Issuu on Google+

RABU 27 FEBRUARI

25

Pendorong Perubahan dan Pembaruan

TAHUN 2013

Program Ojo Pati Obos KABUPATEN Banyuwangi dapat kehormatan se bagai daerah percontohan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dari PT Telkom bertajuk Banyuwangi Digital Society atau lebih dikenal dengan B-Diso. Tak tanggung-tanggung, untuk ukuran daerah kecil berpenduduk sekitar 1,6 juta jiwa ini, Telkom berani memasang koneksi jaringan free wifi di 1.100 titik. Lokasinya tersebar di penjuru wilayah Banyuwangi, khususnya

Oleh A. CHOLIQ BAYA

INFRASTRUKTUR

di tempat-tempat layanan umum, ruang terbuka hijau, sekolah, pondok pesantren, dan masih banyak lagi. Semula Telkom hanya menarget akan memasang wifi di 1.000 lokasi. Tetapi, ketika proyek ini di-soft launching di Pendapa Kabupaten Banyuwangi 14 Februari 2013 lalu, ternyata sudah terpasang 1.100 wifi. Luar biasa. Kenyataan itu sekaligus mengukuhkan Bumi Blambangan sebagai daerah de-

ngan koneksi wifi terbanyak di Indonesia. Sebab, di daerah sekelas Jakarta saja yang mendeklarasikan diri sebagai cyber city, Telkom hanya memasang free wifi di 200 titik. Tak hanya itu, Telkom bersama Pemkab Banyuwangi juga menggagas program Banyuwangi Smart City. Konsep smart city itu meliputi e-government, e-education, e-health dan e-zakat. Dengan konsep tersebut, pemerintah daerah bisa melakukan pe-

layanan publik lebih cepat, praktis, dan terbuka. Konsep e-government, misalnya, meliputi aplikasi perkantoran, perpajakan, absensi berbasis RFID, dan portal Pemkab Banyuwangi. E-education adalah aplikasi sekolah meliputi modul Siswa Asuh Sebaya (SAS), buku BOS, dan aplikasi kampus. Program e-health meliputi aplikasi rumah sakit terintegrasi dan aplikasi pelayanan kesehatan lain n  Baca Program...Hal 35

Sepuluh Nelayan Ditangkap Kedapatan Gunakan Bom Ikan

ICHSAN RASYID/RaBa

UJI COBA: Penambalan jalan berlubang di jalan menuju Bandara Blimbingsari, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, kemarin.

Tambal Jalan Lebih Murah Rp 1 Juta BANYUWANGI - Awal tahun anggaran 2013 ini digunakan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) Banyuwangi untuk melakukan uji coba material cold milling. Beberapa jalan berlubang kini ditambal menggunakan material cold milling yang berbahan baku hotmix bekas. Penggunaan cold milling untuk menambal jalan berlubang itu dirasakan memiliki cost lebih murah ketimbang menggunakan asphalt treatment base leveling (ATBL). Memang, penggunaan cold milling belum men jadi kebijakan Dinas PU. “Kita masih melakukan uji coba penggunaan material cold milling,” ungkap Kepala Dinas PU BMCKTR Banyuwangi, Mujiono, kemarin (26/2). Uji coba cold milling itu dilakukan di Kecamatan Rogojampi n  Baca Tambal...Hal 35

BANYUWANGI - Sebuah kapal pencari ikan milik nelayan ditangkap anggota Satuan Polisi Air (Satpol Air) Polres Banyuwangi di daerah perairan Tanjung, Selat Bali, Senin malam lalu (25/2). Kapal tersebut ditangkap karena sang nelayan menggunakan bom untuk menangkap ikan. Sebelum tertangkap, kapal pencari ikan milik nelayan itu sempat berusaha kabur saat dipergoki kapal patroli milik Satpol Air. Setelah kejar-kejaran, kapal nelayan yang diduga membawa bom ikan itu berhasil ditangkap. “Kita sempat kejar-kejaran cukup lama,” terang Kasatpol Air Polres Banyuwangi AKP Bahrul Anam kemarin (26/2). Di kapal milik nelayan itu, petugas menemukan sejumlah barang bukti (BB) berupa sebuah bom ikan yang belum sempat diledakkan n

PANJANG: Kapal nelayan pengguna bom ikan yang diamankan di dekat Pos Polisi Air Pantai Boom, Banyuwangi, kemarin.

 Baca Sepuluh...Hal 35

GALIH COKRO/RaBa

Kejar-kejaran di Selat Bali Barang Bukti : POLISI

1

Nelayan melaporkan kapal mengebom ikan di perairan Takatdikin, Muncar.

2

Patroli Polisi Air memburu kapal pengebom ikan. Kapal berisi 10 ABK itu kabur hingga terjadilah kejar-kejaran. Kapal nelayan ditangkap di perairan Tanjung, Kecamatan Kalipuro.

3

Setelah itu, kapal berikut muatan ditarik ke Pos Polisi Air di Pantai Boom.

4

- Kapal : 1 unit - Bom ikan belum diledakkan - Tong besar : 7 buah - Drum : 5 buah - Ikan : 2 boks - Kompresor - Selang : 100 meter - Peralatan selam

Sepuluh ABK diperiksa di Markas Polisi Air Ketapang.

POLIS

I

I S IL OP

Perairan Tanjung Perairan Muncar Pantai Boom

ABK 10 Orang

ADA APA LAGI

GRAFIS: ZAKARIA/RaBa

Percepat Proses Lelang Mega Proyek Badai Rusty BANYUWANGI - Aktivitas proyek APBD 2013 belum dimulai. Hingga kemarin (26/2), aktivitas proyek belum dimulai karena masih menunggu proses tender sejumlah paket proyek dari Kantor Lelang selesai. Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Slamet Ka riyono mengatakan, proses lelang proyek APBD 2013 sudah dimulai awal Fe bruari lalu. Tahun ini pelaksanaan proyek APBD 2013 ditargetkan lebih awal dari tahun lalu. Karena itu, proses lelang proyek dimulai lebih awal. “Lelang kita mulai lebih awal agar tak ada proyek yang molor,” kata Slamet.

Kabag Pembangunan Pemkab, Wawan Yadmadi menambahkan, persiapan pelaksanaan lelang kegiatan APBD 2013 sudah tuntas dilakukan. Pelaksanaan lelang kegiatan tahap awal diprioritaskan pada kegiatan yang anggarannya besar. Beberapa proyek besar diprioritaskan agar masa pelaksanaannya panjang dan bisa tuntas. Karena itu, Bagian Pembangunan Pemkab sejak awal meminta semua satuan kerja perangkat daerah (SKPD) segera menyetorkan rencana umum pengadaan (RUP) barang dan jasa ke Kantor Lelang n  Baca Percepat...Hal 35

BARU: Papan reklame berukuran 4m X 6m di simpang empat Desa Alas Malang, Kecamatan Singojuruh.

201angi 3

Pembangunan Gedung Pemkab :

Rp 34,48 miliar

Pembangunan Bendungan Bomo :

Rp 7, 5 miliar.

Jalan tembus Gambiran - Genteng :

Rp 5,44 miliar

Pengembangan lanjutan RSUD Blambangan :

Rp 4,905 miliar

Pembangunan Stadion Diponegoro :

Rp 4,905 miliar

Rp 2,91 miliar

Pembangunan Rektorat Poliwangi :

Rp 2,66 miliar.

Pembangunan lanjutan RSUD Genteng :

Rp 2,65 miliar

Pembangunan RSNU Mangir :

Rp 1,96 miliar

Pembangunan Gedung Perpustakaan Genteng :

Rp 1,43 miliar

BAYU SAKSONO/RaBa

BERBENAH: Bagian depan kompleks bangunan RSUD Blambangan tampak belum rampung. Pembangunan gedung tersebut akan dilanjutkan tahun ini dengan dana Rp 4,9 miliar.

BANYUWANGI - Angin kencang dan gelombang tinggi diprediksi masih akan terjadi di wilayah Banyuwangi dalam satu hingga dua hari ke depan. Sebab, siklon tropis Rusty yang terjadi di sebelah barat daya Kota Sabu, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih aktif. Prakirawan Stasiun Meteorologi Banyuwangi, Anjar Triyono Hadi mengatakan, siklon tropis Rusty bisa menyebabkan gelombang tinggi dan angin kencang di wilayah Banyuwangi. “Meski siklon tropis Rusty semakin menjauhi wilayah Indonesia, tapi masyarakat Banyuwangi harus tetap mewaspadai potensi terjadinya angin kencang dan gelombang tinggi. Sebab, siklon tropis tersebut masih aktif,” imbaunya kemarin (26/2). Anjar memprediksi, ketinggian gelombang maksimum di laut selatan Banyuwangi bisa mencapai lima meter lebih pada hari ini (27/2). Ketinggian gelombang maksimum di Selat Bali diprediksi berkisar antara satu meter sampai dua meter. Kecepatan angin di wilayah Banyuwangi berkisar antara delapan Kilometer (Km) per jam sampai 25 Km per jam. “Cuaca berpeluang hujan dengan intensitas ringan hingga sedang,” paparnya. Dikatakan, jika siklon tropis Rusty memasuki wilayah daratan, maka badai tersebut akan hilang. Namun, jika terus berada di atas perairan, maka siklon tropis itu akan terus terjadi n

Kerugian Pulau Merah Rp 50 Juta

 Baca Badai...Hal 35

GRAFIS: ZAKARIA/RaBa

Mengintip Aktivitas Bank Sampah Banyuwangi (BSB)

Modal Rp 3 Juta, Kini Menghasilkan Rp 21 Juta Banyak cara dalam mengurangi volume sampah di Banyuwangi. Selain menggugah kesadaran warga untuk membudayakan konsep reuse, reduce, dan recycle (3R), Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) juga mendirikan Bank Sampah Banyuwangi (BSB). A.F. ICHSAN RASYID, Banyuwangi BANK sampah milik DKP itu didirikan Oktober 2012 lalu dengan modal awal Rp 3 juta. Sebelum mendirikan BSB, DKP terlebih dahulu membentuk dasa wisma (dawis) di masing-masing kelurahan di Keca-

http://www.radarbanyuwangi.co.id

yuw

Pembangunan Home Stay Wisata Osing :

Muncul 24 Papan Reklame Baru

 Baca Muncul...Hal 35

Ban

Pembangunan lanjutan Rp 2,91 miliar Hotel Wisma Blambangan :

AGUS BAIHAQI/RaBa

BANYUWANGI - Setelah menertibkan puluhan papan reklame tidak memiliki izin, Pemkab Banyuwangi akan mendirikan 24 papan reklame di tahun anggaran 2013 ini. Papan reklame berukuran besar itu dibangun tersebar di beberapa kecamatan. Papan reklame berukuran 4 meter X 6 meter itu, kini sudah banyak yang berdiri di daerah Banyuwangi Selatan. Hingga kemarin, sebagian papan reklame baru untuk media informasi itu masih berupa kerangka. Kerangka papan reklame milik pemkab tampak sudah berdiri di tikungan Desa Benculuk dan Desa Sraten, Kecamatan Cluring. Ada juga di tikungan Desa Mangir, Kecamatan Rogojampi. Selain itu, juga di simpang empat Desa Alas Malang, Kecamatan Singojuruh, dan simpang empat Desa Karangsari, Kecamatan Sempu n

mulai Menjauh

matan Banyuwangi, Kalipuro, Giri, dan Kecamatan Glagah. Setelah berhasil membentuk dawis, DKP kemudian mendirikan BSB. Dawis yang sudah terbentuk itulah yang menjadi nasabah BSB sebagai penyuplai tetap sampah. Awalnya, nasabah BSB dari kelompok dawis ha nya 168 orang. Nasabah terus berkembang dan kini menjadi 500 orang. Saat ini, bank sampah yang menempati bekas rumah dinas Sekkab di Jalan Letkol Istiqlah ter sebut baru berusia lima bulan. Meski pun usianya relatif muda, tapi ak tivitasnya mulai memberikan dampak signifikan, yakni pengurangan volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) mulai bisa dirasakan. Selain itu, BSB juga mulai memberikan dampak ekonomi yang cukup

Atap jebol, siswa SDN 4 Gombengsari ngungsi ke rumdin guru Semoga tidak bocor saat ‘hujan’ maupun ‘ujian’

Muncul 24 papan reklame baru Dipakai untuk kampanye, wani piro?

GALIH COKRO/RaBa

BERNILAI: Karyawan mengepak sampah plastik di Bank Sampah Banyuwangi.

menjanjikan bagi para nasabahnya. Bank sampah tersebut terbuka bagi masyarakat umum yang mau

menabung sampah dan menukarkan sampah dengan uang cash n  Baca Modal...Hal 35

email: radarbwi@gmail.com / beritaraba@gmail.com


26

Rabu 27 Februari 2013

Siswa Ngungsi Belajar di Rumdin Guru KALIPURO - Kenyamanan para siswa SDN 4 Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, terganggu sepekan terakhir. Atap ruang belajar di sekolah itu jebol karena dimakan rayap. Padahal, gedung sekolah yang lokasinya cukup terpencil itu baru direnovasi sekitar 2008 lalu. Sementara, proses belajar siswa kelas satu dan dua dipindah ke rumah dinas (rumdin) guru secara bergantian. Ironisnya, kondisi rumah dinas guru tersebut juga mengenaskan. “Setelah kelas satu pulang, siswa kelas lain masuk,” terang Kepala SDN 4 Gombengsari, Sukir, kemarin (26/2). Proses belajar tak normal di sekolah itu sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. De-

ngan memiliki dua gedung, sekolah itu ternyata hanya memiliki lima ruang belajar. Satu ruang digunakan sebagai kantor dan ruang guru. “Kelas empat dan lima menempati satu ruang,” kata Sukir. Menurut Sukir, atap tersebut jebol karena kayunya dimakan rayap. Selama ini pihaknya sudah berusaha mengatasi hal itu dengan cara menyemprot. “Rayapnya cukup banyak. Kayu pada bangunan banyak yang rusak,” cetus lelaki yang mengaku baru sebulan dinas di sekolah itu. Dodik Harno, salah satu guru sekolah itu mengaku, gedung yang kini sudah jebol atapnya itu terakhir diperbaiki 2008 lalu . Dirinya tidak tahu kenapa perbaikan itu tidak membuat ba-

ngunan bertahan lama. “Pada 2008 lalu bagian atasnya (genting dan atap) diperbaiki,” jelasnya. Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi Sulihtiyono mengatakan, gedung SDN 4 Gombengsari yang atapnya jebol itu akan segera diajukan untuk dilakukan renovasi pada 2013. “Akan kita ajukan melalui DAK (dana alokasi khusus) 2013,” cetusnya. Sulihtiyono menyebut, sampai tahun 2013 sebenarnya tidak banyak gedung sekolah yang kondisinya memprihatinkan. Sebab, selama ini pemerintah terus memperhatikan kondisi sekolah. “Pada 2014 nanti tidak akan ada lagi gedung sekolah yang rusak,” janjinya. (abi/c1/bay)

GALIH COKRO/RaBa

DARURAT: Suasana belajar di SDN 4 Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, kemarin.

Segera Lantik 72 Anggota Panwascam Bekuk Dua Pengedar Langsung Bertugas Awasi Pemilihan Gubernur Jatim BANYUWANGI - Sebanyak 72 pendaftar calon anggota panitia pengawas kecamatan (panwascam) semringah. Sebab, kerja keras mereka mengikuti seleksi pengawas pemilihan umum (pemilu) tersebut akhirnya membuahkan hasil. Setelah melakukan rapat pleno Senin lalu (25/2), tiga komisioner Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Banyuwangi menetapkan 72 pendaftar sebagai anggota panwascam se-Banyuwangi. Komisioner Divisi Organisasi dan Sumber Daya Manusia (SDM) Panwaslu Banyuwangi, Lilikh

SIGIT HARIYADI/RaBa

Lilikh Maslikah

Maslikah mengatakan, 72 anggota panwascam terpilih tersebut akan bertugas di 24 kecamatan di Banyuwangi. “Senin (25/2) tiga komisioner Panwaslu Banyuwangi melakukan rapat pleno untuk menetapkan

tiga anggota panwascam untuk 24 kecamatan di Banyuwangi,” ujarnya kemarin (26/2). Lilikh menuturkan, pelantikan anggota panwascam terpilih itu dijadwalkan berlangsung awal Maret mendatang. “ (Jadwal pelantikan) belum kita pleno. Kemungkinan besar pelantikan anggota panwascam dilangsungkan di Pendapa (Sabha Swagata Blambangan) awal Maret mendatang,” tuturnya. Lilikh mengungkapkan, pasca dilantik, masing-masing anggota panwascam tersebut akan langsung bertugas mengawasi pendataan Daftar Pemilih Tetap (DPT) di masing-masing kecamatan. “Setelah dilantik, anggota panwascam bertugas mengawasi DPT Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2013,” ujarnya. (sgt/c1/bay)

Pil Koplo di Pelosok PESANGGARAN - Peredaran pil koplo jenis dextro dan trihexyphenidil (trex) sudah merambah kawasan pelosok Bumi Blambangan. Salah satu pengedarnya, Mustakim, 51, ditangkap polisi di Dusun Krajan, Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran, Senin lalu (26/2). Polisi berhasil menemukan sejumlah barang bukti pil dextro 585 butir di rumahnya Mustaqim. Selain itu, petugas juga menyita uang Rp 20 ribu, sebendel plastik klip, dompet hijau, dan tas kresek. “Diduga pengedar karena ada klip plastik cukup banyak,” terang Kasatnarkoba Polres Banyuwangi AKP Watiyo. Watiyo menyebut, tersangka menjual pil dextro diduga sudah lama. Namun, petugas kesulitan

mendapatkan bukti. “Tersangka mengaku mendapatkan barang itu dari sales yang datang ke rumahnya,” katanya. Selain menangkap Mustakim, anggota satnarkoba juga berhasil meringkus dua pengedar pil koplo yang lain, yakni Regi Febriana Tirtanadi, 19, dan Mukandar, 50. “Kedua tersangka kita tangkap di rumah masingmasing,” terangnya. Menurut Watiyo, pihaknya meringkus Regi di Dusun Kopen, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng. Dari sini, petugas menyita 111 butir pil trex dan sebuah ponsel. Regi mengaku mendapatkan barang itu dari seorang sales di Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo. “Regi masih kita periksa,” sebutnya. (abi/c1/bay) ADVERTORIAL PERBANKAN

BRI Serahkan Undian Simpedes Periode Dua Tahun 2012

Kerja di Taiwan, Parwati Dapat Hadiah Mobil Ertiga BANYUWANGI - PT. BRI Cabang Banyuwangi resmi menyerahkan hadiah hasil penyaringan undian Simpedes siang kemarin (26/2). Undian Simpedes periode II tahun 2012 tersebut telah diundi Kamis lalu (21/2). Pada penyaringan hadiah Simpedes periode II/2012 tersebut, Purwati, warga Desa Sukorejo, RT 1. RW 8, Kecamatan Bangorejo berhak meraih hadiah utama satu unit mobil Ertiga. Acara penyerahan hadiah dilaksanakan di kantor PT BRI Cabang Banyuwangi Jl. A Yani 12 Banyuwangi. Hadir langsung dalam acara penyerahan ini, Pemimpin Cabang (Pinca) BRI Kantor Cabang Banyuwangi, Sulaeman Tahe; Manajer Bisnis Mikro (MBM) BRI Cabang Banyuwangi, Piator Simanjuntak; Asisten Manajer Bisnis Mikro (AMBM) BRI Cabang Banyuwangi Syafril dan Saukat Ali, para Kepala Unit BRI se Banyuwangi, serta para pemenang undian Simpedes periode II/2012. Pemimpin Cabang (Pinca) BRI Cabang Banyuwangi, Sulaeman Tahe mengatakan, pengundian Simpedes ini merupakan bentuk reward dan apresiasi kepada para nasabah kami yang telah mempercayakan simpanannya di BRI, khususnya pada tabungan Simpedes. “Selamat kepada para pemenang semoga hadiah dari kami bermanfaat dan bagi yang belum beruntung jangan berkecil hati karena ada kesempatan pengundian lagi yang akan digelar pada bulan Agustus mendatang,” jelas Sulaeman Tahe. Sulaeman Tahe menuturkan, para pemenang undian penyari-

Sulaeman Tahe

ngan hadiah Simpedes hampir merata. Tersebar mulai dari wilayah paling ujung selatan Banyuwangi mulai Pesanggaran, Bangorejo, Tegaldlimo, Muncar, hingga Banyuwangi. Dalam pengundian ini, PT BRI Cabang Banyuwangi menyediakan hadiah total senilai Rp 470 juta. “Hadiah utama berupa 1 unit mobil Suzuki Ertiga, ada 20 unit sepeda motor, dan 43 unit TV LCD, serta hadiah elektronik lainnya. Ke depan, hadiah akan kami tingkatkan, “ ujar Sulaeman Tahe. Sulaeman Tahe mengajak seluruh nasabah BRI agar terus meningkatkan saldo simpanannya. Jangan ragu memilih BRI sebagai mitra yang bisa diandalkan, sebagai tempat yang tepat dan aman. Karena di Indonesia, simpanan terbesar ada di BRI. “Semoga BRI selalu ada di hati, dan kami bisa melayani dengan sepenuh hati,” pungkas Sulaeman Tahe. (adv/bay)

FOTO-FOTO: BENNY SISWANTO/RaBa, BRI FOR RaBa

MOBIL: Pinca BRI Cabang Banyuwangi, Sulaeman Tahe didampingi MBM BRI Piator Simanjuntak, AMBM BRI Syafril dan Saukat Ali, menyerahkan hadiah utama kepada Wiwin Sri Alamin mewakili Ibu Parwati yang kini bekerja di Taiwan.

20 MOTOR: Pemenang hadiah sepeda motor undian Simpedes foto bareng dengan Pinca BRI Sulaeman Tahe di depan kantor BRI Cabang Banyuwangi siang kemarin (26/2).

KOMPAK: KOMPUTER: Penyaringan undian Simpedes digelar di halaman kantor BRI Cabang Banyuwangi Kamis lalu (21/2). Undian disaksikan notaris, tamu, dan undangan.

MBM BRI Piator Simanjuntak (dua dari kiri) menyaksikan penyaringan undian Simpedes bersama undangan, tamu, dan nasabah BRI seBanyuwangi Kamis lalu (21/2).

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Nur Hariri (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Benny Siswanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah, W. Nugroho, Mega Dwi P. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Pemasaran: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Samsuri (Situbondo). Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. 

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.



Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.



Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


27

Rabu 27 Februari 2013

Wabup Yusuf Sesalkan Perangkat Desa Mogok Hari Ini Kantor Desa Cantuk Buka Lagi SINGOJURUH - Aksi mogok masal perangkat Desa Cantuk yang dimotori Kepala Desa (Kades) setempat, Masbudi, masih terus berlangsung. Hingga kemarin, kantor desa tutup. Praktis, tidak ada aktivitas pelayanan di balai desa tersebut. Aksi boikot kalangan pejabat desa itu mengundang reaksi Pemkab Banyuwangi. Kemarin, Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko mengunjungi kantor Desa Cantuk. Sayang, kehadiran orang nomor dua di lingkungan Pemkab Banyuwangi itu hanya ditemui sejumlah perangkat desa. Wabub tidak bisa bertatap muka dengan kades setempat. Alasannya, Masbudi sedang sakit. Wabub Yusuf menyesalkan aksi boikot itu. Pertimbangannya, pelayanan masyarakat tidak bisa ditinggalkan hanya gara-gara kasus perusakan. ‘’Kantor harus tetap buka, tidak boleh tutup,” pintanya. Menurut Wabub, semua perangkat desa harus tetap menjalankan aktivitas di kantor desa seperti biasa. Itu semata-mata demi melayani masyarakat. “Sambil menunggu proses hukum, mudah-mudahan ada jalan keluar,” harapnya. Camat Singojuruh, Nanik Machrufi mengungkapkan, aksi massa menyegel kantor desa bakal berakhir. Kesimpulan itu berdasar musyawarah Muspika Kecamatan dan perangkat desa. “Besok sudah mulai buka lagi,” ujar Nanik kemarin.

Diberitakan sebelumnya, situasi keamanan di Desa Cantuk, Kecamatan Singojuruh, mencekam. Kondisi itu merupakan buntut aksi ratusan warga yang merusak kantor desa pada Minggu (24/2). Kondisi yang tidak kondusif itu mengharuskan perangkat desa tidak ngantor sementara. Praktis, kantor Desa Cantuk sepi dari aktivitas pelayanan. Perangkat desa enggan ngantor karena takut diintimidasi warga. Mereka sengaja mogok ngantor lantaran trauma atas peristiwa yang terjadi Minggu siang (24/2) kemarin. Ketegangan pasca-perusakan kantor desa akan segera berakhir. Sebab, warga Dusun Cantuk Lor yang dituding menyerang kantor desa berinisiatif damai n Baca Wabup...Hal 35

ALI NURFATONI/RaBa

KROSCEK: Wabub Yusuf Widyatmoko (kiri) menasihati Kadus Cantuk Kidul, Haironi, di kantor Desa Cantuk, Singojuruh, kemarin.

Penyakit Kencing Manis Sering Mengganggu Fungsi Ginjal Penyakit kencing manis atau diabetes biasanya ditandai oleh perasaan sering haus, sering kencing di malam hari, serta sering lemas. Kadang-kadang ditambah dengan berat badan yang awalnya naik lalu tibatiba turun terus-menerus. Dan biasanya, hal itu disertai gangguan saraf tepi berupa kesemutan, gangguan penglihatan, gatal di sekitar kemaluan atau lipatan kulit, luka yang tak kunjung sembuh, gangguan ereksi pada pria, dan keputihan pada wanita. Bila Anda mengalami hal tersebut, Anda perlu melakukan pemeriksaan. Karena, bisa jadi penyakit kencing manis telah ada di dalam diri Anda. Penyakit ini terjadi karena peningkatan kadar glukosa darah akibat kekurangan insulin, atau reseptor insulin tak berfungsi baik. Pengobatan yang dapat membuat penyakit ini hilang belum ada. Yang bisa dilakukan adalah mengelolanya, untuk menghilangkan keluhan akibat defisiensi insulin itu. Tindakannya meliputi penormalan kadar glukosa, lemak, dan insulin dalam darah, serta mengobati penyakit kronis lain dengan cara: (1) mengurangi kalori dan meningkatkan konsumsi vitamin, (2) melakukan aktivitas fisik secara teratur, (3) meningkatkan kepekaan terhadap insulin, (4) mengonsumsi obat hipoglikemia oral untuk merangsang pankreas menghasilkan insulin dan mengurangi resistensi terhadap insulin, atau (5) menjalani terapi insulin. Bila telah mengalami komplikasi, gangguan lain yang bisa muncul adalah nefropati diabetik, yaitu gangguan fungsi ginjal akibat kebocoran selaput penyaring darah. Ginjal terdiri atas jutaan unit penyaring. Setiap unit punya membran. Kadar gula tinggi akan merusak selaput ini. Gula akan bereaksi dengan

protein, mengubah struktur dan fungsi sel. Akibatnya, penghalang protein rusak, dan terjadi kebocoran protein ke urine. Jika diabaikan, ini akan berlanjut ke tahap gagal ginjal terminal dan bisa menyebabkan terganggunya fungsi ekskresi, filtrasi, dan hormonal ginjal. Akibat pengeluarannya terganggu lewat urine, zat racun tertimbun dalam tubuh. Tubuh membengkak dan menimbulkan risiko kematian. Ginjal juga memproduksi hormon eritropoetin guna mematangkan sel darah merah sehingga gangguan ginjal bisa menyebabkan anemia. Sejumlah tanaman obat memiliki kelebihan dalam penanganan diabetes karena mampu membangun kembali jaringan yang rusak serta menyembuhkan penyakit lain sebagai komplikasinya. Contoh tanaman itu jelas banyak, tapi salah satunya adalah manggis. Secara empiris, banyak penderita penyakit ini yang bisa mengontrol kadar gula darah dengan rutin mengonsumsi suatu senyawa yang berasal dari kulit buah manggis, yang bernama xanthone. Senyawa ini merupakan antioksidan tingkat tinggi yang punya khasiat banyak. Salah satunya adalah untuk menormalkan fungsi pankreas penghasil insulin sehingga kadar gula darah penderita diabetes bisa turun. Anda yang ingin tahu lebih lengkap ten tang khasiat manggis itu bisa membacanya di buku berjudul Kulit Manggis Berkhasiat Tinggi, yang tersedia di toko-toko buku Gramedia. Tapi, apakah untuk men da pat kan xanthone itu kita perlu mengim por nya? Tidak. Sekarang, tekno loginya sudah ada di Indonesia. Dan produk itu sudah beredar di apotek dan toko-toko obat terkemuka di kota Anda, dalam bentuk kapsul. Namanya Garcia. Anda yang ingin tahu le bih banyak tentang eks trak kulit manggis pertama di Indonesia itu bisa meng hubungi t e l e p o n b e b a s p u l sa kami di 08001401430, email info@manggisgarcia.com, atau website www. manggisgarcia.com Produk ini bisa didapatkan di Apotek dan toko obat terkemuka di kota anda atau segera hubungi Banyuwangi : 0333-7703239 & 081336445358.

Hadi Sukrianto: Perekonomian Banyuwangi Maju Pesat Dua Kantor Pembantu Kas Naik Status Menjadi KCP BANYUWANGI – Menggeliatnya perekonomian Rogojampi dan Pesanggaran menjadikan kedua wilayah ini mendapat apresiasi khusus dari perbankan. Salah satunya dari Bank Jatim. Keberadaan Pembantu Kas (Pekas) Bank Jatim di kedua wilayah ini naik status menjadi Kantor Cabang Pembantu (KCP). Peresmian kedua KCP ini dilakukan Senin (25/2) di Pendapa Sabha Swagata Blambangan. Peresmian yang dibarengkan dengan peluncuran tabungan dan kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja) serta pemberian sebuah ambulans sebagai CSR (corporate social responsibility) Bank Jatim kepada Pemkab Banyuwangi itu juga dihadiri Bupati Abdullah Azwar Anas serta pejabat lain. Mereka adalah Direktur Utama Bank Jatim Hadi Sukrianto; Komisaris Utama Muljanto; Wabup Yusuf Widyatmoko; Sekda Slamet Kariyono; Ketua Yayasan Damandiri Prof Dr Haryono Suyono; dan Kepala Cabang BI Jember M. Nur Zainudin. Hadir pula Pemimpin Cabang Bank Jatim Banyuwangi Riyanto, serta kepala dinas dan camat di lingkungan Pemkab Banyuwangi. Dalam sambutannya, Direktur Utama Bank Jatim Hadi Sukrianto mengatakan, meningkatnya status Pekas menjadi KCP ini menunjukkan jika perekonomian di Banyuwangi semakin menggeliat terutama Rogojampi dan Pesanggaran. ”Banyuwangi telah menjadi kota yang berkembang pesat. Hal ini dapat dilihat dari PDRB Banyuwangi yang telah melampaui target RPJMD tahun 2013 sebesar Rp 27 triliun dengan pelampauan Rp 30 triliun,’’ ungkap Hadi Sukrianto. Pencapaian tersebut disumbang 40 persen sektor pertanian, serta sektor perhotelan, dan perdagangan sebesar 24,9 persen. “Dengan kondisi seperti ini, Bank Jatim berusaha untuk turut serta dalam pembangunan Banyuwangi dengan langkah memperluas jaringan operasional, yakni membuka cabang pembantu Rogojampi dan Pesanggaran. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan pelayanan di kedua wilayah tersebut,” terang Hadi kemarin. Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Cabang BI Jember M. Nur Zainudin. Menurut dia, kemajuan perekonomian yang dialami Banyuwangi selama tahun terakhir ini mendapat apresiasi dari Bank Indonesia (BI). Perekonomian Banyuwangi dianggap berpeluang besar

untuk terus tumbuh dan mengalahkan sejumlah kabupaten tetangganya di kawasan timur Jatim. BI Jember mencatat, realisasi kredit modal kerja di Banyuwangi mencapai 63,66 persen dari total penyaluran kredit. Secara volume, kredit perbankan di Banyuwangi mengerucut pada sektor pertanian, perdagangan, industri dan jasa dunia usaha. “Kredit macetnya pun jauh dari yang ditetapDIRUT BANK JATIM: Hadi kan BI,” ungkapnya. Sementara itu, BuSukrianto. pati Abdullah Azwar Anas mengatakan, produktivitas pembangunan Banyuwangi yang selama ini dilakukan merupakan hasil kerjasama antar semua pihak. Terutama perbankan yang juga memberi andil dalam memberikan kemudahan kredit. Pemerintah daerah dan bank melakukan kajian bersama untuk menggugah semua institusi yang relevan terhadap pentingnya peran mereka dalam menyukseskan program pengentasan kemiskinan. ”Melalui kajian yang mendalam ini, diharapkan muncul suatu gerakan yang fokus dan terintegrasi dalam rangka pengentasan kemiskinan,” ungkap Bupati Anas. Langkah Bupati Anas ini diamini oleh Ketua Yayasan Damandiri Prof Dr Haryono Suyono. Mantan Menko Kesra dan Taskin tahun 1998 itu memberikan hibah seribu tabungan yang sudah terisi saldo kepada masyarakat atau keluarga hampir mampu. Tujuannya agar memancing masyarakat gemar menabung. Yayasan Damandiri sendiri merupakan yayasan yang memiliki visi misi berkembang dan mengabdi untuk masyarakat, khususnya keluarga-keluarga Indonesia yang perlu ditingkatkan kualitasnya agar dapat mandiri, sehingga kelak dapat membantu memandirikan keluarga-keluarga lainnya. (adv)

FOTO-FOTO: TOHA/RaBa

TOREHKAN TINTA: Dari kiri, Dirut Bank Jatim Hadi Sukrianto, Bupati Anas saat meneken prasasti peresmian dua KCP, disaksikan Prof DR Haryono Suyono, Kepala Cabang BI Jember M. Nur Zainuddin.

POSE BERSAMA: Penerima bantuan Laguna Tabur Puja Kelompok Sedap Malam dan Maju Sehati berfoto bersama-sama.

BANTUAN: Mantan Menteri Menko Kesra dan Taskin Prof Haryono Suyono memberikan kredit Laguna Tabur Puja kepada kelompok Maju Sehat secara simbolis, Senin (25/2).

JAJAL LANGSUNG: Bupati Anas bersama Hadi Sukrianto mencoba ambulans yang merupakan pemberian CSR Bank Jatim untuk RSUD Blambangan.

PINCA BANK JATIM: Riyanto.


EKONOMI BISNIS

28 GUNUNG RAUNG

Sejarah Meletus Panjang BANYUWANGI-Sejarah Gunung Raung meletus ternyata cukup panjang. Bahkan sudah sering meletus. Sesuai catatan sejarah pernah terjadi letusan besar berkali-kali dalam kurun tahun 1586 hingga 1789. Letusan kembali terjadi beberapa kali dalam kurun tahun 1800 hingga 1860. Kondisi Gunung Raung juga mengalami naik-turun sepanjang medio tahun 1800-an. Pada kurun tahun 1900-an, Gunung Raung pun terus menunjukkan aktivitas vulkanik. Berulang kali mengalami letusan abu, IRWAN/RaBa pada tahun 1940, Hetty Triastuti 1941, dan 1943. Bahkan tahun 1953 mengalami letusan setinggi 6 kilometer (km) dengan abu menyebar hingga radius 200 meter pada Januari sampai Maret. Letusan tahun 1956 lebih dahsyat lagi, dengan tinggi 12 km disertai dentuman selama 4 jam. Dahsyatnya, abu menyebar hingga Bali dan Surabaya. Pada tahun 1989, letusan abu kembali terjadi. Sejarah letusan Gunung Raung itu dipaparkan Dr. Hetty Triastuti, fungsional penyelidik bumi muda Pusat Vulkanologi dan Mitigasi, Bencana Geologi (PVMBG), kemarin (26/2). Dalam “Pelatihan Penyuluh Mitigasi Bencana Gunung Api di Jawa Timur” di hall Hotel Ketapang Indah, Banyuwangi, Hetty memaparkan profil dan mitigasi bencana letusan Raung. “Informasi kondisi Raung sangat penting diketahui bagi penerbangan, karena dilewati pesawat ke Bali. Sebab, asap letusan bisa mematikan sistem mesin jet pesawat,” papar Hetty. Kegiatan itu diikuti unsur relawan Forum Peduli Bencana Indonesia (FPBI), media massa, kepolisian, TNI AD, dan aparat pemerintahan dari daerah rawan terdampak bencana Raung. Pelatihan yang dibuka Sekkab Selamet Karyono, itu berlangsung tiga hari, sejak Selasa (26/2) hingga Kamis (28/2). Acara tersebut merupakan kerja sama Pusdiklat Geologi, Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi. Hari ini, peserta akan melakukan praktik kerja lapangan di Pos Pantau Gunung Raung di Desa Sumberarum, Songgon. (irw)

BANYUWANGI

Sepekan Produksi Tempe Naik 20 Persen GIRI - Hasil yang dicapai KSM Alami, BKM Tali Asih, Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan Giri, dalam memproduksi tempe sangat luar biasa. Berkat bantuan PNPM Mandiri Perkotaan, dalam waktu sepekan tempe yang diproduksi meningkat hingga 20 persen. KSM Alami di Lingkungan Cungking dan Mojoroto yang dikoordinasi Ponirah tersebut dalam memproduksi tempe mulanya hanya mengolah 20 kilogram kedelai. “Produksi tempe mulai nol,” terang Ponirah. KSM Alami memproduksi tempe setelah mengikuti pelatihan pembuatan tempe yang dilaksanakan BKPM Tali Asih PNPM

ISTIMEWA

KREATIF: Anggota KSM Alami dengan tempe hasil produksinya.

Mandiri Perkotaan. “Alhamdulillah, produksi tempe terus meningkat,” ungkapnya sambil menyebut KSM Alami kini memiliki 10 anggota. Ponirah menyebut, demi meningkatkan kesejahteraan anggota KSM Alami,

pihaknya akan mengembangkan jenis usaha baru, yakni membuat keripik tempe. “Kalau hanya produksi tempe, hasilnya kurang maksimal,” ungkapnya. Terkait produksi tempe tersebut, PNPM Mandiri Perkotaan tidak hanya melaku-

kan pelatihan tapi juga mengucurkan dana sebesar Rp 8.550.000. Selain itu, ada dana swadaya masyarakat sebesar Rp 450.000. Bantuan tersebut bisa digunakan membeli dua unit mesin giling. Mesin tersebut memudahkan para anggota dalam memproduksi tempe sesuai anjuran para tutor dalam pelatihan pembuatan tempe. Koordinator BKM Tali Asih Kelurahan Mojopanggung, Abdurrahman, mengaku sangat puas dengan hasil kerja KSM yang membanggakan tersebut. “Kami (BKM Tali Asih) senang karena proses yang dilakukan KSM Alami sangat bagus. Mereka pun kini dapat merasakan hasilnya,” katanya. Abdurrahman menyebut, KSM Alami sudah melakukan apa yang diharapkan PNPM Mandiri Perkotaan dan BKM. Meski demikian, tanpa motivasi dan monitoring banyak pihak dan pendampingan yang berkelanjutan, harapan produksi lebih maju lagi bisa terkendala. “Sharing dan solusi bersama selalu dibutuhkan. Peningkatan mutu dan pemasaran bisa di channeling-kan dengan pihak-pihak yang berkompeten,” ungkapnya. (c1/abi)

Semen Puger Miliki Daya Tekan Baik BANYUWANGI-Semen Puger menggelar gathering pada Jumat (22/2) lalu. Sejumlah dinas instansi Pemkab Banyuwangi turut hadir dalam gathering itu. Asisten Pembangunan dan Kesra Pemkab Suhartoyo juga tampak dalam acara di Mendut Sport Center Banyuwangi tersebut. Distributor Semen Puger Banyuwangi Widji Distro Pratama mengatakan, gathering itu bertujuan mengenalkan spesifikasi Semen Puger kepada khalayak umum. Gathering itu baru kali pertama digelar. “Sasaran pertamanya adalah instansi Pemkab Banyuwangi,” ungkapnya. Dikatakan, masyarakat Banyuwangi tidak perlu mengkhawatirkan kualitas Semen Puger. Sebab, secara kualitas tidak diragukan, karena sudah ada pengakuan resmi dari lembaga SNI (Sertifikat Nasional Indonesia). Untuk praktik di lapangan sudah tidak ada masalah sama sekali tentang pemakaian dan penggunaan.

BANYUWANGI

BANYUWANGI

TOHA/RaBa

SOSIALISASI: Peserta gathering Semen Puger di Hall Mendut Sport Center, Jumat (22/2) lalu.

Semen itu lulus uji SNI berdasarkan hasil Laporan Pengujian dari Kementerian Perindustrian RI, Balai Besar Bahan dan Barang Teknik, yang menyatakan bahwa

semen ini lulus dari tes SNI. “Bahan yang digunakan semen Puger dipilih dari kapur Puger yang memang sudah sangat terkenal bermutu tinggi. Semen Puger

adalah semen Portland Pozolan dengan kelebihan dan kekuatan tekan yang baik, mengurangi retak, serta, mudah dalam pengerjaannya,” katanya. Meski pemain baru, Semen Puger sudah mulai menguasai pasaran semen di wilayah Jember dan Banyuwangi. Semen Puger memilih SNI untuk PPC (Portland Ponzolan Cement) atau Semen Portland Ponzolan. PPC memiliki keunggulan tentang isi campurannya. Material utamanya menggunakan gamping terbaik yang diambil dari Puger, Jember. Lalu, ditambahkan bahan Ponzolan, yakni bahanbahan khusus, seperti abu/pasir vulkanik. Secara khusus, bahan itu didatangkan agar semen tersebut memiliki kekuatan di atas semen OPC atau PCC. “Ke depan kami akan melakukan gathering lagi, yang pesertanya kontraktor, pengembang, dll. Harapannya, masyarakat semakin percaya dengan kualitas Semen Puger,” janji pria berkacamata itu. (adv/irw)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Isuzu Phanter ‘97 •

• Isuzu Phanter ‘94 •

• Suzuki Swift ‘09 •

Dijual cepat Isuzu Panther 2.5 tahun 97 hijau metalik, barang istimewa, harga Rp. 75 juta, hubungi 081234668744

Dijual Phanter tipe Isuzu / tbr 52 pric 1994 merah, Rp 62.5 juta nego tukar tambah, HP 08214294111/081335897888

Dijual Suzuki Swift silver manual 2009 Rp 130juta nego cash&credit,. tukar tambah HP 08123453975

• Kijang LX ‘04 •

• Toyota Avanza ‘04 •

• Grand Livina ‘08 •

Dijual Kijang LX KF80 STD tahun 2004, hitam metalik, harga 110 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Avanza 1.3 F60IRM tahun 2004 hijau metalik, harga115juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176,0811351148

Dijual Grand Livina XV 1.5 MT tahun 2008 hitam metalik, harga 145 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Grand Max ‘10 •

• Suzuki Splash ‘10 •

• Toyota Avanza ‘07 •

DijualGrand Max S40 IRV ZMDEJJ HJ tahun 2010 hitam, harga 95 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526–635176,0811351148

Dijual Suzuki YV4 1.2 RHD Splash GL 2010 abu-abumetalik, harga117,5juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176 , 0811351148

Dijual Toyota Avanza1.3G tahun 2007 akhir silver metalik, harga 132 juta nego, barang istimewa, hubungi 085331072175

• Pengepul Karet Alam •

• STNK •

• Rumah Tengah Kota •

• Toyota Starlet ‘94 •

Dicari Petani/Pengepul karet alam. Hubungi 082338833778/0321 513700

Hilang STNK Nopol P 4360 YY, an. Iron Suprayogi, Krajan Timur 01/02 Singojuruh

Jual cepat murah rumah tengah kota Jl.letjen Sutoyo 087851295602

Dijual 1 unit Toyota Starlet ‘94 merah metalik Rp 53,5 Juta Hub: 085646477168

• Peluang Usaha •

Hilang STNK Nopol P 2254 ZI, an. Abd. Harief Sumarwito,SH,MM.Krajan02/03DadapanKabat

• Rumah Banyuwangi •

• Rumah Kebalenan •

PeluangUsaha:BagiAndaketua/penyelenggara Arisan. 1 th bonus ke LN. H: 03337611387

Rabu 27 Februari 2013

Hilang STNK Nopol P 3507 XM, an. Sutrisno, Perum Sutri blok D-30 RT02/03 Sobo Hilang STNK Nopol P 3554 XF, an. Saluwi Krajan Bulusan Banyuwangi

BANYUWANGI

Hilang STNK Nopol P 6815VJ, an. Anang Wahyudi, Melik RT02/03 Parijatah Kulon Srono

• Toko + Rumah Genteng • Djl Toko+rumah tkt2, full prabot, strtgs. Jl. Kembar Lt 310/490m2, uk. 10x31m, marmer, ksn jati, Tk Sriwijaya Jl. Gajahmada 274 Gtg-Bwi. H. Sugiarto, 081233499888, 03170338181

• Jl. Agus Salim • Dijual sgr Ruko 2lt lok. Jl. Agus Salim belakang Untag Banyuwangi. Hubungi: 081233669969, 0333427190

Djl rumah L 10X15 = 150M2 lok Banyuwangi, utara pbrik ES, bs dibeli dg cash/kredit dan juga bisa di sewa hrg nego hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Djl rumah lok Kebalenan di Jl. Raya Rogojampi/ Genteng, L10 x15=150m2, SHM, bs dibeli dg cash atau kredit & jga bsa disewa, hrg nego. Hub (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Rumah Desa Balak •

• Rumah Sukowidi •

BANYUWANGI • Karyawan Toko/SPB• Butuh Karyawan toko/SPB, pria islam max 30th, min D3 penampilan menarik & jujur komunikatif, tanggung jawab, copy ijasah & IP komulatif, copy KTP, foto 4x6, Toko Indah Karya Jl. Basuki Rahmat 68 Banyuwangi

Djl tanah + bangunan L 4x8=32m2 + 10 x 15 = 150m2, bisa dibeli dgn cash/kredit & juga bs disewa, SHM, Lok Ds Balak, hrg nego,H:(0333)631526–635176,0811351148

Dijual rumah, LT 170m2, LB 100m2, Jl. Tidore 3 Sukowidi, SHM, harga nego, hubungi 081249708539, 081934726317

PEMBERITAHUAN Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhati-hati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak bertanggungjawab atas semua


33

Rabu 27 Februari 2013

Satpol PP Tutup Wisma Mesum

TABRAK LARI

Mr X Tergeletak di Gardu GENTENG - Seorang lelaki tanpa identitas ditemukan warga Dusun Curahtangi, Desa Setail. Mayat Mr X tersebut tergeletak di gardu pinggir jalan raya Jember Senin (24/2) lalu. Melihat orang tergeletak, warga langsung menghubungi Polsek Genteng. Mendapat laporan dari warga, anggota Polantas Genteng langsung meluncur ke lokasi Mr X tersebut tergeletak. Polisi langsung membawa Mr X itu ke RSUD Genteng karena pria berusia sekitar 25 sampai 30 tahun tersebut mengalami luka di pelipis sebelah kanan dan memar di kepala bagian belakang. Diduga, Mr X itu merupakan korban tabrak lari. Setelah dirawat selama satu malam oleh pihak RSUD Genteng, Mr X tersebut dinyatakan meninggal dunia. Dia mengalami gegar otak (GO) berat. Hingga kemarin sore, jenazah Mr X tersebut masih terbujur kaku di ruang jenazah RSUD Genteng dan belum diketahui secara pasti siapa keluarganya. Pada saat ditemukan warga, Mr X tengah membawa sebuah tas kecil warna hitam yang berisi koran, kertas minyak bekas bungkus nasi, kain-kain pakaian, dan tas kresek. Saat itu, Mr X tengah memakai baju rangkap empat dan celana jeans warna biru yang sudah robek. “Di lihat dari ciri-ciri tubuhnya, Mr X diperkirakan berumur sekitar 30 tahun. Tingginya sekitar 175 cm, kulitnya kuning langsat, rambut ikal, dan terdapat lubang tindik di hidung sebelah kanan,” jelas paramedis yang berjaga di RSUD Genteng. Informasi dari warga sekitar tempat Mr X ditemukan menyebutkan, sudah tiga minggu ini warga melihat seorang lelaki menempati gardu. Warga kurang tahu pasti aktivitas laki-laki tersebut. (azi/c1/aif)

CLURING – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banyuwangi menutup sebuah tempat penginapan di Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Cluring kemarin. Tempat tersebut kerap dijadikan ajang mesum. Sikap tegas petugas penegak perda menutup wisma tersebut tidak menemui kendala. Sebab, kedua pasangan suami istri (pasutri) pemilik wisma, Sumanto 50, dan Sri Astuti 40, legawa atas penutupan itu. Muspika Kecamatan Cluring tampak ikut mendampingi dalam aksi penutupan wisma yang disinyalir sebagai tempat prostitusi ilegal tersebut. Selain itu, petugas dari Kesbangpolinmas dan Dinas Sosial Banyuwangi ikut andil dalam aksi penutupan itu. Kasi Penyidikan dan Penindakan Satpol PP Banyuwangi Ripai mengatakan, beberapa kamar di rumah itu disewakan. Dari sinilah, muncul laporan jika sewa kamar itu sering

IPNU

digunakan untuk berbuat mesum. ‘’Sewa kamar ini untuk untuk ajang prostitusi ilegal,’’ tegasnya. Menurut dia, penyewaan kamar itu sebenarnya sudah berlangsung selama puluhan tahun. Hanya saja, informasi itu hanya dilaporkan belum lama ini. ‘’Kita tindaklanjuti dan kita lakukan penutupan,’’ ujar Ripai. Dia menambahkan, pihaknya sudah meminta kepada pemilik rumah untuk teken tanda tangan dalam surat pernyataan. Isinya yakni akan menutup usaha penyewaan kamar itu selamanya. ‘’Jadi, setelah kita tutup tidak ada sewa kamar lagi,’’ pungkasnya. Sebagai tanda ditutup, sejumlah petugas memasang plang berupa tulisan penutupan. Jika kemudian hari ditemukan pelanggaran, maka yang bersangkutan akan disanksi sesuai hukum yang berlaku. (ton/aif)

ABDUL AZIZ/RABA

NARASUMBER: Nur Hidayat (kiri) menerima tumpeng harlah IPNU dari Ketua PC IPNU Sanusi kemarin.

Jangan Jadikan Pelajar sebagai Kelinci Percobaan GENTENG - Rencana pemerintah yang segera menerapkan kurikulum pendidikan 2013 diharapkan bisa menjadikan para siswa sebagai kader warga negara yang baik ketimbang mendidiknya menjadi politisi. Hal itu terungkap dalam seminar pendidikan yang digelar Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Banyuwangi di aula Pondok Pesantren Bustanul Makmur, Kecamatan Genteng, kemarin. Acara tersebut menghadirkan narasumber Drs. Suhud dari Dinas Pendidikan Banyuwangi dan Nur Hidayat dari Jawa Pos Institute Pro Otonomi. Dalam acara yang berlangsung hangat tersebut, Nur Hidayat mengatakan bahwa berdasar pengamatannya selama ini, ada efek negatif terhadap penerapan kurikulum yang berjalan selama ini, yaitu lebih condong anak didik menjadi kader politisi. Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang IPNU Banyuwangi Mohammad Sanusi mengatakan, lembaganya sengaja menggelar acara tersebut karena sebentar lagi dunia pendidikan tanah air akan merasakan kurikulum baru. Menurutnya, kurikulum yang sering berganti membuat pelajar hampir seperti kelinci percobaan. “Dengan adanya seminar ini, semua diharapkan menjadi jelas,” tandasnya. (azi/c1/aif)

ALI NURFATONI/RaBa

MENGELUPAS: Anggota Komisi IV DPRD Banyuwangi saat mengecek kondisi jalan menuju kawasan pantai Plengkung, Tegaldlimo, kemarin.

Baru Diperbaiki, Rusak Lagi TEGALDLIMO - Jalan menuju pantai Plengkung di Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo, sudah rusak. Padahal, proyek tersebut baru dikerjakan akhir tahun 2012. Aspal jalan menuju wisata G-Land itu berkualitas jelek. Buktinya, jalannya bergelombang, dan kini di beberapa titik sudah mengelupas. Melihat kondisi itu, sejumlah anggota dewan yang menggelar inspeksi mendadak (sidak) meradang. Mereka mengaku tidak puas dengan proyek ja-

lan tersebut. ‘’Baru dibangun kok sudah rusak,” cetus Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi, Zainal Arifin Salam. Menurut dia, jalan tersebut menjadi tanggung jawab pelaksana proyek. Sebab, proyek tersebut masih belum setengah tahun. ‘’Masa pemeliharaan enam bulan. Jadi, ini tanggung jawab kontraktor,” tegas Arifin saat memimpin sidak komisi IV kemarin. Sekretaris komisi IV, HM. Hidayat menambahkan, pihaknya sudah berjuang mati-

Mahasiswa Hilang di Bedadung Diduga Mempelajari Ilmu Supranatural JEMBER – Seorang mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Jember (Unej) dilaporkan hilang di sekitar Sungai Bedadung, yang terletak dekat Perumahan Villa Tegal besar, Kaliwates, Senin (25/2) malam. Korban yang bernama Samsul Hadi, yang berasal dari Bondowoso, itu diduga tenggelam di Sungai Bedadung. Korban awalnya berkunjung ke rumah seniornya yang ada di perumahan tersebut. Namun, tanpa sebab Samsul meninggalkan rumah seniornya menuju sungai yang tak jauh dari perumahan tersebut. Menurut Solihul Amien, senior Samsul itu, dirinya sempat terkejut saat mengetahui ada orang yang tidak dikenal mengantar Samsul ke rumahnya sekitar 23.00. Amien yang saat itu sedang ada di poskamling bersama warga lainnya semakin kaget saat melihat Samsul masuk rumahnya tanpa izin.

RADAR JEMBER/JPNN

NAIK PERAHU KARET: Aktivitas pencinta alam mahasiswa Jember menyusuri sungai Bedadung.

Selanjutnya, Samsul mengacak-acak rumahnya seperti orang sedang kesurupan. Karena melihat kejadian tersebut, Amien mencoba menegur Samsul. Bukannya diam, Samsul malah berbalik menegur Amien dengan kata-kata kasar. Karena diperlakukan tidak sopan, Amien lantas mengajak Samsul bicara di luar rumahnya. Namun, ajakan Amien tersebut membuat Samsul kabur dan berlari ke arah Sungai Bedadung yang tidak jauh dari rumahnya.

Melihat Samsul lari ke arah Sungai Bedadung, Amien mencoba mengejarnya dengan dibantu warga sekitar. Namun, Amien dan sejumlah warga terlambat mencegah Samsul. “Dia datang ke rumah diantar orang yang nggak saya kenal. Dia langsung nyelonong masuk dan mengobrak-abrik isi rumah. Yaa saya tegur, dia malah lari ke sungai bawah rumah ini,” tutur Amien. Sebelumnya, Amien mengaku, sekitar dua minggu lalu Samsul datang ke rumahnya bercerita

ingin meneruskan ilmu spritual yang dimiliki kakeknya. Mendengar cerita tersebut, Amien menyarankan agar Samsul tidak melakukannya. Kalaupun ingin meneruskan ilmu sang kakek, Amien menyarankan agar Samsul mencari guru yang bisa membimbingnya. “Dia pernah cerita ke saya kalau dia mau meneruskan ilmu kakeknya,” ucapnya. Avan, salah seorang teman Samsul, membenarkan pernyataan Amien. Dia yang sering berkomunikasi dengan Samsul mengaku ada yang aneh dengan sikap Samsul belakangan. Bahkan, dia juga sering melihat Samsul murung dan ngomong sendiri. “Samsul memang beda akhirakhir ini. Awalnya saya kira ada masalah, tapi setelah saya tanya dia mengaku sedang melakukan amalan,” ungkapnya. Hingga berita ini ditulis, sejumlah aktivis mahasiswa pecinta alam Jember masih melakukan pencarian korban dengan menyisir sepanjang Sungai Bedadung dengan perahu karet. (mg3/har/jpnn)

Warga Tegalbesar Temukan Mayat Gosong Tangan Terikat, Mulut Dilakban JEMBER – Pembunuhan sadis menggegerkan warga Jalan M. Yamin, Kelurahan Tegalbesar, Kaliwates, kemarin (26/2). Warga setempat menemukan sesosok mayat dalam kondisi tangan terikat dan gosong. Mayat yang ditemukan di sebuah bangunan kosong itu

belum diketahui identitasnya. Penemuan mayat dalam kondisi gosong itu menyebar dengan cepat ke warga sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Warga berdatangan ke TKP karena lokasi penemuan mayat dekat dengan permukiman penduduk. Meski sebagiam besar jasadnya gosong, masih ada beberapa bagian baju dan celana korban yang tersisa. Mayat berkelamin

laki-laki itu saat ditemukan mengenakan baju kotak-kotak biru, merah, dan kuning serta mengenakan jins pencil. Selang beberapa menit, petugas dari Polsek Kaliwates dan Polres Jember turun ke TKP. Petugas langsung mengamankan TKP dengan memasang garis polisi di sekitar bangunan yang belum jadi tersebut. Pantauan Jawa Pos Radar Jember di lokasi, hampir selu-

ruh tubuh korban gosong. Sat ditemukan posisinya miring menghadap tembok diantara tumpukan batu bangunan. Yang mengenaskan, tangan korban dalam posisi terikat lakban di belakang. Selain itu, mulut korban dilakban dan disumpal dengan suatu benda. Diduga kuat, korban dibunuh hidup-hidup dengan cara dibakar. (jum/ ram/har/jpnn)

matian dalam urusan perbaikan jalan menuju ekowisata tersebut. Sebab itulah, saat melihat jalan rusak tersebut, pihaknya sangat kaget. ‘’Kami minta agar jalan segera diperbaiki lagi,” desaknya. Camat Tegaldlimo Ahmad Laeni mengungkapkan, sejak jalan diperbaiki, banyak wisatawan yang hilir-mudik ke kawasan Alas Purwo tersebut. Wisatawan dari luar Banyuwangi cukup mendominasi. “Bus pariwisata dari Bali nyaris setiap hari datang,” ungkap Laeni. (ton/c1/aif)

ALI NURFATONI/RaBa

ILEGAL: Satpol PP memasang plang di wisma milik Sumanto di Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Cluring kemarin.


34

Rabu 27 Februari 2013

Heru Meragukan Tampil di Kediri BANYUWANGI - Tiga angka yang dipetik Persewangi ISL saat melawat ke markas Madiun Putra Senin (25/2) lalu harus dibayar mahal. Salah satu striker Laskar Blambangan, Heru Santoso, mengalami cedera serius dalam pertandingan tersebut. Penyerang bernomor punggung 23 itu ditarik keluar lapangan pada menit 86 usai berbenturan dengan pemain belakang Madiun Putra. Akibat cedera itu, striker kawakan asli Banyuwangi itu harus menerima jahitan di pelipis sebelah kanan. Mengingat seriusnya luka yang dialami, Heru pun menjadi teka-teki besar apakah bisa tampil dalam laga away kedua ke kandang Persik Kediri ataukah tidak. Bisa jadi Heru akan absen dalam pertandingan yang dihelat 5 Maret tersebut. Kontribusi Heru dalam pertandingan kontra Madiun Putra tidak bisa disepelekan. Meski masuk daftar pemain pengganti, yakni menggantikan Faisol Arif Wicaksono, kehadirannya di lapangan cukup penting dalam mengkreasi lahirnya gol kedua Laskar Blambangan yang dihasilkan Ikrom Syafii. Asisten Manajer Persewangi, Agung Setyo Wibowo menyebut, peran Heru sangat vital sebagai pemecah kebuntuan

dalam laga tersebut. Meski tidak mencetak gol, kreasi yang dia bangun membuka ruang pagi pergerakan Ikrom untuk mencetak gol. “Dia boleh dibilang kreator kemenangan Persewangi,” katanya. Atas cederanya Heru, hingga Laskar Blambangan masih menunggu perkembangan kondisinya. Bila memang belum pulih, besar kemungkinan Persewangi ISL akan mencari pengganti Heru dalam lawatan ke Stadion Brawijaya awal pekan depan. Itu menjadi pekerjaan rumah bagi pelatih Bagong Iswahyudi. Dalam dua pertandingan terakhir, pemain depan yang mendapat kesempatan tampil hanya Ikrom Syafii dan Faisol Arif Wicaksono. Sisanya, belum mendapat kesempatan tampil. “Kemungkinan absennya Heru, kita akan pikirkan alternatif line up lawan Persik Kediri,” cetusnya. Sekadar diketahui, dalam laga lanjutan Divisi Utama Indonesia Super League (ISL), Persewangi ISL berhasil menundukkan tuan rumah Madiun Putra dengan skor 3-1. Gol kemenangan pasukan Bagong Iswahyudi itu dihasilkan Ikrom Syafii di menit 1 dan 80. Satu gol lagi lewat kaki Zaenal Ihcwan di menit 90. Gol balasan tuan rumah dicetak Jorge Paredes di menit 30. (nic/c1/als)

BANYUWANGI - Manajemen tim Persewangi Futsal mulai bersibuk diri menatap kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang. Tim yang dimanajeri Bobby Mulya Kusuma itu pun mulai melakukan persiapan demi lolos ke babak utama even dua tahunan yang akan digelar di Madiun mendatang tersebut. Salah satu persiapan yang dilakukan manajemen Persewangi Futsal adalah menunjuk pelatih dan melakukan seleksi pemain futsal. Seleksi dilaksanakan mulai kemarin hingga 28 Februari mendatang. Semua pemain yang berasal dari klub dan sekolah bisa turut ambil bagian dalam seleksi yang

GENTENG - Sedikitnya 63 atlet taekwondo mengikuti ujian kenaikan tingkat yang dilaksanakan Universal Taekwondo Indonesia Profesional (UTI Pro) Kabupaten Banyuwangi di Pendapa Kecamatan Genteng kemarin (26/2). Menurut Ketua UTI Pro Banyuwangi, A. Jazuli, kegiatan tersebut merupakan bagian dalam upaya pengembangan pendidikan yang berkarakter serta pembinaan bagi para atlet taekwondo. “Kita ingin ada peningkatan mutu dan kualitas atlet bela diri, khususnya taekwondo di Banyuwangi,” tuturnya. Jazuli menjelaskan, ujian kenaikan tingkat tersebut digelar

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

TEKA-TEKI: Pasca cedera saat menghadapi Madiun Putra, hingga kini kondisi striker Persewangi ISL Heru Santoso belum fit.

digelar mulai pukul 19.00 tersebut. “Kami ingin melangkah dengan seleksi pemain lebih dulu,” cetus Bobby, manajer Persewangi Futsal. Bobby menambahkan, demi memaksimalkan seleksi pemain Persewangi Futsal, pihaknya sudah menunjuk pelatih kepala, yakni Iwan Setyawan. Pelatih asal Surabaya itu akan memimpin langsung seleksi yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari tersebut. Terkait penggunaan pelatih luar Banyuwangi, Bobby memiliki sejumlah argumen. Salah satunya, kebijakan PB

Tahun ini, Persewangi berlaga di dua kompetisi Divisi Utama berbeda afiliasi. Satu tim berkompetisi di bawah PT Liga Indonesia (LI), satunya bernaung di PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS). Ayo beri dukungan, kritik, dan saran agar kedua tim tersebut mampu meraih prestasi maksimal. Kirim tulisan Anda melalui SMS ke nomor 087-857-488-787. Tulisan dilarang keras menghujat, menyerang, dan menghina personal.

Lemah di Sektor Pertahanan Ayo Persewangi, jadilah kamu pahlawan Laskar Blambangan. Ingat lawanmu bukan pemain kemarin sore. Sulam kembali kelemahan dari sektor pertahanan atau serangan. Kau pasti akan dapat melibas lawan-lawanmu. Salam olahraga “99 082141054788

Selalu di Hati Laros Terbanglah dan terus berkibar bendera Persewangi Banyuwangi selalu ada di hati Laros. Kalahkan lawan-lawan yang ada di hadapanmu. Kami selalu mendukungmu dari tribun. Buat masyarakat bangga dari kerja kerasmu, We Love You. Rizal, Sungai Lembu, Pesanggaran – 087755972148

Jangan Hanya Menghujat Buat penggila bola Persewangi, jangan biasa menghujat dan mengkritik permainan Persewangi. Mari kita tetap kasih semangat agar tim Laros menuju kasta tertinggi atau juara. Bambang, Laros Kumitir – 087755664862

Ayo Bangkit Ayo Persewangi bangkit. Aku yakin kamu pasti bisa menjadi juara. M. Rafi Hidayatullah, Ketapang – 087806656073

Bersatu Demi Banyuwangi Jenggirat tangi. Ayo satukan visi kita mendukung ISL dan IPL. Kita bersatu demi Banyuwangi. Laros Penganjuran – 087755643574

BANYUWANGI - Cabang pencak silat juga mulai bersiap menghadapi babak kualifikasi pekan olahraga provinsi (porprov) mendatang. Hal itu tampak dengan rencana Pengkab IPSI Banyuwangi menggelar seleksi pendekar dalam waktu dekat. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi persiapan awal untuk tampil di ajang dua tahunan yang akan digelar di Madiun nanti. Sekretaris IPSI Banyuwangi, Mukayin menuturkan, pihaknya sudah memiliki gambaran terkait penjaringan pesilat untuk porprov. Namun, merujuk pemberitahuan terkait babak pra-porprov dari pengurus besar porprov dan IPSI Jawa Timur, fase penjaringan dipastikan mundur dari jadwal semula. Sedianya, pra-porprov dilaksanakan pada Maret nanti. Namun, sesuai pemberita-

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

PROYEKSI PORPROV: IPSI berencana menggelar seleksi pekan ini.

huan ter-anyar, tahap masuk ke babak utama itu diundur pada 2 April hingga 5 Mei mendatang. “Diundur untuk pra-nya. Jadi, masih ada cukup waktu untuk persiapan,” kata Mukayin. Namun, IPSI tidak ingin terjebak dengan rentang waktu yang relatif lama tersebut. Mukayin menyatakan, penjari-

ngan pesilat tetap akan digelar dalam waktu dekat. Tujuannya, agar atlet memiliki waktu persiapan yang cukup untuk tampil di ajang dua tahunan tersebut. “Paling cepat pekan ini seleksi. Semua informasi terkait seleksi akan kita umumkan agar semua perguruan bisa mengirim pesilat terbaiknya,” cetusnya. (nic/c1/als)

63 Taekwondoin Ikuti Ujian

Iwan Latih Persewangi Futsal Proyeksi Porprov 2013

IPSI Segera Seleksi Pendekar

Porprov yang mewajibkan pelatih memiliki lisensi. Di samping itu, Iwan juga memiliki pengalaman melatih yang bisa diandalkan. Sebagai pelatih tim futsal Green Army, dia mampu mengangkat Green Army ke tangga juara dalam Kit Futsalismo Region Surabaya. Di level nasional, dia juga mampu membawa Green Army duduk di posisi ketiga Kit Futsalismo. “Saya rasa dia pelatih yang kompeten,” tegasnya. Berapa pemain yang dijaring? Menurut Bobby, tahap awal akan dijaring 20 pemain. Selanjutnya, dalam pemusatan latihan, akan dipantau perkembangan mereka. Setelah itu, komposisi tim Persewangi Futsal proyeksi Porprov 2013 akan ditentukan. (nic/c1/als)

ABDUL AZIZ/RaBa

TINGKATKAN KUALITAS: Para peserta ujian kenaikan tingkat foto bersama di halaman Pendapa Kecamatan Genteng kemarin.

badan baru di bawah Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). Kegiatan tersebut juga dihadiri pengurus UTI Pro Jatim. Jazuli berharap UTI Pro bisa

membawa atlet taekwondo berprestasi di kancah nasional dan internasional. “Sehingga, nama Banyuwangi lebih dikenal sebagai tempat lahirnya bibit atlet olahraga, khususnya taekwondo,” harapnya. (azi/c1/als)


BERITA UTAMA

Rabu 27 Februari 2013

35

HALAMAN SAMBUNGAN

Dua Boks Berisi Ikan juga Disita n SEPULUH... Sambungan dari Hal 25

Polisi juga menyita tujuh buah blong (tong besar), lima buah drum, dua boks berisi ikan hasil tangkapan, sebuah mesin kompresor, selang sepanjang 100 meter, dan peralatan selam. “Sepuluh nelayan di dalam kapal kita tangkap semua,” terangnya. Para nelayan yang diduga mencari ikan dengan bom ikan itu, jelas Bahrul, sementara di amankan di Markas Polisi Satpol Air di Desa Ketapang, Ke camatan Kalipuro. “Baru tadi malam (Senin malam) kita tangkap, sekarang sedang

diperiksa,” katanya. Sepuluh nelayan yang diduga mencari ikan menggunakan bom itu adalah Muhamad Azis, 60, Miswan, 30, Syarkawi, 45, Suradwi, 37, Budi Setiawan, 22, Paiman, 45, Fandi, 21, Samhadi, 27. Semua tinggal di Dusun Posumur, Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo. “Delapan nelayan tinggal satu kampung,” ujarnya. Dua nelayan lain yang juga ditangkap adalah Budianto, 26, warga Lingkungan/Kelurahan Singotrunan, Kecamatan Banyuwangi, dan Septian Budi Santoso, 21, asal Dusun Kebunrejo, Desa Kramasan, Kecamatan Wongsorejo. “Mereka diduga

sudah sering mencari ikan menggunakan bom,” kata AKP Bahrul. Terungkapnya kapal pencari ikan menggunakan bom itu se telah ada laporan nelayan di daerah Muncar. Secara kebetulan, kapal dengan jumlah ABK sepuluh orang itu sedang mencari ikan di sekitar perairan Takatdikin, Muncar. “Kita sudah lama mengincarnya,” cetusnya. Atas laporan nelayan itu, anggota patroli Satpol Air itu segera memburu kapal yang mencari ikan menggunakan bom tersebut. Tetapi sial, kedatangan kapal petugas itu diketahui para tersangka. “Kita datang, mereka langsung kabur,” ungkapnya.

Terjadilah aksi kejar-kejaran di laut antara kapal patroli petugas Satpol Air dan kapal nelayan tersebut. Kapal nelayan itu sempat melesat jauh dari kapal petugas. Tetapi, akhirnya petugas berhasil menangkap mereka di perairan Tanjung, Kecamatan Kalipuro. “Kapal nelayan itu kita tangkap di perairan Tanjung,” sebutnya. Sebelum dibawa ke Markas Polisi Satpol Air di Desa Ketapang, kapal dan sepuluh nelayan itu digiring ke Pos Polisi Air di Pantai Boom. “Para nelayan kita amankan di Ketapang, dan kapalnya kita amankan di Pantai Boom,” jelasnya. (abi/c1/bay)

Akses Internet Tetap Bayar Voucher n PROGRAM... Sambungan dari Hal 25

Sementara itu, program e-zakat merupakan aplikasi pengolahan zakat, sedekah, dan infak (ZIS) yang terintegrasi. Telkom ingin menjadikan Banyuwangi sebagai model percontohan implementasi smart city di Indonesia. Tujuannya, bisa menghadirkan pelayanan yang cepat, efisien, dan terbuka. Program tersebut tentu tak lepas dari peran besar Direktur Utama PT Telkom Arief Yahya. Sebab, Arief memang putra daerah Banyuwangi. Tentu, ia berkeinginan kuat agar kampung halamannya berkembang pesat. Apalagi, setelah daerah ini dinakhodai Bupati Abdullah Azwar Anas, kemajuan Banyuwangi terus menunjukkan tren positif. Setelah bertemu dan berkomunikasi beberapa kali dengan bupati, akhirnya Arief berbulat tekad menjadikan kampung halamannya sebagai daerah percontohan berbasis TIK yang dikembangkan Telkom. Selain itu, Telkom sebagai BUMN juga mendapat tugas mengimplementasikan salah satu program Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) untuk mempercepat kesejahteraan masyarakat Indonesia melalui pemanfaatan TIK. Selama ini, pemanfaatan TIK oleh masyarakat masih cenderung pada tataran basic service, belum banyak dimanfaatkan untuk aktivitas produktif yang bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi. Karena itu, Telkom perlu membentuk so cietysociety yang digital friendly untuk mendorong masyarakat di Bumi Sunrise of Java ini lebih produktif. Program Banyuwangi Diso atau yang se belumnya dikenalkan dengan nama Banyuwangi Cyber Village ini sangat dibanggakan Bupati Anas. Dalam setiap kesempatan, ia selalu menyampaikan program tersebut kepada khalayak dan para tamunya. Bahwa program 1.000 wifi ini merupakan yang pertama di-launching sekaligus terbesar di Indonesia. Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh yang meresmikan Poliwangi menjadi perguruan tinggi negeri 24 Februari lalu juga dipameri program tersebut. Meski baru soft launching, Bupati Anas tak pernah lelah mengampanyekan Banyuwangi Diso. Salah satunya dengan meminta warganya bersiap diri melek TIK. Guru-guru dan para siswa juga diminta melengkapi diri dengan perangkat TIK, seperti komputer,

laptop, dan e-pad, supaya tidak gaptek (gagap teknologi). Bahkan, agar warganya yang ada di luar kota tahu bahwa daerahnya sekarang sudah dilengkapi 1.100 hot spot, Pemkab Banyuwangi juga memasang iklan di media yang terbit di luar Banyuwangi. Gebyar dari program sekaligus proyek ‘’prestisius’’ tersebut juga di-setting cukup semarak agar semua pihak tahu. Selain ada soft launching yang sudah digelar 14 Februari lalu, juga akan dilakukan grand launching pada 9 Maret 2013. Semula grand launching akan digelar di Perkebunan Kalibendo, tapi karena peranti di daerah itu belum siap, kabarnya akan dipindah ke sebuah perkebunan di Kecamatan Glagah. Dua menteri direncanakan hadir, yaitu Menkominfo Tifatul Sembiring dan Menpan Azwar Abu Bakar. Warga Banyuwangi patut menyambut gembira daerahnya menjadi area berbasis TIK. Kesempatan untuk mengakses internet menjadi lebih mudah. Sebab, in ternet merupakan gudangnya ilmu pengetahuan dan informasi. Meski juga bisa mempengaruhi dan merusak moral generasi penerus melalui situs-situs porno. Tetapi, hal itu tak perlu dikhawatirkan. Sebab, layanan internet berbasis wifi yang disediakan Telkom sudah diprotek dari akses berbau pornografi, sehingga aman bagi para pemakainya. Hanya saja, program B-Diso yang digembargemborkan memasang 1.100 titik wifi tersebut masih menyisakan pertanyaan. Benarkah di seluruh wilayah Banyuwangi sekarang sudah bisa diakses internet alias tidak ada blank spot? Sebab, di perkebunan Kalibendo yang rencananya digunakan sebagai lokasi grand launching saja, ternyata tidak bisa. Bagaimana dengan di tempat-tempat wisata berkelas internasional, seperti Kawah Ijen, G-Land, dan Sukamade? Begitu pula di daerah-daerah terpencil, perkebunan, dan pesisir pantai yang arealnya cukup luas di Banyuwangi? Selain itu, program B-Diso yang sangat dibanggakan Pemkab Banyuwangi tersebut sudahkah bisa dimanfaatkan masyarakat? Saya memandang antara gebyar 1.100 titik free wifi yang digembar-gemborkan dan dibanggakan tidak sebanding dengan aplikasi yang bisa dirasakan masyarakat. Di antaranya, untuk mengakses internet melalui wifi yang ada, ternyata tidak semua gratis. Ada titik-titik tertentu yang untuk mengakses internet harus bayar dengan cara membeli voucher pulsa ke Telkom. Itu tidak pernah disosialisasikan.

Begitu pula dengan aplikasi konsep smart city seperti e-government, e-education, e-health, dan e-zakat, banyak warga yang tidak paham. Apakah e-government itu aplikasinya khusus internal pemerintahan ataukah ada layanan yang bisa diakses masyarakat. Kalau ada, apa saja dan bagaimana cara serta prosedurnya. Pun begitu dengan konsep e-education, kalau ada yang berhubungan dengan wali murid, seperti apa aplikasinya? Konsep smart city yang lain juga masih banyak menimbulkan tanda tanya bagi masyarakat. Seharusnya, yang paling penting dan harus banyak disosialisasikan ke masyarakat adalah teknis dan aplikasi terkait pemanfaatan program tersebut. Bu kan hanya digembar-gemborkan dan dibanggakan sebagai program terbesar dan pertama di Indonesia agar terlihat wah dan spektakuler. Termasuk, supaya dapat nilai tambah dari masyarakat di luar Banyuwangi. Saya khawatir, program yang cukup prestisius itu tidak bisa dinikmati dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat Banyuwangi karena minimnya sosialisasi di tingkat lokal. Lantaran pemanfaatan program tersebut lebih banyak terkait masyarakat lokal, tentu kepentingan warga lokal yang harus diprioritaskan. Salah satu nya, menyosialisasikan teknis dan aplikasi dalam memanfaatkan program B-Diso ke masyarakat luas. Jika mereka sudah memahami, mengerti, dan mengetahui ada fasilitas TIK, selanjutnya memanfaatkannya, barulah program tersebut bisa disebut berhasil. Yang harus dihindari, jangan sampai ek sistensi program dan launching-nya saja yang dikedepankan dan digembargemborkan, setelah itu adem ayem. Nasibnya bisa jadi seperti program I Love Banyuwangi. Gebyarnya tak sebanding dengan realisasi kegiatan yang bisa memotivasi warga untuk berpartisipasi membangun Banyuwangi. Sebab, pasca launching tak terlihat tindak lanjutnya, terutama peran SKPD yang diharapkan menjadi leading sector. Kalau program B-Diso ini nasibnya sama dengan I Love Banyuwangi, maka warga akan menilai bupati atau Pemkab Banyuwangi cuma bisa bikin program tapi tak mampu mengaplik asikan secara tepat guna. Dengan kata lain, gaungnya saja yang ramai di awal atau di permukaan. Atau, bahasa Osing-nya ngobos alias omong doang. Semoga tidak seperti itu. (cho@jawapos.co.id)

Omzet Sebulan Tembus Rp 60 Juta n MODAL... Sambungan dari Hal 25

Sejak didirikan, BSB telah melakukan dan menerapkan konsep 3R, yakni reuse, reduce, recycle. Reuse berarti menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fung si yang sama, atau fung si lain. Reduce berarti me ngurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah me numpuk. Recycle berarti mengolah kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat. Layanan yang diterima BSB adalah setoran sampah, baik sampah organik maupun anorganik. Terkait sampah organik, BSB selain menerima tabungan sampah juga akan mengelola sampah menjadi pupuk organik. Dalam mengolah sampah organik, BSB bekerja sama dengan rumah kompos. Se lain memiliki bank sampah, DKP juga mendirikan rumah kompos yang memiliki tugas utama mengolah sampah organik menjadi pupuk organik. Terkait sampah anorganik, bank sampah menjualnya kepada pihak ketiga untuk didaur ulang. Pihak ketiga secara rutin mengambil setiap bulan sampah anorganik yang telah dipilah. Walau sudah kerja sama dengan pihak ketiga, tapi pihak bank sam-

pah tetap memberi kebebasan kepada nasabah untuk menjual hasil tabungannya. Bisa langsung dijual kepada bank sampah, atau nasabah bisa menjual sendiri kepada pihak ketiga. Dalam membeli tabungan sampah dari nasabahnya, pihak bank sudah menetapkan harga beli. Sampah anorganik harga belinya tergantung jenis sampah yang dikumpulkan. Sampah organik harganya berkisar antara Rp 350 hingga Rp 500 per kilogram (Kg). Harga itu dihitung setelah sampah organik itu diolah menjadi pupuk organik. “Ter serah na sa bah, mau dijual kepada kita ataukah dijual sendiri,” papar Kepala DKP Banyuwangi, Arief Setiawan. Setiap hari, tabungan sampah yang disetor nasabah mencapai 800 Kg hingga 1.000 Kg. Setelah itu, semua sampah yang masuk tersebut dipilah. Khusus sampah anorganik, petugas bank langsung menyimpannya. Khusus sampah organik langsung dikirim ke rumah kompos dan diolah menjadi pupuk organik. Nasabah BSB tidak se mua menyetorkan sen diri sampahnya ke BSB. Ada beberapa nasabah yang sampahnya diambil sendiri oleh petugas bank. Bank sampah memiliki 20 karyawan. Karyawan sebanyak itu ada yang bertugas sebagai tenaga administrasi, petugas

pe milah, dan ada pula yang bertugas mengambil sampah dari nasabah. Dengan karyawan yang terbatas, BSB kini mulai kelabakan. Sebab, jumlah nasabah terus bertambah dan tabungan sampah yang masuk terus meningkat. Untuk mengambil tabungan sampah dari beberapa nasabah, BSB memiliki tiga armada; satu unit kendaraan roda empat dan dua unit kendaraan bermotor roda tiga. Setiap hari, pagi hingga sore, tiga unit ar mada itu keliling mengambil sampah. Se ring kali dalam sehari, tidak semua tabungan nasabah bisa diambil karena keterbatasan petugas. Dari modal awal Rp 3 juta itu, kini BSB sudah memiliki pendapatan Rp 21 juta per bulan. Omzet bank sampah minimal Rp 60 juta setiap bulan. “Dinas memberikan ke bebasan kepada petugas sampah untuk me ngolah pendapatan dari tabungan sampah,” tutur Arief. Dalam membeli sampah dari nasabah, pihak bank menyediakan dana segar. Dengan dana segar itu, BSB bisa setiap saat membeli tabungan sampah yang disetorkan nasabah. Hasil olahan sampah organik tidak semua dijual dalam bentuk cash. Hasil olahan pupuk organik itu sering digunakan kegiatan-kegiatan sosial, seperti gerakan menanam pohon.

Selain itu, pupuk organik juga sering di barter dengan sampah anorganik. Barter pupuk organik dengan sampah anorganik itu sering dilakukan sekolah yang menjadi nasabah bank sampah. Hasil barter itu, pupuk organik digunakan untuk memupuk tanaman di lingkungan sekolah. Seiring bertambahnya nasabah, BSB mulai kewalahan menerima setoran tabungan dari nasabah karena tidak memi liki tempat penyimpanan yang memadai. Untuk mengatasi persoalan itu, pihak BSB meningkatkan pengiriman tabungan sampah ke pihak ketiga. Awalnya, pengiriman hasil ta bungan itu dilakukan satu kali dalam seminggu. Namun, karena volumenya terus meningkat, maka pengiriman kepada pihak ketiga dilakukan hingga tiga kali dalam seminggu. “Setiap pengiriman, minimal satu ton,” papar Direktur BSB, Dzulkarnaen. Ke depan, Dzulkarnaen menargetkan akan memberikan konstribusi kepada penerimaan asli daerah (PAD). Jika melihat perkembangan BSB dalam lima bulan ini, Dzulkarnaen optimistis bisa memberikan kontribusi ke PAD. “Insyaallah kita bisa memberikan kontribusi. Tapi berapa nilainya belum bisa disebutkan,” tuturnya. (c1/bay)

Bangun Jalan Tembus Gambiran-Genteng n PERCEPAT... Sambungan dari Hal 25

Penyetoran RUP itu, kata Wawan, lebih cepat lebih baik. Dengan RUP itu, panitia lelang bisa segera menjadwalkan pelaksanaan lelang. “Kita minta SKPD bergerak cepat, terutama beberapa SKPD besar,” kata Wawan. Dalam APBD 2013, ada beberapa kegiatan besar yang akan dilaksanakan. Kegiatan konstruksi meliputi pem bangunan gedung kantor Pemkab Banyuwangi perkiraan besar biaya (PBB) Rp 34,48 miliar, dan pengembangan lanjutan RSUD Blambangan Rp 4,905 miliar. Selain itu, ada proyek pembangunan Stadion Diponegoro

sebesar Rp 4,905 miliar, lanju tan pembangunan Wisma Blam bangan senilai Rp 2,91 miliar, pembangunan lanjutan home stay Desa Wisata Osing se besar Rp 2,91 miliar, dan pembangunan gedung rektorat Poliwangi senilai Rp 2,66 miliar. Jalan dari Kecamatan Gambiran menuju Terminal Wiraguna Genteng tahun ini dianggarkan dana sebesar Rp 5,44 miliar. Anggaranituakandigunakanuntuk membangun jembatan di jalan tembus yang menghubungkan Kecamatan Gambiran dan Kecamatan Genteng. Tidak hanya itu, kegiatan yang anggarannya di atas Rp 1 miliar adalah pembangunan lanjutan RSUD Genteng Rp 2,65

miliar, pembangunan gedung RSNU Mangir Rp 1,96 miliar, dan pembangunan gedung perpustakaan umum daerah di Kecamatan Genteng senilai Rp 1,43 miliar. Selain mega proyek di Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang, juga ada beberapa proyek besar di Dinas PU Pengairan. Tahun 2013, Dinas PU Pengairan punya kegiatan pembangunan Bendungan Bomo senilai Rp 7,5 miliar. Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) juga memiliki kegiatan yang anggarannya lebih Rp 1 miliar, yakni pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) di Kecamatan Wongsorejo dan Muncar. (afi/c1/bay)

Pendataan Dilakukan dengan Hati-hati n BADAI... Sambungan dari Hal 25

“Yang pasti, pantauan satelit menunjukkan badai tersebut terus bergerak menjauhi wilayah Indonesia,” pungkasnya. Seperti diberitakan kemarin, wilayah bertekanan udara rendah yang terjadi di arah barat daya Banyuwangi beberapa hari lalu tampaknya benar-benar berdampak terhadap kondisi cu aca di Bumi Blambangan. Sebab, fenomena alam tersebut kini sudah berkembang menjadi badai yang disebut siklon tropis Rusty. Badai Rusty pertama kali diketahui terjadi pada koordinat 17,4 Lintang Selatan (LS) dan 118,1 Bujur Timur (BT), atau sekitar 870 Kilometer (Km) sebelah barat daya Kota Sabu, Nusa Tenggara Timur (NTT), sekitar pukul 19.00 Minggu (24/2). Bahkan, angin kencang yang disebabkan siklon tropis Rusty itu

telah memorakporandakan wilayah Pulau Merah, Kecamatan Pesanggaran. Sejumlah fasilitas umum di lokasi tersebut rusak disapu angin, di antaranya toilet dan lampu penerangan. Tidak hanya itu, angin juga me numbangkan pohon di kawasan Gedung Olah Raga (GOR) Tawang Alun, Banyuwa ngi. Bahkan, pohon tumbang di tepi jalan tersebut menimpa seorang siswi MTsN Banyuwangi 1 yang hendak mengikuti ujian praktik olahraga di GOR Tawang Alun. Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Sumberagung, Murwanto mengatakan, selain embusan angin yang mulai reda, ombak di Pantai Pancer dan Pulau Merah juga mulia turun. “Kondisinya lebih baik dari se belumnya. Angin kencang tapi tak sekencang kemarin, ombak laut juga mulai surut,” katanya kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (26/2).

Murwanto menyebutkan, pihaknya selaku kades belum bisa memastikan berapa kerugian akibat bencana tersebut. Sebab, terkait pendataan tersebut, kades dan perangkat desa sangat berhati-hati agar tidak keliru. “Sampai sekarang kita masih melakukan pendataan. Kami cek lagi agar tidak satu pun warga yang terkena bencana yang tidak terdata,” katanya. Menurut Murwanto, perkiraan sementara kerugian warga akibat terjangan angin tersebut sekitar Rp 50 juta. “Kemungkinan kerugiannya mencapai Rp 50 juta. Berapa angka pastinya, besok saya kabari,” tuturnya. Dia juga menyebutkan, para korban bencana masih belum menerima bantuan dari pihak mana pun hingga kemarin. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi juga belum turun ke lokasi. “Sampai sekarang belum ada bantuan,” tuturnya. (sgt/azi/c1/bay)

Belum Punya Mesin Cold Milling n TAMBAL... Sambungan dari Hal 25

Beberapa ruas jalan yang berlubang di kawasan tersebut ditambal menggunakan aspal daur ulang (cold milling). Dalam uji coba yang dilakukan sejak 20 Februari 2013 itu, satu drum emulsi bisa mendaurulang hotmix hingga 2,4 ton cold mix siap hampar. “Satu drum emulsi harganya Rp 1 juta lebih jika beli eceran. Kalau beli partai hanya Rp 1 juta,” jelas Kasi Laborat dan Leger Jalan pada Dinas PU, Yunus Kurniawan. Menurut Yunus, aktivitas penambalan jalan menggunakan cold milling jauh lebih murah. Jika penambalan jalan meng-

gunakan ATBL, harganya dalam satu ton Rp 1 juta. “Hasil uji coba, kualitasnya tidak kalah dengan ATBL,” katanya. Seperti yang dilakukan di sepanjang jalan mulai pertigaan pos Polantas Rogojampi hingga Bandara Blimbingsari. Penambalan jalan berlubang di ruas itu kini menggunakan cold milling. Walau dilewati truk bermuatan berat, tapi sampai saat ini jalan itu tetap awet dan bisa digunakan. Hasil penambalan menggunakan material cold milling cukup bagus. Biayanya murah tapi kualitasnya sama. “Material cold milling bisa digunakan untuk program jalan bebas berlubang di Ba nyuwangi,” katanya.

Jika penambalan jalan berlu bang menggunakan cold milling, kata Yunus, tidak perlu me nunggu lelang anggaran APBD. Sebab, bahan bakunya ti dak perlu beli melainkan cukup mengeruk hotmix yang usia nya di atas lima tahun. Sehingga, pemeliharaan jalan berlubang bisa dilakukan sepanjang tahun. Yang masih menjadi kendala saat ini adalah Pemkab Banyuwangi belum memiliki cold milling machine. Alat ini berfungsi untuk mengeruk dan mengolah limbah hotmix se belum di campur emulsi. “Ka lau beli, alatnya cukup mahal. Kalau kita mau, tidak perlu beli dan cukup sewa saja,” katanya. (afi/c1/bay)

Dibangun di Sempadan Jalan n MUNCUL... Sambungan dari Hal 25

“Mendirikan tidak permisi,” cetus Muamalah, pemilik toko di bawah papan reklame di Desa Sraten, Kecamatan Cluring. Menurut Muamalah, pekerja yang mendirikan papan reklame itu dianggap kurang sopan. Selain tidak permisi, sebut dia, nada bicara mereka juga kasar. Papan reklame di Desa Sraten itu berdekatan dengan toko milik Muamalah. “Tanah hasil ke rukan ditumpuk di depan toko, dan tanah itu juga tidak diratakan,” katanya. Pendirian papan reklame yang tidak izin warga sekitar itu ternyata juga terjadi di tikungan

Desa Mangir, Kecamatan Rogojampi. Warga malah tidak tahu papan reklame tersebut untuk apa. “Kita tidak ada yang tahu untuk apa,” terang Suyono, warga Desa Mangir. Menurut Suyono, biasanya bila ada yang akan membangun tempat iklan selalu minta persetujuan warga sekitar. Tetapi, untuk papan reklame ini, warga sekitar tidak tahu-menahu. “Ini papan reklamenya sangat besar dan tinggi sekali,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Badan Pelayanan Perizinan dan Penanaman Modal (BPPT dan PM) Banyuwangi, DR Abdul Kadir, saat dikonfirmasi menyebutkan bahwa papan reklame baru yang sebagian besar sudah berdiri

itu milik Pemkab Banyuwangi. “Pemkab yang men di rikan papan reklame itu,” jelasnya. Papan reklame yang sedang di bangun pemkab itu, sebut Kadir, berukuran 4 meter X 6 me ter. Rencananya, pemkab mendirikan 24 papan reklame di beberapa titik di Banyuwangi. “Akan dipakai untuk media informasi kepada masyarakat,” cetusnya. Ditanya mengenai izin pendirian papan reklame tersebut, Kadir menyebut papan reklame milik pemkab itu semua dibangun di sempadan jalan. Karena itu, hanya perlu pemberitahuan. “Izinnya itu kalau akan dipakai, sekarang masih belum dipakai,” jelasnya. (abi/c1/bay)

Polisi Periksa Empat Orang n WABUP... Sambungan dari Hal 27

“Saya mau islah dan mengajak orang-orang semua,” janji Fauzi, perwakilan warga Dusun Cantuk Lor, saat menghadap Camat Nanik Machrufi di kantor Kecamatan Singojuruh kemarin sore. Menurut dia, perusakan itu murni salah paham. Menurut Fauzi, tidak ada niat melakukan penyerangan maupun perusakan. “Kami tidak melakukan perusakan sama sekali,” elaknya. Dia mengungkapkan, siang itu tersiar kabar bahwa warga Dusun Cantuk Kidul akan menyerang warga yang diisukan memiliki ilmu santet. Sebab, banyak warga yang sedang bergerombol di kantor desa. “Kami niatnya mau menghadang jangan sampai itu terjadi. Saat itu, kami ada di luar kantor,” jelas Fauzi. Pihaknya mengaku tidak tahu apa yang sedang dibahas di kantor desa tersebut. Untuk itu,

dia menghubungi salah satu perangkat desa. Namun, hape perangkat desa tersebut justru dimatikan. ‘’Sebenarnya saya mau tanya sedang ada acara apa di dalam. Tapi, telepon saya tidak direspons,” sesalnya. Nah, saat itu salah satu warga yang berada di kantor desa itu menantang warga yang berada di luar pagar. Terjadi pertikaian war ga dua dusun tersebut. “Saudaranya Pak Kades bawa pisau. Tapi, pisau itu berhasil diamankan,” terang Fauzi. Terkait masalah perusakan, Fauzi menegaskan bahwa kaca jendela itu rusak gara-gara warga berusaha menghalangi warga lain yang akan mengeluarkan kursi. ‘’Tapi, kursi malah dilempar ke belakang, akhirnya kaca pecah,” tegasnya. Atas kejadian itu, kini warga Dusun Cantuk Lor sudah berkomitmen memilih damai. Itu dilakukan agar perseteruan dua

dusun itu tidak ditiru generasi se lanjutnya. ‘’Kasihan anakanak nanti kalau begini terus. Makanya, kami minta maaf atas kejadian itu,” pintanya. Apakah niat islah itu sudah disampaikan kepada kades yang bersangkutan? Fauzi mengaku sudah mengirimkan pesan singkat melalui telepon seluler. Namun, masih belum ada respons. ‘’Tapi, saya sudah sampaikan kepada Pak Kadus. Yang penting saya niatnya baik,” tandasnya. Sementara itu, aparat kepolisian terus bekerja keras dalam me ngusut perusakan kantor Desa Cantuk, Kecamatan Singojuruh. Sampai kemarin, sudah ada beberapa orang yang dimintai keterangan terkait insiden yang terjadi Minggu siang itu. Kapolsek Singojuruh Iptu Maspud menegaskan, pihaknya su dah memanggil beberapa orang yang disinyalir terlibat dalam insiden itu. (ton/c1/aif)


36

Rabu 27 Februari 2013

PEMERINTAHAN

LKPJ Terkendala Pemeriksaan BPKRI SITUBONDO - Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) yang disampaikan Pemkab Situbondo selama ini hanya menyampaikan kesuksesan penyerapan anggaran. Seharusnya LKPJ juga menyampaikan asas manfaat dan dampak pelaksanaan anggaran terhadap kondisi masyarakat. Ketua DPRD Situbondo, Zeiniye mengungkapkan, akibat kebiasaan tersebut akhirnya tidak ada materi yang dapat dievaluasi wakil rakyat. “Rata-rata semua laporan LKPJ seratus persen selalu tuntas, tuntas, dan tuntas. PaDOK.RaBa dahal, bukan itu yang Zeiniye kita inginkan, melainkan sejauh mana dampak yang diinginkan pemerintah daerah,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin. Karena itulah, imbuh Zaeniye, ke depan LKPJ yang disampaikan pemkab harus berbasis asas manfaat dan dampak pelaksanaan anggaran terhadap masyarakat, bukan hanya terkait penyerapan anggaran. “Makanya, dalam workshop beberapa waktu lalu, kita menyampaikan materi terkait LKPJ,” imbuh Zeiniye. Berbekal pengetahuan yang diperoleh melalui workshop tersebut, Zeiniye yakin anggota DPRD bisa melakukan analisis secara detail tentang pelaksanaan anggaran. Tentang LKPJ 2012 yang hingga kini belum sampai ke meja DPRD, perempuan berkerudung itu mengaku bisa memaklumi. Sebab, ada kendala terkait prosedur. “Kendalanya LKPD (laporan kinerja pemerintah daerah) yang harus disampaikan ke pemerintah harus diaudit BPKRI. Audit itu masih dilakukan, karena BPKRI baru turun ke Situbondo,” paparnya. Jika mengacu regulasi, menurutnya, seharusnya pemkab menyampaikan LKPJ kepada DPRD maksimal tiga bulan pasca pelaksanaan APBD. “Saat ini sudah bulan kedua (Februari), tapi pemkab belum memberikan LKPJ karena kendala pemeriksaan BPK RI tersebut,” terangnya. (pri/c1/als)

Berdampak terhadap Keramba Apung SITUBONDO - Ombak besar yang terjadi beberapa pekan terakhir juga membuat cemas sejumlah pemilik keramba apung di Kabupaten Situbondo. Pasalnya, ombak sangat berpengaruh terhadap usaha mereka. Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Pemkab Situbondo, Ahmad Yulianto mengungkapkan, ombak besar merupakan salah satu yang ditakuti pembudi daya keramba apung. “Perairan sedikit bergolak saja, keramba akan pontang-panting. Apalagi, ombak seperti beberapa waktu lalu, banyak keramba yang morat-marit,” ujar

Yulianto kemarin (26/2). Mantan Kabag Organisasi tersebut mengungkapkan, prospek keramba apung di perairan Situbondo sebenarnya bagus. Hanya saja, peminatnya masih sedikit. Itu karena keramba apung merupakan usaha dengan padat modal dan risikonya sangat tinggi. Sehingga, banyak pengusaha yang berpikir berkali-kali. “Keramba apung bagus dalam menanggulangi perairan yang sudah over fishing. Jadi, kita perkuat di budi dayanya lha,” terang pejabat asal Desa Alas Malang, Kecamatan Pana-

rukan, itu. Untuk mendapatkan bibitbibit ikan yang akan dibudidayakan di keramba apung, kata dia, di Kota Santri tidaklah sulit. Sebab, banyak usaha hatchery berskala rumah tangga. “Masalah pasar juga tidak terlalu sulit, bahkan sangat mudah. Biasanya diambil oleh pihak asosiasi,” papar Yuli. (pri/c1/als) USAHA PROSPEK: Sejumlah warga membuat keramba apung di Perairan Pathek, Desa Gelung, Kecamatan Panarukan.

PNPM PERKOTAAN

EDY SUPRIYONO/RaBa

Penyidik Tahan Nimo Oknum Guru Terduga Cabuli Siswi SITUBONDO - Penyidik Polres Situbondo akhirnya mengambil langkah tegas terhadap Nimo Yuliadi, oknum guru Madrasah Aliyah (MA) yang berbuat cabul terhadap siswinya yang masih di bawah umur. Sejak Senin (25/02) lalu, polisi memilih menahan pria yang sudah memiliki anak dan istri tersebut. Nimo pun dijebloskan ke Hotel Prodeo Mapolres Situbondo. Hingga kemarin, guru yang mengajar mata pelajaran akuntansi itu masih menjalani serangkaian pendalaman pemeriksaan. Informasi yang dikumpulkan koran ini menyebutkan, Nimo ditahan sekitar pukul 10.00. Seperti biasa, saat itu dia sedang melakukan apel ke Polres Situbondo sehubungan dengan statusnya sebagai tersangka tapi tidak ditahan. “Usai tanda tangan apel, dia langsung ditahan,” terang sumber kuat koran ini. Kapolres Situbondo AKBP Ertel Stephen melalui Kasatreskrim AKP Sunarto membenarkan penahanan yang dilakukan terhadap Nimo Yuliadi. Dia dijerat UndangUndang Perlindungan Anak. “Penyidik sudah memiliki gambaran utuh tentang perbuatan pidana yang dilakukan tersangka. Kejaksaan juga sudah menyatakan P-21 (berkas dinyatakan lengkap atau sempurna),” kata kasatreskrim saat dikonfirmasi sejumlah wartawan kemarin. Sementara itu, Nimo kemarin juga berhasil diwawan-

EDY SUPRIYONO/RaBa

TERSANGKA: Nimo Yuliadi menutupi wajahnya saat dijepret wartawan kemarin.

carai wartawan. Nimo mengaku kenal AY di sekolahnya. AY adalah siswanya. Pria yang menutupi wajahnya dengan kertas kuning saat difoto itu mengaku melakukan perbuatan tidak senonoh dengan AY didasari atas suka sama suka. “Dia (AY) tahu kalau saya sudah punya keluarga dan anak. Jadi (persetubuhan) itu dilakukan tanpa paksaan, karena saya memang siap bertanggung jawab,” terang pria yang kini bertugas di Kantor Kementerian Agama Situbondo tersebut. (pri/c1/als)

Warga Belum Fungsikan Pipanisasi Penahanan Dinilai Telat EDY SUPRIYONO/RaBa

TAK BERSEGEL: Meteran listrik di Stadion GMS dicabut petugas PLN.

PLN Putus Aliran Listrik Stadion GMS SITUBONDO - Dalam dua pekan terakhir Stadion Gelora Mohammad Shaleh (GMS) harus rela tanpa aliran listrik. Tak pelak, jika malam tiba, tempat yang tak jauh dari kantor DPRD tersebut diselimuti kegelapan. Hal itu terjadi karena PLN Situbondo mencabut aliran listrik ke Stadion GMS. Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Banyuwangi, PLN menemukan pencurian listrik di Stadion GMS. Selain itu, petugas juga menemukan meteran listrik yang tidak bersegel. Karena itulah, PLN memutuskan mencabut aliran listrik ke Stadion GMS. Diperoleh informasi, tagihan rekening listrik Stadion GMS sudah lebih dari Rp 5 juta. Berdasar pantauan koran ini, meteran listrik yang selama ini terpasang tak terlihat lagi karena telah dibongkar petugas PLN. “Saya tidak tahu masalah tagihan rekening listrik, karena saya hanya penjaga. Kabar yang saya dengar dari teman, katanya tagihannya Rp 8 juta. Tapi benartidaknya saya tidak tahu,” terang Totok Songot, penjaga Stadion GMS, kemarin (26/2). Dikatakan, sudah dua pekan ini pasokan listrik ke tempat yang dijaganya itu diputus PLN. Sehingga, selama itu pula setiap malam dia hidup tanpa penerangan listrik PLN. “Untung ada genset, tapi setiap malam harus beli bensin,” ungkapnya. Totok mengaku tidak tahu-menahu tentang kabel yang tersambung dari kabel utama PLN ke Stadion GMS yang dijadikan bukti adanya pencurian listrik. “Masalah meteran listrik yang tidak ada segelnya itu sudah lama,” imbuhnya. Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD), Tri Cahya Setya Ningsih, mengaku belum mendengar kabar pemutusan aliran listrik ke Stadion GMS. “Listrik di mana (yang diputus)? Saya cek dulu. Kalau yang dibayar DKPD, nggak terlambat,” katanya. Manajer PLN APJ Situbondo, Mohammad Arif Mudhari, juga mengaku masih akan melakukan pengecekan terkait pemutusan aliran listrik ke Stadion GSM tersebut. “Kebetulan saya sedang di Surabaya, jadi gak pegang data,” terangnya melalui layanan BBM (Black Barry Messenger). Dia hanya menegaskan, pemutusan prinsipnya dilakukan terhadap pelanggan yang menunggak di atas tiga bulan. “Kita tidak pernah tebang pilih dalam melaksanakan pemutusan aliran,” imbuhnya. (pri/c1/als)

ARJASA - Desa Kayu Mas, Kecamatan Arjasa, termasuk wilayah yang sering mendapat program pipanisasi. Maklum, banyak dusun di desa tersebut yang warganya kesulitan mendapatkan air bersih. Kepala Desa Kayumas, Yukapriono, sangat bersyukur atas kepedulian Pemkab Situbondo. “Sebab, dengan bantuan tersebut, masyarakat Kayu Mas mudah mengakses air bersih,” terangnya. Meski demikian, kata dia, tidak semua program pipanisasi tepat sasaran. Misalnya, program di Dusun Tana Mira. Sejak awal, proyek senilai Rp 75 juta itu tak bisa difungsikan. “Kita sangat

EDY S/RaBa

Yukapriono

menyayangkan hal itu. Sejak awal kita tidak dilibatkan, makanya seperti ini. Akhirnya program ini

muspro. Kalau ada program lain, desa seharusnya dilibatkan agar tak salah sasaran seperti ini,” terang Yukapriono. Kata dia, pipanisasi tersebut bukan tidak keluar air. Namun, warga terpaksa membuka saluran pipanisasi di sumber mata airnya. Penyebabnya, warga menilai sumber tersebut tak layak dialirkan ke tempat lain. Sebab, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar saja tak cukup. “Artinya, seandainya proyek itu melibatkan desa, akan kita tunjukkan mana lokasi mata air yang benar-benar bisa dibagi ke sejumlah tempat,” imbuh Yukapriono. (pri/c1/als)

CURI HP: Hainur Hasan Basri (tengah) setelah ditahan di Mapolsek Kapongan kemarin (26/2). Dia ditangkap warga karena mencuri HP milik pedagang es.

EDY SUPRIYONO/RaBa

Guru Honorer Curi HP Pedagang Es KAPONGAN - Hainur Hasan Basri, 27, kemarin harus mendekam di tahanan Polsek Kapongan. Penyebabnya, pemuda yang mengajar sebagai tenaga honorer di salah satu sekolah di Kecamatan Jangkar itu tertangkap basah mencuri sebuah hand phone (HP) milik seorang penjual es kelapa muda, Nur Hasanah, 20. Yang menarik, begitu tertangkap, tersangka mengakui Nur Hasanah sebagai WIL (wanita idaman lain)-nya. Dia mengaku terpaksa membawa HP tersebut

untuk mengecek isinya, karena khawatir Nur Hasanah berselingkuh dengan lelaki lain. “Padahal, pelaku adalah pembeli es degan, dan tidak ada hubungan apa-apa dengan korban. Makanya, pelaku langsung kita tangkap dan kita tahan,” terang Kapolsek Kapongan, AKP Mohammad Subakri, kepada wartawan. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp 350 ribu. “Pelaku ditangkap warga setelah korban berteriak karena pelaku membawa kabur

HP-nya,” terang Subakri. Informasi yang dikumpulkan Jawa Pos Radar Banyuwangi menyebutkan, peristiwa tersebut terjadi di Desa Sletreng, Kecamatan Kapongan, sekitar pukul 16.00. Hainur Hasan Basri membeli es degan. Kemudian, dia mengambil HP Nur Hasanah di atas meja. Awalnya, korban merasa tak ada yang hilang. Setelah tahu HP-nya hilang, korban langsung berteriak, dan pelaku ditangkap warga. Setelah itu, Nur Hasanah lapor ke polisi. (pri/c1/als)

SEMENTARA itu, penahanan Nimo mendapat cibiran kuasa hukum NY di Kantor Pusat Pelayanan Terpadu Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (PPTKKTPA). Sebab, tindakan tersebut dinilai terlambat. Jayadi, kuasa hukum NY mengungkapkan, penahanan Nimo bukanlah hal yang istimewa. “Justru kita mempertanyakan kenapa penyidik baru menahan sekarang, yaitu saat berkasnya sudah dinyatakan P-21,” tandasnya. Tentang alasan waktu pendek yang dimiliki penyidik, Jayadi mengungkapkan sangat tidak

masuk akal dan sangat mengada-ngada. Sebab, penyidik memiliki waktu penahanan 20 hari plus 40 hari. “Jadi, terus terang saja kita justru merasa aneh terkait penahanan yang baru dilakukan penyidik. Kalau harus melakukan terima kasih, ya sedikit saja kita berterima kasih kepada penyidik atas penahanan Nimo itu,” ungkapnya. Jayadi menilai, pembuktian kasus pencabulan tidaklah sesulit kasus korupsi dan terorisme. Sehingga, waktu 60 hari yang dimiliki penyidik sangat cukup untuk penyelesaian penyidikan. (pri/c1/als)


Radar Banyuwangi 27 Februari 2013