Issuu on Google+

KAMIS 4 JULI

25

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2013

Fotografer tak Boleh Asal Jepret KALIPURO - Puluhan peserta mengikuti Workshop Photography yang digagas Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa) dan Banyuwangi Photography Community (BPC) kemarin (3/7). Even yang dilaksanakan di Seblang Room JP-RaBa itu dipandu tiga narasumber. Mereka adalah Pemimpin Redaksi (Pimred) JP-RaBa Rahman Bayu Saksono, dan dua pembicara dari BPC, M. Yassin Soepardi dan Agus ‘John’ Rahmatullah. Ketiganya berbagi ilmu fotografi kepada peserta workshop. Menurut Ali Sodiqin, ko ordinator acara, workshop yang digelar untuk memperingati HUT JP-RaBa ke-14 ini berguna dalam menunjang dan mendukung kreativitas serta kemampuan para peserta. Terutama yang memiliki minat atau hobi di dunia fotografi. “Kegiatan ini bertujuan menjadi sarana belajar, baik bagi fotografer pemula maupun yang sudah memiliki basic fotografer,” kata Ali n  Baca Fotografer...Hal 35

GALIH COKRO/RaBa

OUTDOOR: Peserta workshop fotografi mengikuti praktik pemotretan model di halaman belakang kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi sore kemarin.

Cabai Tembus Rp 60 Ribu Harga Cabai Rawit di Banyuwangi

PPDB

20 Mei 2013 : Rp 17.000 /Kg 22 Mei 2013 : Rp 19.000 /Kg 14 Juni 2013 : Rp 20.000 /Kg 15 Juni 2013 : Rp 24.000 /Kg 23 Juni 2013 : Rp 22.000 /Kg 27 Juni 2013 : Rp 40.000 /Kg

GALIH COKRO/RaBa

REGISTRASI: Orang tua mendampingi siswa di SMPN 2 Banyuwangi kemarin.

Pungutan Dilarang saat Daftar Ulang BANYUWANGI - Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi me-warning sekolah-sekolah agar tidak melakukan pungutan selama proses daftar ulang. Calon peserta didik baru (PDB) harus dibebaskan dari semua bentuk pungutan. Tidak hanya itu, Dispendik juga melarang sekolah terlibat dalam pengadaan kebutu han pribadi PDB. Pengadaan seragam, buku, dan kebutuhan pribadi siswa, harus diserahkan kepada yang bersangkutan dan orang tua. “Daftar ulang sama sekali tidak ada biaya sepeser pun,” tegas Kepala Dispendik Banyuwangi, Sulihtiyono n

PPDB

 Baca Pungutan...Hal 35

SIGIT HARIYADI/RaBa

3 Juli 2013

MAHAL: Pedagang menjajakan cabai rawit dan bawang di Pasar Banyuwangi kemarin.

: Rp 60.000 /Kg GRAFIS: ZAKARIA/RaBa

BANYUWANGI - Cabai rawit belum berhenti memberikan kejutan kepada konsumen di Bumi Blambangan. Betapa tidak, komoditas berasa pedas tersebut terus menunjukkan tren peningkatan harga sejak beberapa hari terakhir. Bahkan, di Pasar Banyuwangi kemarin (3/7), harga cabai rawit sudah menembus angka Rp 60 ribu per kilogram (Kg). Tak ayal, kalangan konsumen waswas harga cabai rawit tembus Rp 100 ribu per Kg seperti yang terjadi pada akhir tahun 2012 lalu. Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi di Pasar Banyuwangi menyebutkan, pada pertengahan Juni 2013 lalu, harga cabai rawit di pasar tradisional masih sekitar Rp 24 ribu per Kg. Tak lama berselang, tepatnya akhir Juni 2013, harga cabai rawit naik signifikan menjadi Rp 40 ribu per Kg. Tidak berhenti di situ, tiga hari terakhir para pedagang menjual cabai rawit seharga Rp 60 ribu per Kg. Kiama, 28, seorang pedagang yang men-

jajakan aneka jenis bumbu di Pasar Banyuwangi mengatakan, harga cabai rawit me lonjak signifikan lantaran pasokan menipis. “Karena stok menipis, harga cabai rawit naik signifikan sejak tiga hari terakhir, yakni dari Rp 40 ribu per Kg menjadi Rp 60 ribu per Kg,” ujarnya. Menurut Kiama, lonjakan harga cabai rawit tersebut mengakibatkan penurunan volume pembelian konsumen. Dikatakan, pelanggan yang biasanya membeli satu kg cabai rawit, kini hanya membeli setengah kg. “Biasanya saya mampu menjual 20 Kg cabai rawit dalam sehari. Namun, sejak harganya mencapai Rp 60 ribu per kg, dalam sehari saya hanya mampu menjual maksimal 15 Kg cabai rawit,” tuturnya. Ironisnya, peningkatan harga tersebut tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas cabai rawit. Sebaliknya, kualitas cabai rawit yang dijajakan para pedagang justru menurun dibandingkan sebelumnya n  Baca Cabai...Hal 35

Kakek Gantung Diri di Gubuk wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi menyebutkan, jasad korban kali pertama ditemukan Siti, 14, putri kandung Kateni, sekitar pukul 06.30 kemarin. Saat itu, tubuh Kateni sudah menggantung tak bernyawa di dalam gubuk tersebut. Kabar itu cepat menyebar di kalangan warga. Sejumlah warga pun langsung mendatangi lokasi kejadian n

KALIPURO - Warga Lingkungan Kampung Baru, Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, geger pagi kemarin (3/7). Mereka dikejutkan dengan kabar warga tewas gantung diri di sebuah gubuk di kawasan gudang PT Lautan Makmur (LM). Warga setempat yang tewas tergantung itu adalah duda bernama Kateni, 60. Informasi yang berhasil dikumpulkan

 Baca Kakek...Hal 35

Gantung Diri di Kompleks Gudang 1

Siti menjenguk bapaknya, Kateni di gubuk sekaligus warung kopi di kawasan gudang PT LautanMakmur, Bulusan sekitar pukul 6.30.

Begitu masuk gubuk, Kateni ditemukan sudah tergantung tak bernyawa di gubuk tersebut. Lehernya terikat kain putih.

2

Siti dan warga setempat lapor polisi. Petugas dibantu tenaga medis melakukan olah TKP. Tidak ditemukan ada bekas penganiayaan.

3

4

Motif kasus dugaan bunuh diri masih misterius. Korban tak punya musuh dan tak punya riwayat penyakit serius. GRAFIS: ZAKARIA/RaBa

101 CJH Gagal Berangkat ke Makkah Tahun Ini

ADA APA LAGI

Penambang Belerang Dibekali Bahasa Asing LICIN - Ratusan penambang belerang di Gunung Ijen akan semakin pintar cas cis cus. Sebab, dalam waktu dekat, Pemkab Banyuwangi akan meluncurkan program paket belajar gratis bagi para penambang belerang itu. Program paket belajar bagi penambang itu terkait rencana Pemkab Banyuwangi menjadikan para penambang itu sebagai pemandu wi sata Gunung Ijen. Sebelum mendapat tugas tambahan itu, para penambang akan dikursuskan. Salah satu bekal yang diberikan Pem kab Banyuwangi adalah pengetahuan bahasa asing. Sebelum diterjunkan sebagai pemandu wisata, para penambang akan diberi pengetahuan dan wawasan tentang Gunung Ijen. Bupati Abdullah Azwar Anas pada saat penyerahan polis asuransi untuk penambang mengatakan, para penambang belerang akan dibekali kosa kata dasar bahasa asing. Mereka akan diajari kalimat sederhana bahasa Inggris, Prancis, dan Arab, misalnya siapa nama Anda, dari mana asalnya, arah mata angin, dan sedikit kemampuan bercerita seputar Gunung Ijen n  Baca Penambang...Hal 35

http://www.radarbanyuwangi.co.id

BANYUWANGI - Seratus lebih calon jamaah haji (CJH) asal Banyuwangi hampir dipastikan gagal berangkat ke Tanah Suci Makkah tahun ini. Itu terjadi lantaran ada pengurangan kuota haji menyusul keputusan Pemerintah Arab Saudi. Kepala Seksi (Kasi) Pelaksanaan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi, Mukhlis mengatakan, CJH Banyuwangi yang telah

me lakukan pelunasan biaya haji mencapai 897 orang. Namun, terjadi pengurangan kuota sebanyak 101 orang. “Jadi, jumlah CJH yang lolos pengurangan kuota sebanyak 796 orang,” ujarnya kemarin (3/7). Dikatakan, mekanisme penentuan CJH yang terimbas pengurangan kuota tersebut didasarkan pada nomor porsi

(urutan pendaftaran). Artinya, CJH yang keberangkatannya ditunda adalah mereka yang mendaftar paling akhir. “Nama-nama CJH yang ke berangkatannya tertunda sudah langsung (ditentukan) Kemenag Provinsi Jawa Timur,” cetusnya. Mukhlis menjelaskan, kriteria pencoretan CJH akibat pengurangan kuota didasarkan

nomor urut pendaftaran. Sebab, orang yang pernah berhaji sudah tidak diloloskan pada tahap pelunasan biaya haji, kecuali dia sebagai pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) dan mereka yang sudah pernah berhaji tetapi mendampingi (mahrom) anak atau istrinya. Lebih jauh dikatakan, CJH yang gagal berangkat tahun ini otomatis menempati urutan teratas dalam daftar CJH tahun 2014 mendatang. (sgt/c1/bay)

Yuswidi, Penderita Gangguan Penglihatan Jago Keyboard

Pelopor Keyboard Electone Kendang Kempul Keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang bagi Yuswidi, 44, untuk berkiprah di industri musik nasional. Meski mengalami gangguan penglihatan, dia telah dipercaya menjadi arranger sedikitnya 50 album musik. SIGIT HARIYADI, Banyuwangi MUSIKUS serba bisa. Itulah kesan pertama yang tergambar dari sosok Yuswidi. Pria yang satu ini tidak hanya piawai mengiringi lagu Osing de ngan menggunakan instrumen keyboard, lagu-lagu pop, rock, dan dangdut pun dapat dia

aransemen dengan apik. Bahkan nyaris tanpa celah. Hal itu tergambar dari penampilan gemilang Yuswidi saat dipercaya menjadi pengiring lagu pada acara Ma lam Tembang Kenangan malam itu (30/6). Even yang dihelat di aula lantai dua Hotel New A Je eM Genteng itu diadakan Jawa Pos Radar Banyuwangi untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 koran terbesar di Bumi Blambangan tersebut. Hebatnya lagi, Jayus—sapaan karib Yus widi—mampu me nam pil kan performa menawan meski dirinya mengalami keterbatasan fisik. Ya, sejak kecil pria asal Jember itu mengalami gangguan penglihatan. Daya lihat matanya hanya 20 persen n  Baca Pelopor...Hal 35

PLAYER: Jayus mengiringi Achmad Wahyudi dalam acara Tembang Kenangan HUT Jawa Pos Radar Banyuwangi ke-14 di Hotel New AJM Genteng Minggu malam lalu (30/6).

Penambang belerang dibekali bahasa asing Bahasa asing mudah saja, karena sudah biasa pakai bahasa Osing

Dilarang tarik pungutan saat daftar ulang Pungutannya nanti saja setelah Lebaran

SIGIT HARIYADI/RaBa

email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com


28

Kamis 4 Juli 2013

Mulai Petakan Lokasi Tiap Pertandingan

PORPROV

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

SIMBOLIS: Ketua ISSI sekaligus Wakil Ketua IPSI Guntur Priambodo (kiri) memberikan tali asih kepada atlet berprestasi di Porprov.

Ambisi Banyuwangi Jadi Tuan Rumah Popda Tahun 2014

Cabor Bagikan Tali Asih BANYUWANGI - Apresiasi terhadap prestasi kontingen Banyuwangi di ajang Porprov IV Madiun lalu memang masih menjadi teka-teki. Namun, hal itu tidak berlaku bagi cabang balap sepeda dan pencak silat. Atlet yang meraih prestasi di ajang dua tahunan tersebut bisa langsung bernapas lega. Sembari menunggu kepastian bonus yang akan diterimanya dari KONI dan pemerintah daerah, pentolan induk organisasi yang peduli terhadap prestasi mereka langsung memberikan tali asih. Tali asih tersebut diberikan secara simbolis kepada empat atlet pencak silat dan balap sepeda yang meraih medali. Di cabang pencak silat ada tiga pendekar, yakni Umi Lailiyah, Ria Rahmadani, dan Nurul Hidayah. Mereka menerima tali asih dari Wakil Ketua IPSI Banyuwangi, Guntur Priambodo. Tali asih tersebut disaksikan langsung pelatih dan pengurus IPSI yang hadir dalam acara tersebut. Selain cabang pencak silat, Guntur juga memberikan tali asih kepada Hariadi. Atlet yang meraih medali emas di cabang balap sepeda itu juga menerima tali asih. Bahkan, sejumlah pengurus ISSI Banyuwangi menambah nominal bonus yang diterima atlet yang meraih medali emas di nomor road race itu. Terkait tali asih tersebut, Guntur yang juga ketua ISSI dan wakil ketua IPSI itu berharap tali asih tersebut bisa meningkatkan motivasi dan prestasi. Dia meminta agar atlet tidak berpuas diri dengan apa yang telah dicapai saat ini. “Tantangan ke depan lebih berat dan harus lebih giat berlatih,” sarannya. (nic/c1/als)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

KATEGORI SENI: Penampilan salah satu peserta dalam turnamen silat di nomor seni kemarin (3/7).

SPL Gagas Turnamen Pencak Silat BANYUWANGI - Pembinaan olahraga pencak silat di Banyuwangi seolah tidak pernah padam. Hal itu merujuk kejuaraan yang digagas perguruan Suaka Pasung Laksa (SPL). Bertajuk turnamen pencak silat, kejuaraan tersebut akan mempertandingkan kategori tanding dan seni. Total, ada 316 pendekar yang ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka tidak hanya berasal

dari perguruan SPL sebagai penyelenggara. Tetapi, juga berasal dari sejumlah perguruan lain di bawah naungan IPSI Banyuwangi. Even yang dipusatkan di halaman belakang Giant Hypermart itu mampu menyedot animo peserta. Sejak awal diselenggarakan, pesilat dan penonton menyemut mengelilingi arena pertandingan yang dipasangi tenda itu. Du-

kungan dan sorak sorai pun menggema untuk atlet yang bertanding. Dijadwalkan, siang ini (4/7) turnamen pencak silat SPL itu akan mempertandingkan babak final. Even itu akan menjadi media pembinaan, sekaligus menjadi ajang pencarian bakat pesilat Banyuwangi berbakat demi meraih prestasi di masa mendatang. (nic/c1/als)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI - Kesiapan Banyuwangi menyongsong agenda Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) 2014 terus dimatangkan. Selain mengajukan diri sebagai tuan rumah, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) sebagai si empunya gawe mulai melakukan pemetaan terhadap venue cabang olahraga yang dipertandingkan. Di Popda 2014 nanti, ada 14 cabang olahraga (cabor) yang akan dimainkan. Cabor tersebut meliputi atletik, renang, sepak bola, bola voli, bola basket, tenis lapangan, bulu tangkis, tenis meja, sepak takraw, senam, pencak silat, panahan, gulat, dan karate. Plt. Kepala Dispora Banyuwangi Ahmad Khairullah mengatakan, secara prinsip Banyuwangi sudah siap menjadi penyelenggara dan tuan rumah Popda mendatang. Kesiapan itu ditunjukkan dengan inventarisasi lokasi pertandingan yang akan digunakan. “Lokasi pertandingan sudah

dipetakan,” katanya. Pemetaan itu menyangkut karakteristik cabang olahraga yang dimainkan. Bila dibagi dalam dua kategori besar, maka cabor ada yang bersifat indoor seperti bola voli, dan outdor seperti sepak bola. Terkait hal itu, Khairullah menyatakan tidak ada masa lah dengan venue yang ada. Beberapa venue memang ada yang memerlukan polesan. “Tapi kita tetap siap menjadi tuan rumah,” tegasnya. (nic/c1/als)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

DOK.RaBa

Ahmad Khairullah

• Jl. Denpasar •

• Ka. Admin •

• Pengobatan Lahir Batin •

• Truk Fuso ‘81 •

• Promo Daihatsu •

• Honda Grand Civic ‘91 •

• Honda New CRV ‘08 •

Dijual Tanah 2000 M2, Jl. Denpasar, Kalipuro Bwi, Hub 082141046676.

Butuh segera KA Admin Wnta Max 30 th min D3/S1 Acc, Lam jl. ikan wijinongko 11, Sobo, Bwi , Fresh graduate bisa.

Pngobatan lahir batin mlayani sgl hajat Insya Allah Mustajabah PP.Al Abbas 087759585558

Jual Truck Fuso thn 1981 kondisi bagus, peminat. H. 0333-396286 / 08123455026.

Lebaran pakai All New Xenia? Cma dgn 20jutaan mobil bisa dbwa pulang. Hub: Hadi 081233432555 / 081559705555

Djl Honda Grand Civic th 1991, green apple istmw 60 jt nego, hub 081358192679.

Dijual HONDA New CRV 2.4at Thn 2008 Grey Metlk Full-Option 230 jt Nego, Hub: 081233255678 Edy.

• Nissan Banyuwangi •

• Innova ‘09 •

• BMW 3181 ‘98 •

Nissan Banyuwangi telah hadir di kota kita di jln letjen s. parman No.150 Dengan Layanan 3S (Sales, service, sparepart) hub 087851707706 / 085238484999

Dijual Innova 2009 G solar manual, silver / hitam, harga 210 juta nego, cash/kredit atau tukar tambah, hubungi 082142194111 / 081335897888

Dijual Sedan BMW 3181/E36/M43 MT tahun 1998 astral silver metalik, harga 69 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi(0333)631526–635176,0811351148

• Rumah Panji •

• Grand Livina ‘07 •

• Kijang Innova ‘05 •

• Toyota Avanza ‘04 •

Djl 2 Rmh, Induk Jati Antiq. SHM, LT400. LB220, KT3, Mshollah, Dpur, Gdng,Tmpt Cuci,K.Md 2, Gcbo di ats Kolam. Lks 500m Brt Puskesmas Panji, Stb Hub. 082335369769

Dijual Nissan Grand Livina XV 1.8 MT tahun 2007, hitam, harga 146,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Toyota Kijang Innova G xw42 tahun 2005 silver metalik, harga 147,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi(0333)631526–635176,0811351148

Dijual Toyota Avanza 1.3 F60IRM – GMMEJ tahun 2004, hijau metalik, harga 116 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hub(0333) 631526 – 635176 , 0811351148

• Daihatsu Taft ‘92 •

• Honda Jazz ‘08 •

• Isuzu Panther ‘01 •

Dijual Daihatsu F70 Taft 4x4 4WD (jeep) tahun 1992 hitam (solar) harga 68,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hub(0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Dijual Honda Jazz 2008 idsi manual, silver stone, barang istimewa, bisa cash/ kredit atau tukar tambah, hubungi 08123453975/ 081335897888

Dijual Isuzu Panther LS 2001, warna silver, pajak baru, harga 125 juta nego, bisa cash/ kredit atau tukar tambah, hubungi: 082142194111, 081335897888

• Tanah Perum GGM Klatak • Jual Tnah 566m2 Ling Perum GGM Klatak Kalipuro Bwi. Hub: 082141046676

• Tanah Ketapang • Djl tnh SHM +300M, 20M utra polsek dpn bgkl Ahass Honda Ktpg HP: 081336528447 TP

• Tanah 2 Kapling • Dijual 2 tanah Kapling msg2 uk: 10x20 M2, Lokasi Kebalenan, SHM Harga : 75 Juta Hun: 082141060580/083847407631

• AJM Hotel • Dbthkn krywn/ti Suka-Suka Karaoke Happy Fuppy. 2 org Accounting D3, max 30th (W), 2 org Supervisor D3 max 35th (P), Ka Shift, D3 max 35th, 1 org (P),Server waiter/(S), SMA sdrjt max 23th, 9 org (W/P), House keeping, SMA sdrjt max 23thn, 3 org (P), Office Boy, SMA sdrjt max 23thn, 2 org (P), Kasir SMA sdrjt max 23thn, 5 org (W/P). Kirim ke Jl Raya Jember 55 genteng. Kontak person 087857356102 (P. Yusuf)

• Cari Komik Cina Lama • Dicari Komik Cina Lama Thn 50/60-an harga tinggi hub liong 085736001012.

• Bantu Urus Visa •

BANYUWANGI

Bantu urus Visa sepecial Jepang + Paspor, hubungi: 081216024818, 081216025809

• Brawijaya Regency •

• Gudang Cold Storage •

Dijual cpat murah rumah di Brawijaya Regency C11 Hub 0817350774 (No SMS)

• Jl. Raya Rogojampi •

SITUBONDO

Jual rumah Jl. Raya Rogojampi L=13,5M, P=45M Hubungi 081252638527 / 633678.

• Tanah Anggrek •

SITUBONDO

Dijual tnah Anggrek Gang 1, RT 01, RW 04 Stb, luas 180 m2, hub 081336751668.

Ingin pasang iklan? Hubungi: 0333-412224

BANYUWANGI • Toko Dikontrakkan • Dkntrakkan toko bekas dealer spd motor /koperasi P25M, L15M, Jl. Ry Sumberayu 172 Muncar Bwi. H. 081231457220

Dijual gudang cold storage Ls 400 m, semua alat2 lengkap siap produksi hrg 2,5 Miliar nego jl. pelabuhan selatan brak, muncar hub 081249446656

PEMBERITAHUAN Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhati-hati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak bertanggungjawab atas semua transaksi yang terjadi selain pemasangan iklan secara resmi di Radar Banyuwangi.

BANYUWANGI • STNK • Hlg STNK P 4295 XG, an. Rahayuningsih, Jl. Ikan Banyar, Kel. Karangrejo, Bwi Hlg STNK P 4277 ZIn an. Septi Evi Fitria, Jl. Ikan Wjinongko Sobo Asri 2 02/07 Hlg STNK P 2129 WW, an. Rita Auliasari Jl. RW. Monginsidi No. 31 RT03/02 Penganjuran


26

Kamis 4 Juli 2013

Raperda Pertanggungjawaban APBD Disahkan BANYUWANGI - Pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda) Pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2012 mencapai klimaks. Melalui rapat paripurna yang dilaksanakan di kantor DPRD Banyuwangi, kalangan legislatif akhirnya menyetujui pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2012 tersebut kemarin (3/7). Melalui rapat peripurna tersebut, DPRD Banyuwangi memberikan beberapa rekomendasi. Salah satunya, Pemkab Banyuwangi diminta terus-menerus melakukan upaya menggali dan memaksimalkan potensi daerah untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Sebab, meski secara akumulasi sektor PAD dalam APBD 2012 berada di atas target, namun masih ada sektor pendapatan yang berada di bawah target, yakni pendapatan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan. Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, meskipun raperda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2012 telah mendapat persetujuan dewan, namun raperda tersebut masih memerlukan evaluasi dari Gubernur Jatim. Selanjutnya, setelah dilakukan evaluasi, rekomendasi atas hasil evaluasi tersebut harus diakomodasikan dalam rap-

erda untuk segera ditetapkan dan diungdangkan menjadi peraturan daerah (perda). Menurut Anas, persetujuan raperda tersebut sudah sesuai dengan siklus dan mekanisme yang ditetapkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri). “Dengan ini, kita sudah masuk KUA-PPAS (kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara). Target kita segera ada akselerasi program,” ujarnya. Bupati Anas mengatakan, beberapa kekurangan dalam pelaksanaan APBD 2012 akan dievaluasi. Catatan dari DPRD akan menjadi bahan penyempurnaan kerangka pelaksanaan program yang akan datang. Sementara itu, Anas menargetkan APBD 2014 disahkan pada November mendatang. Karena itu, Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2013 harus segera diselesaikan. “Kalau APBD 2014 selesai November, sebagian program, termasuk untuk keperluan Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) 2015 bisa dilaksanakan mulai Januari,” kata dia. Anas menambahkan, jika lelang proyek untuk kepentingan Porprov dilaksanakan pada Februari, maka akan jauh lebih bagus dari kualitas pengerjaan proyek kita rancang. “Kita optimis pelaksanaan Porprov di Banyuwangi berjalan sukses,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

PPDB

Waspadai Bisnis Buku SITUBONDO - Dinas Pendidikan Pemkab Situbondo maupun DPRD didesak untuk tidak hanya fokus mengawasi proses pendaftaran PPDB (penerimaan peserta didik baru). Namun, tahapan setelahnya juga harus tak kalah mendapat perhatian. Pasalnya, sekolah dari tingkat SD hingga saat SMA berpotensi berbuat ‘nakal’ justru setelah PPDB. “Kalau sekarang semua patuh, pendaftaran PPDB digratiskan, tak ada yang berani menarik biaya,” terang Sugiono Eksantoso, Ketua Forum Solidaritas Masyarakat Pendidikan (FSMP). Guru di SMAN 1 Kapongan itu mengungkapkan, sekolah cenderung bermain-main dengan peserta didik baru lewat kegiatan pengadaan baju seragam dan buku. Meski berdalih tidak ada kewajiban, namun siswa atau wali murid cenderung ketakutan melawan sekolah. “Dinas Pendidikan dan DPRD tidak boleh diam dengan keadaan ini. Sebab, tidak jarang ini justru jadi lahan bisnis di sekolah, dan wali murid yang diberatkan. Sama saja, pendaftaran ringan, begitu masuk beratnya menjadi satu,” tandas Sugiono. Menurut dia, Dinas Pendidikan jauh hari seharusnya sudah membuat edaran tentang larangan sekolah menyediakan jasa jahit baju. Kecuali, baju atau seragam yang memang tidak bisa didapatkan di tempat umum. Almamater sekolah, misalnya. “Kalau hanya seragam harian apalagi pramuka, seharusnya Dispendik melarang tegas. Karena potensi untuk dijadikan bisnis sangat besar. Demikian pula buku. Ini sudah menjadi rahasia umum,” tandas Sugiono. Jika jasa pembuatan seragam dibolehkan dilakukan sekolah, Dispendik seharusnya juga membuat aturan main. Misalnya standarisasi harga yang boleh diambil sekolah. Sehingga potensi untuk dipermainkan sekolah sangat kecil. “Dinas Pendidikan harus peka terhadapa keadaan ini. Jangan sampai wali murid jadi lahan bisnis sekolah. Kita pun akan ikut mengontrol,” imbuh Sugiono. (pri/als)

DISETUJUI: Bupati Anas menyalami anggota DPRD Banyuwangi usai rapat paripurna kemarin.

Anggaran Baru Terserap 26 Persen

GALIH COKRO/RaBa

SEMENTARA itu, memasuki triwulan ketiga 2013, realisasi penyerapan anggaran pendapatan dan belanja APBD masih tergolong minim, yakni hanya sekitar 26,09 persen. Pada 2013 ini, kekuatan belanja Banyuwangi mencapai Rp 1,88 Triliun lebih atau meningkat dari tahun 2012 sebesar Rp 1,86 Triliun. Dari total anggaran Rp 1,88 Triliun

tersebut yang sudah terserap untuk pembangunan masih sekitar 26,09 persen. Tahun anggaran 2013 sudah berjalan enam bulan dan enam bulan lagi tahun anggaran akan berakhir. Selama kurun waktu enam bulan berjalan, baru berhasil merealisasikan kegiatan 26,09 persen dari total kegiatan yang ditetapkan tahun anggaran 2013.

Yang 70 persen sisanya harus dikejar dalam waktu enam bulan. Berdasar data realisasi penyerapan di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), dari 26,09 anggaran yang sudah direalisasikan sebagian besar untuk membiayai kebutuhan belanja tidak langsung n  Baca Anggaran...Hal 35

Edarkan SS, Pasutri Digelandang SITUBONDO - Kepergok mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu (SS), pasangan suami istri (Pasutri) M. Nurul Arifin, 36, dan Luluk Handayani, 27, warga Kelurahan Patrang, Jember, ditangkap petugas Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Situbondo kemarin (3/7). Selain menangkap pasutri yang saat itu berada di tempat parkir eks lokalisasi Gunung Sampan (GS), Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo, petugas juga menangkap Nur Hakki, 33, asal Pamekasan, Madura, teman pasutri tersebut. Dari tangan ketiga tersangka, petugas menyita barang bukti (BB) sebanyak 5 poket SS seberat 6 gram. Petugas juga menyita Toyota Kijang bernopol B 1139 TB milik Nur Hakki yang diduga digunakan mengedarkan SS itu. Data yang berhasil dikumpulkan, M. Nurul Arifin dibekuk polisi terlebih dahulu di jalan raya Banyuputih. Sementara itu, istrinya, Luluk Handayani, dan Nur Hakki, ditangkap di parkiran eks lokalisasi Gunung Sampan (GS), Desa Kotakan, Situbondo. Polisi membekuk tersangka Nurul Arifin saat mengantar pesanan barang ke wilayah Mimbo, Kecamatan Banyuputih, pada Selasa (2/7) malam. Begitu tertangkap, petugas

langsung mengembangkan kasus tersebut. Malam itu polisi berhasil menangkap Luluk Handayani dan Nur Hakki di tempat parkir eks lokalisasi GS. “Ketiganya memang menjadi TO kami. Berdasar informasi, mereka sering mengedarkan SS di kawasan eks lokalisasi GS. Dalam penangkapan ini, kami menyita 6 gram sabu,” kata AKP Priyo Purwandito, Kasatreskoba Polres Situbondo, kemarin (3/7). SS seberat 6 gram tersebut diamankan dari tangan M. Nurul Arifin sebanyak 3 gram. Sisanya disita dari tangan

istrinya, yakni 3 gram. “Disita dari pasutri itu,” imbuhnya. Ditambahkan, barang haram itu sengaja dibawa Nur Hakki dari Pamekasan untuk diedarkan di kawasan Jember dan sekitarnya melalui tangan pasutri tersebut. “Berdasar keterangan Pasutri tersebut, mereka beli kepada Nur Hakki senilai Rp 1,2 juta per gram. Kemudian, dijual ke konsumen Rp 1,7 juta per gram,” terang Priyo. Kepada polisi, Nurul Arifin mengaku terpaksa mengedarkan SS untuk menambah penghasilan. (rri/c1/als)

NUR HARIRI/RaBa

DIPERIKSA: Pasutri dan seorang temannya ditangkap karena diduga menjadi pengedar sabu-sabu kemarin.

Ratusan Mahasiswa KKN Untag Dilepas BANYUWANGI-Sebanyak 416 mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi dilepas oleh Wakil Rektor I Untag Andi Karya Catur, SP, MP, untuk mengikuti kuliah kerja nyata (KKN), kemarin (3/7). Mereka terbagi dalam 20 kelompok KKN yang diterjunkan di 20 desa di tiga kecamatan. Selama satu bulan, ratusan mahasiswa itu akan mengabdikan dirinya untuk masyarakat desa. Ada tiga kecamatan yang menjadi sasaran KKN, yakni Kecamatan Kabat, dengan sembilan desa. Kesembilan desa itu adalah Desa Labanasem, Pakistaji, Badean, Sukojati, Pondoknongko, Dadapan, Kedayunan, Kabat, dan Pendarungan. Kemudian Kecamatan Glagah meliputi Desa Paspan, Glagah, Olehsari, Rejosari, Kelurahan Banjarsari, Kemiren, dan Tamansuruh. KKN juga dilaksanakan di Kecamatan Kalipuro, yang meliputi Kelurahan Kalipuro dan Gombengsari, Desa Kelir serta Pesucen.

UNTAG FOR RaBa

PAKAIKAN TOPI:Wakil Rektor I Andi Karya Catur, SP, MP melepas mahasiswa berangkat KKN di kampus Untag, kemarin (3/7).

Dalam sambutan pelepasan Rektor Untag Drs. Tutut Harijadi, MM yang dibacakan Wakil Rektor I Andi Karya Catur, SP, MP berpesan, agar mahasiswa melaksanakan dharma pengabdian kepada masyarakat didesa–desa sasaran KKN. Mahasiswa diminta menjaga nama baik almamater. Menjaga kerjasama antaranggota kelompok dan menjalin hubungan baik dengan perangkat desa, kecamatan, serta masyarakat. “Jangan terlibat pada persoalan tanah dan politik,” pesan rektor.

Dijelaskan bahwa KKN Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya)tahun 2013 merupakan implementasi dari kerjasama antara Untag dengan Yayasan Damandiri (Dana Sejahtera Mandiri) Jakarta dan Pemkab Banyuwangi. KKN Posdaya baru kali pertama ini dilaksanakan oleh Untag Banyuwangi. “Kami berharap dengan adanya pelaksanaan Program KKN Posdaya ini dapat mewujudkan pemberdayaan keluarga dan sebagai rintisan pembentukan desa binaan oleh Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi,” harap Tutut. (adv/als)

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pemasaran & Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho. Desain Iklan: Mohammad PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Administrasi Iklan: Widi Ukiyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/ mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


27

Kamis 4 Juli 2013

PILKADES GUMIRIH

Murai Lawan Saudara Sendiri SINGOJURUH - Pemilihan kepala desa (pilkades) di Banyuwangi bakal dilangsungkan serentak pada tanggal 4-5 September 2013. Namun demikian, ada satu desa yang tergolong unik dalam pesta demokrasi tingkat desa tersebut, yaitu di Desa Gumirih, Kecamatan Singojuruh. Dalam ajang perebutan posisi tertinggi di tingkat desa itu, dua calon kandidat tercatat sebagai saudara kandung. Itu menyusul tidak ada kandidat lain yang mendaftar hingga waktu pendaftaran ditutup. Sekadar tahu, panitia pilkades membuka pendaftaran selama sepekan, yaitu 24 hingga 30 Juni 2013. Nah, detik-detik menjelang pendaftaran ditutup, hanya ada satu cakades yang mendaftar, yaitu Murai AhALI NURFATONI/RaBa mad, yang tercatat sebagai Murai Ahmad incumbent. Cakades tersebut mendaftar pada satu jam jelang penutupan. Demi menghindari calon tunggal, calon incumbent tersebut mengajak saudara kandungnya untuk nyalon dalam pesta demokrasi yang akan dilangsungkan 5 September 2013 itu tiga menit sebelum waktu pendaftaran ditutup, yakni pukul 24.00. Ditemui kemarin, Murai Ahmad mengakui calon lawannya dalam pikades adalah saudara kandungnya sendiri. Menurut dia, hal itu dilakukan untuk memenuhi ketentuan undangundang. ‘’Kakak saya akhirnya yang ikut nyalon,’’ kata Murai ditemui setelah acara pengajian di Kantor Kecamatan Singojuruh kemarin. Sebenarnya, dia sejak awal ingin menggandeng istrinya untuk bersaing dalam memperebutkan posisi sebagai kepala desa. Namun, dengan berbagai pertimbangan, sang istri akhirnya mundur. ‘’Istri saya harus mengurus anak yang masih kecil. Jadi, kakak saya namanya Suwarti yang akhirnya maju,” bebernya. (ton/c1/aif)

PILKADES TEMBOKREJO

ABDUL AZIZ/RABA

HADANG PETUGAS: Rudi Londo (acungkan tangan) menghalangi aparat gabungan yang hendak memasang plang penutupan Lokalisasi Bomo Waluyo.

Penutupan Bomo Waluyo Memanas Warga Menolak Pemasangan Plang SRONO - Penutupan Lokalisasi Bomo Waluyo di Dusun/Desa Rejoagung, oleh Muspika Srono dan Satpol PP sempat diwarnai ketegangan. Warga menolak pemasangan plang penutupan yang ditancapkan Satpol PP itu. Aksi penolakan yang dilakukan seorang warga bernama Rudi Londo tersebut sempat membuat suasana menjadi panas. Dengan nada marah-marah, Rudi melarang beberapa anggota Satpol PP yang hendak menancapkan papan warna merah bertulisan “Penghentian Aktivitas Kegiatan Prostitusi Pekerja Seks Komersial/PSK” itu. “Jangan dipasang. Ini tanah SHM (sertifikat hak milik). Saya tidak mau jika anak-anak kami yang masih sekolah malu karena kampungnya dianggap lokalisasi,” teriak

Rudi sambil menarik plang penutupan. Melihat adanya perlawanan dari Rudi Londo, komandan Satpol PP Banyuwangi, Rifai langsung meminta anggotanya mengurungkan pemasangan plang berwarna merah itu. Rifai menyuruh warga lain memasang spanduk bertulisan Lokalisasi Bumi Waluyo ditutup. “Tidak masalah jika papan ini ditolak, Yang utama adalah niat dari hati nurani para penghuni untuk menutup lokalisasi,” pinta Rifai. Camat Srono Nafiul Huda mengatakan, sebelum dilaksanakannya kegiatan penutupan, pihaknya bersama Muspika Srono sudah musyawarah dengan pengurus serta penghuni Lokalisasi Bomo Waluyo. Dalam kesempatan tersebut telah di sepakati jika lokalisasi tersebut dihentikan aktivitasnya, “Hanya salah persepsi saja, karena mereka sudah membuat spanduk penutupan sendiri jadi tidak perlu ada plakat dari satpol pp,”

DILARANG BEROPERASI: Satpol PP memasang plang penutupan di Lokalisasi Bomo Mulyo kemarin.

ABDUL AZIZ/RABA

kata Nafiul. Ditambahkan, jika proses penghentian aktivitas prostitusi ini sesuai dengan anjuran pemerintah daerah dan para pekerja seks komersial bersedia untuk berhenti,

asal ada dana untuk pembinaan yang dikhususkan untuk mereka. ”Kita sudah lakukan pembinaan dan hasilnya banyak di antara mereka yang mau pulang ke daerah asal,” pungkasnya. (azi/c1/aif)

PSK Padang Bulan mulai Mudik ALI NURFATONI/RaBa

ASPIRASI MASYARAKAT: Poster bernada tuntutan dibentangkan warga saat unjuk rasa di halaman kantor Kecamatan Muncar Kamis pekan lalu.

Tuntutan Warga Mentah MUNCAR - Desakan warga yang menginginkan tempat pemungutan suara (TPS) dalam pemilihan kepala desa (pilkades) dipusatkan di satu titik di Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, tampaknya bakal mentah. Meskipun peraturan desa (perdes) tentang pilkades sudah dicabut. Tetapi, peraturan daerah (perda) memperbolehkan TPS di didirikan di satu tempat atau di beberapa tempat. Camat Muncar, A. Khalid Askandar menegaskan, aturan main pilkades di desa tersebut memang sudah disesuaikan perda. Sebab, perdes tentang pilkades sudah dicabut. ‘’Perdes tentang pilkades memang mengikat panitia,” katanya kemarin. Seiring dicabutnya perdes, tugas panitia pilkades akan mengacu pada perda. Namun, beberapa tuntutan masyarakat tidak serta merta bisa dikabulkan. ‘’Saya jelaskan kepada warga, memang perdes dicabut, tapi panitia tidak bisa dibubarkan seperti tuntutan warga. Karena perdes tidak mengatur susunan Baca Tuntutan...Hal 35 panitia,” jelas Khalid n

ALI NURFATONI/RaBa

SEPI: Aparat kepolisian sedang mengecek wisma di lokalisasi Padang Bulan, Desa Benelan Kidul, Kecamatan Singojuruh, kemarin.

SEMENTARA itu, aktivitas lokalisasi di Banyuwangi selama bulan Puasa dihentikan total. Sebelum diusir aparat, para pekerja seks komersial (PSK) harus angkat kaki dari tempat prostitusi tersebut. Sebagaimana yang terjadi di lokalisasi Padang Bulan, Desa Benelan Kidul, Kecamatan Singojuruh. Selama puasa, lokalisasi terbesar di Bumi Blambangan tersebut dilarang melakukan segala bentuk bisnis esek-esek itu. Pasca keputusan bersama diteken muspika, mucikari dan PSK harus angkat koper. Sejak kemarin, situasi Padang Bulan mulai sepi. PSK yang angkat koper itu berasal dari Banyuwangi dan luar Banyuwangi. Meski begitu, sebagian PSK masih bertahan. Untuk memastikan kondisi lokalisasi benar-benar ditinggal PSK, aparat mulai sigap. Petugas melakukan pengecekan di semua wisma. ‘’Kita kroscek di lapangan, para PSK sudah banyak yang pulang,’’ ungkap Kanitshabara Polsek Singojuruh, Aiptu Mustari, kemarin. Pihaknya akan terus memelototi aktivi-

NU Diminta Ikut Evaluasi Program Kemiskinan GENTENG - Tak ingin program pengentasan kemiskinan salah sasaran, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas meminta agar warga dan pengurus Nahdlatul Ulama (NU) ikut melakukan monitoring dan evaluasi. Sebab, belakangan ditemukan adanya program untuk warga miskin yang salah sasaran dan diterima orang mampu. Permintaan tersebut disampaikan bupati saat membuka acara Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) NU Banyuwangi di Pondok Pesantren Bustanul Makmur, Kebunrejo, Kecamatan Genteng, kemarin siang. Anas menuturkan, berbagai upaya terus dilakukan Pemkab Banyuwangi demi mengurangi angka kemiskinan. Berbagai program diluncurkan, mulai bantuan untuk buruh tani, kelompok tani,

ABDUL AZIZ/RABA

HADIRI MUSKERCAB: Bupati Anas berbicara kemiskinan di depan peserta Musker NU di Pesantren Kebunrejo, Kecamatan Genteng, kemarin.

bantuan modal untuk pedagang sayur, hingga jaminan kesehatan masyarakat. Sayang, selama ini masih banyak ditemukan program yang

salah sasaran; bukan diterima warga yang berhak. “Kita tidak ingin salah sasaran ini terus terjadi. Sebab, kalau begini caranya yang kaya makin kaya, yang miskin

makin miskin,” tandasnya. Bupati mencontohkan, beberapa waktu lalu pihaknya baru mendapat laporan dari sebuah rumah sakit swasta yang menyebutkan bahwa ada seorang pasien miskin tapi tidak memiliki kartu jamkesmas. Namun, ada pasien yang memiliki kemampuan secara finansial justru memiliki kartu jamkesmas. “Kalau sampai terjadi hal seperti itu, maka sangat kasihan,” tuturnya. Selain soal jamkesmas, bupati juga sempat menyampaikan banyaknya program bantuan untuk kelompok tani tapi belum membuahkan hasil. “Jumlah kelompok tani ribuan dan ratarata dapat bantuan, tapi sampai sekarang belum bisa diukur sejauh mana bantuan tersebut bisa mengangkat perekonomian petani,” tandasnya.

Untuk itu, bupati mengajak jajaran pengurus dan warga NU bersama-sama melakukan monitoring dan evaluasi terhadap berbagai bantuan yang ditujukan kepada warga miskin. Sehingga dalam pelaksanaannya, berbagai jenis bantuan tersebut tepat sasaran. “Ini mungkin yang perlu dimasukkan agenda musker,” ujarnya. Sementara itu, di sisi lain, bupati juga membuka peluang kepada jajaran pengurus dan warga NU untuk melakukan kerja sama dengan Pemkab Banyuwangi melalui instansi terkait. Sehingga, program yang dijalankan NU bersinergi dengan program pemerintah. “Silakan bersinergi dengan para kepala dinas terkait agar programnya bisa sama-sama jalan,” ajaknya. (azi/c1/aif)

tas lokalisasi tersebut selama liburan. Jika mucikari tetap melanggar, maka pihaknya akan memberikan sanksi berat. “Sekarang lokalisasi sudah mulai sepi,” katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, pada bulan Ramadan, semua lokalisasi di Banyuwangi harus tutup alias tidak boleh beroperasi. Itu sebagai bentuk penghormatan kepada umat Islam yang sedang menunaikan ibadah puasa. Seperti yang terjadi di lokalisasi Padang Bulan, Desa Benelan Kidul, Kecamatan Singojuruh. Para mucikari dan pekerja seks komersial (PSK) kemarin dikumpulkan Muspika Singojuruh. Mereka mengikuti sosialisasi penutupan selama Ramadan. Dalam pertemuan itu, mereka diminta menghentikan bisnis esekesek selama Ramadan. Pada kesempatan itu, para mucikari dan PSK juga teken memorandum of understanding (MoU). Isinya, lokalisasi yang memiliki 43 wisma tersebut dilarang beroperasi beberapa hari jelang Ramadan hingga pasca Lebaran. (ton/c1/aif)


BALJEBOL

Kamis 4 Juli 2013

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

33

LUMAJANG

BLSM Sumber Konflik Baru

PKL

Laporan Tidak Tepat Sasaran Bermunculan

AGUS BAIHAQI/RaBa

SIAP: Camat Glenmore Didik Joko Suhono dan M. Solehudin dari DKP menghadiri dengar pendapat masalah PKL di DPRD Banyuwangi Selasa lalu (2/7).

Hearing Tanpa Hasil BANYUWANGI - Dengar pendapat (hearing) masalah pedagang kaki lima (PKL) Stasiun KA Sumberwadung berlangsung tanpa membuahkan hasil Selasa lalu (2/7). Meski hearing tersebut dihadiri Camat Glenmore Didik Joko Suhono, perwakilan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Banyuwangi M. Solehudin serta Kepala Seksi (Kasi) Penyidikan dan Penindakan Satpol PP Banyuwangi Ripa’i, tapi para PKL itu kecewa. Sebab, pihak pengembang rumah toko (ruko) Susanto tidak hadir dalam pertemuan tersebut. “Tanpa kehadiran Susanto, sebenarnya percuma,” cetus Pujianto, juru bicara PKL. Dalam pertemuan itu Pujianto menyebut, para PKL yang belum mendapat tempat mengaku resah. Apalagi, para pedagang merasa diintimidasi oleh petugas agar mereka segera pindah. “Kami selama ini merasa tidak tenang,” kata Pujianto. Berdasar kesepakatan yang telah dibuat dalam pertemuan sebelumnya, lanjut dia, disepakati sebelum ada kesepakatan antara PKL dengan pihak pengembang, maka relokasi PKL belum bisa dilaksanakan. “Relokasi belum ada, kami sudah disuruh pindah,” cetusnya. Diakui oleh Pujianto, pihak pengembang memang sudah menawarkan tempat bagi para PKL yang belum mendapat tempat. Tapi, lokasi yang ditunjukkan itu berada di belakang. “Kami bisa merugi kalau di belakang, karena pembelinya tidak ada,” dalihnya. Menanggapi keluhan tersebut, Camat Glenmore Didik Joko Suhono mengaku, selama ini tidak pernah menyuruh pegawainya untuk meneror, apalagi sampai mengintimidasi para PKL. “Saya tidak mengerti dengan kabar teror itu, dan kami juga tidak pernah memerintah pada siapa pun,” tegasnya. Permasalahan antara pengembang dan PKL yang belum bertemu itu, jelas Camat Didik, karena kedua belah pihak sama-sama mempertahankan prinsip. Sehingga, memang perlu ada kesepakatan bersama. “Tanpa ada pihak pengembang, pertemuan ini memang sulit untuk dituntaskan,” kata Camat Didik. (abi/c1/bay)

JEMBER – Banyaknya warga miskin di Jember yang tidak mendapat bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) disebabkan oleh ketidaksiapan pemerintah merealisasikan program tersebut. Karena itu, sangat ironis bila masih banyak warga miskin yang tidak mendapat BLSM. Hal ini berimplikasi BLSM menjadi sumber konflik baru di masyarakat. Menurut Partono, ketua Jurusan Ilmu Kesejahteraan FISIP Universitas Jember (Unej), setiap negara berhak menjalankan program social security saat situasi negara mengalami emergency sosial, ekonomi, maupun politik. Bahkan, negara harus cekatan ketika masyarakat menjadi korban sosial, seperti bencana maupun konflik. Dia menyayangkan jika pemerintah gagal mendeteksi masyarakat yang menjadi sasaran program tersebut. Sebab, BLSM sudah direncanakan jauh hari. “BLSM ini bisa disebut bagian dari social security. Program ini bagian dari implikasi kebijakan yang telah direncanakan pemerintah. Jadi sangat ironis jika pemerintah tidak mampu memberikan jaminan kepada masyarakat miskin yang berhak mendapatkan bantuan itu,” sesalnya. Dosen alumnus Jurusan Kependudukan Pascasarjana Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta itu menuding, carut-marutnya BLSM disebabkan tidak validnya data kemiskinan yang diserahkan Badan Pusat Statistik (BPS). Selain itu, selama ini kriteria miskin tidak jelas. “Hasil kajian sementara kami, di Jember sudah banyak terjadi pembagian BLSM yang tidak tepat sasaran. Sudah banyak masyarakat miskin

RADAR JEMBER/JPNN

RAWAN KONFLIK: Antre pembagian dana bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) di Kantor Pos Jember, kemarin.

yang tidak terdaftar sebagai penerima bantuan itu. Begitu pula sebaliknya, banyak temuan masyarakat mampu, namun memperoleh bantuan tersebut. Problem utamanya terjadi karena data sensus penduduk yang dilakukan BPS tidak valid,” tegasnya. Tidak akuratnya data penerima BLSM ini, kata dia, membahayakan pemerintah di tingkat bawah. Sebab, komplain ma-

syarakat akan mengarah kepada pengurus RT, RW, dan kepala desa. Padahal, selama ini mereka tidak pernah dilibatkan untuk menentukan masyarakat penerima BLSM. “Masyarakat di desa apa tahu kalau yang menentukan penerima BLSM itu adalah BPS? Mereka pasti akan mengira pengurus RT atau RW yang mendatanya, padahal bukan kan? Mereka mengira demikian karena memang tidak pernah

Eksepsi Shiraz Kandas

PENDIDIKAN

16 Pelajar Ikut Program Khusus JEMBER – Jember mendapat kehormatan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebagai pelaksana program afirmasi. Sebanyak 16 pelajar lulusan SMP dari Papua dan Papua Barat akan belajar di sejumlah SMA dan SMK negeri di Jember. Karena ke-16 pelajar itu mengikuti program khusus, mereka tidak menjalani proses penerimaan peserta didik baru (PPDB), sebagaimana calon murid lainnya. Para pelajar dari Papua dan Papua Barat itu diperkenalkan Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember ke wartawan kemarin (3/7). Selama mereka belajar di Jember, seluruh biaya pendidikan dan biaya hidup ditanggung oleh pemerintah pusat. “Ada 16 siswa yang akan sekolah di empat SMA dan empat SMK negeri di Jember,” ungkap Kepala Dispendik Jember Bambang Hariono. Program afirmasi, kata dia, bertujuan untuk mengurangi kesenjangan pendidikan antara Jawa dan Papua. Program ini juga bertujuan untuk mencegah para pelajar afirmasi pendidikan mengalami gegar budaya (cultural shock) ketika suatu saat kuliah di perguruan tinggi negeri di Jawa. “Ini program pemerintah yang harus disukseskan,” tegasnya. Rencananya, 16 pelajar dari tanah Cenderawasih itu akan belajar di SMAN Kalisat, SMAN Pakusari, SMAN 1 Tanggul, dan SMAN Rambiuji. Lalu, SMKN 2 Jember, SMKN 5 Jember di Sukorambi, SMKN 6 Jember di Tanggul, dan SMKN 8 di Semboro. “Mereka ada yang berasal dari Kabupaten Puncak Jaya, Nabire, Sorong, dan beberapa wilayah lain di Papua dan Papua Barat,” ungkap Bambang. Selama belajar di Jember, mereka akan belajar dan berbaur bersama dengan murid baru di masing-masing sekolah tersebut. Sebanyak delapan kabupaten/kota di Jatim dipercaya Kemendikbud untuk melaksanakan program afirmasi pendidikan. Salah di antara kabupaten itu adalah Jember. “Mereka seperti tugas belajar. Mereka akan belajar maksimal dengan semua sarana dan prasarana pendidikan di Jember,” jelas Bambang. (aro/jum/c1/har/jpnn)

tersosialisasikan,” tutur Partono. Dia berharap, Pemkab Jember segera mengambil tindakan untuk mengawal penyaluran BLSM. Meskipun program tersebut dari pemerintah pusat, BLSM bisa menjadi sumber konflik baru bila didiamkan begitu saja. “Saya khawatir saja akan ada protes di bawah karena tidak tepat sasaran,” katanya. (mg3/ mg1/ram/c1/har/jpnn)

RADAR JEMBER/JPNN

BELUM ADA PROTES: Imbas dari kenaikan harga BBM, harga elpiji juga ikut naik. Kenaikan ra-rata Rp 2 ribu dari harga sebelumnya.

Harga Eceran Elpiji Merangkak Naik LUMAJANG – Dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), juga mengerek harga elpiji. Pedagang eceran 3 kg memilih menaikkan harga karena biaya angkutan meningkat. Padahal Pertamina belum menaikkan harga elpiji bersubsidi tersebut. Kenaikan yang dipicu dari biaya angkutan itu secara kompak dilakukan pengecer. Dengan kisaran rata-rata mencapai Rp 2 ribu dari harga eceran sebelumnya. “Naiknya sampai dua ribuan,” ujar Sunaryo pedagang eceran elpiji di kawasan Sumbersuko Lumajang. Pun juga sama dengan Kecik. Pedagang eceran yang memiliki kios di tengah kota Lumajang ini juga menaikkan harga. Selain karena biaya angkutan, sejumlah pedagang eceran yang

menaikkan harga membuat dia turut ikut menaikkan harga. Awal kenaikan harga BBM dia tidak serta merta menaikkan. Namun karena para penjual lain menaikkan, beberapa pekan kemudian dia turut menaikkan. “Semuanya naik, jadi kami turut menaikkan harganya,” tambahnya. Sejauh ini tidak ada protes dari warga pembeli. Pasalnya, dampak kenaikan BBM menurutnya menjadi alasan logis. Bahwa semua harga bahanbahan naik. Termasuk harga eceran Elpiji yang menjadi kebutuhan masyarakat. Pantauan Jawa Pos Radar Jember, hampir semua pedagang eceran elpiji menaikkan harga. Mulai dari kawasan pesisir selatan Lumajang sampai kawasan utara. Rata-rata ke-

naikan relatif sama yakni pada kisaran dua ribuan. Kenaikan dipicu biaya pengangkutan. Menyikapi kondisi tersebut, Kabag Ekonomi Pemkab Lumajang, Nurul Huda mengatakan kenaikan ini memang disebabkan proses biaya angkut. Yang lebih mahal dari sebelumnya. Untukitu,pihaknyaakanmelakukanevaluasiterhadaphargaeceran tersebut. Agar tidak memberatkan dan tidak merusak harga di kalangan masyarakat. “Akan kami evaluasi,” kata Nurul Huda ketika di konfirmasi kemarin. Pengawasan akan dilakukan terhadap kenaikan ini. yang dilakukan pada sejumlah kawasan di Lumajang. Tidak hanya pada harga elpiji, tetapi pada harga kebutuhan lain yang menurutnya juga akan diawasi. (fid/c1/sh/jpnn)

JEMBER – Harapan Shiraz Husein, owner Syafia Plasa untuk bebas dari jeratan dakwaan pidana akhirnya pupus. Pasalnya, majelis hakim PN Jember menolak pembelaan atau eksepsi Shiraz dalam sidang putusan sela kemarin (3/7). Hakim menganggap bahwa dakwaan JPU sudah sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. Majelis hakim yang dipimpin Ketua PN Jember Syahrul Mahmud kemarin pun langsung membacakan keputusannya. “Majelis hakim memutuskan menolak eksepsi kuasa hukum terdakwa,” tegas Syahrul dalam sidang kemarin. Selain itu, hakim meminta kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang diwakili Adik Sri Suharsih untuk melanjutkan proses penyidikan dalam persidangan mendatang. “Untuk biaya perkara ditangguhkan sampai akhir putusan nanti,” jelas Syahrul. Dengan demikian, dalam persidangan Kamis pekan depan (11/7), akan langsung dilanjutkan dengan menghadirkan saksi dari jaksa. Dalam pertimbangannya,

Hakim menyatakan jika dakwaan yang diajukan JPU sudah cermat, tepat dan lengkap. “Mungkin terdakwa dan penasihat hukum yang tidak paham dengan dakwaan,” ujarnya. Ini tentu saja menyangkal pembelaan penasihat hukum terdakwa yang menyatakan jika dakwaan JPU kabur serta tidak cermat dan lengkap. Terkait dengan ranah perkara, majelis hakim akan mencari kebenaran melalui persidangan mendatang. Yang jelas, memang ada kewajiban dari terdakwa tidak membayar fee tanah Syafia itu, sehingga menyebabkan korban merugi ratusan juta rupiah. Oleh karena itu, kasus tersebut dilanjutkan dalam sidang pokok materi di sidang selanjutnya. Saat dikonfirmasi terpisah, Rhonny Hamzah, kuasa hukum Shiraz menyatakan masih ada waktu untuk banding terkait dengan keputusan itu. “Kan masih ada waktu banding,” katanya. Namun, yang jelas dengan keputusan itu, dia mengaku siap untuk bertempur dalam persidangan pokok materi pekan depan. (ram/jum/c1/wah)

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

DITOLAK HAKIM : Terdakwa Shiraz Husein, bos Syafia Plasa yang pembelaannya ditolak oleh majelis hakim di PN Jember.

Mengenal Meng genal Abdul Aziz Aziz, z, Perintis Universitas Jember Mengajar

Diundang Turki, Ditraktir Makan Fans Fenerbache Kesuksesan Gerakan Unej Mengajar (UJAR) dalam memberikan pencerahan kegiatan belajar mengajar di Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang dan Kecamatan Mayang, tak lepas dari peran Abdul Aziz sebagai direktur UJAR. Bagaimana kiprahnya selama ini? NARTO, Jember SETELAH aktif memberikan pencerahan berupa kegiatan belajar mengajar kepada anak-anak di daerah Bintoro dan Mayang, kini Gerakan Unej Mengajar (UJAR) meluaskan lahan pengabdiannya dengan menggarap kalangan pesantren. Kali ini yang dipilih adalah Pondok Pesantren (PP) Al Hasan, yang terletak di Dusun Kemiri, Kecamatan Panti, Jember. Tidak tanggung-tanggung, ada 22 orang sobat UJAR yang memberikan penyuluhan kesehatan dan pemberian motivasi kepada

RADAR JEMBER/JPNN

PEDULI PENDIDIKAN: Kegigihan Abdul Aziz dalam dunia pendidikan telah mengantarkan dirinya mengenal kondisi negara lain.

para santri PP Al Hasan. “Kami berusaha meluaskan lahan pengabdian dengan masuk pesantren. Sebagai langkah awal, kami kulo nuwun dengan kegiatan penyuluhan kesehatan dan pemberian motivasi dulu,” jelas Abdul Aziz, Direktur Gerakan UJAR.

Selama dua hari, Aziz dan kawan-kawannya yang tergabung dalam Tim Frontier UJAR ikut merasakan keseharian kehidupan pesantren. “Kami ikut dalam ritme pesantren. Termasuk ikut pengajian setiap sehabis salat subuh yang mengkaji kitab kuning, ilmu falak, dan kegiatan lainnya.

Jadi kami tidak hanya mentransfer ilmu yang kami terima di bangku kuliah saja, namun juga menyerap ilmu dari pesantren,” tambah Aziz. Tim Frontier UJAR sendiri beranggotakan mahasiswa Unej yang berasal dari berbagai fakultas. Mereka para mahasiswa yang berkeinginan memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat melalui Gerakan UJAR, namun tidak dalam bentuk mengajar. “Gerakan UJAR memberikan kesempatan bagi kawan-kawan mahasiswa yang mungkin waktunya tidak banyak, namun berniat memberikan sumbangsih kepada masyarakat lewat Tim Frontier ini,” urai Aziz lagi. Pemutaran film `Semesta Mendukung` bukannya tanpa sebab. Pasalnya sobat UJAR menemukan banyak santri PP Al Hasan yang memiliki prestasi akademik bagus, namun tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Bahkan tahun ini ada yang sudah diterima melalui jalur SNMPTN, namun tidak jadi dimasuki. Keberhasilan UJAR mendapat apresiasi dari dunia internasional. Beberapa waktu lalu, Direktur UJAR Abdul Azis diundang ke Turki. Bagi Abdul Aziz, bisa ke Turki merupakan

pengalaman yang luar biasa. Selama tiga hari, Aziz, mewakili gerakan UJAR menghadiri ajang “International Conference On Innovations and Challenges in Education” yang diadakan oleh Fakultas Pendidikan Dumlupinar University, Kutahya, Turki pada bulan April 2013. Selain mendapatkan pengalaman bertemu, berdiskusi dan saling tukar pengalaman dengan peserta dari berbagai negara, Aziz juga berkesempatan berkunjung ke beberapa lokasi wisata. Dan yang paling mengesankan adalah dapat merasakan keramahtamahan penduduk Turki. Singkat cerita ketika naik bus, Aziz duduk dengan salah seorang warga Turki bernama Chalil Ibrahim yang akan menuju kota Izmir. Keakraban keduanya bertambah erat saat mengetahui jika sama-sama suka bola. Chalil ini ternyata fans berat Fenerbahce, dan kebetulan lagi televisi di bus menayangkan pertandingan semifinal antara Fenerbahce melawan Benfica pada semifinal piala UEFA. Mereka berdua pun larut dalam pembicaraan mengenai Fenerbahce. Bahkan, saat bus transit di terminal kota Izmir selama kurang lebih setengah jam, Chalil mentraktir Aziz makan. (*/c1/wnp/jpnn)


34

WORKSHOP PHOTOGRAPHY

Kamis 4 Juli 2013

BAHAS FOTOGRAFI: Peserta Workshop Photography pose bersama anggota BPC dan kru JP-RaBa usai acara kemarin.

Langsung Praktik

USAI menerima materi dari tiga narasumber, peserta Workshop Photography yang digagas Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa) dan Banyuwangi Photography Community (BPC) langsung mengikuti praktik lapangan. Bertempat di belakang kantor JP-RaBa, puluhan peserta workshop membidik Lazuwara Nabila, model yang khusus didatangkan sebagai sasaran jeprat-jepret peserta workshop. Berikut suasana acara yang digelar untuk memeriahkan HUT JP-RaBa ke-14 itu. (*)

TEKNIK JEPRET: Agus “John” Rahmatullah berdiskusi tentang teknik fotografi.

FOTO-FOTO: GALIH COKRO/RaBa

UNSUR 5W+1H: Bayu Saksono menjelaskan teknik fotografi yang mengandung unsur berita.

175

174

“KAWAH IJEN” Wildan Hamdani

“MENDADAK SURFING DI PULAU MERAH 2” Yoan Affandy

“NANG KAWAH IJEN” Ratna Nirmalasari

183

“SERU MENJENGE YOOOW” Sehat n Sexy

“ KEBERSAMAAN MAMA NYET DI ALAS PURWO 2” Pratiwi Rahayu

Perolehan Sementara Ballot

180

182

“LINDUNGI HUTANKU” Fatkhur Rohman

177

“KELUARGAKU KOMPAK” Siti Romelah

“SENANDUNG IJEN CRATER” Yuniar Sulistyo

“KERUKUNAN IBU DAN ANAK DI SAVANA BALURAN” Bu Welly

181

TAK SEKEDAR HOBI: Peserta melakukan praktik lapangan usai acara workshop.

176

179

178

MOTIVATOR: M. Yassin Soepardi membahas marketing dan komersialisasi foto

“KAMI CINTA BUMI BLAMBANGAN” Ririn Desi Asmawati

NO

PESERTA

TOTAL

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

91 14 54 6 33 39 40 22 8 27

100 95 94 80 76 56 50 46 42 20


BERITA UTAMA

Kamis 4 Juli 2013

35

HALAMAN SAMBUNGAN

Mahal tapi Kualitasnya Jelek n CABAI... Sambungan dari Hal 25

“Walaupun harganya mahal, tapi kualitas cabai rawit jelek. Cepat busuk. Mungkin karena musim hujan,” ujar Asmuni, 43, pedagang yang lain. Sementara itu, lonjakan harga

serupa juga terjadi pada bawang merah. Sejak dua hari terakhir, harga bawang merah meningkat signifikan dari Rp 24 ribu per Kg menjadi Rp 40 ribu per Kg. “Sama seperti cabai rawit, kualitas bawang merah turun. Ukurannya kecil-kecil,” imbuh Asmuni. Okta, seorang konsumen me-

nuturkan, lonjakan harga cabai rawit dan bawang merah tersebut menyebabkan dirinya harus ekstra berhemat. “Saya terpaksa membeli dua jenis bumbu (cabai rawit dan bawang merah) tersebut. Tetapi, agar pengeluaran tidak membengkak, jumlah pembeliannya saya kurangi,” kata dia.

Okta mengaku khawatir peningkatan harga cabai rawit dan bawang merah tersebut terus berlanjut. “Mudah-mudahan harga cabai rawit segera turun. Jangan sampai terus meningkat hingga mencapai Rp 100 ribu seperti beberapa waktu lalu,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

Hobi Bisa Menjadi Sumber Pandapatan n FOTOGRAFER... Sambungan dari Hal 25

Selain itu, kata dia, tiga materi yang disampaikan narasumber tidak hanya terkait dasar-dasar dan teknik fotografi, tapi juga cara memasarkan hasil foto kepada khalayak. “Juga dibahas materi tentang fotografi jurnalistik,” katanya. Narasumber pertama adalah Bayu Saksono. Pemred JPRaBa itu menjelaskan seputar fo tografi jurnalistik. “Tidak

se mua foto layak dimuat di surat kabar. Hanya foto yang mengandung unsur-unsur jurnalistik yang bisa dimuat,” kata Bayu. Foto jurnalistik, kata Bayu, hendaknya mengandung unsur 5W+1H, yaitu apa, siapa, kapan, di mana, mengapa dan bagaimana. “Foto harus bisa meng gambarkan sekaligus menjelaskan tentang sebuah peristiwa,” katanya. Pemateri kedua, M. Yasin Soepardi dari BPC, lebih banyak memberi motivasi ke-

pada penghobi fotografi. Dia juga membahas marketing dan komersialisasi foto. Bagai mana cara memasarkan hasil jepretan kamera kepada publik. “Bahkan, dari sekadar hobi fotografi bisa dijadikan pekerjaan,” kata Yasin. Pemateri terakhir, Agus Rahmatullah dari BPC, mengajak peserta workshop diskusi tentang teknik-teknik fotografi. Menurut fotografer yang akrab disapa John itu, memotret merupakan proses kreativitas yang

tidak hanya sekadar membidik objek yang akan direkam, ke mudian menekan tombol shutter pada kamera. “Dalam menciptakan sebuah karya foto, seorang fotografer ha rus mengetahui tekniktek nik dan memiliki basic fotografi. Minimal basic dasar,” katanya. Karena itu, imbuh John, seorang fotografer harus memahami kondisi kamera, lokasi, dan objek foto, demi menghasilkan foto yang bagus. (c1/als)

Tak Ada Tanda Penganiayaan n KAKEK... Sambungan dari Hal 25

Mereka ingin melihat kondisi korban yang menggantung dengan kondisi leher bagian bawah terikat kain warna putih itu. Sayang, hingga berita ini ditulis tadi malam belum jelas motif korban mengakhiri hidupnya. Apalagi, di kalangan warga setempat, Kateni dikenal sebagai sosok pendiam dan tidak memiliki masalah dengan tetangga. Sepengetahuan para te tangga, pria yang bekerja sebagai penjaga sekaligus penjual kopi di area gudang PT LM itu tidak memiliki riwayat menderita penyakit berbahaya. “Orangnya pendiam. Tidak punya musuh,” ujar seorang tetangga korban. Sementara itu, selang beberapa menit kemudian, polisi tiba di lokasi kejadian. Polisi melakukan pemeriksaan terhadap

jasad korban dan melakukan oleh tempat kejadian perkara (TKP). Hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan di tubuh kor ban. “Hasil pemeriksaan medis dan olah TKP, tidak dite mukan tanda-tanda bekas penganiayaan,” jelas Kapolsek Kalipuro, AKP Sudarsono. Kapolsek Sudarsono menambahkan, pihaknya menerima laporan ada warga yang tewas gantung diri itu sekitar pukul 06.30. Menurut kapolsek, jasad korban pertama kali ditemukan putrinya, yakni Siti. “Hal yang mendasari tindakan korban tidak diketahui secara pasti. Kemungkinan ada problem pribadi,” cetusnya. Sementara itu, Indra Susanto, pemilik gudang PT LM mengatakan, Kateni tidak pernah memiliki masalah di lingkungan kerjanya. “Orangnya pendiam. Tidak pernah punya masalah,” jelas Indra. (sgt/c1/bay)

Sambungan dari Hal 25

Proses daftar ulang itu, kata Sulihtiyono, sifatnya hanya proses administrasi. Dalam proses administrasi itu tidak ada kegiatan yang membutuhkan anggaran besar, sehingga tidak diperlukan pungutan. Terkait pengadaan seragam dan buku siswa, pihak sekolah tidak perlu ikut campur. Pengadaan seragamdanbukuharusdiserahkan kepada siswa dan orang tua siswa

untuk menentukan sendiri tanpa intervensi pihak sekolah. Sementara itu, secara umum daftar ulang berlangsung lancar kemarin (3/7). Ribuan peserta didik mendatangi sekolah masing-masing untuk me lakukan daftar ulang. Berbeda pada saat PPDB, pelaksanaan daftar ulang dilakukan secara manual. Masing-masing PDB harus datang ke sekolah dengan membawa sejumlah kelengkapan administrasi. Dalam daftar ulang, pihak

Sambungan dari Hal 25

Namun, dengan penglihatan yang minim itu dia tetap mampu menyuguhkan musik dengan baik, yakni hanya mengandalkan feeling yang tajam. Jayus mengaku, kepiawaian bermain keyboard tersebut awalnya diperoleh secara otodidak. Sejak kecil, bapak tiga anak yang kini tinggal di Jalan Imam Bonjol, Gg 100, Den pasar, itu sudah mulai gemar bermain keyboard. “Saya tidak ingin ce pat puas de ngan keterampilan saya. Karena itu, selain belajar secara otodidak, saya juga belajar keyboard kepada beberapa guru,” ujarnya. Jayus mengaku, dirinya memang kerap bolak-balik Banyuwangi-Bali. Kali ini dia khusus datang ke kabupaten berjuluk Sunrise of Java lantaran tengah menggarap album musik. Maklum, sejak tahun 2006 lalu, Jayus bekerja sama dengan salah satu produser musik papan atas Banyuwangi. Tidak tanggung-tanggung, hingga kini sedikitnya dia telah mengaransemen lebih dari 50 album, baik album kendang kempul, dangdut koplo, maupun campur sari.

Sambungan dari Hal 25

Selain dibekali bahasa asing, para penambang juga akan dibekali keterampilan kesenian yang bisa dimainkan setelah menambang. Sehingga, wisatawan tidak hanya menikmati panorama Gunung Ijen, tapi juga bisa melihat kesenian yang disuguhkan para penambang.

“Mereka juga akan mendapatkan insentif dari kita. Ini sebagai upaya mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat,” jelas Bupati Anas. Para penambang juga akan diberi rompi yang fungsinya selain demi keselamatan kerja juga sebagai identitas pemandu wisata yang resmi dari pemerintah daerah. Se lanjutnya, demi mendukung pe-

ngembangan kawasan wisata Ijen, pemerintah daerah akan membangun fasilitas air bersih dengan sistem gravitasi senilai Rp 4 miliar. Selama ini, air bersih masih menjadi problem tersendiri di kawasan Ijen. Infrastruktur lain yang akan melengkapi fasilitas wisata Ijen adalah lampu penerangan menggunakan tenaga surya sebesar 600 watt. (afi/c1/bay)

Realisasi Pendapatan 52 Persen n ANGGARAN... Sambungan dari Hal 26

Anggaran belanja tidak langsung menyerap anggaran sekitar 34,04 persen dari total APBD Rp 1,88 Triliun. Belanja tidak langsung itu hanya terfokus untuk kebutuhan belanja pegawai di lingkungan pemerintah daerah. “Belanja tidak langsung sebagian besar digunakan untuk membayar gaji PNS,” ujar Kepala BPKAD, Jajad Sudrajat. Sedangkan untuk anggaran belanja langsung, penyerapannya sangat kecil hanya sekitar 17,05 persen. Anggaran belanja pembangunan yang ter-cover dalam anggaran belanja langsung, penyerapannya jauh lebih kecil dibandingkan belanja pegawai yang ada di pos anggaran belanja

tidak langsung. Sejatinya, penyerapan anggaran belanja langsung dan tidak lang sung APBD seimbang. Namun yang terjadi saat ini, belanja pegawai realisasinya lebih ce pat dibandingkan dengan be lanja pembangunan yang melambat hanya pada angka 17,05 persen saja. Walau realisasi anggaran langsung lebih kecil dari pada anggaran tidak langsung, namun secara umum realisasi APBD ta hun 2013 lebih besar dari penyerapan APBD 2012 lalu. Pada periode yang sama tahun lalu, penyerapan dana APBD baru 23,02 persen sedangkan tahun ini sudah mencapai 26,09 persen. Sebaliknya, realisasi belanja tidak langsung tahun lalu lebih

rendah dari tahun ini hanya sekitar 27,45 persen dan tahun 2013 ini sudah mencapai 34,04 persen. Realisasi belanja langsung tahun lalu, lebih kecil dari tahun 2013 hanya sekitar 16,86 persen saja dan tahun ini sudah mencapai 17,05 persen. Sedangkan realisasi pendapatan daerah, progress-nya lebih baik dari realisasi anggaran belanja. Pada semester pertama, realisasi pendapatan daerah sudah mencapai 52 persen. Dengan demikian, sisa target pendapatan yang belum direalisasikan tersisa 48 persen. “Pada semester kedua, kita optimalkan untuk merealisasikan semua target penerimaan APBD,” kata Kepala Dinas Pendapatan Daerah, Suyanto Waspo Tando W. (afi/c1/bay)

Belum Ada Calon yang Mendaftar Sambungan dari Hal 27

Tuntutan lain, kata dia, tempat pemungutan suara harus dipusatkan di satu titik juga belum sepenuhnya bisa dikabulkan. Pasalnya, perda memperbolehkan TPS berada di satu titik atau di beberapa titik. ‘’Panitia sudah mengkaji beberapa lokasi di dusun-dusun,’’ terangnya. Berdasar keterangan pa nitia, kajian itu bertujuan me-

mudahkan masyarakat memberikan suara. Kajian itu memang dibenarkan dalam perda. ‘’Alasan panitia, demi memperlancar masyarakat memberikan haknya,’’ terangnya. Terkait anggaran pilkades, tidak lagi berasal dari sewa tanah kas desa (TKD). ‘’Semua akan ditanggung pihak ketiga, yaitu para calon. Itu sudah diatur dalam perda,’’ sebut mantan Camat Gambiran itu. Karena itu, apa pun keputusan panitia, masyarakat harus me-

nyadari bersama. Sebab, panitia juga sudah melakukan kajian mendalam. ‘’Mari kita hormati bersama demi kelancaran pilkades,” harapnya. Sementara itu, panitia sudah membuka pendaftaran. Namun demikian, beberapa hari jelang penutupan, belum ada calon yang mendaftarkan diri. ‘’Pendaftaran akan ditutup tanggal 6 Juli, tapi sampai sekarang belum ada yang mendaftar,” kata Khalid. (ton/c1/aif)

Gara-gara Jalanan Licin n TRUK... Sambungan dari Hal 36

SIGIT HARIYADI/RaBa

LOKASI: Warga melihat gubuk tempat Kateni gantung diri di Bulusan, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, kemarin.

sekolah tidak melayani daftar ulang secara online seperti saat pendaftaran. Karena tidak ada daftar ulang online, maka daftar ulang harus dilakukan di sekolah. “Daftar online hanya pada saat PPDB. Daftar ulang dilakukan manual,” timpal Plt Kabid Pendidikan Menengah Dispendik Banyuwangi, Suratno. Proses daftar ulang masih akan berlanjut hari ini (4/6). Hari ini merupakan daftar ulang terakhir bagi calon PDB. Proses daftar ulang hari kedua akan ditutup

pukul 12.00. Karena itu, calon PDB yang belum melakukan daftar ulang diminta mendaftar sebelum pukul 12.00. Calon PDB yang tidak daftar ulang hari ini, maka namanya akan dicoret dalam daftar PPDB yang sudah dinyatakan lolos seleksi. Pencoretan nama itu dilakukan karena yang bersangkutan dianggap mengundurkan dari. Peng ganti calon siswa yang mengundurkan diri adalah peserta PPDB jalur mandiri. (afi/c1/bay)

Berharap Ada Sekolah Musik di BWI n PELOPOR...

n PENAMBANG...

n TUNTUTAN...

Menggunakan Proses Registrasi Manual n PUNGUTAN...

Diajari Kalimat Sederhana

Belakangan, pria berambut cepak tersebut dipercaya menjadi konseptor musik Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2012. Pada BEC 2013, Jayus masih dipercaya menjadi konseptor musik. “Untuk menggarap musik BEC, diperlukan penyesuaian tema, warna musik, dan kolaborasi musik pentatonic (etnik) dan diatonic (universal),” cetusnya. Untuk BEC 2013, imbuh Jayus, warna musiknya sudah disiapkan. Namun, agar musik ajang yang juga berfungsi sebagai me dia promosi wisata Banyuwangi itu sesuai tema yang diangkat, yakni Kebokeboan, Jayus mengaku akan bertanya kepada budayawan Banyuwangi. “Saya harus tahu dengan detail tradisi Kebo-keboan tersebut,” kata dia. Tidak berhenti di situ, Jayus juga berperan dalam melestarikan musik kendang kempul khas Banyuwangi. Betapa tidak, dia termasuk salah satu pencetus keyboard electone yang bisa digunakan mengiringi musik kendang kempul pada tahun 1990-an silam. Ada hal lain yang mungkin dapat membuat Anda semakin kagum dengan sosok Jayus. Pasalnya, pria murah senyum itu juga telah dipercaya diler keyboard tingkat nasional sebagai programmer produk yang mereka

dipasarkan. Selain itu, Jayus juga kerap dipercaya menjadi style composer, trainer, dan operasional beragam merek keyboard lain. “Saat ini saya juga dipercaya mengonsep musik opening program di beberapa televisi lokal di Indonesia,” tuturnya bangga. Jayus berpesan kepada para penderita gangguan fisik agar tak patah semangat. Khusus untuk para pemusik, Jayus mengimbau agar tidak pernah bosan belajar dan mengikuti perkembangan teknologi musik. “Teknologi musik terus berkembang. Kalau tidak diikuti, kita bisa ketinggalan,” pesannya. Jayus mengatakan, dirinya sangat berharap segera ada sekolah musik di Banyuwangi. Sebab, di Denpasar sudah ada SMK Negeri jurusan musik sejak beberapa tahun lalu. “Semoga di Banyuwangi segera ada sekolah musik, misalnya musik karawitan, gamelan, dan lain-lain,” harapnya. Di akhir perbincangan, alumnus salah satu SLB di Surabaya tahun 1986 itu berharap pemerintah memperhatikan pendidikan bagi warga berkebutuhan khusus, termasuk tunanetra. “Pemerintah perlu memberi fasilitas pendidikan yang sesuai ke butuhan orang-orang berkebutuhan khusus,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

Menurut kernet truk bernopol S 8491 UK, Mahtum, 32, warga Rembang, Jateng, sebenarnya dia tidak mau menyalip kendaraan di depannya. Namun, sopir kendaraan di depannya mengerem mendadak. “Saya terbangun, setelah kaki sakit karena tabrakan. Kata Warsono,

dia sebetulnya tidak mau menyalip. Tetapi, kendaraan di depannya ngerem mendadak. Warsono pun ikut ngerem. Karena jalanlicin, jadinya terpeleset ke kanan,” kata Mahtum. Polisi yang datang di lokasi langsung berusaha me ngevakuasi korban. Begitu be rhasil mengeluarkan korban patah tulang, polisi langsung mengevakuasi kedua truk yang

ringsek tersebut. “Versi saksi, kecelakaan itu karena truk dari arah barat hendak menyalip kendaraan di depannya. Tiba-tiba muncul truk lain dari depan. Tetapi, penyebab pastinya masih dalam penyelidikan Unit Laka. Saat ini kami fokus kepada korban,” kata Brigadir Arif Prihandoko, petugas Satlantas Polres Situbondo. (rri/c1/als)

Tetapkan Penerima Pengganti n DATA... Sambungan dari Hal 36

Di ayat lima (5) instruksi tersebut berbunyi, melaksanakan mu syawarah desa (musdes), musyawarah kelurahan (muskel) untuk pemutakhiran data penerima KPS. Di antaranya, me netapkan rumah tangga yang akan diganti, melakukan verifikasi jumlah rumah tangga yang dapat diganti dan rumah

tangga yang akan diganti. “Kemudian, menetapkan rumah tangga pengganti. Meski demikian tidak boleh melebihi pagu jumlah KPS yang sudah ditetapkan,” kata Anton. Nah, tahapan tersebut tak per nah dilakukan. Warga juga sangat kecewa karena se belumnya juga tidak pernah ada sosialisasi. Tiba-tiba saja menerima jadwal pencairan. Padahal, sesuai Ins-

truksi Menteri Dalam Negeri, perubahan data BLSM sesuai jumlah pagu masih di perbolehkan. “Kami sangat kecewa, makanya kami minta ditunda dan diperbaiki dulu data penerima BLSM. Kami juga yakin, di desa lain juga banyak yang salah, jadi data yang turun itu jangan dipaksakan jika tak se suai,” tegas Anton mewakili warganya. (rri/pri/c1/als)

Jangan Menimbulkan Masalah Baru n RAPAT... Sambungan dari Hal 36

“Artinya, jika di Ardirejo misalnya nanti bisa mengubah data, bagaimana dengan daerah yang lain? Makanya, semua camat nanti akan kita undang,” imbuh Janur. Dikatakan, permasalahan di tiap desa sebenarnya nyaris sama. Yakni, dana BLSM yang tidak tepat sasaran. Dari hasil sidak yang dilakukan Komisi IV, tidak sedikit warga yang ekonominya mapan, na mun masih mendapatkan BLSM. Ada juga warga yang sebenarnya layak dibantu, namun tak masuk daftar. “Kalau ada pihak yang meminta agar didata ulang agar tepat sasaran, memang sangat ideal. Cuma, apakah Kantor

Pos selaku juru bayar bersedia, meski dalam Instruksi Mendagri sudah mengizinkan. Inilah yang perlu kita bicarakan bersama agar jika benar-be nar dilakukan tidak malah menimbulkan masalah baru,” imbuh Janur. Bapak tiga anak ini berpendapat, pemerintah daerah tidak memiliki kesiapan khusus untuk menerima pengaduan maupun hal-hal yang terkait de ngan masalah pencairan BLSM. Bahkan, Dinsos pun tidak tahu jika jadwal pencairan dana BLSM sudah dilakukan sejak beberapa hari yang lalu. “Se harusnya memang ada sosialisasi, bukan masalah pencairannya saja. Tapi penanganan pendistribusian, pengalaman hingga operasionalnya,” imbuhnya. Diungkapkan, Komisi IV DPRD

Situbondo pun sebenarnya tidak sengaja me ne mu kan kasus penundaan BLSM di Kelurahan Ardirejo. Ketika melakukan sidak pencairan BLSM di Kelurahan Ardirejo, mereka heran karena sepi. Setelah ditanya kepada petugas kelurahan, ternyata pencairan ditunda. “Makanya tadi langsung kita gelar rapat dadakan agar paham terhadap permasalahan. Besok (hari ini) kita tinggal mengundang pihak-pihak yang lebih berkompeten khususnya dalam masalah penentu kebijakan,” tegas Janur. Dari Kantor Pos sendiri, tadi pagi sebenarnya sudah datang ke Kelurahan Ardirejo untuk me lakukan pencairan dana BLSM. Namun karena tak ada orang, akhirnya petugas balik kucing. (pri/c1/als)


36

Kamis 4 Juli 2013

Truk v Truk, Satu Sopir Terjepit KAPONGAN - Dua truk yang saling adu moncong di jalan raya Kapongan, Situbondo, Selasa malam (2/7) mengakibatkan satu sopir truk, Warsono, 47, asal Pati, Jawa Tengah, terjepit kabin. Karena lukanya sangat parah, korban akhirnya dievakuasi ke IGD RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo. Kecelakaan tersebut berawal saat truk bernopol S 8491 UK muatan air mineral yang dikemudikan Warsono melaju cepat dari arah Surabaya menuju Bali. Begitu melintas di lokasi kejadian, konon truk tersebut mendahului kendaraan di depannya. Nahas, ternyata dari arah berlawanan muncul truk bermuatan paralon bernopol DK 9327 UJ yang dikemudikan Gede, 37, warga Bali. Karena jaraknya sangat dekat, kecelakaan pun tidak bisa dihindari. Kedua truk terse-

but saling adu moncong, hingga Warsono terjepit dan mengalami luka parah. “Truk yang sopirnya terjepit datang dari barat mau nyalip. Ternyata dari timur ada truk lain. Kondisi sopir truk yang satunya hanya luka ringan. Jadi, hanya dibawa ke Puskesmas Kapongan,” kata Fajar, salah seorang warga di sekitar lokasi kejadian. Data yang berhasil dikumpulkan, karena tabrakan cukup keras, kedua moncong truk sama-sama ringsek. Bahkan, untuk mengevakuasi korban luka berat, petugas kepolisian membutuhkan waktu sedikitnya setengah jam. Meski nyawa Warsono berhasil diselamatkan, tapi dia mengalami patah tulang kaki kanan dan luka berat di beberapa bagian tubuh n  Baca Truk...Hal 35

RUSAK: Kondisi truk setelah mengalami kecelakaan di Jalan Raya Kapongan Selasa malam (2/7).

NUR HARIRI/RaBa

Data Amburadul, BLSM Ditunda

UPAL

EDY SUPRIYONO/RaBa

KENA BATUNYA: Tiga tersangka pengedar uang palsu diamankan di Mapolres Situbondo kemarin (3/7).

Nyaru Pembeli, Polisi Ringkus Pengedar SITUBONDO - Polres Situbondo berhasil menangkap tiga pelaku pengedar uang palsu (upal) kemarin (3/7). Dari tangan mereka, petugas mengamankan upal sebesar Rp 50.700.000. Termasuk alat-alat sablon yang hendak dipakai mencetak upal. Tiga pelaku yang diringkus tersebut adalah Agung Sukarjo, 56, warga Desa Kotakan, Situbondo; M. Ismail, 30 warga Jepara, Jawa Tengah; dan Nur Hidayati alias Ni Wayan Sukadani, 35, warga Bandar Lampung. “Kita masih terus mendalami kasus ini. Pelaku mengaku masih belum sama sekali mengedarkan upal. Termasuk kegiatan membuat upal. Mereka mengaku mendapat kiriman upal dari Bekasi, Jawa Barat,” terang Kapolres Situbondo AKBP Ertel Stephen melalui Kasatreskrim AKP Sunarto kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. Tentang adanya alat sablon upal, kata Kasatreskrim, pelaku juga mengaku masih belum menggunakannya untuk aktivitas produksi upal. “Selain kertas yang diduga bahan utama upal, kita juga mengamankan cat yang juga bahan memproduksi upal. Tapi diakui belum ada aktivitas. Tapi itu pengakuan tersangka,” terang Sunarto. Ketiga pelaku ditangkap di tempat yang berbeda. Kali pertama yang ditangkap adalah Agung dan Ismail. Keduanya diringkus saat hendak melakukan transaksi penjualan upal di SPBU Desa Lamongan, Kecamatan Arjasa. Dalam penjualan upal tersebut disepakati satu banding dua. Artinya, jika ada warga yang membeli upal seratus ribu, maka akan mendapatkan dua ratus ribu. Namun, keduanya tidak curiga, jika yang mengajak transaksi tersebut ternyata polisi yang sedang melakukan penyamaran. “Kita sudah lama mendapatkan informasi jika salah satu pelaku sudah cukup lama mengedarkan uang di Situbondo. Tersangka Agung Sukarjo itu residivis kasus upal. Dia sudah tiga kali masuk penjara,” terang Sunarto. Nah, saat penangkapan Agung dan Ismail inilah, polisi mengamankan upal senilai Rp 50.700.000. Dari pengakuan keduanya, polisi kemudian berhasil mengendus keberadaan Nur Hidayati. Ibu dua anak itu disebut-sebut sebagai pemilik uang tersebut. Kepada wartawan, Nur Hidayati mengaku mendapatkan uang tersebut dari seseorang yang berada di Bekasi, Jawa Barat. Uang itu kemudian diambil oleh Ismail setelah menerima pesanan dari Agung. “Tersangka Nur Hidayati kita tangkap saat berada di rumah kontrakannya di Kecamatan Bungatan,” kata kasatreskrim. Dari dalam rumah janda tersebut, polisi mengamankan dua buah alat penyablon upal, flash disk dan satu unit komputer jinjing. Alat sablon itu diakui Nur mendapatkan dari temannya di Bondowoso. (pri/c1/als)

PANJI - Pencairan dana Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) di Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Panji, yang sedianya dilakukan kemarin (3/7) terpaksa ditunda. Penyebabnya, sejumlah ketua RT di tempat tersebut menginginkan ada pendataan ulang penerima BLSM. Keinginan sejumlah ketua RT di Kelurahan Ardirejo tersebut memang tidak berlebihan. Pasalnya, tidak sedikit warga yang sebenarnya tak layak mendapatkan dana BLSM, nyatanya masuk daftar penerima. “Ada PNS dan warga yang istrinya PNS menerima BLSM,” kata Lurah Ardirejo, Sumaryono, kepada sejumlah wartawan. Tidak hanya itu, dalam data penerima BLSM yang langsung turun dari pusat tersebut juga ditemukan warga yang sudah meninggal dunia tapi masih menjadi penerima BLSM. “Ada juga sejumlah warga yang kondisi ekonominya di atas rata-rata, tapi menjadi menerima BLSM. Jadi sangat kacau,” ungkap Sumaryono. Karena data amburadul, akhirnya pihak Kelurahan Ardirejo dan 14 RT serta 4 RW memilih menunda pencairan BLSM. Mereka melayangkan surat kepada sejumlah instansi terkait sekaligus meminta persetujuan untuk dilakukan verifikasi ulang agar penerima BLSM di Kelurahan Ardirejo tepat sasaran. Data yang turun dari Pemerintah Pusat,

NUR HARIRI/RaBa

BERMASALAH: Suasana rapat dadakan Komisi IV dengan pihak kelurahan, RT, dan kantor Pos di kantor Kelurahan Ardirejo kemarin.

ada 278 warga Kelurahan Ardirejo yang dinilai layak mendapatkan BLSM. “Kita tidak percaya jika data ini diklaim data 2011. Ini sangat tidak benar. Sebab, ada warga yang meninggal tahun 2006 juga masih masuk daftar penerima BLSM,” kata Anton Prayitno, ketua RT 2 RW 2.

Karena itulah, lanjut Anton, semua ketua RT dan ketua RW di Kelurahan Ardirejo sepakat mengubah data. Jika tidak bisa, harus dicarikan solusi agar pencairan BLSM tepat sasaran. Anton menegaskan, desakan perbaikan data penerima BLSM bukan muluk-mu-

Rapat Lanjutan Untuk Jadi Rujukan SEMENTARA itu, kasus penundaan pencairan dana BLSM di Desa Ardirejo, Kecamatan Panji, langsung mendapat perhatian dari Komisi IV DPRD Situbondo. Selain terjun langsung ke Kelurahan Ardirejo, hari ini mereka akan menggelar rapat dengan sejumlah pihak terkait penen-

tu kebijakan untuk menyikapi permasalahan tersebut. Rapat tersebut juga merupakan rapat lanjutan setelah anggota Komisi IV DPRD Situbondo dan sejumlah pihak terkait kemarin siang melakukan rapat dadakan di Kantor Kelurahan Ardirejo. “Rapat ini bukan semata-mata untuk

menyelesaikan permasalahan di Kelurahan Ardirejo. Tapi, di semua desa se-Situbondo,” terang Janur Sasra Ananda, anggota Komisi IV usai rapat. Kata dia, apa yang dihasilkan dalam rapat nanti akan menjadi acuan penyelesaian kasus BLSM di seluruh desa di Situbondo n  Baca Rapat...Hal 35

luk. Itu juga berdasar Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 541/3150/SJ Tahun 2013 tentang pelaksanaan pembagian Kartu Perlindungan Sosial (KPS) dan Penanganan Pengaduan Masyarakat kepada yang benar-benar layak n  Baca Data...Hal 35


Radar Banyuwangi 4 Juli 2013