Page 1

RABU 28 AGUSTUS

25

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2013

BAYU SAKSONO/RaBa

KECIL: Beberapa pendaki menyusuri bibir kawah Gunung Ijen, Banyuwangi, beberapa waktu lalu. Kini, status gunung berapi tersebut turun dari siaga menjadi waspada.

Status Ijen Membaik n Dari Siaga (Level 3) Turun Menjadi Waspada (Level 2)

BANYUWANGI - Gunung Ijen yang hampir setahun terakhir berstatus siaga, sejak Senin (26/8) lalu kondisinya mulai berangsur normal. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung, merekomendasikan status gunung berapi itu turun dari siaga (level 3) menjadi waspada (level2). Penegasan menurunnya status Gu-

nung Ijen itu disampaikan Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Ijen di Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Bambang Hery Purwanto, kemarin (27/6). “Status Gunung Ijen turun menjadi waspada itu telah direkomendasikan PVMBG Senin (26/8) kemarin,” katanya saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya n  Baca Status...Hal 35

Gunung Ijen

Lokasi : perbatasan Banyuwang – Bondowoso Tinggi : 2.386 meter dpl

Riwayat Status : Hingga 13 Desember 2011 : aktif normal (level I) 14 Desember 2011 : waspada (level II) 18 Desember 2011 : siaga (level III) 8 Februari 2012 : waspada (level II) 12 Maret– April 2012: siaga (level III)

Mei 2012 : waspada (level II) 1 Juni 2012 : dibuka secara terbatas 24 Juli 2012 : siaga (level III) 26 Agustus 2013 : waspada (level II) Gempa : 3 hingga 5 kali sehari Suhu: 36o Celcius GRAFIS: ZAKARIA/RaBa

Surat Suara Cadangan Tertinggal KEPENDUDUKAN

Dua Bulan hanya 60 Akta Kelahiran BANYUWANGI - Layanan cepat akta kelahiran di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan, RSUD Genteng, dan sejumlah pus kesmas, tampaknya kurang mendapat respons dari masyarakat. Sejak program itu diluncurkan Juni 2013 lalu, jumlah warga yang memanfaatkan layanan cepat itu sedikit. D a t a y a n g t e rca tat di Dinas Kepen dudukan dan Pen catatan Sipil (Dis pendukcapil) Banyuwangi, hingga DOK. RaBa Agustus 2013 ini Sudjani baru sekitar 60 warga yang memanfaatkan layanan akta kelahiran cepat tersebut. Selain dilayani di RSUD Blambangan dan RSUD Genteng, layanan super cepat akta kelahiran itu juga dilayani di beberapa puskesmas. Selain di RSUD, layanan yang sama juga dilakukan di RS Al-Huda, Genteng n  Baca Dua...Hal 35

PERTANIAN

Banyuwangi Krisis PPL BANYUWANGI - Bumi Blambangan sedang kekurangan pegawai negeri sipil (PNS) tenaga petugas penyuluh pertanian (PPL). Dari 217 tenaga PPL yang dibutuhkan, hanya ada 118 tenaga. Karena itu, Pemkab Banyuwangi berencana mengangkat puluhan petugas pendampingan penyuluh pertanian (P4). Sebenarnya, jumlah PPL yang ada saat ini 172 orang. Hanya, PPL yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) hanya 118 orang. Sisanya merupakan tenaga harian lepas PPL dari Kementerian Pertanian RI yang diperbantukan di Banyuwangi. Pada November 2013 mendatang, masa kontrak 54 PPL tersebut akan habis. Dengan habisnya masa kontrak 54 PPL THL dari Kementerian Pertanian itu, maka petugas PPL yang bertugas di 217 desa hanya ada 118 orang. “Jumlah desa yang tidak memiliki PPL akan bertambah. Sesuai ketentuan, satu desa satu orang PPL,” ujar Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan (Disperta Hutbun) Banyuwangi, Ikrori Hudanto, kemarin (27/8). Jumlah desa/kelurahan di Banyuwangi mencapai 217 desa. Sementara itu, PPL yang tersisa saat ini hanya 118 orang ditambah 54 PPL THL Kementerian Pertanian, sehingga tersisa 172 orang n  Baca Banyuwangi...Hal 35

BANYUWANGI - Persiapan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur di Bumi Blambangan belum rampung seratus persen hingga kemarin (27/8). Dua hari menjelang coblosan, ternyata masih ada Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang belum mengirim logistik ke Panitia Pemungutan Suara (PPS). Malah, masih ada surat suara yang tertinggal di Surabaya hingga kemarin n  Baca Surat...Hal 35

AGUS BAIHAQI/RaBa

CEK: Petugas PPS memeriksa logistik Pilgub Jatim di Kelurahan Kertosari kemarin.

Izin Sumur Bor Diperketat BANYUWANGI - Pemkab Banyuwangi akan memperketat pengendalian penggunaan air bawah tanah (ABT) dan sumber mata air (SMA). Karena itu, Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Pertambangan (Disprindagtam) Ba nyuwangi mengeluarkan warning ke pada pengguna ABT dan SMA yang belum mengantongi izin kemarin (27/8). Kepala Disperindagtam Banyuwangi, Hary Cahyo Purnomo mengatakan, jumlah pengguna ABT dan SMA di Banyuwangi hampir mencapai seribu pengguna. Tetapi, dari sekian banyak pengguna ABT dan SMA itu, yang terdaftar resmi di pemerintah daerah hanya sekitar 222 pengguna. Dari 222 pengguna ABT dan SMA itu, kata Hary, belum semua memiliki izin. Sebab, sejak 2012 hingga 2013 ada beberapa pengguna ABT dan SMA yang izinnya sudah kedaluwarsa. “Pengguna ABT harus memiliki surat izin pengguna air (SIPA) dan pengguna SMA harus memiliki surat izin pengguna mata air (SIPMA),” jelasnya. Pengguna ABT dan SMA di Banyuwangi terbagi dengan beberapa kategori, meliputi pengguna kelompok masyarakat, pengguna perusahaan, dan pengguna perorangan. Tiga kelompok pengguna ABT dan SMA itu, kata Hary, harus melengkapi izin sebelum melakukan eksploitasi ABT dan SMA n  Baca Izin...Hal 35

ICHSAN/RaBa

AWASI: Tim Disperindagtam mengecek sumur bor di sebuah perusahaan di Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, kemarin (27/8).

SEMENTARA itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi akan berupaya keras menyukseskan pemilihan gubernur (pilgub) secara maksimal. Semua warga yang memiliki hak pilih akan diberi kesempatan sama ikut coblosan yang digelar secara serentak pada Kamis besok. Bagi warga yang sakit atau tersangkut perkara dan ditahan, akan tetap dilayani melalui tempat pemungutan suara (TPS) keliling. “Semua warga yang memiliki hak pilih, kita beri kesempatan yang sama untuk memilih,” cetus komisioner KPU Banyuwangi bidang logistik dan DPT, Atim Hariyadi, kemarin (27/8) n  Baca Sediakan...Hal 35

Honorer K2 Pemkab Tersisa 3.029 Orang BANYUWANGI - Jelang pelaksanaan tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) bagi tenaga ho norer kategori dua (K2), jumlah honorer K2 menyusut men jadi 3.029. Sebelumnya, jumlah honorer K2 yang lolos seleksi dan memenuhi syarat mencapai 3.039 orang. Penyusutan jumlah honorer K2 itu disebabkan beberapa hal. Penyebab pertama, yang bersangkutan meninggal dunia sebanyak tiga orang, berhenti atau mengundurkan diri lima orang, dan tidak diketahui alasan nya dua orang. “Sepuluh honorer K2 tidak bisa mengikuti tes CPNS,” ungkap Kepala BKD, Sih Wahyudi. Karena beberapa hal itu, maka daftar honorer K2 yang dikirimkan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) hanya 3.029 orang. Walau jumlah honorer K2 yang dikirim ke BKN 3.029 orang, tapi belum ada kepastian berapa orang yang bisa mengikuti tes CPNS tahun 2013. Sampai saat ini, BKD belum menerima pemberitahuan dari BKN tentang jumlah honorer K2 yang bisa mengikuti tes CPNS tahun ini. Apakah semua honorer K2 di lingkungan Pemkab

Sepuluh honorer K2 tidak bisa mengikuti tes CPNS. Tiga orang di antaranya sudah meninggal dunia.” SIH WAHYUDI Kepala BKD Banyuwangi

Banyuwangi bisa ikut semua tahun ini ataukah tidak belum ada pemberitahuan dari pusat. Sih Wahyudi mengatakan, informasi dari BKN, listing honorer K2 yang bakal mengikuti tes CPNS akan dikirim pada minggu ketiga September 2013. Melalui listing itu, akan diketahui berapa jumlah honorer K2 yang bisa mengikuti tes CPNS tahun 2013. Pelaksanaan tes CPNS bagi honorer K2, kata Sih Wahyudi, sudah pasti digelar 3 November 2013. Surat edaran (SE) tentang pelaksanaan tes CPNS bagi honorer K2 dari Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) RI sudah turun dan diterima BKD n  Baca Honorer...Hal 35

Mengenal Kabul, Cakades yang Bersaing dengan Istri dalam Pilkades

Terbiasa Cari Rumput sebelum Ngantor Biasanya calon kepala desa (cakades) incumbent bakal bertarung dengan rival. Tetapi, itu tidak berlaku bagi Kabul, cakades Desa Tambakrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi. Sebab, dia bakal menantang istrinya sendiri dalam pilkades periode 20132019 mendatang. ALI NURFATONI, Muncar PILKADES di Banyuwangi bakal dilakukan secara serentak tanggal 4 dan 5 September mendatang. Semua calon bakal berjuang ekstra keras un tuk menarik simpati

http://www.radarbanyuwangi.co.id

Sediakan TPS Keliling

warga. Tentu saja, dengan tujuan agar mereka bisa terpilih menjadi kades dengan suara terbanyak saat pencoblosan nanti. Berbagai alat peraga kampanye; spanduk dan baliho, para cakades dipasang di beberapa titik strategis. Tentu pemasangan semua alat peraga kampanye itu butuh biaya yang tidak sedikit. Namun, hingar-bingar menjelang pesta demokrasi level desa tersebut tidak terlihat di Desa Tambakrejo, Kecamatan Muncar. Padahal, desa tersebut juga bakal menggelar pilkades 4 September 2013 mendatang. Tidak ada baliho maupun spanduk besar para cakades yang terlihat di desa paling barat yang berimpitan dengan Kecamatan Cluring itu n  Baca Terbiasa...Hal 35

Banyuwangi krisis tenaga penyuluh Rekrut saja pasukan penyuluh kodok dari Aliyan

Status Gunung Ijen turun menjadi waspada Makin gawat statusnya, balapan Tour d’ Ijen justru makin seru

ALI NURFATONI/RaBa

SEDERHANA: Cakades Kabul berjalan di wilayah Desa Tambakrejo. email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com


26

Rabu 28 Agustus 2013

Kumpulan Pesan Sarjana Pendidikan yang Tugas di Kalimantan Utara “Hai kau pemuda dan pemudi harapan ibu pertiwi, mari kita raih prestasi bersama kita membangun negeri. Jadilah pendidik yang berdedikasi. Mengabdi ke pelosok negeri. Mendidiklah dengan setulus hati agar tercipta generasi mandiri. Mari kita maju bersama mencerdaskan Indonesia menjadi sarjana mendidik bangsa. Menujulah yang terdepan, gapai mereka yang terluar, jangkaulah mimpi-mimpi yang tertinggal. Demi terwujudnya generasi emas Indonesia”. BEGITULAH kira-kira lirik mars (Sarjana Mendidik di Daerah Tertinggal, Terluar, dan Terdepan (SM3T) yang selalu menjadi penyemangat dari awal hingga di pengunjung pengabdian kami di pelosok negeri. Setiap

penggal kata dari mars SM3T, seolah memberikan semangat ter sendiri saat kami mulai kehilangan semangat mendidik di pelosok negeri khususnya Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara. Kami para sarjana pendidikan yang dikirim Universitas Negeri Malang, terdiri dari berbagai disiplin ilmu dan dari berbagai daerah. Kami disebar di berbagai sekolah di Kabupaten Malinau ingin memberikan sedikit pesan tentang pendidikan yang kami dapat dari pengalaman kami selama mengabdi di pinggiran Kalimantan. Banyak hal yang sudah kami dapatkan selama mengabdi, mulai dari cerita bersama siswa di sekolah hingga selama bergaul dengan masyarakat sekitar. Bermacam cerita yang tentunya akan sangat me nginspirasi kita para pejuang dan pi onir di dunia pendidikan.

CERMIN DIRI Pemerintah Harus Tegas Sikapi Kasus Murwanto KONDISI Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, sedikit memanas. Itu terjadi lantaran kepala desa setempat, Murwanto, baru saja memecat kepala urusan pemerintahan, Kasiyadi. Pasca pemecatan itu, Kasiyadi langsung melakukan perlawanan. Dia mengadukan kasus tersebut kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan DPRD. Kasiyadi menganggap pemecatan itu cacat hukum. Sebab, Murwanto sudah dinyatakan bersalah oleh Mahkamah Agung (MA) terkait kasus ijazah palsu. Ternyata ijazah SMP yang digunakan Murwanto mendaftar kades adalah palsu. Terkait kasus itu, MA memutus tiga bulan penjara orang nomor satu di Desa Sumberagung tersebut. Pasca putusan itu, Murwanto langsung dieksekusi dan selanjutnya dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banyuwangi. Ke depan, kasus Murwanto diprediksi bakal memanas. Apalagi, komisi I DPRD Banyuwangi telah menerima pengaduan Kasiyadi. Tidak lama lagi ”bola panas” kasus Murwanto akan bergulir di gedung DPRD. Yang pasti, jauh hari sebelumnya, Komisi I DPRD telah bersuara lantang. Mereka mendesak bupati secepatnya mengambil langkah tegas terkait persoalan Murwanto. Desakan yang paling ekstrem adalah memberhentikan Murwanto sebagai Kades Sumberagung. Diakui atau tidak, secara yuridis, Murwanto memang dinyatakan bersalah oleh MA. Sebab, ijazah yang digunakan Murwanto palsu. Jabatan kades tersebut cacat dan melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2006 yang telah diubah Perda Tahun 2010. Dalam perda itu disebutkan minimal ijazah pencalonan kades adalah SMP atau sederajat. Bola panas kasus Murwanto itu kini ada di tangan bupati. Kalau Murwanto secara hukum bersalah, dia memang layak diberhentikan dari jabatan kades. Warga Sumberagung kini menunggu sikap Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Biar persoalan tersebut tidak berlarut-larut, maka harus ada ketegasan kepala daerah. Sebab, jika persoalan itu dibiarkan, Murwanto bisa kian membabi buta memberhentikan orang-orang yang tidak loyal kepadanya. Kita tunggu saja pemerintah mengambil sikap tegas terkait kasus Murwanto. (*)

Oleh: Ujang Sarwono, SPd* Sebuah pesan dari ketulusan sebagai seorang guru yang masih belajar untuk terus berdedikasi dengan

profesinya. Inilah pesan kami sarjana pendidikan dari berbagai disiplin ilmu dan dae rah untuk pembaca Jawa Pos Radar Banyuwangi tercinta. Semoga memberikan semangat dan inspirasi pembaca. Pesan pertama datang dari Nany Setyawan, jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan asal Blitar. Menurut Nany, tidak ada seseorang yang di sebut bodoh atau pintar. Yang ada hanyalah mampu untuk cepat ber pikir dan lambat untuk berpikir, ka rena seseorang memiliki sebuah waktu untuk belajar dan mengerti. Kemampuan manusia untuk mengingat dan melakukan sesuatu dari ingatan yang ia simpan itulah anugerah. Rohmad Setyo Wibowo, asal Blitar, dari jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar berpesan, saya lebih suka menghargai, karena dengan meng-

hargai kita akan dihargai. Sementara itu, Riza Roiyantri asal Trenggalek, dari jurusan Pendidikan Bimbingan dan Konseling berpesan, untuk berjihad tak perlulah ikut perang di negara lain, cukuplah ia dengan ikut mencerdaskan anak bangsa Indonesia. Lailatus Syadiyah, sarjana Pendidikan Matematika dari Situbondo berpesan, hal yang paling menyenangkan saat mengajar adalah ketika murid Anda mengerti sedikit dari yang banyak Anda jelaskan. Sementara itu, sarjana pendidikan jurusan ilmu Fisika dari Banyuwangi, Aning Anjarwati berpesan, Tidak ada ilmu yang tak berguna, melainkan dia yang membuang secara percuma. Dan secara pribadi, saya ikut berpesan bahwa waktu terbaik saat menyerah dalam mengejar mimpi, adalah saat Anda tidak mampu lagi untuk bernapas.

*) Sarjana Pendidikan jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, asal Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran. Kini mengikuti Program SM-3T di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara.

Radar Banyuwangi mengundang warga Banyuwangi dan Situbondo yang berada di perantauan untuk menulis pengalamannya. Tulisan kirim ke radarbwi@gmail.com. Sertakan juga foto diri. Maaf, kami tidak menyediakan imbalan apapun bagi tulisan yang dimuat.

Sama-sama Dituntut 3 Tahun Kakek Cabuli Bocah dan Pemuda yang Tiduri Pacar

AGUS BAIHAQI/RaBa

SENIOR: Miseran dikawal menuju ruang tahanan PN Banyuwangi usai sidang kemarin.

BANYUWANGI - Dua terdakwa kasus persetubuhan dan pencabulan dituntut hukuman yang sama, yakni tiga tahun penjara oleh jaksa kemarin (27/8). Kedua terdakwa yang disidang secara terpisah itu Joko Setiawan, 22, warga Dusun Persen, Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo, dan Miseran, 70, asal Desa Sidorejo, Kecamatan Purwoharjo. Joko yang telah menyetubuhi pacarnya, sebut saja namanya Saritem (nama samaran), 17, tetangganya sendiri, oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Karmawan SH dianggap melanggar Pasal 81 ayat 2 Undang-Undang (UU) No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak (PA). Karena itu, jaksa menuntutnya dengan hu kuman tiga tahun penjara. “Mem bayar denda sebesar Rp 60 juta subsider tiga bulan kurungan,” kata Jaksa Karmawan SH di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi kemarin. Tuntutan juga disampaikan JPU Kar mawan SH untuk terdakwa Mi seran. Kakek yang diproses hukum karena diduga mencabuli Sarijem, 7, salah satu putri tetang-

SIDANG: Joko menyimak jaksa yang membacakan tuntutan di PN Banyuwangi kemarin.

AGUS BAIHAQI/RaBa

ganya, juga dituntut tiga tahun penjara dan denda Rp 60 juta sub sider tiga bulan kurungan. “Mi seran terbukti melanggar Pasal 82 UU No. 23 Tahun 2002 tentang PA,” ungkapnya. Dalam menyampaikan tuntutan, Jaksa Karmawan sempat membeber kronologis persetubuhan yang dilakukan Joko terhadap pacarnya yang masih di bawah umur itu. Selama pacaran, terdakwa terbukti telah meniduri pacarnya itu sebanyak 10 kali. “Perbuatan itu terakhir dilakukan 17 April 2013 di rumah terdakwa,” katanya. Perbuatan yang tidak patut itu dilakukan Joko karena orang tua korban tidak menyetujui hubungannya. Joko menyatakan ber-

tanggung jawab atas perbuatannya. “Joko dan Saritem telah menikah awal Agustus 2013 lalu di Lapas Banyuwangi,” ungkapnya. Bagaimana dengan kakek Miseran? Dalam tuntutan yang disampaikan, Jaksa Karmawan SH menyebut perbuatan tidak lazim itu dilakukan terdakwa di rumahnya 7 April 2013 lalu. “Korban bermain di rumah terdakwa,” cetus Jaksa Karmawan. Dalam perbuatan cabul itu, kakek yang rambutnya sudah banyak yang putih itu menciumi dan memegangi kelamin korban. Perbuatan itu dianggap melanggar Pasal82UUNo.23Tahun2002tentang PA. “Terdakwa mengaku hanya menciumi,” katanya. (abi/c1/bay)

Kirim tulisan Anda ke alamat di bawah ini: OPINI DAN REMBUGAN Naskah Opini panjang tulisan sekitar 850 kata. Sedangkan Rembugan maksimal 250 kata. Kirim ke artikelradarbwi@gmail.com. Sertakan nama dan identitas penulis. Naskah yang sudah dua minggu berada di redaksi dan tidak termuat otomatis dianggap kembali ke pengirim.

SUARA PEMBACA Tulis permasalahan yang Anda hadapi terkait layanan publik. Baik terhadap intansi swasta maupun pemerintah. Sertakan alamat yang lengkap disertai fotokopi identitas dan nomor telepon Anda. Kirim ke artikelradarbwi@gmail.com

AGENDA KOTA

Dikunjungi Siswa Seskoad BUPATI Abdullah Azwar Anas dijadwalkan menerima audiensi siswa KKL Seskoad (Sekolah Staf dan Komandan Angkatan Darat) di Ruang Rempeg Jogopati, Pemkab Banyuwangi, pukul 07.30 pagi ini (28/8). Selanjutnya, pada pukul 08.00, Bupati Anas direncanakan menerima kunjungan kerja Kota Tangerang Selatan bidang teknologi informasi komunikasi (TIK). Pada pukul 09.00, bupati melakukan rapat paripurna dengan DPRD terkait jawaban atas diajukannya raperda pemberdayaan koperasi dan raperda pengelolaan sampah. (*/c1/bay)

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pemasaran & Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Iklan: Widi Ukiyanti. Administrasi PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo. com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. 

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.



Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.



Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


27

Rabu 28 Agustus 2013

PILGUB JATIM

Pukul 15.00 Mahsanul Ishaq berangkat bersama 30 ABK naik perahu gardan Sumber Rahmat.

Atribut Cagub Diturunkan Paksa MUNCAR - Alat peraga kampanye para pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur dicopot paksa tim panitia pengawas pemilu kemarin. Sebab, dua hari kemarin sudah memasuki hari tenang. Aksi pencopotan baliho dan spanduk itu dilakukan Panwaslu Muncar kemarin. Pencopotan alat peraga kampanye tersebut dimulai dari kawasan perempatan lampu merah Tembokrejo. Tindakan tegas Panwaslu tersebut dibantu Satpol PP dan didampingi aparat kepolisian. Tidak ada aksi protes dari para tim sukses saat aksi pencopotan alat peraga kampanye tersebut. Panwaslu mengaku menerima laporan bahwa tim sukses yang bersangkutan sudah pasrah. Divisi Penindakan Panwaslu Kecamatan Muncar Susianto mengatakan, pihaknya sudah memberitahu tim sukses masingmasing agar segera membongkar alat peraga kampanye saat hari tenang. ‘’Kita sudah beri tahu, tapi mereka pasrah,” katanya. Karena itu, Panwaslu tidak punya cara lain kecuali membongkar paksa alat peraga kampanye. Menurut dia, semua bentuk spanduk dan baliho di kawasan traffic light juga dipreteli karena melanggar perda. ‘’Spanduk kampanye harus 200 meter dari traffic light,’’ katanya.(ton/c1/aif)

Kronologi Hilangnya Nelayan Muncar 1

2

Pukul 21.00 perahu berada di kawasan Kayu Rajeh, perairan selat Bali.

Perahu berhenti dan lampu dihidupkan untuk memancing ikan berdatangan.

3

Rombongan memilih pulang dan lampu perahu kembali dimatikan. Pada saat lampu terang, korban masih ada.

Pukul 04.00, pada saat perahu akan dipindah ke perahu ojeken untuk sandar di tepi pelabuhan, korban sudah tidak ada.

S. Rahmat

Diduga korban terjatuh ke laut karena penyakit epilepsi kambuh. Tidak ada yang tahu ketika korban jatuh karena semua ABK sedang tertidur.

SATPOL PP

4

ZAKARIA/RaBa

Nelayan Hilang di Selat Bali Mancing Bersama 30 ABK, Diduga Epilepsi Kambuh ABDUL AZIZ/RABA

MELANGGAR: Satpol PP memasang stiker tulisan peringatan di sebuah tugu Desa Genteng Kulon.

Warning Pemasang Reklame GENTENG - Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Genteng kembali memberi peringatan kepada pemasang iklan di dua tugu di Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, kemarin. Satu reklame dipasang di tugu perempatan Jalan Wahid Hasyim, depan Pos Lantas Genteng. Satunya lagi di tugu perempatan lampu merah Desa Genteng Kulon. Kepala Satpol PP Genteng Rusmiadi mengatakan, peringatan tersebut adalah yang kedua kalinya diberikan. “Ramadan lalu sudah kita beri peringatan, tapi kemudian dirobek. Sekarang kita pasang lagi tulisan pelanggaran itu,” tuturnya. Bila masih mokong, Rusmiadi akan memberi peringatan untuk ketiga kali. “Kalau tetap memasang reklame di tempat terlarang itu, maka akan kita tindak tegas,” tegasnya. Dijelaskan, reklame yang diberi peringatan itu karena izinnya ada, tapi pajaknya sudah habis. Peringatan tidak hanya diberikan kepada pemasang reklame di Genteng. Di jantung Kota Banyuwangi, peringatan serupa juga gencar dilakukan oleh Satpol PP. (azi/c1/aif)

MUNCAR - Seorang nelayan Muncar dinyatakan hilang ketika sedang mencari ikan di Selat Bali, tepatnya di kawasan Kayu Rajeh, dini hari kemarin. Dia adalah Mahsanul Ishaq, 30, warga Kalimoro, Dusun Muncar, Desa Tembokrejo,

Kecamatan Muncar. Diduga, pemuda lajang tersebut terjatuh ke laut lantaran epilepsinya kambuh. Pada saat kejadian, sebanyak 30 anak buah kapal (ABK) perahu Gardan Sumber Rahmat itu tidak ada yang tahu. Dalam perjalanan pulang tanpa hasil tangkapan itu, semua ABK sedang tidur. Puluhan ABK tersebut baru menyadari bahwa salah satu anggota mereka tidak ada setelah pindah dari perahu gardan ke perahu

ojekan di kawasan Pelabuhan Muncar pukul 04.00. Kontan, hilangnya sulung dua bersaudara itu mengejutkan semua ABK dan juru kemudi perahu. Selepas dinyatakan hilang, para nelayan langsung melakukan pencarian sejak pagi. Namun, dua perahu gardan yang dikerahkan menyisir laut tersebut tak berhasil menemukan korban hingga siang kemarin n

BERDUKA: Dua orang perempuan menangis di rumah duka di Kalimoro, Dusun Muncar, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, kemarin.

Baca Nelayan...Hal 35 ALI NURFATONI/RaBa

Jalan Rowo Bayu mulai Diperbaiki

ABDUL AZIZ/RABA

MULUS: Jalan menuju Wanawisata Rowo Bayu mulai di-hotmix kemarin.

SONGGON - Janji Pemerintah Kabupaten Banyuwangi membangun jalan rusak menuju Wanawisata Rowo Bayu, Kecamatan Songgon, tampaknya mulai terwujud. Sebab, kemarin proses perbaikan jalan menuju Rowo Bayu tengah dilakukan. Jalan sepanjang enam kilometer lebih itu kini sudah selesai 75 persen. Jalan yang dulu rusak parah itu kini sudah terlihat mulus.

Tantok, warga Dusun Sambungrejo, Desa Bayu, Kecamatan Songgon, mengaku bersyukur jalan di desanya sudah kembali baik dan bisa dilewati dengan nyaman. ”Kalau dulu mau ke pasar butuh waktu setengah jam. Kini 10 menit sudah sampai,” ujar Tantok seraya tersenyum. Meski belum seratus persen rampung, warga sudah berjanji akan ikut merawat jalan tersebut

agar tetap baik. “Kami sudah memimpikan jalan desa kami baik. Masak sudah bagus mau dirusak,” kata Saekah, warga lain. Sementara itu, dampak mulai mulusnya jalan menuju Wanawisata Rowo Bayu, hari Minggu lalu kunjungan menuju kawasan wisata yang terkenal dengan tempat semedi Prabu Tawang Alun itu mulai ramai dan dipadati mudamudi. (azi/c1/aif)

DPRD Segera Panggil Kades Murwanto PESANGGARAN - Kebijakan main pecat yang dilakukan Murwanto selaku Kepala Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, terhadap anak buahnya mulai menuai sorotan. Kalangan DPRD Banyuwangi langsung merespons Murwanto yang baru saja memecat Kepala Urusan Pemerintahan (Kaurpem), Kasiyadi. Yang menjadi fokus DPRD adalah soal ijazah Murwanto. Berdasar putusan kasasi Mahkmah Agung (MA), Murwanto tidak memiliki ijazah SMP/ sederajat sebagai syarat cakades dulu. Sesuai perda, ijazah tersebut sebagai salah satu syarat yang harus dimiliki kepala desa. Wakil Ketua Komisi I DPRD Banyuwangi Khusnan Abadi menyatakan, jabatan kepala desa yang disandang Murwanto cacat hukum. Sebab, yang bersangkutan terbukti tidak memiliki ijazah SMP. ‘’Itu sama sekali tidak mematuhi ketentuan hukum,” tegas Khusnan saat ditemui koran ini kemarin. Pasca putusan MA tersebut, pihaknya sudah minta eksekutif menindaklanjuti proses pemberhentian kades tersebut. Tetapi, hingga kini janji tersebut tak kunjung ditepati. ‘’Harus segera ada putusan. Pemerintah harus tegas,” desaknya. Komisi I akan memberikan waktu hingga beberapa hari ke depan mengenai kejelasan nasib Murwanto tersebut. Jika tidak segera diputus, maka pemerintah melanggar ketentuan hukum. ‘’Jadi, segera ambil keputusan. Tunggu waktu apa lagi, karena masalah itu sudah jelas dasarnya,” imbuh politisi dari PKB tersebut. Sementara itu, Sekretaris Komisi I DPRD, Eko Susilo Nur Hidayat menambahkan, persoalan Kades Murwanto tersebut merupakan atensi wakil rakyat. Sebab itulah, pihaknya akan segera mengambil langkah. ‘’Surat sudah masuk. Akan kita panggil yang bersangkutan untuk hearing (dengar pendapat),” kata Eko. Menurut dia, inisiatif tersebut segera diambil agar status kades tersebut jelas. Dia tidak habis pikir kades tersebut belum direspons pemerintah.

‘’Ini bagaimana. (kaur pemdes) Sudah jelas tak karena diangpunya ijazah, gap salah tapi tetap mendalam menjabat. Saya kira jalankan tugas. Harus segera ada sudah diputus, Kaur pemputusan. Pemerintah des tapi ternyata beyang dipeharus tegas. Tunggu cat adalah Kalum,” sesal Eko. Diberitakan siyadi. Tindaapa lagi, karena sebelumnya, kan Murwanto meski pernah masalah itu sudah jelas itu langsung dasar hukumnya” dinyatakan mengundang bersalah dalam protes Kasiyaperkara ijazah di. Tak terima Khusnan Abadi palsu, Murwandiperlakukan Wakil Ketua Komisi I DPRD to tetap percaya semena-meBanyuwangi diri memimpin na, dia langDesa Sumbergaung. Belum lama sung mengadukan Murwanto ini dia memecat salah seorang kepada Bupati Abdullah Azwar kepala urusan pemerintahan Anas. Pengaduan juga ditujukan

kepada DPRD Banyuwangi. Kasiyadi berargumen, pemberhentian tersebut tanpa dasar hukum jelas. Dia pun menuntut agar tugas-tugasnya sebagai kaur pemdes dikembalikan seperti semula. Dirinya merasa tidak punya kesalahan selama bertugas. ”Saya memang sering bersikap kritis terhadap pimpinan. Nggak ada peringatan, tiba-tiba saya dipecat,’’ sesalnya saat menemui koran ini di kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi, Biro Genteng kala itu. Sekadar tahu, terkait ijazah palsu, Pengadilan Negeri Banyuwangi memutus bebas Murwanto. Murwanto akhirnya diputus 3 bulan penjara oleh Mahkamah Agung. (ton/c1/aif)

Dulu, Diabetes Dianggap Penyakit yang Menjijikkan Konon, istilah diabetes untuk pnyakit kencing manis diciptakan Aretaeus dari Kapadokia, yang berasal dari kata Yunani diabaínein, yang berarti berjalan atau berdiri dengan kaki terbelah. Dari sinilah konon asal mula penggunaan diabetes sebagai nama untuk penyakit yang melibatkan pembuangan urine berlebihan. Kata diabetes pertama yang tercatat dalam bahasa Inggris dalam bentuk diabete, dalam sebuah teks medis ditulis sekitar tahun 1425. Di tahun 1675, Thomas Willis menambahkan kata mellitus, dari bahasa Latin yang berarti madu, sebuah referensi untuk rasa manis dari urine. Rasa manis ini diketahui setelah melihat urine orang Yunani kuno, Cina, Mesir, India, dan Persia yang disukai semut. Pada tahun 1 7 7 6 , Ma t i u s Dobson mene gaskan bahwa rasa manis itu disebabkan oleh kelebihan gula da lam urine dan darah pen derita diabetes. Penyakit diabetes mellitus telah menjadi semacam hukuman mati di zaman kuno. Hippocrates memi lih untuk tidak menyebutkan penyakit itu, yang mungkin menunjukkan bahwa ia merasa penyakit itu tak dapat disembuhkan. Aretaeus tidak berusaha untuk mengobatinya, namun tidak bisa memberikan prognosis yang baik. Ia hanya berkomentar bahwa hidup (dengan diabetes) pendek, dan menjijikkan. Mereka yang punya riwayat keturunan menderita diabetes (diabetisi) berpotensi mewarisi penyakit ini. Dan umumnya gejalanya baru terdeteksi di atas usia 40. Tapi, bukan berarti mereka yang tak memiliki riwayat keturunan takkan terkena penyakit ini. Dan bukan berarti pula orang muda tak akan terkena penyakit ini. Selain faktor genetik, yang jadi penyebab penyakit ini adalah: perubahan gaya hidup, kebiasaan makan yang buruk, perubahan komposisi tubuh, penyakit penyerta, usia lanjut, dan

pemakaian obat-obatan yang dilakukan secara rutin. Lalu, bagaimana cara mengatasi gejala dan penyakit ini? Salah satu cara yang tepat dengan mengonsumsi senyawa xanthone yang terkandung dalam kulit buah manggis. Dan, mengapa dengan xanthone gejala diabetes bisa ditekan? Berdasarkan hasil tes yang dilakukan seorang dokter dan praktisi kesehatan di Jakarta terhadap tujuh pasien penderita kencing manis selama sepuluh hari mengnsumsi esktrak kulit buah manggis, terbukti bahwa esktrak ini mampu menurunkan gula darah tujuh orang pasien dari 205,0 menjadi 119,86 mg/dl. Tapi, tapi penurunan itu bervariasi di antara semua pasien itu. Bervariasinya penurunan kadar gula itu disebabkan oleh berbedanya respons sistem metabolisme tubuh tiap-tiap pasien terhadap e k s t ra k ku l i t buah manggis yang diberikan. Bila ingin tahu lebih banyak tentang khasiat mang gis, Anda bisa m e m bacanya di buku berjudul Kulit Manggis Berkhasiat Tinggi, yang tersedia di Toko Buku Gramedia se-Indonesia. Tapi, apakah untuk mendapatkan xanthone itu kita perlu mengimpornya? Tidak. Sekarang, teknologinya sudah ada di Indonesia. Dan produk itu sudah beredar di apotek dan tokotoko obat terkemuka di kota Anda, dalam bentuk kapsul. Namanya Garcia, bukan xanthone. Xanthone adalah nama zat yang dikandungnya. Bila ingin tahu lebih banyak tentang ekstrak kulit manggis pertama di Indonesia itu, Anda bisa menghubungi telepon bebas pulsa di 08001401430, email info@manggisgarcia.com, atau website www. manggisgarcia.com. .Produk ini bisa didapatkan di Apotek dan toko obat terkemuka di kota anda atau segera Banyuwangi : 03337703239 & 081336445358.


28

Rabu 28 Agustus 2013

AGUSTUSAN

Jalan Sehat Meriahkan HUT Kemerdekaan RI KALIPURO - Mengambil start di depan Bulog dan finish di Lapangan PTN Kalipuro, Banyuwangi, ribuan peserta mengikuti jalan sehat untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-68 pagi kemarin (27/8). Para peserta tersebut merupakan siswa, guru, dan kepala MI se-Kecamatan Kalipuro. “Selain memeriahkan Agustusan, acara ini juga bertujuan kian mempererat tali silaturrahmi antar siswa, guru, dan kepala MI se-Kalipuro,” ujar Saeful Huda, S.Pd, salah seorang panitia jalan sehat. Menurut kepala MI Nurul Islam, Desa Kelir, itu peserta jalan sehat berkesempatan mendapat hadiah doorprize sepeda gunung, kipas angin, DVD, dan puluhan hadiah menarik lainnya, yang diundi di akhir acara. Jalan santai yang digagas Kelompok Kerja Kepala Madrasah Ibtidaiyah (KKKMI) Kecamatan Kalipuro itu dimulai sekitar pukul 7.00 di depan Bulog Kalipuro. Setelah dilepas Camat Kalipuro Nur Hadi, dan Kepala UPTD Pendidikan Kalipuro Adi Soeyono, peserta jalan sehat kemudian menempuh rute sejauh sekitar lima kilometer dan berakhir di lapangan PTN Kalipuro. (*/als)

ISTIMEWA

SEMANGAT: Peserta jalan sehat Agustusan saat melewati Jalan Argopuro, Banyuwangi, pagi kemarin.

BANYUWANGI

BANYUWANGI

EDY SUPRIYONO/RaBa

BERLANJUT: Suasana sidang gugatan PKNU kubu Dadang-Ra Malung kepada DPP dan DPW PKNU Jawa Timur di PN Situbondo siang kemarin.

Majelis Hakim Mediasi Gugatan PKNU SITUBONDO - Sidang lanjutan gugatan perdata Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) kubu Dadang Wigiarto-Ra Malung kepada DPP dan DPW PKNU Jatim kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Situbondo siang kemarin (27/8). Kali ini, majelis hakim mengagendakan mediasi penggugat dan tergugat. Dari DPW PKNU Jawa Timur, hadir Ymron Farcham dan Ahmad Syaifuddin. Keduanya dari Badan Hukum dan Hak Asasi Manusia (Bakumham) DPW PKNU Jawa Timur. Disebut-sebut, dalam pelaksanaan sidang nanti, Ketua DPP PKNU Choirul Anam akan hadir langsung. Pelaksanaan sidang perdana kemarin berlangsung sebentar. Majelis hakim yang diketuai Dewi Iswani beranggota Merina SH dan Kadek SH memutuskan

BANYUWANGI

melakukan mediasi terlebih dahulu sebagaimana amanat surat edaran mahkamah agung (SEMA). Yang ditunjuk sebagai hakim mediasi adalah Andre SH. Mediasi langsung dilakukan kemarin di sebuah ruang khusus. Prosesnya berlangsung sekitar 15 menit. Namun, tak membuahkan hasil. Proses mediasi masih dilanjutkan hingga 3 September mendatang. Kuasa hukum penggugat, Reno Widigdyo mengungkapkan, pihaknya pada prinsipnya tidak keberatan dengan penyelesaian di luar pengadilan. “Kita welcome, saya kira ini lebih baik jika memang ditemukan satu komitmen atau deal-deal baru, kita monggo saja,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. Sementara itu, kuasa hukum DPW

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Toyota Avanza ‘10 •

• Toyota Innova ‘06 •

• Isuzu Panther ‘07 •

Dijual Toyota Avanza 1.3G F60 IRM GMMFJJ tahun 2010 silver, harga 138,5 juta nego barang istimewa, bisa cash /kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Toyota Kijang Innova G XW 42 tahun 2006 biru matalik, harga 146,5 juta nego barang istimewa, bisa cash /kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Isuzu Panther TBR 54F turbo LM tahun 2007 silver, harga 136,5 juta nego barang istimewa, bisa cash /kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

• Daihatsu Terios ‘07 •

• Nissan Terrano ‘00 •

• Honda Stream ‘02 •

Dijual Daihatsu Terios F700 RG TS tahun 2007 hitam metalik, harga 136,5 juta nego barang istimewa, bisa cash /kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Nissan Terrano K. Road F1 tahun 2000 hitam silver, harga 115 juta nego barang istimewa, bisa cash /kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijal Honda Stream S7A 1.7AT tahun 2002 hitam harga 126,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Tanah di Bbrapa Lokasi •

• Facial Murah•

• Honda Jazz rs ‘09 •

• Grand Livina •

APK Bwi Sehat Jl.P.Tendean 35. Facial murah pukul 14.30 - 15.00. Finda 081335368618.

Djl Jazz RS 09 hitam pjk bru 182 jt nego cash/ krdt,tkrtmbh.H.082142194111-081335897888

Djl. G.LIvina SV”10" MT. Grey MTL. H.142,5 NG. tgn 1. Brg Istw. H. 087857628108

• Investasi Jati & Sengon •

• Innova ‘09 •

• Chev PU & Suzuki Carry •

• Lingkar Ketapang •

Peluang emas investasi pohon jati & sengon 1 Ha 3000 pohon, RP. 88 jt langsung sertifikat SHM. Hub 085204556344

Djl Innova disel 09 silver/hitam 207,5 jt nego, pjk pjng bs kash/kredit atau tukar tambah hub 082142194111 - 081335897888

DjlchevPU’84,SzkCary’88alexander.Tnh9000m2 @750Rbm.Argopuro15082333008871

Djl tanah 2530 M2, Jl. Lingkar Ketapang Bwi, blh diambil sbagian. H. 082141046676.

• Jasa Pengiriman Hewan •

• Great Corolla ‘93 •

• Kebun + Sawah 9780m2 •

Jasa kirim hewan ke luar Jawa hub 081351889407 di Juanda Surabaya.

Dijual toyota great corolla 93, abu2, Nopol P Bwi, Ex. Dokter nego+bonus. 0817264615.

• L300 PU ‘10 •

• Tanah 2 Kapling •

Jual L300 PU 2010 Colt Diesel FE71 Th 2008 4RD,TaftGT4X4th93ban33hub08123353223

Dijual 2 tanah Kapling msg2 uk: 10x20 M2, Lokasi Kebalenan, SHM Harga : 75 Juta Hub: 082141060580/083847407631

• L300 ‘09 •

BANYUWANGI • Ruko Dikontrakkan •

• Avanza ‘11 • Bth uang cpt avanza S.1.5 T 2011 Istimewa, Putih, Silver 147 jt. Hub. 087822043316

BANYUWANGI

Djl L300 2009 hrg 112juta nego cash&kredit, tukar tambah 082142194111.

• STNK •

• Sewa/Jual •

• Panther PPL ‘99 •

Hlg STNK 3456 ZD, an. Roby Irawan Syahdu, Perum Kebalenan Baru 1 H-22 02/03 Bwi

Sewa rumah depan stasiun Rogojampi 15 jt per tahun/nego, cepat, hub 087823185909.

Panther PPL ‘99 hrg 80jt nego, biru met, no. W (Sidoarjo) H. 08123461158, 087755721823

Hlg STNK P 3907 YQ, an. Isnaini Sahlani. Lingk. Klatakan RT02/02 Klatak Kalipuro

• Jl. Singosari •

• Promo Suzuki •

Djl rmh Jl. Singosari No. 31 LT 550m2, LB + 350m2. SHM. Hub 0811300151

Suzuki promo R3 Splash Swift apv pickup dp ringan+bonus hub: 085231223170

Hlg STNK P 3872 XL, an. Alius Citra Nirwana. Jl Cemara 24 RT 01/03 Sumberejo

BANYUWANGI

• Jl. Ikan Kembangwaru •

• Truck Figher •

Jual rmh L600m2, Jl. Ikan Kembangwaru 5 KarangrejoBwi,580jtnego,SHM.H085236434601

Jual Truck Figther 2 thn 93&94 power, telp 0333-633439, jl. kebalen 35 rogojampi.

adalah harga mati alias tak bisa ditawar-tawar lagi. “Jadi, kita minta yang konkret. Kalau memang nanti masih tidak jelas, ya kita amputasi saja mediasi ini biar tidak terlalu molor,” tandas Supriyono. Sekadar tahu, PN Situbondo menerima dua berkas gugatan perdata. Gugatan pertama dilayangkan DPC PKNU lama secara kelembagaan. Penggugatnya meliputi KH. Achmad Faqih Aly (wakil ketua Dewan Syuro) dan Drs. KH. Ham Masrus Syam (ketua Dewan Tanfidz). Gugatan kedua dilakukan oleh perorangan, yakni Yusuf Mu’thi dan Imamul Muqinin. Dua gugatan tersebut dilayangkan kepada DPP, DPW PKNU Jatim, dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Situbondo sebagai turut tergugat. (pri/c1/als)

SITUBONDO

Dijual rmh L.1485m2 dpn Bank R a n i Rgj; Tnh L.9600 m2; Kebalen L.23500m2; Pancoran L1150m2; Mendut, L.5000m2; Meneng, L.10650m2 Utara Meneng. Hub. 0811301322/0818341688

Kebun+sawah Simbar Cluring 9780m2 hrg 1,25M nego.T.085859713332, 085257089996

dan DPP PKNU, Supriyono, mengaku tidak memiliki waktu lama untuk bermain-main di masa mediasi. Jika memang sudah tidak ada kejelasan, dia akan cepat memutuskan melanjutkan sidang ke tahap selanjutnya. “Tadi di ruang mediasi justru aneh. Kita malah yang diminta memberikan penawaran. Seharusnya kan penggugat. Sebab, mereka yang menggugat. Kalau menggugat berarti kan ada yang diharap. Tapi, kuasa hukum penggugat justru meminta kita yang menyampaikan tawaran. Itu tidak lazim bahkan aneh. Hakim mediator sampai memperkuat kita, bahwa penggugatlah yang seharusnya menawarkan kemauannya,” ungkap Supriyono. Dia menegaskan, tentang SK baru kepengurusan DPC PKNU Situbondo

Hlg STNK P 2292 ZX, an. Watini, Dsn Kebondalem RT 01/02 Ds Kebondalem Hlg P 2534 YS, an. Nurul Hidayati Alm, Dusun Truko RT 01/02 Karangsari Sempu Hlg STNK P 5519 ZG, an. Mutarom, Sidorejo RT01/02 Gitik, Kec. Rogojampi

Mobil Anda belum laku? Hubungi: 0333-412224

Hlg STNK P 5108 XD, an. Suraji, Pengastulan 01/01 Singolatren, Singojuruh

PEMBERITAHUAN

Dikontrakkn ruko di jantung kota Pesanggaran sblh Bank Mandiri, cck utk ush prkantorn, Cafee ,&Bank, L8x18 m,SHM &IMB, 081216418633/iinsetyowati44@yahoo.com

BALI • Rumah+Toko Bangunan • Dijual cpt rumah+toko bangunan sdh berjalan. L 338M2, lokasi muncar. Harga Rp. 1 M nego. minat hub 081249679585

• Kurir • Dicr kurir SIM C+ srabutan di Bali, tinggal dlm, gaji UMR+bonus 087735154448

Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhati-hati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak bertanggungjawab atas semua transaksi yang terjadi selain pemasangan iklan secara resmi di Radar Banyuwangi.


BALJEBOL

Rabu 28 Agustus 2013

BALI

JEMBER

BONDOWOSO

33

LUMAJANG

475 Warga Binaan Miliki Hak Suara JEMBER - Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Jember kemarin (28/8) mendapatkan kesempatan mencoblos Pilgub Jatim 2013. Namun, ini dilakukan hanya untuk kegiatan sosialisasi dan simulasi Pilgub oleh KPU Jember. Apalagi, untuk Lapas klas 2A ini ada sekitar 475 warga binaan yang memiliki hak suara untuk mengikuti Pilgub 2013. Dalam sosialisasi kemarin, sejumlah anggota KPU Jember hadir. Diantaranya sekretaris KPU Eberta Kawima dan Komisioner KPU Gogot Cahyo Baskoro. Mereka memberikan sosialisasi tata cara pemilihan gubernur 2013 yang akan dilaksanakan kamis mendatang (29/8). “Ini untuk menjamin hak politik agar tidak hilang dalam Pilgub mendatang,” ujar Gogot saat ditemui kemarin. Pihak KPU Jember juga sudah berkoordinasi dengan Lapas dan Pengadilan bahwa warga binaan tidak hilang hak pilihnya. Meskipun terpidana, menurut Gogot, berhak memberikan hak pilgub kali ini. Selain itu, kegiatan ini dilakukan agar warga binaan mengetahui bagaimana prosedur Pilgub kali ini. Pasalnya, untuk Pilgub kali ini dilakukan pencoblosan, bukan mencontreng. Dalam acara sosialisasi kemarin, juga dijelaskan bagaimana proses pilgub di TPS nanti. Mereka harus membuka suara lalu mencoblos dan menutup kembali surat suara. Lalu dimasukkan ke kotak suara. Usai sosialisasi, sejumlah warga binaan kemarin langsung melakukan simulasi langsung pencoblosan menggunakan fotokopi suara layaknya aslinya. Sehingga warga binaan bisa berlatih untuk pencoblosan sebenarnya kamis mendatang. Bukan hanya tentang tata cara, namun juga mengenalkan keempat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang berlaga di Pilgub kali ini. Pasalnya, banyak warga binaan yang mungkin belum mengetahui siapa saja calon yang berlaga. (ram/jum/jpnn)

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

LATIHAN NYOBLOS: Sejumlah warga binaan Lapas Klas IIA Jember saat melakukan simulasi pencoblosan untuk Pilgub Jatim 2013.

Korban Mutilasi Ternyata Pegawai Koperasi

ADA APA LAGI

Dugaan Dilatarbelakangi Urusan Tagihan Pinjaman

SHOLIKHUL HUDA/RADAR JEMBER/JPNN

SEMPAT DIKEPUNG WARGA: Berdalih untuk beli makanan, Abdul Karim nekat mencuri laptop dan uang ratusan ribu rupiah.

Bocah 13 Tahun Nyaris Dimassa GUMUKMAS - Nekat mencuri di siang bolong, seorang bocah berusia 13 tahun bernama M. Abdul Karim, asal Dusun Muneng, Desa Mayangan, Kecamatan Gumukmas nyaris dihajar massa. Beruntung, pelaku yang tertangkap basah warga ini segera diamankan oleh Kepala Dusun dan selanjutnya dibawa ke Mapolsek Gumukmas. Atas perbuatannya, tersangka harus mendekam dalam tahanan Polsek Gumukmas untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Dari tangan tersangka, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit laptop merk Acer, satu buah jam tangan dan uang tunai sebesar Rp 400 ribu yang sempat dibawa kabur tersangka. Korban pencurian itu adalah Susiana, 43, yang masih tetangga tersangka. Untungnya, korban berhasil menggagalkan aksi tersangka saat memergoki masuk lewat pintu belakang. Korban Susianan pun berteriak yang mengundang warga sekitar berhamburan keluar untuk mengejar maling. Abdul Karim sendiri yang diteriaki maling itu langsung panik. Dia berusaha menyelamatkan diri dari kejaran warga dengan berlari ke areal persawahan. Namun, upaya untuk lolos tidak berhasil setelah warga mengepungnya. Untungnya, tersangka yang masih kecil ini tidak menjadi bulanbulanan, karena langsung diamankan Kasun setempat. Tak berselang lama, petugas datang ke lokasi dan membawa tersangka ke Polsek Gumukmas. Kepada polisi, tersangka mengaku hendak mencuri dengan melewati pintu belakang yang tidak dikunci. Dia nekat mencuri karena tidak memilki uang untuk membeli makanan. Apalagi dia mengaku diusir nenek dan kedua orang tuanya sejak kecil. ”Meski usianya masih 13 tahun, tersangka mengaku telah melakukan pencurian sebanyak tiga kali yang membuat warga di sekitarnya resah,” kata Kondari, kepala dusun setempat. (hud/hdi/jpnn)

LUMAJANG - Jerih payah polisi melacak identitas korban mutilasi akhirnya membuahkan hasil. Kemarin, Mapolres membeber identitas korban mutilasi yang ternyata adalah Ngatiyani, pegawai koperasi Kopangda Panca Usaha asal Curahjeruk, Sumbersuko, Lumajang. Sejak ditemukan mayat korban (26/8), pihak kepolisian langsung bergerak cepat. Mulai identifikasi potongan tubuh korban sampai dugaan pelaku. Hasilnya, dalam waktu kurang dari tiga hari, identitas korban mutilasi berhasil dilacak dan dirilis polisi petang kemarin. Dwi Miyarsih, Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Lumajang yang memimpin identifikasi mengatakan, ada data primer dan data sekunder yang memastikan identitas korban. “Dipastikan sesuai,” katanya. Dari tiga hari identifikasi yang di-back

up Puslabfor Polda Jatim, dia menyebutkan, ada data primer berupa pemeriksaan gigi. Dua gigi palsu rahang atas sebelah kanan, gigi lain berlubang. Kedua sidik jari kiri ditemukan 12 titik sidik jari. Selain itu ada data sekunder pada tahi lalat ujung hidung, kening. Termasuk foto dan pakaian yang tercecer di lokasi kejadian. Ditambah hasil rekam medis yang menunjukkan korban pernah melakukan perawatan gigi di RSD Haryoto Lumajang. Dari data tersebut, pihaknya langsung berani menyimpulkan akurasi identitas korban adalah Ngatiyani. Kapolres Lumajang AKBP Singgamata menegaskan, korban tersebut benar bernama Ngatiyani, warga Dusun Curahjeruk RT 16/RW 5 Desa Grati, Kecamatan Sumbersuko, Lumajang. “Korban mutilasi adalah pegawai koperasi Kopangda Dinas Panca Usaha,” katanya. Korban mutilasi kelahiran 5 April 1963 berstatus janda dan memiliki seorang anak. Korban, menurut dia, berpamitan terakhir kepada keluarga pada hari

RADAR JEMBER/JPNN

BEBER IDENTITAS: Kapolres Lumajang AKBP SUsanto didampingi Kasat Reskrim AKP Kusmindar ketika membeber identitas korban Mutilasi.

Rabu (21/8) untuk bekerja. Diduga, aksi pembunuhan keji itu dilakukan sekitar 48 jam dari ditemukannya potonganpotongan di pinggir pantai Bambang.

Dengan ditemukannya identitas ini, telapak tangan kanan yang diduga dimakan anjing sudah tidak perlu lagi untuk melengkapi penyidikan. (fid/wnp/jpnn)

Tujuh Penambang Dijadikan Tersangka

JUMAI/RADAR JEMBER/JPNN

ILLEGAL MINNING: Para pelaku penambangan ilegal yang ditangkap di Desa Pace, Silo beberapa waktu lalu ditetapkan sebagai tersangka.

SILO – Enam pelaku penambangan illegal dan seorang yang menjadi penunjuk arah di Desa Pace, Silo akhirnya ditetapkan menjadi tersangka. Hal tersebut diungkapkan Kapolsek Silo AKP Adi Sutjipto usai melakukan pemeriksaan intensif kepada para pelaku penambangan di petak 16B RPH Perhutani Pace di Dusun Curahungkal Desa Pace Kecamatan Silo pekan lalu (21/8). “Para penambang beserta dengan penunjuk arah kita tetapkan sebagai tersangka karena memenuhi unsur perbuatan melanggar hukum,” ujar Adi Sutjipto. Mereka terbukti memenuhi unsur melakukan perbuatan eksplorasi ilegal dengan melakukan penambangan tanpa izin di lokasi tersebut.

Keenam penambang yang ditetapkan sebagai tersangka masing-masing M Hasim, 39, Ahmad Jerat, 62, warga Dusun lemer Desa Buwunmas Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, Hasan Ashari, 33, Ari Fitriadi, 32, warga Dusun Gununggunjil Desa Jembatan kembar Kecamatan Jembar, Lombok Barat. Serta ada Ilman, 23, warga Dusun Bagik, Desa Plambik Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah dan Saparudin, 31 warga Desa Air Araja, Kecamatan/ Kabupaten Tanjung Pinang. Selain itu, juga ada Nawari, 34, warga Dusun Curahungkal Desa Pace yang diduga menjadi penggerak untuk melakukan penambangan ini berhasil ditangkap anggota Reskrim keesokan harinya juga ditetapkan sebagai tersangka. (jum/ram/hdi/jpnn)

Kisah Pahit Sunaryah, TKW Arab Saudi Asal Desa Mojosari, Puger

Tiga Tahun Disiksa, Gaji Pun Tak Diberikan Mendapat penghidupan yang layak setelah pulang dari luar negeri menjadi cita-cita para TKW. Namun tidak bagi Sunaryah binti Supono Nor, 43, warga Dusun Jadukan, Desa Mojosari, Kecamatan Puger. Ketika pulang, tubuhnya penuh dengan luka bekas siksaan majikan. BARID ISHOM, Jember SIANG itu, seorang wanita tengah duduk santai di sebuah sofa panjang di ruang tamu sederhana. Kulit punggung tangan kirinya terlihat mengkerut. Seperti luka bakar yang sudah mengering. Di pipi kiri juga tampak luka yang sama. Itulah Sunaryah, 43, Tenaga Kerja Wanita atau TKW asal Dusun Jadukan, Desa Mojosari, Kecamatan Puger yang baru pulang dari Riyadh, Arab Saudi. ‘’Belakangan ini (lukanya) mulai tak perih. Sebelumnya luka ini masih nyeri. Luka ini ulah majikan perempuan saya saat berada

di Arab Saudi,’’ kata Sunaryah mengawali cerita. Bekas luka atas siksaan itu masih terlihat jelas di sekujur tubuhnya. Ternyata luka yang dialami Sunaryah itu bukan hanya fisik. Psikisnya pun sampai saat ini juga masih labil. Dia pun sering kali terkejut saat bangun tidur. Trauma selama menjalani siksaan di Arab masih terus terbayang. “Saya selalu terkejut saat bangun, karena saya masih terbayang-bayang keadaan di sana (Arab Saudi, Red),” terang Sunaryah saat ditemui wartawan koran ini di rumahnya. Sunaryah merupakan potret TKW yang boleh dibilang gagal. Harapannya pergi ke luar negeri untuk mencari penghidupan lebih baik ternyata banyak menemui ganjalan. Bahkan bukannya kehidupan layak, namun malah siksaan yang dialami. Sunaryah sudah menjadi TKW di Arab Saudi sejak sembilan tahun lalu. Pertama, dia menjadi seorang pembantu rumah tangga di Al Khobar, Damam, Arab Saudi. Pekerjaan ini sempat dijalani selama lima tahun. Di tempat majikan ini, awalnya dia merasa aman karena sang majikan masih pengertian. Sunaryah nekat jadi TKW karena anaknya masih kecil. Dan dia sendiri juga baru dicerai-

SHOLIKHUL HUDA/RADAR JEMBER/JPNN

MASIH TRAUMA: Sunaryah menceritakan pengalaman pahitnya pada wartawan.

kan suaminya. ‘’Saat berangkat anak saya masih berusia 18 bulan. Kalau bekerja di sini (Indonesia, Red) sepertinya tidak mungkin. Akhirnya saya berangkat ke Arab. Saya hanya

ingin menyenangkan anak-anak,’’ ungkapnya. Keberangkatan pertama, Sunaryah mampu memberikan sesuatu kepada anak-anaknya. Selama 5,6 tahun dijalani sampai kontraknya

habis, dia baru bisa pulang. Faktor ekonomi lagi, membuat Sunaryah tidak betah tinggal di rumah. Selang beberapa bulan, dia pun kembali menjadi TKW. Sebab masih banyak kebutuhan yang harus dipenuhi. Maka, berangkatlah Sunaryah melalui perusahaan yang berbeda. Tahun 2009 berangkat melalui PT Bina Gala, jalan Inspeksi Saluran Raya no. 22 Kali Malang, Jakarta Timur. Dia teken kontrak selama 3,8 tahun. Namun, kali yang sangat berat dia alami. Kali ini rumah yang dia tempati sangat jauh dari kota. “Dibutuhkan waktu dua jam untuk menuju ke Kedutaan Indonesia di Arab Sasudi,” terangnya. Sampai di rumah majikan, bukan penghidupan yang layak yang diterima. Dia langsung mendapat siksaan. Saat itu Sunaryah merasa sangat lapar, namun bukan makanan yang diterima, melainkan segudang pekerjaan yang harus diselesaikan. Ternyata majikannya kali ini tergolong orang yang kikir kepada pembantu. Selama bekerja, Sunaryah tidak mendapat makanan yang cukup. Dia hanya menerima jatah sepotong roti setiap harinya. Yang menyedihkan, gajinya selama 3 tahun bekerja tidak diberikan. (*/hdi/jpnn)


34

Rabu 28 Agustus 2013

Atletik Sabet Lima Medali

TARGET JUARA: Kontingen Banyuwangi usai berlatih di salah satu gym di Banyuwangi kemarin (27/8).

ISTIMEWA

Godok Delapan Binaragawan BANYUWANGI - Pengkab PABBSI Banyuwangi punya kesibukan dalam waktu dekat. Sebuah kejuaraan binaraga di kota tetangga, Jember, menjadi salah satu agendanya. Dalam kegiatan yang dijadwalkan berlangsung mulai 15 September mendatang itu, Banyuwangi mempersiapkan delapan atlet terbaik. Ketua PABBSI Banyuwangi Nurmansyah menuturkan, di kejuaraan tersebut, ada

delapan biranagawan terbaik Banyuwangi yang siap diturunkan. Mereka akan berlaga di beberapa kelas atau kategori yang dipertandingkan. Delapan atlet itu diharapkan bisa bersaing sekaligus mendulang prestasi. Delapan atlet tersebut adalah Bendrik di kelas 60 kg, Wahid kelas 70 kg, Salimi kelas 75 kg, Adit kelas 65 kg, Awarin kelas 55 kg, Blek 75 kg, dan Black di kelas 75 kg plus. Mereka

Kejuaraan Antar PPLP se-Indonesia

inilah yang menjadi tumpuan kontingen Banyuwangi untuk bisa menjadi juara di Jember. Selain mempersiapkan atlet, PABBSI juga membekali kontingennya dengan pembekalan khusus. Agar semua atlet yang bertolak ke Jember bisa maksimal, akan diberikan materi tambahan. Hingga jelang keberangkatan nanti, Wahid dkk akan digembleng secara khusus di gym masingmasing. (nic/c1/als)

ISTIMEWA

DUA PERAK SATU PERUNGGU: Nikmatul Nafiah berhasil merengkuh tiga medali dalam kejuaraan PPLP di Semarang.

BANYUWANGI - Target kontingen Banyuwangi mendulang medali dalam kejuaraan antar Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) di Semarang kesampaian. Dalam kejuaraan yang digelar 19-22 Agustus tersebut, sprinter Banyuwangi mampu membawa pulang lima medali. Rinciannya, empat medali perak dan satu perunggu. Sprinter Nikmatul Nafiah membukukan namanya sebagai peraih medali terbanyak dari Banyuwangi. Sprinter putri itu berhasil mencatatkan namanya di podium kedua dari nomor 400 meter dan 200 meter. Satu medali perunggu diraih saat berlaga di nomor estafet 4x400. Sementara itu, dua medali perak lain disumbangkan Rendiyana Putra dan David Ali. Rendiyana yang turun di nomor estafet 4x400 berhasil mencatatkan namanya di podium kedua. Disusul David Ali juga di nomor estafet 4x100 putra. “Hasil itu tentu kita syukuri. Sebab, target medali di PPLP menjadi spirit bagi anak-anak. Setelah even itu, masih banyak agenda lain yang menunggu,” beber Agus Sujiono, pelatih atletik Banyuwangi. Harapan Banyuwangi mendulang medali lagi sebetulnya sempat tertanam dalam pundak Rendiyana Putra. Turun di final 100 dan 200 putra, pelari yang satu itu memiliki harapan menambah perbendaharaan medali Banyuwangi. Sayang, Rendiyana kurang beruntung. Dia hanya mampu finish di posisi keempat. Alhasil, medali yang di depan mata itu melayang. (nic/c1/als)

Latihan Disarankan Pakai Pengawal ISTIMEWA

BERUBAH: Sureng dkk dalam salah satu sesi UKT yang digelar di Surabaya kemarin (27/8).

Taekwondoin Banyuwangi Optimistis Lulus BANYUWANGI - Optimisme datang dari diri lima taekwondoin Banyuwangi yang baru saja mengikuti ujian kenaikan tingkat (UKT) di Surabaya. Dalam kegiatan yang digelar di Asrama Haji Sukolilo pada 24-25 Agustus tersebut, utusan Pengkab Taekwondo Indonesia (TI) Banyuwangi optimistis bisa lulus dalam ujian yang dilakukan pengurus besar TI tersebut. Kelima taekwondoin yang mengikuti UKT terse-

but adalah Sureng Iwan Wahono, Aris S, Mohamad Fizay, Teguh Prasoyo, dan Rico Septiawan. Bersama ratusan peserta lain, mereka unjuk kebolehan agar bisa menyandang sabuk baru di dunia taekwondo. Ketua Harian TI Banyuwangi Arif Supriyono mengatakan, ujian tersebut menjadi momentum penting bagi organisasinya. Dengan lulus ujian, dia berharap bisa menjadi motivasi dan spirit tambahan bagi perkembangan organisasi dan

olahraga taekwondo di masa depan. “Kami berharap ini bisa menjadi titik balik kemajuan dan prestasi taekwondo di Banyuwangi,” katanya. Meski demikian, kelima taekwondoin itu harus sedikit bersabar. Sebab, kepastian lulus-tidaknya mereka baru akan diumumkan sekitar enam bulan lagi. Hanya saja, arif optimistis Sureng dkk bakal lulus dan menyandang sabuk Dan ter-anyar seperti yang diraihnya saat ini. (nic/c1/als)

BANYUWANGI - Keluhan seputar aktivitas latihan calon peserta Gerak Jalan Tradisional Banyuwangi-Jajag (Trajaba) langsung mendapat reaksi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banyuwangi. Menindaklanjuti keluhan tersebut, penyelenggara meminta agar peserta menggelar latihan di lokasi yang jauh dari keramaian.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dispora Banyuwangi Ahmad Khairullah mengaku memahami keluhan yang disampaikan pengguna jalan raya terkait pra-kegiatan tersebut. Dia meminta agar peserta mencari lokasi alternatif untuk melaksanakan latihan. “Kalau bisa dilaksanakan di tempat yang tidak terlalu ramai lalu

lintas,” sarannya. Kalaupun dilaksanakan di jalan raya, Khairullah mengimbau agar peserta didampingi petugas kepolisian. Tidak kalah penting, ada baiknya peserta menambah atribut dengan bahan atau benda yang mudah dilihat, terutama saat gelap. Trajaba akan dilaksanakan 31 Agustus mendatang. Kegiatan itu

dibagi dalam tiga kategori. Tiga kategori tersebut meliputi kelompok 8 km, 17 km, dan 45 km. Gerak jalan tradisional 8 km akan diberangkatkan dari GOR Tawang Alun. Kelompok 17 km dari Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi. Kategori 45 km dari depan kantor Camat Gambiran. Garis finish semua peserta di depan Gesibu Blambangan. (nic/c1/als)


BERITA UTAMA

Rabu 28 Agustus 2013

35

HALAMAN SAMBUNGAN

Yang Rusak hanya Tujuh Lembar n SURAT... Sambungan dari Hal 25

Untungnya, surat suara yang tertinggal itu merupakan surat suara cadangan untuk coblosan Kamis besok (29/8). “Sesuai ketentuan yang ada, surat suara cadangan itu jumlahnya 2,5 persen dari jumlah pemilih,” cetus komisioner KPU Banyuwangi bidang logistik dan DPT, Atim Hariyadi.

Dari 2,5 persen surat suara cadangan itu, sebut Atim, yang sudah sampai Banyuwangi baru dua persen. Kekurangannya yang mencapai 0,5 persen masih belum dikirim KPU Provinsi Jawa Timur. “Suratsuaracadanganyangterkirim dua persen itu sudah kita distribusikan ke PPK semua,” katanya. Atim mengaku, pihaknya baru mendapat surat dari KPU Provinsi yang berisi pengambilan surat suara cadangan itu. Dalam surat

yang terkirim itu, pengambilan surat suara cadangan bisa diambil melalui kurir. “Hari ini (kemarin) kurir akan berangkat ke Surabaya untuk mengambil surat suara cadangan itu. Besok (hari ini) harus sudah ada di Banyuwangi dan didistribusikan,” jelas lelaki asal Desa Wringinpitu, Kecamatan Tegaldlimo, itu. Ditanya jumlah surat suara cadangan yang masih harus diambil di KPU Provinsi ini, Atim

menyebut ada sekitar 6.212 surat suara. “Jumlah pemilih tetap 1,2 juta lebih. Berarti 0,5 persennya sekitar 6.212,” katanya. Surat suara yang rusak, Atim menyebut berdasar laporan yang diterima dari PPK Kabupaten Banyuwangi, ternyata jumlah surat suara yang rusak hanya sekitar tujuh lembar. “Tujuh surat suara yang rusak itu di PPK Muncar dua lembar, Cluring satu lembar, Wongsorejo tiga

Ada TPS Khusus di Lapas n SEDIAKAN... Sambungan dari Hal 25

Menurut Atim, TPS mobile akan dilakukan oleh petugas TPS yang terdekat dengan rumah sakit atau tempat tahanan, seperti polsek atau polres. “Ketua PPS yang wilayahnya ada rumah sakit atau polsek dan polres, harus mengaktifkan TPS mobile ini,” katanya. Agar keberadaannya tidak

mengganggu pelaksanaan pemungutan suara di TPS, sebut dia, maka TPS keliling akan dilaksanakan mulai pukul 11.00. Berarti setelah proses coblosan di TPS rampung. “TPS mobile waktunya siang sekitar pukul 11.00,” jelasnya. TPS keliling, jelas Atim, dioperasikan bersama aparat kepolisian, panitia pengawas lapangan (PPL), dan saksi para calon gubernur dan wakil gubernur

(cagub dan cawagub). “Petugas TPS mendatangi rumah sakit atau kantor polisi yang dijadikan tempat tahanan,” ujarnya. Meski disediakan TPS mobile, Atim menyebut pasien di rumah sakit atau tahanan yang akan menggunakan hak pilih tetap harus menunjukkan kartu C6 atau surat panggilan. Selain itu, juga harus menunjukkan kar tu identitas berupa kartu tanda penduduk. “Harus tetap

me nunjukkan C6, ditambah menunjukkan KTP,” ungkapnya. Mengenai surat suara yang akan digunakan TPS mobile, jelas dia, adalah surat suara cadangan di TPS setempat. Bila surat cadangan ternyata tidak cukup, maka bisa mengambil dari TPS terdekat. Di lapas telah disediakan TPS khusus. Bagi para warga binaan yang memiliki hak pilih, telah disiapkan dua TPS di Lapas Banyuwangi. (abi/c1/bay)

Radius Aman Satu Kilometer n STATUS... Sambungan dari Hal 25

Menurut Hery, status Gunung Ijen resmi diturunkan mulai pu kul 14.00. Hal itu karena kondisi gunung berapi tersebut mulai membaik dibanding hari-hari sebelumnya. “Status menurun ini karena aktivitas kegempaan Gunung Ijen terus menurun,” jelasnya. Hery menambahkan, selama ini aktivitas kegempaan Gunung

Ijen sangat tinggi. Setiap hari, sebut dia, di pegunungan yang menjadi ikon wisata Kabupaten Banyuwangi itu terjadi gempa antara 20 kali hingga 30 kali. “Sekarang gempa setiap hari ha nya dua hingga lima kali, paling banyak hanya 10 kali,” cetusnya. Selain masalah kegempaan, jelas dia, suhu udara di Gunung Ijen juga menurun. Sebe lumnya, suhu di gunung ter sebut 65 derajat Celcius.

Saat ini suhu turun menjadi 36 derajat Celcius. “Suhu juga sudah menurun,” katanya. Berdasar pantauan visual air ka wah, masih kata dia, kini berwarna hijau muda. Saat gunung berapi yang cukup aktif itu berstatus siaga, air di kawah terlihat berbuih. “Visual air kawah sekarang hijau muda,” ujarnya. Meski status Gunung Ijen telah diturunkan menjadi waspada, bukan berarti sudah aman. Di sekitar kawah dianggap masih

cukup membahayakan. “Kami berharap para wisatawan tetap tidak mendekati kawah,” pintanya. Hery menyampaikan, dengan status waspada, radius aman bagi para wisatawan ada lah satu kilometer dari pun cak. Atau maju sekitar 500 meter dari status siaga yang membatasi radius aman hingga 1,5 kilometer. “Naik ke puncak dibatasi hingga satu kilometer dari puncak,” ingatnya. (abi/c1/bay)

Awasi Pengguna Air Bawah Tanah n IZIN... Sambungan dari Hal 25

Karena itu, sebelum mengam bil ABT dan SMAG harus terlebih dahulu mengajukan permohonan izin. “Tujuan pengendalian dan izin itu dalam

rangka menjaga dan me lestarikan keseimbangan alam,” katanya. Dalam beberapa tahun belakangan, lanjut dia, mata air di Banyuwangi terus mengalami penyusutan. Itu terjadi karena eksploitasi SMA yang tidak

terkendali. “Sumber mata air di ambil, sementara pohonpohon di sekitar sumber pada waktu yang bersamaan ditebang,” katanya. Agar mata air tidak terus menyusut, maka pemerintah daerah akan melakukan pengawasan

dan pengendalian terhadap eksploitasi ABT dan SMA. Aspek pengawasan itu meliputi kelengkapan izin pengeboran sumur bor dan izin penurapan mata air. “Pengawasan juga akan dilakukan pada dokumen SIPA dan SIPMA,” ungkapnya. (afi/c1/bay)

Lakukan Hubungan Short Time dengan Pemilih n CINTA... Sambungan dari Hal 36

Terus meyakinkan bahwa dirinya adalah yang terbaik di antara yang ada. Seribu janji ditebar, seribu senyum diumbar dengan mengemukakan keindahan-keindahan kabar. Tujuannya hanya satu, apa yang mereka lakukan dalam waktu sesaat bahkan sepintas itu diharapkan bisa melekat, membentuk persepsi positif dan menimbulkan kesan baik bahkan rasa cinta. Ujungnya, saat pemilihan warga memilih dirinya! Diakui atau tidak, transaksi cinta sesaat atau short time kini tidak hanya menjadi trend dalam dunia malam atau dunia esek-esek atau dunia perselingkuhan saja. Dalam dunia politik pun perilaku semacam ini sudah lama menggejala. Bahkan, kian lama sepertinya sudah merajai karena sudah menjadi kebutuhan, utamanya saat pemilihan akan berlangsung. Dihitung-hitung saja sendiri, berapa banyak calon yang akan menempati posisi tertentu kemudian memilih melakukan hubungan short time dengan pemilihnya. Dengan bermain money politik mereka tak perlu lagi membutuhkan waktu lama jika ingin memiliki hak suara seseorang. Mereka akan bisa langsung berkenalan dengan

baik, ada senyum dan tawa kepuasan, kemudian mengakhiri hubungan tahu sama tahu itu di bilik suara. Keadaan semacam ini kemudian tak ubahnya lagu “Cinta Satu Malam”-nya Melinda, yang meski hanya bercinta semalam namun mampu membuatnya terbang melayang, dan terkenang-kenang selama-lamanya. Atau lagu “Satu Jam Saja”-nya Zascia Gotik. Meski hanya satu jam bercinta, namun, itu telah bisa membuat jantung deg-degan, plus badan gemetar, sehingga begitu merasa mesra banget, bukan hanya mesra aja. Cinta short time dalam dunia politik membentuk lingkaran setan yang kian sulit untuk mengidentifikasi akar permasalahan yang sesungguhnya. Bahkan, tidak sedikit yang menganggapnya sebagai hal yang wajar-wajar saja. Tak pelak selama menjabat ada pejabat yang dipilih itu lebih mengutamakan mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya untuk kemudian akan digunakan sebagai biaya politiknya. Lihatlah anggota DPRD Kabupaten Situbondo saat ini, nyaris setiap hari keadaan kantor DPRD lengang karena ditinggal tugas dinas ke luar kota dengan dalih kunjungan kerja maupun workshop. Kabarnya, hanya inilah yang menjadi satusatunya jalan mereka untuk mendapatkan

uang tambahan secara halal untuk mengembalikan biaya pencalonannya dulu yang selalu disebutnya tidak sedikit. Warga pun juga tidak mau disalahkan atas transaksi cinta short time ini. Konon, hanya saat momentum pemilihanlah mereka bisa benar-benar memiliki daya tawar tinggi. Sebab itulah, mereka perlu memanfaatkan dengan sedikit mengeruk keuntungan. Jika di luar pemilihan, mereka hanya sering kali dijadikan sebagai pendorong mobil mogok, yang begitu mobil berjalan mereka ditinggal mentah-mentah. Kalaupun ada ucapan terima kasih, itu sekadarnya saja. Namun, apa pun juga kita harus tetap optimistis bahwa masih ada pejabat-pejabat entah di kursi eksekutif maupun legislatif yang kita pilih itu masih benar-benar mengedepankan nuraninya. Mereka tetap melakukan tugas dan sebaik-baiknya selama masa pengabdiannya. Mereka adalah orangorang yang sadar bahwa melakukan kebaikan bukan karena ingin terpilih lagi, tapi karena memang kewajibannya. Sehingga, jika pun ada masyarakat yang memilihnya kembali, itu merupakan bonus keikhlasan dalam menjalankan tugas sebagaimana ajaran Tuhan. Wallahua’lam Bisshowab. (*) *) Kepala biro Jawa Pos Radar Banyuwangi di Situbondo.

Rajin Jenguk Warga yang Kesusahan n TERBIASA... Sambungan dari Hal 25

Pa dahal, tercatat ada dua cakades yang bakal bertarung me rebut jabatan tertinggi di tingkat desa itu. Tidak ada spanduk dua cakades tersebut tampaknya cukup beralasan. Sebab, dua cakades yang akan bersaing merupakan pasangan suami istri (pasutri). Pasutri tersebut adalah Kabul dan Siti Nur Hidayati. Kabul merupakan cakades incumbent yang sudah menjabat periode 2007-2013. Dia terpaksa mengajukan istrinya yang sudah dikaruniai dua anak itu lantaran tidak ada warga lain yang mendaftar sebagai cakades kepada panitia. Pen daftaran dibuka sejak 1 hingga 6 Juli lalu. Kabul terpaksa mendaftarkan istrinya hanya untuk memenuhi peraturan. Mengingat, sesuai aturan yang berlalu, pilkades bisa dilaksanakan minimal jika ada dua calon. Jika hanya satu calon, maka pilkades tidak bisa

dilaksanakan. Nah, mengapa warga di desa yang memiliki jumlah pemilih 5.302 itu tidak ada yang mendaftar. Tentu banyak alasan. Salah satu alasan yang paling sederhana ada lah sebagian masyarakat se tem pat masih menginginkan pe mimpin mereka saat ini menjabat lagi. Ditemui di rumahnya kemarin, Kabul tidak mengetahui secara pasti mengapa masyarakat tidak ada yang mencalonkan diri dalam ajang enam tahunan itu. “Saya pikir masyarakat masih menginginkan saya jadi lagi,” katanya. Menurut dia, selama enam tahun menjadi kades, desanya memang banyak perubahan, baik pembangunan maupun sek tor lain. ‘’Tapi, jadi pemimpin itu sederhana sekali,” terang pria kelahiran Banyuwangi 9 Januari 1968 itu. Menjadi pemimpin itu harus punya kepedulian yang tinggi terhadap warga. Tidak peduli urusan kecil sekalipun, misalnya selalu takziah ketika ada

warga meninggal dunia. ‘’Kalau saya tidak ada di luar kota, saya selalu takziah untuk berbelasungkawa kepada keluarga mereka. Sebab, yang meninggal itu warga saya,” terang pejabat berkacamata itu. Selain itu, ketika ada warga yang sedang sakit, seorang pemimpin juga dituntut menjenguk warganya. Hal itu sebagai bentuk perhatian kepada warga. ‘’Kalau ada yang sakit, saya datangi rumahnya. Kalau dirawat di rumah sakit, saya jenguk,” paparnya. Bukan hanya itu, seorang pemimpin juga harus berbaur dengan masyarakat. Salah satu bentuknya adalah berkumpul bersama masyarakat saat ronda malam. ‘’Saya setiap habis isak, pasti tidak ada di rumah. Saya kumpul dengan orang-orang sampai malam,” kenangnya. Bukan hanya itu, pemimpin tidak perlu gengsi. Dia menilai, sikap tersebut justru bakal mem buat masyarakat tidak simpati. ‘’Pagi sebelum ngantor, saya cari rumput. Tetapi, sudah

beberapa bulan ini sapi saya gadokan,” paparnya. Jika pulang dari kantor, seperti biasa, dia menjadi petani layaknya petani lain. Pakaian yang dipakai pun sederhana. ‘’Kalau di sawah, ya pakai pakaian sawah. Ini saya juga masih belum mandi baru dari sawah,’’ katanya kepada koran ini. Masyarakat sudah bisa menyimpulkan sendiri sosok pemimpin yang diidamkan. Karena itu, dia optimistis bakal dipilih kembali dalam coblosan nanti. ‘’Sabtu malam saya dan istri akan menyampaikan visi-misi. Tetapi, istri saya hanya menyampaikan paparan sedikit. Lainnya idem. Lha wong visi-misi itu saya yang buatkan,” terangnya sambil tertawa. Pada pilkades kali ini, sebenarnya dia akan memasang baliho. Tetapi, masyarakat justru tidak sepakat. ‘’Masyarakat tidak mau. Daripada uang dihambur-hamburkan, mending digunakan kepentingan lain,” tandasnya. (c1/bay)

lembar, dan satu lembar di PPK Songgon,” sebutnya. Kekurangan surat suara cadangan itu, lanjut dia, dijamin tidak akan mengganggu pilgub yang akan digelar secara serentak di Jawa Timur Kamis besok. “Semua logistik sudah dikirim ke PPS atau desa. Besok (hari ini) akan di kirim ke TPS (tempat pemungutan suara),” katanya. Diakui Atim, hingga H-2 kemarin masih ada sejumlah PPK yang belum mengirim logistik ke PPS, seperti PPK Bangorejo

dan Tegaldlimo. Tetapi, petugas menjamin semua logistik telah terkirim hingga ke TPS pada H-1. “PPK Bangorejo dan Tegaldlimo pagi ini (kemarin pagi) telah mengirim logistik ke semua PPS di daerahnya,” cetusnya. Sementara itu, di Kecamatan Songgon, PPK mulai melakukan koordinasi dan crosscheck dengan masing-masing PPS di tingkat desa. Parni Arisandi, ketua PPK Songgon me ngatakan, seluruh distribusi dipastikan sampai ke PPS Selasa

kemarin (27/8). “Satu hari sebelum pencoblosan, semua harus sampai ke TPS” katanya. Namun demikian, khusus logistik berupa stiker cagubca wagub pasangan nomor empat, stikernya baru datang. Se hingga, membuat PPK kelimpungan. “Kami harus kembali membagi KE 1.18 TPS dan menempelnya,” ungkapnya. Sekadar diketahui, jumlah pemilih di Kecamatan Songgon sesuai DPT tercatat 40.902 pemilih. Itu terbagidi118TPS.(abi/azi/c1/bay)

Pengangkatan Honorer Tuntas Tahun 2014 n HONORER... Sambungan dari Hal 25

“Tes sudah pasti akan dilaksanakan 3 November 2013,” tegas Sih Wahyudi. Hingga tahun 2013, Banyuwangi masih memiliki tunggakan honorer K2 yang belum diangkat menjadi CPNS berjumlah 3.039 (kini menyusut jadi 3.029 orang). Semua hono rer K2 itu, kata Wahyudi, sudah masuk database Badan Kepegawaian Negara (BKN). Karena sudah masuk database

BKN, sudah ada jaminan mereka bisa mengikuti seleksi CPNS. Hanya saja, apakah pelaksanaan tesnya akan dituntaskan tahun ini ataukah secara bertahap, belum ada kepastian. Honorer di antara 3.029 itu hendaknya mempersiapkan diri mengikuti tes. Proses pengangkatan honorer K2 menjadi CPNS akan dilakukan secara bertahap hingga 2014. Sesuai peraturan pemerintah (PP) pengangkatan honorer K2 tuntas pada tahun 2014 mendatang.

Bagi honorer K2 yang belum mendapat kesempatan ikut tes tahun 2013 berarti bisa mengikuti tes tahun 2014. Honorer yang sudah terdaftar dalam database BKN sudah pasti bisa mengikuti tes CPNS. Lalu, bagaimana seleksi CPNS jalur umum? Bupati Abdullah Azwar Anas sudah mengusulkan kuota pengangkatan CPNS kepada Kemenpan dan RB beberapa waktu lalu. Sayang, usul itu belum dikabulkan karena Pemkab Banyuwangi masih terkena kebijakan moratorium. (afi/c1/bay)

Layanan Cepat Kurang Direspons n DUA... Sambungan dari Hal 25

“Rumah sakit Al-Huda sudah lama kerja sama dengan kita untuk menerbitkan akta kelahiran bagi pasien yang mela hirkan di rumah sakit itu,” ungkap Kepala Dispendukcapil Banyuwangi, Sudjani. Sudjani mengatakan, tidak semua pasien melahirkan di rumah sakit milik pemerintah dan puskesmas secara otomatis anaknya mendapat akta kelahiran cepat. Sebab, untuk mendapatkan akta kelahiran, pihak orang tua harus menyiapkan data dan dokumen. Salah satu data yang dibutuhkan, kata Sudjani, adalah nama bayi yang baru dilahirkan. Sebelum melahirkan, mestinya kedua orang tuanya mempersiapkan nama jabang bayi yang

akan dilahirkan. Namun, kata Sudjani, tidak semua pasien yang melahirkan di RSUD dan puskesmas memper siapkan nama bayi yang dilahirkan. Karena belum ada nama, maka proses layanan akta cepat tidak bisa diproses. “Mestinya, kalau si jabang bayi sudah ada namanya bisa langsung mendapatkan akta kelahiran,” katanya. Sebagian besar, kata Sudjani, kasus bayi yang dilahirkan di RS tidak langsung mendapatkan akta kelahiran karena belum ada namanya. Kedua orang tua bayi tidak langsung memberi nama karena masih menunggu hari baik. Selain menunggu hari baik, kata Sudjani, ada juga yang masih menunggu pemberian nama dari kakek atau nenek bayi. “Kita terus sosialisasikan program layanan akta kelahiran

cepat ini,” ujar Sudjani. Selain nama, lanjut Sudjani, kedua orang tua bayi juga harus menyiapkan syarat lain, seperti KTP, surat nikah, dan kartu keluarga (KK). Syarat lain adalah surat keterangan saksi dari pihak rumah sakit. Syarat itu tidak ada persoalan, karena pihak rumah sakit secara otomatis sudah mengeluarkan surat keterangan lahir. “Orang tua tinggal menyiapkan nama bayi, KTP, dan surat nikah,” katanya. Selain mendapat akta kelahiran, bayi yang lahir di rumah sakit juga langsung mendapatkan nomor induk kependudukan (NIK). NIK dan nama anggota keluarga baru itu secara otomatis akan dicantumkan dalam KK baru. “KK lama digunting dan diganti KK barudenganmencantumkannama dan NIK bayi yang baru dilahirkan,” tambahnya. (afi/c1/bay)

Siap Angkat 44 Tenaga P4 n BANYUWANGI... Sambungan dari Hal 25

“Saat ini ada 45 desa/kelurahan tidak memiliki PPL,” ungkapnya. Terkait terus berkurangnya PPL itu, kata Ikrori, Disperta Hutbun akan mengangkat 44 tenaga P4. Mereka akan menggantikan tugas PPL THL dari

Kementerian Pertanian yang akan habis kontraknya dalam wak tu dekat. “Tugas utama P4 itu sebagai pendamping PPL yang ada sekarang,” tegas Ikrori. Masa kerja tenaga P4 itu, kata Ikrori, terhitung sejak Oktober hingga Desember 2013. Jika tahun depan masih dibutuhkan, maka akan diangkat kembali

jika ada kegiatan yang sama. Proses pengangkatan tenaga P4 itu akan berlangsung mulai 21 Agustus hingga 6 September 2013. Pemkab Banyuwangi mem berlakukan syarat ketat dalam rekrutmen tenaga P4 itu. “Pelamar harus berpendidikan S1 dengan IP 3,0 untuk lulusan PTN dan IP 3,5 untuk lulusan PTS,” ungkapnya. (afi/c1/bay)

Saat Terjatuh, Semua ABK Tidur n NELAYAN... Sambungan dari Hal 27

Diperoleh keterangan, Mahsanul Ishaq melaut menumpang perahu gardan sekitar pukul 15.00 Senin lalu. Beberapa jam kemudian, kapal yang dikemudikan Yasin terse but mencari titik strategis menangkap ikan. Agar perahu tidak goyah, sebuah jangkar diceburkan ke laut. Agar ikan datang, seperti biasa, lampu penerangan di perahu tersebut dihidupkan. Tetapi, setelah menunggu hingga beberapa jam, ikan tak kunjung datang.

Lantas, para nelayan memilih pulang dengan tangan hampa. Pada saat menunggu itu, semua nelayan siaga alias tidak tidur. Namun, ketika perjalanan pulang, semua ABK memilih istirahat kecuali juru kemudi. Betapa tercengangnya semua ABK saat pindah dari perahu gardan yang mereka tumpangi menuju perahu ojekan. Sebab, satu teman mereka sudah tidak ada. ‘’Tahu-tahunya waktu pindah dari ojekan tadi pagi,” ujar paman korban, Kustomo 40, saat ditemui di rumah duka kemarin. Berdasar informasi yang dia peroleh, keponakannya itu disinyalir jatuh ke laut akibat

penyakit epilepsi yang diderita kambuh. ‘’Mungkin pas kencing, epilepsinya kambuh, lalu kecebur laut,’’ kata Sutomo kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. Apalagi, pada saat itu cuaca tidak bersahabat. Artinya, pada saat kejadian, angin sedang kencang. ‘’Semua teman-teman adik saya tidak ada yang tahu karena sedang tidur,” paparnya. Keluarga mengaku bahwa masalah tersebut murni musibah. Meski begitu, semua berharap korban segera ditemukan. ‘’Semoga anak saya segera ditemukan,” imbuh Sanami, ibu kandung korban. (ton/c1/aif)

Tugasnya Hampir Sama n PERBUP... Sambungan dari Hal 36

Kalau PPID di Situbondo, bagaimana konsepnya? Sebenarnya konsepnya sudah tahun kemarin. Cuma be lum diajukan tanda tangan, saya juga tidak tahu ke napa. Tapi, alhamdulillah sekarang insyaallah sudah selesai. Akan ada action segera. Ka lau pilot project-nya atau per cobaannya di tiga SKPD (satuan kerja perangkat daerah) nanti. Mereka itu PPID pembantu. Kalau PPID induk tetap di Dishub Kominfo. Keanggotannya campuran. Ada unsur birokrasi yang diketuai saya selaku Kadishubkominfo dan Pak Sekkab (Syaifullah)

sebagai pembina. Anggotanya d a r i s e ju m l a h S K P D d a n komponen lainnya yang terkait. Tiga SKPD itu mana saja? Saya juga masih belum tahu, karena ini juga terkait dengan rencana kerja kegiatannya Patiro. Patiro sendiri belum memberikan informasi yang jelas kepada saya. Kita masih mau sosialisasi tanggal 28 Agustus ini. Berarti sejauh ini belum ada aksi sama sekali? Belum, sampai sejauh ini masih belum ada, karena masih diselesaikan oleh Patiro-nya. Kalau kita sebenarnya menunggu dari Patiro itu. Secara garis besar, ba gaimana tugas PPID? Sebenarnya kan menampung

keluhan masyarakat. Hampir samalah dengan komisi pelayanan. Kalau komisi pe layanan kan masalah pengajuan informasi publik. Kalau PPID menampung pertanyaan-pertanyaan atau tanggapan atau keluhan masyarakat, apa yang ingin diketahui dan informasi apa yang ingin diketahui masyarakat kita yang akan melayani. Peran PPID pembantu? Kita akan melayani dengan PPID pembantu di tiga SKPD tersebut, akan kita hubungkan dengan mereka. Jadi jika ada masyarakat meminta informasi kita akan link-kan kepada PPID pembantu, nanti akan ada action untuk memberikan jawaban baik langsung maupun telepon. (*/als)


36

Rabu 28 Agustus 2013

Usai di Malang, Banggar ke Jember Bahas Rancangan P-APBD 2013 Tiga Hari di Luar Kota

DIBOPONG: Yudi dilarikan ke RS dr. Abdoer Rahem setelah berhasil dievakuasi dari menara sutet setinggi sekitar 50 meter.

Pemanjat Tower Sutet Sukses Dievakuasi PANJI - Petugas akhirnya berhasil mengevakuasi pria yang nekat memanjat tower saluran udara tegangan ekstra tinggi (sutet) di Lingkungan Pengkepeng, Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, Situbondo, Senin (26/8) malam sekitar pukul 19.00. Pria yang diketahui bernama Yudi, 45, warga Curahjeru, Kecamatan Panji, tersebut langsung dilarikan ke instalasi rawat darurat (IRD) Rumah Sakit dr. Abdoer Rahem, Situbondo, untuk mendapat perawatan. Proses evakuasi yang dilakukan tim SAR dan TRC Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Situbondo sejak sore hari tidak berjalan mulus. Mereka harus benar-benar berjuang demi menaklukkan pria yang mengalami gangguan jiwa itu. Apalagi, saat tiga orang petugas naik, Yudi malah mengancam akan memukul ketiganya. Meski demikian, petugas tidak putus asa. Mereka terus membujuk dan merayunya. Yudi akhirnya luluh dan bersedia turun dari tower sutet dibantu tiga petugas yang mendatanginya. Untuk menurunkannya, petugas menggunakan alat derek dan tali panjang

ratusan meter. Terbongkarnya identitas Yudi bisa dikatakan secara tidak sengaja. Itu terjadi saat dilakukan perawatan di rumah sakit. Kala itu, sejumlah keluarga pasien mengaku kenal Yudi yang kala itu masih tidak diketahui identitasnya oleh petugas. “Menurut keterangan salah seorang keluarga pasien itu, dia (Yudi, Red) mengalami gangguan jiwa setelah mengalami kecelakaan lalu lintas lima tahun silam. Sejak itu mentalnya terganggu,” terang Ipung, salah seorang petugas BPBD Pemkab Situbondo. Diberitakan sebelumnya, peristiwa menghebohkan terjadi di Lingkungan Pengkepeng, Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji. Seorang pria paro baya yang tidak diketahui identitasnya nekat memanjat tower sutet. Yang lebih menghebohkan, setelah di ketinggian puluhan meter, pria yang mengenakan kaus oblong warna putih lengan panjang itu mengikat kedua kakinya dengan tali ke salah satu tiang sutet. Selanjutnya, pria yang diperkirakan berumur 55 tahun itu bergelantungan. (pri/c1/als)

SITUBONDO - Kantor DPRD Situbondo tampaknya tidak lagi menjadi tempat yang nyaman untuk melakukan rapat. Terbukti, para wakil rakyat akhir-akhir ini lebih sering melakukan rapat kerja di luar daerah. Seperti yang terjadi kemarin (27/8), para anggota Badan Anggaran (Banggar) melakukan pembahasan rancangan APBD Perubahan 2013 di salah satu hotel di Kabupaten Jember. Tidak tanggung-tanggung, mereka akan melakukan kegiatan yang dibiayai rakyat itu selama tiga hari. Padahal, beberapa hari sebelumnya, mereka baru saja melakukan pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Perhitungan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) untuk APBD 2014 di sebuah hotel di Malang. Tak pelak, sejumlah kepala SKPD di lingkungan Pemkab Situbondo kemarin juga meluncur ke Jember. Mereka mengaku tak bisa berbuat banyak dengan kebi-

asaan anggota DPRD tersebut, karena khawatir dipersulit dalam pembahasanpembahasan program kerja. “Di undangan yang saya terima, pembahasan sekitar pukul 19.00 (tadi malam). Ini saya masih dalam perjalanan. Ya mau bagaimana lagi, kita hanya bisa ngikuti. Kalau tidak, malah kita sendiri nanti yang sulit,” ujar salah seorang kepala SKPD yang meminta namanya tidak dikorankan. Pembahasan anggaran di luar daerah itu mendapat sorotan tajam Forum Studi Anggaran Daerah Situbondo (Fosads). Koordinator Fosads, Fitriyanto menegaskan, perilaku para legislatif dan eksekutif tersebut menunjukkan ketidakpekaan terhadap kondisi masyarakat. “Para pedagang tahu-tempe sekarang menjerit. Eh wakil rakyat kita malah melakukan pemborosan anggaran dengan melakukan pembahasan anggaran di luar daerah. Padahal, gedung DPRD itu lebih dari sekadar tempat yang representatif. Kurang apa? Kursi empuk, luas, tempat berAC, dan konsumsi lengkap,” tandasnya.

Dengan melakukan pembahasan di luar daerah, tinggal menghitung berapa anggaran yang dibutuhkan. Mulai sewa hotel, biaya hidup selama tiga hari, hingga uang transportasi. Belum lagi uang perjalanan dinas para anggota DPRD yang lebih besar jika rapat di luar daerah. Wakil Ketua DPRD Hadi Prianto membenarkan pembahasan rancangan APBD Perubahan 2013 di Jember. “Agendanya pembahasan perda APBD Perubahan 2013. Jadwalnya tiga hari, dari sekarang (27/8) hingga tanggal 29 pagi,” kata Hadi melalui telepon selulernya sore kemarin. Jika sampai dilakukan di luar daerah, kata Hadi, hal itu dalam rangka percepatan pembahasan. Disebutkan, rancangan perubahan APBD 2013 diterima Banggar 26 Agustus. Kemarin sudah mulai dibahas secara maraton sampai selesai. “Kita lakukan pembahasan bersama eksekutif. Jika nanti sudah selesai dibahas dan tidak ada kendala, maka paripurna pengesahan P-APBD akan kita agendakan 31 Agustus,” tandasnya. (pri/c1/als)

INFOPEMERINTAHAN FOTO BERSAMA: Bupati dan Ny Umi Kulsum Dadang Wigiarto juga hadir ke desa siaga di Kecamatan Bungatan.

EDY SUPRIYONO/RaBa

n Pejabat Pengelola Informasi Daerah (PPID), bagaimana kabarmu?

Perbup Sudah 2 Tahun, Nihil Aksi Meski peraturan bupati (perbup)-nya sudah terbit dua tahun lalu, namun SK tentang PPID Situbondo barubaru ini saja turun. Aksinya pun hingga kini belum ada. Bagaimana yang terjadi sebenarnya? Inilah wawancara wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, Edy Supriyono dengan Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Iinformatika Pemkab Situbondo, Edi Susilo. Bagaimana keadaan PPID? Kalau efektif kerja berdasarkan SK (Surat Keputusan) bupati seharusnya tahun ini. Semester ini sudah ada action. Ini kan mau ada sosialisasi, kalau perbup (peraturan bupati)-nya sebenarnya sekitar dua tahun, kalau SK-nya baru terbit, baru selesai bulan ini. EDY SUPRIYONO/RaBa

Edi Susilo

Apa kendala sebenarnya?

Kendalanya komunikasi saja menurut saya. Komunikasi AIPD, timnya yang di Situbondo dipercayakan kepada Patiro, komunikasi kepada kami kurang lancar. Apalagi saya juga orang baru di Dinas Perhubungan. Berarti pasif? Tidak juga. Saya sempat menanyakan, tapi pihak Patiro waktu itu belum bisa memberikan kejelasan. Sehingga kami bisa menunggu. Akhirnya kami ikut rapat sosialisasi di Jakarta. Setelah itu baru kami jelas bahwa PPID di sejumlah daerah sudah terbentuk, tinggal di Situbondo ini. Akhirnya kita bisa terbentuk n  Baca Perbup...Hal 35

Cinta Satu Malam atau Satu Jam Saja? TAHUN ini hingga dua tahun mendatang akan menjadi tahun sport jantung bagi para pejabat yang diberi amanah jabatan melalui pemilihan langsung rakyat. Besok (29/08) ada pemilihan gubernur dan wakil gubernur (pilgub). Selain itu, tahun ini ada pemilihan kepala desa (pilkades) hampir di sebagian besar desa di Kabupaten Situbondo. Tahun 2014 juga ada pemilihan anggota legislatif (pileg) yang memperebutkan 45 kursi anggota DPRD Situbondo. Selanjutnya 2015, ada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Situbondo 2015-2020. Sport jantung karena takut kehilangan jabatan yang sudah dinikmatinya selama ini, satu sisi sangatlah manusiawi. Siapa yang rela kehilangan jabatan yang setiap bulan bahkan setiap saat mampu memberikan, bahkan menambah terus pundi-pundi kekayaan hartanya. Dengan jabatan itu mereka menikmati segala macam bentuk fasilitas kenikmatan, kewenangan dan kemudahan. Sehingga, jangan heran jika kemudian ada yang ingin hidup seribu tahun lagi. Konon, kecenderungan hati

CATATAN

EDY SUPRIYONO*

manusia untuk mencintai segala keindahan kehidupan dunia juga merupakan bentuk rahmat dari Tuhan. Bayangkan saja jika manusia hanya terus menerus diingatkan kepada mati dan mati. Tentu kehidupan di dunia ini tak akan bergairah. Barang kali tidak akan ada inovasi atau penemuan-penemuan terkini untuk keberlangsungan kehidupan manusia dari satu generasi ke generasi. Sekali pun ada, barang kali akan sangat lamban. Saya tidak berani mengatakan, apakah zaman para nabi itu sudah lewat? apakah zaman para sahabat itu sudah berlalu? Apakah zaman orangorang suci hanya ada dalam dongeng? Atau mungkin yang lebih tepat dikatakan, era sekarang bukan lagi zaman me-

reka. Saat orang-orang suci itu berlomba-lomba untuk menolak atau tidak meminta jabatan, kini justru sebaliknya. Sejumlah orang berlombalomba dengan gigih untuk meyakinkan rakyat dengan berbagai cara, bahwa dirinya sangat layak untuk diberi amanah mengemban jabatan tertentu. Sebab itulah, yang terjadi adalah perlombaan menarik simpati dan empati para pemilih, kalau perlu dalam tempo yang sesingkat-singkatnya n  Baca Cinta...Hal 35

Gizi Lansia Juga Jadi Prioritas SITUBONDO - Puskesmas Bungatan dipenuhi para warga lanjut usia (lansia) pagi kemarin (27/8). Mereka menghadiri Pelayanan Kesehatan Lansia dalam rangka peningkatan umur harapan hidup. Yang istimewa, acara itu dihadiri Bupati H. Dadang Wigiarto, SH beserta istri, Ny Umi Kulsum dan segenap rombongan yang terdiri dari jajaran kepala SKPD (satuan kerja perangkat daerah) di lingkungan Pemkab Situbondo. Selain ingin mengecek kondisi layanan kesehatan, kunjungan Bupati Dadang ke Dusun Bretan, Desa Selowogo, Kecamatan Bungatan, juga bertujuan memberikan bantuan paket makanan kepada para lansia yang hadir. Bupati berharap akan terus ada prioritas peningkatan gizi terhadap para lansia. “Pemerintah akan terus berupaya memberikan perlindungan dan pelayanan kepada usia lansia (60 tahun ke atas) yang sudah tidak memiliki keluarga. Sehingga, dalam menanggung biaya hidup mereka tidak terlalu terbebani,” imbuh Bupati Dadang Wigiarto Dalam acara tersebut, dilakukan tanya jawab yang dipimpin langsung oleh Ibu Bupati Ummi Kulsum, SH. Setiap lansia yang hadir diberi kebebasan untuk mengajukan kritik dan saran terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Situbondo. Acara kemudian dilanjutkan ke desa Sumber Pinang untuk menghadiri acara Desa Siaga. (pri/adv/als)

FOTO-FOTO: EDY SUPRIYONO/RaBa

BERBAGI: Bupati Dadang menyerahkan bantuan kepada para lansia.

GAYENG: Ny Umi Kulsum Dadang Wigiarto memimpin dialog dengan lansia.

Radar Banyuwangi 28 Agustus 2013  

Jawa Pos Radar Banyuwangi

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you