Issuu on Google+

29

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

JUMAT 2 NOVEMBER TAHUN 2012

FOTO-FOTO: ABDUL AZIS/RaBa

Eks Kades Pesanggaran Wadul Komnas HAM Anggap Penggerebekan Rumahnya Mirip Teroris

PESANGGARAN - Mantan Kepala Desa/ Kecamatan Pesanggaran, Susongko, merasa tak terima dengan cara polisi menggerebek rumahnya atas kasus pengolahan limbah emas Selasa lalu (30/10). Menurut Susongko, penggerebekan yang dilakukan aparat gabungan Polres Banyuwangi dan Polsek Pesanggaran tersebut sangat ber-

lebihan, karena mengerahkan tiga truk dan lima mobil pasukan. Bahkan, langkah polisi menggembok pintu gerbang dan memberi garis polisi rumahnya juga dinilai sangat berlebihan, karena membuat istri dan anaknya tidak bisa masuk rumah. “Saya membuat dan membangun rumah itu sebelum masalah emas,

masak nangani emas saja kayak nangani teroris,” ujar Susongko ketika menghubungi wartawan koran ini via ponsel sore kemarin. Akibat pintu gerbang digembok dan ada police line, ketiga anaknya tidak bisa bersekolah. Sebab, semua seragam dan buku berada di dalam rumah tersebut ■  Baca Eks Kades...Hal 39

HOME INDUSTRY EMAS: Polisi ketika menggeledah pintu rumah Susongko di Pesanggaran. Di rumah mewah tersebut ditemukan peralatan mengolah material emas.

Gunung Raung Sudah Meletus PVMBG Imbau Warga Tidak Panik

BJF

Sambut Tamu BEC dengan Jazz Festival BANYUWANGI - Banyuwangi Jazz Festival (BJF) merupakan even pertama di Banyuwangi. Even ini digagas langsung Bupati Abdullah Azwar Anas sebagai sebuah project yang berusaha memberikan wajah baru The Sunrise of Java. Musik adalah bahasa, dan jazz secara khusus dipilih untuk menceritakan Banyuwangi kepada masyarakat Indonesia dan dunia. Acara ini digelar sebagai upacara penyambutan para tamu di event kultur Banyuwangi Ethno Carnival (BEC). Humas Festival Banyuwangi Rahmawati Setyoardini menjelaskan, pemerintah daerah sengaja menggelar Banyuwangi Jazz Festival. Musik jazz dipilih karena jazz mewakili kebebasan berekspresi dan sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian musikalisasi ■  Baca Sambut...Hal 39

POLITIK

GALIH COKRO/RaBa

BLUSUKAN: Wabup Yusuf Widyatmoko ketika mengunjungi Pos Pengamatan Gunung Raung di Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, kemarin.

SONGGON - Gunung Raung hingga kemarin masih berstatus siaga (level III). Ternyata gunung setinggi 3.332 meter di atas permukaan laut (dpl) tersebut sudah meletus. Bahkan, letusan itu berlangsung sejak tanggal 19 Oktober 2012 lalu. Pernyataan itu diungkapkan Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung, Surono, saat berkunjung ke Pos Pantau Gunung Raung di Dusun Mangaran, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, sore kemarin. Dia

menjelaskan, saat ini aktivitas gunung terbesar se-Jawa itu mengalami penurunan. Hanya saja, gempa tremor yang menurun itu sangat lambat. ‘’Makanya, kami pertahankan statusnya tetap siaga. Rekom juga sama, yakni tidak boleh ada aktivitas hingga radius 3 kilometer,” terangnya. Secara teoritis, gunung berapi itu sudah meletus. Namun demikian, suara letusan tidak terlalu besar. ‘’Skala letusan kecil. Gempa tremor terus berlangsung, itu menandakan sudah terjadi letusan. Hanya saja, karena Raung punya kaldera luas dan dalam, sehingga letusan kecil itu jatuhnya ke kaldera,” paparnya ■  Baca Gunung...Hal 39

Air Sering Habis, Jamaah Bingung KELUHAN kembali dirasakan jamaah haji Banyuwangi kloter 74. Jamaah yang menempati maktab di kawasan Jakfariah, Jumaizah, Makkah, Nomor 421, itu sering kesulitan mendapat air. Ironisnya, kesulitan air terjadi sebelum wukuf hingga hari ini. Sebenarnya setiap hari pihak maktab mendatangkan tangki air untuk mengisi bak-bak air. Namun, suplai air itu tidak sebanding dengan jumlah jamaah yang menempati maktab. Akhirnya, jamaah pun harus berebut mendapat air agar bisa H. Jaenuri digunakan untuk mandi dan mencuci. Langsung dari Makkah “Kejadian lucu pernah terjadi, yaitu saat Jamaah Kloter 74 seorang jamaah mandi dan tiba-tiba keran air tidak berfungsi, sedangkan air di bak sudah habis,” kata Jaenuri yang juga pemilik Sarana Informasi Computer (SIC) Banyuwangi itu ■  Baca Air...Hal 39

GUFRON MUSTOFA For RaBa

GRATIS: Bus Saptco siap mengantar jamaah dari maktab ke Masjidilharam tanpa dipungut biaya.

Pembunuh Rima Bisa Dijerat Hukuman Mati Sebelum Membunuh, Pelaku Rapat Dua Kali BANYUWANGI - Penyidik Polres Banyuwangi terus memeriksa tiga tersangka yang diduga sebagai pembunuh Rima Lutfiasari, 16, gadis asal Dusun Kedawung, Desa Sraten, Kecamatan Cluring. Bila pembunuhan itu sudah direncanakan, para tersangka bisa terancam hukuman mati.

Dari hasil pemeriksaan terungkap, dua tersangka berinisial FI, 16, dan FA, 16, yang diduga kuat sebagai eksekutor ternyata sudah merencanakan pembunuhan tersebut. “Dua tersangka (FI dan FA) mengaku telah merencanakan sebelumnya,” tegas Wakapolres Banyuwangi Kompol Agus Widodo. Rapat persiapan menghabisi korban ter-

nyata dilakukan hingga dua kali. Rapat pertama dilakukan di rumah FI di Dusun Simbar, Desa Tampo, Kecamatan Cluring. Rapat yang kedua dilakukan di kantor milik saudaranya FI. “Yang rapat hanya FI dan FA,” imbuhnya. Menurut wakapolres, dua tersangka, yakni FI, FA, dan korban sebenarnya kenal baik. Sebab, mereka teman sekolah

saat masih di SMP. Makanya, korban merasa tidak curiga saat FI datang ke rumahnya. “Motor korban juga diincar,” katanya. Bukti kedua tersangka mengincar motor, setelah korban dibunuh dengan cara ditusuk menggunakan badik (pisau panjang), motor korban dibawa kabur. Mayat korban dibuang di jembatan pembatas Dusun Melik, Desa Parijatah Kulon, Kecamatan Srono, dan Desa Gambor, Kecamatan Singojuruh ■

 Baca Pembunuh...Hal 39

Sosok Rima Lutfiasari, Korban Pembunuhan Sadis di Sungai Melik SIGIT HARIYADI/RaBa

SANTAI SAJA KANG: Achmad Turmudzi duduk di kereta dorong. Dia didorong oleh anggota DPRD dari PKB, Zainal Arifin Salam.

PKNU Wait and See BANYUWANGI - Internal DPC Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) Banyuwangi menilai kegagalan “menembus” verifikasi administrasi menjadi peserta Pemilu 2014 disebabkan kelemahan di tingkat dewan pengurus pusat (DPP). Pasalnya, pengurus di tingkat DPC Banyuwangi sudah mempersiapkan seluruh persyaratan administrasi sesuai yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Namun, DPC PKNU Banyuwangi masih bersikap wait and see dalam menanggapi kegagalan verifikasi administrasi tersebut. Sebelum menentukan langkah lebih lanjut, kader dan pengurus di Banyuwangi masih menunggu ikhtiar yang dilakukan pengurus DPP ■  Baca PKNU...Hal 39

http://www.radarbanyuwangi.co.id

Dikenal Sebagai Penyanyi, Ibu Bekerja di Taiwan Pembunuhan sadis mengguncang warga Dusun Melik, Desa Parijatah Wetan, Kecamatan Srono. Korbannya adalah Rima Lutfiasari. Dara berusia 16 tahun itu ditemukan di jurang Jembatan Melik dalam kondisi sudah tak bernyawa. ALI NURFATONI, Cluring SUASANA duka masih menyelimuti keluarga Rima di Dusun Kedawung, Desa Sraten, Kecamatan Cluring. Sejumlah pelayat

duduk lesehan di rumah berlantai keramik tersebut. Mereka menyatakan turut berbelasungkawa atas kepergian Rima. Anak pasangan suami-istri Sahuri, 48, dan Kholifatun, 40, itu meninggal dengan cara sadis. Dia dihabisi oleh mantan pacarnya. Perutnya ditikam pisau, lalu mayatnya dibuang di jurang. Empat jam setelah mayat ditemukan, tiga pelaku berhaALI NURFATONI/RaBa sil dibekuk polisi. PEGANG FOTO RIMA: Kerabat Rima Lutfiasari masih dalam suasana berduka. Meski masih berstatus pelajar SMA, Rima dikenal se- bagai acara, mulai hajatan, perni- tidak percaya bahwa Rima meningbagai penyanyi. Dia sering menda- kahan, hiburan, hingga khitanan. gal dunia begitu cepat ■  Baca Dikenal...Hal 39 patkan job manggung dalam berOrang tua dan kerabatnya seolah

Jadi home industry emas, rumah Susongko digerebek

Anggap saja risiko jadi “teroris” Tumpang Pitu!

7 PSK divonis 10 hari kurungan

Awas, jangan jadi wanita penghibur di penjara, lho!

email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@yahoo.com


30

Jumat 2 November 2012

Potensi Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Bidang Peternakan

Warga Sekampung Punya Sapi dan Kambing SONGGON – Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, berada di kawasan dataran tinggi. Bayangkan saja, desa yang dipimpin kepala desa Supriyono itu hanya berjarak sekitar 16 kilometer dari puncak gunung raung yang kini masih berstatus siaga (level III). Dari tujuh dusun yang ada, beberapa dusun berada di kawasan perkebunan Bayu Kidul. Seperti Bejong, Lider, dan Kampung Anyar. Tentu saja, tempat perkebunan tersebut banyak ditemui berbagai tanaman kebun. Misalnya tebu dan cengkih. Dari situlah, warga desa setempat mempunyai banyak cara untuk mendongkrak ekonomi keluarga. Salah satunya yang cukup potensial adalah beternak sapi dan kambing. Terbilang cukup mudah untuk mencari pakan kebutuhan kedua hewan tersebut. Mengingat, hamparan rumput

banyak ditemui di area perkebunan. Selain itu, rumput juga tumbuh subur di tengah kawasan hutan. Dengan potensi ternak yang cukup menjanjikan, warga Dusun Bejong sepakat memilih tempat kandang dalam satu area. ’’Warga sini kambingnya ada 96 ekor, dan sapi 53 ekor,’’ ungkap Kepala Dusun Bejong, Sudarmanto, kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (1/11). Menurut dia, beternak sapi dan kambing tersebut sudah lama dilakoni warga Dusun Bejong. Bahkan, menurut Sudarmanto, kebiasaan itu sudah terjadi turun temurun. ’’Satu orang satu kandang. Itu kandangnya dijadikan satu,’’ terangnya. Dia menjelaskan, memelihara hewan ternak itu untuk tabungan. Sebab, mayoritas warganya bekerja di perkebunan. ’’Kalau pulang kerja, mereka cari rumput. Kerja

dapat uang, ditambah dengan tabungan berupa hewan tersebut, nanti juga dijual dapat uang,’’ jelasnya. Kini, semua hewan ternak tersebut masih dipelihara di lokasi tersebut. Meski Gunung Raung yang tak jauh dari Dusun Bejong berstatus siaga, namun sang pemilik belum mengungsikan hewan ternaknya. ‘’Masih ada. Belum diungsikan. Tinggal menunggu imbauan dari pemerintah saja,’’ terang Sudarmanto. Rudi, warga Dusun Bejong mengaku, sampai saat ini hewan-hewan tersebut masih dipelihara di lokasi tersebut dengan baik. Sempat terbesit niat bakal dijual, lantaran status Gunung Raung siaga. Tapi keinginan itu belum terwujud. ’’Awalnya mau dijual saja, tapi setelah kami diberi pemahaman, tidak jadi karena takut rugi,’’ terang bapak satu anak itu. (ton/als)

ALI NURFATONI/RaBa

JADI SATU: Sebuah mobil membawa kebutuhan pokok saat melintas di kandang ternak milik warga di Dusun Bejong kemarin.

Jadilah Polisi Bagi Diri Sendiri LICIN - Menyikapi maraknya kasus kejahatan yang terjadi akhir-akhir ini, Kapolres Banyuwangi AKBP Nanang Masbudi mengimbau warga menjadi “polisi” bagi diri sendiri dan lingkungannya. Perwira dengan dua melati di pundak, ini pun rela blusukan ke desadesa untuk menyosialisasikan berbagai kiat untuk menangkal potensi kejahatan maupun konflik antarwarga. Seperti yang dia lakukan saat pelaksanaan rapat koordinasi (rakor) sinergitas tiga pilar seKecamatan Licin, kemarin (31/10). Dalam acara yang digelar di aula kantor Kepala Desa Tamansari, itu Kapolres mengimbau warga tidak menggunakan perhiasan berlebihan saat berada di tempat umum. Dalam acara yang dihadiri Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0825 Banyuwangi, Letkol (kav) Muslimin Fahsyah; Camat Licin, Gatot Suyono; Kapolsek Licin, AKP Hery Subagio, dan seluruh anggota Babinkabtibmas, Babinsa, Kades se-Kecamatan Licin, dan beberapa perwakilan warga, tersebut, Kapolres Nanang juga menyarankan warga menyimpan uangnya di tempat yang aman, misalnya di bank. “Kita harus bisa menjadi polisi bagi diri kita sendiri,” imbaunya. Selain itu, Kapolres juga menginstr uksikan warga

daerah sangat dipengaruhi oleh kekompakan pemimpinpemimpin mereka,” terangnya. Sementara itu, belakangan diketahui rakor tiga pilar tersebut digelar di Desa Tamansari lantaran tiga pilar di desa tersebut dianggap mampu menyelesaikan konflik antara warga dengan salah satu perkebunan yang berlokasi di desa tersebut dengan baik. Bahkan, tiga orang yang dianggap berjasa diberi reward. Mereka adalah Kanit Binmas Polsek licin, Aiptu Priyo Sambodo; Babinkabtibmas Desa Tamnsari, Bripka Widyo Adi; dan Babinsa Desa Tamansari, Serka Herman S. Priyo dan Widyo dihadiahi masing-masing satu unit sepeda motor. Sedangkan Herman mendapat hadiah sejumlah uang tunai. (sgt/aif) SIGIT HARIYADI/RaBa

SIMBOLIS: Kapolres memberikan reward kepada Kanit Binmas Polsek Licin, Babinkabtibmas dan Babinsa Desa Tamansari.

menjadi polisi bagi lingkungannya masing-masing. Cara yang bisa dilakukan adalah dengan aktif bersiskamling. “Keamanan adalah salah satu modal penting untuk meningkatkan perekonomian warga,” serunya. Masih kata Kapolres Nanang, globalisasi dan perkembangan teknologi yang mengakibatkan semakin mudahnya akses informasi dan komunikasi, tidak selamanya membawa dampak positif. Jika tidak disikapi den-

gan bijak, hal tersebut justru akan berdampak negatif terhadap kehidupan masyarakat. Karena itu, masing-masing individu harus memiliki daya tangkal yang kuat terhadap dampak negatif globalisasi dan perkembangan teknologi tersebut. Salah satu contohnya, berita tentang kerusuhan warga, tawuran pelajar, dan lain sebagainya kini dapat dengan cepat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat melalui berbagai media. “Kita

jangan terpancing meniru kerusuhan tersebut,” pintanya. Lebih jauh, perwira yang satu ini mengimbau warga agar tidak mudah termakan provokasi dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. “Jika ada sesuatu yang mencurigakan, laporkan kepada Babinkabtibmas, Babinsa, atau kepala desa,” tegas dia. Dandim Muslimin Fahsyah menekankan agar tiga pilar menjalankan fungsinya dengan optimal. “Kondisivitas di suatu

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Benny Siswanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Pemasaran: Gerda PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Samsuri (Situbondo). Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


31

Jumat 2 November 2012

Dua Tahun Buron Keok MUNCAR - Dua tahun buron, Syaiful Rohman, 26, akhirnya keok. Warga Dusun Krajan, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, itu ditangkap aparat kemarin (1/11). Dia ditetapkan sebagai tersangka lantaran kasus pencurian dengan kekerasan pada April 2010 lalu. Kapolsek Muncar, Kompol Ary Murtini mengatakan, dalam kasus di Dusun Palurejo, Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar, itu ada dua pelaku yang beraksi. “Satu pelaku sudah ditangkap dan sudah dihukum,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin. Kasi Humas Polsek Muncar, Aiptu Putu Ardana menambahkan, dua tersangka itu melakukan penodongan di sebuah pos kamling sekitar pukul 19.30. Korbannya adalah Hadi Pray-

ABDUL AZIZ/RaBa

LAHAN SENGKETA: Ribuan pohon pepaya yang dibabat orang misterius. Sampai sekarang pelakunya belum tertangkap.

Belum Temukan Pelaku Pembabatan GLENMORE - Aparat Polsek Glenmore terus berusaha mengusut pelaku pembabatan ribuan pohon pepaya di areal lahan konflik di Desa Tegalharjo, Kecamatan Glenmore. Sejumlah saksi korban juga sudah dimintai keterangan di polsek untuk mengusut kasus tersebut. Sayang polisi belum bisa menemukan titik terang mengenai pelaku pembabatan ribuan tanaman pohon pepaya itu. Kapolsek Glenmore AKP Subardi melalui Kanitreskrim Aiptu Abdul Karim mengatakan, kalau sejak kejadian pembabatan pepaya tersebut, dia dan anggotanya sudah berusaha mencari tahu pelakunya. Selain itu, para korban yang selama ini menanami pohon pepaya di

Jadi saat kejadian nggak ada yang lihat. Cuman kita tetap berusaha menemukan siapa pelakunya” Aiptu Abdul Karim Kanit Reskrim Polsek Glenmore

areal seluas dua hektar lebih tersebut juga sudah dimintai keterangan. “Korban sudah kita keterangan, tapi siapa pelakunya yang membabati tanaman tersebut, korban juga mengaku tidak

ABDUL AZIZ/RaBa

BERLUBANG: Gorong-gorong di tikungan jalan menuju Pasar Sayur Rogojampi kemarin.

Gorong-Gorong Pasar Ambles ROGOJAMPI - Diduga sering dilewati truk besar, goronggorong jalan menuju Pasar Sayur Rogojampi ambles. Akibatnya, sering terjadi kecelakaan kecil di sekitar jalan berlubang tersebut. Satak, 40 warga pasar Rogojampi, mengakui sering terjadi kecelakaan akibat goronggorong yang ambles tersebut. Apalagi letaknya berada tepat

di tikungan jalan raya. “Warga sering terpelosok saat belok,” kata Satak. Warga berharap, agar goronggorong yang ambles tersebut sesegera mungkin diperbaiki pihak terkait. Karena sangat membahayakan bagi pengguna jalan raya. “Kalau tidak cepat diperbaiki, bisa semakin mengkhawatirkan,” tutur Ardiyanto, warga Rogojampi. (azi/als)

tahu,” tuturnya. Karim menuturkan, sampai saat ini polisi masih belum bisa menemukan pelaku pembabatan pepaya karena saat kejadian berlangsung, sama sekali taka da saksi yang melihat. Para saksi yang dimintai keterangan, kebanyakan tahu ada kejadian tersebut pagi harinya.”Jadi saat kejadian nggak ada yang lihat. Cuman kita tetap berusaha menemukan siapa pelakunya,” tandasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, ribuan tanaman pohon pepaya milik warga yang ditanam di lahan sengketa antara PT. Makarti dan Pemkab Banyuwangi, di Desa Tegalharjo, Kecamatan Glenmore, dibabat orang tak dikenal Sabtu lalu (27/10). Akibat aksi pembabatan tersebut, ribuan pohon pepaya di selatan Jalan Raya Jember itu nyaris rata dengan tanah. Padahal tak lama lagi tanaman itu bakal berbuat. Selain tanaman pepaya yang hampir berbuah, tanaman yang masih sangat kecil juga ikut dibabat. Belum jela siapa pelakunya. Sebab warga dan para pekerja baru tahu kemarin pagi. (azi/aif)

itno, 19, yang beralamat tak jauh dari lokasi kejadian. “Korban ditodong dengan pisau sangkur lalu ponsel milik korban dirampas,” terangnya. Setelah itu, kenang dia, korban langsung berteriak minta tolong. Usaha tersebut membuahkan hasil. Sebab, satu tersangka berhasil ditangkap warga. “Satu tersangka akhirnya dihukum, dan satu lagi berhasil melarikan diri dan ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO),’’ ulasnya. Mencari jejak pelaku tidaklah mudah. Meski begitu, jelasnya, polisi tetap mencari pelaku. Hasilnya, pelaku berhasil ditangkap kemarin. ’’Saat ini, tersangka masih kita amankan. Dia dijerat Pasal 365 tentang pencurian,” tandasnya. (ton/c1/als)

ALI NURFATONI/RaBa

DITAHAN: Tersangka Syaiful Rohman (kanan) digandeng petugas di Mapolsek Muncar kemarin.


EKONOMI BISNIS

32

Pertumbuhan Ranmor Meroket Tahun 2011 Sepeda Motor Mencapai 432 Ribu Unit BANYUWANGI-Pertumbuhan kendaraan bermotor (Ranmor) di Banyuwangi terus meningkat. Peningkatan ranmor itu didominasi kendaraan roda dua. Berdasarkan data Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Banyuwangi, peningkatan itu terjadi sejak tahun 2009. Pada tahun itu, jumlah kendaraan roda dua baru mencapai 374.446 unit. Pada tahun 2010, jumlah kendaraan roda dua meningkat signifikan hingga 398.474 unit. Sedangkan tahun 2011, lonjakan pertumbuhan kendaraan roda dua semakin gila, karena naik menjadi 432.567 unit. “Dalam tiga tahun terakhir ini, tren pertumbuhan kendaraan roda dua terus meningkat,” ungkap Kepala Dishubkominfo Agus Siswanto, kemarin. Pada tahun 2009 dan 2011, lanjut Agus, tren peningkatan masih dalam kisaran angka 300 ribu lebih. Namun tahun 2011, angka pertumbuhan meroket menjadi 400 ribu lebih. Pada awal tahun tahun 2012, trennya juga naik. “Proses rekapan pertumbuhan 2012 masih terus berjalan dan belum diketahui berapa besar peningkatannya,” katanya. Tidak hanya kendaraan roda dua, pertumbuhan kendaraan roda empat atau mobil penumpang juga mengalami peningkatan. Pada tahun 2009, pertumbuhan kendaraan roda empat mencapai 16.775 unit. Pada tahun 2010, pertumbuhan naik lagi menjadi 18.018 unit. Sedangkan pada tahun 2011, pertumbuhan kendaraan roda empat dalam satu tahun mencapai 21.356 unit. “Pertumbuhan kendaraan roda empat ini mengindikasikan

Pertumbuhan Kendaraan: Jenis

2009/unit 2010/unit 2011/unit

1. Sepeda Motor 374.446 398.474 2. Mobil 16.775 18.018 3. Mobil Barang 9.503 8.051

432.567 21.356 9.752

SUMBER DISHUBKOMINFO BWI

jumlah kelas menengah masyarakat Banyuwangi terus meningkat,” tuturnya. Sebaliknya, pertumbuhan mobil penumpang umum (MPU) terus anjlok. Pada tahun 2009, pertumbuhan mobil penumpang umum masih bertengger di angka 268 unit. Namun, pada tahun 2010 dan 2011 anjlok menjadi 148 unit dalam setahun. Sementara itu, pertumbuhan mobil barang selama tiga tahun terakhir ini terjadi fluktuasi. Pada tahun 2009, pertumbuhan kendaraan barang sempat tercatat di angka 9.503 unit. Pada tahun 2010, pertumbuhan kendaraan barang terjun di posisi 8.051 unit. Di tahun 2011, kembali bergairah lagi dan naik ke angka 9.752 unit. Pertumbuhan bus besar, sedang, dan kecil relatif stabil dibandingkan kendaraan lain. Bus besar pada tahun 2009 tercatat 56 unit, sedangkan tahun 2010 dan tahun 2011 susut jadi 45 unit. Hal yang sama terjadi pada bus sedang. Tahun 2009 hanya 50 unit, 2010 46 unit, dan 2011 49 unit. Bus kecil mengalami fluktuasi dari 236 unit pada 2009 menjadi 285 di tahun 2010, dan turun tinggal 180 di tahun 2011. “Pertumbuhan bus bukan umum mengalami penurunan sejak tahun 2009 hingga 2011,” beber Agus. (afi/irw)

GALIH COKRO/RaBa

BANYAK MOTOR: Sepeda motor makin meramaikan Kota Banyuwangi, seperti dalam foto pengendara di Jl A. Yani, beberapa waktu lalu.

Jumat 2 November 2012

LSM Diajak Kawal Investasi GIRI-Wakil Bupati (Wabup) pan kalangan LSM dan ormas. Banyuwangi Yusuf WidyatWabup meminta kalangan moko mengajak kalangan LSM dan ormas untuk memlembaga swadaya masyarakat berikan masukan terkait (LSM) dan organisasi masyara- pem bangunan yang tengah kat (Ormas) untuk mengawal dijalankan oleh pemerintah. investasi di Bumi Pe r m i nt aa n i t u Blambangan. Sebab, langsung direspons nilai investasi yang sejumlah aktivis ada sekarang sangat LSM. Yudo Praybesar. Total menitno, aktivis LSM capai Rp 1,9 triliun. Surban meminta Menurut Wabup, satuan kerja atau se dikitnya 1500 dinas untuk menerunit usaha melakuapkan manajemen kan investasi di transparan. Jika ada Ba nyuwangi. Tiprogram untuk madak tanggungsyarakat, usul dia, DOK/RaBa tanggung, tenaga Yusuf Widyatmoko sebaiknya diumumkerja yang terserap kan secara terbuka mencapai 6500 orang. “Sangat melalui media online, yang dibesar investasi di Banyuwangi, miliki. “Dengan sosialisasi sesehingga harus dikawal ke- cara transparan itu, masyarakat amanannya oleh kita bersama,” bisa tahu jika ada program ajak Yusuf dalam sarasehan yang bisa diikuti oleh kalangan bertema “Sinergitas LSM dan umum,” kata Yudo. Pemerintah dalam MeningkatSarasehan yang digelar Dinas kan Kesejahteraan Rakyat” di Kesatuan Bangsa dan Politik aula Hotel Tanjung Asri, Keca- Banyuwangi itu diikuti kalangmatan Giri, kemarin (1/10). an LSM, ormas, dan yayasan. Dalam rangka menggairah- Selain Wabup Yusuf, Komandan kan investasi tersebut, lanjut Kodim 0825 Letkol Kav. MusliWabup, pemerintah daerah min Fasyah juga menjadi naratelah memberikan berbagai sumber. Dandim memaparkan kemudahan. Di antaranya ke- tentang implementasi sinergitas mudahan dalam pengurusan LSM dan pemerintah. Jajaran perizinan. “Jika masih ada Forum Pimpinan Daerah juga kekurangan atau keluhan soal hadir, seperti Danlanal Letkol pelayanan perizinan, pemerin- Laut M. Nazief, perwakilan Poltah terus berusaha melakukan res Kompol Mustaqim, dan Kasi perbaikan,” cetusnya di hada- Intel Kejari Yudi Istono. (irw)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

SITUBONDO

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Rumah Rogojampi •

• Rumah + Tanah •

• Souvenir •

• Pindah Tempat •

• Vios & Daihatsu Zebra •

• Pajero Sport ‘10 •

• Honda Genio ‘94 •

Djl Rmh+tnh SHM,Lt300,LB200,Jl Ciliwung 29.Tnh SHM500m, Jl.Tangkuban Perahu. Hrg 450 jt nego. 08124900784

Trm pesnan souv nikah ultah promo ktr, TK sklh, pulpen, jam, mug, kaos, pin, Gaci Efod 0333417992, 081913906633. Murah!

Mulai 15 Okt 2012 Pelayanan Jamsostek dr. Pitoyo pindah tempat di Perumdin Pusk. Suboh (Selatan Kec. Suboh)

Djl Vios 2005 hitam plat P Bwi 83 jt nego. Daihatsu Zebra box 2002, 43 jt nego, brg istmw. H: 08179671110, 082334662339

Pajero Sport Exceed th 2010, warna hitam, tangan pertama, ex dokter, istimewa. Hubungi: 081358864541

Dijual Honda Genio ‘94 hitam, manual R16, N. Malang, Hrg 74jt. Hub: 085 233 922888

• Arya Agen Properti •

• Lemari Etalase •

• Promo Daihatsu Ayla •

• Toyota Vios ‘05 •

Anda ingin jual/beli rumah seken atau baru di Banyuwangi? Arya Agen Properti 081336659258

Dijual Lemari Etalase P150XL90XT250 & 4 rak Dsply P238L53T250. Kond bgs ex. TK. Chicha Bwi/7779889/082141474733

Daihatsu Ayla buruan Inden hrg mlai 70 jutaan, Xirion disc 12jt, Xenia 5jt, Terios 7jt, Grandmax 6jt, Luxio 10jt, DP murah. H: Vira 081336244377

Dijual Toyota Vios th 2005, kondisi mesin bagus, atas nama pembeli, warna tinggal pilih. Hrg 77jt nego. H: 085258552222

• Jl. Ikan Gurami •

• Kontak Jodoh •

Dijual rmh Jl. Ikan Gurami 20 LT894 LB515, SHM, hub: 08175214082 / 08883855586

Pengusaha, mapan, mndambakan gadis/ Janda muslimah, 25th s/d 40th. Hub: 087759999544

Dijual rumah SHM, IMB, Jl. Hasyim Asyari Rogojampi. LT 400m2, LB 200m2. Hubungi: 085258324200 - 082143389807

• Rumah Kebalenan • • Dikontrakkan •

Dijual rmh Ls tanah 2 kpl, ls bangunan 150m2, lok Kebalenan. H: 082334968779

Dikontrakkan rmh Jl. Mendut 61 Bwi. Hub: 0318419288 / 0333413973 / 081230614069

SITUBONDO

• Perum Mendut Hijau •

• Jl. Plaosa •

Djual rmh Perum Mendut Hijau Blok B no 1-2, dpn Pos Satpam, sertifikat SHM IMB, hubungi: 081937620001 / 082141147299

Djl Rmh LT=195m2, LB=195m2. 5K.Tdr. Jl. Plaosa No.4 STB Hub:085335812288

• Peluang Usaha • Anda punya modal mini 50jt? Ingin dikembangkan dalam bentuk real bbrp usaha tanpa hrs anda tangani sendiri&tiap bln trima keuntungan pasti? Hub 03338926109

• Rental Mobil •

BANYUWANGI • Kuliah Di Australia • Prgrm pmbiayaan kuliah smbl krj d Australia D1/ D2/D3/S1: Test, kls bhs, usia, mdical Cek, biaya pend 2 smstr, biya tnggal 1 kali d awal stdy, tket kbrgktn. Syrt & ktntuan brlk. Anda serius krm ke Media 03614012697 / 082340619744

• LBB Paedagogia •

BANYUWANGI

• Toko + Rumah Genteng •

• Tanah Tegal 1500m2 •

Djl Toko+rumah tkt2, full prabot, strtgs. Jl. Kembar Lt 310/490m2, uk. 10x31m, marmer, ksn jati, Tk Sriwijaya Jl. Gajahmada 274 Gtg-Bwi. H. Sugiarto, 081233499888, 03170338181

Dijual Tnh Tegal 1500m2 (30x50) Mbolo, Jajag, untuk ternak ayam, ikan, harga 55juta. H: P. Edy 085237904629 (no SMS)

• Jl. Agus Salim •

Dijual Tnh & Bangnn di Sumberayu Muncar, SHM 2074, LT 1650m2, LB 200m2, cck utk gudg & perumahn, TP. H: 082145163392

Dijual Ruko 2Lt, lok Jl. KH. Agus Salim blkg Untag, Bwi. Hub: 081233669969

• Tanah & Bangunan •

• Mits. Kuda Grandia •

• Daihatsu Ayla •

• Prima Mobil •

Mits Kuda Grandia DSL ‘02 coklat 100 Jt, istimewa, brg d Probolinggo. 08123481534

Indent skarang juga AYLA harga mulai Rp. 80 Juta-an. All New Xenia DP mulai Rp. 25 Juta-an, Terios, Sirion, Luxio, Gran Max. Disc Gede. Hub HADI 081 233 432 555 / 0815 5970 5555

New Car, PUT120SS, Pajero, PUL300, All New Avanza, Rush, New Inova, Agya, All New Xenia, Terios, PU Granmax, Ayla, AllNew Jazz, All New CRV, Brio, Freed, Ertiga, APV, dll. Hub 0333411655, 0811301676

• Carry Futura ‘94 •

• Kijang LGX ‘01 •

• Isuzu Panther ‘01 •

• GranMax ‘09/’11 •

Dijual Kijang LGX tahun 2001, silver, harga 125 juta nego, bisa cash/kredit atau tukar tambah, hubungi 082142194111 – 081335897888

Dijual Isuzu Panther lv tahun 2001, biru power window, spion mirror, harga 105 juta nego, bisa cash/kredit atau tukar tambah, hubungi 082142194111 – 081335897888

Dijual Gran Max Pick-Up 09/011 1.5cc/1.3cc, harga 77,5 juta/82,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Kijang LGX ‘02 •

• Daihatsu Xenia ‘10 •

• Suzuki APV ‘10 •

Dijual Toyota Kijang LGX KF 80 STD tahun 2002, hitam metalik, harga 129,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Daihatsu Xenia F600RV-GMPF JU tahun 2010, hitam metalik, harga 113,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Suzuki GC 415V APV DLX tahun 2010, hitam metalik, harga 113,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Toyota Innova ‘05 •

• Kijang Grand Ekstra ‘94 •

• Honda Jazz ‘09 •

Dijual Kijang Innova E XW 41 (BSN) tahun 2005, hitam metalik, harga 135,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Kijang Grand Ekstra ‘94, Long Nusa, full variasi, jok depan Daytona sport, jok belakang hadap depan bisa dilipat, Velg R.16, Rp.67,5 juta nego.HP: 081934712827

Dijual Honda Jazz 09 rs manual, harga 190 juta nego, bisa cash/kredit, bisa tukar tambah. Hubungi: 08123453975, 081335897888

Dijual Carry Futura 1.3 Relvan th ‘94, P Bwi, harga nego. Hub: 085233896483

LBB “Paedagogia”, terima les privat - Terapi Anak Berkebutuhan Khusus. Hubungi: 085258688175

Bwi Rent menyewakan CRV, Innova, Avanza, dll, D/T, sopir. Hubungi: 081333317110

BANYUWANGI BANYUWANGI

• Civic Verio ‘97 • Djual cpt sedan Civic Verio ‘97, 90jt nego, merah met, mlik prbdi. H: 085236193224

BANYUWANGI • STNK • Hlg STNK Nopol P 4280 X, an. Oka Parama Santaty. Jl Ikan Cucut 27 RT01/01 Kmp. Mandar Hlg STNK Nopol P 5174 YO, an. a/n Hartini. Lingk Gaplek 270 RW 03/02 Bakungan Hlg STNK Nopol P 3531 ZB, an. Lina Novarina, Jl. Andalas 22 05/03 Singotrunan Hlg STNK Nopol P 3698 YJ, an. Wasili ST, Jl. HOS. Cokroaminoto Cungking, Bwi

• Administrasi • Dbthkn administrasi utk penempatan di Banyuwangi, Jember, Situbondo & Bali, Wanita / Pria, computer, llsn S1/D1/SMU lamaran ke UD. Jaya Subur Jl. Raya 1416 Rogojampi-Bwi up Yani 0333-635888

• CV. Gracindo Centratama • Bth: Sales Pnjualan, Sopir (SIM B2 Umum), Security, Oprtor Prod (Diutmkan jur elektro/ Listrik). Lam: CV Gracindo Centratama, Jl. Ry Jember-Bwi KM 7,5 Kedayunan, Kabat, Bwi. 0333-635423/635424


OPINI

Jumat 2 November 2012

37

AGENDA KOTA

PDGI Baksos BKGN di Car Free Day DALAM rangka Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2012, Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Banyuwangi ditunjuk PB PDGI bekerja sama dengan  Unilever mengadakan Bakti Sosial BKGN 2012. Acara digelar pada  Minggu, 4 November 2012 mulai jam  06.00 sampai selesai.  Tempat kegiatan dipusatkan di  area Car Free Day depan Kantor Pemkab Banyuwangi Jalan Ahmad Yani.  Acara yang akan digelar meliputi  penyuluhan dan sikat gigi masal 500 siswa SD. Ada juga pemeriksaan dan pengobatan gigi gratis. Yang menarik, anak usia 9-12 tahun bisa mengikuti Lomba Gigi Sehat Tingkat SD.Keterangan lebih lanjut bisa menghubungi panitia atau SMS di nomor HP: 085236915108. (adv)

NARKOBA

Anggota Polisi Tes Urine SITUBONDO - Sedikitnya 18 anggota Polres Situbondo menjalani tes urine di ruang olahraga Mapolres Situbondo kemarin (1/11). Pengambilan sampel urine 18 anggota itu dilakukan Satuan Provos Polres Situbondo. Tes urine dilakukan secara bertahap dan akan menyentuh seluruh anggota kepolisian. Hal itu untuk mengantisipasi dan mencegah adanya penggunan narkoba di kalangan anggota kepolisian. “Ini kegiatan rutin untuk mengantisiapasi adanya penggunaan narkoba oleh anggota,” ujar Kanit Provos Ipda Sugiono kepada wartawan. Menurutnya, sejauh ini kepolisian belum mengetahui ada dan tidaknya anggota polisi yang menggunakan narkoba. “Belum tahu, karena sampel urine masih diperiksa di laboratorium,” imbuhnya. Dikatakan, tes urine kepada anggota kepolisian akan terus dilakukan secara rutin. Tujuannya untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Karena barang haram seperti narkoba akan berakibat fatal bila sampai dikonsumsi oleh anggota kepolisian. (mg1/als)

Re–Barong Using

KEPENDUDUKAN

AGUS BAIHAQI/RaBa

PEMOHON AKTA: Orang tua yang mengajukan akta kelahiran menjalani sidang di PN.

PN Banyuwangi Gelar Sidang Akta Kelahiran BANYUWANGI - Permohonan untuk mendapatkan akta kelahiran kini tidak bisa mudah. Hal itu terutama bagi anak yang usianya sudah di atas satu tahun. Sebab, sebelum mengajukan ke dinas kependudukan dan catatan sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Banyuwangi, harus disahkan dulu oleh Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi. Meski demikian, pemohon akta kelahiran ini ternyata juga masih cukup banyak. Sejak aturan mulai diperlakukan pertengahan 2012 ini, setiap harinya ada tujuh hingga 10 orang pemohon akta kelahiran. “Setiap harinya, sidang untuk akta kelahiran ini sekitar tujuh hingga 10 sidang,” cetus Humas PN Banyuwangi, Bawono Effendi SH. Bawono berharap, bagi warga yang mengajukan sidang akta kelahiran ini untuk datang sendiri ke PN. Sehingga, akan mengerti proses pengurusan dan persidangan. “Kalau sidang, orang tua dari anak yang akan dimohonkan akta kelahiran harus hadir,” cetusnya. Selain itu, bukti-bukti dari kelahiran anak, orang tua juga harus menghadirkan saksi. “Anaknya sudah berumur 12 tahun, kok baru sekarang dibuatkan akta kelahiran,” tanya Unggul Tri Esthi Mulyono, hakim tunggal yang menyidang akta kelahiran ini. Karena anaknya sudah cukup dewasa, tidak jarang dari orang tua yang lupa saat ditanya tanggal kelahiran anaknya. Bahkan, untuk tahun kelahirannya juga ada yang lupa. “Dulu lahirnya di dukun, dan terbentur masalah ekonomi hingga tidak bisa mengurus akta kelahiran,” jawab salah satu pemohon akta kelahiran bagi anaknya. Kepala Dispendukcapil Kabupaten Banyuwangi, Sudjani, saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Banyuwangi beberapa waktu lalu, menyebutkan bagi anak yang sudah berumur di atas satu tahun, maka dalam mengurus akta kelahiran harus mendapat pengesahan dari pengadilan. “Kalau umurnya kurang dari setahun, bisa langsung ke Dispenduk Capil,” katanya. (abi/als)

KDRT

Dihajar Suami, Lapor Polisi BONDOWOSO – Tak terima karena dianiaya suami sendiri, AM, 34, warga Desa Suco Lor, Kecamatan Maesan, akhirnya melapor polisi kemarin. Dia berharap, aksi Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan suaminya, MT, 40, tersebut bisa diproses secara hukum. Kini kasusnya telah ditangani sepenuhnya oleh polisi. Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi akhir pekan lalu (27/10) sekitar pukul 08.00 WIB. Aksi KDRT tersebut bermula saat suami korban MT berangkat ke sawah. Namun entah mengapa, tiba-tiba sang suami kembali ke rumah. Ternyata, si suami menemukan korban sedang berdua dengan pria lain. Kontan pelaku tersulut emosi. Pelaku langsung menghajar istrinya tersebut. Tak hanya itu, pelaku juga melapor ke polisi atas tuduhan perzinahan. Di satu sisi, korban tak terima dengan aksi yang dilakukan sang suami. Korban merasa bahwa pelaku sudah melakukan aksi main hakim sendiri. Kasus dugaan KDRT juga telah diproses dan ditangani petugas penyidik Polres Bondowoso. AKP Ichwanto, Kasubbag Humas Polres Bondowoso membenarkan adanya laporan dugaan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). ”Kita masih mendalami kasus ini,” pungkasnya. (esb/hdi/jpnn)

IMAJINASI adalah suatu produk pikiran yang mampu menghidupkan khayalan yang tidak terkait waktu, ruang, dan keadaan (situasi). Dalam bentuk karya sastra, imajinasi bisa berbentuk tulisan. Bagi sebagian orang, itu merupakan pekerjaan yang mudah dilakukan. Tetapi, jika dalam bentuk visual semacam teater, banyak orang yang mengalami kesulitan. Re–Barong Using yang bakal ditampilkan pada Banyuwangi Ethno Carnival 18 November 2012 masih dalam format teater yang sama dengan kesenian barong. Beberapa hari sebelumnya telah ditangani sejumlah desainer, tapi secara fisik dan psikis masih belum ditemukan imajinasi. Sebab, menyangkut nilai dasar yang mau ditampilkan, yaitu re–barn, re– contraction dan re–touch. Mengulang kelahiran, mengulang susunan, dan mengulang perwujudan. Maka pengulangan–pengulangan itu merupakan upaya mendekati imajinasi visual. Secara akademik, memang merupakan pendekatan fisik, dan pengulangan nilai psikis yang mis-

tis sulit dikembangkan secara utuh. Sebab, kesenian barong masih berada di ranah magis. Pewarnaan merupakan nilai tersendiri yang bakal ditonjolkan, yaitu merah, hitam, kuning, dan hijau atau putih. Keempat warna itu, merupakan warna magis dalam cerita, yaitu jakripa, tambur, layar, dan kemudi yang disebut “sedulur papat, lima pancer”. Oleh para wali disebut dengan nafsu, amarah, sofiah, aluwamah, dan mutmainnah. Di kalangan awam disebut blendung, bledus, blending, dan sinar udara. Keempat warna itu telah diadopsi di ranah santet yang disebut black magic, red magic, yellow magic, dan green magic atau white magic. Sebab, barong secara khusus mengandung nilai magic. Khusus barong kemiren, tak pernah ditemukan dalam upacara adat seblang. Semacam ada konvensi antara kedua adat itu ketika periode Sanghyang. Oleh karena itu, penempatan di rumah diletakkan pada tempat khusus yang disebut tobong. Setelah itu dimantrai oleh pejakung, tetua yang dipercaya merawat barong.

O l e h

HASNAN SINGODIMAYAN * Selain barong kemiren, terdapat juga barong prejengan, barong sumur, dan barong patoman. Barong-barong itu punya nilai sakral tersendiri. Cerita yang ditampilkan juga berbeda-beda, antara lain Singo Lodoyo, Panji Sumirah, Kumba Rudha–rudha, atau petikan cerita calon orang yang mendekati Rangda. Nilai–nilai semacam itu masih mewarnai penampilan barong dalam bentuk apa pun hingga kini, baik barong caruk, barong jaranan, maupun barong kuntulan, dan barong arak–arakan. Barong jangan hanya dilihat dari bentuk visual yang bermahkota Rama, bersayap, bermata melotot, bertaring, berkumis, dan berbagai ornamen dan pernak–pernik. Kesenian barong jangan cuma dilihat sebagai seni profane, yaitu ketika tampil pada acara perarakan, melainkan harus pada nilai mistik ketika Ider Bumi, ketika menampil-

kan cerita barong jakripa atau pada penampilan lain pada upacara sakral. Peristiwa kecil pernah terjadi pada seni barong, yaitu ketika tampil pada Pekan Kesenian Jawa Timur di Malang. Barong dari Gumuk Batur, Licin, naik ke tribun mendekati Menteri Pariwisata Yop Ave, sehingga membuat petugas keamanan kelabakan tapi tak bisa berbuat apa-apa. Di Pekan Kesenian Jawa Timur di Surabaya, kepala barong tertinggal di taman hiburan rakyat, sehingga para pengunjung berlarian saat melihatnya. Re–Barong Using yang akan ditampilkan pada Banyuwangi Ethno Carnival merupakan kerja kreatif yang tidak tanggung–tanggung, sarat ornamen dan pernak–pernik. Diperankan oleh sejumlah remaja dengan gaya fashion show. Sungguh sangat memesona. Tetapi, nilai skral sebagai suatu situs dan ritus kurang dipahami bahkan terabaikan. Apalagi, kurang didukung musik barong yang magis. Sehingga, warna yang ditonjolkan, baik merah, kuning, hitam, dan hijau, kurang sakral dan magis.

Masih cukup lama untuk membenahi nilai kesakralannya, sehingga Banyuwangi Ethno Carnival yang bakal ditampilkan tidak terlihat monoton seperti ethno carnival daerah lain yang tidak punya akar budaya. Re–Barong Using punya nilai tersendiri dengan pengulangan–pengulangan itu. Pengulangan itu harus bersifat imajinatif, jangan cuma dalam bentuk visualisasi dengan warna– warni. Tetapi, harus dibarengi dengan ritualisasi dalam ranah, sekalipun cuma secuwil. Sebab, yang secuwil itu merupakan potensi untuk menghidupkan Re–Barong Using menjadi lebih hidup. Apalagi, beban yang diusung mungkin sama berat dengan barong sebenarnya. Sehingga, penampilan yang diharapkan bukan sekadar mengusung materi, tapi juga mengusung ritual tanpa harus takut. Mari kita sambut Banyuwangi Ethno Carnival II dengan menampilkan Re–Barong Using yang sebenarnya. *) Budayawan Banyuwangi.

Mengintip Aktivitas Harian Sekolah Di Jepang KUDAPATI sebuah pagi yang cerah. Mentari mulai merambat pelan saat kubergegas ke arah stasiun trem. Puluhan siswa sekolah menengah atas telah berbaris rapi menunggu antrean. Beberapa saat kemudian, trem datang. Satu per satu mereka masuk tanpa berdesak-desakan, apalagi saling berebut. Inilah pemandangan harian yang selalu saya temukan di Jepang. Tidak terasa 20 menit berlalu dan trem pun berhenti tepat di depan sebuah gedung SMA. Maristo High School namanya. Pagi itu saya memenuhi undangan Masumitsu sensei. Seorang guru sekolah tersebut. Beliau sudah beberapa kali menghubungi saya untuk membantu mengajar dan mengikuti kegiatan di sekolah selama seharian penuh. Sebuah kesempatan yang luar biasa tentu. Tidak saja memungkinkan saya melakukan observasi pembelajaran di sekolah, tapi juga memberi kesempatan memindai budaya dan kebiasaan positif di sekolahnya. Pengalaman sehari di sekolah Jepang tersebut saya bagi dalam tulisan ini. Tidak seperti di Indonesia, di Jepang sekolah memulai aktivitasnya pada pukul 08:15 dan mengahirinya  pada pukul 16:30. Dalam rentang waktu tersebut, ada beberapa kegiatan pra dan pasca pembelajaran menarik yang bisa kita jadikan perbandingan. Misalnya, kegiatan pra pembelajaran selalu terbagi dalam 3 kegiatan utama. Masing-masing berdurasi 10 menitan. Diawali oleh Staff Meeting   (pembinaan guru) selama 10 menit.

Kegiatan ini sangat singkat dan efektif.Setiap guru diberi kesempatan untuk menyampaikan informasi baru atau permasalahan yang dihadapi. 10 (sepuluh) menit kedua di isi dengan kegiatan membaca aneka buku. Saat itu tidak ada satu pun suara yang terdengar. Semua siswa, guru dan seluruh staff sekolah menghentikan semua aktivitasnya. Sebagai gantinya mereka meraih bukubuku yang telah dipersiapkan dan mulai membacanya. Di beberapa sekolah lain yang saya kunjungi, kegiatan ini kadang diselingi dengan mendengar sebuah cerita hikmah dan kepahlawanan bangsa Jepang. Seorang siswa di tunjuk secara bergantian untuk membacakan cerita dan menyiarkan ke seluruh ruangan sekolah. Tidak jarang juga mereka menggunakan Bahasa Inggris. Kegiatan membaca diakhiri dengan Short Homeroom Teacher. Inilah kegiatan wajib yang dilakukan oleh wali kelas sebelum pelajaran dimulai. Para wali kelas mengunjungi kelas binaannya untuk berbagi informasi persekolahan yang  penting atau mendengar beberapa keluhan dan permasalahan sang siswa. Peran wali kelas di Jepang memang sangat penting. Mereka akan setia seharian untuk mengikuti perkembangan anak buahnya. Mengamati perkembangannya dan menjadi penghubung antara sekolah dan orang tua. Biasanya mereka dibekali buku penghubung. Buku ini berisi kegiatan siswa di sekolah/rumah dan juga permasalahan dan harapan orang tua terhadap proses

O l e h

HERIYANTO NURCAHYO * belajar anaknya.   Wali kelas benar-benar menjadi orang tua mereka di sekolah. Barulah setelah kegiatan pra dilaksanakan, para siswa bersiap untuk mengikuti pembelajaran. Satu jam pelajaran berlangsung selama 50 menit. Sehari siswa mengikuti 7 jam pelajaran. Di mana tidak ada satu pun mata pelajaran yang berlangsung selama 2 jam berturut-turut   sebagaimana kita di Indonesia. Yang menarik untuk diketahui adalah cara sekolah menyusun dan mengatur jam-jam belajarnya. Di setiap pergantian jam ada jeda waktu 10 (sepuluh) menit. Jeda ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan siswa yang akan ke kamar kecil atau menyiapkan materi selanjutnya. Sehingga, jam pelajaran efektif tidak terganggu oleh waktu yang dihabiskan oleh persiapan siswa atau guru yang berpindah dari satu kelas ke kelas lainnya. Tepat pukul 12:35 bel panjang berbunyi tanda waktu istirahat dan makan siang. Semua kelas dan wali kelas menuju kelasnya masing-masing untuk makan siang bersama. Atau di beberapa sekolah lain yang saya kunjungi, mereka makan di kantin sekolah. Ada pengalaman menarik saat saya mengunjungi satu sekolah. Di mana sekolah menjadwal secara bergiliran siswasiswa yang bertugas sebagai ”pelayan” makan siang kelasnya. Petugas ini berkewajiban menyiapkan segala keperluan terkait dengan makan siang-

nya. Lauk, nasi, dan peralatan makan lainnya. Biasanya sebelum makan, petugas mengumumkan menu hari ini. Siapa yang memasak, berapa kandungan gizi, dan apa manfaatnya bagi tubuh. Setelahnya sebuah music klasik mengalun merdu menemani makan siang mereka. Kegiatan ini berakhir saat bel jam ke 5 (13:20) dimulai. Siswa dan guru kembali melanjutkan aktivitas pembelajarannya sampai pukul 16:10. Siswa sekolah dasar biasanya pulang satu jam lebih awal daripada siswa SMP/SMA. Berbeda dengan sekolah dasar yang melakukan kegiatan bersih-bersih saat rehat makan siang. Siswa SMP/ SMA melakukannya setelah jam pelajaran berakhir. Pada kegiatan bersih-bersih ini, wali kelas akan mengunjungi kelasnya dan bersama-sama mulai membersihkannya. Saya melihat, siswa-siswa yang berjibaku dengan lap pembersih menggosok setiap bagian lantai kelas. Memungut sampah dan memilah sesuai jenis, kemudian dibawa ke tempat sampah sekolah. Sebagian siswa bertugas membersihkan kamar mandi. Kebetulan saat itu saya bertugas membersihkan kamar mandi laki-laki. Tanpa banyak mengeluh dan iri-irian  kami mulai menggosok tempat buang air kecil dan besar. Sambil bekerja, kami   berbagi cerita dan canda. Tanpa terasa kamar mandi itu menjadi kembali bersih sebagaimana sebelumnya. Setelahnya mereka kembali ke kelas masing-masing untuk mendengar informasi

terakhir dari wali kelas. Biasanya wali kelas akan mengumumkan apa agenda, tugastugas yang harus diselesaikan atau kegiatan yang harus diikuti siswa esok harinya. Tepat pukul 16:30 pembelajaran di sekolah diakhiri. Setelah jam berakhir tidak berarti siswa langsung   pulang ke rumah. Karena berbagai aktivitas di club sekolah sudah menanti. Club adalah pusat kegiatan siswa di luar jam sekolah (ekstrakurikuler). Saya berkesempatan mengikuti kegiatan club para siswa. Melihat bagaimana siswa berlatih memanah, renang, tenis, kendo, karate, kempo, basket, handball, softball/baseball, atau sepak bola. Setidaknya ada sekitar 20 an jenis klub yang bisa dipilih dan dijalani para siswa. Pada saat yang sama gurunya pun menemani siswa-siswa berlatih. Dari cerita di atas, ada beberapa hal penting terkait pendidikan di Jepang. Ternyata siswa Jepang memiliki waktu belajar lebih pendek dibanding dengan Indonesia.     *) Guru SMA Negeri Glenmore Banyuwangi, Sedang Belajar di Graduates School of Education Kumamoto University Jepang.

ANDA punya artikel? Penjaga gawang rubrik Opini Radar Banyuwangi siap menerima. Tulisan Anda akan dibaca seluruh masyarakat Banyuwangi dan Situ bon do. Silakan kirim ke email: artikelradarbwi@gmail.com


38

Jumat 2 November 2012

Tandingkan 14 Kategori Drag Bike Harjaba 2012

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

AJANG EVALUASI: Kejuaraan internal tenis meja yang digagas PTMSI Banyuwangi bermaksud mengevaluasi atlet yang akan bertanding di arena Porprov tahun depan.

PTMSI Terapkan Promosi-Degradasi BANYUWANGI - Cabang tenis meja juga memiliki agenda penutup menjelang akhir tahun 2012. Dijadwalkan, mulai bulan depan, Pengkab PTMSI Banyuwangi kembali menggulirkan kompetisi internalnya. Kejuaraan yang juga diselenggarakan dalam kegiatan hari jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-241 ini sekaligus akan menjadi kegiatan penentuan bagi atlet untuk menentukan promosi dan degradasi di setiap tingkatan. Ketua PTMSI Banyuwan-

gi, KGS Abdul Syakur mengatakan, program promosi dan degradasi ini merupakan rangkaian lanjutan dari kompetisi yang telah dilaksanakan sebelumnya. Agenda tersebut dijadwalkan digelar Desember mendatang. “Semua anggota PTMSI akan ikut dalam agenda ini,” katanya. Meski digelar bulan Desember, Syakur belum bisa memastikan tanggal pastinya pelaksanaan kejuaraan ini. Apalagi berbarengan dengan hari jadi Banyuwangi, tentu

saja PTMSI dituntut cermat dalam menentukan timing dan tempat penyelenggaraan. Meski demikian dia optimistis kegiatan ini bisa digelar sesuai jadwal. Dalam kejuaraan nanti, PTMSI membagi dalam dua kategori usia, yakni 14 tahun, dan 19 tahun yang terbagi dalam berbagai tingkatan divisi. Syakur mengatakan, even yang digelar saat Harjaba itu, diharapkan menjadi momentum evaluasi sebelum menghadapi Poprov IV di Kota Ma-

diun tahun depan. Syakur membidik even Porprov menjadi ajang pembuktian prestasi para atletnya. Porprov akan menjadi puncak dari penampilan mereka di level regional Jawa Timur. Untuk bisa mengambil hasil maksimal, Syakur pun menyakini persiapan lebih awal bisa menjadi modal untuk meraih sukses dalam even tersebut. “Target kita sukses di Porprov. Karena itu, kejuaraan internal ini amat penting untuk bahan evaluasi,” tegasnya. (nic/als)

Porprov Butuh Dana Rp 1,5 Miliar BANYUWANGI - Langkah cepat dilakukan KONI Banyuwangi sebagai persiapan menghadapi kejuaraan muti even bertajuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-IV di Kota Madiun tahun depan. Selain berencana menginvetarisasi jumlah cabang olahraga yang akan diberangkatkan dalam kegiatan dua tahunan itu, yang tidak kalah pentingnya, induk semang cabang olahraga itu juga mempersiapkan amunisi pendanaan untuk kontingen Banyuwangi. Kepala bidang prestasi KONI Banyuwangi, Joko Triyadni mengakui, saat ini dirinya ma-

sih melakukan kalkulasi dana yang dibutuhkan untuk menghadapi Porprov mendatang. Meniliki estimasi awal yang direncanakan, besar kemungkinan dana yang diperlukan tidak terlalu besar seperti dua tahun lalu saat Porprov di Kediri. “Hitungannya masih dibuat. Nominalnya masih dalam hitungan. Mulai dari akomodasi, uang saku atlet, bonus, hingga lain-lainnya,” beber pria yang juga menjabat sebagai ketua kontingen Banyuwangi ini. Joko menambahkan, bila dua tahun lalu Porprov menghabiskan dana sekitar Rp 1,2

miliar. Maka tahun ini kisaran angkanya tidak terlalu berbeda. Menilik perkembangan yang ada, kebutuhan kontingen Banyuwangi diperkirakan mendapat Rp 1,5 miliar. Pernyataan senada juga diungkapkan oleh Ketua Harian KONI, Hendarto. Dia mengaku sudah mendapat surat resmi dari sekretaris daerah untuk menyusun draft anggaran yang dibutuhkan untuk Porprov. Rincian anggaran itu sudah harus masuk November ini. Selanjutnya, pengajuan dana tersebut akan diajukan dalam draft RAPBD untuk kemudian dialokasikan dalam APBD ta-

hun depan. Hendarto menyatakan belum bisa memberikan estimasi pasti nominal dana yang dibutuhkan. Sebab, masih ini dalam tahap pembahasan dan hitungan oleh panitia Porprov yang ditunjuk oleh KONI. (nic/als)

BANYUWANGI - Adu nyali para dragger dalam kejuaraan Drag Bike Harjaba 2012 dipastikan berlangsung seru. Persaingan kontestan dalam dan luar kota akan menjadi sajian utama dalam kegiatan yang akan dilaksanakan 11 November mendatang ini. Jalan Ahmad Yani yang ada di depan Pemkab Banyuwangi pun siap diubah menjadi sirkuit drag bike dengan standar kelayakan arena drag bike. Di kategori khusus dragger Banyuwangi, penyelenggara membagi menjadi tiga kelas utama. Tiga kelas itu adalah bebek tune up 4 tak 115 cc, 4 tak 125 cc, dan 4 tak 200 cc. Sedangkan untuk dragger wilayah se-eks Karisidenan Besuki, akan dipertandingkan empat kategori, yakni standar 2 tak 116 cc, 4 tak 125 cc, 4 tak 200 cc, dan 4 tak 150 cc. Sedangkan kategori umum atau open, dilombakan standar 2 tak 116 cc, tune up 200 cc, tune up 4 tak 200 cc, tune up 4 tak 125 cc, dan 2 tak 155 open. Total ada lebih kurang 14 nomor yang akan dipertandingkan dalam kejuaraan yang diselenggarakan untuk memperingati Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-241 ini. Panitia pun menargetkan kegiatan ini bisa menyedot minimal 300 peserta dari dalam dan luar kota Banyuwangi. “Peserta dari dalam dan luar kota pun siap tampil,” beber Lukman Cahyono, Ketua Panitia Drag Bike Harjaba 2012. Total hadiah yang disediakan panitia mencapai Rp 75 juta.

DOK.RaBa

Lukman Cahyono

Istimewanya lagi, drag bike kali ini dipastikan bakal ber-

beda dari hajatan yang pernah ada sebelumnya. Perbedaan itu tampak dengan dipergunakannya teknologi modern dalam acara tersebut. Bentuknya berupa sistem komputerisasi digital sebagai pendukung suksesnya kegiatan tersebut. Alhasil, penggunaan perangkat komputer ini diharapkan membantu pembalap dapat mencapai hasil terbaik. (nic/als)

Lombakan RT Hingga Pasar SELAIN melombakan penataan taman dan kebersihan lingkungan RT, sekolah (SD, SMP, SMA/PT, dan kantor dinas) lomba gerakan Banyuwangi Hijau dan Bersih tahun 2012 ini juga ada pemilihan lurah dan camat teraktif. Lurah dan camat yang yang berhasil mengimplementasikan dengan baik program Banyuwangi Hijau dan Bersih, berkesempatan menjadi yang terpilih dalam ajang ini.

Sementara, untuk lomba RT dibagi menjadi dua kategori lomba. Yaitu antar RT desa dan RT perumahan/ perkebunan. Ada satu lagi kategori lomba khusus. Yakni pasar yang ada di tiap-tiap kecamatan. Mengingat pasar merupakan sarana publik dan tempat mobilisasi masyarakat yang harus tetap terjaga kebersihannya. Berikut suasana penilaian peserta di beberapa lokasi selama pekan ini. (adv/als)

FOTO-FOTO: Benny Siswanto/RaBa

SMPN 2 Genteng

RT 1 RW 2 Jambewangi Sempu

Pasar Genteng

Pasar Kalibaru

Pasar Muncar

Pasar srono


BERITA UTAMA

Jumat 2 November 2012

39

HALAMAN SAMBUNGAN

Masuk 7 Gunung Berstatus Siaga n GUNUNG... Sambungan dari Hal 29

Mbah Rono—panggilan akrab Su rono—juga meyakini ada suara gemuruh akibat aktivitas Gunung Raung. Tetapi, suara gemuruh tersebut tidak membahayakan. ‘’Walaupun gunung sudah meletus, warga tetap diperbolehkan beraktivitas. Kami minta warga tetap tenang, tidak panik, dan tidak perlu khawatir,’’ katanya. Dia menerangkan, ada tujuh

gunung api yang berstatus siaga. Lima di antaranya sudah meletus, termasuk Gunung Raung. Empat gunung yang lain adalah Gunung Merapi, Lokon, Soputan, Karangetan, dan Prokatenda. ‘’Gunung Ijen dan Gunung Sangean Api, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang masih belum meletus,’’ terangnya. Menurut Mbah Rono, Gunung Raung mempunyai sejarah buruk. Meski begitu, pihaknya tidak menghendaki kejadian tahun 1956 itu terulang. ‘’Tahun

1956 asap letusan sampai 12 kilometer dari puncak, dan pada tahun 1638 laharnya luar biasa. Lantaran kena hujan, laharnya bablas ke mana-mana,” katanya. Semua gunung berapi tidak pernah mengeluarkan lahar dingin dan lahar panas. Yang ada, adalah lahar letusan dan lahar hujan. ‘’Lahar letusan se perti Gunung Kelud yang waktu itu masih punya kawah kayak danau, itu namanya lahar letusan. Kalau lahar hujan itu seperti Gunung Merapi yang

waktu letusan ada banyak material menumpuk. Air bercampur pasir jadi satu,” terangnya. Sementara itu, kunjungan Surono ke Pos Pantau Gunung Raung kemarin didampingi Wabup Yusuf Widyatmoko, Balok Suryadi (Kepala Pos Pantau Gunung Raung), Sekkab Slamet Karyono, dan Danlanal Letkol (P) M. Nazief. Jajaran Muspika Ke camatan S ong gon dan perangkat desa juga menyambut kedatangan petinggi PVMBG Bandung itu. (ton/c1/aif)

Kapolsek Anggap Sudah Prosedural n EKS KADES... Sambungan dari Hal 29

Dia menyebutkan, anak sulungnya kini duduk di bangku SMA, dan kedua anaknya yang lain masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Saat polisi melakukan pengge rebekan, mereka bersama sang ibu hanya bisa melihat dari rumah tetangga. “Sekarang anakanak saya nggak bisa masuk sekolah. Selain karena seragam dan bukunya berada di dalam rumah, mereka juga masih shock melihat rumahnya digerebek kayak teroris,” tandasnya. Atas penggerebekan yang di nilai berlebihan tersebut, Su songko akan melaporkan kejadian itu kepada Presiden Susilo Bambang Yudoyono, Komisi Nasional Perlindungan Anak, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo, serta Kapolri Timur Pradopo. “Saya merasa nama saya sudah dicemarkan,” tandasnya. Mengenai keberadaannya bersama istri dan anaknya, Susongko masih enggan menye-

butkan. Dia hanya mengatakan bahwa anaknya yang paling kecil kini sakit panas karena shock tapi tak mau dibawa berobat. Dia juga menyebutkan bahwa istri dan anaknya masih telantar karena memang tidak memiliki rumah lagi selain yang kini dipasangi police line itu. “Pakaian yang kami bawa juga yang menempel di badan saja,” ungkapnya. Seperti diberitakan kemarin, rumah mantan Kades Pesanggaran, Susongko, digerebek aparat gabungan Polres Banyuwangi dan Polsek Pesanggaran Selasa sore (30/10). Penggerebekan yang dilakukan ratusan petugas kepolisian itu dipimpin langsung Wakapolres Banyuwangi Kompol Agus Widodo dan Kabagops Kompol Sujarwo. Rumah mewah tersebut digerebek karena dijadikan tempat mengolah tanah mengandung emas dari Gunung Tumpang Pitu. Sayang, saat dilakukan penggerebekan, si empunya rumah, Susongko, sedang tidak berada di tempat. Polisi hanya menemukan sejumlah barang bukti berupa kompresor, blower, limbah material, dan kar-

bon. Ada juga ayakan, kain, water pump, bak plastik, 50 sak tanah siap giling, dan 4 unit mesin gelondong. Sementara itu, Kapolsek Pesanggaran AKP Supriyadi ketika dikonfirmasi mengenai langkah Susongko yang akan me laporkan tindakan polisi ke sejumlah petinggi negara be lum bisa bersikap. Sebab, saat bersamaan, dirinya sedang menghadiri undangan kenduri di rumah tetangganya yang juga mantan anggota DPRD Banyuwangi, Kondang Surya Ningrat, di Desa Jajag, Kecamatan Gambiran. “Coba langsung ke Pak Lipur (Kanit Binmas Polsek Pesanggaran, red). Saya sedang kenduri di rumah Pak Kondang,” kata Supriyadi. Aiptu Lipur ketika di konfirmasi mengenai langkah Susongko mengaku tidak mau menanggapi terlalu jauh. “Setiap orang punya hak mendapat perlindungan hukum, jadi kita nggak mau mempersilakan atau melarang kalau memang yang bersangkutan mau seperti itu,” ujar Lipur. Yang jelas, lanjut Lipur, apa yang dilakukan polisi terhadap

rumah Susongko sudah melalui prosedur yang benar. Bahkan, kepala desa setempat dan perangkat RT dan RW sudah diajak berkoordinasi. Li pur menuturkan, sebelum mengambil langkah tegas, polisi sudah datang secara baik-baik. “Kita sudah berusaha ketuk pintu, tapi tidak ada jawaban pemilik rumah,” tuturnya. Meski tak ada jawaban dari dalam rumah, polisi tetap bersabar menunggu. Namun, sekitar 1,5 jam kemudian, petugas terpaksa mengambil langkah tegas dengan cara membuka pintu gerbang yang terkunci secara paksa. “Kita lakukan upaya paksa itu karena sudah satu jam lebih menunggu. Mulai pukul 14.00 kita datang, dan baru pukul 15.30 baru kita ambil langkah tegas,” jelasnya. Setelah petugas membuka pintu gerbang, kecurigaan polisi ternyata benar. Rumah tersebut memang digunakan untuk mengolah limbah emas. “Setelah gerbang kita buka paksa, kecurigaan kita ternyata benar bahwa di rumah itu ada aktivitas pengolahan limbah emas,” tandas Lipur. (azi/c1/aif)

Bupati Anas Tiba Hari Minggu n AIR... Sambungan dari Hal 29

Jamaah haji pun sangat mengeluh dengan kekurangan air itu. Mereka bingung harus mengadu kepada siapa. Sebab, air sangat dibutuhkan. “Kadang subuh mati, pagi hidup, tapi sore hati mati lagi. Itu pun suplai airnya sangat sedikit,” ujarnya. Jaenuri berharap keluhan itu segera diatasi. Dia yakin keluhan serupa terjadi di maktab lain. Namun, karena bingung harus mengadu kepada siapa, akhirnya jamaah hanya bisa menggerutu. “Mudah-mudahan cepat teratasi, sehingga saat hendak mandi, kita tidak harus beli air galon,” cetusnya. Sementara itu, jamaah haji asal Banyuwangi sebagian besar sudah selesai melaksanakan rukun dan syarat haji. Kecuali

kaum perempuan yang kebetulan sedang berhalangan, sehingga mereka belum bisa menuntaskan kegiatan haji. Tetapi, bagi perempuan yang berhalangan, mereka bisa melanjutkan setelah suci dari hadas. Apalagi, jadwal jamaah tinggal di Makkah masih cukup lama. “Kita sedang menunggu pemberangkatan ke Madinah, jadwalnya sekitar dua minggu lagi,” ujar Gufron Mustofa, petugas haji dari Kemenag Banyuwangi. Gufron mengaku belum tahu pasti jadwal berangkat ke Madinah. Tetapi, pihaknya mendapat informasi bahwa pemberangkatan masih agak lama. “Selama tinggal di Makkah, jamaah asal Banyuwangi memperbanyak ibadah sunah,” imbuhnya. Meski maktab agak jauh dari Masjidilharam, tapi tidak ada kendala melakukan tawaf dan

sa’i. Mereka ada yang berjalan kaki dan naik kendaraan. “Tapi sejak Rabu (31/10) bisa lebih mudah lagi,” jelasnya. Bus Saptco yang melayani ja maah haji dari maktab ke Masjidilharam sudah beroperasi. Bus inilah yang kini melayani jamaah asal Banyuwangi secara gratis. “Kendaraan ini beroperasi dari maktab ke Masjidilharam pulang-pergi,” ungkapnya. Sementara itu, setelah bebe rapa pekan menunaikan iba dah haji di Makkah dan Madinah, Bupati Banyuwangi H. Abdullah Azwar Anas akan pulang pada Minggu pagi sekitar pukul 10.30 dengan naik pesawat Lion Air. Begitu sampai di Bandara Blimbingsari, bupati berencana langsung pulang ke rumah orang tuanya di Desa Karangdoro, Kecamatan Te-

galsari. Selain sungkem kepada ibundanya, orang nomor satu di jajaran Pemkab Banyuwangi itu juga akan memberi kesempatan warga berziarah haji. Hanya saja, waktu yang dibe rikan kepada masyarakat untuk berziarah haji cuma satu hari. “Ziarah hajinya mulai siang sampai malam saja, karena Senin pagi saya harus nyambangi warga yang mulai ter kena dampak dan resah dengan Gunung Raung,” tutur bupati kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin sore. Usai menyambangi warga yang mulai resah dengan status Gunung Raung, sore hari setelah salat Asar, bupati berencana me nerima para staf pem kab yang akan berziarah haji. “Sore hari para staf dan warga di pendapa,” sebutnya. (abi/azi/ c1/aif)

Istri Sudah Tahu Rima Meninggal n DIKENAL... Sambungan dari Hal 29

Usai dimakamkan Rabu kemarin (31/10), sejumlah orang berada di dalam rumah berlantai keramik itu. Dari raut wajahnya, mereka benar-benar terpukul dengan kepergian salah satu anggota keluarganya itu. Ketika wartawan koran ini memasuki rumah duka, beberapa orang di dalam ruangan langsung memberi tahu bapak korban. “Silakan masuk ini memang rumah almarhum Rima. Itu bapaknya,” ujar seorang tamu sembari menunjuk seorang pria berkopiah hitam yang duduk di ruangan lain. Pria itu bernama Sahuri yang tak lain ayah kandung Rima. Dia terlihat masih shock. ‘’Maafkan anak saya ya,’’ ucapnya saat berjabat tangan dengan wartawan koran ini. Tidak banyak kata yang terucap dari kedua bibir pria yang mengenakan baju berlengan pendek motif garis-garis dan bersarung itu. Sejurus kemudian, pria

berkumis itu mengungkapkan rasa terima kasih atas kedatangan koran ini. “Adik teman Rima ya, terima kasih sudah datang ke rumah kami,” tuturnya dengan suara cukup parau. Setelah mengetahui identitas koran ini, bapak dua anak itu menceritakan panjanglebar kisah putrinya. Sebelum keluar rumah Senin malam (29/10), Sahuri sempat mengajak Rima menghadiri undangan pernikahan. ‘’Tidak tahunya itu adalah pertemuan terakhir saya dengan Rima,’’ kenang Sahuri sambil menahan tangis. Dia mengaku bahwa anak keduanya itu adalah seorang penyanyi. Bakat menyanyi itu sudah terlihat sejak kecil. Dia belajar menyanyi cara otodidak. “Sejak SD anak saya suka menyanyi. Dia sering diundang nyanyi di acara hajatan,’’ ungkap Sahuri. Dia mengaku sangat terkejut saat mendengar satu dari tiga pelaku pembunuhan putrinya adalah Firmansyah. Sebab, dia sempat menanyakan keberadaan Rima kepada Firmansyah yang tak lain ada-

lah mantan pacar putrinya itu. “Selasa siang saya tanya, dia bilang nggak tahu keberadaan anak saya,” terangnya. Setelah menerima penjelasan dari Firmansyah, Sahuri berusaha mencari informasi kepada teman Rima yang lain. Tetapi, jawabannya sama. ‘’Saya nggak menaruh curiga sama sekali kepada Firmansyah. Andai saya tahu dia pelakunya, saya akan tangkap sendiri,” ujarnya dengan nada geregetan. Sahuri mengaku sangat terpukul atas kepergian putri keduanya itu. Apalagi, istrinya sedang berada di luar negeri menjadi tenaga kerja wanita (TKW). ‘’Sudah lima tahun istri saya kerja di Taiwan. Baru dua tahun lalu pulang karena cuti. Anak saya yang pertama juga di sana,’’ ungkap Sahuri. Apakah sang istri sudah diberi tahu bahwa Rima meninggal? Kata Sahuri, pihak keluarga hanya memberi tahu agar istrinya lekas pulang. Tetapi, tidak disebutkan bahwa putrinya meninggal dunia. ‘’Tapi, kata orang-orang istri saya sudah tahu Rima meninggal,’’ tuturnya. (c1/aif)

Sepeda Motor Belum Sempat Dijual n PEMBUNUH... Sambungan dari Hal 29

“Motor sempat dibawa ke rumah FA di Desa Wonosobo (Kecamatan Srono),” ungkapnya. Setelah itu, motor Honda Beat hasil kejahatan itu disimpan di rumah SL di Desa Wonosobo. FI dan FA meminta SL menjualkan motor milik korban tersebut. “Motor belum sempat dijual, para pelaku sudah kita tangkap, termasuk SL,” sebutnya. Ternyata para penyidik yang menangani kasus itu tidak memberi ampun. Para tersangka dijerat pasal pembunuhan yang berlapis, yakni pasal 338, 339,

dan 340 KUHP. Selain itu, mereka juga dijerat Pasal 365 KUHP (perampokan). Dengan pasal yang berlapis itu, ancamannya adalah hukuman mati. “Ini pembunuhan perencanaan,” tegas wakapolres. Berdasar pemeriksaan, FI diduga kuat sebagai otak pembunuhan dengan korban masih berstatus pelajar kelas X SMA itu. FA ikut melakukan karena diajak FI. “FA mengaku terpaksa karena orang tuanya punya utang banyak dan baru tertipu Rp 1 miliar,” ungkapnya. Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, warga sekitar

jembatan di Dusun Melik, Desa Parijatah Kulon, Kecamatan Srono, geger setelah ditemukan mayat perempuan yang tubuhnya ada bekas tusukan. Hasil penyelidikan polisi, korban diketahui bernama Rima Lutfiasari asal Dusun Ke d aw u n g , D e s a S ra t e n , Kecamatan Cluring. Berdasar bukti dan keterangan warga, hanya berselang sekitar empat jam dari penemuan mayat itu, aparat kepolisian berhasil mengungkap pelaku. Bahkan, tiga tersangka yang diduga terlibat pembunuhan itu berhasil ditangkap di rumah masing-masing. (abi/c1/aif)

Diramaikan Musisi Jazz Dunia n SAMBUT... Sambungan dari Hal 29

Selain itu, musik jazz juga dipandang punya cara unik dalam berkomunikasi dengan audien. Banyuwangi dengan semangat baru akan menampilkan keunikan dan keunggulan pesona. “Musik jazz kita gelar dan kita kemas dengan sentuhan musik lokal. Tarian gandrung, musik tradisi, dan visual mapping candi akan menjadi latar panggung yang khas dalam pertunjukan ini,” ujar Rahmawati. Perhelatan BJF akan diramaikan sederet musisi yang sudah melanglang buana di dunia musik

jazz selama bertahun-tahun. Ada Syaharini and the Queenfireworks, Rieka Roslan dan Reza The Groove, Monita Tahalea and Friend. Dan Riza Ar shad sengaja dipilih secara khusus untuk menjadi “penyambung lidah” Banyuwangi kepada Indonesia dan masyarakat internasional. Acara yang dirancang panitia, musik gandrung dan jazz akan kolaborasi dengan seni tari dan musik tradisional bersama Riza Arshad. Syaharini and the Queenfireworks, Rieka Roslan dan Reza The Groove, Monita Tahalea and Friends, akan melakukan kolaborasi. “Banyuwangi Jazz Festival akan menjadi pertunjukan sangat berharga dan berkualitas dunia,” ungkap Rachmawati. (afi/c1/aif)

Tunggu Instruksi DPP PKNU n KPNU... Sambungan dari Hal 29

Wakil Ketua DPC PKNU Banyuwangi, Achmad Turmudzi mengatakan, setelah mengetahui pengumuman KPU yang menyatakan PKNU tidak lolos verifikasi administrasi, pihaknya merasa partai tersebut sulit menjadi peserta Pemilu 2014. Hingga kini pihaknya masih menunggu instruksi DPP. “Apakah kita bergabung dengan par tai lain atau bagaimana? Kita masih menunggu instruksi DPP. Yang pasti, instruksi DPP itu akan kita sosialisasikan sampai di tingkat bawah,” ujarnya saat ditemui di kantor DPRD Banyuwangi kemarin (1/11). Turmudzi mengatakan, DPC PKNU Banyuwangi sebenarnya sudah mempersiapkan seluruh persyaratan verifikasi administrasi partai politik (parpol) peserta Pemilu 2014 dengan baik,

termasuk syarat minimal seribu kartu tanda anggota (KTA), kantor, dan lain sebagainya. “Makanya kami terkejut kok sampai tidak lolos verifikasi administrasi. Berarti ada kelemahan dalam menyiapkan administrasi tersebut. Mungkin di tingkat DPP,” kata pria yang juga menjabat ketua Fraksi PKNU DPRD Banyuwangi tersebut. Meski secara individu diberi kebebasan, imbuh Turmudzi, pihaknya tetap menunggu instruksi DPP dalam menentukan langkah. “Yang pasti, tidak lolosnya PKNU tidak berpengaruh terhadap kader partai di DPRD. Kita tetap melaksanakan tugas sebagai wakil rakyat seoptimal mungkin,” tegasnya. Pernyataan senada diutarakan salah satu kader PKNU yang lain, yakni Nasiroh. Menurut anggota F-PKNU DPRD Banyuwangi tersebut, pihaknya masih menunggu ikhtiar DPP dalam

memperjuangkan nasib partai. Menurut Nasiroh, ada banyak fak tor yang menyebabkan PKNU tidak lolos verifikasi administrasi. Salah satunya, sense of belonging yang sangat tinggi di awal berdirinya PKNU kini mulai memudar. “Di saat PKNU belum memiliki anggota dewan, kita bisa memenuhi persyaratan administrasi. Tetapi sekarang, saat sudah pu nya wakil di legislatif dan eksekutif walaupun jumlahnya tidak terlalu banyak, PKNU malah tidak lolos verifikasi administrasi,” sesalnya. Saat ditanya apakah dirinya akan bergabung dengan partai lain, Nasiroh mengatakan jika memang PKNU benar-be nar tidak lolos verifikasi administrasi, dia belum berpikir ke arah itu karena masih dalam suasana “berbelasungkawa”. “Jadi, kita tidak bisa ngomong lebih dari itu,” pungkas perempuan berjilbab tersebut. (sgt/c1/aif)

Tidak Tahu Sapi Curian n PENADAH... Sambungan dari Hal 40

Setelah informasi leng kap, Satuan Resmob Polres Situbondo langsung mendatangi rumah Suyit yang berada di Probolinggo untuk memastikan keberadaan sapi tersebut. Benar saja, sesampainya di ru mah Suyit, polisi berhasil menemukan sapi milik Busono. Saat itu pula, polisi menggelendang sang penadah serta menyita sapi milik Busono sebagai barang bukti ke Mapolres

Situbondo. Sementara itu, kepada polisi, Suyit mengaku tidak mengetahui sapi yang telah dibelinya seharga Rp 9 juta itu merupakan sapi hasil curian. Karena itu, Suyit tidak memiliki kekhawatiran saat membeli sapi tersebut kepada seseorang yang belum diketahui identitasnya itu. “Saya tidak tahu kalau sapi itu curian. Makanya saya berani mem belinya dengan harga mahal,” kata Suyit, di ruang Reskrim Polres Situbondo. Kasubag Humas Polres Si-

tubondo, AKP Wahyudi menga takan, berdasarkan dari hasil pengembangan informasi, akhirnya tim resmob berhasil mengungkap dan menangkap penadah sapi hasil curian itu. Sementara pelaku pencurian sapi milik Busono masih dalam pengejaran. “Kasus ini masih dalam penyelidikan. Sementara penadah sudah berhasil ditangkap. Sedangkan pelaku masih dalam pengejaran. Kami berharap pelaku dengan cepat bisa ditangkap,” tegas AKP Wahyudi kemarin (1/11). (mg1/als)

CEGAH SERANGAN ASMA DENGAN MINUM SUSU KAMBING MILKUMA! KETIKA asma menyerang, saluran nafas mengalami penyempitan karena hiperaktifitas terhadap rangsangan tertentu, yang menyebabkan peradangan. Pada penderita asma, penyem pitan saluran pernafasan merupakan respon terhadap rangsangan yang pada paru-paru normal tidak akan mempengaruhi saluran pernafasan. Penyempitan ini dapat dipicu oleh berbagai rang sangan, seperti serbuk sari, debu, bulu binatang, asap, udara dingin dan olahraga. Kini, sudah ada Milkuma, minuman serbuk susu kambing yang diproses secara alami, tanpa pemanis buatan dan bahan pe ngawet. Bahan dasarnya adalah susu kambing peranakan ettawa segar dan Gula Aren. Milkuma sangat cocok untuk penderita asma karena dapat mencegah terjadinya serangan lebih lanjut. Sudiono yang telah 2 tahun menderita asma, sudah membuktikan manfaat susu kambing Milkuma ini, “Dulu kalau asma kambuh, saya sering merasa kelelahan dan nafas menjadi sesak. Solusinya, saya selalu berobat ke dokter. Tapi setelah minum Milkuma, kini kondisi saya bertambah sehat, tak perlu seringsering ke dokter, badan pun terasa segar.” Terang ayah 4 anak yang tinggal di Kel. Bandungrejosari, Sukun, Malang, Jawa Timur tersebut. Kini, pria berusia 52 tahun ini mengajak orang lain untuk merasakan manfaat susu kambing Milkuma ini, “Mari kita sehat bersama Milkuma.” Ajak wiraswasta tersebut. Sebenarnya, banyak masyarakat kita yang belum mengetahui tentang manfaat yang terkandung dalam susu kambing Milkuma. Berbeda dengan susu sapi, sesungguhnya susu kambing memiliki kandungan

gizi yang lebih unggul, baik dari segi protein, energi, maupun lemak yang mendekati air susu ibu (ASI). Selain mengandung Riboflavin, vitamin B yang penting untuk produksi energi, susu kambing Milkuma pun jarang menyebabkan alergi sehingga aman, dan bermanfaat untuk penderita asma. Satu gelas susu kambing Milkuma me masok 20,0% dari nilai harian Riboflavin. Selain itu, mengkonsumsi Milkuma sebanyak 3 gelas sehari bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh dan meningkatkan vitalitas. Fluorine yang terdapat dalam susu kambing Milkuma bermanfaat sebagai antiseptik alami dan dapat membantu menekan pembiakan bakteri di dalam tubuh serta membantu pencernaan dan tidak menimbulkan dampak diare pada orang yang mengkonsumsinya. Selain diproses secara alami, pakan ternak yang diberikan pun organik, sehingga menghasilkan susu yang lebih sehat dan bermanfaat bagi kesehatan. Ditambah dengan kandungan Gula Aren bemutu tinggi sebagai pemanisnya, menjadikan Milkuma sebagai pilihan bijak untuk kesehatan. Untuk memperoleh hasil yang maksimal, terapkan pola hidup sehat seperti disiplin dalam pola makan, dan berolahraga, serta mengkonsumsi air putih paling sedikit 8 gelas/ hari. Dapatkan informasi lengkap tentang Milkuma di www.milkuma.com. Saat ini Anda bisa mendapatkan Milkuma di Apotek2 juga Toko Obat terdekat dikota anda, atau hubungi, Jatim : 082120862055, Banyuwangi : 082141354607, Bangkalan: 082120862055, Sumenep : 082120862055, Situbondo : 082120862055. Depkes RI No.PIRT. 6.09.3328.01.395.


40

Jumat 2 November 2012

POLRES

Kirim 90 Personil ke Probolinggo SITUBONDO - Sebanyak 90 anggota kepolisian dari Mapolres Situbondo akan dikirim ke Kabupaten Probolinggo. Pengiriman personil tersebut untuk membantu pengamanan jalannya pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Probolinggo. Sebelum diberangkatkan ke Probolingo, beberapa hari ini sekitar 90 personil menjalani latihan Dalmas di Mapolres Situbondo. Latihan Dalmas itu dimaksudkan untuk mempersiapkan anggota yang akan dikirim agar dalam menjalankan tugasnya lebih baik dan maksimal. Kapolres Situbondo, AKBP Erthel Stephan mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Polres Probolinggo dalam pengamanan untuk standby di seluruh Mapolsek. Sebanyak 90 angDOK.RaBa gota yang dilibatkan dalam AKBP Erthel Stephan pengamanan Pemilukada Probolinggo tersebut terus diberikan pelatihan selaras dengan koordinasi bersama Mapolres Probolinggo. “Yang jelas, personil kita siap mengamankan jalannya Pilkada,” ujar Kapolres Situbondo, Erthel Stephan, kemarin (1/11). Berdasarkan koordinasi dengan Polres Probolinggo, setiap tempat pemungutan suara (TPS) setidaknya akan dijaga oleh anggota polisi yang ada di wilayah setempat. Alasannya, polisi setempat akan lebih memahami beberapa persoalan yang ada di wilayahnya itu. “Kita minta, lebih baik anggota Polsek terdekat yang ditempatkan di TPS. Karena mereka lebih banyak tahu tentang peta kerawanan daerahnya. Sedang personel kita sifatnya membantu,” imbuh Erthel Stephan.(mg1/als)

PENCURIAN NUR HARIRI/RaBa

MENUNGGU: Tujuh PSK menunggu surat putusan persidangan di ruang tunggu Kantor Kejaksaan Situbondo kemarin (1/11).

NUR HARIRI/RaBa

SEMPAT HILANG: Busono dan sapi miliknya setelah ditemukan dari tangan penadah.

Penadah Sapi Curian Ditangkap SITUBONDO - Seorang penadah sapi curian bernama Suyit, 60, berhasil dibekuk tim Resmob Polres Situbondo di rumahnya, di Dusun Solor, Desa Purut, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, kemarin (1/11). Selain menangkap penadah sapi, polisi juga menyita barang bukti berupa satu ekor sapi yang telah dicuri seseorang tak dikenal. Diketahui, sapi curian itu milik Busono, 55, warga Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo. Busono mengatakan, sapi miliknya itu hilang dari kandangnya sekitar 20 hari lalu. “Saat pencurian, saya sempat mendengar suara aungan sapi itu. Tapi saya baru tahu kalau sapi saya sudah tidak ada pagi harinya,” ujar Bosono. Beruntung, seekor sapi yang hilang itu memiliki ciri-ciri khusus yang hanya dikenali sang pemilik. Sehingga, saat Busono melapor kepada polisi, dirinya dengan detail menyebutkan ciri-ciri sapi miliknya yang hilang. “Ciriciri sapi saya itu punya jambul di ujung tanduk. Itu tidak sama dengan sapi yang lain. Jadi, untuk mendapatkan sapi seperti itu sangat susah,” imbuhnya. Berdasarkan ciri-ciri yang disampaikan Busono itulah, polisi dengan mudah mengembangkan dan mencari keberadaan sapi berjambul di ujung tanduknya itu  Baca Penadah...Hal 39

7 PSK Divonis 10 Hari Kurungan

SITUBONDO - Tujuh wanita pekerja seks komersial (PSK) yang terjaring razia Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Rabu (31/10) lalu, akhirnya disidangkan di Pengadilan Negeri Situbondo pagi kemarin (1/11). Dalam sidang tindak pidana ringan (Tipiring) yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, I Gusti Made Yuliartawan, tujuh PSK itu divonis kurungan selama 10 hari atau membayar denda sebesar Rp 750 ribu perorang. Dalam putusannya, majelis hakim meni-

lai ketujuh wanita PSK itu terbukti melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Situbondo Nomor 27 Tahun 2004. “Vonis ini sudah sesusi dengan perbuatannya. Karena mereka jelas-jelas melanggar Perda,” kata I Gusti Made Yuliartawan, sebelum menutup jalannya persidangan. Setelah menjalani persidangan, ketujuh PSK itu langsung dibawa ke kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Situbondo untuk menerima surat putusan sidang yang memberikan sanksi kurungan 10 hari penjara, atau denda sebesar Rp 750 ribu tersebut.

Data yang berhasil dikumpulkan, ketujuh PSK itu masih tergolong anak baru gede (ABG). Mereka terjaring razia saat berada sekitar eks lokalisasi Gunung Sampan (GS) Desa Kotakan, Kecamatan/ Kabupaten Situbondo. Saat kejadian, beberapa warung memang terlihat tutup. Namun setelah dilakukan razia oleh Satpol PP, ternyata banyak PSK ditemukan sedang bersiap-siap melayani dan menunggu pelanggan. Saat itulah penggerebekan dilakukan. (mg1/als)

Gauli Siswa, Oknum Guru Dipolisikan SITUBONDO - Orang tua mana yang rela putrinya diperlakukan tidak senonoh. Begitulah yang dialami SM, 54, warga Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan. Gara-gara anaknya diperlakukan tidak senonoh oleh NY, 34, warga Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, SM memilih lapor polisi. Laporan SM itu berawal dari pengakuan anaknya, AA, 17, yang mengaku telah digauli NY pada tanggal 26 Juli 2012 lalu. Karena itulah, pria yang berprofesi sebagai seorang guru itu dilaporkan atas du-

gaan memerkosa AA. Kepada polisi, SM, orang tua korban, menceritakan peristiwa yang dialami putrinya. Dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 19.00 itu, anaknya dipaksa berhubungan layaknya suami istri oleh NY di pinggir sungai, tepatnya di Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan. Data yang berhasil dikumpulkan, NY memang berpacaran dengan AA yang masih duduk di bangku SMA selama dua tahun. Entah karena apa akhirnya NY menggauli AA di pinggir sungai tersebut.

DOK.RaBa

AKP Wahyudi

Namun, usai kejadian, AA tidak berani menceritakan hal tersebut kepada orang tuanya. Namun, akhirnya orang tua

korban curiga karena perilaku AA tidak seperti biasa. Setelah didesak, akhirnya AA mengaku telah diperlakukan tidak semestinya oleh sang guru. Akhirnya, SM melaporkan NY kepada polisi. Ka s u b a g Hu m a s Po l re s S itubondo, AKP Wahyudi, membenarkan adanya lap o ra n o ra n g t u a k o r b a n itu. Dikatakannya, setelah pihaknya mendapat laporan kasus asusila tersebut, penyidik Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Polres Situbondo langsung mela-

kukan penyelidikan. Bahkan, korban juga telah dimintakan visum dokter di Rumah Sakit Abdoer Rahem, Situbondo. “Setelah mendapat laporan, korban langsung dimintakan visum dan saat ini korban masih diperiksa penyidik,” kata AKP Wahyudi kemarin (1/11). Apabila pelaku terbukti melakukan seperti yang dilaporkan orang tua korban, maka NY akan dihukum sesuai peraturan yang berlaku. “Yang jelas, jika terlapor terbukti melakukan itu, terlapor akan disanksi,” pungkas AKP Wahyudi. (mg1/c1/als)

Realisasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT)

Bantu 142 Ekor Sapi untuk Empat Kelompok Tani SITUBONDO – Untuk meningkatkan pendapatan dan permodalan para buruh tani yang bekerja pada tanaman tembakau, Dinas Peternakan Kabupaten Situbondo memberikan bantuan dana hibah dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang melekat di dua anggaran, yakni APBD 1 dan APBD II. Untuk dana dari APBD 1 diberikan kepada tiga kelompok tani. Masing-masing Kelompok Tani Subur Makmur Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur; Kelompok Tani Jaya Abadi Desa Silomukti, Kecamatan Mlandingan; dan Kelompok Tani Samudra Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan. Dari tiga kelompok tani tersebut, yang sudah direalisasikan sebanyak 92 ekor sapi, yakni untuk Kelompok Tani Subur Makmur sebanyak 46 ekor sapi, dan Kelompok Tani Jaya Abadi sebanyak 46 ekor sapi. “Sedangkan untuk Kelompok Tani Samudra Desa Kilensari masih belum bisa direalisasikan. Insyaallah dalam tahun ini, yakni sebanyak 40 ekor sapi,” ungkap Kasi Perbibitan Dinas Peternakan, Ir. Suripto.

SYAMSURI/RaBa

BANTUAN TERNAK: Puluhan sapi diikat di kandang untuk diberikan kepada beberapa kelompok tani.

Sedangkan bantuan dana hibah yang berasal dari DBHCHT yang anggarannya melekat di APBD II Kabupaten Situbondo sebesar Rp. 200 juta, akan dipergunakan membantu Kelompok Tani Jati Jaya Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa. Bantuan itu berupa 10 ekor sapi, satu unit kandang, dan satu unit brogas. “Namun bantuan hibah tersebut sampai saat ini dananya masih belum bisa direalisasikan. Karena masih menung-

gu SPD PAK. Insyaallah dalam waktu dekat sudah dapat direalisasikannya,” imbuh Suripto. Pihaknya berharap, dengan bantuan sapi tersebut, dapat bermanfaat untuk bisa mengembangkan dan meningkatkan pendapatan perekonomian para buruh tani yang bekerja pada tanaman tembakau. Selain itu, imbuhnya, setelah dapat mengembangkan dan meningkatkan pendapatannya, masyarakat

yang bekerja pada tanaman tembakau ini dapat mendongkrak pendapatan petani peternak di daerah sentra penghasil tembakau melalui pemeliharaan ternak. “Bantuan ini sekaligus menjaga antusias petani peternak dalam menanam tembakau, serta menambah jumlah populasi ternak dalam ikut mensukseskan tercapainya program swasembada daging,” pungkas Suripto. (adv/als)

UNTUK DIPELIHARA: Salah seorang anggota kelompok membawa seekor sapi ke rumahnya untuk dikembangkan dan dipelihara.


Radar Banyuwangi 2 November 2012