Page 1

JUMAT 28 SEPTEMBER

29

P Pendorong endorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2012

Digembleng Koreografer dari JFC

RAZIA

GALIH COKRO/RaBa

BERLATIH KERAS: Peserta workshop berlenggak-lenggok di atas lantai aula BPPP Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, kemarin.

WONGSOREJO - Puluhan calon peserta workshop Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) digembleng ilmu fashion kemarin. Workshop yang berlangsung di gedung Balai Pengembangan Penelitian Perikanan (BPPP) Bangsring itu mendatangkan tim kreatif dari Jember Fashion Carnival ( JFC). Saat ini peserta workshop sedang menuntaskan reBarong III (barong kuning). Pelatihan digelar sampai 29 September besok. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Drs. Suprayogi mengatakan, setelah memberikan pelatihan kepada peserta yang masuk kategori Re-1 (warna merah) maka tim kreatif akan berganti menggembleng peserta yang masuk kategori Re-2. ”Re-2 didominasi warna hijau, dan Re-3 didominasi warna kuning,” jelas Suprayogi. (c1/aif)

GALIH COKRO/RaBa

KETAT: Polisi memeriksa surat-surat pengendara motor yang hendak naik kapal.

Penyeberangan Ketapang Tingkatkan Kewaspadaan KALIPURO - Pasca insiden tabrakan kapal motor (KM) Bahuga Jaya dengan kapal tanker di Selat Sunda, PT. Indonesia Fery (IF) Ketapang meningkatkan kewaspadaan. Semua nakhoda kapal di-warning meningkatkan upaya keselamatan pelayaran. Kepala PT. IF Ketapang Waspada Heruwanto melalui Manager Operasional Saharuddin Koto mengatakan, faktor keselamatan merupakan mandatori kapal pelayaran n  Baca Penyeberangan...Hal 39

HAUL

A.F. ICHSAN/RaBa

DIHADIRI ULAMA: Peringatan 1000 hari wafatnya Gus Dur di Masjid Babussalam, Pemkab Banyuwangi, kemarin.

Gus Shidiq Ajak Teladani Perjuangan Gus Dur BANYUWANGI - Seluruh pejabat eselon di lingkungan Pemkab Banyuwangi kemarin (27/8) menggelar peringatan 1000 hari wafatnya Presiden RI ke-4, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Haul yang berlangsung di Masjid Babussalam itu juga dihadiri beberapa ulama sepuh dan sejumlah tokoh lintas agama. Dalam kesempatan itu, Bupati Abdullah Azwar Anas dan Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko berhalangan hadir n  Baca Gus Shidiq...Hal 39

LATIHAN MENEMBAK

Bangunan tanpa IMB Distop BANYUWANGI - Pemkab Banyuwangi mulai bertindak tegas terhadap sejumlah bangunan liar yang tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB). Belasan bangunan liar itu mulai kemarin (26/9) dipasangi plang agar kegiatan pembangunannya dihentikan. Dalam papan pengumuman itu ditulis bahwa bangunan tersebut tidak memiliki IMB. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang Mujiono mengatakan, pada hari pertama kerja, petugas menemukan 12 bangunan yang tidak memiliki IMB dan melanggar garis sepadan jalan. Untuk menertibkan bangunan itu, pihaknya memberi teguran agar sang pemilik

menghentikan aktivitas pembangunan. Bagi yang belum memiliki IMB, pihaknya meminta pemilik agar segera mengajukan permohonan IMB ke kantor Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT). Sementara itu, bangunan yang melanggar garis sepadan jalan, pemilik harus membongkar bangunan dan menyesuaikan ketentuan. “Selama belum ada IMB, bangunan itu kita pasangi plang pengumuman. Kalau sudah memiliki IMB, plang itu akan kita cabut,” tegas Mujiono. Bagi bangunan yang melanggar garis sepadan jalan, pihaknya meminta kepada pemilik untuk membongkar sendiri n

GALIH COKRO/RABA

 Baca Bangunan...Hal 39

KENA PERINGATAN: Pembangunan Bank Wilis dipasangi plang karena tak ber-IMB.

Bidik Suami, Kena Istri

Wakapolres: Tes Urine Sigit Positif

KALIPURO - Tangan bocah berusia lima tahun itu menggelayut di pinggang ibunya. Sesekali bocah itu memeluk erat ibunya yang malam itu digelandang anggota Satnarkoba ke Mapolres Banyuwangi. Ya, malam itu sang ibu, Desi Wulandari, d 25, ditangkap polisi kar rena kedapatan menyimpan 200 butir pil trihexyphenidyl alias trex. Desi ditangkap polisi di rumahnya di Jalan Gatot Subroto, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro. Saat ditangkap inilah, anaknya yang berusia lima tahun muncul dari balik kamar. Polisi tak bisa berbuat banyak, kecuali membawa Desi ke Mapolres Banyuwangi. Ketika Desi hendak dievakuasi, anak kecil itu tak bisa lepas dari pegangan ibunya. ”Hati saya sebenarnya trenyuh melihat anak kecil itu. Gimana lagi, ibunya tetap kita bawa ke Polres karena kedapatan menyimpan obat daftar G,” kata Kasatnarkoba AKP Watiyo yang memimpin langsung penangkapan Desi. Malam itu, sebenarnya polisi hendak menangkap suami Desi, Edi. Sudah lama Edi diincar polisi dalam kasus peredaran obat daftar G. Strategi menangkap Edi pun disusun rapi. Awalnya, polisi pesan satu boks trex. Saat mengambil pesanan, Desi muncul dari ruang tamu n

BANYUWANGI - Eksepsi petugas medis dari RS Yasmin yang disampaikan Kompol dan hasilnya dinyatakan positif. Sugiarto dan Aipda Bambang “Hasil tes urine positif ini tertuang Purwanto selaku penasihat dalam berita acara pemeriksahukum Brigadir an dan petugas RS Sigit Dwi Susanto, Yasmin siap ber28, yang menyebut saksi,” tandasnya. kliennya negatif Dengan nada sesaat dilakukan tes rius, wakapolres urine di Rumah menyebut tes uriHasil tes urine ne yang dilakukan Sakit (RS) Yasmin mengundang reBrigadir Sigit bupositif. Ini aksi petinggi Polkan hanya sekali, res Banyuwangi. tertuang dalam tapi dilakukan dua Kenyataannya, okkali. Dari dua kali berita acara num polisi yang tes urine, semua pemeriksaan. men jadi terdakdinyatakan positif. Petugas RS wa kasus narkoba “Kita berhati-hati itu tidak pernah dalam tes urine. Yasmin siap di periksakan ke Kita lakukan dua bersaksi” rumah sakit yang kali dan semua berlokasi di Jalan positif,” bebernya. Kompol M. Aldian Istiqlah, BanyuWakapolres menwangi, itu. “Di ru- Wakapolres Banyuwangi gaku, sangat pamah sakit Yasmin ham terkait kasus itu tes darah, bukan tes urine,” narkoba yang menyeret anggotegas Wakapolres Banyuwangi tanya itu. Sebab, dirinya sendiri Kompol M. Aldian. yang menangkap Sigit di rumahMenurut wakapolres, tes uri- nya dan melihat saat dilakukan ne dilakukan di Mapolres Ba- tes urine. “Dalam tes darah di nyuwangi setelah Brigadir Sigit RS Yasmin tidak terbaca, karena ditangkap. Untuk pemeriksaan darahnya rusak,” ungkapnya n urine, pihaknya memanggil  Baca Wakapolres...Hal 39

 Baca Bidik...Hal 39

ISTIMEWA

DIGELANDANG: Desi saat dibawa anggota Satnarkoba ke Polres Banyuwangi.

GALIH COKRO/RaBa

Wabup dan Pengusaha Coba Senpi TNI AL LATIHAN menembak yang digelar Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banyuwangi kemarin diikuti peserta dari kalangan non-TNI. Di antaranya kalangan birokrat, wartawan, pengusaha, dan perbankan. Ada Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko; Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi Choliq Baya; Pimpinan Cabang Bank Syariah Mandiri Banyuwangi Ahmad Fatoni, dan Komisaris PT PBS RudiSantoso. Mereka ikut mencoba senjata baru laras pendek dan laras panjang buatan Pindad Bandung bersama Komandan Lanal Letkol Laut (P) M. Nazif di lapangan tembak Desa Kumendung, Muncar. (gal/c1/aif)

Suka-Duka Penjinak Orgil dari Dinsosnakertrans Banyuwangi

Rela Tertular Gatal-gatal saat Memandikan Membersihkan tubuh orang gila (orgil) memang tidak mudah. Selain menjijikkan, orgil juga bisa menularkan penyakit kepada siapa saja yang mendekatinya. Namun, bagi Suhairi, membersihkan tubuh orgil malah memberikan kepuasan tersendiri. SIGIT HARIYADI, Banyuwangi PERAWAKANNYA kurus. Rambutnya disisir klimis. Mengenakan kemeja batik warna cokelat yang dipadupadankan dengan celana hitam membuat Suhairi, 43, tampak sangat rapi pagi itu. Meski tengah sibuk dengan seabrek aktivitas di instansi tempatnya bekerja, yakni

http://www.radarbanyuwangi.co.id

Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans), pria yang satu ini masih sanggup melempar senyum kepada warga yang berpapasan dengannya. Ayah dua anak asal Lingkungan Sukorojo, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Glagah, ini sudah bekerja di kantor yang berlokasi di Jalan HOS Cokroaminoto, Kecamatan Giri, tersebut sejak 2003 silam. Awalnya, Suhairi bertugas sebagai penjaga malam. Bekerja sebagai penjaga malam dia lakoni selama enam tahun lebih. Baru di tahun 2010, Suhairi diangkat sebagai staf bidang sosial. Sejak saat itu, suami Hartati, 35, itu mulai sering “bersentuhan” dengan orang gila. Namun, jangan salah, Suhairi bukan hendak berbuat macam-macam n  Baca Rela Tertular...Hal 39

Wakapolres: Tes urine Brigadir Sigit positif Artinya positif nyabu ya, Ndan?

Wabup dan pengusaha coba senpi AL Soal tembak menembak dan naik trail, Wabup memang jagonya!

SIGIT HARIYADI/RaBa

TAK RISI: Suhaili (kiri) dan Junaedi sibuk mencukur orgil di halaman belakang Kantor Dinsosnakertrans Banyuwangi. email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@yahoo.com


26

Jumat 28 September 2012

Ajak Warga Gotong Royong Bangun Desa PURWOHARJO - Pembangunan di Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo, beberapa tahun terakhir ini menunjukkan perubahan yang luar biasa. Keterlibatan masyarakat secara langsung dalam setiap pembangunan menjadi salah satu kunci dari keberhasilan tersebut. Demikian disampaikan Kepala Desa (Kades) Kradenan, Supriyono, tentang keberhasilan dalam pembangunan yang ada di desanya. “Kita mengajak masyarakat untuk ikut terlibat dalam setiap pembangunan di desa,” katanya kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. Supriyono sadar, pembangunan desa itu pada dasarnya untuk kepentingan masyarakat. Makanya, jelas dia, gerakan gotong-royong dalam membangun desa ini sangat ditekankan. “Kita selalu melibatkan masyarakat dalam membangun desa,” cetusnya. Seperti di desa yang lain, pada tahun anggaran 2012 ini Desa Kradenan juga mendapat alokasi dana desa (ADD) dari pemerintah kabupaten. Semua dana ini, dibagi rata untuk kepentingan pembangunan di desa. “Dana ADD untuk tahun ini kita buat membangun di 11 titik,” jelasnya. Di antara 11 titik itu, lanjut

AGUS BAIHAQI/RaBa

KOMPAK: Kades Kradenan bersama perangkat desa dan warga memperbaiki Pos Keamanan.

dia, antara lain untuk membangun plengsengan, jembatan, dan pembangunan pagar di makam desa. Selain itu, juga dibuat untuk perbaikan pos keamanan desa, tempat parkir, kamar mandi, dan kantor himpunan pemakai dan pengguna air (HIPPA). “Untuk pembangunan plengsengan ini kita kerjakan di semua du-

sun,” ujarnya. Lagi-lagi kades menyebut, dalam setiap tahapan pembangunan yang dilakukan di desanya ini tidak pernah lepas dari masyarakat. “Pembangunan dengan melibatkan masyarakat, manfaatnya ini sangat besar,” cetus kades dengan kumis tebal itu. Su p r i y o n o m e n c o nt o h -

kan, pada 2012 ini desanya mendapat reward dari pemerintah sebesar Rp 100 juta. Reward ini diberikan karena Desa Kradenan berhasil melunasi pajak bumi bangunan (PBB) pada April 2012. Dengan dipelopori salah satu tokoh desanya Suyadi, warga bisa mengaspal jalan lapen sepanjang satu kilometer. (abi/als)

PENGUMUMAN KEDUA LELANG EKSEKUSI HAK TANGGUNGAN Nomor : 131 /KBPR-TA/I.B/IX/2012 Berdasarkan Pasal 6 Undang-unadang Hak Tanggungan No.4 Tahun 1996 KBPR. Tawang Alun Benculuk Kabupaten Banyuwangi selaku pemegang Hak Tanggungan Peringkat Pertama atas kekuasaan sendiri akan menjual Obyek Hak Tanggungan melalui perantaraan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jember dan berdasarkan Surat Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jember Perihal Penetapan Jadwal Lelang terhadap : 1. Debitur : Slamet Adi Santoso, Dsn.Krajan II RT.05 Rw.02 Tegalsari Kec. Tegalsari,Kab Banyuwangi,Tanah Bangunan, Luas 280m2,SHM No.799 a/n Slamet Adi Santoso Ds. Tegalsari Kec.Tegalsari,Kab Banyuwangi Harga limit Rp.110.000.000,- ( Seratus sepuluh juta rupiah ).uang jaminan Rp. 33.000.000,-( tiga puluh tiga juta rupiah ). 2. Debitur : Ach. Syamsul Hadi Anton, Dsn Sidoagung Rt.02 Rw.01 Karetan Kec. Purwoharjo , Kab. Banyuwangi tanah Bangunan, Luas 1.655m2, SHM No.1205 a/n Tukiman Ds. Sidorejo Kec. Purwoharjo Kab. Banyuwangi Harga limit Rp. 50.000.000,- ( Lima puluh juta rupiah ) Uang jaminan Rp. 15.000.000,( lima belas juta rupiah ), LELANG AKAN DILAKSANAKAN PADA: Hari/Tanggal : Jum’at / 5 Oktober 2012 Pukul : 09.00WIB Tempat : KBPR. Tawang Alun ” Cluring Banyuwangi Jln. Raya no.16 Benculuk Cluring Kab. Banyuwangi SYARAT-SYARAT LELANG: 1. Setiap peserta diwajibkan menyetor uang jaminan sesuai yang tertera dalam masing-masing point ke rekening Penampungan Lelang KPKNL Jember nomor: 143.0009894476 pada PT. Bank Mandiri Cab. Jember Alun-alun paling lambat 1(satu) hari sebelum pelaksanaan lelang. 2. Lelang dilaksanakan dengan penawaran secara tertulis dalam amplop tertutup atau akan ditentukan kemudian pada saat pelaksanaan lelang. 3. Peserta yang tidak ditunjuk sebagai pemenang dapat mengambil kembali uang jaminan lelang tanpa dikenakan potongan apapun setelah lelang berakhir. 4. Apabilan sampai waktu yang telah ditentukan pemenang lelang belum melunasi harga lelang, maka pemenang lelang tersebut dinyatakan wanprestasi dan uang jaminan lelang menjadi milik negara yang disetorkan ke Kas Negara. 5. Semua barang yang akan dijual dalam kondisi sesungguhnya, dan dengan kekurangannya, kami menganjurkan peminat untuk melihat, memeriksa obyek yang bersangkutan. 6. Apabila karena sesuatu hal terjadi pembatalan / penundaan lelang terhadap salah satu barang atau beberapa barang tersebut di atas, pihak-pihak yang berkepentingan / peminat lelang tidak dapat melakukan tuntutan dalam bentuk apapun baik pidana maupun perdata kepada KPKNL Jember dan KBPR Tawang Alun. 7. Keterangan lebih lanjut dapat menghubungi KBPR. Tawang Alun Benculuk Banyuwangi No. Telp. 0333-395217. 8. Syarat-syarat lainnya akan ditentukan pada saat lelang. Demikian pengumuman lelang ini dan atas perhatian dan partisipasinya disampaikan terima kasih. Banyuwangi, 24 September 2012 KBPR.TAWANG ALUN BENCULUK BANYUWANGI ttd ( Drs. H.S. Sutikno ) DIREKTUR UTAMA

Maling Jeruk Dibogem BANGOREJO - Aksi pencurian jeruk di sawah Dusun Gunungsari, Desa/Kecamatan Bangorejo, berhasil digagalkan warga kemarin siang. Seorang pelaku bernama Kokon Sutowijoyo, 23, warga Dusun Sere, Desa/Kecamatan Bangorejo, berhasil ditangkap. Bahkan, dia sempat merasakan bogem mentah warga. Bukan itu saja, sepeda motor Yamaha Force One warna hitam tanpa pelat nomor milik pelaku nyaris dibakar massa. Pencurian itu berlangsung pukul 12.00. Pelaku masuk ke pekarangan jeruk milik Sas, 40, warga Dusun Sambirejo, Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo. “Maling jeruk itu masuk dengan cara merusak

ABDUL AZIZ/RaBa

DIAMANKAN: Jeruk dan tobos di Mapolsek Bangorejo kemarin.

pagar,” kata Kapolsek Bangorejo, AKP. Heri Purnomo. Begitu berhasil masuk, pelaku memetik buah jeruk tersebut

seperti miliknya sendiri. Padahal, tanpa disadari ulah Kokon tersebut terendus warga. Hanya saja, massa tidak langsung

menangkap tersangka. Setelah pelaku berhasil memetik jeruk sekitar 60 Kg dan keluar dari pekarangan, beberapa warga yang sudah siaga segera menggerebek Kokon. Tanpa ampun, puluhan warga langsung menangkap maling jeruk tersebut. Warga yang tidak bisa menahan emosi langsung menghajar tersangka. Beruntung, aksi massa tersebut bisa diredam. Kemudian, mereka menyerahkan Kokon kepada polisi setempat. Selain itu, barang bukti (BB) berupa satu unit sepeda motor Yamaha Force One, sebuah tobos, dan 60 Kg buah jeruk manis, diamankan petugas. “Tersangka masih kita periksa,” tandas kapolsek. (azi/c1/aif)

Cium Teman, Dua Pelajar Dipolisikan SITUBONDO - Dua pelajar sebuah SMA di Kabupaten Situbondo berinisial AK, 17, dan RS, 17, dilaporkan ke Mapolres Situbondo kemarin (27/9). Itu setelah mereka hendak melakukan pencabulan kepada siswi berinisial M, 17, temaan satu sekolahnya. Akibat kejadian itu, korban trauma dan masih takut masuk sekolah. Karenanya, orang tua M tidak terima. Mereka langsung melaporkan kejadian yang menimpa putrinya itu ke Mapolres Situbondo. “Kami datang ke sini mau laporan,” ujar Jofian, salah seorang kerabat korban. Ceritanya, kejadian itu berawal saat AK da RS dalam keadaan mabuk. Kedua pelaku berpurapura mengajak M untuk foto bersama dan selanjutnya dipeluk dan diciumi. “Kata adik saya, dua teman cowoknya itu mabuk, mulut mereka bau alkohol. Makanya, adik saya langsung trauma dan takut masuk ke sekolah lagi, imbuh Jofian. Beruntung, pada saat kejadian korban berusaha untuk memberontak dan berteriak-teriak, hingga keduanya berhenti. Ironisnya, perbuatan yang tidak senonoh itu dilakukan di ruang kelas III. “Saat itu semua guru sedang rapat, jadi awalnya guruguru tidak tahu,” katanya. Kasubag Humas Polres Situbondo AKP Wahyudi membenarkan laporan tersebut. “Dugaan pencabulan yang dilaporkan orang tua korban itu baru kami terima. Sekarang kasusnya ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan kedua terlapor juga akan dipanggil,” kata AKP Wahyudi. (mg1/als) Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Benny Siswanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Administrasi Iklan: Widi Ukiyanti. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Windyah Sari. Pemasaran: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Samsuri (Situbondo). Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/ Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


31

Jumat 28 September 2012

Bekuk Sindikat Gendam Antarkota PURWOHARJO - Satu dari tiga komplotan pelaku gendam antarkota berhasil dibekuk polisi kemarin. Dia adalah Shochibul Imam Hadi, 33, warga Dusun Gayam, Desa Sladi, Kecamatan Kejayan, Pasuruan. Dia ditangkap di cucian mobil Dusun Kebalen, Desa Lemahbangdewo, Kecamatan Rogojampi, pukul 10.00. Shochibul dicokok polisi 30 menit setelah beraksi di Dusun Jatirejo, Desa Glagah Agung, Kecamatan Purwoharjo. Tidak ada perlawanan saat proses penangkapan terjadi. Hanya saja, dua pelaku lain berhasil meloloskan diri. Mereka adalah Somat dan Santo. Kedua pelaku asal Pandaan, ini melarikan diri sesaat mengetahui kedatangan polisi. Komplotan pelaku tersebut berhasil membawa kabur sejumlah perhiasan milik Sutirah, 55, warga Dusun Jatirejo, Desa Glagah Agung, Kecamatan Purwoharjo. Perhiasan itu antara lain, kalung seberat 30 gram,

cincin seberat 2,5 gram, dan bandul kalung seberat 5 gram. Saat beraksi, komplotan penjahat tersebut membawa mobil Xenia warna hitam bernopol N 1184 VG. Setelah melucuti perhiasan dari tubuh korban, mereka langsung meluncur ke arah barat. Kemudian, korban yang baru saja dihipnotis langsung menghubungi Polsek Purwoharjo. Dari situlah, aparat polsek setempat langsung mengambil inisiatif dengan kerja sama dengan polsek lain. Nah, kerja sama itu ternyata berbuah manis. Sebab, Polsek Srono yang mendapatkan informasi itu langsung bergerak dengan melakukan operasi. Personel Polsek Srono yang dipimpin langsung Kapolsek AKP Jodana Gunadi itu mencurigai mobil yang baru melintas di muka polsek setempat ke arah utara. Selanjutnya, rombongan polisi seketika langsung mengejar mobil yang sebelumnya disebutkan berno-

pol dari daerah lain itu. Pengejaran petugas dengan mobil pribadi tersebut ternyata juga menimbulkan menimbulkan kecurigaan komplotan penjahat tersebut. Akibatnya, mereka melaju dengan kecepatan tinggi. Polisi sempat kehilangan jejak manakala berada di pertigaan lampu merah Rogojampi. Meski begitu, polisi mengambil inisiatif memilih jalur dengan berbelok ke arah barat menuju kota Genteng. Sekitar satu kilometer dari pertigaan itu, polisi akhirnya benar-benar bisa menemui kendaraan yang sudah dibidik itu. Pada saat itu, mobil tersebut sedang berada di tempat cucian timur jalan. Sejumlah polisi langsung turun di tempat tersebut. Upaya penyergapan petugas tersebut ternyata dibaca pelaku. Seketika itu pula, mereka semburat dan kabur meninggalkan lokasi .’’Waktu polisi datang, dua orang langsung lari

ALI NURFATONI/RaBa

 Baca Bekuk...Hal 39

BEBER: Kapolsek Purwoharjo AKP Trijoko Setyonarso dan Kapolsek Srono AKP Jodana Gunadi menunjukkan jubah milik tersangka.

Tanya Alamat Dulu, Baru Gendam

PELAKU: Shochibul Imam Hadi dikawal petugas meninggalkan Mapolsek Srono kemarin.

SEMENTARA itu, sesaat setelah menerima kabar pelaku tertangkap di cucian mobil Dusun Kebalen, Desa Lemahbangdewo, Kecamatan Rogojampi, Sutirah, 55, langsung mendatangi Mapolsek Srono kemarin. Warga Dusun Jatirejo, Desa Glagah Agung, Kecamatan Purwoharjo, itu langsung memastikan bahwa pria yang ditangkap polisi itu adalah pelaku gendam. Kepastian itu diungkapkan saat Sutirah dipertemukan polisi dengan Shochibul Imam Hadi, 33, warga Dusun Gayam, Desa Sladi, Kecamatan Kejayan, Pasuruan, itu. ‘’Ya orang itu yang gendam saya. Dia

pakai baju putih saat ketemu saya. Saya juga hafal sandalnya,” ujar Sutirah. Dia menceritakan, awalnya didatangi satu orang yang baru saja turun dari mobil. Kala itu, dirinya akan membeli sesuatu di toko. ‘’Orangnya tanya jalan mau ke Muncar, katanya, mau mengobati orang di sana,’’ ungkapnya. Mendapatkan pertanyaan itu, dia langsung mengarahkan rute menuju lokasi yang dimaksud. Namun, pelaku itu malah menawarkan dirinya agar hidup menjadi lebih baik. “Lalu, orang itu pegang cincin saya dan diputar-putar. Saya disuruh melepasnya,” cerita Sutirah.  Baca Tanya...Hal 39

Plafon R-APBD Naik Rp. 169 Miliar Dari Rp. 1 Triliun, 502 Miliar Menjadi Rp. 1 Triliun 671 Miliar BANYUWANGI - Rencana penandatanganan kebijakan umum perubahan anggaran dan plafon prioritas anggaran sementara (KUPA-PPAS) Perubahan APBD 2012 yang telah dibahas dan disetujui bersama oleh Pemkab Banyuwangi dan DPRD pada 12 September lalu, digunakan untuk mengatur alokasi dana dari seluruh pendapatan kepada pos-pos belanja untuk pengadaan barang-barang dan jasa publik serta pembiayaan pembangunan lainnya. Komposisi perubahan APBD Banyuwangi tahun anggaran 2012 mengalami peningkatan sebesar Rp. 169,033,231,915. Jika semula pendapatan APBD tahun 2012 mencapai Rp. 1 triliun, 502 miliar, maka sejak disahkannya KUPA-PPAS, pendapatan APBD 2012 menjadi Rp. 1 triliun 671 miliar. Sementara untuk belanja semula sebesar Rp. 1 triliun 736 miliar bertambah menjadi Rp. 1 triliun 865 miliar, atau bertambah sebesar Rp. 129 miliar 493 juta. Pembiayaan yang menjadi salah satu komposisi perubahan APBD 2012 ini meliputi penerimaan pembiayaan yang semula Rp. 269 miliar 98 juta, bertambah menjadi Rp. 228 miliar atau bertambah sekitar Rp. 40 miliar

259 juta. Demikian juga dengan pengeluaran pembiayaan yang semula sebesar Rp. 35 miliar 200 juta bertambah menjadi Rp. 34 miliar 480 juta atau bertambah Rp. 720 juta. Sementara pembiayaan netto yang semula Rp. 233 miliar 898 juta bertambah menjadi Rp. 39 miliar 539 juta atau Rp. 194 milyar 359 juta. Meningkatnya plafon KUPAPPAS sebesar Rp. 169 miliar ini berasal dari beberapa sumber. Di antaranya PAD (pendapatan asli daerah) hasil pajak daerah yang naik 10,68 persen atau naik sebesar Rp. 3 miliar 592 juta dari sebelum perubahan yang sebesar Rp. 33 miliar 649 juta. Retribusi daerah memberikan peningkatan yang tinggi, yakni 33,78 persen. Dari Rp. 16 miliar 55 juta setelah perubahan KUPA-PPAS menjadi Rp. 22 miliar 103 juta. Sementara, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan memberikan kontribusi 3,98 persen dari Rp. 14 miliar 964 juta menjadi Rp. 15 miliar 560 juta. Sedangkan sumber PAD lain-lainnya mencapai Rp. 57 miliar 939 juta naik 6,27 persen dari Rp. 54 miliar 519 juta. Selain itu, dana perimbangan juga mengalami kenaikan sebesar 1,38 persen atau naik Rp. 16 miliar 140 juta menjadi Rp. 1 triliun 186 miliar. Dana perimbangan ini berasal dari dana bagi hasil pajak/bagi hasil bukan pajak yang naik sebesar 22,37 persen. Sementara pe-

nerimaan dana alokasi umum (DAU) dan dana alokasi umum (DAU) tetap. Untuk belanja tidak langsung yang salah satunya meliputi belanja pegawai turun 1,15 persen. Dari Rp. 1 triliun 1 miliar 645 juta menjadi Rp. 990 miliar 129 juta atau turun Rp. 11 miliar 516 juta. Sementara dana hibah naik tajam menjadi 76,63 persen. Jika sebelum KUPA-PPAS sebesar Rp. 60 miliar 887 juta naik menjadi Rp. 107 miliar 547 juta. Seperti diberitakan sebelumnya, saat dikonfirmasi usai mengikuti rapat paripurna, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, perbaikan infrastruktur publik, termasuk jalan pedesaan dan jalan menuju lokasi wisata, menjadi prioritas tahun ini. Nah, perbaikan jalan pedesaan dan jalan menuju lokasi wisata itu ditargetkan rampung akhir 2012 ini. “Perbaikan jalan meningkat signifikan. Dalam sepuluh tahun terakhir, ratarata perbaikan jalan hanya 100 kilometer (km). Namun, tahun ini perbaikan jalan pedesaan mencapai 250 km,” ujar Anas. Selain akses jalan, prioritas pembangunan juga “menyentuh” bidang kesehatan. Lewat Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) tahun ini, pemkab berupaya meminimalisasi kekurangan tenaga kesehatan dan memantapkan layanan kesehatan bagi warga Banyuwangi. (adv/als)

MELANGKAH BERSAMA: Bupati Abdullah Azwar Anas bersama forum pimpinan daerah menuju gedung DPRD Banyuwangi.

GALIH COKRO/RaBa

TEKEN: Bupati Abdullah Azwar Anas menyaksikan penandatanganan hasil rapat paripurna DPRD.

KETOK PALU: Ketua DPRD Banyuwangi, Hermanto saat mengesahkan nota kesepakatan KUPA PPAS Perubahan APBD 2012.


EKONOMI BISNIS

32 PAMERAN

Auto 2000 dan Suzuki Gabung SITUBONDO-Pelaksanaan Situbondo Expo 2012 semakin semarak dengan kehadiran perusahaan otomotif. Auto 2000 dan Suzuki roda dua menyatakan ikut bergabung dalam ajang pameran yang digelar pada 3 hingga 14 Oktober 2012 itu. Pameran yang digelar dalam rangkaian pelaksanaan Hari Jadi Kabupaten Situbondo (Harjakasi) ke-40 itu telah diikuti beberapa perusahaan besar, yakni UMC, Yamaha, dan Honda. Bahkan, PLN, PDAM, dan Samsat juga bergabung mengikuti pameran tersebut. Selain otomotif, pengusaha dan perajin UKM turut serta ISTIMEWA dalam pameran terbesar Harry tahun ini. Praktis, kini tersisa sedikit stan yang tersedia. Namun, panitia pameran tetap berusaha agar pengusaha lokal, instansi, maupun industri kecil dan menengah yang ada di Situbondo dapat unjuk gigi dalam pameran itu. Menurut Harry, MA, panitia pameran, acara tersebut menjadi satu rangkaian dalam memperingati Harjakasi ke-40. Kegiatan itu bisa menjadi sebuah titik tolak bagi Situbondo untuk bisa lebih berkembang dan maju. “Mempromosikan produk adalah harga mati yang harus dilakukan agar bisa ditangkap pasar dari daerah lain,” terangnya. Dengan pameran berskala nasional, lanjut dia, maka akan menjadi nilai tambah agar produk lokal bisa lebih dikenal. Fasilitas telah disiapkan berupa tenda hanggar berkapasitas besar, hiburan menarik dengan artis-artis lokal dan Jawa Timur. “Bahkan dimeriahkan juga dengan aneka kesenian tradisi Situbondo, yang akan menjadikan pameran ini lebih gemerlap,” bebernya. (*/irw)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

Pelindo III Diskon Jasa Pelabuhan Untuk Menarik Minat Pelaku Ekspor Impor BANYUWANGI-Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III siap melayani ekspor dan impor di Pelabuhan Tanjung Wangi. Kesiapan tersebut dibuktikan dengan ketersediaan fasilitas yang dibutuhkan untuk bongkar-muat barang di kawasan pelabuhan. Bahkan, Pelindo III memberikan kemudahan dengan diskon untuk kegiatan jasa kepelabuhan kontainerisasi. General Manajer (GM) Pelindo III Tanjung Wangi, Banyuwangi Bangun Swastanto, ST, MT mengakui, diskon diberikan oleh Pelindo III dalam menangani kegiatan jasa kepelabuhanan di bidang kontainerisasi. Biaya jasa tambat diberi diskon 50 persen. “Jasa labuh dan dermaga malah Rp 0,” ungkapnya dalam Seminar Nasional “Membangun Entrepreneur Masyarakat Banyuwangi dan Membangkitkan Para Pelaku Bisnis untuk Melakukan Ekspor Impor melalui Pelabuhan Tanjung Wangi” di aula kampus Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi, kemarin siang (27/9). Menurut sarjana teknik lulusan Universitas Satya Wacana, Salatiga itu, Tanjung Wangi menarik minat eksportir dan importir Banyuwangi dan sekitarnya, karena mempunyai beberapa kelebihan. Kedalaman kolam 14

SITUBONDO

• Persada Regency•

• Jajag 1500m2 •

• Ruko & Tanah •

Pahe dijual tanah dpn Perum persada regency kertosari, jl ikan wader pari, hub 081217908788.

Tanah dijual daerah Jajag, L 1500m2 (30x50m), bisa untuk ternak ayam, sebelah sudah ada kandang, harga 80 juta nego. Hubungi: Edy 085 258 751 525

Ruko + GD 3240 m2 Jl. Argopuro 15B Stb, Ruko 205 m2 & tnh 3360m2 dkt "ROYAL" Mrt. Tnh TG 25750m2 PNJ- KDL, samping sungai. Tnh 9600m2 Jl.Ry.Bwi KM 17 STB Arjasa. Tnh KP 10x20 (30jt) Jl. Ry Arjasa. H. 082333008871

• Jl. Raya Kalipuro • Jual tanah cepat butuh uang, sblh Jl. Raya Kalipuro 1265m2, Jl. Kec. Kalipuro 5345m2, tanah kebun Jati 5975m2, tanah kebun Jati 8610m2. Harga nego - murah. Hub: ADE, 081334223999

• Rogojampi 740m2 • Dijual tanah LT 740m2 sebelah terminal Rogojampi harga 250 juta (nego) Hub. 081338333153, strtegis, mobil bs msuk

• Karangrejo 850m2 • BUTanah dijual, lok Karangrejo Bwi, LT 850m2, hrg 230jt. Rmh Dkontrakkn d Kertosari Bwi, 2,5jt/thn. Hub.08813606165, 081353581017

• Bulusan + 2,4 Ha •

BANYUWANGI

Tanah di pnggir pantai L + 2,4 Ha, sebelah slatan MBP Bulusan 1jt/m2. 081353027992

• Hotel Dikontrakkan •

• Tanah SHM 2265m2 •

Dikontrakkn HOTEL ANDA, Jl. Basuki Rahmat 34, cck utk usaha. H: 081233034703

Jual tanah SHM, LT 2265m2, strategis pinggir jalan Pantura Stb-Bwi. Serius hubungi 087757973796

GALIH COKRO/RaBa

SEMINAR:GM Pelindo III Bangun Swastanto memaparkan potensi Pelabuhan Tanjung Wangi di aula Untag, kemarin.

LWS, dan tidak diperlukan pengerukan. Tersedia lapangan penumpukan seluas 10.000 meter persegi dan 2 unit gudang masing-masing luas 1.000 meter persegi, yang letaknya di lini I. “Tersedia juga lapangan penumpukan seluas 7.000 meter persegi yang letaknya di lini II,” ungkap master teknik lulusan ITB itu saat paparan. Untuk kesiapan dalam realisasi pelayanan ekspor impor di Pelabuhan Tanjung Wangi, Pelindo III terus meningkatkan kinerja pengelolaan pelabuhan. Fasilitas sarana dan prasarana untuk mendukung kegiatan kontainerisasi di Pelabuhan Tanjung Wangi juga dilengkapi. “Pelindo III kini lebih

BANYUWANGI

• Mercy C180 ‘97 •

• Kia Picato‘07•

Mercy C180 ‘97 terawat, htm metlik, plat L. Hub: 081237451527 / 085792151827

Djual mobil Kia picanto 2007 (P) srba bru,pjk mei,91jt,nego,tnp prntra hub:085259967973.

• Rumah + Tanah•

• Avanza ‘11 •

• Promo Daihatsu •

dijual jl. letnan sulaiman 57 bwi, luas tanah 233 M2, Luas bangunan 133 M2, sertifikat SHM IMB,garasi ada, hub : 0333-424720 atau 0331-422772.

Avanza G ‘11, htm, plat P (Bdws), 146jt, DP 46,3 @3.252.000x47bln. 087806514066

PromoDaihatsuDisc.bsar2an,readystockXirion, disc 7jt, Terios, Grandmax disc 5jt, Luxio 8jt. DptknhdiahdiblnSept.Hub:Vira081336244377

SITUBONDO

Dijual Innova G tahun ‘08 bln 12, hitam, ban ring 18, Astra Recd, P Bwi, tangan 1, orisinil cat, harga 215 jt. 08123256347

Kijang Grand Extra ‘93 1,5CC, abu2, a/n sndiri, terawat mulus, H. 68jt. 081336351669

• Daihatsu Promo •

SITUBONDO

• Rhm SHM 150m2 • Djl Rmh SHM LT 750m2/LB 150m2. Jl. Gn Ringgit (300m dr alun2)/Rawan RT03/02 Besuki, hrg 600jt nego. H: 085259967973

• STNK •

• Warnet • Dijual Warnet siap pakai 14 PC dual core/ AMD Athlon, 40jt nego, hub 081336641321.

BANYUWANGI • Penggilingan Padi •

Dengan ridho Allah terapi doa membantu anda menyembuhkan penyakit Diabetes, hipertensi, stroke jantung koroner, dll. Tidak terbukti, tidak bayar. Insya Allah. Hub: 081336740396

• Toyota Altis ‘11 •

BANYUWANGI • Mutiara Blambangan • Djl 2 Ruko gandeng di Mutiara Blambangan (Brt Bank Mandiri) Hub.03337751000

Dijual Toyota Altis tahun 2011 G, automatic km 13.000-14000, mulus, harga 270 juta, nego (bisa oper kredit), hubungi: 08123473825 (sudah terjual)

• Toyota Innova ‘08 •

Dijual Toyota Innova G Solar tahun ‘08, pemakaian 09, abu-abu metalik, harga 210juta nego, bisa cash/kredit, tukar tambah. Hubungi 082142194111, 081335897888

• Suzuki APV Arena ‘08 •

Dijual Suzuki GC 415V APV Arena STD tahun 2008, abu-abu metalik, harga 92,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

• Nissan X-Trail ‘06 •

• Honda Jazz RS ‘09 •

Dijual Nisan XTrail tahun 2006 silver stone, istimewa, type STT ful audio, jok kulit nopol cantik asli (P) BWI harga nego, hubungi: (0333) 393036 - 082140769069

dijual Honda Jazz RS 2009, Manual,abuabu metalik,196,5 jt,cash&kredit,tukar tambah, Hub: 082142194111 atau 081335897888

• Honda Stream ‘02 • Djl Honda Stream ‘02 istimewa, 1700cc, hitam, plat N Problg, bln 6, Hub: 08124987000

Honda jazz 2006 IDSI, Hitam Plat bwi,jarang pakai,eksterior&interioer orsi utuh mesin bersih siiip.STNK panjang harga 137 jt (nego). Penawaransaatbaragdilihat.hub081235321719

• Kijang Innova •

• Kijang Krista ‘04 •

• Mitsubishi Kuda ‘99 •

Dijual Toyota Kijang Innova, silver metalik, harga 162,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Toyota Kijang Krista UF Grand Lux tahun 2004 silver metalik, harga 135,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hub (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Dijual Mitsubishi Kuda VB5w GLS tahun 1999 biru tua metalik, harga 80 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Geely MK2 ‘10 •

• Daihatsu Xenia ‘08 •

• Honda Jazz ‘08 •

Dijual Gelly mk2 GT MT tahun 2010 hitam metalik, harga 105juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Daihatsu Xenia xi deluxe 08, bln 8, 1300cc, silver, tangan 1, TV, variasi, plat (L), barang istimewa, harga nego, hubungi: 0333-398903, 081358030303

Dijual Honda Jazz IDSI 2008 silver, manual. Istimewa, siap pakai. (Maaf tidak menerima SMS). Hubungi 085259872418

Hilg STNK P 3869 VN a/n Purwohadi, dsn krajan Rt 04/06, ds temuasri, sempu, bwi.

SITUBONDO

• Butuh Segera• PT Arta Boga cri sales (Pria,SMU/K,gj&bns mnrik,dpt mtr,tnp pglman,mau di bali) tes 27&28 sept 2012, jl. hasyim asari 75, gtg,bwi

Hilg STNK P 4810 XF a/n Moh. Nor, dsn talunrejo RT 03/03 sembulung, cluring, bwi.

Dijual Ruko 2Lt, lok Jl. KH. Agus Salim blkg Untag, Bwi. Hub: 081233669969

• Tenaga Pendidik• Dibutuhkan segera, guru/tenaga pendidik bahsa inggris,tata boga,ekspor impor, Min D3, Pengalamn kerja, dtg lgsg k Desy Education, Jl. Hayam Wuruk 75 Giri - Bwi, Cp: 085258036777, 085232768999

Hilang STNK P 5671 WJ a/n Ngadimin, dsn sumbergroto 01/01 rejoagung, srono, bwi.

Hilg STNK P 6973 ZH a/n Setyaningrum, Jl .P.B Sudirman No. 01, Bwi.

Djl Toko+rumah tkt2, full prabot, strtgs. Jl. Kembar Lt 310/490m2, uk. 10x31m, marmer, ksn jati, Tk Sriwijaya Jl. Gajahmada 274 Gtg-Bwi. H. Sugiarto 081233499888, 03170338181

Miliki All new Xenia DP mulai 25 jutaan, Terios, Sirion, Luxio, Gran max DP mulai 15 jutaan. Info Daihatsu terbaru hubungi: Hadi 081 233 432 555 / 0815 5970 5555

• Kijang Grand Extra ‘93 •

Hlg STNK P 6808 WB a/n R. Wishnu Radjasa, S.H, almt Jl. Adi sucipto 69 Rt 01/03 sobo, bwi

• Jl. Agus Salim •

• Toko + Rumah Genteng •

• Butuh Segera •

• Innova G ‘08 •

• Honda Jazz ‘06 •

Hlg ijazah SD,SMP,SMK&Serttifikat kelautan, BST SCRB, AFF, ATT DSR,BK PLAUT, Pasport a/n Joko Dwi Hartono. Hub 081237924932 imbalan sepantasnya sbg ucpan terima kasih.

Hilg STNK P 5714VW a/n eko hariyono S.P.d.T, Dsn kebondalem Rt 01/02 Bangorejo,bwi

• Terapi Doa •

Pnggilingan Padi bth krywn: Mrkting, Sales, Oprtor Prod (diutmkn lls STM jur Elktro/Listrik), Satpam. Lam ke CV Gracindo Centratama Jl. Raya Jember Bwi KM 7,5 Kedayuanan - Kabat - Bwi, cantumkan no tlp&kode pkrjaan. Info: (0333) 635423 - 635424

PT BFI FINANCE INDONESIA Tbk, membuka lowongan untuk mengisi posisi karyawan di BFI CABANG BANYUWANGI.(1)Marketing, (2)Surveyor,(3)Collector,(4)Admin. Kualifikasi: Pria&Wanita (1&4), Pria (2&3), Usia max 30th,Min SMA (1) min D3 (2,3&4),Berpengalaman lbh disukai (1&3), Pny spd mtr (1,2,3), manguasai MS Office (4), Jujur & bertanggung jawab, Domisili di Banyuwangi dan sekitarnya. Kirim Lamaran ke: BFI Finance Cabang Denpasar. Jl Cokroaminoto no 43 Denpasar Bali. Contact persons: Fera 0361 427676 (paling lambat 14 Oktober 2012)

Dijual tanpa perantara LT –LB 455M2. SHM, jl raya asembagus, Situbondo .hub : 0811357345.

SITUBONDO

• Avanza ‘10 •

• Modal Kerja •

Ingin rumah Anda dipantau dari luar kota melalui handphone? Global CCTV menerima service dan p e m a s a n g a n C C T V. H u bu n g i : 08121626627 (call/SMS)

BANYUWANGI

Djl Avanza ‘10 G, silver, no. msh panjang & P asli, istimewa sekali, hubungi 081336666171

BANYUWANGI

• Global CCTV •

BANYUWANGI

• Rumah 2 Lantai •

• Showroom & Rumah •

BANYUWANGI

siap melaksanakan ekspor dan impor,” tegasnya seraya menambahkan bahwa para pelaku bisnis perlu didorong untuk punya komitmen selalu menggunakan Pelabuhan Tanjung Wangi. Sebagai tindak lanjutnya, imbuh Bangun, Pelindo III akan mengundang para agen pelayaran dan forwading. Kemudian dibuatkan memorandum of understanding (MoU) antara Pelindo III dengan para pelaku bisnis. Nah, harapannya para pelaku bisnis bersedia mengalihkan kegiatan ekspor dan impornya dari Pelabuhan Tanjung Perak ke Pelabuhan Tanjung Wangi sebagai pelabuhan alternatif. Sementara itu, Kasubag Umum me-

rangkap Bidang Pengawasan dan Penindakan Kantor Bea Cukai Banyuwangi Akhmad Abu H. menegaskan bahwa kantornya sudah siap melayani dokumen ekspor impor dengan cepat. Jadi, pengurusan dokumen ekspor impor kini cukup dilayani di kantor Banyuwangi. “Tidak perlu harus mengurus ke Kantor Bea Cukai di Surabaya,” tegasnya. Seminar yang digagas Fakultas Teknik Untag bersama Pelindo III itu juga menghadirkan Ray Asmoro, Direktur Operasi dan Pelatih Bisnis PT Formula Bisnis Indonesia-For Better Indonesia (FBI) Jakarta. Pria asal Genteng, Banyuwangi itu memaparkan bagaimana membangun entrepreneurship. Ray juga memberikan pelatihan soft skill kepada mahasiswa hingga sore hari. “Kegiatan ini diharapkan memberikan motivasi kepada mahasiswa Untag agar kelak bisa menjadi sarjana yang mandiri dan mampu mencetak lapangan pekerjaan,” kata Rektor Untag Tutut Hariyadi, MM dalam sambutannya. Seminar yang dibuka Sekkab Slamet Karyono mewakili bupati, itu dihadiri Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Pertambangan Banyuwangi Hary Cahyo Purnomo, instansi terkait, akademisi, perbankan dan kalangan pengusaha. Tak ketinggalan, mahasiswa Untag yang antusias menyimak acara hingga usai. Di awal acara, GM Pelindo III sempat menyerahkan bantuan buku kepada rektor Untag.(irw/adv)

Djl rmh 2Lantai Jl. Adi Sucipto LT 1742m2 LB 600m2 Strategis Hub. 08123461944

BANYUWANGI

Ingin mendpt kredit modal kerja?jaminan tabungan anda. tabungan bertmbah, mendpt kredit modal kerja hub.Permata Saving,Ruko Stendo kol.sugiono 3. 8926109

Jumat 28 September 2012

• STNK & BPKB • Hilg STNK P 2565 EL a/n Moh. Holil Mifta, kp Beltok RT 06/01, Jangkar,stb


OPINI

Jumat 28 September 2012

37

PARIWISATA

Sipakan Infrastruktur, Gandeng Kemenhut RI BANYUWANGI – Penghargaan Tourism Award yang diterima Bupati Abdullah Azwar Anas tampaknya merangsang Pemkab Banyuwangi semakin giat membangun sektor pariwisata. Sektor unggulan ini berperan besar untuk menggerakkan perekonomian lokal. Perhatian utama Banyuwangi dalam mengembangkan sektor pariwisata adalah infrastruktur jalan sebagai penunjang kepariwisataan. Untuk kepentingan itu, Bupati Anas Rabu (26/9) lalu bertemu Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Kementerian Kehutanan, Darori, di Jakarta. ”Pertemuan itu membahas percepatan dan pengelolaan akses ke Kawah Ijen dan Alas Purwo,” ungkap Bupati Anas. Pertemuan itu, kata Bupati Anas, dalam rangka optimalisasi Plengkung yang menjadi andalan wisata Banyuwangi dan Jatim. Kementerian Kehutanan mendukung penuh rencana Pemkab Banyuwangi untuk mengembangkan obyek Kawah Ijen dan Plengkung (G-Land). Keseriusan pemkab membangun jalan akses menuju obyek wisata andalan tersebut mengundang antusias Kementerian Kehutanan. Otoritas bidang kehutanan tersebut siap untuk mendukung melalui penyediaan lahan sebagai infrastruktur penunjang. ”Nanti akan dibangun resor dan fasilitas penunjang lain. Akses ke kawasan tersebut akan makin nyaman,” ujar Bupati Anas. Selama ini, banyak daerah dengan potensi wisata yang bagus, namun tidak mempunyai perencanaan yang komprehensif. Akibatnya, wisata tak berkembang dan tak mampu memberi dampak ekonomi ke masyarakat. ”Belajar dari itulah, kami susun konsep secara bertahap, terukur, dan terencana untuk mengembangkan wisata Banyuwangi,” ungkapnya. Pemkab telah siap memasuki era baru pariwisata yang modern dan terkonsep di Banyuwangi. ”Prinsip pemasaran modern seperti segmentasi, targeting, dan positioning benar-benar kami petakan dengan serius,” ujarnya.  Dia mengatakan, konsep yang dikembangkan Banyuwangi adalah eco-tourism atau ekowisata. Konsep ini mengandalkan perjalanan ke lokasi yang masih alami dengan kekayaan budaya lokal yang kuat. ”Ekowisata ini kuncinya di infrastruktur. Biarkan alam apa adanya, asalkan akses mudah, pasti tumbuh,” ujarnya. Untuk pemasarannya, Banyuwangi membidik segmen kelas menengah. Versi Bank Dunia, Indonesia punya kelas menengah (penduduk dengan pengeluaran US$ 2 hingga US$ 20 per hari) yang terus menanjak dari 81 juta orang pada 2003 menjadi 131 orang pada 2010. ”Kelas menengah sekarang sudah bosan jalan-jalan ke mall. Banyak dari mereka yang ingin sensasi baru dengan mengunjungi lokasi dengan keindahan alam yang bagus,” jelasnya.(afi/als)

SATWA

ABDUL AZIZ/RaBa

DIAMANKAN: Petugas mengamankan tiga ekor burung di Mapolsek Pesanggaran, kemarin (27/9).

Amankan Lima Ekor Burung PESANGGARAN - Ketahuan membawa lima ekor burung dari kawasan hutan lindung, Suprapto, warga Dusun Rejoagung, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, ditahan di Polsek Pesanggaran, kemarin (27/9). Lelaki berusia 43 tahun tersebut ditangkap petugas karena ketahuan membawa tiga ekor burung jenis cucak jenggot, satu cicak ranti, dan satu kutilang emas. Lima ekor burung tersebut diduga kuat diambil tersangka dari kawasan Hutan Sukamade, masuk Kecamatan Pesanggaran. Kapolsek Pesanggaran, AKP. Supriyadi mengatakan, terungkapnya kasus tersebut bermula ketika petugas Pos Jaga Sukamade merasa curiga saat melihat Suprapto berjalan melintasi pos. Karena merasa curiga, petugas akhirnya melakukan penggeledahan terhadap tersangka. “Ketika diperiksa, ternyata pelaku membawa lima ekor burung tersebut,” katanya. (azi/als)

PENCURIAN

Curi Kayu, Tiga Warga Dibui GLENMORE - Sungguh malang nasib yang menimpa tiga warga Desa Margomulyo, Kecamatan Glenmore, ini. Garagara mencuri tiga batang kayu waru gunung, ketiganya harus masuk ke ruang tahanan. Ketiga warga yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian tersebut adalah Hmid, 41, Kadeni, 39 dan Nurul Hakim 20 tahun. Mereka ditangkap petugas Perhutani Banyuwangi Barat karena ketahuan mencuri tiga batang kayu waru gunung di areal hutan pinus Petak 25 G RPH Sumbermanggis, BKPH Glenmore. Begitu berhasil ditangkap, ketiganya langsung diserahkan ke Mapolsek Glenmore. Sejumlah barang bukti berupa tiga batang kayu jenis waru gunung, sebuah gerobak kayu, gergasi besi dan sebuah parang juga turut diserahkan ke polisi. Kapolsek Glenmore AKP Subardi, melalui Kanitreskrim Aiptu Abdul Karim mengatakan, bahwa polisi hanya menerima limpahan tersangka untuk diproses sesuai hukum yang berlaku. Karim menuturkan, saat diperiksa penyidik, ketiga tersangka mengaku nekat mencuri tiga batang kayu tersebut untuk kepentingan memperbaiki tempat tingalnya. “Ngakunya untuk memperbaiki dapur rumahnya,” tuturnya. (azi/als)

Banyuwangi Tersandera? Mengawali tulisan ini, ada baiknya saya menjelaskan “posisi” saya terlebih dahulu agar tidak terjebak dalam perdebatan emosional primordial dan tidak bias dengan subjektivitas mana pun. Sekaligus menjadi penekanan bahwa tulisan ini mencoba menempatkan perdebatan pada ranah yang lebih kritis dalam memandang permasalahan. Sebagaimana layaknya berdiskusi, kita semestinya bersikap terbuka (menerima perbedaan pendapat dan kritik), berpandangan luas, bebas dari praduga, dan meyakini bahwa prasangka (kebencian pribadi maupun golongan) adalah “pembunuhan kejam”, sehingga tak pantas dilakoni. Dalam menanggapi sejarah Banyuwangi, saya menem-

patkan diri sebagai “manusia skeptis”, dalam arti, tidak meng-iya-kan atau me-tidakkan. Tetapi, lebih bersikap kritis dan meragui sebelum ada dukungan bukti–bukti yang kuat. Sikap yang sama juga saya perlakukan pada sebaran artefak yang telah tercatat dalam peta situs Kabupaten Banyuwangi. Maka dalam kesempatan ini, saya ingin menyatakan diri tidak ingin berhenti pada titik terminal argumentasi sejarah Banyuwangi mana pun, seperti yang sudah kita ketahui bersama. Bukan sesuatu yang wagu bila ada yang ingin memperdebatkan masalah “Banyuwangi”. Apalagi, berada dalam konteks perdebatan yang ilmiah dan konstruktif. Perdebatan yang sering terjadi justru menyirat-

O l e h

BAYU ARI WIBOWO * kan bahwa ada hal yang belum tuntas dari “Banyuwangi” ini. Maka selayaknya pula kita tidak menempatkan argumentasi mana pun menjadi si “pesakitan”. Tetapi, kita harus menyikapi pendapat–pendapat mereka secara objektif dan tidak reaksioner. Istilah “Banyuwangi” dan sejarahnya sampai sekarang lebih sering berada dalam wacana primordial belaka ketimbang menjadi sebuah “tanda tanya” yang dijadikan pintu masuk untuk penyelidikan ilmu pengetahuan. Sehingga harus secara jujur diakui, istilah “Banyuwangi” dan sejarahnya

memiliki banyak versi dan membuat semakin tidak jelas asal–usulnya. Parahnya lagi, “Banyuwangi” juga sering tersandera dalam ruang–ruang politik pragmatis yang tentu saja implikasinya—baik secara positif maupun negatif—bagi masyarakat luas tidak dapat diabaikan begitu saja. Terlalu rumit dan membingungkan memang apabila kita mendengarkan perdebatan yang terjadi di antara elite budaya dan elite politik Banyuwangi yang saling interpretasi dan merepresentasikan pendapat masingmasing. Padahal, menurut penulis saya, sebelum sampai pada simpulan, idealnya “Banyuwangi” harus bebas dari “siapa pun”, dalam arti, harus dirunut asal–usulnya

secara jelas dan seobjektif mungkin. Selain itu, untuk memperkuat pendapatnya, mereka harus bisa memaparkan beberapa data–data yang sifatnya kasuistik. Saya tidak hendak menyatakan “benarsalah” terkait sejarah Banyuwangi yang ada saat ini. hanya saja, menurut hemat saya, pembuktian yang diajukan oleh elite budaya maupun elite politik Banyuwangi belum pada pencapaian “Hari Jadi Banyuwangi”. Alangkah bijaksana bila kita tidak menyatakan “klaim” atas sesuatu hal berdasar referensi dan penalaran rasional yang belum representatif. *) Mahasiswa Jurusan Arkeologi, Fakultas Sastra, Universitas Udayana, Bali.

Mengembalikah Khittah Masjid Pada bulan September ini, dua perguruan tinggi yaitu IAI Ibrahimy di Sukorejo Situbondo dan STAI Ibrahimy di Genteng Banyuwangi melaksanakan pengabdian masyarakat Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Posdaya Berbasis Masjid. KKN Tematik Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) Berbasis Masjid maksudnya, sebuah pengabdian masyarakat yang menjadikan masjid sebagai sentral kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan berfokus kepada problematika tertentu. Masjid sebagai sentral kegiatan pemberdayaan masyarakat ini amat menarik untuk dikaji. Sebab penggagas kedua perguruan tinggi tersebut, yaitu KHR. As’ad Syamsul Arifin, bila mengunjungi sebuah daerah yang tidak ada masjidnya ia akan mendirikan sebuah masjid. Begitu pula bila melihat bangunan masjid kurang kokoh, pasti ia memperbaikinya. Lalu, Kiai As’ad berpesan, kalau masyarakat ingin makmur maka bangun atau perbaikilah masjidnya. Dengan demikian, ia mengharapkan masjid sebagai tempat ibadah sekaligus sebagai tempat berpikir dan gerakan yang akan menyejahterakan

masyarakat. Gerakan kembali ke masjid tersebut, juga dilakukan oleh salah seorang cucu Kiai As’ad yang sekarang sebagai pengasuh Pondok Sukorejo, KHR. Ach. Azaim Ibrahimy. Kiai Azaim ingin mengembalikan masjid sebagai pusat peradaban Islam. Masjid bukanlah sekadar sebagai tempat sembahyang tapi juga sebagai tempat berdiskusi untuk kemaslahatan umat. Beliau memulai itu dengan melakukan salat tasbih dan hajat tengah malam bersama ribuan masyarakat di beberapa masjid; baik di Situbondo maupun Banyuwangi. Secara sosiologis, masjid atau musala, menurut Nursyam, termasuk medan budaya (cultural sphere) yang mempertemukan berbagai segmen masyarakat, yang dapat menghasilkan budaya yang khas. Masjidlah tempat bertemunya elemen masyarakat. Saya teringat, salah satu pesan almarhum Kiai As’ad kepada santri Sukorejo yang akan berhenti mondok adalah agar ia mengamalkan ilmunya di musala sekitar rumahnya. Salah satu makna di balik pesan itu, santri Sukorejo supaya menguasai pusat jaringan dan interaksi kepada

O l e h

SYAMSUL A.HASAN * masyarakat komunitasnya. Sebab masjid atau musala di pedesaan merupakan salah satu pusat komunikasi dan tempat berkumpulnya masyarakat. Karena itu, tidaklah heran bila KH Abdurrahman Wahid ketika menjabat presiden, ia selalu menyempatkan diri untuk mengadakan diskusi dengan masyarakat setelah Salat Jumat. Model “KKN berbasis masjid” sesungguhnya, juga dilakukan kiai-kiai pesantren. Para kiai pesantren dalam mengembangkan misinya ke suatu daerah terasing, memanfaatkan santri-santrinya yang dianggap “nakal”. Mereka diberi tantangan berjuang di suatu daerah, terutama daerah yang dianggap rawan; baik rawan dari kalangan “hitam” seperti bajingan, pejudi, dan pemabuk. Sebelum mereka dikirim, mereka “digembleng” dulu selama beberapa hari oleh Kiai As’ad. Kiai As’ad mengirim sang santri dan ditempatkan di sekitar masjid atau musala. Kalau belum ada, ia akan mendirikan masjid

atau musala. Kiai As’ad tetap memantau keadaan santri tersebut. Ia selalu bersilaturahmi kepada sang santri untuk menanyakan sejauh mana perkembangan dirinya. Ia selalu memberikan nasihat-nasihat dan motivasi. Biasanya, Kiai As’ad menyarankan kepada santri tersebut untuk menjadi “tokoh di balik layar”. Artinya, sang santri disarankan untuk mengikuti kecenderungan dan perkembangan dinamika masyarakat sekitar. Sang santri harus bertindak tut wuri handayani, berada di belakang, tidak menampakkan keahlian dan kemampuannya terlebih dahulu sambil menganalisis keberadaan sosial masyarakat sekitarnya. Teknik mengirim santri “bermasalah” ke suatu daerah ini termasuk teknik pengubahan tingkah laku yang dilakukan kalangan pesantren. Bagi kalangan pesantren manfaat teknik ini untuk menundukkan hawa nafsu, melembutkan hati, dan pendidikan moral. Menurut Imam Suhrawardi, berada di daerah asing, berpisah dengan sanak dan sahabat, dan latihan bersabar dalam menghadapi ujian dan musibah dalam pengembara-

an mampu menundukkan hawa nafsu dan melembutkan hati. Dalam menaklukkan hawa nafsu, pengaruh pengembaraan ini tak kalah pentingnya dibanding dengan pengaruh salat sunah atau berdoa. Teknik mengirim santri ke suatu daerah ini, dalam perspektif konseling feminisme, mirip dengan teknik aksi sosial (social action). Aksi sosial merupakan hal yang esensial. Ketika konseli sudah memiliki banyak pemahaman mengenai feminisme, konselor dapat menyarankannya agar terlibat dalam aktivitas-aktivitas sosial. Partisipasi dalam segenap aktivitas tersebut dapat memberdayakan konseli dan membantu melihat hubungan antara pengalaman personalnya dengan konteks sosiopolitik di masyarakat. Dengan demikian, apa yang dilakukan para mahasiswa IAI Ibrahimy Situbondo dan STAI Ibrahimy Banyuwangi dalam pemberdayaan masyarakat berbasis masjid tersebut sesuai cita-cita penggagasnya. *) Dosen Bimbingan dan Konseling Fakultas Dakwah dan DPL KKN Berbasis Masjid IAII Situbondo.


38

Jumat 28 September 2012

POPDA 2012

Jadwal Molor Lagi BANYUWANGI – Persiapan atlet yang akan tampil di ajang Popda 2012 bakal lebih panjang. Hal itu menyusul kemungkinan kembali molornya pelaksanaan even dua tahunan tingkat pelajar tersebut. Kabar terbaru menyebutkan, ajang multi even olahraga regional Jawa Timur itu akan dilaksanakan 23 Oktober mendatang. Bila informasi itu benar, otomatis revisi jadwal Popda sudah dua kali mengalami pengunduran. Sedianya even tingkat pelajar ini akan dilaksanakan 7 Oktober mendatang. Namun kemudian jadwal itu direvisi menjadi 15 Oktober. Dan, kini, even tersebut dimungkinkan molor lagi. Kabid Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Sujoko mengatakan, kemungkinan jadwal Popda kembali berubah. Kabar terbaru menyebutkan bahwa agenda kejuaraan olahraga yang digelar di Surabaya itu akan dilaksanakan 23 Oktober mendatang. “Itu belum pasti. Sebab masih sebatas wacana,” katanya. Kemungkinan mundurnya agenda Popda disebabkan padatnya agenda Gubernur Jawa Timur, Soekarwo. Direncanakan, orang nomor satu di Pemprov Jawa Timur ini akan membuka langsung acara tersebut. Namun lantaran kesibukan, akhirnya panitia besar menyesuaikan dengan agenda gubernuran yang akan dilakoni oleh Soekarwo. (nic/als)

TENIS MEJA

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

CHAMPIONS: Para juara kejuaraan tenis meja yang digelar PTMSI di Rogojampi kemarin.

Netral-Walet Berbagi Gelar BANYUWANGI – Persatuan tenis meja (PTM) Walet Genteng dan Netral Muncar tampil dominan dalam gelaran kejuaraan tenis meja yang digelar Pengkab PTMSI Banyuwangi di Rogojampi kemarin. Dari empat kategori yang dimainkan, kedua klub tenis meja itu mampu merajai podium juara dalam nomor yang dipertandingkan. Di kategori usia 19 tahun putra, Wahyu asal PTM Netral menjadi yang berbaik. Di babak final, petenis meja belia Banyuwangi ini berhasil menundukkan rivalnya, Agung, asal PTM Kidang Mas Rogojampi. Di posisi ketiga dan keempat ditempati Sultan dan Dayat yang sama-sama mengusung bendera Walet Genteng. Di bagian putri untuk kategori yang sama, Dita asal PTM Walet Genteng menjadi yang terbaik. Di final, dia berhasil menundukkan Dewi utusan asal SMP 3 Genteng. Di tempat ketiga dan keempat diraih Irfanus dan Yesica asal SMAN 2 Genteng dan Altehea Genteng. Di kategori lainnya, yakni usia 12 tahun, juara pertama diraih Riki asal PTM Walet Genteng. Kepastian itu diperoleh setelah menundukkan Dhani dari PTM Kidang Mas Rogojampi. Posisi ketiga dan keempat ditempati oleh Anggi Putera dan Faris asal SDN Kaligung dan PTM Walet Genteng. Dan, di kategori umum, juara berhak menjadi milik atlet dari PTM Netral. Adalah Wahyu yang berhasil menjinakkan Lucky asal Rogojampi di babak final. Juara ketiga dan keempat dalam kejuaraan tersebut menjadi bagian dari Syaiful dan Soni keduanya sama-sama dari PTM Elang Sempu. Ketua PTMSI Banyuwangi, KGS Abdul Syakur mengatakan, agenda ini merupakan pelaksanaan program kerja PTMSI. Lewat kegiatan ini diharapkan bisa menjaring potensi atlet tenis meja Banyuwangi. “Kegiatan serupa akan kita laksanakan lebih intens di masa depan,” terangnya. (nic/als)

Klub Mulai Galang Kekuatan Segera Bentuk Tim Penyelamat Persewangi BANYUWANGI - Keprihatinan klub anggota PSSI Banyuwangi terhadap nasib Persewangi terus berlanjut. Klubklub yang khawatir terhadap masa depan tim berjuluk Laskar Blambangan itu pun mulai menggalang aksi penyelamatan, di antaranya membentuk tim penyelamat Persewangi dalam waktu dekat. Gagasan itu disampaikan Hartoyo kepada koran ini kemarin. Pentolan Artel SemNIKLAAS/RaBa bulung FC Hartoyo itu menyatakan perlu ada kegiatan masif dan terorganisasi untuk menyelamatkan Persewangi dari dampak terburuk. “Intinya, Persewangi harus bisa diselamatkan,” cetusnya. Kekhawatiran terhadap nasib Persewangi itu muncul dari upaya salah satu pemain asing, Moukwelle Sylvain, yang melaporkan tim berjuluk Laskar Blambangan itu ke FIFA dan PSSI. Kecemasan muncul karena bisa saja sanksi akan benar-benar diterima Persewangi terkait persoalan akut yang dialami saat ini. Hal tersebut tentu saja dapat memperparah kondisi Persewangi karena itu juga bisa menyebabkan Persewangi tidak menerima kucuran dana di musim depan. Persewangi juga terancam kehilangan hak tampil di kasta kedua sepak bola profesional. Dampak yang paling ditakutkan adalah ancaman degradasi. Atas kemungkinan tersebut, Hartoyo merasa perlu ada upaya nyata dari klubklub anggota PSSI Banyuwangi untuk

ALI SODIQIN/RaBa

TERANCAM DEGRADASI: Pemain Persewangi (merah) saat menghadapi Gresik United (kuning) dalam kompetisi Divisi Utama musim lalu. Jika tuntutan Moukwelle Sylvain dkk. tidak dipenuhi, Persewangi terancam sanksi dari PSSI.

segera menyelamatkan Persewangi. Hal senada juga diungkapkan pentolan klub Virgo FC, Mohamad Syafii. Sudah saatnya klub bangkit dan sadar untuk menyelamatkan Persewangi. Menurut dia, masalah yang muncul di masa lalu bisa menjadi pelajaran berharga di masa mendatang.

Setidaknya, dalam waktu dekat, model dan gerakan terkait penyelamatan Persewangi oleh klub yang bernaung di bawah Persewangi bisa digagas. Tidak hanya klub, pemain, mantan pemain, dan suporter, akan dilibatkan dalam pembentukan tim penyelamat Persewangi tersebut.

Demokrat Borong Kaus KaOsing BANYUWANGI – Peminat koleksi kaus KaOsing semakin beragam saja. Kali terakhir, kalangan politisi di Banyuwangi itu menyatakan kesengsem dengan koleksi kaus etnik Banyuwangi yang terpajang di outlet di Jalan Ahmad Yani 93-C D. Atau persisnya depan Pengadilan Agama Banyuwangi. Kunjungan pengurus DPC Partai Demokrat Banyuwangi kemarin mempertegas bahwa kaus ini semakin diminati oleh semua kalangan masyarakat Banyuwangi. Dipimpin Ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi, Michael Edi Hariyanto, partai berlambang mercy itu memborong kaus dari outlet ini. Dengan tetap memper-

NIKLAAS/RaBa

BORONG KAOS: Michael dkk. langsung memakai KaOsing yang dibelinya beberapa waktu lalu.

tahankan warna kebesarannya, biru, Michael dkk memborong kaus bertuliskan Paran Jare Wizz. Secara khusus, Michael menilai kualiatas kaus KaOsing cukup bagus. Selain

enak dipakai, kaos ini juga mencerminkan identitas diri sebagai masyarakat Banyuwangi. “Demokrat siap borong lebih banyak lagi yang warna biru,” katanya. (nic/adv/als)

Adapun target tim tersebut, Persewangi harus tetap eksis di Divisi Utama. Syukur bila persoalan gaji pemain yang menjadi momok pengurus saat ini bisa diselesaikan. “Paling cepat Minggu ini nasib Persewangi akan dibahas semua perwakilan klub,” bebernya. (nic/c1/als)


Jumat 28 September 2012

39

HALAMAN SAMBUNGAN

Kalau Mokong Akan Dibongkar Paksa n BANGUNAN... Sambungan dari Hal 29

Jika peringatan yang dilayangkan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang, itu tidak diperhatikan, maka pembongkaran paksa akan dilakukan aparat penegak hukum. Jika bangu-

nan sudah berdiri, tapi tidak memenuhi ketentuan baku IMB, maka harus dibongkar secara sukarela. Dari 12 bangunan liar yang dipasangi plang itu, sekitar 5 bangunan berada di Kecamatan Banyuwangi. Tujuh unit lainnya berada di Kecamatan Kalipuro. “Tindakan yang sama

akan dilakukan di semua kecamatan. Sekarang kita sedang menginventarisasi bangunan baru yang tidak sesuai ketentuan,” tegasnya. Salah satu bangunan di Kecamatan Banyuwangi yang dipasangi plang adalah kantor Bank Wilis di Jalan PB. Sudirman, sebelah barat Pendapa

Shaba Swagata Blambangan. Bangunan dua lantai itu dipasangi plang karena tidak memiliki IMB. Selain Bank Wilis, bangunan lain yang diberi peringatan keras adalah Toko Chica di Jalan PB. Sudirman, Kelurahan Paderejo, Kecamatan Banyuwangi. Dalam izinnya, pemilik

Temukan Peralatan Nyabu di Rumah Sigit n WAKAPOLRES... Sambungan dari Hal 29

Diungkapkan juga, saat menggeledah rumah Brigadir Sigit di kawasan Mendut Regency, dirinya juga ikut. Di rumah itu, pihaknya berhasil menemukan peralatan nyabu berupa dua botol bong. “Rumah Sigit di Mendut itu ada kasur dan TV. Kunci yang megang Sigit,” ujarnya.

Sementara itu, terkait pengakuan penasihat hukum Sigit bahwa kliennya memburu Mukhlas, salah satu bandar narkoba, atas perintah Dirnarkoba Polda Jatim juga dibantah Kapolres AKBP Nanang Masbudi. ”Tidak benar itu. Dalam ilmu kepolisian, yang namanya undercover buy (menyamar untuk membeli, Red) dibenarkan. Tetapi, menyamar sambil

mengedarkan narkoba itu yang dilarang. Jelas itu pelanggaran pidana,” tegas Kapolres AKBP Nanang Masbudi Diberitakan sebelumnya, dalam sidang lanjutan di ruang utama Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi, kedua pengacara Brigadir Sigit (Kompol Sugiarto dan Aipda Bambang Purwanto) secara bergantian membeberkan fakta hukum yang benar dan konkret yang

dilakukan kliennya berdasar versi mereka. Dalam eksepsinya, Aipda Bambang membeberkan, saat dilakukan tes urine di Rumah Sakit (RS) Yasmin, kliennya negatif. Artinya, kliennya tidak mengonsumsi narkoba. “Saat rumahnya digeledah juga tidak ditemukan barang bukti (BB), baik narkoba maupun peralatannya,” beber Bambang kala itu. (abi/c1/aif)

Persempit Ruang Gerak Teroris n PENYEBERANGAN... Sambungan dari Hal 29

Karena itu, sebelum kapal berlayar diwanti-wanti menyiapkan semua peralatan dan pendukung keselamatan pelayaran. Selain itu, nakhoda kapal sebelum berangkat berlayar juga diminta memastikan semua peralatan pendukung keselamatan benar-benar berfungsi. Kapal yang pendukung keselamatan pelayarannya tidak

berfungsi, diminta menunda pelayaran hingga semua peralatan keamanan berfungsi secara baik. Faktor keselamatan dan kenyamanan penumpang, lanjut Saharuddin, merupakan faktor utama dalam penyeberangan. Untuk mempertahankan dua faktor itu, PT. IF setiap saat selalu mengimbau operator pelayanan benar-benar memperhatikannya. “Kita warning semua nakhoda. Setelah semua pendukung

keamanan dan kenyamanan penumpang sudah siap, baru berangkat. Jangan mengabaikan faktor keselamatan,” pintanya. Sementara itu, aparat kepolisian kemarin melakukan operasi di Pelabuhan Ketapang. Semua calon penumpang feri diperiksa satu-satu per satu sebelum naik ke atas kapal. Tidak hanya penumpang, barang bawaan dan kendaraan penumpang juga digeledah untuk memastikan tidak ada

barang yang membahayakan. Identitas penumpang juga diperiksa satu per satu. Kapolsek KPPP Tanjung Wangi AKP Jumadi mengatakan, razia penumpang kapal dilakukan untuk mempertahankan keamanan jelang peringatan Bom Bali I. “Kita tidak ingin Bom Bali I dan II terulang lagi. Karena itu, kita tingkatkan razia untuk mempersempit ruang gerak pelaku teror,” tandas Jumadi. (afi/c1/aif)

Perhiasan Dibungkus Uang Seribuan n TANYA... Sambungan dari Hal 31

Bukan hanya itu, orang berjubah tersebut juga meminta dirinya untuk melepaskan kalung yang dia kenakan. “Saya juga heran, saya mau begitu saja disuruh orang itu. Katanya, agar kalung saya ini akan dipakai selamanya,’’ jelasnya. Setelah dilepas semua, lanjut dia, perhiasan tersebut dibungkus di uang kertas seri-

buan. Beberapa saat kemudian, perhiasan tersebut dimasukkan ke saku pakaiannya. “Tapi setelah saya ambil, saku saya cuma kertas saja. Perhiasannya hilang semua,’’ urainya. Setelah menyadari menjadi korban gendam, dia langsung berteriak minta tolong kepada anaknya. Dari situlah, mereka menghubungi polisi. Dan, pelaku berhasil ditangkap. “Syukur sekarang perhiasan saya bisa kembali,’’ tandasnya.

Shochibul Imam Hadi, berkilah jika dirinya dituduh orang yang melakukan perbuatan hipnotis tersebut. Saat itu, pria yang mengaku sebagai sopir tersebut berada di dalam mobil. “Teman saya yang keluar mobil, entah ngomong apa sama ibu tadi,’’ dalihnya. Dia mengaku baru pertama kali beroperasi di Banyuwangi. Meski begitu, dirinya juga pernah beraksi di kawasan Jawa Tengah beberapa waktu lalu.

’’Saya pertama kali ke sini. Kalau dulu, saya pernah di daerah Jawa Tengah, seperti Kendal dan sekitarnya,” akunya. Selama di Jateng tidak mendapatkan hasil apa-apa. Kini, atas perbuatannya itu, dirinya harus mendekam di sel tahanan Mapolsek Purwoharjo. “Uang ratusan ribu itu bukan hasil gendam, tapi hasil menjual sepeda motor saya,” ujarnya saat di Mapolsek Srono kemarin. (ton/c1/aif)

Temukan BB Dalam Mobil n BEKUK... Sambungan dari Hal 31

Satunya lari loncat pagar, satunya lari menyeberang jalan,’’ ungkap Yanto, salah satu pekerja cuci mobil, kemarin. Namun, satu pelaku yang ancang-ancang bakal kabur kandas. Sebab, posisi pelaku beranak dua itu berada di tempat yang sulit. Sehingga, saat

kedatangan polisi, pelaku sial ini ditangkap. Usai penangkapan, polisi langsung melakukan penggeledahan di dalam mobil yang hendak dicuci tersebut. Di dalam mobil tersebut, barang bukti berupa perhiasan berhasil ditemukan. “Perhiasan itu kita temukan di dalam mobil,’’ ungkap Kapolsek Srono AKP Jodana Gunadi di lokasi pe-

nangkapan. Sementara itu, selain mengamankan barang bukti, polisi juga menyita sejumlah barang lain, antara lain uang tunai pecahan Rp 100 ribu senilai Rp 2,2 juta, uang tunai senilai Rp 9 ribu, ATM BRI warna hijau, ATM BRI warna biru, ATM Mandiri warna biru putih, ATM Bank Jatim, Kartu ATM Alfamart, Kartu Animal

Kaizer, KTP pelaku, dan SIM B1 milik pelaku. Selain itu, polisi juga mengamankan parfum, sisir, pemutih, Jimat berbentuk kota, sarung, sabun, dan baju muslim serta sejumlah pakaian. Setelah sempat diamankan di Mapolsek Srono, tersangka dan barang sitaan langsung dibawa ke Mapolsek Purwoharjo. (ton/c1/aif)

Cari Ikan Sejak Jumat Lalu n SATU... Sambungan dari Hal 40

Menurut kerabat korban, Samsul Hadi, biasanya jika mencari ikan menaiki perahu kecil, paling lama berada di lautan selama empat hari. “Pihak keluarga semua bingung. Kok sudah enam hari belum pulang,” ujar Samsul Hadi di halaman rumah korban. Data yang berhasil dikumpulkan, dengan menggunakan pe-

rahu selerek, Misun, Sunato, dan Atwi melaut pada Jumat (21/9) lalu. Namun, hingga empat hari kemudian, tidak ada kabar dari ketiganya. Pihak keluarga pun kontan mencari-cari dan menanyakan kabar keberadaan mereka. “Hari kelima itu kami sudah tanya-tanya kepada nelayan yang lain. Tapi tidak ada yang tahu,” kata Samsul. Keesokan harinya, para nelayan Sumenep menemukan jenazah Misun di tepi pantai

Sumenep. “Korban tidak sendirian. Dia mencari ikan bersama dua nelayan lain yang sekarang masih belum ditemukan. Saat ini, dua nelayan itu masih dalam pencarian,” tegas Kapolsek Jangkar, AKP Mardjuki. Diduga kuat, saat ketiganya sedang mencari ikan di perairan Raas, Sumenep, Madura, perahu yang mereka tumpangi diterjang gelombang hingga tenggelam. “Jadi ada kabar dari aparat kepolisian yang ada di

Madura, kalau korban Misun ditemukan meninggal di tepi pantai. Jadi dugaan sementara perahu yang mereka tumpangi tenggelam dihantam ombak,” kata Mardjuki. Atas insiden itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian Sumenep untuk mencari dua nelayan yang masih hilang. “Kami masih terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian yang ada di Raas,” pungkas Mardjuki. (mg1/als)

Senang Lihat Orgil Tampil Bersih n RELA TERTULAR... Sambungan dari Hal 29

Suhairi memang menjadi salah satu andalan Dinsosnakertrans untuk merapikan orgil yang terjaring razia petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Ya, setiap kali mendapat pelimpahan orgil hasil razia Satpol PP, Dinsosnakertrans selalu merapikan dan membersihkan tubuh para orgil tersebut. Setelah dibersihkan, barulah orgil-orgil itu dibawa ke beberapa pusat rehabilitasi kejiwaan. Nah, Suhairilah yang selalu membersihkan dan merapikan orgil-orgil tersebut. Dia seolah tidak segan mencukur, memandikan, dan merapikan pakaian para orgil itu. Padahal, bagi sebagian orang, berdekatan dengan orgil saja sudah sangat “menakutkan”. Ada yang jijik, ada juga yang

takut sewaktu-waktu diserang dan dilempar benda keras jika sewaktu-waktu orgil tersebut kumat. Anehnya, selama bertugas membersihkan orgil, Suhairi nyaris tidak pernah mendapat perlakuan kasar dari orangorang kurang waras tersebut. Karena itu, oleh rekan-rekannya sesama pegawai Dinsosnakertrans, Suhairi kerap dijuluki “Penjinak Orgil”. “Saya punya trik khusus agar tidak ‘diserang’ orgil. Jika pandangan orgil kosong, jangan ditangani dulu. Bisa-bisa kita diserang,” ujar Suhairi. Suhairi mengungkapkan, membersihkan orgil berisiko tinggi tertular penyakit, misalnya penyakit gatal. Pengalaman kurang menyenangkan sudah pernah dia rasakan beberapa waktu lalu. “Saya pernah tertular penyakit gatalgatal karena memandikan orgil. Bekasnya masih tam-

pak kan,” uangkap dia seraya menunjukkan pergelangan tangan kanannya. Saat menjalankan tugas membersihkan tubuh orgil, Suhairi biasanya berduet dengan rekannya, yakni Junaedi. “Setelah kita cukur, orgil langsung kita mandikan. Setelah itu kita beri pakaian layak pakai,” tutur Suhairi. Uniknya, saat memandikan orgil, Suhairi tidak langsung menggunakan sabun mandi. Langkah awal setelah menyiram tubuh orgil yang sangat kotor adalah menggosoknya dengan sabun krim yang biasa digunakan warga mencuci piring. Setelah bersih, barulah dia meluluri tubuh orgil tersebut dengan sabun wangi. Sebab, saking kotornya, tubuh orgil kalis alias tetap kotor kalau langsung dibersihkan menggunakan sabun mandi. Menurut Suhairi, membersihkan orgil dia lakukan tidak

semata-mata menjalankan tugas. Lebih dari itu, dia mengaku senang saat menyaksikan orgil yang semula tampak sangat kotor menjadi bersih setelah dirapikan dan dimandikan. Apalagi, jika sudah fresh, kadang orgil nyambung saat diajak berkomunikasi. “Orgil juga manusia. Hanya jiwanya saja yang sakit. Jadi, sudah layaknya kita memperlakukan mereka dengan baik,” pungkasnya. Sementara itu, setelah dibersihkan, orgil-orgil yang terjaring razia itu dievakuasi ke beberapa pusat rehabilitasi kejiwaan, di antaranya Pusat Kesehatan Jiwa Masyarakat dan Klinik Ketergantungan Obat (PKJM-KKO), Licin, Kecamatan Glagah. Ada juga yang dikirim ke Rumah Sakit Jiwa, Lawang, Malang. Agar tidak reaktif, biasanya pengiriman orgil dilakukan pada malam hari. (c1/aif)

toko mengajukan permohonan rehab atap saja. Tetapi, pelaksanaan di lapangan, ungkap Mujiono, pemilik membangun teras toko. “Karena teras tidak sesuai izin, maka teras tersebut harus dibongkar,” ujarnya. Bangunan di Kecamatan Kali-

puro sebagian besar dipasangi plang karena melanggar garis sepadan jalan dan tidak memiliki IMB. “Sesuai aturan, garis sepadan jalan dengan bangunan minimal lima meter,” jelasnya. Bangunan yang sudah berdiri dan tidak memenuhi garis se-

padan jalan, tambah dia, harus mundur lima meter. Kalau pemilik tetap melanjutkan pembangunan, maka akan dibongkar secara paksa. “Kita senang kalau pemiliknya memiliki kesadaran membongkar sendiri,” tambahnya. (afi/aif)

Dipasok oleh Orang Lumajang n BIDIK... Sambungan dari Hal 29

”Kata istrinya, Edi tidak ada di rumah. Karena yang menyerahkan 200 pil trex adalah Desi, yang bersangkutan langsung kita tangkap,” kata Watiyo. Untuk keperluan pemeriksaan, malam itu juga Desi lang-

sung dibawa ke polres beserta barang bukti (BB) berupa 200 butir pil trex yang dibungkus dalam dua klip plastik. BB lain yang juga ikut diamankan berupa sebuah hand phone (HP) merek Sony Ericsson. “Trex dan HP kita sita sebagai BB,” tegas Watiyo. Terungkapnya tersangka

penjual pil trex itu bermula dari informasi yang diberikan warga. Dari informasi itu, polisi langsung melakukan penyelidikan di sekitar rumah tersangka. “Menurut pengakuan tersangka, semua trex tersebut dipasok oleh orang Lumajang,” ungkap Watiyo. (abi/c1/aif)

Diisi Tahlil dan Ceramah Agama n GUS SHIDIQ... Sambungan dari Hal 29

Bupati Anas menyampaikan sambutan melalui teleconference dari Jakarta. Saat ini, Bupati Anas sedang berada di Jakarta untuk menghadiri peringatan 1000 hari wafatnya Gus Dur di Ciganjur. Dalam sambutannya, Bupati Anas mengajak seluruh elemen masyarakat meneladani perjuangan Gus Dur semasa hidup.

Selain itu, dia mengajak masyarakat terus melanjutkan perjuangan Gus Dur. “Selain ulama, Gus Dur merupakan tokoh politik, negarawan, dan tokoh demokrasi,” tegasnya. Haul kemarin diisi dengan tahlil, doa bersama, dan ceramah Agama. Pembacaan tahlil dipimpin KH. Maksum Syafi’i, dan doa bersama dipimpin Ketua MUI, KH. Dailami Achmad. Ceramah agama disampaikan KH. Achmad Shidiq. Dalam ceramahnya, Gus Shidiq men-

ceritakan perjuangan Gus Dur semasa hidup. “Gus Dur itu tokoh komplet yang layak kita teladani bersama,” cetusnya. Ketua PC NU Masykur Ali dan beberapa pengurus cabang NU Banyuwangi hadir dalam acara tersebut. Dari kalangan birokrat, hadir Sekkab Slamet Kariyono, Asisten Ekonomi dan Kesra Suhartoyo, dan sejumlah kepala dinas. Beberapa pejabat Kantor Kementerian Agama Banyuwangi juga hadir dalam acara tersebut. (afi/c1/aif)

Butuh Lahan 150 Hektare n TIONGKOK... Sambungan dari Hal 40

“Khusus investor dari China yang bergerak dalam teknologi mineral, seperti nikel dan baja, sudah dua kali datang. Bahkan, saat melakukan survei lapangan, mereka membawa tujuh tim ahli,” papar Dadang Wigiarto

kepada sejumlah wartawan. Dikatakannya, pembangunan perusahaan nikel dan baja yang dikelola investor asal Tiongkok itu membutuhkan areal sekitar 150 hektare. “Langkah pertama, mereka membutuhkan areal sekitar 150 hektare,” katanya. Pada tahap pembebasan lahan, tenaga kerja yang akan

diserap sebanyak 1.000 tenaga kerja lokal. “Mereka berjanji akan menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal,” tegas Dadang. Pihaknya berharap, para investor itu bisa memanfaatkan sumber daya alam di Kabupaten Situbondo dengan baik dan dapat menyejahterakan rakyat Kabupaten Situbondo. (mg1/c1/als)

Akte Hibah Tidak Ditemukan n AJUKAN... Sambungan dari Hal 40

Karena klien kami merasa tidak pernah memberikan hibah itu, kami menduga peralihan sertifikat tidak benar. Ada perbuatan melawan hukum,” ungkap Sumardhan. Dugaan itu bukan tanpa alasan. Sebab, saat bukti autentik adanya akte hibah itu diminta, baik kepada Camat Asembagus selaku PPAT ataupun Kantor Pertanahan Situbondo, namun

kedua lembaga itu tak bisa menunjukkan. “Kita sudah melakukan pengajuan resmi untuk bisa minta foto copy atau turunannya, namun tidak ada,” terang Sumardhan seraya menunjukkan surat dari Kecamatan Asembagus dan Kantor pertanahan yang menyatakan tidak ditemukannya akte hibah itu. Kata Sumardhan, bukti sumpah pemutus itu dimohon dibebankan kepada tergugat. Jika tergugat tidak bersedia atau keberatan, maka penggugat siap

dibebani melakukan sumpah. Jika tergugat bersedia melakukan sumpah, maka redaksional dibuat penggugat. Begitu pula sebaliknya. “Kita sedang melihat di Situbondo ini apakah akan ada keadilan, paham tidak dengan alat-alat yang sedang terproses ini. Kalau PN menolak, bisa saja tapi harus memiliki dasar hukum yang kuat. Kalau tidak, kita akan melapor. Karena jelas dalam kasus ini fakta tak bisa dibuktikan,” pungkasnya. (pri/als)


40

Jumat 28 September 2012

Tiongkok Investasi Nikel

HARJAKASI

Singapura Garap Bisnis Ekspedisi SITUBONDO - Dalam waktu yang tidak lama lagi, Kabupaten Situbondo akan punya gawe besar dengan memanfaatkan Sumber Daya Alam (SDA). Salah satu yang dilirik investor asing adalah nikel dan baja. Mereka siap menanamkan modal sangat besar. Pernyataan itu disampaikan

langsung Bupati Dadang Wigiarto di pendapa kabupaten kemarin malam (26/9). “Investor yang akan mengelola nikel dan baja itu berasal dari Tiongkok. Tetapi, berapa nilai investasinya belum bisa saya sebutkan,” ujar Dadang Wigiarto. Diketahui, investor asal Tiongkok yang berencana mendirikan pabrik nikel dan baja itu adalah Beijing Shenwu Environmet dan Energy Tehnology Corp. “Jadi perusahaan itu su-

DOK.RaBa

Dadang Wigiarto

dah siap menanamkan modal,” imbuh Bupati Dadang. Selain itu, masih ada investor lain dari Singapura. Investor dari Singapura itu akan bergerak dalam bidang jasa ekspedisi barang ekspor-impor kepelabuhanan. “Kalau yang dari Singapura itu khusus untuk transportasi,” katanya. Untuk mempertegas komitmennya dalam berinvestasi di Kota Santri, para petinggi dua perusahaan asing tersebut sudah

menemui Bupati Dadang di kantor pemkab. “Saat kami bertemu dua investor itu, saya minta agar mereka jujur dalam mempresentasikan dampak lingkungan dan sebagainya,” kata Bupati Dadang. Bahkan, para petinggi dua perusahaan asing tersebut juga sudah melakukan survei lapangan untuk memastikan kekayaan alam yang terkandung di dalam Bumi Situbondo n  Baca Tiongkok...Hal 39

Satu Tewas, Dua Hilang Tiga Nelayan Situbondo Tenggelam di Sumenep EDY SUPRIYONO/RaBa

Pawai Sepeda Hias JALAN-jalan utama Kota Santri siang kemarin penuh sesak dengan becak dan sepeda hias. Itu adalah salah satu pemandangan acara untuk memeriahkan salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Situbondo (Harjakasi) ke-40. Peserta acara yang diberangkatkan Wakil Bupati Rachmad itu diikuti siswa PAUD/TK, SD dan SMP. Di sepanjang perjalanan warga mengular tak mau ketinggalan menyaksikan. (pri/als)

PERSIDANGAN

Ajukan Sumpah Pemutus Sebagai Alat Bukti SITUBONDO – Apa jadinya jika penggugat ataupun tergugat sama-sama tidak bisa menunjukkan alat bukti dalam gugatan perdata kasus hibah tanah? Sumpah pemutus (semacam sumpah pocong, sumpah mimbar, atau sumpah klenteng) menjadi salah satu jalan keluarnya agar bisa memiliki alat bukti. Keadaan semacam itu terjadi di Pengadilan Negeri (PN) Situbondo, siang kemarin (27/9). Sumardhan, seorang pengacara asal Malang, siang kemarin secara resmi mengajukan pelaksanaan sumpah pemutus kepada majelis hakim dalam menyelesaikan kasus yang ditanganinya. “Saya kira tak ada alasan bagi EDY S/RaBa majelis hakim PN Situbondo Sumardhan untuk menolak. Sebab, apa yang saya lakukan ini sesuai dengan ketentuan undangundang. Sumpah juga sebagai alat bukti. Alat bukti yang pertama itu berupa surat, kedua saksi, tiga persangkaan, empat pengakuan, dan yang kelima sumpah,” ungkap Sumardhan kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin. Menurut dia, langkah pengajuan sumpah pemutus untuk menemukan alat bukti tersebut, karena penggugat maupun tergugat sama-sama tak bisa menunjukkan alat bukti yang menguatkan telah terjadi hibah tanah. “Kalau dikabulkan, tergugat akan disumpah di Klenteng, kalau klien kami yang disumpah ya akan melakukan sumpah mimbar, sesuai dengan keyakinannya,” ungkap Sumardhan. Dijelaskan, kasus tersebut berawal dari gugatan perdata yang diajukan klien Sumardhan, Indrawati, warga Sempu, Banyuwangi. Yang digugat adalah Sabarbudi, warga Asembagus, Situbondo. Dalam materi gugatannya, Indrawati menyatakan jika dirnya tidak pernah menghibahkan tanahnya sebagaimana disertifikat hak milik no 17 di Desa Asembagus. “Namun anehnya terbit sertifikat atas nama Sabar Budi dengan dasar adanya akte hibah nomor 98/ASBGS/1978 tanggal 15 Juni 1978 n  Baca Ajukan...Hal 39

PERTANIAN

EDY SUPRIYONO/RaBa

TENGKULAK: Sahyono (bertopi) sibuk menyortir buah mangga sore kemarin. Dia membeli seharga Rp 3.000 setiap kilogram mangga arum manis.

Harga Mangga Turun Drastis SITUBONDO - Petani mangga di Kota Santri kembali harus mengelus dada. Setelah sempat merasakan “manisnya” buah mangga di awal musim, kini mereka kembali harus merasakan “pahitnya” buah mangga. Itu setelah beberapa minggu terakhir harga mangga kembali merosot tajam. Untuk buah mangga arum manis saja, kini harga jual petani ke tengkulak hanya Rp 2.000 hingga Rp 3.000 per kilogram. “Biasa Mas. Begini ini kalau sudah buah mangga melimpah di pasaran. Harganya turun tidak karu-karuan. Tapi mau bagaimana lagi?” terang Sahyono, tengkulak buah mangga yang mangkal di sebelah timur Jembatan Macan, kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (27/9). Kata dia, saat ini sudah sampai kepada puncak panen raya mangga. Sehingga persediaan mangga di pasaran begitu melimpah. Akibatnya, harganya pun menjadi turun. “Dulu di masa-masa awal kita sempat ambil Rp 5000 sampai Rp 6.000 per kg, tapi setelah itu terus turun,” terangnya sambil terus menyortir mangga. (pri/c1/als)

NUR HARIRI/RaBa

HARU: Ratusan orang ikut memandikan Misun, 50, kemarin (27/9) setelah ditemukan tenggelam dilautan Madura kemarin (26/9).

JANGKAR – Satu dari tiga nelayan asal Situbondo yang dikabarkan tenggelam di perairan Raas, Sumenep, Madura, sejak pekan lalu, akhirnya ditemukan kemarin (27/9). Nelayan bernama Misun, 50, warga Dusun Guru, Desa Agel, Kecamatan Jangkar, itu ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Sayangnya, dua teman Misun bernama Sunato, 50, dan Atwi, 54, masih belum ditemukan hingga kemarin sore (27/9). Meski demikian, warga tidak yakin jika dua nelayan yang belum ditemukan itu masih hidup. Saat jenazah Misun datang dari Madura, ratusan warga ikut menyambutnya di Pelabuhan Jangkar. Tidak sedikit kerabat korban yang menangis. Bahkan, putri korban bernama Dewi, 20, menangis histeris sampai jenazah bapaknya hendak dimandikan n  Baca Satu...Hal 39

Gara-Gara Mimpi, Rumah Nyaris Dibakar KAPONGAN – Lantaran mimpi, warga Dusun Setonggak, Desa Saletreng, Kecamatan Kapongan, hendak membakar rumah warga berinisial H kemarin (27/9). Hal itu dilakukan warga karena menduga H mempunyai ilmu hitam alias dukun santet. Emosi warga itu berawal ketika salah seorang tetangga H bernama Anis, 26, mengaku telah bermimpi H. Dikatakan, saat dirinya bermimpi dia sangat ketakutan. “Saya mimpi dia sebanyak empat kali. Karena saya takut, saya tidur di masjid,” ujar Anis kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin. Anehnya, setiap kali selesai bermimpi, keesokan harinya Anis merasa sakit dan tidak diketahui sakit apa. “Sudah pe-

riksa ke dokter, tapi kata dokter tidak ada sakitnya,” imbuhnya. Data yang berhasil dikumpulkan, selain Anis yang pernah bermimpi didatangi H, ada beberapa warga lain yang juga mengaku bermimpi didatangi H. Bahkan, ada salah seorang tetangga Anis yang terpaksa pindah kerena merasa takut. “Ada juga orang yang pindah dari sini, dia bilangnya juga takut,” kata Anis. Mendengar cerita Anis, beberapa warga kontan mendatangi rumah H dan hendak membakarnya. Beruntung, saat warga ngelurug dan mengepung rumah H, jajaran Muspika dan Polsek Kapongan setempat dapat meredam aksi warga. “Warga sudah mengepung rumah ini sekitar pukul

05.00 pagi, tetapi setelah kami mediasi akhirnya warga bisa diredam dan mereka pulang ke rumah masing-masing pada pukul 06.00,” ujar Muhammad Subakri, Kapolsek Kapongan di lokasi kejadian. Menurut Camat Kapongan, Agung Wintono, pihaknya bersama kepolisian Polsek Kapongan, juga telah memberikan peringatan kepada H. Menurut Agung, jika H memang memiliki ilmu hitam maka diminta untuk membuangnya. “Kami sudah klarifikasi, kami juga sudah minta apabila H punya ilmu hitam maka harus dibuang. Saya juga menegaskan ini adalah dugaan yang pertama sekaligus yang terakhir,” tegas Agung Wintono, setelah mediasi selesai. (mg1/als)

NUR HARIRI/RaBa

MEDIASI: Anis (kanan) saat klarifikasi di hadapan Muspika dan Polsek terkait dugaan dukun santet kepada H kemarin.

Radar Banyuwangi 28 September 2012  

Radar Banyuwangi