Issuu on Google+

SELASA 5 MARET

25

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2013

PERSIK

v PERSEWANGI

MATIKAN MAKOR! UJIAN KEDUA: Mohamed Lamine Fofana diharapkan mampu menahan gempuran pemain Persik Kediri di Stadion Brawijaya sore ini.

PERS

KEDIRI - Ancaman terbesar Persewangi ISL datang dari Oliver Makor. Laskar Blambangan pun akan memberi perhatian ekstra terhadap pemain asal Liberia tersebut. Dalam pertandingan lan jutkan kompetisi Divisi Uta ma Indonesia Super League (ISL) di Stadion Brawijaya, Kota Kediri (live TVOne pukul 15.00) sore ini, strategi khusus telah di siapkan demi meredam agresivitas para pemain Persik Kediri. Mengemas dua gol dari tiga laga yang dimainkan, Makor bisa dibilang luar biasa. Itu bisa menjadi momok bagi trio pertahanan Persewangi; Slamet Sampurno, Mohamed Lamine Fofana, dan Dekcy Rolias Sandra. Naluri pemain eks Persija Jakarta itu memang diakui jempolan. “Persik memang tim kuat dan solid, apalagi saat tampil di kandang sendiri. Kekuatan itu salah satunya ada pada diri Makor. Dia memiliki visi dan na luri bermain yang baik. Tapi kita sudah siapkan cara untuk meng hentikannya,” tegas

Bagong Iswahyudi, pelatih Persewangi. Menghadapi Persik Kediri yang diperkuat sejumlah pemain kawakan, Bagong dipastikan akan merombak skuad nya. Mengusung skema 4-32-1, Persewangi akan memaksimalkan Ikrom Syafii sebagai ujung tombak. Sebab, Heru Santoso hingga kini masih cedera. Sebagai penyuplai bola ke mantan punggawa Deltras Sidoarjo tersebut, Bagong akan menduetkan pemain veteran Jordi Kartiko dan Zaenal Ichwan di lini tengah. Sebagai penyeimbang lini tengah dan pertahanan, Nelson Chapparo Aguero yang sempat diparkir saat melawan Madiun Putra akan turun sebagai starter. Perannya pun cukup vital. Bagong memberikan instruksi khusus kepada pemain Paraguay itu agar mematikan pergerakan Oliver Makor. “Nelson punya fisik yang bagus. Dia juga mampu menutup gerakan lawan. Kami berharap itu bisa diwujudkan dalam laga nanti,” harapnya n  Baca Matikan...Hal 35

DIRI

KE RSIK

EWA

NGI

PE

Nilo S.

Tito P Satria DC

M. Fofana

Boy

Nelson C.

M Anshori

Jordi K.

Wahyudi

Hariyanto Slamet

Oliver Makor

Toure M.

Al-Hadji Agus Susanto

Rosi G.

Ikrom

Decky R.

FatchulIlya

Zaenal

Andik A

Fariz Aditama

St. Brawijaya Kediri

4

3 2

3

13

4 4

2

Kades Ditahan Kasus Prona Iri Kasus RSUD Genteng, Askab Ajukan Tahanan Kota BANYUWANGI - Satu lagi kepala desa (kades) di Banyu wangi harus merasakan pe ngapnya penjara. Kali ini dialami Misman, Kades Kedungwungu, Kecamatan Tegal dlimo. Misman ditahan penyidik Kejaksaan Negeri Banyuwangi karena disangka melakukan pungutan liar (pungli) dalam program Prona (Program Nasional Agraria). Misman kini dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIB Banyuwangi. Ka sus Kades Kedungwungu tersebut masuk kejaksaan atas laporan lembaga swadaya masyarakat (LSM) pada 2012 lalu. “Pak Misman kita tahan sejak Rabu (27/2),” ujar Kasi Pidsus Kejari Firmansyah yang dibenarkan Kasi Intelijen Yudi Istono n Baca Kades...Hal 35

DOK. RaBa

Kasus korupsi RSUD Genteng saja dikabulkan, masak yang nilainya cukup kecil tidak dikabulkan.” DJOKO PURNOMO Sekretaris Askab Banyuwangi

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

Diguyur Hujan, Jembatan Masmus Ambrol KALIPURO - Hujan deras dan angin kencang yang menyapu wilayah Kalipuro dan sekitarnya Minggu sore (3/3) kemarin menimbulkan kerusakan jauh lebih besar dibanding perkiraan awal. Betapa tidak, peristiwa alam yang berlangsung pukul 17.00 itu mengakibatkan puluhan rumah di Perumahan Kalipuro Asri rusak. Tidak hanya itu, tingginya debit air hujan juga mengakibatkan plengsengan Jembatan Masmus di Dusun Pekarangan, Desa Kelir, Kecamatan Kalipuro, ambrol. Tidak tanggung-

LAPAS

tanggung, luas plengsengan jembatan yang menghubungkan Kelurahan Kalipuro dan Desa Kelir yang ambrol mencapai 6x4 meter. Informasi yang berhasil dikumpulkan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi di lokasi kejadian menyebutkan, 23 rumahdiPerumahanKalipuroAsrirusak akibatterjanganangindengankecepatan ekstratinggi.Anginyangbertiupdariarah timur itu “menerbangkan” atap rumahrumah warga setempat. Camat Kalipuro, Nurhadi, melalui Se kretaris Kecamatan (Sekcam)

Saunan membenarkan kabar terkait kejadian tersebut. Dikatakan, angin kencang menyebabkan tiga rumah rusak berat. Sebanyak 20 rumah yang lain mengalami rusak ringan. “Mayoritas kerusakan terjadi di bagian atap. Banyak atap yang jatuh karena tersapu angin,” ujarnya kemarin (4/3). Dikatakan, selain mengakibatkan 23 rumah rusak, hujan deras yang disertai angin kencang Minggu sore itu juga menyebabkan plengsengan Jembatan Masmus ambrol n

Nelayan Hamili Protolan SMP

2

Bulan November 2012, Heri Purwoko menodai Saritem. Perbuatan tak terpuji dilakukan pukul 1 19.00 di rumah Heri Dusun Stoplas, Muncar.

Polisi akhirnya berhasil menangkap Heri. Sementara dua rekannya berinisial IQ dan DM masih dalam pencarian polisi.

Pada bulan Desember 2012, dia kembali menyetubuhi Saritem. Heri melakukan bersama 3 teman lain berinisial DM.

5

 Baca Diguyur...Hal 35

35 Persen Tahanan Pengguna Narkoba

Pada bulan yang sama, Heri melam piaskan nafsu bejatnya bersama temannya berinisial IQ di sebuah hotel di Muncar.

Rentatan kejadian itu mengakibatkan Saritem hamil tiga bulan. Merasa takut, Saritem, sempat 4 kabur ke Surabaya. GRAFIS: ZAKARIA/RaBa

BANYUWANGI - Tahanan overload ternyata tidak hanya terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banyuwangi. Hampir semua lapas dan rumah tahanan (rutan) di Indonesia mengalami hal serupa, yakni tidak mampu menampung tahanan dan narapidana (napi) n  Baca 35 Persen...Hal 35

LONGSOR: Plengsengan Jembatan Masmus di Dusun Pekarangan, Desa Kelir, Kecamatan Kalipuro, ambrol setelah digerus air.

Digilir Tiga Lelaki, Protolan SMP Hamil MUNCAR - Makin banyak saja daftar anak bawah umur yang menjadi korban asusila. Setelah seorang siswi madrasah di Rogojampi digilir dua pemuda, kasus serupa kini menimpa Saritem, 15, (nama samaran). Anak baru gede (ABG) asal Dusun Kalimati, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, itu menjadi korban kegana-

san nafsu bejat tiga pria. Salah satu pelaku bernama Heri Purwoko, 30, warga Dusun Stoplas, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar. Akibat perbuatan terkutuk Heri, Saritem kini dikabarkan hamil tiga bulan. Remaja yang hanya protolan SMP kelas IX itu kini hanya bisa meratapi nasibnya di rumah n  Baca Digilir...Hal 35

GALIH COKRO/RaBa

Kisah Pilu Masriyah, TKW asal Cluring yang Meninggal di Yunani

Empat Tahun Hidup di Penjara Gara-gara Dituduh Mencuri AGUS BAIHAQI/RaBa

WARGA BINAAN: Sugianto (kiri) memamerkan Alquran tulisan tangannya.

Launching Alquran Raksasa Karya Napi SEMENTARA itu, mushaf Alquran tulisan tangan Sugianto, 32, warga binaan lapas kelas IIB Banyuwangi, di-launching kemarin. Acara yang digelar di ruang pertemuan lapas itu dihadiri Direktur Jenderal (Dirjen) Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenhumham) RI, Muchamad Sueb n  Baca Launching...Hal 35

http://www.radarbanyuwangi.co.id

Satu lagi warga Banyuwangi yang bekerja sebagai tenaga kerja wanita (TKW) di luar negeri meninggal dunia. Dia adalah Masriyah, 33, warga Dusun/Desa Tampo, Kecamatan Cluring. TKW yang bekerja di Yunani itu meninggal di Brebes, Jawa Timur. Inilah kisahnya. ALI NURFATONI, Cluring MASRIYAH bekerja di Yunani dipicu masalah ekonomi. Dia ingin membahagiakan keluarganya. Sayang, keinginan mendulang uang di negeri orang justru berbuah petaka. Ibu satu anak itu meninggal dunia

saat perjalanan pulang ke kampung halaman. Pahlawan devisa itu berangkat ke Yunani pada Maret 2008. Sejak saat itu, perempuan kelahiran 2 Juni 1980 itu meninggalkan suami dan putri semata wayangnya yang masih sangat belia. Rencananya, dia bekerja di luar negeri selama lima tahun. Namun, hanya tiga bulan bekerja menjadi pembantu rumah tangga, dia sudah berurusan dengan hukum. Ibu kandung Nasiyah itu dituduh mencuri jam tangan majikannya. Atas kejadian itu, Masriyah diganjar kurungan lebih dari empat tahun. Ketika masih bekerja, istri Suko Prabowo, 34, itu pernah mengirim sejumlah uang. Terhitung, tiga kali Masriyah mentransfer uang ke keluarganya. Nilai total uang yang diterima keluarga mencapai Rp 45 juta.

35 persen tahanan pengguna narkoba Tidak salah kalau nanti ada pabrik sabu di penjara!

Satpol PP dapat 10 PSK dan pria hidung belang Jangan lupa catat nomor HP-nya!

ALI NURFATONI/RaBa

CARI KEADILAN: Hamdani (kiri) bersama Suko Prabowo dan Nasiyah menunjukkan dokumen penting milik Masriyah. Foto Masriyah (inset).

Uang tersebut dikirim tiga kali. Uang hasil menguras keringat itu dikirim setiap Masriyah menerima

gaji. ‘’Kirim tiga kali masing-masing Rp 15 juta n  Baca Empat...Hal 35

email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com

POLITIK

26

Selasa 5 Maret 2013

LEGISLATIF

Empat Jalan Steril Alat Peraga Kampanye

Sukidi Hampir Pasti Ganti Posisi Bagus BANYUWANGI - Satu kursi kosong di DPRD Banyuwangi pasca meninggalnya anggota dewan asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Bagus Sudarmaja, pada 11 Oktober 2012 lalu, tampaknya segera terisi. Sukidi, sesama kader partai berlambang kepala banteng moncong putih, dapat dipastikan akan menggantikan posisi alm Bagus di kursi legislatif Bumi Blambangan. Seperti diketahui, dalam pemilihan legislatif (pileg) 2009 lalu, Made Bagus Sudarmaja terpilih menjadi anggota DPRD Banyuwangi melalui daerah pemilihan (dapil) IV yang meliputi wilayah Kecamatan Gambiran, Bangorejo, Purwoharjo, Siliragung, Tegalsari, dan Pesanggaran. Pada pesta demokrasi lima tahunan tersebut, Sukidi juga maju dalam pertarungan memperebutkan kursi DPRD melalui dapil IV. Dapil IV dikenal sebagai lumbung suara bagi PDIP. Di daerah tersebut, PDIP berhasil mendulang suara dengan mendudukkan tiga kadernya di DPRD yakni Hermanto, Sugirah, dan Bagus Sudarmaja. Sedangkan, perolehan suara Sukidi berada pada peringkat keempat. Nah, belakangan nama Sukidi semakin mencuat ke permukaan untuk menggantikan posisi alm Bagus menyusul keluarnya rekomendasi dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) PDIP. Bahkan, setelah melakukan verifikasi, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi menetapkan Sukidi berhak menduduki kursi DPRD menggantikan posisi yang ditinggal sejawatnya sesama kader partai yang dipimpin Megawati Soekarno Putri tersebut. Ketua KPU Banyuwangi, Syamsul Arifin pun membenarkan hal itu. Dikatakan, pihaknya sudah melakukan verifikasi terkait proses pergantian antar waktu (PAW) alm Bagus Sudarmaja. Hasilnya, perolehan suara Sukidi tepat berada di bawah perolehan suara alm Bagus. “Kami menetapkan calon pengganti Bagus adalah Sukidi,” ujar Syamsul kemarin (4/3). Syamsul menambahkan, berkas PAW yang sebelumnya dikirim oleh pimpinan DPRD Banyuwangi sudah dikirim kembali kepada pihak DPRD. “Mekanismenya, dari DPRD, surat tersebut lantas disampaikan ke gubernur melalui bupati. Jika sudah ada persetujuan gubernur, PAW bisa dilakukan,” pungkasnya. (sgt/c1/als)

PERTANIAN

HELMI FOR RaBa

DAFTAR: Sejumlah orang mendaftar sebagai calon anggota PPK di KPU Banyuwangi kemarin (4/3).

Besok Tes Tulis Calon PPK BANYUWANGI - Pendaftaran calon anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2013 benar-benar banjir peminat. Hingga proses pendaftaran resmi ditutup pukul 16.00 kemarin (4/3), jumlah pendaftar yang menyerahkan berkas kelengkapan administrasi kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi mencapai 381 orang. Ketua KPU Banyuwangi, Syamsul Arifin mengatakan, pengumuman hasil seleksi administrasi akan dilakukan hari ini (5/3). Para pendaftar yang dinyatakan lolos seleksi administrasi tersebut langsung mengambil ID Card dan tata tertib pelaksanaan tes tulis di

kantor KPU, Jalan Agus Salim, Banyuwangi. “Tes tulis dilaksanakan Rabu besok (6/3) di Gedung Olah Raga (GOR) Tawang Alun Banyuwangi,” ujar Syamsul kemarin (4/3). Dikatakan, tes tulis tersebut akan dimulai sejak pukul 08.00 sampai selesai. Untuk mempermudah pengisian soal, maka seluruh peserta diimbau membawa alat tulis sendiri. “Kami berharap peserta membawa clip board (alas tulis) sendiri untuk mempermudah proses pengisian soal,” harapnya. Syamsul mengaku tidak mengetahui secara pasti apa materi yang akan diujikan kepada para peserta tes tulis tersebut.

Sebab, menurut dia, pihak yang membuat soal adalah KPU Provinsi Jatim. “(Rekrutmen anggota PPK) ini kan salah satu tahap persiapan Pilgub Jatim 2013. Jadi, domain pembuatan soal berada pada pihak KPU Provinsi Jatim,” papar mantan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi itu. Pengumuman hasil tes tulis dilakukan Kamis (7/3) dan Jumat (8/3) mendatang. Tahap selanjutnya adalah tes wawancara yang akan dilaksanakan Sabtu (9/3) sampai Senin (11/3). Pengumuman PPK terpilih dilakukan pada Kamis (14/3) mendatang. “Masingmasing PPK terdiri lima orang,” pungkas Syamsul. (sgt/c1/als)

SITUBONDO - Empat jalan utama di Kota Santri disepakati steril dari alat peraga partai dan alat peraga calon legislatif yang akan bertarung dalam pemilihan umum mendatang. Empat jalan tersebut adalah Jalan Ahmad Yani, Jalan Argopuro, Jalan PB. Sudirman, dan Jalan Diponegoro. Selain empat jalan utama itu, juga ada sejumlah tempat yang harus steril dari alat peraga, yakni kawasan alun-alun dan pertamanan, baik di wilayah kota maupun Besuki. “Radius 500 meter dari alun-alun harus steril,” ungkap Ketua KPU Situbondo, Baino Ali Imron. Kesepakatan tersebut tertuang dalam surat keputusan bersama (SKB) Komisi Pemilihan Umum (KPU), Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), pemkab, dan jajaran Muspida Kabupaten Situbondo, siang kemarin (4/3) di Kantor KPU Situbondo. “Jadi, alat peraga berupa banner, baliho, dan bendera, dilarang dipasang di jalan-jalan tersebut,” terang Baino. Dia menegaskan, alat peraga kampanye tidak hanya berupa visi-misi, tapi juga gambar parpol dan foto calon legis-

EDY SUPRIYONO/RaBa

Baino Ali Imron

latif. “Sebab, sejak tiga hari ditetapkan sebagai peserta pemilu, partai politik boleh berkampanye,” imbuh Baiono. Karena itu, tempat-tempat yang harus steril dari alat peraga harus cepat diputuskan. “Selain tempat yang telah disebutkan tadi, boleh dipasangi alat peraga, kecuali tempat ibadah, tempat pelayanan kesehatan, dan kantor pemerintahan. Sebab, berdasar undang-undang, tempat itu memang tak boleh ditempati,” jelas Baino. (pri/c1/als)

Pelamar Anggota PPK Tembus 262 Orang ABDUL AZIZ/RaBa

KECEWA: Ketua Gapoktan Saribumi Suyoto dan Kondang Suryaningrat menunjukkan beras yang ditolak Bulog kemarin.

Beras Ditolak Bulog, Gapoktan Kecewa GENTENG - Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Saribumi, Kecamatan Tegalsari, Suyoto, mengaku kecewa kepada kepala gudang Bulog Genteng. Sebab, beras sebanyak 24 ton yang dikirim ke Bulog Genteng ditolak kemarin. Mestinya, kata Suyoto, Bulog tidak boleh langsung menolak kiriman dari Gapoktan. “Paling tidak kan ada toleransi dan pembinaan yang diberikan Bulog kepada kami,” keluhnya. Suyoto menuturkan, sejak tanggal 1 Maret lalu Gapoktan yang dia pimpin telah melakukan kontrak kerja sama dengan Bulog untuk mengirim beras sebanyak 112,5 ton. Kemarin sore adalah kiriman pertama yang dilakukan Gapoktan Saribumi ke Bulog. “Tapi baru kirim pertama sudah ditolak,” tandas Suyoto saat berkunjung ke kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi biro Genteng kemarin. Sementara itu, kepala Dolog Banyuwangi, Raswan, ketika dikonfirmasi mengaku sudah mendengar terkait penolakan terhadap beras kiriman dari Gapoktan Saribumi itu. Menurutnya, alasan paling utama penolakan tersebut, karena menir (beras butiran pecah) sangat banyak sehingga tidak memenuhi standar. “Menir di beras yang dikirim itu sampai tujuh persen. Standar kita dua persen. Jadi, sangat jauh dari standar,” ungkap Raswan. Menanggapi keluhan tersebut, dirinya akan menemui Gapoktan Saribumi dan sejumlah Gapoktan lain yang memiliki kontrak kerja sama dengan Bulog. Tujuannya, memberi pembinaan kepada para Gapoktan tersebut terkait kualitas beras yang boleh dikirim. “Sebelum beras dikirim, mereka sudah tahu ketentuannya,” tandas Raswan. (azi/c1/aif)

SITUBONDO - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Situbondo menerima 262 formulir lamaran anggota Panitia Pelaksana Kecamatan (PPK) pemilihan umum (pemilu). Jumlah itu lebih sedikit dari formulir yang diambil sejak pendaftaran dibuka beberapa waktu lalu. Kasubag Teknis KPU Situbondo, Zainuddin Anis mengungkapkan, total formulir yang diambil peserta sebanyak 284 lembar. “Hingga pukul 16.00 (kemarin) yang mengembalikan hanya 262 orang,” terang Anis kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (4/3). Menurut dia, pihaknya langsung menyeleksi berkas lamaran tersebut. Sebab, pengumuman kelulusan administrasi akan dilakukan hari ini (5/3). “Misalnya, kita akan mencoret pelamar yang umurnya masih di bawah 25 tahun dan ijazahnya minimal tidak SMA.

Kita masih belum bisa memastikan berapa pelamar yang tak penuhi syarat administrasi,” papar pria berkacamata itu. Bagi pelamar yang dinyatakan lulus, kata dia, maka akan mengikuti tes tulis Rabu 6 Maret 2003 di Kampus Universitas Abdurachman Shaleh, Situbondo. Pelamar yang akan diterima adalah 85 orang, karena di tiap kecamatan dibutuhkan lima orang. (pri/c1/als)

EDY SUPRIYONO/RaBa

MINIMAL SMA: Dari 284 orang yang mengambil formulir, yang mengembalikan formulir hanya 262 orang.

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Benny Siswanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho, Mega Dwi P. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Windyah Sari. Pemasaran: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Samsuri (Situbondo). Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/ Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi

27

Selasa 5 Maret 2013

DITAHAN: Hadi Kriswanto mengangkat sepeda onthel di Mapolsek Cluring. Dia ditahan karena kedapatan mencuri sepeda onthel di Dusun Kerajan, Desa Benculuk, Kecamatan Cluring.

ALI NURFATONI/RaBa

Mabuk Miras, Gondol Sepeda Onthel CLURING - Hadi Kriswanto, 24, harus berurusan dengan polisi. Warga Kampung Ciut, Desa Sumberasri, Kecamatan Purwoharjo, itu tepergok mencuri sepeda onthel di Dusun Krajan, Desa Benculuk, Kecamatan Cluring. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Banyuwangi menyebutkan, pelaku mencuri sepeda onthel jenis sepeda mini merek Phoenix milik Siti, 24. Saat beraksi, sepeda tersebut

diparkir di depan rumah korban. Awalnya, pelaku mengendarai motor bersama temannya. Kemudian, dia turun di pertigaan Desa Benculuk. Dari situ, pelaku berniat menggunakan jasa ojek. Tapi hal itu tidak kesampaian, karena dia hanya membawa uang Rp 5 ribu. Beberapa saat kemudian, dia melihat sepeda onthel di depan halaman rumah warga. Niat jahat pun muncul.

Hadi ingin mencuri sepeda milik guru ngaji itu. Namun, aksi itu diketahui salah satu santri. Meski sempat lolos, tapi teriakan warga mengundang warga lain. Pelaku yang mengayuh sepeda ke arah Purwoharjo itu pun dikejar ramai-ramai. ‘’Pelaku tertangkap,” ungkap Kapolsek Cluring AKP Agung Setyabudi kemarin. Kapolsek menjelaskan, pelaku sudah diamankan. Setelah kejadian sekitar

pukul 19.30 Selasa lalu (26/2) hingga kemarin, pelaku masih ditahan. ‘’Kita sudah tetapkan dia sebagai tersangka. Barang buktinya sudah kita sita,” tandasnya. Diungkapkan, saat beraksi, pelaku di bawah pengaruh alkohol. Kata Agung, pengaruh minuman keras (miras) bisa menyebabkan orang berbuat nekat. ‘’Tersangka mabuk,” tandasnya. (ton/c1/aif )

Antusias Bertanya Proses Pembuatan Koran SMK 17 Agustus 1945 Tegaldlimo Kunjungi RaBa BANYUWANGI – Redaksi Jawa Pos Radar Banyuwangi kembali kedatangan tamu kemarin. Kali ini yang berkunjung adalah rombongan SMK 17 Agustus 1945 Tegaldlimo. Jumlahnya cukup besar, yakni 200 siswa-siswi. Rombongan diangkut empat bus. Mereka dari tiga program keahlian yang ada, yakni keuangan, tata niaga dan teknik komputer jaringan (TKR). Selama kunjungan, mereka didampingi guru pembimbing. ”Kunjungan kami ke Radar Banyuwangi untuk mengetahui secara langsung proses pembuatan koran,’’ ujar salah seorang guru pembimbing, Kasianto Idris. Selama kunjungan mereka mendapatkan penjelasan sep-

HELMI FOR RaBa

KUNJUNGAN: Rombongan siswa-siswi SMK1945 Tegaldlimo mendengarkan penjelasan seputar pembuatan koran dari tim Radar Banyuwangi.

utar pembuatan koran dari Redaktur Pelaksana (Redpel) Radar Banyuwangi Syaifuddin Mahmud dan layoter Ramada

Kusuma. Siswa begitu antusias mengajukan pertanyaaan seputar jurnalistik. Ada yang bertanya soal cara mencari berita, penu-

lisan judul berita, pemasaran koran, hingga iklan. ”Kami baru paham sekarang bagaimana proses pembuatan koran hingga

Lagi, Polhut Amankan 53 Batang Kayu Jati

ABDUL AZIZ/RaBa

PENGGEREBEKAN: Polhutmob Perhutani Banyuwangi Selatan saat mengamankan tumpukan kayu jati kemarin.

BANGOREJO - Anggota Polisi Hutan Mobil (Polhutmob) Perhutani Banyuwangi Selatan mengamankan 53 batang kayu jati ilegal dari pekarangan rumah Kholil, Dusun Pondoksuruh, Desa/Kecamatan Bangorejo, kemarin. Sayang, saat petugas melakukan penggerebekan, si empunya rumah sudah kabur. Diduga, operasi Polhutmob itu bocor lebih dulu. Tumpukan kayu jati ilegal itu

langsung diangkut petugas Polhutmob Perhutani Banyuwangi Selatan ke Tempat Penitipan Kayu (TPK) Gaul, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo. Komandan Regu (Danru) Polhutmob Perhutani Banyuwangi Selatan, Jaka Kasmari, membenarkan adanya operasi kayu jati di rumah Kholil tersebut. “Pelakunya masih kabur dan barang bukti sudah kita amankan di TPK Gaul,” ujarnya. (azi/c1/aif )

Tertangkap Gara-gara Dipatuk Burung GLENMORE - Ada-ada saja yang dilakukan FB, 15, dan SG, 15. Mereka adalah pencuri burung asal Dusun Terongan, Desa Kebunrejo, Kecamatan Kalibaru. Keduanya ditangkap warga setelah tangannya dipatuk burung cedet yang dicuri di rumah Sunarto, 53, warga Dusun Krajan, Desa Tegalharjo, Kecamatan Glenmore, kemarin sore. Ceritanya, pukul 13.00 keduanya datang ke Dusun Krajan, Desa Tegalharjo, dengan maksud bertamu ke rumah temannya bernama Suhar. Sesampai di rumah Suhar, ternyata yang bersangkutan tak ada di tempat. Saat bersamaan, kedua pelaku mendengar burung cedet berkicau dari rumah tetangga Suhar, yakni Sunarto. Kicau burung tersebut membuat keduanya tergiur. Tanpa

ABDUL AZIZ/RaBa

CURI BURUNG: FB saat menjalani pemeriksaan di Mapolsek Glenmore kemarin.

banyak ngomong, mereka langsung menurunkan sangkar burung itu dari tempatnya. “Setelah

itu, burungnya diambil dan sangkarnya dikembalikan ke tempat semula,” kata Kapolsek

Glenmore AKP Subardi melalui Kanitreskrim Ipda Abdullah Sajad. Burung tersebut langsung dipegang FB dan dimasukkan ke dalam kaus. Namun, hewan tersebut justru marah dan mematuk tangan pelaku. Tak kuat lantaran terus dipatuk, FB langsung melepas burung cedet tersebut. “Ketika burung tersebut dilepas, ada warga yang tahu. Kemudian, bersama warga lain, mereka ditangkap ramai-ramai,” ceritanya. Beruntung, tak lama kemudian polisi datang ke tempat kejadian perkara (TKP). Mereka langsung dijebloskan ke penjara Mapolsek Glenmore. Kedua pelaku dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian disertai pemberatan. ”Ancaman hukumannya maksimal tujuan tahun penjara,” kata Sajad. (azi/c1/aif)

proses cetaknya,’’ ujar seorang siswi SMK 1945 Tegaldlimo. Salah seorang pembimbing Budi Purwaningsih menuturkan, sepulang dari Radar Banyuwangi rombongan melanjutkan studi wisata ke pabrik kertas Basuki Rahmat dan Desa Wisata Osing (DWU). Menurut Purwaningsih, dipilihnya Radar Banyuwangi sebagai tujuan kunjungan karena siswa ingin melihat langsung proses pembuatan koran. ”Dengan begitu siswa akan mudah diajak untuk menumbuhkembangkan C3. Competition, creativity, dan community, sesuai dengan visi sekolah yang ada,’’ kata Purwaningsih. Sekedar tahu, SMK 17 Agustus 1945 Tegaldlimo yang memiliki beberapa koleksi juara. Diantaraya juara II LPI tahun 2012, juara II lomba tari tingkat kecamatan Tegaldlimo, dan juga juara II pidato Bahasa Inggris. (adv)

Mogok Berakhir, Pelayanan Buka Lagi Penyidik Periksa 13 Orang Kasus Cantuk SINGOJURUH - Aksi tutup kantor Desa Cantuk, Kecamatan Singojuruh, sudah berakhir. Kemarin, perangkat desa setempat sudah mulai ngantor dan melayani masyarakat. Meski begitu, kepala desa setempat, Masbudi, masih absen lantaran sakit. Tiga pilar kecamatan setempat mengunjungi kantor desa tersebut siang kemarin. Mereka melihat aksi boikot para perangkat desa selama sepekan sudah tidak ada. ‘’Alhamdulillah sudah buka lagi,’’ ujar Camat Singojuruh, Nanik Machrufi, saat meninjau kantor desa kemarin. Dia menginginkan aksi mogok ngantor itu tidak terulang. Artinya, aksi masal itu diharapkan yang terakhir. ‘’Pelayanan masyarakat harus diutamakan,’’ ungkap pejabat berkacamata itu. Menurut dia, beberapa insiden yang terjadi Minggu lalu (24/3) jangan sampai mengorbankan masyarakat. Sebab, persoalan hukum sudah ada yang menangani. ‘’Proses hukum masih terus jalan. Pak Kapolsek sudah menangani,’’ tandasnya. Kapolsek Singojuruh AKP Maspud menegaskan, proses hukum

atas insiden yang terjadi di kantor desa sepekan lalu masih jalan terus. Proses penyidikan masih berlangsung. ‘’Sudah tiga belas orang yang kita mintai keterangan,’’ kata Maspud kemarin. Saat ditanya apakah sudah ada tersangka, Maspud mengaku masih mengumpulkan keterangan. Penyidik belum menetapkan satu pun tersangka. ‘’Masih belum,” tandas mantan Kanitpatroli Satlantas Polres Banyuwangi itu. Sementara itu, seiring bukanya kantor desa, warga banyak yang datang untuk mengurus administrasi. Selain itu, beras raskin dari Bulog juga sudah tiba di kantor desa kemarin. Diberitakan sebelumnya, situasi keamanan di Desa Cantuk, Kecamatan Singojuruh, mencekam. Kondisi itu merupakan buntut aksi ratusan warga yang merusak kantor desa pada Minggu (24/2). Kondisi yang tidak kondusif itu menyebabkan perangkat desa tidak ngantor sementara. Praktis, kantor Desa Cantuk sepi dari aktivitas pelayanan. Perangkat desa enggan ngantor karena takut diintimidasi warga. Mereka sengaja mogok ngantor lantaran trauma atas peristiwa yang terjadi Minggu siang (24/2). (ton/c1/aif)

ALI NURFATONI/RaBa

PELAYANAN NORMAL: Dua perangkat desa melayani warga yang sedang mengurus surat di kantor Desa Cantuk, Singojuruh, kemarin.

KESEHATAN

28

Boneka Unyil Hibur Posyandu SRONO-Ada yang baru dari pelayanan di Taman Posyandu Anggrek 1, Dusun Plembangrejo, Desa Wonosobo, Kecamatan Srono. Yang menarik, pelayanan diwarnai acara sandiwara yang menggunakan media boneka mirip Unyil. Inovasi itu sudah mulai dirintis sejak Senin, 4 Februari 2013. Sandiwara bertema kebersihan diri itu sangat pas dengan pengunjung yang hadir. Pengunjung posyandu terdiri dari ibu-ibu, balita, dan anak-anak PAUD Mawar. Mereka tampak menikmati acara tersebut. Anak-anak tampak sering tertawa bila ada adegan lucu. Boneka Unyil dimainkan oleh Sumini, AmdKeb, bidan Puskesmas Wonosobo. Taman Posyandu ini menggunakan media boneka untuk penyuluhan adalah agar anak anak tertarik untuk datang ke Posyandu. “Materi penyuluhan menjadi lebih mudah diterima oleh anak-anak PAUD,” kata Mujito, SKM, MMKes kepala Puskesmas Wonosobo. Ke depan, Mujito berharap, anak-anak PAUD ikut berperan serta untuk memerankan sandiwara tersebut. Tetunya bekerja sama dengan pembimbing mereka. Dengan berperan serta, mereka akan ikut merasa ikut memiliki Taman Posyandu itu. “Kami berharap, mereka menjadi anak anak

Selasa 5 Maret 2013

Sulap Lapangan Untuk Opname Dandim Situbondo Kunjungi Pasien

PKMS WONOSOBO FOR RaBa

KREATIF: Bidan Sumini memainkan alat peraga boneka unyil di hadapan siswa PAUD Mawar di Taman Posyandu Anggrek 1 Dusun Plembangrejo, Desa Wonosobo, Kecamatan Srono.

yang TOKCer,” imbuhnya. Posyandu yang tepat berada di depan rumah Totok Hardiyanto, Dusun Plembangrejo tersebut adalah salah satu Taman posyandu yang berada dalam binaan Puskesmas Wonosobo. Kader yang melayani di Taman Posyandu tersebut adalah masyarakat sekitar. Ada Sri Hayati dan Semi Hartatik, bahkan para guru PAUD Mawar, seperti Maspupah, Kasmiyatun, SPd, dan Ny. Galih, serta para guru lain. Yuyun Rudihartini, SPd, istri Kepala Desa Wonosobo ikut melayani pengunjung yang hadir. Selain pagelaran unyil tersebut, seperti biasa Taman

Posyandu juga melayani ibu hamil, imunisasi pada balita dan pemeriksaan tumbuh kembang anak balita maupun para siswa PAUD. Ada juga pemberian makanan tambahan. Selain itu tampak pula pemeriksaan gigi oleh drg. Rusydi. Anak anak yang sakit gigi dan perlu pemeriksaan, serta pengobatan lebih lanjut dianjurkan ke Puskesmas Wonosobo di mana drg. Rusydi bekerja. Kegiatan dimulai dengan senam bersama untuk anakanak PAUD dan dilanjutkan kegiatan lainnya. Anak-anak PAUD terlihat sangat senang dan menikmati kegiatan tersebut. (*/irw)

JEMBER-Dandim 0823 Situbondo Letkol. Arm Soegeng Riadi mengunjungi pasien pasca operasi katarak di Rumah Sakit (RS) Bina Sehat Jember, Minggu (3/3). Kunjungan itu dilakukan di RS Lapangan yang sengaja didirikan oleh TNI untuk mendukung selama kegiatan “Aksi Kemanusiaan Operasi Gratis 1000 Dhuafa” itu berlangsung. Dandim 0823 Situbondo sempat melakukan komunikasi dengan beberapa peserta, yang saat itu telah menjalani operasi katarak. Komunikasi sengaja dilakukan, selain untuk mengetahui kondisi terakhir peserta setelah operasi, juga untuk memberikan dukungan psikis kepada pasien. Fadli Mukhsin, 59, peserta operasi katarak asal Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember ketika ditanya Dandim Situbondo mengaku sekarang lega. Pasalnya, dia sudah dioperasi dan harapannya penglihatannya dapat lebih baik dari sebelumnya. “Sebelumnya mata saya tidak bisa melihat sama sekali, namun setelah dioperasi kini sudah bisa melihat cahaya lampu,” tutur Fadli kepada Dandim. Saat ditanya kenapa tidak segera melakukan operasi,

RSAH For RaBa

INTERAKSI : Dandim Situbondo saat mengunjungi pasien pasca operasi di RS Lapangan halaman parkir RS Bina Sehat Jember.

meski tahu matanya tidak bisa melihat, Fadli menjawab, karena tidak ada biaya. Jadi, selama ini dia hanya pasrah pada keadaan yang ada. “Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, sehingga saya bisa operasi katarak gratis,” ungkapnya dengan penuh haru di RS Lapangan. Sejak awal kegiatan “Sinergi Aksi Kemanusiaan Operasi Gratis 1000 Dhuafa” mulai 7 Pebruari 2013 lalu, salah satu bentuk dukungan nyata diberikan oleh TNI. Hal itu juga sebagai kepedulian kepada masyarakat dhuafa yang sedang menjalani operasi gratis. TNI, dalam hal ini Kodim 0824 Jember

sengaja mendirikan RS Lapangan di pelataran parkir RS Bina Sehat untuk menampung para pasien. Sementara itu, Kapten Slamet, Pasiter Kodim 0824 Jember sesaat setelah mendampingi Dandim 0823 Situbondo mengatakan, RS Lapangan dikhususkan untuk pasien yang ikut dalam kegiatan aksi kemanusiaan itu. “RS Lapangan kami dirikan untuk memudahkan pasien istirahat, baik yang akan melakukan operasi maupun yang sudah,” katanya. RS Lapangan dibuka selama 24 jam selama kegiatan berlangsung. Bahkan tetap dijaga dan dikawal oleh anggota TNI, setiap

waktu. Dijelaskan, keberadaan RS Lapangan sangat dirasakan banyak manfaatnya oleh pasien maupun keluarganya. Hampir tiap hari, mulai dari awal pembukaan kegiatan sampai saat ini, tutur dia, RS Lapangan selalu dipenuhi pasien. “Semoga dengan adanya RS lapangan yang kami sediakan ini, bisa membantu pasien yang sedang menjalani operasi, merasa nyaman mulai dari awal sampai dengan selesai,” paparnya. Di akhir kunjungannya, Dandim 0823 mengunjungi pasien yang akan operasi katarak RS Bina Sehat. “Sinergi ini semakin membuka mata banyak pihak bahwa kepeduliaan kita semua kepada dhuafa akan dapat merubah jalan hidup mereka ke arah yang lebih baik,” kata Dandim. Berdasarkan data yang ada untuk Kabupaten Situbondo, masih ada 97 pasien katarak yang menunggu antrian dioperasi. “Untuk pasien katarak dari Situbondo direncanakan tanggal 12 Maret dan 17 Maret 2013 nanti akan dilakukan operasi dan sekaligus pasien dirawat inapkan untuk mempermudah akomodasi kontrol hari pertama setelah operasi,” timpal dr. Maria Ulfah, MMRS, koordinator aksi kemanusiaan RS Bina Sehat yang turut mendampingi kunjungan Dandim Situbondo. (*/irw)

Deteksi Dini Kanker Rahim dengan Pap Smear KANKER rahim merupakan jenis kanker yang menyerang leher rahim, yaitu suatu daerah organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim yang terletak di antara rahim dengan liang senggama (miss V). Oleh karena itu, kanker rahim banyak menyerang pada wanita. Dan merupakan pembunuh nomor 1 bagi kaum wanita. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan tentang gejala dan tanda dari kanker rahim. Banyak wanita yang datang ke dokter untuk memeriksakan diri dengan diagnosa kanker rahim yang sudah stadium lanjut. Kanker rahim bisa menyerang wanita usia dewasa muda terutama yang sudah melakukan hubungan intim dengan pasangannya di bawah usia 18 tahun. Penyebab dari kanker rahim adalah virus yang di beri nama Human Papiloma Virus (HPV).

Gejala kanker rahim yang dini, antara lain keputihan. Keputihan yang dimaksud adalah keputihan encer (biasanya berwarna hijau) yang berlebihan dan berbau busuk. Keputihan yang normal, yaitu keputihan sebelum dan sesudah haid, tidak berbau, dan tidak berwarna. Sedangkan gejala yang lain biasanya perdarahan setelah berhubungan intim (berhubungan suami istri), perdarahan dari vagina (miss V) di luar siklus haid (menstruasi), perdarahan setelah menopause, nyeri di daerah panggul. Namun sekarang kita tidak perlu khawatir lagi, karena telah banyak informasi tentang kanker rahim, baik di media cetak atau internet. Deteksi dini kanker rahim bisa dilakukan dengan cara pap smear. Pap Smear terbukti cukup efektif meningkatkan temuan kanker rahim stadium

dini. Pemeriksaan pap smear murah, cepat, dan dapat dilakukan di pelayanan kesehatan terdekat, seperti puskesmas, rumah bersalin, rumah sakit, bidan, klinik, praktek dokter, dan lain–lain. Pemeriksaan ini dapat dilakukan kapan saja, kecuali sedang haid atau sesuai petunjuk dokter. Pap smear adalah suatu pemeriksaan sel–sel yang diambil dari leher rahim yang selanjutnya akan diperiksa di bawah mikroskop. Dari pemeriksaan ini akan diketahui apakah ada sel–sel yang tumbuh secara tidak normal atau sering disebut kanker. Namun kebanyakan wanita tidak mau melakukan pap smear dengan alasan malu, karena harus memperlihatkan organ kemaluannya di depan pemeriksa. Apalagi jika pemeriksanya laki–laki. Alasan inilah yang menyebabkan pasien datang sudah dalam keadaan stadium lanjut.

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

Semua orang bisa melakukan pap smear. Namun ada kriteria khusus siapa saja yang perlu di-pap smear, yaitu (1) Riwayat aktivitas seksual saat remaja, khususnya yang punya lebih

dari satu pasangan seks. (2) Suka berganti–ganti pasangan seks (dalam usia dewasa). (3) Riwayat penyakit menular seksual, seperti sifilis (raja singa), gonorrea, candidosis vaginalis (keputihan yang kental, seperti susu, berbau, dan gatal), dan lain– lain. (4) Pasangan seksual kita yang sudah pernah melakukan hubungan seks saat usia muda. (5) Adanya riwayat keluarga dengan kanker rahim. (6) Wanita perokok. (7) Terinfeksi HIV. (8) Sistem kekebalan tubuh yang lemah oleh beberapa faktor, seperti pernah melakukan transplantasi organ, kemoterapi dan penggunaan obat–obatan golongan kortikosteroid. (8) Wanita yang pernah melahirkan lebih dari tiga kali. (9) Pemakai alat kontrasepsi (KB) lebih dari 5 tahun, terutama IUD atau KB hormonal (suntik, pil, implan). (10) Jika ada tanda– tanda atau gejala kanker ra-

him seperti yang telah disebutkan di atas. Kapan dilakukan pap smear? Pap smear dilakukan tiga tahun setelah hubungan seksual pertama kali dilakukan. Atau sekitar usia 21 tahun. Jika usia anda lebih dari 21 tahun, ada beberapa katagori kapan pap smear dilakukan, yaitu: (1) Usia 21–29 tahun sekali setahun pap smear regular atau setiap dua tahun menggunakan pap smear berbasis cairan. (2) Usia 30–69 tahun setiap 2–3 tahun jika Anda memiliki hasil tes normal secara berurutan dari tes yang sebelumnya. (3) Lebih dari 70 tahun dapat menghentikan pap smear jika memiliki hasil 3 tes normal secara berurutan dari tes sebelumnya dan pap smear anda sebelumnya normal selama 10 tahun. Sebaiknya wanita yang akan dilakukan pemeriksaan pap smear, tidak melakukan hubungan seksual 48 jam (2 hari)

sebelum pengambilan lendir mulut rahim. Jangan menggunakan sabun anti septik atau pembersih vagina selama 72 jam (3 hari) sebelum pengambilan lendir. Waktu yang paling tepat untuk melakukan pap smear adalah 2 minggu setelah menstruasi. Jika sudah menopause, pap smear bisa dilakukan kapan saja. Sedangkan jika anda sudah pernah melakukan operasi pengangkatan kandung rahim atau leher rahim, maka anda tidak perlu melakukan pap smear, karena sudah terbebas dari resiko kanker rahim. Pap smear sangat penting, karena bisa mendeteksi sedini mungkin akan adanya sel kanker rahim. Jangan pernah takut dan malu untuk melakukan pap smear, karena semakin dini bisa dideteksi maka penyembuhannya akan lebih baik, sehingga bisa terhindar dari kematian. (*)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Toyota Wish ‘05 •

• Suzuki Aerio ‘03 •

• Toyota Avanza ‘07 •

Dijual Toyota Wish 2005 Silver. Kondisi Istimewa. Harga Rp 180 Juta Nego. Hubungi: 087857431121

Dijual Suzuki Aerio DR MT tahun 2003, abu-abu metalik, harga 87,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Toyota Avanza 1.3G F60IRM tahun 2007, biru metalik, harga 127,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

• Toyota (Jeep) ‘77 •

• Suzuki Splash ‘10 •

• Daihatsu Terios ‘07 •

Dijual Toyota ( Jeep ) FJ 40RV Tahun 1977, Nebula Green hrg 85 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Suzuki YV4 1.2 RHD Splash GL tahun 2010, abu-abu metalik, harga 118,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Daihatsu Terios F700RG TS tahun 2007, silver metalik, harga 133,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Toyota Innova ‘10 •

• Isuzu Phanter ‘96 •

Dijual Innova pajak awal tahun 2010, hitam solar, istimewa, harga 211 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit atau tukar tambah, hub: 082142194111 - 081335897888

DijualIsuzu Panther tahun 1996tbr52 bfsr AC dobel warna hitam, harga 65 juta nego, bisa tukar tambah, hubungi: 081335897888

OLEH: ARIEF RISKI ANDHIKA Dokter Puskesmas Besuki, Situbondo

• STNK •

• Rumah Tengah Kota •

• Pengepul Karet Alam •

• Toyota Starlet ‘94 •

Hlg STNK Nopol P 2425 VF, an. Lasmina. Dsn Krajan Ds. Rogojampi, Rogojampi

Jual cepat murah rumah tengah kota Jl.letjen Sutoyo 087851295602

Dicari Petani/Pengepul karet alam. Hubungi 082338833778/0321 513700

Dijual 1 unit Toyota Starlet ‘94 merah metalik Rp 53,5 Juta Hub: 085646477168

Hlg STNK Nopol P 3469 VX, an. Nur Amin. Panjen RT 03/02 Jambewangi, Sempu

• Rumah Kebalenan •

• Rumah Desa Balak •

• Rumah Banyuwangi •

Hlg STNK Nopol P 6442 VT, an. Nur Khasanah. Krajan 03/3 Jambewangi Sempu Hlg STNK Nopol P 5853 VC, an. Nasriya. Dsn Pancoran RT01/VI Kalipuro, Kalipuro

SITUBONDO • STNK • Hlg STNK Nopol P 4858 ES, an. Sahrito. Kp. Belangguan 02/07 Sbrwaru Banyuwaputih Hlg STNK Nopol P 2957 FA, an. Hartono. Kp. Krajan 02/01 Alasbayur, Mlandingan

Djl rumah lok Kebalenan di Jl. Raya Rogojampi/ Genteng, L10 x15=150m2, SHM, bs dibeli dg cash atau kredit & jga bsa disewa, hrg nego. Hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Djl tanah + bangunan L 4x8=32m2 + 10 x 15 = 150m2, bisa dibeli dgn cash/kredit & juga bs disewa, SHM, Lok Ds Balak, hrg nego,H:(0333)631526–635176,0811351148

Djl rumah L 10X15 = 150M2 lok Banyuwangi, utara pbrik ES, bs dibeli dg cash/kredit dan juga bisa di sewa hrg nego hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

BANYUWANGI • Adm & Marketing • Dibutuhkan ADM dan Marketing. Lowongan dikirim ke Banyuwangi Motor Benculuk, Jalan Raya Benculuk 136 atau Banyuwangi Motor Sumberayu Jl Pasar Sumberayu Muncar

PEMBERITAHUAN Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhati-hati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak bertanggungjawab atas semua

BALJEBOL

Selasa 5 Maret 2013

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

33

LUMAJANG

KRIMINALITAS

Curi Ayam Buat Beli Rokok JEMBER  Kebelet ingin membeli rokok, dua remaja asal Balung nekat mencuri. Ini pula dilakukan Mulyono, 17, pemuda asal Dusun Gumukbago, Sukorejo dan Sulis Mujiono, 19, warga Dusun Krajan, Desa Tutul, Balung, Jember. Keduanya nekad mencuri ayam milik Musni, warga Dusun Kedongmilo, Desa Karang Semandeng. Tak pelak, mereka harus berurusan dengan polisi dan mendekam dalam jeruji besi Kedua pelaku menyatroni rumah Musni pada Jumat malam sekitar jam 21.00. Waktu itu, Musni yang juga anggota Polsek Jombang, sedang kebagian jadwal piket, sehingga rumahnya terlihat sepi. Setelah pelaku berhasil menggasak 5 ekor ayam milik Musni, pelaku menyembunyikan ayam di rumah kosong, tidak jauh dari rumah korban. Hal tersebut untuk mengelabuhi warga agar tidak curiga. Baru keesokan paginya, sekitar pukul 05.00, dengan mengendarai sepeda motor Honda Astrea Prima Nopol DK 5771 DO, pelaku bermaksud mengambil ayam yang telah rapi dimasukkan sak. Warga yang melihat kelakuan pelaku, menaruh curiga dengan gerak-gerik pelaku. Lantaran curiga, warga menegur pelaku dan ingin melihat isi sak tersebut. Terkejutnya warga ketika mengetahui isi sak tersebut ternyata ayam curian. Karena ketahuan, Sulis, salah seorang pelaku spontan tancap gas sepeda motor dan melarikan diri. Sedangkan Mulyono, yang saat itu membawa ayam curian, tak bisa berkutik karena sudah ditahan warga sekitar. Kejadian itupun kemudian dilaporkan ke Mapolsek Balung. Pengejaran terhadap satu pelaku yang kabur dilakukan hingga akhirnya pelaku berhasil dibekuk. (mg-1/wnp/jpnn)

LEGISLATIF

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

SEMPAT OLENG: Truk bermuatan mie terguling di jalan raya Dusun Pasar Alas, Desa Garahan, Kecamatan Silo, sekitar pukul 10.00, kemarin.

Truk Sarat Muatan Mie Terguling

RADAR JEMBER/JPNN

JEMBER - Truk box Nopol W 9788 MD yang dikemudikan Supri, 27, warga Jember, terguling di Jalan Raya Jurusan Jember-Banyuwangi, tepatnya di Dusun Pasar Alas, Desa Garahan, Kecamatan Silo, sekitar pukul 10.00, Senin (4/3), kemarin.

Tidak ada korban jiwa saat peristiwa tersebut terjadi. Hanya saja, Wawan, 24, kernet truk asal Jember, mengalami luka pada bagian kaki. Sementara, Supri, sopir truk nahas, hanya mengalami luka lecet. Untungnya lagi, saat truk oleng, tidak ada kendaraan yang melaju dari arah depan. Sehingga, saat truk bermuatan mie cap Burung Dara itu terguling, tidak ada kendaraan lain yang jadi korban. Sebelum terguling, sebenarnya truk sudah terlihat oleng. Bahkan, ban depan sampai terangkat. “Truk melaju dalam kecepatan tinggi,” kata Yatmi, penjual buah-buahan di sekitar lokasi kejadian. Saat truk oleng, sopir tidak bisa menguasai laju kendaraan hingga tergul-

ing ke kiri. Saat terguling, truk sempat terseret beberapa meter. “Untungnya tidak menabrak tiang PJU di pinggir jalan,” kata Yatmi lagi. Melihat ada truk terguling, warga sekitar langsung berhamburan memberikan pertolongan kepada sopir dan kernet truk. Warga pertama kali mengevakuasi sopir truk yang berada di bagian atas. Sementara Wawan posisinya tertindih sopir, sehingga agak lama saat dievakuasi. Setelah Supri berhasil dievakuasi, warga langsung mengevakuasi Wawan. Selanjutnya, Wawan dilarikan ke Puskesmas Silo 1 karena mengalami luka di bagian kaki.

Menurut Supri, rencananya, mie yang diangkut dari Jember itu akan dibawa ke Genteng Banyuwangi. Sebelum truknya terguling, kata dia, kendaraan melaju dengan kecepatan sedang. Nah, saat berusaha menginjak pedal rem, ternyata rem tidak berfungsi. “Saat banting setir, truk malah terguling ke kiri,” kata Supri. Pasca terguling, muatan mie langung dipindah ke truk lain. Sementara truk yang terguling langsung ditarik menggunakan truk lain. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Mapolsek Silo. Tidak lama kemudian, petugas dari polsek turun untuk mengamankan lokasi. (jum/ram/wnp/jpnn)

TAK TERIMA: Ghafur berencana menggugat ke PN.

Ghafur Ogah Di-PAW JEMBER - Anggota DPRD Jember dari PAN Jember Abdul Ghafur melakukan perlawanan atas pergantian atar waktu (PAW) dan pemecatan dirinya. Dalam konferensi pers di kantor DPRD Jember kemarin (4/3), Ghafur meragukan keabsahan surat keputusan (SK) dari DPP PAN No PAN/A/Kpts/KU-SJ/013/II/2013 tertanggal 21 Februari 2013 yang ditandatangani ketua DPP PAN Hatta Rajasa dan Sekjen Taufik Kurniawan. Ghafur menyatakan akan klarifikasi surat pemecatan dirinya ke DPP PAN. Pasalnya, Ghafur merasa tidak pernah diklarifikasi oleh DPP sebelum SK pemecatan turun. Seharusnya DPP PAN melakukan klarifikasi kepada pihak yang akan dipecat. Dia menjelaskan, ada beberapa hal yang janggal dari SK pemecatan dirinya dari DPP PAN. Diantaranya, tanda tangan dan stempel dalam SK pemecatan terhadap dirinya bukan asli. Ghafur menduga, tanda tangan dan stempel tersebut hasil scanner. Sebab, yang berstempel basah hanya stempel DPD PAN Jember. ”Ini scanner. Yang stempel basah, stempel dari DPD PAN Jember,” ungkapnya. Tak hanya itu, Ghafur juga berencana untuk mengajukan gugatan atas pemecatan dirinya sekaligus melawan upaya PAW yang diajukan oleh DPD PAN Jember. “Saya akan ke pengadilan untuk mengajukan gugatan,” tegasnya. (aro/har/jpnn)

Mahasiswi Dibacok, Motor Dirampas JEMBER - Pelaku perampasan sepeda motor di jalan semakin bengis. Pelaku tak segan-segan merampas dan melukai korbannya. Ini pula yang dialami Wike Restu Wijayanti, 21, mahasiswi Fakultas Farmasi, Universitas Jember yang menjadi korban perampasan. Tak hanya itu, korban yang juga warga Dusun Patempuran, Desa Cakru, Kecamatan Kencong ini, harus menjalani perawatan medis akibat sabetan celurit pelaku. Peristiwa itu terjadi Minggu petang sekitar pukul 18.00, tepatnya di Jalan Raya Jurusan Rambipuji-Puger. Saat korban berada di sebuah tempat sepi sekitar tanaman tebu di Dusun Karanganyar, Desa Rowotamtu, Kecamatan Rambipuji, pelaku langsung beraksi.

Peristiwa itupun sempat menggegerkan warga sekitar. Apalagi, setelah berhasil membawa kabur sepeda motor, korban yang terluka akibat bacokan dibiarkan begitu saja oleh pelaku. Menurut keterangan korban saat ditemui di Polsek Rambipuji kemarin, sebelum peristiwa terjadi, dia berangkat dari rumah hendak menuju kampus guna menghadiri undangan rapat. Dari rumah, korban mengendarai sepeda motor Honda Vario. ‘’Saya mau ke kampus. Sebab malam selepas Isyak akan ada rapat kegiatan di kampus,’’ katanya. Saat itu, korban membawa barang dan dimasukkan dalam tas. Tas tersebut ditaruh di punggung saat mengendarai sepeda motor. Saat berangkat dari

rumah, korban tidak merasakan ada hal mencurigakan. ‘’Bahkan sampai di Desa Tutul, tempat biasanya begal beraksi juga sudah saya antisipasi. Kebetulan saat itu sedang ada patroli polisi. Saya ikut di belakangnya,’’ kata korban. Korban terus memacu sepeda motornya. Namun sungguh malang, sampai di lokasi tebuan Rowotamtu, tiba-tiba ada enam orang memepet laju motornya. Selanjutnya, dua pelaku mencabut kunci kontak motor korban. ‘’Mesin motor pun mati. Posisi saya masih ada di atas motor,’’ ujarnya. Enam pelaku kemudian menyuruh korban minggir di jalan. Begitu minggir, tanpa banyak cakap, pelaku langsung merampas tas yang ada di punggung. Lantaran sulit, korban

Diseruduk Avanza, Satu Orang Tewas

KESEHATAN

RADAR JEMBER/JPNN

SUPPORT TOTAL: Camat Tempurejo Drs Gatot Suhariyono M.Si beserta istri berinteraksi dengan warganya yang akan dilakukan operasi katarak.

PKK Kawal Operasi Katarak JEMBER - Keterlibatan ibu-ibu PKK dalam Sinergi Aksi Kemanusiaan benar-benar sangat besar. Salah satunya bisa dilihat saat PKK Tempurejo ikut mengawal peserta operasi katarak gratis di RS Bina Sehat, Minggu (3/3) lalu. Bahkan, Camat Tempurejo Drs. Gatot Suhariyono MSi selaku pembina tim penggerak PKK beserta Istri Hanifah selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Tempurejo turun langsung ke lapangan guna memberikan support kepada warganya yang hendak melakukan operasi katarak. Ditemui di sela-sela kunjungannya pada pelaksanaan operasi katarak di RS Bina Sehat, Hanifah mengatakan, pihaknya sangat merespons dan mendukung kegiatan aksi kemanusiaan yang dilaksanakan RS Bina Sehat Jember tersebut. Dia mengaku sangat senang dapat ikut membantu warganya yang tidak mampu untuk ikut operasi gratis. “Menurut saya, kegiatan semacam ini sangat positif karena dapat membantu masyarakat tidak mampu yang tidak memiliki biaya untuk melakukan operasi,” katanya. Dari beberapa Desa yang ada di wilayah Kecamatan Tempurejo, kata dia, sebenarnya ada 36 warga yang mendaftar ikut kegiatan opeasi gratis ini. Namun setelah dilakukan screening, ternyata hanya 22 warga yang dinyatakan lolos dan dapat dilakukan tindakan operasi. “Sambutan masyarakat sebenarnya cukup besar terhadap aksi kemanusiaan ini. Namun kita paham memang tidak semua yang kita kirim pada waktu screening benarbenar menderita katarak,” ujarnya. (wnp/jpnn)

ditendang hingga terjatuh. Tak hanya itu, korban juga langsung dibacok. Masih beruntung, korban saat itu memakai helm, sehingga kepalanya selamat dari bacokan. Meski begitu, tangan korban sempat tergores ketika berusaha menangkis sabetan pelaku. Setelah mendapat tas milik korban, pelaku langsung kabur sambil membawa kabur sepeda motor milik korban. ‘’Pelaku balik arah pergi ke selatan,’’ kata korban. Setelah pelaku kabur, korban langsung teriak minta tolong. Warga yang mendengar teriakan korban berdatangan memberi bantuan. Pasca kejadian, bersama Bambang Irianto, ayahnya, korban melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Rambipuji. (rid/wnp/jpnn)

RADAR JEMBER/JPNN

KELAS KAKAP: Tersangka YH diamankan di Polres Jember kemarin (4/3).

Kulakan di Bali, Jualan di Jenggawah JEMBER - Satuan Reskoba Polres Jember kemarin malam (3/3) membekuk kurir sabu-sabu yang biasa beroperasi di wilayah Jenggawah dan sekitarnya. Dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan 12 paket sabu seberat sekitar 1,7 gram. Pelaku yang berhasil diamankan petugas adalah YH, 45, warga DusunLangsepanRT3RW4Desa/KecamatanJenggawah,Jember.Pihak kepolisian berhasil menangkap basah pelaku saat beraksi hendak menjual barang haram itu di sekitar Jalan Raya Jenggawah. Karena itu, pelaku yang tidak dapat mengelak saat disergap polisi. Informasi yang dihimpun di lapangan, pelaku mengaku belum lama menjalani bisnis

tersebut. “Baru sekitar satu bulan,” ujar YH saat dimintai keterangan petugas kemarin. Dalam keterangannya, pelaku mendapatkan barang dari salah satu kenalannya yang ada di Pulau Bali. Untuk mendapatkan serbuk haram itu, pelaku harus memesan lebih dulu. “Uangnya ditransfer, baru barangnya diambil,” akunya. Pelaku membeli barang tersebut seharga Rp 1,8 juta per gram. Sesampainya di rumah, pelaku langsung memasukkan sabu-sabu tersebut dalam paket-paket yang lebih kecil. Untuk paket yang paling kecil, dijual sekitar Rp 100 ribuan. Sedangkan paket yang besar dijual Rp 450-500 ribuan. YH mengaku menjajakan

sendiri barang tersebut ke beberapa kenalannya, seperti sopir, pengusaha, dan sebagainya. Dia mengaku tidak pernah menjual barang tersebut kepada pelajar di Jember. Pelaku tergolong sebagai kurir yang cukup licin. Dia berhasil lolos dari endusan polisi. Namun, malam itu YN harus menemui batunya. Saat dikonfirmasi, Wakapolres Jember Kompol Cecep Susatiya mengakui bahwa penangkapan kali ini merupakan hasil kerja keras tim Satreskoba Polres Jember. Apalagi, pelaku tertangkap basah memperjualkan barangbarang haram itu. “Akan kita kembangkan penangkapan ini,” janjinya. (ram/jum/har/jpnn)

JEMBER - Nasib nahas dialami Bustanul Arifin, 21, warga Jalan Pajajaran VIII/170, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, Jember. Nyawa Bustanul melayang setelah motornya disantap mobil Toyota Avanza. Kasus inipun kini masih ditangani Satlantas Polres Jember. Kecelakaan maut itu terjadi kemarin sekitar pukul 01.00 di Jalan Dharmawangsa, Desa/Kecamatan Rambipuji. Menurut saksi mata di lokasi kejadian, sebelum kecelakaan terjadi, mobil Avanza Nopol P 1908 NM melaju dengan kecepatan tinggi. Mobil yang dikemudikan Boby Kirana, 21, warga Dusun Krajan, Desa Tutul, Kecamatan Balung itu, melaju dari arah barat menuju timur. ‘’Sepertinya pengemudinya terburu-buru. Mobil dipacu dengan kecepatan tinggi,’’ kata Muhtar, salah seorang warga di lokasi kejadian saat kecelakaan terjadi. Hingga akhirnya, kendaraan terlihat oleng. ‘’Tiba-tiba mobil oleng ke kanan,’’ katanya. Padahal dari arah berlawanan sedang melintas sepeda motor Suzuki Shogun Nopol P 4366 ND yang dikendarai Bustanul Arifin. Tak pelak, kecelakaan tak bisa dihindari. Sepeda motor yang dikendarai Bustanul langsung disantap mobil Toyota Avanza. Seketika itu juga, pengendara motor terpental dan mening-

gal di lokasi kejadian. Peristiwa itupun menjadi perhatian warga yang malam itu masih begadang. Warga langsung mendatangi lokasi kejadian guna menolong korban. Tapi apa boleh buat, korban sudah tidak bernyawa. Peristiwa itupun selanjutnya dilaporkan ke pihak berw a j i b. B e rsama dengan warga, polisi melakukan olah TKP dan polisi melakukan pemeriksaan sejumlah saksi. Menurut Aiptu Subagio, Kanit Dikyasa Satlantas Polres Jember, dari hasil pemeriksaan sementara, terungkap bahwa kecelakaan itu terjadi karena human error. Sopir mobil Toyota diketahui mengantuk saat mengemudi, sehingga tidak bisa menguasai kemudi dengan baik. ‘’Diduga sopir mengantuk. Mobil tiba-tiba hilang keseimbangan dan oleng ke arah kanan dan menabrak sepeda motor Suzuki Shogun yang dikendarai korban,’’ katanya. Lantaran laju mobil sangat kencang, pengemudi sepeda motor tidak bisa menghindari. Dijelaskan, kasus kecelakaan tersebut sudah dalam penanganan polisi. Selain telah melakukan pemeriksaan, polisi juga mengamankan sebuah mobil Toyota Avanza beserta sopir di Satlantas Polres Jember. Begitu juga dengan barang bukti sepeda motor milik korban, juga sudah diamankan. (rid/wnp/jpnn)

34

Selasa 5 Maret 2013

Tahun ini, Persewangi berlaga di dua kompetisi Divisi Utama berbeda afiliasi. Satu tim berkompetisi di bawah PT Liga Indonesia (LI), satunya bernaung di PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS). Ayo beri dukungan, kritik, dan saran agar kedua tim tersebut mampu meraih prestasi maksimal. Kirim tulisan Anda melalui SMS ke nomor 087857488787. Tulisan dilarang menghujat, menyerang, dan menghina personal.

Rindu Ribut Santoso Selalu mendukung Persewangi. Terutama kepada sahabat saya sang pelatih Ribut Santoso. Pingin suatu saat mengumpulkan skuad junior 2006 seperti Raul, Trubus, Reza, dkk. Ardiansyah Humas Terminal Petikemas Tanjung Perak, 081232285046

Junjung Tinggi Sportivitas Go go go, ayo Persewangi kalahkan semua lawanmu junjung tinggi sportivitasmu. Tunjukkan permainanmu Persewangi kamu pasti bisa. Salam Laros Jenggirat, 087806554601

Kamis Laros Setia Ayo Persewangku, kamu pasti bisa kalahkan klub manapun. Aku selalu mendukungmu. Karena kami Laros setia. Fery Anak Kalibaru Angker, 087802157401

ALI SODIQIN/RaBa

LURUG KEDIRI: Ratusan suporter Laros Jenggirat dipastikan hadir di Stadion Brawijaya, Kediri, sore ini.

Tetap yang Terbaik Persewangi, emang selalu yang terbaik. Kalah menang tetap Persewangi yang terbaik. Sidiq Glenmore, 087857239123

No Tawuran No anarchy no tawuran just good football Banyuwangi, Bravo Persewangi. Lharost Blok M, 087755516119

Laros Siap Merahkan Brawijaya

KEDIRI - Perjuangan Persewangi melawan tuan rumah Persik Kediri mendapat dukungan penuh suporter setianya, Laros Jenggirat. Agar bisa memberikan support di Stadion Brawijaya Kediri, mereka pun bertolak ke Kediri kemarin (4/3). Ada yang naik bus, kereta api, ada pula yang naik motor. Ditaksir, tidak kurang dari 300 laros bakal memerahkan Stadion Brawijaya.

Bahkan, puluhan laros sudah hadir di Kediri dua hari sebelum pertandingan. Mereka pun menyaksikan Zaenal Ichwan dkk menjajal stadion pagi kemarin. Salah satu suporter, Suyit mengatakan, rombongan besar akan segera datang ke Kediri hari ini. Mereka naik kereta api dan bus, dan beberapa di antaranya naik motor. Rencananya, mereka berada di Kediri sehari. Usai pertandingan, rombongan

suporter tersebut akan langsung pulang ke Banyuwangi. Mereka berangkat secara terorganisasi. “Mereka saat ini dalam perjalanan,” ujar suporter asal Ketapang itu. Suyit menambahkan, laros hadir di Kediri dalam rangka mendukung Persewangi. Mereka sudah berkoordinasi dengan suporter tuan rumah demi kelancaran dan keamanan selama berada di Kediri. (nic/c1/als)

Harus Kompak dan Semangat Saya sangat bangga tim kesayangan q berlaga di dua kompetisi Divisi Utama yang berbeda afiliasi. Tapi saya masih prihatin mampukah dana Persewangi membawa sampai ke periode berikutnya. Tapi yang pasti Persewangi harus kompak dan semangat. Jaya Persewangi Mami Yulianti, 085234450599

Tetap Semangat Meskikamise-timtidakbisamenyaksikanPersewangidiKediri, kami selalu mendoakanmu. Raih tiga angka. Kalahkan Persik. Tim Pesawat Tegalwudi, 087806670700

Pemain ke-12 Ku selalu mendukungmu dan aq akan menjadi pemain ke12 dimana pun kamu bermain dan kemenanganmu yang aq harapkan semangat semangat n semangat Persewangi ISL. 085335107746

Pantang Mundur

IPSI Wacanakan Muscab Dini Demi Selamatkan Roda Organisasi BANYUWANGI - Wacana suksesi kepemimpinan di tubuh Pengkab IPSI Banyuwangi muncul ke permukaan. Itu menyusul adanya usul untuk mempercepat musyawarah cabang (muscab) di induk pembina olahraga pencak silat di Banyuwangi tersebut. Tujuan yang menjadi landasan adalah demi efektivitas dan gerak organisasi. Wacana mempercepat muscab IPSI Banyuwangi, di antaranya

disampaikan sang sekretaris, Mukayin. Dia menuturkan, ada beberapa alasan yang bisa dijadikan alasan suksesi kepimpinan di IPSI Banyuwangi harus dipercepat. Salah satunya demi efektivitas organisasi dan memperkuat kepengurusan. Mukayin menjelaskan, berdasar surat keputusan (SK) Pengprov IPSI Jawa Timur, kepengurusan IPSI Banyuwangi memasuki masa purna tugas 2014 mendatang. Namun, melihat dinamika organisasi yang ada, termasuk banyaknya pengurus yang tidak aktif, suksesi kepemimpinan adalah salah satu pilihan demi

Semangat terus PERSEWANGI aku selalu mendukungmu pantang mundur. Ika Puji Dam 5 Tegaldlimo, 087802152202

Kami Hadir di Kediri Demi Persewangi, kami hadir di Kediri. Karena kami suporter sejati bukan suporter embel-embel. Kiyi Bonek Laros Jenggirat Kedungrejo, 087802112069

Babat Habis Ayo Persewangi, babat habis lawan-lawankami, kami masyarakat Banyuwangi mendukungmu. Surya Laros Temuguruh, 081937616083

Bikin Malu Persik Persewangi ISL bawa pulang 3 poin di Kediri, dan bikin malu Persik di kandangnya sendiri Tio Banyuwangi, 085646054192

Tunjukkan Pada Indonesia Persewangi in my heart go go Persewangi. Bangkitlah kalahkan lawan mue. Tunjukkan pada Indonesia, bahwa Persewangi bisa. Go go Persewangi. Yudhi Sianak Punks Bondowoso, 08384743630 NIKLAAS ANDRIES/RaBa

Jangan Pernah Menyerah Pepatah mengatakan, jangan menyerah sebelum darah penghabisan. Ayo Persewangi jangan menyerah sebelum peluit dibunyikan. Terus berjuang kami di sini mendukungmu. Isnaini Kalipuro, 085335402352

Beringas di Luar Kandang Ayo Persewangi, kamu bisa buktikan kalau anda pemain yang handal dan ditakuti lawan-lawanmu. Persewangi bukan jago kandang. Tapi kamu beringas di luar kandang karena keangkeranmu. Sugriwo Laros Asli Karangrejo, 085933751256

Persewangi Ojo Dilali Ya Allah, ya Rabbku. Kulo nedi pitulungan, mugi-mugi mawon Persewangi menang terus. Lan aran Banyuwangi tambah semebrung wangine. Kangge Kang Anas, Persewangi ojo dilali. Syam, 087806516887

Terkam Macan Putih Persewangi laskar gagah berani. Tetaplah mengaum sebagai macan Blambangan, terkam Macan Putih di kandangnya. Jaga martabat Banyuwangi tercinta dengan kemenangan. Eka, 087806517194

RAMPUNG: Sejumlah pemain mengikuti seleksi Persewangi Futsal di lapangan Griya Dadapan Indah malam kemarin.

Kantongi 21 Pemain Futsal BANYUWANGI - Persiapan awal tim Persewangi Futsal proyeksi Porprov IV Madiun rampung dilaksanakan. Sebab, seleksi yang digelar pihak manajemen telah rampung. Dalam dua hari seleksi yang digelar di lapangan futsal Griya Dadapan Indah (GDI) tersebut, ada 21 pemain yang masuk dalam penjaringan. Pemain yang lolos dalam seleksi berasal dari sejumlah klub futsal di Banyuwangi. Selanjutnya, mereka akan menjalani pemusatan latihan secara berjenjang sebagai persiapan tampil di ajang multieven di Madiun mendatang.

“Seleksi sudah rampung. Ada 21 pemain yang terjaring,” beber Bobby Mulya Kusuma, manajer Persewangi Futsal. Pemain-pemain yang direkrut sifatnya belum final. Ma n aj e m e n m a s i h a k a n melakukan seleksi berikutnya saat pemusatan latihan. Mereka akan dipantau dan dikurangi hingga hanya tersisa 15 pemain. Nah, pemain inilah yang akan diboyong ke Madiun untuk mengikuti Porprov 2013. “Penjaringan tahap dua akan dilakukan dalam pemusatan latihan. Pemain yang dianggap tidak berkembang akan dipulangkan,” pungkas Bobby. (nic/c1/als)

menyelamatkan IPSI. “Banyak hal yang menjadi alasan mengapa muscab digelar lebih cepat. Pengurus banyak yang tidak aktif. Itu berbahaya bagi organisasi. Maka dari itu, diperlukan pembaruan,” beber Mukayin. Lalu, kapan muscab akan digelar? Mukayin memperkirakan acara tersebut akan dilakukan paling cepat Agustus mendatang. Ada 17 perguruan di bawah IPSI yang akan menjadi penentu (voters) dalam acara tersebut. Bila lancar, kepengurusan yang akan terpilih dilantik Desember mendatang. (nic/c1/als)

HELMI FOR RaBa

BUTUH BAPAK ASUH: Atlet IPSI saat mengikuti seleksi tim porprov di GOR Tawang Alun Minggu (3/3).

BERITA UTAMA

Selasa 5 Maret 2013

35

HALAMAN SAMBUNGAN

Laporan dari LSM Sudah Dicabut n KADES... Sambungan dari Hal 25

Firmansyah dan Yudi menyebut, dalam kasus Prona dengan tersangka Misman tidak ada kerugian negara. Hanya saja, tersangka yang diduga melakukan pungli itu dianggap melanggar Undang-Undang (UU) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). “Kalau kasus Prona itu karena punglinya,” tegas Firmansyah. Penahanan Misman oleh kejaksaan itu menambah daftar kepala desa yang terseret kasus ko rupsi. Sebelumnya, korps

Adyaksa itu telah menahan Kades Kalirejo, Kecamatan Kabat, Wiwin Zuama’syah. Wiwin ditahan karena diduga terlibat korupsi penggunaan anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) 2011. Dalam kasus tersebut, negara dirugikan sekitar Rp 15 juta. Dua kades yang ditahan kejaksaan itu mengundang reaksi Asosiasi Kepala Desa Kabupaten (Askab) Banyuwangi. Mereka akan melakukan advis agar bisa dilakukan pengalihan pe nahanan. “Kami prihatin dengan dua kades yang telah ditahan itu,” ujar Sekretaris Askab

Banyuwangi, Djoko Purnomo. Menurut Djoko, Askab sebenarnya sudah berupaya keras agar kasus yang menimpa kedua kades itu diselesaikan secara kekeluargaan. Apalagi, ke rugian negara oleh Kades Kalirejo itu hanya Rp 15 juta. Itu tidak terlalu besar. “Askab pernah menjadi mediator dalam kasus di Desa Kalirejo itu,” imbuh Djoko yang juga menjabat Kades Bagorejo, Kecamatan Srono, tersebut. Djoko mengaku kaget saat m e n d a p at i n f o r ma s i Ka des Wiwin ditahan kejak sa-

an. Padahal, dalam per temuan bersama Askab, semua pihak sepakat kasus tersebut diselesaikan secara ke keluargaan. “Kita juga ikut membantu menengahi kasus yang menimpa Kades Miswan,” kata Djoko. Terkait Kasus Miswan, lanjut dia, Askab juga telah bertemu LSM yang telah melaporkan kasus Prona ke kejaksaan. Hasilnya, laporan dari LSM itu juga telah dicabut. “Laporan telah dicabut, prosesnya ternyata masih jalan,” cetusnya. Sebagai bentuk solidaritas

dan kepedulian Askab kepada kedua kades yang telah ditahan itu, sebut dia, Askab akan mengajukan permohonan pengajuan pengalihan penahanan kepada kejaksaan. “Kades itu sangat dibutuhkan dalam proses administrasi di masyarakat,”

ungkapnya. Dalam permohonan pengajuan pengalihan penahanan, Askab bersedia sebagai jaminan. Pihaknya juga berkaca pada kasus RSUD Genteng, yai tu tiga tersangkanya kini dialihkan menjadi tahanan

kota. Padahal, jika melihat subtansi kasusnya, kerugian n e ga ra at a s k a s u s R S U D Genteng cukup besar. “Kasus korupsi RSUD Genteng saja dikabulkan, masak ini yang nilainya kecil tidak dikabulkan,” kata Djoko. (abi/c1/aif)

BPBD Bagikan 23 Paket Sembako n DIGUYUR... Sambungan dari Hal 25

Beruntung, fenomena itu tidak menimbulkan korban jiwa. “Korban jiwa nihil. Sesaat pasca kejadian, warga bersama aparat pemerintah Kecamatan Kalipuro dan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi langsung bergotong-royong memperbaiki rumah yang rusak,” kata Saunan. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bi dang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Pe nang-

gu langan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, Joko Sugeng mengatakan, sesaat setelah kejadian, pihaknya langsung terjun ke lapangan bersama Muspika Kalipuro. “Kami membagikan 23 paket sembako kepada para korban,” tuturnya. Sugeng menambahkan, pihaknya terus melakukan pemutakhiran data demi mengetahui jumlah pasti kerugian. Selanjutnya, jumlah kerugian itu akan dilaporkan ke BPBD Provinsi Jatim. “BPBD Provinsi Jatim akan memberikan ban-

tuan kepada warga yang rumah nya rusak berat asalkan ada rekomendasi dari instansi terkait,” pungkasnya. Seperti diberitakan kemarin, angin kencang terjadi di wilayah Kelurahan Kalipuro Minggu sore (3/3). Sedikitnya tujuh rumah warga rusak akibat angin kencang yang terjadi kuranglebih 15 menit tersebut. Gunawan Hariyanto, warga sekitar mengatakan, sesaat sebelum kejadian, terlihat pusaran angin berwarna putih bergerak dari arah timur. Se-

jurus kemudian, angin yang bergerak dengan kecepatan ekstra tinggi itu sampai di Perumahan Kalipuro Asri. “Ke jadiannya sekitar 15 menit,” ujarnya. Menurut Gunawan, angin kencang itu mengakibatkan tujuh rumah warga rusak. Genting pun berserakan akibat disapu angin. Beruntung, peristiwa tersebut tidak menimbulkan kor ban jiwa. Namun begitu, kerugian materi yang diderita para korban ditaksir jutaan rupiah. “Kerugian para korban di taksir ju taan rupiah,” kata dia. (sgt/c1/aif)

Potensi Angin Kencang masih Ada SEMENTARA itu, petugas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang masih akan melanda Bumi Blambangan hingga beberapa hari ke depan. Prakirawan Stasiun Me teorologi Banyuwangi, Anjar Triyono Hadi mengatakan, pada Maret ini secara umum wilayah

Banyuwangi masih mengalami musim hujan. “Hujan ke banyakan terjadi pada siang sampai malam hari. Kondisi cuaca pagi hari cenderung cerah hingga berawan,” ujarnya kemarin (4/3). Anjar mengimbau warga agar waspada jika cuaca di pagi hari cerah dan pada siang hari hujan. Jika hal itu terjadi, maka po tensi angin kancang dan puting beliung semakin besar.

“Jika pagi hari cerah, maka penguapan air semakin besar. Itu mempercepat pertumbuhan awan. Apabila tiba-tiba terbentuk awan pekat, maka peluang terjadinya hujan yang disertai petir dan angin kencang atau bahkan puting beliung semakin besar,” paparnya. Sementara itu, tinggi gelombang signifikan di Selat Bali diprediksi berkisar 0,5 meter

sam pai 1 meter. Gelombang mak simum di perairan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali tersebut diprediksi mencapai 1,5 meter. Lebih lanjut Anjar mengatakan, gelombang maksimum di Laut Selatan Banyuwangi diprediksi 1 meter hingga 3,5 meter. “Peluang terjadinya gelombang maksimum sebesar satu persen,” pungkasnya. (sgt/c1/aif)

Dua Pelaku dalam Pencarian Polisi n DIGILIR... Sambungan dari Hal 25

Diperoleh informasi, kehami lan Saritem konon bukan hanya akibat perbuatan Heri. Dua rekan Heri yang kini masih dalam pencarian polisi juga ikut menggilir Saritem. Polisi baru bisa menangkap Heri. ”Heri sudah kita tangkap, dan dua rekannya masih kita cari,” kata Kapolsek Muncar Kompol Ary Murtini. Ceritanya, Heri menodai Saritem pukul 19.00 pada November 2012 lalu. Perbuatan layaknya suami istri itu terjadi di rumah pelaku di Dusun Stoplas, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar. Perbuatan tak terpuji itu tidak hanya sekali. Di bulan yang sama, Heri yang bekerja sebagai nelayan itu melampiaskan nafsu bejatnya ber sama temannya berinisial IQ di sebuah hotel di Kecamatan Muncar. Heri tampaknya masih belum puas. Buktinya, dia kembali menyetubuhi korban di Dusun Kabat Mantren, Desa Wringin Pu tih, Kecamatan Muncar,

ALI NURFATONI/RaBa

NELAYAN: Heri Purwoko di Mapolsek Muncar kemarin.

pada Desember 2012. Kali ini, Heri melakukan bersama teman lain berinisial DM. Rentatan kejadian itu meng akibatkan Saritem hamil. Lantaran takut, korban memilih bersembunyi. Saritem melarikan diri ke Surabaya. Tentu saja, kaburnya Saritem itu membuat pihak keluarga panik. Setelah dibujuk keluarganya, pada 28 Februari 2013 Saritem bersedia pulang. Tak terima anaknya di ja dikan budak nafsu pria tak ber-

tanggung jawab, pihak keluarga memutuskan lapor polisi. Kapolsek Muncar Kompol Ary Murtini melalui Kasi Humas, Aiptu Putu Ardhana mengatakan, satu pelaku berhasil diamankan setelah polisi menerima laporan. ‘’Dua pelaku lain kita tetapkan sebagai DPO (daftar pencarian orang). Kita berharap mereka berdua menyerahkan diri,” imbau Putu Ardhana. Putu mengungkapkan, saat ini usia kandungan Saritem tiga bulan. Kejadian itu membuat

korban mengalami depresi. ‘’Korban memang sudah putus sekolah,” imbuh Putu. Hingga kemarin, Heri masih ditahan di Mapolsek Muncar. Polisi menjerat tersangka dengan Pasal 81 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak jo Pasal 287 KUHP tentang persetubuhan anak di bawah umur. ‘’Ancaman hukumannya minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun,” tandas Putu. Sebelumnya diberitakan, kasus asusila yang menimpa anak bawah umur terjadi di wilayah hukum Rogojampi. Korbannya adalah Saritem (juga nama samaran), 16, seorang siswi sebuah madrasah di Kecamatan Rogojampi. Pelaku yang tega melakukan perbuatan keji tersebut adalah Roni, 22, dan Aliyul Kabir, 25, warga Dusun Krajan, Desa Kaligung, Kecamatan Rogojampi. Sebelum melakukan perkosaan, kedua pemuda itu memaksa korban minum minuman keras (miras) sampai tak sadarkan diri di sebuah tempat di Dusun Krajan, Desa Watukebo, Kecamatan Rogojampi. (ton/c1/aif)

Tuntut Pemerintah Tanggung Jawab n EMPAT... Sambungan dari Hal 25

Setelah itu, tidak kirim uang karena tidak kerja,” tutur Hamdani, kakak Masriyah, kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin. Masriyah memang tidak bisa kirim uang. Sebab, dia harus menjalani hukuman usai divonis bersalah oleh hakim di Yunani. Sejak saat itu, Masriyah sulit dihubungi. ‘’Adik saya memang bisa telepon. Tapi jarang-jarang dan tidak bisa lama-lama,” kata Hamdani. Keterangan yang diterima keluarga, Masriyah ngotot tidak melakukan pencurian seperti yang dituduhkan. Dia menganggap tu duhan majikan tersebut tidak benar. “Adik saya bilang tidak pernah mencuri, tapi tetap dihukum,’ ujar Hamdani. Atas penjelasan Masriyah, Hamdani mengaku bingung dengan Kedubes RI di Yunani. Sebab, tidak ada pendampingan sama sekali terhadap TKW yang tersangkut masalah hukum. ‘’Mana pendampingan pemerintah. Sampai adik saya dipenjara dan pulang

tinggal jenazah, pendampingan pemerintah tidak ada,” tandasnya penuh emosi. Yang membuat keluarga bertanya-tanya adalah terkait kepulangan Masriyah. Keterangan dokter dan keterangan polisi yang diterima melalui surat, tidak sama. Ke luarga pun menganggap ada yang tidak beres mengenai kematian Masriyah. ‘’Waktu masih ada di Bandara SoekarnoHatta, dia telepon. Tapi, mau dijemput dia tidak mau. Itu saja, percakapan lewat telepon itu sangat sebentar. Tiba-tiba HP dimatikan,” jelasnya. Belum diketahui apa alasan Masriyah menolak dijemput keluarga. Padahal, keluarga sudah memberikan penjelasan bahwa lebih baik dijemput. ‘’Tahu-tahu ada kabar adik saya meninggal karena sakit. Sakit apa, sampai sekarang belum ada jawaban,” kata Hamdani. Keterangan dari dokter Bhakti Asih, Kabupeten Brebes, Jawa Tengah, juga masih nol. Artinya, tim medis tidak mengetahui penyebab kematian Masriyah. “Kematian adik saya ini banyak yang janggal,” tudingnya.

Usai dilaporkan meninggal dunia, keluarga minta keterangan otopsi dari dokter. Sampai jenazah tiba di rumah duka sekitar pukul 23.30 Jumat lalu (1/3), surat keterangan yang diterima keluarga hanya surat laporan polisi, keterangan dokter, dan foto-foto. ‘’Wajah adik saya lebam dan ada bercak darah. Itu yang mengganjal,” tegas Hamdani. Lantaran banyak kejanggalan, keluarga me nuntut pemerintah bertanggung jawab atas kematian Masriyah. Untuk itu, dia bersama suami Masriyah nekat terbang ke Jakarta untuk menuntut pertanggungjawaban pemerintah. ‘’Saya sekarang ada di Jakarta mau menanyakan masalah ini,” jelas Hamdani melalui ponselnya kemarin sore. Menurut dia, persoalan itu harus segera klir. Sebab, Masriyah meninggalkan putri yang masih kecil. Tentu saja, biaya hidup dan biaya pendidikan si anak tersebut tidak sedikit. ‘’Kasihan keponakan saya itu menangis terus. Doakan ya agar usaha saya berhasil,” pinta Hamdani. (c1/aif)

NIKLAAS/RaBa

PENJAGA GAWANG: Boy Vinalosa latihan ringan di Stadion Brawijaya, Kota Kediri kemarin.

Dipastikan Bakal Tampil Ngotot n MATIKAN... Sambungan dari Hal 25

Selain Nelson sebagai pengawal pribadi Makor, Bagong juga akan menghadirkan Nilo Susanto dan Rossi Gutawan. Me reka akan saling mengisi lini tengah bersama gelandang energik Toure Morlaye. Di barisan pertahanan, trio defender Slamet Sampurno, Dekcy

Rolias Sandra, dan Mohamed Lamine Fofana, diharapkan bisa menjadi peredam serangan lawan. Di bawah mistar, Persewangi masih berharap kepada kiper muda, Boy Vilanosa. Sementara itu, sore ini Persik dipastikan bakal tampil ngotot. Demi mengamankan posisi teratas di grup lima, tentu Macan Putih akan turun dengan kekuatan penuh. Duet lini

depan Andik Ardiansyah dan Agus Susanto dipastikan hadir. Selanjutnya, di lini tengah ada Oliver Makor yang siap menjadi penyerang lapis kedua. Selebihnya adalah Wahyudi (kiper), Anshori, Tito Purnomo, dan Al-Hadji (bek). “Kami tidak ingin sembrono dan tidak menganggap enteng Per sewangi,” ujar Aris Budi Su l i s t y o, p e l at i h Pe r s i k Kediri. (nic/c1/als)

Percepat Proses Pembebasan Bersyarat n 35 PERSEN... Sambungan dari Hal 25

Hal itu diungkapkan Direktorat Jenderal (Dirjen) Pema syarakatan Kementerian Hu kum dan Hak Asasi Manu sia (Kemenhumham) RI, Muchamad Sueb, kepada para wartawan dalam kunjungannya di Lapas Banyuwangi kemarin. “Sekarang ini penghuni tahanan di Indonesia jumlahnya 153 ribu lebih,” ungkap Sueb. Lapas dan rutan di wilayah Jawa Timur, terang dia, idealnya hanya menampung 10 ribu tahanan. Nyatanya, rumah tahanan negara itu harus ditempati 18 ribu tahanan. “Lapas Banyuwangi juga termasuk yang overload,” imbuhnya. Kata Sueb, lapas kelas IIB Banyuwangi sebenarnya hanya

mampu menampung 160 warga binaan. Tetapi, saat ini ditempati 806 warga binaan. “Karena tidak ada tempat, ya semua ditampung begitu saja,” cetus Sueb. Berdasar data yang ada, sebut dia, tahanan dan napi yang menghuni rumah tahanan negara itu paling banyak terlibat kasus peng gu naan narkoba. Bahkan, persentasenya mencapai 35 per sen. “Kasus narkoba paling banyak, termasuk di Lapas Banyuwangi,” ujarnya. Meski jumlah tahanan melebihi kapasitas, Sueb mengaku tidak mudah membangun lapas baru. Selain dibutuhkan biaya besar, juga diperlukan waktu yang lama. “Membangun rumah tahanan dengan kapasitas 500 warga binaan dibutuhkan dana Rp 75 miliar dan pembangunan secara multiyears (bertahap),”

ungkapnya. Saat ditanya terkait solusi dalam menangani overload tahanan tersebut, mantan Kepala Kanwil Kemenhumham Jawa Timur itu mengaku masih membahasnya di tingkat kementerian. Salah satu yang akan diupayakan, para peng gu na narkoba dimasukkan ke lembaga rehabilitasi. “Yang ditahan hanya pengedar dan bandar, pengguna cukup rehabilitasi,” jelasnya. Selain itu, pihaknya akan mempercepat proses pembe basan bersyarat bagi para tahanan. Saat ini, setiap hari ada empat atau lima ribu surat pengajuan pembebasan bersyarat yang masuk ke Kemenhumham. “Ke depan, proses pembebasan bersyarat cukup di kantor kanwil masing-masing,” tandas Sueb. (abi/c1/aif)

Marlik Subiyanto Gantikan Krismono n LAUNCHING... Sambungan dari Hal 25

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenhumham Jawa Timur Y. Ambeg Paramartha, dan para kepala lapas dan rumah tahanan (rutan) di Jawa Timur dan Bali juga hadir dalam acara tersebut. “Saya mengapresiasi karya Sugianto. Ini yang pertama dan terbesar se-Indonesia,” cetus Dirjen Pemasyarakatan Muchamad Sueb. Sebelum launching Alquran raksasa, ratusan warga binaan di lapas kelas IIB tersebut menggelar pertobatan masal. Dipimpin Ustad Ahmad Sidiq dari Kantor Urusan Agama (KUA) Banyuwangi, mereka membaca doa-doa dan kalimat toyibah. “Kegiatan di Lapas Banyuwangi ini layak dicontoh yang lain,” kata Sueb. Dia mengaku kagum dengan ke mampuan Sugianto yang telah menyelesaikan mushaf Alquran raksasa tersebut. Apalagi, saat masuk menjadi warga binaan sekitar 20 bulan lalu, ternyata dia tidak bisa membaca dan menulis Arab sama sekali. “Ini prestasi yang luar biasa,” pujinya. Sementara itu, kepala Kanwil Ke menhumham Jawa Timur

AGUS BAIHAQI/RaBa

KALAPAS BARU: Marlik Subiyanto (kiri) berbincang dengan Krismono.

Y. Ambeg Paramartha dalam sambutannya mengatakan, mushaf Alquran tulisan tangan Sugianto itu akan diboyong ke Jakarta. Alquran berukuran 110 x 80 centimeter dan setebal 13 centimeter itu akan diletakkan di Masjid Kemenhumham. “Masjidnya sedang dipugar. Alquran raksasa ini akan disimpan di Masjid Kemenhumham,” imbuhnya. Melihat karya Sugianto, Ambeg mengatakan, ternyata menjalani pidana di rumah tahanan ada yang bermanfaat. Selama ini memang banyak warga binaan yang mampu berkarya. “Masuk rumah tahanan bukan

berarti dibuang, tapi dibina agar bermanfaat,” ujarnya. Usai me-launching Alquran karya Sugianto, acara di lanjut kan serah-terima jabatan Ka lapas Banyuwangi. Krismono yang sudah dua tahun mengendalikan lapas kelas IIB Banyuwangi dipromosikan menjadi kalapas kelas IIA Sidoarjo. Posisi Kalapas Banyuwangi diisi Marlik Subiyanto yang sebelumnya menjabat kalapas kelas IIB Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. “Saya dulu di Kraksaan menggantikan Pak Krismono, sekarang di Banyuwangi juga sama,” kata Marlik saat perkenalan kemarin. (abi/c1/aif)

36

Selasa 5 Maret 2013

Lahan SDN 1 Mojodungkul Diprotes Warga Pembangunan Tanpa Izin Pemilik Tanah

NUR HARIRI/RaBa

RINGSEK: Kondisi bus setelah bertabrakan dengan truk tronton di jalan raya Panji kemarin (4/3).

Tabrakan Beruntun, Dua Kendaraan Ringsek SITUBONDO - Kecelakaan beruntun yang melibatkan bus pariwisata bernopol N 7552 NS dan truk tronton BA 9889 AP terjadi di Jalan Raya Pantura, tepatnya di jalan raya Desa/ Kecamatan Panji, kemarin (4/3). Akibat tabrakan tersebut, kabin dan kaca depan bus pariwisata Surya Putra yang dikemudikan Sumar rusak parah. Kerusakan serupa juga terjadi pada truk yang dikemudikan Zulkifli. Bahkan, kabin truk ringsek hingga menjepit Zulkifli. Berdasar data yang diperoleh Jawa Pos Radar Banyuwangi lokasi kejadian, kecelakaan itu bermula saat bus bernopol N 7552 NS melaju dari arah Banyuwangi. Setiba di lo-

kasi kejadian, tiba-tiba sebuah mobil Avanza berhenti di tengah jalan. Lantaran terlalu dekat, akhirnya bus yang dikemudikan Sumar menabrak mobil tersebut dari belakang. “Saya sudah berusaha menghindar dengan cara membanting setir ke kanan. Tapi tetap nyenggol,” ujar Sumar kepada wartawan. Nah, saat Sumar membanting setir ke kanan tersebut, muncul sebuah truk tronton bernopol BA 9889 AP yang dikemudikan Zulkifli dari barat. Lantaran bus yang dikemudikan Sumar tidak langsung berhenti, akhirnya tabrakan tidak bisa dihindari. Akibatnya, bodi depan kedua kendaraan itu ringsek. ���Awalnya memang ada mobil yang

berhenti mendadak. Jadi, karena direm gak nutut, akhirnya tabrakan,” kata Zulkifli. Beruntung, dalam kecelakaan tersebut tidak ada korban jiwa. Hanya saja, jalan raya Panji saat sekitar satu jam. “Ada yang luka tapi tidak parah. Petugas terpaksa menggunakan sistem bukatutup untuk mengurangi kemacetan lalu-lintas,” kata Kasubag Humas Polres Situbondo, AKP Wahyudi. Ditambahkan, kecelakaan beruntun yang mengakibatkan kabin depan kendaraan rusak parah itu terjadi karena ada mobil Avanza yang berhenti mendadak. Pihaknya akan memproses kejadian itu secara hukum. (rri/c1/als)

Dapat 10 PSK dan Pria Hidung Belang SITUBONDO - Sedikitnya sepuluh pekerja seks komersial (PSK) dan satu pria hidung belang berhasil diamankan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Situbondo kemarin (4/3). Sepuluh PSK dan satu pria hidung belang tersebut terjaring razia di lokasi berbeda, di antaranya di warung remangremang, belakang Desa Kotakan, dan eks lokalisasi Gunung Sampan. Mereka yang terkena razia langsung digelandang ke Kantor Satpol PP untuk didata dan dibina. Kepala Bidang Tertib Peraturan dan Perizinan Satpol PP Situbondo, Dasar Giyanto mengatakan, razia kali ini bertujuan menjalankan Peraturan Daerah 27 Tahun 2004 tentang larangan prostitusi di Kabupaten Situbondo. Razia tersebut juga dilakukan dalam rangka misi khusus menyambut ulang tahun Satpol PP. “10 PSK akan kita sidang tipiring. Seorang pria yang terjaring itu masih akan dikaji,” ujar Dasar Giyanto. Salah seorang PSK, Bunga (bukan nama sebenarnya), mengaku menjadi wanita penjaja seks karena terpaksa, yaitu untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan biaya pengobatan anaknya. “Saya begini bukan karena hati, tapi terdesak, Pak. Apalagi anak saya sakit-sakitan

NUR HARIRI/RaBa

TERJARING: Para PSK saat diamankan di kantor Satpol PP kemarin (4/3).

dan orang tua saya lumpuh tidak bisa bekerja,” ujar PSK asal Bondowoso tersebut. Sementara itu, laki-laki hidung belang yang terjaring saat berduaan dengan wanita berinisial KN dalam satu kamar

Penyebab Kematian Andi Belum Jelas SITUBONDO - Andi Prosalina, warga Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Situbondo, yang ditemukan tewas di kamar mandi Losmen Surabaya yang tak jauh dari rumahnya hingga kemarin (4/2) belum jelas. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian pria bertato itu. Petugas juga melakukan pemeriksaan beberapa saksi, termasuk enam teman korban. Keenam teman korban yang diperiksa adalah pria berinisial DW, 27, ATP, 27, SF, 27, dan tiga wanita berinisial LT, 20, AGM, 19, dan NL, 21. Hasil pemeriksaan, keenamnya mengaku tidak tahu terkait kematian korban. Pasalnya, kamar yang ditempati korban dan yang ditempati keenam temannya itu berbeda. “Enam temannya itu berbeda kamar dengan korban. Korban di kamar D 7, dan temannya di kamar C 7,” kata AKP Wahyudi, Kasubbag Humas Polres Situbondo, kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi

kemarin (4/3). Selain itu, mereka juga mengaku bahwa keberadaan mereka di losmen tersebut hanya menyaksikan pertandingan sepak bola yang disiarkan secara langsung oleh salah satu stasiun televisi swasta. Hasil tes urine atas enam teman korban itu juga negatif. Sehingga, pihak kepolisian memulangkan mereka. Sementara itu, berdasar visum yang dilakukan pihak rumah sakit, sebelum mengonsumsi dextro, badan Andi diduga sudah lemah atau sakit. “Hasil visum rumah sakit, sebelum minum pil dextro, korban diduga sudah sakit. Sementara itu dulu,” kata AKP Sunarto, Kasatreskrim Polres Situbondo. Diberitakan sebelumnya, Andi Prosalina ditemukan tewas di Losmen Surabaya di Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Kota. Di sekitar jasad korban, polisi menemukan beberapa pil dextro. (rri/c1/als)

mengaku baru pulang dari tanah rantau. “Saya baru pulang merantau dan langsung kena razia,” kata pria asal Prajekan, Bondowoso, yang tak mau menyebut namanya itu. (rri/c1/als)

SITUBONDO - Satu lagi aset Pemkab Situbondo terancam. Setelah Pasar Desa Olean digugat para ahli waris, kini giliran lahan yang ditempati SDN Negeri 1 Mojodungkul, Kecamatan Suboh, yang digugat. Adalah Baisipu, warga Mojodungkul, yang mengirim surat permohonan kepada Bupati Dadang Wigiarto. Dia meminta orang nomor satu di Pemkab Situbondo tersebut membantunya agar tanah yang merupakan haknya tersebut kembali kepada dirinya. “Yang bersangkutan juga sudah mengadu ke Komisi IV DPRD Situbondo untuk meminta dukungan. Dalam pengaduan itu, yang bersangkutan juga membawa akta hibah sebagai bukti kepemilikan tanah tersebut,” terang anggota Komisi IV DPRD Situbondo, Nyai Hj. Khoironi. Dalam surat tertanggal 12 Februari itu dijelaskan bahwa pembangunan SDN 1 Mojodungkul

EDY SUPRIYONO/RaBa

KEBERATAN: Nyai Hj. Khoironi memperlihatkan surat dari Baisipu yang dikirimkan ke Bupati Dadang Wigiarto.

dilakukan di atas tanah Baisipu. Tanah tersebut awalnya milik Supakmo, kemudian dihibahkan kepada Baisipu berdasar surat keterangan Akta Hibah No: 129/ HB/1984 Senin 12 Oktober 1984. Pendirian gedung SDN 1 Mojodungkul tanpa sepengetahuan Baisipu. Sebenarnya saudara Baisipu di dekat lokasi sudah menegur pelaksana

proyek saat sekolah itu dibangun. Namun, saudara Baisipu tersebut malah ditentang. Nyai Hj. Khoironi sangat menyayangkan kejadian tersebut. Sebab, pendataan aset di lingkungan pemkab sangat lemah. “Ini hanya salah satu bukti kecil. Pemkab tak boleh terus-terusan begini,” ungkapnya. (pri/c1/als)

Rumah Ambruk Tertimpa Mangga SITUBONDO - Angin kencang disertai hujan kembali memakan korban. Kali ini sebuah rumah milik Budi Sastra, 60, warga Desa Tanjung Pecinan, Kecamatan Mangaran, ambruk tertimpa pohon mangga kemarin (4/3). Pada saat peritiwa itu terjadi, sang pemilik rumah, Budi Satra, tengah asyik makan bersama istr inya, Ardiyah, 55, di ruang tamu. Saat itu terjadi angin kencang disertai hujan. Begitu angin datang dan hujan turun, pasangan suami istri itu pindah ke ruang dalam untuk melanjutkan makan. Tiba-tiba dahan pohon mangga yang tumbuh di depan rumahnya patah dan menghantam rumah korban hingga ambruk. “Baru saja duduk, tiba-tiba atap rumah saya ambruk,” ujar Budi Sastra. Melihat atap rumahnya ambruk, Budi bersama istrinya langsung berlari keluar melalui pintu belakang. Mereka khawatir atap rumahnya mengenai mereka. “ Yang penting saya selamat meski

NUR HARIRI/RaBa

PENGHUNI SELAMAT: Kondisi rumah Budi Sastra setelah tertimpa pohon mangga kemarin (4/3).

makan saya belum selesai. Jadi, saat itu kami langsung lari keluar,” katanya. Beruntung, dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa. Namun, rumah korban rusak. “Cuma ini yang rusak karena tertimpa pohon mangga,” kata Budi. Petugas Badan Penanggulan-

gan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo langsung turun ke lokasi untuk membantu memotong kayu yang menimpa rumah pasutri tersebut. “Karena kerusakan ringan, atap rumah yang ambruk itu akan langsung kita diperbaiki,” kata Zainul Arifin, kepala BPBD Situbondo. (rri/c1/als)


Radar Banyuwangi 5 Maret 2013