Page 1

RABU 5 JUNI

25

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2013

Mengikuti Kongres Koran Sedunia WAN-IFRA di Bangkok

Berebut Nasi Putih di Apartemen Staf Kedubes RI LIDAH orang Indonesia memang tidak bisa dipisahkan dengan nasi. Begitu juga saat rombongan Jawa Pos Radar berada di Bangkok, Thailand, yang tengah mengikuti kongres koran dan penerbit sedunia. Di Negeri Gajah Putih itu, nasi biasanya sudah dimasak bersama bumbu-bumbunya. Itu menjadi persoalan tersendiri bagi orang Indonesia, terutama yang baru kali pertama menginjakkan kaki di kota ini. Tiga hari berada di Bangkok, menemukan makanan yang sesuai selera, sulitnya minta ampun. Satu-satunya masakan yang familiar di mulut orang Indonesia adalah masakan cepat saji, seperti fried chicken, mi instan, atau vegetarian. Beruntung, usai menelusuri trotoar di

BANGKOK

JUNE 2-5 2 0 1 3

Laporan Ali Sodiqin dari Thailand sekitar Grand Diamond Fashion Plaza, kami bertemu orang Indonesia. Abdul Go fur namanya. Pria asal Malang itu bekerja sebagai staf Kedutaan Besar (Kedubes) RI di Bangkok. Berkat Gofur, ak-

hirnya kami bisa berkenalan dengan Subandrio, kepala seksi penerangan sosial dan budaya (Kasi Pensosbud) Kedubes RI di Bangkok. Kemudian, Subandrio mengundang kami berkunjung ke apartemennya di kawasan Grand Diamond. “Senang rasanya bertemu orang-orang dari Indonesia,” ujar Subandrio. Sebelum sampai di apartemen, Subandrio ternyata sudah mengontak Kepala Sekolah Indonesia Bangkok (SIB), Tjatur Prasetyawati. SIB adalah lembaga pendidikan yang didirikan Kedubes RI untuk anak-anak warga Indonesia yang bermukim di Bangkok. SIB membuka sekolah mulai tingkat TK, SD SMP, hingga SMA n

JAMUAN: Rombongan Jawa Pos Radar foto bersama Kasi Pensosbud Kedubes RI di Bangkok Subandrio (duduk kaus putih) dan Kepala SIB Tjatur Prasetyawati di apartemen kawasan Grand Diamond Plaza.

 Baca Berebut...Hal 35

JAWA POS FOTO

FOTO-FOTO: AGUS BAIHAQI/RaBa

DUDUK: Sebelas terdakwa kasus perusakan jagung disidang di PN Banyuwangi kemarin (atas). Keluarga terdakwa menangis di luar ruang sidang (bawah).

Sidang Ditunda, Pengunjung Emosi BANYUWANGI - Sidang sebelas terdakwa kasus perusakan dan penebangan tanaman jagung milik Saminah nyaris kisruh di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi kemarin (5/6). Para keluarga terdakwa yang datang dari Kecamatan Glenmore terlihat emosi karena sidang ditunda dengan alasan saksi tidak hadir.

Sejumlah keluarga korban yang tidak sabar, sempat mengerubuti penasihat hukum terdakwa, Achmad Dzajuli SH. Mereka tampaknya kecewa dengan ketidakhadiran Saminah, saksi korban dalam kasus tersebut. “Biar jelas, ayo temui Bapak jaksa saja,” ajak pengacara Dzajuli kepada keluarga terdakwa dengan suara meninggi n

Gunakan Jalur Online dan Jalur Mandiri

 Baca Sidang...Hal 35

Gempa di Samudera Indonesia

Lokasi: 10.73 LS - 113.86 BT

Jarak dengan Kota Terdekat : Banyuwangi 264 Km (arah barat daya) Denpasar 275 Km (arah barat daya) Jember 280 Km (arah tenggara)

Tidak berpotensi menimbulkan gelombang Tsunami

Kepala Desa Cantuk Dilaporkan Kejaksaan

Jember

Denpasar

Supervisi tak Membahas Kenaikan Gaji Pegawai BANYUWANGI - Tim reformasi birokrasi Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men PAN & RB) RI berkunjung ke Banyuwangi kemarin (5/6). Kedatangan tim itu untuk melakukan supervisi terhadap pelaksanaan reformasi birokrasi di Pemkab Banyuwangi. Tim dipimpin Asisten Deputi Program dan Pengawasan Reformasi Birokrasi, Bambang Dayanto. Dalam kunjungan itu, mereka mengisi acara lokakarya “Penguatan Roadmap Reformasi Birokrasi Kabupaten Banyuwangi” di Aula Rempeg Jogopati n  Baca Supervisi...Hal 35

LOMBA FOTO

Lima Foto Lebih Murah BANYUWANGI - Pendaftar lomba foto bertema “I Love Banyuwangi” di kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi terus berdatangan. Foto-foto peserta pun sudah siap ditayangkan di surat kabar. Ayo mana foto-foto menarik Anda? Segera daftarkan di kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi Jalan Yos Sudarso 89C atau kantor biro Genteng. Pendaftaran dibuka hingga 8 Juni 2013. Silakan daftar dengan cara menyerahkan foto diri, atau foto bersama teman, pasangan, atau keluarga n  Baca Lima...Hal 35

Kekuatan : 5,0 Skala Richter

Waktu: 13.40.28 WIB Kedalaman : 13 Km

GRAFIS: ZAKARIA/RaBa

Gempa 5,0 SR Guncang Banyuwangi BANYUWANGI - Gempa bumi dengan kekuatan (amplitudo) 5,0 Skala Richter (SR) terjadi di perairan selatan wilayah Banyuwangi kemarin (4/6). Peristiwa alam tersebut disebabkan pertemuan lempeng Euroasia dengan lempeng Australia, tepatnya 264 Kilometer (Km) barat daya Bumi Blambangan. Getaran akibat gempa bumi yang terjadi tepat pukul 13.40 itu memang tidak begitu dirasakan warga, khususnya mereka yang berada di kawasan pusat Kota

Banyuwangi. Namun demikian, perbincangan mengenai terjadinya gempa bumi kali ini sempat menjadi perbincangan hangat warga. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melansir, gempa bumi kemarin terjadi di koordinat 10.73 Lintang Selatan (LS) - 113.86 Bintang Timur (BT). Lokasi gempa berada di Samudera Hindia dengan kedalaman 13 Kilometer (Km) n  Baca Gempa...Hal 35

BANYUWANGI - Sepuluh warga Desa Cantuk, Kecamatan Singojuruh, mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi kemarin (4/5). Mereka melaporkan Kepala Desa (Kades) Cantuk, H Mas bu di dalam dugaan kasus penyimpangan program prona. Warga tersebut tiba di kantor Kejari di Jalan Jagung Suprapto, Ba nyuwangi sekitar pukul 11.00. Sayangnya, mereka gagal menemui Kepala Kejari

prestasi calon siswa. Ada dua prestasi yang menjadi acuan, prestasi akademik dan nonakademik. “Kedua prestasi itu akan menjadi acuan dalam penerimaan siswa baru,” ujar Sulihtiyono. Karena itu, prestasi yang pernah diraih calon siswa baru tersebut akan menjadi penentu. Jika calon siswa memiliki prestasi akademik dan non-akademik banyak, maka kesempatan akan semakin terbuka n  Baca Ujian...Hal 35

Syaiful Anwar. “Bapak kepala kejaksaan sedang ada acara di luar, ada yang bisa kami bantu,” cetus Jaksa Agus Suraharta SH yang didampingi petugas security Rosidi ketika menemui warga tersebut. Pada petugas di kejaksaan ini, perwakilan warga menyerahkan map berukuran besar yang berisi laporan dan bukti dugaan ada penyimpangan program prona di Desa Cantuk n  Baca Kepala...Hal 35

Kisah Para Korban Penipuan Dukun Palsu di Wongsorejo

Ingin Lunasi Utang Rp 30 Juta, malah Tertipu 259 Juta Jalan pintas mendapatkan uang dalam jumlah besar harus dibayar mahal empat warga asal Kecamatan Wongsorejo. Bukannya untung, mereka malah merugi hingga ratusan juta rupiah. Bagaimana ceritanya? SIGIT HARIYADI, Wongsorejo “DARIPADA saya bunuh Pak Jumadi, urusannya bisa runyam. Ma kanya saya memilih lapor ke polisi saja. Biar polisi yang menghukum dia,” ujar Ahmad Rofi’i, 55, warga Desa Sumberkencono, Kecamatan Wongsorejo, saat berada di Mapolsek Wongsorejo Senin lalu

http://www.radarbanyuwangi.co.id

PPDB

BANYUWANGI - Penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun 2013 di Banyuwangi, tidak akan menggunakan tes potensi akademik (TPA). Proses PPDB kali ini hanya akan menggunakan dua sistem, yakni jalur online dan jalur mandiri. Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi, Sulihtiyono mengatakan, dalam PPDB di Banyuwangi tidak akan menggunakan sistem TPA seperti daerah lain. Banyuwangi me milih menggunakan dua jalur, yakni jalur online dan jalur mandiri. Untuk menetapkan PPDB online, kata Sulihtiyono, pihak sekolah akan mengacu pada

Banyuwangi

BIROKRASI

Ujian Potensi Akademik Dihapus

(3/6). Pria yang satu ini benar-benar ge ram kepada Jumadi. Pasalnya, Jumadi telah memperdayai dirinya hingga mengalami kerugian materi senilai Rp 259 juta. Hal yang semakin membuat Rofi’i geram, uang tersebut dia peroleh dengan cara utang. Ironisnya lagi, utang tersebut dia lakukan secara bertahap demi memenuhi perintah Jumadi. Pasalnya, sang dukun palsu yang mengaku bisa menggandakan uang itu mengaku sanggup membantu me lunasi utang awal Rofi’i yang “hanya” Rp 32 juta da lam waktu 17 hari. Peristiwa penipuan itu berawal pada pertengahan 2012 lalu. Awalnya, Rofi’i yang tengah galau lantaran terlilit utang datang ke rumah Ju madi di Dusun Tangkup, Desa Watukebo, Kecamatan Wongsorejo.

Gempa 5 Skala Richter guncang Banyuwangi Masih kalah dahsyat dengan goyangan Inul Daratista

Panitia Red Island Surfing bantah rugi Rp 500 juta Hanya, habiskan biaya lumayan banyak.

SIGIT HARIYADI/RaBa

MALU: Polisi mengamankan Jumadi di Polsek Wongsorejo.

Di rumah Jumadi, Rofi’i disuruh mengaji. Setelah mengaji, Jumadi mempertontonkan “atraksi” mengu-

bah sobekan kertas menjadi uang pecahan Rp 100 ribu n  Baca Ingin...Hal 35

email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com


26

Rabu 5 Juni 2013

SMPN 1 Genteng Lepas 245 Siswa

GALIH COKRO/RaBa

JUMPA PERS: Panitia Red Island International Surfing Competition 2013, Agus Lie (kiri), Piping (tengah) dan ketua tim juri Ketut Menda melakukan klarifikasi di Pendapa Sabha Swagata Blambangan Senin malam (3/6) lalu.

Panitia Surfing Bantah Tekor Rp 500 Juta Bupati Banjir Tawaran Investor Kembangkan Pulau Merah BANYUWANGI - Panitia ‘Red Island International Surfing Competition’ 2013 menggelar evaluasi kegiatan bersama Bupati Abdullah Azwar Anas di Pendapa Shaba Swgata Blambangan Senin malam lalu (3/6). Forum evaluasi itu dikemas dalam acara makan malam bersama itu, secara khusus membahas rangkaian kegiatan lomba surfing yang digelar pada 24 hingga 26 Mei 2013 lalu. Dalam rapat evaluasi itu juga hadir Presiden Indonesia Surfing Association (INSA) Jro Made Suparta Karang, dan Ketua Tim Juri Surfing, I Ketut Menda. Dalam kesempatan itu, Presiden INSA Jro menilai pelaksanaan Red Island International Surfing Competition berlangsung sukses. Acara yang berlangsung di Kecamatan Pesanggaran itu, di luar prediksi pihak INSA. Sebelumnya, INSA tidak menyangka acara itu akan berlangsung cukup ramai dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Selama ini, kata Jro, INSA sudah sering kali menyelenggarakan acara serupa di beberapa tempat. Namun pelaksanaan lomba surfing di Red Island, kata dia, berlangsung sangat luar biasa. “Apalagi acara itu sampai dihadiri Menteri Pemuda dan Olahraga. Kehadiran Pak Menteri di acara itu memberikan nilai tersendiri,” tegas Jro. Jro mengaku tidak pernah mengira, Menpora Roy Suryo akan datang dalam perhelatan internasional tersebut. Peran Bupati Abdullah Azwar Anas dalam acara itu, sungguh luar biasa dalam menyukseskan acara. “Saya menyampaikan apresiasi atas kerja keras Bupati Anas dan jajaran dalam menyukseskan acara lomba surfing di Red Island,” ucapnya. Pihak INSA menilai, potensi Red Island layak untuk dipromosikan ke dunia internasional. Acara lomba surfing telah memberikan sumbangan besar untuk membangun investasi wisata di Banyuwangi melalui penyelenggaraan lomba surfing internasional. Tidak hanya itu saja, Jro menyampaikan apresiasi terhadap peran media dalam pelaksanaan acara lomba itu. Dia menilai, media memiliki peran besar dalam menyukseskan acara itu hingga dikenal masyarakat internasional. Pada kesempatan itu, pihak panitia penyelenggara menyampaikan klarifikasi soal kabar kerugian yang dialami pihak panitia. Menurut Ketua Panitia Agus Lie, selama ini pihaknya tidak pernah menyampaikan kepada siapa pun tentang kerugian yang dialami panitia. “Kabar kerugian Rp 500 juta itu, bukan dari kami. Kami panitia tidak pernah menyampaikan adanya kerugian Rp 500 juta,” katanya. Dalam pelaksanaan lomba surfing itu, Agus mengaku

tidak mengalami kerugian apa pun. Sejak awal pelaksanaan, kata dia, pihaknya sudah menghitung secara matang semua dampaknya dari pelaksanaan acara itu. “Kalau kerugian tidak ada, tapi kalau kita habis banyak dalam acara itu, memang iya. Saya tidak merasa dirugikan,” jelasnya. Dari awal, kata Agus, pihaknya sudah menghitung berapa kebutuhan dalam acara lomba surfing itu. Anggaran

yang digunakan dalam acara itu, kami anggap sebagai investasi untuk mengembangkan surfing di Pulau Merah. “Jadi kami menganggap bukan sebagai kerugian tapi sebagai investasi. Semuanya, sudah kami hitung,” jelasnya. Bupati Anas mengatakan, acara lomba surfing di Pulau Merah memiliki dampak yang luar biasa. Setelah acara surfing, Bupati Anas mengaku banyak mendapat telepon

dari sejumlah pihak. Mereka menyatakan tertarik untuk berinvestasi guna mengembangkan kegiatan surfing di Pulau Merah. Hanya, Bupati Anas mengaku belum memberikan respons terhadap beberapa tawaran dari pihak investor. “Kami belum merespons, karena kami belum punya benchmark tentang surfing. Nanti setelah punya benchmark, baru kami terima audensi,” katanya. (afi/bay)

Hadirkan John Dykes Orang TV Hadirkan Barclays Premier League secara lengkap JAKARTA - Orange TV dan MP&Silva mendatangkan John Dykes di Launching Jagoannya SepakBola, channel yang akan membawa seluruh pertandingan Liga Inggris dan liga-liga besar dunia lainnya di Orange TV. John Dykes yang menjadi presenter untuk pertandingan Barclays Premier League sejak Agustus 2010 dianggap ikon yang tepat untuk bisa mempresentasikan Barclays Premier League channel yang hanya ada di Orange TV, televisi satelit dengan jaringan distribusi nasional. Barclays Premier League Channel yang secara resmi akan ada per tanggal 1 Juli 2013 di Orange TV adalah merupakan hasil kerja sama dengan MP&Silva, untuk menayangkan siaran Liga Inggris 24 jam sehari. Baik pertandingan langsung maupun kegiatan Barclays Premier League lainnya. Greeny Dewayanti, Commercial Director - Orange TV kepada wartawan di Jakarta beberapa waktu lalu mengatakan, kehadiran John Dykes dalam acara Launching ini sekaligus menegaskan bahwa Orange TV sebagai satu satunya

TV satelit yang akan menayangkan pertandingan Barclays Premier League secara nasional secara lengkap, sebagai pembeda hak siar Liga Inggris yang dipegang oleh TV berbayar lainnya. ‘’Dengan adanya ke-tiga Channel tersebut, maka dipastikan bahwa tayangan Super Big Match hanya ada di Orange TV,’’ jelas Greeny. Selain itu masih ada pertandingan-pertandingan exclusive lainnya pada hari Sabtu dan Minggu malam yang disiarkan secara langsung di Orange TV. Hal ini bisa dimungkinkan karena hak siar Platinum yang dipegang oleh Orange TV. Greeny juga memastikan untuk 3 musim ke-depan (2013-2014 hingga 2015-2016), pelanggan Orange TV akan dapat mengikuti perjalanan team-team kesayangannya untuk menuju puncak

GENTENG – Pelepasan siswa disertai dengan pembagian penghargaan siswa berprestasi dilaksanakan oleh keluarga besar SMP Negeri 1 Genteng Sabtu lalu (1/6). Sebanyak 245 siswa kelas IX tahun ajaran 2012-2013, mengikuti jalannya perpisahan yang bertempat di Graha Bhakti Genteng. Acara tersebut dihadiri komite sekolah, wali murid, Forpimka Genteng. Kepala SMP Negeri 1 Genteng, H. Saroni menyatakan, acara perpisahan kali ini mengambil tema kebersamaan berkreasi raih prestasi, senada dengan visi sekolah. “Cakap berprestasi berkepribadian nasional, berwawasan global,” tuturnya. Dalam kesempatan itu pula, Saroni menyatakan, siswa kelas IX lulus 100 persen. Untuk siswa yang mendapat Nilai Ujian Nasional (BUN) 30,00 ke atas sebanyak 75 persen dari

NUGROHO/RaBa

KOMPAK: Kasek dan guru SMPN 1 Genteng saat pelepasan siswa kelas IX di Graha Bhakti Genteng.

seluruh siswa. Artinya, mereka bisa masuk di sekolah favorit. Hanya delapan siswa yang memperoleh nilai di bawah 24 atau rata-rata NUN kurang dari 6. Untuk Perolehan NUN mata pelajaran matematika ada 14 siswa mendapat nilai 10, bahasa Indonesia tertinggi dengan nilai 9,60, bahasa Inggris nilai 9,80, sedangkan untuk IPA 9,5, “Yang

memperoleh NUN tertinggi 37,75 atas nama Khansa Salsabila,” jlentrehnya. Sebelum mengakhiri acara perpisahan tersebut, Kasek Saroni membagikan penghargaan untuk 67 siswa yang telah mengharumkan nama sekolah melalui berbagai event lomba, baik akademik maupun non akademik. (adv)

Mery Cristina Nilai UN Tertinggi Ketiga MUNCAR- Keluarga besar SMP Negeri 1 Muncar lagi berbahagia. Sebab, salah satu siswinya berhasil ikut andil dalam mengharumkan nama Banyuwangi dalam hal prestasi akademik. Adalah Mery Cristina berhasil meraih nilai ujian nasional 38,35. Nilai ini sekaligus menjadi terbesar ketiga seKabupaten Banyuwangi. Kepala SMP Negeri 1 Muncar, Sukirno, S.Pd turut bangga atas prestasi yang diraih oleh siswinya. Prestasi terbesar ketiga se-Kabupaten Banyuwangi jelas menjadi salah satu kebanggaan bagi almamater sekolah. Sebenarnya, selain prestasi akademik, siswa siswi SMP Negeri 1 Muncar banyak menorehkan prestasi. Seperti, Inggit Dianingtyas yang meraih juara satu tolak peluru pada 02SN se-Kabupaten

ISTIMEWA

BAHAGIA: Kepala sekolah, guru, para siswa berprestasi berpose bersama di halaman SMPN 1 Muncar.

Banyuwangi, Giolat Atmaji juara satu bulutangkis pada 02SN se-Kabupaten Banyuwangi, Tumafto Naufal Handita yang meraih peringkat delapan dalam lomba bahasa Inggris tingkat provinsi.

“SMPN 1 Muncar juga meraih juara satu drum band tingkat kabupaten. Prestasi ini akan menjadi pendorong atau motivasi bagi sekolah untuk terus berupaya meningkatkan kualitas,” ujar Sukirno kemarin. (adv)

kejayaan. Apa pun team kesayangan Anda, dipastikan akan tayang di Orange TV yang akan menyiarkan 10 pertandingan langsung per-minggu. Untuk calon pelanggan baru yang melakukan pembelian perangkat Orange TV, di bulan Juni – Agustus 2013 ini berkesempatan memenangkan 6 tiket dan akomodasi untuk nonton langsung Match of the choice di London pada bulan November yang akan datang. Pembelian perangkat Orange TV dapat dilakukan di distributor maupun modern market terdekat , juga poin of sales voucher Orange TV sudah mencapai lebih dari 20,000 tempat, termasuk di dalamnya ATM Bank BCA, Bank Mandiri, Bank Sinar Mas, Alfamart, Kantor Pos dan retailer elektronik. (adv)

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pemasaran & Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho. Desain Iklan: Mohammad PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/ mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


27

Rabu 5 Juni 2013

ADA APA LAGI

Harga Elpiji masih Normal

Kakek Gantung Diri di Hutan PURWOHARJO - Gara-gara sakit tak kunjung sembuh, Garun, 80, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Kakek yang tinggal di Dusun Grajagan Pantai, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, itu ditemukan tak bernyawa di kawasan hutan jati desa setempat siang kemarin. Kali pertama ditemukan, korban mengenakan kaus hitam dan celana pendek warna cokelat. Dubur korban mengeluarkan kotoran. Sebenarnya upaya bunuh diri sudah pernah dilakukan Garun beberapa kali. Namun, usaha tersebut tidak berhasil lantaran diketahui warga. ‘’Ini sudah yang ketiga kalinya,” ungkap Kapolsek Purwoharjo, AKP Trijoko Setyonarso, melalui Kasi Humas Aipda Sasmito kemarin. Garun sudah menghilang sejak beberapa hari terakhir. Kerabat yang bersangkutan sudah berusaha mencari tapi masih belum membuahkan hasil. ‘’Empat hari tidak pulang, korban ditemukan tergantung di pohon dengan seutas tali platik menjerat leher,” kata Sasmito. Garun gantung diri awalnya diketahui warga yang sedang berada di hutan sambil membawa anjing. Saat itu, anjing tersebut terus menggonggong. Hasil pemeriksaan medis, tidak ada tandatanda kekerasan. Karena itu, polisi memastikan bahwa kematian korban yang hidup menumpang di rumah keponakannya itu murni gantung diri. ‘’Tidak ada tanda-tanda penganiayaan,” tegas Sasmito. Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan medis, petugas menyerahkan jasad korban kepada keluarganya untuk selanjutnya dimakamkan. ‘’Hari ini korban dimakamkan. Memang korban lama menderita sakit hernia dan rematik. Alasan itu yang mungkin membuat korban frustasi,” pungkasnya. (ton/c1/aif)

ABDUL AZIZ/RaBa

HARGA MASIH STABIL: Isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) tidak berpengaruh terhadap harga elpiji.

KSU Tugu Mega Mandiri Tutup Manajer Kabur dengan Status Tersangka GAMBIRAN - Para nasabah Koperasi Simpan Usaha Tugu Mega Mandiri (KSU TMM) yang beralamat di Dusun Sumberjaya, Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran, resah. Mereka tidak bisa mengambil uang tabungan karena manajer KSU TMM melarikan diri. Sang manajer tersebut kabur dengan menyandang status sebagai tersangka penggelapan uang nasabah. Diperoleh informasi, kantor KSU TMM tutup sejak Sabtu (1/6) lalu. Sejak tutup, para karyawan tidak ada yang masuk kantor. Pekan lalu kantor KSU tersebut banyak didatangi nasabah yang ingin mengambil uang. Sayang, pemilik KSU,

Bila Batuk Anda Sudah Disertai Nyeri di Dada TBC atau TB adalah singkatan dari tuberculosis, sejenis penyakit batuk yang sulit disembuhkan. Penyakit ini menahun alias kronis, serta menular. Penderitanya biasanya terbatuk-batuk dengan frekuensi yang tinggi dan durasi yang lama. Dalam sejarah, sudah sejak ribuan tahun silam perang melawan TBC tak pernah berhenti. Dan ini memang ada buktinya. Di Jerman, ditemukan fosil penderita TBC yang berasal dari tahun 8000 SM. Peninggalan tertua ditemukan di Jerman Selatan, dari fosil yang berasal dari tahun 2500-1000 SM. Dan di Mesir, dalam dua penggalian arkeologis ditemukan sisasisa tulang manusia dengan tanda-tanda TBC. Diperkirakan fosil itu masing-masing berasal dari tahun 3700 SM dan 1000 SM. Di Indonesia, saat Candi Borobudur didirikan, di abad VII, TBC pun telah diken a l . B u ktinya? Di candi itu, ada patung penderita TBC yang bertemu dengan Sidharta Gautama. Orang itu berbadan kurus dengan bahu tertarik ke atas dan tulangtulang iga yang menonjol ke luar. Dan itu adalah ciri-ciri penderita TBC. Selengkapnya, tanda-tanda seseorang menderita TBC adalah seperti berikut ini. Pertama, batuknya tak sembuh dalam empat minggu. Kedua, batuknya tak mempan diatasi dengan obat biasa. Ketiga, batuknya menahun dan berlendir, terutama di waktu ia bangun tidur. Keempat, ia menderita panas ringan di sore hari dan berkeringat di malam hari. Kelima, ia merasakan sakit di dada atau punggung atasnya. Keenam, berat badannya turun dan badannya semakin lemah dalam beberapa tahun belakangan. Seandainya ada di antara Anda yang mengalami tanda-tanda seperti itu, berhatihatilah Anda. Dan tentu saja Anda mesti segera berobat. Namun, mengingat mahalnya harga obat dan tingginya efek samping obat, apakah Anda masih sudi berlama-lama

ROGOJAMPI - Berbeda dengan harga sembilan bahan pokok (sembako) yang ikut merangkak menjelang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), harga elpiji tiga kilo gram ternyata sama sekali tak terpengaruh. Harga gas elpiji ukuran 3 Kg hingga Selasa (4/6/) kemarin masih normal. Di tingkat pangkalan, harga eceran gas elpiji ukuran 3 Kg berada pada kisaran Rp 12.000. Di tingkat pengecer harganya Rp 13.000. Mengenai ketersediaan atau stok masih cukup aman. Pengiriman dari agen ke pengecer juga lancar. ” Sementara ini masih belum ada pengaruh, semua masih lancar seperti biasa,” kata H. Anwar, pemilik pangkalan di Desa Pengatigan, Kecamatan Rogojampi. Selain harga gas elpiji ukuran 3 Kg yang stabil, harga elpiji ukuran 12 Kg juga masih stabil, yakni Rp 75 ribu di tingkat pangkalan. Harga minyak tanah juga masih normal, yakni Rp 10.500 per liter. “Kalaupun ada kenaikan, pasti secara nasional. Semoga tidak bersamaan dengan kenaikan BBM,” harap Anwar. (azi/c1/aif)

minum obat? Bila tidak, sebenarnya ada cara lain. Penelitian ahli kesehatan membuktikan, suatu zat yang terdapat dalam kulit buah manggis, yang bernama xanthone, dapat mengatasi penyakit tersebut. Penelitian Moongkarndi et al. (2004) di Mahindon University, Thailand, menunjukkan, pericarp buah manggis dengan ekstrak kasar metanol sangat efektif melawan kanker payudara pada manusia. Selain itu, xanthone bisa digunakan sebagai obat penyakit jantung dan menurunkan lipopolisakarida. Dan sebagai antimi krobial, keampuhan xanthone telah diuji oleh Suksamrarn dan kawan-kawan tahun 2003. Pemberian 6,25 mikrogram/ml derivat xanthone (alphamangostin, beta-mangostin, dan B-garcinone) dapat menghambat pertumbuhan Mycobacterium tuberculosis, bakteri penyebab TBC. Bila ingin tahu l e b i h b a n ya k tentang khasiat kulit manggis tersebut, Anda bisa m e m bacanya di buku berjudul K u l i t Manggis Berkhasiat Tinggi, yang tersedia di Toko Buku Gramedia di seluruh Indonesia. Tapi, apakah untuk mendapatkan xanthone itu kita perlu mengimpornya? Tidak. Sekarang, teknologinya sudah ada di Indonesia. Dan produk itu sudah beredar di apotek dan toko-toko obat terkemuka di kota Anda, dalam bentuk kapsul. Namanya Garcia. Sedangkan xanthone adalah nama zat yang dikandungnya. Bila ingin tahu lebih banyak tentang ekstrak kulit manggis pertama di Indonesia itu, Anda bisa menghubungi telepon bebas pulsa kami di 08001401430, email info@manggisgarcia.com, atau website www.manggisgarcia.com. Produk ini bisa didapatkan di Apotek dan toko obat terkemuka di kota anda atau segera Banyuwangi : 0333-7703239 & 081336445358 Situbondo 087885198976.

Made, warga Dusun Simbar, Desa Tampu, Kecamatan Cluring, tidak pernah kelihatan. Sunarko 52, warga Kampung Baru, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, yang saat itu hendak mengambil uang mengaku sudah tiga kali mendatangi kantor tersebut. Namun, kantor KSU itu tidak pernah buka dan seluruh nomor hand phone karyawan serta nomor telepon kantor tidak bisa dihubungi. “Uang saya di TMM ada Rp 2 juta. Gimana ngambilnya kalau tutup begini”, ucap Sunarko tanpa mengetahui kenapa kantor KSU tersebut tutup. Kapolsek Gambiran AKP Ibnu Mas’ud mengatakan, sejak be-

ABDUL AZIZ/RABA

KECELE: Seorang nasabah terpaksa balik kucing setelah melihat gerbang KSU Tugu Mega Mandiri tutup.

berapa hari lalu ada enam nasabah KSU Tugu Mega Mandiri

melaporkan Made ke Polsek Gambiran atas dugaan peng-

gelapan uang nasabah. Keenam nasabah tersebut kebanyakan memiliki deposito sebesar Rp 40 juta, Rp 75 juta, dan Rp 80 juta. “Nilainya berbeda-beda,” ujar Ibnu. Para nasabah tersebut mengaku telah ditipu Made. Sebab, janjinya untuk mengembalikan uang dan hasilnya meleset. “Made kita cari di rumahnya juga nggak ada. Dia sudah melarikan diri,” tuturnya. Atas dugaan penggelapan uang tersebut, polisi menetapkan Made sebagai tersangka. Dia dijerat Pasal 375 KUHP tentang pidana penggelapan dengan ancaman hukuman di atas lima tahun kurungan. (azi/c1/aif)


28

Rabu 5 Juni 2013

Maksimalkan Peran Bank Sampah BANYUWANGI - Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Banyuwangi menggelar sosialisasi Adipura tahun 2013-2014 di lantai dua kantor Kecamatan Banyuwangi, (4/6) kemarin. Sosialisasi dibuka oleh Sekretaris Camat Banyuwangi, Sudjiati Andriani. Acara ini juga dihadiri Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian BLH, Dwi Handayani, ST, MSi. Narasumber yang dihadirkan adalah perwakilan dari bank sampah Banyuwangi. Sosialisasi ini juga dihadiri perwakilan desa se-Kecamatan Banyuwangi. Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian BLH, Dwi Handayani mengatakan, sosialisasi ini bertujuan untuk mengenalkan kepada masyarakat tentang program Adipura dan langkah-

ISTIMEWA

MENUJU ADIPURA: BLH Banyuwangi getol menyosialisasikan Adipura 2013-2014 di lantai dua kantor Kecamatan Banyuwangi, kemarin.

langkah yang perlu dilakukan untuk menyukseskan program Adipura tahun ini. Sosialisasi ini

juga merupakan program lanjutan yang selalu dilakukan oleh BLH dengan aparat pemerintah,

tokoh masyarakat, perwakilan PKL, PKK dan ketua RT (rukun tetangga) yang daerahnya merupakan titik pantau Adipura. “Kita berharap dengan sosialisasi ini dapat merubah perilaku hidup sehat masyarakat sehingga tahun ini Banyuwangi mendapat Adipura,” harap Dwi Handayani. Dijelaskan, penilaian Adipura setiap tahun semakin bertambah berat. Poin yang menjadi penilaian untuk tahun ini salah satunya adalah setiap daerah harus memiliki bank sampah. Kepemilikan bank sampah menjadi kriteria poin lolos penilaian Adipura. “Saat ini Banyuwangi telah memiliki bank sampah. Dimana bank ini bertujuan untuk mengolah sampah organik dan an organik,” jelas Dwi. (adv/aif)

BLH Peringati Hari Lingkungan Sedunia Kerja Sama AKABA, Gelar Bakti Lingkungan BANYUWANGI - Menyambut hari lingkungan hidup sedunia yang jatuh pada hari ini, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Banyuwangi bersama Akademi Kelautan Banyuwangi (AKABA) menggelar acara bakti lingkungan pada Minggu, kemarin (2/6). Acara diawali penanaman pohon dilanjutkan dengan bersih-bersih pantai. Hadir acara itu Ketut Kencana staf ahli Bupati Banyuwangi Bidang Perekonomian dan Keuangan mewakili Bupati Banyuwnagi. Kapten Mujiono mewakili Dandim 0825 Banyuwangi, perwakilan Danlanal Banyuwangi, Plt. Kepala BLH Banyuwangi, Husnul Chotimah, dan Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi Banyuwangi (YPTB) Sabari. Selain itu Plt. Direktur Aka-

acara bakti lingkungan ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati hari lingkungan hidup sedunia. ”Tahun ini tema yang diusung adalah Ubah Perilaku dan Pola Konsumsi untuk Selamatkan Lingkungan,” kata Husnul. Husnul mengungkapkan, masalah limbah makanan adalah masalah yang terjadi diseBLH BANYUWANGI FOR RaBa SIMBOLIS: Husnul Chotimah (tengah) menerima bibit penghijauan dari Plt. Direktur luruh dunia, baik AKABA Andi Dahlan Sadly disaksikan Ketut Kencana staf ahli Bupati Banyuwangi negara maju, negara industri maupun Bidang Perekonomian dan Keuangan. negara berkemdemi Kelautan Banyuwangi, masyarakat Kelurahan Mandar bang. ”Kami mengajak semua Andi Dahlan Sadly; Sekcam dan sekitarnya beserta para pihak untuk megubah perilaku Kecamatan Banyuwangi Suciyati; pesapon Dinas Kebersihan dan dan pola konsumsi untuk menKepala Kelurahan Mandar Bam- Pertamanan (DKP) Kabupaten jaga kelestarian lingkungan. Ini bang Purwanto; perwakilan PT. Banyuwangi juga hadir. adalah tanggung jawab berPelindo III, PT. Bosowa, dan PT. Plt. Kepala BLH Banyuwangi, sama masyarakat Indonesia,’’ ASDP Ketapang. Tak ketinggalan, Husnul Chotimah mengatakan, ajak Husnul. (*/aif )

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Jl. KH. Agus Salim •

• Tanah dan Ruko •

Dijual Ruko Joglo 10X20, Jl. Ikan Paus dpan SDN 3 Karangrejo, Lokasi strategis, hub 081236047833, tanpa perantara. Djl ruko 2lt lok Jl. Agus Salim (blkg Untag) Bwi. CP : 081233650233 / 0333427190

BANYUWANGI

Prospek Trading Komoditas Cukup Menjanjikan Sabtu Seminar Trading Gratis BANYUWANGI - Fluktuasi komoditas pada tahun-tahun belakangan ini marak dan menjadi perhatian para investor dan trader, di samping nilai fluktuasi dari forex dan index. Secara umum komoditas yang diperjualbelikan cukup menjanjikan keuntungan. Nah, trading komoditas inilah yang dicoba ditawarkan kepada Anda untuk melakukan investasi dan memberikan keuntungan yang lebih baik, pada Sabtu (8/6) di Rumah Makan Mahkota ISTIMEWA Plengkung, Kecamatan Kalipuro. Presentasi yang akan PROSPEKTIF: Beragam komoditas yang diperjualdibawa langsung oleh peru- belikan lewat mekanisme bursa berjangka. sahaan trading terpercaya, PT. Victory International Futures, Surabaya gandum, jagung, beras, kacang kedelai dan ini akan mengupas tuntas tentang seluk minyak kedelai; hasil perkebunan seperti kopi, kapas, kakao, gula. Selain itu, komoditas pertbeluk trading komoditas. Manager PT. Victory International Fu- ambangan seperti emas, perak, minyak; mata tures, Johan mengatakan, saat ini prospek uang asing; indeks saham; dan tingkat bunga. “Memilih produk commodity futures di trading komoditas cukup bagus dan menjanjikan keuntungan. Dalam pemahaman PT. Victory International Futures dapat sederhana, komoditas adalah segala ses- dijadikan sebagai lindung nilai (hedging) uatu yang memiliki nilai, dengan kualitas terhadap transaksi fisik yang dilakukan nayang seragam dan diproduksi dalam kuan- sabah. Nasabah dapat melakukan transaksi commodity futures dengan modal minimal titas yang besar oleh banyak produsen. Komoditi secara umum dikatakan sebagai yang cukup rendah,” papar Johan. Oleh karena itu, lanjut dia, Victory suatu produk yang diperdagangkan melalui mekanisme bursa berjangka yang termasuk International Futures mengajak kepada di dalamnya komoditas hasil pertanian, masyarakat luas untuk datang ke presentambang, valuta asing, instrument finansial tasi trading komoditas. “Kesempatan ini dan indeks saham. Contoh beberapa barang jarang ada, maka dari itu silahkan datang komoditas yang diperjualbelikan meliputi langsung dalam acara itu, gratis, informasi kacang-kacangan dan minyaknya seperti 082894049745,” ajak Johan. (adv/aif)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Lmbg Keuangan/Investasi •

• Toyota Starlet ‘94 •

• Isuzu Panther ‘06 •

• Honda Jazz ‘09 •

• Honda Jazz ‘08 •

Tradg forex tnp loss dr 0 mdl 25jt (ea, vps&panduan lgkp), proft bs 10%/mg. Arif 085655926875 / 087757666039.

Djl toyota starlet 94 merah metalik 1300 cc, plt DK, 52 jt, Hub 085646477168.

Dijual Isuzu Panther ls tahun 2006, hitam, Rp. 155 juta, bisa cash/kredit, tukar tambah, hubungi 082142194111– 081335897888

Dijual Honda Jazz rs 09 hitam, harga 190 juta nego, bisa cash/kredit atau tukar tambah, hubungi 08123453975 – 081335897888

Dijual Honda Jazz 08 manual idsi stono, istimewa, harga 143 juta nego, bisa cash/ kredit atau tukar tambah, hubungi 08123453975 – 081335897888

• Isuzu Panther ‘05 •

• Grand Max ‘10 •

• Daihatsu Terios ‘07 •

Dijual Isuzu Panther TBR 541 LS25 MT tahun 2005 hitam, harga 152,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Dijual Daihatsu Grand Max (minibus) S40 IRV ZMDEJJ HJ tahun 2010 hitam, harga 95 juta nego, barang istmw, bs cash/kredit, hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Daihatsu Terios F700 RG TS tahun 2007 hitam metalik, harga 137,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Daihatsu Xenia ‘08 •

• Grand Livina ‘07 •

• Daihatsu Xenia ‘10 •

Dijual Daihatsu Xenia F600 RV GMDF JJ tahun 2008 silver metalik, harga 102,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Nissan Grand Livina XV tahun 2007 hitam, harga 143,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual: Daihatsu Xenia. Xi.Sporty 1.300 CC Th. 2010, Hitam Metalik, VR, PS, CD, Auto Mirror, pajak Panjang Harga Nego, Bisa Dibantu Kredit. Hub. 081914700510

• Dicari Sengon • Dcri pohon sengon siap panen, kami siap mmbeli (nebas di kebun) H. 081703130988.

BANYUWANGI Dijual Tanah Ruko Luas 495m2, bersertifikat/IMB, Jl. Raya Banyuwangi Kembiritan, Genteng. 081234524940

BANYUWANGI

• STNK • BANYUWANGI

Hlg STNK P 5792 VL, an. Sarianah, Kopen Laban, Macan Putih 01 / I Kabat

• Perum Elit Sutri •

Hlg STNK P 5890 WB, an. Roni Suntoro, Perm Pakis Jalio F 10 04/03,Sumberejo.

Djl rmh mrh/ oper kredit Lt 109, LB 60m di Perum Elit Sutri Bwi, hub 085230634123.

Hlg STNK P 5936 VR, an. Sukardi, Dsn. Sumberrejo 57/09, Tegaldlimo, Bwi.

SITUBONDO

SITUBONDO

• Tanah + Bangunan •

• Jl. Argopuro •

Jual tanah+bangunan lokasi asih ada air, Desa Wonorejo Bwi, hub. 0818351234.

Jual rmh SHM 205m2, 95jt, LKP dkt "mega" & "royal", Jl. Argopuro 7B, Hb 082333008871

• STNK • Hlg STNK P 6236 EL, an. Bahari Harahap, Jl. Adirasa 01/02 Pesisir, Besuki, Stb

PEMBERITAHUAN

Hotline Iklan Hubungi: 0333-412224

Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhati-hati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak bertanggungjawab atas semua transaksi yang terjadi selain pemasangan iklan secara resmi di Radar Banyuwangi.


BALJEBOL

Rabu 5 Juni 2013

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

33

LUMAJANG

Produsen Terasi Terancam Gulung Tikar

PENCURIAN

RADAR JEMBER/JPNN

SAKIT HATI: Ridwan digiring menuju ruang penyidikan Mapolsek Sukowono, Jember.

Rumah Mantan Pacar Digarong SUKOWONO – Gara–gara sakit hati, Ridwan, 28, warga RT 05/RW V Desa/Kecamatan Sukowono nekat menggarong rumah Diah, mantan pacarnya, pada Sabtu (1/6) lalu, sekitar pukul 20.00. Dan baru kemarin, Ridwan ditangkap polisi. Ridwan nekat menggarong rumah Diah Aprilia, 20, di Jalan A. Yani Sukowono. Dari aksi itu, tersangka berhasil menggasak dua buah laptop milik korban. Laptop itu diambil dari kamar rumah korban. Untungnya, barang curian tersebut belum sempat dijual tersangka, karena keburu tertangkap polisi di rumahnya, termasuk barang bukti. Menurut sumber Jawa Pos Radar Jember, pada Sabtu (1/6) tersangka mengajak Tamam, 17, warga Tamanan Bondowoso yang sedang cangkrukan di alun-alun tamanan ke rumah mantan pacarnya, dengan mengendarai sepeda motor. Sekitar pukul 19.00 tersangka sudah berada di halaman rumah. Ternyata kedatangan kedua orang itu mempunyai niat jelek. Sekitar pukul 19.30 itu, tersangka menyuruh Tamam agar memanggil korban. Maksudnya, supaya tersangka nggak kelihatan saat melompat pagar yang ada di sebelah rumah. Selanjutnya berada di dalam pagar, tersangka masuk kerumah korban dengan cara mencongkel pintu kamar korban dengan menggunakan badik (pisau kecil). Setelah pintu terbuka sedikit, tersangka mengambil besi sepanjang dua meter untuk merusak grendel yang dikunci dari dalam kamar. Setelah masuk, tersangka mengambil dua buah laptop milik korban merk Acer warna hitam. Tas yang berisi carger juga disikatnya. Korban baru sadar kalau kebobolan pencuri setelah melihat laptopnya raib di kamar. Paginya korban melaporkan kejadian ini ke polisi. Hanya butuh beberapa hari, polisi berhasil membekuk Ridwan. Dalam pemeriksaan, tersangka mengaku sakit hati pada korban selama menjadi pacarnya. Dia juga mengaku membutuhkan uang. ”Tersangka mengaku menyesal telah melakukan pencurian,” kata Kapolsek Sukowono AKP M Zaenuri. (jum/hdi/jpnn)

MUNCAR - Pencemaran lingkungan yang dipicu pembuangan limbah sembarangan di kawasan Muncar membuat para nelayan nestapa. Selain itu, pencemaran itu juga berimbas pada home industry terasi. Bahan baku utama terasi (udang kecil) kini semakin langka gara-gara perairan tercemar. Produksi terasi pun menjadi macet total. Problem tersebut sudah berlangsung beberapa pekan terakhir. Kondisi itu bisa menyebabkan para pembuat terasi gulung tikar. Seperti yang terjadi di home industry pembuatan terasi di Dusun Sampangan, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, kemarin. Proses pengolahan udang menjadi terasi mandek total. ‘’Sudah beberapa minggu ini nggak operasi,” cetus Muhammad Taji, salah seorang produsen terasi. Pembuatan terasi terpaksa mandek gara-gara bahan baku utama semakin sulit. Sebab, udang yang hidup di air payau mulai habis gara-gara limbah. ‘’Air menjadi kotor karena limbah pabrik langsung dibuang ke sungai,” imbuh Taji. Dia menduga, limbah itu berasal dari pengolahan dan pengalengan tepung ikan yang tidak menggunakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Hingga kini, pembuangan limbah pabrik tersebut terus berlangsung. “Udang kecil semakin habis juga gara-gara ada tambak intensif,’’ katanya. Dia menceritakan, dulu perkembangbiakan udang kecil sangat cepat. Pasalnya, habitatnya belum terkontaminasi. ‘’Tetapi, sekarang udang yang hidup tanpa dibudidayakan itu makin sulit

ALI NURFATONI/RaBa

MANGKRAK: Asmuni (kiri) dan Muhamad Taji mengecek kondisi mesin giling pembuat terasi yang mangkrak di Dusun Sampangan, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, kemarin.

ditemukan,” bebernya. Cuaca panas juga menjadi faktor semakin langkanya udang. Sebab, udang akan hidup dengan baik di musim penghujan. ‘’Nggak tahu sampai kapan terus begini,” keluh koordinator Badan Swadaya Masyarakat (BSM) Desa Ke-

dungrejo itu. Ketua KUD Mina Blambangan, Muncar, Asmuni menambahkan, sejumlah home industry terpaksa membeli bahan baku dari daerah lain. ‘’Ada yang beli di Puger. Makanya, orang-orang menyebut terasi Puger, padahal pembuatan-

Tujuh Tahun Supriatin Menderita Tumor Mata

ADA APA LAGI

Aktivitas Kantor Lumpuh Total BALUNG - Pasca disegelnya kembali kantor Desa Tutul, Kecamatan Balung pada Senin (3/6), aktivitas kantor desa lumpuh total. Para pegawai kantor tidak ada berani masuk kantor. Apalagi, penyegelan dilakukan tepat pada pintu masuk kantor desa tersebut. Warga tetap bersikukuh akan menyegel kantor desa tersebut, sebelum Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Tutul memberikan klarifikasi mengenai persoalan pemilihan kepala desa (pilkades) yang dianggap curang oleh masyarakat. Dimana, dalam penghitungan duara mereka menganggap ada penggelembungan suara. Sampai kemarin (4/6) pun masih terlihat puluhan warga Desa Tutul yang menduduki kantor desa tersebut. Warga itu tidak membolehkan adanya aktivitas di kantor tersebut. Bahkan anak-anak SMP yang merayakan kelulusan dan mampir di kantor desa ikut memberikan dukungan kepada warga yang tengah menunggu segel itu. Segel berupa keranda yang ditumpuk di pintu masuk kantor desa tersebut merupakan kali ke dua dilakukan warga. Penyegelan pertama dilakukan pada 17 Mei lalu. Saat penyegelan pertama, pihak muspika sudah menjadi penengah antara masyarakat dengan BPD. Camat berjanji akan memberikan ruang mediasi bagi mereka. Namun karena BPD sangat sulit dikumpulkan. Akhirnya Muspika gagal mempertemukan mereka. “Gejolak warga reda dengan janji camat yang akan mempertemukan warga dengan BPD. Karena urung, penyegelan dilakukan lagi,” kata Nawawi, salah seorang warga. Mereka menganggap, BPD tidak menghiraukan aspirasi mereka. Dan warga akan terus menyegel balai desa jika belum ada kejelasan mengenai nasib aspirasinya. “Kami akan terus berada di sini sampai kami mendapatkan jawaban yang jelas, “kata Nawawi. Sementara Murdiyanto, Camat Balung mengatakan sebenarnya upaya camat untuk mendamaikan atau memediasi warga sudah maksimal. Namun pihaknya sulit menghubungi BPD-nya. “Toh nanti jika ada warga yang membutuhkan pelayanan, maka akan membuka segel,” katanya pasrah. (mg1/hdi/jpnn)

ARIMACS WILANDER/RADAR JEMBER/JPNN

TUNTUTAN DIRASA BERAT: Sri Hariati, ibu Wildan tak kuasa menahan tangis saat hadir dalam persidangan (atas). Wildan Yani Ashari tertunduk lesu setelah dituntut JPU 10 bulan penjara di PN Jember, kemarin (4/6) (bawah).

Wildan Shock Dituntut 10 Bulan Peretas Situs Presiden SBY JEMBER – Wildan Yani Ashari, peretas situs Presiden SBY hanya bisa tertunduk lesu usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jember kemarin (4/6). Jaksa Penuntut Umum (JPU) ternyata menuntutnya dengan 10 bulan penjara akibat perbuatannya meretas situs website informasi milik orang nomor satu di Indonesia itu. Dalam tuntutan yang dibacakan Jaksa Lusiana itu, Wildan terbukti secara sah melakukan perbuatan melawan hukum dengan meretas situs Jatireja.com dan techscype tanpa izin. “Terdakwa melanggar Pasal 46 Ayat 1 jo Pasal 30 ayat 1 UndangUndang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” jelas Lusiana.

Untungnya, saat persidangan disebutkan jika ada beberapa faktor yang bisa meringankan hukuman Wildan. Antara lain, selama persidangan Wildan bersikap santun, belum pernah dihukum, serta pengakuan saksi dari Mabes Polri yang menyatakan Wildan sangat potensial dan akan disekolahkan oleh Mabes Polri. Dengan pertimbangan tersebut, dalam tuntutan yang ditandatangani Kasi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Jember Mujiarto, Wildan akhirnya dituntut

Libatkan Warga untuk Kurangi Kemiskinan BANYUWANGI – Kesibukan terlihat di kantor Kelurahan Karangrejo sejak sepekan ini. Maklum pada tanggal 14 Juni nanti, Kelurahan Karangrejo kedatangan tim penilai lomba kelurahan tingkat provinsi. Sebelumnya, Kelurahan Karangrejo merupakan peraih juara I dalam lomba kelurahan tingkat kabupaten setelah menyisihkan Kelurahan Taman Baru dan Gombengsari. Kelurahan Karangrejo, di bawah kepemimpinan Ambyah, SP berhasil merubah delapan poin indikator yang dilombakan. Di bidang pendidikan misalny. Kelurahan paling timur kota Banyuwangi ini berhasil menekan angka buta aksara. Bagi yang putus sekolah bisa ditampung di sekolah-sekolah yang berada di Karangrejo. Dalam bidang kesehatan juga oke. Posyandu Kenanga, berhasil meraih juara I tingkat kabupaten tahun 2011 yang lalu. Di bidang pembangunan kesejahteraan keluarga (PKK), juga berhasil meraih juara I lomba pelaksanaan 10 program pokok PKK tahun 2012. Lomba cerdas cermat, lagi-lagi PKK Kelurahan Karangrejo mengukuhkan diri sebagai juara I. Di tahun yang sama, Ismiati selaku ketua Penggerak PKK Kelurahan Karangrejo mewakili Kabupaten Banyuwangi tampil di ajang pidato pembinaan

nya di sini,’’ ungkapnya. Dia mendesak agar pemerintah segera turun tangan mengatasi problem tersebut. Sehingga, para perajin terasi bisa kembali bekerja. ‘’Peran pemerintah sangat dibutuhkan,” tandasnya. (ton/c1/aif)

ISTIMEWA

PENGHARGAAN: Lurah Karangrejo, Ambyah, bersama piala yang diraih. PKK tingkat provinsi. Dia berhasil membawa pulang juara IV. Di bidang ekonomi, Karangrejo memiliki potensi perdagangan dan ekonomi mikro yang lumayan lengkap. Pasar pagi, sentra pasar burung ada disana. Sementara di bidang perikanan, ada nelayan dan budidaya tambak melimpah disana. Untuk home industry, Karangrejo terdapat sentra

pembuatan kue. “Usaha mikro yang akan dipresentasikan nanti di hadapan juri adalah industri sapu dari bahan prumpung,” ujar Ambyah di ruang kerjanya, kemarin. Prumpung merupakan tanaman liar yang tumbuh di pantai. Bahan baku prumpung cukup melimpah di Karangrejo. Prumpung sebagai pengganti bahan ijuk sapu. Dari sinilah Kelurahan karangrejo berhasil menekan angka kemiskinan dari tahun ke tahun secara signifkan. Di tahun 2010, awal Ambyah menjabat Kepala Kelurahan Karangrejo, jumlah angka kemiskinan di 858 kepala keluarga (KK). Di tahun 2011 meyusut menjadi 753 KK dan di tahun selanjutnya, 2012 menurun di angka 629. Intervensi Pemkab Banyuwangi sangat berperan dalam penekanan angka kemiskinan tersebut. Di antaranya melalui PNPM dengan program plesterisasi, BKM dengan program bedah rumahnya dan seterusnya. Sementara UPKU di Karangrejo juga cukup berperan dalam jambanisasi. Berbeda dengan BKM atau PNPM, UPKU yang hanya berjumlah 50 di Banyuwangi dikhususkan bagi rumah tangga miskin. ”UPKU di Karangrejo yang bernama Al Ikhlas juga mewakili Banyuwangi untuk tingkat provinsi,’’ kata Ambyah. (adv)

hukuman penjara 10 bulan penjara. “Dengan denda Rp 250 ribu subsider satu bulan penjara,” tegasnya. Selain itu, Wildan juga dibebankan denda perkara sebanyak Rp 5 ribu. Tentu saja, tuntutan ini membuat Wildan lesu dan sedikit shock. Meski tuntutan terhadap Wildan ini jauh lebih ringan jika dibandingkan dakwaan JPU. (ram/wnp/jpnn)

G L E N M O R E - Su n g g u h malang nasib Supriyatin, 48. Sejak tujuh tahun silam, warga Dusun Kendenglembu, Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, itu menderita tumor ganas di mata sebelah kiri. Semakin lama tumor tersebut semakin membesar, sehingga kini bola matanya tak terlihat lagi. Bahkan, kini penyakitnya itu juga merembet ke pipi, bahkan ke telinga. Kondisi itu membuat istri Marsam, 51, tersebut tak bisa berbuat banyak. Setiap hari dia hanya bisa duduk di rumah. Supriyatin tak bisa lagi melakukan aktivitas sebagai buruh di perkebunan. Supriatin menuturkan, awalnya tumor itu hanya benjolan kecil di tepi mata. Benjolan itu terasa gatal. “Namun, semakin lama semakin membesar,” tutur perempuan berjilbab itu ketika hendak memeriksakan penyakitnya ke Puskesmas Sepanjang, Kecamatan Glenmore, kemarin. Ketika mengetahui benjolan di matanya itu kian membesar, peserta Jamkesmas itu akhirnya berobat ke Puskesmas Sepanjang. Setelah itu, Supriatin dirujuk ke RSUD Genteng. Dari RSUD Genteng, Supriatin dirujuk ke RSUD Blambangan. “Dari RSUD Blambangan, saya dirujuk ke RSUD dr. Soetomo, Surabaya,” tuturnya. Ketika dirujuk ke RSUD dr. Soetomo, dia ditangani dokter spesialis mata. “Saya dikemoterapi,” tuturnya. Kemoterapi itu dia jalani sampai 1,6 tahun. Setiap bulan, Supriatin rata-rata dua sampai tiga kali ke Surabaya untuk menjalani perawatan.

ABDUL AZIZ/RABA

TERSIKSA: Supriatin.

Lama-kelamaan Supriatin tak sanggup membayar biaya transportasi ke Surabaya. Sebab, sang suami hanya menjadi buruh kebun yang penghasilannya per hari rata-rata Rp 25 ribu. Saat masih aktif ke Surabaya, Suprihatin kerap utang kepada saudara dan tetangga untuk biaya transportasi. “Lama-lama karena utang menumpuk, yakni setelah setahun setengah berobat ke Surabaya, akhirnya saya tidak lagi berobat ke Surabaya,” ujarnya. Bahkan, akibat banyaknya utang, sang suami merantau ke Sulawesi Selatan dan Kalimantan Timur. Namun, tak lama kemudian, karena selalu teringat istrinya di Banyuwangi yang tengah sakit, akhirnya dia memutuskan pulang kampung. “Akhirnya saya pulang dan bekerja lagi sebagai buruh kebun di sini,” ujar Marsam. Supriatin dan suaminya berharap ada pihak yang peduli. Mereka berharap bisa berobat secara gratis. (azi/c1/aif)


34

Rabu 5 Juni 2013

PBSI Berusaha Ciptakan Iklim Kompetitif DARTAR JUARA DJARUM SUPER BADMINTON Tunggal Pemula Putri

Tunggal Remaja Putra

1. Rosalina – PB Mutiara Tangkas 2. Siti Fatimatus – SMP 1 Asembagus 3. Bella – PB Mutiara Tangkas 4. Azzimatur R – PB Mutiara Tangkas

Tunggal Pemula Putra 1. Naufal Daffa – PB Mutiara Tangkas 2. Iqbal Baihaqi – PB Mutiara Tangkas 3. Sofyan Arif Fahrizal – PB Mutiara Tangkas 4. Gilang Renaldi – PB Mutiara Tangkas

Tunggal Taruna Putra 1. M Faruq A – PB Mutiara Tangkas 2. Zulham – PB Demas 3. Dimas – PB Besuki 4. Fiqi Syaiful Rizal – PB Mutiara Tangkas

1. Fahrizul Kurniawan – PB Mutiara Tangkas 2. Ariya Seta Nugraha – PB Mutiara Tangkas 3. Rahmat Firmansyah – PB Mutiara Tangkas 4.Yoga – PB Besuki

Tunggal Dewasa Putra 1. Farid Humaidi – PB Mutiara Tangkas 2.Rahmat Firmansyah – PB Mutiara Tangkas 3. Erik – PB Mutiara Tangkas 4. Dimas – PB Besuki

Ganda Dewasa Putra 1. Hadi Ongko/Erik – PB Mutiara Tangkas 2. Ahmad/Farid – PB Mutiara Tangkas 3. Fahrizul/Faruq A – PB Mutiara Tangkas 4. Athok/Sudarsono - PB Arena

SITUBONDO- Usai sudah kompetisi bulutangkis yang laksanakan di Aula KPRI Raung Situbondo. Kompetisi bulutangkis berbagai kelas itu mulai dipertandingkan sejak 28 Mei dan berakhir pada 31 Mei 2013 lalu. Meski terjadi penurunan peserta jika dibandingkan dengan pelaksanaan di tahun sebelumnya, Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Situbondo akan terus berusaha membuat iklim yang positif. Karena kondisi positif semacam itu akan memacu tumbuhnya bibit muda pebulutangkis berbakat di Kabupaten Situbondo. “Selama ini sudah banyak atlet muda asal Situbondo yang meraih sukses hingga di nasional dan internasional. Memang, masa sekarang ada kesulitan untuk menumbuhkan bibit-bibit muda berbakat, namun membuat iklim kompetisi yang bagus dan kompetitif perlu terus dan harus dilakukan. PBSI sangat berharap dukungan pemerintah daerah, maupun KONI Situbondo untuk mensupport kami, sekaligus pada pihak sponsor,” terang ketua pantia kompetisi bulutangkis tersebut, Hasuearno. Sementara itu, kompetisi kali ini berhasil memunculkan sejumlah atlet muda yang berbakat. Sebut saja Rosalina, atlet putri yang masih berumur 12 tahun ini berhasil menyabet juara I di partai tunggal pemula putri. Sedangkan untuk atlet muda pria, ada Naufal Daffa yang berhasil lagi menambah pundipundi prestasinya dengan raihan gelar juara 1 di partai tunggal pemula putra.(adv)

TOREHKAN PRESTASI: Pemenang tunggal pemula putra menerima medali dari panitia.

KETUA PBSI: Matali mengalungkan medali kepada pemenang ganda dewasa putra.

TUNGGAL TARUNA PUTRA: Faruk (dua dari kiri) usai menerima medali.

WAKIL BUPATI SITUBONDO: Rachmad yang juga pembina PBSI Situbondo mengalungkan medali kepada juara tunggal pemula putri.

PERWAKILAN DJARUM: Lukman Hakim foto bersama juara tunggal remaja putra.

BERBENAH: Panitia langsung mengevaluasi kinerja usai laga final.

BADMINTON

PBSI Curi Tempat Ketiga BANYUWANGI - Keikutsertaan kontingen Banyuwangi dalam kejuaraan badminton antar-pengurus PBSI seJawa Timur tidak sia-sia. Menurunkan 26 personel di ajang yang dikhususkan pengurus yang berusia 40 dan 45 tahun itu, duta PBSI berhasil mencuri satu podium juara di posisi ketiga. Adalah pasangan Nurholis dan Yitno yang berhasil menjadi pendulang prestasi bagi kontingen Banyuwangi di ajang yang digelar pada 25 Mei kemarin di Surabaya ini. “Hasil ini memang patut kita syukuri. Meski tidak memburu prestasi setidaknya jago kapuk kita masih bisa berbicara di level provinsi,” ujar Toni Hartono, manajer tim bulu tangkis Banyuwangi. Toni menambahkan, perjuangan kontingen Banyuwangi di ajang ini sudah maksimal. Beberapa pebulu tangkis sebenarnya sudah mampu melangkah lebih jauh. Sayang hingga penentuan juara pertama hingga ketiga, hanya pasangan Nurkholis dan Yitno yang bisa memastikan tempat ketiga. Hasil ini sekaligus menjadi spirit tersendiri bagi PBSI Banyuwangi. Setidaknya pengurus bakal lebih semangat lagi dalam menggeber pembinaan di daerah. Khususnya dalam mempersiapkan kontingen Banyuwangi dengan atlet mudanya meraih hasil lebih baik di Porprov Madiun mendatang. (nic/c1/bay)

PERSIS SOLO

v

PERSEWANGI

Finis Keempat atau Kelima BANYUWANGI - Laga pemungkas Persewangi Banyuwangi di pentas Divisi Utama musim ini bakal dituntaskan di Stadion Manahan Solo. Tuan rumah Persis Solo akan menjadi ujian pemungkas bagi skuad Laskar Blambangan dalam menyelesaikan rangkaian pertandingan di grup lima sore nanti. Bagi tim asuhan Bagong Iswahyudi, hasil dari laga tersebut dipastikan tidak akan banyak berpengaruh bagi Persewangi. Laskar Blambangan yang memainkan sebelas pertandingan tercecer di posisi e m p at k l a s e m e n sementara dengan donasi poin 15. Donasi

KARATE

Forki Bakal Pilih Pengurus Baru BANYUWANGI - Suksesi kepemimpinan tidak lama lagi akan digelar keluarga besar Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (Forki) Banyuwangi. Induk olahraga bela diri asal Jepang itu berancang-ancang segera memilih format kepengurusan baru untuk periode empat tahun mendatang. Dikonfirmasi terkait kebenaran pemilihan ketua baru, Ketua Forki Banyuwangi, Joko Triyadni, membenarkan bila masa jabatannya akan habis sebentar lagi. Sesuai amanat dan aturan, demi kelangsungan organisasi karate di Banyuwangi ini pihaknya akan segera menggelar musyawarah cabang (muscab). “Ya benar jabatan di Forki akan habis sebentar lagi,” ujarnya. Joko menambahkan, sesuai surat keputusan dari Pengprov Forki Jawa Timur, kepengurusan di Banyuwangi akan segera memasuki fase demisioner pada bulan Juni ini. Namun, dia belum menentukan kapan kocok pilih di pengurus Forki Banyuwangi ini akan segera dilaksanakan. Hal ini setidaknya merujuk agenda yang dihadapi oleh Forki Banyuwangi dalam waktu dekat. Besar kemungkinan, pemilihan pengurus baru tersebut belum bisa dilakukan beberapa hari mendatang. Sebab, mereka masih sibuk mempersiapkan hajatan besar yakni Porprov. “Waktunya belum ditentukan. Tapi yang pasti pemilihan pengurus yang baru akan dilakukan tidak lama lagi dan itu sudah menjadi amanat AD/ART serta aturan di tubuh Forki,” bebernya. (nic/c1/bay)

FOTO-FOTO: ISTIMEWA

TUNGAL PEMULA PUTRI: (dari kiri) Rosalina, Siti, Bella, Azzimatur.

poin tersebut diperoleh dari empat kali menang tiga kali seri dan empat kali kalah. Hasil itu sekaligus memastikan kandasnya ambisi Persewangi menembus babak 12 besar Divisi Utama musim ini. Sekalipun bisa mendulang tiga angka dalam laga sore nanti, tambahan tiga poin tidak banyak membantu posisi Persewangi. Laskar Blambangan besar kemungkinan bakal finish di posisi empat atau lima dalam klasemen akhir grup V. Sebab Persis yang memainkan dua laga lebih sedikit berpeluang menyalip perolehan poin Persewangi bila menyapu dua laga home dengan tiga angka. Meski demikian, skuad Persewangi yang bertandang ke Stadion Manahan juga bakal tampil fight untuk menutup rangkaian pertandingan kompetisi Divisi Utama musim dengan kemenangan. Mengusung seluruh pemain lokal, Laskar Blambangan mencoba untuk melakukan dua misi utama dalam la-

Klasemen Grup V : Persik PSMP PSIM Persewangi Persis Madiun Putra PPSM

8 7 5 4 3 2 0

2 0 2 3 3 2 4

1 4 3 4 4 6 7

20-4 19-10 19-10 14-15 13-19 11-120 10-28

26 21 17 15 12 8 4

watannya ke Solo. Misi pertama tentunya tim asuhan Bagong Iswahyudi ingin membalas hasil mengecewakan di pertemuan pertama lalu. Dalam laga yang digelar Februari lalu di Stadion Diponegoro tersebut, Persewangi dipaksa tunduk dengan skor tipis 3-2. Hasil yang tentunya cukup membuat skuad asuhan Bagong Iswahyudi cukup terpukul kala itu. Kini kedua tim kembali bertemu di lanjutan kompetisi Divisi Utama. Menghadapi laga ini, kedua tim juga mengantongi modal berbeda di laga ini. Persewangi yang bertindak sebagai tim tamu mengusung modal positif usai menahan imbang pemuncak klasemen Persik Kediri 0-0 di Stadion Diponegoro. Sementara Persis Stadion : justru menuai hasil Pelatih : Bagong Iswahyudi Sriwedari Solo sebaliknya. Melawan Anis M. Arif P.(PG), Macan Putih, julu2 5 3 kan Persik, Rahmat Erik M. Ikrom Syafii Novan Charis, Sabani dkk dipermak PERSEWANGI Decky R. tiga gol tanpa balas. Nilo Ari S. Budi Hartono “Kami berharap bisa Arif W. mencuri kemenanMahsun B. gan sekaligus memHeru S. Windu W. Indra Gunawan balas hasil di BanyuAgung Budi w a n g i l a l u ,” u ja r Suparno Bayu N. Bagong Iswahyudi pelatih Persewangi. Jeki A. Yanuar P. Menurunkan forAkbarsiansyah mat klasik 3-5-2, IkaBa rom Syafii dan Faisol Arif IA/R AR Rianto Ardi Dian R. (PG) ZAK : diharapkan bisa menjadi AFIS R G Rahmat S. kreator bagi kemenangan STRATEGI: Striker 4 4 2 timnya. Keduanya sejauh ini Persewangi, Jaenal Ichwan Pelatih : Agung Setyabudi sudahmembukukanmasingberpeluang tidak diturunkan sebagai masing dua gol di pentas starter dalam laga kontra tuan rumah Persis Divisi Utama. (nic/c1/bay) Solo sore ini.

PERSEWANGI

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

11 11 10 11 10 10 11

PERSIS SOLO


BERITA UTAMA

Rabu 5 Juni 2013

35

HALAMAN SAMBUNGAN

Belum Tetapkan Jadwal n UJIAN... Sambungan dari Hal 25

Prestasi yang dicapai calon memiliki poin tersendiri. Karena itu, jika calon siswa mempunyai prestasi seabrek, maka poin yang akan didapatkan akan semakin banyak. Untuk jalur mandiri, kata Sulihtiyono, selain prestasi, juga jarak dekat sekolah dengan

tempat tinggal memiliki poin tersendiri. Jika tempat tinggal de ngan sekolah berdekatan, maka kesempatan diterima di sekolah yang bersangkutan peluang lebih besar dibanding calon yang tempat tinggalnya berjauhan. Selain jarak tempat tinggal dan sekolah, jelas Sulihtiyono, latar belakang keluarga dari calon siswa juga jadi pertimbangan.

Kalau calon siswa berasal dari keluarga tidak mampu, maka kesempatan akan semakin terbuka. “Warga miskin akan diberi kesempatan seluas-luasnya mendapat layanan pendidikan di sekolah negeri,” katanya. Jika calon siswa berasal dari keluarga tidak mampu memiliki prestasi, sekolah dan tempat tinggalnya berdekatan, maka kesempatannya semakin besar.

Lalu kapan PPDB dimulai? Sulihtiyono, belum bisa memastikan. Yang jelas, kata dia, proses PPDB akan dilakukan pada bulan Juli mendatang. Saat ini, pi haknya sedang menyusun jad wal pelaksanaan PPDB tahun 2013. “Jadwalnya sedang kita ru muskan. Nanti kalau sudah final, jadwal itu kita sampaikan pada masyarakat,” tandasnya. (afi/bay)

Dianggap Ulah Orang Sakit Hati n KEPALA... Sambungan dari Hal 25

“Dalam program prona ini, warga masih ditarik dana,” cetus juru bicara warga, Bambang Setiawan. Bambang menyebut, dana yang diminta dalam pembuatan sertifikat dalam program prona itu besarnya bervariasi. Di antara warga, ada yang ditarik mulai Rp 500 ribu hingga Rp 2 juta. “Ada yang diminta dana Rp 800 ribu, ada yang ditarik Rp 1 juta, dan ada Rp 1.750.000,” ujarnya. Menurut Bambang, jumlah warga yang ikut program prona dalam mengurus sertifikat ini cukup banyak. Dari hasil penelusuran yang dilakukan, jum lahnya itu ada 22 orang.

“Sebanyak 22 warga yang ikut program prona ini, semua ditarik dana dalam pengurusan sertifikat,” ujarnya. Dalam penarikan dana pada program prona di Desa Cantuk tersebut, hampir semua yang menarik dana bukan kades, tapi diduga dilakukan oleh perangkat desa. Hanya, sebut dia, perangkat desa juga tidak mungkin jalan tanpa se pe ngetahuan atau diminta oleh kades. “Semuanya perlu diproses,” tudingnya. Sementara itu, Kades Cantuk, H Masbudi saat dikonfirmasi melalui ponselnya hanya menanggapi dingin laporan warga tersebut. “Yang melapor ke kejaksaan itu adalah orang yang sakit hati, mereka punya masalah dengan desa,” cetus Kades

Cantuk H Masbudi. Menurut kades, di antara orang yang telah melaporkan dirinya itu oleh warga telah dilaporkan ke Polsek Singojuruh dalam kasus perusakan kantor desa. Saat ini, sebut dia , mereka berstatus sebagai tersangka. “Mereka sudah minta maaf saya, kasusnya di polsek terus, lalu lapor ke kejaksaan ini,” katanya. Ditanya soal program prona yang ditarik dana itu, Kades mengaku tidak tahu menahu. Sebab, pelaksanaan program prona dilaksanakan oleh Kelompok Masyarakat (Pokmas). “Warga tidak mampu mengurus, lalu membentuk pokmas dalam program prona,” ungkapnya. Kades mengaku tidak tahu mengenai penarikan dana dalam

program prona itu. Sebab, dalam pembentukan pokmas dan pelaksanaan program ini dirinya tidak tahu menahu. “Saya ini baru operasi di rumah sakit Malaysia, jadi gak tahu,” sebutnya. Hanya saja, kades tidak yakin ada penarikan dana dalam program prona ini hingga mencapai jutaan rupiah. Bila diminta Rp 500 ribu, sebut dia, sepertinya memang ada tapi itu kesadaran sendiri dari masyarakat. “Masyarakat sendiri yang memberikan uang itu,” dalihnya. Kades Masbudi mengaku tidak masalah dilaporkan ke kejaksaan. Sebab, semua itu dianggap menjadi hak bagi warganya. “Kalau nanti dipanggil untuk dimintai keterangan oleh kejaksaan, saya akan datang,” katanya.(abi/bay)

Opini WTP Bikin Nyaman Investor n SUPERVISI... Sambungan dari Hal 25

Dalam lokakarya itu, Bupati Anas, Sekkab Slamet Kariyono dan semua pimpinan SKPD hadir mengikuti acara hingga tuntas. Supervisi reformasi birokrasi disampaikan, Bambang Dayanto dan Dr Riyant Nugroho. Tidak semua daerah mendapat supervisi tim Reformasi Birokrasi Kemen PAN & RB RI. Pemkab Banyuwangi mendapat perlakuan istimewa karena masuk dalam tiga kabupaten di Indonesia yang menjadi daerah percontohan reformasi birokrasi. “Banyuwangi baru saja mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK RI. Ini prestasi luar biasa,”

kata Bambang. Menurut Bambang, dengan opini WTP itu, akan merangsang investor untuk datang ke Ba nyuwangi. Dengan opini WTP itu pula, investor semakin percaya diri untuk berinvestasi di Banyuwangi. Jika investasi terus tumbuh, kata Bambang, maka secara oto matis pertumbuhan ekonomi Banyuwangi akan terus tumbuh. Dengan opini WTP, investor tidak akan ragu lagi untuk berinvestasi karena uangnya tidak akan hilang dan pasti mendatangkan untung. Sementara itu, Dr. Riyant Nugroho mengatakan, reformasi birokrasi itu harus di mulai dari hati yang paling dalam dari para

birokrasi. Reformasi birokrasi tidak akan berhasil, jika tidak di mulai dari hati. “Birokrasi he bat adalah birokrasi yang sim ple atau sederhana dan tidak ribet. Utamanya dalam layanan publik,” katanya. Inti reformasi birokrasi, kata Riyant, mengerjakan apa yang bisa dilakukan atau mengerjakan sesuatu yang tidak melanggar aturan tanpa tergantung aturan. Sebab, semakin banyak aturan, akan semakin tidak beraturan pula. Tugas utama birokrasi, ungkap Riyant, adalah memberikan pelayanan publik yang unggul dan membangun kebijakan publik yang unggul. Reformasi birokrasi bukan menaikkan gaji dan kesejahteraan birokrasi. “Gaji itu

sebuah konsekuensi. Jika kualitas organisasi dalam memberikan pelayanan bagus, kenaikan gaji sebagai sebuah konsekuensi,” jelas dosen UI tersebut. Sementara itu, Bupati Anas bertekad untuk melakukan reformasi birokrasi di lingkungan Pemkab Banyuwangi. Saat ini, pihaknya sudah melakukan beberapa langkah inovasi untuk melakukan reformasi birokrasi. Reformasi birokrasi di prioritaskan pada pelayanan publik. Saat ini, Bupati Anas mengaku sedang merancang berbagai inovasi dalam pelayanan publik. “Kita ingin semua bayi yang lahir di rumah sakit, pulang sudah memiliki akta kelahiran,” tegasnya. (afi/bay)

Boleh Foto dengan Penari n LIMA... Sambungan dari Hal 25

Cara mendaftar cukup mudah, lanjut Benny, peserta cukup menyerahkan foto ukuran 4R. Biaya pendaftaran murah, satu lembar foto hanya Rp 25.000, tiga lembar Rp 70.000, dan lima lembar Rp 100.000. Foto yang terpilih sebagai juara akan mendapatkan hadiah trophy, langganan koran, merchandise, dan uang jutaan rupiah.

Ketua panitia lomba Benny Sis wanto mengatakan, foto boleh bernuansa ikon Banyu wangi, misal berfoto di areal ikon Banyuwangi, seperti Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Sri Tanjung dan Taman Blambangan. Peserta juga bisa berfoto di objek wisata, seperti Pulau Merah, Pantai Plengkung, Alas Purwo, Sukamade, Kawah Ijen, Pantai Boom, dan objek menarik lain. Boleh juga menonjolkan ikon budaya, seperti

foto mengenakan kostum penari gandrung, Banyuwangi Ethno Carnival (BEC), kebo-keboan, seblang, dan budaya khas Banyuwangi lain. “Peserta juga boleh berfoto bersama penari atau peserta BEC,” ujar Benny. Ditambahkan, peserta bisa foto secara perorangan maupun bersama teman, pasangan, atau keluarga. Demi menonjolkan kesan I Love Banyuwangi, peserta diperkenankan mengenakan aksesori dan pernak-pernik

bertulisan “I Love Banyuwangi”, misalnya kaus. Anda yang belum punya kaus “I Love Banyuwangi” bisa membeli di Elza Collection perempatan lampu merah Jalan Letkol Istiqlah atau kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi. Dijamin tersedia banyak koleksi menarik. Lomba foto ini disponsori Adira Finance, Banyuwangi Motor, Gapensi, Elza Collection, Kedai Bandeng, Panorama Foto Studio, serta Pesona Ijen Tour and Travel. (*/c1/bay)

ALI SODIQIN/RaBa

OBATI KERINDUAN: Rombongan Jawa Pos Radar menyantap makanan khas Indonesia di kediaman staf Kedubes RI di Bangkok Senin malam kemarin.

Merasa Bahagia Bertemu Sesama Orang Indonesia n BEREBUT... Sambungan dari Hal 25

Lokasi sekolah tersebut persis di belakang Kedubes RI di kawasan Pethburi Road, Bangkok. Tjatur baru dua bulan berada di Bangkok. Sedangkan Subandrio dan Gofur lebih lama sebulan. “Orang Indonesia yang bermukim di Bangkok cukup banyak. Makanya, pemerintah mendirikan SIB untuk menampung pendidikan anak-anak mereka,” ujar Tjatur Prasetyawati. Menurut istri Prihanto itu, pendirian SIB berkat kerja sama Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. Seluruh siswa adalah orang Indonesia. Para orang tua siswa SIB kebanyakan bekerja di KBRI, ada juga yang

Ada yang Naik Mobil Pelat Merah n SIDANG... Sambungan dari Hal 25

Sidang lanjutan kasus perusakan dan penebangan tanaman jagung yang di mulai pukul 12.00 ini, merupakan sidang yang kedua. Dalam sidang kali ini, agenda utamanya adalah mendengarkan keterangan saksi korban Saminah. “Saudara jaksa, apakah saksi sudah bisa diajukan,” tanya ketua majelis hakim Made Sutrisna. Mendengar permintaan majelis hakim, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Putu Karmawan SH sempat terdiam. Tapi tidak lama, jaksa menyampaikan bahwa saksi tersebut belum bisa hadir. “Kami sudah mengirim surat undangan agar hadir sebagai saksi, tapi nyatanya belum datang,” katanya. Karena saksi yang tidak hadir, jaksa meminta pada majelis hakim untuk minta waktu satu minggu lagi. Dalam per-

n INGIN... Sambungan dari Hal 25

Dari situlah Rofi’i yakin bahwa Jumadi bisa menggandakan uang. Terbukti, Rofi’i manut saja saat diperintah menyiapkan uang tunai sebesar Rp 1 juta untuk “pancingan” penggandaan uang tersebut. Uang Rp 1 juta itu harus diletakkan di dalam kamar rumah Rofi’i dan harus dikunci selama 17 hari agar berlipat menjadi Rp 30 juta. Namun 17 hari berselang, Jumadi tetap melarang Rofi’i membuka pintu kamarnya. Jika nekat membuka pintu kamar, jiwa Rofi’i bisa terancam. Lantas, Jumadi mengajak Rofi’i ke area pe makaman umum di sekitar Hutan Baluran, tepatnya di Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Situbondo. Di lokasi tersebut, Jumadi memerintahkan Rofi’i membeli bunga sebagai syarat penggandaan uang senilai Rp 15 juta. Entah apa yang ada di pikiran Rofi’i, pria yang satu ini kembali menuruti perintah membeli bunga tersebut. Lantaran sudah mengeluarkan banyak uang demi menyukseskan praktik penggandaan uang tersebut, Rofi’i terus menuruti perintah Jumadi. Misalnya saat dia disuruh menebus koper sebesar Rp 27 juta, membeli tiga ekor sapi untuk selamatan, dan lain-lain. “Penipuan itu saya alami selama sekitar sembilan bulan. Total kerugian yang saya alami mencapai Rp 259 juta,” kata Rofi’i. Meski demikian, Rofi’i mengaku memperoleh sisi positif atas penipuan yang mengakibatkan dia menanggung kerugian ratusan juta rupiah tersebut. “Paling tidak, saya, istri saya, dan anak-anak saya bisa belajar dari kasus ini. Agar ke depan, kami tak lagi mudah tergoda dengan iming-iming seseorang yang mengaku bisa memberikan keuntungan dengan cara instan,” tuturnya. Sementara itu, pengakuan tidak jauh ber-

beda dilontarkan Bunasmad, 45, juga korban penipuan Jumadi. Warga asal Dusun Krajan, Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo, ini mengaku mengalami kerugian hingga mencapai Rp 62 juta lantaran tergiur praktik penggandaan uang tersebut. Modus yang digunakan Jumadi untuk menipu Bunasmad pun nyaris se ru pa dengan trik yang diperagakan di hadapan Rofi’i. Yakni, mengajak ngaji, lalu memperlihatkan adegan mengubah sobekan kertas menjadi uang pecahan seratus ribu rupiah. “Saya lantas diberi blek kosong bekas kemasan kue. Jumadi mengatakan blek tersebut akan berisi uang,” kata Bunasmad. Selain itu, Bunasmad juga mengaku pernah diajak berziarah ke pemakaman Desa Wonorejo dan lantas disuruh menebus kembang sebagai syarat penggandaan uang tersebut. “Saat itu saya merasa seperti orang linglung. Bahkan, saya pernah dibungkus kain kafan oleh Jumadi. Anehnya, saya menurut saja,” ungkap Bunasmad yang siang itu juga tengah berada di Mapolsek wongsorejo. Masih kata Bunasmad. Jumadi cukup lihai memperdayai para korban. Selain memilih orang-orang yang terlilit utang, sang dukun palsu, itu juga meyakinkan para korbannya dengan anjuran mengaji. “Ngajinya sih benar. Saya setuju itu. Tapi yang salah kan penipuannya,” ujarnya menggerutu. Selain Rofi’i dan Bunasmad, Jumadi juga me lancarkan penipuan serupa kepada se dikitnya dua orang yang lain. Yakni Bu amin, 45, warga Desa Curahsawo, Kecamatan Wongsorejo, dan Suwandi, juga warga asal kecamatan paling utara Banyuwangi tersebut. Karena teperdaya Jumadi, Buamin menderita kerugian sebesar Rp 150 juta, sedangkan kerugian Suwandi mencapai Rp 144 juta. Nah, setelah berbulan-bulan lamanya menjadi “mesin ATM berjalan” bagi Ju-

madi. Empat korban tersebut akhirnya sadar bahwa dukun palsu tersebut menipu mereka. Keempat pria, itu lantas melaporkan penipuan yang mereka alami kepada polisi. Tanpa kesulitan berarti, polisi berhasil menciduk Jumadi saat berada di kediamannya. “Pelaku (Jumadi) beserta sejumlah barang bukti (BB) kami amankan di Mapolsek Wongsorejo,” ujar Kapolsek Wongsorejo, Iptu Edy Purwanto. Pantauan di lapangan menyebutkan, BB yang diamankan di kantor polisi setempat berupa empat koper, potongan kertas seukuran uang kertas, empat koper, kembang, dan lain-lain. “Diperkirakan masih banyak korban yang lain. Namun yang pasti, korban yang melapor kepada kami berjumlah empat orang dengan total nilai ke rugian mencapai Rp 615 juta,” cetus Kapolsek Edy. Lantas, bagaimana tanggapan Jumadi atas tudingan dukun palsu dengan modus penggandaan uang yang dialamatkan pada dirinya? Awalnya Jumadi bersikeras dirinya tidak pernah menipu Rofi’i, Bunasmad, Buamin, dan Suwandi. Dia berdalih tidak pernah memaksa korban menyerahkan uang kepada dirinya. “Koban sendiri yang datang ke rumah saya dan minta tolong,” dalihnya. Jumadi juga berkelit tidak menggunakan sepeser pun uang ratusan juta rupiah yang diserahkan para korbannya, itu un tuk kepentingan pribadi. “Saya tidak menggunakan uang mereka (para korban). Uangnya habis untuk selamatan. Buat beli sapi, beras, kue. Setiap hari saya menggelar pengajian yang diikuti 41 orang,” kelitnya lagi. Saat ditanya benarkah dirinya bisa mengubah sobekan kertas menjadi uang seperti yang diperagakan di hadapan korban, barulah Jumadi mengakui bahwa hal itu adalah tipuan belaka. Pengakuan itu pun dia lontarkan secara tidak langsung. “Itu hanya trik,” bebernya. (c1/bay)

sidangan minggu depan, jaksa ber janji saksi kunci ini akan bisa dihadirkan. “Harus datang ya, para terdakwa bisa semakin lama bila saksi tidak dating,” ce tus Made Sutrisna sambil mengetuk palu sebagai tanda sidang ditunda. Penundaan sidang gara-gara saksi Saminah tidak hadir itu membuat para keluarga terdakwa kecewa. Mereka menumpahkan kekecewaannya dengan sasaran pe nasihat hukum dan jaksa yang menangani perkara ini. “Saminah itu siapa, dia itu warga ilegal,” teriak salah satu keluarga terdakwa. Para keluarga terdakwa ini bukan hanya menumpahkan kekecewaannya pada pengacara dan penasihat hukumnya. Para jurnalis juga sempat dicaci maki oleh salah satu keluarga terdakwa tersebut. “Wartawan nulisnya harus yang benar,” katanya. Keluarga terdakwa yang

hadir dalam persidangan ini, jumlahnya memang cukup banyak. Mereka sengaja datang ke Banyuwangi dengan mengendarai mobil berbagai jenis. Rombongan warga juga ada yang naik minibus pelat merah kendaraan operasional komisi di DPRD Banyuwangi. Selama berada di PN Banyuwangi, di antara keluarga terdakwa, terutama yang perempuan, tampak banyak yang menangis saat melihat keluarganya ditahan di ruang tahanan PN. “Kami kecewa dengan sidang yang ditunda,” protes Rokhim, salah satu keluarga terdakwa pada Jaksa Karmawan SH. Rokhim meminta jaksa agar pelaksanaan persidangan perkara perusakan pohon jagung ini dilakukan dengan benar. “Tahu seperti ini, tadi Saminah saya bawa ke pengadilan agar per sidangan tidak ditunda,” katanya. (abi/c1/bay)

Tidak Berpotensi Tsunami n GEMPA... Sambungan dari Hal 25

Ingin Keluarga Belajar dari Kasus Itu

bekerja di industri otomotif di Bangkok, dan sejumlah perusahaan swasta lain. Sementara itu, bertemu orang Indonesia merupakan kebahagiaan tersendiri bagi warga Indonesia yang tinggal di Kota Dewa-Dewa itu. Tak heran, sang tuan rumah dengan sigap telah menyiapkan menu masakan Indonesia. Ada nasi putih, ikan bakar, ayam kecap, dan dadar telur. Perut kami yang sudah tiga hari ini tidak pernah terisi nasi, dengan sigap menyerbu hidangan yang disajikan. “Waahh, sekarang perut sudah kenyang. Gak mules lagi,” kata Amin Surachmad, Pemred Jawa Pos Radar Jogja. Tanpa menunggu lama, tuan rumah sudah harus dua kali menuangkan nasi putih di meja. “Belum tentu besok kita makan nasi lagi. Mumpung di sini,” sahut I Putu Suyatra, Pemred Jawa Pos Radar Bali. (c1/als)

Prakirawan Stasiun Meteorologi Banyuwangi, Yustoto Windiarto mengatakan, pusat gempa berjarak 264 Km arah barat daya Banyuwangi, 280 Km tenggara Jember, dan 275 barat daya Denpasar, Bali. “Karena jaraknya cukup jauh, gempa tersebut tidak begitu terasa, khususnya di sekitar

Pusat Kota Banyuwangi,” ujarnya. Yustoto menambahkan, meski pusat gempa berada di perairan, gempa yang terjadi kemarin siang, tidak berpotensi tsunami. “Gempa bumi yang berpotensi menimbulkan tsunami adalah gempa berkekuatan 7 SR atau lebih. Itu pun dengan syarat pusat gempa berada di perairan dengan kedalaman kurang dari 15 Km,” pungkasnya.

Sementara itu, beberapa warga Kota Gandrung mengaku tidak merasakan gempa siang kemarin. Namun, mereka mengaku mendengar kabar terjadinya gempa tersebut dari media jejaring sosial. ‘’Saya tidak terasa apa-apa. Tapisayatahukabarterjadi gempa karena banyak yang ngetweet gempa di Banyuwangi,’’ ujar Heri, warga Kecamatan Glagah kemarin. (sgt/c1/bay)

PPT-KKTP Anggap Nimas sebagai Korban n SEKOLAH... Sambungan dari Hal 36

Pertimbangan kita agar aib Nimas dan keluarga tidak terungkap. Kita percaya, siapa yang menutupi aib orang lain, kelak di akhirat aibnya juga ditutupi oleh Allah,” kata Sonhaji. Keputusan tidak meluluskan Nimas, kata Sonhaji, adalah hasil rapat pleno yang diikuti 28 orang. Semua sepakat untuk tidak meluluskan Nimas. Mereka semua sepakat akhlakul karimah tetap harus dijunjung tinggi karena menyangkut hal yang prinsip. “Apa jadinya jika siswi seperti Nimas, yang kasusnya sudah di-

ketahui publik tetap lulus?. Guruguru mengaku malu untuk masuk ke ruang kelas, nilai-nilai kebaikan apa lagi yang akan mereka ajarkan ke siswa?,” terang Sonhaji. Sekretaris P2S2 Sukorejo, Lora Fadhoil secara tegas menyampaikan dukungannya kepada SMA Ibrahimy Situbondo. Pria yang dikenal santun itu meminta agar pihak-pihak yang kontra terhadap keputusan sekolah tidak memelintir fakta. Kata dia, masalah akhlak merupakan persoalan yang sangat prinsip dalam dunia pendidikan. “Apa arti IQ tinggi, jika roh pendidikan sama sekali tidak ada dalam jiwa pendidikan. “Silakan

(pihak lain) mau menempuh langkah apa saja, Pesantren akan berada di belakang SMA Ibrahimy Situbondo. Tak perlu khawatir Pak Son (Sonhaji),” tandas Lora Fadhoil. Sementara itu, Ketua PPTKKTP Situbondo, dr. Imam mengungkapkan, lembaga yang dipimpinnya tetap melihat Nimas sebagai seorang korban. Sebab itulah, tetap harus dilindungi dan tetap mendapatkan hakhaknya, termasuk dalam dunia pendidikan. “Mungkin sudut pandang yang berbeda terhadap korban inilah yang perlu kita pahami bersama,” terang Imam. (pri/c1/aif)

Sony DK Ingkar Janji n PACAR... Sambungan dari Hal 36

Sementara itu, anggota Dewan Pendidikan Situbondo, Sri Wahyuni mengatakan, keputusan tiga tahun yang dijatuhkan majelis hakim PN Situbondo adalah putusan minimal. “Ini karena di persidangan

terungkap jika (perbuatan) itu dilakukan suka sama suka,” kata Sri Wahyuni saat menghadiri undangan hearing dari Komisi IV DPRD Situbondo, kemarin. Perempuan yang berprofesi se bagai pengacara tersebut, memiliki pendapat tersendiri tentang seseorang yang disebut sebagai korban. Yakni, jika per-

buatan tersebut hanya sekali dilakukan. “Kalau berkali-kali melakukan, saya kira bukan lagi korban,” terangnya. Kata dia, sejak awal Dewan Pendidikan mendukung terhadap keputusan SMA Ibrahimy Situbondo. Sebab, tidak ada yang salah dengan keputusan sekolah tidakmeluluskanNimas.(pri/c1/aif)


36

Rabu 5 Juni 2013

TAMU KITA

Sekolah Nimas Tunjukkan BAP Lora Fadhoil: Yang Kontra Jangan Pelintir Fakta

mengancam tidak akan mengembalikan data-data OSIS milik Nimas yang dipegangnya,” beber Supriyono. Akhirnya Nimas rela melakukan apa yang diinginkan Sony. Berikutnya, Nimas diancam tidak akan dinikahi jika tidak mengulangi perbuatan yang seharusnya belum boleh dilakukan itu. “Hingga terulang sebanyak empat kali,” ungkap pengacara sal Kilensari, Panarukan, itu. Namun, Sony ternyata ingkar. Dia kemudian menghilang dan tidak pernah lagi menemui Nimas. “Nah saat itulah ada sweeping HP oleh pihak sekolah. Di HP Nimas ditemukan foto Sony yang telanjang dada itu,” kata Supriyono n

SITUBONDO - SMA Ibrahimy Situbondo blak-blakan terkait kasus Nimas Puspitaningrum, siswi yang lulus ujian nasional (UN), tapi tidak diluluskan pihak sekolah. Kepala SMA Ibrahimy Sonhaji sampai menunjukkan BAP (berkas acara pemeriksaan) kasus Nimas yang didapatkan dari Pengadilan Negeri (PN) Situbondo. Itu dilakukan saat lembaga pendidikan yang beralamat di Jalan Argopuro tersebut kemarin menghadiri undangan hearing (dengar pendapat) dari Komisi IV DPRD Situbondo. Dalam BAP itu, dapat dibaca dengan jelas bagaimana perilaku Nimas dengan cowoknya. Selain SMA Ibrahimy Situbondo, pihak yang diundang Komisi IV DPRD adalah pengurus Pondok Pesantren Salafiyah-Syafi’iyah (P2S2) Sukorejo, Dinas Pendidikan, Dewan Pendidikan, dan Pusat Pelayanan Terpadu Korban Kekerasan Perempuan dan Anak (PPT-KKTP) Kabupaten Situbondo. Hearing dipimpin koordinator Komisi IV, Zainiye. Di depan peserta hearing, Kepala SMA Ibrahimy Sonhaji memaparkan kronologis kasus Nimas hingga siswi tersebut dinyatakan tidak lulus. “Nimas itu siswi yang paling kita lindungi. Kita tidak pernah berkeinginan membuka aibnya. Termasuk dalam kasus ini. Selama ini, kita tidak pernah berkomentar di media juga dalam rangka ini,” ungkap Sonhaji. Pria asal Madura tersebut mengatakan, kasus Nimas terungkap dari operasi handphone (HP) di sekolah. Dalam HP Nimas ditemukan foto Nimas berduaan dengan cowoknya, Sony DK, yang telanjang dada. “Jadi bukan hanya foto cowok seorang diri sebagaimana banyak diberitakan selama ini,” tegas Sonhaji. Melihat itu, sekolah sangat panik. Apalagi, Nimas mengakui foto tersebut sempat tersebar ke beberapa temannya. Sekolah meminta Nimas untuk tidak menyebarkan foto itu lagi. Sekolah juga kemudian masuk ke kelas-kelas agar jika ada yang memiliki foto itu jangan disebarkan. “Ketika melapor ke polisi, kita juga yang meminta agar jangan dilanjutkan. Tapi tetap saja tidak pernah ada pencabutan n

 Baca Pacar...Hal 35

 Baca Sekolah...Hal 35

AGUS BAIHAQI/RABA

ANTUSIAS: Siswa-siswi SMAN 1 Asembagus mendapat penjelasan seputar penulisan naskah berita di Seblang Room sore kemarin.

Rombongan SMA Negeri 1 Asembagus Kunjungi RaBa BANYUWANGI - Sebanyak 103 siswa-siswi kelas XI IPS SMA Negeri 1 Asembagus berkunjung ke kantor redaksi Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin. Kunjungan pukul 15.00 itu didampingi empat guru pendamping. Selama kunjungan, mereka mendapat penjelasan seputar penulisan berita dari Redaktur Pelaksana (Redpel) Radar Banyuwangi, Syaifuddin Mahmud. Ketika berlangsung dialog di Seblang Room, para siswa sangat antusias bertanya seputar pembuatan koran dan dunia jurnalistik. Salah seorang guru pendamping, Firman F. mengatakan, kunjungan tersebut diharapkan bisa memberikan pengetahuan baru tentang jurnalistik. ”Kebetulan kita punya mading dan buletin sekolah. Mudah-mudahan dengan kunjungan ini ada nuansa baru di mading dan buletin sekolah kita itu,” kata Firman. (c1/aif)

GELADI POSKO I

ISTIMEWA

BUKA GELADI: Danrem 083/Baladhika Jaya, Kolonel (Inf) Ardiansyah Triono (kiri) di lapangan Kodim 0823 Situbondo Senin (3/6) kemarin.

TNI Bantu Operasi Militer Selain Perang SITUBONDO - Pelaksanaan Geladi Posko I di Kodim 0823 Situbondo yang memfokuskan operasi bantuan TNI kepada pemerintah bukan tanpa alasan. Itu mengingat Kabupaten Situbondo sangat rawan terhadap bencana banjir. Pernyataan tersebut disampaikan Komandan Korem 083/Baladhika Jaya, Kolonel (Inf ) Ardiansyah Triono, saat membuka Geladi Posko I Senin (3/6) di lapangan apel Kodim 0823 Situbondo (bukan dibuka Dandim 0823 Situbondo sebagaimana diberitakan sebelumnya). “Konstelasi geografis wilayah Kabupaten Situbondo yang merupakan wilayah penyangga dan tadah hujan serta merupakan kombinasi daerah pesisir, perbukitan, dan dataran rendah, sangat rawan terjadinya bencana alam, khususnya banjir,” terang Kolonel (Inf ) Ardiansyah Triono. Selain itu, posisi geografis Kabupaten Situbondo yang terletak di antara Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso juga ikut berpengaruh. “Ini juga mengingat Situbondo memiliki garis pantai cukup panjang dibandingkan daerahdaerah lain,” imbuh Danrem 083 Baladhika Jaya. Danrem mengungkapkan, selama ini masih banyak ditemukan keterlambatan penanganan akibat kurangnya sinkronisasi instansi terkait di wilayah. Sebab itulah, bentuk operasi yang diskenariokan dalam Geladi Posko 1 berupa operasi bantuan kepada pemerintah daerah berupa operasi militer selain perang, yakni bantuan penanggulangan bencana banjir. Kegiatan yang digelar dari 3 hingga 5 Juni itu diikuti 80 orang. Mereka terdiri atas 35 orang penyelenggara dan 45 orang pelaku. Mereka menjalani latihan taktis tanpa pasukan. Tujuannya, meningkatkan kemampuan komandan dan staf dalam rangka operasi bantuan TNI kepada pemda. (pri/c1/aif)

EDY SUPRIYONO/RaBa

HEARING: Komisi IV DPRD mengundang sejumlah pihak untuk memfasilitasi penyelesaian kasus Nimas Puspitaningrum.

Pacar Nimas Divonis Tiga Tahun SEMENTARA itu, Soni DK, cowok Nimas Puspitaningrum, sudah divonis tiga tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Situbondo. Pria asal Sidoarjo tersebut dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan yang melanggar undangundang (UU) perlindungan anak dan perempuan. Kuasa hukum Nimas, Supriyono mengungkapkan, peristiwa pahit yang dialami kliennya berawal dari perkenalannya dengan Sony DK melalui situs jejaring sosial. Keduanya kemudian bertemu langsung. Puncaknya, setelah lama berkenalan, Sony mengajak Nimas jalan-jalan mengendarai motor. Kemudian,

Nimas dipaksa melakukan hubungan intim, tapi dia menolak. Ketika Nimas mau pergi, Sony malah mengancam tidak akan mengembalikan data-data OSIS Supriyono Penasihat Hukum Nimas

Nimas diajak ke salah satu hotel di Panarukan. “Nimas dipaksa melakukan hubungan intim, tapi menolak. Ketika Nimas mau pergi, Sony malah

Radar Banyuwangi 5 Juni 2013  

Jawa Pos Radar Banyuwangi

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you