Page 1

KAMIS 30 MEI

25

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2013

Massa Babat Tanaman Perhutani Akui hanya Sekali Kejadian

Dipicu Warga Tewas Tertimpa Pohon di Jalan Raya PURWOHARJO - Puluhan warga mengamuk dengan cara menebang pohon Klampis milik Perhutani yang berdiri di tepi jalan Desa Grajagan, Kecamatan Pur woharjo, Banyuwangi, siang kemarin (29/5). Aksi warga tersebut dipicu insiden kecelakaan yang menewaskan Suhargono, 33, warga Dusun Kampung Baru, Desa Grajagan. Suhargono meninggal dunia setelah ter timpa po hon saat mengendarai motor di jalan raya tersebut. Bapak satu anak itu meninggal di lokasi kejadian yang hanya berjarak sekitar 200 meter dari RPH Gaul, BKPH Karetan, KPH Banyuwangi Selatan. Kecelakaan maut itu sebenarnya terjadi sekitar pukul 18.30 Selasa lalu (28/5). Keterangan yang dihimpun Jawa Pos Radar Banyuwangi menyebutkan, pembabatan pohon tersebut merupakan puncak kemarahan warga. Mengingat, selama ini sudah beberapa kali warga tertimpa pohon di jalan. Warga mengaku sudah meminta Perhutani segera menebang pohon di sepanjang jalan tersebut. Tujuannya, mencegah korban lanjutan n

AKSI MASSA

 Baca Massa...Hal 35

ALI NURFATONI/RaBa

SEMENTARA itu, penebangan pohon masal tersebut tidak bisa dibendung. Aparat kepolisian yang berada di lokasi tampak berjaga-jaga siang itu. Bahkan, pihak Perhutani juga berada di Jalan Raya Grajagan saat penebangan pohon di tepi jalan itu berlangsung. Atas aksi itu, pihak Perhutani mengaku akan memperhatikan permintaan warga. Karena itu, Perhutani akan berkoordinasi dengan warga mengenai langkah selanjutnya. ‘’Sesuai keinginan masyarakat, nanti akan kita lakukan pengeprasan pohon,” ujar Administrator KPH Perhutani Banyuwangi Selatan, Ahmad Basuki, kemarin (29/5). Namun, Basuki mengaku tidak pernah menerima surat pengaduan untuk menebang pohon di tepi jalan seperti yang dikatakan warga. Selain itu, selama dia menjabat sebagai Adm Perhutani Banyuwangi Selatan, musibah warga tertimpa pohon di jalan hanya sekali terjadi. ‘’Selama setahun saya jadi adm, hanya sekali ini saja,” katanya. Apakah ada kompensasi terhadap keluarga korban yang tewas tertimpa pohon? Basuki menganggap kejadian itu merupakan musibah yang tidak terduga. ‘’Tapi, nanti kita bicarakan dulu tentang (kompensasi) itu,” terangnya n  Baca Akui...Hal 35

EMOSIONAL: Warga menebang pohon Klampis milik Perhutani di Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, siang kemarin.

Audit BPK hanya Dapat Lima Temuan BANYUWANGI - Perjuangan Pemkab Banyuwangi memperbaiki pengelolaan keuangan daerah tidak sia-sia. Pada awal menjabat, Bupati Anas langsung menempatkan auditor Ba dan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Auditor BPKP itu “dikontrak” sebagai pejabat eselon III di kantor BPKAD Banyuwangi. Dia ditempatkan sebagai kabid akuntansi di kantor pimpinan Djajat Sudrajat itu. “Opini yang diperoleh Pemkab Banyuwangi itu merupakan hasil maksimal perbaikan akuntabilitas pengelolaan dan peningkatan kualitas laporan keuangan,” jelas Djajat.

Djajat membeberkan, tren temuan BPK dalam pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) dalam tiga tahun belakangan terus menurun. Pada tahun 2010, temuan pemeriksaan SPI sebanyak delapan dan temuan kepatuhan 11 dengan opini wajar dengan pengecualian (WDP) n

Penurunan jumlah temuan juga dibarengi tingkat materialitas nilai temuan. Itu berarti kinerja pengelolaan keuangan berdasar hasil pemeriksaan menunjukkan arah yang positif.” DJAJAT SUDRAJAT Kepala BPKAD Banyuwangi

 Baca Audit...Hal 35

CATATAN

Syarat Nyaleg Dipermudah Untuk Anggota DPRD yang Pindah Parpol

Oleh BAYU SAKSONO

Pelajaran dari Saumlaki MASALAH prostitusi kembali jadi pembicaraan hangat kalangan pembaca di Bumi Blambangan pekan ini. Yang pertama adalah kucuran dana bantuan untuk para eks pekerja seks komersial (PSK) di Banyuwangi. Secara simbolis, bantuan tersebut diserahkan Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufri tak jauh dari lokalisasi Pakem, Kelurahan Kertosari, Banyuwangi, beberapa hari lalu. Ti dak tanggung-tanggung, bantuan yang dikucurkan untuk eks PSK di Banyuwangi totalnya Rp 2 miliar lebih n  Baca Pelajaran...Hal 35

ADA APA LAGI

Bersaing Jadi Sopir Angkot Teladan BANYUWANGI - Pemkab Banyuwangi akan mem berikan penghargaan kepada sopir angkutan kota (angkot) teladan. Penghargaan itu akan diberikan kepada sopir yang berlaku tertib dalam berlalu lintas di jalan raya. Sebelum penghargaan itu diberikan, Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) akan mengumpulkan semua sopir angkot. Dalam pertemuan itu, semua sopir akan mendapatkan pengarahan tentang berlalu lintas. “Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran pengemudi angkutan umum,” ungkap Kepala Dishubkominfo Banyuwangi, Agus Nur Suharto, melalui Kasi Lalu Lintas dan angkutan, Andi Sucahyono n  Baca Bersaing...Hal 35

GALIH COKRO/RaBa

KRITIS: Petugas memantau perkembangan kesehatan Arina di RSUD Blambangan, Banyuwangi, kemarin.

Tanpa Anus, Perut Terus Membesar BANYUWANGI - Perut bayi perempuan bernama Arina Fadhilah Rahmaniyah ini terus membesar. Itu terjadi lantaran bayi berusia lima hari tersebut terlahir tanpa anus (Atresia Ani). Tidak hanya itu, saluran pencernaan putri ketiga pasangan Ahmad Fauzi, 43, dan Suliha 37, asal Dusun Karangbaru, Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo, tersebut juga bermasalah. Yang lebih memprihatinkan, saluran pencernaan bayi tersebut tidak tersambung ke

 Baca Syarat...Hal 35

Ketika Mensos Salim Segaf Menginap di Rumah Warga Tamansuruh

Mensos Sarapan, Tuan Rumah Malah Pergi Ngarit Kunjungan kerja Menteri Sosial (Mensos) RI Dr. Salim Segaf Al-Jufri ke Banyuwangi selama dua hari meninggalkan kesan mendalam bagi keluarga Fahri. Karena rumah warga Dusun Wanosari, Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah, itu dikunjungi Mensos. AF. ICHSAN RASYID, Glagah KUNJUNGAN Mensos Salim ke rumah Fahri bukan sekadar kunjungan biasa. Sebab, menteri asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menjadikan rumah Fahri sebagai “tempat tinggal” sementara selama berada di Banyuwangi. Menteri sosial dan rombongan tiba

http://www.radarbanyuwangi.co.id

lambung melainkan ke paru-paru. Di bidang medis, kelainan semacam itu dikenal dengan istilah trachea oseofaseal fiste. Informasi yang berhasil dikumpulkan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi menyebutkan, Arina lahir prematur saat usia kehamilan ibunya baru tujuh bulan. Dia lahir sekitar pukul 00.00 Sabtu (25/5) lalu. Proses kelahiran bayi tersebut dibantu seorang bidan di Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo n  Baca Tanpa...Hal 35

KALIPURO - Para anggota DPRD yang pindah partai untuk mencalonkan diri pada Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2014 mendatang bisa sedikit bernapas lega. Sebab, syarat yang harus mereka penuhi untuk nyaleg semakin dipermudah. Sesuai Peraturan Komisi Pe milihan Umum (KPU) Nomor 13 Tahun 2013, para anggota DPRD yang pindah parpol ha nya perlu melampirkan surat pengajuan pemberhentian yang ditandatangani ketua DPRD atau sekretaris dewan. Komisioner KPU Banyuwangi, Suherman mengatakan, merujuk Peraturan KPU Nomor 13 Tahun 2013, seorang anggota DPRD yang pindah parpol un tuk kembali nyaleg dapat dinyatakan memenuhi syarat mes kipun surat keputusan

pemberhentian dari gubernur belum turun. Syaratnya, anggota dewan yang pindah parpol itu harus melampirkan surat keterangan pengajuan pemberhentian yang ditandatangani ketua DPRD atau sekretaris dewan. “Kita tidak menunggu ke putusan pemberhentian dari gubernur,” ujarnya di sela rapat ko ordinasi seluruh divisi KPU Banyuwangi di Hotel Ketapang Indah, Kecamatan Kalipuro, kemarin (29/5). Kabar baiknya lagi, para anggota dewan yang pindah parpol itu masih diberi wak tu untuk me lam pirkan su rat ke terangan pengajuan pemberhentian hingga 1 Agustus. Padahal, finalisasi verifikasi persyaratan administrasi seluruh bakal calon legislatif (bacaleg) sudah dilakukan KPU Banyuwangi kemarin (29/5). Bahkan, pengumuman daftar caleg sementara (DCS) akan dilakukan sejak 13 Juni sampai 17 Juni n

di Bumi Blambangan Senin (27/5) siang, dan baru meninggalkan Kota Gandrung setelah mengikuti serangkaian kegiatan pada hari Selasa (28/5). Kunjungan Salim ke rumah Fahri dilakukan sekitar pukul 17.00 Senin petang. Kunjungan Mensos Salim di Desa Tamansuruh untuk meninjau langsung program bedah rumah Kementerian Sosial. Di Desa tersebut, ada sekitar 30 rumah warga yang mendapat program bedah rumah masing-masing senilai Rp 10 juta. Salah satu rumah yang mendapat program bedah rumah itu milik Fahri. Rumah berukuran 8 meter X 10 meter itu masih terlihat asli, berdinding anyaman bambu, dan berlantai tanah. Walau berdinding gedek bambu dan berlantai tanah, Mensos Salim bermalam di rumah itu. Saat berkunjung ke rumah Fahri, Mensos belum merampungkan

Syarat nyaleg untuk legislator yang pindah parpol dipermudah Politisi kutu loncat bisa meloncatloncat bergembira

Massa membabat tanaman Perhutani Lumayan, sedikit menghemat ongkos tebang ICHSAN RASYID/RaBa

MENGINAP: Mensos Salim dan Bupati Anas di rumah Fahri di DesaTamansuruh.

sejumlah kegiatan. Setiba di rumah Fahri, Mensos Salim tidak langsung beristirahat. Dia masih melanjutkan kegiatan hingga

tengah malam. Mensos baru kembali ke rumah Fahri untuk beristirahat sekitar pukul 00.30 dini hari n  Baca Mensos...Hal 35

email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com


26

Kamis 30 Mei 2013

Penilaian 18 Kecamatan Rampung BANYUWANNGI - Tim juri Banyuwangi Hijau dan Bersih (BHB) 2013 telah melaksanakan penilaian hampir separuh dari jumlah kecamatan yang ada di Kota Gandrung. Dari 24 kecamatan yang ada, 18 kecamatan sudah dilakukan penilaian. Ke-18 kecamatan tersebut meliputi Kalibaru, Kalipuro, Muncar, Srono, Rogojampi, dan Giri yang dinilai pada 13-17 Mei lalu. Kemudian Siliragung, Pesanggaran, Gambiran, Cluring, Glagah, Licin, Glenmore, dan Purwoharjo dinilai pada 20-25 Mei lalu. Selanjutnya pada 27-29 Mei, tim juri menilai di Kecamatan Songgon, Singojuruh, Tegalsari, dan Wongsorejo. Hari ini (30/5) tim juri BHB akan melakukan penilaian di Kecamatan Genteng. Sedangkan besok (31/5) tim akan menilai di Kecamatan Bangorejo. Obyek yang dinilai oleh tim juri BHB 2013 meliputi lomba sekolah mulai tingkat SD hingga SLTA sederajat, dan antar pondok pesantren. Ada Lomba BHB antar RT desa/ kelurahan, antar RT desa/ perumahan, antar desa/kelurahan, dan antar pasar. Kriteria penilaian BHB mencakup beberapa komponen. Antara lain penghijauan dan penataan lingkungan, kebersihan lingkungan, dan partisipasi masyarakat. Tidak ketinggalan

BENNY SISWANTO/RaBa

INOVASI:Tim Juri BHB Ramang mendapat penjelasan dari seorang warga Perum Griya Sepanjang Indah Glenmore tentang proses pembuatan bahan pengawet dengan pemanfaatan limbah sampah.

tempat sampah, pemanfaatan sampah organik dan anorganik, jalan dan selokan, serta kondisi sanitasi. Penanaman dan pemanfaatan toga, slogan-slogan tentang lingkungan hidup dan labeling tanaman toga maupun jenis tumbuhan atau tanaman yang ada di lingkungan, juga menjadi pantauan penilaian tim juri. Selama di lapangan, tim juri BHB masih sering menemukan sampah yang dibuang di sembarang tempat, tidak menempatkan tempat sampah pada tempatnya dan memisahkannya antara sampah organik dan anorganik, bahkan ada juga sampah yang dibakar. Lebih bijak jika limbah sampah yang dihasilkan, baik masyarakat yang ada di perkotaan dan pedesaaan, lingkungan sekolah, hingga pondok pesantren, hendaknya tidak dibakar. “Karena

dari proses pembakaran ini akan menimbulkan dampak polusi udara yang dapat mengganggu kesehatan kita, khususnya saluran pernafasan,“ ujar Ramang Rakasiwi, salah satu tim juri BHB. Solusinya adalah, kata Ramang, wajib disediakan tempat pembuangan sampah akhir yang baik dan memadai, Bank sampah bisa menjadi salah satu opsi terbaik yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan sampah yang dihasilkan lingkungan sekitar. “Memisahkan dua jenis sampah, yakni sampah basah dan kering. Langkah selanjutnya memprosesnya menjadi kompos untuk sampah yang bisa didaur ulang, sedangkan yang tidak bisa didaur ulang bisa dijadikan bahan kerajinan yang bermanfaat,“ jelas Ramang. (adv/als)

Tak Perlu Takut Hadapi Wartawan BANYUWANGI - Keterbatasan pemahaman di bidang hukum mengakibatkan para kepala sekolah (kades) kerap kali menjadi sasaran empuk oknum wartawan nakal. Realisasi Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan musim proyek di sekolah merupakan saat-saat yang kerap dimanfaatkan oknum wartawan nakal itu untuk melancarkan “serangan”. Dengan dalih mengantongi data akurat tentang penyalahgunaan dana BOS maupun proyek tersebut, oknum-oknum wartawan nakal mengintimidasi para seorang kepala sekolah. Dengan cara arogan dan tak jarang disertai aksi menggebrak meja, oknum wartawan nakal itu pun berhasil “memaksa” kasek memberikan imbalan finansial agar permasalahan di sekolah yang dia pimpin tidak ditulis di media wartawan nakal tersebut. Nah, lewat seminar sehari dengan topik “Strategi Jitu Bermitra dengan Media Massa dan Jurnalisme Hukum” yang dihelat di aula kampus Untag 1945 Banyuwangi kemarin (29/5), diharapkan para kasek tidak

SEMINAR: Dari kiri Kadis Pendidikan, Kasi Intel Kejari, Asisten Kesra, Ketua PGRI, dan Pimpinan Harian Berita Metro. ISTIMEWA

lagi takut menghadapi oknumoknum wartawan nakal. Seminar kali ini diikuti ratusan kases tingkat SD, SMP, SMA/sederajat dari seantero Banyuwangi. Pemateri dalam seminar kali ini adalah dua orang yang sangat berkompeten di bidangnya. Di antaranya adalah penulis buku Jurus Ampuh Mengatasi Oknum Wartawan Nakal sekaligus Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Tribhuwana Tunggaldewi Malang, dan wartawan senior, yakni Drs Mohamad Zein. Pemateri lainnya adalah Pimpinan Perusahaan Harian Berita Metro, pengurus PWI Jawa Timur dan pengacara, Samiaji Makin Rahmat. Mohamad Zein dengan gamblang memberikan jurus-jurus jitu menghadapi wartawan nakal. Menurut dia, saat di-

datangi wartawan nakal tersebut hendaknya dihadapi dengan tenang, tak perlu gugup apalagi takut. Dikatakan, menghadapi wartawan nakal memang tidak semudah menghadapi wartawan yang sungguhsungguh mencari data untuk diberitakan n  Baca Tak...Hal 35

FOTO-FOTO: AGUS BAIHAQI/RaBa

KOMPAK: Dewan guru dan karyawan SMAN 1 Purwoharjo pose bersama.

62 Siswa Langsung Diterima di PTN SMAN Purwoharjo Wisuda 302 Siswanya Hari Ini PURWOHARJO - SMAN 1 Purwoharjo kembali menunjukkan prestasinya sebagai sekolah terbaik di daerah Banyuwangi Selatan. Sebanyak 62 siswanya yang lulus tahun ajaran 2012/2013 ini langsung diterima di sejumlah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui SNMPTN Undangan. Para siswa itu diterima di Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Yogjakarta (UNY), Universitas Negeri Malang (UNM), Universitas Negeri Jember (Unej), dan lainnya (selengkapnya lihat grafis). “Siswa kami ini diterima di Fakultas Kedokteran, Teknik, Informatikan, Fisika, Kimia, Kebidanan, dan Sastra,” cetus Kepala Sekolah (Kasek) SMAN 1 Purwoharjo, Nurhadi Sutjipto. Menurut Nurhadi, siswanya yang lulus pada tahun ajaran 2012/2013 ini sebanyak 302 siswa. Dari jumlah itu, siswa yang mengajukan untuk ikut SNMPTN

Siswa yang Lolos SNMPTN Undangan Nama PTN DIntitut Pertanian Bogor DUniversitas Airlangga DUniversitas Gajah Mada DUniversitas Brawijaya DUniveritas Negeri Jember DUniversitas Negeri Yogya DUniversitas Negeri Malang DUniversitas Hasanudin DUniversitas Negeri Surabaya DUniversitas Sriwijaya DUniversitas Lambung M DIAIN Sunan Ampel

Jumlah 2 siswa 4 siswa 2 siswa 14 siswa 23 siswa 4 siswa 6 siswa 1 siswa 2 siswa 1 siswa 2 siswa 1 siswa

Nurhadi Sutjipto Undangan sebanyak 270 siswa, dan yang lolos ada 62 siswa. “Ini artinya, 89 persen siswa di SMAN 1 Purwoharjo ini akan melanjutkan ke perguruan tinggi (PT),” ungkapnya. Para siswa yang tidak lolos dalam SMPTN Undangan ini, kini tengah menunggu untuk masuk ke dalam masuk PTN melalui dua jalur lagi. Kedua jalur itu adalah SBMPTN dan Jalur Mandiri. “Saya optimistis para siswa bisa lolos di dua jalur itu. Mari kita doakan bersama,” ajak Nurhadi. Nurhadi menyebut, 32 siswa yang tidak ikut dalam SMPTN Undangan itu, dua di antaranya telah mengikuti pendidikan pramugari, dan 10 lainnya mendaftar di TNI dan Polri. “Ada yang mendaftar di Akpol dan Akmil,” cetusnya dengan nada bangga.

Prestasi yang diraih para siswa ini, sebut dia, merupakan kebanggaan bagi sekolah. Semua itu tentu berkat kerja sama yang baik antara siswa, wali murid, para guru, komite sekolah, dan masyarakat. “Peran Pemkab Banyuwangi dan Dinas Pendidikan (Dispendik) juga sangat besar,” katanya. Dengan nada serius, Nurhadi menyebut, para siswa yang masuk ke SMAN 1 Purwoharjo ini sebagian besar berorientasi untuk melanjutkan ke PT. Makanya, prestasi akademik selalu ditingkatkan melalui kegiatan olimpiade. Untuk pengembangan bakat dan kreativitas siswa, di sekolahnya terdapat 24 jenis kegiatan ekstrakurikuler. “Olimpiade dan kegiatan ekstrakurikuler, dalam lomba sering jadi juara tingkat Provinsi Jawa Timur dan masuk nasional,” sebutnya. (abi/als)

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pemasaran & Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho. Desain Iklan: Mohammad PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/ mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


27

Kamis 30 Mei 2013

Sesepuh Golkar Kecewa Sumantri Tidak Dilibatkan Penyusunan Caleg

ALI NURFATONI/RaBa

MASAL: Para petani berusaha menangkap tikus di saluran irigasi Desa Kaotan, Kecamatan Rogojampi, kemarin.

Gropyokan Tikus Pakai Jaring ROGOJAMPI - Demi mencegah gagal panen, puluhan petani di Desa Kaotan, Kecamatan Rogojampi, melakukan gropyokan tikus masal kemarin. Selama ini tikus merupakan momok bagi petani. Gropyokan itu melibatkan muspika dan kepala desa setempat. Dalam gropyokan kemarin, para petani mendapat bantuan

peralatan dan obat berupa racun pembasmi tikus. Sejauh ini, gropyokan yang dilakukan para petani itu berhasil. ‘’Para petani di sini kompak. Ada tikus, langsung gropyokan,” cetus Jainal, salah satu petani, di sela-sela gropyokan kemarin. Penyuluh pertanian Kecamatan Rogojampi, Bambang

Hermanto menjelaskan, tikus yang muncul di musim ini termasuk kategori tikus yang tidak terlalu ganas. Itu berbeda dengan tikus yang muncul pada bulan Januari lalu. “Tikus yang ini kondisional,” katanya. Tikus-tikus itu keluar dari sarang karena lubang persembunyiannya kemasukan air. Mereka pun keluar dari lu-

bang dan berkeliaran. ‘’Karena sekarang musim hujan,’’ terangnya. Sementara itu, saat menangkap tikus, para petani menggunakan pentungan. Agar tikus-tikus itu keluar dari sarangnya, saluran irigasi dibendung. Selain itu, ada juga sebagian petani yang menggunakan jaring untuk menangkap tikus. (ton/c1/aif)

Panen Raya Jeruk di Tegalsari TEGALSARI - Besarnya potensi tanaman jeruk untuk meningkatkan taraf ekonomi para petani mengundang perhatian tersendiri bagi Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan (Disperhutbun) Banyuwangi, Ikrori Hudanto. Kemarin pagi, dia bersama jajarannya datang ke Desa/ Kecamatan Tegalsari untuk bertemu para petani jeruk sekaligus melakukan panen raya di kebun jeruk milik warga setempat. Selain memanen jeruk, Ikrori didampingi Camat Tegalsari Abin Hidayat dan Kades Tegalsari Samani juga menyempatkan diri menggelar dialog dengan warga setempat yang mayoritas adalah petani jeruk. Dalam kesempatan tersebut, para petani menyebutkan, luas lahan di desanya yang ditanami jeruk mencapai sekitar 300 hektare. “Saat ini mayoritas lahan jeruk memang sedang musim panen. Tahun ini hasil panen bagus,” kata seorang petani.

PANEN: Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan Ikrori Hudanto (dua dari kanan) saat memanen jeruk di Desa/ Kecamatan Tegalsari kemarin.

ABDUL AZIZ/RABA

Hanya saja, dalam kondisi tertentu, terkadang buah jeruk yang dihasilkan kurang bagus. Bahkan, beberapa tahun lalu para petani terpaksa tidak berani menanam jeruk karena serangan virus. Agar virus jeruk tidak kembali menyerang, mereka bu-

tuh pembinaan Disperhutbun. “Kami sangat berterima kasih kalau ada sekolah lapang yang dikhususkan petani jeruk,” usul petani lain. Keluhan tersebut disambut baik Ikrori. Menurutnya, sejak beberapa waktu lalu, Disperhutbun memang

menggalakkan sekolah lapang dengan sasaran petani. “Nanti akan kita beri pendampingan agar perawatan terhadap jeruk lebih maksimal. Tentu bantuan lain untuk menunjang penghasilan petani jeruk juga akan kita upayakan,” tandasnya. (azi/c1/aif)

GENTENG - Meski pemilu legislatif (pileg) masih tahun depan, tapi benih-benih konflik di internal partai akibat penyusunan daftar caleg mulai muncul. Salah satunya terjadi di tubuh Partai Golongan Karya (Golkar). Kemarin siang, puluhan sesepuh partai berlambang pohon beringin tersebut berkumpul di rumah Sardjono, tokoh gaek Partai Golkar yang beralamat di Jalan Wahid Hasyim, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng. Dalam kesempatan tersebut, para sesepuh Partai Golkar mengaku akan tetap berusaha membesarkan partai, meski selama ini kurang diperhatikan jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Golkar Banyuwangi di bawah pimpinan Sumantri Sudomo. Menurut Sardjono, selaku sesepuh partai, dia dan beberapa rekannya tidak pernah diajak komunikasi oleh Sumantri dkk, termasuk dalam menentukan caleg. “Kami sama sekali tidak diajak rembuk,” tandasnya.

ABDUL AZIZ/RABA

KECEWA: Sardjono menunjukkan catatan suara hatinya tentang Golkar di rumahnya kemarin.

Parahnya, lanjut Sardjono, para caleg yang kini diusung Partai Golkar, kebanyakan orang baru dan tidak pernah berkecimpung di partai. “Banyak orang baru. Mestinya partai harus mengutamakan kader,” sesalnya. Banyaknya caleg baru tersebut tentu membuat Sardjono dkk merasa kecewa dengan kepen-

gurusan DPD Golkar saat ini. Meski mengaku kecewa, selaku kader asli Golkar yang sudah puluhan tahun mengabdi, dirinya tidak akan keluar dari partai. “Kami akan tetap di Golkar dan mengusung caleg DPRD provinsi dan pusat yang jelasjelas kader Golkar n Baca Sesepuh...Hal 35


COVER STORY

28

Kamis 30 Mei 2013

Disarankan Ikut Kejar Paket C SITUBONDO - Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Situbondo menyarankan Nimas Puspitaningrum agar mengikuti ujian kejar paket C. Sehingga, siswi yang lulus ujian nasional (unas) namun tidak diluluskan sekolahnya karena dinilai jeblok pada nilai akhlak ini bisa segera mendapatkan ijazah untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dispendik, Fathor Rakhman, setelah melakukan komunikasi dengan Ketua DPRD Situbondo, Zeiniye, yang juga koordinator komisi IV kemarin (29/5). “Dinas Pendidikan memberikan ruang bagi Nanda Nimas untuk bisa tetap melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya melalui ujian kesetaraan atau kejar paket C yang akan dilaksanakan Juli 2013,” terangnya kepada sejumlah wartawan. Fathor menegaskan, meski dinyatakan lulus unas, Nimas tetap boleh mengikuti kejar Paket C. Dia cukup menunjukkan rapor pada semester kelima. “Nimas dinyatakan tidak lulus. Di rapornya akan tertulis tidak lulus atau tidak naik ke jenjang berikutnya. Itulah yang menjadi dasar sehingga bisa mengikuti ujian kesetaraan. Nilai hakiki ijazah yang diperolehnya tidak akan berkurang,” terangnya.

Pria asal Besuki ini menegaskan, Nimas memiliki tempat yang sama untuk melanjutkan ke perguruan tinggi yang diinginkan. Baik negeri maupun swasta. “Bagi pihak-pihak yang ingin menempuh jalur hukum ya silakan. Saya kira itu adalah langkah yang berbeda dengan apa yang kita bicarakan,” tandasnya. Lebih jauh, mantan Kepala SMPN 1 Suboh ini mengatakan, kelulusan merupakan kewenangan mutlak sekolah. Itu didasarkan atas hasil rapat pleno sekolah. Kelulusan seorang siswa harus mampu memenuhi aspek akademik dan non akademik. “Nimas ini, tidak lulus dari aspek non akademis, yakni aspek-aspek kepribadian,” terangnya. Diberitakan sebelumnya, pro-kontra SMA Ibrahimy Panji yang tidak meluluskan siswanya yang lulus ujian nasional (unas) mendapat tanggapan dari Hasanah Tahir, anggota DPRD Situbondo yang alumnus Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah (P2S2) Sukorejo (bukan atas nama pengurus P2S2 sebagaimana diberitakan sebelumnya). Hasanah meminta semua pihak untuk memahami dan menghormati keputusan SMA Ibrahimy. (pri/c1/als)

EDY SUPRIYONO/RaBa

CARI KEADILAN: Nimas saat melakukan konfrensi pers di kediamannya Jumat (24/5) lalu.

Anggota Dewan Tanggapi Beragam

EDY SUPRIYONO/RaBa

ANTAR LANGSUNG: Anggota PPT KKTP menunjukkan surat yang akan dikirimkan ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

BANYUWANGI

WAKIL Ketua Komisi IV DPRD Situbondo, Janur Sasra Ananda, mengaku tidak akan gegabah menyikapi permasalahan tersebut. Karena itulah, komisi yang membidangi pendidikan ini akan memanggil semua pihak agar memiliki data yang komprehensif. Menurut politisi dua anak itu, semangat yang akan diusung Komisi IV dalam menyikapi permasalahan ini adalah bagaimana sekolah jangan sampai memberikan sanksi tidak sesuai dengan kesalahan siswa. “Artinya, jika memang sanksi yang diberikan sudah sesuai dengan kesalahan, saya kira tak masalah,” terangnya. Menurut Janur, jangan sampai ringannya sanksi yang diberikan sekolah nanti juga akan membuat siswa menyepelekan masalah moral atau akhlakul karimah. “Makanya untuk mendapatkan gambaran yang utuh semua pihak nanti akan kita kumpulkan,” terangnya. Janur mengungkapkan, permasalahan Nimas Puspitaningrum yang tidak diluluskan di SMA Ibrahimy Panji bukan masalah perorangan. Itu merupakan masalah dunia pendidikan. “Makanya perlu mendapat perhatian bersama karena kasus-kasus

BANYUWANGI

BANYUWANGI

semacam ini ke depan akan menjadi pelajaran berharga dalam perjalanan dunia pendidikan Kota Santri,” tegasnya. Sementara itu, sejumlah fraksi di DPRD terpecah dalam menyikapi permasalahan Nimas yang tidak diluluskan sekolahnya. Meski demikian, sebagian besar menyayangkan dan menyesalkan langkah yang diambil pihak SMA Ibrahimy. Seperti yang diungkapkan Suwaji, anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan. Dia mengaku melihat ada kesengajaan dari sekolah Nimas untuk menjegal Nimas saat pengumuman kelulusan. “Kasihan siswi itu. Kalau sekolah sudah punya niat tidak meluluskan, seharusnya gak perlu diminta untuk ikut unas,” ungkapnya. Kata dia, perilaku Nimas yang dinilai sekolah tidak berakhlak sudah diketahui sekolah sejak lama. Sehingga, rencana untuk tidak meluluskan, kemungkinan sudah ada sejak lama. “Makanya, ketika siswa yang bersangkutan (Nimas) harus belajar sendiri, mengikuti unas sendiri, masih tidak diluluskan, ini saya kira keterlaluan,” tegasnya. H. Lukman Syafi, Fraksi Partai De-

mokrat mempertanyakan langkah lanjutan yang akan dilakukan SMA Ibrahimy setelah Nimas tidak meluluskan. “Dia (Nimas) kan tidak diluluskan karena dinilai tidak berakhlak. Apa langkah yang akan dilakukan sekolah untuk membuatnya berakhlak? Lalu, apa nanti tolak ukurnya bahwa setelah tidak diluluskan, siswa itu lebih berakhlak?” tandasnya. H. Abu Zairi, anggota fraksi karya Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) mempertanyakan apakah SMA Ibrahimy berani menjamin dengan tidak diluluskannya Nimas akan menjadikannya lebih baik. “Atau jangan-jangan justru sebaliknya. Siswa itu sudah banyak menanggung beban psikologi di lingkungan keluarganya, teman hingga lingkungan sosial. Sekolah seharusnya juga mempertimbangkan hal ini,” terangnya. Mohammad Nizar, anggota Fraksi Karya Nurani mengaku akan meminta pimpinan DPRD dan Komisi IV memfasilitasi penyelesaian kasus tersebut. Sehingga, permasalahan yang sebenarnya terjadi bisa dirunut dan dipahami dengan baik. “Kalau saya pribadi menilai, terlalu berat sanksi ketidaklulusan yang harus diterima yang

BANYUWANGI

bersangkutan,” ungkapnya. Politisi asal Panarukan itu berpendapat tawaran mengikutkan Nimas di ujian kesetaraan bukan jalan keluar yang adil. Justru itu mencerminkan sikap arogansi dinas pendidikan maupun sekolah. “Kalau sama-sama mau ikut ujian kejar paket, kenapa capek-capek sekolah tiga tahun secara regular. Ini sudah sangat dholim,” pungkas Nizar. Sementara itu, Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, Nyai Hj. Khoironi mengungkapkan, langkah yang dilakukan SMA Ibrahimy tidak ada yang perlu dipermasalahkan. Sebab, sudah sesuai dengan Permendikbud nomor 03 tahun 2013 tentang kriteria kelulusan siswa dari satuan pendidikan. “Yang pertama telah menyelesaikan seluruh program pembelajaran,” terangnya. Kedua, telah lulus ujian akhir sekolah, dan telah lulus ujian nasional. “Jadi ada faktor akademik yakni ujian nasional, dan ujian akhir sekolah serta nonakademik, yakni pembangunan karakter dan moralitas siswa. Lulus ujian nasional hanya salah satu prasyarat saja,” terang perempuan asal Besuki tersebut. (pri/c1/als)

BANYUWANGI

BANYUWANGI • Daihatsu Xenia ‘10 •

• STNK •

• STNK •

• Lmbg Keuangan/Investasi •

• Tanah + Bangunan •

• Toyota Starlet ‘94 •

Hlg STNK P 2570 TC, an. Drs. Suwandi, Krajan 02/01 Sumbersari, Srono.

Hlg STNK P 6992 PD, an. Slamet, Dsn. Melik, Parijatah Kulon, Srono.

Tradg forex tnp loss dr 0 mdl 25jt (ea, vps&panduan lgkp), proft bs 10%/mg. Arif 085655926875 / 087757666039.

Jual tanah+bangunan lokasi asih ada air, Desa Wonorejo Bwi, hub. 0818351234.

Djl toyota starlet 94 merah metalik 1300 cc, plt DK, 52 jt, Hub 085646477168.

Hlg STNK P 4850 ZJ, an. Hadhie Soetjipto, Jl. Tidar 02/01 Singotrunan. Hlg STNK P 6814 YJ, an. Jumalik, Dsn. Gunung Remuk 02/04 Ketapang, Bwi.

• Dicari Sengon • BANYUWANGI

Hlg STNK P 4624 YS, an. Sugiharto, Ling. Sukowidi 04/03 Klatak, Kalipuro, Bwi.

• Warung Morinawa •

Hlg STNK P 2965 VO, an. Sagita Wulandari, Jatisari Banyuwangi

Bth waitres + bartender + koki pria, Wrg Morinawa,krm k Klinik Gigi Woi, Jl. A.Yani 71 Bwi Jam 16.00 - 20.00.

Dcri pohon sengon siap panen, kami siap mmbeli (nebas di kebun) H. 081703130988.

• Jl. Lingkar Ketapang •

• PRIMA MOBIL •

Dijual tanah 2500 m2, Jl. Lingkar Utama Ketapang Bwi, hub 082141046676.

Ready stock L300, T120SS(new), PU Grdmx, PU Futura, Avanza, Xenia, Rush, Krista, APV, Escudo, Katana, Espass, Futura, STW. Bsa cash/krdt.Hub 0333411655,0811301676.

• Tanah Kebun • Djl tnh kebun SHM 7790 m2 (120m X 70m) a/n sendiri Rp 150.000/m nego. Lok: Bwi kota. 150 m timur Jl Raden Wijaya, selatan Perum Djati Khayangan. Hub: 081239574908/081999093869/ Bpk Edy

BANYUWANGI • Tanah dan Ruko •

• Promo Daihatsu • Hny dg 18 Jt, miliki All New Xenia Dual Air Bag. Free servis 60.000 KM/3 th. 081 233 432555/081559705555/087 857409555

Dijual: Daihatsu Xenia. Xi.Sporty 1.300 CC Th. 2010, Hitam Metalik, VR, PS, CD, Auto Mirror, pajak Panjang Harga Nego, Bisa Dibantu Kredit. Hub. 081914700510

• Honda CRV ‘05 •

• Toyota Avanza ‘06 •

Dijual Honda CRV tahun 2005, matic, hitam Istimewa, harga 158 juta nego, bisa cash/ kredit, tukar tambah, hubungi 082142194111 / 081335897888.

Dijual Toyota Avanza tahun 2006 vti, silver, tipe G ada TV CD player. Rp 124 juta nego, cash & kredit, tukar tambah, hubungi 082142194111, 081335897888

BANYUWANGI • Perum Elit Sutri • Djl rmh mrh/ oper kredit Lt 109, LB 60m di Perum Elit Sutri Bwi, hub 085230634123.

SITUBONDO Dijual Tanah Ruko Luas 495m2, bersertifikat/IMB, Jl. Raya Banyuwangi Kembiritan, Genteng. 081234524940

• Jl. Argopuro • Jual rmh SHM 205m2, 95jt, LKP dkt "mega" & "royal", Jl. Argopuro 7B, Hb 082333008871


BALJEBOL

Kamis 30 Mei 2013

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

33

LUMAJANG

Dewan Kota Usul Seniman Lotring Menjadi Nama Tol Pertama di Bali

MIFTAHUDDIN/RADAR BALI/JPNN

HAMPIR JADI: Jalan tol di Bali yang hampir rampung ini mendapat usulan beberapa nama. Salah satu nama yang diusulkan adalah seniman asal Kuta, I Wayan Lotring.

DENPASAR - Usulan penamaan jalan tol pertama di Bali terus mengalir. Awalnya usulan nama tol itu datang dari Bupati Badung Anak Agung Gede Agung dan rapat resmi Fraksi Indonesia Raya (FIR) DPRD Kota Denpasar yang memberikan nama Jalan Tol Soekarno-Hatta. Kali ini usulan kembali datang dari Anggota Fraksi Golkar DPRD Kota, Anak Agung Gede Mahendra. Namun usulan dari FGolkar Kota berbeda dengan usulan sebelumnya. Yakni mengambil nama budayawan asal Bali yang lahir dan besar di Kuta Badung, I Wayan Lotring. “Saya mengusulkan nama jalan (tol) itu dengan nama orang Bali, putra daerah, I Wayan Lotring,” ujar Gung Mahendra,

Pasangan ASA Unggul Tipis Hasil Quick Count Lembaga Survei LUMAJANG – Kendati berdasarkan hitungan sementara dari beberapa lembaga survei, Ali Mudhori, pasangan calon bupati nomor 3 yang berduet dengan Samsul Hadi (ASA) unggul tipis dengan pasangan nomor urut satu Syahrazad Masdar-As`at Malik (SA`AT), namun cabup Ali Mudhori ternyata kalah telak di TPS tempatnya nyoblos. Kemarin, bersama istrinya Mashitah yang tercatat sebagai anggota DPR RI, Ali Mudhori mencoblos di TPS 11 Kelurahan Tompokersan, Kecamatan Kota Lumajang. Dalam TPS yang berada di gedung kematian Dharma Bhakti Santoso Jalan KH. Wachid Hasyim Lumajang, pasangan ASA hanya meraih 90 suara. ASA kalah dengan perolehan suara incumbent pasangan SA’AT yang memperoleh 180 suara. Tetapi masih unggul

RADAR JEMBER/JPNN

SEMRINGAH: Ali Mudhori usai mencoblos di TPS 11 Kelurahan Tompokersan, Kecamatan Kota Lumajang.

dari pasangan A-RIF yang memperoleh suara 73 suara dan pasangan Indah-Kafi yang hanya meraih 31 suara. Saat menggunakan hak pilihnya, Ali Mudhori hanya ditemani istri dan dua anak perempuan menuju TPS di Gedung Kematian Dharma Bhakti Santoso. Ali datang dengan mobil Toyota Alphard putih dengan nomor polisi B 1 SLA.

Setelah coblosan, Ali Mudhori langsung pulang ke kediamannya di Jalan Pisang Agung. Sedangkan pasangan SA’AT dan A-RIF unggul di TPS masing-masing. Sjahrazad Masdar yang didampingi anakanaknya nyoblos di TPS 01 Kelurahan Ditotrunan, Kecamatan Lumajang. Pasangan SA’AT menang mutlak dengan

226 suara diikuti pasangan Indah-Kafi dengan 64 suara. Pasangan A-RIF mendapat 61 suara dan pasangan ASA hanya kebagian 9 suara. Dengan suara tidak sah hanya 9 suara dari DPT 492 pemilih di TPS 01 Kelurahan Ditrotrunan. Sedangkan pasangan A-RIF juga menang telak di TPS-nya sendiri. Pasangan A-RIF meraih 131 suara di TPS 04 Desa Darungan, Kecamatan Yosowilangun. Pasangan Arif mengalahkan pasangan SA’AT yang meraih 131 suara. Pasangan A-RIF unggul jauh dari pasangan ASA yang hanya meraih 15 suara dan pasangan Indah-Kafi yang memperoleh 15 suara. “Pasangan Arif menang di TPS 04 Desa Darungan, Kecamatan Yosowilangun,” ungkap Suntoro, salah satu petugas TPS kepada wartawan Jawa Pos Radar Jember, kemarin. Dia menjelaskan, Agus Wicaksono datang bersama istri dan pendukungnya sekitar pukul 10.00 di TPS 04 Desa Darungan, kemarin. (aro/wan/wnp/jpnn)

SA’AT Kuasai Pemilih Perkotaan PASANGAN incumbent nomor urut satu, Sjahrazad Masdar - As’at Malik (SA’AT) mampu menguasai perolehan suara di wilayah perkotaan. Dari beberapa TPS di wilayah Kota Lumajang, pasangan SA’AT mengungguli perolehan suara pasangan nomor urut 2 Agus Wicaksono-Adenan Syarif (Arif) maupun nomor urut 4 Ali Mudhori-Samsul Hadi (ASA), dan nomor urut 4 Indah PakartiAbdul Kafi (Indah-Kafi). Di TPS 05 Kelurahan Citrodi-

wangsan, Kecamatan Kota Lumajang, misalnya. Di TPS tersebut, pasangan SA’AT meraih 239 suara, nomor 2 pasangan ARIF meraih 34 suara, nomor urut 3 pasangan ASA meraih 35 suara, dan pasangan Indah-Kafi meraih 108 suara. Sedangkan suara tidak sah mencapai 19 suara dan pemilih yang tidak hadir sebanyak 148 orang dengan jumlah DPT 538 pemilih. Menurut Alfan, salah seorang saksi di TPS 05 Kelurahan

RADAR JEMBER/JPNN

AKHIRNYA BISA KULIAH: Suharsih foto bersama rektor Unej Moh. Hasan (dua dari kanan) kemarin.

Lulusan Terbaik SMK Bisa Kuliah Unej Siap Menerima dan Beri Beasiswa JEMBER – Dua lulusan SMK 02 Islam 45 Ambulu yang meraih nilai ujian nasional (unas) terbaik pertama dan kedua se-Jember yang sempat terancam tidak bisa kuliah karena ketiadaan biaya akhirnya bernapas lega. Sebab, Rektor Universitas Jember Moh. Hasan menyatakan siap memberikan beasiswa dan menerima keduanya untuk kuliah di Jember. Hal ini ditegaskan Hasan setelah menerima perwakilan SMK 02 Islam 45 Ambulu dan Suharsih, salah seorang lulusan terbaik SMK, di ruang kerjanya, kemarin. “Universitas Jember siap menerima kedua siswi berprestasi ini, termasuk memberikan beasiswa selama kuliah,” ucapnya. Kedua lulusan terbaik SMK di Jember itu adalah Suharsih dan Lutfiatul Rahmawati. Keduanya terancam tidak bisa kuliah karena berasal dari keluarga kurang mampu. Lutfi –panggilan Lutfiatul Rah-

mawati— sendiri posisinya kemarin di Gresik memenuhi panggilan kerja di sebuah pabrik mi instan. Berita ini menjadi perhatian berbagai kalangan di Jatim. Bersamaan dengan Unej, kemarin perwakilan sebuah kampus swasta ternama di Malang menghubungi Jawa Pos Radar Jember untuk menyatakan siap menerima dan memberi beasiswa kepada dua lulusan SMK terbaik di Jember itu. Kabag Humas dan Protokol Unej Rokhani mengatakan, rektor memerintahkan dirinya untuk menghubungi SMK 02 Islam 45 Ambulu untuk memberitahukan keinginan Unej untuk menerima kedua alumnus berprestasi itu. “Saya sudah menghubungi melalui telepon SMK 02 Islam 45 Ambulu dan diterima oleh Pak Subiantoro, wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan. Kami mengundang pihak sekolah beserta Suharsih dan Lutfi untuk datang ke Kampus Tegalboto untuk mengetahui secara langsung keinginan dan harapan mereka,” katanya. (aro/har/jpnn)

Citrodiwangsan, pasangan SA’AT memang unggul. “SA’AT 239 suara, nomor 2 Arif 34 suara, nomor 3 ASA 35 suara, dan Indah-Kafi meraih 108 suara,” ungkap Alfan. TPS 05 ini dekat dengan tempat tinggal pasangan Indah Pakarti sewaktu kecil. Indah Pakarti sendiri tidak bisa ikut nyoblos dalam Pilkada Lumajang karena tidak punya KTP Lumajang. Indah Pakarti pagi kemarin didampingi pasangannya Abdul Kafi hanya datang ke TPS 05 Kelurahan Citrodi-

wangsan. Indah Pakarti sempat menemui beberapa orang yang dulu jadi tetangganya. Tak hanya itu, di TPS 01 Kelurahan Ditotrunan, Kecamatan Lumajang. Pasangan SA’AT menang mutlak dengan perolehan 226 suara diikuti pasangan Indah-Kafi dengan 64 suara. Pasangan ARIF dengan 61 suara dan pasangan ASA hanya kebagian 9 suara. Sedangkan suara tidak sah hanya 9 suara dari DPT 492 di TPS 01 Kelurahan Ditrotrunan. (aro/wnp/jpnn)

kemarin. Alasan pemberian nama daerah karena bagian dari cara menghargai seniman Bali. Yang mana Bali pernah juga beberapa kali mengabadikan nama para pahlawan Bali seperti I Gusti Ngurah Rai untuk jalan penghubung Denpasar-Kuta Selatan, bahkan ada pula nama Prof Ida Bagus Mantra untuk jalan penghubung Denpasar-Karangasem. “Sebagai penghargaan pertama pemberian nama Jalan I Gusti Ngurah Rai, jalan yang melintasi wilayah Denpasar-Badung pada tahun 1960an. Sekarang yang cocok seniman Wayan Lotring,” ujar Gung Mahendra. Dia menilai, seniman sekaliber Lotring cocok mendapatkan penghargaan itu. Alasannya seniman yang hidup 1898-1983 itu banyak memberikan peran bagi generasi muda terutama bagi pengembangan senI.

Misalnya di Tabanan, seniman asal Tabanan I Ketut Marya (Mario) diberikan penghargaan penamaan gedung Kesenian di pusat kota. Dia berharap, penamaan jalan dengan ciri khas Bali tidak akan terjadi penamaan yang sembarangan oleh pihak pusat, seperti Jalan Sunset Road, Jalan Malboro, Jalan Kartika Plaza, Jalan Doble Six dan banyak lagi jalan pesanan yang tidak jelas maksud dan tujuannya. “Jangan sampai ada lagi terulang penamaan jalan yang tidak menunjukkan identitas Bali, misalnya Jalan Sunset Road,” ujarnya. Usulan itu selanjutnya akan dibawa ke dalam rapat Fraksi Golkar. Dimana seperti diketahui, JDP sendiri tidak lepas dari peran Pemkot Denpasar. Yang mana bagian paket 4 atau di Pelabuhan Benoa itu merupakan wilayah Denpasar Selatan. (dra/yes/jpnn)


34

Rabu 30 Mei 2013

Rendi Gabung Timnas Atletik

Tampil di Sea Youth Athletics Championship

BANYUWANGI - Kehormatan besar kembali ditorehkan duta olahraga Banyuwangi di ajang kejuaraan atletik tingkat internasional. Adalah sprinter muda Banyuwangi, Rendiyana Putra, yang akan menjadi bagian tim nasional atletik Indonesia dalam Sea Youth Athletics Championship. Dijadwalkan, pelajar SMA 1 Giri, Banyuwangi, itu akan berlaga di Vietnam 7-8 Juni mendatang. Kepastian bergabungnya Rendiyana di timnas atletik disampaikan pelatih kepala

PASI Banyuwangi, Agus Sujiono. Dia menuturkan, sesuai surat panggilan dari PB PASI, anak asuhnya tersebut dipastikan turut serta dalam kejuaraan tingkat Asia yang digelar di Ho Cho Minh, Vietnam. “Ini kali kedua Rendi tampil di ajang itu,” tuturnya. Dalam ajang yang sama tahun lalu, Rendi sukses membukukan dua medali. Dua medali emas dan perunggu disumbangkannya kepada tim nasional atletik Indones i a . Capaian itu k i n i

akan diulangi oleh sprinter binaan PASI Banyuwangi tersebut. Turun di nomor 100 meter dan 4x100 meter putra, Agus optimistis anak asuhnya itu bisa berbicara lebih banyak. Di nomor 100 meter, harapan Rendiyana mendulang medali cukup besar. Di nomor estafet, Rendiyana akan berkolaborasi dengan sprinter daerah lain. Mereka adalah Rendi Sudirman Hadi asal N TB, Akbar Saputra dari Sumatera Selatan, dan Argo Pantes Marien DKI Jakarta. “Kami mohon doa restunya agar Rendi bisa berprestasi di sana nanti. Ajang ini akan menjadi pemanasan jelang Porprov Madiun mendatang,” pinta Agus Sujiono. (nic/c1/als)

YUSROH ABDILLAH/RaBa

TUNGGAL PEMULA: Pemain PB Mutiara Tangkas Reno saat menghadapi Arifaldo Dwi dari PB SMPN 1 Asembagus kemarin.

Ajang Evaluasi Hadapi Porprov

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

GO INTERNATIONAL: Rendiyana Putra saat berlatih di GOR Tawang Alun beberapa waktu lalu.

Tantang Bondowoso dan Jombang BANYUWANGI - Tim futsal Banyuwangi mulai bisa meraba kekuatan calon lawan di babak utama Porprov IV Madiun mendatang. Kepastian itu diperoleh setelah dalam drawing yang digelar di Surabaya kemarin, Banyuwangi dipastikan tergabung di grup E. Di grup tersebut, Banyuwangi tergabung bersama dua tim lain, yakni Bondowoso dan Jombang. Dua tim di setiap grup bakal lolos ke babak 16.

Di cabang futsal, ada 22 tim yang turut ambil bagian dan dibagi dalam tujuh grup. Menilik hasil undian tersebut, Asisten Manajer Rikcy Reza Luika menuturkan, komposisi grup tersebut memang sudah cukup ideal. Calon lawan di babak penyisihan grup bisa lebih mudah dipantau dan diraba kekuatannya. “Hasil undian ini saya rasa sudah fair,” tuturnya. Terkait target di penyisihan grup, Rikcy menyatakan, timnya

siap tampil maksimal. Target di babak penyisihan, Banyuwangi ingin duduk sebagai juara pool sekaligus memastikan satu tempat di babak 16 besar. Untuk mewujudkan hal itu, seluruh punggawa tim futsal Banyuwangi kembali menjalani pemusatan latihan di Surabaya. Dijadwalkan, lebihkurang sepekan mereka akan latihan dan uji coba terakhir jelang tampil di Madiun mendatang. (nic/c1/als)

SITUBONDO - Bejuaraan badminton cukup bergengsi digelar di Aula KPRI Raung Situbondo, sejak Selasa (28/5) lalu. Even ini yang akan digelar hingga Jumat (31/5) ini mempertandingkan enam partai. Yakni tunggal pemula putra, tunggal pemula putri, tunggal remaja putra, tunggal pemula putri, tunggal taruna putra, dan ganda dewasa putra. Komposisinya, sembilan peserta di partai tunggal putri, 32 peserta di tunggal pemula putra, sebelas peserta pada partai tunggal remaja putra, dan 17 peserta di tunggal taruna putra. Di partai tunggal taruna putra, 17 peserta saling beradu memperbutkan posisi puncak. Di partai tunggal dewasa putra sebanyak sepuluh peserta. Sedangkan partai ganda dewasa putra, ada 44 pasangan yang saling beradu ketangkasan pada kejuaraan kali ini. Berbeda dengan penyelenggaraan turnamen sebelumnya, kali ini ada penurunan jumlah peserta hingga sepuluh persen. Ini ditengarai sebagai salah satu keadaan sulitnya

Heboh ‘ICE’ di Kompetisi Ketiga Berlangsung di SMAN 1 Giri, Hari Ini digeber di MAN BANYUWANGI - Kemeriahan kompetisi bertajuk Ion Challenge Experience (ICE) Pocari Sweat 2013 sangat heboh kemarin (29/5). Semangat kompetisi antar kelas ini berlangsung sengit di halaman depan sekolah yang dulu bernama Smada itu. Yel-yel dari masing-masing tim turut menyemarakkan situasi ICE 2013. Para siswa-siswi berbaur menjadi satu. Ada yang mengecat pipinya dengan warna biru putih, warna kebesaran minuman isotonic itu. Kemarin, memang benar-benar hari yang menggembirakan bagi para siswa. Acara tak kalah hebohnya juga terjadi dua hari sebelumnya di sekolah berbeda di Banyuwangi. Menurut Head Of Area Promotion Pocari Sweat, Andik Mursid, even ini adalah salah satu even akbar yang disuguhkan khusus untuk pelajar. Tema yang diusung juga bernuansa anak muda, yaitu Ion Challenge Experience (ICE) Pocari Sweat 2013. Tujuan dari even ini, kata Andik, adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat luas, tentang pentingnya menjaga kadar air dalam tubuh. Sebab, di dalam tubuh manusia sebesar 60 persen berisi cairan. Tidak hanya berisi air, namun juga berisi ion. Nah, saat melakukan aktivitas tinggi,maka jumlah cairan dalam tubuh akan menurun. “Maka harus segera diganti. Nah minuman isotonic dari Pocari Sweat inilah yang bisa mengganti cairan ion tersebut,” kata Andik. Dijelaskan, dalam even ini, Pocari Sweat mengundang lima sekolah untuk bertanding di masing-masing sekolah. Di setiap pertandingan sekolah itu, diambil juara 1,2,3 untuk dipertandingkan dalam laga

TOHA/RaBa

HARUS KOMPAK: Peserta ICE Pocari Sweat 2013 di halaman SMAN 1 Giri berlangsung meriah kemarin.

final yang direncanakan Minggu nanti (2/6) di Lapangan Blambangan. Pertandingan ini dibagi menjadi class competition, school

competition, dan school exhibition. Yang menarik, dalam games itu peserta di-edukasi dengan games yang dituntut untuk bisa melakukan sesuatu dan dipecah-

kan bersama tim. “Jadi, lomba ini tetap memberikan edukasi untuk melatih ketangkasan, ketepatan dan kecepatan siswa,” pungkas Andik. (adv/als)

menumbuhkan bibit-bibit muda baru, terutama untuk atlet putri. “Di samping itu, agenda penyelenggaraan yang berhimpitan dengan agenda akademik menjadi hal mengapa ada penurunan jumlah peserta pertandingan,” ungkap Hasuearno BA, panitia pelaksana dari PBSI Situbondo. Kata dia, hingga saat ini, pola pertumbuhan bibit muda masih banyak bergantung dari sekolah dan klub-klub bulu tangkis yang ada. Namun, PBSI Situbondo tetap berusaha menumbuhkan iklim yang kondusif dengan penyelenggaraan kejuaraan-kejuaraan di Kota Santri.

PEMBINAAN: Rizal mengembalikan shutterstock dari lawannya.

Menurut Hasuearno, turnamen badminton ini merupakan agenda pertama di tahun 2013. Nantinya, akan ada agenda lagi di semester kedua. Di samping itu penyelenggaraan kejuaraan ini diharapkan bisa sebagai ajang evaluasi sebelum menghadapi ajang Porprov Jatim 2013.

“Jumlah peserta kali ini memang ada penurunan hingga sepuluh persen. Namun kejuaraan-kejuaraan akan berusaha kami gelar. Kami cukup mengapresiasi dan berterima kasih pada pihak sponsor yang masih setia dan konsisten guna menumbuhkan bibit-bibit muda di Situbondo,” terangnya. (pri/adv/als)


BERITA UTAMA

Kamis 30 Mei 2013

35

HALAMAN SAMBUNGAN

Tidak Membawa Pulang Batang Pohon n MASSA... Sambungan dari Hal 25

Namun, warga merasa imbauan mereka tidak pernah mendapat respons pihak Perhutani. Akhirnya, warga hilang kesabaran. ‘’Kami sudah melayangkan surat agar ditebang karena membahayakan. Tapi sam pai sekarang, tidak pernah ditanggapi,” cetus

Supariyanto, tokoh masyarakat Grajagan, dengan nada tinggi. Menurut Supariyanto, sudah banyak korban yang berjatuhan akibat tertimpa pohon di jalan tersebut. Bahkan, korban bukan hanya warga Grajagan. Warga luar desa juga pernah tertimpa, termasuk para pengunjung Wana Wisata Grajagan. ‘’Selama setahun ini,

dua orang meninggal dunia karena tertimpa pohon,” kata tokoh pemuda yang tinggal di kawasan pesisir itu. Supariyanto menyebut, banyak warga mengalami nasib tragis saat melintas di jalan tersebut, baik siang maupun malam. Bahkan, pernah seorang war ga menjadi gila lantaran tertimpa pohon. ‘’Sekarang ada

orang yang gila gara-gara kepalanya tertimpa pohon roboh,” terangnya. Siswoyo, warga Grajagan, mengatakan bahwa pihak Perhutani memang sudah menebang pohon. Anehnya, pohon yang ditebang itu justru tidak membahayakan pengguna jalan. ‘’Pohon yang ditebang yang besar-besar saja.

Pohon Ambruk saat Cuaca Buruk n AKUI... Sambungan dari Hal 25

Yang jelas, kata Basuki, pohon tersebut merupakan milik Per hutani. Dia menjamin akan melakukan penebangan dan pengeprasan pohon yang

dianggap berbahaya. ‘’Percayakan kepada saya. Saya jamin nanti akan dilaksanakan,’’ katanya sambil meminta warga pulang. Kepala RPH Gaul, Sutarjo me ngatakan, selama dirinya menjabat di kawasan itu belum

pernah menerima permintaan penebangan pohon. ‘’Saya masih tiga bulan di sini, belum ada laporan. Tapi, waktu pertama tugas di sini, saya sudah mikir,” katanya. Sementara itu, robohnya pohon milik Perhutani yang me-

newaskan suami Ida tersebut me mang terjadi saat cuaca ku rang bersahabat. Saat itu, kawasan tersebut baru saja diguyur hujan. Selain itu, tidak ada lampu penerangan jalan umum (LPJU) di sepanjang jalan tersebut. (ton/c1/bay)

Lokalisasi Habis tapi Berpeluang Banjir PSK n PELAJARAN... Sambungan dari Hal 25

Selain persoalan pertama itu, topik lain seputar dunia prostitusi yang jadi fokus berita pekan ini adalah banjir rob. Luberan air laut yang sedang mengalami pasang mengakibatkan lokalisasi Pakem di Kelurahan Kertosari menjadi tergenang. Bermacam cerita seputar banjir di ‘’kawasan merah’’ itu pun menyeruak ke ranah publik. Memang, tema seputar dunia memang kerap menghampiri kita. Secara tak sengaja, obrolan atau diskusi biasa terkadang bisa berubah tema, menjurus ke topik seputar bisnis esek-esek tersebut. Seperti obrolan yang pernah saya lakukan dengan Bekti, seorang geologist yang tinggal di Karangrejo, Banyuwangi. Selama ini, lelaki berpostur tinggi besar berkulit sawo matang banget itu malang-melintang di berbagai daerah di Indonesia. Pulau-pulau di Indonesia Timur pernah dia kunjungi. Karena tuntutan pekerjaan di bidang pertambangan, dia pun lebih banyak beraktivitas di Kendari, Sulawesi Tenggara. Seperti warga Bumi Blambangan lain, Bekti mengaku bangga menjadi wong Banyuwangi. Tapi pernah ada satu pengalaman yang membuat dia terpaksa tak mengaku sebagai orang Banyuwangi. Kejadian itu berlangsung saat Bekti berkunjung ke kota Saumlaki, di Pulau Yamdena, Kabupaten Maluku TenggaraBarat, suatu daerah terluar di Indonesia Timur. Di dalam peta, Saumlaki mungkin hanya terlihat sebagai satu titik di Kepu-

lauan Tanimbar, antara Laut Banda dan Laut Arafura. Meski sangat terpencil dan sulit dijangkau, ternyata ada warga asal Banyuwangi yang tinggal di pulau tersebut. Sayang, warga asal Bumi Blambangan yang menetap di pulau terpencil itu berprofesi sebagai PSK. Alamaaakkk… Kok ya ada saja, PSK dari Banyuwangi yang mengadu peruntungan dengan menjual diri di pelosok nun jauh di sana. PSK yang mengaku berasal dari Banyuwangi yang bekerja di daerah terpencil di Indonesia Timur memang bukan kabar baru. PSK yang mengaku berasal dari Banyuwangi diduga sudah menyebar di mana-mana. Mereka bisa ditemui, mulai di Jawa, Bali, NTB, NTT, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Coba bayangkan, andai saja para PSK asal Banyuwangi dari Sabang sampai Merauke di kumpulkan, bukan mustahil jumlah mereka lumayan banyak. Sementara itu, di Banyuwangi sendiri, dunia prostitusi terus digerus dan digencet keras setahun terakhir. Pemkab dan berbagai komponen masyarakat berupaya menutup seluruh lokalisasi di segenap penjuru Bumi Blambangan. Berbagai cara dilakukan agar bisnis esek-esek tersebut tereliminasi dari wilayah ini. Berbagai solusi pun dijalankan agar mereka kembali ke jalan yang benar. Jika mau bertobat, para mucikari diberi bantuan modal agar bisa membuka usa ha yang halal. Demikian pula para PSK yang mau tobat, mereka juga diberi bantuan. Sebaliknya, PSK daerah lain yang beroperasi di Banyuwangi akan ditindak tegas dan

dikembalikan ke daerah asalnya. Sementara itu, semangat mengembalikan para PSK dari daerah lain juga terjadi di Situbondo. Setelah diketahui beberapa PSK positif terinfeksi HIV, beberapa kelompok masyarakat di Situbondo mendesak aparat Satpol PP bertindak tegas. Mereka mendesak aparat memulangkan paksa PSK yang beroperasi di Situbondo itu ke daerah asalnya. Rupanya, semangat pengusiran PSK seperti itu bakal menjadi ‘’wabah’’ yang bakal merebak di mana-mana. Yang bikin waswas, andai saja nanti wabah pengusiran PSK seperti itu juga terjadi di wilayah Indonesia Timur. Bukan mustahil, PSK asal Banyuwangi yang bekerja di Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua itu dipulangkan ke daerah asalnya. Tentu saja, Banyuwangi akan kebanjiran warga yang telah ‘’merantau’’ dalam men jalankan bisnis cinta satu malam. Ya, ketika di Banyuwangi bersih dari aktivitas lokalisasi, justru nanti kita juga berpeluang kebanjiran para mantan PSK yang dipulangkan dari daerah lain. Bila mereka pulang ke kampung halaman masing-masing, tentu akan lebih sulit bagi seluruh stake holder untuk melakukan pengawasan, pendampingan, dan pembinaan. Bila tak didampingi dan diarahkan, jangan-jangan mereka akan praktik di lingkungan sekitarnya. Apalagi, kalau kita tak tahu history penyakit yang mereka derita. Waduh, ironis dan mengerikan sekali. Bagaimana ini? Ayo kita semua harus lebih waspada, waspada, dan waspada! (bay11saksono@gmail.com)

Berikan Sarana Klinik Akuntansi n AUDIT... Sambungan dari Hal 25

Pada tahun 2011, temuan hasil pemeriksaan LKPD menurun menjadi tujuh untuk temuan SPI dan sembilan untuk temuan kepatuhan. Walau trennya turun, tapi BPK masih tetap memberikan opini yang sama seperti tahun sebelumnya, yakni WDP. Namun, pada pemeriksaan LKPD tahun 2012 yang di laku kan pada tahun 2013 ini, temuan sistem pengendalian internal (SPI) hanya lima, dan temuan kepatuhan hanya lima. Kali ini, BPK memberikan opini yang cukup menggembirakan, yakni WTP. “Penurunan jumlah temuan juga dibarengi tingkat materialitas nilai temuan. Itu ber arti kinerja pengelolaan keuangan berdasar hasil pemeriksaan menunjukkan arah yang positif,” ujar Djajat. Opini WTP yang diperoleh Banyuwangi, kata Djajat, juga didukung realisasi APBD yang terus meningkat dalam tiga tahun belakangan. Pada tahun 2010,

realisasi pendapatan mencapai Rp. 1.208.157.900.899,10, sedangkan realisasi belanja menembus angka Rp 1.219.964.887.011,42. Pada tahun 2011, realisasi pendapatan berhasil dicapai Rp 1.450.320.872.078,87. Sementara itu, realisasi belanja mencapai Rp 1.442.970.170.072,19. Pada APBD 2012, realisasi pendapatan tercapai Rp 1.690.113.711.134,37. “Sedangkan realisasi belanjanya Rp 1.680.895.444.056,15,” sebut Djajat. D jajat m e n g u n g k a p k a n , opi ni LKPD di lingkungan Pemprov Jatim sampai Selasa 28 Mei 2013, dari 37 LKPD Provinsi/Kabupaten/Kota di Jawa Timur, 13 LKPD mendapatkan opini wajar tanpa pe ngecualian (WTP) dan 24 LKPD mendapat opini wajar dengan pengecualian (WDP). Sedangkan 13 LKPD yang mendapat opini WTP, 12 LKPD mendapat WTP dengan paragraf penjelasan (WTP DPP) sedangkan satu LKPD mendapat opini WTP penuh atau tanpa catatan dan tanpa pa-

ragraf penjelasan. Pada Tahun 2011 lalu, LKPD dengan opini WTP penuh adalah Kabupaten Bangkalan. Pada tahun 2012, satu LKPD yang mendapatkan WTP penuh atau murni hanya LKPD Kabupaten Ba nyuwangi. “Peningkatan yang cukup signifikan diraih Ba nyuwangi. Banyak daerah lain yang sebelumnya sudah WTP tapi bertahan pada posisi WTP-DPP,” kata Djajat. Dalam tahun 2012 lalu, kata Djajat, pemkab melakukan upaya konkret untuk meningkatkan kualitas akuntabilitas pengelo laan dan kualitas LKPD. Langkah yang dilakukan, antara lain menanamkan komitmen pada seluruh jajaran pengelola keuangan dan pengelola barang, baik di tingkat ma najemen maupun tingkat pengelola teknis, untuk meningkatkan akuntabilitas. Dilakukan juga peningkatan pengendalian di seluruh tingkat pengelola keuangan dan barang daerah dengan menerapkan pengendalian berlapis pada SKPD

maupun pengelola keuangan dan barang tingkat kabupaten. Tidak hanya itu, pemkab juga ce pat tanggap pada seluruh permasalahan keuangan dan barang daerah dengan memberikan fasilitas klinik akuntansi. Klinik akuntansi itu berlaku untuk seluruh permasalahan pengelolaan keuangan dan barang daerah. “Kita juga meningkatkan intensitas monitoring dan pengendalian melalui forum evaluasi bulanan, triwulan, dan periodik penyusunan laporan,” katanya. Prestasi yang diperoleh pada ta hun 2012, tambah Djajat, bukan akhir dari proses pencapaian sasaran. Apa yang dicapai saat ini adalah suatu ta hap dari proses internalisasi akuntabilitas untuk mencapai tahap berikutnya. “Kita berkomitmen akan terus dan selalu meningkatkan akuntabilitas guna mendukung terciptanya tata kelola pemerintahan yang baik dan pe merintahan yang bersih,” tambahnya. (afi/c1/bay)

Dijaga Ketat, Tetangga tak Bisa Masuk n MENSOS... Sambungan dari Hal 25

Setiba di rumah Fahri untuk kedua kalinya, Mensos langsung beristirahat di kamar pribadi Fahri berukuran 3 meter x 1,5 meter. Kamar itu jauh dari kenyamanan untuk ukuran pejabat tinggi sekelas menteri. Walau demikian, Mensos Salim tetap be ristirahat dengan nyaman di rumah Fahri hingga pukul 03.00 pagi. Kamar yang digunakan menteri untuk istirahat itu dibiarkan seperti aslinya. Untuk menghindari angin masuk melalui celah-celah dinding anyaman bambu, kamar yang ditempati menteri itu ditempeli kertas minyak. Dengan demikian, angin tidak bisa masuk melalui celah dinding gedek yang sudah mulai rapuh itu. Tidak hanya kamar, selama menteri tinggal di sana, lantai tanah itu dilapisi karpet. Sehingga, menteri dan rombongan bisa dengan leluasa bersantai dan beristirahat di rumah warga miskin itu tanpa harus menggunakan alas kaki. Setelah beristirahat selama tiga jam, menteri melakukan salat Subuh berjamaah bersama

warga di masjid yang tidak jauh dari rumah Fahri. Sebelum meninggalkan rumah Fahri, Mensos Salim sempat sarapan pagi bersama. Hanya, menu sarapan yang disajikan untuk menteri bukan menu yang biasa dimakan keluarga Fahri. Menu break fast itu adalah menu katering yang didatangkan khusus dari kota Banyuwangi. Meski menteri sarapan di rumahnya, tapi Fahri tidak ikut sarapan bersama menteri. Menteri yang mantan Dubes RI untuk Arab Saudi itu menyantap sarapan pagi tanpa tuan rumah. “Waktu itu, saya cari rumput untuk pakan sapi. Di rumah hanya ada istri dan anak saya,” jelas Fahri. Walau tidak sempat sarapan bareng menteri, Fahri mengaku bangga karena rumahnya digunakan bermalam sang menteri. Sebelumnya, Fahri sama sekali tidak menyangka rumahnya akan dijadikan tempat menteri beristirahat. “Ini anugerah Allah. Kami sekeluarga bersyukur dikunjungi dan ditempati menteri. Semoga tidak kecewa,” ucapnya. Tidak hanya itu, walau Mensos Salim cukup lama berada di rumah tersebut, tapi Fahri tidak sempat ngobrol banyak dengan pejabat tersebut. Bahkan, Fahri hanya satu

kali salaman saat menteri datang bersama Bupati Abdullah Azwar Anas. Saat menteri pamitan pulang, Fahri kebetulan tidak ada di rumah karena sedang berada di kandang sapi. Saat Fahri balik ke rumahnya, Mensos Salim sudah pulang. “Nggak apa-apa, yang penting Pak Menteri mau menerima kondisi rumah saya apa adanya,” tuturnya. Sedianya, Fahri mengaku memiliki beberapa uneg-uneg yang ingin disampaikan Mensos. Namun, karena tidak ada kesempatan bertatap muka langsung dengan Mensos, uneg-uneg tersebut pun tidak tersampaikan. Tidak hanya Fahri, warga lain sebenarnya juga ingin berdialog langsung dengan menteri. Namun, rencana dialog dengan warga itu dibatalkan karena acara sang menteri sangat padat. Warga sebenarnya ingin bertemu langsung menteri saat menginap di rumah Fahri. Namun, keinginan itu tidak kesampaian karena pengamanan di sekitar tempat tinggal menteri tersebut sangat ketat. “Hanya tuan rumah yang boleh masuk. Warga lain tidak boleh masuk,” kata Nyoman Latre, seorang tetangga Fahri. (c1/bay)

Pa dahal, kebanyakan pohon yang roboh itu berukuran tidak begitu besar,’’ kata warga Dusun Kampung Baru itu. Siswoyo menambahkan, penebangan pohon yang berlangsung secara spontanitas itu bertujuan agar tidak ada lagi. ‘’Aksi warga ini tidak ada koordinatornya. Ini demi keselamatan bersama,’’ terangnya. Dalam aksi kemarin, warga se benarnya sudah meminta bantuan pihak Perhutani agar pro ses penebangan pohon berlangsung cepat. Caranya, warga meminta bantuan mesin pemotong. ‘’Tapi, minta mesin chainsaw tidak ditanggapi,” kata Rudiyanto, warga lain. Meski begitu, warga tetap mengepras pohon di sepanjang jalan tersebut. Aksi warga itu berlangsung selama tiga jam. ‘’Po kok pohon-pohon yang ada di pinggir jalan itu segera

ALI NURFATONI/RaBa

TEGANG: Supariyanto (kiri) berdialog dengan Adm KPH Banyuwangi Selatan, Ahmad Basuki (kanan), di Jalan Raya Grajagan kemarin.

dihabisi,” desaknya. Nur, warga Desa Grajagan menceritakan, kasus serupa pernah menimpa pelajar. Karena itu, adanya pohon di tepi jalan itu sangat berbahaya. ‘’Ada pelajar yang juga pernah kena pohon roboh,’’ ujarnya. Setelah menebang pohon di tepi jalan sepanjang ratusan meter, warga menuntut agar pihak Perhutani segera bertindak. Bahkan, tuntutan warga

itu harus dikabulkan dalam waktu singkat. ‘’Satu dua hari po hon yang tumbuh di tepi jalan sejauh 9 Kilometer harus ditebang,” tegas Supariyanto. Usai menebang pohon menggunakan senjata tajam, warga tidak menjarah pohon dan ranting untuk dibawa pulang. Mereka hanya menyingkirkan batang pohon yang baru dibabat tersebut dari badan jalan agar kendaraan bisa melintas. (ton/c1/bay)

Sering Tidak Bernapas n TANPA... Sambungan dari Hal 25

Beberapa saat berselang, bayi yang bobot tubuhnya hanya 1,7 Kilogram (Kg) dengan panjang sekitar 29 centimeter (cm) itu lang sung dirujuk ke RSUD Blambangan, Banyuwangi. Hingga kemarin (29/5), Arina masih menjalani perawatan di ruang perinatologi di RS pelat merah tersebut. Pantauan di lapangan, perut Arina membuncit. Kepala bayi perempuan itu tampak terbungkus alat khusus untuk mempermudah pernapasan. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Medis (Yanmed) RSUD Blambangan, dr Wahyu Hartanto membenarkan, pihaknya menangani pasien yang menderita sejumlah kelainan bawaan lahir tersebut. “Selain tak memiliki anus, saluran

pencernaan yang bersangkutan juga buntu,” ujarnya. Dijelaskan, saluran pencernaan dari kerongkongan yang seharusnya tersambung ke lambung, ternyata malah tersambung ke paru-paru. Akibatnya, tim medis RSUD Blambangan kesulitan mengeluarkan cairan dalam perut Arina. “Rencananya pasien tersebut akan dirujuk ke Surabaya. Kami masih menunggu kondisi pasien membaik. Saat ini (kemarin), kondisi bayi belum memungkinkan dirujuk karena yang bersangkutan sering tidak bernapas. Kami menunggu kondisi pasien normal,” paparnya. Wahyu mengaku tidak bisa memastikan penyebab berbagai kelainan Arina. Dia menengarai, hal itu terjadi lantaran pertumbuhan janin selama dalam kandungan ibu-

nya tidak normal. “Selama di RSUD Blambangan, pasien (Arina) ditangani dokter spesi alis anak. Biaya perawatan ditanggung Jampersal (Jaminan Persalinan),” kata dia. Sementara itu, ayah korban, Fauzi mengungkapkan, selama mengandung, istrinya, yakni Suliha, kerap mengeluh sakit. Suliha juga sempat mendapat fi rasat buruk saat usia kandungannya lima bulan. “Kala itu istri saya bermimpi anak yang dikandung tidak memiliki tangan,” ujarnya. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani itu berharap putri kesayangannya segera menjalani operasi agar bisa hidup secara normal. “Nama Ari na Fadhilah Rahmaniyah ini saya minta kepada kiai, agar anak saya cepat sembuh,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

Dari 15 Kades, Tiga Sudah Beres n SYARAT... Sambungan dari Hal 25

“Para ang gota dewan yang belum me lampirkan su rat keterangan pen gajuan pengunduran diri akan tetap kita umumkan. Namun, dalam hasil ve rifikasi akan dicantumkan keterangan belum memenuhi syarat (BMS),” papar Suherman. Sekadar tahu, jumlah anggota DPRD Banyuwangi yang pindah parpol untuk kembali bertarung dalam Pileg 2014 mencapai

enam orang. Nah, tiga dari enam anggota dewan yang pindah parpol itu akan kembali bersaing memperebutkan kursi DPRD Banyuwangi, sedangkan tiga sisanya nyaleg sebagai anggota DPRD Provinsi Jatim, dan DPR RI. “Anggota dewan yang pindah parpol kami identifikasi berjumlah tiga orang. Tetapi, belum ada yang melampirkan surat keterangan pengajuan pemberhentian yang ditandatangani ketua DPRD maupun sekretaris

dewan,” kata Suherman. Sementara itu, ketentuan melampirkan berkas pengunduran diri bagi para kepala desa (kades), PNS, dan petugas penyelenggara pemilu yang akan meramaikan Pileg 2014, juga masih ditunggu hingga 1 Agustus mendatang. Menurut Suherman, di seluruh Banyuwangi terdapat 15 kades yang nyaleg. Namun, hingga kemarin baru tiga kades yang melampirkan surat keputusan pem berhentian dari bupati. (sgt/c1/bay)

Hari Ini Ujian Tertulis n BERSAING... Sambungan dari Hal 25

Selain itu, kegiatan ini diselenggarakan untuk menunjang peningkatan disiplin lalu lintas awak kendaraan umum. Ada sekitar 30 peserta yang di libatkan dalam kegiatan yang dijadwalkan dilangsungkan di Rumah Makan Mahkota Plengkung, Kalipuro, hari ini (30/5). Mereka merupakan sopir dan kernet angkutan kota, angkutan pedesaan, bus, taxi, dan travel. Narasumber yang akan

memberikan pengarahan dalam pertemuan itu berasal dari Dinas Perhubungan & LLAJ Provinsi Jawa Timur, Pol res Banyuwangi, Jasa Ra harja, dan Dinas Kesehatan. “Tingginya angka kecelakaan dan permasalahan yang terjadi di jalan raya akan menjadi salah satu pokok bahasan,” kata Andi. Setelah mengikuti pengarahan, semua peserta akan diikutkan ujian tertulis materi yang disampaikan. Dari hasil ujian tertulis itu, pemerintah daerah akan menetapkan satu orang

sebagai sopir yang bakal mendapat penghargaan sebagai so pir teladan.“Penghargaan yang diberikan kepada Awak Angkutan Umum Teladan (AKUT) kita harapkan jadi penyemangat untuk tertib berlalu lintas,” kata Andi. Yang terpenting lagi, tambah dia, bagaimana kedisiplinan berlalu lintas itu terbentuk dengan demikian, mereka tidak jadi teladan secara teori, tapi juga secara praktiknya.”Kita harapkan bisa menularkan pengetahuan pada awak angkutan yang lain,” tambahnya. (afi/c1/bay)

Jangan Layani Wartawan Gadungan n TAK... Sambungan dari Hal 26

Agar kasek tidak terjebak dan mengeluarkan dana besar untuk “berdamai” dengan wartawan nakal, hendaknya kasek menanyakan media yang menaungi wartawan tersebut serta menanyakan kartu persnya. “Semua media mengeluarkan kartu pers bekal wartawan untuk mencari data. Jika tidak bisa menunjukkan kartu pers, berarti itu bukan wartawan, dan tidak perlu ditemui,” ujarnya.

Sementara itu, Samiaji Makin Rahmat menekankan pentingnya pengetahuan bidang hukum bagi para kasek. Wartawan nakal, wartawan gadungan, atau pun oknum yang mengaku anggota LSM, kerap mengintimidasi kasek dengan tujuan mendapatkan uang “kompensasi”. “Setelah kasek memberi uang, biasanya akan di susul oknum-oknum lain yang membawa data yang sama. Ujung-ujungnya, mereka juga minta uang damai untuk tutup mulut,” terangnya.

Sementara itu, seminar kemarin dibuka Asisten Ke sejahteraan Rakyat (Kesra) pemkab Banyuwangi, Suhartoyo, yang mewakili Bupati Abdullah Azwar Anas. Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Sulihtiyono menyambut baik di gelarnya seminar tersebut. “Saya sangat berterima kasih kepada panitia. Seminar seperti ini dapat mejadi bekal bagi para kasek agar mampu menanggulangi persoalan wartawan yang datang ke sekolah untuk meminta uang,” pungkasnya. (sgt/adv/als)

Pencalegan Libatkan Tim 12 n SESEPUH... Sambungan dari Hal 27

Kalau caleg Banyuwangi, kami belum memutuskan karena banyak orang baru,” tandasnya. Ketua DPD Golkar Ba nyuwangi Sumantri Sudomo mengatakan, kekecewaan yang disampaikan Sardjono sebenarnya tidak perlu terjadi. Sebab, apa yang dilakukan DPD

Gol kar dalam menentukan caleg sudah sesuai prosedur. “Se mua melalui mekanisme yang sudah ditentukan partai, mulai pendaftaran sampai konsultasi ke DPD Provinsi,” jelas Sumantri saat dihubungi via ponsel kemarin. Sumantri menuturkan, dalam menentukan caleg, DPD Golkar telah membentuk tim 12 yang terdiri atas ketua, se-

kretaris, bendahara, wakil ketua bidang pemuda, serta sejumlah pengurus DPD Golkar yang lain. Tim 12 tersebut juga bekerja sesuai mekanisme dan prosedur yang telah ditentukan partai, dan hasilnya dilaporkan ke DPD Golkar Provinsi. “Kalau ada caleg yang orang baru, tentu ada pertimbangan-pertimbangan, dan rata-rata mereka trah Golkar,” tegasnya. (azi/c1/aif)


36

Kamis 30 Mei 2013

Dua Penderita HIV Meninggal Dunia SITUBONDO - Dua penderita HIV/AIDS kembali meninggal dunia. Meninggalnya penderita penyakit mematikan itu menambah daftar pengidap HIV/AIDS di Situbondo yang meninggal dunia tahun ini. Sebelumnya, Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) menyebutkan, dari 215 jumlah penderita selama dua tahun terakhir, sebanyak 79 di antaranya meninggal dunia. Dengan demikian, jumlah penderita yang meninggal mencapai 81 orang. “Dua orang yang meninggal ini adalah seorang laki-laki dan ibu rumah tangga,” kata Abu Bakar, juru bicara KPA Situbondo.

Informasinya, ibu rumah tangga itu mengidap HIV/AIDS karena tertular suami pertamanya yang bekerja di Bali. Korban baru mengetahui dirinya mengidap penyakit tersebut setelah masuk stadium tiga. Sejauh ini, kata Abu Bakar, kedua penderita sudah mendapatkan konseling KPA dan Dinas Kesehatan. “Kami dan Dinkes terus melakukan pendampingan sesuai standar operasional penanganan penderita HIV/AIDS,” katanya seraya menambahkan KPA juga telah melakukan sosialisasi cara memandikan jenazah korban HIV/AIDS agar tidak

membahayakan kesehatan warga sekitar. Sementara itu, Bupati Situbondo yang juga Ketua KPA Situbondo, Dadang Wigiarto, mengaku prihatin atas bertambahnya korban HIV/AIDS. Dadang berharap kasus tersebut menjadi pelajaran bagi warga Kota Santri. Bupati Dadang meminta para penderita HIV/AIDS lebih terbuka. Sehingga, memudahkan petugas melakukan pendampingan pengobatan. “Kami juga mengimbau warga lebih berhati-hati agar tidak menjadi korban berikutnya,” pungkas Dadang. (rri/c1/als)

Ditabrak Motor, Kaki Patah

EDY SUPRIYONO/RaBa

BUTUH KEADILAN: Nimas saat mengerjakan soal unas di kantor PPT-KKTPA beberapa waktu lalu.

Adukan Masalah Nimas ke KPAI Pusat Pelayanan Terpadu Korban Kekerasan Perempuan dan Anak (PPT-KKTP) Kabupaten Situbondo terus memperjuangkan nasib Nimas Puspitaningrum untuk memperoleh keadilan. Kali ini, lembaga yang berkantor di Jalan Anggrek itu memilih mengadukan permasalahan yang dialami Nimas ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di Jakarta. JAYADI, anggota PPT KPPT mengungkapkan, pihaknya akan membawa dan menyampaikan surat pengaduan tersebut ke KPAI. “Surat ini juga kita tembuskan ke Komnas Perempuan, DPR RI, Menteri Negara PPPA RI, Mendiknas RI, dan Menkumham RI,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (29/5). Dalam surat tersebut, kata Jayadi, menerangkan bahwa upaya PPT KKTPA tidak bersinergi dengan pihak lembaga pendidikan yang ditempati Nimas mengenyam pendidikan. Dia mencontohkan, melalui SK No 0828/023/SMA–Ibr/C/BK/III/2013, tanggal 23 Maret 2013 yang dikeluarkan

oleh Pihak SMA Ibrahimy Panji, Nimas dinyatakan dikeluarkan dari sekolah. Bahkan, ada upaya sedemikian rupa agar korban keluar dari sekolah. Pihak sekolah membuatkan surat pernyataan yang berisi pernyataan bahwa Nimas mengundurkan diri dari peserta ujian nasional (unas) tahun pelajaran 2012/2013 di SMA Ibrahimy Panji, Situbondo. “Surat keputusan (SK) pemberhentian tersebut dikeluarkan kurang lebih seminggu atau tepatnya tanggal 15 April 2013 sebelum korban akan melaksanakan unas,” papar Jayadi. PPT KKTPA masih melakukan upaya koordinatif dan persuasif kepada pihak SMA Ibrahimy bersama Dinas Pendidikan Situbondo. Puncaknya, Rabu tanggal 27 Maret 2013 bertempat di Kantor PPT KKTPA, pihak SMA Ibrahimy Situbondo dan Nimas bertemu dan menghasilkan beberapa kesepakatan kesepakatan. Di antaranya, SMA Ibrahimy bersedia menerima Nimas seperti sedia

kala. Kedua, pelaksanaan unas dilaksanakan di PPT KTPA. “Jadi jelas, dalam berita acara mediasi tersebut SMA Ibrahimy secara sadar dan tegas mengutarakan akan melakukan sesuatu untuk mengedepankan dan mendahulukan kepentingan terbaik anak,” tegas Jayadi. Namun, kemudian pada saat pengumuman kelulusan (24/5), pihak sekolah melakukan upaya-upaya tanpa koordinasi bersama kami PPT KKTPA dan Dispendik sebagai mediator. Yakni, dengan mengeluarkan surat hasil keputusan sekolah tentang pernyataan tidak lulus Nimas. “Berdasar kronologis peristiwa tersebut, sangat tampak bagaimana buruknya pemahaman pihak sekolah terkait status Nimas Puspitaningrum sebagai korban dari tindak pidana asusila dari Sony DK berdasar vonis Pengadilan Negeri (PN) Situbondo,” ungkap Jayadi. Pria yang masih betah membujang itu mengungkapkan, dengan laporan yang disampaikan ke KPAI, PPT KTPA berharap Nimas tidak menjadi korban untuk yang kedua kalinya. “Apa yang menimpa Nimas adalah contoh kecil potret buram dunia pendidikan dan sistem hukum di negeri ini,” tegas Jayadi. (pri/c1/als) n Disarankan Ikut Kejar Paket C Baca halaman 28

Sering ke Rumah Janda, Kadus Dituntut Mundur PANARUKAN - Puluhan warga Dusun Pesisir Utara, Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Situbondo, ngelurug kantor desa setempat kemarin (29/5). Mereka menuntut agar S, 40, diberhentikan sebagai kepala Dusun (Kadus) Pesisir Utara. Menurut warga, tuntutan agar Kadus Pesisir Utara diberhentikan itu berdasar temuan mereka yang sering melihat kadus tersebut mabuk-mabukan dan main perempuan.“Sering minum dan main perempuan. Sering main ke rumah janda. Itu kan memberikan contoh yang tidak baik kepada masyarakat, apalagi kepada anak-anak tetangga,” ujar Nurhasan, salah seorang warga yang ikut ngelurug ke kantor desa. Lantaran perilaku kadus tidak terpuji, puluhan warga berinisiatif melaporkan kasus tersebut ke Kades Kilensari agar segera memberhentikan dan mengganti kadus tersebut. Data yang berhasil dikumpulkan, sepekan lalu sebenarnya perwakilan warga sudah mengirim surat kepada Kades Kilensari, Erfan Riskafanda. Namun, surat yang dilayangkan itu tidak mendapat tanggapan. Akhirnya, warga memutuskan ngelurug kantor desa dan menuntut agar S dicopot dari jabatannya sebagai kadus.

NUR HARIRI/RaBa

ASPIRASI: Puluhan warga mendatangi kantor Desa Kilensari kemarin. Mereka menuntut Kadus Pesisir Utara, S, diberhentikan dari jabatannya.

Kades Kilensari, Erfan Riskafanda, membenarkan adanya tuntutan warga yang meminta agar Kadus Pesisir Utara diberhentikan. “Masyarakat Pesisir Utara menginginkan kadusnya diganti karena banyak permasalahan, kurang melayani masyarakat, dan kurang memberi contoh yang baik kepada masyarakat,” kata Erfan.

Ditambahkan, menanggapi tuntutan puluhan warga tersebut, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan lembaga di desa tersebut. “Harus mengacu perbup atau perda. Selanjutnya, akan dikoordinasikan dengan BPD. Kemudian, diteruskan ke pihak kecamatan dan kabupaten,” paparnya. (rri/c1/als)

SITUBONDO - Motor Ninja bernopol P 4984 Y yang dikemudikan Eki, 16, terlibat kecelakaan lalu lintas dengan motor Supra Fit bernopol P 2127 EA yang dikemudikan H. Surastadi. Kecelakaan yang menyebabkan salah satu korban patah tulang itu terjadi di Jalan Desa Olean, Kecamatan Situbondo, kemarin (29/5). Kecelakaan yang sama-sama melibatkan warga Desa Olean itu berawal saat Surastadi hendak potong rambut di pinggir jalan Desa Olean. Namun, karena menunggu lama, Surastadi akhirnya memutuskan pulang karena hendak mendirikan salat Duhur. “Iya, mau potong rambut. Tapi karena lama menunggu, akhirnya saya pulang mau salat,” kata Surastadi. Tidak disangka, saat korban mengendarai motor P 2127 EA dari tempat pemotong rambut tersebut, dari arah selatan muncul Ninja yang dikendarai Eki. Karena jaraknya sudah sangat dekat, motor Surastadi dihantam dari arah selatan oleh motor yang dikemudikan Eki itu. Surastadi dan Eki langsung terjatuh ke aspal. Surastadi ter-

NUR HARIRI/RaBa

HENDAK POTONG RAMBUT: Surastadi menjalani perawatan di Rumah Sakit Elisabeth Situbondo kemarin.

lempar, dan Eki jatuh bersama motornya. “Tadi yang ditabrak sempat terlempar. Kalau yang dari selatan itu jatuh bersama sepedanya,” kata Bambang, salah seorang saksi mata saat berada di lokasi kejadian. Beruntung, kecelakaan itu tidak memakan korban jiwa.

Hanya saja, Surastadi mengalami luka dan patah tulang kaki sebelah kanan. Eki yang masih duduk di bangku SMA kelas satu itu hanya mengalami lecet di beberapa bagian tubuhnya. Oleh warga sekitar, korban luka dibawa ke Rumah Sakit Elisabeth Situbondo. (rri/c1/als)

Hello Kitty Shopping Village

Hello Kitty datang lagi ke Alfamart !! sachet yang tidak bisa diketahui jenis Hello Kitty Shop yang mana, sehingga akan menimbulkan keasyikan tersendiri bagi konsumen untuk terus mengkoleksi hingga lengkap”, jelas Velina Yulianti, Marketing Director Alfamart.

P

T Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (Alfamart) kembali menghadirkan karakter Hello Kitty untuk memanjakan konsumennya yang hobi mengumpulkan berbagai pernak-pernik Hello Kitty. Setelah sukses dengan program pengumpulan charm Hello Kitty di tahun lalu, kini Alfamart kembali menghadirkan karakter kartun asal Jepang ini dalam bentuk berbeda yakni koleksi Hello Kitty Shopping Village. Program ini berlaku di jaringan toko Alfamart di seluruh Indonesia sejak tanggal 24 Mei hingga 18 Juli 2013. Mekanisme pengumpulan Hello Kitty Shopping Village hampir sama dengan program sebelumnya 3D Puzzle Doraemon yakni dengan pengumpulan stamp yang didapat dari pembelanjaan minimal Rp 30.000,- di toko Alfamart (berlaku kelipatan). Jika ada produk sponsor minimum kuantiti tertentu atau melakukan pembayaran dengan BCA Flazz/A Card /XL-Tunai, pelanggan akan mendapatkan 1 (satu) ekstra stamp. Stamp Hello Kitty Shopping Village yang didapat tersebut kemudian dikumpulkan dalam satu kartu koleksi yang dapat diperoleh di kasir

Alfamart. Untuk 15 stamp, dapat ditukarkan gratis dengan 1 (satu) buah Hello Kitty Shopping Village atau menukarkan 8 stamp ditambah dengan uang Rp 15.900,-. “Waktu pengumpulan stamp ini dari tanggal 24 Mei hingga 18 Juli 2013 dan untuk penukaran stamp hingga tanggal 25 Juli 2013. Koleksi Hello Kitty Shopping Village di Alfamart menghadirkan 9 jenis toko Hello Kitty yang sangat menarik. Mulai dari Hello Kitty Café, Hello Kitty Spa, Hello Kitty Candy, Hello Kitty Ice Cream Shop, Hello Kitty Flower Shop, Hello Kitty Boutique, Hello Kitty Electronic Shop, Hello Kitty Cake Shop dan ditambah special edition yaitu Hello Kitty Alfamart. Setiap 1 (satu) Hello Kitty Shop akan terbungkus dalam satu

Kontes Kreativitas Hello Kitty Dalam rangkaian peluncuran program Hello Kitty Shopping Village, Alfamart menggelar beragam aktivitas terkait Hello Kitty dan anak-anak seperti Fashion Show untuk murid Sekolah Dasar dan Lomba Bintang Cilik Menyanyi untuk murid Sekolah Menengah Pertama (SMP). Di Jakarta akan berpusat di area Play House Land (PHL) Mall Central Park, Jakarta Barat pada hari Sabtu (25/5). Sementara di kota-kota lain, akan digelar event serupa yang akan menggunakan Rumah Albi (Ruang komunitas warga di toko Alfamart) sebagai venue pelaksanaannya. “Event-event seperti ini sangat efektif dan menyasar tepat ke target market kami,” pungkas Velina. (www.alfamartku.com)

Radar Banyuwangi 30 Mei 2013  

Radar Banyuwangi

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you