Issuu on Google+

30 SEPTEMBER

25

TAHUN 2012

Belasan Koperasi Segera Dibekukan

Menyisir Isi Tas Pelajar BANYUWANGI - Aparat Polres Banyuwangi menggelar razia di sejumlah sekolah di pusat Kota Gandrung kemarin (29/9). Petugas keamanan juga mendatangi kawasan seputar Gedung Olah Raga (GOR) Tawang Alun yang kerap dijadikan tempat nongkrong para pelajar yang bolos. Dipimpin Kasatbinmas AKP Mahmud, anggota polisi mulanya mendatangi SMK Gajah Mada di Jalan Jagung Suprapto. Selanjutnya, petugas bergeser ke SMK PGRI di Kecamatan Giri. “Barang bawaan para pelajar kita periksa,” cetus AKP Mahmud kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. Menurut Mahmud, yang menjadi sasaran dalam razia kali ini adalah telepon seluler (ponsel) dan tas. Setiap siswa yang memiliki ponsel di dua sekolah itu diperiksa satu per satu oleh polisi. “Dalam ponsel para pelajar tidak ada gambar porno,” katanya. Selain memeriksa ponsel, polisi juga menggeledah tas yang dibawa siswa di dua sekolah dengan siswa

cukup banyak itu. Lagi-lagi polisi tidak menemukan barang yang membahayakan. “Siapa tahu ada sajam (senjata tajam) atau barang membahayakan lain,” terangnya. Saat berada di dua sekolah itu, aparat kepolisian juga sempat memberikan pembinaan kepada para pelajar. Para siswa diminta menggalang persatuan dan persaudaraan sesama pelajar. “Jangan ada permusuhan yang pada akhirnya terjadi tawuran,” ungkapnya. Mahmud mengakui razia yang dilakukan itu sebagai upaya preventif dalam menanggulangi tawuran pelajar. Pihaknya berharap tawuran yang terjadi antara dua sekolah SMA di Jakarta hingga memakan korban jiwa tidak terjadi di Banyuwangi. “Razia dan pembinaan akan terus kita lakukan,” sebutnya. Sebelum aparat kepolisian balik kandang ke Mapolres Banyuwangi, mereka mampir ke GOR Tawang Alun yang berlokasi di wilayah Kecamatan Giri ■

Melanggar Ketentuan Simpan Pinjam

 Baca Menyisir...Hal 31

ANTISIPASI: Polisi menggeledah isi tas siswa SMK di dalam kelas (kiri). Petugas juga merazia siswa yang nongkrong di sekitar GOR Tawang Alun, Banyuwangi, kemarin (atas).

BANYUWANGI - Diam-diam Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Banyuwangi berancang-ancang membekukan belasan koperasi pelaku usaha simpanpinjam. Alasannya, belasan koperasi itu ditengarai kuat melanggar ketentuan hukum dan perundang-undangan saat menjalankan kegiatan usahanya. Informasi yang berhasil dihimpun wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi menyebutkan, jumlah koperasi yang badan hukumnya akan dibekukan mencapai 18 unit. Uniknya, 16 di antara 18 koperasi “bermasalah” tersebut berlokasi di wilayah Banyuwangi Selatan. Dua koperasi lain berlokasi di Kecamatan Licin dan Kecamatan Wongsorejo. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Banyuwangi, Bambang Sudjarwo mengatakan, beberapa waktu lalu pihaknya telah mem-

bentuk tim teknis untuk memantau, mengevaluasi, menginventarisasi, dan meneliti koperasi pelaku usaha simpan-pinjam. Hasil evaluasi tersebut, Dinas Koperasi dan UMKM menerbitkan surat hasil evaluasi. “Ada 18 koperasi yang kita surati yang akan kita bekukan badan hukumnya,” ujarnya. Alasan pembekuan itu adalah, koperasi-koperasi itu saat menjalankan usahanya tidak sesuai dengan peraturan perkoperasian. Baik Undang-Undang (UU) Nomor 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian; Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 9 Tahun 1995 tentang kegiatan usaha simpan pinjam oleh koperasi; maupun Peraturan Menteri Koperasi dan UMKM (Permenkop) Nomor19/Per/M.KUKM/ XI/2008 tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Usaha Simpan Pinjam oleh Koperasi ■  Baca Belasan...Hal 31

FOTO-FOTO: GALIH COKRO/RaBa

Tewas Tenggelam saat Menjaring

ADA APA LAGI

PANARUKAN - Seorang warga bernama H. Munir, 60, asal Desa/Kecamatan Kendit, ditemukan tewas saat menjaring ikan di sekitar Pelabuhan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Jumat malam lalu (28/9). Awalnya, sekitar pukul 14.00 korban berangkat menjaring ikan ke laut Desa/Kecamatan Panarukan bersama adiknya, Harianto, 38, “Kakak saya berangkat menjaring ikan bersama Hariyanto setelah duhur,” ujar Nanik, 40, adik ipar korban. Namun, setelah pukul 18.00, Hariyanto yang saat itu menunggu korban di pinggir pantai bingung lantaran korban tidak kunjung datang. Saat itulah, Hariyanto meng-

hubungi p i h a k keluarga dan mengatakan bahwa kakaknya tidak ada a l i a s menghilang. “Saat itu Harianto menunggu lama di sepeda motor yang diparkir di tepi pantai. Tetapi, sampai usai magrib H. Munir belum nongol,” imbuh Nanik. Setelah dipastikan menghilang, pihak keluarga korban langsung meminta bantuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)

Kabupaten Situbondo untuk mencari korban. BPBD yang datang ke lokasi kejadian langsung melakukan pencarian dan menyisir pantai di sekitar Pelabuhan Panarukan. Satu jam kemudian, korban berhasil ditemukan di dasar laut yang dalamnya sekitar 1,5 meter. Saat ditemukan, keadaan korban sudah tidak bernyawa. “Saat ditemukan, H. Munir sudah tidak bernyawa,” kata kepala BPBD Situbondo, Zainul Arifin. Data yang berhasil dikumpulkan, Munir dan adiknya menjaring ikan di sekitar Pelabuhan Panarukan tapi di lokasi yang berbeda ■  Baca Tewas...Hal 31

JARING IKAN: Petugas mengevakuasi jenazah Munir menuju RSUD Abdoer Rahem, Situbondo, Jumat malam kemarin (28/9).

EDY SUPRIYONO/RaBa

DRUM BAND: Aksi para mayoret cilik di Alunalun Situbondo siang kemarin.

Lagu Iwak Peyek Paling Digemari SITUBONDO - Booming lagu “Iwak Peyek” tak hanya mengilhami para biduan untuk menyanyikannya di atas pentas. Para grup drum band dan marching band pun terobsesi membawakan lagu yang dipopulerkan Trio Macan tersebut. Seperti yang terjadi di Festival Drum Band dalam rangka memperingati HUT Pramuka ke-15 di Alun-alun Situbondo kemarin (29/9). Tidak sedikit peserta yang memilih mendemokan lagu tersebut. Padahal, lagu itu bukan termasuk lagu wajib. Acara yang dihadiri Bupati Dadang Wigiarto dan Ketua Kwarcab Pramuka Situbondo, Rachmad, tersebut menyedot perhatian ribuan warga ■  Baca Lagu...Hal 31

NUR HARIRI/RaBa

Sekolah Pilot Negeri Diminati Lowongan 12 Kursi, Pendaftar 83 Orang BANYUWANGI - Sekolah Pilot Negeri Banyuwangi (SPNB) ternyata cukup diminati. Hingga kemarin (29/9), peminat SPNB sudah mencapai sekitar 83 orang. Sayang, pendaftar yang merupakan putra daerah asli Banyuwangi masih sangat minim. Dari 83 calon siswa yang mendaftar, pendaftar asal Banyuwangi hanya tiga orang. “Sebagian besar pendaftar berasal dari daerah lain. Kita sudah sosialisasi lewat

Dinas Pendidikan,” ujar Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Banyuwangi, Agus Siswanto. Pihak Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Surabaya memberi kesempatan seluas-luasnya kepada putra-putra Banyuwangi untuk menempuh pendidikan di sekolah pilot. Oleh karena itu, Agus menyerukan agar memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik-baiknya. Untuk menjadi siswa sekolah pilot itu, ungkap Agus, tidak semua pendaftar bisa diterima ■  Baca Sekolah...Hal 31

Bayi Kembar Tiga di RS dr Abdoer Rahem Situbondo

Putar Otak karena cuma Siapkan Dua Nama Pasangan suami istri (pasutri) asal Asembagus, M. Hidayat, 31, dan Yuli Setiarini, 29, tak menyangka dikaruniai bayi kembar. Tidak hanya kembar dua, tapi kembar tiga.

Belasan koperasi simpan pinjam segera dibekukan

Yang nyimpan menangis, yang utang meringis

Sekolah pilot negeri diminati

Lebih membeludak lagi kalau sekolah pilot gratis

EDY SUPRIYONO, Situbondo

SAAT memeriksakan kehamilannya, Yuli sebenarnya sudah diberi tahu bahwa akan memiliki anak kembar. Dia sama sekali tidak terkejut mendengar kabar tersebut. Maklum anggota keluarganya memang sudah sering melahirkan anak kemhttp://www.radarbanyuwangi.co.id

GALIH COKRO/RaBa

SWASTA: Siswa sekolah pilot BIFA berlatih di Bandara Blimbingsari, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi.

EDY SUPRIYONO/RaBa

INKUBATOR: Bayi kembar tiga anak pasangan M. Hidayat danYuli Setiarini dirawat di RS dr. Abdoer Rahem, Situbondo.

bar dua. Apalagi, saat itu dia juga sedang mengasuh anak kembar dua. “Kalau hanya kembar dua, ya kita

anggap biasa, karena keluarga kami sebelumnya banyak yang melahirkan kembar dua. Namun, saat di-

operasi caesar, ternyata bayi Mbak Yuli tiga ■

 Baca Putar...Hal 31 email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@jawapos.co.id


26

Minggu 30 September 2012

Pembantu Aborsi Bukan Bidan

PDGI Seminar Ilmiah Dentistry BANYUWANGI-Dokter gigi dari Banyuwangi, Situbondo, Jember, Lumajang, dan Jembrana Bali mengikuti seminar, yang mengusung tema “Meningkatkan Keilmuan dan Aspek Profesional Dokter Gigi dalam Pembangunan Kesehatan”. Seminar ilmiah bertajuk “Banyuwangi Dentistry 2012” itu digelar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Banyuwangi di Mirah Hotel Banyuwangi, pada 22 September 2012. Ketua PDGI Cabang Banyuwangi drg. Isro’ Hanafi mengatakan, acara tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi dokter gigi di bidang ilmu kedokteran gigi. Seminar ilmiah itu juga bisa menambah wawasan keilmuan dokter gigi yg berkaitan dengan kesehatan gigi dan mulut. “Tujuan lainnya adalah meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang diberikan kepada masyarakat,” terangnya kepada koran ini, kemarin. Seminar yang dibuka Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi H. Hariadji Soe-

gito, SKM, MM, itu menghadirkan empat narasumber dari berbagai bidang ilmu kedokteran gigi. Narasumber dari RSUD Soebandi Jember drg. Nuning Handayani, Sp.Ort memaparkan materi. Dr. R. Darmawan Setijanto, drg.Mkes dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga (FKG Unair) menerangkan Dentalpreneurship. Sedangkan drg. Harry Laksono, Sp.Prost, yang juga dari FKG Unair mempresentasikan materi 1-4 Remeaning Teeth, How to Manage?. Narasumber

terakhir drg. Ronny Baehaqi, Sp.BM dari RSUD Blambangan, Banyuwangi menjelaskan tentang Autogenous Bone Grafting for Mandibular Reconstruction. Seminar itu terselenggara dengan baik berkat kerjasama panitia yang diketuai drg. Indah Dwi Ernawati, Mkes. Acara tersebut juga mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Di antaranya Novartis dg produknya Cataflam, SOHO, Cobra Dental, Denstply, Zigma Hexindo, Canting Mustika, dan KaOsing.(irw/adv)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

PDGI For RaBa

POSE BERSAMA: Para narasumber, Ketua PDGI drg Isro’ Hanafi (dua dari kanan) beserta panitia foto bersama Kepala Dinkes usai pembukaan seminar.

ALI NURFATONI/RaBa

KLARIFIKASI: Werdiningsih (kiri) mendatangi Kantor Radar Banyuwangi Biro Genteng.

BANYUWANGI

SILIRAGUNG - Kasus hukum yang menimpa Saritem, 17, seorang pelajar setingkat SMA di Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, masih terus berlanjut. Proses pemeriksaan pelajar asal Dusun Ringinsari, Desa/ Kecamatan Pesanggaran, itu kini ditangani Unit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Polres Banyuwangi. Nah, kasus aborsi yang diduga dibantu bidan di Desa/Kecamatan Pesanggaran itu ternyata dibantah Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Banyuwangi. Sebab, perempuan yang memberikan resep untuk pelajar tersebut bukan seorang bidan. ’’Dia bukan bidan,’’ ungkap Ketua IBI Banyuwangi, Werdiningsih, saat klarifikasi di kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi Biro Genteng Kamis sore lalu (27/9).

BANYUWANGI

Werdiningsih menjelaskan, seorang bisa disebut bidan bila yang bersangkutan memiliki izin praktik resmi. Itu sesuai Pemenkes Nomor 1464 Tahun 2010.’’Yang jelas, orang itu bukan bidan. Kalau bidan punya izin praktik,” tegasnya. Untuk memastikan itu, kata Werdiningsih, pihaknya langsung crosscheck ke lapangan. Dari hasil investigasi itu disimpulkan bahwa orang yang membantu itu bukan bidan. ’’IBI punya tujuh ranting dan 562 anggota di Banyuwangi. satu nama itu ternyata tidak ada dalam organisasi kami. Orang itu bukan bidan,” tegas warga Dusun Krajan, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, tersebut. Seperti diberitakan sebelumnya, polisi terus mendalami kasus aborsi yang dilakukan pelajar setingkat SMA di Kecamatan Pesanggaran n

BANYUWANGI

Baca Pembantu...Hal 31

BANYUWANGI

• Persada Regency•

• Rogojampi 740m2 •

• Modal Kerja •

• Administrasi •

• Avanza ‘10 •

• Innova G ‘08 •

• Kijang Grand Extra ‘93 •

Pahe dijual tanah dpn Perum persada regency kertosari, jl ikan wader pari, hub 081217908788.

Dijual tanah LT 740m2 sebelah terminal Rogojampi harga 250 juta (nego) Hub. 081338333153, strtegis, mobil bs msuk

Dijual Innova G tahun ‘08 bln 12, hitam, ban ring 18, Astra Recd, P Bwi, tangan 1, orisinil cat, harga 215 jt. 08123256347

Kijang Grand Extra ‘93 1,5CC, abu2, a/n sndiri, terawat mulus, H. 68jt. 081336351669

• Karangrejo 850m2 •

Dbthkn administrasi utk penempatan di Banyuwangi, Jember, Situbondo & Bali, Wanita / Pria, computer, llsn S1/D1/SMU lamaran ke UD. Jaya Subur Jl. Raya 1416 Rogojampi-Bwi up Yani 0333-635888

Djl Avanza ‘10 G, silver, no. msh panjang & P asli, istimewa sekali, hubungi 081336666171

• Jl. Raya Kalipuro •

Ingin mendapat kredit modal kerja? Jaminan tabungan anda. Tabungan bertambah, mendpt kredit modal kerja hub.Permata Saving,Ruko Stendo kol.sugiono 3. 8926109

Jual tanah cepat butuh uang, sblh Jl. Raya Kalipuro 1265m2, Jl. Kec. Kalipuro 5345m2, tanah kebun Jati 5975m2, tanah kebun Jati 8610m2. Harga nego - murah. Hub: ADE, 081334223999

BUTanah dijual, lok Karangrejo Bwi, LT 850m2, hrg 230jt. Rmh Dkontrakkn d Kertosari Bwi, 2,5jt/thn. Hub.08813606165, 081353581017

• Warnet •

• Salesman •

Dijual Warnet siap pakai 14 PC dual core/ AMD Athlon, 40jt nego, hub 081336641321.

Dbthkn Salesman untuk penempatan di Banyuwangi, Jember, Situbondo dan Bali pria, Min SMU, sim C dan motor sendiri lamaran ke UD. Jaya Subur Jl. Raya 1416 Rogojampi-Bwi up Yani 0333-635888

• Jajag 1500m2 • Tanah dijual daerah Jajag, L 1500m2 (30x50m), bisa untuk ternak ayam, sebelah sudah ada kandang, harga 80 juta nego. Hubungi: Edy 085 258 751 525

• Bulusan + 2,4 Ha • Tanah di pnggir pantai L + 2,4 Ha, sebelah slatan MBP Bulusan 1jt/m2. 081353027992

• Tanah SHM 2265m2 • Jual tanah SHM, LT 2265m2, strategis pinggir jalan Pantura Stb-Bwi. Serius hubungi 087757973796

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Showroom & Rumah •

• Jl. Raya Muncar •

• Global CCTV • Ingin rumah Anda dipantau dari luar kota melalui handphone? Global CCTV menerima service dan p e m a s a n g a n C C T V. H u b u n g i : 08121626627 (call/SMS)

• Head Collector •

• Terapi Doa •

• PT BFI Finance Indonesia •

Anda menganggur tp pny spd motor? Ingin pny penghasilan? H: 085257986656

PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk, mmbuka low utk posisi krywn di BFI Cab. Banyuwangi. (1) Marketing, (2) Surveyor, (3) Collector, (4) Admin. Kualifikasi: Pria&Wanita (1&4), Pria (2&3), Usia max 30th, min SMA (1), min D3 (2,3&4), Brpnglmn lbh dsukai (1&3), Pny spd mtr (1,2,3), mnguasai MS Office (4), Jujur & brtgung jwb, domisili di Bwi & sktrny. Lam ke: BFI Finance Cab. Denpasar. Jl Cokroaminoto 43 Denpasar Bali. CP: Fera 0361-427676 (maks 14 Okt 12)

BANYUWANGI

Dibutuhkan segera, guru/tenaga pendidik bahsa inggris,tata boga,ekspor impor, Min D3, Pengalamn kerja, dtg lgsg k Desy Education, Jl. Hayam Wuruk 75 Giri - Bwi, Cp: 085258036777, 085232768999

• Ingin Punya Penghasilan? •

• Daihatsu Promo • Miliki All new Xenia DP mulai 25 jutaan, Terios, Sirion, Luxio, Gran max DP mulai 15 jutaan. Info Daihatsu terbaru hubungi: Hadi 081 233 432 555 / 0815 5970 5555

Bth sgr Head Collector PT. Olympindo Multi Finance, lmr ke Jl. S. Parman 33 Pakis, Bwi

Dengan ridho Allah terapi doa membantu anda menyembuhkan penyakit Diabetes, hipertensi, stroke jantung koroner, dll. Tidak terbukti, tidak bayar. Insya Allah. Hub: 081336740396

SITUBONDO

• Avanza ‘11 • Avanza G ‘11, htm, plat P (Bdws), 146jt, DP 46,3 @3.252.000x47bln. 087806514066

• Tenaga Pendidik•

Dijual tanpa perantara LT –LB 455M2. SHM, Jl. Raya Asembagus, Situbondo. Hubungi: 0811357345.

• Rumah + Tanah• Dijual rmh Jl. Letnan Sulaiman 57 Bwi, luas tanah 233 M2, Luas bangunan 133 M2, sertifikat SHM IMB,garasi ada, hub: 0333-424720 atau 0331-422772.

• Rumah 2 Lantai •

Dijual cepat rumah, lokasi Jl. Raya Muncar, 4KT, 2KM, garasi, mushola, taman belakang, SHMN, harga nego. Hubungi: 081233101974

SITUBONDO

• Promo Daihatsu • PromoDaihatsuDisc.bsar2an,readystockXirion, disc 7jt, Terios, Grandmax disc 5jt, Luxio 8jt. DptknhdiahdiblnSept.Hub:Vira081336244377

SITUBONDO • Honda Stream ‘02 • Djl Honda Stream ‘02 istimewa, 1700cc, hitam, plat N Problg, bln 6, Hub: 08124987000

• Mercy C180 ‘97 •

• KIA Picanto ‘07 •

Mercy C180 ‘97 terawat, htm metlik, plat L. Hub: 081237451527 / 085792151827

Djual mobil Kia Picanto 2007 (P) srba bru,pjk mei,91jt,nego,tnp prntra hub:085259967973.

• Panther Turbo ‘07 •

• Grand Vitara JLX ‘07 •

• Chery Tiggo ‘08 •

Dijual Panther is 07 Turbo, hitam, harga Rp.170 juta nego, bisa cash/kredit, tukar tambah. Hubungi: 082142194111, 081335897888

Dijual Grand Vitara 07 JLX, harga Rp. 169 juta nego, bisa cash/kredit, tukar tambah. Hubungi: 082142194111, 081335897888

Dijual Chery Tiggo 2.0L MT tahun 2008 hitam, harga 107,5 juta, nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

• Daihatsu Luxio ‘10 •

• Nissan Grand Livin ‘07 •

• KIA Picanto ‘05 •

Dijual Daihatsu Luxio 1.50 MT.PS tahun 2010 hitam metalik, harga 105 juta, nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Dijual Nissan Grand Livina XV 1.5 MT tahun 2007 abu-abu metalik, harga 148,5 juta, nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hub: (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual KIA Picanto MT tahun 2005 abu-abu metalik, harga 90,5 juta, nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Mits. T120ss PU ‘10 •

• Honda Jazz RS ‘09 •

• Honda Jazz ‘06 •

Dijual Mitsubishi T120ss PU 1.5FD (pickup) tahun 2010, hitam, harga 71,5 juta, nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Dijual Honda Jazz RS 2009, manual,abuabu metalik, harga 196,5 jt, cash&kredit, tukar tambah, hubungi: 082142194111 atau 081335897888

Honda Jjazz ‘06 IDSI, hitam Plat Bwi, jrang pakai,eksterior&interior orsi utuh mesin bersih siip.STNK panjang, hrg 137 jt (nego). Penawaran saat brg dilihat. H: 081235321719

• Hotel Dikontrakkan • Dikontrakkn HOTEL ANDA, Jl. Basuki Rahmat 34, cck utk usaha. H: 081233034703

BANYUWANGI

• Rhm SHM 150m2 •

• Ijazah & Seritifikat •

Djl Rmh SHM LT 750m2/LB 150m2. Jl. Gn Ringgit (300m dr alun2)/Rawan RT03/02 Besuki, hrg 600jt nego. H: 085259967973

Hlg ijazah SD,SMP,SMK&Serttifikat kelautan, BST SCRB, AFF, ATT DSR,BK PLAUT, Pasport a/n Joko Dwi Hartono. Hub 081237924932 imbalan sepantasnya sbg ucpan terima kasih.

Djl rmh 2Lantai Jl. Adi Sucipto LT 1742m2 LB 600m2 Strategis Hub. 08123461944

• STNK • Hlg STNK Nopol P 5945 VU, an. Yuhyi, Wadung kamidin RT03/01Tulungrejo Glenmore Hlg STNK Nopol P 5680 VM, an. Srianah. Kumiskulon RT01/01 Wonosobo Srono

BANYUWANGI

Hlg STNK Nopol P 7106 WU, an. Fakhrudin. Jl. Imam Bonjol 34 RT01/04 Tukangkayu

• Ruko Rogojampi •

Hlg STNK Nopol P 5750 X, an. Suhaili, Dsn. Karangrejo RT01/03 Kabat, Bwi

Djl/dkntrakkn min 3th Ruko 3KT, 2km Jl. Raya Gtg-Bwi 217 Rgojampi (sltan Ktr Pos) hrg nego. H: 081324084036, 081234774984

• Mutiara Blambangan • Djl 2 Ruko gandeng di Mutiara Blambangan (Brt Bank Mandiri) Hub.03337751000

• Jl. Agus Salim • Dijual Ruko 2Lt, lok Jl. KH. Agus Salim blkg Untag, Bwi. Hub: 081233669969

SITUBONDO • Ruko & Tanah • Ruko + GD 3240 m2 Jl. Argopuro 15B Stb, Ruko 205 m2 & tnh 3360m2 dkt "ROYAL" Mrt. Tnh TG 25750m2 PNJ- KDL, samping sungai. Tnh 9600m2 Jl.Ry.Bwi KM 17 STB Arjasa. Tnh KP 10x20 (30jt) Jl. Ry Arjasa. H. 082333008871

PEMBERITAHUAN Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhati-hati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak bertanggungjawab atas semua transaksi yang terjadi selain pemasangan iklan baris secara resmi di Radar Banyuwangi.

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Benny Siswanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Pemasaran: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Setiono, Samsuri (Situbondo). Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/ SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/ mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300.  Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

 Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.



Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


27

Minggu 30 September 2012

Bangau Pertanian Bermanfaat untuk

KAPONGAN - Populasi burung bangau putih masih banyak di persawahan Desa Saletreng, Kecamatan Kapongan, Situbondo. Selain menarik dilihat, secara tidak langsung keberadaan burung itu bermanfaat di bidang pertanian. Bagaimana tidak, ratusan burung itu bertahan hidup dengan cara memangsa binatang kecil, seperti cacing, ulat, dan hama lain yang dapat menyerang tanaman petani. “Bangau ini makan cacing, ulat, dan sebagainya.  Baca Bangau...Hal 31

NUR HARIRI/RaBa

TERBANG RENDAH: Kumpulan burung bangau putih masih bertahan di persawahan Desa Seletreng, Kecamatan Kapongan, Situbondo, kemarin (29/9).

Petugas SPBU Diculik

ADA APA LAGI

Pelakunya Komplotan Penggendam

ISTIMEWA

MASIH MUDA: EH, 17, menutup muka saat menjalani pemeriksaan di Mapolsek Purwoharjo kemarin.

ABG Sikat Helm di Puskesmas PURWOHARJO - Ketut Siningsih, 40, seorang bidan asal Dusun Ngadimulyo, Desa Bulurejo, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, jadi korban pencurian. Helm miliknya amblas digondol maling saat motornya parkir di Puskesmas Purwoharjo kemarin (29/9). Beruntung, dua pencuri helm tersebut berhasil ditangkap. Satu dari dua tersangka pencurian helm di halaman parkir puskemas tersebut ternyata anak baru gede (ABG). Para tersangka adalah Rian Efendi, 21, dan EH, 17. Kedua tersangka sama-sama beralamat di Dusun/Desa/Kecamatan Bangorejo. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Banyuwangi menyebutkan, korban menaruh helm di atas kendaraan yang diparkir di halaman puskemas tersebut Kamis lalu (27/9). Beberapa saat kemudian, helm tersebut dicuri kedua pelaku.  Baca ABG...Hal 31

SITUBONDO - Jajaran Polisi LaluLintas dan Satuan Reskrim Polres Situbondo menangkap komplotan gendam di Jalan Raya Pantura, Situbondo. Pelaku yang diketahui bernama Habib Alek alias Habib Muhammad Brani itu berasal dari Maron, Probolinggo. Tersangka tidak berkutik setelah mobil jenis station wagon yang ditumpangi bersama rombongannya dihentikan polisi. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku digelandang ke Mapolres Situbondo. Ternyata tersangka sudah merampas uang SPBU dan tidak membayar pembelian bahan bakar minyak (BBM). Bahkan, tersangka juga menculik salah seorang petugas SPBU di Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Menurut Adi, seorang petugas SPBU diculik beberapa pelaku gendam itu saat mobil para pelaku itu mengisi BBM. Tiba-tiba dirinya dipaksa naik ke dalam mobil dan anehnya setelah berada di dalam mobil, Adi tidak ingat apa-apa. “Saya hanya ingat sewaktu saya disuruh minta uang BBM di SPBU,” kata Adi saat memberikan keterangan di Mapolres Situbondo kemarin. Adi menambahkan, setelah dirinya berada di dalam mobil, dia dan bebe-

TERJARING: Beberapa tersangka gendam jalanan setelah ditangkap di Mapolres Situbondo kemarin.

NUR HARIRI/RaBa

rapa anak buah Habib dipaksa memejamkan mata. Bahkan, pelaku sempat mengancam akan memukul Adi jika Adi tidak menuruti perintahnya. “Anak buahnya saja saat itu ada yang dipukul, karena mereka tidak ikut memejamkan mata,” imbuhnya. Adi dalam keadaan tidak sadar akhirnya sampai di Kabupaten Situbondo. Beruntung, setelah pihak kepolisian Polres Situbondo mendapat informasi

Ditarik Rp 235 Ribu, Setuju Rp 200 Ribu PURWOHARJO - Ratusan wali murid menolak sebagian program usulan SMPN I Purwoharjo kemarin (29/9). Dari tujuh program, hanya empat program yang disepakati. Keputusan itu didok dalam pertemuan komite sekolah dan wali murid yang berlangsung alot di aula SMPN 1 Purwoharjo kemarin. Sejumlah wali murid berbeda pendapat dalam menentukan biaya sumbangan sukarela. Tiga program yang ditolak adalah penambahan perlengkapan sound sistem, parkir mobil guru, dan parkir sepeda guru. Wali murid hanya menyetujui anggaran untuk pembelian LCD, meja aula, plesterisasi, dan parkir sepeda khusus siswa. Dengan ditolaknya tiga usul tersebut, biaya yang dibebankan kepada wali murid juga berkurang. Jadi, empat program tersebut hanya menyedot anggaran senilai Rp 54,5 juta. Jika dikalkulasikan dengan jumlah siswa, setiap wali murid menanggung biaya senilai Rp 235 ribu. Namun, wali murid hanya sanggup pembayaran Rp 200 ribu. “Mewakili wali murid lain, kita cuma sanggup membayar Rp 200 ribu,” ujarnya melalui pengeras suara. Hal itu memicu perdebatan panjang. Sebab, sumbangan sukarela sebesar itu tidak akan bisa untuk mewujudkan empat program yang disetujui

ALI NURFATONI/RaBa

DIALOG: Hartatik membacakan hasil musyawarah di depan ratusan wali murid dan komite sekolah di aula SMPN I Purwoharjo kemarin.

itu. “Kalau memang kesepakatannya Rp 200 ribu, nanti program lain tidak tuntas bagaimana,” cetus Yashadi, ketua komite sekolah. Atas prediksi tersebut, wali murid canggung dalam ber-

sikap. Dari situ, akhirnya diadakan pengambilan suara alias voting. Yang setuju Rp 235 ribu dan Rp 200 ribu angkat tangan. Hasilnya, mayoritas wali murid sanggup membayar Rp 235 ribu.

Suwarno, salah satu wali mu r id, tetap bersiku ku h membayar Rp 200 ribu. Namun, suaranya kandas dengan suara mayoritas. “Saya tetap sepakat membayar Rp 200 ribu,” katanya. Kepala Sekolah, Moh Jaeroni, mengatakan bahwa wali murid khusus kelas V tersebut sengaja diundang dalam rangka musyawarah. Dalam pertemuan tersebut diharapkan ada kesimpulan. “Apa pun hasilnya, kita serahkan sepenuhnya kepada komite sekolah dan wali murid,” tandasnya. Sementara itu, dari 256 siswa baru, hanya 231 siswa yang dibebani sumbangan sukarela itu. Sebab, sisanya termasuk siswa dari golongan tidak mampu, sehingga tidak dipungut biaya. (ton/c1/bay)

mengenai penculikan itu, petugas satlantas dan satreskrim berhasil menangkap pelaku. Atas kejadian itu, pihak kepolisian langsung mengamankan pelaku dan menyita mobil yang digunakan pelaku dalam menjalankan aksi gendam dan penculikan tersebut. Kasubag Humas Polres Situbondo, AKP Wahyudi mengatakan, setelah menjalani proses pemeriksaan di

Mapolres Situbondo, para pelaku gendam itu dilimpahkan ke Mapolres Probolinggo beserta bukti-bukti pendukung. “Gendam yang juga ada kasus penculikannya itu TKP-nya di wilayah Kabupaten Probolinggo. Sehingga, setelah kami lakukan pemeriksaan, para pelaku dan korban langsung kita limpahkan ke Mapolres Probolinggo,” tegas AKP Wahyudi. (mg1/c1/bay)


30

Minggu 30 September 2012

Awalnya Kuper, Lalu PeDe SAYA bukan ter masuk orang yang mudah akrab dengan panggung. Bahkan saya tergolong anak yang kuper (kurang pergaulan, Red). Namun setelah mengikuti Jebeng Thulik 2009, semua berubah. Di Jebeng Thulik, saya mendapatkan ilmu tentang bagaimana harus berdiri tegak, percaya diri, dan ber khar isma di depan khalayak. Untuk para cewek, jangan pernah merasa tidak cantik dan tidak berbakat untuk ikut ajang Pemilihan GALIH COKRO/RaBa Duta Wisata Jebeng Thulik Novike Nurul Wahyuni Jebeng Banyuwangi 2009 Banyuwangi 2012, karena dan Raki Jawa Timur 2010 nanti kita akan diajarkan semua hal di sini. (*/irw)

Minder Hilang Berkat Tekad

ISTIMEWA

Ahmad Ghazali Thulik Banyuwangi 2011

AWALNYA ragu, bimbang, minder, dan takut untuk ikut seleksi Pemilihan Jebeng Thulik Banyuwangi sempat saya rasakan. Namun kepercayaan diri dan semangat untuk maju ke m b a l i t e ra n g ke t i k a saya yakin dengan tekad untuk membekali diri dan mempersiapkan semuanya dengan baik. Beberapa tahap seleksi hingga masuk karantina benar-benar saya manfaatkan untuk menggali dan menambah pengetahuan. Hingga pengumuman grand final, sungguh tidak menyangka jika hal yang diimpikan itu menjadi kenyataan. Syukur alhamdulillah!(*/irw)

Kaya Pengalaman Berharga

SOSIALISASI:Peserta mendengarkan penjelasan di Disbudpar, 26 September lalu.

Bersaing Jadi

Jebeng Thulik 2012 SAHABAT Koper (Koran Pelajar), ajang Pemilihan Jebeng Thulik 2012 kembali digelar. Apakah sahabat Koper mengikuti pemilihan duta wisata Banyuwangi kali ini? Adakah teman atau saudara yang ikut bersaing dalam even bergengsi tersebut? Pasti sahabat Koper waswas menunggu hasilnya. Siapakah yang lolos dalam babak 20 besar, sehingga berhak mengikuti diklat, karantina, dan berkesempatan lolos ke babak grand final. Untuk diketahui oleh sahabat Koper, sosialisasi, pembekalan, dan penjaringan peserta telah dilakukan di tiga zona, yakni Genteng, Cluring, dan Kota Banyuwangi, beberapa hari lalu. Termasuk seleksi administrasi. Nah, kemarin (29/9) peserta juga mengikuti tes tulis, wiraga, dan kesehatan di Pelinggihan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi. Hasilnya telah ditetapkan peserta yang lolos 50 besar. Hari ini (30/9), peserta yang masuk

MENGIKUTI pemilihan Jebeng Thulik Banyuwangi adalah pengalaman yang sangat berharga dan tidak bisa dilupakan. Awalnya Virna tak pernah menyangka bakal lolos menjadi Jebeng Banyuwangi 2011. Rasanya kayak mimpi waktu mendapatkan gelar Jebeng. Pengalaman menarik yang saya dapatkandari diklat Jebeng Thulik bikin kita menjadi individu yang lebih baik, dan belajar tentang hidup antarsesama. Banyak pengalaman, seperti bisa ber temu orang- orang penting dan bisa berbagi dengan orang-orang yang kurang beruntung. (*/irw)

ISTIMEWA

Virnanda Virgoriani Jebeng Banyuwangi 2011

Mengantarkan Jadi Raka Jatim SELEKSI: Peserta Jebeng diukur tinggi badannya.

FOTO-FOTO:GALIH COKRO/RaBa

50 besar akan mengikuti tes wawancara, psikologi, dan kesehatan di Pelinggihan Disbudpar. Mereka akan bersaing memperebutkan posisi 20 besar agar bisa lolos ke babak karantina dan berhak mengikuti pendidikan dan pelatihan (Diklat). “Peserta yang lolos

20 besar akan mendapatkan diklat dengan materi penguasaan talenta, koreografi, dan teknis penyampaian materi cooperative learning. Mereka juga akan diajak city tour,” kata Dariharto, ketua panitia Pemilihan Jebeng Thulik 2012.(irw)

S E B E L U M N YA t i d a k pernah terbersit dalam pikiran saya untuk mengikuti pemilihan Jebeng Thulik. Kemudian saya iseng mencari tahu tentang Pemilihan Jebeng Thulik 2010. Saat mengikuti seleksi saya tidak bilang apa pun kepada orang tua. Saat pengumuman finalis, alhamdulillah saya lolos. Akhirnya saya menyandang gelar Harapan 2 dan Favorit Thulik 2010. Selain gelar yang telah saya dapat, ternyata banyak sekali pembelajaran. ISTIMEWA Berkat Jebeng Thulik, saya Gharudea Inggil Pangalih mendapat ke sem patan Harapan 2 plus Favorit untuk menjadi perwakilan Thulik 2010 dan Raka Banyuwangi dalam Raka Raki Jawa Timur 2012 2012. (*/irw)

Peradilan Rakyat OLEH JEFRI SUSANTO* SEORANG pengacara muda yang cemerlang mengunjungi ayahnya, seorang pengacara senior yang sangat dihormati oleh para penegak hukum. “Tapi aku datang tidak sebagai putramu,” kata pengacara muda itu, “aku datang ke mari sebagai seorang pengacara muda yang ingin menegakkan keadilan di negeri yang sedang kacau ini.” Pengacara tua yang bercambang dan jenggot memutih itu, tidak terkejut. Ia menatap putranya dari kursi rodanya, lalu menjawab dengan suara yang tenang dan agung. “Apa yang ingin kamu tentang, anak muda?” Pengacara muda tertegun. “Ayahanda bertanya kepadaku?” “Ya, kepada kamu, bukan sebagai putraku, tetapi kamu sebagai ujung tombak pencarian keadilan di negeri yang sedang dicabik-cabik korupsi ini.” Pengacara muda itu tersenyum. “Baik, kalau begitu, Anda mengerti maksudku.” “Tentu saja. Aku juga pernah muda seperti kamu. Dan aku juga berani, kalau perlu kurang ajar. Aku pisahkan antara urusan keluarga dan kepentingan pribadi dengan perjuangan penegakan keadilan. Tidak seperti para pengacara sekarang yang kebanyakan berdagang. Bahkan tidak seperti para elit dan cendekiawan yang cemerlang ketika masih di luar kekuasaan, namun menjadi lebih buas dan keji ketika memperoleh kesempatan untuk menginjak-injak keadilan dan kebenaran yang dulu diberhalakannya. Kamu pasti tidak terlalu jauh dari keadaanku waktu masih muda. Kamu sudah membaca riwayat hidupku yang belum lama ini ditulis di sebuah kampus di luar negeri bukan? Mereka menyebutku Singa Lapar. Aku memang tidak pernah berhenti memburu pencuri-pencuri keadilan yang bersarang di lembaga-lembaga tinggi dan gedung-gedung bertingkat. Merekalah yang sudah membuat kejahatan menjadi budaya di negeri ini. Kamu bisa banyak belajar dari buku itu.” Pengacara muda itu tersenyum. Ia mengangkat dagunya, mencoba memandang pejuang keadilan yang kini seperti macan ompong itu, meskipun sisa-sisa keperkasaannya masih terasa. “Aku tidak datang untuk menentang atau memuji Anda. Anda dengan seluruh sejarah Anda memang terlalu besar untuk dibicarakan. Meskipun bukan bebas dari kritik. Aku punya sederetan koreksi terhadap kebijakan-kebijakan yang sudah Anda lakukan. Dan aku terlalu kecil untuk menentang bahkan juga terlalu tak pantas untuk memujimu. Anda sudah tidak memerlukan cercaan atau pujian lagi. Karena kau bukan hanya penegak keadilan yang bersih, kau yang selalu berhasil dan sempurna, tetapi kau juga adalah keadilan itu sendiri.” Pengacara tua itu meringis. “Aku suka kau menyebut dirimu aku dan memanggilku kau. Berarti kita bisa bicara sungguh-sungguh sebagai profesional, Pemburu Keadilan.” “Itu semua juga tidak lepas dari hasil gemblenganmu yang tidak kenal ampun!” Pengacara tua itu tertawa. “Kau sudah mulai lagi dengan puji-pujianmu!” potong pengacara tua. Pengacara muda terkejut. Ia tersadar pada kekeliruannya lalu minta maaf. “Tidak apa. Jangan surut. Katakan saja apa yang hendak kamu katakan,” sambung pengacara tua menenangkan, sembari mengangkat tangan, menikmati juga pujian itu, “jangan membatasi dirimu sendiri. Jangan membunuh diri dengan diskripsi-diskripsi yang akan menjebak kamu ke dalam doktrin-doktrin beku, mengalir sajalah sewajarnya bagaikan mata air, bagai suara alam, karena kamu sangat diperlukan oleh bangsamu ini.” Pengacara muda diam beberapa lama untuk merumuskan diri. Lalu ia meneruskan ucapannya dengan lebih tenang. “Aku datang kemari ingin mendengar suaramu. Aku mau berdialog.” “Baik. Mulailah. Berbicaralah sebebas-bebasnya.” “Terima kasih. Begini. Belum lama ini negara menugaskan aku untuk membela seorang penjahat besar, yang sepantasnya mendapat hukuman mati. Pihak keluarga pun datang dengan gembira ke rumahku untuk mengungkapkan kebahagiannya, bahwa pada akhirnya negara cukup adil, karena memberikan seorang pembela kelas satu untuk mereka. Tetapi aku tolak mentah-mentah. Kenapa? Karena aku yakin, negara tidak benar-benar menugaskan aku untuk membelanya. Negara hanya ingin mempertunjukkan sebuah teater spektakuler, bahwa di negeri yang sangat tercela hukumnya ini, sudah ada kebangkitan baru. Penjahat yang paling kejam, sudah diberikan seorang pembela yang perkasa seperti Mike Tyson, itu bukan istilahku, aku pinjam dari apa yang diobral para pengamat keadilan di koran untuk semua sepakterjangku, sebab aku selalu berhasil memenangkan semua perkara yang aku tangani. Aku ingin berkata tidak kepada negara, karena pencarian keadilan tak boleh menjadi sebuah teater, tetapi mutlak hanya pencarian keadilan yang kalau perlu dingin danbeku. Tapi negara terus juga mendesak dengan berbagai cara supaya tugas itu aku terima. Di situ aku mulai berpikir. Tak mungkin semua itu tanpa alasan. Lalu aku melakukan investigasi yang mendalam dan kutemukan faktanya. Walhasil, kesimpulanku, negara sudah memainkan sandiwara. Negara ingin menunjukkan kepada rakyat dan dunia, bahwa kejahatan dibela oleh siapa pun, tetap kejahatan. Bila negara tetap dapat menjebloskan bangsat itu sampai ke titik terakhirnya hukuman tembak mati, walaupun sudah dibela oleh tim pembela seperti aku, maka negara akan mendapatkan kemenangan ganda, karena kemenangan itu pastilah kemenangan yang telak dan bersih, karena aku yang menjadi jaminannya. Negara hendak menja-

dikan aku sebagai pecundang. Dan itulah yang aku tentang. Negara harusnya percaya bahwa menegakkan keadilan tidak bisa lain harus dengan keadilan yang bersih, sebagaimana yang sudah Anda lakukan selama ini.” Pengacara muda itu berhenti sebentar untuk memberikan waktu pengacara senior itu menyimak. Kemudian ia melanjutkan. “Tapi aku datang kemari bukan untuk minta pertimbanganmu, apakah keputusanku untuk menolak itu tepat atau tidak. Aku datang kemari karena setelah negara menerima baik penolakanku, bajingan itu sendiri datang ke tempat kediamanku dan meminta dengan hormat supaya aku bersedia untuk membelanya.” “Lalu kamu terima?” potong pengacara tua itu tiba-tiba. Pengacara muda itu terkejut. Ia menatap pengacara tua itu dengan heran. “Bagaimana Anda tahu?” Pengacara tua mengelus jenggotnya dan mengangkat matanya melihat ke tempat yang jauh. Sebentar saja, tapi seakan ia sudah mengarungi jarak ribuan kilometer. Sambil menghela napas kemudian ia berkata: “Sebab aku kenal siapa kamu.” Pengacara muda sekarang menarik napas panjang. “Ya aku menerimanya, sebab aku seorang profesional. Sebagai seorang pengacara aku tidak bisa menolak siapa pun orangnya yang meminta agar aku melaksanakan kewajibanku sebagai pembela. Sebagai pembela, aku mengabdi kepada mereka yang membutuhkan keahlianku untuk membantu pengadilan menjalankan proses peradilan sehingga tercapai keputusan yang seadil-adilnya.” Pengacara tua mengangguk-anggukkan kepala tanda mengerti. “Jadi itu yang ingin kamu tanyakan?” “Antara lain.” “Kalau begitu kau sudah mendapatkan jawabanku.” Pengacara muda tertegun. Ia menatap, mencoba mengetahui apa yang ada di dalam lubuk hati orang tua itu. “Jadi langkahku sudah benar?” Orang tua itu kembali mengelus janggutnya. “Jangan dulu mempersoalkan kebenaran. Tapi kau telah menunjukkan dirimu sebagai profesional. Kau tolak tawaran negara, sebab di balik tawaran itu tidak hanya ada usaha pengejaran pada kebenaran dan penegakan keadilan sebagaimana yang kau kejar dalam profesimu sebagai ahli hukum, tetapi di situ sudah ada tujuan-tujuan politik. Namun, tawaran yang sama dari seorang penjahat, malah kau terima baik, tak peduli orang itu orang yang pantas ditembak mati, karena sebagai profesional kau tak bisa menolak mereka yang minta tolong agar kamu membelanya dari praktik-praktik pengadilan yang kotor untuk menemukan keadilan yang paling tepat. Asal semua itu dilakukannya tanpa ancaman dan tanpa sogokan uang! Kau tidak membelanya karena ketakutan, bukan?” “Tidak! Sama sekali tidak!” “Bukan juga karena uang?!” “Bukan!” “Lalu karena apa?” Pengacara muda itu tersenyum. “Karena aku akan membelanya.” “Supaya dia menang?” “Tidak ada kemenangan di dalam pemburuan keadilan. Yang ada

hanya usaha untuk mendekati apa yang lebih benar. Sebab kebenaran sejati, kebenaran yang paling benar mungkin hanya mimpi kita yang tak akan pernah tercapai. Kalah-menang bukan masalah lagi. Upaya untuk mengejar itu yang paling penting. Demi memuliakan proses itulah, aku menerimanya sebagai klienku.” Pengacara tua termenung. “Apa jawabanku salah?” Orang tua itu menggeleng. “Seperti yang kamu katakan tadi, salah atau benar juga tidak menjadi persoalan. Hanya ada kemungkinan kalau kamu membelanya, kamu akan berhasil keluar sebagai pemenang.” “Jangan meremehkan jaksa-jaksa yang diangkat oleh negara. Aku dengar sebuah tim yang sangat tangguh akan diturunkan.” “Tapi kamu akan menang.” “Perkaranya saja belum mulai, bagaimana bisa tahu aku akan menang.” “Sudah bertahun-tahun aku hidup sebagai pengacara. Keputusan sudah bisa dibaca walaupun sidang belum mulai. Bukan karena materi perkara itu, tetapi karena soal-soal sampingan. Kamu terlalu besar untuk kalah saat ini.” Pengacara muda itu tertawa kecil. “Itu pujian atau peringatan?” “Pujian.” “Asal Anda jujur saja.” “Aku jujur.” “Betul?” “Betul!” Pengacara muda itu tersenyum dan manggut-manggut. Yang tua memicingkan matanya dan mulai menembak lagi. “Tapi kamu menerima membela penjahat itu, bukan karena takut, bukan?” “Bukan! Kenapa mesti takut?!” “Mereka tidak mengancam kamu?” “Mengacam bagaimana?” “Jumlah uang yang terlalu besar, pada akhirnya juga adalah sebuah ancaman. Dia tidak memberikan angka-angka?” “Tidak.” Pengacara tua itu terkejut. “Sama sekali tak dibicarakan berapa mereka akan membayarmu?” “Tidak.” “Wah! Itu tidak profesional!” Pengacara muda itu tertawa. “Aku tak pernah mencari uang dari kesusahan orang!” “Tapi bagaimana kalau dia sampai menang?” Pengacara muda itu terdiam. “Bagaimana kalau dia sampai menang?” “Negara akan mendapat pelajaran penting. Ja ngan main-main dengan kejahatan!” “Jadi kamu akan memenangkan perkara itu?” Pengacara muda itu tak menjawab. “Berarti ya!” “Ya. Aku akan memenangkannya dan aku akan menang!” Orang tua itu terkejut. Ia merebahkan tubuhnya bersandar. Kedua tangannya mengurut dada. Ketika yang muda hendak

bicara lagi, ia mengangkat tangannya. “Tak usah kamu ulangi lagi, bahwa kamu melakukan itu bukan karena takut, bukan karena kamu disogok.”“Betul. Ia minta tolong, tanpa ancaman dan tanpa sogokan. Aku tidak takut.” “Dan kamu menerima tanpa harapan akan mendapatkan balas jasa atau perlindungan balik kelak kalau kamu perlukan, juga bukan karena kamu ingin memburu publikasi dan bintang-bintang penghargaan dari organisasi kemanusiaan di mancanegara yang benci negaramu, bukan?” “Betul.” “Kalau begitu, pulanglah anak muda. Tak perlu kamu bimbang. Keputusanmu sudah tepat. Menegakkan hukum selalu dirongrong oleh berbagai tuduhan, seakan-akan kamu sudah memiliki pamrih di luar dari pengejaran keadilan dan kebenaran. Tetapi semua rongrongan itu hanya akan menambah pujian untukmu kelak, kalau kamu mampu terus mendengarkan suara hati nuranimu sebagai penegak hukum yang profesional.”Pengacara muda itu ingin menjawab,tetapi pengacara tua tidak memberikan kesempatan. “Aku kira tak ada yang perlu dibahas lagi. Sudah jelas. Lebih baik kamu pulang sekarang. Biarkan aku bertemu dengan putraku, sebab aku sudah sangat rindu kepada dia.” Pengacara muda itu jadi amat terharu. Ia berdiri hendak memeluk ayahnya. Tetapi orang tua itu mengangkat tangan dan memperingatkan dengan suara yang serak. Nampaknya sudah lelah dan kesakitan. “Pulanglah sekarang. Laksanakan tugasmu sebagai seorang profesional.” “Tapi...” Pengacara tua itu menutupkan matanya, lalu menyandarkan punggungnya ke kursi. Sekretarisnya yang jelita, kemudian menyelimuti tubuhnya. Setelah itu wanita itu menoleh kepada pengacara muda. “Maaf, saya kira pertemuan harus diakhiri di sini, Pak. B e l i a u p e r l u b a n y a k b e r i s t i r a h a t . S e l a m a t m a l a m .” Entah karena luluh oleh senyum di bibir wanita yang memiliki mata yang sangat indah itu, pengacara muda itu tak mampu lagi menolak. Ia memandang sekali lagi orang tua itu dengan segala hormat dan cintanya. Lalu ia mendekatkan mulutnya ke telinga wanita itu, agar suaranya jangan sampai membangunkan orang tua itu dan berbisik. “Katakan kepada ayahanda, bahwa bukti-bukti yang sempat dikumpulkan oleh negara terlalu sedikit dan lemah. Peradilan ini terlalu tergesa-gesa. Aku akan memenangkan perkara ini dan itu berarti akan membebaskan bajingan yang ditakuti dan dikutuk oleh seluruh rakyat di negeri ini untuk terbang lepas kembali seperti burung di udara. Dan semoga itu akan membuat negeri kita ini menjadi lebih dewasa secepatnya. Kalau tidak, kita akan menjadi bangsa yang lalai.” Apa yang dibisikkan pengacara muda itu kemudian menjadi kenyataan. Dengan gemilang dan mudah ia mempecundangi negara di pengadilan dan memerdekaan kembali raja penjahat itu. Bangsat itu tertawa terkekeh-kekeh. Ia merayakan kemenangannya dengan pesta kembang api semalam suntuk, lalu meloncat ke mancanegara, tak mungkin dizamah lagi. Rakyat pun marah. Mereka terbakar dan mengalir bagai lava panas ke jalanan, menyerbu dengan yel-yel dan poster-poster raksasa. Gedung pengadilan diserbu dan dibakar. Hakimnya diburu-buru. Pengacara muda itu diculik, disiksa dan akhirnya baru dikembalikan sesudah jadi mayat. Tetapi itu pun belum cukup. Rakyat terus mengaum dan hendak menggulingkan pemerintahan yang sah. Pengacara tua itu terpagut di kursi rodanya. Sementara sekretaris jelitanya membacakan berita-berita keganasan yang merebak di seluruh wilayah negara dengan suaranya yang empuk, air mata menetes di pipi pengacara besar itu. “Setelah kau datang sebagai seorang pengacara muda yang gemilang dan meminta aku berbicara sebagai profesional, anakku,” rintihnya dengan amat sedih, “Aku terus membuka pintu dan mengharapkan kau datang lagi kepadaku sebagai seorang putra. Bukankah sudah aku ingatkan, aku rindu kepada putraku. Lupakah kamu bahwa kamu bukan saja seorang profesional, tetapi juga seorang putra dari ayahmu. Tak inginkah kau mendengar apa kata seorang ayah kepada putranya, kalau berhadapan dengan sebuah perkara, di mana seorang penjahat besar yang terbebaskan akan menyulut peradilan rakyat seperti bencana yang melanda negeri kita sekarang ini?” *** *) Manusia Biasa

Mimbar Bebas Sastra Masa Kini Bagi siswa-siswi yang berminat dan ingin memperdalam ilmu sastra, silakan datang ke Mimbar Bebas Sastra di arena Car Free Day pada Minggu tanggal 7 Oktober pukul 07.00 pagi. Tepatnya di teras utara Taman Makam Pahlawan Raga Satria Banyuwangi. Akan hadir beberapa sastrawan terkenal Banyuwangi yang bersedia berbagi ilmu, di antaranya Samsudin Adlawi, Rosdi Bachtiar Martadi, Fatah Yasin Noor, Taufiq Wr. Hidayat, dan MH. Qowim. Acara ini tidak dipungut biaya alias gratis. Para siswa akan diajak berdiskusi seputar sastra, apresiasi sastra, dan mimbar bebas. “Acara ini sejenis acara sosial tanpa dipungut biaya. Diselenggarakan dengan tujuan memasyarakatkan sastra. Sementara diselenggarakan dua minggu sekali,” kata Samsudin Adlawi, presiden Komunitas Watubuncul sekaligus penggagas acara ini.


BERITA UTAMA

Minggu 30 September 2012

Sebagian Besar di Banyuwangi Selatan n BELASAN... Sambungan dari Hal 25

Nah, berdasar peraturanperaturan tersebut, tim teknis Dinas Koperasi dan UMKM Banyuwangi memutuskan untuk membekukan 18 koperasi pelaku usaha simpan pinjam. Namun demikian, saat ini pembekuan belum bisa dila-

31

HALAMAN SAMBUNGAN

kukan lantaran koperasi-koperasi itu masih punya waktu beberapa hari untuk mengajukan keberatan. “SK (Surat Keputusan, Red) pem bekuan badan hukum belum kita terbitkan karena berdasar ketentuan perundangundangan, koperasi-koperasi tersebut pu nya waktu dua bulan untuk komplain,” papar

Bambang. Jika dalam jangka dua bulan pengelola koperasi tidak mengajukan komplain, maka badan hukum koperasi tersebut akan dibekukan. “Suratnya (surat pemberitahuan akan dibekukan) sudah kami kirim ke masing-masing koperasi lebih dari sebulan yang lalu,” kata Bambang.

Namun, Bambang tidak bersedia menyebutkan namanama koperasi yang akan se gera dibekukan tersebut. “Untuk sementara kita tidak me nyebutkan nama. Yang pas ti, koperasi-koperasi itu sudah tidak operasional. Ada juga yang bermasalah dengan ang gotanya,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

Yang Bolos Diberi Pembinaan n MENYISIR... Sambungan dari Hal 25

Di lokasi yang sering digunakan kongkow-kongkow para ABG itu, ditemukan dua pelajar

yang bolos. Kedua pelajar berseragam cokelat itu terlihat nongkrong di bawah pepohonan dekat pedagang kaki lima (PKL) di areal GOR. Tetapi, kedua pe-

lajar dilepas setelah diperiksa ke lengkapan motor yang dibawa dan bina. “Pelajar yang tertangkap bolos kita beri p e m b i n a a n ,” u n g k a p n y a. (abi/c1/bay)

Diduga Asam Urat Kambuh n TEWAS... Sambungan dari Hal 25

Keduanya sama-sama menjaring ikan tidak menggunakan perahu. Mereka hanya menggunakan jaring ikan yang panjangnya sekitar lima meter. Diduga kuat, saat Munir menjaring ikan di laut yang kedalamannya mencapai leher orang dewasa itu penyakit asam

uratnya kambuh, sehingga mengakibatkan kaki korban kram dan akhirnya tenggelam. “Kakak saya itu sebelumnya sudah dilarang mencari ikan di laut. Tapi, karena itu hobinya, dia tetap nekat. Kakak punya penyakit asam urat. Mungkin saja saat dia menjaring ikan, asam uratnya kambuh terus tenggelam,” papar Nanik. Saat dikonfirmasi, Kapolsek

Panarukan AKP Supadi membenarkan kabar peristiwa tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan di RSUD Abdoer Rahem, Situbondo, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan dan sebagainya, “Korban ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Penyebabnya, diduga kuat karena kram hingga tenggelam,” tegas AKP Supadi. (mg1/c1/bay)

Hanya Tiga Pendaftar dari Banyuwangi Sejumlah Peserta Pingsan

n SEKOLAH...

Sambungan dari Hal 25

Pada angkatan pertama ini, ATKP hanya membuka pendaftaran untuk satu kelas. “Satu kelas maksimal 12 orang. Jadi, persaingannya cukup ketat,” tegasnya. Sehingga, lanjut Agus, calon pen daftar yang 83 itu, tidak

se mua akan diterima. Pada angkatan pertama, ATKP hanya akan menerima sebanyak 12 orang saja. “Kesempatan untuk mendaftar dibuka sejak 6 Agustus hingga 28 September lalu,” katanya. Agus menambahkan, proses dan tahap seleksi dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama adalah tes potensi akademik

(TPA), tahap tes kesehatan, psikotes, kesamaptaan, dan wawancara, serta tahap ketiga tes kesehatan II dan aptitude test. Pelaksanaan tes tahap pertama berupa TPA akan dilakukan pada 1 Oktober mendatang. Pengumuman tes tahap pertama akan diumumkan pada 4 Oktober 2012. “Tes tahap II digelar pada 8 hingga 11 Ok-

tober dan pengumuman hasil tes pada 22 Oktober,” jelas Agus. Sedangkan tes akhir, akan digelar pada 29 Oktober hingga 16 November 2012. Sementara pengumuman hasil tes tahap III dilakukan pada 19 November 2012 mendatang. “Pendidikan untuk taruna baru mulai digelar pada 21 November 2012,” katanya. (afi/c1/bay)

Tidak Tercatat sebagai Anggota IBI n PEMBANTU... Sambungan dari Hal 26

Agar kasus tersebut lekas tuntas, penyidik Polsek Siliragung memanggil sejumlah saksi. Kapolsek Siliragung, AKP Subandi mengatakan, pihaknya sudah menghadirkan sejumlah saksi untuk dimintai ke te rangan. Saksi-saksi itu, antara lain keluarga si perempuan (Saritem) dan keluarga si cowok. ’’Kedua orang tua yang bersangkutan sudah kita mintai keterangan,” jelasnya. Selain itu, penyidik akan memanggil oknum pa ra medis dan bakul jamu untuk di-

mintai keterangan. Jika dalam pemeriksaan mereka diketahui ter libat, tidak menutup kemungkinan status mereka akan dinaikkan menjadi tersangka. “Tapi, nanti dulu. Lihat hasil pemeriksaan,” terangnya. Penanganan kasus yang menimpa anak di bawah umur itu, yaitu pemeriksaan lanjutan, ditangani Unit Penyidik Perlindungan Anak (PPA) Polres Banyuwangi. “PPA sekarang di polres sedang memeriksa korban,” ungkapnya. Kapolsek Subandi me negas kan, dalam kasus aborsi, si perempuan adalah pelaku utama. Namun, dalam perkara

persetubuhan, pelajar kelas XI yang tinggal di Dusun Ringisari, Desa/Kecamatan Pesanggaran, itu sebagai korban. “Perkaranya kita split (pisah),” tandasnya. Sebelumnya dikabarkan, Saritem nekat menggugurkan kan dungan hasil hubungan gelap dengan pacarnya. Akibat perbuatannya itu, siswi kelas XI itu harus berurusan dengan polisi. Awalnya Saritem sakit perut dan mengadukan hal itu kepada pacarnya, yakni Arif N., 22. Si pacar yang tinggal di Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Siliragung, itu ka get bukan kepalang. Tanpa pikir panjang, anak baru gede (ABG) yang baru

lulus SMA itu meminta agar janin dalam kandungan Saritem tersebut digugurkan. Kemudian, pasangan sejoli tersebut berangkat ke seorang paramedis di Desa/Kecamatan Pesanggaran. Maksud dan tujuan dua pasangan sejoli tersebut berjalan mulus. Sebab, si oknum yang identitasnya dirahasiakan polisi itu memberikan resep cara menggugurkan kandungan. Dengan terbongkarnya pengguguran janin itu, mau tidak mau Saritem, 17, harus menelan pil pahit. Sebab, sementara waktu dia tidak bisa melanjutkan belajar di sekolahnya. (ton/c1/bay)

Terbang kalau Melihat Benda Aneh n BANGAU... Sambungan dari Hal 27

Jadi, tidak ada warga sini yang memburu burung-burung itu,” ujar Ahmad, salah seorang petani di Desa Seletreng. Meski cukup akrab dengan para petani, tapi burung-burung tersebut tergolong susah ditangkap. Sebab, setiap kali burung itu melihat orang mem-

bawa barang aneh, seperti senapan dan sebagainya, kumpulan burung itu pasti langsung terbang. “Bisa saja ditangkap, tapi sangat susah,” imbuhnya. Setelah dipastikan tidak ada hal yangmembahayakan,burungputih itu akan kembali ke persawahan untukmencarimangsa.“Kalautidak ada yang mengancam, burung itu balik lagi,” katanya. Sementara itu, burung ba-

ngau itu juga sering mencari makanan di persawahan Desa Seletreng, tepatnya di pinggir jalur Pantura, Kecamatan Kapongan, Situbondo. Menurut Ahmad, di era modern yang serba canggih ini, bukan berarti kita dapat seenaknya membinasakan burung-burung itu. “Tergantung manusianya. Kalau banyak yang memburu, pasti burung itu akan terbang dan menghilang. Tetapi,

karena di sini tidak ada yang memburu, mereka pun tetap bertahan,” papar Ahmad. Dia berharap, sebagai warga yang baik, setidaknya kita harus ikut menjaga dan melestarikan binatang tersebut. sebab, saat ini sudah banyak binatang yang punah, salah satunya burung bangau. “Kalau dilihat kan bagus, jadi jangan diburu agar tidak punah,” pungkasnya. (mg1/c1/bay)

Selamat dari Amuk Massa n ABG... Sambungan dari Hal 27

Namun, aksi dua pencuri ter sebut ternyata diketahui si empunya. Seketika itu, si empunya langsung berteriak minta tolong. Akhirnya, kedua

tersangka berhasil ditangkap. ‘’Korban berteriak maling, lalu ditangkap,” ungkap Kapolsek Purwoharjo, AKP Trijoko Setyonarso, melalui Kasi Humas Bripka Budi Hermawan kemarin (29/9). Beruntung, dua pelaku tidak

dihakimi massa. Sebab, polisi yang menerima laporan langsung datang ke lokasi dan mengamankan dua tersangka. “Kita jemput setelah ada laporan,” katanya. Hingga kemarin, kedua tersangka masih mendekam di sel

tahanan Mapolsek Purwoharjo. Selain mengamankan tersangka, polisi juga mengamankan sebuah helm sebagai barang bukti. “Kita jerat dengan Pasal 362 KUHP. Ancamannya kurungan maksimal lima tahun penjara,” pungkas Bripka Budi. (ton/c1/bay)

Diterapi Khusus Dokter Spesialis Anak n PUTAR... Sambungan dari Hal 25

Itu benar-benar tak pernah kita sangka. Itu benar-benar menjadi kejutan ketika dikabari kami dapat bayi kembar tiga,” jelas Zainiyah, salah seorang kerabat Yuli dengan mata berbinar-binar. Yang lebih istimewa, ketiga bayi itu berjenis kelamin laki-laki. Keluarga Yuli yang hanya mempersiapkan nama kembar dua mau tak mau harus memutar otak untuk mencari satu nama lagi yang identik. Akhirnya, tiga bayi tersebut diberi nama Fatah, Fatih, dan Faiz. Sayang, saat lahir semua bayi tersebut memerlukan penanganan khusus. Sebab,

mereka lahir secara prematur. Beratnya jauh di bawah bobot bayi normal. Bayi pertama berat badannya 1.050 gram, panjang ba dan 39 centimeter (cm). Bayi kedua berbobot 1.640 gram dan panjang badan 39 cm. Bayi ketiga beratnya 1900 gram dan panjangnya 47 cm. Hampir sepekan menjalani perawatan intensif, keadaan bayi kedua dan ketiga sudah stabil. Keduanya juga sudah aktif bergerak. Daya isapnya sudah bagus, sehingga sejak kemarin tidak lagi di-couve (kotak berlampu penghangat) dan menempati ruang biasa. Namun, bayi yang pertama masih dirawat intensif di inkubator. “Bayi tersebut akan terus menjalani perawatan intensif hingga berat badannya mencapai atau lebih dari

Sound Sistem Masjid Raib PURWOHARJO - Aksi pencurian tidak lazim ter jadi di Dusun Curah Jati, Desa Grajagan, Kecamatan Pur woharjo, Banyuwangi, kemarin (29/9). Betapa tidak, sejumlah barang elektronik milik masjid di dusun tersebut raib. Barang elektronik yang hilang itu, antara lain DVD player dan amplifier. Atas hilangnya barang tersebut, kerugian materi ditaksir mencapai jutaan rupiah. “Kerugiannya kira-kira Rp 8 juta,” ungkap Axin, warga setempat, kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin. Raibnya peralatan tempat iba-

dah tersebut cukup menghebohkan warga. Dugaan warga, aksi pencurian tersebut terjadi antara pukul 08.00 hingga menjelang salat duhur. “Tahu-tahunya waktu orang-orang mau salat duhur,” ujar bapak satu anak itu. Terkait insiden itu, polisi mengaku belum menerima laporan. Meski begitu, polisi akan mencari tahu informasi tersebut. “Kita belum terima laporan. Coba saya cek dulu ke Binmas,” ungkap Kanitreskrim Aiptu Wignyo Asmoro mewakili Kapolsek Purwoharjo, AKP Trijoko Setyonarso. (ton/c1/bay)

2000 gram. Ibunya juga masih dalam perawatan,” terang Kepala Unit Pusat Informasi dan Pengaduan RS dr. Abdoer Rahem, Iir Nadiroh. Menurut perempuan asal Jember tersebut, tiga bayi tersebut sebenarnya tidak lahir di RS dr. Abdoer Rahem. Namun, karena tempat lahirnya tidak memiliki dokter spesialis, sehingga perawatannya terpaksa dirujuk ke RS dr. Abdoer Rahem. “Bayi-bayi bermasalah butuh perawatan khusus dari dokter spesialis,” kata Iir. Selama berada di rumah sakit, bayi-bayi tersebut berada di bawah pengawasan penuh dokter spesialis anak. Mereka setiap saat mendapatkan terapi khusus dan pengobatan dari dokter spesialis anak. (c1/bay)

Koreksi ADA kesalahan yang cukup mengganggu dalam berita berjudul ‘’Bawa Pulang Penutup Selokan’’ halaman 34 edisi Sabtu kemarin (29/9). Dalam berita itu tertulis tersangka Joko Setiadi, 51, warga Jalan Serayu, 34, Kelurahan Panderejo, Kecamatan Banyuwangi. Yang benar ter sangka bernama Purnomo, 59, warga Jalan dr. Soetomo, Kelurahan Kepatihan, Banyuwangi. Demikian kesalahan telah diperbaiki.

Mohon maaf.

n LAGU... Sambungan dari Hal 25

Terik mentari seolah tak mere ka rasakan. Maklum, even semacam itu sudah lama tak digelar. “Kita tertarik meng-

hidupkan lagi, ternyata mendapat sambutan positif,” kata Rachmad. Lomba drum band itu diikuti 35 grup. Mereka terdiri atas 20 grup dari SD/MI, 12 grup SMP/MTs, tiga grup dari SMA/

MA. Khusus SD dan SMP ada dua kategori, yakni elektrik dan bass. Dari saking banyaknya peserta, acara baru selesai sore hari. Sejumlah peserta ada yang pingsan. Diduga, itu karena kepanasan dan kelelahan. (pri/c1/bay)

Kerja 15 Hari Dapat Rp 1 Juta n MENGAIS... Sambungan dari Hal 32

Upah yang mereka terima dari penyadap dirasa cukup. Satu drum getah, para penyadap menerima imbalan Rp 310 ribu. Bobot getah satu drum bervariasi, yaitu antara 130 kilogram hingga 135 kilogram. Togiman, salah satu penyadap getah pinus mengakui, menyadap pinus memang sudah lama dia geluti. Bahkan, kini anaknya juga ikut menjadi penyadap getah pinus. ’’Daripada kerja di Bali, uangnya selalu habis. Kalau di sini, kerja 15 hari bisa dapat Rp 1 juta, kan lumayan,” jelasnya.

Togiman menjelaskan, dirinya mampu mengumpulkan lima drum getah dalam setiap panen. Bahkan, pernah delapan drum. “Biasanya dapat lima drum getah,” kata bapak dua anak yang tinggal di Dusun Pasar, Desa Sumber Arum, Kecamatan Songgon, itu. Dia menambahkan, getah di lima drum itu diambil dari pohon pinus menggunakan batok kelapa. “Kalau dikerok bisa tambah tiga drum,’’ jelasnya. Memanen dengan cara mengerok itu hanya bisa dilakukan tiga kali setelah panen secara tetes. ‘’Jadi begini, tiga kali panen tetesan getah, baru diambil dengan cara dikerok. Dikerok karena getah

sudah tidak bisa menetes dan lengket di pohon,” urainya. Kholil, penyadap getah pinus lain mengatakan, menyadap getah pinus memang menjadi pekerjaannya selama ini. Dibutuhkan kemampuan khusus jika ingin memperoleh hasil banyak. ’’Sekarang nyadap, besok bisa panen, tapi di lokasi lain. Begitu seterusnya karena berputar,” kata pria berusia 24 tahun itu. Para penyadap tersebut mempunyai berbagai macam kategori. Ada yang sistem borongan, ada juga yang sistem harian. “Saya pilih harian. Kerja setengah hari dibayar Rp 19 ribu,” ungkap Solihin, penyadap lain. (ton/c1/bay)

Kumpulkan Daun yang Jatuh n PENGHASIL... Sambungan dari Hal 32

Meski begitu, aktivitas para buruh di perkebunan ter sebut tetap berlangsung. Se-

bab, banyak warga yang buruh jombret (membersihkan rumput di sekitar tanaman cengkih, red).’’Saya setengah hari dibayar Rp 19 ribu,’’ ungkap Siti, warga Palbatu, saat

berangkat kerja. Selain itu, pekerjaan lain yang digeluti warga sekitar adalah memupuk pohon cengkih dan mengumpulkan daun cengkih yang jatuh. (ton/c1/bay)

Banyak Tanaman Mati saat Kemarau n PEREMPUAN... Sambungan dari Hal 32

Maka dari itu, jangan heran jika dua sayuran itu, terutama pakis, menjadi lahan basah bagi warga Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon. Banyak warga setempat yang memilih mencari sayur pakis di hutan sebagai sandaran hidup. Namun, cara mencari pakis ti daklah mudah. Diperlukan tenaga prima untuk mencapai ha sil yang maksimal. Sebab, jalan yang dilalui cukup terjal. Bayangkan, letak ladang pakis tersebut sangat jauh, yaitu di tengah hutan belantara. Selain itu, jalan yang dilalui naik-turun. Jika berjalan kaki, maka waktu yang diperlukan berkisar antara 60 hingga 120 menit. “Di hutan pinus di dekat sini sudah gak ada pakis lagi,” ungkap Sutiyani, seorang pencari pakis, kepada wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi. Istri Muslimin itu menjelaskan, agar mendapat hasil yang cukup, ladang pakis yang dipanen setiap hari harus berpindah-pindah. “Begitu seterusnya setiap hari,” kata ibu dua anak itu. Namun, kata Sutiyani, hasil memetik sayur pakis menyusut drastis jika dibanding dengan beberapa bulan lalu. Alasannya, beberapa bulan terakhir merupakan musim kemarau. ’’Sekarang hawanya panas, jadi hanya dapat sedikit. Mentok dapat Rp 15 ribu per hari,” katanya. Kata dia, jika memetik sayur pa kis pada musim dingin, maka akan mendapat hasil jauh lebih banyak. Menurutnya, penghasilannya di musim dingin hampir dua kali lipat lebih banyak. “Musim dingin bisa dapat Rp 25 ribu,” katanya.

ALI NURFATONI/RaBa

PERKASA: Beberapa perempuan pencari sayur pakis terbiasa berjalan kaki belasan kilometer melintasi hutan di lereng Gunung Raung setiap hari.

Supiyani, pencari sayur pakis lain, menyebutkan bahwa pada musim panas banyak tanaman pakis yang mati. Kalaupun tumbuh, tidak akan bisa besar. “Sudah beberapa bulan ini sayur pakis sepi,” ungkapnya sat ditemui saat menyiram pakis di Sungai Mangaran, Desa Sumberarum. Meski sepi, Supiyani tetap menggeluti pekerjaan itu. Sebab, tidak ada lagi pekerjaan lain selain menjelajah belantara memburu pakis. “Mau buruh tani, sekarang gak musim panen. Selain itu,

sudah telanjur setor ke pengepul,” kata ibu beranak satu itu. Seperti biasa, usai Salat Subuh dirinyabersamawanitalainberangkat ke tengah hutan. Kembali ke rumah biasanya pukul 09.30 hingga pukul 11.00.’’Tergantung jauh dekat dan pakis yang didapat,” katanya. Seperti kebiasaan pada umumnya, para pencari pakis selalu singgah di sungai. Tujuannya, pakis tersebut disiram air agar kembali fresh. “Ada juga yang disiram setiba di rumah,” kata istri Sahes itu. (ton/c1/bay)


MINGGU l 30 SEPTEMBER 2012 l HALAMAN 32

SEJUK MEMIKAT: Senja di kebun tebu di lereng Gunung Raung, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Banyuwangi.

Denyut PANORAMA Gunung Raung sudah tidak terbantahkan lagi. Di pagi hari, keindahan gunung berapi di perbatasan Banyuwangi-Bondowoso tersebut sangat memukau. Bukan hanya itu, jika cuaca cerah, dari kawasan perkebunan terlihat sangat indah panorama kawasan pantai. Pelabuhan Muncar juga terlihat sangat jelas dari dataran tinggi tersebut. Selain sejuk, keindahan mentari terbit bisa dinikmati di sana. Suasana pun semakin memesona. Namun, semua itu hanya bisa disimak jika cuaca cerah. Air sungai yang mengalir dari gunung tersebut sangat jernih dan dingin. Ti-

dak kalah menarik adalah air terjun di Blok Lider. Lereng Raung memang memberikan ba nyak sumber penghidupan bagi warga sekitar. Banyak kekayaan alam yang bisa menjadi sumber pendapatan masyarakat. Warga yang tinggal tak jauh dari hutan, misalnya, banyak yang mencari rumput untuk pakan ternak. Maka dari itu, jangan heran jika banyak warga yang tinggal di kawasan hutan tersebut me milih be ternak, seperti ternak sapi, kerbau, dan kambing. Ternak sapi lebih banyak dibandingkan ter-

ALI NURFATONI/RaBa

Kehidupan di Lereng

nak hewan lain. Sejak bisa dilalui kendaraan roda empat, banyak para peternak yang menuju hutan menggunakan sepeda motor. Zaman dulu, jalan menuju hutan tidak dapat dilalui kendaraan. Jika terpaksa menggunakan kendaraan, jalur yang dilalui lebih jauh, karena harus memutar. Waktu yang dibutuhkan pun lebih lama. Namun, sejak beberapa tahun lalu ja lur menuju hutan pinus itu su dah bisa dilalui kendaraan. Meski belum beraspal, tentu jalur itu sangat memudahkan para pencari rumput. Meski bisa dilalui kendaraan, tapi

Raung

hingga kini tetap banyak pencari rumput yang berjalan kaki. Sebab, selain irit biaya, naik turun-tebing menjadi satu pertimbangan. Dengan cara berjalan kaki, kesehatan juga bisa terjaga. ’’Mulai dulu, saya bekerja cari rumput dengan cara jalan kaki,’’ ungkap Wagiman alias Pak Las. Dibukanya jalan menuju hutan itu, selain mempermudah para pencari rumput, juga mempermudah para wisatawan yang ingin berwisata ke Air terjun Lider. Menuju lider, jika melalui Desa Sumberarum bisa melewati Dusun Pasar. (ton/c1/bay)

Mengais Rupiah dari Getah KAWASAN lereng Gunung Raung, tepatnya di Desa Sumber Arum, Kecamatan Songgon, ditumbuhi banyak pohon pinus dan berbagai jenis tanaman kebun. Ribuan pohon pinus tersebut berada di bawah pengawasan KPH Perhutani Barat. Namun, perkebunan tebu dan cengkih berada di bawah pengawasan Perkebunan Bayu Kidul. Dua kawasan tersebut menjadi tumpuan hidup warga sekitar dalam mencari nafkah. Banyak warga yang menyambung hidup dengan cara mencari getah pinus. Meski cukup berat, tapi warga tetap eksis menggeluti pekerjaan tersebut selama bertahun-tahun. Hasil jerih payah mereka menyadap getah pinus itu cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Sebelum memanen getah, banyak tahap yang harus dilakukan, antara lain mengupas kulit pohon pinus. Dibutuhkan waktu cukup lama dalam proses panen getah pinus. Dalam sekali panen, diperlukan waktu sekitar sebulan. Proses menguliti pohon jauh lebih singkat jika dibandingkan dengan memanen getah pinus.

ALI NURFATONI/RaBa

LENGKET: Getah pinus yang baru disadap ditampung di dalam timba plastik.

Setiap hari, warga berangkat kerja di pagi hari. Biasanya, mereka pulang pada siang hari n  Baca Mengais...Hal 31

Penghasil Cengkih dan Tebu ALI NURFATONI/RaBa

DILUKAI: Pekerja mengerok kulit batang pohon pinus untuk mengambil getah tanaman tersebut di lereng Gunung Raung.

Perempuan Perkasa dan Sayur Pakis LERENG Gunung Raung juga banyak ditumbuhi sayuran, antara lain pakis dan junggul. Maklum, dua macam sayuran

tersebut sangat erat dengan hutan bersuhu dingin dan kelembaban tinggi n  Baca Perempuan...Hal 31

PEKERJA KERAS: Dua perempuan mencuci sayur pakis di sungai di lereng Gunung Raung.

ALI NURFATONI/RaBa

DI KAWASAN lereng Gunung Raung terdapat perkebunan tebu dan cengkih. Dengan adanya perkebunan itu, banyak warga desa setempat yang bekerja di sana. Perkebunan tersebut bernama Bayu Kidul. Pada masa panen tebu, misalnya, kaum pria banyak yang menebang tebu. Tanaman tebu tersebar di beberapa kawasan, yaitu di Kampung Palbatu, Persil Dani, Persil Bejong, dan Blok Mangaran. Saat ini, aktivitas panen terus berlangsung. Beberapa truk setiap hari melintas di Desa Sumber Arum. Truk-truk yang mengangkut beberapa ton tebu itu menimbulkan kerusakan jalan. Jalan di desa tersebut pun banyak yang rusak.

Apalagi, jalan di kawasan yang dipimpin Kepala Desa (Kades) Supriyono itu memang belum di-hotmix. Tentu, daya tahan aspal biasa tidak sekuat hotmix, terutama dalam menahan berat. Akibatnya, jalan pun rusak. Selain bekerja sebagai buruh panen tebu, warga setempat juga banyak yang bekerja sebagai buruh petik cengkih. Pada musim panen, banyak war ga yang mencari peruntungan dengan memetik cengkih. Selain itu, juga banyak yang buruh mrithil (memisahkan cengkih dengan gagang, red). Namun, saat ini cengkih di perkebunan tersebut belum masuk musim panen n  Baca Penghasil...Hal 31

ALI NURFATONI/RaBa

NUMPANG TRUK: Pekerja perkebunan berangkat ke lokasi kerja di lereng Gunung Raung.


Radar Banyuwangi 30 September 2012