Issuu on Google+

RABU 3 APRIL

25

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2013

FOTO-FOTO: GALIH COKRO/RaBa

DIPOTONG: Beberapa pekerja mengepras median jalan di depan Pendapa Sabha Swagata Blambangan untuk memperlancar arus lalu lintas satu jalur di Jalan PB. Sudirman mulai pukul 09.00 pagi ini (atas). Petugas mengecek lampu merah baru di Jalan PB. Sudirman kemarin (kanan).

Ganti Rute PB Sudirman mulai Pagi Ini BANYUWANGI - Perubahan ma naje men lalu-lintas di s epanjang Jalan PB. Su dirman, Banyuwangi, akan mulai diuji coba hari ini (3/4). Sejak pukul 09.00 pagi ini, arus lalu-lintas di jalan yang selama ini merupakan jalur satu arah dari selatan akan dibalik menjadi jalur satu arah dari utara. Uji coba tersebut direncanakan berlangsung selama sepekan n

Pengamanan Pergantian Arus Lalu-Lintas Personel : 16 anggota Satlantas Polres olres Titik Pengamanan : 1. Simpang Lima 2. Perempatan MAB 3. Tugu Garuda Pancasila la 4. Perempatan Lateng 5. Simpang tiga Surati 6. Perempatan Pegadaian an 7. Simpang tiga Kantor Pos 8. Gedung Juang 45 Mulai : Pukul 09.00 Lama Uji Coba : Sepekan Penanganan : Teguran lisan untuk pelanggar anggar

 Baca Ganti...Hal 35

Khusus Perempuan KOMUNITAS Anda ingin tampil di koran? Caranya mudah. Isi ballot Jawa Pos For Her Community Competition yang tercetak di halaman koran ini, lalu kirim data dan foto ke kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi di Jalan Yos Sudarso 89-C Banyuwangi. Kiriman pembaca akan terbit setiap edisi Kamis.

Dijaga 16 Polisi, DKP Kepras Pohon SEMENTARA itu, Satuan Lalu-Lintas (Satlantas) Polres Banyuwangi siap mengerahkan 16 anggota untuk mengawal uji coba perubahan arus kendaraan di Jalan PB. Sudirman. Belasan personel satlantas tersebut akan disebar di delapan persimpangan dan lampu merah di Kota Gandrung, di antaranya di Simpang Lima, simpang empat Masjid Agung Baiturrahman (MAB), tugu Garuda Pancasila, simpang empat Lateng, dan simpang tiga Surati n  Baca Dijaga...Hal 35

Pecah Kaca, Amblas Rp 20 Juta

ADA APA LAGI

GALIH COKRO/RaBa AGUS BAIHAQI/RaBa

KENA: Deni (kiri) dan Adhis di ruang Satnarkoba Polres Banyuwangi kemarin.

Lima Butir Pil Trex Antarkan Masuk Penjara SEMPU - Nasib sial menimpa Deni Irawan, 20, dan JT, 17, keduanya asal Dusun Tugung, Desa/Kecamatan Sempu, Banyuwangi. Garagara lima butir pil trihexyphenidyl (trex), mereka ditang kap anggota Tim Khusus (Timsus) Polres Banyuwangi di sekitar Stasiun Kereta Api (KA) Kalisetail Senin sore lalu (1/4). Kedua remaja itu kedapatan menyimpan lima butir trex yang dimasukkan dalam klip plastik kecil. Pil koplo itu ditemukan di saku celana Deni Irawan. Kedua tersangka itu langsung dibawa ke polres untuk pemeriksaan. “Dua tersangka masih kita periksa,” terang Kasatnarkoba Polres Banyuwangi AKP Watiyo. Selain mengamankan kedua tersangka, polisi juga meringkus Adhis Sanjaya. Pria bertubuh kerempeng yang sering mencari uang dengan cara mengamen di KA itu diringkus di rumahnya karena diduga sebagai pengedar trex n  Baca Lima...Hal 35

PENCURIAN: Kapolsek Giri AKP Adi Wiyanto memeriksa mobil Honda New CRV yang kacanya dipecah kemarin.

mengunjungi toko bangunannya di Jalan dr. Soetomo, Banyuwangi. “Saya tidak curiga sama sekali, ada orang yang mengawasi apa tidak,” terangnya. Sekitar pukul 10.00, Yudi naik mobil Honda New CRV bernopol L 1535 QV meluncur ke Jalan Gajah Mada, Banyuwangi. Dia datang ke kawasan Gajah Mada untuk mengecek pengerjaan bangunan di lokasi itu. Lantaran di halaman ada truk yang menurunkan pasir, mobil Honda New CRV warna putih itu pun diparkir di tepi jalan. “Saya parkir (mobil) di pinggir jalan dengan posisi menghadap ke selatan,” katanya. Setelah memarkir mobil, Yudi langsung menuju lokasi. Tas warna hitam yang berisi uang Rp 20 juta, kunci brankas, dan STNK motor Suzuki Smash, ditinggal di jok mobil bagian depan n  Baca Pecah...Hal 35

Belasan Anggota Komisi I Datangi KPU Pusat BANYUWANGI - Sebanyak 12 anggota Komisi I DPRD Banyuwangi bertolak ke Jakarta Senin malam lalu (1/4). Mereka mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat untuk menanyakan peraturan terkait legislator harus mundur bila nyaleg dari partai lain. Rombongan Komisi I DPRD Banyuwangi itu sudah bertemu pihak yang berkompeten di KPU Pusat, Jakarta, kemarin (2/4). “Kami menyerang dengan dasar pemikiran hak

kami sebagai warga negara terbelenggu dengan adanya peraturan tersebut,” ujar sekretaris Komisi I DPRD Banyuwangi, Eko Susilo Nurhidayat, melalui sambungan telepon kemarin. Menurut Eko, langkah serupa ternyata juga dilakukan sejumlah anggota DPRD dari daerah lain se-Indonesia. “Banyak anggota DPRD dari daerah lain datang ke KPU mempertanyakan peraturan tersebut. Kami diterima tiga tim KPU, di antaranya Bagian

Teknis Pemilu, Bagian Hukum, dan perwakilan komisioner KPU,” tuturnya. Hasil pertemuan tersebut, kata Eko, KPU siap melakukan rapat pleno terkait pengunduran diri anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota itu. Tidak hanya itu, Eko juga mengklaim KPU siap melakukan rapat pleno terkait persyaratan pengunduran diri kepala desa (kades). “KPU sudah dipanggil DPR terkait polemik tersebut n

Kami menyerang dengan dasar pe mikiran hak kami sebagai warga negara terbelenggu dengan adanya peraturan tersebut.” EKO SUSILO NURHIDAYAT

 Baca Belasan...Hal 35

Sekretaris Komisi I DPRD Banyuwangi

Dari Kasus Beredarnya Video Syur Pelajar di Rogojampi

Kasus Terkuak, Hubungan Sudah Renggang Terbongkarnya video syur yang diperankan Heri Kartono, 22, warga Desa Bunder, Kecamatan Kabat, dengan pacarnya bernama Saritem (nama samaran), 16, yang masih berstatus pelajar di Rogojampi membuat heboh berbagai kalangan. Bagaimana tanggapan aktor video syur itu. AGUS BAIHAQI, Banyuwangi HERI duduk santai di ruang unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Banyuwangi. Meski tersandung kasus serius, raut wajah pemuda berusia 22 tahun itu tampak tegar. Tidak terlihat ada tanda-tanda rasa takut berlebihan. Senyumnya terus mengembang bila disapa petugas. Saat akan diambil gambar oleh sejumlah wartawan, pemuda yang mengaku belum bekerja itu juga tidak menolak. Hanya, dia minta

http://www.radarbanyuwangi.co.id

GIRI - Pencurian dengan cara memecah kaca mobil di siang bolong kembali terjadi siang kemarin (2/4). Pelaku yang diperkirakan berjumlah empat orang itu beraksi di Jalan Gajah Mada, Banyuwangi. Setelah pecah kaca, kawanan penjahat tersebut menjarah mo bil Honda New CRV milik Yudi Purwanto, 42, warga Jalan Pajajaran 29, Kelurahan Tamanbaru, Banyuwangi. Dalam aksi kali ini, kawanan penjahat itu memecah kaca pintu depan bagian kiri mobil warna putih tersebut. Mereka berhasil membawa kabur tas warna hitam yang berisi uang tunai Rp 20 juta, kunci brankas, dan STNK motor Suzuki Smash. “Kejadiannya sangat cepat,” ujar Yudi Purwanto. Pencurian dengan cara memecah kaca mobil itu terjadi sekitar pukul 10.30. Sebelum kejadian, Yudi

wajahnya jangan sampai terlihat. “Wajahku jangan sampai kelihatan ya,” ujarnya saat Jawa Pos Radar Banyuwangi mengambil gambarnya. Heri yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus perzinaan dengan anak yang masih di bawah umur, dan peredaran video mesum itu, ternyata tidak sungkan mengisahkan perjalanan cintanya dengan Saritem. “Kami sama-sama mencintai,” tuturnya. Sambil minum air kemasan, pemuda itu mengaku kenal Saritem pada Maret 2012 lalu. Awalnya, pacaran itu dilakukan seperti para remaja lain. Selama pacaran, pasangan yang sedang dimabuk asmara itu biasanya menghabiskan waktu di rumah teman. “Pacaran biasanya di rumah teman, dan itu pindahpindah,” cetusnya sambil menolak menyebut nama teman-temannya yang dimaksud. Selama pacaran di rumah teman itu, pasangan tersebut biasanya bercumbu. Bahkan, tidak jarang keduanya kebablasan sampai melakukan hubungan layaknya suami istri n  Baca Kasus...Hal 35

Perda rumah kos segera disahkan Makin cepat disahkan, makin hemat cost

Komisi I DPRD Banyuwangi mendatangi KPU pusat Tidak percaya dengan Komisi I DPR RI ya?

AGUS BAIHAQI/RaBa

AKTOR: Heri Kartono di Polres Banyuwangi.

email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com


26

Rabu 3 April 2013

Cerita Kerinduan dari Tanah Rantau Oleh: Aris Dzulfikri Al Hadi

SENJA sore itu seakan turut mengantarkan keberangkatanku menuju terminal bus Giwangan, Jogjakarta. Cuaca sedikit gerah ketika Bus Mila tujuan Jogja-Banyuwangi hendak meninggalkan terminal. Di dalam bus aku terpaksa harus berdesakan bersama setumpuk barang bawaan. Dalam bus keadaan begitu penuh sesak, karena kebetulan waktu itu bersamaan dengan libur panjang. Namun, semua itu tak kupedulikan. Mengingat perasaanku sedang menahan kerinduan yang mendalam kepada kampung halamanku. Segala harapan akan kenikmatan masakan ibuku tercinta, serta sejuknya udara pagi berselimut embun telah menga-

lahkan kesesakan yang terjadi dalam bus. Kerinduan akan berkumpul bersama keluarga besar begitu menggelora di dalam dadaku. Hingga tak terasa kurang lebih 11 jam perjalanan telah ku tempuh, Sampailah aku di sebuah terminal kecil di Kota Jajag. Namun, butuh sedikit waktu lebih untuk benar-benar sampai di halaman rumahku. Sebuah desa bernama Pesanggaran. Dengan sekali lagi naik bus kurang lebih 1 jam kemudian dilanjutkan dengan naik ojek kurang lebih 10, menit sampailah aku tepat di halaman rumahku. Aroma yang telah lama tak kurasakan kini tercium kembali. Aroma kenangan waktu kecil hingga masa SMP yang harus kutinggalkan demi menuntut ilmu di Kota Jogja. Sejak usia delapan belas, aku meninggalkan rumah demi

CERMIN DIRI

Lebih Baik Tribun Digeser ke Selatan HARAPAN masyarakat Banyuwangi memiliki stadion berkelas segera terwujud. Dari maket rencana pembangunan yang dikeluarkan Dinas PU, Bina Marga, dan Tata Ruang Banyuwangi, terlihat rencana bangunan agak “wah” di tribun sisi selatan Stadion Diponegoro. Bagaimana tidak, di bawah tribun tersebut rencananya akan dibangun ruko dan perkantoran untuk sejumlah cabang olahraga. Rencananya, proses pembangunan stadion yang menjadi kandang Persewangi itu akan dimulai tahun ini. APBD 2013 sudah menyiapkan sekitar Rp 5 miliar untuk penambahan tribun dan berbagai fasilitas yang ada di stadion kebanggaan masyarakat Kota Gandrung ini. Okelah, siapa pun setuju dengan rencana ini. Namun, ada pertanyaan yang muncul terkait penambahan tribun di sisi selatan ini. Apakah tribun dibangun di lahan loket karcis yang ada sekarang, ataukah bangunan digeser ke arah selatan. Sehingga lebih dekat dengan jalan raya. Jika opsi pertama yang dilakukan, maka ada sisi minus di tribun utara. Di mana di sisi utara lahannya sangat sempit. Jika dibangun tribun, maka hanya cukup tiga atau maksimal empat trap. Namun, jika tribun sisi selatan digeser hingga hampir ke trotoar, maka lapangan bisa digeser ke selatan dan tribun utara bisa lebih luas. Sehingga, jika agak luas, maka ke depan lahan yang ada di sisi utara lapangan bisa dibangun tribun. Jika opsi terakhir ini yang dilakukan, konsekuensinya memang dapat menghapus lahan parkir di selatan stadion. Namun, hilang lahan parkir ini justru berdampak menguntungkan bagi panitia pelaksana pertandingan (panpel). Selama ini pihak penyelenggara tidak bisa mengeruk keuntungan dari dana parkir. Padahal, sebagai penyelenggara, seharusnya mereka bisa memaksimalkan pendapatan. Caranya, dengan ketiadaan lahan parkir di selatan stadion, maka lahan parkir bisa dikonsentrasikan di lapangan barat stadion. (*)

ISTIMEWA

LANJUTKAN S2: Aris Dzulfikri Al Hadi (tengah) foto bersama keluarganya usai diwisuda.

menuntut ilmu di sebuah Perguruan Tinggi swasta di Jogja. Sekitar enam ratus kilometer jauhnya dari rumah. Masih teringat jelas, perasaan sesak di dada saat pertama kali berada di rumah kosan yang

pertama. Alangkah jauhnya aku dari rumah! Bahkan aku sempat berpikir, “Bertahanlah di sini, ya seenggaknya satu semesterlah, kalau benar-benar tak tahan jauh dari rumah.” Mengingat jurusan yang ku

ambil merupakan salah satu jurusan favorit di kampusku, pastilah pelajaran yang akan aku terima tidaklah mudah. Ha ha ha, kalau diingat-ingat, konyol juga. Saking tak ingin jauh dari rumah waktu itu.

Perda Rumah Kos Segera Disahkan BANYUWANGI - Pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda) penyelenggaraan usaha rumah kos di Banyuwangi tampaknya segera mencapai klimaks. Kalangan legislatif berencana menggelar rapat paripurna pengesahan raperda tersebut Kamis besok (4/3). Ketua panitia khusus (pansus) raperda penyelenggaraan rumah kos DPRD Banyuwangi, Ismoko mengatakan, awalnya badan musyawarah (banmus) DPRD menjadwalkan rapat paripurna pengesahan raperda tersebut Senin lalu (1/4). Sayang, agenda yang sudah disusun itu tidak bisa dilaksanakan sesuai jadwal lantaran Bupati Banyuwangi berhalangan. “Banmus akan menjadwal ulang. Informasinya akan (paripurna pengesahan perda penyelenggaraan usaha rumah kos) akan dilaksanakan Kamis (4/3),” ujarnya kemarin. Pria yang juga ketua Komisi II DPRD Banyuwangi itu kembali menegaskan bahwa “roh” perda tersebut untuk menata pemanfaatan rumah kos agar

tidak disalahgunakan oknumoknum tidak bertanggung jawab. “Kami kerap mendapat laporan masyarakat tentang a d a n ya p e n ya l a h g u naa n rumah kos. Misalnya dijadikan tempat mesum, tempat pesta minuman keras dan narkoba, bahkan dijadikan tempat prostitusi terselubung. Itu yang akan kita atur. Bukan untuk memberatkan masyarakat,” tegasnya. Dalam raperda yang akan

segera disahkan itu juga mengatur pengusaha rumah kos menyediakan ruang terbuka khusus yang bisa dimanfaatkan sebagai ruang tamu. Ketentuan itu dipandang penting agar menghindari perbuatan mesum di dalam kamar kos. Agar tidak memberatkan pengusaha rumah kos, imbuh politikus asal Partai Golkar tersebut, proses perizinan usaha rumah kos tersebut akan dipermudah. (sgt/c1/bay)

Jauh dari rumah, artinya mau tak mau (belajar) siap untuk menjadi dewasa. Jauh dari perlindungan orang tua, jauh dari masakan ibu, mencari makan sendiri dan hal-hal lainnya yang selama ini dilakukan oleh orang tua. Sekarang apa-apa sendiri. Amat terasa saat puasa di kampus. Paling lambat jam tiga pagi bangun dan dengan mata yang masih merem melek keluar kosan mencari makan sahur. Apalagi kalau sakit, duh rasanya ingin pulang rumah saja. Karena di kosan gak ada yang ngerawat. Biarpun lagi sakit harus tetap mandiri. Btw, terkadang sakit itu sembuh dengan sendirinya loh kalau pulang, homesick kali ya hi hi. Mungkin benar kata orang, kalau terkadang kita perlu merasakan kehilangan agar kita merasakan arti memiliki.

Saat jarak memisahkan itulah, mulai terasa betapa keberadaan orang tua di sisi adalah hal yang teramat berharga dan betapa mereka sangat menyayangi kita. Kalau tak merasakan jauh dari rumah, mungkin hubungan dengan orang tua tak akan seerat saat ini (mungkin seperti saat SMP yang agak tertutup dengan orang tua dan lebih sering berkumpul dengan teman-teman) n  Baca Cerita...Hal 35

Radar Banyuwangi mengundang warga Banyuwangi dan Situbondo yang berada di perantauan untuk menulis pengalamannya. Tulisan kirim ke radarbwi@gmail.com. Sertakan juga foto diri. Maaf, kami tidak menyediakan imbalan apapun bagi tulisan yang dimuat.

Pendaftaran Try Out Ditangani 5 Wilker BANYUWANGI - Untuk memu dahkan peserta try out SMP/MTs yang digelar Jawa Pos Radar Banyuwangi 11 April mendatang, pendaftaran akan ditangani lima ketua wilayah kerja (wilker). Masing-masing wilker menangani pendaftaran untuk beberapa kecamatan. Kelima wilker tersebut meliputi wilker Blambangan, Genteng, Rogojampi, Bangorejo, dan Banyuwangi. Sekretaris Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kabupaten Banyuwangi, Sahroni mengatakan, para ketua

wilker bertugas melakukan koordinasi dan bertanggung jawab terhadap pendaftaran try out SMP/MTs. Jika ada SMP yang belum mendaftarkan diri, bisa segera berkoordinasi dengan para wilker. “Adanya wilker ini sangat membantu proses kelancaran pendaftaran hingga pendistribusian lembar jawaban komputer (LJK) di sekolah masing-masing,“ jelas Sahroni. Dia menambahkan, try out tingkat SMP-MTS tersebut nanti akan berisi 100 soal n  Baca Pendaftaran...Hal 35

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pemasaran & Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho, Mega Dwi P. Desain Iklan: PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/ Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


27

Rabu 3 April 2013

Gerebek Gudang Pengolah Emas ABDUL AZIZ/RaBa

MAKIN SEHAT: Rahma Maulida dan Nurul Maulida dalam inkubator RS Al-Huda, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi.

Kembar Siam Rahma-Nurul Terus Membaik Alvino Sehat, Hari Ini Boleh Pulang GAMBIRAN - Setelah tiga bulan menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Al-Huda, Kecamatan Gambiran, kondisi bayi kembar siam Rahma Maulida dan Nurul Maulida terus membaik. Bahkan, bobot badan putri kembar pasangan suami istri (pasutri) Yuda Winarno, 22, dan Sika Jayati, 22, warga Dusun Krajan, Rt 003/Rw 001, Desa Bomo, Kecamatan Rogojampi, itu kini naik menjadi 3.140 gram (3,1 kg). Saat dilahirkan 30 Januari lalu, berat badan kembar siam tersebut hanya 2 kilogram. Selain kondisi kembar siam yang terus membaik, bayi laki-

laki putra pasutri Yuda dan Sika bernama Ahmad Alvino Ardy Maulidan, yang selama ini juga menjalani perawatan di RS AlHuda, juga cukup baik. Bahkan, bila tak ada aral melintang, pagi ini Alvino sudah diperbolehkan dibawa pulang. “Kondisi Alvino memang sudah baik, sehingga boleh dibawa pulang dan cukup dengan rawat jalan,” kata Humas RS Al-Huda, dr. Sugeng. Khusus bayi kembar siam, pihak RS Al-Huda akan terus merawat sampai berat badannya 5 kilogram dan siap dilakukan operasi pemisahan di RSUD dr. Soetomo, Surabaya. “Tapi kita belum tau kapan bisa mencapai lima kilogram. Yang jelas kita tunggu saja dan akan terus kita rawat secara baik,” ujar Sugeng. (azi/c1/aif )

ABDUL AZIZ/RaBa

SEHAT: Ahmad Alvino Ardy Maulidan hari ini sudah boleh pulang.

padi yang roboh. Mengenai harga, perempuan tersebut tidak mengetahui secara persis. ‘’Saya cuma buruh, jadi nggak tahu harganya berapa sekarang,” jelasnya. Pengamatan Jawa Pos Radar Banyuwangi, sejumlah petani tampak memotong tanaman padi yang roboh. Tanaman padi yang dipanen mencapai hampir satu hektare. ‘’Sebenarnya kurang empat hari lagi,” cetus salah seorang pria di pinggir sawah. ALI NURFATONI/RaBa Petani di Bumi BlamROBOH: Buruh tani sedang memanen padi di persawahan Desa Temuasri, bangan memang seKecamatan Sempu, kemarin. dang dilanda krisis. Beberapa waktu lalu, tanaman padi kurang bersahabat. Sehingga, ruh, Kecamatan Sempu, itu. Salah seorang buruh tani lain, petani diserang tikus. Akibatnya, padi tersebut dipanen meski belum waktunya. “Agar tidak tambah Suwarti, mengatakan bahwa di banyak padi yang rusak dan garugi,” terang warga Desa Temugu- lokasi lain juga banyak tanaman gal panen. (ton/c1/aif)

Hamil Tua Ditinggal Minggat Suami GENTENG - Sungguh malang nasib Riningsih, 27. Warga Dusun Krajan, Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, itu ditinggal suaminya saat dia sedang hamil. Riningsih kini menjalani perawatan di RSUD Genteng. Kandungan istri Hariyanto, 25, itu sudah tua. Anak pasangan suami istri Sujoko, 50, dan

Juminten, 48, itu sejak sebulan terakhir tergolek lemas di ruang bersalin rumah sakit pelat merah itu. Rencananya, dia akan menjalani operasi dalam waktu dekat. Sujoko, bapak Riningsih, menuturkan bahwa anak perempuannya itu cacat sejak lahir. Sulung tiga bersaudara itu tidak

Bogor, Provinsi Jawa Barat. Ketiganya ditangkap saat menggiling limbah material yang diduga mengandung emas. Dari tempat kejadian perkara (TKP), polisi juga mengamankan barang bukti berupa sekarung material tanah. Ada juga dua lembar kain warna hijau, sebuah ember warna hijau, mangkuk hijau, dinamo, bak warna hitam, dan dua tabung gelondong. Selain itu, polisi juga mengamankan tiga buah karet enden, juga as serta empat besi, paralon panjang, karpet, dan satu unit motor Yamaha bernopol P 4165 VT. Kapolsek Bangorejo AKP Hery

Purnomo melalui Kanitreskrim Aiptu Karjono mengatakan, penggerebekan gudang tersebut dilakukan setelah polisi menerima laporan dari warga yang menyebutkan bahwa tempat kejadian perkara (TKP) digunakan sebagai tempat pengolahan limbah yang diduga mengandung emas. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti polisi dengan melakukan penyelidikan. Hasilnya, kuat dugaan memang rumah tersebut digunakan sebagai tempat pengolahan limbah emas. “Sehingga langsung kita lakukan penggerebekan,” tandas Hery. (azi/c1/aif)

Amputasi dan Impotensi Merupakan Ancaman Serius bagi Penderita Diabetes

Tak Mau Rugi, Panen Lebih Awal SEMPU - Hujan deras disertai angin kencang beberapa waktu lalu mengakibatkan tanaman padi di Desa Temuasri, Kecamatan Sempu, roboh. Menyiasati gagal panen, sejumlah petani memanen padi lebih awal. Panen sebelum waktunya terpaksa dilakukan agar kerugian yang ditanggung petani tidak terlalu besar. Bila tanaman padi tetap dibiarkan roboh di sawah, petani takut padinya akan terendam air dan bulir padi bisa lepas dari tangkai. Asnan, salah seorang buruh tani mengatakan, padi tersebut ambruk sejak sepekan lalu. Jika tidak segera dipanen, dia khawatir padinya membusuk. ‘’Sebenarnya belum waktunya panen, tapi disuruh dipanen dulu,” ujar Asnan di sela-sela panen padi kemarin. Menurut dia, tanaman padi tersebut roboh gara-gara cuaca

BANGOREJO - Pemilik mesin pengolah material emas (mesin gelondong) yang tersimpan di sebuah rumah warga di Dusun/ Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, digerebek petugas Polsek Bangorejo kemarin. Tiga pelaku pengolahan material emas berhasil ditangkap polisi. Mereka adalah Muhammad Asrip, 44, warga Dusun Kejoyo, Desa Tambong, Kecamatan Kabat; Yuyun Daniyanto, 34, warga Dusun Mulyoasri, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran, dan Rahmad Mutaken, 36, warga Kampung Cijatur, Desa Ragak Kecamatan Rumpin, Kabupaten

bisa berjalan alias mengalami kelumpuhan. “Anak saya ini juga nggak bisa menggunakan kursi roda,” ungkap Sujoko saat ditemui Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin. Dia menjelaskan, putrinya itu menikah dengan lelaki asal Dusun Sumberayu, Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar,

dalam kondisi hamil. Tetapi, menantunya itu pergi setelah sepekan menikah. ‘’Katanya, dia pergi ke Jayapura,” terangnya. Hariyanto pergi ke Jayapura dengan alasan kerja. Anehnya, yang bersangkutan pergi bersama ibunya lantaran bapaknya sudah meninggal dunia n

MEREKA yang bermasalah dengan kadar gula darah, alias penderita kencing manis, tentu tak asing lagi dengan suntik insulin. Ya, bila pankreas penghasil insulin mereka tak lagi berfungsi dengan baik, suntik insulin adalah cara terbaik untuk menanganinya. Adalah Frederick Banting, seorang dokter di Ontario, Kanada, yang menjadi orang pertama menggunakan insulin untuk mengobati penyakit yang juga disebut diabetes itu, tahun 1920. Dua tahun kemudian, ia dan timnya berhasil mengobati pasien diabetes dengan insulin. Namun, sebelum insulin ditemukan, penyakit kencing manis hampir pasti menyebabkan kematian. Terobosan besar pertama perihal penggunaan insulin untuk mengobati diabetes terjadi pada tahun 1889. Saat itu, Oskar Minkowski dan Joseph von Mering, peneliti di Universitas S t ra s b o u r g di Perancis, menunjukkan bahwa anjing yang diambil pankreasnya bisa terkena diabetes. Pada awal 1900-an, Georg Zuelzer, seorang ilmuwan Jerman, menemukan bahwa menyuntikkan ekstrak insulin dapat membantu mengontrol diabetes. Bila penyakit ini dibiarkan, bertahun-tahun kemudian timbul komplikasi kronis yang fatal, seperti penyakit jantung, terganggunya fungsi ginjal, stroke, gangguan saraf, kebutaan, pembusukan pada kaki yang kadang memerlukan amputasi, dan impotensi pada pria. Langkah apa yang mesti diambil oleh penderita diabetes? Tentu saja menghindari komplikasi. Caranya? Jalankan pola hidup sehat dan hindari semua makanan dan minuman yang bisa meningkatkan kadar gula darah. Bila perlu, konsumsi ekstrak kulit buah manggis. Kenapa? Manggis sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh karena mengandung xanthone. Senyawa ini adalah substansi alami yang tergolong ke dalam polyphe-

nolic, yang dihasilkan metabolit sekunder. Moongkarndi et al. (2005) melaporkan bahwa selain mengandung xanthone buah manggis mengandung katekin, potasium, kalsium, fosfor, besi, vitamin B1, Vitamin B2, dan vitamin B6. Berdasarkan hasil tes seorang dokter terhadap tujuh pasien penderita kencing manis selama sepuluh hari mengonsumsi esktrak kulit buah manggis, terbukti bahwa esktrak ini mampu menurunkan gula darah tujuh orang pasien dari 205,0 menjadi 119,86 mg/dl. Tapi, tapi penurunan itu bervariasi di antara semua pasien itu. Bervariasinya penurunan kadar gula itu disebabkan oleh berbedanya respons sistem metabolisme tubuh tiap-tiap pasien terhadap ekstrak kulit buah manggis yang diberikan. Di samping itu, ia juga tergantung pada gula darah awal. Bila gula darah seseorang sudah normal, xanthone yang terdapat dalam ekstrak kulit buah m a n g gis bisa mempert a h a n kannya. Bila ingin tahu lebih lengkap tentang khasiat kulit manggis tersebut, Anda bisa membacanya di buku berjudul Kulit Manggis Berkhasiat Tinggi itu, yang tersedia di Toko Buku Gramedia di seluruh Indonesia. Dan produk yang terbuat dari olahan kulit manggis itu kini sudah beredar di apotek dan toko-toko obat terkemuka di kota Anda, dalam bentuk kapsul. Namanya Garcia. Bukan xanthone, karena xanthone adalah nama zat yang dikandungnya. Bila ingin tahu lebih banyak tentang ekstrak kulit manggis pertama di Indonesia itu, Anda bisa menghubungi telepon bebas pulsa kami di 08001401430, email info@ manggisgarcia.com, atau website www. manggisgarcia.com Produk ini bisa didapatkan di Apotek dan toko obat terkemuka di kota anda atau segera hubungi Banyuwangi : 0333-7703239 & 081336445358.

Baca Hamil Tua...Hal 35

KOMUNIKASI PEMBANGUNAN

Warga Perantauan Berobsesi Menyulap Pantai Pulau Merah Menjadi “Kuta-nya” Banyuwangi

Bulan Mei Gelar Lomba Surfing Berkelas Internasional Gerakan Cinta Banyuwangi atau I Love Bwi yang di-launching pemerintah daerah mulai  menginspirasi warga untuk bangkit dan peduli pada kemajuan daerahnya.  Termasuk warga Banyuwangi yang tinggal dan meraih sukses di perantauan. Mereka mulai melirik kampung halamannya demi kemajuan Banyuwangi yang lebih baik. BANYAK cara orang menuju sukes. Mulai dari sekadar hobi atau iseng akhirnya bisa meraih sukses. Seperti cerita Agus Sapto, pria asal Kecamatan Pesanggaran. Berkat kecintaannya terhadap olahraga surfing, dia meraih sukses di Pulau Bali. Sukses yang diraih Agus tidak serta merta begitu saja. Tentunya kesuksesan ini diraih melalui kerja keras. Sukses Agus Lee –sapaan akrabnya-- berawal pada tahun  tahun 1990-an. Kala itu Agus tak pernah lelah melihat pe-surfing-surfing asing bermain ombak di Pantai Kuta. Lama-lama Agus menjadi biasa dan   akhirnya menjajal

keganasan ombak Kuta. Dari coba-coba itulah, Agus yang beristerikan wanita asal Australia lantas iku-ikutan kontes surfing. Tidak puas sampai di situ saja, Agus Lee masih menyimpan  banyak impian  untuk bisa sukses di perantauan.   Salah satunya adalah berobsesi menjadi pengusaha. Agus  merintis bisnisnya  dengan mendirikan usaha hunian, hingga  sukses memiliki Melati View Hotel di Bali.   Naluri bisnis Agus tidak berhenti sampai di situ. Dia terus merambah bisnis lain. Dia mengincar bisnis makanan dengan mendirikan rumah makan. Nasibnya tak beda dengan bisnis hotel. Restoran yang dia rintis dari nol akhirnya sukses dengan label Restoran Melati. Sukses membuka hotel dan restoran, Agus masih ingin mengembangkan sayap bisnisnya untuk menggapai mimpinya. Kali ini, bisnis transportasi yang dipilih. Bisnis ini dianggap menjanjikan bagi dunia usaha yang tiada lain travel tour. Bisnis transportasi pun berjalan lancar dan meraup kesuksesan. Gurita bisnis terus berkembang. Yang terbaru, Agus merintis pembuatan   papan surfing. Bisnis ini dilakukan tiga tahun lalu. Bisnis ini mampu

merambah pasar papan surfing internasional seperti Malaysia, Singapura, dan Australia. “Bisnis papan surfing merupakan impian yang sejak   lama saya idamkan. Inilah titik pencapaian saya sebagai bentuk kecintaan terhadap olah raga laut,” cerita Agus. Setelah sukses membangun gurita binisnya di perantauan, Agus mulai melirik potensi Banyuwangi. Saat ini, dia memiliki obsesi untuk menyulap pantai Pulau Merah, Kecamatan Pesanggaran ”Kuta-nya” Banyuwangi. Langkah awal untuk meraih impian besar itu, Agus akan menggelar lomba surfing berkelas internasional di pantai Pulau Merah pada Mei mendatang. Agus menilai, pantai Pulau Merah memiliki dan menyimpan potensi besar untuk dikembangkan sebagai tujuan  wisata pencinta surfing dunia. ”Acara ini merupakan bagian cinta kami di perantauan   pada Banyuwangi,’’ tuturnya. Untuk menyukseskan lomba surfing internasional, kini Agus rajin mengampanyekan potensi Banyuwangi. Bukan hanya surfing, dia juga kerap mempromosikan potensi wisata Banyuwangi pada masyarakat internasional yang tinggal di Pulau Bali.  (afi/aif)

HUMAS PEMKAB FOR RABA

PUTRA BANYUWANGI: Agus Sapto alias Agus Lee bersama produk papan surfing hasil karyanya di Pulau Bali.


KOMUNIKASI BISNIS

28 PENDIDIKAN

Rabu 3 April 2013

SMP Negeri 2 Banyuwangi Gelar NSSC ISTIMEWA

KETERAMPILAN: Desy Education membantu usia produktif dengan memberikan beasiswa untuk 100 peserta.

Desy Fasilitasi Beasiswa PKH BANYUWANGI - Sebagai Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) terbaik tingkat nasional, LKP Desy Education terus memantapkan visi misi dalam rangka memajukan pendidikan dan mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya di Banyuwangi. Tidak tanggung-tanggung, lembaga kursus yang dikenal mempunyai banyak inovasi itu menyediakan program beasiswa untuk 100 orang peserta didik. ”Kami akan terus menyelenggarakan program pendidikan yang nyata dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,’’ kata Direktur LKP Desy Education, Handoyo Saputro, M.Si, M.MPd. Program beasiswa ini disebut Life Skill Education Program atau Pendidikan Kecakapan Hidup ( PKH). Beasiswa ini terselenggara atas bantuan dan kerjasama LKP Desy Education Banyuwangi dengan Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan (Binsuslat), Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal dan Informal (PAUDNI) Kemdikbud RI. Tujuan program beasiswa PKH ini, kata Handoyo, adalah memberikan bekal keterampilan dan jaminan pekerjaan khususnya bagi para pemuda usia produktif sehingga akan tercipta masyarakat yang terampil, berkarakter, siap kerja dan berdaya saing, selain itu membantu program pemerintah dalam upaya mengurangi angka pengangguran dan mengentaskan kemiskinan khususnya di Banyuwangi. Untuk mengikuti program beasiswa PKH, siapa saja bisa ikut dan tidak diperlukan syarat administrasi yang penting berusia minimal 18 sampai 40 tahun dan diutamakan dari keluarga yang kurang mampu. Program keterampilan yang diselenggarakan sangat bervariatif yaitu: bidang Bahasa Inggris, Perhotelan dan Pariwisata serta bidang keterampilan tata boga bagi yang ingin berwirausaha. LKP Desy Education telah merevitalisasi semua peralatan praktikum yang dibutuhkan dan disesuaikan dengan standar industri, hal ini tentunya untuk penjaminan mutu (quality assurance) bagi calon peserta kursus. “Kami berharap masyarakat Banyuwangi dapat memanfatakan kesempatan ini untuk belajar bersama dan kursus di Desy Education, karena kuotanya sangat terbatas,’’ tandas pria yang juga Asesor Akreditasi BAN PNF Kemdikbud RI itu. Bagi masyarakat yang berminat dapat segera mendaftarkan diri dan datang langsung ke Desy Education, Jl. Hayam Wuruk 75- 77 Giri Banyuwangi atau Ruko Karibia Center, Jl. Jaksa Agung Suprapto 39, Telp ( 0333) 424476, 085 258 036 777, PIN BB 2939D6E2. (adv)

OTOMOTIF

BANYUWANGI - Tekad para pembina Pramuka di Banyuwangi sungguh luar biasa dalam menyiapkan generasi penerus bangsa. Utamanya dalam menanamkan semangat jiwa kebangsaan, patriotisme dan integritas kepada negara. Hal itu terbukti dengan adanya pembekalan intensif bagi para anggota pramuka melalui kegiatan Nationality Super Scout Camp (NSSC) 2013 yang berlangsung 2931 Maret lalu di Puslatpur Marinir Karang Tekok, Situbondo. Kegiatan yang digagas Pembina Pramuka SMPN 2 Banyuwangi , Winarno, ini berjalan lancar dan tertib. Winarno yang juga ketua panitia itu menyampaikan, acara tersebut berjalan baik berkat kerjasama dan kolaborasi para pembina Pramuka di masing-masing gugus depan SMP di wilayah Banyuwangi utara. Kegiatan tersebut merupakan bentuk investasi gerakan pramuka kepada para pelajar untuk menumbuhkembangkan karakter cinta tanah air, patriotisme, rela berkorban kepada bangsa dan negara, demi terwujudnya generasi yang tang-

TUMBUHKAN PATRIOTISME: Para peserta Nationality Super Scout Camp 2013 menikmati jelajah alam pegunungan dengan menaiki tank tempur.

ISTIMEWA

guh dan unggul di masa mendatang. Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari itu dibimbing langsung instruktur gabungan antara pembina Pramuka dan marinir. Kepala SMPN 2 Banyuwangi yang sekaligus ketua MKKS SMP Banyuwangi, Supriyadi, menyampaikan acara tersebut merupakan kerjasama antar pembina Pramuka di tingkat SMP untuk bersama-sama mempererat tali persahabatan dan persatuan antar sekolah, utamanya para anggota Pramuka. Dia juga menyampaikan,

kegiatan ini untuk meminimalisasi tawuran antar pelajar. Sementara, pembina Pramuka di SMPN 1 Banyuwangi yang sekaligus wakil ketua panitia menyampaikan, kegiatan ini sangat istimewa karena para peserta dibekali beragam materi. Di antaranya kepemimpinan, dinamika kelompok, smart achievement spiritual training, out bond, jelajah alam dan nationality character building. Selanjutnya, sekretaris panitia yang juga pembina Pramuka SMPN 5 Banyuwangi, Farid Wajdy menambahkan,

kegiatan ini diikuti sekitar 160 peserta dari tujuh sekolah di wilayah Banyuwangi utara. Di antaranya SMPN 1 Banyuwangi, SMPN 2 Banyuwangi, SMPN 3 banyuwangi, SMPN 5 banyuwangi, SMPN 1 Glagah, SMPN 2 Glagah, dan SMPN 1 Wongsorejo. “Nationality Super Scout Camp ini akan dijadikan agenda rutin tiap tahun sebagai bentuk kegiatan gabungan antar SMP di wilayah Banyuwangi Utara. Semoga tahun depan pesertanya semakin banyak. Baik dari sekolah negeri maupun swasta,” pungkas Farid Wajdy. (adv/als)

Datangkan Sarana Praktikum Senilai Rp 375 Juta SMK Muhammadiyah 2 Genteng Terus Berbenah GENTENG - Seiring dengan kemajuan teknologi di era globalisasi, generasi bangsa dituntut semakin dinamis dan termotivasi dalam meningkatkan kemampuan serta penguasaan teknologi. Hal ini untuk mempersiapkan diri menghadapi kerasnya persaingan dunia kerja di masa mendatang. Selaras dengan kondisi tersebut, SMK Muhammadiyah 2 Genteng terus berbenah dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan terhadap anak didik. Caranya dengan menambah sarana dan prasarana pendukung Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Tambahan sarana itu meliputi ruang belajar yang cukup representative, yakni dilengkapi 1000 Alquran dan LCD proyektor, bengkel praktik, laboratorium IPA, perluasan

LENGKAP: Sarana penunjang praktikum yang dimiliki SMK Muhammadiyah 2 Genteng. NUGROHO/RaBa

masjid, dan akses internet. Yang terbaru adalah penambahan peralatan praktik yang didatangkan pada Sabtu (30/3) lalu. Peralatan senilai Rp 375 juta itu terdiri, 2 gas analyzer, 2 engine stand diesel turbo, 2 trainer EMS, 4 sepeda motor EFI, 2 Trainer Body Stan-

dar sepeda motor, 4 trainer sepeda motor matic, 2 trainer sepeda motor 4T, dan 2 engine cutting sepeda motor 4T. Untuk Program Keahlian Teknik Mekanik Otomotif (TKR/TSM) peralatan praktik yang didatangkan berupa 2 trainer PLC, 4 trainer sistem kendali,

dan 4 trainer microkontrol untuk Program Keahlian Elektronika Industri (EI). Dengan penambahan alat praktik ini diharapkan bisa menunjang riset anak-anak elektro yang berhasil merakit beberapa alat hasil temuan mereka sendiri. ”Alat-alat tersebut terdiri alarm atau pengaman anti pencuri yang saat ini masih diuji pada sepeda motor. Alarm ini memiliki keunikan, karena pengoperasiannya cukup menggunakan handphone,” jelas Said Budairi, ST, Kepala Program Elektronika Industri SMK Muhammadiyah 2 Genteng. Kepala SMK Muhamadiyah 2 Genteng Bisri Mustofa, SE mengatakan, penambahan media praktik ini merupakan bagian dari semangat sekolah untuk terus memberikan peningkatan pelayanan dan kompetensi anak didik. ”Dengan tambahan peralatan ini semakin meningkatkan kualitas sekolah,’’ tandas Bisri Mustofa. (adv)

X-Ride, Matik Trendsetter, Tangguh Luar Biasa GEMPURAN Yamaha di pasar Tanah Air terus berdentum. Dari hasil riset dan pengembangan matang, muncul lagi tren baru yang menginspirasi perjalanan sejarah otomotif roda dua Indonesia. Keunggulan Yamaha dalam menelurkan inovasi baru melahirkan matik trendsetter yang tangguh luar biasa. Itu labelnya, namanya pun dibuat yang paling keren dan mudah diingat. X-Ride, yang bermakna Xtreem dan Xciting. Xtreem untuk tampilannya yang baru, gaul, keren dan tak ada duanya. Xciting buat performanya yang ISTIMEWA memiliki akselerasi LEBIH KEREN: spontan dan tangguh Inovasi Yamaha di segala medan. Yamamelahirkan X-Ride. ha menampilkan Matik Trendsetter yang tangguh luar biasa ini dengan berbagai keunggulan lebih. Tampilannya belum pernah ada sebelumnya di Indonesia. ”Benar-benar khusus dan beda untuk anak muda yang tidak mau sekedar ikut arus, naik motor matik yang sama dengan matik lain. Karena itulah Yamaha khusus menghadirkan X-Ride untuk anak muda yang berjiwa adventure,” ungkap Eko Prabowo, General Manager Marketing Communication and Community Development. Jiwa X-Ride dihidupkan di genre penganut kebebasan mengekspresikan hal-hal positif, menyenangkan, ekstrim dan lincah. Imej ini melebur dalam warna-warna motornya yang memberikan kesan fun dan ceria. Jadi, jiwanya yang berada di jalur ekstrim tapi gaul dan menyenangkan, merupakan perpaduan unik yang mencirikan X-Ride. X-Ride disempurnakan teknologi Yamaha Mixture Jet Fuel Injection (YMJet FI), Forged Piston dan Diasil Cylinder sehingga konsumsi bahan bakarnya lebih irit dan lebih kencang. Raga pembentuk X-Ride banyak berkiblat pada seni motor trail dan motor penjelajah offroad. Karenanya tampilannya didominasi dua keindahan otomotif extrim itu. Mulai dari kaki-kaki motor yang tampak menonjol karena dibuat layaknya semi offroad. Shock breaker depannya lebih panjang, sama halnya dengan shock breaker belakang yang lebih panjang plus diameter lebih besar dengan tipe twin tube. (*)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• STNK •

• Peluang Usaha •

• Rumah Desa Balak •

• Rumah Kebalenan •

Hlg STNK Nopol P 4074 XC, an. Husen. Krajan RT03/02 Kaligung Kec. Rogojampi

Ingin punya usaha tanpa ganggu pekerjaan? Modal minimal 10 juta, tidak perlu bayar pegawai, keuntungan pasti 100% dalam 24 bulan. Hubungi: 03337611387

SITUBONDO • STNK • Hlg STNK Nopol P 4677 EN, an. Lie Sian Ing, Jl. Sucipto RT03/04 Dawuhan, Stb

BANYUWANGI • Rumah+Tanah+Toko • Djl rmh di Bwi L+330, 130 jt & djl tnh+Toko L1200 Sembulung Cluring 300jt. 087755630534

• Rajah Kijang Kencono • Ush rajah Kijang Kencono mdl sdkit Insya Allah hsilny mmuaskan yg pnting ush; 085236824224

• Cak Rudy STMJ • Cak Rudy STMJ siap tempur, Jl. Gajah Mada 71 Penataban Banyuwangi

SITUBONDO Djl tanah + bangunan L 4x8=32m2 + 10 x 15 = 150m2, bisa dibeli dgn cash/kredit & juga bs disewa, SHM, Lok Ds Balak, hrg nego,H:(0333)631526–635176,0811351148

Djl rumah lok Kebalenan di Jl. Raya Rogojampi/ Genteng, L10 x15=150m2, SHM, bs dibeli dg cash atau kredit & jga bsa disewa, hrg nego. Hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Rumah Banyuwangi •

• Puri Mendut •

BANYUWANGI • Honda Jazz ‘08 •

• Jl. Ahmad Yani • Djl Ruko pusat kota + 400m2, Jl. Ahmad Yani 106 A, 081336436864 / 0338671304

• Ruko 2 Lt • Djl Ruko 2 Lt. LT71m2. Jl. Olean no. 36, dpn Pasar. H: 08179310008/03151161403

BANYUWANGI • Mechanical Leader •

DijualHondaJazzGD31,5IDSIAT’2008,warna putih, barang siap pakai 150 juta nego. Perum KalirejoPermaiBlokR15Kabat (085859445277)

• Toyota Soluna • Dijual Toyota Soluna 2003 hitam, metalik, hub: 082141268922 / 087857370701

• Promo Daihatsu • R-Stock Xenia, Terios, Luxio, Sirion, GrandMax, cash/kredit, disc gede, hub:HADI 081559705555/081233432555

Lowgn Mechanical Leader, Pria, D3 Teknik mesin, pnampilan mnarik&bhs inggris pasf, pglman 2th, pnmptan slrh Indonesia, komp min Ms. Office, shat jasmani&rohani krm lamarn lengkp lasg / email max 5 April dsertai CV,copy ijasah transkip nilai, KTP&photo 3x4, 1 lmbr ke : PT BOSOWA 0333-510400 Jl. Raya Situbondo Komp. Pelabuhan Tanjg Wangi Bwi, eml: hr.rekrutmenlt@gmail.com

• Marketing • Lowongan Marketing, Pria, min SMA, mempunyai pengalaman Marketing, pekerja keras, mampu kerja ditarget. Lam krm ke: KSU Syirkatul Muamalat Syari’ah, Tegalmojo, Singojuruh, T: 635900

BANYUWANGI Djl rumah L 10X15 = 150M2 lok Banyuwangi, utara pbrik ES, bs dibeli dg cash/kredit dan juga bisa di sewa hrg nego hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Rumah siap huni di Puri Mendut, Jl. Mendut 88 Banyuwangi (100m dari Kantor Pemda), cash/kredit, bunga ringan. 081336143490, cepetan sisa hanya 5 unit.

• Tepi Jalan Raya • Djl tanah tepi jalan raya, sblh showroom mobil Sraten, L4000m2. Hub:082336199061


BALJEBOL

Rabu 3 April 2013

BALI

KRIMINALITAS

JEMBER

BONDOWOSO

33

LUMAJANG

Pedagang Asongan Protes PT KAI Gara-gara Dilarang Ikut KA yang Berjalan

SHOLIKHUL HUDA/RADAR JEMBER

TERKAPAR: Salah seorang pelaku penjambretan terkapar di Puskesmas Wuluhan

Dua Jambret Bonyok Dimassa WULUHAN - Seakan kejahatan jambret terjadi tanpa henti. Kemarin, penjambretan terjadi di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Wuluhan. Dua orang pelaku, Budiono, 33,   warga Dusun Sidomulyo, Umbulrejo, dan Fandik, 29,  Gadingrejo, Umbulsari melakukan penjambretan di pasar Kesilir. Namun, aksi mengambil kalung dari leher korban gagal dilakukan. Korbannya adalah Ratna Sutanti, warga Dusun Samberingek, Desa Kepel, Kecamatan Wuluhan. Saat itu, korban melintas di daerah Kesilir sekitar pukul 11.00 WIB. Tiba-tiba dari arah belakangnya ada dua pengendara yang memepet dirinya, lalu merampas kalung yang dipakai korban. Untungnya, tangan pelaku tidak berhasil meraih kalung korban. Dia hanya memegang jaket yang dipakai korban. Walaupun kalungnya tidak berhasil diraih, namun tetap saja korban meneriaki pelaku jambret. Sehingga, penduduk langsung mengejar pelaku. Pelaku pun ditangkap karena motornya kehabisan bensin, dan sempat sembunyi di dalam kamar mandi masjid. Kemudian, warga menghajar kedua pelaku sampai babak belur. Tidak beberapa lama petugas kepolsisian datang untuk mengamankan korban. Kemudian korban dibawa di Puskesmas Wuluhan. Dari dua tersangka, luka yang paling parah adalah Fandik. Dia sampai tidak bisa menelan makanan karena lehernya patah. “Pelaku mengalami luka berat akibat dihajar warga,” kata Imatuz Zahro, petugas medis Puskesmas Wuluhan. Kemudian, Budiono yang hanya mengalami luka ringan langsung diproses oleh pihak kepolisian. Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku yang kesehariannya bekerja mencari kodok tersebut, melakukan penjambretan untuk menambah penghasilan. Akibat perbuatannya, pelaku diancam dengan pasal Pasal 363 subsider 563 KUHP, ancaman 7 tahun penjara. “Pelaku diancam dengan Pasal 363 subsider 563 KUHP dengan hukuman maksimal tujuh tahun penjara,” kata AKP Wardoyo Utomo, Kapolsek Wuluhan. (mg1/hdi/jpnn)

ADA APA LAGI

JUMAI/RADARJEMBER/JPNN

HANCUR: Salah satu mobil Innova yang dipecah kacanya dibawa ke Mapolres Jember, kemarin sore.

Kaca Dipecah, Barang Dikuras JEMBER - Ini peringatan bagi para pemilik kendaraan mobil yang meninggalkan barang di dalam mobil saat parkir. Dalam sehari kemarin, kaca samping dua buah mobil yang diparkir dipecahi oleh orang tak dikenal. Pelaku pun menguras baran berharga di dalam mobil tersebut. Salah satunya dialami mobil Kijang Innova dengan plat nomer P 1047 RG yang diparkirkan di jalan Mastrip Gang II, kemarin. Mobil milik M. Nadzir, 19, warga Bukit Permai, kluster blok DB 7 itu dipecahi kacanya bagian kiri belakang. Menurut korban, kejadian itu bermula saat dirinya berkunjung ke kos-kosan milik rekannya, di Jalan Mastrip sekitar jam 14.00 WIB. “Saya biasa main ke kos-kosan teman,” jelas mahasiswa semester 2 Fakultas Kedokteran Unej itu. Dia parkir mobilnya di pinggir jalan. “Saya masuk di dalam gang memang cukup lama, sekitar 45 menit,” tutur Nadzir.  Korban sama sekali tidak tahu jika mobilnya menjadi sasaran pelaku kejahatan. Pasalnya, sama sekali tidak ada suara gaduh dan juga suara pecah kaca. Bahkan, suara alarm yang dipasang di mobil juga tidak berbunyi. “Alarmnya tidak bunyi. Jadi tidak tahu jika pecah kacanya,” jelas Nadzir. Korban baru mengetahui jika mobilnya dirusak orang, ketika hendak masuk ke dalam mobilnya. Saat melihat jok belakang mobilnya sudah dipenuhi pecahan kaca mobil samping kirinya yang sudah berlubang. Nadzir kaget saat mencari tas yang biasa ditinggal di jok belakang ikut raib dibawa pelaku. “Di dalamnya ada tablet merk Samsung dan dua buku,” jelasnya. Kerugian akibat hilangnya barang-barang milik korban sekitar Rp 3,5 juta. Belum ditambah dengan kerusakan mobil yang dialami oleh korban. Tidak berselang lama dari laporan Nadzir, tiba-tiba ada ibu-ibu yang datang melaporkan bahwa mobilnya juga menjadi korban pecah kacanya akibat aksi kejahatan. Kejadian ini dialami oleh Yessi, 34, warga Jalan Halmahera, Jember. Mobil Grand Livina P 1027 SI mengalami pecah kaca di bagian samping kiri. Pegawai Bank BRI Jember ini mengalami kejadian naas saat parkir mobilnya di Jalan Ahmad Yani dekat toko Glovic. Korban juga kehilangan sejumlah barang yang ditinggal di jok mobil. Antara lain dompet berisi uang Rp 500 ribu beserta dengan surat-surat penting lainnya. Oleh karena itu, bagi warga untuk lebih berhati-hati dalam memarkirkan mobilnya. Terutama jangan meninggalkan barang-barang berharga di dalam mobil saat diparkir. (ram/rid/jum/hdi/jpnn)

JEMBER – Sekitar 30-an pedagang asongan yang berasal dari Tanggul dan Klakah, kemarin (2/4), mendatangi Stasiun Jember. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes pedagang karena dilarang berjualan di atas kereta api yang sedang berjalan. Pihak PT KAI sendiri sejak 2010 hanya memberi kesempatan kepada pedagang asongan untuk berjualan di peron stasiun. Para pedagang datang dengan menumpang KA Probowangi (jurusan Probowangi-Banyuwangi) dan tiba di Stasiun Jember sekitar pukul 07.15. Para pedagang asongan itu bertahan di stasiun dan meminta bertemu dengan manajemen PT KAI Daops IX Jember. Mereka ingin memprotes kebijakan yang melarang mereka berjualan di atas kereta. “Kami tidak dibolehkan ngintir (naik) di kereta,” ujar Paiman, salah seorang perwakilan pedagang dari Tanggul. Kebijakan itu dinilai merugikan pedagang. Pasalnya, kata dia, selama ini pedagang yang ikut naik kereta api yang tengah berjalan alias ngintir dalam sehari hanya bisa mendapatkan untung paling besar Rp 20 ribu. “Itu dari stasiun Tanggul ke Rambipuji,” ujarnya. Karena itu, lanjut Paiman, jika pedagang tak boleh ngintir, pendapatan yang diterima pedagang semakin kecil. “Masak cukup untuk hidup. Apalagi

RADAR JEMBER/JPNN

KELUHKAN KEBIJAKAN PT KAI: Pedagang asongan dari Tanggul dan Klakah ketika mendatangi Stasiun KA Jember.

yang punya keluarga,” ujarnya mewakili teman-temannya. Selain itu, para pedagang asongan itu juga mengeluhkan kebijakan PT KAI yang diterapkan sejak 1 April 2013 bahwa KA Logawa dan KA Probowangi tidak berhenti di Stasiun Klakah

(Lumajang) dan Rambipuji (Jember). Kebijakan itu dinilai juga mengurangi pendapatan pedagang. Manajer Humas PT KAI Daops IX Jember Gatut Sutiyatmoko mengatakan, larangan itu merupakan kebijakan direksi PT KAI. Pihaknya hanya melaksanakan kebijakan pusat.

Apalagi, kebijakan itu sebenarnya sudah diberlakukan sejak 2010 Menurut Gatut, masih ada sebagian pedagang asongan yang taat dengan kebijakan itu dan hanya berjualan saat kereta berhenti di stasiun. (ram/har/jpnn)

Pembunuh Didik Subianto Tertangkap Motifnya Berlatar Belakang Asmara JENGGAWAH – Dalam tempo kurang dari 2 x 24 jam, Dasuki (bukan Jasuki seperti berita kemarin, Red), pelaku pembunuhan Didik Subiantoro, warga Dusun Sumuran, Desa/Kecamatan Ajung, berhasil ditangkap polisi. Tersangka ditangkap di rumah seorang kerabatnya di Desa Sumberpakem, Sumberjambe, kemarin (2/4) sekitar pukul 03.00. “Setelah termonitor, langsung kita lakukan penangkapan ke Sumberpakem,” ujar Kanitreskrim Polsek Jenggawah Aiptu Bambang S., saat mendampingi Kapolsek Jenggawah AKP Tulus Dwi Sutarta kemarin. Saat ditangkap, Dasuki tidak memberikan perlawanan. Bahkan, pria yang berprofesi sebagai pencari burung dan ikan tersebut mengakui semua perbuatannya. Dasuki digelandang ke Mapolsek Jenggawah untuk menjalani pemeriksaan sekitar pukul 03.30. Dari hasil pemeriksaan terungkap, pembunuhan tersebut berlatar belakang dendam. Da-

suki mengaku, dirinya nekad membunuh korban lantaran istrinya, Nur Aida, 36, santer diisukan “dijual” korban ke beberapa pria. Hal itu terjadi saat korban, tersangka, dan istrinya merantau di Jambi. “Kami dulu merantau sekitar tahun 2012 ke Jambi, Sumatera,” terang Dasuki saat ditemui di Mapolsek Jenggawah. Dasuki dan istrinya merantau selama enam bulan, sebelum akhirnya pulang ke Jember. Dasuki mengakui, dia tidak tahu dengan mata kepala sendiri mengenai isu bahwa istrinya “dijual” korban ke pria lain. Sejak isu itu merebak, Dasuki memilih pisah ranjang dengan Nur Aida. “Sudah pisah ranjang. Tapi, belum cerai,” ungkapnya. Saat Dasuki pulang ke Jember, Nur Aida meneruskan merantau di Jambi. Sebelum Dasuki pulang, korban sudah pulang ke Jember lebih dulu. Meski akhirnya tersangka dan korban sudah sama-sama berada di Jember, keduanya jarang bertemu. Karena jarang bertemu itulah, Dasuki tidak bisa menanyakan kebenaran isu tersebut kepada

korban. Sebab, korban sering berkunjung ke rumah istrinya di Banyuwangi. Padahal, Dasuki ingin menyelesaikan masalah tersebut secara baik-baik. Namun, kata Dasuki, korban

terkesan menghindari dirinya. Puncaknya Minggu (31/3) sekitar pukul 20.30, Dasuki mendatangi rumah korban. Begitu datang ke rumah korban, Dasuki mengaku sempat cekcok mulut den-

gan korban di rumah korban. Dirinya memang menanyakan masalah istrinya yang diisukan “dijual” oleh korban kepada beberapa pria saat merantau di Jambi. (ram/jum/jpnn)


34

Rabu 3 April 2013

Stadion Diponegoro Berkonsep 2 In 1 BANYUWANGI - Rencana pembangunan Stadion Diponegoro tahun ini mendekati kenyataan. Setidaknya terlihat dari rampungnya beberapa tahap pengerjaan lapangan sepak bola yang menjadi markas Persewangi tersebut. Kabar ter-anyar, konsep stadion berkapasitas 7.000 ribu penonton itu sudah dikeluarkan Dinas Pengerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang Banyuwangi. Nanti Stadion Diponegoro tidak hanya berfungsi sebagai arena

MAKET:Inilah rencana bangunan tribun sisi selatan Stadion Diponegoro. ISTIMEWA

pertandingan sepak bola, tapi juga berfungsi sebagai media yang bisa memperlancar roda

organisasi olahraga. “Ada satu kesatuan konsep dalam pembangunan stadion,” ujar Mujiono,

kepala Dinas PU Banyuwangi. Mujiono menuturkan, terkait konsep ekonomi, nanti di bawah tribun

stadion bisa digunakan sebagai sentra perdagangan. Beberapa unit bangunan, seperti rumah toko (ruko) akan menghiasi sudut stadion. Selain bisa membantu perekonomian masyarakat, ruko tersebut juga bisa menambah income daerah. Selain itu, menurut Mujiono, di Stadion Diponegoro juga akan disediakan ruangan untuk cabang olahraga (cabor). Jadi, cabor yang belum memiliki sekretariat bisa langsung bermarkas di bangunan di sekitar stadion itu. Itu akan mempermudah

cabor dalam melakukan aktivitas keorganisasian. Kapan akan mulai dibangun? Mujiono mengatakan, pembangunan akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Beberapa persiapan sudah dilakukan, di antaranya memilih konsep stadion. Tahap berikutnya lelang dan penggarapan. Ku c u ra n d a na l e b i h ku ra n g Rp 5 miliar dari APBD 2013 itu diharapkan bisa menambah kelengkapan sarana Stadion Diponegoro. (nic/c1/als)

Basket Agendakan Uji Coba Lagi

Persewangi kembali berlaga di Divisi Utama PSSI. Ayo beri dukungan, kritik, dan saran agar kedua tim tersebut mampu meraih prestasi maksimal. Kirim tulisan Anda melalui SMS ke nomor 087857488787. Tulisan dilarang menghujat, menyerang, dan menghina personal.

Tiru Tiki-Taka Barca

GALIH COKRO/RaBa

Aku ingin permainan Skuad Persewangi selalu tiki-taka seperti permainan Barcelona. Ku yakin kamu pasti bisa juara, I Love Persewangi.

TAMBAH AMUNISI: Untuk menambah daya gedor lini depan, manajemen berencana menambah pemain. Tampak striker Ikrom Syafi’i (tengah) saat dikepung pemain PPSM Magelang.

Rezta Ardiansyah (Arweter) – 081937612428

Terkendala Gaji Tinggi

Semoga Juara Grup Terima kasih Persewangku di putaran pertama ini kamu finish di posisi ketiga. Semoga di putaran kedua kamu bisa jadi juara grup. Laros Jenggirat militan Ketapang hanya untuk Persewangi. Suyit Laros Jenggirat Militan Ketapang, 081913931933

Banggakan Kami Hai Persewangi, keep your spirit terus semangat kalahkan musuhmu banggakan kami dengan prestasimu jangan kecewakan kami dengan kekalahanmu. Kami selalu menyuportmu Butiran Sastra(Wafi’s) – 082333788134

Lokal Masih Banyak Cintaku Persewangi. Aktifkan komunikasi saat di lapangan. Itu modal utama jebol gawang lawan. Saran tambah penyerang lagi. Pemain lokal banyak yang bagus, trims. 082147318219

Bawa Nama Baik Ayo Persewangi, tunjukkan semangatmu. Kamu harus bisa bawa nama baik Banyuwangi dan nama baik Laros Banyuwangi, I Love Persewangi and I Love Banyuwangi Joko Yuniarto Midas Nusantara Tour and Travel 082337238864

Pasti Nomor Satu Ayo Persewangi tunjukkan bakatmue Persewangi, que selalue mendukung mhue, jangan pantang menyerach, Persewangi pasti nomer 1, I Love Persewangi Aisyach MTS Negeri Kalibaru, 087755850286

Pasti Jaya Tetap semangat Persewangi pasti jaya 089682086469

BANYUWANGI - Ambisi m a n aj e m e n m e n ja d i k a n Persewangi sebagai new Los Galaticos (tim bintang) dipastikan tidak mudah. Beberapa faktor menjadi ganjalan. Ketua Persewangi, Hari Wijaya mengaku, mendatangkan sejumlah pemain buruan dipastikan tidak mudah. Selain harus bersaing dengan tim lain, Persewangi juga dihadapkan pada kenyataan bahwa gaji pemain buruan tersebut sangat tinggi. Ditambah lagi harus ada komunikasi intensif dengan klub lama pemain buruan tersebut. “Hambatan tentu ada. Tapi kita akan berusaha meyakinkan mereka dan berkomitmen melakukan kerja sama dengan pemain yang diincar itu,” bebernya. Hari mengaku, daftar belanja pemain di jeda kompetisi Divisi Utama memang melimpah. Dari sederet pemain yang diincar, dia mengaku ada kelebihan dan kekurangan. Budi Sudarsono, misalnya. Eks penyerang Persik Kediri itu dinilai memiliki pengalaman dan skill mumpuni sebagai striker kelas wahid. Namun, di sisi lain, Budi masih rentan mengalami cedera. Bambang Pamungkas sebagai bekas pemain Persija

dan tim nasional, tidak ada yang meragukan kualitas pemain yang akrab dijuluki Bepe itu. Dia adalah mantan pemain termahal di Liga Indonesia. Tentu kalau diboyong ke Banyuwangi, Persewangi harus membayarnya mahal. Itu menjadi masalah. Apalagi, manajemen Persewangi juga berniat menarik kembali Marzuki “Boros”. Pengalaman dan daya juangnya diharapkan menambah daya gedor Laskar Blambangan. Namun, memulangkan Mar-

zuki dipastikan tidak mudah. Sebab, dia masih terikat dengan klubnya, Deltras Sidoarjo. Bahkan, hingga kini dia masih menyelesaikan putaran pertama kompetisi Divisi Utama bersama The Lobster, julukan Deltras. “Manajemen sudah menjalin komunikasi dengan pemain itu. Yang jelas kami akan berusaha agar Persewangi tampil lebih baik di putaran kedua nanti. Kelemahan-kelemahan yang ada harus dibenahi,” pungkasnya. (nic/c1/als)

BANYUWANGI - Performa timpang yang diperlihatkan tim putra dan putri membuat Pengkab Perbasi memperpanjang rangkaian pertandingan uji coba. Setelah menjalani tiga pertandingan persahabatan, tim basket Banyuwangi proyeksi Porprov Jatim itu berencana menjalani satu kali uji tanding lagi akhir pekan ini. Adalah tim IPH School yang akan menjadi mitra tanding tim putra dan putri Porprov Banyuwangi. Rencana uji coba itu dijadwalkan digelar 6 April mendatang di Surabaya. “Ya, kita rencanakan akan gelar uji coba lagi untuk tim Porprov putra dan putri,” ujar Edi Lukisanto, ketua Perbasi Banyuwangi. Edi menuturkan, dalam tiga uji coba yang dilakoni tim pu-

tra dan putri memang terlihat sedikit perbedaan. Tim putra takluk tiga kali di laga persahabatan tersebut. Kekalahan pertama dialami saat tim putra menjalani uji coba melawan Jembrana pekan lalu. Dua hasil negatif lain ditorehkan saat melawat ke Pasuruan dan Probolinggo. Dalam dua pertandingan persahabatan itu, tim putra Banyuwangi juga keok. Sementara itu, tim putri Banyuwangi terus menunjukkan taji. Menghadapi Pasuruan dan Probolinggo, tim putri mencatatkan hasil impresif dengan kemenangan. “Setelah laga persahabatan akhir pekan ini akan kita gelar evaluasi. Di mana kelemahan yang ada,” ujarnya. (nic/c1/als)

GALIH COKRO/RaBa

JAJAL IPH SCHOOL: Pemain basket Banyuwangi terus dipersiapkan sebelum menghadapi babak kualifikasi Porprov.


BERITA UTAMA

Rabu 3 April 2013

35

HALAMAN SAMBUNGAN

Hanya Lima Menit Meninggalkan Mobil n PECAH... Sambungan dari Hal 25

“Kalau keluar dari mobil, tas yang berisi uang itu biasanya saya bawa. Tapi kali ini lupa,” ujarnya. Yudi mengaku tidak lama melihat pengerjaanbangunandiJalanGajah Mada tersebut. Setelah memantau para pekerja, dia kembali ke mobil. “Saya berada di lokasi sekitar lima menit. Pikiran tidak enak karena tas masih ada di mobil,” jelasnya.

Saat berada di dekat mobil, korban melihat dua orang naik motor Yamaha Jupiter di seberang jalan seperti sedang mengawasinya. Di belakang mobilnya tampak pula dua orang mengendarai Yamaha F1ZR. “Saya tidak curiga dengan orang-orang itu,” sebutnya. Korban mengaku baru curiga saat dilihat kaca pintu bagian depan mobilnya pecah. Tas yang berisi uang, kunci brankas, dan

STNK motor Suzuki Smash, yang ditaruh di jok depan sudah raib. “Motor yang ada di belakang mobil itu langsung tancap gas ke arah utara. Motor di seberang jalan juga kabur ke arah utara,” bebernya. Kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi, Yudi menduga empat orang yang naik dua motor itu adalah pelaku. Orang yang berada di seberang jalan itu diperkirakan bertugas mengawasi sekitar lokasi. “Dua

orang di belakang mobil mungkin pelaku yang memecah kaca dan mengambil uang,” katanya. Kapolsek Giri AKP Adi Wiyan to saat dikonfirmasi di kantornya mengaku, saat keja dian tidak ada saksi yang melihat. Pihaknya kini tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku. “Korban sedang kita mintai keterangan. Pelaku diduga empat orang,” katanya. (abi/c1/bay)

Pengendara Bisa Lihat Taman Sri Tanjung n GANTI... Sambungan dari Hal 25

Selama uji coba, instansi terkait akan me ng inventarisasi kendala dan kekurangan demi pe nyempurnaan perubahan arus lalu-lintas tersebut. Sekadar tahu, setelah peru bahan arus kendaraan itu diberlakukan, semua kendaraan dari Jalan Basuki Rahmat (utara) bisa langsung melewati Jalan PB. Sudirman. Sementara itu, kendaraan-kendaraan dari Jalan Ahmad Yani, Jaksa Agung Suprapto, dan Wahid Hasyim, dialihkan ke Jalan dr. Soetomo.

Perubahan arus lalin di Jalan PB. Sudirman itu berdampak pada perubahan arus di beberapa jalan lain. Jalan dr. Soetomo yang merupakan jalan satu arah dari utara, kini diubah menjadi satu arah dari selatan. Atas perubahan tersebut, arus kendaraan di Jalan Diponegoro juga mengalami perubahan. Saat ini, arus kendaraan di Jalan Diponegoro hanya satu arah dari utara. Mulai pagi ini, Jalan Diponegoro di depan Gesibu Blambangan itu akan berubah menjadi jalan dua arah, yakni dari selatan dan utara. Kendaraan dari Jalan dr.

Soe tomo bisa menuju Jalan dr. Wahidin, Jalan Kartini, Jalan Banterang. Alternatif lain, kendaraan dari Jalan dr. Soetomo bisa melewati Jalan Diponegoro hingga pertigaan Jalan Banterang. Tidak hanya itu, arus Jalan Surati dan Jalan DI. Panjaitan yang semula satu arah dari utara, kini dibalik menjadi satu arah dari selatan. Kepala Bidang Perhubungan Darat Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Banyuwangi, Hendra Lesmana mengatakan, perubahan arus kendaraan

tersebut demi kelancaran lalulintas dan keselamatan para pengguna jalan. Tujuan lain, para pengguna jalan dari luar kota yang melaju dari arah utara dapat melihat ke berhasilan pembangunan Bumi Blambangan. “Warga luar kota, terutama yang melaju dari arah utara bisa melihat keberhasilan pembangunan Banyuwangi, misalnya Taman Sri Tanjung, Pendapa Sabha Swagata Blambangan, dan lain-lain. Tetapi, intinya adalah demi kelancaran lalu-lintas dan keselamatan pengguna jalan,” ujarnya kemarin (2/4). (sgt/c1/bay)

Merombak Median Jalan Tugu Garuda n DIJAGA... Sambungan dari Hal 25

Sejumlah personel juga akan diterjunkan untuk mengatur kelancaran arus lalu-lintas di simpang empat kantor Pegadaian, simpang tiga kantor Pos, dan simpang tiga Gedung Juang 45 Banyuwangi. “Kami siap membantu pengamanan selama sepekan agar masyarakat memahami dan mengetahui perubahan jalur di Banyuwangi,” cetus Kaurbinops Satlantas Polres Banyuwangi, Iptu Kemas Aidil Fitri. Menurut Iptu Kemas, salah satu titik yang menjadi prioritas utama pengamanan Satlantas

Polres Banyuwangi adalah Simpang Lima. “Kita akan menerjunkan empat personel khusus untuk melakukan pengaturan lalu-lintas di Simpang Lima,” jelasnya. Kemas menambahkan, lantaran perubahan arus lalu-lintas tersebut masih dalam tahap uji coba dan sosialisasi, pihaknya ti dak akan memberi sanksi terhadap masyarakat yang menerobos jalur yang tidak seharusnya dilalui. “Mereka yang sa lah jalan akan kami tegur sekaligus kami beri tahu jalur yang benar,” kata dia. Masih menurut Kemas, dalam melakukan pengamanan perubahan arus lalu-lintas terse-

but, petugas Satlantas Polres Banyuwangi akan dibantu petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). “Kami juga akan dibantu rekan-rekan Satpol PP dalam pengamanan perubahan arus tersebut,” tuturnya. Di lain pihak, pihak Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Banyuwangi juga ikut “turun tangan” membantu kelancaran uji coba perubahan arus lalu-lintas di pusat Kota Gandrung tersebut. Salah satunya dibuktikan dengan pengeprasan dahan pohon di beberapa titik kemarin. Pengeprasan pohon tersebut dilakukan khusus di lokasi-lokasi pemasangan traffic light baru.

Pantauan di lapangan, salah satu pohon yang dikepras berlo kasi di depan kantor bank BTN Banyuwangi. “Kami tidak menebang pohon, melainkan hanya mengepras. Tujuannya, memperlancar pandangan para pengguna jalan, terutama terkait adanya rambu baru,” kata Kepala DKP Banyuwangi Arif Setiawan. Selain pengeprasan dahan pohon, DKP juga membongkar pulau jalan di depan Pendapa Sa bha Swagata Blambangan kemarin. “Jika perubahan arus lalu-lintas sudah benar-benar berlaku, kami akan membongkar beberapa median jalan, termasuk di depan MAB,” pungkas Arif. (sgt/c1/bay)

Ingin Membangun Kota Kelahiran n CERITA... Sambungan dari Hal 26

Kata Imam Syafi’i, merantaulah. Manisnya perjuangan akan kau rasakan. Air yang menggenang tak akan menghasilkan air yang jernih. Merantau, selain ber juang untuk hidup tanpa orang tua, merantau menempa mental untuk menjadi dewasa. Ba gaimana untuk berusaha se baik mungkin beradaptasi de ngan lingkungan baru, di sam ping meraih tujuan dari merantau itu sendiri. Melihat banyak hal dengan sudut pandang yang berbeda. Selain itu, de ngan merantau saya jadi mengenal teman-teman dari seluruh Indonesia, dengan adat yang berbeda-beda dan tentu saja merasakan lezatnya makanan khas daerah masing-masing saat usai liburan he he he. Merantau, entah untuk berapa lama merantau. Empat setengah tahun telah kulewati akhirnya aku menyelesaikan kuliahku

dan wisuda. Meskipun diawal kuliah aku sempat keteteran, tapi aku mampu menyelesaikan stu diku tepat waktu dan dengan hasil IPK yang cukup memuaskan. Kebahagian yang tak terlukiskan saat aku melihat senyum kebanggaan dari wajah kedua orang tuaku, waktu mendampingiku berfoto dengan memakai toga seragam kebesaran para sarjana muda. Setelah menyeleseikan studi S1 dengan gelar SKM, aku berniat mengabdikan diri untuk ikut membangun kota kelahiranku tercinta. Ya Kota Banyuwangi. Tapi setelah kupikir dan kurenungkan, aku merasa ilmuku masih belum cukup untuk bisa berbuat banyak bagi kota kelahiranku tercinta ini. Sehingga kuputuskan untuk melanjutkan kuliah pasca sarjana di Fakultas Kedokteran UGM Jogjakarta. Aku mengambil jurusan FETP (Field Epidemiology Training Program). Dan, sampai saat cerita ini saya tuliskan, saya masih ber-

jalan dua semester di kuliah pas ca sarjana yang sedang saya jalani. Insayallah, kalau semua lancar seperti yang saya harapkan, di akhir tahun 2014 saya bisa menyeleseikan kuliah saya ini. Amin. Mungkin, suatu saat saya akan kembali tinggal di Banyuwangi, mungkin juga tidak. Hanya Tuhan yang tahu. Namun, walau telah bertahunta hun merantau, saya selalu merasa bangga menjadi orang Banyuwangi. Ya, jiwaku telah terpatri sebagai Lare Osing se utuhnnya. Kalau memang Tuhan menghendaki, aku akan sangat bangga dan bahagia bila bisa ikut berpartisipasi bersama putra-putri Blambangan yang lainnya membangun Banyuwangi tercinta. Salam dari rantau. (fikridzul69@yahoo.com) *) Penulis adalah warga Pesanggaran, Banyuwangi. Kini sedang studi di Pasca Sarjana UGM Jogja

Seratus Soal, Empat Pelajaran n PENDAFTARAN... Sambungan dari Hal 26

Naskah tersebut meliputi empat mata pelajaran, yakni bahasa Indonesia, bahasa Inggris, ilmu pengetahuan alam, dan matematika. “Soal try out ini telah disesuaikan kisi-kisi UAN, sehingga tepat menjadi media berlatih dan mengukur kemampuan siswa guna mempersiapkan diri lebih baik dalam menghadapi UAN,” jelas Sahroni. Sementara itu, Ketua Wilker

Bangorejo Efesius Sugito mengatakan, SMPN 3 Siliragung Satap telah mendaftarkan 55 pe serta, SMPN 4 Siliragung Sa tap daftarkan 80 peserta, SMPN 2 Tegalsari daftarkan 133 peserta, dan SMPN 2 Gambiran 182 peserta. Ketua Wilker Genteng Endi Sunarto mengatakan, pendaftar dari SMPN 4 Kalibaru Satap 28 peserta, SMPN 1 Genteng daftarkan 246 peserta, SMPN 1 Sempu daftarkan 217 peserta, dan SMPN 3 Sempu Satap

daftarkan 72 peserta. “Bagi wilker yang belum men daftarkan sekolah di wilayah kerjanya diharapkan segera mendaftarkan diri,“ imbuh Sahroni. Try Out yang dihelat Jawa Pos Radar Banyuwangi ini bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Banyuwangi, MKKS SMP seKabupaten Banyuwangi, Lembaga Bimbingan Belajar Sony Sugema College (SSC), MurahKom, Treq, PT. BRI Banyuwangi, dan PT Temprina Media Grafika. (c1/bay)

Seluruh Biaya Persalinan Ditanggung oleh Jampersal n HAMIL TUA... Sambungan dari Hal 27

‘’Memang sudah niat menghindar. Mungkin malu punya istri seperti anak saya ini,” tandasnya. Dengan kondisi anaknya seperti itu, dia menanggung beban berat. Tentu saja dirinya ti dak bisa bekerja lantaran menunggu putrinya itu dirawat di rumah sakit. “Datang ke sini tanggal 3 Maret. Kalau ada suaminya khan bisa bergantian menunggunya,” bebernya. Beruntung, keluarga tidak

me nanggung biaya selama Riningsih di rumah sakit. Pasalnya, keluarga sudah mempunyai Jamkesmas dan Jampersal. ‘’Nggak bayar selama di sini,” terangnya. Riningsaih mengaku kenal dengan suaminya dari teman. Nah, hubungan itu berlanjut hingga dia hamil. ‘’Saya sering dia telepon sebelum dia jadi suami saya. Tapi, sejak dia pergi, nggak ada kabar lagi,” ungkap saudara Aris Santoso, 24, dan Adi Irawan, 21, itu. Kepala ruang tempat Riningsih dirawat, Sri Widarti, tidak ba-

nyak komentar saat ditanya seputar kondisi pasien tersebut. Alasannya, keterangan resmi untuk wartawan harus lewat satu pintu. ‘’Maaf, Mas, saya nggak bisa jawab. Kondisinya ya seperti ini,” katanya. Dia juga enggan menjelaskan berapa sebenarnya berat badan sang pasien. Dia ha nya mengatakan bahwa usia kandungan pasien tersebut sudah tua. ‘’Usia kandungan 25 minggu. Karena kondisinya seperti ini, dalam proses persalinan, pasien ini akan dioperasi,” katanya. (ton/ c1/aif)

Bertemu Anggota Dewan Daerah Lain Keputusan di Tangan Bupati n BELASAN... Sambungan dari Hal 25

KPU juga sepakat mengkaji dan memplenokan masalah tersebut,” kata anggota dewan terpilih pada Pemilu 2009 melalui Partai Republika Nusantara (RepublikaN) itu. Dijelaskan, perwakilan DPRD Ba nyuwangi yang kemarin meng hadap KPU pusat berjumlah 12 orang asal Komisi I. Sebab, Komisi I membawahi hukum dan pemerintahan. Masih menurut Eko, pihaknya optimistis tidak harus mundur dari keanggotaan DPRD meskipun pada Pemilu 2014 mendatang maju sebagai calon anggota legislatif dari parpol lain. “Teman-teman (DPRD) dari

daerah lain sepakat mengajukan judicial review. Sebab, di undangundang (UU) tidak ada peraturan yang menyebut anggota DPR atau DPRD yang parpolnya bubar harus me ngundurkan diri jika ingin menjadi caleg dari parpol lain. Saya rasa peraturan KPU itu tidak lazim dan tidak pas,” pungkasnya. Seperti diberitakan kemarin, sejumlah anggota DPRD Banyuwangi tengah meradang. Me reka berancang-ancang mengajukan peninjauan kembali Peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2013 ke Mahkamah Konstitusi (MK) RI. Pasalnya, produk hukum yang mengatur pencalonan anggota DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota, itu dinilai

diskriminatif. Rencana sejumlah legislator Bumi Blambangan mengajukan judicial review disebabkan adanya aturan yang menyebutkan bahwa anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten Kota yang dicalonkan partai politik (parpol) yang berbeda, harus menyatakan pengunduran diri sebagai anggota dewan. Aturan tersebut tercantum dalam Pasal 19 huruf i Peraturan KPU Nomor 7 tahun 2013. Di sisi lain, sejumlah wakil rak yat yang duduk di DPRD Banyuwangi terpilih melalui parpol yang tidak lagi menjadi kon testan Pemilu Legislatif 2014 mendatang. Ditemui wartawan Jawa Pos

Radar Banyuwangi di kantor dewan Senin (1/4), Eko Su silo, anggota DPRD asal Par tai RepublikaN, dengan tegas mengatakan bahwa Peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2013 tersebut diskriminatif. Menurut dia, jika aturan tersebut mengatur anggota parpol peserta Pemilu 2014 harus mundur dari anggota dewan jika ingin menyeberang ke parpol lain, itu masih wajar. “Tapi partai kami bukan peserta Pemilu 2014. Ini yang akan kita tanyakan langsung ke KPU, sekaligus kita berpikir mengajukan judicial review tentang aturan tersebut ke MK. Saat ini (kemarin) kita masih merapatkan barisan,” tegasnya. (sgt/c1/bay)

Berdalih agar Pede saat Mengamen n LIMA... Sambungan dari Hal 25

“Pil trex yang dibawa Deni itu berasaldariAdhis,”kataAKPWatiyo. Terkuaknya peredaran pil trex itu bermula dari laporan masyarakat. Warga menyampaikan, sering terjadi keributan di KA dan sekitar Stasiun Kalisetail. Hasil penyelidikan

polisi, pelaku yang sering bikin ulah itu diduga mengonsumsi pil koplo. “Deni dan JT akhirnya ditangkap,” kata Watiyo. Dalam keterangannya kepada polisi, Deni mengaku mendapatkan satu klip plastik kecil yang berisi lima butir pil koplo jenis trex itu dari Adhis. Barang itu rencananya akan dikonsumsi sendiri. “Saya hanya membeli

satu bungkus. Harganya Rp 15 ribu berisi lima butir,” katanya. Deni menyebut, lima butir pil trex yang dia beli itu kondisinya tidak utuh. Tiga butir pil trex kondisinya sudah hancur, dan hanya dua butir yang masih utuh. “Saya beli pil trex biar lebih kuat dan tidak malu saat mengamen,” ungkapnya. Sementara itu, Adhis Sanjaya

mengaku selama ini sebenarnya tidak pernah mengedarkan pil koplo. Pil trex itu hanya untuk dikonsumsi sendiri agar lebih kuat saat mengamen di KA. “Ngamen mulai pagi hingga sore, pakai pil trex biar kuat,” dalihnya. Adhis mengaku mengonsumsi pil koplo sudah lama. Biasanya, dia mengonsumsi pil koplo dicampur pil jenis lain. (abi/c1/bay)

Direkam Sendiri dengan Durasi 15 Menit n KASUS... Sambungan dari Hal 25

“Kalau tidak salah lima kali hubungan. Yang direkam itu hubungan yang kali keempat,” ungkapnya. Dengan nada serius, Heri mengaku tidak tahu bagaimana ceritanya video yang berisi hubungan intim bersama pacarnya itu bisa menyebar. Video yang direkam menggunakan telepon seluler (ponsel) di salah satu gudang warnet di Desa/Kecamatan Rogojampi itu tidak pernah disebar. Video tersebut hanya untuk koleksi pribadi. “Kami sama-sama suka, tapi dia (Saritem) kok mengaku diperkosa? Saya jadi heran,” cetusnya. Video syur itu diambil di salah satu gudang bekas warnet di Desa/Kecamatan

Rogojampi. Prosesi pengambilan gambar dilakukan dengan cara menaruh ponsel di salah satu tempat. “Yang ngambil gambar, ya kita sendiri,” kisahnya. Tanpa rasa malu, dia membeberkan hubungan intim yang dilakukan bersama pacarnya sekitar April 2013 hingga Oktober 2012 lalu. Seingatnya, hubungan yang direkam melalui video itu terjadi pada Oktober 2012. “Setelah Oktober 2012 tidak pernah lagi,” katanya. Pada Jawa Pos Radar Banyuwangi, Heri menyebut bahwa hubungannya dengan Saritem kini sudah tidak semesra dulu. Diamdiam Saritem telah memiliki pacar lain. Dirinya juga sudah mengetahui bahwa orang yang dicintai itu sudah “pindah ke lain hati”. Mengenai video mesum produksinya yang

kabarnya telah menyebar itu, Heri mengaku tidak pernah tahu. Apalagi, videonya itu konon pernah diunggah ke situs Youtube. “Saya malah tidak mengerti kenapa gambar itu bisa menyebar. Yang melakukan Virnas (Virnas Harivi Hakim, Red),” sebutnya. Virnas yang kebetulan duduk di samping Heri itu hanya bisa menunduk saat namanya disebut sebagai penyebar video tersebut. “Saya pinjam ponsel milik Heri. Lalu, lihat ada gambar-gambar gituan, lalu ada teman yang minta dan saya beri,” sebutnya. Video hot yang dilihat itu memang berisi adegan intim Heri dengan pacarnya. Durasi dalam video yang sempat ditonton bersama beberapa temannya itu ternyata cukup lama. “Durasinya sekitar 15 menit,” katanya. (c1/bay)

n WARGA... Sambungan dari Hal 36

Mengenai tuntutan warga agar Kades Bayeman segera diturunkan, Camat Ajasa Mashari mengatakan, tuntutan warga

akan disampaikan kepada Bupati Situbondo Dadang Wigiarto. Namun, pihaknya belum bisa memastikan apa yang menjadi keputusan bupati. “Tuntutan warga pasti saya sam paikan kepada bupati,” ujar Mashari saat

berada di kantornya. Hingga kemarin, keberadaan Yahya Wahyudi masih belum diketahui. Dia kabur saat digerebek warga. “Sampai saat ini kepala desa itu belum diketahui berada di mana,” pungkas Mashari. (rri/c1/als)

Sidang Dilanjutkan Minggu Depan n CABULI... Sambungan dari Hal 36

Setelah pembacaan dakwaan JPU selesai, ketua majelis hakim DewiIswaniSHlangsungmenutup sidang kasus pencabulan tersebut. “Sementara sidang ditutup. Sidang

selanjutnya dilanjutkan pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi,” terang ketua majelis hakim sembari mengetuk palu. Diberitakan sebelumnya, Nimo yang menjadi pengajar biologi di salah satu madrasah

ali yah negeri di Situbondo itu dilaporkan ke Mapolres Si tubondo karena diduga me lakukan pencabulan terhadap salah seorang mu ridnya berinisial AY, warga Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan. (rri/c1/als)

Ditangkap di Tempat Parkir n GENDAM... Sambungan dari Hal 36

Lantaran sang nenek meminta agar korban mengeluarkan dompet, laki-laki itu pun menuruti. “Dompet saya berikan. Terus dia bilang hanya minta satu lembar untuk beli ondeonde. Ternyata ditunggu lama tidak datang,” kata Sujipto. Beberapa menit kemudian, Sujipto, Tatik, dan pasien yang sedang sakit, tersadar bahwa mereka digendam. “Saat itu kami

baru sadar, kemudian saya berlari mencarinya,” imbuh Sujipto. Beruntung, saat dilakukan pengejaran, sang nenek masih berada di halaman parkir RSUD Ab doer Rahem, Situbondo. “Saya langsung lapor kepada satpam rumah sakit. Akhirnya dia ditangkap dan diserahkan ke polisi,” papar Sujipto. Data yang berhasil di kumpulkan, sang nenek tersebut di duga pernah melakukan hal yang sama terhadap keluar ga Tatik saat dirawat di

rumah sakit Mitra Medika, Bondowoso. “Saya baru ingat. Nenek itu pernah datang ke Mitra Medika. Kami kehilangan uang Rp 650 ribu,” kata Tatik saat di Mapolres Situbondo. Kasubag Humas Polres Situ bondo, AKP Wahyudi menga takan, dugaan gendam yang dilakukan seorang nenek tersebut masih dalam penyelidikan. “Masih diproses. Nanti akan dilimpahkan ke polsek di mana dia tinggal,” kata AKP Wahyudi. (rri/c1/als)

Segera Lakukan Mediasi n LATGAP... Sambungan dari Hal 36

Lukman mengungkapkan, baik TNI, PG Olean, maupun BUMD, sama-sama mengusung kepentingan pemerintah di bidang yang berbeda. “Kita ada target memenuhi kebutuhan gula,” tegasnya. Selain itu, lanjut Luk man, PG juga harus memper tanggungjawabkan kepada BUMN. “Makanya ini akan kita laporkan kepada BUMN, karena sedikitbanyak akan berpengaruh terhadap produksi gula,” pungkas

Lukman. Direktur Perusda Banongan, Ir. Yasin, mengaku sudah menyampaikan kabar rusaknya sejumlah lahan di Perusda Banongan akibat latgab tersebut kepada Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto. “Suratnya sudah kita layangkan 1 April lalu,” terangnya. Yasin mengatakan, kerusakan lahan tebu itu terjadi di Petak 20 dengan luas tanaman yang rusak sekitar 2,865 hektare. Kerugian ditaksir Rp 211.422.675. “Dalam surat itu kita meminta agar Bapak Bupati memediasi pihak-pihak

terkait,” tegasnya. Komandan Puslatpur Marinir Karangtekok, Letkol Agus Gunawan T., saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Banyuwangi tidak bisa memberikan komentar banyak. “Yang pasti ini akan kita sampaikan kepada pimpinan kami,” katanya. Menurut Agus, pihaknya akan berusaha menjembatani kepentingan semua pihak agar tidak ada yang dirugikan. “Tadi saya sudah menelepon Wakil Direktur Perusda Banongan (Fatah Yasin) membicarakan persoalan ini,” pungkasnya. (pri/c1/als)


36

Rabu 3 April 2013

Bonceng Istri Staf, Kades Digerebek

ASUSILA

NUR HARIRI/RaBa

DIKELER: Nimo, terdakwa kasus pencabulan, saat menjalani sidang di PN Situbondo kemarin (2/4).

Cabuli Siswa, Oknum Guru Terancam 15 Tahun Penjara SITUBONDO - Terdakwa pencabulan terhadap siswanya sendiri, Nimo, 40, terancam 15 tahun penjara. Warga Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Situbondo, itu dijerat Pasal 81 ayat (2) dan Pasal 82 Nomor 23 UURI Tahun 2009 tentang perlindungan anak. Itu terungkap dalam sidang perdana di PN Situbondo kemarin (2/4). “Karena dalam melakukan pencabulan, terdakwa Nimo menggunakan tipu muslihat terhadap AY, yakni dengan cara merayu AY agar mau dicabuli. Selain itu, korban juga masih anak dibawa umur, sehingga kami menjerat terdakwa dengan pasal berlapis,” ujar jaksa Bambang Arif, SH, saat membacakan dakwaannya di Pengadilan Negeri Situbondo kemarin (2/4) n  Baca Cabuli...Hal 35

KRIMINALITAS

NUR HARIRI/RaBa

TERLUKA: VA saat dirawat di Puskesmas Arjasa kemarin (2/4).

ARJASA - Ulah Kepala Desa (Kades) Bayeman, Kecamatan Arjasa, Yahya Wahyudi, ini tidak patut ditiru. Bagaimana tidak, Yahya kepergok warganya tengah membonceng istri orang lain di Jalan Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa, Situbondo. Ceritanya, salah seorang warga Bayeman mengetahui sang kades tengah membonceng VA, 25, menggunakan motor dinas bernopol P 4193 EP di jalan raya Desa Lamongan, Kecamatan Ajasa, Senin malam (1/4) sekitar pukul 23.00. Warga tersebut langsung menghubungi suami VA, Weli Pribadi, yang tak lain salah satu kaur di Desa Bayeman. Mendapat kabar bahwa istrinya sedang keluyuran bersama sang kades, Weli bersama warga lain langsung membuntuti mereka menggunakan mobil. Saat melintas di pertigaan Desa Cindul,  Kecamatan Arjasa, tiba-tiba motor yang dikemudikan Yahya berbelok ke jalan Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa. Khawatir semakin jauh dan menghilang, mobil yang dikendarai Weli bersama warga Desa Bayeman itu bermaksud mendahului untuk menghentikan laju motor yang dikendarai sang kades. Nahas, sang kades yang membonceng istri orang lain tersebut jatuh. Setelah kedua orang yang diduga selingkuh tersebut jatuh, sang kades langsung lari me-

ninggalkan wanita yang diboncengnya. “Saat motornya jatuh, Kades Bayeman langsung lari. Wanita selingkuhannya dibiarkan begitu saja,” ujar Dahono, salah seorang warga. Melihat istrinya  jatuh  dari motor, Weli Pribadi berusaha menolong dan langsung melarikan VA ke Puskesmas Arjasa. VA mengalami luka di kepala akibat jatuh dari motor dan membentur jalan. Sementara itu, motor dinas yang tumpangi sang kades diamankan di Mapolsek Arjasa. Saat dikonfirmasi, Kapolsek Arjasa AKP Didik Rudyanto tidak mau berkomentar banyak karena kasus tersebut sudah ditangani pihak kecamatan. “Sepeda motornya ada. Tetapi, terkait kasus tersebut lebih baik tanya langsung kepada Pak Camat,” tegas Didik Rudyanto. Data yang diperoleh Jawa Pos Radar Banyuwangi, sebenarnya warga sudah lama mengawasi perilaku kadesnya yang diduga berselingkuh dengan warganya itu. Sebab, berdasar gerak-gerik mereka, perselingkuhan tersebut dugaan sudah berlangsung tiga minggu lalu. Berawal dari kecurigaan itu, warga sekitar sengaja membuntuti sang kades. “Rupanya tadi malam kepergok, warga terus membuntuti  mereka. Ternyata setelah jatuh dari motor, kades lari dan menghilang,” kata Mashari, camat Arjasa. (rri/c1/als)

Warga Tuntut Yahya Diberhentikan NUR HARIRI/RaBa

TUTUP WAJAH: Tersangka penggendam (kanan) diamankan di Mapolres Situbondo kemarin (2/4).

Gendam Pasien, Nenek Ditangkap SITUBONDO - Seorang nenek berusia 60 tahun, Misyah, asal Kecamatan Tapen, Kabupaten Bondowoso, terpaksa diamankan ke Mapolres Situbondo, kemarin (2/4). Penangkapan itu dilakukan karena nenek tersebut diduga menggendam seorang penjenguk pasien RSUD Abdoer Rahem, Situbondo. Kepada polisi, nenek itu mengaku sudah dua kali menggendam orang. Namun, petugas tidak percaya begitu saja dan terus melakukan penyelidikan. “Saya dua kali, Pak,” kata Misyah kepada polisi. Peristiwa yang membuat sang korban tidak sadar itu bermula saat korban bernama Sujipto, 58, warga Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, menjenguk saudaranya yang sedang dirawat di RSUD Abdoer Rahem, Situbondo. Tiba-tiba Misyah masuk ke kamar pasien dan meniup tubuh sang pasien layaknya orang pintar. “Beberapa saat kemudian nenek tersebut berkata, ‘Ongkosnya tidak mahal,’ sambil terus meniup pasien. Dia datang dan langsung meniup saudara saya yang sedang sakit,” kata Sujipto kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. Selanjutnya, sambil terus beraksi, sang nenek mengaku keluarga salah satu kiai. Kemudian, Misyah meminta Sucipto mengeluarkan dompet. “Dia bilang tidak punya uang. Yang punya itu, katanya, Pak Sucipto,” kata Tatik, 50, saudara Sucipto n  Baca Gendam...Hal 35

APA POLEH

EDY SUPRIYONO/RaBa

SISAKAN MASALAH: Latgab TNI di Banongan merusak 2,8 hektare lahan tebu.

Latgab Rusak 2,8 Hektare Lahan Tebu JANGKAR - Latihan gabungan (latgab) yang dilakukan anggota TNI di Kecamatan Jangkar membawa dampak tidak nyaman bagi Perusahaan Daerah (Perusda) Banongan dan Pabrik Gula (PG) Olean. Pasalnya, lahan tebu milik BUMD dan BUMN itu rusak setelah dilewati kendaraan tempur TNI. Tidak tanggung-tanggung, lahan yang terkena dampak latgap tersebut mencapai 2,8 hektare. Kerugian ditaksir Rp 211 juta lebih. PG Olean dan Perusda Banongan hari ini (3/4) direncanakan melakukan pertemuan dengan Puslatpur Marinir di Karangtekok, Banyuputih. Administrator (Adm) PG Olean, Lukman Hidayat, kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi membenarkan adanya kerusakan lahan tebu tersebut. “Itu merupakan lahan tebu joint operasional antara PG Olean dan Perusda Banongan,” kata Lukman. Kata dia, latgap tersebut baru permulaan. Namun, sudah merusak lahan hingga hampir tiga hektare. “Nanti puncak latihan pada Mei, kita tak bisa membayangkan. Bisa dipastikan akan menjalar ke tempat lain. Makanya ini perlu dibicarakan dahulu agar tidak ada yang dirugikan,” ungkapnya n  Baca Latgap...Hal 35

SEMENTARA itu, setelah kepergok membawa istr i orang, Yahya Wahyudi dituntut mundur warga atas jabatannya sebagai kepala Desa Bayeman, Kecamatan Arjasa. Saat menyuarakan tuntutan tersebut, sekitar 50 orang sempat menduduki kantor Kecamatan Arjasa dini hari kemarin (2/4). Kedatangan puluhan warga di kantor kecamatan tersebut

dilakukan secara spontanitas setelah warga mendengar bahwa kadesnya membawa VA yang merupakan istri orang. “Pokoknya saya minta Pak Kades harus dicopot dari jabatannya,” teriak salah seorang warga di Kantor Kecamatan Arjasa. Puluhan warga tersebut beralasan, kadesnya ketangkap basah membawa istri orang lain. “Turunkan! Dan

adili kades yang hobinya merusak rumah tangga orang itu,” begitu tulisan di salah satu poster yang dibawa warga. Dalam per temuan yang digelar sekitar pukul 03.00 sampai pukul 06.00 pagi kemarin, puluhan warga Desa Bayeman langsung ditemui Camat Arjasa Mashari dan Kapolsek Arjasa  AKP Didik Rudyanto n  Baca Warga...Hal 35

Tim Adiwiyata Nilai SMAN 2 Situbondo Evaluasi Teknis Menuju Sekolah Adiwiyata Jatim SITUBONDO - Tim seleksi sekolah adiwiyata Jawa Timur yang diketuai Fausi Bahtiar Ahmad, melakukan evaluasi teknis di di SMAN 2 Situbondo kemarin (2/4). Kedatangan tim seleksi yang terdiri dari tiga penilai itu disambut Wakil Bupati Rachmad, Ketua Tim Penggerak PKK Hj. Umi Kulsum, Sekkab Syaifullah, Asisten, Kabid Dikmen, Kepala kantor Lingkungan Hidup, Ach. Fausi, seta keluarga besar SMAN 2 Situbondo. Wakil Bupati Rachmad berharap, dengan hadirnya tim penilai adiwiyata di SMAN 2 Situbondo ini sesuai dengan harapan Bupati Dadang Wigiarto. “Sebab, kami tidak sekedar memilih SMAN 2 Situbondo. Karena sekolah ini adalah lembaga bergengsi dan sarat prestasi. Tidak hanya di bidang akademik, tapi juga di bidang non akademik, siswa SMAN 1 Situbondo luar biasa,” kata Rachmad Kepala SMAN 2 Situbondo, Endang Wiji Lestari mengungkapkan, pihak selalu berkomitmen

SYAMSURI/RaBa

MENUJU SEKOLAH ADIWIYATA: Tim seleksi sekolah adiwiyata Jatim, Fausi Bahtiar Ahmad, Mas’ud, dan Sutikno, di dampingi Kepala SMAN 2, Endang Wiji Lestari saat melakukan penilaian.

dalam mewujudkan lingkungan yang berish, hijau, dan asri. “Hal ini kami buktikan dengan adanya pembentukan Laskar Hijau dan Bank Sampah. Hal ini dilakukan agar semua warga sekolah peduli terhadap lingkungan sekitar,” kata Endang. Sementara itu, Ketua Tim Seleksi Adiwiyata Jatim, Fausi Bahtiar Ahmad mengatakan, pada tahun 2013 ini, tim

melakukan evaluasi di 309 sekolah se-Jatim. Sedangkan di Situbondo hanya ada satu sekolah. Yaitu SMAN 2 Situbondo. “Dari 309 sekolah, yang kami evaluasi adalah dokumen mengenai kebijakan visi misi, internalisasi visi-misi, dan sejauh mana visimisi itu terinternalisasi. Artinya tidak hanya sekedar hapal tapi dipahami dan diaplikasikan,” ujar Fausi. (adv/als)

NUR HARIRI/RaBa

SPONTAN: Puluhan warga saat menuntut Kades Yahya turun dari jabatannya di balai Kecamatan Arjasa dini hari kemarin (2/4).


Radar Banyuwangi 3 April 2013