Issuu on Google+

SELASA 28 MEI

29

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2013

BASAH: Warga melewati genangan air di Lingkungan Kramat, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi, kemarin. AGUS BAIHAQI/RaBa

Air Laut Masuk Ratusan Rumah BANYUWANGI - Banjir rob yang menerjang perumahan warga di Kelurahan Karangrejo dan Kelurahan Ker tosari, Kecamatan Banyuwangi, se makin menggila kemarin (17/5). Ba n j i r a k i b at air laut naik ke da rat tersebut mengakibatkan ratusan rumah warga tergenang dengan ketinggian air setinggi lutut orang dewasa. Daerah yang menjadi sasaran banjir ini berada di Lingkungan Karanganom, terutama di RT 03/02, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi. Selain itu, banjir rob juga menimpa Lingkungan Kramat, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi. Lokasi banjir paling parah di Lingkungan Kramat adalah RT 03/02 n  Baca Air Laut...Hal 39

Banjir Rob Terjadi setiap bulan, saat bulan purnama Gravitasi bulan sebabkan permukaan air laut mengalami pasang naik Luberan air pasang itu masuk ke kampung pesisir Biasanya air naik pagi dan berangsur surut siang

Kejadian Rob di Bumi Blambangan Kelurahan Karangrejo: -- Lingkungan Karanganom, RT 03/02 -- Air lebih tinggi dari lutut -- 38 rumah tergenang Kelurahan Kertosari : -- Wisma di lokalisasi Pakem kemasukan air -- 127 rumah tergenang di Lingkungan Kramat

Kecamatan Muncar : -- Ombak besar melanda Pantai Satelit, Palurejo, Desa Tembokrejo -- Tiga perahu tenggelam -- Kampung Sumber Mas terancam kebanjiran

GRAFIS: ZAKARIA/RaBa

Tiga Perahu Tenggelam ALI NURFATONI/RaBa

KUAT: Ombak menghantam plengsengan kawasan Pantai Satelit, Dusun Palurejo, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, kemarin.

SEMENTARA itu, banjir rob juga mengancam permukiman warga pesisir di Kecamatan Muncar, Banyuwangi, seperti Kampung Sumber Mas, Dusun Palurejo, Desa Tembokrejo. Pemicunya adalah ombak yang ganas sepanjang hari kemarin (27/5).

Mensos Bantu Rp 2 M untuk PSK LOMBA FOTO

Daftar Pertama Dimuat Lebih Awal BANYUWANGI - Anda berminat mengikuti lomba foto bertema “I Love Banyuwangi” di koran Jawa Pos Radar Banyuwangi? Segera daftarkan foto terbaik Anda, karena pendaftar pertama akan dimuat paling awal. Kesempatan masih terbuka lebar. Pendaftaran dibuka hingga 8 Juni 2013. Silakan daftar dengan cara menyerahkan foto diri, atau foto bersama teman, pasangan, atau keluarga n

BANYUWANGI - Menteri Sosial (Mensos) RI, Salim Segaf Al-Jufri, mengucurkan bantuan kepada ratusan perempuan eks pekerja seks komersial (PSK) asal seantero Banyuwangi kemarin (275). Tidak tanggung-tanggung, jum lah bantuan yang dikucurkan untuk

mengentas para penjaja kepuasan tersebut mencapai Rp 2.004.600.000. Penyerahan bantuan yang diklaim sebagai wujud kepedulian dan partisipasi sosial demi mewujudkan Indonesia sejahtera itu diberikan secara simbolis kepada lima PSK dan seorang pen-

damping. Kawasan lokalisasi Pakem di Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi, dipilih sebagai lokasi penyerahan bantuan. Diperoleh keterangan, dana bantuan senilai dua miliar rupiah lebih itu diberikan kepada 257 eks PSK n  Baca Mensos...Hal 39

BANTUAN: Mensos Sali Segaf Al-Jufri menyantuni anak yatim di sekitar lokalisasi Pakem, Kelurahan Kertosari, Banyuwangi, kemarin.

 Baca Daftar...Hal 39

BAGAIMANA INI...

GALIH COKRO/RaBa

Ombak yang menggila itu juga menimbulkan petaka. Tercatat tiga perahu nelayan di kawasan itu tenggelam digulung ombak. Satu unit perahu sudah berhasil diselamatkan. Dua perahu lain masih belum  Baca Tiga...Hal 39 dievakuasi n

Motor Ditemukan, Pelaku Misterius BANYUWANGI - Anggota Satuan Reserse dan Kriminal (Satserkrim) Polres Banyuwangi mulai bisa mengungkap aksi perampasan motor milik debt collec tor di jalan sepi Kelurahan Sum berejo Sabtu malam lalu (25/5). Kendaraan bermotor milik Anta, 28, warga Lingkungan Karangtipis, Kelurahan Penganjuran, Kecamatan Banyuwangi, itu sudah ditemukan Minggu malam kemarin (26/5). Yamaha Jupiter bernopol P 3918 VM yang sempat dibawa ka wanan penjahat itu telah ditemukan polisi. Motor tersebut ditinggal di tepi jalan di Kampung Bali, Kelurahan Penganjuran. “Motor korban sudah kita temukan,” ce tus Kasatreskrim Polres Ba nyuwangi AKP Bagus Ikhwan Cristian kemarin (27/6). Menurut AKP BAgus, motor milik korban sepertinya sengaja ditinggal di tepi jalan. Kemudian, warga yang melihat mo tor tersebut melapor kepada polisi. Atas laporan itu,

po lisi datang ke lokasi dan langsung membawa motor itu ke Polres Banyuwangi untuk diamankan. “Motornya masih lengkap, hanya tidak bisa jalan,” katanya kepada Jawa Po s R a d a r B a nyuwangi kemarin. Meski sudah berhasil menemukan motor kor ban, tapi aparat kepolisian belum berhasil mengungkap pelaku. Hingga kemarin, sejumlah anggota masih diterjunkan untuk melakukan penyelidikan. “Pelaku belum kita ketahui, masih kita selidiki,” ujarnya. Ditanya perkiraan dua pelaku yang telah menganiaya korban dan mengambil motor beserta perhiasan dan dompet, kasat mengaku belum mengetahui. Pihaknya akan tetap melakukan penyelidikan hingga kedua pelaku ditemukan. “Kita sedang me meriksa sejumlah saksi, termasuk korban,” ungkapnya. Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, aksi perampasan motor semakin menggila di wilayah Banyuwangi n  Baca Motor...Hal 39

ICHSAN RASYID/RaBa

Besi di Tikungan Blambangan HATI-HATI bila Anda melintas di tikungan timur Jalan dr. Wahidin Sudirohusodo, Banyuwangi. Sebab, di pojok Taman Blambangan tersebut terdapat batang besi yang siap mencelakakan pengguna jalan. Sudah banyak pengendara motor yang terjungkal akibat tersangkut besi tersebut. Apa fungsi besi itu? Sampai kapan dibiarkan? (afi/c1/bay)

Hanung Aprilia, Peraih NUN Tertinggi IPS se-Banyuwangi

Rajin Puasa, Salat Malam, dan Belajar Dini Hari Nilai ujian nasional (NUN) tertinggi jurusan IPS di Banyuwangi diraih Hanung Aprilia dari SMAN I Genteng. Bagaimana perjuangan putri pasangan Sasmito Utomo dan Susanti itu jelang ujian? ALI NURFATONI, Genteng MENJADI peraih NUN tertinggi patut dibanggakan. Prestasi akademik tersebut merupakan buah perjuangan yang cukup lama. Prestasi moncer itu membutuhkan kerja keras, rajin belajar, dan disertai dengan doa. Itulah yang tergambar dari penca paian Hanung Aprilia saat ini. Dia sukses meraih hasil sangat

http://www.radarbanyuwangi.co.id

memuaskan dalam ujian nasional na sional (unas) tahun ini. Siswa asal Dusun Krajan, Desa Yosomulyo, Ke camatan Gambiran, itu sukses meraih menjadi yang terbaik di jurusan IPS di Bumi Blambangan dengan nilai 55,20. Atas prestasi moncer itu, sis wa ber kerudung itu tampak se mringah. Se nyum mengembang beberapa kali dari bibir sulung tiga bersaudara itu. Sebab, perjuangan keras yang dilalui selama ini ternyata berakhir manis. Di sekolah, dia termasuk siswa yang biasa saja. Artinya, masih banyak teman yang meraih nilai harian lebih baik. Namun demikian, ternyata kakak kandung Dwi Arvina Sasmita Putri, 10, dan Tri Arveni Sasmita Putri, 10, itu punya cara khusus dalam belajar di luar sekolah. Dia mengaku tidak terbiasa belajar

Air laut masuk ratusan rumah di Karangrejo dan Kertosari Bisa dijajaki untuk surfing

Mensos bantu Rp 2 M untuk PSK Semoga bisa dientaskan dari “daerah langganan banjir”

ALI NURFATONI/RaBa

TERBAIK: Hanung Aprilia bersama ibunya, Susanti, dan guru kelas bernama Suci Edi di SMAN I Genteng kemarin.

selepas isak. Sebaliknya, dia rutin belajar pada dini hari. ‘’Saya mulai dulu terbiasa bangun pukul 02.30.

Salat malam, lalu belajar sampai pagi,’’ ujarnya n

 Baca Rajin...Hal 39 email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com

30

Selasa 28 Mei 2013

Usaha Camat Genteng Mewujudkan Kota yang Bersih dan Indah

Copot Spanduk Bodong dan Razia Gepeng GENTENG – Pemerintah Kecamatan Genteng terus berbenah. Banyak hal yang terus dilakukan untuk mewujudkan kebersihan dan keindahan. Salah satunya, menciptakan perkotaan yang bebas dari spanduk. Camat Genteng, Yusdi Irawan enggan kompromi jika ada spanduk yang terpasang di jalur protokol. Mengingat, jalur tersebut merupakan cermin keinTAK BERIZIN: Petugas Satpol PP mencopot spanduk bodong yang ditempel di pohon di Genteng Wetan.

dahan kota. Sebab itulah, dia meminta satuan polisi pamong praja untuk eksis menggelar operasi untuk mengecek spanduk ilegal. Jika ditemukan spanduk ilegal alias tidak berizin, Satpol PP segera bertindak. Tanpa tedeng aling-aling, mereka mencopot paksa spanduk tersebut. ‘’Jalur protokol harus bebas dari baliho dan spanduk,’’ ungkap Camat Rusdi Irawan kemarin (27/5). Dia menuturkan, bahwa spanduk dipreteli dengan berbagai macam kategori. Antara lain tidak berizin,

dan masa berlaku sudah habis. ‘’Spanduk yang melintang di atas badan jalan dan reklame yang ditempel di pohon juga dilarang,’’ katanya. Dia menyebut, selama ini kawasan p e rko t aa n s u d a h t e r b e b a s d a r i spanduk bodong. Hanya saja, lebih banyak spanduk yang ditemukan tak berizin di kawasan perempatan lampu merah, baik di Desa Genteng Kulon, maupun di Genteng Wetan. ‘’Baliho, spanduk maupun reklame harus berizin,’’ paparnya.

Dia menjelaskan, bahwa ada sebuah tanda khusus untuk melihat spanduk itu berizin. Selain itu, masa berlaku spanduk itu juga tertera. ‘’Jika sudah kedaluwarsa masih dibiarkan, maka kita copot,’’ tegasnya. Koordinator Lapangan Satpol PP Genteng, Rusmiyati menambahkan, pihaknya juga sering menggelar razia gepeng, orgil, dan pengemis. Bahkan, anak punk juga akan ditindak. ‘’Kita bertekad mewujudkan Genteng bebas dari semua itu,’’ tegasnya.(ton/bay)

ALI NURFATONI/RaBa

CERMIN DIRI

Yang Penting masih Bertahan KLUB kebanggaan Larosmania, Persewangi, memang masih menyisakan satu pertandingan lagi, yakni melawan Persis Solo pekan depan. Namun, apa pun hasilnya, tidak akan berpengaruh terhadap posisi tim berjuluk Laskar Blambangan. Posisi Persewangi saat ini nangkring di peringkat tengah klasemen sementara grup V dengan 15 poin. Poin itu sudah tidak mungkin dikejar PPSM Magelang yang masih terpuruk di posisi juru kunci grup 5 dengan 4 poin. Tetapi, Persewangi juga tidak mungkin mengejar perolehan pemuncak klasemen, Persik Kediri, yang mengemas 23 poin. Karena itu, Persewangi dipastikan tetap bertahan dalam kompetisi Divisi Utama musim depan. Memang, peluang Persewangi (saat ini berada di peringkat 3) untuk lolos ke babak 12 besar belum benarbenar tertutup. Asalkan tim besutan Bagong Iswahyudi itu mampu menang melawan Persis dengan skor besar. Selain itu, dan dua pesaingnya, yakni PSMP Mojokerto (peringkat 2) dan PSIM Jogja (peringkat 4), harus kalah terus. Sehingga, Persewangi berhak duduk di posisi runner up dan mendampingi Persik ke babak 12 besar. Di babak ini, Zaenal Ichwan dkk harus lolos ke babak dua besar dan lolos ke ISL. Tetapi, mungkinkah? Semua memang masih serba mungkin. Semungkin laju bola yang bundar. Namun, alangkah lebih baik jika kita mulai berpikir realistis. Jika melihat posisi saat ini, maka paling banter Persewangi hanya mampu bertengger di peringkat ke empat klasemen akhir grup V. Posisi itu sudah aman dari zona degradasi. Berarti, musim depan Persewangi masih bisa berlaga di kompetisi Divisi Utama, kompetisi profesional kasta kedua di Indonesia. Meski musim depan merupakan penerapan unifikasi liga hasil kongres luar biasa beberapa waktu lalu, tapi posisi Persewangi tetap aman. Hengkangnya Persewangi dari kompetisi yang dikelola PT LPIS ke kompetisi di bawah payung PT LI menjadi berkah bagi tim kebanggaan Larosmania itu. Andai saja tidak pindah haluan, mungkin saja musim depan Persewangi harus memulai kompetisi dari liga amatir. Seperti yang akan dialami lawan main Persewangi di musim kompetisi 2011 saat masih berpayung PT LPIS. (*)

LEGISLATIF

Pesta Miras, Teler, Digilir

Nelayan Pilih Libur Melaut SEMENTARA itu, selain menyebabkan banjir rob, bulan purnama juga mengakibatkan cuaca tidak menentu. Hal itu menyebabkan sejumlah nelayan harus libur melaut. Untuk mengisi waktu senggang, beberapa nelayan memilih membenahi alat penangkap ikan. Seperti yang dilakukan Suharto, 50, warga Dusun Pesisir, Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, dirinya memilih membetulkan jaring ikan miliknya. “Sekarang bulan purnama, jadi jarang ada ikan,” katanya. Dikatakan, memperbaiki alat penangkap ikan memang dilakukan saat bulan purnama. “Di hari biasa, semua kerja. Kalau purnama, kita diam saja di rumah. Karena biasanya cuaca tidak mendukung, jadi kita tidak melaut,” terangnya. Di samping itu, cuaca yang tidak menentu yang sering terjadi akhir-akhir ini juga mempengaruhi hasil para nelayan. “Tidak tahu kenapa, cuaca sekarang susah diprediksi. Apalagi, hujan yang semestinya sudah tidak turun, ternyata masih turun,” kata Suharto sambil membetulkan jaring ikan. Karena itu, kata Suharto, daripada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat di tengah laut, dia dan rekan-rekannya memilih libur melaut. (rri/c1/als)

NUR HARIRI/RaBa

BULAN PURNAMA: Suharto memilih memperbaiki jaring di rumahnya kemarin (27/5).

Kinerja Perbankan BWI Salip Jember Triwulan Pertama Tumbuh 24,29 Persen GALIH COKRO/RaBa

LEGISLATOR: Suasana rapat paripurna di DPRD Banyuwangi kemarin.

Raperda Retribusi Jasa Umum Disahkan BANYUWANGI - Pembahasan panjang rancangan peraturan daerah (raperda) tentang perubahan atas Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 Tahun 2001 tentang retribusi jasa umum akhirnya mencapai klimaks kemarin (27/5). Melalui rapat paripurna yang dilangsungkan di kantor DPRD Banyuwangi, raperda tersebut akhirnya disahkan kalangan dewan. Ketua Panitia Khusus (Pansus) raperda perubahan atas Perda Nomor 12 Tahun 2001 tentang retribusi jasa umum DPRD Banyuwangi, Sukarno mengatakan, jenis dan tarif retribusi yang disempurnakan dalam raperda tersebut meliputi beberapa pelayanan jasa umum, di antaranya retribusi pelayanan kesehatan, retribusi biaya cetak kartu tanda penduduk, dan akta catatan sipil. Dikatakan, sebagaimana surat edaran Mahkamah Agung (MA) RI Nomor 1 Tahun 2013, pengadilan tidak lagi berwenang memeriksa permohonan akta kelahiran. “Oleh sebab itu, pelaksanaan pencatatan kelahiran baru atau pencatatan kelahiran yang lewat satu tahun dapat dilaksakan dinas atau instansi terkait,” ujarnya. Dalam sambutannya, Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, raperda itu memberikan ruang baru bagi pengaturan retribusi pelayanan kesehatan di puskesmas yang belum terakomodasi dalam perda terdahulu. Beberapa pelayanan kesehatan di puskesmas yang belum terakomodasi perda terdahulu, itu meliputi tindakan kegawat daruratan medik timno-kebidanan dan pelayanan penunjang medik-pemeriksaan patologi klinik. Selain itu, pada raperda perubahan kali ini juga dimasukkan aturan terkait retribusi pemeriksaan laboratorium di RSUD Banyuwangi dan di laboratorium kesehatan daerah. Lebih lanjut dikatakan, terkait retribusi biaya cetak kartu kependudukan dan akta catatan sipil ditambahkan pengaturan, antara lain mengenai pencatatan perkawinan di atas 60 hari. “Pencatatan dan penerbitan akta perceraian, pencatatan dan penerbitan kutipan akta kematian, pendaftaran penduduk warga negara asing, juga akan diatur dalam raperda ini,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

BANYUWANGI - Memasuki triwulan kedua tahun anggaran 2013, kinerja perbankan memberikan harapan positif terhadap pertumbuhan ekonomi Banyuwangi. Kinerja perbankan di Bumi Blambangan tumbuh sekitar 24,29 persen atau mengalahkan pertumbuhan perbankan Jember yang hanya 19,59 persen.

Meningkatnya kinerja perbankan itu disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jember, Muhammad Nur Zainuddin, saat bertemu Bupati Abdullah Azwar Anas pekan lalu (23/5). Dalam kesempatan itu, Zainuddin menyampaikan progress pertumbuhan ekonomi Banyuwangi. “Pertumbuhan ekonomi Banyuwangi sangat cepat dibanding tiga daerah di wilayah kerja BI Jember,” ungkap Zainuddin.

BANYUWANGI - Sidang kasus perkosaan siswi SMP di Desa Watukebo, Kecamatan Rogojampi, digelar di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi kemarin (27/5). Dua terdakwa, yakni Muhamad Aliyul Kabir, 25, dan Roni Muamarullah, 21, asal Dusun Krajan, Desa Kaligung, Kecamatan Rogojampi, itu mengakui kejadian itu berawal dari pesta miras. Di hadapan majelis hakim yang dipimpin Made Sutrisna, kedua terdakwa mengaku memerkosa Saritem (nama samaran) yang masih SMP itu di rumah Muhaimin, Desa Watukebo, Kecamatan Rogojampi, 24 Februari 2013 lalu. “Sebelumnya, kami minum arak yang dioplos minuman suplemen,” terang Kabir kepada majelis hakim. Kabir mengaku, sebelumnya dirinya diajak bermain musik oleh temannya bernama Nur Hidayat. Tetapi, akhirnya mereka menuju rumah Muhaimin yang juga kakak kandung Hidayat di Desa Watukebo. “Rumah itu sedang sepi,” katanya. Saat berada di rumah Muhaimin, jelas dia, datang Saritem bersama temannya, Sarijem (nama samaran). Sarijem adalah pacar Hidayat, dan ternyata keduanya memang sudah janjian bertemu. “Setelah ngobrol, kami iuran

Percepatan pertumbuhan ekonomi Banyuwangi itu, kata Zainuddin, ditopang kinerja perbankan yang terus membaik dan tumbuh cukup signifikan. Pada akhir Maret 2013 lalu, beber Zainuddin, aset perbankan di Banyuwangi tumbuh sekitar 22,78 persen. Pertumbuhan aset itu meninggalkan jauh pertumbuhan aset perbankan di Jember yang hanya 17,60 persen n  Baca Kinerja...Hal 39

membeli arak,” jelas Kabir. Di tengah pesta minuman keras itu, terang Kabir, Hidayat dan Sarijem pergi. Saritem ditinggal di ruang tamu rumah Muhaimin karena kondisinya sedang teler berat. “Saya kasihan melihat cewek itu mabuk, lalu saya angkat ke kamar agar dia tidur,” cetusnya. Entah setan mana yang ada di benak Kabir, dia langsung mengunci pintu kamar. Korban yang sedang mabuk itu pun langsung digagahi. “Setelah Kabir, giliran saya yang masuk kamar,” lanjut terdakwa Roni. Roni mengaku ikut mencicipi tubuh korban. Hanya, dia mengaku hanya sesaat. “Saya main hanya beberapa detik,” ungkapnya. Karena perbuatan tersebut, jaksa penuntut umum (JPU) Mulyo Santoso mendakwa keduanya dengan Pasal 81 ayat 1 Undang-Undang (UU) No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak (PA). “Pasal ini yang pas untuk menjerat terdakwa,” cetus Jaksa Mulyo. Ditanya terkait tuntutan yang akan diberikan kepada kedua terdakwa atas perbuatan itu, Mulyo masih belum mau mengungkap. Yang jelas, tuntutan akan disampaikan dalam persidangan lanjutan 3 Juni 2013 mendatang. “Tuntutan nanti saja,” katanya. (abi/c1/bay)

AGUS BAIHAQI/RaBa

TERDAKWA: Kabir dan Roni di Pengadilan Negeri Banyuwangi kemarin.

RALAT Menunjuk Pengumuman Lelang BRI Syariah yang dimuat tanggal 16 Mei 2013, seharusnya yang tertulis adalah “Pengumuman Kedua” dan tanggal 16 Mei 2013.

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pemasaran & Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho, Mega Dwi P. Desain Iklan: PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/ Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi

31

Selasa 28 Mei 2013

Haul Pendiri Blokagung Bertabur Tokoh Ceramah, Khofifah tak Bicara Pilgub

ALI NURFATONI/RaBa

PENUH CORETAN: Konvoi merayakan kelulusan unas melintas di depan Terminal Muncar, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, kemarin.

Masih Ada Konvoi Kelulusan Sebagian Tanpa Helm, Polisi Diam saja GENTENG - Meski pengumuman kelulusan ujian nasional (unas) sudah berlalu, tapi euforia merayakan kelulusan masih dilakukan para pelajar. Seperti yang terlihat di jalan-jalan strategis Kecamatan Muncar kemarin. Ratusan pelajar mengendarai motor tanpa memakai helm. Mereka konvoi keliling kota Muncar. Anehnya, melihat iring-iringan konvoi itu, aparat kepolisian hanya diam. Tak satu pun pelajar yang disanksi tilang. Padahal, banyak dari mereka tidak mengenakan helm. Sepeda motor mereka juga banyak

yang protolan. Pengamatan Jawa Pos Radar Banyuwangi, konvoi pelajar melintas di jalan raya, masuk Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, pukul 10.00. Arak-arakan kendaraan itu muncul dari arah selatan. Para pelajar itu berasal dari salah satu sekolah SMK di Kecamatan Cluring. Pawai tersebut dilaksanakan lantaran mereka baru saja menerima kabar kelulusan. ‘’Keliling di jalan-jalan, Mas. Ini baru dari Purwoharjo,” ujar salah satu peserta konvoi. Sebenarnya para peserta konvoi itu sempat waswas jika berpapasan dengan aparat kepolisian. Menyiasati hal itu, mereka beberapa kali berhenti sebelum melintas di perempatan lampu

merah, di antaranya di Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar. Konvoi itu terus dilanjutkan karena ternyata tidak ada petugas kepolisian di sana. Selama konvoi, mereka mengabaikan keselamatan berkendara. Ada yang berkendara sambil berdiri dan ble yerbleyer gas motor hingga menimbulkan suara bising. Dari perempatan lampu merah itu, mereka melanjutkan perjalanan ke arah utara. Aparat kepolisian mengaku tidak mengetahui ada konvoi yang melintas di jalan raya tersebut. Hal itu diungkapkan Kapolsek Muncar Kompol Ary Murtini kemarin. ‘’Tidak tahu,” ujarnya saat dikonfirmasi terkait aksi konvoi pelajar tersebut.

Meski sarat pelanggaran, kapolsek enggan memberikan tindakan tegas. Dia sebatas mengingatkan agar peserta konvoi cepat pulang. ‘’Kami akan imbau agar adik-adik pulang ke rumah masing-masing,” serunya. (ton/c1/aif )

TEGALSARI - Puncak acara haul pendiri dan pengasuh pertama Pondok Pesantren Darussalam, Blokagung, Kecamatan Tegalsari, dihadiri ribuan pengunjung dari berbagai kabupaten di Indonesia kemarin siang. Acara yang diisi pengajian umum oleh Habib Umar AlMuthohhar dari Semarang itu juga dihadiri dua tokoh nasional, di antaranya Menteri Sosial Salim Assegaf dan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama Khofifah Indar Parawansa. Kali pertama yang datang ke lokasi acara adalah Khofifah Indar Parawansa. Bakal calon gubernur Jawa Timur itu hadir bersama sejumlah tim suksesnya yang kebanyakan kaum perempuan sekitar pukul 10.00. Selang satu jam kemudian, Mensos Salim Assegaf juga datang ke lokasi acara. Dia didampingi Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera Banyuwangi, Mandiri Ratu Warang Agung, dan jajarannya. “Ahlan wasahlan Pak Menteri Habib Salim Assegaf,” kata Khofifah dari atas podium saat menyampaikan ceramah. Selain dihadiri dua tokoh nasional, pengajian umum yang dipusatkan di halaman pesantren pusat itu juga dihadiri para pejabat teras Pemkab Banyuwangi, seperti Wakil Bipati Yusuf Widyatmoko, sejumlah kiai dari dalam dan luar Banyuwangi, serta sejumlah ang-

ABDUL AZIZ/RABA

AKRAB: Khofifah berbincang dengan Gus Hisyam di Ponpes Darussalam, Blokagung, Tegalsari, kemarin.

gota DPRD Banyuwangi. Sebelum ceramah agama oleh Habib Umar Al-Muthohar, Khofifah diberi kesempatan menyampaikan orasi. Meski sudah mendaftarkan diri sebagai cagub, tapi dalam ceramahnya, mantan menteri Pemberdayaan Perempuan era Abdurrahman Wahid itu sama sekali tak berbicara masalah pemilihan guber-

nur dan wakil gubernur. Selama berceramah sekitar 40 menit, Khofifah lebih banyak bicara masalah pendidikan. Menurutnya, semua yang pernah menjalani pendidikan di pesantren, patut bersyukur. Sebab selain bisa memperdalam Islam, mereka juga dididik menjadi pribadi yang ulet dan mandiri n Baca Haul...Hal 39

PT. PLN (PERSERO) APJ BANYUWANGI Agar terhindar dari sanksi pemutusan sementara dan biaya keterlambatan, bayarlah rekening listrik anda sesuai jadwal mulai tanggal 1 s/d 20 setiap bulannya dan pelaksanaan pemutusan sementara akan dilakukan mulai tanggal 21 s/d selesai.

FOTO-FOTO: NUGROHO/RaBa

HARUMKAN NAMA SEKOLAH: Peraih nilai unas tertinggi SMAN 1 Genteng berfoto dengan kepala sekolah, wali murid, dan dewan guru di hotel New AJM Genteng, Minggu (26/5).

Dari Pelepasan Siswa-Siswi SMA Negeri 1 Genteng

Patut Bangga karena Tingkat Kelulusan 100 Persen

KIRAB: Pembukaan pelepasan siswa-siswi kelas XII SMAN 1 Genteng di hotel New AJM Genteng.

SARAT PRESTASI: Siswa berprestasi pilihan OSIS menerima penghargaan dari sekolah.

GENTENG - Pelepasan siswasiswa kelas XII SMA Negeri 1 Genteng berlangsung meriah, Sabtu kemarin (25/5). Selain dihadiri siswa, pelepasan yang berlangsung di hall hotel New AJM Genteng itu juga dihadiri dewan guru, wali murid, komite sekolah, perwakilan dinas pendidikan, dan pengawas. Jumlah siswa yang dilepas 282 orang. Rinciananya, dari program Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) 224 siswa dan program Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sebanyak 58 siswa. Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Genteng H. Mujib S.Pd mengatakan, selama tiga tahun sekolah menempa peserta didik agar memiliki kemuliaan jiwa. Bangunan religius yang telah dilaksanakan di sekolah, yaitu dengan membaca kitab suci, asmaul husna dan berdoa sebelum belajar hendaknya bisa terus ditumbuhkembangkan setiap saat selama hayat masih di kandung badan. ”Hal ini bisa mengantarkan siswa dalam meraih sukses menghadapi ujian nasional dan SNMPTN,’’ kata Mujib. Selain itu, sekolah telah mempersiapkan siswa dengan berbagai kegiatan pendalaman

Perolehan Nilai Ujian Nasional

Drs. Mujib, Spd.

materi dan kegiatan bimbingan belajar sekolah bekerja sama bimbingan belajar Delta Jumber. ”Dari 282 siswa, semua berhasil mengikuti ujian sekolah dan ujian nasional dan dinyatakan lulus 100 % dengan nilai yang memuaskan,” ujar Mujib bangga. Dia berpesan semoga almamater tercinta SMA Negeri 1 Genteng terus berjaya. Meski jauh di mata, namun tali persaudaraan jangan pernah berhenti sampai disini.” Lekatkan terus kemuliaan jiwa di manapun kau berada,’’ serunya. (adv/aif)

DAPAT PENGHARGAAN: Guru berprestasi SMAN 1 Genteng foto bersama dengan Kasek Mujib.

HEALTH

32

Selasa 28 Mei 2013

Sehat Dimulai dari Kita

TEGALDLIMO

Luncurkan Gerbang Basmala

PUSKESMAS TEGALDLIMO FOR RaBa

CONTOH: Petugas kesehatan Puskesmas Tegaldlimo memberi contoh cara menyikat gigi yang baik dan benar.

Beri Contoh Sikat Gigi yang Baik dan Benar PUSKESMAS Tegaldlimo melakukan sosialisasi program Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) pekan lalu. Dalam melakukan sosialisasi tim kesehatan dari Puskesmas Tegaldlimo mendatangi Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) yang ada di wilayah Kecamatan Tegaldlimo. Menurut Kepala Puskesmas Tegaldlimo, dr Rudi Hartawan, UKGS merupakan salah satu program puskesmas yang bersifat preventif atau pencegahan. Di mana, program ini lebih fokus pada pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada usia dini, usia sekolah dan siswa sekolah dasar. “Dalam hal ini petugas Puskesmas Tegaldlimo menjemput bola dalam pelaksanaan UKGS, terkhusus pada kesehatan gigi usia dini dan anak usia sekolah,” ujar Rudi Hartawan. Adapun keuntungan dalam menjemput bola ini, kata Rudi, adalah memberikan pengetahuan sejak dini tentang kesehatan gigi dan memberikan contoh dengan benar, bagaimana cara menggosok gigi dengan baik dan benar terhadap anak usia dini. Dalam kunjungan tersebut, tim kesehatan dari Puskesmas Tegaldlimo banyak menemukan kasus anak yang memiliki kelainan jaringan penyangga gigi (periodontal disease) dan karies gigi. “Diharapkan, dengan adanya peningkatan kualitas kesehatan gigi, maka taraf kebersihan gigi dapat terpenuhi,” papar Rudi. (adv/als)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

WONGSOREJO - Jumat pagi (17/5) lalu, suasana di utara Pantai Watudodol, Desa Bangsring, tidak seperti biasanya. Deburan ombak laut yang tenang terasa kontras dengan suasana di sekitar pantai. Di mana, ratusan orang sedang berkumpul di sana. Bahkan banyak di antara mereka yang membawa parang dan sabit. Tapi, tunggu dulu. Mereka berkumpul bukan hendak tawuran atau bertindak anarkis lainnya. Mereka justru berkumpul untuk bersama-sama mendeklarasikan niat baik membasmi malaria. Ya, acara bertajuk Deklarasi Gerbang Basmala (Gerakan Bangsring Membasmi Malaria) dan kerja bakti terpadu itu sengaja dipusatkan di sekitar pantai kelopoan, Desa Bangsring. Karena di desa ini ada lima lagoon (rawa) yang menjadi sarang berkembangnya nyamuk Anopheles (nyamuk yang menjadi vektor penyakit malaria). Acara yang digagas oleh Puskesmas Wongsorejo yang bekerja sama dengan Desa Bangsring ini secara resmi dicanangkan oleh Camat Wongsorejo Alief Rachman Kartiono, SE, MM, se-

PUSKESMAS WONGSOREJO FOR RaBa

KOMPAK: Camat Wongsorejo Alief R Kartiono SE. MM tampak sedang menyerahkan sabit kepada Kepala Desa Bangsring Drs Singhan, sebagai tanda di mulainya kerja bakti terpadu Gerbang Basmala di pantai Watudodol.

bagai kegiatan terpadu dan berkelanjutan untuk membasmi malaria. Khususnya di Kecamatan Wongsorejo. Hadir pula Sudarto SKM, M. Kes dari Dinas Kesehatan Banyuwangi, yang memberikan apresiasi positif atas dicanangkannya Gerbang Basmala ini. Selain diikuti oleh masyarakat Desa Bangsring sendiri, kegiatan ini diikuti pula oleh

Bersama Bupati Minahasa dan Walikota Tanggerang Selatan JAKARTA  Penghargaan diberikan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Linda Amalia Sari Gumelar kepada Chief Executive Officer (CEO) RS Al Huda Banyuwangi dr Faida MMR atas kiprahnya menginspirasi perempuan Indonesia. Penghargaan Anugerah Perempuan Indonesia (API) 2013 ini diberikan juga kepada Bupati Minahasa Christiany Eugenia Tetty dan Walikota Tanggerang Selatan Hj Airin Rachmy Diani di Hotel Crown Jakarta, 22 Mei lalu. “Banyak sekali potensi perempuan Indonesia yang menunjukkan kepemimpinannya dan berprestasi,” ujar Menteri P3A Amalia Sari Gumelar. Maka dari itulah, kata dia, pihaknya sangat mengapresiasi dan memberikan dukungannya atas pemberian anugerah Perempuan Indonesia yang sudah berlangsung untuk kali kedua ini. Apalagi, para penerima anugerah telah menunjukkan prestasi, mengabdi, dan menunjukkan dedikasi kerja yang luar biasa. Dijelaskan, perempuan Indonesia kini telah banyak menduduki jabatan strategis di berbagai bidang. “Yang paling menakjubkan, mereka telah menunjukkan prestasi yang hebat, bukan saja di kancah domestik, tetapi juga di kancah dunia internasional,” paparnya. Menariknya lagi, dari ajang API tersebut ternyata telah terbentuk komunitas perempuan Indonesia berprestasi. Di-

BANYUWANGI

INSPIRATIF: CEO RS Al Huda Banyuwangi dr Faida MMR (dari kanan), Walikota Tanggerang Selatan Hj Airin Rachmy Diani, dan Bupati Minahasa Christiany Eugenia Tetty saat menerima penghargaan. RSAH FOR RaBa

harapkan dengan semakin banyaknya perempuan Indonesia yang berprestasi, mampu menginspirasi perempuan lainnya untuk berbuat lebih baik. Sebelum menerima Anugerah Perempuan Indonesia ini, penerima penghargaan harus menjalani seleksi yang begitu ketat. Selain diuji pengetahuan dan wawasannya, juga dilihat kiprah dan dedikasinya selama menjadi pemimpin. Termasuk dilihat kemampuannya dalam hal managerial dan accounting perusahaan. “Saya harus menjawab banyak pertanyaan, baik secara tertulis maupun secara lesan dari dewan juri. Pertanyaan ada yang menggunakan bahasa Indonesia, ada pula yang menggunakan bahasa Inggris,” ujar dr Faida MMR, CEO RS Al Huda Genteng Banyuwangi. Hasilnya, dr Faida yang juga menjadi Direktur Sakit Bina Sehat Jember ini, mampu menyisihkan 1.000 perempuan Indonesia yang diseleksi oleh pihak

BANYUWANGI • Tanah dan Ruko •

• Dicari Sengon •

• STNK •

• Tanah + Bangunan •

Dcri pohon sengon siap panen, kami siap mmbeli (nebas di kebun) H. 081703130988.

Hlg STNK P 2965 VO, an. Sagita Wulandari, Jatisari Banyuwangi

Jual tanah+bangunan lokasi asih ada air, Desa Wonorejo Bwi, hub. 0818351234.

Hlg STNK P 5760 ZK, an. Hariyono, Kopen cungking 02/03 Kampungayar, Glagah Hlg STNK P 5393 XI , an. Hariyono, Kopen cungking 02/03 Kampungayar, Glagah Hlg STNK P 6144 ZH, an. Djuhartono, Jl. Candi AgungNo.0602/01,Tamanbaru, H.081803591789. Hlg STNK P 6992 PD, an. Slamet, Dsn. Melik, Parijatah Kulon, Srono. Hlg STNK P 6809 ZM, an. Pramuji Wibowo, S.T PerumGriyaGiriMulyaS2201/04,Klatak,Kalipuro

Indonesia Asia Institute (Human Development for Corporate Transformation). “Sejak Januari 2012 hingga April 2013, dewan juri melakukan analisa data, pengelompokan perempuan pemimpin dari 1.000 perempuan,” ujar Nana Irlisa Rachmadiana, Founder API Woman Review. Dijelaskan, perempuan pemimpin di Indonesia yang sudah didata, kemudian disaring menjadi 150 perempuan pemimpin. “Selanjutnya dipilih 20 penerima Anugerah Perempuan Indonesia tahun 2013,” ujarnya. Menariknya lagi, saat pemberian anugerah, telah diluncurkan pula website Anugerah Perempuan Indonesia, Woman Review dan buku API oleh Menteri Negara PPPA RI, Linda Amalia Sari. Ini sebagai bentuk apresiasi terhadap perempuan Indonesia. Dia menambahkan, pemberian anugerah kepada perempuan Indonesia ini diberikan karena selama

BANYUWANGI

• Lmbg Keuangan/Investasi •

PEMBERITAHUAN

sorejo, dr. Cincin Hari Purwanti, kegiatan ini bertujuan mendukung upaya pencapaian Millennium Development Goals (MDGs) 2015. Yaitu MDGs ke-6 (memerangi penyebaran HIV AIDS, malaria dan penyakit menular lainnya). Hal ini akan dapat tercapai dengan kontribusi dari semua komponen termasuk komponen masyarakat. (*/als)

CEO RS Al Huda dapat Penghargaan Menteri

Tradg forex tnp loss dr 0 mdl 25jt (ea, vps&panduan lgkp), proft bs 10%/mg. Arif 085655926875 / 087757666039.

Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhati-hati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak bertanggungjawab atas semua transaksi yang terjadi selain pemasangan iklan secara resmi di Radar Banyuwangi.

beberapa instansi lintas sektor, seperti: Koramil Wongsorejo, Polsek Wongsorejo, Disperhutbun (Dinas Pertanian Kehutanan dan Perkebunan, BPMPD, BPPP (Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan), serta beberapa perusahaan swasta yang berlokasi di Desa Bangsring seperti PT. SAA dan PT. Aremix. Menurut Kepala Puskesmas Wong-

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• PRIMA MOBIL •

• Toyota Avanza ‘06 •

Ready stock L300, T120SS(new), PU Grdmx, PU Futura, Avanza, Xenia, Rush, Krista, APV, Escudo, Katana, Espass, Futura, STW. Bsa cash/krdt.Hub 0333411655,0811301676.

• Jl. Lingkar Ketapang • Dijual tanah 2500 m2, Jl. Lingkar Utama Ketapang Bwi, hub 082141046676.

• Promo Daihatsu •

• Tanah Kebun • Djl tnh kebun SHM 7790 m2 (120m X 70m) a/n sendiri Rp 150.000/m nego. Lok: Bwi kota. 150 m timur Jl Raden Wijaya, selatan Perum Djati Khayangan. Hub: 081239574908/081999093869/ Bpk Edy

ini pemberian award lebih banyak diterima kaum pria. “Maka timbulah semangat dan ide memberikan penghargaan sebagai apresiasi untuk kaum perempuan pemimpin Indonesia yang mempunyai keteladanan menuju kancah dunia,” paparnya. Terkait dewan juri API 2013, melibatkan kalangan profesional, akademisi, profesor, doktor, serta master yang independen. “Penjurian menggunakan metode yang berkualitas serta terukur, baik dari kepemimpinan maupun latar belakang visi, misi, serta kiprahnya baik di skala nasional maupun internasional,” tegasnya. Menurut Ketua Dewan Juri Prof Dr Ir Marsudi WK MSc yang juga rektor Perbanas Institute, para dewan juri Anugerah Perempuan Idnonesia adalah kalangan profesional yang memang ahli di bidangnya. Antara lain ada RA Hj Irlisa Rachmadiana SSn MM (Founder Anugerah Perempuan Indonesia), Dr Dewi H SE MBA (Wakil Dirut UI Consulting), Kusuma PO SE MM (Founder Dwika Consulting), Dra Melani MBA CFA (founder Harriman & Associates Value Added Consultan), Veve Safitri (Co-Founder Katahati Institute-Quantum Ikhlas), Angelica Tengker (Direktur Centre for Women`s Leadership ASMI), Dr Umbas (Direktur Perbanas Institute), Santi Mia Spian (CEO Jaty Arthamas Rizky), dan Uti Rahardjo (Founder Creative Center). ‘Katagori API 2013 terdiri dari pemimpin perempuan di bidang pemerintahan, BUMD, Emiten, Swasta dari sektor aneka industri, infrastruktur, keuangan, perdagangan, pendidikan, pertanian, pertambangan, properti, dan juga kesehatan. (*/als)

Hny dg 18 Jt, miliki All New Xenia Dual Air Bag. Free servis 60.000 KM/3 th. 081 233 432555/081559705555/087 857409555 Dijual Tanah Ruko Luas 495m2, bersertifikat/IMB, Jl. Raya Banyuwangi Kembiritan, Genteng. 081234524940

Hotline Iklan Hubungi: 0333-412224

Dijual Toyota Avanza tahun 2006 vti, silver, tipe G ada TV CD player. Rp 124 juta nego, cash & kredit, tukar tambah, hubungi 082142194111, 081335897888

• Suzuki Realvan ‘03 •

• Daihatsu Xenia ‘10 •

Dijual Suzuki Realvan GRV, AC Double, tahun 2003, biru metalik, harga 67,5 Juta nego, bisa cash/Kredit, hubungi 085258768444.

Dijual Daihatsu Xenia Xi 1.3 Sporty tahun 2010, hitam metalik, nego sampai deal, hubungi 085204916135.

BALJEBOL

Selasa 28 Mei 2013

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

37

LUMAJANG

Tangkap Terduga Money Politic

KESEHATAN

Jumlah Penderita DB Naik BONDOWOSO - Anomali cuaca pada Mei ini ternyata membawa dampak kenaikan penderita Demam Berdarah (DB). Bulan Mei yang seharusnya merupakan awal kemarau, ternyata diwarnai hujan yang turun hampir tiap hari. Tak ayal, situasi dan kondisi seperti itu menyebabkan angka penderita DB naik ketimbang bulan April kemarin.”Hingga 22 Mei, jumlah penderita DB mencapai 36 orang,” ungkap Kepala Dinkes dr Muhamad Imron kemarin (27/5). Sedangkan, jumlah penderita DB pada April lalu sebanyak 24 orang. ”Jadi ada kenaikan sebanyak 12 kasus,” katanya. Diakui, cuaca yang tidak menentu ini membuat warga harus berhadapan dengan nyamuk penyebab demam berdarah.”Karena, banyak sekali genangan air hujan Sehingga nyamuk dengan mudahnya berkembang biak,” katanya. Terlebih lagi dengan kondisi pekarangan warga yang becek Atau jalanan yang setiap urun hujan digenangi air. Sudah bisa dipastikan nyamuk akan cepat berkembang biak.”Jika ada warga yang dalam kondisi lemah, lalu digigit nyamuk yang membawa virus deman berdarah, maka berpotensi terkena demam berdarah,” ujarnya. Oleh sebab itu, dia mengajak warga untuk mewaspasdai kondisi cuaca yang tidak menentu ini. “Kalau ada genangan air di sekitar rumah, maka harus segera dibersihkan sebab itu menjadi sarana bagi nyamuk untuk berkembang biak,” tuturnya. Dia berharap warga untuk melaporkan ke dinas kesehatan jika ada orang yang terkena demam berdarah. Karena, pihaknya akan segera melakukan pengasapan atau fogging.”Sehingga, penyebaran nyamuk bisa diputus,” katanya. Warga juga diminta untuk menerapkan hidup sehat, seperti menjalankan 3 M, membersihkan, mengubur, dan menutup.”Sebuah bak mandi yang berisi air, wajib dibersihkan sehingga, tidak menjadi sarang nyamuk,” katanya. (eko/wah/jpnn)

TAMU KITA

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

MACET TOTAL: Antrean truk gandeng di jalur Gumitir setelah terjadi kecelakaan sebuah trailer.

Jalur Gumitir Kembali Macet SILO - Jalur Gunung Gumitir, tepatnya di KM 36 Dusun Gumitir Desa Sidomulyo Kecamatan Silo kembali makan korban. Sebuah trailer nopol H 1799 AH yang dikemudikan Hariyono, 41, warga Dusun Bandungan Desa Kalibogor Kecamatan Situbondo yang muat 35 ton pupuk terguling di jalan yang menikung. Akibatnya, jalur Jember - Banyuwangi sempat macet beberapa saat. Terutama bagi truk gan-

deng karena kibat kecelakaan ini jalan kian sempit sehingga sulit dimasuki truk gandeng. Dengan sistem buka tutup, bus dan truk engkel masih bisa lewat, tapi harus bergantian. Menurut Aiptu Hariyanto, Kanitlaka Polsek Silo, kecelakaan trailer ini disebabkan karena sopir menghindari bus yang ada di depannya. Takut tabrakan, sopir mengalah banting setir sampai bagian gandengan terlepas. Untung tak ada korban

jiwa dalam kecelakaan ini. Sementara kecelakaan yang mengakibatkan tewas terjadi di Tanggul, kemarin. Jumat, 34, warga Dusun Tanah Anyar RT 32/RW 07 Desa Ranu Logong Kecamatan Randuagung Lumajang menjadi korban tabrak lari Senin (27/5) sekitar pukul 11.00. Pengendara motor ini ditabrak sebuah mobil boks di Jalan Raya Dusun Gadungan Desa Klatakan Kecamatan Tanggul. (jum/hdi/jpnn)

Nunggu Petugas Lengah, Baru Konvoi NUGROHO/RaBa

JAJAKI KERJA SAMA: Dokter Faida berbincang dengan Kabiro Radar Genteng Abdul Aziz.

Jalin Kerja Sama Dokter Anak tGENTENG - CEO Rumah Sakit (RS) Al-Huda Gambiran dan Rumah Sakit Bina Sehat Jember, dr. Faida, MMRS, berkunjung ke kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi, biro Genteng, Minggu petang kemarin (25/5). Kedatangan Faida bertujuan silaturahmi dan meningkatkan kerja sama dengan Radar Banyuwangi yang selama ini sudah terjalin dengan baik. Dalam kesempatan tersebut, Faida yang baru pulang menghadiri final Banyuwangi International Surfing Contest (BISC) di Pulau Merah itu mengajak Radar Genteng mengadakan event bersama RS Al-Huda dalam bentuk dokter anak, yaitu anak-anak pendidikan anak usia dini dan taman kanak-kanak diajak belajar menjadi dokter di RS Al-Huda. Selama kegiatan, mereka akan dibimbing dan dipandu para dokter RS Al-Huda. Rencana tersebut akan terus dimatangkan kedua belah pihak. (azi/c1/aif)

AMBULU – Meskipun pengumuman kelulusan pelajar sudah dilakukan Jum’at lalu (24/5), namun para pelajar baru melakukan aksi konvoi, kemarin siang. Ratusan pelajar dari seluruh Jember kemarin siang menggelar konvoi di jalanan Jember Ambulu. Mereka nekat konvoi di saat petugas sudah menganggap tidak ada lagi aksi itu. Aksi para pelajar ini memang sempat membuat kaget warg sekitar, karena dianggap jika momen lulusan sudah selesai. Mereka terlihat berkonvoi di sejumlah jalanan di Jember selatan menuju ke Ambulu. Bahkan, banyak dari pelajar itu yang tidak membawa alat kendaraan lengkap seperti helm. Selain itu, mereka juga membawa bendera sejumlah Partai Politik. Tidak jarang mereka juga melintas hampir separuh badan jalan, sehingga mem-

RANGGA MAHARDIKA/RADAR JEMBER/JPNN

KONVOI DADAKAN: Sejumlah pelajar dari seluruh Jember kemarin tampak berkonvoi merayakan kelulusan.

buat pengendara jalan lainnya terganggu. Para pelajar ini memang sejak pagi terlihat mulai berkumpul di Alun-alun Ambulu. Makin siang, jumlah pelajar yang datang ke lokasi semakin banyak. Terlihat antara lain siswa dari sekitaran Ambulu, Balung, Jubung dan beberapa sekolah negeri di

Pocari Sweat ICE Digeber BANYUWANGI - Ion Challenge Experience (ICE) Pocari Sweat ditabuh (27/5) kemarin. Ajang school competition and exhibition itu memulai acara perdananya di SMAN 1 Glagah. Ratusan siswa tumplek blek di arena olah raga. Mereka antusias dalam mengikuti lomba antar pelajar ini. Head Of Area Promotion Pocari Sweat, Andik Mursid mengatakan, ada lima SMA yang diundang untuk memainkan pertandingan ini. Pertandingan ini dibagi menjadi class competition – school competition – school exhibition Edukasi yang disampaikan dikemas dalam bentuk games sehingga lebih menarik dan lebih diingat. Pesertanya adalah siswa kelas 1 hingga 3 di SMA tersebut. Selain bertanding untuk games, tiap kelas juga wajib melakukan yelyel. “Kami menyediaka juara 1,2 dan 3 pada pertandingan antar kelas di masing-masing SMA dan akan diikutkan kembali dalam pertandingan

TOHA/RaBa

MERIAH: Andik Mursid memberikan pengarahan tentang games ICE 2013 di SMAN 1 Glagah kemarin.

antar sekolah (school competition),” kata Andik kemarin. Dikatakan, even ini memiliki tujuan. Salah satunya adalah memberikan edukasi jika kita disaat melakukan aktivitas banyak kehilangan cairan. Nah, cairan itu harus segera tergantikan.

Sebab 80 persen tubuh kita terdiri dari air. “Minuman Pocari Sweat yang didalamnya ada isotonic merupakan jenis minuman yang mampu menggantikan cairan tubuh dan elektrolit yang hilang atau keluar bersama dengan keringat manusia,” jelasnya. (adv/aif)

Maksimalkan Masa Usia Emas BANYUWANGI - Dalam rangka memeriahkan hari anak nasional (HAN), Ikatan Guru Taman Kanakkanak (IGTK) Banyuwangi menggelar lomba kreativitas anak tingkat TK, Minggu (26/5) di SDN Model Banyuwangi. Lomba kali ini mengusung tema ”Dengan Hari Anak Nasional Kita Jadikan Usia Emas Sebagai Anak Emas Demi Terciptanya Generasi Berkualitas”. Ketua IGTKI Banyuwangi Tri Puji Lestari, Spd mengatakan, lomba HAN bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan mengembangkan imajinasi untuk membekali anak hidup lebih mandiri. Selain itu membantu anak dalam mengembangkan berbagai potensi baik psikis dan fisik yang meliputi moral, sosial, emosional, kognitif, seni, dan ketrampilan. Dikatakan Tri Puji, peringatan HAN tahun ini, panitia menggelar beberapa jenis lomba, meliputi lomba inovasi pembelajaran, permainan halang rintang, pantomim, rancang

ISTIMEWA

KOMPAK: IGTKI Banyuwangi berpose usai mengelar lomba kreativitas di SDN Model, Minggu kemarin (26/5).

bangun, bercerita, tari kreasi baru, menyanyi 20 lagu anak dan lomba finger painting. “Semua pesertanya dari tingkat TK se-Kabupaten Banyuwangi,” tegasnya. Sementara itu, perwakilan Dinas Pendidikan Banyuwangi melalui Kabid TK/SD, Drs. Hamami, M.Pd memberikan apresiasi terhadap

pagelaran ini. Menurut dia, usia emas merupakan masa-masa penting bagi seorang anak yang tidak bisa diulang. “Masa ini, kemampuan otak anak untuk menyerap informasi sangat tinggi. Apapun informasi yang diberikan akan berdampak bagi si anak di kemudian hari,” jelas Hamami. (adv/aif)

Kota Jember pun tampak berada di lokasi. Aksi corat-coret baju pun tak terhindarkan. Mulai pelajar laki-laki dan perempuan sepertinya tumplek blek di Alunalun. Para pelajar ini mengaku mereka memang janjian untuk merayakan kelulusan bersama-sama. (ram/hdi/jpnn)

LUMAJANG- Masa tenang pilkada Lumajang dimanfaatkan kandidat tertentu untuk mempengaruhi pemilih dengan uang (money politic). Tapi, tidak semua masyarakat bisa dirayu dengan uang. Buktinya, masyarakat kemarin menangkap dua orang terduga pelaku money politic di Desa Tempeh Kidul dan Lempeni, Tempeh, Lumajang, kemarin (27/5). Dua terduga pelaku money politic itu adalah Tihani, warga Dusun Tempeh Kidul, Tempeh dan Nafsiah. Mereka berdua kedapatan warga membagibagikan sejumlah uang dengan maksud dan tujuan tertuntu. Tihani ditangkap warga saat membagikan sejumlah uang Rp 20 ribuan kepada setiap calon pemilih. Dia mengaku, dirinya membagikan uang tersebut atas suruhan seseorang. Tugasnya sebatas mendistribusikan uang tersebut sesuai dengan daftar nama yang sudah dia pegang sebelumnya. “Saya hanya menyampaikan uang. Yang mendata bukan saya,” ungkapnya. Menurut dia, uang tersebut dibagikan sebagai biaya transpor kepada para calon pemilih. Selain uang transpor sebesar Rp 20 ribu, juga dibagikan kartu saku calon nomor 3 (Ali Mudhori – Samsul Hadi atau ASA). “Saya hanya nyerahkan,” kata Tihani saat didesak untuk apa uang tersebut. Sebelum tertangkap warga, dia baru mendatangi enam rumah. Bersama dengan Tihani, warga juga mengamankan barang bukti uang tunai dan kartu saku. Uang itu dimasukkan dalam enam amplop. “Totalnya berapa saya tidak tahu,” kata Yuswanto, anggota Panwascam Tempeh. Yuswanto mengatakan, Tihani diketahui warga menyerahkan uang tersebut kepada beberapa orang. “Saya tidak tahu modusnya seperti apa. Yang jelas

dia membagi-bagikan uang dan kartu saku pasangan calon nomor urut 3,” ungkapnya. Panwascam Tempeh baru mengetahui kasus ini setelah yang bersangkutan diamankan di Mapolsek Tempeh. Iim Bahroni, seorang warga yang mengamankan perempuan tersebut ke Mapolsek Tempeh, mengatakan, pihaknya terpaksa membawa perempuan tersebut karena khawatir menjadi sasaran amuk massa. “Kami mengamankan saja karena mau dimassa,” ungkapnya. Dia menjelaskan, Tihani ditangkap warga karena beroperasi di wilayah yang selama ini menjadi basis massa Sjahrazad Masdar - As’at Malik (SA’AT) dan Agus Wicaksono-Adenan Syarif (ARIF). “Kebetulan, yang didatangi basisnya SA’AT dan ARIF,��� tandasnya. Kapolsek Tempeh AKP Eko Hari S. Mengatakan, pihaknya hanya mengamankan perempuan tersebut dari kemungkinan amuk massa. Apalagi, kasus ini terkait dengan pilkada, sehingga polisi tidak berwewenang melakukan penanganan. Setelah diamankan di mapolsek, dia mengatakan, pihaknya langsung menghubungi Panwascam Tempeh. Setelah panwascam datang, Tihani langsung dibawa ke panwas. Sementara itu, Ketua Panwaslu Lumajang Al Masudi membenarkan adanya dugaan money politic di Tempeh. Bahkan, dalam sehari kemarin ada tiga laporan yang masuk ke panwaslu. Di Kecamatan Tempeh ada dua laporan, yakni di Desa Tempeh Kidul dan Desa Lempeni. Satu laporan lagi terjadi Kecamatan Tempursari. “Sekarang kami fokus di Desa Lempeni,” ungkapnya. Mengenai pengungkapan kasus money politic yang dilakukan Tihani, Al Masudi tidak banyak memberikan komentar. (wan/fid/har/jpnn)

Optimistis Lulus 100 Persen BANGOREJO - Perpisahan siswa kelas IX SMPN 1 Bangorejo berlangsung meriah. Berbagai kegiatan digelar untuk mengisi kegiatan tahunan itu. Seperti, bola voli, sepakbola, PMR, karate, drumband dll. Acara ini juga dihadiri anggota Polsek dan Koramil Bangorejo juga komite sekolah. Kepala Sekolah (Kasek) Asek Sarip, S.Pd M.Pd mengatakan, melalui prosesi perpisahan ini pihaknya berharap semua siswa bisa lulus 100 persen. Selama ini, kata dia, pihak sekolah sudah berusaha keras mendidik siswa untuk meraih sukses dalam menjalankan nilai ujian akhir nasional. “Insyaallah semua siswa lulus 100 persen,” ungkapnya optimistis. Sementara itu, ada yang menarik dalam acara perpisahan kemarin. Prosesi kelululusan menggunakan pakaian adat jawa sehingga acara

Istimewa

CIUM TANGAN: Kasek SMPN 1 Bangorejo Asek Sarip menyerahkan piagam 10 besar kepada siswa-siswi yang berprestasi.

tampak begitu berbeda dengan sebelumnya. Bahkan pembaca acara menggunakan bahasa Jawa kromo

inggil. “Memang kita kemas berbeda perpisahan ini biar lebih berkesan,” kata Asek Sarip. (adv/aif)

Selenggarakan Kompetisi PMR PESANGGARAN – Untuk menguji keterampilan serta ilmu pengetahuan bagi anggota Palang Merah Remaja (PMR), tingkat madya di Banyuwangi, MAN Pesanggaran menyelenggarakan kompetisi PMR pada Minggu (26/5) kemarin. Tercatat ada 50 peserta dari berbagai SMP/MTS yang ada di Banyuwangi ikut andil dalam lomba tersebut. Pembina PMR MAN Pesanggaran, Nursalim, S.Ag mengatakan, dengan acara ini pihaknya mengharapkan agar siswa/siswi yang mengikuti lomba bisa berkompetisi, mengamalkan, dan menerapkan ilmu yang mereka dapat. “Karena lewat ajang ini mereka akan mendapatkan ilmu kesehatan, selain ilmu pelajaran sekolah,” kata Nursalim. Acara tersebut dihadiri perwakilan PMI Banyuwangi Sutiyono bersama 3 anggotanya yang langsung dipercaya menjadi juri lomba PMR. Hadir pula perwakilan dari SMAN 2 Genteng, SMAN Purwoharjo, SMAN

iatan ini akan berkelanjutan sehingga nantinya siswa mempunyai wadah untuk berkegiatan secara positif dan bermanfaat untuk dirinya sendiri maupun masyarakat, “Ini bekal untuk mereka di kemudian MAN PESANGGARAN hari,” imbuhKEPALA MAN: Drs. H. Saeroji, M.Pd.I, M.Ag. nya. Kepala Gambiran, SMAN Bangorejo, SMAN MAN Pesanggaran Drs. H. Saeroji, Cluring, dan MAN Genteng, sebagai M.Pd.I, M.Ag mengatakan, sekopeserta temu latihan gabungan lahnya berhasil meraih juara dua PMR. ”Juara umumnya SMP Negeri dalam Porseni tingkat Jawa Timur dalam bidang Fahmil Qur’an. Siswa 1 Bangorejo,” jelas Nursalim. Pembina OSIS MAN Pesanggaran tersebut bernama Ahmad Saefudin Drs Nurhadi mengatakan, keg- Amin. (adv)

38

Selasa 28 Mei 2013

150 Atlet Marakkan Bhayangkara Cup KALIPURO - Persatuan Bulu Tangkis (PB) PAM Klatak, Kalipuro, kembali menggelar kejuaraan bulu tangkis bergengsi di RaBa Badminton Airdrome Kalipuro. Even yang dihelat sejak Sabtu malam (25/5) itu untuk memeriahkan Hari Bhayangkara ke-67. Meski kejuaraan tersebut bersifat lokal, tapi tak kurang 150 peserta ambil bagian dalam kejuaraan yang didukung penuh Jawa Pos Radar Banyuwangi dan Polsek KPPP Tanjung Wangi tersebut. Mereka bertanding dalam dua kategori, yakni kategori A dan B. “Meski kejuaraan ini berlevel NIKLAAS ANDRIES/RaBa

SEMPAT PANAS: Pemain Persewangi Mohamed Lamine Fofana (merah) sempat bersitegang dengan legiun asing Persik Oliver Makor (tengah).

Main 10 Orang, Paksa Seri Persik BANYUWANGI - Tidak ada gol yang tercipta di Stadion Diponegoro saat Persewangi menjamu tamunya, Persik Kediri, dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama sore kemarin. Kedua tim harus puas berbagi skor kacamata 0-0 dalam pertandingan yang digelar dalam guyuran hujan tersebut. Penjaga gawang Laskar Blambangan, Arif Purnama, layak menjadi pahlawan bagi timnya dalam derby Jawa Timur tersebut. Penjaga gawang bernomor punggung 89 itu mampu menyelamatkan gawang timnya dari serbuan pemain Macan Putih, julukan Persik Kediri, yang tampil dominan di babak kedua. Paska diusirnya Febrian Sofiandi menit 62 akibat akumulasi kartu kuning, praktis kendali permainan sepenuhnya berada di tangan tim tamu. Aksi Arif menggagalkan peluang emas tim tamu menjadi spirit rekan-rekannya. Meski bermain dengan 10 pemain, Laskar Blambangan tetap mampu menekan pertahanan Persik. Sayang, hingga pertandingan usai, skor tetap kacamata. “Pertandingan ini memang krusial bagi kedua tim. Kami memulai dengan baik dan akhirnya hanya mendapat satu angka. Saya kira ini hasil sudah fair,” ujar Andik Purwanto, manajer Persewangi. Tambahan satu poin bagi Persik Kediri memantapkan anak asuh Aris Budi di posisi teratas klasemen grup V. Mengemas poin 23, Macan Putih dipastikan tidak tergoyahkan sebagai juara grup sekaligus melenggang ke babak 12 besar. Bagi Persewangi, tambahan satu poin menambah donasi poin menjadi 15. Itu diperoleh dari 11 kali main. Zaenal Ichwan dkk mencatatkan empat

kali menang, tiga kali seri, dan empat kali kalah. Meski hanya mendulang satu poin, Persewangi sudah tampil cukup baik. Sejak menit pertama, tuan rumah mampu mengurung pertahanan Persik. Sejumlah peluang emas mampu diperoleh a n a k- a n a k B l a m b a n g a n . Sayang, kurang tenangnya mengeksekusi peluang membuat asa mencetak gol pupus.

Di babak kedua, Persik mulai tampil terbuka. Oliver Makor sebagai motor serangan mulai menebar ancaman ke gawang Ar if Purnama. Usaha Persewangi mencuri gol semakin sulit sejak menit 62. Pelanggaran Febrian Sofiandi atas Qiskil Gandromini membuat wasit Subiantoro yang memimpin laga menghadiahi kartu kuning kedua kepada pemain

bernomor punggung 17 itu. Kartu kuning pertama diterima di babak pertama usai bersitegang dengan pemain Persik. Unggul jumlah pemain membuat Persik semakin leluasa menekan tuan rumah. Namun, skor akhir tetap 0-0. “Anak-anak sudah maksimal dan satu poin ini sudah patut disyukuri,” ujar Bagong Iswahyudi, pelatih Persewangi. (nic/c1/als)

RAMADA KUSUMA/RaBa

LAGA PERDANA: Peserta Bhayangkara Cup pose bersama sebelum pertandingan Sabtu malam (25/5) lalu.

lokal, tapi semangat bertanding para peserta sangat luar biasa,” ujar Kapolsek KPPP, AKP Subandi, panitia pelaksana. Menurutnya, dalam sepekan, pihaknya menggelar pertand-

ingan sebanyak tiga kali, yakni Sabtu malam, Senin malam, dan Rabu Malam. “Silakan datang ke arena pertandingan di belakang kantor Radar Banyuwangi. Gratis! (*/c1/als)

BERITA UTAMA

Selasa 28 Mei 2013

39

HALAMAN SAMBUNGAN

Arus Mengalir Cukup Deras n AIR LAUT... Sambungan dari Hal 29

“Sudah empat hari banjir, tapi hari ini (kemarin) yang paling besar,” terang Santoso, 38, warga Lingkungan Karanganom, Kelurahan Karangrejo. Menurut Santoso, ketinggian air yang menggenangi kampungnya itu di atas lutut orang dewasa. Hampir semua rumah warga di kampung itu terendam. “Yang terendam bukan hanya rumah saya, tapi hampir semua rumah warga di sini. Lihat saja itu,” katanya sambil menunjuk deretan rumah yang terendam air akibat banjir rob tersebut. Bagi warga di kampungnya, jelas dia, banjir akibat air laut naik ke daratan itu adalah hal yang biasa. Sebab, banjir rob selalu terjadi setiap tahun. Hanya saja, akhirakhir ini banjir lebih sering terjadi. “Pada April 2013 lalu, kampung kami juga tergenang selama satu minggu,” ungkapnya. Ketua RT 03/RW02 Lingkungan Karanganom, Matrijo me-

nyebut, kampungnya yang dikitari rawa itu berpenduduk 48 kepala keluarga (KK). Hampir semua rumah warga terendam. “Yang terendam sekitar 38 rumah, hanya beberapa saja yang tidak,” cetusnya. Matrijo menyebut, banjir rob tersebut dianggap sangat meng-

ganggu masyarakat. Sebab, ketinggian air sampai di atas lutut orang dewasa. “Warga tak bisa masak, dan semua aktivitas jelas terganggu,” ungkapnya. Sementara itu, ketinggian banjir rob di Lingkungan Kramat, Kelurahan Kertosari, juga di atas lutut orang dewasa.

Daerah yang terendam paling parah adalah sekitar lokalisasi penjaja seks komersial (PSK) Pakem dan perumahan warga di sekitarnya. “Banjir sudah tiga hari ini menggenang,” terang salah satu pengurus lokalisasi PSK Pakem, Hery Leo. Menurut Hery, air yang masuk

Sambungan dari Hal 29

Tiap PSK mendapat bantuan Rp 7,8 juta. Rinciannya, bantuan usaha ekonomi produktif sebanyak Rp 5 juta per orang, bimbingan keterampilan sebesar Rp 1 juta per orang, dan bantuan jaminan hidup sebesar Rp 1,8 juta per orang. Mensos Salim Segaf Al-Jufri mengatakan, khusus wilayah Jawa Timur (Jatim) diharapkan di tahun 2013 ini sudah tidak ada lagi lokalisasi prostitusi yang beroperasi. Namun demikian, menteri asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menegaskan, upaya penutupan lokalisasi harus berjalan dengan cara-cara persuasif, sehingga tidak menimbulkan gejolak. Selain harus memberikan bantuan materi, Mensos menekankan pentingnya pendampingan bagi para PSK itu agar mereka tak beroperasi lagi. Tidak hanya itu, pembekalan keterampilan mutlak diperlukan. Pembekalan keterampilan yang diberikan kepada satu eks PSK dan eks PSK lain harus berbeda. Tergantung keinginan si PSK sendiri. “Yang penting adalah ke mandirian. Kalau hanya diberikan uang tapi (para eks PKS) tidak mau mandiri, tidak selesai permasalahannya. Ka-

n TIGA... Sambungan dari Hal 29

AGUS BAIHAQI/RaBa

LANGGANAN: Genangan air akibat banjir rob di Lingkungan Karanganom, Kelurahan Karangrejo, Banyuwangi, kemarin.

rena itu, jaminan hidup dan ekonomi produktif juga kami berikan,” ujarnya. Mensos mengapresiasi respons positif Pemkab Ba nyu wangi dalam upaya pengentasan PSK. Menteri yang satu ini berpesan agar pihak terkait memberikan pendampingan dan bantuan pemasaran produk-produk hasil karya para eks PSK terse but. “Pendampingan dan bantuan pemasaran juga perlu diberikan,” paparnya. Sementara itu, dalam sambutannya, Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, beberapa langkah konkret sudah dilakukan Pemkab Banyuwangi untuk meminimalkan tingkat kun jungan pelanggan ke lokalisasi prostitusi. Salah satu cara yang ditempuh adalah memasang closed circuit television (CCTV) di Lokalisasi Sumberloh, Kecamatan Singojuruh, beberapa waktu lalu. Sayang, program itu hanya efektif tiga bulan pertama pasca pemasangan. Sebab, setelah itu, para pelanggan PSK pu nya trik, yakni memakai helm saat memasuki kawasan lokalisasi agar wajahnya tidak terekam kamera. “Karena itu, kami melakukan langkah lain untuk menutup lokalisasi. Secara bertahap, pemkab akan melakukan pembinaan kepada

para PSK. Saat ini jumlah PSK sudah berkurang signifikan dari sekitar 600 orang menjadi 300an orang. Tetapi (sampai saat ini), jumlah mucikari belum berkurang,” ungkapnya. Sementara itu, Manager Program Kelompok Kerja Bina Sehat (KKBS), Moch Khoiron, me ngatakan bahwa 257 eks PSK penerima bantuan tersebut merupakan hasil verifikasi tim KKBS bersama staf Kementerian Sosial (Kemensos). “Jumlah tersebut mencapai 98 persen dari total PSK yang beraktivitas di lokalisasi prostitusi. Namun, jumlah PSK yang beroperasi di luar lokalisasi justru lebih banyak,” kata dia. Khoiron menambahkan, para eks PSK akan diberi pelatihan keterampilan yang disesuaikan keinginan masing-masing. Dia menambahkan, mayoritas eks PSK mengaku ingin berdagang. “Selain itu, bantuan biaya hidup akan diberikan sebesar Rp 20 ribu per hari selama tiba bulan,” pungkasnya. Dewi, seorang perwakilan PSK asal lokalisasi Wonosobo, Desa Rejoagung, Kecamatan Srono, mengaku kecewa dengan pemberian bantuan kali ini. Alasannya, bantuan sebesar Rp 7,8 juta per orang itu diberikan dalam rangka penutupan lokalisasi di Banyuwangi. Pada-

hal, sebelumnya, saat para PSK didata, petugas mengaku tidak akan menutup lokalisasi, melainkan hanya akan memberi bantuan. “Ternyata tadi dalam sambutan Bapak Bupati akan ada penutupan lokalisasi. Kami merasa dibohongi,” cetusnya. Dewi mengaku bersama sekitar 20-an rekannya sesama PSK di lokalisasi Wonosobo akan tetap beroperasi. “Rumah di lokalisasi Wonosobo itu sudah puluhan tahun saya tempati. Rumah tersebut adalah ru mah pribadi saya, bukan milik pemerintah,” sesalnya. Dikonfirmasi di lokasi yang sama, Ketua Gerakan Pe duli Rakyat Banyuwangi (GPRB) Endras Puji Yuwono menuturkan, pihaknya tidak mengintervensi para PSK dalam me nentukan pilihan. Sebab, good will yang diberikan pihak Kemensos sejak awal pendampingan dan sosialisasi kepada para PSK, tidak akan ada proses penutupan. “Kenapa baru hari ini dinyatakan ada penutupan?” tanya dia. Endrasmengaku,GPRBakansegera menggelar rapat. Rencananya, GPRB akan menghadap Dinas Sosial Banyuwangi untuk menyelesaikan persoalan tersebut. “Mungkin besok (hari ini 28/5) kami akan menggelar konferensi pers,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

Bisa Foto di Objek Wisata n DAFTAR... Sambungan dari Hal 29

Ketua panitia lomba Benny Sis wanto mengatakan, foto boleh bernuansa ikon Banyu wangi, misal berfoto di areal ikon Banyuwangi, seperti Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Sri Tanjung dan Taman Blambangan. Peserta juga bisa berfoto di objek wisata, seperti Pulau Merah, Pantai Plengkung, Alas Purwo, Sukamade, Kawah Ijen, Pantai Boom, dan objek

rahan Kertosari itu, banjir rob bukan hanya melanda lokalisasi PSK Pakem. Tetapi, juga melanda per umahan pen duduk di sekitarnya, terutama RT 03/RW 02 dengan penduduk mencapai 127 KK. “Hampir semua rumah warga tergenang,” ungkapnya. Banjir rob yang menimpa dua

kelurahan itu sebenarnya cukup membahayakan. Apalagi, arus air yang berasal dari laut itu cukup keras. Ditambah lagi, air yang menggenangi sekitar lokalisasi PSK Pakem terlihat sangat kotor karena bercampur sampah. “Sampah terbawa air,” jelas Hery Leo. (abi/c1/bay)

Hanya Ada Satu Jalan Masuk

Rp 20 per Hari selama 3 Bulan n MENSOS...

ke lokalisasi tersebut adalah air laut yang naik ke darat. Air mulai naik sekitar pukul 09.30, dan biasanya baru surut sekitar pukul 13.00. “Air yang masuk ke lokalisasi ini cukup tinggi, sampai di atas lutut orang dewasa,” cetusnya. Di Lingkungan Kramat, Kelu-

menarik lain. Boleh juga menonjolkan ikon budaya, seperti foto mengenakan kostum penari gandrung, Banyuwangi Ethno Carnival (BEC), kebo-keboan, seblang, dan budaya khas Banyuwangi lain. “Peserta juga boleh berfoto bersama penari atau peserta BEC,” ujar Benny. Ditambahkan, peserta bisa foto secara perorangan maupun bersama teman, pasangan, atau keluarga. Demi menonjolkan kesan I Love Banyuwangi, peserta di per-

kenankan mengenakan aksesori dan pernak-pernik bertulisan “I Love Banyuwangi”, mi salnya kaus bertulisan “I Love Banyuwangi”. “Memakai kaus I Love Banyuwangi juga bagian dari gerakan mencintai Banyuwangi,” cetus Benny. Cara mendaftar cukup mudah, lanjut Benny, peserta cukup menyerahkan foto ukuran 4R ke kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi di Jalan Yos Sudarso 89C Banyuwangi. Bisa juga ke kantor Jawa Radar Banyuwangi

biro Genteng. Biaya pendaftaran murah, satu lembar foto hanya Rp 25.000, tiga lembar Rp 70.000, dan lima lembar Rp 100.000. Tidak hanya termuat di koran, foto Anda bersama teman atau keluarga juga bisa menjadi ju ara dan mendapat hadiah trophy, langganan koran, merchandise, dan uang jutaan rupiah. “Ayo buruan daftarkan foto Anda dalam lomba foto I Love Banyuwangi di kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi,” seru Benny. (*/c1/bay)

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Meski begitu, warga yang tinggal di kawasan pesisir mulai ketar-ketir. ‘’Takut kalau tiba-tiba ombak besar sampai masuk rumah,” ujar Imam, warga yang tinggal di kawasan pesisir Sumber Mas kemarin. Menurut dia, ombak besar sering terjadi pada bulan purnama. Namun, ombak yang terjadi kali ini jauh lebih besar dibanding ombak di bulan-bulan sebelumnya. ‘’Ombaknya sekarang besar,” katanya.

Dia mengatakan, ombak itu beberapa kali masuk ke permukiman warga. Tentu itu membuat warga resah. ‘’Tidak bisa tidur,” katanya. Warga lain, Buhari, menambahkan bahwa warga sa ngat berharap agar ada bangunan penahan ombak. Sebab, selama ini ombak sering masuk ke per mukiman tanpa peng halang. “Kalau ada plengsengan, mungkin warga sini bisa lebih tenang,” katanya. Meski begitu, plengsengan itu tetap harus bisa dilewati perahu yang bersandar. Sebab, selama ini nelayan selalu parkir perahu

di kawasan pesisir. ‘’Plengsengan dibuat miring, itu yang pas. Tapi, harus dibuat agak jauh ke laut,” terangnya. Bunari yang tinggal paling dekat laut mengatakan, rumahnya se ring terendam banjir rob. Sebab itu, dia meminta agar segera dibangun penahan ombak. ‘’Kalau begini terus, saya dan keluarga susah terus,” katanya. Sementara itu, menuju kampung tersebut hanya ada satu akses. Sebab, kampung itu dikelilingi tembok perusahaan pengelola tambak. Pantai yang membutuhkan plengsengan itu hanya sekitar 100 meter. (ton/c1/bay)

Target Inflasi 5 Persen n KINERJA... Sambungan dari Hal 30

“Per tumbuhan ekonomi Jember juga tergolong cepat, tapi masih kalah jauh dengan pertumbuhan ekonomi Banyuwangi,” tegasnya. Selain performa pertumbuhan aset yang terus naik, pertumbuhan penyaluran kredit juga naik. Pada triwulan pertama dan kedua, penyaluran kredit perbankan tumbuh sekitar 29,45 persen. Pertumbuhan penyaluran kredit itu, kata Zainuddin, tidak hanya menyalip pertumbuhan Jember, tapi juga meninggalkan

jauh pertumbuhan nasional. Penyaluran kredit nasional hanya tumbuh sekitar 22,5 persen, sedangkan Banyuwangi 29,45 persen. Sementara itu, pertumbuhan realisasi kredit di Jember jauh hanya 15,12 persen, sedangkan rasio loan to deposit ratio (LDR) perbankan Banyuwangi 94,31 persen. Angka itu, menurut Zainuddin, merupakan angka ideal karena rasio LDR berada di bawah angka 100 persen. Non performing loan (NPL) realisasi kredit di Banyuwangi hanya 2,03 persen. Tidak hanya itu, kata Zainuddin, pertumbuhan dana pihak ketiga

juga memiliki progress yang cukup menggembirakan. Dana pihak ketiga di perbankan tumbuh sekitar 20,78 persen. “Pesatnya pertumbuhan itu dipicu kebijakan pemerintah daerah yang pro pertumbuhan. Kondisi keamanan wilayah juga ikut mendongkrak pertumbuhan ekonomi,” tegasnya. Pada tahun 2012 lalu, inflasi di Banyuwangi mencapai 5,25 persen. Angka inflasi itu masih di bawah inflasi nasional. “Tahun 2013, inflasi Banyuwangi ditargetkan lima persen. Sinergi BI dengan Pemkab Banyuwangi bisa menekan angka inflasi,” harap Zainuddin. (afi/c1/bay)

Mensos Bicara Akidah Islam n HAUL... Sambungan dari Hal 31

“Ini contoh kecil saja. Pelajar yang hanya sekolah umum, setelah lulus sarjana kadang masih bingung cari pekerjaan. Tapi lulusan pesantren, mereka bisa bekerja apa saja dan memikirkan umat,” tandasnya. Hal tak jauh berbeda disampai kan Mensos Habib Salim Asse gaf. Dia mengatakan, pesantren telah teruji dalam men jaga akidah Islam, dan

bisa mendidik umat agar hidup sesuai tuntunan Nabi Mu hammad SAW. Mensos me ngatakan, banyak upaya merusak akidah Islam yang dilakukan berbagai pihak melalui pendidikan anak di sekolah. “Ada di suatu tempat yang saya tidak perlu menyebut mananya, upaya merusak akidah dilakukan oleh seorang guru melalui pendidikan,” ujarnya. Namun, upaya tersebut akhirnya gagal karena ada beberapa siswa yang segera tang-

gap dan mementahkan argumentasi sang guru. “Untung, ada murid yang pintar. Saya percaya pesantren bisa menjadi benteng akidah Islam,” pungkasnya. S e k a d a r t a hu , u s a i m e nyampaikan ceramah, Khofifah dan Salim Assegaf melakukan ramah-tamah beberapa menit di dalem kasepuhan pesantren, bersama KH. Hisyam Syafaat dan keluarga. Sekitar pukul 12.30 keduanya meninggalkan pesantren. (azi/c1/aif)

Diduga Karena Tabrak Lari n SEHARI... Sambungan dari Hal 40

Diduga kuat, kakek tersebut ditabrak saat hendak menyeberang jalan raya Desa Klatakan. Oleh polisi, korban langsung di evakuasi ke kamar mayat RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo. “Dugaan sementara, karena tabrak lari. Tetapi, kami belum bisa memastikan,” kata Iptu Bakhtiar, Kanitlaka Polres Situbondo, kemarin. Kecelakaan juga terjadi di Kecamatan Banyuputih, Si-

tubondo. Sekitar pukul 10.30, te patnya di perempatan Congap, Desa Mimbo, motor Vixion bernopol P 5811 ER bertabrakan dengan Grand bernopol P 5586 FC. Kecelakaan tersebut terjadi saat Grand yang dikendarai bocah belasan tahun itu hendak menyeberang jalan. Diduga karena kurang hati-hati, Grand itu dihantam Yamaha Vixion. Beruntung, kedua pengemudi yang belum diketahui identitasnya itu hanya mengalami lecet.

Insiden ketiga terjadi di jalan raya Kecamatan Banyuputih se kitar pukul 12.30. Firda Nia Firdaus, 15, yang tengah membonceng Indah, 14 (keduanya asal Desa Prante, Kecamatan Asembagus), menabrak sebuah truk yang sedang parkir. Akibatnya, kedua korban mengalami luka. Jupiter Z bernopol P 2908 EP yang mereka tumpangi rusak cukup par ah. “Kami imbau semua pengguna jalan lebih berhatihati saat berkendara,” ujar Iptu Bahtiar. (rri/c1/als)

untuk memberikan hukuman secara psikologi. “Sekolah tetap mengatakan budi pekerti Nimas bermasalah, sehingga tidak diluluskan,” terangnya. Tentang ancaman hukuman yang disampaikan pengacara KPPT, Dwi Totok mengaku sudah menyampaikannya. “Pesan Kepala Dinas Pendidikan (Fathor Rakhman) juga sudah saya sampaikan. Beliau berpesan, kalau menghukum siswa

tidak harus mematikan masa depannya,” imbuh Dwi Totok. Diberitakan sebelumnya, lima peserta unas SMA/SMK di Kabupaten Situbondo dinyatakan tidak lulus. Semua berasal dari sekolah swasta. Yang menarik, satu orang di antaranya tidak lulus bukan karena nilai unasnya di bawah standar, melainkan karena tidak diluluskan pihak sekolah dengan dalih tidak memenuhi standarisasi akhlak. (pri/c1/als)

Sengaja Ditinggal di Tepi Jalan Jangan Mematikan Masa Depan

n MOTOR...

Sambungan dari Hal 29

Setelah beberapa mobil hilang, kali ini begal jalanan mengembat motor terang-terangan. Korbannya adalah Anta, 28, seorang debt collector sebuah leasing (lembaga pembiayaan) di Banyuwangi. Warga Lingkungan Karang-

tipis, Kelurahan Penganjuran, Banyuwangi, itu dibegal dua pen jahat. Sebetulnya pelaku tiga orang, tapi yang satu orang hanya bertugas menelepon korban agar melakukan survei ke rumahnya. Nah, di tengah jalan, korban dihadang dua orang. Tangan korban diikat dan mulutnya dilakban. Dalam kondisi tak berdaya, barang-

barang berharga milik Anta dibawa kabur penjahat yang berjumlah dua orang itu. Aksi perampasan itu terjadi pukul 21.00 di jalan sepi, masuk Kelurahan Sumberejo, Kecamatan Banyuwangi. Anta ti dak bisa melawan karena jumlah pelaku lebih banyak. Dia hanya pasrah ketika dilumpuhkan dua penjahat ter-

sebut. Dengan mudah pelaku membawa kabur motor milik Anta. Selain motor, pelaku juga mempreteli cincin dan kalung emas yang dikenakan korban. Dompet dan surat-surat penting turut dirampas. Tiga ponsel milik Anta juga dibawa kabur. ”Sebelum diikat dan dilakban, saya sempat dipukul,” ujar Anta. (abi/c1/bay)

Terbiasa Bangun Pukul 02.30 n RAJIN... Sambungan dari Hal 29

Menurutnya, belajar pada dini hari lebih dahsyat. Sebab, pikiran lebih tenang dalam menyerap materi. ‘’Kalau waktu-waktu seperti itu materi lebih terserap dan mudah diingat,” katanya. Kebiasaan itu dilakukan sejak dulu. Dengan begitu, pelajaran tidak lewat begitu saja setelah diajarkan di sekolah. ‘’Belajar gak terlalu diforsir, nanti malah sakit,” terangnya memberikan alasan. Selain itu, dia juga mengaku mempunyai kebiasaan puasa sunah. Dia melakukan itu karena mencontoh orang tuanya yang rajin berpuasa. ‘’Saya puasa Senin Kamis seperti

bapak-ibu,” katanya sambil menoleh wajah sang ibu di ruang guru pagi itu. Dia mengaku, sebenarnya terkejut saat menerima kabar mendapatkan NUN tertinggi jurusan IPS. Apalagi, setelah melihat nilai bahasa Inggris yang dianggap paling tidak bisa dibandingkan dengan lima nilai yang lain. “Bahasa Inggris saya dapat 9,20,” terangnya. Meski begitu, dia pernah berujar kepada ibunya setelah ujian. Kala itu, dia mengatakan tidak menemui hambatan berarti saat mengerjakan semua materi. ‘’Cuma ada lima soal yang sulit,” kenangnya. Lima materi lain dia peroleh dengan hasil di atas 9,0, antara lain bahasa Indonesia, 9,00, matematika 9,75, ekonomi 8,75, sosiologi

9,20, dan geografi 9,20. “Alhamdulillah, saya bersyukur banget,” katanya. Kini, dia ingin menempuh pendidikan yang lebih tinggi, yakni kuliah di perguruan tinggi negeri di luar kota. Kini dia merasa masih ketar-ketir diterima ataukah tidak. ‘’Saya sudah daftar di Universitas Negeri Malang dan Universitas Negeri Yogyakarta. Mudah-mudahan saya diterima,” harapnya. Sesuai bidang keilmuannya, dia mengambil jurusan pendidikan ekonomi atau sastra dan bahasa Indonesia jika diterima di UNM. Sebaliknya, dia mengambil juru san pendidikan IPS dan pendidikan ekonomi bila diterima di UNY. ‘’Tapi, saya lebih memilih kuliah di Malang, karena di sana ada bibi saya,” pungkasnya. (c1/bay)

n SMA... Sambungan dari Hal 40

Meski mengaku bersalah, tapi dia (Nimas) tetap dalam perlindungan hukum. Namun, sekolah tetap kukuh dengan keputusannya,” papar Dwi Totok. Pihaknya, lanjut Dwi Totok, sudah mempertanyakan apakah sanksi terhadap Nimas dengan diikutkan unas di kantor KPPT se orang sendiri tidak cukup

Unas Bukan Penentu Kelulusan n P2S2... Sambungan dari Hal 40

Hal senada disampaikan Sekre taris Dewan Pendidikan Si tubondo, Sahamo Effendi. Pe nentuan kelulusan setiap siswa melalui proses yang cukup panjang, dimulai dari belajar selama tiga tahun hingga evaluasi yang disebut unas. Meski demikian, unas bukanlah satu-satunya penentu

kelulusan. “Ada pendukung-pendukung lain. Selain nilai yang berbentuk angka juga nilai yang berkaitan dengan etika atau moralitas. Itu justru yang menjadi salah satu penunjang cita-cita luhur pendidikan. Jadi, bukan hanya nilai akademik,” tegasnya. Dewan pendidikan, kata Sahamo, sangat menghargai yang dilakukan SMA Ibrahimy. Dia mengaku tidak sependapat

jika apa yang dilakukan SMA Ibrahimy dinilai sebagai langkah yang merusak masa depan siswa. “Saya kira tidak ada sekolah yang mempunyai niat seperti itu. Semua ingin jadi orang yang ter hormat dan bermartabat. Jadi, harus legowo menurut saya. Tetapi, kalau sekiranya merasa dirugikan, ya silakan menempuh jalur yang diinginkan,” tandasnya. (pri/c1/als)

40

Selasa 28 Mei 2013

LAKA LANTAS

Banjir Rob Genangi Puluhan Rumah

NUR HARIRI/RaBa

KURANG HATI-HATI: Motor Jupiter Z bernopol P 2908 EP yang dikendarai Firda Nia Firdaus dan Indah rusak.

Sehari Tiga Laka, Satu Tewas SITUBONDO - Jalur Pantai Utara (Pantura) Situbondo masih tergolong rawan kecelakaan. Selama akhir pekan (26/5), tiga kecelakaan lalu lintas terjadi di jalur tersebut. Kejadian itu mengakibatkan satu korban tewas. Warga yang meninggal dunia itu bernama Sahir, 60, warga asal Desa Sletreng, Kecamatan Kapongan, Situbondo. Saat ditemukan warga sekitar pukul 04.30 Minggu (26/5) pagi, Sahir dalam keadaan terkapar tak bernyawa di jalan raya Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, tepatnya di KM 153 arah Kota Surabaya. Sebelumnya, korban menginap dua malam di warung anaknya, Haryatul, 29. Tiba-tiba pada Minggu pagi, korban ditemukan tewas terkapar di jalan raya. “Saya tidak tahu secara pasti penyebab korban tewas. Tapi, sebelum ditemukan terkapar, saya sempat melihat ada truk yang melaju sangat kencang,” kata Darsono, 35, salah seorang warga setempat. Saat ditemukan, kondisi tubuh  kakek tersebut cukup mengenaskan. Kaki dan tangannya patah n  Baca Sehari...Hal 39

SMPK IMANUEL

EDY SUPRIYONO/RaBa

JEMPOL: Kepala SMPK Imanuel, Jenny Irawati bersama guru pembina mengapit para siswa berprestasi.

Dulang Prestasi di Akhir Tahun Pelajaran SITUBONDO - Untuk kali kesekian, SMP Kristen Imanuel kembali membawa citra positif bagi dunia pendidikan di Kabupaten Situbondo. Lembaga pendidikan yang beralamat di Jalan Anggrek itu baru saja mengantar para siswanya meraih prestasi di berbagai ajang perlombaan. Baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional. Pada ajang lomba Smala Science And Linguistic Competition 2013 yang digelar SMAN 5 Surabaya, satu-satunya Tim Biologi yang dikirim SMP Kristen berhasil meraih posisi runner-up. Siswa SMP Kristen Imanuel yang dikirim itu adalah Harris Jefferson Susanto dan Breggy Yesaya Imanuel Sutijono. “Prestasi ini sangat membanggakan. Mengingat lawanlawan yang dihadapi siswa kira adalah peserta dari seJawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Mereka adalah adalah lawan-lawan tangguh yang sering bertemu di ajangajang kompetisi sebelumnya,” ujar Kepala SMP Kristen Imanuel, Dra Jenny Irawati. Yang patut diacungi jempol adalah perjuangan Harris Jefferson. Sebab, siswa yang memfavoritkan mata pelajaran Biologi ini masih berkenan berjuang lagi membawa nama sekolah dalam kompetisi yang gelar pada 18 Mei 2013 tersebut. Padahal, Haris adalah siswa kelas IX yang telah mengikuti ujian nasional. Sedangkan Breggy yang masih berada di kelas VII, juga terbukti mampu berduet dengan seniornya. Pada 23 Mei lalu bersama timnya yakni Natanael dan Yosua Kurniawan Wijaya yang merupakan kelas VIII, dia mampu menggaet juara III dalam Liga Sains II yang digelar SMAN 1 Panarukan. Selain juara III secara tim, SMP Kristen Imanuel juga menyabet piala sebagai juara I perorangan Matematika atas nama Yosua Kurniawan Wijaya. Ajang pertandingan bergengsi lainnya yang diikuti Natanael adalah sebagai Duta Situbondo dalam OSN mata pelajaran IPS pada tanggal 12 dan 13 April 2013 lalu. “Sebagai sekolah yang berkeinginan meningkatkan kualitas siswanya, ajang kompetisi merupakan sarana bagi para siswa untuk mengembangkan potensinya. Sebab, melalui kompetisi siswa diharapkan membekali diri dengan tambahan materi pengetahuan yang lebih dari tuntutan kurikulum,” imbuh Jenny Irawati. (pri/adv/als)

NUR HARIRI/RaBa

TERGENANG: Puluhan rumah warga di Dusun Pesisir, Desa Kilensari, Panarukan, digenangi air laut sejak Minggu (26/5) lalu.

PANARUKAN - Air laut yang sedang pasang sering membuat rumah warga di Dusun Pesisir, Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Situbondo, terendam. Sejak Minggu (26/5) hingga kemarin (27/5), puluhan rumah warga di dusun tersebut terendam banjir rob hingga mencapai lutut orang dewasa. “Banjir rob yang masuk rumah warga itu sudah rutin terjadi. Biasanya terjadi setiap bulan purnama,” kata Jauhari, 35, warga yang tinggal di Gang 7, RT 1/RW 1, Lingkungan Pesisir, Desa Kilensari. Jauhari berharap Pemkab Situbondo membangun tanggul di bibir pantai belakang rumah warga agar saat laut pasang tidak terjadi banjir rob. “Ya, cuma minta dibangun tangkis atau tanggul. Karena, dari dulu sering terjadi banjir seperti ini,” imbuh Jauhari. Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi di lokasi kemarin, akibat banjir rob yang terjadi sejak Minggu pagi pukul 08.00 itu, barang-barang milik warga banyak yang basah dan rusak. “Sebelumnya, banyak warga yang tidak tahu. Karena banyak yang sedang bekerja. Setelah pulang, mereka baru tahu rumahnya sudah terendam air,” kata Ahmad, warga lain. Menurut warga lain, Sujani, 80, air laut merendam rumahnya sekitar satu meter hingga membuat tempat tidurnya mengambang. (rri/c1/als)

Penjaga Keramba Tewas di Perahu KENDIT - Seorang penjaga keramba apung bernama Sutoyo, 50, warga Dusun Gundil, Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, tewas dengan kondisi tengkurap di perahu miliknya di tengah laut Minggu malam (26/5). Korban yang ditemukan sekitar pukul 21.30 itu sebelumnya bersama temannya bernama Muse menjaga keramba. Namun, Suyoto dan Muse menggunakan perahu berbeda. Tibatiba perahu Sutoyo menabrak perahu yang ditumpangi Muse dari belakang. “Tahunya karena perahu yang ditumpangi itu menabrak perahu Pak Muse,” kata Yoyok Hermanto, kepala Desa Klatakan. Meninggalnya pria yang bekerja sebagai penjaga keramba milik Sitorus di laut Desa Klatakan itu diduga akibat terkena mesin perahu. Hal itu

KENA MESIN: Petugas mengambil sidik jari korban di ruang mayat RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo.

NUR HARIRI/RaBa

terlihat dari pinggang sebelah kanan korban yang terluka. Diduga, pada saat korban di tengah laut, korban

duduk di belakang perahu dan tubuhnya terkena mesin hingga terluka dan jatuh tengkurap ke perahu miliknya.

“Sebelum berangkat, kata keluarganya, dia sudah agak sakit. Sebelumnya, dia juga sempat terjatuh karena darah tinggi. Mungkin saat itu darah tingginya kambuh,” imbuh Yoyok. Setelah korban meninggal di perairan yang jaraknya sekitar 600 meter dari bibir pantai, ternyata perahu milik korban terus berjalan. Sekitar pukul 21.00, perahu tersebut menabrak perahu milik Muse. “Saat menabrak itu, ternyata korban sudah meninggal,” terang Pak Yoyok. Kanitreskrim Polsek Kendit, Aiptu Nyoman Armada mengatakan, meninggalnya korban murni kecelakaan. Sebab, hasil pemeriksaan petugas, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. “Sehingga, bisa dipastikan korban meninggal murni terkena mesin perahu,” kata Aiptu Nyoman. (rri/c1/als)

P2S2 Minta Hormati Keputusan Lembaga SITUBONDO - Pro-kontra SMA Ibrahimy Panji yang tidak meluluskan siswanya yang lulus ujian nasional (unas) mendapat tanggapan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah (P2S2) Sukorejo. Semua pihak diminta memahami dan menghormati keputusan SMA Ibrahimy sebagai lembaga pendidikan di bawah naungan P2S2. Hal tersebut disampaikan Hasanah Tahir, pengurus pesantren putri P2S2. “Ini sudah menjadi komitmen lembaga di bawah P2S2 Sukorejo. Kita menekankan kelulusan siswa tidak hanya pada nilai unas, tapi juga akhlakul karimah yang dalam kurikulum nasional disebut sebagai karakter,” terang Hasanah kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin. Dia mengungkapkan, pen-

EDY S/RaBa

Hasanah Tahir

didikan karakter tidak bisa diujiannasionalkan. Itu mejadi penilaian tersendiri pihak sekolah. Oleh karena itu, meski nilai unas siswa bagus, tapi jika tidak berakhlak, sekolah berhak tidak meluluskannya.

“Semua lembaga pendidikan di bawah naungan pesantren sangat mengutamakan akhlakul karimah. Itu juga menjadi penentu kelulusan siswa. Makanya, saya berharap pihak-pihak yang mempermasalahkan (tidak lulusnya Nimas Puspitaningrum) lebih arif dan bijaksana menghormati kebijakan dan keputusan SMA Ibrahimy,” papar Hasanah Tahir. Dia menegaskan, setiap sekolah memiliki kurikulum berbasis sekolah. Sekolah yang berani memulai sanksi tegas kepada siswa yang tak berakhlakul karimah seharusnya mendapat apresiasi khusus, bahkan harus diberi penghargaan. Lembagalembaga lain seharusnya mencotoh n  Baca P2S2...Hal 39

SMA Ibrahimy Panji Bersikukuh MEDIASI yang dilakukan Dinas Pendidikan (Dispendik) Situbondo tak membuat SMA Ibrahimy Panji menarik keputusannya. Lembaga pendidikan yang berkantor di Jalan Argopuro itu tetap pada keputusannya, yakni tidak meluluskan Nimas Puspitaningrum. Kepastian itu disampaikan Kabid Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan, Dwi Totok Iriyanto, setelah melakukan pertemuan dengan pihak SMA Ibrahimy Sabtu (25/5) lalu. “Tadi (kemarin) sekitar pukul 10.00 kami sudah melakukan komunikasi dengan SMA Ibrahimy Panji,”

terangnya kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin. Kata dia, melalui forum pertemuan yang diikuti kepala sekolah dan jajaran waka SMA Ibrahimy Panji tersebut, pihak sekolah tak mungkin membatalkan keputusan ketidaklulusan Nimas karena itu merupakan hasil rapat pleno sekolah. Rapat pleno tersebut memutuskan Nimas tidak lulus meski nilai ujian nasionalnya melebihi standar kelulusan. “Kita sudah memberikan pemahaman dan pengertian bahwa masa depan anak harus diutamakan n  Baca SMA...Hal 39


Radar Banyuwangi 28 Mei 2013