Issuu on Google+

SENIN 4 MARET

29

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2013

ADA APA LAGI

ISTIMEWA

LANGKA: Salah satu varian durian merah Banyuwangi.

Bibit Durian Merah Masuk Malaysia BANYUWANGI - Bibit durian merah Banyuwangi menembus pasar hortikultura Thailand dan Malaysia. Beberapa waktu lalu, pakar durian dua negara tersebut datang untuk membeli bibit durian merah hasil rekayasa genetik Banyuwangi. Sejak tahun 2009 lalu, Forum Pemerhati Hortikultura Banyuwangi (FPHB) melakukan telah melakukan riset terhadap buah durian merah. Hasil riset itu menemukan sekitar 25 varian jenis durian merah di Banyuwangi. Peneliti FPHB, Eko Mulyanto mengatakan, dari 25 varian durian merah tersebut, hanya 18 varian yang layak konsumsi. Sedangkan tujuh varian lainnya tidak layak dikonsumsi. “Dari 18 yang layak konsumsi, 11 varian durian merah masuk durian unggulan nasional,” jelasnya. Walau durian merah hanya ada di Banyuwangi, kata Eko, namun tidak semua tempat ada durian merah. Pohon durian merah itu hanya tersebar di empat kecamatan yakni Kalipuro, Giri, Glagah, dan Songgon. “Awalnya pohon durian merah hanya ada tiga pohon. Sekarang tinggal dua pohon karena yang satu ditebang,” ungkapnya n  Baca Durian...Hal 35

BAGAIMANA INI

Nobar

Dukung Ardy Dwiki

BANYUWANGI - Ratusan warga Kota Gandrung tumplek blek di halaman kantor Pemkab Banyuwangi Sabtu malam (2/3). Mereka berkumpul di depan pusat pemerintahan Bumi Blambangan itu, untuk memberi dukungan kepada Ardy Dwiki. Saat ini, Ardy tengah berjuang dalam babak empat besar kompetisi

Indonesia Mencari Bakat (IMB) yang ditayangkan salah satu stasiun televisi swasta nasional. Bentuk dukungan tersebut mereka wujudkan dalam bentuk nonton bareng (nobar) penampilan Ardy Dwiki melalui layar raksasa n

ISTIMEWA  Baca Nobar...Hal 35 DUKUNGAN: Warga menyaksikan penampilan Ardy Dwiki dalam acara Indonesia Mencari Bakat melalui layar lebar di halaman kantor Pemkab Banyuwangi Sabtu malam lalu (2/3).

SIGIT HARIYADI/RaBa

Dicekoki Miras, Siswi Digilir Dibiarkan Pulang Sendirian Jalan Kaki ROGOJAMPI – Aksi perkosaan terhadap anak berusia di bawah umur kembali terjadi di Banyuwangi. Kali ini korbannya adalah Saritem (nama samaran), 16, seorang siswi sebuah madrasah di

Kecamatan Rogojampi. Pelaku yang tega melakukan perbuatan keji tersebut adalah Roni, 22, dan Aliyul Kabir, 25, warga Dusun Krajan, Desa Kaligung, Kecamatan Rogojampi. Sebelum melakukan aksi perkosaan, kedua pemuda itu memaksa korban minum minuman keras (miras) sampai tak sadarkan diri di sebuah tempat di Dusun Krajan, Desa Watukebo,

Pensiun, Abdullah Gabung Demokrat

GALIH COKRO/RaBa

MOJOK: Sepasang remaja menyaksikan film di layar ponsel di Kalibendo, Glagah, kemarin.

Bermesraan di Pinggir Kali GLAGAH - Akhir pekan merupakan saat yang tepat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga atau orang-orang terdekat lainnya. Tak heran, sejumlah tempat wisata ramai dikunjungi warga pada momen tersebut. Salah satu adalah kawasan Perkebunan Kalibendo di Kecamatan Glagah. Sejak pagi hingga sore kemarin (3/3), lokasi wisata yang satu ini ramai didatangi pengunjung yang didominasi kalangan remaja. Namun sayang, segelintir pengunjung malah menyalahgunakan lokasi sepi di sudut perkebunan dan tepi sungai tersebut. Bukannya menikmati keindahan panorama dan sejuknya udara di kawasan perkebunan, ada segelintir oknum yang berbuat tidak senonoh. Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi di Perkebunan Kalibendo menyebutkan, ada pengunjung yang bermesraan di tengah hamparan kebun karet. Meski sesekali ada pengunjung lain yang berseliweran di dekat lokasi itu, para remaja tersebut tetap melakukan adegan yang tidak sepantasnya ditunjukkan di muka umum tersebut. Bagaimana ini?(sgt/bay)

BANYUWANGI - Mantan Asisten Pemerintahan (Aspem) Pemkab Banyuwangi, Abdullah tampaknya tidak mau menganggur. Hanya tiga hari setelah pensiun sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), dia langsung bergabung dengan Partai Demokrat (PD) kemarin (3/3). Masuknya Abdullah tentunya akan menambah kekuatan bagi partai berlambang mercy ini. Sebab, mantan pejabat di era Bupati Samsul Hadi, Ratna Ani Lestari, hingga Bupati Abdullah Azwar Anas ini memiliki segudang pengalaman di bidang birokrasi. “Pak Abdullah memang telah resmi menjadi kader Partai Demokrat,” cetus Ketua DPC PD Banyuwangi Michael Edy Hariyanto. DPC PD Banyuwangi ternyata juga telah menyiapkan jabatan khusus bagi Abdullah yang telah resmi memasuki masa pensiun dari PNS sejak 28 Februari 2013 lalu. “Tentu akan kita siapkan posisi terhormat di partai, masih kita bahas,” kata Michael diplomatis. Sementara itu, Abdullah mengakui telah bergabung ke partai milik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut. “Banyak tawaran dari sejumlah partai, dan saya memutuskan di Demokrat (PD),” ujarnya. Abdullah menyebut, pilihan ke PD ini karena rasa kagum pada SBY n  Baca Pensiun...Hal 35

Kecamatan Rogojampi. Kapolsek Rogojampi Kompol Bagio SP mengatakan, kasus tersebut sebenarnya berlangsung pada Selasa pekan lalu (26/2). Awalnya, seorang teman Saritem datang ke rumah korban. Kemudian, teman tersebut mengajak korban bermain ke rumah Aliyul Kabir n

Pajak Bumi Bangunan Banyuwangi 2013

 Baca Dicekoki...Hal 35

- Target penerimaan : Rp 20 miliar - Realisasi hingga Februari : Rp 600 juta DESA YANG SUDAH LUNAS PBB: - Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore - Desa Glagahagung, Kecamatan Purwoharjo

Dua Bulan, Setoran PBB Tembus Rp 600 Juta

AGUS BAIHAQI/RaBa

ORASI: Abdullah dengan seragam PD.

BANYUWANGI - Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Banyuwangi hingga awal Maret 2013 sudah masuk sekitar Rp 600 juta. Realisasi penerimaan PBB tersebut merupakan capaian tertinggi awal tahun, dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Pada tahun sebelumnya, pada bulan Januari hingga Maret, setoran PBB belum masuk sama sekali. Setoran PBB baru masuk sekitar bulan April tahun lalu. Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) PBB biasanya disebarkan pada Maret. “April baru

masuk, tapi tidak sebesar tahun sekarang,” ujar Kepala Dinas Pendapatan (Dispenda) Banyuwangi, Suyanto Waspo Tando W. Pada tahun-tahun sebelumnya, Dispenda tidak bisa berbuat banyak untuk mengirimkan SPPT kepada wajib pajak. Sebab, penarikan PBB masih menjadi kewenangan pemerintah pusat, sehingga SPPT masih dicetak oleh kantor pajak. Suyanto menambahkan, mulai tahun ini kewenangan penarikan PBB diserahkan kepada pemerintah daerah n  Baca Dua Bulan...Hal 35

Dosen Untag Banyuwangi Jadi Penyaji di Forum Ilmiah Internasional

Susun Desain Pengajaran Bahasa Inggris untuk Anak Inovasi pembelajaran Bahasa Inggris bagi anak ala Dana Yudha Kristiawan, berhasil menarik atensi kalangan akademisi internasional. Dia didaulat mempresentasikan paper di hadapan 33 peserta CamTESOL International Conference di Kamboja. SIGIT HARIYADI, Banyuwangi PENAMPILANNYA kalem dan murah senyum. Itulah kesan pertama yang kami tangkap dari sosok Dana Yudha Kristiawan, 32. Namun siapa sangka, di balik penampilannya yang “biasa saja” tersebut, ternyata laki-laki yang akrab

http://www.radarbanyuwangi.co.id

DUKUNGAN: Warga menyaksikan penampilan Ardy Dwiki melalui layar lebar di halaman kantor Pemkab Banyuwangi Sabtu malam lalu (2/3).

disapa Dana itu sudah berhasil “membelalakkan” mata kalangan akademisi tingkat dunia. Ya, paper tentang inovasi pembelajaran Bahasa Inggris bagi anak yang disusunnya, berhasil mengantarkannya go internasional. Pada tanggal 21-23 Februari 2013 lalu, dosen ini didaulat menjadi salah satu penyaji dalam konferensi pengajar Bahasa Inggris di Kamboja. Tidak tanggungtanggung, konferensi bertajuk CamTesol (Cambodia Teaching English to Speakers of Other Languages) International Conference tersebut diikuti 33 pengajar dari seluruh dunia. Dana mengaku, biaya transportasi dan akomodasi selama berada di GALIH COKRO/RaBa Kamboja itu ditanggung oleh Royal GO INTERNASIONAL: Dana Yudha Kristiawan di kampus Untag Banyuwangi. Melbourne Institute of Technology (RMIT) Australia. Maklum, Cam- gan Bahasa Inggris asal Australia, bagaimana mendesain pengajaran TESOL tersebut di-support oleh yakni IDP. “Saya dapat beasiswa dari Bahasa Inggris bagi anak,” ujarnya n salah satu organisasi pengemban- RMIT karena tulisan saya tentang  Baca Susun Desain...Hal 35

Tiga hari pensiun, mantan Aspem Abdullah gabung Partai Demokrat Sudah survei parpol sejak di Kesbanglinmas, ya?

Bibit durian merah masuk Malaysia Hati-hati, jangan sampai diklaim seperti reog

email: radarbwi@gmail.com/beritaraba@gmail.com


30

Senin 4 Maret 2013

Segera Bagikan Kartu Cerdas

Kirim tulisan Anda ke alamat di bawah ini: OPINI DAN REMBUGAN Naskah Opini panjang tulisan sekitar 850 kata. Sedangkan Rembugan maksimal 250 kata. Kirim ke artikelradarbwi@ gmail.com. Sertakan nama dan identitas penulis.

SUARA PEMBACA Tulis permasalahan yang Anda hadapi terkait layanan publik. Baik terhadap intansi swasta maupun pemerintah. Sertakan alamat yang lengkap disertai fotokopi identitas dan nomor telepon Anda. Kirim ke artikelradarbwi@gmail.com Atau kirim langsung ke kantor Radar Banyuwangi Jalan Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Biro Genteng: Jalan Raya Jember 47 Genteng, Biro Situbondo: Jalan Wijaya Kusuma 60 Situbondo.

SDN KEPATIHAN

n Keluarga Miskin Dapat Pendidikan Gratis IWAN SETIONO/RaBa

SANTAI: Siswa belajar matematika dan sains di halaman SDN 3 Panderejo Banyuwangi.

Belajar Sambil Bermain IWAN SETIONO/RaBa

KREASI : Penampilan salah satu peserta lomba tari di SDN Kepatihan, Banyuwangi, kemarin.

Adu Kreatif Tari dan Mading BANYUWANGI - SDN Kepatihan Banyuwangi menggelar lomba tari dan majalah dinding kemarin. Lomba yang berlangsung di halaman sekolah tersebut dibuka kepala UPTD Banyuwangi Nurhamim dan disaksikan para undangan. Lomba tari diikuti siswa mulai dari kelas satu sampai kelas enam. Sedangkan lomba mading diikuti siswa kelas empat sampai enam dengan tema lingkungan. ”Sebagai persiapan dalam penilaian adipura dan adiwiyata,’’ kata Kepala SDN Kepatihan, Sumadi. Sumadi menambahkan, tujuan diadakan lomba tersebut untuk membina minat dan bakat anak dalam berolah seni dalam upaya membina kepribadian siswa. Selain itu untuk memberikan wahana kegiatan seni yang apresiatif, kompetitif, dan edukatif.” Sehingga bisa meningkatkan prestasi anak di bidang seni,’’ pungkasnya. (*/bay)

SDN PAKIS

BANYUWANGI - SDN 3 Panderejo Banyuwangi mempunyai metode agar para siswanya tidak jenuh dalam belajar. Dengan bekerja sama dengan SD dan SMP

Alam Genteng, mereka melakukan pembelajaran di luar kelas. Materi pembelajaran di luar kelas meliputi Mathematic Fun dan Science Fun. Kegiatan ini diikuti seluruh siswa

SDN 3 Panderejo setiap hari Sabtu.” Agar anak-anak tidak jenuh dalam belajar dan metode ini membuat siswa terhibur,’’ kata Kepala SDN 3 Panderejo, Barorotin. (*/bay)

SAC Diikuti 600 Peserta BANYUWANGI - Sekitar 600 peserta mengikuti Science Application Competition (SAC) ke-7 yang digelar SMAN 1 Glagah kemarin (3/3). Peserta berasal dari SMP dari Banyuwangi, Jember, dan Situbondo. Mereka siap bersaing untuk menjadi yang terbaik dalam lomba yang rutin digelar tiap tahun di SMAN 1 Glagah tersebut. Masingmasing sekolah mengirimkan tiga wakilnya untuk berkompetisi untuk menjadi yang terbaik. Pembukaan SAC dilakukan di aula SMAN 1 Glagah. Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Kabid Dikmen) Dispendik Banyuwangi, Drs. Suratno MPd secara resmi membuka kegiatan tersebut. Acara pembukaan ditandai dengan pemukulan gong didampingi Kepala SMAN 1 Glagah, Drs.Heru Muhardi. Kabid Dikmen Suratno mengatakan, Dispendik memberi apresiasi lomba tersebut. Sebab kompetisi aplikasi sains semacam itu sangat banyak manfaatnya. Diharapkan, para peserta lomba bisa berlaga dan berprestasi di ajang

IWAN SETIONO/RaBa

PEMBUKAAN : Kabid Dikmen Dispendik Banyuwangi, Suratno menabuh gong SAC 2013 di SMAN 1 Glagah kemarin.

yang lebih tinggi lagi. ”Bila berhasil di tingkat kabupaten, bisa dilanjutkan pada tingkat nasional bahkan internasional,’’ ujar Suratno. Sementara itu, Kepala SMAN 1 Glagah, Heru Muhardi berharap dalam ajang tersebut bakal lahir juara yang dapat mewakili Banyu-

wangi dalam SAC tingkat provinsi. Selain itu, para juara SAC tahun 2013 akan mendapatkan reward dari SMAN 1 Glagah, khususnya saat penerimaan siswa baru nanti. ”Selamat berlomba dan raihlah prestasi yang optimal,’’ pungkasnya. (adv/bay )

BANYUWANGI - Pemerintah daerah segera menerbitkan kartu Banyuwangi cerdas (KBC). Kartu tersebut akan dibagikan kepada anak keluarga miskin agar mendapat layanan pendidikan secara gratis. Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Banyuwangi, Sulihtiyono menjelaskan, KBC merupakan smart card yang berfungsi sebagai jaminan mendapatkan pendidikan gratis mulai dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga SLTA. Pemegang KBC boleh memilih sekolah di mana saja, tanpa dikenakan biaya sepeser pun. “Semua biaya ditanggung pemerintah daerah seratus persen,” ujar Sulihtiyono. Hanya saja, KBC ini hanya bisa di peroleh bagi keluarga miskin. Saat ini, Dispendik sedang melakukan pendataan jumlah siswa miskin yang berhak mendapatkan kartu tersebut. Yang jelas dengan KBC tersebut, kata Sulihtiyono, semua anak keluarga miskin harus mendapatkan layanan pendidikan. “Tidak ada alasan, anak warga miskin Banyuwangi tidak bisa sekolah karena tidak ada biaya,” katanya. Satu KBC hanya bisa digunakan pemegang kartu. Kartu itu akan digunakan secara online semua sekolah di Banyuwangi. Dalam kartu itu akan dilengkapi chip untuk menyimpan identitas pemegang. Karena itu, satu kartu hanya bisa digunakan orang sesuai data yang dalam kartu tersebut. “Masa berlakunya mulai masuk SD hingga masuk SLTA. Kartu bisa digunakan di sekolah mana pun di Banyuwangi,” jelas Sulihtiyono. Pembagian kartu itu rencananya akan dilakukan mulai tahun ajaran baru 2013. Sebelum tahun ajaran baru 2013, KBC itu sudah dibagikan kepada warga yang berhak menerima fasilitas gratis pemerintah daerah itu. Pendataan calon pegang KBC, tambah Sulihtiyono, dilakukan secara ketat dan akurat. Tujuannya, agar pendistribusian KBC itu tidak salah sasaran. “Ini bagian program pemerintah daerah untuk mengentaskan kemiskinan melalui jalur pendidikan,” jelasnya. Pendistribusian KBC menggunakan anggaran APBD 2013. Selain APBD, program itu akan ditopang dari anggaran yang diperoleh dari program siswa asuh sebaya (SAS). Hingga Februari 2013 ini, dana SAS yang berasal dari siswa keluarga mampu sudah mencapai Rp 1 miliar lebih. Pada tahun 2013 ini, penerimaan dana dari SAS ditargetkan lebih besar dari tahun 2012. (afi/bay)

IWAN SETIONO/RaBa

SIMBOLIS: Wakil Ketua PMI Banyuwangi Nurhadi melantik anggota PMR di SDN Pakis beberapa waktu lalu.

PMR Praktik Halang Rintang BANYUWANGI - Palang Merah Remaja (PMR) adalah salah satu organisasi remaja yang bergerak dalam bidang kemanusiaan, peningkatan keterampilan, dan kesehatan. Karena itu, sebelum dilantik menjadi PMR, personelnya perlu mendapat bekal pelatihan. Mereka wajib memperoleh bekal pengetahuan tentang kepemimpinan, kecepatan, ketangkasan, keberanian serta praktik halang rintang. Beberapa waktu lalu, SDN Pakis Banyuwangi mengadakan pelantikan anggota PMR Mula dan Kader Tiwisada. Pelantikan tersebut diharapkan menjadi motivasi peserta didik dalam menjalani ilmu di dalam PMR. Pelantikan PMR tersebut dilakukan langsung oleh Wakil Ketua PMI Banyuwangi, Nurhadi didampingi Kasi SD Dispendik Banyuwangi Purwanto, serta Setyo Utomo dan Wisnu dari UPTD Kecamatan Banyuwangi. ”Terima kasih kepada segenap dewan guru, komite sekolah dan seluruh anggota PMR atas dukungannya,’’ kata kepala SDN 1 Pakis, Emmy Tri Astutik. (adv/bay)

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Benny Siswanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, Mega Dwi P. Administrasi Iklan: Widi Ukiyanti. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Pemasaran: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Samsuri (Situbondo). Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/ mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


Senin 4 Maret 2013

31


32

Senin 4 Maret 2013

Istighotsah untuk Kelulusan Unas 100 Persen SRONO - Berbagai cara dilakukan sekolah agar siswanya lulus dalam ujian nasional (unas). Seperti yang dilakukan SMAN I Srono (Smaron), Sabtu kemarin (2/3). Keluarga besar sekolah itu menggelar doa bersama (istighotsah) dan melakukan pelatihan ESQ. Kepala sekolah SMAN I Srono Drs. Yaseni menuturkan, segala persiapan sudah dilakukan agar semua siswa lulus seratus persen. Termasuk, sekolah terus memberikan materi secara intensif dalam menghadapi ujian. ”Persiapan mental spiritual juga tidak boleh dilupakan,’’ ungkap Yaseni kemarin.

Lebih jauh Yaseni menjelaskan, kegiatan itu sudah rutin digelar tiap tahun. Hasilnya, pelaksanaan unas berjalan sukses sesuai harapan. ‘’Doa bersama ini diikuti semua pelajar, utamanya siswa kelas XII,’’ jelasnya. Pada tahun ajaran ini, jumlah pelajar kelas XII sebanyak 214 orang. Mereka dibagi dalam dua kelas. Sebanyak 141 pelajar dari program IPA, 73 pelajar program IPS. ‘’Tahun depan program bahasa Indonesia masih kita rintis,’’ paparnya. Dalam istighosah itu, jelas dia, ada dihadiri seorang motivator. Hal itu bisa memacu semangat belajar

NUGROHO/RaBa

KOMPAK: Kasek SMAN 1 Srono dan komite sekolah usai istighotsah.

siswa. ‘’Para siswa bisa semakin meningkatkan kepecayaan diri dalam menghadapi ujian,’’ tandasnya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, M. Nur Sukroini menambahkan, istighotsah itu sebagai penyejuk

mental dan spiritual siswa yang akan menghadapi unas. ”Disadari atau tidak, berbagai persiapan yang dilakukan menghadapi unas membuat siswa merasa tertekan, sehingga dibutuhkan siraman rohani,’’ katanya. Oleh karena itu, dengan adanya istighotsah itu membuat siswa lebih tenang dan tentram secara psikologis. ‘’Semoga ujian berjalan dengan baik dan lebih baik dengan tahun lalu,’’ tuturnya. SMAN I Srono terus mendukung program Pemkab Banyuwangi di segala bidang. Termasuk, program inspiratif Bupati Abdulah Azwar Anas I Love Banyuwangi. ‘’Kami bertekad terus mendukung program

bupati,’’ tegas Nur Sukroni. Sementara itu, para guru menyisihkan uang gajinya untuk membantu kaum duafa, dan anak yatim piatu. Sebelum kegiatan istighotsah dan pelatihan ESQ, sekolah melakukan santutan anak yatim piatu dan kaum duafa. Siswa SMAN I Srono membentuk komunitas dalam menjaga kebersihan sekolah dengan istilah “Sumaron Green Communiy. ”Setiap jam istirahat siswa yang tergabung di Sumaron itu terus melakukan pemantaun di halaman sekolah. Bila ada tumpukan sampah maka grup tersebut langsung membersihkan,’’ tandas Nur Sukroni. (adv)

ABDUL AZIS/RaBa

WORKSHOP: Kabid TK/SD Dispendik Banyuwangi Hamami membuka acara kemarin.

Workshop Pemantapan Kinerja Guru TK/RA SILIRAGUNG - Sebanyak 96 kepala sekolah dan guru Taman Kanak-Kanak (TK) dan Raudlatul Athfal mengikuti kegiatan workshop yang diselenggarakan oleh Ikatan Guru TK Indonesia Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKIPGRI) Kecamatan Siliragung, Sabtu (2/3) kemarin. Kegiatan yang diselenggarakan di aula Koperasi Unit Desa Triagung, Kecamatan Siliragung, itu menghadirkan nara sumber Kabib TK/SD pada Dinas Pendidikan Banyuwangi, Drs. Hamami M.Pd, M.Si. Nara sumber lainnya Kasi TK Dinas Pendidikan Drs. Nasrodin, M.Pd; Koordinator Pengawas TK/SD Kecamatan Siliragung, Sumardi NS. S.Pd; guru TK Model Banyuwangi

Basuki Rahmat; dan Kepala UPTD TK/SD Siliragung Juni Prasetyo, M.Pd. Ketua panitia workshop Siyami, S.Pd, AUD mengatakan, kegiatan tersebut sengaja digelar guna mengimplentasikan hasil pelaksanaan workshop tingkat Kabupaten Banyuwangi. Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan bisa para guru dapat memberikan metode pembelajaran yang tepat bagi anak dengan mempertimbangkan karakteristik para siswa. Melalui pelatihan berbentuk workshop yang berlangsung satu hari ini, para guru diharapkan bisa menerapkan metode pembelajaran yang disukai anak didik. Misalnya saja mendongeng, puisi, menyanyi, permainan, atau

menggambar. “Selain itu, guru-guru juga akan dilatih bagaimana cara menulis cerita untuk anak,” tutur Siyami. Pada workshop kali ini IGTKIPGRI menghadirkan narasumber Sumardi, NS. S.Pd untuk menjelaskan pengertian tentan sosialisasi pengembangan keprofesian berkelanjutan. Nara sumber lain Basuki Rahmad S.Pd menjelaskan, bagaimana tata cara tentang implementasi pengembangan pendidikan karakter dalam perangkat pembelajaran TK/RA. Sementara itu, sekretaris panitia workshop, Suripto, S.Pd menambahkan, tujuan menggelar workshop itu karena dalam konteks global saat ini, dunia pendidikan dihadapkan dengan segala tantangan yang

ditandai dengan berbagai perubahan yang berlangsung sangat cepat “Terutama pada aspek informasi, komunikasi, dan teknologi,” ujarnya. Semua itu pada gilirannya menuntut kesiapan para pihak untuk melakukan pola pikir pada visi dan misi dalam menghadapai era globalisasi. Bila semua dapat dilakukan dengan baik, maka peradabtasian jaman yan menuntut ke arah yang lebih layak pada dunia pendidikan dapat digapai. Dengan harapan perubahan untuk perbaikan terhadap tuntutan global akan mampu mempertahankan serta meningkatkan eksistensi secara kompetitif,” beber ketua panitia workshop pemantapan kinerja guru, Siyami. (adv)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Suzuki Aerio ‘03 •

• Toyota Avanza ‘07 •

• Toyota (Jeep) ‘77 •

Dijual Suzuki Aerio DR MT tahun 2003, abu-abu metalik, harga 87,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Toyota Avanza 1.3G F60IRM tahun 2007, biru metalik, harga 127,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Dijual Toyota ( Jeep ) FJ 40RV Tahun 1977, Nebula Green hrg 85 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Suzuki Splash ‘10 •

• Daihatsu Terios ‘07 •

• Toyota Innova ‘10 •

Dijual Suzuki YV4 1.2 RHD Splash GL tahun 2010, abu-abu metalik, harga 118,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Daihatsu Terios F700RG TS tahun 2007, silver metalik, harga 133,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Innova pajak awal tahun 2010, hitam solar, istimewa, harga 211 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit atau tukar tambah, hub: 082142194111 - 081335897888

• Isuzu Phanter ‘96 •

• Isuzu Phanter ‘97 •

• Toyota Avanza ‘07 •

DijualIsuzu Panther tahun 1996tbr52 bfsr AC dobel warna hitam, harga 65 juta nego, bisa tukar tambah, hubungi: 081335897888

Dijual cepat Isuzu Panther 2.5 tahun 97 hijau metalik, barang istimewa, harga Rp. 75 juta, hubungi 081234668744

Dijual Toyota Avanza1.3G tahun 2007 akhir silver metalik, harga 132 juta nego, barang istimewa, hubungi 085331072175

• Rumah Tengah Kota •

• Pengepul Karet Alam •

• STNK •

• Toyota Starlet ‘94 •

Jual cepat murah rumah tengah kota Jl.letjen Sutoyo 087851295602

Dicari Petani/Pengepul karet alam. Hubungi 082338833778/0321 513700

Hlg STNK Nopol P 6862 VJ, an. Muqodim, Dsn Bimo 01/02 Bimorejo, Wongsorejo

Dijual 1 unit Toyota Starlet ‘94 merah metalik Rp 53,5 Juta Hub: 085646477168

• Rumah Kebalenan •

• Rumah Desa Balak •

• Rumah Banyuwangi •

• Toyota Wish ‘05 •

Djl rumah lok Kebalenan di Jl. Raya Rogojampi/ Genteng, L10 x15=150m2, SHM, bs dibeli dg cash atau kredit & jga bsa disewa, hrg nego. Hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Djl tanah + bangunan L 4x8=32m2 + 10 x 15 = 150m2, bisa dibeli dgn cash/kredit & juga bs disewa, SHM, Lok Ds Balak, hrg nego,H:(0333)631526–635176,0811351148

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Bpkb•

• Adm & Marketing •

Hilang BPKB Nopol P 4241 ZE an Guritno Wibowo Dsn Banje RW 03/01 BWI Ds Bubuk

Dibutuhkan ADM dan Marketing. Lowongan dikirim ke Banyuwangi Motor Benculuk, Jalan Raya Benculuk 136 atau Banyuwangi Motor Sumberayu Jl Pasar Sumberayu Muncar

Hilang BPKB Nopol P2483TD an Suwandi Dsn Sukomukti RW 01/ 02 BWI Ds Sukorejo

Djl rumah L 10X15 = 150M2 lok Banyuwangi, utara pbrik ES, bs dibeli dg cash/kredit dan juga bisa di sewa hrg nego hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Toyota Wish 2005 Silver. Kondisi Istimewa. Harga Rp 180 Juta Nego. Hubungi: 087857431121

Hilang BPKB Nopol P3043XM an Hariyadi Dsn Krajan RW 04/02 BWI Ds Wongsorejo Hilang BPKB Nopol P3610YV an Atim Dsn Padang Bulan RW 01/01 BWI Ds Benelan Kidul Hilang BPKB Nopol P4748XJ an Sugiarto Dsn kepatihan RW 01/02 BWI Ds Kedaleman Hilang BPKB Nopol P3711ZF an MartinYantini Dsn Krajan RW 01/02 BWI Ds Alasmalang


37

Senin 4 Maret 2013

JALAN TEMBUS

Senam Masal di RTH Maron GENTENG - Keberadaan ruang terbuka hijau (RTH) di barat Stadion Maron, Kecamatan Genteng, terus menarik perhatian warga untuk melakukan berbagai aktivitas bersama keluarga dan sahabat di tempat tersebut. Seperti terlihat kemarin, ribuan warga dari berbagai pelosok di Kecamatan Genteng, melakukan senam bersama di lokasi RTH yang baru dibangun pada era Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas tersebut. Selain diikuti oleh ribuan warga, acara tersebut juga dihadiri jajaran Muspika Genteng, kepala dinas instansi, para guru dan

kepala sekolah se-Kecamatan Genteng. Sekcam Genteng Hariono menuturkan, sejak dibangun, RTH Maron memang tidak pernah sepi dari aktivitas warga yang ingin menikmati suasana bersama keluarga dan sahabat. Sedang kegiatan senam bersama kemarin pagi itu sendiri, adalah bagian dari kelanjutan launcing I Love Banyuwangi dilakukan di Taman Blambangan, Banyuwangi beberapa waktu lalu. “Kegiatan kali ini sangat meriah, ada sekitar dua ribu orang lebih yang ikut launcing I Love Banyuwangi di RTH Maron. Kegiatan ini sekaligus dirangkai dengan senam bersama,” tandasnya. (azi/aif )

ABDUL AZIZ/RaBa

SIAP DIBEBASKAN: Jalan tembus dari arah Terminal Wiroguno menuju Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari.

Tinggal Tunggu Kabar Dinas PU GENTENG – Rencana Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas melanjutkan proyek jalan tembus dari Terminal Wiroguno, Desa Setail, Kecamatan Genteng, menuju Kecamatan Tegalsari dan Kecamatan Gambiran, tampaknya bakal berjalan mulus. Saat ini, kendala pembebasan lahan milik warga yang selama ini menjadi hambatan utama, tampaknya sudah menemui titik terang. Puluhan warga di Desa Setail dan Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari, yang lokasi lahannya terkena imbas jalan tembus tersebut, mengaku tidak keberatan bila diberi ganti rugi oleh pemerintah. Kepala Desa Setail Ahmad Zuhri mengatakan, saat ini warga --khususnya para pemilik lahan di sepanjang jalan tembus tersebut-- sudah menyatakan kesediannya lahannya dibeli oleh pemerintah. “Bahkan sekarang warga justru menunggu kabar dari Dinas PU (Pekerjaan Umum),” tandasnya. Zuhri menuturkan, selama ini dia dan perangkat Desa Setail, telah inten melakukan pendekatan dan memberi pemahaman kepada masyarakat khususnya pemilik lahan mengenai kelanjutan mega proyek tersebut. Hasilnya, para pemilik lahan yang jumlahnya mencapai 21 kepala keluarga tersebut, menyatakan bersedia lahannya dibeli pemerintah dengan harga menggunakan juru taksir. “Intinya warga sudah siap, dan harga ikut prosedur atau ketentuan yang berlaku,” pungkasnya. Sekadar tahu, untuk melanjutkan mega proyek yang dirintis pada era mantan Bupati Banyuwangi Samsul Hadi tersebut, Pemkab Banyuwangi telah melakukan beberapa langkah. Di antaranya, Pemkab Banyuwangi melalui Dinas PU telah membangun beberapa jembatan besar yang menghubungkan Kecamatan Tegalsari dan Kecamatan Gambiran dengan nilai puluhan miliar. (azi/aif)

Langkah Kejaksaan ”Melepas” Nanang Cs

ABDUL AZIZ/RABA

PEREGANGAN: Ribuan warga senam bersama di RTH Maron, Kecamatan Genteng, kemarin pagi.

Sembunyikan 186 Batang Kayu Jati di Dapur SILIRAGUNG - Kedapatan mencuri kayu jati, Yadi, 54, warga Dusun Silirkrombang, Desa Seneporejo, Kecamatan Siliragung, berhasil dibekuk oleh tim gabungan Polsek Siliragung dan Polisi Hutan Perhutani Banyuwangi Selatan, kemarin. Penangkapan dilakukan setelah sebelumnya petugas Polhut menerima informasi dari warga bahwa di rumah pelaku ada tumpukan kayu jati tanpa dilengkapi dokumen kepemilikan yang sah. Saat ditangkap, Yadi tak bisa berkutik. Dia hanya bisa pasrah ketika petugas menggelandangnya ke Mapolsek Siliragung. Kayu sebanyak 186 batang yang disembunyikan di dapur langsung

ABDUL AZIZ/RABA

TANPA DOKUMEN: Barang bukti berupa tumpukan kayu jati diamankan di Mapolsek Siliragung, kemarin.

diamankan di Mapolsek Siliragung. Saat diperiksa penyidik, Yadi mengaku bahwa tumpukan kayu jati yang tidak dilengkapi dokumen resmi itu berasal dari kawasan hutan petak 16B, RPH Tegalwagah, BKPH Pedotan. “Rencananya kayu tersebut akan dibuat untuk membangun rumah,” kata Kapolsek Siliragung AKP Baki melalui Kanitreskrim Aiptu Sutomo. Kini untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut, pelaku dijerat dengan Pasal 80 ayat 5 UU Nomor 41 Tahun 1999, Tentang Kehutanan, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. (azi/aif)

BALJEBOL

BALI

MELASTI

Dinilai Ciderai Rasa Keadilan

JEMBER

BONDOWOSO

BANYUWANGI – Langkah Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Banyuwangi) Syaiful Anwar mengalihkan status tahanan kota terhadap ketiga tersangka dugaan korupsi proyek RSUD Genteng terus menuai kecaman dari para pihak. Salah satunya datang dari praktisi hukum Banyuwangi, Tedjo Rifai. Menurutnya, langkah Kajari tersebut jelas sangat mengejutkan dan menciderai rasa keadilan pada masyarakat. Sebab dalam sejarah penanganan kasus korupsi di Banyuwangi, bahkan di Indonesia, baru kali ini ada tersangka kasus yang menjadi perhatian publik justru ”dilepas” menjadi tahanan kota. “Jadi jelas menciderai rasa keadilan masyarakat, karena tersangka kasus korupsi sebelumnya ditahan semua,” tegas Tedjo kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. Tedjo menuturkan, masyarakat yang melek hukum tentu sangat paham, bahwa kasus korupsi dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara sangat memenuhi syarat obyektif untuk dilakukan penahanan. Hanya saja, lanjut pengacara bertubuh mungil tersebut, pihak berwenang dalam hal ini Kajari Banyuwangi, secara subyektif memang memiliki kewenangan untuk memberikan status tahanan kota kepada ketiga tersangka. Alasan subyektif sebagaimana diatur dalam KUHAP adalah tersangka dikahwatirkan melarikan diri, menghilangkan barang bukti, dan mengulangi perbuatannya. Hanya saja, karena kasus korupsi saat ini menjadi perhatian pemerin-

Jadi jelas menciderai rasa keadilan masyarakat, karena tersangka kasus korupsi sebelumnya ditahan semua Tedjo Rifai Praktisi Hukum Banyuwangi

tah yang sedang berkuasa dan publik, maka Kajari Banyuwangi harus bisa menjelaskan kepada masyarakat mengenai alasan pengalihan status tahanan tersebut. “Sehingga rasa keadilan masyarakat tidak terciderai,” pinta Tedjo. Seperti diberitakan sebelumnya, Kajari Banyuwangi, Syaiful Anwar mengalihkan status tahanan kepada ketiga tersangka kasus dugaan korupsi proyek RSUD Genteng. Ketiga tersangka yang ditangguhkan penahannya tersebut, Riskiyanto Dodik, Dwinta Indarwati dari PT. Pancoran Mas Indah Karya yang mengerjakan proyek dan mantan Direktur RSUD Genteng, dr. Nanang Sugianto. Kajari menuturkan, alasan pengalihan status tersebut karena salah satu tersangka sedang mengalami sakit dan harus menjalani perawatan. Selain langkah pengalihan status tersebut dinilai telah memenuhi syarat subyektif. Sebelumnya Kejari Banyuwangi menahan ketiga tersangka pada Januari lalu, karena dalam proses pembangunan proyek senilai Rp 4 miliar tersebut diduga merugikan negara sebesar Rp 250 juta. (azi/aif )

LUMAJANG

Tanggul Sungai Jompo Jebol Diterjang Banjir, Nyaris Menggerus Badan Jalan

SHOLIKHUL HUDA/RADAR JEMBER/JPNN

UPACARA: Ratusan umat Hindu yang melakukan upacara Melasti di Pantai Paseban, Kecamatan Kencong.

Larung Sesaji di Pantai Paseban KENCONG - Ratusan umat Hindu dari Jember dan Bondowoso, kemarin (3/3) berkumpul di Pantai Paseban, Kecamatan Kencong untuk melaksanakan upacara Melasti. Upacara Melasti merupakan rangkaian upacara untuk menyambut Tahun Saka 1936 dan menyambut hari raya Nyepi. Setiap tahunnya, Pantai Paseban menjadi pusat kegiatan Melasti umat Hindu dari Jember dan Bondowoso. Sekitar pukul 7.00, umat Hindu dari Jember dan Bondowoso berbondong-bondong menuju pantai Paseban Kencong. Mereka membawa berbagai hasil bumi dan kekayaan alam lainnya untuk selanjutnya dilarung ke laut. Upacara tersebut bertujuan sebagai penyucian diri umat Hindu. Acara tersebut diawali dengan tari rejang yang dibawakan oleh umat Hindu dari Pura Patrang Jember. Tari tersebut merupakan tari untuk penyucian diri umat Hindu. Dengan diiringi musik, para penari tersebut mengitari sesaji yang telah siap untuk dilarungkan. Terlihat umat Hindu yang mengikuti acara tersebut dengan sangat hikmad. Acara tersebut dihadiri oleh umat PHDI, WHDI, dan pada akademisi yang menjadi dosen di Jember. Terlihat pula TNI yang memang datang untuk melakukan upacara tersebut. “Memang upacara ini dilakukan seluruh umat Hindu yang ada di Jember dan Bondowoso,” kata Serda I Gusti, anggota koramil Gumukmas. (mg-1/jpnn)

JEMBER – Ratusan warga Lingk u n g a n Te g a l r e j o , K e l u r a h a n J e m b e r L o r, P a t r a n g d a n Lingkungan  Gebang Poreng, Kelurahan Slawu, Patrang, kemarin (3/3) turun ke Sungai Jompo, tempatnya di sekitar Dam Sembah Demang. Mereka bergotong-royong membangun tanggul yang sempat jebol pada Jumat (1/3). Jebolnya tanggul hampir memakan Jalan Manggar Gang Wijaya Kusuma, Gebang, Patrang. Ratusan warga dengan alat seadanya tumplek-blek di area sungai. Ada warga yang mencari batu-batu besar dan ada pula yang memindahkan batu. Untuk menahan sisa tanggul yang belum tergerus air, warga membuat bronjong. Kalau biasanya bronjong terbuat dari kawat, warga kemarin membuat bronjong dari anyaman bambu. Batu-batu besar dimasukkan ke dalam bronjong bambu itu sebagai penahan sementara tanggul yang belum jebol. Jebolnya tanggul di kawasan itu cukup lebar dan dalam. Jebolnya plengsengan itu sepanjang 30 meter dengan tinggi 5 meter. Plengsengan itu amblas cukup dalam, bahkan memakan bahu jalan. Bahkan, di bagian bawah jalan itu juga terlihat gerusan yang cukup dalam. “Bisa dilihat sendiri, rusaknya cukup parah kan ” ujar Joko Suharto, warga setempat yang juga anggota Forum Kemitraan Polisi Masyarakat (FKPM). Karena tanggul penahan jalan jebol cukup panjang dan dalam, warga setempat cukup was-wasa. Apalagi, di sisi utara jalan sudah hampir ambrol pula pada bagian aspalnya. Oleh karena

RADAR JEMBER/JPNN

PASANG BRONJONG: Warga bergotong-royong membangun tanggul sekitar Dam Sembah Demang yang jebol diterjang banjir.

itu, warga memasang pembatas dari bambu panjang di sisi jalan tersebut, sehingga kendaraan roda empat tidak bisa lewat. Sedangkan roda dua yang lewat juga tidak boleh terlalu mepet ke utara karena rawan longsor. “Jika dibiarkan, ada hujan lagi, bisa-bisa jalan habis digerus air,” sambung Joko. Bukan hanya tanggul yang jebol akibat volume air Sungai Jompo yang cukup besar, Dam Sembah utama yang ada di bagian bawah juga jebol sekitar 3 meter. Jebolnya Dam Sembah

itu diperkirakan karena tidak mampu menahan derasnya arus Sungai Jompo yang berhulu di lereng Pegunungan Argopuro. Dam tersebut jebol sekitar sebulan lalu. Warga kemarin gotong-royong menutup dam yang jebol itu dengan bambu dan batu sebagai pengganti sementara dam yang jebol. Warga di bagian hulu juga kerja bakti karena dam utama itu membuat salah satu aliran irigasi yang menuju Lingkungan Tegalrejo sudah lama tidak terisi air. Sejak dam jebol, aliran air yang dia-

rahkan ke saluran irigasi itu tersedot di saluran utama. “Ini dibuatkan bendungan darurat untuk mengarahkan air ke sana,” imbuh M. Imam Taufikurrahman, ketua RT setempat kepada Jawa Pos Radar Jember kemarin. Jika tidak demikian, maka warga yang ada di hilir tidak akan mendapatkan air. Padahal, kata dia, air dari saluran irigasi itu sangat vital bagi masyarakat. Aliran irigasi yang rusak itu membuat beberapa usaha yang ada kawasan aliran irigasi itu mati karena tidak mendapatkan pasokan air. (ram/har/jpnn)


38

Senin 4 Maret 2013

Awas, Persik Jago Menit Akhir Tahun ini, Persewangi berlaga di dua kompetisi Divisi Utama berbeda afiliasi. Satu tim berkompetisi di bawah PT Liga Indonesia (LI), satunya bernaung di PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS). Ayo beri dukungan, kritik, dan saran agar kedua tim tersebut mampu meraih prestasi maksimal. Kirim tulisan Anda melalui SMS ke nomor 087857488787. Tulisan dilarang menghujat, menyerang, dan menghina personal.

Demi Nama Harum Banyuwangi Selamat jalan para pahlawanku ke Kota Kediri. Satukan tekad kalian demi nama harum Banyuwangi. Doa dan dukungan yang penuh dengan harapan besar menyertai perjuanganmu. Raih tiga angka di kandang Kediri. Laros Jenggirat selalu ada untukmu. Larjeng Pengkolan Angker Mandar santet, 081937660678

Buktikan Tim Hebat Ayo bangkit Persewangi, buktikan bahwa kamu tim hebat. Dieky Laros Jenggirat Alasbuluh, 087857490412

Yakin Bisa Kalahkan Persik Ayo Persewangi, bawa nama baik Banyuwangi di dunia persepakbolaan Indonesia. Melihat hasil pertandingan saat melawan Madiun Putra, saya yakin Persewangi pasti bisa kalahkan Persik Agung (Acil) Setiawan, 087755675987

Putihkan Hatimu Semangat Persewangi, tunjukkan merahmu, putihkan hatimu, dan majukan Banyuwangimu. Aku mendukungmu selalu, we Love you. Gestary Widya Wringinpitu Tegaldlimo, 081999167155

Pantang Mundur Yo ayo Persewangi, ku ingin kita harus menang. Kalahkan musuh-musuhmu. Jadilah juara. Maju terus pantang mundur. Heel Boy Laros, 087806578011

HARI PERS

BANYUWANGI - Target mencuri poin dicanangkan manajemen Persewangi ISL dalam lawatannya ke markas Persik Kediri. Modal kemenangan tandang saat melawan Madiun Putra akan menjadi spirit dan modal utama bagi Zaenal Ichwan dkk untuk mengulang memori manis di Stadion Wilis tersebut Selasa besok (5/3). Meski dipastikan Laskar Blambangan tampil pincang dalam menghadapi laga ini, rupanya tidak menyurutkan spirit manajemen. Tidak muluk-muluk, Zaenal Ichwan dkk datang hanya dengan menargetkan mencuri satu poin dalam laga yang dijadwalkan akan siarkan langsung TVone ini mulai pukul 15.00. “Kehilangan Heru Santoso memang sedikit akan mereduksi kekuatan tim. Tapi di sana masih ada Ikrom dan Arif yang siap bermain saat melawan Madiun Putra. Target di sini jelas, kami ingin mencuri poin,” ujar Andik Purwanto, manajer Persewangi ISL. Di klasemen sementara grup V, Persik menduduki posisi teratas dengan nilai tujuh dari dua kali menang dan sekali imbang. Macan Putih, julukan Persik, juga menjadi satu-satunya tim yang belum tersentuh kekalahan sejauh ini. Tim ini juga dihuni sejumlah pemain kawakan seperti Wahyudi, Wimba Sutan, dan Oliver Makor n  Baca Awas...Hal 39 GALIH COKRO/RaBa

ASA TINGGI: Pemain Persewangi ISL saat berlatih di Stadion Diponegoro Banyuwangi pekan lalu.

35 Pendekar Berebut Posisi Seleksi Pesilat Proyeksi Porprov BANYUWANGI - Persiapan menuju babak kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mulai dikebut pengurus IPSI Banyuwangi. Bertempat di GOR Tawang Alun, proses penjaringan digelar selama sehari. Ada sekitar 35 pendekar dari 17 perguruan di bawah naungan IPSI yang turut serta dalam ajang tersebut. Seleksi ini dipimpin langsung oleh empat pelatih yang telah ditunjuk. Mereka adalah Bambang Wahyuono, Siswanto,

dan Novi untuk nomor tanding. Sedangkan nomor TGR dipimpin Suyanto. Manajer tim pencak silat Porprov Banyuwangi, Mukayin menuturkan, seleksi ini merupakan rangkaian awal dari persiapan menuju Porprov Madiun mendatang. Dari seleksi ini perguruan diminta mengirim pesilat terbaiknya. Selanjutnya mereka disaring untuk menjadi bagian dalam kontingen Banyuwangi proyeksi pra Porprov mendatang. Dibanding seleksi sebelumnya yang cenderung membeludak, dalam seleksi kali ini Mukayin sengaja menyarank-

an perguruan mengirimkan pesilat terbaiknya. Minimal, dia sudah bisa berbicara di pentas regional Jawa Timur atau pernah juara dieven internal perguruan. “Kami ingin seleksi ini benar-benar diikuti pesilat terbaik,” tandasnya. Paska seleksi ini program berikutnya adalah pemusatan latihan. Ini diperlukan sebagai jenjang menuju Pra Porprov yang akan dilaksanakan 2-5 Mei mendatang. Meski waktu yang ada cukup jauh, namun dengan persiapan lebih dini diharapkan bisa memberikan efek yang positif. (nic/als)

HELMI FOR RaBa

PENJARINGAN: Sejumlah atlet pencak silat mengikuti proses seleksi atlet Porprov di GOR Tawang Alun Banyuwangi kemarin.

Target Tembus Kejurnas

NUR HARIRI/RaBa

ADU CEPAT: Dua Biker beradu kecepatan di jalan tembus Panarukan kemarin (3/2).

Dimeriahkan Balapan Ratusan Biker Mania RIBUAN warga memadati jalan tembus Kecamatan Panarukan, Situbondo, kemarin (3/2). Mereka datang untuk menyaksikan drag bike dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) yang diadakan kuli flashdisk yang tergabung dalam Rumah Satu. Even yang digelar sejak pukul 09.00 hingga sore hari itu diikuti sekitar 270 biker yang berasal dari kabupaten/kota se-Jawa Timur. (rri/als)

BANYUWANGI - Menembus kejuaraan nasional (kejurnas) judo di Lampung menjadi target yang diusung Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Banyuwangi. Dalam kejuaraan yang dijadwalkan digelar 27-30 Maret mendatang ini, induk pembina olahraga judo itu menargetkan bisa mengirim salah satu wakilnya. Ambisi itulah yang coba diwujudkan dalam gelaran kejuaraan daerah (kejurda) judo Jawa Timur dalam waktu dekat. Bertajuk kejurda Kartika Cup 2013, PJSI Banyuwangi berhasrat bisa menempatkan utusannya di podium teratas. Sebab, hanya juara dan runner up saja yang dipastikan akan mengisi

mess pemusatan latihan daerah untuk diberangkatkan ke Lampung mendatang. “Target kita ingin dominasi podium pertama dan kedua,” tegas Agung Setyono, Ketua PJSI Banyuwangi. Agung menambahkan, di kejurda kali ini, PJSI akan turun di kelas usia under 16 dan 19 tahun. Ada lebih kurang 20 pejudo yang akan diberangkatkan ke kejuaraan tingkat regional Jawa Timur ini. Targetnya jelas, PJSI ingin meraih prestasi sekaligus meloloskan pejudonya ke puslatda dan tampil di kejurnas. Selain mengirimkan atletnya, PJSI juga akan mengikutsertakan dua nama untuk ikut serta dalam penataran wasit juri dan pelatih. (nic/als)

NUGROHO/RaBa

PENYALURAN BAKAT: Kasek Sunoto Prayitno menyerahkan hadiah kepada para pemenang.

Jaring Siswa Baru, Gelar Try Out SD/MI SONGGON - Untuk menarik simpati calon siswa baru, SMP Negeri 3 Songgon satu atap menggelar Try Out Ujian Nasional (UNAS), dan pentas seni kemarin (3/3). Dalam acara yang digelar di Gedung Sekolah setempat itu diikuti ratusan peserta dari SD/MI se-wilayah kerja SMP Negeri 3 Songgon. Kepala SMPN 3 Songgon, Sunoto Prayitno, Spd mengatakan, acara try out dan pentas seni ini merupakan salah satu pelaksanaan program Bupati Anas tentang Banyuwangi Cerdas. Juga sebagai ajang penyaluran bakat dan minat

siswa yang memiliki kemampuan di bidang seni. “Kasi SMP Drs Sutikno, MPd mewakili Kepala Dinas Pendidikan yang membuka acara dengan didahului tari Jejer Gandrung tadi pagi (kemarin),” ujar Sunoto Prayitno. Tidak hanya itu saja, kata Sunoto, pihaknya juga sudah menjalankan program bupati terkait kendali belajar bersama ibadah, green and clean, dan siswa asuh bersama. Setiap bulan, sekolah ini memberikan berikan bantuan kepada siswa yang kurang mampu. Yang menarik, tahun ini SMPN 3 Songgon memberikan

seragam gratis kepada 50 siswa pendaftar pertama. ”Sebenarnya, sekolah kita sudah layak untuk tidak menyandang satu atap,” katanya. Ditambahkan, mulai tahun ini sekolahnya sudah berstatus terakreditasi B dengan nilai 81. Sehingga bisa melaksanakan Unas sendiri tanpa harus ikut di SMP Negeri yang lain. Sebab, semua fasilitas yang dibutuhkan oleh siswa untuk belajar sudah bisa terpenuhi. “Semua ini atas bantuan pemerintah daerah,“ jelas kasek asal Kecamatan Genteng tersebut. (adv/als)

Minum Susu Zee Agar jadi Sehat, Pintar, dan Berbakat BANYUWANGI - Susu Zee menggelar even menarik di SDN Kepatihan Sabtu (2/3) lalu. Dalam even tersebut, beragam atraksi dimainkan oleh tim Susu Zee. Aksi prestaZee yang diikuti siswa kelas 1 hingga 6 SDN Kepatihan ini menampilkan minat dan bakat siswa. Seperti seni tari, band, menyanyi, silat, hingga dance. Tak ketinggalan, dalam even yang digelar mulai pukul 08.00 ini, tim Susu Zee juga menampikan atraksi bermain yoyo yang mampu memikat para siswa. Manager Product Susu Zee, Riyan Nazaruddin mengatakan, terselenggaraannya even ini bertujuan memfasilitasi generasi muda agar dapat menyalurkan minat dan bakatnya. “Salah satunya adalah dengan mengaplikasikan minat bakat melalui lomba yang dilaksanakan tim Susu Zee,” katanya. Menurut Riyan Nazaruddin, dalam program tersebut pihaknya juga memberikan pemaparan terkait produk susu Swizz Chocolate Milk

ATRAKTIF: Master Yoyo memamerkan atraksi permainan yoyo di hadapan siswa SDN Kepatihan.

MEGA/RaBa

dalam bentuk sachet ini. Susu Zee bisa disajikan dalam keadaan hangat maupun dingin. Dan, mempunyai khasiat tujuh NutriZee. Misalnya 11 vitamin dan 6 mineral, Hi-Calcium yang dapat membantu pembentukan kepadatan tulang dan gigi, zat besi, kolin, prebiotik yang membantu mempertahankan fungsi saluran cerna, dan Hi-Vit B Complek yang membantu proses pembentukan energi, serta vitamin (A, D, C, dan E).

Lebih jauh, Riyan Nazaruddin mengatakan, Susu Zee sangat cocok untuk dikonsumsi siapapun. Sebab, tiap orang membutuhkan asupan nutriZee tambahan yang sangat dibutuhkan tubuh. Mulai kalangan anak-anak, remaja, hingga dewasa. “Sehingga anak-anak generasi penerus bangsa mempunyai daya ingat dan daya tubuh yang sehat lahir batinnya. Itu demi meraih masa depannya,” jelasnya. (adv/als)


Senin 4 Maret 2013

39

HALAMAN SAMBUNGAN

Dikuatkan dengan Hasil Visum n DICEKOKI... Sambungan dari Hal 29

Begitu tiba di tempat tersebut, ternyata sudah ada Aliyul dan Roni. Selain itu, di lokasi tersebut sudah ada beberapa botol arak Bali. Saat melihat Saritem tiba, Aliyul dan Roni langsung memaksa siswi tersebut untuk minum arak Bali. Akhirnya, korban tak sadarkan diri. Saat korban tak sadarkan diri itulah, kedua tersangka memasukkan Saritem ke dalam kamar. Kemudian, dua pemuda itu memperkosa kor-

ABDUL AZIZ/RaBa

TERSANGKA: Roni dan Aliyul di Polsek Rogojampi kemarin. ban secara bergantian. Puas melakukan aksi bejat tersebut, dalam kondisi masih tak sa-

darkan diri, kedua tersangka mengantarkan korban pulang dengan naik motor.

Namun di tengah perjalanan, mendadak Saritem sadar. Saat itu juga, kedua tersangka langsung menurunkan korban dari atas motor. Mereka membiarkan korban pulang sendirian dengan jalan kaki. Dua hari setelah kejadian tersebut, korban dan seorang pamannya akhirnya datang ke Mapolsek Rogojampi untuk melaporkan kasus tersebut. “Tak lama setelah menerima laporan, kedua pelaku berhasil kami tangkap,” jelas Kapolsek Bagio kemarin (3/3). Selain menahan kedua ter-

Capaian Tertinggi dalam 10 Tahun n DUA BULAN... Sambungan dari Hal 29

Karena sudah diserahkan kepada pemkab, maka pencetakan SPPT dilakukan lebih cepat agar setoran PBB juga bisa lebih cepat. Dia menambahkan, pencetakan SPPT sudah dilakukan sejak awal Februari lalu. Pada bulan Februari pula, Dispenda memanfaatkan untuk mendistribusikan SPPT ke seluruh kecamatan. Pengiriman SPPT lebih cepat itu ternyata berdampak positif pada penerimaan PBB. Hingga awal Maret

2013 ini, sudah ada dua desa yang melunasi kewajiban PBBnya, yakni Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore; dan Desa Glagahagung, Kecamatan Purwoharjo. Dua desa itu tercatat sebagai desa tercepat melunasi kewajiban PBB. Karena itu, Suyanto berharap agar desa-desa lainnya mengikuti langkah dua desa teladan dalam pembayaran PBB itu. Kalau pembayaran PBB dilakukan secara cepat, maka akan memberikan dampak positif pada percepatan pembangunan. Walau penerimaan PBB sudah melebihi Rp 0,5 miliar,

namun belum semua desa menyetorkan PBB. Karena itu, Suyanto juga berharap pembayaran PBB tidak perlu menunggu sampai akhir. Pada tahun pertama ini, pemkab menargetkan penerimaan PBB sebesar Rp 20 miliar. Sebenarnya, potensi PBB jauh lebih besar dari target yang ditetapkan. Namun karena masih tahun pertama penarikan PBB oleh daerah, maka targetnya masih di bawah potensi. “Jika realisasinya melebihi target, maka target itu akan direvisi dalam pembahasan PAK APBD,” kata Suyanto.

Mulai tahun 2013, penerimaan PBB masuk seratus persen ke kas daerah. Pada tahun sebelumnya, penerimaan PBB dilakukan pusat dan hasilnya dibagi tiga. Pembagiannya meliputi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah. Daerah mendapat jatah 60 persen, sedangkan yang 40 persen dibagi dua antara pemerintah pusat dan provinsi. “Kita optimistis, target Rp 20 miliar itu akan terlampaui. Apalagi penerimaan awal tahun sudah melampaui dari target,” tambah Suyanto. (afi/bay)

Kuncinya Tampil Konsentrasi n AWAS... Sambungan dari Hal 38

Jika menang atau seri dari Persik, tambahan poin dapat membuat Persewangi ISL berpeluang menyodok ke posisi kedua. Sekaligus bisa mereduksi gap poin dengan Persik untuk terus menjaga persaingan di pentas Divisi Utama PT Liga Indonesia musim ini. Persik yang bakal dihadapi Persewangi besok sore memang bukan lawan enteng.

Meski demikian, Andik menegaskan, timnya tidak akan gentar. Komposisi dan kekuatan pemainnya sudah dalam pantauan tim pelatih Persewangi sejauh ini. Pelatih Persewangi Bagong Iswahyudi mengaku sudah menyiapkan strategi untuk meredam agresifitas permainan tuan rumah. Bertumpu pada Oliver Makor sebagai nyawa Macan Putih, timnya akan meramu strategi untuk mereduksi kekuatan Persik yang terletak pada sosok mantan bomber

Persija Jakarta ini. Skema yang sama saat menundukkan Madiun Putra masih akan menjadi pilihan untuk laga di Stadion Brawijaya. Duet Ikrom Syafii dan Arif Faisol Arif sebagai tukang gedor barisan pertahanan Persik masih akan dipertahankan. Skema 3-5-2 diharapkan membuat alur bola bisa memanjakan duet stiker Laskar Blambangan dari crossing duo jenderal lapangan tengah Zaenal Ichwan dan Jordi Kartiko. Tidak ketinggalan, Bagong juga

mengingatkan anak asuhnya untuk tampil konsentrasi selama pertandingan. Persik dikenal sebagai tim yang killer di menit terakhir pertandingan. Setidaknya PSIM dan PSMP menjadi korbannya. Sebuah gol di menit akhir jelang bubaran menjadi senjata rahasia yang harus diwaspadai khususnya bagi barisan pertahanan dan penjaga gawang. “Itu akan kami antisipasi dan disini kami siap tampil untuk raih poin besok,” tegas Bagong. (nic/als)

Sengaja Kenakan Pakaian Khas Banyuwangi n SUSUN DESAIN... Sambungan dari Hal 29

Dana mengaku terpilih menjadi salah satu penyaji dalam CamTESOL, setelah mengirimkan paper karyanya kepada panitia. Dari seluruh paper yang dikirim oleh para pengajar Bahasa Inggris dari seantero dunia, hanya dipilih 20 tulisan terbaik. “Saya mempresentasikan tulisan saya tersebut kepada para peserta yang terdiri dari pakar Bahasa Inggris sedunia, dan kalangan guru Bahasa Inggris asal Kamboja,” jelasnya. Ya, selain sebagai ajang saling sharing informasi dan inovasi terkini di bidang pengajaran Bahasa Inggris, CamTESOL juga bertujuan untuk menin-

gkatkan kapasitas kalangan pengajar Bahasa Inggris di Kamboja. “Salah satu tujuan CamTesol adalah melengkapi guru bahasa Inggris di negara tersebut,” jelas lelaki yang tinggal di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi tersebut. Lantas, apa kelebihan paper karya Dana? Dia mengaku mendesain pengajaran Bahasa Inggris dengan metode task based learning and visual. Dengan metode tersebut, anak mengikuti pelajaran berbasis tugas. Di mana pada prosesnya, seorang anak melakukan aktivitas membandingkan (comparing), menyusun (listing), dan mengklasifikasi (classifying) kata. Dengan metode tersebut, im-

buh Dana, anak menjadi lebih antusias belajar Bahasa Inggris yang notabene menjadi bahasa Internasional. “Selama ini, pembelajaran Bahasa Inggris bagi anak-anak hanya menitikberatkan menghafal. Sehingga belajar Bahasa Inggris menjadi membosankan bagi mereka (anak-anak),” paparnya. Selain menjadi salah satu pemateri, Dana juga mengikuti beragam kegiatan CamTESOL yang lain. Di antaranya, research forum (forum penelitian) dan leadership forum (forum kepemimpinan). Tak heran, selama tiga hari berada di Kamboja, Dana mendapatkan tiga sertifikat sekaligus. Yakni sertifikat penyaji paper CamTESOL, sertifikat forum

penelitian, dan sertifikat forum kepemimpinan. Uniknya, saat dinner party dengan sesama peserta CamTESOL, Dana mengenakan pakaian khas suku Osing, yakni pakaian Thulik Banyuwangi. Tak ayal, pakaian itu mengundang keingintahuan dari para peserta CamTESOL lainnya. “Banyak yang tanya, pakaian apa yang saya kenakan saat itu. Ya saya jawab pakaian tersebut adalah pakaian khas Banyuwangi,” tutur Dana. Menurut Dana, dia sengaja berpakaian Khas Osing untuk menunjukkan jati dirinya sebagai warga Bumi Blambangan. “Suatu kebanggaan bagi saya bisa memperkenalkan Banyuwangi kepada masyarakat Internasional,” pungkasnya. (bay)

GALIH COKRO/RaBa

PORAK PORANDA: Atap rumah warga Kalipuro Asri berserakan setelah diterjang angin kencang tadi malam.

Angin Kencang Sapu Kalipuro Asri KALIPURO – Angin kencang menghajar kawasan perumahan Kalipuro Asri, Kecamatan Kalipuro, petang kemarin. Fenomena alam tersebut mengakibatkan sedikitnya tujuh rumah warga rusak. Angin kencang yang terjadi pukul 17.00 itu mengakibatkan genting rumah warga setempat berserakan. Gunawan Hariyanto, warga sekitar mengatakan, sesaat sebelum kejadian, terlihat pusaran angin berwarna pu-

tih bergerak dari arah timur. Sejurus kemudian, angin yang bergerak dengan kecepatan ekstra tinggi, itu sampai di Perumahan Kalipuro Asri. “Kejadiannya sekitar 15 menit,” ujarnya. Menurut Gunawan, angin kencang itu mengakibatkan tujuh rumah warga rusak lantaran gentingnya berserakan akibat disapu angin. Beruntung, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun begitu, kerugi-

an materi yang diderita para korban ditaksir mencapai jutaan rupiah. “Kerugian para korban ditaksir senilai jutaan rupiah,” kata dia. Sebelumnya angin kencang melanda sejumlah wilayah di Banyuwangi Senin (25/2). Peristiwa alam tersebut mengakibatkan sejumlah prasarana publik di kawasan Pulau Merah, Kecamatan Pesanggaran rusak. Tidak hanya itu, satu pohon yang tumbuh di kawasan Gedung Olah Raga (Gor)

Tawang Alun, Banyuwangi, roboh. Ironisnya, pohon yang roboh tersebut menimpa seorang siswa hingga pingsan. Meski tidak mengalami luka serius, siswa yang belakangan diketahui bernama Anita Puspita Dewi, pelajar kelas IX MTsN Banyuwangi tersebut sempat dilarikan ke RSUD Blambangan lantaran pingsan. Setelah menadapat perawatan medis beberapa saat, Anita diperbolehkan pulang. (sgt/aif )

sangka, polisi juga mengamankan barang bukti berupa pakaian dalam korban. “Hasil visum juga menunjukkan bahwa korban memang diperkosa,” sebut kapolsek.

Kini untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua pemuda itu dijebloskan ke ruang tahanan Mapolsek Rogojampi. Mereka dijerat dengan Undang-

Undang nomor 23/2002, tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman minimal tiga tahun dan maksimal 15 tahun kurungan penjara.(azi/bay)

Berharap Lolos Tiga Besar n NOBAR... Sambungan dari Hal 29

Tidak hanya masyarakat umum, sejumlah pejabat pemkab turut hadir di acara nobar IMB tersebut. Bahkan, gerimis yang sempat mengguyur pusat Kota Gandrung dan sekitarnya tidak menyurutkan antusiasme warga untuk memberikan dukungan kepada Ardy. Buktinya, selain mereka duduk lesehan di halaman kantor pemkab, tidak sedikit pula warga nobar IMB dari tepi jalan A Yani. Ada pula yang nonton dari sekitar kawa-

san Taman Makam Pahlawan (TMP) Wisma Raga Satria di depan kantor pemkab. Angie, salah satu penonton mengatakan, selain karena merasa bangga ada putra Banyuwangi yang berhasil menembus babak empat besar IMB, dirinya sengaja datang ke halaman kantor pemkab lantaran memang sangat mengidolakan Ardy. “Saya ngefans sama Ardy. Selain jago tari modern, dia juga piawai tari tradisional Banyuwangi, seperti yang dia tunjukkan beberapa waktu lalu,” ujarnya seraya menenteng poster bergambar Ardy

yang diunduh dari internet. Tak pelak, saat Ardy tampil, ratusan penonton tersebut langsung bersorak. Mereka tak henti-henti mengelu-elukan Ardy. “Penampilan Ardy sangat bagus. Semoga dia bisa maju ke babak tiga besar, dan akhirnya keluar sebagai pemenang,” harap Fikri, penonton yang lain. Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banyuwangi, Khoirullah yang juga hadir dalam acara nobar tersebut berharap agar Ardy terus melaju ke babak selanjutnya. (sgt/bay)

Siap Bertarung di Dapil I n PENSIUN... Sambungan dari Hal 29

Pembangunan di Indonesia yang cukup maju, tidak lepas dari peran SBY sebagai Presiden. “Keberhasilan pembangunan di Banyuwangi, kalau mau jujur juga tidak bisa dipisahkan dengan keberhasilan Pak SBY,” sebutnya. Dengan nada serius, Ab-

dullah mengaku tidak asing dengan partai politik (parpol). Sewaktu menjadi kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbang Linmas) Banyuwangi, dirinya sering berhubungan dengan parpol. “Di Bakesbang, salah satu tugasnya kan melayani parpol,” sebutnya. Meski masih baru menjadi anggota PD, mantan Aspem Pemkab

itu juga telah ancang-ancang untuk menjadi calon anggota legislatif (caleg). Rencananya, Abdullah akan menjadi Caleg PD dari daerah pemilihan (Dapil) I yang meliputi Kecamatan Banyuwangi, Kalipuro, Giri, Licin, Glagah, dan Kecamatan Wongsorejo. “Sebagai kader partai, saya akan patuh pada perintah partai, insyaallah daftar caleg di dapil I,” ungkapnya. (abi/bay)

Aroma Harum, Rasanya Manis n DURIAN... Sambungan dari Hal 29

Dua pohon induk durian merah itu, lanjut Eko, umurnya masingmasing sudah mencapai sekitar 250 tahun. “Banyuwangi memiliki banyak potensi buah-buahan, namun durian merah menjadi fokus perhatian kita karena semakin langka,” tegasnya. Selain di Banyuwangi, lanjut Eko, saat ini pohon durian merah sudah ada di Papua, Bandung, Brebes (Jateng), dan Ujung Kulon. Beberapa pohon durian merah itu, yang ditanam di Papua merupakan

pohon yang dibawa warga transmigran asal Banyuwangi. Sedangkan di Bandung, Brebes, dan Ujung Kulon memang sengaja ditanam yang bibitnya diperoleh dari Banyuwangi. “Thailand dan Malaysia, sudah lama mencari pohon durian merah. Baru menemukan di Banyuwangi,” katanya. Bibit yang masuk Thailand sebanyak 150 bibit dan Malaysia sekitar 200 bibit. Bibit durian merah yang masuk Malaysia itu langsung ditanam. Sedangkan bibit di Thailand, masih dilakukan rekayasa genetik ulang. Menurut Eko, bibit yang ma-

suk Thailand dan Malaysia itu bukan termasuk bibit varian yang unggul. Sedangkan bibit durian yang unggul itu belum keluar daerah, dan masih ditanam di Banyuwangi. “Bibit yang dibawa ke Thailand dan Malaysia, jenis varian durian merah dubang,” bebernya. Sedangkan durian merah yang unggul jenisnya Taulun Jeruk. Buahnya seperti durian montong, namun warna merah dengan aroma harum dan rasanya sangat manis. “Jenis ini, bibitnya masih sangat terbatas dan belum banyak ditanam,” tambahnya. (afi/bay)

Penyebab Kematian Belum Diketahui n PRIA... Sambungan dari Hal 40

“Kami memang menemukan puluhan butir pil warna kuning. Tapi penyebab kematiannya belum bisa ditentukan,”

kata Kasat Sabhara Polres Situbondo, AKP Hariyono, di lokasi kejadian. Setelah identifkasi selesai dilakukan, mayat korban langsung dievakuasi menuju kamar mayat di RSUD Abdoer Rahem

Situbondo yang selanjutnya dilakukan otopsi. Kemudian hasil otopsi tersebut masih dikirim ke Polda Jawa Timur guna mengetahui penyebab tewasnya korban. (rri/als)

Amankan Enam Teman Korban n TEMUKAN... Sambungan dari Hal 40

Tas tersebut milik salah satu teman korban berinisial LT. Karena itu, polisi pun mengamankan keenam teman korban untuk dimintai kete-

rangan. “Saya tidak tahu. Saya kira yang dia (korban) berikan adalah uang. Ternyata ada pil nya,” kilah LT kepada petugas. Usaha polisi mencari BT membuahkan hasil. Setelah beberapa jam kemudian, BT akhirnya diamankan petugas

dan dibawa ke Mapolres Situbondo untuk dimintai keterangan pula. Namun, polisi masih berusaha keras untuk mengungkap apakah tewasnya korban merupakan pembunuhan, overdosis, atau karena sebab lain. (rri/als)


40

Senin 4 Maret 2013

Pria Bertato Tewas di Losmen

NUR HARIRI/RaBa

DIDUGA OD: Mayat Andi dievakuasi petugas kemarin (3/2).

SITUBONDO - Andi Prosalina alias Muni, 29, warga Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Kota, Situbondo, ditemukan tewas di kamar Losmen Surabaya di Jalan Wijaya Kusuma, Situbondo, kemarin (3/2). Penemuan mayat pria bertato tersebut terjadi sekitar pukul 04.30. Saat ditemukan, mayat korban dalam keadaan telanjang bulat dan terlentang di lantai kamar mandi nomor D7 di losmen tersebut. Kepala korban berada di bawah bak mandi yang sudah terbalik. Sedangkan posisi kedua kakinya selonjor hingga keluar dari pintu kamar mandi.

Kondisi kamar losmen tempat korban tergeletak di lantai 2 sebelah timur itu berantakan. Kaca cermin pecah berserakan. Banyak ditemukan kulit durian. Digi palsu milik korban berada jauh dekat pintu keluar. Sedangkan ranjang tempat tidur acak-acakan dengan kondisi sebagian selimut basah. Data yang berhasil dikumpulkan, sebelum ditemukan tewas, korban sengaja datang ke

losmen yang terletak di Jalan Wijaya Kusuma tersebut untuk bergabung dengan tujuh rekannya yang diduga sedang menggelar pesta. Di tempat tersebut, korban bersama tujuh rekannya menyewa tiga kamar. Yakni kamar nomor D7 dan kamar C7 yang lokasinya berhadapan. Serta satu kamar yang lokasinya bersebelahan jarak dua kamar dengan kamar korban. Dari ketiga kamar tersebut semuanya

sama-sama berada di lantai 2. Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, saat dilakukan identifikasi di tempat kejadian perkara, petugas menemukan beberapa butir pil dextro yang berserakan di lantai. Selain itu, ditemukan beberapa pil dextro yang masih berada di dalam plastik.

Berdasarkan beberapa bukti itu, tewasnya pria asal Kelurahan Dawuhan tersebut diduga kuat akibat overdosis (OD) pil dextro. Namun, meski menemukan beberapa butir barang bukti (BB) berupa pil dextro, kepolisian masih belum memastikan penyebab kematian korban n  Baca Pria...Hal 39

Temukan Dextro di Tas Merah SEMENTARA itu, satu dari tujuh rekan korban yang berada di Losmen Surabaya, Jalan Wijaya Kusuma tersebut, menghilang. Sebelumnya, rekan korban berinisial BT itu tinggal satu kamar bersama korban Andi di kamar nomor D7. Sedangkan enam rekan korban, masing-masing tiga lakilaki berinisial DW, 27, ATP, 27, SF, 27, dan tiga perempuan berinisial LT, 20, AGM, 19, serta NL, 21, terpaksa diamankan ke Mapolres Situbondo untuk dimintai keterangan. Saat diperiksa, enam rekan korban tersebut mengaku tidak mengetahui insiden yang menewaskan Andi di kamar D7 itu. Dikatakan, mereka baru mengetahui sekitar pukul 04.30. Sebab, mereka tidak berada di satu kamar dengan korban. “Buka kamarnya ada tiga. Ada yang berhadapan dengan kamar korban. Sedangkan saya berada di sebelah utara yang jaraknya tiga kamar dari kamar korban,” ujar LT, kepada polisi. Dijelaskan, sebelum diketahui

DIMINTAI KETERANGAN: Temanteman korban diperiksa di Mapolres Situbondo kemarin (3/2).

NUR HARIRI/RaBa

meninggal, keenam rekannya itu mengetahui BT meninggalkan kamar dan pergi entah kemana. “Kami sedang ngopi. Tapi tidak tahu sekarang dia ada dimana,” imbuhnya. Beberapa saat kemudian, setelah mereka kembali dari kantin ke kamar losmen sekitar pukul 03.30 barulah mereka mengetahui bahwa korban sudah tidak bernyawa. Karena itu mereka langsung me-

nyampaikan perihal tewasnya Andi kepada penjaga losmen dan melapor kepada polisi. Anehnya, saat polisi melakukan penggeledahan dan mengidentifikasi mayat Andi sebelum dibawa ke RSUD Situbondo, pada salah satu teman korban, polisi juga berhasil menemukan beberapa pil dextro yang berada di tas berwarna merah n  Baca Temukan...Hal 39

DPC DEMOKRAT BANYUWANGI a DPC DEMOKRAT BANYUWANGI a DPC DEMOKRAT BANYUWANGI a DPC DEMOKRAT BANYUWANGI a DPC DEMOKRAT BANYUWANGI a DPC DEMOKRAT BANYUWANGI a DPC DEMOKRAT BANYUWANGI a DPC DEMOKRAT BANYUWANGI

Partai Demokrat Akan Bantu Pesantren dan Guru Ngaji CLURING - Para pengurus DPC Partai Demokrat (PD) Kabupaten Banyuwangi terus melesat untuk menyongsong Pemilihan Legislatif (Pileg) pada 2014 mendatang. Partai berlambang Mercy itu mendapat amunisi dengan bergabungnya Kader Ahlussunah Waljamaah (Aswaja) kemarin (3/3). Dalam silaturrahmi Kader Aswaja dengan DPC PD Banyuwangi di salah satu Yayasan Yatim Piatu Dusun Karangrejo, Desa/Kecamatan Cluring, para Kader Aswaja yang sebagian besar aktivis dari Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) ini menyatakan bergabung dengan PD. “Romo Yai Ishomuddin (ketua dewan Pembina PD Banyuwangi KH Ishomuddin Dimyati) ada di Partai Demokrat. Sebagai santri saya nderek mawon (ikut saja),” cetus ketua Dewan Syuro DPC PKNU, KH Burhan al Banani. Kiai Burhan berharap, langkahnya yang mengikuti jejak kiainya itu bisa diikuti oleh semua Kader Aswaja. Apalagi, PD Banyuwangi di bawah kepemimpinan Michael Edy Hariyanto akan berjuang untuk kesejahteraan masyarakat. “Dengan pilihan ini, semoga kesejahteraan rakyat akan benar-benar tercipta,” katanya. Pernyataan Kiai Burhan al Banani ini ditanggapi serius oleh ketua DPC PD Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto. Masuknya Kader Aswaja ke partainya, kata dia, merupakan amunisi yang akan manambah kekuatan. “Partai Demokrat yang sedang dikuyo-kuyo, kita dapat amunisi dari Kader Aswaja,” cetusnya. Di hadapan para Kader Aswaja, Michael menyatakan akan membawa PD menjadi partai yang bersih, antikorupsi, dan segala bentuk yang melanggar norma agama. Dan partainya, ce-

tus dia, akan berjuang untuk kesejahteraan masyarakat. “Partai Demokrat untuk rakyat,” tegasnya. Michael dengan tegas juga menyatakan, PD juga akan memperhatikan kegiatan yang selama ini dilakukan para Kader Aswaja. Pondok pesantren yang menjadi cikal bakal pendidikan di Indonesia akan dibantu perkembangannya. “PD akan bantu pembangunan pondok pesantren, juga para guru ngaji,” ungkap big bos Agrowisata Alam Indah Lestari (AIL) Rogojampi itu. Dalam sambutannya itu, Michael sempat curhat mengenai tudingan sejumlah kalangan pada dirinya yang dianggap keturunan. Padahal, dirinya yang lahir dan besar di daerah pondok pesantren yang ada di Desa Badean, Kecamatan Kabat. Keluarganya sangat dekat dengan kalangan muslim. “Saya paham dengan lingkungan pesantren. Makanya, saya siap membantu,” janjinya. Sementara itu, HM Wahyudi yang diminta untuk memberi tausiyah, menyebut Kader Aswaja yang telah bergabung dengan PD ini sebenarnya telah disiapkan sebelumnya. “Saya sudah siapkan sekoci. PKNU tidak bisa ikut pemilu, maka Partai Demokrat ini sekocinya,” cetus Wahyudi, yang juga mantan ketua DPC PKNU Banyuwangi ini. Selain KH Burhan dan Wahyudi, Kader Aswaja dari PKNU yang terlihat hadir dalam acara itu adalah Plt. ketua DPC PKNU Banyuwangi yang juga ketua fraksi PKNU DPRD Achmad Turmudi, dan anggota fraksinya Hj. Nasyiroh. Pengurus DPC PD Banyuwangi lengkap hadir bersama para pengurus PAC PD se-Kabupaten Banyuwangi. Mantan Asesten Pemerintahan (Aspem) Abdullah juga ikut membaur.(abi/adv/als)

FOTO-FOTO: AGUS BAIHAQI/RaBa

AGAMIS: Michael Edy Hariyanto di hadapan Kader Aswaja di Desa/Kecamatan Cluring kemarin (3/3).

KOMPAK: Kader PD membaur dengan kiai dan ulama dalam silaturrahmi Kader Aswaja dan DPC PD Banyuwangi.

RAKYAT: Michael janji akan bantu pesantren dan kesejahteraan masyarakat.

BERSIH: Caleg PD diminta tidak korupsi dan melanggar agama.

MENANGKAN PD:Wahyudi bertekad memenangkan PD bersama Kader Aswaja.


Radar Banyuwangi 4 Maret 2013