Page 1

2 DESEMBER

29

TAHUN 2012

BALAP SEPEDA

AGUS BAIHAQI/RaBa

PENGECEKAN: Guntur menunjukkan rute kepada Komisioner BTDI Sondi dan Wakapolres Kompol Agus Widodo di simpang tiga Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi, kemarin.

Survei Jalur Balapan TEGALSARI - Lomba balap sepeda Banyuwangi Tour de Ijen (BTDI) dalam rangka Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) tinggal sepekan lagi. Untuk menyukseskan acara bertaraf internasional itu, panitia mematangkan persiapan dengan melakukan survei rute balapan itu kemarin (1/12). Rute yang disurvei panitia adalah rute etape satu yang dimulai dari Pemkab Banyuwangi di Jalan A. Yani hingga pantai Pulau Merah di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Etape satu tersebut berjarak sekitar 137 Kilometer (Km). “Rute ini masuk ke pedesaan,” cetus panitia BTDI Guntur Priambodo ■

JATUH: Seorang crosser kelas 80 cc terjatuh saat menjajal sirkuit di lapangan barat Stadion Diponegoro, Banyuwangi, kemarin (atas). Crosser kelas 250 cc melayang di udara (bawah).

HARI INI BABAK FINAL BANYUWANGI - Hari pertama Surya Power Cross International Championship Series 2012 kemarin (1/12) diisi sesi latihan. Ratusan peserta turun ke gelanggang untuk melakukan uji coba sirkuit. Dalam latihan kemarin, tim pertama yang melakukan uji coba sirkuit adalah tim cross junior kelas MX 7, MX 7 Junior, MX Novice, 85 cc, 65 cc, 50 cc. Wa-

lau hanya latihan, semua tim sangat serius melintasi sirkuit yang didesain tim ahli dari Australia itu. Dalam latihan itu, peserta junior tidak turun sendirian melainkan didampingi para pelatih. Dalam latihan itu, ada beberapa peserta yang terjungkal dan harus meninggalkan sirkuit karena kesakitan ■  Baca Hari...Hal 35

PU Pusat Cek Kondisi Ruas Jalan Nasional Tindak Lanjut Usul Dana APBN Rp 115 M BANYUWANGI - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI merespons cepat usul pembangunan sejumlah ruas jalan di Banyuwangi. Pada Jumat (30/ 11) lalu, tim PU pusat dan Pe-

merintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) turun ke beberapa ruas jalan yang menjadi akses wisata ke Bumi Blambangan. Tim pusat itu berasal dari Balai Besar Bina Marga Jatim dan Dinas PU Bina Marga Jatim. Beberapa ruas jalan itu disurvei untuk mengetahui kelayakan mendapat anggaran APBN dan APBD Provinsi Jatim ■  Baca PU Pusat...Hal 35

Banyuwangi Minta Perbaikan Jalan Nasional

 Baca Survei...Hal 35

Jalan Bulusan – Ketapang: n Dari 2 lajur menjadi 4 lajur n Pembuatan median jalan n Anggaran: Rp 35 miliar

Jalan di depan Pelabuhan Ketapang n Pelebaran jalan n Meninggikan jalan untuk mencegah g banjir j n Anggaran : Rp 20 miliar

Jalan Banyuwangi – Rogojampi n Dari 2 lajur menjadi 4 lajur n Pembuatan median jalan n Anggaran : Rp 40 miliar

GALIH COKRO/RaBa

RILEKS: Tonton Susanto dipijat Toni Lukman usai menjajal rute etape I kemarin.

Jalan Kalibaru - Genteng Kulonn

Tuan Rumah Jajal Rute

Jalan Muncar-Srono

n Perbaikan n Pelebaran n Perbaikan lanjutan yang belum tuntas. untas.

SEMENTARA itu, tuan rumah Banyuwangi Team sudah menjajal rute etape I Banyuwangi Tour de Ijen (BTDI) kemarin (1/12). Setelah mencoba rute etape I tersebut, para pembalap tuan rumah langsung istirahat di mess. Masa istirahat itu mereka gunakan untuk recovery (pemulihan tenaga), karena sebelumnya mereka sudah berlatih keras menempuh rute Surabaya-Banyuwangi ■

UMK Situbondo Tembus Rp 1.048.000

 Baca Tuan...Hal 35

ADA APA LAGI

ALI NURFATONI/RaBa

BEBER: Puluhan miras berikut penjualnya diekspose di Mapolsek Purwoharjo kemarin.

Sudah Sering Dirazia masih Tidak Kapok PURWOHARJO - Peredaran minuman keras (miras) di Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, semakin tidak terbendung. Meski polisi sudah sering melakukan razia dan penindakan, tetap saja banyak yang menjual minuman memabukkan itu. Kapolsek Purwoharjo AKP Trijoko Setyonarso kembali menemukan puluhan miras kemarin (1/12). Puluhan botol miras tersebut disita dari tangan Muntilah, 47, warga Dusun/Desa Bulurejo, Kecamatan Purwoharjo ■  Baca Sudah...Hal 35

FOTO-FOTO: GALIH COKRO/RaBa

Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2013 : Rp 1.091.950 Jember Banyuwangi : Rp 1.086.400 Situbondo : Rp 1.048.000 Bondowoso : Rp 946.000.

sebut diharapkan dapat memenuhi standar hidup layak bagi para pekerja di Situbondo. Lebih jauh, Edy Susilo mengatakan, pihaknya masih belum melakukan sosialisasi penetapan UMK itu kepada pengusaha karena hingga berita ini ditulis, Pemkab Situbondo belum menerima surat keputusan (SK) resmi dari gubernur. Data yang berhasil dikumpulkan, pemerintah kabupaten dalam hal ini Bupati Situbondo Dadang Wigiarto sebenarnya mengajukan tiga opsi untuk UMK tahun 2013. Pertama sebesar Rp 960.000, opsi kedua sebesar Rp 1 juta, dan ketiga sebesar Rp 1.021.000. Nyatanya, gubernur menaikkan menjadi Rp 1.048.000. (rri/c1/bay)

Kisah Para Penjaga Sungai Sampean Lama di Dam Pintu Lima

Kerja Nonstop, Setiap Jam Bertaruh Nyawa Pembagian air Sungai Sampean Lama di Dam Pintu Lima, Situbondo, ternyata harus selalu dijaga selama 24 jam nonstop. Sebab, sampah yang tersangkut di sana akan menghambat aliran air irigasi ke sawah. Seperti apa kerja petugas penjaga dam tersebut? NUR HARIRI, Situbondo. SORE itu terlihat tiga orang sedang membersihkan kisi-kisi atau penyaring sampah di Dam Pintu

http://www.radarbanyuwangi.co.id

SITUBONDO - Kabar gembira bagi para pekerja di Kabupaten Situbondo. Sebab, sesuai Peraturan Gubernur Nomor 72 Tahun 2012, pada tahun 2013 mendatang para pekerja bisa menerima upah sebesar Rp 1.048.000. Penetapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Situbondo pada tahun 2013 diketahui mengalami kenaikan cukup signifikan, yakni sekitar 25 persen dari UMK tahun 2012. Pada 2012 ini UMK Situbondo hanya sebesar Rp 802.000 dan pada 2013 mendatang menjadi Rp 1.048.000. Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Situbondo, Edy Susilo mengatakan, penetapan UMK Situbondo untuk tahun 2013 sangat realistis karena sudah melalui pertimbangan sangat matang. “Kenaikan UMK 2013 itu sangat realistis dan sudah melalui berbagai pertimbangan,” ujar Edy Susilo. Ditambahkan, penentuan UMK tahun depan sebesar 1 juta 48 ribu itu juga sudah melibatkan dewan pengupahan, Gubernur Jatim, dan telah mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi masyarakat di Kabupaten Situbondo. Dengan demikian, penetapan UMK ter-

Lima, Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo. Pembersihan sampah itu dilakukan agar air yang mengalir ke lahan pertanian tetap lancar. Terdapat berhektare-hektare lahan pertanian yang membutuhkan air, di antaranya sawah di Kecamatan Situbondo, Kendit, Panarukan, Panji, MaNUR HARIRI/RaBa ngaran, dan Kapo- BERBAHAYA: Para penjaga membersihkan sampah di kisi-kisi Dam Pintu Lima Situbondo. ngan. Seorang warga bernama Suwadi, mengaku rela tinggal di sebelah ling vital di Kota Santri itu harus 54, yang mengetuai petugas penja- tanggul Dam Pintu Lima. Itu dila- terus dilakukan ■  Baca Kerja...Hal 35 gaan Sungai Sampean Lama itu kukan karena penjagaan dam pa-

PU Pusat cek kondisi jalan nasional Banyuwangi

Kabupaten lain sudah lama lebar dan mulus

Isu pembekuan DPC PKB Situbondo kian santer

Panaskan saja biar tidak membeku

email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@jawapos.co.id


30

MInggu 2 Desember 2012

Dapat Lahan 2 Ha di Maluku GAMBIRAN – Sepanjang tahun 2012 ini, sedikitnya 117 kelapa keluarga (KK) asal Banyuwangi yang hijrah ke luar Jawa. Para peserta program transmigrasi itu mendapat lahan seluas dua hektare (ha) di tempat tinggal yang baru. Sebelum berangkat, mereka wajib mengikuti pembekalan transmigrasi selama sepekan. Seperti pembekalan transmigrasi yang berlangsung di Balai Desa Jajag, Kecamatan Gambiran kemarin (1/12). Ketika mereka sudah berangkat nanti, setiap KK langsung mendapatkan tempat tinggal dan pekarangan seluas seperempat ha. Masing-masing KK juga mendapatkan lahan sebagai usaha masing-masing seluas tiga seperempat hektare. Bahkan, jika sudah menetap selama setahun, mereka bakal m e n d a p at k a n tambahan lahan sebagai usaha seluas satu ha. ‘ ’ Ja d i , s e l a ma setahun transmigran m e n d a p at k a n jatah 2 ha. Itu gratis alias tanpa ada biaya sepeser pun karena sudah ditanggung pemerintah,’’ cetus Kepala Bidang (Kabid) Transmigrasi pada Dinas Sosial tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Banyuwangi, Sujoko kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (1/12). Dia menjelaskan, pada tahun 2012 ini, warga Bumi Blambangan melakukan transmigrasi secara bergelombang. Sampai saat ini, hampir seratus

kepala keluarga yang pindah penduduk di luar Pulau Jawa. ‘’Tahun ini ada sekitar 117 KK yang ikut transmigrasi,’’ jelasnya. Dia menyebut, ada lima provinsi yang dijadikan jujukan para peserta transmigran. Antara lain, Provinsi Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku Utara dan Maluku. ‘’Mereka tersebar di delapan kabupaten,’’ tandasnya. Dia menyelipkan pesan, agar para transmigran untuk tetap menjaga nama baik Banyuwangi. Selain itu, dia menekankan agar mereka bisa kreatif dalam menekuni segala bidang. ‘’Selama tahun 2011, Banyuwangi mendapatkan predikat partisipasi terbaik nasional. Itu yang harus kita tingkatkan,’’ harapnya.(ton/bay)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

ALI NURFATONI/RaBa

SERIUS : Puluhan warga mengikuti pelatihan transmigrasi di Balai Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, kemarin.

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Daihatsu Xenia ‘10 •

• Grand Livina ‘07 •

Dijual Daihatsu Xenia F600 RV- GMDF JJ tahun 2010, hitam metalik, harga 117,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Nissan Grand Livina XV 1.5MT tahun 2007 abu-abu tua metalik, harga 149,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

• Kijang Innova ‘05 •

• Kijang LGX ‘04 •

Dijual Toyota Kijang Innova E XW41 (solar) tahun 2005, soul gold, harga 129,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Toyota Kijang LGX KF 80 STD tahun 2004, hitam metalik, harga 127,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

• Suzuki APV DLX ‘10 •

• Honda Jazz idsi ‘06 •

Dijual Suzuki GC 415V APV DLX tahun 2010, hitam metalik, harga 115 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Honda Jazz tahun 2006 idsi manual, silver harga 125 juta, barang istimewa, bisa cash /kredit atau tukar tambah, hubungi 082142194111 - 081335897888

• Grand Vitara JLX ‘07 •

• Isuzu Panther LV ‘01 •

Dijual Grand Vitara JLX tahun 2007, harga 165 juta, barang istimewa, bisa cash /kredit atau tukar tambah, hubungi 082142194111 - 081335897888

Dijual Isuzu Panther LV tahun 2001 power window, sion miror, harga 105 juta nego, bisa cash/kredit atau tukar tambah, hubungi: 082142194111, 081335897888.

• Perum Kalirejo Permai •

• Jl. Ikan Gurami •

• Karyawan/City Courier •

• Admin •

• Avanza & Rumah •

Dijual rumah siap huni LT. 84m2, LB: 47m2, Perum Kalirejo Permai. Jl. Belimbing NN/ 13. Hubungi: 085236003081

Dijual rmh Jl. Ikan Gurami 20 LT894 LB515, SHM, hub: 08175214082 / 08883855586

Lowgn krywn/city courier PT Pandu Logistics Bwi, SMA/sdrjt, max 28th, SIM C, spd mtr, Jl. MH Thamrin 46 Bwi H:417988

Prusahaan sdg brkmbang bth tng Admin handal & inovatif, pria max 30th, min SMA/sdrjt, bsa kmptr & akntsi, kmnikatif. Lam lgkp: Bpk Iwan Wijaya, d/a. Depot Mitra, Jl. Kapten Piere Tendean 21 Bwi

Djl Avanza G htm ‘09 & Djl rmah Brawijaya Asri B4 Kebalenan SHM 085746365778

• Perum Bunga Residence • Dijual rumah Perum Bunga Residence blok A31 LT.104m2, SHM, hub: 081358639444/085646477168

• Perum Mendut Hijau • Djual rmh Perum Mendut Hijau Blok B no 1-2, dpn Pos Satpam, sertifikat SHM IMB, hubungi: 081937620001 / 082141147299

• Rumah Cantik Murah • Djl rumah cantik murah, pasaran 500 jt djl 400jt. Lok: Perum Permata Genteng AA01, bs byar 1/2 sisa 2 th lg. Bs diangsr 1 th tnp bunga. Trbtas 1 org pmbeli, lgsg ada pnyewa. Frendas 081999025178

• Dikontrakkan • Dikontrakkan rmh Jl. Mendut 61 Bwi. Hub: 0318419288 / 0333413973 / 081230614069

• Dibutuhkan Segera • PT GIM Maintanence Liqiud Petrolium bth professional yg handal & inovatif utk mengisi jabatan: Technisi, SPV, Marketing, OB. Kualifikasi Pria/Wanita maks 30th. Min SMA sdrjt. Komunikatif, mmpu brorganisasi & mmbangun tim kerja. Suka tantangan. Brsedia ikut Test (GRATIS). Lmrn lkp ke: HRD PT GUNA INDAH MAKNUR, Jl. Letnan Sanyoto Gg. I No. 32B Utara Makam Pahlawan Bwi. (50 Plamar prtma diprioritaskn)

• Ka. Admin • BANYUWANGI • Ruko Pasar Rogojampi •

BANYUWANGI

Cari Ka. Admin, min D3 manajemen, 27 th. Mrktg, SMA, pnglmn, 27th. Krm PT TKTW Gdg Bulog Jl. Letjen Suprapto 96 Bwi 428757

• Mutiara Blambangan •

• Perusahaan Meubel • Lowker Perush. Meubel Hub. 081913935890, A1 Acc; A2 Admin; A3 Gudang; A4 Drafter. Min SMA/SMK, wnt, kuat mental, disiplin. Bs Ms. Office, (u/ A1 berpengalaman), Bs AutoCAD u/ A4, lamaran cantumkan kode.

DENPASAR • Terapis/Penghusada • Nakamura The Real Japanese Complementary Klinic bth:Terapis/Penghusada, Pa/Pi, min SMU/ K/D1/D3, max 30, pnglmn tdk diutmkn, Fas: Mess,AC,dpttemanbnyk.Krm:Jl.GatotSubroto TengahNo.319A,DenpasarTimur 085647443765

• Cuci Gudang Daihatsu • Terios disc 12jt, Xenia disc 9jt, Luxio 15jt, Grandmax 7jt, Xirion 13jt, buruan barang ready stock. Hub: Vira 081336244377

• Daihatsu Taft GT ‘94 • Dijual Taft GT 1994 hitam mulus 75 juta, velg racing & ban besar. H: 081249689188

• Kijang 91 • Dijual Kijang 91 Long + Audio Manual, abu2 metalik, 58jt. Hub: 082335597000

• Prima Mobil • Ready PU, GrandMax1.5'2011, 1.3'2011, 1.3'2012.Kjg Innova slr G'08, Avanza G'11,APV GX'05. Cash/kredit. Hubungi: Devi 085258665239/0333411655. Dapatkan hadiah lgsung TV/HP

Dijual 2 Ruko gandeng di Mutiara Blambangan (Barat Bank Mandiri) Hubungi 0333-7751000

• Toko + Rumah Genteng • Djl Toko+rumah tkt2, full prabot, strtgs. Jl. Kembar Lt 310/490m2, uk. 10x31m, marmer, ksn jati, Tk Sriwijaya Jl. Gajahmada 274 GtgBwi. H. Sugiarto, 081233499888, 03170338181 Dijual cepat Ruko Pasar Rogojampi, lokasi strategis, LT36m2, LB 72m2 (tingkat), HGB. Hubungi: 081230400909

BANYUWANGI • STNK •

• Jl. Agus Salim •

Hlg STNK Nopol P 3702YN, an.Reta Hariyanto, Silirbaru, Sumberagung, Pesanggaran

Dijual Ruko 2Lt, lok Jl. KH. Agus Salim blkg Untag, Bwi. Hub: 081233669969

Hlg STNK Nopol P 4003 WC, an. Tumirah. Jl. Udang Windu 25 RT02/IV Tukangkayu

• Ruko Jalan Protokol • Dijual cepat: Ruko 2 lantai SHM, LT310m2, LB200m2, IMB, PLN 2200w, di pusat kota jalan protokol, bebas parkir, cocok u usaha apa saja, Hrga 950juta nego. Cpt dpt. Hub:081346293265 / 087755991595.

Hlg STNK Nopol P 2724 VC, an. Agus Lukman Hakim, Krasak 05/02 Kaotun Rgjp

BANYUWANGI • Bisnis Bergaransi • Ibu2 mau bisnis bergaransi tnp rugi? Jualan tas ibu2 saja. Hub: 081236550459

BANYUWANGI

• Jual Proyektor BENQ •

• Tanah Kalipuro •

Djl proyektor BENQ MW 512 Sepc 2800 lumens, Barunya 7jjt. Jual Rp. 4jt msh ada garansi spt baru. Hub 081249400460

Dijual tanah 20x20m Kalipuro, Jati unggul 200 batang umur 3 tahun, harga 150ribu/ m2 nego. Hubungi. 08229677868

SITUBONDO

• Dicari Lahan Min 1Ha •

• Peluang Usaha •

Dcri lahan min 1 Ha utk kerjasama tanam sengon sgt menguntungkan, semua biaya kami tanggung. Hub: 082334560960

Edukasi FOREX melatih menjadi trader yg handal dg metode treding yg trarah & trget profit konsisten. Hub: 081252341466

PEMBERITAHUAN Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhati-hati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak bertanggungjawab atas semua transaksi yang terjadi selain pemasangan iklan baris secara resmi di Radar Banyuwangi.

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Benny Siswanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Pemasaran: PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Samsuri (Situbondo). Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


31

Minggu 2 Desember 2012

Pembekuan DPC PKB kian Santer AGUS BAIHAQI/RaBa

BANYAK: Abdurrahman di Polres Banyuwangi (kiri). Barang bukti sabu-sabu seberat 9,78 gram yang diamankan dari Abdurrahman (atas).

Polisi Curigai Abdurrahman Pengedar BANYUWANGI - Anggota satuan narkoba (Satnarkoba) Polres Banyuwangi masih terus mengembangkan kasus H. Abdurrahman, 60, yang ditangkap karena memiliki narkoba jenis sabu-sabu (SS) dengan berat kotor 9,78 gram atau berat bersih 9,37 gram. Sebelumnya, warga Dusun Peterongan, Desa Kebunrejo, Kecamatan Kalibaru, itu mengaku sabu yang dibawanya itu akan digunakan sendiri. Namun, polisi belum mempercayai pengakuan lelaki tersebut. “Tidak mungkin sabu sebanyak itu akan dipakai sendiri,” cetus Kasatnarkoba Polres Banyuwangi AKP Watiyo kemarin (1/12). Dari beberapa kali pemeriksaan, jelas Watiyo, Abdurrahman bersikukuh membeli sabu senilai Rp 10 juta itu untuk dipakai sendiri. Tetapi, track record yang dimiliki, pengakuan Abdurrahman itu dinilai sulit dipercayai. “Tersangka residivis kasus sabu-sabu,” kata AKP Watiyo.

Tersangka yang berprofesi sebagai penjaga malam di sebuah pabrik penggilingan padi itu, kata Watiyo, berdalih memakai sabu agar tidak mengantuk saat bertugas. Tetapi, dengan jumlah barang haram sebanyak itu tidak masuk akal. “Kalau biar tidak ngantuk, masak belinya hampir 10 gram,” ujar kasat narkoba. Watiyo mengakui, tidak mudah bagi polisi menguak keterangan tersangka. Bila tidak bisa menemukan bukti, tersangka sabu itu juga tidak mungkin mau membuka mulut. “Tersangka mungkin punya jaringan sendiri, dan kita akan berupaya mengungkap,” tegasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Abdurrahman ditangkap polisi di bengkel depan rumahnya. Saat ditangkap, tersangka membawa buku tebal yang di dalamnya terdapat SS seberat 9,78 gram. Pengakuannya, Abdurrahman menyebut sabu tersebut dibeli seharga Rp 10 juta kepada Yanto, temannya yang tinggal di Surabaya. Sayang, tersangka tidak tahu alamat rumah Yanto. (abi/c1/bay)

Teatrikal Ingatkan Bahaya AIDS BANYUWANGI - Ratusan orang yang berasal dari lintas elemen turun ke jalan kemarin (1/12). Aksi yang digelar dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia tersebut bertujuan menyosialisasikan bahaya dan cara penularan HIV agar penyebaran virus yang menyerang kekebalan tubuh manusia itu dapat ditekan. Massa yang berasal dari unsur pemerintah, swasta, pelajar dan mahasiswa, serta organisasi masyarakat peduli HIV/AIDS, tersebut memulai aksinya di depan kantor Kecamatan Banyuwangi. Selanjutnya, mereka melakukan long march menuju Simpang Lima Banyuwangi. Sesampainya di Simpang Lima, massa lantas menggelar orasi, dan membagikan stiker berisi seruan untuk menghindari HIV kepada para pengguna jalan. Ada juga yang melakukan aksi teatrikal di pusat kota tersebut. Pengelola Program Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Banyuwangi, Erna Agustina mengatakan, aksi simpatik tersebut merupakan bentuk keprihatinan berbagai unsur di masyarakat mengingat dari tahun ke tahun, jumlah Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) semakin meningkat. Bayangkan saja, sejak kali pertama ditemukan di tahun 1999 hingga akhir Oktober 2012, jumlah penderita HIV di Bumi Blambangan mencapai 1.929 jiwa. Ironisnya, kaum perempuan

GALIH COKRO/RaBa

HARI AIDS: Kalangan waria menggelar poster di kawasan Simpang Lima, Banyuwangi, pagi kemarin.

menduduki posisi tertinggi jumlah pengidap HIV/AIDS. Semakin miris lagi, HIV juga sudah menjangkiti balita dan pelajar di Banyuwangi. “Kita prihatin. Selama ini jumlah ODHA semakin meningkat,” ujar Erna. Menurut Erna, penularan terbanyak HIV terjadi melalui transaksi seksual. Karena itu, dia mengimbau pasangan yang hendak menikah melakukan VCT (konsultasi dan tes HIV secara sukarela). Itu penting

ALI NURFATONI/RaBa

PEDULI: Kalangan pelajar membawa poster saat melintas di Jalan Gajah Mada, Genteng, Banyuwangi, kemarin.

Pelajar-Mahasiswa Genteng Long March SEMENTARA itu, di Kecamatan Genteng ratusan pelajar dan mahasiswa dari berbagai organisasi menggelar aksi turun jalan memperingati Hari AIDS Sedunia kemarin (1/12). Mereka melakukan long march dari Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ibrahimy Genteng sekitar pukul 06.00. Selanjutnya, mereka bergerak menuju perempatan lampu merah Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng. Mereka tidak henti-hentinya menyuarakan bahaya virus HIV/ AIDS. Sebab, penyakit menular tersebut sangat mematikan ‘’Penyakit HIV/AIDS sampai sekarang belum ada obatnya, mari kita hindari,’’ cetus koordinator aksi, Nur Muhammad Taslim  Baca Pelajar...Hal 36

dilakukan untuk menghindari penularan HIV dari ibu hamil kepada janin. “Dan yang tidak kalah penting. Jangan melakukan seks bebas dan narkoba suntik,” imbaunya. Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Banyuwangi, Dani Abdullah Azwar Anas, menyerukan agar masyarakat Banyuwangi selalu waspada terhadap penyebaran HIV/AIDS. Menurut Dani Anas, HIV/ AIDS bisa dicegah dengan be-

berapa langkah. Di antaranya dengan cara meningkatkan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Mahaesa; setia pada pasangan; dan menjauhi narkoba, terutama narkoba suntik. “Bagi ibu hamil yang mengidap HIV/ AIDS. Tolong, melahirkan melalui operasi (seksio sesarae) dan jangan lupa selalu kontrol ke rumah sakit,” pinta istri Bupati Abdullah Azwar Anas tersebut  Baca Tearikal...Hal 36

SITUBONDO - Isu pembekuan DPC PKB Situbondo pimpinan Syaiful Bahri-KH. Mursyid Ramli tampaknya bukan sekadar isapan jempol. Selain kian santer terdengar beberapa hari terakhir, kabar tersebut juga diperkuat oleh status di Facebook KH. Mursyid Ramli kemarin. Ketua Dewan Syuro DPC PKB Situbondo tersebut menulis bahwa isu pembekuan partai politik yang telah dibesarkan selama empat tahun terakhir itu bukan sekadar kabar burung. Mantan ketua Dewan Pendidikan Situbondo itu menyatakan akan kembali ke dunia pendidikan “Back to Pendidikan Only”, begitu Kiai Mursyid menulis status di FB-nya tersebut. Status yang diunggah sekitar pukul 09.00 kemarin itu, kemudian dibagikan kepada 95 teman di jejaring sosial. Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda, Paowan, Panarukan, itu mengaku tak tahu jelas kenapa DPC PKB Situbondo sampai dibekukan. Dia mengaku bangga karena empat tahun mampu mempertahankan DPC PKB yang kala itu di ambang kehancuran. Dia mengatakan, tugas penyelamatan sudah selesai. Di bagian akhir, Kiai Mursyid mengucapkan selamat kepada

DOK.RaBa

Mursyid Ramli

para pengurus karteker DPC PKB Situbondo yang sudah terbentuk. Dia berharap, kepengurusan baru itu bisa menyelesaikan masalah tanpa masalah dan tidak dipermasalahkan. Sayang, hingga kemarin wartawan koran ini belum berhasil mengonfirmasi KH. Mursyid Ramli. Telepon selulernya beberapa kali dihubungi selalu tidak aktif. Sementara itu, ketua Dewan Tanfidz DPC PKB Situbondo masih belum bisa berkomentar banyak terkait pembekuan DPC PKB yang dipimpinnya itu. Tentang status di FB KH. Mursyid Ramli, Syaiful Bahri menilai itu terlalu dini. Meski demikian, dia enggan berkomentar banyak. “Masih kita rapatkan,” jawabnya saat dimintai komentar terkait pembekuan DPC PKB Situbondo. (pri/c1/bay)


Ingin Dimuat di Koran?

34

Rubrik Koran Pelajar (Koper) Jawa Pos Radar Banyuwangi yang dimuat setiap hari Minggu menerima sumbangan pemikiran dan tulisan dari para siswa dan guru. Silakan kirim artikel ke alamat email radarbwi@gmail. com. Jangan lupa sertakan foto diri atau ilustrasi dan beri keterangan untuk rubrik Koper.

Minggu 2 Desember 2012

Pelajar Ingin Jadi Atlet Nasional ANTUSIASME masyarakat Banyuwangi terhadap olahraga permainan bola voli sangat tinggi. Olahraga tersebut sangat populer hingga pelosok desa. Bahkan tak jarang, ada desa yang menggelar turnamen antarkampung (Tarkam) atau gala desa (Galdes) bola voli. Semua even itu bertujuan untuk menyalurkan bakat pemain bola voli yang ada di Kabupaten Banyuwangi. Begitu juga para sahabat Koper (Koran Pelajar). Banyak pelajar yang gandrung dengan olahraga tersebut. Tak jarang kalangan pelajar juga ikut turnamen bola voli yang diadakan di pelosokpelosok kampung. “Mereka mengikuti turnamen tersebut untuk mengasah kemampuannya,’’ kata Iwan Setiono, pemerhati bola voli di Banyuwangi, kemarin. Saat ini, beberapa sekolah yang ada di Kabupaten Banyuwangi telah menjadikan olahraga bola voli sebagai andalan dalam mengharumkan nama sekolahnya. Salah satunya SMPN 1 Giri. Selain terkenal, karena memiliki drum band yang berprestasi dan tim basket juara, sekolah itu juga memiliki tim bola voli yang cukup disegani di kalangan sekolah SMP sederajat di Kabupaten Banyuwangi. Dengan latihan rutin tiap

hari Rabu dan Sabtu di bawah bimbingan Yadi sebagai pelatih menjadikan tim bola voli SMPN 1 Giri sebagai kekuatan yang patut diwaspadai tim sekolah lain. “Dengan latihan rutin, kita berharap kerja sama tim semakin padu untuk mengetahui kelemahan,’’ tutur Yadi saat ditemui Tim Koper dalam latihan, kemarin. Bermaterikan pemain yang cukup matang, di antaranya Ajeng, Nanda, Cindy, Vira, Metha, dan kawan-kawan, tim itu siap bersaing menjadi yang terbaik dalam turnamen bola voli antarpelajar. Para pemain muda harapan Banyuwangi itu tak hanya berlatih di sekolah. Mereka juga berlatih di klub bola voli yang ada di Kabupaten Banyuwangi. Para atlet itu juga berharap bisa menjadi pemain nasional bola voli, seperti Dini Indah Sari dan Yulis Indah Yani. Kedua atlet tersebut merupakan pemain nasional asli Banyuwangi. Nah, para atlet SMP itu ingin bisa mengikuti jejak keduanya. “Sekolah selalu mendukung siswa untuk berprestasi di bidang akademik dan non akademik termasuk dalam menggapai prestasi di bola voli ,’’ kata Kepala Sekolah SMPN 1 Giri Drs. Subianto, MPd.(*/irw)

Animo Tinggi Pacu

Prestasi

Greget Pelajar Banyuwangi Terhadap Olahraga Voli SAHABAT Koper (Koran Pelajar), animo kalangan pelajar terhadap olahraga permainan bola voli sangat tinggi. Setiap pertandingan dan turnamen voli tingkat pelajar selalu ramai peserta. Bahkan tak sedikit atlet voli pelajar yang menorehkan prestasi gemilang, tak hanya di tingkat lokal maupun regional, tetapi juga level nasional. Nah, di Banyuwangi para atlet voli dari kalangan pelajar mendapat perhatian serius dari Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Cabang Banyuwangi lho. Mereka mendapatkan latihan khusus bersama atlet voli dari kalangan umum. Gemblengan secara khusus itu diberikan di Gedung Olahraga (GOR) Tawang Alun, Kecamatan Giri. “Latihan khusus untuk pelajar dan umum diberikan pada Minggu pagi di GOR. Ada juga latihan tambahan pada

SEMANGAT : Tim bola voli putri SMPN 1 Giri saat akan bertanding dalam turnamen bola voli antarpelajar, beberapa waktu lalu (bawah). Atlet voli pelajar putri bermain dalam turnamen piala Kapolres di lapangan Blambangan, beberapa hari lalu (kanan).

DOK/RaBa

Ayub Hidayat

Senin dan Kamis malam,” terang Ayub Hidayat, wakil ketua II PBVSI Banyuwangi kepada tim Koper, kemarin. Bagaimana hasil gemblengan PBVSI? Ayub mengungkapkan, torehan prestasi dari sumbangan para atlet voli pelajar cukup banyak. Kiprah mereka cukup mengharumkan nama Banyuwangi di tingkat regional dan nasional. Prestasi yang terbaru adalah tim voli pelajar p putra berhasil menya menya-

bet gelar juara pertama dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Timur. “Saat ini, dua atlet putra, yakni Viktor dari SMAN 1 Giri dan Faisal dari SMAN 2 Genteng dipilih bermain mewakili Jatim dalam Popwil di Makassar,” sebut Ayub seraya mengungkapkan bahwa Joko Wahyono, guru asal Banyuwangi juga dipilih menjadi pelatih voli tim Jatim. Sahabat Koper, prestasi yang ditorehkan para atlet voli pelajar itu tentu saja mendapatkan penghargaan yang setimpal. Apalagi, kiprah mereka telah membawa nama Banyuwangi dikenal sebagai gudang atlet voli terbaik di luar daerah. Tentunya, peran besar para pelajar pencinta olahraga voli itu mendapat perhatian serius dari Dinas Pendidikan Banyuwangi. “Mereka yang berprestasi di olahraga voli mendapatkan beasiswa di sekolah masing-masing. Begitu juga ketika berkuliah dapat beasiswa, seperti di jurusan olahraga Uniba,” beber Ayub. (irw)

IWAN SETIONO/RaBa

Oleh David Syam*

Perawan

A

ku ingin berlibur. Ingin menikmati kebersamaan dengan keluarga. Ingin bermain bersama adik-adikku. Ingin bertemu teman SD yang lama tak kudengar kabarnya. Tapi, mengapa keinginan itu seakan sirna. Liburan di rumah terasa begitu menyeramkan. Tiap hari aku harus sabar menunggu perbincangan orang tua seputar lelaki yang melamarku. Mereka tak hentinya menawarkan beberapa nama yang sudah masuk daftar pinangan. Cocokkah? Maukah? Orang tuaku begitu semangat menerima semua nama-nama itu untuk kujadikan lelaki pendampingku. Aku jadi bertanya, sebenarnya yang menginginkan menikah itu siapa? Terkadang, Begitulah. Ketika pikiran tertanam bahwa umur seseorang tak sepanjang usia pepohonan di hutan sana. Ketika pikiran orang tua selalu dihinggapi misteri kematian yang tak terduga. Ketika mereka berusaha mengalkulasi sisa umurnya dengan jenjang waktu yang dibutuhkan untuk segera melihat kelahiran cucunya yang pertama. Seorang anak harus rela menjadi korban ambisinya. Dengan alasan, bahwa kebahagiaan yang sempurna adalah saat mereka menimang, merawat, dan bermain bersama cucu tercinta. Hingga pada akhirnya, masa depan, pendidikan, dan cita-cita dipertaruhkan—tepatnya digadaikan—dengan kemauan yang bisa saja tak pasti. Tapi, itu bukan aku. Aku bukan seorang anak yang merelakan begitu saja; masa depan, pendidikan, juga cita-cita, dengan ambisi mencapai sebuah kebahagiaan yang sempurna (katanya). Aku masih perlu memikirkan sebuah konsep kebahagiaan sempurna yang sering mereka bicarakan. Itu bukan aku, yang seperti anak-anak perempuan lain di desa. Mereka yang harus mengabulkan keinginan tanpa berpikir bahwa kebahagiaan itu bisa saja terjadi, juga bisa saja tidak. Sebab, menurutku, itu masih bersifat kemungkinan. Seperti yang terjadi dengan teman sekelasku di sekolah dasar. Mimi namanya. Awalnya ia bersikukuh tidak nikah di usia muda. Ia percaya bahwa ia punya bakat dan potensi jika ia meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Namun, pada suatu saat, orang tuanya mengajukan konsep kebahagiaan sempurna-nya. Awalnya ia mengelak, tidak mau karena sekolahnya belum rampung. Orang tuanya terus memaksa, mengiming-imingi dengan sebuah nama orang yang melamar. Mereka menjelaskan bahwa orang yang melamarnya seorang pengusaha kaya raya, yang dapat menjamin kenyamanan hidup. Tidak harus sekolah tinggi-tinggi. Toh, pada akhirnya, perempuan akan berjibaku di ruang dapur. Dasar! Mimi tergoda dengan penjelasan itu. Mimi pun mau. Orang tuanya pun membayangkan akan menimang seorang cucu. Akhirnya, Mimi putuskan tidak melanjutkan sekolah, dan memilih menjadi seorang istri pengusaha kaya itu. Orang tuanya berharap segera menikmati kebahagiaan sempurnanya. Mimi pun dinikahkan. Selang dua tahun, aku mendengar kabar bahwa Mimi sudah cerai. Alasannya, orang tuanya kecewa karena tahu bahwa suami Mimi ternyata lelaki mandul. Kini, Mimi telah berstatus janda tanpa anak. Tapi, itu bukan aku. Dia itu Mimi yang tak tahu tentang segala sesuatu yang masih bersifat kemungkinan. *** “Gimana, Nak?” Ibu bertanya dalam bisik saat aku menyiapkan teh di dapur. Entah untuk tamu dari mana. “Aku tetap tidak mau, Ma. Lebih baik Mama tunggu dulu sampai kuliahku selesai” Aku jawab sambil mengangkut teh yang sudah jadi. “Tapi” “Ma...” Mama mengerti. Ia pun tak melanjutkan. Di ruang tamu, Dua orang beda usia sedang asyik bercengkerama dengan papa. Yang satu tampangnya setengah baya. Penglihatanku mengatakan bahwa dia sudah menikah dan punya anak. Sebelahnya lagi seorang pemuda, kira-kira 25 tahun. Dengan gaya muslim dan bersongkok, baju koko sengaja ia kenakan untuk memperlihatkan kesopanan. Tampang lumayan. Tak mengingatkanku kepada seorang buruh angkut yang dulu sempat

menggodaku. Tapi, meskipun begitu, aku tetap tak tergoda. “Silakan diminum,” kataku mempersilakan. “Iya, makasih” Pemuda itu menanggapi dengan senyum—yang menurutku sengaja dibuat semanis mungkin. Tapi, aku tetap tak tergoda. Dari belakang, Mama datang. Ia berbisik kepada papa. Papa menjatuhkan pandangannya kepadaku. Entah, isyarat apa yang sebenarnya ia sampaikan. Aku tak mendengar bisikan mama. Aku hendak masuk ke dalam. Tapi, papa melarangku. “Nak” matanya mengisyaratkan aku untuk duduk bersama mereka. Aku kabulkan permintaannya. Papa tak ingin kedua tamunya itu bingung karena tingkah kita.Segera ia mulai pembicaraan. “Katanya, papa kamu sedang memenangi tender proyek......?” Papa seperti ingin memberitahukan kepadaku bahwa kedua tamunya bukan orang biasa. “Ya, syukur, Pak. Bapak Ruswanto, papanya Damar, saat ini dipercaya mengembangkan proyek perkebunan. Tepatnya kelapa sawit. Hampir seluruh perkebunan di Kalimantan ditangani bapaknya,” lelaki paro baya menjelaskan kepada papa. Pemuda yang belakangan kutahu namanya disebutkan tadi tersenyum sambil mengangguk-angguk. Papa tersenyum puas. Aku menebak-nebak isi pikirannya, bahwa ia tak akan repot mendapatkan kehidupan nyaman jika aku mau menjadi istri Damar. “Bla bla bla” Lelaki paro baya itu seakan tak kehabisan kata menceritakan semua kekayaan yang dimiliki Pak Ruswanto. Papanya Damar. Papa menganggukkan kepala tanda rasa puas. Ia melirik kepadaku. Seolaholah aku sudah menemui pasangan yang cocok. Tapi, Itu bukan aku. “Alangkah lebih baiknya kalau kita mendengar pendapat Dila,” papa mempersilakanku bicara. Tiba waktunya aku angkat bicara. “Sebelumnya, saya sangat berterima kasih telah sudi bertamu ke rumah saya. Sudi meluangkan waktu meski saya tahu Anda seorang yang sibuk dengan pekerjaan di kantor. Tapi,

Saya mohon maaf. Sekali lagi mohon maaf jika kedatangan Anda ke sini tidak membawa pulang harapan yang tertunai. Dari awal, sudah saya tegaskan kepada diri saya sendiri untuk tidak menikah di usia muda. Saya menginginkan cita-cita saya benar-benar tercapai. Tidak hanya omong kosong belaka. Tidak hanya harapan yang tak tertunai sebagaimana yang terjadi pada perempuan-perempuan di desa ini. Sekali lagi saya mohon maaf jika kedatangan Anda ke rumah ini tidak menghasilkan apa-apa. Sebab, saya bertekad menyelesaikan studi saya terlebih dahulu. Dengan rasa hormat yang sebesar-besarnya, saya harus katakan bahwa saya tidak menginginkan menikah sebelum studi saya selesai.” “Tapi saya bisa menunggumu hingga selesai.” Damar menanggapi. “Jujur, saya tidak yakin Anda akan siap.” Jawabku “Aku siap.” Nadanya menyiratkan sebuah kemantapan. Tapi, Aku tak tergoda. Papa membelalakkan mata tanda amarah yang dikirim kepadaku. Tapi, itu bukan aku, jika takut dengan ancaman. “Sekali lagi, dengan rasa hormat, saya tidak bisa menerima lamaran ini”. Titik. Aku tak ingin ada pembicaraan lagi. Kedua tamu itu akhirnya pamit dengan muka entah kecewa ataukah marah. Aku tak terlalu memperhatikan. Papa mempersilakan tamu “agung”-nya. Ada perbincangan yang tak kuketahui saat papa bersalaman dengan mereka. Yang pasti, aku melihat lelaki paro baya menepuk bahu papa tanda ”tidak apa-apa”. Aku putuskan segera masuk kamar. Sudah kupastikan apa yang akan terjadi setelah ini. Hanya kamar ini yang bisa melindungiku dari amarah papa. Dari dalam aku dengar papa mengumpat. Dasar! Apa maumu? Sudah empat pemuda yang melamarmu. Empat itu pula kau tolak. Apa sebenarnya yang kau harapkan dari cita-cita itu? Mereka yang kau tolak bukan pemuda biasa. Anak pengacara, anak seorang saudagar kaya, anak dokter, anak pengusaha sukses. Semua kau tolak mentah-mentah karena keinginanmu yang semu itu. Apa yang kau

harapkan? Heh Dila! Tak banyak perempuan di sini yang bisa menarik perhatian mereka. Tak ada. Hanya kamu! Tapi kau tolak mentah-mentah hanya karena keinginanmu, cita-citamu yang semu itu. Aku mendengar. Aku menyimak kata-kata papa dari dalam kamar. “tapi itu bukan aku, Pa” Kataku dalam hati. *** Tiga tahun setelah wisuda. Namaku telah menyandang satu gelar. Dila Rahmawati, S.E. Kini, aku sudah bisa melepas semua kebutuhan dengan mengharapkan uang dari orang tua. Yah, setelah kejadian empat tahun silam. Saat aku menolak semua lamaran. Saat Papa dalam puncak keamarahannya. Saat aku tak dikirimi uang lagi karena telah dianggap melawan. Aku harus mencari uang dengan usahaku sendiri. Meski Mama sering menawarkan uang untukku. Tapi, aku tak ingin menerimanya. Sebab, itu uang papa juga, sedangkan papa sudah memutuskan tidak memberiku uang lagi sejak kejadian empat tahun silam itu. Mulanya, aku harus rela membagi waktu. Menambah kesibukan dengan menjadi kasir kafe. Harus mengirit uang agar cukup untuk kebutuhan sebulan. Dengan pekerjaan itu, akhirnya aku bisa bertahan dalam hukuman orang tua. Apalagi, saat kuliahku hanya menyisakan beban skripsi. Tak ada pilihan, aku harus beraktivitas ganda. Menjadi kasir kafe di siang hari. Merampungkan skripsi dari permulaan malam hingga menjelang pagi. Otomatis istirahatku terhitung hanya sebentar. Hukumannya lagi, saat aku wisuda. Papa tak hadir dalam acara. Hanya Mama. Adik, aku tak punya. Aku anak tunggal. Oleh sebab itu, Papa ngotot menikahkanku dengan anak pengacara, anak saudagar kaya, anak dokter, dan anak pengusaha. Tak lain, ia menginginkan kebahagiaan yang sempurna untukku—walau kutahu kebahagian sempurna itu merupakan ambisinya. Tahu bahwa aku sudah menyandang gelar. Aku ingin pekerjaan yang lebih layak. Kebetulan, ada info lowongan kerja dari sebuah restoran yang membutuhkan seorang marketing. Aku lamar. Wawancara. Aku diterima. Dan itu-lah aku! *** Tiga tahun setelah wisuda. Kala usiaku telah menginjak tahun ke-28. Saat aku telah mendapatkan sebuah jabatan asisten manajer di restoran, yang dulu aku hanya sebagai marketing di sana. Kini, aku bisa merasakan jerih payahku mempertahankan komitmen. Mereka, papa, dan mama, bisa melihat kesuksesanku saat ini. Sebab, aku tak diperbolehkan pulang oleh papa. Kuputuskan membeli rumah di sebuah perumahan tak jauh dari restoran. Kini, aku sudah bisa melepas kebutuhan dengan mengharap kiriman orang tua sepenuhnya. Malah, aku yang sekarang sering mengirimi mereka uang untuk kebutuhan di rumah. Meski papa menolaknya. Diam-diam, aku kirimkan kepada mama. Sebab, aku tahu papa tak sehebat dulu. Tak ada lagi pekerjaan. Hanya mengandalkan uang pensiunan, yang terkadang lambat hingga berbulan-bulan. Aku duduk di sofa ruang tamu. Mengamati segala hiasan interior rumah, aneka barang elektronik yang tersedia. Sebuah kolam kecil dalam ruangan yang sengaja aku buat, hasil usahaku menjaga komitmen. Hingga pada akhirnya, mataku tertuju pada sebuah figura. Di sana terpampang fotoku bersama papa dan mama. Kami ceria dalam foto itu. Namun, ada yang hinggap dalam sanubari secara tiba-tiba. Sebuah kekosongan yang terhampar di dada. Kesunyian yang selama ini termarjinalkan oleh kesibukan. Sebuah kerinduan akan kebersamaan keluarga yang lama tak kurasakan. Sebuah konsep kebahagiaan yang sempurna. Aku tersadar. Ya, kalimat itu telah membangunkanku dari kesibukan yang membenam kesadaranku bahwa aku masih perawan. Aku belum menikah. Aku masih hidup sendirian. Tiba-tiba angin menyeretku pada sebuah harapan akan adanya sebuah lamaran. Ruang tamu seakan menjelma sebuah padang sunyi yang terhampar. Aku seperti perempuan yang menikmati sunyi dalam hiruk-pikuk angin padang. Sendiri. Tak ada yang menemani. Dan itu aku! Perawan tua. *) Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta asal Situbondo.


BERITA UTAMA

Minggu 2 Desember 2012

35

HALAMAN SAMBUNGAN

Bikin Double Way Banyuwangi-Rogojampi n PU PUSAT... Sambungan dari Hal 29

Kedatangan tim itu juga dalam rangka melihat langsung kondisi jalan yang diusulkan mendapat anggaran APBN dan APBD Jatim 2013. “Mudahmudahan realisasi usul kita itu lebih cepat dari yang kita targetkan,” harap Kepala Dinas PU Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang Banyuwangi, Mujiono, kemarin (1/12). Beberapa waktu lalu, kata

Mujiono, Bupati Abdullah Azwar Anas mengusulkan angga ran sekitar Rp 115 miliar ke APBN 2013. Anggaran itu diusulkan untuk membangun beberapa ruas jalan nasional di Banyuwangi. Anggaran Rp 115 miliar itu salah satunya akan digunakan untuk pelebaran jalan nasional. Be berapa titik yang diminta penambahan ruas adalah sepanjang Jalan Gatot Subroto, Ketapang. Saat ini, jalan yang membentang mulai Kelurahan

Bulusan hingga Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, itu hanya memiliki dua lajur. Pemerintah daerah menghendaki pembangunan empat lajur di sepanjang Jalan Yos Sudarso, Sukowidi, itu , bisa dilanjutkan hingga Jalan Gatot Subroto, Ketapang. Selama ini, ruas jalan empat lajur yang dilengkapi median jalan yang sudah ada di Kelurahan Klatak itu menggunakan dana APBD 2009 dan 2010. Untuk melanjutkan pe-

lebaran Jalan Gatot Subroto menjadi empat ruas, Pemkab Banyuwangi tidak akan menggunakan anggaran APBD lagi. Rencananya, Pemkab Banyuwangi akan mengajukan dana ke APBN 2013. Anggaran yang dibutuhkan guna m ele barkan jalan dari Klatak, Bulusan, hingga Ketapang, itu sebesar Rp 35 miliar. Sementara itu, perbaikan ja lan depan pelabuhan PT ASDP Indonesia Ferry juga diusulkan. Sedianya, ruas ja-

Lomba Digelar Pagi sampai Sore n HARI... Sambungan dari Hal 29

Umumnya mereka terjungkal karena belum mengenal medan. Selain tim junior, tim senior yang tergabung dalam ke las eksekutif A dan B juga menjajal sirkuit di abrat Stadion Di ponegoro tersebut. Meski berlatih, mereka tetap unjuk

ke bolehan di depan ratusan warga yang menyaksikan. “Hari pertama, siang sampai sore kita isi sesi latihan. Peserta belum pernah uji coba sirkuit, dan baru hari ini (kemarin, Red) bisa latihan,” ungkap Dira Su lanjana, humas Lightning Production. Sederet crosser mancanegara mengikuti latihan. Ada Jerney

IRT (Slovenia), Lewis Stewart, Trent Loader, dan Nick Suntherland (Australia). Di jajaran crosser nasional ada nama Farhan Hendrodari yang ikut latihan dan siap menjadi pesaing para pembalap mancanegara. Pada hari kedua ini akan digelar babak kualifikasi hingga final. Lomba balap semua kelas akan dipertandingkan mulai

pagi hingga sore. Sementara itu, team extreme free style dari Eropa akan unjuk kebolehan. Ada Gabriel Villada dari Spanyol, William Van Den Putte dari Belgia, dan Alex Martins dari Latvia. Mereka telah bersiap menyuguhkan atraksi terbaik di hadapan publik Kota Gandrung. (afi/ c1/bay)

Tinggal Pembersihan Jalan n SURVEI... Sambungan dari Hal 29

Menurut Guntur, etape satu meliputi wilayah Kecamatan Rogojampi, Songgon, Sempu, Genteng, dan Tegalsari. Selanjutnya, pembalap akan masuk ke wilayah Kecamatan Bangorejo, Gambiran, Purwoharjo, Bangorejo, dan langsung ke pantai Pulau Merah di Kecamatan Pesanggaran. “Rute ini menyuguhkan pemandangan alam dan peninggalan sejarah,” katanya. Guntur menyebut, pada etape satu, peserta balapan di per-

kenalkan dengan kondisi alam Banyuwangi yang cukup indah, seperti hutan, pertanian, dam, jembatan, dan kanal peninggalan Belanda di Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari hingga Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo. “Rutenya di pinggir kanal peninggalan Belanda, dan ini sangat asyik,” ungkapnya. Dengan rute etape satu yang blusukan kampung dan menyusuri sungai bersejarah itu, Gun tur yakin akan menjadi pesona tersendiri dalam bala pan bertaraf internasional itu. “Rute ini yang paling di-

senangi peserta balapan dari mancanegara,” cetusnya. Berdasar survei yang dilakukan, rute etape satu yang berlangsung Jumat (7/12) nanti prinsipnya tidak ada masalah. Jalan yang akan dilewati dianggap sudah memenuhi syarat. “Kondisi badan jalan secara umum sudah bagus,” katanya. Namun, pada sejumlah titik perlu diperbaiki dan di bersihkan. Bekas proyek penangkal badan jalan di beberapa titik ternyata masih ada yang belum diperbaiki. “Ada yang perlu diperbaiki lagi tapi sedikit,” ujar

Guntut pada Jawa Pos Radar Banyuwangi di simpang tiga Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, kemarin. Survei tersebut juga diikuti komisioner BTDI Sondi, Wakapolres Kompol Agus Widodo, perwakilan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), Kodim 0825 Banyuwangi, dan sejumlah camat yang daerahnya dilewati dalam etape satu. “Dalam survei ini kita juga memberi tanda panah di setiap simpang tiga dan simpang empat,” sebut Guntur Priambodo. (abi/c1/bay)

Istirahat untuk Pulihkan Tenaga n TUAN... Sambungan dari Hal 29

Di tim tersebut ada Tonton Susanto yang merebut medali emas di kelas ITT di Pekan Olahraga Nasional (PON). Ada juga Warseno yang merupakan jawara kedua Criterium seri

LCC di Temanggung. Tidak ke tinggalan, tuan rumah diperkuat Ryan Ariehan, peraih medali perak dan perunggu di PON Riau. Mereka didukung Fatahillah yang juga jawara di PON di kelas road race. Manajer Banyuwangi Team, Guntur Priambodo me nga-

takan, Tour de Ijen memiliki karakteristik berbeda dengan kejuaraan lain. Ajang tersebut memiliki tiga variasi iklim, yakni pegunungan, pantai, dan jalan umum. Ketiganya tentu memiliki karakter cuaca yang berbeda. Lantaran ada tiga variasi,

maka strategi lomba yang akan digunakan juga harus bervariasi. Itulah yang menjadi pekerjaan rumah bagi Banyuwangi Team. Agar tampil maksimal di semua etape, harus ada strategi yang matang. “Ini bagian dari simulasi lomba,” katanya. (nic/c1/bay)

Nomor Tiga Terbanyak di Jatim n TEARIKAL... Sambungan dari Hal 31

Pernyataan senada di lontarkan Direktur LSM Kelompok Kerja Bina Sehat (KKBS) Banyuwangi, Hariadji Sugito. Dikatakan, saat ini Banyuwangi

menempati urutan ketiga jumlah penderita HIV/AIDS seJawa Timur (Jatim). “HIV sudah me rambah ke mana-mana. Tidak mengenal status sosial ekonomi seseorang. HIV sudah menyebar di 24 Kecamatan di Banyuwangi. Di Jatim, Ba-

nyuwangi menempati posisi ketiga setelah Kota Surabaya dan Kota Malang,” ujarnya. Hariadji menambahkan, aksi kepedulian kemarin bertujuan menyadarkan masyarakat bahwa HIV/AIDS sudah me rambah Banyuwangi. Di-

harapkan, warga tidak melakukan aktivitas berisiko, seperti me lakukan hubungan seks bebas; menggunakan jarum suntik dan benda tajam yang tidak steril, misalnya jarum tindik, dan lain-lain. (sgt/c1/ bay)

Jauhi Gaya Hidup Seks Bebas n PELAJAR... Sambungan dari Hal 31

Kepada para pengguna jalan, mereka mengimbau agar warga menjauhi aktivitas yang berpotensi menularkan virus tersebut, seperti menjadi pe-

kerja seks, penggunaan narkoba suntik, dan gonta-ganti pasangan. ‘’Semua itu mengandung risiko terhadap penularan AIDS,’’ cetus Presiden Lembaga Kepresidenan Mahasiswa (LKM) STAI Ibrahimy Genteng, Nailul Abror. Dalam orasinya, Nailul me-

minta agar masyarakat selalu waspada. Sebab, virus mematikan tersebut terus mengalami peningkatan. ‘’Stop seks bebas dan jauhi narkoba,” tegasnya melalui pengeras suara. Sementara itu, aksi masa tersebut melibatkan aktivis

PMII Komisariat STAI Ibrahimy Genteng, sejumlah mahasiswa dari beberapa kampus di Banyuwangi Selatan, PC IPNU dan PC IPPNU Banyuwangi, dan pelajar tingat SMA dan SMP yang tersebar di sejumlah kecamatan. (ton/c1/bay)

Rumpun Bambu Paling Sulit Diangkat n KERJA... Sambungan dari Hal 29

Setiap jam kisi-kisi tersebut selalu dikontrol untuk mengetahui sampah yang menyangkut. “Setiap satu jam sekali kami mengontrol kisi-kisi itu,” ujar Suwadi asal Dusun Tanjung Sari, Desa Tanjung Kamal, Kecamatan Mangaran. Dibantu enam petugas, dirinya menjad wal agar semua petugas kebagian dalam menjaga kisi-kisi tersebut. Setiap jam, dapat dipastikan ada sampah yang menempel pada kisi-kisi tersebut. Tanpa menunggu lama, mereka langsung turun ke sungai dan memungut sampah tersebut. Bukan pekerjaan mudah membersihkan sampah. Mereka harus berhati-hati saat membersihkan sampah. Terpeleset sedikit saja, nyawa taruhannya. Bila jatuh, mereka bisa tenggelam atau terseret arus sungai. Sementara itu, sampah dari Kabupaten Bondowoso dan beberapa lokasi itu tidak bisa dipastikan datangnya. Kondisi yang serba-tidak pasti itu memaksa penjagaan para petugas di Dam Pintu Lima dilakukan nonstop selama 24 jam.

Apabila sampah datang pada malam hari, kemudian sampah tersebut menyangkut pada kisi-kisi, malam itu juga mereka harus terjun. Meski gelap, mereka harus membersihkan sampah tersebut agar aliran air tetap lancar menuju ke sejumlah lahan pertanian. “Sampah kadang-kadang datang di malam hari, kami harus tetap turun ke bawah untuk membersihkan sampah tersebut,” imbuh Suwadi. Apabila sampah yang menyangkut hanya sampah biasa, diakuinya itu tidak terlalu berat. Namun, jika sampah yang menyangkut adalah sampah pepohonan, maka membutuhkan waktu berjam-jam untuk memungut sampah tersebut. “Yang pa ling sulit itu sampah pohon bambu. Rumpun bambu itu sangat susah diambil, jadi kami terpaksa memakai kerek,” papar Suwadi. Ditambah lagi bila musim hujan, sampah yang datang akan semakin banyak di dam tersebut. Apalagi saat debit air sungai membesar, maka terpaksa pembersihan menunggu sampai air surut seperti semula. “Kami sangat kewalahan kalau musim hujan, sampahnya lebih banyak,” katanya.

Rencananya, setelah pembangunan Dam Pintu Lima selesai, petugas akan terbantu dengan adanya alat pembersih sampah secara elektrik. Namun, karena pembangunan dam itu belum selesai, maka Suwadi dan enam petugas lain harus membersihkan sampah tersebut secara manual. “Ngambil sampah pakai tangan, jadi kami turun ke bawah. Malam hari pun kami tetap lakukan,” kata Suwadi. Sementara itu, jika sampah yang tersangkut pada kisi-kisi tidak dibersihkan, maka aliran sungai pada lahan pertanian akan mengering. Hal itu mengakibatkan air tidak sampai ke sawah-sawah milik petani. Karena itu, kapan pun ada sampah yang menyangkut, petugas harus selalu siaga membersihkan. “Sampah yang tersangkut pada malam hari tetap kami ambil. Bila tidak, maka airnya tidak akan sampai ke persawahan warga. Jadi, 24 jam itu kami siaga,” papar Suwadi. Pekerjaan menjaga Sungai Sampean Lama sebenarnya sudah dilakukan Suwadi sejak lama. Karena itu, mereka berharap agar masyarakat tidak membuang sampah ke sungai. (c1/bay)

lan nasional yang menjadi langganan banjir itu diusulkan dalam perubahan APBN 2012. Na m u n , p e l a k s a n a a n n y a ditunda hingga anggaran 2013 mendatang. “Kita usulkan anggaran sebesar Rp 20 miliar lebih,” ungkap Mujiono. Selain itu, Pemkab Ba nyuwangi juga mengusulkan pelebaran jalan nasional pada jalur Banyuwangi-Rogojampi. Sama dengan Jalan Gatot Subroto, ruas ini hanya memiliki dua lajur, sehingga tidak berimbang de ngan pertumbuhan kendaraan yang melintas di jalan ter sebut. Anggaran yang diusul kan untuk menambah ruas jalan Banyuwangi-Rogojampi sebesar Rp 40 miliar. “Pemerintah daerah memproyeksikan jalur BanyuwangiRo gojampi untuk dibangun median jalan,” kata Mudjiono. Jalan nasional mulai Ke camatan Kalibaru hingga Desa Genteng Kulon juga diusulkan per baikan. Jalur itu dinilai sudah tidak mendukung secara maksimal kelancaran arus transportasi. Walau tidak ada penambahan lajur, tapi

pemerintah daerah minta pemerintah pusat melebarkan ja lan tersebut. “Kendaraan yang melalui jalan nasional jalur selatan semakin padat. Sudah waktunya ada pelebaran jalan,” jelas Mudjiono. Perbaikan jalan nasional Muncar-Srono juga diusulkan mendapatkan anggaran perbaikan. Pada tahun 2012 ini, jalur Muncar-Srono sudah mendapatkan anggaran perbaikan tapi tidak tuntas. Sementara itu, usulan anggaran Rp 115 miliar untuk perbaikan jalan nasional itu disampaikan langsung kepada Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI beberapa waktu lalu. Surat permohonan itu diantarkan Bupati Anas didampingi Kadis PU Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang Mudjiono. Selain itu, Bupati Anas juga mengusulkan pembangunan jalan yang menjadi akses wisata menuju pantai Plengkung atau G-Land. “Pusat turun untuk melihat akses jalan menuju lokasi wisata. Pusat akan mendukung pembangunan jalan menuju

destinasi wisata,” katanya. Selain jalan nasional, diusulkan pula perbaikan sejumlah jalan Provinsi Jatim. Anggaran perbaikan jalan yang disampaikan kepada Gubernur Jatim Soekarwo sekitar Rp 290 miliar. Anggaran itu untuk me rehabilitasi sejumlah ruas jalan provinsi yang sudah cukup lama tidak tersentuh perbaikan. Beberapa ruas jalan provinsi itu adalah poros jalan dari Genteng Kulon melalui Wonorekso hingga pertigaan Lincing di Kecamatan Rogojampi. Jalur ini, kata Mudjiono, sudah bertahun-tahun tidak tersentuh perbaikan. Selama ini, jalan tersebut hanya tersentuh tambal sulam. Perbaikan jalan sepanjang 15 Km itu dibutuhkan anggaran sebesar Rp 80 miliar lebih. Ruas lain yang diusulkan perbaikan adalah jalan Jajag menuju Kecamatan Bangorejo sepanjang 20 Km dan jalan mulai Glagahagung hingga Kecamatan Tegaldlimo. “Usul itu sudah kita sampaikan kepada gubernur. Kita berharap realisasi anggaran itu masuk APBD 2013,” katanya. (afi/c1/bay)

Penjual Sudah Sering Ditindak n SUDAH... Sambungan dari Hal 29

Minuman beralkohol yang diamankan, antara lain delapan botol anggur merah, sepuluh botol besar arak bali, dan 20 botol kecil arak. Kapolsek Trijoko mengaku, pe redaran miras di wilayah hukumnya masih banyak yang

belum ditemukan. Jadi, pihaknya akan terus melakukan razia agar peredaran miras bisa diputus. ‘’Kita terus tindak. Itu semata-mata demi mencegah kriminalitas,’’ katanya. Puluhan miras hasil si taan ter sebut pasti akan di musnahkan usai menjalani sidang tindak pidana ringan (tipiring). ‘’Para penjual miras itu sudah

sering kita tindak. Mereka juga rugi materi, tapi kenapa kok tetap menjual dan tidak kapok,” sesalnya. Oleh karena itu, polisi meminta warga berhenti menjual miras. Tujuannya, menjaga ke amanan dan ketertiban lingkungan. ‘’Jadi, mohon jangan berjualan,” pintanya. (ton/c1/bay)

Menjadi Jalur Perdagangan Dunia n JEJAK... Sambungan dari Hal 36

Mansyur Hidayat, ketua MPPM (Masyarakat Peduli Pe ninggalan Majapahit) Wilayah Timur mengakui posisi Panarukan yang sangat penting dalam sejarah Nusantara. Penulis buku Sejarah Lumajang: Melacak ketokohan Arya Wiraraja dan Zaman Keemasan Lamajang Tigang Juru itu memberikan apresiasi khusus terhadap peran Panarukan di masa lampau.

Misalnya, kita tahu ada pembuatan jalan raya dari Anyer sampai Panarukan pada1808– 1810. “Itu patut kita per tanyakan kenapa kok tidak sampai Probolinggo saja, atau sekalian sampai Banyuwangi. Itu mengindikasikan bahwa Panarukan merupakan tempat yang sangat penting bagi Belanda,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi pekan lalu. Pada saat agresi militer, Belan da menurunkan pasukan laut di Pasir Putih. Itu bertujuan me naklukkan ujung timur

Jawa. Fakta itu membuktikan betapa pentingnya Situbondo, sehingga Belanda harus memukul Situbondo untuk melukai psikologis ujung timur Jawa. Lebih lampau dari masa kerajaan, kata Mansur, pentingnya Panarukan yang kala itu masih ber nama Patukangan bisa di lihat pada tahun 1500-an hingga 1600-an. Panarukan memiliki peran sangat penting dalam jalur perdagangan internasional di Pantai Utara, ujung timur Jawa, atau daerah Tapal Kuda. (pri/c1/bay)

Makam dengan Nisan Berhuruf Jawa n DIBANGUN... Sambungan dari Hal 36

“Saya tidak tahu mulai kapan tempat ini berubah menjadi pemakaman umum. Saat saya masih anak-anak, tempat ini sudah jadi pemakaman,” terang salah seorang warga yang usianya hampir 70 tahun kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. Hariyomo, salah satu sesepuh Kota Santri yang peduli terhadap peninggalan sejarah mengungkapkan, Benteng yang langsung berbatasan dengan Sungai Sampean itu memang peninggalan Belanda. Meski demikian, kata dia, yang membangun benteng itu Bangsa Portugis. “Benteng itu dibangun pada

1580. Nama yang membangun Portonio De Bruto dan Joao de Moreno. Namun, ketika Por tugis balik ke negaranya, benteng itu dikuasai dan difungsikan oleh Belanda,” terang pria yang pernah menjadi pegawai perbankan tersebut. Oleh Portugis dan Belanda, kata Hariyomo, benteng tersebut digunakan untuk berlindung dan menimbun barang-barang dagangan berupa rempah-rempah, seperti lada, cengkih dan pala. Barang-barang itu dikumpulkan dari banyak pulau kemudian dikirim ke Eropa. Rombongan pencinta peninggalan sejarah yang terdiri atas Forum Penyelamat Cagar Bu daya (FPCB), Forum Ide

Anak Bangsa (Foriabang), PMII, dan sesepuh Situbondo, me ngelilingi bagian-bagian benteng. Mereka juga sempat mengukur batu merah benteng yang berukuran jumbo. Selain itu, ada juga tugu Portugis di Desa Peleyan. Juga ada sebuah tempat yang diyakini sebuah pemandian putri raja Kerajaan Purbasari. Namun, tempat itu kini hanya tinggal puing-puing yang tertutup tumbuhan perdu dan semak. Ada juga sumur tua yang diyakini ada sejak Panarukan masih berbentuk kerajaan. Ini bisa dilihat dari bentuk dan ukuran batu batanya. Selain itu, ada juga pemakaman yang di nisannya berhuruf Jawa. (pri/c1/bay)

Ada Kemiripan dengan Situs Biting n KUTABEDAH,... Sambungan dari Hal 36

Meski demikian, dugaan awal pe ning galan di Dusun Kutabedah itu adalah benteng istana atau benteng pelabuhan Kerajaan (Juru) Patukangan atau Panarukan di zaman Kerajaan Lamajang Tigang Juru. “Kita menyimpulkan itu berdasar

kesamaan batu bata dan motif coretan,” imbuh Mansur. Dia menegaskan, yang paling penting dalam survei tersebut adalah tim gabungan telah menemukan temuan awal situs Kerajaan Patukangan (Panarukan) yang dapat dijadikan bahan studi akademis lebih lan jut. Yang lebih penting lagi, perlu penyelamatan pe-

ninggalan sejarah tersebut oleh pemerintah setempat. “Perlu diketahui bahwa karena ketidaktahuan masyarakat, banyak batu bata yang hancur dan diambil masyarakat untuk di jadikan bahan bangunan. Se moga penemuan ini dapat menyelamatkan kekayaan sejarah Nusantara yang saat ini banyak dilupakan,” harap Mansur. (c1/bay)

Penting Berfungsi sebagai Pelabuhan Internasional

n DIDUGA...

Sambungan dari Hal 36

Kata dia, perlawanan di wilayah-wilayah bekas kerajaan itu meledak lagi setelah Pana rukan atau Patukangan mem berontak terhadap Majapahit. Dalam Babad Negara Kertagama disebutkan bahwa perang Sadeng (Pasadeng) bersamaan dengan pemadaman pemberontakan di Keta pada tahun 1331 Masehi atau tepatnya 15 tahun setelah Lamajang jatuh. “Hal ini dimungkinkan

karena penyerangan Majapahit dianggap merugikan peran dua pelabuhan besar tersebut dan juga para pelarian dari Lamajang tetap melakukan perlawanan di kedua tempat ini,” jelasnya. Pada 1359 Masehi, Raja Majapahit Prabu Hayam Wuruk melakukan “Tour de Inspectie” atau show of force untuk meli hat langsung daerah bekas Lamajang Tigang Juru. Dalam perjalanannya, Prabu Hayam Wu ruk mengumpulkan para raja bawahan di Patukangan. Adipati Arya Suradhikara yang

keturunan Arya Wiraraja bertugas mengoordinasikan acara pertemuan yang dihadiri para raja bawahan dari Patukangan, Bali, dan Madura. “Riwayat Kerajaan Patukangan ini kemudian berlanjut ketika Kesultanan Demak menyerang wilayah penting ini pada tahun 1546 Masehi. Kota Panarukan dikepung selama tiga bulan. Tapi serangan Demak itu gagal, karena Sultan Trenggana gugur. Demak memilih menghentikan penyerbuan terhadap Pa narukan,” jelasnya. (pri/c1/bay)


MINGGU l 2 DESEMBER 2012 l HALAMAN 36

NAPAK TILAS: Sejumlah aktivis anggota Komunitas Peduli Pelestarian Cagar Budaya Situbondo melakukan penelusuran peninggalan bersejarah di Panarukan pekan lalu. Salah satu yang dikunjungi adalah tugu benteng Portugis di tengah sawah ini. EDY SUPRIYONO/RaBa

Diduga Bagian dari Kerajaan Jejak Lamajang Tigang Juru PATUKANGAN tidak bisa dilepaskan dari cerita sejarah tentang Kerajaan Lamajang Tigang Juru yang didirikan Arya Wiraraja pada 10 November 1293 Masehi. Itu bersamaan dengan berdirinya kerajaan Majapahit. Menurut Babad Pararaton, kerajaan tersebut mempunyai tiga wilayah utama, yaitu Lamajang, Panarukan (Patukangan), dan Blambangan. Menurut Mansur, masingma sing juru (wilayah) memiliki beberapa spesifikasi ter sendiri. Lamajang me rupakan pusat pe me rintahan, sedangkan Patu kangan atau Panarukan mer upakan pelabuhan dagang internasional. ”Blam-

bangan belum kita ketahui spesifikasinya. Yang pasti MPPM Timur terus melakukan studi untuk meneliti rangkaian cerita sejarah tentang Kerajaan Lamajang Tigang Juru,” ungkap pria asal Lumajang itu. Pentingnya Pelabuhan Panarukan berlanjut ketika kerajaan yang dirikan Arya Wi raraja itu ditinggal sang pendiri. Patih Nambi yang ditunjuk sebagai pengganti Arya Wiraraja kemudian diserang pasukan Majapahit pimpinan Prabu Jayanegara dan gugur di Benteng Pajarakan. “Itu memudahkan pasukan Majapahit menduduki Arnon pada tahun 1316 Masehi,” terang Mansur n  Baca Diduga...Hal 35

Tahun 1600 Panarukan Dibangun Portugis,

SITUBONDO - Panarukan di masa lalu merupakan sebuah wilayah yang posisinya sangat strategis dan diperhitungkan. Tidak hanya oleh Bangsa Eropa yang menjajah Indonesia, jauh sebelum itu, kerajaan-kerajaan di Nusantara, seperti Majapahit dan Demak, juga sangat perhatian terhadap wilayah di Kabupaten Situbondo yang kini hanya menjadi nama sebuah kecamatan yang membawahi delapan desa itu. Bukti-bukti masa kejayaan Panarukan di masa lampau itu sebagian masih bisa kita saksikan hingga saat ini. Beberapa waktu lalu, sejumlah komunitas peduli peninggalan sejarah Situbondo melakukan napak tilas atas beberapa bangunan yang sangat tidak diperhatikan tersebut. Tujuannya, agar Pemkab Situbondo memberikan perhatian terhadap bangunan-bangunan yang dinilai sebagai cagar budaya tersebut n  Baca Jejak...Hal 35

EDY SUPRIYONO/RaBa

EDY SUPRIYONO /RaBa

Digunakan Belanda

PERLU bekal dan waktu khusus un tuk mengunjungi tempattem pat peninggalan sejarah di Kecamatan Panarukan. Itu karena banyak tempat yang bisa disinggahi. Sayang, hampir tak ada yang mendapat perawatan. Se hingga, banyak bagian yang sudah rusak, entah itu karena ter makan waktu atau mungkin

karena tangan-tangan jahil. Tempat yang biasa didatangi kali pertama adalah Benteng peninggalan Belanda di Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan. Di tempat yang sudah berubah fungsi menjadi pemakaman umum itu masih bisa dijumpai sisa-sisa tembok benteng yang masih kokoh berdiri n  Baca Dibangun...Hal 35

Kutabedah, Situs Sejarah yang Kini Jadi Areal Sawah Tim survei MPPM Timur telah melakukan survei lapangan atas peninggalan sejarah di Dusun Tokengan dan Kutabedah, Desa Peleyan, Kecamatan Panarukan. Mereka turun didampingi mahasiswa Jurusan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Jember (Unej). Apa saja hasilnya? EDY SUPRIYONO, Situbondo

RATA: Tumpukan batu bata kuno memanjang di areal persawahan di Desa Kutabedah.

STRATEGIS: Reruntuhan benteng yang dibangun Portugis di Panarukan ini berbatasan langsung dengan Sungai Sampeyan.

PENELITIAN lapangan dua lembaga luar daerah yang peduli terhadap peninggalan sejarah di Situbondo itu

dilakukan Senin hingga Selasa (26 – 27/11) lalu. Mereka sengaja turun setelah menerima laporan dari jaringan pelestari peninggalan sejarah, yaitu FPCB (Forum Penyelamat Cagar Budaya) Kabupaten Situbondo. Dari data sejarah dan laporan dari FPCB Situbondo itu, tim MPPM Timur kemudian melakukan sur vei. Temuannya ternyata sangat spektakuler. “Di Dusun Kutabedah dan Tokengan, di antara pematang sawah, tim menemukan tumpukan batu bata kuno yang dijadikan pematang sawah selebar dua meteran,” terang Mansur Hidayat. Pematang sawah itu memanjang sekitar 1,5 Km dan lebar 1 Km. Batu bata yang ada ukurannya ber variasi. Lebar batu bata itu 32 cm X 22 cm dengan tebal 6 cm. “Batu bata kuno ini ternyata hampir sezaman dengan

Ketiga destinasi wisata alam ini memang pantas untuk dibanggakan, masing-masing mempunyai keunikan yang tidak bisa ditemukan di tempat lain.

Festival Kuwung Memamerkan keaslian Banyuwangi baik kekayaan budaya, adat maupun potensi unggulan yang dibawakan oleh perwakilan 24 kecamatan se Kabupaten Banyuwangi. Kesenian asli Gandrung, Barong Using, Jaranan Buto dan Reog. Seblang, Kebo-keboan, Petik Laut dan Kemanten Using.

Seblang Ritual Seblang salah satu ritual masyarakat Using yang hanya dapat dijumpai di dua desa dalam lingkungan Kecamatan Glagah, yakni desa Bakungan dan Olihsari. Ritual ini dilaksanakan untuk keperluan bersih desa dan tolak bala, agar desa tetap dalam keadaan aman dan tentram.

Kebo-Keboan Ritual Tradisi yang diadakan setahun sekali pada tgl 10 Suro atau 10 Muharaam di Desa Alasmalang, Singojuruh, Banyuwangi, yang berkaitan dengan budaya agraris khususnya siklus tanam padi. Upacara ini adalah gabungan antara upacara minta hujan bila terjadi kemarau panjang atau rasa syukur, bila panen berhasil dengan baik.

peninggalan yang ada di Kabupaten Lumajang, seperti di kawasan situs Biting dan Candi Agung,” imbuhnya. Kesamaan itu juga bisa dilihat dari motif batu bata yang berupa coretan dua jari yang berupa garis lurus menyilang dan melingkar. Di samping itu, di daerah tersebut juga ditemukan banyak kerang dan karang yang sudah menjadi fosil. Itu menandakan bahwa kawasan tersebut dulu adalah kawasan pantai yang sekarang telah mengendap menjadi persawahan dan permukiman penduduk. Dari data yang ditemukan di lapangan, tim belum menemukan secara pasti bentuk peninggalan tersebut n  Baca Kutabedah,...Hal 35

JADI PAGAR: Tumpukan batu bata berukuran besar diambil warga. EDY SUPRIYONO/RaBa

Radar Banyuwangi 2 Desember 2012  

Radar Banyuwangi

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you