Page 8

44

Jumat 3 Agustus 2012

Petasan Meledak, Dua Jari Remuk BANYUPUTIH – Wajar jika pemerintah melarang warga menyulut petasan. Sebab, sudah banyak korban yang diakibatkan ledakan petasan. Salah satunya menimpa warga Kota Santri kemarin (2/ 8). Saat sedang asik mengikuti patrol keliling untuk membangunkan warga bersantap sahur, Muhammad Didik, 30, warga Dusun Mimbo, Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih, malah mendapat petaka akibat ledakan petasan dini hari kemarin (2/8). Akibatnya, dua jari kanan, yakni jari tengah dan jempolnya remuk. Bahkan nyaris putus. Didik harus dirawat di RSUD Abdurrachem Situbondo. “Saya kurang tahu pasti. Yang jelas kami masih menunggu hasil ronsen,” kata salah seorang perawat yang membawa Didik, saat ditanya kondisi terakhir jari Didik. Pengakuan Didik sendiri, membangunkan masyarakat sekitar untuk santap sahur sudah menjadi bagian dari aktivitasnya bersama dua temannya. “Setiap malam bersama dua teman saya, selalu membangunkan tetangga dan hampir tidak pernah absen, Mas,” kata Didik, seraya mengaku jika petasa itu merupakan buatanya sendiri. Kakak korban, Yadi menceritakan, sekitar pukul 02.00 dini hari kemarin, Didik menyulut petasan itu untuk membangunkan warga untuk sahur. Namun, saat itu, petasan yang disulut adiknya itu tak kunjung meledak. Oleh Didik, petasan

Zainuri Siap Tarung di Pilkada 2015 SITUBONDO – Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Situbondo baru akan dilaksanakan pada 2015 mendatang. Namun, sejumlah pihak tampaknya sudah mulai melakukan pemanasan untuk menghangatkan suhu politik menuju kursi P.1 Kota Santri itu. Salah satu calon kuat yang digadang-gadang maju adalah Zainuri Ghazali. Itu terungkap dalam dialog ‘Nasib Kabupaten Situbondo ke Depan’ yang dilakukan kepala desa (kades) se-Wilayah Timur Senin (30/7) malam lau. Dialog yang bertempat di rumah Zainuri, di Kecamatan Jangkar itu menghadirkan nara sumber H Lilur. Dia adalah pengusaha sukses batu bara

NUR HARIRI/RaBa

KESAKITAN: Korban ledakan petasan dirawat di RS Abdurrachem Situbondo kemarin (2/8).

yang dikiranya sudah mati itu dipegang. Saat dipegang itulah, petasan tersebut tiba-tiba meledak dan membuat tangan

kanan Didik terbakar. “Akibatnya, jari tengah dan jempol tangan adik saya nyaris putus,” pungkas Yadi. (mg1/als)

Jainur Polisikan TPF SITUBONDO - Jainur Ridho resmi memolisikan tiga anggota Tim Pencari Fakta (TPF) DPC Partai Gerindra (Gerakan Indonesia Raya) Situbondo siang kemarin. Mereka dilaporkan ke Polres Situbondo karena melakukan pencemaran nama baik. Tidak tanggung-tanggung, untuk menyelesaikan kasus tersebut, Jainur langsung menggunakan dua jasa pengacara sekaligus, yakni Zainuri Ghazali dan Supriyono. Tiga anggota TPF yang dipolisikan adalah KH. Zubairi selaku ketua dan dua anggotanya, H. Ahmad Zuhri Nirwana dan Sugiarto. Jainur datang ke polres didampingi Supriyono. “Jadi kita tidak main-main. Sebab, klien kami nyata-nyata telah dicemarkan dengan surat hasil temuan TPF yang oleh DPC Gerindra itu kemudian dikirim ke DPD Jatim, DPP, bahkan ke PAC-PAC,” ungkap Supriyono. Zainuri Ghazali dalam jumpa pers dengan wartawan me-

EDY SUPRIYONO/RaBa

TEMPUH JALUR HUKUM: Jainur Ridho (kiri) bersama Supriyono (tengah) melapor ke Polres Situbondo kemarin.

ngungkapkan, apa yang dilakukan TPF DPC Gerindra terhadap kliennya adalah upaya pencemaran nama baik yang mengarah pada penghinaan dengan tulisan. TPF dinilai telah membuat kesimpulan prematur. Sebab, tanpa dasar menuduh Jainur Ridho melakukan perbuatan yang membuat dirinya tercemar. “Coba baca dalam surat TPF

DPC Gerindra, Pak Jainur Ridho dinilai telah melakukan perbuatan yang melanggar norma-norma agama, perbuatan yang merugikan keuangan negara, serta perbuatan yang mengganggu suasana kebatinan lokal. Padahal, bukti-buktinya tidak bisa dipertanggungjawabkan,” pungkas Zainuri. Masalah PSSS, kata dia, kasatreskrim polres sudah dengan

tegas menyatakan pelakunya hanya Masykuri Ismail. Terkait kasus tunjangan ganda DPRD, Kejaksaan Negeri Situbondo belum pernah meningkatkan kasus dari penagihan menjadi penyelidikan apalagi penyidikan. “Bagaimana kemudian sampai ada kesimpulan klien kami menjadi pelaku dua kasus tersebut,” pungkas Zainuri. Yang paling ironis, lanjut pria asal Jangkar itu, kasus utang istri Jainur Ridho ke PKK juga dicantumkan sebagai dosa Jainur di partai. “Itu apaapaan. Itu kan masalah privasi. Apakah TPF juga merasa tak pernah punya utang? Apalagi, utangnya hanya sejuta atau dua juta,” pungkas Zaenuri. Diberitakan kemarin, Sekretaris DPC Partai Gerindra , Jainur Ridho dilaporkan ke DPD Jatim. Pelapornya adalah TPF DPC Gerindra. Laporan tersebut ditandatangani Ketua TPF, KH. Zubairi dan dua anggota, H. Ahmad Zuhri Nirwana dan Sugiarto. (pri/c1/als)

INFO ELEKTRONIK

Baru, Toshiba Rilis Power TV Dilengkapi Alarm, Pengingat Waktu Adzan TOSHIBA merilis empat Power TV terbaru, yang memiliki sejumlah keunggulan teknologi yang menjadi standar untuk Power TV milik Toshiba. Keempat Power TV, yang baru diluncurkan tersebut adalah PB 201, PX200, PU200, dan PS200. Untuk tipe PB 201 ukuran 23 inchi sudah dijual bebas di pasaran. Sementara tiga tipe lainnya akan dipasarkan pada Agustus mendatang. Secara umum, empat jenis Power TV Toshiba itu memiliki desain tipis dan layar LED. Seperti tipe PB201, satu-satunya televisi yang dibekali fitur alarm. Pengguna bisa menyetel alarm untuk mengingatkan berbagai hal. Mulai dari aktivitas rutin seharihari, seperti bangun pagi dan siaran favorit, hingga tanggal ulang tahun anggota keluarga. Kalau pengguna ingin menyetel alarm tanggal ulang tahun anggota keluarga, tinggal atur tanggal dan jamnya. Saat waktunya tiba, televisi akan mengingatkannya. Suara alarm bisa disetel sesuai keinginan, sama halnya dengan nada dering di telepon seluler. Atau, pengguna ingin lagu selamat ulang tahun diputar otomatis tepat di hari ulang tahun sanak saudara. Cukup masukkan lagu selamat ulang tahun ke dalam USB flash disk. Tancapkan flash disk tersebut ke port USB yang ada di televisi. Ketika menyetel tanggal dan jam alarm, aturlah lagu selamat ulang tahun itu sebagai nada dering alarm. Nah pada saatnya tiba, televisi akan memainkan lagu selamat ulang tahun. (adv/*/irw)

Harga Terjangkau, Gambar TV Kelas Atas TOSHIBA tipe PB201 juga menyediakan fitur Ibadah 5 Waktu. Ini berfungsi sebagai pengingat waktu salat lima waktu untuk umat muslim, sebab televisi bisa mengeluarkan nada dering suara adzan. Cara kerjanya sama, pengguna cukup memasukkan suara adzan ke dalam flash disk, lalu menyinkronkan dengan fitur Ibadah 5 Waktu di televisi. Waktu adzannya pun disesuaikan secara otomatis dengan lokasi pengguna. Fitur ibadah 5 waktu secara otomatis menyesuaikan diri dengan lokasi pengguna. Kita tinggal atur kota tempat tinggal. Tidak perlu lagi mengatur waktu adzan subuh, adzan duhur, dan sebagainya. TV ini bisa mendeteksi otomatis waktu adzan. Selain alarm, PB201 disertai dengan fitur Auto Clean, Auto Signal Booster, Contrast Booster, dan Auto View. Keempatnya berfungsi meningkatkan

kualitas gambar. PB201 juga dilengkapi dengan port HDMI dan VGA. PB201 hadir dalam dua model ukuran inci. Untuk tipe Toshiba PB201, harga cukup terjangkau. Keempat fitur pertama merupakan fiturfitur visual atau peningkat kualitas gambar yang juga dimiliki oleh model premiumnya sekalipun. Artinya, Toshiba PB201, yang notebene berada di kelas mainstream, mampu menyajikan gambar seperti TV kelas atas. Selain fitur-fitur peningkat kualitas gambar, PB201 juga telah dilengkapi dengan speaker berkekuatan 20W, yang menghadap ke penonton. Toshiba mengklaim bahwa speaker tersebut mampu menghasilkan suara yang bertenaga dan nyaman. Sementara dengan ketersediaan port HDMI serta PC memudahkannya untuk terhubung dengan perangkat lain.(adv/*/irw)

DOK. RaBa

Zainuri Ghazali

asal Situbondo. Dialah yang menyatakan hendak mengusung Zainuri dalam Pilkada Situbondo 2015. Menurut Zainuri, dialog yang menempatkan dirinya sebagai moderator tersebut sebenarnya

murni untuk melakukan dialog dengan para kades. “Kalau permintaan maju di Pemilukada Situbondo, sebenarnya sudah sejak dulu. Hanya saja, jangankan untuk berambisi dan berniat, bermimpi pun tak pernah terlintas,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin. Namun, karena desakan itu terus mengalir dengan berbagai macam argumentasi dan pertimbangan serius, membuat Zainuri harus menanggapi dan meresponnya dengan serius pula. “Sejumlah pihak yang mendatangi saya menegaskan haram hukumnya bagi Pak Zainuri jika tidak ikut memperbaiki Situbondo ■

Baca Zainuri...Hal 43

Radar Banyuwangi 3 Agustus 2012  

Radar Banyuwangi

Radar Banyuwangi 3 Agustus 2012  

Radar Banyuwangi

Advertisement