Page 1

RABU 3 OKTOBER

25

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2012

Klewang Ditarik ke Cacalan BANYUWANGI - Bangkai kapal cepat rudal (KCR) KRI Klewang 625 ditarik ke pabrik galangan kapal PT Lundin Industry Invest di pantai Cacalan, Lingkungan Sukowidi, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro kemarin (2/10). Penarikan bangkai kapal yang terbakara Jumat (28/9) lalu itu untuk tujuan penyelidikan. Bangkai kapal perang tersebut ditarik dengan menggunakan tugboat di dermaga Pangkalan TNI AL (Lanal) di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro. Selain itu, speedboat milik PT Lundin Industry Invest juga ikut membantu proses evakuasi. “Semuanya akan dibawa

ke galangan Lundin,” ujar salah satu pekerja PT Lundin Industry Invest. Untuk diketahui, KCR KRI Klewang 625 merupakan salah satu kapal perang yang diproduksi oleh pabrik galangan PT Lundin Industry Invest yang berlokasi di pantai Cacalan, Sukowidi, Kelurahan Klatak. Pembuatan kapal itu memakan waktu selama tiga tahun, dan menghabiskan dana sebesar Rp 114 miliar. Kapal ini disebut-sebut sebagai kapal paling canggih di Asia Tenggara ■  Baca Klewang...Hal 35

Evakuasi Bangkai KRI Klewang Lokasi Awal: Dermaga Lanal Banyuwangi di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro Sasaran: Pabrik galangan kapal PT Lundin Industry Invest di Pantai Cacalan, Sukowidi, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro

Jarak: sekitar 5 Km Penarik: tugboat Hambatan: n Tali penarik sempat putus n Bangkai kapal terbelah dua

FOTO-FOTO: GALIH COKRO/RaBa

PENYELIDIKAN: Petugas memasang tali untuk keperluan evakuasi bangkai KRI Klewang di dermaga Lanal Banyuwangi kemarin (bawah). Tugboat memutar karena tali penarik sempat putus (atas).

Jaksa Tidak Akui PH Brigadir Sigit

EKONOMI

PT PBS Sudah Setor Rp 700 Juta BANYUWANGI - Setoran PT Pelayaran Banyuwangi Sejati (PBS) pada pendapatan asli daerah (PAD), ternyata sudah mencapai Rp 700 juta hingga kemarin (2/10). Pemasukan untuk PAD tersebut dilakukan dalam empat kali setoran. Setoran pertama sebesar Rp 200 juta, setoran tahap kedua Rp 300 juta, setoran tahap Rp 100 juta dan setoran terakhir sebesar Rp 100 juta. “Setoran terakhir dilakukan pada akhir bulan September 2012 lalu,” ungkap Plt Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Banyuwangi, Suyanto Waspo Tando Wiscaksono ■  Baca PT PBS...Hal 35

POLITIK

BANYUWANGI - Sidang kasus narkoba dengan terdakwa oknum anggota Polri Brigadir Sigit Dwi Susanto, 28, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi kemarin (2/10). Acara sidang kali ini adalah mendengarkan tanggapan jaksa penuntut umum (JPU) atas eksepsi yang disampaikan penasihat hukum (PH) terdakwa Kompol Sugiarto dan Aipda Bambang Purwanto. Sidang tersebut dipimpin hakim ketua Elly Istianawati SH didampingi hakim anggota I Wayan Gede Rumega SH dan Tenny Erma Suryathi SH. Majelis hakim langsung memerintahkan Jaksa Djoko Susanto yang menangani perkara ini membacakan tanggapan. JPU tersebut menyatakan tidak terima eksepsi PH terdakwa yang menyebut dakwaan kabur, tidak akurat, tidak teliti, dan tidak jelas. “Melalui pengadilan ini semuanya biar jelas,” tegas jaksa Djoko Susanto. Djoko menyebut, penilaian Kompol Sugiarto dan rekan yang menyatakan materi dakwaan yang disampaikan pada 11 September 2012 lalu itu kabur, tidak akurat, tidak jelas, dan tidak teliti itu menunjukkan kalau mereka itu sebenarnya tidak mengerti dengan kasus yang ada. “Terdakwa saja paham saat kita bacakan dakwaan,” katanya. Dengan nada suara yang tinggi, jaksa Djoko sempat mengkritisi materi eksepsi yang menyebutkan terdakwa sedang melaksanakan tugas undercover dengan surat perintah (sprint) dari Polda Jawa Timur. “Ini sudah mencampur-aduk antara tugas intern dengan proses persidangan,” sebutnya ■

Para pekerja tersebut malah terlihat enjoy dengan kostum batik tersebut. Itu tergambar dari senyum yang selalu mereka tunjukkan kepada setiap konsumen yang mengisi BBM di SPBU tersebut. “Teman-teman merasa enjoy karena pakaian yang mereka kenakan lebih fresh,” ujar Jeffry Lorenze, pengawas SPBU tersebut. Menurut Jeffry, pihaknya tidak memberikan ketentuan khusus tentang motif dan corak batik yang wajib dikenakan para pegawai. “Kita ingin menunjukkan rasa bangga kita terhadap batik,” paparnya.(sgt/bay)

MENUNGGU SIDANG: Brigadir Sigit Dwi Susanto di Pengadilan Negeri Banyuwangi kemarin.

GALIH COKRO/RaBa

GALIH COKRO/RaBa

CINTA BATIK: Seorang pegawai SPBU Jalan Banterang mengenakan pakaian batik kemarin.

Mengunjungi Pantai Plengkung di Kecamatan Tegaldlimo (2-Habis)

Hampir Semua Tarif Pakai Banderol Dollar Lokasi Pantai Plengkung memang terpencil dikelilingi belantara hutan di Taman Nasional Alas Purwo, Indonesia. Tetapi jangan dikira kita akan leluasa di sana dengan berbekal rupiah. Karena transaksi di lokasi itu ternyata lebih banyak menggunakan mata uang dollar Amerika. ABDUL AZIZ, Tegaldlimo ADA empat camp yang menjadi tempat penginapan para turis asing ketika berlibur di pantai yang populer dengan

http://www.radarbanyuwangi.co.id

BANYUWANGI – Langkah yang dilakukan para pekerja Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 54.684.37, di Jalan Banterang, Kecamatan Banyuwangi ini patut diacungi jempol. Di tengah kesibukannya bekerja, mereka mampu menunjukkan rasa bangga pada kebudayaan nasional, khususnya batik. Ya, bertepatan dengan hari batik nasional kemarin (2/10), seluruh pekerja di SPBU di depan kantor PLN Cabang Banyuwangi itu tak mengenakan seragam kerjanya harian. Mereka ramai-ramai mengenakan pakaian batik.

 Baca Jaksa...Hal 35

Wahyudi Mundur, PKNU Belum Bersikap KALIBARU – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) Banyuwangi ternyata belum mengambil sikap apa pun terkait rencana pengunduran diri Ketua DPC PKNU Banyuwangi, Achmad Wahyudi. Seperti dikatakan Ketua Fraksi PKNU DPRD Banyuwangi, Achmad Turmudzi. DOK. RaBa Dikonfirmasi kemarin, Achmad Wahyudi politikus yang juga menjabat anggota Komisi IV tersebut mengatakan sikap resmi partai baru akan diambil melalui rapat pleno ■  Baca Wahyudi...Hal 35

Bangga Pakai Baju Batik

Bangkai KRI Klewang ditarik, tali sempat putus.

Namanya saja Klewang, tentu saja tajam

Pengerukan enam saluran di Situbondo selesai

Mengeruk lumpur, menguras duit

NORIS FOR RaBa

PACU ADRENALIN: Turis meluncur dengan papan surfing di Pantai Plengkung, Kecamatan Tegaldlimo.

sebutan G-Land tersebut. Semua camp itu menghadap ke bibir pantai. Empat camp yang biasa digunakan menginap para turis tersebut, yaitu

Bobby’s Surf Camp, milik warga Bali bernama Nyoman Radiasa; Joyo’s Surf Camp milik Joyo Sunoto, warga Surabaya; Raymond Camp milik dari

Yayasan Sarana Wana Jaya; dan satu lagi yang masih dalam tahap pembangunan bernama E-Cologne ■  Baca Hampir...Hal 35

email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@yahoo.com


26

Rabu 3 Oktober 2012

Bekerja Sambil Beribadah di Ikawangi dan Ikasari Dewata BAGI orang Banyuwangi kebanyakan, merantau di Bali bukanlah sesuatu yang patut untuk didramatisasi. Maksud saya, ketika berpamitan untuk pergi merantau ke Bali, misalnya, keluarga yang ditinggalkan masih bisa merelakan tanpa ada tangisan. Hal itu, boleh jadi, karena Bali cukup dekat secara geografis dengan Banyuwangi. Jarak tempuh melalui darat dari Banyuwangi sampai ke Denpasar hanya membutuhkan waktu rata-rata lima jam. Apalagi dengan pesawat terbang, bisa hanya beberapa menit saja sudah sampai di Bali. Bagi yang memiliki waktu dan biaya, mereka bisa mudik setiap

bulan, bahkan setiap akhir pekan. Karena itulah, bisa jadi, kabar dari para perantau di Bali tidak begitu menarik untuk Anda dengar. Tapi, coba sedikit saja Anda meluangkan waktu untuk menyimak bagaimana cara kami menjalin persaudaraan di antara para perantau asal Banyuwangi di Bali. Bagi kami, inilah yang membuat hidup di perantauan menjadi menarik untuk dijalani. Anda tentu pernah mendengar nama Ikawangi. Itu adalah singkatan dari Ikatan Keluarga Banyuwangi. Biasa dipakai untuk memberi identitas bagi perkum-

pulan para perantau gi Dewata dan bagaimana asal Banyuwangi. program kerja sosial ekonoDi kota-kota besar minya telah memberikan badi hampir seluruh nyak manfaat bagi perantau Indonesia, terdapat Banyuwangi di Bali. Bagi saya, Ikawangi. Dan, kami, Ikawangi Dewata yang hingga para perantau asal saat ini telah memiliki angBanyuwangi di Bali, gota lebih dari seribu orang, mendirikan dan beradalah organisasi yang sudah gabung dalam orgabesar dan terkenal, hingga nisasi persaudaraan beberapa kali mengundang perantau serupa, Bapak Bupati Banyuwangi, OLEH: dengan nama Ikatan H. Abdullah Azwar Anas dan Lukman Hadi Keluarga BanyuwanGubenur Bali, I Made Manggi di Bali (Ikawangi Dewata). ku Pastika dalam setiap acara maulid Akan tetapi, dalam tulisan ini, saya ti- Nabi di Bali. Karena itulah, saya ingin dak akan bercerita mengenai Ikawan- bercerita tentang sub-organisasi Ika-

wangi Dewata, yaitu Ikatan Keluarga Blimbingsari di Bali (Ikasari Dewata). Ikasari Dewata adalah persatuan para perantau asal Desa Blimbingsari di Bali yang mengedepankan nilai-nilai kebersamaan dalam kekeluargaan, kesetaraan, kemajemukan, keterbukaan, dan kecintaan kepada kampung halaman, Banyuwangi, Bali dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ikasari Dewata didirikan Senin, 9 Januari 2011, di Jalan Kertapura VIII No. 7a, Denpasar. Hingga saat ini, jumlah anggota Ikasari Dewata sebanyak 107 orang. Visi Ikasari Dewata adalah menyatu-

 Baca Bekerja...Hal 35

Radar Banyuwangi me ngundang warga Banyuwangi dan Situbondo yang berada di perantauan untuk menulis pengalamannya. Tulisan kirim ke radarbwi@gmail.com. Sertakan juga foto diri. Maaf, kami tidak menyediakan imbalan apapun bagi tulisan yang dimuat.

Banyak Pramuwisata tak Berlisensi

CERMIN DIRI

Rumah Lebih Layak untuk Warga Miskin SECARA umum jumlah penduduk miskin Banyuwangi memang menyusut. Saat ini, jumlah warga miskin tersisa sekitar 11 persen dari total populasi penduduk Banyuwangi. Menurut data yang dimiliki pemkab, populasi penduduk miskin sekitar 174.975 jiwa. Sementara itu dua tahun sebelumnya, jumlah warga miskin masih sekitar 200 ribu jiwa dua tahun silam. Dari data tersebut, upaya yang dilakukan seluruh stakeholder di Bumi Blambangan sudah cukup baik dalam mengentaskan kemiskinan. Penurunan angka kemiskinan sudah lumayan bagus. Namun melihat kenyataan yang ada, jumlah 174.975 warga miskin yang masih tersisa saat ini tersebut bukanlah jumlah yang sedikit. Karena itu, seluruh komponen di Banyuwangi tetap dituntut bekerja lebih keras lagi untuk mereduksi angka kemiskinan tersebut. Salah satu peluang besar untuk mengentaskan saudara kita yang masih belum beruntung adalah memanfaatkan peluang yang diberikan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) RI. Banyuwangi sudah dapat jatah bantuan bedah rumah untuk 20 ribu kepala keluarga miskin. Namun syaratnya, proposal pengajuan bantuan bedah rumah tersebut sudah harus masuk ke Kemenpera pertengahan bulan ini. Peluang emas ini jangan sampai dilewatkan begitu saja. Warga miskin biasanya kesulitan untuk mengajukan proposal bantuan tersebut. Jangankan mengajukan, membuat proposal saja mereka belum tentu bisa dengan lancar seluruhnya. Karena itu, semua pihak yang terkait perlu digerakkan untuk membantu kaum papa di sekitar kita. Caranya dengan membantu menuntaskan data usulan bedah rumah tersebut. Ayo, kita semua –terutama aparat desa/ kelurahan/kecamatan - kerja keras untuk mengentas warga miskin. Program bedah rumah itu harus kita maksimalkan. (*)

kan perbedaan guna mempererat persaudaraan di antara perantau Blimbingsari untuk berpartisipasi dalam membangun Desa Blimbingsari, Banyuwangi dan Bali.

BAYU SAKSONO/RaBa

LOWONGAN : Rombongan turis dari kawasan Asia Timur di Pondok Bunder Gunung Ijen beberapa waktu lalu. Rombongan turis biasanya dipandu oleh pramuwisata berlisensi dari luar Banyuwangi.

BANYUWANGI – Pemkab akan menggelar pelatihan pramuwisata muda. Pelatihan itu di gelar untuk mengimbangi pesatnya pertumbuhan sektor pariwisata setahun terakhir ini. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, Suprayogi menjelaskan, saat ini pramuwisata yang ada di Bumi Blambangan kurang memadai. Sebagian besar pramuwisata tidak memiliki lisensi dari Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI). Suparyogi menambahkan, wisatawan asing yang datang ke Banyuwangi, sebagian besar menggunakan pramuwisata dari luar daerah. Sedangkan pramuwisata lokal tidak bisa berbuat banyak, karena mereka tidak memiliki lisensi dari HPI. Untuk mendukung program pariwisata, Disbudpar akan menggelar pelatihan pramuwisata muda. “Pelatihan akan dilaksanakan pada 22 hingga 25 Oktober 2012,” katanya.  Baca Banyak...Hal 35

Tak Kunjung Disahkan Pembahasan Raperda Reklame Macet di Pasal 26 BANYUWANGI – Pasal 26 dalam rancangan peraturan daerah (Raperda) penyelenggaraan reklame di Banyuwangi,

tampaknya benar-benar menjadi salah satu objek pembahasan paling alot antara eksekutif dan legislatif. Bagaimana tidak, hanya gara-gara pasal tersebut, raperda reklame gagal disahkan empat kali. Ketua pansus raperda penyelenggaraan reklame DPRD Banyuwangi, Achmad Turmudzi mengatakan, sebenarnya pansus sudah mengagenda-

kan pembahasan final dengan pihak eksekutif pertengahan September lalu. Namun sayang, rapat tersebut tidak menghasilkan kesepakatan lantaran leading sector pihak eksekutif, yakni perwakilan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPPTPM), tidak hadir. Akibatnya, rapat yang sedianya mem-

bahas Pasal 26 yang mengatur tentang reklame non komersial itu tidak menghasilkan keputusan apa pun. “Sampai saat ini, kami menunggu penjadwalan pembahasan oleh Banmus (Badan Musyawarah DPRD). Intinya, kita di pansus siap membahas raperda tersebut,” ujar Turmudzi kemarin (2/10)  Baca Tak...Hal 35

Family Day di TK Khodijah 30 BANYUWANGI - Peringatan HUT ke-32 TK Khodijah 30 Kertosari Banyuwangi tahun ini berlangsung meriah. Kegiatan itu diisi acara Family Day dan Bazar yang diikuti oleh keluarga besar TK Khodijah 30. Acara tersebut diikuti guru, siswa, wali murid, komite, dan pengurus KKG guru TK Kecamatan Banyuwangi. Family Day dan Bazar itu digelar di TK Khodijah 30 di jalan Kolonel Sugiyono Gang Waru BENNY SISWANTO/RaBa Doyong, Kelurahan Kertosari, START: Kepala UPTD Pendidikan Banyuwangi Nurhamim berangkatkan Banyuwangi. peserta jalan sehat HUT ke-32 TK Khodijah 30 Sabtu lalu (29/9). Kepala TK Khodijah 30, Mardliyah mengatakan, pe- “Lewat kegiatan ini bisa mem- sekolah tersebut. Hal itu tak ringatan HUT ke 32 tersebut pererat tali silaturrahmi antara lepas dengan penerapan studi dimeriahkan acara jalan sehat. guru dengan wali murid, serta kurikulum yang mumpuni, dan telah diprogram dengan Acara dilanjutkan dengan ba- siswa didik kami, ‘’ ujarnya. Mardliyah menuturkan, ber- baik. Berbagai kegiatan ekstra zar dan bagi-bagi door prize dengan kemasan Family Day. bagai prestasi telah diraih kurikuler mulai dari mengaji,

bahasa Inggris, tari, kasidah, dan drum band. “Drum band sekolah kami pernah meraih juara harapan satu unjuk gelar tingkat provinsi, dan serta juara paramanandi dan gitapati di tingkat Kabupaten Banyuwangi,“ ujar Mardliyah. Mardliyah menambahkan, ada guru yang khusus yang mengajar mata pelajaran Diniyah, sehingga murid mampu mengaji dan membaca Alquran dengan baik. Sedangkan untuk satu ruang kelas ada dua guru yang mendampingi selama proses belajar. “Semoga keberadaan sekolah kami bisa diterima di tengah masyarakat Banyuwangi, dan setara dengan sekolah TK ada di Kabupaten Banyuwangi,“ katanya.(adv/bay)

PELATIHAN PRAMUWISATA MUDA Dibuka Tanggal 22 - 25 Oktober 2012 PERSYARATAN: 1. Warga negara Indonesia yang berdomisili di Banyuwangi dibuktikan dengan foto copy KTP 2. Pendidikan serendah-rendahnya SLTA sederajat 3. Usia serendah-rendahnya 18 tahun pada saat pendaftaran (Foto copy ijasah terlegalisiri 2 lembar) 4. Sehat jasmani dan rohani, dibuktikan dengan surat keterangan dokter 5. Berpenampilan menarik, cakap dan berpotemsi 6. Menguasai bahasa Indonesia dan bahasa aing dengan baik dan benar minimal satu bahasa asing 7. Mempunyai pengetahuan tentang Kepariwisataan Tempat: 8. Bengetahuan luas tentang potensi wisata dan Dinas Kebudayaan dan budaya Kabupaten Banyuwangi 9. Menyerahkan daftar riwayat hidup Pariwisata Banyuwangi 10.Foto copy SKCK dan surat keterangan bebas Jl. A. Yani No. 78 Telp. narkoba dari Kepolisian 0333-424172 (Bidang 11.Menyerahkan pas photo terbaru berwarna Pariwisata) ukuran 3x4cm=4lembar dan 4x6 = 2 lembar Contac Person: 12.Mengisi formulir pendaftaran Sdr. Sentot Pujiono, 13.Pendaftaran ditutup tanggal 6 Oktober 2012 S.Sos (082 131 550 895) 14. Seleksi tanggal 10 Oktober 2011

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Benny Siswanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Pemasaran: Gerda PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Samsuri (Situbondo). Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


27

Rabu 3 Oktober 2012

Banteng Ngamuk Dekat Permukiman

BAGAIMANA INI

GLENMORE- Warga yang tinggal di sekitar areal kebun kelapa, kawasan Perkebunan Kendeng Lembu, Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, resah. Dua hari ini, seekor banteng liar berkeliaran di sekitar tempat tinggal mereka. Belum jelas apa penyebab banteng lakilaki tersebut turun gunung di dekat permu-

kiman penduduk. Yang pasti, hingga kemarin warga terus resah dengan keberadaan banteng itu. “Sebab bila ada orang dan melihat ke arah banteng, hewan tersebut langsung mengamuk,” kata Kanitreskrim Polsek Glenmore, Aiptu Abdul Karim yang kemarin sempat ke lokasi.

Sampai kemarin, banteng tersebut masih belum berhasil ditaklukkan. Petugas dari Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) dibantu polisi hutan terus berupaya mengangkap banteng tersebut. “Sekarang lagi upaya dievakuasi, cuman belum berhasil,” tuturnya. Sementara itu, Kepala Bidang Konser-

vasi Sumberdaya Alama (KSDA) Banyuwangi dan Jember, Sunandar mengaku belum tahu persis penyebab banteng tersebut berkeliaran di dekat pemukiman warga. “Kita belum bisa tahu apa penyebabnya. Petugas kita masih di lapangan, nanti kalau sudah dievakuasi saya kabari,” kata Sunadar. (azi/aif )

ALI NURFATONI/RaBa

BERWARNA: Tower ilegal di Dusun Gumuk Agung, Desa Gintangan, Kecamatan Rogojampi, akhir Agustus 2011 lalu.

Ilegal sejak Tahun 2011, Tower Gintangan Aman ROGOJAMPI - Tower di Dusun Gumuk Agung, Desa Gintangan, Kecamatan Rogojampi, dibangun sejak tahun 2011. Sejak itu, tower tersebut belum mengantongi izin. Meski begitu, tower tersebut masih tetap berdiri kukuh hingga kemarin. Bahkan, kini di tower warna merah-putih itu terpasang sejumlah alat pemancar, tepatnya di puncak tower. Itu berarti, tower tersebut benar-benar bisa difungsikan. Padahal, sejauh ini tower tersebut ilegal. Terkait hal itu, Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Banyuwangi, Abdul Kadir menegaskan, bahwa tower tersebut belum mengantongi izin sejak tahun 2011. “Tower itu tetap ilegal,” tegas Kakdir, kemarin. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Banyuwangi, Choirul Ustadi, melalui Kasi Penyidikan dan Penindakan Ripai menjelaskan, tower tersebut sudah dibidik untuk segera dibongkar. Hanya saja, kini pihaknya masih menyusun agenda agar pengelola tower tersebut membongkar sendiri. “Pemiliknya akan kita tegur,” janjinya. (ton/c1/aif)

ISTIMEWA

RESAHKAN WARGA: Regu Pencinta Alam SMAN 2 (Smada) Genteng saat menaklukkan ular Pyton di sekitar sekolahnya, pagi kemarin.

PA Smada Taklukkan Ular Pyton

GENTENG- Regu Pencinta Alam (PA) SMAN 2 Genteng (Smada) berhasil menangkap seekor ular Pyton yang diduga sering meresahkan warga di lingkungan sekolaht, kemarin pagi. Penangkapan ular Pyton tersebut berlangsung cukup seru. Sebab si ular sempat hendak melakukan perlawanan. Namun, berkat ketangkasan anggota PA Smada

Genteng, ular tersebut akhirnya berhasil dijinakkan. Kepala SMAN 2 Genteng Mohammad Rifai mengatakan, penemuan ular Pyton di sekitar lokasi sekolah tersebut, karena sebelumnya warga sekitar mengaku resah. Sebab, belakangan ini ayam piaraan mereka sering hilang. Warga curiga ada binatang sejenis rubah (garangan) atau musang liar.

“Sementara di sisi lain ada warga yang pernah melihat ular sawah jenis Pyton atau Sanca di sekitar pepohonan,” tuturnya. Mendengar berita itu, Regu PA Smada Genteng mencoba untuk mencari jejak ular. Ternyata benar ditemukan jejak ular di rerimbunan bambu. Kontan dengan memakai alat penangkap, empat anggota PA Smada berhasil me-

nahlukkan Pyton seberat 35 kg tanpa cidera sedikit pun. Drama penagkapan cukup seru karena Pyton berusaha melawan. Sanca jenis molurus itu akhirnya diamankan dan sekarang dibuatkan kandang di halaman belakang Smada. “Barangkali manfaat untuk melengkapi laboratorium biologi dan sekaligus untuk tontonan,” tandss Rifai. (azi/aif)

Oleh-Oleh Kunker Komisi III dan IV DPRD Banyuwangi ke Bitung dan Minahasa

Swasta Bebas SPP, Beasiswa Sarjana Per Orang Rp 300 Juta BANYUWANGI - Kota Bitung menjadi tujuan kunjungan kerja (kunker) Komisi IV DPRD Banyuwangi. Komisi yang membidangi pembangunan, tata ruang, lingkungan hidup, pendidikan dan pekerjaan umum itu melaksanakan lawatannya ke Pemkot Belitung dan Pemkab Minahasa, Propinsi Sulawesi Utara pada 26 hingga 29 September 2012. Memilih Bitung sebagai tempat menambah referensi tidaklah salah. Sebagai salah satu kota terbaik di Indonesia dengan berbagai penghargaan yang diraih tingkat nasional, menjadikan Bitung menjadi salah satu target belajar anggota DPRD Banyuwangi. Kunker ke Bitung dipimpin Wakil Ketua DPRD Banyuwangi HM. Joni Subagio. Dia didampingi Ketua Komisi IV Drs. H. Zainal Arifin Salam. Rombongan diterima oleh Asisten Administrasi Bitung Drs. Malton Andalangi. Di sana, anggota DPRD Banyuwangi itu mendapat banyak pelajaran tentang kemajuan Kota Bitung. Selain mendapat Adipura, kota Bitung mendapat penghargaan dari KPK sebagai kota terbaik pelayanan publik, bahkan meraih penghargaan yang paling tinggi dalam kategori predikat Kota Sehat yakni meraih penghargaan Kota Sehat Swasti Saba Wistara. Ketua Komisi IV Zainal Arifin Salam mengatakan, berbagai keberhasilan yang diraih pemerintah dan masyarakat kota Bitung di antaranya, lomba inovasi manajemen perkotaan. Tidak hanya itu, Kota Bitung juga masuk dalam nominasi terbaik dan lolos di tiga bidang yang diperlombakan. Yakni bidang penataan ruang sub bidang penataan ruang terbuka hijau (RTH) dan bidang penataan ruang sub bidang pemanfaatan ruang dan bidang sanitasi

sub bidang pengelolaan sampah. Untuk bidang penataan ruang sub bidang penataan ruang terbuka hijau (RTH) kota Bitung bersaing dengan kota Surabaya, Denpasar, Balikpapan, dan Kabupaten Hulu Suangi Selatan. Sementara di bidang penataan ruang sub bidang pemanfaatan ruang Bitung bersaing dengan Kota Surakarta dan bidang sanitasi sub bidang pengelolaan sampah bersaing dengan Payakumbuh, Surabaya, Probolinggo, dan Sragen. Zainal Arifin Salam mengapresiasi aktivitas PNS Pemkot Bitung yang dilakukan tiap Jumat pagi, yaitu gerakan Jumat bersih. Aktivitas ini tetap berlangsung sampai saat ini meskipun tidak dalam sedang penilaian penghargaan Adipura. Rutinitas yang dilakukan ini bukan semata-mata mengikuti instruksi pimpinan tetapi sebagai bentuk kepedulian dalam menjaga dan memelihara lingkungan sekitar. “Keberhasilan Bitung meraih berbagai penghargaan seperti Adipura dan Kota Sehat menjadi pendorong bagi setiap PNS pemkot Bitung untuk berbuat sesuatu dan membuktikan bahwa Bitung pantas meraih penghargaan-penghargaan itu,” papar Zainal. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, HM. Joni Subagio menjelaskan, di bidang pengembangan ekonomi, Kota Bitung memiliki pelabuhan alam yang strategis yang menjadi nilai positif pengembangan kawasan KEK (Kawasan Ekonomi Khusus). Bitung akan dikembangkan menjadi pusat ekonomi yang berorientasi pada pembangunan infrastruktur industri dan perdagangan yang didukung oleh letak geografis di bibir pasifik yang sangat terbuka. Pelabuhan alam di kota Bitung yang

merupakan pelabuhan terbesar dan satusatunya pelabuhan di Sulawesi Utara yang disinggahi kapal-kapal penumpang antar kota besar di Indonesia. “Adanya Pelabuhan Bitung merupakan salah satu faktor penting yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan perkembangan kota Bitung, selain dari kegiatan perkebunan, pertanian dan perikanan,” ungkap Joni. Selain Bitung, Komisi IV DPRD Banyuwangi juga melawat ke Minahasa. Kegiatan ekonomi di Kabupaten Minahasa tumbuh sekitar 6,24 persen dan menunjukkan adanya percepatan pertumbuhan ekonomi. Saat ini Pemkab Minahasa sedang dan terus melakukan pembenahan di berbagai sektor penunjang. Pelaksanaan kegiatan proyek fisik yang ada banyak terfokus pada sarana penunjang transportasi guna kelancaran perputaran perekonomian dan jalan yang menuju obyek pariwisata merupakan leading sektor pembangunan Minahasa. Joni menjelaskan dibidang pendidikan, Pemkab Minahasa sangat peduli dengan kualitas pendidikan masyarakat, terwujud pembebasan biaya SPP untuk siswa SD hingga SMA/SMK negeri dan swasta, selain itu Pemkab Minahasa memberikan beasiswa untuk program S1, S2, S3 khusus ke luar negeri, bantuannya Rp 300 juta per orang. Sementara bidang kesehatan, Pemkab Minahasa membebaskan bagi seluruh masyarakat miskin dan masyarakat yang tinggal jauh di pedesaan. “Kabupaten Minahasa sangat peduli sekali dalam hal bidang social, dalam APBD mengalokasikan dana santunan dana duka bagi setiap penduduk Minahasa yang meninggal dunia sebesar Rp 1 juta per orang,” pungkasnya. (adv/aif)

MENIMBA ILMU: Sekretaris DPRD Banyuwangi Sudirman (kanan) turut mendampingi lawatan Komisi III dan IV ke Bitung dan Minahasa.

ISTIMEWA

ISTIMEWA

KENANG-KENANGAN: Asisten III Bidang Administrasi Umum Drs. Malton Andalangi (kanan) menerima vandel dari Wakil Ketua DPRD Banyuwangi Joni Subagio dan Ruliyono.

Konsisten dengan Kebijakan, Laporan Keuangan Aman PRESTASI yang diraih pemerintah Kota Bitung dalam hal pengelolaan laporan keuangan daerah menjadi salah satu target belajar Komisi III DPRD Banyuwangi. Diakui, penghargaan BPK pusat kepada Pemkot Bitung dalam laporan keuangan daerah menjadi salah satu alasan mengapa komisi yang membidangi keuangan, penanaman modal dan badan usaha ini lebih memilih Bitung. Keberhasilan Pemkot Bitung merupakan kerja keras pemerintah dan masyarakat yang dilandasi dengan komitmen dan konsisten melaksanakan kebijakan pemerintah kota, baik di bidang pengelolaan keuangan, kebersihan dan lingkungan serta kesehatan dengan memberikan pelayanan yang maksimal, kemudian menyiapakan aparatur pemerintah yang bersih dan bertangung jawab serta bekerjasama dengan seluruh lapisan masyarakat. Ketua Komisi III DPRD Banyuwangi Ruliyono

menjelaskan, realisasi pendapatan APBD tahun anggaran 2011 meningkat menjadi sebesar Rp 490 miliar atau naik 9,86 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah Rp 446 miliar. Selain itu, kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2011 sebesar 5,18 persen naik dari tahun 2010 yang menyumbang 4,00 persen. Kenaikan ini bisa dikatakan terjadi kenaikan potensi kemampuan ekonomi daerah dalam hal membiayai pembangunannya. Ruliyono me ngatakan, Pemkot Bitung memiliki PAD unggulan dari kegiatan industry, pertanian, perkebunan, perikanan dengan pelabuhan yang ada. Sektor pariwisata merupakan leading sector pembangunan Pemkot Bitung dan menjadi salah satu penunjang perekonomian masyarakat. “Seperti sekitar Pulau Lembek, di sana wisatawan mancanegara setiap saat berdatangan,” jelas Ruliyono. (adv/aif)


EKONOMI BISNIS

28

Rabu 3 Oktober 2012

Target Produksi Gula 849.890 Ton SITUBONDO–Peningkatan kebutuhan gula dalam negeri membuat pabrik gula (PG) Situbondo harus bisa meningkatkan kemampuan produksinya. Meski ketersediaan lahan menjadi salah satu permasalahan pelik, namun PG terus memutar otak bagaimana mampu memenuhi target tersebut. PG Olean, misalnya. Tahun ini, BUMN yang ada di Kecamatan Kota Situbondo itu ditarget memproduksi gula sebanyak 849.890 ton. “Sesuai dengan rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP), mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya,” ungkap Administratur (Adm) PG Olean, Lukman Hidayat melalui telepon selulernya, kemarin sore. Sementara itu, dari target tebu sebelumnya sebesar 115.279 ton, kata Lukman, hingga kini sudah terealisasi 80 persen. “Insya Allah, kita mampu untuk memenuhi target itu,” tegas Adm PG, yang baru saja melakukan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) pengelolaan lahan dengan Perusda Banongan itu. Dijelaskan, salah satu langkah yang sudah ditempuhnya untuk terealisasinya target tersebut adalah perbaikan manajemen tebang muat angkut. Termasuk juga pembenahan peralatan pabrik. “Sudah banyak perubahan,” tandasnya. Selama 14 tahun terakhir, lanjut dia, baru kali ini petani bisa memiliki rendemen rata-rata di atas tujuh. Keadaan itu diharapkan akan seiring dengan minat petani untuk terus menanam tebu. “Dengan begitu diharapkan, ketersediaan bahan baku PG terus terjamin,” harapnya. (pri/irw)

Ground Breaking PG Diundur Dipilih Tanggal 12 Bulan 12 Tahun 2012

EDY SUPRIYONO/RaBa

TEBANG TEBU: Tingginya rendemen tebu saat ini diharapkan akan menyemangati petani untuk menanam tebu.

BANYUWANGI-Rencana ground breaking pabrik gula (PG) Glenmore diundur akhir tahun 2012. Semula, ground breaking akan dilakukan pada 12 November 2012. Namun, rencananya ditunda menjadi 12 Desember 2012. Pelaksa Tugas (Plt) Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Abdul Kadir menjelaskan, saat ini pihak konsorsium PG Glenmore sudah memproses perizinan di BPPT. Proses perizinan itu akan dilakukan, mulai pemerintah desa hingga pemerintah pusat. “Ini Amdal-nya sudah mulai proses. Tahun ini ground breaking positif dilakukan,” tegasnya kemarin. Hanya saja, waktu pelaksanaan ground breaking mengalami pengunduran. “Pihak PT Perkebunan Nusantara (PTPN) menghendaki ground breaking dilakukan pada pukul 12.00, tanggal 12, bulan 12, dan tahun 2012,” ungkap Kadir. Pembangunan PG Glenmore itu merupakan hasil konsorsium beberapa PTPN. Rincian andilnya adalah PTPN III memiliki saham 60 persen, saham PTPN XII 30 persen, dan PTPN II 20 persen. “PG Glenmore akan dibangun di atas lahan milik PTPN XII,” ungkapnya. Pelaksanaan ground breaking akan dilakukan bersama Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian M. Hatta Rajasa dan Menteri BUMN Dahlan Iskan. Rencananya, kedua menteri itu akan melakukan

DOK.RaBa

Dahlan Iskan

peletakan batu pertama pembangunan PG tercanggih tersebut. Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri BUMN Dahlan Iskan saat kunjungan kerja di Banyuwangi beberapa waktu lalu menyampaikan akan membangun PG. Tak tanggungtanggung, nilai investasinya Rp 1,4 triliun. PG itu akan dibangun di lahan milik PTPN XII di Kecamatan Glenmore. Rencana pembangunan PG Glenmore itu sudah ditindaklanjuti kunjungan Direktur Produksi PTPN XII Ir. Soewarno, dengan menggelar rapat koordinasi bersama Bupati Abdullah Azwar Anas. Menurut Soewarno, pendirian pabrik gula yang diproyeksikan terbesar dan paling modern itu bernilai investasi Rp1,4 triliun. Target produksinya 8.000 ton per hari. PTPN menargetkan pabrik tersebut sudah bisa melakukan giling perdana pada tahun 2015, dengan masa giling 150 hari. “On farm-nya akan

banyak dikerjakan oleh PTPN XII, sementara off farm akan dipegang oleh PTPN XI yang lebih pengalaman,” terang Soewarno saat berkunjungi ke Banyuwangi, Juli lalu. Pabrik gula yang rencananya diberi nama PG Glenmore itu akan didirikan di atas lahan PTPN XII seluas sekitar 6.000 hektare. Selain itu, diperkirakan akan menyerap tenaga kerja 5.000 hingga 8.000 orang. “Sementara kebutuhan tenaga kerja untuk operasional setelah berdiri sekitar 100 orang. Ini karena pabrik dijalankan sebagian besar dengan mesin, karena berbasis modern. Sedangkan untuk tenaga tanpa keterampilan dibutuhkan 8.000 orang, yang akan kami ambil dari masyarakat setempat,” papar Soewarno. Dijelaskan bahwa PG Glenmore merupakan anak perusahaan hasil konsorsium holding antara PTPN III, XI, dan XII. Kenapa anak perusahaan? “Karena manajemen pabrik akan dipegang anak-anak muda. Pak Dahlan ingin agar pabrik gula tersebut dikelola orang muda. Karena menurut beliau, anak muda dikenal berintegritas tinggi dan bisa bergerak dengan cepat serta memiliki semangat yang tinggi,” jlentreh Soewarno. Menurut dia, dengan mesin canggih yang menggunakan sistem karbonatasi, maka rendemen gula atas tebu petani minimal 10 persen. Mesinnya dirancang agar petani dapat langsung melihat berapa rendemennya. “Petani tidak akan merasa dirugikan seperti selama ini. Mesin PG nanti dirancang rendemennya bisa diketahui secara fair,” katanya. (afi/irw)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

SITUBONDO

• Persada Regency•

• Rogojampi 740m2 •

• Tukang Jok dan Jahit •

• Modal Kerja •

• Avanza ‘10 •

• Mercy C180 ‘97 •

• Honda Stream ‘02 •

Pahe dijual tanah dpn Perum persada regency kertosari, jl ikan wader pari, hub 081217908788.

Dijual tanah LT 740m2 sebelah terminal Rogojampi harga 250 juta (nego) Hub. 081338333153, strtegis, mobil bs msuk

Dicari Tukang Jok & Tukang Jahit Kulit/ kain pengalaman. Hubungi 081999661557

Djl Avanza ‘10 G, silver, no. msh panjang & P asli, istimewa sekali, hubungi 081336666171

Mercy C180 ‘97 terawat, htm metlik, plat L. Hub: 081237451527 / 085792151827

Djl Honda Stream ‘02 istimewa, 1700cc, hitam, plat N Problg, bln 6, Hub: 08124987000

• Karangrejo 850m2 •

• Jl. Raya Kalipuro •

Ingin mendapat kredit modal kerja? Jaminan tabungan anda. Tabungan bertambah, mendpt kredit modal kerja hub.Permata Saving,Ruko Stendo kol. sugiono 3. 8926109

• Avanza ‘11 •

• Kijang Grand Extra ‘93 •

• KIA Picanto ‘07 •

BU Tanah dijual, lok Karangrejo Bwi, LT 850m2, hrg 230jt. Rmh Dkontrakkn d Kertosari Bwi, 2,5jt/thn. Hub.08813606165, 081353581017

Jual tanah cepat butuh uang, sblh Jl. Raya Kalipuro 1265m2, Jl. Kec. Kalipuro 5345m2, tanah kebun Jati 5975m2, tanah kebun Jati 8610m2. Harga nego murah. Hub: ADE, 081334223999

Kijang Grand Extra ‘93 1,5CC, abu2, a/n sndiri, terawat mulus, H. 68jt. 081336351669

Djual mobil Kia Picanto 2007 (P) srba bru,pjk mei,91jt,nego,tnp prntra hub:085259967973.

• Grand Vitara JLX ‘07 •

• Panther Turbo ‘07 •

Promo Daihatsu Disc. bsar2an, ready stock Xirion, disc 7jt, Terios, Grandmax disc 5jt, Luxio 8jt. Dptkn hdiah di bln Sept. Hub: Vira 081336244377

Dijual Grand Vitara 07 JLX, harga Rp. 169 juta nego, bisa cash/kredit, tukar tambah. Hubungi: 082142194111, 081335897888

Dijual Panther is 07 Turbo, hitam, harga Rp.170 juta nego, bisa cash/kredit, tukar tambah. Hubungi: 082142194111, 081335897888

• KIA Picanto ‘05 •

• Nissan Grand Livin ‘07 •

• Chery Tiggo ‘08 •

Dijual KIA Picanto MT tahun 2005 abu-abu metalik, harga 90,5 juta, nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Nissan Grand Livina XV 1.5 MT tahun 2007 abu-abu metalik, harga 148,5 juta, nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hub: (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Chery Tiggo 2.0L MT tahun 2008 hitam, harga 107,5 juta, nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

• Daihatsu Luxio ‘10 •

• Mits. T120ss PU ‘10 •

• Honda Jazz RS ‘09 •

Dijual Daihatsu Luxio 1.50 MT.PS tahun 2010 hitam metalik, harga 105 juta, nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Dijual Mitsubishi T120ss PU 1.5FD (pick-up) tahun 2010, hitam, harga 71,5 juta, nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Dijual Honda Jazz RS 2009, manual,abuabu metalik, harga 196,5 jt, cash&kredit, tukar tambah, hubungi: 082142194111 atau 081335897888

• Bulusan + 2,4 Ha • Tanah di pnggir pantai L + 2,4 Ha, sebelah slatan MBP Bulusan 1jt/m2. 081353027992

SITUBONDO

• Jajag 1500m2 •

• Beli Tanah Hadiah Mobil•

Tanah dijual daerah Jajag, L 1500m2 (30x50m), bisa untuk ternak ayam, sebelah sudah ada kandang, harga 80 juta nego. Hubungi: Edy 085 258 751 525

Tnh 9408m2 Jl. Argopuro II Stb 900Rb/m2, 8985m2 Jl. Argopuro 9B Stb 600Rb/m2, 9598m2 Jl. Ry Pantura KM214 Stb 150Rb/ m2. H: 082333008871.

BANYUWANGI • Rumah Pajajaran • • Jl. Raya Muncar •

BANYUWANGI • Showroom & Rumah •

• Administrasi • Dbthkn administrasi utk penempatan di Banyuwangi, Jember, Situbondo & Bali, Wanita / Pria, computer, llsn S1/D1/SMU lamaran ke UD. Jaya Subur Jl. Raya 1416 Rogojampi-Bwi up Yani 0333-635888

• Warnet • Dijual Warnet siap pakai 14 PC dual core/ AMD Athlon, 40jt nego, hub 081336641321.

• Salesman •

• Global CCTV •

Dbthkn Salesman untuk penempatan di Banyuwangi, Jember, Situbondo dan Bali pria, Min SMU, sim C dan motor sendiri lamaran ke UD. Jaya Subur Jl. Raya 1416 Rogojampi-Bwi up Yani 0333-635888

Ingin rumah Anda dipantau dari luar kota melalui handphone? Global CCTV menerima service dan pemasangan CCTV. Hubungi: 08121626627 (call/SMS)

• PT BFI Finance Indonesia • PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk, mmbuka low utk posisi krywn di BFI Cab. Banyuwangi. (1) Marketing, (2) Surveyor, (3) Collector, (4) Admin. Kua lifikasi: Pria&Wanita (1&4), Pria (2&3), Usia max 30th, min SMA (1), min D3 (2,3&4), Brpnglmn lbh dsukai (1&3), Pny spd mtr (1,2,3), mnguasai MS Office (4), Jujur & brtgung jwb, domisili di Bwi & sktrny. Lam ke: BFI Finance Cab. Denpasar. Jl Cokroaminoto 43 Denpasar Bali. CP: Fera 0361-427676 (maks 14 Okt 12)

Avanza G ‘11, htm, plat P (Bdws), 146jt, DP 46,3 @3.252.000x47bln.087806514066, 082330510859

• Daihatsu Promo • Miliki All new Xenia DP mulai 25 jutaan, Terios, Sirion, Luxio, Gran max DP mulai 15 jutaan. Info Daihatsu terbaru hubungi: Hadi 081 233 432 555 / 0815 5970 5555

• Innova G ‘08 • Dijual Innova G tahun ‘08 bln 12, hitam, ban ring 18, Astra Recd, P Bwi, tangan 1, orisinil cat, harga 215 jt. 08123256347

• Promo Daihatsu •

BANYUWANGI • Ijazah & Seritifikat • Hlg ijazah SD,SMP,SMK&Serttifikat kelautan, BST SCRB, AFF, ATT DSR,BK PLAUT, Pasport a/n Joko Dwi Hartono. Hub 081237924932 imbalan sepantasnya sbg ucpan terima kasih.

• STNK • Hlg STNK Nopol P 5945 VU, an. Yuhyi, Sumberbaru RT01/01 Kalibaruwetan, Klibaru

Dijual cepat rumah, lokasi Jl. Raya Muncar, 4KT, 2KM, garasi, mushola, taman belakang, SHM, harga nego. Hubungi: 081233101974

Jual rmh SHM siap huni, LT 235m2, LB 115m2. Jl. Pajajaran II no.47 Tamanbaru, 085732321000

• Rumah + Tanah•

Dijual tanpa perantara LT –LB 455M2. SHM, Jl. Raya Asembagus, Situbondo. Hubungi: 0811357345.

• Rumah 2 Lantai • Djl rmh 2Lantai Jl. Adi Sucipto LT 1742m2 LB 600m2 Strategis Hub. 08123461944

Dijual rmh Jl. Letnan Sulaiman 57 Bwi, luas tanah 233 M2, Luas bangunan 133 M2, sertifikat SHM IMB,garasi ada, hub: 0333-424720 atau 0331-422772.

BANYUWANGI • Ruko Rogojampi •

BANYUWANGI • Hotel Dikontrakkan • Dikontrakkn HOTEL ANDA, Jl. Basuki Rahmat 34, cck utk usaha. H: 081233034703

Djl/dkntrakkn min 3th Ruko 3KT, 2km Jl. Raya Gtg-Bwi 217 Rgojampi (sltan Ktr Pos) hrg nego. H: 081324084036, 081234774984

• Mutiara Blambangan • Djl 2 Ruko gandeng di Mutiara Blambangan (Brt Bank Mandiri) Hub.03337751000

• Jl. Agus Salim • Dijual Ruko 2Lt, lok Jl. KH. Agus Salim blkg Untag, Bwi. Hub: 081233669969

PEMBERITAHUAN Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhati-hati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak ber tanggungjawab atas semua transaksi yang terjadi selain pemasangan iklan baris secara resmi di Radar Banyuwangi.


BALJEBOL

Rabu 3 Oktober 2012

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

33

LUMAJANG

Belajar Membatik Bersama di Kantor

PILKADA

KPUD Tetapkan Jadwal BONDOWOSO - Pelaksanaan Pilkada Bondowoso 2013 akan dilaksanakan pada 6 Mei 2013. Sedangkan, jadwal pendaftaran cabup dan cawabup untuk mengikuti pilkada 2013 adalah pada 5 Januari 2013. Hal itu terungkap saat dilakukan sosialisasi program tahapan dan jadwal pelaksanaan pilkada oleh KPUD Kabupaten Bondowoso yang dihadiri para pengurus partai politik dan LSM serta para wartawan di Aula Dinas Pariwisata Pemuda Olah Raga dan Perhubungan (Disparporahub) Bondowoso. ”Pelaksanaan pilkada 2013 akan dilakukan pada 6 Mei 2013,” ungkap Ketua KPUD Kabupaten Zaenudin SAg. Dan jadwal pendaftaran pilkada 2013 akan dibuka pada 5 Januari 2013. Syarat mengikuti pilkada, calon harus diusung oleh parpol atau koalisi parpol yang memiliki minimal tujuh kursi pada pemilu 2009 lalu. Sedangkan, Sahlawi Zein aggota KPUD Bondowoso dari Divisi Sosialisasi dan SDM, menambahkan, pihaknya juga memberikan peluang bagi calon independen untuk mendaftarkan sebagai cabup dan cawabup. “Syaratnya, calon harus menyerahkan foto kopi KTP dari warga Bondowoso minimal sebanyak empat persen dari jumlah penduduk Bondowoso,” katanya. (eko/hdi/jpnn)

RADAR JEMBER

PERINGATI HARI BATIK NASIONAL: Pekerja kantoran belajar membatik di kompleks Gajah Mada Square Jember kemarin.

JEMBER – Banyak cara dilakukan masyarakat Jember untuk memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh 2 Oktober kemarin. Sebuah perusahaan telekomonikasi yang berlokasi di kompleks Gajah Mada Square punya cara unik untuk memperingati Hari Batik Nasional. Perusahaan itu menggelar kegiatan belajar membatik bersama di dalam kantor. Bekerjasama dengan Batik Rolla Jember, perusahaan telekomunikasi tersebut memberikan kesempatan kepada karyawan dan pelanggan yang mengunjungi kantor itu untuk belajar membatik. Disediakan 25 set peralatan membatik bagi karyawan dan pengunjung yang ingin praktek membatik. Menurut Tri Hardiyanto, manajer perusahaan tersebut, kegiatan tersebut dilakukan untuk memperingati Hari Batik Nasional. “Perusahaan kami memang secara serentak menggelar kegiatan untuk memperingati Hari Batik Nasional. Masing-masing galeri punya cara sendiri. Kami berkerjasama dengan Batik Rolla memberikan kesempatan kepada karyawan dan konsumen untuk belajar batik,” katanya Dia menjelaskan, saat ini batik telah menjadi pakaian nasional. Namun, belum banyak yang tahu cara membatik tulis. (aro/har/jpnn)

Mantan Dirut PDP Diperiksa RADAR JEMBER

TAHAPAN PILKADA: Sosialisasi Pilkada di Aula Dinas Pariwisata Pemuda Olah Raga dan Perhubungan Bondowoso.

ADA APA LAGI

Dishub Jewer Jukir SINGARAJA – Dinas Perhubungan (Dishub) Buleleng memberikan peringatan keras kepada juru parkir (jukir) yang ada di sepanjang Jalan Diponegoro, Buleleng. Lantaran selama ini kondisi parkir di ruas jalan tersebut kerap semerawut, terutama pada jam-jam sibuk pasar. Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Buleleng Made Arya Sukerta yang dikonfirmasi mengakui jika kondisi jalan di Jalan Diponegoro yang juga berdampingan dengan Pasar Anyar Singaraja, kerap dikeluhkan. Terutama soal pengaturan parkir kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat yang ada di kawasan ini. Menurut Arya, sebenarnya kendaraan roda empat mendapat lokasi parkir di ruas timur jalan. Sementara kendaraan roda dua di ruas barat jalan. Namun, dalam praktiknya, cukup banyak kendaraan roda dua yang ngotot memarkir kendaraannya di sisi timur jalan dan berdampak pada antrean kendaraan roda empat yang menanti ruas parkir. Tak urung kondisi itu membuat Dishub Buleleng gerah, sebab jukir di ruas jalan itu masih berorientasi pada setoran. ’’Semestinya pelayanan itu yang utama, baru setoran. Kalau pelayanan sudah bagus, setoran itu akan mengikuti. Tapi disana (Jalan Diponegoro, Red) juru parkirnya masih berorientasi setoran,” ujar Arya. (eps/djo/jpnn)

EKA PRASETYA/ RADAR BALI/JPNN

TAK TERTIB: Situasi Jalan Diponegoro, Buleleng, kemarin, yang semrawut lantaran pemilik motor dan mobil parkir sembarangan.

Terkait Pinjaman Dana PDP ke Persid JEMBER – Pengusutan kasus peminjaman dana Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Jember ke Persid terus dilakukan penyidik Satreskrim Polres Jember. Sejumlah petinggi perusahaan milik Pemkab Jember itu telah dimintai keterangan oleh polisi. Selain telah memeriksa Direktur Teknik dan Produksi PDP Jember Sudarisman, penyidik juga sudah meminta keterangan dari mantan Direktur Utama (Dirut) PDP Jember Syafril Jaya. “Kami memang me-

manggil mantan direktur utama. Tak lain untuk meminta keterangan,” kata AKP Makung Ismoyo Jati, Kasatreskrim Polres Jember ketika dikonfirmasi kemarin (2/10). Pemeriksaan terhadap Syafriel, kata dia, dilakukan untuk mengetahui sejauh mana proses peminjaman dana tersebut. Polisi ingin mengetahui apakah Syafril mengetahui adanya peminjaman dana tersebut atau tidak. ‘’Kami ingin tahu apakah direktur utama mengetahui masalah itu,’’ ujarnya Mengenai hasil pemeriksaan Syafril, Makung enggan mengungkapkan. Ditegaskan, polisi belum menarik kesimpulan apa pun dalam kasus tersebut.

Keterangan saksi mantan dirut PDP itu masih menjadi konsumsi internal penyidi. ‘’Kami tidak bisa memberikan kesimpulan dari pemeriksaan,’’ kelitnya. Selain itu, lanjut Makung, peminjaman dana PDP untuk Persid terlalu dini untuk disebut sebagai kasus korupsi. Sebab, keterangan dari sejumlah pihak masih perlu pendalaman dan bukti-bukti lain. Sejauh ini, menurut dia, penyidik hanya melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket). ‘’Kami butuh keterangan sedetail mungkin tentang kasus ini. Tentunya mereka kami mintai keterangan karena ada keterkaitan pencairan uang Rp

1 miliar dari PDP ke Persid. Pencairan itu yang tengah kami gali dan dalami unsur tindak pidana korupsinya,” tandasnya. Sebelum ini dalam penanganan kasus dugaan korupsi di tubuh PDP penyidik Tipikor Polres Jember memeriksa tiga personal. Salah satunya Sudarisman sebagai direktur sarana dan produksi di PDP. Keterangan itu menyangkaut Sudarisman di PDP Jember saat dugaan kasus korupsi dana senilai Rp 1 Milyar yang mengalir ke Persid Jember terjadi. Selain memeriksa pejabat PDP, Makung menyatakan, penyidik juga akan meminta keterangan dari petinggi Persid Jember. (rid/aro/har/jpnn)

Mahasiswa Dikeroyok, Dibacok Kepalanya SINGARAJA – Betapa pentingnya menanamkan rasa sabar, kasih sayang antar sesama. Bukannya malah mencari musuh. Sehingga, hanya lantaran bertemudi jalan, tatapan mata, saling tersinggung, lantas adu otot. Sungguh memilukan fenomena seperti ini, kini mulai tumbuh di tengah masyarakat kita. Sedihnya tak hanya melibatkan masyarakat awam semata, tapi pelajar dan mahasiswa pun sudah ambil bagian. Hal ini seperti terekam koran ini, kemarin. Aksi pengeroyokan antar pemuda terjadi di Singaraja, Buleleng.Akibatnya, seorang mahasiswa Fakultas Olahraga dan Kesehatan Univesitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), I Komang Agus Budiana, 24, harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buleleng. Sebab, dia mengalami luka sabetan benda tajam di bagian belakang kepalanya. Aksi pengeroyokan itu terjadi Minggu sore lalu (30/9) di Desa Petandakan. Polisi sendiri dibuat bingung dengan aksi pengeroyokan ini, lantaran pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan saling lapor ke polisi dan sama-sama mengaku sebagai korban. Peristiwa itu diduga melibatkan tiga orang pemuda. Masing-masing; Komang Sri

EKO SETIO BUDI/RADAR JEMBER

HUJAN LOKAL: Kendati BMKG menyebutkan bahwa untuk kawasan Bondowoso saat ini masih belum memasuki musim penghujan, namun hujan local turun deras, kemarin sore.

Hujan Deras Mulai Guyur Bondowoso EKA PRASETYA/RADAR BALI/JPNN

NAHAS: I Komang Agus Budiana (terbaring) di RSUD Buleleng.

Ardika, 19,Ketut Joni Arta, 24, dan I Komang Agus Budiana, 24. Ketiga pemuda ini tanpa sengaja bertemu di kawasan Desa Petandakan. Entah bagaimana, ketiganya justru terlibat perkelahian. Dalam laporannya, Ketut Joni Arta menuding Agus Budiana melaku-

kan aksi pengeroyokan. Awalnya Sri Ardika dan I Komang Agus Budiana bertemu di jalan dan terlibat keributan. Joni sendiri mengaku berusaha meleraikan keduanya, namun ujungujungnya ia justru menjadi korban pengeroyokan. (eps/djo/jpnn)

BONDOWOSO – Hujan mulai mengguyur Bondowoso pada awal Oktober ini. Seperti yang terjadi kemarin, hujan dengan curah yang cukup deras terjadi merata di kawasan kota sejak sekitar pukul 15.00 WIB. Kendati begitu, prakiraan BMKG bahwa awal Oktober ini masih puncak kemarau dan belum memasuki musim penghujan. Turunnya hujan kemarin sore disambut antusias oleh warga. Hal itu karena kondisi kemarau yang cukup panjang

membuat lahan cukup kering. Kondisi kering juga dirasakan oleh warga kawasan perkotaan. Bahkan beberapa sumur di kawasan perkotaan Bondowoso juga kering akibat airnya menyusut. Seperti yang diakui oleh Yanto, 60, warga Jalan Pelita Kelurahan Tamansari Kecamatan. Menurutnya, sumur yang berada di tempatnya kering. “Mudah-mudahan turunya hujan ini membuat air sumur kembali naik,” ungkapnya. (esb/hdi/jpnn)

Menengok Keluarga Penyandang Tunanetra dari Dekat

Tiga Orang Penyandang Tunanetra Tidur Harus Berdesakan Kisah pilu dijalani Luh Anggreni, 45. Warga Banjar Jawa ini harus berjuang untuk menghidupi keluarganya bersama sang suami, Ketut Jagriawan. Ironisnya, tiga anaknya penyandang tuna netra. EKA PRASETYA, Singaraja HARI masih pagi. Jam baru saja menunjukkan pukul 09.15. Namun, Luh Anggreni bersama anak dan suaminya, bergegas kembali ke tempat tinggal sederhananya. Sebuah kamar berukuran 3x4 meter dengan teras sekitar 1,5 meter menjadi tempat berteduh keluarga yang beranggotakan sepuluh orang ini. Tak sulit menemukan rumah keluarga ini. Letaknya di Jalan Yudistira Utara atau di belakang sebuah supermarket di kawasan Jalan Ngurah Rai. Luh Anggreni beserta keluarganya tinggal di RT Aten, Kelurahan Banjar Jawa. Keluarga besar ini merupakan salah satu dari sekian banyak keluarga yang kurang beruntung. Betapa tidak. Tiga anak Anggreni merupakan penyandang tunanetra. Mereka adalah Gede Adi Sudiarta, 25; Putu Meiyanti, 12; dan Ketut Sudarma, 8, hanya bisa menggantungkan hidup dari orang tuanya. Ayah mereka, Ketut Jagriawan hanya pegawai

honorer yang bekerja menyapu taman kota setiap hari. Pendapatannya hanya Rp 600.000 per bulan dan sudah habis untuk membayar SPP anak berikut membayar listrik dan air. Sementara Anggreni bekerja sebagai buruh serabutan. Biasanya ia menerima pekerjaan sebagai tukang cuci. Tarifnya tak menentu, namun terkadang ia mendapatkan bayaran Rp 30.000 per hari. Kalau tidak ada panggilan mencuci, ia memunguti bunga yang ada di saentero kota untuk dijual kepada pedagang canang sari. Agar dapur bisa mengepul, Gede Adi yang sebenarnya difabel harus ikut membantu orang tuanya. Terkadang ia membantu ibunya memungut bunga. Terkadang ia membantu ayahnya bekerja di taman kota, meski hanya sekadar mencari bunga-bunga agar bisa diberikan kepada ibunya. “Anak saya sejak lahir sudah tidak bisa melihat. Kata dokter ini penyakit keturunan. Dulu sudah pernah saya periksakan ke pemeriksaan mata gratis di taman kota, tapi katanya tidak bisa diobati,” cerita Anggreni dengan mata berkaca-kaca. Keluarga tak mampu ini harus berjuang ekstra untuk menghidupi keluarga. Terkadang mereka bernasib mujur karena mendapat undian dari acara sepeda gembira atau jalan sehat. Belum lama ini mereka mendapatkan sebuah kulkas dan televisi.

EKA PRASETYA/RADAR BALI/JPNN

TIGA SAUDARA: (Ki-ka) Putu Meiyanti, Ketut Sudarma, dan Gede Adi Sudiarta, tiga bersaudara penyandang tunanetra.

Namun, barang elektronik itu mereka jual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Anak mereka yang menyandang tunanetra tak bersekolah karena tidak ada pendidikan bagi penyandang cacat di Singaraja. Sedangkan dua orang lainnya yakni Made Ginastra dan Komang Astiningsih bersekolah di sebuah SMP swasta yang ada di Singaraja. Untuk tidur saja, keluarga ini harus berdesak-desakan. Hanya ada sebuah kamar yang mereka manfaatkan untuk tidur anak-anak yang masih kecil. Sementara yang sudah dewasa, tidur di teras rumah. “Alas tikar saja, yang penting bisa sekedar tidur. Kalau hujan ya kena. Jadi, harus begadang atau tidur sambil duduk,” ujar Jagriawan. Sebelumnya keluarga ini sempat mendapatkan bantuan berupa beras. Namun, beberapa tahun terakhir mereka tak lagi mendapatkan bantuan itu. Bahkan, bantuan langsung tunai dan program konversi minyak tanah ke gas tak menyentuh keluarga ini, meski mereka sempat didata dari kelurahan setempat. Kini, mereka hanya berharap pemerintah bisa mengulurkan tangannya, setidaknya untuk membantu sembako. “Kerja apa saja saya mau. Disuruh menjaga kebun juga saya mau, meski hanya diberikan rumah semi permanen di tengah kebun,” tukas Anggreni. (*/yes/jpnn)


34

Rabu 3 Oktober 2012

Tour d’Ijen Masuk Kalender Balapan Internasional

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

BELUM PERSIAPAN: Pemain Persewangi saat pemanasan sebelum menghadapi Persida Sidoarjo di Stadion Wilis Madiun beberapa waktu lalu.

Persewangi Buka Lowongan Manajer BANYUWANGI – Desakan adanya langkah konkrit bagi Persewangi dari kalangan klub, suporter, dan tokoh sepak bola untuk menatap kompetisi musim depan direspon datar oleh jajaran pengurusnya. Meski masih menunggu petunjuk lanjut dari Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, pentolan tim berjuluk Laskar Blambangan itu rupanya tidak ingin terus menjadi sasaran tembak. Demi menjaga asa kelangsungan tim Persewangi di pentas Divisi Utama musim depan, ketua Persewangi, Nanang Nur Ahmadi berencana membuka sayembara untuk

mengisi posisi manajer. “Saya persilakan klub atau siapa pun yang mau dan punya calon untuk dijadikan manajer untuk mengusulkan nama itu ke tim,” tuturnya. Nanang menyebut, sosok manajer musim depan tidak harus dari kalangan internal pengurus Persewangi. Dia bisa berasal dari berbagai elemen baik itu pengusaha, birokrat, atau siapapun bisa menjadi manajer. Syaratnya, dia merupakan figur yang mau dan mampu untuk menjalankan roda kompetisi ke depan sesuai target yang diberikan pengurus. Sedangkan untuk kalangan

dari internal Persewangi sendiri, Nanang belum memiliki gambaran. Termasuk dirinya kemungkinan untuk maju kembali sebagai manajer Persewangi musim depan. Pria yang disebut-sebut banyak pihak bakal maju dalam pemilihan Ketua PCNU tahun depan itu masih enggan berkomentar lebih banyak. Sejauh ini, Nanang masih akan mengkonsultasikan keberadaan Persewangi kepada bupati. Lewat pertemuan inilah nanti, kejelasan dan masa depan Persewangi musim depan akan bisa diberikan gambaran lebih detail.

Serangan Memble, Defence Oke BANYUWANGI – Tim bola voli Banyuwangi terus mempersiapkan diri jelang putaran kedua Djarum Volyball Competition 2012 yang akan digelar di Mojokerto 10 Oktober mendatang. Tim besutan Bambang Hermanto itu pun mulai menutup sejumlah kelemahan yang tampak dalam babak penyisihan lalu. Bahkan, bila dimungkinkan skuad Banyuwangi dimungkinkan masih bisa menambah komposisi pemainnya. Menilik performa dalam penampilan di babak penyisihan, Bambang mengaku belum puas melihat grafik permainan anak asuhnya. Dia menyebut ada beberapa kelemahan yang harus segera mendapat perhatian serius. “Barisan penyerang seperti pada posisi open skipe, quiker, dan toser rasanya masih sangat kurang maksimal,” akunya. Sedangkan untuk posisi libero, karyawan PDAM Banyuwangi sudah tidak ada masalah. Situasi tersebut sebetulnya membuat Bambang ingin melakukan ekplorasi lebih. Di antaranya dengan menambah kekuatan pemain di barisan penyerang. Hanya saja kedala klasik tetap memayungi tim ini. Persoalan dana disebut menjadi

GALIH COKRO/RaBa

BERSAING: Tim voli Banyuwangi dan Situbondo lolos ke babak II Djarum Volleyball Competition 2012 yang digelar di Mojokerto 10 Oktober nanti.

besar kemungkinan tim ini tidak bisa menambah kekuatan. Padahal di babak kedua nanti, calon lawan yang bakal dihadapi dipastikan lebih kuat. “Tim ini sudah cukup bagus. Hanya saja untuk bersaing dengan tim lainya belum bisa maksimal,” tegasnya. Sekadar diketahui, tuan rumah Banyuwangi dan Situbondo dipastikan lolos ke babak kedua Djarum Volleyball Competition 2012. Keduanya mampu menumbangkan perlawanan alot Bondowoso, Lumajang, dan Kabupaten Probolinggo.

Di fae kedua akan dilaksanakan di Mojokerto pada 10 Oktober mendatang. Di babak ini pertandingan akan menggunakan sistem pool kecuali fase semifinal dan final. Sekadar diketahui, format pertandingan Djarum Volleyball Competition 2012 menggunakan sistem the best of three kecuali semifinal dan final yang akan menggunakan best of five. Pemenang untuk babak grand final, panitia menyediakan hadiah Rp 25 juta, juara kedua Rp 15 juta, dan ketiga Rp 7,5 juta. (nic/als)

Nanang sendiri menyebut, upaya mediasi dengan bupati ini dilakukan agar pengurus mendapat pencerahan. Dia mengaku tidak ingin Persewangi di kemudian hari malah dan dipersalahkan banyak pihak. Hal inilah yang kemudian menjadi urgen bagi Persewangi saat ini. Sebab, pada dasarnya tim ini merupakan milik dan aset masyarakat Banyuwangi. (nic/als)

BANYUWANGI – Tahapan pelaksanaan kejuaraan balap sepeda bertajuk Tour d’Ijen mulai dilaksakanan. Even yang akan digelar 7 hingga 9 Desember nanti dalam tiga etape itu mulai masuk dalam tahap sosialisasi. Tidak hanya dari penyelengaraan, kejuaraan itu pun sudah memperkenalkan logo resmi yang akan digunakan sebagai simbol hajatan olahraga bersepeda tingkat internasional tersebut. Ketua ISSI Banyuwangi, Guntur Priambodo mengatakan, tim kreatif ISSI Banyuwangi sudah mendapat masukan beberapa logo dari sejumlah masyarakat Banyuwangi. Dari keberadaan logo tersebut, akhirnya ditetapkan satu logo yang akan digunakan sebagai identitas resmi dari tour de’Ijen mendatang. “Logonya sudah ditetapkan” katanya. Menilik logo tersebut, kesan dinamis perpaduan unsur warna kuning, hijau, dan merah cukup mendominasi. Dengan ilustrasi kawasan pengunungan Ijen dan olahraga sepeda cukup terlihat jelas dalam paparan gambar tersebut. Lebih lanjut Guntur menambahkan kalender tour d’Ijen juga sudah masuk dalam agenda kejuaraan yang ditetapkan oleh Union Cycliste Internati-

DOK.RaBa

PROMOSI WISATA: Atlet balap sepeda Banyuwangi tengah berlatih bulan lalu. Even Tour d’Ijen menjadi ajang bagi mereka untuk menimba ilmu dari pembalap internasional.

onale (UCI). Dalam release di situs resmi organisasi balap sepeda internasional tersebut,

tour d’Ijen masuk menjadi salah satu kejuaraan yang disandingkan denga even serupa di sejumlah negara. Lewat kegiatan ini, Guntur berharap ada sisi positif yang bisa diambil bagi dari segi olahraga maupun pariwisata. “Ini bisa menjadi saran promosi Banyuwangi di pentas nasional bahkan internasional,” jelasnya. (nic/als)


BERITA UTAMA

Rabu 3 Oktober 2012

Kirim Surat ke Cak Anam

n WAHYUDI...

Sambungan dari Hal 25

“Pengurus DPC PKNU Banyuwangi akan menggelar pleno untuk menyikapi secara formal pengunduran diri Saudara Wahyudi,” ujarnya. Menurut Turmudzi, pihaknya belum membaca surat pengun duran diri Wahyudi yang disampaikan secara resmi kepada pengurus partai. Karena itu, partai berbasis nahdliyin

ter sebut belum mengambil sikap apa pun. Namun demikian, Turmudzi mengaku pengurus DPC PKNU akan segera menggelar rapat pleno terkait pernyataan Wahyudi di media. “Insya Allah pleno partai akan menggelar rapat pleno pada pekan ini,” pungkasnya. Seperti diberitakan, tak ada hujan tak ada angin, Ketua DPC PKNU Banyuwangi, H. Achmad Wahyudi men-

da dak mengundurkan diri dari jabatan ketua partai berbasis Nahdliyin tersebut. Pengunduran diri mantan Ketua DPRD Banyuwangi tersebut disampaikan kepada wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi Rabu (26/9). Politisi muda asal Kalibaru itu mengaku sudah membuat dan mengirimkan surat pengunduran dirinya dari PKNU kepada Ketua DPP PKNU, Choirul Anam. “Ini suratnya sedang saya kirim ke Cak

Anam (Choirul Anam, Red),” kata Wahyudi. Selain mengundurkan diri sebagai ketua DPC PKNU, Wahyudi sekaligus membuat surat pengunduran diri dari keanggotaan partai yang periode ini meraih empat kursi di DPRD Banyuwangi tersebut. “Jadi duaduanya sekaligus. Mundur dari Ketua DPC PKNU dan keluar sebagai anggota PKNU,” ucap pria yang kini aktif sebagai advokat dan mubalig itu.(sgt/bay)

Terbelah Dua saat Ditarik Tugboat n KLEWANG...

Sambungan dari Hal 25

Meski belum tuntas, pada 31 Agustus 2012 lalu kapal tersebut diluncurkan dari galangan kapal dan selanjutnya disandarkan

di dermaga Lanal Banyuwangi. “Akan kita selidiki penyebab kebakaran itu,” ujar Direktur PT Lundin Industry Invest, Lizza Lundin. Pada Jawa Pos Radar Banyuwangi, Lizza menyebut bangkai kapal itu akan dibawa ke

pabrik galangan kapal miliknya. “Sekarang (bangkai ka pal) kita bawa ke galangan untuk dilakukan penyelidikan,” ujarnya. Upaya evakuasi bangkai KRI Klewang untuk dibawa ke pabrik galangan, ternyata tidak

mudah. Saat tugboat sedang menarik kapal jenis trimaran berbahan composit itu, tibatiba tali penariknya putus. Bahkan, bangkai kapal perang itu akhirnya terbelah dua saat petugas menarik lagi.(abi/bay)

Menolak Semua Eksepsi Terdakwa n JAKSA...

Sambungan dari Hal 25

Dalam tanggapannya tersebut, jaksa Djoko dengan tegas menyampaikan kalau dirinya tidak mengakui Kompol Sugiarto dan rekan sebagai PH terdakwa. Makanya, dalam materi tanggapan

atas eksepsi ini, JPU hanya menyebut nama personal. “Saya tidak menyebut saudara Kompol Sugiarto dan rekan sebagai penasihat hukum,” cetusnya. Disampaikan oleh Djoko, yang dilakukan Kompol Sugiarto dan rekan dengan menjadi penasihat hukum di anggap melanggar

Undang-Undang (UU) No 18 tahun 2003 tentang advokat dan UU No 8 tahun 1981 tentang KUHAP. “Penasihat hukum itu juga advokat, dan pegawai negeri sipil (PNS) tidak boleh menjadi advokat,” ungkapnya. Sebagaipengujungtanggapannya, jaksa Djoko Susanto menyatakan

kepada majelis hakim keberatan dengan semua materi eksepsi PH terdakwa yang disampaikan oleh Kompol Sugiarto. Selain itu, jaksa memberi kesempatan kepada terdakwa untuk mencari PH yang lain. “Kami mohon kepada majelis hakim untuk melanjutkan perkara ini,” pintanya. (abi/bay)

Peserta Pelatihan Dibatasi 40 Orang n BANYAK...

Sambungan dari Hal 26

Pelatihan pramuwisata muda itu, lanjut dia, akan dipandu langsung HPI Jatim. Yang lolos dalam pelatihan itu, HPI akan memberikan lisensi sebagai pramuwisata profesional. Pada angkatan pertama ini,

Disbudpar membatasi kuota sebanyak 40 orang. Meski dibatasi kuota, namun jumlah pendaftar tidak dibatasi. Pihaknya akan menerima pendaftaran yang masuk. Dari jumlah pendaftar, pihaknya akan melakukan seleksi kepada pendaftar yang masuk. “Peserta pelatihan dibatasi 40 orang,”

tegasnya. Sebelumnya, mengikuti pendidikan, pendaftar akan diseleksi terlebih dahulu. Pendaftar yang lolos seleksi itulah yang akan diikutkan pelatihan. “Seleksi akan dilakukan HPI. Seleksi ketat diberlakukan, karena setelah pendidikan mereka akan diberi lisensi,” katanya.

Ji k a Ba n y u w a n g i s u d a h me miliki pramuwisata yang memadai, diharapkan wisatawan asing menggunakan pra muw isata lokal. “Kita akan mempromosikan mereka kepada wisatawan asing untuk menggunakan jasa pramuwisata lokal,” tambahnya. (afi/bay)

Menunggu Proses Verifikasi di BPKAD n PT PBS...

Sambungan dari Hal 25

Terkait dengan target? Suyanto menjelaskan, target Rp 3 miliar itu merupakan amanat dan rekomendasi Badan anggaran (Banggar) DPRD tanggal 29 Agustus 2012. Kare na rekomendasi Banggar Rp 3 miliar, maka pihaknya

menindak lanjuti dengan pemberitahuan kepada pihak PT PBS tentang penggunaan aset daerah. Karena itu, jika terjadi peruba han target pihaknya tidak mengetahui secara jelas. Yang jelas, target setoran PAD dari PT PBS dalam APBD 2012 masih sebesar Rp 3 miliar atau belum mengalami perubahan.

Lalu bagaimana dengan setoran PDAM sebesar Rp 1,3 miliar? Suyanto mengaku belum bisa memastikan apakah su dah masuk atau belum. Se bab, setoran PDAM tidak melalui Dispenda melainkan langsung ke kas daerah. “Saya be lum melihat bukti tertulis setoran PDAM. Jadi saya belum berani memastikan,” tegasnya.

Sesuai prosedur baku di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), sehari setelah setoran masuk Dispenda diberi tanda bukti. Itu terjadi setelah dilakukan pembukuan dan proses verifikasi di BPKAD. “Sekarang belum bisa memastikan, karena saya belum lihat bukti setorannya,” katanya.(afi/bay)

Menginap Sembilan Hari Bayar 1.250 USD n HAMPIR...

Sambungan dari Hal 25

Ketiga camp tersebut sudah beroperasi sejak tahun 1980-an. Masing-masing camp menyediakan fasilitas makan dan tempat tidur. Setiap camp umumnya memiliki 16 kamar hingga 60 bed. Selain itu, ada juga fasilitas restoran yang dikelilingi oleh tempat menginap. Tempat makan tersebut dilengkapi dengan layar monitor, biasanya disajikan untuk me nampilkan jepretan foto para turis saat berselancar pada pagi dan sore hari. Sehingga sambil dinner, mereka juga nonton foto mereka sendiri beraksi melawan ganasnya ombak di layar proyektor. Di areal lokasi masing-masing camp tersebut juga dilengkapi dengan fasilitas ruangan untuk berolahraga. Ada sarana tenis meja dan biliar. Jarak antara satu camp dengan camp yang lain juga tidak begitu jauh. Kira-kira jaraknya sekitar 500 meter. Semuanya berada di tepi pantai dan tepi hutan Taman Nasional Alas Purwo. Sehingga menginap di beberapa camp tersebut sungguh menyenangkan, karena bisa merasakan dua suasana sekaligus. Yaitu hutan belantara yang sunyi, dan deburan ombak pantai yang terus bersahutan. Sungguh memberikan suasana

yang berbeda. Untuk bisa menikmati semua fasilitas tersebut, setiap tamu dikenakan biaya 600 USD untuk menginap selama tiga hari. Ada juga yang membayar 860 USD untuk menginap selama enam hari. Selain itu, ada yang membayar 1.250 USD selama sembilan hari. “Semua transaksi dilakukan secara online,” kata Tutik PIW., pengelola Joyo’s Surf Camp. Sementara itu, turis asing biasanya berlibur ke Pantai Plengkung antara bulan Maret sampai November. Sebagian besar turis memang berangkat melalui travel di negara masing-masing. Sebagian lainnya ada yang berangkat dari negaranya menuju Pulau Bali terlebih dahulu. Tanpa harus istirahat, mereka biasanya langsung naik speedboat yang disediakan pemilik camp di Pantai Plengkung. Waktu tempuh dari Denpasar menuju Plengkung melalui jalur laut ini rata-rata dua jam. Namun, ada juga turis yang sebelum datang ke Pantai Plengkung, memilih singgah dulu ke Bali. “Setelah itu baru ke Pantai Plengkung. Jadi tergantung paket travel yang mereka pesan sejak dari negaranya. Namun ratarata mereka memilih langsung ke G-Land ini tanpa menginap di Bali,” tutur Tutik PIW. Jumlah turis yang datang ke Pantai Plengkung kadang mencapai ratusan.

Mereka yang berangkat melalui jalur laut itu mengundang perhatian Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Orang nomor satu di Pemkab Banyuwangi itu berharap, ratusan turis yang berlibur ke Pantai Plengkung tersebut bisa ‘ditangkap’ secara baik oleh pemkab. Salah satu caranya adalah memperbaiki jalur darat menuju Pantai Plengkung. Dengan harapan para turis mancanegara tersebut ketika berangkat menuju G-Land bisa naik pesawat dan turun di Bandara Blim bingsari. “Dengan demikian akan membantu promosi Banyuwangi ke kancah internasional,” tuturnya. Untuk kepentingan ini, bupati dan jajarannya bukan hanya berkunjung dan menginap langsung ke Pantai Plengkung. Namun juga menggelar pertemuan dengan para pengelola camp serta Kepala Taman Nasional Alas Purwo, Rudiyanto. Bukan hanya itu, dalam waktu dekat bupati juga akan mengundang para owner beberapa camp tersebut ke Kantor Pemkab Ba nyuwangi, guna menindaklanjuti bentuk kerja sama yang bisa dilakukan para pihak demi pengembangan wisata G-Land. “Dengan demikian, potensi Pantai Plengkung kita harapkan bisa memberi manfaat yang lebih besar buat Banyuwangi,” harap Anas. (bay-habis)

Kejar Deadline Penuhi Kuota Bedah Rumah BANYUWANGI - Kuota 20 ribu unit bedah rumah warga miskin (gakin), tampaknya masih berpeluang bertambah. Ke m e nt e r i a n Pe r u ma ha n Rakyat (Kemenpera) RI menantang Bupati Abdullah Azwar Anas untuk mengusulkan sebanyak mungkin data rumah gakin tidak layak huni. Minggu lalu, Bupati Anas melakukan penandatanganan nota komitmen program bedah rumah Gakin di Kemenpera RI Jakarta. Dalam kesempatan itu, Kemenpera menyampaikan bahwa kuota 20 ribu bagi Banyuwangi ternyata belum final. Jika Banyuwangi berhasil memenuhi kuota 20 ribu unit rumah gakin itu, Kemenpera berjanji untuk menambahnya.

35

HALAMAN SAMBUNGAN

“Pada tahun 2012, Kemenpera me nyediakan dana Rp 1,8 Triliun untuk program bedah rumah gakin,” kata Bupati Anas. Menurut Anas, anggaran Rp 1,8 Triliun itu masih tersisa banyak yang belum terserap. Karena itu, Kemenpera minta Bu pati Anas untuk terpaku pada kuota 20 ribu dan diminta mengusulkan sebanyak-banyaknya data rumah gakin yang tidak layak huni tersebut. Untuk merealisasikan program bedah rumah gakin itu, Bupati Anas menggelar rapat ko ordinasi (rakor) dengan se mua pimpinan satuan perangkat kerja daerah (SKPD) di Aula Minak Jinggo Senin lalu (1/10). Anas minta semua SKPD kerja keras menyukseskan pro-

gram bedah rumah warga gakin tersebut. Program bedah rumah Kemenpera itu, kata Anas, merupakan kesempatan dan peluang untuk membebaskan Banyuwangi dari rumah tidak layak huni. Saat ini, jumlah rumah gakin tidak layak huni masih cukup besar. “Masingmasing camat harus punya target untuk membebaskan desa atau kelurahan dari rumah tidak layak huni,” pinta Bupati Anas. Para camat, kepala desa, kepala kelurahan diminta kerja cepat memenuhi data rumah gakin tersebut. Sebelum tanggal 10 Oktober 2012, semua data usulan program bedah rumah itu sudah masuk Badan Pemberdayaan Masyarakat dan

Pemerintah Desa (BPM&PD). Bupati Anas minta camat, kades, dan lurah benar-benar memperhatikan deadline penyerahan data usulan itu. Sebab, data usulan tersebut sudah harus masuk di Kemenpera sebelum 15 Oktober 2012. “Semua pimpinan SKPD, minta semua stafnya untuk hunting mencari rumah gakin yang tidak layak huni,” pintanya. Untuk menyukseskan program bedah rumah gakin itu, Bupati Anas memutuskan untuk mendirikan Posko khusus di Jakarta. Posko itu adalah rumah pribadi Bupati Anas di Jakarta. “Rumah saya di Jakarta, tiga lantai. Lantai satu dan dua, silakan buat Posko pengentasan kemiskinan,” katanya. (afi/bay)

Penjelasan Sudah Klir Secara Lisan n TAK...

Sambungan dari Hal 26

Turmudzi mengungkapkan, dari seluruh pasal yang ada dalam raperda penyelenggaraan reklame, yang masih perlu dibahas oleh eksekutif dan legislatif sampai saat ini tinggal Pasal 26. Pasalnya, pasal yang dalam pembahasan awal disepakati untuk dihapus tersebut belakangan eksekutif kembali memunculkan pasal tersebut. “Setelah muncul kembali, Pasal 26 itu mengatur reklame non

ormas (organisasi masyarakat) dan parpol (partai politik). Belakangan diganti lagi dengan reklame non komersial. Tentu kami masih menunggu penjelasan dari eksekutif,” paparnya. Menurut Turmudzi, salah satu pasal yang menjadi bahan pembahasan intensif lainnya, yakni Pasal 4 sudah mu lai menemui titik terang. Dijelaskan, meskipun secara for mal eksekutif belum menyatakan siap menjabarkan, tetapi secara lisan pembahasan pasal tersebut sudah klir. “Khu-

sus Pasal 26, sampai saat ini (kemarin) eksekutif belum memberikan penjelasan apa pun,” pungkas Turmudzi. Seperti diberitakan se belumnya, polemik terkait pembahasan Raperda Penyelenggaraan Reklame tampaknya kian berlarut-larut. Pasalnya, kalangan legislatif menganggap per tanyaan-pertanyaan yang mereka layangkan kepada eksekutif terkait beberapa pasal krusial dalam raperda tersebut, masih belum diimbangi dengan jawaban-jawaban yang memuaskan. (sgt/bay)

Bantu Pembangunan Kubah Masjid n BEKERJA...

Sambungan dari Hal 26

Misi Ikasari Dewata anta ra lain: 1) Mengadakan pertemuan rutin setiap dua minggu sekali; 2) Mengadakan diskusi terkait tema-tema sosial kemasyarakatan yang terjadi di perantauan, terutama di kampung halaman guna ikut andil dalam memberikan ide-ide kreatif dan atau so lu si terkait masalah yang terjadi; 3) Mengumpulkan dana bagi kas organisasi guna opera sional organisasi, donasi un tuk kegiatan keagamaan, tra disional dan nasional di kampung halaman, dan pembangunan fasilitas publik di kam pung halaman; dan 4) Membantu anggota organisasi dan atau setiap perantau Blimbingsari yang bukan anggota organisasi yang terkena musibah di perantauan, dan atau di kampung halaman dalam bentuk tenaga, pikiran, donasi, akomodasi dan advokasi.

Program Kerja Ikasari Dewata an tara lain: 1) Memberikan pe nerangan di makam Desa Blimbingsari; 2) Memberikan bantuan untuk pembangunan tempat ibadah di Desa Blimbingsari; 3) Memberikan santunan kepada masyarakat Blimbingsari yang keluarganya meninggal dunia; 4) Memberikan santunan kepada tukang bersih makam Desa Blimbingsari; 5) Memberikan pinjaman tanpa bunga kepada anggota; 6) Memberikan santunan setiap tiga bulan sekali kepada yatim piatu yang ada di Desa Blimbingsari dan 7) Me ngadakan Halal Bi Halal dan Santunan Yatim Piatu setiap tahun di Desa Blimbingsari. Dari semua program kerja yang dicanangkan, hampir seluruhnya telah terealisasi. Pada tahun pertama, makam Desa Blimbingsari telah kami beri fasilitas penerangan lampu berupa meteran listrik dan tower lampu. Sedangkan pada tahun kedua yang masih berlangsung ini, kami

telah memberikan bantuan 265 sak semen untuk pembangunan kubah Masjid Babussalam, Krajan, Blimbingsari. Selain itu, kami masih melaksanakan program pinjaman tanpa bunga kepada anggota, santunan untuk kematian, santunan untuk tukang bersih makam dan santunan untuk yatim piatu Desa Blimbingsari setiap tiga bulan sekali. Satu hal yang menjadi motivasi kami di Ikasari Dewata, juga di Ikawangi Dewata, dan itu sangat sederhana, yai tu bagaimana hidup ini da pat memberikan manfaat bagi yang lain. “Khoirunnas ‘anfauhum linnas”, begitu kira-kira pedoman kami. Pada akhirnya, kami ingin dapat bekerja sambil beribadah. Salam per saudaraan dari kami, Ikasari Dewata dan Ikawangi Dewata. (lukmanhadi13@gmail.com) *) Penulis adalah Humas Ikawangi Dewata dan Sekretaris Ikasari Dewata

Usaha Harus Terus Dilakukan n MENGIMANI...

Sambungan dari Hal 36

Ada juga yang bilang yang datang ke Situbondo bukan investor tapi hanya broker alias makelar. Apapun alasan, in tinya hingga kini belum juga ada investasi besar yang terealisasi. Kabar terbaru yang cukup menggembirakan datang dari Bu pati Situbondo, Dadang Wigiarto. Yakni masuknya dua investor asing dari Tiongkok dan Singapura. Investor asal Ti ongkok dikabarkan akan menggarap pengolahan nikel dan baja. Sedangkan yang dari Singapura bergerak di bidang transportasi dalam pelayanan jasa ekspidisi ekspor-impor. Semua berharap kabar ini dapat segera terwujud. Jika tidak, maka ini hanya akan memperburuk kepercayan masyarakat dan memupuk rasa apastis dan skeptis sejumlah pihak terhadap tumbuhnya iklim investasi di Kota Santri. Lamalama akan muncul pemikiran di masyarakat, menunggu realisasi investor di Situbondo sama saja dengan mendengar kabar tentang datangnya Hari Kiamat. Sudah lama umat Islam mendengar kabar tentang datangnya hari akhir itu. Yakin seyakin-yakinnya jika momentum ke-

hancuran jagad raya itu akan ter jadi. Namun kapan akan berlangsung, itu tidak ada yang tahu. Sama dengan investasi di Situbondo, kita hanya selalu men dengar dan diyakinkan akan adanya investasi. Namun, sampai sekarang baru kabar, tak tahu kapan akan benar-benar terwujud. Makanya, konsep Iman terhadap Investasi di Situbondo --sebagaimana judul tulisan ini-tampaknya perlu ditawarkan un tuk juga menjadi konsep ‘ke imanan’ masyarakat Kota Santri. Kalau dalam dunia pendidikan, ini menjadi muatan lokal sistem keimanan yang ada di Situbondo. Sehingga, tidak menipiskan kepercayaan apalagi apatis terhadap upaya yang telah dilakukan pemkab untuk terus mendatangkan investor di Situbondo. Dengan ‘keimanan’ itu, kita terus percaya dan yakin bahwa akan datang di suatu masa dimana investor akan benar-benar menanamkan mo dalnya di Situbondo. Sehingga, lapangan pekerjaan baru terbuka yang di harapkan akan diikuti kesejahteraan masyarakat. Namun, sampai kapan harus terus menerus percaya? Inilah yang menjadi tugas pemkab. Berusaha bagaimana investor

bisa percaya lalu tertarik menanamkan modalnya di Situbondo. Sehingga, ‘keimanan’ masyarakat terus terpelihara dan terperbaharui. Sejumlah langkah sebenarnya sudah dilakukan pemkab untuk menarik dan menciptakan iklim Investasi yang nyaman di Situbondo. Mulai dari mendirikan KPPT (kantor pelayanan perizinan terpadu) hingga membuat tim investasi di pemkab. Termasuk kali terakhir bupati membentuk tim pengamanan investasi karena merasa ada sejumlah pihak yang ingin menggagalkan investasi. Kalau, hasilnya belum sesuai harapan, barangkali hanya tinggal menunggu waktu saja. Yang terpenting, usaha itu harus terus dilakukan. Sembari menunggu investor menanamkan modalnya di Situbondo, dari pada mencela, dari pada mencemooh dan mencibir, apalagi memaki-maki lebih baik berikanlah perbuatan kebaikan sekecil apapun untuk kemajuan daerah ini. Sebab, kalau hanya mencela,kalauhanyamencemooh, kalauhanyamencibirataumemakimaki siswa taman kanak-kanak pun bisa melakukannya. Wallahua’lam Bisshowab. (*) *Kabiro Situbondo, Jawa Pos Radar Banyuwangi

“SEJAK MINUM SUSU KAMBING MILKUMA SEKARANG TEKANAN DARAH SAYA NORMAL” SAAT ini, susu yang banyak dikenal dan beredar di masyarakat kita adalah susu sapi. Tapi ternyata, berbagai penelitian menyebutkan, dibandingkan dengan susu sapi, sesungguhnya susu kambing memiliki kandungan gizi yang lebih unggul, baik dari segi protein, energi, maupun lemak yang mendekati air susu ibu (ASI). Sayangnya, belum banyak masyarakat yang mengetahui manfaat susu kambing. Selain jarang menimbulkan alergi, susu kambing Milkuma pun merupakan sumber Riboflavin, vitamin B yang penting untuk produksi energi. Riboflavin (vitamin B2) memainkan sedikitnya dua peran penting dalam produksi energi tubuh. Manfaat susu kambing ini kini bisa diperoleh dalam Milkuma, minuman serbuk susu kambing yang diproses secara alami, tanpa pemanis buatan dan bahan pengawet. Bahan dasarnya adalah susu kambing peranakan ettawa segar dan Gula Aren. Wijitri Haryani adalah salah seorang yang kini memilih Milkuma untuk menjaga tekanan darahnya agar tetap stabil, “4 tahun lamanya aktifitas saya sering terganggu karena hipertensi. Kepala sering terasa tegang. Bahkan pada saat persalinan, tekanan darah saya tinggi. Untung sekarang saya tahu solusi untuk mengatasinya, yakni dengan minum Milkuma” Terang wanita berusia 34 tahun tersebut. Ibu 3 orang anak ini menceritakan, kesehatannya membaik setelah 2 bulan minum susu kambing Milkuma, “Sekarang tekanan darah saya sudah normal kembali.” Ungkap ibu rumah tangga yang tinggal di Tanggung, Kota Blitar, Jawa Timur tersebut.

Ia yang telah merasakan manfaat susu kambing Milkuma secara langsung, kini tergerak untuk mengajak orang lain merasakan manfaatnya, “Mari kita sehat bersama Milkuma.” Ajaknya. Milkuma bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh dan meningkatkan vitalitas. Fluorine yang terdapat dalam susu kambing Milkuma bermanfaat sebagai antiseptik alami. Susu kambing Milkuma pun me rupakan sumber kalium yang baik, mineral penting untuk menjaga tekanan darah normal dan fungsi jantung. Satu gelas susu kambing Milkuma mengandung 498,7 mg potasium dan hanya 121.5 mg natrium, maka susu kambing Milkuma dapat membantu untuk mencegah tekanan darah tinggi dan melindungi terhadap aterosklerosis. Selain diproses secara alami, pakan ternak yang diberikan pun organik, sehingga menghasilkan susu yang lebih sehat dan bermanfaat bagi kesehatan. Ditambah dengan kandungan Gula Aren bemutu tinggi sebagai pemanisnya, menjadikan Milkuma sebagai pilihan bijak untuk kesehatan. Untuk memperoleh hasil yang maksimal, terapkan pola hidup sehat seperti disiplin dalam pola makan, dan berolahraga, serta mengkonsumsi air putih paling sedikit 8 gelas/ hari. Dapatkan informasi lengkap tentang Milkuma di www.milkuma.com. Saat ini Anda bisa mendapatkan Milkuma di Apotek2 juga Toko Obat ter dekat dikota anda, atau hubungi, Jatim: 082120862055, Banyuwangi: 082141345607, Bangkalan: 082120862055, Sumenep: 082120862055, Situbondo : 082120862055. Depkes RI No.PIRT. 6.09.3328.01.395.


36

Rabu 3 Oktober 2012

Mengimani Investasi di Situbondo INVESTASI yang ada di suatu daerah seringkali dikorelasikan dengan keberhasilan pemerintahan suatu daerah. Artinya semakin banyak investor yang menanamkan modalnya di suatu daerah, semakin besarlah apresiatif dan dukungan yang diberikan masyarakat. Demikian pula sebaliknya. Karena itulah, jangan heran jika minimnya investasi juga dijadikan sebagai alat untuk menghantam atau sekedar mencibir pemerintahan yang ada. Bahkan, tak jarang itu kemudian dijadikan sebagai salah satu indikator untuk memvonis ketidakberhasilan bupati-

wakil bupati dalam melaksanakan tugasnya. Yang bupati/wabup tidak pandai mempromosikan dan memasarkan daerahnya lha, yang tidak mau jemput bola lha, hingga menyalahkan sistem birokrasi yang dibangun tidak bersahabat dengan investor. Keadaan seperti itu juga terjadi di Kabupaten Situbondo ini. Betapa masih sangat minimnya --untuk tidak mengatakan tidak ada-- investor besar yang menanamkan modalnya di Kota Santri seringkali dijadikan sebagai bagian dari ‘dosa-dosa’ sosial yang harus ditanggung pemerintahan

Dadang-Rachmad. Menanggung reka, dengan berbagai kewenandalam artian, pemkab-lah yang ha- gan dan kekuatan yang dimiliki, rus bertanggungjawab pemkab harus mampu dan berupaya mempermenciptakan keadaan baiki keadaan tersebut. yang tak hanya mengHingga 2012 ini, bidang gaet dan mendatangkan investasi di Kota Santri investor, tapi juga ada didominasi UKM, semikepastian menanamkan sal perkoperasian. modalnya ke Bumi ShoMasyarakat kini melawat Nariyah ini. mang kian pintar dan Tentu tidak terlalu berlekritis. Mereka tidak terbihan pola pikir semacam CATATAN lalu peduli bahwa diriitu. Bahkan sangat logis. nya juga punya bagian EDY SUPRIYONO* Dengan adanya investak kalah penting dator yang menanamkan lam menciptakan keadaan yang modalnya di Situbondo, tentu nyaman bagi investor. Bagi me- akan terbuka lapangan pekerjaan.

Diharapkan tenaga kerja yang terserap adalah warga sekitar. Jumlah pengangguran pun terkurangi, daya beli masyarakat terdongkrak sehingga pertumbuhan ekonomi terus terdorong. Kepastian investor menanamkan modal ini kini memang sedang menjadi perhatian khusus sejumlah pihak. Sebab, kalau dipikir-pikir Situbondo ini bukan daerah yang sepi didatangi investor. Dulu, ketika DadangRachmad baru dilantik, ada investor yang membutuhkan tanah ratusan hektare guna ditanami pohon singkong untuk

keperluan bahan baku etanol. Ada juga rencana pembangunan galangan kapal, pemanfaatan tanah di tanjung pecinan hingga survei kandungan minyak maupun gas bumi di perairan Situbondo. Cuma, masalahnya ya itu, hanya didatangi, disurvei, dan dijajaki. Namun setelah itu tak kunjung ada tindak lanjut. Seperti hilang ditelan bumi. Ada yang mengatakan luas tanah yang dibutuhkan tak mencukupi. Ada yang berpendapat Situbondo tak kondusif sehingga investor mengurungkan niatnya  Baca Mengimani...Hal 35

Kasatreskrim: Laporan ke DPRD Mengada-Ngada Anggota Polisi yang Dampingi FIF Dikumpulkan

EDY SUPRIYONO/RaBa

PUNCAK: Menteri PPPA Linda Amalia Sari Gumelar (berkalung melati) bersama pejabat Pemkab Situbondo dan Provinsi Jatim melepas balon dan burung merpati kemarin.

Menteri PPPA Puji Kota Santri SITUBONDO - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Linda Amalia Sari Gumelar hadir ke tengah-tengah masyarakat Kota Santri, siang kemarin (2/10). Ke ha d i ra n L i n d a u nt u k m e launching Situbondo menuju kabupaten layak anak di Alun-alun Situbondo kemarin. Dalam pidatonya, Menteri PPPA beberapa kali menyampaikan kebanggaannya terhadap Kota Santri. “Sekitar setahun yang lalu saya hadir ke Situbondo untuk memberikan penghargaan dalam bidang Keluarga Berencana. Saya datang lagi ke sini dalam suasana yang sudah sangat amat jauh berubah dan semakin membanggakan kita,” katanya disamput ribuah hadirin yang memadati Alun-alun. Linda mengaku bangga, kemarin

bisa ikut menjadi bagian masyarakat Situbondo. Kata dia, dirinya sudah beberapa kali me-launching beberapa kabupaten/kota menuju layak anak. Namun, Linda menemukan sesuatu hal yang menarik di Kota Santri. “Di antaranya adalah adanya komitmen dari dunia pengusaha untuk ikut mendukung tercapainya, bukan hanya menuju tapi menjadi kabupaten layak anak,” terangnya. Keadaan itu, kata dia, sejalan dengan apa yang sudah dilakukan Kementerian PPPA di tingkat pusat yang memfasilitasi perusahaan-perusahaan swasta untuk juga membentuk asosiasi. “Melihat Situbondo yang seperti ini saya kira sudah sejalan dengan konsep yang kita tanamkan di pusat,’ terangnya. Linda juga memberikan apresiasi kepada DPRD Situbondo yang juga

BEREMMA REA

menyampaikan komitmennya untuk mendukung terwujudnya Situbondo sebagai kabupaten layak anak. Sebelum Menteri PPPA menyampaikan pidatonya, memang sempat ada deklarasi Kabupaten Situbondo menuju layak anak yang dibacakan oleh kalangan pengusaha dan Ketua DPRD Stubondo, Zeiniye, bersama Bupati Dadang Wigiarto. Satu hal lagi yang membuat Linda bangga kepada Kabupaten Situbondo. Yakni, kemampuannya untuk melakukan secara mandiri dalam menjadi kabupaten menuju layak anak. Puncak launching Kabupaten Situbondo layak anak kemarin ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh menteri PPPA. Selanjutnya pelepasan balon dan ratusan burung merpati ke udara. (pri/als)

SITUBONDO – Laporan aksi main todong senjata oleh oknum polisi yang mendampingi ekskusi sepeda motor yang menunggak melebihi deadline, langsung direspon Kasatreskrim Polres Situbondo, AKP Sunarto. Perwira polisi itu langsung mengumpulkan sejumlah anggotanya yang ikut serta dalam ekskusi yang dilakukan FIF tersebut. Kasatresrim melakukan klarifikasi kepada anggotanya terkait laporan yang disampaikan H. Khalili kepada Komisi I DPRD, Senin (1/10) lalu. Kata dia, laporan tersebut tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi di lapangan. “Makanya, kita sangat menyayangkan laporan yang kemudian dilansir di media itu. Sebab, tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan. Anggota kita (polisi) tidak pernah melakukan penodongan. Itu (laporan ke DPRD) mengada-ngada,” terang Kasatreskrim kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. Menurut Sunarto, dirinya memang mengirimkan sejumlah anggotanya untuk memberikan pendampingan kepada FIF yang akan melakukan ekskusi ke rumah Khalili. “Polisi dibenarkan memberikan pendampingan semacam

NUR HARIRI/RaBa

BAHAYA: Beberapa warga nekat naik kendaraan secara berimpitan di jalan raya Desa Kapongan kemarin.

Berdesakan di Atas Pikap PULUHAN warga yang hendak menghadiri sebuah pengajian nekat berdesakan di sebuah mobil pikap di jalan raya Desa/Kecamatan Kapongan, Situbondo, beberapa hari lalu. Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, kendaraan yang melaju dari arah timur ke barat itu melaju dengan kecepatan tinggi. Meski demikian, warga yang naik secara berdesakan di kendaraan itu tetap terlihat santai. Bahkan, terdapat beberapa orang yang terpaksa naik di atas pagar bak pikap dan di atas kabin sopir. Beremma rea? (mg1/c1/als)

itu sesuai dengan Peraturan Kapolri no 08 tahun 2012,” paparnya. Langkah pendampingan melakukan eksekusi, kata dia, tidak langsung diambil. Sebelumnya ada sejumlah tahapan atau langkah yang diambil. Misalnya saja, sudah melakukan pemanggilan sebanyak dua kali ke kepolsian. “Kemudian ada permintaan dari perusahaan pembiayaan untuk pendampingan,” terang Kasatreskrim. Kata dia, anggotanya yang ikut dalam pendampingan ter sebut sudah melakukan tugasnya secara baik-baik. Tidak pernah ada perilaku yang sampai menodongkan pistol kepada Khalili. Diberitakan sebelumnya, tak terima karena merasa diintimidasi oleh FIF Situbondo dan oknum polisi, H Ahmad Khalili, warga Desa Wringinanom, Kecamatan Asembagus datang ke Kantor DPRD Situbondo. Dia melaporkan

peristiwa yang telah membuat dirinya dan sang istri mengalami trauma berat. Hal itulah yang membuat Khalili emosi. Apalagi, sang istri sedang dalam keadaan hamil delapan bulan. “Bagaimana tidak trauma, Pak. Istri saya melihat langsung bagaimana pria yang mengaku komandan polisi itu menodongkan pistolnya ke saya. Istri saya gemetaran karena khawatir saya ditembak sungguh,” ungkap Khalili di depan sejumlah anggota Komisi I DPRD yang menemuinya. Menurut dia, peristiwa yang dialaminya terjadi pada Sabtu (29/9), lalu. Orang FIF bersama belasan polisi dari Polres Situbondo datang ke toko Khalili. Mereka menagih tunggakan kredit sepeda motor pria berumur 40 tahun itu. “Saya kredit empat sepeda motor pak, yang dua sudah lunas, tinggal dua unit lagi yang belum lunas,” terangnya, kala itu. (pri/als)

Pengerukan Enam Saluran Selesai

Perekaman e-KTP Capai 77 Persen SITUBONDO – Perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) di Situbondo mencapai 77 persen. Masih ada sekitar 133.523 orang yang belum melakukan perekaman kartu identitas kewarganegaraan yang berlaku seumur hidup tersebut. Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Agus Tjahyono Basuki mengungkapkan, target e-KTP se-Kabupaten Situbondo mencapai 572.199 jiwa. Itu berdasarkan SIAK (sistim informasi administrasi kependudukan). “Dari jumlah target itu, yang sudah selesai melakukan perekaman e-KTP sebesar 438.676 orang, jadi sekitar 77 persen sudah usai. Sisanya kita targetkan selesai sebelum memasuki 2013,” ungkap mantan Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD) itu. Kecamatan di Kabupaten Situbondo yang sudah melakukan perekaman terbanyak dicapai Bungatan dengan prosentase 89 persen. Posisi kedua dan ketiga ditempati Asembagus dan Kendit dengan prosentase perekaman masing-masing 84 persen dan 83 persen. Selanjutnya, Kecamatan Si-

EDY SUPRIYONO/RaBa

TAK TERIMA: Di depan angota komisi I DPRD Situbondo, Khalili memperagakan saat dirinya ditodong pistol oleh polisi, Senin (1/10) lalu.

SITUBONDO – Pengerukan saluran primer irigasi akhirnya selesai. Kegiatan yang merupakan bagian dari participatory irrigation improvement management project (PIRIMP) itu seharusnya masih akan dikerjakan pada September 2013 mendatang. Namun, karena diminta Pemkab Situbondo, akhirnya dimajukan. Permintaan pemajuan pengerjaan pengerukan untuk normalisasi aliran irigasi ini untuk kepentingan program Kali Bersih yang dicanangkan Bupati Dadang Wigiarto. Sehingga, program tersebut bisa berjalan dengan maksimal. “Tujuan utama pengerukan ini sebenarnya untuk memperlancar aliran karena tingginya

endapan lumpur dan sampah. Sehingga, ketika sudah bersih diharapkan akan tercipta keindahan kota yang itu semua akan digarap melalui program Kali Bersih,” terang Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan, Ir Yoyok Mulyadi, kemarin (2/10). Saluran yang dilakukan pengerukan, kata dia, meliputi Saluran Kapongan I, Saluran Situbondo Hulu, Saluran Situbondo Barat, Saluran Situbondo Timur, Saluran Wringinanom, dan saluran Panarukan. “Seharusnya pekerjaan ini pekerjaan finishing, pada akhir September 2013 oleh PIRIMP. Hanya saja dimajukan karena diminta oleh pemkab,” terangnya. (pri/als)

EDY SUPRIYONO/RaBa

TERUS BERLANJUT: Seorang warga melakukan perekaman e-KTP.

tubondo sebanyak 82 persen, Kecamatan Besuki 80 persen, Kecamatan Kapongan dan Mangaran masing-masing 79 persen, Kecamatan Sumbermalang 78 persen, Kecamatan Jangkar 76 persen, Kecamatan Panarukan 75 persen, Kecama-

tan Panji 72 persen, Kecamatan Jati banteng 69 persen. “Di posisi ke-16 ada Kecamatan Banyuglugur sebanyak 69 persen, di posisi buncit ada Banyuputih yang capaiannya perekaman e-KTP-nya hanya 60 persen,” ungkap Agus. (pri/als)

EDY SUPRIYONO/RaBa

NYAMAN: Setelah dilakukan pengerukan, aliran sungai menjadi lancar dan bersih.

Radar Banyuwangi 3 Oktober 2012  

Radar Banyuwangi

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you