Page 1

KAMIS 28 FEBRUARI

25

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2013

dr Nanang Tahanan Kota PERDAGANGAN

Indofood Tampung Gula Nonsulfit Tanpa Batas KALIPURO - Pasar produksi gula kelapa non sulfit Banyuwangi semakin diminati pasar. Pihak PT Indofood sebagai produsen mem berikan kesempatan seluas-luasnya kepada petani Banyuwangi untuk memasok hasil produksi gula merah nonsulfit sebanyak mungkin tanpa batas. Saat ini, produksi gula merah nonsulfit Banyuwangi sekitar 1.344 ton setahun. Produksi gula nonsulfit itu 100 persen terserap untuk kebutuhan industri makanan PT Indofood. “Berapa pun jumlahnya, PT Indofood siap menerima pasokan gula kelapa nonsulfit dari Banyuwangi,” kata Bupati Abdullah Azwar Anas saat membuka pelatihan “Peningkatan Kualitas Produksi Gula Nonsulfit bagi Penderes dan Industri Kecil Menengah (IKM)” di Hotel Mahkota Plengkung kemarin (27/2) n

BANYUWANGI - Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi mengeluarkan keputusan mengejutkan. Instansi penegak hukum yang satu ini ‘‘melepas’’ tiga tersangka korupsi dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas Banyuwangi). Para tersangka korupsi pembangunan ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Genteng itu sebelumnya ditahan pihak kejaksaan dan dititipkan di Lapas Banyuwangi. Mantan Direktur RSUD Genteng, dr. Nanang Sugianto, ditahan sejak 22 Januari 2013 n

Kasus Dugaan Korupsi RSUD Genteng Proyek

: Gedung rawat inap berlantai 2

Anggaran

: Rp 4,1 miliar APBD 2010

Estimasi Kerugian : Rp 215 juta Saksi

: 15 orang

 Baca dr Nanang...Hal 35

Dugaan : - Penyimpangan penggunaan anggaran - Penyimpangan pelaksanaan pengerjaan proyek

Tersangka I

GALIH COKRO/RaBa

MENUNGGU: Dokter Nanang Sugianto di depan Kejari Banyuwangi 22 Januari 2013 lalu.

Riskiyanto Dodik Pram (Komisaris PT Pancoran) Jabatan: Komisaris PT Pancoran Mas Karya Indah Alamat : Jember Ditahan sejak : 18 Januari 2013

Tersangka II

Tersangka iiI

H Nanang Sugianto

Ir. Dwinta Indarwati

Jabatan : Mantan Direktur RSUD Genteng

Jabatan : Direktur PT Pancoran Mas Karya Indah Alamat : Jember

Alamat : Kecamatan Genteng, Banyuwangi

Ditahan sejak : 18 Januari 2013

Ditahan sejak : 22 Januari 2013

3.Para tersangka tidak akan menghilangkan barang bukti karena sudah disita Kejari 4.Surat keterangan dokter bahwa Dwinta sakit sehingga harus rutin check up

KRIMINALITAS

5. Sudah mengembalikan kerugian negara Rp 215 juta

Setahun 60 Kasus Kekerasan Perempuan

 Baca Setahun...Hal 35

1.Permohonan dari pengacara tersangka 2.Pengacara berhasil meyakinkan penyidik bahwa tersangka tidak akan mengulangi perbuatannya

 Baca Indofood...Hal 35

BANYUWANGI - Angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Banyuwangi ternyata masih tinggi. Selama tahun 2012, di Bumi Blambangan sedikitnya terjadi 60 kasus kekerasan yang menimpa perempuan dan anak. Fakta itu terung kap dalam so sialisasi Pera turan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2011 tentang per lin dungan perempuan dan anak korban kekerasan dan SIGIT HARIYADI/RaBa perdagangan Farida Hanum ma nusia di Banyuwangi kemarin (27/2). Sosialisasi tersebut sengaja digelar Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPP dan KB) Banyuwangi agar segenap elemen masyarakat dan seluruh instansi terkait mampu mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak n

Alasan Penangguhan (Tahanan Kota)

Kewajiban Para Tersangka 1.Meski beralamat di Jember, Dwinta dan Riskiyanto harus berada di Banyuwangi 2.Wajib lapor setiap pekan.

GRAFIS: ZAKARIA/RaBa

Jatah Kursi Legislatif Per Dapil

DAPIL I Wilayah: Kecamatan Wongsorejo, Kalipuro, Banyuwangi, Giri, Glagah, dan Licin Pemilu 2009: 11 Kursi Pemilu 2014: 11 Kursi DAPIL II Wilayah: Kecamatan Kabat, Rogojampi, Singojuruh, dan Songgon Pemilu 2009 : 9 Kursi Pemilu 2014: 8 Kursi DAPIL III Wilayah: Kecamatan Srono, Muncar, Tegaldlimo,

dan Cluring Pemilu 2009: 11 Kursi Pemilu 2014: 11 Kursi DAPIL IV Wilayah: Kecamatan Purwoharjo, Bangorejo, Gambiran, Tegalsari, Pesanggaran, dan Siliragung Pemilu 2009: 10 Kursi Pemilu 2014: 10 Kursi DAPIL V Wilayah: Kecamatan Sempu, Genteng, Glenmore, dan Kalibaru Pemilu 2009: 9 Kursi Pemilu 2014: 10 Kursi SUMBER: KPU Banyuwangi

ADA APA LAGI

Kursi Dapil II Menyusut BANYUWANGI - Para bakal calon anggota legislatif (bacaleg) yang hendak bertarung dari daerah pemilihan (dapil) II tampaknya harus semakin fight dalam memperebutkan kursi di DPRD Banyuwangi. Sebab, peluang mereka menjadi wakil rakyat Bumi Blambangan semakin kecil. Itu terjadi lantaran pada Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif 2014 mendatang, jumlah kursi DPRD

yang diperebutkan di dapil II menyusut dibanding pada Pemilu 2009 lalu. Susutnya kursi dari dapil II itu terungkap saat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi menggelar rapat koordinasi bersama Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) dan pengurus partai politik (parpol) Selasa lalu (26/2). Rapat koordinasi yang dilangsungkan di kantor KPU di

Jalan KH. Agus Salim, Banyuwangi, tersebut merupakan tindak lanjut dari sosialisasi yang dilakukan KPU di Hotel Tanjung Asri, Kecamatan Giri, pekan lalu (19/2). Ketua KPU Banyuwangi, Syamsul Arifin mengatakan, dalam rapat sosialisasi pekan lalu pihaknya menyerahkan daftar isian kepada para pengurus parpol, termasuk simulasi dapil dalam Pemilu 2014 n  Baca Kursi...Hal 35

Dua LCT Bakal Ramaikan Rute Jawa-Bali KALIPURO - Kepadatan aktivitas kapal penyeberangan Ketapang-Gilimanuk segera bertambah. Dua unit kapal baru segera beroperasi melayani penyeberangan yang menghubungkan pulau Jawa dan Bali tersebut.

Saat ini, penyeberangan KetapangGi li manuk dilayani 37 armada. Rinciannya, 24 kapal motor penumpang (KMP) jenis roll-on roll-off (Ro-Ro) dan 13 unit kapal jenis landing craft machine (LCT). Dua ka pal baru itu saat ini sudah

tiba di Ba nyuwangi dan kini sudah san dar di dermaga Pangkalan TNI AL. Satu unit kapal sudah tiba satu bulan lalu, dan satu unit lagi baru da tang satu ming gu lalu n

MERAH: Kapal LCT Perkasa Prima S sandar di dermaga Pangkalan TNI AL Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, kemarin.

 Baca Dua...Hal 35

SIGIT HARIYADI/RaBa

MENUNDUK: Suwarno (kiri) dan Rahmat beserta ratusan butir pil trex diamankan di Mapolres Banyuwangi kemarin.

Gagalkan Transaksi Pil Koplo di GOR GIRI - Pengedar pil koplo tak pilih-pilih lokasi dalam bertransaksi. Kawasan untuk olahraga pun bisa menjadi lokasi transaksi. Nah, Selasa malam lalu (26/2) polisi berhasil meng gagalkan transaksi ratusan butir pil trihexyphenidyl (trex) di kawasan GOR Tawang Alun, Kecamatan Giri, Banyuwangi. Awalnya, petugas menciduk Rahmat Eko Yulianto, 23, warga Dusun Sukolilo, Desa Sukomaju, Kecamatan Srono, di pintu selatan GOR Tawang Alun. Petugas menemukan barang bukti (BB) berupa 372 butir pil trex dari tangan pemuda yang bekerja sebagai makelar ponsel tersebut. Saat diinterogasi di lokasi penangkapan, Rahmat mengaku mendapatkan pil koplo itu dari pria asal Kecamatan Muncar, yakni Suwarno. Personel Satnarkoba Polres Banyuwangi pun langsung melakukan pengejaran. Tanpa kesulitan berarti, petugas berhasil menciduk Suwarno, 27. Kuli bangunan asal Dusun Sidomulyo, Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar, itu berada tak jauh dari kawasan GOR Tawang Alun. Satu unit ponsel yang diduga kuat dijadikan media transaksi trex diamankan dari tangan Suwarno. Tanpa banyak basa-basi, petugas menggelandang Rahmat dan Suwarno ke Mapolres  Baca Gagalkan...Hal 35 Banyuwangi n http://www.radarbanyuwangi.co.id

GALIH COKRO/RaBa

Mengupas Kunci Kemenangan Persewangi dalam Laga Tandang di Madiun

Jalin Kekompakan dengan Game Menggambar Pohon Spirit dan motivasi diberikan manajemen Persewangi kepada para pemain sebelum laga kontra Madiun Putra Senin lalu (25/2). Bukan janji bonus besar yang diberikan seperti kebanyakan tim umumnya. Seperti apa bentuk motivasi yang diberikan? Berikut catatan NIKLAAS ANDRIES yang baru datang dari Madiun. UDARA pagi di Kota Madiun Senin lalu (25/2) cukup hangat. Aktivitas di Hotel Pondok Indah, tempat pemain dan ofisial Persewangi menginap, sudah riuh dengan ragam kegiatan. Mulai pukul 07.00, jajaran pelatih sudah menggiring Zaenal Ichwan

dkk menuju alun-alun kota yang hanya berjarak 200 meter dari penginapan. Olahraga ringan dilakukan pemain Persewangi sebelum menghadapi tim tuan rumah, Madiun Putra. Joging, peregangan otot, dan sekadar duduk di kursi taman pun dilakukan. Diselingi canda dan tawa, pemain tampak enjoy menikmati suasana pagi itu. Lebih-kurang 30 menit beraktivitas di sana, seluruh pemain yang berjumlah 22 orang itu pun kembali ke penginapan. Usai berbenah diri dan sarapan, para pemain menuju sebuah ruangan di lantai dasar hotel. Di ruangan berukuran 5 meter x 4 meter itu tampak pihak manajemen dan pengurus Persewangi. Pelatih Persewangi Bagong Iswahyudi dan asisten Mohamad Hasan juga tampak di antara para pemain.

Indofood siap tampung gula merah Banyuwangi tanpa batas Ayo gotong-royong merahkan gula Banyuwangi menjadi lebih baik

Jatah kursi dapil II menyusut Yang tak puas, boleh pesan sendiri kursi bambu di Gintangan

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

STARTER: Skuad Persewangi pada laga kontra Madiun Putra di Stadion Wilis.

Rapat yang dimulai pukul 09.00 itu bisa dibilang rapat kecil biasa. Itu lumrah dilakukan, seperti yang dilakukan semua tim saat akan me-

lakoni pertandingan. Sebab, di rapat kecil itulah komposisi pemain yang akan menjadi line up ditentukan n  Baca Jalin...Hal 35

email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com


26

Kamis 28 Februari 2013

Harga Daging Ayam Turun

CERMIN DIRI

Beda Nasib Maling Ayam dan Tersangka Korupsi BERITA Jawa Pos Radar Banyuwangi edisi hari ini sungguh menggambarkan fenomena problem hukum di Indonesia. Lihat saja di Halaman Radar Genteng, ada berita kasus pencurian ayam di Dusun Kedungdandang, Desa Tapanrejo, Kecamatan Muncar. Dalam kejadian tersebut, si maling ayam kampung itu bernasib kurang beruntung. Aksi pencurian tersebut diketahui sang pemilik ternak. Melihat ayamnya hilang, korban berusaha mencari sang biang kerok. Banyak warga yang keluar rumah untuk mencari pelaku. Usaha itu tidak sia-sia, karena beberapa saat kemudian pelaku berhasil ditangkap. Maling itu tepergok membawa tiga ekor ayam kampung dan sebilah celurit. Hal itu membuat warga semakin emosi. Tanpa dikomando, warga langsung menghakimi pencuri itu. Maling tersebut pun babak belur jadi bulanbulanan warga. Beruntung, polisi segera datang ke lokasi kejadian usai menerima laporan terkait pencurian dengan kerugian Rp 150 ribu itu. Sementara itu, nasib berbeda dialami tiga tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan gedung poliklinik RSUD Genteng. Setelah ditahan sejak 18 Januari 2013 lalu, tiga tersangka kasus tersebut akhirnya keluar dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banyuwangi. Meski kasus dengan estimasi kerugian negara Rp 215 juta tersebut jalan terus, tapi status tiga tersangka berubah menjadi tahanan kota. Dengan status tahanan kota tersebut, tiga tersangka kasus RSUD Genteng itu hanya wajib lapor setiap pekan. Dua dari tiga tersangka itu memang beralamat di Jember, tapi dengan status tahanan kota yang ditetapkan Kejari Banyuwangi, mereka wajib tinggal di Banyuwangi. Memang, persoalan beda perlakuan yang diterima tersangka kasus tindak pidana korupsi dan kasus pencurian ayam bisa dibilang adalah hal yang klise. Sejak dulu nasib maling ayam memang sangat tidak beruntung. Dengan estimasi nilai kerugian Rp 150 ribu, si maling benjut karena harus berhadapan dengan massa yang sudah emosional. Selain itu, peluang maling ayam mendapatkan status tahanan kota sangat kecil. Sementara itu, kasus dugaan korupsi dengan kerugian Rp 215 juta ternyata mendapat perlakuan jauh lebih baik daripada tersangka maling ayam. Dengan status tahanan kota, mereka masih bisa melakukan berbagai aktivitas di luar sel. Sebaliknya, sang maling ayam tetap mendekam di dalam sel, dan titel “maling ayam” tetap melekat dan tidak akan hilang meskipun seandainya ayam yang dicuri itu sudah dikembalikan. Bukan begitu? (*)

BANYUWANGI - Di tengah tren lonjakan harga sejumlah jenis bumbu masakan, harga daging ayam ras justru cenderung turun. Sejak tiga hari terakhir, harga daging ayam ras turun dari Rp 28 ribu per Kilogram (Kg) menjadi Rp 25 ribu per Kg. Susi, 33, pedagang di Pasar Banyuwangi mengatakan, penurunan harga daging ayam ras itu terjadi lantaran harga beli kepada pemasok turun. “Sudah tiga hari terakhir harga daging ayam ras turun,” ujarnya. Meski demikian, Susi mengaku penurunan harga daging ayam ras tersebut tidak berdampak signifikan terhadap kuantitas pembelian konsumen. “Meski harga turun, pembelian konsumen cenderung tetap. Rata-rata per hari saya hanya menjual 50 Kg

daging ayam ras,” paparnya. Ain, 40, konsumen asal Kampung Melayu, Kecamatan Banyuwangi, mengaku bersyukur atas turunnya harga daging ayam ras tersebut. “Mudah-mudahan harga daging ayam ras turun lagi hingga mencapai Rp 18 ribu per Kg seperti sebelum Idul Fitri,” ujarnya. Perempuan yang bekerja sebagai penjual nasi pecel itu menambahkan, penurunan harga daging ayam ras tersebut membuat modal yang harus dia keluarkan turun. Akibatnya, keuntungan yang dia peroleh meningkat. “Kalau harga daging ayam naik, saya susah. Apalagi, saat ini beberapa jenis bumbu mengalami peningkatan harga. Sebab, harga per porsi nasi pecel tidak mungkin saya naikkan,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

AGENDA KOTA

Malam Ini Pengajian Hajad MASJID Agung Baiturrahman (MAB) Banyuwangi kembali menggelar pengajian hajad malam (28/2). Rencananya, pengajian akan dimulai setelah salat Isak atau sekitar pukul 19.00. Hadir sebagai pembicara KH Ali Makki Zaini. (*)

EKONOMI

GALIH COKRO/RaBa

Trotoar Penuh Lubang KONDISI trotoar di Jalan MH. Thamrin, Banyuwangi, ini sungguh memprihatinkan. Betapa tidak, banyak beton penyusun trotoar yang raib. Akibatnya, trotoar yang seharusnya menjadi jalur pedestrian sekaligus sebagai

pelindung para pejalan kaki itu justru tidak bisa dilewati. Kalau nekat melintasi trotoar dekat Tempat Pemakaman Umum Bendo itu, pejalan kaki bisa kecemplung selokan dan bisa terluka. Kapan diperbaiki? (gal/c1/bay) SIGIT HARIYADI/RaBa

LEBIH MURAH: Penjual daging ayam ras menjajakan dagangan di Pasar Banyuwangi.

Kucurkan Rp 10 M Kredit Usaha Gakin BANYUWANGI - Warga miskin (gakin) di Bumi Blambangan mendapat kesempatan bangkit dari keterpurukan. Pihak perbankan mulai memberikan akses kepada warga miskin untuk mendapatkan fasilitas kredit usaha. Yang menarik, kredit modal usaha untuk gakin tersebut bisa diajukan tanpa agunan (jaminan). Setiap nasabah kredit bisa mendapat alokasi kredit sebesar Rp 2 juta. “Kredit ini kami khususkan usaha mikro dan kelompok masyarakat yang belum bankable. Kami menyediakan dana Rp 10 miliar,” ujar Direktur Utama Bank Jatim Hadi Sukrianto Senin lalu (25/2). Untuk mendapatkan kredit itu, lanjut Hadi, warga miskin harus membentuk kelompok usaha yang beranggota sepuluh hingga 20 orang. Usaha yang dilakukan harus usaha produktif yang bisa mendorong peningkatan kesejahteraan kelompok. Jangka waktu pengembalian kredit adalah tiga tahun. Bupati Abdullah Azwar Anas menyambut baik peluncuran kredit tersebut. Dia berharap, kredit lunak itu dapat mendorong ekonomi masyarakat menjadi bangkit dan berkesempatan maju. “Harapan kami, kredit ini bisa diarahkan ke kantong-kantong kemiskinan di Banyuwangi,” ujarnya. (afi/c1/bay)

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Benny Siswanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho, Mega Dwi P. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Windyah Sari. Pemasaran: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Samsuri (Situbondo). Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/ Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. J

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

J

Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.

J

Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


27

Kamis 28 Februari 2013

KEBAKARAN

Kronologi Tertangkapnya

Korsleting, Atap Rumah Ludes GENTENG - Diduga akibat korsleting listrik, atap rumah Ismiati, 50, warga Dusun Krajan, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, terbakar kemarin sore. Meski tak menyebabkan korban jiwa, tapi kejadian tersebut menyebabkan kerugian sekitar Rp 3 juta. Diperoleh keterangan, kebakaran tersebut terjadi pukul 14.30 ketika korban bersama anaknya, Suharminingsih, duduk di teras depan rumah. Setelah itu, Suharminingsih masuk ke dalam rumah dengan tujuan mendirikan Salat Asar. Saat itulah dia melihat asap mengepul dari atap rumah bagian dalam. “Setelah dicek, plafon rumahnya sudah terbakar,” kata Kapolsek Genteng, Kompol Riamun. Melihat hal itu, kontan Suharminingsih histeris. Dia berteriak minta tolong kepada para tetangganya agar membantu memadamkan api. Beruntung, tak lama kemudian, sebuah mobil pemadam kebakaran (PMK) datang ke tempat kejadian perkara untuk memadamkan api. Tak lama kemudian, api berhasil dipadamkan. Meski demikian, beberapa barang milik korban tak bisa diselamatkan. Busa yang dipasang di atas plafon sebagai pendingin udara juga terbakar. “Dugaan sementara, kebakaran itu terjadi akibat korsleting listrik,” tandas Riamun. (azi/c1/aif)

Maling Ayam 1

3

4

Riyono pun berusaha melacak jejak pelaku pencurian. Dibantu warga dia berusaha mengejar pencurinya.

Pukul 23.30, Sutrisno masuk kandang ayam milik Riyono di Dusun Kedungdandang, Desa Tanapanrejo, Muncar. Dia menggondol tiga ekor ayam kampung.

Tak jauh dari rumahnya, Riyono memergoki pelaku membawa tiga ekor ayam sambil mengacungkan celurit

5

po p e k...p to ok k.. ... !!!

Tanpa dikomando, warga langsung menghajar Sutrisno hingga mengalami memar di wajahnya. Malam itu juga pelaku pencurian ayam itu diserahkan ke Mapolsek Muncar.

Ko ok

...!

!!

2 Mendengar suara gaduh di kandang, Riyono berusaha mengecek ayamnya. Benar juga, ternyata tiga ekor ayamnya tidak ada di tempat.

TERMINAL WIROGUNO

ZAKARIA/RaBa

Maling Ayam Digebuki Massa MUNCAR - Kasus pencurian hewan (curwan) kembali terjadi di Dusun Kedungdandang, Desa Tapanrejo, Kecamatan Muncar. Kali ini bukan sapi yang raib, melainkan ayam kampung. Beruntung, pelaku pencurian ayam itu berhasil dilumpuhkan warga. Maling nahas itu adalah Sutrisno bin Dan, 35. Warga Dusun/Desa Kedungringin, Kecamatan Muncar, tersebut menderita luka di beberapa bagian tubuhnya akibat amukan warga. Aksi pencurian ayam itu dilakukan Sutrisno pukul 23.30 Senin lalu (25/2). Dia mengembat tiga ekor ayam milik Riyono, 32, warga setempat. Kasus tersebut terungkap saat korban mendengar gaduh di kandang ayam depan rumahnya. Takut terjadi apa-

ABDUL AZIZ/RABA

LIAR: Sejumlah anak muda trek-trekan di Terminal Wiroguno, Genteng, kemarin sore.

Jadi Ajang Indehoi dan Balap Liar GENTENG - Setelah beberapa bulan steril dari aktivitas, terminal bus Wiroguno di Desa Setail, Kecamatan Genteng, kembali menjadi ajang indehoi dan balap liar. Seperti terlihat kemarin siang, beberapa anak baru gede (ABG) bebas masuk ke area Terminal Wiroguno. Mereka balap motor bersama beberapa rekannya di lokasi tersebut. Selain para ABG yang terlihat balap liar, di sejumlah sudut terminal yang mangkrak itu juga bisa ditemui beberapa pasang pria dan wanita dewasa yang sedang indehoi. Bila dilihat dari usianya, kemungkinan mereka bukan ABG yang sedang pacaran, melainkan—patut diduga—pasangan selingkuh. Mengapa mereka bisa dengan mudah masuk ke area terminal? Usut punya usut, ternyata palang pintu sebelah selatan mudah dibuka, sehingga warga bisa masuk. Kondisi itu tentu berbeda dengan beberapa bulan sebelumnya. Demi menghindari penyalahgunaan fungsi terminal, Dinas Perhubungan Banyuwangi memasang palang yang tidak bisa dibuka. (azi/c1/aif)

KECELAKAAN

Warga Banyuputih Kecelakaan di Gambiran GAMBIRAN - Tanpa sebab yang jelas, Daniel Yui Hermawan, pengemudi Honda Tiger bernopol L 3050 ZN, mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Jajag, Dusun Jatisari, Kecamatan Gambiran, kemarin. Saat mengalami kecelakaan, warga Desa Banyuanyar, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, itu sedang membonceng seorang perempuan bernama Siti Aisyiah, 35, warga Dusun Krajan, Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran. Kanitlantas Genteng Ipda Sumono mengatakan, belum diperoleh keterangan secara pasti terkait penyebab kecelakaan tunggal tersebut. Pagi itu petugas Pos Lantas Genteng menerima laporan ada kecelakaan motor yang menyebabkan sang pengemudi meninggal dunia. Akibat kecelakaan itu, Daniel mengalami luka berat di beberapa bagian tubuh. Dia meninggal di lokasi kejadian. Sementara itu, Siti menderita patah tulang kaki. Perempuan tersebut langsung dilarikan ke RSUD Blambangan, Banyuwangi. Lanjut Sumono, berdasar keterangan para saksi di TKP, pagi itu mereka naik motor dari arah barat ke timur dengan kecepatan sangat tinggi. Sesampai di tikungan, korban diduga tidak bisa menguasai kendaraan sehingga menabrak beton. “Bagian depan motor rusak parah, dan sang pengemudi meninggal dunia di TKP,” tandas Sumono. (azi/c1/aif)

DITAHAN: Kapolsek Kompol Ary Murtini menunjukkan sebilah celurit yang dibawa Sutrisno saat beraksi di Dusun Kedungdandang, Desa Tapanrejo, Kecamatan Muncar. ALI NURFATONI/RaBa

apa, Sutrisno langsung mengecek kandang ayam tersebut. Ternyata sejumlah ayam miliknya sudah raib. Melihat ayamnya hilang, korban berusaha mencari sang biang kerok. Banyak warga yang keluar rumah untuk mencari pelaku. Usaha itu tidak sia-sia, karena beberapa saat kemudian pelaku berhasil ditangkap. Pelaku tepergok membawa tiga ekor ayam kampung dan sebilah celurit. Hal itu membuat warga semakin emosi. Tanpa dikomando, warga langsung menghakimi Sutrisno. Beruntung, polisi segera datang ke lokasi kejadian usai menerima laporan. ‘’Pelaku langsung kita tahan,” kata Kapolsek Muncar Kompol Ary Murtini. Kasi Humas Aiptu Putu Ardhana menambahkan, pelaku mengakui telah melakukan pencurian. Semua barang bukti sudah diamankan. ‘’Sekarang masih dalam proses penyidikan. Korban mengalami kerugian Rp 150 ribu,” tandasnya. (ton/c1/aif)

Fasilitas Puskesmas Perlu Pembenahan TEGALDLIMO - Sejumlah puskesmas yang tersebar di beberapa desa di Kecamatan Tegaldlimo perlu dibenahi. Sebab, banyak fasilitas yang rusak. Tentu saja hal itu membuat pelayanan medis kurang maksimal. Puskesmas Desa Kedungwungu, misalnya. Satu unit mobil ambulans tidak layak dioperasikan. Bayangkan, semua pintu mobil milik pemerintah itu sudah rusak. Padahal, mobil tersebut sangat penting saat kondisi emergency. Diperoleh keterangan, mobil itu mulai digunakan puskesmas setempat tahun 1992 silam. Itu pun mobil bekas. ‘’Mobil ini dulu dari Puskesmas Jajag,” ungkap kepala puskesmas setempat, Budi Kasiyono. Selain terkendala mobil, bangunan puskesmas

tersebut juga rusak. Beberapa kayu pintu sudah keropos. “Ya kondisinya memang seperti ini,” ujar Budi. Kondisi yang sama juga terjadi pada bangunan Puskesmas Desa Tegaldlimo. Atap bangunan kantor yang berada di belakang kantor Kecamatan Tegaldlimo itu rusak. Selain itu, rumah dinas (rumdin) dokter puskesmas kondisinya cukup memprihatinkan, misalnya toilet tidak ada. Karena itu, rumdin tersebut sudah lama tidak difungsikan. Padahal, anggaran yang telah dikeluarkan mencapai puluhan juta rupiah. Selain itu, bangunan tersebut juga tidak dilengkapi pagar. Hal itu

yang memicu terjadinya pencurian. Sejauh ini, empat sepeda motor melayang saat diparkir di puskesmas tersebut. ‘’Dua motor milik pegawai dan dua lainnya milik pasien,” ungkap Kepala TU Puskesmas Desa Tegaldlimo, Seno. Ke pala Puskesmas Desa Tegaldlimo Budi Kasiyono mengatakan, pihaknya sudah mengajukan proses perbaikan tahun ini melalui musrenbagcam. ‘’Sudah kita usulkan, semoga bisa dibangun. Kita memang butuh pagar,” pintanya n Baca Fasilitas...Hal 35

JALAN RUSAK

ALI NURFATONI/RaBa

RUSAK: Zainal Arifin Salam (kanan) menunjukkan kantor Puskesmas Desa/Kecamatan Tegaldlimo.

Secara pribadi, perseteruan warga dan para pejabat desa itu harus segera diakhiri. Harus segera dilakukan islah.” Heri Subagio Kasun Cantuk Lor ALI NURFATONI/RaBa

Perangkat Desa Sambut Baik Islah SINGOJURUH - Polemik terkait perusakan kantor Desa Cantuk, Kecamatan Singojuruh, belum sepenuhnya tuntas. Meski begitu, sejumlah perangkat Desa Cantuk menyambut baik niat warga untuk berdamai. Seperti diketahui, warga yang kontra Kepala Desa (Kades) Masbudi sudah mengisyaratkan islah terkait baku hantam yang terjadi pada Minggu siang lalu itu (24/2). Hal itu diungkapkan Fauzi, salah satu pentolan warga Dusun Cantuk Lor. Rencana islah itu dianggap langkah positif terkait kelangsungan program pemerintah desa setempat. Bahkan, Camat Singojuruh Nanik Machrufi dan

Kapolsek AKP Maspud mengapresiasi langkah tersebut. ‘’Memang itu yang kami harapkan,’’ kata Nanik Machrufi. Untuk merealisasikan itu, Muspika Singojuruh akan segera mengambil tindakan. Dalam waktu dekat, semua warga yang terlibat akan dikumpulkan. “Kita masih menunggu keputusan rapat antaran kades dan BPD. Malam ini mereka masih rapat membahas usulan islah,” ujar Nanik kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin. Langkah itu sebagai wujud komitmen agar pelaksanaan program pemerintah bisa berjalan dengan baik n Baca Perangkat...Hal 35

Naik Empat Bus, Belajar Jurnalistik ALI NURFATONI/RaBa

GANGGU KENDARAAN: Jalan berlubang di pertigaan Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, kemarin.

Berubah Jadi Kubangan SINGOJURUH - Jalan rusak masih menghiasi sejumlah jalan di Banyuwangi. Rusaknya jalan tersebut disinyalir akibat hujan yang berlangsung secara terus-menerus akhir-akhir ini. Salah satunya tampak di pertigaan Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh. Di lokasi itu, jalan seolah-olah berubah menjadi kolam. Betapa tidak, kubangan air akibat guyuran hujan masih membekas hingga kemarin. Tentu saja, kondisi itu menyebabkan arus kendaraan terganggu. Banyak pengendara roda dua terpaksa melewati sisi kanan jalan. Tindakan itu semata-mata demi menghindari kubangan. Jika jalan tersebut tidak segera diperbaiki, bukan tidak mungkin akan menimbulkan petaka. Bagaimana ini? (ton/c1/aif)

BANYUWANGI - Redaksi Jawa Pos Radar Banyuwangi kedatangan tamu istimewa kemarin. Tamu itu adalah rombongan SMA Negeri 1 Muncar. Rombongan berjumlah sekitar 200 orang itu berangkat dari Muncar menuju Banyuwangi menggunakan empat bus. Rombongan pelajar tersebut didampingi wakil kepala sekolah, dewan guru, dan komite sekolah. Kunjungan ke kantor Radar Banyuwangi yang beralamat di Jalan Yos Sudarso 89 C, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, itu dalam rangka melihat langsung proses pembuatan koran. Mereka ingin berguru langsung terkait teknik hunting berita hingga proses lay out koran. ”Selain belajar membuat koran, kunjungan kali ini

juga bertujuan meningkatkan pengetahuan dan penguasaan bahasa Indonesia,” ujar Kasianto Idris, Spd, guru yang ikut mendampingi siswa. Lantaran jumlah siswa cukup banyak, hanya perwakilan kelompok yang bisa berdialog dengan awak redaksi Radar Banyuwangi. Dalam dialog yang berlangsung di Seblang Room itu, mereka mendapat penjelasan seputar pembuatan koran dari Direktur RaBa A. Choliq Baya dan Redaktur Pelaksana Syaifuddin Mahmud. Siswa sangat antusias bertanya seputar berita, pemasaran, hingga iklan. ”Kami berencana mengundang kru Radar Banyuwangi untuk mengisi pelatihan jurnalistik,” tandas Kasianto didampingi komite SMAN 1 Muncar, Suyoto. (c1/aif)

GALIH COKRO/RaBa

TANYA-JAWAB: Perwakilan siswa-siswi SMAN 1 Muncar mendengarkan penjelasan seputar jurnalistik dari Direktur RaBa Choliq Baya di Seblang Room siang kemarin.


28

Kamis 28 Februari 2013

Tahun ini, Persewangi berlaga di dua kompetisi Divisi Utama berbeda afiliasi. Satu tim berkompetisi di bawah PT Liga Indonesia (LI), satunya bernaung di PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS). Ayo beri dukungan, kritik, dan saran agar kedua tim tersebut mampu meraih prestasi maksimal. Kirim tulisan Anda melalui SMS ke nomor 087857488787. Tulisan dilarang menghujat, menyerang, dan menghina personal.

Jangan Sampai Kalah Lagi Ayo tunjukkan tajimu. Libas habis musuh-musuhmu. Jangan sampai kalah lagi. Persewangi Laros Jenggirat Tangi santet musuhmu. Laros Genteng, 081934869431

Sampai Akhir Hayat Tidak peduli ada dualisme Persewangi. Tidak perduli ada dualisme PSSI. Yang penting kita Suporter Laros Jenggirat memiliki satu tekat yang sama, dukung Persewangi sampai akhir hayat kami. Satnet Pengkolan Anker, 087806523339 NIKLAAS ANDRIES/RaBa

Kembali dengan Kemenangan

MEMBELUDAK: Suasana seleksi calon skuad Persewangi Futsal proyeksi Porprov 2013 di Lapangan Futsal Dadapan, Selasa malam (26/2).

Ayo Persewangi, hadapi lawan dengan gagah berani. Datangi kandang lawan dengan senyuman, pulang kembali dengan kemenangan. Syam, 087806516887

Hari Pertama Diikuti 50 Pemain

Beri Fasilitas Persewangi Kita harus bangga jadi Laros, mendukung, bersorak, dan ada untuk Persewangi. Memberikan semangat untuk Persewangi. Jok isin dadi Laros. Lare Osing ya dukung klub sepak bola Banyuwangi. Kalau bupati memang orang Banyuwangi ya harus memberikan fasilitas untuk Persewangi. Handy Jagster, 087755918357

Festival Habiskan Miliaran Pak Anas perlu mendukung dan membangun Persewangi. Beliau bisa bikin even Harjaba, BEC, Tour de Ijen, Festival Kuwung sampai Endog-endogan, yang menghabiskan miliaran rupiah, untuk menyenangkan warga Banyuwangi. Sekarang saatnya Pak Anas ikut membantu tim Persewangi agar lebih hebat dan disegani lawan-lawannya, agar Laros semakin cinta. Ayo bupati saatnya gaunge satrio Blambangan. @NdromeD@ - 087857347560

Selalu Mendukungmu Ayo Persewangi, semangat 45. Kita semua mendukungmu, I Luphe You Persewangi Dhenoek Debloenk Muncar, 087755757083

Seleksi Tim Persewangi Futsal BANYUWANGI - Kerangka tim Persewangi Futsal proyeksi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2013 mulai terbentuk. Dalam seleksi hari pertama di lapangan futsal Griya Dadapan Indah Selasa malam (26/2),

sedikitnya 50 pemain dari berbagai klub ikut seleksi. Manajer Persewangi Futsal Bobby Mulya Kusuma mengatan, seleksi dipimpin langsung oleh pelatih kepala Iwan Setyawan. Dia merupakan pelatih asal Surabaya yang akan menjadi taktikan Persewangi Futsal di Porprov 2013. “Dia sudah memilih komposisi pemain,” katanya.

Kapasitas Iwan sebagai pelatih tidak perlu diragukan. Dia merupakan pelatih tim futsal Green Army. Di tangannya, Green Army mampu juara dalam Kit Futsalismo Region Surabaya. Di level nasional, Green Army menempati posisi ketiga Kit Futsalismo. Dalam seleksi tersebut, Iwan menyatakan potensi pemain futsal Banyuwangi beragam. Di hari pertama, dia

melihat ada beberapa pemain yang memiliki skill lumayan. “Bakat dan kemampuan dasar sudah bagus. Kini tinggal kemampuan lain,” katanya. Proses seleksi dijadwalkan berlangsung hingga malam nanti. Ada 20 pemain yang masuk dalam penjaringan tahap awal. Berikutnya, mereka akan disaring lagi lewat pemusatan latihan. (nic/c1/als)

Cari Lawan, Bidik Jembrana dan Probolinggo Uji Coba Skuad Basket BANYUWANGI - Persiapan serius mulai digenjot tim bola basket Banyuwangi. Jelang babak kualifikasi Porprov 2013 yang akan digelar akhir April mendatang, tim basket putra dan putri Banyuwangi mulai mempersiapkan diri, salah satunya agendakan uji coba.

Ketua Perbasi Banyuwangi, Edi Lukisanto mengatakan, uji coba menjadi agenda pasca seleksi pemain. Dalam waktu dekat, tim bola basket porprov Banyuwangi berencana uji kemampuan lewat serangkaian uji coba. Sejumlah tim sudah masuk dalam daftar bidikan jajaran pelatih. Edi menambahkan, Perbasi masih

melakukan penjajakan dan komunikasi dengan sejumlah tim, di antaranya tim bola basket Kabupaten Jembrana, Bali. Selain tim asal Pulau Dewata tersebut, Perbasi juga tengah melakukan pembicaraan dengan tim Probolinggo untuk sparing di atas lapangan. Uji coba tersebut paling cepat dilakukan Maret. “Kami sudah agendakan uji

coba. Sejauh ini baru Jembrana yang dibilang oke. Probolinggo juga masih dalam penjajakan,” bebernya. Edi berharap uji coba tersebut bisa mengangkat performa tim putra dan putri. Sebab, misi besar Perbasi adalah tim Banyuwangi harus lolos ke babak utama Porprov IV Madiun mendatang. (nic/c1/als)

• Isuzu Phanter ‘96 •

• Isuzu Phanter ‘97 •

• Isuzu Phanter ‘94 •

DijualIsuzu Panther tahun 1996tbr52 bfsr AC dobel warna hitam, harga 65 juta nego, bisa tukar tambah, hubungi: 081335897888

Dijual cepat Isuzu Panther 2.5 tahun 97 hijau metalik, barang istimewa, harga Rp. 75 juta, hubungi 081234668744

Dijual Phanter tipe Isuzu / tbr 52 pric 1994 merah, Rp 62.5 juta nego tukar tambah, HP 08214294111/081335897888

• Suzuki Swift ‘09 •

• Kijang LX ‘04 •

• Toyota Avanza ‘04 •

Dijual Suzuki Swift silver manual 2009 Rp 130juta nego cash&credit,. tukar tambah HP 08123453975

Dijual Kijang LX KF80 STD tahun 2004, hitam metalik, harga 110 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Avanza 1.3 F60IRM tahun 2004 hijau metalik, harga 115 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Grand Livina ‘08 •

• Grand Max ‘10 •

• Suzuki Splash ‘10 •

• Toyota Avanza ‘07 •

Dijual Grand Livina XV 1.5 MT tahun 2008 hitam metalik, harga 145 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

DijualGrand Max S40 IRV ZMDEJJ HJ tahun 2010 hitam, harga 95 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual SuzukiYV4 1.2 RHD Splash GL 2010 abu-abu metalik, harga 117,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Dijual Toyota Avanza1.3G tahun 2007 akhir silver metalik, harga 132 juta nego, barang istimewa, hubungi 085331072175

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Rumah Tengah Kota •

• Pengepul Karet Alam •

• Toko + Rumah Genteng •

• STNK •

Jual cepat murah rumah tengah kota Jl.letjen Sutoyo 087851295602

Dicari Petani/Pengepul karet alam. Hubungi 082338833778/0321 513700

Hlg STNK Nopol P 9086 VD, an. Handoko Saputro. Krajan RT02/01 Gitik Rogojampi

• Rumah Banyuwangi •

• Rumah Sukowidi •

Djl Toko+rumah tkt2, full prabot, strtgs. Jl. Kembar Lt 310/490m2, uk. 10x31m, marmer, ksn jati, Tk Sriwijaya Jl. Gajahmada 274 Gtg-Bwi. H. Sugiarto, 081233499888, 03170338181

Hilang STNK Nopol P 3507 XM, an. Sutrisno, Perum Sutri blok D-30 RT02/03 Sobo Hilang STNK Nopol P 4360 YY, an. Iron Suprayogi, Krajan Timur 01/02 Singojuruh Hilang STNK Nopol P 5917 XT, an Kukuh Ardiatmo, Dsn Krajan RT 03/09 GentengWetan

BANYUWANGI • Karyawan Toko/SPB• Djl rumah L 10X15 = 150M2 lok Banyuwangi, utara pbrik ES, bs dibeli dg cash/ kredit dan juga bisa di sewa hrg nego hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual rumah, LT 170m2, LB 100m2, Jl. Tidore 3 Sukowidi, SHM, harga nego, hubungi 081249708539, 081934726317

• Rumah Desa Balak •

• Rumah Kebalenan •

Butuh Karyawan toko/SPB, pria islam max 30th, min D3 penampilan menarik & jujur komunikatif, tanggung jawab, copy ijasah & IP komulatif, copy KTP, foto 4x6, Toko Indah Karya Jl. Basuki Rahmat 68 Banyuwangi

SITUBONDO • STNK • Hilang STNK Nopol P 3303 EF, an. Sri Ice Murdiyati, Panji Permai M-6 02/21 Mimbaan

BANYUWANGI • Toyota Starlet ‘94 • Dijual 1 unit Toyota Starlet ‘94 merah metalik Rp 53,5 Juta Hub: 085646477168

Djl tanah + bangunan L 4x8=32m2 + 10 x 15 = 150m2, bisa dibeli dgn cash/kredit & juga bs disewa, SHM, Lok Ds Balak, hrg nego, H: (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Djl rumah lok Kebalenan di Jl. Raya Rogojampi/ Genteng, L10 x15=150m2, SHM, bs dibeli dg cash atau kredit & jga bsa disewa, hrg nego. Hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

PEMBERITAHUAN Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhati-hati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak ber tanggungjawab atas semua


33

Rabu 27 Februari 2013

PILKADA

Laporan Harta Kekayaan Bacabup Belum Lengkap

Mayat Gosong Mahasiswa Unej Identitas Terkuak Setelah Orang Tua Kenali Baju Korban

LUMAJANG – Persyaratan bakal calon bupati dan wakil bupati yang sudah mendaftar ke KPU Lumajang sampai kemarin belum komplit. Yang paling menonjol adalah Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang belum diterima KPU. Termasuk persyaratan lainnya yang masih belum dilengkapi beberapa bakal calon. Yuyun Baharita, anggota KPU Lumajang, ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan mengaku ada beberapa bakal calon yang belum menyerahkan LHKPN. Antara lain Ali Mudhori, Indah Pakarti, Usman Efendy, dan Achmad Jauhari. Sementara bakal calon lainnya menurutnya sudah lengkap. Yuyun menegaskan LHKPN harus diserahkan ke KPU. Bagi yang belum, diberi kelonggaran sampai 1 Maret besok. “Meskipun ada sisa waktu untuk membenahi tapi kami batasi sampai tanggal satu Maret (besok.red),” ungkapnya. Selain LHKPN, keterangan pailit yang dikeluarkjan dari pengadilan niaga juga ada yang belum. Keterangan tidak dinyatakan pailit berlaku pada semua bakal calon. Meskipun tidak memiliki perusahaan, tetapi harus menyertakan persyaratan itu. Beberapa persyaratan administratif lainnya menurut Yuyun juga ada yang belum lengkap. Diantaranya adalah surat putusan partai, Visi Misi, Tim Pemenangan, dan Ijazah serta keterangan pajak. Yuyun mengakui, belum lengkapnya persyaratan itu juga dikarenakan kesalahan tekhnis. Dia mencontohkan pada putusan partai yang dikarenakan adanya pemahaman yang sedikit berbeda. Begitu juga dengan visi misi, tim pemenangan, legalisir ijazah dan persyaratan lainnya yang tidak terlalu mendasar. Kekurangan persyaratan itu menurunya bisa dilengkapi karena tidak terlalu menyulitkan. “Itu hanya persoalan tekhnis,” imbuhnya. (fid/sh/jpnn)

ASUSILA RADAR JEMBER/JPNN

DIRUNDUNG DUKA: Keluarga Galau Wahyu Utama menangis histeris di RSD dr Soebandi Jember.

JEMBER – Tidak butuh waktu lama, identitas mayat gosong yang ditemukan di sebuah bangunan setengah jadi di Jl M. Yamin, Tegalbesar, Kaliwates, Selasa (26/2) pagi, terungkap. Korban diketahui bernama Galau Wahyu Utama, 19, warga Jalan Brigpol Sudarlan, Bondowoso. Korban tercatat sebagai mahasiswa semester dua FKIP Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Jember (Unej). Identitas korban diketahui setelah orang tua korban dan keluarga mengenali jenazah korban yang diotopsi di kamar mayat RSD dr. Soebandi Jember Rabu malam sekitar pukul 22.00. Galau alias Galuh merupakan anak semata wayang pasangan Agus Santoso dan Eni Yulianti, warga Kecamatan Nangkaan, Bondowoso. Agus Santoso merupakan Kepala UPT Dinas Pendidikan Binakal, Bondowoso. Sedangkan Eni Yulianti, ibu korban, merupakan Kepala Ruang Rawat Inap Bougenville RSD dr Koesnadi, Bondowoso. Kedua orang tua korban bersama sejumlah kerabat kemarin memadati kamar mayat RSD dr Soebandi Jember. Isak tangis serta suasana haru tam-

pak di lokasi tersebut. Terlihat pula sejumlah sejawat dari orang tua korban serta temanteman kuliah korban. Mereka menunggui proses pemeriksaan forensik dan otopsi yang dilakukan oleh petugas rumah sakit hingga siang hari. Beberapa kali sang ibu tak kuasa menahan tangis karena tidak menyangka anak tunggalnya itu akan meninggal dengan sangat tragis. Berdasarkan informasi di lapangan, pihak keluarga kebingungan mencari Galau sejak Senin (25/2) sore. Pasalnya, korban tidak kunjung pulang. Padahal, hari sudah mulai malam. “Biasanya sebelum Maghrib sudah pulang kuliah,” ujar Nur Fadilah, tante korban saat ditemui di kamar mayat RSD dr Soebandi Jember kemarin. Suwono, paman korban, mengatakan, pihak keluarga yakin bahwa mayat terbakar itu merupakan jasad Galau dari baju yang dipakai terakhir waktu berangkat kuliah pada Senin. “Baju kotak-kotak itu seperti yang dia pakai saat berangkat kuliah Senin,” katanya. Apalagi, kata dia, orang tua Galau langsung yakin bahwa mayat itu memang anaknya. Keluarga pun sangat shock. Tangis histeris meledak di RSD dr Soebandi Jember. Pihak keluarga hingga siang kemarin masih bertahan di kamar mayat menunggu proses otopsi. (ram/jum/aro/har/jpnn)

Honda Jazz yang Dipakai Kuliah Ikut Raib

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

LANGSUNG DITANGKAP: Mendapat laporan dugaan pencabulan, kedua tersangka yang masih remaja ini langsung ditangkap polisi, kemarin.

Main Cabul, 2 Remaja Diciduk TANGGUL – Entah setan apa yang merasuki dua pemuda tanggung ini. Irwan, 24, dan Nimin, 20, keduanya warga Dusun Curah Bamban, Desa Tanggul Wetan, Kecamatan Tanggul diduga mencabuli Bunga, sebut saja begitu, tetangganya sendiri. Ironisnya, korban baru SMP. Akibat perbuatan itu, dua remaja tersebut harus meringkuk di sel tahanan Mapolres Jember. Irwan dan Nimin ditangkap polisi di rumahnya, setelah ada laporan dari orang tua Bunga yang tidak terima dengan aksi bejat kedua tersangka. Kasus ini terkuak setelah Bunga tidak pulang hingga larut malam. Kedua orang tua Bunga khawatir dengan keadaan putrinya yang masih duduk di bangku SMP itu. Mereka pun mencoba mencari informasi keberadaan putrinya, pada beberapa tetangganya. Dari info beberapa tetangga ini diketahui, siang sebelumnya Bunga dibonceng Irwan, yang kabarnya pacar Bunga sendiri. Mendapat informasi itu, orang tua Bunga bergegas menuju rumah Irwan yang jaraknya hanya beberapa meter saja. Tiba di rumah Irwan, pintu depan ternyata ditutup. Karena yakin Bunga berada di dalam, orang tua Bunga ini kemudian masuk lewat pintu belakang. Begitu masuk, orang tua Bunga bertemu dengan Irwan. Namun saat ditanya tentang keberadaan Bunga, Irwan mengaku tidak tahu. “Tapi setelah didesak, akhirnya Irwan ngaku kalau Bunga disembunyikan di dalam kamar,” kata keluarganya. Bunga pun diajak pulang, sampai di rumah dicecar sejumlah pertanyaan. Saat itu orang tuanya curiga karena di bagian tubuh Bunga ada tanda-tanda kalau dia telah dicabuli. Dengan polosnya, gadis yang masih duduk di kelas 2 SMP ini mengaku jika dia sudah dicabuli Irwan. (jum/hdi/jpnn)

KEMATIAN Galau wahyu Utama dengan cara yang sangat sadis menimbulkan tanda tanya mengenai motif pembunuhan tersebut. Apalagi, cara pelaku menghabisi korban sangat sadis. Korban dibakar dan dibiarkan tergolek di sebuah bangunan setengah jadi di Jl M. Yamin, Tegalbesar, Kaliwates. Yang jelas, Honda Jazz warna bulu kera yang biasa dipakai korban kuliah raib alias tidak diketahui keberadaannya sampai sekarang. Laptop dan ponsel milik korban juga belum ditemukan.

Berbagai dugaan pun muncul. Salah satunya, korban dihabisi orang yang yang melihat rumah Suwono, rumah milik paman korban yang hendak dijual. Korban sempat memberitahu orang tuanya bahwa Senin itu pulang terlambat karena menemani calon pembeli rumah pamannya. Honda Jazz yang raib itu baru dipakai dua bulan oleh korban. “Iya, dia naik mobil kuliahnya,” ujar Agus, ayah korban saat ditemui di ruang tunggu kamar mayat RSD dr. Soebandi Jember kemarin.

Hilangnya mobil dan beberapa barang berharga milik korban itulah yang memunculkan dugaan bahwa korban dirampok. Tetapi, polisi masih tetap melakukan penyelidikan terhadap berbagai kemungkinan motif pembunuhan korban. “Masih dalam pemeriksaan, tim kami sudah bergerak,” ujar Kasatreskrim Polres Jember AKP Makung Ismoyojati saat mendampingi Kapolres Jember AKBP Jayadi kemarin. Pihaknya, kata dia, masih menunggu hasil pemeriksaan forensik dari pihak

rumah sakit terkait dengan penyebab pasti kematian korban. “Hasilnya belum keluar. Kita masih menunggu hasil pemeriksaan tadi,” katanya. Sekitar pukul 11.00 kemarin korban baru selesai diotopsi oleh pihak rumah sakit. Jenazah yang sudah tertutup kain itu pun langsung dibawa ke rumah duka dengan menggunakan ambulans RSD dr Koesnadi Bondowoso. “Langsung dibawa pulang dan disemayamkan di Bondowoso,” jelas salah seorang kerabat korban kemarin. (ram/jum/har/jpnn)

Gaji tak Layak, Karyawan Playwood Mogok Kerja

SHOLIKHUL HUDA/RADAR JEMBER/JPNN

PROTES GAJI: Ratusan karyawan pabrik playwood PT Duta Mas Jember mengadakan demo tuntut kenaikan gaji.

BANGSALSARI – Ratusan karyawan pabrik Playwood milik PT Duta Mas di desa Tisno Gambar, Kecamatan Bangsalsari, kemarin (27/2) mogok kerja. Hal tersebut dilakukan para karyawan merasa gaji mereka belum layak. Dengan setiap hari bekerja 12 jam, namun perusahaan masih memberikan gaji di bawah Upah Minimum Kabupaten (UMK) Jember. Ratusan karyawan tersebut berbondong-bondong mendatangi pabrik dengan menaiki sepeda motornya. Mereka tak langsung bekerja, melainkan hanya berkumpul di depan lokasi pabrik untuk melakukan tuntutan pada perusahaan. “Kami bekerja selama 12 jam, dengan beristirahat satu jam, namun kami hanya menerima upah 30 ribu setiap harinya,” kata Miftahul Ulum, karyawan pabrik asal Tisnogambar. Dengan gaji di bawah UMK, mereka

merasa belum bisa memenuhi kebutuhan keluarganya. Hal tersebut yang kemudian memantik Ulum dan teman-temannya untuk menuntut gaji agar disamakan dengan UMK. Setelah beberapa waktu para karyawan tersebut berada di luar pabrik, kemudian pihak perusahaan meminta kepada lima orang karyawan sebagai perwakilan untuk mediasi yang dilakukan di dalam pabrik. Mediasi tersebut dihadiri Ajiz, Kepala Desa Tisnogambar. Menanggapi hal itu, Ajiz, Kepala Desa Tisno Gambar mengatakan, karena mayoritas para pekerja pabrik tersebut merupakan warga Tisno Gambar, dirinya sangat menyesalkan keputusan pabrik. Kemudian, seharusnya, perusahaan justru memikirkan karyawan yang lebih dari seratus orang tersebut. “Sebagai Kepala Desa kami tidak terima jika warganya digaji dibawah UMK,” katanya. (mg-1/hdi/jpnn)

Galau Wahyu Utama, Korban Pembunuhan di Mata Keluarga

Dikenal Sosok Pintar, Pendiam Namun Supel Kepergian Galau Wahyu Utama, mahasiswa FKIP jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Unej yang dalam kondisi gosong membuat pihak keluarga jadi syok. Apalagi, Galau satu-satunya harapan pasangan keluarga Agus Santoso dan Eni Yulianti, warga Jalan Brigpol Sudarlan, Bondowoso ini. RANGGAJUMAI, Jember CERAHNYA mentari mulai menerobos selasela ruangan yang dindingnya serba putih itu. Bulir-bulir air pun masih tampak bergelantungan di ujung-ujung daun, sisa embun yang turun tadi malam. Namun, indahnya pagi kemarin (26/2) sama sekali tidak terasa di halaman belakang ruang di RSD dr Soebandi, tepatnya instalasi kamar mayat. Ruangan yang biasanya senyap ini, tampak ramai karena dipenuhi banyak orang. Bahkan, beberapa mobil dan motor berbaris di jalur menuju ke kamar mayat ini. Keramaian ini membuktikan jika yang ada di kamar mayat bukanlah kejadian biasa yang dialami orang biasa. Biasanya, kondisi kamar mayat memang ramai mobil jika ada korban dari lingkungan pejabat.

Benar. Kamar mayat mendadak ramai karena korban yang ditemukan gosong di jalan Moh Yamin Kelurahan Tegalbesar, Kaliwates pada Senin (25/2) ternyata Galau Wahyu Utama, 19, warga Jalan Brigpol Sudarlan Bondowoso. Wahyu adalah mahasiswa semester 2 Fakultas FKIP Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Jember. Galau alias Galuh anak tunggal pasangan Agus Santoso dan Eni Yulianti, warga Kecamatan Nangkaan, Bondowoso. Agus Santoso, sendiri, merupakan Kepala UPT Dinas Pendidikan Binakal, Bondowoso. Ibu korban yakni Eni Yulianti adalah Kepala Ruang Rawat Inap Bougenville, di RSUD dr Koesnadi, Bondowoso. Ramainya suasana kemarin karena orang tuanya ternyata pejabat di Bondowoso. Suasana histeris dan pecahnya tangis menderu tampak bersahutan di kamar mayat saat keluargan menunggu otopsi yang dilakukan oleh pihak rumah sakit dan kepolisian. Bahkan, Eni Yulianti terus menangis saat sejumlah kerabat datang untuk mengucapkan duka cita. Meskipun terlihat terus menangis dan meneteskan air mata, namun Eni masih bisa mengontrol emosinya. “Sama sekali tidak menyangka seperti ini,” ujar Eni dengan sesenggukan yang tertahan. Bahkan, kepada RJ yang mencoba menemuinya, Eni mengatakan jika anaknya tersebut selama ini tidak pernah memiliki

ada tanda-tanda yang mencurigakan. Eni dan Agus pun secara kompak menjawab jika anak semata wayangnya akan meninggalkan mereka lebih dulu dengan cara yang cukup tragis dan mengiris sanubari, yakni kondisinya terpanggang. “Sama sekali tidak ada firasat,” ujar Agus sedikit lirih sembari menahan air matanya agar tidak jatuh. Te r m a s u k , s a a t Senin pagi hari dirinya melihat sang buah hati berangkat ke kampus Unej. Saat itu Galau seperti biasanya selalu berpamiRADAR JEMBER/JPNN tan kepada orang tuFOTO BLACKBERRY: Galau Wahyu Utama semasa masih hidup. anya. Mereka sama sekali tidak melihat musuh. “Dia selalu terbuka, selalu cerita keganjilan terhadap putranya. Galau selama kuliah di Unej naik kendarasemua kegiatannya. Termasuk kegiatan di kampus,” jelasnya, termasuk dalam hal-hal an pulang pergi Jember-Bondowoso. Dirinya pribadi. Dan selama ini anaknya juga tidak hanya mampir ke rumah pamannya di Jalan pernah mengatakan ada masalah. Termasuk Raden patah jika ada waktu kosong jadwal beberapa hari terakhir juga terlihat tidak kuliah. Apalagi, rumah Suwono, pamannya

itu juga kosong, karena paman dan bibinya sedang sibuk di Surabaya. Galau biasanya pulang di sore hari dan tidak pernah pulang lebih dari jam 7 malam. Karena itu, begitu sore itu korban tidak kunjung pulang langsung membuat bingung pihak keluarga yang kemudian melakukan pencarian ke sejumlah tempat. Sementara itu, bukan hanya pihak keluarga yang mengatakan jika selama ini Galau memiliki kepribadian yang baik. Rekan-rekannya sesama alumni SMAN 2 Bondowoso yang kemarin hadir RSD dr Soebandi mengatakan jika Galau anak yang baik. Meskipun mereka kini berbeda jurusan kuliah, namun masih sering kontak dan berkumpul bersama. “Anaknya baik kepada teman. Kayaknya dia tidak pernah punya musuh,” ujar Yoga, salah satu rekannya yang kemarin rombongan datang dengan teman-temannya. Hal senada diungkapkan Frida, rekan Galau lainnya. Frida menjelaskan jika korban anaknya lucu. “Periang dan tidak pernah marah,” jelasnya. Namun, diakui, kadang Galau memang sering menyendiri. Tetapi bukan berarti pribadi yang tertutup, hanya saja memang lebih senang untuk menyelesaikan masalahnya sendiri. Tentu saja, kepergian Galau ini membuat seluruh pihak prihatin. Semua pihak berharap agar pihak kepolisian dapat segera menangkap pelaku, dan menghukum pelaku dengan hukuman yang seberat-beratnya karena telah berbuat cukup keji. (*/hdi/jpnn)


Ingin Tampil di Koran?

34

MLAKU

MANGAN

MEJENG

Caranya gampang! Cukup kirim ke ir_radarbwi@yahoo.com tentang pengalaman Anda pergi ke tempat-tempat wisata bersama keluarga, teman, atau si Dia. Anda juga bisa mengirim tips masakan, kue, maupun minuman. Maksimal tulisan satu halaman kuarto. Jangan lupa, sertakan juga foto-foto plus keterangannya. Maaf, kami tidak menyediakan imbalan apapun bagi tulisan yang dimuat.

Kamis 28 Februari 2013

Bule City Tour Naik Becak HUJAN panas tak pernah dihiraukan oleh para tukang becak. Mengayuh becak mencari penghasilan untuk sesuap nasi demi membantu perekonomian keluarga. Keringat menetes pun ketika panas menyengat tak jadi halangan baginya untuk terus melaju lebih cepat, tapi penuh hatihati untuk mencapai tujuan. Para tukang becaknya terlihat selalu tersenyum dan ramah menyambut penumpang. Penuh harapan di mata mereka untuk sabar menanti kedatangan para penumpang. Mereka sangat mudah ditemukan keberadaannya di Kota Banyuwangi ini. Namun tak sedikit dari mereka mangkal bersama rekan sesama tukang becak di kedai kopi, pasar tradisional, mini market, dan super market. Keberadaan para tukang becak sangat membantu masyarakat, baik yang berasal dari warga sekitar kota maupun luar kota Banyuwangi yang ingin berwisata untuk keliling setiap sudut Kota Blambangan.

Oleh:Dian Ika Rustida Anggota Himpunan Pramuwisata Banyuwangi

Dan kini para bule tak segan ingin mencoba nikmatnya berbecak ria di kota yang benar-benar asri, bersih, bebas polusi maupun macet, dan tertata rapi keindahan kotanya ini. Manan, yang telah hampir 10 tahun lebih berprofesi sebagai tukang becak memiliki pelanggan setia yang menggunakan jasanya untuk diantar ke warung sate Pak Untung di Simpang Lima, Kota Banyuwangi. Dari hasil menjual jasanya, dia telah mampu menyekolahkan dua anaknya hingga tamat SMA. Pak Wi, seorang tukang becak di sekitar Pasar Blambangan mengaku, dia menikmati profesi yang dijalani. Dia sangat mensyukuri tiap penghasilan yang diterima. Dengan narik becak, dia dapat membantu istri yang berjualan

sayuran di pasar, pada pagi harinya. Jadi, setiap hari dia bisa mengantar-jemput istrinya berjualan. ‘’Saya masih bisa melanjutkan kembali bekerja narik becak,’’ tutur Pak Wi. Rasa syukur dan ikhlas terkesan mendalam dari ekspresi mereka. Para wisatawan asing pun dapat menggunakan jasa mereka. Berbekal peta, nama tempat, dan jalan untuk mempermudah ke tempat tujuan, bule-bule itu menumpang becak. Sebenarnya, jika keberadaan becak dapat membantu Pemerintah Daerah Banyuwangi. Alangkah baiknya bila mereka ditata rapi penempatannya, untuk pangkalan becak dan para penarik becak. Mereka bisa mengenakan baju atau kaus batik khas Banyuwangi dengan pola gambar aneka ragam wisata yang ada di Banyuwangi. Keaslian ciri khas Banyuwangi bisa ditonjolkan, demi membantu promosi wisatanya.(*/irw)

TOTO SULISTYO For RaBa

ADVENTURE: Air terjun Randu Agung dicapai melalui trekking menantang.

Ditantang Trekking Air Terjun Randu Agung USAHA pencarian air terjun sekaligus trekking, pada Minggu, 17 Pebruari 2013, dimulai dengan berkumpul di Kampoeng Online di Jalan Adi Sucipto, Banyuwangi. Kali ini, trekking dilakukan bersama tim mahasiswa Stikom yang akan bertugas mengabadikan dan mendokumentasikan acara mlaku-mlaku tersebut. Bersama delapan mahasiswa Stikom, kami bertiga ditambah lagi satu dosen Stikom yang ikut bergabung berangkat sekitar jam 13.00 WIB. Perjalanan dengan tiga mobil dari Kota Banyuwangi ke wilayah Licin berjalan lancar. Sekitar 30 menit, kami berhenti dulu di jalan raya Segobang, untuk mendokumentasikan beberapa pemandangan alam di lereng Ijen. Lucunya, mahasiswa sempat tersesat ke arah Pakel. Sekitar 15 menit kemudian, kami melanjutkan perjalanan ke arah salah satu resort di wilayah Licin. Ternyata jalan ke arah Randu Agung benar-benar ekstrim. Medan berupa jalan berbatu dan becek, karena gerimis dan mungkin habis hujan. Tetapi pemandaangan di sekitar sangat indah. Buah durian yang lebat di pinggir jalan, sawah yang baru ditanami, dan masih ada yang sedang dibajak. Kurang lebih 3 km jalan yang lebih cocok buat off road tersebut kami lalui. Kami berhenti di lapangan dekat salah satu tempat makan favorit wisata mancanegara kalau kesana. Dipandu pemuda setempat, trekking segera dimulai. Trekking diawali dengan menye-

Oleh:Toto Sulistyo Penikmat travelling di Banyuwangi

berangi sungai kecil dan melewati persawahan yang baru ditanami padi. Menyusuri pematang asyik juga, apalagi ditemani gerimis yang turun sejak kami masuk wilayah Randu Agung. Tak ayal, beberapa teman ada yang terjebur sawah, karena jalan licin. Setelah berjalan sejauh 500 meter di pematang sawah, sampailah di kebun yang ditumbuhi pohon rambutan, durian, dan juga sengon. Jalan menurun tajam hampir 90 derajat. Ini benar-benar trekking yang sesungguhnya. Perlu kehati-hatian, karena jalan yang licin. Penulis sempat terjatuh karena licinnya jalan yang dilewati. Akhirnya sampailah pada hamparan tegalan yang terdapat gubuk peristirahatan. Beberapa teman tidak berani melanjutkan perjalanan, karena licinnya jalan dan gerimis yang menemani perjalanan kali ini. Trekking berlanjut ke jalan menurun dan berliku. Kali ini, jalan yang dilalui lebih menantang daripada rute pertama. Sekitar 30 menit berjalan, akhirnya tiba di air terjun yang dicari. Air terjun ini lebih tinggi daripada yang di Segobang. Hanya saja, tidak ada hamparan di bawah air terjun, sehingga sulit untuk mejeng he he he...Tetapi lebih eksotik, karena air yang jatuh menimpa bebatuan yang hitam mengkilat, sehingga menambah keindahan air terjun tersebut. Tempat yang sempit dengan medan menurun, dan diper-

parah situasi hujan gerimis, memaksa kami memutuskan segera balik kanan. Banyak teman yang terpeleset saat balik, karena jalan menanjak dan licin. Sekitar jam 16.30, kami tiba kembali di tempat parkir mobil. Untuk mengganti energi yang terkuras, kami mendapat suguhan di kolam pancing Rabella. (*/irw)

GALIH COKRO/RaBa

WISATA BECAK: Turis asing sangat menyukai city tour mengendarai becak menyusuri jalan-jalan di Kota Banyuwangi.


BERITA UTAMA

Kamis 28 Februari 2013

35

HALAMAN SAMBUNGAN

Alamat Jember, Wajib di Banyuwangi n dr NANANG... Sambungan dari Hal 25

Bos PT Pancoran Mas Karya Indah, Jember, yakni Riskiyanto Dodik Pram (komisaris) dan Ir. Dwinta Indarwati (direktur), ditahan sejak 18 Januari 2013 lalu. Nah, ketiga tersangka dikeluarkan dari Lapas Banyuwangi Selasa lalu (26/2). Dalam proyek ruang rawat inap RSUD Genteng yang telah menghabiskan dana APBD Banyuwangi Tahun 2010 sebesar Rp 4,1 miliar itu, PT Pancoran bertugas sebagai rekanan yang me ngerjakan proyek. Waktu itu, dr. Nanang adalah direktur RSUD Genteng yang diduga menyalahgunakan wewenang dalam proyek tahun 2010 tersebut. Di awal penahanan ketiga

tersangka, pihak Kejari Banyu wangi menegaskan akan mengusut kasus yang diduga kuat mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 215 juta tersebut. Termasuk, men dalami kemungkinan ada nya tersangka baru. Namun, belakangan pihak Kejari Banyuwangi malah mengabulkan penangguhan penahanan tiga tersangka tersebut. Dikonfirmasi kemarin (27/2), Kepala Kejaksaan Ne ger i (Kajari) Banyuwangi, Syaiful Anwar, membenarkan pihaknya telah ‘’melepas’’ tiga tersangka korupsi RSUD Genteng tersebut dari Lapas Banyuwangi. Namun demikian, Kajari Syaiful mengaku akan terus melanjutkan proses penyidikan kasus tersebut. “Pe-

nahanan tersangka tidak kami tangguhkan, tapi dialihkan menjadi tahanan kota,” ujarnya. Menurut Kajari Syaiful, penga lihan status penahanan itu dilakukan setelah pihak pengacara tersangka mengajukan permohonan agar Kejari menjadikan kliennya sebagai tahanan kota. “Penahanan kota bisa dilakukan apabila ada permohonan dari pengacara atau tersangka,” ujarnya. Tidak hanya itu, dalam kasus tersebut pihak pengacara tersangka juga berhasil me yakinkan penyidik bahwa kliennya tidak akan mengulangi perbuatannya. Pengacara juga menjamin tersangka tidak akan menghilangkan barang bukti (BB), serta didukung dengan surat keterangan dokter bahwa

tersangka Dwinta sakit. “Karena ini terkait, mau tidak mau kita setujui pemindahan penahanan menjadi tahanan kota itu. Para tersangka tidak akan bisa menghilangkan BB karena BB dalam kasus dugaan korupsi RSUD Genteng sudah kita sita. Di samping itu, para tersangka juga sudah mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 215 juta, ” bebernya. Syaiful menambahkan, penegakan hukum tidak sematamata hanya berlandas keadilan, tapi juga harus memperhatikan kearifan lokal dan hati nurani. “Dwinta sakit dan harus melakukan pemeriksaan rutin. Di Lapas, pemeriksaan tidak bisa dilakukan karena tidak ada alat. Dwinta setiap dua pekan atau sebulan sekali harus check up

Yang Diperebutkan Tetap 50 Kursi n KURSI... Sambungan dari Hal 25

Dalam simulasi itu ada tiga pilihan, di antaranya wilayah Banyuwangi terbagi dalam lima dapil, enam dapil, ataukah tujuh dapil. Ternyata, mayoritas pengurus parpol di Bumi Blambangan menghendaki wilayah Banyuwangi tetap dibagi menjadi lima dapil sama seperti pada Pemilu Legislatif 2009. “Nah, da lam rapat koordinasi kali ini kita putuskan jumlah dapil di Banyuwangi tetap lima. Kita akan mengusulkan jumlah dapil di Banyuwangi tetap lima kepada KPU provinsi dan KPU pusat. Ini sejalan dengan Peraturan KPU Nomor 5 Tahun 2013 dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang pemilu legislatif,” ujar Syamsul. Uniknya, meski jumlah dapil di Banyuwangi pada Pemilu Legislatif 2014 tetap, ternyata alokasi kursi DPRD yang diperebutkan di beberapa dapil mengalami perubahan. Syamsul menjelaskan, berdasar Daftar Agregat Kependudukan (DAK), terjadi penurunan dan penambahan jumlah penduduk di dua dapil. Nah, penetapan dapil dan alokasi kursi wakil rakyat yang diperebutkan di masing-masing dapil mengacu pada DAK tersebut. Dikatakan, wilayah yang mengalami penurunan jumlah kursi DPRD adalah dapil II yang meliputi Kecamatan Ka bat, Rogojampi, Singojuruh, dan Songgon. Sebab, jumlah penduduk di dapil II mengalami penurunan. Sebaliknya, dapil V yang terdiri atas Kecamatan Sempu, Genteng, Glenmore, dan Kalibaru, mengalami peningkatan jumlah penduduk

Sambungan dari Hal 25

Pemimpin Cabang PT ASDP Indonesia Ferry (IF) Ketapang, Waspada Heruwanto, melalui Manager Operasi Saharuddin Koto membenarkan adanya tambahan kapal baru itu. “Sampai sekarang, dua kapal itu belum beroperasi. Tapi, kedua kapal itu sudah ada di Ke tapang,” kata Saharuddin kemarin (27/2). Walau kapalnya sudah datang,

alamat di Jember, Dwinta dan Riskiyanto harus tinggal di Banyuwangi. Dengan catatan, setiap sepekan, para tersangka harus lapor,” paparnya. Ditanya mengapa penahanan ketiga tersangka dialihkan menjadi tahanan kota mes ki pun

hanya Dwinta yang sakit? Syaiful menjelaskan bahwa korupsi yang dilakukan ketiganya dalam satu kesatuan. “Meskipun perbuatan pidananya berbeda, mereka samasama terkait tindak pidana korupsi di lingkungan RSUD Genteng,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

Harga Stabil tak Tergantung Musim n INDOFOOD... Sambungan dari Hal 25

Kesempatan pasar yang luas itu, kata Anas, hendaknya diman faatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan produksi gula kelapa nonsulfit. Pasokan yang masuk ke PT Indofood dari Banyuwangi selama ini belum memenuhi satu persen kebutuhan gula merah nonsulfit PT Indofood. Karena itu, mulai tahun 2013 pemerintah daerah menggencarkan sejumlah pelatihan dan pendampingan bagi penderes. Melalui pelatihan itu, diharapkan para penderes bisa meningkatkan produksi gula kelapa nonsulfit. Petani gula kelapa, kata Bupati Anas, harus bangkit dan mandiri. Selama ini, para petani gula kepala tidak bisa mandiri karena ada ketergantungan dengan pihak tengkulak. Ketergantungan dengan tengkulak terjadi karena petani

terbentur permodalan. Untuk menyelesaikan persoalan itu, pemerintah daerah akan memfasilitasi para petani gula terhadap perbankan dalam mengakses modal. Selain dengan perbankan, pemerintah daerah juga akan memfasilitasi para petani gula dengan PT Jamsostek untuk mendapat cover asuransi perlin dungan sosial. Penderes termasuk profesi yang memiliki risiko kerja cukup tinggi. Karena itu, dalam melaksanakan aktivitas produksi, petani gula kelapa dan penderes harus memiliki cover asuransi. “Untuk meningkatkan kesejahteraan, petani dituntut meningkatkan produksi,” timpal Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Pertambangan (Disprindagtam) Hary Cahyo Purnomo. Untuk meningkatkan produksi, kata Hary, pihaknya akan menggandeng Dinas Pertanian untuk memberikan pe nge-

tahuan kepada petani. Terkait permodalan, pihaknya akan membuka akses dengan perbankan. “Pasar sudah ada, tugas kita sekarang hanya meningkatkan produksi,” tambah Hary. Gede Parso Susilo, salah satu success story pengusaha gula nonsulfit mengatakan, bertani gula kepala nonsolfit lebih menguntungkan ketimbang gula kelapa sulfit. Sebab, pemasaran gula nonsulfit lebih mudah ketimbang gula sulfit. Gede mengaku, saat ini dalam tiap minggu dia bisa memasok gula nonsulfit ke PT Indofood hingga 10 ton. “Penjualan gula nonsulfit harganya stabil dan cenderung naik terus,” ungkap Gede. Harga gula sulfit di pasaran, ungkap Gede, berkisar 7.500 hingga Rp 8.000 per kilogram. “Kalau harga gula nonsulfit harganya lebih mahal, yakni mencapai Rp 9.800. Harga itu stabil dan tidak tergantung musim,” tambahnya. (afi/c1/bay)

Terbanyak Kasus Perkosaan Anak n SETAHUN... Sambungan dari Hal 25

SIGIT HARIYADI/RaBa

KUMPUL DI KANTOR KPU: Sejumlah pengurus parpol mengikuti rapat koordinasi bersama KPU dan Panwaslu Banyuwangi Selasa lalu.

yang cukup signifikan. Akibatnya, dapil V mendapat tambahan “jatah” satu kursi. Jumlah kursi yang di pe rebutkan para calon le gis latif (caleg) di dapil II berkurang dari sembilan kursi pada Pemilu legislatif 2009 menjadi delapan kursi pada Pemilu legislatif 2014. Se mentara itu, jumlah kursi yang diperebutkan para ca leg yang maju dari dapil V ber tambah. Pada Pemilu Le gislatif 2009, jumlah kursi yang dialokasikan untuk dapil V “hanya” sembilan kursi, dan pada Pemilu Legislatif tahun 2014 jumlah kursi yang dialokasikan sepuluh kursi. “Kami (KPU) tidak bisa berbuat apa-apa. Karena ini (penetapan

jumlah kursi per dapil) berdasar rumus penetapan dapil dan alokasi kursi yang bersumber dari DAK,” terang Syamsul. Sementara itu, jumlah alokasi kursi legislatif di tiga dapil lain di wilayah Bumi Blambangan tidak mengalami perubahan. Tiga dapil tersebut adalah dapil 1, dapil 3, dan dapil 4. Sama seperti pada Pemilu Legislatif 2009 lalu, alokasi kursi wakil rakyat dari dapil 1 yang meliputi Kecamatan Wongsorejo, Kalipuro, Banyuwangi, Giri, Glagah, dan Licin, tetap 11 kursi. Demikian halnya dengan dapil III. Kursi dari dapil yang wilayahnya mencakup Kecamatan Srono, Muncar, Tegaldlimo, dan Cluring, ter-

se but juga tetap berjumlah 11 kursi seperti pada Pemilu Legislatif 2009 lalu. Hal serupa juga terjadi pada dapil IV yang wilayahnya meliputi Kecamatan Purwoharjo, Bangorejo, Gambiran, Tegalsari, Pesanggaran, dan Siliragung. Pada Pemilu Legislatif 2014 dapil IV tetap dijatah 10 kursi. Syamsul menambahkan, jumlah kursi di DPRD Banyuwangi yang diperebutkan pada Pemilu Legislatif 2014 mendatang berjumlah 50 kursi. Sebab, jumlah penduduk di Bumi Blambangan lebih dari satu juta jiwa. “Itu sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 2012 tentang pemilu DPR, DPD, dan DPRD,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

Belum Dapat Tembusan Izin Operasional n DUA...

kesehatan, karena dia pernah menjalani operasi,” jlentehnya. Nah, dengan pertimbanganper timbangan itulah, Syaiful memutuskan pengalihan penahanan atas Dwinta, Ris ki yanto, dan dr. Nanang, menjadi tahanan kota. “Meski ber-

kata Saharuddin, tapi secara administrasi pihaknya belum menerima secuil su rat pun dari institusi ber wenang. Izin operasional kapal penyeberangan merupakan kewenangan Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Dirjen Hubdar Kemenhub) RI. Menurut Saharuddin, armada penyeberangan tersebut baru bisa beroperasi setelah mendapat izin operasional dari Kemenhub. Terkait dua kapal itu, PT IF belum menerima tembusan terkait surat

izin operasional. Tidak hanya surat izin operasional, pihak PT IF Ketapang juga belum mendapat perintah terkait kelanjutan dua kapal LCT itu. “Pemilik dua kapal itu juga belum menyampaikan pemberitahuan kepada kami,” katanya. Walau kapalnya sudah ada di Banyuwangi, tapi PT IF Ketapang belum mengambil keputusan apa pun terkait operasional kapal barang itu. Pihaknya baru akan melangkah lebih lanjut apabila ada surat

resmi dari Kemenhub RI. Pihak ASDP IF juga belum mengetahui secara pasti kapan dua kapal itu akan beroperasi. “Kita belum tahu sama sekali. Kita menunggu saja,” katanya. Dengan ditambah dua kapal itu, maka total kapal yang beroperasi di penyeberangan Ketapang-Gilimanuk menjadi 39 unit. Dengan bertambahnya kapal itu pula, secara otomatis armada kapal LCT bertambah menjadi 15 unit dari se belumnya 13 unit. (afi/c1/bay)

Gambar Dinilai Langsung di Hadapan Pemain n JALIN... Sambungan dari Hal 25

Hanya 18 pemain dari 22 pemain yang akan mendapat kesempatan terjun di lapangan. Tidak seperti biasanya, penyusunan line up pemain saat itu berjalan hening. Keceriaan yang sempat terpancar seketika berubah menjadi kebisuan. Pemain satu dan yang lain hanya berkomunikasi dengan tatapan mata. Suasana sedikit tegang, karena manajemen menargetkan menyapu tiga poin dari kandang Madiun Putra. Target menang yang diusung itu cukup menjadi beban bagi para pemain. Pasalnya, di pertandingan pertama, Persewangi takluk 2-3 atas Persis Solo di kandang sendiri. Start buruk itu membuat laga kedua menjadi harga mati harus menang. Satu per satu pengurus dan manajemen menyampaikan petuah dan motivasi. Dari sekian banyak suntikan spirit tersebut juga ada yang berasal dari Ketua Persewangi, Hari Wijaya. Kontraktor listrik asal Kecamatan Genteng itu meminta pemain yang berjumlah 22 orang itu dibagi menjadi dua. “Kami motivasi dengan game ringan,” katanya. Dua lembar kertas dan bolpoin disediakan.

Dengan bimbingannya, Hari meminta tim pertama menggambar sebuah pohon, dan tim kedua menggambarkan seorang manusia. Setiap bagian diminta digambar secara paralel antara satu pemain dan pemain lain. Kegiatan yang mirip lomba menggambar itu membuat suasana tegang sedikit mencair. Gambar yang dicoretkan pemain pun beragam. Ada yang kebesaran menggambar batang pohon, ada pula yang kekecilan menggambar badan manusia, dan lain-lain. Kondisi itu rupanya cukup manjur membuat para pemain melupakan pertandingan dan komposisi line up. Setelah lebih-kurang setengah jam berlalu, gambar yang diminta Hari Wijaya itu selesai. Jadilah gambar pohon dan gambar manusia sesuai permintaan. Meski merupakan hasil kreasi banyak tangan, gambar itu langsung dinilai di hadapan para pemain. Gelak tawa pun pecah saat anggota AKLI Banyuwangi mempresentasikan dan mengartikan gambar yang dibuat para pemain tersebut. Meski sepintas terlihat seperti guyonan, suasana kembali hening saat Hari mulai membuka kunci gambar yang dibuat para pemain itu. Dalam kegiatan yang mirip pe-

latihan motivasi tersebut, dia ingin gambar yang dibuat mencerminkan visi dan misi sebuah kesatuan tim. “Gambar yang dibuat ini ibarat kerja sebuah tim,” bebernya. Gambar pohon, misalnya, antara gambar akar, batang, dan dahan, harus sesuai dengan benda yang disebut pohon. Penerapan dalam sepak bola, seorang penjaga gawang, pemain belakang, tengah, dan penyerang, harus bersatu padu mewujudkan tujuan tim, yakni bermain baik dan menang. Lewat gambar tersebut, empati dan komunikasi antara pemain juga dilatih. Dalam kesatuan kerja inilah dapat dicetak sebuah gol. Pelatihan tersebut rupanya disikapi positif oleh para pemain. Sebab, beberapa di antara mereka jarang menerima motivasi seperti itu. Persewangi saat melawan Madiun Putra pun tampil solid. Kemenangan 3-1 berhasil diraih. Laskar Blambangan pun melejit ke posisi tiga klasemen sementara. “Motivasi ini bagus sebagai spirit pemain jelang pertandingan,” ujar kapten tim, Zaenal Ichwan. Selepas game ringan itu, jajaran pelatih menyusun komposisi pemain. Ada sebelas pemain sebagai starter dan tujuh pemain lain harus bersabar menunggu giliran bermain di bench cadangan. (c1/bay)

Tujuan lain adalah memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak korban ke kerasan dan perdagangan manusia. Selain itu, juga melakukan pemberdayaan terhadap korban, baik dari aspek psikis, sosial, maupun ekonomi. Anggota Pusat Pelayanan Ter padu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Ba nyuwangi, Farida Hanum mengatakan, angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah Banyuwangi selama tahun 2012 cukup tinggi. “Meski turun dibandingkan tahun 2009, tapi selama 2012 kekerasan perempuan dan anak

di Banyuwangi masih tinggi, yakni di atas 60 kasus,” ujarnya. Ironisnya lagi, khusus kasus perkosaan, korban terbanyak adalah anak usia 10 tahun sampai 16 tahun. “Perkosaan yang menimpa anak jumlahnya melebihi perkosaan yang menimpa orang dewasa,” sesalnya. Dijelaskan, BPP dan KB Banyu wangi telah mendirikan pusat informasi dan koordinasi kor ban kekerasan di tingkat kecamatan. Pusat informasi tersebut melibatkan unsur Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), Kantor Urusan Agama (KUA), Lembaga Swa daya Masyarakat (LSM), Organisasi Masyarakat (LSM), dan sejumlah elemen lain.

“Sehingga, jika terjadi peristiwa (kekerasan terhadap perempuan dan anak) bisa melakukan penanganan pertama sebelum dirujuk kepada kami (P2TP2A),” paparnya. Sekadar diketahui, P2TP2A merupakan lembaga yang diberi mandat menegakkan Perda Per lindungan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan dan Perdagangan Manusia. “Ben tuk layanan yang kami be rikan adalah pengaduan kasus; pelayanan medis, psikososial, dan hukum dengan sistem rujukan; pelayanan kemandirian ekonomi; pelayanan rohani; dan pelayanan lanjutan tahap rehabilitasi dan re integrasi sosial,” pungkas Hanum. (sgt/c1/bay)

Seratus Butir Dijual Rp 100.000 n GAGALKAN... Sambungan dari Hal 25

“Dua tersangka kami ciduk saat berada di kawasan GOR Tawang Alun sekitar pukul 21.20 Selasa (26/2),” ujar Kasatnarkoba AKP Watiyo kemarin (27/2). Watiyo mengatakan, kedua pemuda itu ditengarai kuat sebagai pengedar trex yang saat ini banyak beredar secara ilegal di Bumi Blambangan. Menurut

Watiyo, Suwarno dan Rahmat terjerat Pasal 196 subsider Pasal 197 Undang-Undang (UU) Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan. “Ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara,” tegasnya. Sementara itu, dikonfirmasi usai menjalani proses penyidikan kemarin, Rahmat mengaku hanya disuruh Suwarno mengantarkan pil koplo tersebut kepada seseorang. “Saya hanya disuruh,” ucapnya singkat.

Kepada wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, Suwarno mengaku baru sebulan menjadi penjual pil trex. Suwarno menambahkan, pil koplo tersebut dia dapatkan dari seorang sales obat keliling tak dikenal yang mengaku beralamat di Jember. “Saya beli (pil trex) seharga Rp 50 ribu per seratus butir. Pil itu saya jual lagi seharga Rp 100 ribu per seratus butir,” pungkasnya. (sgt/c1/bay)

Mobil Ambulans Sudah Rusak n FASILITAS... Sambungan dari Hal 27

Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi, Zainal Arifin Salam mengungkapkan, sumber daya manusia (SDM) para pegawai puskesmas di Kecamatan Te-

galdlimo sudah siap. Tetapi, itu perlu didukung fasilitas yang baik. “Mobil ambulans saja rusak. Padahal, ambulans itu sangat penting,” sesalnya. Oleh karena itu, pihaknya akan membantu agar segala kekurangan yang ada di

beberapa puskesmas tersebut diperbaiki. “Kita usahakan supaya segala kekurangan itu mendapat per hatian,” tandas politisi dari PKB itu saat sidak di Puskesmas Desa Tegaldlimo kemarin. (ton/c1/aif )

Kades Masbudi masih Sakit n PERANGKAT... Sambungan dari Hal 27

Jika perangkat desa mogok ngantor, tentu saja warga akan kena imbasnya. ‘’Mudah-mudahan kejadian itu tidak terulang di kemudian hari,” harapnya. Kepala Dusun Cantuk Lor, Heri Subagio, sudah menerima laporan dari warga terkait islah dengan kepala desa dan perangkat desa tersebut. ‘’Menurut saya itu sangat bagus,” kata Heri kepada koran ini kemarin. Secara pribadi Heri mengatakan bahwa perseteruan war-

ga dan para pejabat desa itu harus segera diakhiri. Harus segera dilakukan islah. Meski begitu, dirinya tidak bisa memberikan kepastian apakah itu bisa terealisasi ataukah tidak. ‘’Kalau saya tidak bisa memberikan kepastian, karena ini menyangkut lembaga,” terangnya. Dia mengaku, laporan tersebut sudah diterima Selasa malam (26/2). Meski begitu, laporan warga tersebut masih belum disampaikan kepada pimpinannya. ‘’Saya masih belum ketemu Pak Kades, karena sejak kemarin saya ikut pelatihan di Banyuwangi,” jelasnya.

Rencananya, kata dia, keinginan warga itu akan segera dilaporkan kepada kepala desa setelah dirinya mengikuti pelatihan. Meski begitu, dia tidak menjamin apakah itu bisa terwujud ataukah tidak. ‘’Semua tergantung Pak Kades. Sekarang, Pak Kades memang sedang sakit,” tandasnya. Kades Masbudi masih belum memberikan keterangan resmi seputar keinginan warga tersebut. “Maaf sekali ya, suami saya sedang sakit. Memang sengaja tidak diangkat, karena kondisi suami saya sedang drop,” ujar istri Masbudi. (ton/c1/aif)

Optimistis Mentahkan Gugatan n MASUKI... Sambungan dari Hal 36

Menurut dia, pihaknya sudah menghadirkan beberapa saksi dalam proses per sidangan gugatan perdata di PN Situbondo tersebut. Dia

mengaku optimistis keterangan seluruh saksi mampu mementahkan materi gugatan. “Ya kita lihat saja nanti,” imbuhnya. Sekadar mengingatkan, sebanyak 63 pedagang di Pasar Mimbaan Baru mengajukan gugatan perdata ke PN Situbondo dan

menyewa enam pengacara. Para pedagang itu keberatan atas tarif sewa ruko Pasar Mimbaan sebesar Rp 220 ribu per meter persegi per tahun. Sebab, jika disetujui, setiap pedagang dalam setahun harus mengeluarkan biaya Rp 22 juta hingga Rp 30 juta. (pri/c1/als)


36

Kamis 28 Februari 2013

APA POLEH

Siswi SMA Muhammadiyah Pergi Tanpa Pamit SITUBONDO - Seorang siswi SMA Muhammadiyah Situbondo bernama Nurul Irfani, 17, dilaporkan hilang oleh keluarganya kemarin (27/2). Siswi yang masih duduk di bangku kelas dua itu tidak pulang ke rumah sejak Sabtu (23/2) lalu. Menurut orang tua Nurul, Mulyadi, 50, anaknya tersebut pergi tanpa pamit keluarga. “Saat pergi, anak saya masih berpakaian seragam sekolah,” kata Mulyadi saat memberikan keterangan kepada petugas di Sentra Pelayanan Kepolisian terpadu (SPKT) Polres Situbondo kemarin (27/2). Diceritakan, putrinya keluar rumah sekitar pukul 14.00. Namun, hingga Sabtu ISTIMEWA malam Nurul belum pulang. Nurul Irfani Malam itu juga pihak keluarga mencari Nurul dan menanyakan kepada sejumlah teman sekolah, tetangga, dan saudara-saudaranya. Namun, pencarian tersebut tidak membuahkan hasil. Lantaran hingga kemarin putrinya belum pulang, akhirnya pihak keluarga melapor ke Mapolres Situbondo. “Masih belum ada kabar terkait kepergian anak saya. Jadi, waktu itu saya dan keluarga hanya berusaha mencari ke beberapa tempat,” imbuh Mulyadi. Data yang berhasil dikumpulkan, selama ini Nurul dikenal penurut. Tiap pulang sekolah, Nurul selalu pulang dan sering belajar kelompok di rumahnya sendiri, yakni di Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo. “Ciri-ciri Nurul adalah bertinggi badan 163 centimeter, warna kulitnya sawo matang, dan rambutnya hitam berombak,” kata Mulyadi. Kasubag Humas Polres Situbondo, AKP Wahyudi mengatakan, saat ini pihaknya tengah berusaha mencari Nurul. “Namun, belum ada titik temu,” kata AKP Wahyudi. (rri/c1/als)

GUGATAN PEDAGANG

EDY SUPRIYONO/RaBa

BERMASALAH: Suasana Pasar Mimbaan Baru, Situbondo, di Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, sore kemarin.

Masuki Keterangan Saksi Terakhir SITUBONDO - Gugatan perdata yang dilayangkan sejumlah pedagang yang menempati rumah dan toko (ruko) di kompleks Pasar Mimbaan Baru, Kecamatan Panji, masih terus bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Situbondo. Saat ini agendanya masih keterangan saksi-saksi. Meski demikian, saksi kali ini adalah yang terakhir diajukan oleh tergugat. “Sidang mendatang adalah pengajuan saksi terakhir dari kita,” terang Kuasa Hukum Bupati Situbondo, Supriyono SH Mhum, kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi, tadi malam n  Baca Masuki...Hal 35

KRIMINALITAS

Tempat Kos Rawan Pencurian Motor SITUBONDO - Berhati-hatilah jika hendak memarkir motor. Jika tidak, bisa bernasib sama seperti Rizal Amsah. Pria 23 tahun tersebut kehilangan motornya, yakni Yamaha Jupiter MX bernopol P 5058 NN, saat diparkir di halaman kos di Jalan PB. Sudirman, Kelurahan Patokan, Kecamatan Situbondo. Ceritanya, kemarin (27/2) pemuda yang tinggal di Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo, tersebut mendatangi sebuah tempat kos di Jalan PB. Sudirman. Saat itu, Yamaha Jupiter MX yang milik korban diparkir di halaman tempat kos tersebut. Namun, saat korban hendak pulang, ternyata motornya telah raib. Diduga kuat, sang pemilik lengah karena berada di dalam kamar kos. Setelah merusak kunci setir, sang pencuri langsung membawa kabur sepeda motor tersebut. Akibat kejadian itu, korban ditaksir mengalami kerugian sekitar Rp 9 juta. Insiden tersebut membuat korban bingung. Karena itu, korban langsung melaporkan kasus tersebut ke Mapolres Situbondo. “Saya tidak menyangka, karena sepeda itu sudah saya kunci setir,” ujar Rizal Amsah saat memberikan keterangan kepada polisi. Setelah menerima laporan dari korban, polisi langsung melakukan pengejaran. “Kami langsung melakukan olah TKP setelah mendapat laporan dari korban,” kata AKP Wahyudi, Kasubbag Humas Polres Situbondo. Selain itu, pihaknya juga mengimbau selur uh masyarakat agar lebih berhatihati saat memarkir motor. “Kami mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat memarkir motor,” pungkas AKP Wahyudi. (rri/c1/als)

Nama Tujuh Honorer Hilang Dalam Daftar K.1 BKN SITUBONDO - Tujuh tenaga honorer di lingkungan Pemkab Situbondo mengadu ke DPRD Situbondo pagi kemarin (27/2). Mereka meminta dukungan para wakil rakyat di komisi I agar namanya masuk dalam daftar honorer kategori satu (K.1). Nama para tenaga honorer itu sebenarnya sudah masuk daftar K.1 yang diminta Badan Kepegawaian Nasional (BKN) untuk diuji publik awal 2012 silam. Hanya saja, pada November 2012 entah kenapa nama tujuh tenaga honorer tersebut tidak tercantum dalam daftar K.1 yang diterbitkan BKN. Sejumlah tenaga honorer tersebut diterima Ketua Komisi I, Syaiful Bahri, dan sejumlah anggota. Wakil Ketua DPRD Situbondo juga ikut menemui mereka. Kepada wakil rakyat yang menemuinya, mereka mengaku hingga kini belum mendapat jawaban pasti kenapa nama mereka tidak terdaftar dalam pengumuman kali kedua tentang daftar tenaga honorer K.1 yang memenuhi persyaratan. “Pengumuman yang kali kedua tidak setransparan pengumuman pertama,” kata salah seorang honorer. Yang menarik, mereka mengaku sudah datang langsung ke Kemenpan (Kementrian Pemberdayaan Aparatur Negara) di Jakarta dengan biaya sendiri. Hanya saja, mereka ternyata juga tak mendapat jawaban yang jelas kenapa nama mereka tak tercantum dalam pengumuman tenaga honorer K.1 kali kedua.

EDY SUPRIYONO/RaBa

MENGADU: Tujuh tenaga honorer Pemkab Situbondo di ruang Komisi I DPRD Situbondo pagi kemarin.

Karena itu, tenaga honorer yang terdiri atas dua perempuan dan selebihnya laki-laki itu mengaku khawatir terhadap nasibnya menjadi CPNS (calon pegawai negeri sipil). Sebab, mereka mendengar kabar bahwa Maret ini BKN akan memproses pengangkatan tenaga honorer K.2. Jika tidak segera mencari dukungan, mereka khawatir kesempatan menjadi PNS akan tertutup. Yang menarik, saat ditanya anggota DPRD

kenapa mereka baru mengadukan permasalahan itu kemarin, salah satu dari mereka menjawab takut dimarahi atau menyebabkan BKD (Badan Kepegawaian Daerah) tersinggung. “Yang pasti kita menunggu janji pemkab, Pak, yang berjanji akan memperjuangkan nasib kita meski sampai saat ini masih belum jelas. Makanya kami mengadu ke sini,” timpal tenaga honorer yang lain. Ketua Komisi I DPRD Situbondo,

Syaiful Bahri, mengaku prihatin dengan apa yang menimpa sejumlah tenaga honorer tersebut. Karena itu, komisi satu akan memberikan atensi khusus terhadap permasalahan tersebut. “Misalnya, kita akan mengecek berapa sebenarnya jumlah tenaga honorer K.1 yang diajukan ke BKN. Jangan-jangan memang 84 orang? Makanya jangan heran jika BKN hanya menurunkan nama 84 orang,” tandasnya. (pri/c1/als)

BKD Tunggu Surat dari Kemenpan SEMENTARA itu, Kepala Bidang Pengembangan dan Mutasi BKD Pemkab Situbondo, Wira Mukti mengungkapkan, tujuh tenaga honorer tersebut sebenarnya sudah tahu permasalahan yang sebenarnya. Sebab, mereka sudah berdialog langsung dengan Kemenpan di Jakarta tentang permasalahan tersebut. Kata Wira, pihaknya hingga kini menunggu jawaban tertulis dari Kemenpan tentang tujuh nama tenaga honorer dari Pemkab Situbondo yang dinilai tidak memenuhi kriteria (TMK) itu. “Hal yang sama juga terjadi terhadap para honorer di daerah lain,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin. Dia menjelaskan, saat bertemu pejabat Kemenpan, diperoleh keterangan bahwa Kemenpan tidak punya kapasitas menjawab kenapa ada tenaga honorer yang memenuhi kriteria (MK) dan TMK. Sebab, yang melakukan penelitian berkas adalah BKN dan BPK. Kemenpan hanya sebagai pihak yang menetapkan tambahan alokasi formasi PNS dari jalur tenaga honorer. Wira mengungkapkan, sebagai bentuk respons dari banyaknya sanggahan serupa dari kabupaten/kota lain, Kemenpan sudah meminta BKN dan BPK menguji ulang berkas-berkas para tenaga honorer yang dinyatakan TMK,

termasuk tujuh orang dari Situbondo. “Hasilnya bagaimana, itulah yang sedang kita tunggu bersama,” imbuhnya. Tentang pengajuan jumlah tenaga honorer K.1, Wira menjelaskan, BKD Situbondo pada 2010 mengajukan 99

orang. Namun, pada 2012 dalam pengumuman yang diturunkan BKN hanya berjumlah 91 orang. Kemudian, sejumlah itu diminta dilakukan uji publik. “Merespons itu, kita mengirimkan surat mempertanyakan

kenapa hanya 91 nama yang diumumkan? Kita juga mengusulkan agar 99 nama tenaga honorer sebagaimana dalam usul pertama itu diterima, termasuk 12 tenaga honorer di RSUD yang kita anggap layak masuk K.1,” imbuh Wira.

Namun, kata pejabat jebolan STPDN itu, pada November 2012 dirinya diundang Menpan. Pada saat itulah jumlah yang semula 91 nama berubah menjadi 84 nama. “Jadi, kita sudah tak kurang-kurang berusaha,” imbuhnya. (pri/c1/als)

Radar Banyuwangi 28 Februari 2013  

Radar Banyuwangi