindak untuk dan atas nama klien kami, INDOAUST MINING PTY LTD, INDOAUST MINING (BVI) LTD dan Tuan PAUL MICHAEL WILLIS, warga negara Australia yang untuk sementara berkediaman di Jakarta (selanjutnya disebut “Klien”). Sehubungan dengan Pengumuman yang dipublikasikan di sejumlah media massa di Indonesia oleh EMPEROR MINES LTD (selanjutnya disebut “Emperor”) pada tanggal 31 Agustus 2012 dan pada tanggal 4 September 2012, Klien kami hendak menyampaikan hal-hal sebagai berikut. 1)

Proyek Pertambangan Emas Tujuh Bukit di Kabupaten Banyuwangi (“Proyek Tujuh Bukit”) ditemukan dan diprakarsai oleh Klien kami. Klien kami mengundang Emperor untuk berpartisipasi pada Proyek Tujuh Bukit dan kemudian Klien kami bersama dengan Emperor dan PT Indo Multi Niaga menandatangani Alliance Agreement pada tanggal 19 Agustus 2007.

2)

Klien kami kemudian dipaksa untuk mengundurkan diri dari Proyek Tujuh Bukit dan melepaskan semua haknya dalam proyek tersebut secara tidak sah dan melawan hukum. Klien kami sedang mempersiapkan langkah-langkah hukum baik secara pidana maupun perdata terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam tindakan melawan hukum tersebut untuk melindungi haknya. Jakarta, 5 September 2012 KUASA HUKUM INDOAUST MINING PTY LTD, INDOAUST MINING (BVI) LTD dan Tuan PAUL MICHAEL WILLIS LASUTLAY & PANE Alexander Lay, ST, SH, LLM

Richard S. Lasut, SH, LL.M

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Benny Siswanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Pemasaran: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Setiono, Samsuri (Situbondo). Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/ SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/ mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300.  Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

 Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.



Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


27

Rabu 5 September 2012

SENGKETA LAHAN

ISTIMEWA

TEGANG: Suasana penguasaan lahan oleh Pemerintah Desa Bumiharjo kemarin.

Bumiharjo Kembali Bergolak GLENMORE - Konflik perebutan lahan sawah oleh Saminah dan Pemerintah Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore, masih terus berlangsung. Senin kemarin (3/9), puluhan orang yang diduga berasal dari Desa Bumiharjo mendadak menguasai sawah seluas 1,5 hektare yang sebelumnya sudah ditanami Saminah. Informasi yang berhasil dihimpun wartawan koran ini menyebutkan, puluhan warga Desa Bumiharjo itu datang ke sawah di Dusun Gunungsari, Desa Sumbergondo, sambil membawa mesin bajak.     Begitu sampai di lokasi, dengan pengawalan ketat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), mereka langsung menggarap lahan tersebut. Bahkan, dikabarkan sempat terjadi aksi pemukulan terhadap suami Saminah bernama Sahri yang diduga kuat dilakukan salah satu peserta penguasaan lahan tersebut.   Sayang, Kepala Desa Bumiharjo, Tupon, belum bisa dikonfirmasi terkait masalah tersebut. Saat wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi berusaha menghubunginya melalui HP, tidak ada respons darinya. Padahal, nada panggilan masuk terdengar. Begitu juga ketika wartawan koran ini konfirmasi via SMS, juga tidak dibalas. Kapolsek Glenmore, AKP Subardi, melalui Kanitreskrim Aiptu Abdul Karim membenarkan adanya dugaan penganiayaan tersebut. Sahri sudah   melapor ke Mapolsek Glenmore. “Lapornya kemarin sore, insyaallah besok mau kita panggil untuk kita periksa,” tandas Karim. (azi/c1/aif)

DPO CURANMOR

ABDUL AZIZ/RaBa

CUKUR RAMBUT: Orgil yang terjaring razia Satpol PP dirapikan di kantor Dinsosnakertrans Banyuwangi sebelum dikirim ke pusat rehabilitasi kemarin (4/9).

Sehari Dapat 25 Orgil GENTENG - Puluhan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banyuwangi dan Genteng melakukan razia terhadap orang gila yang berkeliaran di jalan raya Kota Genteng kemarin pagi. Razia yang dipimpin langsung Kepala Satpol PP Choirul Ustadi tersebut diawali dari pertigaan lampu merah Desa Genteng Wetan. Awal operasi, petugas langsung menggaruk seorang orgil pria yang berpakaian

compang-camping di utara pertigaan lampu merah Genteng Wetan. Saat digaruk petugas, orgil tersebut terbilang penurut. Dia sama sekali tidak meronta dan pasrah ketika Satpol PP menaikkannya ke atas truk. Usai menggaruk orgil di lampu merah, Satpol PP meneruskan razia ke arah barat menyusuri Jalan Raya Gajah Mada yang merupakan jantung Kota Genteng. Saat

melintasi Desa Genteng Kulon dan Setail, petugas juga merazia orgil yang berkeliaran, lalu menaikkannya ke atas bak truk. Hasilnya, khusus untuk razia di Kecamatan Genteng, petugas berhasil membawa tujuh orgil pria dan wanita. “Total hari ini ada 25 orgil yang kita tertibkan,” kata Choirul Ustadi. Kepala Dinsosnakertrans Iskandar Azis mengatakan, para orgil yang terjaring razia

langsung dirapikan. Di antaranya dicukur dan dimandikan. Menurut Iskandar, rencananya malam kemarin orgil tersebut dikirim ke sejumlah tempat untuk direhabilitasi. Pihak Dinsosnakertrans bekerjasama dengan Yayasan Gabriel di Muncar. “Namun, karena daya tamping Yayasan tersebut terbatas. Sebagian orgil kita kirim ke Lawang, Malang, dan Pasuruan,” pungkasnya. (azi/sgt/c1/aif)

Akibat Keterlambatan Penyerahan Kuitansi

ABDUL AZIZ/RaBa

KOMPAK: Para petinggi NU, Muhammadiyah, dan LDII, serta jajaran badan otonom masing-masing ormas Islam. Mereka terang-terangan mendukung penutupan lokalisasi PSK. ABDUL AZIS/RABA

EMPAT BULAN KABUR: Sudarsono diamankan di Mapolsek Siliragung, kemarin.

Turun Dari Bus Langsung Diborgol SILIRAGUNG - Apes menimpa Sudarsono, 36. Baru saja turun dari bus di Terminal Jajag, Kecamatan Gambiran, buron pencurian sepeda motor tersebut langsung ditangkap aparat Polsek Siliragung, malam kemarin. Usut punya usut, ternyata pria asal Dusun Tegalwagah, Desa Siliragung, Kecamatan Siliragung, itu baru saja pulang dari pelariannya selama empat bulan di Pulau Bali. Sejak empat bulan lalu, dia ditetapkan Polsek Siliragung sebagai daftar pencarian orang (DPO) kasus pencurian sepeda motor. “Tadi malam pukul 00.00, dia kita borgol saat baru turun dari bus,” kata Kapolsek Siliragung, AKP Subandi. Sekadar mengingatkan, empat bulan lalu petugas Polsek Siliragung menangkap Rudi Laksono, yang tak lain adalah anak Sudarsono. Lelaki berusia 19 tahun tersebut ditangkap karena kedapatan membawa sepeda motor milik Ego Nakula, tetangganya sendiri. Beberapa hari sebelumnya, Ego Nakula melapor ke Mapolsek Siliragung, karena baru saja kehilangan sepeda motor saat nonton pertunjukan musik dangdut di rumah warga yang punya hajat. Saat ditangkap polisi tersebut, Rudi Laksono mengaku bahwa motor yang dia bawa berasal dari bapaknya. “Setelah menangkap Rudi, kami mau menangkap bapaknya, tapi ternyata yang bersangkutan sudah kabur ke Bali,” tutur Kapolsek. Nah petang kemarin, polisi mendapat informasi bahwa Sudarsono, bermaksud pulang ke rumahnya, setelah empat bulan kabur. “Begitu dapat informasi, tadi malam dia kita sanggong di terminal, dan begitu turun dari bis, langsung kita tangkap,” tandasnya. (azi/aif)

Bentuk Forum Banyuwangi Bermartabat Anggotanya NU, Muhammadiyah, dan LDII SRONO - Dukungan organisasi massa (ormas) Islam Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah terhadap langkah Pemkab Banyuwangi dalam melakukan penutupan lokalisasi bukan isapan jempol belaka. Kemarin siang, kedua petinggi ormas Islam terbesar di Banyuwangi plus Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) melakukan pertemuan di Pondok Pesantren Bahrul Hidayah, Desa Parijatah Kulon, Kecamatan Srono, untuk membahas bentuk konkret

dukungan tersebut. Bahkan, dalam pertemuan di pesantren asuhan KH. Ali Maki Zaini tersebut, ketiga ormas Islam yang juga mengajak jajaran pengurus badan otonom (banom) masingmasing sepakat membentuk Forum Banyuwangi bermartabat (FBB). Penanggung jawab FBB adalah Ketua Tanfidziah Pengurus Cabang NU KH. Masykur Aly; Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah, H. Suhadak Asy’ary; dan Ketua Dewan Pembina LDII, Drs. Astro Junaidi. Koordinator lapangan terdiri atas jajaran pengurus banom masing-masing ormas Islam tersebut, yaitu Gerakan Pemuda Ansor, Pagar Nusa, Banser, Pemuda Mu-

hammadiyah, dan Pemuda LDII. Setelah melalui pertemuan beberapa jam, puluhan peserta akhirnya sepakat membuat pernyataan bersama untuk mendukung langkah Pemkab Banyuwangi dalam menutup lokalisasi. FBB menegaskan bahwa persoalan lokalisasi bukan hanya masalah agama, tapi juga masalah sosial. “Bahwa upaya penertiban dan penutupan lokalisasi adalah kewajiban syar’i,” tegas KH. Ali Maki Zaini yang memimpin pertemuan tersebut. FBB mendorong pemerintah sebagai pihak berwenang untuk segera menutup lokalisasi yang belum ditutup. Tetapi, juga harus menyiapkan solusi bagi para PSK. (azi/c1/aif)

SONGGON - Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPM-PD) Banyuwangi akhirnya buka suara terkait program plesterisasi yang dikeluhkan warga Desa Sumber Arum, Kecamatan Songgon. Keluhan tersebut terjadi lantaran pencairan dana kepada rumah tangga miskin (RTM) calon penerima bantuan tersebut lambat. Dalam rilis yang dikirim ke redaksi koran ini, Kepala BPM-PD Peni Handayani menjelaskan, molornya realisasi pencairan bantuan tersebut disebabkan keterlambatan penyerahan kuitansi penerimaan dana dari kegiatan plesterisasi oleh pihak calon penerima bantuan tahun anggaran 2011 kepada BPM-PD. Kuitansi yang merupakan salah satu persyaratan pencairan yang harus dipenuhi sesuai ketentuan pihak Bank Jatim tersebut baru diserahkan awal tahun 2012. Akibatnya, administrasi pencairan tidak dapat diproses lantaran sudah melampaui tahun anggaran. “Program plesterisasi tahun anggaran 2011 merupakan bantuan sosial kepada RTM dengan nominal Rp 1 juta per anggota masyarakat. Tiap anggota masyarakat yang menerima bantuan diwajibkan membuka rekening di Bank Jatim,” ujar Peni dalam rilis tersebut. Lebih lanjut Peni mengungkapkan, pencairan bantuan program serupa pada tahun anggaran 2012 yang jumlah bantuannya juga sebesar Rp 1 juta per RTM akan masuk ke rekening kas pemerintah desa.

Program plesterisasi tahun anggaran 2011 merupakan bantuan sosial kepada RTM dengan nominal Rp 1 juta per anggota masyarakat” Peni Handayani Kepala BPM-PD Banyuwangi

“Masyarakat penerima bantuan tidak perlu lagi membuka rekening. Pertanggungjawaban administrasi dan pelaksanaan sepenuhnya berada di tangan pemerintah desa,” pungkasnya. Seperti diberitakan pada tanggal 26 Agustus lalu, belasan warga Desa Sumber Arum, Kecamatan Songgon, mengaku belum menerima bantuan plesterisasi masing-masing senilai Rp 1 juta. Kepala Desa Sumber Arum, Supriyono mengakui, bantuan dana dari pemerintah itu memang belum cair. Belum cairnya bantuan tersebut lantaran terlambat mengajukan. ’’Memang belum cair. Karena kita terlambat mengajukan,’’ ungkapnya kala itu. Keterlambatan itu, kata dia, memang bukan tanpa alasan. Pengurusan sempat terbengkalai karena kondisi alam tidak menentun Baca Akibat...Hal 35


EKONOMI BISNIS

28

Rabu 5 September 2012

Bawa RaBa Family Card, Bang Hasyim Diskon GENTENG–Program RaBa Family Card, yang dibuat koran harian Jawa Pos Radar Banyuwangi untuk pelanggan koran, mendapat respons baik dari para pengusaha di Banyuwangi dan Situbondo. Sebanyak 38 usaha ikut adil dalam program tersebut. Bahkan, beberapa rumah sakit (RS) swasta di Kota Gandrung ikut berpartisipasi. Untuk ikut dalam program yang memanjakan pelanggan koran itu, cukup gampang syaratnya. Hanya dengan berlangganan koran selama enam bulan bayar di muka atau memasang iklan minimal Rp 10 juta, maka Anda akan memperoleh kartu RaBa Family Card. Keuntungannya, pemegang kartu bisa mendapatkan potongan harga 5 persen sampai 100 persen, bila berbelanja di toko atau berobat di RS yang ditempeli stiker RaBa Family Card. Salah satunya di Toko Mebel atau Swalayan Bang Hasyim yang ada di Jalan Temuguruh No. 42, Kecamatan Genteng. Pemiliknya, Habib Hasyim bin

GALIH COKRO/RaBa

PROMOSI: Reklame marak saat Lebaran, seperti di Ketapang, depan Stasiun Banyuwangi Baru ini.

Omzet Pajak Reklame Ramadan Melonjak BANYUWANGI-Momen bulan Ramadan dan Idul Fitri tidak hanya mendatangkan berkah bagi masyarakat dan pedagang. Tetapi juga mendongkrak pendapatan pemerintah daerah. Selama Ramadan dan Lebaran tahun 2012, penerimaan pajak reklame dan hiburan naik drastis dibandingkan hari-hari biasa. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Banyuwangi Suyanto Waspo Tando Wicaksana mengungkapkan, pendapatan khusus pajak reklame dan hiburan selama Ramadan dan Idul Fitri naik sekitar 40 persen lebih. Pada bulan Juli 2012 saja, penerimaan pajak reklame sudah mencapai sekitar Rp

300 juta lebih. Namun, angka penerimaan pada bulan Agustus, ungkap pejabat yang akrab dipanggil Yayan itu, angka persisnya masih dalam proses. Hingga 16 Agustus lalu, penerimaan sudah mencapai Rp 172 juta. “Setengah bulan saja, penerimaanya sektor pajak reklame sudah hampir Rp 200 juta,” sebutnya. Pada Januri hingga Mei 2012, lanjut Yayan, penerimaan pajak reklame dan hiburan hanya berkisar Rp 185 juta. Jumlah itu merupakan rata-rata penerimaan di luar bulan Ramadan dan Idul Fitri. Dijelaskan, penerimaan pajak reklame dan hiburan itu hanya yang berasal dari pajak spanduk, baliho, dan banner produk komersial. “Spanduk, baliho dan banner

yang sifatnya sosial tidak kena pungut pajak,” imbuhnya. Dalam peraturan yang berlaku saat ini, kata dia, spanduk, baliho, dan banner tidak dikenai pajak reklame dan hiburan. Pasalnya bersifat non komersial. Jika saja spanduk, baliho, dan banner sosial dikenai pajak, maka jumlah pendapatan asli daerah (PAD) akan jauh lebih besar. Selama Ramadan dan Idul Fitri, beberapa lokasi juga marak spanduk, baliho, dan banner non komersial. Bahkan, jumlah spanduk komersial dengan sosial hampir berimbang. “Tapi aturannya tidak memungkinkan untuk menarik pajak pada spanduk sosial,” pungkasnya. (afi/irw)

THOMY SILA / RaBa

RABA FAMILY CARD: Tunjukkan kartu di Toko Bang Hasyim langsung dapat potongan harga.

Alwi bin Ali Al-Haddar mengatakan, bagi pemegang kartu RaBa Family Card, pihaknya memberikan potongan harga 5 sampai 15 persen. ”Silakan

Sosialisasi Sertifikasi Benih Varietas Padi GAMBIRAN-Beras merupakan bahan pangan pokok bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Kestabilan stok beras sangat besar pengaruhnya terhadap kestabilan politik maupun ekonomi Indonesia. Upaya untuk meningkatkan produksi padi selama ini telah berhasil dilakukan, baik melalui Program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN), Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu, maupun berbagai inovasi teknologi. Namun kendala utama saat ini, petani belum mampu mengantisipasi perubahan iklim yang ekstrem. Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan Banyuwangi Ir. H. Ikrori Hudanto mengatakan bahwa komitmen penyediaan kebutuhan strategis tahun 2014 adalah surplus 10 juta ton beras. Untuk itu, Banyuwangi ikut mendukung pencapaian sasaran produksi beras Jawa Timur tahun 2012 sebanyak 13.978.973 ton. Selama ini dihadapkan pada berbagai perubahan dan perkembangan lingkungan yang sangat dina-

SOSIALISASI PERTANIAN: Para peserta sosialisasi diajak tinjau lapang langsung.

ISTIMEWA

mis, seperti dampak perubahan iklim, tekanan globalisasi dan terbatasnya sumberdaya lahan, air dan energi. Untuk itu, Pemkab bekerja sama dengan UPT Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan Provinsi Jawa Timur melaksanakan Sosialisasi Sertifikasi Benih Varietas Padi dalam rangka menghadapi dampak perubahan Iklim. Kemarin, bertempat di Kelompok Cempo Emas, Desa/Kecamatan Gambiran, dilaksanakan temu lapang dan tasyukuran. Acara itu sebagai tindak lanjut dari program Bupati Banyuwangi Abbdullah Azwar Anas, yang

telah membantu memfasilitasi semuanya. “Diharapkan dengan temu lapang tersebut, petani dan produsen benih dapat memahami dan menyaksikan sendiri, jenis varietas padi yang mana yang toleran terhadap dampak perubahan iklim,” harap Ikrori. Peserta temu lapang adalah petani, tokoh masyarakat, serta stakeholder. Mereka dapat menyaksikan 10 macam varietas padi, antara lain Bondoyudo, Towuti, Wayapuburu, IR 74, Situbagendit, Ciherang, Digul, WS3, WS5, dan WS6. “Masing-masing

varietas memiliki ketahanan hama penyakit yang berbeda terhadap dampak perubahan iklim,” tuturnya. Untuk itu, petani dianjurkan menanam padi dengan ganti varietas yang sesuai dengan spesifik lokasi, serta untuk menekan populasi hama dan penyakit. “Kepada para penyuluh diinstruksikan agar menjadi sahabat petani. Petani dibimbing untuk melaksanakan pergiliran varietas setiap musim yang sesuai dengan kondisi iklim ekstrem serta untuk meminimalkan serangan hama penyakit,” imbau Ikrori.(azi/adv/irw)

• Panther HiSporty ‘97 •

• Daihatsu Zebra PU ‘07 •

• Grand Livina ‘07 •

Dijual Panther Hi-Sporty ‘97, abu-abu silver, pajak baru, plat Banyuwangi, barang bagus, siap pakai, irit BBM, harga 73 juta (nego) Hub: 081217957660

Dijual Daihatsu S9I EFI Zebra (pick-up) tahun 2007 hitam, harga 57,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit,hubungi (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Dijual Nissan Grand Livina XVI tahun 2007, abu-abu metalik, harga 152,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Kijang Krista ‘04 •

• Mitsubishi Kuda ‘99 •

• Mits T120SS PU ‘10 •

Dijual Toyota Kijang Krista UF81 Grend Lux tahun 2004 silver metalik, harga 135 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hub: (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Mitsubishi Kuda VB 5W GLS tahun 1999 biru tua mut, harga 79,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit,hubungi (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Dijual Mitsubishi T120ss Pu 1.5FD (pick-up) tahun 2010 hitam, harga 72,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Kijang Grand Extra ‘94 •

• Panther Turbo ‘07 •

• Suzuki Grand Vitara ‘07 •

Dijual Kijang Grand Extra ‘94/bulan 12 Barang bagus, full audio, harga 76 juta (nego) Hub: 085232936987 (Supardi)

Dijual Panther IS Turbo tahun 2007 hitam, pajak baru, harga 175 juta nego, bisa cash/kredit atau tukar tambah, hubungi 082142194111 – 081335897888

Dijual Suzuki Grand Vitara JLX tahun 2007, harga 170 juta nego, bisa cash/ kredit atau tukar tambah, hubungi 082142194111 – 081335897888

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

DENPASAR

BANYUWANGI

• Jl. Pajajaran •

• Tanah + 2,4 Ha •

• Admin •

• Cellular World •

• Honda NF 125 ‘08 •

Dijual rumah SHM, LT 235/115m2, Jl. Pajajaran II/47, Hubungi: 085732321000

Tanah dipantai L + 2,4 Ha, sebelah slatan MBP Bulusan 1jt/m2. 081353027992

• Tanah SHM 2265m2 •

Djl Perum Dadapan Indah Blok E-7, Jl. Jmber KM8, L8x15, full bngnan, siap huni, 2200W. H: 085852936789 / 081249072777

Jual tanah SHM, LT 2265m2, strategis pinggir jalan Pantura Stb-Bwi. Serius hubungi 087757973796

Kesempatan berkarir di Bali, dibutuhkan, SPG/SPB, pendidikan min. SMU/ sederajat. Tinggi min 160cm dan 170cm, komunikatif, pendapatan Gaji + bonus + asuransi kesehatan. Plus Mess karyawan. CV lengkap kirim ke Cellular World, Jl. Teuku Umar no. 60 Denpasar Bali PO BOX 80114. Info lebih lanjut Hubungi: HRD (0361) 8522669

Dijual Honda NF 125 TRF, 2008, hrg nego, hitam. H: 085746809619 / 082330446520

• Perum Dadapan Indah •

Sebuah perusahaan membutuhkan segera Tenaga Admin, syarat: Wanita, lulusan SMA/sederajat, usia max. 25 th. Hubungi: 085236627246

• Jl. Dr. Soetomo • Dijual rumahpinggir jalan Jl. Dr. Soetomo 35 Bwi Luas 168m2. H: 081270281958

• Tanah 11x20m • D i j u a l t a n a h , 1 1 X 2 0 m K a l i p u r o, Banyuwangi. Harga jual 50 juta (nego). Lokasi strategis 50m dari Jln Raya (sebelah perum Kalipuro Asri). Hub Edi:081234989440/085859857994.

• Tanah 740m2 • BANYUWANGI

Dijual tanah LT 740m2 sebelah terminal Rogojampi harga 300 juta (nego) Hub. 081338333153, strtegis, mobil bs msuk

• CV Gracindo Centratama • Bth Markting, Sales Pnjualn, Sopir (SIM B2 Umum), Oprtor Prod (diutmkn STM jur Elktr/Lstrik) Lam ke: CV. Gracindo Centratama, Jl. Raya Jbr Bwi KM 7,5 Kedayunan - Kabat - Bwi. Telp (0333) 635423 - 635424

• Cellular World • Kesempatan berkarir di Bali, dibutuhkan, Cashier, pendidikan min SMK Akuntansi/ sederajat, umur max 27 tahun. Staff IT, pendidikan min D2 Teknik Informatika, Pria. Lamaran dikirimkan ke Cellular World, Jl. Teuku Umar no. 60 Denpasar Bali PO. BOX 80114. Info lebih lanjut hubungi: HRD (0361) 8522669

• Toko + Rumah Genteng • Djl Toko+rumah tkt2, full prabot, strtgs. Jl. Kembar Lt 310/490m2, uk. 10x31m, marmer, ksn jati, Tk Sriwijaya Jl. Gajahmada 274 Gtg-Bwi. H. Sugiarto 081233499888, 03170338181

BANYUWANGI

SITUBONDO

• STNK •

• Ruko & Tanah •

Hlg STNK Nopol P 5116 WT, an. Andri, Dsm Kunir RT02/01 Singojuruh, Bwi

Ruko + GD 3240 m2 Jl. Argopuro 15B Stb, Ruko 205 m2 & tnh 3360m2 dkt “ROYAL” Mrt. Tnh TG 25750m2 PNJKDL, samping sungai. Tnh 9600m2 Jl.Ry. Bwi KM 17 STB Arjasa. Tnh KP 10x20 (30jt) Jl. Ry Arjasa. H. 082333008871

Hlg STNK Nopol P 2031 YA, an. Widiyanto, Lingk. Tanjung RT02/01 Klatak, Kalipuro Hlg STNK Nopol P5830 V, an. Tomy Yudianto, Jl. Bima No. 1 Bwi. H: 03337708050

• BPKB • Hlg BPKB Yamaha Mio P 3884 VM ‘10, hijau, an. Sudiono, Gentengan RT00/02 Singonegaran Hlg BPKB Nopol P 9854 Y, an. Kantor Pembangunan Desa, Per. Kalirejo Permai Blok H 04 07/03 Kabat

pelanggan koran Jawa Pos Radar Banyuwangi untuk datang ke Toko Mebel atau Swalayan Bang Hasyim agar mendapatkan potongan har-

ga tersebut,” pesannya. Pria yang akrab disapa Bang Hasyim itu menambahkan, potongan harga itu disesuaikan dengan item-item barang yang dibeli. Baik itu berupa mebel, elektronik, atau produk fashion. Sedangkan produk mebel ditawarkan beberapa macam, mulai dari kursi santai, kursi makan, kursi tamu, rak hingga lemari pintu empat. Soal harga, Bang Hasyim mengaku, barang-barang tersebut dijual dengan harga murah. “Apalagi, sekarang ada cuci gudang untuk barang-barang mebel di tempat kami,” ungkap Bang Hasyim. Barang-barang mebel, seperti kursi tamu hanya ditawarkan di kisaran harga Rp1 juta hingga Rp 2 juta per set. Pembelian bisa dengan cara cash atau kredit. “Harga di sini dijamin paling murah,” jaminnya. Meski harganya murah, namun kualitas bisa dijamin. Kalau tidak percaya, Bang Hasyim mempersilakan untuk membuktikan dengan cara berbelanja.(adv/*/irw)

BANYUWANGI • Terapi Doa • Dengan ridho Allah terapi doa membantu anda menyembuhkan penyakit Diabetes, hipertensi, stroke jantung koroner, dll. Tidak terbukti, tidak bayar. Insya Allah. Hub: 081336740396

• Travel Tosa • Travel Tosa, Sbya/Juanda/Jember/Bwi. Hubungi: 0333 - 880029 / 081336252165

• Burung Lovebird • Jual burung Love Bird indukan, Jl. Ciliwung 5 Bwi, 085334845244 / 08883682043

• Jual Selep Beras •

PEMBERITAHUAN Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhati-hati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak ber tanggungjawab atas semua transaksi yang terjadi selain pemasangan iklan baris secara resmi di Radar Banyuwangi.

Djl cepat & murah Selep Beras LT2935m2, strategis, Hub: 081336596124, bisa nego


BALJEBOL

Rabu 5 September 2012

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

33

LUMAJANG

Warga Tiga Dusun Antre Air PDAM Parah, Kekeringan di Desa Jatiroto Lor JEMBER – Sudah sekitar setahun terakhir ratusan jeriken dijajar di pinggir jalan Desa Jatiroto Lor, Sumberbaru, Jember. Ratusan jeriken itu adalah milik warga setempat yang tengah menunggu tangki air PDAM. Warga di tiga dusun di desa tersebut selalu mengalami kekeringan pada musim kemarau. Setiap hari PDAM mengirim dua tangki air untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga setempat. Tiga dusun di desa itu dikenal sebagai daerah krisis air. Ketiga dusun itu adalah Dusun Darungan, Dusun Jatiko’ong, dan Dusun Klampokan. Dalam setahun terakhir tangkiairPDAMberkapasitas5ribuliterrutin menyambangi desa tersebut dua kali sehari. Bukan berarti tidak ada warga yang memiliki sumur. Tetapi, sumur-sumur warga di musim kemarau pasti kering. Menurut Rohmawati, bantuan air dari PDAM hanya digunakan untuk minum dan memasak. “Kalau mandi dan mencuci, kita ke sungai yang jaraknya cukup jauh. Sekitar satu hingga dua kilometer,” katanya, sambil menenteng dua jeriken kecil. Menurut Sudaya, kepala PDAM Cabang Tanggul, setiap hari PDAM menyuplai air bersih sebanyak dua tangki. “Kita suplai air setiap pagi dan sore dengan sistem bergantian. Hari ini di dusun A, misalnya, besoknya kita suplai ke dusun B,” katanya. Di Desa Jatiroto, lanjut dia, sebenarnya menyimpan sumber mata air yang cukup bagus. Namun, air tersebut baru

bisa dimanfaatkan dengan cara menggali sedalam 15 – 20 meter. “Masalahnya, sumber air itu ada di kedalaman 15 - 20 meter. Dengan kondisi seperti itu, untuk membuat sumur sedalam itu memakan biaya yang cukup banyak. Rp 1 juta saja mungkin kurang,” tuturnya. Sebenarnya, lanjut dia, beberapa tahun yang lalu Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Jember pernah memberikan bantuan pompa air untuk mengatasi krisis air bersih di desa tersebut. Namun, belum lama dioperasikan, pompa air itu rusak. “Sebenarnya kalau pompa air itu diperbaiki dan difungsikan kembali, jelas sangat membantu masyarakat yang kesulitan air bersih,” tandasnya. Jika kesulitan air bersih ini tidak segera diatasi, dia mengatakan, dampak bagi masyarakat kurang baik. Terlebih, biaya operasional untuk menyuplai air bersih cukup mahal. “Selama seminggu, biaya operasional truk tangki ini sekitar Rp 535 ribu. Itu belum termasuk biaya kerusakan seperti ban, rem, dan lainlainnya. Tinggal dikalikan saja. Sampai dengan hari ini (Senin, 4/9) kita sudah menyuplai air bersih setahun dua puluh hari,” jelasnya. (jum/c1/har/jpnn)

KRISIS AIR MENAHUN: Warga Dusun Klampokan, Desa Jatiroto Lor, Sumberbaru, dengan membawa bak dan jeriken hendak antre air bersih dari mobil tangki PDAM, Senin (3/9). JUMAI/RADAR JEMBER/JPN

BMKG

Gede Winasa Tuding Mantra Asal Bunyi

Ikut Rasakan Gempa JEMBER – Masyarakat Jember kemarin (4/9) dinihari harus terbangun dari tidurnya. Sebab, mereka ikut merasakan gempa yang terjadi di barat daya Banyuwangi sekitar pukul 01.23. Sepanjang kemarin, gempa terjadi dua kali dengan lokasi gempa kedua yang hampir sama dengan gempa pertama. Getaran akibat gempa pertama tidak hanya dirasakan oleh masyarakat yang ada di Jember, melainkan juga ikut dirasakan masyarakat di Lumajang. Khairunnisa Musari, warga Gambiran, Lumajang, menyatakan sebelum gempa terjadi dirinya tengah menggarap tanggungan pekerjaan. “Tadi saya nglembur dan merasakan ada goyangan. Saya pikir vertigo saya kambuh karena bergadang dan minum kopi agak banyak. Semoga Allah senantiasa menjaga kita, keluarga, dan seluruh masyarakat,” kata Khairunnisa, beberapa menit setelah terjadi gempa. I’im Fahmi, warga Jalan Bangka, Sumbersari, Jember, menyatakan dirinya juga terbangun dari tidur saat mendengar kaca di rumahnya bergetar. “Saya terbangun karena mendengar ada getaran di kaca. Setelah itu tidak bisa tidur lagi, khawatir ada gempa susulan,” ujarnya. Terpisah, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah melapor kepada Posko BNPB bahwa terjadi gempa dengan magnitude 6,5 skala richter (SR) pada pukul 01.23. (har/c1/jpnn)

ADA APA LAGI

RANGGA MAHARDIKA/RADAR JEMBER/JPN

TERLUKA PARAH: Tangisan kerabat Rifai, korban kecelakaan, langsung tumpah begitu mendapati korban yang sudah meninggal di kamar jenazah Puskesmas Kencong, kemarin.

Dihantam Satria, Pengendara Supra Tewas JEMBER - Kecelakaan menelan korban jiwa terjadi di jalan Raya Krangkengan Desa Ampelrejo, Jombang sekitar pukul 12.00 kemarin (4/9). Sepeda motor Honda Supra Nopol N 2797 YT dihantam Suzuki Satria FU Nopol P 6346 NA. Akibatnya, Rifai, 23, warga Dusun Gumukbanji 2 Desa/Kecamatan Kencong yang mengendarai Supra tewas setelah menjalani perawatan satu jam di puskesmas. ”Korban mengalami goncangan hebat di otaknya (gegar otak, Red), hingga mulut dan kupingnya mengeluarkan darah,” kata salah seorang tenaga medis dari Puskesmas Kencong yang mengakui kalau kondisi Rifai memang paling

parah di antara korban lainnya. Sementara Sudi, 54, tetangga Rifai yang kebetulan dibonceng korban mengalami luka dan harus menjalani perawatan di Puskesmas Kencong. Sudi mengalami patah tulang di kaki dan tangan kanan. Sedangkan Enggal Pramono, 20, pengendara Suzuki Satria FU asal Desa Pondokwaluh, Jombang harus dirujuk ke RSUD Lumajang karena mengalami gegar otak berat. Karena masih belum sadar, Enggal Pramono kabarnya dirujuk kembali ke RSD dr Soebandi Jember. Hingga saat ini, belum diketahui bagaimana kondisi terakhir korban. Berdasarkan keterangan Sudi,

saat ditemui di Puskesmas Kencong, kecelakaan itu terjadi saat dirinya dan Rifai, tengah melintas sepulang dari Tanggul. Tanpa tahu persis kejadiannya, tiba-tiba dari arah depan muncul Satria FU yang dikendarai Enggal Pramono melaju dengan kecepatan cukup kencang. “Saya duduk di belakang, jadi tidak tahu persis kenapa sampai terjadi tabrakan,” kata Sudi sembari menahan sakit akibat patah tulang kaki dan tangan. Menurut istri Sudi, sebelumnya suaminya dan Rifai berpamitan ke rumah Habib Sholeh di Tanggul, Jember untuk menghadiri sebuah acara. (ram/c1/wnp/jpnn)

Truk Kentang Tabrak Truk Cabai DONATUS OPENG/RADAR BALI/JPNN

PANIK: Kuda jantan yang terlepas sempat meresahkan warga Negara, sebelum akhirnya diamankan Satpol PP.

Kuda Liar Teror Warga NEGARA - Seekor kuda jantan yang terlepas. Pagi kemarin mondar-mandir sambil meringkik di Gedung TK Canang Sari, Negara. Sejumlah warga yang kebingungan langsung menelepon Satpol PP Jembrana untuk mengamankan kuda yang terlepas dan meresahkan warga sekitar tersebut. Menurut Ni Ketut Sumarni, 32, kuda tersebut sudah berada di halaman sekolah itu sejak pagi sekitar pukul 06.00. Kuda tersebut sepertinya kebingungan sehingga tidak bisa keluar dari halaman sekolah. “Untung saja anak-anak TK Canang Sari belum masuk sekolah sehingga tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar di sekolah mereka,” kata Sumarni, kemarin. Tempat belajar pendidikan usia dini (PAUD) yang terletak di bagian timur Pura Jagatnatha Jembrana ini berdampingan dengan Kantor PHDI Jembrana, serta sejumlah rumah makan. Rumah makan tersebut terletak di bagian depan sekolah. Akibatnya, sejumlah warga merasa terganggu dengan kehadiran kuda tersebut menelepon petugas Satpol PP Jembrana agar bisa mengamankan kuda yang terlepas itu. Sekitar pukul 09.00, enam personel Satpol PP Jembrana tiba di lokasi. Mereka berhasil mengamankan kuda yang terlepas dari ikatannya tersebut. (don/gup/jpnn)

SEMENTARA itu, dua kendaraan truk sarat muatan tabrakan di Jalan Raya Umum Desa Gambirono, tepatnya depan Jatian Perhutani Barat PT SUB, Kecamatan Bangsalsari, sekitar pukul 22.30, Senin kemarin (3/9). Yakni, antara truk pengangkut kentang dengan truk pengangkut cabai. Akibatnya, truk pengangkut kentang yang melaju dari arah barat terguling. Tak pelak, arus lalu lintas dari dua arah macet beberapa kilometer. Salah seorang sopir truk sempat terjepit di dalam kabin lalu dilarikan ke RSD dr Soebandi Jember. Sumber RJ menyebutkan, kecelakaan ini bermula saat truk Mitsubishi Nopol N 8226 UP yang dikemudikan Mulyo Sari, 40, warga Dusun Wonosejo, Desa Wonokerso, Kecamatan Sumber, Probolinggo, melaju dengan kecepatan tinggi dari arah barat menuju timur. Sementara, di depan truk bermuatan kentang, ada kendaraan Honda Jazz yang belum diketahui nomor polisinya. Menurut saksi mata, saat kejadian, posisi kedua kendaraan jaraknya sangat berdekatan. Sampai di TKP, truk bermuatan cabai nopol N 9949 UY yang dikemudikan Mistar, 53, warga Jalan Agus Salim, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, melaju juga dengan kecepatan

NEGARA - Permintaan IB Mantra, Bendesa Batuagung, Jembrana agar kontrak antara Yayasan Darma Sentana milik PHDI Jembrana dengan Yayasan Patria Usada yang mengelola Rumah Sakit Darma Sentana agar direvisi dituding asal bunyi (asbun). Sebab, kontrak tertanggal 24 November 1987 yang disebut Mantra adalah kontrak lama yang sudah diganti dengan kontrak baru. Hal itu dilontarkan oleh I Gede Winasa, pendiri sekaligus Pembina Yayasan Patria Usada. Kepada koran ini, Winasa mengatakan, kontrak antara Yayasan Darma Sentana dan Yayasan Patria Usada yang disebut IB Mantra tersebut adalah kontrak yang sudah tidak berlaku. Dalam kontrak yang lama dimana Yayasan Partia Usada belum terdaftar di Kementrian Hukum dan HAM itu memang disebutkan kalau RS Darma Sentana bersedia memberi 20 persen keuntungan kepada pihak pertama. Namun itu baru diberikan jika izin operasional RS Darma Sentana sudah keluar. “Dia

(Mantra) hanya membaca sepotong saja kontrak itu. Tapi sampai sekarang izin operasional belum keluar,” ujarnya. Menurut Winasa, Mantra juga keliru menggunakan kontrak yang lama itu sebagai dasar statemennya. Sebab kontrak tersebut juga sudah tidak berlaku lagi karena antara Yayasan Darma Sentana yang sekarang diketuai oleh I Wayan Lantera tersebut sudah ada kontrak baru dengan Yayasan Patria Usada yang sudah terdaftar dalam Kementrian Hukum dan HAM tahun 2009. Di mana dalam kontrak tersebut salah satu poinnya menyatakan Yayasan Patria Usada memberikan kontribusi kontrak kepada Yayasan Darma Sentana sebesar Rp 62 juta setiap lima tahun. “Jadi tidak ada hubunganya kontrak yang lama dengan yang baru. Itu (pemberian kontribusi kontrak) sudah dilaksanakan. Lantas kontrak yang mana mau direvisi?” tanyanya. Semestinya Mantra membaca dengan baik kontrak tersebut dan tidak hanya sepotongsepotong. (nom/jpnn)

RADAR BALI/JPNN

BANTUAN: Bupati Jembrana Putu Artha saat mengecek rehabilitasi jaringan irigasi tingkat usaha tani untuk sebelas subak.

Para Subak Minta Pemerintah Tanggap Debit Air Menurun Akibat Hutan Gundul

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

MUATAN TUMPAH: Kondisi truk pengangkut kentang yang terguling setelah tabrakan dengan truk pengangkut cabai.

tinggi dari arah berlawanan. Saat itu, truk cabai berusaha menyalip kendaraan di depannya. Begitu nyalip, pengemudi Honda Jazz kaget dan berusaha mengurangi kecepatan untuk menghindari tabrakan. Karena jarak terlalu dekat, secara spontan sopir truk yang mengangkut kentang di belakangnya, langsung banting setir ke arah kanan. Upaya itu berhasil menghindari tabrakan dengan mobil Jazz. Saat posisi truk kentang ke arah kanan,

truk cabai dari arah berlawanan malah mengarahkan setir ke kiri. Tabrakan pun tak terhindarkan. Akibat Kerasnya benturan, posisi truk kentang langsung terbalik hingga muatannya tumpah di jalan. Sementara, kondisi truk cabai, mengalami ringsek berat di bodi depan. Mistar, sopir truck cabai, sempat terjepit di dalam kabin kendaraan. Selang 15 menit kemudian, sopir nahas ini berhasil dievakuasi puluhan warga. (jum/c1/wnp/jpnn)

NEGARA- Kekeringan yang membuat subak-subak di Jembrana terpaksa membiarkan sawahnya nganggur memang akibat debit air di sungai semakin mengecil. Menyusutnya debit air itu lantaran hutan yang menjadi sumber air semakin gundul akibat penebangan liar dan pengawenan (alih fungsi). Menurunnya debit air bukan saja karena musim kemarau berkepanjangan, tetapi juga dipicu karena kerusakan hutan di Jembrana semakin parah. Dampaknya bagi subak seperti di subak Yehembang, Mendoyo terutama di wilayah Tegak Gede, Yehembang Kangin. Semestinya 300 hektare sawah di sana sudah mulai masa tanam Agustus lalu. Namun, lantaran debit air sangat kecil masa

tanam tidak bisa dilakukan sampai sekarang. “Air tidak ada bagimana mau nanam padi, ini karena hutan gundul,” ujar Dewa Murdika, 43, petani asal Banjar Bale Agung, Yehembang. Hutan perlu menjadi perhatian karena sangat berpengaruh bagikelangsungan subak. Wakil Kelian Subak Yehembang I Gede Suardika membenarkan penurunan debit air belakangan ini lantaran musim kemarau dan gundulnya hutan. Jika tidak segera dicarikan solusi jelas akan mengancam subak. “Saya tidak menuding satu pihak yang melakukan pengerusakan hutan, nanti itu justru akan menimbulkan konflik,” tandasnya. Terkait ada oknum yang menjadikan hutan sebagai lahan pertanian sulit dihapus. Pemerintah harus melakukan pendekatan kepada pengawen dengan memberi batasan-batasan. (nom/gup/jpnn)


34

Rabu 5 September 2012

Voli Banyuwangi Tantang Bondowoso Laga Perdana Volleyball Competition 2012

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

BUKA PELUANG: Bomber SMAN 1 Rogojampi, Imam Bandaniji (kanan), mencetak gol ke gawang MAN Bondowoso kemarin.

SMAN 1 Rogojampi ke Puncak Bekuk MAN Bondowoso 2-0 BANYUWANGI - Ambisi SMAN 1 Rogojampi lolos dari fase grup Liga Pendidikan Indonesia (LPI) regional Jawa Timur semakin terbuka. Dalam laga kedua yang dimainkan di Lapangan Jenggolo, Sidoarjo, kemarin (4/9), tim asuhan Nursamsi itu sukses mendulang tiga poin. Adalah tim MAN Bondowoso yang menjadi korban keangkeran skuad asal Rogojampi itu. Kemenangan 2-0 itu sekaligus mengatrol posisi SMAN 1 Rogojampi ke puncak klasemen sementara. Memainkan dua laga, anak-anak Rogojampi mengemas empat poin. Di posisi kedua dan ketiga adalah SMKN 5 Malang dan SMAN Ponggok, Blitar. Pada pertandingan kemarin, kedua tim bermain imbang 1-1. Turun dengan formasi komplet, SMAN 1

KLASEMEN SEMENTARA 1. SMAN 1 Rogojampi

2

1 0 0

3-1

4

2. SMKN 5 Malang

2

0 2 0

2-2

2

3. SMA Ponggok

2

0 2 0

2-2

2

4. SMAN Bondowoso

2

0 1 0

1-3

1

Laga Hari Ini SMAN 1 Rogojampi v SMAN Ponggok SMKN 5 Malang v SMAN Bondowoso

Rogojampi seolah tidak ingin kehilangan poin seperti laga pertama. SMAN 1 Rogojampi unggul lewat sontekan Imam Bandaniji. Lesakan golnya ke gawang MAN Bondowoso di menit-menit akhir sekaligus menambah golnya menjadi dua gol. Satu gol pertama disumbang Abdul Hadi yang menjaringkan bola di menit ke-60. Hasil tersebut secara matematis cukup membuka peluang SMAN 1 Rogojampi

ke babak kedua LPI Jawa Timur. Hanya dua tim, yakni SMKN 5 Malang dan SMAN Ponggok, yang bisa menjadi batu sandungan bagi tim asal Rogojampi tersebut. Di pertandingan terakhir kontra SMAN Ponggok, skuad asuhan Nursamsi hanya butuh hasil imbang. Namun, bila kenyataan di lapangan SMAN 1 Rogojampi kalah atas wakil Blitar tersebut, penentuan lolos akan ditentukan dari laga SMKN 5 Malang versus MAN Bondowoso. Kemenangan MAN Bondowoso di laga terakhir bisa menjadi bantuan untuk SMAN 1 Rogojampi lolos ke fase knock out. “Kami ingin lolos secara otomatis lewat kemenangan dan tidak ditentukan hasil pertandingan lain. Tidak ada kata lain, kami akan all out di pertandingan pemungkas nanti,” tegas Nursamsi. (nic/c1/als)

Dispora Tandingkan 11 Cabor POR Tingkat SD/MI BANYUWANGI - Gairah kegiatan dan even olahraga di Banyuwangi sedang tinggi-tingginya. Itu tampak dengan rencana Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menggelar pekan olahraga (POR) tingkat SD/MI dalam waktu dekat. Ada 11 cabang olahraga (cabor) yang akan ditandingkan dalam even yang diputar 12-14 November mendatang tersebut. Kesebelas cabor itu adalah atletik, bulu tangkis, bola voli, catur, panahan, pencak silat, renang, senam, sepak takraw, tenis meja, dan tenis lapangan. Semua akan dilaksanakan secara maraton dalam tiga hari.

Kabid Olahraga Dispora Banyuwangi, Sujoko mengatakan, even tersebut akan digelar dalam beberapa tahap. Pertama, pendaftaran peserta yang akan dibuka mulai 22 Oktober mendatang. Selanjutnya, seluruh calon peserta akan melewati mekanisme screening yang akan dijalankan mulai 6 November. “Even inti digebyar mulai 12 November dan dipusatkan di GOR Tawang Alun,” katanya. Kegiatan tersebut diharapkan bisa menjadi media pemantauan dan proyeksi calon atlet masa depan Banyuwangi. NIKLAAS ANDRIES/RaBa “Kegiatan ini akan kami sosialisasikan SIAP-SIAP: Dispora berencana menggelar POR lebih intens ke sekolah-sekolah lebih SD/MI bulan depan. Salah satu cabor yang awal,” bebernya. (nic/c1/als) dipertandingkan adalah tenis meja. ADVERTORIAL

Androvon Seharga Rp. 1,4 Juta SITUBONDO - Damai MMC Situbondo memasarkan produk baru dari GVON, yakni Androvon bertype 990. Androvon ini adalah seri terbaru berlayar 7” dengan high definition LCD. Serta, didukung juga dengan layarnya yang sudah capacitive. Layarnya yang capacitive ini membuat Androvon berkemampuan multi point touch, dan lebih peka ketika kita menyentuh layarnya. Processor dual core 1800/900mhz dengan OS Android 2.3 Ginger Bread –Style UI membuat Androvon 990 berjalan mulus, tanpa tersendat. Untuk kapasitas memori, tersedia dengan 4GB DDR3 nand Flash 4G. Tersedia juga dual kamera, kamera utama 2MP, dan VGA. Tersedia slot untuk lan connector dan analog TV. Dengan lan

connector yang tersedia, tentu dapat dimaksimalkan dengan koneksi speedy ataupun yang lainnya. Sedangkan, analog TV pun juga berfungsi baik. Fungsi mobile juga tetap terlengkapi. Karena tablet Androvon ini juga tersedia satu slot sim card. Dengan ini, konsumen masih bisa bertelepon dan kirim pesan. “Harga yang dipasarkan cukup murah, Androvon 990 ini hanya dilepas dengan harga Rp. 1,499 juta. Tidak hanya itu, pembeli juga akan mendapatkan Micro MMC 4GB dan satu kacamata 3D secara cuma-cuma,” tegas Irwan Hadi, owner Damai MMC Situbondo. Tertarik? Silakan kunjungi Damai MMC yang berada di YUSROH/RaBa Jalan Irian Jaya No 70 Situ- TERBARU: GVON Androvon 990 dengan layar yang jelas bondo. (adv/als) dan lebih peka. Bonus kacamata 3D.

Rehab Tak Ganggu Pelajaran PANJI – Enam ruang kelas di SD Muhammadiyah Panji yang mengalami rusak berat mendapat perhatian dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Situbondo. Tahun ini, lembaga pendudukan unggulan di Kota Santri itu dipilih untuk mendapat bantuan rehabilitasi dari APBN. Pengerjaan rehabilitasi di SD Muhammadiyah sudah mencapai 70 persen. Kini tinggal pemasangan kramik, plafon, pintu, jendela, dan pengecatan. “Insya Allah batas waktu pekerjaan yang diberikan pemerintah masih panjang. Kita optimistis pekerjaan rehab selesai 100 persen tepat waktu,” ungkap Kepala SD Muhammadiyah, Supriyadi. Diungkapkan, dari enam

SYAMSURI/RaBa

DIBIAYAI APBN: Kepala SD Muhammadiyah I Panji, Supriyadi (dua dari kanan), meninjau kegiatan rehabilitasi ruang kelas di sekolahnya kemarin.

kelas yang direhab, sekolah peraih danem tertinggi se Kabupaten Situbondo itu melakukan rehab total. Mulai gedung hingga kusen. Meski demikian, itu tak menganggu proses belajar mengajar. Aktivitas siswa tetap berjalan normal dan tidak pernah diliburkan. “Kelas IV dan V saja dimasukkan siang,

yaitu mulai jam 12.00-16.00. Siswa lainnya masuk pagi seperti biasa,” imbuhnya. Supriyadi menegaskan, bantuan rehab dari pemerintah sangat menunjang. Khususnya kepada siswa Muhammadiyah I Panji. Sebab, kenyamanan gedung juga akan sangat berpengaruh dan bermanfaat dalam

mensukseskan keberhasilan kegiatan belajar mengajar. Dari sanalah mutu pendidikan dan prestasi siswa akan dimulai. “Kami ucapkan terima kasih kepada Pemkab Situbondo, khususnya Dinas Pendidikan, yang ikut berupaya keras mendapatkan dana rehabilitasi dari Pemerintah Pusat. Sehingga, usai direhab nanti, sekolah ini akan lebih nyaman untuk ditempati. Siswa-siswi insya Allah akan tertunjang meraih prestasi lebih gemilang,” ujar Supriyadi. Diterangkan, dari enam ruang kelas yang direhab, nantinya empat ruang akan akan difungsikan sebagai ruang kelas siswa, ruang komputer dan gedung serba guna masingmasing satu ruang.. (pri/*/als)

BANYUWANGI - Kejuaraan bola voli bertajuk Djarum 76 Volleyball Competition 2012 akan ditabuh malam ini. Enam tim dari enam kabupaten di Jawa Timur, yakni Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Lumajang, dan Kabupaten Probolinggo, siap menunjukkan permainan terbaik di lapangan Taman Blambangan, Banyuwangi. Mereka akan memperebutkan dua tiket ke babak grand final. Pada pertandingan perdana yang akan dimulai pada pukul 20.00 malam ini, Banyuwangi ditantang Bondowoso. Di atas kertas, tim besutan Bambang Hermanto itu diunggulkan akan mampu memenangkan laga tersebut. Bermateri pemain sarat pengalaman, Bagus dkk diharapkan bisa tampil menghibur penonton sekaligus mendulang kemenangan. “Anak-anak sudah siap tampil. Mereka siap mempertontonkan permainan terbaik sekaligus memetik kemenangan di laga pertama,” tekad Bambang Hermanto, pelatih tim bola voli Banyuwangi. Di pertandingan kedua yang juga akan dimainkan malam ini, tim Lumajang akan berhadapan dengan Kabupaten Probolinggo. Besok malam (6/9), Banyuwangi akan menghadapi Lumajang pada pertandingan jam kedua. Pada laga jam pertama, juara bertahan Situbondo akan memulai upayanya mempertahankan mahkota juara yang diraihnya musim

BENNY SISWANTO/RaBa

TEMU TEKNIK: Peserta kejuaraan bola voli bertajuk Djarum 76 Volleyball Competition membahas peraturan pertandingan di Seblang Room Radar Banyuwangi kemarin.

lalu dengan menghadapi Kabupaten Probolinggo (selengkapnya lihat grafis). Koordinator pertandingan,

Benny Siswanto mengatakan, setiap tim boleh menggunakan pemain semiprofesional dan profesional. Namun, jumlah pemain profesional dibatasi maksimal 3 pemain. Para pemain yang berlaga harus berusia minimal 18 tahun dan maksimal 35 tahun. Sistem yang digunakan dalam kompetisi ini adalah sistem setengah kompetisi. “Formatnya the best three,” beber Benny. (nic/c1/als)

JADWAL PERTANDINGAN 5 September 6 September 7 September 8 September 9 September

Jam I Jam II Jam I Jam II Jam I Jam II Jam I Jam II Jam I Jam II

Banyuwangi v Bondowoso Lumajang v Kab.Probolinggo Situbondo v Kab.Probolinggo Banyuwangi v Lumajang Bondowoso v Lumajang Situbondo v Banyuwangi Lumajang v Situbondo Kab.Probolinggo v Bondowoso Kab.Probolinggo v Banyuwangi Bondowoso v Situbondo

KETERANGAN: Semua pertandingan dilaksanakan di Lapangan Taman Blambangan mulai pukul 20.00

Patok Hasil Maksimal Kejurnas Gojukai Bulan Depan

BANYUWANGI - Perguruan karate Gojukai Banyuwangi punya gawe besar dalam waktu dekat. Perguruan di bawah naungan Forki Banyuwangi itu tengah bersiap menatap kejuaraan nasional (kejurnas) bulan depan. Kegiatan internal tingkat nasional Gojukai tersebut akan dilaksanakan di Jakarta. Ketua sekaligus guru karate Gojukai, I Wayan Radita menga-

takan, untuk menghadapi even tersebut dia sudah memantau sejumlah anak didiknya. Mereka akan mendapat porsi dan prioritas bila lolos tampil di kejurnas nanti. “Kami sudah memiliki bayangan karateka yang tampil di ajang tersebut,” paparnya. Dalam ajang tersebut, Gojukai Banyuwangi tidak hanya ingin sekadar numpang lewat. Radita berani memasang target tinggi di ajang tersebut. Menilik pengalaman dua kali kejurnas, target yang dipatok Gojukai Banyuwangi itu cukup beralasan.

Tahun 2010 hingga 2011, perguruan berlambang kepalan tangan itu sukses membawa pulang sejumlah medali ke Banyuwangi. Inilah yang ingin kembali diulang Radita dalam hajatan kejurnas tahun ini. “Targetnya adalah prestasi,” ujarnya. Meski demikian, Radita menyebut, peluang meraih prestasi seperti tahun lalu memang tidak mudah. Calon lawan tentu memiliki kesiapan yang cukup. Meski demikian, dia yakin anak asuhnya akan memberikan perlawanan maksimal.(nic/c1/als)


BERITA UTAMA

Rabu 5 September 2012

35

HALAMAN SAMBUNGAN

Nasdem dan Gerindra Sudah Daftar ke KPU Tidak Berpotensi Gelombang Tsunami Sempat Turun selama Ramadan

n SEPEKAN...

Sambungan dari Hal 25

Kemungkinan, warga yang akan cerai itu mencoba bertahan selama puasa Ramadan. Baru setelah Lebaran, mereka

n PARPOL...

Sambungan dari Hal 25

Dari 1.600 KTA itu, KPU akan me lakukan verifikasi untuk memastikan apakah parpol itu benar-benar memiliki anggota minimal 1.000 orang. Jika hasil verifikasi jumlah anggotanya kurang dari 1.000 orang, maka parpol tersebut tidak dapat ditetapkan menjadi peserta Pemilu 2014.

“Karena itu, kita harapkan parpol tidak hanya menyerahkan 1000 KTA, tapi lebih dari jumlah itu,” kata Syamsul. Jika parpol hanya me nyerahkan seribu KTA, di khawatirkan tidak semua lo los verifikasi. Kalau hasil ve rifikasi keanggotaan parpol tersebut menunjukkan bahwa anggotanya kurang dari seribu orang, maka parpol tersebut harus melakukan perbaikan.

Jika menyerahkan lebih dari seribu KTA, lanjut Syam sul, par pol akan lebih aman dalam melengkapi data keanggotaannya. “Verifikasi ke anggotaan itu akan dilakukan setelah semua berkas di KPU di nyatakan lengkap,” katanya. Proses verifikasi faktual KTA akan dilakukan menggunakan sis tem sensus. Batas akhir pe nyerahan KTA adalah 7

September 2012 untuk parpol non parlemen. Parpol yang me miliki wakil di parlemen, ba tas akhir penyerahannya 29 September. Sementara itu, proses verifikasi akan dilakukan mulai 4 hingga 24 Oktober 2012. Pengumuman hasil verifikasi akan dilakukan 25 hingga 30 Oktober. “Perbaikan berkas verifikasi 31 hingga 7 November 2012,” kata Syamsul. (afi/c1/bay)

Setiap Peserta Dibantu Rp 350 Ribu n JUMLAH... Sambungan dari Hal 25

Namun, yang lolos hanya 150 orang. Sejumlah peserta yang lolos audisi itu akan ditambah peserta terbaik BEC tahun 2011 lalu. “Jumlah total peserta BEC 2012 mencapai 165 orang,” ungkap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, Suprayogi. Menurut Suprayogi, jumlah calon peserta audisi BEC kali ini sebenarnya lebih dari 250 orang. Namun, yang memenuhi syarat mengikuti audisi hanya 250 orang. Penetapan 150 peserta BEC itu sudah final. Mereka sudah diseleksi secara ketat oleh tim. Selain harus memiliki kemampuan, peserta juga harus sanggup mengikuti ketentuan yang ditetapkan pemkab. Tahun 2012, pemkab menetapkan tiga syarat mutlak sebagai

syarat lolos audisi. Per tama, peserta menyatakan sanggup menjadi duta wisata Banyuwangi. Kedua, peserta wajib mengikuti proses pendidikan yang dilaksanakan pe merin tah daerah sebelum BEC dilaksanakan. Ketiga, peserta menyatakan sanggup mem biayai sendiri seluruh kebutuhan kostum saat BEC dilaksanakan. “Itu merupakan syarat akhir setelah melalui proses seleksi pengetahuan dan bakat,” jelasnya. Calon yang menyatakan sanggup terhadap tiga syarat itu, dia akan diloloskan menjadi peserta BEC. Yang tidak sanggup, dengan sangat terpaksa digugurkan alias tidak lolos. “Sebanyak 150 orang yang lolos audisi itu sudah menyepakati tiga syarat itu. Itu dibuktikan dengan surat pernyataan yang diketahui orang tua masingmasing,” katanya.

Ratusan calon peserta BEC itu mendapat brifing dari tim pemkab di Pelinggihan Disbudpar Banyuwangi kemarin (4/9). Asisten Sekkab Bidang Administrasi Perekonomian dan Kesra, Suhartoyo, berke sempatan menyampaikan pembekalan pada ratusan calon duta wisata itu. Rencananya, calon peserta akan mengikuti pendidikan mulai 12 September 2012 mendatang. Selama mengikuti proses pendidikan, seluruh peserta akan dikarantina di Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan (BPPP) Kementerian Ke lautan dan Perikanan di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo. Mereka akan mengikuti pendidikan hingga 28 September 2012 mendatang. Dalam brifing itu, panitia menyampaikan beberapa fasilitas yang akan diterima pe-

serta selama mengikuti pendidikan. Pelaksanaan pendidikan peserta BEC 2012 jauh berbeda dengan peserta BEC tahun 2011. Tahun lalu, konsumsi yang diberikan kepada peserta hanya nasi kotak. Tahun 2012, semua peserta akan dimanjakan dengan makanan prasmanan. “Di ruang asrama selama pendidikan juga disediakan AC,” ujar seorang panitia. Tidak hanya itu, dana stimulus untuk menyediakan kostum juga jauh lebih besar. Tahun ini pemerintah daerah menyediakan dana stimulus Rp 350 ribu untuk tiap peserta. Peserta BEC 2011 lalu hanya di sediakan dana stimulus Rp 100 ribu per peserta. “Bantuan stimulus itu dianggarkan dalam PAK APBD 2012. Semoga dapat persetujuan DPRD,” harap Kadisbudpar Suprayogi. (afi/c1/bay)

Pelaku Kabur ke Arah Barat n PECAH... Sambungan dari Hal 25

Aksi pencurian yang disertai perusakan itu terjadi sekitar pu kul 15.30. Saat kejadian, korban yang berprofesi sebagai dok ter hewan ini datang ke Jalan Jagung Suprapto untuk mengobati hewan piaraan milik warga setempat. “Saat mobilnya

dijarah maling, korban sedang mengobati hewan piaraan warga,” jelas Aiptu Monip. Dalam keterangannya kepada polisi, korban baru tahu mobil Daihatsu Taruna miliknya diobok-obok maling ketika akan pulang. Ketika akan naik mobil, kaca samping bagian depan sudah pecah berantakan. “Tas di jok depan juga sudah tidak ada,”

kata Monip. Korban menyebut, tas yang dibawa kawanan maling itu isinya hanya kertas dan tidak ada yang berharga. Meski demikian, dalam laporannya, korban mengaku mengalami kerugian sebesar Rp 1 juta. “Kerugian sebesar itu merupakan kerugian akibat kaca mobil dipecah,” cetusnya. Berdasar informasi yang

berhasil dikumpulkan Jawa Pos Radar Banyuwangi, saat kejadian, di depan Stadion Diponegoro itu kondisinya sepi. Dua orang naik motor sempat mendekati mobil yang diparkir menghadap ke barat tersebut. “Orang yang mendekati mobil itu kabur ke barat,” terang salah seorang warga di sekitar lokasi kejadian. (abi/c1/bay)

DPRD-Dispenduk Beda Prediksi n SATU ... Sambungan dari Hal 25

“Kalau dikalkulasi, jika 24 kecamatan melakukan pere kaman sampai sisa waktu 45 hari tanpa libur, maka hasilnya mencapai 378 ri bu. Ditambahkan dengan pe rolehan saat ini (kemarin), jumlahnya hanya 1,3 juta. Itu berarti tidak semua wajib KTP melakukan perekaman data,” papar Khusnan.

Pesimisme itu seolah memen tahkan optimisme yang disampaikan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Pemkab Banyuwangi, Sudjani, sehari se belumnya (3/9). Sudjani menjelaskan, dari total wajib KTP di database siak sebesar 1,5 juta, jumlah riil di lapangan diprediksi hanya sekitar 1,1 juta lantaran 400 ribu penduduk ditengarai memiliki data ganda. Saat ditanya mengenai hal

itu, Khusnan berpendapat bahwa jumlah wajib KTP di Banyuwangi berkisar 1,4 juta jiwa. Angka sebanyak itu mengacu pada jumlah penduduk yang memiliki hak pilih pada Pemilihan Bupati (Pilbup) Banyuwangi tahun 2010 lalu. Pada Pilbub 2010, jumlah penduduk yang memiliki hak pilih mencapai 1,233 juta. “Pergeseran jumlah wajib KTP di database siak dengan jumlah riil di lapangan memang

mungkin saja terjadi. Tetapi, jumlahnya tidak sebesar itu (400 ribu penduduk). Paling hanya 100 ribu,” duganya. Dia menambahkan, se be nar nya Dispendukcapil sudah gen car melakukan sosialisasi ke pada masyarakat. Namun, se bagian penduduk masih be ranggapan KTP bukanlah se s uatu yang penting d i m i l i k i l a n t a ra n m e re k a tidak pernah meng gunakan KTP. (sgt/c1/bay)

Bersyukur dan Berbagi saat Lebaran n KETIKA... Sambungan dari Hal 26

‘Kantor’ tempatnya bertugas hanyalah gubuk tua yang berdiri dengan susah payah di atas empat tiang penyangga tanpa ada tembok ataupun anyaman bambu yang melindungi empat sisi luarnya. Sementara ‘gaji’ yang diterimanya adalah pemberian sukarela dari para pengguna jalan yang ‘berterimakasih’ kepadanya yang bekerja gigih tanpa pamrih. Pak Agus bukannya tidak pernah meminta kepada pihak KAI untuk memberinya fa si litas yang memadai demi menunjang kerjanya yang jauh dari sensasi. Namun, sepertinya

para pejabat itu terlalu ‘sibuk’ bahkan untuk sekedar mendengar permintaan Agus yang hanya tinggal di gubuk. Namun, tak sedikitpun tampak dari wajah pemain Ludruk dan Janger ini raut muka kecewa, apalagi putus asa. Dapat membantu sesama untuk sela mat di perjalanan adalah tu juan utamanya. Baginya, uang bukanlah segalanya, Money can’t buy you happiness (uang tidak dapat membeli kebahagian) yang dilontarkan Jessie J dalam salah satu lirik la gunya tampak nyata dari apa yang dilakukan Agus yang mengaku telah menekuni pekerjaan buka-tutup palang pintu perlintasan sejak lima

tahun silam. Barang tipis yang tak jarang berbau amis bernama uang itu telah terlalu sering menjadi ‘majikan’ yang memperbudak kebanyakan dari kita untuk jangan pernah berhenti membanting tulang belulang kita hanya untuk terus dan terus membeli barang-barang yang kebanyakan tidak terlalu kita butuhkan. Momen Lebaran merupakan contoh paling gamblang tentang betapa ‘patuh’nya kita untuk terus berbelanja barangbarang yang sebenarnya berada di luar kemampuan kita. Sudah selayaknya sekarang bagi kita untuk merenungkan kembali makna Lebaran bagi kehidupan sosial saat ini. Bersukur dan berbagi merupakan dua hal yang

fundamental dalam Lebaran. Bersukur dengan segala nikmat yang telah kita dapat dalam tahun ini. Termasuk bersyukur karena dapat berkumpul kembali dengan keluarga besar yang mungkin telah terpencar ke penjuru negeri, bahkan dunia. Namun tidak lupa untuk berbagi. Itulah sebabnya kita mempunyai tradisi untuk menyediakan makanan ringan untuk menyambut tamu-tamu yang datang ngelencer ke rumahrumah kita. (*) *) Penulis adalah warga Sumberjati, Dasri, Tegalsari, Banyuwangi. Saat ini sedang menempuh pendidikan S2 di UGM Jogjakarta.

Paling Mahal Bisa Habis Rp 15 Juta n BENTUK... Sambungan dari Hal 25

“Anggotanya sekitar 75 unit truk mini,” sebut Samsul yang juga menjabat kepala urusan (kaur) umum di kantor Desa Kumendung itu. Komunitas truk mini itu juga memiliki kegiatan rutin, yaitu keliling kampung setiap Sabtu malam. “Setiap malam Minggu, kita kumpul di kantor desa dan jalan-jalan bersama,” ujarnya. Jalan-jalan kampung tersebut selalu mendapat perhatian warga. Apalagi, setiap miniatur truk itu diberi berbagai aksesori menarik. “Diberi lampu seperti mobil asli, dan hampir semua truk dipasangi sound system,” ungkapnya. Aneka aksesori di miniatur truk tersebut membuat biaya pembuatan truk tersebut

semakin mahal. Tidak heran, membuat satu truk mini bisa menghabiskan anggaran hingga Rp 15 juta lebih. “Bila dihitung, saya habis Rp 15 juta lebih,” sebutnya. Truk milik Samsul ini berbahan kayu dan tripleks. Truk mini tersebut dipasangi roda dan cat seperti truk Fuso. Untuk membuat truk dan aksesori lampu sebenarnya hanya Rp 5,5 juta. “Yang mahal itu sound system, genset, dan proyektor beserta layar,” bebernya. Meski hanya berupa miniatur dengan ukuran kecil, tapi truk buatan Samsul itu bisa dinaiki orang dewasa. Bahkan, agar jalannya benar harus dikendalikan seorang sopir. “Cuma tidak ada mesinnya, sehingga kalau jalan harus didorong,” katanya. Tidak semua miniatur truk ini menghabiskan belasan juta rupiah. Ada pula

yang habis kurang dari Rp 10 juta. “Ratarata dengan aksesori habisnya sekitar Rp 10 juta. Semakin banyak aksesori ya semakin banyak biayanya,” sebut Husen, kepala Desa Kumendung, Kecamatan Muncar. Husen mengaku bangga dengan kreativitas warganya. Apalagi, komunitas miniatur truk tersebut membuat para remaja dan pemuda di desanya menyatu. “Setiap malam Minggu kita ajak kumpul-kumpul di kantor desa,” katanya. Kegiatan yang dilakukan dengan cara arak-arakan miniatur truk itu diharapkan bisa mengurangi angka kenakalan remaja. ‘’Daripada mereka cangkrukan dan sering menimbulkan perbuatan negatif, lebih baik kumpul bersama sambil bermain truk mini,” ujarnya. (c1/bay)

n SEHARI... Sambungan dari Hal 25

Gempa pertama berada di 301 Km arah barat daya Banyuwangi atau di titik koordinat 11,070 Lintang Selatan (LS) dan 114,000 Bujur Timur (BT). Gempa ke-

mendaftar ke PA. “Selama Ramadan jumlah yang mendaftar cerai sangat rendah,” ungkapnya. Selain daftar cerai, setelah Lebaran ini juga ada yang mengajukan permohonan nikah, tapi hanya sembilan orang. Pengajuan

nikah itu diajukan bagi pasangan yang salah satunya masih di bawah umur dan pasangan yang ingin meresmikan pernikahan. “Belum berumur 16 tahun akan nikah, harus mengajukan permohonan nikah,” cetusnya. (abi/c1/bay)

dua dengan kekuatan 5,4 SR berpusat di 20 Km dari pusat gempa pertama. Titik gempa kedua yang terjadi pada pukul 11.27 tersebut adalah 10,910 LS dan 114,000 BT. Meski diguncang dua gempa berkekuatan lumayan besar,

BMKG menyebut bahwa fenomena alam itu tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami. “Gempa tadi disebabkan tumbukan lempeng Australia dan lempeng Asia yang menjadi bagian banyak lempeng paling aktif di dunia,” bebernya. (nic/c1/bay)

Sudah Bikin Jadwal Kunjungan n NGIDAM... Sambungan dari Hal 25

Setelah sembilan tahun menetap di Kota Gandrung, perempuan kelahiran Surabaya 7 Februari 1988 ini ingin berkunjung ke kawah Gunung Ijen. Sejauh ini, kabar terkait kawah berbentuk kaldera terbesar di dunia itu baru dia dengar dari teman-temannya. Itulah yang membuat dia begitu

ingin melangkahkan kaki menuju puncak gunung tersebut. “Kalau naik ke pegunungan, seperti Ijen, aku sih belum pernah. Kalau melihat pemandangan dari atas ke bawah mungkin bisa lebih puas ya,” ujarnya. Selain ngidam berkunjung ke Kawah Ijen, Melly juga ingin mengunjungi beberapa objek wi sata lain di Banyuwangi. Dalam daftar kunjungannya,

dia sudah memasukkan nama Perkebunan Kali Klatak. Lalu, kapan rencana itu diwujudkan? Melly menggeleng tanda tidak tahu. Dia masih mencari momen yang pas untuk berwisata. Meski belum bisa berkunjung ke Ijen dan Perkebunan Kali Klatak, beberapa objek wisata lain, seperti Watudodol, Tamansuruh, dan Desa Wisata Using, sudah pernah dia singgahi. (nic/c1/bay)

Warga Bisa Menyadari n AKIBAT... Sambungan dari Hal 27

’’Kita setor syarat-syaratnya me mang terlambat, karena terbentur hujan,’’ katanya. Diakuinya, warga memang sudah membuka rekening di Bank Jatim beberapa bulan lalu. Namun, setelah membuka rekening, pihaknya menerima in formasi dari BPM bahwa syarat masih ada yang kurang. ’’Tapi, kita sudah mengajukan tahap kedua kira-kira dua bulan

lalu,’’ terangnya. Dia menjelaskan, memang ada sejumlah warga yang menanyakan tentang masalah tersebut. Namun, setelah diberi penjelasan, warga penerima bantuan itu menyadari. ’’Saya pernah didatangi warga yang tanya soal itu. Lalu, saya bilang memang belum cair,’’ terangnya. Bila cair, masih kata dia, pihaknya akan melakukan pertemuan dengan LPMD. Tujuannya, dana tersebut apakah langsung diberikan dalam ben-

tuk uang ataukah dalam bentuk bahan baku. ’’Nanti akan kita musyawarahkan. Yang jelas, pihak desa akan membantu warga,’’ tandasnya. Kades Supriono khawatir jika dana tersebut diberikan dalam bentuk uang tunai, maka tidak digunakan untuk plesterisasi. Nah, jika demikian maka pi haknya yang disalahkan. ’’Nanti SPJ kita bagaimana kalau ternyata uangnya habis tidak untuk plesterisasi,’’ pungkasnya. (sgt/c1/aif)

Ikat Leher Dengan Sarung n BUNUH... Sambungan dari Hal 36

Kontan, warga yang mendengar teriakan Mustamin berdatangan ke lokasi kejadian. Selanjutnya, warga langsung meng hubungi aparat Polsek Bungatan. “Kami tahu setelah mendengar teriakan Mustamin. Saat itu, kami langsung datang ke lokasi dan ada perwakilan warga yang lapor polisi,” kata Jaini, salah seorang warga sekitar. Setelah polisi melakukan olah

TKP, diduga kuat korban tewas karena bunuh diri. Namun, terkait penyebab korban bunuh diri hingga kini belum diketahui. Hanya saja, menurut warga sekitar, korban terlalu banyak masalah dan sering menyendiri. “Mungkin karena banyak masalah. Lagian korban jarang berkumpul dengan warga. Jadi, kami tidak tahu apa penyebab pastinya,” imbuh Jaini. Data yang berhasil di kum pulkan, korban bunuh diri menggunakan sarung miliknya.

Korban ditemukan menggantung di sebuah pohon yang tingginya sekitar tiga meter. Kasubag Humas Polres Situbondo, AKP Wahyudi, membe narkan kabar bunuh diri tersebut. Dikatakannya, setelah dilakukan olah TKP, ternyata hasilnya memang murni bunuh diri. “Saat ada laporan warga, pihak kami langsung ke lokasi dan olah TKP. Hasilnya, tidak ada dugaan pembunuhan. Korban memang bunuh diri,” tegas AKP Wahyudi. (mg1/c1/als)

Pekerja dari Desa Sebelah n WARGA... Sambungan dari Hal 36

Sebab, batu-batu yang terlihat tidak terbungkus semen, melainkan terbungkus tanah liat. “Bagaimana mau bagus, Pak, lha wong satu sak semen digunakan untuk tiga mesin molen. Ya hancur hasilnya. Lebih banyak campuran tanah daripada semen,” imbuh Mawardi. Mawardi tidak datang sendirian. Dia didampingi Sucipno, Suhadi,

Rossi, dan Eko, anggota DPRD dari dapil IV. Mereka ditemui sejumlah anggota Komisi III, di antaranya Andi Handoko, Kholis dan Abu Zairi. “Minggu depan kita pastikan turun ke lokasi,” terang Andi Handoko. Informasi yang dikumpulkan koran ini menyebutkan, pengerjaan PNPM di Dusun Gunung Malang, Desa Campoan, Mlandingan, sudah berlangsung dua bulan. Namun, sejak awal sejumlah warga sudah

mencium sejumlah keanehan, di antaranya tidak adanya papan nama kegiatan. Sehingga, warga tidak tahu informasi secara utuh terhadap proyek PNPM tersebut. Kejanggalan kedua, pengerjaan rabat jalan tidak pernah menggunakan batu koral. Para pekerja disuruh mencari sendiri batu di sungai. “Yang lebih aneh lagi, warga yang mengerjakan bukan warga Desa Campoan, melainkan warga desa lain,” ungkap Suhadi. (pri/c1/als)

BERKAT MINUM SUSU KAMBING MILKUMA, ASMA SAYA TIDAK PERNAH KAMBUH LAGI... JANGAN biarkan aktifitas Anda terhambat karena derita sesak nafas! Atasi segera dengan Milkuma, minuman serbuk susu kambing yang diproses secara alami, tanpa pemanis bu atan dan bahan pengawet. Ba han dasarnya adalah susu kambing peranakan ettawa segar dan Gula Aren. “Sejak 2 tahun yang lalu, saya mudah terserang sesak nafas, nafas jadi terasa berat dan badan mudah capek. Padahal, aktifitas saya sebagai pelajar kini mulai padat.” Terang Alesandro, warga Surabaya, Jawa Timur. “Untunglah sekarang saya tahu solusinya mengatasinya, yakni dengan minum Milkuma. 3 bulan setelah minum, kondisi saya membaik, sesak nafas sudah jarang kambuh. Saya pun sudah jarang ke dokter lagi seperti sebelumnya.” Ungkap remaja berusia 13 tahun tersebut. Karena merasakan manfaatnya secara langsung, sekarang Alesandro menyarankan orang lain untuk mencoba Milkuma, “Mari kita sehat bersama Milkuma.” Ajaknya. Pada penderita asma, penyempitan saluran pernafasan merupakan respon terhadap rangsangan yang pada paru-paru normal tidak akan mempengaruhi saluran pernafasan. Penyempitan ini dapat dipicu oleh berbagai rang sangan, seperti serbuk sari, debu, bulu binatang, asap, udara dingin dan olahraga. Sebenarnya, banyak masyarakat kita yang be lum mengetahui tentang manfaat yang terkandung dalam susu kambing. Berbeda dengan susu sapi, sesungguhnya susu kambing memiliki kandungan gizi yang lebih unggul, baik dari segi protein, energi, maupun lemak yang

mendekati air susu ibu (ASI). Selain mengandung Ri bo flavin, vitamin B yang penting un tuk produksi energi, susu kambing Milkuma pun jarang menyebabkan alergi sehingga aman, dan bermanfaat untuk penderita asma. Satu gelas susu kambing Milkuma memasok 20,0% dari nilai harian Riboflavin. Selain itu, mengkonsumsi Milkuma sebanyak 3 gelas sehari bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh dan meningkatkan vitalitas. Fluorine yang terdapat dalam susu kambing Milkuma bermanfaat sebagai antiseptik alami dan dapat membantu menekan pembiakan bakteri di dalam tubuh serta membantu pencernaan dan tidak menimbulkan dampak diare pada orang yang mengkonsumsinya. Selain diproses secara alami, pakan ternak yang diberikan pun organik, sehingga menghasilkan susu yang lebih sehat dan bermanfaat bagi kesehatan. Ditambah dengan kandungan Gula Aren bemutu tinggi sebagai pemanisnya, menjadikan Milkuma sebagai pilihan bijak untuk kesehatan. Untuk memperoleh hasil yang maksimal, terapkan pola hidup sehat seperti disiplin dalam pola makan, dan berolahraga, serta mengkonsumsi air putih paling sedikit 8 gelas/ hari. Dapatkan informasi lengkap tentang Milkuma di www.milkuma.com. Saat ini Anda bisa mendapatkan Milkuma di Apotek2 juga Toko Obat ter dekat dikota anda, atau hubungi, Jatim: 082120862055, Banyuwangi : 082141354607, Bangkalan: 082120862055, Sumenep: 082120862055, Situbondo : 082120862055. Depkes RI No.PIRT. 6.09.3328.01.395.


36

Rabu 5 September 2012

APA POLEH

Bunuh Diri Tergelantung di Pohon

Santri Keracunan Nasgor MANGARAN - Gara-gara makan nasi goreng (nasgor), dua santri Pondok Pesantren Syalafiyah, Tanjung Rejo, Desa Tanjung Glugur, Kecamatan Mangaran, keracunan siang kemarin (17/5). Akibatnya, dua santri bernama Yusron, 17, asal Jember, dan Edo, 16, asal Surabaya, harus mendapat perawatan intensif di RSUD Abdur Rahem, Situbondo. Keracunan itu diketahui setelah keduanya merasa mual-mual dan pusing saat pulang sekolah di Madrasah Aliyah (MA) Fathus Salafi desa setempat. Nah, pulang sekolah itu mereka pusing dan hampir jatuh dari sepeda motor yang ditumpangi. “Saat saya membonceng Yusron, tiba-tiba dia mual dan saat itu dia hampir jatuh dari motor. Akhirnya, saya mengantarnya ke rumah sakit,” ujar Faruk, teman korban, di RSUD Abdur Rachem, Situbondo, kemarin. Selain dua siswa tersebut, juga ada dua siswa lain yang bernama Farid dan Rosyid yang keracunan nasi goreng. Hanya saja, karena kondisi keduanya tidak terlalu parah, seperti Yusron dan Edo, mereka hanya dirawat di Puskesmas Mangaran. “Ada empat yang keracunan. Dua orang hanya dirawat di Puskesmas Mangaran,” imbuh Faruk. Sebelum bersekolah, empat siswa itu makan nasi goreng. Karena itulah, diduga kuat mereka keracunan nasi goreng tersebut. Menurut salah seorang anggota yayasan MA Fathus Salafi, Ali Imron, pihaknya tidak mengetahui secara pasti kejadian tersebut. “Kami sebelumnya tidak tahu. Kami baru tahu setelah mereka pusing dan mualmual,” kata Ali Imron.(mg1/c1/als)

NUR HARIRI/RaBa

DIRAWAT: Yusron, salah seorang siswa menjalani perawatan di RSUD Abdur Rahem, Situbondo, setelah keracunan nasi goreng kemarin (4/9).

BUNGATAN - Busri alias Pak Tahir, 35, warga Dusun Karanganyar, Desa Solowogo, Kecamatan Bungatan, Situbondo, ditemukan tewas menggelantung di pohon dekat rumahnya kemarin (4/9). Ceritanya, Mustamin, 40, tetangganya, sedang berjalan menuju sawahnya. Saat berada di dekat rumah korban, dirinya terkejut melihat tubuh Busri LANGKA: Sumber air yang muncul di bebatuan cadas di halaman rumah Ninghar, Desa Sumberkolak, kemarin (4/9).

DICAMPUR TANAH: Perwakilan masyarakat Desa Campoan, Kecamatan Mlandingan, membawa contoh jalan yang selesai dirabat ke DPRD Situbondo kemarin (4/9).

Heboh Sumber Air dari Batu Cadas PANARUKAN - Munculnya sumber air di dataran tinggi di Dusun Pariyaan Utara, Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Situbondo, menghebohkan warga Kota Santri kemarin (4/9). Padahal, di daerah tersebut dikenal sebagai daerah yang kerap mengalami kekeringan. Anehnya lagi, sumber air itu muncul di sela-sela cadas di dekat rumah warga bernama Ninghar. “Lihat saja sendiri, air muncul dari cadas. Padahal, sekarang masih musim kemarau. Di sini juga merupakan dataran tinggi,” ujar Ninghar Supriyadi, 42, warga yang halaman rumahnya muncul sumber air. Data yang berhasil dikumpulkan, kedalaman sumber air itu tidak sampai 10 centimeter (cm). Padahal, sumur warga sekitar sumber air itu rata-rata berkedalaman 17 meter. “Sumur yang ada kedalamannya 17 meter. Tapi sumber ini sangat dangkal. Saya sendiri sangat heran,” imbuh Ninghar. Menurut Ninghar, munculnya

sumber air dari sela-sela cadas itu baru kemarin (4/9). “Saya seminggu ini di rumah terus, dan baru hari ini (kemarin, Red) muncul sumber air itu,” paparnya. Hebatnya, sumber air itu muncul tidak hanya di satu titik, melainkan di beberapa titik. Akibatnya, meski air yang keluar tidak terlalu besar, tapi karena banyaknya sumber, air yang keluar menjadi meluber ke mana-mana. “Saya sudah beberapa kali membuat tandon untuk menghambat aliran air tersebut, tapi tetap saja meluber,” katanya. Kabar munculnya sumber air di cadas itu kontan membuat heboh warga sekitar, sehingga banyak warga yang berdatangan ke lokasi. “Mendengar kabar ada air di pegunungan, kami pun ingin tahu. Makanya, kami datang ke sini,” ujar Bu Mar, warga Dusun Krajan, Desa Sumberkolak. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo, secara resmi men-

EDY SUPRIYONO/RaBa

FAVORIT: Suasana nyaman sangat dirasakan anggota Tiara Kusuma dalam pertemuan rutin, Senin malam (3/9), di RM Nyonya Beng.

“Saya suka suasana romantis seperti ini. Saya awalnya jalanjalan mencari tempat untuk acara Tiara Kusuma. Saya tertarik saat melintas di Nyonya Beng karena banyak lampu lampion, ternyata di dalam tambah asyik. Kita tinggal pilih mau indoor, outdoor atau ruangan yang benar-benar privasi,” terang Hj.

Ipung, pengurus Tiara Kusuma. Ketua Tiara Kusuma, Novi Setiawati, mengaku sangat puas dengan sajian makanan maupun minuman yang ada di RM Nyonya Beng. “Makanannya nyaman, kita juga sangat terkesan dengan fasilitas dan penataannya. Saya kira ini yang pertama di Situbondo,” ungkapnya. (pri/adv/als) TERBAIK II : Kepala Disperindag Situbondo, Hj. Tutik Margiyanti, menerima piala dan penghargaan dari Gubernur Jatim, H. Soekarwo, di Gedung Grahadi. FOTO-FOTO: ISTIMEWA

Mimbaan Baru Juara II Pasar Tertib Ukur Tingkat Jatim SITUBONDO - Peran dan tugas Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Situbondo dalam membina para pedagang pasar tradisional membuahkan hasil. Hal ini terbukti dengan keberhasilan Pasar Mimbaan Baru, Kecamatan Panji, yang mendapat penghargaan sebagai juara terbaik II tingkat provinsi dalam lomba Pasar Tertib Ukur se-Jawa Timur tahun 2012. Ajang bergengsi pasar tradisional ini diikuti sebanyak 38 pasar tradisional di kabupaten/kota se-Jatim. Adapun kriteria penilaian lomba meliputi cap tanda tera ulang pada timbangan, ukur ulang terhadap barang-barang yang dibeli konsumen, cara penimbangan yang baik dan benar, serta barang yang ditimbang dalam keadaan baik dan bersih. Penilaian kriteria itu dilakukan oleh Lembaga Perlindungan Konsumen Surabaya (LPKS). Bupati Situbondo H. Dadang

 Baca Bunuh ...Hal 35

NUR HARIRI/RaBa

Terkesan Kuliner RM. Nyonya Beng PANJI – Tiara Kusuma, organisasi perias manten dan pengusaha salon di Kota Santri menggelar pertemuan rutin, Senin malam (3/9) lalu. Tempat yang dipilih adalah Rumah Makan (RM) Nyonya Beng di Jalan Basuki Rachmad, Mimbaan, Panji. Sedikitnya 20 anggota Tiara Kusuma berkumpul di tempat yang kini menjadi lokasi favorit warga Kota Santri maupun para pendatang dari luar kota dalam memilih rumah makan di kawasan Kota Santri tersebut. Tiara Kusuma memilih ruangan outdoor yang berada di halaman belakang. Tempat tersebut langsung berbatasan dengan area persawahan yang hanya dibatasi pagar bambu. Dominasi lampu lampion yang bergelantungan di dahan pohon begitu menambah kesyahduan suasana malam.

yang menggelantung di sebuah pohon dekat rumahnya. “Saat saya berjalan, saya melihat korban menggelantung di pohon itu,” ujar Mustamin. Mengetahui hal tersebut, Mustamin pun hendak menolong korban. Namun, kondisi korban ternyata sudah tidak bernyawa. “Saya terkejut, saya pun langsung berteriak,” ujarnya

Bupati Dadang Wigiarto

Wigiarto mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut membantu. Antara lain Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD) selaku pengelola pasar, Disperindag, serta UPT Kemetrologian Jember di Jember. Bupati Dadang juga mengucapkan penghargaan kepada para pedagang dan konsumen Pasar Mimbaan Baru yang telah ikut berpartisipasi. “Sehingga mendapatkan piala dan penghargaan untuk Kota Santri dari Gubernur H. Soekarwo, sebagai juara terbaik

II Pasar Tertib Ukur tahun 2012 ini,” ungkap Bupati Dadang. Ke depan, bupati berharap kepada pengelola, pedagang, dan konsumen pasar tradisonal lainnya untuk dapat meningkatkan sistem pelayanan yang prima. Khususnya dalam penggunaan alat ukur takar timbang dan perlengkapannya (UTTP). “Sehingga, lebih meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap para pedagang tradisional,” kata Bupati Dadang, seraya menambahkan, pihkanya juga berharap semua pedagang dan konsumen ikut memelihara kebersihan di lingkungan pasar. Selain meraih juara terbaik II Pasar Tertib Ukur tahun ini, pada tahun 2010 lalu, Situbondo juga pernah meraih juara terbaik III Pasar Tertib Ukur tingkat Provinsi Jawa Timur. Saat itu, pasar tradisional yang meraih juara adalah Pasar Sumber Kolak, Kecamatan Panarukan. (adv/als)

girimkan tim untuk melakukan survei terhadap fenomena alam tersebut. “Setelah mendengar ada sumber air di dekat permukiman warga, kami langsung mengirim tim ke lokasi,” ujar Herman Supeno, salah seorang anggota BPBD Situbondo. Dikatakannya, pihaknya akan melakukan penelitian, karena khawatir berpengaruh terhadap permukiman warga sekitar. “Sumber ini cukup aneh dan perlu dilakukan penelitian,” imbuhnya. Kepala Desa Sumberkolak, H. Sukarto mengatakan, fenomena alam itu baru sekali ini terjadi di wilayahnya. Atas kejadian tersebut, pihaknya meminta agar instansi yang berwenang segera melakukan penelitian. “Airnya sangat jernih, tapi kami khawatir mengandung campura n zat berbahaya. Makanya kami minta dilakukan penelitian dulu agar warga tidak langsung mengonsumsi air itu,” tegas Sukarto. (mg1/c1/als)

EDY SUPRIYONO/RaBa

Warga Campoan Wadul Komisi III Anggap Proyek PNPM Asal-asalan MLANDINGAN - Perwakilan masyarakat Desa Campoan, Kecamatan Mlandingan, siang kemarin (4/9) mendatangi gedung DPRD Situbondo. Mereka mengadukan pelaksanaan proyek PNPM di desanya yang dinilai asal-asalan.

Sebagai buktinya, mereka membawa contoh jalan yang selesai dirabat (diplester kasar). “Itu dipacul warga. Masak rabat seperti itu. Warga hampir bentrok dengan pekerja karena jengkel dengan hasil pengerjaan,” ungkap H. Mawardi, perwakilan masyarakat. Contoh jalan yang dirabat itu memang cukup aneh  Baca Warga...Hal 35


Radar Banyuwangi 5 September 2012